Skip to content
Back to announcement

20240921_UANG_Informasi Transaksi Afiliasi_31727833_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review UANG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 35

Page 1
       Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109


Bogor, 17 September 2024

No. Laporan : 00857/2.0109-05/BS/10/0069/1/IX/2024

Kepada Yth,
PT Pakuan, Tbk.
Jl. Raya Muchtar RT 002 / RW 007
Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
Kota Depok

Perihal : Revisi Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Penjaminan
          Aset Atas Fasilitas Kredit PT Pakuan, Tbk. dan PT Sirius Surya Sentosa,
          Tbk oleh PT Pakuan, Tbk.

Dengan hormat,

Sehubungan dengan tanggapan surat Otoritas Jasa Keuangan kami Kantor Jasa Penilai
Publik Febriman Siregar dan Rekan (“FSR” atau “Penilai” atau “Kami”) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 459/KM.1/2020
tanggal 17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019 dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No. STTD.PPB-41/PJ-
1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli 2024 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar
Modal. Mengeluarkan revisi laporan pendapat kewajaran untuk mengganti laporan nomor
00780/2.0109-05/BS/10/0069/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024.

1.1. STATUS PENILAI

     KJPP Febriman Siregar dan Rekan adalah merupakan lembaga penilai independen
     dengan Izin Usaha dengan No. 2.12.0109 yang dikeluarkan oleh Kementerian
     Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan No.
     1402/KM.1/2021 tertanggal 26 November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor
     Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia
     melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 459/KM.1/2020 tertanggal 17 September
     2020, dan Penilai Publik saat ini terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
     di Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
     Modal STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 sebagai Penilai dengan klasifikasi bidang
     jasa penilaian properti dan bisnis. Identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada
     laporan kajian ini adalah sebagai berikut :

     Nama                                           : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc., MAPPI (Cert.)
     Anggota MAPPI                                  : 92 – S- 00252
     No. Izin Penilai Publik                        : PB-1.08.00069
     No. Izin Bapepam-LK                            : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024             Kantor Cabang Bogor
     No. Register                                   : RMK-2017.00069            Jl. Perumahan Bogor Baru Blok D-I No.19
     Klasifikasi bidang jasa                        : Penilai Bisnis dan Properti         RT.007, RW.001, Kel. Tegallega
                                                                                              Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
                                                                                                              Jawa Barat 16129
                                                                                                           Telp. : 0251-8397671
                                                                                                    Email : fsr.bogor@fsr.co.id
                                                                                                        Website : www.fsr.co.id
                                     Cabang : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung (PS) ;
                                                                           Bogor (PB) ; Makassar (PS) ; Tangerang Selatan (P)
Page 2
     KJPP FSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan kajian atas obyek rencana
     transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan
     subyek atau obyek kajian, sehingga dalam posisi untuk memberikan kajian objektif
     dan tidak memihak.

1.2. PEMBERI TUGAS

     Nama                      : PT Pakuan, Tbk.
     Bidang Usaha              : Real Estate
     Alamat Kantor             : Jl. Raya Muchtar RT 002/RW 007
                                 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                 Kota Depok


1.3. PENGGUNA LAPORAN

     Nama                      : PT Pakuan, Tbk.
     Bidang Usaha              : Real Estate
     Alamat Kantor             : Jl. Raya Muchtar RT 002/RW 007
                                 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                 Kota Depok


1.4. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

      MAKSUD
      Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk mengkaji kewajaran atas
      Rencana Transaksi, digunakan untuk kepentingan internal manajemen Perseroan
      dan pemenuhan peraturan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
      dan Transaksi Benturan Kepentingan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
      Usaha Utama.


1.5. DASAR NILAI DAN DEFINISI

      Dasar nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar (Market Value).
     DEFINISI DARI NILAI PASAR – POJK 35 2020
     (Market Value)

     Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
     penukaran suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang
     berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi
     bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak
     masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian,
     dan tanpa paksaan.

                                                                                 - ii -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan, Tbk.
Page 3
1.6. TANGGAL PENILAIAN

      Tanggal penilaian (cut-off date) 30 April 2024.

1.7. PEMENUHAN STANDAR PENILAIAN

      Pedoman laporan pendapat kewajaran ini dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK
      35 tahun 2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
      Modal” dan SEOJK 17 tahun 2020 tentang “Pedoman Penilaian & Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal


1.8. BATASAN ATAU PENGECUALIAN ATAS TANGGUNG JAWAB KEPADA
     PIHAK SELAIN PEMBERI TUGAS

      Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas,
      kecuali yang diatur dalam peraturan dan hukum yang berlaku.


1.9. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

     Laporan pendapat kewajaran ini hanya digunakan untuk laporan pendapat
     kewajaran atas Rencana Transaksi, dan oleh karenanya tidak direkomendasikan
     untuk penggunaan lainnya dan Laporan ini terbuka untuk Publik.

1.10. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

      Dalam penyusunan Laporan Pendapat kewajaran ini menggunakan asumsi dan
      kondisi pembatas sebagai berikut:
           Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
           KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
            digunakan dalam proses penilaian.
           Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
            dapat dipercaya keakuratannya.
           KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
            mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
            dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty)
           KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan Penilaian dan
            kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
           KJPP FSR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
            kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
            operasional perusahaan.
           KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
            Pendapat Kewajaran.
           KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
            pemberi tugas.

                                                                                  - iii -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan, Tbk.
Page 4
1.11. ANALISA PENDAPAT KEWAJARAN

           Berdasarkan riwayat pihak-pihak yang bertransaksi diatas diketahui bahwa
            ada hubungan afiliasi antara PT Pakuan, Tbk. dengan PT Sirius Surya
            Sentosa, Tbk.
           Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) PT Bank Central
            Asia, Tbk. No. 30164/GBK/2023 kepada PT Sirius Surya Sentosa, Tbk, tidak
            ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi
            sehingga syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar..
           Berdasarkan proyeksi keuangan, Perseroan masih mampu menghasilkan
            pendapatan yang positif. Dengan demikian Rencana Transaksi yang dilakukan
            adalah wajar.
           Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
            dengan adanya Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya
            Rencana Transaksi Perseroan diperkirakan akan memperoleh laba yang lebih
            tinggi rata-rata minimal Rp 1,5 M per tahun dibanding tidak melakukan
            Rencana Transaksi.
           Berdasarkan perbandingan harga Rencana Transaksi dengan nilai pasar
            diketahui bahwa harga Rencana Transaksi 2,59% diatas dari nilai pasar dan
            berada dalam batasan ±7,5%, maka harga yang ditetapkan adalah wajar.
        Berdasarkan kesimpulan analisa kewajaran diatas, maka kami berpendapat
        bahwa Rencana Transaksi ini adalah WAJAR.

1.12. KESIMPULAN

      Berdasarkan Analisa kewajaran diatas, maka Penilai berpendapat bahwa Rencana
      Transaksi ini adalah WAJAR.

Surat pengantar penilaian ini diikuti oleh Laporan Pendapat Kewajaran Terinci
(Comprehensive Style) yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Disini kami tegaskan bahwa FSR tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di
masa yang akan datang, atas obyek pendapat kewajaran.
Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi stempel perusahaan (corporate seal) dari Kantor
Jasa Penilai Publik FSR.
Hormat kami,
KJPP Febriman Siregar dan Rekan




Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Partner
Anggota MAPPI           : 92-S-00252
Izin Penilai Publik     : PB-1.08.00069
STTD Bapepam-LK         : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Register                : RMK-2017.00069
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilai Bisnis & Penilai Properti
                                                                                     - iv -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan, Tbk.
Page 5
                                PERNYATAAN PENILAI


KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa:

1.   Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilai ini adalah sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari penilaian.

2.   Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek yang dinilai.

3.   Pendapat Kewajaran ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas
     Jasa Keuangan Nomor 35 tahun 2020 “Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan
     Penilaian Usaha Di Pasar Modal”.

4.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

5.   Penilai memiliki pengalaman mengenai jenis usaha yang dinilai.

6.   Dalam melakukan pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin
     untuk bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan
     Perseroan ataupun pihak – pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.

7.   Penilai bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran ini.

8.   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
     perundang – undangan yang berlaku.

9.   Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan.

10. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi
    pembatas.

11. Seluruh data dan informasi              yang   diungkapkan   dalam   laporan   dapat
    dipertanggungjawabkan.

12. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran.

13. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil pendapat kewajaran.




                                                                                     -v-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan, Tbk.
Page 6
Selanjutnya KJPP Febriman Siregar dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang
kami libatkan dalam penugasan ini adalah Penilai Profesional yang kompeten dan
memiliki keahlian penilaian yang baik.

Team Leader / Penilai :       Rekan (Partner) yang merupakan Penilai Publik, professional
                              yang telah memiliki pengalaman lebih dari 5 (lima) tahun
                              sebagai Penilai, dalam penugasan Penilai bertindak sebagai
                              Pimpinan (Team Leader) dan bertanggung jawab secara
                              penuh atas pelaksanaan pekerjaan penilaian mulai dari
                              penerimaan penugasan sampai kepada penyampaian laporan
                              termasuk     hasil    penilaiannya   dan       berkewajiban
                              menandatangani Laporan Penilaian.

Asisten Penilai           :   Merupakan profesional yang memiliki keahlian dibidangnya
                              sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman.
                              Asisten Penilai memiliki tugas membantu Penilai dalam
                              pengumpulan data, entri data dan kompilasi data serta
                              membantu dalam penyusunan laporan penilaian.




                                                                                     - vi -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan, Tbk.
Page 7
Para Penilai:

No         Nama                                                           Tanda Tangan

1.         Penanggung Jawab




           Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)                   --------------------------
           Partner
           Anggota MAPPI                : 92-S-00252
           No. Ijin Penilai Publik      : PB-1.08.00069
           No. Ijin Bapepam-LK          : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
           Klasifikasi Bidang Jasa      : Penilai Bisnis Dan Properti
           Register                     : RMK-2017.00069


2.         Reviewer


           Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.                                --------------------------
           Anggota MAPPI                : 11-T-03266
           Register                     : RMK-2017.00838
           No. Ijin Penilai Publik

           Klasifikasi Bidang Jasa      : Penilai Bisnis Dan Properti
3.         Penilai



           Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M                                --------------------------
           MAPPI No.                    : 11-P-03270




                                                                                             - vii -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan, Tbk.
Page 8
                                    BAGIAN - 1
                                  PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

       PT Pakuan, Tbk., yang selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah perusahaan yang
       bergerak dalam bidang pengembangan properti yang berlokasi di Jalan Raya Muchtar
       RT 002 RW 007, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

       Perseroan merupakan Entitas Anak PT Sirius Surya Sentosa, Tbk. dengan kepemilikan
       saham sebesar 60,55% saham. Perseroan bermaksud untuk melakukan penjaminan
       aset kepada PT Bank Central Asia, Tbk. atas fasilitas kredit milik Perseroan dan PT
       Sirius Surya Sentosa, Tbk. Rencana penjaminan aset tersebut selanjutnya dalam
       laporan ini disebut “Rencana Transaksi”.

       Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan suatu
       transaksi afiliasi dan material sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020
       tentang Transaksi Afiliasi Dan Transaksi Benturan Kepentingan dan POJK No.
       17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha.
       Direksi menyatakan bahwa Transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan
       sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
       42/POJK.04/2020.

1.2    Transaksi Afiliasi

       Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 , Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas
       dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
       dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
       dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
       dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
       untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
       anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali. Sedangkan
       Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan
       dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris,
       atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Perusahaan dimaksud.

       Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan
       transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
       Kepentingan.




Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                        1
Page 9
1.3    Ruang Lingkup

       Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi yang
       akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat
       kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi persetujuan
       atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu Transaksi
       tersebut.

       Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
       adalah KJPP Febriman Siregar & Rekan (FSR) yang diharapkan dapat melakukan
       kajian secara obyektif dan independen, sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK)
       Nomor : 0315/PNW/FO-BGR-FSR/III/2024 tertanggal 21 Maret 2024.

1.4    Identitas Pemberi Tugas

       Berikut adalah identitas pemberi tugas:
       Nama                : PT Pakuan, Tbk.
       Bidang Usaha        : Real Estate
       Alamat Kantor       : Jl. Muchtar RT 002 RW 007
                             Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                             Kota Depok

1.5    Pengguna Laporan

       Berikut adalah identitas pengguna laporan:
       Nama                : PT Pakuan, Tbk.
       Bidang Usaha        : Real Estate
       Alamat Kantor       : Jl. Muchtar RT 002 RW 007
                             Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                             Kota Depok.

1.6    Maksud dan Tujuan

       Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk mengkaji kewajaran atas Rencana
       Transaksi yang berhubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
       42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
       dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
       Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

1.7    Obyek Penilaian

       Obyek penilaian adalah Rencana Transaksi penjaminan aset Perseroan atas fasilitas
       kredit milik Perseroan dan PT Sirius Surya Sentosa, Tbk..



Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                    2
Page 10
1.8    Tanggal Penilaian (Cut Off Date)

       Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan
       konsolidasian interim PT Pakuan, Tbk. per tanggal 30 April 2024 yang telah direviu
       oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris.

1.9    Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events)

       Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian Penting
       setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian (30 April 2024) hingga tanggal laporan
       penilaian ini diterbitkan.

1.10   Sumber Data

       Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana
       Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan mempertimbangkan hal-hal sebagai
       berikut:

       1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
       2. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan, Tbk. dan Entitas Anak
          pada tanggal 30 April 2024 dan 31 Desember 2023 serta untuk periode-periode
          empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2024 dan 2023 yang telah direviu
          oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris dengan opini bahwa laporan
          tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       3. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan, Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris dengan opini bahwa laporan tersebut
          menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       4. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan, Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
          opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
          material.
       5. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan, Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
          opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
          material.
       6. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan, Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                       3
Page 11
            opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
            material.
       7. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Sirius Surya Sentosa, Tbk. dan Entitas Anak
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah
          diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
          dengan opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal
          yang material.
       8. Business Plan Perseroan.
       9. Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) PT Bank Central Asia, Tbk. No.
          30163/GBK/2023 kepada PT Pakuan, Tbk.
       10. Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) PT Bank Central Asia, Tbk. No.
           30164/GBK/2023 kepada PT Sirius Surya Sentosa, Tbk.
       11. Surat pernyataan (representasi) manajemen PT Pakuan, Tbk. terkait dengan
           Rencana Transaksi
       12. Wawancara dengan pihak manajemen PT Pakuan, Tbk.
       13. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar
           dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari
           pihak independen yang kami anggap relevan.
       14. Laporan Penilaian Aset PT Pakuan, Tbk. & PT Jakarta Investindo Indonesia.

1.11   Asumsi–Asumsi dan Syarat Pembatas

       Dalam penyusunan pendapat independen ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
       antara lain:

       1.   Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
       2.   KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
            dalam proses penilaian.
       3.   Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
            dapat dipercaya keakuratannya.
       4.   KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
            mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
            kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty)
       5.   KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
            proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
       6.   KJPP FSR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
            kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
            operasional perusahaan.
       7.   KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
            Pendapat Kewajaran.


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                        4
Page 12
      8.    KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
            pemberi tugas.
      9.    KJPP FSR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga penerbitan
            pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
            material terhadap Rencana Transaksi.
     10.    KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang ditetapkan
            pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional Perseroan, baik dimasa
            lalu maupun dimasa mendatang.
     11.    KJPP FSR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
            masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun setelah
            Transaksi.
     12.    KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban yang
            berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan lainnya sesuai
            dengan peraturan yang berlaku.
     13.    KJPP FSR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
            ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari
            Perseroan.
     14.    Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
            dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain
            selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini
            bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
     15.    Penilai tidak melakukan penelitian dan penyelidikan yang ada hubungannya
            dengan kebenaran legalitas serta hutang piutang yang mengakibatkan kerugian
            atas properti yang dinilai karena bukan merupakan ruang lingkup pekerjaan
            penilai. Kami berasumsi bahwa obyek yang dinilai tersebut telah bebas dari segala
            tuntutan hukum.
     16.    Inspeksi lapangan yang kami lakukan hanyalah terhadap kondisi aset yang
            dikemukakan dalam laporan ini adalah merupakan kondisi yang terlihat. Sehingga
            tidak dimaksudkan untuk memeriksa kondisi properti di bawah permukaan
            tanah/air, tidak menyelidiki kelayakan konstruksi (building audit) dan tidak
            menyelidiki kondisi teknis secara detail.
     17.    Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan
            dengan pencemaran. Apabila tidak diinformasikan lain. Penilaian kami didasarkan
            pada asumsi mengenai tidak adanya pencemaran yang dapat berpengaruh
            terhadap nilai.
     18.    KJPP FSR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di depan
            pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak terkait dengan maksud
            dan tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup dari penugasan.
     19.    Jika dikemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
            pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun kepada pihak
            selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala bentuk biaya yang timbul
            menjadi beban pemberi tugas.
    20.     Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan stempel
            kantor (office seal) dari KJPP FSR.


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                        5
Page 13
                            BAGIAN - 2
               KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI


2.1.    Metode Analisis Atas Rencana Transaksi

        Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
        dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
           pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan dalam
           Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana Transaksi.
          Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat Perseroan dan
           kegiatan usaha Perseroan, analisis industri, analisis operasional dan prospek
           Perseroan, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan
           kerugian Rencana Transaksi.
          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
           historikal Perseroan, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan, analisis
           keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dan analisis nilai tambah.
          Analisis kewajaran Rencana Transaksi.

2.2.    Analisis Rencana Transaksi
2.2.1   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi

        Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

        1.   PT Pakuan, Tbk. (“Perseroan”). Pihak yang akan menjaminkan aset atas fasilitas
             kredit milik Perseroan dan PT Sirius Surya Sentosa, Tbk., yaitu sebagai entitas
             anak PT Sirius Surya Sentosa, Tbk.
        2.   PT Sirius Surya Sentosa, Tbk. (“SSS”). Pihak yang menggunakan fasilitas kredit
             dari PT Bank Central Asia, Tbk., yaitu sebagai entitas induk Perseroan.
        3.   PT Bank Central Asia, Tbk, yaitu sebagai pihak yang memberikan fasilitas kredit
             ke Perseroan dan SSS.

A.      PT Pakuan, Tbk. (Perseroan)

        Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan

        Berdasarkan Laporan Keuangan Reviuan per 30 April 2024, susunan pemegang saham
        Perseroan adalah sebagai berikut:



Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                          1
Page 14
        Tabel 2.1.     Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                   Jumlah Saham        Nilai Nominal           Komposisi
                     Pemegang Saham
                                                     (Lembar)              Saham                 (%)
       PT Sirius Surya Sentosa                          732.655.000        73.265.500.000            60,55
       PT Bhineka Abadi Investama                       114.773.100        11.477.310.000             9,49
       Masyarakat (masing-masing < 5%)                  362.571.900        36.257.190.000            29,96
       Total                                          1.210.000.000       121.000.000.000              100

       Susunan Pengurus Perseroan

       Berdasarkan Laporan Keuangan Reviuan per 30 April 2024, susunan pengurus
       Perseroan adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama dan Independen               : Yoshihiro Kobi
       Komisaris                                    : Johan Yudhya Santosa
       Komisaris Independen                         : Bonny Harry

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                               : Erick Wihardja
       Wakil Direktur Utama                         : Aditya Wisnu Wardhana
       Direktur                                     : Denny

       Komite Audit
       Ketua                                        : Bonny Harry
       Anggota                                      : Margini Setianingsih
       Anggota                                      : Irma Sundari Sulaeman

B.     PT Sirius Surya Sentosa, Tbk. (SSS)

       Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham SSS

       Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023, susunan pemegang
       saham SSS adalah sebagai berikut:

       Tabel 2.2.      Susunan Pemegang Saham SSS
                                                        Jumlah Saham        Nilai Nominal       Komposisi
                      Pemegang Saham
                                                          (Lembar)              Saham             (%)
       PT Visi Vasanta Invest Pratama                           459.205      459.205.000.000         74,99
       PT Vasanta Indo Properti                                 153.069      153.069.000.000         25,00
       Agnus Suryadi                                                  1            1.000.000          0,01
       Total                                                    612.275      612.275.000.000           100

       Susunan Pengurus SSS

       Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023., susunan pengurus SSS
       adalah sebagai berikut:



Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                          2
Page 15
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                               : Tri Ramadi
        Komisaris                                     : Sumantri

        Dewan Direksi
        Direktur Utama                                : Agnus Suryadi
        Direktur                                      : Erick Wihardja

        Berdasarkan identifikasi pihak-pihak yang bertransaksi diatas, diketahui bahwa terdapat
        hubungan afiliasi antara Perseroan dan SSS, yaitu SSS selaku pemegang saham Perseroan
        dengan kepemilikan 60,55% saham. Direktur Utama Perseroan yaitu Bapak Erick
        Wihardja menjabat sebagai Direktur di SSS.

2.2.2   Ringkasan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK)

        Ringkasan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) PT Bank Central Asia, Tbk.
        No. 30164/GBK/2023 kepada Perseroan dan PT Sirius Surya Sentosa, Tbk adalah
        sebagai berikut:
         Perseroan akan memberikan jaminan aset tetap untuk kepentingan plafond SSS.
         SSS akan memberikan jaminan asset tetap untuk kepentingan plafond Perseroan.
        Berdasarkan surat perjanjian kerjaama, tidak ada persyaratan khusus yang akan
        merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-syarat yang ada pada Rencana
        Transaksi adalah Wajar.


2.2.3   Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

        Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko yang akan
        dihadapi dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.

        a. Manfaat Rencana Transaksi
               Perseroan mendapatkan plafond kredit yang akan digunakan untuk kegiatan
                operasional.

         b. Risiko Rencana Transaksi
               Risiko tidak tercapainya proyeksi akan mengganggu kinerja perseroan


2.3.    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
2.3.1   Riwayat Singkat Perseroan dan Kegiatan Usaha

        Perseroan (Entitas Induk) didirikan di Republik Indonesia sesuai Akta Notaris Ridwan
        Suselo, S.H., No. 21 tanggal 8 Maret 1971, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
        mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. Y.A.5/304/5
        tanggal 9 Desember 1972 dan telah dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                           3
Page 16
        26 tanggal 30 Maret 1982 Tambahan No. 401 dan No. 28 tanggal 6 April 1973
        Tambahan No. 250.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
        Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 4 tanggal 22 September 2021, dibuat di hadapan
        Vita Cahyojati, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat pengesahan Menkumham
        berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.
        AHU.AH.01.03-0452068 tanggal 23 September 2021 dan didaftarkan dalam Daftar
        Perseroan di bawah No. AHU-0163669.AH.01.11.TAHUN2021tanggal 23 September
        2021.

        Perseroan beralamat di Jalan Raya Muchtar RT 002 RW 007, Kelurahan Sawangan,
        Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

        Kegiatan Usaha Perseroan

        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Entitas Induk, maksud, tujuan serta kegiatan
        Entitas Induk adalah dalam bidang penyediaan akomodasi, real estat, aktivitas olahraga
        dan rekreasi lainnya, dan konstruksi.

2.3.2   Riwayat Singkat SSS dan Kegiatan Usaha

        SSS didirikan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 8 Mei 2015 yang dibuat dihadapan
        Nurwahidah Zakaria Isnaini, S.H., notaris di Tangerang Selatan. Akta pendirian ini telah
        disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
        Keputusan No. AHU-2442065.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 5 Juni 2015.

        Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
        Akta No. 259 tanggal 27 Desember 2023 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
        M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar, peningkatan modal
        ditempatkan dan disetor dan menyetujui beralihnya pengendalian Perseroan. Perubahan
        tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia sebagaimana dalam Surat Keputusan No. AHU-0081927.AH.01.02.TAHUN
        2023 tanggal 28 Desember 2023, selanjutnya terhadap pemberitahuan perubahan
        anggaran dasar Perusahaan telah diterima sebagaimana dalam Surat Penerimaan
        Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan Nomor AHU-AH.01.03-0164281 tanggal
        28 Desember 2023.

        SSS beralamat di Jalan Daan Mogot KM. 13 No. 88, Kelurahan Cengkareng Timur,
        Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

        Kegiatan Usaha SSS

        Maksud dan tujuan SSS adalah berusaha dalam bidang real estat.

Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                            4
Page 17
2.4.   Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia

       Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I-2024, dinamika
       ekonomi keuangan global berubah cepat dengan risiko dan ketidakpastian meningkat
       karena perubahan arah kebijakan moneter AS dan memburuknya ketegangan geopolitik
       di Timur Tengah. Tetap tingginya inflasi dan kuatnya pertumbuhan ekonomi Amerika
       Serikat (AS) mendorong spekulasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih kecil
       dan lebih lama dari prakiraan (high for longer) sejalan pula dengan pernyataan para pejabat
       Federal Reserve System.

       Perkembangan ini dan besarnya kebutuhan utang AS mengakibatkan terus
       meningkatnya yield US Treasury dan penguatan dolar AS semakin tinggi secara global.
       Semakin kuatnya dolar AS juga didorong oleh melemahnya sejumlah mata uang dunia
       seperti Yen Jepang dan Yuan Tiongkok. Ketidakpastian pasar keuangan global semakin
       buruk akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Akibatnya, investor global
       memindahkan portofolionya ke aset yang lebih aman khususnya mata uang dolar AS dan
       emas, sehingga menyebabkan pelarian modal keluar dan pelemahan nilai tukar di negara
       berkembang semakin besar. Ke depan, risiko terkait arah penurunan FFR dan dinamika
       ketegangan geopolitik global akan terus dicermati karena dapat mendorong berlanjutnya
       ketidakpastian pasar keuangan global, meningkatnya tekanan inflasi, dan menurunnya
       prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi ini memerlukan respons kebijakan yang
       kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut
       terhadap perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia.


        Tabel 2.3.    Pertumbuhan PDB Dunia




                     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Tw I-2024

       Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I-2024,
       perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan di tengah meningkatnya ketidakpastian
       global. Pertumbuhan ekonomi di triwulan I dan II tahun 2024 diperkirakan akan lebih
       tinggi dari triwulan IV tahun 2023 didukung permintaan domestik yang tetap kuat dari
       konsumsi rumah tangga sejalan dengan Ramadhan dan Idul Fitri 1445H. Investasi
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                              5
Page 18
       bangunan lebih tinggi dari prakiraan, ditopang oleh berlanjutnya Proyek Strategis
       Nasional (PSN) di sejumlah daerah dan berkembangnya properti swasta sebagai dampak
       positif dari insentif Pemerintah. Meskipun demikian, konsumsi rumah tangga dan
       investasi nonbangunan perlu terus didorong untuk mendukung berlanjutnya pemulihan
       ekonomi nasional. Sementara itu, kinerja ekspor barang belum kuat dipengaruhi oleh
       penurunan ekspor komoditas sejalan dengan harga komoditas yang turun dan
       permintaan dari mitra dagang utama, seperti Tiongkok yang masih lemah.

       Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Neraca perdagangan barang triwulan I-2024
       kembali mencatat surplus sehingga diprakirakan menjaga transaksi berjalan tetap sehat.
       Sementara itu, transaksi modal dan finansial triwulan I 2024 diprakirakan mencatat
       defisit sejalan dengan menurunnya aliran modal asing akibat dampak memburuknya
       ketidakpastian pasar keuangan global. Investasi portofolio pada triwulan I 2024
       mencatat net outflows sebesar 0,4 miliar dolar AS dan berlanjut hingga awal triwulan II
       2024 sampai 22 April 2024, yang mencatat net outflows 1,9 miliar dolar AS.

       Ketahanan eksternal Indonesia dari dampak rambatan global tersebut didukung oleh
       kuatnya koordinasi kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia dengan
       kebijakan fiskal dan reformasi struktural yang ditempuh Pemerintah. Posisi cadangan
       devisa Indonesia akhir Maret 2024 tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar AS, setara
       dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar
       negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan
       impor.

       Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam
       kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi
       modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus sejalan dengan prakiraan kembali
       meningkatnya aliran masuk modal asing seiring meredanya ketidakpastian pasar
       keuangan global serta terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek
       perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.

       Nilai Tukar Rupiah. Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY)
       menguat tajam mencapai level tertinggi 106,25 pada tanggal 16 April 2024 atau
       mengalami apresiasi 4,86% dibandingkan dengan level akhir tahun 2023. Perkembangan
       ini memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia, termasuk
       nilai tukar Rupiah, Yen Jepang dan Dollar New Zealand masing-masing melemah 8,91%
       dan 6,12% (ytd). Sementara mata uang kawasan, seperti Baht Thailand dan Won Korea
       masing-masing melemah 7,88% dan 6,55% (ytd). Pelemahan Rupiah sampai dengan 23
       April 2024 tercatat lebih rendah yakni 5,07% (ytd). Bank Indonesia terus memperkuat
       kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen
       moneter yang tersedia, baik melalui intervensi di pasar valas secara spot dan DNDF,
       pembelian SBN dari pasar sekunder apabila diperlukan, pengelolaan likuiditas secara
       memadai, maupun langkah-langkah lain yang diperlukan. Strategi operasi moneter pro-
       market melalui instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI terus dioptimalkan guna menarik
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                          6
Page 19
       masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri. Bank Indonesia juga terus
       memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk
       mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber
       Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

                 Grafik 2.1     Rupiah vs Negara Kawasan




                 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Tw I-2024


       Kedepan, nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung
       oleh meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi negara
       maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya perkembangan nilai
       tukar Rupiah kedepan didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta
       penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI,
       SVBI, dan SUVBI dalam rangka menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman
       pasar uang. Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia
       usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas
       Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36
       Tahun 2023.

       Inflasi. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2024 tercatat sebesar 3,05% (yoy),
       ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,77% (yoy) dan inflasi administered prices
       (AP) yang menurun menjadi 1,39% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF)
       meningkat menjadi 10,33% (yoy) dari 8,47% pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh
       faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan pergeseran
       musim tanam akibat dampak El-Nino.

       Kedepan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya.
       Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
       kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik,
       imported inflation yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
       Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF juga akan kembali
       menurun seiring peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan
       sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Untuk
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                              7
Page 20
       itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter guna memitigasi risiko
       yang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, termasuk dari kenaikan imported
       inflation serta kenaikan harga energi dan pangan global. Bank Indonesia juga akan terus
       mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) sehingga dapat memastikan
       inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024.

2.5.   Tinjauan Industri Properti

       Knight Frank Indonesia membagikan outlook properti di tahun 2024 sekaligus
       kewaspadaan dalam pertumbuhan properti di Indonesia. Risiko geopolitik dari kondisi
       global terus membayangi terakumulasi dengan berbagai tantangan domestik, kondisi ini
       berdampak pada pergerakan investor, baik untuk properti komersial maupun properti
       residensial, yang cenderung wait and see hingga ada kepastian hasil pemilu. Pemulihan
       ekonomi setelah pandemi yang digulirkan juga harus melalui berbagai tantangan, mulai
       dari peningkatan inflasi, peningkatan suku bunga dan kenaikan BBM.

       Ditengah tantangan tersebut pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga
       pertumbuhan industri properti, salah satunya insentif PPN DTP yang dirilis kembali
       akhir tahun lalu, mampu memberikan pesan dukungan untuk pertumbuhan properti
       yang positif.

       Knight Frank Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan properti di tahun 2024 akan
       diwarnai dengan tumbuhnya tren-tren baru yang menyesuaikan dengan dinamika pasar
       properti, seperti kehadiran green building dan digitalisasi pemasaran yang semakin
       marak untuk menangkap konsumen milenial. Sejalan dengan itu, pengembangan
       infrastruktur di luar Pulau Jawa mendorong pertumbuhan properti yang lebih baik di
       luar Pulau Jawa, diikuti dengan inovasi dan diversifikasi produk yang menjadi navigasi
       yang terus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar properti.

       Knight Frank Indonesia juga melakukan survei untuk mendapatkan pandangan dari para
       pemangku kepentingan dalam menatap pertumbuhan sektor properti di tahun 2024.
       Hasil survei menunjukkan, pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi diperkirakan stabil
       dengan potensi terus tumbuh, meski tetap harus waspada ditengah kondisi ekonomi dan
       geopolitik global saat ini. Beberapa risiko utama di tahun 2024 yang perlu diantisipasi
       dalam menjaga Pertumbuhan Ekonomi, diantaranya dampak pemilu, potensi kenaikan
       suku bunga, dan kenaikan inflasi. Selain itu, hasil survei juga menunjukkan prediksi
       pertumbuhan properti tahun 2024 diwarnai dengan asumsi tetap akan tumbuh.
       Sementara itu, insentif PPN DTP dinilai memberi dampak positif dalam pertumbuhan
       properti di akhir tahun 2023.

       Subsektor residensial (rumah tapak) diperkirakan akan terus tumbuh walaupun ada
       kekhawatiran terhadap suku bunga. Sebaran perkembangan tren dari subsektor properti
       yang ditemukan yakni Rumah Tapak, Industri dan Pergudangan diprediksi akan
       meningkat, sektor ritel dan hotel diperkirakan stabil dan sektor Apartement Strata, Resor

Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                            8
Page 21
       Vila dan Perkantoran akan stagnan. Knight Frank Indonesia juga memperkirakan kota
       Jakarta, Ibu Kota Nusantara (IKN), Bali, Surabaya dan Tangerang menjadi Top 5 Cities
       yang dinilai akan memiliki prospek untuk pertumbuhan properti tahun 2024. Sementara
       itu, sektor Energi Terbarukan, Logistik, dan Ecommerce dipercaya sebagai sektor bisnis
       yang memiliki daya ungkit positif terhadap pertumbuhan properti tahun 2024.

       Permintaan Properti Komersial. Indeks Permintaan Propeeti Komersial untuk
       kategori sewa pada triwulan IV-2023 secara tahunan tumbuh 1,91% (yoy), melambat
       dibandingkan 6,22% dibandingkan pada triwulan III-2023 (Grafik 2.1). Perlambatan
       indeks permintaan untuk kategori sewa terjadi pada mayoritas segmen terkecuali
       segrmen ritel. Perlambatan tersebut terutam disebabkan oleh menurunnya indeks
       permintaan segmen hotel di Semarang. Sementara itu, Indeks Permintaan Properti
       Komersial untuk kategori jual pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,34% (yoy),
       relatif stabil dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,39% (yoy)
       (Grafik 2.2). Hal tersebut dipengaruhi oleh terjaganya permintaan segmen pergudangan
       dan lahan industri.

              Grafik 2.1       Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa (% yoy)




              Sumber: Bank Indonesia



              Grafik 2.2       Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Jual (% yoy)




              Sumber: Bank Indonesia
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                         9
Page 22
       Sejalan dengan perkembangan tahunan, secara triwulanan Indeks Permintaan Properti
       Komersial pada kategori sewa melambat dari 2,48% (qtq) pada triwulan sebelumnya
       menjadi sebesar 2,11% (qtq) pada triwulan IV-2023 (Grafik 2.3). Perlambatan indeks
       permintaan terjadi pada segmen hotel di Jakarta, Banten, Makassar dan Denpasar, serta
       menurunnya indeks permintaan pada segmen apartemen sewa di Jakarta.

              Grafik 2.3       Pertumbuhan Triwulan Indeks Demand Kategori Sewa (% qtq)




              Sumber: Bank Indonesia


       Sementara itu, Indeks Permintaan Properti Komersial triwulan IV-2023 pada kategori
       jual tumbuh sebesar 0,10% (qtq), relatif stabil dibandingkan triwulan III-2023 yang
       tumbuh 0,08% (qtq) (Grafik 2.4). Terjaganya pertumbuhan permintaan ini terutama
       disebabkan oleh pertumbuhan permintaan pada segmen perkantoran jual di Surabaya
       dan Jakarta.

              Grafik 2.4       Pertumbuhan Triwulan Indeks Demand Kategori Jual (% qtq)




              Sumber: Bank Indonesia


       Perkembangan Pasokan Properti Komersial. Indeks Pasokan Properti Komersial
       untuk kategori sewa pada triwulan IV-2023 tumbuh 1,30% (yoy), lebih tinggi
       dibandungkan triwulan III-2023 yang tumbuh 1,03% (yoy) (Grafik 2.5). Hal ini
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                       10
Page 23
       didorong peningkatan indeks pasokan pada segmen ritel sewa, apartemen sewa dan
       hotel. Di sisi lain, Indeks Pasokan untuk kategori jual melambat dari 0,19% (yoy) pada
       triwulan sebelumnya menjadi 0,03% (yoy) (Grafik 2.6). Kondisi ini terutama dipengaruhi
       oleh melambatnya pasokan perkantoran jual di Jakarta dan lahan industri di Medan.

              Grafik 2.5       Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Sewa (% yoy)




              Sumber: Bank Indonesia


              Grafik 2.6       Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Jual (% yoy)




              Sumber: Bank Indonesia


       Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triweulan IV-
       2023 meningkat 0,13% (qtq), setelah sebelumnya terkontraksi sebesar 0,03% (qtq)
       (Grafik 2.7). Kondisi ini terutama didorong oleh peningkatan indeks pasokan pada
       segmen apartemen sewa di Bandung dan Denpasar, serta segmen ritel sewa di Banten.
       Terdapat penambahan pasokan unit apartemen sewa di Bandung selama triwulan IV-
       2023 karena pemindahan fungsi dan kepemilikan. Unit-unit yang sebelumnya
       dipoerasikan sebagai hotel, saat ini dikembalikan ke masing-masing pemilik dan
       dioperasikan sebagai apartemen sewa untuk sewa jangka panjang.


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                        11
Page 24
              Grafik 2.7       Pertumbuhan Triwulanan Indeks Supply Kategori Sewa (% qtq)




              Sumber: Bank Indonesia


       Permintaan apartemen sewa di Bandung mayoritas berasal dari mahasiswa, khususnya
       terhadap apartemen yang berlokasi dekat dengan perguruan tinggi. Sementara itu,
       peningkatan indeks pasokan apartemen sewa di Denpasar didorong oleh pembukaan
       kembali apartemen sewa yang sempat tutup selama pandemi seiring peningkatan
       permintaan dari wisatawan mancanegara. Selanjutnya, Indeks Pasokan Properti
       Komersial kategori jual juga mengalami peningkatan 0,01% (qtq) setelah mengalami
       kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 0,02% (qtq), didorong oleh peningkatan
       pasokan perkantoran jual di Surabaya (Grafik 2.8).

              Grafik 2.8       Pertumbuhan Triwulanan Indeks Supply Kategori Jual (% qtq)




              Sumber: Bank Indonesia


       Perkembangan Harga Properti Komersial. Indeks Pasokan Properti Komersial yang
       meningkat ditengah perlambatan Indeks Permintaan Properti Komersial mendorong
       perlambatan pada Indeks Harga Properti Komersial terutama untuk kategori sewa.
       Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan IV-2023 sebesar
       2,03% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar
       3,57% (yoy) (Grafik 2.9). Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan indeks harga pada
Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                         12
Page 25
       segmen hotel di Banten. Selanjutnya, perkembangan Indeks Harga Properti Komersial
       untuk kategori jual pada triwulan IV-2023 mengalami kenaikan 0,64% (yoy), lebih tinggi
       dibandingkan keniakan triwulan III-2023 sebesar 0,48%. Hal ini seiring peningkatan
       indeks harga segmen perkantoran jual di Surabaya dan segemen lahan industri di
       Semarang.

              Grafik 2.9       Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% yoy)




               Sumber: Bank Indonesia

              Grafik 2.10       Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Tahunan (% yoy)




              Sumber: Bank Indonesia


       Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan
       IV-2023 naik 1,76% (qtq), sedikit melambat dibandingkan kenaikan triwulan sebelumnya
       sebesar 1,79% (qtq) (Grafik 2.11). Perlambatan indeks harga tersebut terutama
       disebebkan penurunan indeks harga di Jakarta dan Surabaya. Di sisi lain, Indeks Harga
       Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan IV-2023 naik 0,23% (qtq), sedikit
       lebih tinggi daripada kenaikan triwulan sebelumnya sebesar 0,19% (qtq) (Grafik 2.12).
       Hal ini didorong oleh peningkatan indeks harga pada segmen lahan industri di
       Semarang.

Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                        13
Page 26
                 Grafik 2.11          Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Triwulanan (% qtq)




                     Sumber: Bank Indonesia

                      2.12     Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Triwulanan (% qtq)




                     Sumber: Bank Indonesia


2.6.    Analisis Kuantitatif
2.6.1   Kinerja Historikal Perseroan

        Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan dan potensi
        atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis
        keuangan historikal yang bersumber dari laporan keuangan audit per 31 Desember 2020,
        31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 30 April 2024 disajikan
        sebagai berikut:

        Tabel 2.4.        Historikal Keuangan Perseroan                                        (dalam juta rupiah)
                                                                                                     30 April
                             Deskripsi                2020         2021        2022         2023
                                                                                                       2024
         Aset Lancar                               142.708      371.884      743.133    623.711        633.484
         Aset Tidak Lancar                         177.827      636.096      745.695    833.358        826.071


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                             14
Page 27
                                                                                                   30 April
                            Deskripsi           2020           2021        2022        2023
                                                                                                    2024
        Total Aset                           320.535    1.007.980      1.488.828   1.457.069       1.459.555
        Liabilitas Lancar                     80.759     439.299       1.446.986    838.627         691.540
        Liabilitas Tidak Lancar              125.335     528.939         61.496     376.700         410.617
        Total Liabilitas                     206.094     968.237       1.508.482   1.215.327       1.102.157
        Ekuitas                              114.441      39.743        (19.654)    241.742         357.398
        Total Liabilitas & Ekuitas           320.535    1.007.980      1.488.828   1.457.069       1.459.555
        Penjualan                             11.153           7.460           -    539.041         213.879
        Beban Pokok Penjualan                  6.658           5.986           -    218.869           73.000
        Laba (Rugi) Kotor                      4.495           1.474           -    320.172         140.879
        Laba (Rugi) Sebelum Pajak            (29.350)    (76.375)       (59.001)    261.225         110.756
        Laba (Rugi) Bersih                   (29.255)    (76.143)       (59.113)    261.225         110.756



       Tabel 2.5.     Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan                                             (%)
                                                                                                   30 April
                     Deskripsi               2020        2021           2022         2023
                                                                                                    2024
        Aset Lancar                                 -    160,59%        99,83%       -16,07%            1,57
        Aset Tidak Lancar                           -    257,70%        17,23%        11,76%           -0,87
        Total Aset                                  -    214,47%        47,70%         -2,13%           0,17
        Liabilitas Lancar                           -    443,96%       229,39%       -42,04%          -17,54
        Liabilitas Tidak Lancar                     -    322,02%        -88,37%      512,56%            9,00
        Total Liabilitas                            -    369,80%        55,80%       -19,43%           -9,31
        Ekuitas                                     -    -65,27%       -149,45%    -1.329,99%          47,84
        Total Liabilitas & Ekuitas                  -    214,47%        47,70%         -2,13%           0,17
        Pendapatan                                  -    -33,11%       -100,00%                -      -60,32
        Beban Pokok Pendapatan                      -    -10,09%       -100,00%                -      -66,65
        Laba (Rugi) Kotor                           -    -67,21%       -100,00%                -      -56,00
        Laba (Rugi) Sebelum Pajak                   -    160,22%        -22,75%     -542,75%          -57,60
        Laba (Rugi) Bersih                          -    160,27%        -22,37%     -541,91%          -57,60

        Analisa Neraca Perseroan

          Total Aset dalam 4 periode laporan keuangan (2020-2023) mengalami peningkatan
           dengan rata-rata sebesar 86,68% pertahun. Per 30 April 2024 total aset tercatat
           sebesar Rp1,45 triliun.

          Total Liabilitas dalam 4 periode laporan keuangan (2020-2023) mengalami
           peningkatan dengan rata-rata sebesar 135,39% pertahun. Per 30 April 2024 total
           liabilitas tercatat sebesar Rp1,10 triliun.



Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                           15
Page 28
          Total Ekuitas dalam 4 periode laporan keuangan (2020-2023) mengalami penurunan
           dengan rata-rata sebesar 514,90% pertahun. Per 30 April 2024 total ekuitas tercatat
           sebesar Rp357,39 miliar.
       Grafik 2.1. Perkembangan Neraca Historikal Perseroan

                    1.600.000
                    1.400.000
                    1.200.000
                    1.000.000
                      800.000
                      600.000
                      400.000
                      200.000
                             -
                     (200.000)
                                                                                                      30 April
                                      2020             2021              2022            2023
                                                                                                       2024
                Total Aset           320.535       1.007.980        1.488.828          1.457.069     1.459.555
                Total Kewajiban      206.094       968.237          1.508.482          1.215.327     1.102.157
                Ekuitas              114.441        39.743             (19.654)        241.742       357.398


       Analisa Laba Rugi Perseroan

          Per 31 Desember 2021 tidak terdapat pelanggan dari pendapatan golf dan restoran
           serta hotel yang nilai pendapatannya melebihi 10% dari jumlah pendapatan
           konsolidasian. Per 30 April 2024 penjualan tercatat sebesar Rp213,87 miliar yang
           terdiri dari pendapatan tanah, rumah toko dan rumah tapak.

          Laba (Rugi) Kotor per 30 April 2024 laba kotor tercatat sebesar Rp140,87 miliar.

          Laba (Rugi) Bersih dalam 4 periode laporan keuangan (2020-2023) mengalami
           penurunan dengan rata-rata sebesar 134,67% pertahun. Per 30 April 2024 laba
           bersih tercatat sebesar Rp110,75 miliar.
       Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Historikal Perseroan

                                  600.000
                                  500.000
                                  400.000
                                  300.000
                                  200.000
                                  100.000
                                         -
                                 (100.000)
                                 (200.000)
                                                                                                      30 April
                                                2020           2021             2022       2023
                                                                                                       2024
                Penjualan                      11.153          7.460              -       539.041     213.879
                Laba (Rugi) Kotor               4.495          1.474              -       320.172     140.878
                Laba (Rugi) Sebelum Pajak      (23.845)       (29.350)     (76.375)       (59.001)    261.225
                Laba (Rugi) Bersih             (29.255)       (76.143)     (59.113)       261.225     110.756


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                              16
Page 29
       Arus Kas Perseroan

       Tabel 2.6.        Arus Kas Perseroan                                                            (dalam juta rupiah)
                                                                                                               30 April
                       Deskripsi                    2020        2021           2022             2023
                                                                                                                2024
        Arus Kas dari (digunakan untuk)
                                                    (50.852)     53.963         408.566          (91.374)        (18.439)
        Aktivitas Operasi
        Arus Kas dari (dignakan untuk)
                                                      (622)    (363.821)       (153.047)          (6.655)         (1.711)
        Aktivitas Investasi
        Arus Kas dari (digunakan untuk)
                                                    50..280     359.813        (168.900)          25.628           28.643
        Aktivitas Pendanaan
        Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan
                                                     (1.195)     49.955          86.618          (72.402)           8.492
        Setara Kas
        Saldo Kas dan Setara Kas Pada Awal
                                                      2.994       1.798          53.718          140.337           67.935
        Tahun
        Saldo Kas dan Setara Kas Pada Akhir
                                                      1.798      53.718         140.337           67.935           76.428
        Tahun


       Rasio Keuangan Perseroan

       Tabel 2.7.        Rasio Keuangan Perseroan
                                                                                                            30 April
                     Deskripsi                  2020             2021           2022           2023
                                                                                                             2023
       Rasio Likuiditas
       - Current Ratio (x)                              1,77            0,85          0,51         0,74           0,92
       - Working Capital to Total Asset Ratio        19,33%        -6,69%        -47,28%       -14,75%        -3,98%
       Rasio Aktivitas
       - Fixed Asset Turnover (x)                       0,40            3,58          0,00      100,89          40,58
       - Total Asset Turnover (x)                       0,03            0,01          0,00         0,37          0,15
       - Sales to Current Assets (x)                    0,08            0,02          0,00         0,86          0,34
       Rasio Solvabilitas
       - Debt to Total Aset Ratio (x)                   0,64            0,96          1,01         0,83           0,76
       - Debt Equity Rasio                              1,80           24,36       -76,75          5,03           3,08
       Rasio Profitabilitas
       - Gross Profit Margin                         40,30%        19,76%                  -   59,40%         65,87%
       - Net Profit Margin                      -262,31%       -1.020,68%                  -   48,46%         51,78%
       - Return on Equity (ROE)                     -25,56%      -191,59%       300,77%        108,06%        30,99%
       - Return on Assets (ROA)                      -9,13%        -7,55%         -3,97%       17,93%          7,59%


       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 30 April 2024 adalah sebagai
       berikut:
           Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
            liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan
            untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada saat ditagih). Current
            ratio (rasio lancar) sebesar 0,92 kali, hal ini menunjukkan bahwa Perseroan belum
            mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek.
           Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang tertanam
            pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi Perseroan dalam


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                                       17
Page 30
             menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan laba. Total asset turnover
             (perputaran aset) Perseroan sebesar 0,15 kali dan sales to current assets ratio 0,34 kali.
            Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
             memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Total
             debt to equity ratio (DER)/rasio hutang atas ekuitas Perseroan sebesar 3,08 kali yang
             menunjukkan bahwa Perseroan belum mampu memenuhi seluruh liabilitasnya
             dengan menggunakan ekuitas yang dimiliki, sedangkan debt to total assets ratio (DAR)
             atau rasio hutang atas harta yang dimiliki Perseroan sebesar 0,76 kali.
            Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan laba selama
             periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan keberhasilan
             menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian profitabilitas suatu
             perusahaan juga dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang
             diperoleh dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu. Return on equity
             (ROE) sebesar 30,99% dan return on asset (ROA) sebesar 7,59%.

2.6.2   Analisis Proforma Rencana Transaksi

        Berdasarkan Informasi Keuangan Proforma Perseroan yang dibuat oleh manajemen,
        dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap Laporan Keuangan Perseroan adalah
        sebagai berikut:
        Tabel 2.8.         Ringkasan Laporan Keuangan Proforma                             (dalam jutaan rupiah)
                                                     30 April 24                                  30 April 24
                                                      (Sebelum           Adjustment                (Setelah
                     Tabel 2.9.         Deskripsi
                                                       Rencana                                     Rencana
                                                     Transaksi)     Db                Cr          Transaksi)

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                76.428   36.000                              112.428
         Piutang usaha                                      7.061                                         7.061
         Piutang lain-lain
            Pihak ketiga                                   37.525                                        37.525
            Pihak berelasi                                  1.520                                         1.520
         Uang muka dan beban dibayar dimuka               194.754                                       194.754
         Uang muka kontraktor                              18.039                                        18.039
         Aset real estat                                  248.877                                       248.877
         Kas dan setara kas yang dibatasi
                                                           41.251                                        41.251
         penggunannya
         Pajak dibayar dimuka                               8.026                                         8.026
         Jumlah Aset Lancar                               633.484   36.000                   -         669.484

         ASET TIDAK LANCAR
         Aset real estat                                  469.955                                       469.955
         Aset tidak lancar lainnya                        212.500                                       212.500
         Aset tetap – neto                                  5.271                                         5.271


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                             18
Page 31
                                                      30 April 24                                30 April 24
                                                       (Sebelum           Adjustment              (Setelah
                    Tabel 2.9.            Deskripsi
                                                        Rencana                                   Rencana
                                                      Transaksi)     Db                Cr        Transaksi)
        Properti investasi - neto                            6.049                                      6.049
        Aset takberwujud - neto                                677                                       677
        Investasi pada entitas asosiasi                    131.618                                   131.618
        Jumlah Aset Tidak Lancar                           826.071          -                -       826.071

        JUMLAH ASET                                      1.459.555   36.000                  -      1.495.555

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang bank jangka pendek                            19.917                                     19.917
        Utang usaha - pihak ketiga                           8.909                                      8.909
        Utang lain-lain
           Pihak ketiga                                    267.836                                   267.836
           Pihak berelasi                                    3.513                                      3.513
        Beban akrual                                        26.836                                     26.836
        Utang titipan konsuman                             106.149                                   106.149
        Uang muka konsumen                                 250.406                                   250.406
        Utang pajak                                          5.535                                      5.535
        Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh
        tempo dalam waktu satu tahun
           Utang lembaga keuangan                               62                                         62
           Liabilitas sewa                                   2.278                                      2.278
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                    691.539                                   691.539

        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
        bagian yang jatuh tempo waktu satu tahun
           Utang bank                                      406.977                      36.000       442.977
           Utang lembaga keuangan                               73                                         73
        Liabilitas imbalan kerja                             3.566                                      3.566
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   410.617          -           36.000       446.617
        Total Liabilitas                                 1.102.156                      36.000      1.138.155

        EKUITAS
        Modal saham                                        121.000                                   121.000
        Tambahan modal disetor                               5.875                                      5.875
        Saldo laba                                         225.619                                   225.619
        Jumlah Ekuitas yang dapat
        Diatribusikan kepada Pemilik Entitas               352.494                                   352.494
        Induk
        Kepentingan nonpengendali                            4.903                                      4.903
        Total Ekuitas                                      357.398          -                -       357.398

        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                    1.459.555                      36.000      1.495.555


Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                            19
Page 32
        Berdasarkan proforma keuangan Perseroan diatas, Perseroan akan mendapatkan
        tambahan kas dan setara kas serta utang bank masing-masing sebesar Rp36 miliar pada
        posisi keuangan Perseroan per April 2024 setelah rencana transaksi.

2.6.3   Analisis Nilai Tambah

        Analisis nilai tambah Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
        menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik dengan membandingkan antara
        proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan dilaksanakannya
        Rencana Transaksi.

        Berikut adalah Laba (Rugi) Perseroan tanpa adanya Rencana Transaksi selama periode
        proyeksi:

        Tabel 2.10.                Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi
                        Profit & Loss                 2024                     2025                   2026                   2027                   2028

        Revenue                                  662.679.447.943         1.104.935.375.795      1.102.695.949.869       863.162.939.180        287.924.886.509
         Commercial Area (Low Rise P)              639.636.132             10.745.887.018         12.693.579.040        13.328.257.992         13.994.670.891
         Shophouse M Lot                           256.980.000             4.317.264.000          5.099.768.100          5.354.756.505          5.622.494.330

        Overall COGS                           (215.314.938.713,06)     (287.542.938.581,23)   (532.336.221.169,71)   (297.783.609.220,09)   (133.054.679.032,43)
        COGS Sales                             (215.314.938.713,06)     (286.847.064.458,23)   (523.985.731.693,69)   (289.433.119.744,08)   (124.704.189.556,41)

        COGS Recurring                                  0                  -695.874.123           -8.350.489.476         -8.350.489.476         -8.350.489.476
        Depreciation Expense                            0                  -695.874.123           -8.350.489.476         -8.350.489.476         -8.350.489.476
         Lease Commercial Area                          0                  -695.874.123           -8.350.489.476         -8.350.489.476         -8.350.489.476

        Gross Profit                             447.364.509.230          817.392.437.213        570.359.728.699        565.379.329.960        154.870.207.476
        Gross Profit Margin                           68%                      74%                    52%                    66%                    54%

        Operating Expense                        (80.806.802.072)        (106.062.586.615)      (107.482.883.646)      (102.855.935.857)       (47.637.143.691)
         Sales & Marketing Expense               (19.556.750.181)         (42.975.033.166)       (42.502.703.594)       (35.926.350.403)       (11.495.167.546)
          Marketing Expense                       (2.676.614.207)          (2.756.912.633)        (2.839.620.012)        (2.924.808.612)        (1.579.396.651)
         GA Expense                              (61.250.051.892)         (63.087.553.448)       (64.980.180.052)       (66.929.585.453)       (36.141.976.145)

        Addback Depreciation                            0                   695.874.123           8.350.489.476          8.350.489.476          8.350.489.476

        EBITDA                                   366.557.707.158          712.025.724.722        471.227.334.529        470.873.883.579        115.583.553.262
        EBITDA Margin                                 55%                      64%                    43%                    55%                    40%

        Other Income                             16.414.099.628            8.828.199.255         38.033.774.790                 0                      0
         TAA                                     16.414.099.628            8.828.199.255          8.092.515.984                 0                      0
         Profit Distribution KSO                                    -            0               29.941.258.806                 0                      0
        Depreciation Expense                                        -      -695.874.123          -8.350.489.476          -8.350.489.476         -8.350.489.476

        EBIT                                     382.971.806.785          720.158.049.854        500.910.619.843        462.523.394.103        107.233.063.785
        EBIT Margin                                   58%                      65%                    45%                    54%                    37%

        Interest Expense                         -33.925.103.131          -33.361.215.600        -26.968.207.324        -17.194.987.776         -5.658.179.738

        EBT                                      349.046.703.654          686.796.834.254        473.942.412.519        445.328.406.327        101.574.884.047
        EBT Margin                                    53%                      62%                    43%                    52%                    35%

        Tax                                      -16.634.232.408          -28.826.595.324        -30.136.273.109        -24.438.403.059        -10.200.418.222

        Net Income                               332.412.471.246          657.970.238.930        443.806.139.410        420.890.003.268        91.374.465.826




Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                                                                               20
Page 33
        Berikut ini adalah proyeksi Laba Rugi Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi.

        Tabel 2.11.             Proyeksi Setelah Rencana Transaksi
                       Profit & Loss              2024               2025               2026              2027              2028

        Revenue                              898.748.865.292    989.452.758.446    320.682.060.304   367.374.394.398   40.030.614.118

        Overall COGS                         -227.520.487.544   -286.049.883.619   -66.829.594.208   -48.375.230.107   -8.350.489.476

        Gross Profit                         671.228.377.748    703.402.874.827    253.852.466.096   318.999.164.291   31.680.124.642

        Operating Expense                    -90.249.578.766    -101.443.281.921   -76.202.328.064   -83.024.394.065   -37.721.372.795
          Sales & Marketing Expense          -28.999.526.875     -38.355.728.472   -11.222.148.012   -16.094.808.612    -1.579.396.651
          GA Expense                         -61.250.051.892     -63.087.553.448   -64.980.180.052   -66.929.585.453   -36.141.976.145
        EBIT                                 597.392.898.609    610.787.792.161    215.683.912.823   235.974.770.225    -6.041.248.154
        Absorb Income VLS                     -2.040.000.000      -9.524.912.762   243.375.575.110   128.582.502.829   132.165.932.551
        Interest Expense                     -32.325.103.131     -31.091.215.600   -26.913.761.522   -21.092.718.953   -13.628.087.895

        EBT                                  563.027.795.479    570.171.663.799    432.145.726.410   343.464.554.101   112.496.596.502
        Tax                                  -22.535.967.842    -25.939.529.890    -10.585.925.870   -12.043.689.440    -4.003.061.412

        Net Income                           540.491.827.636    544.232.133.909    421.559.800.540   331.420.864.661   108.493.535.090
        Net Income Margin                         60%                55%                131%              90%               271%



        Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan adanya
        Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan
        diperkirakan akan memperoleh laba yang lebih tinggi rata-rata sebesar minimal Rp 1,5 M
        per tahun dibanding tidak melakukan Rencana Transaksi.

2.6.4   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

        a. Nilai Pasar

        Berdasarkan laporan penilaian aset milik Perseroan yang dikeluarkan oleh KJPP
        Febriman Siregar dan Rekan dengan nomor laporan 00S76A6/M2.0A109-
        P05E/PIM/10A/0N06F9/A1/VAIITI/2A02N4 tertanggal 22 Agustus 2024, Nilai
        Aset milik Perseroan yang terletak di:
        1. Jalan Raya Bojongsari, Perumahan Shila At Sawangan, Kelurahan Sawangan,
           Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.
        2. Jalan Raya Bojongsari, Desa Bojong Sari, Kecamatan Bojong Sari, Kota Depok.

        Adalah sebesar Rp816.372.930.000

        b. Harga Rencana Transaksi

        Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) PT Bank Central Asia,
        Tbk. No. 30164/GBK/2023 plafond yang akan diterima oleh Perseroan sebesar
        Rp 670.000.000.000 dengan jaminan asset perseroan senilai 125% nilai plafond sebesar
        Rp 837.500.000.000,-.

        c. Perbandingan Harga Rencana Transaksi Dengan Nilai Pasar

        Dengan membandingkan Harga Rencana Transaksi dan Nilai Pasar yaitu sebagai
        berikut:

Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                                                                      21
Page 34
       Selisih Nilai Pasar dan objek penjaminan adalah sebesar 2,59%.

                 Nilai Transaksi       Batas Atas 7,5%       Batas Bawah 7,5%
                837.500.000.000        900.312.500.000        774.687.500.000

       Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 35 tahun 2020 “Batas atas dan batas
       bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima persen) dari Nilai
       yang dijadikan acuan”. Berdasarkan perbandingan harga Rencana Transaksi dengan nilai
       pasar diketahui bahwa harga Rencana Transaksi 2,59% dari nilai pasar dan berada dalam
       batasan ±7,5%, maka harga yang ditetapkan adalah wajar.




Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                         22
Page 35
                                     BAGIAN - 3
                                    KESIMPULAN


3.1    Kesimpulan

          Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, pihak-pihak yang bertransaksi
           memiliki hubungan afilias
          Berdasarkan Surat Pemberitahuan Kredit (SPPK) PT Bank Central Asia, Tbk. No.
           30164/GBK/2023 kepada Perseroan dan PT Sirius Surya Sentosa, Tbk. tidak ada
           persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehungga
           syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalh wajar.
          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan masih mampu menghasilkan pendapatan
           yang positif. Dengan demikian Rencana Transaksi yang dilakukan adalah wajar.
          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
           adanya Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana Transaksi
           Perseroan diperkirakan akan memperoleh laba yang lebih tinggi rata-rata sebesar
           minimal Rp 1,5 M per tahun dibanding tidak melakukan Rencana Transaksi.
          Berdasarkan perbandingan harga Rencana Transaksi dengan nilai pasar diketahui
           bahwa harga Rencana Transaksi 2,59% dari nilai pasar dan berada dalam batasan
           ±7,5%, maka harga yang ditetapkan adalah wajar.
       Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah
       WAJAR.

3.2    Distribusi Pendapat Kewajaran

       Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen Perseroan dalam
       kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau
       untuk kepentingan lain.




Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk.                                      1

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.21 MB
Published21 Sep 2024
Pages35
Characters89,627
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 54 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Sirius Surya Sentosa p.1 ×29
linked org PT Bank Central Asia p.4 ×17
linked person Amir Abadi Jusuf p.11
linked org Bhineka Abadi p.14
linked person Yoshihiro Kobi p.14
linked person Johan Yudhya Santosa p.14
linked person Bonny Harry p.14 ×2
linked person Erick Wihardja · Direktur p.14 ×3
linked person Aditya Wisnu Wardhana p.14
linked person Irma Sundari Sulaeman p.14
linked org PT Vasanta Indo Properti p.14
possible org PT Pakuan p.1 ×55
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×10
possible — Tri Ramadi p.15
possible org Negara Republik Indonesia p.15
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.1
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan p.1
unresolved org Menteri Keuangan p.1 ×3
unresolved org PENILAI KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.1 ×2
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.1 ×6
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.1 ×2
unresolved person Msc. p.1
unresolved — MAPPI p.1
unresolved org Bapepam-LK p.1 ×6
unresolved org KJPP FSR p.2 ×21
unresolved org KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.4 ×2
unresolved org Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu p.4
unresolved org Selanjutnya KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.6
unresolved person Penanggung Jawab Ir. Yohn PS Napitupulu p.7 ×4
unresolved person Penilai Yaumil Husna Khair p.7
unresolved org KJPP Febriman Siregar & Rekan p.9
unresolved org Revisi Laporan Pendapat Kewajaran – PT Pakuan, Tbk. p.9
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris. p.10 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.10 ×3
unresolved org Tjahjo & Rekan p.10 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.11
unresolved org Mawar & Rekan p.11
unresolved org KJPP FSR. Revisi p.12
unresolved org PT Bhineka Abadi Investama p.14
unresolved org PT Visi Vasanta Invest Pratama p.14
unresolved person Akta Notaris Ridwan Suselo p.15
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. Y.A. p.15
unresolved person Vita Cahyojati · Notaris p.16
unresolved person Nurwahidah Zakaria Isnaini p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×2
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.16
unresolved org Bank Indonesia p.17 ×23
unresolved person H. Investasi Revisi p.17
unresolved org Kota Nusantara p.21
unresolved org Bank Indonesia Grafik p.21 ×3
unresolved org Bank Indonesia Revisi p.21
unresolved org Bank Indonesia Perkembangan Pasokan Properti Komersial. Indeks Pasokan p.22
unresolved org Bank Indonesia Perkembangan Harga Properti Komersial. Indeks Pasokan p.24

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 2312 ms 12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '7.5'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result