Skip to content
Back to announcement

20240627_SMGR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31676303_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SMGR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 103

Page 1

          
Page 2
                                    Kepada Yth.
                                       Direksi
                     PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
                      South Quarter, Tower A, Lt 19-20
                               Jl. R.A. Kartini Kav. 8
                        Cilandak Barat, Jakarta Selatan
                                 DKI Jakarta 12430
----------------------------------------------------------------------------------------
                PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI




                      KANTOR JASA PENILAI PUBLIK




                                       Keputusan Menkeu No. 1359/KM.1/2009, No. izin 2.09.0074
Page 3
Jakarta, 10 Juni 2024

No. Laporan: 00017/2.0074-00/BS/04/0537/1/VI/2024

Kepada Yth.
Direksi
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
South Quarter, Tower A, Lt 19-20
JI. R.A. Kartini Kav.8
Cilandak Barat, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta, 12430


Perihal:             PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dengan hormat,
Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik Firman,
Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan (“KJPP FAST”), sebagaimana yang tercantum dalam
Purchase Order (“PO”) No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024 dari PT Semen Indonesia (Persero)
Tbk (“Perseroan” atau “SIG”), dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah memberikan pendapat
independen atas kewajaran transaksi Perseroan untuk melakukan penyertaan saham melalui
penambahan modal pada PT Karya Logistik Nusantara (“KLN”).

LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-listed
company), yang didirikan pada tahun 1953. Perseroan berusaha dalam bidang industri semen,
termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri
semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen
serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
Berdasarkan informasi yang kami terima, PT Hutama Karya (Persero) (“HK”), PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk (“WIKA”), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”), PT PP (Persero) Tbk (“PP”), PT Brantas
Abipraya (Persero) (“BA”), dan PT Nindya Karya (Persero) (“NK”) menginisiasi pembentukan KLN yang
bergerak dalam jasa produksi beton dan logistik untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Ibu
Kota Nusantara (IKN). Dalam perkembangannya, para pemegang saham pendiri KLN tersebut
menawarkan peluang kerjasama kepada Perseroan untuk ikut berpartisipasi menjadi salah satu
pemegang saham di KLN. Melalui penawaran ini, KLN berencana untuk menerbitkan saham dalam
portepel sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) lembar saham dengan nilai nominal
Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah) atau Rp1.000.000,00 (satu juta
rupiah) per lembar saham (“Transaksi”). Atas Transaksi tersebut, Perseroan akan mengambil bagian
sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) lembar saham, sehingga kepemilikannya pada KLN
sebesar 20,93%.


STATUS PENILAI
KJPP FAST merupakan persekutuan perdata (partnership) yang bergerak dalam bidang penilaian
properti dan bisnis. KJPP FAST memiliki kompetensi sebagai penilai publik dengan izin dari Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal 8 Desember 2009, dan terdaftar atas nama KJPP
FAST sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan surat Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”), saat ini disebut Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”),
No.S- 865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010.


                                                      Kantor Pusat: Jakarta (P dan B)
Kantor Cabang: Jakarta (P dan B), Medan (P), Bogor (P), Surabaya (P), Bekasi (P), Batam (P), Pekanbaru (PS), Semarang (PS), Palembang (PS)
Page 4
Penilai Publik yang bertanggung jawab adalah Hanandewa, MAPPI (Cert.), dengan Izin Penilai No.
B-1.19.00537, Register Menteri Keuangan No. RMK-2017.00801, Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal (“STTD Pasar Modal”) No. STTD.PB-49/PM.223/2019 (Penilai Bisnis), Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Industri Keuangan Non-Bank (“STTD IKNB”) No.
234/NB.122/STTD-P/2022, dan aktif mengikuti pelatihan pengembangan profesi (Continuing
Professional Development/CPD) yang disyaratkan.


PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas adalah Perseroan (SIG). Pemberi Tugas beralamat di South Quarter, Tower A, Lt 19-
20, JI. R.A. Kartini Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12430 | telepon (021)
215261174-5 | fax (021) 215261176 | surel info@sig.id | situs web: www.sig.id.


PENGGUNA LAPORAN
Laporan ini akan digunakan oleh Perseroan.


TRANSAKSI AFILIASI
Dalam kerangka Transaksi ini Perseroan dan KLN memiliki sifat hubungan afiliasi sebagai berikut:
▪ Pemegang saham akhir (ultimate beneficial owner) Perseroan dan KLN adalah pihak yang sama.
Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa pelaksanaan
Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun tidak langsung) dengan KLN yang
memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Berdasarkan informasi dari Perseroan, Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi namun bukan
merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat Kewajaran
(fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Transaksi yang disiapkan dan diterbitkan oleh
pihak penilai independen.


PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM TRANSAKSI
Para pihak yang terlibat dalam Transaksi adalah sebagai berikut:
▪ Perseroan selaku pihak yang akan mengambil bagian saham portepel yang diterbitkan KLN.
▪ KLN selaku pihak yang akan menerbitkan saham portepelnya kepada Perseroan.

TUJUAN PENUGASAN
Dalam rangka pelaksanaan Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur
dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST sebagai penilai independen untuk
memberikan pendapat atas kewajaran (fairness opinion) (“Pendapat Kewajaran”) dari Transaksi
tersebut.


OBJEK TRANSAKSI
Objek Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi pengambilan bagian saham portepel
yang diterbitkan KLN oleh Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN
Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Transaksi tersebut adalah pada tanggal
31 Desember 2023, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan
data per tanggal 31 Desember 2023.
Page 5
MASA BERLAKUNYA LAPORAN
Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang
dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai dengan PO No. 6600031176, tanggal
15 Februari 2024.


PERNYATAAN PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian
Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas Pendapat
Kewajaran.

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan
penyusunan Pendapat Kewajaran dari Transaksi yang mengacu kepada:
▪ Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”),
▪ Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
   Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”), dan
▪ Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018, Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330
   tanggal 1 Maret 2020 (“SPI Edisi VII-2018”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
   Indonesia (MAPPI), dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
▪ Draft keterbukaan informasi kepada pemegang saham Perseroan sehubungan dengan Transaksi.
▪ Perjanjian Pengambilan Saham untuk Pengambilan Saham Baru di KLN antara KLN dan Perseroan,
   tanggal 10 Juni 2024.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (“KAP IR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00046/2.1265/AU.1/04/0565-2/1/III/2024 tertanggal 8 Maret 2024
   dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2022 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
   00045/2.1265/AU.1/04/0565-1/1/III/2023 tertanggal 10 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua
   hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (“KAP
   TWRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00234/2.1025/AU.1/04/0222-3/1/II/2022
   tertanggal 25 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
▪ Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2020 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
   00192/2.1025/AU.1/04/0222-2/1/II/2021 tertanggal 26 Februari 2021 dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material.
▪ Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 atas Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Page 6
▪ Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi selama periode
  1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028, yang disusun oleh manajemen Perseroan.
▪ Laporan tahunan (annual report) 2023 dari Perseroan.
▪ Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
  hal lain yang terkait dengan Transaksi.
▪ Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga terpercaya lain, yang
  relevan dengan penugasan.


KONDISI PEMBATAS
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan.
Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang
digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau undang-undang
    yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau wilayah di mana
    Perseroan beroperasi.
2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang, dan
    suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi secara material
    kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada sumber
    utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah diungkapkan.
5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
    pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari produk-
    produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
    Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah diproyeksikan,
    atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau sebaliknya, piutang tak
    tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum dipenuhi.
10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-ketentuan yang
    ada.
11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan seluruhnya
    untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama periode proyeksi dan
    tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
    mempengaruhi operasi Perseroan.
13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain yang
    terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Transaksi, dimana Pendapat Kewajaran tersebut
    akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses keterbukaan informasi yang terkait
    dengan Transaksi, dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, untuk kepentingan lain atau dicetak
    ulang, disebarluaskan, dikutip, atau dirujuk pada setiap saat, dengan cara atau untuk tujuan apapun
    tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari kami. Pendapat Kewajaran bukan merupakan rekomendasi
    kepada pemegang saham untuk melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan
    tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
    pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami tidak
    berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk merevisi analisis dikarenakan kejadian
    dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang digunakan, yaitu tanggal
    31 Desember 2023.
Page 7
ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak
bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga tidak
memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada
Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan evaluasi keuangan dan penilaian atas
kewajaran (arms-length) dari Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu
atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan
bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum
bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini
diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Transaksi.
Transaksi dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen
Perseroan.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
A. Analisis atas Transaksi;
B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Transaksi;
C. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
D. Analisis atas faktor lain yang relevan.

KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, tidak ada peristiwa yang dapat berdampak
secara material terhadap hasil analisis penilaian atas Transaksi.
Page 8
KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi
pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Transaksi
sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat bahwa
Transaksi adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan dalam kaitannya dengan
Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran
tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan
tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
pemegang saham.
Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST.




Hormat kami,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
FIRMAN, SURYANTORO, SUGENG, SUZY, HARTOMO DAN REKAN
Registered Business & Property Appraisers

Rekan,




Hanandewa, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai        : B-1.19.00537
Kualifikasi Penilai : Penilai Bisnis
STTD Pasar Modal : STTD.PB-49/PM.223/2019
STTD IKNB           : 234/NB.122/STTD-P/2022
No. RMK             : 2017.00801
No. MAPPI           : 03-S-01763
Page 9
                                 PERNYATAAN PENILAI

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah benar sesuai dengan
   pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi;
3. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada Tanggal Penilaian
   (Cut-Off Date) 31 Desember 2023;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
   Kewajaran atas Transaksi;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku;
6. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
   kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Transaksi;
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8. Kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Transaksi telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas; dan
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi diperoleh dari
   berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.


  Nomor                              Nama                                 Tandatangan
    1.      Penanggung Jawab
            Hanandewa, MAPPI (Cert.)
            Izin Penilai: B-1.19.00537
            RMK-2017.00801                                              …………………………


    2.      Reviewer
            Ir. Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
            Izin Penilai: B-1.09.00097
            RMK-2017.00098                                              …………………………


    3.      Penilai
            La Halufi, S.E., M.Ec.Dev.
            RMK-2022.04293
            No. MAPPI: 21-P-11195                                       …………………………




                                                i
Page 10
                                  RINGKASAN EKSEKUTIF

1)   Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa (i)
     Investasi pada KLN dapat memberikan imbal hasil, berupa dividen maupun capital gain, bagi
     Perseroan di masa mendatang, dimana seluruh potensi imbal hasil tersebut akan memulihkan nilai
     investasi pada KLN yang dilakukan saat ini; (ii) Perseroan dapat memanfaatkan KLN sebagai
     salah satu saluran penjualan produk-produk semen yang diproduksi Perseroan dan entitas-entitas
     anaknya ke captive market IKN, dimana untuk memenuhi kebutuhan konstruksi IKN membutuhkan
     produk-produk semen dalam jumlah signifikan; dan (iii) Keterlibatan KLN secara langsung dalam
     penyediaan bahan baku yang dibutuhkan IKN, berpotensi pula mengikutsertakan usaha-usaha
     berkaitan rantai pasok (supply chain) bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan melalui
     entitas-entitas anaknya. Sementara risiko dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Imbal hasil atas
     investasi pada KLN dalam realisasinya mungkin tidak dapat mencapai sebagaimana diharapkan,
     disebabkan oleh beberapa faktor berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi IKN, seperti kebijakan
     pemerintah yang mempengaruhi margin keuntungan dan termin pembayaran ke KLN, hingga
     perubahan perencanaan terhadap IKN itu sendiri; dan (ii) KLN berstatus sebagai perusahaan
     patungan (joint venture) menyebabkan Perseroan tidak memegang penuh kendali KLN, namun di
     sisi lain Perseroan akan menjadi pemegang saham terbesar diantara pemegang saham lainnya,
     sehingga tingkat pengendalian dan imbal hasil dapat tidak berbanding lurus.



2)   Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Transaksi bagi Perseroan adalah
     (i) Dana investasi melalui pengambilan bagian saham portepel digunakan langsung oleh KLN
     dalam pengembangan usahanya, dimana di KLN sendiri Perseroan berperan pula dalam
     pengendaliannya, sehingga dana investasi dari Perseroan secara tidak langsung tidak
     sepenuhnya perpindah ke pihak di luar Perseroan; dan (ii) Tambahan modal saham pada KLN
     secara langsung meningkatkan kapasitas pendanaan (borrowing capacity) yang berguna dalam
     mendanai pengembangan usaha KLN di masa mendatang untuk meningkatkan kinerja KLN.
     Sementara kerugian dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Timbul biaya peluang (opportunity
     cost) atas investasi pada KLN dimana dana yang diinvestasikan pada KLN mungkin akan
     memberikan imbal hasil yang lebih baik apabila diinvestasikan pada peluang investasi lainnya; dan
     (ii) Pendanaan melalui penyertaan saham pada dasarnya memiliki biaya modal yang lebih tinggi
     apabila dibandingkan dengan pendanaan melalui pinjaman, mengingat biaya modal ekuitas
     secara teoritis memiliki imbal hasil yang disyaratkan (required rate of return) lebih tinggi daripada
     biaya modal lainnya.


3)   Produksi industri semen mengalami kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh
     wilayah, kecuali Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi
     di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar
     29,3 juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi



                                                    ii
Page 11
     semen sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton. Peneliti
     dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa dengan adanya ekspor,
     utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya untuk dalam negeri
     menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya dapat dilakukan dengan
     meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen dan klinker) menggunakan
     mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan karena kurs USD sedang
     menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk oversupply karena jumlah
     permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan. Selain
     memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar dapat menghasilkan produk
     turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah lebih baik. Sementara
     pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi pembangunan infrastruktur di luar
     Pulau Jawa dengan semen domestik.



4)   Berdasarkan laporan penilaian yang dilakukan oleh KJPP FAST terhadap nilai pasar 100,00%
     saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada KLN per 31 Desember 2023 sebagaimana
     termuat    dalam     laporan     KJPP      FAST      No.    00015/2.0074-00/BS/04/0537/1/V/2024
     tertanggal 6 Mei 2024, adalah sebesar Rp1.001.631,00 per lembar saham. Apabila nilai ini
     digunakan sebagai nilai transaksi per lembar saham yang akan dilakukan Perseroan sebesar
     Rp1.000.000,00 per lembar, maka terdapat simpangan sebesar 0,16%. Berdasarkan POJK
     35/2020, nilai transaksi tidak boleh melebihi batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari nilai
     pasarnya. Mengingat nilai transaksi dari Transaksi yang akan dilakukan Perseroan tersebut
     terdapat simpangan sebesar 0,16% dan tidak melewati batas atas batas bawah sebesar 7,5%,
     maka Transaksi masih dapat dikatakan wajar. Selanjutnya, nilai nominal Transaksi adalah
     Rp22.500.000.000,00 atau 22.500 lembar saham baru pada nilai Rp1.000.000,00 per lembar
     saham, atau merepresentasikan 20,93% dari seluruh saham setelah Transaksi. Apabila
     persentase kepemilikan setelah Transaksi tersebut dibandingkan dengan persentase kepemilikan
     secara teoritis berdasarkan nilai pasar per lembar saham KLN, maka terdapat simpangan absolut
     sebesar 0,03% dan simpangan relatif sebesar 0,13%. Simpangan absolut dan relatif atas
     persentase kepemilikan saham setelah Transaksi milik Perseroan pada KLN ini tidak melebihi
     batas atas dan batas bawah sebesar 7,5%. Oleh karena itu, berdasarkan POJK 35/2020 maka
     persentase saham baru yang diperoleh Perseroan dalam Transaksi masih dapat dikatakan wajar.



5)   Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat profitabilitas,
     terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah Transaksi dengan
     rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan
     dari penurunan marjin laba kotor. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum
     dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan
     perbandingan rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas
     sebelum dan setelah Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio
     tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan

                                                    iii
Page 12
     setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
     perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
     sebelum Transaksi dan setelah Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
     likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
     Transaksi dengan historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat
     solvabilitas antara rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Transaksi dengan rata-rata
     historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER.
     Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas
     rasio tingkat solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat
     disimpulkan bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.



6)   Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi, Dari sisi pengukuran
     profitabilitas, rata-rata marjin kotor antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
     perubahan. Sedangkan rata-rata marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih antara sebelum
     dan setelah Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%, sehingga dapat
     diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik.
     Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on equity) dan ROIC (return on
     invested capital) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata mengalami peningkatan
     masing-masing sebesar 0,01%, sedangkan rata-rata proyeksi ROA (return on assets) antara
     sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata tidak mengalami perubahan, sehingga dapat
     diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik,
     mengingat proyeksi ROE dan ROIC mengalami peningkatan. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi
     rasio kas (cash ratio), rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio) antara sebelum dan
     setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
     Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-
     rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan
     setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
     Transaksi Tingkat solvabilitas Perseroan masih relative baik.



7)   Berdasarkan proforma laporan keuangan, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan berubah
     sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
     mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selain itu tingkat likuiditas
     Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
     masih berada pada 100%. Sedangkan tingkat solvabilitas Perseroan tidak berubah sebagaimana
     diindikasikan dari DAR dan DER apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
     dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat profitabilitas
     Perseroan juga tidak berubah sebagaimana diindikasikan dari ROA, ROE, marjin laba kotor, marjin
     operasi, dan marjin laba bersih apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
     dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum dapat diindikasikan
     bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Transaksi dilakukan masih relatif baik.

                                                    iv
Page 13
8)   Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan
     Perseroan menghasilkan laba bersih antara apabila Transaksi tidak dilakukan dengan apabila
     Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang sebesar 10,16%, nilai
     kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat diindikasikan bahwa
     Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi Perseroan.




                                                   v
Page 14
                                                          DAFTAR ISI


BAB 1.   PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1-1
1.1      Latar Belakang ..................................................................................................................... 1-1
1.2      Pemberi Tugas ..................................................................................................................... 1-1
1.3      Pengguna Laporan ............................................................................................................... 1-1
1.4      Transaksi Afiliasi .................................................................................................................. 1-1
1.5      Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi ......................................................................... 1-2
1.6      Tujuan Penugasan ............................................................................................................... 1-2
1.7      Objek Transaksi ................................................................................................................... 1-2
1.8      Tanggal Efektif (Cut-Off Date) Pendapat Kewajaran ........................................................... 1-2
1.9      Masa Berlakunya Laporan ................................................................................................... 1-2
1.10     Independensi Penilai ............................................................................................................ 1-3
1.11     Pernyataan Penilai ............................................................................................................... 1-3
1.12     Ruang Lingkup ..................................................................................................................... 1-3
1.13     Data Dan Informasi Yang Digunakan .................................................................................. 1-3
1.14     Kondisi Pembatas ................................................................................................................ 1-4
1.15     ASUMSI-ASUMSI POKOK ................................................................................................... 1-6
1.16     Pendekatan dan Prosedur Analisis Kewajaran .................................................................... 1-6
1.17     Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .................................................................................... 1-7
BAB 2.   ANALISIS ATAS TRANSAKSI ............................................................................................. 2-1
2.1      Identifikasi dan Hubungan Antara Pihak-pihak yang Bertransaksi ...................................... 2-1
2.2      Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi .......................................... 2-2
2.3      Penilaian Atas Risiko Dan Manfaat Dari Transaksi Yang Akan Dilakukan .......................... 2-8
BAB 3.   ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI ........................................................................ 3-1
3.1      Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................................. 3-1
3.1.1    Perseroan ............................................................................................................................. 3-1
3.1.2    KLN ...................................................................................................................................... 3-2
3.2      Analisis Industri Dan Lingkungan ......................................................................................... 3-4
3.2.1    Makro Ekonomi Indonesia .................................................................................................... 3-4
3.2.2    Perencanaan Pembangunan IKN ........................................................................................ 3-9
3.2.3    Industri Konstruksi dan Infrastruktur .................................................................................. 3-13
3.2.4    Industri Semen ................................................................................................................... 3-18
3.3      Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan................................................................. 3-24
3.3.1    Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................................ 3-24
3.3.2    Segmen Usaha dan Operasional Perseroan ..................................................................... 3-24
3.3.3    Pemasaran Perseroan ....................................................................................................... 3-29
3.3.4    Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi ............................................................................ 3-30
3.3.5    Prospek Perseroan ............................................................................................................ 3-31
3.4      Alasan Dilakukannya Transaksi ......................................................................................... 3-32

                                                                       vi
Page 15
3.5      Penilaian Atas Keuntungan dan Kerugian Dari Transaksi ................................................. 3-33
BAB 4.   ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI ..................................................................... 4-1
4.1      Penilaian Kinerja Historis ..................................................................................................... 4-1
4.1.1    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ................................................... 4-1
4.1.2    Laporan Posisi Keuangan .................................................................................................... 4-3
4.1.3    Laporan Arus Kas ................................................................................................................ 4-5
4.1.4    Rasio Keuangan ................................................................................................................... 4-7
4.2      Penilaian Atas proyeksi keuangan perseroan ...................................................................... 4-8
4.3      Analisis Rasio Keuangan ................................................................................................... 4-10
4.4      Analisis Laporan Keuangan Proforma ............................................................................... 4-11
4.5      Analisis Inkremental ........................................................................................................... 4-14
4.5.1    Kontribusi Nilai Tambah ..................................................................................................... 4-14
4.5.2    Biaya dan Pendapatan Relevan ........................................................................................ 4-17
4.5.3    Informasi Non Keuangan Relevan ..................................................................................... 4-17
4.5.4    Prosedur Pengambilan Keputusan .................................................................................... 4-17
4.5.5    Hal-Hal Material Lain .......................................................................................................... 4-17
4.6      Analisis Sensitivitas ............................................................................................................ 4-17
BAB 5.   ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN .................................................................................. 5-1
5.1      Faktor Risiko Bisnis Perseroan ............................................................................................ 5-1
5.2      Faktor Risiko Pendanaan KLN ............................................................................................. 5-3
BAB 6.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI ...................................................................... 6-1
BAB 7.   KESIMPULAN ...................................................................................................................... 7-1




                                                                   vii
Page 16
                                                  DAFTAR TABEL

Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................................. 3-1
Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham KLN ....................................................................................... 3-3
Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ............................. 4-2
Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ......................................... 4-4
Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ...................................................... 4-7
Tabel 4-4: Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ........................................................................ 4-8
Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis ....................................................... 4-9
Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi ................................................... 4-10
Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Transaksi ................................................................................... 4-11
Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Transaksi ................................................................................. 4-11
Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta) ........... 4-12
Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)...................... 4-13
Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................ 4-14
Tabel 4-12: Proyeksi Laba Bersih Inkremental (Rp Juta) .................................................................. 4-17
Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan ..................................................... 4-18




                                                               viii
Page 17
                                                DAFTAR GAMBAR

Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB ............................................................ 3-4
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi ....................................................................................... 3-6
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah ........................................................................................ 3-6
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah ............................................ 3-8
Gambar 3-5: Peta Wilayah Perencanaan IKN ................................................................................... 3-11
Gambar 3-6: Linimasa Pembangunan IKN ........................................................................................ 3-13
Gambar 3-7: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023 ............................................... 3-14
Gambar 3-8: Anggaran Pembangunan Infrastruktur ......................................................................... 3-17
Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton) ............................. 3-20
Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia ............................................................ 3-22
Gambar 3-11: Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi .................................................................... 3-31




                                                                 ix
Page 18
                     DAFTAR ISTILAH DAN DEFINISI

Bapepam-LK                      Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
                                Keuangan Republik Indonesia

DAR                             Debt to total asset ratio

DER                             Debt to equity ratio

KAP IR                          Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan

KAP TWRR                        Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
                                & Rekan

KEPI                            Kode Etik Penilai Indonesia

KJPP FAST                       Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro,
                                Sugeng, Suzy, Hartomo & Rekan

KLN                             PT Karya Logistik Nusantara

MAPPI                           Masyarakat Profesi Penilai Indonesia

OJK                             Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia

Perseroan                       PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

POJK 35/2020                    Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei
                                2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
                                Penilaian Bisnis di Pasar Modal

POJK 42/2020                    Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli
                                2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
                                Benturan Kepentingan

Transaksi                       Penerbitan saham dalam portepel KLN sejumlah
                                22.500    lembar       saham   dengan   nilai   nominal
                                Rp22.500.000.000.

ROA                             Return on assets

ROE                             Return on equity

ROIC                            Return on invested capital

SEOJK 17/2020                   Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9
                                Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
                                Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal

SPI Edisi VII-2018              Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018




                                   x
Page 19
BAB 1.             PENDAHULUAN


1.1     LATAR BELAKANG

        Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
        listed company), didirikan pada tahun 1953. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
        semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan
        dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait
        dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.

        Berdasarkan informasi yang kami terima, HK, WIKA, ADHI, PP, BA dan NK menginisiasi
        pembentukan KLN yang bergerak dalam jasa produksi beton dan logistik untuk mendukung
        pelaksanaan Pembangunan di IKN. Dalam perkembangannya, para pemegang saham pendiri
        KLN tersebut menawarkan peluang kerjasama kepada Perseroan untuk ikut berpartisipasi
        menjadi salah satu pemegang saham di KLN. Melalui penawaran ini, KLN berencana untuk
        menerbitkan saham dalam portepel sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) lembar
        saham dengan nilai nominal Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah)
        atau Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per lembar saham (“Transaksi”). Atas Transaksi
        tersebut, Perseroan akan mengambil bagian sejumlah 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus)
        lembar saham, sehingga kepemilikannya pada KLN sebesar 20,93%.

        Sehubungan dengan Transaksi tersebut, KJPP FAST sebagai pihak yang independen, telah
        ditunjuk oleh Perseroan untuk memberikan pendapat independen atas kewajaran Transaksi,
        sesuai dengan PO No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024.


1.2     PEMBERI TUGAS

        Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan induk usaha dari KLN. Pemberi Tugas
        beralamat di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta
        Selatan, DKI Jakarta, 12430 | telepon (021) 215261174-5 | fax (021) 215261176 | surel
        info@sig.id | situs web: www.sig.id.


1.3     PENGGUNA LAPORAN

       Laporan akan digunakan oleh Perseroan.


1.4     TRANSAKSI AFILIASI

        Dalam kerangka Transaksi ini Perseroan dan KLN memiliki sifat hubungan afiliasi sebagai
        berikut:
        ▪   Pemegang saham akhir (ultimate beneficial owner) Perseroan dan KLN adalah pihak yang
            sama .



                                                                                                         1-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 20
        Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa
        pelaksanaan Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun tidak
        langsung) dengan KLN yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya
        merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.

        Berdasarkan informasi dari Perseroan, Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi namun
        bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
        42/2020.

        Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat
        Kewajaran (fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Transaksi yang disiapkan dan
        diterbitkan oleh pihak penilai independen.


1.5     PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM TRANSAKSI

        Para pihak yang terlibat dalam Transaksi adalah sebagai berikut:
        ▪   Perseroan selaku pihak yang akan mengambil bagian saham portepel yang diterbitkan
            KLN.
        ▪   KLN selaku pihak yang akan menerbitkan saham portepelnya kepada Perseroan.


1.6     TUJUAN PENUGASAN

        Dalam      rangka   pelaksanaan   Transaksi   serta   untuk   memenuhi   ketentuan-ketentuan
        sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST
        sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran dari Transaksi tersebut.


1.7     OBJEK TRANSAKSI

        Objek Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi pengambilan bagian saham
        portepel yang diterbitkan KLN oleh Perseroan.


1.8     TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN

        Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Transaksi tersebut adalah pada
        tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis
        menggunakan data per tanggal 31 Desember 2023.


1.9     MASA BERLAKUNYA LAPORAN

        Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam)
        bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.




                                                                                                       1-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 21
1.10    INDEPENDENSI PENILAI

        Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen
        tanpa adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
        ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

        KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
        penugasan ini. Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
        merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak
        dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai
        dengan PO No. 6600031176, tanggal 15 Februari 2024.


1.11    PERNYATAAN PENILAI

        Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka
        pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas
        Pendapat Kewajaran.


1.12    RUANG LINGKUP

        Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Transaksi hanya
        merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dari Transaksi yang mengacu kepada:
        ▪   POJK 35/2020,
        ▪   SEOJK 17/2020, dan
        ▪   SPI Edisi VII-2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI),
            dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).


1.13    DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

        Dalam      memberikan   Pendapat    Kewajaran    atas    Transaksi,   kami   telah   menelaah,
        mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai
        berikut:
        ▪   Draft keterbukaan informasi kepada pemegang saham Perseroan sehubungan dengan
            Transaksi.
        ▪   Perjanjian Pengambilan Saham untuk Pengambilan Saham Baru di KLN antara KLN dan
            Perseroan, tanggal 10 Juni 2024.
        ▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
            laporannya No. 00046/2.1265/AU.1/04/0565-2/1/III/2024 tertanggal 8 Maret 2024 dengan
            opini wajar dalam semua hal yang material.




                                                                                                          1-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 22
        ▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
            laporannya No. 00045/2.1265/AU.1/04/0565-1/1/III/2023 tertanggal 10 Maret 2023 dengan
            opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
            laporannya No. 00234/2.1025/AU.1/04/0222-3/1/II/2022 tertanggal 25 Februari 2022
            dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪   Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
            laporannya No. 00192/2.1025/AU.1/04/0222-2/1/II/2021 tertanggal 26 Februari 2021
            dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        ▪   Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal 31 Desember 2023 atas Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
        ▪   Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi selama
            periode 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2028, yang disusun oleh manajemen
            Perseroan.
        ▪   Laporan tahunan (annual report) 2023 dari Perseroan.
        ▪   Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang,
            dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
        ▪   Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga terpercaya
            lain, yang relevan dengan penugasan.


1.14    KONDISI PEMBATAS

        Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
        keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan,
        berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya
        dan berdasarkan rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu,
        berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan
        dengan perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan
        juga turut menjadi bahan pertimbangan.

        Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan
        yang digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
        1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau
            undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau
            wilayah di mana Perseroan beroperasi.
        2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang,
            dan suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi
            secara material kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.


                                                                                                       1-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 23
        3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada
            sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
        4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah
            diungkapkan.
        5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
            pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha
            Perseroan.
        6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari
            produk-produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah
            diproyeksikan.
        7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
            Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
        8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah
            diproyeksikan, atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau
            sebaliknya, piutang tak tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum
            dipenuhi.
        10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
            ketentuan yang ada.
        11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan
            seluruhnya untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama
            periode proyeksi dan tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
        12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
            mempengaruhi operasi Perseroan.
        13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
        14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain
            yang terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Transaksi, dimana Pendapat
            Kewajaran tersebut akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses
            keterbukaan informasi yang terkait dengan Transaksi, dan tidak untuk digunakan oleh
            pihak lain, untuk kepentingan lain atau dicetak ulang, disebarluaskan, dikutip, atau dirujuk
            pada setiap saat, dengan cara atau untuk tujuan apapun tanpa izin tertulis terlebih dahulu
            dari kami. Pendapat Kewajaran bukan merupakan rekomendasi kepada pemegang saham
            untuk melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat
            digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
        15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
            pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami
            tidak berkewajiban untuk memperbaharui laporan ini atau untuk merevisi analisis
            dikarenakan kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang
            digunakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023.




                                                                                                           1-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 24
1.15    ASUMSI-ASUMSI POKOK

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
        kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
        kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan
        karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-
        informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
        mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
        kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
        tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
        berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan evaluasi
        keuangan dan penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Transaksi dan bukan jasa-jasa
        akuntansi, audit, atau perpajakan.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
        dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-
        prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
        untuk   mengungkapkan       kelemahan     dalam    pengendalian   internal,   kesalahan,   atau
        penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
        mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
        yang ada untuk Perseroan.

        Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal
        laporan ini diterbitkan.

        Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
        lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang
        terlibat dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai
        dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Transaksi
        yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.


1.16    PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN

        Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
        melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
        A. Analisis atas Transaksi;
        B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Transaksi;
        C. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
        D. Analisis atas faktor lain yang relevan.




                                                                                                          1-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 25
1.17    KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN

       Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, tidak ada peristiwa yang dapat
       berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian atas Transaksi.




                                                                                                  1-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 26
BAB 2.          ANALISIS ATAS TRANSAKSI


2.1     IDENTIFIKASI DAN HUBUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI

        Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
        listed company), didirikan pada tahun 1953. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
        semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan
        dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait
        dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
        Perseroan berdomisili dan berkantor pusat di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini
        Kav.8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia; telepon (+6221) 5261 1745,
        fax (+6221) 5261 176; surel info@sig.id dan situs jejaring www.sig.id.

        KLN merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (closely-held
        company), didirikan pada tahun 2023. KLN terutama bergerak di industri readymix dan material
        pedukung, jasa konstruksi bangunan gedung dan bangunan sipil, perdagangan besar material
        alam dan material industri, jasa angkutan laut dan sungai, jasa pengurusan transportasi, jasa
        pelayanan kepelabuhan laut dan sungai dan pergudangan dan penyimpanan. KLN berdomisili
        dan berkantor pusat di MTH Square Apartment & Office Tower 2nd Floor Unit 223, Jl. Otista
        Raya No. 390 Jakarta Timur DKI Jakarta 13330.

        Transaksi berupa pengambil bagian saham portepel yang diterbitkan KLN oleh Perseroan.
        Hubungan sebelum dan setelah Transaksi antara Perseroan dan KLN adalah sebagai berikut:



                Gambar 2-1: Struktur Pemegang Saham KLN Sebelum Transaksi
                                             Pemerintah
                                          Republik Indonesia




                  HK         WIKA         ADHI          PP           BA          NK




                                                 KLN




                                                                                                          2-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 27
                     Gambar 2-2: Struktur Pemegang Saham KLN Setelah Transaksi
                                        Pemerintah
                                     Republik Indonesia




                HK        WIKA       ADHI              PP          BA            NK    Perseroan




                                                KLN




2.2     PERJANJIAN DAN PERSYARATAN YANG DISEPAKATI DALAM TRANSAKSI

        Ringkasan mengenai pokok-pokok dan syarat ketentuan yang disepakati terkait Transaksi,
        berdasarkan Perjanjian Pengambilan Saham untuk Pengambilan Saham Baru di KLN (Share
        Subcription Agreement) adalah sebagai berikut:

        (i)      Para pihak                 :    KLN dan Perseroan.

        (ii)     Pendahuluan                :    Dengan tunduk pada syarat-syarat dan ketentuan-
                                                 ketentuan dalam Perjanjian, dan dengan tunduk pada
                                                 pemenuhan atau pengesampingan seluruh Persyaratan
                                                 Pendahuluan, Perseroan akan mengambil bagian atas,
                                                 dan KLN akan menerbitkan kepada Perseroan sejumlah
                                                 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) saham baru
                                                 (“Saham Baru”), yang bebas dari segala Pembebanan,
                                                 dengan jumlah harga pengambilan keseluruhan sebesar
                                                 Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus
                                                 juta Rupiah) (“Harga Pengambilan Saham Baru”),
                                                 berdasarkan nilai pasar sehingga harga pengambilan
                                                 adalah sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah) per
                                                 lembar saham. Pada saat Penyelesaian, Saham Baru
                                                 akan mewakili 20,93% (dua puluh koma sembilan tiga
                                                 persen) dari jumlah seluruh Saham yang ditempatkan
                                                 dan disetor dalam KLN.

        (iii)    Penyelesaian,                  1. Penyelesaian
                 Kewajiban dan Hak                a.    Para Pihak dan pemegang saham Existing
                                                        menandatangani          Amendemen     Perjanjian
                                                        Pemegang Saham yang setidaknya mengatur hal-
                                                        hal, sebagai berikut:

                                                        (a) Dengan mematuhi seluruh Hukum yang
                                                             Berlaku dan Good Corporate Governance


                                                                                                           2-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 28
                                      Para      Pihak,      hak      Perseroan        untuk
                                      memberikan         persetujuan       atas      vendor
                                      pemasok bahan baku beton yang akan
                                      ditunjuk oleh KLN untuk menunjang kegiatan
                                      usaha KLN, termasuk persetujuan untuk
                                      setiap pemesanan dan pembelian bahan
                                      baku semen tersebut, hak-hak lain dari
                                      Perseroan agar Perseroan mendatangani
                                      perjanjian final dan mengikat dengan KLN
                                      dalam hal penyedia semen oleh Perseroan
                                      yang salah satunya untuk proses produksi
                                      pembuatan       beton       dan/atau    hak     untuk
                                      mendapatkan penawaran terlebih dahulu
                                      (right of first refusal)        atau hak untuk
                                      menyamai penawaran terbaik (right to match)
                                      sepanjang       tidak      melanggar        peraturan
                                      perundang-undangan yang berlaku;
                                   (b) Tindakan-tindakan KLN yang memerlukan
                                      persetujuan seluruh pemegang saham KLN,
                                      antara lain;
                                      (i)    Penambahan          modal    dasar,     modal
                                             ditempatkan, dan modal disetor KLN
                                             dalam       hal       KLN       memerlukan
                                             penambahan modal;
                                      (ii)   Pengajuan perolehan fasilitas keuangan
                                             kepada      pihak    perbankan,       lembaga
                                             keuangan,     dan/atau      institusi   terkait
                                             lainnya dalam hal KLN membutuhkan
                                             tambahan            pembiayaan           untuk
                                             menjalankan kegiatan usaha KLN; dan
                                      (iii) Perubahan          pedoman       KLN      yang
                                             mengatur mekanisme pengadaan bahan
                                             baku beton untuk menunjang kegiatan
                                             usaha KLN;
                                   (c) dalam    hal    timbulnya      keadaan-keadaan
                                      tertentu yang berpotensi berpengaruh pada
                                      kelangsungan kegiatan usaha KLN yang
                                      disepakati      bersama         kemudian         oleh
                                      Perseroan dan KLN dalam Amendemen
                                      Perjanjian Pemegang Saham, antara lain


                                                                                               2-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 29
                                          adalah        keadaan-keadaan             mengenai
                                          minimum proyek penjualan dalan Rencana
                                          Jangka      Panjang        Perusahaan      dan/atau
                                          piutang-piutang Perseroan di KLN telah lewat
                                          jatuh     tempo,    makan       Perseroan       akan
                                          memperoleh hak eksklusif opsi keluar untuk:
                                          (i)    Meminta     KLN      dan/atau     Pemegang
                                                 Saham Existing untuk membeli kembali
                                                 Saham Perseroan;
                                          (ii)   Mengurangi          kepemilikan       Saham
                                                 Perseroan       dalam       KLN       (capital
                                                 reduction); dan/atau
                                          (iii) Mengalihkan seluruh atau sebagian
                                                 Saham Perseroan dalam KLN kepada
                                                 pihak ketiga lainnya.
                                      (d) Kewajiban        KLN       untuk       memasukkan
                                          ketentuan bahwa Perseroan akan memiliki
                                          hak untuk menerima pembayaran piutang
                                          terlebih dahulu dalam setiap perjanjian
                                          pengadaan bahan baku antara KLN dan
                                          pemasoknya mengingat pasokan bahan baku
                                          yang disediakan oleh Perseroan merupakan
                                          bahan baku utama yang bersifat material bagi
                                          kelangsungan kegiatan usaha KLN.
                                   b. KLN telah atau akan mengadakan Rapat Umum
                                      Pemegang Saham KLN atau menandatangani
                                      keputusan sirkuler di mana Pemegang Saham
                                      Existing menyetujui (“Keputusan RUPS”).
                                      (a) Peningkatan modal ditempatkan dan modal
                                          disetor    KLN      dari    Rp85.000.000.000,00
                                          (delapan puluh lima miliar Rupiah) menjadi
                                          Rp107.500.000.000,00 (seratus tujuh miliar
                                          lima ratus juta Rupiah);
                                      (b) Menyetujui penerbitan Saham Baru;
                                      (c) Mengesampingkan setiap dan seluruh hak
                                          memesan terlebih dahulu yang mungkin
                                          dimilikinya berdasarkan Anggaran Dasar
                                          sehubungan         dengan       penerbitan      dan
                                          pengalokasian       Saham      Baru      pada   saat
                                          Penyelesaian;


                                                                                                  2-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 30
                                           (d) Menyetujui     pengambilan       Saham       Baru
                                               seluruhnya oleh Perseroan;
                                           (e) menyetujui     perubahan      dan   pengesahan
                                               perubahan Anggaran Dasar untuk hal-hal
                                               sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.2.2
                                               ayat (a) sampai (d) di atas dan untuk
                                               menyesuaikan      Anggaran      Dasar     dengan
                                               ketentuan yang diatur, termasuk hak-hak dan
                                               pembatasan-pembatasan                       dalam
                                               Amendemen Perjanjian Pemegang Saham
                                               serta perubahan Anggaran Dasar untuk
                                               merefleksikan kegiatan usaha yang secara
                                               nyata dilakukan KLN (“Perubahan Anggaran
                                               Dasar”); dan
                                           (f) Menyetujui penandatanganan Dokumentasi
                                               Kontrak Definitif lainnya.
                                      c.   Perseroan melakukan pengambilan Saham Baru;
                                      d. Para Pihak harus memastikan bahwa kewajiban
                                           masing-masing yang ditentukan dalam Pasal 4.3,
                                           sebagaimana dimaksud, terpenuhi.

                                   2. Kewajiban
                                     a.    Kewajiban KLN. Pada Tanggal Penyelesaian,
                                           pada saat diterimanya Harga Pengambilan Saham
                                           Baru yang dirujuk dalam Pasal 2.1, Perseroan
                                           harus:
                                           (a) Menunjuk dan memerintahkan notaris publik
                                               untuk membuat akta berita acara Rapat
                                               Umum      Pemegang       Saham       atau    akta
                                               pernyataan      keputusan       Rapat       Umum
                                               Pemegang Saham di Luar Rapat Umum
                                               Pemegang        Saham         Perseroan      atas
                                               Keputusan      RUPS      untuk       memastikan
                                               Perubahan Anggaran Dasar;
                                           (b) Memerintahkan       notaris      publik     untuk
                                               menyerahkan      dan     segera      memproses
                                               pernyataan     dokumentasi       yang     relevan
                                               dengan Kemenkumham untuk melakukan
                                               pemberitahuan kepada Kemenkumham dan
                                               memperoleh             persetujuan           dari
                                               Kemenkumham sehubungan dengan;

                                                                                                   2-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 31
                                             (i)     Pengesahan         Perubahan          Anggaran
                                                     Dasar; dan
                                             (ii)    Perubahan susunan Pemegang Saham
                                                     Existing sebagai akibat dari penerbitan
                                                     Saham Baru kepada Perseroan.
                                       (c) Menandatangani Berita Acara sebagaimana
                                             tercantum dalam lampiran 4 yang antara lain
                                             mengoninformasikan bahwa:
                                             (i)     Persyaratan         Pendahuluan             telah
                                                     dipenuhi        dan/atau     dikesampingkan
                                                     (sebagaimana yang mungkin terjadi)
                                                     pada       atau         sebelum         Tanggal
                                                     Penyelesaian; dan
                                             (ii)    Kesanggupan,              perjanjian,        dan
                                                     ketentuan-ketentuan         yang      tercantum
                                                     dalam      Perjanjian      ini     yang     akan
                                                     dilaksanakan       oleh    KLN      pada    atau
                                                     sebelum Tanggal Penyelesaian telah
                                                     dilaksanakan       atau     dipenuhi       dalam
                                                     segala hal, dalam setiap kasus, pada
                                                     Tanggal Penyelesaian.
                                       (d) Menyerahkan            kepada        Perseroan       tanda
                                             terima atas penerimaan Harga Pengambilan
                                             Saham Baru (dalam bentuk dan isi yang telah
                                             disetujui oleh Perseroan) setelah menerima
                                             pembayaran yang dimaksud dalam Pasal
                                             4.3.2.

                                   b. Kewajiban Perseroan. Apabila seluruh ketentuan
                                      dalam pasal 3, 4.1, 4.2.1, 4.2.2 dan 4.3.1 telah
                                      terpenuhi, maka pada Tanggal Penyelesaian,
                                      Perseroan akan membayar Harga Pengambilan
                                      Saham Baru kepada KLN melalui transfer dana
                                      elektronik ke Rekening Bank KLN (atau dengan
                                      cara pembayaran lain yang disetujui secara tertulis
                                      oleh         Para     Pihak)     dan      Perseroan       harus
                                      menyerahkan            kepada       KLN         melalui    surel
                                      konfirmasi SWIFT, advis MT103, slip transfer yang
                                      didukung oleh nomor TXN, atau konfirmasi tertulis
                                      lainnya dari bank pembayar yang membuktikan



                                                                                                         2-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 32
                                            bahwa Perseroan telah melakukan pembayaran
                                            tersebut.

                                   3. Hak Untuk Mengakhiri. Dalam hal salah satu tindakan
                                     dan/atau dokumen yang diperlukan untuk diambil
                                     dan/atau diserahkan kepada Pihak mana pun pada
                                     Tanggal Penyelesaian, sebagaimana relevan, tidak
                                     dapat dilakukan karena alasan apa pun atau apabila,
                                     karena alasan lainnya, ketentuan-ketentuan di atas
                                     dalam Pasal 3 dan 4 ini tidak sepenuhnya dipenuhi oleh
                                     Pihak     mana      pun      pada   atau   pada      Tanggal
                                     Penyelesaian, sebagaimana yang mungkin berlaku,
                                     Para      Pihak     akan      berusaha     untuk      segera
                                     menyelesaikan masalah tersebut dengan iktikad baik
                                     dan bekerja secara kooperatif untuk menemukan solusi
                                     yang disepakati bersama. Apabila Para Pihak gagal
                                     untuk mencapai solusi yang disepakati bersama, Para
                                     Pihak akan:
                                     a) Memilih untuk mengakhiri Perjanjian ini hanya
                                         dengan persetujuan tertulis bersama dalam hal
                                         terjadi pelanggaran material terhadap Pernyataan
                                         dan Jaminan yang membuat tujuan komersial Para
                                         Pihak tidak lagi dapat dijalankan, dan setelah
                                         penandatanganan persetujuan tertulis tersebut,
                                         Perjanjian ini (selain Pasal-Pasal Yang Tetap
                                         Berlaku) akan secara ipso facto berhenti dan
                                         berakhir dan tidak ada satu Pihak pun yang dapat
                                         mengajukan Klaim kepada Pihak lainnya atas biaya,
                                         Kerugian, kompensasi, atau dengan cara lain,
                                         kecuali Klaim oleh salah satu dari Para Pihak
                                         kepada       Pihak    lainnya   yang    timbul     akibat
                                         pelanggaran yang telah terjadi sebelumnya dan
                                         ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 8;
                                     b) Untuk melaksanakan Penyelesaian sejauh yang
                                         dapat        dilakukan     dengan       memperhatikan
                                         wanprestasi yang telah terjadi (tanpa mengurangi
                                         hak-hak Pihak yang tidak wanprestasi dalam
                                         Perjanjian     ini    kecuali   jika   Pihak     tersebut
                                         dikesampingkan secara tertulis); atau
                                     c) Menetapkan Tanggal Penyelesaian baru.



                                                                                                     2-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 33
        (iv)    Jangka Waktu               :   Tidak ada Pihak yang akan bertanggung jawab atas
                                               setiap Klaim yang diberitahukan kepada Pihak lainnya
                                               setelah   12   (dua   belas)   bulan    sejak   Tanggal
                                               Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa, tanggung jawab
                                               Pihak mana pun sehubungan dengan Klaim yang
                                               diberitahukan dalam batas waktu tersebut akan berakhir
                                               jika Proses Hukum sehubungan dengan Klaim tersebut
                                               belum diajukan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak
                                               tanggal Pemberitahuan Klaim tersebut oleh Pihak
                                               lainnya, namun demikian

                                               a. Klaim yang dibuat oleh KLN terhadap Perseroan
                                                  berdasarkan pelanggaran Pernyataan dan Jaminan
                                                  Perseroan yang tercantum dalam Pasal 7.3 akan
                                                  tetap berlaku pada Tanggal Penyelesaian sampai
                                                  dengan jangka waktu yang diatur berdasarkan jangka
                                                  waktu pembatasan pengajuan Klaim berdasarkan
                                                  Hukum.

                                               b. Klaim yang dibuat oleh Perseroan terhadap KLN atas
                                                  sanksi Pajak atas kewajiban perpajakan KLN untuk
                                                  tahun pajak sebelum tanggal penandatanganan
                                                  Perjanjian ini akan tetap berlaku pada Tanggal
                                                  Penyelesaian sampai dengan ketentuan daluwarsa
                                                  berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku.

        (v)     Hukum yang mengatur        :   Hukum Republik Indonesia.




2.3     PENILAIAN ATAS RISIKO DAN MANFAAT DARI TRANSAKSI YANG AKAN DILAKUKAN

        Manfaat dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
        ▪      Investasi pada KLN dapat memberikan imbal hasil, berupa dividen maupun capital gain,
               bagi Perseroan di masa mendatang, dimana seluruh potensi imbal hasil tersebut akan
               memulihkan nilai investasi pada KLN yang dilakukan saat ini.
        ▪      Perseroan dapat memanfaatkan KLN sebagai salah satu saluran penjualan produk-produk
               semen yang diproduksi Perseroan dan entitas-entitas anaknya ke captive market IKN,
               dimana untuk memenuhi kebutuhan konstruksi IKN membutuhkan produk-produk semen
               dalam jumlah signifikan.
        ▪      Keterlibatan KLN secara langsung dalam penyediaan bahan baku yang dibutuhkan IKN,
               berpotensi pula mengikutsertakan usaha-usaha berkaitan rantai pasok (supply chain)
               bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan melalui entitas-entitas anaknya.



                                                                                                         2-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 34
        Risiko dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
        ▪   Imbal hasil atas investasi pada KLN dalam realisasinya mungkin tidak dapat mencapai
            sebagaimana        diharapkan,   disebabkan   oleh   beberapa   faktor   berkaitan   dengan
            pelaksanaan konstruksi IKN, seperti kebijakan pemerintah yang mempengaruhi margin
            keuntungan dan termin pembayaran ke KLN, hingga perubahan perencanaan terhadap
            IKN itu sendiri.
        ▪   KLN berstatus sebagai perusahaan patungan (joint venture) menyebabkan Perseroan
            tidak memegang penuh kendali KLN, namun di sisi lain Perseroan akan menjadi
            pemegang saham terbesar diantara pemegang saham lainnya, sehingga tingkat
            pengendalian dan imbal hasil dapat tidak berbanding lurus.




                                                                                                          2-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 35
BAB 3. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

3.1      RIWAYAT PERUSAHAAN DAN SIFAT KEGIATAN USAHA

3.1.1    Perseroan

3.1.1.1 Pendirian

         Perseroan didirikan dengan nama NV Pabrik Semen Gresik pada tanggal 25 Maret 1953
         dengan Akta Notaris Raden Mr. Soewandi No. 41. Pada tanggal 17 April 1961, NV Pabrik
         Semen Gresik dijadikan Perusahaan Negara (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No.
         132 Tahun 1961, kemudian berubah menjadi PT Semen Gresik (Persero) berdasarkan Akta
         Notaris J.N. Siregar, S.H. No. 81 tanggal 24 Oktober 1969.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir antara
         lain mengenai tugas, wewenang dan kewajiban Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan
         Akta Notaris No. 42 tanggal 21 Desember 2021 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H.,
         Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 4 Januari 2022, melalui surat keputusan No.
         AHU002716.AH.01.03 tanggal 4 Januari 202.


3.1.1.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:


                                 Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                      Nilai Nominal
                  Pemegang Saham                 Jumlah Saham                         Persentase Saham
                                                                        (Rp Juta)
      Saham seri A
         Pemerintah Negara Republik Indonesia                  1                  0                0%
      Saham seri B
         Pemerintah Negara Republik Indonesia     3.457.023.004            345.702             51,20%
         Sony Subrata                                    72.900                   7                0%
         Lydia Silvanna Djaman                           72.900                   7                0%
         Donny Arsal (Direktur Utama)                   172.800                 17                 0%
         Yosviandri (Direktur)                          148.300                 15                 0%
         Agung Wiharto (Direktur)                       255.139                 26                 0%
         Subhan (Direktur)                              150.000                 15                 0%
         Andriano Hosny P (Direktur)                    115.300                 12                 0%
         Masyarakat                               3.294.529.745            329.353             48,78%
      Jumlah                                      6.751.540.089            675.154            100,00%




                                                                                                         3-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 36
3.1.1.3 Pengurus dan Pengawasan

        Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah
        sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                   : Budi Waseso
        Komisaris Independen              : Saor Siagian
        Komisaris Independen              : Nasaruddin Umar
        Komisaris Independen              : Ratna Irsana
        Komisaris                         : Yustinus Prastowo
        Komisaris                         : Sony Subrata
        Komisaris                         : Lydia Silvanna Djaman

        Direksi
        Direktur Utama                    : Donny Arsal
        Direktur                          : Subhan
        Direktur                          : Andriano Hosny Panangian
        Direktur                          : Reni Wulandari
        Direktur                          : Yosviandri
        Direktur                          : Agung Wiharto


3.1.1.4 Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar antara lain adalah
        menjalankan usaha dalam bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang
        dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya,
        perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa
        untuk industri semen dan/atau industri lainnya.

        Perseroan memiliki pabrik semen dan entitas anak (Grup) berada di Gresik dan Tuban di Jawa
        Timur, Rembang dan Cilacap di Jawa Tengah, Narogong di Jawa Barat, Indarung di Sumatera
        Barat, Lhoknga di Aceh, Pangkep di Sulawesi Selatan, Quang Ninh di Vietnam, Baturaja,
        Palembang dan Panjang di Lampung.

        Kantor pusat Perseroan berada di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini Kav.8,
        Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia.


3.1.2   KLN

3.1.2.1 Pendirian

        KLN berdasarkan Akta No. 12 tanggal 2 Februari 2023 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H.,
        M. Kn., notaris di Jakarta Selatan. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
        Asasi      Manusia   Republik   Indonesia     dalam   Surat   Keputusannya    No.   AHU-
        0011167.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 10 Februari 2023.

                                                                                                     3-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 37
          Anggaran dasar perusahaan telah mengalami sekali perubahan, sesuai dengan Akta No. 179
          tanggal 19 Oktober 2023, dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan,
          sehubungan dengan perubahan data Perseroan. Akta perubahan ini telah memperoleh
          persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
          Keputusan No. AHU-01.09.-0183533 tanggal 9 November 2023.


3.1.2.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

          Susunan pemegang saham KLN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:


                              Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham KLN

           Pemegang saham               Jumlah saham        Nilai nominal (Rp)      Persentase saham

  PT PP (Persero) Tbk.                           15.000          15.000.000.000                18,00%
  PT Hutama Karya (Persero)                      15.000          15.000.000.000                18,00%
  PT Adhi Karya (Persero) Tbk                    15.000          15.000.000.000                18,00%
  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                  15.000          15.000.000.000                18,00%
  PT Nindya Karya (Persero)                      12.500          12.500.000.000                15,00%
  PT Brantas Abipraya (Persero)                  12.500          12.500.000.000                15,00%
  Total                                          85.000          85.000.000.000                100,0%


3.1.2.3 Pengurus dan Pengawasan

          Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi KLN pada 31 Desember 2023 adalah sebagai
          berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama          : Ekwan Hadyanto

          Direksi:
          Direktur Utama           : Fery Hendriyanto
          Direktur                 : Saparyadi
          Direktur                 : Muchlis



3.1.2.4 Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha KLN menurut Anggaran Dasar antara lain adalah meliputi
          bidang industri bata, mortar, semen dan sejenisnya yang tahan api, industri barang dari semen
          dan kapur untuk konstruksi, industri mortar atau beton siap pakai, industri barang dari semen,
          kapur, gips dan asbes lainnya, bidang jasa pekerjaan konstruksi prapabrikasi bangunan
          gedung, bidang jasa pekerjaan konstruksi prapabrikasi bangunan sipil, bidang perdagangan
          besar atas dasar balas jasa atau kontrak, bidang perdagangan besar logam dan bijih logam,
          bidang perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi, bidang perdagangan besar
          kacar, bidang perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat,

                                                                                                           3-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 38
        kapur, semen atau kaca, bidang perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu, bidang
        perdagangan besar bahan konstruksi dari porselen, bidang perdagangan besar bahan
        konstruksi dari kayu, bidang perdangan besar cat, bidang perdangan besar bahan konstruksi
        lainnya, bidang perdangangan besar bahan dan barang kimia, bidang usaha perdagangan
        besar bahan berbahaya, produk lainnya, berbagai macam barang, bidang angkutan laut dalam
        negeri untuk barang khusus, angkutan laut luar negeri untuk barang khusus, bidang angkutan
        sungai dan danau untuk barang khusus, barang berbahaya, bidang pergudangan dan
        penyimpanan, jasa pengurusan transportasi, aktivitas pelayanan Pelabuhan dan aktivitas
        pelayanan pelabuhan sungai dan danau.

        KLN berdomisili di MTH Square Apartment & Office Tower 2nd Floor Unit 223, Jl. Otista Raya
        No. 390 Jakarta Timur DKI Jakarta 13330.


3.2     ANALISIS INDUSTRI DAN LINGKUNGAN

3.2.1   Makro Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2023 dan melambat
        menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung
        konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring
        dengan tetap lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari
        pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal. Penurunan inflasi di
        negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
        Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan
        suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan
        telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan kemungkinan
        akan mulai menurun pada semester II 2024. Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap
        berbagai mata uang dunia juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya
        aliran masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging market,
        termasuk Indonesia.


                          Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB
                                 6.000.000                                      10,0%
                                                                                8,0%
                                 5.000.000
                                                                                6,0%
                                 4.000.000                                      4,0%
                     Rp miliar




                                                                                2,0%
                                 3.000.000
                                                                                0,0%
                                 2.000.000                                      -2,0%
                                                                                -4,0%
                                 1.000.000
                                                                                -6,0%
                                        0                                       -8,0%
                                             Q4-15
                                             Q1-16



                                             Q2-17
                                             Q3-17


                                             Q3-18
                                             Q4-18
                                             Q1-19


                                             Q1-20
                                             Q2-20



                                             Q3-21
                                             Q4-21



                                             Q1-23
                                             Q2-23
                                             Q1-15
                                             Q2-15
                                             Q3-15

                                             Q2-16
                                             Q3-16
                                             Q4-16
                                             Q1-17

                                             Q4-17
                                             Q1-18
                                             Q2-18


                                             Q2-19
                                             Q3-19
                                             Q4-19

                                             Q3-20
                                             Q4-20
                                             Q1-21
                                             Q2-21

                                             Q1-22
                                             Q2-22
                                             Q3-22
                                             Q4-22

                                             Q3-23
                                             Q4-23




                                                          .
                                               PDB            Pertumbuhan PDB


                                              Sumber: Bank Indonesia

                                                                                                     3-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 39
        Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik.
        Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh konsumsi dan
        investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan
        penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
        diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya
        berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta
        peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
        termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
        sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan
        Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran,
        Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap
        tumbuh baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh
        wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
        mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia
        akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial
        Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan
        domestik.

        Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
        mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2023
        yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia
        yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi
        berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit
        0,4% dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan
        domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4
        miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar
        dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
        menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor
        dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan
        defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9%
        dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan berlanjut
        didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap
        prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.




                                                                                                        3-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 40
                                     Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi
                               116                                                  6,00

                                96                                                  5,00

                                76                                                  4,00




                                                                                           Persentase
                      Indeks
                                56                                                  3,00

                                36                                                  2,00

                                16                                                  1,00

                                -4                                                  0,00

                                     Jun-20
                                     Aug-20




                                     Jun-21
                                     Aug-21




                                     Jun-22
                                     Aug-22
                                     Oct-20




                                     Jun-23
                                     Aug-23
                                     Nov-20




                                     Oct-21
                                     Nov-21




                                     Oct-22




                                     Oct-23
                                     Nov-22




                                     Nov-23
                                      Jan-20




                                       Jul-21




                                      Jan-23
                                       Jul-20



                                      Jan-21




                                      Jan-22
                                     Feb-20

                                     May-20


                                     Sep-20




                                     May-21


                                     Sep-21




                                     May-22
                                       Jul-22




                                       Jul-23
                                     Feb-21




                                     Feb-22




                                     Sep-22


                                     Feb-23

                                     May-23


                                     Sep-23
                                     Mar-20




                                     Mar-22
                                     Mar-21




                                     Mar-23
                                     Dec-20




                                     Dec-21




                                     Dec-23
                                     Apr-20




                                     Apr-21




                                     Apr-22




                                     Apr-23
                                     Des-22
                                                       IHK    Inflasi


                                                Sumber: Bank Indonesia



        Inflasi IHK pada bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
        sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi
        dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi
        kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
        Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar
        1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar
        dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
        permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh
        eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui
        penguatan GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
        dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
        minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan,
        Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat
        sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
        2,5±1%.


                                     Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah




                                                Sumber: Bank Indonesia

                                                                                                          3-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 41
        Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk meningkatkan
        efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
        Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi
        nilai tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen
        moneter pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI
        untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam
        negeri. Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024 masing-masing telah mencapai
        Rp296,03 triliun dan 896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI juga telah secara aktif
        diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp
        75,44 triliun. Lelang SUVBI yang diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai
        244 juta dolar AS hingga periode yang sama. Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan
        diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak
        rambatan global. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI Rate sebesar
        5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,78% dan
        6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Januari 2024 sehingga
        mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku
        bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
        kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Dengan
        kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2023 tercatat
        rendah masing-masing sebesar 4,69% dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun
        menurun seiring dengan ketidakpastian yang mereda.

        Kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
        Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas prakiraan
        Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan
        kinerja positif korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong
        oleh risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik, termasuk
        dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan Penyangga Likuiditas
        Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit terutama
        ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan
        10,05%. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerjasektor
        Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada
        Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM
        mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran
        10-12% pada 2024, sejalan dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
        Indonesia akan terus menjaga efektivitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan
        Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha
        untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit
        besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


                                                                                                        3-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 42
                 Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah
                                    160                                        17.000
                                    140                                        16.500
                                                                               16.000
                                    120
                                                                               15.500




                                                                                        Rp ribu/US$
                      US$ Miliyar
                                    100                                        15.000
                                     80                                        14.500
                                     60                                        14.000
                                                                               13.500
                                     40
                                                                               13.000
                                     20                                        12.500
                                      0                                        12.000
                                          Jan-20
                                          Mar-20
                                          May-20
                                          Jul-20
                                          Sep-20
                                          Nov-20
                                          Jan-21
                                          Mar-21
                                          May-21
                                          Jul-21
                                          Sep-21
                                          Nov-21
                                          Jan-22
                                          Mar-22
                                          May-22
                                          Jul-22
                                          Sep-22
                                          Nov-22
                                          Jan-23
                                          Mar-23
                                          May-23
                                          Jul-23
                                          Sep-23
                                          Nov-23
                                              Cadangan Devisa   Kurs


                                            Sumber: Bank Indonesia



        Ketahanan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
        tercatat pada level yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
        tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada
        Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%. Terjaganya likuiditas perbankan sejalan
        dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
        implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga didukung oleh
        penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui antara lain perdagangan SRBI di
        pasar sekunder, yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu,
        rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
        2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Secara keseluruhan, ketahanan perbankan yang kuat tersebut
        didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan rumah tangga yang tetap baik, sejalan dengan
        kinerja korporasi dan ekspektasi penghasilan rumah tangga yang terus membaik. Hasil stress-
        test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi
        berbagai risiko ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi
        kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut yang berpotensi
        mengganggu stabilitas sistem keuangan.

        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran
        yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat
        Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
        (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang
        Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan
        diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024.
        Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun,
        dengan jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
        merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu
        debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi




                                                                                                        3-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 43
        pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023
        meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.



3.2.2   Perencanaan Pembangunan IKN
        Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita menjadi bangsa yang Berdaulat, Maju, Adil, dan
        Makmur pada tahun 2045. Visi Indonesia 2045 tersebut dibangun di atas empat pilar utama,
        yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek),
        pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan
        ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. Pemindahan Ibu Kota Negara dilakukan
        sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045, mendorong transformasi
        pembangunan sosial, budaya dan ekonomi bangsa, serta mendorong percepatan
        pembangunan kawasan timur Indonesia melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan
        merata.

        Ibu Kota Negara mempunyai fungsi sentral dan menjadi simbol identitas nasional untuk
        menunjukkan jati diri bangsa dan negara, dan gambaran masa depan bangsa Indonesia.
        Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sejalan dengan upaya untuk mewujudkan
        pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata, salah satunya dengan membangun
        sebuah 'pusat gravitasi' ekonomi baru di tengah Indonesia. Oleh karena itu, Ibu Kota Negara
        yang baru perlu direncanakan dan dibangun dengan standar baru yang lebih tinggi, berkualitas,
        adaptif, inovatif, berkesetaraan gender dan inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, dan
        bermartabat.

        Pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan didasarkan pada beberapa pertimbangan.
        Lokasi yang dipilih direncanakan dapat memberikan kesempatan luas bagi daerah di luar Jawa
        untuk berkembang dan berkontribusi pada pemerataan pembangunan, serta mengurangi
        beban Jakarta sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional. Ibu Kota Negara yang
        akan dibangun adalah Ibu Kota Negara yang mempunyai ciri utama:

        a.   Identitas nasional: pusat kegiatan yang menjadi manifestasi dari identitas, karakter sosial
             budaya, persatuan, dan kebesaran bangsa Indonesia. Ibu Kota Negara harus
             mencerminkan keunikan dan keberagaman bangsa Indonesia sebagai perwujudan nilai-
             nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik
             Indonesia;
        b.   Kota yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan: kota yang mengelola sumber daya secara
             efisien, mernberikan informasi secara tepat dan terbuka, serta memberikan layanan yang
             prima kepada warganya. Hal ini dicapai melalui pengelolaan aktivitas sosial budaya dan
             ekonomi kota secara seimbang dengan daya dukung lingkungan, penggunaan air dan
             sumber daya energi secara efisien, pengolahan limbah, pengembangan moda transportasi
             terpadu, penataan lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat, serta sinergi
             antara lingkungan alami dan buatan;



                                                                                                           3-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 44
       c.   Kota yang modem dengan standar internasional: kota yang progresif, inovatif, inklusif dan
            kompetitif dari segi pelayanan publik, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,
            pengembangan arsitektur, perencanaan kota, penataan permukiman dan perumahan, dan
            pembangunan infrastruktur, serta terhubung dengan berbagai pusat kota lain di tataran
            global;
       d.   Pusat pemerintahan dengan tata kelola yang efektif, efisien, dan cerdas (smart) dimana
            lembaga-lembaga pemerintahan pusat menerapkan cara kerja baru yang lebih lincah,
            profesional, adaptif, dan inovatif dengan mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi
            Aparatur Sipil Negara (ASN);
       e.   Pusat pengembangan ekonomi baru yang mendorong pemerataan ekonomi di kawasan
            timur Indonesia dengan mengembangkan industri bersih, bernilai tambah tinggi, berdaya
            saing, dan berteknologi tinggi, serta mendorong penguatan rantai nilai global;
       f.   Kota yang sehat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua penduduknya (laki-laki
            dan perempuan), menjamin perlindungan bagi kelompok rentan (bayi, balita, anak-anak,
            ibu yang sedang mengandung atau menyusui, penyandang disabilitas, orang lanjut
            usia/lansia), serta menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang responsif gender,
            ramah perempuan dan peduli anak, serta inklusif untuk mendukung aktivitas dan
            kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang
            disabilitas;

       Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, pembangunan
       dan pengembangan Ibu Knota Nusantara direncanakan untuk dilaksanakan secara bertahap
       sampai dengan tahun 2045. Pengembangan kawasan dan konektivitas akan terus
       dilaksanakan pada tahapan berikutnya untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai Kota
       Dunia untuk Semua.

       Dalam Lampiran II Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara telah
       tertuang Rencana Induk Ibu Kota Nusantara yang memuat prinsip dasar pembangunan Ibu
       Kota Nusantara dari berbagai bidang pembangunan. Rencana Induk Ibu Kota Nusantara
       tersebut dijabarkan dalam Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara yang ditetapkan
       dengan Peraturan Presiden ini.

       Tujuan penyusunan Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara adalah menjelaskan visi,
       tujuan, sasaran, prinsip dasar dan indikator kinerja utama Ibu Kota Nusantara, menguraikan
       kebijakan dan strategi dalam mencapai visi, tujuan dan sasaran Ibu Kota Nusantara,
       menuangkan kebijakan dan strategi tersebut ke dalam arahan penataan ruang yang terpadu,
       mendetailkan arahan penataan ruang tersebut ke dalam arahan tata bangunan dan lingkungan
       Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, menjelaskan tahapan persiapan, pembangunan,
       pemindahan, dan penyelenggaraan Ibu Kota Nusantara, serta menguraikan kerangka
       implementasi untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan.




                                                                                                         3-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 45
       Wilayah Ibu Kota Nusantara berada di sebelah utara Kota Balikpapan dan sebelah selatan Kota
       Samarinda dengan luas wilayah darat kurang lebih 256.142 hektare dan luas wilayah perairan
       laut kurang lebih 68.189 hektare.



                            Gambar 3-5: Peta Wilayah Perencanaan IKN




       Dalam pembangunan dan pelaksanaannya, Ibu Kota Negara menganut kepada 8 Prinsip
       utama,yaitu:

       1.   Mendesain Sesuai Kondisi Alam; kurang dari 75% dari 256.142 Ha area untuk ruang hijau
            (65% area dilindungi dan 10% area produksi pangan, 100% penduduk dapat mengakses
            ruang hijau rekreasi dalam 10 menit dan 100% penggantian ruang hijau untuk setiap
            bangunan bertingkat institusional, komersil dan hunian.
       2.   Bhinneka Tunggal Ika; 100% integrasi seluruh penduduk, 100% warga dapat mengakses
            layanan sosial/masyarakat dalam waktu 10 menit dan 100% ruang publik dirancang
            menggunakan prinsip akses universal, kearifan lokal serta desain yang responsif gender
            dan inklusif.
       3.   Terhubung, Aktif dan Mudah Diakses; 80% perjalanan dengan transportasi publik atau
            mobilitas aktif; 10 menit ke fasilitas penting dan simpul transportasi publik dan kurang dari
            50 menit koneksi transit ekspres dari kawasan inti pusat pemerintahan ke bandara
            strategis pada tahun 2030.
       4.   Rendah emisi karbon; instalasi kapasitas energi terbarukan akan memenuhi 100%
            kebutuhan energi IKN; 60% penghematan energi untuk konservasi energi dalam gedung
            dan net zero emission untuk IKN di 2045 di kawasan 256.142 Ha.
       5.   Sirkular dan Tangguh; kurang dari 10% dari lahan 256.142 Ha tersedia untuk kebutuhan
            produksi pangan; 60% daur ulang timbunan limbah padat di tahun 2045 dan 100% air
            limbah akan diolah melalui sistem pengelolaan pada tahun 2035.


                                                                                                            3-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 46
       6.   Aman dan Terjangkau; rangking 10 besar kita paling layak huni di dunia pada tahun 2045;
            pemukiman yang ada dan terencana di kawasan 256.142 Ha memiliki akses terhadap
            infrastruktur penting di 2045 dan perumahan layak, aman dan terjangkau yang memenuhi
            rasio hunian berimbang.
       7.   Kenyamanan dan Efisiensi melalui Teknologi, mewujudkan peringkat sangat tinggi dalam
            E-Government Development Index (EGDI) oleh PBB; 100% konektivitas digital dan
            teknologi, informasi serta komunikasi untuk semua penduduk dan bisnis dan kurang dari
            75% kepuasan dunia usaha atas layanan digital.
       8.   Peluang Ekonomi untuk Semua; 0% kemiskinan pada populasi IKN pada tahun 2035;
            pendapatan domestik regional bruto (PDRB) per kapita setara ekonomi berpendapatan
            tinggi dan rasio gini regional terendah di Indonesia di 2045.

       Pembangunan IKN ini merupakan salah satu proyek prioritas strategis yang tercantum dalam
       RPJMN 2020-2024. Indikasi nominal kebutuhan pendanaan IKN yang tercantum dalam
       RPJMN 2020-2024 sebesar Rp466 triliun. Pendanaan tersebut bersumber dari bermacam-
       macam skema menurut lampiran II UU IKN. Skema-skema yang akan digunakan adalah
       sebagai berikut:

       a.   APBN yang dapat dilakukan melalui alokasi anggaran belanja dan/atau pembiayaan.
       b.   Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk mendukung IKN.
       c.   Seluruh atau sebagian modalnya dimiliki negara termasuk BUMN/swasta murni antara
            lain: BUMN Melalui Investasi yang dalam pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan
            swasta; BUMN melalui penugasan dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan
            perundang-undangan; dan Swasta murni, melalui investasi murni dari swasta yang dapat
            diberikan insentif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
       d.   Skema         dukungan        pendanaan/pembiayaan              internasional:   dukungan
            pendanaan/pembiayaan internasional merupakan skema untuk mewadahi pemberian
            dana antara lain dari bilateral/lembaga multilateral yang hendak berpartisipasi dalam
            pengembangan IKN yang hijau dan cerdas yang dapat melalui hibah dan/ataupemberian
            dana talangan.
       e.   Skema pendanaan lainnya (creative financing), seperti crowdfunding dan dana dari
            filantropi.




                                                                                                        3-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 47
                            Gambar 3-6: Linimasa Pembangunan IKN




                               Sumber: Peraturan Presiden No.63 Tahun 2022




3.2.3   Industri Konstruksi dan Infrastruktur
        Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan
        infrastruktur yang memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi
        barang dan jasa yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan
        pemerataan ekonomi di wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian
        integral dari pembangunan kelembagaan dan perekonomian yang bertumpu pada peningkatan
        produktivitas. Walaupun paska masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, dimana berbagai
        sektor masih merasakan imbasnya. Pembangunan Infrastruktur harus terus berjalan karena
        menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

        Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi publik maupun
        swasta, guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang
        infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. Pembangunan
        infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi
        terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase sektor
        konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,92% pada 2023.




                                                                                                    3-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 48
                   Gambar 3-7: Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2023
                                                 [13,79]
                                               Penyediaan                           [12,52%]
                                             Akomodasi dan                         Pertanian,
                                             Makan Minum; …                      Kehutanan, dan
                                                                                   Perikanan


                               [9,11%]                                                        [10,52%]
                           Pengadaan Air,                                                  Pertambangan dan
                             Pengelolaan                                                       Penggalian
                               Sampah,
                             Limbah dan
                             Daur Ulang;
                            Jasa Lainnya;                                                    [32,61%]
                                Jasa…                                                    Perdagangan Besar
                                                                                            dan Eceran,
                             [5,89%]                                                     Reparasi Mobil dan
                         Transportasi dan                                                  Sepeda Motor;
                           Pergudangan                                                        Industri
                                                                                          Pengolahan; dan
                              [1,21%]                                                     Pengadaan Listrik
                        Jasa Kesehatan dan           [9,92%]                                  dan Gas
                                Soial               Konstruksi

                                                      Sumber: Badan Pusat Statistik


        Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja, penanaman modal,
        jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-sektor
        pendukung, bahkan menjadi fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa.
        Pemerataan pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara
        lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional,
        peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses jalan yang memadai untuk
        pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.

        Pada Maret 2020, Kementerian PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020
        tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam penyelengaraan jasa konstruksi,
        dengan instruksi tersebut, aktivitas jasa konstruksi masih dapat berjalan dengan
        memperhatikan protokol yang ada, namun masing-masing proyek dapat dihentikan sementara
        jika memiliki risiko tinggi antara lain berada di daerah pusat sebaran, terdapat pekerja yang
        positif Covid-19 atau memiliki status pasien dalam pengawasan. Kondisi tak terduga ini
        menyebabkan pemerintah perlu melakukan program-program khusus dalam menanggulangi
        masa pandemi Covid-19. Salah satu program yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum
        dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp44,58
        triliun.

        Kondisi pandemi menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya
        investasi serta aktivitas impor dan ekspor sehingga aktivitas yang dapat dilakukan pemerintah
        untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yaitu melalui belanja infrastruktur. Namun
        hingga Oktober 2020, serapan anggaran PUPR masih berada di angka 59,50%. Pada
        September 2020, pemerintah menyusun program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang
        ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial akibat pandemi Covid-
        19. Program tersebut memiliki 6 (enam) Program prioritas, antara lain peningkatan ketahanan
        pangan, pengembangan konektivitas, peningkatan kesehatan dan lingkungan masyarakat,
        peningkatan investasi dengan memberikan dukungan pada kawasan strategis nasional,


                                                                                                              3-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 49
        penguatan jaring pengaman nasional lewat program Padat Karya Tunai (PKT) serta pembelian
        produk rakyat dan pengusaha lokal (UMKM), dan peningkatan ketahanan bencana dan
        perubahan iklim.

        Salah satu strategi pemerintah untuk mengungkit percepatan PEN ditengah pandemi Covid-19
        adalah dengan tetap melanjutkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Pelaksanaan
        pembangunan infrastruktur dalam kondisi tidak normal ini tentunya memerlukan langkah-
        langkah dan terobosan yang tidak biasa, diperlukan protokol penanganan khusus, serta
        penyesuaian penyelenggaraan jasa konstruksi. Setidaknya, dukungan jasa konstruksi untuk
        PEN adalah dengan (i) adaptasi penyelenggaraan jasa konstruksi, (ii) dukungan pengelolaan
        Material Peralatan Konstruksi (MPK) dan usaha untuk mendorong penggunaan produk dalam
        negeri, (iii) penguatan pelaku usaha menengah dan kecil di sektor konstruksi, (iv)
        penyederhanaan perizinan berusaha, dan (v) pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi,
        termasuk untuk proyek padat karya.

        Salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pembangunan
        infrastruktur yang berkualitas adalah kesiapan rantai pasok MPK. Pemerintah Pusat melalui
        Kementerian PUPR telah menerbitkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan
        pemanfaatan MPK dalam negeri dengan tetap menjamin mutu dan kualitas produk/jasa
        konstruksi yang dihasilkan. Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
        dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana UU Nomor 2
        Tahun 2017 diamanatkan bahwa Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas meningkatnya
        kualitas penggunaan material dan peralatan konstruksi serta teknologi konstruksi dalam negeri
        dan mengutamakan serta mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri/lokal.

        Mengusung peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju
        2045, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah di tahun 2023
        mendatang. Ada dua prioritas pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur di 2023.
        Pertama, mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua,
        mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
        Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, ini menjadi domain pemerintah yang dibangun melalui
        APBN. Tetapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor
        atau kepada pihak lain untuk ikut membangun IKN.

        Pada 2023, Kementerian PUPR memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp125,18 triliun.
        Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggaran tahun 2022 sejumlah Rp116,37
        triliun. Kendati demikian, Kementerian PUPR menyatakan dalam pelaksanaan program belanja
        infrastruktur tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian
        pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang
        ditargetkan dapat rampung pada semester I Tahun 2024 atau sebelum periode Pemerintahan
        Kabinet   Indonesia   Maju   berakhir.   Kementerian    PUPR     menargetkan    penyelesaian
        pembangunan infrastruktur prioritas dan infrastruktur dasar atau konektivitas pada tahun 2023,
        atau paling lambat pada semester I tahun 2024. Selain itu, Kementerian PUPR juga akan

                                                                                                         3-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 50
        membangun infrastruktur pada empat bidang utama yaitu sumber daya air, jalan dan jembatan,
        permukiman, serta perumahan. Pada bidang sumber daya air, salah satu yang vital adalah
        pembangunan bendungan yang akan menopang kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan
        masyarakat.

        Di samping itu, Kementerian PUPR akan terus mengoptimalkan infrastruktur yang sudah
        terbangun melalui pendekatan Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR).
        Harapannya agar infrastruktur yang telah dibangun PUPR benar-benar bisa bermanfaat bagi
        masyarakat. Di samping pendekatan OPOR, pada 2023 Kementerian PUPR juga akan
        memfokuskan alokasi anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui program
        padat karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,34 triliun untuk penyerapan tenaga kerja
        sebanyak 701 ribu orang, yang tersebar pada beberapa kegiatan padat karya, diantaranya di
        bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman, dan perumahan.

        Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam skala besar serta membantu
        menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, Kementerian PUPR menyebutkan bahwa ke depan
        tantangan pembangunan infrastruktur akan semakin besar, khususnya kebutuhan pendanaan
        yang terus meningkat setiap tahunnya. Sebab itu, Basuki berharap dapat tercipta terobosan
        sumber-sumber pembiayaan baru. Penerbitan Sukuk Negara untuk pembiayaan infrastruktur
        serta pelibatan swasta dalam membangun infrastruktur dengan skema kerja sama antara
        pemerintah dan badan usaha (KPBU) adalah sebuah langkah awal yang baik. Kementrian
        PUPR terus mendorong pengembangan creative innovative financing melalui sinergitas
        dengan berbagai instrumen pendanaan lainnya agar pembangunan infrastruktur dapat
        berlangsung secara berkelanjutan.

        Kementerian PUPR telah menetapkan output dan outcome utama Rencana Strategis (Renstra)
        untuk tahun 2023. Sektor Sumber Daya Air (SDA), antara lain 76% penyediaan air baku untuk
        air bersih, 57,1 meter kubik/kapita/tahun kapasitas tampung per kapita, 27 unit bendungan, 470
        unit pembangunan embung, 120.000 hektar pembangunan daerah irigasi, 512.500 hektar
        rehabilitasi jaringan irigasi, 14,9 meter kubik/detik ketersediaan air baku dan 485,8 kilometer
        pengendali banjir dan pengaman pantai. Sektor Cipta Karya adalah 89,93% peningkatan
        pelayanan infrastruktur permukiman yang layak dan aman melalui pendekatan smart living.
        Akses air minum layak sebesar 97,9% termasuk 30% jaringan perpipaan, 86% akses sanitasi
        layak yang 15% termasuk aman, 2.974 hektar penanganan permukiman kumuh, 92,21%
        hunian dengan akses sampah terkelola baik di perkotaan, 1.118 unit pembangunan dan
        rehabilitasi sarana prasarana pendidikan, olahraga dan pasar. Untuk Sektor Perumahan
        ditargetkan 58,71% pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, 15.900 unit rumah susun, 2.138
        unit rumah khusus, 177.925 unit rumah swadaya, 70.000 unit PSU perumahan. Selain itu, untuk
        target output dan outcome utama Sektor Bina Marga adalah 2,08 jam/100 kilometer waktu
        tempuh di lintas utama pulau, 646,8 kilometer pembangunan jalan tol, 672 kilometer
        pembangunan jalan baru, 5.038 meter pembangunan jembatan, serta 7.070 meter
        pembangunan fly over/underpass.


                                                                                                          3-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 51
        Alokasi anggaran Renstra PUPR 2023, antara lain pembangunan bendungan dianggarkan
        sebesar Rp20,4 triliun, ketersediaan air baku Rp4.9 triliun, pembangunan daerah irigasi Rp13.1
        triliun, rehabilitasi jaringan irigasi Rp20.2 triliun, infrastruktur pengendali banjir dan pengaman
        pantai Rp14.09 trilliun, jalan tol Rp5.9 triliun, jalan baru Rp10.1 triliun, jembatan Rp4.2 triliun,
        serta flyover/underpass Rp4.08 triliun. Sementara itu, untuk sektor Perumahan dan
        Permukiman, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dialokasikan sebesar
        Rp2.6 triliun, pengelolaan air limbah Rp3.8 triliun, penanganan persampahan Rp2.9 triliun,
        serta penanganan kawasan kumuh Rp3.5 triliun, Pengembangan Sarana Pendidikan,
        Olahraga dan Pasar (PSPOP) dialokasikan sebesar Rp3.3 triliun, Rumah Susun Rp5.08 triliun,
        rumah khusus Rp498.1 miliar, rumah swadaya Rp7.0 triliun dan Prasarana, Sarana dan Utilitas
        (PSU) Perumahan Rp 980 miliar.


                        Gambar 3-8: Anggaran Pembangunan Infrastruktur




                                                  Sumber: Databoks


        Terdapat 249 kawasan prioritas yang terkait infrastruktur PUPR dalam RPJMN 2020-2024
        dimana BPIW telah menyusun super prioritisasi menjadi 91 kawasan. Menurutnya, ada tiga
        aspek utama yang digunakan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)
        Kementerian PUPR untuk memilih kawasan-kawasan yang diprioritaskan mendapat dukungan
        infrastruktur PUPR. Aspek pertama adalah fokus kawasan. Pada aspek ini BPIW fokus pada
        dukungan infrastruktur PUPR pada kawasan-kawasan dalam rangka menuntaskan program
        RPJMN dan kawasan yang dipilih berada di koridor pertumbuhan atau pemerataan. Aspek
        kedua adalah aspek ekonomi dan kesejahteraan. Kriteria tersebut terdiri dari pertumbuhan
        sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Berikutnya adalah aspek dukungan daerah yakni
        berupa indeks kapasitas fiskal daerah. Dengan menggunakan permodelan tersebut,
        diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi
        masyarakat.

        Sektor konstruksi diproyeksikan dapat menyerap sampai dengan 8,7 juta tenaga kerja pada
        tahun 2023. Selain itu, sektor konstruksi juga berperan aktif dalam penyerapan tenaga kerja.
        Rata-rata tren pertumbuhan tenaga kerja sektor konstruksi dari tahun 2017-2019 dan 2021
        ialah sebesar 2,83%, sehingga diproyeksikan pada tahun 2022 sektor konstruksi dapat
        menyerap sebanyak 8.528.463 juta tenaga kerja dan 8.769.798 tenaga kerja pada tahun 2023.



                                                                                                               3-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 52
3.2.4   Industri Semen

        Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut mendorong kinerja industri
        semen. Pembangunan proyek IKN Nusantara turut mendorong kinerja emiten semen. Namun
        demikian, pembangunan proyek di IKN Nusantara rupanya belum memberikan dampak
        signifikan terhadap kinerja penjualan semen milik beberapa perusahaan produsen semen
        Indonesia lantaran proyek di IKN masih didominasi oleh BUMN. Total penjualan semen di
        Pulau Kalimantan mengalami peningkatan signifikan, tetapi dampak kepada produsen lain
        masih belum signifikan karena pada masa awal pembangunan IKN didominasi oleh rekan-
        rekan BUMN. Beberapa produsen semen telah menyuplai kebutuhan semen untuk proyek IKN
        sebesar 80%. Terutama dalam 3 bulan terakhir perkembangan IKN sangat luar biasa. Kinerja
        sektor semen diyakini tumbuh lebih baik seiring dengan hadirnya pembangunan proyek IKN.
        Tak cuma itu, percepatan sejumlah proyek pada tahun depan juga diproyeksi meningkatkan
        permintaan semen. Pembangunan IKN telah menjadi motor penggerak pertumbuhan industri
        semen nasional, termasuk bagi perseroan yang memiliki fasilitas di Kalimantan. Beberapa
        pelaku berada pada posisi strategis untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok
        bahan bangunan sesuai kebutuhan karena memiliki fasilitas di Balikpapan dan Samarinda yang
        cukup dekat dengan lokasi proyek.

        Kenaikan penjualan ini banyak didorong oleh penjualan semen untuk pembangunan Ibu Kota
        Nusantara dan fasilitas pendukungnnya. Kebutuhan semen di IKN mulai meningkat sejak
        pembangunan infrastruktur IKN. IKN dapat menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan
        penjualan semen jika investor terus meningkat. Terlebih, saat ini, semakin banyak fasilitas
        pendukung IKN yang memasuki tahap pembangunan seperti gedung-gedung perbankan dan
        kantor-kantor otoritas. Permintaan semen yang berasal dari IKN diperkirakan mencapai 1 juta
        metrik ton per tahun, mewakili sekitar 1,6% dari permintaan domestik tahunan. Di sisi lain,
        diyakini tak hanya IKN yang dapat mendongkrak penjualan. Di luar pembangunan IKN terdapat
        pula proyek-proyek infrastruktur besar lainnya seperti pembangun LRT, MRT, pelabuhan
        Patimban tahap ke-2, jalan tol serta pembangunan kawasan industri baru yang juga akan
        mendorong pertumbuhan permintaan semen.

        Volume penjualan semen domestik tercatat sebesar 6,29 juta ton, atau tumbuh 4,3% yoy,
        membaik dibandingkan bulan Agustus 2023 yang sebesar 4,0% yoy dan September 2022 yang
        mengalami kontraksi sebesar -6,3% yoy. Peningkatan pertumbuhan penjualan semen pada
        September 2023 didorong oleh perbaikan aktivitas konstruksi infrastruktur. Hal ini diindikasikan
        oleh pertumbuhan penjualan semen curah sebesar 9,74% yoy, meningkat daripada bulan
        sebelumnya yang sebesar 7,8% yoy. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan semen kantong
        melambat menjadi 2,1% yoy (vs. 2,4% yoy pada Agustus 2023). Hal ini menunjukkan bahwa
        aktivitas konstruksi di sektor properti melambat pada September 2023. Secara kumulatif,
        penjualan semen domestik selama Januari – September 2023 tercatat sebesar 46,4 juta ton,
        atau masih terkontraksi sebesar -0,6% yoy (vs. -0,7% yoy pada 9 bulan pertama tahun 2022).




                                                                                                           3-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 53
        Kontraksi ini lebih kecil dibandingkan kontraksi pada 8 bulan pertama tahun 2023 yang sebesar
        -1,1% yoy.

        Penjualan semen di semua pulau di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif, terkecuali
        pulau jawa. Penjualan semen di Pulau Jawa terkontraksi sebesar -1,2% yoy. Provinsi yang
        mengalami penurunan penjualan semen di Pulau Jawa adalah Banten (-6,3% yoy), Jawa Timur
        (-6,1% yoy) dan Jawa Barat (4,2% yoy). Sebaliknya, penjualan semen di luar Pulau Jawa
        tumbuh positif. Penjualan semen tertinggi terjadi di Kalimantan yang tumbuh 24,6% yoy pada
        September 2023, didorong oleh penjualan semen di Kalimantan Utara (112,8% yoy) seiring
        dengan pembangunan kawasan industri tanah kuning dan Kalimantan Timur (60,3% yoy)
        seiring dengan pembangunan IKN. Penjualan semen tertinggi kedua terjadi di Maluku-Papua
        yang tumbuh 21,1% yoy, terutama didorong oleh penjualan semen di Maluku Utara (53,6%
        yoy) seiring dengan pembangunan kawasan industri untuk smelter nikel. Penjualan semen di
        Sumatera, Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi tumbuh masing-masing sebesar 8,4% yoy,
        12,4% yoy dan 1,6% yoy.

        Total ekspor semen dan klinker terkontraksi sebesar -6,9% yoy pada September 2023 (vs. -
        6,3% yoy pada September 2022). Ekspor semen maupun ekspor klinker terkontraksi masing-
        masing sebesar -22,0% yoy dan -4,3% yoy. Total volume ekspor semen dan klinker tersebut
        sebesar 0,8 juta ton pada September 2023. Secara kumulatif, total ekspor semen dan klinker
        pada Januari – September 2023 tercatat sebesar 8,3 juta ton, atau tumbuh sebesar 18,4% yoy
        (vs. -24,6% yoy pada Januari – September 2022). Negara tujuan ekspor semen terbesar pada
        Januari-September 2023 adalah Bangladesh (4,2 juta ton atau 55,4% dari total ekspor),
        kemudian diikuti oleh Australia (1,5 juta ton atau 19,4% dari total ekspor), dan Taiwan (0,5 juta
        ton atau 6,8% dari total ekspor).

        Total penjualan semen (penjumlahan penjualan domestik dan ekspor) tumbuh 2,8% yoy pada
        September 2023. Volume penjualan total produsen semen nasional pada September 2023
        tercatat sebesar 7,1 juta ton, atau tumbuh sebesar 2,8% yoy (vs. -6,3% yoy pada September
        2022). Secara kumulatif, total penjualan semen domestik dan ekspor pada Januari-September
        2023 sebesar 54,7 juta ton, atau tumbuh 1,8% yoy.

        Kenaikan harga semen yang ditunjukkan oleh pertumbuhan Indeks Harga Perdagangan Besar
        (IHPB) semen melambat dari 1,8% yoy pada Agustus 2023 menjadi 0,6% yoy pada September
        2023 seiring dengan penurunan harga batubara yang mendorong penurunan biaya produksi.
        Secara year-to-date, IHPB semen menurun sebesar -1,2% ytd pada Januari-September 2023
        (vs. 6,6% ytd pada Januari-September 2022).

        Diperkirakan penjualan semen domestik tahun 2023 tumbuh pada kisaran 0%-1,3% dengan
        penjualan mencapai 63,2-64 juta ton (vs. 63,2 juta ton pada 2022). Secara kumulatif Januari-
        September 2023, penjualan semen sudah mencapai 72,5% dari perkiraan. Diperkirakan
        penjualan semen domestik akan membaik pada Oktober 2023 seiring dengan percepatan
        pengerjaan proyek untuk mencapai target selesai 2023. Secara historis, volume penjualan
        semen akan meningkat hingga Oktober, kemudian melambat pada November dan Desember.

                                                                                                            3-19
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 54
        Pada 2024, diperkirakan penjualan semen domestik akan tumbuh pada kisaran 1%-3% atau
        mencapai pada kisaran 64-65 juta ton. Katalis positif yang mendorong penjualan semen pada
        2024 adalah percepatan pembangunan IKN untuk mencapai target penyelesaian infrastruktur
        dasar agar siap pakai pada Agustus 2024; dan peningkatan belanja infrastruktur pemerintah
        pada RAPBN 2024 yang tumbuh sebesar 5,8% yoy menjadi Rp. 422,7 triliun. Faktor resiko
        yang dapat menekan penjualan semen 2024 adalah ekspektasi perlambatan ekonomi global
        dan kenaikan suku bunga yang membuat masyarakat menunda pembelian properti. Pada 19
        Oktober 2023, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga BI7DDR sebesar 25 bps menjadi
        6%. Selain itu, masalah keuangan BUMN karya dapat menyebabkan perlambatan aktivitas
        konstruksi infrastruktur.

             Gambar 3-9: Pertumbuhan dan Volume Penjualan Semen Domestik (Juta Ton)




                                         Sumber: Asosiasi Semen Indonesia




        Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri semen di dalam negeri, di antaranya
        melalui upaya penerapan kebijakan moratorium atau pengaturan investasi baru. Langkah
        strategis ini dalam rangka memperhatikan kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) di industri
        semen nasional. Kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh wilayah, kecuali
        Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi di Pulau
        Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar 29,3
        juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi semen
        sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton.

        Saat ini, industri semen nasional terdiri dari 15 perusahaan semen terintegrasi yang tersebar
        mulai dari Aceh hingga Papua, dengan total kapasitas terpasang sebesar 116 juta ton per
        tahun. Industri semen masih mengalami overcapacity sebesar 51,8 juta ton atau sebesar 45
        persen. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh industri semen untuk mengatasi
        kondisi overcapacity saat ini adalah melalui peningkatan ekspor. Total ekspor semen
        dan clinker pada semester I 2023 mengalami peningkatan sebesar 11,57 persen dibanding
        periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di
        pasar luar negeri. Di samping itu, kenaikan harga batubara internasional yang terjadi sejak
        Desember tahun 2020, memberikan efek yang signifikan bagi industri semen. Tidak hanya
        mengakibatkan terjadinya kenaikan biaya produksi, namun juga menghambat pasokan
        batubara di industri semen. Batubara bagi industri semen merupakan bahan baku dan bahan

                                                                                                          3-20
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 55
        bakar utama yang memiliki persentase hingga 40 persen dalam struktur biaya produksi. Guna
        mengatasi dan mengantisipasi kenaikan harga batubara yang melonjak tinggi, pemerintah
        sedang menyusun regulasi terkait Badan Layanan Umum (BLU) batubara.

        Industri semen memiliki peluang untuk bertumbuh pada tahun 2023 meski masih dibayangi
        oleh sentimen kelebihan pasokan produksi. Kelebihan pasokan produksi tersebut menimbulkan
        moratorium investasi baru pada industri semen. Aturan baru tersebut dimaksudkan untuk
        memperkuat sektor lokal dalam menghadapi tingkat pemanfaatan yang hanya sebesar 53%.
        Kebijakan moratorium dan/atau pengaturan investasi baru telah diterapkan pada proyek pabrik
        semen baru. Sebaliknya, perusahaan diminta untuk fokus pada wilayah Papua, Papua Barat,
        Maluku dan Maluku Utara, dimana permintaan semen lebih tinggi dibandingkan dengan
        kemampuan produksi lokal. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian
        Perindustrian, mengatakan aturan baru tersebut akan ditinjau kembali setelah tingkat utilisasi
        kapasitas mencapai 85%.

        Langkah-langkah lain yang juga sedang dipertimbangkan pemerintah adalah dengan
        meningkatkan ekspor semen, mengubah peraturan terkait Badan Layanan Umum (BLU)
        batubara, dan meningkatkan transportasi darat. Pada poin terakhir tersebut, pihak berwenang
        dan produsen semen sedang mempertimbangkan bagaimana biaya logistik dapat menghindari
        kenaikan dalam menghadapi kebijakan Zero Over Dimension Overload (ODOL) yang akan
        datang. Proposal yang diajukan oleh sektor ini mencakup penerapan kebijakan multi-poros
        untuk truk dan peningkatan kualitas jalan tertentu untuk memungkinkan kendaraan
        berkapasitas lebih tinggi.

        Seperti yang ditunjukkan oleh salah satu bidang fokus pemerintah, batu bara, harga bahan
        bakar telah menjadi beban bagi sektor semen dalam beberapa tahun terakhir. Warsito
        mencatat, harga batu bara internasional mulai naik pada akhir tahun 2020. Hal ini kemungkinan
        besar disebabkan oleh kekacauan logistik yang disebabkan oleh pandemi virus corona
        terhadap perekonomian global. Harga batu bara yang lebih tinggi menimbulkan dampak
        “signifikan” terhadap industri semen baik melalui kenaikan biaya produksi maupun pembatasan
        pasokan. Ironisnya, Indonesia adalah salah satu produsen batu bara terkemuka di dunia. Saat
        ini pendekatan ke pemerintah untuk menggunakan subsidi Domestic Market Obligation (DMO)
        lokal agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada sektor semen dengan
        memberikan lebih banyak batu bara dengan harga tetap.

       Diharapkan pada tahun 2023, DMO (batubara) harus tetap jalan agar industri semen stoknya
       tetap terjaga baik sehingga supply pasok semen bisa lancar. Terkait pentingnya ekspor semen
       tersebut, Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa dengan adanya
       ekspor, utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya untuk dalam
       negeri menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya dapat dilakukan
       dengan meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen dan klinker)
       menggunakan mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan karena kurs
       USD sedang menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk oversupply karena

                                                                                                         3-21
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 56
       jumlah permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan. Selain
       memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar dapat menghasilkan
       produk turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah lebih baik.
       Sementara pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi pembangunan
       infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan semen domestik.


                       Gambar 3-10: Permintaan dan Kapasitas Semen Indonesia




                                            Sumber: Global Cement



        Kelebihan kapasitas telah menjadi ciri yang berulang di pasar semen Indonesia setidaknya
        sejak tahun 1990an seiring dengan pertumbuhan permintaan dan kapasitas yang kadang-
        kadang tidak seimbang. Tingkat pemanfaatan kapasitas mencapai 90% pada awal tahun
        1990an dan turun menjadi 50% pada akhir dekade tersebut karena krisis keuangan Asia. Baru-
        baru ini Holcim meninggalkan pasar pada tahun 2019 ketika menjual bisnisnya ke Perseroan.
        Perusahaan milik negara tersebut mengkonsolidasikan lebih dari separuh kapasitas produksi
        semen negara saat itu. Berdasarkan data kuartal I 2023, Perseroan memiliki pangsa pasar
        51% dan pangsa kapasitas produksi 46%. Sekitar 92% permintaan lokal dipenuhi dari empat
        dari 14 produsen di negara tersebut, diantaranya yaitu: Perseroan; Indocement; Conch; dan
        Merah Putih.

        Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh surat kabar Jakarta Post menunjukkan bahwa
        setelah paruh pertama tahun 2023 yang buruk, permintaan semen diperkirakan akan pulih dan
        menciptakan pertumbuhan tahunan yang moderat pada akhir tahun. Alasan utama dari
        perkiraan ini adalah peningkatan belanja infrastruktur pemerintah, pembangunan ibu kota baru
        di Nusantara, dan antisipasi stabilitas harga. Proyek kota baru, misalnya, diperkirakan
        membutuhkan 1,6 juta ton semen pada periode 2022-2024. Tentu saja ada banyak faktor risiko
        seperti perlambatan ekonomi global, masalah keuangan di beberapa perusahaan konstruksi
        milik pemerintah seperti Waskita Karya, dan kapasitas baru. Pabrik baru berkapasitas 8 juta
        ton/tahun yang dimiliki oleh perusahaan lokal Kobexindo dan Honshi Cement yang berbasis di
        Tiongkok, misalnya, dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2023 di Kalimantan
        Timur. Meskipun pemerintah mengatakan bahwa unit baru tersebut akan mengekspor 90%




                                                                                                       3-22
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 57
        produksinya, hal ini akan memberikan tekanan pada pabrik lain yang sudah ada dengan
        harapan dapat meningkatkan ekspor.

        Disisi lain, konsolidasi dari sejumlah perusahaan semen dan meningkatnya permintaan semen
        untuk pembangunan infrastruktur menjadi pemacu bagi industri ini untuk bertumbuh. Selain itu,
        transisi energi turut menyumbang sentimen positif terhadap pertumbuhan tersebut. Dua
        perusahaan semen raksasa domestik, yakni Perseroan dan PT Indocement Tunggal Prakarsa
        Tbk, menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun 2023. Pada triwulan I-2023, Perseroan
        membukukan laba bersih Rp 562 miliar atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang
        sama tahun 2022. Adapun Indocement membukukan laba bersih Rp 371,4 miliar atau tumbuh
        103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Diproyeksikan penjualan semen pada tahun ini dapat bertumbuh meski tidak terlalu signifikan.
        Pertumbuhan itu diproyeksikan antara 0 persen dan 5 persen dibandingkan tahun lalu yang
        justru minus 3 persen. Perusahaan semen memiliki prospek untuk bertumbuh pada tahun 2023.
        Namun, secara umum, masih akan tetap oversupply (kelebihan pasokan). Ini terjadi karena
        banyak pemain baru setelah sektor properti mulai booming pada tahun 2010 sampai 2014
        sehingga membuat kompetisi kian meningkat dan pabrik-pabrik semen baru pun bermunculan.

        Kelebihan pasokan semen tersebut tampak dari ketimpangan antara jumlah produksi dan
        kebutuhan semen dalam negeri. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, produksi semen
        pada tahun 2022 telah mencapai 116,8 ton, sedangkan permintaan domestik hanya 63 ton.
        Dengan demikian, tingkat utilitas (utilization rate) produksi semen dalam negeri mencapai 54
        persen. Upaya konsolidasi dari perusahaan-perusahaan semen dinilai cukup meredam iklim
        kompetisi dalam industri semen. Pada tahun 2022, Perseroan melakukan akuisisi dengan
        menerima pengalihan 7,5 miliar lembar saham seri B atau setara 75 persen porsi kepemilikan
        PT Semen Baturaja Tbk. Di sisi lain, pada tahun yang sama, Indocement juga melakukan
        kontrak sewa guna usaha untuk menyewa aset (operating lease) dari PT Semen Bosowa
        Maros selama 3 tahun hingga 5 tahun. Jika diakumulasikan, kedua aksi akuisisi oleh dua
        perusahaan semen raksasa tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 69 persen atau
        meningkat 6 persen dibandingkan sebelumnya.

        Pemacu pertumbuhan pada industri semen juga datang dari permintaan sektor infrastruktur
        dan konstruksi. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap semen curah (bulk)
        meningkat hingga 27 persen pada tahun 2022. Adapun permintaan terhadap semen zak (bag),
        kata Emma, stagnan antara 70 dan 80 persen, bahkan turun hingga 73 persen pada tahun
        2022. Tahun ini pemerintah telah menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur menjadi Rp
        392 triliun dari tahun 2022 sebesar Rp 365,8 triliun. Anggaran itu akan difokuskan untuk
        pelayanan dasar, seperti pembangunan rumah, sekolah, penyediaan air minum, dan
        pembangunan jalan. Hingga April 2023, realisasi belanja infrastruktur baru mencapai Rp 59,7
        triliun atau setara 15,2 persen total anggaran 2023. Realisasi belanja infrastruktur perlu
        dipercepat untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek



                                                                                                        3-23
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 58
        maupun jangka panjang. Dengan akselerasi pembangunan infrastruktur, tingkat permintaan
        semen juga akan mengalami kenaikan.



3.3     ANALISIS OPERASIONAL DAN PROSPEK PERUSAHAAN

3.3.1   Kegiatan Usaha Perseroan

        Sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
        menjalankan usaha dalam bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang
        dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya,
        perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa
        untuk industri semen dan/atau industri lainnya.

        Perseroan memiliki pabrik semen dan Entitas Anak (“Group”) yang tersebar di beberapa
        wilayah yaitu di Gresik dan Tuban di Jawa Timur, Rembang dan Cilacap di Jawa Tengah,
        Narogong di Jawa Barat, Indarung di Sumatera Barat, Lhoknga di Aceh, Pangkep di Sulawesi
        Selatan, Quang Ninh di Vietnam, Baturaja, Palembang dan Panjang di Lampung.


3.3.2   Segmen Usaha dan Operasional Perseroan

        Berdasarkan Anggaran Dasar yang terakhir, Perseroan menjalankan usaha dalam bidang
        industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang
        diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi
        terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri
        lainnya. Segmen usaha Perseroan pembentuk pendapatan usaha yang terdiri dari semen
        kantong, semen curah, produk beton, produk agregat dan turunan semen dan jasa dan lainnya.


3.3.2.1 Semen Kantong

        Menurut Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional di 2023 mencapai 64,02
        juta ton, tumbuh 3,6%. Konsumsi semen kantong tumbuh hanya 0,1%, relatif flat dibandingkan
        2022, menjadi 45,44 juta ton. Perseroan memproduksi semen kantong yang terdiri dari:

        Semen Serbaguna. Produk dari semen serbaguna adalah semen PCC. Semen ini memiliki
        kelebihan seperti daya rekat yang lebih baik, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah
        sehingga tidak mudah retak dan hasil akhir kuat dan permukaan lebih halus.

        Semen Aplikasi Khusus. Produk dari semen ini adalah dynamix extra power dan dynamix
        mansory. Dynamix extra power memiliki kelebihan diantaranya lebih mudah dikerjakan, lebih
        kedap air, Suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak dan hasil beton lebih kuat
        tanpa aditif tambahan.

        Dynamix Mansory. Produk ini memiliki kegunaan sebagai semen khusus untuk aplikasi non
        struktural seperti pasangan bata dan keramik, plesteran, acian, profil dan sudut.



                                                                                                        3-24
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 59
3.3.2.2 Semen Curah

        Di 2023, pertumbuhan konsumsi semen curah yang kuat dan masih sangat lambannya
        pemulihan konsumsi semen kantong di pasar semen domestik Indonesia menjadikan porsi
        volume penjualan semen curah meningkat menjadi 29,02% dari 26,55% di 2022. Beberapa
        produk dari semen curah adalah:

        EzPro. EzPro memiliki kelebihan seperti mudah dikerjakan dan memiliki daya rekat tinggi, hal
        ini dapat mempermudah proses pengerjaan sebuah konstruksi dengan hasil akhir beton yang
        kuat serta permukaan lebih halus. EzPro memiliki kegunaan seperti stabilitas tanah, konstruksi
        beton umum, perumahaan dan saluran irigasi.

        PwrPro. PwrPro diproduksi dengan formula yang ramah lingkungan untuk mencapai performa
        kuat tekan awal lebih cepat sehingga dapat mendukung produktivitas konstruksi dengan mutu
        terjaga. PwrPro telah memperoleh predikat sebagai Green Product dengan rating Gold dari
        Green Product Council Indonesia. PwrPro memiliki kegunaan antara lain beton cor dan
        pracetak mutu sedang atau tinggi, paving, batako, genteng beton dan industri drymix mortar.

        UltraPro. UltraPro memadukan kemudahan pengerjaan dan hasil akhir dengan kekuatan
        maksimal sehingga cocok untuk konstruksi kokoh yang membutuhkan kuat tekan awal dan
        akhir yang tinggi. UltraPro memiliki kegunaan seperti beton cor dan pracetak mutu tinggi,
        industri drymix mortar struktural dan landasan pacu pesawat terbang.

        SprintPro. SprintPro menawarkan kecepatan terbaik dalam mencapai kuat tekan awal dengan
        panas hidrasi yang tetap terjaga. SprintPro memiliki kegunaan anatara lain beton pre-stress,
        seperti box grider, industri bata ringan dan industri fiber cement board.

        DuPro+ SBC, LH, HSR & MSR. DuPro+ SBC, LH, HSR & MSR menghasilkan beton dengan
        panas hidrasi rendah dan ketahanan optimal terhadap sulfat serta klorida. DuPro+ SBC, LH,
        HSR & MSR memiliki kegunaan seperti konstruksi di perairan laut, power plant, smelter,
        saluran air limbah dan tunnel.

        SuperTermo. SuperTermo diproduksi dengan spesifikasi API 10A yang dapat memberikan
        respon yang baik terhadap ligno-sulfonate retardes dan memiliki waktu pengentalan yang
        sesuai dengan aplikasi well cementing. SuperTermo memiliki kegunaan seperti tambang
        minyak dan gas, pembangkit listrik tenaga panas bumi, dapat digunakan untuk spesifikasi
        desain class G HSR dan dapat di kombinasikan dengan silica untuk strength retrogeration.

        MAxStrength. Max Strength Cement merupakan semen portland slag yang diformulasikan
        khusus bagi industri ready mix dan precast untuk kebutuhan pembangunan mega proyek
        seperti High Rise Building, fly over, terowongan bawah tanah, sesuai dengan kebutuhan
        bangunan masyarakat modern saat ini. Produk ini memiliki kegunaan untu konstruksi umum
        seperti jalan beton dan bangunan gedung dan konstruksi dengan persyaratan ketahanan sulfat
        tinggi dan panas hidrasi rendah, seperti jembatan terpapar air laut, dermaga, power plant,
        fasilitas pengolahan limbah.



                                                                                                         3-25
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 60
3.3.2.3 Produk Beton

        Beberapa produk dari Produk Beton yang dihasilkan Perseroan adalah:

        MiniMix. MiniMix adalah armada truk pengantar beton inovatif berukuran sepertiga truk
        pengantar beton biasa sehingga mampu melalui jalanan yang lebih sempit dan dapat
        memenuhi permintaan konsumsi beton dalam volume yang lebih kecil. Cocok untuk rumah
        maupun toko, konstruksi penuh maupun renovasi. Produk ini dapat digunakan pada jalan desa,
        atap, kanopi, tangga, dan lantai beton dan dinding beton.

        SpeedCrete. SpeedCrete, solusi inovatif beton teraplikasi yang dapat kering dalam hitungan
        jam. SpeedCrete terbukti efektif mengurangi kemacetan yang biasa ditimbulkan oleh perbaikan
        jalan di area berlalu-lintas ramai. Produk ini dapat digunakan pada pelabuhan, busway, jalan
        arteri dan jalan tol

        PakCrete. PakCrete adalah solusi beton instan yang datang dalam kemasan khusus, terdiri
        dari agregat, semen, zat aditif khusus, tanpa air. Kualitas PakCrete sama dengan beton siap
        pakai yang ada di perkotaan, diproduksi dengan menggunakan proses pengadukan yang sama
        dengan command batch dan proses command QC yang sama namun dalam volume lebih kecil.
        PakCrete dapat diproduksi dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan proyek.
        PakCrete telah memperoleh sertifikasi TKDN dari Kementerian Perindustrian Republik
        Indonesia. Produk ini dapat digunakan untuk kebutuhan beton proyek yang ada di area
        terpencil sesuai spesifikasi proyek yang dibutuhkan.

        ThruCrete. ThruCrete adalah solusi beton teraplikasi yang berdaya serap tinggi, secara cepat
        mampu memindahkan air hujan dari jalanan, permukaan lahan parkir, garasi maupun trotoar
        kedalam tanah atau bak penampungan. Sebagai wujud teknologi muktahir, ThruCrete juga bisa
        mendukung program KDH 30% Zero Run off. Dengan performa melebihi standar yang telah
        ditentukan bagi permukaan beton berpori, ThruCrete merupakan sebuah solusi berkelanjutan
        yang menggabungkan daya tahan beton dengan teknologi serapan air terkini. Produk ini dapat
        digunakan pada bahu bandara dan lajur taksi, trek jogging dan taman, area pejalan kaki dan
        trotoar

        MassCrete. MassCrete adalah solusi total untuk pengecoran masal, menggabungkan beton
        berperforma tinggi dengan layanan bernilai tambah. Setiap adukan beton MassCrete memiliki
        temperatur puncak yang rendah guna mengurangi retak termal. Manajemen pengecoran
        kontinu juga diberikan guna menghindari persoalan sambungan dingin selama proses
        pengecoran, termasuk manajemen on-site dan pengawasan pasokan bahan bangunan.
        Produk ini dapat digunakan pada Kolom berukuran besar dan pondasi rakit.

        ApexCrete. ApexCrete adalah solusi beton teraplikasi untuk menjawab tantangan dalam
        pembangunan lantai gudang atau berbagai fasilitas industri. ApexCrete diformulasikan oleh
        ahli-ahli Perseroan yang berpengalaman, dengan menggunakan bahan serta peralatan
        berkualitas tinggi, teknologi laser screed serta 3D profiler yang menjadi solusi terpadu bagi



                                                                                                        3-26
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 61
        konstruksi lantai industrial. Produk ini cocok untuk area konstruksi berukuran besar, biaya
        perawatan rendah, Lantai super rata, angka FF/Fl tinggi dan lantai tanpa sambungan.

        OptimaCrete. Adukan OptimaCrete diformulasikan untuk memberi kekuatan serta daya tahan
        yang dibutuhkan oleh struktur dan lingkungan proyek-proyek gedung bertingkat. OptimaCrete
        memiliki kuat tekan minimal 60Mpa, dan turut berkontribusi dalam pengurangan ukuran
        komponen struktural serta penggunaan bahan bangunan. Produk ini dapat digunakan pada
        infrastruktur: kolom jembatan, dan balok bentang lebar dan gedung bertingkat: dinding geser
        dan kolom.

        ComfiPlas. ComfilPlas adalah solusi beton teraplikasi dengan material ringan yang berfungsi
        sebagai lapisan pondasi bawah struktur jalan atau sebagai lapisan pondasi oprit jembatan.
        Produk ini dapat digunakan pada Kolom berukuran besar dan pondasi rakit. ComfilPlas
        memiliki konsistensi yang baik sehingga mudah diaplikasikan. Produk ini dapat digunakan pada
        Jalan Raya, Jalan Tol dan Oprit Jembatan.

        DekoCrete. DekoCrete adalah koleksi beton teraplikasi dekoratif berwarna yang inovatif, cocok
        untuk lantai internal dan eksternal. DekoCrete hadir dengan berbagai pilihan warna dan pola
        berkualitas tinggi. Campurannya dirancang untuk memenuhi standar persyaratan berestetika
        tinggi yang seluruhnya tahan lama dan mengurangi penggunaan cat. DekoCrete dapat
        digunakan bersama ThruCrete untuk meningkatkan fungsi penyerapan air pada trotoar beton.
        DekoCrete juga dapat dibentuk untuk menyerupai permukaan lantai granit, keramik serta batu
        alam. Tekstur alaminya membuatnya anti slip bagi para pejalan kaki. Dengan perawatan yang
        tepat, DekoCrete akan tampil seindah hari mereka dipasang, tahun demi tahun. Produk ini
        dapat digunakan pada area parkir, taman, jalan dan area pejalan kaki dan trotoar.

        EzyfloCrete. EzyfloCrete adalah solusi berupa beton yang mudah mengalir tanpa segregasi
        sehingga dapat dituang secara mudah ke dalam bekisting dan menutup tulangan dengan
        sempurna. Aplikasi EzyfloCrete memastikan penghematan anggaran berkat pengecoran yang
        lebih cepat dengan vibrasi dan tenaga kerja yang lebih sedikit untuk menghasilkan permukaan
        yang lebih halus, akurat secara geometris, serta tahan lebih lama. Produk ini dapat digunakan
        pada Screed, Elemen Precast, Struktur Horizontal dan Vertikal, Elemen dengan Bentuk Unik
        dan Pondasi.

        MarineCrete. MarineCrete didesain dengan kepadatan tinggi serta bahan-bahan khusus yang
        dapat mengurangi korosi pada pembesian di lingkungan berklorida tinggi. Berkat sifat- sifatnya
        ini, MarineCrete dapat mengurangi muai dan susut beton. MarineCrete tahan terhadap klorida,
        memiliki rasio air terhadap semen yang rendah, dan dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.
        Produk ini dapat digunakan pada Pelabuhan, Dermaga, Pembangkit Tenaga Listrik dan Proyek
        Minyak dan Gas.

        StilCrete. StilCrete adalah solusi untuk permasalahan yang muncul pada pekerjaan struktur
        beton di wilayah dengan kandungan Sulfat & Klorida tinggi yang mengakibatkan terjadinya
        kerusakan pada struktur beton dan korosif pada tulangan beton. Hal ini disebabkan karena


                                                                                                         3-27
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 62
        performa beton tidak mampu menahan dan melindungi tulangan dan beton itu sendiri. Produk
        ini dapat digunakan pada Pelabuhan, Dermaga, PLTU dan Jalan di daerah banjir rob.

        DynaHome. DynaHome adalah teknologi pembangunan rumah monolitik dengan metode
        cetak one day one home. Inovasi Dynahome dihadirkan oleh SIG untuk memberikan
        kemudahan dalam pembangunan rumah massal dalam waktu singkat, biaya lebih efisien,
        namun tanpa mengurangi kualitas. Aplikasi Dynahome berpotensi turut berkontribusi besar
        dalam mengatasi masalah baglog kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia.



3.3.2.4 Produk Agregat dan Turunan Semen

        Beberapa produk dari Produk Agregat dan Turunan Semen yang dihasilkan Perseroan adalah:

       Mortar Indonesia. Merupakan semen instan serbaguna yang dapat digunakan langsung untuk
       merekatkan berbagai bahan bangunan dalam proses konstruksi. Mortar Indonesia diproduksi
       dalam berbagai formulasi untuk diaplikasikan sebagai perekat khusus, seperti untuk aplikasi
       bata ringan, bata & plester, acian plester & beton, keramik dan granit. Dengan komposisi
       campuran semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogeny sehingga hasil
       aplikasi lebih maksimal dan berkualitas. Produk ini dapat digunakan pada Gedung perkantoran
       & komersial, Perumahan, Taman, Plester dinding dan Perekat bahan bangunan.

       Agregat. Agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral lainnya
       baik berupa hasil alam maupun buatan. Agregat diproses melalui tiga tahap penghancuran,
       hingga pelanggan dapat menentukan sendiri gradasi, indeks serbuk serta tingkat kehilangan
       saat pencucian (washing loss). Produk ini dapat digunakan pada Pengadukan aspal,
       Pengadukan beton readymix, Pengadukan beton pracetak, Penahan ombak, Pembangunan
       jalan, Pembangunan rel kereta api dan Dinding penahan beban.

       Expose Concrete. 3D concrete tile bernilai seni dan fungsional dengan penggunaan bahan
       yang tidak biasa, serta bentuk atau kombinasi warna yang belum ada sebelumnya. Expose
       Concrete adalah solusi sempurna untuk menghadirkan sentuhan kesegaran dan orisinalitas
       pada dekorasi dinding dan lantai. Produk ini Cocok untuk dekorasi eksterior maupun interior
       dinding dan lantai.

       Precast. Pengembangan produk Beton Precast/ Prestressed dengan segala bentuk variannya,
       seperti canal U, balok girder, square pile, spun pile, bantalan kereta, dan lain-lain. Produk ini
       dapat digunakan pada Box Culvert, Sheet Pile, Slab, Girder, Tiang Pancang dan Produk
       Precast Custom lainnya.

       Ground Granulated Blast Furnace Slag. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)
       adalah produk ramah lingkungan (green product) digunakan untuk membangun concrete yang
       kokoh dan tahan lama setelah dikombinasikan dengan Ordinary Portland Cemen (OPC) dan
       atau material pozolan. Keunggulan lainnya antara lain membuat beton dan mortar lebih stabil
       secara kimia, menambah kuat tekan, permukaaan akhir yang baik serta warna yang lebih


                                                                                                           3-28
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 63
        terang. Sangat cocok digunakan untuk proyek infrastruktur seperti pelabuhan, jembatan, jalan
        dan gedung bertingkat. Produk ini dapat digunakan sebagai Agregat pengganti pasir dan
        Pengganti semen.



3.3.2.5 Jasa dan Lainnya

        Beberapa Jasa dan Lainnya yang dihasilkan Perseroan adalah Produksi kantong,
        Perdagangan bahan bangunan, Jasa Angkutan dan Bongkar Muat, Kawasan Industri,
        Perdagangan Internasional, Jasa penambangan, Teknologi Informasi, Pengembang Properti
        dan Pengelolaan Limbah Industri (Nathabumi).


3.3.3   Pemasaran Perseroan
        Perseroan menargetkan untuk memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk
        meluncurkan, memperluas jangkauan pemasaran, dan membangun hubungan pelanggan
        dengan barang dan jasanya melalui kampanye pemasaran digital. Dengan memanfaatkan
        platform SobatBangun, AksesToko, dan Online Official Store, Perseroan memungkinkan
        konsumen untuk mengakses produk dan layanan Perseroan dengan mudah, kapan pun dan di
        mana pun mereka mau. Dari sisi pemasaran, Perseroan telah merumuskan strategi yang
        dipandang sesuai dan efektif dalam menghadapi kompetisi di industri sebagai berikut:

        Sobat Bangun. Melalui SobatBangun, Perseroan memberikan solusi satu atap untuk
        pembangunan atau renovasi rumah, termasuk arsitek, tukang bangunan, pemasok bahan, dan
        opsi   pembiayaan.   SobatBangun     juga   mengusulkan    gagasan    “Rumah    2.0”,   yang
        memungkinkan perluasan ruang di masa depan dengan memanfaatkan bahan bangunan
        berkualitas tinggi, tahan lama, dan ramah lingkungan. Itu juga dirancang untuk lebih hemat
        energi, baik dengan menggunakan sumber energi alternatif atau dengan memanfaatkan tata
        letak rumah yang memaksimalkan cahaya alami dan aliran udara sambil meminimalkan
        penggunaan energi.

        AksesToko. Distributor dan toko retail dapat mengakses dan memesan semua item SIG,
        memperbarui alamat pengiriman, membayar menggunakan berbagai pilihan pembayaran, dan
        mendapatkan dukungan fasilitas pembiayaan melalui platform online AksesToko yang
        merupakan inovasi digital dari Perseroan.

        Official Store SIG di Tokopedia. Dengan membuka Perseroan Official Store di marketplace
        Tokopedia, Perseroan memudahkan para konsumen untuk memenuhi kebutuhan bahan
        bangunan berkualitas tinggi. Keberadaan official store ini membantu merampingkan proses
        transaksi dengan mengurangi aktivitas pembelian langsung, terutama selama pandemi.




                                                                                                       3-29
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 64
3.3.4   Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi

        Perseroan memiliki segmen pasar nasional dan internasional. Kondisi ini dapat dilihat pada
        ketersediaan pabrik semen terintegrasi, pabrik pengantongan, pabrik penggilingan dan
        Pelabuhan yang tersebar dalam negeri maupun luar negeri.

        Pabrik Semen Terintegrasi. Perseroan memiliki pabrik semen terintegrasi dengan kapasitas
        yang berbeda dalam dan luar negeri baik yang dimiliki Perseroan maupun AP, yaitu Quang
        Ninh Plant – Vietnam dengan Kapasitas 2,3 Juta ton/tahun, Lhoknga Plant dengan Kapasitas
        1,8 Juta ton/tahun, Indarung Plant dengan Kapasitas 8 Juta ton/tahun, Narogong Plant dengan
        Kapasitas 6 Juta ton/tahun, Rembang Plant dengan Kapasitas 3 Juta ton/tahun, Cilacap Plant
        dengan Kapasitas 3,4 Juta ton/tahun, Tuban Plant milik Perseroan dengan Kapasitas 13,5 Juta
        ton/tahun dan milik AP (PT Solusi Bangun Indonesia Tbk) dengan Kapasitas 3,6 Juta ton/
        tahun, Pangkep Plant dengan Kapasitas 7,4 Juta ton/tahun dan Baturaja Plant dengan
        Kapasitas 3,9 Juta ton/tahun.

        Pabrik Pengantongan. Perseroan memiliki pabrik pengantongan yang tersebar di Indonesia
        yaitu Lhokseumawe, Malahayati, Belawan, Dumai, Batam, Teluk Bayur, Bengkulu, Palembang,
        Lampung, Ciwandan, Tanjung Priok, Banyuwangi, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan,
        Samarinda, Makassar, Mamuju, Palu, Biringkassi, Kendari, Bitung, Celukan Bawang Maluku
        Utara, Ambon dan Sorong.

        Pabrik Penggilingan. Perseroan memiliki pabrik penggilingan yang juga tersebar di Indonesia
        maupun luar negeri yaitu Ho Chi Minh City, Kuala Indah, Dumai, Cigading, Ciwandan, Gresik,
        Palembang dan Panjang.

        Pelabuhan. Perseroan memiliki pabrik pelabuhan yang juga tersebar di Indonesia maupun luar
        negeri yaitu Thang Long Port, Lhoknga, Dumai, Teluk Bayur, Tuban, Gresik dan Biringkassi.




                                                                                                      3-30
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 65
                          Gambar 3-11: Wilayah Operasi dan Fasilitas Distribusi




                                    Sumber: Laporan Tahunan 2023 Perseroan




3.3.5   Prospek Perseroan

        Sebagai rumah bagi sekitar 278 juta jiwa dengan jumlah populasi kaum muda yang terus
        meningkat dan dinamis serta pendapatan per kapita yang membaik, Perseroan menilai
        Indonesia sebagai negara dengan populasi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara
        seharusnya menawarkan potensi pasar yang sangat besar dan menjanjikan bagi industri
        konstruksi, properti dan real estate, serta bahan bangunan, termasuk semen. Perseroan yakin
        beragam proyek infrastruktur untuk memperbaiki konektivitas antar kota dan antar pulau,
        memenuhi permintaan energi yang meningkat, kebutuhan telekomunikasi dan transportasi
        untuk rantai distribusi barang dan jasa serta penumpang di Indonesia seiring dengan
        menggeliatnya aktivitas perekonomian tentunya akan menciptakan permintaan yang terus
        bertumbuh untuk barang dan jasa.

        Perseroan juga mengamati meningkatnya bisnis hilirisasi di sektor pertambangan, perkebunan
        dan pertanian, serta perikanan yang telah membuka lapangan kerja baru bagi penduduk
        Indonesia. Hal ini tentunya berpotensi besar untuk mengangkat penghasilan per kapita
        sekaligus memperbaiki daya beli masyarakat. Pasca terselenggaranya pemilihan umum di
        2024, aktivitas perekonomian diharapkan akan kembali menggeliat di mana pertumbuhan GDP
        diproyeksikan sebesar 5,2% oleh Pemerintah Indonesia, 4,9% oleh World Bank, dan 5,0% oleh
        IMF. Dalam pandangan Perseroan, kebutuhan perumahan yang masih belum terpenuhi di
        Indonesia di tengah pertumbuhan urbanisasi, perubahan komposisi demografi, dan perbaikan
        pendapatan per kapita merupakan peluang yang besar untuk sektor properti dan real estate.

                                                                                                      3-31
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 66
        Proyek pembangunan kawasan industri yang terintegrasi dengan pemukiman, akan menjadi
        pendorong konsumsi bahan bangunan termasuk semen pada berbagai wilayah di Indonesia.
        Pembangunan sejumlah proyek ini berpotensi untuk menghadirkan dampak susulan yang
        besar   berupa terciptanya kawasan baru         serta   pemerataan pembangunan melalui
        keterhubungan antar wilayah.

        Perseroan juga mencermati bahwa prospek industri bahan bangunan termasuk semen akan
        dipengaruhi oleh kelanjutan proyek-proyek infrastruktur baik milik Pemerintah, termasuk proyek
        IKN, maupun Swasta. Perseroan memiliki keunggulan berupa pabrik semen yang terintegrasi,
        pabrik pengemasan, pabrik penggilingan yang tersebar pada berbagai lokasi strategis di
        Indonesia yang didukung oleh infrastruktur pelabuhan, jaringan distribusi yang luas, serta
        armada logistik dan sumberdaya manusia yang mumpuni. Oleh karena itu, diyakini bahwa
        Perseroan berada di posisi terdepan untuk menggarap potensi pasar bahan bangunan,
        termasuk semen, di Indonesia.

        Perseroan turut berharap pertumbuhan pesat ekonomi Vietnam, khususnya pemulihan secara
        bertahap sektor properti dan real estate serta pembangunan infrastrukturnya, akan membuka
        peluang yang luas bagi TLCC untuk dapat membukukan kinerja yang lebih baik. Dewan
        Komisaris akan senantiasa melakukan tugas pengawasan dan pemberian saran kepada
        Direksi untuk memastikan pertumbuhan keberlanjutan Perseroan yang bertujuan untuk
        menciptakan pertumbuhan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.



3.4     ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI

        Pembangunan di wilayah IKN tengah secara masif dilakukan oleh Pemerintah. Pembangunan
        IKN sendiri akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2045, dimana kebutuhan bahan baku
        konstruksi, termasuk produk semen dan turunannya, untuk mendukung konstruksi IKN tersebut
        sangat besar. Oleh karena itu, beberapa BUMN Karya menginisiasi pembentukan Special
        Purpose Vehicle (SPV) jasa produksi beton dan logistik, yaitu KLN, untuk mendukung
        pelaksanaan pembangunan di IKN.

        Perseroan sebagai BUMN yang bergerak di sektor industri pengelolaan semen dan
        turunannya, melihat peluang tersebut dapat menguatkan posisi Perseroan sebagai penyedia
        beton untuk memasok produknya ke IKN melalui KLN. Disamping itu, Perseroan melihat
        peluang untuk menggunakan KLN sebagai salah satu saluran penjualan usaha-usaha
        berkaitan rantai pasok (supply chain) bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan
        melalui entitas-entitas anaknya. Oleh karena itu, diharapkan keterlibatan Perseroan dalam KLN
        akan memberikan dampak positif bagi kinerja kelompok usaha Perseroan.




                                                                                                         3-32
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 67
3.5     PENILAIAN ATAS KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI TRANSAKSI

        Keuntungan dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
        ▪   Dana investasi melalui pengambilan bagian saham portepel digunakan langsung oleh KLN
            dalam pengembangan usahanya, dimana di KLN sendiri Perseroan berperan pula dalam
            pengendaliannya, sehingga dana investasi dari Perseroan secara tidak langsung tidak
            sepenuhnya perpindah ke pihak di luar Perseroan.
        ▪   Tambahan modal saham pada KLN secara langsung meningkatkan kapasitas pendanaan
            (borrowing capacity) yang berguna dalam mendanai pengembangan usaha KLN di masa
            mendatang untuk meningkatkan kinerja KLN.


        Kerugian dari Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
        ▪   Timbul biaya peluang (opportunity cost) atas investasi pada KLN dimana dana yang
            diinvestasikan pada KLN mungkin akan memberikan imbal hasil yang lebih baik apabila
            diinvestasikan pada peluang investasi lainnya.
        ▪   Pendanaan melalui penyertaan saham pada dasarnya memiliki biaya modal yang lebih
            tinggi apabila dibandingkan dengan pendanaan melalui pinjaman, mengingat biaya modal
            ekuitas secara teoritis memiliki imbal hasil yang disyaratkan (required rate of return) lebih
            tinggi daripada biaya modal lainnya.




                                                                                                            3-33
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 68
BAB 4.          ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

4.1     PENILAIAN KINERJA HISTORIS

4.1.1   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

        Di tahun 2023, Perseroan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 38.651 miliar, meningkat
        sebesar 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan segmen semen dan klinker
        meningkat sebesar 7,0% yang sejalan dengan meningkatnya volume penjualan Perseroan di
        tahun 2023, sementara pendapatan segmen non-semen meningkat sebesar 28,3%.

        Beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2023 meningkat sebesar Rp 2.773 miliar, atau
        10,8% di atas tahun sebelumnya yang disebabkan oleh kenaikan bahan baku sebagai dampak
        dari kenaikan volume penjualan, serta kenaikan harga bahan bakar, sehingga berdampak pada
        biaya logistik energi, distribusi, bahan baku, dan kemasan.

        Di tahun 2022, Perseroan mencatat pendapatan total sebesar Rp36.379 miliar, menurun 0,9%
        dibandingkan tahun sebelumnya, terutama berasal dari penurunan pendapatan semen dan
        terak sebesar Rp248 miliar. Kondisi tersebut sejalan dengan permintaan semen nasional yang
        terkontraksi, serta dipengaruhi oleh penurunan penjualan ekspor semen dan terak karena
        terbatasnya ketersediaan batubara pada harga DMO.

        Beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar Rp725
        miliar, atau 2,9% dari tahun sebelumnya.

        Pada 2022, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba tahun berjalan yang
        diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp318 miliar. Peningkatan ini utamanya
        berasal dari kemampuan Perseroan untuk menurunkan beban keuangan pada 2022.

        Di tahun 2021, Perseroan mencatat pendapatan total sebesar Rp34.958 miliar, menurun 0,6%
        dibandingkan tahun sebelumnya, terutama berasal dari penurunan pendapatan semen dan
        terak sebesar Rp179 miliar. Hal ini sehubungan dengan semakin agresifnya pemain harga
        murah yang menggunakan strategi penurunan harga, yang perlu direspons dengan
        menerapkan strategi fighting brand secara selektif pada tahun 2021. SIG juga mencatatkan
        peningkatan porsi penjualan regional yang sebagian besar berupa produk klinker untuk
        mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi.

        Beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar Rp657
        miliar, atau 2,8% dari tahun sebelumnya.

        Pandemi COVID-19 telah membuat permintaan terhadap produk semen dan bahan bangunan
        mengalami penurunan. Hal tersebut tercermin dari pendapatan yang dibukukan SIG di tahun
        2020 yang menurun 12,87% menjadi Rp35.172 miliar.




                                                                                                     4-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 69
            Jumlah beban pokok pendapatan Perseroan tahun 2020 tercatat sebesar Rp23.555 miliar,
            turun 14,82% dari tahun sebelumnya Rp27.654 miliar. Penurunan ini selain karena turunnya
            volume produksi sebagai akibat dari turunnya permintaan dalam negeri terhadap produk semen
            dan bahan bangunan, juga merupakan hasil dari efisiensi dan inisiatif Operational Excellence
            yang dilakukan Perseroan.

            Di tengah pandemi COVID-19 dan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2020,
            Perseroan berhasil membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada
            pemilik entitas induk sebesar 16,72% menjadi Rp2.792 miliar, dari tahun sebelumnya Rp2.392
            miliar.

            Perseroan membukukan peningkatan pendapatan dan beban yang meningkat signifikan di
            tahun 2019 sehubungan dengan telah dikonsolidasikannya SBI ke dalam Perseroan sehingga
            meningkatkan volume penjualan sebesar 29,6% dan volume produksi terak dan semen
            masing-masing 29% dan 30% dibandingkan tahun 2018.

            Jumlah beban pokok pendapatan tahun 2019 tercatat sebesar Rp27.654 miliar, meningkat
            29,5% dibandingkan tahun sebelumnya Rp21.357 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan
            peningkatan volume penjualan sebesar 29,6%, kenaikan pendapatan sebesar 31,5%, serta
            kenaikan volume produksi terak dan semen masing-masing 29% dan 30% dibandingkan tahun
            2018 yang terutama dikarenakan telah diakuisisi dan dikonsolidasikannya SBI ke dalam
            Perseroan.

            Perseroan mencatat laba bruto di tahun 2019 sebesar Rp12.714 miliar atau naik sebesar 36,3%
            dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp9.331 miliar, laba usaha tahun 2019 sebesar Rp6.185
            miliar atau naik sebesar 26,7% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4.881 miliar.



                    Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
                      Uraian                             31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23


Pendapatan                                                   40.368.107       35.171.668       36.702.301       36.378.597       38.651.360

Beban pokok pendapatan                                      -27.654.124      -23.347.636      -24.975.639      -25.700.993      -28.474.383

Laba (rugi) bruto                                            12.713.983       11.824.032       11.726.662       10.677.604       10.176.977

Beban distribusi & penjualan                                 -3.084.107       -3.009.752       -3.296.981       -2.954.272       -2.518.923
Beban umum & administrasi                                    -3.536.797       -3.161.626       -3.193.532       -3.154.186       -3.345.683
Penghasilan keuangan                                            217.823          214.077          170.728           98.583          207.344
Beban keuangan                                               -3.205.298       -2.320.781       -1.808.086       -1.427.618       -1.390.231
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama           -1.793          -52.889          -32.746            2.396          -16.946
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih                      91.964           -4.411          -28.341           56.328          191.222

Laba (rugi) sebelum beban pajak                               3.195.775        3.488.650        3.537.704        3.298.835        3.303.760

Beban pajak penghasilan                                        -824.542         -814.307       -1.420.468         -799.752       -1.008.159

Laba (rugi) tahun berjalan                                    2.371.233        2.674.343        2.117.236        2.499.083        2.295.601

Pendapatan (beban) komprehensif lain                           -103.082         -357.107          41.267          419.518           -29.546

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                       2.268.151        2.317.236        2.158.503        2.918.601        2.266.055




                                                                                                                                              4-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 70
4.1.2   Laporan Posisi Keuangan

4.1.2.1 Aset

        Pada 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan tercatat sebesar Rp 81.821 miliar, menurun
        1,4% dari tahun sebelumnya. Penurunan total aset terutama disebabkan oleh penurunan Aset
        Tidak Lancar sebesar Rp 2.043 miliar atau turun sebesar 3,2% dibandingkan tahun
        sebelumnya. Komposisi total aset Perseroan di tahun 2023 masih didominasi oleh Aset Tidak
        Lancar yang tercatat sebesar Rp62.038 miliar, atau setara dengan 75,8% dari Total Aset
        Perseroan.

        Jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp82.960 miliar, meningkat
        1,5% dari tahun sebelumnya. Peningkatan total aset terjadi pada kelompok Aset Lancar yang
        mengalami peningkatan Rp2.693 miliar atau 16,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
        Komposisi aset Perseroan di tahun 2022 masih didominasi oleh Aset Tidak Lancar yang
        tercatat sebesar Rp64.081 miliar, setara dengan 77,2% dari Total Aset Perseroan.

        Jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp76.504 miliar, menurun
        1,9% dari tahun sebelumnya. Penurunan total aset terjadi baik pada kelompok Aset Lancar
        yang mengalami penurunan Rp294 miliar atau 1,9% maupun pada Aset Tidak lancar yang
        menurun Rp1.208 miliar atau turun 1,9% dari tahun 2020. Komposisi aset Perseroan di tahun
        2021 masih didominasi oleh Aset Tidak Lancar yang tercatat sebesar Rp61.234 miliar, setara
        dengan 80,0% dari Total Aset Perseroan.

        Jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp78.006 miliar, menurun
        2,26% dari tahun sebelumnya Rp79.807 miliar. Penurunan total aset terjadi baik pada
        kelompok Aset Lancar yang mengalami penurunan Rp1.094 miliar atau 6,57%, maupun pada
        Aset Tidak lancar yang menurun.

        Pada 31 Desember 2019, total aset Grup tercatat sebesar Rp79.807 miliar, meningkat 57,1%
        dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp50.784 miliar. Peningkatan total aset tersebut
        utamanya disebabkan kenaikan aset tidak lancar sebesar 82% dari tahun 2018, terutama
        sebagai hasil dari akuisisi PT Holcim Indonesia Tbk.




                                                                                                     4-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 71
                    Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
                       Uraian                          31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23


Aset                                                       79.807.067       78.006.244       81.766.327       82.960.012       81.820.529

  Aset lancar                                              16.658.531       15.564.604       16.185.508       18.878.979       19.782.972
   Kas & setara kas                                         3.950.448        2.930.598        2.954.992        6.007.333        6.939.841
   Investasi jangka pendek                                     67.222        1.103.469        1.357.454           59.981           59.709
   Piutang usaha                                            6.489.861        5.777.254        5.690.879        5.521.338        5.787.852
   Piutang lain-lain                                          369.730          260.784          358.626          363.328          481.077
   Persediaan                                               4.641.646        4.547.825        4.848.528        5.610.233        5.133.737
   Uang muka                                                  136.159          114.340          124.092          137.313          364.684
   Pajak lain-lain dibayar dimuka                             763.878          600.520          623.486          893.677          774.453
   Beban dibayar dimuka                                       215.667          197.417          195.625          179.401          193.625
   Aset lancar lainnya                                         23.920           32.397           31.826          106.375           47.994

  Aset tidak lancar                                        63.148.536       62.441.640       65.580.819       64.081.033       62.037.557
   Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya                57.356           60.564          156.634          173.211          105.670
   Aset pajak tangguhan                                       658.262          551.979          468.244          178.106          160.297
   Investasi pada entitas asosiasi                             89.001           35.133                0                0                0
   Investasi pada ventura bersama                              52.108           53.087           55.272           57.669           40.722
   Properti investasi                                         119.602          110.102          100.434           94.089           91.766
   Aset tetap & tanah pertambangan                         56.601.702       56.053.483       58.839.075       57.805.992       56.771.009
   Tagihan pengembalian pajak                                 443.133          847.015        1.218.766        1.158.799          427.137
   Goodwill & aset takberwujud                              4.260.059        3.961.695        3.845.206        3.853.494        3.690.127
   Aset tidak lancar lainnya                                  867.313          768.582          897.188          759.673          750.829

Liabilitas & ekuitas                                       79.807.067       78.006.244       81.766.327       82.960.012       81.820.529

  Liabilitas jangka pendek                                 12.240.252       11.506.163       14.632.232       13.061.027       16.111.660
    Utang usaha                                             5.669.759        6.520.699        7.855.288        8.095.924        8.096.285
    Utang lain-lain                                           575.126          307.317          306.570          354.182          365.795
    Utang pajak                                               625.630          561.562          414.756          449.889          417.595
    Akrual                                                  1.222.508        1.129.537        1.161.975        1.233.028          927.398
    Uang muka penjualan                                       119.918          103.909           85.435        1.000.679          638.149
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                    735.066          772.724          823.893          652.850          473.004
    Pinjaman bank jangka pendek                             1.211.916          495.986          506.706          498.951          556.764
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun        2.080.329        1.614.429        3.477.609          775.524        4.636.670

  Liabilitas jangka panjang                                31.674.891       29.065.511       22.477.848       20.209.625       15.657.893
    Liabilitas pajak tangguhan                              3.838.407        3.363.550        4.031.938        3.656.435        3.971.101
    Pinjaman bank jangka panjang                           24.749.702       21.843.994       14.607.097       13.076.888        8.374.494
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                 2.235.955        2.887.419        2.781.595        2.475.624        2.447.761
    Provisi jangka panjang                                    264.891          303.799          386.572          392.868          415.350
    Liabilitas jangka panjang lainnya                         585.936          666.749          670.646          607.810          449.187

  Dana syirkah temporer                                     2.000.000        1.781.235        1.781.235        2.450.000        2.250.000

  Ekuitas                                                  33.891.924       35.653.335       42.875.012       47.239.360       47.800.976
   Modal saham                                                593.152          593.152          593.152          675.154          675.154
   Tambahan modal disetor                                   1.458.258        1.458.258        1.458.258        6.217.241        6.217.241
   Selisih transaksi ekuitas                                   28.928           28.928        1.046.451        1.046.451        1.046.451
   Penghasilan komprehensif lainnya                           422.194           53.246           26.941          538.804          536.969
   Ekuitas entitas anak dari kombinasi bisnis                       0                0        2.265.422                0                0
   Saldo laba                                              29.774.283       32.039.825       33.123.277       34.270.564       34.785.676
   Kepentingan non-pengendali                               1.615.109        1.479.926        4.361.511        4.491.146        4.539.485




4.1.2.2 Liabilitas

             Pada 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp 31.770 miliar, turun
             4.5% dari tahun sebelumnya. Komposisi total liabilitas Perseroan di tahun 2023 didominasi
             oleh Liabilitas Jangka Pendek yang tercatat sebesar Rp16.112 miliar, atau setara dengan
             50,7% dari Total Liabilitas Perseroan.

             Pada akhir tahun 2022, jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp33.271 miliar, turun
             10,3% dari tahun sebelumnya. Sama seperti tahun sebelumnya, komposisi liabilitas Perseroan
             tahun 2022 juga masih didominasi oleh liabilitas jangka panjang, yaitu sebesar Rp20.210 miliar
             atau 60,7% dari jumlah liabilitas. Sedangkan jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan tahun
             2022 tercatat sebesar Rp13.061 miliar atau 39,3% dari jumlah liabilitas.

             Pada akhir tahun 2021, jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp34.940 miliar, turun
             13,9% dari tahun sebelumnya. Sama seperti tahun sebelumnya, komposisi liabilitas Perseroan


                                                                                                                                            4-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 72
        tahun 2021 juga masih didominasi oleh liabilitas jangka panjang, yaitu sebesar Rp20.730 miliar
        atau 59,3% dari jumlah liabilitas. Sedangkan jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan tahun
        2021 tercatat sebesar Rp14.210 miliar atau 40,7% dari jumlah liabilitas.

        Pada akhir tahun 2020 jumlah liabiltas Perseroan tercatat sebesar Rp40.572 miliar, turun
        7,61% dari tahun sebelumnya Rp43.915 miliar. Penurunan jumlah liabilitas tersebut utamanya
        disebabkan usaha Perseroan dalam melakukan pelunasan pinjaman bank.

        Pada 31 Desember 2019, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp43.915 miliar, meningkat
        141,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18.169 miliar. Peningkatan total liabilitas
        tersebut utamanya disebabkan meningkatnya pinjaman Perseroan sebesar Rp18.439 miliar
        dibandingkan tahun 2018.



4.1.2.3 Ekuitas

        Pada 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp 47.801 miliar,
        meningkat sebesar 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama
        berasal dari peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp515
        miliar yang berasal dari laba bersih yang diperoleh Grup sepanjang setelah dikurangi
        pembayaran dividen di tahun 2023.

        Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp47.239 miliar,
        meningkat 10,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp39.783 miliar,
        meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp35.653 miliar,
        meningkat 5,20% dibandingkan tahun sebelumnya Rp33.892 miliar.

        Jumlah ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2019 tercatat sebesar Rp33.892 miliar,
        meningkat 3,9% dibandingkan tahun sebelumnya Rp32.615 miliar.



4.1.3   Laporan Arus Kas

        Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan tahun 2023 menurun Rp293 miliar,
        atau 4,8% di bawah tahun lalu. Penurunan ini terutama berasal dari peningkatan pembayaran
        kepada pemasok dan karyawan.

        Jumlah arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan tahun 2023 meningkat Rp1.089
        miliar, atau 192,3% di atas tahun lalu. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
        pencairan investasi jangka pendek dibandingkan tahun lalu.

        Jumlah arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan tahun 2023 meningkat Rp705
        miliar, atau 28,9% di atas tahun lalu. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
        penerimaan pinjaman jangka pendek, dana syirkah temporer, dan meningkatnya pembayaran


                                                                                                         4-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 73
        dividen sebesar Rp1.704 miliar (termasuk dividen kepada kepentingan non pengendali), serta
        adanya penerimaan dana hasil right issue di 2022.

        Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan tahun 2022 menurun Rp856 miliar,
        atau 12,4% dari tahun 2021. Perubahan ini terutama berasal dari peningkatan pembayaran
        kepada pemasok yang lebih tinggi dari peningkatan penerimaan dari pelanggan.

        Pada 2022, Perseroan mencatatkan penurunan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
        investasi sebesar Rp1.288 miliar, atau 69,4%, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini
        disebabkan adanya pencairan investasi jangka pendek di 2022.

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun 2022 tercatat menurun sebesar
        Rp2.913 miliar. Perubahan tersebut disebabkan adanya pembayaran dan penerimaan utang
        bank, dana syirkah dan obligasi secara neto sebesar Rp3.421 miliar.

        Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan tahun 2021 menurun Rp533 miliar,
        atau 7,4% dari tahun 2020. Perubahan ini terutama berasal dari penurunan penerimaan dari
        pelanggan dan peningkatan pembayaran kepada pemasok.

        Pada 2021, Perseroan mencatatkan penurunan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
        investasi sebesar Rp462 miliar, atau 20,5%, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini
        disebabkan jumlah penempatan investasi jangka pendek yang lebih rendah daripada 2020.

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun 2021 mencatat penurunan sebesar
        Rp643 miliar. Perubahan tersebut disebabkan adanya pembayaran hutang bank dan kewajiban
        sewa pembiayaan sebesar Rp7.960 miliar. Perseroan juga melakukan pembayaran dividen
        sebesar Rp Rp1.133 miliar (termasuk dividen kepada kepentingan nonpengendali).
        Sehubungan dengan transaksi Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek
        Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI),
        Perseroan mencatat Penerimaan dari saham entitas anak yang diterbitkan kepada kepentingan
        non pengendali sebesar Rp3.120 miliar.

        Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tahun 2020 mencapai Rp.7.221 miliar,
        meningkat 28,74% dari Rp5.609 miliar di tahun 2019. Kenaikan ini terutama berasal dari
        pengelolaan arus kas yang ketat dan disiplin dalam upaya Perseroan menjaga likuiditas di
        masa pandemi COVID-19, dimana Perseroan dapat mengelola cash cycle yang lebih optimal.

        Jumlah arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tahun 2020 mencapai Rp2.251
        miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya Rp17.161 miliar. Penurunan ini disebabkan
        aktivitas capital expenditure (capex) pada tahun 2020 sebagian besar diarahkan untuk
        menjaga operasional rutin (selective capex) Perseroan, sementara aktivitas capex 2019 jauh
        lebih besar terutama sehubungan dengan akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Dahulu
        PT Holcim Indonesia Tbk).

        Tahun 2020, SIG mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar
        Rp6.003 miliar. Sepanjang tahun 2020, secara neto, Perseroan telah melakukan pembayaran


                                                                                                      4-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 74
            pinjaman baik jangka pendek maupun jangka panjang serta dana syirkah temporer sebesar
            Rp5.384 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah pinjaman yang jatuh tempo
            di tahun 2020 sebagaimana jadwal pembayarannya.

            Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp5.609 miliar,
            naik 25,8% dari tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp4.459 miliar.

            Arus kas untuk aktivitas investasi selama tahun 2019 adalah sebesar Rp17.161 miliar atau naik
            Rp15.372 dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.789 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019 adalah sebesar
            Rp10.285 miliar.


                          Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
                              Uraian                                  31-Dec-19        31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22       31-Dec-23


Arus kas dari aktivitas operasi                                           5.608.931        7.221.931       6.893.908       6.037.529       5.745.360
  Penerimaan dari pelanggan                                              40.470.215       35.481.279      36.500.500      37.387.696      37.964.619
  Pembayaran kepada pemasok                                             -27.448.166      -21.289.821     -22.545.572     -24.994.782     -26.537.600
  Pembayaran kepada karyawan                                             -3.804.203       -3.863.736      -4.136.722      -4.097.937      -4.522.198
  Penghasilan keuangan yang diterima                                        213.468          214.043         171.620         101.998         205.701
  Pembayaran pajak penghasilan badan                                       -616.721       -1.195.316      -1.227.909      -1.035.764        -748.898
  Penerimaan dari klaim pajak penghasilan                                         0                0               0               0         732.169
  Pembayaran beban keuangan                                              -3.163.479       -2.292.863      -1.782.312      -1.377.071      -1.417.997
  Penerimaan (pembayaran) lainnya                                           -42.183          168.345         -85.697          53.389          69.564

Arus kas dari aktivitas investasi                                       -17.160.548       -2.251.195      -1.854.450        -566.637      -1.656.184
  Pembelian aset tetap                                                   -1.639.080       -1.279.575      -1.738.723      -1.838.776      -1.746.019
  Perolehan properti investasi                                               -2.309                0          -1.868            -734          -4.824
  Penambahan aset takberwujud                                                -2.116           -6.413          -5.068         -33.397          -6.374
  Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek                            -58.769       -1.036.247        -253.985       1.297.473             272
  Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya                                 -4.755           -3.209         -42.879         -16.577          67.541
  Hasil penjualan aset tetap                                                  6.708           74.249         188.073          25.374          33.220
  Akuisisi entitas anak                                                 -15.459.602                0               0               0               0
  Penambahan investasi pada entitas asosiasi                                   -625                0               0               0               0

Arus kas dari aktivitas pendanaan                                        10.284.852       -6.003.870      -5.354.353      -2.440.997      -3.146.132
  Penerimaan dari transaksi supplier financing                                     0          71.919         285.675          86.904         122.253
  Pembayaran atas transaksi supplier financing                                     0         -72.593        -288.337         -87.484        -123.106
  Penerimaan utang bank jangka pendek                                     6.451.326        3.677.059         629.572       3.974.451         504.830
  Pembayaran utang bank jangka pendek                                    -8.506.886       -4.392.989        -618.852      -3.982.206        -447.017
  Penerimaan utang bank jangka panjang                                   33.214.334        1.650.000         497.627       6.894.097         901.425
  Pembayaran utang bank jangka panjang                                  -25.109.036       -6.099.130      -7.241.394      -8.856.443      -1.873.241
  Penerimaan penerbitan saham entitas anak kepada kepentingan non-pengendali       0               0       3.119.909               0               0
  Biaya penerbitan saham entitas anak                                              0               0         -14.702               0               0
  Penerimaan dana syirkah temporer                                        2.000.000                0               0       2.450.000               0
  Pembayaran dana syirkah temporer                                                          -218.765               0      -1.781.235        -200.000
  Penerimaan utang obligasi                                               4.078.000                0               0         880.400               0
  Pembayaran utang obligasi                                                                        0               0      -3.000.000               0
  Pembayaran liabilitas sewa                                                -337.938        -364.899        -591.022        -465.227        -326.837
  Pembayaran dividen:
    Pemilik entitas induk                                                -1.231.646        -239.215       -1.116.928      -1.024.054      -1.655.385
    Kepentingan non-pengendali                                               -13.302        -15.257          -15.901         -40.257         -49.054
  Penerimaan saham yang diterbitkan                                                0              0                0       2.563.460               0
  Biaya emisi saham yang diterbitkan                                               0              0                0         -53.403               0
  Pemberian pinjaman kepada entitas ventura bersama                         -260.000              0                0               0               0

Arus kas bersih                                                          -1.266.765       -1.033.134       -314.895       3.029.895         943.044

Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                     -28.518          13.284         339.289          22.446          -10.536

Kas & setara kas awal tahun                                               5.245.731       3.950.448       2.930.598       2.954.992       6.007.333

Kas & setara kas akhir tahun                                              3.950.448       2.930.598       2.954.992       6.007.333       6.939.841




4.1.4       Rasio Keuangan

            Rasio profitabilitas
            Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
            dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam

                                                                                                                                                       4-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 75
          memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya. Rata-rata rasio lancar (current ratio) untuk
          periode 31 Desember 2019-2023 adalah 1,30x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat (quick ratio)
          untuk periode 31 Desember 2019-2023 adalah 1,19x.

          Rasio solvabilitas
          Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
          liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
          antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
          dengan jumlah ekuitas. Rata-rata rasio jumlah liabilitas terhadap total ekuitas (DER) untuk
          periode 31 Desember 2019-2023 adalah 55,40%. Sedangkan rata-rata rasio jumlah liabilitas
          terhadap total aset (DAR) untuk periode 31 Desember 2019-2023 adalah 27,03%.

          Rasio profitabilitas
          Tingkat imbal hasil aset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
          laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata tingkat imbal hasil aset untuk periode 31
          Desember 2019-2023 adalah 2,96%. Sementara tingkat imbal hasil ekuitas (ROE)
          menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang
          ditanamkan. Rata-rata tingkat imbal hasil ekuitas untuk periode 31 Desember 2019-2023
          adalah 5,91%. Selanjutnya, margin laba menunjukkan berapa persentase laba yang diperoleh
          dari setiap penjualan. Selama periode 31 Desember 2019-2023, rata-rata marjin laba kotor,
          marjin laba sebelum pajak, dan marjin laba bersih Perseroan adalah 30,55%, 9,01%, dan
          6,41%, berturut-turut.


                                    Tabel 4-4: Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
                   Uraian                      31-Dec-19     31-Dec-20     31-Dec-21     31-Dec-22     31-Dec-23


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                                31,50%        33,62%        31,95%        29,35%        26,33%
  Marjin laba sebelum pajak                         7,92%         9,92%         9,64%         9,07%         8,55%
  Marjin laba bersih                                5,87%         7,60%         5,77%         6,87%         5,94%
  ROE (return on equity)                            7,00%         7,50%         4,94%         5,29%         4,80%
  ROA (return on assets)                            2,97%         3,43%         2,59%         3,01%         2,81%
  ROIC (return on invested capital)                 3,83%         4,49%         3,44%         4,06%         3,74%

Likuiditas
  Rasio kas                                           0,32          0,25          0,20          0,46          0,43
  Rasio cepat                                         1,24          1,25          1,02          1,32          1,11
  Rasio lancar                                        1,36          1,35          1,11          1,45          1,23

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                  37,64%        32,99%        24,92%        20,25%        19,33%
 DER (debt to equity ratio)                        88,64%        72,18%        47,52%        35,57%        33,09%




4.2       PENILAIAN ATAS PROYEKSI KEUANGAN PERSEROAN

          Proyeksi keuangan Perseroan tanpa dan dengan Transaksi yang disiapkan oleh manajemen
          Perseroan, pada prinsipnya memiliki asumsi-asumsi yang sama, kecuali bahwa dengan
          Transaksi ada peningkatan kinerja, serta perbaikan profitabilitas dan struktur modal sehingga
          dapat mengembangkan bisnis dengan lebih baik.


                                                                                                                     4-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 76
             Untuk menilai kewajaran proyeksi dapat dilakukan analisis outlier terhadap rata-rata rasio
             keuangan historis, proyeksi tanpa Transaksi, dan proyeksi dengan Transaksi, sebagai berikut:


                                    Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis
                                                                   Rata-rata                                         Outlier
                   Uraian                                       Proyeksi tanpa    Proyeksi dengan
                                              Historis                                              Batas bawah       IQR             Batas atas
                                                                  Transaksi          Transaksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                                30,55%               27,64%            27,64%          25,46%            1,46%           31,28%
  Marjin laba sebelum pajak                         9,02%               12,17%            12,18%           8,22%            1,58%           14,54%
  Marjin laba bersih                                6,41%                8,47%             8,48%           5,89%            1,03%           10,02%
  ROE (return on equity)                            5,91%                6,44%             6,44%           5,77%            0,27%            6,84%
  ROA (return on assets)                            2,96%                4,46%             4,46%           2,58%            0,75%            5,58%
  ROIC (return on invested capital)                 3,91%                5,88%             5,88%           3,42%            0,98%            7,36%

Likuiditas
  Rasio kas                                              0,33              1,16              1,16            0,13              0,41            1,78
  Rasio cepat                                            1,19              2,12              2,12            0,95              0,47            2,82
  Rasio lancar                                           1,30              2,21              2,21            1,07              0,45            2,89

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                  27,03%                9,96%             9,96%           -2,85%          8,54%            31,30%
 DER (debt to equity ratio)                        55,40%               15,20%            15,20%          -14,95%         20,10%            65,45%
 FCC (fixed charge coverage)                          2,83                18,57             18,59            -1,12           7,88             30,40


             Keterangan:
             1. IQR : interquartile range.


             Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat
             profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah
             Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami perbaikan
             sebagaimana diindikasikan dari penurunan marjin laba kotor. Secara umum tidak ada indikasi
             outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat
             profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa
             rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan setelah Transaksi secara umum lebih
             tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak
             ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio
             tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa
             rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas sebelum Transaksi dan setelah Transaksi lebih tinggi
             dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada
             indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio
             tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat solvabilitas antara rata-rata
             proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Transaksi dengan rata-rata historisnya mengalami
             perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER. Dan tidak ada
             indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio
             tingkat solvabilitas Perseroan.

             Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proyeksi
             keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.




                                                                                                                                                      4-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 77
4.3        ANALISIS RASIO KEUANGAN

           Dampak keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi dapat dianalisis melalui perubahan
           proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi. Dari sisi pengukuran
           profitabilitas, rata-rata marjin kotor antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
           perubahan. Sedangkan rata-rata marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih antara
           sebelum dan setelah Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%,
           sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan
           masih relatif baik. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on equity)
           dan ROIC (return on invested capital) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata
           mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%, sedangkan rata-rata proyeksi ROA
           (return on assets) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata tidak mengalami
           perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas
           Perseroan masih relatif baik, mengingat proyeksi ROE dan ROIC mengalami peningkatan. Dari
           sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio kas (cash ratio), rasio lancar (current ratio) dan rasio
           cepat (quick ratio) antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami perubahan,
           sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan
           masih relatif baik. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi DAR (debt to total asset
           ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
           perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi Tingkat solvabilitas
           Perseroan masih relative baik.



                        Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi
                   Uraian               31-Dec-24     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                          0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
  Marjin laba sebelum pajak                  0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%
  Marjin laba bersih                         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%
  ROE (return on equity)                     0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%
  ROA (return on assets)                     0,01%         0,00%         0,00%         0,00%         0,01%         0,00%
  ROIC (return on invested capital)          0,01%         0,00%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%

Likuiditas
  Rasio kas                                    0,00          0,00          0,00          0,00          0,00         0,00
  Rasio cepat                                  0,00          0,00          0,00          0,00          0,00         0,00
  Rasio lancar                                 0,00          0,00          0,00          0,00          0,00         0,00

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)            0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
 DER (debt to equity ratio)                  0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%




                                                                                                                           4-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 78
                                      Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Transaksi
                   Uraian                    31-Dec-24     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                              26,21%        27,29%        27,76%        28,23%        28,70%        27,64%
  Marjin laba sebelum pajak                       9,03%        11,07%        12,40%        13,68%        14,65%        12,17%
  Marjin laba bersih                              6,23%         7,71%         8,64%         9,54%        10,21%         8,47%
  ROE (return on equity)                          5,10%         6,14%         6,64%         7,05%         7,25%         6,44%
  ROA (return on assets)                          3,12%         3,98%         4,61%         5,19%         5,39%         4,46%
  ROIC (return on invested capital)               4,07%         5,21%         6,09%         6,90%         7,10%         5,88%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,71          0,75          0,91          1,40          2,01         1,16
  Rasio cepat                                       1,61          1,55          1,78          2,51          3,14         2,12
  Rasio lancar                                      1,70          1,63          1,86          2,61          3,24         2,21

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                18,30%        14,21%         8,97%         4,29%         4,02%         9,96%
 DER (debt to equity ratio)                      29,92%        21,93%        12,93%         5,83%         5,41%        15,20%




                                      Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Transaksi
                   Uraian                    31-Dec-24     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                              26,21%        27,29%        27,76%        28,23%        28,70%        27,64%
  Marjin laba sebelum pajak                       9,04%        11,08%        12,41%        13,69%        14,66%        12,18%
  Marjin laba bersih                              6,24%         7,72%         8,65%         9,55%        10,23%         8,48%
  ROE (return on equity)                          5,11%         6,14%         6,65%         7,06%         7,25%         6,44%
  ROA (return on assets)                          3,13%         3,98%         4,61%         5,19%         5,40%         4,46%
  ROIC (return on invested capital)               4,08%         5,22%         6,10%         6,91%         7,11%         5,88%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,71          0,75          0,91          1,40          2,01         1,16
  Rasio cepat                                       1,61          1,55          1,78          2,51          3,14         2,12
  Rasio lancar                                      1,70          1,63          1,86          2,61          3,24         2,21

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                18,30%        14,21%         8,97%         4,29%         4,02%         9,96%
 DER (debt to equity ratio)                      29,92%        21,93%        12,93%         5,83%         5,41%        15,20%




4.4        ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA

           Asumsi-asumsi yang digunakan dalam membentuk proforma laporan keuangan konsolidasian
           Perseroan adalah sebagai berikut:
           ▪     Laporan posisi keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan
                 komprehensif lain konsolidasian Perseroan untuk periode dua belas bulan yang berakhir
                 31 Desember 2023 telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
                 Keuangan di Indonesia, dan disusun dengan basis kelangsungan usaha dan telah diaudit.
           ▪     Perseroan melakukan investasi pada ventura bersama KLN sebesar Rp22.500.000.000,00
                 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah).

           Berikut ini adalah proforma laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan posisi
           keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi.




                                                                                                                                4-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 79
   Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
                                                             30 Juni 2023
                    Uraian                            Tanpa               Dengan          Selisih       Selisih
                                                     Transaksi           Transaksi         nilai          %


Pendapatan                                               38.651.360         38.651.360              0             0,00%

Beban pokok pendapatan                                   -28.474.383        -28.474.383             0             0,00%

Laba (rugi) bruto                                        10.176.977         10.176.977              0             0,00%

Beban distribusi & penjualan                              -2.518.923         -2.518.923             0             0,00%
Beban umum & administrasi                                 -3.345.683         -3.345.683             0             0,00%
Penghasilan keuangan                                         207.344            207.344             0             0,00%
Beban keuangan                                            -1.390.231         -1.390.231             0             0,00%
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama       -16.946            -16.946             0             0,00%
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih                  191.222            191.222             0             0,00%

Laba (rugi) sebelum beban pajak                           3.303.760          3.303.760              0             0,00%

Beban pajak penghasilan                                   -1.008.159         -1.008.159             0             0,00%

Laba (rugi) tahun berjalan                                2.295.601          2.295.601              0             0,00%

Pendapatan (beban) komprehensif lain                         -29.546            -29.546             0             0,00%

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                   2.266.055          2.266.055              0             0,00%




                                                                                                                          4-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 80
        Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Juta)
                                                           30 Juni 2023
                  Uraian                            Tanpa               Dengan          Selisih            Selisih
                                                   Transaksi           Transaksi         nilai               %


Aset                                                   81.820.529         81.820.529                  0              0,00%

  Aset lancar                                          19.782.972         19.760.472          -22.500            -0,11%
   Kas & setara kas                                     6.939.841          6.917.341          -22.500            -0,32%
   Investasi jangka pendek                                 59.709             59.709                0             0,00%
   Piutang usaha                                        5.787.852          5.787.852                0             0,00%
   Piutang lain-lain                                      481.077            481.077                0             0,00%
   Persediaan                                           5.133.737          5.133.737                0             0,00%
   Uang muka                                              364.684            364.684                0             0,00%
   Pajak lain-lain dibayar dimuka                         774.453            774.453                0             0,00%
   Beban dibayar dimuka                                   193.625            193.625                0             0,00%
   Aset lancar lainnya                                     47.994             47.994                0             0,00%

  Aset tidak lancar                                     62.037.557         62.060.057             22.500          0,04%
   Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya            105.670            105.670                  0          0,00%
   Aset pajak tangguhan                                    160.297            160.297                  0          0,00%
   Investasi pada entitas asosiasi                               0                  0                  0          0,00%
   Investasi pada ventura bersama                           40.722             63.222             22.500         55,25%
   Properti investasi                                       91.766             91.766                  0          0,00%
   Aset tetap & tanah pertambangan                      56.771.009         56.771.009                  0          0,00%
      Harga perolehan                                   88.553.515         88.553.515                  0          0,00%
      Akumulasi depresiasi                             -31.782.506        -31.782.506                  0          0,00%
   Aset hak guna                                                 0                  0                  0          0,00%
   Tagihan pengembalian pajak                              427.137            427.137                  0          0,00%
   Goodwill & aset takberwujud                           3.690.127          3.690.127                  0          0,00%
   Aset tidak lancar lainnya                               750.829            750.829                  0          0,00%

Liabilitas & ekuitas                                   81.820.529         81.820.529                  0              0,00%

  Liabilitas jangka pendek                             16.111.660         16.111.660                  0              0,00%
    Utang usaha                                         8.096.285          8.096.285                  0              0,00%
    Utang lain-lain                                       365.795            365.795                  0              0,00%
    Utang pajak                                           417.595            417.595                  0              0,00%
    Akrual                                                927.398            927.398                  0              0,00%
    Uang muka penjualan                                   638.149            638.149                  0              0,00%
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                473.004            473.004                  0              0,00%
    Pinjaman bank jangka pendek                           556.764            556.764                  0              0,00%
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun    4.636.670          4.636.670                  0              0,00%
    Liabilitas sewa                                             0                  0                  0              0,00%

  Liabilitas jangka panjang                            15.657.893         15.657.893                  0              0,00%
    Liabilitas pajak tangguhan                          3.971.101          3.971.101                  0              0,00%
    Pinjaman bank jangka panjang                        8.374.494          8.374.494                  0              0,00%
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang             2.447.761          2.447.761                  0              0,00%
    Provisi jangka panjang                                415.350            415.350                  0              0,00%
    Liabilitas jangka panjang lainnya                     449.187            449.187                  0              0,00%
    Liabilitas sewa                                             0                  0                  0              0,00%

  Dana syirkah temporer                                 2.250.000          2.250.000                  0              0,00%

  Ekuitas                                              47.800.976         47.800.976                  0              0,00%
   Modal saham                                            675.154            675.154                  0              0,00%
   Tambahan modal disetor                               6.217.241          6.217.241                  0              0,00%
   Selisih transaksi ekuitas                            1.046.451          1.046.451                  0              0,00%
   Penghasilan komprehensif lainnya                       536.969            536.969                  0              0,00%
   Ekuitas entitas anak dari kombinasi bisnis                   0                  0                  0              0,00%
   Saldo laba                                          34.785.676         34.785.676                  0              0,00%
   Kepentingan non-pengendali                           4.539.485          4.539.485                  0              0,00%




          Berdasarkan proforma laporan keuangan di atas, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan
          berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi
          dilakukan mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selain itu
          tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio cepat dan rasio lancar apabila

                                                                                                                             4-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 81
           Transaksi dilakukan masih berada pada 100%. Sedangkan tingkat solvabilitas Perseroan tidak
           berubah sebagaimana diindikasikan dari DAR dan DER apabila Transaksi dilakukan tidak
           mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya
           pengukuran tingkat profitabilitas Perseroan juga tidak berubah sebagaimana diindikasikan dari
           ROA, ROE, marjin laba kotor, marjin operasi, dan marjin laba bersih apabila Transaksi
           dilakukan tidak mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan.
           Sehingga secara umum dapat diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila
           Transaksi dilakukan masih relatif baik.


                                   Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan
                                                        30 Juni 2023
                   Uraian                         Tanpa              Dengan            Selisih            Selisih
                                                Transaksi           Transaksi           nilai               %


Rasio likuiditas
 Rasio lancar (current ratio)                         122,79%            122,65%                 -0,14%             -0,11%
 Rasio cepat (quick ratio)                             46,43%             46,29%                 -0,14%             -0,30%

Rasio solvabilitas
 DER (total debt to equity ratio)                      33,09%             33,09%                 0,00%              0,00%
 DAR (total debt to total asset ratio)                 19,33%             19,33%                 0,00%              0,00%

Rasio profitabilitas
 ROA (return on asset)                                  2,77%              2,77%                 0,00%              0,00%
 ROE (return on equity)                                 4,74%              4,74%                 0,00%              0,00%
 Marjin laba kotor                                     26,33%             26,33%                 0,00%              0,00%
 Marjin laba operasi                                    0,00%              0,00%                 0,00%              0,00%
 Marjin laba bersih                                     5,86%              5,86%                 0,00%              0,00%




4.5        ANALISIS INKREMENTAL

4.5.1      Kontribusi Nilai Tambah

           Berdasarkan proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan (sebelum dan setelah
           Transaksi) selama periode 1 Januari 2024-31 Desember 2028, dilakukan analisis nilai tambah
           (inkremental) untuk melihat dampak terhadap laba bersih Perseroan apabila Transaksi
           dilakukan dibandingkan dengan apabila Transaksi tidak dilakukan.

           Untuk mendiskonto laba bersih, maka tingkat diskonto yang relevan adalah biaya modal rata-
           rata tertimbang (weighted average cost of capital/WACC). Adapun WACC ditentukan dengan
           menggunakan persamaan sebagai berikut:

                                            𝑊𝐴𝐶𝐶 = (𝑘𝑒 ∙ 𝑊𝑒 ) + (𝑘𝑑 ∙ [1 − 𝑇] ∙ 𝑊𝑑 )


          dimana:           WACC         : biaya modal rata-rata tertimbang,
                            ke           : biaya modal ekuitas/saham biasa,
                            kd           : biaya modal hutang,
                            We           : bobot ekuitas dalam struktur kapital,
                            Wd           : bobot hutang dalam struktur kapital, dan
                            T            : pajak penghasilan perusahaan.


                                                                                                                             4-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 82
        Sebelum dapat menetapkan besarnya WACC, maka terlebih dahulu harus dihitung biaya
        modal perusahaan secara individual yang dalam hal ini meliputi biaya ekuitas dan biaya utang.
        Dalam penilaian ini biaya hutang (kd) diasumsikan sebesar 9,41% (sebelum pajak) yang
        merupakan rata-rata tingkat bunga kredit investasi dari bank milik pemerintah (persero) per
        tanggal penilaian. Sedangkan biaya ekuitas dihitung menggunakan capital asset pricing model
        (CAPM) dengan persamaan sebagai berikut:


                                              𝐸(𝑅𝑖 ) = 𝑅𝑓 + 𝛽 ∙ 𝑅𝑃𝑚
       dimana:      E(Ri)          : balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                    Rf             : tingkat balikan yang tersedia untuk sekuritas bebas risiko (risk free
                                     rate),
                    β              : beta,
                    RPm            : premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                                     premium)


        Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
        kemungkinan gagal bayar (bebas risiko). Dalam penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
        dapat digunakan adalah tingkat balikan obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk jatuh
        tempo selama 30 tahun yaitu sebesar 6,89% (sumber: IBPA). Angka tersebut selanjutnya kami
        gunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

        RPm adalah selisih antara tingkat yield investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
        dalam bentuk penyertaan ekuitas. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
        untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premium) seperti volatilitas harga saham
        untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko
        ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
        pendek di pasar sekuritas. Dalam penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko ekuitas
        (RPm) Indonesia yaitu sebesar 7,38% berdasarkan studi Prof. Aswath Damodaran dari New
        York University yang diterbitkan pada Januari 2024 (sumber: www.damodaran.com).

        Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
        dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium atas Obyek Penilaian.
        Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai yang akan digunakan dalam penilaian ini, kami
        menggunakan beta pembanding dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran, dimana beta
        tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta perusahaan-perusahaan pembanding. Cara ini
        dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
        pembanding terhadap betanya. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
        memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap
        perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung beta unlevered. Beta levered dari
        perusahaan pembanding di-unlevered-kan dengan menggunakan formula sebagai berikut:


                                                                                                             4-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 83
                                                             𝛽𝐿
                                              𝛽𝑈 =
                                                     {1 + (1 − 𝑇) ∙ 𝐷𝐸𝑅}


       dimana:      T              : tingkat pajak,
                    DER            : debt to equity ratio,
                    βL             :   beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                                       diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
                                       terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                                       dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
                    βU             :   beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham
                                       yang diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian
                                       perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                                       apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh
                                       hutang.


        Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
        ini kemudian di-relevered-kan kembali dengan mengunakan rata-rata tingkat leverage (DER)
        dari perusahaan-perusahaan pembanding tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                            𝛽𝐿 = 𝛽𝑈 ∙ (1 + [1 − 𝑇] ∙ 𝐷𝐸𝑅)

        Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
        pembanding yaitu sebesar 0,6537 dan dengan DER sebesar 53,75% maka didapatkan beta
        levered Perseroan adalah sebesar 0,9278. Selanjutnya dengan menggunakan persamaan
        CAPM diperoleh biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebesar 11,67%.

        Setelah biaya secara individual dari masing-masing modal yang digunakan dalam Perseroan
        dapat ditentukan dan dengan mengunakan DER rata-rata dari perusahaan pembanding yaitu
        sebesar 53,75% tersebut maka, biaya modal rata-rata tertimbang Perseroan dapat dihitung
        sebagai berikut:
                                       𝑊𝐴𝐶𝐶 = (𝑘𝑒 ∙ 𝑊𝑒 ) + (𝑘𝑑 ∙ [1 − 𝑇] ∙ 𝑊𝑑 )


        Dengan demikian maka biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) yang akan digunakan
        sebagai tingkat diskonto atas laba bersih Perseroan adalah sebesar 10,16%.

        Hasil perhitungan nilai kini dari laba bersih inkremental Perseroan antara apabila Transaksi
        dilakukan dengan apabila Transaksi tidak dilakukan, menunjukkan nilai yang positif. Hal ini
        mengindikasikan bahwa Transaksi berpotensi memberikan dampak positif dan memberikan
        nilai tambah bagi Perseroan.




                                                                                                            4-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 84
                                  Tabel 4-12: Proyeksi Laba Bersih Inkremental (Rp Juta)
                             Uraian            31-Dec-23       31-Dec-24         31-Dec-25         31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28


        Laba bersih (tanpa Transaksi)                               2.571.112         3.292.710         3.818.554         4.361.347         4.832.641

        Laba bersih (dengan Transaksi)                              2.575.835         3.296.009         3.822.660         4.366.278         4.838.662

        Laba bersih inkremental                                         4.723             3.299             4.106             4.931             6.021

        Faktor PV
          Periode                                                         1,00              2,00              3,00              4,00              5,00
          Tingkat diskonto                                            10,16%            10,16%            10,16%            10,16%            10,16%
          Faktor diskonto                                              0,9078            0,8241            0,7481            0,6792            0,6165

        PV laba bersih inkremental                                      4.288             2.719             3.072             3.349             3.712
        NPV laba bersih inkremental                   17.139




4.5.2     Biaya dan Pendapatan Relevan

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya
          atau pendapatan relevan lain yang signifikan terkait dengan Transaksi, selain yang telah
          diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.


4.5.3     Informasi Non Keuangan Relevan

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan tidak terdapat
          informasi non keuangan relevan lain yang mempengaruhi Transaksi.


4.5.4     Prosedur Pengambilan Keputusan

          Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
          keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur Anggaran
          Dasar Perseroan. Sebelum Direksi mengusulkan usulan Transaksi, Direksi telah melalui
          tahapan proses analisis internal, yakni salah satunya evaluasi ajuan investasi penyertaan
          modal Perseroan untuk Project Ruby – PT Semen Indonesia, sebagaimana termuat dalam
          Dokumen No. SI/Business Development/05.2023/02. Dengan demikian, manajemen telah
          mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
          transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.


4.5.5     Hal-Hal Material Lain

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan tidak terdapat hal-
          hal material lain yang mempengaruhi Transaksi.


4.6       ANALISIS SENSITIVITAS

          Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dengan Transaksi selama periode
          1 Januari 2023-31 Desember 2028, dilakukan analisis sensitivitas terhadap beberapa variabel
          untuk menguji variabel mana yang lebih sensitif memberikan dampak pada EBIT Perseroan.
          Variabel tersebut meliputi perubahan atas pendapatan serta biaya pokok pendapatan
          Perseroan.


                                                                                                                                              4-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 85
                               Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa perubahan pada pendapatan Perseroan lebih
                               sensitif mengakibatkan perubahan pada EBIT Perseroan. Sebagaimana diindikasikan dari
                               peningkatan pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan EBIT sebesar 18,3%.
                               Sementara penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan
                               EBIT sebesar 13,3%.


                                           Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan
                                                                                Perubahan pada HPP


                                   0   -15,0%   -12,5%   -10,0%    -7,5%    -5,0%    -2,5%    0,0%    2,5%    5,0%    7,5%   10,0%   12,5%     15,0%
                               15,0%   189,3%   176,1%   162,8%   149,6%   136,3%   123,1% 109,8%    96,5%   83,3%   70,0%   56,8%   43,5%     30,3%
  Perubahan pada pendapatan




                               12,5%   171,0%   157,8%   144,5%   131,3%   118,0%   104,8%   91,5%   78,2%   65,0%   51,7%   38,5%   25,2%     12,0%
                               10,0%   152,7%   139,5%   126,2%   113,0%    99,7%    86,5%   73,2%   59,9%   46,7%   33,4%   20,2%    6,9%     -6,3%
                                7,5%   134,4%   121,2%   107,9%    94,7%    81,4%    68,2%   54,9%   41,6%   28,4%   15,1%    1,9% -11,4%     -24,6%
                                5,0%   116,1%   102,9%    89,6%    76,4%    63,1%    49,9%   36,6%   23,3%   10,1%   -3,2% -16,4% -29,7%      -42,9%
                                2,5%    97,8%    84,6%    71,3%    58,1%    44,8%    31,6%   18,3%    5,0%   -8,2% -21,5% -34,7% -48,0%       -61,2%
                                0,0%    79,5%    66,3%    53,0%    39,8%    26,5%    13,3%    0,0% -13,3% -26,5% -39,8% -53,0% -66,3%         -79,5%
                               -2,5%    61,2%    48,0%    34,7%    21,5%     8,2%    -5,0% -18,3% -31,6% -44,8% -58,1% -71,3% -84,6%          -97,8%
                               -5,0%    42,9%    29,7%    16,4%     3,2%   -10,1%   -23,3% -36,6% -49,9% -63,1% -76,4% -89,6% -102,9%        -116,1%
                               -7,5%    24,6%    11,4%    -1,9%   -15,1%   -28,4%   -41,6% -54,9% -68,2% -81,4% -94,7% -107,9% -121,2%       -134,4%
                              -10,0%     6,3%    -6,9%   -20,2%   -33,4%   -46,7%   -59,9% -73,2% -86,5% -99,7% -113,0% -126,2% -139,5%      -152,7%
                              -12,5%   -12,0%   -25,2%   -38,5%   -51,7%   -65,0%   -78,2% -91,5% -104,8% -118,0% -131,3% -144,5% -157,8%    -171,0%
                              -15,0%   -30,3%   -43,5%   -56,8%   -70,0%   -83,3%   -96,5% -109,8% -123,1% -136,3% -149,6% -162,8% -176,1%   -189,3%




                                                                                                                                                       4-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 86
BAB 5.          ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN


5.1     FAKTOR RISIKO BISNIS PERSEROAN

        ▪   Persaingan bisnis

            Kompetitor yang masuk kedalam industri semen yang memiliki kegiatan usaha yang
            serupa dengan Perseroan cukup banyak. Terdapat banyak kompetitor Perseroan yang
            menjalankan kegiatan usaha dalam industri tersebut dengan harga dan kualitas yang
            bersaing. Banyaknya kompetitor yang terjun dalam kegiatan usaha ini menyebabkan
            timbulnya persaingan yang ketat dengan merebutkan pangsa pasar yang ada. Dengan
            banyaknya kompetitor yang menyediakan semen yang sejenis dengan Perseroan,
            konsumen akan memiliki kriteria tersendiri dalam memilih kebutuhannya. Apabila
            Perseroan tidak dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, maka konsumen
            dapat memilih produk komersial lain daripada produk Perseroan sehingga akan berdampak
            merugikan pada kinerja keuangannya.

        ▪   Kekuatan nama/ image

            Kekuatan image merupakan salah satu elemen pendukung yang sangat penting atas
            keberhasilan suatu produk dan/atau jasa. Perseroan saat ini telah menjadi Holding BUMN
            sektor semen dengan unit-unit usaha seperti Produksi Semen, Perdagangan, Transportasi,
            Jasa Bongkar Muat dan Konstruksi, Pengembangan Kawasan, Jasa Penambangan Batu
            Kapur dan Tanah Liat, Persewaan Bangunan, Produksi Beton Siap Pakai, Sistem
            Informasi, Jasa Pelayanan, Manajemen Logistik dan Investasi, Bahan Bangunan,
            Pengadaan Barang dan Jasa Umum, Pengantongan dan Distribusi Semen, Jasa
            Pengurusan Transportasi, Jasa Ketenagakerjaan, Jasa Transportasi Laut, Beton Jadi dan
            Tambang Agregat, Perijinan Tambang Agregat, Jasa Konsultansi, Izin Usaha Tambang
            (IUP),   Aktivitas     Tambang,   serta   Perdagangan,   Pembangunan,      Perindustrian
            Pengangkutan Darat dan Jasa. Setiap unit bisnis tersebut berhasil membangun kekuatan
            dari masing-masing karakter produk, seperti Semen Gresik sebagai produk semen
            terbesar di Indonesia dan Solusi Bangun Beton sebagai beton jadi di Indonesia. Seluruh
            pencapaian telah melengkapi Holding BUMN sektor semen sebagai Perusahaan induk
            semen terintegrasi, kuat dan terus berkembang.

            Untuk membangun suatu image dipengaruhi oleh reputasi yang baik serta kepercayaan di
            kalangan konsumen. Apabila Perseroan lalai atau melakukan kesalahan dalam
            memelihara posisi kekuatan nama yang dimiliki, terdapat risiko dimana reputasi Perseroan
            akan menurun sehingga kepercayaan konsumen terhadap Perseroan yang dimiliki
            menurun. Sehingga pendapatan Perseroan akan menurun dan membawa dampak negatif
            pada kinerja keuangannya.



                                                                                                       5-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 87
       ▪   Kondisi perekonomian global

           Kondisi perlambatan perekonomian global mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
           kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk bagi Perseroan. Penguatan
           ataupun pelemahan perekonomian di suatu negara, akan memberikan pengaruh langsung
           terhadap tingkat permintaan dan penawaran yang terjadi di negara tersebut. Selain itu,
           secara tidak langsung akan berpengaruh pada negara yang mempunyai hubungan
           kerjasama dengan negara yang mengalami perubahan kondisi perekonomian tersebut.
           Kondisi perekonomian global juga dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang signifikan
           seperti kurangnya likuiditas di pasar kredit dan hipotek subprima Amerika Serikat pada
           semester kedua tahun 2007. Bencana seperti tsunami pada tahun 2011 di Jepang dan
           pandemi Covid-19 pada tahun 2020-Juni 2023 juga merupakan hambatan dalam
           menstabilkan ekonomi global.

           Melemahnya perekonomian global yang signifikan dapat pula mempengaruhi stabilitas
           perekonomian Indonesia. Tidak stabilnya perekonomian Indonesia akan mempengaruhi
           produksi dan penjualan perusahaan sehingga intensitas penjualan Perseroan menurun.
           Kondisi tersebut dapat merugikan kegiatan usaha, kondisi keuangan dan kinerja
           operasional Perseroan.

        ▪ Dampak adanya pandemi Covid-19

           Dengan adanya pandemi Covid-19, berdampak pada kontraksi perekonomian Indonesia
           termasuk pada industri semen. Ketika kasus pertama Covid-19 diumumkan, industri semen
           secara langsung terdampak pada berkurangnya omset usaha yang salah satunya
           penjualan. Beberapa produsen sudah mengurangi biaya operasional dengan menyeleksi
           keperluan berdasarkan fungsi utama yang dibutuhkan. Di masa pandemi, usaha semen
           perlu melakukan efisiensi baik dalam hal operasional, maupun keuangan melalui
           pengelolaan utilitas produksi, efisiensi penggunaan bahan baku untuk tetap mendapatkan
           keuntungan. Saat ini kondisi industri semen sudah mulai membaik.

       ▪ Risiko Perubahan Teknologi

           Perseroan telah dapat menyeimbangkan perubahan teknologi saat ini dengan bisnis yang
           dijalani, hal tersebut dapat ditunjukan dengan eksistensi Perseroan untuk memberikan
           penyediaan layanan teknologi dan informasi holding BUMN sektor semen. Namun kondisi
           tersebut masih belum memberikan dampak yang signifikan sehingga Perseroan berupaya
           memitigasi dan mengembangkan program di sektor digital dengan usaha mengembangkan
           aplikasi pada unit-unit usaha yang dimiliki Perseroan.

       ▪ Risiko Kebijakan Pemerintah

           Risiko yang timbul akibat dikeluarkannya hukum dan peraturan perundang-undangan baru
           oleh institusi pemerintah. Beberapa upaya mitigasi yang dapat dilakukan Perseroan untuk
           menghadapi risiko ini yaitu diantaranya menyesuaikan sistem internal peraturan
           perusahaan untuk cepat tanggap dalam mengantisipasi kebijakan-kebijakan baru dari

                                                                                                     5-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 88
            pemerintah, mengawasi perkembangan serta perubahan peraturan perundang-undangan
            yang berlaku, dan mengevaluasi penerapan kepatuhan terhadap perundang-undangan
            dilaksanakan melalui audit umum dan audit khusus



5.2     FAKTOR RISIKO PENDANAAN KLN

        ▪   Likuiditas saham
            Investasi Perseroan pada KLN bersifat tidak likuid, karena investasi pada instrumen saham
            memiliki tingkat risiko likuiditas yang berbeda dibandingkan instrumen investasi lainnya
            seperti deposito, reksadana, emas, dan sebagainya. Kondisi makro dan mikro ekonomi
            yang melingkupi KLN berkontribusi dalam mempengaruhi likuiditas saham KLN. Risiko-
            risiko spesifik yang dapat memiliki dampak negatif dan materiil kepada likuiditas saham,
            kegiatan usaha, hasil operasi, arus kas dan kondisi keuangan KLN termasuk antara lain
            kondisi politik, sosial dan ekonomi yang tidak stabil; perang, aksi terorisme, dan konflik
            sipil; intervensi pemerintah, termasuk dalam hal tarif, proteksi dan subsidi; perubahan
            dalam peraturan, perpajakan dan struktur hukum; kesulitan dan keterlambatan dalam
            memperoleh atau memperpanjang perizinan; tindakan-tindakan yang diambil oleh
            pemerintah; kurangnya infrastruktur energi, transportasi dan lainnya; dan penyitaan atau
            pengambilalihan aset.

        ▪   Pembagian dividen

            Kemampuan KLN untuk mengumumkan pembagian dividen akan bergantung pada kinerja
            keuangan Perseroan di masa depan yang juga bergantung pada keberhasilan
            implementasi strategi pertumbuhan KLN dan faktor-faktor lainnya yang berada di luar
            kendali KLN. Apabila KLN membukukan kerugian atas hasil kinerja operasionalnya dalam
            laporan keuangan KLN, maka KLN tidak dapat membagikan dividen. Selain itu, KLN dapat
            mencatatkan biaya atau kewajiban yang akan mengurangi atau meniadakan kas yang
            tersedia untuk pembagian dividen. Salah satu faktor ini dapat berdampak pada
            kemampuan KLN untuk membayar dividen kepada pemegang sahamnya. Oleh karena itu,
            KLN tidak dapat memberikan jaminan bahwa KLN akan dapat membagikan dividen.

        ▪   Pemenuhan kepatuhan

            Skema transaksi yang dilakukan untuk proses pembelian pendanaan yang cukup singkat
            yang memiliki potensi terhadap ketidaksesuaian skema transaksi yang akan berdampak
            pada KLN ataupun Perseroan berupa teguran atau sanksi keuangan ataupun administrasi
            atas pelaksanaan skema transaksi tersebut.




                                                                                                         5-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 89
BAB 6.          ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

1)   Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa (i)
     Investasi pada KLN dapat memberikan imbal hasil, berupa dividen maupun capital gain, bagi
     Perseroan di masa mendatang, dimana seluruh potensi imbal hasil tersebut akan memulihkan nilai
     investasi pada KLN yang dilakukan saat ini; (ii) Perseroan dapat memanfaatkan KLN sebagai
     salah satu saluran penjualan produk-produk semen yang diproduksi Perseroan dan entitas-entitas
     anaknya ke captive market IKN, dimana untuk memenuhi kebutuhan konstruksi IKN membutuhkan
     produk-produk semen dalam jumlah signifikan; dan (iii) Keterlibatan KLN secara langsung dalam
     penyediaan bahan baku yang dibutuhkan IKN, berpotensi pula mengikutsertakan usaha-usaha
     berkaitan rantai pasok (supply chain) bahan baku konstruksi yang telah dimiliki Perseroan melalui
     entitas-entitas anaknya. Sementara risiko dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Imbal hasil atas
     investasi pada KLN dalam realisasinya mungkin tidak dapat mencapai sebagaimana diharapkan,
     disebabkan oleh beberapa faktor berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi IKN, seperti kebijakan
     pemerintah yang mempengaruhi margin keuntungan dan termin pembayaran ke KLN, hingga
     perubahan perencanaan terhadap IKN itu sendiri; dan (ii) KLN berstatus sebagai perusahaan
     patungan (joint venture) menyebabkan Perseroan tidak memegang penuh kendali KLN, namun di
     sisi lain Perseroan akan menjadi pemegang saham terbesar diantara pemegang saham lainnya,
     sehingga tingkat pengendalian dan imbal hasil dapat tidak berbanding lurus.


2)   Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Transaksi bagi Perseroan adalah
     (i) Dana investasi melalui pengambilan bagian saham portepel digunakan langsung oleh KLN
     dalam pengembangan usahanya, dimana di KLN sendiri Perseroan berperan pula dalam
     pengendaliannya, sehingga dana investasi dari Perseroan secara tidak langsung tidak
     sepenuhnya perpindah ke pihak di luar Perseroan; dan (ii) Tambahan modal saham pada KLN
     secara langsung meningkatkan kapasitas pendanaan (borrowing capacity) yang berguna dalam
     mendanai pengembangan usaha KLN di masa mendatang untuk meningkatkan kinerja KLN.
     Sementara kerugian dari Transaksi bagi Perseroan adalah (i) Timbul biaya peluang (opportunity
     cost) atas investasi pada KLN dimana dana yang diinvestasikan pada KLN mungkin akan
     memberikan imbal hasil yang lebih baik apabila diinvestasikan pada peluang investasi lainnya;
     dan (ii) Pendanaan melalui penyertaan saham pada dasarnya memiliki biaya modal yang lebih
     tinggi apabila dibandingkan dengan pendanaan melalui pinjaman, mengingat biaya modal ekuitas
     secara teoritis memiliki imbal hasil yang disyaratkan (required rate of return) lebih tinggi daripada
     biaya modal lainnya.


3)   Produksi industri semen mengalami kondisi overcapacity industri semen terjadi hampir di seluruh
     wilayah, kecuali Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Persentase overcapacity terbesar terjadi
     di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen. Produksi semen pada semester I tahun 2023 sebesar
     29,3 juta ton, dengan kebutuhan semen nasional mencapai 28 juta ton. Sedangkan, produksi


                                                                                                             6-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 90
     semen sepanjang tahun 2022 lebih dari 64 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton. Peneliti
     dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa dengan adanya ekspor,
     utilisasi akan meningkat. Dari kapasitas produksi sebesar 59,1% hanya untuk dalam negeri
     menjadi 69,62% dengan ekspor. Maka untuk meningkatkan utilisasinya dapat dilakukan dengan
     meningkatkan penjualan ekspor. Dengan melakukan ekspor (semen dan klinker) menggunakan
     mata uang asing seperti USD dapat menambah angka pendapatan karena kurs USD sedang
     menguat. Ekspor tujuannya lebih kepada pemanfaatan produk oversupply karena jumlah
     permintaan dalam negeri tidak sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan. Selain
     memperluas pasar ekspor, opsi lain adalah melakukan inovasi agar dapat menghasilkan produk
     turunan yang memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah lebih baik. Sementara
     pemerintah dapat membantu dengan menggiatkan investasi pembangunan infrastruktur di luar
     Pulau Jawa dengan semen domestik.


4)   Berdasarkan laporan penilaian yang dilakukan oleh KJPP FAST terhadap nilai pasar 100,00%
     saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada KLN per 31 Desember 2023 sebagaimana
     termuat    dalam     laporan     KJPP      FAST     No.     00015/2.0074-00/BS/04/0537/1/V/2024
     tertanggal 6 Mei 2024, adalah sebesar Rp1.001.631,00 per lembar saham. Apabila nilai ini
     digunakan sebagai nilai transaksi per lembar saham yang akan dilakukan Perseroan sebesar
     Rp1.000.000,00 per lembar, maka terdapat simpangan sebesar 0,16%. Berdasarkan POJK
     35/2020, nilai transaksi tidak boleh melebihi batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari nilai
     pasarnya. Mengingat nilai transaksi dari Transaksi yang akan dilakukan Perseroan tersebut
     terdapat simpangan sebesar 0,16% dan tidak melewati batas atas batas bawah sebesar 7,5%,
     maka Transaksi masih dapat dikatakan wajar. Selanjutnya, nilai nominal Transaksi adalah
     Rp22.500.000.000,00 atau 22.500 lembar saham baru pada nilai Rp1.000.000,00 per lembar
     saham, atau merepresentasikan 20,93% dari seluruh saham setelah Transaksi. Apabila
     persentase kepemilikan setelah Transaksi tersebut dibandingkan dengan persentase kepemilikan
     secara teoritis berdasarkan nilai pasar per lembar saham KLN, maka terdapat simpangan absolut
     sebesar 0,03% dan simpangan relatif sebesar 0,13%. Simpangan absolut dan relatif atas
     persentase kepemilikan saham setelah Transaksi milik Perseroan pada KLN ini tidak melebihi
     batas atas dan batas bawah sebesar 7,5%. Oleh karena itu, berdasarkan POJK 35/2020 maka
     persentase saham baru yang diperoleh Perseroan dalam Transaksi masih dapat dikatakan wajar.


5)   Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat profitabilitas,
     terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah Transaksi dengan
     rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan
     dari penurunan marjin laba kotor. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum
     dan setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan
     perbandingan rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas
     sebelum dan setelah Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio
     tingkat likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan


                                                                                                             6-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 91
     setelah Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
     perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
     sebelum Transaksi dan setelah Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
     likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
     Transaksi dengan historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat
     solvabilitas antara rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Transaksi dengan rata-rata
     historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER.
     Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Transaksi dengan historis atas
     rasio tingkat solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat
     disimpulkan bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.


6)   Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Transaksi, Dari sisi pengukuran
     profitabilitas, rata-rata marjin kotor antara sebelum dan setelah Transaksi tidak mengalami
     perubahan. Sedangkan rata-rata marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih antara sebelum
     dan setelah Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,01%, sehingga dapat
     diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik.
     Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on equity) dan ROIC (return on
     invested capital) antara sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata mengalami peningkatan
     masing-masing sebesar 0,01%, sedangkan rata-rata proyeksi ROA (return on assets) antara
     sebelum dan setelah Transaksi secara rata-rata tidak mengalami perubahan, sehingga dapat
     diindikasikan juga bahwa setelah Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik,
     mengingat proyeksi ROE dan ROIC mengalami peningkatan. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi
     rasio kas (cash ratio), rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio) antara sebelum dan
     setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
     Transaksi tingkat profitabilitas Perseroan masih relatif baik. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-
     rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan
     setelah Transaksi tidak mengalami perubahan, sehingga dapat diindikasikan juga bahwa setelah
     Transaksi Tingkat solvabilitas Perseroan masih relative baik.


7)   Berdasarkan proforma laporan keuangan, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan berubah
     sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
     mengalami perubahan dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selain itu tingkat likuiditas
     Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio cepat dan rasio lancar apabila Transaksi dilakukan
     masih berada pada 100%. Sedangkan tingkat solvabilitas Perseroan tidak berubah sebagaimana
     diindikasikan dari DAR dan DER apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
     dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat profitabilitas
     Perseroan juga tidak berubah sebagaimana diindikasikan dari ROA, ROE, marjin laba kotor, marjin
     operasi, dan marjin laba bersih apabila Transaksi dilakukan tidak mengalami perubahan
     dibandingkan apabila Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum dapat diindikasikan
     bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Transaksi dilakukan masih relatif baik.


                                                                                                              6-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 92
8)   Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan
     Perseroan menghasilkan laba bersih antara apabila Transaksi tidak dilakukan dengan apabila
     Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang sebesar 10,16%, nilai
     kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat diindikasikan bahwa
     Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi Perseroan.




                                                                                                          6-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 93
BAB 7.          KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi
pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Transaksi
sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat bahwa
Transaksi adalah wajar.


Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat
Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau
melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara
demikian oleh pemegang saham.


Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.


Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST.




                                                                                                    7-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Page 94
                                         LAMPIRAN

▪   Proyeksi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian Perseroan sebelum
    Transaksi;
▪   Proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi;
▪   Proyeksi laporan arus kas konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi;
▪   Proyeksi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian Perseroan setelah
    Transaksi;
▪   Proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi;
▪   Proyeksi laporan arus kas konsolidasian Perseroan setelah Transaksi;
▪   Perhitungan tingkat diskonto Perseroan.
Page 95
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): TANPA TRANSAKSI


                      Uraian                             31-Dec-23        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Pendapatan                                                   38.651.360       41.278.732       42.716.346       44.189.254       45.719.958       47.310.842

Beban pokok pendapatan                                      -28.474.383      -30.457.750      -31.057.524      -31.922.350      -32.814.115      -33.733.886

Laba (rugi) bruto                                            10.176.977       10.820.982       11.658.822       12.266.904       12.905.843       13.576.956

Beban distribusi & penjualan                                 -2.518.923       -2.717.700       -2.757.412       -2.837.743       -2.920.653       -3.006.233
Beban umum & administrasi                                    -3.345.683       -3.299.236       -3.380.152       -3.461.266       -3.543.513       -3.623.777
Penghasilan keuangan                                            207.344          279.382          301.884          258.125          239.484          220.138
Beban keuangan                                               -1.390.231       -1.251.616         -989.154         -640.828         -320.550         -133.195
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama          -16.946                0                0                0                0                0
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih                     191.222         -104.401         -104.401         -104.401         -104.401         -104.401

Laba (rugi) sebelum beban pajak                               3.303.760        3.727.411        4.729.587        5.480.791        6.256.210        6.929.488

Beban pajak penghasilan                                      -1.008.159       -1.156.299       -1.436.877       -1.662.237       -1.894.863       -2.096.847

Laba (rugi) tahun berjalan                                    2.295.601        2.571.112        3.292.710        3.818.554        4.361.347        4.832.641

Pendapatan (beban) komprehensif lain                            -29.546               0                0                0                0                0

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                       2.266.055        2.571.112        3.292.710        3.818.554        4.361.347        4.832.641
Page 96
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): TANPA TRANSAKSI


                       Uraian                          31-Dec-23        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Aset                                                       81.820.529       82.366.350       82.831.717       82.908.913       84.091.077       89.626.393

  Aset lancar                                              19.782.972       21.670.849       23.999.010       26.072.334       29.383.959       37.182.069
   Kas & setara kas                                         6.939.841        9.073.118       11.081.105       12.783.986       15.711.817       23.112.240
   Investasi jangka pendek                                     59.709           36.110           36.110           36.110           36.110           36.110
   Piutang usaha                                            5.787.852        6.275.737        6.494.303        6.718.233        6.950.951        7.192.818
   Piutang lain-lain                                          481.077          290.939          290.939          290.939          290.939          290.939
   Persediaan                                               5.133.737        5.159.909        5.261.518        5.408.030        5.559.106        5.714.926
   Uang muka                                                  364.684          220.549          220.549          220.549          220.549          220.549
   Pajak lain-lain dibayar dimuka                             774.453          468.363          468.363          468.363          468.363          468.363
   Beban dibayar dimuka                                       193.625          117.098          117.098          117.098          117.098          117.098
   Aset lancar lainnya                                         47.994           29.025           29.025           29.025           29.025           29.025

  Aset tidak lancar                                        62.037.557       60.695.501       58.832.707       56.836.579       54.707.118       52.444.324
   Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya               105.670          104.811          102.716          100.622           98.527           96.432
   Aset pajak tangguhan                                       160.297          158.994          155.816          152.639          149.461          146.284
   Investasi pada ventura bersama                              40.722           40.391           39.584           38.777           37.969           37.162
   Properti investasi                                          91.766           91.020           89.201           87.382           85.563           83.744
   Aset tetap & tanah pertambangan                         56.771.009       55.471.760       53.713.366       51.821.639       49.796.579       47.638.185
      Harga perolehan                                      88.553.515       55.471.760       53.713.366       51.821.639       49.796.579       47.638.185
      Akumulasi depresiasi                                -31.782.506
   Tagihan pengembalian pajak                                 427.137          423.665          415.198          406.731          398.263          389.796
   Goodwill & aset takberwujud                              3.690.127        3.660.133        3.586.983        3.513.832        3.440.682        3.367.531
   Aset tidak lancar lainnya                                  750.829          744.726          729.842          714.958          700.074          685.190

Liabilitas & ekuitas                                       81.820.529       82.366.350       82.831.717       82.908.913       84.091.077       89.626.393

  Liabilitas jangka pendek                                 16.111.660       12.741.497       14.717.041       14.040.064       11.244.010       11.485.379
    Utang usaha                                             8.096.285        7.992.801        8.150.195        8.377.145        8.611.164        8.852.533
    Utang lain-lain                                           365.795          234.295          234.295          234.295          234.295          234.295
    Utang pajak                                               417.595          267.473          267.473          267.473          267.473          267.473
    Akrual                                                    927.398          594.007          594.007          594.007          594.007          594.007
    Uang muka penjualan                                       638.149          408.740          408.740          408.740          408.740          408.740
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                    473.004          302.963          302.963          302.963          302.963          302.963
    Pinjaman bank jangka pendek                               556.764          580.072          580.072          580.072          580.072          580.072
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun        4.636.670        2.361.146        4.179.296        3.275.368          245.296          245.296

  Liabilitas jangka panjang                                15.657.893       17.002.765       12.199.878        9.135.497        8.752.367        9.213.674
    Liabilitas pajak tangguhan                              3.971.101        3.884.041        4.056.394        4.255.779        4.483.068        4.734.584
    Pinjaman bank jangka panjang                            8.374.494        9.879.042        4.760.042        1.329.970          529.970          529.970
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                 2.447.761        2.394.098        2.500.335        2.623.235        2.763.334        2.918.367
    Provisi jangka panjang                                    415.350          406.244          424.271          445.125          468.898          495.205
    Liabilitas jangka panjang lainnya                         449.187          439.339          458.835          481.388          507.098          535.548

  Dana syirkah temporer                                     2.250.000        2.250.000        2.250.000        2.250.000        2.250.000        2.250.000

  Ekuitas                                                  47.800.976       50.372.088       53.664.798       57.483.352       61.844.699       66.677.340
   Modal saham                                                675.154          675.154          675.154          675.154          675.154          675.154
   Tambahan modal disetor                                   6.217.241        6.217.241        6.217.241        6.217.241        6.217.241        6.217.241
   Selisih transaksi ekuitas                                1.046.451        1.046.451        1.046.451        1.046.451        1.046.451        1.046.451
   Penghasilan komprehensif lainnya                           536.969          536.969          536.969          536.969          536.969          536.969
   Saldo laba                                              34.785.676       37.356.788       40.649.498       44.468.052       48.829.399       53.662.040
   Kepentingan non-pengendali                               4.539.485        4.539.485        4.539.485        4.539.485        4.539.485        4.539.485
Page 97
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): TANPA TRANSAKSI


                     Uraian                        31-Dec-23        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Arus kas dari aktivitas operasi                         4.876.659      -30.243.487        3.420.165        4.008.991        4.590.605        5.094.516
  Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan        2.266.055        2.571.112        3.292.710        3.818.554        4.361.347        4.832.641
  Depresiasi                                            2.414.413      -31.782.506                0                0                0                0
  Perubahan modal kerja
    Piutang usaha                                        -266.514         -487.885         -218.565         -223.931         -232.718         -241.867
    Piutang lain-lain                                    -117.749          190.138                0                0                0                0
    Persediaan                                            476.496          -26.172         -101.609         -146.512         -151.076         -155.820
    Uang muka                                            -227.371          144.135                0                0                0                0
    Pajak lain-lain dibayar dimuka                        119.224          306.090                0                0                0                0
    Beban dibayar dimuka                                  -14.224           76.527                0                0                0                0
    Aset lancar lainnya                                    58.381           18.969                0                0                0                0
    Aset pajak tangguhan                                   17.809            1.303            3.178            3.178            3.178            3.178
    Tagihan pengembalian pajak                            731.662            3.472            8.467            8.467            8.467            8.467
    Utang usaha                                               361         -103.484          157.394          226.950          234.019          241.369
    Utang lain-lain                                        11.613         -131.500                0                0                0                0
    Utang pajak                                           -32.294         -150.122                0                0                0                0
    Akrual                                               -305.630         -333.391                0                0                0                0
    Uang muka penjualan                                  -362.530         -229.409                0                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja                             -207.709         -223.704          106.237          122.900          140.099          155.033
    Liabilitas pajak tangguhan                            314.666          -87.060          172.353          199.385          227.288          251.516

Arus kas dari aktivitas investasi                      -1.120.136       33.143.386        1.851.149        1.984.483        2.117.816        2.251.149
  Investasi jangka pendek                                     272           23.599                0                0                0                0
  Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya             67.541              859            2.095            2.095            2.095            2.095
  Investasi pada ventura bersama                           16.947              331              807              807              807              807
  Properti investasi                                        2.323              746            1.819            1.819            1.819            1.819
  Aset tetap & tanah pertambangan                      -1.379.430       33.081.755        1.758.394        1.891.727        2.025.060        2.158.394
  Goodwill & aset takberwujud                             163.367           29.994           73.151           73.151           73.151           73.151
  Aset tidak lancar lainnya                                 8.844            6.103           14.884           14.884           14.884           14.884

Arus kas dari aktivitas pendanaan                      -2.824.015         -766.622       -3.263.328       -4.290.592       -3.780.590          54.757
  Pinjaman bank jangka pendek                              57.813           23.308                0                0                0               0
  Pinjaman bank jangka panjang                           -841.248         -770.976       -3.300.850       -4.334.000       -3.830.072               0
  Provisi jangka panjang                                   22.482           -9.106           18.027           20.854           23.773          26.307
  Liabilitas jangka panjang lainnya                      -158.623           -9.848           19.496           22.553           25.710          28.450
  Dana syirkah temporer                                  -200.000                0                0                0                0               0
  Penghasilan komprehensif lainnya                         -1.835                0                0                0                0               0
  Kepentingan non-pengendali                               48.339                0                0                0                0               0
  Dividen                                              -1.704.439                0                0                0                0               0
  Koreksi                                                 -46.504                0                0                0                0               0

Arus kas bersih                                          932.508         2.133.277        2.007.987        1.702.881        2.927.831        7.400.423

Kas & setara kas awal tahun                             6.007.333        6.939.841        9.073.118       11.081.105       12.783.986       15.711.817

Kas & setara kas akhir tahun                            6.939.841        9.073.118       11.081.105       12.783.986       15.711.817       23.112.240
Page 98
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): DENGAN TRANSAKSI


                      Uraian                             31-Dec-23        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Pendapatan                                                   38.651.360       41.278.732       42.716.346       44.189.254       45.719.958       47.310.842

Beban pokok pendapatan                                      -28.474.383      -30.457.750      -31.057.524      -31.922.350      -32.814.115      -33.733.886

Laba (rugi) bruto                                            10.176.977       10.820.982       11.658.822       12.266.904       12.905.843       13.576.956

Beban distribusi & penjualan                                 -2.518.923       -2.717.700       -2.757.412       -2.837.743       -2.920.653       -3.006.233
Beban umum & administrasi                                    -3.345.683       -3.299.236       -3.380.152       -3.461.266       -3.543.513       -3.623.777
Penghasilan keuangan                                            207.344          279.382          301.884          258.125          239.484          220.138
Beban keuangan                                               -1.390.231       -1.251.616         -989.154         -640.828         -320.550         -133.195
Bagian hasil bersih entitas asosiasi & ventura bersama          -16.946            4.723            3.299            4.106            4.931            6.021
Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih                     191.222         -104.401         -104.401         -104.401         -104.401         -104.401

Laba (rugi) sebelum beban pajak                               3.303.760        3.732.134        4.732.886        5.484.897        6.261.141        6.935.509

Beban pajak penghasilan                                      -1.008.159       -1.156.299       -1.436.877       -1.662.237       -1.894.863       -2.096.847

Laba (rugi) tahun berjalan                                    2.295.601        2.575.835        3.296.009        3.822.660        4.366.278        4.838.662

Pendapatan (beban) komprehensif lain                            -29.546               0                0                0                0                0

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                       2.266.055        2.575.835        3.296.009        3.822.660        4.366.278        4.838.662
Page 99
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): DENGAN TRANSAKSI


                       Uraian                          31-Dec-23        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Aset                                                       81.820.529       82.371.073       82.839.739       82.921.041       84.108.136       89.649.473

  Aset lancar                                              19.782.972       21.670.849       24.003.733       26.080.356       29.396.087       37.199.128
   Kas & setara kas                                         6.939.841        9.073.118       11.085.828       12.792.008       15.723.945       23.129.299
   Investasi jangka pendek                                     59.709           36.110           36.110           36.110           36.110           36.110
   Piutang usaha                                            5.787.852        6.275.737        6.494.303        6.718.233        6.950.951        7.192.818
   Piutang lain-lain                                          481.077          290.939          290.939          290.939          290.939          290.939
   Persediaan                                               5.133.737        5.159.909        5.261.518        5.408.030        5.559.106        5.714.926
   Uang muka                                                  364.684          220.549          220.549          220.549          220.549          220.549
   Pajak lain-lain dibayar dimuka                             774.453          468.363          468.363          468.363          468.363          468.363
   Beban dibayar dimuka                                       193.625          117.098          117.098          117.098          117.098          117.098
   Aset lancar lainnya                                         47.994           29.025           29.025           29.025           29.025           29.025

  Aset tidak lancar                                        62.037.557       60.700.224       58.836.006       56.840.685       54.712.049       52.450.345
   Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya               105.670          104.906          102.783          100.704           98.626           96.553
   Aset pajak tangguhan                                       160.297          159.138          155.917          152.764          149.611          146.467
   Investasi pada ventura bersama                              40.722           40.428           39.609           38.808           38.007           37.209
   Properti investasi                                          91.766           91.102           89.258           87.453           85.649           83.849
   Aset tetap & tanah pertambangan                         56.771.009       55.471.760       53.713.366       51.821.639       49.796.579       47.638.185
      Harga perolehan                                      88.553.515       55.471.760       53.713.366       51.821.639       49.796.579       47.638.185
      Akumulasi depresiasi                                -31.782.506
   Tagihan pengembalian pajak                                 427.137          424.048          415.465          407.064          398.663          390.284
   Goodwill & aset takberwujud                              3.690.127        3.663.443        3.589.294        3.516.709        3.444.137        3.371.750
   Aset tidak lancar lainnya                                  750.829          745.400          730.313          715.544          700.777          686.049

Liabilitas & ekuitas                                       81.820.529       82.371.073       82.839.739       82.921.041       84.108.136       89.649.473

  Liabilitas jangka pendek                                 16.111.660       12.741.497       14.717.041       14.040.064       11.244.010       11.485.379
    Utang usaha                                             8.096.285        7.992.801        8.150.195        8.377.145        8.611.164        8.852.533
    Utang lain-lain                                           365.795          234.295          234.295          234.295          234.295          234.295
    Utang pajak                                               417.595          267.473          267.473          267.473          267.473          267.473
    Akrual                                                    927.398          594.007          594.007          594.007          594.007          594.007
    Uang muka penjualan                                       638.149          408.740          408.740          408.740          408.740          408.740
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                    473.004          302.963          302.963          302.963          302.963          302.963
    Pinjaman bank jangka pendek                               556.764          580.072          580.072          580.072          580.072          580.072
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun        4.636.670        2.361.146        4.179.296        3.275.368          245.296          245.296

  Liabilitas jangka panjang                                15.657.893       17.002.765       12.199.878        9.135.497        8.752.367        9.213.674
    Liabilitas pajak tangguhan                              3.971.101        3.884.041        4.056.394        4.255.779        4.483.068        4.734.584
    Pinjaman bank jangka panjang                            8.374.494        9.879.042        4.760.042        1.329.970          529.970          529.970
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                 2.447.761        2.394.098        2.500.335        2.623.235        2.763.334        2.918.367
    Provisi jangka panjang                                    415.350          406.244          424.271          445.125          468.898          495.205
    Liabilitas jangka panjang lainnya                         449.187          439.339          458.835          481.388          507.098          535.548

  Dana syirkah temporer                                     2.250.000        2.250.000        2.250.000        2.250.000        2.250.000        2.250.000

  Ekuitas                                                  47.800.976       50.376.811       53.672.820       57.495.480       61.861.758       66.700.420
   Modal saham                                                675.154          675.154          675.154          675.154          675.154          675.154
   Tambahan modal disetor                                   6.217.241        6.217.241        6.217.241        6.217.241        6.217.241        6.217.241
   Selisih transaksi ekuitas                                1.046.451        1.046.451        1.046.451        1.046.451        1.046.451        1.046.451
   Penghasilan komprehensif lainnya                           536.969          536.969          536.969          536.969          536.969          536.969
   Saldo laba                                              34.785.676       37.361.511       40.657.520       44.480.180       48.846.458       53.685.120
   Kepentingan non-pengendali                               4.539.485        4.539.485        4.539.485        4.539.485        4.539.485        4.539.485
Page 100
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR JUTA): DENGAN TRANSAKSI


                     Uraian                        31-Dec-23        31-Dec-24        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28


Arus kas dari aktivitas operasi                         4.876.659      -30.239.291        3.423.623        4.013.007        4.595.444        5.100.416
  Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan        2.266.055        2.575.835        3.296.009        3.822.660        4.366.278        4.838.662
  Depresiasi                                            2.414.413      -31.782.506                0                0                0                0
  Perubahan modal kerja
    Piutang usaha                                        -266.514         -487.885         -218.565         -223.931         -232.718         -241.867
    Piutang lain-lain                                    -117.749          190.138                0                0                0                0
    Persediaan                                            476.496          -26.172         -101.609         -146.512         -151.076         -155.820
    Uang muka                                            -227.371          144.135                0                0                0                0
    Pajak lain-lain dibayar dimuka                        119.224          306.090                0                0                0                0
    Beban dibayar dimuka                                  -14.224           76.527                0                0                0                0
    Aset lancar lainnya                                    58.381           18.969                0                0                0                0
    Aset pajak tangguhan                                   17.809            1.159            3.221            3.153            3.153            3.144
    Tagihan pengembalian pajak                            731.662            3.089            8.583            8.402            8.400            8.379
    Utang usaha                                               361         -103.484          157.394          226.950          234.019          241.369
    Utang lain-lain                                        11.613         -131.500                0                0                0                0
    Utang pajak                                           -32.294         -150.122                0                0                0                0
    Akrual                                               -305.630         -333.391                0                0                0                0
    Uang muka penjualan                                  -362.530         -229.409                0                0                0                0
    Liabilitas imbalan kerja                             -207.709         -223.704          106.237          122.900          140.099          155.033
    Liabilitas pajak tangguhan                            314.666          -87.060          172.353          199.385          227.288          251.516

Arus kas dari aktivitas investasi                      -1.120.136       33.139.190        1.852.415        1.983.766        2.117.083        2.250.181
  Investasi jangka pendek                                     272           23.599                0                0                0                0
  Kas & setara kas yang dibatasi penggunaannya             67.541              764            2.123            2.079            2.078            2.073
  Investasi pada ventura bersama                           16.947              294              818              801              801              799
  Properti investasi                                        2.323              664            1.844            1.805            1.805            1.800
  Aset tetap & tanah pertambangan                      -1.379.430       33.081.755        1.758.394        1.891.727        2.025.060        2.158.394
  Goodwill & aset takberwujud                             163.367           26.684           74.148           72.585           72.573           72.387
  Aset tidak lancar lainnya                                 8.844            5.429           15.087           14.769           14.766           14.729

Arus kas dari aktivitas pendanaan                      -2.824.015         -766.622       -3.263.328       -4.290.592       -3.780.590          54.757
  Pinjaman bank jangka pendek                              57.813           23.308                0                0                0               0
  Pinjaman bank jangka panjang                           -841.248         -770.976       -3.300.850       -4.334.000       -3.830.072               0
  Provisi jangka panjang                                   22.482           -9.106           18.027           20.854           23.773          26.307
  Liabilitas jangka panjang lainnya                      -158.623           -9.848           19.496           22.553           25.710          28.450
  Dana syirkah temporer                                  -200.000                0                0                0                0               0
  Penghasilan komprehensif lainnya                         -1.835                0                0                0                0               0
  Kepentingan non-pengendali                               48.339                0                0                0                0               0
  Dividen                                              -1.704.439                0                0                0                0               0
  Koreksi                                                 -46.504                0                0                0                0               0

Arus kas bersih                                          932.508         2.133.277        2.012.710        1.706.180        2.931.937        7.405.354

Kas & setara kas awal tahun                             6.007.333        6.939.841        9.073.118       11.085.828       12.792.008       15.723.945

Kas & setara kas akhir tahun                            6.939.841        9.073.118       11.085.828       12.792.008       15.723.945       23.129.299
Page 101
PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL (WACC) AS AT 31 DECEMBER 2023


                           Description                   Return


Cost of debt (before tax)                                         9,41%
Risk-free rate (before tax)                                       6,89%
Beta unlevered                                                    0,6537
Beta relevered                                                    0,9278
Equity risk premium                                               7,38%
Default spread                                                    2,07%
Cost of equity (before specific risk)                            11,67%
Company specific risk premium                                     0,00%
Cost of equity (after size and company specific risks)           11,67%
DER                                                              53,75%
Target for debt portion                                          34,96%
Target for equity portion                                        65,04%
WACC                                                             10,16%
Page 102
                                  SURAT PERNYATAAN


Sehubungan dengan transaksi antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) dengan
PT Karya Logistik Nusantara (“KLN”) dalam hal ini terkait dengan penyertaan modal Perseroan
ke KLN sebesar Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua miliar lima ratus juta rupiah) yang telah
dilakukan pada tanggal 27 Juni 2024 (“Transaksi”), dengan ini kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya:

1.   Direksi Perseroan menyatakan bahwa Transaksi telah sesuai dengan prosedur transaksi
     afiliasi dan transaksi benturan kepentingan yang berlaku di Perseroan;

2.   Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa:
     a.   Transaksi adalah termasuk Transaksi Afiliasi, sehingga dengan ini Perseroan
          melakukan pelaporan Keterbukaan Informasi terkait Transaksi Afiliasi, yang
          disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) telah lengkap dan sesuai
          dengan persyaratan yang tercantum dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
          tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan;
     b.   Transaksi termasuk dalam kategori Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
          Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
          Kepentingan, dimana pemegang saham akhir (Ultimate Beneficial Owner) Perseroan
          dan KLN adalah pihak yang sama;
     c.   Berdasarkan       Laporan       Pendapat     Kewajaran      No.    00017/2.0074-
          00/BS/04/0537/1/VI/2024 tanggal 10 Juni 2024 oleh KJPP Firman Suryantoro,
          Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan, menyatakan bahwa rencana Transaksi adalah
          wajar;
     d.   Transaksi dilakukan dalam rangka komitmen Perseroan mendukung program
          Pemerintah Republik Indonesia terkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara
          dalam hal penyediaan beton dan logistik di Ibu Kota Nusantara;
     e.   Transaksi ini tidak mengandung Benturan Kepentingan dan seluruh informasi/fakta
          material yang disampaikan oleh Perseroan kepada OJK terkait Transaksi ini, telah
          diungkapkan seluruhnya dengan benar dan tidak menyesatkan.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Page 103
                                   Jakarta, 28 Juni 2024


                                     Dewan Komisaris,




                                      Budi Waseso
                                Komisaris Utama/Independen




      Sony Subrata                Lydia Silvanna Djaman      Yustinus Prastowo
        Komisaris                        Komisaris                Komisaris




    Nasaruddin Umar                   Saor Siagian              Ratna Irsana
   Komisaris Independen            Komisaris Independen      Komisaris Independen




                                         Direksi,




        Donny Arsal                      Yosviandri              Reni Wulandari
       Direktur Utama               Direktur Supply Chain        Direktur Operasi




            Subhan               Andriano Hosny Panangian        Agung Wiharto
Direktur Bisnis dan Pemasaran      Direktur Keuangan dan     Direktur SDM dan Umum
                                    Manajemen Portofolio

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.37 MB
Published28 Jun 2024
Pages103
Characters332,044
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Jakarta Selatan DKI Jakarta p.2 ×6
linked org PT Hutama Karya (Persero) p.3 ×3
linked person Sony Subrata p.35 ×3
linked person Lydia Silvanna Djaman p.35 ×3
linked person Donny Arsal p.35 ×3
linked person Agung Wiharto p.35 ×3
linked person Andriano Hosny P p.35
linked person Saor Siagian p.36 ×2
linked person Nasaruddin Umar p.36 ×2
linked person Ratna Irsana p.36 ×2
linked person Yustinus Prastowo p.36 ×2
linked person Andriano Hosny Panangian p.36 ×2
linked person Reni Wulandari p.36 ×2
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.57 ×2
linked org Semen Baturaja Tbk. p.57 ×2
linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.64 ×8
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.2 ×267
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.3 ×5
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk p.3 ×5
possible org PP (Persero) Tbk p.3 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.26 ×4
possible person Soewandi p.35
possible org Negara Republik Indonesia p.35 ×2
possible person Budi Waseso p.36 ×2
possible org Waskita Karya p.56
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Firman p.3 ×2
unresolved org Hartomo dan Rekan p.3 ×2
unresolved org KJPP FAST p.3 ×20
unresolved org PT Karya Logistik Nusantara p.3 ×2
unresolved org PT Brantas Abipraya (Persero) p.3 ×2
unresolved org PT Nindya Karya (Persero) p.3 ×2
unresolved org Kota Nusantara p.3 ×16
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.3
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.3
unresolved org Bapepam-LK p.3 ×4
unresolved person Hanandewa p.4 ×2
unresolved org Menteri Keuangan No. RMK- p.4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.5 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.5 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.5 ×2
unresolved org Rintis & Rekan p.5 ×2
unresolved org TWRR p.5 ×5
unresolved person Penanggung Jawab Hanandewa p.9
unresolved person Reviewer Ir. Suzy Israwati p.9 ×2
unresolved person Penilai La Halufi p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Republik Indonesia DAR p.18
unresolved org Hartomo & Rekan p.18
unresolved org PT Karya Logistik Nusantara MAPPI p.18
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.18
unresolved org Bank KLN p.31
unresolved org PT Semen Gresik (Persero) p.35
unresolved person Akta Notaris J.N. Siregar p.35
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.35
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.35 ×2
unresolved person Rosida Rajagukguk-Siregar p.36
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.36
unresolved person Jimmy Tanal p.37
unresolved org Bank Indonesia p.38 ×18
unresolved org Bank Indonesia Inflasi IHK p.40
unresolved org Knota Nusantara p.44
unresolved org Pusat Statistik Peran p.48
unresolved org Kementerian PUPR p.48 ×11
unresolved org Menteri p.48
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.48
unresolved org Pengembangan Infrastruktur Wilayah p.51
unresolved org Kementerian Perindustrian p.54 ×2
unresolved org Layanan Umum p.55 ×2
unresolved org PT Semen Bosowa Maros p.57
unresolved org Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Produk p.60
unresolved org Holcim Indonesia Tbk. p.70 ×4
unresolved person Prof. Aswath Damodaran p.82 ×2
unresolved org KJPP Firman Suryantoro p.102

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 13487 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '................................................................................................................... '
                            '1-2'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '................................................................................................................... '
                '1-2',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result