Back to announcement
20240701_ERAL_Informasi Transaksi Afiliasi_31677869_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review ERALSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 45
Page 1
Licence No. 2.12.0110
LAPORAN
No. 00089/2.0110-00/BS/05/0113/1/VI/2024
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS RENCANA TRANSAKSI
PT Sinar Eka Selaras Tbk
Page 2
1. Identitas Pemberi Tugas
Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
Nama : PT Sinar Eka Selaras Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar dan aktivitas
Alamat : Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan,
Tambora, Jakarta Barat 11240
Telepon : +62 21 690 5788
Faksimili : +62 21 690 5789
Web site : https://ses.id/
2. Pendahuluan
2.1 Maksud dan Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana pemberian
pinjaman secara bertahap kepada entitas anak dengan kepemilikan 49% yaitu MST.
Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
ketentuan yang diatur dalam dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42/2020”)
tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” yang keduanya
diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 2 Juli
2020.
Dalam POJK 42/2020 tersebut, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Rencana Transaksi tersebut bertujuan untuk pengembangan aset dan portofolio Perseroan
dan meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang yang pada akhirnya akan
memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham termasuk pemegang saham publik,
dengan demikian sesuai analisis pihak Perseroan, dinyatakan bahwa Rencana Transaksi
ini tidak mengandung benturan kepentingan.
Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar dan tidak merugikan bagi
Perseroan maupun pemegang saham Perseroan, sebagaimana diatur dalam POJK
42/2020. Selanjutnya dalam analisa terhadap Rencana Transaksi tersebut, kami
mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi Perseroan dan
Pemegang Saham, termasuk risiko keuangan.
2.2 Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
Halaman 1
Page 3
2. Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
6. Kami menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan dari
penilaian yang dilakukan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
3. Pendekatan dan Metode Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
Analisis Transaksi
Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat
transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
analisis manfaat dan risiko dari rencana transaksi, analisis pengaruh transaksi
terhadap keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
Analisis Kualitatif
Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, alasan dan latar belakang
rencana transaksi, analisis kualitatif atas keuntungan dan kerugian rencana transaksi,
analisis dampak leverage pada keuangan dan analisis dampak likuiditas pada
keuangan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi
keuangan, analisis rasio keuangan, analisis laporan keuangan sebelum rencana
transaksi dan proforma laporan keuangan setelah rencana transaksi dilakukan,
analisis kemampuan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
penjaminan sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
covenant atas rencana transaksi, kontribusi nilai tambah bagi perusahaan, perkiraan
biaya atau pendapatan yang relevan, informasi non keuangan yang relevan dan
prosedur pengambilan keputusan atas rencana transaksi.
Halaman 2
Page 4
Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
kelayakan pelunasan utang, analisis posisi proforma keseluruhan rencana transaksi
serta analisis inkremental dan profitabilitas.
4. Analisis Transaksi
4.1 Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
PT Sinar Eka Selaras Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan Akta No. 12 tanggal 13 Maret 2009 yang dibuat dihadapan Myra
Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-13889.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 17 April 2009. Anggaran
Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 37 tanggal 10 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran
Umum Saham Perdana, pemecahan nilai nominal Perseroan, status Perseroan
menjadi perusahaan publik, perubahan maksud dan tujuan Perseroan, serta
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Akta perubahan ini
dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-
0038248 tanggal 10 Maret 2023. Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan
tujuan Perseroan adalah berusaha di bidang perdagangan besar dan aktivitas.
Perseroan berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan,
Tambora, Jakarta Barat 11240. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 2011.
PT MST Golf Indonesia (“MST”), merupakan perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan Akta No. 1 tanggal 7 September 2023 yang dibuat dihadapan Fandi
Aryana, S.H., M.Kn., Notaris di Banten. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-0067107.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 7 September
2023. Anggaran Dasar MST telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 5 tanggal 22 Desember 2023, yang dibuat dihadapan Fandi
Aryana, S.H., M.Kn., Notaris di Banten, mengenai peningkatan modal dasar,
ditempatkan dan disetor. Akta perubahan ini telah memperoleh pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0081026.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 22 Desember 2023. Berdasarkan
pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan MST adalah berusaha di bidang
perdagangan eceran bebagai macam barang di toko; perdagangan eceran khusus
barang budaya dan rekreasi di toko khusus; perdagangan eceran khusus barang
lainnya di toko; perdagangan eceran bukan di toko, kaki lima dan los pasar; aktivitas
pengolahan data, hosting dan kegiatan YBDI, portal web; reparasi barang keperluan
pribadi dan perlengkapan rumah tangga; aktivitas olahraga; dan penyediaan
minuman. MST berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20,
Halaman 3
Page 5
Pekojan, Tambora, Jakarta Barat 11240. MST mulai beroperasi secara komersial
pada Desember 2023.
Hubungan pihak-pihak yang melakukan Transaksi:
PT Era
Swasembada Tbk Djohan Sutanto Masyarakat
80,00% 0,01% 19,99%
MST Golf Group
Perseroan
Berhad
Pinjaman secara bertahap
maksimum sebesar 49%
Rp 85.000.000.000 entitas 51%
asosiasi
MST
Dari Segi Kepemilikan Saham
Pemegang Saham Perseroan MST
PT Erajaya Swasembada Tbk 80,00% -
Djohan Sutanto 0,01% -
MST Golf Group Berhad - 51%
PT Sinar Eka Selaras Tbk ("Perseroan") - 49%
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 19,99% -
Total 100,00% 100%
Dari Segi Kepengurusan
Nama Perseroan MST
Budiarto Halim Komisaris Utama -
Charles Gunawan Komisaris Independen -
Hasan Aula Komisaris -
Djohan Sutanto Direktur Utama Presiden Komisaris
Andre Tanudjaja Direktur -
Suryawati Direktur Direktur
Ng Lian Chun - Komisaris
Ng Yap Sio - Presiden Direktur
Yong Wai Chien - Direktur
Perseroan merupakan pemegang saham MST sebesar 49%. Djohan Sutanto menjabat
sebagai Direktur Utama di Perseroan dan Presiden Komisaris di MST. Suryawati menjabat
sebagai Direktur di Perseroan dan di MST.
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi
Obyek Transaksi
Dalam hal ini obyek Transaksi adalah sebagai berikut:
Rencana pemberian pinjaman secara bertahap oleh Perseroan kepada MST dengan jumlah
maksimum sebesar Rp 85.000.000.000.
Halaman 4
Page 6
Berikut adalah ringkasan penyelesaian transaksi dan persyaratan sesuai dengan draft
Perjanjian Pinjam Meminjam (“PPM”) antara Perseroan dengan MST:
MST berkeinginan untuk mengajukan pinjaman kepada Perseroan dalam rangka
menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari;
Perseroan dengan ini setuju untuk memberikan pinjaman kepada MST;
PPM berlaku sejak tanggal penandatanganan sampai dengan 31 Desember 2028 dan
dapat diperpanjang dengan kesepakatan tertulis para pihak. Pengakhiran PPM tidak
akan dianggap sebagai pengesampingan hak dan kewajiban yang timbul sebelum
tanggal berakhirnya PPM;
Pinjaman yang diberikan kepada MST dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 85.000.000.000, pinjaman akan diberikan berdasarkan kebutuhan dengan estimasi
sebagai berikut:
• Rp 50.000.000.000 di tahun 2024;
• Rp 15.000.000.000 di tahun 2025;
• Rp 20.000.000.000 di tahun 2026.
Bunga pinjaman yang dibebankan kepada MST adalah sebesar suku bunga Bank
Indonesia yang berlaku ditambah 1,00% per tahun. Untuk periode tahun pertama
sebesar 7,25% per tahun dan akan direview oleh Perseroan setiap kuartal. Perseroan
wajib mengirimkan pemberitahuan perubahan suku bunga minimal sebulan sebelum
suku bunga baru berlaku;
Bunga bulanan yang dikenakan harus diselesaikan pada bulan yang sama dengan
yang terjadi, dengan batas awal penerbitan faktur;
Perseroan wajib melakukan transfer atas pinjaman ke rekening bank MST yang akan
diinformasikan secara terpisah dari PPM;
MST wajib melunasi pinjaman beserta bunganya kepada Perseroan selambat-
lambatnya 7 hari sebelum tanggal efektif berakhirnya PPM;
MST wajib melunasi pinjaman beserta bunganya ke rekening bank Perseroan yang
akan diberitahukan secara terpisah dalam PPM;
Pajak dan retribusi yang dikenakan oleh Pemerintah, sehubungan dengan PPM akan
menjadi tanggung jawab masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan perpajakan
di Indonesia;
PPM akan diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Indonesia;
Para pihak harus melakukan upaya terbaiknya untuk bekerja sama dan bernegosiasi
dengan itikad baik untuk menyelesaikan setiap dan seluruh perselisihan yang
mungkin timbul sehubungan dengan PPM;
Segala perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan atau sehubungan dengan PPM,
termasuk pertanyaan mengenai keberadaan, keabsahan atau pengakhirannya, harus
diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat.
Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan yang dirangkum di atas, bahwa
tidak terdapat hal-hal material yang dapat mempengaruhi Rencana Transaksi.
Halaman 5
Page 7
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
Meningkatkan Laba Perseroan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, dapat meningkatkan laba di masa yang
akan datang. Bertambahnya kontribusi pendapatan bunga Perseroan maka akan
menambahkan sekaligus memperkuat portfolio usaha Perseroan.
Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
Risiko implikasi perpajakan
Dalam melaksanakan Rencana Transaksi, Perseroan telah mempertimbangkan
kemungkinan adanya implikasi pajak yang timbul dari Rencana Transaksi berdasarkan
peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku di Indonesia. Apabila dalam
menjalankan Rencana Transaksi timbul implikasi perpajakan, maka Perseroan akan
menyelesaikan kewajiban perpajakannya dengan baik.
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan analisis Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal
31 Desember 2023 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan total aset dan total liabilitas sebesar
Rp 48.757.000.000.
4.5 Analisis Likuiditas
Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan likuiditas Perseroan tahun 2021 – 2023, rasio lancar berkisar antara 2,76 –
5,45 sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 0,92 – 2,39. Rasio lancar
Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar antara 1,72 – 2,20 selama periode
proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,70 – 2,14 selama
periode proyeksi.
Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang
cukup dikarenakan aset lancar yang dimiliki cukup besar dibandingkan dengan liabilitas
jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek dan akan semakin meningkat
selama periode proyeksi.
5. Pernyataan Penilai
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
bahwa:
Halaman 6
Page 8
Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan
dan analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
tanggal penilaian (cut off date);
Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai;
Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
berikut:
1. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 – 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja; seluruhnya dengan pendapat opini tanpa modifikasian;
2. Laporan keuangan MST dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal
7 September - 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Gani Sigiro &
Handayani; dengan pendapat opini tanpa modifikasian;
3. Laporan Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023;
4. Draft Perjanjian Pinjam Meminjam antara Perseroan dengan MST;
5. Proyeksi keuangan Perseroan dan MST;
6. Data mengenai kegiatan dan legalitas Perseroan dan MST.
Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan
dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi
tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
Halaman 7
Page 9
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk
transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Prosedur Yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
benar setelah tanggal Laporan ini.
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
Rencana Transaksi, Laporan Keuangan, Proforma Laporan Keuangan Perseroan sesudah
Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya baik
secara individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.
7. Asumsi-Asumsi Pokok
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini.
Halaman 8
Page 10
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1 Analisis Kualitatif
8.1.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 13 Maret 2009 yang dibuat
dihadapan Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-13889.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 17 April 2009.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 37 tanggal 10 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati,
S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran
Umum Saham Perdana, pemecahan nilai nominal Perseroan, status Perseroan menjadi
perusahaan publik, perubahan maksud dan tujuan Perseroan, serta perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Akta perubahan ini dicatat di dalam database
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0038248 tanggal 10 Maret 2023.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha di
bidang perdagangan besar dan aktivitas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
Kegiatan usaha utama : perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer
(46511), perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga (46491),
perdagangan besar alat permainan dan mainan anak-anak (46495), perdagangan besar
alat olahraga (46492), perdagangan besar pakaian (46412), perdagangan besar alas
kaki (46413), serta perdagangan besar alat fotografi dan barang optik (46430);
Kegiatan usaha penunjang : perdagangan besar peralatan telekomunikasi (46523);
perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya YTDL
(46499); perdagangan besar tekstil, pakaian dan alas kaki lainnya (46419); dan wisata
selam (93242).
Perseroan berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan,
Tambora, Jakarta Barat 11240. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
2011.
Pada tanggal 7 September 2023, Perseroan bersama dengan MST Golf Group Berhad
(pihak ketiga) mendirikan MST yang didirikan di Indonesia, dimana Perseroan memiliki
49% kepemilikan di MST.
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 1.660.000.000.000, yang terdiri dari
16.600.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Modal ditempatkan dan
disetor sebesar Rp 518.750.000.000 atau sebanyak 5.187.500.000 saham, dengan
komposisi pemegang saham sebagai berikut:
Halaman 9
Page 11
Jumlah
Keterangan Jumlah Saham %
(Rp)
Modal Dasar 16.600.000.000 1.660.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Erajaya Swasembada Tbk 4.149.990.000 414.999.000.000 80,00
Djohan Sutanto 350.000 35.000.000 0,01
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1.037.160.000 103.716.000.000 19,99
Jumlah 5.187.500.000 518.750.000.000 100,00
Saham dalam Portepel 11.412.500.000 1.141.250.000.000
Berdasarkan Akta No. 37 tanggal 10 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati,
S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Budiarto Halim
Komisaris Independen : Charles Gunawan
Komisaris : Hasan Aula
Direksi
Direktur Utama : Djohan Sutanto
Direktur : Andre Tanudjaja
Direktur : Suryawati
Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per 31 Desember 2023 berdasarkan
persentase kepemilikan:
Persentase
No. Anak Perusahaan Bidang Usaha
Kepemilikan
Perdagangan telepon selular, aksesoris,
1. PT Mitra Internasional Indonesia (“MII”) 99,99%
komputer dan perangkat elektronik lainnya
2. PT Era Aktif Indonesia (“EAI”) 99,97% Perdagangan eceran perlengkapan olahraga
3. PT Sinar Era Aktif (“SEA”) 99,96% Perdagangan eceran perlengkapan selam
4. PT Era Gaya indonesia (“EGI”) 99,99% Perdagangan eceran pakaian
5. PT Era Gaya Distribusi (“EGD”) 99,99% Perdagangan besar pakaian
6. PT Master Selam Nusantara (“MSL”) 99,99% Belum beroperasi
MST
MST didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 7 September 2023 yang dibuat dihadapan
Fandi Aryana, S.H., M.Kn., Notaris di Banten. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0067107.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 7 September 2023.
Anggaran Dasar MST telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 5 tanggal 22 Desember 2023, yang dibuat dihadapan Fandi Aryana, S.H., M.Kn.,
Notaris di Banten, mengenai peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor. Akta
perubahan ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0081026.AH.01.02.TAHUN 2023
tanggal 22 Desember 2023.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan MST adalah berusaha di bidang
perdagangan eceran bebagai macam barang di toko; perdagangan eceran khusus barang
Halaman 10
Page 12
budaya dan rekreasi di toko khusus; perdagangan eceran khusus barang lainnya di toko;
perdagangan eceran bukan di toko, kaki lima dan los pasar; aktivitas pengolahan data,
hosting dan kegiatan YBDI, portal web; reparasi barang keperluan pribadi dan
perlengkapan rumah tangga; aktivitas olahraga; dan penyediaan minuman. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, MST dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
berikut:
Perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya bukan makanan,
minuman atau tembakau di toserba (department store) (47191);
Perdagangan eceran khusus peralatan olahraga di toko (47630);
Perdagangan eceran pakaian (47711);
Perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya (47919);
Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial (63122);
Reparasi barang rumah tangga dan pribadi lainnya (95299);
Pengelolaan fasilitas olahraga lainnya (93119);
Rumah minum/kafe (56303).
MST berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan, Tambora,
Jakarta Barat 11240. MST mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2023.
Pada tanggal 11 September 2023, MST dan Perseroan mendirikan PT MST Golf
Distribution (MSD), dimana kepemilikan MST sebesar 99,90%. MSD bergerak dalam
bidang perdagangan besar dan mulai beroperasi secara komersial pada November 2023.
Modal dasar MST adalah sebesar Rp 200.000.000.000, yang terdiri dari 200.000 saham
dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham. Modal ditempatkan dan disetor sebesar
Rp 128.000.000.000 atau sebanyak 128.000 saham, dengan komposisi pemegang saham
sebagai berikut:
Jumlah
Keterangan Jumlah Saham %
(Rp)
Modal Dasar 200.000 200.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
MST Golf Group Berhad 65.280 65.280.000.000 51
PT Sinar Eka Selaras Tbk 62.720 62.720.000.000 49
Jumlah 128.000 128.000.000.000 100
Saham dalam Portepel 72.000 72.000.000.000
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MST per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djohan Sutanto
Komisaris : Ng Lian Chun
Direksi
Presiden Direktur : Ng Yap Sio
Direktur : Yong Wai Chien
Direktur : Suryawati
Halaman 11
Page 13
8.1.2 Analisis Industri dan Bisnis
Industri Ritel di Indonesia
Sektor ritel Indonesia telah berkembang pesat di Asia, memberikan kontribusi lebih dari
10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan populasi yang relatif besar yaitu
lebih dari 270 juta jiwa, pertumbuhan kelas menengah dengan daya beli yang lebih tinggi
dan generasi milenial dengan kebiasaan belanja yang lebih baik, membuat Indonesia
mempunyai potensi yang signifikan untuk pasar ritel. Nilai penjualan pasar ritel di Indonesia
telah mencapai lebih dari USD 100 miliar dalam beberapa tahun terakhir. Nilai ini
diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar USD 243 miliar pada tahun 2026
[sumber: https://www.statista.com/topics/8000/retail-trade-in-indonesia/, 30 April 2024].
Pasar ritel Indonesia sangat terfragmentasi dengan pemain lokal mendominasi pasar.
Pelaku pasar utama seperti PT Matahari Putra Prima Tbk, yang mengoperasikan tujuh
merek jaringan ritel di seluruh negeri dan pemimpin di pasar toko serba ada yaitu Alfamart
dan Indomaret, telah mengakomodasi segmen pasar massal terutama melalui saluran
distribusi fisik. Terlepas dari keunggulan saluran ritel fisik, pasar online telah berhasil
menembus pasar ritel di Indonesia selama dekade terakhir. Dengan jumlah pengguna e-
commerce di Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 134 juta pada tahun 2029,
saluran distribusi online mungkin akan memiliki pijakan yang kuat di pasar ritel Indonesia.
Selain itu, pendapatan e-commerce ritel di Indonesia diperkirakan akan mencapai lebih
dari USD 100 miliar pada tahun 2027.
Perilaku konsumsi konsumen Indonesia bergerak ke arah positif dan Indeks Kepercayaan
Konsumen (IKK) Indonesia telah kembali ke level sebelum Covid-19. Namun, inflasi yang
melanda negara saat ini telah mendorong konsumen Indonesia untuk lebih berhati-hati
dalam membelanjakan uangnya. Dampak inflasi yang paling besar terhadap konsumen
adalah kenaikan harga kebutuhan pokok seperti bahan makanan. Karena kekhawatiran
terhadap dampak ekonomi yang disebabkan oleh inflasi, banyak konsumen Indonesia yang
berusaha mencari cara untuk mengurangi pengeluaran mereka. Menghindari atau
mengurangi aktivitas waktu luang, serta membeli bahan makanan yang lebih murah adalah
beberapa tindakan yang paling populer dilakukan konsumen di Indonesia untuk mengatasi
inflasi.
Sektor ritel diprediksi berpeluang tumbuh hingga semester I/2024. Hal ini didukung oleh
berbagai faktor, seperti momentum pemilihan umum (pemilu) dan juga sejalan dengan
gaya hidup generasi muda. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa
prospek emiten ritel pada tahun ini masih akan tumbuh positif, terutama pada ritel yang
memiliki pangsa konsumen menengah ke atas. Momentum pemilu, mobilitas dan kondisi
ekonomi yang stabil menjadi faktor pendorong kinerja emiten ritel. Namun, pada semester
II/2024 akan ada perlambatan karena kenaikan upah yang terbatas juga menjadi hambatan
bagi daya beli masyarakat [sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/sektor-ritel-
diprediksi-akan-tumbuh-positif-hingga-semester-i-2024, 10 Januari 2024].
Analis Mirae Asset Sekuritas megungkapkan bahwa sektor ritel beroperasi dalam lanskap
pasar yang terfragmentasi, mencakup konglomerat ritel terkemuka, pedagang skala kecil
lokal, merek global yang menawarkan beragam format mulai dari pasar tradisional hingga
modern.
Halaman 12
Page 14
Beragam format ritel tersebut, memainkan peranan penting dalam mendorong
pertumbuhan berkelanjutan di sektor ini. Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah jumlah
penduduk Indonesia yang semakin berkembang, seperti pertumbuhan kelas menengah
dan pergeseran pola konsumsi modern.
Selain itu, transformasi digital dan e-commerce juga menjadi salah satu faktor pendukung
sektor ritel. Revolusi digital telah memfasilitasi pertumbuhan e-commerce dan telah
memberikan dampak yang besar terhadap sektor ritel Indonesia.
Masyarakat ekonomi menengah atas masih menjadi penopang utama konsumsi produk
ritel meskipun kontribusinya melambat di tengah ketidakpastian ekonomi. Sekitar 80%
pertumbuhan konsumsi di dalam negeri mayoritas dikontribusi oleh 40% total penduduk
Indonesia berkategori ekonomi menengah dan 20% masyarakat ekonomi teratas.
Kontribusi setiap kategori pada konsumsi adalah 35% dan 45% [sumber:
https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/02/23/inovasi-peritel-gairahkan-belanja-kaum-
menengah, 23 Februari 2024].
Sektor ritel sekarang sudah tumbuh hampir sama sebelum masa pandemi Covid-19 karena
sejak pandemi dinyatakan selesai, permintaan kembali. Ini terlihat dari pertumbuhan
konsumsi sudah 55% dari PDB dan investasi sudah 30%.
Namun, kemampuan belanja masyarakat kalangan menengah dan teratas terus menurun
pada tahun 2023. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, konsumsi rumah tangga
pada kuartal IV/2023 hanya tumbuh 4,47% secara tahunan, atau turun dari kuartal III/2023
yang tumbuh 5,06% secara tahunan dan kuartal IV/2022 yang tumbuh 4,5% secara
tahunan. Sepanjang tahun 2023, pertumbuhan konsumsi hanya 4,82%, lebih rendah dari
tahun 2022 sebesar 4,94% yang menjadi titik balik pemulihan ekonomi pascapandemi.
Mirae Asset Sekuritas mengungkapkan bahwa ritel di Indonesia memiliki potensi
pertumbuhan yang signifikan. Hal ini didukung oleh pertumbuhan penduduk perkotaan dan
pendapatan yang tahan terhadap tantangan. Penjualan ritel di mal atau pusat perbelanjaan
terus mengalami kebangkitan pascapandemi. Tren ini terindikasi dari peningkatan
Halaman 13
Page 15
kunjungan dan pendapatan perusahaan ritel. Adapun pertumbuhan ritel di masa depan
akan didorong oleh model omnichannel, ekspansi toko dan integrasi generative artificial
intelligence (GenAI).
Tantangan sebenarnya bagi peritel adalah mempertahankan momentum yang lebih jauh.
Perlu pemahaman yang tajam tentang preferensi konsumen yang terus berubah dan
adaptasi terhadap lanskap pascapandemi. Berfokus pada pengalaman omnichannel,
personalisasi dan penawaran berbasis nilai akan sangat penting dalam mempertahankan
pelanggan dan menumbuhkan loyalitas jangka panjang.
Peritel juga diminta untuk menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar transaksi,
serta menumbuhkan interaksi dan kedekatan yang membuat pembeli mau kembali. Peritel
juga diharapkan bersiap dengan risiko investasi, misalnya aksi pemboikotan produk atau
toko, hilangnya kepercayaan merek dan kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan.
Risiko lain adalah keuntungan yang lebih rendah dari yang diharapkan setelah ekspansi
dan depresiasi Rupiah.
Industri Ponsel Pintar (Smartphone) di Indonesia
Pasar smartphone Indonesia pada tahun 2023 masih lesu. Menurut Counterpoint,
pengiriman ponsel di dalam negeri turun 6% sepanjang tahun 2023, dibandingkan periode
yang sama pada tahun 2022. Penurunan pengiriman ini masih lebih kecil dibandingkan
penurunan 10% YoY pada semester I/2023 [sumber:
https://tekno.kompas.com/read/2024/02/29/08000067/pasar-smartphone-indonesia-turun-
6-persen-pada-2023, 29 Februari 2024].
Penurunan pengiriman smartphone yang lebih besar bisa ditekan berkat kejelian vendor
ponsel di Indonesia yang memanfaatkan peluang pada momen hari raya (Idul Fitri dan
Natal) pada semester II/2023. Pada semester II/2023, terdapat peningkatan permintaan
terhadap smartphone karena promosi harga/program bundling, perluasan cakupan ritel
offline, serta peluncuran ponsel baru dengan spesifikasi yang lebih mumpuni untuk
menggantikan model lama.
Bila dirinci, pasar ponsel segmen kelas bawah (entry-level) dengan harga di bawah
USD 200 mencetak pertumbuhan paling besar, yakni 22%. Ponsel segmen kelas
menengah (mid-range) dengan rentang harga USD 200 - USD 600, tumbuh 13% pada
semester II/2023 yang dibantu oleh peluncuran seri Oppo Reno10, yang diperkenalkan
untuk menggantikan Reno8 T. Beberapa ponsel baru yang dirilis pada semester II/2023
meliputi Xiaomi 13T, Vivo V29, dan realme 11 Pro Plus.
Pasar ponsel premium dengan harga di atas USD 600 juga tumbuh 11%. Counterpoint
mencatat, peningkatan pengiriman ponsel premium ini sebagian karena peluncuran baru
Apple iPhone 15 series, seri Samsung Galaxy Z Flip5/Fold5 dan OPPO Reno10 Pro Plus.
Pada semester II/ 2023, pengiriman ponsel 5G terus meningkat di Indonesia, yaitu naik
10% YoY pada tahun 2023. Ponsel 5G yang paling banyak dikirimkan berasal dari segmen
entry-level dan mid-range.
Halaman 14
Page 16
Berdasarkan laporan Counterpoint, Oppo merajai pasar smartphone di Indonesia pada
tahun 2023. Kemudian disusul oleh Samsung, Vivo, Xiaomi, Realme dan Infinix.
Dari 5 besar vendor yang ada dalam daftar, Vivo, Infinix dan Xiaomi tercatat mencetak
pertumbuhan pengiriman yang positif di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022. Pengiriman
Xiaomi sepanjang tahun 2023 naik 2%, Infinix naik 14% dan Vivo naik 16%. Sementara
lainnya mengalami penurunan pengiriman pada tahun 2023, seperti Realme (-18%), Oppo
(-11%) dan Samsung (-10%).
Firma riset pasar International Data Corporation (IDC) merilis laporan terbaru berisi 5 besar
vendor smartphone dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk periode kuartal
I/2024. Selama 3 bulan pertama tahun 2024, Oppo berhasil merajai pasar ponsel dalam
negeri dengan pangsa pasar terbesar. Disusul secara berurutan oleh Samsung, Transsion
(induk Infinix, Tecno, iTel), Vivo dan Xiaomi [sumber:
https://tekno.kompas.com/read/2024/05/17/10000047/5-besar-vendor-smartphone-
indonesia-kuartal-i-2024-versi-idc-oppo-memimpin, 17 Mei 2024].
Menurut data IDC, volume pengiriman smartphone di Indonesia secara keseluruhan
mencapai 10 juta unit pada kuartal I/2024. Jika dihitung, Oppo berarti mengirimkan sekitar
1,99 juta unit ponsel sepanjang Januari-Maret 2024. Di bawah Oppo, ada Samsung yang
menempati posisi kedua dengan mengirimkan 1,73 juta unit ponsel Galaxy pada periode
tersebut. Vendor asal Korea Selatan ini menjadi satu-satunya vendor dalam daftar 5 besar,
dengan angka pertumbuhan tahunan yang turun, yakni -8,2%.
Selanjutnya, Transsion menempati peringkat ketiga dengan mengirimkan 1,61 juta unit
ponsel Infinix, Tecno, dan iTel dalam kuartal I/ 2024. IDC mencatat, Transsion mencetak
pertumbuhan tahunan yang melejit, yakni 279,4%. Jika melihat kembali laporan IDC pada
kuartal I/2023, nama Transsion tidak masuk dalam daftar 5 vendor teratas di Indonesia.
Sebabnya, Transsion baru berhasil merebut 5,4% pangsa pasar. Namun, Transsion
berhasil merangkak naik ke-3 besar vendor ponsel Indonesia dalam waktu kurang dari
setahun. Menurut laporan IDC pada kuartal IV/2023, Transsion juga menempati posisi 3
besar dengan volume pengiriman 1,5 juta unit ponsel.
Halaman 15
Page 17
Adapun Vivo dan Xiaomi secara berurutan melengkapi peringkat lima besar dengan
pangsa pasar yang beda tipis. Estimasi pengiriman ponsel Vivo mencapai 1,58 juta unit.
Sementara, Xiaomi tercatat dengan estimasi pengiriman sebanyak 1,54 juta unit.
Berikut merupakan daftar 5 besar vendor smartphone di Indonesia berdasarkan pangsa
pasar terbesar untuk kuartal I/2024:
Sebagai informasi, IDC biasanya menggunakan metode sell-in dalam menghitung pangsa
pasar ini. Sell-in adalah istilah untuk pengiriman atau penjualan ponsel dari produsen
(vendor) ke distributor, bukan ke konsumen akhir.
Seperti disebutkan di atas, volume pengiriman ponsel di Indonesia mencapai 10 juta unit
pada kuartal I/2024. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan positif 27,4% dari tahun
lalu (YoY) atau tumbuh 11,5% dari kuartal sebelumnya (QoQ).
Menurut IDC, pertumbuhan positif pasar ponsel dalam negeri didorong oleh momen
Ramadhan yang jatuh pada pertengahan Maret lalu. Seluruh segmen ponsel yang dijual di
Indonesia tumbuh sepanjang Januari - Maret 2024.
Menurut data IDC, segmen ponsel premium tumbuh signifikan sebesar 12,8% YoY.
Pertumbuhan ponsel premium ini dipimpin oleh Apple. Selanjutnya, ponsel mid-range
dilaporkan memiliki pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 73,4% YoY. Menurut IDC, hal ini
tercapai seiring dengan pertumbuhan tajam Apple, Samsung, Vivo dan Xiaomi di segmen
harga ini.
Segmen ponsel entry-level juga tumbuh sebesar 17,8%, dipimpin oleh Transsion yang
menjual HP Infinix, Tecno dan iTel. Ponsel 5G juga semakin diminati oleh konsumen
Indonesia. Pasalnya, pangsa ponsel 5G di Indonesia tercatat meningkat signifikan, dari
17,6% pada kuartal I/2023 menjadi 28,2% pada kuartal I/2024.
Menurut IDC, pertumbuhan tajam ponsel 5G di dalam negeri ini didorong oleh peluncuran
model-model baru dari berbagai vendor. Pertumbuhan 5G pada kuartal I/2024, sebagian
besar didorong oleh OPPO, Vivo dan Xiaomi. Sementara Samsung terus memimpin pasar
5G dengan penawaran 5G mereka yang ekspansif. Ponsel 5G di Indonesia juga semakin
Halaman 16
Page 18
murah dibandingkan sebelum-sebelumnya. IDC melaporkan bahwa harga jual rata-rata
ponsel 5G di Indonesia turun 21,3% YoY atau turun 23,4% QoQ, menjadi sekitar USD 469
pada kuartal I/2024.
Perkembangan Internet di Indonesia
Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, semakin
mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam penggunaan teknologi digital. Data terbaru
yang diterbitkan oleh Datareportal.com pada laporan “Digital 2024 Indonesia” menunjukkan
bahwa perilaku pengguna internet di Indonesia terus berkembang. Selain itu, juga terdapat
peningkatan adopsi teknologi digital lainnya di Indonesia, termasuk media sosial dan e-
commerce yang juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk memanfaatkan peluang yang disuguhkan oleh pertumbuhan teknologi digital di
Indonesia pada tahun 2024, diharapkan bahwa pemasar dan bisnis akan meningkatkan
perhatian mereka pada pengembangan konten yang inovatif dan menarik. Mereka juga
diharapkan untuk menggunakan platform-platform teknologi digital guna mencapai audiens
yang lebih besar dan lebih terlibat.
Berdasarkan laporan riset We Are Social, Indonesia memiliki populasi sebesar 278,7 juta
pada Januari 2024. Populasi Indonesia meningkat sebesar 2,3 juta (+0,8%) antara tahun
2023 hingga 2024. Terdapat 353,3 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2024.
Penetrasi internet di Indonesia mencapai 66,5% pada Januari 2024. Indonesia adalah
rumah bagi 139,0 juta pengguna media sosial pada Januari 2023, atau setara dengan
49,9% dari total populasi.
Kecepatan koneksi internet seluler rata-rata melalui jaringan seluler sebesar 24,53 Mbps,
Kecepatan koneksi internet tetap rata-rata sebesar 28,34 Mbps. Waktu rata-rata setiap hari
dalam penggunaan internet sekitar 7 jam 38 menit.
Berikut merupakan ringkasan data digital di Indonesia:
Sumber: We are Social per Januari 2024
Berikut merupakan tren data pengguna internet dan media sosial di Indonesia:
Halaman 17
Page 19
Sumber: We are Social per Januari 2024
Berikut merupakan tipe website dan aplikasi yang sering digunakan di Indonesia:
Sumber: We are Social per Januari 2024
Berikut merupakan metode pembayaran yang digunakan untuk e-commerce di Indonesia:
Sumber: We are Social per Januari 2024
Halaman 18
Page 20
Berikut merupakan katagori e-commerce di Indonesia:
Sumber: We are Social per Januari 2024
Industri Internet of Things (IoT) di Indonesia
IoT menggambarkan jaringan perangkat fisik dan virtual yang mampu berkomunikasi
secara mandiri satu sama lain menggunakan Internet Protocol (IP). Perangkat fisik
dilengkapi dengan sensor, perangkat lunak dan kemampuan konektivitas yang
memungkinkannya mengumpulkan dan bertukar data melalui internet. Cakupannya
mencakup berbagai kasus penggunaan mulai dari objek rumah tangga hingga aplikasi
industri yang lebih kompleks [sumber: https://www.statista.com/outlook/tmo/internet-of-
things/indonesia].
Pasar IoT terdiri dari 7 segmen berbeda. IoT konsumen mencakup perangkat terhubung
yang digunakan oleh pengguna akhir untuk keperluan pribadi seperti kamera keamanan
pintar atau hub rumah pintar. Smart finance mencakup aplikasi IoT yang digunakan di
sektor keuangan seperti asuransi telematika/asuransi berbasis penggunaan, real estate
dan ATM. IoT di layanan kesehatan mencakup semua aplikasi IoT di lingkungan layanan
kesehatan seperti yang digunakan untuk perawatan pasien, pemantauan pasien jarak jauh
dan pembedahan.
IoT Industri mencakup aplikasi IoT di lingkungan industri seperti otomasi pabrik dan
pertanian, optimalisasi rantai pasokan dan pemeliharaan prediktif. IoT otomotif mencakup
kasus penggunaan IoT dalam pengaturan mobilitas dan transportasi, seperti koneksi V2X,
sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan solusi telematika. IoT lainnya
mencakup penggunaan dalam olahraga profesional seperti pelacakan pemain atau
peralatan.
Pasar IoT mencakup pendapatan, pertumbuhan pendapatan, investasi dan daftar
perusahaan teratas serta pendapatan konsolidasinya. Pasar terdiri dari pendapatan IoT
murni yang dihasilkan melalui penjualan perangkat keras (seperti sensor, chip dan
perangkat keras lainnya), platform (platform IoT, perangkat lunak keamanan dan perangkat
lunak lainnya), konektivitas (seluler, LoRa, SigFox dan konektivitas lainnya) dan layanan
(integrasi, pemeliharaan peralatan dan sistem). Pendapatan pasar yang dilaporkan
mencakup pengeluaran konsumen (B2C), perusahaan (B2B), serta pemerintah (B2G).
Halaman 19
Page 21
IoT adalah salah satu teknologi yang mendorong industri 4.0 dan tidak mengherankan jika
pasar mengalami CAGR lebih dari 16% selama periode 10 tahun (2018-2028). Meskipun
kekurangan semikonduktor global telah memperlambat pasokan dan pertumbuhan pasar
dibandingkan sebelum pandemi, permintaan akan solusi cerdas mulai dari penggunaan
industri hingga keamanan masih terus meningkat. Dengan pendapatan lebih dari USD 141
miliar pada tahun 2022, AS adalah pemimpin pasar, diikuti oleh Tiongkok, yang merupakan
produsen perangkat IoT terkemuka. IoT Tiongkok akan menghasilkan pendapatan
tertinggi, yaitu sebesar USD 395,60 miliar pada tahun 2024.
Pertumbuhan pasar IoT bertepatan dengan perkembangan teknologi penting lainnya,
seperti 5G dan komputasi cloud. Penerapan standar komunikasi 5G membuka jalan bagi
koneksi antar perangkat pintar yang lebih cepat dan lancar.
Selain itu, keamanan siber masih menjadi tantangan besar, yang dapat memberikan
dampak signifikan baik pada tingkat pribadi maupun profesional. Karena semakin banyak
data yang dikumpulkan dan dikirim dari satu perangkat ke perangkat lainnya dan disimpan
di cloud, tantangan untuk mengamankan data dan memastikan privasi menjadi lebih besar
dari sebelumnya.
Pasar IoT di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan
pendapatan diperkirakan mencapai USD 8,32 miliar pada tahun 2024. Pasar IoT di
Indonesia diperkirakan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan yang menjanjikan
(CAGR 2024-2029) sebesar 16,55%, menghasilkan volume pasar sebesar USD 17,89
miliar pada tahun 2029. Pasar IoT di Indonesia berkembang pesat, didorong oleh
meningkatnya konektivitas digital di negara ini dan dukungan pemerintah terhadap inisiatif
kota pintar.
Industri Produk Olahraga di Indonesia
Peralatan olahraga mencakup berbagai produk yang dirancang untuk aktivitas fisik dan
olahraga, melayani atlet profesional dan amatir. Pasarnya sangat beragam dan mencakup
berbagai kategori produk seperti perlengkapan olahraga musim dingin, perlengkapan
olahraga air, perlengkapan olahraga raket, perlengkapan memancing, perlengkapan
olahraga tim, perlengkapan golf, perlengkapan outdoor. Kemajuan teknologi, perubahan
preferensi konsumen dan meningkatnya fokus pada kebugaran dan kesehatan adalah
beberapa faktor yang mendorong pasar peralatan olahraga [sumber:
https://www.statista.com/outlook/cmo/toys-hobby/sports-equipment/indonesia].
Pasar peralatan olahraga dapat dibagi menjadi beberapa kategori produk yaitu:
• Peralatan olahraga musim dingin: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan
untuk olahraga dan aktivitas yang berlangsung dalam kondisi bersalju atau dingin,
seperti ski, seluncur salju dan seluncur es. Contoh: ski, papan seluncur salju, sepatu
bot, tongkat dan sepatu seluncur es.
• Peralatan olahraga air: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk olahraga
dan aktivitas yang dilakukan di air, seperti berenang, selancar dan paddleboarding.
Contoh: pakaian renang, papan selancar, papan dayung dan ski air.
Halaman 20
Page 22
• Peralatan olahraga raket: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
olahraga yang melibatkan memukul bola atau shuttlecock dengan raket atau dayung,
seperti tenis, bulu tangkis dan squash. Contoh: raket, bola, shuttlecock dan jaring.
• Peralatan memancing: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
memancing, termasuk joran, gulungan, kail, tali pancing dan umpan. Katagori ini juga
mencakup pakaian dan aksesoris yang dirancang untuk memancing, seperti
penyeberang dan topi.
• Peralatan olahraga tim: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
olahraga tim seperti sepak bola, bola basket dan baseball. Contoh: termasuk bola,
gawang, jaring, pemukul dan alat pelindung.
• Peralatan Golf: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk golf, seperti
tongkat, bola, tas dan carts.
• Peralatan latihan: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk berolahraga
dan kebugaran, seperti treadmill, ellipticals, sepeda stasioner dan mesin angkat beban.
• Peralatan outdoor: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk aktivitas dan
petualangan di luar ruangan, seperti berkemah, hiking dan panjat tebing. Contoh: tenda,
kantong tidur, ransel dan perlengkapan pendakian.
Pasar terdiri dari pendapatan dan pendapatan rata-rata per kapita. Angka dihasilkan
melalui saluran penjualan online, offline dan termasuk pengeluaran konsumen (B2C).
Pemain kunci di pasar ini antara lain seperti Nike, Adidas, Under Armour, Puma dan
Decathlon. Perusahaan-perusahaan ini adalah pemimpin di segmennya masing-masing
dan dikenal dengan produk inovatif, reputasi merek dan jaringan distribusi yang luas.
Dari tahun 2021 hingga 2022, pasar peralatan olahraga menunjukkan pertumbuhan yang
luar biasa, didorong oleh peningkatan kesadaran kesehatan dan kebugaran serta
meningkatnya minat terhadap berbagai olahraga dan aktivitas luar ruangan. Secara
keseluruhan, pendapatan pasar peralatan olahraga mencapai USD 149,50 miliar pada
tahun 2022, atau meningkat secara signifikan sebesar 9,5% dari pendapatan tahun 2021
sebesar USD 137,20 miliar.
Pasar peralatan olahraga menampilkan beragam produsen dan pemasok, mulai dari merek
terkenal seperti Wilson, Rawlings, Easton dan Spalding hingga perusahaan khusus yang
melayani kebutuhan olahraga dan atletik tertentu. Setiap segmen industri melayani basis
pelanggan yang berbeda, mulai dari atlet profesional hingga penggemar kebugaran dan
peserta olahraga rekreasi.
Di masa mendatang, pasar peralatan olahraga siap untuk ekspansi lebih lanjut, didorong
oleh beberapa tren yang muncul. Meningkatnya fokus pada kesehatan dan kebugaran
menginspirasi individu untuk terlibat dalam berbagai aktivitas olahraga dan kebugaran,
yang mengakibatkan tingginya permintaan akan mesin olahraga, peralatan olahraga dan
peralatan pelatihan yang canggih. Tren ini dilengkapi dengan semakin populernya gym di
rumah dan pusat kebugaran, mendorong konsumen untuk berinvestasi pada peralatan
olahraga berkualitas untuk penggunaan pribadi mereka. Selain itu, inovasi dalam peralatan
olahraga dalam ruangan mendapatkan momentumnya, karena individu mencari peluang
untuk melakukan olahraga rekreasi dan aktivitas kebugaran di dalam ruangan. Ini termasuk
Halaman 21
Page 23
produk seperti sepeda olahraga dalam ruangan, meja tenis meja dan ring basket portabel.
Mengingat tren yang muncul ini, pasar peralatan olahraga diperkirakan akan terus
berkembang di tahun-tahun mendatang.
Di Indonesia, pasar peralatan olahraga diperkirakan mencatat pendapatan sebesar USD 6
miliar pada tahun 2024 dan akan mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5,86%
(CAGR 2024-2028). Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia mendorong peningkatan
permintaan akan peralatan olahraga berkualitas tinggi, sehingga menciptakan peluang bagi
merek lokal dan internasional.
Berikut merupakan pendapatan pasar peralatan olahraga di Indonesia:
Berikut merupakan rata-rata pendapatan per kapita di Indonesia:
Meningkatnya populasi kelas menengah yang berkembang secara kolektif akan
mendorong penjualan pakaian olahraga terutama alas kaki, pakaian jadi dan aksesoris di
Indonesia. Ritel internet semakin menonjol dalam hal saluran distribusi pakaian olahraga di
Indonesia karena meningkatnya penetrasi smartphone dan internet di Indonesia. Industri
ini didorong oleh tren mode seperti gaya jalanan dan athleisure dan dipandang sebagai
perlengkapan permanen yang mencakup setiap kelompok dan gender di antara orang
Indonesia [sumber: https://medium.com/@janvi.kenresearch/pasar-pakaian-olahraga-
Halaman 22
Page 24
indonesia-diperkirakan-akan-mencapai-sekitar-rp18-4-triliun-dalam-hal-e47a0cf4ea4a,
9 Mei 2023].
Faktor lain yang menyebabkan munculnya kelas menengah adalah pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Semakin tinggi belanja konsumen grup telah menyebabkan meningkatnya
permintaan untuk pakaian olahraga dan alas kaki. Tren lain yang telah mendorong
permintaan pakaian olahraga adalah peningkatan basis populasi muda di Indonesia dan
tren yang terkait dengannya.
Bagi masyarakat Indonesia, olahraga tidak lagi hanya latihan fisik. Hal ini telah menjadi
pilihan gaya hidup dan sarana hiburan. Beberapa kegiatan olahraga yang cukup populer
seperti jogging/berlari dan sepak bola/futsal, mendorong permintaan untuk pakaian dan
alas kaki berbasis lari dan sepak bola. Selain itu, industri pakaian olahraga Indonesia
mengalami tren seperti athleisure yang merupakan kombinasi antara fashion dan
fungsionalitas.
Pakaian dan alas kaki pakaian olahraga di Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada
CAGR sebesar 22,4% melalui ritel berbasis internet selama tahun 2019–2023. Ritel
internet telah sangat populer di kalangan pelanggan wanita. Telah diamati bahwa
pelanggan wanita lebih baik mengadaptasi saluran e-commerce daripada pelanggan pria.
Selain itu, saluran ini berkembang pesat karena pengecer berbasis internet mengadakan
penjualan musiman skala besar dan menawarkan diskon setiap hari dengan penjualan
periode terbatas.
Analis di Ken Research percaya bahwa peningkatan jumlah toko ritel, peningkatan
penetrasi media sosial, promosi berbasis kolaborasi dan produksi yang hemat biaya secara
kolektif akan mendorong pendapatan pasar dalam waktu dekat.
Halaman 23
Page 25
8.1.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha
Perseroan didirikan pada Maret 2009 dan bergerak di bidang usaha peritel produk dan
solusi gaya hidup end-to-end terkemuka di Indonesia. Perseroan beserta entitas anak,
perusahaan patungan dan asosiasinya biasa disebut dengan Erajaya Active Lifestyle
(“EAL”).
Perseroan kemudian mengubah status perusahaan dari perseroan tertutup menjadi
perseroan terbuka dengan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal
31 Juli 2023.
Perseroan merupakan perusahaan distributor terkemuka dan menjalankan usaha retail
melalui entitas anak dan perusahaan asosiasi untuk produk-produk actitve lifestyle. Saat ini
Perseroan telah menjalin kerjasama dengan prinsipal merek terkemuka seperti Garmin,
DJI, JD Sports, dan Asics. Perseroan juga menawarkan produk dengan merek milik sendiri
atau private label dengan merek LOOPS, iT (Immersive Tech) dan Lamina.
Perseroan telah memiliki 66 pusat distribusi, 129 gerai ritel dan 570 lebih reseller yang
dimiliki, jaringan distribusi yang luas ini memberikan Perseroan akses yang mudah dan
cepat kepada pasar yang sangat luas di seluruh Indonesia.
Perseroan mengelompokkan kegiatan usahanya menjadi 4 segmentasi, yaitu:
• Aksesoris, Internet of Things (IoT) dan lainnya
Segmen ini terdiri dari berbagai produk yang menawarkan berbagai aksesoris dan
solusi teknologi untuk membantu pelanggan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Produk aksesoris yang ada dalam segmen ini termasuk cases & covers, earphones,
chargers, data cable, power bank, protective skin, console, gaming accessories dan
produk-produk lainnya yang biasanya digunakan bersama dengan perangkat teknologi.
Sementara itu, solusi teknologi yang termasuk dalam segmen ini adalah IoT yang
mencakup berbagai produk pintar seperti smart home applilances seperti robot vacuum
cleaner, smart air purifier, smart CCTV, smart door lock; smart watches, handheld
navigation system, electric scooter, bluetooth speaker, drones, dan perangkat pintar
lainnya yang terhubung ke internet dan dapat dikontrol melalui aplikasi mobile.
Perseroan juga memiliki produk IoT dengan merek sendiri/private label yaitu produk
dengan merek iT (Immersive Tech). Perseroan saat ini juga menditribusikan dan
menjual secara retail produk-produk milik prisipal merek internasional dalam kategori
produk ini diantaranya adalah Garmin, DJI dan lainnya.
Untuk produk lainnya di segmen ini termasuk juga produk outdoor equipment. Untuk
produk kategori outdoor saat ini terdiri dari produk diving dengan merek-merek
Perseroan sendiri seperti Marelux, Sealife, Gull, Seac, OMS melalui gerai Urban
Adventure.
• Telepon seluler dan tablet
Segmen ini terdiri dari berbagai produk yang mencakup telepon selular dan tablet dari
berbagai merek dan jenis. Produk telepon selular yang ada dalam segmen ini terdiri dari
berbagai merek seperti Samsung, Apple, Xiaomi, Huawei dan lainnya. Telepon selular
Halaman 24
Page 26
ini dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti kamera yang berkualitas tinggi, daya
tahan baterai yang baik dan kapasitas penyimpanan yang besar. Sementara itu, produk
tablet yang ada dalam segmen ini terdiri dari berbagai merek seperti iPad, Samsung
dan lainnya.
• Komputer dan peralatan elektronik lainnya
Segmen ini terdiri dari berbagai produk yang mencakup komputer, laptop, printer dan
peralatan elektronik lainnya. Produk komputer yang ada dalam segmen ini terdiri dari
berbagai merek dan jenis, mulai dari desktop hingga laptop.
• Fashion apparel
Segmen ini terdiri dari berbagai produk active lifestyle yang mencakup pakaian, sepatu,
tas dan aksesoris. Produk-produk yang masuk dalam kategori segmen ini diantaranya
yaitu footwear seperti sneakers, running shoes dan modern trainers; clothing seperti
polo shirt, track tops, track pants & joggers, tracksuilts, shorts, football kits dan lainnya;
aksesoris seperti caps & hats, backpacks dan lainnya. Selain itu juga terdapat produk
sportwear yang masuk dalam segmen ini yang distribusikan dan ecerkan melalui entitas
anak yang terdiri dari produk-produk milik prinsipal merek internasional seperti JD
Sports dan Asics.
Visi Perseroan adalah menjadi perusahaan gaya hidup aktif terkemuka yang memberikan
peningkatan pengalaman hidup. Misi Perseroan adalah menyediakan solusi inovatif dan
layanan terdepan melalui portofolio produk gaya hidup aktif kelas dunia yang didukung
oleh jaringan omnichannel skala nasional.
Dengan terlaksananya Rencana Transaksi, maka hal tersebut sejalan dengan rencana
pengembangan usaha Perseroan ke depannya.
8.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia. Perseroan Bersama
dengan MST Golf Group Berhad mendirikan MST, dimana Perseroan memiliki 49%
kepemilikan di MST. Perseroan berencana memberikan pinjaman secara bertahap kepada
MST. Adanya Rencana Transaksi, merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh
Perseroan untuk menyediakan dukungan finansial yang dibutuhkan oleh MST dalam
menjalankan operasional dan ekspansi usahanya. Rencana Transaksi ini diharapkan dapat
digunakan secara efektif oleh MST untuk meningkatkan layanan, memperluas jaringan
bisnis dan memperkuat posisi pasar dalam industri golf di Indonesia. Selain itu, pemberian
pinjaman ini juga diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif antara Perseroan dan
MST, sehingga meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.
Dukungan finansial dari Perseroan kepada MST diharapkan dapat memberikan dampak
positif jangka panjang bagi kedua perusahaan. Dengan adanya dana tambahan, MST
dapat meningkatkan kapabilitasnya dalam memperkuat posisi pasar di Indonesia.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
Perseroan menjadi perusahaan yang lebih baik dan memiliki potensi pengembangan
usaha di masa mendatang.
Halaman 25
Page 27
8.1.5 Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Berikut adalah keuntungan Rencana Transaksi:
Perolehan pendapatan bunga dari MST;
Berikut adalah kerugian Rencana Transaksi:
Biaya pelaksanaan terkait Rencana Transaksi yang harus dikeluarkan Perseroan.
8.1.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas Perseroan.
Liabilitas terhadap aset historis Perseroan selama tahun 2021 – 2023 berkisar antara 0,18-
0,34. Liabilitas terhadap aset Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar
antara 0,42-0,46 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar
antara 0,43-0,46 selama periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan dapat
dipenuhi oleh aset Perseroan.
Liabilitas terhadap ekuitas historis Perseroan selama tahun 2021 – 2023 berkisar antara
0,22-0,51. Liabilitas terhadap ekuitas Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
berkisar antara 0,71-0,85 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi
berkisar antara 0,74-0,86 selama periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan
dapat dipenuhi oleh ekuitas Perseroan.
8.1.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan
Rasio lancar historis Perseroan selama tahun 2021 – 2023 berkisar antara 2,76-5,45.
Rasio lancar Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar antara 1,72-2,20
selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,70-2,14
selama periode proyeksi. Berdasarkan rasio likuiditas tersebut, Perseroan memiliki
kapasitas likuiditas yang cukup baik dikarenakan aset lancar yang dimiliki cukup besar
dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
8.2 Analisis Kuantitatif
8.2.1 Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas dan Kondisi Keuangan Perusahaan
8.2.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Perseroan
Berikut ini merupakan tabel laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 - 2023 yang diaudit oleh KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja; seluruhnya dengan pendapat opini tanpa modifikasian, yang disajikan
sebagai berikut:
Halaman 26
Page 28
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited
Keterangan
2021 2022 2023
Operating Highlight
Penjualan Neto 2.194.381.934.184 3.037.345.793.667 3.730.376.124.969
Laba Bruto 314.189.599.117 413.391.206.859 511.167.706.465
Laba Usaha 210.653.195.807 244.026.388.195 251.827.647.605
Laba Tahun Berjalan 186.794.521.734 184.009.875.971 210.766.605.239
Total Penghasilan Komprehensif
Tahun Berjalan 187.182.315.061 184.336.500.345 211.744.836.992
EBITDA 214.775.988.054 249.348.210.139 264.635.714.676
Financial Position
Aset 893.562.810.598 1.382.478.387.241 1.999.801.504.403
Aset Lancar 707.832.584.296 1.084.409.368.955 1.524.777.259.417
Aset Tidak Lancar 185.730.226.302 298.069.018.286 475.024.244.986
Liabilitas 163.137.107.942 466.715.184.242 533.962.296.059
Liabilitas Jangka Pendek 129.866.730.032 393.509.762.772 447.858.200.536
Liabilitas Jangka Panjang 33.270.377.910 73.205.421.470 86.104.095.523
Ekuitas 730.425.702.656 915.763.202.999 1.465.839.208.344
Key Performance Ratio
Marjin Laba Bruto 14,32% 13,61% 13,70%
Marjin Laba Usaha 9,60% 8,03% 6,75%
Marjin Laba Tahun Berjalan 8,51% 6,06% 5,65%
Marjin EBITDA 9,79% 8,21% 7,09%
Return on Assets (ROA) 20,90% 13,31% 10,54%
Return on Equity (ROE) 25,57% 20,09% 14,38%
Rasio Lancar 5,45 2,76 3,40
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,18 0,34 0,27
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 0,22 0,51 0,36
Aset
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 44,65% atau sebesar Rp 617.323.117.162 dibandingkan dengan total
aset per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
pada akun kas dan setara kas sebesar Rp 306.516.270.625, piutang usaha sebesar
Rp 149.860.532.820, investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar
Rp 78.539.537.312, aset hak guna – neto sebesar Rp 39.540.290.502, persediaan – neto
sebesar Rp 37.278.223.463 dan pajak pertambahan nilai dibayar di muka sebesar
Rp 5.298.065.988.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 54,72% atau sebesar Rp 488.915.576.643 dibandingkan dengan total
aset per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
pada akun persediaan – neto sebesar Rp 246.545.091.141, kas dan setara kas sebesar
Rp 186.609.678.050, investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar
Rp 48.294.707.307, aset keuangan tidak lancar lainnya sebesar Rp 3.927.909.218 dan
aset pajak tangguhan – neto sebesar Rp 1.153.754.407.
Liabilitas
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 14,41% atau sebesar Rp 67.247.111.817 dibandingkan dengan total
Halaman 27
Page 29
liabilitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun utang usaha sebesar Rp 92.832.279.604, liabilitas sewa sebesar
Rp 24.486.845.237 dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 3.786.866.500
serta penurunan pada akun utang lain-lain sebesar Rp 32.531.843.818, utang pajak
sebesar Rp 13.038.349.268 dan utang bank jangka panjang sebesar Rp 9.253.803.655.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 186,09% atau sebesar Rp 303.578.076.300 dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun utang usaha sebesar Rp 153.866.227.413, utang lain-lain sebesar
Rp 91.444.351.757, liabilitas sewa sebesar Rp 48.289.548.533, utang pajak sebesar
Rp 21.310.622.700, utang bank jangka panjang sebesar Rp 7.903.368.106, liabilitas
imbalan kerja jangka panjang dan jangka pendek sebesar Rp 1.154.976.745 serta
penurunan pada akun beban akrual sebesar Rp 16.982.909.726, utang bank jangka
pendek sebesar Rp 3.296.990.366 dan uang muka penjualan sebesar Rp 111.118.862.
Ekuitas
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 60,07%, yaitu sebesar Rp 550.076.005.345 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun tambahan modal disetor sebesar Rp 284.580.018.353, saldo laba
sebesar Rp 161.024.790.336, modal saham sebesar Rp 103.750.000.000, penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 978.250.306 dan kepentingan nonpengendali sebesar
Rp 206.141.847 serta penurunan pada akun selisih transaksi dengan pihak nonpengendali
sebesar Rp 463.195.497.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 25,37%, yaitu sebesar Rp 185.337.500.343 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun saldo laba sebesar Rp 184.430.636.556, kepentingan
nonpengendali sebesar Rp 580.237.989 dan penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp 326.625.798.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 0,09%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan
penjualan neto. Marjin laba bruto pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar
0,71%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya
peningkatan beban pokok penjualan.
Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 1,28%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan beban
usaha. Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,57%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,41%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Halaman 28
Page 30
Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 2,45%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Marjin EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 1,12%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Marjin EBITDA pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,58%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
ROA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 2,77%, jika dibandingkan
dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan aset. ROA pada tahun
2022 mengalami penurunan sekitar 7,59%, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
terutama disebabkan adanya peningkatan aset.
ROE pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 5,72%, jika dibandingkan
dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas. ROE pada
tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 5,48%, jika dibandingkan dengan tahun
2021, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas.
Rasio lancar naik menjadi 3,40 pada tahun 2023 dari 2,76 di tahun 2022, terutama
disebabkan adanya peningkatan aset lancar. Rasio lancar turun menjadi 2,76 pada
tahun 2022 dari 5,45 di tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan
liabilitas jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap aset turun menjadi 0,27 pada tahun 2023 dari 0,34 di tahun
2022, terutama disebabkan adanya peningkatan aset. Rasio liabilitas terhadap aset
naik menjadi 0,34 pada tahun 2022 dari 0,18 di tahun 2021, terutama disebabkan
adanya peningkatan liabilitas.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 0,36 pada tahun 2023 dari 0,51 di
tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas. Rasio liabilitas
terhadap ekuitas naik menjadi 0,51 pada tahun 2022 dari 0,22 di tahun 2021,
terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas.
Arus Kas
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 2.285.581.196.304 3.003.140.989.391 3.579.809.590.788
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (2.191.835.907.680) (2.885.968.094.921) (3.343.901.945.729)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi 93.745.288.624 117.172.894.470 235.907.645.059
Penerimaan kas dari (pembayaran untuk):
Pendapatan keuangan 22.327.546.776 9.801.724.810 8.735.277.231
Biaya keuangan (4.191.467.540) (3.358.795.759) (920.245.148)
Pajak penghasilan dan tagihan pajak (19.001.603.690) (22.425.485.512) (94.613.727.552)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 92.879.764.170 101.190.338.009 149.108.949.590
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penerimaan dari penjualan aset tetap 15.578.253.121 - 13.701.725
Pembelian aset takberwujud (37.842.454.545) (208.607.450) (999.120.400)
Penambahan aset hak-guna (581.149.120) (1.013.266.667) (6.628.621.410)
Pengembalian (penambahan) uang jaminan 1.318.384.383 (3.927.909.218) (6.656.805.638)
Pembelian aset tetap (10.988.787.655) (20.510.749.503) (44.291.205.604)
Penambahan modal pada entitas ventura bersama (41.901.890.627) (49.000.000.000) (62.720.000.000)
Penerimaan dividen dari entitas anak 18.030.840.000 - -
Akuisisi entitas anak (314.999.000.000) - -
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (371.385.804.443) (74.660.532.838) (121.282.051.327)
Halaman 29
Page 31
Keterangan 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan dari:
Penawaran umum perdana setelah dikurangi biaya
penerbitan penawaran umum - - 388.330.018.353
Setoran modal ke entitas anak dari
kepentingan nonpengendali - 1.001.000.000 1.150.000
Pelunasan pinjaman pihak berelasi - 196.000.000.000 -
Utang bank jangka panjang 1.350.435.549 7.903.368.106 -
Penerbitan modal saham 315.000.000.000 - -
Pembayaran untuk:
Piutang dari pihak berelasi (27.927.714.330) - -
Utang bank jangka panjang - (9.253.803.655)
Liabilitas sewa (17.134.785.537) (40.390.288.012) (50.387.992.336)
Dividen kas - - (50.000.000.000)
Biaya transaksi untuk memperoleh
utang bank jangka panjang (3.989.923) (24.801.741) -
Biaya transaksi untuk memperoleh
utang bank jangka pendek (1.110.902.778) (1.112.415.108) -
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 270.173.042.981 163.376.863.245 278.689.372.362
Kenaikan Neto Kas dan Setara Kas (8.332.997.292) 189.906.668.416 306.516.270.625
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 5.141.778.170 (3.191.219.122) 186.715.449.294
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun (3.191.219.122) 186.715.449.294 493.231.719.919
Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 mengalami
peningkatan sebesar Rp 306.516.270.625 atau naik sekitar 164,16% dibandingkan dengan
kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp 278.689.372.362 yang terutama berasal dari penawaran umum perdana setelah
dikurangi biaya penerbitan penawaran umum, peningkatan kas neto dari aktivitas operasi
sebesar Rp 149.108.949.590 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
dan penurunan kas neto dari aktivitas investasi sebesar Rp 121.282.051.327 yang
terutama berasal dari penambahan modal pada entitas ventura bersama.
Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 mengalami
peningkatan sebesar Rp 189.906.668.416 atau naik sekitar 5.950,91% dibandingkan
dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal
tersebut disebabkan adanya peningkatan kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp 163.376.863.245 yang terutama berasal dari pelunasan pinjaman pihak berelasi,
peningkatan kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp 101.190.338.009 yang terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan penurunan kas neto dari aktivitas
investasi sebesar Rp 74.660.532.838 yang terutama berasal dari penambahan modal pada
entitas ventura bersama.
MST
Berikut ini merupakan tabel posisi keuangan, laba rugi dan arus kas MST dan Entitas Anak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh KAP Gani
Sigiro & Handayani; dengan pendapat opini tanpa modifikasian, yang disajikan sebagai
berikut:
Halaman 30
Page 32
Neraca
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2023
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 69.802.720.241
Piutang usaha kepada pihak ketiga 234.709.174
Persediaan 32.417.243.586
Uang muka 11.468.413.795
Pajak dibayar di muka 6.043.339.984
Biaya dibayar di muka 1.754.277.779
Jumlah Aset Lancar 121.720.704.559
Aset Tidak Lancar
Tagihan pajak penghasilan 2.821.867.607
Aset pajak tangguhan - bersih 409.266.664
Aset hak-guna - bersih 12.306.141.338
Aset tetap - bersih 14.413.348.346
Uang jaminan 1.466.462.978
Jumlah Aset Tidak Lancar 31.417.086.933
Jumlah Aset 153.137.791.492
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 8.676.323.800
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 7.917.628.280
Utang pajak 370.379.466
Pendapatan diterima dimuka 24.504.505
Biaya yang masih harus dibayar 140.000.000
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek 1.808.391.402
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 18.937.227.453
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang 7.926.266.517
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7.926.266.517
Jumlah Liabilitas 26.863.493.970
Ekuitas
Modal saham 128.000.000.000
Defisit (1.736.570.827)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 126.263.429.173
Kepentingan non-pengendali 10.868.349
Jumlah Ekuitas 126.274.297.522
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 153.137.791.492
Laba Rugi
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Halaman 31
Page 33
Keterangan 7 Sept - 31 Des 2023
Penjualan 505.683.649
Beban Pokok Penjualan (374.826.760)
Laba Kotor 130.856.889
Beban Usaha (2.130.644.388)
Rugi Usaha (1.999.787.499)
Pendapatan (Beban) Lainnya 69.029.750
Rugi Sebelum Pajak (1.930.757.749)
Manfaat Pajak Penghasilan 195.055.271
Rugi Bersih Periode Berjalan (1.735.702.478)
Penghasilan Komprehensif Lain -
Jumlah Rugi Komprehensif Periode Berjalan (1.735.702.478)
Arus Kas
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 7 Sept - 31 Des 2023
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Rugi sebelum pajak (1.930.757.749)
Penyesuaian untuk:
Penyusutan 248.980.402
Selisih kurs 46.410.671
Beban keuangan 63.755.251
Pendapatan bunga (24.931.504)
Kas sebelum perubahan m odal kerja (1.596.542.929)
Piutang usaha kepada pihak ketiga (234.709.174)
Persediaan (32.417.243.586)
Uang m uka (2.088.454.545)
Pajak dibayar dim uka (6.043.339.984)
Biaya dibayar dim uka (1.754.277.779)
Utang usaha kepada pihak berelasi 1.674.161.800
Utang usaha kepada pihak ketiga 6.897.345.269
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 1.483.013.924
Utang pajak 370.379.466
Pendapatan diterim a dim uka 24.504.505
Biaya yang m asih harus dibayar 140.000.000
Kas dihasilkan dari operasi (33.545.163.033)
Pem bayaran pajak penghasilan (3.036.079.000)
Kas Bersih Digunakan dari Aktivitas Operasi (36.581.242.033)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penerim aan pendapatan bunga 24.931.504
Penem patan uang jam inan (1.466.462.978)
Penam bahan uang m uka pem belian aset tetap (2.879.221.193)
Perolehan aset hak-guna (12.514.720.005)
Perolehan aset tetap (8.010.146.802)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (24.845.619.474)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerim aan setoran m odal 128.010.000.000
Penam bahan uang m uka atas sewa (6.451.320.920)
Penam bahan liabilitas sewa 9.670.902.668
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 131.229.581.748
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 69.802.720.241
Kas dan Setara Kas Awal Periode -
Kas dan Setara Kas Akhir Periode 69.802.720.241
Halaman 32
Page 34
8.2.1.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan
akuntansi.
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 49.240.516.667 48.500.000.000 50.500.000.000 63.118.358.047 65.118.358.047
Piutang usaha 506.576.993.185 587.733.835.167 678.638.721.826 767.757.575.302 866.305.716.625
Piutang lain-lain 42.574.610.473 42.574.610.473 42.574.610.473 42.574.610.473 42.574.610.473
Persediaan - neto 1.081.766.241.751 1.262.975.472.558 1.557.026.938.917 1.880.893.855.582 2.241.075.032.001
Uang muka 109.675.132.202 109.675.132.202 109.675.132.202 109.675.132.202 109.675.132.202
Biaya dibayar di muka 3.054.125.821 3.054.125.821 3.054.125.821 3.054.125.821 3.054.125.821
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka 225.184.596.648 225.184.596.648 225.184.596.648 225.184.596.648 225.184.596.648
Jumlah Aset Lancar 2.018.072.216.746 2.279.697.772.868 2.666.654.125.886 3.092.258.254.074 3.552.987.571.817
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 163.291.689.839 196.192.992.385 220.730.492.422 219.949.262.527 211.728.898.084
Aset takberwujud - neto 7.361.739.915 6.562.664.609 5.763.589.303 5.124.513.997 4.650.438.691
Aset hak guna - neto 313.716.081.454 439.915.750.081 597.005.403.318 832.084.142.644 998.287.806.010
Aset pajak tangguhan - neto 16.476.504.668 16.476.504.668 16.476.504.668 16.476.504.668 16.476.504.668
T aksiran tagihan pajak penghasilan 2.443.878.280 2.443.878.280 2.443.878.280 2.443.878.280 2.443.878.280
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 187.538.831.375 192.538.831.375 197.864.009.630 209.324.598.088 189.683.608.687
Aset keuangan tidak lancar lainnya 54.742.415.810 54.742.415.810 54.742.415.810 54.742.415.810 54.742.415.810
Aset tidak lancar lainnya 418.378.495 418.378.495 418.378.495 418.378.495 418.378.495
Biaya dibayar di muka 18.067.676.183 18.067.676.183 18.067.676.183 18.067.676.183 18.067.676.183
Goodwill 33.867.000.000 33.867.000.000 33.867.000.000 33.867.000.000 33.867.000.000
Jumlah Aset T idak Lancar 797.924.196.019 961.226.091.886 1.147.379.348.109 1.392.498.370.692 1.530.366.604.908
JUMLAH ASET 2.815.996.412.765 3.240.923.864.754 3.814.033.473.996 4.484.756.624.766 5.083.354.176.725
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 182.843.285.640 301.871.830.463 497.704.719.241 711.783.565.852 779.425.668.919
Utang usaha 484.595.150.359 588.788.129.796 705.635.049.336 836.719.785.519 940.624.061.358
Utang lain-lain 95.289.594.975 95.289.594.975 95.289.594.975 95.289.594.975 95.289.594.975
Beban akrual 16.654.454.697 16.654.454.697 16.654.454.697 16.654.454.697 16.654.454.697
Uang muka penjualan 731.802.837 731.802.837 731.802.837 731.802.837 731.802.837
Utang pajak 92.114.931.895 92.114.931.895 92.114.931.895 92.114.931.895 92.114.931.895
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 6.121.618.934 6.121.618.934 6.121.618.934 6.121.618.934 6.121.618.934
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 37.803.908.665 37.803.908.665 37.803.908.665 37.803.908.665 37.803.908.665
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 916.154.748.002 1.139.376.272.262 1.452.056.080.580 1.797.219.663.375 1.968.766.042.280
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 237.804.518.500 237.804.518.500 237.804.518.500 237.804.518.500 237.804.518.500
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 18.959.472.166 18.959.472.166 18.959.472.166 18.959.472.166 18.959.472.166
Liabilitas pajak tangguhan 115.581.000 115.581.000 115.581.000 115.581.000 115.581.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 256.879.571.666 256.879.571.666 256.879.571.666 256.879.571.666 256.879.571.666
Jumlah Liabilitas 1.173.034.319.668 1.396.255.843.928 1.708.935.652.246 2.054.099.235.040 2.225.645.613.945
EKUITAS
Modal saham 518.750.000.000 518.750.000.000 518.750.000.000 518.750.000.000 518.750.000.000
T ambahan modal disetor 265.220.544.638 265.220.544.638 265.220.544.638 265.220.544.638 265.220.544.638
Saldo laba 857.559.432.397 1.059.265.360.126 1.319.695.161.051 1.645.254.729.026 2.072.305.902.080
Penghasilan komprehensif lain 643.434.980 643.434.980 643.434.980 643.434.980 643.434.980
T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.642.173.412.015 1.843.879.339.744 2.104.309.140.669 2.429.868.708.644 2.856.919.881.698
Kepentingan nonpengendali 788.681.081 788.681.081 788.681.081 788.681.081 788.681.081
Jumlah Ekuitas 1.642.962.093.097 1.844.668.020.826 2.105.097.821.750 2.430.657.389.726 2.857.708.562.780
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.815.996.412.765 3.240.923.864.754 3.814.033.473.996 4.484.756.624.766 5.083.354.176.725
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Halaman 33
Page 35
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 49.240.516.667 48.500.000.000 50.500.000.000 63.118.358.047 65.118.358.047
Piutang usaha 506.576.993.185 587.733.835.167 678.638.721.826 767.757.575.302 866.305.716.625
Piutang lain-lain 92.603.610.473 82.803.610.473 102.403.610.473 92.603.610.473 42.574.610.473
Persediaan - neto 1.081.766.241.751 1.262.975.472.558 1.557.026.938.917 1.880.893.855.582 2.241.075.032.001
Uang muka 109.675.132.202 109.675.132.202 109.675.132.202 109.675.132.202 109.675.132.202
Biaya dibayar di muka 3.054.125.821 3.054.125.821 3.054.125.821 3.054.125.821 3.054.125.821
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka 225.184.596.648 225.184.596.648 225.184.596.648 225.184.596.648 225.184.596.648
Jumlah Aset Lancar 2.068.101.216.746 2.319.926.772.868 2.726.483.125.886 3.142.287.254.074 3.552.987.571.817
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 163.291.689.839 196.192.992.385 220.730.492.422 219.949.262.527 211.728.898.084
Aset takberwujud - neto 7.361.739.915 6.562.664.609 5.763.589.303 5.124.513.997 4.650.438.691
Aset hak guna - neto 313.716.081.454 439.915.750.081 597.005.403.318 832.084.142.644 998.287.806.010
Aset pajak tangguhan - neto 16.476.504.668 16.476.504.668 16.476.504.668 16.476.504.668 16.476.504.668
T aksiran tagihan pajak penghasilan 2.443.878.280 2.443.878.280 2.443.878.280 2.443.878.280 2.443.878.280
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 187.538.831.375 192.538.831.375 197.864.009.630 209.324.598.088 189.683.608.687
Aset keuangan tidak lancar lainnya 54.742.415.810 54.742.415.810 54.742.415.810 54.742.415.810 54.742.415.810
Aset tidak lancar lainnya 418.378.495 418.378.495 418.378.495 418.378.495 418.378.495
Biaya dibayar di muka 18.067.676.183 18.067.676.183 18.067.676.183 18.067.676.183 18.067.676.183
Goodwill 33.867.000.000 33.867.000.000 33.867.000.000 33.867.000.000 33.867.000.000
Jumlah Aset T idak Lancar 797.924.196.019 961.226.091.886 1.147.379.348.109 1.392.498.370.692 1.530.366.604.908
JUMLAH ASET 2.866.025.412.765 3.281.152.864.754 3.873.862.473.996 4.534.785.624.766 5.083.354.176.725
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 231.600.285.640 339.677.649.415 555.931.876.479 760.613.317.112 771.758.406.702
Utang usaha 484.595.150.359 588.788.129.796 705.635.049.336 836.719.785.519 940.624.061.358
Utang lain-lain 95.289.594.975 95.289.594.975 95.289.594.975 95.289.594.975 95.289.594.975
Beban akrual 16.654.454.697 16.654.454.697 16.654.454.697 16.654.454.697 16.654.454.697
Uang muka penjualan 731.802.837 731.802.837 731.802.837 731.802.837 731.802.837
Utang pajak 92.114.931.895 92.114.931.895 92.114.931.895 92.114.931.895 92.114.931.895
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 6.121.618.934 6.121.618.934 6.121.618.934 6.121.618.934 6.121.618.934
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 37.803.908.665 37.803.908.665 37.803.908.665 37.803.908.665 37.803.908.665
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 964.911.748.002 1.177.182.091.215 1.510.283.237.818 1.846.049.414.635 1.961.098.780.062
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 237.804.518.500 237.804.518.500 237.804.518.500 237.804.518.500 237.804.518.500
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 18.959.472.166 18.959.472.166 18.959.472.166 18.959.472.166 18.959.472.166
Liabilitas pajak tangguhan 115.581.000 115.581.000 115.581.000 115.581.000 115.581.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 256.879.571.666 256.879.571.666 256.879.571.666 256.879.571.666 256.879.571.666
Jumlah Liabilitas 1.221.791.319.668 1.434.061.662.880 1.767.162.809.484 2.102.928.986.300 2.217.978.351.728
EKUITAS
Modal saham 518.750.000.000 518.750.000.000 518.750.000.000 518.750.000.000 518.750.000.000
T ambahan modal disetor 265.220.544.638 265.220.544.638 265.220.544.638 265.220.544.638 265.220.544.638
Saldo laba 858.831.432.397 1.061.688.541.174 1.321.297.003.813 1.646.453.977.766 2.079.973.164.298
Penghasilan komprehensif lain 643.434.980 643.434.980 643.434.980 643.434.980 643.434.980
T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.643.445.412.015 1.846.302.520.792 2.105.910.983.431 2.431.067.957.384 2.864.587.143.916
Kepentingan nonpengendali 788.681.081 788.681.081 788.681.081 788.681.081 788.681.081
Jumlah Ekuitas 1.644.234.093.097 1.847.091.201.873 2.106.699.664.512 2.431.856.638.466 2.865.375.824.997
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.866.025.412.765 3.281.152.864.754 3.873.862.473.996 4.534.785.624.766 5.083.354.176.725
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Halaman 34
Page 36
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
Penjualan Neto 5.112.116.820.672 6.573.231.438.367 7.959.035.930.739 9.466.534.609.373 11.132.146.265.380
Beban Pokok Penjualan (4.289.351.238.922) (5.385.223.301.557) (6.436.132.624.964) (7.551.741.710.520) (8.766.659.325.630)
Laba Bruto 822.765.581.750 1.188.008.136.810 1.522.903.305.774 1.914.792.898.853 2.365.486.939.750
Beban Usaha (609.949.083.784) (893.071.085.650) (1.135.619.903.923) (1.420.994.127.304) (1.727.233.404.527)
Laba Usaha 212.816.497.966 294.937.051.160 387.283.401.852 493.798.771.550 638.253.535.223
Pendapatan (Beban) Lainnya 11.270.959.058 (34.498.612.719) (51.229.377.622) (75.084.666.896) (92.320.946.727)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 224.087.457.024 260.438.438.441 336.054.024.230 418.714.104.654 545.932.588.496
Beban Pajak Penghasilan - Neto (45.726.985.451) (58.732.510.712) (75.624.223.305) (93.154.536.679) (118.881.415.442)
Laba Tahun Berjalan 178.360.471.573 201.705.927.729 260.429.800.924 325.559.567.975 427.051.173.054
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
Penjualan Neto 5.112.116.820.672 6.573.231.438.367 7.959.035.930.739 9.466.534.609.373 11.132.146.265.380
Beban Pokok Penjualan (4.289.351.238.922) (5.385.223.301.557) (6.436.132.624.964) (7.551.741.710.520) (8.766.659.325.630)
Laba Bruto 822.765.581.750 1.188.008.136.810 1.522.903.305.774 1.914.792.898.853 2.365.486.939.750
Beban Usaha (609.949.083.784) (893.071.085.650) (1.135.619.903.923) (1.420.994.127.304) (1.727.233.404.527)
Laba Usaha 212.816.497.966 294.937.051.160 387.283.401.852 493.798.771.550 638.253.535.223
Pendapatan (Beban) Lainnya 12.542.959.058 (33.080.534.593) (52.371.702.467) (74.591.640.917) (85.183.913.250)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 225.359.457.024 261.856.516.567 334.911.699.385 419.207.130.633 553.069.621.973
Beban Pajak Penghasilan (45.726.985.451) (58.999.407.790) (75.303.236.746) (94.050.156.679) (119.550.435.442)
Laba Tahun Berjalan 179.632.471.573 202.857.108.777 259.608.462.639 325.156.973.954 433.519.186.531
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 5.085.078.732.155 6.492.074.596.385 7.868.131.044.079 9.377.415.755.897 11.033.598.124.057
Pembayaran kas kepada pemasok (4.692.223.701.821) (5.464.802.287.908) (6.613.424.640.681) (7.748.987.313.402) (8.993.024.350.738)
Pembayaran kas kepada karyawan (81.454.205.000) - - - -
Pembayaran beban usaha (579.281.292.181) (698.018.334.227) (877.531.701.093) (1.080.590.578.756) (1.311.566.413.252)
Penerimaan pendapatan keuangan 3.600.347.872 6.134.971.218 6.134.971.218 6.134.971.218 6.134.971.218
Pembayaran biaya keuangan (21.621.039.137) (43.070.848.955) (62.602.058.198) (88.216.804.170) (108.726.804.018)
Pembayaran pajak penghasilan (49.311.984.322) (58.732.510.712) (75.624.223.305) (93.154.536.679) (118.881.415.442)
Pembayaran beban operasional lainnya (3.722.182.621) - - - -
Arus kas bersih dari aktivitas operasi (338.935.325.055) 233.585.585.800 245.083.392.020 372.601.494.107 507.534.111.825
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Perolehan aset tetap (85.605.445.982) (99.643.958.994) (107.186.311.580) (109.626.476.211) (118.547.119.012)
Penambahan modal pada entitas ventura bersama (141.997.834.885) - - - -
Perolehan aset hak guna (60.295.882.971) (253.710.688.295) (331.729.969.218) (464.435.506.461) (454.629.095.880)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (287.899.163.838) (353.354.647.290) (438.916.280.798) (574.061.982.672) (573.176.214.892)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan utang bank jangka pendek 182.843.285.640 119.028.544.823 195.832.888.778 214.078.846.612 67.642.103.066
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 182.843.285.640 119.028.544.823 195.832.888.778 214.078.846.612 67.642.103.066
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (443.991.203.253) (740.516.667) 2.000.000.000 12.618.358.047 2.000.000.000
Kas dan Setara Kas, Awal T ahun 493.231.719.919 49.240.516.667 48.500.000.000 50.500.000.000 63.118.358.047
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 49.240.516.667 48.500.000.000 50.500.000.000 63.118.358.047 65.118.358.047
Halaman 35
Page 37
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 5.085.078.732.155 6.492.074.596.385 7.868.131.044.079 9.377.415.755.897 11.033.598.124.057
Pembayaran kas kepada pemasok (4.692.223.701.821) (5.464.802.287.908) (6.613.424.640.681) (7.748.987.313.402) (8.993.024.350.738)
Pembayaran kas kepada karyawan (131.483.205.000) 9.800.000.000 (19.600.000.000) 9.800.000.000 50.029.000.000
Pembayaran beban usaha (579.281.292.181) (698.018.334.227) (877.531.701.093) (1.080.590.578.756) (1.311.566.413.252)
Penerimaan pendapatan keuangan 4.872.347.872 10.293.971.218 9.228.971.218 10.205.971.218 9.175.971.218
Pembayaran biaya keuangan (21.621.039.137) (45.811.770.830) (66.838.383.043) (91.794.778.192) (104.630.770.541)
Pembayaran pajak penghasilan (49.311.984.322) (58.999.407.790) (75.303.236.746) (94.050.156.679) (119.550.435.442)
Pembayaran beban operasional lainnya (3.722.182.621) - - - -
Arus kas bersih dari aktivitas operasi (387.692.325.055) 244.536.766.848 224.662.053.734 381.998.900.086 564.031.125.302
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Perolehan aset tetap (85.605.445.982) (99.643.958.994) (107.186.311.580) (109.626.476.211) (118.547.119.012)
Penambahan modal pada entitas ventura bersama (141.997.834.885) - - - -
Perolehan aset hak guna (60.295.882.971) (253.710.688.295) (331.729.969.218) (464.435.506.461) (454.629.095.880)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (287.899.163.838) (353.354.647.290) (438.916.280.798) (574.061.982.672) (573.176.214.892)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan utang bank jangka pendek 231.600.285.640 108.077.363.775 216.254.227.063 204.681.440.633 11.145.089.589
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 231.600.285.640 108.077.363.775 216.254.227.063 204.681.440.633 11.145.089.589
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (443.991.203.253) (740.516.667) 2.000.000.000 12.618.358.047 2.000.000.000
Kas dan Setara Kas, Awal T ahun 493.231.719.919 49.240.516.667 48.500.000.000 50.500.000.000 63.118.358.047
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 49.240.516.667 48.500.000.000 50.500.000.000 63.118.358.047 65.118.358.047
8.2.1.3 Analisis Rasio Keuangan
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2028 tanpa adanya
Rencana Transaksi:
Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
-2 -1 0 1 2 3 4 5
Operasi
Marjin laba bruto 14,32% 13,61% 13,70% 16,09% 18,07% 19,13% 20,23% 21,25%
Marjin laba usaha 9,60% 8,03% 6,75% 4,16% 4,49% 4,87% 5,22% 5,73%
Marjin laba tahun berjalan 8,51% 6,06% 5,65% 3,49% 3,07% 3,27% 3,44% 3,84%
Marjin EBITDA 9,79% 8,21% 7,09% 4,93% 5,51% 5,91% 6,39% 6,88%
Imbal hasil aset (ROA) 20,90% 13,31% 10,54% 6,33% 6,22% 6,83% 7,26% 8,40%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 25,57% 20,09% 14,38% 10,86% 10,93% 12,37% 13,39% 14,94%
Likuiditas
Rasio Lancar 5,45 2,76 3,40 2,20 2,00 1,84 1,72 1,80
Quick Ratio 2,39 0,92 1,83 0,65 0,60 0,53 0,49 0,49
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,18 0,34 0,27 0,42 0,43 0,45 0,46 0,44
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 0,22 0,51 0,36 0,71 0,76 0,81 0,85 0,78
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2028 dengan adanya
Rencana Transaksi:
Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
-2 -1 0 1 2 3 4 5
Operasi
Marjin laba bruto 14,32% 13,61% 13,70% 16,09% 18,07% 19,13% 20,23% 21,25%
Marjin laba usaha 9,60% 8,03% 6,75% 4,16% 4,49% 4,87% 5,22% 5,73%
Marjin laba tahun berjalan 8,51% 6,06% 5,65% 3,51% 3,09% 3,26% 3,43% 3,89%
Marjin EBITDA 9,79% 8,21% 7,09% 4,93% 5,51% 5,91% 6,39% 6,88%
Imbal hasil aset (ROA) 20,90% 13,31% 10,54% 6,27% 6,18% 6,70% 7,17% 8,53%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 25,57% 20,09% 14,38% 10,92% 10,98% 12,32% 13,37% 15,13%
Likuiditas
Rasio Lancar 5,45 2,76 3,40 2,14 1,97 1,81 1,70 1,81
Quick Ratio 2,39 0,92 1,83 0,67 0,61 0,55 0,50 0,50
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,18 0,34 0,27 0,43 0,44 0,46 0,46 0,44
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 0,22 0,51 0,36 0,74 0,78 0,84 0,86 0,77
Halaman 36
Page 38
Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
atas, proyeksi marjin laba tahun berjalan Perseroan pada periode 2024-2028 tanpa adanya
Rencana Transaksi akan berkisar antara 3,07%-3,84%, sedangkan dengan adanya
Rencana Transaksi akan berkisar antara 3,09%-3,89%. Proyeksi rasio lancar Perseroan
pada periode 2024-2028 tanpa adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,72-2,20,
sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,70-2,14. Proyeksi
rasio liabilitas terhadap aset Perseroan pada periode 2024-2028 tanpa adanya Rencana
Transaksi akan berkisar antara 0,42-0,46, sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi
akan berkisar antara 0,43-0,46.
8.2.1.4 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Berdasarkan analisis posisi proforma Perseroan atas keseluruhan Rencana Transaksi per
tanggal 31 Desember 2023 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, dimana terdapat
penyesuaian antara lain:
1. Peningkatan total aset sebesar Rp 48.757.000.000, yang terutama berasal dari
peningkatan piutang lain-lain sebesar Rp 50.029.000.000 serta penurunan pada kas
dan setara kas sebesar Rp 1.272.000.000.
2. Peningkatan total liabilitas sebesar Rp 48.757.000.000, yang terutama berasal dari
utang bank jangka pendek sebesar Rp 48.757.000.000.
8.2.1.5 Analisis Kemampuan MST untuk Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
dan/atau Penjaminan Sampai Saat Jatuh Tempo
Berdasarkan analisis terhadap arus kas yang tersedia MST (entitas induk) sebelum
Rencana Transaksi, jumlah kas dan setara kas MST (entitas induk) pada akhir tahun 2023
tersisa sejumlah Rp 69.084.015.554.
Berikut adalah proyeksi arus kas MST (entitas induk) dengan adanya Rencana Transaksi:
(dalam Rp)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 150.244.032.453 221.399.000.000 283.713.000.000 387.905.000.000 471.587.000.000
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha (198.923.352.290) (172.987.795.368) (196.853.188.230) (309.277.961.772) (345.318.324.438)
Pembayaran biaya keuangan (13.409.548) - - - -
Pembayaran pajak penghasilan - - (1.343.000.000) (1.745.000.000) (3.329.000.000)
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi (48.692.729.385) 48.411.204.632 85.516.811.770 76.882.038.228 122.939.675.562
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Perolehan aset tetap (71.695.479.491) - (42.000.000.000) (31.500.000.000) (35.800.000.000)
Perolehan aset hak guna (6.203.028.423) - (13.200.665.423) (11.809.772.027) (13.833.601.487)
Penempatan uang jaminan (13.122.909.814) (1.071.000.000) (5.418.000.000) (3.780.000.000) (1.260.000.000)
Arus kas bersih untuk akivitas investasi (91.021.417.727) (1.071.000.000) (60.618.665.423) (47.089.772.027) (50.893.601.487)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pinjaman pemegang saham - (50.000.000.000) - (20.000.000.000) (102.100.000.000)
Pembayaran bunga pinjaman pemegang saham (2.891.000.000) (8.489.000.000) (6.315.000.000) (8.308.000.000) (6.206.000.000)
Penerimaan setoran modal - - - - 50.000.000.000
Penerimaan pinjaman pemegang saham 102.100.000.000 30.000.000.000 40.000.000.000 - -
Pembayaran liabilitas sewa (8.198.003.384) (12.961.179.090) (18.724.061.589) (27.985.169.603) (27.504.335.796)
Pembayaran bunga liabilitas sewa (3.028.997.866) (3.584.295.073) (3.923.956.842) (4.818.504.554) (4.750.559.884)
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan 87.981.998.750 (45.034.474.163) 11.036.981.570 (61.111.674.157) (90.560.895.681)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (51.732.148.363) 2.305.730.470 35.935.127.917 (31.319.407.955) (18.514.821.606)
Kas dan Setara Kas, Awal Tahun 69.084.015.554 17.351.867.191 19.657.597.661 55.592.725.578 24.273.317.623
Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun 17.351.867.191 19.657.597.661 55.592.725.578 24.273.317.623 5.758.496.017
Halaman 37
Page 39
Selama periode proyeksi, kas bersih yang diperoleh MST telah cukup untuk melunasi
seluruh porsi pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi.
8.2.1.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi pemberian pinjaman
secara bertahap oleh Perseroan kepada MST dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 85.000.000.000, maka dapat memberikan peningkatan laba bagi Perseroan. Dalam
perjanjian pinjam-meminjam dana, tidak terdapat persyaratan financial covenant tertentu.
8.2.2 Analisis Inkremental
8.2.2.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perusahaan
Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan
mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 20,51% atau mencapai
Rp 5.083.354.176.725 pada tahun 2028, dibandingkan dengan total aset Perseroan per
31 Desember 2023 yang sebesar Rp 1.999.801.504.403.
Dengan adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 32,95% atau mencapai Rp 2.217.978.351.728 pada tahun 2028, dibandingkan
dengan total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 533.962.296.059.
Tanpa adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 33,04% atau mencapai Rp 2.225.645.613.945 pada tahun 2028.
Dengan adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 14,35% atau mencapai Rp 2.865.375.824.997 pada tahun 2028, dibandingkan
dengan total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 1.465.839.208.344.
Tanpa adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 14,28% atau mencapai Rp 2.857.708.562.780 pada tahun 2028.
8.2.2.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Perkiraan biaya-biaya yang relevan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp 100.000.000 atau 0,12%.
8.2.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan, pemegang saham dan manajemen
Perseroan berupaya menyusun rencana strategis, antara lain:
Rencana ekspansi untuk meningkatkan kehadiran bisnisnya di seluruh Indonesia
dengan membuka lebih banyak gerai mono-brand, multi-brand, dan experience center;
Meningkatkan jaringan distribusi untuk melakukan penetrasi lebih jauh di pasar active
lifestyle products;
Memperluas penetrasi pasar untuk dengan layanan layanan omni-channel;
Meningkatkan lebih lanjut portofolio produk Perseroan yang komprehensif;
Melakukan investasi dan kemitraan yang strategis di wilayah yang dapat melengkapi
kegiatan usaha Perseroan.
Halaman 38
Page 40
8.2.2.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Rencana Transaksi
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
peraturan dan ketentuan yang berlaku. Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah
disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi ini dilakukan dengan membandingkan
besaran bunga atas pinjaman dengan besaran bunga yang berlaku di pasar. Apabila
besaran bunga adalah serupa atau lebih baik dari fasilitas sejenis lain di pasar, maka
Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar dan tidak merugikan Perseroan atau
pemegang sahamnya.
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan MST (entitas induk) terhadap Rencana Transaksi selama tahun
2024-2028 untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran
pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan
antara posisi proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum
dilaksanakannya Rencana Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana
Transaksi. Rencana Transaksi dianggap wajar apabila posisi proforma menunjukkan
nilai positif.
Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi
Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan obyektif
transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan obyektif transaksi secara
keseluruhan, Pendapat kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi disampaikan pada
bab 10. Kesimpulan.
Halaman 39
Page 41
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Sebagaimana tercantum dalam draft Perjanjian Pinjam Meminjam (“PPM”) antara
Perseroan dengan MST, Perseroan akan memberikan pinjaman kepada MST dengan
jumlah maksimum sebesar Rp 85.000.000.000,-, fasilitas pinjaman tersebut akan
dikenakan beban bunga sebesar 7,25% per tahun.
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
besaran bunga atas pinjaman tersebut dengan besaran bunga yang berlaku di pasar.
Secara garis besar, analisis kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut dilakukan
dengan membandingkan syarat-syarat termasuk besaran bunga pinjaman yang
digunakan dalam Rencana Transaksi dengan syarat-syarat dan besaran bunga
pinjaman yang berlaku di pasar saat ini.
Tingkat bunga pinjaman rata-rata untuk keperluan modal kerja dalam mata uang
Rupiah dan USD yang berlaku di pasar berdasarkan kelompok bank periode Januari
sampai Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Suku Bunga Pinjaman Rupiah yang diberikan Menurut Kelompok Bank untuk keperluan Modal Kerja (%) :
Kelompok Bank Jan. Feb. Mar. Apr. May June July Aug. Sep. Okt. Nov. Des. AVG
Bank Persero 8,51 8,73 8,83 8,85 8,86 8,88 8,97 8,99 8,96 8,95 8,94 8,93 8,87
Bank Swasta Nasional 9,27 9,31 9,32 9,25 9,23 9,21 9,18 9,14 9,09 9,12 9,08 9,01 9,18
Bank Asing dan Bank Campuran 6,71 6,85 6,90 6,89 6,92 6,90 6,93 7,06 7,06 7,08 6,94 6,92 6,93
Bank Umum 8,75 8,89 8,95 8,92 8,93 8,93 8,95 8,96 9,02 9,05 8,91 8,86 8,93
Rata-rata (AVG) 8,31 8,45 8,50 8,48 8,49 8,48 8,51 8,54 8,53 8,55 8,47 8,43 8,48
Suku Bunga Pinjaman US Dollar yang diberikan Menurut Kelompok Bank untuk keperluan Modal Kerja (%) :
Kelompok Bank Jan. Feb. Mar. Apr. May June July Aug. Sep. Okt. Nov. Des. AVG
Bank Persero 5,75 5,73 5,60 5,61 5,73 6,02 6,26 6,30 6,39 6,44 6,48 6,61 6,08
Bank Swasta Nasional 5,54 5,64 5,79 5,81 5,90 5,93 5,88 5,98 6,06 6,07 6,09 6,12 5,90
Bank Asing dan Bank Campuran 5,49 5,58 5,86 5,88 6,04 6,05 6,24 6,25 6,22 6,34 6,30 6,22 6,04
Bank Umum 5,60 5,65 5,71 5,73 5,84 5,98 6,09 6,15 6,21 6,27 6,28 6,33 5,99
Rata-rata (AVG) 5,60 5,65 5,74 5,76 5,88 6,00 6,12 6,17 6,22 6,28 6,29 6,32 6,00
Sumber : Bank Indonesia
Terlihat bahwa besaran suku bunga rata-rata pinjaman untuk keperluan modal kerja
berdasarkan kelompok bank adalah sebesar 8,48% per tahun untuk Rupiah dan
sebesar 6,00% per tahun untuk USD. Dengan demikian pinjaman yang diberikan oleh
Perseroan kepada MST yang membebankan kewajiban pembayaran bunga sebesar
7,25% per tahun atas pinjaman tersebut masih masuk dalam kisaran 6,00%-8,48% per
tahun sehingga wajar.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan MST (entitas induk) terhadap Rencana Transaksi selama tahun
2024-2028 untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran
pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi, dimana CFADS tersebut
telah memperhitungkan pemenuhan kewajiban pinjaman lainnya.
Halaman 40
Page 42
Berdasarkan analisis tersebut, MST memiliki CFADS yang cukup untuk memenuhi
kewajiban porsi pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana
Transaksi. Pada tahun 2024 diproyeksikan MST memiliki CFADS sebesar
Rp 20.242.867.191 serta porsi pembayaran bunga sebesar Rp 2.891.000.000
sehingga MST memiliki rasio CFADS sebesar 7,00x pada tahun tersebut. Rasio ini
menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban porsi pembayaran
bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi adalah lebih besar 7,00x dari jumlah
porsi pembayaran bunga. Apabila MST memiliki rasio CFADS dengan nilai lebih besar
dari 1x, maka MST dinyatakan layak dalam melunasi seluruh utangnya.
MST diproyeksikan memiliki CFADS sebesar 1,05x pada tahun 2028, yang
menandakan MST mampu untuk membayar pinjaman yang akan jatuh tempo pada
tahun tersebut beserta bunga sebesar Rp 108.306.000.000, hal ini dikarenakan MST
memiliki CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar Rp 114.064.496.017.
Selain itu, MST juga memiliki rasio CFADS yang lebih besar dari 1x pada setiap
tahunnya, maka MST dapat memenuhi kewajiban pembayaran bunga pinjaman.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Perseroan sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan per 31 Desember 2023:
(dalam Rp)
Audited Proforma
Keterangan Penyesuaian
2023 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 493.231.719.919 (1.272.000.000) 491.959.719.919
Piutang usaha 291.155.964.685 - 291.155.964.685
Piutang lain-lain 34.401.010.589 50.029.000.000 84.430.010.589
Persediaan - neto 612.124.224.691 - 612.124.224.691
Uang muka 54.401.656.927 - 54.401.656.927
Biaya dibayar di muka 889.536.472 - 889.536.472
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka 38.573.146.134 - 38.573.146.134
Jumlah Aset Lancar 1.524.777.259.417 48.757.000.000 1.573.534.259.417
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 54.158.613.456 - 54.158.613.456
Aset takberwujud - neto 38.921.749.996 - 38.921.749.996
Aset hak guna - neto 150.278.284.395 - 150.278.284.395
Aset pajak tangguhan - neto 14.837.906.327 - 14.837.906.327
T aksiran tagihan pajak penghasilan 29.683.828.000 - 29.683.828.000
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 172.538.831.376 - 172.538.831.376
Aset keuangan tidak lancar lainnya 14.424.096.298 - 14.424.096.298
Aset tidak lancar lainnya 180.935.138 - 180.935.138
Jumlah Aset T idak Lancar 475.024.244.986 - 475.024.244.986
JUMLAH ASET 1.999.801.504.403 48.757.000.000 2.048.558.504.403
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek - 48.757.000.000 48.757.000.000
Utang usaha 316.127.054.044 - 316.127.054.044
Utang lain-lain 81.096.187.492 - 81.096.187.492
Beban akrual 2.186.858.539 - 2.186.858.539
Uang muka penjualan 731.523.626 - 731.523.626
Utang pajak 9.728.981.321 - 9.728.981.321
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 871.298.959 - 871.298.959
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 37.116.296.555 - 37.116.296.555
Utang bank jangka panjang - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 447.858.200.536 48.757.000.000 496.615.200.536
Halaman 41
Page 43
Audited Proforma
Keterangan Penyesuaian
2023 2023
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 70.754.866.523 - 70.754.866.523
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 15.349.229.000 - 15.349.229.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 86.104.095.523 - 86.104.095.523
Jumlah Liabilitas 533.962.296.059 48.757.000.000 582.719.296.059
EKUITAS
Modal saham 518.750.000.000 - 518.750.000.000
T ambahan modal disetor 265.220.544.638 - 265.220.544.638
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali (463.195.497) - (463.195.497)
Saldo laba 679.198.960.825 - 679.198.960.825
Penghasilan komprehensif lain 2.344.217.300 - 2.344.217.300
T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1.465.050.527.266 - 1.465.050.527.266
Kepentingan nonpengendali 788.681.078 - 788.681.078
Jumlah Ekuitas 1.465.839.208.344 - 1.465.839.208.344
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.999.801.504.403 48.757.000.000 2.048.558.504.403
Analisis terhadap Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per
tanggal 31 Desember 2023, menunjukkan dengan dilakukannya Rencana Transaksi,
dimana terdapat penyesuaian antara lain:
1. Kas dan setara kas sebesar Rp 1.272.000.000 merupakan penyesuaian atas
pinjaman ke MST;
2. Piutang lain-lain sebesar Rp 50.029.000.000 merupakan penyesuaian atas
pinjaman ke MST;
3. Utang bank jangka pendek sebesar Rp 48.757.000.000 merupakan penyesuaian
atas pinjaman ke MST.
Berikut ini adalah ringkasan Proforma Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi per 31 Desember 2023:
(dalam Rp)
Audited Proforma
Keterangan Penyesuaian
2023 2023
Penjualan Neto 3.730.376.124.969 - 3.730.376.124.969
Beban Pokok Penjualan (3.219.208.418.504) - (3.219.208.418.504)
Laba Bruto 511.167.706.465 - 511.167.706.465
Beban Usaha (259.340.058.860) - (259.340.058.860)
Laba Usaha 251.827.647.605 - 251.827.647.605
Pendapatan (Beban) Lainnya 17.911.208.987 - 17.911.208.987
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 269.738.856.592 - 269.738.856.592
Beban Pajak Penghasilan - Neto (58.972.251.353) - (58.972.251.353)
Laba Tahun Berjalan 210.766.605.239 - 210.766.605.239
Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja
operasional Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan pos-pos pada laba rugi
Perseroan.
Halaman 42
Page 44
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2024-2028:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset 2.815.996.412.765 3.240.923.864.754 3.814.033.473.996 4.484.756.624.766 5.083.354.176.725
Liabilitas 1.173.034.319.668 1.396.255.843.928 1.708.935.652.246 2.054.099.235.040 2.225.645.613.945
Ekuitas 1.642.962.093.097 1.844.668.020.826 2.105.097.821.750 2.430.657.389.726 2.857.708.562.780
Penjualan Neto 5.112.116.820.672 6.573.231.438.367 7.959.035.930.739 9.466.534.609.373 11.132.146.265.380
Laba Usaha 212.816.497.966 294.937.051.160 387.283.401.852 493.798.771.550 638.253.535.223
Laba Tahun Berjalan 178.360.471.573 201.705.927.729 260.429.800.924 325.559.567.975 427.051.173.054
EBITDA 252.233.474.482 362.422.357.691 470.674.863.476 604.789.127.738 765.438.668.760
*) EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2024-2028:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset 2.866.025.412.765 3.281.152.864.754 3.873.862.473.996 4.534.785.624.766 5.083.354.176.725
Liabilitas 1.221.791.319.668 1.434.061.662.880 1.767.162.809.484 2.102.928.986.300 2.217.978.351.728
Ekuitas 1.644.234.093.097 1.847.091.201.873 2.106.699.664.512 2.431.856.638.466 2.865.375.824.997
Penjualan Neto 5.112.116.820.672 6.573.231.438.367 7.959.035.930.739 9.466.534.609.373 11.132.146.265.380
Laba Usaha 212.816.497.966 294.937.051.160 387.283.401.852 493.798.771.550 638.253.535.223
Laba Tahun Berjalan 179.632.471.573 202.857.108.777 259.608.462.639 325.156.973.954 433.519.186.531
EBITDA 252.233.474.482 362.422.357.691 470.674.863.476 604.789.127.738 765.438.668.760
Tanpa atau dengan adanya Rencana Transaksi, penjualan neto Perseroan
diproyeksikan akan mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR)
sebesar 24,44% atau mencapai Rp 11.132.146.265.380 pada tahun 2028,
dibandingkan dengan penjualan neto Perseroan per 31 Desember 2023.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan diproyeksikan
akan mengalami CAGR sebesar 15,17% atau mencapai Rp 427.051.173.054 pada
tahun 2028, dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan per 31 Desember
2023. Dengan adanya Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan
diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 15,52% atau mencapai
Rp 433.519.186.531 pada tahun 2028, dibandingkan dengan laba tahun berjalan
Perseroan per 31 Desember 2023.
Halaman 43
Page 45
Tanpa atau dengan adanya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan
akan mengalami CAGR sebesar 23,67% atau mencapai Rp 765.438.668.760 pada
tahun 2028, dibandingkan dengan EBITDA Perseroan per 31 Desember 2023.
Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
prospek yang baik.
Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana
Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan
memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.
10. Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi,
analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila
tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi pencapaian
target nilai transaksi, kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
dan peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, yang harus dipandang sebagai satu
kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan
isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.
Halaman 44
Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Web site
p.2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.2 ×7
unresolved
person
Myra Yuwono
· Notaris
p.4 ×3
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
· Notaris
p.4 ×8
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.4 ×2
unresolved
person
Fandi Aryana
· Notaris
p.4 ×7
unresolved
org
Era Swasembada Tbk
p.5 ×2
unresolved
org
MST Golf Group Berhad
p.5
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)
p.5
unresolved
—
Ng Lian Chun
p.5
unresolved
—
Ng Yap Sio
p.5
unresolved
—
Yong Wai Chien
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×2
unresolved
org
Purwantono
p.8 ×2
unresolved
org
Gani Sigiro
p.8 ×2
unresolved
org
PT Mitra Internasional Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Sinar Era Aktif
p.11
unresolved
org
PT Era Gaya
p.11
unresolved
org
PT Master Selam Nusantara
p.11
unresolved
org
PT MST Golf Distribution
p.12
unresolved
org
Pusat Statistik
p.14
unresolved
org
International Data Corporation
p.16
unresolved
org
Bank Campuran
p.41 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
15582 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}