Back to announcement
20240930_ALII_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31730282_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review ALIISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 119
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024 25 September 2024 Kepada Yth. PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk Bakrie Tower Lt. 15 Komplek Rasuna Epicentrum Jl. H.R. Rasuna Said Jakarta 12940 U.p. : Direksi Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Mahakam Coal Terminal Dengan hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal (selanjutnya disebut “MCT”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham MCT (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024. ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang. Perseroan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said No. 1, Jakarta 12940, dengan nomor telepon: (021) 2994 1122, nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan email: corsec@ancaralogistics.com.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
PT Ade Putra PT Guruh Putra Honardy Boentario
Perseroan
Tanrajeng (APT) Bersama (GPB) (HB)
70,00% 10,00% 10,00% 10,00%
MCT
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan kepemilikan
sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha perdagangan,
pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk
kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi
di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung
kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan muatan dari
tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.
Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte.
Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Limited (selanjutnya
disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 341,30 miliar dengan jangka waktu
sampai dengan Oktober 2025 dan tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun (selanjutnya
disebut “Pinjaman”).
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank”)
sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60 bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR 1
Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana
tercantum dalam Surat Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana
yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
mengambil bagian atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang
akan diterbitkan oleh MCT (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham Perseroan”).
Selanjutnya, pada saat yang bersamaan, HB juga merencanakan untuk mengambil bagian
atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang akan diterbitkan oleh
MCT (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham HB”).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
ii
Page 4
Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V.
Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih
efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi
sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat
bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga
Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam
rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan usaha
atas portofolio aset Perseroan dan MCT.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya,
Perseroan merencanakan untuk memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana
tercantum dalam SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP
V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang
lebih efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh
pemegang saham Perseroan.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan
dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan
MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun
pengembangan usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.
iii
Page 5
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan
yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa MCT
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00% pada tanggal
31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat MCT adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham MCT bersifat tidak likuid.
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa MCT adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Maret 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
iv
Page 6
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MCT ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan MCT. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/240703-003 tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan MCT yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan MCT
untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar
penilaian ini.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal ini merupakan laporan
terinci.
v
Page 7
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya disebut “YSR”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII tanggal 31 Juli 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
2. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00087/2.0902/AU.1/05/1792-1/1/IV/2023 tanggal 10 April 2023 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal;
4. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00149/2.00902/AU.1?05/0046-1/1/XII/2022 tanggal 1 Desember 2022 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;
5. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP KAP Armanda & Enita (selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00002/2.0680/AU.1/05/1570-2/1/I/2022 tanggal
28 Januari 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
6. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal 24 Desember 2020 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;
vi
Page 8
7. Proyeksi laporan keuangan MCT untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047 yang disusun oleh manajemen MCT;
8. Laporan penilaian properti MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh
KJPP Iwan Bachron dan Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00229/2.0047-05/PI/02/0500/1/IX/2024 tanggal 23 September 2024;
9. SPPK;
10. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 16
dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal 25 Agustus 2023, mengenai perubahan pasal 12
anggaran dasar MCT terkait tugas dan wewenang Direksi;
11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad Nur dengan
posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Rencana Transaksi;
12. Tarif pajak yang diberlakukan atas MCT adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047;
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan;
14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan
18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
vii
Page 9
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MCT. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen MCT. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja MCT pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja MCT yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MCT dan informasi
manajemen MCT terhadap proyeksi laporan keuangan MCT tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian MCT dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
viii
Page 10
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MCT bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan MCT.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum MCT berdasarkan anggaran dasar MCT.
ix
Page 11
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MCT, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki MCT. Prospek MCT di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MCT merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).
x
Page 12
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:
I. Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 499,42 miliar.
II. Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
indikasi nilai pasar 100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah
sebesar Rp 761,26 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
pasar 100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 532,88 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
adalah sebesar Rp 532,88 miliar.
xi
Page 13
III. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan 50,00% untuk metode
kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan 50,00%
untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan informasi yang
digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi kelebihan
pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian
merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang sama.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen MCT melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen MCT
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
KESIMPULAN PENILAIAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar
Rp 516,15 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas MCT. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian MCT tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.
xii
Page 14
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xiii
Page 15
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap MCT untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xiv
Page 16
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
Gadis Dara Cantikawati .....................................
No. MAPPI : 24-A-12624
xv
Page 17
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Maret 2024.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xvi
Page 18
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh MCT serta telah melakukan
inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
kinerja, dan prospek dari MCT.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
Gadis Dara Cantikawati .....................................
No. MAPPI : 24-A-12624
xvii
Page 19
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xiv
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xv
SURAT PERNYATAAN xvi
DAFTAR ISI xviii
DAFTAR TABEL xxi
DAFTAR GRAFIK xxiv
LAMPIRAN xxv
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 4
C. Premis Penilaian 4
D. Independensi Penilai 4
E. Tanggal Efektif Penilaian 5
F. Profil PT Mahakam Coal Terminal 5
G. Definisi Nilai yang Digunakan 6
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 7
I. Metode Penilaian yang Digunakan 7
J. Ringkasan Hasil Penilaian 8
K. Kesimpulan Penilaian 10
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 11
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 13
C. Definisi Nilai yang Digunakan 14
D. Tanggal Efektif Penilaian 14
E. Data dan Informasi yang Digunakan 14
F. Informasi Non-Keuangan 17
G. Jenis Ekuitas 18
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 18
I. Tingkat Kedalaman Investigasi 19
J. Distribusi Laporan Penilaian 20
K. Jenis Laporan 20
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 20
xviii
Page 20
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang PT Mahakam Coal Terminal 21
B. Kegiatan Usaha 21
C. Manajemen 21
D. Kepemilikan Saham 22
E. Data Keuangan Historis 22
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 25
B. Tinjauan Ekonomi Indonesia 28
C. Proyeksi Ekonomi Indonesia 28
D. Tingkat Suku Bunga 28
E. Inflasi 29
F. Nilai Tukar Rupiah 30
V. TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA
A. Tinjauan Industri Batubara di Dunia 32
B. Tinjauan Industri Batubara di Indonesia 35
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. PT Mahakam Coal Terminal 39
B. Analisis atas Common Size PT Mahakam Coal Terminal 50
C. Analisis atas Common Size Industri Batubara 52
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Penurunan Harga Batubara dan Kelangkaan Batubara 60
B. Risiko Likuiditas 60
C. Risiko Izin Usaha Pertambangan 60
D. Risiko Bencana Alam 60
E. Risiko Kebijakan Pemerintah 60
VIII. METODE PENILAIAN
A. Metode-Metode Penilaian 61
B. Metode Penilaian yang Digunakan 62
C. Premis Penilaian 63
D. Aplikasi Diskon dan Premi 64
E. Prosedur Penilaian 64
F. Independensi Penilai 64
xix
Page 21
HALAMAN
IX. PENILAIAN
A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities) 65
B. Metode Diskonto Arus Kas 66
C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan 75
D. Penentuan Arus Kas Bersih 75
E. Tingkat Diskonto 77
F. Perhitungan Nilai Pasar MCT 80
G. Nilai pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas 82
H. Nilai pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan 82
I. Rekonsiliasi Nilai 88
J. Kesimpulan Penilaian 89
xx
Page 22
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Mahakam Coal Terminal 5
Tabel 2 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Mahakam Coal Terminal 22
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 23
Tabel 4 Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Mahakam Coal Terminal
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 24
Tabel 5 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 25
Tabel 6 Pertumbuhan Inflasi 26
Tabel 7 Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral 27
Tabel 8 Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi 29
Tabel 9 Harga Batubara di Dunia 33
Tabel 10 Proyeksi Harga Batubara di Dunia 34
Tabel 11 Laporan Posisi Keuangan
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 39
Tabel 12 Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Mahakam Coal Terminal
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 43
xxi
Page 23
HALAMAN
Tabel 13 Laporan Arus Kas
PT Mahakam Coal Terminal
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 45
Tabel 14 Rasio-rasio Keuangan
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 49
Tabel 15 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 50
Tabel 16 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Mahakam Coal Terminal
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 51
Tabel 17 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Golden Eagle Energy Tbk
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 52
Tabel 18 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Golden Eagle Energy Tbk
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 53
Tabel 19 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Indika Energy Tbk
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 54
Tabel 20 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Indika Energy Tbk
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 56
xxii
Page 24
HALAMAN
Tabel 21 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Petrosea Tbk
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 57
Tabel 22 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Petrosea Tbk
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2019 – 2023 58
Tabel 23 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT Mahakam Coal Terminal
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047 70
Tabel 24 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Desember 2024 – 2047 75
Tabel 25 Proyeksi Arus Kas Bersih
PT Mahakam Coal Terminal
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047 76
Tabel 26 Indikasi Nilai Kini Operasi
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 80
Tabel 27 Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Mahakam Coal Terminal
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Maret 2024 82
Tabel 28 Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 83
Tabel 29 Perhitungan Kontribusi Aset
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 84
xxiii
Page 25
HALAMAN
Tabel 30 Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 84
Tabel 31 Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Mahakam Coal Terminal
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024 87
Tabel 32 Rekonsiliasi Nilai
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 88
xxiv
Page 26
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia 28
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
di Indonesia 30
Grafik 3 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing 31
Grafik 4 Indeks Harga Batubara Dunia 32
Grafik 5 Proyeksi Produksi Batubara di Dunia
Tahun 2025 – 2029 33
Grafik 6 Volume Produksi Batubara di Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan
Periode Februari & Maret 2024 36
Grafik 7 Realisasi Produksi & Penjualan Batubara
Periode Juni 2024 37
Grafik 8 Proyeksi Produksi Batubara Indonesia
Tahun 2024 – 2029 38
xxv
Page 27
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Mahakam Coal Terminal
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Maret 2024 90
Lampiran B Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Mahakam Coal Terminal
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024 91
Lampiran C Rekonsiliasi Nilai
PT Mahakam Coal Terminal
Per 31 Maret 2024 92
xxvi
Page 28
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan
usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang.
Perseroan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum,
Jalan H.R. Rasuna Said No. 1, Jakarta 12940, dengan nomor telepon:
(021) 2994 1122, nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan
email: corsec@ancaralogistics.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
struktur kepemilikan Perseroan atas PT Mahakam Coal Terminal
(selanjutnya disebut “MCT”) pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
PT Ade Putra PT Guruh Putra Honardy Boentario
Perseroan
Tanrajeng (APT) Bersama (GPB) (HB)
70,00% 10,00% 10,00% 10,00%
MCT
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan
kepemilikan sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus
perusahaan tertutup (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan
usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak
dalam bidang usaha perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini,
MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang
digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa
Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung
kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.
Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia
Fund IV (SF 1) Pte. Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V
(SF 1) Pte. Limited (selanjutnya disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan
sebesar Rp 341,30 miliar dengan jangka waktu sampai dengan Oktober 2025 dan
tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun (selanjutnya disebut “Pinjaman”).
1
Page 29
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(selanjutnya disebut “Bank”) sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60
bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR 1 Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya
disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana tercantum dalam Surat
Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana yang diperoleh
dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
mengambil bagian atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan
disetor yang akan diterbitkan oleh MCT (selanjutnya disebut “Rencana
Penyertaan Saham Perseroan”). Selanjutnya, pada saat yang bersamaan, HB
juga merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal dasar dan
modal ditempatkan dan disetor yang akan diterbitkan oleh MCT (selanjutnya
disebut “Rencana Penyertaan Saham HB”).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan
satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur,
mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan
dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya
efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat
digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja
modal, dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
2
Page 30
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka
menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang
diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh
Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan
dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih
terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih
rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan
mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas
dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka
melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa MCT merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar
70,00% pada tanggal 31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
3
Page 31
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham MCT.
Mengingat MCT adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MCT bersifat tidak likuid.
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham MCT
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
“POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa MCT adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MCT
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MCT. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003
tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
4
Page 32
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian serta dari data keuangan MCT yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.
I.F. Profil PT Mahakam Coal Terminal
MCT didirikan pada tanggal didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
Akta Notaris No. 21 dari Sri Intansih, S.H., tanggal 8 Maret 2007. Akta Pendirian
ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-03867 HT.01.01-Th.2007 tanggal
10 April 2007.
Anggaran dasar MCT telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal
25 Agustus 2023, mengenail perubahan pasal 12 anggaran dasar MCT terkait
tugas dan wewenang Direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan
dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0110145 tanggal 28 Agustus 2023.
Kantor pusat MCT berlokasi di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna
Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, No. 1, Jakarta Selatan.
Sedangkan, dermaga berlokasi di Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten
Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
I.F.1. Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham MCT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
PT Mahakam Coal Terminal
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 35.000 70,00% 3.500.000.000
Honardy Boentario 5.000 10,00% 500.000.000
PT Ade Putra Tanrajeng 5.000 10,00% 500.000.000
PT Guruh Putra Bersama 5.000 10,00% 500.000.000
Jumlah 50.000 100,00% 5.000.000.000
5
Page 33
I.F.2. Struktur Pengurus
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratlal Rathod
Komisaris : Meliani Bunawan
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Komisaris : Faisal Mohamad Nur
Direksi
Direktur Utama : Munawir
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Honardy Boentario
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan.
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
6
Page 34
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MCT,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
MCT. Prospek MCT di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
I.I. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian
dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MCT
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
7
Page 35
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
I.J. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
sebagai berikut:
I.J.1. Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Metode Diskonto Arus
Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar Rp 499,42 miliar.
I.J.2. Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
indikasi nilai pasar 100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah
sebesar Rp 761,26 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka
nilai pasar 100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 532,88 miliar. Dengan
demikian, nilai pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan adalah sebesar Rp 532,88 miliar.
8
Page 36
I.J.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek
Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang
sama.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen MCT melalui analisis atas kinerja historis
dan pernyataan manajemen MCT mengenai rencana-rencana untuk masa yang
akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar
dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
9
Page 37
I.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak
lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas MCT. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
MCT tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
10
Page 38
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
angkutan dengan kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam
negeri untuk barang. Perseroan berdomisili di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek
Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said No. 1, Jakarta 12940, dengan nomor
telepon: (021) 2994 1122, nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan email:
corsec@ancaralogistics.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
kepemilikan Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai
berikut:
Perseroan APT GPB HB
70,00% 10,00% 10,00% 10,00%
MCT
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan
kepemilikan sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus
perusahaan tertutup (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan
usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak
dalam bidang usaha perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini,
MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang
digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa
Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung
kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.
Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman.
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana
yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh
Perseroan untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham Perseroan. Selanjutnya,
pada saat yang bersamaan, HB juga merencanakan untuk melakukan Rencana
Penyertaan Saham HB.
11
Page 39
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan
satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur,
mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan
dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya
efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat
digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja
modal, dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka
menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang
diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh
Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman
kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat
memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT
dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
12
Page 40
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan
dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih
terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih
rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga Perseroan
mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan ketersediaan saldo kas
dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT dalam rangka
melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan
konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa MCT merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar
70,00% pada tanggal 31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.
Mengingat MCT adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MCT bersifat tidak likuid.
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020 serta SPI.
13
Page 41
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian serta dari data keuangan MCT yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya
disebut “YSR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII tanggal 31 Juli 2024 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
2. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang
dalam laporannyaNo. 00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal
28 Mei 2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00087/2.0902/AU.1/05/1792-1/1/IV/2023 tanggal
10 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan
suatu hal;
14
Page 42
4. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00149/2.00902/AU.1?05/0046-1/1/XII/2022 tanggal
1 Desember 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
penekanan suatu hal dan hal lain;
5. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP KAP Armanda & Enita
(selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00002/2.0680/AU.1/05/1570-2/1/I/2022 tanggal 28 Januari 2022 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian
6. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal
24 Desember 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
penekanan suatu hal dan hal lain;
7. Proyeksi laporan keuangan MCT untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2047 yang disusun oleh manajemen
MCT;
8. Laporan penilaian properti MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh KJPP
Iwan Bachron dan Rekan (selanjutnya disebut “IBR”) sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00229/2.0047-05/PI/02/0500/1/IX/2024 tanggal
23 September 2024;
9. SPPK;
10. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal 25 Agustus 2023,
mengenai perubahan pasal 12 anggaran dasar MCT terkait tugas dan
wewenang Direksi;
11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad
Nur dengan posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;
12. Tarif pajak yang diberlakukan atas MCT adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047;
15
Page 43
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MCT serta pihak-pihak lain
yang relevan untuk penugasan;
14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg;
16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan
18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MCT. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.
16
Page 44
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di
bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter
Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP
milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan muatan dari tongkang sungai ke
stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut. Dengan demikian, jasa yang
dihasilkan oleh MCT adalah jasa bongkar muat batubara dan jasa stockpile.
II.F.2. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MCT meliputi Desa
Embalut di Provinsi Kalimantan Timur.
II.F.3. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama MCT adalah sebagai
berikut:
• PT Buana Laksa Abadi;
• PT Multicrane Perkasa; dan
• PT Swakarya Kencana Service.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci MCT
adalah PT Ade Putra Tanrajeng dan PT Guruh Putra Bersama.
II.F.4. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MCT adalah sebagai
berikut:
• PT Petrosea Tbk;
• PT Indika Energy Tbk; dan
• PT Golden Eagle Energy Tbk.
II.F.5. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MCT
adalah meningkatkan kapasitas dan produksi serta memperbesar kapasitas
stockpile.
17
Page 45
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki MCT merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
saham MCT memiliki 1 hak suara per lembar saham.
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen
MCT. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja MCT yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis MCT dan informasi manajemen MCT terhadap
proyeksi laporan keuangan MCT tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
laporan penilaian MCT dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MCT bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
18
Page 46
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan MCT.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum MCT berdasarkan anggaran dasar MCT.
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
19
Page 47
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal ini
merupakan laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan penilaian 100,00% saham PT Mahakam Coal Terminal tidak terdapat
kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
20
Page 48
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang PT Mahakam Coal Terminal
MCT didirikan pada tanggal didirikan di Republik Indonesia berdasarkan
Akta Notaris No. 21 dari Sri Intansih, S.H., tanggal 8 Maret 2007. Akta Pendirian
ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-03867 HT.01.01-Th.2007 tanggal
10 April 2007.
Anggaran dasar MCT telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H. M.Kn., tanggal
25 Agustus 2023, mengenail perubahan pasal 12 anggaran dasar MCT terkait
tugas dan wewenang Direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan
dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0110145 tanggal 28 Agustus 2023
Kantor pusat MCT berlokasi di Bakrie Tower Lantai 15, Komplek Rasuna
Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, No. 1, Jakarta Selatan.
Sedangkan, dermaga berlokasi di Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten
Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan.
III.C. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratlal Rathod
Komisaris : Meliani Bunawan
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Komisaris : Faisal Mohamad Nur
Direksi
Direktur Utama : Munawir
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Honardy Boentario
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
21
Page 49
III.D. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MCT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2
PT Mahakam Coal Terminal
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 35.000 70,00% 3.500.000.000
Honardy Boentario 5.000 10,00% 500.000.000
PT Ade Putra Tanrajeng 5.000 10,00% 500.000.000
PT Guruh Putra Bersama 5.000 10,00% 500.000.000
Jumlah 50.000 100,00% 5.000.000.000
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MCT
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu
hal dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.
22
Page 50
Ikhtisar data keuangan penting MCT adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas 154 173 20.454 6.833 666 17
Piutang usaha - neto
Pihak berelasi 49.059 13.163 3.482 22.778 11.037 500
Piutang lain-lain 1 - 40 - - -
Persediaan 273 128 254 - - -
Pajak dibayar di muka 208 - 92 - 2.470 -
Beban dibayar di muka dan uang muka 660 1.108 4.694 6.014 4.451 -
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 77 - - - -
Jumlah Aset Lancar 50.603 14.650 29.016 35.625 18.623 517
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 858.473 741.035 672.312 662.659 -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.435 10.124 5.449 7.924 -
Aset hak guna - neto 34.296 36.097 9.748 18.559 9.678 -
Aset tetap - neto 180.025 185.130 200.624 187.442 160.586 59.494
Uang muka pembelian aset tetap 170 170 170 - - -
Piutang lain-lain - neto - - 717 - - -
Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - - 12.339
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.103.672 1.082.305 962.418 883.762 840.848 71.834
JUMLAH ASET 1.154.275 1.096.955 991.434 919.387 859.471 72.351
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 14.993 12.586 3.580 4.955 5.755 4.994
Beban akrual 3.848 3.178 5.002 2.270 1.240 -
Utang pajak 57.576 50.605 30.809 11.598 661 1.010
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 319.523 256.353 902.141 248.040 104.142 -
Liabilitas sewa 8.600 8.481 6.301 13.820 6.444 -
Utang lain-lain - - 3.251 3.043 7.330 60
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 404.540 331.203 951.084 283.726 125.573 6.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 729.133 74.399 55.584 - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 31.487 700.449 9.351 619.223 719.364 -
Liabilitas sewa 32.112 32.271 4.639 6.818 3.471 -
Pihak berelasi - - - - - 37.899
Liabilitas imbalan pascakerja 1.413 1.266 677 105 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.145 808.384 70.251 626.146 722.835 37.899
JUMLAH LIABILITAS 1.198.684 1.139.587 1.021.335 909.872 848.408 43.963
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (90) (216) (11) - -
Saldo laba (defisit) (49.351) (47.543) (34.685) 4.526 6.063 23.388
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) (44.409) (42.632) (29.901) 9.515 11.063 28.388
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL) 1.154.275 1.096.955 991.434 919.387 859.471 72.351
23
Page 51
Tabel 4
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 56.437 216.874 163.296 161.142 47.832 351
Beban pokok pendapatan 25.099 94.252 79.742 69.135 30.904 6.905
Laba (rugi) bruto 31.338 122.622 83.554 92.008 16.929 (6.554)
Beban usaha (8.054) (38.905) (22.690) (14.451) (11.966) (4.345)
Laba (rugi) usaha 23.284 83.717 60.864 77.557 4.963 (10.899)
Penghasilan bunga 31.695 123.853 136.000 106.340 66.524 1
Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto 57 (1.517) (3.673) (182) (5.256) -
Beban pajak (4.117) (31.855) (24.218) (15.709) (1.892) -
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (4.519) 4.742 (36.642) 909 7.251 -
Beban keuangan (46.888) (183.401) (176.810) (167.465) (93.117) -
Lain-lain - neto (308) (745) 651 (509) (1.924) -
Biaya keuangan - - - - - (1)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (796) (5.205) (43.828) 942 (23.450) (10.900)
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.013) (7.653) 4.617 (2.478) 4.680 -
Rugi neto (1.808) (12.858) (39.211) (1.537) (18.770) (10.900)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
dikurangi pajak 32 127 (206) (11) - -
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto (1.777) (12.731) (39.416) (1.547) (18.770) (10.900)
24
Page 52
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Meskipun prospek perekonomian menjadi lebih kuat, ketidakpastian pasar
keuangan di dunia tetap tinggi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh
Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024,
pertumbuhan ekonomi di dunia pada tahun 2024 diperkirakan mengalami kenaikan
dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu mencapai 3,20% dimana India,
Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) memberikan kontribusi terbesar terhadap
kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan domestik maupun
ekspor.
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Dunia (2,70) 6,50 3,50 3,30 3,10 3,10 3,10
Negara Maju
Amerika Serikat (2,20) 5,80 1,90 2,50 2,30 1,80 2,00
Hong Kong (6,50) 6,40 (3,70) 3,30 2,70 2,80 2,60
Inggris (10,40) 9,60 4,50 0,10 0,80 1,30 1,50
Jepang (4,20) 2,70 1,20 1,80 0,20 1,20 0,80
Kanada (5,00) 5,50 3,80 1,30 1,00 1,80 1,90
Kawasan Eropa (6,10) 5,90 3,50 0,40 0,70 1,40 1,30
Singapura (3,90) 9,90 3,90 1,10 2,50 2,60 2,50
Taiwan 3,40 6,60 2,60 1,30 3,80 2,60 2,60
Australia (2,10) 5,60 3,90 2,00 1,30 2,20 2,40
Korea Selatan (0,70) 4,60 2,80 1,40 2,50 2,20 2,20
Negara Berkembang
Argentina (9,90) 10,40 5,30 (1,60) (3,3) 3,00 2,50
India 3,90 (5,80) 9,70 7,00 N/A 7,00 6,70
Indonesia (2,00) 3,70 5,30 5,10 5,00 5,10 5,10
Kolombia (6,80) 11,00 7,50 0,60 1,50 2,60 3,00
Malaysia (5,60) 3,10 8,70 3,70 4,40 4,60 4,60
Meksiko (8,00) 4,70 3,90 3,20 2,00 1,80 2,00
Mesir 3,60 3,30 6,70 3,80 3,00 4,20 4,50
Tiongkok 2,20 8,40 3,00 5,20 4,90 4,50 4,20
Sumber: Bloomberg
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
dimana PDB mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa dalam periode
tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 PDB
di dunia mengalami kenaikan sebesar 3,30% yang menunjukkan bahwa ekonomi
di dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Negara-negara maju yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB yaitu AS, Hong Kong,
dan Australia masing-masing sebesar 2,50%, 3,30%, dan 2,00%. Sedangkan
untuk negara-negara berkembang yaitu India, Indonesia, dan Tiongkok
masing-masing sebesar 7,00%, 5,10%, dan 5,20%.
25
Page 53
Selanjutnya, pada tahun 2024 PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan
sebesar 3,10% dimana negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar
yaitu AS, Hong Kong, Taiwan, dan Australia masing-masing sebesar 2,30%,
2,70%, 3,80%, dan 2,50%. Sedangkan untuk negara berkembang yaitu Indonesia,
Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,40%, dan 4,90%.
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan indikator penting kondisi ekonomi secara keseluruhan dimana
inflasi mengukur laju kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu.
Dalam rangka memastikan stabilitas ekonomi serta mendukung perekonomian
yang berkelanjutan, maka diperlukan adanya pemahaman maupun pengelolaan
inflasi yang baik di suatu negara.
Tabel 6
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Dunia 3,20 4,70 8,70 6,70 4,60 3,50 3,20
Negara Maju
Amerika Serikat 1,20 4,70 8,00 4,10 3,00 2,40 2,30
Hong Kong 0,30 1,60 1,90 2,10 1,80 2,20 2,20
Inggris 0,90 2,60 9,10 7,40 2,60 2,20 2,00
Jepang 0,00 (0,30) 2,50 3,30 2,40 1,90 1,80
Kanada 0,70 3,40 6,80 3,90 2,50 2,20 2,00
Kawasan Eropa 0,30 2,60 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00
Singapura (0,20) 2,30 6,10 4,80 2,70 2,00 1,90
Taiwan (0,20) 2,00 3,00 2,50 2,10 1,80 1,70
Australia 0,90 2,90 6,60 5,60 3,40 2,80 2,60
Korea Selatan 0,50 2,50 5,10 3,60 2,50 2,00 2,00
Negara Berkembang
Argentina 42,70 48,10 70,70 127,90 230,00 66,40 41,80
India 6,60 5,10 6,70 5,70 N/A 4,50 4,50
Indonesia 2,00 1,60 4,20 3,70 2,90 3,00 2,90
Kolombia 2,50 3,50 10,20 11,80 6,60 4,10 3,60
Malaysia (1,10) 2,50 3,40 2,50 2,50 2,50 2,30
Meksiko 3,40 5,70 7,90 5,60 4,50 3,80 3,80
Mesir 5,70 4,50 8,50 24,40 30,70 16,00 9,80
Tiongkok 2,50 0,90 2,00 0,20 0,60 1,50 2,00
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 6,70%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Singapura, dan
Australia masing-masing sebesar 4,10%, 4,80%, dan 5,60%. Sedangkan
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar yaitu Argentina,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 127,90%, 11,80%, dan 24,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2024, inflasi di dunia mengalami pertumbuhan sebesar
4,60% dibandingkan dengan tahun 2023 dimana negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar yaitu Australia sebesar 3,40% sedangkan untuk negara
berkembang yaitu Argentina sebesar 230,00%.
26
Page 54
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan tingkat biaya atas keuntungan dari penggunaan uang
yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah uang yang dipinjam
maupun diinvestasikan. Melalui pengelolaan suku bunga yang baik maka dapat
tercapai berbagai tujuan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil,
Tingkat inflasi yang terkendali, dan pasar keuangan yang sehat.
Tabel 7
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Negara Maju
Amerika Serikat 0,25 0,25 4,50 5,50 5,00 3,95 3,45
Hong Kong 0,50 0,50 4,75 5,75 N/A N/A N/A
Inggris 0,10 0,25 3,50 5,25 4,65 3,55 3,15
Jepang 0,00 0,00 0,00 0,00 0,30 0,50 0,80
Kawasan Eropa 0,00 0,00 2,50 4,50 3,40 2,55 2,50
Taiwan 1,13 1,13 1,75 1,88 2,00 1,80 1,75
Australia 0,10 0,10 3,10 4,35 4,30 N/A N/A
Korea Selatan 0,50 1,00 3,25 3,50 3,20 2,55 2,40
Negara Berkembang
Argentina N/A N/A N/A N/A 40,00 28,15 27,65
India 4,00 4,00 6,25 6,50 6,20 N/A 5,75
Indonesia 3,75 3,50 5,50 6,00 6,05 5,25 N/A
Kolombia 1,75 3,00 12,00 13,00 8,75 5,95 5,45
Malaysia 1,75 1,75 2,75 3,00 3,00 2,90 3,00
Meksiko 4,25 5,50 10,50 11,25 10,00 8,00 7,00
Mesir 8,25 8,25 16,25 19,25 N/A N/A N/A
Tiongkok 3,85 3,80 3,65 3,45 N/A N/A N/A
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 negara-negara
maju yang mengalami pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Inggris dan
Kawasan Eropa masing-masing sebesar 1,75% dan 2,00%. Sedangkan untuk
negara-negara berkembang yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar
1,00% dan 3,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2024 diperkirakan negara maju yang mengalami
pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Jepang sebesar 0,30% dan yang
mengalami penurunan tertinggi yaitu AS dan Inggris masing-masing sebesar
0,50% dan 0,60%. Sedangkan untuk negara berkembang yang mengalami
kenaikan tertinggi yaitu Indonesia sebesar 0,05%.
27
Page 55
IV.B. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Adanya kombinasi kebijakan dari Pemerintah dan BI memicu pertumbuhan
ekonomi di Indonesia menguat yang dipicu oleh pengeluaran rumah tangga dan
individu untuk barang serta jasa didorong oleh daya beli yang terjaga maupun
keyakinan konsumen yang menguat serta investasi yang meningkat yang
mencakup pada sektor bangunan dan non-bangunan sejalan dengan kelanjutan
proyek infrastruktur Pemerintah dalam investasi swasta.
IV.C. Proyeksi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam
kisaran 4,70% - 5,50%. Selanjutnya, secara keseluruhan Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) diperkirakan akan tetap stabil, dengan defisit transaksi berjalan
berada dalam kisaran 0,10% - 0,90% dari PDB. Sementara itu, NPI diperkirakan
akan mencatat surplus dipicu oleh peningkatan aliran masuk modal asing, baik
melalui Penanaman Modal Asing maupun investari portofolio. Hal ini sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan
imbal hasil investasi yang menjanjikan.
IV.D. Tingkat Suku Bunga
Kenaikan dan penurunan suku bunga perbankan dapat memiliki dampak signifikan
terhadap perekonomian termasuk konsumsi, investasi, inflasi, dan stabilitas mata
uang.
Grafik 1
Perkembangan Suku Bunga BI
7,00%
6,05%
6,00% 5,50% 5,25%
6,00%
5,00%
4,00%
3,00% 3,75% 3,50%
2,00%
1,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024* 2025*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
28
Page 56
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pergerakan suku bunga
perbankan tahun 2023 sebesar 6,00% dan diperkirakan tahun 2024 dan 2025
dalam kisaran angka yang cukup stabil masing-masing sebesar 6,05% dan 5,25%.
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, stabilnya suku bunga perbankan di
Indonesia dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai sejalan dengan
kebijakan yang sudah diterapkan serta kebijakan transparansi suku bunga dasar
kredit.
IV.E. Inflasi
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, inflasi indeks harga konsumen pada bulan
Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% year over year (yoy) dimana presentasi tersebut
mencerminkan lebih rendah dibanding April 2024 yaitu sebear 3,00% yoy.
Penurunan tersebut disebabkan oleh inflasi inti dan inflasi administered prices
yang masing-masing tercatat 1,93% yoy dan 1,52% yoy. Sementara itu, inflasi
volatile food menurun dari 9,63% yoy menjadi 8,14% yoy seiring dengan
meningkatnya produksi pangan akibat musim panen yang masih berlangsung
serta adanya sinergi pengendalian inflasi yang efektif antara BI serta Pemerintah
Pusat dan Daerah.
Tabel 8
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi
(Dalam %)
No. Keterangan Inflasi
1 Papua Tengah 5,40
2 Gorontalo 4,90
3 Papua Barat 4,60
4 Riau 4,40
5 Sumatera Utara 4,30
6 Sumatera Barat 4,20
7 Sulawesi Utara 4,20
8 Papua Selatan 4,20
9 Kepulauan Riau 3,70
10 Bengkulu 3,70
11 Jambi 3,60
12 Papua Pegunungan 3,60
Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia
Selanjutnya, untuk Provinsi di Indonesia dengan kontributor inflasi terbesar yaitu
Papua Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Riau masing-masing sebesar 5,40%,
4,90%, 4,60%, dan 4,40%.
29
Page 57
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia
4,20%
4,50%
3,70%
4,00%
3,50% 2,90%
3,00%
3,00%
2,50% 2,00%
2,00%
1,50%
1,00% 1,60%
0,50%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024* 2025*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, diperkirakan pertumbuhan
inflasi pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing adalah sebesar 2,90 dan 3,00%
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
IV.F. Nilai Tukar Rupiah
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, nilai tukar rupiah Juni 2024 tetap terjaga
meskipun mengalami penurunan sebesar 0,70% point to point. Melemahnya nilai
tukar Rupiah disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar global diantaranya
menguatnya dolar AS dan ketegangan geopolitik. Pada masa mendatang
diperkirakan nilai tukar Rupiah mengalami kestabilan sejaln dengan kebijakan BI
dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar, didukung oleh aliran masuk modal
asing, imbal hasil investasi yang menjajikan bagi investor, dan pertumbuhan
ekonomi yang semakin membaik.
30
Page 58
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing
18.000
17.000
16.000
15.000
14.000
13.000
12.000
11.000
10.000
9.000
8.000 Q3/2024 Q4/2024 2025 2026
EUR 17.496 17.388 17.304 17.402
USD 16.200 16.100 15.450 15.400
SGD 12.000 12.015 11.839 11.756
Sumber: Bloomberg
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 17.496, Rp 17.388, Rp 17.304, dan
Rp 17.402.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.200, Rp 16.100, Rp 15.450, dan
Rp 15.400.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.000, Rp 12.015, Rp 11.839, dan
Rp 11.756.
31
Page 59
V. TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA
V.A. Tinjauan Industri Batubara di Dunia
Batubara merupakan salah satu sumber energi dan mineral yang berharga selain
minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan berbagai jenis logam lainnya. Batubara
juga merupakan salah satu jenis komoditas yang paling banyak diminati dalam
perdagangan, karena merupakan salah satu sumber energi penting bagi dunia
yang banyak digunakan sebagai sumber energi dalam pembangkit tenaga listrik,
khususnya pembangkit listrik tenaga uap.
Grafik 4
Indeks Harga Batubara Dunia
Desember 2023 – Juni 2024
(Dalam Indeks Poin)
195
190
185
180
175
170
165
160
155
150
Des-23 Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 Mei-24 Jun-24
Indeks Harga 183,91 173,56 163,51 174,32 180,73 189,37 185,92
Sumber: Statista
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, indeks harga batubara
di seluruh dunia pada Februari tahun 2024 yaitu sebesar 163,51 indeks poin,
mengalami penurunan sebesar 10,05 indeks poin atau setara dengan 5,79%
dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari
Chem Analyst, penurunan nilai indeks harga batubara tersebut antara lain
disebabkan oleh penurunan permintaan yang dikarenakan oleh cuaca yang lebih
hangat dibandingkan dengan perkiraan, selain itu, produksi yang terhenti di
beberapa kawasan Tiongkok karena libur tahun baru Imlek telah berkontribusi
terhadap penurunan permintaan dan Tiongkok. Sementara itu, indeks harga
batubara tertinggi yaitu pada Mei 2024 sebesar 189,37 indeks poin, mengalami
peningkatan sebesar 8,64 indeks poin atau setara dengan 4,78% dibandingkan
dengan Maret 2024.
32
Page 60
Tabel 9
Harga Batubara di Dunia
Tahun 2024
(Dalam USD per MT)
Deskripsi Q1 Q2 Q3* Q4*
Coal CIF ARA 115,35 105,00 106,00 100,00
Coal Ric Bay 110,00 113,50 116,00 118,00
Steam Coal FOB Newcastle Australia 139,83 130,00 133,30 130,00
Hard Coking Coal AU 300,00 260,00 260,00 260,00
Sumber: Bloomberg
*) Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q2/2024 harga batubara
secara global berdasarkan kategori Coal CIF ARA, Coal Ric Bay, Steam Coal FOB
Newcastle Australia, dan Hard Coking Coal AU masing-masing sebesar
USD 105,00 MT, USD 113,50 MT, USD 130,00 MT, dan USD 260,00 MT. Pada
kategori Coal CIF ARA diprediksikan pada Q3/2024 mengalami kenaikan sebesar
0,95% dibandingkan periode Q2/2024, namun pada Q4/2024 mengalami
penurunan sebesar 5,66% dibandingkan periode Q3/2024. Sedangkan pada
kategori Coal Ric Bay, diprediksikan pada Q3/2024 dan Q4/2024 harga batubara
mengalami peningkatan sebesar 2,20% dan 1,72% dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Selanjutnya, pada kategori Steam Coal FOB Newcastle Australia
pada Q3/2024 mengalami kenaikan sebesar 2,54% dibandingkan dengan
Q2/2024, sedangkan pada Q4/2024 mengalami sebesar 2,48% dibandingkan
dengan periode Q3/2024. Selain itu, berdasarkan kategori Hard Coking Coal AU
pada Q3/2024, dan Q4/2024 tidak mengalami perubahan harga yaitu bertahan
pada USD 260,00.
Grafik 5
Proyeksi Produksi Batubara di Dunia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam triliun Kg)
9,40
9,20
9,00
8,80
8,60
8,40
8,20
8,00
7,80
2025 2026 2027 2028 2029
Produksi 8,30 8,53 8,76 9,00 9,24
Sumber: Statista
33
Page 61
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2025 hingga 2029,
jumlah produksi yang terjadi pada tahun 2025 hingga 2029 masing-masing
sebesar 8,30 triliun Kg, 8,53 triliun Kg, 8,76 triliun Kg, 9,00 triliun Kg, dan
9,24 triliun Kg. Produksi batubara di dunia diperkirakan mengalami peningkatan
produksi setiap tahunnya, pada tahun 2026 hingga 2029 diproyeksikan mengalami
peningkatan masing-masing sebesar 0,23 triliun Kg, 0,23 triliun Kg, 0,24 triliun Kg,
dan triliun Kg atau masing-masing setara dengan 2,77%, 2,70%, 2,74%, dan
2,67% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Tabel 10
Proyeksi Harga Batubara di Dunia
Tahun 2025 - 2027
(Dalam USD per MT)
Deskripsi 2024 2025 2026 2027
Coal CIF ARA 107,50 95,50 90,00 93,00
Coal Ric Bay 115,00 110,00 99,40 101,70
Steam Coal FOB Newcastle Australia 132,15 125,00 114,00 110,00
Hard Coking Coal AU 274,50 240,00 220,00 206,90
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, proyeksi harga batubara
kategori Coal CIF ARA pada tahun 2027 mengalami kenaikan sebesar
USD 3,00 per MT atau setara dengan 3,33% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Selanjutnya, untuk kategori Coal Ric Bay proyeksi harga Batubara
dunia mengalami fluktuasi. Kenaikan terjadi harga batubara untuk kategori Coal
Ric Bay pada tahun 2027 yaitu sebesar USD 2,30 MT atau setara dengan 2,31%
jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun demikian, untuk kategori
steam coal FOB Newcastle Australia pada tahun 2026 dan 2027 mengalami
penurunan harga masing-masing sebesar USD 11,00 MT dan USD 4,00 MT atau
masing-masing setara dengan 8,80% dan 3,51% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Sementara untuk kategori hard coking coal AU pada tahun 2026 dan
2027 turut mengalami penurunan harga masing-masing sebesar USD 20,00 MT
dan USD 13,10 MT atau masing-masing setara dengan 8,33% dan 5,95%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
34
Page 62
Menurut laporan Global Data, produksi batubara global akan mengalami
peningkatan pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual
growth rate/CAGR) sebesar 0,70% dihitung sejak tahun 2024 hingga tahun 2030
mencapai jumlah produksi sebesar 9,37 ribu MT pada tahun 2030. Jumlah
produksi tersebut terutama ditopang oleh produksi batubara Tiongkok dan India
pada tahun 2030 yang diproyeksikan masing-masing sebesar 4,67 ribu MT dan
1,30 ribu MT, sementara produksi batubara AS diproyeksikan mengalami
penurunan menjadi sebesar 0,44 ribu MT pada tahun 2030 yang disebabkan oleh
penutupan bertahap atas lima tambang batubara utama AS. Selain itu, konsumsi
batubara global diproyeksikan menjadi sebesar 8,79 ribu MT pada tahun 2030
didorong oleh permintaan dari Tiongkok, India, Rusia, dan Indonesia untuk
memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan produksi baja yang merupakan
pendorong utama permintaan batubara.
V.B. Tinjauan Industri Batubara di Indonesia
Salah satu hasil komoditas pertambangan yang paling dikenal di Indonesia adalah
batubara. Indonesia merupakan salah satu negara produsen maupun eksportir
batubara terbesar di dunia. Hal ini dipicu adanya ketersediaan sumber daya yang
tersebar di beberapa lokasi yaitu pulau Jawa, Sulawesi, dan Papua. Kualitas
sumber daya batubara di Indonesia bervariasi jika dilihat berdasarkan ukuran
kalori, kandungan abu, kandungan sulfur, dan unsur-unsur lainnya. Selain
dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, batubara juga berperan dalam
menopang sektor industri lainnya.
Batu bara asal Indonesia memang masih memiliki peran yang kuat di pasar global
di tengah tren transisi energi. Stabilnya permintaan juga membuat batubara terus
menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Terlebih, sebagian besar pasokan
batu bara untuk PLTU di Asia Pasifik berasal dari Indonesia, dimana sebanyak
kurang lebih 70,00% PLTU global yang masih beroperasi saat ini berada di wilayah
Asia Pasifik.
35
Page 63
Grafik 6
Volume Produksi Batubara di Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan
Periode Februari & Maret 2024
(Dalam Jutaan Ton)
80,00
70,00
60,00
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
0,00
Total Produksi Dalam Negeri Ekspor
Feb-24 64,11 30,35 33,82
Mar-24 71,68 30,98 35,26
Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), volume produksi batubara di Indonesia pada Maret 2024
mengalami peningkatan sebesar 7,57 juta ton atau setara dengan 11,81%
dibandingkan dengan volume produksi batubara pada Februari 2024. Peningkatan
produksi tersebut didorong oleh 587 permohonan Rencana Kerja dan Anggaran
Biaya (RKAB) badan usaha batubara yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM
dari jumlah keseluruhan sebanyak 883 permohonan RKAB sebagai upaya
peningkatan produksi batubara. Berdasarkan pemanfaatannya produksi volume
batubara di Indonesia dibagi menjadi 2 kategori yaitu untuk pemanfaatan
kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan ekspor. Dalam pemanfaatan kebutuhan
dalam negeri tahun pada Maret 2024 mencapai sebesar 0,63 juta ton atau setara
dengan 2,08% dibandingkan dengan Februari 2024. Sedangkan, pada Maret 2024
batubara dimanfaatkan untuk ekspor yaitu mencapai mencapai 35,26 juta ton atau
mengalami kenaikan sebesar 4,26% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
36
Page 64
Grafik 7
Realisasi Produksi & Penjualan Batubara
Periode Juni 2024
(Dalam Jutaan Ton)
70
60
50
40
30
20
10
0
Realisasi Produksi Realisasi Domestik Realisasi Ekspor
Jun-24 57,27 30,44 32,82
Sumber: Minerba One Data Indonesia
Berdasarkan data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia, realisasi
produksi, realisasi penjualan domestik, dan realisasi ekspor batubara di Indonesia
pada Juni 2024 masing-masing sebesar 57,27 juta ton, 30,44 juta ton, dan
32,82 juta ton. Selanjutnya, berdasarkan data Asosiasi Pertambangan Batubara
Indonesia, realisasi produksi dan penjualan batubara Juni mengalami penurunan
dibandingkan dengan bulan Maret 2024 dikarenakan tidak ada permintaan khusus
dari dua negara tujuan ekspor utama yaitu Tiongkok dan India, akibat permintaan
batubara di pasar spot Tiongkok pada musim panas tahun ini yang tidak
mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, akibat faktor cuaca, pasokan listrik
Tiongkok dari pembangkit listrik tenaga air turut mengalami peningkatan sehingga
menyebabkan permintaan batubara menurun.
Selanjutnya, menurut data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia pada
Q2/2024, jenis perizinan di Indonesia terbanyak ada pada Izin Usaha
Pertambangan atau IUP yaitu mencapai 4.212 perizinan dari angka tersebut,
sebanyak 905 perizinan IUP ada pada IUP jenis komoditas batubara yang terbagi
menjadi 895 perizinan untuk operasi produksi batubara dan 10 untuk perizinan
eksplorasi batubara. Maka dalam hal ini, total tonase dari RKAB yang telah
disetujui sebesar 922,14 juta ton. Angka tersebut tercatat 19,60% lebih tinggi
dibandingkan dengan realisasi produksi batubara pada tahun lalu, yaitu sebesar
770,97 juta ton.
37
Page 65
Grafik 8
Proyeksi Produksi Batubara Indonesia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar Ton)
0,85
0,80
0,75
0,70
0,65
0,60
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Produksi 0,69 0,71 0,74 0,77 0,79 0,82
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pembangkit listik tenaga batubara
diproyeksikan mencapai kapasitas 215,90 miliar KWh pada tahun 2024,
sementara proyeksi jumlah produksi batubara di Indonesia pada tahun
2024 – 2029 mengalami kenaikan rata – rata sebesar 0,03 miliar ton atau sebesar
3,51%. Proyeksi produksi batubara tertinggi ada pada tahun 2029 yang mencapai
sebesar 0,82 miliar ton. Selain itu, industri batubara Indonesia diproyeksikan
mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 4,59% dihitung sejak tahun
2024 hingga tahun 2029. Di samping itu, pengembangan energi baru dan
terbarukan tetap memainkan peran penting di tengah pemanfaatan batu bara
domestik. Terlebih, Pemerintah juga terus memacu upaya pencapaian target emisi
nol pada tahun 2060.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Analisis Keparlemenan Badan
Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, saat ini Indonesia
masih menjadikan batubara sebagai sumber utama energi nasional hingga
10 sampai 20 tahun ke depan. Keunggulan yang dimiliki batubara di antaranya
adalah harganya yang murah dibandingkan dengan sumber energi lain dan
pasokannya yang cukup melimpah. Indonesia memiliki cadangan batubara
nasional mencapai 35,00 miliar ton dengan sumber daya 134,00 miliar ton. Jumlah
tersebut diperkirakan dapat digunakan hingga 500 tahun ke depan jika dilakukan
dengan cara yang benar. Apabila sebagian di antaranya diekspor, batubara
Indonesia masih bisa dimanfaatkan hingga 200 tahun mendatang.
38
Page 66
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. PT MAHAKAM COAL TERMINAL
Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MCT
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP
YSR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal
dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting MCT adalah sebagai berikut:
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 11
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas 154 173 20.454 6.833 666 17
Piutang usaha - neto
Pihak berelasi 49.059 13.163 3.482 22.778 11.037 500
Piutang lain-lain 1 - 40 - - -
Persediaan 273 128 254 - - -
Pajak dibayar di muka 208 - 92 - 2.470 -
Beban dibayar di muka dan uang muka 660 1.108 4.694 6.014 4.451 -
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 77 - - - -
Jumlah Aset Lancar 50.603 14.650 29.016 35.625 18.623 517
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 858.473 741.035 672.312 662.659 -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.435 10.124 5.449 7.924 -
Aset hak guna - neto 34.296 36.097 9.748 18.559 9.678 -
Aset tetap - neto 180.025 185.130 200.624 187.442 160.586 59.494
Uang muka pembelian aset tetap 170 170 170 - - -
Piutang lain-lain - neto - - 717 - - -
Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - - 12.339
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.103.672 1.082.305 962.418 883.762 840.848 71.834
JUMLAH ASET 1.154.275 1.096.955 991.434 919.387 859.471 72.351
39
Page 67
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 14.993 12.586 3.580 4.955 5.755 4.994
Beban akrual 3.848 3.178 5.002 2.270 1.240 -
Utang pajak 57.576 50.605 30.809 11.598 661 1.010
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 319.523 256.353 902.141 248.040 104.142 -
Liabilitas sewa 8.600 8.481 6.301 13.820 6.444 -
Utang lain-lain - - 3.251 3.043 7.330 60
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 404.540 331.203 951.084 283.726 125.573 6.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 729.133 74.399 55.584 - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 31.487 700.449 9.351 619.223 719.364 -
Liabilitas sewa 32.112 32.271 4.639 6.818 3.471 -
Pihak berelasi - - - - - 37.899
Liabilitas imbalan pascakerja 1.413 1.266 677 105 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.145 808.384 70.251 626.146 722.835 37.899
JUMLAH LIABILITAS 1.198.684 1.139.587 1.021.335 909.872 848.408 43.963
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (90) (216) (11) - -
Saldo laba (defisit) (49.351) (47.543) (34.685) 4.526 6.063 23.388
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) (44.409) (42.632) (29.901) 9.515 11.063 28.388
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL) 1.154.275 1.096.955 991.434 919.387 859.471 72.351
VI.A.2. Aset
Jumlah aset MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.154,28 miliar,
Rp 1.096,96 miliar, Rp 991,43 miliar, Rp 919,39 miliar, Rp 859,47 miliar, dan
Rp 72,35 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 57,32 miliar atau setara dengan 5,23% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 64,27 miliar yang disertai dengan
penurunan aset hak guna – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 1,80 miliar dan Rp 5,11 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 105,52 miliar atau setara dengan 10,64% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
piutang pihak berelasi – neto dan aset hak guna – neto masing-masing sebesar
Rp 117,44 miliar dan Rp 26,35 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan aset
tetap – neto masing-masing sebesar Rp 20,28 miliar dan Rp 15,50 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 72,05 miliar atau setara dengan 7,84% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas,
piutang pihak berelasi – neto, dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 13,62 miliar, Rp 49,43 miliar, dan Rp 13,18 miliar.
40
Page 68
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 59,92 miliar atau setara dengan 6,97% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
piutang pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 21,39 miliar dan Rp 26,86 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 787,12 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan piutang
pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 673,20 miliar dan Rp 101,09 miliar.
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.198,68 miliar,
Rp 1.139,59 miliar, Rp 1.021,34 miliar, Rp 909,87 miliar, Rp 848,41 miliar, dan
Rp 43,96 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 59,10 miliar atau setara dengan 5,19% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
utang pajak dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 6,97 miliar dan
Rp 654,73 miliar yang disertai dengan penurunan pinjaman jangka panjang
sebesar Rp 605,79 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 118,25 miliar atau setara dengan 11,58% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, serta liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 19,80 miliar, Rp 45,31 miliar, dan Rp 29,81 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 111,46 miliar atau setara dengan 12,25% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, dan utang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 19,21 miliar, Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 61,46 miliar atau setara dengan 7,24% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang pajak dan pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 10,94 miliar dan Rp 43,76 miliar.
41
Page 69
Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 804,45 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada
31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman
jangka panjang sebesar Rp 823,51 miliar yang disertai dengan penurunan utang
pihak berelasi sebesar Rp 37,90 miliar.
VI.A.4. Ekuitas (Defisiensi Modal)
Jumlah defisiensi modal MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
31 Desember 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 44,41 miliar,
Rp 42,63 miliar dan Rp 29,90 miliar. Jumlah ekuitas MCT pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 9,52 miliar, Rp 11,06 miliar, dan Rp 28,39 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah defisiensi modal MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,78 miliar atau setara dengan 4,17% dibandingkan dengan jumlah
defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,81 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
kenaikan sebesar Rp 12,73 miliar atau setara dengan 42,58% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar
Rp 12,86 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
kenaikan sebesar Rp 39,42 miliar atau setara dengan 414,24% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 39,21 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
sebesar Rp 1,55 miliar atau setara dengan 13,99% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,54 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
sebesar Rp 17,33 miliar atau setara dengan 61,03% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 18,77 miliar.
42
Page 70
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
Tabel 12
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 56.437 216.874 163.296 161.142 47.832 351
Beban pokok pendapatan 25.099 94.252 79.742 69.135 30.904 6.905
Laba (rugi) bruto 31.338 122.622 83.554 92.008 16.929 (6.554)
Beban usaha (8.054) (38.905) (22.690) (14.451) (11.966) (4.345)
Laba (rugi) usaha 23.284 83.717 60.864 77.557 4.963 (10.899)
Penghasilan bunga 31.695 123.853 136.000 106.340 66.524 1
Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto 57 (1.517) (3.673) (182) (5.256) -
Beban pajak (4.117) (31.855) (24.218) (15.709) (1.892) -
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (4.519) 4.742 (36.642) 909 7.251 -
Beban keuangan (46.888) (183.401) (176.810) (167.465) (93.117) -
Lain-lain - neto (308) (745) 651 (509) (1.924) -
Biaya keuangan - - - - - (1)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (796) (5.205) (43.828) 942 (23.450) (10.900)
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.013) (7.653) 4.617 (2.478) 4.680 -
Rugi neto (1.808) (12.858) (39.211) (1.537) (18.770) (10.900)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
dikurangi pajak 32 127 (206) (11) - -
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto (1.777) (12.731) (39.416) (1.547) (18.770) (10.900)
VI.A.6. Pendapatan
Pendapatan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 56,44 miliar, Rp 216,87 miliar, Rp 163,30 miliar, Rp 161,14 miliar,
Rp 47,83 miliar, dan Rp 0,35 miliar.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
mengalami kenaikan sebesar Rp 53,58 miliar atau setara dengan 32,81%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
mengalami kenaikan sebesar Rp 2,15 miliar atau setara dengan 1,34%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
mengalami kenaikan sebesar Rp 113,31 miliar atau setara dengan 236,89%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
mengalami kenaikan sebesar Rp 47,48 miliar dibandingkan dengan pendapatan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
43
Page 71
VI.A.7. Rugi Neto
Rugi neto MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,81 miliar,
Rp 12,86 miliar, Rp 39,21 miliar, Rp 1,54 miliar, Rp 18,77 miliar, dan
Rp 10,90 miliar.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
mengalami penurunan sebesar Rp 26,35 miliar atau setara dengan 67,21%
dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
mengalami kenaikan sebesar Rp 37,67 miliar dibandingkan dengan rugi neto untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
mengalami penurunan sebesar Rp 17,23 miliar atau setara dengan 91,81%
dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
mengalami kenaikan sebesar Rp 7,87 miliar atau setara dengan 72,20%
dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019.
44
Page 72
VI.A.8. Laporan Arus Kas
Tabel 13
PT Mahakam Coal Terminal
Laporan Arus Kas
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (796) (5.205) (43.828) 942 (23.450) -
Penyesuaian untuk :
Beban bunga pinjaman jangka panjang 40.217 - - - - -
Selisih kurs atas pinjaman jangka panjang - neto 26.866 - - - - -
Beban bunga utang pihak berelasi 5.745 - - - - -
Penyusutan aset tetap 5.371 21.753 20.094 17.029 5.477 -
Penyusutan aset hak-guna 1.801 6.973 8.811 7.873 3.226 -
Beban bunga liabilitas sewa 927 - - - - -
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - pihak berelasi 320 1.524 3.717 5.225 5.153 -
Beban imbalan kerja karyawan 188 751 308 91 - -
Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang
pihak berelasi - neto (57) (45) (50) - - -
Selisih kurs atas piutang pihak berelasi - neto (18.199) - - - - -
Penghasilan bunga piutang pihak berelasi (31.692) - - - - -
Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang lain-lain - (6) 6 213 103 -
Keuntungan atas penghentian pengakuan aset tetap
akibat kebakaran - (465) - - - -
Penurunan (kenaikan) aset operasi: - -
Piutang usaha - pihak berelasi (36.216) (9.637) 19.347 (11.954) (11.139) -
Piutang lain-lain (1) 763 (763) - - -
Persediaan (145) 126 (254) - - -
Pajak dibayar di muka (208) 92 (92) 2.470 (2.470) -
Beban dibayar di muka dan uang muka 448 3.586 1.150 (1.564) (3.951) -
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Utang usaha 2.408 9.006 (1.375) (800) 5.177 -
Beban akrual 669 (1.824) 2.732 1.030 1.240 -
Utang pajak 6.971 19.796 19.211 10.937 390 -
Utang lain-lain - (3.251) 208 (4.288) (9.876) -
Penerimaan klaim asuransi aset tetap - 2.685 - - - -
Pembayaran bunga pinjaman jangka panjang (76.004) - - - - -
Pembayaran bunga liabilitas sewa (823) - - - - -
Pembayaran pajak penghasilan (921) - - - - -
Penerimaan dari pelanggan - - - - - (6.554)
Pembayaran kepada pemasok - - - - - 33.832
Pembayaran pajak penghasilan - - - - - 977
Pembayaran bunga dan beban keuangan - - - - - 2.505
Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - - (12.339)
Penerimaan lainnya - neto - - - - - (261)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (73.132) 46.622 29.222 27.205 (30.121) 18.160
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya (171) (77) - - - -
Perolehan aset tetap (266) (8.479) (33.276) (43.886) (95.205) (15.450)
Penurunan (kenaikan) piutang pihak berelasi 21.575 (118.962) (72.440) (14.878) (667.812) -
Penambahan aset hak-guna - - - (16.754) (12.904) -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 21.138 (127.517) (105.716) (75.517) (775.922) (15.450)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi 648.989 18.815 55.584 - (26.730) -
Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka panjang (596.870) 45.310 44.229 43.756 823.506 -
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa (144) (3.510) (9.698) 10.723 9.915 (2.924)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 51.975 60.614 90.115 54.479 806.691 (2.924)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (19) (20.281) 13.621 6.167 649 (214)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 173 20.454 6.833 666 17 231
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 154 173 20.454 6.833 666 17
45
Page 73
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 73,13 miliar dan Rp 30,12 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
operasi MCT dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 46,62 miliar, Rp 29,22 miliar, Rp 27,21 miliar, dan Rp 18,16 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 73,13 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penghasilan bunga piutang pihak berelasi,
kenaikan aset operasi – piutang usaha pihak berelasi, dan pembayaran bunga
pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar Rp 31,69 miliar, Rp 36,22 miliar,
dan Rp 76,00 miliar yang disertai dengan penyesuaian untuk beban bunga
pinjaman jangka panjang dan penyesuaian untuk selisih kurs atas pinjaman jangka
panjang – neto masing-masing sebesar Rp 40,22 miliar dan Rp 26,87 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 46,62 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, kenaikan liabilitas operasi - utang usaha, dan kenaikan
liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar Rp 21,75 miliar,
Rp 6,97 miliar, Rp 9,01 miliar, dan Rp 19,80 miliar yang disertai dengan kenaikan
aset operasi – piutang usaha – pihak berelasi sebesar Rp 9,64 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 29,22 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, penurunan aset operasi – piutang usaha – pihak
berelasi, dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar
Rp 20,09 miliar, Rp 8,81 miliar, Rp 19,35 miliar, dan Rp 19,21 miliar yang disertai
dengan rugi sebelum manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 43,83 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 27,21 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesusaian untuk
penyusutan aset hak guna, penyesuaian untuk penyisihan penurunan nilai piutang
pihak berelasi dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing
sebesar Rp 17,03 miliar, Rp 7,87 miliar, Rp 5,23 miliar, dan Rp 10,94 miliar yang
disertai dengan kenaikan aset operasi piutang usaha – pihak berelasi sebesar
Rp 11,95 miliar.
46
Page 74
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 30,12 miliar terutama
berasal dari rugi sebelum manfaat pajak penghasilan, kenaikan aset
operasi – piutang usaha – pihak berelasi, dan penurunan liabilitas operasi – utang
lain-lain masing-masing sebesar Rp 23,45 miliar, Rp 11,14 miliar, dan
Rp 9,88 miliar yang disertai dengan penyesuaian untuk penyusutan aset tetap,
penyesuaian untuk penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pihak berelasi,
dan kenaikan liabilitas operasi – utang usaha masing-masing sebesar
Rp 5,48 miliar, Rp 5,15 miliar, dan Rp 5,18 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 18,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 33,83 miliar yang disertai
dengan penerimaan dari pelanggan dan pekerjaan dalam pelaksanaan
masing-masing sebesar Rp 6,55 miliar dan Rp 12,34 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 21,14 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 127,52 miliar, Rp 105,72 miliar, Rp 75,52 miliar,
Rp 775,92 miliar, dan Rp 15,45 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 21,14 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang pihak berelasi sebesar Rp 21,58 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 127,52 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 8,48 miliar dan Rp 118,96 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 105,72 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 33,28 miliar dan Rp 72,44 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 75,52 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, kenaikan piutang pihak berelasi, dan
penambahan aset hak-guna masing-masing sebesar Rp 43,89 miliar,
Rp 14,88 miliar, dan Rp 16,75 miliar.
47
Page 75
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 775,92 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 95,21 miliar dan Rp 667,81 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,45 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 51,98 miliar, Rp 60,61 miliar, Rp 90,12 miliar, Rp 54,48 miliar,
dan Rp 806,69 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar
Rp 2,92 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 51,98 miliar terutama
berasal dari kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 648,99 miliar yang disertai
dengan pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar Rp 596,87 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 60,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 45,31 miliar dan Rp 18,82 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 90,12 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 54,48 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 43,76 miliar dan Rp 10,72 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 806,69 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman jangka panjang sebesar Rp 823,51 miliar
yang disertai dengan penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 26,73 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 2,92 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran liabilitas sewa.
48
Page 76
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 14
PT Mahakam Coal Terminal
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 0,13 0,04 0,03 0,13 0,15 0,09
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,20 0,20 0,16 0,18 0,06 0,00
Ekuitas terhadap jumlah aset (0,04) (0,04) (0,03) 0,01 0,01 0,39
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 1,04 1,04 1,03 0,99 0,99 0,61
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas (26,99) (26,73) (34,16) 95,62 76,69 1,55
Rasio Profitabilitas
Marjin laba (rugi) kotor 55,53% 56,54% 51,17% 57,10% 35,39% -1864,71%
Marjin laba (rugi) usaha 41,26% 38,60% 37,27% 48,13% 10,38% -3100,99%
Marjin rugi bersih -3,20% -5,93% -24,01% -0,95% -39,24% -3101,19%
Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset 8,07% 7,63% 6,14% 8,44% 0,58% -15,06%
Imbal hasil aset -0,63% -1,17% -3,95% -0,17% -2,18% -15,07%
Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas -209,72% -196,37% -203,55% 815,07% 44,86% -38,39%
Imbal hasil ekuitas N/A N/A N/A -16,15% -169,67% -38,40%
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MCT dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MCT. Pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio perputaran
jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,20; 0,16; 0,18; 0,06; dan 0,00.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MCT
terhadap jumlah aset MCT. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan
2019 ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,01; 0,01; dan 0,39.
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan MCT untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,04, 1,04;
1,03; 0,99; 0,99; dan 0,61 sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021,
2020, dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing adalah
95,62; 76,69; dan 1,55.
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MCT dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MCT dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
49
Page 77
VI.B. Analisis atas Common Size PT Mahakam Coal Terminal
Berikut adalah analisis common size MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.
Ikhtisar common size MCT adalah sebagai berikut:
Tabel 15
PT Mahakam Coal Terminal
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas 0,01% 0,02% 2,06% 0,74% 0,08% 0,02%
Piutang usaha - neto
Pihak berelasi 4,25% 1,20% 0,35% 2,48% 1,28% 0,69%
Piutang lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Persediaan 0,02% 0,01% 0,03% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 0,02% 0,00% 0,01% 0,00% 0,29% 0,00%
Beban dibayar di muka dan uang muka 0,06% 0,10% 0,47% 0,65% 0,52% 0,00%
Dana yang dibatasi penggunaannya 0,02% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 4,38% 1,34% 2,93% 3,87% 2,17% 0,71%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 76,83% 78,26% 74,74% 73,13% 77,10% 0,00%
Aset pajak tangguhan - neto 0,20% 0,22% 1,02% 0,59% 0,92% 0,00%
Aset hak guna - neto 2,97% 3,29% 0,98% 2,02% 1,13% 0,00%
Aset tetap - neto 15,60% 16,88% 20,24% 20,39% 18,68% 82,23%
Uang muka pembelian aset tetap 0,01% 0,02% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang lain-lain - neto 0,00% 0,00% 0,07% 0,00% 0,00% 0,00%
Pekerjaan dalam pelaksanaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 17,05%
Jumlah Aset Tidak Lancar 95,62% 98,66% 97,07% 96,13% 97,83% 99,29%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1,30% 1,15% 0,36% 0,54% 0,67% 6,90%
Beban akrual 0,33% 0,29% 0,50% 0,25% 0,14% 0,00%
Utang pajak 4,99% 4,61% 3,11% 1,26% 0,08% 1,40%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 27,68% 23,37% 90,99% 26,98% 12,12% 0,00%
Liabilitas sewa 0,75% 0,77% 0,64% 1,50% 0,75% 0,00%
Utang lain-lain 0,00% 0,00% 0,33% 0,33% 0,85% 0,08%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 35,05% 30,19% 95,93% 30,86% 14,61% 8,38%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 63,17% 6,78% 5,61% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 2,73% 63,85% 0,94% 67,35% 83,70% 0,00%
Liabilitas sewa 2,78% 2,94% 0,47% 0,74% 0,40% 0,00%
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 52,38%
Liabilitas imbalan pascakerja 0,12% 0,12% 0,07% 0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 68,80% 73,69% 7,09% 68,10% 84,10% 52,38%
JUMLAH LIABILITAS 103,85% 103,89% 103,02% 98,97% 98,71% 60,76%
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 0,43% 0,46% 0,50% 0,54% 0,58% 6,91%
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto -0,01% -0,01% -0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
Saldo laba (defisit) -4,28% -4,33% -3,50% 0,49% 0,71% 32,33%
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) -3,85% -3,89% -3,02% 1,03% 1,29% 39,24%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
50
Page 78
Tabel 16
PT Mahakam Coal Terminal
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 44,47% 43,46% 48,83% 42,90% 64,61% 1964,71%
Laba (rugi) bruto 55,53% 56,54% 51,17% 57,10% 35,39% -1864,71%
Beban usaha -14,27% -17,94% -13,89% -8,97% -25,02% -1236,29%
Laba (rugi) usaha 41,26% 38,60% 37,27% 48,13% 10,38% -3100,99%
Penghasilan bunga 56,16% 57,11% 83,28% 65,99% 139,08% 0,21%
Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto 0,10% -0,70% -2,25% -0,11% -10,99% 0,00%
Beban pajak -7,29% -14,69% -14,83% -9,75% -3,96% 0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto -8,01% 2,19% -22,44% 0,56% 15,16% 0,00%
Beban keuangan -83,08% -84,57% -108,28% -103,92% -194,67% 0,00%
Lain-lain - neto -0,55% -0,34% 0,40% -0,32% -4,02% 0,00%
Biaya keuangan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,41%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan -1,41% -2,40% -26,84% 0,58% -49,03% -3101,19%
Manfaat (beban) pajak penghasilan -1,79% -3,53% 2,83% -1,54% 9,79% 0,00%
Rugi neto -3,20% -5,93% -24,01% -0,95% -39,24% -3101,19%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
dikurangi pajak 0,06% 0,06% -0,13% -0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto -3,15% -5,87% -24,14% -0,96% -39,24% -3101,19%
51
Page 79
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Batubara
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan MCT, yaitu
PT Golden Eagle Energy Tbk, PT Indika Energy Tbk, dan PT Petrosea Tbk
masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019.
Ikhtisar common size untuk PT Golden Eagle Energy Tbk, PT Indika Energy Tbk,
dan PT Petrosea Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:
VI.C.1. PT Golden Eagle Energy Tbk
Tabel 17
PT Golden Eagle Energy Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 8,06% 4,35% 6,99% 17,91% 7,38% 8,73%
Piutang usaha - bersih
Pihak berelasi 0,00% 4,67% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 0,09% 1,17% 4,63% 3,43% 1,00% 0,12%
Piutang lain-lain dari pihak ketiga 0,08% 0,04% 0,11% 0,05% 0,04% 0,20%
Persediaan 8,62% 5,12% 2,02% 1,00% 1,79% 0,39%
Uang muka 0,74% 1,27% 0,73% 0,15% 0,22% 0,09%
Pajak dibayar di muka 3,19% 2,08% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban dibayar di muka 0,04% 0,02% 0,05% 0,09% 0,14% 0,26%
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,05% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 20,84% 18,72% 14,52% 22,62% 10,61% 9,80%
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 0,38% 0,40% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi pada entitas asosiasi 34,36% 34,13% 36,77% 39,17% 41,67% 40,48%
Aset tetap 1,32% 1,46% 1,16% 1,21% 1,91% 3,76%
Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - bersih 8,32% 9,26% 3,88% 0,00% 0,00% 0,00%
Properti pertambangan - bersih 7,16% 7,31% 6,85% 9,68% 14,82% 16,53%
Aset eksplorasi dan evaluasi 15,04% 15,48% 14,02% 20,74% 23,94% 24,00%
Goodwill 0,12% 0,13% 0,11% 0,13% 0,15% 0,15%
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 1,24% 1,09% 0,77% 0,74% 0,76% 0,65%
Uang muka dan uang jaminan 0,02% 0,27% 0,02% 0,02% 0,04% 0,04%
Aset tidak lancar lainnya 11,20% 11,74% 21,90% 5,70% 6,10% 4,59%
Jumlah Aset Tidak Lancar 79,16% 81,28% 85,48% 77,38% 89,39% 90,20%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
52
Page 80
Keterangan 31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha kepada pihak ketiga 2,73% 7,19% 3,60% 1,10% 2,64% 0,54%
Utang lain-lain 0,10% 0,11% 0,03% 0,02% 0,20% 0,06%
Utang dividen 0,08% 0,08% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang pajak 0,14% 0,59% 4,66% 0,38% 0,03% 0,02%
Liabilitas kontrak 12,04% 1,84% 1,33% 3,07% 2,75% 0,00%
Biaya yang masih harus dibayar 4,06% 7,58% 3,76% 2,49% 3,81% 0,70%
Utang kepada pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,10% 0,12% 0,12%
Pinjaman bank jangka pendek 0,00% 0,00% 0,00% 2,25% 7,55% 6,89%
Utang pembiayaan konsumen jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun 0,00% 0,00% 0,00% 0,05% 0,51% 0,99%
Pinjaman bank jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun 0,00% 0,00% 0,00% 1,18% 0,55% 2,02%
Uang muka pelanggan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19,15% 17,38% 13,41% 10,64% 18,16% 16,04%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi reklamasi lingkungan dan penutupan tambang 2,06% 2,13% 0,12% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja 1,14% 1,15% 0,50% 0,46% 0,76% 0,60%
Utang pembiayaan konsumen jangka panjang - neto 0,00% 0,00% 0,00% 0,10% 1,01% 1,05%
Pinjaman bank jangka panjang - neto 0,00% 0,00% 0,00% 11,03% 16,05% 15,09%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,16%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3,20% 3,29% 0,62% 11,59% 17,82% 16,90%
JUMLAH LIABILITAS 22,35% 20,67% 14,03% 22,23% 35,98% 32,94%
EKUITAS
Modal saham 37,27% 39,07% 33,29% 37,44% 44,65% 45,18%
Tambahan modal disetor 1,68% 1,76% 1,50% 1,69% 2,01% 2,04%
Cadangan selisih penjabaran mata uang asing 8,12% 7,80% 7,32% 5,11% 5,70% 5,36%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
non-pengendali 6,24% 6,54% 5,58% 6,27% 7,48% 7,57%
Penghasilan komphrehensif lain 0,23% 0,24% 0,26% 0,33% 0,39% 0,41%
Saldo laba 18,86% 18,50% 34,25% 26,53% 5,17% 7,13%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 72,42% 73,92% 82,20% 77,38% 65,42% 67,68%
Kepentingan non-pengendali 5,24% 5,41% 3,77% 0,39% -1,39% -0,62%
JUMLAH EKUITAS 77,65% 79,33% 85,97% 77,77% 64,02% 67,06%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
Tabel 18
PT Golden Eagle Energy Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 83,46% 82,55% 67,85% 68,10% 93,89% 85,07%
Laba kotor 16,54% 17,45% 32,15% 31,90% 6,11% 14,93%
Bagian laba neto entitas asosiasi 13,94% 18,27% 17,64% 29,69% 10,13% 3,10%
Laba (rugi) selisih kurs 2,30% 0,14% -0,37% -0,37% -0,75% 2,13%
Penghasilan bunga 0,16% 0,13% 0,16% 0,36% 1,17% 1,07%
(Kerugian) pendapatan lain-lain - neto -0,19% 0,07% 0,10% 0,72% 0,00% 1,34%
Laba penjualan aset tetap 0,00% 0,03% 0,92% 0,46% 0,25% 0,00%
Beban umum dan administrasi -14,99% -6,57% -5,84% -8,68% -20,83% -16,14%
Denda pajak 0,00% -1,26% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban bunga -0,27% -0,70% -0,63% -3,32% -6,22% -6,17%
Penghasilan dari transfer kelebihan kuota batu bara 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,90% 2,24%
Beban lain-lain - neto 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -1,92% 0,00%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan 17,49% 27,56% 44,14% 50,76% -11,17% 2,49%
Beban pajak penghasilan - bersih -1,42% -2,37% -5,75% -1,58% 0,00% 0,00%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan 16,08% 25,19% 38,40% 49,18% -11,17% 2,49%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 8,49% -0,87% 3,10% 0,68% 1,67% -3,94%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan 24,57% 24,32% 41,50% 49,86% -9,50% -1,45%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 15,16% 24,05% 34,53% 45,93% -7,89% 2,73%
Kepentingan non-pengendali 0,92% 1,14% 3,86% 3,25% -3,27% -0,24%
*) Tidak Diaudit
53
Page 81
VI.C.2. PT Indika Energy Tbk
Tabel 19
PT Indika Energy Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 17,37% 14,43% 32,15% 23,50% 18,64% 15,72%
Aset keuangan lainnya - jatuh tempo dalam satu tahun 4,63% 4,29% 0,71% 1,49% 1,64% 1,57%
Piutang usaha
Pihak berelasi - bersih 3,32% 2,59% 2,00% 2,02% 2,91% 1,56%
Pihak ketiga - bersih 11,20% 8,45% 12,87% 11,14% 10,33% 12,63%
Aset kontrak 0,63% 0,63% 0,14% 0,05% 0,05% 0,00%
Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun 1,00% 1,04% 0,81% 0,85% 1,26% 0,93%
Persediaan - bersih 1,76% 1,65% 1,69% 1,18% 1,20% 1,33%
Pajak dibayar di muka 3,04% 2,34% 0,66% 0,56% 1,73% 1,73%
Aset biologis 0,02% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset derivatif 0,02% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00% 0,02%
Aset lancar lainnya 4,02% 3,74% 4,72% 3,73% 2,16% 3,93%
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 0,18% 8,48% 0,00% 12,14% 0,00% 0,00%
Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan
kontrak dan pekerjaan dalam penyelesaian 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,16%
Jumlah Aset Lancar 47,20% 47,67% 55,73% 56,67% 39,90% 39,58%
ASET TIDAK LANCAR
Aset keuangan lainnya - bersih 2,77% 3,64% 2,13% 1,73% 2,40% 2,14%
Piutang lain-lain - bersih 0,82% 0,82% 1,15% 0,51% 0,58% 0,34%
Tanaman produktif - tanaman belum menghasilkan 0,33% 0,31% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi pada entitas asosiasi 8,41% 8,50% 6,72% 3,74% 4,55% 3,26%
Klaim pengembalian pajak - bersih 1,01% 0,76% 0,71% 1,81% 0,28% 0,60%
Aset eksplorasi dan evaluasi - bersih 3,31% 3,28% 2,91% 2,46% 0,35% 0,25%
Properti pertambangan - bersih 0,18% 0,18% 0,83% 0,31% 0,27% 0,32%
Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah 0,00% 0,00% 0,08% 0,19% 0,12% 0,05%
Aset tetap - bersih 10,45% 9,87% 6,14% 6,48% 17,57% 18,88%
Aset hak guna - bersih 0,56% 0,54% 0,11% 0,10% 1,79% 0,00%
Aset tidak berwujud - bersih 1,31% 1,18% 3,07% 6,49% 10,75% 13,85%
Goodwill - bersih 20,81% 20,85% 18,06% 17,55% 20,09% 19,41%
Uang jaminan 0,08% 0,08% 0,07% 0,05% 0,11% 0,12%
Aset pajak tangguhan 0,88% 0,82% 0,81% 0,72% 0,14% 0,04%
Aset derivatif 0,00% 0,00% 0,08% 0,00% 0,00% 0,02%
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 1,88% 1,49% 1,38% 1,18% 1,10% 1,14%
Jumlah Aset Tidak Lancar 52,80% 52,33% 44,27% 43,33% 60,10% 60,42%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
54
Page 82
Keterangan 31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 2,17% 1,88% 1,41% 1,57% 1,89% 0,28%
Utang usaha
Pihak berelasi 0,13% 0,13% 0,16% 0,15% 0,35% 0,24%
Pihak ketiga 7,87% 8,80% 9,37% 7,91% 9,25% 9,09%
Liabilitas kontrak 0,24% 0,34% 0,46% 0,31% 0,50% 0,00%
Utang pajak 0,93% 0,50% 15,14% 8,24% 1,79% 2,22%
Utang lain-lain kepada pihak ketiga dan biaya
masih harus dibayar 7,49% 5,99% 4,22% 2,90% 2,70% 2,02%
Uang muka pelanggan dari pihak ketiga 0,15% 0,50% 0,20% 0,16% 0,21% 0,31%
Utang dividen 0,53% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01% 0,01%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang - pihak ketiga 1,66% 1,87% 1,40% 1,83% 2,54% 2,31%
Liabilitas sewa 0,30% 0,25% 0,12% 0,03% 0,60% 0,00%
Utang obligasi - bersih 10,19% 9,78% 0,33% 0,42% 0,43% 0,44%
Liabilitas sewa pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,31%
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual 0,00% 1,52% 0,00% 7,24% 0,00% 0,00%
Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas
estimasi pendapatan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 2,46%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 31,65% 31,56% 32,80% 30,77% 20,26% 19,67%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang 3,24% 3,39% 2,54% 2,21% 7,20% 7,40%
Pinjaman yang dapat dikonversikan 0,73% 0,65% 0,21% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas sewa 0,25% 0,27% 0,04% 0,07% 0,86% 0,00%
Utang obligasi - bersih 16,90% 16,99% 24,49% 33,31% 35,06% 30,36%
Liabilitas sewa pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,71%
Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga 0,01% 0,01% 0,23% 0,00% 0,00% 0,00%
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan
pembongkaran 1,39% 1,39% 1,08% 0,95% 0,95% 0,84%
Liabilitas pajak tangguhan 0,35% 0,39% 0,70% 2,40% 4,47% 6,30%
Utang kontinjensi 0,00% 0,00% 0,00% 5,59% 4,71% 4,48%
Liabilitas derivatif 0,26% 0,26% 0,00% 0,04% 0,18% 0,00%
Imbalan kerja 0,87% 0,85% 0,63% 0,72% 1,50% 1,32%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 24,00% 24,20% 29,91% 45,29% 54,92% 51,41%
JUMLAH LIABILITAS 55,65% 55,76% 62,71% 76,06% 75,18% 71,08%
EKUITAS
Modal saham 1,81% 1,83% 1,58% 1,54% 1,63% 1,57%
Tambahan modal disetor 8,09% 8,15% 7,06% 6,88% 7,27% 7,02%
Komponen ekuitas lainnya 0,69% -0,39% -0,26% 0,94% 0,42% 0,77%
Saham treasuri -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% 0,00%
Saldo laba 29,36% 30,02% 24,71% 11,33% 10,32% 14,16%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 39,94% 39,60% 33,09% 20,68% 19,62% 23,52%
Kepentingan non-pengendali 4,41% 4,64% 4,20% 3,26% 5,20% 5,40%
JUMLAH EKUITAS 44,35% 44,24% 37,29% 23,94% 24,82% 28,92%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
55
Page 83
Tabel 20
PT Indika Energy Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok kontrak dan penjualan 83,51% 81,76% 66,53% 70,09% 90,45% 84,67%
Laba kotor 16,49% 18,24% 33,47% 29,91% 9,55% 15,33%
Bagian laba bersih entitas asosiasi 0,91% 0,76% 0,72% 0,91% 1,80% 1,08%
Amortisasi aset tidak berwujud -0,06% -1,24% -3,14% -4,43% -7,48% -4,88%
Beban penjualan, umum, dan administrasi -8,48% -7,92% -5,55% -4,74% -5,59% -4,93%
Pendapatan investasi 0,74% 0,67% 0,21% 0,14% 0,68% 0,58%
Beban keuangan -3,49% -2,83% -2,39% -3,42% -6,14% -3,93%
Beban pajak final -0,18% -0,25% -0,20% -0,22% -0,35% -0,71%
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
pinjaman yang dapat dikonversikan 0,00% 0,04% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi 0,00% 0,00% 1,07% -1,36% -0,14% -0,69%
Lain-lain - bersih 1,29% 0,41% -0,88% -0,44% 0,50% 0,19%
Keuntungan pembelian dengan diskon 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,89% 0,00%
Penurunan nilai aset 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,33% -0,11%
Bagian rugi bersih ventura bersama 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak 7,23% 7,88% 23,31% 16,36% -6,60% 1,95%
Beban pajak -2,49% -2,89% -11,52% -9,60% -0,07% -1,77%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan dari operasi
yang dilanjutkan 4,74% 4,99% 11,78% 6,76% -6,67% 0,18%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan dari operasi
yang dihentikan 0,00% 0,00% 0,00% -4,70% 0,97% 0,00%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan 4,74% 4,99% 11,78% 2,06% -5,70% 0,18%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 0,71% -0,13% 1,23% 0,88% -1,48% -0,77%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan 5,45% 4,86% 13,01% 2,94% -7,19% -0,59%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 3,55% 3,95% 10,44% 1,88% -6,48% -0,65%
Kepentingan non-pengendali 1,19% 1,04% 1,34% 0,18% 0,78% 0,83%
*) Tidak Diaudit
56
Page 84
VI.C.3. PT Petrosea Tbk
Tabel 21
PT Petrosea Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5,97% 10,03% 10,36% 16,77% 25,29% 15,28%
Rekening bank dibatasi penggunaannya 0,00% 0,39% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset keuangan lainnya 0,06% 0,06% 0,06% 4,58% 0,09% 0,09%
Piutang usaha
Pihak berelasi 3,85% 2,86% 4,00% 5,76% 6,78% 3,67%
Pihak ketiga - bersih 16,51% 17,72% 13,85% 11,11% 7,57% 15,52%
Piutang lain-lain 7,04% 6,76% 2,71% 0,41% 0,19% 0,04%
Persediaan 2,95% 2,64% 3,10% 1,70% 0,80% 1,19%
Aset kontrak 2,87% 0,79% 2,06% 0,32% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 0,40% 0,21% 1,90% 1,23% 0,64% 0,42%
Klaim pengembalian pajak 0,00% 0,00% 1,16% 0,63% 0,03% 2,12%
Beban dibayar di muka 0,84% 0,70% 0,94% 0,52% 0,36% 0,77%
Aset lancar lainnya 1,82% 1,22% 3,06% 0,47% 0,18% 0,84%
Selisih lebih estimasi pendapatan di atas tagihan
kemajuan kontrak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,36%
Jumlah Aset Lancar 42,29% 43,37% 43,20% 43,51% 41,91% 40,30%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang jangka panjang
Piutang karyawan 0,08% 0,09% 0,09% 0,09% 0,07% 0,05%
Piutang lain-lain 0,00% 0,00% 5,36% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 0,48% 0,47% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tambang 0,34% 0,34% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tetap - bersih 32,74% 31,70% 39,03% 43,01% 43,69% 56,72%
Aset hak guna - bersih 4,95% 5,16% 5,69% 7,23% 10,19% 0,00%
Goodwill 2,78% 2,72% 0,13% 0,15% 0,15% 0,14%
Klaim pengembalian pajak 0,00% 0,00% 0,00% 0,02% 0,00% 0,00%
Aset tidak berwujud - bersih 15,33% 15,25% 4,61% 5,29% 3,84% 2,49%
Rekening bank dibatasi penggunaannya 0,10% 0,10% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset pajak tangguhan 0,12% 0,11% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tidak lancar lainnya 0,79% 0,70% 1,89% 0,69% 0,15% 0,30%
Jumlah Aset Tidak Lancar 57,71% 56,63% 56,80% 56,49% 58,09% 59,70%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
57
Page 85
Keterangan 31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 2,82% 5,10% 7,57% 0,00% 3,78% 0,00%
Utang usaha
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,11% 0,61% 0,74% 0,21%
Pihak ketiga 21,49% 19,23% 19,76% 12,12% 5,92% 10,77%
Utang lain-lain 0,08% 0,08% 0,28% 0,31% 0,28% 0,39%
Utang dividen 0,13% 0,13% 0,05% 0,06% 0,05% 0,05%
Utang pajak 0,50% 0,44% 0,92% 2,20% 0,53% 0,99%
Beban masih harus dibayar 2,68% 2,48% 3,18% 3,65% 3,22% 2,92%
Liabilitas kontrak 3,36% 3,06% 0,95% 0,45% 0,01% 0,00%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Pinjaman jangka panjang
Pihak ketiga 5,89% 5,29% 2,65% 9,77% 8,12% 7,55%
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,21%
Liabilitas sewa 1,33% 1,55% 1,73% 2,24% 2,94% 0,00%
Pendapatan diterima dimuka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 1,49%
Liabilitas sewa pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 2,04%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38,26% 37,36% 37,21% 31,42% 25,60% 26,62%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Pinjaman jangka panjang
Pihak ketiga 18,86% 20,42% 4,75% 9,57% 17,81% 15,46%
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 7,32%
Liabilitas sewa 1,91% 2,08% 2,70% 3,92% 5,47% 0,00%
Liabilitas derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,05% 0,17% 0,00%
Liabilitas imbalan pasca kerja 3,94% 3,83% 3,85% 4,31% 4,36% 3,97%
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 4,02% 3,93% 1,53% 1,88% 2,91% 3,39%
Liabilitas sewa pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 4,66%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,01% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 28,74% 30,27% 12,83% 19,73% 30,71% 34,81%
JUMLAH LIABILITAS 67,00% 67,63% 50,04% 51,15% 56,31% 61,43%
EKUITAS
Modal saham 4,71% 4,59% 5,61% 6,28% 6,31% 6,07%
Tambahan modal disetor -0,65% -0,63% -0,77% -0,86% -0,87% -0,85%
Saham treasuri -0,29% -0,28% -0,34% -0,38% -0,38% 0,00%
Penghasilan komprehensif lain -0,77% -0,56% -0,92% -0,42% -0,99% -0,41%
Saldo laba 29,87% 29,13% 46,25% 44,10% 39,50% 33,65%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 32,86% 32,25% 49,83% 48,71% 43,57% 38,46%
Kepentingan non-pengendali 0,14% 0,12% 0,13% 0,14% 0,13% 0,11%
JUMLAH EKUITAS 33,00% 32,37% 49,96% 48,85% 43,69% 38,57%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
Tabel 22
PT Petrosea Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
31/03/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban usaha langsung 90,22% 85,79% 79,95% 82,07% 78,03% 82,97%
Laba kotor 9,78% 14,21% 20,05% 17,93% 21,97% 17,03%
Beban penjualan dan administrasi -6,89% -8,10% -7,26% -7,17% -7,98% -5,04%
Beban bunga dan keuangan -3,75% -3,43% -1,56% -1,34% -2,86% -2,89%
Penghasilan bunga 0,14% 0,19% 0,21% 0,54% 0,66% 0,25%
Beban pajak final -0,81% -0,77% -0,57% -0,41% -0,65% -0,90%
Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih 2,08% 0,67% -0,35% 0,39% -0,73% 0,07%
Laba sebelum pajak 0,56% 2,78% 10,53% 9,94% 10,43% 8,52%
Beban pajak penghasilan - bersih -0,37% -0,62% -1,89% -1,78% -0,89% -1,94%
Laba bersih periode/tahun berjalan 0,18% 2,15% 8,64% 8,17% 9,54% 6,57%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain setelah pajak -0,91% 0,24% -0,67% 0,72% -0,87% -0,22%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan -0,72% 2,39% 7,97% 8,89% 8,67% 6,35%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 0,10% 2,11% 8,59% 8,11% 9,47% 6,54%
Kepentingan non-pengendali 0,08% 0,04% 0,05% 0,06% 0,06% 0,03%
*) Tidak Diaudit
58
Page 86
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, MCT tidak terlepas dari berbagai risiko
usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap MCT adalah sebagai berikut:
VII.A. Risiko Penurunan Harga Batubara dan Kelangkaan Batubara
Penurunan harga batubara akan menyebabkan terjadinya penurunan ekspor
batubara sehingga akan mempengaruhi kinerja perusahaan batubara di Indonesia.
Hal ini dikarenakan pihak Pemerintah telah menetapkan pembatasan ekspor
batubara untuk kebutuhan nasional yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
berbagai sektor industri yang di masa mendatang sudah memproyeksikan
kebutuhannya untuk proses produksi.
Namun demikian, sehubungan dengan risiko penurunan harga batubara dan
kelangkaan batubara tersebut, MCT telah menjalin kerjasama dengan para
pelanggannya melalui kontrak penjualan batubara sehingga selama masa kontrak
tersebut, tarif yang dikenakan oleh MCT terhadap para pelanggannya tidak akan
terpengaruh oleh risiko penurunan harga batubara dan kelangkaan batubara
sehingga pendapatan MCT akan tetap stabil.
VII.B. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko MCT kesulitan dalam memperoleh pendanaan guna
instrumen keuangan. Dengan menjaga profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas
keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang mencakup
proyeksi dan realisasi arus kas hingga periode ke depan dapat mengurangi risiko
likuiditas yang kemungkinan terjadi pada MCT.
VII.C. Risiko Izin Usaha Pertambangan
Dalam menjalankan kegiatan pertambangan batubara di Indonesia, MCT
diwajibkan memiliki dan mempertahankan berbagai perijinan dari berbagai instansi
berwenang di Indonesia sehubungan dengan pertambangan, ketenagakerjaan,
lingkungan hidup, dan pemanfaatan lahan. MCT harus memperbarui perijinan
yang dimilikinya tersebut pada saat masa berlaku perijinan tersebut berakhir masa
berlakunya, serta memperoleh perijinan baru apabila dipersyaratkan. Kegagalan
dalam memperoleh hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap kelangsungan
kegiatan usaha MCT.
Apabila MCT tidak dapat mempertahankan salah satu perijinan tersebut, maka
kegiatan pertambangan maupun eksplorasi pada wilayah ijin usaha akan dilarang
atau dibatasi sehingga dapat berdampak terhadap kondisi keuangan, hasil
operasi, dan prospek usaha MCT.
59
Page 87
VII.D. Risiko Bencana Alam
Kegiatan usaha pertambangan batubara MCT tidak terlepas dari ancaman
bencana alam seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir, karena
faktor alam dan berbagai bencana yang dapat memberikan dampak negatif secara
material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha MCT.
Namun demikian, fasilitas pertambangan batubara yang dimiliki oleh MCT telah
dirancang sesuai dengan standar dan kualitas yang telah memenuhi persyaratan
dalam kondisi dan situasi untuk meminimalisasi dampak terjadinya bencana alam
sehingga dapat mengurangi dampak negatif atas potensi kerusakan dan kerugian
yang akan dialami oleh MCT.
VII.E. Risiko Kebijakan Pemerintah
Kegiatan usaha MCT dipengaruhi oleh perubahan kebijakan Pemerintah Indonesia
baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan moneter uang ketat merupakan
salah satu kebijakan tidak langsung yang mempengaruhi kegiatan MCT yang
dapat berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat melalui tingkat suku
bunga yang tinggi. Sedangkan, kebijakan pemerintah yang secara langsung
mempengaruhi MCT antara lain kemungkinan perubahan kebijakan rencana
pembatasan ekspor batubara. Apabila kebijakan pemerintah tersebut diterapkan,
dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah pendapatan dan laba MCT.
Namun demikian, sehubungan dengan adanya risiko kebijakan pemerintah
mengenai pembatasan ekspor batubara, MCT telah menjalin kerjasama dengan
para pelanggannya melalui kontrak terkait dengan penggunaan jasa terminal
batubara yang dimiliki oleh MCT sehingga selama masa kontrak tersebut
pendapatan MCT akan tetap stabil walaupun terdapat risiko kebijakan pemerintah
mengenai pembatasan ekspor batubara.
60
Page 88
VIII. METODE PENILAIAN
VIII.A. Metode-Metode Penilaian
VIII.A.1. Metode Penyesuaian Aset Bersih
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
(asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
VIII.A.2. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
61
Page 89
VIII.A.3. Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pendapatan (income based approach).
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
(discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
diskonto (discount rate) yang tepat.
Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
(corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
VIII.B. Metode Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MCT,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
MCT. Prospek MCT di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
62
Page 90
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian
dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MCT
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
VIII.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa MCT adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
63
Page 91
VIII.D. Aplikasi Diskon dan Premi
Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).
VIII.E. Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
operasi MCT.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari MCT.
3. Melakukan penelaahan atas data operasional MCT.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan MCT yang telah disiapkan
oleh pihak manajemen MCT.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
tersebut.
6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan dengan pendekatan aset.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MCT
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MCT. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003
tanggal 3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
64
Page 92
IX. PENILAIAN
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas
penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian
dilanjutkan dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
IX.A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities)
Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.
Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
“suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
penilaian”.
Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
dibatasi pengendaliannya.
Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
dengan:
• Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
• Memilih pengurus inti perusahaan.
• Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
• Menentukan kebijakan investasi.
• Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
• Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
• Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
65
Page 93
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.
Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.
Untuk penilaian atas MCT, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024 yang didasarkan pada proyeksi
laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen MCT, maka diperkirakan
telah dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh
karena itu atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan
penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat
(diskon likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
sebagai berikut:
• Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
bagi pemegang saham myoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
• MCT merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia.
IX.B.1 Metode Diskonto Arus Kas
IX.B.1.a Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian MCT yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen MCT. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen MCT sehubungan dengan
perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja MCT yang dinilai.
66
Page 94
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas MCT.
IX.B.1.b. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas MCT, industri,
atau negara di mana MCT beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja MCT selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
MCT atau pada sumber utama penghasilan MCT selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen MCT.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
mempengaruhi kegiatan usaha MCT.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada MCT.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh MCT atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen MCT mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2047.
1. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan jasa atas
bongkar muat batubara.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan MCT untuk tahun
2024 – 2047.
67
Page 95
Grafik 9
PT Mahakam Coal Terminal
Proyeksi Pendapatan Tahun 2024 – 2047
(Dalam miliar Rupiah)
Pendapatan
320
315
310
305
300
295
290
285
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan MCT terutama terdiri dari jasa bongkar muat,
pemeliharaan peralatan, dan penyusutan. Beban pokok pendapatan untuk
tahun 2024 – 2047 diproyeksikan berkisar antara 40% - 47% dari pendapatan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan MCT untuk
tahun 2024 – 2047.
Grafik 10
PT Mahakam Coal Terminal
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2024 – 2047
(Dalam miliar Rupiah)
Beban Pokok Pendapatan
150
145
140
135
130
125
120
115
110
68
Page 96
3. Beban Usaha
Beban usaha MCT terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan lainnya, CSR
dan donasi, serta jasa profesional. Beban usaha untuk tahun 2024 – 2047
diproyeksikan berkisar antara 10% – 23% dari pendapatan.
4. Pajak
Mengingat MCT adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
pajak yang diberlakukan atas MCT adalah tarif pajak yang berlaku umum di
Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047.
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif MCT
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047 adalah sebagai berikut:
Tabel 23
PT Mahakam Coal Terminal
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2047
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 238.958 314.708 314.708 314.708 314.708
Beban pokok pendapatan 108.165 146.219 145.938 145.852 146.456
Laba bruto 130.794 168.489 168.770 168.856 168.252
Beban usaha 24.163 33.470 34.563 35.703 36.893
Laba usaha 106.630 135.019 134.207 133.153 131.359
Pendapatan (beban) lain-lain 6.647 41.458 45.749 10.453 (14.958)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 113.277 176.477 179.956 143.606 116.401
Beban pajak penghasilan (24.921) (38.825) (39.590) (31.593) (25.608)
Laba neto 88.356 137.652 140.366 112.013 90.793
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 314.708 314.708 314.708 314.708 314.708
Beban pokok pendapatan 146.815 144.153 130.195 130.001 130.047
Laba bruto 167.893 170.555 184.512 184.707 184.661
Beban usaha 38.136 39.433 40.787 42.202 43.678
Laba usaha 129.758 131.122 143.725 142.506 140.982
Pendapatan (beban) lain-lain (5.306) (3.443) (4.111) (3.392) (3.083)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 124.452 127.679 139.614 139.114 137.899
Beban pajak penghasilan (27.379) (28.089) (30.715) (30.605) (30.338)
Laba neto 97.072 99.590 108.899 108.509 107.561
69
Page 97
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/34 31/12/35 31/12/36 31/12/37 31/12/38
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 314.708 314.708 314.708 314.708 314.708
Beban pokok pendapatan 129.797 129.435 128.532 125.532 125.532
Laba bruto 184.911 185.273 186.176 189.176 189.176
Beban usaha 45.220 46.831 48.513 50.270 52.105
Laba usaha 139.691 138.442 137.663 138.906 137.070
Pendapatan (beban) lain-lain (3.735) (2.954) (2.591) (3.213) (2.359)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 135.956 135.488 135.072 135.693 134.711
Beban pajak penghasilan (29.910) (29.807) (29.716) (29.852) (29.636)
Laba neto 106.045 105.681 105.356 105.840 105.075
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/39 31/12/40 31/12/41 31/12/42 31/12/43
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 314.708 314.708 314.708 314.708 314.708
Beban pokok pendapatan 125.582 125.726 125.726 125.777 125.968
Laba bruto 189.126 188.981 188.981 188.931 188.740
Beban usaha 54.023 56.026 58.119 60.306 62.591
Laba usaha 135.104 132.956 130.863 128.625 126.149
Pendapatan (beban) lain-lain (1.921) (2.495) (1.537) (1.009) (4.486)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 133.183 130.461 129.326 127.616 121.663
Beban pajak penghasilan (29.300) (28.701) (28.452) (28.075) (26.766)
Laba neto 103.883 101.759 100.874 99.540 94.897
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/44 31/12/45 31/12/46 31/12/47
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 314.708 314.708 314.708 314.708
Beban pokok pendapatan 125.976 126.133 126.567 125.042
Laba bruto 188.731 188.575 188.141 189.666
Beban usaha 64.979 67.475 70.084 72.810
Laba usaha 123.752 121.100 118.057 116.855
Pendapatan (beban) lain-lain (4.327) (3.924) (4.621) (3.446)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 119.425 117.175 113.436 113.410
Beban pajak penghasilan (26.274) (25.779) (24.956) (24.950)
Laba neto 93.152 91.397 88.480 88.460
6. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
7. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan berkisar antara 48 – 68 hari selama
periode proyeksi.
8. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 65 hari selama periode proyeksi.
70
Page 98
9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan MCT pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2047 adalah sebagai berikut:
Tabel 24
PT Mahakam Coal Terminal
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2024 - 2047
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
ASET
ASET LANCAR
Kas 56.413 43.349 275.780 524.216 563.769
Piutang usaha 60.390 50.909 42.167 42.167 42.167
Piutang lain-lain - neto 1 1 1 1 1
Persediaan 273 273 273 273 273
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 660 660 660 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 248 248 248 248
Jumlah Aset Lancar 118.193 95.647 319.337 567.773 607.326
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 858.147 599.406 340.665 81.925 -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.334 2.334 2.334 2.334
Aset hak-guna - neto 46.060 38.642 31.223 41.536 33.945
Aset tetap - neto 163.523 141.702 119.449 97.326 86.728
Uang muka pembelian aset tetap 170 - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.070.235 782.084 493.672 223.120 123.006
JUMLAH ASET 1.188.428 877.731 813.009 790.893 730.332
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
ASET
ASET LANCAR
Kas 611.805 732.816 849.719 965.346 1.079.238
Piutang usaha 42.167 42.167 42.167 42.167 42.167
Piutang lain-lain - neto 1 1 1 1 1
Persediaan 273 273 273 273 273
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 660 660 660 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 248 248 248 248
Jumlah Aset Lancar 655.362 776.373 893.276 1.008.903 1.122.795
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto - - - - -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.334 2.334 2.334 2.334
Aset hak-guna - neto 26.354 37.025 29.257 21.488 32.530
Aset tetap - neto 64.271 44.021 37.861 31.896 26.431
Uang muka pembelian aset tetap - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 92.959 83.381 69.452 55.719 61.295
JUMLAH ASET 748.321 859.753 962.728 1.064.622 1.184.090
71
Page 99
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/34 31/12/35 31/12/36 31/12/37 31/12/38
ASET
ASET LANCAR
Kas 1.192.386 1.303.057 1.413.113 1.520.644 1.620.084
Piutang usaha 42.167 42.167 42.167 42.167 42.167
Piutang lain-lain - neto 1 1 1 1 1
Persediaan 273 273 273 273 273
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 660 660 660 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 248 248 248 248
Jumlah Aset Lancar 1.235.943 1.346.614 1.456.670 1.564.201 1.663.641
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto - - - - -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.334 2.334 2.334 2.334
Aset hak-guna - neto 24.578 16.626 28.049 19.909 11.769
Aset tetap - neto 20.853 16.636 12.371 11.746 17.621
Uang muka pembelian aset tetap - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 47.765 35.597 42.754 33.989 31.724
JUMLAH ASET 1.283.709 1.382.211 1.499.424 1.598.190 1.695.365
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/39 31/12/40 31/12/41 31/12/42 31/12/43
ASET
ASET LANCAR
Kas 1.724.924 1.828.227 1.929.222 2.028.885 2.127.341
Piutang usaha 42.167 42.167 42.167 42.167 42.167
Piutang lain-lain - neto 1 1 1 1 1
Persediaan 273 273 273 273 273
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 660 660 660 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 248 248 248 248
Jumlah Aset Lancar 1.768.481 1.871.784 1.972.779 2.072.442 2.170.898
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto - - - - -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.334 2.334 2.334 2.334
Aset hak-guna - neto 23.584 15.250 6.915 19.135 44.880
Aset tetap - neto 16.496 15.371 14.746 13.621 12.496
Uang muka pembelian aset tetap - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 42.414 32.955 23.996 35.090 59.710
JUMLAH ASET 1.810.895 1.904.739 1.996.775 2.107.533 2.230.609
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/44 31/12/45 31/12/46 31/12/47
ASET
ASET LANCAR
Kas 2.223.922 2.316.981 2.409.242 2.434.917
Piutang usaha 42.167 42.167 42.167 -
Piutang lain-lain - neto 1 1 1 -
Persediaan 273 273 273 -
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 660 660 -
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 248 248 -
Jumlah Aset Lancar 2.267.478 2.360.537 2.452.799 2.435.125
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto - - - -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.334 2.334 2.334
Aset hak-guna - neto 36.296 42.651 33.527 26.101
Aset tetap - neto 11.371 11.721 10.546 9.196
Uang muka pembelian aset tetap - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 50.001 56.707 46.407 37.632
JUMLAH ASET 2.317.479 2.417.244 2.499.205 2.472.757
72
Page 100
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 20.746 21.032 20.994 20.994 20.994
Beban akrual 3.848 3.848 3.848 3.848 3.848
Utang pajak 57.576 57.576 57.576 57.576 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 351.010 53.410 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 433.180 135.866 82.418 82.418 82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 656.219 510.393 364.566 218.740 72.913
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 53.106 47.124 40.514 51.391 45.019
Liabilitas imbalan pascakerja 1.976 2.750 3.546 4.367 5.212
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 711.301 560.266 408.626 274.498 123.144
JUMLAH LIABILITAS 1.144.481 696.132 491.044 356.915 205.562
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (58) (58) (58) (58)
Saldo laba 39.005 176.657 317.023 429.036 519.829
JUMLAH EKUITAS 43.947 181.599 321.965 433.977 524.770
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.188.428 877.731 813.009 790.893 730.332
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 20.994 20.994 20.994 20.994 20.994
Beban akrual 3.848 3.848 3.848 3.848 3.848
Utang pajak 57.576 57.576 57.576 57.576 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.418 82.418 82.418 82.418 82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi - - - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 37.978 48.924 42.076 34.510 45.437
Liabilitas imbalan pascakerja 6.083 6.980 7.903 8.855 9.834
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 44.060 55.903 49.980 43.364 55.271
JUMLAH LIABILITAS 126.478 138.321 132.397 125.782 137.689
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (58) (58) (58) (58)
Saldo laba 616.901 716.491 825.389 933.898 1.041.459
JUMLAH EKUITAS 621.843 721.432 830.331 938.840 1.046.401
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 748.321 859.753 962.728 1.064.622 1.184.090
73
Page 101
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/34 31/12/35 31/12/36 31/12/37 31/12/38
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 20.994 20.994 20.994 20.994 20.994
Beban akrual 3.848 3.848 3.848 3.848 3.848
Utang pajak 57.576 57.576 57.576 57.576 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.418 82.418 82.418 82.418 82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi - - - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 38.000 29.783 40.569 32.392 23.356
Liabilitas imbalan pascakerja 10.844 11.883 12.954 14.057 15.193
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 48.844 41.666 53.523 46.449 38.549
JUMLAH LIABILITAS 131.262 124.084 135.941 128.867 120.966
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (58) (58) (58) (58)
Saldo laba 1.147.505 1.253.186 1.358.542 1.464.382 1.569.456
JUMLAH EKUITAS 1.152.447 1.258.128 1.363.483 1.469.324 1.574.398
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.283.709 1.382.211 1.499.424 1.598.190 1.695.365
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/39 31/12/40 31/12/41 31/12/42 31/12/43
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 20.994 20.994 20.994 20.994 20.994
Beban akrual 3.848 3.848 3.848 3.848 3.848
Utang pajak 57.576 57.576 57.576 57.576 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.418 82.418 82.418 82.418 82.418
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi - - - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 33.834 24.713 14.633 24.573 51.435
Liabilitas imbalan pascakerja 16.363 17.568 18.809 20.088 21.405
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 50.197 42.281 33.443 44.661 72.840
JUMLAH LIABILITAS 132.614 124.698 115.860 127.078 155.257
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (58) (58) (58) (58)
Saldo laba 1.673.339 1.775.098 1.875.973 1.975.513 2.070.410
JUMLAH EKUITAS 1.678.281 1.780.040 1.880.914 1.980.455 2.075.351
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.810.895 1.904.739 1.996.775 2.107.533 2.230.609
74
Page 102
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/44 31/12/45 31/12/46 31/12/47
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 20.994 20.994 20.994 -
Beban akrual 3.848 3.848 3.848 -
Utang pajak 57.576 57.576 57.576 -
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.418 82.418 82.418 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi - - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 43.798 50.769 42.811 35.917
Liabilitas imbalan pascakerja 22.761 24.158 25.597 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 66.559 74.927 68.408 35.917
JUMLAH LIABILITAS 148.976 157.344 150.825 35.917
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (58) (58) (58)
Saldo laba 2.163.561 2.254.958 2.343.438 2.431.898
JUMLAH EKUITAS 2.168.503 2.259.900 2.348.380 2.436.840
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.317.479 2.417.244 2.499.205 2.472.757
IX.C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
mengingat usaha yang dijalankan oleh MCT yang dinilai akan sangat tergantung
pada kontrak jasa atas pengiriman dan cadangan batubara yang dimiliki oleh
pelanggan MCT, maka terminal value dalam penilaian ini diasumsikan nol atau
tidak ada.
IX.D. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
75
Page 103
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital MCT untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047 adalah sebagai berikut:
Tabel 25
PT Mahakam Coal Terminal
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2047
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 227.627 324.190 323.450 314.708 314.708
Pembayaran kas kepada pemasok (80.419) (116.193) (116.305) (116.267) (116.267)
Pembayaran beban usaha (23.600) (32.696) (33.766) (34.882) (36.048)
Pembayaran beban pajak penghasilan (24.921) (38.825) (39.590) (31.593) (25.608)
Penerimaan lain-lain - - - - -
Pembayaran lain-lain - - - - -
Pembayaran liabilitas sewa (7.656) (10.551) (10.551) (10.903) (10.752)
Penambahan aset tetap - (330) - - (12.000)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 91.031 125.594 123.237 121.062 114.033
Penyesuaian pajak atas beban bunga (23.500) (22.446) (10.243) (6.597) (3.228)
Jumlah arus kas bersih 67.531 103.148 112.994 114.465 110.804
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 314.708 314.708 314.708 314.708 314.708
Pembayaran kas kepada pemasok (116.267) (116.267) (116.267) (116.267) (116.267)
Pembayaran beban usaha (37.265) (38.536) (39.864) (41.250) (42.698)
Pembayaran beban pajak penghasilan (27.379) (28.089) (30.715) (30.605) (30.338)
Penerimaan lain-lain - - - - -
Pembayaran lain-lain - - - - -
Pembayaran liabilitas sewa (10.752) (10.805) (10.959) (10.959) (11.013)
Penambahan aset tetap (500) - - - (500)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 122.544 121.011 116.903 115.627 113.892
Penyesuaian pajak atas beban bunga (351) - - - -
Jumlah arus kas bersih 122.193 121.011 116.903 115.627 113.892
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/34 31/12/35 31/12/36 31/12/37 31/12/38
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 314.708 314.708 314.708 314.708 314.708
Pembayaran kas kepada pemasok (116.267) (116.267) (116.267) (116.267) (116.267)
Pembayaran beban usaha (44.211) (45.791) (47.442) (49.167) (50.969)
Pembayaran beban pajak penghasilan (29.910) (29.807) (29.716) (29.852) (29.636)
Penerimaan lain-lain - - - - -
Pembayaran lain-lain - - - - -
Pembayaran liabilitas sewa (11.171) (11.171) (11.227) (11.390) (11.396)
Penambahan aset tetap - (1.000) - (500) (7.000)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 113.148 110.671 110.056 107.531 99.439
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - - -
Jumlah arus kas bersih 113.148 110.671 110.056 107.531 99.439
76
Page 104
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/39 31/12/40 31/12/41 31/12/42 31/12/43
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 314.708 314.708 314.708 314.708 314.708
Pembayaran kas kepada pemasok (116.267) (116.267) (116.267) (116.267) (116.267)
Pembayaran beban usaha (52.853) (54.821) (56.877) (59.027) (61.274)
Pembayaran beban pajak penghasilan (29.300) (28.701) (28.452) (28.075) (26.766)
Penerimaan lain-lain - - - - -
Pembayaran lain-lain - - - - -
Pembayaran liabilitas sewa (11.448) (11.616) (11.616) (11.675) (11.945)
Penambahan aset tetap - - (500) - -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 104.840 103.303 100.996 99.663 98.456
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - - -
Jumlah arus kas bersih 104.840 103.303 100.996 99.663 98.456
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/44 31/12/45 31/12/46 31/12/47
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 314.708 314.708 314.708 356.875
Pembayaran kas kepada pemasok (116.267) (116.267) (116.267) (137.261)
Pembayaran beban usaha (63.623) (66.078) (68.645) (71.328)
Pembayaran beban pajak penghasilan (26.274) (25.779) (24.956) (24.950)
Penerimaan lain-lain - - - 934
Pembayaran lain-lain - - - (88.503)
Pembayaran liabilitas sewa (11.965) (12.026) (12.579) (10.339)
Penambahan aset tetap - (1.500) - -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 96.580 93.059 92.261 25.428
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - -
Jumlah arus kas bersih 96.580 93.059 92.261 25.428
IX.E. Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Dimana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
77
Page 105
IX.E.1. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Maret 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 24 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 6,95% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2024.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 2,07 digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
78
Page 106
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
sebesar 0,88 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB MCT tersebut
dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 19,79% untuk memperoleh beta
MCT. Tarif pajak yang digunakan untuk MCT sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2047. Dengan
demikian, maka diperoleh beta MCT sebesar 1,01 untuk tahun 2024 – 2047
dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
βL = 0,88 x (1 + (1 – 22,00%) x 19,79%) = 1,01
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas MCT sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke = 6,95% + 1,01 x 7,38% – 2,07% = 12,35%
IX.E.2. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas MCT dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Maret 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
sebesar 9,47%.
79
Page 107
IX.E.3. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 83,48%, dan bobot utang sebesar 16,52%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk MCT sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
22,00% untuk tahun 2024 – 2047, maka weighted average cost of capital (WACC)
adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (12,35% x 83,48%) + (9,47% x [1 – 22,00%] x 16,52%)
= 11,53%
IX.F. Perhitungan Nilai Pasar MCT
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi MCT
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2047 adalah
sebagai berikut:
Tabel 26
PT Mahakam Coal Terminal
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 67.531 103.148 112.994 114.465 110.804
Faktor diskonto 0,9599 0,8607 0,7717 0,6919 0,6204
Nilai kini arus kas bersih 64.823 88.780 87.197 79.198 68.743
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 122.193 121.011 116.903 115.627 113.892
Faktor diskonto 0,5563 0,4988 0,4472 0,4010 0,3595
Nilai kini arus kas bersih 67.976 60.360 52.279 46.366 40.944
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/34 31/12/35 31/12/36 31/12/37 31/12/38
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 113.148 110.671 110.056 107.531 99.439
Faktor diskonto 0,3223 0,2890 0,2591 0,2323 0,2083
Nilai kini arus kas bersih 36.468 31.984 28.515 24.979 20.713
80
Page 108
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/39 31/12/40 31/12/41 31/12/42 31/12/43
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 104.840 103.303 100.996 99.663 98.456
Faktor diskonto 0,1868 0,1675 0,1502 0,1347 0,1208
Nilai kini arus kas bersih 19.584 17.303 15.170 13.425 11.893
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/44 31/12/45 31/12/46 31/12/47
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 96.580 93.059 92.261 27.165
Faktor diskonto 0,1083 0,0971 0,0871 0,0781
Nilai kini arus kas bersih 10.460 9.036 8.036 2.122
Indikasi nilai kini operasi 906.356
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 906,36 miliar untuk tingkat
diskonto sebesar 11,53% untuk tahun 2024 – 2047. Nilai tersebut merupakan
indikasi nilai MCT dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar MCT.
Pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki aset non-operasi dengan rincian
sebagai berikut:
• Kas sebesar Rp 0,15 miliar;
• Piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 886,85 miliar; dan
• Dana yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp 0,25 miliar.
Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar Rp 887,25 miliar.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu pinjaman jangka panjang dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 351,01 miliar dan Rp 729,13 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka
panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi
adalah sebesar Rp 1.080,14 miliar.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi MCT dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar Rp 499,42 miliar.
81
Page 109
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham MCT dengan menggunakan
metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 27
PT Mahakam Coal Terminal
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi 906.356
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas 154
Piutang pihak berelasi - neto 886.847
Dana yang dibatasi penggunaannya 248
Pinjaman jangka panjang (351.010)
Utang pihak berelasi (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 713.462
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (214.039)
Nilai pasar 100,00% saham 499.423
IX.G. Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 713,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MCT adalah sebesar Rp 499,42 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham MCT berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar Rp 499,42 miliar.
IX.H. Nilai Pasar Objek Penilaian Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
IX.H.1. Aset Berwujud Bersih
Aset berwujud bersih diperoleh dengan cara menghitung selisih antara jumlah aset
dengan jumlah liabilitas yang telah disesuaikan, kemudian ditambahkan dengan
liabilitas jangka panjang. Pos-pos liabilitas yang tercantum di laporan posisi
keuangan tidak disesuaikan karena kami anggap telah merefleksikan nilai
pasarnya.
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian dan penyesuaian berdasarkan nilai
pasar atas aset tetap yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00229/2.0047-05/PI/02/0500/1/IX/2024 tanggal
23 September 2024 sebesar Rp 237,94 miliar.
82
Page 110
Apabila penyesuaian atas nilai pasar aset tetap tersebut direfleksikan dalam
laporan posisi keuangan, maka jumlah aset MCT adalah sebesar
Rp 1.212,19 miliar, sedangkan jumlah liabilitas MCT adalah tetap, yaitu sebesar
Rp 1.198,68 miliar dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel 28
PT Mahakam Coal Terminal
Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas 154 - 154
Piutang usaha 49.059 - 49.059
Piutang lain-lain - neto 1 - 1
Persediaan 273 - 273
Pajak dibayar dimuka 208 - 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 - 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 - 248
Jumlah Aset Lancar 50.603 - 50.603
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 - 886.847
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 - 2.334
Aset hak-guna - neto 34.296 - 34.296
Aset tetap - neto 180.025 57.912 237.937
Uang muka pembelian aset tetap 170 - 170
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.103.672 57.912 1.161.584
JUMLAH ASET 1.154.275 57.912 1.212.188
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 14.993 - 14.993
Beban akrual 3.848 - 3.848
Utang pajak 57.576 - 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 319.523 - 319.523
Liabilitas sewa 8.600 - 8.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 404.540 - 404.540
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 729.133 - 729.133
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 31.487 - 31.487
Liabilitas sewa 32.112 - 32.112
Liabilitas imbalan pascakerja 1.413 - 1.413
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.145 - 794.145
JUMLAH LIABILITAS 1.198.684 - 1.198.684
EKUITAS (44.409) 57.912 13.503
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.154.275 57.912 1.212.188
83
Page 111
IX.H.2. Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
adalah sebesar 8,92%.
Tabel 29
PT Mahakam Coal Terminal
Perhitungan Kontribusi Aset
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Bobot Bobot
Keterangan 30/06/24 Utang Ekuitas
Utang Ekuitas
Aset lancar 50.449 25.225 25.225 50,00% 50,00%
Aset tidak lancar 1.124.954 787.468 337.486 70,00% 30,00%
Jumlah Aset 1.175.404 812.693 362.711 69,14% 30,86%
Tabel 30
PT Mahakam Coal Terminal
Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
Per 31 Maret 2024
Biaya Keseluruhan
Keterangan Bobot
Modal Biaya Modal
Aset lancar 12,35% 30,86% 3,81%
Aset tidak lancar 9,47% 69,14% 5,11%
Jumlah 8,92%
Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
dari suku bunga kredit investasi bank Persero yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 9,47%.
IX.H.3. Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih MCT adalah sebesar
Rp 206,40 miliar. Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar
8,92%, maka diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih,
yaitu sebesar Rp 18,41 miliar.
84
Page 112
IX.H.4. Penyesuaian Arus Kas Bersih
Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital MCT untuk
merefleksikan kemampuannya menghasilkan kas dari operasi yang wajar.
Berdasarkan proyeksi AKB MCT, diperoleh jumlah AKB adalah sebesar
Rp 2.454,00 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2047. Nilai ini merupakan AKB MCT yang diperoleh
berdasarkan proyeksi laporan keuangan MCT yang disusun oleh manajemen
MCT. Dengan mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan dari aset
berwujud bersih sebesar Rp 18,41 milar atas proyeksi AKB MCT selama periode
proyeksi, maka jumlah nilai kelebihan pendapatan atas proyeksi AKB MCT selama
periode proyeksi adalah sebesar Rp 2.012,24 miliar.
IX.H.5. Perhitungan Nilai Aset Takberwujud
Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
ditentukan berdasarkan tingkat diskonto sebesar 11,53% untuk tahun 2024 - 2047.
Berdasarkan hasil perhitungan kami, diperoleh nilai aset takberwujud adalah
sebesar Rp 747,76 miliar.
IX.H.6. Nilai Pasar 100,00% Saham MCT Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar 100,00% saham MCT, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
kemudian mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.
Pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki aset non-operasi dengan rincian
sebagai berikut:
• Kas sebesar Rp 0,15 miliar;
• Piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 886,85 miliar; dan
• Dana yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp 0,25 miliar.
Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan dengan nilai
aset berwujud bersih dan aset takberwujud adalah sebesar Rp 887,25 miliar.
85
Page 113
Selanjutnya, pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu pinjaman jangka panjang dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 351,01 miliar dan Rp 729,13 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka
panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi
adalah sebesar Rp 1.080,14 miliar.
Dengan menambahkan aset non-operasi tersebut dan mengurangkan liabilitas
jangka panjang tersebut pada indikasi nilai pasar MCT dari jumlah nilai aset
berwujud bersih dan aset takberwujud, maka berdasarkan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham
MCT sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 761,26 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham MCT
adalah sebesar Rp 532,88 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham
MCT berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebesar
Rp 532,88 miliar.
86
Page 114
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham MCT dengan menggunakan
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai berikut:
Tabel 31
PT Mahakam Coal Terminal Lampiran B
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas 154 - 154
Piutang usaha 49.059 - 49.059
Piutang lain-lain - neto 1 - 1
Persediaan 273 - 273
Pajak dibayar dimuka 208 - 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 - 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 - 248
Jumlah Aset Lancar 50.603 - 50.603
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 - 886.847
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 - 2.334
Aset hak-guna - neto 34.296 - 34.296
Aset tetap - neto 180.025 57.912 237.937
Uang muka pembelian aset tetap 170 - 170
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.103.672 57.912 1.161.584
JUMLAH ASET 1.154.275 57.912 1.212.188
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 14.993 - 14.993
Beban akrual 3.848 - 3.848
Utang pajak 57.576 - 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 319.523 - 319.523
Liabilitas sewa 8.600 - 8.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 404.540 - 404.540
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 729.133 - 729.133
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 31.487 - 31.487
Liabilitas sewa 32.112 - 32.112
Liabilitas imbalan pascakerja 1.413 - 1.413
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.145 - 794.145
JUMLAH LIABILITAS 1.198.684 - 1.198.684
EKUITAS (44.409) 57.912 13.503
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.154.275 57.912 1.212.188
Aset berwujud bersih 206.397
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih 8,92%
Jumlah arus kas bersih 2.454.001
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih 18.407
Aset tak berwujud 747.758
Kas 154
Piutang pihak berelasi - neto 886.847
Dana yang dibatasi penggunaannya 248
Pinjaman jangka panjang (351.010)
Utang pihak berelasi (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 761.262
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (228.379)
Nilai pasar 100,00% saham 532.883
87
Page 115
IX.J. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek
Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang
sama.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
Tabel 32
PT Mahakam Coal Terminal Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Diskonto Arus Kas 499.423 50,00% 249.712
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan 532.883 50,00% 266.442
Nilai Pasar 100,00% 516.153
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen MCT melalui analisis atas kinerja historis
dan pernyataan manajemen MCT mengenai rencana-rencana untuk masa yang
akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan mempengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar
dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
88
Page 116
IX.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
89
Page 117
PT Mahakam Coal Terminal Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2024 67.531 0,9599 64.823
2025 103.148 0,8607 88.780
2026 112.994 0,7717 87.197
2027 114.465 0,6919 79.198
2028 110.804 0,6204 68.743
2029 122.193 0,5563 67.976
2030 121.011 0,4988 60.360
2031 116.903 0,4472 52.279
2032 115.627 0,4010 46.366
2033 113.892 0,3595 40.944
2034 113.148 0,3223 36.468
2035 110.671 0,2890 31.984
2036 110.056 0,2591 28.515
2037 107.531 0,2323 24.979
2038 99.439 0,2083 20.713
2039 104.840 0,1868 19.584
2040 103.303 0,1675 17.303
2041 100.996 0,1502 15.170
2042 99.663 0,1347 13.425
2043 98.456 0,1208 11.893
2044 96.580 0,1083 10.460
2045 93.059 0,0971 9.036
2046 92.261 0,0871 8.036
2047 27.165 0,0781 2.122
Nilai kini arus kas bersih 906.356
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas 154
Piutang pihak berelasi - neto 886.847
Dana yang dibatasi penggunaannya 248
Pinjaman jangka panjang (351.010)
Utang pihak berelasi (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 713.462
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (214.039)
Nilai pasar 100,00% saham 499.423
90
Page 118
PT Mahakam Coal Terminal Lampiran B
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas 154 - 154
Piutang usaha 49.059 - 49.059
Piutang lain-lain - neto 1 - 1
Persediaan 273 - 273
Pajak dibayar dimuka 208 - 208
Beban dibayar dimuka dan uang muka 660 - 660
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 - 248
Jumlah Aset Lancar 50.603 - 50.603
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 - 886.847
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 - 2.334
Aset hak-guna - neto 34.296 - 34.296
Aset tetap - neto 180.025 57.912 237.937
Uang muka pembelian aset tetap 170 - 170
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.103.672 57.912 1.161.584
JUMLAH ASET 1.154.275 57.912 1.212.188
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 14.993 - 14.993
Beban akrual 3.848 - 3.848
Utang pajak 57.576 - 57.576
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 319.523 - 319.523
Liabilitas sewa 8.600 - 8.600
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 404.540 - 404.540
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 729.133 - 729.133
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 31.487 - 31.487
Liabilitas sewa 32.112 - 32.112
Liabilitas imbalan pascakerja 1.413 - 1.413
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.145 - 794.145
JUMLAH LIABILITAS 1.198.684 - 1.198.684
EKUITAS (44.409) 57.912 13.503
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.154.275 57.912 1.212.188
Aset berwujud bersih 206.397
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih 8,92%
Jumlah arus kas bersih 2.454.001
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih 18.407
Aset tak berwujud 747.758
Kas 154
Piutang pihak berelasi - neto 886.847
Dana yang dibatasi penggunaannya 248
Pinjaman jangka panjang (351.010)
Utang pihak berelasi (729.133)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 761.262
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (228.379)
Nilai pasar 100,00% saham 532.883
91
Page 119
PT Mahakam Coal Terminal Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Maret 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Diskonto Arus Kas 499.423 50,00% 249.712
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan 532.883 50,00% 266.442
Nilai Pasar 100,00% 516.153
92
Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
PT Ade Putra
p.3 ×2
unresolved
org
PT Guruh Putra
p.3 ×2
unresolved
org
Pte. Limited
p.3 ×4
unresolved
org
Y. Santosa dan Rekan
p.7 ×2
unresolved
org
YSR
p.7 ×14
unresolved
org
Armanda
p.7 ×2
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron dan Rekan
p.8 ×2
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron
p.8 ×2
unresolved
person
Maria Gunarti
p.8 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×11
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.14 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.14
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.14
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.19
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Per
p.22 ×11
unresolved
org
Bank Sentral
p.22 ×2
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Metode Diskonto Arus Kas
p.24 ×2
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
p.25 ×2
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal MCT
p.32 ×2
unresolved
person
Sri Intansih
p.32 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.32 ×4
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Daftar Kepemilikan
p.32 ×2
unresolved
org
PT Ade Putra Tanrajeng
p.32 ×3
unresolved
org
PT Guruh Putra Bersama
p.32 ×2
unresolved
org
PT Buana Laksa Abadi
p.44
unresolved
org
PT Multicrane Perkasa
p.44
unresolved
org
PT Swakarya Kencana Service. Selanjutnya
p.44
unresolved
org
PT Guruh Putra Bersama. II.
p.44
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.63 ×2
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.63
unresolved
org
Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
p.65
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Rasio-rasio Keuangan Per
p.76
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Berikut
p.77
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Analisis Common Size
p.77 ×2
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi Pendapatan Tahun
p.95
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
p.95
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi
p.96 ×2
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Proyeksi Arus Kas Bersih
p.103
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Indikasi Nilai Kini Operasi
p.107
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Nilai Pasar
p.109
unresolved
org
KJPP IBR
p.109
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Penyesuaian
p.110
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Perhitungan Kontribusi Aset Per
p.111
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset
p.111
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
13301 ms
12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}