Skip to content
Back to announcement

20240521_DIGI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31641877_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review DIGI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00063/2.0162-00/BS/06/0153/1/V/2024                                   20 Mei 2024



Kepada Yth.

PT ARKADIA DIGITAL MEDIA Tbk
Jl. Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kav. 9
Kawasan Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 20 Mei 2024, PT Arkadia Digital Media Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”),
Suwarjono (selanjutnya disebut “Pemegang Saham”), dan Emerging Media Opportunity
Fund I, LP (selanjutnya disebut “EMOF”) telah menandatangani perjanjian Second
Addendum to the Second Addendum to the Second Amendment and Restatement of
Convertible Performance Debenture Agreement (selanjutnya disebut “Perjanjian
Adendum II”), dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar
USD 750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Perseroan, Pemegang Saham, dan EMOF
(selanjutnya disebut “Para Pihak”) merencanakan untuk mengubah fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang hingga
31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis
CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama
periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo
dengan bunga 4,50% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240215-001 tanggal
15 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami
sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas
Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat
Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang informasi dan komunikasi,
aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau
platform digital, periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design
konten kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara event khusus.
Perseroan berdomisili di Jalan Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kavling 9, Kawasan Mega
Kuningan, Jakarta Selatan 12950 dan email: investor@arkadiacorp.com.

Sebelumnya, pada tanggal 23 Maret 2020, Perseroan, Wiliam Martaputra, dan Pemegang
Saham, dan EMOF telah menandatangani CPD, sebagaimana telah diubah dengan
Amendment of Convertible Debenture Agreement (selanjutnya disebut “ACDA I”) dan
Second Amendment and Restatement of Convertible Performance Debenture Agreement
(selanjutnya disebut “ACDA II”) masing-masing pada tanggal 7 Juni 2020 dan 6 Juli 2020,
dimana Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman konversi dari EMOF sebesar
USD 750,00 ribu. Pinjaman tersebut wajib dikonversikan menjadi saham biasa Perseroan,
kecuali konversi tersebut tidak diperbolehkan berdasarkan Perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia dengan menggunakan nilai tukar sebesar Rp 14.070 per USD 1 atau
dengan harga konversi sebesar Rp 1.400 per saham dengan bunga 10% per tahun dan
akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2023 atau jangka waktu lain yang disepakati para
pihak atau karena alasan lainnya, kecuali dalam hal terdapat pernyataan percepatan
(selanjutnya disebut “Transaksi Pinjaman”).

Sehubungan dengan Transaksi Pinjaman, dalam rangka mitigasi ketidakmampuan
pemenuhan kewajiban Perseroan atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang
masa jatuh tempo Transaksi Pinjaman, mengingat tanggal jatuh tempo fasilitas pinjaman
berdasarkan ACDA II adalah 30 Juni 2023, maka Perseroan, Pemegang Saham, EMOF
kembali menandatangani Addendum to the Second Amendment and Restatement of
Convertible Performance Debenture Agreement (selanjutnya disebut “Perjanjian
Adendum I”) dalam rangka melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan
jangka waktu dari fasilitas pinjaman tersebut menjadi sebagaimana tertuang dalam
Perjanjian Adendum I. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK No. S-1228/PM.211/2023
tanggal 24 Juli 2023 terkait dengan penyampaian tanggapan atas permohonan informasi
dari Perseroan (selanjutnya disebut “Surat OJK”), Perseroan diminta untuk memperhatikan
dan memenuhi ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.




                                            2
Page 4
Selanjutnya, dalam rangka memenuhi Surat OJK dan rencana Perseroan untuk melakukan
beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka waktu dari fasilitas pinjaman, maka
Perseroan, Pemegang Saham, dan EMOF (selanjutnya disebut “Para Pihak”) telah
menandatangani Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan
tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan
membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada
tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per
tahun.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema pembayaran pokok
maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan memberikan Perseroan jangka waktu
yang lebih panjang untuk dapat melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman
kepada EMOF sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat melakukan
restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat menghindari gagal bayar (default)
atas Transaksi Pinjaman, yang dapat memberikan dampak pada kelangsungan usaha
Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan
aset Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
saham Perseroan.

Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa mendatang dengan
penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga Transaksi Pinjaman yang lebih rendah,
yang diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan atas
    Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo Transaksi Pinjaman,
    maka Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi. Namun demikian,
    berdasarkan Surat OJK, Perseroan diminta untuk memperhatikan dan memenuhi
    ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis Perseroan yang
    diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan untuk melakukan beberapa
    perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para
    Pihak telah menandatangani Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas
    pinjaman sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan
    kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan
    Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama
    periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh
    tempo dengan bunga 4,50% per tahun.




                                            3
Page 5
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema pembayaran
    pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan memberikan Perseroan
    jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat melakukan pembayaran kembali atas
    Transaksi Pinjaman kepada EMOF sehingga Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan rasio likuiditas Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat melakukan
    restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat menghindari gagal bayar
    (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat memberikan dampak pada kelangsungan
    usaha Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada
    penguasaan aset Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan
    seluruh pemegang saham Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa mendatang
    dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga Transaksi Pinjaman yang
    lebih rendah, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang, dan Ali (selanjutnya
disebut “DBSDA”), jumlah ekuitas dan aset Perseroan masing-masing adalah sebesar
negatif Rp 8,00 miliar dan Rp 18,82 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Adendum II,
nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar USD 750,00 ribu atau
setara dengan Rp 11,56 miliar dengan kurs Rp 15.416 per 1 USD.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
61,42% aset Perseroan per tanggal 31 Desember 2023 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.




                                            4
Page 6
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah transaksi
dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar
USD 750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Para Pihak merencanakan untuk mengubah
fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan
diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan
menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam
36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun.

MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                           5
Page 7
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00009/3.0291/AU.1/06/0824-4/1/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00025/3.0291/AU.1/06/0824-3/1/III/2023 tanggal 15 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penenakan akan suatu hal;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00016/3.0291/AU.1/06/0824-2/1/III/2022 tanggal 11 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00017/3.0291/AU.1/06/0824-1/1/III/2021 tanggal 10 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Robert Ricker sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00006/2.1203/AU.1/06/0401-2/1/II/2020 tanggal 17 Februari 2020
   dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2023 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
   Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033
   yang disusun oleh manajemen Perseroan;

9. CPD

10. ACDA I;

11. ACDA II;




                                           6
Page 8
12. Perjanjian Adendum I;

13. Perjanjian Adendum II;

14. Surat OJK;

15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 121
    tanggal 23 Juni 2023 oleh Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn. notaris di Jakarta terkait
    perubahan anggaran dasar Perseroan;

16. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Fastabiqul Khair Algatot
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Rencana Transaksi;

17. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

18. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

19. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

20. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

21. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

22. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

23. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                              7
Page 9
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar
Perseroan.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             8
Page 10
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.




                                             9
Page 11
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240215-001 tanggal
15 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat
Kewajaran, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
    Perusahaan Terbuka No. 005/ADM/BOC/I/2024 tanggal 19 Januari 2024, jumlah saham
    dan persentase kepemilikan saham Iwa Sukresno Karunia pada Perseroan adalah
    sebanyak 397.706.300 lembar saham atau setara dengan 24,47%;

•   Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
    Perusahaan Terbuka No. 003/ADM/BOD/I/2024 tanggal 31 Januari 2024, jumlah saham
    dan persentase kepemilikan saham Suwarjono pada Perseroan adalah sebanyak
    86.184.800 lembar saham atau setara dengan 5,30%.

•   Dengan demikian, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                              Persentase
                 Pemegang Saham          Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                              Kepemilikan
    Iwa Sukresno Karunia                        397.706.300           24,47%      7.725.530.000
    PT Harvest Capital International            499.322.000           30,73%      9.986.440.000
    Suwarjono                                    86.184.800            5,30%      1.715.000.000
    Masyarakat                                  641.786.900           39,49%     13.073.030.000
    Jumlah                                  1.625.000.000            100,00%     32.500.000.000




                                           10
Page 12
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             11
Page 13
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
           sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Arkadia Digital Media Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak telah memperoleh
           fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF dan merencanakan
           untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal
           jatuh tempo yang akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan
           tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan
           Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama
           selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada
           tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun.

           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 6 Maret 2012 yang dibuat
           oleh Notaris Arianly Triutomo, S.H., Notaris di Tangerang. Akta pendirian ini
           telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13641.AH.01.01.Tahun
           2012 tanggal 14 Maret 2012.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
           Perubahan terakhir berdasarkan akta dari Notaris Elizabeth Karina Leonita
           S.H., M.Kn., No 121 tanggal 23 Juni 2023 terkait perubahan anggaran dasar
           Perseroan. Perubahan anggaran dasar Perseroan tersebut telah memperoleh
           persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           berdasarkan Keputusan No. AHU-AH.01.09-0139254 tertanggal 11 Juli 2023.

           Perseroan berdomisili di Jalan Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kavling 9,
           Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai beroperasi
           komersial pada tahun 2017.




                                          12
Page 14
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                            Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                 :        Stephen K Sulistyo
           Komisaris                          :        Iwa Sukresno Karunia
           Komisaris Independen               :        Ariyo Ali Suprapto

           Direksi
           Direktur Utama                     :        Suwarjono
           Direktur                           :        Fastabiqul Khair Algatot

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
           Perusahaan Terbuka, susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan
           kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                                               (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                        Pemegang Saham                 Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
           Iwa Sukresno Karunia                            397.706.300            24,47%       7.725.530.000
           PT Harvest Capital International                499.322.000            30,73%       9.986.440.000
           Suwarjono                                        86.184.800             5,30%       1.715.000.000
           Masyarakat                                      641.786.900            39,49%      13.073.030.000
           Jumlah                                         1.625.000.000          100,00%      32.500.000.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
           penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
           perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
           periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
           kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
           penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
           event khusus.




                                                  13
Page 15
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
           penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
           perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
           periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
           kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
           penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
           event khusus.

           Jumlah pengguna internet di Indonesia sendiri masih terus mengalami
           peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi
           Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada
           31 Januari 2024 lalu, angkanya saat ini sudah mencapai 221.563.479 jiwa,
           atau sekitar 79,5% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 278.696.200
           jiwa di akhir 2023. Berdasarkan catatan APJII, angka ini menunjukkan tren
           penetrasi internet yang masih konsisten naik sejak beberapa tahun terakhir, di
           mana antara lain mencapai 64,8% di 2018, 73,7% pada tahun 2020, 77,01%
           untuk tahun 2022, dan 78,19% pada awal 2023.

           Berdasarkan data yang didapat dari "Digital 2024 Indonesia" yang dirilis oleh
           We Are Social & Meltwater pada Januari 2024 lalu, angka jumlah pengguna
           internet yang disajikan adalah 185,3 juta atau 66,50% dari populasi penduduk
           (278,7 juta). Angka ini terutama bersumberkan data dari lembaga International
           Telecommunication Union (ITU), yang dibandingkan dengan data penduduk
           dari sumber pemerintah Indonesia dan lembaga Perserikatan Bangsa – Bangsa
           (PBB) terkait.

           Meskipun angkanya berbeda dengan yang disampaikan oleh APJII, namun
           data dari We Are Social tetap menunjukkan adanya kenaikan atau
           pertumbuhan dalam jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun.
           Jika dibandingkan dengan 5-6 tahun lalu atau sejak 2018, angka tersebut
           masih tergolong bagian dari grafik yang mengalami kenaikan yang signifikan.

           Berdasarkan hal tersebut, Perseroan yang saat ini mengelola tidak kurang dari
           sembilan portal web (Suara.com, Matamata.com, Bolatimes.com, Hitekno.com,
           Dewiku.com, Mobimoto.com, Guideku.com, Himedik.com dan TheIndonesia.id),
           20 laman khusus daerah (Suara Regional), satu platform konten buatan
           pengguna (Yoursay.id), platform e-commerce (Serbada.com), platform
           pemasangan iklan mandiri (Iklandisini.com), serta satu platform khusus video
           (Clickmov.com), merasa senantiasa optimistis dalam menjalankan kegiatan
           usahanya. Perseroan juga berkeyakinan dapat meraih hasil yang maksimal
           atau lebih baik di tahun-tahun mendatang melalui berbagai prospek usaha.




                                          14
Page 16
Beberapa di antara prospek usaha penting yang akan dikembangkan dan
diyakini dapat menopang bisnis Perseroan ke depan itu, antara lain, pertama
adalah penguatan iklan programatik. Hal ini terutama didukung oleh adanya
data bahwa porsi belanja iklan digital masih akan mengalami kenaikan.
Berdasarkan data dari We Are Social & Meltwater, bahwa dari total belanja
iklan sepanjang 2023 yang mencapai USD 6,66 miliar (iklan offline dan online),
sekitar 46,00% di antaranya adalah iklan digital. Tepatnya, besaran belanja
iklan digital di 2023 tercatat mencapai USD 3,06 miliar atau setara dengan
Rp 105,10 triliun, naik sebesar 10,10% atau sekitar USD 282 juta dibanding
tahun sebelumnya.

Prospek usaha kedua yang belakangan menguat dan mulai bisa menjadi
andalan Perseroan adalah pengelolaan kegiatan. Pada tahun-tahun terdahulu,
prospek ini rata-rata didapatkan dari klien, baik swasta maupun Pemerintah,
yang masuk melalui Divisi Sales dan Marketing. Sejauh ini, Perseroan sendiri
sudah memiliki beberapa unit kerja yang biasa terlibat dalam pekerjaan serupa,
antara lain yakni Arkadia Creative, Arkadia Production dan Arkadia Event.
Dengan kata lain, Perseroan sudah memiliki tim dan dukungan infrastruktur
yang kuat dalam mengelola event, serta siap mengelola bentuk kegiatan yang
beragam mulai dari training, lomba, seminar, konferensi, festival, hingga
pameran, pagelaran dan lain-lain.

Prospek usaha berikutnya yang bisa dikembangkan adalah Yoursay dan
komunitasnya. Untuk diketahui, Yoursay yang pada awalnya hanyalah platform
untuk publikasi konten buatan pengguna atau User Generated Content (UGC),
saat ini sudah berkembang jauh lebih luas. Dengan jumlah member atau
anggota teregistrasi yang mencapai puluhan ribu, Yoursay saat ini tidak saja
secara rutin menyalurkan ratusan konten baru karya para penulis setiap hari,
namun juga memiliki data maupun aktivitas (online dan offline) yang jumlahnya
bahkan bisa mencapai setidaknya puluhan event atau kegiatan dalam setahun.

Hal lainnya adalah prospek pengelolaan atau manajemen media sosial.
Manajemen media sosial yang dimaksud di sini tidak saja sebatas pengelolaan
akun-akun media sosial yang dibuat atau dimiliki oleh Perseroan di berbagai
platform, melainkan juga pengelolaan media sosial yang dapat ditawarkan
kepada klien. Prospek ini juga diperkuat dengan data besaran belanja iklan
digital terhadap influencer online, yang seperti dirilis We Are Social, pada 2023
lalu angkanya mencapai USD 190,00 juta atau setara dengan Rp 2,99 triliun
atau mengalami kenaikan sebesar 18,8%.

Beberapa prospek lainnya yang dinilai masih terbuka dan berpeluang
menopang bisnis Perseroan, antara lain adalah pengembangan video dan
rumah produksi; program kerja sama dan jaringan media lokal; serta agensi
periklanan. Beberapa di antara prospek usaha yang sudah sempat dicoba atau
dijajaki sejak tahun-tahun sebelumnya, namun dinilai masih dapat
dikembangkan atau dimaksimalkan lagi ke depan.




                                15
Page 17
           Adapun terhadap pendapatan usaha, masih sebagaimana tahun lalu, dalam
           tahun mendatang Perseroan menargetkan untuk mengalami pertumbuhan
           pendapatan sebesar 25,00% - 30,00%. Dalam hal ini, selain memaksimalkan
           prospek-prospek yang ada serta menjalankan usaha berdasarkan strategi yang
           telah dibuat, Perseroan juga senantiasa berperan pada tiga pilar utama
           usahanya dalam beberapa tahun terakhir, yaitu: konten yang bagus, distribusi
           konten secara masif dan maksimal, dan inovasi secara terus menerus.

I.A.2.     PT Emerging Media Opportunity Fund

           Dalam Rencana Transaksi, EMOF merupakan pihak yang telah memberikan
           fasilitas pinjaman konversi sebesar USD 750,00 ribu kepada Perseroan, pihak
           telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF dan
           merencanakan untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu
           dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan
           kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD
           dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama
           selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada
           tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, EMOF
           merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Latar
           belakang EMOF adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           EMOF merupakan suatu kemitraan terbatas yang dikelola dan diatur
           berdasarkan hukum Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat, yang memiliki
           kantor terdaftar di c/o Corporation Service Company 2711 Centerville Road,
           Suite 400, Wilmington, Delaware, 19808, Amerika Serikat.




                                         16
Page 18
I.A.3.   Suwarjono

         Dalam Rencana Transaksi, Suwarjono merupakan pihak yang merencanakan
         untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu yang diperoleh
         Perseroan dari EMOF dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang
         hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan
         konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam
         36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
         31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50%
         per tahun.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
         Suwarjono adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar
         5,30%.

I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

         Pada tanggal 20 Mei 2024, Perseroan dan EMOF telah menandatangani
         Perjanjian Adendum II sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok
         kesepakatan penting dalam Perjanjian Adendum II adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah
             Perseroan, Pemegang Saham, dan EMOF.

         •   Objek dan Nilai Rencana Transaksi

             Objek dan Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II
             adalah transaksi dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas
             pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Para
             Pihak merencanakan untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar
             USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang
             hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan
             menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar
             pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai
             pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo
             dengan bunga 4,50% per tahun. Pokok dan bunga harus dibayar sesuai
             dengan jadwal pembayaran berikut (“Jadwal Pembayaran”):




                                        17
Page 19
                                                           (Dalam USD)
                                     Bunga yang Masih
Tahun       Bulan   Pokok                                Bunga
                                      Harus Dibayar
2024    Mei                      -              18.664
        Juni                     -              18.664
        Juli                     -              18.664
        Agustus             20.833                   -           2.813
        September           20.833                   -           2.734
        Oktober             20.833                   -           2.656
        November            20.833                   -           2.578
        Desember            20.833                   -           2.500
2025    Januari             20.833                   -           2.422
        Februari            20.833                   -           2.344
        Maret               20.833                   -           2.266
        April               20.833                   -           2.188
        Mei                 20.833                   -           2.109
        Juni                20.833                   -           2.031
        Juli                20.833                   -           1.953
        Agustus             20.833                   -           1.875
        September           20.833                   -           1.797
        Oktober             20.833                   -           1.719
        November            20.833                   -           1.641
        Desember            20.833                   -           1.563
2026    Januari             20.833                   -           1.484
        Februari            20.833                   -           1.406
        Maret               20.833                   -           1.328
        April               20.833                   -           1.250
        Mei                 20.833                   -           1.172
        Juni                20.833                   -           1.094
        Juli                20.833                   -           1.016
        Agustus             20.833                   -             937
        September           20.833                   -             859
        Oktober             20.833                   -             781
        November            20.833                   -             703
        Desember            20.833                   -             625
2027    Januari             20.833                   -             547
        Februari            20.833                   -             469
        Maret               20.833                   -             391
        April               20.833                   -             312
        Mei                 20.833                   -             234
        Juni                20.833                   -             156
        Juli                20.833                   -              78




                    18
Page 20
       •   Cara Pembayaran

           Cara pembayaran berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah Perseroan
           dapat melakukan pembayaran di muka kepada Pokok kapan saja atau dari
           waktu ke waktu, seluruhnya atau sebagian dengan pemberitahuan tertulis
           tiga hari kerja kepada EMOF tanpa premi atau denda apa pun dengan
           bunga yang masih harus dibayar pada tanggal pembayaran di muka atas
           jumlah tersebut. prabayar. Semua pembayaran di muka akan diterapkan
           pertama-tama pada pembayaran angsuran bunga yang masih harus
           dibayar tetapi belum dibayar sampai tanggal pembayaran di muka tersebut
           dan kemudian kepada Prinsipal dalam urutan kebalikan dari jatuh tempo,
           kecuali EMOF menyatakan sebaliknya secara tertulis kepada Perseroan.

           Bunga yang masih harus dibayar tetapi belum dibayar berdasarkan CPD
           pada tanggal Adendum ini telah disesuaikan oleh EMOF berdasarkan
           kesepakatan Perseroan dengan EMOF dan telah tercantum dalam Jadwal
           Pembayaran sebelum dimulainya pembayaran Pokok

       •   Lain – lain

           Tanggal efektif berlakunya Adendum ini harus berdasarkan adanya
           persetujuan dari OJK dan/atau Dewan Bursa Efek Indonesia (“BEI”);
           sehingga dengan demikian perpanjangan Tanggal Jatuh Tempo yang baru
           dan Jadwal Pelunasan akan disesuaikan lagi setelah legitimasi itu
           diperoleh.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
           atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
           Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
           Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
           diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
           bidang Pasar Modal.

       •   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
           Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
           untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
           waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
           Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
           sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
           dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
           otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
           bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
           31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
           4,50% per tahun.



                                     19
Page 21
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
    pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
    memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
    melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
    sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
    melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
    menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
    memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
    hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
    Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
    pemegang saham Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
    dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
    Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
    meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Apabila Perseroan tidak memiliki kecukupan dana untuk membayar fasilitas
    pinjaman beserta bunganya, maka berpotensi memberikan dampak pada
    dampak bagi kredibilitas Perseroan.

•   Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil kegiatan
    operasional untuk melakukan pembayaran fasilitas pinjaman sesuai dengan
    jadwal pembayaran yang telah disepakati dengan EMOF sehingga potensi
    Perseroan untuk mengembangkan usahanya selama fasilitas pinjaman
    belum lunas akan terhambat.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang Media, Perseroan
    tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha Perseroan.




                              20
Page 22
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Arkadia Digital Media Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 6 Maret 2012 yang dibuat
          oleh Notaris Arianly Triutomo, S.H., Notaris di Tangerang. Akta pendirian ini
          telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13641.AH.01.01.Tahun
          2012 tanggal 14 Maret 2012.

          Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
          Perubahan terakhir berdasarkan akta dari Notaris Elizabeth Karina Leonita
          S.H., M.Kn., No 121 tanggal 23 Juni 2023 terkait perubahan anggaran dasar
          Perseroan. Perubahan anggaran dasar Perseroan tersebut telah memperoleh
          persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          berdasarkan Keputusan No. AHU-AH.01.09-0139254 tertanggal 11 Juli 2023.

          Perseroan berdomisili di Jalan Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kavling 9,
          Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai beroperasi
          komersial pada tahun 2017.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
          informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
          penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
          perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
          periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
          kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
          penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
          event khusus.




                                         21
Page 23
II.B.     Tinjauan Industri Perseroan

II.B.1.   Tinjauan Industri Media Digital di Dunia

          Media digital merupakan salah satu sarana perantara atau pengantar yang
          berfungsi untuk menyalurkan informasi secara efektif dan efisien seiring
          dengan kemajuan teknologi di dunia. Perkembangan teknologi digital
          menjadikan media digital memiliki kecepatan yang tinggi dalam menyalurkan
          informasi kepada para penggunanya dan memiliki kemudahan dalam
          mengakses informasi melalui jaringan internet. Seiring dengan perkembangan
          jaringan internet, maka media digital dapat diakses dengan lebih luas dan
          bervariasi, sehingga di era modern sekarang ini, masyarakat lebih banyak
          menggunakan media digital dibandingkan dengan media konvensional.

          Pada negara-negara maju, mayoritas kehidupan masyarakatnya sudah beralih
          dari yang bersifat konvensional menjadi yang bersifat digital. Hal tersebut
          didukung dengan adanya jaringan internet yang memiliki peran dalam merubah
          pola penyampaian informasi dan pesan, dari yang sebelumnya menggunakan
          media cetak menjadi media online sehingga memberikan dampak positif
          terhadap perkembangan media digital pada masa kini.

          Berdasarkan hasil survei We Are Social pada Januari 2023, yang berjudul The
          Changing World of Digital in 2023, pada awal tahun 2023 jumlah penduduk di
          dunia adalah sebanyak 8,01 miliar, dengan jumlah pengguna internet sebanyak
          5,16 miliar dan jumlah pengguna aktif media sosial sebanyak 4,76 miliar.

           Jumlah Pendapatan Industri Media Digital di Dunia
           Tahun 2023

                                                 (Dalam miliar USD)

                      Negara              Jumlah Pendapatan

           Amerika Serikat                                     174,72
           Tiongkok                                            118,83
           Jepang                                               37,70
           Inggris                                              20,40
           Korea Selatan                                        13,33

          Sumber: Statista


          Berdasarkan data yang dibuat oleh Statista, jumlah pendapatan industri media
          digital pada tahun 2023 yang paling tinggi diperkirakan terdapat di Amerika
          Serikat, Tiongkok, dan Jepang, dimana jumlah pendapatan industri media
          digital Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang pada tahun 2023 masing-masing
          adalah sebesar USD 174,72 miliar, USD 118,83 miliar, dan USD 37,70 miliar.
          Sementara itu, jumlah pendapatan industri media digital di Inggris dan Korea
          Selatan pada tahun 2023 masing-masing adalah sebesar USD 20,40 miliar dan
          USD 13,33 miliar.




                                            22
Page 24
Proyeksi Pendapatan Pasar Digital Media di Seluruh Dunia
Tahun 2024 - 2027
(Dalam miliar USD)

        800,00

        700,00

        600,00

        500,00

        400,00

        300,00

        200,00

        100,00

               -
                    2024             2025         2026            2027
      Miliar USD   560,66           613,51       657,26          700,17

Sumber: Statista


Berdasarkan data dari Statista, pada tahun 2025 hingga tahun 2027,
pendapatan industri media digital diproyeksikan mengalami peningkatan
masing-masing sebesar USD 52,85 miliar, USD 43,75 miliar, dan
USD 42,91 miliar atau masing-masing setara dengan 9,43%, 7,13%, dan
6,53%. Pasar media digital diproyeksikan terus meningkat, hal ini diawali oleh
pandemi Covid-19, yang telah membuat peningkatan besar dalam permintaan
media dan kebutuhan akan digitalisasi, hal ini akan terus berlanjut ditambah
dengan permintaan yang akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam industri media digital, terdapat periklanan digital yang mengacu pada
layanan yang mempromosikan bisnis online, seperti melalui mesin pencari,
media sosial, situs web, dan program lainnya. Periklanan digital membantu
mencapai berbagai sasaran bisnis. Berdasarkan data yang didapat dari The
Business Research Company, dalam laporan nya yang berjudul Digital
Advertising Global Market Report 2024, pasar periklanan digital diperkirakan
akan mencapai USD 63,87 miliar pada tahun 2028 dengan tingkat
pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7,00%. Pertumbuhan pada industri
ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti peningkatan penetrasi internet,
peningkatan dukungan pemerintah terhadap periklanan digital, dan
peningkatan urbanisasi, lalu ada faktor seperti fokus pada aplikasi bertenaga
kecerdasan buatan, dan yang terbaru adalah penggunaan augmanted reality
untuk memberikan pengalaman interaktif.




                               23
Page 25
II.B.2.   Tinjauan Industri Media Digital di Indonesia

          Industri media digital merupakan salah satu industri yang terus berkembang
          dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini.
          Perkembangan industri media digital di Indonesia juga didukung oleh jumlah
          penduduk yang tinggi dan perubahan pola kehidupan dalam penggunaan
          media konvensional menjadi media digital. Media digital mulai muncul di
          Indonesia pada tahun 2000 dan selama 20 tahun terakhir terus mengalami
          perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dan jaringan internet di
          Indonesia.

          Faktor yang membuat prospek bisnis sektor media digital semakin baik adalah
          terus meningkatnya jumlah pengguna internet. Berdasarkan data yang
          diperoleh dari We Are Social, secara keseluruhan, pada Januari 2024,
          penggunaan internet di Indonesia mencapai 77,00% dari jumlah penduduk
          pada Januari 2024, dimana jumlah penduduk Indonesia mencapai sebesar
          276,40 juta. Alasan utama orang Indonesia dalam menggunakan internet
          adalah untuk menemukan informasi, menemukan ide, dan diikuti dengan
          berhubungan dengan teman atau keluarga. Masyarakat di Indonesia
          menghabiskan waktu yang bervariasi dalam mengakses media digital. Waktu
          rata-rata satu orang dalam menggunakan media digital adalah selama 3 jam
          11 menit per hari.

          Proyeksi Pendapatan Pasar Digital Media di Indonesia
          Tahun 2024 - 2027
          (Dalam miliar USD)

                     3,50

                     3,00

                     2,50

                     2,00

                     1,50

                     1,00

                     0,50

                         -
                              2024             2025       2026           2027
                Miliar USD    2,64             2,86       3,04           3,21

          Sumber: Statista




                                          24
Page 26
        Berdasarkan data dari Statista, pada tahun 2025 hingga tahun 2027,
        pendapatan industri media digital diproyeksikan mengalami peningkatan
        masing-masing sebesar USD 0,22 miliar, USD 0,18 miliar, dan USD 0,17 miliar
        atau masing-masing setara dengan 8,33%, 6,29%, dan 5,59%.

        Seiring dengan adanya perubahan penggunaan media konvensional ke media
        digital dan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia serta adanya
        upaya Pemerintah Indonesia dalam memperluas pemerataan jaringan internet
        setiap tahunnya, maka potensi industri media digital pada masa yang akan
        datang diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang positif. Selain
        itu, distribusi berita dan sarana media lainnya yang semakin cepat karena
        adanya perkembangan teknologi juga diperkirakan akan meningkatkan kinerja
        para pelaku industri digital di Indonesia.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
        informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
        penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
        perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
        periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
        kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
        penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
        event khusus.

        Jumlah pengguna internet di Indonesia sendiri masih terus mengalami
        peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru dari APJII yang
        dirilis pada 31 Januari 2024 lalu, angkanya saat ini sudah mencapai
        221.563.479 jiwa, atau sekitar 79,5% dari total penduduk Indonesia yang
        berjumlah 278.696.200 jiwa di akhir 2023. Berdasarkan catatan APJII, angka ini
        menunjukkan tren penetrasi internet yang masih konsisten naik sejak beberapa
        tahun terakhir, di mana antara lain mencapai 64,8% di 2018, 73,7% pada tahun
        2020, 77,01% untuk tahun 2022, dan 78,19% pada awal 2023.

        Berdasarkan data yang didapat dari "Digital 2024 Indonesia" yang dirilis oleh
        We Are Social & Meltwater pada Januari 2024 lalu, angka jumlah pengguna
        internet yang disajikan adalah 185,3 juta atau 66,50% dari populasi penduduk
        (278,7 juta). Angka ini terutama bersumberkan data dari lembaga ITU, yang
        dibandingkan dengan data penduduk dari sumber pemerintah Indonesia dan
        lembaga PBB terkait.

        Meskipun angkanya berbeda dengan yang disampaikan oleh APJII, namun
        data dari We Are Social tetap menunjukkan adanya kenaikan atau
        pertumbuhan dalam jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun.
        Jika dibandingkan dengan 5-6 tahun lalu atau sejak 2018, angka tersebut
        masih tergolong bagian dari grafik yang mengalami kenaikan yang signifikan.




                                       25
Page 27
Berdasarkan hal tersebut, Perseroan yang saat ini mengelola tidak kurang dari
sembilan portal web (Suara.com, Matamata.com, Bolatimes.com, Hitekno.com,
Dewiku.com, Mobimoto.com, Guideku.com, Himedik.com dan TheIndonesia.id),
20 laman khusus daerah (Suara Regional), satu platform konten buatan
pengguna (Yoursay.id), platform e-commerce (Serbada.com), platform
pemasangan iklan mandiri (Iklandisini.com), serta satu platform khusus video
(Clickmov.com), merasa senantiasa optimistis dalam menjalankan kegiatan
usahanya. Perseroan juga berkeyakinan dapat meraih hasil yang maksimal
atau lebih baik di tahun-tahun mendatang melalui berbagai prospek usaha.

Beberapa di antara prospek usaha penting yang akan dikembangkan dan
diyakini dapat menopang bisnis Perseroan ke depan itu, antara lain, pertama
adalah penguatan iklan programatik. Hal ini terutama didukung oleh adanya
data bahwa porsi belanja iklan digital masih akan mengalami kenaikan.
Berdasarkan data dari We Are Social & Meltwater, bahwa dari total belanja
iklan sepanjang 2023 yang mencapai USD 6,66 miliar (iklan offline dan online),
sekitar 46,00% di antaranya adalah iklan digital. Tepatnya, besaran belanja
iklan digital di 2023 tercatat mencapai USD 3,06 miliar atau setara dengan
Rp 105,10 triliun, naik sebesar 10,10% atau sekitar USD 282 juta dibanding
tahun sebelumnya.

Prospek usaha kedua yang belakangan menguat dan mulai bisa menjadi
andalan Perseroan adalah pengelolaan kegiatan. Pada tahun-tahun terdahulu,
prospek ini rata-rata didapatkan dari klien, baik swasta maupun Pemerintah,
yang masuk melalui Divisi Sales dan Marketing. Sejauh ini, Perseroan sendiri
sudah memiliki beberapa unit kerja yang biasa terlibat dalam pekerjaan serupa,
antara lain yakni Arkadia Creative, Arkadia Production dan Arkadia Event.
Dengan kata lain, Perseroan sudah memiliki tim dan dukungan infrastruktur
yang kuat dalam mengelola event, serta siap mengelola bentuk kegiatan yang
beragam mulai dari training, lomba, seminar, konferensi, festival, hingga
pameran, pagelaran dan lain-lain.

Prospek usaha berikutnya yang bisa dikembangkan adalah Yoursay dan
komunitasnya. Untuk diketahui, Yoursay yang pada awalnya hanyalah platform
untuk publikasi konten buatan pengguna atau UGC, saat ini sudah berkembang
jauh lebih luas. Dengan jumlah member atau anggota teregistrasi yang
mencapai puluhan ribu, Yoursay saat ini tidak saja secara rutin menyalurkan
ratusan konten baru karya para penulis setiap hari, namun juga memiliki data
maupun aktivitas (online dan offline) yang jumlahnya bahkan bisa mencapai
setidaknya puluhan event atau kegiatan dalam setahun.




                               26
Page 28
        Hal lainnya adalah prospek pengelolaan atau manajemen media sosial.
        Manajemen media sosial yang dimaksud di sini tidak saja sebatas pengelolaan
        akun-akun media sosial yang dibuat atau dimiliki oleh Perseroan di berbagai
        platform, melainkan juga pengelolaan media sosial yang dapat ditawarkan
        kepada klien. Prospek ini juga diperkuat dengan data besaran belanja iklan
        digital terhadap influencer online, yang seperti dirilis We Are Social, pada 2023
        lalu angkanya mencapai USD 190,00 juta atau setara dengan Rp 2,99 triliun
        atau mengalami kenaikan sebesar 18,8%.

        Beberapa prospek lainnya yang dinilai masih terbuka dan berpeluang
        menopang bisnis Perseroan, antara lain adalah pengembangan video dan
        rumah produksi; program kerja sama dan jaringan media lokal; serta agensi
        periklanan. Beberapa di antara prospek usaha yang sudah sempat dicoba atau
        dijajaki sejak tahun-tahun sebelumnya, namun dinilai masih dapat
        dikembangkan atau dimaksimalkan lagi ke depan.

        Adapun terhadap pendapatan usaha, masih sebagaimana tahun lalu, dalam
        tahun mendatang Perseroan menargetkan untuk mengalami pertumbuhan
        pendapatan sebesar 25,00% - 30,00%. Dalam hal ini, selain memaksimalkan
        prospek-prospek yang ada serta menjalankan usaha berdasarkan strategi yang
        telah dibuat, Perseroan juga senantiasa berperan pada tiga pilar utama
        usahanya dalam beberapa tahun terakhir, yaitu: konten yang bagus, distribusi
        konten secara masif dan maksimal, dan inovasi secara terus menerus.

II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
            atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
            Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
            Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
            diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
            bidang Pasar Modal.

        •   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
            Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
            untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
            waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
            Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
            sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
            dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
            otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
            bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
            31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
            4,50% per tahun.




                                        27
Page 29
        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
            pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
            memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
            melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
            sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
            Perseroan pada masa yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
            melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
            menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
            memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
            hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
            Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
            pemegang saham Perseroan.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
            dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
            mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
            Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
            meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
            atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
            Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
            Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
            diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
            bidang Pasar Modal.

        •   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
            Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
            untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
            waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
            Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
            sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
            dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
            otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
            bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
            31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
            4,50% per tahun.




                                      28
Page 30
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
    pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
    memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
    melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
    sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
    melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
    menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
    memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
    hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
    Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
    pemegang saham Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
    dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
    Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
    meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Apabila Perseroan tidak memiliki kecukupan dana untuk membayar fasilitas
    pinjaman beserta bunganya, maka berpotensi memberikan dampak pada
    dampak bagi kredibilitas Perseroan.

•   Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil kegiatan
    operasional untuk melakukan pembayaran fasilitas pinjaman sesuai dengan
    jadwal pembayaran yang telah disepakati dengan EMOF sehingga potensi
    Perseroan untuk mengembangkan usahanya selama fasilitas pinjaman
    belum lunas akan lebih terhambat.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang Media, Perseroan
    tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha Perseroan.




                              29
Page 31
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP DBSDA dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh
           KAP DBSDA dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan
           suatu hal. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP DBSDA
           dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan konsolidasian
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah
           diaudit oleh KAP DBSDA dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan hal
           lain. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP RR dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan        31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                 4.446       2.758       4.897      10.390          1.965
           Piutang usaha                                4.782       3.706       2.531       7.446         10.052
           Piutang lain-lain                                -           -           -           -              6
           Uang muka                                      671         426         116       4.107            149
           Pajak dibayar dimuka                             7           3         599          70              -
           Biaya dibayar dimuka                           401          46          54         647          1.991
           Jumlah Aset Lancar                          10.307       6.938       8.198      22.661         14.163
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap bersih                            5.750       8.080      13.178       7.333          8.725
           Aset takberwujud                             1.719       4.881      11.839      15.691         18.100
           Aset pajak tangguhan                           848         782       1.018         714            494
           Aset lain-lain                                 200         200         200         300            110
           Jumlah Aset Tidak Lancar                     8.517      13.943      26.235      24.038         27.429
           JUMLAH ASET                                 18.824      20.881      34.433      46.700         41.591




                                               30
Page 32
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                               31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                        1.189           616           258           454             82
           Utang lain-lain                                                    4.259         2.676             -             -             20
           Utang pajak                                                        4.048         2.613         1.455           479          1.173
           Biaya yang masih harus dibayar                                     5.430         2.232         1.202           940            394
           Liabilitas sewa - bagian jangka pendek                                61             -             -             -              -
           Uang muka penjualan                                                    -             -             -             4              -
           Utang lain-lain jatuh tempo dalam satu tahun                           -           874         1.585         1.175              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   14.986         9.010         4.500         3.051          1.669
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas sewa - bagian jangka panjang                              281             -             -             -              -
           Utang lain-lain jangka panjang                                     7.708        12.672        11.508        12.930              -
           Liabilitas imbalan kerja                                           3.851         3.162         3.951         3.246          1.976
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  11.840        15.834        15.459        16.176          1.976
           JUMLAH LIABILITAS                                                 26.826        24.845        19.959        19.227          3.645
           EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           Modal saham                                                        32.500        32.500        32.500        32.500        32.500
           Tambahan modal disetor lain                                            90            90            90            90            90
           Agio saham                                                         11.600        11.600        11.600        11.600        11.600
           Komponen komprehensif lain                                            754           687           515           418           704
           Saldo defisit                                                     (52.960)      (48.855)      (30.246)      (17.151)       (6.958)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                            (8.017)       (3.978)      14.459        27.457         37.936
           Kepentingan non-pengendali                                             14            14           14            15             10
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                  (8.002)       (3.963)      14.474        27.472         37.946
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
             (DEFISIENSI MODAL)                                              18.824        20.881        34.433        46.700         41.591



III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 18,82 miliar, Rp 20,88 miliar, Rp 34,43 miliar, Rp 46,70 miliar, dan
           Rp 41,59 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 2,06 miliar atau setara dengan 9,85% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan aset tetap bersih dan aset takberwujud
           masing-masing sebesar Rp 2,33 miliar dan Rp 3,16 miliar, yang disertai dengan
           kenaikan kas dan bank serta piutang usaha masing-masing sebesar
           Rp 1,69 miliar dan Rp 1,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 13,55 miliar atau setara dengan 39,36% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan aset tetap bersih dan aset takberwujud
           masing-masing sebesar Rp 5,10 miliar dan Rp 6,96 miliar.




                                                                     31
Page 33
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 12,27 miliar atau setara dengan 26,27% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan bank serta piutang usaha masing-masing
           sebesar Rp 5,49 miliar dan Rp 4,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 5,11 miliar atau setara dengan 12,28% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan bank sebesar Rp 8,43 miliar, yang disertai
           dengan penurunan piutang usaha sebesar Rp 2,61 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 26,83 miliar, Rp 24,85 miliar, Rp 19,96 miliar, Rp 19,23 miliar, dan
           Rp 3,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1,98 miliar atau setara dengan 7,97% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan biaya
           yang masih harus dibayar masing-masing sebesar Rp 1,58 miliar,
           Rp 1,44 milliar, dan Rp 3,20 miliar, yang disertai dengan penurunan
           utang lain-lain jangka panjang sebesar Rp 4,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 4,89 miliar atau setara dengan 24,48% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan
           utang lain-lain jangka panjang masing-masing sebesar Rp 2,68 miliar,
           Rp 1,16 miliar dan Rp 1,16 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 0,73 miliar atau setara dengan 3,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang pajak, utang lain-lain jatuh tempo
           dalam satu tahun, dan liabilitas imbalan kerja masing-masing sebesar
           Rp 0,98 miliar, Rp 0,41 miliar, dan Rp 0,70 miliar, yang disertai dengan
           penurunan utang lain-lain jangka panjang sebesar Rp 1,42 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 15,58 miliar atau setara dengan 427,50% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain jangka panjang sebesar
           Rp 12.93 miliar.




                                          32
Page 34
III.A.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

           Jumlah defisiensi modal Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
           Rp 8,00 miliar dan Rp 3,96 miliar. Jumlah ekuitas Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019
           masing-masing adalah sebesar Rp 14,47 miliar, Rp 27,47 miliar, dan
           Rp 37,95 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah defisiensi modal Perseroan
           mengalami kenaikan sebesar Rp 4,04 miliar atau setara dengan 101,90%
           dibandingkan dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember
           2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang
           dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 4,11 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah defisiensi modal Perseroan
           mengalami kenaikan sebesar Rp 18,44 miliar atau setara dengan 127,38%
           dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021.
           Kenaikan ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 18,61 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 13,00 miliar atau setara dengan 47,32% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 13,10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 10,47 miliar atau setara dengan 27,60% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 10,19 miliar.




                                          33
Page 35
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                              31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           Pendapatan                                                       57.894        41.539        45.055        35.105         37.662
           Beban pokok pendapatan                                           35.676        23.808        22.877        15.583         14.123
           Laba kotor                                                        22.218        17.731        22.178        19.522        23.539
           Beban pemasaran                                                     (437)         (356)         (299)         (218)         (469)
           Beban umum dan administrasi                                      (23.390)      (30.893)      (31.958)      (27.206)      (21.722)
           Pendapatan (beban) lain-lain                                      (1.022)       (3.543)       (1.925)       (1.713)       (1.289)
           Laba (rugi) usaha                                                 (2.630)      (17.061)      (12.004)       (9.615)           59
           Pendapatan keuangan                                                   18             5             7             5            91
           Beban keuangan                                                      (810)       (1.389)       (1.430)         (690)          (29)
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan             (3.422)      (18.445)      (13.427)      (10.300)          121
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   (684)         (164)          331           112            19
           Laba (rugi) tahun berjalan                                        (4.105)      (18.609)      (13.096)      (10.188)          140
           Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                              67           172            97          (286)          (15)
           Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                    (4.039)      (18.437)      (12.999)      (10.474)          125
           Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                           (4.106)      (18.609)      (13.095)      (10.193)          140
             Kepentingan non-pengendali                                           0            (0)           (1)            5            (0)



III.A.6    Pendapatan

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 57,89 miliar, Rp 41,54 miliar, Rp 45,06 miliar, Rp 35,11 miliar, dan
           Rp 37,66 miliar.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 16,36 miliar atau setara
           dengan 39,37% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 3,52 miliar atau setara
           dengan 7,80% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 9,95 miliar atau setara
           dengan 28,34% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 2,56 miliar atau setara
           dengan 6,79% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                   34
Page 36
III.A.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 4,11 miliar, Rp 18,61 miliar, Rp 13,10 miliar, dan Rp 10,19 miliar. Laba
           tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 0,14 miliar.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 14,50 miliar atau setara
           dengan 77,94% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,51 miliar atau setara
           dengan 42,10% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,91 miliar atau setara
           dengan 28,54% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 10,33 miliar dibandingkan
           dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.

III.A.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                        31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                             56.819        40.369        49.967        37.714        35.440
           Pembayaran kas kepada pemasok                            (25.612)      (17.582)       (7.771)       (8.745)       (4.606)
           Pembayaran karyawan                                      (23.129)      (24.958)      (23.836)      (21.212)      (17.006)
           Pembayaran beban usaha lainnya                            (1.574)       (2.836)       (9.008)       (8.055)       (5.992)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                        6.504         (5.007)       9.351          (298)         7.835
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                       (138)         (260)        (4.856)       (1.878)         (296)
           Penjualan aset tetap                                        114             -              -             -             -
           Perolehan aset takberwujud                                    -             -         (3.300)       (3.300)       (6.600)
           Perolehan aset lain-lain                                      -             -         (5.678)         (190)            -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi               (24)        (260)       (13.833)       (5.368)       (6.896)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain                   (4.660)       3.128         (1.011)      14.085             19
           Pembayaran liabilitas sewa                                  (132)           -              -            -              -
           Penerimaan (pembayaran piutang lain-lain                       -            -              -            6             (0)
           Pembayaran sewa pembiayaan                                     -            -              -            -            (14)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                      (4.792)       3.128         (1.011)      14.091                5
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                               1.688         (2.139)       (5.494)       8.426            944
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        2.758         4.897        10.390         1.965          1.021
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       4.446         2.758         4.897        10.390          1.965




                                                            35
Page 37
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 6,50 miliar, Rp 9,35 miliar, dan
Rp 7,84 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 5,01 miliar dan Rp 0,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 6,50 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 56,82 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran
karyawan masing-masing sebesar Rp 25,61 miliar dan Rp 23,13 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,01 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran
karyawan masing-masing sebesar Rp 17,58 miliar dan Rp 24,96 miliar, yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 40,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 9,35 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 49,97 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
karyawan, dan pembayaran beban usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 7,77 miliar, Rp 23,84 miliar, dan Rp 9,01 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,30 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
karyawan, dan pembayaran beban usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 8,75 miliar, Rp 21,21 miliar, dan Rp 8,06 miliar, yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 37,71 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 7,84 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 35,44 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
karyawan, dan pembayaran beban usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 4,61 miliar, Rp 17,01 miliar, dan Rp 5,99 miliar.




                              36
Page 38
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,02 miliar, Rp 0,26 miliar,
Rp 13,83 miliar, Rp 5,37 miliar, dan Rp 6,90 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,02 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,14 miliar, yang
disertai dengan penjualan aset tetap sebesar Rp 0,11 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,26 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,83 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, perolehan aset takberwujud, dan
perolehan aset lain-lain masing-masing sebesar Rp 4,86 miliar, Rp 3,30 miliar,
dan Rp 5,68 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 5,37 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan perolehan aset takberwujud
masing-masing sebesar Rp 1,88 miliar dan Rp 3,30 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 6,90 miliar
terutama berasal dari perolehan aset takberwujud sebesar Rp 6,60 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 4,79 miliar dan Rp 1,01 miliar. Arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 3,13 miliar, Rp 14,09 miliar, dan
Rp 0,01 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,79 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain sebesar Rp 4,66 miliar.




                               37
Page 39
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,13 miliar
            seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,01 miliar
            seluruhnya berasal dari pembayaran utang lain-lain.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 14,09 miliar
            terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 14,09 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,01 miliar
            terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 0,02 miliar, yang
            disertai dengan pembayaran sewa pembiayaan sebesar Rp 0,01 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan             31/12/23      31/12/22      31/12/21     31/12/20     31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             0,69          0,77          1,82         7,43         8,49
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                              3,08          1,99         1,31         0,75         0,91
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       (0,43)        (0,19)        0,42         0,59         0,91
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              1,43          1,19         0,58         0,41         0,09
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 (3,35)        (6,27)        1,38         0,70         0,10
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 38,38%        42,69%        49,22%       55,61%      62,50%
            Marjin laba (rugi) usaha                          -4,54%       -41,07%       -26,64%      -27,39%       0,16%
            Marjin laba (rugi) bersih                         -7,09%       -44,80%       -29,07%      -29,02%       0,37%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset           -13,97%       -81,71%       -34,86%      -20,59%       0,14%
            Imbal hasil aset                                 -21,81%       -89,12%       -38,03%      -21,82%       0,34%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas                   N/A           N/A       -82,94%      -35,00%       0,16%
            Imbal hasil ekuitas                                  N/A           N/A       -90,48%      -37,08%       0,37%



III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 3,08; 1,99; 1,31; 0,75; dan 0,91.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2021, 2020, dan 2019 rasio ekuitas terhadap jumlah aset
            masing-masing adalah 0,42; 0,59; dan 0,91.




                                                     38
Page 40
III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,43; 1,19; 0,58;
            0,41; dan 0,09, sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
            dan 2019, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing adalah 1,38;
            0,70; dan 0,10.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar 0,34%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar
            0,37%.




                                           39
Page 41
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Rencana Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
         yang disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2023:

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                   Setelah
                                 Keterangan        31/12/23      Penyesuaian     Rencana
                                                                                 Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                    4.446             -             4.446
         Piutang usaha                                   4.782             -             4.782
         Uang muka                                         671             -               671
         Pajak dibayar dimuka                                7             -                 7
         Beban dibayar dimuka                              401             -               401
         Jumlah Aset Lancar                             10.307             -            10.307
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap                                      5.750             -             5.750
         Aset takberwujud                                1.719             -             1.719
         Aset pajak tangguhan                              848             -               848
         Aset tidak lancar lainnya                         200             -               200
         Jumlah Aset Tidak Lancar                        8.517             -             8.517
         JUMLAH ASET                                    18.824             -            18.824




                                              40
Page 42
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                       Keterangan                             31/12/23       Penyesuaian       Rencana
                                                                                               Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                         1.189                  -          1.189
Utang lain-lain - Pihak ketiga                                      4.259                  -          4.259
Utang pajak                                                         4.048                  -          4.048
Beban akrual                                                        5.430                  -          5.430
Liabilitas sewa - jangka pendek                                        61                  -             61
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    14.986                  -         14.986
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - jangka panjang                                      281                  -            281
Liabilitas imbalan kerja                                            3.851                  -          3.851
Utang lain-lain                                                     7.708                  -          7.708
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   11.840                  -         11.840
JUMLAH LIABILITAS                                                  26.826                  -         26.826
EKUITAS
Modal saham                                                        32.500                  -         32.500
Tambahan modal disetor                                                 90                  -             90
Agio saham                                                         11.600                  -         11.600
Pendapatan komprehensif lainnya                                       754                  -            754
Saldo laba (defisit)                                              (52.960)                 -        (52.960)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                            (8.017)                 -         (8.017)
Kepentingan non-pengendali                                             14                  -             14
JUMLAH EKUITAS                                                     (8.002)                 -         (8.002)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      18.824                  -         18.824



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Setelah
                       Keterangan                             31/12/23       Penyesuaian       Rencana
                                                                                               Transaksi
Pendapatan                                                         57.894                  -         57.894
Beban pokok pendapatan                                             35.676                  -         35.676
Laba kotor                                                         22.218                  -         22.218
Beban usaha                                                       (24.849)                 -        (24.849)
Laba usaha                                                         (2.630)                 -         (2.630)
Penghasilan beban lain-lain                                          (791)                             (791)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan                               (3.422)                 -         (3.422)
Beban pajak penghasilan                                              (684)                 -           (684)
Rugi bersih tahun berjalan                                         (4.105)                 -         (4.105)
Penghasilan komprehensif lainnya                                       67                  -             67
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                            (4.039)                 -         (4.039)
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            (4.105)                 -         (4.105)
  Kepentingan non-pengendali                                            -                  -              -




                                                41
Page 43
III.D.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
           melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
           sebagai berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan;
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •    Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.D.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, bilamana
           Perseroan tidak melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengalami gagal
           bayar (default) yang berpotensi memberikan dampak pada kelangsungan
           usaha Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak
           pada penguasaan aset Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi
           kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

           Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
           melakukan amandemen Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
           menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
           memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses hukum
           lainnya yang mungkin dapat berdampak pada likuidasi aset Perseroan yang
           pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
           Perseroan.

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
           Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024 – 2033:
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan        31/12/24      31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28

           Pendapatan                                  53.248        54.481       55.745       57.043         58.375
           Beban Pokok Pendapatan                      31.702        32.424       33.165       33.924         34.703
           Laba Kotor                                  21.546        22.057       22.581       23.119         23.672
           Beban usaha                                 23.062        21.672       22.304       22.250         22.925
           Laba (rugi) usaha                            (1.516)         384          277          869            747
           Beban lain-lain                                (525)        (737)        (390)         (34)             -
           Laba sebelum pajak penghasilan               (2.042)        (353)        (114)         835            747
           Beban pajak penghasilan                           -            -            -            -              -
           Laba (rugi) tahun berjalan                   (2.042)        (353)        (114)         835            747




                                               42
Page 44
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan        31/12/29    31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33

             Pendapatan                                  59.742      61.145       62.585       64.064         65.582
             Beban Pokok Pendapatan                      35.503      36.323       37.165       38.028         38.915
             Laba Kotor                                  24.239      24.822       25.421       26.036         26.667
             Beban usaha                                 23.560      24.316       24.977       25.605         26.044
             Laba (rugi) usaha                              679         505          443          431            624
             Beban lain-lain                                  -           -            -            -              -
             Laba sebelum pajak penghasilan                 679         505          443          431            624
             Beban pajak penghasilan                          -         (34)         (98)         (95)          (137)
             Laba (rugi) tahun berjalan                     679         472          346          336            486




             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
             tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
             sebesar Rp 592,01 miliar dan Rp 1,39 miliar.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
             tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
             mengharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
             pada masa mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat
             bunga pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai
             bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

III.D.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
             Kewajaran.

III.D.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.D.3.a.   Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
             informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
             perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
             periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
             kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
             penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
             event khusus. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh Perseroan
             adalah jasa penyediaan konten dan portal web.

III.D.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan meliputi
             seluruh wilayah Indonesia.




                                                 43
Page 45
III.D.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
             sebagai berikut:

             •   PT Media Nusantara Citra Tbk (Okezone.com)
             •   PT Indopersda Primamedia (Tribunnews.com)
             •   PT Trans Media Corpora (Detik.com)
             •   PT Kreatif Media (Liputan6.com)
             •   Kompas Gramedia (Kompas.com)
             •   IDN Media (IDN TIMES)
             •   PT Kapan Lagi Youniverse (Merdeka.com)
             •   PT Dinamo Media Network (Kumparan)
             •   PT Tempo Inti Media Tbk (Tempo.com)

III.D.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             •   Penguatan produksi konten

                 Konten sebagai produk utama Perseroan yang terutama disajikan melalui
                 portal web, baik itu berupa teks (artikel), gambar (foto atau grafis), maupun
                 multimedia (video), selalu menjadi andalan dalam bisnis Perseroan. Oleh
                 karenanya, dalam bagian strategi dan rencana masa depan, penguatan
                 produksi konten juga harus selalu menjadi prioritas utama. Penguatan
                 produksi dalam hal ini tidak saja dari segi jumlah (kuantitas) yang
                 setidaknya musti senantiasa terjaga, namun juga peningkatan dari segi
                 kualitas. Kualitas juga mencakup tidak saja keberagaman konten tersebut,
                 namun juga kedalaman dan kekuatannya, yang diwujudkan lewat
                 pembuatan konten-konten yang penting, yang bermakna dan berpengaruh,
                 sekaligus yang bermanfaat bagi masyarakat (pembaca).




                                             44
Page 46
•   Penguatan distribusi konten

    Produksi konten tidak akan memberikan hasil atau dampak memadai jika
    tidak diiringi dengan ketersebaran maksimal dari konten-konten tersebut.
    Sehubungan itu, penguatan distribusi konten juga harus senantiasa menjadi
    bagian dari strategi usaha, yang melibatkan antara lain berbagai platform
    eksternal, termasuk di antaranya mesin pencari (Google dan lain-lain), serta
    akun-akun Perseroan dan unit-unit usahanya di berbagai platform media
    sosial. Penguatan distribusi konten antara lain bisa dilakukan dengan
    strategi distribusi khusus di masing-masing platform, dengan tujuan antara
    lain untuk meningkatkan jangkauan (reach), impresi, keterlibatan audiens
    (engagement), hingga menambah klik yang berarti juga penambahan traffic
    dan dapat dikonversi menjadi penghasilan iklan programatik. Di sisi lain,
    penguatan distribusi juga sekaligus dapat memperkuat kemunculan
    (exposure) konten-konten hasil produksi unit usaha Perseroan, yang pada
    akhirnya juga dapat meningkatkan kekuatan nama (branding) yang
    sekaligus menjadi modal dalam mendapatkan iklan direct.

•   Pengembangan diversifikasi usaha

    Sejak resmi menjadi perusahaan terbuka, Perseroan sudah bertekad untuk
    terus mengembangkan usahanya melalui diversifikasi. Yang pertama
    adalah melalui diversifikasi portal-portal berita yang dikelola, yang sudah
    diwujudkan antara lain dengan pengembangan beberapa portal vertikal
    seperti Matamata, Bolatimes, Hitekno, Dewiku, Mobimoto, Guideku, dan
    Himedik; serta pengembangan beberapa portal atau laman spesifik lainnya
    seperti portal konten buatan pengguna (Yoursay), portal berbahasa Inggris
    (TheIndonesia.id), puluhan laman daerah (Suara Regional), dan lain
    sebagainya. Diversifikasi yang juga sudah dilakukan sejauh ini mencakup
    pula pengembangan portal e-commerce (Serbada), portal iklan swakelola
    (Iklandisini), platform keanggotaan (Arkadia.me), platform video (Clickmov),
    hingga platfrom kreator (Nexus). Lebih jauh, diversifikasi juga telah
    dilakukan dan masih berpotensi dikembangkan lewat usaha rumah
    produksi, event organizer, manajemen media sosial, aktivasi online dan
    offline, dan sebagainya. Perseroan dalam hal ini senantiasa siap
    melakukan pengembangan baru atau mencoba inovasi yang dirasa
    memiliki potensi untuk dikembangkan.




                                  45
Page 47
             •   Penguatan jejaring dan kerja sama

                 Sejalan dengan eksistensinya dan pengembangan yang dilakukan,
                 Perseroan melalui berbagai portal web yang dikelolanya pun telah memiliki
                 jaringan yang semakin luas dan telah menjalin kerja sama atau kemitraan
                 dengan berbagai pihak. Saat ini, sudah ada sekitar 200 media lokal
                 maupun nasional, media skala kecil maupun skala menengah, media
                 konten spesifik maupun umum, yang menjalin kemitraan baik di segi konten
                 maupun lainnya dengan unit-unit usaha atau portal web milik Perseroan.
                 Jaringan yang cukup besar dan luas ini yang akan terus diperkuat oleh
                 Perseroan, baik melalui pengembangan kerja sama spesifik mulai dari
                 kolaborasi liputan, kerja sama event, hingga kerja sama iklan maupun
                 pengembangan teknologi. Jaringan dan kerja sama juga akan terus
                 dikembangkan dengan berbagai lembaga penting seperti Media
                 Development Investment Fund, International Media Support, Center of
                 Reform on Economics Indonesia, maupun dengan berbagai pihak swasta
                 atau pemerintahan seperti brand, perbankan, atau BUMN maupun
                 Kementerian. Kerja sama dengan berbagai pihak itu pun dapat
                 dikembangkan baik melalui kegiatan (event) tertentu sesuai momentum,
                 maupun lewat program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

III.D.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
             proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
             Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
             internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
             demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
             perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
             memperhatikan alternatif lain.




                                            46
Page 48
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Perjanjian Adendum II, tingkat suku bunga sehubungan
         dengan Transaksi Pinjaman adalah sebesar 4,50% per tahun. Kami
         melakukan analisis perbandingan terhadap fasilitas pinjaman beberapa
         perusahaan publik lainnya di Indonesia. Berikut adalah keterangan
         mengenai tingkat bunga atas fasilitas pinjaman pada perusahaan publik di
         Indonesia menggunakan laporan keuangan terkini sebagaimana telah
         dipublikasikan pada website BEI adalah sebagai berikut:
                                                                                                                                         (Dalam USD)
                                                                                                                     Tanggal Perolehan Pinjaman
          No.                          Perusahaan                             Jumlah Pinjaman      Bunga Pinjaman
                                                                                                                    dan/atau Tanggal Jatuh Tempo
           1    PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
                PT Bank Mizuho Indonesia
                 Fasilitas Pinjaman                                                   2.000.000        6,92%                   09-Sep-24

           2     PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
                 International Bank of Reconstruction and
                     Development
                     Principal I                                                     41.709.099        5,48%            3 Apr 2006 - 15 Feb 2026
                PT Saka Energi Indonesia (SEI)
                     Senior Unsecured Fixed Rate                                    625.000.000        4,45%            26 April 2017 - 5 Mei 2024

           3    PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)
                 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
                   Kredit modal kerja ekspor                                          954.659,78       5,75%                     Jun-24

           4    PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
                Entitas anak
                  PT Tanjung Sawit Abadi
                  PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)
                     Fasilitas Kredit Investasi                                      23.308.270        6,00%                   25-Des-25
                PT Mitra Mendawai Sejati
                     PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)
                     Fasilitas Kredit Investasi                                      25.020.576        6,00%                   25-Okt-28
                PT Menteng Kencana Mas
                  Fasilitas Pembiayaan Interest During Construction II                  458.453        6,00%                    18-Jul-29

           5    PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
                Entitas Anak
                  PT Bank Panin Tbk
                     Pinjaman Jangka panjang - 1                                     49.441.500        8,00%            19 Apr 2022 - 18 Mar 2027
                  PT Bank Sinarmas Tbk
                     Fasilitas Term Loan                                             49.931.831        12,00%            13 Jul 2022 - Feb 2025

           6    PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)
                PT Bank OCBC NISP Tbk
                 Fasilitas pinjaman term loan                                        11.475.911     5,25% - 6,00%         Feb 2020 - Mei 2024
                PT Bank UOB Indonesia Tbk
                  Fasilitas kredit investasi                                          5.000.000     5,75% - 6,75%        26 Mar 2019 - Mei 2024
                PT Bank Central Asia Tbk
                 Kredit lokal                                                         1.000.000      4,50%-6,00%               05-Agu-24

           7    PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
                PT Maybank Indonesia Tbk.
                  term loan facility dan revolving facility                          50.000.000        8,08%                   30-Agu-23
                Australian and New Zealand Banking Group Limited
                  term loan facility dan revolving facility                          25.000.000        7,88%                   30-Agu-23
                PT Bank UOB Indonesia
                  term loan facility dan revolving facility                          50.000.000        7,85%                   30-Agu-23
                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
                  term loan facility dan revolving facility                          25.000.000        7,84%                   30-Agu-23




         Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
         Indonesia sebagaimana diuraikan di atas yang diperoleh dari website Bursa
         Efek Indonesia, tingkat bunga atas pinjaman yang dikenakan berkisar
         antara 4,45% per tahun sampai dengan 12,00% per tahun. Dengan
         demikian, tingkat suku bunga atas Rencana Transaksi sebagaimana
         tertuang dalam Perjanjian Adendum II adalah sebesar 4,50% per tahun
         berada di kisaran tingkat suku bunga pinjaman sejenis yang ada di
         perusahaan perusahaan publik di atas.




                                                                         47
Page 49
2. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Bank Indonesia, tingkat suku
   bunga pinjaman dalam mata uang USD untuk modal kerja pada bulan
   Desember 2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
   Bank Umum masing-masing adalah sebesar 6,61%; 6,12%, dan 6,33%.
   Berdasarkan Perjanjian Adendum II, tingkat suku bunga sehubungan
   dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 4,50% per tahun. Dengan
   demikian, tingkat suku bunga atas Rencana Transaksi berada di bawah
   kisaran tingkat suku bunga pinjaman dalam mata uang USD pada bulan
   Desember 2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
   Bank Umum.

3. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Bank Indonesia, tingkat suku
   bunga simpanan dalam mata uang USD untuk modal kerja pada bulan
   Desember 2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
   Bank Umum masing-masing adalah sebesar 1,72%; 4,07%, dan 3,32%.
   Berdasarkan Perjanjian Adendum II, tingkat suku bunga sehubungan
   dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 4,50% per tahun. Dengan
   demikian, tingkat suku bunga atas Rencana Transaksi berada di kisaran
   tingkat suku bunga simpanan dalam mata uang USD pada bulan Desember
   2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan Bank
   Umum.

4. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan yang disusun oleh
   manajemen Perseroan, saldo kas dan setara kas Perseroan per tanggal
   31 Desember 2024 – 2028 adalah sebagai berikut:
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

    Kas dan bank awal tahun                                    4.446         6.594         4.334         2.854         2.309
    Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas             3.754         1.594         2.374         1.703           942
    Pembayaran atas Transaksi                                 (1.606)       (3.854)       (3.854)       (2.248)            -
    Pembayaran beban bunga atas Transaksi                     (1.068)         (369)         (195)          (34)            -
    Kas dan setara kas akhir tahun                            6.594         4.334         2.854         2.309          3.251




   Berdasarkan proyeksi keuangan konsolidasian Perseroan tersebut di atas,
   Perseroan diperkirakan akan memiliki kemampuan untuk melakukan
   pembayaran beban bunga dan pelunasan atas Rencana Transaksi pada
   saat jatuh tempo.




                                                     48
Page 50
5. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
   bilamana Perseroan tidak melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
   mengalami gagal bayar (default) yang berpotensi memberikan dampak
   pada kelangsungan usaha Perseroan serta berpotensi serta proses hukum
   lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset Perseroan
   yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
   saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
   dapat melakukan amandemen Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
   menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
   memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan dan Entitas
   Anak Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat
   berdampak pada penguasaan aset Perseroan dan Entitas Anak Perseroan
   yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
   saham Perseroan.

   Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
   Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2024 – 2033:
                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/24      31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28

   Pendapatan                                  53.248        54.481       55.745       57.043         58.375
   Beban Pokok Pendapatan                      31.702        32.424       33.165       33.924         34.703
   Laba Kotor                                  21.546        22.057       22.581       23.119         23.672
   Beban usaha                                 23.062        21.672       22.304       22.250         22.925
   Laba (rugi) usaha                            (1.516)         384          277          869            747
   Beban lain-lain                                (525)        (737)        (390)         (34)             -
   Laba sebelum pajak penghasilan               (2.042)        (353)        (114)         835            747
   Beban pajak penghasilan                           -            -            -            -              -
   Laba (rugi) tahun berjalan                   (2.042)        (353)        (114)         835            747




                                       49
Page 51
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/29    31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33

   Pendapatan                                  59.742      61.145       62.585       64.064         65.582
   Beban Pokok Pendapatan                      35.503      36.323       37.165       38.028         38.915
   Laba Kotor                                  24.239      24.822       25.421       26.036         26.667
   Beban usaha                                 23.560      24.316       24.977       25.605         26.044
   Laba (rugi) usaha                              679         505          443          431            624
   Beban lain-lain                                  -           -            -            -              -
   Laba sebelum pajak penghasilan                 679         505          443          431            624
   Beban pajak penghasilan                          -         (34)         (98)         (95)          (137)
   Laba (rugi) tahun berjalan                     679         472          346          336            486




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
   tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
   adalah sebesar Rp 592,01 miliar dan Rp 1,39 miliar.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
   mengharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
   Perseroan pada masa mendatang dengan penurunan beban keuangan
   dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
   meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

6. Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
   atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
   Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
   Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
   diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
   bidang Pasar Modal.

7. Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
   Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
   untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
   waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
   Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
   sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
   dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
   otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
   bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
   31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
   4,50% per tahun.

8. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
   pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
   memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
   melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
   sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
   Perseroan pada masa yang akan datang.




                                       50
Page 52
             9. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
                melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
                menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
                memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
                hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
                Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
                pemegang saham Perseroan.

             10. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
                 dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
                 mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
                 Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
                 meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                          51
Page 53
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            52
Page 54
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           53
Page 55
                                                                                                          Lampiran B

PT Arkadia Media Digital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/24      31/12/25      31/12/26       31/12/27     31/12/28

Pendapatan                                                  53.248        54.481         55.745       57.043         58.375
Beban Pokok Pendapatan                                      31.702        32.424         33.165       33.924         34.703
Laba Kotor                                                  21.546        22.057         22.581       23.119         23.672
Beban usaha                                                 23.062        21.672         22.304       22.250         22.925
Laba (rugi) usaha                                           (1.516)          384            277          869            747
Beban lain-lain                                               (525)         (737)          (390)         (34)             -
Laba sebelum pajak penghasilan                              (2.042)         (353)          (114)         835            747
Beban pajak penghasilan                                          -             -              -            -              -
Laba (rugi) tahun berjalan                                  (2.042)         (353)          (114)         835            747



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/29      31/12/30      31/12/31       31/12/32     31/12/33

Pendapatan                                                  59.742        61.145         62.585       64.064         65.582
Beban Pokok Pendapatan                                      35.503        36.323         37.165       38.028         38.915
Laba Kotor                                                  24.239        24.822         25.421       26.036         26.667
Beban usaha                                                 23.560        24.316         24.977       25.605         26.044
Laba (rugi) usaha                                               679         505            443           431            624
Beban lain-lain                                                   -           -              -             -              -
Laba sebelum pajak penghasilan                                  679         505            443           431            624
Beban pajak penghasilan                                           -         (34)           (98)          (95)          (137)
Laba (rugi) tahun berjalan                                      679         472            346           336            486




                                                           54
Page 56
                                                                              Lampiran C

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

Pada tanggal 20 Mei 2024, Perseroan dan EMOF telah menandatangani Perjanjian
Adendum II sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam Perjanjian Adendum II adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah Perseroan,
    Pemegang Saham, dan EMOF.

•   Objek dan Nilai Rencana Transaksi

    Objek dan Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah transaksi
    dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD
    750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Para Pihak merencanakan untuk mengubah
    fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan
    diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan
    menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36
    angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus
    2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun. Pokok dan
    bunga harus dibayar sesuai dengan Jadwal Pembayaran berikut:




                                           55
Page 57
                                                           (Dalam USD)
                                     Bunga yang Masih
Tahun       Bulan   Pokok                                Bunga
                                      Harus Dibayar
2024    Mei                      -              18.664
        Juni                     -              18.664
        Juli                     -              18.664
        Agustus             20.833                   -           2.813
        September           20.833                   -           2.734
        Oktober             20.833                   -           2.656
        November            20.833                   -           2.578
        Desember            20.833                   -           2.500
2025    Januari             20.833                   -           2.422
        Februari            20.833                   -           2.344
        Maret               20.833                   -           2.266
        April               20.833                   -           2.188
        Mei                 20.833                   -           2.109
        Juni                20.833                   -           2.031
        Juli                20.833                   -           1.953
        Agustus             20.833                   -           1.875
        September           20.833                   -           1.797
        Oktober             20.833                   -           1.719
        November            20.833                   -           1.641
        Desember            20.833                   -           1.563
2026    Januari             20.833                   -           1.484
        Februari            20.833                   -           1.406
        Maret               20.833                   -           1.328
        April               20.833                   -           1.250
        Mei                 20.833                   -           1.172
        Juni                20.833                   -           1.094
        Juli                20.833                   -           1.016
        Agustus             20.833                   -             937
        September           20.833                   -             859
        Oktober             20.833                   -             781
        November            20.833                   -             703
        Desember            20.833                   -             625
2027    Januari             20.833                   -             547
        Februari            20.833                   -             469
        Maret               20.833                   -             391
        April               20.833                   -             312
        Mei                 20.833                   -             234
        Juni                20.833                   -             156
        Juli                20.833                   -              78




                             56
Page 58
•   Cara Pembayaran

    Cara pembayaran berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah Perseroan dapat
    melakukan pembayaran di muka kepada Pokok kapan saja atau dari waktu ke waktu,
    seluruhnya atau sebagian dengan pemberitahuan tertulis tiga hari kerja kepada EMOF
    tanpa premi atau denda apa pun dengan bunga yang masih harus dibayar pada tanggal
    pembayaran di muka atas jumlah tersebut. prabayar. Semua pembayaran di muka akan
    diterapkan pertama-tama pada pembayaran angsuran bunga yang masih harus dibayar
    tetapi belum dibayar sampai tanggal pembayaran di muka tersebut dan kemudian
    kepada Prinsipal dalam urutan kebalikan dari jatuh tempo, kecuali EMOF menyatakan
    sebaliknya secara tertulis kepada Perseroan.

    Bunga yang masih harus dibayar tetapi belum dibayar berdasarkan CPD pada tanggal
    Adendum ini telah disesuaikan oleh EMOF berdasarkan kesepakatan Perseroan dengan
    EMOF dan telah tercantum dalam Jadwal Pembayaran sebelum dimulainya pembayaran
    Pokok

•   Lain – lain

    Tanggal efektif berlakunya Adendum ini harus berdasarkan adanya persetujuan dari
    OJK dan/atau Dewan BEI; sehingga dengan demikian perpanjangan Tanggal Jatuh
    Tempo yang baru dan Jadwal Pelunasan akan disesuaikan lagi setelah legitimasi itu
    diperoleh.




                                          57

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.64 MB
Published21 May 2024
Pages58
Characters149,116
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ARKADIA DIGITAL MEDIA Tbk p.2 ×11
linked person Wiliam Martaputra p.3
linked person Fastabiqul Khair Algatot p.8 ×2
linked person Iwa Sukresno Karunia p.11 ×4
linked org Harvest Capital p.11 ×2
linked person Stephen K Sulistyo p.14
linked person Ariyo Ali Suprapto p.14
linked org Media Nusantara Citra Tbk p.45 ×2
linked org AKR Corporindo Tbk p.48 ×2
linked org Bank Mizuho Indonesia p.48
linked org Perusahaan Gas Negara Tbk p.48 ×2
linked org Alfa Energi Investama Tbk p.48 ×2
linked org Buana Lintas Lautan Tbk p.48 ×2
linked org Trans Power Marine Tbk p.48 ×2
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.48 ×2
linked org Bank UOB Indonesia Tbk p.48 ×4
linked org Bank Central Asia Tbk p.48 ×2
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.48 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.48 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×5
possible org Sawit Sumbermas Sarana Tbk p.48 ×2
possible org Bank Negara Indonesia Tbk p.48 ×4
possible org Bank Panin Tbk p.48 ×2
possible org Bank Sinarmas Tbk p.48 ×2
possible org Bank Persero p.49 ×4
possible org Arkadia Media Digital Tbk p.55 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org DBSDA p.7 ×8
unresolved org Robert Ricker p.7
unresolved person Elizabeth Karina Leonita p.8 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×5
unresolved org PT Harvest Capital International p.11 ×2
unresolved person Arianly Triutomo · Notaris p.13 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org PT Emerging Media Opportunity Fund Dalam Rencana Transaksi p.17
unresolved org PT Indopersda Primamedia p.45
unresolved org PT Trans Media Corpora p.45
unresolved org PT Kreatif Media p.45
unresolved org PT Kapan Lagi Youniverse p.45
unresolved org PT Dinamo Media Network p.45
unresolved org Tempo Inti Media Tbk p.45 ×2
unresolved org PT Bank Mizuho Indonesia Fasilitas Pinjaman p.48
unresolved org PT Saka Energi Indonesia p.48
unresolved org PT Tanjung Sawit Abadi p.48
unresolved org PT Mitra Mendawai Sejati p.48
unresolved org PT Menteng Kencana Mas Fasilitas Pembiayaan Interest During p.48
unresolved org Maybank Indonesia Tbk. p.48 ×2
unresolved org New Zealand Banking Group Limited p.48
unresolved org KJPP Kusnanto p.53 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.53
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.53

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 8949 ms 12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah transaksi'}],
 'currency': 'USD',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'transaksi',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '750.00'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result