Back to announcement
20240521_DIGI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31641877_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review DIGISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00063/2.0162-00/BS/06/0153/1/V/2024 20 Mei 2024 Kepada Yth. PT ARKADIA DIGITAL MEDIA Tbk Jl. Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kav. 9 Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Dengan hormat, Pada tanggal 20 Mei 2024, PT Arkadia Digital Media Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”), Suwarjono (selanjutnya disebut “Pemegang Saham”), dan Emerging Media Opportunity Fund I, LP (selanjutnya disebut “EMOF”) telah menandatangani perjanjian Second Addendum to the Second Addendum to the Second Amendment and Restatement of Convertible Performance Debenture Agreement (selanjutnya disebut “Perjanjian Adendum II”), dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Perseroan, Pemegang Saham, dan EMOF (selanjutnya disebut “Para Pihak”) merencanakan untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”). Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240215-001 tanggal 15 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang informasi dan komunikasi,
aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau
platform digital, periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design
konten kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara event khusus.
Perseroan berdomisili di Jalan Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kavling 9, Kawasan Mega
Kuningan, Jakarta Selatan 12950 dan email: investor@arkadiacorp.com.
Sebelumnya, pada tanggal 23 Maret 2020, Perseroan, Wiliam Martaputra, dan Pemegang
Saham, dan EMOF telah menandatangani CPD, sebagaimana telah diubah dengan
Amendment of Convertible Debenture Agreement (selanjutnya disebut “ACDA I”) dan
Second Amendment and Restatement of Convertible Performance Debenture Agreement
(selanjutnya disebut “ACDA II”) masing-masing pada tanggal 7 Juni 2020 dan 6 Juli 2020,
dimana Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman konversi dari EMOF sebesar
USD 750,00 ribu. Pinjaman tersebut wajib dikonversikan menjadi saham biasa Perseroan,
kecuali konversi tersebut tidak diperbolehkan berdasarkan Perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia dengan menggunakan nilai tukar sebesar Rp 14.070 per USD 1 atau
dengan harga konversi sebesar Rp 1.400 per saham dengan bunga 10% per tahun dan
akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2023 atau jangka waktu lain yang disepakati para
pihak atau karena alasan lainnya, kecuali dalam hal terdapat pernyataan percepatan
(selanjutnya disebut “Transaksi Pinjaman”).
Sehubungan dengan Transaksi Pinjaman, dalam rangka mitigasi ketidakmampuan
pemenuhan kewajiban Perseroan atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang
masa jatuh tempo Transaksi Pinjaman, mengingat tanggal jatuh tempo fasilitas pinjaman
berdasarkan ACDA II adalah 30 Juni 2023, maka Perseroan, Pemegang Saham, EMOF
kembali menandatangani Addendum to the Second Amendment and Restatement of
Convertible Performance Debenture Agreement (selanjutnya disebut “Perjanjian
Adendum I”) dalam rangka melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan
jangka waktu dari fasilitas pinjaman tersebut menjadi sebagaimana tertuang dalam
Perjanjian Adendum I. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK No. S-1228/PM.211/2023
tanggal 24 Juli 2023 terkait dengan penyampaian tanggapan atas permohonan informasi
dari Perseroan (selanjutnya disebut “Surat OJK”), Perseroan diminta untuk memperhatikan
dan memenuhi ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
2
Page 4
Selanjutnya, dalam rangka memenuhi Surat OJK dan rencana Perseroan untuk melakukan
beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka waktu dari fasilitas pinjaman, maka
Perseroan, Pemegang Saham, dan EMOF (selanjutnya disebut “Para Pihak”) telah
menandatangani Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan
tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan
membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada
tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per
tahun.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema pembayaran pokok
maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan memberikan Perseroan jangka waktu
yang lebih panjang untuk dapat melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman
kepada EMOF sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat melakukan
restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat menghindari gagal bayar (default)
atas Transaksi Pinjaman, yang dapat memberikan dampak pada kelangsungan usaha
Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan
aset Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
saham Perseroan.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa mendatang dengan
penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga Transaksi Pinjaman yang lebih rendah,
yang diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan atas
Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo Transaksi Pinjaman,
maka Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi. Namun demikian,
berdasarkan Surat OJK, Perseroan diminta untuk memperhatikan dan memenuhi
ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis Perseroan yang
diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan untuk melakukan beberapa
perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para
Pihak telah menandatangani Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas
pinjaman sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan
kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan
Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama
periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh
tempo dengan bunga 4,50% per tahun.
3
Page 5
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema pembayaran
pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan memberikan Perseroan
jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat melakukan pembayaran kembali atas
Transaksi Pinjaman kepada EMOF sehingga Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan rasio likuiditas Perseroan pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat melakukan
restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat menghindari gagal bayar
(default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat memberikan dampak pada kelangsungan
usaha Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada
penguasaan aset Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan
seluruh pemegang saham Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa mendatang
dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga Transaksi Pinjaman yang
lebih rendah, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang, dan Ali (selanjutnya
disebut “DBSDA”), jumlah ekuitas dan aset Perseroan masing-masing adalah sebesar
negatif Rp 8,00 miliar dan Rp 18,82 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Adendum II,
nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar USD 750,00 ribu atau
setara dengan Rp 11,56 miliar dengan kurs Rp 15.416 per 1 USD.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
61,42% aset Perseroan per tanggal 31 Desember 2023 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
4
Page 6
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah transaksi
dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar
USD 750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Para Pihak merencanakan untuk mengubah
fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan
diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan
menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam
36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 17/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.
5
Page 7
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00009/3.0291/AU.1/06/0824-4/1/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00025/3.0291/AU.1/06/0824-3/1/III/2023 tanggal 15 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penenakan akan suatu hal;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00016/3.0291/AU.1/06/0824-2/1/III/2022 tanggal 11 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00017/3.0291/AU.1/06/0824-1/1/III/2021 tanggal 10 Maret 2021 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Robert Ricker sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00006/2.1203/AU.1/06/0401-2/1/II/2020 tanggal 17 Februari 2020
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
7. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033
yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9. CPD
10. ACDA I;
11. ACDA II;
6
Page 8
12. Perjanjian Adendum I;
13. Perjanjian Adendum II;
14. Surat OJK;
15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 121
tanggal 23 Juni 2023 oleh Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn. notaris di Jakarta terkait
perubahan anggaran dasar Perseroan;
16. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Fastabiqul Khair Algatot
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Rencana Transaksi;
17. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang;
18. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;
19. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
20. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
21. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
22. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
23. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
7
Page 9
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
8
Page 10
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.
9
Page 11
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240215-001 tanggal
15 Februari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat
Kewajaran, kecuali kejadian penting sebagai berikut:
• Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
Perusahaan Terbuka No. 005/ADM/BOC/I/2024 tanggal 19 Januari 2024, jumlah saham
dan persentase kepemilikan saham Iwa Sukresno Karunia pada Perseroan adalah
sebanyak 397.706.300 lembar saham atau setara dengan 24,47%;
• Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
Perusahaan Terbuka No. 003/ADM/BOD/I/2024 tanggal 31 Januari 2024, jumlah saham
dan persentase kepemilikan saham Suwarjono pada Perseroan adalah sebanyak
86.184.800 lembar saham atau setara dengan 5,30%.
• Dengan demikian, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Iwa Sukresno Karunia 397.706.300 24,47% 7.725.530.000
PT Harvest Capital International 499.322.000 30,73% 9.986.440.000
Suwarjono 86.184.800 5,30% 1.715.000.000
Masyarakat 641.786.900 39,49% 13.073.030.000
Jumlah 1.625.000.000 100,00% 32.500.000.000
10
Page 12
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
11
Page 13
I. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Arkadia Digital Media Tbk
Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak telah memperoleh
fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF dan merencanakan
untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal
jatuh tempo yang akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan
tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD dan
Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama
selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada
tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun.
Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 6 Maret 2012 yang dibuat
oleh Notaris Arianly Triutomo, S.H., Notaris di Tangerang. Akta pendirian ini
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13641.AH.01.01.Tahun
2012 tanggal 14 Maret 2012.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
Perubahan terakhir berdasarkan akta dari Notaris Elizabeth Karina Leonita
S.H., M.Kn., No 121 tanggal 23 Juni 2023 terkait perubahan anggaran dasar
Perseroan. Perubahan anggaran dasar Perseroan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-AH.01.09-0139254 tertanggal 11 Juli 2023.
Perseroan berdomisili di Jalan Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kavling 9,
Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai beroperasi
komersial pada tahun 2017.
12
Page 14
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Stephen K Sulistyo
Komisaris : Iwa Sukresno Karunia
Komisaris Independen : Ariyo Ali Suprapto
Direksi
Direktur Utama : Suwarjono
Direktur : Fastabiqul Khair Algatot
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
Perusahaan Terbuka, susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan
kepemilikannya adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Iwa Sukresno Karunia 397.706.300 24,47% 7.725.530.000
PT Harvest Capital International 499.322.000 30,73% 9.986.440.000
Suwarjono 86.184.800 5,30% 1.715.000.000
Masyarakat 641.786.900 39,49% 13.073.030.000
Jumlah 1.625.000.000 100,00% 32.500.000.000
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
event khusus.
13
Page 15
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
event khusus.
Jumlah pengguna internet di Indonesia sendiri masih terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada
31 Januari 2024 lalu, angkanya saat ini sudah mencapai 221.563.479 jiwa,
atau sekitar 79,5% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 278.696.200
jiwa di akhir 2023. Berdasarkan catatan APJII, angka ini menunjukkan tren
penetrasi internet yang masih konsisten naik sejak beberapa tahun terakhir, di
mana antara lain mencapai 64,8% di 2018, 73,7% pada tahun 2020, 77,01%
untuk tahun 2022, dan 78,19% pada awal 2023.
Berdasarkan data yang didapat dari "Digital 2024 Indonesia" yang dirilis oleh
We Are Social & Meltwater pada Januari 2024 lalu, angka jumlah pengguna
internet yang disajikan adalah 185,3 juta atau 66,50% dari populasi penduduk
(278,7 juta). Angka ini terutama bersumberkan data dari lembaga International
Telecommunication Union (ITU), yang dibandingkan dengan data penduduk
dari sumber pemerintah Indonesia dan lembaga Perserikatan Bangsa – Bangsa
(PBB) terkait.
Meskipun angkanya berbeda dengan yang disampaikan oleh APJII, namun
data dari We Are Social tetap menunjukkan adanya kenaikan atau
pertumbuhan dalam jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun.
Jika dibandingkan dengan 5-6 tahun lalu atau sejak 2018, angka tersebut
masih tergolong bagian dari grafik yang mengalami kenaikan yang signifikan.
Berdasarkan hal tersebut, Perseroan yang saat ini mengelola tidak kurang dari
sembilan portal web (Suara.com, Matamata.com, Bolatimes.com, Hitekno.com,
Dewiku.com, Mobimoto.com, Guideku.com, Himedik.com dan TheIndonesia.id),
20 laman khusus daerah (Suara Regional), satu platform konten buatan
pengguna (Yoursay.id), platform e-commerce (Serbada.com), platform
pemasangan iklan mandiri (Iklandisini.com), serta satu platform khusus video
(Clickmov.com), merasa senantiasa optimistis dalam menjalankan kegiatan
usahanya. Perseroan juga berkeyakinan dapat meraih hasil yang maksimal
atau lebih baik di tahun-tahun mendatang melalui berbagai prospek usaha.
14
Page 16
Beberapa di antara prospek usaha penting yang akan dikembangkan dan
diyakini dapat menopang bisnis Perseroan ke depan itu, antara lain, pertama
adalah penguatan iklan programatik. Hal ini terutama didukung oleh adanya
data bahwa porsi belanja iklan digital masih akan mengalami kenaikan.
Berdasarkan data dari We Are Social & Meltwater, bahwa dari total belanja
iklan sepanjang 2023 yang mencapai USD 6,66 miliar (iklan offline dan online),
sekitar 46,00% di antaranya adalah iklan digital. Tepatnya, besaran belanja
iklan digital di 2023 tercatat mencapai USD 3,06 miliar atau setara dengan
Rp 105,10 triliun, naik sebesar 10,10% atau sekitar USD 282 juta dibanding
tahun sebelumnya.
Prospek usaha kedua yang belakangan menguat dan mulai bisa menjadi
andalan Perseroan adalah pengelolaan kegiatan. Pada tahun-tahun terdahulu,
prospek ini rata-rata didapatkan dari klien, baik swasta maupun Pemerintah,
yang masuk melalui Divisi Sales dan Marketing. Sejauh ini, Perseroan sendiri
sudah memiliki beberapa unit kerja yang biasa terlibat dalam pekerjaan serupa,
antara lain yakni Arkadia Creative, Arkadia Production dan Arkadia Event.
Dengan kata lain, Perseroan sudah memiliki tim dan dukungan infrastruktur
yang kuat dalam mengelola event, serta siap mengelola bentuk kegiatan yang
beragam mulai dari training, lomba, seminar, konferensi, festival, hingga
pameran, pagelaran dan lain-lain.
Prospek usaha berikutnya yang bisa dikembangkan adalah Yoursay dan
komunitasnya. Untuk diketahui, Yoursay yang pada awalnya hanyalah platform
untuk publikasi konten buatan pengguna atau User Generated Content (UGC),
saat ini sudah berkembang jauh lebih luas. Dengan jumlah member atau
anggota teregistrasi yang mencapai puluhan ribu, Yoursay saat ini tidak saja
secara rutin menyalurkan ratusan konten baru karya para penulis setiap hari,
namun juga memiliki data maupun aktivitas (online dan offline) yang jumlahnya
bahkan bisa mencapai setidaknya puluhan event atau kegiatan dalam setahun.
Hal lainnya adalah prospek pengelolaan atau manajemen media sosial.
Manajemen media sosial yang dimaksud di sini tidak saja sebatas pengelolaan
akun-akun media sosial yang dibuat atau dimiliki oleh Perseroan di berbagai
platform, melainkan juga pengelolaan media sosial yang dapat ditawarkan
kepada klien. Prospek ini juga diperkuat dengan data besaran belanja iklan
digital terhadap influencer online, yang seperti dirilis We Are Social, pada 2023
lalu angkanya mencapai USD 190,00 juta atau setara dengan Rp 2,99 triliun
atau mengalami kenaikan sebesar 18,8%.
Beberapa prospek lainnya yang dinilai masih terbuka dan berpeluang
menopang bisnis Perseroan, antara lain adalah pengembangan video dan
rumah produksi; program kerja sama dan jaringan media lokal; serta agensi
periklanan. Beberapa di antara prospek usaha yang sudah sempat dicoba atau
dijajaki sejak tahun-tahun sebelumnya, namun dinilai masih dapat
dikembangkan atau dimaksimalkan lagi ke depan.
15
Page 17
Adapun terhadap pendapatan usaha, masih sebagaimana tahun lalu, dalam
tahun mendatang Perseroan menargetkan untuk mengalami pertumbuhan
pendapatan sebesar 25,00% - 30,00%. Dalam hal ini, selain memaksimalkan
prospek-prospek yang ada serta menjalankan usaha berdasarkan strategi yang
telah dibuat, Perseroan juga senantiasa berperan pada tiga pilar utama
usahanya dalam beberapa tahun terakhir, yaitu: konten yang bagus, distribusi
konten secara masif dan maksimal, dan inovasi secara terus menerus.
I.A.2. PT Emerging Media Opportunity Fund
Dalam Rencana Transaksi, EMOF merupakan pihak yang telah memberikan
fasilitas pinjaman konversi sebesar USD 750,00 ribu kepada Perseroan, pihak
telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF dan
merencanakan untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu
dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan
kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi otomatis CPD
dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama
selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada
tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, EMOF
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Latar
belakang EMOF adalah sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
EMOF merupakan suatu kemitraan terbatas yang dikelola dan diatur
berdasarkan hukum Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat, yang memiliki
kantor terdaftar di c/o Corporation Service Company 2711 Centerville Road,
Suite 400, Wilmington, Delaware, 19808, Amerika Serikat.
16
Page 18
I.A.3. Suwarjono
Dalam Rencana Transaksi, Suwarjono merupakan pihak yang merencanakan
untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu yang diperoleh
Perseroan dari EMOF dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang
hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan
konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam
36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50%
per tahun.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Suwarjono adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar
5,30%.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pada tanggal 20 Mei 2024, Perseroan dan EMOF telah menandatangani
Perjanjian Adendum II sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Perjanjian Adendum II adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah
Perseroan, Pemegang Saham, dan EMOF.
• Objek dan Nilai Rencana Transaksi
Objek dan Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II
adalah transaksi dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas
pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Para
Pihak merencanakan untuk mengubah fasilitas pinjaman sebesar
USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan diperpanjang
hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan
menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar
pokok dalam 36 angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai
pada tanggal 31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo
dengan bunga 4,50% per tahun. Pokok dan bunga harus dibayar sesuai
dengan jadwal pembayaran berikut (“Jadwal Pembayaran”):
17
Page 19
(Dalam USD)
Bunga yang Masih
Tahun Bulan Pokok Bunga
Harus Dibayar
2024 Mei - 18.664
Juni - 18.664
Juli - 18.664
Agustus 20.833 - 2.813
September 20.833 - 2.734
Oktober 20.833 - 2.656
November 20.833 - 2.578
Desember 20.833 - 2.500
2025 Januari 20.833 - 2.422
Februari 20.833 - 2.344
Maret 20.833 - 2.266
April 20.833 - 2.188
Mei 20.833 - 2.109
Juni 20.833 - 2.031
Juli 20.833 - 1.953
Agustus 20.833 - 1.875
September 20.833 - 1.797
Oktober 20.833 - 1.719
November 20.833 - 1.641
Desember 20.833 - 1.563
2026 Januari 20.833 - 1.484
Februari 20.833 - 1.406
Maret 20.833 - 1.328
April 20.833 - 1.250
Mei 20.833 - 1.172
Juni 20.833 - 1.094
Juli 20.833 - 1.016
Agustus 20.833 - 937
September 20.833 - 859
Oktober 20.833 - 781
November 20.833 - 703
Desember 20.833 - 625
2027 Januari 20.833 - 547
Februari 20.833 - 469
Maret 20.833 - 391
April 20.833 - 312
Mei 20.833 - 234
Juni 20.833 - 156
Juli 20.833 - 78
18
Page 20
• Cara Pembayaran
Cara pembayaran berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah Perseroan
dapat melakukan pembayaran di muka kepada Pokok kapan saja atau dari
waktu ke waktu, seluruhnya atau sebagian dengan pemberitahuan tertulis
tiga hari kerja kepada EMOF tanpa premi atau denda apa pun dengan
bunga yang masih harus dibayar pada tanggal pembayaran di muka atas
jumlah tersebut. prabayar. Semua pembayaran di muka akan diterapkan
pertama-tama pada pembayaran angsuran bunga yang masih harus
dibayar tetapi belum dibayar sampai tanggal pembayaran di muka tersebut
dan kemudian kepada Prinsipal dalam urutan kebalikan dari jatuh tempo,
kecuali EMOF menyatakan sebaliknya secara tertulis kepada Perseroan.
Bunga yang masih harus dibayar tetapi belum dibayar berdasarkan CPD
pada tanggal Adendum ini telah disesuaikan oleh EMOF berdasarkan
kesepakatan Perseroan dengan EMOF dan telah tercantum dalam Jadwal
Pembayaran sebelum dimulainya pembayaran Pokok
• Lain – lain
Tanggal efektif berlakunya Adendum ini harus berdasarkan adanya
persetujuan dari OJK dan/atau Dewan Bursa Efek Indonesia (“BEI”);
sehingga dengan demikian perpanjangan Tanggal Jatuh Tempo yang baru
dan Jadwal Pelunasan akan disesuaikan lagi setelah legitimasi itu
diperoleh.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
bidang Pasar Modal.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
4,50% per tahun.
19
Page 21
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
pemegang saham Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Apabila Perseroan tidak memiliki kecukupan dana untuk membayar fasilitas
pinjaman beserta bunganya, maka berpotensi memberikan dampak pada
dampak bagi kredibilitas Perseroan.
• Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil kegiatan
operasional untuk melakukan pembayaran fasilitas pinjaman sesuai dengan
jadwal pembayaran yang telah disepakati dengan EMOF sehingga potensi
Perseroan untuk mengembangkan usahanya selama fasilitas pinjaman
belum lunas akan terhambat.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang Media, Perseroan
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha Perseroan.
20
Page 22
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
II.A. PT Arkadia Digital Media Tbk
II.A.1. Latar Belakang
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 6 Maret 2012 yang dibuat
oleh Notaris Arianly Triutomo, S.H., Notaris di Tangerang. Akta pendirian ini
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13641.AH.01.01.Tahun
2012 tanggal 14 Maret 2012.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
Perubahan terakhir berdasarkan akta dari Notaris Elizabeth Karina Leonita
S.H., M.Kn., No 121 tanggal 23 Juni 2023 terkait perubahan anggaran dasar
Perseroan. Perubahan anggaran dasar Perseroan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-AH.01.09-0139254 tertanggal 11 Juli 2023.
Perseroan berdomisili di Jalan Mega Kuningan Timur, Blok C6 Kavling 9,
Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai beroperasi
komersial pada tahun 2017.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
event khusus.
21
Page 23
II.B. Tinjauan Industri Perseroan
II.B.1. Tinjauan Industri Media Digital di Dunia
Media digital merupakan salah satu sarana perantara atau pengantar yang
berfungsi untuk menyalurkan informasi secara efektif dan efisien seiring
dengan kemajuan teknologi di dunia. Perkembangan teknologi digital
menjadikan media digital memiliki kecepatan yang tinggi dalam menyalurkan
informasi kepada para penggunanya dan memiliki kemudahan dalam
mengakses informasi melalui jaringan internet. Seiring dengan perkembangan
jaringan internet, maka media digital dapat diakses dengan lebih luas dan
bervariasi, sehingga di era modern sekarang ini, masyarakat lebih banyak
menggunakan media digital dibandingkan dengan media konvensional.
Pada negara-negara maju, mayoritas kehidupan masyarakatnya sudah beralih
dari yang bersifat konvensional menjadi yang bersifat digital. Hal tersebut
didukung dengan adanya jaringan internet yang memiliki peran dalam merubah
pola penyampaian informasi dan pesan, dari yang sebelumnya menggunakan
media cetak menjadi media online sehingga memberikan dampak positif
terhadap perkembangan media digital pada masa kini.
Berdasarkan hasil survei We Are Social pada Januari 2023, yang berjudul The
Changing World of Digital in 2023, pada awal tahun 2023 jumlah penduduk di
dunia adalah sebanyak 8,01 miliar, dengan jumlah pengguna internet sebanyak
5,16 miliar dan jumlah pengguna aktif media sosial sebanyak 4,76 miliar.
Jumlah Pendapatan Industri Media Digital di Dunia
Tahun 2023
(Dalam miliar USD)
Negara Jumlah Pendapatan
Amerika Serikat 174,72
Tiongkok 118,83
Jepang 37,70
Inggris 20,40
Korea Selatan 13,33
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang dibuat oleh Statista, jumlah pendapatan industri media
digital pada tahun 2023 yang paling tinggi diperkirakan terdapat di Amerika
Serikat, Tiongkok, dan Jepang, dimana jumlah pendapatan industri media
digital Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang pada tahun 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 174,72 miliar, USD 118,83 miliar, dan USD 37,70 miliar.
Sementara itu, jumlah pendapatan industri media digital di Inggris dan Korea
Selatan pada tahun 2023 masing-masing adalah sebesar USD 20,40 miliar dan
USD 13,33 miliar.
22
Page 24
Proyeksi Pendapatan Pasar Digital Media di Seluruh Dunia
Tahun 2024 - 2027
(Dalam miliar USD)
800,00
700,00
600,00
500,00
400,00
300,00
200,00
100,00
-
2024 2025 2026 2027
Miliar USD 560,66 613,51 657,26 700,17
Sumber: Statista
Berdasarkan data dari Statista, pada tahun 2025 hingga tahun 2027,
pendapatan industri media digital diproyeksikan mengalami peningkatan
masing-masing sebesar USD 52,85 miliar, USD 43,75 miliar, dan
USD 42,91 miliar atau masing-masing setara dengan 9,43%, 7,13%, dan
6,53%. Pasar media digital diproyeksikan terus meningkat, hal ini diawali oleh
pandemi Covid-19, yang telah membuat peningkatan besar dalam permintaan
media dan kebutuhan akan digitalisasi, hal ini akan terus berlanjut ditambah
dengan permintaan yang akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam industri media digital, terdapat periklanan digital yang mengacu pada
layanan yang mempromosikan bisnis online, seperti melalui mesin pencari,
media sosial, situs web, dan program lainnya. Periklanan digital membantu
mencapai berbagai sasaran bisnis. Berdasarkan data yang didapat dari The
Business Research Company, dalam laporan nya yang berjudul Digital
Advertising Global Market Report 2024, pasar periklanan digital diperkirakan
akan mencapai USD 63,87 miliar pada tahun 2028 dengan tingkat
pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7,00%. Pertumbuhan pada industri
ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti peningkatan penetrasi internet,
peningkatan dukungan pemerintah terhadap periklanan digital, dan
peningkatan urbanisasi, lalu ada faktor seperti fokus pada aplikasi bertenaga
kecerdasan buatan, dan yang terbaru adalah penggunaan augmanted reality
untuk memberikan pengalaman interaktif.
23
Page 25
II.B.2. Tinjauan Industri Media Digital di Indonesia
Industri media digital merupakan salah satu industri yang terus berkembang
dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini.
Perkembangan industri media digital di Indonesia juga didukung oleh jumlah
penduduk yang tinggi dan perubahan pola kehidupan dalam penggunaan
media konvensional menjadi media digital. Media digital mulai muncul di
Indonesia pada tahun 2000 dan selama 20 tahun terakhir terus mengalami
perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dan jaringan internet di
Indonesia.
Faktor yang membuat prospek bisnis sektor media digital semakin baik adalah
terus meningkatnya jumlah pengguna internet. Berdasarkan data yang
diperoleh dari We Are Social, secara keseluruhan, pada Januari 2024,
penggunaan internet di Indonesia mencapai 77,00% dari jumlah penduduk
pada Januari 2024, dimana jumlah penduduk Indonesia mencapai sebesar
276,40 juta. Alasan utama orang Indonesia dalam menggunakan internet
adalah untuk menemukan informasi, menemukan ide, dan diikuti dengan
berhubungan dengan teman atau keluarga. Masyarakat di Indonesia
menghabiskan waktu yang bervariasi dalam mengakses media digital. Waktu
rata-rata satu orang dalam menggunakan media digital adalah selama 3 jam
11 menit per hari.
Proyeksi Pendapatan Pasar Digital Media di Indonesia
Tahun 2024 - 2027
(Dalam miliar USD)
3,50
3,00
2,50
2,00
1,50
1,00
0,50
-
2024 2025 2026 2027
Miliar USD 2,64 2,86 3,04 3,21
Sumber: Statista
24
Page 26
Berdasarkan data dari Statista, pada tahun 2025 hingga tahun 2027,
pendapatan industri media digital diproyeksikan mengalami peningkatan
masing-masing sebesar USD 0,22 miliar, USD 0,18 miliar, dan USD 0,17 miliar
atau masing-masing setara dengan 8,33%, 6,29%, dan 5,59%.
Seiring dengan adanya perubahan penggunaan media konvensional ke media
digital dan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia serta adanya
upaya Pemerintah Indonesia dalam memperluas pemerataan jaringan internet
setiap tahunnya, maka potensi industri media digital pada masa yang akan
datang diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang positif. Selain
itu, distribusi berita dan sarana media lainnya yang semakin cepat karena
adanya perkembangan teknologi juga diperkirakan akan meningkatkan kinerja
para pelaku industri digital di Indonesia.
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
event khusus.
Jumlah pengguna internet di Indonesia sendiri masih terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru dari APJII yang
dirilis pada 31 Januari 2024 lalu, angkanya saat ini sudah mencapai
221.563.479 jiwa, atau sekitar 79,5% dari total penduduk Indonesia yang
berjumlah 278.696.200 jiwa di akhir 2023. Berdasarkan catatan APJII, angka ini
menunjukkan tren penetrasi internet yang masih konsisten naik sejak beberapa
tahun terakhir, di mana antara lain mencapai 64,8% di 2018, 73,7% pada tahun
2020, 77,01% untuk tahun 2022, dan 78,19% pada awal 2023.
Berdasarkan data yang didapat dari "Digital 2024 Indonesia" yang dirilis oleh
We Are Social & Meltwater pada Januari 2024 lalu, angka jumlah pengguna
internet yang disajikan adalah 185,3 juta atau 66,50% dari populasi penduduk
(278,7 juta). Angka ini terutama bersumberkan data dari lembaga ITU, yang
dibandingkan dengan data penduduk dari sumber pemerintah Indonesia dan
lembaga PBB terkait.
Meskipun angkanya berbeda dengan yang disampaikan oleh APJII, namun
data dari We Are Social tetap menunjukkan adanya kenaikan atau
pertumbuhan dalam jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun.
Jika dibandingkan dengan 5-6 tahun lalu atau sejak 2018, angka tersebut
masih tergolong bagian dari grafik yang mengalami kenaikan yang signifikan.
25
Page 27
Berdasarkan hal tersebut, Perseroan yang saat ini mengelola tidak kurang dari
sembilan portal web (Suara.com, Matamata.com, Bolatimes.com, Hitekno.com,
Dewiku.com, Mobimoto.com, Guideku.com, Himedik.com dan TheIndonesia.id),
20 laman khusus daerah (Suara Regional), satu platform konten buatan
pengguna (Yoursay.id), platform e-commerce (Serbada.com), platform
pemasangan iklan mandiri (Iklandisini.com), serta satu platform khusus video
(Clickmov.com), merasa senantiasa optimistis dalam menjalankan kegiatan
usahanya. Perseroan juga berkeyakinan dapat meraih hasil yang maksimal
atau lebih baik di tahun-tahun mendatang melalui berbagai prospek usaha.
Beberapa di antara prospek usaha penting yang akan dikembangkan dan
diyakini dapat menopang bisnis Perseroan ke depan itu, antara lain, pertama
adalah penguatan iklan programatik. Hal ini terutama didukung oleh adanya
data bahwa porsi belanja iklan digital masih akan mengalami kenaikan.
Berdasarkan data dari We Are Social & Meltwater, bahwa dari total belanja
iklan sepanjang 2023 yang mencapai USD 6,66 miliar (iklan offline dan online),
sekitar 46,00% di antaranya adalah iklan digital. Tepatnya, besaran belanja
iklan digital di 2023 tercatat mencapai USD 3,06 miliar atau setara dengan
Rp 105,10 triliun, naik sebesar 10,10% atau sekitar USD 282 juta dibanding
tahun sebelumnya.
Prospek usaha kedua yang belakangan menguat dan mulai bisa menjadi
andalan Perseroan adalah pengelolaan kegiatan. Pada tahun-tahun terdahulu,
prospek ini rata-rata didapatkan dari klien, baik swasta maupun Pemerintah,
yang masuk melalui Divisi Sales dan Marketing. Sejauh ini, Perseroan sendiri
sudah memiliki beberapa unit kerja yang biasa terlibat dalam pekerjaan serupa,
antara lain yakni Arkadia Creative, Arkadia Production dan Arkadia Event.
Dengan kata lain, Perseroan sudah memiliki tim dan dukungan infrastruktur
yang kuat dalam mengelola event, serta siap mengelola bentuk kegiatan yang
beragam mulai dari training, lomba, seminar, konferensi, festival, hingga
pameran, pagelaran dan lain-lain.
Prospek usaha berikutnya yang bisa dikembangkan adalah Yoursay dan
komunitasnya. Untuk diketahui, Yoursay yang pada awalnya hanyalah platform
untuk publikasi konten buatan pengguna atau UGC, saat ini sudah berkembang
jauh lebih luas. Dengan jumlah member atau anggota teregistrasi yang
mencapai puluhan ribu, Yoursay saat ini tidak saja secara rutin menyalurkan
ratusan konten baru karya para penulis setiap hari, namun juga memiliki data
maupun aktivitas (online dan offline) yang jumlahnya bahkan bisa mencapai
setidaknya puluhan event atau kegiatan dalam setahun.
26
Page 28
Hal lainnya adalah prospek pengelolaan atau manajemen media sosial.
Manajemen media sosial yang dimaksud di sini tidak saja sebatas pengelolaan
akun-akun media sosial yang dibuat atau dimiliki oleh Perseroan di berbagai
platform, melainkan juga pengelolaan media sosial yang dapat ditawarkan
kepada klien. Prospek ini juga diperkuat dengan data besaran belanja iklan
digital terhadap influencer online, yang seperti dirilis We Are Social, pada 2023
lalu angkanya mencapai USD 190,00 juta atau setara dengan Rp 2,99 triliun
atau mengalami kenaikan sebesar 18,8%.
Beberapa prospek lainnya yang dinilai masih terbuka dan berpeluang
menopang bisnis Perseroan, antara lain adalah pengembangan video dan
rumah produksi; program kerja sama dan jaringan media lokal; serta agensi
periklanan. Beberapa di antara prospek usaha yang sudah sempat dicoba atau
dijajaki sejak tahun-tahun sebelumnya, namun dinilai masih dapat
dikembangkan atau dimaksimalkan lagi ke depan.
Adapun terhadap pendapatan usaha, masih sebagaimana tahun lalu, dalam
tahun mendatang Perseroan menargetkan untuk mengalami pertumbuhan
pendapatan sebesar 25,00% - 30,00%. Dalam hal ini, selain memaksimalkan
prospek-prospek yang ada serta menjalankan usaha berdasarkan strategi yang
telah dibuat, Perseroan juga senantiasa berperan pada tiga pilar utama
usahanya dalam beberapa tahun terakhir, yaitu: konten yang bagus, distribusi
konten secara masif dan maksimal, dan inovasi secara terus menerus.
II.D. Alasan Dilakukan Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
bidang Pasar Modal.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
4,50% per tahun.
27
Page 29
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
pemegang saham Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
bidang Pasar Modal.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
4,50% per tahun.
28
Page 30
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
pemegang saham Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Apabila Perseroan tidak memiliki kecukupan dana untuk membayar fasilitas
pinjaman beserta bunganya, maka berpotensi memberikan dampak pada
dampak bagi kredibilitas Perseroan.
• Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil kegiatan
operasional untuk melakukan pembayaran fasilitas pinjaman sesuai dengan
jadwal pembayaran yang telah disepakati dengan EMOF sehingga potensi
Perseroan untuk mengembangkan usahanya selama fasilitas pinjaman
belum lunas akan lebih terhambat.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang Media, Perseroan
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha Perseroan.
29
Page 31
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP DBSDA dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh
KAP DBSDA dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan
suatu hal. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP DBSDA
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah
diaudit oleh KAP DBSDA dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan hal
lain. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP RR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4.446 2.758 4.897 10.390 1.965
Piutang usaha 4.782 3.706 2.531 7.446 10.052
Piutang lain-lain - - - - 6
Uang muka 671 426 116 4.107 149
Pajak dibayar dimuka 7 3 599 70 -
Biaya dibayar dimuka 401 46 54 647 1.991
Jumlah Aset Lancar 10.307 6.938 8.198 22.661 14.163
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap bersih 5.750 8.080 13.178 7.333 8.725
Aset takberwujud 1.719 4.881 11.839 15.691 18.100
Aset pajak tangguhan 848 782 1.018 714 494
Aset lain-lain 200 200 200 300 110
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.517 13.943 26.235 24.038 27.429
JUMLAH ASET 18.824 20.881 34.433 46.700 41.591
30
Page 32
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1.189 616 258 454 82
Utang lain-lain 4.259 2.676 - - 20
Utang pajak 4.048 2.613 1.455 479 1.173
Biaya yang masih harus dibayar 5.430 2.232 1.202 940 394
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek 61 - - - -
Uang muka penjualan - - - 4 -
Utang lain-lain jatuh tempo dalam satu tahun - 874 1.585 1.175 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14.986 9.010 4.500 3.051 1.669
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang 281 - - - -
Utang lain-lain jangka panjang 7.708 12.672 11.508 12.930 -
Liabilitas imbalan kerja 3.851 3.162 3.951 3.246 1.976
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 11.840 15.834 15.459 16.176 1.976
JUMLAH LIABILITAS 26.826 24.845 19.959 19.227 3.645
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 32.500 32.500 32.500 32.500 32.500
Tambahan modal disetor lain 90 90 90 90 90
Agio saham 11.600 11.600 11.600 11.600 11.600
Komponen komprehensif lain 754 687 515 418 704
Saldo defisit (52.960) (48.855) (30.246) (17.151) (6.958)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk (8.017) (3.978) 14.459 27.457 37.936
Kepentingan non-pengendali 14 14 14 15 10
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) (8.002) (3.963) 14.474 27.472 37.946
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL) 18.824 20.881 34.433 46.700 41.591
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 18,82 miliar, Rp 20,88 miliar, Rp 34,43 miliar, Rp 46,70 miliar, dan
Rp 41,59 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 2,06 miliar atau setara dengan 9,85% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan aset tetap bersih dan aset takberwujud
masing-masing sebesar Rp 2,33 miliar dan Rp 3,16 miliar, yang disertai dengan
kenaikan kas dan bank serta piutang usaha masing-masing sebesar
Rp 1,69 miliar dan Rp 1,08 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 13,55 miliar atau setara dengan 39,36% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan aset tetap bersih dan aset takberwujud
masing-masing sebesar Rp 5,10 miliar dan Rp 6,96 miliar.
31
Page 33
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 12,27 miliar atau setara dengan 26,27% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan bank serta piutang usaha masing-masing
sebesar Rp 5,49 miliar dan Rp 4,92 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 5,11 miliar atau setara dengan 12,28% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan bank sebesar Rp 8,43 miliar, yang disertai
dengan penurunan piutang usaha sebesar Rp 2,61 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 26,83 miliar, Rp 24,85 miliar, Rp 19,96 miliar, Rp 19,23 miliar, dan
Rp 3,65 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1,98 miliar atau setara dengan 7,97% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan biaya
yang masih harus dibayar masing-masing sebesar Rp 1,58 miliar,
Rp 1,44 milliar, dan Rp 3,20 miliar, yang disertai dengan penurunan
utang lain-lain jangka panjang sebesar Rp 4,96 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 4,89 miliar atau setara dengan 24,48% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan
utang lain-lain jangka panjang masing-masing sebesar Rp 2,68 miliar,
Rp 1,16 miliar dan Rp 1,16 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 0,73 miliar atau setara dengan 3,81% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang pajak, utang lain-lain jatuh tempo
dalam satu tahun, dan liabilitas imbalan kerja masing-masing sebesar
Rp 0,98 miliar, Rp 0,41 miliar, dan Rp 0,70 miliar, yang disertai dengan
penurunan utang lain-lain jangka panjang sebesar Rp 1,42 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 15,58 miliar atau setara dengan 427,50% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain jangka panjang sebesar
Rp 12.93 miliar.
32
Page 34
III.A.4. Ekuitas (Defisiensi Modal)
Jumlah defisiensi modal Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp 8,00 miliar dan Rp 3,96 miliar. Jumlah ekuitas Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 14,47 miliar, Rp 27,47 miliar, dan
Rp 37,95 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah defisiensi modal Perseroan
mengalami kenaikan sebesar Rp 4,04 miliar atau setara dengan 101,90%
dibandingkan dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember
2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang
dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 4,11 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah defisiensi modal Perseroan
mengalami kenaikan sebesar Rp 18,44 miliar atau setara dengan 127,38%
dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
Perseroan sebesar Rp 18,61 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 13,00 miliar atau setara dengan 47,32% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 13,10 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 10,47 miliar atau setara dengan 27,60% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 10,19 miliar.
33
Page 35
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Pendapatan 57.894 41.539 45.055 35.105 37.662
Beban pokok pendapatan 35.676 23.808 22.877 15.583 14.123
Laba kotor 22.218 17.731 22.178 19.522 23.539
Beban pemasaran (437) (356) (299) (218) (469)
Beban umum dan administrasi (23.390) (30.893) (31.958) (27.206) (21.722)
Pendapatan (beban) lain-lain (1.022) (3.543) (1.925) (1.713) (1.289)
Laba (rugi) usaha (2.630) (17.061) (12.004) (9.615) 59
Pendapatan keuangan 18 5 7 5 91
Beban keuangan (810) (1.389) (1.430) (690) (29)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (3.422) (18.445) (13.427) (10.300) 121
Manfaat (beban) pajak penghasilan (684) (164) 331 112 19
Laba (rugi) tahun berjalan (4.105) (18.609) (13.096) (10.188) 140
Penghasilan (beban) komprehensif lainnya 67 172 97 (286) (15)
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (4.039) (18.437) (12.999) (10.474) 125
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (4.106) (18.609) (13.095) (10.193) 140
Kepentingan non-pengendali 0 (0) (1) 5 (0)
III.A.6 Pendapatan
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 57,89 miliar, Rp 41,54 miliar, Rp 45,06 miliar, Rp 35,11 miliar, dan
Rp 37,66 miliar.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 16,36 miliar atau setara
dengan 39,37% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 3,52 miliar atau setara
dengan 7,80% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 9,95 miliar atau setara
dengan 28,34% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 2,56 miliar atau setara
dengan 6,79% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019.
34
Page 36
III.A.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 4,11 miliar, Rp 18,61 miliar, Rp 13,10 miliar, dan Rp 10,19 miliar. Laba
tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 0,14 miliar.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 14,50 miliar atau setara
dengan 77,94% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,51 miliar atau setara
dengan 42,10% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,91 miliar atau setara
dengan 28,54% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 10,33 miliar dibandingkan
dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019.
III.A.8. Laporan Arus Kas
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 56.819 40.369 49.967 37.714 35.440
Pembayaran kas kepada pemasok (25.612) (17.582) (7.771) (8.745) (4.606)
Pembayaran karyawan (23.129) (24.958) (23.836) (21.212) (17.006)
Pembayaran beban usaha lainnya (1.574) (2.836) (9.008) (8.055) (5.992)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 6.504 (5.007) 9.351 (298) 7.835
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (138) (260) (4.856) (1.878) (296)
Penjualan aset tetap 114 - - - -
Perolehan aset takberwujud - - (3.300) (3.300) (6.600)
Perolehan aset lain-lain - - (5.678) (190) -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (24) (260) (13.833) (5.368) (6.896)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain (4.660) 3.128 (1.011) 14.085 19
Pembayaran liabilitas sewa (132) - - - -
Penerimaan (pembayaran piutang lain-lain - - - 6 (0)
Pembayaran sewa pembiayaan - - - - (14)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (4.792) 3.128 (1.011) 14.091 5
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 1.688 (2.139) (5.494) 8.426 944
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 2.758 4.897 10.390 1.965 1.021
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 4.446 2.758 4.897 10.390 1.965
35
Page 37
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 6,50 miliar, Rp 9,35 miliar, dan
Rp 7,84 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 5,01 miliar dan Rp 0,30 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 6,50 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 56,82 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran
karyawan masing-masing sebesar Rp 25,61 miliar dan Rp 23,13 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,01 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan pembayaran
karyawan masing-masing sebesar Rp 17,58 miliar dan Rp 24,96 miliar, yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 40,37 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 9,35 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 49,97 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
karyawan, dan pembayaran beban usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 7,77 miliar, Rp 23,84 miliar, dan Rp 9,01 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,30 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
karyawan, dan pembayaran beban usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 8,75 miliar, Rp 21,21 miliar, dan Rp 8,06 miliar, yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 37,71 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 7,84 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 35,44 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
karyawan, dan pembayaran beban usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 4,61 miliar, Rp 17,01 miliar, dan Rp 5,99 miliar.
36
Page 38
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,02 miliar, Rp 0,26 miliar,
Rp 13,83 miliar, Rp 5,37 miliar, dan Rp 6,90 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,02 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,14 miliar, yang
disertai dengan penjualan aset tetap sebesar Rp 0,11 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,26 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,83 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, perolehan aset takberwujud, dan
perolehan aset lain-lain masing-masing sebesar Rp 4,86 miliar, Rp 3,30 miliar,
dan Rp 5,68 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 5,37 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan perolehan aset takberwujud
masing-masing sebesar Rp 1,88 miliar dan Rp 3,30 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 6,90 miliar
terutama berasal dari perolehan aset takberwujud sebesar Rp 6,60 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 4,79 miliar dan Rp 1,01 miliar. Arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 3,13 miliar, Rp 14,09 miliar, dan
Rp 0,01 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,79 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain sebesar Rp 4,66 miliar.
37
Page 39
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,13 miliar
seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,01 miliar
seluruhnya berasal dari pembayaran utang lain-lain.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 14,09 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 14,09 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,01 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 0,02 miliar, yang
disertai dengan pembayaran sewa pembiayaan sebesar Rp 0,01 miliar.
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 0,69 0,77 1,82 7,43 8,49
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 3,08 1,99 1,31 0,75 0,91
Ekuitas terhadap jumlah aset (0,43) (0,19) 0,42 0,59 0,91
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 1,43 1,19 0,58 0,41 0,09
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas (3,35) (6,27) 1,38 0,70 0,10
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 38,38% 42,69% 49,22% 55,61% 62,50%
Marjin laba (rugi) usaha -4,54% -41,07% -26,64% -27,39% 0,16%
Marjin laba (rugi) bersih -7,09% -44,80% -29,07% -29,02% 0,37%
Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset -13,97% -81,71% -34,86% -20,59% 0,14%
Imbal hasil aset -21,81% -89,12% -38,03% -21,82% 0,34%
Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas N/A N/A -82,94% -35,00% 0,16%
Imbal hasil ekuitas N/A N/A -90,48% -37,08% 0,37%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 3,08; 1,99; 1,31; 0,75; dan 0,91.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, dan 2019 rasio ekuitas terhadap jumlah aset
masing-masing adalah 0,42; 0,59; dan 0,91.
38
Page 40
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,43; 1,19; 0,58;
0,41; dan 0,09, sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
dan 2019, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing adalah 1,38;
0,70; dan 0,10.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar 0,34%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar
0,37%.
39
Page 41
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Rencana Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2023:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/23 Penyesuaian Rencana
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4.446 - 4.446
Piutang usaha 4.782 - 4.782
Uang muka 671 - 671
Pajak dibayar dimuka 7 - 7
Beban dibayar dimuka 401 - 401
Jumlah Aset Lancar 10.307 - 10.307
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 5.750 - 5.750
Aset takberwujud 1.719 - 1.719
Aset pajak tangguhan 848 - 848
Aset tidak lancar lainnya 200 - 200
Jumlah Aset Tidak Lancar 8.517 - 8.517
JUMLAH ASET 18.824 - 18.824
40
Page 42
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/23 Penyesuaian Rencana
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1.189 - 1.189
Utang lain-lain - Pihak ketiga 4.259 - 4.259
Utang pajak 4.048 - 4.048
Beban akrual 5.430 - 5.430
Liabilitas sewa - jangka pendek 61 - 61
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14.986 - 14.986
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - jangka panjang 281 - 281
Liabilitas imbalan kerja 3.851 - 3.851
Utang lain-lain 7.708 - 7.708
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 11.840 - 11.840
JUMLAH LIABILITAS 26.826 - 26.826
EKUITAS
Modal saham 32.500 - 32.500
Tambahan modal disetor 90 - 90
Agio saham 11.600 - 11.600
Pendapatan komprehensif lainnya 754 - 754
Saldo laba (defisit) (52.960) - (52.960)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk (8.017) - (8.017)
Kepentingan non-pengendali 14 - 14
JUMLAH EKUITAS (8.002) - (8.002)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 18.824 - 18.824
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/23 Penyesuaian Rencana
Transaksi
Pendapatan 57.894 - 57.894
Beban pokok pendapatan 35.676 - 35.676
Laba kotor 22.218 - 22.218
Beban usaha (24.849) - (24.849)
Laba usaha (2.630) - (2.630)
Penghasilan beban lain-lain (791) (791)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (3.422) - (3.422)
Beban pajak penghasilan (684) - (684)
Rugi bersih tahun berjalan (4.105) - (4.105)
Penghasilan komprehensif lainnya 67 - 67
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan (4.039) - (4.039)
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (4.105) - (4.105)
Kepentingan non-pengendali - - -
41
Page 43
III.D. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.D.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, bilamana
Perseroan tidak melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengalami gagal
bayar (default) yang berpotensi memberikan dampak pada kelangsungan
usaha Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak
pada penguasaan aset Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi
kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
melakukan amandemen Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses hukum
lainnya yang mungkin dapat berdampak pada likuidasi aset Perseroan yang
pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
Perseroan.
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan 53.248 54.481 55.745 57.043 58.375
Beban Pokok Pendapatan 31.702 32.424 33.165 33.924 34.703
Laba Kotor 21.546 22.057 22.581 23.119 23.672
Beban usaha 23.062 21.672 22.304 22.250 22.925
Laba (rugi) usaha (1.516) 384 277 869 747
Beban lain-lain (525) (737) (390) (34) -
Laba sebelum pajak penghasilan (2.042) (353) (114) 835 747
Beban pajak penghasilan - - - - -
Laba (rugi) tahun berjalan (2.042) (353) (114) 835 747
42
Page 44
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan 59.742 61.145 62.585 64.064 65.582
Beban Pokok Pendapatan 35.503 36.323 37.165 38.028 38.915
Laba Kotor 24.239 24.822 25.421 26.036 26.667
Beban usaha 23.560 24.316 24.977 25.605 26.044
Laba (rugi) usaha 679 505 443 431 624
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum pajak penghasilan 679 505 443 431 624
Beban pajak penghasilan - (34) (98) (95) (137)
Laba (rugi) tahun berjalan 679 472 346 336 486
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 592,01 miliar dan Rp 1,39 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat
bunga pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai
bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
III.D.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
III.D.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.D.3.a. Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
informasi dan komunikasi, aktifitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan, dan penunjang usaha melalui portal web atau platform digital,
periklanan, design film, video, program tv, animasi, dan komik, design konten
kreator lainnya, design komunikasi visual/design grafis dan fotografi, jasa
penyelengara pertemuan konferensi dan pameran, dan jasa penyelengara
event khusus. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh Perseroan
adalah jasa penyediaan konten dan portal web.
III.D.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan meliputi
seluruh wilayah Indonesia.
43
Page 45
III.D.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
sebagai berikut:
• PT Media Nusantara Citra Tbk (Okezone.com)
• PT Indopersda Primamedia (Tribunnews.com)
• PT Trans Media Corpora (Detik.com)
• PT Kreatif Media (Liputan6.com)
• Kompas Gramedia (Kompas.com)
• IDN Media (IDN TIMES)
• PT Kapan Lagi Youniverse (Merdeka.com)
• PT Dinamo Media Network (Kumparan)
• PT Tempo Inti Media Tbk (Tempo.com)
III.D.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
Perseroan adalah sebagai berikut:
• Penguatan produksi konten
Konten sebagai produk utama Perseroan yang terutama disajikan melalui
portal web, baik itu berupa teks (artikel), gambar (foto atau grafis), maupun
multimedia (video), selalu menjadi andalan dalam bisnis Perseroan. Oleh
karenanya, dalam bagian strategi dan rencana masa depan, penguatan
produksi konten juga harus selalu menjadi prioritas utama. Penguatan
produksi dalam hal ini tidak saja dari segi jumlah (kuantitas) yang
setidaknya musti senantiasa terjaga, namun juga peningkatan dari segi
kualitas. Kualitas juga mencakup tidak saja keberagaman konten tersebut,
namun juga kedalaman dan kekuatannya, yang diwujudkan lewat
pembuatan konten-konten yang penting, yang bermakna dan berpengaruh,
sekaligus yang bermanfaat bagi masyarakat (pembaca).
44
Page 46
• Penguatan distribusi konten
Produksi konten tidak akan memberikan hasil atau dampak memadai jika
tidak diiringi dengan ketersebaran maksimal dari konten-konten tersebut.
Sehubungan itu, penguatan distribusi konten juga harus senantiasa menjadi
bagian dari strategi usaha, yang melibatkan antara lain berbagai platform
eksternal, termasuk di antaranya mesin pencari (Google dan lain-lain), serta
akun-akun Perseroan dan unit-unit usahanya di berbagai platform media
sosial. Penguatan distribusi konten antara lain bisa dilakukan dengan
strategi distribusi khusus di masing-masing platform, dengan tujuan antara
lain untuk meningkatkan jangkauan (reach), impresi, keterlibatan audiens
(engagement), hingga menambah klik yang berarti juga penambahan traffic
dan dapat dikonversi menjadi penghasilan iklan programatik. Di sisi lain,
penguatan distribusi juga sekaligus dapat memperkuat kemunculan
(exposure) konten-konten hasil produksi unit usaha Perseroan, yang pada
akhirnya juga dapat meningkatkan kekuatan nama (branding) yang
sekaligus menjadi modal dalam mendapatkan iklan direct.
• Pengembangan diversifikasi usaha
Sejak resmi menjadi perusahaan terbuka, Perseroan sudah bertekad untuk
terus mengembangkan usahanya melalui diversifikasi. Yang pertama
adalah melalui diversifikasi portal-portal berita yang dikelola, yang sudah
diwujudkan antara lain dengan pengembangan beberapa portal vertikal
seperti Matamata, Bolatimes, Hitekno, Dewiku, Mobimoto, Guideku, dan
Himedik; serta pengembangan beberapa portal atau laman spesifik lainnya
seperti portal konten buatan pengguna (Yoursay), portal berbahasa Inggris
(TheIndonesia.id), puluhan laman daerah (Suara Regional), dan lain
sebagainya. Diversifikasi yang juga sudah dilakukan sejauh ini mencakup
pula pengembangan portal e-commerce (Serbada), portal iklan swakelola
(Iklandisini), platform keanggotaan (Arkadia.me), platform video (Clickmov),
hingga platfrom kreator (Nexus). Lebih jauh, diversifikasi juga telah
dilakukan dan masih berpotensi dikembangkan lewat usaha rumah
produksi, event organizer, manajemen media sosial, aktivasi online dan
offline, dan sebagainya. Perseroan dalam hal ini senantiasa siap
melakukan pengembangan baru atau mencoba inovasi yang dirasa
memiliki potensi untuk dikembangkan.
45
Page 47
• Penguatan jejaring dan kerja sama
Sejalan dengan eksistensinya dan pengembangan yang dilakukan,
Perseroan melalui berbagai portal web yang dikelolanya pun telah memiliki
jaringan yang semakin luas dan telah menjalin kerja sama atau kemitraan
dengan berbagai pihak. Saat ini, sudah ada sekitar 200 media lokal
maupun nasional, media skala kecil maupun skala menengah, media
konten spesifik maupun umum, yang menjalin kemitraan baik di segi konten
maupun lainnya dengan unit-unit usaha atau portal web milik Perseroan.
Jaringan yang cukup besar dan luas ini yang akan terus diperkuat oleh
Perseroan, baik melalui pengembangan kerja sama spesifik mulai dari
kolaborasi liputan, kerja sama event, hingga kerja sama iklan maupun
pengembangan teknologi. Jaringan dan kerja sama juga akan terus
dikembangkan dengan berbagai lembaga penting seperti Media
Development Investment Fund, International Media Support, Center of
Reform on Economics Indonesia, maupun dengan berbagai pihak swasta
atau pemerintahan seperti brand, perbankan, atau BUMN maupun
Kementerian. Kerja sama dengan berbagai pihak itu pun dapat
dikembangkan baik melalui kegiatan (event) tertentu sesuai momentum,
maupun lewat program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
III.D.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
memperhatikan alternatif lain.
46
Page 48
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan Perjanjian Adendum II, tingkat suku bunga sehubungan
dengan Transaksi Pinjaman adalah sebesar 4,50% per tahun. Kami
melakukan analisis perbandingan terhadap fasilitas pinjaman beberapa
perusahaan publik lainnya di Indonesia. Berikut adalah keterangan
mengenai tingkat bunga atas fasilitas pinjaman pada perusahaan publik di
Indonesia menggunakan laporan keuangan terkini sebagaimana telah
dipublikasikan pada website BEI adalah sebagai berikut:
(Dalam USD)
Tanggal Perolehan Pinjaman
No. Perusahaan Jumlah Pinjaman Bunga Pinjaman
dan/atau Tanggal Jatuh Tempo
1 PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
PT Bank Mizuho Indonesia
Fasilitas Pinjaman 2.000.000 6,92% 09-Sep-24
2 PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
International Bank of Reconstruction and
Development
Principal I 41.709.099 5,48% 3 Apr 2006 - 15 Feb 2026
PT Saka Energi Indonesia (SEI)
Senior Unsecured Fixed Rate 625.000.000 4,45% 26 April 2017 - 5 Mei 2024
3 PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Kredit modal kerja ekspor 954.659,78 5,75% Jun-24
4 PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
Entitas anak
PT Tanjung Sawit Abadi
PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)
Fasilitas Kredit Investasi 23.308.270 6,00% 25-Des-25
PT Mitra Mendawai Sejati
PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)
Fasilitas Kredit Investasi 25.020.576 6,00% 25-Okt-28
PT Menteng Kencana Mas
Fasilitas Pembiayaan Interest During Construction II 458.453 6,00% 18-Jul-29
5 PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
Entitas Anak
PT Bank Panin Tbk
Pinjaman Jangka panjang - 1 49.441.500 8,00% 19 Apr 2022 - 18 Mar 2027
PT Bank Sinarmas Tbk
Fasilitas Term Loan 49.931.831 12,00% 13 Jul 2022 - Feb 2025
6 PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)
PT Bank OCBC NISP Tbk
Fasilitas pinjaman term loan 11.475.911 5,25% - 6,00% Feb 2020 - Mei 2024
PT Bank UOB Indonesia Tbk
Fasilitas kredit investasi 5.000.000 5,75% - 6,75% 26 Mar 2019 - Mei 2024
PT Bank Central Asia Tbk
Kredit lokal 1.000.000 4,50%-6,00% 05-Agu-24
7 PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
PT Maybank Indonesia Tbk.
term loan facility dan revolving facility 50.000.000 8,08% 30-Agu-23
Australian and New Zealand Banking Group Limited
term loan facility dan revolving facility 25.000.000 7,88% 30-Agu-23
PT Bank UOB Indonesia
term loan facility dan revolving facility 50.000.000 7,85% 30-Agu-23
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
term loan facility dan revolving facility 25.000.000 7,84% 30-Agu-23
Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
Indonesia sebagaimana diuraikan di atas yang diperoleh dari website Bursa
Efek Indonesia, tingkat bunga atas pinjaman yang dikenakan berkisar
antara 4,45% per tahun sampai dengan 12,00% per tahun. Dengan
demikian, tingkat suku bunga atas Rencana Transaksi sebagaimana
tertuang dalam Perjanjian Adendum II adalah sebesar 4,50% per tahun
berada di kisaran tingkat suku bunga pinjaman sejenis yang ada di
perusahaan perusahaan publik di atas.
47
Page 49
2. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Bank Indonesia, tingkat suku
bunga pinjaman dalam mata uang USD untuk modal kerja pada bulan
Desember 2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
Bank Umum masing-masing adalah sebesar 6,61%; 6,12%, dan 6,33%.
Berdasarkan Perjanjian Adendum II, tingkat suku bunga sehubungan
dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 4,50% per tahun. Dengan
demikian, tingkat suku bunga atas Rencana Transaksi berada di bawah
kisaran tingkat suku bunga pinjaman dalam mata uang USD pada bulan
Desember 2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
Bank Umum.
3. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Bank Indonesia, tingkat suku
bunga simpanan dalam mata uang USD untuk modal kerja pada bulan
Desember 2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
Bank Umum masing-masing adalah sebesar 1,72%; 4,07%, dan 3,32%.
Berdasarkan Perjanjian Adendum II, tingkat suku bunga sehubungan
dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 4,50% per tahun. Dengan
demikian, tingkat suku bunga atas Rencana Transaksi berada di kisaran
tingkat suku bunga simpanan dalam mata uang USD pada bulan Desember
2023 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan Bank
Umum.
4. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan, saldo kas dan setara kas Perseroan per tanggal
31 Desember 2024 – 2028 adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Kas dan bank awal tahun 4.446 6.594 4.334 2.854 2.309
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas 3.754 1.594 2.374 1.703 942
Pembayaran atas Transaksi (1.606) (3.854) (3.854) (2.248) -
Pembayaran beban bunga atas Transaksi (1.068) (369) (195) (34) -
Kas dan setara kas akhir tahun 6.594 4.334 2.854 2.309 3.251
Berdasarkan proyeksi keuangan konsolidasian Perseroan tersebut di atas,
Perseroan diperkirakan akan memiliki kemampuan untuk melakukan
pembayaran beban bunga dan pelunasan atas Rencana Transaksi pada
saat jatuh tempo.
48
Page 50
5. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
bilamana Perseroan tidak melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
mengalami gagal bayar (default) yang berpotensi memberikan dampak
pada kelangsungan usaha Perseroan serta berpotensi serta proses hukum
lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset Perseroan
yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat melakukan amandemen Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan dan Entitas
Anak Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat
berdampak pada penguasaan aset Perseroan dan Entitas Anak Perseroan
yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
saham Perseroan.
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan 53.248 54.481 55.745 57.043 58.375
Beban Pokok Pendapatan 31.702 32.424 33.165 33.924 34.703
Laba Kotor 21.546 22.057 22.581 23.119 23.672
Beban usaha 23.062 21.672 22.304 22.250 22.925
Laba (rugi) usaha (1.516) 384 277 869 747
Beban lain-lain (525) (737) (390) (34) -
Laba sebelum pajak penghasilan (2.042) (353) (114) 835 747
Beban pajak penghasilan - - - - -
Laba (rugi) tahun berjalan (2.042) (353) (114) 835 747
49
Page 51
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan 59.742 61.145 62.585 64.064 65.582
Beban Pokok Pendapatan 35.503 36.323 37.165 38.028 38.915
Laba Kotor 24.239 24.822 25.421 26.036 26.667
Beban usaha 23.560 24.316 24.977 25.605 26.044
Laba (rugi) usaha 679 505 443 431 624
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum pajak penghasilan 679 505 443 431 624
Beban pajak penghasilan - (34) (98) (95) (137)
Laba (rugi) tahun berjalan 679 472 346 336 486
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 592,01 miliar dan Rp 1,39 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa mendatang dengan penurunan beban keuangan
dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
6. Dalam rangka mitigasi ketidakmampuan pemenuhan kewajiban Perseroan
atas Transaksi Pinjaman, serta untuk memperpanjang masa jatuh tempo
Transaksi Pinjaman, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi. Namun demikian, berdasarkan Surat OJK, Perseroan
diminta untuk memperhatikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di
bidang Pasar Modal.
7. Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis strategis
Perseroan yang diambil oleh manajemen Perseroan, dimana Perseroan
untuk melakukan beberapa perubahan atas ketentuan, kondisi, dan jangka
waktu dari fasilitas pinjaman, maka Para Pihak telah menandatangani
Perjanjian Adendum II dengan kesepakatan bahwa fasilitas pinjaman
sebesar USD 750,00 ribu tersebut akan diperpanjang hingga 31 Juli 2027
dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan menyebabkan konversi
otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36 angsuran
bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal
31 Agustus 2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga
4,50% per tahun.
8. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan pengaturan skema
pembayaran pokok maupun bunga yang telah disetujui Para Pihak, akan
memberikan Perseroan jangka waktu yang lebih panjang untuk dapat
melakukan pembayaran kembali atas Transaksi Pinjaman kepada EMOF
sehingga Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas
Perseroan pada masa yang akan datang.
50
Page 52
9. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengharapkan dapat
melakukan restrukturisasi Transaksi Pinjaman antara lain agar dapat
menghindari gagal bayar (default) atas Transaksi Pinjaman, yang dapat
memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan serta proses
hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset
Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh
pemegang saham Perseroan.
10. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
mendatang dengan penurunan beban keuangan dengan tingkat bunga
Transaksi Pinjaman yang lebih rendah, yang diharapkan dapat
meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.
51
Page 53
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
52
Page 54
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
53
Page 55
Lampiran B
PT Arkadia Media Digital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan 53.248 54.481 55.745 57.043 58.375
Beban Pokok Pendapatan 31.702 32.424 33.165 33.924 34.703
Laba Kotor 21.546 22.057 22.581 23.119 23.672
Beban usaha 23.062 21.672 22.304 22.250 22.925
Laba (rugi) usaha (1.516) 384 277 869 747
Beban lain-lain (525) (737) (390) (34) -
Laba sebelum pajak penghasilan (2.042) (353) (114) 835 747
Beban pajak penghasilan - - - - -
Laba (rugi) tahun berjalan (2.042) (353) (114) 835 747
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/29 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan 59.742 61.145 62.585 64.064 65.582
Beban Pokok Pendapatan 35.503 36.323 37.165 38.028 38.915
Laba Kotor 24.239 24.822 25.421 26.036 26.667
Beban usaha 23.560 24.316 24.977 25.605 26.044
Laba (rugi) usaha 679 505 443 431 624
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum pajak penghasilan 679 505 443 431 624
Beban pajak penghasilan - (34) (98) (95) (137)
Laba (rugi) tahun berjalan 679 472 346 336 486
54
Page 56
Lampiran C
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pada tanggal 20 Mei 2024, Perseroan dan EMOF telah menandatangani Perjanjian
Adendum II sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam Perjanjian Adendum II adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah Perseroan,
Pemegang Saham, dan EMOF.
• Objek dan Nilai Rencana Transaksi
Objek dan Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah transaksi
dimana sebelumnya Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD
750,00 ribu dari EMOF yang selanjutnya, Para Pihak merencanakan untuk mengubah
fasilitas pinjaman sebesar USD 750,00 ribu dengan tanggal jatuh tempo yang akan
diperpanjang hingga 31 Juli 2027 dan kemunculan tanggal tersebut tidak akan
menyebabkan konversi otomatis CPD dan Perseroan akan membayar pokok dalam 36
angsuran bulanan yang sama selama periode yang dimulai pada tanggal 31 Agustus
2024 dan berakhir pada tanggal jatuh tempo dengan bunga 4,50% per tahun. Pokok dan
bunga harus dibayar sesuai dengan Jadwal Pembayaran berikut:
55
Page 57
(Dalam USD)
Bunga yang Masih
Tahun Bulan Pokok Bunga
Harus Dibayar
2024 Mei - 18.664
Juni - 18.664
Juli - 18.664
Agustus 20.833 - 2.813
September 20.833 - 2.734
Oktober 20.833 - 2.656
November 20.833 - 2.578
Desember 20.833 - 2.500
2025 Januari 20.833 - 2.422
Februari 20.833 - 2.344
Maret 20.833 - 2.266
April 20.833 - 2.188
Mei 20.833 - 2.109
Juni 20.833 - 2.031
Juli 20.833 - 1.953
Agustus 20.833 - 1.875
September 20.833 - 1.797
Oktober 20.833 - 1.719
November 20.833 - 1.641
Desember 20.833 - 1.563
2026 Januari 20.833 - 1.484
Februari 20.833 - 1.406
Maret 20.833 - 1.328
April 20.833 - 1.250
Mei 20.833 - 1.172
Juni 20.833 - 1.094
Juli 20.833 - 1.016
Agustus 20.833 - 937
September 20.833 - 859
Oktober 20.833 - 781
November 20.833 - 703
Desember 20.833 - 625
2027 Januari 20.833 - 547
Februari 20.833 - 469
Maret 20.833 - 391
April 20.833 - 312
Mei 20.833 - 234
Juni 20.833 - 156
Juli 20.833 - 78
56
Page 58
• Cara Pembayaran
Cara pembayaran berdasarkan Perjanjian Adendum II adalah Perseroan dapat
melakukan pembayaran di muka kepada Pokok kapan saja atau dari waktu ke waktu,
seluruhnya atau sebagian dengan pemberitahuan tertulis tiga hari kerja kepada EMOF
tanpa premi atau denda apa pun dengan bunga yang masih harus dibayar pada tanggal
pembayaran di muka atas jumlah tersebut. prabayar. Semua pembayaran di muka akan
diterapkan pertama-tama pada pembayaran angsuran bunga yang masih harus dibayar
tetapi belum dibayar sampai tanggal pembayaran di muka tersebut dan kemudian
kepada Prinsipal dalam urutan kebalikan dari jatuh tempo, kecuali EMOF menyatakan
sebaliknya secara tertulis kepada Perseroan.
Bunga yang masih harus dibayar tetapi belum dibayar berdasarkan CPD pada tanggal
Adendum ini telah disesuaikan oleh EMOF berdasarkan kesepakatan Perseroan dengan
EMOF dan telah tercantum dalam Jadwal Pembayaran sebelum dimulainya pembayaran
Pokok
• Lain – lain
Tanggal efektif berlakunya Adendum ini harus berdasarkan adanya persetujuan dari
OJK dan/atau Dewan BEI; sehingga dengan demikian perpanjangan Tanggal Jatuh
Tempo yang baru dan Jadwal Pelunasan akan disesuaikan lagi setelah legitimasi itu
diperoleh.
57
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
DBSDA
p.7 ×8
unresolved
org
Robert Ricker
p.7
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
p.8 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×5
unresolved
org
PT Harvest Capital International
p.11 ×2
unresolved
person
Arianly Triutomo
· Notaris
p.13 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
org
PT Emerging Media Opportunity Fund Dalam Rencana Transaksi
p.17
unresolved
org
PT Indopersda Primamedia
p.45
unresolved
org
PT Trans Media Corpora
p.45
unresolved
org
PT Kreatif Media
p.45
unresolved
org
PT Kapan Lagi Youniverse
p.45
unresolved
org
PT Dinamo Media Network
p.45
unresolved
org
Tempo Inti Media Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
PT Bank Mizuho Indonesia Fasilitas Pinjaman
p.48
unresolved
org
PT Saka Energi Indonesia
p.48
unresolved
org
PT Tanjung Sawit Abadi
p.48
unresolved
org
PT Mitra Mendawai Sejati
p.48
unresolved
org
PT Menteng Kencana Mas Fasilitas Pembiayaan Interest During
p.48
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk.
p.48 ×2
unresolved
org
New Zealand Banking Group Limited
p.48
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.53 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.53
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.53
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
8949 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
'adalah transaksi'}],
'currency': 'USD',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
'transaksi',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '750.00'}