Skip to content
Back to announcement

20240930_ALII_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31730282_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review ALII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 119

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024                             25 September 2024



Kepada Yth.

PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk
Bakrie Tower Lt. 15
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta 12940

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Mahakam Coal Terminal


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Ancara Logistics
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal (selanjutnya disebut
“MCT”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003
tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham MCT
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan
usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang. Perseroan
berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said
No. 1, Jakarta 12940, dengan nomor telepon: (021) 2994 1122, nomor faksimile:
(021) 2991 2095, dan email: corsec@ancaralogistics.com.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                            PT Ade Putra          PT Guruh Putra      Honardy Boentario
       Perseroan
                          Tanrajeng (APT)         Bersama (GPB)             (HB)
            70,00%                10,00%                 10,00%                10,00%

                                            MCT



Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan kepemilikan
sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha perdagangan,
pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk
kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi
di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung
kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan muatan dari
tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.

Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte.
Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Limited (selanjutnya
disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 341,30 miliar dengan jangka waktu
sampai dengan Oktober 2025 dan tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun (selanjutnya
disebut “Pinjaman”).

Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank”)
sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60 bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR 1
Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana
tercantum dalam Surat Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana
yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
mengambil bagian atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang
akan diterbitkan oleh MCT (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham Perseroan”).
Selanjutnya, pada saat yang bersamaan, HB juga merencanakan untuk mengambil bagian
atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang akan diterbitkan oleh
MCT (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham HB”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                             ii
Page 4
Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V.
Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih
efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi
sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat
bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga
Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam
rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan usaha
atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya,
    Perseroan merencanakan untuk memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana
    tercantum dalam SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan
    digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
    dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP
    V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang
    lebih efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
    Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh
    pemegang saham Perseroan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
    melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
    tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
    bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan
    dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan
    MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun
    pengembangan usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.




                                            iii
Page 5
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
    leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan
    yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa MCT
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00% pada tanggal
31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat MCT adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham MCT bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa MCT adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Maret 2024.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).




                                           iv
Page 6
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MCT ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan MCT. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/240703-003 tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan MCT yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan MCT
untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal ini merupakan laporan
terinci.




                                             v
Page 7
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya disebut “YSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII tanggal 31 Juli 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

2. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 dengan pendapat wajar
   tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00087/2.0902/AU.1/05/1792-1/1/IV/2023 tanggal 10 April 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal;

4. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00149/2.00902/AU.1?05/0046-1/1/XII/2022 tanggal 1 Desember 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

5. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP KAP Armanda & Enita (selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00002/2.0680/AU.1/05/1570-2/1/I/2022 tanggal
   28 Januari 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal 24 Desember 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;




                                            vi
Page 8
7. Proyeksi laporan keuangan MCT untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2047 yang disusun oleh manajemen MCT;

8. Laporan penilaian properti MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh
   KJPP Iwan Bachron dan Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00229/2.0047-05/PI/02/0500/1/IX/2024 tanggal 23 September 2024;

9. SPPK;

10. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 16
    dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal 25 Agustus 2023, mengenai perubahan pasal 12
    anggaran dasar MCT terkait tugas dan wewenang Direksi;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad Nur dengan
    posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas MCT adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
    periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
    yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047;

13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            vii
Page 9
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MCT. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen MCT. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja MCT pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja MCT yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MCT dan informasi
manajemen MCT terhadap proyeksi laporan keuangan MCT tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian MCT dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.




                                            viii
Page 10
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MCT bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan MCT.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum MCT berdasarkan anggaran dasar MCT.




                                            ix
Page 11
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MCT, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki MCT. Prospek MCT di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MCT merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).




                                             x
Page 12
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
       Rp 499,42 miliar.

II.    Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
       Pendapatan

       Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
       indikasi nilai pasar 100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah
       sebesar Rp 761,26 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
       pasar 100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 532,88 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
       adalah sebesar Rp 532,88 miliar.




                                              xi
Page 13
III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan 50,00% untuk metode
       kapitalisasi kelebihan pendapatan.

       Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan 50,00%
       untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi kelebihan
       pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian
       merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang sama.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 516,15 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen MCT melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen MCT
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar
Rp 516,15 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas MCT. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian MCT tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.


                                            xii
Page 14
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiii
Page 15
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap MCT untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xiv
Page 16
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



Gadis Dara Cantikawati                                          .....................................
No. MAPPI     : 24-A-12624




                                           xv
Page 17
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Maret 2024.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvi
Page 18
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh MCT serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari MCT.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



Gadis Dara Cantikawati                                            .....................................
No. MAPPI     : 24-A-12624




                                            xvii
Page 19
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xiv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xv

SURAT PERNYATAAN                                                                xvi

DAFTAR ISI                                                                     xviii

DAFTAR TABEL                                                                    xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxiv

LAMPIRAN                                                                        xxv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               4
        C. Premis Penilaian                                                      4
        D. Independensi Penilai                                                  4
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             5
        F. Profil PT Mahakam Coal Terminal                                       5
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         6
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       7
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             8
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          13
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            14
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    14
        F. Informasi Non-Keuangan                                               17
        G. Jenis Ekuitas                                                        18
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             18
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        19
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         20
        K. Jenis Laporan                                                        20
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       20




                                          xviii
Page 20
                                                                     HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Mahakam Coal Terminal                       21
        B. Kegiatan Usaha                                                21
        C. Manajemen                                                     21
        D. Kepemilikan Saham                                             22
        E. Data Keuangan Historis                                        22

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                        25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                    28
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                    28
        D. Tingkat Suku Bunga                                            28
        E. Inflasi                                                       29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                            30

V.      TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA

        A. Tinjauan Industri Batubara di Dunia                           32
        B. Tinjauan Industri Batubara di Indonesia                       35

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Mahakam Coal Terminal                                      39
        B. Analisis atas Common Size PT Mahakam Coal Terminal            50
        C. Analisis atas Common Size Industri Batubara                   52

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Penurunan Harga Batubara dan Kelangkaan Batubara       60
        B. Risiko Likuiditas                                             60
        C. Risiko Izin Usaha Pertambangan                                60
        D. Risiko Bencana Alam                                           60
        E. Risiko Kebijakan Pemerintah                                   60

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                       61
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                               62
        C. Premis Penilaian                                              63
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                     64
        E. Prosedur Penilaian                                            64
        F. Independensi Penilai                                          64




                                            xix
Page 21
                                                                             HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   65
      B. Metode Diskonto Arus Kas                                                   66
      C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan                                     75
      D. Penentuan Arus Kas Bersih                                                  75
      E. Tingkat Diskonto                                                           77
      F. Perhitungan Nilai Pasar MCT                                                80
      G. Nilai pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas         82
      H. Nilai pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan
         Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                                   82
      I. Rekonsiliasi Nilai                                                         88
      J. Kesimpulan Penilaian                                                       89




                                          xx
Page 22
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Mahakam Coal Terminal                                                5

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Mahakam Coal Terminal                                                22

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Mahakam Coal Terminal
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                                 25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                     26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                     27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                       29

Tabel 9    Harga Batubara di Dunia                                                 33

Tabel 10   Proyeksi Harga Batubara di Dunia                                        34

Tabel 11   Laporan Posisi Keuangan
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           39

Tabel 12   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Mahakam Coal Terminal
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 43




                                          xxi
Page 23
                                                                            HALAMAN

Tabel 13   Laporan Arus Kas
           PT Mahakam Coal Terminal
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 45

Tabel 14   Rasio-rasio Keuangan
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           49

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           50

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Mahakam Coal Terminal
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 51

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Golden Eagle Energy Tbk
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           52

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Golden Eagle Energy Tbk
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 53

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Indika Energy Tbk
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           54

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Indika Energy Tbk
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 56




                                         xxii
Page 24
                                                                            HALAMAN

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Petrosea Tbk
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                           57

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Petrosea Tbk
           Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2019 – 2023                                                 58

Tabel 23   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Mahakam Coal Terminal
           Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 – 2047                                                70

Tabel 24   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Desember 2024 – 2047                                             75

Tabel 25   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Mahakam Coal Terminal
           Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 – 2047                                                76

Tabel 26   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024                                                       80

Tabel 27   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Mahakam Coal Terminal
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 31 Maret 2024                                                       82

Tabel 28   Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024                                                       83

Tabel 29   Perhitungan Kontribusi Aset
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024                                                       84




                                         xxiii
Page 25
                                                                   HALAMAN

Tabel 30   Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024                                           84

Tabel 31   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Mahakam Coal Terminal
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Maret 2024                                           87

Tabel 32   Rekonsiliasi Nilai
           PT Mahakam Coal Terminal
           Per 31 Maret 2024                                           88




                                        xxiv
Page 26
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                           HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                              28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                        30

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing            31

Grafik 4   Indeks Harga Batubara Dunia                                         32

Grafik 5   Proyeksi Produksi Batubara di Dunia
           Tahun 2025 – 2029                                                   33

Grafik 6   Volume Produksi Batubara di Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan
           Periode Februari & Maret 2024                                       36

Grafik 7   Realisasi Produksi & Penjualan Batubara
           Periode Juni 2024                                                   37

Grafik 8   Proyeksi Produksi Batubara Indonesia
           Tahun 2024 – 2029                                                   38




                                         xxv
Page 27
                                    LAMPIRAN

                                                        HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Mahakam Coal Terminal
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 31 Maret 2024                              90

Lampiran B   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Mahakam Coal Terminal
             Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
             Per 31 Maret 2024                              91

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Mahakam Coal Terminal
             Per 31 Maret 2024                              92




                                         xxvi
Page 28
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan
       usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang.
       Perseroan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum,
       Jalan H.R. Rasuna Said No. 1, Jakarta 12940, dengan nomor telepon:
       (021)    2994    1122,    nomor     faksimile:   (021)    2991    2095,   dan
       email: corsec@ancaralogistics.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       struktur kepemilikan Perseroan atas PT Mahakam Coal Terminal
       (selanjutnya disebut “MCT”) pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                               PT Ade Putra           PT Guruh Putra   Honardy Boentario
             Perseroan
                              Tanrajeng (APT)         Bersama (GPB)          (HB)
                 70,00%              10,00%                  10,00%            10,00%

                                                MCT



       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan
       kepemilikan sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus
       perusahaan tertutup (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan
       usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak
       dalam bidang usaha perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini,
       MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang
       digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa
       Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung
       kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
       muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.

       Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
       tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia
       Fund IV (SF 1) Pte. Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V
       (SF 1) Pte. Limited (selanjutnya disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan
       sebesar Rp 341,30 miliar dengan jangka waktu sampai dengan Oktober 2025 dan
       tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun (selanjutnya disebut “Pinjaman”).




                                         1
Page 29
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(selanjutnya disebut “Bank”) sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60
bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR 1 Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya
disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana tercantum dalam Surat
Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana yang diperoleh
dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
mengambil bagian atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan
disetor yang akan diterbitkan oleh MCT (selanjutnya disebut “Rencana
Penyertaan Saham Perseroan”). Selanjutnya, pada saat yang bersamaan, HB
juga merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal dasar dan
modal ditempatkan dan disetor yang akan diterbitkan oleh MCT (selanjutnya
disebut “Rencana Penyertaan Saham HB”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan
satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur,
mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan
dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya
efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat
digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja
modal, dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                 2
Page 30
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
    pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka
    menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
    Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang
    diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh
    Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
    memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
    kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
    memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
    dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
    diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan
    dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih
    terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih
    rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan
    mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas
    dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka
    melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
    usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
    konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa MCT merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar
70,00% pada tanggal 31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).




                                  3
Page 31
       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham MCT.

       Mengingat MCT adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MCT bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham MCT
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
       SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa MCT adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MCT
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MCT. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003
       tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                          4
Page 32
I.E.     Tanggal Efektif Penilaian

         Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
         31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
         penilaian serta dari data keuangan MCT yang kami terima. Data keuangan
         tersebut berupa laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
         pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.     Profil PT Mahakam Coal Terminal

         MCT didirikan pada tanggal didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
         Akta Notaris No. 21 dari Sri Intansih, S.H., tanggal 8 Maret 2007. Akta Pendirian
         ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-03867 HT.01.01-Th.2007 tanggal
         10 April 2007.

         Anggaran dasar MCT telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal
         25 Agustus 2023, mengenail perubahan pasal 12 anggaran dasar MCT terkait
         tugas dan wewenang Direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan
         dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
         Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0110145 tanggal 28 Agustus 2023.

         Kantor pusat MCT berlokasi di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna
         Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, No. 1, Jakarta Selatan.
         Sedangkan, dermaga berlokasi di Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten
         Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham MCT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Mahakam Coal Terminal
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                      Pemegang Saham                   Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                     35.000           70,00%      3.500.000.000
         Honardy Boentario                                      5.000           10,00%        500.000.000
         PT Ade Putra Tanrajeng                                 5.000           10,00%        500.000.000
         PT Guruh Putra Bersama                                 5.000           10,00%        500.000.000
         Jumlah                                                50.000          100,00%      5.000.000.000




                                                   5
Page 33
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                     :   Nalinkant Amratlal Rathod
         Komisaris                           :   Meliani Bunawan
         Komisaris                           :   Aninditha Anestya Bakrie
         Komisaris                           :   Faisal Mohamad Nur

         Direksi
         Direktur Utama                      :   Munawir
         Direktur                            :   Rahul Nalin Rathod
         Direktur                            :   Honardy Boentario
         Direktur                            :   Vishal Manharlal Parekh

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
         perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                         6
Page 34
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MCT,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       MCT. Prospek MCT di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
       rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
       yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
       pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
       kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian
       dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

       Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MCT
       merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
       metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
       menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
       menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).




                                          7
Page 35
         Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
         riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
         langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
         dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
         pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
         nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

         Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
         dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
         merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
         aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
         pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
         adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
         berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

         Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
         untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
         manajemen Perseroan dan MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk
         diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
         hasil yang berbeda.

         Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
         dengan melakukan pembobotan.

I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Metode Diskonto Arus
         Kas

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
         100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai
         pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
         sebesar Rp 499,42 miliar.

I.J.2.   Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
         Pendapatan

         Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
         indikasi nilai pasar 100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah
         sebesar Rp 761,26 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka
         nilai pasar 100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 532,88 miliar. Dengan
         demikian, nilai pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode kapitalisasi
         kelebihan pendapatan adalah sebesar Rp 532,88 miliar.




                                             8
Page 36
I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

         Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
         informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi
         kelebihan pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek
         Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang
         sama.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 516,15 miliar.

         Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
         dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
         mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
         yang dikembangkan pihak manajemen MCT melalui analisis atas kinerja historis
         dan pernyataan manajemen MCT mengenai rencana-rencana untuk masa yang
         akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
         asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
         wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
         tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
         perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar
         dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
         jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.




                                          9
Page 37
I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 516,15 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas MCT. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       MCT tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 38
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
        angkutan dengan kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam
        negeri untuk barang. Perseroan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek
        Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said No. 1, Jakarta 12940, dengan nomor
        telepon: (021) 2994 1122, nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan email:
        corsec@ancaralogistics.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
        kepemilikan Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai
        berikut:

              Perseroan             APT                 GPB                 HB

                  70,00%              10,00%              10,00%             10,00%

                                               MCT



        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan
        kepemilikan sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus
        perusahaan tertutup (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan
        usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak
        dalam bidang usaha perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini,
        MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang
        digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa
        Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung
        kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
        muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.

        Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
        tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman.

        Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
        melakukan Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana
        yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh
        Perseroan untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham Perseroan. Selanjutnya,
        pada saat yang bersamaan, HB juga merencanakan untuk melakukan Rencana
        Penyertaan Saham HB.




                                          11
Page 39
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan
satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur,
mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan
dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya
efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat
digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja
modal, dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
    pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka
    menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
    Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang
    diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh
    Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
    memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
    kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
    memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
    dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
    diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan.




                                 12
Page 40
        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan
            dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih
            terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih
            rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan
            mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas
            dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka
            melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
            usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
            konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
            kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
        bahwa MCT merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar
        70,00% pada tanggal 31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan
        transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

        Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
        Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
        Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

        Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
        material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
        penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat MCT adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MCT bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.




                                         13
Page 41
II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan MCT yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
        pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya
           disebut     “YSR”)     sebagaimana        tertuang     dalam    laporannya
           No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII tanggal 31 Juli 2024 dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

        2. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannyaNo. 00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal
           28 Mei 2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        3. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00087/2.0902/AU.1/05/1792-1/1/IV/2023 tanggal
           10 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan
           suatu hal;




                                         14
Page 42
4. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00149/2.00902/AU.1?05/0046-1/1/XII/2022 tanggal
   1 Desember 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
   penekanan suatu hal dan hal lain;

5. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP KAP Armanda & Enita
   (selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00002/2.0680/AU.1/05/1570-2/1/I/2022 tanggal 28 Januari 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian

6. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal
   24 Desember 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
   penekanan suatu hal dan hal lain;

7. Proyeksi laporan keuangan MCT untuk periode sembilan bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2047 yang disusun oleh manajemen
   MCT;

8. Laporan penilaian properti MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh KJPP
   Iwan Bachron dan Rekan (selanjutnya disebut “IBR”) sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00229/2.0047-05/PI/02/0500/1/IX/2024 tanggal
   23 September 2024;

9. SPPK;

10. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal 25 Agustus 2023,
    mengenai perubahan pasal 12 anggaran dasar MCT terkait tugas dan
    wewenang Direksi;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad
    Nur dengan posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang,
    dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas MCT adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047;




                                15
Page 43
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MCT. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.




                                 16
Page 44
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
          perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di
          bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter
          Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai
          Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP
          milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan muatan dari tongkang sungai ke
          stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut. Dengan demikian, jasa yang
          dihasilkan oleh MCT adalah jasa bongkar muat batubara dan jasa stockpile.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MCT meliputi Desa
          Embalut di Provinsi Kalimantan Timur.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama MCT adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Buana Laksa Abadi;
          •   PT Multicrane Perkasa; dan
          •   PT Swakarya Kencana Service.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci MCT
          adalah PT Ade Putra Tanrajeng dan PT Guruh Putra Bersama.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MCT adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Petrosea Tbk;
          •   PT Indika Energy Tbk; dan
          •   PT Golden Eagle Energy Tbk.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MCT
          adalah meningkatkan kapasitas dan produksi serta memperbesar kapasitas
          stockpile.




                                            17
Page 45
II.G.   Jenis Ekuitas

        Saham yang dimiliki MCT merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
        saham MCT memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
        didasarkan pada proyeksi laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen
        MCT. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
        dikembangkan berdasarkan kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya dan
        berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
        melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
        menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai pada saat penilaian
        ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
        yang kami lakukan terhadap target kinerja MCT yang dinilai dan telah
        mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
        jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
        berdasarkan kinerja historis MCT dan informasi manajemen MCT terhadap
        proyeksi laporan keuangan MCT tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
        laporan penilaian MCT dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MCT bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                         18
Page 46
        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
        tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan MCT.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum MCT berdasarkan anggaran dasar MCT.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.




                                          19
Page 47
II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          20
Page 48
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Mahakam Coal Terminal

         MCT didirikan pada tanggal didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
         Akta Notaris No. 21 dari Sri Intansih, S.H., tanggal 8 Maret 2007. Akta Pendirian
         ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-03867 HT.01.01-Th.2007 tanggal
         10 April 2007.

         Anggaran dasar MCT telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal
         25 Agustus 2023, mengenail perubahan pasal 12 anggaran dasar MCT terkait
         tugas dan wewenang Direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan
         dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
         Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0110145 tanggal 28 Agustus 2023

         Kantor pusat MCT berlokasi di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna
         Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, No. 1, Jakarta Selatan.
         Sedangkan, dermaga berlokasi di Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten
         Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
         perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                       :   Nalinkant Amratlal Rathod
         Komisaris                             :   Meliani Bunawan
         Komisaris                             :   Aninditha Anestya Bakrie
         Komisaris                             :   Faisal Mohamad Nur

         Direksi
         Direktur Utama                        :   Munawir
         Direktur                              :   Rahul Nalin Rathod
         Direktur                              :   Honardy Boentario
         Direktur                              :   Vishal Manharlal Parekh




                                          21
Page 49
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham MCT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Mahakam Coal Terminal
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                      Pemegang Saham                 Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                      Kepemilikan
         PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                   35.000           70,00%      3.500.000.000
         Honardy Boentario                                    5.000           10,00%        500.000.000
         PT Ade Putra Tanrajeng                               5.000           10,00%        500.000.000
         PT Guruh Putra Bersama                               5.000           10,00%        500.000.000
         Jumlah                                              50.000          100,00%      5.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
         31 Maret 2024 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
         pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
         wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
         wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MCT
         untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
         KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu
         hal dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
         pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
         pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.




                                                  22
Page 50
Ikhtisar data keuangan penting MCT adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/03/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

ASET
ASET LANCAR
Kas                                                                  154           173        20.454         6.833            666             17
Piutang usaha - neto
  Pihak berelasi                                                  49.059        13.163         3.482        22.778         11.037            500
Piutang lain-lain                                                      1             -            40             -              -              -
Persediaan                                                           273           128           254             -              -              -
Pajak dibayar di muka                                                208             -            92             -          2.470              -
Beban dibayar di muka dan uang muka                                  660         1.108         4.694         6.014          4.451              -
Dana yang dibatasi penggunaannya                                     248            77             -             -              -              -
Jumlah Aset Lancar                                                50.603        14.650        29.016        35.625         18.623            517
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                                    886.847       858.473       741.035       672.312        662.659              -
Aset pajak tangguhan - neto                                        2.334         2.435        10.124         5.449          7.924              -
Aset hak guna - neto                                              34.296        36.097         9.748        18.559          9.678              -
Aset tetap - neto                                                180.025       185.130       200.624       187.442        160.586         59.494
Uang muka pembelian aset tetap                                       170           170           170             -              -              -
Piutang lain-lain - neto                                               -             -           717             -              -              -
Pekerjaan dalam pelaksanaan                                            -             -             -             -              -         12.339
Jumlah Aset Tidak Lancar                                        1.103.672     1.082.305      962.418       883.762        840.848         71.834
JUMLAH ASET                                                     1.154.275     1.096.955      991.434       919.387        859.471         72.351



                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/03/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       14.993        12.586         3.580         4.955          5.755          4.994
Beban akrual                                                       3.848         3.178         5.002         2.270          1.240              -
Utang pajak                                                       57.576        50.605        30.809        11.598            661          1.010
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
  satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                        319.523       256.353       902.141       248.040        104.142              -
  Liabilitas sewa                                                  8.600         8.481         6.301        13.820          6.444              -
Utang lain-lain                                                        -             -         3.251         3.043          7.330             60
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  404.540       331.203       951.084       283.726        125.573          6.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                             729.133        74.399        55.584                -              -              -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                         31.487       700.449         9.351       619.223        719.364              -
  Liabilitas sewa                                                 32.112        32.271         4.639         6.818          3.471              -
  Pihak berelasi                                                       -             -             -             -              -         37.899
Liabilitas imbalan pascakerja                                      1.413         1.266           677           105              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 794.145       808.384        70.251       626.146        722.835         37.899
JUMLAH LIABILITAS                                               1.198.684     1.139.587     1.021.335      909.872        848.408         43.963
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham                                                         5.000         5.000         5.000        5.000          5.000          5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (58)          (90)         (216)         (11)             -              -
Saldo laba (defisit)                                              (49.351)      (47.543)      (34.685)       4.526          6.063         23.388
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                 (44.409)      (42.632)      (29.901)       9.515         11.063         28.388
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
  (DEFISIENSI MODAL)                                            1.154.275     1.096.955      991.434       919.387        859.471         72.351




                                                               23
Page 51
Tabel 4
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                31/03/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                       Keterangan
                                                               (3 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                         56.437        216.874       163.296       161.142         47.832            351
Beban pokok pendapatan                                             25.099         94.252        79.742        69.135         30.904          6.905
Laba (rugi) bruto                                                  31.338        122.622        83.554        92.008         16.929         (6.554)
Beban usaha                                                        (8.054)       (38.905)      (22.690)      (14.451)       (11.966)        (4.345)
Laba (rugi) usaha                                                  23.284         83.717        60.864        77.557          4.963        (10.899)
Penghasilan bunga                                                  31.695        123.853       136.000       106.340         66.524              1
Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto           57         (1.517)       (3.673)         (182)        (5.256)             -
Beban pajak                                                        (4.117)       (31.855)      (24.218)      (15.709)        (1.892)             -
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto                          (4.519)         4.742       (36.642)          909          7.251              -
Beban keuangan                                                    (46.888)      (183.401)     (176.810)     (167.465)       (93.117)             -
Lain-lain - neto                                                     (308)          (745)          651          (509)        (1.924)             -
Biaya keuangan                                                          -              -             -             -              -             (1)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                 (796)       (5.205)      (43.828)          942        (23.450)       (10.900)
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   (1.013)       (7.653)        4.617        (2.478)         4.680              -
Rugi neto                                                           (1.808)      (12.858)      (39.211)       (1.537)       (18.770)       (10.900)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
 dikurangi pajak                                                       32           127           (206)          (11)             -              -
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto                  (1.777)      (12.731)      (39.416)       (1.547)       (18.770)       (10.900)




                                                               24
Page 52
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Meskipun prospek perekonomian menjadi lebih kuat, ketidakpastian pasar
          keuangan di dunia tetap tinggi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh
          Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024,
          pertumbuhan ekonomi di dunia pada tahun 2024 diperkirakan mengalami kenaikan
          dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu mencapai 3,20% dimana India,
          Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) memberikan kontribusi terbesar terhadap
          kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan domestik maupun
          ekspor.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2020       2021      2022      2023       2024        2025      2026
          Dunia                                       (2,70)     6,50      3,50      3,30       3,10        3,10        3,10
          Negara Maju
           Amerika Serikat                            (2,20)     5,80      1,90      2,50       2,30        1,80        2,00
           Hong Kong                                  (6,50)     6,40     (3,70)     3,30       2,70        2,80        2,60
           Inggris                                   (10,40)     9,60      4,50      0,10       0,80        1,30        1,50
           Jepang                                     (4,20)     2,70      1,20      1,80       0,20        1,20        0,80
           Kanada                                     (5,00)     5,50      3,80      1,30       1,00        1,80        1,90
           Kawasan Eropa                              (6,10)     5,90      3,50      0,40       0,70        1,40        1,30
           Singapura                                  (3,90)     9,90      3,90      1,10       2,50        2,60        2,50
           Taiwan                                      3,40      6,60      2,60      1,30       3,80        2,60        2,60
           Australia                                  (2,10)     5,60      3,90      2,00       1,30        2,20        2,40
           Korea Selatan                              (0,70)     4,60      2,80      1,40       2,50        2,20        2,20
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (9,90)    10,40      5,30      (1,60)     (3,3)       3,00        2,50
           India                                       3,90     (5,80)     9,70       7,00       N/A        7,00        6,70
           Indonesia                                  (2,00)     3,70      5,30       5,10      5,00        5,10        5,10
           Kolombia                                   (6,80)    11,00      7,50       0,60      1,50        2,60        3,00
           Malaysia                                   (5,60)     3,10      8,70       3,70      4,40        4,60        4,60
           Meksiko                                    (8,00)     4,70      3,90       3,20      2,00        1,80        2,00
           Mesir                                       3,60      3,30      6,70       3,80      3,00        4,20        4,50
           Tiongkok                                    2,20      8,40      3,00       5,20      4,90        4,50        4,20

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          dimana PDB mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa dalam periode
          tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 PDB
          di dunia mengalami kenaikan sebesar 3,30% yang menunjukkan bahwa ekonomi
          di dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Negara-negara maju yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB yaitu AS, Hong Kong,
          dan Australia masing-masing sebesar 2,50%, 3,30%, dan 2,00%. Sedangkan
          untuk negara-negara berkembang yaitu India, Indonesia, dan Tiongkok
          masing-masing sebesar 7,00%, 5,10%, dan 5,20%.




                                                        25
Page 53
          Selanjutnya, pada tahun 2024 PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan
          sebesar 3,10% dimana negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar
          yaitu AS, Hong Kong, Taiwan, dan Australia masing-masing sebesar 2,30%,
          2,70%, 3,80%, dan 2,50%. Sedangkan untuk negara berkembang yaitu Indonesia,
          Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,40%, dan 4,90%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan indikator penting kondisi ekonomi secara keseluruhan dimana
          inflasi mengukur laju kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu.
          Dalam rangka memastikan stabilitas ekonomi serta mendukung perekonomian
          yang berkelanjutan, maka diperlukan adanya pemahaman maupun pengelolaan
          inflasi yang baik di suatu negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                       Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                        2020       2021      2022     2023     2024       2025      2026
          Dunia                           3,20       4,70      8,70     6,70     4,60       3,50       3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,20       4,70     8,00     4,10     3,00       2,40       2,30
           Hong Kong                       0,30       1,60     1,90     2,10     1,80       2,20       2,20
           Inggris                         0,90       2,60     9,10     7,40     2,60       2,20       2,00
           Jepang                          0,00      (0,30)    2,50     3,30     2,40       1,90       1,80
           Kanada                          0,70       3,40     6,80     3,90     2,50       2,20       2,00
           Kawasan Eropa                   0,30       2,60     8,40     5,50     2,40       2,10       2,00
           Singapura                      (0,20)      2,30     6,10     4,80     2,70       2,00       1,90
           Taiwan                         (0,20)      2,00     3,00     2,50     2,10       1,80       1,70
           Australia                       0,90       2,90     6,60     5,60     3,40       2,80       2,60
           Korea Selatan                   0,50       2,50     5,10     3,60     2,50       2,00       2,00
          Negara Berkembang
           Argentina                     42,70      48,10     70,70   127,90   230,00      66,40      41,80
           India                          6,60       5,10      6,70     5,70      N/A       4,50       4,50
           Indonesia                      2,00       1,60      4,20     3,70     2,90       3,00       2,90
           Kolombia                       2,50       3,50     10,20    11,80     6,60       4,10       3,60
           Malaysia                      (1,10)      2,50      3,40     2,50     2,50       2,50       2,30
           Meksiko                        3,40       5,70      7,90     5,60     4,50       3,80       3,80
           Mesir                          5,70       4,50      8,50    24,40    30,70      16,00       9,80
           Tiongkok                       2,50       0,90      2,00     0,20     0,60       1,50       2,00

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 6,70%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Singapura, dan
          Australia masing-masing sebesar 4,10%, 4,80%, dan 5,60%. Sedangkan
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar yaitu Argentina,
          Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 127,90%, 11,80%, dan 24,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2024, inflasi di dunia mengalami pertumbuhan sebesar
          4,60% dibandingkan dengan tahun 2023 dimana negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar yaitu Australia sebesar 3,40% sedangkan untuk negara
          berkembang yaitu Argentina sebesar 230,00%.




                                            26
Page 54
IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan tingkat biaya atas keuntungan dari penggunaan uang
          yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah uang yang dipinjam
          maupun diinvestasikan. Melalui pengelolaan suku bunga yang baik maka dapat
          tercapai berbagai tujuan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil,
          Tingkat inflasi yang terkendali, dan pasar keuangan yang sehat.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2020     2021      2022     2023     2024       2025      2026
          Negara Maju
           Amerika Serikat               0,25     0,25      4,50     5,50     5,00       3,95       3,45
           Hong Kong                     0,50     0,50      4,75     5,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                       0,10     0,25      3,50     5,25     4,65       3,55       3,15
           Jepang                        0,00     0,00      0,00     0,00     0,30       0,50       0,80
           Kawasan Eropa                 0,00     0,00      2,50     4,50     3,40       2,55       2,50
           Taiwan                        1,13     1,13      1,75     1,88     2,00       1,80       1,75
           Australia                     0,10     0,10      3,10     4,35     4,30        N/A        N/A
           Korea Selatan                 0,50     1,00      3,25     3,50     3,20       2,55       2,40
          Negara Berkembang
           Argentina                      N/A      N/A       N/A      N/A    40,00      28,15      27,65
           India                         4,00     4,00      6,25     6,50     6,20        N/A       5,75
           Indonesia                     3,75     3,50      5,50     6,00     6,05       5,25        N/A
           Kolombia                      1,75     3,00     12,00    13,00     8,75       5,95       5,45
           Malaysia                      1,75     1,75      2,75     3,00     3,00       2,90       3,00
           Meksiko                       4,25     5,50     10,50    11,25    10,00       8,00       7,00
           Mesir                         8,25     8,25     16,25    19,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                      3,85     3,80      3,65     3,45      N/A        N/A        N/A


          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 negara-negara
          maju yang mengalami pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Inggris dan
          Kawasan Eropa masing-masing sebesar 1,75% dan 2,00%. Sedangkan untuk
          negara-negara berkembang yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar
          1,00% dan 3,00%.

          Selanjutnya, pada tahun 2024 diperkirakan negara maju yang mengalami
          pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Jepang sebesar 0,30% dan yang
          mengalami penurunan tertinggi yaitu AS dan Inggris masing-masing sebesar
          0,50% dan 0,60%. Sedangkan untuk negara berkembang yang mengalami
          kenaikan tertinggi yaitu Indonesia sebesar 0,05%.




                                          27
Page 55
IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Adanya kombinasi kebijakan dari Pemerintah dan BI memicu pertumbuhan
        ekonomi di Indonesia menguat yang dipicu oleh pengeluaran rumah tangga dan
        individu untuk barang serta jasa didorong oleh daya beli yang terjaga maupun
        keyakinan konsumen yang menguat serta investasi yang meningkat yang
        mencakup pada sektor bangunan dan non-bangunan sejalan dengan kelanjutan
        proyek infrastruktur Pemerintah dalam investasi swasta.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam
        kisaran 4,70% - 5,50%. Selanjutnya, secara keseluruhan Neraca Pembayaran
        Indonesia (NPI) diperkirakan akan tetap stabil, dengan defisit transaksi berjalan
        berada dalam kisaran 0,10% - 0,90% dari PDB. Sementara itu, NPI diperkirakan
        akan mencatat surplus dipicu oleh peningkatan aliran masuk modal asing, baik
        melalui Penanaman Modal Asing maupun investari portofolio. Hal ini sejalan
        dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan
        imbal hasil investasi yang menjanjikan.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Kenaikan dan penurunan suku bunga perbankan dapat memiliki dampak signifikan
        terhadap perekonomian termasuk konsumsi, investasi, inflasi, dan stabilitas mata
        uang.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                                                    6,05%
         6,00%                                 5,50%                            5,25%
                                                        6,00%
         5,00%

         4,00%

         3,00%        3,75%       3,50%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2020      2021        2022        2023       2024*       2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                          28
Page 56
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pergerakan suku bunga
        perbankan tahun 2023 sebesar 6,00% dan diperkirakan tahun 2024 dan 2025
        dalam kisaran angka yang cukup stabil masing-masing sebesar 6,05% dan 5,25%.

        Menurut laporan yang diperoleh dari BI, stabilnya suku bunga perbankan di
        Indonesia dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai sejalan dengan
        kebijakan yang sudah diterapkan serta kebijakan transparansi suku bunga dasar
        kredit.

IV.E.   Inflasi

        Menurut laporan yang diperoleh dari BI, inflasi indeks harga konsumen pada bulan
        Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% year over year (yoy) dimana presentasi tersebut
        mencerminkan lebih rendah dibanding April 2024 yaitu sebear 3,00% yoy.
        Penurunan tersebut disebabkan oleh inflasi inti dan inflasi administered prices
        yang masing-masing tercatat 1,93% yoy dan 1,52% yoy. Sementara itu, inflasi
        volatile food menurun dari 9,63% yoy menjadi 8,14% yoy seiring dengan
        meningkatnya produksi pangan akibat musim panen yang masih berlangsung
        serta adanya sinergi pengendalian inflasi yang efektif antara BI serta Pemerintah
        Pusat dan Daerah.

        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                            (Dalam %)

         No.         Keterangan              Inflasi

          1    Papua Tengah                       5,40
          2    Gorontalo                          4,90
          3    Papua Barat                        4,60
          4    Riau                               4,40
          5    Sumatera Utara                     4,30
          6    Sumatera Barat                     4,20
          7    Sulawesi Utara                     4,20
          8    Papua Selatan                      4,20
          9    Kepulauan Riau                     3,70
         10    Bengkulu                           3,70
         11    Jambi                              3,60
         12    Papua Pegunungan                   3,60

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Selanjutnya, untuk Provinsi di Indonesia dengan kontributor inflasi terbesar yaitu
        Papua Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Riau masing-masing sebesar 5,40%,
        4,90%, 4,60%, dan 4,40%.




                                                   29
Page 57
        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                               4,20%
         4,50%
                                                        3,70%
         4,00%
         3,50%                                                     2,90%
                                                                                 3,00%
         3,00%
         2,50%        2,00%
         2,00%
         1,50%
         1,00%                 1,60%
         0,50%
         0,00%
                     2020       2021       2022        2023        2024*       2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, diperkirakan pertumbuhan
        inflasi pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing adalah sebesar 2,90 dan 3,00%
        dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang diperoleh dari BI, nilai tukar rupiah Juni 2024 tetap terjaga
        meskipun mengalami penurunan sebesar 0,70% point to point. Melemahnya nilai
        tukar Rupiah disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar global diantaranya
        menguatnya dolar AS dan ketegangan geopolitik. Pada masa mendatang
        diperkirakan nilai tukar Rupiah mengalami kestabilan sejaln dengan kebijakan BI
        dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar, didukung oleh aliran masuk modal
        asing, imbal hasil investasi yang menjajikan bagi investor, dan pertumbuhan
        ekonomi yang semakin membaik.




                                          30
Page 58
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   18.000
   17.000
   16.000
   15.000
   14.000
   13.000
   12.000
   11.000
   10.000
    9.000
    8.000           Q3/2024   Q4/2024        2025           2026
        EUR         17.496    17.388         17.304         17.402
        USD         16.200    16.100         15.450         15.400
        SGD         12.000    12.015         11.839         11.756



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 17.496, Rp 17.388, Rp 17.304, dan
Rp 17.402.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.200, Rp 16.100, Rp 15.450, dan
Rp 15.400.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.000, Rp 12.015, Rp 11.839, dan
Rp 11.756.




                              31
Page 59
V.     TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA

V.A.   Tinjauan Industri Batubara di Dunia

       Batubara merupakan salah satu sumber energi dan mineral yang berharga selain
       minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan berbagai jenis logam lainnya. Batubara
       juga merupakan salah satu jenis komoditas yang paling banyak diminati dalam
       perdagangan, karena merupakan salah satu sumber energi penting bagi dunia
       yang banyak digunakan sebagai sumber energi dalam pembangkit tenaga listrik,
       khususnya pembangkit listrik tenaga uap.

       Grafik 4
       Indeks Harga Batubara Dunia
       Desember 2023 – Juni 2024
       (Dalam Indeks Poin)

                          195
                          190
                          185
                          180
                          175
                          170
                          165
                          160
                          155
                          150
                                Des-23   Jan-24    Feb-24   Mar-24   Apr-24   Mei-24   Jun-24
              Indeks Harga      183,91   173,56    163,51   174,32   180,73   189,37   185,92

       Sumber: Statista


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, indeks harga batubara
       di seluruh dunia pada Februari tahun 2024 yaitu sebesar 163,51 indeks poin,
       mengalami penurunan sebesar 10,05 indeks poin atau setara dengan 5,79%
       dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari
       Chem Analyst, penurunan nilai indeks harga batubara tersebut antara lain
       disebabkan oleh penurunan permintaan yang dikarenakan oleh cuaca yang lebih
       hangat dibandingkan dengan perkiraan, selain itu, produksi yang terhenti di
       beberapa kawasan Tiongkok karena libur tahun baru Imlek telah berkontribusi
       terhadap penurunan permintaan dan Tiongkok. Sementara itu, indeks harga
       batubara tertinggi yaitu pada Mei 2024 sebesar 189,37 indeks poin, mengalami
       peningkatan sebesar 8,64 indeks poin atau setara dengan 4,78% dibandingkan
       dengan Maret 2024.




                                                  32
Page 60
Tabel 9
Harga Batubara di Dunia
Tahun 2024

                                                            (Dalam USD per MT)

                Deskripsi             Q1         Q2       Q3*          Q4*

Coal CIF ARA                            115,35   105,00    106,00       100,00
Coal Ric Bay                            110,00   113,50    116,00       118,00
Steam Coal FOB Newcastle Australia      139,83   130,00    133,30       130,00
Hard Coking Coal AU                     300,00   260,00    260,00       260,00

Sumber: Bloomberg
*) Proyeksi


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q2/2024 harga batubara
secara global berdasarkan kategori Coal CIF ARA, Coal Ric Bay, Steam Coal FOB
Newcastle Australia, dan Hard Coking Coal AU masing-masing sebesar
USD 105,00 MT, USD 113,50 MT, USD 130,00 MT, dan USD 260,00 MT. Pada
kategori Coal CIF ARA diprediksikan pada Q3/2024 mengalami kenaikan sebesar
0,95% dibandingkan periode Q2/2024, namun pada Q4/2024 mengalami
penurunan sebesar 5,66% dibandingkan periode Q3/2024. Sedangkan pada
kategori Coal Ric Bay, diprediksikan pada Q3/2024 dan Q4/2024 harga batubara
mengalami peningkatan sebesar 2,20% dan 1,72% dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Selanjutnya, pada kategori Steam Coal FOB Newcastle Australia
pada Q3/2024 mengalami kenaikan sebesar 2,54% dibandingkan dengan
Q2/2024, sedangkan pada Q4/2024 mengalami sebesar 2,48% dibandingkan
dengan periode Q3/2024. Selain itu, berdasarkan kategori Hard Coking Coal AU
pada Q3/2024, dan Q4/2024 tidak mengalami perubahan harga yaitu bertahan
pada USD 260,00.

Grafik 5
Proyeksi Produksi Batubara di Dunia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam triliun Kg)

         9,40

         9,20

         9,00

         8,80

         8,60

         8,40

         8,20

         8,00

         7,80
                       2025          2026        2027           2028             2029
      Produksi         8,30          8,53        8,76           9,00             9,24

Sumber: Statista



                                        33
Page 61
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2025 hingga 2029,
jumlah produksi yang terjadi pada tahun 2025 hingga 2029 masing-masing
sebesar 8,30 triliun Kg, 8,53 triliun Kg, 8,76 triliun Kg, 9,00 triliun Kg, dan
9,24 triliun Kg. Produksi batubara di dunia diperkirakan mengalami peningkatan
produksi setiap tahunnya, pada tahun 2026 hingga 2029 diproyeksikan mengalami
peningkatan masing-masing sebesar 0,23 triliun Kg, 0,23 triliun Kg, 0,24 triliun Kg,
dan triliun Kg atau masing-masing setara dengan 2,77%, 2,70%, 2,74%, dan
2,67% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Tabel 10
Proyeksi Harga Batubara di Dunia
Tahun 2025 - 2027

                                                                  (Dalam USD per MT)
             Deskripsi                2024         2025       2026         2027

Coal CIF ARA                              107,50     95,50       90,00         93,00
Coal Ric Bay                              115,00    110,00       99,40        101,70
Steam Coal FOB Newcastle Australia        132,15    125,00      114,00        110,00
Hard Coking Coal AU                       274,50    240,00      220,00        206,90

Sumber: Bloomberg


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, proyeksi harga batubara
kategori Coal CIF ARA pada tahun 2027 mengalami kenaikan sebesar
USD 3,00 per MT atau setara dengan 3,33% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Selanjutnya, untuk kategori Coal Ric Bay proyeksi harga Batubara
dunia mengalami fluktuasi. Kenaikan terjadi harga batubara untuk kategori Coal
Ric Bay pada tahun 2027 yaitu sebesar USD 2,30 MT atau setara dengan 2,31%
jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun demikian, untuk kategori
steam coal FOB Newcastle Australia pada tahun 2026 dan 2027 mengalami
penurunan harga masing-masing sebesar USD 11,00 MT dan USD 4,00 MT atau
masing-masing setara dengan 8,80% dan 3,51% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Sementara untuk kategori hard coking coal AU pada tahun 2026 dan
2027 turut mengalami penurunan harga masing-masing sebesar USD 20,00 MT
dan USD 13,10 MT atau masing-masing setara dengan 8,33% dan 5,95%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.




                                     34
Page 62
       Menurut laporan Global Data, produksi batubara global akan mengalami
       peningkatan pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual
       growth rate/CAGR) sebesar 0,70% dihitung sejak tahun 2024 hingga tahun 2030
       mencapai jumlah produksi sebesar 9,37 ribu MT pada tahun 2030. Jumlah
       produksi tersebut terutama ditopang oleh produksi batubara Tiongkok dan India
       pada tahun 2030 yang diproyeksikan masing-masing sebesar 4,67 ribu MT dan
       1,30 ribu MT, sementara produksi batubara AS diproyeksikan mengalami
       penurunan menjadi sebesar 0,44 ribu MT pada tahun 2030 yang disebabkan oleh
       penutupan bertahap atas lima tambang batubara utama AS. Selain itu, konsumsi
       batubara global diproyeksikan menjadi sebesar 8,79 ribu MT pada tahun 2030
       didorong oleh permintaan dari Tiongkok, India, Rusia, dan Indonesia untuk
       memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan produksi baja yang merupakan
       pendorong utama permintaan batubara.

V.B.   Tinjauan Industri Batubara di Indonesia

       Salah satu hasil komoditas pertambangan yang paling dikenal di Indonesia adalah
       batubara. Indonesia merupakan salah satu negara produsen maupun eksportir
       batubara terbesar di dunia. Hal ini dipicu adanya ketersediaan sumber daya yang
       tersebar di beberapa lokasi yaitu pulau Jawa, Sulawesi, dan Papua. Kualitas
       sumber daya batubara di Indonesia bervariasi jika dilihat berdasarkan ukuran
       kalori, kandungan abu, kandungan sulfur, dan unsur-unsur lainnya. Selain
       dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, batubara juga berperan dalam
       menopang sektor industri lainnya.

       Batu bara asal Indonesia memang masih memiliki peran yang kuat di pasar global
       di tengah tren transisi energi. Stabilnya permintaan juga membuat batubara terus
       menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Terlebih, sebagian besar pasokan
       batu bara untuk PLTU di Asia Pasifik berasal dari Indonesia, dimana sebanyak
       kurang lebih 70,00% PLTU global yang masih beroperasi saat ini berada di wilayah
       Asia Pasifik.




                                        35
Page 63
Grafik 6
Volume Produksi Batubara di Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan
Periode Februari & Maret 2024
(Dalam Jutaan Ton)

     80,00

     70,00

     60,00

     50,00

     40,00

     30,00

     20,00

     10,00

      0,00
                   Total Produksi               Dalam Negeri   Ekspor
     Feb-24            64,11                        30,35       33,82
     Mar-24             71,68                       30,98      35,26

Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)


Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), volume produksi batubara di Indonesia pada Maret 2024
mengalami peningkatan sebesar 7,57 juta ton atau setara dengan 11,81%
dibandingkan dengan volume produksi batubara pada Februari 2024. Peningkatan
produksi tersebut didorong oleh 587 permohonan Rencana Kerja dan Anggaran
Biaya (RKAB) badan usaha batubara yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM
dari jumlah keseluruhan sebanyak 883 permohonan RKAB sebagai upaya
peningkatan produksi batubara. Berdasarkan pemanfaatannya produksi volume
batubara di Indonesia dibagi menjadi 2 kategori yaitu untuk pemanfaatan
kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan ekspor. Dalam pemanfaatan kebutuhan
dalam negeri tahun pada Maret 2024 mencapai sebesar 0,63 juta ton atau setara
dengan 2,08% dibandingkan dengan Februari 2024. Sedangkan, pada Maret 2024
batubara dimanfaatkan untuk ekspor yaitu mencapai mencapai 35,26 juta ton atau
mengalami kenaikan sebesar 4,26% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                        36
Page 64
Grafik 7
Realisasi Produksi & Penjualan Batubara
Periode Juni 2024
(Dalam Jutaan Ton)

       70

       60

       50

       40

       30

       20

       10

        0
                Realisasi Produksi        Realisasi Domestik   Realisasi Ekspor
     Jun-24           57,27                      30,44               32,82

Sumber: Minerba One Data Indonesia

Berdasarkan data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia, realisasi
produksi, realisasi penjualan domestik, dan realisasi ekspor batubara di Indonesia
pada Juni 2024 masing-masing sebesar 57,27 juta ton, 30,44 juta ton, dan
32,82 juta ton. Selanjutnya, berdasarkan data Asosiasi Pertambangan Batubara
Indonesia, realisasi produksi dan penjualan batubara Juni mengalami penurunan
dibandingkan dengan bulan Maret 2024 dikarenakan tidak ada permintaan khusus
dari dua negara tujuan ekspor utama yaitu Tiongkok dan India, akibat permintaan
batubara di pasar spot Tiongkok pada musim panas tahun ini yang tidak
mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, akibat faktor cuaca, pasokan listrik
Tiongkok dari pembangkit listrik tenaga air turut mengalami peningkatan sehingga
menyebabkan permintaan batubara menurun.

Selanjutnya, menurut data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia pada
Q2/2024, jenis perizinan di Indonesia terbanyak ada pada Izin Usaha
Pertambangan atau IUP yaitu mencapai 4.212 perizinan dari angka tersebut,
sebanyak 905 perizinan IUP ada pada IUP jenis komoditas batubara yang terbagi
menjadi 895 perizinan untuk operasi produksi batubara dan 10 untuk perizinan
eksplorasi batubara. Maka dalam hal ini, total tonase dari RKAB yang telah
disetujui sebesar 922,14 juta ton. Angka tersebut tercatat 19,60% lebih tinggi
dibandingkan dengan realisasi produksi batubara pada tahun lalu, yaitu sebesar
770,97 juta ton.




                                     37
Page 65
Grafik 8
Proyeksi Produksi Batubara Indonesia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar Ton)

        0,85


        0,80


        0,75


        0,70


        0,65


        0,60
                   2024   2025        2026      2027       2028       2029
     Produksi      0,69   0,71        0,74      0,77       0,79       0,82

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pembangkit listik tenaga batubara
diproyeksikan mencapai kapasitas 215,90 miliar KWh pada tahun 2024,
sementara proyeksi jumlah produksi batubara di Indonesia pada tahun
2024 – 2029 mengalami kenaikan rata – rata sebesar 0,03 miliar ton atau sebesar
3,51%. Proyeksi produksi batubara tertinggi ada pada tahun 2029 yang mencapai
sebesar 0,82 miliar ton. Selain itu, industri batubara Indonesia diproyeksikan
mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 4,59% dihitung sejak tahun
2024 hingga tahun 2029. Di samping itu, pengembangan energi baru dan
terbarukan tetap memainkan peran penting di tengah pemanfaatan batu bara
domestik. Terlebih, Pemerintah juga terus memacu upaya pencapaian target emisi
nol pada tahun 2060.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Analisis Keparlemenan Badan
Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, saat ini Indonesia
masih menjadikan batubara sebagai sumber utama energi nasional hingga
10 sampai 20 tahun ke depan. Keunggulan yang dimiliki batubara di antaranya
adalah harganya yang murah dibandingkan dengan sumber energi lain dan
pasokannya yang cukup melimpah. Indonesia memiliki cadangan batubara
nasional mencapai 35,00 miliar ton dengan sumber daya 134,00 miliar ton. Jumlah
tersebut diperkirakan dapat digunakan hingga 500 tahun ke depan jika dilakukan
dengan cara yang benar. Apabila sebagian di antaranya diekspor, batubara
Indonesia masih bisa dimanfaatkan hingga 200 tahun mendatang.




                                 38
Page 66
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT MAHAKAM COAL TERMINAL

          Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
          31 Maret 2024 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
          pengecualian dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
          wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
          wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MCT
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP
          YSR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal
          dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
          pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
          pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

          Ikhtisar data keuangan penting MCT adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 11
          PT Mahakam Coal Terminal
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                 31/03/24      31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas                                                    154          173       20.454       6.833         666             17
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                     49.059      13.163        3.482      22.778      11.037            500
          Piutang lain-lain                                         1           -           40           -           -              -
          Persediaan                                              273         128          254           -           -              -
          Pajak dibayar di muka                                   208           -           92           -       2.470              -
          Beban dibayar di muka dan uang muka                     660       1.108        4.694       6.014       4.451              -
          Dana yang dibatasi penggunaannya                        248          77            -           -           -              -
          Jumlah Aset Lancar                                   50.603      14.650       29.016      35.625      18.623            517
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi - neto                     886.847       858.473      741.035     672.312     662.659              -
          Aset pajak tangguhan - neto                         2.334         2.435       10.124       5.449       7.924              -
          Aset hak guna - neto                               34.296        36.097        9.748      18.559       9.678              -
          Aset tetap - neto                                 180.025       185.130      200.624     187.442     160.586         59.494
          Uang muka pembelian aset tetap                        170           170          170           -           -              -
          Piutang lain-lain - neto                                -             -          717           -           -              -
          Pekerjaan dalam pelaksanaan                             -             -            -           -           -         12.339
          Jumlah Aset Tidak Lancar                         1.103.672     1.082.305     962.418     883.762     840.848         71.834
          JUMLAH ASET                                      1.154.275     1.096.955     991.434     919.387     859.471         72.351




                                                          39
Page 67
                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                              31/03/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                                         14.993      12.586         3.580         4.955          5.755          4.994
          Beban akrual                                                         3.848       3.178         5.002         2.270          1.240              -
          Utang pajak                                                         57.576      50.605        30.809        11.598            661          1.010
          Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
            satu tahun:
            Pinjaman jangka panjang                                        319.523       256.353       902.141       248.040        104.142              -
            Liabilitas sewa                                                  8.600         8.481         6.301        13.820          6.444              -
          Utang lain-lain                                                        -             -         3.251         3.043          7.330             60
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  404.540       331.203       951.084       283.726        125.573          6.064
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Utang pihak berelasi                                             729.133        74.399        55.584                -              -              -
          Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
            jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
            Pinjaman jangka panjang                                           31.487     700.449         9.351       619.223        719.364              -
            Liabilitas sewa                                                   32.112      32.271         4.639         6.818          3.471              -
            Pihak berelasi                                                         -           -             -             -              -         37.899
          Liabilitas imbalan pascakerja                                        1.413       1.266           677           105              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 794.145       808.384        70.251       626.146        722.835         37.899
          JUMLAH LIABILITAS                                               1.198.684     1.139.587     1.021.335      909.872        848.408         43.963
          EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
          Modal saham                                                         5.000         5.000         5.000        5.000          5.000          5.000
          Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (58)          (90)         (216)         (11)             -              -
          Saldo laba (defisit)                                              (49.351)      (47.543)      (34.685)       4.526          6.063         23.388
          JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                 (44.409)      (42.632)      (29.901)       9.515         11.063         28.388
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
            (DEFISIENSI MODAL)                                            1.154.275     1.096.955      991.434       919.387        859.471         72.351




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022,
          2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.154,28 miliar,
          Rp 1.096,96 miliar, Rp 991,43 miliar, Rp 919,39 miliar, Rp 859,47 miliar, dan
          Rp 72,35 miliar.

          Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
          Rp 57,32 miliar atau setara dengan 5,23% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 64,27 miliar yang disertai dengan
          penurunan aset hak guna – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
          Rp 1,80 miliar dan Rp 5,11 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
          Rp 105,52 miliar atau setara dengan 10,64% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang pihak berelasi – neto dan aset hak guna – neto masing-masing sebesar
          Rp 117,44 miliar dan Rp 26,35 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan aset
          tetap – neto masing-masing sebesar Rp 20,28 miliar dan Rp 15,50 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
          Rp 72,05 miliar atau setara dengan 7,84% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas,
          piutang pihak berelasi – neto, dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
          Rp 13,62 miliar, Rp 49,43 miliar, dan Rp 13,18 miliar.




                                                                         40
Page 68
          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
          Rp 59,92 miliar atau setara dengan 6,97% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
          Rp 21,39 miliar dan Rp 26,86 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
          Rp 787,12 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
          31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan piutang
          pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
          Rp 673,20 miliar dan Rp 101,09 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023,
          2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.198,68 miliar,
          Rp 1.139,59 miliar, Rp 1.021,34 miliar, Rp 909,87 miliar, Rp 848,41 miliar, dan
          Rp 43,96 miliar.

          Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan sebesar
          Rp 59,10 miliar atau setara dengan 5,19% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          utang pajak dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 6,97 miliar dan
          Rp 654,73 miliar yang disertai dengan penurunan pinjaman jangka panjang
          sebesar Rp 605,79 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
          sebesar Rp 118,25 miliar atau setara dengan 11,58% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, serta liabilitas sewa
          masing-masing sebesar Rp 19,80 miliar, Rp 45,31 miliar, dan Rp 29,81 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
          sebesar Rp 111,46 miliar atau setara dengan 12,25% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, dan utang pihak berelasi
          masing-masing sebesar Rp 19,21 miliar, Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
          sebesar Rp 61,46 miliar atau setara dengan 7,24% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang pajak dan pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
          Rp 10,94 miliar dan Rp 43,76 miliar.




                                          41
Page 69
          Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
          sebesar Rp 804,45 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada
          31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman
          jangka panjang sebesar Rp 823,51 miliar yang disertai dengan penurunan utang
          pihak berelasi sebesar Rp 37,90 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

          Jumlah defisiensi modal MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
          31 Desember 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 44,41 miliar,
          Rp 42,63 miliar dan Rp 29,90 miliar. Jumlah ekuitas MCT pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 9,52 miliar, Rp 11,06 miliar, dan Rp 28,39 miliar.

          Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah defisiensi modal MCT mengalami kenaikan
          sebesar Rp 1,78 miliar atau setara dengan 4,17% dibandingkan dengan jumlah
          defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,81 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
          kenaikan sebesar Rp 12,73 miliar atau setara dengan 42,58% dibandingkan
          dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
          terutama disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar
          Rp 12,86 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
          kenaikan sebesar Rp 39,42 miliar atau setara dengan 414,24% dibandingkan
          dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 39,21 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
          sebesar Rp 1,55 miliar atau setara dengan 13,99% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,54 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
          sebesar Rp 17,33 miliar atau setara dengan 61,03% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 18,77 miliar.




                                          42
Page 70
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 12
          PT Mahakam Coal Terminal
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31/03/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                 Keterangan
                                                                         (3 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                          56.437       216.874       163.296       161.142         47.832            351
          Beban pokok pendapatan                                              25.099        94.252        79.742        69.135         30.904          6.905
          Laba (rugi) bruto                                                   31.338       122.622        83.554        92.008         16.929         (6.554)
          Beban usaha                                                         (8.054)      (38.905)      (22.690)      (14.451)       (11.966)        (4.345)
          Laba (rugi) usaha                                                  23.284         83.717        60.864        77.557          4.963        (10.899)
          Penghasilan bunga                                                  31.695        123.853       136.000       106.340         66.524              1
          Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto           57         (1.517)       (3.673)         (182)        (5.256)             -
          Beban pajak                                                        (4.117)       (31.855)      (24.218)      (15.709)        (1.892)             -
          Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto                          (4.519)         4.742       (36.642)          909          7.251              -
          Beban keuangan                                                    (46.888)      (183.401)     (176.810)     (167.465)       (93.117)             -
          Lain-lain - neto                                                     (308)          (745)          651          (509)        (1.924)             -
          Biaya keuangan                                                          -              -             -             -              -             (1)
          Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                 (796)       (5.205)      (43.828)          942        (23.450)       (10.900)
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   (1.013)       (7.653)        4.617        (2.478)         4.680              -
          Rugi neto                                                           (1.808)      (12.858)      (39.211)       (1.537)       (18.770)       (10.900)
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
           dikurangi pajak                                                        32          127           (206)          (11)             -              -
          Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto                  (1.777)      (12.731)      (39.416)       (1.547)       (18.770)       (10.900)




VI.A.6.   Pendapatan

          Pendapatan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
          31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 56,44 miliar, Rp 216,87 miliar, Rp 163,30 miliar, Rp 161,14 miliar,
          Rp 47,83 miliar, dan Rp 0,35 miliar.

          Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami kenaikan sebesar Rp 53,58 miliar atau setara dengan 32,81%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.

          Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          mengalami kenaikan sebesar Rp 2,15 miliar atau setara dengan 1,34%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
          mengalami kenaikan sebesar Rp 113,31 miliar atau setara dengan 236,89%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020.

          Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
          mengalami kenaikan sebesar Rp 47,48 miliar dibandingkan dengan pendapatan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                         43
Page 71
VI.A.7.   Rugi Neto

          Rugi neto MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
          2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,81 miliar,
          Rp 12,86 miliar, Rp 39,21 miliar, Rp 1,54 miliar, Rp 18,77 miliar, dan
          Rp 10,90 miliar.

          Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami penurunan sebesar Rp 26,35 miliar atau setara dengan 67,21%
          dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.

          Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          mengalami kenaikan sebesar Rp 37,67 miliar dibandingkan dengan rugi neto untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
          mengalami penurunan sebesar Rp 17,23 miliar atau setara dengan 91,81%
          dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020.

          Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
          mengalami kenaikan sebesar Rp 7,87 miliar atau setara dengan 72,20%
          dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019.




                                          44
Page 72
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 13
          PT Mahakam Coal Terminal
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                         31/03/24        31/12/23      31/12/22        31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                 Keterangan
                                                                        (3 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               (796)         (5.205)      (43.828)           942         (23.450)             -
          Penyesuaian untuk :
            Beban bunga pinjaman jangka panjang                             40.217               -             -               -              -              -
            Selisih kurs atas pinjaman jangka panjang - neto                26.866               -             -               -              -              -
            Beban bunga utang pihak berelasi                                 5.745               -             -               -              -              -
            Penyusutan aset tetap                                            5.371          21.753        20.094          17.029          5.477              -
            Penyusutan aset hak-guna                                         1.801           6.973         8.811           7.873          3.226              -
            Beban bunga liabilitas sewa                                        927               -             -               -              -              -
            Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - pihak berelasi          320           1.524         3.717           5.225          5.153              -
            Beban imbalan kerja karyawan                                       188             751           308              91              -              -
            Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang
              pihak berelasi - neto                                            (57)            (45)          (50)             -               -              -
            Selisih kurs atas piutang pihak berelasi - neto                (18.199)              -             -              -               -              -
            Penghasilan bunga piutang pihak berelasi                       (31.692)              -             -              -               -              -
            Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang lain-lain             -              (6)            6            213             103              -
            Keuntungan atas penghentian pengakuan aset tetap
              akibat kebakaran                                                      -         (465)               -            -              -              -
          Penurunan (kenaikan) aset operasi:                                                                                   -              -
            Piutang usaha - pihak berelasi                                 (36.216)         (9.637)       19.347         (11.954)       (11.139)             -
            Piutang lain-lain                                                   (1)            763          (763)              -              -              -
            Persediaan                                                        (145)            126          (254)              -              -              -
            Pajak dibayar di muka                                             (208)             92           (92)          2.470         (2.470)             -
            Beban dibayar di muka dan uang muka                                448           3.586         1.150          (1.564)        (3.951)             -
          Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
            Utang usaha                                                      2.408           9.006        (1.375)           (800)         5.177              -
            Beban akrual                                                       669          (1.824)        2.732           1.030          1.240              -
            Utang pajak                                                      6.971          19.796        19.211          10.937            390              -
            Utang lain-lain                                                      -          (3.251)          208          (4.288)        (9.876)             -
            Penerimaan klaim asuransi aset tetap                                 -           2.685             -               -              -              -
          Pembayaran bunga pinjaman jangka panjang                         (76.004)              -             -               -              -              -
          Pembayaran bunga liabilitas sewa                                    (823)              -             -               -              -              -
          Pembayaran pajak penghasilan                                        (921)              -             -               -              -              -
          Penerimaan dari pelanggan                                              -               -             -               -              -         (6.554)
          Pembayaran kepada pemasok                                              -               -             -               -              -         33.832
          Pembayaran pajak penghasilan                                           -               -             -               -              -            977
          Pembayaran bunga dan beban keuangan                                    -               -             -               -              -          2.505
          Pekerjaan dalam pelaksanaan                                            -               -             -               -              -        (12.339)
          Penerimaan lainnya - neto                                              -               -             -               -              -           (261)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                               (73.132)         46.622        29.222          27.205        (30.121)       18.160
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya                           (171)            (77)            -               -              -              -
          Perolehan aset tetap                                                (266)         (8.479)      (33.276)        (43.886)       (95.205)       (15.450)
          Penurunan (kenaikan) piutang pihak berelasi                       21.575        (118.962)      (72.440)        (14.878)      (667.812)             -
          Penambahan aset hak-guna                                               -               -             -         (16.754)       (12.904)             -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Investasi                                              21.138        (127.517)     (105.716)        (75.517)      (775.922)       (15.450)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi                        648.989          18.815        55.584               -        (26.730)             -
          Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka panjang                 (596.870)         45.310        44.229          43.756        823.506              -
          Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                             (144)         (3.510)       (9.698)         10.723          9.915         (2.924)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                              51.975          60.614        90.115          54.479        806.691         (2.924)
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                          (19)        (20.281)       13.621           6.167            649           (214)
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                   173          20.454         6.833            666              17           231
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                  154            173         20.454           6.833            666             17




                                                                        45
Page 73
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 73,13 miliar dan Rp 30,12 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
operasi MCT dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 46,62 miliar, Rp 29,22 miliar, Rp 27,21 miliar, dan Rp 18,16 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 73,13 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penghasilan bunga piutang pihak berelasi,
kenaikan aset operasi – piutang usaha pihak berelasi, dan pembayaran bunga
pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar Rp 31,69 miliar, Rp 36,22 miliar,
dan Rp 76,00 miliar yang disertai dengan penyesuaian untuk beban bunga
pinjaman jangka panjang dan penyesuaian untuk selisih kurs atas pinjaman jangka
panjang – neto masing-masing sebesar Rp 40,22 miliar dan Rp 26,87 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 46,62 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, kenaikan liabilitas operasi - utang usaha, dan kenaikan
liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar Rp 21,75 miliar,
Rp 6,97 miliar, Rp 9,01 miliar, dan Rp 19,80 miliar yang disertai dengan kenaikan
aset operasi – piutang usaha – pihak berelasi sebesar Rp 9,64 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 29,22 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, penurunan aset operasi – piutang usaha – pihak
berelasi, dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar
Rp 20,09 miliar, Rp 8,81 miliar, Rp 19,35 miliar, dan Rp 19,21 miliar yang disertai
dengan rugi sebelum manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 43,83 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 27,21 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesusaian untuk
penyusutan aset hak guna, penyesuaian untuk penyisihan penurunan nilai piutang
pihak berelasi dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing
sebesar Rp 17,03 miliar, Rp 7,87 miliar, Rp 5,23 miliar, dan Rp 10,94 miliar yang
disertai dengan kenaikan aset operasi piutang usaha – pihak berelasi sebesar
Rp 11,95 miliar.




                                  46
Page 74
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 30,12 miliar terutama
berasal dari rugi sebelum manfaat pajak penghasilan, kenaikan aset
operasi – piutang usaha – pihak berelasi, dan penurunan liabilitas operasi – utang
lain-lain masing-masing sebesar Rp 23,45 miliar, Rp 11,14 miliar, dan
Rp 9,88 miliar yang disertai dengan penyesuaian untuk penyusutan aset tetap,
penyesuaian untuk penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pihak berelasi,
dan kenaikan liabilitas operasi – utang usaha masing-masing sebesar
Rp 5,48 miliar, Rp 5,15 miliar, dan Rp 5,18 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 18,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 33,83 miliar yang disertai
dengan penerimaan dari pelanggan dan pekerjaan dalam pelaksanaan
masing-masing sebesar Rp 6,55 miliar dan Rp 12,34 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 21,14 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 127,52 miliar, Rp 105,72 miliar, Rp 75,52 miliar,
Rp 775,92 miliar, dan Rp 15,45 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 21,14 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang pihak berelasi sebesar Rp 21,58 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 127,52 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 8,48 miliar dan Rp 118,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 105,72 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 33,28 miliar dan Rp 72,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 75,52 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, kenaikan piutang pihak berelasi, dan
penambahan aset hak-guna masing-masing sebesar Rp 43,89 miliar,
Rp 14,88 miliar, dan Rp 16,75 miliar.




                                  47
Page 75
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 775,92 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 95,21 miliar dan Rp 667,81 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,45 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 51,98 miliar, Rp 60,61 miliar, Rp 90,12 miliar, Rp 54,48 miliar,
dan Rp 806,69 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar
Rp 2,92 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 51,98 miliar terutama
berasal dari kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 648,99 miliar yang disertai
dengan pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar Rp 596,87 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 60,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 45,31 miliar dan Rp 18,82 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 90,12 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 54,48 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 43,76 miliar dan Rp 10,72 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 806,69 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman jangka panjang sebesar Rp 823,51 miliar
yang disertai dengan penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 26,73 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 2,92 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran liabilitas sewa.




                                  48
Page 76
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 14
           PT Mahakam Coal Terminal
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                   Keterangan              31/03/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21    31/12/20     31/12/19

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                                0,13           0,04          0,03         0,13        0,15         0,09
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                                 0,20          0,20          0,16         0,18        0,06         0,00
           Ekuitas terhadap jumlah aset                          (0,04)        (0,04)        (0,03)        0,01        0,01         0,39
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset                 1,04          1,04          1,03         0,99        0,99         0,61
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                   (26,99)       (26,73)       (34,16)       95,62       76,69         1,55
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba (rugi) kotor                            55,53%         56,54%        51,17%       57,10%       35,39%    -1864,71%
           Marjin laba (rugi) usaha                            41,26%         38,60%        37,27%       48,13%       10,38%    -3100,99%
           Marjin rugi bersih                                  -3,20%         -5,93%       -24,01%       -0,95%      -39,24%    -3101,19%
           Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset               8,07%          7,63%         6,14%        8,44%        0,58%      -15,06%
           Imbal hasil aset                                    -0,63%         -1,17%        -3,95%       -0,17%       -2,18%      -15,07%
           Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas                -209,72%       -196,37%      -203,55%      815,07%       44,86%      -38,39%
           Imbal hasil ekuitas                                     N/A            N/A           N/A     -16,15%     -169,67%      -38,40%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MCT dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MCT. Pada tanggal-tanggal
           31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio perputaran
           jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,20; 0,16; 0,18; 0,06; dan 0,00.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MCT
           terhadap jumlah aset MCT. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan
           2019 ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,01; 0,01; dan 0,39.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan MCT untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
           2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,04, 1,04;
           1,03; 0,99; 0,99; dan 0,61 sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021,
           2020, dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing adalah
           95,62; 76,69; dan 1,55.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MCT dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MCT dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.


                                                           49
Page 77
VI.B.   Analisis atas Common Size PT Mahakam Coal Terminal

        Berikut adalah analisis common size MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
        pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.

        Ikhtisar common size MCT adalah sebagai berikut:
        Tabel 15
        PT Mahakam Coal Terminal
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
        Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                               Keterangan                              31/03/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas                                                                 0,01%        0,02%        2,06%        0,74%       0,08%       0,02%
        Piutang usaha - neto
          Pihak berelasi                                                    4,25%        1,20%        0,35%        2,48%       1,28%       0,69%
        Piutang lain-lain                                                   0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
        Persediaan                                                          0,02%        0,01%        0,03%        0,00%       0,00%       0,00%
        Pajak dibayar di muka                                               0,02%        0,00%        0,01%        0,00%       0,29%       0,00%
        Beban dibayar di muka dan uang muka                                 0,06%        0,10%        0,47%        0,65%       0,52%       0,00%
        Dana yang dibatasi penggunaannya                                    0,02%        0,01%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
        Jumlah Aset Lancar                                                  4,38%        1,34%        2,93%        3,87%       2,17%       0,71%
        ASET TIDAK LANCAR
        Piutang pihak berelasi - neto                                     76,83%        78,26%       74,74%       73,13%      77,10%       0,00%
        Aset pajak tangguhan - neto                                        0,20%         0,22%        1,02%        0,59%       0,92%       0,00%
        Aset hak guna - neto                                               2,97%         3,29%        0,98%        2,02%       1,13%       0,00%
        Aset tetap - neto                                                 15,60%        16,88%       20,24%       20,39%      18,68%      82,23%
        Uang muka pembelian aset tetap                                     0,01%         0,02%        0,02%        0,00%       0,00%       0,00%
        Piutang lain-lain - neto                                           0,00%         0,00%        0,07%        0,00%       0,00%       0,00%
        Pekerjaan dalam pelaksanaan                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       0,00%      17,05%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                          95,62%        98,66%       97,07%       96,13%      97,83%      99,29%
        JUMLAH ASET                                                      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%




                               Keterangan                              31/03/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                         1,30%        1,15%        0,36%        0,54%       0,67%       6,90%
        Beban akrual                                                        0,33%        0,29%        0,50%        0,25%       0,14%       0,00%
        Utang pajak                                                         4,99%        4,61%        3,11%        1,26%       0,08%       1,40%
        Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
          satu tahun:
          Pinjaman jangka panjang                                         27,68%        23,37%       90,99%       26,98%      12,12%       0,00%
          Liabilitas sewa                                                  0,75%         0,77%        0,64%        1,50%       0,75%       0,00%
        Utang lain-lain                                                    0,00%         0,00%        0,33%        0,33%       0,85%       0,08%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   35,05%        30,19%       95,93%       30,86%      14,61%       8,38%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Utang pihak berelasi                                              63,17%         6,78%        5,61%        0,00%       0,00%       0,00%
        Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
          jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
          Pinjaman jangka panjang                                           2,73%       63,85%        0,94%       67,35%      83,70%       0,00%
          Liabilitas sewa                                                   2,78%        2,94%        0,47%        0,74%       0,40%       0,00%
          Pihak berelasi                                                    0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%      52,38%
        Liabilitas imbalan pascakerja                                       0,12%        0,12%        0,07%        0,01%       0,00%       0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  68,80%        73,69%        7,09%       68,10%      84,10%      52,38%
        JUMLAH LIABILITAS                                                103,85%       103,89%      103,02%       98,97%      98,71%      60,76%
        EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
        Modal saham                                                          0,43%        0,46%        0,50%       0,54%       0,58%       6,91%
        Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto        -0,01%       -0,01%       -0,02%       0,00%       0,00%       0,00%
        Saldo laba (defisit)                                                -4,28%       -4,33%       -3,50%       0,49%       0,71%      32,33%
        JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                   -3,85%       -3,89%       -3,02%       1,03%       1,29%      39,24%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
          (DEFISIENSI MODAL)                                             100,00%       100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%




                                                                       50
Page 78
Tabel 16
PT Mahakam Coal Terminal
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan


                                                                31/03/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19
                       Keterangan
                                                               (3 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan                                                        100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                             44,47%        43,46%       48,83%       42,90%       64,61%     1964,71%
Laba (rugi) bruto                                                  55,53%        56,54%       51,17%       57,10%       35,39%    -1864,71%
Beban usaha                                                       -14,27%       -17,94%      -13,89%       -8,97%      -25,02%    -1236,29%
Laba (rugi) usaha                                                  41,26%        38,60%       37,27%       48,13%       10,38%    -3100,99%
Penghasilan bunga                                                  56,16%        57,11%       83,28%       65,99%      139,08%        0,21%
Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto        0,10%        -0,70%       -2,25%       -0,11%      -10,99%        0,00%
Beban pajak                                                        -7,29%       -14,69%      -14,83%       -9,75%       -3,96%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto                          -8,01%         2,19%      -22,44%        0,56%       15,16%        0,00%
Beban keuangan                                                    -83,08%       -84,57%     -108,28%     -103,92%     -194,67%        0,00%
Lain-lain - neto                                                   -0,55%        -0,34%        0,40%       -0,32%       -4,02%        0,00%
Biaya keuangan                                                      0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -0,41%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               -1,41%       -2,40%      -26,84%        0,58%      -49,03%    -3101,19%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   -1,79%       -3,53%        2,83%       -1,54%        9,79%        0,00%
Rugi neto                                                           -3,20%       -5,93%      -24,01%       -0,95%      -39,24%    -3101,19%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
 dikurangi pajak                                                    0,06%         0,06%       -0,13%       -0,01%        0,00%        0,00%
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto                  -3,15%       -5,87%      -24,14%       -0,96%      -39,24%    -3101,19%




                                                               51
Page 79
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Batubara

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan MCT, yaitu
          PT Golden Eagle Energy Tbk, PT Indika Energy Tbk, dan PT Petrosea Tbk
          masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
          2021, 2020, dan 2019.

          Ikhtisar common size untuk PT Golden Eagle Energy Tbk, PT Indika Energy Tbk,
          dan PT Petrosea Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Golden Eagle Energy Tbk
          Tabel 17
          PT Golden Eagle Energy Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                Keterangan                       31/03/24*       31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            8,06%        4,35%       6,99%      17,91%       7,38%       8,73%
          Piutang usaha - bersih
            Pihak berelasi                                              0,00%        4,67%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,09%        1,17%       4,63%       3,43%       1,00%       0,12%
          Piutang lain-lain dari pihak ketiga                           0,08%        0,04%       0,11%       0,05%       0,04%       0,20%
          Persediaan                                                    8,62%        5,12%       2,02%       1,00%       1,79%       0,39%
          Uang muka                                                     0,74%        1,27%       0,73%       0,15%       0,22%       0,09%
          Pajak dibayar di muka                                         3,19%        2,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Beban dibayar di muka                                         0,04%        0,02%       0,05%       0,09%       0,14%       0,26%
          Kas di bank yang dibatasi penggunaannya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,05%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           20,84%       18,72%      14,52%      22,62%      10,61%       9,80%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset pajak tangguhan                                          0,38%        0,40%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                              34,36%       34,13%      36,77%      39,17%      41,67%      40,48%
          Aset tetap                                                    1,32%        1,46%       1,16%       1,21%       1,91%       3,76%
          Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - bersih              8,32%        9,26%       3,88%       0,00%       0,00%       0,00%
          Properti pertambangan - bersih                                7,16%        7,31%       6,85%       9,68%      14,82%      16,53%
          Aset eksplorasi dan evaluasi                                 15,04%       15,48%      14,02%      20,74%      23,94%      24,00%
          Goodwill                                                      0,12%        0,13%       0,11%       0,13%       0,15%       0,15%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                1,24%        1,09%       0,77%       0,74%       0,76%       0,65%
          Uang muka dan uang jaminan                                    0,02%        0,27%       0,02%       0,02%       0,04%       0,04%
          Aset tidak lancar lainnya                                    11,20%       11,74%      21,90%       5,70%       6,10%       4,59%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     79,16%       81,28%      85,48%      77,38%      89,39%      90,20%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                  52
Page 80
                       Keterangan                         31/03/24*      31/12/23     31/12/22       31/12/21     31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha kepada pihak ketiga                                2,73%         7,19%           3,60%       1,10%         2,64%        0,54%
Utang lain-lain                                                0,10%         0,11%           0,03%       0,02%         0,20%        0,06%
Utang dividen                                                  0,08%         0,08%           0,02%       0,00%         0,00%        0,00%
Utang pajak                                                    0,14%         0,59%           4,66%       0,38%         0,03%        0,02%
Liabilitas kontrak                                            12,04%         1,84%           1,33%       3,07%         2,75%        0,00%
Biaya yang masih harus dibayar                                 4,06%         7,58%           3,76%       2,49%         3,81%        0,70%
Utang kepada pihak berelasi                                    0,00%         0,00%           0,00%       0,10%         0,12%        0,12%
Pinjaman bank jangka pendek                                    0,00%         0,00%           0,00%       2,25%         7,55%        6,89%
Utang pembiayaan konsumen jangka panjang yang jatuh
  tempo dalam waktu satu tahun                                 0,00%         0,00%           0,00%       0,05%         0,51%        0,99%
Pinjaman bank jangka panjang yang jatuh
  tempo dalam waktu satu tahun                                 0,00%         0,00%           0,00%       1,18%         0,55%        2,02%
Uang muka pelanggan                                            0,00%         0,00%           0,00%       0,00%         0,00%        4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               19,15%        17,38%          13,41%      10,64%        18,16%       16,04%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi reklamasi lingkungan dan penutupan tambang             2,06%         2,13%           0,12%       0,00%         0,00%        0,00%
Liabilitas imbalan kerja                                       1,14%         1,15%           0,50%       0,46%         0,76%        0,60%
Utang pembiayaan konsumen jangka panjang - neto                0,00%         0,00%           0,00%       0,10%         1,01%        1,05%
Pinjaman bank jangka panjang - neto                            0,00%         0,00%           0,00%      11,03%        16,05%       15,09%
Liabilitas jangka panjang lainnya                              0,00%         0,00%           0,00%       0,00%         0,00%        0,16%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               3,20%         3,29%           0,62%      11,59%        17,82%       16,90%
JUMLAH LIABILITAS                                             22,35%        20,67%          14,03%      22,23%        35,98%       32,94%
EKUITAS
Modal saham                                                   37,27%        39,07%          33,29%      37,44%        44,65%       45,18%
Tambahan modal disetor                                         1,68%         1,76%           1,50%       1,69%         2,01%        2,04%
Cadangan selisih penjabaran mata uang asing                    8,12%         7,80%           7,32%       5,11%         5,70%        5,36%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  non-pengendali                                               6,24%         6,54%           5,58%       6,27%         7,48%        7,57%
Penghasilan komphrehensif lain                                 0,23%         0,24%           0,26%       0,33%         0,39%        0,41%
Saldo laba                                                    18,86%        18,50%          34,25%      26,53%         5,17%        7,13%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                       72,42%        73,92%          82,20%      77,38%        65,42%       67,68%
Kepentingan non-pengendali                                     5,24%         5,41%           3,77%       0,39%        -1,39%       -0,62%
JUMLAH EKUITAS                                                77,65%        79,33%          85,97%      77,77%        64,02%       67,06%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%         100,00%     100,00%       100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit



Tabel 18
PT Golden Eagle Energy Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                           31/03/24*     31/12/23        31/12/22    31/12/21     31/12/20     31/12/19
                        Keterangan
                                                           (3 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan                                                     100,00%      100,00%        100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                          83,46%       82,55%         67,85%       68,10%       93,89%       85,07%
Laba kotor                                                      16,54%       17,45%         32,15%       31,90%        6,11%       14,93%
Bagian laba neto entitas asosiasi                               13,94%       18,27%         17,64%       29,69%       10,13%        3,10%
Laba (rugi) selisih kurs                                         2,30%        0,14%         -0,37%       -0,37%       -0,75%        2,13%
Penghasilan bunga                                                0,16%        0,13%          0,16%        0,36%        1,17%        1,07%
(Kerugian) pendapatan lain-lain - neto                          -0,19%        0,07%          0,10%        0,72%        0,00%        1,34%
Laba penjualan aset tetap                                        0,00%        0,03%          0,92%        0,46%        0,25%        0,00%
Beban umum dan administrasi                                    -14,99%       -6,57%         -5,84%       -8,68%      -20,83%      -16,14%
Denda pajak                                                      0,00%       -1,26%          0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Beban bunga                                                     -0,27%       -0,70%         -0,63%       -3,32%       -6,22%       -6,17%
Penghasilan dari transfer kelebihan kuota batu bara              0,00%        0,00%          0,00%        0,00%        0,90%        2,24%
Beban lain-lain - neto                                           0,00%        0,00%          0,00%        0,00%       -1,92%        0,00%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                    17,49%        27,56%         44,14%       50,76%      -11,17%        2,49%
Beban pajak penghasilan - bersih                               -1,42%        -2,37%         -5,75%       -1,58%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                             16,08%        25,19%         38,40%       49,18%      -11,17%        2,49%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                            8,49%        -0,87%          3,10%        0,68%        1,67%       -3,94%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         24,57%        24,32%         41,50%       49,86%       -9,50%       -1,45%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan
  yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                        15,16%        24,05%         34,53%       45,93%       -7,89%        2,73%
  Kepentingan non-pengendali                                    0,92%         1,14%          3,86%        3,25%       -3,27%       -0,24%

*) Tidak Diaudit




                                                          53
Page 81
VI.C.2.   PT Indika Energy Tbk
          Tabel 19
          PT Indika Energy Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                 Keterangan                           31/03/24*    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                              17,37%      14,43%      32,15%      23,50%      18,64%      15,72%
          Aset keuangan lainnya - jatuh tempo dalam satu tahun             4,63%       4,29%       0,71%       1,49%       1,64%       1,57%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi - bersih                                        3,32%       2,59%       2,00%       2,02%       2,91%       1,56%
            Pihak ketiga - bersih                                         11,20%       8,45%      12,87%      11,14%      10,33%      12,63%
          Aset kontrak                                                     0,63%       0,63%       0,14%       0,05%       0,05%       0,00%
          Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun              1,00%       1,04%       0,81%       0,85%       1,26%       0,93%
          Persediaan - bersih                                              1,76%       1,65%       1,69%       1,18%       1,20%       1,33%
          Pajak dibayar di muka                                            3,04%       2,34%       0,66%       0,56%       1,73%       1,73%
          Aset biologis                                                    0,02%       0,01%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset derivatif                                                   0,02%       0,02%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
          Aset lancar lainnya                                              4,02%       3,74%       4,72%       3,73%       2,16%       3,93%
          Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                     0,18%       8,48%       0,00%      12,14%       0,00%       0,00%
          Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan
            kontrak dan pekerjaan dalam penyelesaian                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,16%
          Jumlah Aset Lancar                                              47,20%      47,67%      55,73%      56,67%      39,90%      39,58%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset keuangan lainnya - bersih                                   2,77%       3,64%       2,13%       1,73%       2,40%       2,14%
          Piutang lain-lain - bersih                                       0,82%       0,82%       1,15%       0,51%       0,58%       0,34%
          Tanaman produktif - tanaman belum menghasilkan                   0,33%       0,31%       0,02%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                                  8,41%       8,50%       6,72%       3,74%       4,55%       3,26%
          Klaim pengembalian pajak - bersih                                1,01%       0,76%       0,71%       1,81%       0,28%       0,60%
          Aset eksplorasi dan evaluasi - bersih                            3,31%       3,28%       2,91%       2,46%       0,35%       0,25%
          Properti pertambangan - bersih                                   0,18%       0,18%       0,83%       0,31%       0,27%       0,32%
          Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah                          0,00%       0,00%       0,08%       0,19%       0,12%       0,05%
          Aset tetap - bersih                                             10,45%       9,87%       6,14%       6,48%      17,57%      18,88%
          Aset hak guna - bersih                                           0,56%       0,54%       0,11%       0,10%       1,79%       0,00%
          Aset tidak berwujud - bersih                                     1,31%       1,18%       3,07%       6,49%      10,75%      13,85%
          Goodwill - bersih                                               20,81%      20,85%      18,06%      17,55%      20,09%      19,41%
          Uang jaminan                                                     0,08%       0,08%       0,07%       0,05%       0,11%       0,12%
          Aset pajak tangguhan                                             0,88%       0,82%       0,81%       0,72%       0,14%       0,04%
          Aset derivatif                                                   0,00%       0,00%       0,08%       0,00%       0,00%       0,02%
          Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                          1,88%       1,49%       1,38%       1,18%       1,10%       1,14%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                        52,80%      52,33%      44,27%      43,33%      60,10%      60,42%
          JUMLAH ASET                                                    100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                      54
Page 82
                       Keterangan                             31/03/24*    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek                                             2,17%       1,88%       1,41%       1,57%       1,89%       0,28%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                   0,13%       0,13%       0,16%       0,15%       0,35%       0,24%
  Pihak ketiga                                                     7,87%       8,80%       9,37%       7,91%       9,25%       9,09%
Liabilitas kontrak                                                 0,24%       0,34%       0,46%       0,31%       0,50%       0,00%
Utang pajak                                                        0,93%       0,50%      15,14%       8,24%       1,79%       2,22%
Utang lain-lain kepada pihak ketiga dan biaya
  masih harus dibayar                                              7,49%       5,99%       4,22%       2,90%       2,70%       2,02%
Uang muka pelanggan dari pihak ketiga                              0,15%       0,50%       0,20%       0,16%       0,21%       0,31%
Utang dividen                                                      0,53%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pinjaman jangka panjang - pihak ketiga                           1,66%       1,87%       1,40%       1,83%       2,54%       2,31%
  Liabilitas sewa                                                  0,30%       0,25%       0,12%       0,03%       0,60%       0,00%
  Utang obligasi - bersih                                         10,19%       9,78%       0,33%       0,42%       0,43%       0,44%
  Liabilitas sewa pembiayaan                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,31%
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang
  dimiliki untuk dijual                                            0,00%       1,52%       0,00%       7,24%       0,00%       0,00%
Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas
  estimasi pendapatan                                              0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       2,46%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   31,65%      31,56%      32,80%      30,77%      20,26%      19,67%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun
  Pinjaman jangka panjang                                          3,24%       3,39%       2,54%       2,21%       7,20%       7,40%
  Pinjaman yang dapat dikonversikan                                0,73%       0,65%       0,21%       0,00%       0,00%       0,00%
  Liabilitas sewa                                                  0,25%       0,27%       0,04%       0,07%       0,86%       0,00%
  Utang obligasi - bersih                                         16,90%      16,99%      24,49%      33,31%      35,06%      30,36%
  Liabilitas sewa pembiayaan                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,71%
Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga                        0,01%       0,01%       0,23%       0,00%       0,00%       0,00%
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan
  pembongkaran                                                     1,39%       1,39%       1,08%       0,95%       0,95%       0,84%
Liabilitas pajak tangguhan                                         0,35%       0,39%       0,70%       2,40%       4,47%       6,30%
Utang kontinjensi                                                  0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       4,71%       4,48%
Liabilitas derivatif                                               0,26%       0,26%       0,00%       0,04%       0,18%       0,00%
Imbalan kerja                                                      0,87%       0,85%       0,63%       0,72%       1,50%       1,32%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  24,00%      24,20%      29,91%      45,29%      54,92%      51,41%
JUMLAH LIABILITAS                                                 55,65%      55,76%      62,71%      76,06%      75,18%      71,08%
EKUITAS
Modal saham                                                        1,81%       1,83%       1,58%       1,54%       1,63%       1,57%
Tambahan modal disetor                                             8,09%       8,15%       7,06%       6,88%       7,27%       7,02%
Komponen ekuitas lainnya                                           0,69%      -0,39%      -0,26%       0,94%       0,42%       0,77%
Saham treasuri                                                    -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,00%
Saldo laba                                                        29,36%      30,02%      24,71%      11,33%      10,32%      14,16%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                           39,94%      39,60%      33,09%      20,68%      19,62%      23,52%
Kepentingan non-pengendali                                         4,41%       4,64%       4,20%       3,26%       5,20%       5,40%
JUMLAH EKUITAS                                                    44,35%      44,24%      37,29%      23,94%      24,82%      28,92%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

*) Tidak Diaudit




                                                              55
Page 83
Tabel 20
PT Indika Energy Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                          31/03/24*     31/12/23         31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19
                         Keterangan
                                                          (3 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)

Pendapatan                                                    100,00%      100,00%         100,00%       100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok kontrak dan penjualan                              83,51%       81,76%          66,53%        70,09%       90,45%       84,67%
Laba kotor                                                    16,49%        18,24%          33,47%        29,91%        9,55%       15,33%
Bagian laba bersih entitas asosiasi                            0,91%         0,76%           0,72%         0,91%        1,80%        1,08%
Amortisasi aset tidak berwujud                                -0,06%        -1,24%          -3,14%        -4,43%       -7,48%       -4,88%
Beban penjualan, umum, dan administrasi                       -8,48%        -7,92%          -5,55%        -4,74%       -5,59%       -4,93%
Pendapatan investasi                                           0,74%         0,67%           0,21%         0,14%        0,68%        0,58%
Beban keuangan                                                -3,49%        -2,83%          -2,39%        -3,42%       -6,14%       -3,93%
Beban pajak final                                             -0,18%        -0,25%          -0,20%        -0,22%       -0,35%       -0,71%
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
  pinjaman yang dapat dikonversikan                            0,00%         0,04%            0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi                        0,00%         0,00%            1,07%       -1,36%       -0,14%       -0,69%
Lain-lain - bersih                                             1,29%         0,41%           -0,88%       -0,44%        0,50%        0,19%
Keuntungan pembelian dengan diskon                             0,00%         0,00%            0,00%        0,00%        0,89%        0,00%
Penurunan nilai aset                                           0,00%         0,00%            0,00%        0,00%       -0,33%       -0,11%
Bagian rugi bersih ventura bersama                             0,00%         0,00%            0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak                                       7,23%         7,88%          23,31%       16,36%       -6,60%        1,95%
Beban pajak                                                    -2,49%        -2,89%         -11,52%       -9,60%       -0,07%       -1,77%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan dari operasi
  yang dilanjutkan                                             4,74%         4,99%          11,78%         6,76%       -6,67%        0,18%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan dari operasi
  yang dihentikan                                              0,00%         0,00%           0,00%        -4,70%        0,97%        0,00%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      4,74%          4,99%         11,78%         2,06%       -5,70%        0,18%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                           0,71%         -0,13%          1,23%         0,88%       -1,48%       -0,77%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         5,45%         4,86%          13,01%         2,94%       -7,19%       -0,59%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan
  yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                        3,55%         3,95%          10,44%         1,88%       -6,48%       -0,65%
  Kepentingan non-pengendali                                   1,19%         1,04%           1,34%         0,18%        0,78%        0,83%

*) Tidak Diaudit




                                                         56
Page 84
VI.C.3.   PT Petrosea Tbk
          Tabel 21
          PT Petrosea Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                 Keterangan                      31/03/24*       31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            5,97%       10,03%      10,36%      16,77%      25,29%      15,28%
          Rekening bank dibatasi penggunaannya                          0,00%        0,39%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan lainnya                                         0,06%        0,06%       0,06%       4,58%       0,09%       0,09%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              3,85%        2,86%       4,00%       5,76%       6,78%       3,67%
            Pihak ketiga - bersih                                      16,51%       17,72%      13,85%      11,11%       7,57%      15,52%
          Piutang lain-lain                                             7,04%        6,76%       2,71%       0,41%       0,19%       0,04%
          Persediaan                                                    2,95%        2,64%       3,10%       1,70%       0,80%       1,19%
          Aset kontrak                                                  2,87%        0,79%       2,06%       0,32%       0,00%       0,00%
          Pajak dibayar di muka                                         0,40%        0,21%       1,90%       1,23%       0,64%       0,42%
          Klaim pengembalian pajak                                      0,00%        0,00%       1,16%       0,63%       0,03%       2,12%
          Beban dibayar di muka                                         0,84%        0,70%       0,94%       0,52%       0,36%       0,77%
          Aset lancar lainnya                                           1,82%        1,22%       3,06%       0,47%       0,18%       0,84%
          Selisih lebih estimasi pendapatan di atas tagihan
            kemajuan kontrak                                            0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,36%
          Jumlah Aset Lancar                                           42,29%       43,37%      43,20%      43,51%      41,91%      40,30%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang jangka panjang
            Piutang karyawan                                            0,08%        0,09%       0,09%       0,09%       0,07%       0,05%
            Piutang lain-lain                                           0,00%        0,00%       5,36%       0,00%       0,00%       0,00%
          Pajak dibayar di muka                                         0,48%        0,47%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset tambang                                                  0,34%        0,34%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset tetap - bersih                                          32,74%       31,70%      39,03%      43,01%      43,69%      56,72%
          Aset hak guna - bersih                                        4,95%        5,16%       5,69%       7,23%      10,19%       0,00%
          Goodwill                                                      2,78%        2,72%       0,13%       0,15%       0,15%       0,14%
          Klaim pengembalian pajak                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,02%       0,00%       0,00%
          Aset tidak berwujud - bersih                                 15,33%       15,25%       4,61%       5,29%       3,84%       2,49%
          Rekening bank dibatasi penggunaannya                          0,10%        0,10%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset pajak tangguhan                                          0,12%        0,11%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,79%        0,70%       1,89%       0,69%       0,15%       0,30%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     57,71%       56,63%      56,80%      56,49%      58,09%      59,70%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                  57
Page 85
                        Keterangan                             31/03/24*      31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank                                                          2,82%         5,10%         7,57%        0,00%         3,78%        0,00%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                    0,00%         0,00%         0,11%        0,61%         0,74%        0,21%
  Pihak ketiga                                                     21,49%        19,23%        19,76%       12,12%         5,92%       10,77%
Utang lain-lain                                                     0,08%         0,08%         0,28%        0,31%         0,28%        0,39%
Utang dividen                                                       0,13%         0,13%         0,05%        0,06%         0,05%        0,05%
Utang pajak                                                         0,50%         0,44%         0,92%        2,20%         0,53%        0,99%
Beban masih harus dibayar                                           2,68%         2,48%         3,18%        3,65%         3,22%        2,92%
Liabilitas kontrak                                                  3,36%         3,06%         0,95%        0,45%         0,01%        0,00%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang
   Pihak ketiga                                                     5,89%         5,29%         2,65%        9,77%         8,12%        7,55%
   Pihak berelasi                                                   0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,21%
  Liabilitas sewa                                                   1,33%         1,55%         1,73%        2,24%         2,94%        0,00%
Pendapatan diterima dimuka                                          0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        1,49%
Liabilitas sewa pembiayaan                                          0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        2,04%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    38,26%        37,36%        37,21%       31,42%        25,60%       26,62%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
   jatuh tempo dalam satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang
  Pihak ketiga                                                     18,86%        20,42%         4,75%        9,57%        17,81%       15,46%
  Pihak berelasi                                                    0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        7,32%
  Liabilitas sewa                                                   1,91%         2,08%         2,70%        3,92%         5,47%        0,00%
Liabilitas derivatif                                                0,00%         0,00%         0,00%        0,05%         0,17%        0,00%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                      3,94%         3,83%         3,85%        4,31%         4,36%        3,97%
Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                 4,02%         3,93%         1,53%        1,88%         2,91%        3,39%
Liabilitas sewa pembiayaan                                          0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        4,66%
Liabilitas jangka panjang lainnya                                   0,01%         0,01%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   28,74%        30,27%        12,83%       19,73%        30,71%       34,81%
JUMLAH LIABILITAS                                                  67,00%        67,63%        50,04%       51,15%        56,31%       61,43%
EKUITAS
Modal saham                                                         4,71%         4,59%         5,61%        6,28%         6,31%        6,07%
Tambahan modal disetor                                             -0,65%        -0,63%        -0,77%       -0,86%        -0,87%       -0,85%
Saham treasuri                                                     -0,29%        -0,28%        -0,34%       -0,38%        -0,38%        0,00%
Penghasilan komprehensif lain                                      -0,77%        -0,56%        -0,92%       -0,42%        -0,99%       -0,41%
Saldo laba                                                         29,87%        29,13%        46,25%       44,10%        39,50%       33,65%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                            32,86%        32,25%        49,83%       48,71%        43,57%       38,46%
Kepentingan non-pengendali                                          0,14%         0,12%         0,13%        0,14%         0,13%        0,11%
JUMLAH EKUITAS                                                     33,00%        32,37%        49,96%       48,85%        43,69%       38,57%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%       100,00%       100,00%      100,00%       100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit



Tabel 22
PT Petrosea Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                                31/03/24*      31/12/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19
                         Keterangan
                                                                (3 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan                                                          100,00%      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban usaha langsung                                                 90,22%       85,79%        79,95%       82,07%       78,03%       82,97%
Laba kotor                                                            9,78%       14,21%        20,05%       17,93%       21,97%       17,03%
Beban penjualan dan administrasi                                     -6,89%       -8,10%        -7,26%       -7,17%       -7,98%       -5,04%
Beban bunga dan keuangan                                             -3,75%       -3,43%        -1,56%       -1,34%       -2,86%       -2,89%
Penghasilan bunga                                                     0,14%        0,19%         0,21%        0,54%        0,66%        0,25%
Beban pajak final                                                    -0,81%       -0,77%        -0,57%       -0,41%       -0,65%       -0,90%
Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih                            2,08%        0,67%        -0,35%        0,39%       -0,73%        0,07%
Laba sebelum pajak                                                    0,56%         2,78%       10,53%        9,94%       10,43%        8,52%
Beban pajak penghasilan - bersih                                     -0,37%        -0,62%       -1,89%       -1,78%       -0,89%       -1,94%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                    0,18%        2,15%         8,64%        8,17%        9,54%        6,57%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain setelah pajak                   -0,91%        0,24%        -0,67%        0,72%       -0,87%       -0,22%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan               -0,72%        2,39%         7,97%        8,89%        8,67%        6,35%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                              0,10%         2,11%         8,59%        8,11%        9,47%        6,54%
  Kepentingan non-pengendali                                         0,08%         0,04%         0,05%        0,06%        0,06%        0,03%

*) Tidak Diaudit




                                                               58
Page 86
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, MCT tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap MCT adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Penurunan Harga Batubara dan Kelangkaan Batubara

         Penurunan harga batubara akan menyebabkan terjadinya penurunan ekspor
         batubara sehingga akan mempengaruhi kinerja perusahaan batubara di Indonesia.
         Hal ini dikarenakan pihak Pemerintah telah menetapkan pembatasan ekspor
         batubara untuk kebutuhan nasional yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
         berbagai sektor industri yang di masa mendatang sudah memproyeksikan
         kebutuhannya untuk proses produksi.

         Namun demikian, sehubungan dengan risiko penurunan harga batubara dan
         kelangkaan batubara tersebut, MCT telah menjalin kerjasama dengan para
         pelanggannya melalui kontrak penjualan batubara sehingga selama masa kontrak
         tersebut, tarif yang dikenakan oleh MCT terhadap para pelanggannya tidak akan
         terpengaruh oleh risiko penurunan harga batubara dan kelangkaan batubara
         sehingga pendapatan MCT akan tetap stabil.

VII.B.   Risiko Likuiditas

         Risiko likuiditas adalah risiko MCT kesulitan dalam memperoleh pendanaan guna
         instrumen keuangan. Dengan menjaga profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas
         keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang mencakup
         proyeksi dan realisasi arus kas hingga periode ke depan dapat mengurangi risiko
         likuiditas yang kemungkinan terjadi pada MCT.

VII.C.   Risiko Izin Usaha Pertambangan

         Dalam menjalankan kegiatan pertambangan batubara di Indonesia, MCT
         diwajibkan memiliki dan mempertahankan berbagai perijinan dari berbagai instansi
         berwenang di Indonesia sehubungan dengan pertambangan, ketenagakerjaan,
         lingkungan hidup, dan pemanfaatan lahan. MCT harus memperbarui perijinan
         yang dimilikinya tersebut pada saat masa berlaku perijinan tersebut berakhir masa
         berlakunya, serta memperoleh perijinan baru apabila dipersyaratkan. Kegagalan
         dalam memperoleh hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap kelangsungan
         kegiatan usaha MCT.

         Apabila MCT tidak dapat mempertahankan salah satu perijinan tersebut, maka
         kegiatan pertambangan maupun eksplorasi pada wilayah ijin usaha akan dilarang
         atau dibatasi sehingga dapat berdampak terhadap kondisi keuangan, hasil
         operasi, dan prospek usaha MCT.




                                          59
Page 87
VII.D.   Risiko Bencana Alam

         Kegiatan usaha pertambangan batubara MCT tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir, karena
         faktor alam dan berbagai bencana yang dapat memberikan dampak negatif secara
         material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha MCT.

         Namun demikian, fasilitas pertambangan batubara yang dimiliki oleh MCT telah
         dirancang sesuai dengan standar dan kualitas yang telah memenuhi persyaratan
         dalam kondisi dan situasi untuk meminimalisasi dampak terjadinya bencana alam
         sehingga dapat mengurangi dampak negatif atas potensi kerusakan dan kerugian
         yang akan dialami oleh MCT.

VII.E.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Kegiatan usaha MCT dipengaruhi oleh perubahan kebijakan Pemerintah Indonesia
         baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan moneter uang ketat merupakan
         salah satu kebijakan tidak langsung yang mempengaruhi kegiatan MCT yang
         dapat berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat melalui tingkat suku
         bunga yang tinggi. Sedangkan, kebijakan pemerintah yang secara langsung
         mempengaruhi MCT antara lain kemungkinan perubahan kebijakan rencana
         pembatasan ekspor batubara. Apabila kebijakan pemerintah tersebut diterapkan,
         dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah pendapatan dan laba MCT.

         Namun demikian, sehubungan dengan adanya risiko kebijakan pemerintah
         mengenai pembatasan ekspor batubara, MCT telah menjalin kerjasama dengan
         para pelanggannya melalui kontrak terkait dengan penggunaan jasa terminal
         batubara yang dimiliki oleh MCT sehingga selama masa kontrak tersebut
         pendapatan MCT akan tetap stabil walaupun terdapat risiko kebijakan pemerintah
         mengenai pembatasan ekspor batubara.




                                         60
Page 88
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              61
Page 89
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MCT,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            MCT. Prospek MCT di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
            rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
            yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
            pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              62
Page 90
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
          kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian
          dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
          perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
          dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
          risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

          Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MCT
          merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
          metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
          menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
          menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
          riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
          langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
          dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
          pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
          nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

          Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
          dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
          merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
          aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
          pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
          adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
          berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa MCT adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             63
Page 91
VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi MCT.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari MCT.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional MCT.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan MCT yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen MCT.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode kapitalisasi
             kelebihan pendapatan dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MCT
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MCT. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003
          tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            64
Page 92
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas
        penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian
        dilanjutkan dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         65
Page 93
           Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
           sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
           nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

           Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
           perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
           tersebut untuk diperdagangkan.

           Untuk penilaian atas MCT, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
           untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
           Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
           ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024 yang didasarkan pada proyeksi
           laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen MCT, maka diperkirakan
           telah dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh
           karena itu atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan
           penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat
           (diskon likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
           sebagai berikut:

           •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
               bagi pemegang saham myoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           •   MCT merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
               (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
               Indonesia.

IX.B.1     Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.a   Proyeksi Laporan Keuangan

           Penilaian MCT yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
           proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen MCT. Dalam
           penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
           berdasarkan kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
           rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
           dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen MCT sehubungan dengan
           perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
           ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
           penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
           menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai pada saat penilaian
           ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
           yang kami lakukan terhadap target kinerja MCT yang dinilai.




                                            66
Page 94
        Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
        keuangan yang digunakan dalam penilaian atas MCT.

IX.B.1.b. Umum

        •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
            hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas MCT, industri,
            atau negara di mana MCT beroperasi.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
            tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
            keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja MCT selain yang telah
            diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
            MCT atau pada sumber utama penghasilan MCT selain yang telah
            diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen MCT.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
            perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
            mempengaruhi kegiatan usaha MCT.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada MCT.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
            bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
            beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
            yang diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh MCT atas
            kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
            tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen MCT mempersiapkan proyeksi
            laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2024 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2047.

        1. Proyeksi Pendapatan

            Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan jasa atas
            bongkar muat batubara.

            Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan MCT untuk tahun
            2024 – 2047.




                                          67
Page 95
   Grafik 9
   PT Mahakam Coal Terminal
   Proyeksi Pendapatan Tahun 2024 – 2047
   (Dalam miliar Rupiah)

                                 Pendapatan
        320
        315
        310
        305
        300
        295
        290
        285



2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan

   Beban pokok pendapatan MCT terutama terdiri dari jasa bongkar muat,
   pemeliharaan peralatan, dan penyusutan. Beban pokok pendapatan untuk
   tahun 2024 – 2047 diproyeksikan berkisar antara 40% - 47% dari pendapatan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan MCT untuk
   tahun 2024 – 2047.

   Grafik 10
   PT Mahakam Coal Terminal
   Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2024 – 2047
   (Dalam miliar Rupiah)

                                 Beban Pokok Pendapatan
               150
               145
               140
               135
               130
               125
               120
               115
               110




                               68
Page 96
3. Beban Usaha

   Beban usaha MCT terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan lainnya, CSR
   dan donasi, serta jasa profesional. Beban usaha untuk tahun 2024 – 2047
   diproyeksikan berkisar antara 10% – 23% dari pendapatan.

4. Pajak

   Mengingat MCT adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas MCT adalah tarif pajak yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047.

5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif MCT
   untuk   periode    sembilan     bulan    yang     berakhir   pada   tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2047 adalah sebagai berikut:
   Tabel 23
   PT Mahakam Coal Terminal
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2047

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28
                         Keterangan
                                                           (9 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                                  238.958       314.708       314.708       314.708        314.708
   Beban pokok pendapatan                                      108.165       146.219       145.938       145.852        146.456
   Laba bruto                                                  130.794       168.489       168.770       168.856        168.252
   Beban usaha                                                  24.163        33.470        34.563        35.703         36.893
   Laba usaha                                                  106.630       135.019       134.207       133.153        131.359
   Pendapatan (beban) lain-lain                                  6.647        41.458        45.749        10.453        (14.958)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan                        113.277       176.477       179.956       143.606        116.401
   Beban pajak penghasilan                                     (24.921)      (38.825)      (39.590)      (31.593)       (25.608)
   Laba neto                                                    88.356       137.652       140.366       112.013         90.793



                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            31/12/29       31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33
                         Keterangan
                                                           (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                                  314.708       314.708       314.708       314.708        314.708
   Beban pokok pendapatan                                      146.815       144.153       130.195       130.001        130.047
   Laba bruto                                                  167.893       170.555       184.512       184.707        184.661
   Beban usaha                                                  38.136        39.433        40.787        42.202         43.678
   Laba usaha                                                  129.758       131.122       143.725       142.506        140.982
   Pendapatan (beban) lain-lain                                 (5.306)       (3.443)       (4.111)       (3.392)        (3.083)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan                        124.452       127.679       139.614       139.114        137.899
   Beban pajak penghasilan                                     (27.379)      (28.089)      (30.715)      (30.605)       (30.338)
   Laba neto                                                    97.072        99.590       108.899       108.509        107.561




                                                  69
Page 97
                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/34      31/12/35      31/12/36       31/12/37      31/12/38
                          Keterangan
                                               (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                     314.708       314.708        314.708        314.708       314.708
   Beban pokok pendapatan                         129.797       129.435        128.532        125.532       125.532
   Laba bruto                                     184.911       185.273        186.176        189.176       189.176
   Beban usaha                                     45.220        46.831         48.513         50.270        52.105
   Laba usaha                                     139.691       138.442        137.663        138.906       137.070
   Pendapatan (beban) lain-lain                    (3.735)       (2.954)        (2.591)        (3.213)       (2.359)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           135.956       135.488        135.072        135.693       134.711
   Beban pajak penghasilan                        (29.910)      (29.807)       (29.716)       (29.852)      (29.636)
   Laba neto                                      106.045       105.681        105.356        105.840       105.075



                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/39      31/12/40      31/12/41       31/12/42      31/12/43
                         Keterangan
                                               (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                     314.708       314.708       314.708        314.708        314.708
   Beban pokok pendapatan                         125.582       125.726       125.726        125.777        125.968
   Laba bruto                                     189.126       188.981       188.981        188.931        188.740
   Beban usaha                                     54.023        56.026        58.119         60.306         62.591
   Laba usaha                                     135.104       132.956       130.863        128.625        126.149
   Pendapatan (beban) lain-lain                    (1.921)       (2.495)       (1.537)        (1.009)        (4.486)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           133.183       130.461       129.326        127.616        121.663
   Beban pajak penghasilan                        (29.300)      (28.701)      (28.452)       (28.075)       (26.766)
   Laba neto                                      103.883       101.759       100.874          99.540        94.897



                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/44      31/12/45      31/12/46      31/12/47
                         Keterangan
                                               (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                     314.708       314.708       314.708        314.708
   Beban pokok pendapatan                         125.976       126.133       126.567        125.042
   Laba bruto                                     188.731       188.575       188.141        189.666
   Beban usaha                                     64.979        67.475        70.084         72.810
   Laba usaha                                     123.752       121.100       118.057        116.855
   Pendapatan (beban) lain-lain                    (4.327)       (3.924)       (4.621)        (3.446)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan           119.425       117.175       113.436        113.410
   Beban pajak penghasilan                        (26.274)      (25.779)      (24.956)       (24.950)
   Laba neto                                       93.152        91.397         88.480         88.460




6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.

7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan berkisar antara 48 – 68 hari selama
   periode proyeksi.

8. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 65 hari selama periode proyeksi.




                                          70
Page 98
9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan MCT pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2047 adalah sebagai berikut:
   Tabel 24
   PT Mahakam Coal Terminal
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2024 - 2047

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan           31/12/24     31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas                                          56.413       43.349     275.780     524.216        563.769
   Piutang usaha                                60.390       50.909      42.167      42.167         42.167
   Piutang lain-lain - neto                          1            1           1           1              1
   Persediaan                                      273          273         273         273            273
   Pajak dibayar dimuka                            208          208         208         208            208
   Beban dibayar dimuka dan uang muka              660          660         660         660            660
   Dana yang dibatasi penggunaannya                248          248         248         248            248
   Jumlah Aset Lancar                          118.193       95.647     319.337     567.773        607.326
   ASET TIDAK LANCAR
   Piutang pihak berelasi - neto               858.147      599.406     340.665      81.925              -
   Aset pajak tangguhan - neto                   2.334        2.334       2.334       2.334          2.334
   Aset hak-guna - neto                         46.060       38.642      31.223      41.536         33.945
   Aset tetap - neto                           163.523      141.702     119.449      97.326         86.728
   Uang muka pembelian aset tetap                  170            -           -           -              -
   Jumlah Aset Tidak Lancar                   1.070.235     782.084     493.672     223.120        123.006
   JUMLAH ASET                                1.188.428     877.731     813.009     790.893        730.332



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan           31/12/29     31/12/30    31/12/31    31/12/32     31/12/33

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas                                         611.805      732.816     849.719     965.346      1.079.238
   Piutang usaha                                42.167       42.167      42.167      42.167         42.167
   Piutang lain-lain - neto                          1            1           1           1              1
   Persediaan                                      273          273         273         273            273
   Pajak dibayar dimuka                            208          208         208         208            208
   Beban dibayar dimuka dan uang muka              660          660         660         660            660
   Dana yang dibatasi penggunaannya                248          248         248         248            248
   Jumlah Aset Lancar                          655.362      776.373     893.276    1.008.903     1.122.795
   ASET TIDAK LANCAR
   Piutang pihak berelasi - neto                     -            -           -           -              -
   Aset pajak tangguhan - neto                   2.334        2.334       2.334       2.334          2.334
   Aset hak-guna - neto                         26.354       37.025      29.257      21.488         32.530
   Aset tetap - neto                            64.271       44.021      37.861      31.896         26.431
   Uang muka pembelian aset tetap                    -            -           -           -              -
   Jumlah Aset Tidak Lancar                     92.959       83.381      69.452      55.719         61.295
   JUMLAH ASET                                 748.321      859.753     962.728    1.064.622     1.184.090




                                        71
Page 99
                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan           31/12/34     31/12/35     31/12/36     31/12/37       31/12/38

ASET
ASET LANCAR
Kas                                        1.192.386    1.303.057    1.413.113     1.520.644      1.620.084
Piutang usaha                                 42.167       42.167       42.167        42.167         42.167
Piutang lain-lain - neto                           1            1            1             1              1
Persediaan                                       273          273          273           273            273
Pajak dibayar dimuka                             208          208          208           208            208
Beban dibayar dimuka dan uang muka               660          660          660           660            660
Dana yang dibatasi penggunaannya                 248          248          248           248            248
Jumlah Aset Lancar                         1.235.943    1.346.614    1.456.670     1.564.201      1.663.641
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                     -            -            -              -              -
Aset pajak tangguhan - neto                   2.334        2.334        2.334          2.334          2.334
Aset hak-guna - neto                         24.578       16.626       28.049         19.909         11.769
Aset tetap - neto                            20.853       16.636       12.371         11.746         17.621
Uang muka pembelian aset tetap                    -            -            -              -              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                     47.765       35.597       42.754         33.989         31.724
JUMLAH ASET                                1.283.709    1.382.211    1.499.424     1.598.190      1.695.365



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan           31/12/39     31/12/40     31/12/41     31/12/42       31/12/43

ASET
ASET LANCAR
Kas                                        1.724.924    1.828.227    1.929.222     2.028.885      2.127.341
Piutang usaha                                 42.167       42.167       42.167        42.167         42.167
Piutang lain-lain - neto                           1            1            1             1              1
Persediaan                                       273          273          273           273            273
Pajak dibayar dimuka                             208          208          208           208            208
Beban dibayar dimuka dan uang muka               660          660          660           660            660
Dana yang dibatasi penggunaannya                 248          248          248           248            248
Jumlah Aset Lancar                         1.768.481    1.871.784    1.972.779     2.072.442      2.170.898
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                     -            -            -              -              -
Aset pajak tangguhan - neto                   2.334        2.334        2.334          2.334          2.334
Aset hak-guna - neto                         23.584       15.250        6.915         19.135         44.880
Aset tetap - neto                            16.496       15.371       14.746         13.621         12.496
Uang muka pembelian aset tetap                    -            -            -              -              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                     42.414       32.955       23.996         35.090         59.710
JUMLAH ASET                                1.810.895    1.904.739    1.996.775     2.107.533      2.230.609



                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                     Keterangan           31/12/44     31/12/45     31/12/46     31/12/47

ASET
ASET LANCAR
Kas                                        2.223.922    2.316.981    2.409.242     2.434.917
Piutang usaha                                 42.167       42.167       42.167             -
Piutang lain-lain - neto                           1            1            1             -
Persediaan                                       273          273          273             -
Pajak dibayar dimuka                             208          208          208           208
Beban dibayar dimuka dan uang muka               660          660          660             -
Dana yang dibatasi penggunaannya                 248          248          248             -
Jumlah Aset Lancar                         2.267.478    2.360.537    2.452.799     2.435.125
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                     -            -            -              -
Aset pajak tangguhan - neto                   2.334        2.334        2.334          2.334
Aset hak-guna - neto                         36.296       42.651       33.527         26.101
Aset tetap - neto                            11.371       11.721       10.546          9.196
Uang muka pembelian aset tetap                    -            -            -              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                     50.001       56.707       46.407         37.632
JUMLAH ASET                                2.317.479    2.417.244    2.499.205     2.472.757




                                     72
Page 100
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/24       31/12/25       31/12/26       31/12/27       31/12/28

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       20.746         21.032         20.994         20.994         20.994
Beban akrual                                                       3.848          3.848          3.848          3.848          3.848
Utang pajak                                                       57.576         57.576         57.576         57.576         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                        351.010         53.410                 -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  433.180        135.866         82.418         82.418         82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                             656.219        510.393        364.566        218.740         72.913
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                 53.106         47.124         40.514         51.391         45.019
Liabilitas imbalan pascakerja                                      1.976          2.750          3.546          4.367          5.212
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 711.301        560.266        408.626        274.498        123.144
JUMLAH LIABILITAS                                               1.144.481       696.132        491.044        356.915        205.562
EKUITAS
Modal saham                                                        5.000          5.000          5.000          5.000          5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto         (58)           (58)           (58)           (58)           (58)
Saldo laba                                                        39.005        176.657        317.023        429.036        519.829
JUMLAH EKUITAS                                                    43.947        181.599        321.965        433.977        524.770
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   1.188.428       877.731        813.009        790.893        730.332



                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/29       31/12/30       31/12/31       31/12/32       31/12/33

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                        20.994         20.994         20.994         20.994         20.994
Beban akrual                                                        3.848          3.848          3.848          3.848          3.848
Utang pajak                                                        57.576         57.576         57.576         57.576         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                 -              -              -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    82.418         82.418         82.418         82.418         82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                      -              -              -              -              -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                  37.978         48.924         42.076         34.510         45.437
Liabilitas imbalan pascakerja                                       6.083          6.980          7.903          8.855          9.834
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   44.060         55.903         49.980         43.364         55.271
JUMLAH LIABILITAS                                                 126.478        138.321        132.397        125.782        137.689
EKUITAS
Modal saham                                                         5.000          5.000          5.000          5.000          5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (58)           (58)           (58)           (58)           (58)
Saldo laba                                                        616.901        716.491        825.389        933.898      1.041.459
JUMLAH EKUITAS                                                    621.843        721.432        830.331        938.840      1.046.401
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     748.321        859.753        962.728      1.064.622      1.184.090




                                                       73
Page 101
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/34       31/12/35       31/12/36       31/12/37       31/12/38

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       20.994         20.994         20.994         20.994         20.994
Beban akrual                                                       3.848          3.848          3.848          3.848          3.848
Utang pajak                                                       57.576         57.576         57.576         57.576         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                 -              -              -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   82.418         82.418         82.418         82.418         82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                      -              -              -              -              -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                 38.000         29.783         40.569         32.392         23.356
Liabilitas imbalan pascakerja                                     10.844         11.883         12.954         14.057         15.193
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  48.844         41.666         53.523         46.449         38.549
JUMLAH LIABILITAS                                                131.262        124.084        135.941        128.867        120.966
EKUITAS
Modal saham                                                         5.000          5.000          5.000          5.000          5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (58)           (58)           (58)           (58)           (58)
Saldo laba                                                      1.147.505      1.253.186      1.358.542      1.464.382      1.569.456
JUMLAH EKUITAS                                                  1.152.447      1.258.128      1.363.483      1.469.324      1.574.398
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   1.283.709      1.382.211      1.499.424      1.598.190      1.695.365



                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              31/12/39       31/12/40       31/12/41       31/12/42       31/12/43

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       20.994         20.994         20.994         20.994         20.994
Beban akrual                                                       3.848          3.848          3.848          3.848          3.848
Utang pajak                                                       57.576         57.576         57.576         57.576         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                 -              -              -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   82.418         82.418         82.418         82.418         82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                      -              -              -              -              -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                 33.834         24.713         14.633         24.573         51.435
Liabilitas imbalan pascakerja                                     16.363         17.568         18.809         20.088         21.405
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  50.197         42.281         33.443         44.661         72.840
JUMLAH LIABILITAS                                                132.614        124.698        115.860        127.078        155.257
EKUITAS
Modal saham                                                         5.000          5.000          5.000          5.000          5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (58)           (58)           (58)           (58)           (58)
Saldo laba                                                      1.673.339      1.775.098      1.875.973      1.975.513      2.070.410
JUMLAH EKUITAS                                                  1.678.281      1.780.040      1.880.914      1.980.455      2.075.351
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   1.810.895      1.904.739      1.996.775      2.107.533      2.230.609




                                                       74
Page 102
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/44       31/12/45       31/12/46       31/12/47

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                                                       20.994         20.994         20.994                 -
            Beban akrual                                                       3.848          3.848          3.848                 -
            Utang pajak                                                       57.576         57.576         57.576                 -
            Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
              waktu satu tahun:
              Pinjaman jangka panjang                                                 -              -              -              -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   82.418         82.418         82.418                 -
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang pihak berelasi                                                      -              -              -              -
            Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
              jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
              Liabilitas sewa                                                 43.798         50.769         42.811         35.917
            Liabilitas imbalan pascakerja                                     22.761         24.158         25.597              -
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  66.559         74.927         68.408         35.917
            JUMLAH LIABILITAS                                                148.976        157.344        150.825         35.917
            EKUITAS
            Modal saham                                                         5.000          5.000          5.000          5.000
            Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (58)           (58)           (58)           (58)
            Saldo laba                                                      2.163.561      2.254.958      2.343.438      2.431.898
            JUMLAH EKUITAS                                                  2.168.503      2.259.900      2.348.380      2.436.840
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   2.317.479      2.417.244      2.499.205      2.472.757




IX.C.   Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

        Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
        dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
        mengingat usaha yang dijalankan oleh MCT yang dinilai akan sangat tergantung
        pada kontrak jasa atas pengiriman dan cadangan batubara yang dimiliki oleh
        pelanggan MCT, maka terminal value dalam penilaian ini diasumsikan nol atau
        tidak ada.

IX.D.   Penentuan Arus Kas Bersih

        Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
        pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
        to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
        perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah AKB untuk kapital.

        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
        kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
        mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
        untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
        melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
        dengan cara langsung.




                                                                   75
Page 103
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital MCT untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047 adalah sebagai berikut:
Tabel 25
PT Mahakam Coal Terminal
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2047

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                         31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28
                         Keterangan
                                                        (9 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                               227.627       324.190       323.450        314.708       314.708
Pembayaran kas kepada pemasok                               (80.419)     (116.193)     (116.305)      (116.267)     (116.267)
Pembayaran beban usaha                                      (23.600)      (32.696)      (33.766)       (34.882)      (36.048)
Pembayaran beban pajak penghasilan                          (24.921)      (38.825)      (39.590)       (31.593)      (25.608)
Penerimaan lain-lain                                              -             -             -              -             -
Pembayaran lain-lain                                              -             -             -              -             -
Pembayaran liabilitas sewa                                   (7.656)      (10.551)      (10.551)       (10.903)      (10.752)
Penambahan aset tetap                                             -          (330)            -              -       (12.000)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                    91.031       125.594       123.237       121.062        114.033
Penyesuaian pajak atas beban bunga                          (23.500)      (22.446)      (10.243)       (6.597)        (3.228)
Jumlah arus kas bersih                                       67.531       103.148       112.994       114.465        110.804



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                         31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33
                         Keterangan
                                                        (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                               314.708       314.708       314.708        314.708       314.708
Pembayaran kas kepada pemasok                              (116.267)     (116.267)     (116.267)      (116.267)     (116.267)
Pembayaran beban usaha                                      (37.265)      (38.536)      (39.864)       (41.250)      (42.698)
Pembayaran beban pajak penghasilan                          (27.379)      (28.089)      (30.715)       (30.605)      (30.338)
Penerimaan lain-lain                                              -             -             -              -             -
Pembayaran lain-lain                                              -             -             -              -             -
Pembayaran liabilitas sewa                                  (10.752)      (10.805)      (10.959)       (10.959)      (11.013)
Penambahan aset tetap                                          (500)            -             -              -          (500)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                   122.544       121.011       116.903        115.627       113.892
Penyesuaian pajak atas beban bunga                             (351)            -             -              -             -
Jumlah arus kas bersih                                      122.193       121.011       116.903        115.627       113.892



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/34       31/12/35      31/12/36      31/12/37      31/12/38
                         Keterangan
                                                        (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                               314.708       314.708       314.708        314.708       314.708
Pembayaran kas kepada pemasok                              (116.267)     (116.267)     (116.267)      (116.267)     (116.267)
Pembayaran beban usaha                                      (44.211)      (45.791)      (47.442)       (49.167)      (50.969)
Pembayaran beban pajak penghasilan                          (29.910)      (29.807)      (29.716)       (29.852)      (29.636)
Penerimaan lain-lain                                              -             -             -              -             -
Pembayaran lain-lain                                              -             -             -              -             -
Pembayaran liabilitas sewa                                  (11.171)      (11.171)      (11.227)       (11.390)      (11.396)
Penambahan aset tetap                                             -        (1.000)            -           (500)       (7.000)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                   113.148       110.671       110.056       107.531         99.439
Penyesuaian pajak atas beban bunga                                -             -             -             -              -
Jumlah arus kas bersih                                      113.148       110.671       110.056       107.531         99.439




                                                   76
Page 104
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/12/39      31/12/40      31/12/41      31/12/42      31/12/43
                                 Keterangan
                                                          (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                        314.708       314.708       314.708       314.708       314.708
        Pembayaran kas kepada pemasok                       (116.267)     (116.267)     (116.267)     (116.267)     (116.267)
        Pembayaran beban usaha                               (52.853)      (54.821)      (56.877)      (59.027)      (61.274)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                   (29.300)      (28.701)      (28.452)      (28.075)      (26.766)
        Penerimaan lain-lain                                       -             -             -             -             -
        Pembayaran lain-lain                                       -             -             -             -             -
        Pembayaran liabilitas sewa                           (11.448)      (11.616)      (11.616)      (11.675)      (11.945)
        Penambahan aset tetap                                      -             -          (500)            -             -
        Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak            104.840       103.303       100.996        99.663        98.456
        Penyesuaian pajak atas beban bunga                         -             -             -             -             -
        Jumlah arus kas bersih                               104.840       103.303       100.996        99.663        98.456



                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/12/44      31/12/45      31/12/46      31/12/47
                                 Keterangan
                                                          (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                        314.708       314.708       314.708       356.875
        Pembayaran kas kepada pemasok                       (116.267)     (116.267)     (116.267)     (137.261)
        Pembayaran beban usaha                               (63.623)      (66.078)      (68.645)      (71.328)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                   (26.274)      (25.779)      (24.956)      (24.950)
        Penerimaan lain-lain                                       -             -             -           934
        Pembayaran lain-lain                                       -             -             -       (88.503)
        Pembayaran liabilitas sewa                           (11.965)      (12.026)      (12.579)      (10.339)
        Penambahan aset tetap                                      -        (1.500)            -             -
        Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak             96.580        93.059        92.261        25.428
        Penyesuaian pajak atas beban bunga                         -             -             -             -
        Jumlah arus kas bersih                                96.580        93.059        92.261        25.428



IX.E.   Tingkat Diskonto

        Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
        biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
        ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

        WACC          =     (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

        Dimana:

        ke            =     Biaya modal ekuitas/saham biasa
        kd            =     Biaya modal utang
        We            =     Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
        Wd            =     Bobot utang dalam struktur kapital
        t             =     Pajak penghasilan perusahaan




                                                    77
Page 105
IX.E.1.   Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)
          RBDS      =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Maret 2024, maka
          instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
          dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 24 tahun dengan tingkat yield
          rata-rata sebesar 6,95% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
          (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

          RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
          balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
          memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
          seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
          premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
          yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
          pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
          tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
          (New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
          Januari 2024.

          Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
          biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
          digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
          sebesar 2,07 digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.




                                             78
Page 106
          Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
          dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

          Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
          Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
          sebesar 0,88 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
          pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB MCT tersebut
          dengan formula sebagai berikut:

          βL         =   βU x (1 + (1-T) x DER)

          Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
          perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 19,79% untuk memperoleh beta
          MCT. Tarif pajak yang digunakan untuk MCT sesuai dengan tarif pajak yang
          berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047. Dengan
          demikian, maka diperoleh beta MCT sebesar 1,01 untuk tahun 2024 – 2047
          dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

          βL         =   0,88 x (1 + (1 – 22,00%) x 19,79%) = 1,01

          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas MCT sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
          ini:

          Ke         =   6,95% + 1,01 x 7,38% – 2,07% = 12,35%

IX.E.2.   Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas MCT dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Maret 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 9,47%.




                                            79
Page 107
IX.E.3.   Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 83,48%, dan bobot utang sebesar 16,52%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk MCT sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
          22,00% untuk tahun 2024 – 2047, maka weighted average cost of capital (WACC)
          adalah sebagai berikut:

          WACC                         = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                                       = (12,35% x 83,48%) + (9,47% x [1 – 22,00%] x 16,52%)
                                       = 11,53%

IX.F.     Perhitungan Nilai Pasar MCT

          Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi MCT
          untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2047 adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 26
          PT Mahakam Coal Terminal
          Indikasi Nilai Kini Operasi
          Per 31 Maret 2024

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27      31/12/28
                                   Keterangan
                                                            (9 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                       67.531      103.148      112.994      114.465        110.804
          Faktor diskonto                                       0,9599       0,8607       0,7717       0,6919         0,6204
          Nilai kini arus kas bersih                            64.823       88.780       87.197        79.198        68.743



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/12/29     31/12/30     31/12/31     31/12/32      31/12/33
                                   Keterangan
                                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                      122.193      121.011      116.903      115.627        113.892
          Faktor diskonto                                       0,5563       0,4988       0,4472       0,4010         0,3595
          Nilai kini arus kas bersih                            67.976       60.360       52.279        46.366        40.944



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/12/34     31/12/35     31/12/36     31/12/37      31/12/38
                                   Keterangan
                                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                      113.148      110.671      110.056       107.531        99.439
          Faktor diskonto                                       0,3223       0,2890       0,2591        0,2323        0,2083
          Nilai kini arus kas bersih                            36.468       31.984       28.515        24.979        20.713




                                                       80
Page 108
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/39     31/12/40     31/12/41      31/12/42      31/12/43
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                104.840      103.303      100.996         99.663        98.456
Faktor diskonto                                 0,1868       0,1675       0,1502         0,1347        0,1208
Nilai kini arus kas bersih                      19.584       17.303       15.170         13.425        11.893



                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/44     31/12/45     31/12/46      31/12/47
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                 96.580       93.059        92.261        27.165
Faktor diskonto                                 0,1083       0,0971        0,0871        0,0781
Nilai kini arus kas bersih                      10.460        9.036         8.036         2.122
Indikasi nilai kini operasi                    906.356




Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 906,36 miliar untuk tingkat
diskonto sebesar 11,53% untuk tahun 2024 – 2047. Nilai tersebut merupakan
indikasi nilai MCT dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar MCT.

Pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki aset non-operasi dengan rincian
sebagai berikut:

•    Kas sebesar Rp 0,15 miliar;
•    Piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 886,85 miliar; dan
•    Dana yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp 0,25 miliar.

Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar Rp 887,25 miliar.

Selanjutnya, pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu pinjaman jangka panjang dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 351,01 miliar dan Rp 729,13 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka
panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi
adalah sebesar Rp 1.080,14 miliar.

Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi MCT dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar Rp 499,42 miliar.




                                       81
Page 109
          Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham MCT dengan menggunakan
          metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:

          Tabel 27
          PT Mahakam Coal Terminal
          Nilai Pasar 100,00% Saham
          Metode Diskonto Arus Kas
          Per 31 Maret 2024

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                           Keterangan                                    Jumlah

          Indikasi nilai kini operasi                                                       906.356
          Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
            Kas                                                                                 154
            Piutang pihak berelasi - neto                                                   886.847
            Dana yang dibatasi penggunaannya                                                    248
            Pinjaman jangka panjang                                                        (351.010)
            Utang pihak berelasi                                                           (729.133)
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                713.462
          Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                 (214.039)
          Nilai pasar 100,00% saham                                                         499.423



IX.G.     Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

          Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
          100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
          100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai
          pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
          sebesar Rp 499,42 miliar.

IX.H.     Nilai Pasar Objek Penilaian Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
          Pendapatan

IX.H.1.   Aset Berwujud Bersih

          Aset berwujud bersih diperoleh dengan cara menghitung selisih antara jumlah aset
          dengan jumlah liabilitas yang telah disesuaikan, kemudian ditambahkan dengan
          liabilitas jangka panjang. Pos-pos liabilitas yang tercantum di laporan posisi
          keuangan tidak disesuaikan karena kami anggap telah merefleksikan nilai
          pasarnya.

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian dan penyesuaian berdasarkan nilai
          pasar atas aset tetap yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana tertuang
          dalam    laporannya      No.   00229/2.0047-05/PI/02/0500/1/IX/2024   tanggal
          23 September 2024 sebesar Rp 237,94 miliar.




                                                            82
Page 110
Apabila penyesuaian atas nilai pasar aset tetap tersebut direfleksikan dalam
laporan posisi keuangan, maka jumlah aset MCT adalah sebesar
Rp 1.212,19 miliar, sedangkan jumlah liabilitas MCT adalah tetap, yaitu sebesar
Rp 1.198,68 miliar dengan perhitungan sebagai berikut:

Tabel 28
PT Mahakam Coal Terminal
Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                      31/03/24       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas                                                            154                  -            154
Piutang usaha                                               49.059                  -         49.059
Piutang lain-lain - neto                                         1                  -              1
Persediaan                                                     273                  -            273
Pajak dibayar dimuka                                           208                  -            208
Beban dibayar dimuka dan uang muka                             660                  -            660
Dana yang dibatasi penggunaannya                               248                  -            248
Jumlah Aset Lancar                                          50.603                  -         50.603
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                              886.847               -           886.847
Aset pajak tangguhan - neto                                  2.334               -             2.334
Aset hak-guna - neto                                        34.296               -            34.296
Aset tetap - neto                                          180.025          57.912           237.937
Uang muka pembelian aset tetap                                 170               -               170
Jumlah Aset Tidak Lancar                                 1.103.672          57.912          1.161.584
JUMLAH ASET                                              1.154.275          57.912          1.212.188
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                 14.993                  -         14.993
Beban akrual                                                 3.848                  -          3.848
Utang pajak                                                 57.576                  -         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                  319.523                  -        319.523
  Liabilitas sewa                                            8.600                  -          8.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            404.540                  -        404.540
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                       729.133                  -        729.133
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                   31.487                  -         31.487
  Liabilitas sewa                                           32.112                  -         32.112
Liabilitas imbalan pascakerja                                1.413                  -          1.413
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                           794.145                  -        794.145
JUMLAH LIABILITAS                                        1.198.684                  -       1.198.684
EKUITAS                                                    (44.409)         57.912            13.503
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                            1.154.275          57.912          1.212.188




                                                83
Page 111
IX.H.2.   Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih

          Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
          adalah sebesar 8,92%.

          Tabel 29
          PT Mahakam Coal Terminal
          Perhitungan Kontribusi Aset
          Per 31 Maret 2024

                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Bobot         Bobot
                       Keterangan                 30/06/24          Utang          Ekuitas
                                                                                                Utang        Ekuitas
          Aset lancar                                  50.449          25.225          25.225      50,00%        50,00%
          Aset tidak lancar                         1.124.954         787.468         337.486      70,00%        30,00%
          Jumlah Aset                               1.175.404         812.693         362.711      69,14%        30,86%


          Tabel 30
          PT Mahakam Coal Terminal
          Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
          Per 31 Maret 2024

                                               Biaya                          Keseluruhan
                     Keterangan                                   Bobot
                                               Modal                            Biaya Modal
          Aset lancar                               12,35%           30,86%            3,81%
          Aset tidak lancar                          9,47%           69,14%            5,11%
          Jumlah                                                                       8,92%



          Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
          digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
          dari suku bunga kredit investasi bank Persero yang dipublikasikan oleh Bank
          Indonesia sebesar 9,47%.

IX.H.3.   Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih

          Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
          mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
          bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
          pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih MCT adalah sebesar
          Rp 206,40 miliar. Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar
          8,92%, maka diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih,
          yaitu sebesar Rp 18,41 miliar.




                                                          84
Page 112
IX.H.4.   Penyesuaian Arus Kas Bersih

          Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital MCT untuk
          merefleksikan kemampuannya menghasilkan kas dari operasi yang wajar.
          Berdasarkan proyeksi AKB MCT, diperoleh jumlah AKB adalah sebesar
          Rp 2.454,00 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025 – 2047. Nilai ini merupakan AKB MCT yang diperoleh
          berdasarkan proyeksi laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen
          MCT. Dengan mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan dari aset
          berwujud bersih sebesar Rp 18,41 milar atas proyeksi AKB MCT selama periode
          proyeksi, maka jumlah nilai kelebihan pendapatan atas proyeksi AKB MCT selama
          periode proyeksi adalah sebesar Rp 2.012,24 miliar.

IX.H.5.   Perhitungan Nilai Aset Takberwujud

          Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
          dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
          ditentukan berdasarkan tingkat diskonto sebesar 11,53% untuk tahun 2024 - 2047.
          Berdasarkan hasil perhitungan kami, diperoleh nilai aset takberwujud adalah
          sebesar Rp 747,76 miliar.

IX.H.6.   Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
          Pendapatan

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar 100,00% saham MCT, langkah selanjutnya
          adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
          kemudian mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.

          Pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki aset non-operasi dengan rincian
          sebagai berikut:

          •   Kas sebesar Rp 0,15 miliar;
          •   Piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 886,85 miliar; dan
          •   Dana yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp 0,25 miliar.

          Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan dengan nilai
          aset berwujud bersih dan aset takberwujud adalah sebesar Rp 887,25 miliar.




                                           85
Page 113
Selanjutnya, pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu pinjaman jangka panjang dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 351,01 miliar dan Rp 729,13 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka
panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi
adalah sebesar Rp 1.080,14 miliar.

Dengan menambahkan aset non-operasi tersebut dan mengurangkan liabilitas
jangka panjang tersebut pada indikasi nilai pasar MCT dari jumlah nilai aset
berwujud bersih dan aset takberwujud, maka berdasarkan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham
MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 761,26 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham MCT
adalah sebesar Rp 532,88 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham
MCT berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebesar
Rp 532,88 miliar.




                                 86
Page 114
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham MCT dengan menggunakan
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai berikut:
Tabel 31
PT Mahakam Coal Terminal                                                                                 Lampiran B
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    31/03/24       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas                                                                          154                  -            154
Piutang usaha                                                             49.059                  -         49.059
Piutang lain-lain - neto                                                       1                  -              1
Persediaan                                                                   273                  -            273
Pajak dibayar dimuka                                                         208                  -            208
Beban dibayar dimuka dan uang muka                                           660                  -            660
Dana yang dibatasi penggunaannya                                             248                  -            248
Jumlah Aset Lancar                                                        50.603                  -         50.603
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                                            886.847               -           886.847
Aset pajak tangguhan - neto                                                2.334               -             2.334
Aset hak-guna - neto                                                      34.296               -            34.296
Aset tetap - neto                                                        180.025          57.912           237.937
Uang muka pembelian aset tetap                                               170               -               170
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               1.103.672          57.912          1.161.584
JUMLAH ASET                                                            1.154.275          57.912          1.212.188
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               14.993                  -         14.993
Beban akrual                                                               3.848                  -          3.848
Utang pajak                                                               57.576                  -         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                319.523                  -        319.523
  Liabilitas sewa                                                          8.600                  -          8.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          404.540                  -        404.540
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                     729.133                  -        729.133
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                 31.487                  -         31.487
  Liabilitas sewa                                                         32.112                  -         32.112
Liabilitas imbalan pascakerja                                              1.413                  -          1.413
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         794.145                  -        794.145
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.198.684                  -       1.198.684
EKUITAS                                                                  (44.409)         57.912            13.503
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.154.275          57.912          1.212.188

Aset berwujud bersih                                                                                       206.397
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                               8,92%
Jumlah arus kas bersih                                                                                    2.454.001
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                                       18.407
Aset tak berwujud                                                                                           747.758
Kas                                                                                                             154
Piutang pihak berelasi - neto                                                                               886.847
Dana yang dibatasi penggunaannya                                                                                248
Pinjaman jangka panjang                                                                                    (351.010)
Utang pihak berelasi                                                                                       (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          761.262
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                           (228.379)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                  532.883




                                                         87
Page 115
IX.J.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

        Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
        informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi
        kelebihan pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek
        Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang
        sama.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar Rp 516,15 miliar.

        Tabel 32
        PT Mahakam Coal Terminal                                                         Lampiran C
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Maret 2024

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                          Metode Penilaian              Nilai Pasar    Bobot             Nilai

        Metode Diskonto Arus Kas                             499.423      50,00%            249.712
        Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan             532.883      50,00%            266.442
        Nilai Pasar                                                      100,00%            516.153



        Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
        dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
        mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
        yang dikembangkan pihak manajemen MCT melalui analisis atas kinerja historis
        dan pernyataan manajemen MCT mengenai rencana-rencana untuk masa yang
        akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
        asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
        wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
        tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
        perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar
        dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
        jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.




                                                   88
Page 116
IX.K.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 516,15 miliar.




                                         89
Page 117
PT Mahakam Coal Terminal                                                                        Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Maret 2024

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Faktor            Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                     Diskonto        Arus Kas Bersih
             2024                                           67.531          0,9599                  64.823
             2025                                          103.148          0,8607                  88.780
             2026                                          112.994          0,7717                  87.197
             2027                                          114.465          0,6919                  79.198
             2028                                          110.804          0,6204                  68.743
             2029                                          122.193          0,5563                  67.976
             2030                                          121.011          0,4988                  60.360
             2031                                          116.903          0,4472                  52.279
             2032                                          115.627          0,4010                  46.366
             2033                                          113.892          0,3595                  40.944
             2034                                          113.148          0,3223                  36.468
             2035                                          110.671          0,2890                  31.984
             2036                                          110.056          0,2591                  28.515
             2037                                          107.531          0,2323                  24.979
             2038                                           99.439          0,2083                  20.713
             2039                                          104.840          0,1868                  19.584
             2040                                          103.303          0,1675                  17.303
             2041                                          100.996          0,1502                  15.170
             2042                                           99.663          0,1347                  13.425
             2043                                           98.456          0,1208                  11.893
             2044                                           96.580          0,1083                  10.460
             2045                                           93.059          0,0971                   9.036
             2046                                           92.261          0,0871                   8.036
             2047                                           27.165          0,0781                   2.122
Nilai kini arus kas bersih                                                                         906.356
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas                                                                                                  154
  Piutang pihak berelasi - neto                                                                    886.847
  Dana yang dibatasi penggunaannya                                                                     248
  Pinjaman jangka panjang                                                                         (351.010)
  Utang pihak berelasi                                                                            (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                 713.462
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                  (214.039)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                          499.423




                                                             90
Page 118
PT Mahakam Coal Terminal                                                                                 Lampiran B
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    31/03/24       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas                                                                          154                  -            154
Piutang usaha                                                             49.059                  -         49.059
Piutang lain-lain - neto                                                       1                  -              1
Persediaan                                                                   273                  -            273
Pajak dibayar dimuka                                                         208                  -            208
Beban dibayar dimuka dan uang muka                                           660                  -            660
Dana yang dibatasi penggunaannya                                             248                  -            248
Jumlah Aset Lancar                                                        50.603                  -         50.603
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto                                            886.847               -           886.847
Aset pajak tangguhan - neto                                                2.334               -             2.334
Aset hak-guna - neto                                                      34.296               -            34.296
Aset tetap - neto                                                        180.025          57.912           237.937
Uang muka pembelian aset tetap                                               170               -               170
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               1.103.672          57.912          1.161.584
JUMLAH ASET                                                            1.154.275          57.912          1.212.188
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               14.993                  -         14.993
Beban akrual                                                               3.848                  -          3.848
Utang pajak                                                               57.576                  -         57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                319.523                  -        319.523
  Liabilitas sewa                                                          8.600                  -          8.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          404.540                  -        404.540
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                     729.133                  -        729.133
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                                 31.487                  -         31.487
  Liabilitas sewa                                                         32.112                  -         32.112
Liabilitas imbalan pascakerja                                              1.413                  -          1.413
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         794.145                  -        794.145
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.198.684                  -       1.198.684
EKUITAS                                                                  (44.409)         57.912            13.503
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.154.275          57.912          1.212.188

Aset berwujud bersih                                                                                       206.397
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                               8,92%
Jumlah arus kas bersih                                                                                    2.454.001
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                                       18.407
Aset tak berwujud                                                                                           747.758
Kas                                                                                                             154
Piutang pihak berelasi - neto                                                                               886.847
Dana yang dibatasi penggunaannya                                                                                248
Pinjaman jangka panjang                                                                                    (351.010)
Utang pihak berelasi                                                                                       (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          761.262
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                           (228.379)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                  532.883




                                                         91
Page 119
PT Mahakam Coal Terminal                                                         Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Maret 2024

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian              Nilai Pasar    Bobot             Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                             499.423      50,00%            249.712
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan             532.883      50,00%            266.442
Nilai Pasar                                                      100,00%            516.153




                                           92

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.24 MB
Published2 Oct 2024
Pages119
Characters353,345
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk p.2 ×14
linked org PT Mahakam Coal Terminal p.2 ×92
linked org Honardy Boentario p.3 ×6
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.3 ×5
linked person Faisal Mohamad Nur p.8 ×4
linked org Golden Eagle Energy Tbk p.23 ×23
linked org Indika Energy Tbk p.23 ×23
linked person Nalinkant Amratlal Rathod p.33 ×2
linked person Aninditha Anestya Bakrie p.33 ×2
linked person Rahul Nalin Rathod p.33 ×2
linked person Vishal Manharlal Parekh p.33 ×2
linked org Negara Maju p.52 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×6
possible org Petrosea Tbk p.24 ×16
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PT Ade Putra p.3 ×2
unresolved org PT Guruh Putra p.3 ×2
unresolved org Pte. Limited p.3 ×4
unresolved org Y. Santosa dan Rekan p.7 ×2
unresolved org YSR p.7 ×14
unresolved org Armanda p.7 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron dan Rekan p.8 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.8 ×2
unresolved person Maria Gunarti p.8 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×11
unresolved org KJPP Kusnanto p.14 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.14
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.14
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.19
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Per p.22 ×11
unresolved org Bank Sentral p.22 ×2
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Metode Diskonto Arus Kas p.24 ×2
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan p.25 ×2
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal MCT p.32 ×2
unresolved person Sri Intansih p.32 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.32 ×4
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Daftar Kepemilikan p.32 ×2
unresolved org PT Ade Putra Tanrajeng p.32 ×3
unresolved org PT Guruh Putra Bersama p.32 ×2
unresolved org PT Buana Laksa Abadi p.44
unresolved org PT Multicrane Perkasa p.44
unresolved org PT Swakarya Kencana Service. Selanjutnya p.44
unresolved org PT Guruh Putra Bersama. II. p.44
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.63 ×2
unresolved org Kementerian ESDM p.63
unresolved org Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia p.65
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Rasio-rasio Keuangan Per p.76
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Berikut p.77
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Analisis Common Size p.77 ×2
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi Pendapatan Tahun p.95
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi Beban Pokok Pendapatan p.95
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi p.96 ×2
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi Arus Kas Bersih p.103
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Indikasi Nilai Kini Operasi p.107
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Nilai Pasar p.109
unresolved org KJPP IBR p.109
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Penyesuaian p.110
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Perhitungan Kontribusi Aset Per p.111
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset p.111

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 13301 ms 12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result