Back to announcement
20240826_DGNS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31718756_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review DGNSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 127
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00111/2.0162-00/BS/10/0153/1/VIII/2024 26 Agustus 2024 Kepada Yth. PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA Tbk Gedung Graha Anam Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11 A – C Gondangdia, Menteng Jakarta Pusat 10350 U.p. : Direksi Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk Dengan hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/240719-003 tanggal 19 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham Perseroan (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2024. ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ, dan pelayanan penunjang medik lainnya serta sejak Juli 2022, Perseroan juga bergerak dalam menyediakan aktivitas klinik swasta. Perseroan berdomisili di Gedung Graha Anam, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 11 A – C, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon: (021) 1500 358 dan email: info@diagnos.co.id.
Page 3
Dalam upaya mengembangkan bisnis dan meningkatkan layanan Perseroan kepada
masyarakat, Perseroan telah mengidentifikasi peluang signifikan untuk memperluas pasar
dan peluang bisnis Perseroan. Saat ini, Perseroan telah berhasil menghasilkan pendapatan
substansial, baik dari pelanggan setia di bawah Grup Bundamedik maupun dari institusi
kesehatan atau rumah sakit lain yang bekerja sama erat dengan Perseroan. Dengan melayani
lebih dari 6.000 pasien setiap minggunya melalui operasi offline Perseroan yang tersebar di
28 laboratorium di 10 kota berbeda, Perseroan menyadari bahwa integrasi teknologi ke dalam
layanan Perseroan adalah kunci untuk memperluas jangkauan layanan Perseroan dan
memperbesar ukuran pasar Perseroan.
Perseroan merencanakan untuk melakukan akuisisi atas 3.926.750 lembar atau setara
dengan 97,96% saham Asa Ren Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARSG”) dari para pemegang
saham ARSG (selanjutnya disebut “Investor”), yang seluruhnya merupakan pihak ketiga yang
tidak terafiliasi dengan Perseroan dengan rincian sebagai berikut:
• Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian atas 392.674 saham atau setara
dengan 9,80% saham ARSG dari Investor (selanjutnya disebut “Rencana Pembelian
Saham”); dan
• Perseroan merencanakan untuk melakukan akuisisi atas 3.534.076 saham atau setara
dengan 88,17% saham ARSG (selanjutnya disebut “Saham ARSG”) dari Investor
(selanjutnya disebut “Rencana Akuisisi”).
ARSG merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARSG adalah bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan
eksperimental pada bioteknologi, kehidupan dan ilmu kedokteran. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 30 Juni 2024, ARSG memiliki
penyertaan saham pada PT Asa Ren Global Nusantara (selanjutnya disebut “ARGN”) dengan
kepemilikan sebesar 99,99%.
ARGN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARGN adalah bergerak dalam bidang informasi dan komunikasi, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis, dan kesehatan manusia dan aktivitas sosial.
Sehubungan dengan Rencana Akuisisi tersebut, Perseroan merencanakan untuk melakukan
penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham dalam
portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka pelaksanaan Rencana Akuisisi, Investor setuju
mengikatkan diri untuk mengalihkan Saham ARSG kepada Perseroan, yang akan
diperhitungkan sebagai penyetoran modal oleh Perseroan dalam bentuk lain selain uang
(inbreng) (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).
ii
Page 4
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Pembelian
Saham, Rencana Akusisi dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Rencana Transaksi”.
Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan dalam upayanya untuk terus meningkatkan kinerja
keuangannya, Perseroan memandang fasilitas pemeriksaan genetik merupakan salah satu
bagian yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem layanan penunjang
kesehatan yang dimiliki Perseroan. Perseroan berpandangan bahwa ARSG merupakan mitra
teknologi yang sempurna bagi Perseroan. Perseroan percaya pada apa yang saat ini sedang
dilakukan ARSG, yaitu menggunakan data genetik Indonesia untuk merevolusi industri
kesehatan dan dapat menumbuhkan layanan-layanan produk dan jasa yang dimiliki
Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi,
dimana Perseroan berharap Rencana Transaksi tersebut dapat meningkatkan sinergi
Perseroan dan ARSG sehubungan dengan fokus kendali yang akan diperoleh Perseroan
terhadap ARSG dan memperkuat kelangsungan usaha Perseroan pada masa yang akan
datang.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, kerjasama antara Perseroan dan ARSG akan
memungkinkan penggunaan sumber daya-sumber daya secara bersamaan, dimana dapat
membantu proses bisnis dalam pemanfaatan sumber daya sehingga dapat mengoptimalkan
biaya operasional Perseroan. Perseroan dan ARSG memiliki kapabilitas bisnis yang berbeda,
namun akan saling melengkapi kelemahan dan kekuatan masing-masing, sehingga
menciptakan efisiensi biaya yang mana berguna untuk mendukung pengembangan bisnis
Perseroan bisnis di masa depan.
Selanjutnya, manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi sejalan dengan
tujuan bersama untuk menciptakan perusahaan pelayanan penunjang kesehatan yang lebih
terintegrasi dan memperluas pangsa pasar Perseroan dan ARSG secara konsolidasian serta
menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan
perusahaan sejenis lainnya sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan memiliki potensi nilai tambah yang
dihasilkan dengan mengkonsolidasikan kinerja keuangan ARSG terhadap laporan keuangan
konsolidasian Perseroan yang diharapkan dapat meningkatkan struktur kapital dan
kapitalisasi pasar Perseroan di masa yang akan datang.
iii
Page 5
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Rencana Transaksi memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperkuat
keseimbangan model bisnisnya agar mampu memberikan pelayanan yang tepat dan
optimal kepada para pasien yang ingin melakukan pengecekan terhadap kesehatan
dengan akurat. Saat ini, Perseroan memiliki Diagnos Genomics yang dapat memberikan
fasilitas pemeriksaan genetik yang digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi
perubahan genetik dan kromosom. Selain memberikan dukungan pelayanan terhadap
pasien, Perseroan tetap berupaya mengoptimalkan perolehan pendapatan dari bisnis
utama Perseroan. Untuk itu, dibutuhkan fleksibilitas, adaptasi, dan respon yang tangkas
dalam mengelola seluruh kegiatan usaha secara seimbang agar mampu meningkatkan
kinerja pendapatan Perseroan.
• Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan dalam upayanya untuk terus meningkatkan
kinerja keuangannya, Perseroan memandang fasilitas pemeriksaan genetik merupakan
salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem layanan
penunjang kesehatan yang dimiliki Perseroan. Perseroan berpandangan bahwa ARSG
merupakan mitra teknologi yang sempurna bagi Perseroan. Perseroan percaya pada apa
yang saat ini sedang dilakukan ARSG, yaitu menggunakan data genetik Indonesia untuk
merevolusi industri kesehatan dan dapat menumbuhkan layanan-layanan produk dan jasa
yang dimiliki Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi, dimana Perseroan berharap Rencana Transaksi tersebut dapat
meningkatkan sinergi Perseroan dan ARSG sehubungan dengan fokus kendali yang akan
diperoleh Perseroan terhadap ARSG dan memperkuat kelangsungan usaha Perseroan
pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, kerjasama antara Perseroan dan ARSG akan
memungkinkan penggunaan sumber daya-sumber daya secara bersamaan, dimana
dapat membantu proses bisnis dalam pemanfaatan sumber daya sehingga dapat
mengoptimalkan biaya operasional Perseroan. Perseroan dan ARSG memiliki kapabilitas
bisnis yang berbeda, namun akan saling melengkapi kelemahan dan kekuatan masing-
masing, sehingga menciptakan efisiensi biaya yang mana berguna untuk mendukung
pengembangan bisnis Perseroan bisnis di masa depan.
• Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi sejalan dengan tujuan
bersama untuk menciptakan perusahaan pelayanan penunjang kesehatan yang lebih
terintegrasi dan memperluas pangsa pasar Perseroan dan ARSG secara konsolidasian
serta menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan
perusahaan sejenis lainnya sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
iv
Page 6
• Rencana Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan dalam melakukan
pengembangan portofolio bisnis yang akan didapat Perseroan melalui pertumbuhan
anorganik, yaitu dengan melakukan akuisisi atas Saham ARSG dan menjalankan
Rencana PMDHMETD dengan skema penyetoran modal dalam bentuk lain selain uang
(inbreng) yang diyakini akan memberikan kemudahan atas perolehan sumber pendanaan,
efisiensi atas biaya transaksi dan waktu.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan memiliki potensi nilai tambah yang
dihasilkan dengan mengkonsolidasikan kinerja keuangan ARSG terhadap laporan
keuangan konsolidasian Perseroan yang diharapkan dapat meningkatkan struktur kapital
dan kapitalisasi pasar Perseroan di masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Berdasarkan POJK 14/2019 pasal 9 butir (2).b., “Dalam hal penyetoran atas saham dilakukan
dalam bentuk lain selain uang, penyetoran dengan bentuk lain selain uang dimaksud wajib
memenuhi ketentuan menggunakan Penilai untuk menentukan nilai wajar dari bentuk lain
selain uang yang digunakan sebagai penyetoran dan kewajaran transaksi penyetoran atas
saham dalam bentuk lain selain uang.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material dan penyetoran atas saham
dalam bentuk lain selain uang, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019 mensyaratkan adanya
laporan penilaian saham dan laporan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas transaksi
tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat Perseroan adalah perusahaan terbuka yang sahamnya dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham Perseroan bersifat likuid.
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa Perseroan adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
v
Page 7
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah
sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240719-003 tanggal
19 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
vi
Page 8
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2024.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang menjadi
dasar penilaian ini.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk ini merupakan
laporan terinci.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (selanjutnya disebut “TSFBR”)
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024
tanggal 23 Agustus 2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00008/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/III/2024 tanggal 27 Februari 2023 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00030/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
vii
Page 9
5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00032/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan
(selanjutnya disebut “KNMTR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00158/2.1051/AU.1/10/0518-1/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
7. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP KNMTR sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00158/2.1051/AU.1/10/0518-1/1/III/2021 tanggal
22 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
8. Laporan keuangan Nalagenetics Pte. Ltd. untuk periode enam yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2024 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
9. Laporan keuangan PT Nalagenetik Riset Indonesia untuk periode enam yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
10. Laporan keuangan PT Morula Bunda Dewata untuk periode enam yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
11. Proyeksi laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2038 yang disusun oleh manajemen Perseroan;
12. Laporan penilaian 97,96% saham ARSG per 30 Juni 2024 yang disusun oleh KJPP KR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00108/2.0162-00/BS/10/0153/1/VIII/2024
tanggal 23 Agustus 2024;
viii
Page 10
13. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris
No. 34 tanggal 19 Juni 2023 yang dibuat oleh Rahayu Ningsih S.H., mengenai perubahan
mengenai perubahan Pasal 17 Anggaran Dasar Perseroan tentang Rencana Kerja Tahun
buku dan Laporan Tahunan;
14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Fergus Richard dengan
posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
dengan Rencana Transaksi;
15. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034;
16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
penugasan;
17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan
21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung
jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
ix
Page 11
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan Perseroan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis
Perseroan dan informasi manajemen Perseroan terhadap proyeksi laporan keuangan
Perseroan tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian Perseroan dan
kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
x
Page 12
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar
Perseroan.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif Perseroan, pengkajian atas kondisi
operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki Perseroan. Prospek Perseroan di
masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan
keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
xi
Page 13
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset bersih (adjusted net
asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
Perseroan di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha Perseroan. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
Perseroan diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha Perseroan.
Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas
tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh Perseroan.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan.
Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain
yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
xii
Page 14
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:
I. Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham Perseroan sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 707,08 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 10,00%, maka nilai pasar
100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp 636,37 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham Perseroan berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar Rp 636,37 miliar.
II. Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham Perseroan sebelum diskon likuiditas pasar
adalah sebesar Rp 327,36 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 10,00%,
maka nilai pasar 100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp 294,63 miliar. Dengan
demikian, nilai pasar 100,00% saham Perseroan berdasarkan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 294,63 miliar.
III. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan 10,00% untuk metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan 10,00%
untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena data dan
informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk
menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki
tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 602,20 miliar.
xiii
Page 15
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen Perseroan melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen
Perseroan mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana
Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat
kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan
mempengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
KESIMPULAN PENILAIAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2024 adalah sebesar
Rp 602,20 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas Perseroan. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian Perseroan tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.
xiv
Page 16
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xv
Page 17
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap Perseroan
untuk sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xvi
Page 18
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Kurnia Nugraha Chahyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10335
Aldrich Valerian Budhimulja .....................................
No. MAPPI : 23-A-11992
xvii
Page 19
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2024.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xviii
Page 20
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
dengan operasional, kinerja, dan prospek dari Perseroan.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Kurnia Nugraha Chahyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10335
Aldrich Valerian Budhimulja .....................................
No. MAPPI : 23-A-11992
xix
Page 21
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xvi
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xvii
SURAT PERNYATAAN xviii
DAFTAR ISI xx
DAFTAR TABEL xxiii
DAFTAR GRAFIK xxvi
LAMPIRAN xxvii
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 6
C. Premis Penilaian 6
D. Independensi Penilai 6
E. Tanggal Efektif Penilaian 6
F. Profil PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 7
G. Definisi Nilai yang Digunakan 8
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 9
I. Metode Penilaian yang Digunakan 9
J. Ringkasan Hasil Penilaian 10
K. Kesimpulan Penilaian 11
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 12
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 16
C. Definisi Nilai yang Digunakan 16
D. Tanggal Efektif Penilaian 16
E. Data dan Informasi yang Digunakan 17
F. Informasi Non-Keuangan 17
G. Jenis Ekuitas 21
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 22
I. Tingkat Kedalaman Investigasi 23
J. Distribusi Laporan Penilaian 24
K. Jenis Laporan 24
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 24
xx
Page 22
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 25
B. Kegiatan Usaha 25
C. Manajemen 25
D. Kepemilikan Saham 26
E. Data Keuangan Historis 26
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 29
B. Tinjauan Ekonomi Indonesia 32
C. Proyeksi Ekonomi Indonesia 32
D. Tingkat Suku Bunga 32
E. Inflasi 33
F. Nilai Tukar Rupiah 34
V. TINJAUAN INDUSTRI LABORATORIUM KESEHATAN
A. Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan di Dunia 36
B. Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan di Indonesia 38
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 40
B. Analisis atas Common Size PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 52
C. Analisis atas Common Size Industri Laboratorium 54
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Ketergantungan terhadap Pihak Ketiga sebagai Penyedia
Peralatan Pemeriksaan Laboratorium dan Bahan Baku Reagen 59
B. Risiko terhadap Kegagalan untuk Mematuhi Peraturan
Perundangan-undangan yang Berlaku Terkait Industri Pelayanan Kesehatan 59
C. Risiko Ketersediaan Sumber Daya Manusia sebagai Pendukung Kegiatan
Usaha 60
D. Risiko Melambatnya melakukan Penerapan Perkembangan Tekonologi
pada Layanan Kesehatan yang Tersedia 60
E. Risiko Gugatan Hukum 60
F. Risiko Kebijakan Pemerintah 61
xxi
Page 23
HALAMAN
VIII. METODE PENILAIAN
A. Metode-Metode Penilaian 62
B. Metode Penilaian yang Digunakan 63
C. Premis Penilaian 64
D. Aplikasi Diskon dan Premi 65
E. Prosedur Penilaian 65
F. Independensi Penilai 65
IX. PENILAIAN
A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities) 66
B. Nilai Pasar Objek Penilaian 67
C. Nalagenetics Pte. Ltd. 86
D. PT Nalagenetik Riset Indonesia 88
E. PT Morula Bunda Dewata 90
xxii
Page 24
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 7
Tabel 2 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 26
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 27
Tabel 4 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 28
Tabel 5 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 29
Tabel 6 Pertumbuhan Inflasi 30
Tabel 7 Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral 31
Tabel 8 Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi 33
Tabel 9 Pendapatan Alat Kesehatan di Indonesia
Tahun 2023 – 2025 38
Tabel 10 Laporan Posisi Keuangan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 40
Tabel 11 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 45
Tabel 12 Laporan Arus Kas
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 47
xxiii
Page 25
HALAMAN
Tabel 13 Rasio-rasio Keuangan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 50
Tabel 14 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 52
Tabel 15 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 53
Tabel 16 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasia
PT Prodia Widhyahusada Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 54
Tabel 17 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Prodia Widhyahusada Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 55
Tabel 18 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Australian Clinical Labs Ltd.
Per 30 Juni 2019 – 2023 56
Tabel 19 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Australian Clinical Labs Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 Juni 2019 – 2023 57
Tabel 20 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Malaysian Genomics Resources Centre Berhad
Per 31 Maret 2024 dan 30 Juni 2019 – 2023 57
Tabel 21 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Malaysian Genomics Resources Centre Berhad
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 Juni 2019 – 2023 58
xxiv
Page 26
HALAMAN
Tabel 21 Proyeksi Pendapatan Neto
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 69
Tabel 22 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 70
Tabel 23 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 73
Tabel 24 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2024 – 2034 73
Tabel 25 Proyeksi Arus Kas Bersih
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 75
Tabel 26 Indikasi Nilai Kini Operasi
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 79
Tabel 27 Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2024 80
Tabel 28 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1 82
Tabel 29 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2 82
Tabel 30 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3 82
Tabel 31 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5 82
xxv
Page 27
HALAMAN
Tabel 32 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk 83
Tabel 33 Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 30 Juni 2024 84
Tabel 34 Rekonsiliasi Nilai
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 85
xxvi
Page 28
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia 32
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
di Indonesia 34
Grafik 3 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing 35
Grafik 4 Pendapatan Laboratorium Medis dan Diagnostik
di Amerika Serikat 36
Grafik 5 Proyeksi Nilai Pasar Lyaanan Laboratorium Kesehatan di Dunia
Tahun 2024 – 2028 37
Grafik 6 Proyeksi Pendapatan Neto
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Tahun 2024 – 2034 70
Grafik 7 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Tahun 2024 – 2034 71
xxvii
Page 29
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2024 93
Lampiran B Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 30 Juni 2024 94
Lampiran C Rekonsiliasi Nilai
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Per 30 Juni 2024 95
Lampiran D Indikasi Nilai Pasar 1,58% Saham
Nalagenetik Pte. Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024 96
Lampiran E Indikasi Nilai Pasar 99,99% Saham
PT Nalagenetik Riset Indonesia
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024 97
Lampiran F Indikasi Nilai Pasar 5,00% Saham
PT Morula Bunda Dewata
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024 98
xxviii
Page 30
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”)
merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam menyediakan
pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar
diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata,
bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ, dan pelayanan penunjang
medik lainnya serta sejak Juli 2022, Perseroan juga bergerak dalam menyediakan
aktivitas klinik swasta. Perseroan berdomisili di Gedung Graha Anam, Jalan Teuku
Cik Ditiro Nomor 11 A – C, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan
nomor telepon: (021) 1500 358 dan email: info@diagnos.co.id.
Dalam upaya mengembangkan bisnis dan meningkatkan layanan Perseroan
kepada masyarakat, Perseroan telah mengidentifikasi peluang signifikan untuk
memperluas pasar dan peluang bisnis Perseroan. Saat ini, Perseroan telah
berhasil menghasilkan pendapatan substansial, baik dari pelanggan setia di
bawah Grup Bundamedik maupun dari institusi kesehatan atau rumah sakit lain
yang bekerja sama erat dengan Perseroan. Dengan melayani lebih dari
6.000 pasien setiap minggunya melalui operasi offline Perseroan yang tersebar di
28 laboratorium di 10 kota berbeda, Perseroan menyadari bahwa integrasi
teknologi ke dalam layanan Perseroan adalah kunci untuk memperluas jangkauan
layanan Perseroan dan memperbesar ukuran pasar Perseroan.
Perseroan merencanakan untuk melakukan akuisisi atas 3.926.750 lembar atau
setara dengan 97,96% saham Asa Ren Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARSG”) dari
para pemegang saham ARSG (selanjutnya disebut “Investor”), yang seluruhnya
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dengan rincian
sebagai berikut:
• Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian atas 392.674 saham
atau setara dengan 9,80% saham ARSG dari Investor (selanjutnya disebut
“Rencana Pembelian Saham”); dan
• Perseroan merencanakan untuk melakukan akuisisi atas 3.534.076 saham
atau setara dengan 88,17% saham ARSG (selanjutnya disebut “Saham
ARSG”) dari Investor dengan (selanjutnya disebut “Rencana Akuisisi”).
1
Page 31
ARSG merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARSG adalah bergerak dalam bidang
penelitian dan pengembangan eksperimental pada bioteknologi, kehidupan dan
ilmu kedokteran. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, pada tanggal 30 Juni 2024, ARSG memiliki penyertaan saham pada
PT Asa Ren Global Nusantara (selanjutnya disebut “ARGN”) dengan kepemilikan
sebesar 99,99%.
ARGN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha ARGN adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, dan kesehatan
manusia dan aktivitas sosial.
Sehubungan dengan Rencana Akuisisi tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu
atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang
“Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015
tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut “POJK 14/2019”), dimana
dalam rangka pelaksanaan Rencana Akuisisi, Investor setuju mengikatkan diri
untuk mengalihkan Saham ARSG kepada Perseroan, yang akan diperhitungkan
sebagai penyetoran modal oleh Perseroan dalam bentuk lain selain uang (inbreng)
(selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Pembelian Saham, Rencana Akusisi dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan dalam upayanya untuk terus
meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan memandang fasilitas pemeriksaan
genetik merupakan salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam
memperkuat ekosistem layanan penunjang kesehatan yang dimiliki Perseroan.
Perseroan berpandangan bahwa ARSG merupakan mitra teknologi yang
sempurna bagi Perseroan. Perseroan percaya pada apa yang saat ini sedang
dilakukan ARSG, yaitu menggunakan data genetik Indonesia untuk merevolusi
industri kesehatan dan dapat menumbuhkan layanan-layanan produk dan jasa
yang dimiliki Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi, dimana Perseroan berharap Rencana Transaksi tersebut
dapat meningkatkan sinergi Perseroan dan ARSG sehubungan dengan fokus
kendali yang akan diperoleh Perseroan terhadap ARSG dan memperkuat
kelangsungan usaha Perseroan pada masa yang akan datang.
2
Page 32
Dengan melakukan Rencana Transaksi, kerjasama antara Perseroan dan ARSG
akan memungkinkan penggunaan sumber daya-sumber daya secara bersamaan,
dimana dapat membantu proses bisnis dalam pemanfaatan sumber daya sehingga
dapat mengoptimalkan biaya operasional Perseroan. Perseroan dan ARSG
memiliki kapabilitas bisnis yang berbeda, namun akan saling melengkapi
kelemahan dan kekuatan masing-masing, sehingga menciptakan efisiensi biaya
yang mana berguna untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan bisnis di
masa depan.
Selanjutnya, manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi
sejalan dengan tujuan bersama untuk menciptakan perusahaan pelayanan
penunjang kesehatan yang lebih terintegrasi dan memperluas pangsa pasar
Perseroan dan ARSG secara konsolidasian serta menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya
sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan memiliki potensi nilai
tambah yang dihasilkan dengan mengkonsolidasikan kinerja keuangan ARSG
terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang diharapkan dapat
meningkatkan struktur kapital dan kapitalisasi pasar Perseroan di masa yang akan
datang.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Rencana Transaksi memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperkuat
keseimbangan model bisnisnya agar mampu memberikan pelayanan yang
tepat dan optimal kepada para pasien yang ingin melakukan pengecekan
terhadap kesehatan dengan akurat. Saat ini, Perseroan memiliki Diagnos
Genomics yang dapat memberikan fasilitas pemeriksaan genetik yang
digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi perubahan genetik dan
kromosom. Selain memberikan dukungan pelayanan terhadap pasien,
Perseroan tetap berupaya mengoptimalkan perolehan pendapatan dari bisnis
utama Perseroan. Untuk itu, dibutuhkan fleksibilitas, adaptasi, dan respon yang
tangkas dalam mengelola seluruh kegiatan usaha secara seimbang agar
mampu meningkatkan kinerja pendapatan Perseroan.
3
Page 33
• Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan dalam upayanya untuk terus
meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan memandang fasilitas
pemeriksaan genetik merupakan salah satu bagian yang memiliki peran
penting dalam memperkuat ekosistem layanan penunjang kesehatan yang
dimiliki Perseroan. Perseroan berpandangan bahwa ARSG merupakan mitra
teknologi yang sempurna bagi Perseroan. Perseroan percaya pada apa yang
saat ini sedang dilakukan ARSG, yaitu menggunakan data genetik Indonesia
untuk merevolusi industri kesehatan dan dapat menumbuhkan
layanan-layanan produk dan jasa yang dimiliki Perseroan. Dalam hal ini,
Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi, dimana
Perseroan berharap Rencana Transaksi tersebut dapat meningkatkan sinergi
Perseroan dan ARSG sehubungan dengan fokus kendali yang akan diperoleh
Perseroan terhadap ARSG dan memperkuat kelangsungan usaha Perseroan
pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, kerjasama antara Perseroan dan
ARSG akan memungkinkan penggunaan sumber daya-sumber daya secara
bersamaan, dimana dapat membantu proses bisnis dalam pemanfaatan
sumber daya sehingga dapat mengoptimalkan biaya operasional Perseroan.
Perseroan dan ARSG memiliki kapabilitas bisnis yang berbeda, namun akan
saling melengkapi kelemahan dan kekuatan masing-masing, sehingga
menciptakan efisiensi biaya yang mana berguna untuk mendukung
pengembangan bisnis Perseroan bisnis di masa depan.
• Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi sejalan
dengan tujuan bersama untuk menciptakan perusahaan pelayanan penunjang
kesehatan yang lebih terintegrasi dan memperluas pangsa pasar Perseroan
dan ARSG secara konsolidasian serta menciptakan sinergi perusahaan yang
lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya
sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan dalam
melakukan pengembangan portofolio bisnis yang akan didapat Perseroan
melalui pertumbuhan anorganik, yaitu dengan melakukan akuisisi atas Saham
ARSG dan menjalankan Rencana PMDHMETD dengan skema penyetoran
modal dalam bentuk lain selain uang (inbreng) yang diyakini akan memberikan
kemudahan atas perolehan sumber pendanaan, efisiensi atas biaya transaksi
dan waktu.
4
Page 34
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan memiliki potensi nilai
tambah yang dihasilkan dengan mengkonsolidasikan kinerja keuangan ARSG
terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang diharapkan dapat
meningkatkan struktur kapital dan kapitalisasi pasar Perseroan di masa yang
akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).
Berdasarkan POJK 14/2019 pasal 9 butir (2).b., “Dalam hal penyetoran atas
saham dilakukan dalam bentuk lain selain uang, penyetoran dengan bentuk lain
selain uang dimaksud wajib memenuhi ketentuan menggunakan Penilai untuk
menentukan nilai wajar dari bentuk lain selain uang yang digunakan sebagai
penyetoran dan kewajaran transaksi penyetoran atas saham dalam bentuk lain
selain uang.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material dan penyetoran
atas saham dalam bentuk lain selain uang, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham dan laporan pendapat kewajaran
(fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham Perseroan.
Mengingat Perseroan adalah perusahaan terbuka yang sahamnya dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham Perseroan bersifat likuid.
5
Page 35
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham
Perseroan (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa Perseroan adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memiliki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan
penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan KR hanya menerima
imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240719-003 tanggal 19 Juli 2024
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
30 Juni 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.
6
Page 36
I.F. Profil PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Perseroan didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2007 dalam
rangka Undang- Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968
berdasarkan Akta No. 17 tanggal 29 Agustus 2007, dari Martinef, S.H., M.Si.,
Notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. C-02387 HT.01.01-TH.2007 Tahun 2007 tanggal 6 November 2007.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 34 tanggal 19 Juni 2023 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan Pasal 17 Anggaran Dasar Perseroan tentang
Rencana Kerja Tahun buku dan Laporan Tahunan. Perubahan ini telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0084623 tanggal 27 Juni 2023.
Kantor pusat Perseroan beralamat di Gedung Graha Anam, Jalan Teuku Cik Ditiro
Nomor 11 A – C, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan 30 outlet
diantaranya termasuk 5 kantor cabang yang berlokasi di Ciputat, Denpasar,
Padang, Batam dan Makassar.
I.F.1. Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bundamedik Tbk 515.000.000 41,20% 12.875.000.000
PT Bunda Investama Indonesia 485.000.000 38,80% 12.125.000.000
Masyarakat 250.000.000 20,00% 6.250.000.000
Jumlah 1.250.000.000 100,00% 31.250.000.000
7
Page 37
I.F.2. Struktur Pengurus
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
Komisaris : Nurhadi Yudiantho
Komisaris Independen : Martinus Eliatulo Zega
Direksi
Direktur Utama : Mesha Rizal Sini
Direktur : Renobulan Rizal Sini
Direktur : Dilly Dwiasri
Direktur : Fergus Richard
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan,
pusat gambar diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi,
bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ, dan pelayanan
penunjang medik lainnya serta sejak Juli 2022, Perseroan juga bergerak dalam
menyediakan aktivitas klinik swasta.
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
8
Page 38
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif
Perseroan, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya
yang dimiliki Perseroan. Prospek Perseroan di masa yang akan datang kami
evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal
yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
I.I. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh Perseroan di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha Perseroan. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi Perseroan diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha Perseroan. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang
sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas
tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
9
Page 39
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh Perseroan.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
I.J. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
sebagai berikut:
I.J.1. Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan Berdasarkan Metode Diskonto Arus
Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham Perseroan sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 707,08 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 10,00%, maka nilai pasar
100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp 636,37 miliar. Dengan demikian,
nilai pasar 100,00% saham Perseroan berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar Rp 636,37 miliar.
I.J.2. Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan Berdasarkan Metode Perusahaan
Tercatat di Bursa Efek
Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham Perseroan sebelum diskon
likuiditas pasar adalah sebesar Rp 327,36 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar
sebesar 10,00%, maka nilai pasar 100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp
294,63 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham Perseroan
berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebesar Rp 294,63 miliar.
I.J.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
10
Page 40
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan
informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 602,20 miliar.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen Perseroan melalui analisis atas kinerja
historis dan pernyataan manajemen Perseroan mengenai rencana-rencana untuk
masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan
penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini
akan mempengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian
bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat
memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
I.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
30 Juni 2024 adalah sebesar Rp 602,20 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut
adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap
yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas Perseroan. Kami tegaskan
pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
Perseroan tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
11
Page 41
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan,
pusat gambar diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi,
bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ, dan pelayanan
penunjang medik lainnya serta sejak Juli 2022, Perseroan juga bergerak dalam
menyediakan aktivitas klinik swasta. Perseroan berdomisili di Gedung Graha
Anam, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 11 A – C, Gondangdia, Menteng,
Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon: (021) 1500 358 dan
email: info@diagnos.co.id.
Dalam upaya mengembangkan bisnis dan meningkatkan layanan Perseroan
kepada masyarakat, Perseroan telah mengidentifikasi peluang signifikan untuk
memperluas pasar dan peluang bisnis Perseroan. Saat ini, Perseroan telah
berhasil menghasilkan pendapatan substansial, baik dari pelanggan setia di
bawah Grup Bundamedik maupun dari institusi kesehatan atau rumah sakit lain
yang bekerja sama erat dengan Perseroan. Dengan melayani lebih dari
6.000 pasien setiap minggunya melalui operasi offline Perseroan yang tersebar di
28 laboratorium di 10 kota berbeda, Perseroan menyadari bahwa integrasi
teknologi ke dalam layanan Perseroan adalah kunci untuk memperluas jangkauan
layanan Perseroan dan memperbesar ukuran pasar Perseroan.
Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Pembelian Saham dan
Rencana Akuisisi.
ARSG merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARSG adalah bergerak dalam bidang
penelitian dan pengembangan eksperimental pada bioteknologi, kehidupan dan
ilmu kedokteran. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, pada tanggal 30 Juni 2024, ARSG memiliki penyertaan saham pada
ARGN dengan kepemilikan sebesar 99,99%.
ARGN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha ARGN adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, dan kesehatan
manusia dan aktivitas sosial.
12
Page 42
Sehubungan dengan Rencana Akuisisi tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sebagaimana diatur dalam POJK 14/2019,
dimana dalam rangka pelaksanaan Rencana Akuisisi, Investor setuju mengikatkan
diri untuk mengalihkan Saham ARSG kepada Perseroan, yang akan
diperhitungkan sebagai penyetoran modal oleh Perseroan dalam bentuk lain selain
uang (inbreng).
Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan dalam upayanya untuk terus
meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan memandang fasilitas pemeriksaan
genetik merupakan salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam
memperkuat ekosistem layanan penunjang kesehatan yang dimiliki Perseroan.
Perseroan berpandangan bahwa ARSG merupakan mitra teknologi yang
sempurna bagi Perseroan. Perseroan percaya pada apa yang saat ini sedang
dilakukan ARSG, yaitu menggunakan data genetik Indonesia untuk merevolusi
industri kesehatan dan dapat menumbuhkan layanan-layanan produk dan jasa
yang dimiliki Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi, dimana Perseroan berharap Rencana Transaksi tersebut
dapat meningkatkan sinergi Perseroan dan ARSG sehubungan dengan fokus
kendali yang akan diperoleh Perseroan terhadap ARSG dan memperkuat
kelangsungan usaha Perseroan pada masa yang akan datang.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, kerjasama antara Perseroan dan ARSG
akan memungkinkan penggunaan sumber daya-sumber daya secara bersamaan,
dimana dapat membantu proses bisnis dalam pemanfaatan sumber daya sehingga
dapat mengoptimalkan biaya operasional Perseroan. Perseroan dan ARSG
memiliki kapabilitas bisnis yang berbeda, namun akan saling melengkapi
kelemahan dan kekuatan masing-masing, sehingga menciptakan efisiensi biaya
yang mana berguna untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan bisnis di
masa depan.
Selanjutnya, manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi
sejalan dengan tujuan bersama untuk menciptakan perusahaan pelayanan
penunjang kesehatan yang lebih terintegrasi dan memperluas pangsa pasar
Perseroan dan ARSG secara konsolidasian serta menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya
sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan memiliki potensi nilai
tambah yang dihasilkan dengan mengkonsolidasikan kinerja keuangan ARSG
terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang diharapkan dapat
meningkatkan struktur kapital dan kapitalisasi pasar Perseroan di masa yang akan
datang.
13
Page 43
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Rencana Transaksi memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperkuat
keseimbangan model bisnisnya agar mampu memberikan pelayanan yang
tepat dan optimal kepada para pasien yang ingin melakukan pengecekan
terhadap kesehatan dengan akurat. Saat ini, Perseroan memiliki Diagnos
Genomics yang dapat memberikan fasilitas pemeriksaan genetik yang
digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi perubahan genetik dan
kromosom. Selain memberikan dukungan pelayanan terhadap pasien,
Perseroan tetap berupaya mengoptimalkan perolehan pendapatan dari bisnis
utama Perseroan. Untuk itu, dibutuhkan fleksibilitas, adaptasi, dan respon yang
tangkas dalam mengelola seluruh kegiatan usaha secara seimbang agar
mampu meningkatkan kinerja pendapatan Perseroan.
• Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan dalam upayanya untuk terus
meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan memandang fasilitas
pemeriksaan genetik merupakan salah satu bagian yang memiliki peran
penting dalam memperkuat ekosistem layanan penunjang kesehatan yang
dimiliki Perseroan. Perseroan berpandangan bahwa ARSG merupakan mitra
teknologi yang sempurna bagi Perseroan. Perseroan percaya pada apa yang
saat ini sedang dilakukan ARSG, yaitu menggunakan data genetik Indonesia
untuk merevolusi industri kesehatan dan dapat menumbuhkan
layanan-layanan produk dan jasa yang dimiliki Perseroan. Dalam hal ini,
Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi, dimana
Perseroan berharap Rencana Transaksi tersebut dapat meningkatkan sinergi
Perseroan dan ARSG sehubungan dengan fokus kendali yang akan diperoleh
Perseroan terhadap ARSG dan memperkuat kelangsungan usaha Perseroan
pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, kerjasama antara Perseroan dan
ARSG akan memungkinkan penggunaan sumber daya-sumber daya secara
bersamaan, dimana dapat membantu proses bisnis dalam pemanfaatan
sumber daya sehingga dapat mengoptimalkan biaya operasional Perseroan.
Perseroan dan ARSG memiliki kapabilitas bisnis yang berbeda, namun akan
saling melengkapi kelemahan dan kekuatan masing-masing, sehingga
menciptakan efisiensi biaya yang mana berguna untuk mendukung
pengembangan bisnis Perseroan bisnis di masa depan.
• Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi sejalan
dengan tujuan bersama untuk menciptakan perusahaan pelayanan penunjang
kesehatan yang lebih terintegrasi dan memperluas pangsa pasar Perseroan
dan ARSG secara konsolidasian serta menciptakan sinergi perusahaan yang
lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya
sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
14
Page 44
• Rencana Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan dalam
melakukan pengembangan portofolio bisnis yang akan didapat Perseroan
melalui pertumbuhan anorganik, yaitu dengan melakukan akuisisi atas Saham
ARSG dan menjalankan Rencana PMDHMETD dengan skema penyetoran
modal dalam bentuk lain selain uang (inbreng) yang diyakini akan memberikan
kemudahan atas perolehan sumber pendanaan, efisiensi atas biaya transaksi
dan waktu.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan memiliki potensi nilai
tambah yang dihasilkan dengan mengkonsolidasikan kinerja keuangan ARSG
terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang diharapkan dapat
meningkatkan struktur kapital dan kapitalisasi pasar Perseroan di masa yang
akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam
POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi POJK 17/2020.
Berdasarkan POJK 14/2019 pasal 9 butir (2).b., “Dalam hal penyetoran atas
saham dilakukan dalam bentuk lain selain uang, penyetoran dengan bentuk lain
selain uang dimaksud wajib memenuhi ketentuan menggunakan Penilai untuk
menentukan nilai wajar dari bentuk lain selain uang yang digunakan sebagai
penyetoran dan kewajaran transaksi penyetoran atas saham dalam bentuk lain
selain uang.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material dan penyetoran
atas saham dalam bentuk lain selain uang, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham dan laporan pendapat kewajaran
(fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.
Mengingat Perseroan adalah perusahaan terbuka yang sahamnya dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham Perseroan bersifat likuid.
15
Page 45
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020 serta SPI.
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
30 Juni 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.
16
Page 46
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
oleh manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
(selanjutnya disebut “TSFBR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00008/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/III/2024 tanggal
27 Februari 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00030/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal
29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00032/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/III/2022 tanggal
28 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi,
Tjahjo & Rekan (selanjutnya disebut “KNMTR”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00158/2.1051/AU.1/10/0518-1/1/III/2021 tanggal
22 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
7. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit
oleh KAP KNMTR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00158/2.1051/AU.1/10/0518-1/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
8. Proyeksi laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2038 yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
17
Page 47
9. Laporan keuangan Nalagenetics Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “NPL”) untuk
periode enam yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
10. Laporan keuangan PT Nalagenetik Riset Indonesia (selanjutnya disebut “NRI”)
untuk periode enam yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
11. Laporan keuangan PT Morula Bunda Dewata (selanjutnya disebut “MBD”)
untuk periode enam yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00098/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
12. Laporan penilaian 97,96% saham ARSG per 30 Juni 2024 yang
disusun oleh KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00108/2.0162-00/BS/10/0153/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024;
13. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
Notaris No. 34 tanggal 19 Juni 2023 yang dibuat oleh Rahayu Ningsih S.H.,
mengenai perubahan mengenai perubahan Pasal 17 Anggaran Dasar
Perseroan tentang Rencana Kerja Tahun buku dan Laporan Tahunan;
14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Fergus Richard
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;
15. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena
pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034;
16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan;
17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
18
Page 48
18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg;
19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan
21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang
tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas
Objek Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan
kami yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.
19
Page 49
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam menyediakan
pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar
diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata,
bank darah bank sperma, bank transplantasi organ, dan pelayanan penunjang
medik lainnya. Saat ini, Perseroan memiliki total sebaran sebanyak 30 outlet
diantaranya termasuk 5 kantor cabang yang berlokasi di Ciputat, Denpasar,
Padang, Batam dan Makassar. Perseroan mulai beroperasi secara operasional
sejak tahun 2008. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh Perseroan adalah
layanan penunjang kesehatan sebagai berikut:
• Laboratorium X-Ray;
• Laboratorium pemeriksaan darah;
• Pemeriksaan kesehatan homecare;
• Laboratorium patologi klinik;
• Laboratorium patologi anatomi; dan
• Laboratorium genetik.
II.F.2. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan meliputi Pulau
Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Pulau Sulawesi.
II.F.3. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama Perseroan adalah
sebagai berikut:
• PT Roche Indonesia;
• PT Pandu Biosains;
• PT Saba Indomedika;
• PT Anugrah Pharmindo Lestari; dan
• PT Anugrah Agron Medika.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci Perseroan
adalah sebagai berikut:
• PT Bundamedik Tbk;
• PT Morula Indonesia;
• Institusi Pemerintah seperti Kementerian Sekretariat Presiden, Kementerian
Luar Negeri, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan; dan
• Korporasi Swasta.
20
Page 50
II.F.4. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah sebagai
berikut:
• PT Prodia Widyahusada Tbk;
• PT Simponi Sigmanera; dan
• PT Bio Medika.
II.F.5. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
Perseroan adalah sebagai berikut:
• Mengoptimalkan layanan Lab Genomic dan laboratorium medik yang tersedia;
• Memperbanyak dan memperluas jangkauan wilayah layanan Perseroan
dengan menambah outlet dan jejaring Perseroan;
• Mengembangkan produk layanan laboratorium yang baru dengan bekerja
sama dengan fasilitas-fasilitas Kesehatan;
• Melakukan kegiatan akreditasi terhadap mutu dan kualitas layanan Perseroan;
• Terbuka dan menerapkan perkembangan teknologi dalam layanan
laboratorium; dan
• Melakukan kerjasama dengan penyedia layanan kesehatan, untuk
mempercepat tumbuhnya jaringan Perseroan.
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki Perseroan merupakan saham biasa, dimana setiap
pemegang saham Perseroan memiliki 1 hak suara per lembar saham.
21
Page 51
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang dinilai
pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan
yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis Perseroan dan informasi
manajemen Perseroan terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian Perseroan dan kesimpulan
nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang
tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak
menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan
independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada
jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
22
Page 52
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar Perseroan.
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
23
Page 53
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk ini
merupakan laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan penilaian 100,00% saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk tidak
terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang
secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
24
Page 54
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Perseroan didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2007 dalam
rangka Undang- Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968
berdasarkan Akta No. 17 tanggal 29 Agustus 2007, dari Martinef, S.H., M.Si.,
Notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. C-02387 HT.01.01-TH.2007 Tahun 2007 tanggal 6 November 2007.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 34 tanggal 19 Juni 2023 dari Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan Pasal 17 Anggaran Dasar Perseroan tentang
Rencana Kerja Tahun buku dan Laporan Tahunan. Perubahan ini telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0084623 tanggal 27 Juni 2023.
Kantor pusat Perseroan beralamat di Gedung Graha Anam, Jalan Teuku Cik Ditiro
Nomor 11 A – C, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan 30 outlet
diantaranya termasuk 5 kantor cabang yang berlokasi di Ciputat, Denpasar,
Padang, Batam dan Makassar.
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan,
pusat gambar diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi,
bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ, dan pelayanan
penunjang medik lainnya serta sejak Juli 2022, Perseroan juga bergerak dalam
menyediakan aktivitas klinik swasta.
III.C. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
Komisaris : Nurhadi Yudiantho
Komisaris Independen : Martinus Eliatulo Zega
Direksi
Direktur Utama : Mesha Rizal Sini
Direktur : Renobulan Rizal Sini
Direktur : Dilly Dwiasri
Direktur : Fergus Richard
25
Page 55
III.D. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bundamedik Tbk 515.000.000 41,20% 12.875.000.000
PT Bunda Investama Indonesia 485.000.000 38,80% 12.125.000.000
Masyarakat 250.000.000 20,00% 6.250.000.000
Jumlah 1.250.000.000 100,00% 31.250.000.000
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP
KNMTR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP KNMTR dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian.
26
Page 56
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Laporan Posisi Keuangan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 8.264 10.245 28.011 44.720 16.538 1.393
Investasi jangka pendek 1.401 1.696 2.543 6.507 - -
Piutang usaha
Pihak berelasi - neto 30.798 28.551 29.909 16.971 26.594 7.414
Pihak ketiga - neto 12.840 9.729 12.513 24.759 24.222 19
Piutang lain-lain 6.969 6.972 7.033 32.209 30.457 18
Persediaan 3.631 5.142 6.567 7.760 5.813 2.123
Biaya dibayar di muka dan uang muka 31.454 25.467 31.737 20.938 1.530 452
Pajak dibayar di muka 216 3 61 - - -
Jumlah Aset Lancar 95.575 87.805 118.373 153.864 105.154 11.420
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 2.156 1.031 1.020 1.012 763 -
Investasi saham 12.951 12.951 8.445 - - -
Beban dibayar dimuka jangka panjang 1.183 1.233 1.342 - - -
Aset tetap - neto 150.274 140.443 106.387 80.360 15.079 16.365
Aset hak guna usaha - neto 24.147 23.806 2.832 6.747 5.028 -
Aset tak berwujud - neto 1.312 720 681 - - -
Aset tidak lancar lainnya 2.736 3.486 857 - 6.550 -
Piutang lain-lain - pihak berelasi - - - - - 28.138
Beban tangguhan - - - - - 3.300
Jumlah Aset Tidak Lancar 194.758 183.670 121.563 88.119 27.421 47.802
JUMLAH ASET 290.333 271.475 239.936 241.983 132.575 59.222
27
Page 57
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 775 346 390 92 - -
Pihak ketiga 10.837 5.744 2.688 4.432 15.825 2.035
Utang lain-lain - - 149 - 1.117 1.590
Utang pajak 283 269 675 16.013 12.763 4.535
Beban akrual 2.729 3.178 1.556 3.125 140 393
Uang muka pelanggan 8.788 652 894 - - -
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 378 546 628 576 132 169
Liabilitas sewa 4.495 3.710 1.811 2.390 635 393
Utang bank 63 - 1.701 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28.348 14.444 10.492 26.628 30.612 9.116
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pasca kerja 2.731 2.156 1.686 3.103 708 512
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 672 1.505 787 589 237 343
Liabilitas sewa 20.471 21.004 409 2.888 1.273 2.584
Utang bank 34.938 30.000 9.358 - - -
Utang lain-lain - pihak berelasi 6.776 6.776 6.776 6.974 678 201
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - 7
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 65.588 61.441 19.016 13.554 2.896 3.646
JUMLAH LIABILITAS 93.936 75.885 29.508 40.182 33.508 12.763
EKUITAS
Modal saham 31.250 31.250 31.250 31.250 25.000 25.000
Tambahan modal disetor 36.707 36.707 36.707 36.707 29 29
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain (4.235) (3.884) (2.702) 1.335 (168) (88)
Saldo laba 132.676 131.518 145.173 132.509 74.205 21.519
JUMLAH EKUITAS 196.397 195.590 210.428 201.800 99.066 46.459
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 290.333 271.475 239.936 241.983 132.575 59.222
Tabel 4
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 81.046 145.696 192.886 302.182 183.171 51.338
Beban pokok pendapatan 45.000 85.899 97.881 151.681 96.461 31.330
Laba bruto 36.045 59.797 95.006 150.500 86.710 20.008
Beban penjualan dan pemasaran (4.280) (9.745) (12.994) (13.078) (1.974) (1.085)
Beban umum dan administrasi (31.533) (64.161) (66.574) (56.195) (17.750) (5.749)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto (183) 535 1.895 2.052 (11) (531)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 49 (13.573) 17.333 83.279 66.975 12.643
Manfaat (beban) pajak penghasilan 1.109 (83) (4.669) (18.975) (14.289) (3.369)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan 1.158 (13.656) 12.665 64.304 52.687 9.275
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (351) (1.182) (4.037) 1.503 (80) (81)
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan 807 (14.838) 8.628 65.806 52.607 9.194
28
Page 58
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Meskipun prospek perekonomian menjadi lebih kuat, ketidakpastian pasar
keuangan di dunia tetap tinggi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh
Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024,
pertumbuhan ekonomi di dunia pada tahun 2024 diperkirakan mengalami kenaikan
dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu mencapai 3,20% dimana India,
Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) memberikan kontribusi terbesar terhadap
kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan domestik maupun
ekspor.
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Dunia (2,70) 6,50 3,50 3,30 3,10 3,10 3,10
Negara Maju
Amerika Serikat (2,20) 5,80 1,90 2,50 2,30 1,80 2,00
Hong Kong (6,50) 6,40 (3,70) 3,30 2,70 2,80 2,60
Inggris (10,40) 9,60 4,50 0,10 0,80 1,30 1,50
Jepang (4,20) 2,70 1,20 1,80 0,20 1,20 0,80
Kanada (5,00) 5,50 3,80 1,30 1,00 1,80 1,90
Kawasan Eropa (6,10) 5,90 3,50 0,40 0,70 1,40 1,30
Singapura (3,90) 9,90 3,90 1,10 2,50 2,60 2,50
Taiwan 3,40 6,60 2,60 1,30 3,80 2,60 2,60
Australia (2,10) 5,60 3,90 2,00 1,30 2,20 2,40
Korea Selatan (0,70) 4,60 2,80 1,40 2,50 2,20 2,20
Negara Berkembang
Argentina (9,90) 10,40 5,30 (1,60) (3,3) 3,00 2,50
India 3,90 (5,80) 9,70 7,00 N/A 7,00 6,70
Indonesia (2,00) 3,70 5,30 5,10 5,00 5,10 5,10
Kolombia (6,80) 11,00 7,50 0,60 1,50 2,60 3,00
Malaysia (5,60) 3,10 8,70 3,70 4,40 4,60 4,60
Meksiko (8,00) 4,70 3,90 3,20 2,00 1,80 2,00
Mesir 3,60 3,30 6,70 3,80 3,00 4,20 4,50
Tiongkok 2,20 8,40 3,00 5,20 4,90 4,50 4,20
Sumber: Bloomberg
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
dimana PDB mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa dalam periode
tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 PDB
di dunia mengalami kenaikan sebesar 3,30% yang menunjukkan bahwa ekonomi
di dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Negara-negara maju yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB yaitu AS, Hong Kong,
dan Australia masing-masing sebesar 2,50%, 3,30%, dan 2,00%. Sedangkan
untuk negara-negara berkembang yaitu India, Indonesia, dan Tiongkok
masing-masing sebesar 7,00%, 5,10%, dan 5,20%.
29
Page 59
Selanjutnya, pada tahun 2024 PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan
sebesar 3,10% dimana negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar
yaitu AS, Hong Kong, Taiwan, dan Australia masing-masing sebesar 2,30%,
2,70%, 3,80%, dan 2,50%. Sedangkan untuk negara berkembang yaitu Indonesia,
Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,40%, dan 4,90%.
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan indikator penting kondisi ekonomi secara keseluruhan dimana
inflasi mengukur laju kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu.
Dalam rangka memastikan stabilitas ekonomi serta mendukung perekonomian
yang berkelanjutan, maka diperlukan adanya pemahaman maupun pengelolaan
inflasi yang baik di suatu negara.
Tabel 6
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Dunia 3,20 4,70 8,70 6,70 4,60 3,50 3,20
Negara Maju
Amerika Serikat 1,20 4,70 8,00 4,10 3,00 2,40 2,30
Hong Kong 0,30 1,60 1,90 2,10 1,80 2,20 2,20
Inggris 0,90 2,60 9,10 7,40 2,60 2,20 2,00
Jepang 0,00 (0,30) 2,50 3,30 2,40 1,90 1,80
Kanada 0,70 3,40 6,80 3,90 2,50 2,20 2,00
Kawasan Eropa 0,30 2,60 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00
Singapura (0,20) 2,30 6,10 4,80 2,70 2,00 1,90
Taiwan (0,20) 2,00 3,00 2,50 2,10 1,80 1,70
Australia 0,90 2,90 6,60 5,60 3,40 2,80 2,60
Korea Selatan 0,50 2,50 5,10 3,60 2,50 2,00 2,00
Negara Berkembang
Argentina 42,70 48,10 70,70 127,90 230,00 66,40 41,80
India 6,60 5,10 6,70 5,70 N/A 4,50 4,50
Indonesia 2,00 1,60 4,20 3,70 2,90 3,00 2,90
Kolombia 2,50 3,50 10,20 11,80 6,60 4,10 3,60
Malaysia (1,10) 2,50 3,40 2,50 2,50 2,50 2,30
Meksiko 3,40 5,70 7,90 5,60 4,50 3,80 3,80
Mesir 5,70 4,50 8,50 24,40 30,70 16,00 9,80
Tiongkok 2,50 0,90 2,00 0,20 0,60 1,50 2,00
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 6,70%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Singapura, dan
Australia masing-masing sebesar 4,10%, 4,80%, dan 5,60%. Sedangkan
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar yaitu Argentina,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 127,90%, 11,80%, dan 24,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2024, inflasi di dunia mengalami pertumbuhan sebesar
4,60% dibandingkan dengan tahun 2023 dimana negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar yaitu Australia sebesar 3,40% sedangkan untuk negara
berkembang yaitu Argentina sebesar 230,00%.
30
Page 60
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan tingkat biaya atas keuntungan dari penggunaan uang
yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah uang yang dipinjam
maupun diinvestasikan. Melalui pengelolaan suku bunga yang baik maka dapat
tercapai berbagai tujuan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil,
Tingkat inflasi yang terkendali, dan pasar keuangan yang sehat.
Tabel 7
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Negara Maju
Amerika Serikat 0,25 0,25 4,50 5,50 5,00 3,95 3,45
Hong Kong 0,50 0,50 4,75 5,75 N/A N/A N/A
Inggris 0,10 0,25 3,50 5,25 4,65 3,55 3,15
Jepang 0,00 0,00 0,00 0,00 0,30 0,50 0,80
Kawasan Eropa 0,00 0,00 2,50 4,50 3,40 2,55 2,50
Taiwan 1,13 1,13 1,75 1,88 2,00 1,80 1,75
Australia 0,10 0,10 3,10 4,35 4,30 N/A N/A
Korea Selatan 0,50 1,00 3,25 3,50 3,20 2,55 2,40
Negara Berkembang
Argentina N/A N/A N/A N/A 40,00 28,15 27,65
India 4,00 4,00 6,25 6,50 6,20 N/A 5,75
Indonesia 3,75 3,50 5,50 6,00 6,05 5,25 N/A
Kolombia 1,75 3,00 12,00 13,00 8,75 5,95 5,45
Malaysia 1,75 1,75 2,75 3,00 3,00 2,90 3,00
Meksiko 4,25 5,50 10,50 11,25 10,00 8,00 7,00
Mesir 8,25 8,25 16,25 19,25 N/A N/A N/A
Tiongkok 3,85 3,80 3,65 3,45 N/A N/A N/A
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 negara-negara
maju yang mengalami pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Inggris dan
Kawasan Eropa masing-masing sebesar 1,75% dan 2,00%. Sedangkan untuk
negara-negara berkembang yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar
1,00% dan 3,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2024 diperkirakan negara maju yang mengalami
pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Jepang sebesar 0,30% dan yang
mengalami penurunan tertinggi yaitu AS dan Inggris masing-masing sebesar
0,50% dan 0,60%. Sedangkan untuk negara berkembang yang mengalami
kenaikan tertinggi yaitu Indonesia sebesar 0,05%.
31
Page 61
IV.B. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Adanya kombinasi kebijakan dari Pemerintah dan BI memicu pertumbuhan
ekonomi di Indonesia menguat yang dipicu oleh pengeluaran rumah tangga dan
individu untuk barang serta jasa didorong oleh daya beli yang terjaga maupun
keyakinan konsumen yang menguat serta investasi yang meningkat yang
mencakup pada sektor bangunan dan non-bangunan sejalan dengan kelanjutan
proyek infrastruktur Pemerintah dalam investasi swasta.
IV.C. Proyeksi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam
kisaran 4,70% - 5,50%. Selanjutnya, secara keseluruhan Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) diperkirakan akan tetap stabil, dengan defisit transaksi berjalan
berada dalam kisaran 0,10% - 0,90% dari PDB. Sementara itu, NPI diperkirakan
akan mencatat surplus dipicu oleh peningkatan aliran masuk modal asing, baik
melalui Penanaman Modal Asing maupun investari portofolio. Hal ini sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan
imbal hasil investasi yang menjanjikan.
IV.D. Tingkat Suku Bunga
Kenaikan dan penurunan suku bunga perbankan dapat memiliki dampak signifikan
terhadap perekonomian termasuk konsumsi, investasi, inflasi, dan stabilitas mata
uang.
Grafik 1
Perkembangan Suku Bunga BI
7,00%
6,05%
6,00% 5,50% 5,25%
6,00%
5,00%
4,00%
3,00% 3,75% 3,50%
2,00%
1,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024* 2025*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
32
Page 62
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pergerakan suku bunga
perbankan tahun 2023 sebesar 6,00% dan diperkirakan tahun 2024 dan 2025
dalam kisaran angka yang cukup stabil masing-masing sebesar 6,05% dan 5,25%.
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, stabilnya suku bunga perbankan di
Indonesia dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai sejalan dengan
kebijakan yang sudah diterapkan serta kebijakan transparansi suku bunga dasar
kredit.
IV.E. Inflasi
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, inflasi indeks harga konsumen pada bulan
Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% year over year (yoy) dimana presentasi tersebut
mencerminkan lebih rendah dibanding April 2024 yaitu sebear 3,00% yoy.
Penurunan tersebut disebabkan oleh inflasi inti dan inflasi administered prices
yang masing-masing tercatat 1,93% yoy dan 1,52% yoy. Sementara itu, inflasi
volatile food menurun dari 9,63% yoy menjadi 8,14% yoy seiring dengan
meningkatnya produksi pangan akibat musim panen yang masih berlangsung
serta adanya sinergi pengendalian inflasi yang efektif antara BI serta Pemerintah
Pusat dan Daerah.
Tabel 8
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi
(Dalam %)
No. Keterangan Inflasi
1 Papua Tengah 5,40
2 Gorontalo 4,90
3 Papua Barat 4,60
4 Riau 4,40
5 Sumatera Utara 4,30
6 Sumatera Barat 4,20
7 Sulawesi Utara 4,20
8 Papua Selatan 4,20
9 Kepulauan Riau 3,70
10 Bengkulu 3,70
11 Jambi 3,60
12 Papua Pegunungan 3,60
Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia
Selanjutnya, untuk Provinsi di Indonesia dengan kontributor inflasi terbesar yaitu
Papua Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Riau masing-masing sebesar 5,40%,
4,90%, 4,60%, dan 4,40%.
33
Page 63
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia
4,20%
4,50%
3,70%
4,00%
3,50% 2,90%
3,00%
3,00%
2,50% 2,00%
2,00%
1,50%
1,00% 1,60%
0,50%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024* 2025*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, diperkirakan pertumbuhan
inflasi pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing adalah sebesar 2,90 dan 3,00%
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
IV.F. Nilai Tukar Rupiah
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, nilai tukar rupiah Juni 2024 tetap terjaga
meskipun mengalami penurunan sebesar 0,70% point to point. Melemahnya nilai
tukar Rupiah disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar global diantaranya
menguatnya dolar AS dan ketegangan geopolitik. Pada masa mendatang
diperkirakan nilai tukar Rupiah mengalami kestabilan sejaln dengan kebijakan BI
dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar, didukung oleh aliran masuk modal
asing, imbal hasil investasi yang menjajikan bagi investor, dan pertumbuhan
ekonomi yang semakin membaik.
34
Page 64
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing
18.000
17.000
16.000
15.000
14.000
13.000
12.000
11.000
10.000
9.000
8.000 Q3/2024 Q4/2024 2025 2026
EUR 17.496 17.388 17.304 17.402
USD 16.200 16.100 15.450 15.400
SGD 12.000 12.015 11.839 11.756
Sumber: Bloomberg
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 17.496, Rp 17.388, Rp 17.304, dan
Rp 17.402.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.200, Rp 16.100, Rp 15.450, dan
Rp 15.400.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.000, Rp 12.015, Rp 11.839, dan
Rp 11.756.
35
Page 65
V. TINJAUAN INDUSTRI LABORATORIUM KESEHATAN
V.A. Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan di Dunia
Industri laboratorium kesehatan merupakan jenis industri yang berfokus pada
penyediaan layanan diagnostik medis melalui berbagai tes laboratorium, seperti
tes darah, tes urin, tes genetik, dan analisis lainnya. Industri ini memainkan peran
penting dalam sistem perawatan kesehatan karena hasil dari tes-tes ini digunakan
oleh dokter untuk mendiagnosis, merencanakan, dan memantau pengobatan bagi
pasien. Industri ini juga mencakup laboratorium penelitian yang melakukan
pengembangan teknologi diagnostik baru, serta laboratorium yang mendukung uji
klinis untuk pengembangan obat-obatan.
Grafik 4
Pendapatan Laboratorium Medis dan Diagnostik di Amerika Serikat (AS)
(Dalam miliar USD)
18,80
18,60
18,40
18,20
18,00
17,80
17,60
17,40
Q/4 2023 Q/1 2024 Q/2 2024
Pendapatan 17,87 17,92 18,67
Sumber: U.S. Census Bureau
Berdasarkan data yang diperoleh dari dari U.S. Census Bureau, jumlah
pendapatan untuk laboratorium medis dan diagnostik di AS periode
Q/1 2024 dan Q/2 2024 mengalami peningkatan masing-masing sebesar
USD 0,05 miliar dan USD 0,75 miliar atau masing-masing setara dengan 0,28%
dan 4,19%. Selanjutnya, berdasarkan data dari Fortune Business Insight dalam
laporannya dengan judul U.S. Clinical Laboratory Services Market Size, Share &
COVID-19 Impact Analysis, By Test Type, By Age, By Source of Payment, and By
Service Provider, and Country Forecast, 2023-2030, peningkatan pendapatan
laboratorium medis dan diagnostik AS terutama didorong oleh meningkatnya
kebutuhan untuk melakukan tes diagnostik dini dan terjadinya peningkatan
penyakit kronis pada masyarakat AS yang juga disertai dengan pertumbuhan yang
pesat pada industri bioteknologi serta kesehatan di negara AS secara signifikan.
36
Page 66
Grafik 5
Proyeksi Nilai Pasar Layanan Laboratorium Kesehatan di Dunia
(Dalam miliar USD)
300,00
250,00
200,00
150,00
100,00
50,00
0,00
2024 2025 2026 2027 2028
Nilai Pasar 233,95 245,68 258,09 271,24 285,18
Sumber : Precedence Research
Berdasarkan data yang diperoleh dari Precedence Research dalam laporannya
dengan judul Clinical Laboratory Service Market - Global Industry Analysis, Size,
Share, Growth, Trends, Regional Outlook and Forecast 2024 – 2033, secara
keseluruhan, pada tahun 2025 – 2028, nilai pasar layanan laboratorium kesehatan
di dunia diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan masing-masing sebesar
USD 11,73 miliar, USD 12,41 miliar, USD 13,15 miliar, dan USD 13,94 miliar atau
masing-masing setara dengan 5,01%, 5,05%, 5,10%,dan 5,14%.
Peningkatan pasar laboratorium dunia dipicu oleh tingginya kebutuhan akan tes
diagnostik dan tingginya kasus penyakit kronis pada penduduk dunia, sementara
itu, adopsi teknologi canggih seperti otomatisasi untuk efisiensi biaya dan
menambah produktivitas turut mendorong pertumbuhan pasar laboratorium
kesehatan dunia dan menghadirkan layanan-layanan terkini untuk menjawab
kebutuhan pasar.
37
Page 67
V.B. Tinjauan Industri Laboratorium Kesehatan di Indonesia
Peluang perkembangan suatu negara maju salah satunya ada pada kesehatan.
Sebuah potensi untuk Indonesia menjadi negara maju karena adanya perolehan
demografi dan sektor kesehatan yang memiliki peran yang sangat penting untuk
mewujudkan hal tersebut. Salah satu pilar transformasi kesehatan yang telah
dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah dengan
melakukan penataan ulang laboratorium kesehatan yang ada di Indonesia.
Laboratorium Kesehatan diklasifikasi menjadi laboratorium Kesehatan Medis dan
Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Berbagai upaya tata ulang
yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menambah jumlah laboratorium
hingga menambah kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di
Labkesmas.
Tabel 9
Pendapatan Alat Kesehatan di Indonesia
Tahun 2023 - 2025
(Dalam jutaan USD)
Deskripsi 2023 2024* 2025*
Cardiology devices 289,90 324,10 356,20
Dental devices 17,26 19,19 21,15
Diabetes care devices 162,60 186,00 211,70
Diagnostic imaging devices 217,40 231,60 246,30
Endoscopic devices 114,40 124,80 135,60
General & plastic surgery devices 112,80 121,30 130,60
Ophthalmic devices 163,30 179,30 195,20
Orthopedic devices 190,90 206,90 222,00
Other medical devices 747,70 810,30 871,40
*) Proyeksi
Sumber : Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan alat kesehatan
di Indonesia pada tahun 2023 adalah sebesar USD 2,02 miliar. Alat kardiologi dan
alat visual untuk diagnosik menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan
persentasi sebesar 14,38% dan 10,78%. Jumlah pendapatan pada tahun 2024
mengalami peningkatan sebesar USD 187,23 juta atau setara dengan 9,29%
dibandingkan dengan jumlah pendapatan pada tahun 2023. Peningkatan tersebut
terutama pada alat kesehatan kardiologi dengan kenaikan sebesar USD 34,20 juta
atau setara dengan 11,80%. Diproyeksikan pada tahun 2025 pendapatan alat
kesehatan mencapai USD 2,39 miliar dengan pendapatan terbesar berasal dari
alat kesehatan kardiologi dan alat visual untuk diagnosik. Teknologi digital
memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk memberikan perawatan pasien
yang lebih baik, meningkatkan diagnosis dan pengobatan, dan meningkatkan hasil
perawatan kesehatan secara keseluruhan.
38
Page 68
Berdasarkan data yang diperoleh dari Straits Research, dalam laporannya yang
berjudul The Asia-Pacific (APAC) Genetic Testing Market Study, Opportunities &
Forecast 2020 – 2032, pangsa pasar industri laboratorium diagnostik Indonesia
diproyeksikan akan menjadi sebesar USD 1,41 miliar pada tahun 2032, mengalami
pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 39,30% dihitung sejak tahun 2020
sampai tahun 2032. Faktor-faktor yang mendorong industri laboratorium diagnostik
Indonesia terus meningkat antara lain populasi masyarakat di Indonesia yang kian
bertumbuh ditambah dengan kesadaran masyarakat tentang isu kesehatan dan
penyakit kronis yang bertambah secara merata di Indonesia, serta kemampuan
daya beli masyarakat kelas menengah untuk menjangkau fasilitas kesehatan,
peluang pangsa pasar uji genetik di Indonesia menjadi semakin besar. Dengan
pertumbuhan yang didukung oleh pasar industri laboratorium diagnostik, pasar uji
genetik di Indonesia diproyeksikan mencapai USD 3,80 miliar pada tahun 2032
dengan tingkat CAGR sebesar 38,00% dihitung sejak tahun 2020 sampai tahun
2032. Di samping itu, pembaharuan teknik dan peralatan diagnostik yang disertai
dengan investasi pada infrastruktur kesehatan turut meningkatkan kapabilitas
layanan di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu aspek yang terpenting dalam membangun sistem kesehatan Indonesia
adalah dengan ketersediaan alat kesehatan yang mutakhir dan terkini sehingga
dapat melakukan diagnosa dan tindakan kuratif yang tepat dan cepat. Adanya
kemungkinan akan peningkatan penyakit yang muncul pada musim-musim
tertentu maupun penyakit kronis secara umum menimbulkan kebutuhan yang
tinggi akan laboratorium medis dan diagnostik untuk dapat mempercepat
penanganan penyakit, sehingga industri laboratorium kesehatan akan terus
bertumbuh dan memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian dan
kesehatan nasional.
39
Page 69
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP TSFBR dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP
KNMTR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP KNMTR dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 10
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Laporan Posisi Keuangan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 8.264 10.245 28.011 44.720 16.538 1.393
Investasi jangka pendek 1.401 1.696 2.543 6.507 - -
Piutang usaha
Pihak berelasi - neto 30.798 28.551 29.909 16.971 26.594 7.414
Pihak ketiga - neto 12.840 9.729 12.513 24.759 24.222 19
Piutang lain-lain 6.969 6.972 7.033 32.209 30.457 18
Persediaan 3.631 5.142 6.567 7.760 5.813 2.123
Biaya dibayar di muka dan uang muka 31.454 25.467 31.737 20.938 1.530 452
Pajak dibayar di muka 216 3 61 - - -
Jumlah Aset Lancar 95.575 87.805 118.373 153.864 105.154 11.420
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 2.156 1.031 1.020 1.012 763 -
Investasi saham 12.951 12.951 8.445 - - -
Beban dibayar dimuka jangka panjang 1.183 1.233 1.342 - - -
Aset tetap - neto 150.274 140.443 106.387 80.360 15.079 16.365
Aset hak guna usaha - neto 24.147 23.806 2.832 6.747 5.028 -
Aset tak berwujud - neto 1.312 720 681 - - -
Aset tidak lancar lainnya 2.736 3.486 857 - 6.550 -
Piutang lain-lain - pihak berelasi - - - - - 28.138
Beban tangguhan - - - - - 3.300
Jumlah Aset Tidak Lancar 194.758 183.670 121.563 88.119 27.421 47.802
JUMLAH ASET 290.333 271.475 239.936 241.983 132.575 59.222
40
Page 70
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 775 346 390 92 - -
Pihak ketiga 10.837 5.744 2.688 4.432 15.825 2.035
Utang lain-lain - - 149 - 1.117 1.590
Utang pajak 283 269 675 16.013 12.763 4.535
Beban akrual 2.729 3.178 1.556 3.125 140 393
Uang muka pelanggan 8.788 652 894 - - -
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 378 546 628 576 132 169
Liabilitas sewa 4.495 3.710 1.811 2.390 635 393
Utang bank 63 - 1.701 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28.348 14.444 10.492 26.628 30.612 9.116
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pasca kerja 2.731 2.156 1.686 3.103 708 512
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 672 1.505 787 589 237 343
Liabilitas sewa 20.471 21.004 409 2.888 1.273 2.584
Utang bank 34.938 30.000 9.358 - - -
Utang lain-lain - pihak berelasi 6.776 6.776 6.776 6.974 678 201
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - 7
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 65.588 61.441 19.016 13.554 2.896 3.646
JUMLAH LIABILITAS 93.936 75.885 29.508 40.182 33.508 12.763
EKUITAS
Modal saham 31.250 31.250 31.250 31.250 25.000 25.000
Tambahan modal disetor 36.707 36.707 36.707 36.707 29 29
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain (4.235) (3.884) (2.702) 1.335 (168) (88)
Saldo laba 132.676 131.518 145.173 132.509 74.205 21.519
JUMLAH EKUITAS 196.397 195.590 210.428 201.800 99.066 46.459
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 290.333 271.475 239.936 241.983 132.575 59.222
VI.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 290,33 miliar,
Rp 271,48 miliar, Rp 239,94 miliar, Rp 241,98 miliar, Rp 132,58 miliar, dan
Rp 59,22 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan sebesar
Rp 18,86 miliar atau setara dengan 6,95% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya
dibayar di muka dan uang muka serta aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 5,99 miliar dan Rp 9,83 miliar. Kenaikan biaya dibayar di muka dan uang muka
terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka pembelian perlengkapan kantor
sebesar Rp 6,04 miliar. Kenaikan aset tetap – neto terutama disebabkan oleh
kenaikan aset dalam penyelesaian sebesar Rp 14,73 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 31,54 miliar atau setara dengan 13,14% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan aset tetap – neto sebesar Rp 34,06 miliar. Kenaikan aset tetap – neto
terutama disebabkan oleh kenaikan perbaikan dan sarana serta peralatan
laboratorium masing-masing sebesar Rp 14,78 miliar dan Rp 18,26 miliar.
41
Page 71
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp 2,05 miliar atau setara dengan 0,85% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan bank serta piutang lain-lain masing-masing sebesar
Rp 16,71 miliar dan Rp 25,18 miliar yang disertai dengan kenaikan piutang usaha
– pihak berelasi dan aset tetap – neto masing-masing sebesar Rp 12,94 miliar dan
Rp 26,03 miliar. Penurunan kas dan bank terutama disebabkan oleh penurunan
kas dan bank – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 30,44 miliar.
Penurunan piutang lain-lain – PT Bunda Investama Indonesia terutama
disebabkan oleh penurunan piutang lain-lain pihak berelasi sebesar
Rp 25,01 miliar. Kenaikan piutang usaha – pihak berelasi terutama disebabkan
oleh piutang usaha – PT Bundamedik Tbk dan PT Jonlin Sapta Medika
masing-masing sebesar Rp 20,40 miliar dan Rp 6,77 miliar. Kenaikan aset
tetap – neto terutama disebabkan oleh kenaikan perbaikan dan prasarana sebesar
Rp 5,04 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 109,41 miliar atau setara dengan 82,53% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank, biaya dibayar di muka dan uang muka serta aset
tetap – neto masing-masing sebesar Rp 28,18 miliar, Rp 19,41 miliar, dan
Rp 65,28 miliar. Kenaikan kas dan bank terutama disebabkan oleh kenaikan kas
dan bank – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk
masing-masing sebesar Rp 23,05 miliar dan Rp 1,77 miliar. Kenaikan biaya
dibayar di muka dan uang muka terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka
pembelian perlengkapan kantor sebesar Rp 18,68 miliar. Kenaikan aset
tetap – neto terutama disebabkan oleh kenaikan aset tetap – tanah sebesar
Rp 43,66 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 73,35 miliar atau setara dengan 123,86% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan piutang usaha – pihak berelasi, piutang usaha – pihak ketiga, dan piutang
lain-lain masing-masing sebesar Rp 19,18 miliar, Rp 24,20 miliar dan
Rp 30,44 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain – pihak berelasi
sebesar Rp 28,14 miliar. Kenaikan piutang usaha – pihak berelasi terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang usaha – PT Bundamedik dan PT Morula
Indonesia masing-masing sebesar Rp 14,82 miliar dan Rp 2,92 miliar. Kenaikan
piutang usaha – pihak ketiga terutama disebabkan oleh kenaikan piutang
usaha – PT Dawa Daya Kahuripan dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 2,16 miliar dan Rp 14,11 miliar. Kenaikan piutang usaha – pihak berelasi
terutama disebabkan oleh kenaikan piutang lain-lain – PT Bundamedik sebesar
Rp 19,31 miliar.
42
Page 72
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 93,94 miliar, Rp 75,89 miliar, Rp 29,51 miliar, Rp 40,18 miliar, Rp 33,51 miliar,
dan Rp 12,76 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 18,05 miliar atau setara dengan 23,79% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang usaha – pihak ketiga, uang muka pelanggan, dan utang bank
masing-masing sebesar Rp 5,09 miliar, Rp 8,14 miliar, dan Rp 5,00 miliar.
Kenaikan utang usaha – pihak ketiga terutama disebabkan oleh kenaikan utang
usaha – PT Citas Otis Elevator dan Enigma Saintia Solusindo masing-masing
sebesar Rp 1,14 miliar dan 0,92 miliar. Kenaikan uang muka pelanggan terutama
disebabkan oleh kenaikan uang muka pelanggan – uang muka sewa bangunan
sebesar Rp 8,00 miliar. Kenaikan utang bank terutama disebabkan oleh kenaikan
utang bank – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 5,00 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 46,38 miliar atau setara dengan 157,17% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan liabilitas sewa dan utang bank masing-masing sebesar Rp 22,49 miliar
dan Rp 18,94 miliar. Kenaikan liabilitas sewa terutama disebabkan oleh kenaikan
liabilitas sewa – PT Bunda Investama Indonesia sebesar Rp 22,57 miliar. Kenaikan
utang bank terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank – PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk sebesar Rp 30,00 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 10,68 miliar atau setara dengan 26,57% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang pajak sebesar Rp 15,34 miliar. Penurunan
utang pajak terutama disebabkan oleh penurunan pajak kini sebesar
Rp 15,52 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 6,67 miliar atau setara dengan 19,92% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang lain-lain jangka panjang – pihak berelasi sebesar Rp 6,30 miliar.
Kenaikan utang lain-lain jangka panjang terutama disebabkan oleh kenaikan utang
lain-lain jangka panjang – PT Bundamedik Tbk dan PT Citra Ananda
masing-masing sebesar Rp 5,37 miliar dan Rp 1,43 miliar.
43
Page 73
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 20,75 miliar atau setara dengan 162,55% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan utang pajak masing-masing sebesar
Rp 13,79 miliar dan Rp 8,23 miliar. Kenaikan utang usaha – pihak ketiga terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha – PT Tridinamika Jaya Instrument sebesar
Rp 8,59 miliar.
VI.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 196,34 miliar,
Rp 196,69 miliar, Rp 210,43 miliar, Rp 201,80 miliar, Rp 99,07 miliar, dan
Rp 46,46 miliar,
Pada tanggal 30 Juni 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,81 miliar atau setara dengan 0,41% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 1,16 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 14,84 miliar atau setara dengan 7,05% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 13,66 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 8,63 miliar atau setara dengan 4,28% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 12,67 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 102,73 miliar atau setara dengan 103,70% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor dan laba tahun berjalan yang
dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar Rp 36,68 miliar dan
Rp 64,30 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 52,61 miliar atau setara dengan 113,23% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 52,69 miliar.
44
Page 74
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tabel 11
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 81.046 145.696 192.886 302.182 183.171 51.338
Beban pokok pendapatan 45.000 85.899 97.881 151.681 96.461 31.330
Laba bruto 36.045 59.797 95.006 150.500 86.710 20.008
Beban penjualan dan pemasaran (4.280) (9.745) (12.994) (13.078) (1.974) (1.085)
Beban umum dan administrasi (31.533) (64.161) (66.574) (56.195) (17.750) (5.749)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto (183) 535 1.895 2.052 (11) (531)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 49 (13.573) 17.333 83.279 66.975 12.643
Manfaat (beban) pajak penghasilan 1.109 (83) (4.669) (18.975) (14.289) (3.369)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan 1.158 (13.656) 12.665 64.304 52.687 9.275
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (351) (1.182) (4.037) 1.503 (80) (81)
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan 807 (14.838) 8.628 65.806 52.607 9.194
VI.A.6. Pendapatan Neto
Pendapatan neto Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 81,05 miliar, Rp 145,70 miliar, Rp 192,89 miliar, Rp 302,18 miliar,
Rp 183,17 miliar, dan Rp 51,34 miliar.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 47,19 miliar atau setara
dengan 24,47% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan
pendapatan referensi dokter dan klien korporasi – pihak ketiga masing-masing
sebesar Rp 14,07 miliar dan Rp 23,89 miliar.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 109,30 miliar atau setara
dengan 36,17% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan
pendapatan klien korporasi – pihak ketiga dan pendapatan referensi dokter - pihak
ketiga masing-masing sebesar Rp 59,84 miliar dan Rp 32,04 miliar.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 119,01 miliar atau setara
dengan 64,97% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan
pendapatan referensi dokter – pihak berelasi dan pendapatan klien
korporasi - pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 11,32 miliar dan
Rp 65,34 miliar.
45
Page 75
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 131,83 miliar atau setara
dengan 256,80% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan
pendapatan referensi dokter – pihak berelasi dan pendapatan klien
korporasi - pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 63,05 miliar dan
Rp 20,73 miliar.
VI.A.7. Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan
Laba periode/tahun berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 1,16 miliar, Rp 12,67 miliar, Rp 64,30 miliar, Rp 52,69 miliar, Rp 9,28 miliar.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 13,66 miliar.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 26,32 miliar atau setara
dengan 207,82% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
penurunan pendapatan neto yang dibukukan oleh Perseroan, beban pokok
pendapatan, dan pendapatan lain-lain masing-masing sebesar Rp 47,19 miliar,
Rp11,98 miliar, dan Rp 1,36 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 51,64 miliar atau setara
dengan 80,30% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan pendapatan neto yang dibukukan oleh Perseroan dan beban
pokok pendapatan masing-masing sebesar Rp 109,30 miliar dan Rp 53,80 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 11,62 miliar atau setara
dengan 22,05% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan pendapatan neto yang dibukukan oleh Perseroan dan beban pokok
pendapatan masing-masing sebesar Rp 119,01 miliar dan Rp 55,22 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 43,41 miliar atau setara
dengan 468,07% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan pendapatan neto yang dibukukan oleh Perseroan dan beban pokok
pendapatan masing-masing sebesar Rp131,83 miliar dan Rp 65,13 miliar.
46
Page 76
VI.A.8. Laporan Arus Kas
Tabel 12
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Laporan Arus Kas
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 84.069 149.595 193.088 311.268 137.605 51.905
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha (39.795) (73.187) (117.796) (185.778) (83.116) (27.033)
Pembayaran kas kepada karyawan (32.084) (63.132) (61.203) (52.746) (21.473) (11.516)
Pembayaran beban keuangan (422) (475) (772) - - -
Penerimaan penghasilan keuangan 66 392 750 2.317 167 29
Pembayaran pajak penghasilan - (10) (20.082) (16.185) (6.955) (2.190)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 11.834 13.184 (6.016) 58.875 26.228 11.196
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap 117 650 - - - -
Perolehan aset tetap (15.557) (38.324) (34.096) (67.841) (5.864) (2.782)
Perolehan aset tak berwujud (693) (208) (757) - - -
Penerimaan (pembayaran) atas pemberian pinjaman
kepada pihak berelasi - - 25.354 (1.219) 28.138 (26.457)
Peningkatan investasi jangka panjang - (4.506) (7.195) - - -
Peningkatan aset keuangan lancar lainnya - - (857) (6.507) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (16.133) (42.389) (17.550) (75.568) 22.274 (29.239)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa (1.439) (2.042) (3.202) (646) (2.563) (1.755)
Pembayaran dividen - - - (6.000) - -
Pembayaran utang pembelian aset tetap (1.243) (3.810) (715) (4.254) (370) (5.096)
Penerbitan modal saham - - - 6.250 - -
Penerimaan pinjaman bank 5.000 38.978 11.606 - - -
Pembayaran pinjaman bank - (21.686) (833) - - -
Penerimaan hasil penerbitan saham pada penawaran
umum perdana saham - - - 43.228 - -
Pemberian (pembayaran) pinjaman kepada pihak berelasi - - - 6.296 (30.424) -
Penerimaan modal disetor - - - - - 24.750
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 2.318 11.439 6.857 44.874 (33.358) 17.899
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (1.981) (17.766) (16.709) 28.182 15.145 (144)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 10.245 28.011 44.720 16.538 1.393 1.537
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 8.264 10.245 28.011 44.720 16.538 1.393
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 11,83 miliar, Rp 13,18 miliar, Rp 58,88 miliar,
Rp 26,23 miliar, dan Rp 11,20 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 6,02 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp 11,83 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 84,07 miliar
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran kas
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 39,80 miliar dan Rp 32,08 miliar.
47
Page 77
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 13,18 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 149,60 miliar yang disertai
dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran kas kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 73,19 miliar dan Rp 63,13 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 6,02 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran kas kepada
karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan masing-masing sebesar
Rp 117,80 miliar, Rp 61,20 miliar, dan Rp 20,08 miliar yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 193,09 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 58,88 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 311,27 miliar yang disertai
dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran kas kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 185,78 dan Rp 52,75 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 26,23 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 137,61 miliar yang disertai
dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran kas kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 83,12 miliar dan Rp 21,47 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 11,20 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 51,91 miliar yang disertai
dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran kas kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 27,03 miliar dan Rp 11,52 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 16,13 miliar, Rp 42,39 miliar, Rp 17,55 miliar,
Rp 75,57 miliar, dan Rp 29,24 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
adalah sebesar Rp 22,27 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp 16,13 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 15,56 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 42,39 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan peningkatan investasi jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 38,32 miliar dan Rp 4,51 miliar.
48
Page 78
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 17,55 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan peningkatan investasi jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 34,10 miliar dan Rp 7,20 miliar yang disertai dengan
penerimaan atas pemberian pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 25,35 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 75,57 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 67,84 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,27 miliar terutama
berasal dari penerimaan atas pemberian pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 28,14 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 29,24 miliar terutama
berasal dari pembayaran atas pemberian pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 26,24 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 2,32 miliar, Rp 11,44 miliar, Rp 6,86 miliar,
Rp 44,87 miliar, dan Rp 17,90 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 33,36 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp 2,32 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 5,00 miliar yang
disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 1,44 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,44 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 38,98 miliar yang disertai
dengan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 21,69 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 6,86 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 11,61 miliar yang disertai
dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 3,20 miliar.
49
Page 79
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 44,87 miliar terutama
berasal dari penerimaan hasil penerbitan pada penawaran umum perdana saham
sebesar Rp 43,23 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 33,36 miliar terutama
berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp 30,42 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 17,90 miliar terutama
berasal dari penerimaan modal disetor sebesar Rp 24,75 miliar.
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 13
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Rasio-rasio Keuangan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 3,37 6,08 11,28 5,78 3,44 1,25
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,56 0,54 0,80 1,25 1,38 0,87
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,68 0,72 0,88 0,83 0,75 0,78
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,32 0,28 0,12 0,17 0,25 0,22
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,48 0,39 0,14 0,20 0,34 0,27
Rasio Profitabilitas
Marjin laba bruto 44,48% 41,04% 49,25% 49,80% 47,34% 38,97%
Marjin laba (rugi) tahun berjalan 1,43% -9,37% 6,57% 21,28% 28,76% 18,07%
Imbal hasil aset 0,80% -5,03% 5,28% 26,57% 39,74% 15,66%
Imbal hasil ekuitas 1,18% -6,98% 6,02% 31,86% 53,18% 19,96%
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-tanggal
30 Juni 2024, 31 Desember 2023, 2022 2021, 2020, dan 2019, rasio perputaran
jumlah aset masing-masing adalah 0,56; 0,54; 0,80; 1,25; 1,38; dan 0,87.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas Perseroan
terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,68; 0,72; 0,88; 0,83; 0,75; dan 0,78.
50
Page 80
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,32;
0,28; 0,12; 0,17; 0,25; dan 0,22, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,48; 0,39; 0,14; 0,20; 0,34; dan 0,27.
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2022, 2021, 2020,
dan 2019, masing-masing adalah 0,80%, 5,28%, 26,57%, 39,74%, dan 15,66%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah 1,18%; 6,02%, 31,86%, 53,18%, dan
19,96%.
51
Page 81
VI.B. Analisis atas Common Size PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Berikut adalah analisis common size Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.
Ikhtisar common size Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 14
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,85% 3,77% 11,67% 18,48% 12,47% 2,35%
Investasi jangka pendek 0,48% 0,62% 1,06% 2,69% 0,00% 0,00%
Piutang usaha
Pihak berelasi - neto 10,61% 10,52% 12,47% 7,01% 20,06% 12,52%
Pihak ketiga - neto 4,42% 3,58% 5,22% 10,23% 18,27% 0,03%
Piutang lain-lain 2,40% 2,57% 2,93% 13,31% 22,97% 0,03%
Persediaan 1,25% 1,89% 2,74% 3,21% 4,38% 3,59%
Biaya dibayar di muka dan uang muka 10,83% 9,38% 13,23% 8,65% 1,15% 0,76%
Pajak dibayar di muka 0,07% 0,00% 0,03% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 32,92% 32,34% 49,34% 63,58% 79,32% 19,28%
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 0,74% 0,38% 0,43% 0,42% 0,58% 0,00%
Investasi saham 4,46% 4,77% 3,52% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban dibayar dimuka jangka panjang 0,41% 0,45% 0,56% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tetap - neto 51,76% 51,73% 44,34% 33,21% 11,37% 27,63%
Aset hak guna usaha - neto 8,32% 8,77% 1,18% 2,79% 3,79% 0,00%
Aset tak berwujud - neto 0,45% 0,27% 0,28% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tidak lancar lainnya 0,94% 1,28% 0,36% 0,00% 4,94% 0,00%
Piutang lain-lain - pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 47,51%
Beban tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 5,57%
Jumlah Aset Tidak Lancar 67,08% 67,66% 50,66% 36,42% 20,68% 80,72%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
52
Page 82
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,27% 0,13% 0,16% 0,04% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 3,73% 2,12% 1,12% 1,83% 11,94% 3,44%
Utang lain-lain 0,00% 0,00% 0,06% 0,00% 0,84% 2,69%
Utang pajak 0,10% 0,10% 0,28% 6,62% 9,63% 7,66%
Beban akrual 0,94% 1,17% 0,65% 1,29% 0,11% 0,66%
Uang muka pelanggan 3,03% 0,24% 0,37% 0,00% 0,00% 0,00%
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 0,13% 0,20% 0,26% 0,24% 0,10% 0,29%
Liabilitas sewa 1,55% 1,37% 0,75% 0,99% 0,48% 0,66%
Utang bank 0,02% 0,00% 0,71% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9,76% 5,32% 4,37% 11,00% 23,09% 15,39%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pasca kerja 0,94% 0,79% 0,70% 1,28% 0,53% 0,86%
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 0,23% 0,55% 0,33% 0,24% 0,18% 0,58%
Liabilitas sewa 7,05% 7,74% 0,17% 1,19% 0,96% 4,36%
Utang bank 12,03% 11,05% 3,90% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang lain-lain - pihak berelasi 2,33% 2,50% 2,82% 2,88% 0,51% 0,34%
Liabilitas pajak tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22,59% 22,63% 7,93% 5,60% 2,18% 6,16%
JUMLAH LIABILITAS 32,35% 27,95% 12,30% 16,61% 25,28% 21,55%
EKUITAS
Modal saham 10,76% 11,51% 13,02% 12,91% 18,86% 42,21%
Tambahan modal disetor 12,64% 13,52% 15,30% 15,17% 0,02% 0,05%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain -1,46% -1,43% -1,13% 0,55% -0,13% -0,15%
Saldo laba 45,70% 48,45% 60,51% 54,76% 55,97% 36,34%
JUMLAH EKUITAS 67,65% 72,05% 87,70% 83,39% 74,72% 78,45%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 15
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 55,52% 58,96% 50,75% 50,20% 52,66% 61,03%
Laba bruto 44,48% 41,04% 49,25% 49,80% 47,34% 38,97%
Beban penjualan dan pemasaran -5,28% -6,69% -6,74% -4,33% -1,08% -2,11%
Beban umum dan administrasi -38,91% -44,04% -34,51% -18,60% -9,69% -11,20%
Pendapatan (beban) lain-lain - neto -0,23% 0,37% 0,98% 0,68% -0,01% -1,03%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 0,06% -9,32% 8,99% 27,56% 36,56% 24,63%
Manfaat (beban) pajak penghasilan 1,37% -0,06% -2,42% -6,28% -7,80% -6,56%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan 1,43% -9,37% 6,57% 21,28% 28,76% 18,07%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain -0,43% -0,81% -2,09% 0,50% -0,04% -0,16%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan 1,00% -10,18% 4,47% 21,78% 28,72% 17,91%
53
Page 83
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Laboratorium
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan Perseroan,
yaitu PT Prodia Widhyahusada Tbk untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, Australian Clinical Labs Ltd.
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 2022, 2021, 2020,
dan 2019, dan Malaysian Genomics Resources Centre Berhad untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.
Ikhtisar common size untuk PT Prodia Widhyahusada Tbk, Australian Clinical Labs
Ltd., dan Malaysian Genomics Resources Centre Berhad masing-masing adalah
sebagai berikut:
VI.C.1. PT Prodia Widhyahusada Tbk
Tabel 16
PT Prodia Widhyahusada Tbk
Analisa Common Size
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 15,94% 20,05% 26,16% 22,49% 16,47% 4,57%
Deposito berjangka 17,18% 16,61% 18,73% 33,30% 34,73% 45,75%
Piutang usaha
Pihak ketiga - neto 6,29% 7,38% 6,53% 6,69% 6,25% 7,31%
Pihak berelasi 0,00% 0,05% 0,29% 0,19% 0,04% 0,00%
Persediaan 1,34% 1,56% 1,69% 1,72% 3,08% 1,62%
Pajak dibayar di muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban dibayar di muka 0,39% 0,39% 0,23% 0,87% 0,30% 2,65%
Aset lancar lainnya 1,54% 1,66% 1,24% 0,21% 0,51% 0,48%
Jumlah Aset Lancar 42,67% 47,70% 54,88% 65,47% 61,37% 62,38%
ASET TIDAK LANCAR
Beban dibayar di muka 0,02% 0,02% 0,01% 0,01% 0,02% 8,62%
Investasi pada reksa dana 5,64% 5,49% 3,75% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi pada entitas asosiasi 2,75% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset pajak tangguhan - neto 0,81% 0,79% 0,94% 0,86% 1,23% 2,47%
Piutang dari pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tetap - neto 27,52% 26,46% 25,63% 22,06% 25,63% 25,75%
Aset takberwujud - neto 8,37% 8,38% 4,47% 1,10% 0,63% 0,61%
Aset hak guna - neto 12,15% 10,97% 10,13% 10,31% 10,90% 0,00%
Aset tidak lancar lainnya 0,07% 0,18% 0,20% 0,20% 0,22% 0,17%
Jumlah Aset Tidak Lancar 57,33% 52,30% 45,12% 34,53% 38,63% 37,62%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
54
Page 84
Keterangan 30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 1,81% 2,34% 2,02% 2,21% 3,58% 2,09%
Pihak berelasi 0,00% 0,03% 0,03% 0,03% 0,13% 0,07%
Utang pajak 0,38% 1,24% 2,11% 3,24% 2,34% 1,31%
Beban akrual 2,97% 3,24% 2,08% 2,08% 1,46% 1,82%
Liabilitas kontrak 0,20% 0,15% 0,04% 0,04% 0,02% 0,02%
Liabilitas jangka pendek lainnya
Pihak ketiga 1,10% 1,14% 1,74% 1,77% 0,94% 1,12%
Pihak berelasi 0,00% 0,05% 0,07% 0,08% 0,04% 0,09%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank 0,00% 0,00% 0,06% 0,13% 0,15% 0,51%
Utang pembiayaan konsumen 0,08% 0,07% 0,04% 0,02% 0,04% 0,07%
Utang sewa hak guna 0,42% 0,41% 0,43% 0,36% 0,79% 0,00%
Utang sewa pembiayaan 0,00% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,02%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6,97% 8,68% 8,62% 9,95% 9,48% 7,14%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank 0,00% 0,00% 0,00% 0,06% 0,23% 0,43%
Utang pembiayaan konsumen 0,05% 0,07% 0,06% 0,01% 0,02% 0,06%
Utang sewa hak guna 0,50% 0,62% 0,59% 0,64% 0,74% 0,00%
Liabilitas jangka panjang lainnya - pihak ketiga 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,03% 0,03%
Liabilitas imbalan kerja 3,44% 3,45% 4,13% 3,81% 6,23% 9,82%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4,01% 4,15% 4,80% 4,54% 7,25% 10,33%
JUMLAH LIABILITAS 10,98% 12,83% 13,43% 14,50% 16,73% 17,47%
EKUITAS
Modal saham 3,58% 3,46% 3,51% 3,47% 4,23% 4,66%
Tambahan modal disetor 44,04% 42,58% 43,20% 42,67% 52,04% 57,34%
Pembayaran berbasis saham 0,00% 0,00% 0,04% 0,18% 0,78% 0,86%
Saldo laba 41,31% 41,04% 39,72% 39,18% 26,22% 19,66%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 88,93% 87,08% 86,46% 85,50% 83,27% 82,53%
Kepentingan non-pengendali 0,09% 0,09% 0,11% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 89,02% 87,17% 86,57% 85,50% 83,27% 82,53%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
Tabel 17
PT Prodia Widhyahusada Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2019 - 2023
30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 40,04% 40,64% 39,17% 38,44% 44,15% 40,32%
Laba bruto 59,96% 59,36% 60,83% 61,56% 55,85% 59,68%
Beban usaha -47,86% -45,90% -40,80% -33,03% -39,81% -47,44%
Pendapatan lainnya 0,30% 0,51% 0,52% 0,16% 0,15% 0,34%
Beban lainnya -0,07% -0,09% -0,06% -0,08% -0,08% -0,20%
Laba usaha 12,34% 13,88% 20,49% 28,61% 16,11% 12,39%
Pendapatan keuangan 2,03% 1,55% 1,19% 1,26% 2,27% 2,99%
Beban keuangan -0,13% -0,18% -0,13% -0,13% -0,28% -0,19%
Laba sebelum pajak penghasilan 14,23% 15,25% 21,56% 29,73% 18,10% 15,18%
Beban pajak penghasilan -3,04% -3,58% -4,53% -6,24% -3,75% -3,13%
Laba periode/tahun berjalan 11,19% 11,67% 17,03% 23,50% 14,35% 12,05%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain setelah pajak 0,99% 0,59% -0,04% 0,12% -1,84% -1,49%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan 12,18% 12,26% 16,99% 23,62% 12,51% 10,56%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 11,21% 11,67% 17,04% 23,50% 14,35% 12,05%
Kepentingan non-pengendali -0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
*) Tidak Diaudit
55
Page 85
VI.C.2. Australian Clinical Labs Ltd.
Tabel 18
Australian Clinical Labs Ltd.
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 30 Juni 2019 - 2023
Keterangan 30/06/23* 30/06/22 30/06/21 30/06/20 30/06/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3,45% 4,20% 7,28% 9,52% 2,69%
Piutang usaha dan piutang lain-lain 12,73% 14,51% 13,01% 17,29% 30,27%
Persediaan 2,61% 3,20% 2,76% 2,87% 6,30%
Aset lainnya 1,03% 0,84% 1,17% 0,94% 2,90%
Aset pajak kini 0,22% 0,00% 0,00% 0,00% 0,03%
Jumlah Aset Lancar 20,03% 22,75% 24,22% 30,62% 42,19%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 8,69% 9,26% 8,74% 10,54% 27,21%
Aset hak guna 41,14% 40,13% 40,50% 42,47% 0,00%
Aset tak berwujud 28,53% 26,34% 23,32% 9,77% 0,00%
Aset lainnya 0,19% 0,02% 0,00% 0,27% 0,24%
Aset pajak tangguhan 1,42% 1,50% 3,23% 6,33% 7,09%
Goodwill 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 23,27%
Jumlah Aset Tidak Lancar 79,97% 77,25% 75,78% 69,38% 57,81%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
Keterangan 30/06/23* 30/06/22 30/06/21 30/06/20 30/06/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha dan utang lainnya 7,15% 9,42% 8,77% 8,95% 18,38%
Liabilitas sewa 17,46% 15,09% 14,46% 17,33% 0,00%
Provisi 7,83% 8,56% 10,05% 10,23% 24,84%
Deffered consideration 0,03% 1,63% 0,14% 0,00% 0,00%
Utang pajak lancar 0,00% 0,89% 0,83% 0,49% 0,00%
Utang lain-lain 0,00% 0,25% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 32,46% 35,85% 34,24% 37,01% 43,22%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 25,83% 26,69% 27,75% 26,69% 0,00%
Pinjaman 11,35% 0,00% 20,56% 16,41% 36,46%
Provisi 0,53% 0,43% 0,53% 1,04% 2,47%
Aset pajak tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 37,71% 27,12% 48,84% 44,15% 38,93%
JUMLAH LIABILITAS 70,17% 62,97% 83,08% 81,15% 82,15%
EKUITAS
Modal saham 136,83% 126,27% 164,84% 40,02% 95,37%
Cadangan modal -133,87% -123,69% -160,77% -32,45% 0,78%
Saldo laba (defisit) 26,82% 34,43% 12,85% 11,27% -78,31%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 29,78% 37,01% 16,92% 18,85% 17,85%
Kepentingan non-pengendali 0,04% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 29,83% 37,03% 16,92% 18,85% 17,85%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
56
Page 86
Tabel 19
Australian Clinical Labs Ltd.
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 30 Juni 2019 - 2023
Keterangan 30/06/23* 30/06/22 30/06/21 30/06/20 30/06/19
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Pendapatan (beban) lain-lain 1,10% 0,16% -0,31% 5,90% 0,00%
Beban usaha -92,21% -73,38% -82,90% -96,24% -101,29%
Laba (rugi) usaha 8,89% 26,78% 16,78% 9,67% -1,29%
Beban keuangan -1,96% -1,18% -3,39% -3,37% -0,87%
Share of losses from equity accounted investments 0,00% 0,00% 0,00% -0,01% 0,00%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 6,93% 25,60% 13,40% 6,28% -2,16%
Manfaat (beban) pajak penghasilan -1,76% -7,68% -4,06% 2,13% -0,18%
Laba (rugi) tahun berjalan 5,17% 17,92% 9,34% 8,41% -2,35%
Rugi komprehensif lain setelah pajak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,02%
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan 5,17% 17,92% 9,34% 8,41% -2,33%
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 5,15% 17,90% 9,34% 8,41% -2,35%
Kepentingan non-pengendali 0,02% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
*) Tidak Diaudit
VI.C.3. Malaysian Genomics Resources Centre Berhad
Tabel 20
Malaysian Genomics Resources Centre Berhad
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Maret 2024 dan 30 Juni 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24* 30/06/23 30/06/22 30/06/21 30/06/20 30/06/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 1,77% 5,48% 48,98% 49,64% 54,86% 11,70%
Persediaan 3,70% 1,41% 0,92% 1,35% 0,76% 4,28%
Piutang usaha dan piutang lain-lain 54,60% 61,92% 21,75% 17,53% 26,63% 20,37%
Aset lancar lainnya 1,25% 0,44% 0,00% 0,00% 0,49% 0,03%
Pajak dibayar di muka 0,65% 0,15% 0,12% 0,24% 0,30% 0,55%
Jumlah Aset Lancar 61,96% 69,40% 71,76% 68,75% 83,04% 36,92%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 14,07% 12,38% 10,28% 16,77% 0,32% 38,68%
Aset takberwujud 16,97% 14,59% 11,82% 7,69% 16,63% 24,39%
Aset hak guna 7,00% 3,63% 3,56% 6,79% 0,00% 0,00%
Aset pajak tangguhan 0,00% 0,00% 2,58% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar 38,04% 30,60% 28,24% 31,25% 16,96% 63,08%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
57
Page 87
Keterangan 31/03/24* 30/06/23 30/06/22 30/06/21 30/06/20 30/06/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha dan utang lainnya 8,30% 4,29% 2,97% 14,06% 7,47% 8,29%
Liabilitas kontrak 0,66% 0,24% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas sewa 1,48% 1,26% 0,87% 1,53% 0,00% 0,00%
Provisi untuk pajak 0,00% 0,00% 0,12% 0,00% 0,00% 0,00%
Pinjaman 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 10,81%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 10,44% 5,80% 3,97% 15,59% 7,47% 19,10%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 6,14% 2,81% 3,00% 5,71% 0,00% 0,00%
Pinjaman 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 35,86%
Liabilitas pajak tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 1,99%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,14% 2,81% 3,00% 5,71% 0,00% 37,85%
JUMLAH LIABILITAS 16,58% 8,61% 6,98% 21,30% 7,47% 56,95%
EKUITAS
Modal saham 240,78% 183,36% 125,62% 178,71% 256,99% 76,99%
Defisit -155,95% -96,59% -37,18% -100,01% -164,45% -33,94%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 84,82% 86,77% 88,44% 78,70% 92,53% 43,05%
Kepentingan non-pengendali -1,41% 4,62% 4,59% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 83,42% 91,39% 93,02% 78,70% 92,53% 43,05%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*) Tidak Diaudit
Tabel 21
Malaysian Genomics Resources Centre Berhad
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 30 Juni 2019 - 2023
Keterangan 31/03/24* 30/06/23 30/06/22 30/06/21 30/06/20 30/06/19
Penjualan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok penjualan 44,25% 39,02% 51,16% 32,00% 34,49% 141,63%
Laba (rugi) kotor 55,75% 60,98% 48,84% 68,00% 65,51% -41,63%
Pendapatan lain-lain 0,00% 0,73% 0,92% 7,61% 1,07% 12,46%
Beban umum dan administrasi -136,92% -115,85% -26,62% -290,06% -660,61% -1586,10%
Beban penjualan dan distribusi -1,35% -1,15% -0,98% -21,02% -41,51% -60,89%
Beban keuangan -1,80% -17,05% -0,36% -5,23% -41,63% -130,41%
Beban lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan -84,33% -72,35% 21,80% -240,70% -677,18% -1806,57%
Manfaat (beban pajak penghasilan) 0,00% -13,79% 3,62% 0,00% 0,75% 3,48%
Laba (rugi) tahun berjalan -84,33% -86,13% 25,42% -240,70% -676,43% -1803,09%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan -84,33% -86,13% 25,42% -240,70% -676,43% -1803,09%
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk -79,37% -86,13% 25,43% -240,70% -676,43% -1803,09%
Kepentingan non-pengendali -4,96% -0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
*) Tidak Diaudit
58
Page 88
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari berbagai
risiko usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap Perseroan adalah
sebagai berikut:
VII.A. Risiko Ketergantungan terhadap Pihak Ketiga sebagai Penyedia Peralatan
Pemeriksaan Laboratorium dan Bahan Baku Reagen
Bahan baku utama yang digunakan oleh Perseroan adalah Reagen dan disertai
bahan kimia lainnya yang digunakan untuk proses pemeriksaan. Bahan
pendukung lainnya adalah bahan dan alat medis habis pakai yang digunakan
untuk pengambilan spesimen dalam proses pemeriksaan seperti tube, sarung
tangan, jarum, dan lain-lain. Semua bahan baku tersebut diambil dari pihak ketiga
baik buatan lokal maupun hasil produksi luar negeri. Beberapa bahan baku
terutama Reagen memiliki jangka waktu pemakaian, sehingga Perseroan tidak
bisa mengambil terlalu banyak untuk menghindari habis masa pakainya sebelum
digunakan untuk keperluan pemeriksaan. Namun, Perseroan juga tidak dapat
mengambil dalam jumlah sangat sedikit untuk menghindari kekurangan bahan
ketika dibutuhkan untuk pengambilan sample pelanggan Perseroan. Oleh sebab
itu, Perseroan memperkirakan jumlah pemesanannya dengan jumlah yang
moderate atau tidak terlalu banyak namun ditambahkan sedikit sebagai buffer
stock.
VII.B. Risiko terhadap Kegagalan untuk Mematuhi Peraturan
Perundangan-undangan yang Berlaku Terkait Industri Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan seperti yang dijalankan oleh Perseroan memiliki banyak
aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan mengalami perubahan seiring
berjalannya waktu. Perseroan tunduk pada peraturan undang-undang, namun
tidak hanya terbatas pada perizinan operasional tetapi juga inspeksi fasilitas yang
dilakukan oleh dinas terkait seperti dinas kesehatan, kementerian lingkungan
hidup, dan ketenagakerjaan. Selain itu, Perseroan wajib mendapatkan persetujuan
dari instansi berwenang lainnya untuk melakukan kegiatan usahanya seperti
izin-izin korporasi umum, izin pendirian dan izin penyelenggaraan laboratorium
klinik. Apabila izin-izin yang dimiliki Perseroan telah berakhir, maka Perseroan
akan memperbaharuinya dengan izin yang baru termasuk ketika menawarkan
layanan baru atau menambah jumlah klinik di lokasi baru. Selain itu, terdapat
kemungkinan bahwa izin yang diajukan oleh Perseroan dapat tidak tepat waktu
karena tertunda atau sedang dalam proses walaupun izinnya akan segera
berakhir.
59
Page 89
VII.C. Risiko Ketersediaan Sumber Daya Manusia sebagai Pendukung Kegiatan
Usaha
Adanya risiko tenaga profesional tidak dapat dihindari seperti kekurangan sumber
daya manusia yang dibutuhkan jika mengalami sakit (tidak masuk), cuti, pindah ke
Perseroan lain yang memungkinkan pada saat sibuk menyebabkan kekurangan
sumber daya manusia pada masa itu. Perseroan memiliki afiliasi dengan Yayasan
Pendidikan Kesehatan, Karya Husada Jakarta, yang dapat bekerja sama dengan
Perseroan di masa depan sehingga akan meminimalisir risiko Perseroan
kekurangan sumber daya yang berkualitas.
VII.D. Risiko Melambatnya melakukan Penerapan Perkembangan Tekonologi pada
Layanan Kesehatan yang Tersedia
Terdapat persaingan dengan laboratorium lain yang memberikan pelayanan sama
dengan Perseroan yang dapat menyebabkan melambatnya dalam melakukan
pengunaan terhadap teknologi terbaru, apabila alat yang sebelumnya telah
tersedia masih dapat digunakan dan belum habis masa pakainya. Sedangkan,
terdapat kemungkinan laboratorium pesaing yang telah melakukan pembaharuan
alat dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu, Perseroan
mengatasi hal tersebut dengan selalu mencari informasi terbaru terhadap
teknologi kesehatan laboratorium. Perseroan menargetkan adaptasi teknologi
baru dalam enam bulan setelah teknologi tersebut diterapkan.
VII.E. Risiko Gugatan Hukum
Dalam kegiatan usahanya, Perseroan terikat dengan pelanggan maupun pemasok
melalui kontrak, surat perintah kerja, atau dokumen lainnya yang dibuat dengan
mengikuti ketentuan-ketentuan yang diatur oleh hukum untuk mengatur hak dan
kewajiban setiap pihak yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Adanya
pelanggaran atau perbedaan (dispute) dapat mengakibatkan salah satu pihak
akan mengajukan tuntutan atau gugatan hukum kepada pihak lainnya. Setiap
tuntutan atau gugatan hukum tentu saja berpotensi untuk menimbulkan kerugian
bagi pihak-pihak yang terlibat, salah satunya adalah Perseroan. Risiko terkait
dengan gugatan hukum yang dapat terjadi antara lain gugatan dari pemasok yang
diakibatkan oleh keterlambatan pembayaran oleh Perseroan atau gugatan dari
pihak pelanggan dikarenakan kualitas yang didapatkan oleh pelanggan tidak
sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati
60
Page 90
VII.F. Risiko Kebijakan Pemerintah
Dalam melakukan kegiatan usaha, adanya perubahan kebijakan Pemerintah yang
dapat mempengaruhi kegiatan usaha di dalam negeri, tentu juga akan membawa
konsekuensi bagi Perseroan. Kebijakan yang dapat sangat berpengaruh pada
Perseroan antara lain terkait secara langsung dengan industri layanan kesehatan.
Perubahan tersebut dapat meningkatkan kewajiban dari Perseroan yang pada
akhirnya dapat berdampak negatif kepada kegiatan operasional Perseroan.
Berdasarkan peraturan menteri kesehatan, sebagai operator laboratorium klinik
maupun khusus, Perseroan harus memperoleh izin penyelanggaraan laboratorium
klinik dan Perseroan memastikan bahwa izin penyelanggaraan laboratorium klinik
tersebut masih berlaku sampai dengan waktu harus diperpanjangnya izin tersebut.
Selain itu, Perseroan yang bergerak dalam industri kesehatan dengan memiliki
banyak regulasi yang diatur oleh pemerintah harus dapat mengatasi
perubahan-perubahan terhadap regulasi pemerintah diterapkan di industri. Oleh
karena itu, Perseroan senantiasa untuk update terhadap regulasi terbaru
pemerintah, sehingga Perseroan dapat cepat dalam mengambil keputusan dan
menentuhkan strategi bisnisnya ketika terdapat regulasi yang memiliki dampak
signifikan terhadap kegiatan usaha Perseroan.
61
Page 91
VIII. METODE PENILAIAN
VIII.A. Metode-Metode Penilaian
VIII.A.1. Metode Penyesuaian Aset Bersih
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
(asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
VIII.A.2. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
62
Page 92
VIII.A.3. Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pendapatan (income based approach).
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
(discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
diskonto (discount rate) yang tepat.
Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
(corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
VIII.B. Metode Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif
Perseroan, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya
yang dimiliki Perseroan. Prospek Perseroan di masa yang akan datang kami
evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal
yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
63
Page 93
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh Perseroan di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha Perseroan. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi Perseroan diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha Perseroan. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang
sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas
tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh Perseroan.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
VIII.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa Perseroan adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
64
Page 94
VIII.D. Aplikasi Diskon dan Premi
Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).
VIII.E. Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
operasi Perseroan.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari Perseroan.
3. Melakukan penelaahan atas data operasional Perseroan.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan Perseroan yang telah
disiapkan oleh pihak manajemen Perseroan.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
tersebut.
6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek dengan pendekatan pasar.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memiliki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan
penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan KR hanya menerima
imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240719-003 tanggal 19 Juli 2024
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
65
Page 95
IX. PENILAIAN
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Dalam bab ini, terlebih dahulu
akan dibahas penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru
kemudian dilanjutkan dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
efek.
IX.A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities)
Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.
Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
“suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
penilaian”.
Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
dibatasi pengendaliannya.
Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
dengan:
• Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
• Memilih pengurus inti perusahaan.
• Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
• Menentukan kebijakan investasi.
• Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
• Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
• Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
66
Page 96
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.
Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.
Untuk penilaian atas Perseroan, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan,
yaitu untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar
dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2024 yang didasarkan pada proyeksi laporan
keuangan Perseroan yang disusun oleh manajemen Perseroan, maka
diperkirakan telah dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan
tersebut, oleh karena itu atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau
diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan
dengan cepat (diskon likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 10,00%, dengan
pertimbangan sebagai berikut:
• Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan terbuka
bagi pemegang saham mayoritas paling besar adalah 20,00%.
• Perseroan merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicy-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia.
IX.B. Nilai Pasar Objek Penilaian
IX.B.1. Metode Diskonto Arus Kas
IX.B.1.a. Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian Perseroan yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan
dengan perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang dinilai pada saat
penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan yang dinilai.
67
Page 97
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas Perseroan.
IX.B.1.a.1) Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan,
industri, atau negara di mana Perseroan beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
Perseroan.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun 2024 sampai dengan 2034.
68
Page 98
IX.B.1.a.2) Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
1. Proyeksi Pendapatan Neto
Pendapatan neto dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan
hematologi hemostasis, imunologi serologi, dan molecular.
Asumsi-asumsi proyeksi pendapatan neto adalah sebagai berikut:
Tabel 21
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Pendapatan Neto
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan Neto
Hematologi hemostasis 18.618 20.913 23.438 26.310 29.116 31.720
Kimia 15.878 17.956 20.247 22.862 25.405 27.747
Imunologi serologi 76.060 84.462 93.705 104.148 114.432 124.121
Urin feses cairan tubuh napza obat 2.674 2.999 3.359 3.768 4.168 4.540
Mikrobiologi 2.867 3.140 3.438 3.771 4.103 4.423
Patologi anatomi 7.692 8.288 8.935 9.644 10.368 11.092
Medical check up 5.606 6.515 7.492 8.617 9.699 10.676
Molecular 17.109 19.458 21.986 24.877 27.684 30.263
Genomic 17.001 19.637 22.680 26.196 29.568 32.599
Jumlah Pendapatan Neto 163.506 183.369 205.280 230.194 254.542 277.182
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan Neto
Hematologi hemostasis 34.568 37.684 41.094 44.826 48.911
Kimia 30.314 33.128 36.211 39.593 43.300
Imunologi serologi 134.680 146.190 158.742 172.432 187.370
Urin feses cairan tubuh napza obat 4.946 5.390 5.877 6.408 6.991
Mikrobiologi 4.770 5.147 5.555 5.998 6.478
Patologi anatomi 11.871 12.707 13.607 14.574 15.614
Medical check up 11.751 12.935 14.240 15.677 17.260
Molecular 33.091 36.191 39.593 43.324 47.418
Genomic 35.941 39.625 43.686 48.164 53.101
Jumlah Pendapatan Neto 301.932 328.999 358.604 390.996 426.443
69
Page 99
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan neto Perseroan untuk tahun
2024 – 2033.
Grafik 6
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Pendapatan Neto Tahun 2024 – 2034
(Dalam miliar Rupiah)
Pendapatan Neto
450
400
350
300
250
200
150
100
50
-
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan terutama terdiri dari bahan baku serta gaji
dan tunjangan. Beban pokok pendapatan untuk tahun 2024 – 2034
diproyeksikan sebesar 47% – 56% dari pendapatan neto.
Asumsi-asumsi proyeksi beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:
Tabel 22
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Beban Pokok Pendapatan
Bahan baku 25.274 56.201 62.917 70.553 78.016 84.954
Gaji dan tunjangan 11.101 23.311 24.477 25.701 26.986 28.335
Bahan pembantu 1.061 2.359 2.641 2.961 3.275 3.566
Rujukan pihak ketiga 3.573 7.029 7.869 8.824 9.757 10.625
Penyusutan aset tetap 2.363 5.343 5.303 3.530 3.447 2.689
Amortisasi aset hak guna 1.402 2.832 2.853 2.884 2.847 2.900
Lain-lain 1.016 2.260 2.530 2.837 3.137 3.416
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 45.790 99.336 108.589 117.290 127.464 136.485
70
Page 100
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Beban Pokok Pendapatan
Bahan baku 92.540 100.836 109.910 119.837 130.702
Gaji dan tunjangan 29.752 31.239 32.801 34.442 36.164
Bahan pembantu 3.884 4.233 4.613 5.030 5.486
Rujukan pihak ketiga 11.573 12.611 13.746 14.987 16.346
Penyusutan aset tetap 2.490 2.620 2.614 2.542 2.542
Amortisasi aset hak guna 2.925 2.959 2.983 3.035 2.907
Lain-lain 3.721 4.055 4.419 4.819 5.255
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 146.886 158.552 171.086 184.692 199.402
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan Perseroan
untuk tahun 2024 – 2034.
Grafik 7
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2024 – 2034
(Dalam miliar Rupiah)
Beban Pokok Pendapatan
250
200
150
100
50
-
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
3. Beban Usaha
Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan, iklan
dan promosi, serta gaji dan tunjangan. Beban usaha untuk tahun
2024 – 2034 diproyeksikan berkisar antara 26% – 44% dari pendapatan neto.
4. Pajak
Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034.
71
Page 101
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
Tabel 23
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan bersih 82.461 183.369 205.280 230.194 254.542 277.182
Beban pokok pendapatan 45.790 99.336 108.589 117.290 127.464 136.485
Laba kotor 36.670 84.033 96.692 112.904 127.078 140.696
Beban usaha (36.320) (78.025) (81.463) (81.074) (84.767) (86.927)
Laba usaha 351 6.009 15.229 31.831 42.311 53.769
Beban lain-lain (161) (3.095) (3.079) (3.047) (2.954) (2.608)
Laba sebelum beban pajak 190 2.914 12.150 28.784 39.357 51.161
Beban pajak - - (2.566) (6.332) (8.659) (11.256)
Laba tahun berjalan 190 2.914 9.584 22.452 30.699 39.906
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan bersih 301.932 328.999 358.604 390.996 426.443
Beban pokok pendapatan 146.886 158.552 171.086 184.692 199.402
Laba kotor 155.047 170.447 187.518 206.304 227.041
Beban usaha (90.622) (95.158) (99.828) (104.625) (109.892)
Laba usaha 64.425 75.289 87.690 101.678 117.149
Beban lain-lain (2.153) (1.626) (1.025) (387) (161)
Laba sebelum beban pajak 62.272 73.663 86.666 101.291 116.988
Beban pajak (13.700) (16.206) (19.066) (22.284) (25.737)
Laba tahun berjalan 48.572 57.457 67.599 79.007 91.251
6. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
7. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 67 – 97 hari selama periode
proyeksi.
8. Persediaan
Perputaran persediaan diasumsikan sekitar 23 hari untuk bahan baku dan
146 – 266 hari untuk bahan pembantu selama periode proyeksi.
72
Page 102
9. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 69 – 99 hari selama periode
proyeksi.
10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2034 adalah sebagai berikut:
Tabel 24
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2024 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 13.371 30.115 54.987 86.894 120.685 158.448
Investasi jangka pendek 1.401 1.401 1.401 1.401 1.401 1.401
Piutang usaha 44.400 44.274 43.862 42.791 47.317 51.525
Piutang lain-lain 6.969 6.969 6.969 6.969 6.969 6.969
Persediaan 4.925 5.260 5.648 6.067 6.418 6.973
Asuransi dibayar di muka 140 140 140 140 140 140
Pajak dibayar di muka 216 216 216 216 216 216
Jumlah Aset Lancar 71.423 88.375 113.223 144.478 183.146 225.673
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 2.156 2.156 2.156 2.156 2.156 2.156
Investasi saham 12.951 12.951 12.951 12.951 12.951 12.951
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 1.183 1.183 1.183 1.183 1.183 1.183
Aset tetap - neto 182.814 168.385 154.094 145.751 137.684 132.160
Aset hak guna - neto 23.672 23.360 23.916 25.444 22.598 26.837
Aset tak berwujud - neto 1.210 1.007 803 600 396 193
Aset tidak lancar lainnya 2.736 2.736 2.736 2.736 2.736 2.736
Jumlah Aset Tidak Lancar 226.721 211.778 197.839 190.821 179.704 178.216
JUMLAH ASET 298.144 300.153 311.062 335.299 362.850 403.890
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 202.913 255.166 316.163 389.687 482.029
Investasi jangka pendek 1.401 1.401 1.401 1.401 1.401
Piutang usaha 56.126 61.157 66.661 72.682 79.271
Piutang lain-lain 6.969 6.969 6.969 6.969 6.969
Persediaan 7.581 8.245 8.972 9.767 10.637
Asuransi dibayar di muka 140 140 140 140 140
Pajak dibayar di muka 216 216 216 216 216
Jumlah Aset Lancar 275.346 333.295 400.522 480.863 580.664
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 2.156 2.156 2.156 2.156 2.156
Investasi saham 12.951 12.951 12.951 12.951 12.951
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 1.183 1.183 1.183 1.183 1.183
Aset tetap - neto 127.307 122.017 116.748 111.719 106.689
Aset hak guna - neto 23.912 23.708 24.340 24.921 25.630
Aset tak berwujud - neto - - - - -
Aset tidak lancar lainnya 2.736 2.736 2.736 2.736 2.736
Jumlah Aset Tidak Lancar 170.245 164.750 160.114 155.666 151.346
JUMLAH ASET 445.591 498.046 560.636 636.528 732.010
11. Penambahan Aset Tetap
Penambahan aset tetap diproyeksikan sebesar Rp 3,50 miliar sampai dengan
Rp 107,92 miliar selama periode proyeksi.
73
Page 103
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 15.247 14.615 14.533 14.239 15.724 17.156
Utang pajak 283 283 283 283 283 283
Beban akrual 2.729 2.729 2.729 2.729 2.729 2.729
Uang muka pelanggan 8.788 8.788 8.788 8.788 8.788 8.788
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 1.050 - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28.098 26.415 26.333 26.039 27.524 28.956
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pasca kerja 3.234 4.269 5.336 6.434 7.565 8.731
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo satu tahun:
Liabilitas sewa 23.482 23.376 24.025 25.685 22.833 27.129
Utang bank 39.969 39.817 39.508 38.829 35.917 30.158
Liabilitas imbalan pasca kerja 6.776 6.776 6.776 6.776 6.776 6.776
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 73.460 74.238 75.645 77.724 73.091 72.794
JUMLAH LIABILITAS 101.558 100.653 101.978 103.763 100.615 101.750
EKUITAS
Modal saham 31.250 31.250 31.250 31.250 31.250 31.250
Tambahan modal disetor 36.707 36.707 36.707 36.707 36.707 36.707
Kerugian komprehensif lain (4.235) (4.235) (4.235) (4.235) (4.235) (4.235)
Saldo laba 132.865 135.779 145.363 167.814 198.513 238.419
JUMLAH EKUITAS 196.587 199.501 209.084 231.536 262.234 302.140
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 298.144 300.153 311.062 335.299 362.850 403.890
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 18.688 20.364 22.197 24.202 26.397
Utang pajak 283 283 283 283 283
Beban akrual 2.729 2.729 2.729 2.729 2.729
Uang muka pelanggan 8.788 8.788 8.788 8.788 8.788
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo satu tahun:
Utang pembelian aset tetap - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 30.488 32.164 33.997 36.003 38.197
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pasca kerja 9.931 11.167 12.441 13.753 15.103
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo satu tahun:
Liabilitas sewa 24.242 24.044 24.645 25.222 25.907
Utang bank 23.442 15.725 7.008 - -
Liabilitas imbalan pasca kerja 6.776 6.776 6.776 6.776 6.776
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 64.391 57.712 50.870 45.750 47.786
JUMLAH LIABILITAS 94.879 89.876 84.867 81.753 85.983
EKUITAS
Modal saham 31.250 31.250 31.250 31.250 31.250
Tambahan modal disetor 36.707 36.707 36.707 36.707 36.707
Kerugian komprehensif lain (4.235) (4.235) (4.235) (4.235) (4.235)
Saldo laba 286.991 344.448 412.047 491.054 582.305
JUMLAH EKUITAS 350.712 408.169 475.769 554.776 646.027
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 445.591 498.046 560.636 636.528 732.010
74
Page 104
IX.B.1.b. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
(perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2024 sampai tahun 2034
sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2035 dianggap sebagai
awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
tahun 2035 atau periode kekal diasumsikan sebesar 3,00%.
Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2035
dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2034.
IX.B.1.c. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
Tabel 25
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 81.699 183.496 205.692 231.265 250.016 272.973
Pembayaran kas kepada pemasok (39.684) (92.128) (100.904) (111.587) (120.036) (130.020)
Pembayaran beban usaha (30.481) (64.201) (67.705) (71.459) (75.313) (79.224)
Pembayaran beban pajak penghasilan - - (2.566) (6.332) (8.659) (11.256)
Pembayaran liabilitas sewa (2.573) (2.788) (2.920) (2.914) (3.013) (3.005)
Penambahan aset tetap (7.341) (3.500) (3.500) (3.500) (3.500) (3.500)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 1.620 20.880 28.098 35.472 39.496 45.968
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - (616) (635) (614) (538)
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak 1.620 20.880 27.482 34.837 38.881 45.430
75
Page 105
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 297.331 323.967 353.101 384.974 419.854
Pembayaran kas kepada pemasok (140.546) (151.962) (164.383) (177.905) (192.628)
Pembayaran beban usaha (83.365) (87.751) (92.399) (97.327) (102.554)
Pembayaran beban pajak penghasilan (13.700) (16.206) (19.066) (22.284) (25.737)
Pembayaran liabilitas sewa (3.048) (3.114) (3.175) (3.200) (3.092)
Penambahan aset tetap (3.500) (3.500) (3.500) (3.500) (3.500)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 53.173 61.435 70.577 80.759 92.342
Penyesuaian pajak atas beban bunga (438) (322) (190) (50) -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak 52.735 61.112 70.387 80.709 92.342
IX.B.1.d. Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Dimana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
IX.B.1.d.1) Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
76
Page 106
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 7,07% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,45%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Juli 2024.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,79% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
sebesar 0,74 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 29,87% untuk memperoleh beta
Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak
yang berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2024 – 2025, sebesar
21,12% untuk tahun 2026, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2027 – 2034. Dengan
demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,97 untuk tahun 2024 – 2025,
sebesar 0,94 untuk tahun 2026, dan sebesar 0,92 untuk tahun 2027 – 2034
dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
βL2024-2025 = 0,74 x (1 + (1 – 0,00%) x 29,87%) = 0,97
βL2026 = 0,74 x (1 + (1 – 21,12%) x 29,87%) = 0,92
βL2027-2034 = 0,74 x (1 + (1 – 22,00%) x 29,87%) = 0,92
77
Page 107
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,79%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di
bawah ini:
Ke2024-2025 = 7,07% + 0,97 x 6,45% – 1,79% = 11,51%
Ke2026 = 7,07% + 0,92 x 6,45% – 1,79% = 11,20%
Ke2027-2034 = 7,07% + 0,92 x 6,45% – 1,79% = 11,19%
IX.B.1.d.2) Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Juni 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
sebesar 9,45%.
IX.B.1.d.3) Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 77,00%, dan bobot utang sebesar 23,00%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
sebesar 0,00% untuk tahun 2024 – 2025, 21,12% untuk tahun 2026, dan 22,00%
untuk tahun 2027 – 2034, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
WACC2024-2025 = (11,51% x 77,00%) + (9,45% x [1 – 0,00%] x 23,00%) = 11,03%
WACC2026 = (11,34% x 77,00%) + (9,45% x [1 – 21,12%] x 23,00%) = 10,34%
WACC2027-2034 = (11,19% x 77,00%) + (9,45% x [1 – 22,00%] x 23,00%) = 10,31%
78
Page 108
IX.B.1.e. Perhitungan Nilai Pasar Perseroan
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
Tabel 26
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 1.620 20.880 27.482 34.837 38.881 45.430
Faktor diskonto 0,9490 0,8547 0,7746 0,7022 0,6366 0,5771
Nilai kini arus kas bersih 1.537 17.846 21.287 24.463 24.752 26.218
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 52.735 61.112 70.387 80.709 92.342
Faktor diskonto 0,5231 0,4742 0,4299 0,3897 0,3533
Nilai kini arus kas bersih 27.586 28.979 30.259 31.452 32.624
Jumlah nilai kini arus kas bersih 267.004
Nilai kekal 459.497
Indikasi nilai kini operasi 726.502
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 726,50 miliar untuk tingkat
diskonto sebesar 11,03% untuk tahun 2024 – 2025, 10,34% untuk tahun 2026, dan
10,31% untuk tahun 2027 – 2034. Nilai tersebut merupakan indikasi nilai
Perseroan dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar Perseroan.
Pada tanggal 30 Juni 2024, Perseroan memiliki aset non-operasi berupa:
• Kas dan bank sebesar Rp 8,26 miliar;
• Investasi jangka pendek sebesar Rp 1,40 miliar;
• Piutang lain-lain sebesar Rp 6,97 miliar; dan
• Investasi saham yang dihitung dengan menggunakan metode penyesuaian
aset bersih sebesar Rp 0,56 miliar; dan
• Investasi saham pada ARSG sebagaimana tertuang dalam
laporan penilaian 97,96% saham ARSG per 30 Juni 2024 yang
disusun oleh KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00108/2.0162-00/BS/10/0153/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
sebesar SGD 34,00 juta. Dengan demikian, nilai pasar 1,46% saham ARSG
adalah sebesar SGD 0,51 juta atau setara dengan Rp 6,14 miliar dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 12.096 per SGD.
79
Page 109
Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar Rp 23,34 miliar.
Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2024, Perseroan memiliki liabilitas jangka
panjang berupa:
• Utang lain-lain jangka panjang – pihak berelasi sebesar Rp 6,78 miliar;
• Utang pembelian aset tetap sebesar Rp 1,05 miliar; dan
• Utang bank sebesar Rp 34,94 miliar.
Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada
indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar Rp 42,76 miliar.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi Perseroan dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham Perseroan sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 707,08 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 10,00%, maka nilai pasar
100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp 636,37 miliar. Dengan demikian,
nilai pasar 100,00% saham Perseroan berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar Rp 636,37 miliar.
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham Perseroan dengan
menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 27
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi 726.502
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan bank 8.264
Investasi jangka pendek 1.401
Piutang lain-lain 6.969
Investasi saham 6.705
Utang lain-lain jangka panjang - pihak berelasi (6.776)
Utang pembelian aset tetap (1.050)
Utang bank (34.938)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 707.078
Diskon likuiditas pasar (10,00%) (70.708)
Nilai pasar 100,00% saham 636.370
80
Page 110
IX.B.1.f. Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan Berdasarkan Metode Diskonto Arus
Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham Perseroan sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 707,08 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 10,00%, maka nilai pasar
100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp 636,37 miliar. Dengan demikian,
nilai pasar 100,00% saham Perseroan berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar Rp 636,37 miliar.
IX.B.2. Nilai Pasar 100,00% Saham Perseroan Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 100,00% saham Perseroan adalah metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
81
Page 111
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 28
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
PT Diagnos Laboratorium Tbk Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Australian Clinical Labs Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
PT Prodia Widyahusada Tbk Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Integral Diagnostics Limited Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Capitol Health Limited Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Kindstar Global Limited Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Sonic Healthcare Limited Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Laboratory Corporation of America Holdings Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Cordlife Group Limited Kesehatan Penyediaan pelayanan kesehatan Laboratorium Kesehatan Terkait dengan Industri kesehatan √
Tabel 29
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan Sejenis
Keterangan DER
Pendapatan Laba Bersih (√ / -)
PT Diagnos Laboratorium Tbk -44,37% -107,61% 38,80%
Australian Clinical Labs 3,34% 255,09% 238,06% –
PT Prodia Widyahusada Tbk -7,10% -10,91% 12,33% √
Integral Diagnostics Limited -4,70% -118,75% 99,92% √
Capitol Health Limited 0,00% 0,00% 140,37% –
Kindstar Global Limited -1,85% -58,10% 30,33% √
Sonic Healthcare Limited 0,00% 0,00% 64,29% –
Laboratory Corporation of America Holdings 0,00% 0,00% 112,38% –
Cordlife Group Limited -67,02% -792,82% 82,31% √
Tabel 30
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin Sejenis
Keterangan ROA ROE
EBIT EAT (√ / -)
PT Diagnos Laboratorium Tbk -3,41% -4,05% 0,38% 0,53%
Australian Clinical Labs 24,21% 3,34% 6,17% 20,87% –
PT Prodia Widyahusada Tbk 16,78% 11,43% 8,82% 9,91% √
Integral Diagnostics Limited 84,61% -11,59% 3,36% 6,71% √
Capitol Health Limited 30,69% 2,05% 1,50% 3,61% √
Kindstar Global Limited 13,20% 6,30% 0,97% 1,26% √
Sonic Healthcare Limited 43,72% 8,67% 5,44% 8,94% –
Laboratory Corporation of America Holdings 14,57% 3,45% 2,51% 5,32% √
Cordlife Group Limited 4,54% -64,01% -11,01% -20,08% √
Tabel 31
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
Sejenis Sejenis
Keterangan Total Aset Pangsa Pasar
(√ / -) (√ / -)
PT Diagnos Laboratorium Tbk 271.475.135.986 602.196.017.751
Australian Clinical Labs 6.167.252.391.125 – 5.317.164.566.092 √
PT Prodia Widyahusada Tbk 2.618.206.000.000 √ 2.653.125.000.000 √
Integral Diagnostics Limited 7.879.624.978.875 √ 6.573.653.617.256 √
Capitol Health Limited 3.756.577.196.060 – 3.931.946.772.864 √
Kindstar Global Limited 7.836.907.935.335 √ 2.973.150.391.687 √
Sonic Healthcare Limited 137.504.435.870.875 – 130.822.514.176.167 –
Laboratory Corporation of America Holdings 257.834.141.600.000 – 293.285.461.212.000 –
Cordlife Group Limited 2.626.990.000.310 √ 408.242.453.375 √
82
Page 112
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali P/S(price/sales) sebesar 1,45 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 32
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Kapitalisasi
Perusahaan Pendapatan P/S
Pasar
Australian Clinical Labs (Dalam ribuan AUD) 503.263 697.072 0,72
PT Prodia Widyahusada Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 2.653.125 2.064.560 1,29
Integral Diagnostics Limited (Dalam ribuan AUD) 622.188 440.762 1,41
Capitol Health Limited (Dalam ribuan SGD) 335.730 235.522 1,43
Kindstar Global Limited (Dalam ribuan RMB) 1.431.458 967.260 1,48
Sonic Healthcare Limited (Dalam ribuan AUD) 12.382.193 8.168.948 1,52
Laboratory Corporation of America Holdings
(Dalam jutaan USD) 19.025 12.162 1,56
Cordlife Group Limited (Dalam ribuan SGD) 34.858 18.380 1,90
Median 1,45
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 35,00%.
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio ekuitas. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio ekuitas (equity multiple) maka dapat mempergunakan rasio price to earnings
ratio (rasio P/E), price to sales (rasio P/S), dan/atau price to book value ratio (rasio
P/BV). Sesuai dengan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang pelayanan
penunjang kesehatan, maka rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian
Perseroan adalah P/S(price/sales).
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024, pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar
Rp 81,05 miliar, jika disetahunkan maka pendapatan bersih Perseroan adalah
sebesar Rp 163,51 miliar. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham
Perseroan yang mencerminkan nilai minoritas adalah sebesar Rp 237,52 miliar.
Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 35,00%, maka diperoleh hasil
bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham Perseroan sebelum diskon likuiditas
pasar adalah sebesar Rp 320,66 miliar.
83
Page 113
Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2024, Perseroan memiliki indikasi nilai pasar
investasi saham yang dihitung dengan menggunakan metode penyesuaian aset
bersih sebesar Rp 0,56 miliar dan investasi saham pada ARSG sebagaimana
tertuang dalam laporan penilaian 97,96% saham ARSG per 30 Juni 2024 yang
disusun oleh KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00108/2.0162-00/BS/10/0153/1/VIII/2024 tanggal 23 Agustus 2024 sebesar
SGD 34,00 juta. Dengan demikian, nilai pasar 1,46% saham ARSG adalah
sebesar SGD 0,51 juta atau setara dengan Rp 6,14 miliar dengan menggunakan
kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 12.096 per SGD. Dengan menambahkan
indikasi nilai pasar investasi saham tersebut, maka indikasi nilai pasar 100,00%
saham Perseroan sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 327,36 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 10,00%, maka nilai pasar
100,00% saham Perseroan adalah sebesar Rp 294,63 miliar. Dengan demikian,
nilai pasar 100,00% saham Perseroan berdasarkan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 294,63 miliar.
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham Perseroan dengan
menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebagai berikut:
Tabel 33
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Angka Variabel
Keterangan Nilai Pasar
Pengali Ekonomi
P/S 1,45 163.506 237.524
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 237.524
Premi kendali (35,00%) 83.133
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 320.657
Investasi saham 6.705
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 327.362
Diskon likuiditas pasar (10,00%) (32.736)
Nilai pasar 100,00% saham 294.626
84
Page 114
IX.B.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan
informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 602,20 miliar.
Tabel 34
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Diskonto Arus Kas 636.370 90,00% 572.733
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 294.626 10,00% 29.463
Nilai Pasar 100,00% 602.196
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen Perseroan melalui analisis atas kinerja
historis dan pernyataan manajemen Perseroan mengenai rencana-rencana untuk
masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan
penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini
akan mempengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian
bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat
memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
85
Page 115
IX.C. Nalagenetics Pte. Ltd.
IX.C.1 Indikasi Nilai Pasar 1,58% Saham NPL Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 1,58% saham NPL adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi yang yang dihitung dengan menggunakan metode penyesuaian aset
bersih sebesar negatif SGD 1,45 juta. Apabila nilai pasar atas investasi tersebut
direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset NPL adalah
sebesar SGD 3,38 juta, sedangkan jumlah liabilitas NPL adalah tetap, yaitu
sebesar SGD 0,12 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham NPL kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham NPL sebelum diskon tanpa pengendalian adalah sebesar
SGD 3,27 juta. Dengan diskon tanpa pengendalian sebesar 70,00%, maka indikasi
nilai pasar 100,00% saham NPL adalah sebesar SGD 0,98 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 1,58% saham NPL berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih adalah sebesar SGD 0,02 juta atau setara dengan Rp 0,19 miliar dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia, yaitu sebesar Rp 12.096 per SGD.
86
Page 116
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 1,58% saham NPL dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 35
Nalagenetik Pte. Ltd.
Indikasi Nilai Pasar 1,58% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024
(Dalam ribuan SGD)
Indikasi Nilai
Keterangan 30/06/24 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 156 - 156
Piutang usaha 155 - 155
Piutang lain-lain 1.998 - 1.998
Setoran tetap 2.182 - 2.182
Persediaan 4 - 4
Biaya dibayar di muka 0 - 0
Aset hak guna 110 - 110
Aset lancar lainnya 23 - 23
Jumlah Aset Lancar 4.628 - 4.628
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 209 - 209
Investasi 925 (2.379) (1.454)
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.134 (2.379) (1.245)
JUMLAH ASET 5.762 (2.379) 3.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 7 - 7
Biaya masih harus dibayar dan utang lain-lain 9 - 9
Liabilitas sewa 96 - 96
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 112 - 112
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pajak 3 - 3
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3 - 3
JUMLAH LIABILITAS 115 - 115
EKUITAS 5.647 (2.379) 3.268
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.762 (2.379) 3.383
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon tanpa pengendalian 3.268
Diskon tanpa pengendalian (70,00%) (2.287)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 980
Indikasi nilai pasar 1,58% saham 16
87
Page 117
IX.D. PT Nalagenetik Riset Indonesia
IX.D.1 Indikasi Nilai Pasar 99,99% Saham NRI Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 99,99% saham NRI adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 30 Juni 2024, NRI memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar sebesar SGD 0,56 juta dan SGD 2,02 juta. Indikasi nilai pasar 100,00%
saham NRI kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh
aset dan liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 30 Juni 2024, indikasi nilai
pasar 100,00% saham NRI adalah sebesar negatif SGD 1,45 juta. Dengan
demikian, indikasi nilai pasar 99,99% saham NRI berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah sebesar negatif SGD 1,45 juta.
88
Page 118
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,99% saham NRI dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 36
PT Nalagenetik Riset Indonesia
Indikasi Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024
(Dalam ribuan SGD)
Indikasi Nilai
Keterangan 30/06/24 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 60 - 60
Piutang usaha 144 - 144
Persediaan 50 - 50
Biaya dibayar di muka dan uang muka 7 - 7
Deposit 0 - 0
Pajak dibayar di muka 42 - 42
Jumlah Aset Lancar 303 - 303
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 260 - 260
Jumlah Aset Tidak Lancar 260 - 260
JUMLAH ASET 563 - 563
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3 - 3
Biaya masih harus dibayar 1.986 - 1.986
Utang lain-lain 1 - 1
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.990 - 1.990
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pajak 27 - 27
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27 - 27
JUMLAH LIABILITAS 2.018 - 2.018
EKUITAS (1.454) - (1.454)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 563 - 563
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (1.454)
Indikasi nilai pasar 99,99% saham (1.454)
89
Page 119
IX.E. PT Morula Bunda Dewata
IX.E.1 Indikasi Nilai Pasar 5,00% Saham MBD Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 5,00% saham MBD adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 30 Juni 2024, MBD memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar sebesar Rp 72,66 miliar dan Rp 47,66 miliar. Indikasi nilai pasar 100,00%
saham MBD kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh
aset dan liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 30 Juni 2024, indikasi nilai
pasar 100,00% saham MBD sebelum diskon tanpa pengendalian adalah sebesar
Rp 25,00 miliar. Dengan diskon tanpa pengendalian sebesar 70,00%, maka
indikasi nilai pasar 100,00% saham MBD adalah sebesar Rp 7,50 miliar. Dengan
demikian, indikasi nilai pasar 5,00% saham MBD berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 0,38 miliar.
90
Page 120
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 5,00% saham MBD dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 37
PT Morula Bunda Dewata
Indikasi Nilai Pasar 5,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Indikasi Nilai
Keterangan 30/06/24 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 58 - 58
Piutang usaha 1.278 - 1.278
Persediaan 118 - 118
Biaya dibayar di muka 2.153 - 2.153
Pajak dibayar di muka 134 - 134
Uang muka 1.061 - 1.061
Aset lancar lainnya 26.464 - 26.464
Piutang lain-lain pihak berelasi 3.117 - 3.117
Jumlah Aset Lancar 34.385 - 34.385
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 26.943 - 26.943
Aset hak guna 11.334 - 11.334
Jumlah Aset Tidak Lancar 38.278 - 38.278
JUMLAH ASET 72.662 - 72.662
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3.818 - 3.818
Utang kepada dokter 83 - 83
Pendapatan belum diterima 4 - 4
Utang pajak 66 - 66
Utang lain-lain 14.175 - 14.175
Biaya masih harus dibayar 936 - 936
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19.081 - 19.081
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank 17.247 - 17.247
Liabilitas sewa 11.334 - 11.334
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 28.581 - 28.581
JUMLAH LIABILITAS 47.662 - 47.662
EKUITAS 25.000 - 25.000
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 72.662 - 72.662
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon tanpa pengendalian 25.000
Diskon tanpa pengendalian (70,00%) (17.500)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 7.500
Indikasi nilai pasar 5,00% saham 375
91
Page 121
IX.F. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
30 Juni 2024 adalah sebesar Rp 602,20 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut
adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap
yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas Perseroan. Kami tegaskan
pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
Perseroan tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
92
Page 122
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2024 1.620 0,9490 1.537
2025 20.880 0,8547 17.846
2026 27.482 0,7746 21.287
2027 34.837 0,7022 24.463
2028 38.881 0,6366 24.752
2029 45.430 0,5771 26.218
2030 52.735 0,5231 27.586
2031 61.112 0,4742 28.979
2032 70.387 0,4299 30.259
2033 80.709 0,3897 31.452
2034 92.342 0,3533 32.624
Nilai kini arus kas bersih 267.004
Normalisasi arus kas bersih 95.112
Nilai kekal 1.300.587
Faktor diskonto 0,3533
Indikasi nilai kini dari nilai kekal 459.497
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan bank 8.264
Investasi jangka pendek 1.401
Piutang lain-lain 6.969
Investasi saham 6.705
Utang lain-lain jangka panjang - pihak berelasi (6.776)
Utang pembelian aset tetap (1.050)
Utang bank (34.938)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 707.078
Diskon likuiditas pasar (10,00%) (70.708)
Nilai pasar 100,00% saham 636.370
93
Page 123
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk Lampiran B
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Angka Variabel
Keterangan Nilai Pasar
Pengali Ekonomi
P/S 1,45 163.506 237.524
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 237.524
Premi kendali (35,00%) 83.133
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 320.657
Investasi saham 6.705
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 327.362
Diskon likuiditas pasar (10,00%) (32.736)
Nilai pasar 100,00% saham 294.626
94
Page 124
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Diskonto Arus Kas 636.370 90,00% 572.733
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 294.626 10,00% 29.463
Nilai Pasar 100,00% 602.196
95
Page 125
Nalagenetik Pte. Ltd. Lampiran D
Indikasi Nilai Pasar 1,58% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024
(Dalam ribuan SGD)
Indikasi Nilai
Keterangan 30/06/24 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 156 - 156
Piutang usaha 155 - 155
Piutang lain-lain 1.998 - 1.998
Setoran tetap 2.182 - 2.182
Persediaan 4 - 4
Biaya dibayar di muka 0 - 0
Aset hak guna 110 - 110
Aset lancar lainnya 23 - 23
Jumlah Aset Lancar 4.628 - 4.628
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 209 - 209
Investasi 925 (2.379) (1.454)
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.134 (2.379) (1.245)
JUMLAH ASET 5.762 (2.379) 3.383
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 7 - 7
Biaya masih harus dibayar dan utang lain-lain 9 - 9
Liabilitas sewa 96 - 96
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 112 - 112
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pajak 3 - 3
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3 - 3
JUMLAH LIABILITAS 115 - 115
EKUITAS 5.647 (2.379) 3.268
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.762 (2.379) 3.383
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon tanpa pengendalian 3.268
Diskon tanpa pengendalian (70,00%) (2.287)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 980
Indikasi nilai pasar 1,58% saham 16
96
Page 126
PT Nalagenetik Riset Indonesia Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Indikasi Nilai
Keterangan 30/06/24 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 60 - 60
Piutang usaha 144 - 144
Persediaan 50 - 50
Biaya dibayar di muka dan uang muka 7 - 7
Deposit 0 - 0
Pajak dibayar di muka 42 - 42
Jumlah Aset Lancar 303 - 303
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 260 - 260
Jumlah Aset Tidak Lancar 260 - 260
JUMLAH ASET 563 - 563
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3 - 3
Biaya masih harus dibayar 1.986 - 1.986
Utang lain-lain 1 - 1
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.990 - 1.990
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pajak 27 - 27
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27 - 27
JUMLAH LIABILITAS 2.018 - 2.018
EKUITAS (1.454) - (1.454)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 563 - 563
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (1.454)
Indikasi nilai pasar 99,99% saham (1.454)
97
Page 127
PT Morula Bunda Dewata Lampiran F
Indikasi Nilai Pasar 5,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Indikasi Nilai
Keterangan 30/06/24 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 58 - 58
Piutang usaha 1.278 - 1.278
Persediaan 118 - 118
Biaya dibayar di muka 2.153 - 2.153
Pajak dibayar di muka 134 - 134
Uang muka 1.061 - 1.061
Aset lancar lainnya 26.464 - 26.464
Piutang lain-lain pihak berelasi 3.117 - 3.117
Jumlah Aset Lancar 34.385 - 34.385
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 26.943 - 26.943
Aset hak guna 11.334 - 11.334
Jumlah Aset Tidak Lancar 38.278 - 38.278
JUMLAH ASET 72.662 - 72.662
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3.818 - 3.818
Utang kepada dokter 83 - 83
Pendapatan belum diterima 4 - 4
Utang pajak 66 - 66
Utang lain-lain 14.175 - 14.175
Biaya masih harus dibayar 936 - 936
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19.081 - 19.081
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank 17.247 - 17.247
Liabilitas sewa 11.334 - 11.334
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 28.581 - 28.581
JUMLAH LIABILITAS 47.662 - 47.662
EKUITAS 25.000 - 25.000
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 72.662 - 72.662
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon tanpa pengendalian 25.000
Diskon tanpa pengendalian (70,00%) (17.500)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 7.500
Indikasi nilai pasar 5,00% saham 375
98
Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Asa Ren Pte. Ltd.
p.3 ×2
unresolved
org
PT Asa Ren Global Nusantara
p.3 ×2
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.8 ×2
unresolved
org
TSFBR
p.8 ×19
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.9 ×2
unresolved
org
KNMTR
p.9 ×5
unresolved
org
Nalagenetics Pte. Ltd.
p.9 ×3
unresolved
org
PT Nalagenetik Riset Indonesia
p.9 ×4
unresolved
org
PT Morula Bunda Dewata
p.9 ×4
unresolved
org
KJPP KR
p.9 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×13
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.16 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.16
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.16
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.21
unresolved
org
C. Nalagenetics Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
Bank Sentral
p.24 ×2
unresolved
org
Prodia Widhyahusada Tbk
p.25 ×14
unresolved
org
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Australian Clinical Labs Ltd.
p.25
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Australian Clinical Labs Ltd.
p.25
unresolved
org
Saham Nalagenetik Pte. Ltd.
p.29
unresolved
org
PT Nalagenetik Riset Indonesia Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.29
unresolved
org
PT Morula Bunda Dewata Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.29
unresolved
person
Martinef
p.36 ×2
unresolved
org
Menteri
p.36 ×2
unresolved
person
Rahayu Ningsih
p.36 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.36 ×2
unresolved
org
PT Roche Indonesia
p.49
unresolved
org
PT Pandu Biosains
p.49
unresolved
org
PT Saba Indomedika
p.49
unresolved
org
PT Anugrah Pharmindo Lestari
p.49
unresolved
org
PT Anugrah Agron Medika. Selanjutnya
p.49
unresolved
org
PT Morula Indonesia
p.49 ×2
unresolved
org
Kementerian Sekretariat
p.49
unresolved
org
Kementerian Luar Negeri
p.49
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.49
unresolved
org
PT Simponi Sigmanera
p.50
unresolved
org
PT Bio Medika. II.
p.50
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
p.67
unresolved
org
PT Jonlin Sapta Medika
p.71
unresolved
org
PT Dawa Daya Kahuripan
p.71
unresolved
org
PT Citas Otis Elevator
p.72
unresolved
org
PT Citra Ananda
p.72
unresolved
org
PT Tridinamika Jaya Instrument
p.73
unresolved
org
Australian Clinical Labs Ltd.
p.83 ×5
unresolved
org
Yayasan Pendidikan Kesehatan
p.89
unresolved
org
Diagnos Laboratorium Tbk
p.111 ×8
unresolved
org
Integral Diagnostics Limited
p.111 ×5
unresolved
org
Capitol Health Limited
p.111 ×5
unresolved
org
Kindstar Global Limited
p.111 ×5
unresolved
org
Sonic Healthcare Limited
p.111 ×5
unresolved
org
Laboratory Corporation
p.111 ×5
unresolved
org
Cordlife Group Limited
p.111 ×5
unresolved
org
Nalagenetik Pte. Ltd.
p.116 ×2
unresolved
org
PT Nalagenetik Riset Indonesia IX.
p.117
unresolved
org
PT Nalagenetik Riset Indonesia Indikasi Nilai Pasar
p.118
unresolved
org
PT Morula Bunda Dewata IX.
p.119
unresolved
org
PT Morula Bunda Dewata Indikasi Nilai Pasar
p.120
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
21496 ms
12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}