Back to announcement
20240627_SMGR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31676303_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review SMGRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 103
Page 1
Page 2
Kepada Yth.
Direksi
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
South Quarter, Tower A, Lt 19-20
Jl. R.A. Kartini Kav. 8
Cilandak Barat, Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12430
----------------------------------------------------------------------------------------
PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
Keputusan Menkeu No. 1359/KM.1/2009, No. izin 2.09.0074
Page 3
Jakarta, 10 Juni 2024
No. Laporan: 00017/2.0074-00/BS/04/0537/1/VI/2024
Kepada Yth.
Direksi
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
South Quarter, Tower A, Lt 19-20
JI. R.A. Kartini Kav.8
Cilandak Barat, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta, 12430
Perihal: PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dengan hormat,
Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik Firman,
Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan (“KJPP FAST”), sebagaimana yang tercantum dalam
Purchase Order (“PO”) No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024 dari PT Semen Indonesia (Persero)
Tbk (“Perseroan” atau “SIG”), dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah memberikan pendapat
independen atas kewajaran transaksi Perseroan untuk melakukan penyertaan saham melalui
penambahan modal pada PT Karya Logistik Nusantara (“KLN”).
LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-listed
company), yang didirikan pada tahun 1953. Perseroan berusaha dalam bidang industri semen,
termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri
semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen
serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
Berdasarkan informasi yang kami terima, PT Hutama Karya (Persero) (“HK”), PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk (“WIKA”), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”), PT PP (Persero) Tbk (“PP”), PT Brantas
Abipraya (Persero) (“BA”), dan PT Nindya Karya (Persero) (“NK”) menginisiasi pembentukan KLN yang
bergerak dalam jasa produksi beton dan logistik untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Ibu
Kota Nusantara (IKN). Dalam perkembangannya, para pemegang saham pendiri KLN tersebut
menawarkan peluang kerjasama kepada Perseroan untuk ikut berpartisipasi menjadi salah satu
pemegang saham di KLN. Melalui penawaran ini, KLN berencana untuk menerbitkan saham dalam
portepel sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) lembar saham dengan nilai nominal
Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah) atau Rp1.000.000,00 (satu juta
rupiah) per lembar saham (“Transaksi”). Atas Transaksi tersebut, Perseroan akan mengambil bagian
sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) lembar saham, sehingga kepemilikannya pada KLN
sebesar 20,93%.
STATUS PENILAI
KJPP FAST merupakan persekutuan perdata (partnership) yang bergerak dalam bidang penilaian
properti dan bisnis. KJPP FAST memiliki kompetensi sebagai penilai publik dengan izin dari Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal 8 Desember 2009, dan terdaftar atas nama KJPP
FAST sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan surat Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”), saat ini disebut Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”),
No.S- 865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010.
Kantor Pusat: Jakarta (P dan B)
Kantor Cabang: Jakarta (P dan B), Medan (P), Bogor (P), Surabaya (P), Bekasi (P), Batam (P), Pekanbaru (PS), Semarang (PS), Palembang (PS)
Page 4
Penilai Publik yang bertanggung jawab adalah Hanandewa, MAPPI (Cert.), dengan Izin Penilai No. B-1.19.00537, Register Menteri Keuangan No. RMK-2017.00801, Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (“STTD Pasar Modal”) No. STTD.PB-49/PM.223/2019 (Penilai Bisnis), Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Industri Keuangan Non-Bank (“STTD IKNB”) No. 234/NB.122/STTD-P/2022, dan aktif mengikuti pelatihan pengembangan profesi (Continuing Professional Development/CPD) yang disyaratkan. PEMBERI TUGAS Pemberi Tugas adalah Perseroan (SIG). Pemberi Tugas beralamat di South Quarter, Tower A, Lt 19- 20, JI. R.A. Kartini Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12430 | telepon (021) 215261174-5 | fax (021) 215261176 | surel info@sig.id | situs web: www.sig.id. PENGGUNA LAPORAN Laporan ini akan digunakan oleh Perseroan. TRANSAKSI AFILIASI Dalam kerangka Transaksi ini Perseroan dan KLN memiliki sifat hubungan afiliasi sebagai berikut: ▪ Pemegang saham akhir (ultimate beneficial owner) Perseroan dan KLN adalah pihak yang sama. Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa pelaksanaan Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun tidak langsung) dengan KLN yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”). Berdasarkan informasi dari Perseroan, Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi namun bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020. Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat Kewajaran (fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Transaksi yang disiapkan dan diterbitkan oleh pihak penilai independen. PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM TRANSAKSI Para pihak yang terlibat dalam Transaksi adalah sebagai berikut: ▪ Perseroan selaku pihak yang akan mengambil bagian saham portepel yang diterbitkan KLN. ▪ KLN selaku pihak yang akan menerbitkan saham portepelnya kepada Perseroan. TUJUAN PENUGASAN Dalam rangka pelaksanaan Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat atas kewajaran (fairness opinion) (“Pendapat Kewajaran”) dari Transaksi tersebut. OBJEK TRANSAKSI Objek Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi pengambilan bagian saham portepel yang diterbitkan KLN oleh Perseroan. TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Transaksi tersebut adalah pada tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 31 Desember 2023.
Page 5
MASA BERLAKUNYA LAPORAN Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran. INDEPENDENSI PENILAI Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai dengan PO No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024. PERNYATAAN PENILAI Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran. RUANG LINGKUP Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dari Transaksi yang mengacu kepada: ▪ Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), ▪ Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”), dan ▪ Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018, Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 tanggal 1 Maret 2020 (“SPI Edisi VII-2018”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI). DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut: ▪ Draft keterbukaan informasi kepada pemegang saham Perseroan sehubungan dengan Transaksi. ▪ Perjanjian Pengambilan Saham untuk Pengambilan Saham Baru di KLN antara KLN dan Perseroan, tanggal 10 Juni 2024. ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (“KAP IR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00046/2.1265/AU.1/04/0565-2/1/III/2024 tertanggal 8 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00045/2.1265/AU.1/04/0565-1/1/III/2023 tertanggal 10 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (“KAP TWRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00234/2.1025/AU.1/04/0222-3/1/II/2022 tertanggal 25 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. ▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00192/2.1025/AU.1/04/0222-2/1/II/2021 tertanggal 26 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. ▪ Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 atas Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Page 6
▪ Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi selama periode
1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028, yang disusun oleh manajemen Perseroan.
▪ Laporan tahunan (annual report) 2023 dari Perseroan.
▪ Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lain yang terkait dengan Transaksi.
▪ Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga terpercaya lain, yang
relevan dengan penugasan.
KONDISI PEMBATAS
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan.
Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang
digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau undang-undang
yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau wilayah di mana
Perseroan beroperasi.
2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang, dan
suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi secara material
kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada sumber
utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah diungkapkan.
5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari produk-
produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah diproyeksikan,
atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum dipenuhi.
10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-ketentuan yang
ada.
11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan seluruhnya
untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama periode proyeksi dan
tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
mempengaruhi operasi Perseroan.
13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain yang
terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Transaksi, dimana Pendapat Kewajaran tersebut
akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses keterbukaan informasi yang terkait
dengan Transaksi, dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, untuk kepentingan lain atau dicetak
ulang, disebarluaskan, dikutip, atau dirujuk pada setiap saat, dengan cara atau untuk tujuan apapun
tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari kami. Pendapat Kewajaran bukan merupakan rekomendasi
kepada pemegang saham untuk melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami tidak
berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk merevisi analisis dikarenakan kejadian
dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang digunakan, yaitu tanggal
31 Desember 2023.
Page 7
ASUMSI-ASUMSI POKOK Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan evaluasi keuangan dan penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini diterbitkan. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Transaksi. Transaksi dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan. PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi dari hal-hal sebagai berikut: A. Analisis atas Transaksi; B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Transaksi; C. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan D. Analisis atas faktor lain yang relevan. KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, tidak ada peristiwa yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian atas Transaksi.
Page 8
KESIMPULAN Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Transaksi sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar. DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan dalam kaitannya dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham. Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST. Hormat kami, KANTOR JASA PENILAI PUBLIK FIRMAN, SURYANTORO, SUGENG, SUZY, HARTOMO DAN REKAN Registered Business & Property Appraisers Rekan, Hanandewa, MAPPI (Cert.) Izin Penilai : B-1.19.00537 Kualifikasi Penilai : Penilai Bisnis STTD Pasar Modal : STTD.PB-49/PM.223/2019 STTD IKNB : 234/NB.122/STTD-P/2022 No. RMK : 2017.00801 No. MAPPI : 03-S-01763
Page 9
PERNYATAAN PENILAI
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi;
3. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada Tanggal Penilaian
(Cut-Off Date) 31 Desember 2023;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran atas Transaksi;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
6. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Transaksi;
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8. Kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Transaksi telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas; dan
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Nomor Nama Tandatangan
1. Penanggung Jawab
Hanandewa, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai: B-1.19.00537
RMK-2017.00801 …………………………
2. Reviewer
Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai: B-1.09.00097
RMK-2017.00098 …………………………
3. Penilai
La Halufi, S.E., M.Ec.Dev.
RMK-2022.04293
No. MAPPI: 21-P-11195 …………………………
i
Page 10
RINGKASAN EKSEKUTIF
1) Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa (i)
Investasi pada KLN dapat memberikan imbal hasil, berupa dividen maupun capital gain, bagi
Perseroan di masa mendatang, dimana seluruh potensi imbal hasil tersebut akan memulihkan nilai
investasi pada KLN yang dilakukan saat ini; (ii) Perseroan dapat memanfaatkan KLN sebagai
salah satu saluran penjualan produk-produk semen yang diproduksi Perseroan dan entitas-entitas
anaknya ke captive market IKN, dimana untuk memenuhi kebutuhan konstruksi IKN membutuhkan
produk-produk semen dalam jumlah signifikan; dan (iii) Keterlibatan KLN secara langsung dalam
penyediaan bahan baku yang dibutuhkan IKN, berpotensi pula mengikutsertakan usaha-usaha
berkaitan rantai pasok (supply chain) bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan melalui
entitas-entitas anaknya. Sementara risiko dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Imbal hasil atas
investasi pada KLN dalam realisasinya mungkin tidak dapat mencapai sebagaimana diharapkan,
disebabkan oleh beberapa faktor berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi IKN, seperti kebijakan
pemerintah yang mempengaruhi margin keuntungan dan termin pembayaran ke KLN, hingga
perubahan perencanaan terhadap IKN itu sendiri; dan (ii) KLN berstatus sebagai perusahaan
patungan (joint venture) menyebabkan Perseroan tidak memegang penuh kendali KLN, namun di
sisi lain Perseroan akan menjadi pemegang saham terbesar diantara pemegang saham lainnya,
sehingga tingkat pengendalian dan imbal hasil dapat tidak berbanding lurus.
2) Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Transaksi bagi Perseroan adalah
(i) Dana investasi melalui pengambilan bagian saham portepel digunakan langsung oleh KLN
dalam pengembangan usahanya, dimana di KLN sendiri Perseroan berperan pula dalam
pengendaliannya, sehingga dana investasi dari Perseroan secara tidak langsung tidak
sepenuhnya perpindah ke pihak di luar Perseroan; dan (ii) Tambahan modal saham pada KLN
secara langsung meningkatkan kapasitas pendanaan (borrowing capacity) yang berguna dalam
mendanai pengembangan usaha KLN di masa mendatang untuk meningkatkan kinerja KLN.
Sementara kerugian dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Timbul biaya peluang (opportunity
cost) atas investasi pada KLN dimana dana yang diinvestasikan pada KLN mungkin akan
memberikan imbal hasil yang lebih baik apabila diinvestasikan pada peluang investasi lainnya; dan
(ii) Pendanaan melalui penyertaan saham pada dasarnya memiliki biaya modal yang lebih tinggi
apabila dibandingkan dengan pendanaan melalui pinjaman, mengingat biaya modal ekuitas
secara teoritis memiliki imbal hasil yang disyaratkan (required rate of return) lebih tinggi daripada
biaya modal lainnya.
3) Produksi industri semen mengalami kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh
wilayah, kecuali Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi
di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar
29,3 juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi
ii
Page 11
semen sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton. Peneliti
dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa dengan adanya ekspor,
utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya untuk dalam negeri
menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya dapat dilakukan dengan
meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen dan klinker) menggunakan
mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan karena kurs USD sedang
menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk oversupply karena jumlah
permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan. Selain
memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar dapat menghasilkan produk
turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah lebih baik. Sementara
pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi pembangunan infrastruktur di luar
Pulau Jawa dengan semen domestik.
4) Berdasarkan laporan penilaian yang dilakukan oleh KJPP FAST terhadap nilai pasar 100,00%
saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada KLN per 31 Desember 2023 sebagaimana
termuat dalam laporan KJPP FAST No. 00015/2.0074-00/BS/04/0537/1/V/2024
tertanggal 6 Mei 2024, adalah sebesar Rp1.001.631,00 per lembar saham. Apabila nilai ini
digunakan sebagai nilai transaksi per lembar saham yang akan dilakukan Perseroan sebesar
Rp1.000.000,00 per lembar, maka terdapat simpangan sebesar 0,16%. Berdasarkan POJK
35/2020, nilai transaksi tidak boleh melebihi batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari nilai
pasarnya. Mengingat nilai transaksi dari Transaksi yang akan dilakukan Perseroan tersebut
terdapat simpangan sebesar 0,16% dan tidak melewati batas atas batas bawah sebesar 7,5%,
maka Transaksi masih dapat dikatakan wajar. Selanjutnya, nilai nominal Transaksi adalah
Rp22.500.000.000,00 atau 22.500 lembar saham baru pada nilai Rp1.000.000,00 per lembar
saham, atau merepresentasikan 20,93% dari seluruh saham setelah Transaksi. Apabila
persentase kepemilikan setelah Transaksi tersebut dibandingkan dengan persentase kepemilikan
secara teoritis berdasarkan nilai pasar per lembar saham KLN, maka terdapat simpangan absolut
sebesar 0,03% dan simpangan relatif sebesar 0,13%. Simpangan absolut dan relatif atas
persentase kepemilikan saham setelah Transaksi milik Perseroan pada KLN ini tidak melebihi
batas atas dan batas bawah sebesar 7,5%. Oleh karena itu, berdasarkan POJK 35/2020 maka
persentase saham baru yang diperoleh Perseroan dalam Transaksi masih dapat dikatakan wajar.
5) Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat profitabilitas,
terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah Transaksi dengan
rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan
dari penurunan marjin laba kotor. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum
dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan
perbandingan rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas
sebelum dan setelah Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio
tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan
iii
Page 12
setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
sebelum Transaksi dan setelah Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
Transaksi dengan historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat
solvabilitas antara rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Transaksi dengan rata-rata
historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER.
Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas
rasio tingkat solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat
disimpulkan bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.
6) Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi, Dari sisi pengukuran
profitabilitas, rata-rata marjin kotor antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
perubahan. Sedangkan rata-rata marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih antara sebelum
dan setelah Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%, sehingga dapat
diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik.
Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on equity) dan ROIC (return on
invested capital) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata mengalami peningkatan
masing-masing sebesar 0,01%, sedangkan rata-rata proyeksi ROA (return on assets) antara
sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata tidak mengalami perubahan, sehingga dapat
diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik,
mengingat proyeksi ROE dan ROIC mengalami peningkatan. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi
rasio kas (cash ratio), rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio) antara sebelum dan
setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-
rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan
setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
Transaksi Tingkat solvabilitas Perseroan masih relative baik.
7) Berdasarkan proforma laporan keuangan, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan berubah
sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selain itu tingkat likuiditas
Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
masih berada pada 100%. Sedangkan tingkat solvabilitas Perseroan tidak berubah sebagaimana
diindikasikan dari DAR dan DER apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat profitabilitas
Perseroan juga tidak berubah sebagaimana diindikasikan dari ROA, ROE, marjin laba kotor, marjin
operasi, dan marjin laba bersih apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum dapat diindikasikan
bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Transaksi dilakukan masih relatif baik.
iv
Page 13
8) Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan
Perseroan menghasilkan laba bersih antara apabila Transaksi tidak dilakukan dengan apabila
Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang sebesar 10,16%, nilai
kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat diindikasikan bahwa
Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi Perseroan.
v
Page 14
DAFTAR ISI
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1-1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................... 1-1
1.2 Pemberi Tugas ..................................................................................................................... 1-1
1.3 Pengguna Laporan ............................................................................................................... 1-1
1.4 Transaksi Afiliasi .................................................................................................................. 1-1
1.5 Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi ......................................................................... 1-2
1.6 Tujuan Penugasan ............................................................................................................... 1-2
1.7 Objek Transaksi ................................................................................................................... 1-2
1.8 Tanggal Efektif (Cut-Off Date) Pendapat Kewajaran ........................................................... 1-2
1.9 Masa Berlakunya Laporan ................................................................................................... 1-2
1.10 Independensi Penilai ............................................................................................................ 1-3
1.11 Pernyataan Penilai ............................................................................................................... 1-3
1.12 Ruang Lingkup ..................................................................................................................... 1-3
1.13 Data Dan Informasi Yang Digunakan .................................................................................. 1-3
1.14 Kondisi Pembatas ................................................................................................................ 1-4
1.15 ASUMSI-ASUMSI POKOK ................................................................................................... 1-6
1.16 Pendekatan dan Prosedur Analisis Kewajaran .................................................................... 1-6
1.17 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .................................................................................... 1-7
BAB 2. ANALISIS ATAS TRANSAKSI ............................................................................................. 2-1
2.1 Identifikasi dan Hubungan Antara Pihak-pihak yang Bertransaksi ...................................... 2-1
2.2 Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi .......................................... 2-2
2.3 Penilaian Atas Risiko Dan Manfaat Dari Transaksi Yang Akan Dilakukan .......................... 2-8
BAB 3. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI ........................................................................ 3-1
3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................................. 3-1
3.1.1 Perseroan ............................................................................................................................. 3-1
3.1.2 KLN ...................................................................................................................................... 3-2
3.2 Analisis Industri Dan Lingkungan ......................................................................................... 3-4
3.2.1 Makro Ekonomi Indonesia .................................................................................................... 3-4
3.2.2 Perencanaan Pembangunan IKN ........................................................................................ 3-9
3.2.3 Industri Konstruksi dan Infrastruktur .................................................................................. 3-13
3.2.4 Industri Semen ................................................................................................................... 3-18
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan................................................................. 3-24
3.3.1 Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................................ 3-24
3.3.2 Segmen Usaha dan Operasional Perseroan ..................................................................... 3-24
3.3.3 Pemasaran Perseroan ....................................................................................................... 3-29
3.3.4 Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi ............................................................................ 3-30
3.3.5 Prospek Perseroan ............................................................................................................ 3-31
3.4 Alasan Dilakukannya Transaksi ......................................................................................... 3-32
vi
Page 15
3.5 Penilaian Atas Keuntungan dan Kerugian Dari Transaksi ................................................. 3-33
BAB 4. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI ..................................................................... 4-1
4.1 Penilaian Kinerja Historis ..................................................................................................... 4-1
4.1.1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ................................................... 4-1
4.1.2 Laporan Posisi Keuangan .................................................................................................... 4-3
4.1.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................ 4-5
4.1.4 Rasio Keuangan ................................................................................................................... 4-7
4.2 Penilaian Atas proyeksi keuangan perseroan ...................................................................... 4-8
4.3 Analisis Rasio Keuangan ................................................................................................... 4-10
4.4 Analisis Laporan Keuangan Proforma ............................................................................... 4-11
4.5 Analisis Inkremental ........................................................................................................... 4-14
4.5.1 Kontribusi Nilai Tambah ..................................................................................................... 4-14
4.5.2 Biaya dan Pendapatan Relevan ........................................................................................ 4-17
4.5.3 Informasi Non Keuangan Relevan ..................................................................................... 4-17
4.5.4 Prosedur Pengambilan Keputusan .................................................................................... 4-17
4.5.5 Hal-Hal Material Lain .......................................................................................................... 4-17
4.6 Analisis Sensitivitas ............................................................................................................ 4-17
BAB 5. ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN .................................................................................. 5-1
5.1 Faktor Risiko Bisnis Perseroan ............................................................................................ 5-1
5.2 Faktor Risiko Pendanaan KLN ............................................................................................. 5-3
BAB 6. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI ...................................................................... 6-1
BAB 7. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 7-1
vii
Page 16
DAFTAR TABEL
Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................................. 3-1
Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham KLN ....................................................................................... 3-3
Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ............................. 4-2
Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ......................................... 4-4
Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ...................................................... 4-7
Tabel 4-4: Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ........................................................................ 4-8
Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis ....................................................... 4-9
Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi ................................................... 4-10
Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Transaksi ................................................................................... 4-11
Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Transaksi ................................................................................. 4-11
Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ........... 4-12
Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)...................... 4-13
Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................ 4-14
Tabel 4-12: Proyeksi Laba Bersih Inkremental (Rp Juta) .................................................................. 4-17
Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan ..................................................... 4-18
viii
Page 17
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB ............................................................ 3-4
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi ....................................................................................... 3-6
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah ........................................................................................ 3-6
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah ............................................ 3-8
Gambar 3-5: Peta Wilayah Perencanaan IKN ................................................................................... 3-11
Gambar 3-6: Linimasa Pembangunan IKN ........................................................................................ 3-13
Gambar 3-7: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023 ............................................... 3-14
Gambar 3-8: Anggaran Pembangunan Infrastruktur ......................................................................... 3-17
Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton) ............................. 3-20
Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia ............................................................ 3-22
Gambar 3-11: Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi .................................................................... 3-31
ix
Page 18
DAFTAR ISTILAH DAN DEFINISI
Bapepam-LK Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Republik Indonesia
DAR Debt to total asset ratio
DER Debt to equity ratio
KAP IR Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
KAP TWRR Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan
KEPI Kode Etik Penilai Indonesia
KJPP FAST Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro,
Sugeng, Suzy, Hartomo & Rekan
KLN PT Karya Logistik Nusantara
MAPPI Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
OJK Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Perseroan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
POJK 35/2020 Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei
2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal
POJK 42/2020 Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli
2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan
Transaksi Penerbitan saham dalam portepel KLN sejumlah
22.500 lembar saham dengan nilai nominal
Rp22.500.000.000.
ROA Return on assets
ROE Return on equity
ROIC Return on invested capital
SEOJK 17/2020 Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9
Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
SPI Edisi VII-2018 Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018
x
Page 19
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
listed company), didirikan pada tahun 1953. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan
dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait
dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
Berdasarkan informasi yang kami terima, HK, WIKA, ADHI, PP, BA dan NK menginisiasi
pembentukan KLN yang bergerak dalam jasa produksi beton dan logistik untuk mendukung
pelaksanaan Pembangunan di IKN. Dalam perkembangannya, para pemegang saham pendiri
KLN tersebut menawarkan peluang kerjasama kepada Perseroan untuk ikut berpartisipasi
menjadi salah satu pemegang saham di KLN. Melalui penawaran ini, KLN berencana untuk
menerbitkan saham dalam portepel sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) lembar
saham dengan nilai nominal Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah)
atau Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per lembar saham (“Transaksi”). Atas Transaksi
tersebut, Perseroan akan mengambil bagian sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus)
lembar saham, sehingga kepemilikannya pada KLN sebesar 20,93%.
Sehubungan dengan Transaksi tersebut, KJPP FAST sebagai pihak yang independen, telah
ditunjuk oleh Perseroan untuk memberikan pendapat independen atas kewajaran Transaksi,
sesuai dengan PO No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024.
1.2 PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan induk usaha dari KLN. Pemberi Tugas
beralamat di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta
Selatan, DKI Jakarta, 12430 | telepon (021) 215261174-5 | fax (021) 215261176 | surel
info@sig.id | situs web: www.sig.id.
1.3 PENGGUNA LAPORAN
Laporan akan digunakan oleh Perseroan.
1.4 TRANSAKSI AFILIASI
Dalam kerangka Transaksi ini Perseroan dan KLN memiliki sifat hubungan afiliasi sebagai
berikut:
▪ Pemegang saham akhir (ultimate beneficial owner) Perseroan dan KLN adalah pihak yang
sama .
1-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 20
Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa
pelaksanaan Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun tidak
langsung) dengan KLN yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya
merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Berdasarkan informasi dari Perseroan, Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi namun
bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat
Kewajaran (fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Transaksi yang disiapkan dan
diterbitkan oleh pihak penilai independen.
1.5 PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM TRANSAKSI
Para pihak yang terlibat dalam Transaksi adalah sebagai berikut:
▪ Perseroan selaku pihak yang akan mengambil bagian saham portepel yang diterbitkan
KLN.
▪ KLN selaku pihak yang akan menerbitkan saham portepelnya kepada Perseroan.
1.6 TUJUAN PENUGASAN
Dalam rangka pelaksanaan Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST
sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran dari Transaksi tersebut.
1.7 OBJEK TRANSAKSI
Objek Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi pengambilan bagian saham
portepel yang diterbitkan KLN oleh Perseroan.
1.8 TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN
Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Transaksi tersebut adalah pada
tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis
menggunakan data per tanggal 31 Desember 2023.
1.9 MASA BERLAKUNYA LAPORAN
Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam)
bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.
1-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 21
1.10 INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai
dengan PO No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024.
1.11 PERNYATAAN PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka
pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas
Pendapat Kewajaran.
1.12 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Transaksi hanya
merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dari Transaksi yang mengacu kepada:
▪ POJK 35/2020,
▪ SEOJK 17/2020, dan
▪ SPI Edisi VII-2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI),
dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
1.13 DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, kami telah menelaah,
mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai
berikut:
▪ Draft keterbukaan informasi kepada pemegang saham Perseroan sehubungan dengan
Transaksi.
▪ Perjanjian Pengambilan Saham untuk Pengambilan Saham Baru di KLN antara KLN dan
Perseroan, tanggal 10 Juni 2024.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00046/2.1265/AU.1/04/0565-2/1/III/2024 tertanggal 8 Maret 2024 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
1-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 22
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00045/2.1265/AU.1/04/0565-1/1/III/2023 tertanggal 10 Maret 2023 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00234/2.1025/AU.1/04/0222-3/1/II/2022 tertanggal 25 Februari 2022
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00192/2.1025/AU.1/04/0222-2/1/II/2021 tertanggal 26 Februari 2021
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 atas Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
▪ Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi selama
periode 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028, yang disusun oleh manajemen
Perseroan.
▪ Laporan tahunan (annual report) 2023 dari Perseroan.
▪ Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
▪ Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga terpercaya
lain, yang relevan dengan penugasan.
1.14 KONDISI PEMBATAS
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan,
berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya
dan berdasarkan rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu,
berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan
dengan perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan
juga turut menjadi bahan pertimbangan.
Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan
yang digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau
undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau
wilayah di mana Perseroan beroperasi.
2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang,
dan suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi
secara material kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
1-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 23
3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada
sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah
diungkapkan.
5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha
Perseroan.
6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari
produk-produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah
diproyeksikan.
7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah
diproyeksikan, atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau
sebaliknya, piutang tak tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum
dipenuhi.
10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
ketentuan yang ada.
11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan
seluruhnya untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama
periode proyeksi dan tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
mempengaruhi operasi Perseroan.
13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain
yang terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Transaksi, dimana Pendapat
Kewajaran tersebut akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses
keterbukaan informasi yang terkait dengan Transaksi, dan tidak untuk digunakan oleh
pihak lain, untuk kepentingan lain atau dicetak ulang, disebarluaskan, dikutip, atau dirujuk
pada setiap saat, dengan cara atau untuk tujuan apapun tanpa izin tertulis terlebih dahulu
dari kami. Pendapat Kewajaran bukan merupakan rekomendasi kepada pemegang saham
untuk melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat
digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami
tidak berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk merevisi analisis
dikarenakan kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang
digunakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023.
1-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 24
1.15 ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan
karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan evaluasi
keuangan dan penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau
penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
yang ada untuk Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi
umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal
laporan ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang
terlibat dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai
dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
1.16 PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
A. Analisis atas Transaksi;
B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Transaksi;
C. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
D. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 25
1.17 KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, tidak ada peristiwa yang dapat
berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian atas Transaksi.
1-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 26
BAB 2. ANALISIS ATAS TRANSAKSI
2.1 IDENTIFIKASI DAN HUBUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
listed company), didirikan pada tahun 1953. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan
dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait
dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
Perseroan berdomisili dan berkantor pusat di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini
Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia; telepon (+6221) 5261 1745,
fax (+6221) 5261 176; surel info@sig.id dan situs jejaring www.sig.id.
KLN merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (closely-held
company), didirikan pada tahun 2023. KLN terutama bergerak di industri readymix dan material
pedukung, jasa konstruksi bangunan gedung dan bangunan sipil, perdagangan besar material
alam dan material industri, jasa angkutan laut dan sungai, jasa pengurusan transportasi, jasa
pelayanan kepelabuhan laut dan sungai dan pergudangan dan penyimpanan. KLN berdomisili
dan berkantor pusat di MTH Square Apartment & Office Tower 2nd Floor Unit 223, Jl. Otista
Raya No. 390 Jakarta Timur DKI Jakarta 13330.
Transaksi berupa pengambil bagian saham portepel yang diterbitkan KLN oleh Perseroan.
Hubungan sebelum dan setelah Transaksi antara Perseroan dan KLN adalah sebagai berikut:
Gambar 2-1: Struktur Pemegang Saham KLN Sebelum Transaksi
Pemerintah
Republik Indonesia
HK WIKA ADHI PP BA NK
KLN
2-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 27
Gambar 2-2: Struktur Pemegang Saham KLN Setelah Transaksi
Pemerintah
Republik Indonesia
HK WIKA ADHI PP BA NK Perseroan
KLN
2.2 PERJANJIAN DAN PERSYARATAN YANG DISEPAKATI DALAM TRANSAKSI
Ringkasan mengenai pokok-pokok dan syarat ketentuan yang disepakati terkait Transaksi,
berdasarkan Perjanjian Pengambilan Saham untuk Pengambilan Saham Baru di KLN (Share
Subcription Agreement) adalah sebagai berikut:
(i) Para pihak : KLN dan Perseroan.
(ii) Pendahuluan : Dengan tunduk pada syarat-syarat dan ketentuan-
ketentuan dalam Perjanjian, dan dengan tunduk pada
pemenuhan atau pengesampingan seluruh Persyaratan
Pendahuluan, Perseroan akan mengambil bagian atas,
dan KLN akan menerbitkan kepada Perseroan sejumlah
22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) saham baru
(“Saham Baru”), yang bebas dari segala Pembebanan,
dengan jumlah harga pengambilan keseluruhan sebesar
Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus
juta Rupiah) (“Harga Pengambilan Saham Baru”),
berdasarkan nilai pasar sehingga harga pengambilan
adalah sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah) per
lembar saham. Pada saat Penyelesaian, Saham Baru
akan mewakili 20,93% (dua puluh koma sembilan tiga
persen) dari jumlah seluruh Saham yang ditempatkan
dan disetor dalam KLN.
(iii) Penyelesaian, 1. Penyelesaian
Kewajiban dan Hak a. Para Pihak dan pemegang saham Existing
menandatangani Amendemen Perjanjian
Pemegang Saham yang setidaknya mengatur hal-
hal, sebagai berikut:
(a) Dengan mematuhi seluruh Hukum yang
Berlaku dan Good Corporate Governance
2-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 28
Para Pihak, hak Perseroan untuk
memberikan persetujuan atas vendor
pemasok bahan baku beton yang akan
ditunjuk oleh KLN untuk menunjang kegiatan
usaha KLN, termasuk persetujuan untuk
setiap pemesanan dan pembelian bahan
baku semen tersebut, hak-hak lain dari
Perseroan agar Perseroan mendatangani
perjanjian final dan mengikat dengan KLN
dalam hal penyedia semen oleh Perseroan
yang salah satunya untuk proses produksi
pembuatan beton dan/atau hak untuk
mendapatkan penawaran terlebih dahulu
(right of first refusal) atau hak untuk
menyamai penawaran terbaik (right to match)
sepanjang tidak melanggar peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
(b) Tindakan-tindakan KLN yang memerlukan
persetujuan seluruh pemegang saham KLN,
antara lain;
(i) Penambahan modal dasar, modal
ditempatkan, dan modal disetor KLN
dalam hal KLN memerlukan
penambahan modal;
(ii) Pengajuan perolehan fasilitas keuangan
kepada pihak perbankan, lembaga
keuangan, dan/atau institusi terkait
lainnya dalam hal KLN membutuhkan
tambahan pembiayaan untuk
menjalankan kegiatan usaha KLN; dan
(iii) Perubahan pedoman KLN yang
mengatur mekanisme pengadaan bahan
baku beton untuk menunjang kegiatan
usaha KLN;
(c) dalam hal timbulnya keadaan-keadaan
tertentu yang berpotensi berpengaruh pada
kelangsungan kegiatan usaha KLN yang
disepakati bersama kemudian oleh
Perseroan dan KLN dalam Amendemen
Perjanjian Pemegang Saham, antara lain
2-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 29
adalah keadaan-keadaan mengenai
minimum proyek penjualan dalan Rencana
Jangka Panjang Perusahaan dan/atau
piutang-piutang Perseroan di KLN telah lewat
jatuh tempo, makan Perseroan akan
memperoleh hak eksklusif opsi keluar untuk:
(i) Meminta KLN dan/atau Pemegang
Saham Existing untuk membeli kembali
Saham Perseroan;
(ii) Mengurangi kepemilikan Saham
Perseroan dalam KLN (capital
reduction); dan/atau
(iii) Mengalihkan seluruh atau sebagian
Saham Perseroan dalam KLN kepada
pihak ketiga lainnya.
(d) Kewajiban KLN untuk memasukkan
ketentuan bahwa Perseroan akan memiliki
hak untuk menerima pembayaran piutang
terlebih dahulu dalam setiap perjanjian
pengadaan bahan baku antara KLN dan
pemasoknya mengingat pasokan bahan baku
yang disediakan oleh Perseroan merupakan
bahan baku utama yang bersifat material bagi
kelangsungan kegiatan usaha KLN.
b. KLN telah atau akan mengadakan Rapat Umum
Pemegang Saham KLN atau menandatangani
keputusan sirkuler di mana Pemegang Saham
Existing menyetujui (“Keputusan RUPS”).
(a) Peningkatan modal ditempatkan dan modal
disetor KLN dari Rp85.000.000.000,00
(delapan puluh lima miliar Rupiah) menjadi
Rp107.500.000.000,00 (seratus tujuh miliar
lima ratus juta Rupiah);
(b) Menyetujui penerbitan Saham Baru;
(c) Mengesampingkan setiap dan seluruh hak
memesan terlebih dahulu yang mungkin
dimilikinya berdasarkan Anggaran Dasar
sehubungan dengan penerbitan dan
pengalokasian Saham Baru pada saat
Penyelesaian;
2-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 30
(d) Menyetujui pengambilan Saham Baru
seluruhnya oleh Perseroan;
(e) menyetujui perubahan dan pengesahan
perubahan Anggaran Dasar untuk hal-hal
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.2.2
ayat (a) sampai (d) di atas dan untuk
menyesuaikan Anggaran Dasar dengan
ketentuan yang diatur, termasuk hak-hak dan
pembatasan-pembatasan dalam
Amendemen Perjanjian Pemegang Saham
serta perubahan Anggaran Dasar untuk
merefleksikan kegiatan usaha yang secara
nyata dilakukan KLN (“Perubahan Anggaran
Dasar”); dan
(f) Menyetujui penandatanganan Dokumentasi
Kontrak Definitif lainnya.
c. Perseroan melakukan pengambilan Saham Baru;
d. Para Pihak harus memastikan bahwa kewajiban
masing-masing yang ditentukan dalam Pasal 4.3,
sebagaimana dimaksud, terpenuhi.
2. Kewajiban
a. Kewajiban KLN. Pada Tanggal Penyelesaian,
pada saat diterimanya Harga Pengambilan Saham
Baru yang dirujuk dalam Pasal 2.1, Perseroan
harus:
(a) Menunjuk dan memerintahkan notaris publik
untuk membuat akta berita acara Rapat
Umum Pemegang Saham atau akta
pernyataan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham di Luar Rapat Umum
Pemegang Saham Perseroan atas
Keputusan RUPS untuk memastikan
Perubahan Anggaran Dasar;
(b) Memerintahkan notaris publik untuk
menyerahkan dan segera memproses
pernyataan dokumentasi yang relevan
dengan Kemenkumham untuk melakukan
pemberitahuan kepada Kemenkumham dan
memperoleh persetujuan dari
Kemenkumham sehubungan dengan;
2-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 31
(i) Pengesahan Perubahan Anggaran
Dasar; dan
(ii) Perubahan susunan Pemegang Saham
Existing sebagai akibat dari penerbitan
Saham Baru kepada Perseroan.
(c) Menandatangani Berita Acara sebagaimana
tercantum dalam lampiran 4 yang antara lain
mengoninformasikan bahwa:
(i) Persyaratan Pendahuluan telah
dipenuhi dan/atau dikesampingkan
(sebagaimana yang mungkin terjadi)
pada atau sebelum Tanggal
Penyelesaian; dan
(ii) Kesanggupan, perjanjian, dan
ketentuan-ketentuan yang tercantum
dalam Perjanjian ini yang akan
dilaksanakan oleh KLN pada atau
sebelum Tanggal Penyelesaian telah
dilaksanakan atau dipenuhi dalam
segala hal, dalam setiap kasus, pada
Tanggal Penyelesaian.
(d) Menyerahkan kepada Perseroan tanda
terima atas penerimaan Harga Pengambilan
Saham Baru (dalam bentuk dan isi yang telah
disetujui oleh Perseroan) setelah menerima
pembayaran yang dimaksud dalam Pasal
4.3.2.
b. Kewajiban Perseroan. Apabila seluruh ketentuan
dalam pasal 3, 4.1, 4.2.1, 4.2.2 dan 4.3.1 telah
terpenuhi, maka pada Tanggal Penyelesaian,
Perseroan akan membayar Harga Pengambilan
Saham Baru kepada KLN melalui transfer dana
elektronik ke Rekening Bank KLN (atau dengan
cara pembayaran lain yang disetujui secara tertulis
oleh Para Pihak) dan Perseroan harus
menyerahkan kepada KLN melalui surel
konfirmasi SWIFT, advis MT103, slip transfer yang
didukung oleh nomor TXN, atau konfirmasi tertulis
lainnya dari bank pembayar yang membuktikan
2-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 32
bahwa Perseroan telah melakukan pembayaran
tersebut.
3. Hak Untuk Mengakhiri. Dalam hal salah satu tindakan
dan/atau dokumen yang diperlukan untuk diambil
dan/atau diserahkan kepada Pihak mana pun pada
Tanggal Penyelesaian, sebagaimana relevan, tidak
dapat dilakukan karena alasan apa pun atau apabila,
karena alasan lainnya, ketentuan-ketentuan di atas
dalam Pasal 3 dan 4 ini tidak sepenuhnya dipenuhi oleh
Pihak mana pun pada atau pada Tanggal
Penyelesaian, sebagaimana yang mungkin berlaku,
Para Pihak akan berusaha untuk segera
menyelesaikan masalah tersebut dengan iktikad baik
dan bekerja secara kooperatif untuk menemukan solusi
yang disepakati bersama. Apabila Para Pihak gagal
untuk mencapai solusi yang disepakati bersama, Para
Pihak akan:
a) Memilih untuk mengakhiri Perjanjian ini hanya
dengan persetujuan tertulis bersama dalam hal
terjadi pelanggaran material terhadap Pernyataan
dan Jaminan yang membuat tujuan komersial Para
Pihak tidak lagi dapat dijalankan, dan setelah
penandatanganan persetujuan tertulis tersebut,
Perjanjian ini (selain Pasal-Pasal Yang Tetap
Berlaku) akan secara ipso facto berhenti dan
berakhir dan tidak ada satu Pihak pun yang dapat
mengajukan Klaim kepada Pihak lainnya atas biaya,
Kerugian, kompensasi, atau dengan cara lain,
kecuali Klaim oleh salah satu dari Para Pihak
kepada Pihak lainnya yang timbul akibat
pelanggaran yang telah terjadi sebelumnya dan
ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 8;
b) Untuk melaksanakan Penyelesaian sejauh yang
dapat dilakukan dengan memperhatikan
wanprestasi yang telah terjadi (tanpa mengurangi
hak-hak Pihak yang tidak wanprestasi dalam
Perjanjian ini kecuali jika Pihak tersebut
dikesampingkan secara tertulis); atau
c) Menetapkan Tanggal Penyelesaian baru.
2-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 33
(iv) Jangka Waktu : Tidak ada Pihak yang akan bertanggung jawab atas
setiap Klaim yang diberitahukan kepada Pihak lainnya
setelah 12 (dua belas) bulan sejak Tanggal
Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa, tanggung jawab
Pihak mana pun sehubungan dengan Klaim yang
diberitahukan dalam batas waktu tersebut akan berakhir
jika Proses Hukum sehubungan dengan Klaim tersebut
belum diajukan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak
tanggal Pemberitahuan Klaim tersebut oleh Pihak
lainnya, namun demikian
a. Klaim yang dibuat oleh KLN terhadap Perseroan
berdasarkan pelanggaran Pernyataan dan Jaminan
Perseroan yang tercantum dalam Pasal 7.3 akan
tetap berlaku pada Tanggal Penyelesaian sampai
dengan jangka waktu yang diatur berdasarkan jangka
waktu pembatasan pengajuan Klaim berdasarkan
Hukum.
b. Klaim yang dibuat oleh Perseroan terhadap KLN atas
sanksi Pajak atas kewajiban perpajakan KLN untuk
tahun pajak sebelum tanggal penandatanganan
Perjanjian ini akan tetap berlaku pada Tanggal
Penyelesaian sampai dengan ketentuan daluwarsa
berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku.
(v) Hukum yang mengatur : Hukum Republik Indonesia.
2.3 PENILAIAN ATAS RISIKO DAN MANFAAT DARI TRANSAKSI YANG AKAN DILAKUKAN
Manfaat dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
▪ Investasi pada KLN dapat memberikan imbal hasil, berupa dividen maupun capital gain,
bagi Perseroan di masa mendatang, dimana seluruh potensi imbal hasil tersebut akan
memulihkan nilai investasi pada KLN yang dilakukan saat ini.
▪ Perseroan dapat memanfaatkan KLN sebagai salah satu saluran penjualan produk-produk
semen yang diproduksi Perseroan dan entitas-entitas anaknya ke captive market IKN,
dimana untuk memenuhi kebutuhan konstruksi IKN membutuhkan produk-produk semen
dalam jumlah signifikan.
▪ Keterlibatan KLN secara langsung dalam penyediaan bahan baku yang dibutuhkan IKN,
berpotensi pula mengikutsertakan usaha-usaha berkaitan rantai pasok (supply chain)
bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan melalui entitas-entitas anaknya.
2-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 34
Risiko dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
▪ Imbal hasil atas investasi pada KLN dalam realisasinya mungkin tidak dapat mencapai
sebagaimana diharapkan, disebabkan oleh beberapa faktor berkaitan dengan
pelaksanaan konstruksi IKN, seperti kebijakan pemerintah yang mempengaruhi margin
keuntungan dan termin pembayaran ke KLN, hingga perubahan perencanaan terhadap
IKN itu sendiri.
▪ KLN berstatus sebagai perusahaan patungan (joint venture) menyebabkan Perseroan
tidak memegang penuh kendali KLN, namun di sisi lain Perseroan akan menjadi
pemegang saham terbesar diantara pemegang saham lainnya, sehingga tingkat
pengendalian dan imbal hasil dapat tidak berbanding lurus.
2-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 35
BAB 3. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
3.1 RIWAYAT PERUSAHAAN DAN SIFAT KEGIATAN USAHA
3.1.1 Perseroan
3.1.1.1 Pendirian
Perseroan didirikan dengan nama NV Pabrik Semen Gresik pada tanggal 25 Maret 1953
dengan Akta Notaris Raden Mr. Soewandi No. 41. Pada tanggal 17 April 1961, NV Pabrik
Semen Gresik dijadikan Perusahaan Negara (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No.
132 Tahun 1961, kemudian berubah menjadi PT Semen Gresik (Persero) berdasarkan Akta
Notaris J.N. Siregar, S.H. No. 81 tanggal 24 Oktober 1969.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir antara
lain mengenai tugas, wewenang dan kewajiban Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan
Akta Notaris No. 42 tanggal 21 Desember 2021 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 4 Januari 2022, melalui surat keputusan No.
AHU002716.AH.01.03 tanggal 4 Januari 202.
3.1.1.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase Saham
(Rp Juta)
Saham seri A
Pemerintah Negara Republik Indonesia 1 0 0%
Saham seri B
Pemerintah Negara Republik Indonesia 3.457.023.004 345.702 51,20%
Sony Subrata 72.900 7 0%
Lydia Silvanna Djaman 72.900 7 0%
Donny Arsal (Direktur Utama) 172.800 17 0%
Yosviandri (Direktur) 148.300 15 0%
Agung Wiharto (Direktur) 255.139 26 0%
Subhan (Direktur) 150.000 15 0%
Andriano Hosny P (Direktur) 115.300 12 0%
Masyarakat 3.294.529.745 329.353 48,78%
Jumlah 6.751.540.089 675.154 100,00%
3-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 36
3.1.1.3 Pengurus dan Pengawasan
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Budi Waseso
Komisaris Independen : Saor Siagian
Komisaris Independen : Nasaruddin Umar
Komisaris Independen : Ratna Irsana
Komisaris : Yustinus Prastowo
Komisaris : Sony Subrata
Komisaris : Lydia Silvanna Djaman
Direksi
Direktur Utama : Donny Arsal
Direktur : Subhan
Direktur : Andriano Hosny Panangian
Direktur : Reni Wulandari
Direktur : Yosviandri
Direktur : Agung Wiharto
3.1.1.4 Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar antara lain adalah
menjalankan usaha dalam bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang
dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya,
perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa
untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
Perseroan memiliki pabrik semen dan entitas anak (Grup) berada di Gresik dan Tuban di Jawa
Timur, Rembang dan Cilacap di Jawa Tengah, Narogong di Jawa Barat, Indarung di Sumatera
Barat, Lhoknga di Aceh, Pangkep di Sulawesi Selatan, Quang Ninh di Vietnam, Baturaja,
Palembang dan Panjang di Lampung.
Kantor pusat Perseroan berada di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini Kav.8,
Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia.
3.1.2 KLN
3.1.2.1 Pendirian
KLN berdasarkan Akta No. 12 tanggal 2 Februari 2023 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H.,
M. Kn., notaris di Jakarta Selatan. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-
0011167.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 10 Februari 2023.
3-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 37
Anggaran dasar perusahaan telah mengalami sekali perubahan, sesuai dengan Akta No. 179
tanggal 19 Oktober 2023, dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan,
sehubungan dengan perubahan data Perseroan. Akta perubahan ini telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-01.09.-0183533 tanggal 9 November 2023.
3.1.2.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham KLN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham KLN
Pemegang saham Jumlah saham Nilai nominal (Rp) Persentase saham
PT PP (Persero) Tbk. 15.000 15.000.000.000 18,00%
PT Hutama Karya (Persero) 15.000 15.000.000.000 18,00%
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 15.000 15.000.000.000 18,00%
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 15.000 15.000.000.000 18,00%
PT Nindya Karya (Persero) 12.500 12.500.000.000 15,00%
PT Brantas Abipraya (Persero) 12.500 12.500.000.000 15,00%
Total 85.000 85.000.000.000 100,0%
3.1.2.3 Pengurus dan Pengawasan
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi KLN pada 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ekwan Hadyanto
Direksi:
Direktur Utama : Fery Hendriyanto
Direktur : Saparyadi
Direktur : Muchlis
3.1.2.4 Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha KLN menurut Anggaran Dasar antara lain adalah meliputi
bidang industri bata, mortar, semen dan sejenisnya yang tahan api, industri barang dari semen
dan kapur untuk konstruksi, industri mortar atau beton siap pakai, industri barang dari semen,
kapur, gips dan asbes lainnya, bidang jasa pekerjaan konstruksi prapabrikasi bangunan
gedung, bidang jasa pekerjaan konstruksi prapabrikasi bangunan sipil, bidang perdagangan
besar atas dasar balas jasa atau kontrak, bidang perdagangan besar logam dan bijih logam,
bidang perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi, bidang perdagangan besar
kacar, bidang perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat,
3-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 38
kapur, semen atau kaca, bidang perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu, bidang
perdagangan besar bahan konstruksi dari porselen, bidang perdagangan besar bahan
konstruksi dari kayu, bidang perdangan besar cat, bidang perdangan besar bahan konstruksi
lainnya, bidang perdangangan besar bahan dan barang kimia, bidang usaha perdagangan
besar bahan berbahaya, produk lainnya, berbagai macam barang, bidang angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus, angkutan laut luar negeri untuk barang khusus, bidang angkutan
sungai dan danau untuk barang khusus, barang berbahaya, bidang pergudangan dan
penyimpanan, jasa pengurusan transportasi, aktivitas pelayanan Pelabuhan dan aktivitas
pelayanan pelabuhan sungai dan danau.
KLN berdomisili di MTH Square Apartment & Office Tower 2nd Floor Unit 223, Jl. Otista Raya
No. 390 Jakarta Timur DKI Jakarta 13330.
3.2 ANALISIS INDUSTRI DAN LINGKUNGAN
3.2.1 Makro Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2023 dan melambat
menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung
konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring
dengan tetap lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari
pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal. Penurunan inflasi di
negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan
suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan
telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan kemungkinan
akan mulai menurun pada semester II 2024. Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap
berbagai mata uang dunia juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya
aliran masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging market,
termasuk Indonesia.
Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB
6.000.000 10,0%
8,0%
5.000.000
6,0%
4.000.000 4,0%
Rp miliar
2,0%
3.000.000
0,0%
2.000.000 -2,0%
-4,0%
1.000.000
-6,0%
0 -8,0%
Q4-15
Q1-16
Q2-17
Q3-17
Q3-18
Q4-18
Q1-19
Q1-20
Q2-20
Q3-21
Q4-21
Q1-23
Q2-23
Q1-15
Q2-15
Q3-15
Q2-16
Q3-16
Q4-16
Q1-17
Q4-17
Q1-18
Q2-18
Q2-19
Q3-19
Q4-19
Q3-20
Q4-20
Q1-21
Q2-21
Q1-22
Q2-22
Q3-22
Q4-22
Q3-23
Q4-23
.
PDB Pertumbuhan PDB
Sumber: Bank Indonesia
3-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 39
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh konsumsi dan
investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan
penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya
berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta
peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan
Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran,
Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap
tumbuh baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh
wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia
akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial
Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan
domestik.
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2023
yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia
yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi
berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit
0,4% dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan
domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4
miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar
dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan
defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9%
dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan berlanjut
didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap
prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
3-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 40
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi
116 6,00
96 5,00
76 4,00
Persentase
Indeks
56 3,00
36 2,00
16 1,00
-4 0,00
Jun-20
Aug-20
Jun-21
Aug-21
Jun-22
Aug-22
Oct-20
Jun-23
Aug-23
Nov-20
Oct-21
Nov-21
Oct-22
Oct-23
Nov-22
Nov-23
Jan-20
Jul-21
Jan-23
Jul-20
Jan-21
Jan-22
Feb-20
May-20
Sep-20
May-21
Sep-21
May-22
Jul-22
Jul-23
Feb-21
Feb-22
Sep-22
Feb-23
May-23
Sep-23
Mar-20
Mar-22
Mar-21
Mar-23
Dec-20
Dec-21
Dec-23
Apr-20
Apr-21
Apr-22
Apr-23
Des-22
IHK Inflasi
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi IHK pada bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi
dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi
kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar
1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar
dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh
eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui
penguatan GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan,
Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat
sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
2,5±1%.
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah
Sumber: Bank Indonesia
3-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 41
Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk meningkatkan
efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi
nilai tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen
moneter pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI
untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam
negeri. Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024 masing-masing telah mencapai
Rp296,03 triliun dan 896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI juga telah secara aktif
diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp
75,44 triliun. Lelang SUVBI yang diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai
244 juta dolar AS hingga periode yang sama. Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan
diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak
rambatan global. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI Rate sebesar
5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,78% dan
6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Januari 2024 sehingga
mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku
bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Dengan
kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2023 tercatat
rendah masing-masing sebesar 4,69% dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun
menurun seiring dengan ketidakpastian yang mereda.
Kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas prakiraan
Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan
kinerja positif korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong
oleh risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik, termasuk
dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit terutama
ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan
10,05%. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerjasektor
Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada
Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM
mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran
10-12% pada 2024, sejalan dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
Indonesia akan terus menjaga efektivitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan
Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha
untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit
besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
3-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 42
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah
160 17.000
140 16.500
16.000
120
15.500
Rp ribu/US$
US$ Miliyar
100 15.000
80 14.500
60 14.000
13.500
40
13.000
20 12.500
0 12.000
Jan-20
Mar-20
May-20
Jul-20
Sep-20
Nov-20
Jan-21
Mar-21
May-21
Jul-21
Sep-21
Nov-21
Jan-22
Mar-22
May-22
Jul-22
Sep-22
Nov-22
Jan-23
Mar-23
May-23
Jul-23
Sep-23
Nov-23
Cadangan Devisa Kurs
Sumber: Bank Indonesia
Ketahanan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
tercatat pada level yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada
Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%. Terjaganya likuiditas perbankan sejalan
dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga didukung oleh
penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui antara lain perdagangan SRBI di
pasar sekunder, yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu,
rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Secara keseluruhan, ketahanan perbankan yang kuat tersebut
didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan rumah tangga yang tetap baik, sejalan dengan
kinerja korporasi dan ekspektasi penghasilan rumah tangga yang terus membaik. Hasil stress-
test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi
berbagai risiko ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut yang berpotensi
mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran
yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat
Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
(yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang
Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan
diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024.
Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun,
dengan jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu
debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi
3-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 43
pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023
meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.
3.2.2 Perencanaan Pembangunan IKN
Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita menjadi bangsa yang Berdaulat, Maju, Adil, dan
Makmur pada tahun 2045. Visi Indonesia 2045 tersebut dibangun di atas empat pilar utama,
yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek),
pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan
ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. Pemindahan Ibu Kota Negara dilakukan
sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045, mendorong transformasi
pembangunan sosial, budaya dan ekonomi bangsa, serta mendorong percepatan
pembangunan kawasan timur Indonesia melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan
merata.
Ibu Kota Negara mempunyai fungsi sentral dan menjadi simbol identitas nasional untuk
menunjukkan jati diri bangsa dan negara, dan gambaran masa depan bangsa Indonesia.
Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sejalan dengan upaya untuk mewujudkan
pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata, salah satunya dengan membangun
sebuah 'pusat gravitasi' ekonomi baru di tengah Indonesia. Oleh karena itu, Ibu Kota Negara
yang baru perlu direncanakan dan dibangun dengan standar baru yang lebih tinggi, berkualitas,
adaptif, inovatif, berkesetaraan gender dan inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, dan
bermartabat.
Pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan didasarkan pada beberapa pertimbangan.
Lokasi yang dipilih direncanakan dapat memberikan kesempatan luas bagi daerah di luar Jawa
untuk berkembang dan berkontribusi pada pemerataan pembangunan, serta mengurangi
beban Jakarta sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional. Ibu Kota Negara yang
akan dibangun adalah Ibu Kota Negara yang mempunyai ciri utama:
a. Identitas nasional: pusat kegiatan yang menjadi manifestasi dari identitas, karakter sosial
budaya, persatuan, dan kebesaran bangsa Indonesia. Ibu Kota Negara harus
mencerminkan keunikan dan keberagaman bangsa Indonesia sebagai perwujudan nilai-
nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
b. Kota yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan: kota yang mengelola sumber daya secara
efisien, mernberikan informasi secara tepat dan terbuka, serta memberikan layanan yang
prima kepada warganya. Hal ini dicapai melalui pengelolaan aktivitas sosial budaya dan
ekonomi kota secara seimbang dengan daya dukung lingkungan, penggunaan air dan
sumber daya energi secara efisien, pengolahan limbah, pengembangan moda transportasi
terpadu, penataan lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat, serta sinergi
antara lingkungan alami dan buatan;
3-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 44
c. Kota yang modem dengan standar internasional: kota yang progresif, inovatif, inklusif dan
kompetitif dari segi pelayanan publik, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,
pengembangan arsitektur, perencanaan kota, penataan permukiman dan perumahan, dan
pembangunan infrastruktur, serta terhubung dengan berbagai pusat kota lain di tataran
global;
d. Pusat pemerintahan dengan tata kelola yang efektif, efisien, dan cerdas (smart) dimana
lembaga-lembaga pemerintahan pusat menerapkan cara kerja baru yang lebih lincah,
profesional, adaptif, dan inovatif dengan mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi
Aparatur Sipil Negara (ASN);
e. Pusat pengembangan ekonomi baru yang mendorong pemerataan ekonomi di kawasan
timur Indonesia dengan mengembangkan industri bersih, bernilai tambah tinggi, berdaya
saing, dan berteknologi tinggi, serta mendorong penguatan rantai nilai global;
f. Kota yang sehat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua penduduknya (laki-laki
dan perempuan), menjamin perlindungan bagi kelompok rentan (bayi, balita, anak-anak,
ibu yang sedang mengandung atau menyusui, penyandang disabilitas, orang lanjut
usia/lansia), serta menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang responsif gender,
ramah perempuan dan peduli anak, serta inklusif untuk mendukung aktivitas dan
kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang
disabilitas;
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, pembangunan
dan pengembangan Ibu Knota Nusantara direncanakan untuk dilaksanakan secara bertahap
sampai dengan tahun 2045. Pengembangan kawasan dan konektivitas akan terus
dilaksanakan pada tahapan berikutnya untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai Kota
Dunia untuk Semua.
Dalam Lampiran II Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara telah
tertuang Rencana Induk Ibu Kota Nusantara yang memuat prinsip dasar pembangunan Ibu
Kota Nusantara dari berbagai bidang pembangunan. Rencana Induk Ibu Kota Nusantara
tersebut dijabarkan dalam Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara yang ditetapkan
dengan Peraturan Presiden ini.
Tujuan penyusunan Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara adalah menjelaskan visi,
tujuan, sasaran, prinsip dasar dan indikator kinerja utama Ibu Kota Nusantara, menguraikan
kebijakan dan strategi dalam mencapai visi, tujuan dan sasaran Ibu Kota Nusantara,
menuangkan kebijakan dan strategi tersebut ke dalam arahan penataan ruang yang terpadu,
mendetailkan arahan penataan ruang tersebut ke dalam arahan tata bangunan dan lingkungan
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, menjelaskan tahapan persiapan, pembangunan,
pemindahan, dan penyelenggaraan Ibu Kota Nusantara, serta menguraikan kerangka
implementasi untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan.
3-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 45
Wilayah Ibu Kota Nusantara berada di sebelah utara Kota Balikpapan dan sebelah selatan Kota
Samarinda dengan luas wilayah darat kurang lebih 256.142 hektare dan luas wilayah perairan
laut kurang lebih 68.189 hektare.
Gambar 3-5: Peta Wilayah Perencanaan IKN
Dalam pembangunan dan pelaksanaannya, Ibu Kota Negara menganut kepada 8 Prinsip
utama,yaitu:
1. Mendesain Sesuai Kondisi Alam; kurang dari 75% dari 256.142 Ha area untuk ruang hijau
(65% area dilindungi dan 10% area produksi pangan, 100% penduduk dapat mengakses
ruang hijau rekreasi dalam 10 menit dan 100% penggantian ruang hijau untuk setiap
bangunan bertingkat institusional, komersil dan hunian.
2. Bhinneka Tunggal Ika; 100% integrasi seluruh penduduk, 100% warga dapat mengakses
layanan sosial/masyarakat dalam waktu 10 menit dan 100% ruang publik dirancang
menggunakan prinsip akses universal, kearifan lokal serta desain yang responsif gender
dan inklusif.
3. Terhubung, Aktif dan Mudah Diakses; 80% perjalanan dengan transportasi publik atau
mobilitas aktif; 10 menit ke fasilitas penting dan simpul transportasi publik dan kurang dari
50 menit koneksi transit ekspres dari kawasan inti pusat pemerintahan ke bandara
strategis pada tahun 2030.
4. Rendah emisi karbon; instalasi kapasitas energi terbarukan akan memenuhi 100%
kebutuhan energi IKN; 60% penghematan energi untuk konservasi energi dalam gedung
dan net zero emission untuk IKN di 2045 di kawasan 256.142 Ha.
5. Sirkular dan Tangguh; kurang dari 10% dari lahan 256.142 Ha tersedia untuk kebutuhan
produksi pangan; 60% daur ulang timbunan limbah padat di tahun 2045 dan 100% air
limbah akan diolah melalui sistem pengelolaan pada tahun 2035.
3-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 46
6. Aman dan Terjangkau; rangking 10 besar kita paling layak huni di dunia pada tahun 2045;
pemukiman yang ada dan terencana di kawasan 256.142 Ha memiliki akses terhadap
infrastruktur penting di 2045 dan perumahan layak, aman dan terjangkau yang memenuhi
rasio hunian berimbang.
7. Kenyamanan dan Efisiensi melalui Teknologi, mewujudkan peringkat sangat tinggi dalam
E-Government Development Index (EGDI) oleh PBB; 100% konektivitas digital dan
teknologi, informasi serta komunikasi untuk semua penduduk dan bisnis dan kurang dari
75% kepuasan dunia usaha atas layanan digital.
8. Peluang Ekonomi untuk Semua; 0% kemiskinan pada populasi IKN pada tahun 2035;
pendapatan domestik regional bruto (PDRB) per kapita setara ekonomi berpendapatan
tinggi dan rasio gini regional terendah di Indonesia di 2045.
Pembangunan IKN ini merupakan salah satu proyek prioritas strategis yang tercantum dalam
RPJMN 2020-2024. Indikasi nominal kebutuhan pendanaan IKN yang tercantum dalam
RPJMN 2020-2024 sebesar Rp466 triliun. Pendanaan tersebut bersumber dari bermacam-
macam skema menurut lampiran II UU IKN. Skema-skema yang akan digunakan adalah
sebagai berikut:
a. APBN yang dapat dilakukan melalui alokasi anggaran belanja dan/atau pembiayaan.
b. Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk mendukung IKN.
c. Seluruh atau sebagian modalnya dimiliki negara termasuk BUMN/swasta murni antara
lain: BUMN Melalui Investasi yang dalam pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan
swasta; BUMN melalui penugasan dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan Swasta murni, melalui investasi murni dari swasta yang dapat
diberikan insentif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
d. Skema dukungan pendanaan/pembiayaan internasional: dukungan
pendanaan/pembiayaan internasional merupakan skema untuk mewadahi pemberian
dana antara lain dari bilateral/lembaga multilateral yang hendak berpartisipasi dalam
pengembangan IKN yang hijau dan cerdas yang dapat melalui hibah dan/ataupemberian
dana talangan.
e. Skema pendanaan lainnya (creative financing), seperti crowdfunding dan dana dari
filantropi.
3-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 47
Gambar 3-6: Linimasa Pembangunan IKN
Sumber: Peraturan Presiden No.63 Tahun 2022
3.2.3 Industri Konstruksi dan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan
infrastruktur yang memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi
barang dan jasa yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan
pemerataan ekonomi di wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian
integral dari pembangunan kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan
produktivitas. Walaupun paska masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, dimana berbagai
sektor masih merasakan imbasnya. Pembangunan Infrastruktur harus terus berjalan karena
menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.
Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. Pembangunan
infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase sektor
konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,92% pada 2023.
3-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 48
Gambar 3-7: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023
[13,79]
Penyediaan [12,52%]
Akomodasi dan Pertanian,
Makan Minum; … Kehutanan, dan
Perikanan
[9,11%] [10,52%]
Pengadaan Air, Pertambangan dan
Pengelolaan Penggalian
Sampah,
Limbah dan
Daur Ulang;
Jasa Lainnya; [32,61%]
Jasa… Perdagangan Besar
dan Eceran,
[5,89%] Reparasi Mobil dan
Transportasi dan Sepeda Motor;
Pergudangan Industri
Pengolahan; dan
[1,21%] Pengadaan Listrik
Jasa Kesehatan dan [9,92%] dan Gas
Soial Konstruksi
Sumber: Badan Pusat Statistik
Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja, penanaman modal,
jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-sektor
pendukung, bahkan menjadi fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa.
Pemerataan pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara
lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional,
peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses jalan yang memadai untuk
pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.
Pada Maret 2020, Kementerian PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020
tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam penyelengaraan jasa konstruksi,
dengan instruksi tersebut, aktivitas jasa konstruksi masih dapat berjalan dengan
memperhatikan protokol yang ada, namun masing-masing proyek dapat dihentikan sementara
jika memiliki risiko tinggi antara lain berada di daerah pusat sebaran, terdapat pekerja yang
positif Covid-19 atau memiliki status pasien dalam pengawasan. Kondisi tak terduga ini
menyebabkan pemerintah perlu melakukan program-program khusus dalam menanggulangi
masa pandemi Covid-19. Salah satu program yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp44,58
triliun.
Kondisi pandemi menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya
investasi serta aktivitas impor dan ekspor sehingga aktivitas yang dapat dilakukan pemerintah
untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yaitu melalui belanja infrastruktur. Namun
hingga Oktober 2020, serapan anggaran PUPR masih berada di angka 59,50%. Pada
September 2020, pemerintah menyusun program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang
ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial akibat pandemi Covid-
19. Program tersebut memiliki 6 (enam) Program prioritas, antara lain peningkatan ketahanan
pangan, pengembangan konektivitas, peningkatan kesehatan dan lingkungan masyarakat,
peningkatan investasi dengan memberikan dukungan pada kawasan strategis nasional,
3-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 49
penguatan jaring pengaman nasional lewat program Padat Karya Tunai (PKT) serta pembelian
produk rakyat dan pengusaha lokal (UMKM), dan peningkatan ketahanan bencana dan
perubahan iklim.
Salah satu strategi pemerintah untuk mengungkit percepatan PEN ditengah pandemi Covid-19
adalah dengan tetap melanjutkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Pelaksanaan
pembangunan infrastruktur dalam kondisi tidak normal ini tentunya memerlukan langkah-
langkah dan terobosan yang tidak biasa, diperlukan protokol penanganan khusus, serta
penyesuaian penyelenggaraan jasa konstruksi. Setidaknya, dukungan jasa konstruksi untuk
PEN adalah dengan (i) adaptasi penyelenggaraan jasa konstruksi, (ii) dukungan pengelolaan
Material Peralatan Konstruksi (MPK) dan usaha untuk mendorong penggunaan produk dalam
negeri, (iii) penguatan pelaku usaha menengah dan kecil di sektor konstruksi, (iv)
penyederhanaan perizinan berusaha, dan (v) pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi,
termasuk untuk proyek padat karya.
Salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pembangunan
infrastruktur yang berkualitas adalah kesiapan rantai pasok MPK. Pemerintah Pusat melalui
Kementerian PUPR telah menerbitkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan
pemanfaatan MPK dalam negeri dengan tetap menjamin mutu dan kualitas produk/jasa
konstruksi yang dihasilkan. Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana UU Nomor 2
Tahun 2017 diamanatkan bahwa Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas meningkatnya
kualitas penggunaan material dan peralatan konstruksi serta teknologi konstruksi dalam negeri
dan mengutamakan serta mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri/lokal.
Mengusung peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju
2045, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah di tahun 2023
mendatang. Ada dua prioritas pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur di 2023.
Pertama, mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua,
mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, ini menjadi domain pemerintah yang dibangun melalui
APBN. Tetapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor
atau kepada pihak lain untuk ikut membangun IKN.
Pada 2023, Kementerian PUPR memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp125,18 triliun.
Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggaran tahun 2022 sejumlah Rp116,37
triliun. Kendati demikian, Kementerian PUPR menyatakan dalam pelaksanaan program belanja
infrastruktur tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian
pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang
ditargetkan dapat rampung pada semester I Tahun 2024 atau sebelum periode Pemerintahan
Kabinet Indonesia Maju berakhir. Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian
pembangunan infrastruktur prioritas dan infrastruktur dasar atau konektivitas pada tahun 2023,
atau paling lambat pada semester I tahun 2024. Selain itu, Kementerian PUPR juga akan
3-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 50
membangun infrastruktur pada empat bidang utama yaitu sumber daya air, jalan dan jembatan,
permukiman, serta perumahan. Pada bidang sumber daya air, salah satu yang vital adalah
pembangunan bendungan yang akan menopang kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan
masyarakat.
Di samping itu, Kementerian PUPR akan terus mengoptimalkan infrastruktur yang sudah
terbangun melalui pendekatan Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR).
Harapannya agar infrastruktur yang telah dibangun PUPR benar-benar bisa bermanfaat bagi
masyarakat. Di samping pendekatan OPOR, pada 2023 Kementerian PUPR juga akan
memfokuskan alokasi anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui program
padat karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,34 triliun untuk penyerapan tenaga kerja
sebanyak 701 ribu orang, yang tersebar pada beberapa kegiatan padat karya, diantaranya di
bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman, dan perumahan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam skala besar serta membantu
menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, Kementerian PUPR menyebutkan bahwa ke depan
tantangan pembangunan infrastruktur akan semakin besar, khususnya kebutuhan pendanaan
yang terus meningkat setiap tahunnya. Sebab itu, Basuki berharap dapat tercipta terobosan
sumber-sumber pembiayaan baru. Penerbitan Sukuk Negara untuk pembiayaan infrastruktur
serta pelibatan swasta dalam membangun infrastruktur dengan skema kerja sama antara
pemerintah dan badan usaha (KPBU) adalah sebuah langkah awal yang baik. Kementrian
PUPR terus mendorong pengembangan creative innovative financing melalui sinergitas
dengan berbagai instrumen pendanaan lainnya agar pembangunan infrastruktur dapat
berlangsung secara berkelanjutan.
Kementerian PUPR telah menetapkan output dan outcome utama Rencana Strategis (Renstra)
untuk tahun 2023. Sektor Sumber Daya Air (SDA), antara lain 76% penyediaan air baku untuk
air bersih, 57,1 meter kubik/kapita/tahun kapasitas tampung per kapita, 27 unit bendungan, 470
unit pembangunan embung, 120.000 hektar pembangunan daerah irigasi, 512.500 hektar
rehabilitasi jaringan irigasi, 14,9 meter kubik/detik ketersediaan air baku dan 485,8 kilometer
pengendali banjir dan pengaman pantai. Sektor Cipta Karya adalah 89,93% peningkatan
pelayanan infrastruktur permukiman yang layak dan aman melalui pendekatan smart living.
Akses air minum layak sebesar 97,9% termasuk 30% jaringan perpipaan, 86% akses sanitasi
layak yang 15% termasuk aman, 2.974 hektar penanganan permukiman kumuh, 92,21%
hunian dengan akses sampah terkelola baik di perkotaan, 1.118 unit pembangunan dan
rehabilitasi sarana prasarana pendidikan, olahraga dan pasar. Untuk Sektor Perumahan
ditargetkan 58,71% pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, 15.900 unit rumah susun, 2.138
unit rumah khusus, 177.925 unit rumah swadaya, 70.000 unit PSU perumahan. Selain itu, untuk
target output dan outcome utama Sektor Bina Marga adalah 2,08 jam/100 kilometer waktu
tempuh di lintas utama pulau, 646,8 kilometer pembangunan jalan tol, 672 kilometer
pembangunan jalan baru, 5.038 meter pembangunan jembatan, serta 7.070 meter
pembangunan fly over/underpass.
3-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 51
Alokasi anggaran Renstra PUPR 2023, antara lain pembangunan bendungan dianggarkan
sebesar Rp20,4 triliun, ketersediaan air baku Rp4.9 triliun, pembangunan daerah irigasi Rp13.1
triliun, rehabilitasi jaringan irigasi Rp20.2 triliun, infrastruktur pengendali banjir dan pengaman
pantai Rp14.09 trilliun, jalan tol Rp5.9 triliun, jalan baru Rp10.1 triliun, jembatan Rp4.2 triliun,
serta flyover/underpass Rp4.08 triliun. Sementara itu, untuk sektor Perumahan dan
Permukiman, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dialokasikan sebesar
Rp2.6 triliun, pengelolaan air limbah Rp3.8 triliun, penanganan persampahan Rp2.9 triliun,
serta penanganan kawasan kumuh Rp3.5 triliun, Pengembangan Sarana Pendidikan,
Olahraga dan Pasar (PSPOP) dialokasikan sebesar Rp3.3 triliun, Rumah Susun Rp5.08 triliun,
rumah khusus Rp498.1 miliar, rumah swadaya Rp7.0 triliun dan Prasarana, Sarana dan Utilitas
(PSU) Perumahan Rp 980 miliar.
Gambar 3-8: Anggaran Pembangunan Infrastruktur
Sumber: Databoks
Terdapat 249 kawasan prioritas yang terkait infrastruktur PUPR dalam RPJMN 2020-2024
dimana BPIW telah menyusun super prioritisasi menjadi 91 kawasan. Menurutnya, ada tiga
aspek utama yang digunakan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)
Kementerian PUPR untuk memilih kawasan-kawasan yang diprioritaskan mendapat dukungan
infrastruktur PUPR. Aspek pertama adalah fokus kawasan. Pada aspek ini BPIW fokus pada
dukungan infrastruktur PUPR pada kawasan-kawasan dalam rangka menuntaskan program
RPJMN dan kawasan yang dipilih berada di koridor pertumbuhan atau pemerataan. Aspek
kedua adalah aspek ekonomi dan kesejahteraan. Kriteria tersebut terdiri dari pertumbuhan
sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Berikutnya adalah aspek dukungan daerah yakni
berupa indeks kapasitas fiskal daerah. Dengan menggunakan permodelan tersebut,
diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi
masyarakat.
Sektor konstruksi diproyeksikan dapat menyerap sampai dengan 8,7 juta tenaga kerja pada
tahun 2023. Selain itu, sektor konstruksi juga berperan aktif dalam penyerapan tenaga kerja.
Rata-rata tren pertumbuhan tenaga kerja sektor konstruksi dari tahun 2017-2019 dan 2021
ialah sebesar 2,83%, sehingga diproyeksikan pada tahun 2022 sektor konstruksi dapat
menyerap sebanyak 8.528.463 juta tenaga kerja dan 8.769.798 tenaga kerja pada tahun 2023.
3-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 52
3.2.4 Industri Semen
Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut mendorong kinerja industri
semen. Pembangunan proyek IKN Nusantara turut mendorong kinerja emiten semen. Namun
demikian, pembangunan proyek di IKN Nusantara rupanya belum memberikan dampak
signifikan terhadap kinerja penjualan semen milik beberapa perusahaan produsen semen
Indonesia lantaran proyek di IKN masih didominasi oleh BUMN. Total penjualan semen di
Pulau Kalimantan mengalami peningkatan signifikan, tetapi dampak kepada produsen lain
masih belum signifikan karena pada masa awal pembangunan IKN didominasi oleh rekan-
rekan BUMN. Beberapa produsen semen telah menyuplai kebutuhan semen untuk proyek IKN
sebesar 80%. Terutama dalam 3 bulan terakhir perkembangan IKN sangat luar biasa. Kinerja
sektor semen diyakini tumbuh lebih baik seiring dengan hadirnya pembangunan proyek IKN.
Tak cuma itu, percepatan sejumlah proyek pada tahun depan juga diproyeksi meningkatkan
permintaan semen. Pembangunan IKN telah menjadi motor penggerak pertumbuhan industri
semen nasional, termasuk bagi perseroan yang memiliki fasilitas di Kalimantan. Beberapa
pelaku berada pada posisi strategis untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok
bahan bangunan sesuai kebutuhan karena memiliki fasilitas di Balikpapan dan Samarinda yang
cukup dekat dengan lokasi proyek.
Kenaikan penjualan ini banyak didorong oleh penjualan semen untuk pembangunan Ibu Kota
Nusantara dan fasilitas pendukungnnya. Kebutuhan semen di IKN mulai meningkat sejak
pembangunan infrastruktur IKN. IKN dapat menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan
penjualan semen jika investor terus meningkat. Terlebih, saat ini, semakin banyak fasilitas
pendukung IKN yang memasuki tahap pembangunan seperti gedung-gedung perbankan dan
kantor-kantor otoritas. Permintaan semen yang berasal dari IKN diperkirakan mencapai 1 juta
metrik ton per tahun, mewakili sekitar 1,6% dari permintaan domestik tahunan. Di sisi lain,
diyakini tak hanya IKN yang dapat mendongkrak penjualan. Di luar pembangunan IKN terdapat
pula proyek-proyek infrastruktur besar lainnya seperti pembangun LRT, MRT, pelabuhan
Patimban tahap ke-2, jalan tol serta pembangunan kawasan industri baru yang juga akan
mendorong pertumbuhan permintaan semen.
Volume penjualan semen domestik tercatat sebesar 6,29 juta ton, atau tumbuh 4,3% yoy,
membaik dibandingkan bulan Agustus 2023 yang sebesar 4,0% yoy dan September 2022 yang
mengalami kontraksi sebesar -6,3% yoy. Peningkatan pertumbuhan penjualan semen pada
September 2023 didorong oleh perbaikan aktivitas konstruksi infrastruktur. Hal ini diindikasikan
oleh pertumbuhan penjualan semen curah sebesar 9,74% yoy, meningkat daripada bulan
sebelumnya yang sebesar 7,8% yoy. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan semen kantong
melambat menjadi 2,1% yoy (vs. 2,4% yoy pada Agustus 2023). Hal ini menunjukkan bahwa
aktivitas konstruksi di sektor properti melambat pada September 2023. Secara kumulatif,
penjualan semen domestik selama Januari – September 2023 tercatat sebesar 46,4 juta ton,
atau masih terkontraksi sebesar -0,6% yoy (vs. -0,7% yoy pada 9 bulan pertama tahun 2022).
3-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 53
Kontraksi ini lebih kecil dibandingkan kontraksi pada 8 bulan pertama tahun 2023 yang sebesar
-1,1% yoy.
Penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif, terkecuali
pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi sebesar -1,2% yoy. Provinsi yang
mengalami penurunan penjualan semen di Pulau Jawa adalah Banten (-6,3% yoy), Jawa Timur
(-6,1% yoy) dan Jawa Barat (4,2% yoy). Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa
tumbuh positif. Penjualan semen tertinggi terjadi di Kalimantan yang tumbuh 24,6% yoy pada
September 2023, didorong oleh penjualan semen di Kalimantan Utara (112,8% yoy) seiring
dengan pembangunan kawasan industri tanah kuning dan Kalimantan Timur (60,3% yoy)
seiring dengan pembangunan IKN. Penjualan semen tertinggi kedua terjadi di Maluku-Papua
yang tumbuh 21,1% yoy, terutama didorong oleh penjualan semen di Maluku Utara (53,6%
yoy) seiring dengan pembangunan kawasan industri untuk smelter nikel. Penjualan semen di
Sumatera, Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi tumbuh masing-masing sebesar 8,4% yoy,
12,4% yoy dan 1,6% yoy.
Total ekspor semen dan klinker terkontraksi sebesar -6,9% yoy pada September 2023 (vs. -
6,3% yoy pada September 2022). Ekspor semen maupun ekspor klinker terkontraksi masing-
masing sebesar -22,0% yoy dan -4,3% yoy. Total volume ekspor semen dan klinker tersebut
sebesar 0,8 juta ton pada September 2023. Secara kumulatif, total ekspor semen dan klinker
pada Januari – September 2023 tercatat sebesar 8,3 juta ton, atau tumbuh sebesar 18,4% yoy
(vs. -24,6% yoy pada Januari – September 2022). Negara tujuan ekspor semen terbesar pada
Januari-September 2023 adalah Bangladesh (4,2 juta ton atau 55,4% dari total ekspor),
kemudian diikuti oleh Australia (1,5 juta ton atau 19,4% dari total ekspor), dan Taiwan (0,5 juta
ton atau 6,8% dari total ekspor).
Total penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada
September 2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023
tercatat sebesar 7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy (vs. -6,3% yoy pada September
2022). Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan ekspor pada Januari-September
2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy.
Kenaikan harga semen yang ditunjukkan oleh pertumbuhan Indeks Harga Perdagangan Besar
(IHPB) semen melambat dari 1,8% yoy pada Agustus 2023 menjadi 0,6% yoy pada September
2023 seiring dengan penurunan harga batubara yang mendorong penurunan biaya produksi.
Secara year-to-date, IHPB semen menurun sebesar -1,2% ytd pada Januari-September 2023
(vs. 6,6% ytd pada Januari-September 2022).
Diperkirakan penjualan semen domestik tahun 2023 tumbuh pada kisaran 0%-1,3% dengan
penjualan mencapai 63,2-64 juta ton (vs. 63,2 juta ton pada 2022). Secara kumulatif Januari-
September 2023, penjualan semen sudah mencapai 72,5% dari perkiraan. Diperkirakan
penjualan semen domestik akan membaik pada Oktober 2023 seiring dengan percepatan
pengerjaan proyek untuk mencapai target selesai 2023. Secara historis, volume penjualan
semen akan meningkat hingga Oktober, kemudian melambat pada November dan Desember.
3-19
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 54
Pada 2024, diperkirakan penjualan semen domestik akan tumbuh pada kisaran 1%-3% atau
mencapai pada kisaran 64-65 juta ton. Katalis positif yang mendorong penjualan semen pada
2024 adalah percepatan pembangunan IKN untuk mencapai target penyelesaian infrastruktur
dasar agar siap pakai pada Agustus 2024; dan peningkatan belanja infrastruktur pemerintah
pada RAPBN 2024 yang tumbuh sebesar 5,8% yoy menjadi Rp. 422,7 triliun. Faktor resiko
yang dapat menekan penjualan semen 2024 adalah ekspektasi perlambatan ekonomi global
dan kenaikan suku bunga yang membuat masyarakat menunda pembelian properti. Pada 19
Oktober 2023, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga BI7DDR sebesar 25 bps menjadi
6%. Selain itu, masalah keuangan BUMN karya dapat menyebabkan perlambatan aktivitas
konstruksi infrastruktur.
Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton)
Sumber: Asosiasi Semen Indonesia
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri semen di dalam negeri, di antaranya
melalui upaya penerapan kebijakan moratorium atau pengaturan investasi baru. Langkah
strategis ini dalam rangka memperhatikan kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) di industri
semen nasional. Kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh wilayah, kecuali
Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi di Pulau
Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar 29,3
juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi semen
sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton.
Saat ini, industri semen nasional terdiri dari 15 perusahaan semen terintegrasi yang tersebar
mulai dari Aceh hingga Papua, dengan total kapasitas terpasang sebesar 116 juta ton per
tahun. Industri semen masih mengalami overcapacity sebesar 51,8 juta ton atau sebesar 45
persen. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh industri semen untuk mengatasi
kondisi overcapacity saat ini adalah melalui peningkatan ekspor. Total ekspor semen
dan clinker pada semester I 2023 mengalami peningkatan sebesar 11,57 persen dibanding
periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di
pasar luar negeri. Di samping itu, kenaikan harga batubara internasional yang terjadi sejak
Desember tahun 2020, memberikan efek yang signifikan bagi industri semen. Tidak hanya
mengakibatkan terjadinya kenaikan biaya produksi, namun juga menghambat pasokan
batubara di industri semen. Batubara bagi industri semen merupakan bahan baku dan bahan
3-20
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 55
bakar utama yang memiliki persentase hingga 40 persen dalam struktur biaya produksi. Guna
mengatasi dan mengantisipasi kenaikan harga batubara yang melonjak tinggi, pemerintah
sedang menyusun regulasi terkait Badan Layanan Umum (BLU) batubara.
Industri semen memiliki peluang untuk bertumbuh pada tahun 2023 meski masih dibayangi
oleh sentimen kelebihan pasokan produksi. Kelebihan pasokan produksi tersebut menimbulkan
moratorium investasi baru pada industri semen. Aturan baru tersebut dimaksudkan untuk
memperkuat sektor lokal dalam menghadapi tingkat pemanfaatan yang hanya sebesar 53%.
Kebijakan moratorium dan/atau pengaturan investasi baru telah diterapkan pada proyek pabrik
semen baru. Sebaliknya, perusahaan diminta untuk fokus pada wilayah Papua, Papua Barat,
Maluku dan Maluku Utara, dimana permintaan semen lebih tinggi dibandingkan dengan
kemampuan produksi lokal. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian
Perindustrian, mengatakan aturan baru tersebut akan ditinjau kembali setelah tingkat utilisasi
kapasitas mencapai 85%.
Langkah-langkah lain yang juga sedang dipertimbangkan pemerintah adalah dengan
meningkatkan ekspor semen, mengubah peraturan terkait Badan Layanan Umum (BLU)
batubara, dan meningkatkan transportasi darat. Pada poin terakhir tersebut, pihak berwenang
dan produsen semen sedang mempertimbangkan bagaimana biaya logistik dapat menghindari
kenaikan dalam menghadapi kebijakan Zero Over Dimension Overload (ODOL) yang akan
datang. Proposal yang diajukan oleh sektor ini mencakup penerapan kebijakan multi-poros
untuk truk dan peningkatan kualitas jalan tertentu untuk memungkinkan kendaraan
berkapasitas lebih tinggi.
Seperti yang ditunjukkan oleh salah satu bidang fokus pemerintah, batu bara, harga bahan
bakar telah menjadi beban bagi sektor semen dalam beberapa tahun terakhir. Warsito
mencatat, harga batu bara internasional mulai naik pada akhir tahun 2020. Hal ini kemungkinan
besar disebabkan oleh kekacauan logistik yang disebabkan oleh pandemi virus corona
terhadap perekonomian global. Harga batu bara yang lebih tinggi menimbulkan dampak
“signifikan” terhadap industri semen baik melalui kenaikan biaya produksi maupun pembatasan
pasokan. Ironisnya, Indonesia adalah salah satu produsen batu bara terkemuka di dunia. Saat
ini pendekatan ke pemerintah untuk menggunakan subsidi Domestic Market Obligation (DMO)
lokal agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada sektor semen dengan
memberikan lebih banyak batu bara dengan harga tetap.
Diharapkan pada tahun 2023, DMO (batubara) harus tetap jalan agar industri semen stoknya
tetap terjaga baik sehingga supply pasok semen bisa lancar. Terkait pentingnya ekspor semen
tersebut, Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa dengan adanya
ekspor, utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya untuk dalam
negeri menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya dapat dilakukan
dengan meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen dan klinker)
menggunakan mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan karena kurs
USD sedang menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk oversupply karena
3-21
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 56
jumlah permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan. Selain
memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar dapat menghasilkan
produk turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah lebih baik.
Sementara pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi pembangunan
infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan semen domestik.
Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia
Sumber: Global Cement
Kelebihan kapasitas telah menjadi ciri yang berulang di pasar semen Indonesia setidaknya
sejak tahun 1990an seiring dengan pertumbuhan permintaan dan kapasitas yang kadang-
kadang tidak seimbang. Tingkat pemanfaatan kapasitas mencapai 90% pada awal tahun
1990an dan turun menjadi 50% pada akhir dekade tersebut karena krisis keuangan Asia. Baru-
baru ini Holcim meninggalkan pasar pada tahun 2019 ketika menjual bisnisnya ke Perseroan.
Perusahaan milik negara tersebut mengkonsolidasikan lebih dari separuh kapasitas produksi
semen negara saat itu. Berdasarkan data kuartal I 2023, Perseroan memiliki pangsa pasar
51% dan pangsa kapasitas produksi 46%. Sekitar 92% permintaan lokal dipenuhi dari empat
dari 14 produsen di negara tersebut, diantaranya yaitu: Perseroan; Indocement; Conch; dan
Merah Putih.
Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh surat kabar Jakarta Post menunjukkan bahwa
setelah paruh pertama tahun 2023 yang buruk, permintaan semen diperkirakan akan pulih dan
menciptakan pertumbuhan tahunan yang moderat pada akhir tahun. Alasan utama dari
perkiraan ini adalah peningkatan belanja infrastruktur pemerintah, pembangunan ibu kota baru
di Nusantara, dan antisipasi stabilitas harga. Proyek kota baru, misalnya, diperkirakan
membutuhkan 1,6 juta ton semen pada periode 2022-2024. Tentu saja ada banyak faktor risiko
seperti perlambatan ekonomi global, masalah keuangan di beberapa perusahaan konstruksi
milik pemerintah seperti Waskita Karya, dan kapasitas baru. Pabrik baru berkapasitas 8 juta
ton/tahun yang dimiliki oleh perusahaan lokal Kobexindo dan Honshi Cement yang berbasis di
Tiongkok, misalnya, dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2023 di Kalimantan
Timur. Meskipun pemerintah mengatakan bahwa unit baru tersebut akan mengekspor 90%
3-22
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 57
produksinya, hal ini akan memberikan tekanan pada pabrik lain yang sudah ada dengan
harapan dapat meningkatkan ekspor.
Disisi lain, konsolidasi dari sejumlah perusahaan semen dan meningkatnya permintaan semen
untuk pembangunan infrastruktur menjadi pemacu bagi industri ini untuk bertumbuh. Selain itu,
transisi energi turut menyumbang sentimen positif terhadap pertumbuhan tersebut. Dua
perusahaan semen raksasa domestik, yakni Perseroan dan PT Indocement Tunggal Prakarsa
Tbk, menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun 2023. Pada triwulan I-2023, Perseroan
membukukan laba bersih Rp 562 miliar atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang
sama tahun 2022. Adapun Indocement membukukan laba bersih Rp 371,4 miliar atau tumbuh
103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Diproyeksikan penjualan semen pada tahun ini dapat bertumbuh meski tidak terlalu signifikan.
Pertumbuhan itu diproyeksikan antara 0 persen dan 5 persen dibandingkan tahun lalu yang
justru minus 3 persen. Perusahaan semen memiliki prospek untuk bertumbuh pada tahun 2023.
Namun, secara umum, masih akan tetap oversupply (kelebihan pasokan). Ini terjadi karena
banyak pemain baru setelah sektor properti mulai booming pada tahun 2010 sampai 2014
sehingga membuat kompetisi kian meningkat dan pabrik-pabrik semen baru pun bermunculan.
Kelebihan pasokan semen tersebut tampak dari ketimpangan antara jumlah produksi dan
kebutuhan semen dalam negeri. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, produksi semen
pada tahun 2022 telah mencapai 116,8 ton, sedangkan permintaan domestik hanya 63 ton.
Dengan demikian, tingkat utilitas (utilization rate) produksi semen dalam negeri mencapai 54
persen. Upaya konsolidasi dari perusahaan-perusahaan semen dinilai cukup meredam iklim
kompetisi dalam industri semen. Pada tahun 2022, Perseroan melakukan akuisisi dengan
menerima pengalihan 7,5 miliar lembar saham seri B atau setara 75 persen porsi kepemilikan
PT Semen Baturaja Tbk. Di sisi lain, pada tahun yang sama, Indocement juga melakukan
kontrak sewa guna usaha untuk menyewa aset (operating lease) dari PT Semen Bosowa
Maros selama 3 tahun hingga 5 tahun. Jika diakumulasikan, kedua aksi akuisisi oleh dua
perusahaan semen raksasa tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 69 persen atau
meningkat 6 persen dibandingkan sebelumnya.
Pemacu pertumbuhan pada industri semen juga datang dari permintaan sektor infrastruktur
dan konstruksi. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap semen curah (bulk)
meningkat hingga 27 persen pada tahun 2022. Adapun permintaan terhadap semen zak (bag),
kata Emma, stagnan antara 70 dan 80 persen, bahkan turun hingga 73 persen pada tahun
2022. Tahun ini pemerintah telah menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur menjadi Rp
392 triliun dari tahun 2022 sebesar Rp 365,8 triliun. Anggaran itu akan difokuskan untuk
pelayanan dasar, seperti pembangunan rumah, sekolah, penyediaan air minum, dan
pembangunan jalan. Hingga April 2023, realisasi belanja infrastruktur baru mencapai Rp 59,7
triliun atau setara 15,2 persen total anggaran 2023. Realisasi belanja infrastruktur perlu
dipercepat untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek
3-23
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 58
maupun jangka panjang. Dengan akselerasi pembangunan infrastruktur, tingkat permintaan
semen juga akan mengalami kenaikan.
3.3 ANALISIS OPERASIONAL DAN PROSPEK PERUSAHAAN
3.3.1 Kegiatan Usaha Perseroan
Sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
menjalankan usaha dalam bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang
dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya,
perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa
untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
Perseroan memiliki pabrik semen dan Entitas Anak (“Group”) yang tersebar di beberapa
wilayah yaitu di Gresik dan Tuban di Jawa Timur, Rembang dan Cilacap di Jawa Tengah,
Narogong di Jawa Barat, Indarung di Sumatera Barat, Lhoknga di Aceh, Pangkep di Sulawesi
Selatan, Quang Ninh di Vietnam, Baturaja, Palembang dan Panjang di Lampung.
3.3.2 Segmen Usaha dan Operasional Perseroan
Berdasarkan Anggaran Dasar yang terakhir, Perseroan menjalankan usaha dalam bidang
industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang
diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi
terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri
lainnya. Segmen usaha Perseroan pembentuk pendapatan usaha yang terdiri dari semen
kantong, semen curah, produk beton, produk agregat dan turunan semen dan jasa dan lainnya.
3.3.2.1 Semen Kantong
Menurut Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional di 2023 mencapai 64,02
juta ton, tumbuh 3,6%. Konsumsi semen kantong tumbuh hanya 0,1%, relatif flat dibandingkan
2022, menjadi 45,44 juta ton. Perseroan memproduksi semen kantong yang terdiri dari:
Semen Serbaguna. Produk dari semen serbaguna adalah semen PCC. Semen ini memiliki
kelebihan seperti daya rekat yang lebih baik, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah
sehingga tidak mudah retak dan hasil akhir kuat dan permukaan lebih halus.
Semen Aplikasi Khusus. Produk dari semen ini adalah dynamix extra power dan dynamix
mansory. Dynamix extra power memiliki kelebihan diantaranya lebih mudah dikerjakan, lebih
kedap air, Suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak dan hasil beton lebih kuat
tanpa aditif tambahan.
Dynamix Mansory. Produk ini memiliki kegunaan sebagai semen khusus untuk aplikasi non
struktural seperti pasangan bata dan keramik, plesteran, acian, profil dan sudut.
3-24
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 59
3.3.2.2 Semen Curah
Di 2023, pertumbuhan konsumsi semen curah yang kuat dan masih sangat lambannya
pemulihan konsumsi semen kantong di pasar semen domestik Indonesia menjadikan porsi
volume penjualan semen curah meningkat menjadi 29,02% dari 26,55% di 2022. Beberapa
produk dari semen curah adalah:
EzPro. EzPro memiliki kelebihan seperti mudah dikerjakan dan memiliki daya rekat tinggi, hal
ini dapat mempermudah proses pengerjaan sebuah konstruksi dengan hasil akhir beton yang
kuat serta permukaan lebih halus. EzPro memiliki kegunaan seperti stabilitas tanah, konstruksi
beton umum, perumahaan dan saluran irigasi.
PwrPro. PwrPro diproduksi dengan formula yang ramah lingkungan untuk mencapai performa
kuat tekan awal lebih cepat sehingga dapat mendukung produktivitas konstruksi dengan mutu
terjaga. PwrPro telah memperoleh predikat sebagai Green Product dengan rating Gold dari
Green Product Council Indonesia. PwrPro memiliki kegunaan antara lain beton cor dan
pracetak mutu sedang atau tinggi, paving, batako, genteng beton dan industri drymix mortar.
UltraPro. UltraPro memadukan kemudahan pengerjaan dan hasil akhir dengan kekuatan
maksimal sehingga cocok untuk konstruksi kokoh yang membutuhkan kuat tekan awal dan
akhir yang tinggi. UltraPro memiliki kegunaan seperti beton cor dan pracetak mutu tinggi,
industri drymix mortar struktural dan landasan pacu pesawat terbang.
SprintPro. SprintPro menawarkan kecepatan terbaik dalam mencapai kuat tekan awal dengan
panas hidrasi yang tetap terjaga. SprintPro memiliki kegunaan anatara lain beton pre-stress,
seperti box grider, industri bata ringan dan industri fiber cement board.
DuPro+ SBC, LH, HSR & MSR. DuPro+ SBC, LH, HSR & MSR menghasilkan beton dengan
panas hidrasi rendah dan ketahanan optimal terhadap sulfat serta klorida. DuPro+ SBC, LH,
HSR & MSR memiliki kegunaan seperti konstruksi di perairan laut, power plant, smelter,
saluran air limbah dan tunnel.
SuperTermo. SuperTermo diproduksi dengan spesifikasi API 10A yang dapat memberikan
respon yang baik terhadap ligno-sulfonate retardes dan memiliki waktu pengentalan yang
sesuai dengan aplikasi well cementing. SuperTermo memiliki kegunaan seperti tambang
minyak dan gas, pembangkit listrik tenaga panas bumi, dapat digunakan untuk spesifikasi
desain class G HSR dan dapat di kombinasikan dengan silica untuk strength retrogeration.
MAxStrength. Max Strength Cement merupakan semen portland slag yang diformulasikan
khusus bagi industri ready mix dan precast untuk kebutuhan pembangunan mega proyek
seperti High Rise Building, fly over, terowongan bawah tanah, sesuai dengan kebutuhan
bangunan masyarakat modern saat ini. Produk ini memiliki kegunaan untu konstruksi umum
seperti jalan beton dan bangunan gedung dan konstruksi dengan persyaratan ketahanan sulfat
tinggi dan panas hidrasi rendah, seperti jembatan terpapar air laut, dermaga, power plant,
fasilitas pengolahan limbah.
3-25
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 60
3.3.2.3 Produk Beton
Beberapa produk dari Produk Beton yang dihasilkan Perseroan adalah:
MiniMix. MiniMix adalah armada truk pengantar beton inovatif berukuran sepertiga truk
pengantar beton biasa sehingga mampu melalui jalanan yang lebih sempit dan dapat
memenuhi permintaan konsumsi beton dalam volume yang lebih kecil. Cocok untuk rumah
maupun toko, konstruksi penuh maupun renovasi. Produk ini dapat digunakan pada jalan desa,
atap, kanopi, tangga, dan lantai beton dan dinding beton.
SpeedCrete. SpeedCrete, solusi inovatif beton teraplikasi yang dapat kering dalam hitungan
jam. SpeedCrete terbukti efektif mengurangi kemacetan yang biasa ditimbulkan oleh perbaikan
jalan di area berlalu-lintas ramai. Produk ini dapat digunakan pada pelabuhan, busway, jalan
arteri dan jalan tol
PakCrete. PakCrete adalah solusi beton instan yang datang dalam kemasan khusus, terdiri
dari agregat, semen, zat aditif khusus, tanpa air. Kualitas PakCrete sama dengan beton siap
pakai yang ada di perkotaan, diproduksi dengan menggunakan proses pengadukan yang sama
dengan command batch dan proses command QC yang sama namun dalam volume lebih kecil.
PakCrete dapat diproduksi dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan proyek.
PakCrete telah memperoleh sertifikasi TKDN dari Kementerian Perindustrian Republik
Indonesia. Produk ini dapat digunakan untuk kebutuhan beton proyek yang ada di area
terpencil sesuai spesifikasi proyek yang dibutuhkan.
ThruCrete. ThruCrete adalah solusi beton teraplikasi yang berdaya serap tinggi, secara cepat
mampu memindahkan air hujan dari jalanan, permukaan lahan parkir, garasi maupun trotoar
kedalam tanah atau bak penampungan. Sebagai wujud teknologi muktahir, ThruCrete juga bisa
mendukung program KDH 30% Zero Run off. Dengan performa melebihi standar yang telah
ditentukan bagi permukaan beton berpori, ThruCrete merupakan sebuah solusi berkelanjutan
yang menggabungkan daya tahan beton dengan teknologi serapan air terkini. Produk ini dapat
digunakan pada bahu bandara dan lajur taksi, trek jogging dan taman, area pejalan kaki dan
trotoar
MassCrete. MassCrete adalah solusi total untuk pengecoran masal, menggabungkan beton
berperforma tinggi dengan layanan bernilai tambah. Setiap adukan beton MassCrete memiliki
temperatur puncak yang rendah guna mengurangi retak termal. Manajemen pengecoran
kontinu juga diberikan guna menghindari persoalan sambungan dingin selama proses
pengecoran, termasuk manajemen on-site dan pengawasan pasokan bahan bangunan.
Produk ini dapat digunakan pada Kolom berukuran besar dan pondasi rakit.
ApexCrete. ApexCrete adalah solusi beton teraplikasi untuk menjawab tantangan dalam
pembangunan lantai gudang atau berbagai fasilitas industri. ApexCrete diformulasikan oleh
ahli-ahli Perseroan yang berpengalaman, dengan menggunakan bahan serta peralatan
berkualitas tinggi, teknologi laser screed serta 3D profiler yang menjadi solusi terpadu bagi
3-26
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 61
konstruksi lantai industrial. Produk ini cocok untuk area konstruksi berukuran besar, biaya
perawatan rendah, Lantai super rata, angka FF/Fl tinggi dan lantai tanpa sambungan.
OptimaCrete. Adukan OptimaCrete diformulasikan untuk memberi kekuatan serta daya tahan
yang dibutuhkan oleh struktur dan lingkungan proyek-proyek gedung bertingkat. OptimaCrete
memiliki kuat tekan minimal 60Mpa, dan turut berkontribusi dalam pengurangan ukuran
komponen struktural serta penggunaan bahan bangunan. Produk ini dapat digunakan pada
infrastruktur: kolom jembatan, dan balok bentang lebar dan gedung bertingkat: dinding geser
dan kolom.
ComfiPlas. ComfilPlas adalah solusi beton teraplikasi dengan material ringan yang berfungsi
sebagai lapisan pondasi bawah struktur jalan atau sebagai lapisan pondasi oprit jembatan.
Produk ini dapat digunakan pada Kolom berukuran besar dan pondasi rakit. ComfilPlas
memiliki konsistensi yang baik sehingga mudah diaplikasikan. Produk ini dapat digunakan pada
Jalan Raya, Jalan Tol dan Oprit Jembatan.
DekoCrete. DekoCrete adalah koleksi beton teraplikasi dekoratif berwarna yang inovatif, cocok
untuk lantai internal dan eksternal. DekoCrete hadir dengan berbagai pilihan warna dan pola
berkualitas tinggi. Campurannya dirancang untuk memenuhi standar persyaratan berestetika
tinggi yang seluruhnya tahan lama dan mengurangi penggunaan cat. DekoCrete dapat
digunakan bersama ThruCrete untuk meningkatkan fungsi penyerapan air pada trotoar beton.
DekoCrete juga dapat dibentuk untuk menyerupai permukaan lantai granit, keramik serta batu
alam. Tekstur alaminya membuatnya anti slip bagi para pejalan kaki. Dengan perawatan yang
tepat, DekoCrete akan tampil seindah hari mereka dipasang, tahun demi tahun. Produk ini
dapat digunakan pada area parkir, taman, jalan dan area pejalan kaki dan trotoar.
EzyfloCrete. EzyfloCrete adalah solusi berupa beton yang mudah mengalir tanpa segregasi
sehingga dapat dituang secara mudah ke dalam bekisting dan menutup tulangan dengan
sempurna. Aplikasi EzyfloCrete memastikan penghematan anggaran berkat pengecoran yang
lebih cepat dengan vibrasi dan tenaga kerja yang lebih sedikit untuk menghasilkan permukaan
yang lebih halus, akurat secara geometris, serta tahan lebih lama. Produk ini dapat digunakan
pada Screed, Elemen Precast, Struktur Horizontal dan Vertikal, Elemen dengan Bentuk Unik
dan Pondasi.
MarineCrete. MarineCrete didesain dengan kepadatan tinggi serta bahan-bahan khusus yang
dapat mengurangi korosi pada pembesian di lingkungan berklorida tinggi. Berkat sifat- sifatnya
ini, MarineCrete dapat mengurangi muai dan susut beton. MarineCrete tahan terhadap klorida,
memiliki rasio air terhadap semen yang rendah, dan dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.
Produk ini dapat digunakan pada Pelabuhan, Dermaga, Pembangkit Tenaga Listrik dan Proyek
Minyak dan Gas.
StilCrete. StilCrete adalah solusi untuk permasalahan yang muncul pada pekerjaan struktur
beton di wilayah dengan kandungan Sulfat & Klorida tinggi yang mengakibatkan terjadinya
kerusakan pada struktur beton dan korosif pada tulangan beton. Hal ini disebabkan karena
3-27
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 62
performa beton tidak mampu menahan dan melindungi tulangan dan beton itu sendiri. Produk
ini dapat digunakan pada Pelabuhan, Dermaga, PLTU dan Jalan di daerah banjir rob.
DynaHome. DynaHome adalah teknologi pembangunan rumah monolitik dengan metode
cetak one day one home. Inovasi Dynahome dihadirkan oleh SIG untuk memberikan
kemudahan dalam pembangunan rumah massal dalam waktu singkat, biaya lebih efisien,
namun tanpa mengurangi kualitas. Aplikasi Dynahome berpotensi turut berkontribusi besar
dalam mengatasi masalah baglog kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia.
3.3.2.4 Produk Agregat dan Turunan Semen
Beberapa produk dari Produk Agregat dan Turunan Semen yang dihasilkan Perseroan adalah:
Mortar Indonesia. Merupakan semen instan serbaguna yang dapat digunakan langsung untuk
merekatkan berbagai bahan bangunan dalam proses konstruksi. Mortar Indonesia diproduksi
dalam berbagai formulasi untuk diaplikasikan sebagai perekat khusus, seperti untuk aplikasi
bata ringan, bata & plester, acian plester & beton, keramik dan granit. Dengan komposisi
campuran semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogeny sehingga hasil
aplikasi lebih maksimal dan berkualitas. Produk ini dapat digunakan pada Gedung perkantoran
& komersial, Perumahan, Taman, Plester dinding dan Perekat bahan bangunan.
Agregat. Agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral lainnya
baik berupa hasil alam maupun buatan. Agregat diproses melalui tiga tahap penghancuran,
hingga pelanggan dapat menentukan sendiri gradasi, indeks serbuk serta tingkat kehilangan
saat pencucian (washing loss). Produk ini dapat digunakan pada Pengadukan aspal,
Pengadukan beton readymix, Pengadukan beton pracetak, Penahan ombak, Pembangunan
jalan, Pembangunan rel kereta api dan Dinding penahan beban.
Expose Concrete. 3D concrete tile bernilai seni dan fungsional dengan penggunaan bahan
yang tidak biasa, serta bentuk atau kombinasi warna yang belum ada sebelumnya. Expose
Concrete adalah solusi sempurna untuk menghadirkan sentuhan kesegaran dan orisinalitas
pada dekorasi dinding dan lantai. Produk ini Cocok untuk dekorasi eksterior maupun interior
dinding dan lantai.
Precast. Pengembangan produk Beton Precast/ Prestressed dengan segala bentuk variannya,
seperti canal U, balok girder, square pile, spun pile, bantalan kereta, dan lain-lain. Produk ini
dapat digunakan pada Box Culvert, Sheet Pile, Slab, Girder, Tiang Pancang dan Produk
Precast Custom lainnya.
Ground Granulated Blast Furnace Slag. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)
adalah produk ramah lingkungan (green product) digunakan untuk membangun concrete yang
kokoh dan tahan lama setelah dikombinasikan dengan Ordinary Portland Cemen (OPC) dan
atau material pozolan. Keunggulan lainnya antara lain membuat beton dan mortar lebih stabil
secara kimia, menambah kuat tekan, permukaaan akhir yang baik serta warna yang lebih
3-28
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 63
terang. Sangat cocok digunakan untuk proyek infrastruktur seperti pelabuhan, jembatan, jalan
dan gedung bertingkat. Produk ini dapat digunakan sebagai Agregat pengganti pasir dan
Pengganti semen.
3.3.2.5 Jasa dan Lainnya
Beberapa Jasa dan Lainnya yang dihasilkan Perseroan adalah Produksi kantong,
Perdagangan bahan bangunan, Jasa Angkutan dan Bongkar Muat, Kawasan Industri,
Perdagangan Internasional, Jasa penambangan, Teknologi Informasi, Pengembang Properti
dan Pengelolaan Limbah Industri (Nathabumi).
3.3.3 Pemasaran Perseroan
Perseroan menargetkan untuk memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk
meluncurkan, memperluas jangkauan pemasaran, dan membangun hubungan pelanggan
dengan barang dan jasanya melalui kampanye pemasaran digital. Dengan memanfaatkan
platform SobatBangun, AksesToko, dan Online Official Store, Perseroan memungkinkan
konsumen untuk mengakses produk dan layanan Perseroan dengan mudah, kapan pun dan di
mana pun mereka mau. Dari sisi pemasaran, Perseroan telah merumuskan strategi yang
dipandang sesuai dan efektif dalam menghadapi kompetisi di industri sebagai berikut:
Sobat Bangun. Melalui SobatBangun, Perseroan memberikan solusi satu atap untuk
pembangunan atau renovasi rumah, termasuk arsitek, tukang bangunan, pemasok bahan, dan
opsi pembiayaan. SobatBangun juga mengusulkan gagasan “Rumah 2.0”, yang
memungkinkan perluasan ruang di masa depan dengan memanfaatkan bahan bangunan
berkualitas tinggi, tahan lama, dan ramah lingkungan. Itu juga dirancang untuk lebih hemat
energi, baik dengan menggunakan sumber energi alternatif atau dengan memanfaatkan tata
letak rumah yang memaksimalkan cahaya alami dan aliran udara sambil meminimalkan
penggunaan energi.
AksesToko. Distributor dan toko retail dapat mengakses dan memesan semua item SIG,
memperbarui alamat pengiriman, membayar menggunakan berbagai pilihan pembayaran, dan
mendapatkan dukungan fasilitas pembiayaan melalui platform online AksesToko yang
merupakan inovasi digital dari Perseroan.
Official Store SIG di Tokopedia. Dengan membuka Perseroan Official Store di marketplace
Tokopedia, Perseroan memudahkan para konsumen untuk memenuhi kebutuhan bahan
bangunan berkualitas tinggi. Keberadaan official store ini membantu merampingkan proses
transaksi dengan mengurangi aktivitas pembelian langsung, terutama selama pandemi.
3-29
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 64
3.3.4 Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi
Perseroan memiliki segmen pasar nasional dan internasional. Kondisi ini dapat dilihat pada
ketersediaan pabrik semen terintegrasi, pabrik pengantongan, pabrik penggilingan dan
Pelabuhan yang tersebar dalam negeri maupun luar negeri.
Pabrik Semen Terintegrasi. Perseroan memiliki pabrik semen terintegrasi dengan kapasitas
yang berbeda dalam dan luar negeri baik yang dimiliki Perseroan maupun AP, yaitu Quang
Ninh Plant – Vietnam dengan Kapasitas 2,3 Juta ton/tahun, Lhoknga Plant dengan Kapasitas
1,8 Juta ton/tahun, Indarung Plant dengan Kapasitas 8 Juta ton/tahun, Narogong Plant dengan
Kapasitas 6 Juta ton/tahun, Rembang Plant dengan Kapasitas 3 Juta ton/tahun, Cilacap Plant
dengan Kapasitas 3,4 Juta ton/tahun, Tuban Plant milik Perseroan dengan Kapasitas 13,5 Juta
ton/tahun dan milik AP (PT Solusi Bangun Indonesia Tbk) dengan Kapasitas 3,6 Juta ton/
tahun, Pangkep Plant dengan Kapasitas 7,4 Juta ton/tahun dan Baturaja Plant dengan
Kapasitas 3,9 Juta ton/tahun.
Pabrik Pengantongan. Perseroan memiliki pabrik pengantongan yang tersebar di Indonesia
yaitu Lhokseumawe, Malahayati, Belawan, Dumai, Batam, Teluk Bayur, Bengkulu, Palembang,
Lampung, Ciwandan, Tanjung Priok, Banyuwangi, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan,
Samarinda, Makassar, Mamuju, Palu, Biringkassi, Kendari, Bitung, Celukan Bawang Maluku
Utara, Ambon dan Sorong.
Pabrik Penggilingan. Perseroan memiliki pabrik penggilingan yang juga tersebar di Indonesia
maupun luar negeri yaitu Ho Chi Minh City, Kuala Indah, Dumai, Cigading, Ciwandan, Gresik,
Palembang dan Panjang.
Pelabuhan. Perseroan memiliki pabrik pelabuhan yang juga tersebar di Indonesia maupun luar
negeri yaitu Thang Long Port, Lhoknga, Dumai, Teluk Bayur, Tuban, Gresik dan Biringkassi.
3-30
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 65
Gambar 3-11: Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi
Sumber: Laporan Tahunan 2023 Perseroan
3.3.5 Prospek Perseroan
Sebagai rumah bagi sekitar 278 juta jiwa dengan jumlah populasi kaum muda yang terus
meningkat dan dinamis serta pendapatan per kapita yang membaik, Perseroan menilai
Indonesia sebagai negara dengan populasi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara
seharusnya menawarkan potensi pasar yang sangat besar dan menjanjikan bagi industri
konstruksi, properti dan real estate, serta bahan bangunan, termasuk semen. Perseroan yakin
beragam proyek infrastruktur untuk memperbaiki konektivitas antar kota dan antar pulau,
memenuhi permintaan energi yang meningkat, kebutuhan telekomunikasi dan transportasi
untuk rantai distribusi barang dan jasa serta penumpang di Indonesia seiring dengan
menggeliatnya aktivitas perekonomian tentunya akan menciptakan permintaan yang terus
bertumbuh untuk barang dan jasa.
Perseroan juga mengamati meningkatnya bisnis hilirisasi di sektor pertambangan, perkebunan
dan pertanian, serta perikanan yang telah membuka lapangan kerja baru bagi penduduk
Indonesia. Hal ini tentunya berpotensi besar untuk mengangkat penghasilan per kapita
sekaligus memperbaiki daya beli masyarakat. Pasca terselenggaranya pemilihan umum di
2024, aktivitas perekonomian diharapkan akan kembali menggeliat di mana pertumbuhan GDP
diproyeksikan sebesar 5,2% oleh Pemerintah Indonesia, 4,9% oleh World Bank, dan 5,0% oleh
IMF. Dalam pandangan Perseroan, kebutuhan perumahan yang masih belum terpenuhi di
Indonesia di tengah pertumbuhan urbanisasi, perubahan komposisi demografi, dan perbaikan
pendapatan per kapita merupakan peluang yang besar untuk sektor properti dan real estate.
3-31
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 66
Proyek pembangunan kawasan industri yang terintegrasi dengan pemukiman, akan menjadi
pendorong konsumsi bahan bangunan termasuk semen pada berbagai wilayah di Indonesia.
Pembangunan sejumlah proyek ini berpotensi untuk menghadirkan dampak susulan yang
besar berupa terciptanya kawasan baru serta pemerataan pembangunan melalui
keterhubungan antar wilayah.
Perseroan juga mencermati bahwa prospek industri bahan bangunan termasuk semen akan
dipengaruhi oleh kelanjutan proyek-proyek infrastruktur baik milik Pemerintah, termasuk proyek
IKN, maupun Swasta. Perseroan memiliki keunggulan berupa pabrik semen yang terintegrasi,
pabrik pengemasan, pabrik penggilingan yang tersebar pada berbagai lokasi strategis di
Indonesia yang didukung oleh infrastruktur pelabuhan, jaringan distribusi yang luas, serta
armada logistik dan sumberdaya manusia yang mumpuni. Oleh karena itu, diyakini bahwa
Perseroan berada di posisi terdepan untuk menggarap potensi pasar bahan bangunan,
termasuk semen, di Indonesia.
Perseroan turut berharap pertumbuhan pesat ekonomi Vietnam, khususnya pemulihan secara
bertahap sektor properti dan real estate serta pembangunan infrastrukturnya, akan membuka
peluang yang luas bagi TLCC untuk dapat membukukan kinerja yang lebih baik. Dewan
Komisaris akan senantiasa melakukan tugas pengawasan dan pemberian saran kepada
Direksi untuk memastikan pertumbuhan keberlanjutan Perseroan yang bertujuan untuk
menciptakan pertumbuhan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
3.4 ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
Pembangunan di wilayah IKN tengah secara masif dilakukan oleh Pemerintah. Pembangunan
IKN sendiri akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2045, dimana kebutuhan bahan baku
konstruksi, termasuk produk semen dan turunannya, untuk mendukung konstruksi IKN tersebut
sangat besar. Oleh karena itu, beberapa BUMN Karya menginisiasi pembentukan Special
Purpose Vehicle (SPV) jasa produksi beton dan logistik, yaitu KLN, untuk mendukung
pelaksanaan pembangunan di IKN.
Perseroan sebagai BUMN yang bergerak di sektor industri pengelolaan semen dan
turunannya, melihat peluang tersebut dapat menguatkan posisi Perseroan sebagai penyedia
beton untuk memasok produknya ke IKN melalui KLN. Disamping itu, Perseroan melihat
peluang untuk menggunakan KLN sebagai salah satu saluran penjualan usaha-usaha
berkaitan rantai pasok (supply chain) bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan
melalui entitas-entitas anaknya. Oleh karena itu, diharapkan keterlibatan Perseroan dalam KLN
akan memberikan dampak positif bagi kinerja kelompok usaha Perseroan.
3-32
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 67
3.5 PENILAIAN ATAS KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI TRANSAKSI
Keuntungan dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
▪ Dana investasi melalui pengambilan bagian saham portepel digunakan langsung oleh KLN
dalam pengembangan usahanya, dimana di KLN sendiri Perseroan berperan pula dalam
pengendaliannya, sehingga dana investasi dari Perseroan secara tidak langsung tidak
sepenuhnya perpindah ke pihak di luar Perseroan.
▪ Tambahan modal saham pada KLN secara langsung meningkatkan kapasitas pendanaan
(borrowing capacity) yang berguna dalam mendanai pengembangan usaha KLN di masa
mendatang untuk meningkatkan kinerja KLN.
Kerugian dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
▪ Timbul biaya peluang (opportunity cost) atas investasi pada KLN dimana dana yang
diinvestasikan pada KLN mungkin akan memberikan imbal hasil yang lebih baik apabila
diinvestasikan pada peluang investasi lainnya.
▪ Pendanaan melalui penyertaan saham pada dasarnya memiliki biaya modal yang lebih
tinggi apabila dibandingkan dengan pendanaan melalui pinjaman, mengingat biaya modal
ekuitas secara teoritis memiliki imbal hasil yang disyaratkan (required rate of return) lebih
tinggi daripada biaya modal lainnya.
3-33
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 68
BAB 4. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
4.1 PENILAIAN KINERJA HISTORIS
4.1.1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Di tahun 2023, Perseroan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 38.651 miliar, meningkat
sebesar 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan segmen semen dan klinker
meningkat sebesar 7,0% yang sejalan dengan meningkatnya volume penjualan Perseroan di
tahun 2023, sementara pendapatan segmen non-semen meningkat sebesar 28,3%.
Beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2023 meningkat sebesar Rp 2.773 miliar, atau
10,8% di atas tahun sebelumnya yang disebabkan oleh kenaikan bahan baku sebagai dampak
dari kenaikan volume penjualan, serta kenaikan harga bahan bakar, sehingga berdampak pada
biaya logistik energi, distribusi, bahan baku, dan kemasan.
Di tahun 2022, Perseroan mencatat pendapatan total sebesar Rp36.379 miliar, menurun 0,9%
dibandingkan tahun sebelumnya, terutama berasal dari penurunan pendapatan semen dan
terak sebesar Rp248 miliar. Kondisi tersebut sejalan dengan permintaan semen nasional yang
terkontraksi, serta dipengaruhi oleh penurunan penjualan ekspor semen dan terak karena
terbatasnya ketersediaan batubara pada harga DMO.
Beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar Rp725
miliar, atau 2,9% dari tahun sebelumnya.
Pada 2022, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp318 miliar. Peningkatan ini utamanya
berasal dari kemampuan Perseroan untuk menurunkan beban keuangan pada 2022.
Di tahun 2021, Perseroan mencatat pendapatan total sebesar Rp34.958 miliar, menurun 0,6%
dibandingkan tahun sebelumnya, terutama berasal dari penurunan pendapatan semen dan
terak sebesar Rp179 miliar. Hal ini sehubungan dengan semakin agresifnya pemain harga
murah yang menggunakan strategi penurunan harga, yang perlu direspons dengan
menerapkan strategi fighting brand secara selektif pada tahun 2021. SIG juga mencatatkan
peningkatan porsi penjualan regional yang sebagian besar berupa produk klinker untuk
mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi.
Beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar Rp657
miliar, atau 2,8% dari tahun sebelumnya.
Pandemi COVID-19 telah membuat permintaan terhadap produk semen dan bahan bangunan
mengalami penurunan. Hal tersebut tercermin dari pendapatan yang dibukukan SIG di tahun
2020 yang menurun 12,87% menjadi Rp35.172 miliar.
4-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 69
Jumlah beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2020 tercatat sebesar Rp23.555 miliar,
turun 14,82% dari tahun sebelumnya Rp27.654 miliar. Penurunan ini selain karena turunnya
volume produksi sebagai akibat dari turunnya permintaan dalam negeri terhadap produk semen
dan bahan bangunan, juga merupakan hasil dari efisiensi dan inisiatif Operational Excellence
yang dilakukan Perseroan.
Di tengah pandemi COVID-19 dan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2020,
Perseroan berhasil membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk sebesar 16,72% menjadi Rp2.792 miliar, dari tahun sebelumnya Rp2.392
miliar.
Perseroan membukukan peningkatan pendapatan dan beban yang meningkat signifikan di
tahun 2019 sehubungan dengan telah dikonsolidasikannya SBI ke dalam Perseroan sehingga
meningkatkan volume penjualan sebesar 29,6% dan volume produksi terak dan semen
masing-masing 29% dan 30% dibandingkan tahun 2018.
Jumlah beban pokok pendapatan tahun 2019 tercatat sebesar Rp27.654 miliar, meningkat
29,5% dibandingkan tahun sebelumnya Rp21.357 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan
peningkatan volume penjualan sebesar 29,6%, kenaikan pendapatan sebesar 31,5%, serta
kenaikan volume produksi terak dan semen masing-masing 29% dan 30% dibandingkan tahun
2018 yang terutama dikarenakan telah diakuisisi dan dikonsolidasikannya SBI ke dalam
Perseroan.
Perseroan mencatat laba bruto di tahun 2019 sebesar Rp12.714 miliar atau naik sebesar 36,3%
dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp9.331 miliar, laba usaha tahun 2019 sebesar Rp6.185
miliar atau naik sebesar 26,7% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4.881 miliar.
Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan 40.368.107 35.171.668 36.702.301 36.378.597 38.651.360
Beban pokok pendapatan -27.654.124 -23.347.636 -24.975.639 -25.700.993 -28.474.383
Laba (rugi) bruto 12.713.983 11.824.032 11.726.662 10.677.604 10.176.977
Beban distribusi & penjualan -3.084.107 -3.009.752 -3.296.981 -2.954.272 -2.518.923
Beban umum & administrasi -3.536.797 -3.161.626 -3.193.532 -3.154.186 -3.345.683
Penghasilan keuangan 217.823 214.077 170.728 98.583 207.344
Beban keuangan -3.205.298 -2.320.781 -1.808.086 -1.427.618 -1.390.231
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama -1.793 -52.889 -32.746 2.396 -16.946
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih 91.964 -4.411 -28.341 56.328 191.222
Laba (rugi) sebelum beban pajak 3.195.775 3.488.650 3.537.704 3.298.835 3.303.760
Beban pajak penghasilan -824.542 -814.307 -1.420.468 -799.752 -1.008.159
Laba (rugi) tahun berjalan 2.371.233 2.674.343 2.117.236 2.499.083 2.295.601
Pendapatan (beban) komprehensif lain -103.082 -357.107 41.267 419.518 -29.546
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.268.151 2.317.236 2.158.503 2.918.601 2.266.055
4-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 70
4.1.2 Laporan Posisi Keuangan
4.1.2.1 Aset
Pada 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan tercatat sebesar Rp 81.821 miliar, menurun
1,4% dari tahun sebelumnya. Penurunan total aset terutama disebabkan oleh penurunan Aset
Tidak Lancar sebesar Rp 2.043 miliar atau turun sebesar 3,2% dibandingkan tahun
sebelumnya. Komposisi total aset Perseroan di tahun 2023 masih didominasi oleh Aset Tidak
Lancar yang tercatat sebesar Rp62.038 miliar, atau setara dengan 75,8% dari Total Aset
Perseroan.
Jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp82.960 miliar, meningkat
1,5% dari tahun sebelumnya. Peningkatan total aset terjadi pada kelompok Aset Lancar yang
mengalami peningkatan Rp2.693 miliar atau 16,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Komposisi aset Perseroan di tahun 2022 masih didominasi oleh Aset Tidak Lancar yang
tercatat sebesar Rp64.081 miliar, setara dengan 77,2% dari Total Aset Perseroan.
Jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp76.504 miliar, menurun
1,9% dari tahun sebelumnya. Penurunan total aset terjadi baik pada kelompok Aset Lancar
yang mengalami penurunan Rp294 miliar atau 1,9% maupun pada Aset Tidak lancar yang
menurun Rp1.208 miliar atau turun 1,9% dari tahun 2020. Komposisi aset Perseroan di tahun
2021 masih didominasi oleh Aset Tidak Lancar yang tercatat sebesar Rp61.234 miliar, setara
dengan 80,0% dari Total Aset Perseroan.
Jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp78.006 miliar, menurun
2,26% dari tahun sebelumnya Rp79.807 miliar. Penurunan total aset terjadi baik pada
kelompok Aset Lancar yang mengalami penurunan Rp1.094 miliar atau 6,57%, maupun pada
Aset Tidak lancar yang menurun.
Pada 31 Desember 2019, total aset Grup tercatat sebesar Rp79.807 miliar, meningkat 57,1%
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp50.784 miliar. Peningkatan total aset tersebut
utamanya disebabkan kenaikan aset tidak lancar sebesar 82% dari tahun 2018, terutama
sebagai hasil dari akuisisi PT Holcim Indonesia Tbk.
4-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 71
Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset 79.807.067 78.006.244 81.766.327 82.960.012 81.820.529
Aset lancar 16.658.531 15.564.604 16.185.508 18.878.979 19.782.972
Kas & setara kas 3.950.448 2.930.598 2.954.992 6.007.333 6.939.841
Investasi jangka pendek 67.222 1.103.469 1.357.454 59.981 59.709
Piutang usaha 6.489.861 5.777.254 5.690.879 5.521.338 5.787.852
Piutang lain-lain 369.730 260.784 358.626 363.328 481.077
Persediaan 4.641.646 4.547.825 4.848.528 5.610.233 5.133.737
Uang muka 136.159 114.340 124.092 137.313 364.684
Pajak lain-lain dibayar dimuka 763.878 600.520 623.486 893.677 774.453
Beban dibayar dimuka 215.667 197.417 195.625 179.401 193.625
Aset lancar lainnya 23.920 32.397 31.826 106.375 47.994
Aset tidak lancar 63.148.536 62.441.640 65.580.819 64.081.033 62.037.557
Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya 57.356 60.564 156.634 173.211 105.670
Aset pajak tangguhan 658.262 551.979 468.244 178.106 160.297
Investasi pada entitas asosiasi 89.001 35.133 0 0 0
Investasi pada ventura bersama 52.108 53.087 55.272 57.669 40.722
Properti investasi 119.602 110.102 100.434 94.089 91.766
Aset tetap & tanah pertambangan 56.601.702 56.053.483 58.839.075 57.805.992 56.771.009
Tagihan pengembalian pajak 443.133 847.015 1.218.766 1.158.799 427.137
Goodwill & aset takberwujud 4.260.059 3.961.695 3.845.206 3.853.494 3.690.127
Aset tidak lancar lainnya 867.313 768.582 897.188 759.673 750.829
Liabilitas & ekuitas 79.807.067 78.006.244 81.766.327 82.960.012 81.820.529
Liabilitas jangka pendek 12.240.252 11.506.163 14.632.232 13.061.027 16.111.660
Utang usaha 5.669.759 6.520.699 7.855.288 8.095.924 8.096.285
Utang lain-lain 575.126 307.317 306.570 354.182 365.795
Utang pajak 625.630 561.562 414.756 449.889 417.595
Akrual 1.222.508 1.129.537 1.161.975 1.233.028 927.398
Uang muka penjualan 119.918 103.909 85.435 1.000.679 638.149
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 735.066 772.724 823.893 652.850 473.004
Pinjaman bank jangka pendek 1.211.916 495.986 506.706 498.951 556.764
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 2.080.329 1.614.429 3.477.609 775.524 4.636.670
Liabilitas jangka panjang 31.674.891 29.065.511 22.477.848 20.209.625 15.657.893
Liabilitas pajak tangguhan 3.838.407 3.363.550 4.031.938 3.656.435 3.971.101
Pinjaman bank jangka panjang 24.749.702 21.843.994 14.607.097 13.076.888 8.374.494
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2.235.955 2.887.419 2.781.595 2.475.624 2.447.761
Provisi jangka panjang 264.891 303.799 386.572 392.868 415.350
Liabilitas jangka panjang lainnya 585.936 666.749 670.646 607.810 449.187
Dana syirkah temporer 2.000.000 1.781.235 1.781.235 2.450.000 2.250.000
Ekuitas 33.891.924 35.653.335 42.875.012 47.239.360 47.800.976
Modal saham 593.152 593.152 593.152 675.154 675.154
Tambahan modal disetor 1.458.258 1.458.258 1.458.258 6.217.241 6.217.241
Selisih transaksi ekuitas 28.928 28.928 1.046.451 1.046.451 1.046.451
Penghasilan komprehensif lainnya 422.194 53.246 26.941 538.804 536.969
Ekuitas entitas anak dari kombinasi bisnis 0 0 2.265.422 0 0
Saldo laba 29.774.283 32.039.825 33.123.277 34.270.564 34.785.676
Kepentingan non-pengendali 1.615.109 1.479.926 4.361.511 4.491.146 4.539.485
4.1.2.2 Liabilitas
Pada 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp 31.770 miliar, turun
4.5% dari tahun sebelumnya. Komposisi total liabilitas Perseroan di tahun 2023 didominasi
oleh Liabilitas Jangka Pendek yang tercatat sebesar Rp16.112 miliar, atau setara dengan
50,7% dari Total Liabilitas Perseroan.
Pada akhir tahun 2022, jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp33.271 miliar, turun
10,3% dari tahun sebelumnya. Sama seperti tahun sebelumnya, komposisi liabilitas Perseroan
tahun 2022 juga masih didominasi oleh liabilitas jangka panjang, yaitu sebesar Rp20.210 miliar
atau 60,7% dari jumlah liabilitas. Sedangkan jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan tahun
2022 tercatat sebesar Rp13.061 miliar atau 39,3% dari jumlah liabilitas.
Pada akhir tahun 2021, jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp34.940 miliar, turun
13,9% dari tahun sebelumnya. Sama seperti tahun sebelumnya, komposisi liabilitas Perseroan
4-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 72
tahun 2021 juga masih didominasi oleh liabilitas jangka panjang, yaitu sebesar Rp20.730 miliar
atau 59,3% dari jumlah liabilitas. Sedangkan jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan tahun
2021 tercatat sebesar Rp14.210 miliar atau 40,7% dari jumlah liabilitas.
Pada akhir tahun 2020 jumlah liabiltas Perseroan tercatat sebesar Rp40.572 miliar, turun
7,61% dari tahun sebelumnya Rp43.915 miliar. Penurunan jumlah liabilitas tersebut utamanya
disebabkan usaha Perseroan dalam melakukan pelunasan pinjaman bank.
Pada 31 Desember 2019, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp43.915 miliar, meningkat
141,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18.169 miliar. Peningkatan total liabilitas
tersebut utamanya disebabkan meningkatnya pinjaman Perseroan sebesar Rp18.439 miliar
dibandingkan tahun 2018.
4.1.2.3 Ekuitas
Pada 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp 47.801 miliar,
meningkat sebesar 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama
berasal dari peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp515
miliar yang berasal dari laba bersih yang diperoleh Grup sepanjang setelah dikurangi
pembayaran dividen di tahun 2023.
Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp47.239 miliar,
meningkat 10,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp39.783 miliar,
meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp35.653 miliar,
meningkat 5,20% dibandingkan tahun sebelumnya Rp33.892 miliar.
Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2019 tercatat sebesar Rp33.892 miliar,
meningkat 3,9% dibandingkan tahun sebelumnya Rp32.615 miliar.
4.1.3 Laporan Arus Kas
Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan tahun 2023 menurun Rp293 miliar,
atau 4,8% di bawah tahun lalu. Penurunan ini terutama berasal dari peningkatan pembayaran
kepada pemasok dan karyawan.
Jumlah arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan tahun 2023 meningkat Rp1.089
miliar, atau 192,3% di atas tahun lalu. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
pencairan investasi jangka pendek dibandingkan tahun lalu.
Jumlah arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan tahun 2023 meningkat Rp705
miliar, atau 28,9% di atas tahun lalu. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
penerimaan pinjaman jangka pendek, dana syirkah temporer, dan meningkatnya pembayaran
4-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 73
dividen sebesar Rp1.704 miliar (termasuk dividen kepada kepentingan non pengendali), serta
adanya penerimaan dana hasil right issue di 2022.
Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan tahun 2022 menurun Rp856 miliar,
atau 12,4% dari tahun 2021. Perubahan ini terutama berasal dari peningkatan pembayaran
kepada pemasok yang lebih tinggi dari peningkatan penerimaan dari pelanggan.
Pada 2022, Perseroan mencatatkan penurunan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
investasi sebesar Rp1.288 miliar, atau 69,4%, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini
disebabkan adanya pencairan investasi jangka pendek di 2022.
Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun 2022 tercatat menurun sebesar
Rp2.913 miliar. Perubahan tersebut disebabkan adanya pembayaran dan penerimaan utang
bank, dana syirkah dan obligasi secara neto sebesar Rp3.421 miliar.
Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan tahun 2021 menurun Rp533 miliar,
atau 7,4% dari tahun 2020. Perubahan ini terutama berasal dari penurunan penerimaan dari
pelanggan dan peningkatan pembayaran kepada pemasok.
Pada 2021, Perseroan mencatatkan penurunan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
investasi sebesar Rp462 miliar, atau 20,5%, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini
disebabkan jumlah penempatan investasi jangka pendek yang lebih rendah daripada 2020.
Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun 2021 mencatat penurunan sebesar
Rp643 miliar. Perubahan tersebut disebabkan adanya pembayaran hutang bank dan kewajiban
sewa pembiayaan sebesar Rp7.960 miliar. Perseroan juga melakukan pembayaran dividen
sebesar Rp Rp1.133 miliar (termasuk dividen kepada kepentingan nonpengendali).
Sehubungan dengan transaksi Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI),
Perseroan mencatat Penerimaan dari saham entitas anak yang diterbitkan kepada kepentingan
non pengendali sebesar Rp3.120 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tahun 2020 mencapai Rp.7.221 miliar,
meningkat 28,74% dari Rp5.609 miliar di tahun 2019. Kenaikan ini terutama berasal dari
pengelolaan arus kas yang ketat dan disiplin dalam upaya Perseroan menjaga likuiditas di
masa pandemi COVID-19, dimana Perseroan dapat mengelola cash cycle yang lebih optimal.
Jumlah arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tahun 2020 mencapai Rp2.251
miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya Rp17.161 miliar. Penurunan ini disebabkan
aktivitas capital expenditure (capex) pada tahun 2020 sebagian besar diarahkan untuk
menjaga operasional rutin (selective capex) Perseroan, sementara aktivitas capex 2019 jauh
lebih besar terutama sehubungan dengan akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Dahulu
PT Holcim Indonesia Tbk).
Tahun 2020, SIG mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar
Rp6.003 miliar. Sepanjang tahun 2020, secara neto, Perseroan telah melakukan pembayaran
4-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 74
pinjaman baik jangka pendek maupun jangka panjang serta dana syirkah temporer sebesar
Rp5.384 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah pinjaman yang jatuh tempo
di tahun 2020 sebagaimana jadwal pembayarannya.
Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp5.609 miliar,
naik 25,8% dari tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp4.459 miliar.
Arus kas untuk aktivitas investasi selama tahun 2019 adalah sebesar Rp17.161 miliar atau naik
Rp15.372 dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.789 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019 adalah sebesar
Rp10.285 miliar.
Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi 5.608.931 7.221.931 6.893.908 6.037.529 5.745.360
Penerimaan dari pelanggan 40.470.215 35.481.279 36.500.500 37.387.696 37.964.619
Pembayaran kepada pemasok -27.448.166 -21.289.821 -22.545.572 -24.994.782 -26.537.600
Pembayaran kepada karyawan -3.804.203 -3.863.736 -4.136.722 -4.097.937 -4.522.198
Penghasilan keuangan yang diterima 213.468 214.043 171.620 101.998 205.701
Pembayaran pajak penghasilan badan -616.721 -1.195.316 -1.227.909 -1.035.764 -748.898
Penerimaan dari klaim pajak penghasilan 0 0 0 0 732.169
Pembayaran beban keuangan -3.163.479 -2.292.863 -1.782.312 -1.377.071 -1.417.997
Penerimaan (pembayaran) lainnya -42.183 168.345 -85.697 53.389 69.564
Arus kas dari aktivitas investasi -17.160.548 -2.251.195 -1.854.450 -566.637 -1.656.184
Pembelian aset tetap -1.639.080 -1.279.575 -1.738.723 -1.838.776 -1.746.019
Perolehan properti investasi -2.309 0 -1.868 -734 -4.824
Penambahan aset takberwujud -2.116 -6.413 -5.068 -33.397 -6.374
Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek -58.769 -1.036.247 -253.985 1.297.473 272
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya -4.755 -3.209 -42.879 -16.577 67.541
Hasil penjualan aset tetap 6.708 74.249 188.073 25.374 33.220
Akuisisi entitas anak -15.459.602 0 0 0 0
Penambahan investasi pada entitas asosiasi -625 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas pendanaan 10.284.852 -6.003.870 -5.354.353 -2.440.997 -3.146.132
Penerimaan dari transaksi supplier financing 0 71.919 285.675 86.904 122.253
Pembayaran atas transaksi supplier financing 0 -72.593 -288.337 -87.484 -123.106
Penerimaan utang bank jangka pendek 6.451.326 3.677.059 629.572 3.974.451 504.830
Pembayaran utang bank jangka pendek -8.506.886 -4.392.989 -618.852 -3.982.206 -447.017
Penerimaan utang bank jangka panjang 33.214.334 1.650.000 497.627 6.894.097 901.425
Pembayaran utang bank jangka panjang -25.109.036 -6.099.130 -7.241.394 -8.856.443 -1.873.241
Penerimaan penerbitan saham entitas anak kepada kepentingan non-pengendali 0 0 3.119.909 0 0
Biaya penerbitan saham entitas anak 0 0 -14.702 0 0
Penerimaan dana syirkah temporer 2.000.000 0 0 2.450.000 0
Pembayaran dana syirkah temporer -218.765 0 -1.781.235 -200.000
Penerimaan utang obligasi 4.078.000 0 0 880.400 0
Pembayaran utang obligasi 0 0 -3.000.000 0
Pembayaran liabilitas sewa -337.938 -364.899 -591.022 -465.227 -326.837
Pembayaran dividen:
Pemilik entitas induk -1.231.646 -239.215 -1.116.928 -1.024.054 -1.655.385
Kepentingan non-pengendali -13.302 -15.257 -15.901 -40.257 -49.054
Penerimaan saham yang diterbitkan 0 0 0 2.563.460 0
Biaya emisi saham yang diterbitkan 0 0 0 -53.403 0
Pemberian pinjaman kepada entitas ventura bersama -260.000 0 0 0 0
Arus kas bersih -1.266.765 -1.033.134 -314.895 3.029.895 943.044
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing -28.518 13.284 339.289 22.446 -10.536
Kas & setara kas awal tahun 5.245.731 3.950.448 2.930.598 2.954.992 6.007.333
Kas & setara kas akhir tahun 3.950.448 2.930.598 2.954.992 6.007.333 6.939.841
4.1.4 Rasio Keuangan
Rasio profitabilitas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
4-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 75
memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya. Rata-rata rasio lancar (current ratio) untuk
periode 31 Desember 2019-2023 adalah 1,30x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat (quick ratio)
untuk periode 31 Desember 2019-2023 adalah 1,19x.
Rasio solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
dengan jumlah ekuitas. Rata-rata rasio jumlah liabilitas terhadap total ekuitas (DER) untuk
periode 31 Desember 2019-2023 adalah 55,40%. Sedangkan rata-rata rasio jumlah liabilitas
terhadap total aset (DAR) untuk periode 31 Desember 2019-2023 adalah 27,03%.
Rasio profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata tingkat imbal hasil aset untuk periode 31
Desember 2019-2023 adalah 2,96%. Sementara tingkat imbal hasil ekuitas (ROE)
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang
ditanamkan. Rata-rata tingkat imbal hasil ekuitas untuk periode 31 Desember 2019-2023
adalah 5,91%. Selanjutnya, margin laba menunjukkan berapa persentase laba yang diperoleh
dari setiap penjualan. Selama periode 31 Desember 2019-2023, rata-rata marjin laba kotor,
marjin laba sebelum pajak, dan marjin laba bersih Perseroan adalah 30,55%, 9,01%, dan
6,41%, berturut-turut.
Tabel 4-4: Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Profitabilitas
Marjin laba kotor 31,50% 33,62% 31,95% 29,35% 26,33%
Marjin laba sebelum pajak 7,92% 9,92% 9,64% 9,07% 8,55%
Marjin laba bersih 5,87% 7,60% 5,77% 6,87% 5,94%
ROE (return on equity) 7,00% 7,50% 4,94% 5,29% 4,80%
ROA (return on assets) 2,97% 3,43% 2,59% 3,01% 2,81%
ROIC (return on invested capital) 3,83% 4,49% 3,44% 4,06% 3,74%
Likuiditas
Rasio kas 0,32 0,25 0,20 0,46 0,43
Rasio cepat 1,24 1,25 1,02 1,32 1,11
Rasio lancar 1,36 1,35 1,11 1,45 1,23
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 37,64% 32,99% 24,92% 20,25% 19,33%
DER (debt to equity ratio) 88,64% 72,18% 47,52% 35,57% 33,09%
4.2 PENILAIAN ATAS PROYEKSI KEUANGAN PERSEROAN
Proyeksi keuangan Perseroan tanpa dan dengan Transaksi yang disiapkan oleh manajemen
Perseroan, pada prinsipnya memiliki asumsi-asumsi yang sama, kecuali bahwa dengan
Transaksi ada peningkatan kinerja, serta perbaikan profitabilitas dan struktur modal sehingga
dapat mengembangkan bisnis dengan lebih baik.
4-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 76
Untuk menilai kewajaran proyeksi dapat dilakukan analisis outlier terhadap rata-rata rasio
keuangan historis, proyeksi tanpa Transaksi, dan proyeksi dengan Transaksi, sebagai berikut:
Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis
Rata-rata Outlier
Uraian Proyeksi tanpa Proyeksi dengan
Historis Batas bawah IQR Batas atas
Transaksi Transaksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 30,55% 27,64% 27,64% 25,46% 1,46% 31,28%
Marjin laba sebelum pajak 9,02% 12,17% 12,18% 8,22% 1,58% 14,54%
Marjin laba bersih 6,41% 8,47% 8,48% 5,89% 1,03% 10,02%
ROE (return on equity) 5,91% 6,44% 6,44% 5,77% 0,27% 6,84%
ROA (return on assets) 2,96% 4,46% 4,46% 2,58% 0,75% 5,58%
ROIC (return on invested capital) 3,91% 5,88% 5,88% 3,42% 0,98% 7,36%
Likuiditas
Rasio kas 0,33 1,16 1,16 0,13 0,41 1,78
Rasio cepat 1,19 2,12 2,12 0,95 0,47 2,82
Rasio lancar 1,30 2,21 2,21 1,07 0,45 2,89
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 27,03% 9,96% 9,96% -2,85% 8,54% 31,30%
DER (debt to equity ratio) 55,40% 15,20% 15,20% -14,95% 20,10% 65,45%
FCC (fixed charge coverage) 2,83 18,57 18,59 -1,12 7,88 30,40
Keterangan:
1. IQR : interquartile range.
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat
profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah
Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami perbaikan
sebagaimana diindikasikan dari penurunan marjin laba kotor. Secara umum tidak ada indikasi
outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat
profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa
rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan setelah Transaksi secara umum lebih
tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak
ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio
tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa
rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas sebelum Transaksi dan setelah Transaksi lebih tinggi
dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada
indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio
tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat solvabilitas antara rata-rata
proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Transaksi dengan rata-rata historisnya mengalami
perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER. Dan tidak ada
indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio
tingkat solvabilitas Perseroan.
Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proyeksi
keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.
4-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 77
4.3 ANALISIS RASIO KEUANGAN
Dampak keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi dapat dianalisis melalui perubahan
proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi. Dari sisi pengukuran
profitabilitas, rata-rata marjin kotor antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
perubahan. Sedangkan rata-rata marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih antara
sebelum dan setelah Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%,
sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan
masih relatif baik. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on equity)
dan ROIC (return on invested capital) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%, sedangkan rata-rata proyeksi ROA
(return on assets) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata tidak mengalami
perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas
Perseroan masih relatif baik, mengingat proyeksi ROE dan ROIC mengalami peningkatan. Dari
sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio kas (cash ratio), rasio lancar (current ratio) dan rasio
cepat (quick ratio) antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami perubahan,
sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan
masih relatif baik. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi DAR (debt to total asset
ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi Tingkat solvabilitas
Perseroan masih relative baik.
Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Marjin laba sebelum pajak 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Marjin laba bersih 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
ROE (return on equity) 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
ROA (return on assets) 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01% 0,00%
ROIC (return on invested capital) 0,01% 0,00% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Likuiditas
Rasio kas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Rasio cepat 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Rasio lancar 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
DER (debt to equity ratio) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
4-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 78
Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Transaksi
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 26,21% 27,29% 27,76% 28,23% 28,70% 27,64%
Marjin laba sebelum pajak 9,03% 11,07% 12,40% 13,68% 14,65% 12,17%
Marjin laba bersih 6,23% 7,71% 8,64% 9,54% 10,21% 8,47%
ROE (return on equity) 5,10% 6,14% 6,64% 7,05% 7,25% 6,44%
ROA (return on assets) 3,12% 3,98% 4,61% 5,19% 5,39% 4,46%
ROIC (return on invested capital) 4,07% 5,21% 6,09% 6,90% 7,10% 5,88%
Likuiditas
Rasio kas 0,71 0,75 0,91 1,40 2,01 1,16
Rasio cepat 1,61 1,55 1,78 2,51 3,14 2,12
Rasio lancar 1,70 1,63 1,86 2,61 3,24 2,21
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 18,30% 14,21% 8,97% 4,29% 4,02% 9,96%
DER (debt to equity ratio) 29,92% 21,93% 12,93% 5,83% 5,41% 15,20%
Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Transaksi
Uraian 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 26,21% 27,29% 27,76% 28,23% 28,70% 27,64%
Marjin laba sebelum pajak 9,04% 11,08% 12,41% 13,69% 14,66% 12,18%
Marjin laba bersih 6,24% 7,72% 8,65% 9,55% 10,23% 8,48%
ROE (return on equity) 5,11% 6,14% 6,65% 7,06% 7,25% 6,44%
ROA (return on assets) 3,13% 3,98% 4,61% 5,19% 5,40% 4,46%
ROIC (return on invested capital) 4,08% 5,22% 6,10% 6,91% 7,11% 5,88%
Likuiditas
Rasio kas 0,71 0,75 0,91 1,40 2,01 1,16
Rasio cepat 1,61 1,55 1,78 2,51 3,14 2,12
Rasio lancar 1,70 1,63 1,86 2,61 3,24 2,21
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 18,30% 14,21% 8,97% 4,29% 4,02% 9,96%
DER (debt to equity ratio) 29,92% 21,93% 12,93% 5,83% 5,41% 15,20%
4.4 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam membentuk proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan adalah sebagai berikut:
▪ Laporan posisi keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian Perseroan untuk periode dua belas bulan yang berakhir
31 Desember 2023 telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, dan disusun dengan basis kelangsungan usaha dan telah diaudit.
▪ Perseroan melakukan investasi pada ventura bersama KLN sebesar Rp22.500.000.000,00
(dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah).
Berikut ini adalah proforma laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi.
4-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 79
Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
30 Juni 2023
Uraian Tanpa Dengan Selisih Selisih
Transaksi Transaksi nilai %
Pendapatan 38.651.360 38.651.360 0 0,00%
Beban pokok pendapatan -28.474.383 -28.474.383 0 0,00%
Laba (rugi) bruto 10.176.977 10.176.977 0 0,00%
Beban distribusi & penjualan -2.518.923 -2.518.923 0 0,00%
Beban umum & administrasi -3.345.683 -3.345.683 0 0,00%
Penghasilan keuangan 207.344 207.344 0 0,00%
Beban keuangan -1.390.231 -1.390.231 0 0,00%
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama -16.946 -16.946 0 0,00%
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih 191.222 191.222 0 0,00%
Laba (rugi) sebelum beban pajak 3.303.760 3.303.760 0 0,00%
Beban pajak penghasilan -1.008.159 -1.008.159 0 0,00%
Laba (rugi) tahun berjalan 2.295.601 2.295.601 0 0,00%
Pendapatan (beban) komprehensif lain -29.546 -29.546 0 0,00%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.266.055 2.266.055 0 0,00%
4-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 80
Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
30 Juni 2023
Uraian Tanpa Dengan Selisih Selisih
Transaksi Transaksi nilai %
Aset 81.820.529 81.820.529 0 0,00%
Aset lancar 19.782.972 19.760.472 -22.500 -0,11%
Kas & setara kas 6.939.841 6.917.341 -22.500 -0,32%
Investasi jangka pendek 59.709 59.709 0 0,00%
Piutang usaha 5.787.852 5.787.852 0 0,00%
Piutang lain-lain 481.077 481.077 0 0,00%
Persediaan 5.133.737 5.133.737 0 0,00%
Uang muka 364.684 364.684 0 0,00%
Pajak lain-lain dibayar dimuka 774.453 774.453 0 0,00%
Beban dibayar dimuka 193.625 193.625 0 0,00%
Aset lancar lainnya 47.994 47.994 0 0,00%
Aset tidak lancar 62.037.557 62.060.057 22.500 0,04%
Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya 105.670 105.670 0 0,00%
Aset pajak tangguhan 160.297 160.297 0 0,00%
Investasi pada entitas asosiasi 0 0 0 0,00%
Investasi pada ventura bersama 40.722 63.222 22.500 55,25%
Properti investasi 91.766 91.766 0 0,00%
Aset tetap & tanah pertambangan 56.771.009 56.771.009 0 0,00%
Harga perolehan 88.553.515 88.553.515 0 0,00%
Akumulasi depresiasi -31.782.506 -31.782.506 0 0,00%
Aset hak guna 0 0 0 0,00%
Tagihan pengembalian pajak 427.137 427.137 0 0,00%
Goodwill & aset takberwujud 3.690.127 3.690.127 0 0,00%
Aset tidak lancar lainnya 750.829 750.829 0 0,00%
Liabilitas & ekuitas 81.820.529 81.820.529 0 0,00%
Liabilitas jangka pendek 16.111.660 16.111.660 0 0,00%
Utang usaha 8.096.285 8.096.285 0 0,00%
Utang lain-lain 365.795 365.795 0 0,00%
Utang pajak 417.595 417.595 0 0,00%
Akrual 927.398 927.398 0 0,00%
Uang muka penjualan 638.149 638.149 0 0,00%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 473.004 473.004 0 0,00%
Pinjaman bank jangka pendek 556.764 556.764 0 0,00%
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 4.636.670 4.636.670 0 0,00%
Liabilitas sewa 0 0 0 0,00%
Liabilitas jangka panjang 15.657.893 15.657.893 0 0,00%
Liabilitas pajak tangguhan 3.971.101 3.971.101 0 0,00%
Pinjaman bank jangka panjang 8.374.494 8.374.494 0 0,00%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2.447.761 2.447.761 0 0,00%
Provisi jangka panjang 415.350 415.350 0 0,00%
Liabilitas jangka panjang lainnya 449.187 449.187 0 0,00%
Liabilitas sewa 0 0 0 0,00%
Dana syirkah temporer 2.250.000 2.250.000 0 0,00%
Ekuitas 47.800.976 47.800.976 0 0,00%
Modal saham 675.154 675.154 0 0,00%
Tambahan modal disetor 6.217.241 6.217.241 0 0,00%
Selisih transaksi ekuitas 1.046.451 1.046.451 0 0,00%
Penghasilan komprehensif lainnya 536.969 536.969 0 0,00%
Ekuitas entitas anak dari kombinasi bisnis 0 0 0 0,00%
Saldo laba 34.785.676 34.785.676 0 0,00%
Kepentingan non-pengendali 4.539.485 4.539.485 0 0,00%
Berdasarkan proforma laporan keuangan di atas, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan
berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi
dilakukan mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selain itu
tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio cepat dan rasio lancar apabila
4-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 81
Transaksi dilakukan masih berada pada 100%. Sedangkan tingkat solvabilitas Perseroan tidak
berubah sebagaimana diindikasikan dari DAR dan DER apabila Transaksi dilakukan tidak
mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya
pengukuran tingkat profitabilitas Perseroan juga tidak berubah sebagaimana diindikasikan dari
ROA, ROE, marjin laba kotor, marjin operasi, dan marjin laba bersih apabila Transaksi
dilakukan tidak mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan.
Sehingga secara umum dapat diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila
Transaksi dilakukan masih relatif baik.
Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan
30 Juni 2023
Uraian Tanpa Dengan Selisih Selisih
Transaksi Transaksi nilai %
Rasio likuiditas
Rasio lancar (current ratio) 122,79% 122,65% -0,14% -0,11%
Rasio cepat (quick ratio) 46,43% 46,29% -0,14% -0,30%
Rasio solvabilitas
DER (total debt to equity ratio) 33,09% 33,09% 0,00% 0,00%
DAR (total debt to total asset ratio) 19,33% 19,33% 0,00% 0,00%
Rasio profitabilitas
ROA (return on asset) 2,77% 2,77% 0,00% 0,00%
ROE (return on equity) 4,74% 4,74% 0,00% 0,00%
Marjin laba kotor 26,33% 26,33% 0,00% 0,00%
Marjin laba operasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Marjin laba bersih 5,86% 5,86% 0,00% 0,00%
4.5 ANALISIS INKREMENTAL
4.5.1 Kontribusi Nilai Tambah
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan (sebelum dan setelah
Transaksi) selama periode 1 Januari 2024-31 Desember 2028, dilakukan analisis nilai tambah
(inkremental) untuk melihat dampak terhadap laba bersih Perseroan apabila Transaksi
dilakukan dibandingkan dengan apabila Transaksi tidak dilakukan.
Untuk mendiskonto laba bersih, maka tingkat diskonto yang relevan adalah biaya modal rata-
rata tertimbang (weighted average cost of capital/WACC). Adapun WACC ditentukan dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
𝑊𝐴𝐶𝐶 = (𝑘𝑒 ∙ 𝑊𝑒 ) + (𝑘𝑑 ∙ [1 − 𝑇] ∙ 𝑊𝑑 )
dimana: WACC : biaya modal rata-rata tertimbang,
ke : biaya modal ekuitas/saham biasa,
kd : biaya modal hutang,
We : bobot ekuitas dalam struktur kapital,
Wd : bobot hutang dalam struktur kapital, dan
T : pajak penghasilan perusahaan.
4-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 82
Sebelum dapat menetapkan besarnya WACC, maka terlebih dahulu harus dihitung biaya
modal perusahaan secara individual yang dalam hal ini meliputi biaya ekuitas dan biaya utang.
Dalam penilaian ini biaya hutang (kd) diasumsikan sebesar 9,41% (sebelum pajak) yang
merupakan rata-rata tingkat bunga kredit investasi dari bank milik pemerintah (persero) per
tanggal penilaian. Sedangkan biaya ekuitas dihitung menggunakan capital asset pricing model
(CAPM) dengan persamaan sebagai berikut:
𝐸(𝑅𝑖 ) = 𝑅𝑓 + 𝛽 ∙ 𝑅𝑃𝑚
dimana: E(Ri) : balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
Rf : tingkat balikan yang tersedia untuk sekuritas bebas risiko (risk free
rate),
β : beta,
RPm : premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar (bebas risiko). Dalam penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
dapat digunakan adalah tingkat balikan obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk jatuh
tempo selama 30 tahun yaitu sebesar 6,89% (sumber: IBPA). Angka tersebut selanjutnya kami
gunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).
RPm adalah selisih antara tingkat yield investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
dalam bentuk penyertaan ekuitas. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premium) seperti volatilitas harga saham
untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko
ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
pendek di pasar sekuritas. Dalam penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko ekuitas
(RPm) Indonesia yaitu sebesar 7,38% berdasarkan studi Prof. Aswath Damodaran dari New
York University yang diterbitkan pada Januari 2024 (sumber: www.damodaran.com).
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium atas Obyek Penilaian.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai yang akan digunakan dalam penilaian ini, kami
menggunakan beta pembanding dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran, dimana beta
tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta perusahaan-perusahaan pembanding. Cara ini
dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
pembanding terhadap betanya. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap
perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung beta unlevered. Beta levered dari
perusahaan pembanding di-unlevered-kan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
4-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 83
𝛽𝐿
𝛽𝑈 =
{1 + (1 − 𝑇) ∙ 𝐷𝐸𝑅}
dimana: T : tingkat pajak,
DER : debt to equity ratio,
βL : beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
βU : beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham
yang diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian
perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh
hutang.
Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
ini kemudian di-relevered-kan kembali dengan mengunakan rata-rata tingkat leverage (DER)
dari perusahaan-perusahaan pembanding tersebut dengan formula sebagai berikut:
𝛽𝐿 = 𝛽𝑈 ∙ (1 + [1 − 𝑇] ∙ 𝐷𝐸𝑅)
Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
pembanding yaitu sebesar 0,6537 dan dengan DER sebesar 53,75% maka didapatkan beta
levered Perseroan adalah sebesar 0,9278. Selanjutnya dengan menggunakan persamaan
CAPM diperoleh biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebesar 11,67%.
Setelah biaya secara individual dari masing-masing modal yang digunakan dalam Perseroan
dapat ditentukan dan dengan mengunakan DER rata-rata dari perusahaan pembanding yaitu
sebesar 53,75% tersebut maka, biaya modal rata-rata tertimbang Perseroan dapat dihitung
sebagai berikut:
𝑊𝐴𝐶𝐶 = (𝑘𝑒 ∙ 𝑊𝑒 ) + (𝑘𝑑 ∙ [1 − 𝑇] ∙ 𝑊𝑑 )
Dengan demikian maka biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) yang akan digunakan
sebagai tingkat diskonto atas laba bersih Perseroan adalah sebesar 10,16%.
Hasil perhitungan nilai kini dari laba bersih inkremental Perseroan antara apabila Transaksi
dilakukan dengan apabila Transaksi tidak dilakukan, menunjukkan nilai yang positif. Hal ini
mengindikasikan bahwa Transaksi berpotensi memberikan dampak positif dan memberikan
nilai tambah bagi Perseroan.
4-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 84
Tabel 4-12: Proyeksi Laba Bersih Inkremental (Rp Juta)
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Laba bersih (tanpa Transaksi) 2.571.112 3.292.710 3.818.554 4.361.347 4.832.641
Laba bersih (dengan Transaksi) 2.575.835 3.296.009 3.822.660 4.366.278 4.838.662
Laba bersih inkremental 4.723 3.299 4.106 4.931 6.021
Faktor PV
Periode 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Tingkat diskonto 10,16% 10,16% 10,16% 10,16% 10,16%
Faktor diskonto 0,9078 0,8241 0,7481 0,6792 0,6165
PV laba bersih inkremental 4.288 2.719 3.072 3.349 3.712
NPV laba bersih inkremental 17.139
4.5.2 Biaya dan Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya
atau pendapatan relevan lain yang signifikan terkait dengan Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
4.5.3 Informasi Non Keuangan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan tidak terdapat
informasi non keuangan relevan lain yang mempengaruhi Transaksi.
4.5.4 Prosedur Pengambilan Keputusan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur Anggaran
Dasar Perseroan. Sebelum Direksi mengusulkan usulan Transaksi, Direksi telah melalui
tahapan proses analisis internal, yakni salah satunya evaluasi ajuan investasi penyertaan
modal Perseroan untuk Project Ruby – PT Semen Indonesia, sebagaimana termuat dalam
Dokumen No. SI/Business Development/05.2023/02. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
4.5.5 Hal-Hal Material Lain
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan tidak terdapat hal-
hal material lain yang mempengaruhi Transaksi.
4.6 ANALISIS SENSITIVITAS
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dengan Transaksi selama periode
1 Januari 2023-31 Desember 2028, dilakukan analisis sensitivitas terhadap beberapa variabel
untuk menguji variabel mana yang lebih sensitif memberikan dampak pada EBIT Perseroan.
Variabel tersebut meliputi perubahan atas pendapatan serta biaya pokok pendapatan
Perseroan.
4-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 85
Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa perubahan pada pendapatan Perseroan lebih
sensitif mengakibatkan perubahan pada EBIT Perseroan. Sebagaimana diindikasikan dari
peningkatan pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan EBIT sebesar 18,3%.
Sementara penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan
EBIT sebesar 13,3%.
Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan
Perubahan pada HPP
0 -15,0% -12,5% -10,0% -7,5% -5,0% -2,5% 0,0% 2,5% 5,0% 7,5% 10,0% 12,5% 15,0%
15,0% 189,3% 176,1% 162,8% 149,6% 136,3% 123,1% 109,8% 96,5% 83,3% 70,0% 56,8% 43,5% 30,3%
Perubahan pada pendapatan
12,5% 171,0% 157,8% 144,5% 131,3% 118,0% 104,8% 91,5% 78,2% 65,0% 51,7% 38,5% 25,2% 12,0%
10,0% 152,7% 139,5% 126,2% 113,0% 99,7% 86,5% 73,2% 59,9% 46,7% 33,4% 20,2% 6,9% -6,3%
7,5% 134,4% 121,2% 107,9% 94,7% 81,4% 68,2% 54,9% 41,6% 28,4% 15,1% 1,9% -11,4% -24,6%
5,0% 116,1% 102,9% 89,6% 76,4% 63,1% 49,9% 36,6% 23,3% 10,1% -3,2% -16,4% -29,7% -42,9%
2,5% 97,8% 84,6% 71,3% 58,1% 44,8% 31,6% 18,3% 5,0% -8,2% -21,5% -34,7% -48,0% -61,2%
0,0% 79,5% 66,3% 53,0% 39,8% 26,5% 13,3% 0,0% -13,3% -26,5% -39,8% -53,0% -66,3% -79,5%
-2,5% 61,2% 48,0% 34,7% 21,5% 8,2% -5,0% -18,3% -31,6% -44,8% -58,1% -71,3% -84,6% -97,8%
-5,0% 42,9% 29,7% 16,4% 3,2% -10,1% -23,3% -36,6% -49,9% -63,1% -76,4% -89,6% -102,9% -116,1%
-7,5% 24,6% 11,4% -1,9% -15,1% -28,4% -41,6% -54,9% -68,2% -81,4% -94,7% -107,9% -121,2% -134,4%
-10,0% 6,3% -6,9% -20,2% -33,4% -46,7% -59,9% -73,2% -86,5% -99,7% -113,0% -126,2% -139,5% -152,7%
-12,5% -12,0% -25,2% -38,5% -51,7% -65,0% -78,2% -91,5% -104,8% -118,0% -131,3% -144,5% -157,8% -171,0%
-15,0% -30,3% -43,5% -56,8% -70,0% -83,3% -96,5% -109,8% -123,1% -136,3% -149,6% -162,8% -176,1% -189,3%
4-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 86
BAB 5. ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN
5.1 FAKTOR RISIKO BISNIS PERSEROAN
▪ Persaingan bisnis
Kompetitor yang masuk kedalam industri semen yang memiliki kegiatan usaha yang
serupa dengan Perseroan cukup banyak. Terdapat banyak kompetitor Perseroan yang
menjalankan kegiatan usaha dalam industri tersebut dengan harga dan kualitas yang
bersaing. Banyaknya kompetitor yang terjun dalam kegiatan usaha ini menyebabkan
timbulnya persaingan yang ketat dengan merebutkan pangsa pasar yang ada. Dengan
banyaknya kompetitor yang menyediakan semen yang sejenis dengan Perseroan,
konsumen akan memiliki kriteria tersendiri dalam memilih kebutuhannya. Apabila
Perseroan tidak dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, maka konsumen
dapat memilih produk komersial lain daripada produk Perseroan sehingga akan berdampak
merugikan pada kinerja keuangannya.
▪ Kekuatan nama/ image
Kekuatan image merupakan salah satu elemen pendukung yang sangat penting atas
keberhasilan suatu produk dan/atau jasa. Perseroan saat ini telah menjadi Holding BUMN
sektor semen dengan unit-unit usaha seperti Produksi Semen, Perdagangan, Transportasi,
Jasa Bongkar Muat dan Konstruksi, Pengembangan Kawasan, Jasa Penambangan Batu
Kapur dan Tanah Liat, Persewaan Bangunan, Produksi Beton Siap Pakai, Sistem
Informasi, Jasa Pelayanan, Manajemen Logistik dan Investasi, Bahan Bangunan,
Pengadaan Barang dan Jasa Umum, Pengantongan dan Distribusi Semen, Jasa
Pengurusan Transportasi, Jasa Ketenagakerjaan, Jasa Transportasi Laut, Beton Jadi dan
Tambang Agregat, Perijinan Tambang Agregat, Jasa Konsultansi, Izin Usaha Tambang
(IUP), Aktivitas Tambang, serta Perdagangan, Pembangunan, Perindustrian
Pengangkutan Darat dan Jasa. Setiap unit bisnis tersebut berhasil membangun kekuatan
dari masing-masing karakter produk, seperti Semen Gresik sebagai produk semen
terbesar di Indonesia dan Solusi Bangun Beton sebagai beton jadi di Indonesia. Seluruh
pencapaian telah melengkapi Holding BUMN sektor semen sebagai Perusahaan induk
semen terintegrasi, kuat dan terus berkembang.
Untuk membangun suatu image dipengaruhi oleh reputasi yang baik serta kepercayaan di
kalangan konsumen. Apabila Perseroan lalai atau melakukan kesalahan dalam
memelihara posisi kekuatan nama yang dimiliki, terdapat risiko dimana reputasi Perseroan
akan menurun sehingga kepercayaan konsumen terhadap Perseroan yang dimiliki
menurun. Sehingga pendapatan Perseroan akan menurun dan membawa dampak negatif
pada kinerja keuangannya.
5-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 87
▪ Kondisi perekonomian global
Kondisi perlambatan perekonomian global mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk bagi Perseroan. Penguatan
ataupun pelemahan perekonomian di suatu negara, akan memberikan pengaruh langsung
terhadap tingkat permintaan dan penawaran yang terjadi di negara tersebut. Selain itu,
secara tidak langsung akan berpengaruh pada negara yang mempunyai hubungan
kerjasama dengan negara yang mengalami perubahan kondisi perekonomian tersebut.
Kondisi perekonomian global juga dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang signifikan
seperti kurangnya likuiditas di pasar kredit dan hipotek subprima Amerika Serikat pada
semester kedua tahun 2007. Bencana seperti tsunami pada tahun 2011 di Jepang dan
pandemi Covid-19 pada tahun 2020-Juni 2023 juga merupakan hambatan dalam
menstabilkan ekonomi global.
Melemahnya perekonomian global yang signifikan dapat pula mempengaruhi stabilitas
perekonomian Indonesia. Tidak stabilnya perekonomian Indonesia akan mempengaruhi
produksi dan penjualan perusahaan sehingga intensitas penjualan Perseroan menurun.
Kondisi tersebut dapat merugikan kegiatan usaha, kondisi keuangan dan kinerja
operasional Perseroan.
▪ Dampak adanya pandemi Covid-19
Dengan adanya pandemi Covid-19, berdampak pada kontraksi perekonomian Indonesia
termasuk pada industri semen. Ketika kasus pertama Covid-19 diumumkan, industri semen
secara langsung terdampak pada berkurangnya omset usaha yang salah satunya
penjualan. Beberapa produsen sudah mengurangi biaya operasional dengan menyeleksi
keperluan berdasarkan fungsi utama yang dibutuhkan. Di masa pandemi, usaha semen
perlu melakukan efisiensi baik dalam hal operasional, maupun keuangan melalui
pengelolaan utilitas produksi, efisiensi penggunaan bahan baku untuk tetap mendapatkan
keuntungan. Saat ini kondisi industri semen sudah mulai membaik.
▪ Risiko Perubahan Teknologi
Perseroan telah dapat menyeimbangkan perubahan teknologi saat ini dengan bisnis yang
dijalani, hal tersebut dapat ditunjukan dengan eksistensi Perseroan untuk memberikan
penyediaan layanan teknologi dan informasi holding BUMN sektor semen. Namun kondisi
tersebut masih belum memberikan dampak yang signifikan sehingga Perseroan berupaya
memitigasi dan mengembangkan program di sektor digital dengan usaha mengembangkan
aplikasi pada unit-unit usaha yang dimiliki Perseroan.
▪ Risiko Kebijakan Pemerintah
Risiko yang timbul akibat dikeluarkannya hukum dan peraturan perundang-undangan baru
oleh institusi pemerintah. Beberapa upaya mitigasi yang dapat dilakukan Perseroan untuk
menghadapi risiko ini yaitu diantaranya menyesuaikan sistem internal peraturan
perusahaan untuk cepat tanggap dalam mengantisipasi kebijakan-kebijakan baru dari
5-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 88
pemerintah, mengawasi perkembangan serta perubahan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, dan mengevaluasi penerapan kepatuhan terhadap perundang-undangan
dilaksanakan melalui audit umum dan audit khusus
5.2 FAKTOR RISIKO PENDANAAN KLN
▪ Likuiditas saham
Investasi Perseroan pada KLN bersifat tidak likuid, karena investasi pada instrumen saham
memiliki tingkat risiko likuiditas yang berbeda dibandingkan instrumen investasi lainnya
seperti deposito, reksadana, emas, dan sebagainya. Kondisi makro dan mikro ekonomi
yang melingkupi KLN berkontribusi dalam mempengaruhi likuiditas saham KLN. Risiko-
risiko spesifik yang dapat memiliki dampak negatif dan materiil kepada likuiditas saham,
kegiatan usaha, hasil operasi, arus kas dan kondisi keuangan KLN termasuk antara lain
kondisi politik, sosial dan ekonomi yang tidak stabil; perang, aksi terorisme, dan konflik
sipil; intervensi pemerintah, termasuk dalam hal tarif, proteksi dan subsidi; perubahan
dalam peraturan, perpajakan dan struktur hukum; kesulitan dan keterlambatan dalam
memperoleh atau memperpanjang perizinan; tindakan-tindakan yang diambil oleh
pemerintah; kurangnya infrastruktur energi, transportasi dan lainnya; dan penyitaan atau
pengambilalihan aset.
▪ Pembagian dividen
Kemampuan KLN untuk mengumumkan pembagian dividen akan bergantung pada kinerja
keuangan Perseroan di masa depan yang juga bergantung pada keberhasilan
implementasi strategi pertumbuhan KLN dan faktor-faktor lainnya yang berada di luar
kendali KLN. Apabila KLN membukukan kerugian atas hasil kinerja operasionalnya dalam
laporan keuangan KLN, maka KLN tidak dapat membagikan dividen. Selain itu, KLN dapat
mencatatkan biaya atau kewajiban yang akan mengurangi atau meniadakan kas yang
tersedia untuk pembagian dividen. Salah satu faktor ini dapat berdampak pada
kemampuan KLN untuk membayar dividen kepada pemegang sahamnya. Oleh karena itu,
KLN tidak dapat memberikan jaminan bahwa KLN akan dapat membagikan dividen.
▪ Pemenuhan kepatuhan
Skema transaksi yang dilakukan untuk proses pembelian pendanaan yang cukup singkat
yang memiliki potensi terhadap ketidaksesuaian skema transaksi yang akan berdampak
pada KLN ataupun Perseroan berupa teguran atau sanksi keuangan ataupun administrasi
atas pelaksanaan skema transaksi tersebut.
5-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 89
BAB 6. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1) Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa (i)
Investasi pada KLN dapat memberikan imbal hasil, berupa dividen maupun capital gain, bagi
Perseroan di masa mendatang, dimana seluruh potensi imbal hasil tersebut akan memulihkan nilai
investasi pada KLN yang dilakukan saat ini; (ii) Perseroan dapat memanfaatkan KLN sebagai
salah satu saluran penjualan produk-produk semen yang diproduksi Perseroan dan entitas-entitas
anaknya ke captive market IKN, dimana untuk memenuhi kebutuhan konstruksi IKN membutuhkan
produk-produk semen dalam jumlah signifikan; dan (iii) Keterlibatan KLN secara langsung dalam
penyediaan bahan baku yang dibutuhkan IKN, berpotensi pula mengikutsertakan usaha-usaha
berkaitan rantai pasok (supply chain) bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan melalui
entitas-entitas anaknya. Sementara risiko dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Imbal hasil atas
investasi pada KLN dalam realisasinya mungkin tidak dapat mencapai sebagaimana diharapkan,
disebabkan oleh beberapa faktor berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi IKN, seperti kebijakan
pemerintah yang mempengaruhi margin keuntungan dan termin pembayaran ke KLN, hingga
perubahan perencanaan terhadap IKN itu sendiri; dan (ii) KLN berstatus sebagai perusahaan
patungan (joint venture) menyebabkan Perseroan tidak memegang penuh kendali KLN, namun di
sisi lain Perseroan akan menjadi pemegang saham terbesar diantara pemegang saham lainnya,
sehingga tingkat pengendalian dan imbal hasil dapat tidak berbanding lurus.
2) Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Transaksi bagi Perseroan adalah
(i) Dana investasi melalui pengambilan bagian saham portepel digunakan langsung oleh KLN
dalam pengembangan usahanya, dimana di KLN sendiri Perseroan berperan pula dalam
pengendaliannya, sehingga dana investasi dari Perseroan secara tidak langsung tidak
sepenuhnya perpindah ke pihak di luar Perseroan; dan (ii) Tambahan modal saham pada KLN
secara langsung meningkatkan kapasitas pendanaan (borrowing capacity) yang berguna dalam
mendanai pengembangan usaha KLN di masa mendatang untuk meningkatkan kinerja KLN.
Sementara kerugian dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Timbul biaya peluang (opportunity
cost) atas investasi pada KLN dimana dana yang diinvestasikan pada KLN mungkin akan
memberikan imbal hasil yang lebih baik apabila diinvestasikan pada peluang investasi lainnya;
dan (ii) Pendanaan melalui penyertaan saham pada dasarnya memiliki biaya modal yang lebih
tinggi apabila dibandingkan dengan pendanaan melalui pinjaman, mengingat biaya modal ekuitas
secara teoritis memiliki imbal hasil yang disyaratkan (required rate of return) lebih tinggi daripada
biaya modal lainnya.
3) Produksi industri semen mengalami kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh
wilayah, kecuali Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi
di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar
29,3 juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi
6-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 90
semen sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton. Peneliti
dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa dengan adanya ekspor,
utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya untuk dalam negeri
menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya dapat dilakukan dengan
meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen dan klinker) menggunakan
mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan karena kurs USD sedang
menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk oversupply karena jumlah
permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan. Selain
memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar dapat menghasilkan produk
turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah lebih baik. Sementara
pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi pembangunan infrastruktur di luar
Pulau Jawa dengan semen domestik.
4) Berdasarkan laporan penilaian yang dilakukan oleh KJPP FAST terhadap nilai pasar 100,00%
saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada KLN per 31 Desember 2023 sebagaimana
termuat dalam laporan KJPP FAST No. 00015/2.0074-00/BS/04/0537/1/V/2024
tertanggal 6 Mei 2024, adalah sebesar Rp1.001.631,00 per lembar saham. Apabila nilai ini
digunakan sebagai nilai transaksi per lembar saham yang akan dilakukan Perseroan sebesar
Rp1.000.000,00 per lembar, maka terdapat simpangan sebesar 0,16%. Berdasarkan POJK
35/2020, nilai transaksi tidak boleh melebihi batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari nilai
pasarnya. Mengingat nilai transaksi dari Transaksi yang akan dilakukan Perseroan tersebut
terdapat simpangan sebesar 0,16% dan tidak melewati batas atas batas bawah sebesar 7,5%,
maka Transaksi masih dapat dikatakan wajar. Selanjutnya, nilai nominal Transaksi adalah
Rp22.500.000.000,00 atau 22.500 lembar saham baru pada nilai Rp1.000.000,00 per lembar
saham, atau merepresentasikan 20,93% dari seluruh saham setelah Transaksi. Apabila
persentase kepemilikan setelah Transaksi tersebut dibandingkan dengan persentase kepemilikan
secara teoritis berdasarkan nilai pasar per lembar saham KLN, maka terdapat simpangan absolut
sebesar 0,03% dan simpangan relatif sebesar 0,13%. Simpangan absolut dan relatif atas
persentase kepemilikan saham setelah Transaksi milik Perseroan pada KLN ini tidak melebihi
batas atas dan batas bawah sebesar 7,5%. Oleh karena itu, berdasarkan POJK 35/2020 maka
persentase saham baru yang diperoleh Perseroan dalam Transaksi masih dapat dikatakan wajar.
5) Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat profitabilitas,
terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah Transaksi dengan
rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan
dari penurunan marjin laba kotor. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum
dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan
perbandingan rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas
sebelum dan setelah Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio
tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan
6-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 91
setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
sebelum Transaksi dan setelah Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
Transaksi dengan historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat
solvabilitas antara rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Transaksi dengan rata-rata
historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER.
Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas
rasio tingkat solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat
disimpulkan bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.
6) Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi, Dari sisi pengukuran
profitabilitas, rata-rata marjin kotor antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
perubahan. Sedangkan rata-rata marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih antara sebelum
dan setelah Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%, sehingga dapat
diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik.
Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on equity) dan ROIC (return on
invested capital) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata mengalami peningkatan
masing-masing sebesar 0,01%, sedangkan rata-rata proyeksi ROA (return on assets) antara
sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata tidak mengalami perubahan, sehingga dapat
diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik,
mengingat proyeksi ROE dan ROIC mengalami peningkatan. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi
rasio kas (cash ratio), rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio) antara sebelum dan
setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-
rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan
setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
Transaksi Tingkat solvabilitas Perseroan masih relative baik.
7) Berdasarkan proforma laporan keuangan, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan berubah
sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selain itu tingkat likuiditas
Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
masih berada pada 100%. Sedangkan tingkat solvabilitas Perseroan tidak berubah sebagaimana
diindikasikan dari DAR dan DER apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat profitabilitas
Perseroan juga tidak berubah sebagaimana diindikasikan dari ROA, ROE, marjin laba kotor, marjin
operasi, dan marjin laba bersih apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum dapat diindikasikan
bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Transaksi dilakukan masih relatif baik.
6-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 92
8) Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan
Perseroan menghasilkan laba bersih antara apabila Transaksi tidak dilakukan dengan apabila
Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang sebesar 10,16%, nilai
kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat diindikasikan bahwa
Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi Perseroan.
6-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 93
BAB 7. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi
pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Transaksi
sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat bahwa
Transaksi adalah wajar.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat
Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau
melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara
demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST.
7-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 94
LAMPIRAN
▪ Proyeksi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian Perseroan sebelum
Transaksi;
▪ Proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi;
▪ Proyeksi laporan arus kas konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi;
▪ Proyeksi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian Perseroan setelah
Transaksi;
▪ Proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi;
▪ Proyeksi laporan arus kas konsolidasian Perseroan setelah Transaksi;
▪ Perhitungan tingkat diskonto Perseroan.
Page 95
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): TANPA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 38.651.360 41.278.732 42.716.346 44.189.254 45.719.958 47.310.842
Beban pokok pendapatan -28.474.383 -30.457.750 -31.057.524 -31.922.350 -32.814.115 -33.733.886
Laba (rugi) bruto 10.176.977 10.820.982 11.658.822 12.266.904 12.905.843 13.576.956
Beban distribusi & penjualan -2.518.923 -2.717.700 -2.757.412 -2.837.743 -2.920.653 -3.006.233
Beban umum & administrasi -3.345.683 -3.299.236 -3.380.152 -3.461.266 -3.543.513 -3.623.777
Penghasilan keuangan 207.344 279.382 301.884 258.125 239.484 220.138
Beban keuangan -1.390.231 -1.251.616 -989.154 -640.828 -320.550 -133.195
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama -16.946 0 0 0 0 0
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih 191.222 -104.401 -104.401 -104.401 -104.401 -104.401
Laba (rugi) sebelum beban pajak 3.303.760 3.727.411 4.729.587 5.480.791 6.256.210 6.929.488
Beban pajak penghasilan -1.008.159 -1.156.299 -1.436.877 -1.662.237 -1.894.863 -2.096.847
Laba (rugi) tahun berjalan 2.295.601 2.571.112 3.292.710 3.818.554 4.361.347 4.832.641
Pendapatan (beban) komprehensif lain -29.546 0 0 0 0 0
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.266.055 2.571.112 3.292.710 3.818.554 4.361.347 4.832.641
Page 96
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): TANPA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset 81.820.529 82.366.350 82.831.717 82.908.913 84.091.077 89.626.393
Aset lancar 19.782.972 21.670.849 23.999.010 26.072.334 29.383.959 37.182.069
Kas & setara kas 6.939.841 9.073.118 11.081.105 12.783.986 15.711.817 23.112.240
Investasi jangka pendek 59.709 36.110 36.110 36.110 36.110 36.110
Piutang usaha 5.787.852 6.275.737 6.494.303 6.718.233 6.950.951 7.192.818
Piutang lain-lain 481.077 290.939 290.939 290.939 290.939 290.939
Persediaan 5.133.737 5.159.909 5.261.518 5.408.030 5.559.106 5.714.926
Uang muka 364.684 220.549 220.549 220.549 220.549 220.549
Pajak lain-lain dibayar dimuka 774.453 468.363 468.363 468.363 468.363 468.363
Beban dibayar dimuka 193.625 117.098 117.098 117.098 117.098 117.098
Aset lancar lainnya 47.994 29.025 29.025 29.025 29.025 29.025
Aset tidak lancar 62.037.557 60.695.501 58.832.707 56.836.579 54.707.118 52.444.324
Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya 105.670 104.811 102.716 100.622 98.527 96.432
Aset pajak tangguhan 160.297 158.994 155.816 152.639 149.461 146.284
Investasi pada ventura bersama 40.722 40.391 39.584 38.777 37.969 37.162
Properti investasi 91.766 91.020 89.201 87.382 85.563 83.744
Aset tetap & tanah pertambangan 56.771.009 55.471.760 53.713.366 51.821.639 49.796.579 47.638.185
Harga perolehan 88.553.515 55.471.760 53.713.366 51.821.639 49.796.579 47.638.185
Akumulasi depresiasi -31.782.506
Tagihan pengembalian pajak 427.137 423.665 415.198 406.731 398.263 389.796
Goodwill & aset takberwujud 3.690.127 3.660.133 3.586.983 3.513.832 3.440.682 3.367.531
Aset tidak lancar lainnya 750.829 744.726 729.842 714.958 700.074 685.190
Liabilitas & ekuitas 81.820.529 82.366.350 82.831.717 82.908.913 84.091.077 89.626.393
Liabilitas jangka pendek 16.111.660 12.741.497 14.717.041 14.040.064 11.244.010 11.485.379
Utang usaha 8.096.285 7.992.801 8.150.195 8.377.145 8.611.164 8.852.533
Utang lain-lain 365.795 234.295 234.295 234.295 234.295 234.295
Utang pajak 417.595 267.473 267.473 267.473 267.473 267.473
Akrual 927.398 594.007 594.007 594.007 594.007 594.007
Uang muka penjualan 638.149 408.740 408.740 408.740 408.740 408.740
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 473.004 302.963 302.963 302.963 302.963 302.963
Pinjaman bank jangka pendek 556.764 580.072 580.072 580.072 580.072 580.072
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 4.636.670 2.361.146 4.179.296 3.275.368 245.296 245.296
Liabilitas jangka panjang 15.657.893 17.002.765 12.199.878 9.135.497 8.752.367 9.213.674
Liabilitas pajak tangguhan 3.971.101 3.884.041 4.056.394 4.255.779 4.483.068 4.734.584
Pinjaman bank jangka panjang 8.374.494 9.879.042 4.760.042 1.329.970 529.970 529.970
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2.447.761 2.394.098 2.500.335 2.623.235 2.763.334 2.918.367
Provisi jangka panjang 415.350 406.244 424.271 445.125 468.898 495.205
Liabilitas jangka panjang lainnya 449.187 439.339 458.835 481.388 507.098 535.548
Dana syirkah temporer 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000
Ekuitas 47.800.976 50.372.088 53.664.798 57.483.352 61.844.699 66.677.340
Modal saham 675.154 675.154 675.154 675.154 675.154 675.154
Tambahan modal disetor 6.217.241 6.217.241 6.217.241 6.217.241 6.217.241 6.217.241
Selisih transaksi ekuitas 1.046.451 1.046.451 1.046.451 1.046.451 1.046.451 1.046.451
Penghasilan komprehensif lainnya 536.969 536.969 536.969 536.969 536.969 536.969
Saldo laba 34.785.676 37.356.788 40.649.498 44.468.052 48.829.399 53.662.040
Kepentingan non-pengendali 4.539.485 4.539.485 4.539.485 4.539.485 4.539.485 4.539.485
Page 97
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): TANPA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas dari aktivitas operasi 4.876.659 -30.243.487 3.420.165 4.008.991 4.590.605 5.094.516
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 2.266.055 2.571.112 3.292.710 3.818.554 4.361.347 4.832.641
Depresiasi 2.414.413 -31.782.506 0 0 0 0
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -266.514 -487.885 -218.565 -223.931 -232.718 -241.867
Piutang lain-lain -117.749 190.138 0 0 0 0
Persediaan 476.496 -26.172 -101.609 -146.512 -151.076 -155.820
Uang muka -227.371 144.135 0 0 0 0
Pajak lain-lain dibayar dimuka 119.224 306.090 0 0 0 0
Beban dibayar dimuka -14.224 76.527 0 0 0 0
Aset lancar lainnya 58.381 18.969 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 17.809 1.303 3.178 3.178 3.178 3.178
Tagihan pengembalian pajak 731.662 3.472 8.467 8.467 8.467 8.467
Utang usaha 361 -103.484 157.394 226.950 234.019 241.369
Utang lain-lain 11.613 -131.500 0 0 0 0
Utang pajak -32.294 -150.122 0 0 0 0
Akrual -305.630 -333.391 0 0 0 0
Uang muka penjualan -362.530 -229.409 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja -207.709 -223.704 106.237 122.900 140.099 155.033
Liabilitas pajak tangguhan 314.666 -87.060 172.353 199.385 227.288 251.516
Arus kas dari aktivitas investasi -1.120.136 33.143.386 1.851.149 1.984.483 2.117.816 2.251.149
Investasi jangka pendek 272 23.599 0 0 0 0
Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya 67.541 859 2.095 2.095 2.095 2.095
Investasi pada ventura bersama 16.947 331 807 807 807 807
Properti investasi 2.323 746 1.819 1.819 1.819 1.819
Aset tetap & tanah pertambangan -1.379.430 33.081.755 1.758.394 1.891.727 2.025.060 2.158.394
Goodwill & aset takberwujud 163.367 29.994 73.151 73.151 73.151 73.151
Aset tidak lancar lainnya 8.844 6.103 14.884 14.884 14.884 14.884
Arus kas dari aktivitas pendanaan -2.824.015 -766.622 -3.263.328 -4.290.592 -3.780.590 54.757
Pinjaman bank jangka pendek 57.813 23.308 0 0 0 0
Pinjaman bank jangka panjang -841.248 -770.976 -3.300.850 -4.334.000 -3.830.072 0
Provisi jangka panjang 22.482 -9.106 18.027 20.854 23.773 26.307
Liabilitas jangka panjang lainnya -158.623 -9.848 19.496 22.553 25.710 28.450
Dana syirkah temporer -200.000 0 0 0 0 0
Penghasilan komprehensif lainnya -1.835 0 0 0 0 0
Kepentingan non-pengendali 48.339 0 0 0 0 0
Dividen -1.704.439 0 0 0 0 0
Koreksi -46.504 0 0 0 0 0
Arus kas bersih 932.508 2.133.277 2.007.987 1.702.881 2.927.831 7.400.423
Kas & setara kas awal tahun 6.007.333 6.939.841 9.073.118 11.081.105 12.783.986 15.711.817
Kas & setara kas akhir tahun 6.939.841 9.073.118 11.081.105 12.783.986 15.711.817 23.112.240
Page 98
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): DENGAN TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 38.651.360 41.278.732 42.716.346 44.189.254 45.719.958 47.310.842
Beban pokok pendapatan -28.474.383 -30.457.750 -31.057.524 -31.922.350 -32.814.115 -33.733.886
Laba (rugi) bruto 10.176.977 10.820.982 11.658.822 12.266.904 12.905.843 13.576.956
Beban distribusi & penjualan -2.518.923 -2.717.700 -2.757.412 -2.837.743 -2.920.653 -3.006.233
Beban umum & administrasi -3.345.683 -3.299.236 -3.380.152 -3.461.266 -3.543.513 -3.623.777
Penghasilan keuangan 207.344 279.382 301.884 258.125 239.484 220.138
Beban keuangan -1.390.231 -1.251.616 -989.154 -640.828 -320.550 -133.195
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama -16.946 4.723 3.299 4.106 4.931 6.021
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih 191.222 -104.401 -104.401 -104.401 -104.401 -104.401
Laba (rugi) sebelum beban pajak 3.303.760 3.732.134 4.732.886 5.484.897 6.261.141 6.935.509
Beban pajak penghasilan -1.008.159 -1.156.299 -1.436.877 -1.662.237 -1.894.863 -2.096.847
Laba (rugi) tahun berjalan 2.295.601 2.575.835 3.296.009 3.822.660 4.366.278 4.838.662
Pendapatan (beban) komprehensif lain -29.546 0 0 0 0 0
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.266.055 2.575.835 3.296.009 3.822.660 4.366.278 4.838.662
Page 99
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): DENGAN TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset 81.820.529 82.371.073 82.839.739 82.921.041 84.108.136 89.649.473
Aset lancar 19.782.972 21.670.849 24.003.733 26.080.356 29.396.087 37.199.128
Kas & setara kas 6.939.841 9.073.118 11.085.828 12.792.008 15.723.945 23.129.299
Investasi jangka pendek 59.709 36.110 36.110 36.110 36.110 36.110
Piutang usaha 5.787.852 6.275.737 6.494.303 6.718.233 6.950.951 7.192.818
Piutang lain-lain 481.077 290.939 290.939 290.939 290.939 290.939
Persediaan 5.133.737 5.159.909 5.261.518 5.408.030 5.559.106 5.714.926
Uang muka 364.684 220.549 220.549 220.549 220.549 220.549
Pajak lain-lain dibayar dimuka 774.453 468.363 468.363 468.363 468.363 468.363
Beban dibayar dimuka 193.625 117.098 117.098 117.098 117.098 117.098
Aset lancar lainnya 47.994 29.025 29.025 29.025 29.025 29.025
Aset tidak lancar 62.037.557 60.700.224 58.836.006 56.840.685 54.712.049 52.450.345
Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya 105.670 104.906 102.783 100.704 98.626 96.553
Aset pajak tangguhan 160.297 159.138 155.917 152.764 149.611 146.467
Investasi pada ventura bersama 40.722 40.428 39.609 38.808 38.007 37.209
Properti investasi 91.766 91.102 89.258 87.453 85.649 83.849
Aset tetap & tanah pertambangan 56.771.009 55.471.760 53.713.366 51.821.639 49.796.579 47.638.185
Harga perolehan 88.553.515 55.471.760 53.713.366 51.821.639 49.796.579 47.638.185
Akumulasi depresiasi -31.782.506
Tagihan pengembalian pajak 427.137 424.048 415.465 407.064 398.663 390.284
Goodwill & aset takberwujud 3.690.127 3.663.443 3.589.294 3.516.709 3.444.137 3.371.750
Aset tidak lancar lainnya 750.829 745.400 730.313 715.544 700.777 686.049
Liabilitas & ekuitas 81.820.529 82.371.073 82.839.739 82.921.041 84.108.136 89.649.473
Liabilitas jangka pendek 16.111.660 12.741.497 14.717.041 14.040.064 11.244.010 11.485.379
Utang usaha 8.096.285 7.992.801 8.150.195 8.377.145 8.611.164 8.852.533
Utang lain-lain 365.795 234.295 234.295 234.295 234.295 234.295
Utang pajak 417.595 267.473 267.473 267.473 267.473 267.473
Akrual 927.398 594.007 594.007 594.007 594.007 594.007
Uang muka penjualan 638.149 408.740 408.740 408.740 408.740 408.740
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 473.004 302.963 302.963 302.963 302.963 302.963
Pinjaman bank jangka pendek 556.764 580.072 580.072 580.072 580.072 580.072
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 4.636.670 2.361.146 4.179.296 3.275.368 245.296 245.296
Liabilitas jangka panjang 15.657.893 17.002.765 12.199.878 9.135.497 8.752.367 9.213.674
Liabilitas pajak tangguhan 3.971.101 3.884.041 4.056.394 4.255.779 4.483.068 4.734.584
Pinjaman bank jangka panjang 8.374.494 9.879.042 4.760.042 1.329.970 529.970 529.970
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2.447.761 2.394.098 2.500.335 2.623.235 2.763.334 2.918.367
Provisi jangka panjang 415.350 406.244 424.271 445.125 468.898 495.205
Liabilitas jangka panjang lainnya 449.187 439.339 458.835 481.388 507.098 535.548
Dana syirkah temporer 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000
Ekuitas 47.800.976 50.376.811 53.672.820 57.495.480 61.861.758 66.700.420
Modal saham 675.154 675.154 675.154 675.154 675.154 675.154
Tambahan modal disetor 6.217.241 6.217.241 6.217.241 6.217.241 6.217.241 6.217.241
Selisih transaksi ekuitas 1.046.451 1.046.451 1.046.451 1.046.451 1.046.451 1.046.451
Penghasilan komprehensif lainnya 536.969 536.969 536.969 536.969 536.969 536.969
Saldo laba 34.785.676 37.361.511 40.657.520 44.480.180 48.846.458 53.685.120
Kepentingan non-pengendali 4.539.485 4.539.485 4.539.485 4.539.485 4.539.485 4.539.485
Page 100
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): DENGAN TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Arus kas dari aktivitas operasi 4.876.659 -30.239.291 3.423.623 4.013.007 4.595.444 5.100.416
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 2.266.055 2.575.835 3.296.009 3.822.660 4.366.278 4.838.662
Depresiasi 2.414.413 -31.782.506 0 0 0 0
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -266.514 -487.885 -218.565 -223.931 -232.718 -241.867
Piutang lain-lain -117.749 190.138 0 0 0 0
Persediaan 476.496 -26.172 -101.609 -146.512 -151.076 -155.820
Uang muka -227.371 144.135 0 0 0 0
Pajak lain-lain dibayar dimuka 119.224 306.090 0 0 0 0
Beban dibayar dimuka -14.224 76.527 0 0 0 0
Aset lancar lainnya 58.381 18.969 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 17.809 1.159 3.221 3.153 3.153 3.144
Tagihan pengembalian pajak 731.662 3.089 8.583 8.402 8.400 8.379
Utang usaha 361 -103.484 157.394 226.950 234.019 241.369
Utang lain-lain 11.613 -131.500 0 0 0 0
Utang pajak -32.294 -150.122 0 0 0 0
Akrual -305.630 -333.391 0 0 0 0
Uang muka penjualan -362.530 -229.409 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja -207.709 -223.704 106.237 122.900 140.099 155.033
Liabilitas pajak tangguhan 314.666 -87.060 172.353 199.385 227.288 251.516
Arus kas dari aktivitas investasi -1.120.136 33.139.190 1.852.415 1.983.766 2.117.083 2.250.181
Investasi jangka pendek 272 23.599 0 0 0 0
Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya 67.541 764 2.123 2.079 2.078 2.073
Investasi pada ventura bersama 16.947 294 818 801 801 799
Properti investasi 2.323 664 1.844 1.805 1.805 1.800
Aset tetap & tanah pertambangan -1.379.430 33.081.755 1.758.394 1.891.727 2.025.060 2.158.394
Goodwill & aset takberwujud 163.367 26.684 74.148 72.585 72.573 72.387
Aset tidak lancar lainnya 8.844 5.429 15.087 14.769 14.766 14.729
Arus kas dari aktivitas pendanaan -2.824.015 -766.622 -3.263.328 -4.290.592 -3.780.590 54.757
Pinjaman bank jangka pendek 57.813 23.308 0 0 0 0
Pinjaman bank jangka panjang -841.248 -770.976 -3.300.850 -4.334.000 -3.830.072 0
Provisi jangka panjang 22.482 -9.106 18.027 20.854 23.773 26.307
Liabilitas jangka panjang lainnya -158.623 -9.848 19.496 22.553 25.710 28.450
Dana syirkah temporer -200.000 0 0 0 0 0
Penghasilan komprehensif lainnya -1.835 0 0 0 0 0
Kepentingan non-pengendali 48.339 0 0 0 0 0
Dividen -1.704.439 0 0 0 0 0
Koreksi -46.504 0 0 0 0 0
Arus kas bersih 932.508 2.133.277 2.012.710 1.706.180 2.931.937 7.405.354
Kas & setara kas awal tahun 6.007.333 6.939.841 9.073.118 11.085.828 12.792.008 15.723.945
Kas & setara kas akhir tahun 6.939.841 9.073.118 11.085.828 12.792.008 15.723.945 23.129.299
Page 101
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL (WACC) AS AT 31 DECEMBER 2023
Description Return
Cost of debt (before tax) 9,41%
Risk-free rate (before tax) 6,89%
Beta unlevered 0,6537
Beta relevered 0,9278
Equity risk premium 7,38%
Default spread 2,07%
Cost of equity (before specific risk) 11,67%
Company specific risk premium 0,00%
Cost of equity (after size and company specific risks) 11,67%
DER 53,75%
Target for debt portion 34,96%
Target for equity portion 65,04%
WACC 10,16%
Page 102
SURAT PERNYATAAN
Sehubungan dengan transaksi antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) dengan
PT Karya Logistik Nusantara (“KLN”) dalam hal ini terkait dengan penyertaan modal Perseroan
ke KLN sebesar Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah) yang telah
dilakukan pada tanggal 27 Juni 2024 (“Transaksi”), dengan ini kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya:
1. Direksi Perseroan menyatakan bahwa Transaksi telah sesuai dengan prosedur transaksi
afiliasi dan transaksi benturan kepentingan yang berlaku di Perseroan;
2. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa:
a. Transaksi adalah termasuk Transaksi Afiliasi, sehingga dengan ini Perseroan
melakukan pelaporan Keterbukaan Informasi terkait Transaksi Afiliasi, yang
disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) telah lengkap dan sesuai
dengan persyaratan yang tercantum dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan;
b. Transaksi termasuk dalam kategori Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan, dimana pemegang saham akhir (Ultimate Beneficial Owner) Perseroan
dan KLN adalah pihak yang sama;
c. Berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran No. 00017/2.0074-
00/BS/04/0537/1/VI/2024 tanggal 10 Juni 2024 oleh KJPP Firman Suryantoro,
Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan, menyatakan bahwa rencana Transaksi adalah
wajar;
d. Transaksi dilakukan dalam rangka komitmen Perseroan mendukung program
Pemerintah Republik Indonesia terkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara
dalam hal penyediaan beton dan logistik di Ibu Kota Nusantara;
e. Transaksi ini tidak mengandung Benturan Kepentingan dan seluruh informasi/fakta
material yang disampaikan oleh Perseroan kepada OJK terkait Transaksi ini, telah
diungkapkan seluruhnya dengan benar dan tidak menyesatkan.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Page 103
Jakarta, 28 Juni 2024
Dewan Komisaris,
Budi Waseso
Komisaris Utama/Independen
Sony Subrata Lydia Silvanna Djaman Yustinus Prastowo
Komisaris Komisaris Komisaris
Nasaruddin Umar Saor Siagian Ratna Irsana
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Direksi,
Donny Arsal Yosviandri Reni Wulandari
Direktur Utama Direktur Supply Chain Direktur Operasi
Subhan Andriano Hosny Panangian Agung Wiharto
Direktur Bisnis dan Pemasaran Direktur Keuangan dan Direktur SDM dan Umum
Manajemen Portofolio
Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Firman
p.3 ×2
unresolved
org
Hartomo dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP FAST
p.3 ×20
unresolved
org
PT Karya Logistik Nusantara
p.3 ×2
unresolved
org
PT Brantas Abipraya (Persero)
p.3 ×2
unresolved
org
PT Nindya Karya (Persero)
p.3 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.3 ×16
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.3
unresolved
org
Bapepam-LK
p.3 ×4
unresolved
person
Hanandewa
p.4 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan No. RMK-
p.4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.5 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
TWRR
p.5 ×5
unresolved
person
Penanggung Jawab Hanandewa
p.9
unresolved
person
Reviewer Ir. Suzy Israwati
p.9 ×2
unresolved
person
Penilai La Halufi
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Republik Indonesia DAR
p.18
unresolved
org
Hartomo & Rekan
p.18
unresolved
org
PT Karya Logistik Nusantara MAPPI
p.18
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.18
unresolved
org
Bank KLN
p.31
unresolved
org
PT Semen Gresik (Persero)
p.35
unresolved
person
Akta Notaris J.N. Siregar
p.35
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.35
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.35 ×2
unresolved
person
Rosida Rajagukguk-Siregar
p.36
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.36
unresolved
person
Jimmy Tanal
p.37
unresolved
org
Bank Indonesia
p.38 ×18
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi IHK
p.40
unresolved
org
Knota Nusantara
p.44
unresolved
org
Pusat Statistik Peran
p.48
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.48 ×11
unresolved
org
Menteri
p.48
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.48
unresolved
org
Pengembangan Infrastruktur Wilayah
p.51
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.54 ×2
unresolved
org
Layanan Umum
p.55 ×2
unresolved
org
PT Semen Bosowa Maros
p.57
unresolved
org
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Produk
p.60
unresolved
org
Holcim Indonesia Tbk.
p.70 ×4
unresolved
person
Prof. Aswath Damodaran
p.82 ×2
unresolved
org
KJPP Firman Suryantoro
p.102
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
13487 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................................... '
'1-2'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................................... '
'1-2',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}