Skip to content
Back to announcement

20240701_ERAL_Informasi Transaksi Afiliasi_31677869_lamp6.pdf

Asset transaction Needs review ERAL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 45

Page 1
Licence No. 2.12.0110




                                     LAPORAN
                        No. 00089/2.0110-00/BS/05/0113/1/VI/2024
                                 PENDAPAT KEWAJARAN
                               ATAS RENCANA TRANSAKSI

                             PT Sinar Eka Selaras Tbk
Page 2
1.    Identitas Pemberi Tugas
      Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
          Nama               : PT Sinar Eka Selaras Tbk
          Bidang usaha       : Perdagangan besar dan aktivitas
          Alamat             : Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan,
                                Tambora, Jakarta Barat 11240
          Telepon            : +62 21 690 5788
          Faksimili          : +62 21 690 5789
          Web site           : https://ses.id/

2.    Pendahuluan

2.1   Maksud dan Tujuan

      Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana pemberian
      pinjaman secara bertahap kepada entitas anak dengan kepemilikan 49% yaitu MST.

      Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
      ketentuan yang diatur dalam dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42/2020”)
      tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” yang keduanya
      diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 2 Juli
      2020.

      Dalam POJK 42/2020 tersebut, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi afiliasi
      adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
      perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
      direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
      setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
      perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
      anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.

      Rencana Transaksi tersebut bertujuan untuk pengembangan aset dan portofolio Perseroan
      dan meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang yang pada akhirnya akan
      memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham termasuk pemegang saham publik,
      dengan demikian sesuai analisis pihak Perseroan, dinyatakan bahwa Rencana Transaksi
      ini tidak mengandung benturan kepentingan.

      Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
      Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar dan tidak merugikan bagi
      Perseroan maupun pemegang saham Perseroan, sebagaimana diatur dalam POJK
      42/2020. Selanjutnya dalam analisa terhadap Rencana Transaksi tersebut, kami
      mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi Perseroan dan
      Pemegang Saham, termasuk risiko keuangan.

2.2   Asumsi dan Kondisi Pembatas

      1.   Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.



                                                                                       Halaman 1
Page 3
     2.   Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
          proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
     3.   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
          keakuratannya.
     4.   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
          kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
          pencapaiannya (fiduciary duty).
     5.   Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
          keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
     6.   Kami menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali
          terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
          perusahaan.
     7.   Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan dari
          penilaian yang dilakukan.
     8.   Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.

3.   Pendekatan dan Metode Penilaian

     Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
     pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
         Analisis Transaksi
          Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat
          transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
          analisis manfaat dan risiko dari rencana transaksi, analisis pengaruh transaksi
          terhadap keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
         Analisis Kualitatif
          Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
          dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, alasan dan latar belakang
          rencana transaksi, analisis kualitatif atas keuntungan dan kerugian rencana transaksi,
          analisis dampak leverage pada keuangan dan analisis dampak likuiditas pada
          keuangan.
         Analisis Kuantitatif
          Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi
          keuangan, analisis rasio keuangan, analisis laporan keuangan sebelum rencana
          transaksi dan proforma laporan keuangan setelah rencana transaksi dilakukan,
          analisis kemampuan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
          penjaminan sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
          covenant atas rencana transaksi, kontribusi nilai tambah bagi perusahaan, perkiraan
          biaya atau pendapatan yang relevan, informasi non keuangan yang relevan dan
          prosedur pengambilan keputusan atas rencana transaksi.




                                                                                       Halaman 2
Page 4
         Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
          Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
          kelayakan pelunasan utang, analisis posisi proforma keseluruhan rencana transaksi
          serta analisis inkremental dan profitabilitas.

4.    Analisis Transaksi
4.1   Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi

      Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:

          PT Sinar Eka Selaras Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang didirikan
           berdasarkan Akta No. 12 tanggal 13 Maret 2009 yang dibuat dihadapan Myra
           Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh pengesahan
           dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-13889.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 17 April 2009. Anggaran
           Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
           Akta No. 37 tanggal 10 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati, S.H.,
           M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran
           Umum Saham Perdana, pemecahan nilai nominal Perseroan, status Perseroan
           menjadi perusahaan publik, perubahan maksud dan tujuan Perseroan, serta
           perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Akta perubahan ini
           dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-
           0038248 tanggal 10 Maret 2023. Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan
           tujuan Perseroan adalah berusaha di bidang perdagangan besar dan aktivitas.
           Perseroan berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan,
           Tambora, Jakarta Barat 11240. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada
           tahun 2011.

          PT MST Golf Indonesia (“MST”), merupakan perseroan terbatas yang didirikan
           berdasarkan Akta No. 1 tanggal 7 September 2023 yang dibuat dihadapan Fandi
           Aryana, S.H., M.Kn., Notaris di Banten. Akta pendirian ini telah memperoleh
           pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
           Surat Keputusan No. AHU-0067107.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 7 September
           2023. Anggaran Dasar MST telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           berdasarkan Akta No. 5 tanggal 22 Desember 2023, yang dibuat dihadapan Fandi
           Aryana, S.H., M.Kn., Notaris di Banten, mengenai peningkatan modal dasar,
           ditempatkan dan disetor. Akta perubahan ini telah memperoleh pengesahan dari
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-0081026.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 22 Desember 2023. Berdasarkan
           pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan MST adalah berusaha di bidang
           perdagangan eceran bebagai macam barang di toko; perdagangan eceran khusus
           barang budaya dan rekreasi di toko khusus; perdagangan eceran khusus barang
           lainnya di toko; perdagangan eceran bukan di toko, kaki lima dan los pasar; aktivitas
           pengolahan data, hosting dan kegiatan YBDI, portal web; reparasi barang keperluan
           pribadi dan perlengkapan rumah tangga; aktivitas olahraga; dan penyediaan
           minuman. MST berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20,


                                                                                      Halaman 3
Page 5
           Pekojan, Tambora, Jakarta Barat 11240. MST mulai beroperasi secara komersial
           pada Desember 2023.

      Hubungan pihak-pihak yang melakukan Transaksi:

                              PT Era
                          Swasembada Tbk         Djohan Sutanto           Masyarakat

                                     80,00%              0,01%                    19,99%


                                                                                MST Golf Group
                                                   Perseroan
                                                                                   Berhad
          Pinjaman secara bertahap
             maksimum sebesar                            49%
              Rp 85.000.000.000                                       entitas              51%
                                                                     asosiasi

                                                     MST



      Dari Segi Kepemilikan Saham
                          Pemegang Saham                          Perseroan                MST
      PT Erajaya Swasembada Tbk                                        80,00%                       -
      Djohan Sutanto                                                    0,01%                       -
      MST Golf Group Berhad                                                  -                   51%
      PT Sinar Eka Selaras Tbk ("Perseroan")                                 -                   49%
      Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                           19,99%                       -
                                     Total                            100,00%                    100%


      Dari Segi Kepengurusan

                      Nama                         Perseroan                        MST
      Budiarto Halim                            Komisaris Utama                    -
      Charles Gunawan                         Komisaris Independen                 -
      Hasan Aula                                    Komisaris                      -
      Djohan Sutanto                             Direktur Utama           Presiden Komisaris
      Andre Tanudjaja                                Direktur                      -
      Suryawati                                      Direktur                  Direktur
      Ng Lian Chun                                       -                    Komisaris
      Ng Yap Sio                                         -                 Presiden Direktur
      Yong Wai Chien                                     -                     Direktur


      Perseroan merupakan pemegang saham MST sebesar 49%. Djohan Sutanto menjabat
      sebagai Direktur Utama di Perseroan dan Presiden Komisaris di MST. Suryawati menjabat
      sebagai Direktur di Perseroan dan di MST.

4.2   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi

      Obyek Transaksi

      Dalam hal ini obyek Transaksi adalah sebagai berikut:
      Rencana pemberian pinjaman secara bertahap oleh Perseroan kepada MST dengan jumlah
      maksimum sebesar Rp 85.000.000.000.


                                                                                                        Halaman 4
Page 6
Berikut adalah ringkasan penyelesaian transaksi dan persyaratan sesuai dengan draft
Perjanjian Pinjam Meminjam (“PPM”) antara Perseroan dengan MST:
 MST berkeinginan untuk mengajukan pinjaman kepada Perseroan dalam rangka
  menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari;
 Perseroan dengan ini setuju untuk memberikan pinjaman kepada MST;
 PPM berlaku sejak tanggal penandatanganan sampai dengan 31 Desember 2028 dan
  dapat diperpanjang dengan kesepakatan tertulis para pihak. Pengakhiran PPM tidak
  akan dianggap sebagai pengesampingan hak dan kewajiban yang timbul sebelum
  tanggal berakhirnya PPM;
 Pinjaman yang diberikan kepada MST dengan jumlah maksimum sebesar
  Rp 85.000.000.000, pinjaman akan diberikan berdasarkan kebutuhan dengan estimasi
  sebagai berikut:
    • Rp 50.000.000.000 di tahun 2024;
    • Rp 15.000.000.000 di tahun 2025;
    • Rp 20.000.000.000 di tahun 2026.
 Bunga pinjaman yang dibebankan kepada MST adalah sebesar suku bunga Bank
  Indonesia yang berlaku ditambah 1,00% per tahun. Untuk periode tahun pertama
  sebesar 7,25% per tahun dan akan direview oleh Perseroan setiap kuartal. Perseroan
  wajib mengirimkan pemberitahuan perubahan suku bunga minimal sebulan sebelum
  suku bunga baru berlaku;
 Bunga bulanan yang dikenakan harus diselesaikan pada bulan yang sama dengan
  yang terjadi, dengan batas awal penerbitan faktur;
 Perseroan wajib melakukan transfer atas pinjaman ke rekening bank MST yang akan
  diinformasikan secara terpisah dari PPM;
 MST wajib melunasi pinjaman beserta bunganya kepada Perseroan selambat-
  lambatnya 7 hari sebelum tanggal efektif berakhirnya PPM;
 MST wajib melunasi pinjaman beserta bunganya ke rekening bank Perseroan yang
  akan diberitahukan secara terpisah dalam PPM;
 Pajak dan retribusi yang dikenakan oleh Pemerintah, sehubungan dengan PPM akan
  menjadi tanggung jawab masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan perpajakan
  di Indonesia;
 PPM akan diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Indonesia;
 Para pihak harus melakukan upaya terbaiknya untuk bekerja sama dan bernegosiasi
  dengan itikad baik untuk menyelesaikan setiap dan seluruh perselisihan yang
  mungkin timbul sehubungan dengan PPM;
 Segala perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan atau sehubungan dengan PPM,
  termasuk pertanyaan mengenai keberadaan, keabsahan atau pengakhirannya, harus
  diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat.

Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan yang dirangkum di atas, bahwa
tidak terdapat hal-hal material yang dapat mempengaruhi Rencana Transaksi.



                                                                             Halaman 5
Page 7
4.3   Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

      Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:

       Meningkatkan Laba Perseroan
         Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, dapat meningkatkan laba di masa yang
         akan datang. Bertambahnya kontribusi pendapatan bunga Perseroan maka akan
         menambahkan sekaligus memperkuat portfolio usaha Perseroan.

      Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
       Risiko implikasi perpajakan
         Dalam melaksanakan Rencana Transaksi, Perseroan telah mempertimbangkan
         kemungkinan adanya implikasi pajak yang timbul dari Rencana Transaksi berdasarkan
         peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku di Indonesia. Apabila dalam
         menjalankan Rencana Transaksi timbul implikasi perpajakan, maka Perseroan akan
         menyelesaikan kewajiban perpajakannya dengan baik.

4.4   Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan
      Berdasarkan analisis Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal
      31 Desember 2023 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
      mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan total aset dan total liabilitas sebesar
      Rp 48.757.000.000.

4.5   Analisis Likuiditas

      Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
      jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
      kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.

      Berdasarkan likuiditas Perseroan tahun 2021 – 2023, rasio lancar berkisar antara 2,76 –
      5,45 sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 0,92 – 2,39. Rasio lancar
      Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar antara 1,72 – 2,20 selama periode
      proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,70 – 2,14 selama
      periode proyeksi.

      Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang
      cukup dikarenakan aset lancar yang dimiliki cukup besar dibandingkan dengan liabilitas
      jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek dan akan semakin meningkat
      selama periode proyeksi.

5.    Pernyataan Penilai
      Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
      bahwa:




                                                                                        Halaman 6
Page 8
         Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan
          dan analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
         Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
         Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
          tanggal penilaian (cut off date);
         Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
         Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
          perundang-undangan yang berlaku;
         Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
          sebagai kesimpulan nilai;
         Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
         Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
         Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
          yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.

6.   Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)

     Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
     mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
     berikut:
     1.    Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2021 – 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono,
           Sungkoro & Surja; seluruhnya dengan pendapat opini tanpa modifikasian;
     2.    Laporan keuangan MST dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           7 September - 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Gani Sigiro &
           Handayani; dengan pendapat opini tanpa modifikasian;
     3.    Laporan Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023;
     4.    Draft Perjanjian Pinjam Meminjam antara Perseroan dengan MST;
     5.    Proyeksi keuangan Perseroan dan MST;
     6.    Data mengenai kegiatan dan legalitas Perseroan dan MST.

     Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
     Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan
     dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
     diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga
     bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui
     fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi
     tidak lengkap atau menyesatkan.
     Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
     Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
     hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
     jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas


                                                                                     Halaman 7
Page 9
     transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
     Perseroan.
     Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
     dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
     pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
     tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
     kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
     itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk
     transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.

     Prosedur Yang Digunakan
     Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
     representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
     terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
     tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
     membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
     Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
     diperoleh dari data riset dari publik domain.
     Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
     telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
     informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
     melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
     seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
     dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
     Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
     dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
     benar setelah tanggal Laporan ini.
     Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
     Rencana Transaksi, Laporan Keuangan, Proforma Laporan Keuangan Perseroan sesudah
     Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya baik
     secara individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.

7.   Asumsi-Asumsi Pokok
     Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
     umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
     Kewajaran ini diterbitkan.
     Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
     lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
     yang terlibat dalam Rencana Transaksi, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jangka
     waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi
     yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
     Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
     dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
     berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
     Pendapat Kewajaran ini.


                                                                                    Halaman 8
Page 10
8.      Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1     Analisis Kualitatif
8.1.1   Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
        Perseroan

        Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 13 Maret 2009 yang dibuat
        dihadapan Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh
        pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
        Keputusan No. AHU-13889.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 17 April 2009.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
        berdasarkan Akta No. 37 tanggal 10 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati,
        S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran
        Umum Saham Perdana, pemecahan nilai nominal Perseroan, status Perseroan menjadi
        perusahaan publik, perubahan maksud dan tujuan Perseroan, serta perubahan susunan
        Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Akta perubahan ini dicatat di dalam database
        Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0038248 tanggal 10 Maret 2023.

        Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha di
        bidang perdagangan besar dan aktivitas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
        Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
         Kegiatan usaha utama : perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer
          (46511), perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga (46491),
          perdagangan besar alat permainan dan mainan anak-anak (46495), perdagangan besar
          alat olahraga (46492), perdagangan besar pakaian (46412), perdagangan besar alas
          kaki (46413), serta perdagangan besar alat fotografi dan barang optik (46430);
         Kegiatan usaha penunjang : perdagangan besar peralatan telekomunikasi (46523);
          perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya YTDL
          (46499); perdagangan besar tekstil, pakaian dan alas kaki lainnya (46419); dan wisata
          selam (93242).

        Perseroan berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan,
        Tambora, Jakarta Barat 11240. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
        2011.

        Pada tanggal 7 September 2023, Perseroan bersama dengan MST Golf Group Berhad
        (pihak ketiga) mendirikan MST yang didirikan di Indonesia, dimana Perseroan memiliki
        49% kepemilikan di MST.

        Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 1.660.000.000.000, yang terdiri dari
        16.600.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Modal ditempatkan dan
        disetor sebesar Rp 518.750.000.000 atau sebanyak 5.187.500.000 saham, dengan
        komposisi pemegang saham sebagai berikut:




                                                                                     Halaman 9
Page 11
                                                                          Jumlah
                 Keterangan                         Jumlah Saham                                  %
                                                                            (Rp)
 Modal Dasar                                         16.600.000.000   1.660.000.000.000
 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
  PT Erajaya Swasembada Tbk                           4.149.990.000     414.999.000.000          80,00
  Djohan Sutanto                                            350.000          35.000.000           0,01
  Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)              1.037.160.000     103.716.000.000          19,99
    Jumlah                                            5.187.500.000     518.750.000.000         100,00
 Saham dalam Portepel                                11.412.500.000   1.141.250.000.000

Berdasarkan Akta No. 37 tanggal 10 Maret 2023, yang dibuat dihadapan Dr. Sugih Haryati,
S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama      : Budiarto Halim
Komisaris Independen : Charles Gunawan
Komisaris            : Hasan Aula

Direksi
Direktur Utama                : Djohan Sutanto
Direktur                      : Andre Tanudjaja
Direktur                      : Suryawati

Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per 31 Desember 2023 berdasarkan
persentase kepemilikan:

                                                  Persentase
 No.             Anak Perusahaan                                             Bidang Usaha
                                                  Kepemilikan
                                                                  Perdagangan telepon selular, aksesoris,
  1.   PT Mitra Internasional Indonesia (“MII”)     99,99%
                                                                 komputer dan perangkat elektronik lainnya
  2.   PT Era Aktif Indonesia (“EAI”)               99,97%      Perdagangan eceran perlengkapan olahraga
  3.   PT Sinar Era Aktif (“SEA”)                   99,96%       Perdagangan eceran perlengkapan selam
  4.   PT Era Gaya indonesia (“EGI”)                99,99%            Perdagangan eceran pakaian
  5.   PT Era Gaya Distribusi (“EGD”)               99,99%             Perdagangan besar pakaian
  6.   PT Master Selam Nusantara (“MSL”)            99,99%                  Belum beroperasi

MST

MST didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 7 September 2023 yang dibuat dihadapan
Fandi Aryana, S.H., M.Kn., Notaris di Banten. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0067107.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 7 September 2023.

Anggaran Dasar MST telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 5 tanggal 22 Desember 2023, yang dibuat dihadapan Fandi Aryana, S.H., M.Kn.,
Notaris di Banten, mengenai peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor. Akta
perubahan ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0081026.AH.01.02.TAHUN 2023
tanggal 22 Desember 2023.

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan MST adalah berusaha di bidang
perdagangan eceran bebagai macam barang di toko; perdagangan eceran khusus barang


                                                                                                Halaman 10
Page 12
budaya dan rekreasi di toko khusus; perdagangan eceran khusus barang lainnya di toko;
perdagangan eceran bukan di toko, kaki lima dan los pasar; aktivitas pengolahan data,
hosting dan kegiatan YBDI, portal web; reparasi barang keperluan pribadi dan
perlengkapan rumah tangga; aktivitas olahraga; dan penyediaan minuman. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, MST dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
berikut:
 Perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya bukan makanan,
  minuman atau tembakau di toserba (department store) (47191);
 Perdagangan eceran khusus peralatan olahraga di toko (47630);
 Perdagangan eceran pakaian (47711);
 Perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya (47919);
 Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial (63122);
 Reparasi barang rumah tangga dan pribadi lainnya (95299);
 Pengelolaan fasilitas olahraga lainnya (93119);
 Rumah minum/kafe (56303).

MST berdomisili di Erajaya Plaza, Jl. Bandengan Selatan No. 19-20, Pekojan, Tambora,
Jakarta Barat 11240. MST mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2023.

Pada tanggal 11 September 2023, MST dan Perseroan mendirikan PT MST Golf
Distribution (MSD), dimana kepemilikan MST sebesar 99,90%. MSD bergerak dalam
bidang perdagangan besar dan mulai beroperasi secara komersial pada November 2023.

Modal dasar MST adalah sebesar Rp 200.000.000.000, yang terdiri dari 200.000 saham
dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham. Modal ditempatkan dan disetor sebesar
Rp 128.000.000.000 atau sebanyak 128.000 saham, dengan komposisi pemegang saham
sebagai berikut:
                                                              Jumlah
               Keterangan                   Jumlah Saham                       %
                                                                (Rp)
 Modal Dasar                                      200.000   200.000.000.000
 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
  MST Golf Group Berhad                            65.280    65.280.000.000       51
  PT Sinar Eka Selaras Tbk                         62.720    62.720.000.000       49
    Jumlah                                        128.000   128.000.000.000      100
 Saham dalam Portepel                              72.000    72.000.000.000

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MST per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris       : Djohan Sutanto
Komisaris                : Ng Lian Chun

Direksi
Presiden Direktur        : Ng Yap Sio
Direktur                 : Yong Wai Chien
Direktur                 : Suryawati




                                                                              Halaman 11
Page 13
8.1.2   Analisis Industri dan Bisnis

        Industri Ritel di Indonesia

        Sektor ritel Indonesia telah berkembang pesat di Asia, memberikan kontribusi lebih dari
        10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan populasi yang relatif besar yaitu
        lebih dari 270 juta jiwa, pertumbuhan kelas menengah dengan daya beli yang lebih tinggi
        dan generasi milenial dengan kebiasaan belanja yang lebih baik, membuat Indonesia
        mempunyai potensi yang signifikan untuk pasar ritel. Nilai penjualan pasar ritel di Indonesia
        telah mencapai lebih dari USD 100 miliar dalam beberapa tahun terakhir. Nilai ini
        diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar USD 243 miliar pada tahun 2026
        [sumber: https://www.statista.com/topics/8000/retail-trade-in-indonesia/, 30 April 2024].

        Pasar ritel Indonesia sangat terfragmentasi dengan pemain lokal mendominasi pasar.
        Pelaku pasar utama seperti PT Matahari Putra Prima Tbk, yang mengoperasikan tujuh
        merek jaringan ritel di seluruh negeri dan pemimpin di pasar toko serba ada yaitu Alfamart
        dan Indomaret, telah mengakomodasi segmen pasar massal terutama melalui saluran
        distribusi fisik. Terlepas dari keunggulan saluran ritel fisik, pasar online telah berhasil
        menembus pasar ritel di Indonesia selama dekade terakhir. Dengan jumlah pengguna e-
        commerce di Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 134 juta pada tahun 2029,
        saluran distribusi online mungkin akan memiliki pijakan yang kuat di pasar ritel Indonesia.
        Selain itu, pendapatan e-commerce ritel di Indonesia diperkirakan akan mencapai lebih
        dari USD 100 miliar pada tahun 2027.

        Perilaku konsumsi konsumen Indonesia bergerak ke arah positif dan Indeks Kepercayaan
        Konsumen (IKK) Indonesia telah kembali ke level sebelum Covid-19. Namun, inflasi yang
        melanda negara saat ini telah mendorong konsumen Indonesia untuk lebih berhati-hati
        dalam membelanjakan uangnya. Dampak inflasi yang paling besar terhadap konsumen
        adalah kenaikan harga kebutuhan pokok seperti bahan makanan. Karena kekhawatiran
        terhadap dampak ekonomi yang disebabkan oleh inflasi, banyak konsumen Indonesia yang
        berusaha mencari cara untuk mengurangi pengeluaran mereka. Menghindari atau
        mengurangi aktivitas waktu luang, serta membeli bahan makanan yang lebih murah adalah
        beberapa tindakan yang paling populer dilakukan konsumen di Indonesia untuk mengatasi
        inflasi.

        Sektor ritel diprediksi berpeluang tumbuh hingga semester I/2024. Hal ini didukung oleh
        berbagai faktor, seperti momentum pemilihan umum (pemilu) dan juga sejalan dengan
        gaya hidup generasi muda. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa
        prospek emiten ritel pada tahun ini masih akan tumbuh positif, terutama pada ritel yang
        memiliki pangsa konsumen menengah ke atas. Momentum pemilu, mobilitas dan kondisi
        ekonomi yang stabil menjadi faktor pendorong kinerja emiten ritel. Namun, pada semester
        II/2024 akan ada perlambatan karena kenaikan upah yang terbatas juga menjadi hambatan
        bagi daya beli masyarakat [sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/sektor-ritel-
        diprediksi-akan-tumbuh-positif-hingga-semester-i-2024, 10 Januari 2024].

        Analis Mirae Asset Sekuritas megungkapkan bahwa sektor ritel beroperasi dalam lanskap
        pasar yang terfragmentasi, mencakup konglomerat ritel terkemuka, pedagang skala kecil
        lokal, merek global yang menawarkan beragam format mulai dari pasar tradisional hingga
        modern.


                                                                                          Halaman 12
Page 14
Beragam format ritel tersebut, memainkan peranan penting dalam mendorong
pertumbuhan berkelanjutan di sektor ini. Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah jumlah
penduduk Indonesia yang semakin berkembang, seperti pertumbuhan kelas menengah
dan pergeseran pola konsumsi modern.

Selain itu, transformasi digital dan e-commerce juga menjadi salah satu faktor pendukung
sektor ritel. Revolusi digital telah memfasilitasi pertumbuhan e-commerce dan telah
memberikan dampak yang besar terhadap sektor ritel Indonesia.

Masyarakat ekonomi menengah atas masih menjadi penopang utama konsumsi produk
ritel meskipun kontribusinya melambat di tengah ketidakpastian ekonomi. Sekitar 80%
pertumbuhan konsumsi di dalam negeri mayoritas dikontribusi oleh 40% total penduduk
Indonesia berkategori ekonomi menengah dan 20% masyarakat ekonomi teratas.
Kontribusi setiap kategori pada konsumsi adalah 35% dan 45% [sumber:
https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/02/23/inovasi-peritel-gairahkan-belanja-kaum-
menengah, 23 Februari 2024].

Sektor ritel sekarang sudah tumbuh hampir sama sebelum masa pandemi Covid-19 karena
sejak pandemi dinyatakan selesai, permintaan kembali. Ini terlihat dari pertumbuhan
konsumsi sudah 55% dari PDB dan investasi sudah 30%.

Namun, kemampuan belanja masyarakat kalangan menengah dan teratas terus menurun
pada tahun 2023. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, konsumsi rumah tangga
pada kuartal IV/2023 hanya tumbuh 4,47% secara tahunan, atau turun dari kuartal III/2023
yang tumbuh 5,06% secara tahunan dan kuartal IV/2022 yang tumbuh 4,5% secara
tahunan. Sepanjang tahun 2023, pertumbuhan konsumsi hanya 4,82%, lebih rendah dari
tahun 2022 sebesar 4,94% yang menjadi titik balik pemulihan ekonomi pascapandemi.




Mirae Asset Sekuritas mengungkapkan bahwa ritel di Indonesia memiliki potensi
pertumbuhan yang signifikan. Hal ini didukung oleh pertumbuhan penduduk perkotaan dan
pendapatan yang tahan terhadap tantangan. Penjualan ritel di mal atau pusat perbelanjaan
terus mengalami kebangkitan pascapandemi. Tren ini terindikasi dari peningkatan


                                                                                Halaman 13
Page 15
kunjungan dan pendapatan perusahaan ritel. Adapun pertumbuhan ritel di masa depan
akan didorong oleh model omnichannel, ekspansi toko dan integrasi generative artificial
intelligence (GenAI).

Tantangan sebenarnya bagi peritel adalah mempertahankan momentum yang lebih jauh.
Perlu pemahaman yang tajam tentang preferensi konsumen yang terus berubah dan
adaptasi terhadap lanskap pascapandemi. Berfokus pada pengalaman omnichannel,
personalisasi dan penawaran berbasis nilai akan sangat penting dalam mempertahankan
pelanggan dan menumbuhkan loyalitas jangka panjang.

Peritel juga diminta untuk menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar transaksi,
serta menumbuhkan interaksi dan kedekatan yang membuat pembeli mau kembali. Peritel
juga diharapkan bersiap dengan risiko investasi, misalnya aksi pemboikotan produk atau
toko, hilangnya kepercayaan merek dan kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan.
Risiko lain adalah keuntungan yang lebih rendah dari yang diharapkan setelah ekspansi
dan depresiasi Rupiah.

Industri Ponsel Pintar (Smartphone) di Indonesia

Pasar smartphone Indonesia pada tahun 2023 masih lesu. Menurut Counterpoint,
pengiriman ponsel di dalam negeri turun 6% sepanjang tahun 2023, dibandingkan periode
yang sama pada tahun 2022. Penurunan pengiriman ini masih lebih kecil dibandingkan
penurunan         10%       YoY        pada      semester       I/2023       [sumber:
https://tekno.kompas.com/read/2024/02/29/08000067/pasar-smartphone-indonesia-turun-
6-persen-pada-2023, 29 Februari 2024].

Penurunan pengiriman smartphone yang lebih besar bisa ditekan berkat kejelian vendor
ponsel di Indonesia yang memanfaatkan peluang pada momen hari raya (Idul Fitri dan
Natal) pada semester II/2023. Pada semester II/2023, terdapat peningkatan permintaan
terhadap smartphone karena promosi harga/program bundling, perluasan cakupan ritel
offline, serta peluncuran ponsel baru dengan spesifikasi yang lebih mumpuni untuk
menggantikan model lama.

Bila dirinci, pasar ponsel segmen kelas bawah (entry-level) dengan harga di bawah
USD 200 mencetak pertumbuhan paling besar, yakni 22%. Ponsel segmen kelas
menengah (mid-range) dengan rentang harga USD 200 - USD 600, tumbuh 13% pada
semester II/2023 yang dibantu oleh peluncuran seri Oppo Reno10, yang diperkenalkan
untuk menggantikan Reno8 T. Beberapa ponsel baru yang dirilis pada semester II/2023
meliputi Xiaomi 13T, Vivo V29, dan realme 11 Pro Plus.

Pasar ponsel premium dengan harga di atas USD 600 juga tumbuh 11%. Counterpoint
mencatat, peningkatan pengiriman ponsel premium ini sebagian karena peluncuran baru
Apple iPhone 15 series, seri Samsung Galaxy Z Flip5/Fold5 dan OPPO Reno10 Pro Plus.

Pada semester II/ 2023, pengiriman ponsel 5G terus meningkat di Indonesia, yaitu naik
10% YoY pada tahun 2023. Ponsel 5G yang paling banyak dikirimkan berasal dari segmen
entry-level dan mid-range.




                                                                            Halaman 14
Page 16
Berdasarkan laporan Counterpoint, Oppo merajai pasar smartphone di Indonesia pada
tahun 2023. Kemudian disusul oleh Samsung, Vivo, Xiaomi, Realme dan Infinix.

Dari 5 besar vendor yang ada dalam daftar, Vivo, Infinix dan Xiaomi tercatat mencetak
pertumbuhan pengiriman yang positif di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022. Pengiriman
Xiaomi sepanjang tahun 2023 naik 2%, Infinix naik 14% dan Vivo naik 16%. Sementara
lainnya mengalami penurunan pengiriman pada tahun 2023, seperti Realme (-18%), Oppo
(-11%) dan Samsung (-10%).




Firma riset pasar International Data Corporation (IDC) merilis laporan terbaru berisi 5 besar
vendor smartphone dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk periode kuartal
I/2024. Selama 3 bulan pertama tahun 2024, Oppo berhasil merajai pasar ponsel dalam
negeri dengan pangsa pasar terbesar. Disusul secara berurutan oleh Samsung, Transsion
(induk       Infinix,    Tecno,       iTel),      Vivo      dan       Xiaomi        [sumber:
https://tekno.kompas.com/read/2024/05/17/10000047/5-besar-vendor-smartphone-
indonesia-kuartal-i-2024-versi-idc-oppo-memimpin, 17 Mei 2024].

Menurut data IDC, volume pengiriman smartphone di Indonesia secara keseluruhan
mencapai 10 juta unit pada kuartal I/2024. Jika dihitung, Oppo berarti mengirimkan sekitar
1,99 juta unit ponsel sepanjang Januari-Maret 2024. Di bawah Oppo, ada Samsung yang
menempati posisi kedua dengan mengirimkan 1,73 juta unit ponsel Galaxy pada periode
tersebut. Vendor asal Korea Selatan ini menjadi satu-satunya vendor dalam daftar 5 besar,
dengan angka pertumbuhan tahunan yang turun, yakni -8,2%.

Selanjutnya, Transsion menempati peringkat ketiga dengan mengirimkan 1,61 juta unit
ponsel Infinix, Tecno, dan iTel dalam kuartal I/ 2024. IDC mencatat, Transsion mencetak
pertumbuhan tahunan yang melejit, yakni 279,4%. Jika melihat kembali laporan IDC pada
kuartal I/2023, nama Transsion tidak masuk dalam daftar 5 vendor teratas di Indonesia.
Sebabnya, Transsion baru berhasil merebut 5,4% pangsa pasar. Namun, Transsion
berhasil merangkak naik ke-3 besar vendor ponsel Indonesia dalam waktu kurang dari
setahun. Menurut laporan IDC pada kuartal IV/2023, Transsion juga menempati posisi 3
besar dengan volume pengiriman 1,5 juta unit ponsel.


                                                                                  Halaman 15
Page 17
Adapun Vivo dan Xiaomi secara berurutan melengkapi peringkat lima besar dengan
pangsa pasar yang beda tipis. Estimasi pengiriman ponsel Vivo mencapai 1,58 juta unit.
Sementara, Xiaomi tercatat dengan estimasi pengiriman sebanyak 1,54 juta unit.

Berikut merupakan daftar 5 besar vendor smartphone di Indonesia berdasarkan pangsa
pasar terbesar untuk kuartal I/2024:




Sebagai informasi, IDC biasanya menggunakan metode sell-in dalam menghitung pangsa
pasar ini. Sell-in adalah istilah untuk pengiriman atau penjualan ponsel dari produsen
(vendor) ke distributor, bukan ke konsumen akhir.

Seperti disebutkan di atas, volume pengiriman ponsel di Indonesia mencapai 10 juta unit
pada kuartal I/2024. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan positif 27,4% dari tahun
lalu (YoY) atau tumbuh 11,5% dari kuartal sebelumnya (QoQ).

Menurut IDC, pertumbuhan positif pasar ponsel dalam negeri didorong oleh momen
Ramadhan yang jatuh pada pertengahan Maret lalu. Seluruh segmen ponsel yang dijual di
Indonesia tumbuh sepanjang Januari - Maret 2024.

Menurut data IDC, segmen ponsel premium tumbuh signifikan sebesar 12,8% YoY.
Pertumbuhan ponsel premium ini dipimpin oleh Apple. Selanjutnya, ponsel mid-range
dilaporkan memiliki pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 73,4% YoY. Menurut IDC, hal ini
tercapai seiring dengan pertumbuhan tajam Apple, Samsung, Vivo dan Xiaomi di segmen
harga ini.

Segmen ponsel entry-level juga tumbuh sebesar 17,8%, dipimpin oleh Transsion yang
menjual HP Infinix, Tecno dan iTel. Ponsel 5G juga semakin diminati oleh konsumen
Indonesia. Pasalnya, pangsa ponsel 5G di Indonesia tercatat meningkat signifikan, dari
17,6% pada kuartal I/2023 menjadi 28,2% pada kuartal I/2024.

Menurut IDC, pertumbuhan tajam ponsel 5G di dalam negeri ini didorong oleh peluncuran
model-model baru dari berbagai vendor. Pertumbuhan 5G pada kuartal I/2024, sebagian
besar didorong oleh OPPO, Vivo dan Xiaomi. Sementara Samsung terus memimpin pasar
5G dengan penawaran 5G mereka yang ekspansif. Ponsel 5G di Indonesia juga semakin


                                                                             Halaman 16
Page 18
murah dibandingkan sebelum-sebelumnya. IDC melaporkan bahwa harga jual rata-rata
ponsel 5G di Indonesia turun 21,3% YoY atau turun 23,4% QoQ, menjadi sekitar USD 469
pada kuartal I/2024.

Perkembangan Internet di Indonesia

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, semakin
mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam penggunaan teknologi digital. Data terbaru
yang diterbitkan oleh Datareportal.com pada laporan “Digital 2024 Indonesia” menunjukkan
bahwa perilaku pengguna internet di Indonesia terus berkembang. Selain itu, juga terdapat
peningkatan adopsi teknologi digital lainnya di Indonesia, termasuk media sosial dan e-
commerce yang juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk memanfaatkan peluang yang disuguhkan oleh pertumbuhan teknologi digital di
Indonesia pada tahun 2024, diharapkan bahwa pemasar dan bisnis akan meningkatkan
perhatian mereka pada pengembangan konten yang inovatif dan menarik. Mereka juga
diharapkan untuk menggunakan platform-platform teknologi digital guna mencapai audiens
yang lebih besar dan lebih terlibat.

Berdasarkan laporan riset We Are Social, Indonesia memiliki populasi sebesar 278,7 juta
pada Januari 2024. Populasi Indonesia meningkat sebesar 2,3 juta (+0,8%) antara tahun
2023 hingga 2024. Terdapat 353,3 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2024.
Penetrasi internet di Indonesia mencapai 66,5% pada Januari 2024. Indonesia adalah
rumah bagi 139,0 juta pengguna media sosial pada Januari 2023, atau setara dengan
49,9% dari total populasi.

Kecepatan koneksi internet seluler rata-rata melalui jaringan seluler sebesar 24,53 Mbps,
Kecepatan koneksi internet tetap rata-rata sebesar 28,34 Mbps. Waktu rata-rata setiap hari
dalam penggunaan internet sekitar 7 jam 38 menit.

Berikut merupakan ringkasan data digital di Indonesia:




Sumber: We are Social per Januari 2024

Berikut merupakan tren data pengguna internet dan media sosial di Indonesia:



                                                                               Halaman 17
Page 19
Sumber: We are Social per Januari 2024

Berikut merupakan tipe website dan aplikasi yang sering digunakan di Indonesia:




Sumber: We are Social per Januari 2024

Berikut merupakan metode pembayaran yang digunakan untuk e-commerce di Indonesia:




Sumber: We are Social per Januari 2024



                                                                              Halaman 18
Page 20
Berikut merupakan katagori e-commerce di Indonesia:




Sumber: We are Social per Januari 2024

Industri Internet of Things (IoT) di Indonesia

IoT menggambarkan jaringan perangkat fisik dan virtual yang mampu berkomunikasi
secara mandiri satu sama lain menggunakan Internet Protocol (IP). Perangkat fisik
dilengkapi dengan sensor, perangkat lunak dan kemampuan konektivitas yang
memungkinkannya mengumpulkan dan bertukar data melalui internet. Cakupannya
mencakup berbagai kasus penggunaan mulai dari objek rumah tangga hingga aplikasi
industri yang lebih kompleks [sumber: https://www.statista.com/outlook/tmo/internet-of-
things/indonesia].

Pasar IoT terdiri dari 7 segmen berbeda. IoT konsumen mencakup perangkat terhubung
yang digunakan oleh pengguna akhir untuk keperluan pribadi seperti kamera keamanan
pintar atau hub rumah pintar. Smart finance mencakup aplikasi IoT yang digunakan di
sektor keuangan seperti asuransi telematika/asuransi berbasis penggunaan, real estate
dan ATM. IoT di layanan kesehatan mencakup semua aplikasi IoT di lingkungan layanan
kesehatan seperti yang digunakan untuk perawatan pasien, pemantauan pasien jarak jauh
dan pembedahan.

IoT Industri mencakup aplikasi IoT di lingkungan industri seperti otomasi pabrik dan
pertanian, optimalisasi rantai pasokan dan pemeliharaan prediktif. IoT otomotif mencakup
kasus penggunaan IoT dalam pengaturan mobilitas dan transportasi, seperti koneksi V2X,
sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan solusi telematika. IoT lainnya
mencakup penggunaan dalam olahraga profesional seperti pelacakan pemain atau
peralatan.

Pasar IoT mencakup pendapatan, pertumbuhan pendapatan, investasi dan daftar
perusahaan teratas serta pendapatan konsolidasinya. Pasar terdiri dari pendapatan IoT
murni yang dihasilkan melalui penjualan perangkat keras (seperti sensor, chip dan
perangkat keras lainnya), platform (platform IoT, perangkat lunak keamanan dan perangkat
lunak lainnya), konektivitas (seluler, LoRa, SigFox dan konektivitas lainnya) dan layanan
(integrasi, pemeliharaan peralatan dan sistem). Pendapatan pasar yang dilaporkan
mencakup pengeluaran konsumen (B2C), perusahaan (B2B), serta pemerintah (B2G).


                                                                              Halaman 19
Page 21
IoT adalah salah satu teknologi yang mendorong industri 4.0 dan tidak mengherankan jika
pasar mengalami CAGR lebih dari 16% selama periode 10 tahun (2018-2028). Meskipun
kekurangan semikonduktor global telah memperlambat pasokan dan pertumbuhan pasar
dibandingkan sebelum pandemi, permintaan akan solusi cerdas mulai dari penggunaan
industri hingga keamanan masih terus meningkat. Dengan pendapatan lebih dari USD 141
miliar pada tahun 2022, AS adalah pemimpin pasar, diikuti oleh Tiongkok, yang merupakan
produsen perangkat IoT terkemuka. IoT Tiongkok akan menghasilkan pendapatan
tertinggi, yaitu sebesar USD 395,60 miliar pada tahun 2024.

Pertumbuhan pasar IoT bertepatan dengan perkembangan teknologi penting lainnya,
seperti 5G dan komputasi cloud. Penerapan standar komunikasi 5G membuka jalan bagi
koneksi antar perangkat pintar yang lebih cepat dan lancar.

Selain itu, keamanan siber masih menjadi tantangan besar, yang dapat memberikan
dampak signifikan baik pada tingkat pribadi maupun profesional. Karena semakin banyak
data yang dikumpulkan dan dikirim dari satu perangkat ke perangkat lainnya dan disimpan
di cloud, tantangan untuk mengamankan data dan memastikan privasi menjadi lebih besar
dari sebelumnya.

Pasar IoT di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan
pendapatan diperkirakan mencapai USD 8,32 miliar pada tahun 2024. Pasar IoT di
Indonesia diperkirakan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan yang menjanjikan
(CAGR 2024-2029) sebesar 16,55%, menghasilkan volume pasar sebesar USD 17,89
miliar pada tahun 2029. Pasar IoT di Indonesia berkembang pesat, didorong oleh
meningkatnya konektivitas digital di negara ini dan dukungan pemerintah terhadap inisiatif
kota pintar.

Industri Produk Olahraga di Indonesia

Peralatan olahraga mencakup berbagai produk yang dirancang untuk aktivitas fisik dan
olahraga, melayani atlet profesional dan amatir. Pasarnya sangat beragam dan mencakup
berbagai kategori produk seperti perlengkapan olahraga musim dingin, perlengkapan
olahraga air, perlengkapan olahraga raket, perlengkapan memancing, perlengkapan
olahraga tim, perlengkapan golf, perlengkapan outdoor. Kemajuan teknologi, perubahan
preferensi konsumen dan meningkatnya fokus pada kebugaran dan kesehatan adalah
beberapa faktor yang mendorong pasar peralatan olahraga [sumber:
https://www.statista.com/outlook/cmo/toys-hobby/sports-equipment/indonesia].

Pasar peralatan olahraga dapat dibagi menjadi beberapa kategori produk yaitu:
• Peralatan olahraga musim dingin: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan
  untuk olahraga dan aktivitas yang berlangsung dalam kondisi bersalju atau dingin,
  seperti ski, seluncur salju dan seluncur es. Contoh: ski, papan seluncur salju, sepatu
  bot, tongkat dan sepatu seluncur es.
• Peralatan olahraga air: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk olahraga
  dan aktivitas yang dilakukan di air, seperti berenang, selancar dan paddleboarding.
  Contoh: pakaian renang, papan selancar, papan dayung dan ski air.




                                                                                Halaman 20
Page 22
• Peralatan olahraga raket: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
  olahraga yang melibatkan memukul bola atau shuttlecock dengan raket atau dayung,
  seperti tenis, bulu tangkis dan squash. Contoh: raket, bola, shuttlecock dan jaring.
• Peralatan memancing: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
  memancing, termasuk joran, gulungan, kail, tali pancing dan umpan. Katagori ini juga
  mencakup pakaian dan aksesoris yang dirancang untuk memancing, seperti
  penyeberang dan topi.
• Peralatan olahraga tim: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk
  olahraga tim seperti sepak bola, bola basket dan baseball. Contoh: termasuk bola,
  gawang, jaring, pemukul dan alat pelindung.
• Peralatan Golf: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk golf, seperti
  tongkat, bola, tas dan carts.
• Peralatan latihan: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk berolahraga
  dan kebugaran, seperti treadmill, ellipticals, sepeda stasioner dan mesin angkat beban.
• Peralatan outdoor: kategori ini mencakup peralatan yang digunakan untuk aktivitas dan
  petualangan di luar ruangan, seperti berkemah, hiking dan panjat tebing. Contoh: tenda,
  kantong tidur, ransel dan perlengkapan pendakian.

Pasar terdiri dari pendapatan dan pendapatan rata-rata per kapita. Angka dihasilkan
melalui saluran penjualan online, offline dan termasuk pengeluaran konsumen (B2C).
Pemain kunci di pasar ini antara lain seperti Nike, Adidas, Under Armour, Puma dan
Decathlon. Perusahaan-perusahaan ini adalah pemimpin di segmennya masing-masing
dan dikenal dengan produk inovatif, reputasi merek dan jaringan distribusi yang luas.

Dari tahun 2021 hingga 2022, pasar peralatan olahraga menunjukkan pertumbuhan yang
luar biasa, didorong oleh peningkatan kesadaran kesehatan dan kebugaran serta
meningkatnya minat terhadap berbagai olahraga dan aktivitas luar ruangan. Secara
keseluruhan, pendapatan pasar peralatan olahraga mencapai USD 149,50 miliar pada
tahun 2022, atau meningkat secara signifikan sebesar 9,5% dari pendapatan tahun 2021
sebesar USD 137,20 miliar.

Pasar peralatan olahraga menampilkan beragam produsen dan pemasok, mulai dari merek
terkenal seperti Wilson, Rawlings, Easton dan Spalding hingga perusahaan khusus yang
melayani kebutuhan olahraga dan atletik tertentu. Setiap segmen industri melayani basis
pelanggan yang berbeda, mulai dari atlet profesional hingga penggemar kebugaran dan
peserta olahraga rekreasi.

Di masa mendatang, pasar peralatan olahraga siap untuk ekspansi lebih lanjut, didorong
oleh beberapa tren yang muncul. Meningkatnya fokus pada kesehatan dan kebugaran
menginspirasi individu untuk terlibat dalam berbagai aktivitas olahraga dan kebugaran,
yang mengakibatkan tingginya permintaan akan mesin olahraga, peralatan olahraga dan
peralatan pelatihan yang canggih. Tren ini dilengkapi dengan semakin populernya gym di
rumah dan pusat kebugaran, mendorong konsumen untuk berinvestasi pada peralatan
olahraga berkualitas untuk penggunaan pribadi mereka. Selain itu, inovasi dalam peralatan
olahraga dalam ruangan mendapatkan momentumnya, karena individu mencari peluang
untuk melakukan olahraga rekreasi dan aktivitas kebugaran di dalam ruangan. Ini termasuk


                                                                              Halaman 21
Page 23
produk seperti sepeda olahraga dalam ruangan, meja tenis meja dan ring basket portabel.
Mengingat tren yang muncul ini, pasar peralatan olahraga diperkirakan akan terus
berkembang di tahun-tahun mendatang.

Di Indonesia, pasar peralatan olahraga diperkirakan mencatat pendapatan sebesar USD 6
miliar pada tahun 2024 dan akan mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5,86%
(CAGR 2024-2028). Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia mendorong peningkatan
permintaan akan peralatan olahraga berkualitas tinggi, sehingga menciptakan peluang bagi
merek lokal dan internasional.

Berikut merupakan pendapatan pasar peralatan olahraga di Indonesia:




Berikut merupakan rata-rata pendapatan per kapita di Indonesia:




Meningkatnya populasi kelas menengah yang berkembang secara kolektif akan
mendorong penjualan pakaian olahraga terutama alas kaki, pakaian jadi dan aksesoris di
Indonesia. Ritel internet semakin menonjol dalam hal saluran distribusi pakaian olahraga di
Indonesia karena meningkatnya penetrasi smartphone dan internet di Indonesia. Industri
ini didorong oleh tren mode seperti gaya jalanan dan athleisure dan dipandang sebagai
perlengkapan permanen yang mencakup setiap kelompok dan gender di antara orang
Indonesia [sumber: https://medium.com/@janvi.kenresearch/pasar-pakaian-olahraga-



                                                                                Halaman 22
Page 24
indonesia-diperkirakan-akan-mencapai-sekitar-rp18-4-triliun-dalam-hal-e47a0cf4ea4a,
9 Mei 2023].

Faktor lain yang menyebabkan munculnya kelas menengah adalah pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Semakin tinggi belanja konsumen grup telah menyebabkan meningkatnya
permintaan untuk pakaian olahraga dan alas kaki. Tren lain yang telah mendorong
permintaan pakaian olahraga adalah peningkatan basis populasi muda di Indonesia dan
tren yang terkait dengannya.

Bagi masyarakat Indonesia, olahraga tidak lagi hanya latihan fisik. Hal ini telah menjadi
pilihan gaya hidup dan sarana hiburan. Beberapa kegiatan olahraga yang cukup populer
seperti jogging/berlari dan sepak bola/futsal, mendorong permintaan untuk pakaian dan
alas kaki berbasis lari dan sepak bola. Selain itu, industri pakaian olahraga Indonesia
mengalami tren seperti athleisure yang merupakan kombinasi antara fashion dan
fungsionalitas.

Pakaian dan alas kaki pakaian olahraga di Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada
CAGR sebesar 22,4% melalui ritel berbasis internet selama tahun 2019–2023. Ritel
internet telah sangat populer di kalangan pelanggan wanita. Telah diamati bahwa
pelanggan wanita lebih baik mengadaptasi saluran e-commerce daripada pelanggan pria.
Selain itu, saluran ini berkembang pesat karena pengecer berbasis internet mengadakan
penjualan musiman skala besar dan menawarkan diskon setiap hari dengan penjualan
periode terbatas.

Analis di Ken Research percaya bahwa peningkatan jumlah toko ritel, peningkatan
penetrasi media sosial, promosi berbasis kolaborasi dan produksi yang hemat biaya secara
kolektif akan mendorong pendapatan pasar dalam waktu dekat.




                                                                              Halaman 23
Page 25
8.1.3   Analisis Operasional dan Prospek Usaha

        Perseroan didirikan pada Maret 2009 dan bergerak di bidang usaha peritel produk dan
        solusi gaya hidup end-to-end terkemuka di Indonesia. Perseroan beserta entitas anak,
        perusahaan patungan dan asosiasinya biasa disebut dengan Erajaya Active Lifestyle
        (“EAL”).

        Perseroan kemudian mengubah status perusahaan dari perseroan tertutup menjadi
        perseroan terbuka dengan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal
        31 Juli 2023.

        Perseroan merupakan perusahaan distributor terkemuka dan menjalankan usaha retail
        melalui entitas anak dan perusahaan asosiasi untuk produk-produk actitve lifestyle. Saat ini
        Perseroan telah menjalin kerjasama dengan prinsipal merek terkemuka seperti Garmin,
        DJI, JD Sports, dan Asics. Perseroan juga menawarkan produk dengan merek milik sendiri
        atau private label dengan merek LOOPS, iT (Immersive Tech) dan Lamina.

        Perseroan telah memiliki 66 pusat distribusi, 129 gerai ritel dan 570 lebih reseller yang
        dimiliki, jaringan distribusi yang luas ini memberikan Perseroan akses yang mudah dan
        cepat kepada pasar yang sangat luas di seluruh Indonesia.

        Perseroan mengelompokkan kegiatan usahanya menjadi 4 segmentasi, yaitu:

        • Aksesoris, Internet of Things (IoT) dan lainnya
           Segmen ini terdiri dari berbagai produk yang menawarkan berbagai aksesoris dan
           solusi teknologi untuk membantu pelanggan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
           Produk aksesoris yang ada dalam segmen ini termasuk cases & covers, earphones,
           chargers, data cable, power bank, protective skin, console, gaming accessories dan
           produk-produk lainnya yang biasanya digunakan bersama dengan perangkat teknologi.
           Sementara itu, solusi teknologi yang termasuk dalam segmen ini adalah IoT yang
           mencakup berbagai produk pintar seperti smart home applilances seperti robot vacuum
           cleaner, smart air purifier, smart CCTV, smart door lock; smart watches, handheld
           navigation system, electric scooter, bluetooth speaker, drones, dan perangkat pintar
           lainnya yang terhubung ke internet dan dapat dikontrol melalui aplikasi mobile.
           Perseroan juga memiliki produk IoT dengan merek sendiri/private label yaitu produk
           dengan merek iT (Immersive Tech). Perseroan saat ini juga menditribusikan dan
           menjual secara retail produk-produk milik prisipal merek internasional dalam kategori
           produk ini diantaranya adalah Garmin, DJI dan lainnya.
           Untuk produk lainnya di segmen ini termasuk juga produk outdoor equipment. Untuk
           produk kategori outdoor saat ini terdiri dari produk diving dengan merek-merek
           Perseroan sendiri seperti Marelux, Sealife, Gull, Seac, OMS melalui gerai Urban
           Adventure.
        • Telepon seluler dan tablet
           Segmen ini terdiri dari berbagai produk yang mencakup telepon selular dan tablet dari
           berbagai merek dan jenis. Produk telepon selular yang ada dalam segmen ini terdiri dari
           berbagai merek seperti Samsung, Apple, Xiaomi, Huawei dan lainnya. Telepon selular


                                                                                         Halaman 24
Page 26
           ini dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti kamera yang berkualitas tinggi, daya
           tahan baterai yang baik dan kapasitas penyimpanan yang besar. Sementara itu, produk
           tablet yang ada dalam segmen ini terdiri dari berbagai merek seperti iPad, Samsung
           dan lainnya.
        • Komputer dan peralatan elektronik lainnya
           Segmen ini terdiri dari berbagai produk yang mencakup komputer, laptop, printer dan
           peralatan elektronik lainnya. Produk komputer yang ada dalam segmen ini terdiri dari
           berbagai merek dan jenis, mulai dari desktop hingga laptop.
        • Fashion apparel
           Segmen ini terdiri dari berbagai produk active lifestyle yang mencakup pakaian, sepatu,
           tas dan aksesoris. Produk-produk yang masuk dalam kategori segmen ini diantaranya
           yaitu footwear seperti sneakers, running shoes dan modern trainers; clothing seperti
           polo shirt, track tops, track pants & joggers, tracksuilts, shorts, football kits dan lainnya;
           aksesoris seperti caps & hats, backpacks dan lainnya. Selain itu juga terdapat produk
           sportwear yang masuk dalam segmen ini yang distribusikan dan ecerkan melalui entitas
           anak yang terdiri dari produk-produk milik prinsipal merek internasional seperti JD
           Sports dan Asics.

        Visi Perseroan adalah menjadi perusahaan gaya hidup aktif terkemuka yang memberikan
        peningkatan pengalaman hidup. Misi Perseroan adalah menyediakan solusi inovatif dan
        layanan terdepan melalui portofolio produk gaya hidup aktif kelas dunia yang didukung
        oleh jaringan omnichannel skala nasional.

        Dengan terlaksananya Rencana Transaksi, maka hal tersebut sejalan dengan rencana
        pengembangan usaha Perseroan ke depannya.

8.1.4   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

        Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia. Perseroan Bersama
        dengan MST Golf Group Berhad mendirikan MST, dimana Perseroan memiliki 49%
        kepemilikan di MST. Perseroan berencana memberikan pinjaman secara bertahap kepada
        MST. Adanya Rencana Transaksi, merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh
        Perseroan untuk menyediakan dukungan finansial yang dibutuhkan oleh MST dalam
        menjalankan operasional dan ekspansi usahanya. Rencana Transaksi ini diharapkan dapat
        digunakan secara efektif oleh MST untuk meningkatkan layanan, memperluas jaringan
        bisnis dan memperkuat posisi pasar dalam industri golf di Indonesia. Selain itu, pemberian
        pinjaman ini juga diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif antara Perseroan dan
        MST, sehingga meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

        Dukungan finansial dari Perseroan kepada MST diharapkan dapat memberikan dampak
        positif jangka panjang bagi kedua perusahaan. Dengan adanya dana tambahan, MST
        dapat meningkatkan kapabilitasnya dalam memperkuat posisi pasar di Indonesia.

        Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
        merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
        Perseroan menjadi perusahaan yang lebih baik dan memiliki potensi pengembangan
        usaha di masa mendatang.


                                                                                             Halaman 25
Page 27
8.1.5   Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi

        Berikut adalah keuntungan Rencana Transaksi:
         Perolehan pendapatan bunga dari MST;

        Berikut adalah kerugian Rencana Transaksi:
         Biaya pelaksanaan terkait Rencana Transaksi yang harus dikeluarkan Perseroan.

8.1.6   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan

        Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
        rasio solvabilitas yaitu liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas Perseroan.

        Liabilitas terhadap aset historis Perseroan selama tahun 2021 – 2023 berkisar antara 0,18-
        0,34. Liabilitas terhadap aset Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar
        antara 0,42-0,46 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar
        antara 0,43-0,46 selama periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan dapat
        dipenuhi oleh aset Perseroan.

        Liabilitas terhadap ekuitas historis Perseroan selama tahun 2021 – 2023 berkisar antara
        0,22-0,51. Liabilitas terhadap ekuitas Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
        berkisar antara 0,71-0,85 selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi
        berkisar antara 0,74-0,86 selama periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan
        dapat dipenuhi oleh ekuitas Perseroan.

8.1.7   Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan

        Rasio lancar historis Perseroan selama tahun 2021 – 2023 berkisar antara 2,76-5,45.
        Rasio lancar Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi berkisar antara 1,72-2,20
        selama periode proyeksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,70-2,14
        selama periode proyeksi. Berdasarkan rasio likuiditas tersebut, Perseroan memiliki
        kapasitas likuiditas yang cukup baik dikarenakan aset lancar yang dimiliki cukup besar
        dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.

8.2     Analisis Kuantitatif

8.2.1   Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas dan Kondisi Keuangan Perusahaan

8.2.1.1 Penilaian Kinerja Historis
        Perseroan
        Berikut ini merupakan tabel laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 - 2023 yang diaudit oleh KAP Purwantono,
        Sungkoro & Surja; seluruhnya dengan pendapat opini tanpa modifikasian, yang disajikan
        sebagai berikut:




                                                                                         Halaman 26
Page 28
                                                                (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                         Audited             Audited               Audited
             Keterangan
                                          2021                2022                   2023
 Operating Highlight
 Penjualan Neto                      2.194.381.934.184   3.037.345.793.667     3.730.376.124.969
 Laba Bruto                            314.189.599.117     413.391.206.859       511.167.706.465
 Laba Usaha                            210.653.195.807     244.026.388.195       251.827.647.605
 Laba Tahun Berjalan                   186.794.521.734     184.009.875.971       210.766.605.239
 Total Penghasilan Komprehensif
  Tahun Berjalan                      187.182.315.061     184.336.500.345        211.744.836.992
 EBITDA                               214.775.988.054     249.348.210.139        264.635.714.676
 Financial Position
 Aset                                 893.562.810.598    1.382.478.387.241     1.999.801.504.403
 Aset Lancar                          707.832.584.296    1.084.409.368.955     1.524.777.259.417
 Aset Tidak Lancar                    185.730.226.302      298.069.018.286       475.024.244.986
 Liabilitas                           163.137.107.942      466.715.184.242       533.962.296.059
 Liabilitas Jangka Pendek             129.866.730.032      393.509.762.772       447.858.200.536
 Liabilitas Jangka Panjang             33.270.377.910       73.205.421.470        86.104.095.523
 Ekuitas                              730.425.702.656      915.763.202.999     1.465.839.208.344
 Key Performance Ratio
 Marjin Laba Bruto                             14,32%              13,61%                 13,70%
 Marjin Laba Usaha                              9,60%               8,03%                  6,75%
 Marjin Laba Tahun Berjalan                     8,51%               6,06%                  5,65%
 Marjin EBITDA                                  9,79%               8,21%                  7,09%
 Return on Assets (ROA)                        20,90%              13,31%                 10,54%
 Return on Equity (ROE)                        25,57%              20,09%                 14,38%
 Rasio Lancar                                     5,45                2,76                   3,40
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                   0,18                0,34                   0,27
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                0,22                0,51                   0,36

Aset

Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 44,65% atau sebesar Rp 617.323.117.162 dibandingkan dengan total
aset per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
pada akun kas dan setara kas sebesar Rp 306.516.270.625, piutang usaha sebesar
Rp 149.860.532.820, investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar
Rp 78.539.537.312, aset hak guna – neto sebesar Rp 39.540.290.502, persediaan – neto
sebesar Rp 37.278.223.463 dan pajak pertambahan nilai dibayar di muka sebesar
Rp 5.298.065.988.

Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 54,72% atau sebesar Rp 488.915.576.643 dibandingkan dengan total
aset per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
pada akun persediaan – neto sebesar Rp 246.545.091.141, kas dan setara kas sebesar
Rp 186.609.678.050, investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar
Rp 48.294.707.307, aset keuangan tidak lancar lainnya sebesar Rp 3.927.909.218 dan
aset pajak tangguhan – neto sebesar Rp 1.153.754.407.

Liabilitas

Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 14,41% atau sebesar Rp 67.247.111.817 dibandingkan dengan total



                                                                                        Halaman 27
Page 29
liabilitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun utang usaha sebesar Rp 92.832.279.604, liabilitas sewa sebesar
Rp 24.486.845.237 dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 3.786.866.500
serta penurunan pada akun utang lain-lain sebesar Rp 32.531.843.818, utang pajak
sebesar Rp 13.038.349.268 dan utang bank jangka panjang sebesar Rp 9.253.803.655.

Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 186,09% atau sebesar Rp 303.578.076.300 dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun utang usaha sebesar Rp 153.866.227.413, utang lain-lain sebesar
Rp 91.444.351.757, liabilitas sewa sebesar Rp 48.289.548.533, utang pajak sebesar
Rp 21.310.622.700, utang bank jangka panjang sebesar Rp 7.903.368.106, liabilitas
imbalan kerja jangka panjang dan jangka pendek sebesar Rp 1.154.976.745 serta
penurunan pada akun beban akrual sebesar Rp 16.982.909.726, utang bank jangka
pendek sebesar Rp 3.296.990.366 dan uang muka penjualan sebesar Rp 111.118.862.

Ekuitas

Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
peningkatan sekitar 60,07%, yaitu sebesar Rp 550.076.005.345 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun tambahan modal disetor sebesar Rp 284.580.018.353, saldo laba
sebesar Rp 161.024.790.336, modal saham sebesar Rp 103.750.000.000, penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 978.250.306 dan kepentingan nonpengendali sebesar
Rp 206.141.847 serta penurunan pada akun selisih transaksi dengan pihak nonpengendali
sebesar Rp 463.195.497.

Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 25,37%, yaitu sebesar Rp 185.337.500.343 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya
peningkatan pada akun saldo laba sebesar Rp 184.430.636.556, kepentingan
nonpengendali sebesar Rp 580.237.989 dan penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp 326.625.798.

Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:

   Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 0,09%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan
    penjualan neto. Marjin laba bruto pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar
    0,71%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya
    peningkatan beban pokok penjualan.
   Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 1,28%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan beban
    usaha. Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,57%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
   Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,41%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.



                                                                            Halaman 28
Page 30
       Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 2,45%, jika
       dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
      Marjin EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 1,12%, jika
       dibandingkan dengan tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
       Marjin EBITDA pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,58%, jika
       dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
      ROA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 2,77%, jika dibandingkan
       dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan aset. ROA pada tahun
       2022 mengalami penurunan sekitar 7,59%, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
       terutama disebabkan adanya peningkatan aset.
      ROE pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 5,72%, jika dibandingkan
       dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas. ROE pada
       tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 5,48%, jika dibandingkan dengan tahun
       2021, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas.
      Rasio lancar naik menjadi 3,40 pada tahun 2023 dari 2,76 di tahun 2022, terutama
       disebabkan adanya peningkatan aset lancar. Rasio lancar turun menjadi 2,76 pada
       tahun 2022 dari 5,45 di tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan
       liabilitas jangka pendek.
      Rasio liabilitas terhadap aset turun menjadi 0,27 pada tahun 2023 dari 0,34 di tahun
       2022, terutama disebabkan adanya peningkatan aset. Rasio liabilitas terhadap aset
       naik menjadi 0,34 pada tahun 2022 dari 0,18 di tahun 2021, terutama disebabkan
       adanya peningkatan liabilitas.
      Rasio liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 0,36 pada tahun 2023 dari 0,51 di
       tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan ekuitas. Rasio liabilitas
       terhadap ekuitas naik menjadi 0,51 pada tahun 2022 dari 0,22 di tahun 2021,
       terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas.

Arus Kas
                                                                          (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan                                            31-Dec-21                31-Dec-22             31-Dec-23

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan kas dari pelanggan                       2.285.581.196.304        3.003.140.989.391     3.579.809.590.788
 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan         (2.191.835.907.680)      (2.885.968.094.921)   (3.343.901.945.729)
 Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi              93.745.288.624          117.172.894.470       235.907.645.059
 Penerimaan kas dari (pembayaran untuk):
  Pendapatan keuangan                                  22.327.546.776            9.801.724.810          8.735.277.231
  Biaya keuangan                                       (4.191.467.540)          (3.358.795.759)          (920.245.148)
  Pajak penghasilan dan tagihan pajak                 (19.001.603.690)         (22.425.485.512)       (94.613.727.552)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi         92.879.764.170          101.190.338.009       149.108.949.590

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
 Penerimaan dari penjualan aset tetap                  15.578.253.121                        -             13.701.725
 Pembelian aset takberwujud                           (37.842.454.545)            (208.607.450)          (999.120.400)
 Penambahan aset hak-guna                                (581.149.120)          (1.013.266.667)        (6.628.621.410)
 Pengembalian (penambahan) uang jaminan                 1.318.384.383           (3.927.909.218)        (6.656.805.638)
 Pembelian aset tetap                                 (10.988.787.655)         (20.510.749.503)       (44.291.205.604)
 Penambahan modal pada entitas ventura bersama        (41.901.890.627)         (49.000.000.000)       (62.720.000.000)
 Penerimaan dividen dari entitas anak                  18.030.840.000                        -                      -
 Akuisisi entitas anak                               (314.999.000.000)                       -                      -
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi    (371.385.804.443)         (74.660.532.838)      (121.282.051.327)




                                                                                                   Halaman 29
Page 31
Keterangan                                         31-Dec-21          31-Dec-22            31-Dec-23

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
 Penerimaan dari:
  Penawaran umum perdana setelah dikurangi biaya
    penerbitan penawaran umum                                    -                  -      388.330.018.353
  Setoran modal ke entitas anak dari
    kepentingan nonpengendali                                    -      1.001.000.000            1.150.000
  Pelunasan pinjaman pihak berelasi                              -    196.000.000.000                    -
  Utang bank jangka panjang                          1.350.435.549      7.903.368.106                    -
  Penerbitan modal saham                           315.000.000.000                  -                    -
 Pembayaran untuk:
  Piutang dari pihak berelasi                      (27.927.714.330)                 -                    -
  Utang bank jangka panjang                                                         -       (9.253.803.655)
  Liabilitas sewa                                  (17.134.785.537)   (40.390.288.012)     (50.387.992.336)
  Dividen kas                                                    -                  -      (50.000.000.000)
  Biaya transaksi untuk memperoleh
    utang bank jangka panjang                           (3.989.923)       (24.801.741)                   -
  Biaya transaksi untuk memperoleh
    utang bank jangka pendek                        (1.110.902.778)    (1.112.415.108)                   -
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan   270.173.042.981    163.376.863.245      278.689.372.362

Kenaikan Neto Kas dan Setara Kas                    (8.332.997.292)   189.906.668.416      306.516.270.625

Kas dan Setara Kas Awal Tahun                        5.141.778.170     (3.191.219.122)     186.715.449.294

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                      (3.191.219.122)   186.715.449.294      493.231.719.919



Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 mengalami
peningkatan sebesar Rp 306.516.270.625 atau naik sekitar 164,16% dibandingkan dengan
kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp 278.689.372.362 yang terutama berasal dari penawaran umum perdana setelah
dikurangi biaya penerbitan penawaran umum, peningkatan kas neto dari aktivitas operasi
sebesar Rp 149.108.949.590 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
dan penurunan kas neto dari aktivitas investasi sebesar Rp 121.282.051.327 yang
terutama berasal dari penambahan modal pada entitas ventura bersama.

Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 mengalami
peningkatan sebesar Rp 189.906.668.416 atau naik sekitar 5.950,91% dibandingkan
dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal
tersebut disebabkan adanya peningkatan kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp 163.376.863.245 yang terutama berasal dari pelunasan pinjaman pihak berelasi,
peningkatan kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp 101.190.338.009 yang terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan penurunan kas neto dari aktivitas
investasi sebesar Rp 74.660.532.838 yang terutama berasal dari penambahan modal pada
entitas ventura bersama.

MST
Berikut ini merupakan tabel posisi keuangan, laba rugi dan arus kas MST dan Entitas Anak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh KAP Gani
Sigiro & Handayani; dengan pendapat opini tanpa modifikasian, yang disajikan sebagai
berikut:




                                                                                         Halaman 30
Page 32
Neraca
                                         (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan                                                           2023

Aset
 Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                               69.802.720.241
  Piutang usaha kepada pihak ketiga                                   234.709.174
  Persediaan                                                       32.417.243.586
  Uang muka                                                        11.468.413.795
  Pajak dibayar di muka                                             6.043.339.984
  Biaya dibayar di muka                                             1.754.277.779
    Jumlah Aset Lancar                                            121.720.704.559

 Aset Tidak Lancar
  Tagihan pajak penghasilan                                         2.821.867.607
  Aset pajak tangguhan - bersih                                       409.266.664
  Aset hak-guna - bersih                                           12.306.141.338
  Aset tetap - bersih                                              14.413.348.346
  Uang jaminan                                                      1.466.462.978
    Jumlah Aset Tidak Lancar                                       31.417.086.933
Jumlah Aset                                                       153.137.791.492
Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
   Utang usaha                                                      8.676.323.800
   Utang lain-lain kepada pihak ketiga                              7.917.628.280
   Utang pajak                                                        370.379.466
   Pendapatan diterima dimuka                                          24.504.505
   Biaya yang masih harus dibayar                                     140.000.000
   Liabilitas sewa - bagian jangka pendek                           1.808.391.402
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                18.937.227.453


  Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas sewa - bagian jangka panjang                          7.926.266.517
    Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                7.926.266.517

    Jumlah Liabilitas                                              26.863.493.970
 Ekuitas
  Modal saham                                                     128.000.000.000
  Defisit                                                          (1.736.570.827)
  Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk   126.263.429.173
  Kepentingan non-pengendali                                           10.868.349
    Jumlah Ekuitas                                                126.274.297.522

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                     153.137.791.492



Laba Rugi
                                       (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)




                                                                                     Halaman 31
Page 33
Keterangan                                              7 Sept - 31 Des 2023

Penjualan                                                      505.683.649

Beban Pokok Penjualan                                          (374.826.760)

Laba Kotor                                                     130.856.889

Beban Usaha                                                  (2.130.644.388)

Rugi Usaha                                                   (1.999.787.499)

Pendapatan (Beban) Lainnya                                       69.029.750

Rugi Sebelum Pajak                                           (1.930.757.749)

Manfaat Pajak Penghasilan                                      195.055.271

Rugi Bersih Periode Berjalan                                 (1.735.702.478)

Penghasilan Komprehensif Lain                                               -

Jumlah Rugi Komprehensif Periode Berjalan                    (1.735.702.478)



Arus Kas
                                        (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan                                                   7 Sept - 31 Des 2023

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 Rugi sebelum pajak                                               (1.930.757.749)
 Penyesuaian untuk:
   Penyusutan                                                       248.980.402
   Selisih kurs                                                      46.410.671
   Beban keuangan                                                    63.755.251
   Pendapatan bunga                                                 (24.931.504)
 Kas sebelum perubahan m odal kerja                               (1.596.542.929)
  Piutang usaha kepada pihak ketiga                                 (234.709.174)
  Persediaan                                                     (32.417.243.586)
  Uang m uka                                                      (2.088.454.545)
  Pajak dibayar dim uka                                           (6.043.339.984)
  Biaya dibayar dim uka                                           (1.754.277.779)
  Utang usaha kepada pihak berelasi                                1.674.161.800
  Utang usaha kepada pihak ketiga                                  6.897.345.269
  Utang lain-lain kepada pihak ketiga                              1.483.013.924
  Utang pajak                                                        370.379.466
  Pendapatan diterim a dim uka                                        24.504.505
  Biaya yang m asih harus dibayar                                    140.000.000
 Kas dihasilkan dari operasi                                     (33.545.163.033)
 Pem bayaran pajak penghasilan                                    (3.036.079.000)
 Kas Bersih Digunakan dari Aktivitas Operasi                     (36.581.242.033)

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
 Penerim aan pendapatan bunga                                         24.931.504
 Penem patan uang jam inan                                        (1.466.462.978)
 Penam bahan uang m uka pem belian aset tetap                     (2.879.221.193)
 Perolehan aset hak-guna                                         (12.514.720.005)
 Perolehan aset tetap                                             (8.010.146.802)
 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (24.845.619.474)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
 Penerim aan setoran m odal                                     128.010.000.000
 Penam bahan uang m uka atas sewa                                (6.451.320.920)
 Penam bahan liabilitas sewa                                      9.670.902.668

 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                  131.229.581.748

Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas                               69.802.720.241

Kas dan Setara Kas Awal Periode                                                 -

Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                 69.802.720.241




                                                                                    Halaman 32
Page 34
8.2.1.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan

          Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
          Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan
          akuntansi.
          Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
          selama tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                                                 (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                                    Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi
    Keterangan                                                                       2024                2025                2026                2027                2028
                                                                                       1                   2                   3                   4                   5


    ASET
      Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                                             49.240.516.667      48.500.000.000      50.500.000.000      63.118.358.047      65.118.358.047
       Piutang usaha                                                                 506.576.993.185     587.733.835.167     678.638.721.826     767.757.575.302     866.305.716.625
       Piutang lain-lain                                                              42.574.610.473      42.574.610.473      42.574.610.473      42.574.610.473      42.574.610.473
       Persediaan - neto                                                           1.081.766.241.751   1.262.975.472.558   1.557.026.938.917   1.880.893.855.582   2.241.075.032.001
       Uang muka                                                                     109.675.132.202     109.675.132.202     109.675.132.202     109.675.132.202     109.675.132.202
       Biaya dibayar di muka                                                           3.054.125.821       3.054.125.821       3.054.125.821       3.054.125.821       3.054.125.821
       Pajak pertambahan nilai dibayar di muka                                       225.184.596.648     225.184.596.648     225.184.596.648     225.184.596.648     225.184.596.648

                 Jumlah Aset Lancar                                                2.018.072.216.746   2.279.697.772.868   2.666.654.125.886   3.092.258.254.074   3.552.987.571.817

      Aset Tidak Lancar
       Aset tetap - neto                                                            163.291.689.839     196.192.992.385     220.730.492.422     219.949.262.527     211.728.898.084
       Aset takberwujud - neto                                                        7.361.739.915       6.562.664.609       5.763.589.303       5.124.513.997       4.650.438.691
       Aset hak guna - neto                                                         313.716.081.454     439.915.750.081     597.005.403.318     832.084.142.644     998.287.806.010
       Aset pajak tangguhan - neto                                                   16.476.504.668      16.476.504.668      16.476.504.668      16.476.504.668      16.476.504.668
       T aksiran tagihan pajak penghasilan                                            2.443.878.280       2.443.878.280       2.443.878.280       2.443.878.280       2.443.878.280
       Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama                          187.538.831.375     192.538.831.375     197.864.009.630     209.324.598.088     189.683.608.687
       Aset keuangan tidak lancar lainnya                                            54.742.415.810      54.742.415.810      54.742.415.810      54.742.415.810      54.742.415.810
       Aset tidak lancar lainnya                                                        418.378.495         418.378.495         418.378.495         418.378.495         418.378.495
       Biaya dibayar di muka                                                         18.067.676.183      18.067.676.183      18.067.676.183      18.067.676.183      18.067.676.183
       Goodwill                                                                      33.867.000.000      33.867.000.000      33.867.000.000      33.867.000.000      33.867.000.000

                 Jumlah Aset T idak Lancar                                          797.924.196.019     961.226.091.886    1.147.379.348.109   1.392.498.370.692   1.530.366.604.908

    JUMLAH ASET                                                                    2.815.996.412.765   3.240.923.864.754   3.814.033.473.996   4.484.756.624.766   5.083.354.176.725


    LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
           Utang bank jangka pendek                                                 182.843.285.640     301.871.830.463     497.704.719.241     711.783.565.852     779.425.668.919
           Utang usaha                                                              484.595.150.359     588.788.129.796     705.635.049.336     836.719.785.519     940.624.061.358
           Utang lain-lain                                                           95.289.594.975      95.289.594.975      95.289.594.975      95.289.594.975      95.289.594.975
           Beban akrual                                                              16.654.454.697      16.654.454.697      16.654.454.697      16.654.454.697      16.654.454.697
           Uang muka penjualan                                                          731.802.837         731.802.837         731.802.837         731.802.837         731.802.837
           Utang pajak                                                               92.114.931.895      92.114.931.895      92.114.931.895      92.114.931.895      92.114.931.895
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                     6.121.618.934       6.121.618.934       6.121.618.934       6.121.618.934       6.121.618.934
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
               Liabilitas sewa                                                       37.803.908.665      37.803.908.665      37.803.908.665      37.803.908.665      37.803.908.665

                 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    916.154.748.002    1.139.376.272.262   1.452.056.080.580   1.797.219.663.375   1.968.766.042.280

        Liabilitas Jangka Panjang
           Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun:
               Liabilitas sewa                                                      237.804.518.500     237.804.518.500     237.804.518.500     237.804.518.500     237.804.518.500
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                   18.959.472.166      18.959.472.166      18.959.472.166      18.959.472.166      18.959.472.166
           Liabilitas pajak tangguhan                                                   115.581.000         115.581.000         115.581.000         115.581.000         115.581.000

                 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   256.879.571.666     256.879.571.666     256.879.571.666     256.879.571.666     256.879.571.666

                 Jumlah Liabilitas                                                 1.173.034.319.668   1.396.255.843.928   1.708.935.652.246   2.054.099.235.040   2.225.645.613.945

      EKUITAS
       Modal saham                                                                  518.750.000.000      518.750.000.000     518.750.000.000     518.750.000.000     518.750.000.000
       T ambahan modal disetor                                                      265.220.544.638      265.220.544.638     265.220.544.638     265.220.544.638     265.220.544.638
       Saldo laba                                                                   857.559.432.397    1.059.265.360.126   1.319.695.161.051   1.645.254.729.026   2.072.305.902.080
       Penghasilan komprehensif lain                                                    643.434.980          643.434.980         643.434.980         643.434.980         643.434.980

        T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk       1.642.173.412.015   1.843.879.339.744   2.104.309.140.669   2.429.868.708.644   2.856.919.881.698

        Kepentingan nonpengendali                                                       788.681.081         788.681.081         788.681.081         788.681.081         788.681.081

                 Jumlah Ekuitas                                                    1.642.962.093.097   1.844.668.020.826   2.105.097.821.750   2.430.657.389.726   2.857.708.562.780

    JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                  2.815.996.412.765   3.240.923.864.754   3.814.033.473.996   4.484.756.624.766   5.083.354.176.725




          Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
          selama tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                                                (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                                                                           Halaman 33
Page 35
                                                                               Proyeksi            Proyeksi               Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi
Keterangan                                                                      2024                2025                   2026                2027                2028
                                                                                  1                   2                      3                   4                   5


ASET
  Aset Lancar
   Kas dan setara kas                                                             49.240.516.667      48.500.000.000         50.500.000.000      63.118.358.047      65.118.358.047
   Piutang usaha                                                                 506.576.993.185     587.733.835.167        678.638.721.826     767.757.575.302     866.305.716.625
   Piutang lain-lain                                                              92.603.610.473      82.803.610.473        102.403.610.473      92.603.610.473      42.574.610.473
   Persediaan - neto                                                           1.081.766.241.751   1.262.975.472.558      1.557.026.938.917   1.880.893.855.582   2.241.075.032.001
   Uang muka                                                                     109.675.132.202     109.675.132.202        109.675.132.202     109.675.132.202     109.675.132.202
   Biaya dibayar di muka                                                           3.054.125.821       3.054.125.821          3.054.125.821       3.054.125.821       3.054.125.821
   Pajak pertambahan nilai dibayar di muka                                       225.184.596.648     225.184.596.648        225.184.596.648     225.184.596.648     225.184.596.648

             Jumlah Aset Lancar                                                2.068.101.216.746   2.319.926.772.868      2.726.483.125.886   3.142.287.254.074   3.552.987.571.817

  Aset Tidak Lancar
   Aset tetap - neto                                                            163.291.689.839     196.192.992.385        220.730.492.422     219.949.262.527     211.728.898.084
   Aset takberwujud - neto                                                        7.361.739.915       6.562.664.609          5.763.589.303       5.124.513.997       4.650.438.691
   Aset hak guna - neto                                                         313.716.081.454     439.915.750.081        597.005.403.318     832.084.142.644     998.287.806.010
   Aset pajak tangguhan - neto                                                   16.476.504.668      16.476.504.668         16.476.504.668      16.476.504.668      16.476.504.668
   T aksiran tagihan pajak penghasilan                                            2.443.878.280       2.443.878.280          2.443.878.280       2.443.878.280       2.443.878.280
   Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama                          187.538.831.375     192.538.831.375        197.864.009.630     209.324.598.088     189.683.608.687
   Aset keuangan tidak lancar lainnya                                            54.742.415.810      54.742.415.810         54.742.415.810      54.742.415.810      54.742.415.810
   Aset tidak lancar lainnya                                                        418.378.495         418.378.495            418.378.495         418.378.495         418.378.495
   Biaya dibayar di muka                                                         18.067.676.183      18.067.676.183         18.067.676.183      18.067.676.183      18.067.676.183
   Goodwill                                                                      33.867.000.000      33.867.000.000         33.867.000.000      33.867.000.000      33.867.000.000

             Jumlah Aset T idak Lancar                                          797.924.196.019     961.226.091.886       1.147.379.348.109   1.392.498.370.692   1.530.366.604.908

JUMLAH ASET                                                                    2.866.025.412.765   3.281.152.864.754      3.873.862.473.996   4.534.785.624.766   5.083.354.176.725


LIABILITAS DAN EKUITAS
  LIABILITAS
    Liabilitas Jangka Pendek
       Utang bank jangka pendek                                                 231.600.285.640     339.677.649.415        555.931.876.479     760.613.317.112     771.758.406.702
       Utang usaha                                                              484.595.150.359     588.788.129.796        705.635.049.336     836.719.785.519     940.624.061.358
       Utang lain-lain                                                           95.289.594.975      95.289.594.975         95.289.594.975      95.289.594.975      95.289.594.975
       Beban akrual                                                              16.654.454.697      16.654.454.697         16.654.454.697      16.654.454.697      16.654.454.697
       Uang muka penjualan                                                          731.802.837         731.802.837            731.802.837         731.802.837         731.802.837
       Utang pajak                                                               92.114.931.895      92.114.931.895         92.114.931.895      92.114.931.895      92.114.931.895
       Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                     6.121.618.934       6.121.618.934          6.121.618.934       6.121.618.934       6.121.618.934
       Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
           Liabilitas sewa                                                       37.803.908.665      37.803.908.665         37.803.908.665      37.803.908.665        37.803.908.665

             Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    964.911.748.002    1.177.182.091.215      1.510.283.237.818   1.846.049.414.635   1.961.098.780.062

    Liabilitas Jangka Panjang
       Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
        dalam waktu satu tahun:
           Liabilitas sewa                                                      237.804.518.500     237.804.518.500        237.804.518.500     237.804.518.500     237.804.518.500
       Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                   18.959.472.166      18.959.472.166         18.959.472.166      18.959.472.166      18.959.472.166
       Liabilitas pajak tangguhan                                                   115.581.000         115.581.000            115.581.000         115.581.000         115.581.000

             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   256.879.571.666     256.879.571.666        256.879.571.666     256.879.571.666     256.879.571.666

             Jumlah Liabilitas                                                 1.221.791.319.668   1.434.061.662.880      1.767.162.809.484   2.102.928.986.300   2.217.978.351.728

  EKUITAS
   Modal saham                                                                  518.750.000.000      518.750.000.000        518.750.000.000     518.750.000.000     518.750.000.000
   T ambahan modal disetor                                                      265.220.544.638      265.220.544.638        265.220.544.638     265.220.544.638     265.220.544.638
   Saldo laba                                                                   858.831.432.397    1.061.688.541.174      1.321.297.003.813   1.646.453.977.766   2.079.973.164.298
   Penghasilan komprehensif lain                                                    643.434.980          643.434.980            643.434.980         643.434.980         643.434.980

    T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk       1.643.445.412.015   1.846.302.520.792      2.105.910.983.431   2.431.067.957.384   2.864.587.143.916

    Kepentingan nonpengendali                                                       788.681.081         788.681.081            788.681.081         788.681.081          788.681.081

             Jumlah Ekuitas                                                    1.644.234.093.097   1.847.091.201.873      2.106.699.664.512   2.431.856.638.466   2.865.375.824.997

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                  2.866.025.412.765   3.281.152.864.754      3.873.862.473.996   4.534.785.624.766   5.083.354.176.725




Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                                       (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)




                                                                                                                                                         Halaman 34
Page 36
                                                     Proyeksi                        Proyeksi                        Proyeksi                         Proyeksi                        Proyeksi
Keterangan                                            2024                            2025                            2026                             2027                            2028
                                                        1                               2                               3                                4                               5


Penjualan Neto                                      5.112.116.820.672               6.573.231.438.367               7.959.035.930.739                9.466.534.609.373               11.132.146.265.380

Beban Pokok Penjualan                              (4.289.351.238.922)              (5.385.223.301.557)             (6.436.132.624.964)              (7.551.741.710.520)             (8.766.659.325.630)

Laba Bruto                                            822.765.581.750               1.188.008.136.810               1.522.903.305.774                1.914.792.898.853                2.365.486.939.750

Beban Usaha                                          (609.949.083.784)                (893.071.085.650)             (1.135.619.903.923)              (1.420.994.127.304)             (1.727.233.404.527)

Laba Usaha                                            212.816.497.966                 294.937.051.160                 387.283.401.852                  493.798.771.550                 638.253.535.223

Pendapatan (Beban) Lainnya                             11.270.959.058                  (34.498.612.719)                (51.229.377.622)                (75.084.666.896)                 (92.320.946.727)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                        224.087.457.024                 260.438.438.441                 336.054.024.230                  418.714.104.654                 545.932.588.496

Beban Pajak Penghasilan - Neto                         (45.726.985.451)                (58.732.510.712)                (75.624.223.305)                (93.154.536.679)                (118.881.415.442)

Laba Tahun Berjalan                                   178.360.471.573                 201.705.927.729                 260.429.800.924                  325.559.567.975                 427.051.173.054




Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                                                  (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                  Proyeksi                         Proyeksi                         Proyeksi                          Proyeksi                         Proyeksi
Keterangan                                         2024                             2025                             2026                              2027                             2028
                                                     1                                2                                3                                 4                                5

Penjualan Neto                                     5.112.116.820.672               6.573.231.438.367                 7.959.035.930.739                 9.466.534.609.373               11.132.146.265.380

Beban Pokok Penjualan                             (4.289.351.238.922)              (5.385.223.301.557)              (6.436.132.624.964)               (7.551.741.710.520)              (8.766.659.325.630)

Laba Bruto                                          822.765.581.750                1.188.008.136.810                 1.522.903.305.774                 1.914.792.898.853                2.365.486.939.750

Beban Usaha                                         (609.949.083.784)               (893.071.085.650)               (1.135.619.903.923)               (1.420.994.127.304)              (1.727.233.404.527)

Laba Usaha                                          212.816.497.966                  294.937.051.160                  387.283.401.852                   493.798.771.550                  638.253.535.223

Pendapatan (Beban) Lainnya                            12.542.959.058                 (33.080.534.593)                  (52.371.702.467)                  (74.591.640.917)                 (85.183.913.250)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                      225.359.457.024                  261.856.516.567                  334.911.699.385                   419.207.130.633                  553.069.621.973

Beban Pajak Penghasilan                              (45.726.985.451)                (58.999.407.790)                  (75.303.236.746)                  (94.050.156.679)                (119.550.435.442)

Laba Tahun Berjalan                                 179.632.471.573                  202.857.108.777                  259.608.462.639                   325.156.973.954                  433.519.186.531




Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                                                           (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                              Proyeksi                         Proyeksi                         Proyeksi                         Proyeksi                     Proyeksi
Keterangan                                                     2024                             2025                             2026                             2027                         2028
                                                                 1                                2                                3                                4                            5

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
  Penerimaan kas dari pelanggan                               5.085.078.732.155                6.492.074.596.385                7.868.131.044.079            9.377.415.755.897             11.033.598.124.057
  Pembayaran kas kepada pemasok                              (4.692.223.701.821)              (5.464.802.287.908)              (6.613.424.640.681)          (7.748.987.313.402)            (8.993.024.350.738)
  Pembayaran kas kepada karyawan                                (81.454.205.000)                             -                                -                            -                              -
  Pembayaran beban usaha                                       (579.281.292.181)                (698.018.334.227)                (877.531.701.093)          (1.080.590.578.756)            (1.311.566.413.252)
  Penerimaan pendapatan keuangan                                  3.600.347.872                    6.134.971.218                    6.134.971.218                6.134.971.218                  6.134.971.218
  Pembayaran biaya keuangan                                     (21.621.039.137)                 (43.070.848.955)                 (62.602.058.198)             (88.216.804.170)              (108.726.804.018)
  Pembayaran pajak penghasilan                                  (49.311.984.322)                 (58.732.510.712)                 (75.624.223.305)             (93.154.536.679)              (118.881.415.442)
  Pembayaran beban operasional lainnya                           (3.722.182.621)                             -                                -                            -                              -

   Arus kas bersih dari aktivitas operasi                     (338.935.325.055)                 233.585.585.800                  245.083.392.020                 372.601.494.107                  507.534.111.825

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
  Perolehan aset tetap                                         (85.605.445.982)                 (99.643.958.994)                (107.186.311.580)                (109.626.476.211)            (118.547.119.012)
  Penambahan modal pada entitas ventura bersama               (141.997.834.885)                             -                                -                                -                            -
  Perolehan aset hak guna                                      (60.295.882.971)                (253.710.688.295)                (331.729.969.218)                (464.435.506.461)            (454.629.095.880)

   Arus kas bersih untuk akivitas investasi                   (287.899.163.838)                (353.354.647.290)                (438.916.280.798)                (574.061.982.672)            (573.176.214.892)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
  Penerimaan utang bank jangka pendek                           182.843.285.640                 119.028.544.823                  195.832.888.778                 214.078.846.612                   67.642.103.066

  Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan                      182.843.285.640                 119.028.544.823                  195.832.888.778                 214.078.846.612                   67.642.103.066

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                       (443.991.203.253)                    (740.516.667)                   2.000.000.000                   12.618.358.047                   2.000.000.000

Kas dan Setara Kas, Awal T ahun                                 493.231.719.919                  49.240.516.667                   48.500.000.000                   50.500.000.000                  63.118.358.047

Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun                                  49.240.516.667                  48.500.000.000                   50.500.000.000                   63.118.358.047                  65.118.358.047




                                                                                                                                                                               Halaman 35
Page 37
       Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
       tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                                                                        (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                     Proyeksi                         Proyeksi                        Proyeksi                          Proyeksi                      Proyeksi
       Keterangan                                                     2024                             2025                            2026                              2027                          2028
                                                                        1                                2                               3                                 4                             5


       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
         Penerimaan kas dari pelanggan                                5.085.078.732.155                6.492.074.596.385               7.868.131.044.079                 9.377.415.755.897           11.033.598.124.057
         Pembayaran kas kepada pemasok                               (4.692.223.701.821)              (5.464.802.287.908)             (6.613.424.640.681)               (7.748.987.313.402)          (8.993.024.350.738)
         Pembayaran kas kepada karyawan                                (131.483.205.000)                   9.800.000.000                 (19.600.000.000)                    9.800.000.000               50.029.000.000
         Pembayaran beban usaha                                        (579.281.292.181)                (698.018.334.227)               (877.531.701.093)               (1.080.590.578.756)          (1.311.566.413.252)
         Penerimaan pendapatan keuangan                                   4.872.347.872                   10.293.971.218                   9.228.971.218                    10.205.971.218                9.175.971.218
         Pembayaran biaya keuangan                                      (21.621.039.137)                 (45.811.770.830)                (66.838.383.043)                  (91.794.778.192)            (104.630.770.541)
         Pembayaran pajak penghasilan                                   (49.311.984.322)                 (58.999.407.790)                (75.303.236.746)                  (94.050.156.679)            (119.550.435.442)
         Pembayaran beban operasional lainnya                            (3.722.182.621)                             -                               -                                 -                            -

         Arus kas bersih dari aktivitas operasi                        (387.692.325.055)                244.536.766.848                  224.662.053.734                    381.998.900.086             564.031.125.302

       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
         Perolehan aset tetap                                           (85.605.445.982)                 (99.643.958.994)               (107.186.311.580)                   (109.626.476.211)           (118.547.119.012)
         Penambahan modal pada entitas ventura bersama                 (141.997.834.885)                             -                               -                                   -                           -
         Perolehan aset hak guna                                        (60.295.882.971)                (253.710.688.295)               (331.729.969.218)                   (464.435.506.461)           (454.629.095.880)

         Arus kas bersih untuk akivitas investasi                      (287.899.163.838)                (353.354.647.290)               (438.916.280.798)                   (574.061.982.672)           (573.176.214.892)

       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
         Penerimaan utang bank jangka pendek                           231.600.285.640                  108.077.363.775                  216.254.227.063                    204.681.440.633               11.145.089.589

         Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan                      231.600.285.640                  108.077.363.775                  216.254.227.063                    204.681.440.633               11.145.089.589

       Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                         (443.991.203.253)                      (740.516.667)                2.000.000.000                     12.618.358.047                  2.000.000.000

       Kas dan Setara Kas, Awal T ahun                                 493.231.719.919                      49.240.516.667                48.500.000.000                     50.500.000.000               63.118.358.047

       Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun                                   49.240.516.667                     48.500.000.000                50.500.000.000                     63.118.358.047               65.118.358.047




8.2.1.3 Analisis Rasio Keuangan

       Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2028 tanpa adanya
       Rencana Transaksi:
                                                    Audited          Audited               Audited               Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi          Proyeksi
       Keterangan                                    2021             2022                  2023                   2024                2025                 2026                  2027              2028
                                                      -2               -1                     0                      1                   2                    3                     4                 5

       Operasi
         Marjin laba bruto                              14,32%             13,61%              13,70%                  16,09%             18,07%               19,13%                 20,23%           21,25%
         Marjin laba usaha                               9,60%              8,03%               6,75%                   4,16%              4,49%                4,87%                  5,22%            5,73%
         Marjin laba tahun berjalan                      8,51%              6,06%               5,65%                   3,49%              3,07%                3,27%                  3,44%            3,84%
         Marjin EBITDA                                   9,79%              8,21%               7,09%                   4,93%              5,51%                5,91%                  6,39%            6,88%
         Imbal hasil aset (ROA)                         20,90%             13,31%              10,54%                   6,33%              6,22%                6,83%                  7,26%            8,40%
         Imbal hasil ekuitas (ROE)                      25,57%             20,09%              14,38%                  10,86%             10,93%               12,37%                 13,39%           14,94%

       Likuiditas
          Rasio Lancar                                        5,45              2,76                 3,40                    2,20            2,00                1,84                    1,72             1,80
          Quick Ratio                                         2,39              0,92                 1,83                    0,65            0,60                0,53                    0,49             0,49

       Solvabilitas
         Rasio Liabilitas terhadap Aset                       0,18              0,34                 0,27                     0,42               0,43                0,45                  0,46              0,44
         Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                    0,22              0,51                 0,36                     0,71               0,76                0,81                  0,85              0,78




       Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2028 dengan adanya
       Rencana Transaksi:
                                                    Audited          Audited               Audited               Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi          Proyeksi
       Keterangan                                    2021             2022                  2023                   2024                2025                 2026                  2027              2028
                                                      -2               -1                     0                      1                   2                    3                     4                 5

       Operasi
         Marjin laba bruto                              14,32%             13,61%              13,70%                  16,09%             18,07%               19,13%                 20,23%           21,25%
         Marjin laba usaha                               9,60%              8,03%               6,75%                   4,16%              4,49%                4,87%                  5,22%            5,73%
         Marjin laba tahun berjalan                      8,51%              6,06%               5,65%                   3,51%              3,09%                3,26%                  3,43%            3,89%
         Marjin EBITDA                                   9,79%              8,21%               7,09%                   4,93%              5,51%                5,91%                  6,39%            6,88%
         Imbal hasil aset (ROA)                         20,90%             13,31%              10,54%                   6,27%              6,18%                6,70%                  7,17%            8,53%
         Imbal hasil ekuitas (ROE)                      25,57%             20,09%              14,38%                  10,92%             10,98%               12,32%                 13,37%           15,13%

       Likuiditas
          Rasio Lancar                                        5,45              2,76                 3,40                    2,14            1,97                1,81                    1,70             1,81
          Quick Ratio                                         2,39              0,92                 1,83                    0,67            0,61                0,55                    0,50             0,50

       Solvabilitas
         Rasio Liabilitas terhadap Aset                       0,18              0,34                 0,27                     0,43               0,44                0,46                  0,46              0,44
         Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                    0,22              0,51                 0,36                     0,74               0,78                0,84                  0,86              0,77




                                                                                                                                                                                             Halaman 36
Page 38
      Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
      atas, proyeksi marjin laba tahun berjalan Perseroan pada periode 2024-2028 tanpa adanya
      Rencana Transaksi akan berkisar antara 3,07%-3,84%, sedangkan dengan adanya
      Rencana Transaksi akan berkisar antara 3,09%-3,89%. Proyeksi rasio lancar Perseroan
      pada periode 2024-2028 tanpa adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,72-2,20,
      sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi akan berkisar antara 1,70-2,14. Proyeksi
      rasio liabilitas terhadap aset Perseroan pada periode 2024-2028 tanpa adanya Rencana
      Transaksi akan berkisar antara 0,42-0,46, sedangkan dengan adanya Rencana Transaksi
      akan berkisar antara 0,43-0,46.

8.2.1.4 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan
        Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

      Berdasarkan analisis posisi proforma Perseroan atas keseluruhan Rencana Transaksi per
      tanggal 31 Desember 2023 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, dimana terdapat
      penyesuaian antara lain:
      1. Peningkatan total aset sebesar Rp 48.757.000.000, yang terutama berasal dari
         peningkatan piutang lain-lain sebesar Rp 50.029.000.000 serta penurunan pada kas
         dan setara kas sebesar Rp 1.272.000.000.
      2. Peningkatan total liabilitas sebesar Rp 48.757.000.000, yang terutama berasal dari
         utang bank jangka pendek sebesar Rp 48.757.000.000.

8.2.1.5 Analisis Kemampuan MST untuk Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
        dan/atau Penjaminan Sampai Saat Jatuh Tempo

      Berdasarkan analisis terhadap arus kas yang tersedia MST (entitas induk) sebelum
      Rencana Transaksi, jumlah kas dan setara kas MST (entitas induk) pada akhir tahun 2023
      tersisa sejumlah Rp 69.084.015.554.

      Berikut adalah proyeksi arus kas MST (entitas induk) dengan adanya Rencana Transaksi:
                                                                                                                                            (dalam Rp)
                                                               Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi
       Keterangan                                               2024                2025                2026                2027                2028
                                                                  1                   2                   3                   4                   5

       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
         Penerimaan kas dari pelanggan                       150.244.032.453     221.399.000.000     283.713.000.000     387.905.000.000     471.587.000.000
         Pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha      (198.923.352.290)   (172.987.795.368)   (196.853.188.230)   (309.277.961.772)   (345.318.324.438)
         Pembayaran biaya keuangan                               (13.409.548)                  -                   -                   -                   -
         Pembayaran pajak penghasilan                                      -                   -      (1.343.000.000)     (1.745.000.000)     (3.329.000.000)

        Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi       (48.692.729.385)    48.411.204.632      85.516.811.770      76.882.038.228     122.939.675.562

       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
         Perolehan aset tetap                                (71.695.479.491)                  -     (42.000.000.000)    (31.500.000.000)    (35.800.000.000)
         Perolehan aset hak guna                              (6.203.028.423)                  -     (13.200.665.423)    (11.809.772.027)    (13.833.601.487)
         Penempatan uang jaminan                             (13.122.909.814)     (1.071.000.000)     (5.418.000.000)     (3.780.000.000)     (1.260.000.000)

        Arus kas bersih untuk akivitas investasi             (91.021.417.727)     (1.071.000.000)    (60.618.665.423)    (47.089.772.027)    (50.893.601.487)

       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
         Pembayaran pinjaman pemegang saham                               -      (50.000.000.000)                  -     (20.000.000.000)   (102.100.000.000)
         Pembayaran bunga pinjaman pemegang saham            (2.891.000.000)      (8.489.000.000)     (6.315.000.000)     (8.308.000.000)     (6.206.000.000)
         Penerimaan setoran modal                                         -                    -                   -                   -      50.000.000.000
         Penerimaan pinjaman pemegang saham                 102.100.000.000       30.000.000.000      40.000.000.000                   -                   -
         Pembayaran liabilitas sewa                          (8.198.003.384)     (12.961.179.090)    (18.724.061.589)    (27.985.169.603)    (27.504.335.796)
         Pembayaran bunga liabilitas sewa                    (3.028.997.866)      (3.584.295.073)     (3.923.956.842)     (4.818.504.554)     (4.750.559.884)

         Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan    87.981.998.750      (45.034.474.163)    11.036.981.570      (61.111.674.157)    (90.560.895.681)

       Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas               (51.732.148.363)      2.305.730.470     35.935.127.917      (31.319.407.955)    (18.514.821.606)

       Kas dan Setara Kas, Awal Tahun                        69.084.015.554      17.351.867.191      19.657.597.661      55.592.725.578      24.273.317.623

       Kas dan Setara Kas, Akhir Tahun                       17.351.867.191      19.657.597.661      55.592.725.578      24.273.317.623        5.758.496.017




                                                                                                                                          Halaman 37
Page 39
        Selama periode proyeksi, kas bersih yang diperoleh MST telah cukup untuk melunasi
        seluruh porsi pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi.

8.2.1.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant atas Rencana Transaksi

        Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi pemberian pinjaman
        secara bertahap oleh Perseroan kepada MST dengan jumlah maksimum sebesar
        Rp 85.000.000.000, maka dapat memberikan peningkatan laba bagi Perseroan. Dalam
        perjanjian pinjam-meminjam dana, tidak terdapat persyaratan financial covenant tertentu.

8.2.2   Analisis Inkremental
8.2.2.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perusahaan

        Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan
        mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 20,51% atau mencapai
        Rp 5.083.354.176.725 pada tahun 2028, dibandingkan dengan total aset Perseroan per
        31 Desember 2023 yang sebesar Rp 1.999.801.504.403.

        Dengan adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
        CAGR sekitar 32,95% atau mencapai Rp 2.217.978.351.728 pada tahun 2028, dibandingkan
        dengan total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 533.962.296.059.
        Tanpa adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
        CAGR sekitar 33,04% atau mencapai Rp 2.225.645.613.945 pada tahun 2028.

        Dengan adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
        CAGR sekitar 14,35% atau mencapai Rp 2.865.375.824.997 pada tahun 2028, dibandingkan
        dengan total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 1.465.839.208.344.
        Tanpa adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
        CAGR sekitar 14,28% atau mencapai Rp 2.857.708.562.780 pada tahun 2028.

8.2.2.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan

        Perkiraan biaya-biaya yang relevan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi
        adalah sebesar Rp 100.000.000 atau 0,12%.

8.2.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan

        Untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan, pemegang saham dan manajemen
        Perseroan berupaya menyusun rencana strategis, antara lain:
           Rencana ekspansi untuk meningkatkan kehadiran bisnisnya di seluruh Indonesia
            dengan membuka lebih banyak gerai mono-brand, multi-brand, dan experience center;
           Meningkatkan jaringan distribusi untuk melakukan penetrasi lebih jauh di pasar active
            lifestyle products;
           Memperluas penetrasi pasar untuk dengan layanan layanan omni-channel;
           Meningkatkan lebih lanjut portofolio produk Perseroan yang komprehensif;
           Melakukan investasi dan kemitraan yang strategis di wilayah yang dapat melengkapi
            kegiatan usaha Perseroan.




                                                                                      Halaman 38
Page 40
8.2.2.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Rencana Transaksi

       Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
       peraturan dan ketentuan yang berlaku. Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah
       disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.

9.     Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

9.1    Pendekatan dan Analisis Kewajaran

       Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
       pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
          Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
           Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi ini dilakukan dengan membandingkan
           besaran bunga atas pinjaman dengan besaran bunga yang berlaku di pasar. Apabila
           besaran bunga adalah serupa atau lebih baik dari fasilitas sejenis lain di pasar, maka
           Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar dan tidak merugikan Perseroan atau
           pemegang sahamnya.
          Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
           Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
           proyeksi keuangan MST (entitas induk) terhadap Rencana Transaksi selama tahun
           2024-2028 untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran
           pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi.
          Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
           Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan
           antara posisi proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum
           dilaksanakannya Rencana Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana
           Transaksi. Rencana Transaksi dianggap wajar apabila posisi proforma menunjukkan
           nilai positif.
          Analisis Inkremental dan Profitabilitas
           Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
           untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
           Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
           manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
           dilaksanakannya Rencana Transaksi.

9.2    Analisis Kewajaran Transaksi
       Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan obyektif
       transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
       ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
       memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan obyektif transaksi secara
       keseluruhan, Pendapat kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi disampaikan pada
       bab 10. Kesimpulan.



                                                                                      Halaman 39
Page 41
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :

1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga

    Sebagaimana tercantum dalam draft Perjanjian Pinjam Meminjam (“PPM”) antara
    Perseroan dengan MST, Perseroan akan memberikan pinjaman kepada MST dengan
    jumlah maksimum sebesar Rp 85.000.000.000,-, fasilitas pinjaman tersebut akan
    dikenakan beban bunga sebesar 7,25% per tahun.

    Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
    besaran bunga atas pinjaman tersebut dengan besaran bunga yang berlaku di pasar.
    Secara garis besar, analisis kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut dilakukan
    dengan membandingkan syarat-syarat termasuk besaran bunga pinjaman yang
    digunakan dalam Rencana Transaksi dengan syarat-syarat dan besaran bunga
    pinjaman yang berlaku di pasar saat ini.

    Tingkat bunga pinjaman rata-rata untuk keperluan modal kerja dalam mata uang
    Rupiah dan USD yang berlaku di pasar berdasarkan kelompok bank periode Januari
    sampai Desember 2023 adalah sebagai berikut :
    Suku Bunga Pinjaman Rupiah yang diberikan Menurut Kelompok Bank untuk keperluan Modal Kerja (%) :
    Kelompok Bank                      Jan.   Feb.    Mar.   Apr.    May    June    July    Aug.   Sep.    Okt.   Nov.    Des.   AVG
    Bank Persero                       8,51   8,73    8,83   8,85    8,86   8,88    8,97    8,99   8,96    8,95   8,94    8,93   8,87
    Bank Swasta Nasional               9,27   9,31    9,32   9,25    9,23   9,21    9,18    9,14   9,09    9,12   9,08    9,01   9,18
    Bank Asing dan Bank Campuran       6,71   6,85    6,90   6,89    6,92   6,90    6,93    7,06   7,06    7,08   6,94    6,92   6,93
    Bank Umum                          8,75   8,89    8,95   8,92    8,93   8,93    8,95    8,96   9,02    9,05   8,91    8,86   8,93
    Rata-rata (AVG)                    8,31   8,45    8,50   8,48    8,49   8,48    8,51    8,54   8,53    8,55   8,47    8,43   8,48

    Suku Bunga Pinjaman US Dollar yang diberikan Menurut Kelompok Bank untuk keperluan Modal Kerja (%) :
    Kelompok Bank                      Jan.   Feb.    Mar.   Apr.    May    June    July    Aug.   Sep.    Okt.   Nov.    Des.   AVG
    Bank Persero                       5,75   5,73    5,60   5,61    5,73   6,02    6,26    6,30   6,39    6,44   6,48    6,61   6,08
    Bank Swasta Nasional               5,54   5,64    5,79   5,81    5,90   5,93    5,88    5,98   6,06    6,07   6,09    6,12   5,90
    Bank Asing dan Bank Campuran       5,49   5,58    5,86   5,88    6,04   6,05    6,24    6,25   6,22    6,34   6,30    6,22   6,04
    Bank Umum                          5,60   5,65    5,71   5,73    5,84   5,98    6,09    6,15   6,21    6,27   6,28    6,33   5,99
    Rata-rata (AVG)                    5,60   5,65    5,74   5,76    5,88   6,00    6,12    6,17   6,22    6,28   6,29    6,32   6,00
    Sumber : Bank Indonesia


    Terlihat bahwa besaran suku bunga rata-rata pinjaman untuk keperluan modal kerja
    berdasarkan kelompok bank adalah sebesar 8,48% per tahun untuk Rupiah dan
    sebesar 6,00% per tahun untuk USD. Dengan demikian pinjaman yang diberikan oleh
    Perseroan kepada MST yang membebankan kewajiban pembayaran bunga sebesar
    7,25% per tahun atas pinjaman tersebut masih masuk dalam kisaran 6,00%-8,48% per
    tahun sehingga wajar.

2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

    Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
    proyeksi keuangan MST (entitas induk) terhadap Rencana Transaksi selama tahun
    2024-2028 untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran
    pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi, dimana CFADS tersebut
    telah memperhitungkan pemenuhan kewajiban pinjaman lainnya.




                                                                                                                         Halaman 40
Page 42
   Berdasarkan analisis tersebut, MST memiliki CFADS yang cukup untuk memenuhi
   kewajiban porsi pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana
   Transaksi. Pada tahun 2024 diproyeksikan MST memiliki CFADS sebesar
   Rp 20.242.867.191 serta porsi pembayaran bunga sebesar Rp 2.891.000.000
   sehingga MST memiliki rasio CFADS sebesar 7,00x pada tahun tersebut. Rasio ini
   menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban porsi pembayaran
   bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi adalah lebih besar 7,00x dari jumlah
   porsi pembayaran bunga. Apabila MST memiliki rasio CFADS dengan nilai lebih besar
   dari 1x, maka MST dinyatakan layak dalam melunasi seluruh utangnya.

   MST diproyeksikan memiliki CFADS sebesar 1,05x pada tahun 2028, yang
   menandakan MST mampu untuk membayar pinjaman yang akan jatuh tempo pada
   tahun tersebut beserta bunga sebesar Rp 108.306.000.000, hal ini dikarenakan MST
   memiliki CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar Rp 114.064.496.017.
   Selain itu, MST juga memiliki rasio CFADS yang lebih besar dari 1x pada setiap
   tahunnya, maka MST dapat memenuhi kewajiban pembayaran bunga pinjaman.

3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi

    Berikut ini adalah ringkasan proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
    Perseroan sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
    manajemen Perseroan per 31 Desember 2023:
                                                                                                                           (dalam Rp)
                                                                                    Audited                                Proforma
    Keterangan                                                                                       Penyesuaian
                                                                                     2023                                    2023

    ASET
      Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                                        493.231.719.919    (1.272.000.000)      491.959.719.919
       Piutang usaha                                                             291.155.964.685                 -       291.155.964.685
       Piutang lain-lain                                                          34.401.010.589    50.029.000.000        84.430.010.589
       Persediaan - neto                                                         612.124.224.691                 -       612.124.224.691
       Uang muka                                                                  54.401.656.927                 -        54.401.656.927
       Biaya dibayar di muka                                                         889.536.472                 -           889.536.472
       Pajak pertambahan nilai dibayar di muka                                    38.573.146.134                 -        38.573.146.134

                 Jumlah Aset Lancar                                             1.524.777.259.417   48.757.000.000      1.573.534.259.417

      Aset Tidak Lancar
       Aset tetap - neto                                                          54.158.613.456                   -      54.158.613.456
       Aset takberwujud - neto                                                    38.921.749.996                   -      38.921.749.996
       Aset hak guna - neto                                                      150.278.284.395                   -     150.278.284.395
       Aset pajak tangguhan - neto                                                14.837.906.327                   -      14.837.906.327
       T aksiran tagihan pajak penghasilan                                        29.683.828.000                   -      29.683.828.000
       Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama                       172.538.831.376                   -     172.538.831.376
       Aset keuangan tidak lancar lainnya                                         14.424.096.298                   -      14.424.096.298
       Aset tidak lancar lainnya                                                     180.935.138                   -         180.935.138

                 Jumlah Aset T idak Lancar                                       475.024.244.986                   -     475.024.244.986

    JUMLAH ASET                                                                 1.999.801.504.403   48.757.000.000      2.048.558.504.403


    LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
           Utang bank jangka pendek                                                            -    48.757.000.000        48.757.000.000
           Utang usaha                                                           316.127.054.044                 -       316.127.054.044
           Utang lain-lain                                                        81.096.187.492                 -        81.096.187.492
           Beban akrual                                                            2.186.858.539                 -         2.186.858.539
           Uang muka penjualan                                                       731.523.626                 -           731.523.626
           Utang pajak                                                             9.728.981.321                 -         9.728.981.321
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                    871.298.959                 -           871.298.959
           Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
               Liabilitas sewa                                                    37.116.296.555                   -      37.116.296.555
               Utang bank jangka panjang                                                       -                   -                   -

                 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 447.858.200.536    48.757.000.000       496.615.200.536




                                                                                                                       Halaman 41
Page 43
                                                                                    Audited                                    Proforma
Keterangan                                                                                               Penyesuaian
                                                                                     2023                                        2023

    Liabilitas Jangka Panjang
       Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
        dalam waktu satu tahun:
           Liabilitas sewa                                                         70.754.866.523                      -      70.754.866.523
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                      15.349.229.000                      -      15.349.229.000

             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      86.104.095.523                      -      86.104.095.523

             Jumlah Liabilitas                                                    533.962.296.059    48.757.000.000          582.719.296.059

  EKUITAS
   Modal saham                                                                    518.750.000.000                      -     518.750.000.000
   T ambahan modal disetor                                                        265.220.544.638                      -     265.220.544.638
   Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                                      (463.195.497)                     -        (463.195.497)
   Saldo laba                                                                     679.198.960.825                      -     679.198.960.825
   Penghasilan komprehensif lain                                                    2.344.217.300                      -       2.344.217.300

    T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk       1.465.050.527.266                       -    1.465.050.527.266

    Kepentingan nonpengendali                                                        788.681.078                       -         788.681.078

             Jumlah Ekuitas                                                    1.465.839.208.344                       -    1.465.839.208.344

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                  1.999.801.504.403     48.757.000.000         2.048.558.504.403


Analisis terhadap Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per
tanggal 31 Desember 2023, menunjukkan dengan dilakukannya Rencana Transaksi,
dimana terdapat penyesuaian antara lain:
1. Kas dan setara kas sebesar Rp 1.272.000.000 merupakan penyesuaian atas
   pinjaman ke MST;
2. Piutang lain-lain sebesar Rp 50.029.000.000 merupakan penyesuaian atas
   pinjaman ke MST;
3. Utang bank jangka pendek sebesar Rp 48.757.000.000 merupakan penyesuaian
   atas pinjaman ke MST.
Berikut ini adalah ringkasan Proforma Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi per 31 Desember 2023:
                                                                                                                  (dalam Rp)
                                                                  Audited                                       Proforma
Keterangan                                                                           Penyesuaian
                                                                   2023                                           2023

Penjualan Neto                                              3.730.376.124.969                        -      3.730.376.124.969

Beban Pokok Penjualan                                      (3.219.208.418.504)                       -     (3.219.208.418.504)

Laba Bruto                                                    511.167.706.465                        -        511.167.706.465

Beban Usaha                                                  (259.340.058.860)                       -       (259.340.058.860)

Laba Usaha                                                    251.827.647.605                        -        251.827.647.605

Pendapatan (Beban) Lainnya                                     17.911.208.987                        -         17.911.208.987

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                269.738.856.592                        -        269.738.856.592

Beban Pajak Penghasilan - Neto                                 (58.972.251.353)                      -        (58.972.251.353)

Laba Tahun Berjalan                                           210.766.605.239                        -        210.766.605.239


Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja
operasional Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan pos-pos pada laba rugi
Perseroan.



                                                                                                                           Halaman 42
Page 44
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas

    Analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
    untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi
    Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
    manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
    dilaksanakannya Rencana Transaksi.

    Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
    selama periode proyeksi tahun 2024-2028:
                                                                             (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
         Keterangan           2024                2025                2026                2027                 2028
    Aset                  2.815.996.412.765   3.240.923.864.754   3.814.033.473.996   4.484.756.624.766    5.083.354.176.725
    Liabilitas            1.173.034.319.668   1.396.255.843.928   1.708.935.652.246   2.054.099.235.040    2.225.645.613.945
    Ekuitas               1.642.962.093.097   1.844.668.020.826   2.105.097.821.750   2.430.657.389.726    2.857.708.562.780
    Penjualan Neto        5.112.116.820.672   6.573.231.438.367   7.959.035.930.739   9.466.534.609.373   11.132.146.265.380
    Laba Usaha              212.816.497.966     294.937.051.160     387.283.401.852     493.798.771.550      638.253.535.223
    Laba Tahun Berjalan     178.360.471.573     201.705.927.729     260.429.800.924     325.559.567.975      427.051.173.054
    EBITDA                  252.233.474.482     362.422.357.691     470.674.863.476     604.789.127.738      765.438.668.760
    *) EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation

    Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
    selama periode proyeksi tahun 2024-2028:
                                                                             (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
         Keterangan           2024                2025                2026                2027                 2028
    Aset                  2.866.025.412.765   3.281.152.864.754   3.873.862.473.996   4.534.785.624.766    5.083.354.176.725
    Liabilitas            1.221.791.319.668   1.434.061.662.880   1.767.162.809.484   2.102.928.986.300    2.217.978.351.728
    Ekuitas               1.644.234.093.097   1.847.091.201.873   2.106.699.664.512   2.431.856.638.466    2.865.375.824.997
    Penjualan Neto        5.112.116.820.672   6.573.231.438.367   7.959.035.930.739   9.466.534.609.373   11.132.146.265.380
    Laba Usaha              212.816.497.966     294.937.051.160     387.283.401.852     493.798.771.550      638.253.535.223
    Laba Tahun Berjalan     179.632.471.573     202.857.108.777     259.608.462.639     325.156.973.954      433.519.186.531
    EBITDA                  252.233.474.482     362.422.357.691     470.674.863.476     604.789.127.738      765.438.668.760

   Tanpa atau dengan adanya Rencana Transaksi, penjualan neto Perseroan
   diproyeksikan akan mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR)
   sebesar 24,44% atau mencapai Rp 11.132.146.265.380 pada tahun 2028,
   dibandingkan dengan penjualan neto Perseroan per 31 Desember 2023.
   Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan diproyeksikan
   akan mengalami CAGR sebesar 15,17% atau mencapai Rp 427.051.173.054 pada
   tahun 2028, dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan per 31 Desember
   2023. Dengan adanya Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan
   diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 15,52% atau mencapai
   Rp 433.519.186.531 pada tahun 2028, dibandingkan dengan laba tahun berjalan
   Perseroan per 31 Desember 2023.



                                                                                                          Halaman 43
Page 45
          Tanpa atau dengan adanya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan
          akan mengalami CAGR sebesar 23,67% atau mencapai Rp 765.438.668.760 pada
          tahun 2028, dibandingkan dengan EBITDA Perseroan per 31 Desember 2023.
          Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
          prospek yang baik.

          Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana
          Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan
          memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.

10.   Kesimpulan

      Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi,
      analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
      Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
      Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.

      Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
      disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila
      tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
      manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi pencapaian
      target nilai transaksi, kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
      dan peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Pendapat
      Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
      dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.

11.   Distribusi Pendapat Kewajaran Ini

      Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, yang harus dipandang sebagai satu
      kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan
      isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
      menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
      Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
      ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
      Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
      Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
      tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.




                                                                                   Halaman 44

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.43 MB
Published1 Jul 2024
Pages45
Characters165,296
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sinar Eka Selaras Tbk p.1 ×14
linked org PT MST Golf Indonesia p.4
linked person Budiarto Halim · Komisaris Utama p.5 ×2
linked person Charles Gunawan · Komisaris Independen p.5 ×3
linked person Hasan Aula · Komisaris p.5 ×2
linked person Djohan Sutanto · Direktur Utama p.5 ×8
linked person Andre Tanudjaja · Direktur p.5 ×2
linked org PT Era Gaya Distribusi p.11
linked org Matahari Putra Prima Tbk p.13 ×2
linked org Mirae Asset p.13 ×2
possible org Erajaya Swasembada Tbk p.5 ×5
possible person Suryawati · Direktur p.5
possible org Bursa Efek Indonesia p.25 ×2
possible org Bank Persero p.41 ×2
unresolved — Web site p.2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.2 ×7
unresolved person Myra Yuwono · Notaris p.4 ×3
unresolved person Dr. Sugih Haryati · Notaris p.4 ×8
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved person Fandi Aryana · Notaris p.4 ×7
unresolved org Era Swasembada Tbk p.5 ×2
unresolved org MST Golf Group Berhad p.5
unresolved — Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) p.5
unresolved — Ng Lian Chun p.5
unresolved — Ng Yap Sio p.5
unresolved — Yong Wai Chien p.5
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×2
unresolved org Purwantono p.8 ×2
unresolved org Gani Sigiro p.8 ×2
unresolved org PT Mitra Internasional Indonesia p.11
unresolved org PT Sinar Era Aktif p.11
unresolved org PT Era Gaya p.11
unresolved org PT Master Selam Nusantara p.11
unresolved org PT MST Golf Distribution p.12
unresolved org Pusat Statistik p.14
unresolved org International Data Corporation p.16
unresolved org Bank Campuran p.41 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 15582 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result