Skip to content
Back to announcement

20260828_KOTA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32133484_lamp6.pdf

Other Text extracted KOTA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 84

Page 1
            kantor jasa penilai publik
            febriman siregar dan rekan
            Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




                         Laporan Pendapat Kewajaran Atas
              1) Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha
                 Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk.;
L APORAN K AJIAN
              2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia
P ERHITUNGAN AolehTASPT DMS    Propertindo,
                         J ANGKA            Tbk
                                        W AKTU      D AN J UMLAH
K ONTRIBUSI A TAS K ERJASAMA        P EMANFAATAN A SET
                            untuk keperluan
P EMERINTAH P ROVINSI PT DMS   Propertindo Tbk. G UBERNUR
                            G ORONTALO
D ENGAN B ENTUK BGS (B  ANGUNAN
                     Gedung             G UNA
                            Graha Mampang   Lantai 2S ERAH )
                            Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100
                            Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12760
                  No. Laporan : 00748/2.0109-05/BS/03/0069/1/VIII/2026

Page 2
Bogor, 27 Agustus 2026
No. Laporan : 00748/2.0109-05/BS/03/0069/1/VIII/2026

Kepada Yth,
PT DMS Propertindo Tbk.
Gedung Graha Mampang Lantai 2
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100
Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12760

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas 1) Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandiri
          Nusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk.; dan 2) Rencana
          Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS Propertindo, Tbk.

Dengan hormat,
Memenuhi permintaan PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”) sebagaimana tercantum pada
Proposal Penawaran Jasa Penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas 1) Rencana
Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk.
(KOTA); dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS
Propertindo Tbk. (KOTA) dengan nomor proposal 0425/PNW/FO-BGR-FSR/VII/2026,
kami, Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Febriman Siregar dan Rekan (“FSR” atau
“Penilai” atau “Kami”) yang telah memperoleh Izin Usaha dengan No. 2.12.0109 yang
dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri
Keuangan No.1402/KM.1/2012 tertanggal 26 November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor
Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui
Keputusan Menteri Keuangan No. 459/KM.1/2020 tertanggal 17 September 2020 dan telah
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal
31 Juli 2019 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang)
No. KEP-996/KS.13/2026 tanggal 31 Juli 2024 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal, bersama ini kami sampaikan Laporan Pendapat Kewajaran Atas 1) Rencana
Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk.;
dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS
Propertindo, Tbk. sebagai berikut:

1.1.   STATUS PENILAI

       Penilai adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Febriman Siregar & Rekan (“FSR”)
       yang sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1402/KM.1/2012 tertanggal 26
       November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh
       Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan No.
       459/KM.1/2020 tertanggal 17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa
       Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019
       dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No.
       KEP-996/KS.13/2026 sebagai Penilai Aset/Properti dan Bisnis di Pasar Modal.




                                                                                        - i-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 3
     Identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada Laporan Pendapat Kewajaran atas 1)
     Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo
     Tbk.; dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS
     Propertindo, Tbk. (“Rencana Transaksi”) ini adalah sebagai berikut :

     Nama                                : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc., MAPPI (Cert.)
     Anggota MAPPI                       : 92 – S- 00252
     No. Izin Penilai Publik             : PB-1.08.00069
     STTD Penilai OJK No.                : KEP-996/KS.13/2026
     No. Register                        : RMK-2017.00069
     Klasifikasi bidang jasa             : Penilai Bisnis dan Properti

     KJPP FSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan Pendapat Kewajaran atas
     objek Rencana Transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan
     kepentingan dengan subjek atau objek Pendapat Kewajaran, sehingga dalam posisi untuk
     memberikan Pendapat Kewajaran yang objektif dan tidak memihak.

1.2. PEMBERI TUGAS

            Nama               :   PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”)
            Bidang Usaha       :   Pengembangan properti, perhotelan dan jasa
                                   manajemen baik secara langsung maupun tidak
                                   langsung melalui Entitas Anak
            Alamat             :   Gedung Graha Mampang Lantai 2, Jl. Mampang
                                   Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan – DKI Jakarta
                                   12760
            Telepon/fax        :   (021) 7940 671 / -
            Email              :   investor.relation@MNGPropertindo.com

1.3. PENGGUNA LAPORAN

            Nama               :   PT DMS Propertindo Tbk.
            Bidang Usaha       :   Pengembangan properti, perhotelan dan jasa
                                   manajemen baik secara langsung maupun tidak
                                   langsung melalui Entitas Anak
            Alamat             :   Gedung Graha Mampang Lantai 2, Jl. Mampang
                                   Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan – DKI Jakarta
                                   12760
            Telepon/fax        :   (021) 7940 671 / -
            Email              :   investor.relation@MNGPropertindo.com


            Nama               :   Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

                                                                                          - ii -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 4
           Bidang Usaha      :   Regulator Sektor Keuangan
           Alamat            :   Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan
                                 Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4, Jakarta Pusat
                                 10710
           Telepon/fax       :   (021) 2960 0000/-
           Email             :   humas@ojk.go.id

1.4. OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN

    Objek penugasan Pendapat Kewajaran ini adalah 1) Rencana Transaksi Akuisisi PT
    Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA); dan 2)
    Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS Propertindo,
    Tbk. (KOTA).
1.5. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN

    Dalam penugasan Pendapat Kewajaran ini, mata uang yang digunakan adalah mata uang
    Rupiah.

1.6. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

    Maksud dan tujuan pelaksanaan penugasan ini adalah memberikan suatu Pendapat
    Kewajaran (Fairness Opinion) atas Transaksi Material berupa 1) Rencana Transaksi Akuisisi
    PT Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA);
    dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS
    Propertindo, Tbk. (KOTA), sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
    Nomor 32 Tahun 2015 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun
    2020.
    Laporan Pendapat Kewajaran ini digunakan untuk kepentingan Otoritas Jasa Keuangan
    (OJK) dan tidak digunakan untuk Bursa Efek Indonesia (Pasar Modal), perpajakan,
    pengadilan, dan tujuan lain di luar dari tujuan yang disebutkan dalam laporan ini.


1.7. TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (CUT OFF DATE)

    Tanggal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran ini adalah tanggal 30 Juni 2026.

1.8. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

    Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami melakukan pengumpulan data yang
    cukup tanpa halangan dari pihak mana pun melalui email. Kami juga melakukan inspeksi
    lapangan dan wawancara (tatap muka) secara langsung. Kami juga melakukan konfirmasi
    dan tanya jawab melalui email, WhatsApp dan telepon.


                                                                                        - iii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 5
     Penelaahan, perhitungan dan analisis dilakukan sesuai dengan Maksud dan Tujuan
     Pendapat Kewajaran. Kami akan melakukan survei ke lokasi jika memungkinkan. Pada
     kondisi/kejadian luar biasa dengan adanya kendala-kendala yang membatasi akses Penilai
     untuk melakukan investigasi atas Objek Pendapat Kewajaran sehingga Penilai tidak dapat
     melakukan investigasi secara normal, maka hal tersebut akan diungkapkan di dalam
     Laporan Pendapat Kewajaran.
     Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan, maka terdapat beberapa batasan yang
     dilakukan:
          1. Tidak melalukan uji tuntas (penuh) atas Objek Pendapat Kewajaran, namun
             hanya uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Pendapat Kewajaran;
          2. Tidak melakukan studi kelayakan bisnis dan keuangan;
          3. Tidak melakukan penilaian properti atas aset non-operasional;
          4. Uji tuntas terbatas terhadap legalitas dan dokumen hukum Objek Pendapat
             Kewajaran maupun pihak terkait rencana transaksi;
          5. Tidak melakukan analisis dampak pajak;
          6. Pengumpulan informasi dan data Objek Pendapat Kewajaran untuk memperoleh
             kelengkapan yang disesuaikan untuk keperluan analisis.


1.9. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI

          1. Data yang relevan yang digunakan dalam Pendapat Kewajaran ini bersumber dari
             hasil lapangan dan data dari PT DMS Propertindo Tbk.
          2. Informasi yang kami peroleh dari pihak yang bersangkutan Kami anggap
             merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya. Oleh karenanya kami
             tidak melakukan pengecekan lebih lanjut. Bilamana di kemudian hari diketahui
             ada informasi yang tidak benar yang diberikan kepada kami, maka kami tidak
             dapat diminta pertanggungjawaban.
          3. Data-data atau dokumen-dokumen kepemilikan yang diterima dari pemberi tugas
             dianggap benar, tidak bermasalah dan dapat diandalkan (merupakan tanggung
             jawab perusahaan).
          4. Data lain yang relevan dan terpercaya antara lain Bank Indonesia, Bursa Efek
             Indonesia atau bursa lain, Badan Pusat Statistik, serta sumber data lain yang
             diperoleh melalui website maupun instansi terkait.
          5. Penilai tidak melakukan verifikasi ataupun pengecekan legalitas terhadap data dan
             dokumen tersebut.


1.10. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

     Penyusunan laporan Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi dan kondisi pembatas
     sebagai berikut:
         1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
         2. KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
             dalam proses penyusunan Pendapat Kewajaran.
                                                                                          - iv -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 6
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
              dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
              mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
              dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty)
          5. KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan penyusunan Pendapat
              Kewajaran
          6. KJPP FSR menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
              operasional perusahaan.
          7. KJPP FSR bertanggung jawab atas Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
              Kewajaran dari Pemberi Tugas.
          9. Tidak ada dispute pajak yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak terkait
              Objek Pendapat Kewajaran dapat dipenuhi oleh KOTA, baik sebagai bagian dari
              entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan.
          10. Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat
              memenuhi kebutuhan analisis secara kuantitatif.


1.11. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

     Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen KOTA dalam
     kaitannya dengan Rencana Transaksi sesuai dengan yang telah disebutkan pada Maksud
     dan Tujuan Pendapat Kewajaran dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
     kepentingan lain.

1.12. PEMENUHAN STANDAR

     Laporan Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
     Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
     17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
     di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi
     VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330
     tahun 2020 yang diterbitkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

1.13. PROSEDUR PELAKSANAAN PENUGASAN

     Analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi
     penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran meliputi antara lain:
        1. Analisis transaksi;
        2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas rencana transaksi;
        3. Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
        4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
                                                                                           -v-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 7
1.14. BATASAN ATAU PENGECUALIAN ATAS TANGGUNG JAWAB KEPADA
      PIHAK SELAIN PEMBERI TUGAS

     Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas, kecuali
     yang diatur dalam peraturan dan hukum yang berlaku.


1.15. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

      1. Analisis Transaksi

          Rencana Transaksi merupakan pengambilalihan (akuisisi) PT Mandirinusa Graha
          Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk melalui pembelian saham yang dimiliki oleh
          PT Michel Energi (“ME”) atas PT Mandirinusa Graha Perkasa sebanyak 6.413.296
          (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
          atau sebesar 99,99% dan pengambilalihan (akuisisi) PT Art Design Indonesia oleh
          PT DMS Propertindo Tbk. melalui pembelian saham yang dimiliki oleh Michel
          Energi (“ME”) atas PT Art Design Indonesia sebanyak 1.206.272 (satu juta dua ratus
          enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99%.
          Berdasarkan struktur kepemilikan para pihak yang bertransaksi, diketahui bahwa
          tidak terdapat hubungan afiliasi antara PT DMS Propertindo Tbk., PT Mandirinusa
          Graha Perkasa, dan PT Art Design Indonesia. Berdasarkan dokumen Perjanjian
          Pengikatan Jual Beli serta informasi yang kami peroleh dari Manajemen, PT DMS
          Propertindo Tbk berencana untuk melakukan pengambilalihan (akuisisi)
          PT Mandirinusa Graha Perkasa melalui pembelian saham yang dimiliki oleh
          PT Michel Energi (“ME”) atas PT Mandirinusa Graha Perkasa sebanyak 6.413.296
          (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
          atau sebesar 99,99% senilai Rp 3.200.000.000.000 (tiga triliun dua ratus miliar rupiah)
          dan pengambilalihan (akuisisi) PT Art Design Indonesia melalui pembelian saham
          yang dimiliki oleh PT Michel Energi (“ME”) atas PT Art Design Indonesia sebanyak
          1.206.272 (satu juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham
          atau sebesar 99,99% senilai Rp 1.200.000.000.000 (satu triliun dua ratus miliar
          rupiah), di mana transaksi-transaksi tersebut memenuhi definisi transaksi material
          menurut POJK 17 tahun 2020.
          Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha
          Perkasa Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) tanggal 24 Agustus 2026 dan
          Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Art Design Indonesia yang disusun
          oleh Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) tanggal 24 Agustus 2026, tidak ada
          persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga
          syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.




                                                                                            - vi -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 8
     2. Analisis Kualitatif

         Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

         Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, alasan dilakukannya
         Rencana Transaksi ini adalah bahwa KOTA melihat adanya potensi pengembangan
         yang sangat baik atas tanah milik PT Mandirinusa Graha Perkasa yang terletak di
         Maja, Banten, dan tanah milik PT Art Design Indonesia yang terletak di Gunung
         Anyar, Surabaya.


         Keuntungan Dilakukannya Rencana Transaksi

         Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, setelah Rencana
         Transaksi berjalan efektif, maka luas tanah yang dimiliki oleh KOTA akan
         mengalami peningkatan dan diharapkan dapat menopang keberlangsungan usaha
         KOTA. Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini, maka KOTA akan memiliki
         cakupan luasan tanah yang berada di wilayah geografis yang lebih beragam, sehingga
         portofolio investasi tanah semakin luas. Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi
         ini maka jumlah saham KOTA akan meningkat sehingga kapitalisasi pasar KOTA
         juga ikut meningkat.

         Kerugian Dilakukannya Rencana Transaksi

         Rencana Transaksi ini juga memiliki potensi kerugian, diantaranya hilangnya peluang
         untuk mengembangkan aset eksisting yang dimiliki KOTA sehubungan dengan
         Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selain itu, dengan efektifnya Rencana
         Transaksi yang akan dilakukan KOTA, akan timbul biaya-biaya investasi untuk
         mengembangkan tanah yang telah diakuisisi. Biaya-biaya investasi ini juga akan
         memiliki dampak pada keuangan KOTA dimana mungkin akan terjadi perlambatan
         dalam menghasilkan pendapatan.

         Analisis Dampak Likuiditas
         Sehubungan dengan Rencana Transaksi, maka struktur kas KOTA akan mengalami
         peningkatan sebesar Rp 514.304 juta dari sebelumnya Rp 7.741 juta menjadi Rp
         522.045 juta karena adanya adanya dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru
         sehubungan dengan pengambilalihan PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa
         Graha Perkasa.

     3. Analisis Kuantitatif

         Analisis Proforma Rencana Transaksi
         Berdasarkan proforma keuangan KOTA yang kami terima dari Manajemen KOTA,
         terdapat pergerakan struktur laporan keuangan pada Tanggal Pendapat Kewajaran
         yaitu 30 Juni 2026 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan.
                                                                                        - vii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 9
         Dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap akun-akun pada laporan keuangan
         proforma KOTA diuraikan sebagai berikut:

               Aset lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 856.099 juta dari
                sebelumnya Rp 207.504 juta menjadi sebesar Rp 1.063.602 juta.
               Aset tidak lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 4.692.521 juta
                dari sebelumnya Rp 1.707.193 juta menjadi sebesar Rp 6.399.714 juta.
               Liabilitas lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 348.728 juta dari
                sebelumnya Rp 82.469 juta menjadi sebesar Rp 431.197 juta.
               Liabilitas tidak lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 314.857 juta
                dari sebelumnya Rp 578.641 juta menjadi sebesar Rp 893.498 juta.
               Ekuitas KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 4.885.034 dari sebelumnya
                Rp 1.253.587 juta menjadi sebesar Rp 6.138.621 juta.

         Analisis Nilai Tambah
         Analisis nilai tambah atas Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
         KOTA dalam menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik dengan
         membandingkan proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dan
         dilaksanakannya Rencana Transaksi.
         Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Manajemen KOTA, setelah
         Rencana Transaksi dilakukan, berikut uraian selama periode proyeksi.
             a. Laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.034.160 juta selama
                 periode proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penjualan yang
                 cukup signifikan dari segmen properti pada tahun 2029 dan diikuti oleh
                 kenaikan marjin laba bersih pada tahun 2030 sampai dengan tahun 2034.
                 Namun, pada tahun 2027, terdapat penurunan laba bersih. Hal ini
                 dikarenakan belum adanya pendapatan setelah akuisisi, namun terdapat
                 pembayaran pajak sehingga laba bersih mengalami penurunan.;
             b. Arus kas juga akan mengalami peningkatan dengan total Rp 5.848.156 juta
                 selama periode proyeksi karena adanya kenaikan penjualan segmen yang
                 cukup tinggi pada tahun 2028 diikuti dengan tahun 2031 sampai dengan
                 tahun 2034;
             c. Total aset akan mengalami peningkatan sebesar Rp 9.541.259 juta selama
                 periode proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan kas dan bank karena
                 adanya peningkatan penjualan di segmen properti.;
             d. Liabilitas akan mengalami peningkatan dengan total Rp 1.557.099 juta rupiah
                 selama periode proyeksi, yang disebabkan oleh peningkatan utang lancar lain-
                 lain dan pinjaman bank pada tahun 2027, peningkatan utang lancar lain-lain
                 di tahun 2031 dan tahun 2036; dan
             e. Total ekuitas akan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.984.160 juta selama
                 periode proyeksi karena adanya peningkatan jumlah modal disetor serta
                 adanya kenaikan laba bersih.

                                                                                       - viii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 10
         Analisis Nilai Tambah (dalam jutaan rupiah)
                                2026             2027         2028         2029         2030         2031
              Deskripsi      1 Jul – 31       1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31
                                Des              Des          Des          Des          Des          Des
       Laba Bersih
       Sebelum                   45.901          34.112       35.105        43.258       53.489       57.748
       Sesudah                   45.901          27.090       79.328       186.794      339.067      531.489
       Kenaikan/
                                          -      (7.022)      44.223       143.536      285.578      473.741
       (Penurunan)


       Arus Kas
       Sebelum                   35.086         221.585      148.333        51.198       60.572       48.264
       Sesudah                  560.336         145.357      323.215       444.531      402.842    1.145.926
       Kenaikan/
                                525.250         (76.227)     174.882       393.334      342.270    1.097.662
       (Penurunan)


       Total Aset
       Sebelum                1.957.271        2.163.167    2.295.946    2.331.591    2.376.609    2.411.019
       Sesudah                6.907.271        7.387.009    8.030.357    8.403.238    8.582.451    9.515.125
       Kenaikan/
                              4.950.000       5.223.842     5.734.411    6.071.648    6.205.841    7.104.106
       (Penurunan)


       Total Liabilitas
       Sebelum                  673.888         845.671      943.346       935.732      927.262      903.923
       Sesudah                  673.888        1.126.535    1.690.555    1.876.643    1.716.788    2.117.973
       Kenaikan/
                                          -     280.864      747.209       940.910      789.526    1.214.050
       (Penurunan)


       Total Ekuitas
       Sebelum                1.283.384        1.317.495    1.352.600    1.395.858    1.449.347    1.507.096
       Sesudah                6.233.384        6.260.474    6.339.802    6.526.595    6.865.663    7.397.152
       Kenaikan/
                              4.950.000       4.942.978    4.987.201     5.130.737    5.416.315    5.890.056
       (Penurunan)




                                                                                                     - ix -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 11
                                2032         2033         2034         2035         2036
              Deskripsi      1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31
                                Des          Des          Des          Des          Des
       Laba Bersih
       Sebelum                   73.088      84.486      100.765       115.815      133.145
       Sesudah                  816.131     521.089      701.314       347.210      215.658
       Kenaikan/
                                743.043     436.603      600.549       231.395       82.513
       (Penurunan)


       Arus Kas
       Sebelum                   61.439      55.012       67.257        60.315       70.870
       Sesudah                  939.254     886.248     1.061.429      363.824      455.125
       Kenaikan/
                                877.815     831.236      994.173       303.509      384.255
       (Penurunan)


       Total Aset
       Sebelum                2.458.675    2.499.904    2.553.377    2.599.909    2.657.559
       Sesudah               10.082.081   10.776.608   11.336.985   11.518.240   12.198.818
       Kenaikan/
                              7.623.406   8.276.704    8.783.608     8.918.331    9.541.259
       (Penurunan)


       Total Liabilitas
       Sebelum                  878.492     835.234      787.943       718.660      643.164
       Sesudah                1.868.798    2.042.236    1.901.299    1.735.344    2.200.263
       Kenaikan/
                                990.307    1.207.002    1.113.357    1.016.685    1.557.099
       (Penurunan)


       Total Ekuitas
       Sebelum                1.580.183    1.664.670    1.765.435    1.881.250    2.014.395
       Sesudah                8.213.283    8.734.372    9.435.686    9.782.896    9.998.554
       Kenaikan/
                              6.633.100   7.069.702     7.670.251    7.901.646    7.984.160
       (Penurunan)



     4. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi

         Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha Perkasa,
         nilai transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 6.413.296 (enam juta empat
         ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham atau sebesar
         99,99% saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp 3.200.000.000.000. Berdasarkan
         Laporan Penilaian 100% Ekuitas MNGP yang dikeluarkan oleh KJPP Febriman
         Siregar      dan      Rekan      dengan      Nomor       Laporan     00747/2.0109-
         05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026, Nilai Pasar atas 100%
         ekuitas MNGP adalah sebesar Rp 3.244.935.521.000, sehingga Nilai Pasar 6.413.296
         (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
         atau sebesar 99,99% saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp 3.244.909.952.698.



                                                                                              -x-
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 12
         Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham antara KOTA dengan ADI, nilai
         transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 1.206.272 (satu juta dua ratus
         enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99% saham dan
         pengambilalihan 99,99% saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.200.000.000.000.
         Berdasarkan Laporan Penilaian 100% Ekuitas ADI yang dikeluarkan oleh KJPP
         Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan 00746/2.0109-
         05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026, Nilai Pasar atas 100%
         ekuitas ADI adalah sebesar Rp 1.253.417.646.000, sehingga Nilai Pasar 1.206.272
         (satu juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar
         99,99% saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.253.416.606.917

         Berikut tabel yang membandingkan Nilai Rencana Transaksi dan Nilai Pasar (Dalam
         jutaan rupiah)
                                 %                          Nilai
              Entitas                      Nilai Pasar                   Selisih     Kesimpulan
                             Kepemilikan                  Transaksi
              MNGP               99,99%       3.244.910      3.200.000      -1,38%    WAJAR
               ADI               99,99%       1.253.417      1.200.000      -4,26%    WAJAR




                                                                                              - xi -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 13
1.16. KESIMPULAN

     Berdasarkan Analisis Transaksi akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa dengan PT DMS
     Propertindo Tbk berupa pengambilalihan 99,99% saham milik PT Michel Energi atas PT
     Mandirinusa Graha Perkasa dan akuisisi PT Art Design Indonesia dengan PT DMS
     Propertindo Tbk. berupa pengambilaihan 99,99% saham milik PT Michel Energi atas PT
     Art Design Indonesia, tidak ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak
     yang bertransaksi.

     Berdasarkan Analisis Kualitattif yang mencakup alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
     keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi dan analisis dampak likuiditas dapat
     menunjang rencana masa depan KOTA sehingga ke depan diharapkan dapat
     menguntungkan bagi pemegang saham.

     Berdasarkan Analisis Kuantitatif yang mencakup analisis proforma Rencana Transaksi,
     analisis nilai tambah, dan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi dapat disimpulkan
     bahwa KOTA memiliki nilai tambah atas laba bersih sebesar Rp 3.034.160 juta dan
     perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar masih berada di dalam rentang
     batas bawah dan batas atas dari Nilai Pasar. Oleh karena itu, Rencana Transaksi dapat
     disimpulkan WAJAR.

     Surat pengantar penilaian ini diikuti oleh Laporan Pendapat Kewajaran Terinci
     (Comprehensive Style) yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Disini kami
     tegaskan bahwa FSR tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang
     akan datang, atas objek Pendapat Kewajaran.

     Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi stempel perusahaan (corporate seal) dari Kantor
     Jasa Penilai Publik FSR.


     Hormat kami,
     KJPP Febriman Siregar dan Rekan




     Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
     Partner
     MAPPI No.                 : 92-S-00252
     Izin Penilai Publik       : PB-1.08.00069
     STTD OJK                  : KEP-996/KS.13/2026
     Register No.              : RMK-2017.00069
     Klasifikasi Bidang Jasa   : Penilai Bisnis & Penilai Properti




                                                                                         - xii -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 14
                              PERNYATAAN PENILAI

KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa:

1.   Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Pendapat Kewajaran pada
     tanggal Pendapat Kewajaran.

2.   Penilai tidak memiliki benturan kepentingan dan bersifat independen terhadap objek
     Pendapat Kewajaran.

3.   Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
     dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.

4.   Pendapat Kewajaran ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan Nomor 35 tahun 2020 “Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
     Usaha di Pasar Modal”.

5.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

6.   Penilai memiliki pengalaman mengenai jenis usaha yang dinilai.

7.   Dalam melakukan penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami telah berusaha semaksimal
     mungkin untuk bertindak secara objektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan
     Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.

8.   Penilai bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran ini.

9.   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan.

11. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
    pembatas.
12. Seluruh data dan informasi             yang    diungkapkan        dalam   laporan   dapat
    dipertanggungjawabkan.

13. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atas Laporan
    Pendapat Kewajaran.

14. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil Pendapat Kewajaran.




                                                                                        - xiii -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 15
Selanjutnya KJPP Febriman Siregar dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami
libatkan dalam penugasan ini adalah Penilai Profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.

Team Leader / Penilai : Rekan (Partner) yang merupakan Penilai Publik, professional yang
                        telah memiliki pengalaman lebih dari 5 (lima) tahun sebagai Penilai,
                        dalam penugasan Penilai bertindak sebagai Pimpinan (Team Leader)
                        dan bertanggung jawab secara penuh atas pelaksanaan pekerjaan
                        penilaian mulai dari penerimaan penugasan sampai kepada
                        penyampaian laporan termasuk hasil penilaiannya dan berkewajiban
                        menandatangani Laporan Penilaian.

Asisten Penilai          : Merupakan profesional yang memiliki keahlian dibidangnya sesuai
                           dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman. Asisten Penilai
                           memiliki tugas membantu Penilai dalam pengumpulan data, entri
                           data dan kompilasi data serta membantu dalam penyusunan laporan
                           penilaian.




                                                                                       - xiv -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 16
No           Nama                                                             Tanda Tangan



 1.          Penanggung Jawab
             Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)                     -------------------------
             Partner
             Anggota MAPPI                 :   92-S-00252
             No. Ijin Penilai Publik       :   PB-1.08.00069
             STTD OJK                      :   KEP-996/KS.13/2026
             Klasifikasi Bidang Jasa       :   Penilai Bisnis Dan Properti
             Register                      :   RMK-2017.00069


 2.          Quality Assurance
             Eduardo Juantareno, SE., MM., MAPPI (Cert.)                     -------------------------
             Partner
             Anggota MAPPI                 :   00-S-01328
             No. Ijin Penilai Publik       :   B-1.11.00313
             STTD OJK                      :   KEP-1335/KS.13/2026
             Klasifikasi Bidang Jasa       :   Penilai Bisnis
             Register                      :   RMK-2017.00274
             No. Penilai Kekayaan          :
                                               26-P/KI.Ekraf-0008
             Intelektual (KI)


 3.          Reviewer
             Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.                                  -------------------------
             Anggota MAPPI                 :   11-T-03266
             Register                      :   RMK-2017.00838
No. Ijin Penilai Publik
lasifikasi Bidang Jasa      : Penilai Bisnis Dan Properti
 4.          Penilai
             Alfina Khairunnisa, S.Ak.                                       -------------------------
             Anggota MAPPI                 :   25-P-13619
             Register                      :   RMK-2025.05158



 5.          Asisten Penilai
             Ramdan Pauzi, S.E.                                              -------------------------
             Anggota MAPPI                 :   21-A-11153




                                                                                                 - xv -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 17
                                     BAGIAN - 1
                                   PENDAHULUAN
1. 1.   Latar Belakang

        PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”) adalah perusahaan terbuka yang bergerak dalam
        bidang pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel baik secara
        langsung maupun tidak langsung. KOTA berlokasi di Gedung Graha Mampang Lantai
        2, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12760.

        PT Mandirinusa Graha Perkasa (“MNGP”) adalah perusahaan tertutup yang bergerak
        dalam bidang perdagangan besar dan real estat. MNGP berlokasi di Gedung Mayapada
        Tower 2, Lantai 7, Jalan Jenderal Sudirman, Kavling 27, Kelurahan Karet, Kecamatan
        Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12920.

        PT Art Design Indonesia (“ADI”) adalah perusahaan tertutup yang bergerak dalam
        bidang perdagangan besar dan real estat. ADI berlokasi di Gedung Mayapada Tower 2,
        Lantai 8, Jalan Jenderal Sudirman, Kavling 27, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi,
        Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12920.

        Dalam rangka perluasan bisnis KOTA, KOTA bermaksud untuk melakukan aksi
        korporasi berupa penambahan modal dari pemegang saham dengan skema
        Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
        Sehubungan dengan aksi korporasi tersebut, KOTA menawarkan sebanyak-banyaknya
        100.000.000.000 (seratus miliar) Saham Baru Seri B atau sebesar 90,46% (sembilan
        puluh koma empat enam persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh KOTA
        setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp 25 (dua puluh lima Rupiah) setiap
        saham. Saham Baru akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham KOTA lainnya
        yang telah dikeluarkan oleh KOTA. PMHMETD I ini tidak menyebabkan terjadinya
        perubahan pengendali di KOTA.

        Dengan pelaksanaan PMHMETD ini, KOTA berpotensi menerima dana sebanyak-
        banyaknya Rp 4.950.000.000.000 (empat triliun sembilan ratus lima puluh miliar rupiah).
        Dana yang diperoleh dari PMHMETD akan digunakan untuk:
        a. Sebesar Rp 4.400.000.000.000 (empat triliun empat ratus miliar rupiah) yang akan
           digunakan untuk pengambilalihan 2 (dua) perusahaan, yaitu:
           1) Pengambilaihan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP), melalui pembelian
               saham yang dimiliki oleh PT Michel Energi (ME) sebanyak 6.413.296 (enam
               juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
               atau sebesar 99,99% senilai Rp 3.200.000.000.000; dan
           2) Pengambilalihan PT Art Design Indonesia (ADI) melalui pembelian saham
               yang dimiliki oleh PT Michel Energi (ME) sebanyak 1.206.272 (satu juta dua
               ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar
               99,99%senilai Rp 1.200.000.000.000.

                                                                                           - 1-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 18
        b. Sisanya Rp 550.000.000.000 (lima ratus lima puluh miliar rupiah) akan digunakan
           untuk modal kerja.

         Berikut ini adalah struktur pemegang saham KOTA sebelum dan sesudah
         PMHMETD.
         Tabel 1.1       Susunan Pemegang Saham KOTA Sebelum PMHMETD
                                                          Sebelum
          Pemegang Saham
                                        Jumlah Saham (Lembar)           Komposisi (%)
          PT DMS Investama                           5.072.641.269              48,10%
          PT Flying Fox Nusantara                        7.651.782              0,07%
          Mohamad Prapanca                                 10.000               0,00%
          Masyarakat (masing-masing
                                                     5.465.882.650              51,83%
          kurang dari 5%)
          Total                                     10.546.185.701             100,00%




1. 2.   Transaksi Material

        Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.17/POJK.04/2020 tentang
        Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, transaksi berupa perolehan
        dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai transaksi
        material dalam hal:
        a. Nilai transaksi dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
           perusahaan terbuka dikategorikan sebagai transaksi material;
        b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya
           sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
        c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya
           sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);atau
        d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan
           terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).

        Tabel 1.2 berikut menyajikan akun-akun sesuai dengan ketentuan POJK 17 tahun 2020
        untuk melihat kondisi-kondisi transaksi yang termasuk Transaksi Material. Adapun
        sumber data dari tabel berikut yaitu Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2026 MNGP dan
        Laporan Keuangan Audit Konsolidasian 30 Juni 2026 KOTA.

         Tabel 1.2       Materialitas Rencana Transaksi MNGP dan KOTA
               Uraian              MNGP                  KOTA              MNGP/KOTA       Kesimpulan
         Total Ekuitas        3.200.000.000.000*    1.253.906.764.585           255,27%          Material
         Total Aset            3.514.880.976.655    1.914.696.780.332           183,57%          Material
         Laba Bersih              (6.606.512.337)      16.043.906.275            -41,18%            N/M
         Pendapatan                             -      67.295.037.035              0,00%            N/M
        * Angka ini merupakan nilai transaksi MNGP 99,99%


        Berdasarkan uraian di atas, Rencana Transaksi pengambilalihan saham ME atas MNGP
        memenuhi definisi transaksi material.
                                                                                                      -2-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 19
        Tabel 1.3 berikut menyajikan akun-akun sesuai dengan ketentuan POJK 17 tahun 2020
        untuk melihat kondisi-kondisi transaksi yang termasuk Transaksi Material. Adapun
        sumber data dari tabel berikut yaitu Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2026 ADI dan
        Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2026 KOTA.

         Tabel 1.3       Materialitas Rencana Transaksi ADI dan KOTA
             Uraian                ADI                KOTA              ADI/KOTA       Kesimpulan
         Total Ekuitas         1.200.000.000.00     1.253.906.764.585        95,73%          Material
         Total Aset           1.550.509.057.028     1.914.696.780.332        80,98%          Material
         Laba Bersih              (595.527.291)        16.043.906.275         -3,71%           N/M
         Pendapatan                           -        67.295.037.035          0,00%           N/M
        * Angka ini merupakan nilai transaksi ADI 99,99%


        Berdasarkan uraian di atas, Rencana Transaksi pengambilalihan saham ME atas ADI
        memenuhi definisi transaksi material.

        Adapun berdasarkan hasil reviu dengan manajemen KOTA, Rencana Transaksi ini
        tidak termasuk dalam definisi transaksi afiliasi.

1. 3.   Ruang Lingkup

        Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Maksud dan
        Tujuan yang telah disampaikan pada laporan ini sehubungan dengan Rencana Transaksi
        yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat
        Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi persetujuan
        atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas
        Rencana Transaksi tersebut.

        Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
        adalah KJPP Febriman Siregar & Rekan (FSR) yang diharapkan dapat melakukan
        penyusunan Pendapat Kewajaran secara objektif dan independen, sesuai dengan
        Proposal Penawaran Jasa Penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas 1)
        Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo
        Tbk. dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS
        Propertindo Tbk. (KOTA) Nomor 0425/PNW/FO-BGR-FSR/VII/2026 Tanggal 14
        Juli 2026.

1. 4.   Identitas Pemberi Tugas

        Berikut adalah identitas pemberi tugas:
            Nama                   :   PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”)
             Bidang Usaha          :   Pengembangan properti, perhotelan dan jasa
                                       manajemen baik secara langsung maupun tidak
                                       langsung melalui Entitas Anak

                                                                                                  -3-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 20
            Alamat            :   Gedung Graha Mampang Lantai 2, Jl. Mampang
                                  Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan – DKI Jakarta
                                  12760
            Telepon/fax       :   (021) 7940 671 / -
            Email             :   investor.relation@MNGPropertindo.com



1. 5.   Pengguna Laporan

        Berikut adalah identitas pengguna laporan:
            Nama              :   PT DMS Propertindo Tbk.
            Bidang Usaha      :   Pengembangan properti, perhotelan dan jasa
                                  manajemen baik secara langsung maupun tidak
                                  langsung melalui Entitas Anak
            Alamat            :   Gedung Graha Mampang Lantai 2, Jl. Mampang
                                  Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan – DKI Jakarta
                                  12760
            Telepon/fax       :   (021) 7940 671 / -
            Email             :   investor.relation@MNGPropertindo.com


            Nama              :   Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
            Bidang Usaha      :   Regulator Sektor Keuangan
            Alamat            :   Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan
                                  Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4, Jakarta Pusat
                                  10710
            Telepon/fax       :   (021) 2960 0000/-
            Email             :   humas@ojk.go.id


1. 6.   Objek Pendapat Kewajaran

        Objek penugasan Pendapat Kewajaran ini adalah 1) Rencana Transaksi Akuisisi PT
        Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA); dan
        2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS
        Propertindo, Tbk. (KOTA).

1. 7.   Jenis Mata Uang yang Digunakan

        Dalam penugasan Pendapat Kewajaran ini, mata uang yang digunakan adalah mata uang
        Rupiah.

1. 8.   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

                                                                                         -4-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 21
         Maksud dan tujuan pelaksanaan penugasan ini adalah memberikan suatu Pendapat
         Kewajaran (Fairness Opinion) atas 1) Rencana Transaksi Akuisisi MNGP oleh KOTA;
         dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi ADI oleh KOTA, sesuai dengan Peraturan Otoritas
         Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2015 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
         (POJK) Nomor 17 Tahun 2020.

         Laporan Pendapat Kewajaran ini digunakan untuk kepentingan Otoritas Jasa Keuangan
         (OJK), dan tidak digunakan untuk Bursa Efek Indonesia (Pasar Modal), perpajakan,
         pengadilan, dan tujuan lain di luar dari tujuan yang disebutkan dalam laporan ini.

1. 9.    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

         Tanggal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat
         Kewajaran ini adalah tanggal 30 Juni 2026.

1. 10. Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events)

         Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen KOTA, bahwa hingga saat
         laporan pendapat kewajaran ini diselesaikan, proses pengalihan saham TPB kepada ME
         masih berlangsung sesuai dengan Surat Keterangan Notaris Muslim, S.H., M.Kn.,
         Nomor 3/VIII/N/2026 tanggal 20 Agustus 2026 dan proses pengalihan saham PBE
         kepada ME masih berlangsung sesuai dengan Surat Keterangan Notaris Muslim, S.H.,
         M.Kn., Nomor 4/VIII/N/2026 tanggal 20 Agustus 2026.

1. 11.   Sumber Data

         Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana
         Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan mempertimbangkan hal-hal sebagai
         berikut:
             1. Pemberitahuan dari KOTA tentang Rencana Transaksi.
             2. Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA 30 Juni 2026 serta Untuk Periode
                  Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 yang telah diaudit oleh
                  Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan dengan opini
                  bahwa laporan tersebut disajikan secara wajar dalam semua hal yang material
                  dengan No. Laporan : 00114/2.1524/AU.1/03/0100-1/1/VIII/2026 tanggal
                  21 Agustus 2026, Akuntan Publik Dr. Jonnardi, S.E., M.M., A.K., CA., CPA.,
                  CFI.
             3. Laporan Keuangan MNGP Pada Tanggal dan untuk Periode yang Berakhir
                  Pada 30 Juni 2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra
                  dengan opini bahwa laporan tersebut disajikan secara wajar dalam semua hal
                  yang material dengan Nomor Laporan 00178/2.0641/AU.1/03/2156-
                  4/1/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026, Akuntan Publik Evans Pausta
                  Pallasius, CPA
             4. Laporan Keuangan ADI Pada Tanggal dan untuk Periode Enam Bulan yang
                  Berakhir Pada 30 Juni 2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
                                                                                         -5-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 22
              Rama Wendra dengan opini bahwa laporan tersebut disajikan secara wajar
              dalam     semua     hal    yang    material    dengan    Nomor     Laporan
              00182/2.0641/AU.1/03/2156-4/1/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026,
              Akuntan Publik Evans Pausta Pallasius, CPA
          5. Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA untuk tahun yang berakhir pada
              tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut
              disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, No. Laporan :
              00060/2.1524/AU.1/03/1728-5/1/IV/2026 tanggal 17 April 2026, Akuntan
              Publik Wisnu Adi Nugroho.
          6. Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA untuk tahun yang berakhir pada
              tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut
              disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dengan No. Laporan :
              00085/2.0927/AU.1/03/1728-4/1/IV/2025 tanggal 8 April 2025, Akuntan
              Publik Wisnu Adi Nugroho.
          7. Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA untuk tahun yang berakhir pada
              tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut
              disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dengan No. Laporan :
              00044/2.0927/AU.1/03/1728-3/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024, Akuntan
              Publik Wisnu Adi Nugroho.
          8. Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA untuk tahun yang berakhir pada
              tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut
              disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dengan No. Laporan :
              00026/2.0927/AU.1/03/1728-2/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023, Akuntan
              Publik Wisnu Adi Nugroho.
          9. Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA untuk tahun yang berakhir pada
              tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
              Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut
              disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dengan No. Laporan :
              00064/2.0927/AU.1/03/1728-1/1/IV/2022 tanggal 27 April 2022, Akuntan
              Publik Wisnu Adi Nugroho.
          10. Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham MNGP.
          11. Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham ADI.
          12. Surat Keterangan Notaris Muslim, S.H., M.Kn., Nomor 3/VIII/N/2026
              tanggal 20 Agustus 2026 terkait proses pengalihan saham TPB kepada ME
          13. Surat Keterangan Notaris Muslim, S.H., M.Kn., Nomor 4/VIII/N/2026
              tanggal 20 Agustus 2026 terkait proses pengalihan saham PBE kepada ME
          14. Keputusan Sirkuler sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar
              Biasa dari PT Art Design Indonesia tanggal 19 Agustus 2026, dan
              ditandatangani oleh Franciscus Wongso

                                                                                     -6-
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 23
           15. Keputusan Sirkuler sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar
               Biasa dari PT Mandirinusa Graha Perkasa tanggal 19 Agustus 2026, dan
               ditandatangani oleh Wong Budi Setiawan dan Dr. Tahir MBA
           16. Uraian Manajemen KOTA atas resiko dan manfaat transaksi serta keuntungan
               dan kerugian transaksi.
           17. Rencana bisnis (business plan) KOTA tanpa dan dengan Rencana Transaksi.
           18. Laporan Proforma KOTA sebelum dan setelah Rencana Transaksi per 30 Juni
               2026 Nomor UP26082701JN tanggal 27 Agustus 2026 yang ditandatangani oleh
               Dr. Jonnardi, SE., MM., AK., CA., CPA., CFI.
           19. Surat pernyataan (representasi) manajemen KOTA
           20. Wawancara dengan pihak manajemen KOTA yaitu dengan Bapak Adriansyah
               Akbar sebagai Direktur, Bapak Tatang Sukmana sebagai Chief Operating and
               Project Officer, dan Bapak Syarif Thoyib sebagai VP Business Development
               pada tanggal 18 Agustus 2026.
           21. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi
               pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis
               lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.

1. 12. Asumsi dan Kondisi Pembatas

       Dalam penyusunan pendapat independen ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
       antara lain:
           1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
           2. KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
              digunakan dalam proses penyusunan Pendapat Kewajaran.
           3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
              dapat dipercaya keakuratannya. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi
              atas data tersebut.
           4. KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
              mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
              dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
           5. KJPP FSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Penyusunan Pendapat
              Kewajaran.
           6. KJPP FSR menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
              mempengaruhi operasional perusahaan.
           7. KJPP FSR bertanggung jawab atas Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
           8. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
              Kewajaran dari Pemberi Tugas.
           9. KJPP FSR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga penerbitan
              Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
              secara material terhadap Rencana Transaksi.



                                                                                         -7-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 24
          10. KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional Perseroan,
              baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP FSR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
              masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun setelah
              Rencana Transaksi.
          12. KJPP FSR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban
              yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan lainnya
              sesuai dengan peraturan yang berlaku.
          13. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
              ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi
              dari Perseroan.
          14. Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
              dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain
              selain pemberi tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini
              bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
          15. Penilai tidak melakukan penelitian dan penyelidikan yang ada hubungannya
              dengan kebenaran legalitas serta hutang piutang yang mengakibatkan kerugian
              atas properti yang dinilai karena bukan merupakan ruang lingkup pekerjaan
              penilai. Kami berasumsi bahwa objek yang dinilai tersebut telah bebas dari
              segala tuntutan hukum.
          16. Inspeksi lapangan yang kami lakukan hanyalah terhadap kondisi aset yang
              dikemukakan dalam laporan ini adalah merupakan kondisi yang terlihat.
              Sehingga tidak dimaksudkan untuk memeriksa kondisi properti di bawah
              permukaan tanah/air, tidak menyelidiki kelayakan konstruksi (building audit) dan
              tidak menyelidiki kondisi teknis secara detail.
          17. Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan
              dengan pencemaran. Apabila tidak diinformasikan lain. Pendapat Kewajaran
              kami didasarkan pada asumsi mengenai tidak adanya pencemaran yang dapat
              berpengaruh terhadap Rencana Transaksi.
          18. KJPP FSR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di depan
              pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak terkait dengan
              Maksud dan Tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup dari penugasan.
          19. Jika di kemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan di luar wilayah kerja kantor kami maupun kepada
              pihak selain Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan maka segala bentuk biaya
              yang timbul menjadi beban Pemberi Tugas.
          20. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan stempel
              kantor (office seal) dari KJPP FSR.




                                                                                          -8-
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 25
                            BAGIAN - 2
               KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2. 1   Metode Analisis Atas Rencana Transaksi

        Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
        dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
        1. Analisis transaksi meliputi:
           - Identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertransaksi;
           - Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi; dan
           - Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.
        2. Analisis kualitatif atas rencana transaksi yang meliputi
           - Riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha;
           - Analisis industri dan lingkungan;
           - Analisis operasional dan prospek perusahaan;
           - Analisis dilakukannya transaksi;
           - Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan
               dilakukan.
        3. Analisis kuantitatif atas rencana transaksi yang meliputi
           - Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan
               perusahaan, termasuk:
               o Penilaian kinerja historis;
               o Penilaian arus kas;
               o Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen
                    pemberi tugas;
               o Analisis rasio keuangan; dan
               o Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan
                    keuangan setelah transaksi dilakukan.
           - Analisis inkremental
               o Kontribusi nilai tambah terdahadap perusahaan sebagai akibat dari
                    transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
                    keuangan perusahaan;
               o Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                    rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain; dan
        4. Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi:
           - Perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas
               transaksi yang akan dilakukan; dan
           - Analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana
               nilai transaksi berada dalam kisaran nilai yang didapatkan dari hasil penilaian.
        5. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan
           - Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
           - Informasi non-keuangan yang relevan.

                                                                                           -9-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 26
2. 2    Analisis Rencana Transaksi
2.2.1   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi

        Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

         1. PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”) sebagai pihak yang akan membeli
         2. PT Michel Energi (”ME”) sebagai pihak yang akan menjual

            2.2.1.1      Struktur Permodalan KOTA

                Berdasarkan Laporan Keuangan KonsolidasianKOTA 30 Juni 2026 serta
                Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 yang telah
                diaudit, susunan dan komposisi pemegang saham KOTA adalah sebagai
                berikut:

            Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham KOTA
                                                 Jumlah Saham                       Nilai Nominal
                      Pemegang Saham                                Komposisi (%)
                                                   (Lembar)                             Saham
              PT DMS Investama                      5.072.641.269          48,10%     507.264.126.900
              PT Flying Fox Nusantara                   7.651.782           0,07%         765.178.200
              Mohamad Prapanca                             10.000           0,00%           1.000.000
              Masyarakat (masing-masing kurang
                                                    5.465.882.650          51,83%     546.588.265.000
              dari 5%)
              Total                                10.546.185.701         100,00%    1.054.618.570.100

            2.2.1.2      Susunan Pengurus KOTA

                Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian KOTA 30 Juni 2026 serta
                Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 yang telah
                diaudit, susunan pengurus KOTA adalah sebagai berikut:

                Dewan Komisaris
                Komisaris Utama                             : David Desanan Anan Winowod
                Komisaris                                   : Yarsof Ak
                Komisaris Independen                        : Steven Tirtawidjaja
                Komisaris Independen                        : Aria Eddy Kertocahyono


                Dewan Direksi
                Direktur Utama                              : Mohamad Prapanca
                Direktur                                    : Adriansyah Akbar
                Direktur                                    : Gema Pratama


           2.2.1.3       Struktur Permodalan ME

                Berdasarkan Akta Notaris Nomor 36 Tanggal 27 April 2026 yang dibuat oleh
                Notaris Panji Kresna , S.H., M.Kn., berkedudukan di Kota Bekasi, susunan dan
                komposisi pemegang saham ME adalah sebagai berikut:
                                                                                                 - 10 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 27
                Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham ME
                                                                                                        Nilai
                                                            Jumlah Saham        Komposisi (%)
                 No.           Pemegang Saham                                                         Nominal
                                                              (Lembar)           Nilai Saham
                                                                                                       Saham
                  1.     Tn. Roy Dalhar Pahlivi D.M.                    5.000              50,00%     500.000.000
                  2.     Tn. Roy Ferrynta Parulian                      5.000              50,00%     500.000.000
                                      Total                            10.000            100,000%   1.000.000.000



           2.2.1.4        Susunan Pengurus ME

                Berdasarkan Akta Notaris Nomor 36 Tanggal 27 April 2026 yang dibuat oleh
                Notaris Panji Kresna , S.H., M.Kn., berkedudukan di Kota Bekasi, susunan
                pengurus ME adalah sebagai berikut:

                Dewan Komisaris
                Komisaris                                        : Roy Ferrynta Parulian

                Dewan Direksi
                Direktur                                         : Roy Dalhar Pahlivi D.M.

           2.2.1.5        Hubungan KOTA dengan ME

                Adapun hingga tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan, ME tidak
                memiliki hubungan afiliasi dengan KOTA.

2.2.2   Ringkasan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham

        2.2.2.1 Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham ME atas MNGP kepada

           KOTA

                Ringkasan dari Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham yang diterbitkan
                oleh Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) pada tanggal 24 Agustus 2026,
                diuraikan sebagai berikut:
                Tabel 2.3 Ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham ME atas MNGP kepada KOTA
                                                 Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa
                 1 Nama Perjanjian           :
                                                 Graha Perkasa
                 2     Tanggal Perjanjian       :    24 Agustus 2026
                                                     PT Michel Energi (“ME”) sebagai Pihak Penjual dan PT
                                                     DMS Propertindo Tbk. sebagai Pihak Pembeli. PT Michel
                       Pihak dalam                   Energi merupakan pemegang saham PT Mandirinusa
                 3                              :
                       Perjanjian                    Graha Perkasa dengan kepemilikan 99,99% atau sebanyak
                                                     6.413.296 (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus
                                                     sembilan puluh enam) lembar saham.

                       Maksud dan Tujuan             ME bermaksud untuk menjual dan mengalihkan 99,99%
                 4                              :    saham ME atas MNGP kepada KOTA dan KOTA
                       Perjanjian
                                                     bermaksud membeli dan menerima 99,99% saham ME atas
                                                                                                           - 11 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 28
                                       MNGP tersebut dari ME, dengan syarat dan dengan tunduk
                                       pada kondisi yang diuraikan pada Perjanjian Pengikatan Jual
                                       Beli Saham PT Mandirinusa Graha Perkasa
                                       Persyaratan Pendahuluan Penjual (ME)

                                           Pada tanggal dimana ME telah efektif memiliki
                                            99,99% atau sebanyak 6.413.296 (enam juta empat
                                            ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam)
                                            lembar saham, yaitu paling cepat tanggal 27 September
                                            2026 atau tanggal lain yang disepakati ME atau KOTA
                                           ME akan membuat MNGP melakukan pengumuman
                                            pada 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
                                            yang berperedaran nasional yang dilakukan sesuai
                                            dengan ketentuan UUPT;
                                           ME akan membuat MNGP melakukan pengumuman
                                            kepada karyawan MNGP sebelum terjadinya
                                            perubahan pengendalian MNGP yang dilakukan
                                            sesuai dengan ketentuan UUPT; dan
                                           ME telah menyampaikan kepada KOTA keputusan
                                            sirkuler sebagai pengganti RUPS yang telah
                                            ditandatangani oleh seluruh pemegang saham MNGP
                                            yang menyetujui pengambilalihan atas MNGP oleh
                                            KOTA, pengalihan 99,99% saham ME atas MNGP
                                            kepada KOTA, serta penegasan pengesampingan hak
                                            dari pemegang saham Perseroan lainnya untuk
                    Persyaratan             ditawarkan terlebih dahulu atau membeli terlebih
                5                  :        dahulu atau hak serupa lainnya sehubungan dengan
                    Pendahuluan
                                            pengalihan 99,99% saham ME pada MNGP
                                            (sebagaimana relevan).
                                       Persyaratan Pendahuluan Pembeli (KOTA)

                                           Proses penambahan modal dengan memberikan
                                            HMETD yang dilakukan oleh KOTA sesuai dengan
                                            ketentuan POJK 32/2015 telah memperoleh
                                            pernyataan efektif dari OJK dan selesai dilaksanakan
                                            serta dana hasil pelaksanaan HMETD tersebut
                                            mencukupi        untuk      merealisasikan   rencana
                                            penggunaannya;
                                           KOTA telah memperoleh persetujuan korporasi
                                            sebagaimana diperlukan berdasarkan anggaran dasar
                                            KOTA dan peraturan perundang-undangan yang
                                            berlaku; dan
                                           KOTA telah memperoleh seluruh persetujuan dari
                                            pihak ketiga (jika ada) termasuk kreditur KOTA (jika
                                            ada) dan/atau Otoritas Pemerintah (sebagaimana
                                            relevan) sehubungan dengan Transaksi sebagaimana
                                            yang diperlukan berdasarkan ketentuan-ketentuan
                                            perjanjian yang mengikat KOTA dengan pihak ketiga
                                            yang dimaksud.

                6   Penyelesaian   :       Penyelesaian transaksi akan dilakukan paling lambat
                                            dalam 2 (dua) hari kerja setelah semua Persyaratan

                                                                                              - 12 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 29
                                                    Pendahuluan telah dipenuhi, atau dikesampingkan
                                                    (secara tertulis) oleh Pihak yang relevan di kantor ME
                                                    atau di tempat lain yang disetujui secara tertulis oleh
                                                    ME dan KOTA.
                                                   KOTA akan membayarkan secara penuh dan lunas
                                                    kepada ME melalui rekening bank ME
                                                   KOTA dan ME setuju untuk menandatangani akta
                                                    pengalihan saham atas pengalihan 99,99% saham ME
                                                    pada MNGP kepada KOTA dalam bentuk akta
                                                    notaris di hadapan notaris di Indonesia
                                                   Segera setelah dua hari kerja pasca persyaratan
                                                    pendahuluan dipenuhi, ME dan KOTA akan
                                                    memastikan agar notaris segera mengajukan
                                                    permohonan pemberitahuan kepada Menteri Hukum
                                                    Republik Indonesia serta memperoleh penerimaan
                                                    pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik
                                                    Indonesia sehubungan dengan perubahan susunan
                                                    pemegang saham Perseroan.
                                                   Sejak tanggal penyelesaian, ME dan KOTA sepakat
                                                    bahwa kepemilikan yang sah dan setiap kewajiban
                                                    maupun manfaat atas kepemilikan 99,99% saham ME
                                                    atas MNGP akan beralih secara efektif dari ME
                                                    kepada KOTA.
                                                   Harga Jual Beli akan dibayarkan oleh KOTA pada
                                                    Tanggal Penyelesaian kepada ME melalui transfer
                                                    bank ke Rekening Bank ME, dengan prosedur dan
                                                    mekanisme Penyelesaian yang telah diuraikan,
                                                    selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
                    Sengketa
                7                          :   Badan Arbitrase Nasional Indonesia
                    Penyelesaian
                8   Harga                  :   Rp 3.200.000.000.000 (tiga triliun dua ratus miliar rupiah)


      2.2.2.2 Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham ME atas ADI kepada

          KOTA

               Ringkasan dari Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham yang diterbitkan
               oleh Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) pada tanggal 24 Agustus 2026,
               diuraikan sebagai berikut:
               Tabel 2.4 Ringkasan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham ME atas ADI kepada KOTA
                                               Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Art Design
                1 Nama Perjanjian           :
                                               Indonesia
                2   Tanggal Perjanjian     :   24 Agustus 2026
                                               PT Michel Energi (“ME”) sebagai Pihak Penjual dan PT
                    Pihak dalam                DMS Propertindo Tbk. sebagai Pihak Pembeli. ME
                3                          :
                    Perjanjian                 merupakan pemegang saham PT Art Design Indonesia
                                               dengan kepemilikan 99,99% atau sebanyak 1.206.272 (satu


                                                                                                       - 13 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 30
                                            juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar
                                            saham.
                                            ME bermaksud untuk menjual dan mengalihkan 99,99%
                                            saham ME atas ADI kepada KOTA dan KOTA bermaksud
                    Maksud dan Tujuan       membeli dan menerima 99,99% saham ME pada ADI
                4                       :
                    Perjanjian              tersebut dari ME, dengan syarat dan dengan tunduk pada
                                            kondisi yang diuraikan pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli
                                            Saham PT Art Design Indonesia
                                            Persyaratan Pendahuluan Penjual (ME)

                                                Pada tanggal dimana ME telah efektif memiliki
                                                 99,99% atau sebanyak 1.206.272 (satu juta dua ratus
                                                 enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham,
                                                 yaitu paling cepat tanggal 27 September 2026 atau
                                                 tanggal lain yang disepakati ME dan KOTA.
                                                ME akan membuat ADI melakukan pengumuman
                                                 pada 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
                                                 yang berperedaran nasional yang dilakukan sesuai
                                                 dengan ketentuan UUPT;
                                                ME akan membuat ADI melakukan pengumuman
                                                 kepada karyawan ADI sebelum terjadinya perubahan
                                                 pengendalian ADI yang dilakukan sesuai dengan
                                                 ketentuan UUPT; dan
                                                ME telah menyampaikan kepada KOTA keputusan
                                                 sirkuler sebagai pengganti RUPS yang telah
                                                 ditandatangani oleh seluruh pemegang saham ADI
                                                 yang menyetujui pengambilalihan atas ADI oleh
                                                 KOTA, pengalihan 99,99% saham ME pada ADI
                                                 kepada KOTA, serta penegasan pengesampingan hak
                    Persyaratan
                5                       :        dari pemegang saham Perseroan lainnya untuk
                    Pendahuluan
                                                 ditawarkan terlebih dahulu atau membeli terlebih
                                                 dahulu atau hak serupa lainnya sehubungan dengan
                                                 pengalihan 99,99% saham ME pada ADI
                                                 (sebagaimana relevan).
                                            Persyaratan Pendahuluan Pembeli (KOTA)

                                                Proses penambahan modal dengan memberikan
                                                 HMETD yang dilakukan oleh KOTA sesuai dengan
                                                 ketentuan POJK 32/2015 telah memperoleh
                                                 pernyataan efektif dari OJK dan selesai dilaksanakan
                                                 serta dana hasil pelaksanaan HMETD tersebut
                                                 mencukupi        untuk      merealisasikan    rencana
                                                 penggunaannya;
                                                KOTA telah memperoleh persetujuan korporasi
                                                 sebagaimana diperlukan berdasarkan anggaran dasar
                                                 KOTA dan peraturan perundang-undangan yang
                                                 berlaku; dan
                                                KOTA telah memperoleh seluruh persetujuan dari
                                                 pihak ketiga (jika ada) termasuk kreditur Pembeli (jika
                                                 ada) dan/atau Otoritas Pemerintah (sebagaimana
                                                 relevan) sehubungan dengan Transaksi sebagaimana

                                                                                                   - 14 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 31
                                                 yang diperlukan berdasarkan ketentuan-ketentuan
                                                 perjanjian yang mengikat KOTA dengan pihak ketiga
                                                 yang dimaksud.

                                                Penyelesaian transaksi akan dilakukan paling lambat
                                                 dalam 2 (dua) hari kerja setelah semua Persyaratan
                                                 Pendahuluan telah dipenuhi, atau dikesampingkan
                                                 (secara tertulis) oleh Pihak yang relevan di kantor ME
                                                 atau di tempat lain yang disetujui secara tertulis oleh
                                                 ME dan KOTA.
                                                KOTA akan membayarkan secara penuh dan lunas
                                                 kepada ME melalui rekening bank ME
                                                KOTA dan ME setuju untuk menandatangani akta
                                                 pengalihan saham atas pengalihan 99,99% saham ME
                                                 atas ADI kepada KOTA dalam bentuk akta notaris di
                                                 hadapan notaris di Indonesia
                                                Segera setelah dua hari kerja pasca persyaratan
                                                 pendahuluan dipenuhi, ME dan KOTA akan
                                                 memastikan agar notaris segera mengajukan
                 6   Penyelesaian       :
                                                 permohonan pemberitahuan kepada Menteri Hukum
                                                 Republik Indonesia serta memperoleh penerimaan
                                                 pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik
                                                 Indonesia sehubungan dengan perubahan susunan
                                                 pemegang saham Perseroan.
                                                Sejak tanggal penyelesaian, ME dan KOTA sepakat
                                                 bahwa kepemilikan yang sah dan setiap kewajiban
                                                 maupun manfaat atas kepemilikan 99,99% saham ME
                                                 pada ADI akan beralih secara efektif dari ME kepada
                                                 KOTA.
                                                Harga Jual Beli akan dibayarkan oleh KOTA pada
                                                 Tanggal Penyelesaian kepada ME melalui transfer
                                                 bank ke Rekening Bank ME, dengan prosedur dan
                                                 mekanisme Penyelesaian yang telah diuraikan,
                                                 selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
                     Sengketa
                 7                      :   Badan Arbitrase Nasional Indonesia
                     Penyelesaian
                 8   Harga              :   Rp 1.200.000.000.000 (satu triliun dua ratus miliar rupiah)


                Berdasarkan ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli di atas, tidak ada
                persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi
                sehingga syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah tidak
                wajar/wajar.

2.2.3   Analisis Risiko dan Manfaat Rencana Transaksi

        Analisis ini dilakukan untuk melihat risiko yang akan dihadapi dan manfaat yang akan
        diperoleh dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi. Analisis risiko dan manfaat atas
        rencana transaksi ini diperoleh dari Manajemen KOTA, yang diuraikan sebagai berikut:


                                                                                                    - 15 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 32
       2.2.3.1 Risiko Rencana Transaksi
               1. Risiko Umum
                      Risiko perubahan kondisi ekonomi domestik dan global, sosial, dan
                       politik dapat mempengaruhi permintaan produk perumahan, properti,
                       dan kamar hotel. Kondisi ekonomi global saat ini yang sedang tidak
                       menentu akan mempengaruhi output/hasil produksi serta permintaan
                       barang konsumsi pada negara-negara maju dan berkembang. Hal
                       tersebut bisa mempengaruhi minat dan pola konsumsi masyarakat.
                       Demikian juga, minat konsumen untuk membeli produk properti dan
                       menyewa kamar hotel bisa mengalami penurunan karena konsumen
                       sementara waktu mendahulukan kebutuhan yang lebih penting dan
                       mendesak.
                      Risiko kenaikan tingkat suku bunga
                       Kenaikan suku bunga dapat berdampak negatif bagi kegiatan usaha
                       KOTA, karena kenaikan suku bunga akan mengakibatkan
                       meningkatnya biaya pinjaman, termasuk biaya pembiayaan kredit
                       pembiayaan untuk kepemilikan rumah bagi konsumen yang pada
                       akhirnya dapat berdampak pada penurunan laba bersih KOTA. Selain
                       itu, kenaikan tingkat suku bunga berakibat pada meningkatnya biaya
                       yang dikeluarkan KOTA untuk memperoleh pendanaan baru untuk
                       pengembangan usaha, baik untuk modal kerja maupun untuk belanja
                       modal.
                      Risiko kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang
                       berlaku
                       Dalam melakukan kegiatan usaha sebagai pengembang properti dan
                       perhotelan, KOTA harus melakukan pemenuhan perizinan dan
                       peraturan yang berlaku, yang dapat berkaitan dengan berbagai hal
                       seperti lingkungan, kesehatan, ketenagakerjaan, perpajakan, keamanan,
                       dan lain-lain.
                      Risiko tuntutan atau gugatan hukum
                       Risiko tuntutan atau gugatan hukum merupakan risiko yang timbul
                       akibat kelalaian atau wanprestasi atas perjanjian yang mengikat sehingga
                       memunculkan tuntutan hukum dari pihak ketiga ataupun dengan pihak
                       lain yang terikat dalam perjanjian tersebut.
                      Risiko penurunan permintaan pasar
                       Kegiatan usaha utama KOTA adalah mengembangkan proyek properti
                       prospektif di kota-kota di Indonesia serta penyewaan kamar hotel.
                       Terdapat risiko bahwa permintaan properti dapat melemah tergantung
                       pada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, sehingga calon

                                                                                          - 16 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 33
                        konsumen yang membeli properti untuk ditempati maupun untuk
                        tujuan investasi akan mengalihkan investasinya ke sektor lain.
               2. Risiko Atas Rencana Transaksi
                       Risiko Persaingan Usaha
                        Persaingan dapat berasal dari banyaknya kompetitor yang juga sedang
                        gencar dalam melakukan aksi korporasi dalam rangka ekspansi
                        perusahaan untuk pengembangan maupun untuk proyek baru
                        termasuk persaingan dalam memasarkan proyek properti yang sejenis
                        baik varian, tipe, maupun segmentasi pasar serta penyewaan kamar
                        hotel. Oleh karenanya, dalam hal KOTA tidak dapat mempertahankan
                        keunggulan kompetitifnya di tengah persaingan dengan para
                        kompetitor, maka KOTA dapat kalah bersaing dengan para
                        kompetitornya. Hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap
                        kinerja operasional dan keuangan KOTA.
                       Risiko perubahan peraturan pemerintah
                        Legalitas dan perizinan merupakan faktor penting bagi keberhasilan
                        pembangunan proyek KOTA yang bergerak di bidang pembangunan
                        real estat/properti dan perhotelan. Kegiatan usaha KOTA dapat
                        dipengaruhi oleh perubahan dalam kebijakan dan/atau peraturan
                        perundang-undangan terkait dengan izin usaha, uang muka minimum,
                        dan/atau perizinan terkait lainnya, termasuk perizinan yang diperlukan
                        oleh KOTA untuk melakukan proyek-proyek di masa yang akan
                        datang. Dalam hal terjadi perubahan kebijakan dan/atau peraturan
                        pemerintah yang tidak favorable bagi KOTA, maka hal tersebut dapat
                        memberikan dampak negatif material yang merugikan terhadap
                        kegiatan usaha, pendapatan usaha dan prospek usaha KOTA.
                       Risiko keterbatasan lahan
                        Dalam melakukan kegiatan usahanya, KOTA selalu memiliki
                        kebutuhan akan lahan baru untuk melakukan pengembangan
                        propertinya. Dalam melakukan akuisisi lahan baru, KOTA selalu
                        memilih lahan terbaik dengan lokasi yang strategis sehingga properti
                        yang dikembangkan oleh KOTA akan diminati oleh calon konsumen.
                        Namun, dalam praktiknya, lokasi yang baik dan strategis secara umum
                        sudah dimiliki oleh pihak yang berkepentingan dengan harga yang
                        tinggi.
                       Risiko legal
                        Dalam melakukan Rencana Transaksi, terdapat risiko sehubungan
                        dengan perubahan kepemilikan Objek Transaksi yang hingga saat
                        Laporan Pendapat Kewajaran ini diselesaikan, masih dalam proses
                        penyelesaian.
                                                                                         - 17 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 34
       2.2.3.2 Manfaat Rencana Transaksi
                Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, setelah
                Rencana Transaksi berjalan efektif, maka KOTA telah mempertimbangkan
                dampak dari pelaksanaan Rencana Transaksi yang akan memberikan beberapa
                manfaat positif bagi kinerja keuangan KOTA sebagaimana dijelaskan sebagai
                berikut:
                Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini, maka:
                     Luas tanah yang dimiliki oleh KOTA akan mengalami peningkatan dan
                      diharapkan dapat menopang keberlangsungan usaha KOTA;
                     KOTA akan memiliki cakupan luasan tanah yang berada di wilayah
                      geografis yang lebih beragam, sehingga portofolio investasi tanah semakin
                      luas;
                     Jumlah saham KOTA akan meningkat sehingga kapitalisasi pasar KOTA
                      juga ikut meningkat;
                     Berdasarkan laporan proforma Rencana Transaksi, Aset lancar KOTA
                      mengalami peningkatan sebesar Rp 856.099 juta dari sebelumnya Rp
                      207.504 juta menjadi sebesar Rp 1.063.602 juta. Aset tidak lancar KOTA
                      mengalami peningkatan sebesar Rp 4.692.498 juta dari sebelumnya Rp
                      1.707.193 juta menjadi sebesar Rp 6.399.691 juta. Liabilitas lancar KOTA
                      mengalami peningkatan sebesar Rp 348.728 juta dari sebelumnya Rp
                      82.469 juta menjadi sebesar Rp 431.197 juta. Liabilitas tidak lancar KOTA
                      mengalami peningkatan sebesar Rp 314.857 juta dari sebelumnya Rp
                      578.641 juta menjadi sebesar Rp 893.498 juta. Ekuitas KOTA mengalami
                      peningkatan sebesar Rp 4.885.011 dari sebelumnya Rp 1.253.587 juta
                      menjadi sebesar Rp 6.138.598 juta.
                     Stuktur likuiditas berupa saldo kas yang semakin kuat, yaitu adanya
                      penambahan kas sebesar Rp 514.304 juta dari sebelumnya Rp 7.741 juta
                      menjadi Rp 522.045.


2. 3   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
       2.3.1 Riwayat Singkat KOTA

                PT DMS Propertindo Tbk (“KOTA”) didirikan di Republik Indonesia
                berdasarkan akta pendirian No. 4 dari Notaris M. Nova Faisal, SH., M.Kn., pada
                tanggal 7 Januari 2011. Akta pendirian telah mendapat pengesahan dari Menteri
                Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
                No. AHU-05677.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 2 Februari 2011 dan telah
                diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 59, Tambahan No.
                26416 tanggal 24 Juli 2012.
                                                                                          - 18 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 35
                Anggaran Dasar KOTA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
                berdasarkan akta No. 81 dari Elizabeth Karina Leonita, SH., M.Kn., Notaris di
                Bogor, tanggal 19 Juni 2025 tentang perubahan anggaran dasar KOTA dalam
                rangka Penawaran Umum Perdana. Akta ini disahkan oleh Menteri Hukum dan
                Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
                AHU.AH.01.09-0311588 tertanggal 15 Juli 2025.

                Kantor pusat KOTA berlokasi di Graha Mampang, Jl. Mampang Prapatan No.
                100, Jakarta Selatan. KOTA mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014.
                PT DMS Investama adalah entitas induk dan entitas induk terakhir dari KOTA.

        2.3.2   Kegiatan Usaha KOTA

                Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar KOTA, maksud dan tujuan KOTA
                antara lain menjalankan usaha di bidang pembangunan, real estat, jasa, serta
                perdagangan.

        2.3.3   Riwayat Singkat ME

                PT Michel Energi (“ME”) didirikan berdasarkan Akta No. 70 tanggal 24 April
                2013 oleh Notaris H. Feby Rubein Hidayat, S.H., dan Akta Pendirian ME telah
                disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.
                AHU-23210.AH.01.01 Tahun 2013 tanggal 1 Mei 2013.

                Perubahan terakhir Anggaran Dasar diaktakan dengan Akta Notaris No. 36
                tanggal 27 April 2026 dari Notaris Panji Kresna., S.H., M.KN., di Kota Bekasi.
                Perubahan yang telah dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
                Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0234057
                tanggal 27 April 2026.

                ME berkedudukan di Jalan RE Martadinata Nomor 8 Blok B/9, Ancol,
                Pademangan, Kelurahan Ancol, Kecamatan PAdemangan, Kota Administrasi
                Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

        2.3.4   Kegiatan Usaha ME

                Maksud dan tujuan ME adalah menjalankan usaha dalam bidang real estat atas
                balas jasa (fee) atau kontrak.

2.3.2   Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia

        Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II-2026,
        ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pasca re-eskalasi intensitas perang
        antara Amerika Serikat dan Iran. Kebijakan moneter global menjadi lebih ketat sebagai
                                                                                         - 19 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 36
      respons terhadap makin tingginya tekanan inflasi. Imbal hasil US Treasury naik tinggi
      ke level 4,56% dengan tenor sepuluh tahun dan 4,18% dengan tenor dua tahun. Di
      pasar keuangan global, aliran modal keluar dari negara emerging markets beralih ke pasar
      keuangan Amerika Serikat dan aset yang memberikan imbal hasil tinggi dan aman (safe-
      haven asset) sehingga mendorong penguatan mata uang dolar AS terhadap negara maju
      dan negara berkembang. Ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global yang
      kembali meningkat tersebut mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan
      fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan kesternal, menjaga stabilitas, dan
      mendorong pertumbuhan ekonomi domestik

                                    Tabel 2.5      Pertumbuhan PDB Dunia




                   Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Tw II-2026


      Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik, yang
      ditopang oleh permintaan domestik. Perkembangan pada Triwulan II-2026
      menunjukkan konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi yang ditopang berlanjutnya realisasi
      program-program prioritas serta percepatan belanja Pemerintah, terutama pemberian
      gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyaluran bantuan sosial kepada
      Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsumsi rumah tangga terjaga karena didorong
      oleh berbagai stimulus pemerintah, seperti bantuan pangan, potongan tarif transportasi,
      serta program magang dan pelatihan vokasi nasional. Investasi terutama didukung oleh
      investasi bangunan terkait realisasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di tengah
      investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan.

      Neraca perdagangan Indonesia pada Januari hingga Mei 2026 secara kumulatif mencatat
      surplus sebesar 4,03 miliar dolar AS, dengan perkembangan pada Mei 2026 mencatat
      defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS. Dari transaksi modal dan finansial, berbagai
      penguatan respons kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia bersinergi
      dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk meningkatkan imbal hasil instrumen
      keuangan domestik dapat mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing. Aliran
      investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 mencatat net inflows sebesar 8,5 miliar
      dolar AS, terutama didukung oleh Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah
                                                                                         - 20 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 37
      Bank Indonesia (SRBI). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tetap
      terjaga sebesar 145,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau
      5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
      standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

                                 Tabel 2.6 Neraca Pembayaran Indonesia




                  Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Tw II-2026


      Nilai tukar rupiah melemah di akhir Juni 2026 akibat kembali meningkatnya konflik di
      Timur Tengah dan menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan Fed Funds Rate.
      Guna tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia terus mengoptimalkan
      intervensi baik di pasar Non-Deliverable Forward luar negeri (off shore) maupun
      transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward di pasar dalam negeri. Suku
      bunga SRBI dinaikkan untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan
      memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah. Kepemilikan nonresiden di SRBI meningkat
      dari Rp 238,09 triliun pada 15 Juni 2026 menjadi Rp 288,65 triliun (27,11% dari total
      posisi SRBI) pada 20 Juli 2026.

      Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34% (yoy),
      sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 3,08%
      (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,76%
      (yoy) dan didukung oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga
      pencapaian sasaran inflasi. Inflasi kelompok administered prices (AP) naik menjadi
      sebesar 3,42% (yoy) seiring penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi
      dan avtur akibat tingginya harga energi global. Sementara itu, inflasi kelompok volatile
      food (VF) tercatat sebesar 5,58% (yoy) disumbang terutama oleh inflasi komoditas
      bawang merah, bawang putih, dan beras seiring dengan penurunan produksi di daerah
      sentra, kenaikan biaya transportasi, serta berakhirnya musim panen raya.



                                                                                         - 21 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 38
2.3.3   Tinjauan Industri Properti

        Memasuki tahun 2026, kondisi pasar properti di Indonesia diproyeksikan berada pada
        fase transisi. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan pola permintaan, penguatan
        aspek keberlanjutan, dan fokus pada ketahanan jangka panjang. Di tengah laju
        perekonomian nasional yang bergerak agresif, pelaku industri properti dituntut untuk
        lebih adaptif dan selektif dalam menangkap peluang.

        Para pelaku properti memperkirakan bahwa pertumbuhan investasi properti pada 2026
        diperkirakan akan berlangsung moderat, seiring dengan dinamika daya beli, tekanan
        inflasi, serta tingginya harga lahan di sejumlah kawasan strategis. Di sisi lain, sudut
        pandang pengembang menunjukkan optimisme yang lebih luas.

        Dari sisi subsektor, industri dan pergudangan diproyeksikan tetap menjadi motor
        pertumbuhan utama. Sementara itu, subsektor rumah tapak, ritel, hotel, dan apartemen
        sewa diperkirakan bergerak stabil. Adapun perkantoran, vila resort, dan apartemen
        strata masih menghadapi tantangan dan cenderung stagnan. Beberapa tren juga
        diperkirakan akan menguat pada 2026, antara lain pertumbuhan lapangan padel,
        pengembangan pusat data hijau, ekspansi pergudangan, serta transformasi kawasan ritel.
        Selain itu, sektor lifestyle, e-commerce, energi terbarukan, pariwisata, dan F&B dinilai
        memiliki daya ungkit positif terhadap pertumbuhan properti nasional. Namun,
        Pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga tanah, dan tekanan inflasi disebutt
        sebagai faktor yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri.

2.3.4   Prospek Properti Komersial.

        Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan II-2026
        tumbuh relatif stabil sebesar 0,51% (yoy) dengan perkembangan yang relatif stabil pada
        seluruh segmen kategori jual, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,56%
        (yoy) (Grafik 2.1). Sementara itu, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori sewa
        pada triwulan II 2026 secara tahunan tumbuh sebesar 1,32% (yoy), setelah terkontraksi
        sebesar 0,17% (yoy) pada triwulan I 2026 (Grafik 2.2). Kenaikan pertumbuhan
        permintaan didorong oleh permintaan pada segmen hotel di hampir seluruh kota yang
        disurvei serta segmen convention hall di Jakarta.

            Grafik 2.1   Pertumbuhan Tahunan Indeks Permintaan Properti Komersial Kategori Jual (% yoy)




                                                                                                  - 22 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 39
          Sumber: Bank Indonesia

       Grafik 2.2      Pertumbuhan Tahunan Indeks Permintaan Properti Komersial Kategori Sewa (% yoy)




          Sumber: Bank Indonesia


      Secara triwulanan, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori jual pada triwulan II
      2026 juga masih relatif stabil sebesar 0,01% (qtq) pada seluruh segmen kategori jual
      (Grafik 2.3). Sementara itu, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori sewa secara
      triwulanan tumbuh sebesar 1,83% (qtq), setelah terkontraksi sebesar 2,51% (qtq) pada
      triwulan sebelumnya (Grafik 2.4). Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan pada
      segmen hotel di hampir seluruh kota yang disurvei serta segmen convention hall di Jakarta.

        Grafik 2.3 Pertumbuhan Triwulanan Indeks Permintaan Properti Komersial Kategori Jual (% qtq)




                                                                                                  - 23 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 40
          Sumber: Bank Indonesia




        Grafik 2.4 Pertumbuhan Triwulanan Indeks Permintaan Properti Komersial Kategori Sewa (% qtq)




           Sumber: Bank Indonesia


      Perkembangan Pasokan Properti Komersial. Indeks Pasokan Properti Komersial
      untuk kategori jual pada triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan yang stabil sebesar
      2,05% (yoy) pada seluruh segmen (Grafik 2.5). Sementara itu, Indeks Pasokan Properti
      Komersial kategori sewa secara tahunan tumbuh sebesar 1,71% (yoy), melambat
      dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2,00% (yoy) terutama
      disebabkan oleh perlambatan pasokan pada segmen ritel sewa di Semarang (Grafik 2.6).
                                                                                                 - 24 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 41
            Grafik 2.5        Pertumbuhan Tahunan Indeks Pasokan Properti Komersial Kategori Jual (% yoy)




           Sumber: Bank Indonesia



           Grafik 2.6        Pertumbuhan Tahunan Indeks Pasokan Properti Komersial Kategori Sewa (% yoy)




                      Sumber: Bank Indonesia


      Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual pada triwulan II-
      2026 cenderung stabil dibandingkan dengan triwulan sebelumnya pada seluruh segmen
      (Grafik 2.7). Sementara itu, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa tercatat
      tumbuh sebesar 0,13% (qtq), lebih rendah dari 1,09% (qtq) pada triwulan I 2026 (Grafik
      2.8). Perlambatan pasokan terutama terjadi pada segmen ritel sewa di Jakarta, Bodebek,
      dan Denpasar, serta segmen hotel di wilayah Bodebek, Banten, Bandung, Surabaya, dan
      Denpasar.

        Grafik 2.7       Pertumbuhan Triwulanan Indeks Pasokan Properti Komersial Kategori Jual (% qtq)




                                                                                                     - 25 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 42
          Sumber: Bank Indonesia


         Grafik 2.8 Pertumbuhan Triwulanan Indeks Pasokan Properti Komersial Kategori Sewa (% qtq)




             Sumber: Bank Indonesia


      Perkembangan Harga Properti Komersial. Pada kategori jual, perkembangan
      Indeks Harga Properti Komersial pada triwulan II 2026 tumbuh stabil sebesar 0,64%
      (yoy) sejalan dengan permintaan yang stabil (Grafik 2.9). Di sisi lain, Indeks Harga
      Properti Komersial kategori sewa membaik meski masih dalam kontraksi 1,09% (yoy),
      tidak sedalam kontraksi 1,76% (yoy) pada triwulan sebelumnya (Grafik 2.10). Perbaikan
      pertumbuhan harga sewa terutama disebabkan kenaikan harga pada segmen ritel sewa
      di wilayah Bodebek, Bandung, Makassar, Surabaya, Balikpapan, dan Denpasar, serta
      perbaikan pertumbuhan harga pada segmen hotel di Banten, Makassar, Medan,
      Semarang, dan Palembang.


         Grafik 2.9        Perkembangan Indeks Harga Properti Komersial Kategori Jual Tahunan (% yoy)




                                                                                                   - 26 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 43
           Sumber: Bank Indonesia




        Grafik 2.10       Perkembangan Indeks Harga Properti Komersial Kategori Sewa Tahunan (% yoy)




           Sumber: Bank Indonesia


      Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan
      II 2026 tumbuh stabil sejalan dengan permintaan yang masih stabil (Grafik 2.11). Di sisi
      lain, Indeks Harga Properti Komersial kategori sewa pada triwulan II 2026 tumbuh
      lebih tinggi sebesar 0,78% (qtq), setelah mengalami kontraksi sebesar 1,52% (qtq) pada
      triwulan sebelumnya (Grafik 2.12). Kenaikan pertumbuhan harga sewa didorong oleh
      segmen ritel sewa di Semarang, Jakarta, Bandung, Makassar, dan Balikpapan serta
      segmen hotel di hampir seluruh kota yang disurvei.

       Grafik 2.11        Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Properti Komersial Triwulanan (% qtq)


                                                                                                    - 27 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 44
            Sumber: Bank Indonesia




           Grafik 2.12     Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Properti Komersial Triwulanan (% qtq)




                Sumber: Bank Indonesia

2.3.5   Prospek KOTA

        KOTA sebagai perusahaan yang bergerak di dua segmen utama, yaitu real estat/properti
        dan hotel. Pada segmen real estat/properti, KOTA merencanakan dan menentukan
        daerah-darah mana yang akan dikembangkan hingga tahap pemasaran dan penjualan.
        Pada segmen perhotelan dan jasa manajemen, KOTA menyediakan penyewaan kamar




                                                                                                   - 28 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 45
        hotel dan juga fasilitas pendukungnya seperti restoran, spa, bar, serta bekerja sama
        dengan penyedia tour dan travel untuk menyediakan paket wisata dan akomodasi.

        KOTA memiliki rencana dan pandangan yang optimis atas prospek dua segmen terus.
        bidang pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel. Salah satunya
        karena adanya program pemerintah di sektor properti seperti program pembangunan
        tiga juta rumah serta insentif fiskal berupa PPN yang ditanggung pemerintah sehingga
        diharapkan dapat mendorong pertumbuhan, khususnya di segmen properti residensial.
        Pada segmen perhotelan dan jasa manajemen hotel, KOTA melihat prospek yang
        menjanjikan karena adanya tren positif pada industri pariwisata, yang terlihat dari
        meningkatnya pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara.

2.3.6   Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

        Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, alasan dilakukannya
        Rencana Transaksi ini adalah bahwa KOTA melihat adanya potensi pengembangan
        yang sangat baik atas tanah milik PT Art Design Indonesia yang terletak di Gunung
        Anyar, Surabaya dan tanah milik PT Mandirinusa Graha Perkasa yang terletak di Maja,
        Banten.

2.3.7   Analisis Dampak Likuiditas

        Sehubungan dengan Rencana Transaksi, maka struktur kas KOTA akan mengalami
        peningkatan sebesar Rp 514.304 juta dari sebelumnya Rp 7.741 juta menjadi Rp 522.045
        juta karena adanya dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru sehubungan dengan
        pengambilalihan PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa.


2.3.8   Keuntungan Rencana Transaksi

        Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen KOTA, setelah Rencana
        Transaksi berjalan efektif, maka luas tanah yang dimiliki oleh KOTA akan mengalami
        peningkatan dan diharapkan dapat menopang keberlangsungan usaha KOTA. Selain
        itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini, maka KOTA akan memiliki cakupan luasan
        tanah yang berada di wilayah geografis yang lebih beragam, sehingga portofolio investasi
        tanah semakin luas. Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini maka jumlah saham
        KOTA akan meningkat sehingga kapitalisasi pasar KOTA juga ikut meningkat.


2.3.9   Kerugian Rencana Transaksi

        Rencana Transaksi ini memiliki potensi kerugian yang perlu diantisipasi, diantaranya
        yaitu perlunya waktu untuk mengembangkan tanah yang sudah diakuisisi. Selain itu,
        dengan adanya Rencana Transaksi ini KOTA juga akan mengeluarkan biaya-biaya
        investasi untuk mengembangkan tanah yang telah diakuisisi. Biaya-biaya investasi ini
                                                                                           - 29 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 46
        juga akan memiliki dampak pada keuangan KOTA dimana mungkin akan terjadi
        perlambatan dalam menghasilkan pendapatan.

2.4     Analisis Kuantitatif
2.4.1   Kinerja Historikal KOTA

        Perkembangan kinerja KOTA dapat dilihat melalui laporan keuangan, seperti laporan
        posisi keuangan dan laporan laba rugi selama beberapa periode terakhir. Analisis kinerja
        historikal bersumber dari laporan keuangan konsolidasian audit per 31 Desember 2021,
        31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024, 31 Desember 2025, dan 30
        Juni 2026 yang disajikan sebagai berikut:

        Tabel 2.7      Historikal Posisi Keuangan KOTA                                             (dalam juta rupiah)
                                                                                                             30 Juni
                   Deskripsi               2021           2022          2023        2024         2025
                                                                                                               2026
         Aset Lancar                       174.041        161.462       150.255     141.784      258.884        207.504
         Aset Tidak Lancar                1.386.239      1.380.583     1.373.111   1.363.004    1.711.419     1.707.193
         Total Aset                       1.560.280      1.542.045     1.523.366   1.504.787    1.970.302     1.914.697
         Liabilitas Lancar                 191.263        100.399       105.688     115.156       91.261            82.469
         Liabilitas Tidak Lancar           109.750        203.364       204.053     193.937      641.552        578.641
         Total Liabilitas                   301.012       303.763       309.742     309.093      732.813        661.110
         Ekuitas                          1.259.268      1.238.282     1.213.625   1.195.694    1.237.489     1.253.587
         Total Liabilitas &
                                          1.560.280      1.542.045     1.523.366   1.504.787    1.970.302     1.914.697
         Ekuitas

        Tabel 2.8                  Pertumbuhan Kinerja Keuangan KOTA                                                 (%)
                   Deskripsi                   2022                  2023           2024              2025
         Aset Lancar                                  -7,23%           -6,94%          -5,64%            82,59%
         Aset Tidak Lancar                            -0,41%           -0,54%          -0,74%            25,56%
         Total Aset                                   -1,17%           -1,21%          -1,22%           30,94%
         Liabilitas Lancar                        -47,51%              5,27%            8,96%           -20,75%
         Liabilitas Tidak Lancar                      85,30%           0,34%           -4,96%          230,80%
         Total Liabilitas                             0,91%             1,97%          -0,21%          137,08%
         Ekuitas                                      -1,67%           -1,99%          -1,48%               3,50%
         Total Liabilitas & Ekuitas                   -1,17%           -1,21%          -1,22%           30,94%


        a. Aset Lancar

            Aset lancar KOTA di tahun 2021 - 2024 terus mengalami penurunan dari Rp
            174.041 juta menjadi Rp 141.784 juta. Pada tahun 2025, aset lancar KOTA
            mengalami peningkatan signifikan sebesar 82,59%, menjadi Rp 258.884 juta
            dikarenakan adanya kenaikan kas dan bank dan piutang lain-lain pihak ketiga yang
            cukup tajam. Pada Juni 2026, aset lancar KOTA mengalami penurunan menjadi Rp
            207.504 juta. Penurunan ini disebabkan karena turunnya saldo kas dan bank.
                                                                                                                - 30 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 47
      b. Aset Tidak Lancar

          Aset tidak lancar KOTA di tahun 2021 - 2024 mengalami penurunan dari Rp
          1.386.239 juta menjadi Rp 1.363.004 juta. Pada tahun 2025, aset tidak lancar KOTA
          mengalami peningkatan signifikan sebesar 25,56%, menjadi Rp 1.711.419 juta
          dikarenakan adanya kenaikan tanah untuk pengembangan dan aset tetap. Pada Juni
          2026, aset tidak lancar KOTA mengalami penurunan menjadi Rp 1.707.193 juta.
          Penurunan ini disebabkan karena adanya penurunan tanah untuk pengembangan.


      c. Liabilitas Lancar

          Liabilitas lancar KOTA pada tahun 2021 - 2022 mengalami tren penurunan dari Rp
          191.263 juta menjadi Rp 100.399 juta karena adanya penurunan pinjaman bank
          jangka pendek yang signifikan. Pada tahun 2022 – 2024 terjadi peningkatan liabilitas
          lancar yang relatif minor, dari Rp 100.399 juta menjadi Rp 115.156 juta. Pada tahun
          2025 kembali terjadi penurunan menjadi Rp 91.261 juta. Pada Juni 2026, liabilitas
          lancar KOTA mengalami penurunan menjadi Rp 82.469 juta. Penurunan ini
          disebabkan karena adanya penurunan beban akrual.


      d. Liabilitas Tidak Lancar

          Liabilitas tidak lancar KOTA di tahun 2021 - 2022 mengalami tren kenaikan sebesar
          85,30% dari Rp 109.750 juta menjadi Rp 203.364 juta, yang disebabkan karena
          peningkatan utang jangka panjang lainnya. Pada tahun 2022 – 2023 relatif stabil, lalu
          mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi Rp 193.937 juta karena adanya
          penurunan utang jangka panjang lainnya dan pinjaman bank jangka panjang. Pada
          tahun 2025, terjadi peningkatan sangat tajam sebesar 230,80% menjadi Rp 641.552
          juta karena adanya peningkatan utang jangka panjang lainnya dan pinjaman bank
          jangka panjang. Pada Juni 2026, liabilitas tidak lancar KOTA mengalami penurunan
          menjadi Rp 578.641 juta. Penurunan ini karena adanya penurunan utang jangka
          panjang lainnya.


      e. Ekuitas

          Ekuitas KOTA pada tahun 2021 – 2024 mengalami tren penurunan dari Rp
          1.259.268 juta menjadi Rp 1.195.694 juta. Hal ini dijelaskan oleh kerugian yang terus
          dialami KOTA sampai dengan tahun 2024. Pada tahun 2025, terjadi peningkatan
          ekuitas menjadi Rp 1.237.489, yang disebabkan karena kondisi laba yang dicapai
          oleh KOTA pada tahun 2025. Pada Juni 2026, ekuitas KOTA mengalami kenaikan

                                                                                          - 31 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 48
          menjadi Rp 1.253.587 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya penurunan saldo
          defisit laba.


               Grafik 2.13      Perkembangan Posisi Keuangan Historikal KOTA (dalam jutaan rupiah)




       Tabel 2.9 Historikal Laporan Laba Rugi KOTA                                    (dalam jutaan rupiah)
                                                                                                    30 Juni
               Deskripsi                2021        2022        2023       2024        2025
                                                                                                     2026
       Pendapatan Usaha                  12.058      20.948      27.879     29.378     122.585        67.295
       Beban Pokok Pendapatan            (4.697)     (6.943)    (8.707)     (9.185)    (37.647)       15.452
       Laba (Rugi) Kotor                  7.361      14.005      19.172     20.193      84.938        51.843
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak        (16.696)   (23.082)    (25.075)    (19.510)     41.575        16.284
       Laba (Rugi) Bersih               (15.354)    (21.062)   (24.677)    (18.070)     41.638        16.044


       Tabel 2.10 Pertumbuhan Kinerja Laba Rugi KOTA
               Deskripsi                2022        2023        2024       2025
       Pendapatan Usaha                  73,73%     33,09%       5,38%     317,27%
       Beban Pokok Pendapatan            47,82%     25,41%       5,49%     309,86%
       Laba (Rugi) Kotor                90,26%      36,89%       5,32%     320,64%
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak        38,25%       8,63%     -22,19%       N.M.

       Laba (Rugi) Bersih                37,17%      17,17%    -26,77%       N.M.


           a. Pendapatan Usaha

                Pendapatan usaha KOTA pada tahun 2021 - 2024 terus mengalami
                peningkatan yang cukup baik dan relatif stabil, dari Rp 12.058 juta menjadi Rp
                29.378 juta. Pada tahun 2025, KOTA mencatata kinerja pendapatan sangat
                baik dengan peningkatan yang sangat signifikan sebesar 317,27% menjadi Rp
                122.585 juta. Hal ini dikarenakan ada peningkatan pendapatan yang diperoleh
                dari segmen penyewaan kamar hotel dan penjualan tanah. Pada Juni 2026,
                pendapatan usaha KOTA adalah Rp 67.295 juta.
                                                                                                     - 32 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 49
           b. Beban Pokok Pendapatan

                Beban pokok pendapatan KOTA pada tahun 2021 - 2025 terus mengalami
                peningkatan sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha, dari Rp 4.697 juta
                menjadi Rp 37.647 juta, dengan marjin laba kotor yang relatif stabil di kisaran
                60% - 70%. Pada Juni 2026, beban pokok pendapatan KOTA adalah Rp
                15.452 juta.

           c. Laba Kotor

                Laba kotor KOTA pada tahun 2021 - 2025 terus mengalami peningkatan yang
                relatif stabil, dari Rp 7.361 juta menjadi Rp 84.938 juta, dengan marjin laba
                kotor yang relatif stabil di kisaran 60% - 70%. Pada Juni 2026, laba kotor
                KOTA adalah Rp 51.843 juta.

           d. Laba (Rugi) sebelum Pajak

                Pada tahun 2021 – 2024, KOTA terus mengalami kerugian sebelum
                pembayaran pajak, dari Rp 16.696 menjadi Rp 19.510, dengan rugi sebelum
                pajak tertinggi pada tahun 2023 sebesar Rp 25.075 juta. Hal ini disebabkan
                tingginya beban umum dan administrasi yang porsi terbesarnya digunakan
                untuk pembayaran gaji. Pada tahun 2025, KOTA memiliki kinerja laba sebelum
                pajak yang sangat baik dengan nilai laba sebelum pajak Rp 41.575 juta,
                dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mengalami rugi. Hal ini ditopang
                oleh peningkatan laba bruto di tahun 2025 dan adanya penghasilan lainnya
                sebesar Rp 18.410 juta. Pada Juni 2026, laba sebelum pajak KOTA adalah Rp
                16.284 juta.

           e. Laba (Rugi) Bersih

                Pada tahun 2021 – 2024, KOTA terus mengalami rugi bersih, dari Rp 15.354
                menjadi Rp 18.070, dengan rugi bersih tertinggi pada tahun 2023 sebesar Rp
                24.658 juta. Hal ini disebabkan tingginya beban umum dan administrasi yang
                porsi terbesarnya digunakan untuk pembayaran gaji. Pada tahun 2025, KOTA
                memiliki kinerja laba bersih yang sangat baik dengan nilai laba sebelum pajak
                Rp 41.638 juta, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mengalami rugi.
                Hal ini ditopang oleh peningkatan laba bruto di tahun 2025 dan adanya
                penghasilan lainnya sebesar Rp 18.410 juta. Pada Juni 2026, laba bersih KOTA
                adalah Rp 16.044 juta.


              Grafik 2.14    Perkembangan Laba Rugi Historikal KOTA       (dalam jutaan rupiah)




                                                                                              - 33 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 50
2.4.2   Analisis Arus Kas KOTA
        Tabel 2.11 Historical Arus Kas KOTA                                     (dalam juta rupiah)
                                                                                          30 Juni
                 Deskripsi           2021      2022      2023      2024       2025
                                                                                           2026
         Arus Kas Neto Diperoleh
         dari (Digunakan untuk)        3.174     4.469      211      (358)     46.299        23.767
         Aktivitas Operasi
         Arus Kas Neto Digunakan
                                       3.744     3.983     2.450     5.047   (421.910)     (17.787)
         untuk Aktivitas Investasi
         Arus Kas Neto Diperoleh
         dari (Digunakan untuk)      (6.749)   (7.367)   (5.798)   (4.041)    443.066      (67.765)
         Aktivitas Pendanaan
         Peningkatan
         (Penurunan) Neto Kas           169      1.086   (3.137)      649      67.456      (61.786)
         dan Setara Kas
         Kas dan Setara Kas Awal
                                       3.305     3.474     4.560     1.423      2.071        69.527
         Periode
         Kas dan Setara Kas Akhir
                                       3.474     4.560     1.423     2.071     69.527         7.741
         Periode


            a. Operating Cash Flow

                 Arus kas dari aktivitas operasi KOTA cenderung fluktuatif. Pada tahun 2021
                 – 2022 terjadi peningkatan sebesar 40,80%, dari Rp 3.174 juta menjadi Rp
                 4.469 juta, yang ditopang oleh peningkatan kas yang diterima dari pelanggan.
                 Pada tahun 2023 tejradi penurunan tajam sebesar 95,29% menjadi Rp 221 juta.
                 Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan pembayaran untuk beban usaha
                 dan pajak serta kas kepada karyawan. Kinerja kas untuk aktivitas operasi
                 kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi (Rp 358) juta, yang
                 disebabkan karena adanya pembayaran kepada pemasok. Pada tahun 2025
                 terjadi peningkatan yang sangat signifikan menjadi Rp 46.299 juta karena
                 adanya pengembalian uang muka pembatalan pembelian tanah.

            b. Investing Cash Flow



                                                                                            - 34 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 51
                  Pada tahun 2021 – 2023 arus kas dari aktivitas investasi KOTA relatif stabil,
                  dari Rp 3.744 juta turun menjadi Rp 2.450 juta, dengan komponen terbesar
                  adalah penerimaan pelunasan surat sanggup. Pada tahun 2024 terjadi
                  peningkatan sebesar 106,03%, menjadi Rp 5.047 juta, yang ditopang oleh
                  pengembalian uang muka proyek. Pada tahun 2025 terjadi penurunan yang
                  sangat tajam menjadi (Rp 421.910) juta yang disebabkan adanya pembayaran
                  uang muka proyek dan perolehan aset tetap.

             c. Financing Cash Flow

                  Pada tahun 2021 – 2024 arus kas dari aktivitas pendanaan KOTA bernilai
                  negatif, artinya pembayaran utang yang dilakukan KOTA lebih besar
                  dibandingkan dengan pendanaan yang didapat. Pada tahun 2025, KOTA
                  mendapatkan pendanaan cukup tinggi yaitu sebesar Rp 443.066 juta.

             d. Peningkatan (Penurunan) Kas dan Setara Kas

                  Pada tahun 2021 – 2022, KOTA memiliki arus kas yang positif, dari Rp 169
                  juta menjadi Rp 1.086 juta. Namun, pada tahun 2023, arus kas yang dimiliki
                  menjadi negatif sebesar (Rp 3.137) juta yang disebabkan karena gabungan dari
                  tingginya beban usaha dan pajak, pembayaran kas operasi kepada karyawan dan
                  tingginya pembayaran utang jangka Panjang. Pada tahun 2024, arus kas kembali
                  positif menjadi Rp 649 juta yang disokong oleh pengembalian uang muka
                  proyek. Pada tahun 2025 terjadi lonjakan arus kas yang tinggi menjadi Rp
                  67.456 yang disebabkan oleh penerimaan utang jangka panjang yang sangat
                  tinggi.

2.4.3   Analisa Rasio Keuangan KOTA

        Tabel 2.12 Rasio Keuangan KOTA
                                                                                               30 Juni
                   Deskripsi              2021       2022      2023      2024      2025
                                                                                                2026
        Rasio Likuiditas
        - Current Ratio (x)                  0,91       1,61      1,42      1,23     2,84          2,52
        - Quick Ratio (x)                    0,86       1,51      1,32      1,14     2,71          2,37
        Rasio Profitabilitas
        - Gross Profit Margin (%)         61,05%     66,86%    68,77%    68,73%    69,29%       77,04%
        - Net Profit Margin (%)          -127,33%   -100,54%   -88,51%   -61,51%   33,97%       23,84%
        - Asset Turnover (%)               0,77%      1,36%     1,83%     1,95%    6,22%         3,51%
        - Return on Asset (%)              -0,98%     -1,37%    -1,62%    -1,20%   2,11%         0,84%
        - Return on Equity (%)             -1,22%     -1,70%    -2,03%    -1,51%   3,36%         1,28%
        Rasio Aktivitas
        - Days Sales Outstanding (x)        4.473      2.407     1.746     1.552      387           769
        - Days Inventory Outstanding
                                             776        536       450       438       115           285
        (x)
        - Days Payable Outstanding (x)       424        270       296       295           96        229
        Rasio Solvabilitas
                                                                                                 - 35 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 52
                                                                                            30 Juni
                     Deskripsi           2021       2022      2023      2024      2025
                                                                                             2026
          - Debt to Total Asset (x)         0,14       0,14      0,14      0,13      0,33       0,30
          - Debt to Equity (x)              0,18       0,17      0,17      0,17      0,52       0,46


      Berdasarkan rasio keuangan di atas, kondisi KOTA adalah sebagai berikut:
            Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
             liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan
             untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada saat ditagih).
             Current ratio (Rasio lancar) KOTA selama periode 2021 – 2025 memiliki rata-rata
             1,60 kali dan quick ratio (rasio lancar) memiliki rata-rata 1,51 kali. Hal ini
             menunjukkan bahwa KOTA mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
             pendek. Pada Juni 2026, KOTA memiliki current ratio sebesar 2,52 kali dan quick ratio
             sebesar 2,37 kali.
            Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi perputaran modal kerja
             sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik. Rasio ini dapat diukur dengan
             metrik cash conversion cycle yang merupakan perhitungan dari DSO + DIO – DPO.
             Selama periode 2021 sampai dengan 2025, rata-rata dari cash conversion cycle adalah
             sebesar 2.300 hari. Hal ini berarti bahwa KOTA membutuhkan waktu 2.300 hari
             untuk menyelesaikan satu siklus modal kerja, yaitu kas yang tertahan atas penjualan
             kredit, kas yang keluar untuk pembelian persediaan, dan kas yang didapat dari
             pembelian bahan baku secara kredit. Pada Juni 2026, cash conversion cycle adalah 825
             hari.
            Rasio Solvabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
             seluruh liabilitasnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selama periode
             2021 sampai dengan 2025, rasio debt-to-asset KOTA memiliki rata-rata sebesar 0,18,
             artinya bahwa aset KOTA dibiayai oleh utang sebesar 18%. Selanjutnya, rasio debt-
             to-equity ratio (DER) KOTA selama periode 2021 sampai dengan 2025 sebesar 0,24,
             yang menunjukkan bahwa KOTA mampu memenuhi seluruh liabilitasnya dengan
             menggunakan ekuitas yang dimiliki. Pada Juni 2026, rasio debt-to-asset dan rasio debt-
             to-equity ratio KOTA adalah 0,30 dan 0,46.
            Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
             selama periode tertentu. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam analisis ini adalah
             marjin laba kotor, marjin laba bersih, asset turnover, Return on Assets (ROA), dan
             Return on Equity (ROE). Selama periode 2021 sampai dengan 2025, marjin laba
             kotor dan asset turnover memiliki rata-rata sebesar 66,94% dan 2,42%. Kinerja marjin
             laba bersih, return on assets, dan return on equity selama periode 2021 sampai dengan
             2025, memiliki rata-rata sebesar -68,79%, -0,61%, dan -0,62%. Artinya bahwa
             profitabilitas pada ketiga metrik ini masih dapat ditingkatkan ke level positif. Pada
             Juni 2026, KOTA memiliki marjin laba kotor 77,04%, marjin laba bersih 23,84%,
             asset turnover 3,51%, return on asset 0,84%, dan return on equity 1,28%


                                                                                              - 36 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 53
2.4.4   Analisis Proyeksi Keuangan

        Sehubungan dengan dilakukannya Rencana Transaksi, maka akan berdampak pada
        proyeksi keuangan KOTA yang telah disusun. Bagian ini akan membahas perbandingan
        proyeksi keuangan sebelum dan sesudah terjadinya Rencana Transaksi. Proyeksi
        keuangan yang dianalisis merupakan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen
        KOTA.

        2.4.4.1 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi

         Tabel 2.13 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi (dalam jutaan rupiah)
                                    2026           2027         2028         2029             2030        2031
               Deskripsi          Jul-Des
                                  Forecast
                                                 Forecast     Forecast     Forecast         Forecast    Forecast
         Pendapatan                  164.748       205.187      268.373       283.115         302.496    309.242
         Beban Pokok
                                      37.567        44.833       27.594          27.190        28.022     26.758
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor            127.181      160.354      240.779       255.925         274.474    282.483
         Laba (Rugi) Sebelum
                                      47.828        37.219       35.587          43.585        53.736     57.748
         Pajak
         Laba (Rugi) Setelah
                                      45.901        34.112       35.105          43.258        53.489     57.748
         Pajak


                                   2032          2033         2034         2035            2036
               Deskripsi
                                 Forecast       Forecast     Forecast     Forecast        Forecast
         Pendapatan                 334.630       347.570      370.409      386.027        411.473
         Beban Pokok
                                     28.624        30.259       32.002       33.859         35.838
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor          306.006       317.310      338.407      352.168        375.634
         Laba (Rugi) Sebelum
                                     73.088        84.486      100.765      115.815         133.145
         Pajak
         Laba (Rugi) Setelah
                                     73.088        84.486      100.765      115.815         133.145
         Pajak


        2.4.4.2 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi

         Tabel 2.14 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi (dalam jutaan rupiah)
                                    2026           2027         2028         2029             2030        2031
               Deskripsi          Jul-Des
                                                 Forecast     Forecast     Forecast         Forecast    Forecast
                                  Forecast
         Pendapatan                  164.748       205.187      723.054     1.295.252       1.602.065   1.945.570
         Beban Pokok
                                      37.567        44.833      319.390       691.485         842.549    925.957
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor            127.181      160.354      403.663       603.767         759.516   1.019.613
         Laba (Rugi) Sebelum
                                      47.828        37.219      102.836       217.267         368.019     583.011
         Pajak
         Laba (Rugi) Setelah
                                      45.901        27.090       79.328       186.794         339.067    531.489
         Pajak




                                                                                                         - 37 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 54
                               2032        2033         2034         2035        2036
             Deskripsi
                             Forecast     Forecast     Forecast     Forecast    Forecast
       Pendapatan             2.463.105    2.160.449    2.598.190   1.946.440   1.727.294
       Beban Pokok
                              1.156.326    1.087.332    1.347.002   1.019.144    867.482
       Pendapatan
       Laba (Rugi) Kotor      1.306.779    1.073.116    1.251.188    927.296     859.812
       Laba (Rugi) Sebelum
                               863.749      571.829      754.667     383.804     262.064
       Pajak
       Laba (Rugi) Setelah
                                816.131     521.089      701.314      347.210    215.658
       Pajak



       a. Pendapatan Usaha

           Pendapatan usaha KOTA sebelum transaksi mengalami peningkatan yang stabil,
           dari Rp 205.187 juta pada tahun 2027 menjadi Rp 411.473 juta pada tahun 2036.
           Setelah adanya transaksi, terjadi peningkatan yang sangat signifikan di tahun 2028,
           menjadi Rp 723.054 juta dan mengalami level tertinggi pada tahun 2032 menjadi
           Rp 2.463.105 sebelum kemudian turun menjadi Rp 1.727.294 di tahun 2036.

       b. Beban Pokok Pendapatan

           Beban pokok pendapatan KOTA sebelum adanya transaksi berada di level stabil
           di rentang Rp 26.758 juta sampai dengan Rp 44.483, dengan titik terendah berada
           di tahun 2031 dan tertinggi di tahun 2027. Setelah transaksi, terjadi lonjakan beban
           pokok pendapatan cukup signifikan hingga berada di titik tertinggi pada tahun
           2034 dengan nilai Rp 1.347.002 juta.

       c. Laba Kotor

           Laba kotor KOTA sebelum transaksi berada di level stabil berkisar antara Rp
           160.354 juta hingga tertinggi di titik Rp 375.634 pada tahun 2036. Setelah proyeksi,
           laba kotor KOTA mengalami lonjakan cukup tinggi pada tahun 2032 dengan nilai
           laba kotor sebesar Rp 1.306.779 juta.

       d. Laba (Rugi) sebelum Pajak

           Laba sebelum pajak KOTA sebelum transaksi mengalami peningkatan yang
           bertahap, yaitu Rp 37.219 juta pada tahun 2027 menjadi Rp 133.145 juta pada
           tahun 2036. Setelah adanya transaksi, laba sebelum pajak KOTA mengalami
           lonjakan dengan titik tertinggi pada tahun 2032 sebesar Rp 863.749 juta.

       e. Laba (Rugi) Bersih

           Laba bersih KOTA sebelum transaksi berada di level Rp 23.112 di tahun 2027 dan
           terus meningkat hingga di level Rp 133.145 di tahun 2036. Setelah adanya transaksi,

                                                                                            - 38 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 55
            laba bersih mengalami peningkatan cukup signifikan hingga di titik tertinggi pada
            tahun 2032 senilai Rp 863.749 juta.

      2.4.4.3 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi

       Tabel 2.15 Proyeksi Posisi Keuangan sebelum Transaksi (dalam jutaan rupiah)
                                   2026           2027          2028          2029           2030        2031
             Deskripsi           Jul-Des
                                                Forecast      Forecast      Forecast       Forecast    Forecast
                                 Forecast
       Aset Lancar                  975.111      1.159.309     1.301.843     1.349.108     1.406.711   1.454.976
       Aset Tidak Lancar            982.161      1.003.858      994.104        982.483       969.898     956.043
       Total Aset                  1.957.271     2.163.167     2.295.946     2.331.591     2.376.609   2.411.019
       Liabilitas Lancar              77.584        77.584        77.584        77.584        77.584      77.584
       Liabilitas Tidak Lancar      596.304       768.088       865.763        858.149       849.679     826.340
       Total Liabilitas             673.888       845.671       943.346        935.732       927.262    903.923
       Ekuitas                     1.283.384     1.317.495     1.352.600     1.395.858     1.449.347   1.507.096
       Total Liabilitas &
                                   1.957.271     2.163.167     2.295.946     2.331.591     2.376.609   2.411.019
       Ekuitas


                                  2032          2033          2034          2035          2036
             Deskripsi
                                 Forecast      Forecast      Forecast      Forecast      Forecast
       Aset Lancar                1.516.415     1.571.427     1.638.684    1.698.999     1.769.869
       Aset Tidak Lancar           942.260       928.477       914.693       900.910       887.690
       Total Aset                2.458.675     2.499.904     2.553.377     2.599.909     2.657.559
       Liabilitas Lancar            77.584        77.584        77.584        77.584        77.584
       Liabilitas Tidak Lancar     800.908       757.651       710.359       641.076       565.581
       Total Liabilitas            878.492       835.234       787.943       718.660       643.164
       Ekuitas                    1.580.183     1.664.670     1.765.435    1.881.250     2.014.395
       Total Liabilitas &
                                 2.458.675     2.499.904     2.553.377     2.599.909     2.657.559
       Ekuitas



      2.4.4.4 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi

       Tabel 2.16 Proyeksi Posisi Keuangan setelah Transaksi (dalam jutaan rupiah)
                                   2026           2027          2028          2029           2030        2031
             Deskripsi           Jul-Des
                                                Forecast      Forecast      Forecast       Forecast    Forecast
                                 Forecast
       Aset Lancar                 5.939.151     5.615.059     6.252.795     6.631.145     6.814.487   7.749.657
       Aset Tidak Lancar            968.121      1.771.949     1.777.561     1.772.094     1.767.964   1.765.468
       Total Aset                  6.907.271     7.387.009     8.030.357     8.403.238     8.582.451   9.515.125
       Liabilitas Lancar              77.584      358.447       824.793      1.018.494       867.109   1.291.633
       Liabilitas Tidak Lancar      596.304       768.088       865.763        858.149       849.679     826.340
       Total Liabilitas             673.888      1.126.535     1.690.555     1.876.643     1.716.788   2.117.973
       Ekuitas                     6.233.384     6.260.474     6.339.802     6.526.595     6.865.663   7.397.152


                                                                                                        - 39 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 56
                                   2026           2027          2028          2029            2030        2031
             Deskripsi           Jul-Des
                                                Forecast     Forecast       Forecast       Forecast     Forecast
                                 Forecast
       Total Liabilitas &
                                   6.907.271     7.387.009    8.030.357      8.403.238      8.582.451   9.515.125
       Ekuitas


                                  2032           2033         2034          2035           2036
              Deskripsi
                                 Forecast      Forecast      Forecast     Forecast        Forecast

       Aset Lancar               8.317.716      9.013.961    9.582.081    9.768.386      10.442.850
       Aset Tidak Lancar         1.764.365      1.762.647    1.754.904    1.749.854       1.755.968
       Total Aset                10.082.081    10.776.608    11.336.985   11.518.240     12.198.818
       Liabilitas Lancar         1.067.890      1.284.585    1.190.940    1.094.268       1.634.683
       Liabilitas Tidak Lancar     800.908       757.651       710.359      641.076        565.581
       Total Liabilitas          1.868.798     2.042.236      1.901.299   1.735.344      2.200.263
       Ekuitas                   8.213.283     8.734.372     9.435.686    9.782.896      9.998.554
       Total Liabilitas &
                                 10.082.081    10.776.608    11.336.985   11.518.240     12.198.818
       Ekuitas

      a. Aset Lancar

          Aset lancar KOTA sebelum transaksi mengalami tren positif dengan peningkatan
          stabil dari Rp 1.159.309 juta pada tahun 2027 menjadi Rp 1.769.869 juta pada tahun
          2036. Setelah adanya rencana transaksi, aset lancar KOTA mengalami peningkatan
          menjadi Rp 5.615.059 juta pada tahun 2027 dan mengalami tren positif hingga
          menjadi Rp 10.442.850 juta pada tahun 2036.


      b. Aset Tidak Lancar

          Aset tidak lancar KOTA sebelum adanya rencana transaksi berada di level Rp
          1.003.858 juta pada tahun 2027 lalu mengalami tren penurunan hingga di level Rp
          887.690 juta pada tahun 2036. Setelah transaksi, aset tidak lancar KOTA menjadi
          Rp 1.771.949 juta pada tahun 2027 dan mengalami fluktuasi relatif stabil hingga di
          level Rp 1.755.968 pada tahun 2036.


      c. Liabilitas Lancar

          Liabilitas lancar KOTA sebelum transaksi tidak mengalami perubahan di level Rp
          77.584 dari tahun 2027 hingga tahun 2036. Setelah adanya rencana transaksi,
          liabilitas lancar KOTA mengalami peningkatan menjadi Rp 76.088 di tahun 2027
          dan terus mengalami kenaikan hingga di level Rp 1.634.683 juta di tahun 2036.


      d. Liabilitas Tidak Lancar

                                                                                                         - 40 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 57
          Liabilitas tidak lancar KOTA mengalami tren fluktuasi dari titik Rp 768.088 juta di
          tahun 2027 menjadi Rp 565.581 juta di tahun 2036. Setelah adanya rencana
          transaksi, liabilitas tidak lancar KOTA berada di level Rp 768.088 juta pada tahun
          2027 dan pada tahun 2036 menjadi Rp 565.581 juta.


      e. Ekuitas

          Ekuitas KOTA sebelum transaksi mengalami peningkatan yang baik, dari level Rp
          1.317.495 juta di tahun 2027 menjadi Rp 2.014.395 juta di tahun 2036. Setelah
          adanya transaksi, ekuitas KOTA berada di level Rp 6.260.474 juta pada tahun 2027
          dan terus meningkat menjadi Rp 9.998.554 juta pada tahun 2036.

      2.4.4.5 Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi

       Tabel 2.17 Proyeksi Arus Kas sebelum Transaksi (dalam jutaan rupiah)
                                  2026               2027               2028               2029                2030             2031
             Deskripsi         Jul-Des
                                                   Forecast           Forecast           Forecast            Forecast         Forecast
                               Forecast
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                    35.086            49.801             50.658              58.811             69.042           71.603
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Operasi
       Arus Kas Neto
       Digunakan untuk                        -                  -                  -                  -                  -              -
       Aktivitas Investasi
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                              -      171.784             97.675              (7.614)            (8.470)        (23.339)
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Pendanaan
       Peningkatan
       (Penurunan) Neto             35.086           221.585            148.333              51.198             60.572          48.264
       Kas dan Setara Kas
       Kas dan Setara Kas
                                    14.741            49.828            271.412             419.745            470.943          531.515
       Awal Periode
       Kas dan Setara Kas
                                    49.828           271.412            419.745             470.943            531.515         579.780
       Akhir Periode


                                 2032              2033               2034               2035               2036
             Deskripsi
                               Forecast           Forecast           Forecast           Forecast           Forecast
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                   86.871            98.270            114.548            129.598            146.365
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Operasi
       Arus Kas Neto
       Digunakan untuk                    -                  -                  -                  -                  -
       Aktivitas Investasi
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                 (25.432)           (43.257)           (47.292)          (69.283)           (75.495)
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Pendanaan


                                                                                                                               - 41 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 58
                                 2032               2033               2034               2035               2036
             Deskripsi
                               Forecast            Forecast           Forecast           Forecast           Forecast
       Peningkatan
       (Penurunan) Neto            61.439             55.012             67.257             60.315            70.870
       Kas dan Setara Kas
       Kas dan Setara Kas
                                  579.780            641.219            696.231           763.488            823.803
       Awal Periode
       Kas dan Setara Kas
                                  641.219            696.231            763.488           823.803            894.673
       Akhir Periode



      2.4.4.6 Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi

       Tabel 2.18 Proyeksi Arus Kas setelah Transaksi (dalam jutaan rupiah)
                                  2026                2027               2028               2029                2030             2031
             Deskripsi          Jul-Des
                                                    Forecast           Forecast           Forecast            Forecast         Forecast
                                Forecast
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                (4.389.664)           (26.426)           225.540             452.145            411.312        1.169.265
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Operasi
       Arus Kas Neto
       Digunakan untuk                         -                  -                  -                  -                  -              -
       Aktivitas Investasi
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                  4.950.000           171.784              97.675             (7.614)            (8.470)        (23.339)
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Pendanaan
       Peningkatan
       (Penurunan) Neto            560.336            145.357            323.215             444.531            402.842        1.145.926
       Kas dan Setara Kas
       Kas dan Setara Kas
                                     14.741           575.078            720.435           1.043.650           1.488.181       1.891.023
       Awal Periode
       Kas dan Setara Kas
                                   575.078            720.435           1.043.650           1.488.181         1.891.023        3.036.949
       Akhir Periode


                                 2032               2033               2034               2035               2036
             Deskripsi
                               Forecast            Forecast           Forecast           Forecast           Forecast
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                  964.685            929.506           1.108.721           433.107            530.620
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Operasi
       Arus Kas Neto
       Digunakan untuk                     -                  -                  -                  -                  -
       Aktivitas Investasi
       Arus Kas Neto
       Diperoleh dari
                                  (25.432)           (43.257)           (47.292)          (69.283)           (75.495)
       (Digunakan untuk)
       Aktivitas Pendanaan
       Peningkatan
       (Penurunan) Neto           939.254            886.248           1.061.429          363.824             455.125
       Kas dan Setara Kas
       Kas dan Setara Kas
                                3.036.949          3.976.203           4.862.451         5.923.880          6.287.704
       Awal Periode


                                                                                                                                - 42 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 59
                                2032        2033         2034        2035        2036
              Deskripsi
                              Forecast     Forecast     Forecast    Forecast    Forecast
         Kas dan Setara Kas
                               3.976.203    4.862.451   5.923.880   6.287.704   6.742.829
         Akhir Periode



        a. Operating Cash Flow

            Arus kas dari aktivitas operasi KOTA sebelum adanya transaksi mengalami
            peningkatan yang stabil, dari Rp 49.801 juta pada tahun 2027 menjadi Rp 146.365
            juta pada tahun 2036. Setelah adanya rencana transaksi, arus kas dari aktivitas
            operasi KOTA menjadi (Rp 26.426) juta lalu membaik hingga menjadi Rp 530.620
            juta pada tahun 2036.

        b. Investing Cash Flow

            Arus kas dari aktivitas investasi KOTA sebelum dan setelah transaksi memiliki nilai
            Rp 0 dari tahun 2027 sampai dengan tahun 2036.

        c. Financing Cash Flow

            Arus kas dari aktivitas pendanaan KOTA sebelum transaksi mengalami tren
            fluktuatif dari Rp 171.784 juta di tahun 2027 menjadi (Rp 75.495) juta pada tahun
            2036. Setelah adanya transaksi, arus kas dari aktivitas pendanaan KOTA pada tahun
            2027 berada di level Rp 171.784 juta dan menjadi (Rp 75.495) juta pada tahun 2036
            dengan tren fluktuatif.

        d. Peningkatan (Penurunan) Kas dan Setara Kas

            Sebelum adanya rencana transaksi, arus kas terjadi penurunan dari level Rp 221.585
            juta pada tahun 2027 menjadi Rp 70.870 juta pada tahun 2036. Setelah adanya
            transaksi, arus kas berada di level Rp 145.357 juta pada tahun 2027 dan mengalami
            fluktuasi hingga akhirnya berada di level Rp 455.125 juta pada tahun 2036.

2.4.5   Analisis Laporan Keuangan sebelum Rencana Transaksi dan Proforma

        Laporan Keuangan setelah Rencana Transaksi

        Analisis perbandingan laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan proforma
        laporan keuangan setelah rencana transaksi bertujuan untuk melihat dampak atas
        rencana transaksi pada laporan keuangan di posisi tanggal Pendapat Kewajaran.
        Laporan keuangan sebelum transaksi bersumber dari Laporan Keuangan Audit KOTA
        tanggal 30 Juni 2026, dengan nomor laporan 00114/2.1524/AU.1/03/0100-
        1/1/VIII/2026 dan Laporan Proforma KOTA sebelum dan setelah Rencana Transaksi
        per 30 Juni 2026 Nomor UP26082701JN tanggal 27 Agustus 2026 yang ditandatangani
        oleh Dr. Jonnardi, SE., MM., AK., CA., CPA., CFI.. Uraian mengenai dampak Rencana
        Transaksi dimaksud adalah sebagai berikut:
                                                                                            - 43 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 60
      2.4.5.1 Laporan Posisi Keuangan

       Tabel 2.19 Ringkasan Posisi Keuangan Historis dan Proforma KOTA           (dalam juta rupiah)
                                                    30 Juni 2026               30 Juni 2026
                           Deskripsi
                                                     Historis                   Proforma

       Aset Lancar                                                  207.504                   1.063.602
       Aset Tidak Lancar                                           1.707.193                  6.399.714
       Total Aset                                                  1.914.697                  7.463.316
       Liabilitas Lancar                                             82.469                    431.197
       Liabilitas Tidak Lancar                                      578.641                    893.498
       Total Liabilitas                                              661.110                  1.324.695
       Ekuitas                                                     1.253.587                  6.138.621
       Total Liabilitas & Ekuitas                                  1.914.697                  7.463.316


       a. Aset Lancar

            Aset lancar KOTA mengalami peningkatan antara kondisi riil pada Juni 2026 dan
            proforma Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan kas dan bank karena adanya
            penerbitan saham baru, serta efek dari konsolidasi ADI dan MNGP dengan
            KOTA.


      b. Aset Tidak Lancar

           Aset tidak lancar KOTA mengalami peningkatan antara kondisi riil pada Juni 2026
           dan proforma Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan tanah untuk
           pengembangan serta goodwill dan penurunan uang muka.


      c. Liabilitas Lancar

           Liabilitas lancar KOTA mengalami peningkatan antara kondisi riil pada Juni 2026
           dan proforma Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan utang lancar lainnya,
           beban akrual, dan utang pajak.


      d. Liabilitas Tidak Lancar

           Liabilitas tidak lancar KOTA mengalami peningkatan antara kondisi riil pada Juni
           2026 dan proforma Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pinjaman bank
           karena konsolidasi ADI dan MNGP serta kenaikan utang jangka panjang lainnya.


      e. Ekuitas
                                                                                                - 44 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 61
          Ekuitas KOTA mengalami peningkatan antara kondisi riil pada Juni 2026 dan
          proforma Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan modal saham karena adanya
          modal disetor, kenaikan tambahan modal disetor, kenaikan laba tahun berjalan dan
          kenaikan kepentingan non-pengendali.

      2.4.5.2 Laporan Laba Rugi

       Tabel 2.20 Ringkasan Laba Rugi Historis dan Proforma KOTA             (dalam juta rupiah)
                                                   30 Juni 2026            30 Juni 2026
                       Deskripsi
                                                     Historis               Proforma

       Pendapatan                                                 67.295                  67.295
       Beban Pokok Pendapatan                                     15.452                  15.452
       Laba (Rugi) Kotor                                          51.843                  51.843
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                  16.284                  16.284
       Laba (Rugi) Setelah Pajak                                  16.364                  16.364


           a. Pendapatan Usaha

                Pendapatan usaha KOTA tidak mengalami perubahan antara kondisi riil pada
                Juni 2026 dan proforma Juni 2026.

           b. Beban Pokok Pendapatan

                Beban pokok pendapatan KOTA tidak mengalami perubahan antara kondisi
                riil pada Juni 2026 dan proforma Juni 2026.

           c. Laba Kotor

                Laba kotor KOTA tidak mengalami perubahan antara kondisi riil pada Juni
                2026 dan proforma Juni 2026.

           d. Laba (Rugi) sebelum Pajak

                Laba sebelum pajak KOTA tidak mengalami perubahan antara kondisi riil pada
                Juni 2026 dan proforma Juni 2026.

           e. Laba (Rugi) Bersih

                Laba sebelum pajak KOTA tidak mengalami perubahan antara kondisi riil pada
                Juni 2026 dan proforma Juni 2026.

      2.4.5.3 Rasio Keuangan

       Tabel 2.21 Rasio Keuangan Historis dan Proforma KOTA


                                                                                          - 45 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 62
                                                         30 Juni 2026                 30 Juni 2026
                             Deskripsi
                                                           Historis                    Proforma
       Rasio Likuiditas
       - Current Ratio (x)                                                2,60                         2,47
       - Quick Ratio (x)                                                  2,45                         2,44
       Rasio Profitabilitas
       - Gross Profit Margin (%)                                        77,04%                       77,04%
       - Net Profit Margin (%)                                          24,32%                       23,84%
       - Asset Turnover (%)                                             3,52%                        0,90%
       - Return on Asset (%)                                            0,86%                        0,21%
       - Return on Equity (%)                                           1,31%                        0,26%
       Rasio Aktivitas
       - Days Sales Outstanding (x)                                        769                          769
       - Days Inventory Outstanding (x)                                    285                          285
       - Days Payable Outstanding (x)                                      229                          229
       Rasio Solvabilitas
       - Debt to Total Asset (x)                                          0,30                         0,12
       - Debt to Equity (x)                                               0,46                         0,15


                      Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
                       memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
                       kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
                       pendek (pada saat ditagih). Current ratio (Rasio lancar) KOTA pada Juni 2026
                       yaitu current ratio sebesar 2,60 kali dan quick ratio sebesar 2,45 kali. Pada
                       Proforma 2026, current ratio sebesar 2,47 kali dan quick ratio sebesar 2,44 kali.
                      Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi perputaran modal kerja
                       sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik. Rasio ini dapat diukur
                       dengan metrik cash conversion cycle yang merupakan perhitungan dari DSO +
                       DIO – DPO. Pada Juni 2026, cash conversion cycle KOTA adalah 825 hari dan
                       pada proforma Juni 2026 cash conversion cycle KOTA tidak mengalami
                       perubahan.
                      Rasio Solvabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
                       memenuhi seluruh liabilitasnya, baik jangka pendek maupun jangka
                       panjang. Pada Juni 2026, rasio debt-to-asset dan rasio debt-to-equity ratio KOTA
                       adalah 0,30 dan 0,46. Pada proforma 2026, rasio debt-to-asset dan rasio debt-
                       to-equity ratio KOTA adalah 0,12 dan 0,15.
                      Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
                       menghasilkan laba selama periode tertentu. Rasio profitabilitas yang
                       digunakan dalam analisis ini adalah marjin laba kotor, marjin laba bersih,
                       asset turnover, Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Pada
                       Juni 2026, KOTA memiliki marjin laba kotor 77,04%, marjin laba bersih
                       23,84%, asset turnover 3,51%, return on asset 0,84%, dan return on equity 1,28%.
                       Pada proforma Juni 2026, KOTA memiliki marjin laba kotor 77,04%,


                                                                                                     - 46 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 63
                       marjin laba bersih 23,84%, asset turnover 3,51%, return on asset 0,21%, dan
                       return on equity 0,26%.


2.4.6   Analisis Nilai Tambah

        Nilai Tambah atas Rencana Transaksi

        Nilai tambah bagi KOTA atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari selisih antara
        sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Berikut ini merupakan analisis inkremental
        dari Rencana Transaksi yang dilakukan.

        Tabel 2.22 Analisis Inkremental (dalam jutaan rupiah)
                                     2026             2027         2028         2029         2030         2031
                Deskripsi         1 Jul – 31       1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31
                                     Des              Des          Des          Des          Des          Des
         Laba Bersih
         Sebelum                      45.901          34.112       35.105        43.258       53.489       57.748
         Sesudah                      45.901          27.090       79.328       186.794      339.067      531.489
         Kenaikan/
                                               -      (7.022)      44.223       143.536      285.578      473.741
         (Penurunan)


         Arus Kas
         Sebelum                      35.086         221.585      148.333        51.198       60.572       48.264
         Sesudah                     560.336         145.357      323.215       444.531      402.842    1.145.926
         Kenaikan/
                                     525.250         (76.227)     174.882       393.334      342.270    1.097.662
         (Penurunan)


         Total Aset
         Sebelum                    1.957.271       2.163.167    2.295.946    2.331.591    2.376.609    2.411.019
         Sesudah                   6.907.271        7.387.009    8.030.357    8.403.238    8.582.451    9.515.125
         Kenaikan/
                                   4.950.000       5.223.842     5.734.411    6.071.648    6.205.841    7.104.106
         (Penurunan)


         Total Liabilitas
         Sebelum                     673.888         845.671      943.346       935.732      927.262      903.923
         Sesudah                     673.888        1.126.535    1.690.555    1.876.643    1.716.788    2.117.973
         Kenaikan/
                                               -     280.864      747.209       940.910      789.526    1.214.050
         (Penurunan)


         Total Ekuitas
         Sebelum                    1.283.384       1.317.495    1.352.600    1.395.858    1.449.347    1.507.096
         Sesudah                   6.233.384        6.260.474    6.339.802    6.526.595    6.865.663    7.397.152
         Kenaikan/
                                   4.950.000       4.942.978    4.987.201     5.130.737    5.416.315    5.890.056
         (Penurunan)

        Analisis nilai tambah atas Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
        KOTA dalam menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik dengan membandingkan
        proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dan dilaksanakannya
        Rencana Transaksi.
                                                                                                         - 47 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 64
       Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Manajemen KOTA, setelah
       Rencana Transaksi dilakukan, berikut uraian selama periode proyeksi.
        a. Laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.034.160 juta selama periode
           proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penjualan yang cukup signifikan
           dari segmen properti pada tahun 2029 dan diikuti oleh kenaikan marjin laba bersih
           pada tahun 2030 sampai dengan tahun 2034. Namun, pada tahun 2027, terdapat
           penurunan laba bersih. Hal ini dikarenakan belum adanya pendapatan setelah
           akuisisi, namun terdapat pembayaran pajak sehingga laba bersih mengalami
           penurunan.;
        b. Arus kas juga akan mengalami peningkatan dengan total Rp 5.848.156 juta selama
           periode proyeksi karena adanya kenaikan penjualan segmen yang cukup tinggi pada
           tahun 2028 diikuti dengan tahun 2031 sampai dengan tahun 2034;
        c. Total aset akan mengalami peningkatan sebesar Rp 9.541.259 juta selama periode
           proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan kas dan bank karena adanya
           peningkatan penjualan di segmen properti.;
        d. Liabilitas akan mengalami peningkatan dengan total Rp 1.557.099 juta rupiah
           selama periode proyeksi, yang disebabkan oleh peningkatan utang lancar lain-lain
           dan pinjaman bank pada tahun 2027, peningkatan utang lancar lain-lain di tahun
           2031 dan tahun 2036; dan
        e. Total ekuitas akan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.984.160 juta selama
           periode proyeksi karena adanya peningkatan jumlah modal disetor serta adanya
           kenaikan laba bersih.

       2.4.6.1 Hal Material Lain yang Dipertimbangkan

                Sampai dengan Tanggal Pendapat Kewajaran dan sampai dengan Tanggal
                Laporan ini diterbitkan, tidak terdappat hal material lain yang dapat
                dipertimbangkan terkait Rencana Transaksi maupun pihak yang bertransaksi.

       2.4.6.2 Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

                Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Manajemen KOTA, proses
                pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses
                yang sesuai dengan prosedur internal KOTA, di mana setelah dilakukan analisis
                oleh internal KOTA, Rencana Transaksi tersebut mendapat persetujuan dari
                Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.

2.5    Analisis Kewajaran Harga Transaksi

       Analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi dengan
       membandingkan Nilai Pasar dengan nilai transaksi yang disepakati para pihak.

       a. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi KOTA dengan MNGP

           1. Nilai Pasar MNGP
                                                                                        - 48 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 65
               Berdasarkan Laporan Penilaian 100% Ekuitas MNGP yang dikeluarkan oleh
               KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan 00747/2.0109-
               05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026, Nilai Pasar atas
               100% ekuitas MNGP adalah sebesar Rp 3.244.935.521.000, sehingga Nilai Pasar
               6.413.296 (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam)
               lembar saham atau sebesar 99,99% saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp
               3.244.909.952.698.

          2. Nilai Transaksi MNGP

               Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha
               Perkasa, nilai transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 6.413.296
               (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar
               saham atau sebesar 99,99% saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp
               3.200.000.000.000.

          3. Perbandingan Nilai Pasar MNGP dengan Nilai Transaksi MNGP

               Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35 Tahun 2020 ”Batas atas
               dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima
               persen) dari Nilai yang dijadikan acuan. Berdasarkan perbandingan Nilai
               Transaksi dengan Nilai Pasar diketahui bahwa Nilai Transaksi lebih rendah
               1,38% dari Nilai Pasar dan berada dalam batasan ±7,5%. Oleh karena itu, dapat
               disimpulkan bahwa nilai yang ditetapkan adalah Wajar.

               Tabel 2.23 Perbandingan Nilai Pasar dengan Nilai Transaksi MNGP (dalam jutaan rupiah)
                 Entitas     % Kepemilikan   Nilai Pasar    Nilai Transaksi     Selisih     Kesimpulan
                 MNGP               99,99%      3.244.910           3.200.000       1,38%     WAJAR



      b. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi KOTA dengan ADI

          1. Nilai Pasar ADI

               Berdasarkan Laporan Penilaian 100% Ekuitas ADI yang dikeluarkan oleh KJPP
               Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan 00746/2.0109-
               05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026, Nilai Pasar atas
               100% ekuitas ADI adalah sebesar Rp 1.253.417.646.000, sehingga Nilai Pasar
               1.206.272 (satu juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar
               saham atau sebesar 99,99% saham ME atas ADI adalah sebesar Rp
               1.253.416.606.917

          2. Nilai Transaksi ADI

               Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham antara KOTA dengan ADI,
               nilai transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 1.206.272 (satu juta dua

                                                                                                 - 49 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 66
                ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99%
                saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.200.000.000.000.

           3. Perbandingan Nilai Pasar ADI dengan Nilai Transaksi KOTA atas ADI

                Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35 Tahun 2020 ”Batas atas
                dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima
                persen) dari Nilai yang dijadikan acuan. Berdasarkan perbandingan Nilai
                Transaksi dengan Nilai Pasar diketahui bahwa Nilai Transaksi lebih rendah
                4,26% dari Nilai Pasar dan berada dalam batasan ±7,5%. Oleh karena itu, dapat
                disimpulkan bahwa nilai yang ditetapkan adalah Wajar.

                Tabel 2.24    Perbandingan Nilai Pasar dengan Nilai Transaksi MNGP (dalam jutaan rupiah)
                  Entitas     % Kepemilikan    Nilai Pasar    Nilai Transaksi     Selisih     Kesimpulan
                   ADI               99,99%       1.253.417           1.200.000      -4,26%     WAJAR



2.6    Distribusi Pendapat Kewajaran

       Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen KOTA dalam
       kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau
       untuk kepentingan lain.




                                                                                                    - 50 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 67
                                     BAGIAN - 3
                                    KESIMPULAN

3.1    Kesimpulan

       Analisis Transaksi
       Rencana Transaksi merupakan pengambilalihan (akuisisi) PT Mandirinusa Graha
       Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk melalui pembelian saham yang dimiliki oleh
       PT Michel Energi (“ME”) atas PT Mandirinusa Graha Perkasa sebanyak 6.413.296
       (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
       atau sebesar 99,99% dan pengambilalihan (akuisisi) PT Art Design Indonesia oleh PT
       DMS Propertindo Tbk. melalui pembelian saham yang dimiliki oleh Michel Energi
       (“ME”) atas PT Art Design Indonesia sebanyak 1.206.272 (satu juta dua ratus enam
       ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99%.
       Berdasarkan struktur kepemilikan para pihak yang bertransaksi, diketahui bahwa tidak
       terdapat hubungan afiliasi antara PT DMS Propertindo Tbk., PT Mandirinusa Graha
       Perkasa, dan PT Art Design Indonesia. Berdasarkan dokumen Perjanjian Pengikatan
       Jual Beli serta informasi yang kami peroleh dari Manajemen, PT DMS Propertindo Tbk
       berencana untuk melakukan pengambilalihan (akuisisi) PT Mandirinusa Graha Perkasa
       melalui pembelian saham yang dimiliki oleh PT Michel Energi (“ME”) atas PT
       Mandirinusa Graha Perkasa sebanyak 6.413.296 (enam juta empat ratus tiga belas ribu
       dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham atau sebesar 99,99% senilai Rp
       3.200.000.000.000 (tiga triliun dua ratus miliar rupiah) dan pengambilalihan (akuisisi)
       PT Art Design Indonesia melalui pembelian saham yang dimiliki oleh PT Michel Energi
       (“ME”) atas PT Art Design Indonesia sebanyak 1.206.272 (satu juta dua ratus enam
       ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99% senilai Rp
       1.200.000.000.000 (satu triliun dua ratus miliar rupiah), di mana transaksi-transaksi
       tersebut memenuhi definisi transaksi material menurut POJK 17 tahun 2020.
       Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha
       Perkasa Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) tanggal 24 Agustus 2026 dan Draft
       Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Art Design Indonesia yang disusun oleh
       Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) tanggal 24 Agustus 2026, tidak ada
       persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
       syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.

       Analisis Kualitatif
       Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, alasan dilakukannya
       Rencana Transaksi ini adalah bahwa KOTA melihat adanya potensi pengembangan
       yang sangat baik atas tanah milik PT Mandirinusa Graha Perkasa yang terletak di Maja,
       Banten dan tanah milik PT Art Design Indonesia yang terletak di Gunung Anyar,
       Surabaya.
                                                                                         - 51 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 68
      Keuntungan Dilakukannya Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, setelah Rencana
      Transaksi berjalan efektif, maka luas tanah yang dimiliki oleh KOTA akan mengalami
      peningkatan dan diharapkan dapat menopang keberlangsungan usaha KOTA. Selain
      itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini, maka KOTA akan memiliki cakupan luasan
      tanah yang berada di wilayah geografis yang lebih beragam, sehingga portofolio investasi
      tanah semakin luas. Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini maka jumlah saham
      KOTA akan meningkat sehingga kapitalisasi pasar KOTA juga ikut meningkat.

      Kerugian Dilakukannya Rencana Transaksi

      Rencana Transaksi ini memiliki potensi kerugian yang perlu diantisipasi, diantaranya
      yaitu perlunya waktu untuk mengembangkan tanah yang sudah diakuisisi. Selain itu,
      dengan adanya Rencana Transaksi ini KOTA juga akan mengeluarkan biaya-biaya
      investasi untuk mengembangkan tanah yang telah diakuisisi. Biaya-biaya investasi ini
      juga akan memiliki dampak pada keuangan KOTA dimana mungkin akan terjadi
      perlambatan dalam menghasilkan pendapatan.

      Analisis Dampak Likuiditas

      Sehubungan dengan Rencana Transaksi, maka struktur kas KOTA akan mengalami
      peningkatan sebesar Rp 514.304 juta dari sebelumnya Rp 7.741 juta menjadi Rp 522.045
      juta karena adanya adanya dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru sehubungan
      dengan pengambilalihan PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa.


      Analisis Kuantitatif

      Analisis Proforma Rencana Transaksi

      Berdasarkan proforma keuangan KOTA yang kami terima dari Manajemen KOTA,
      terdapat pergerakan struktur laporan keuangan pada Tanggal Pendapat Kewajaran yaitu
      30 Juni 2026 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan. Dampak
      keuangan Rencana Transaksi terhadap akun-akun pada laporan keuangan proforma
      KOTA diuraikan sebagai berikut:

          Aset lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 856.099 juta dari
           sebelumnya Rp 207.504 juta menjadi sebesar Rp 1.063.602 juta.
          Aset tidak lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 4.692.521 juta dari
           sebelumnya Rp 1.707.193 juta menjadi sebesar Rp 6.399.714 juta.
          Liabilitas lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 348.728 juta dari
           sebelumnya Rp 82.469 juta menjadi sebesar Rp 431.197 juta.

                                                                                         - 52 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 69
          Liabilitas tidak lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 314.857 juta dari
           sebelumnya Rp 578.641 juta menjadi sebesar Rp 893.498 juta.
          Ekuitas KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 4.885.034 dari sebelumnya Rp
           1.253.587 juta menjadi sebesar Rp 6.138.621 juta

      Analisis Nilai Tambah Rencana Transaksi

      Analisis nilai tambah atas Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
      KOTA dalam menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik dengan membandingkan
      proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dan dilaksanakannya
      Rencana Transaksi.
      Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Manajemen KOTA, setelah
      Rencana Transaksi dilakukan, berikut uraian selama periode proyeksi.
        a. Laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.034.160 juta selama
            periode proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penjualan yang cukup
            signifikan dari segmen properti pada tahun 2029 dan diikuti oleh kenaikan marjin
            laba bersih pada tahun 2030 sampai dengan tahun 2034. Namun, pada tahun 2027,
            terdapat penurunan laba bersih. Hal ini dikarenakan belum adanya pendapatan
            setelah akuisisi, namun terdapat pembayaran pajak sehingga laba bersih
            mengalami penurunan.;
        b. Arus kas juga akan mengalami peningkatan dengan total Rp 5.848.156 juta selama
            periode proyeksi karena adanya kenaikan penjualan segmen yang cukup tinggi
            pada tahun 2028 diikuti dengan tahun 2031 sampai dengan tahun 2034;
        c. Total aset akan mengalami peningkatan sebesar Rp 9.541.259 juta selama periode
            proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan kas dan bank karena adanya
            peningkatan penjualan di segmen properti.;
        d. Liabilitas akan mengalami peningkatan dengan total Rp 1.557.099 juta rupiah
            selama periode proyeksi, yang disebabkan oleh peningkatan utang lancar lain-lain
            dan pinjaman bank pada tahun 2027, peningkatan utang lancar lain-lain di tahun
            2031 dan tahun 2036; dan
        e. Total ekuitas akan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.984.160 juta selama
            periode proyeksi karena adanya peningkatan jumlah modal disetor serta adanya
            kenaikan laba bersih.

      Analisis Atas Kewajaran Nilai Transaksi

      Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha Perkasa,
      nilai transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 6.413.296 (enam juta empat
      ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham atau sebesar 99,99%
      saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp 3.200.000.000.000. Berdasarkan Laporan
      Penilaian 100% Ekuitas MNGP yang dikeluarkan oleh KJPP Febriman Siregar dan
      Rekan dengan Nomor Laporan 00747/2.0109-05/BS/03/0069/1/VIII/2026
      tertanggal 27 Agustus 2026, Nilai Pasar atas 100% ekuitas MNGP adalah sebesar Rp
      3.244.935.521.000, sehingga Nilai Pasar 6.413.296 (enam juta empat ratus tiga belas ribu

                                                                                         - 53 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 70
      dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham atau sebesar 99,99% saham ME atas
      MNGP adalah sebesar Rp 3.244.909.952.698.

      Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham antara KOTA dengan ADI, nilai
      transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 1.206.272 (satu juta dua ratus enam
      ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99% saham dan
      pengambilalihan 99,99% saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.200.000.000.000.
      Berdasarkan Laporan Penilaian 100% Ekuitas ADI yang dikeluarkan oleh KJPP
      Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan 00746/2.0109-
      05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026, Nilai Pasar atas 100%
      ekuitas ADI adalah sebesar Rp 1.253.417.646.000, sehingga Nilai Pasar 1.206.272 (satu
      juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99%
      saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.253.416.606.917

      Berikut tabel yang membandingkan Nilai Rencana Transaksi dan Nilai Pasar (Dalam
      jutaan rupiah)
                                 %                          Nilai
              Entitas                      Nilai Pasar                   Selisih     Kesimpulan
                             Kepemilikan                  Transaksi
              MNGP               99,99%       3.244.910      3.200.000      -1,38%    WAJAR
               ADI               99,99%       1.253.417      1.200.000      -4,26%    WAJAR



      Kesimpulan:
    Berdasarkan Analisis Transaksi akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa dengan PT DMS
    Propertindo Tbk berupa pengambilalihan 99,99% saham milik PT Michel Energi atas PT
    Mandirinusa Graha Perkasa dan akuisisi PT Art Design Indonesia dengan PT DMS
    Propertindo Tbk. berupa pengambilaihan 99,99% saham milik PT Michel Energi atas PT
    Art Design Indonesia, tidak ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak
    yang bertransaksi.

    Berdasarkan Analisis Kualitattif yang mencakup alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
    keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi dan analisis dampak likuiditas dapat
    menunjang rencana masa depan KOTA sehingga ke depan diharapkan dapat
    menguntungkan bagi pemegang saham.

      Berdasarkan Analisis Kuantitatif yang mencakup analisis proforma Rencana Transaksi,
      analisis nilai tambah, dan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi dapat disimpulkan
      bahwa KOTA memiliki nilai tambah atas laba bersih sebesar Rp 3.034.160 juta dan
      perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar masih berada di dalam
      rentang batas bawah dan batas atas dari Nilai Pasar. Oleh karena itu, Rencana Transaksi
      dapat disimpulkan WAJAR.




                                                                                             - 54 -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 71
3.2    Distribusi Pendapat Kewajaran
       Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen KOTA dalam
       kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau
       untuk kepentingan lain




                                                                                   - 55 -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 72
            kantor jasa penilai publik
            febriman siregar dan rekan
            Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




                         Laporan Pendapat Kewajaran Atas
              1) Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha
                 Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk.;
L APORAN K AJIAN
              2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia
P ERHITUNGAN AolehTASPT DMS    Propertindo,
                         J ANGKA            Tbk
                                        W AKTU      D AN J UMLAH
K ONTRIBUSI A TAS K ERJASAMA        P EMANFAATAN A SET
                            untuk keperluan
P EMERINTAH P ROVINSI PT DMS   Propertindo Tbk. G UBERNUR
                            G ORONTALO
D ENGAN B ENTUK BGS (B  ANGUNAN
                     Gedung             G UNA
                            Graha Mampang   Lantai 2S ERAH )
                            Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100
                            Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12760
                  No. Laporan : 00748/2.0109-05/BS/03/0069/1/VIII/2026

Page 73
Bogor, 27 Agustus 2026
No. Laporan : 00748/2.0109-05/BS/03/0069/1/VIII/2026

Kepada Yth,
PT DMS Propertindo Tbk.
Gedung Graha Mampang Lantai 2
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100
Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12760

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas 1) Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandiri
          Nusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk.; dan 2) Rencana
          Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS Propertindo, Tbk.

Dengan hormat,
Memenuhi permintaan PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”) sebagaimana tercantum pada
Proposal Penawaran Jasa Penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas 1) Rencana
Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk.
(KOTA); dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS
Propertindo Tbk. (KOTA) dengan nomor proposal 0425/PNW/FO-BGR-FSR/VII/2026,
kami, Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Febriman Siregar dan Rekan (“FSR” atau
“Penilai” atau “Kami”) yang telah memperoleh Izin Usaha dengan No. 2.12.0109 yang
dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri
Keuangan No.1402/KM.1/2012 tertanggal 26 November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor
Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui
Keputusan Menteri Keuangan No. 459/KM.1/2020 tertanggal 17 September 2020 dan telah
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal
31 Juli 2019 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang)
No. KEP-996/KS.13/2026 tanggal 31 Juli 2024 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal, bersama ini kami sampaikan Laporan Pendapat Kewajaran Atas 1) Rencana
Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk.;
dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS
Propertindo, Tbk. sebagai berikut:

1.1.   STATUS PENILAI

       Penilai adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Febriman Siregar & Rekan (“FSR”)
       yang sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1402/KM.1/2012 tertanggal 26
       November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh
       Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan No.
       459/KM.1/2020 tertanggal 17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa
       Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019
       dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No.
       KEP-996/KS.13/2026 sebagai Penilai Aset/Properti dan Bisnis di Pasar Modal.




                                                                                        - i-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 74
     Identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada Laporan Pendapat Kewajaran atas 1)
     Rencana Transaksi Akuisisi PT Mandiri Nusa Graha Perkasa oleh PT DMS Propertindo
     Tbk.; dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia oleh PT DMS
     Propertindo, Tbk. (“Rencana Transaksi”) ini adalah sebagai berikut :

     Nama                                : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc., MAPPI (Cert.)
     Anggota MAPPI                       : 92 – S- 00252
     No. Izin Penilai Publik             : PB-1.08.00069
     STTD Penilai OJK No.                : KEP-996/KS.13/2026
     No. Register                        : RMK-2017.00069
     Klasifikasi bidang jasa             : Penilai Bisnis dan Properti

     KJPP FSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan Pendapat Kewajaran atas
     objek Rencana Transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan
     kepentingan dengan subjek atau objek Pendapat Kewajaran, sehingga dalam posisi untuk
     memberikan Pendapat Kewajaran yang objektif dan tidak memihak.

1.2. PEMBERI TUGAS

            Nama               :   PT DMS Propertindo Tbk. (“KOTA”)
            Bidang Usaha       :   Pengembangan properti, perhotelan dan jasa
                                   manajemen baik secara langsung maupun tidak
                                   langsung melalui Entitas Anak
            Alamat             :   Gedung Graha Mampang Lantai 2, Jl. Mampang
                                   Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan – DKI Jakarta
                                   12760
            Telepon/fax        :   (021) 7940 671 / -
            Email              :   investor.relation@MNGPropertindo.com

1.3. PENGGUNA LAPORAN

            Nama               :   PT DMS Propertindo Tbk.
            Bidang Usaha       :   Pengembangan properti, perhotelan dan jasa
                                   manajemen baik secara langsung maupun tidak
                                   langsung melalui Entitas Anak
            Alamat             :   Gedung Graha Mampang Lantai 2, Jl. Mampang
                                   Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan – DKI Jakarta
                                   12760
            Telepon/fax        :   (021) 7940 671 / -
            Email              :   investor.relation@MNGPropertindo.com


            Nama               :   Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

                                                                                          - ii -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 75
           Bidang Usaha      :   Regulator Sektor Keuangan
           Alamat            :   Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan
                                 Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4, Jakarta Pusat
                                 10710
           Telepon/fax       :   (021) 2960 0000/-
           Email             :   humas@ojk.go.id

1.4. OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN

    Objek penugasan Pendapat Kewajaran ini adalah 1) Rencana Transaksi Akuisisi PT
    Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA); dan 2)
    Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS Propertindo,
    Tbk. (KOTA).
1.5. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN

    Dalam penugasan Pendapat Kewajaran ini, mata uang yang digunakan adalah mata uang
    Rupiah.

1.6. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

    Maksud dan tujuan pelaksanaan penugasan ini adalah memberikan suatu Pendapat
    Kewajaran (Fairness Opinion) atas Transaksi Material berupa 1) Rencana Transaksi Akuisisi
    PT Mandiri Nusa Graha Perkasa (MNGP) oleh PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA);
    dan 2) Rencana Transaksi Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) oleh PT DMS
    Propertindo, Tbk. (KOTA), sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
    Nomor 32 Tahun 2015 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun
    2020.
    Laporan Pendapat Kewajaran ini digunakan untuk kepentingan Otoritas Jasa Keuangan
    (OJK) dan tidak digunakan untuk Bursa Efek Indonesia (Pasar Modal), perpajakan,
    pengadilan, dan tujuan lain di luar dari tujuan yang disebutkan dalam laporan ini.


1.7. TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (CUT OFF DATE)

    Tanggal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran ini adalah tanggal 30 Juni 2026.

1.8. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

    Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami melakukan pengumpulan data yang
    cukup tanpa halangan dari pihak mana pun melalui email. Kami juga melakukan inspeksi
    lapangan dan wawancara (tatap muka) secara langsung. Kami juga melakukan konfirmasi
    dan tanya jawab melalui email, WhatsApp dan telepon.


                                                                                        - iii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 76
     Penelaahan, perhitungan dan analisis dilakukan sesuai dengan Maksud dan Tujuan
     Pendapat Kewajaran. Kami akan melakukan survei ke lokasi jika memungkinkan. Pada
     kondisi/kejadian luar biasa dengan adanya kendala-kendala yang membatasi akses Penilai
     untuk melakukan investigasi atas Objek Pendapat Kewajaran sehingga Penilai tidak dapat
     melakukan investigasi secara normal, maka hal tersebut akan diungkapkan di dalam
     Laporan Pendapat Kewajaran.
     Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan, maka terdapat beberapa batasan yang
     dilakukan:
          1. Tidak melalukan uji tuntas (penuh) atas Objek Pendapat Kewajaran, namun
             hanya uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Pendapat Kewajaran;
          2. Tidak melakukan studi kelayakan bisnis dan keuangan;
          3. Tidak melakukan penilaian properti atas aset non-operasional;
          4. Uji tuntas terbatas terhadap legalitas dan dokumen hukum Objek Pendapat
             Kewajaran maupun pihak terkait rencana transaksi;
          5. Tidak melakukan analisis dampak pajak;
          6. Pengumpulan informasi dan data Objek Pendapat Kewajaran untuk memperoleh
             kelengkapan yang disesuaikan untuk keperluan analisis.


1.9. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI

          1. Data yang relevan yang digunakan dalam Pendapat Kewajaran ini bersumber dari
             hasil lapangan dan data dari PT DMS Propertindo Tbk.
          2. Informasi yang kami peroleh dari pihak yang bersangkutan Kami anggap
             merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya. Oleh karenanya kami
             tidak melakukan pengecekan lebih lanjut. Bilamana di kemudian hari diketahui
             ada informasi yang tidak benar yang diberikan kepada kami, maka kami tidak
             dapat diminta pertanggungjawaban.
          3. Data-data atau dokumen-dokumen kepemilikan yang diterima dari pemberi tugas
             dianggap benar, tidak bermasalah dan dapat diandalkan (merupakan tanggung
             jawab perusahaan).
          4. Data lain yang relevan dan terpercaya antara lain Bank Indonesia, Bursa Efek
             Indonesia atau bursa lain, Badan Pusat Statistik, serta sumber data lain yang
             diperoleh melalui website maupun instansi terkait.
          5. Penilai tidak melakukan verifikasi ataupun pengecekan legalitas terhadap data dan
             dokumen tersebut.


1.10. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

     Penyusunan laporan Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi dan kondisi pembatas
     sebagai berikut:
         1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
         2. KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
             dalam proses penyusunan Pendapat Kewajaran.
                                                                                          - iv -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 77
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
              dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
              mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
              dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty)
          5. KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan penyusunan Pendapat
              Kewajaran
          6. KJPP FSR menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
              operasional perusahaan.
          7. KJPP FSR bertanggung jawab atas Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
              Kewajaran dari Pemberi Tugas.
          9. Tidak ada dispute pajak yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak terkait
              Objek Pendapat Kewajaran dapat dipenuhi oleh KOTA, baik sebagai bagian dari
              entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan.
          10. Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat
              memenuhi kebutuhan analisis secara kuantitatif.


1.11. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

     Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen KOTA dalam
     kaitannya dengan Rencana Transaksi sesuai dengan yang telah disebutkan pada Maksud
     dan Tujuan Pendapat Kewajaran dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
     kepentingan lain.

1.12. PEMENUHAN STANDAR

     Laporan Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
     Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
     17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
     di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi
     VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330
     tahun 2020 yang diterbitkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

1.13. PROSEDUR PELAKSANAAN PENUGASAN

     Analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi
     penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran meliputi antara lain:
        1. Analisis transaksi;
        2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas rencana transaksi;
        3. Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
        4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
                                                                                           -v-
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 78
1.14. BATASAN ATAU PENGECUALIAN ATAS TANGGUNG JAWAB KEPADA
      PIHAK SELAIN PEMBERI TUGAS

     Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas, kecuali
     yang diatur dalam peraturan dan hukum yang berlaku.


1.15. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

      1. Analisis Transaksi

          Rencana Transaksi merupakan pengambilalihan (akuisisi) PT Mandirinusa Graha
          Perkasa oleh PT DMS Propertindo Tbk melalui pembelian saham yang dimiliki oleh
          PT Michel Energi (“ME”) atas PT Mandirinusa Graha Perkasa sebanyak 6.413.296
          (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
          atau sebesar 99,99% dan pengambilalihan (akuisisi) PT Art Design Indonesia oleh
          PT DMS Propertindo Tbk. melalui pembelian saham yang dimiliki oleh Michel
          Energi (“ME”) atas PT Art Design Indonesia sebanyak 1.206.272 (satu juta dua ratus
          enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99%.
          Berdasarkan struktur kepemilikan para pihak yang bertransaksi, diketahui bahwa
          tidak terdapat hubungan afiliasi antara PT DMS Propertindo Tbk., PT Mandirinusa
          Graha Perkasa, dan PT Art Design Indonesia. Berdasarkan dokumen Perjanjian
          Pengikatan Jual Beli serta informasi yang kami peroleh dari Manajemen, PT DMS
          Propertindo Tbk berencana untuk melakukan pengambilalihan (akuisisi)
          PT Mandirinusa Graha Perkasa melalui pembelian saham yang dimiliki oleh
          PT Michel Energi (“ME”) atas PT Mandirinusa Graha Perkasa sebanyak 6.413.296
          (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
          atau sebesar 99,99% senilai Rp 3.200.000.000.000 (tiga triliun dua ratus miliar rupiah)
          dan pengambilalihan (akuisisi) PT Art Design Indonesia melalui pembelian saham
          yang dimiliki oleh PT Michel Energi (“ME”) atas PT Art Design Indonesia sebanyak
          1.206.272 (satu juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham
          atau sebesar 99,99% senilai Rp 1.200.000.000.000 (satu triliun dua ratus miliar
          rupiah), di mana transaksi-transaksi tersebut memenuhi definisi transaksi material
          menurut POJK 17 tahun 2020.
          Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha
          Perkasa Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) tanggal 24 Agustus 2026 dan
          Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Art Design Indonesia yang disusun
          oleh Konsultan Hukum Tjajo and Partners (TnP) tanggal 24 Agustus 2026, tidak ada
          persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga
          syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.




                                                                                            - vi -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.

Page 79
     2. Analisis Kualitatif

         Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

         Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, alasan dilakukannya
         Rencana Transaksi ini adalah bahwa KOTA melihat adanya potensi pengembangan
         yang sangat baik atas tanah milik PT Mandirinusa Graha Perkasa yang terletak di
         Maja, Banten, dan tanah milik PT Art Design Indonesia yang terletak di Gunung
         Anyar, Surabaya.


         Keuntungan Dilakukannya Rencana Transaksi

         Berdasarkan informasi yang diuraikan oleh Manajemen KOTA, setelah Rencana
         Transaksi berjalan efektif, maka luas tanah yang dimiliki oleh KOTA akan
         mengalami peningkatan dan diharapkan dapat menopang keberlangsungan usaha
         KOTA. Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi ini, maka KOTA akan memiliki
         cakupan luasan tanah yang berada di wilayah geografis yang lebih beragam, sehingga
         portofolio investasi tanah semakin luas. Selain itu, dengan adanya Rencana Transaksi
         ini maka jumlah saham KOTA akan meningkat sehingga kapitalisasi pasar KOTA
         juga ikut meningkat.

         Kerugian Dilakukannya Rencana Transaksi

         Rencana Transaksi ini juga memiliki potensi kerugian, diantaranya hilangnya peluang
         untuk mengembangkan aset eksisting yang dimiliki KOTA sehubungan dengan
         Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selain itu, dengan efektifnya Rencana
         Transaksi yang akan dilakukan KOTA, akan timbul biaya-biaya investasi untuk
         mengembangkan tanah yang telah diakuisisi. Biaya-biaya investasi ini juga akan
         memiliki dampak pada keuangan KOTA dimana mungkin akan terjadi perlambatan
         dalam menghasilkan pendapatan.

         Analisis Dampak Likuiditas
         Sehubungan dengan Rencana Transaksi, maka struktur kas KOTA akan mengalami
         peningkatan sebesar Rp 514.304 juta dari sebelumnya Rp 7.741 juta menjadi Rp
         522.045 juta karena adanya adanya dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru
         sehubungan dengan pengambilalihan PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa
         Graha Perkasa.

     3. Analisis Kuantitatif

         Analisis Proforma Rencana Transaksi
         Berdasarkan proforma keuangan KOTA yang kami terima dari Manajemen KOTA,
         terdapat pergerakan struktur laporan keuangan pada Tanggal Pendapat Kewajaran
         yaitu 30 Juni 2026 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan.
                                                                                        - vii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 80
         Dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap akun-akun pada laporan keuangan
         proforma KOTA diuraikan sebagai berikut:

               Aset lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 856.099 juta dari
                sebelumnya Rp 207.504 juta menjadi sebesar Rp 1.063.602 juta.
               Aset tidak lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 4.692.521 juta
                dari sebelumnya Rp 1.707.193 juta menjadi sebesar Rp 6.399.714 juta.
               Liabilitas lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 348.728 juta dari
                sebelumnya Rp 82.469 juta menjadi sebesar Rp 431.197 juta.
               Liabilitas tidak lancar KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 314.857 juta
                dari sebelumnya Rp 578.641 juta menjadi sebesar Rp 893.498 juta.
               Ekuitas KOTA mengalami peningkatan sebesar Rp 4.885.034 dari sebelumnya
                Rp 1.253.587 juta menjadi sebesar Rp 6.138.621 juta.

         Analisis Nilai Tambah
         Analisis nilai tambah atas Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
         KOTA dalam menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik dengan
         membandingkan proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dan
         dilaksanakannya Rencana Transaksi.
         Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Manajemen KOTA, setelah
         Rencana Transaksi dilakukan, berikut uraian selama periode proyeksi.
             a. Laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.034.160 juta selama
                 periode proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penjualan yang
                 cukup signifikan dari segmen properti pada tahun 2029 dan diikuti oleh
                 kenaikan marjin laba bersih pada tahun 2030 sampai dengan tahun 2034.
                 Namun, pada tahun 2027, terdapat penurunan laba bersih. Hal ini
                 dikarenakan belum adanya pendapatan setelah akuisisi, namun terdapat
                 pembayaran pajak sehingga laba bersih mengalami penurunan.;
             b. Arus kas juga akan mengalami peningkatan dengan total Rp 5.848.156 juta
                 selama periode proyeksi karena adanya kenaikan penjualan segmen yang
                 cukup tinggi pada tahun 2028 diikuti dengan tahun 2031 sampai dengan
                 tahun 2034;
             c. Total aset akan mengalami peningkatan sebesar Rp 9.541.259 juta selama
                 periode proyeksi. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan kas dan bank karena
                 adanya peningkatan penjualan di segmen properti.;
             d. Liabilitas akan mengalami peningkatan dengan total Rp 1.557.099 juta rupiah
                 selama periode proyeksi, yang disebabkan oleh peningkatan utang lancar lain-
                 lain dan pinjaman bank pada tahun 2027, peningkatan utang lancar lain-lain
                 di tahun 2031 dan tahun 2036; dan
             e. Total ekuitas akan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.984.160 juta selama
                 periode proyeksi karena adanya peningkatan jumlah modal disetor serta
                 adanya kenaikan laba bersih.

                                                                                       - viii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 81
         Analisis Nilai Tambah (dalam jutaan rupiah)
                                2026             2027         2028         2029         2030         2031
              Deskripsi      1 Jul – 31       1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31
                                Des              Des          Des          Des          Des          Des
       Laba Bersih
       Sebelum                   45.901          34.112       35.105        43.258       53.489       57.748
       Sesudah                   45.901          27.090       79.328       186.794      339.067      531.489
       Kenaikan/
                                          -      (7.022)      44.223       143.536      285.578      473.741
       (Penurunan)


       Arus Kas
       Sebelum                   35.086         221.585      148.333        51.198       60.572       48.264
       Sesudah                  560.336         145.357      323.215       444.531      402.842    1.145.926
       Kenaikan/
                                525.250         (76.227)     174.882       393.334      342.270    1.097.662
       (Penurunan)


       Total Aset
       Sebelum                1.957.271        2.163.167    2.295.946    2.331.591    2.376.609    2.411.019
       Sesudah                6.907.271        7.387.009    8.030.357    8.403.238    8.582.451    9.515.125
       Kenaikan/
                              4.950.000       5.223.842     5.734.411    6.071.648    6.205.841    7.104.106
       (Penurunan)


       Total Liabilitas
       Sebelum                  673.888         845.671      943.346       935.732      927.262      903.923
       Sesudah                  673.888        1.126.535    1.690.555    1.876.643    1.716.788    2.117.973
       Kenaikan/
                                          -     280.864      747.209       940.910      789.526    1.214.050
       (Penurunan)


       Total Ekuitas
       Sebelum                1.283.384        1.317.495    1.352.600    1.395.858    1.449.347    1.507.096
       Sesudah                6.233.384        6.260.474    6.339.802    6.526.595    6.865.663    7.397.152
       Kenaikan/
                              4.950.000       4.942.978    4.987.201     5.130.737    5.416.315    5.890.056
       (Penurunan)




                                                                                                     - ix -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 82
                                2032         2033         2034         2035         2036
              Deskripsi      1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31   1 Jan – 31
                                Des          Des          Des          Des          Des
       Laba Bersih
       Sebelum                   73.088      84.486      100.765       115.815      133.145
       Sesudah                  816.131     521.089      701.314       347.210      215.658
       Kenaikan/
                                743.043     436.603      600.549       231.395       82.513
       (Penurunan)


       Arus Kas
       Sebelum                   61.439      55.012       67.257        60.315       70.870
       Sesudah                  939.254     886.248     1.061.429      363.824      455.125
       Kenaikan/
                                877.815     831.236      994.173       303.509      384.255
       (Penurunan)


       Total Aset
       Sebelum                2.458.675    2.499.904    2.553.377    2.599.909    2.657.559
       Sesudah               10.082.081   10.776.608   11.336.985   11.518.240   12.198.818
       Kenaikan/
                              7.623.406   8.276.704    8.783.608     8.918.331    9.541.259
       (Penurunan)


       Total Liabilitas
       Sebelum                  878.492     835.234      787.943       718.660      643.164
       Sesudah                1.868.798    2.042.236    1.901.299    1.735.344    2.200.263
       Kenaikan/
                                990.307    1.207.002    1.113.357    1.016.685    1.557.099
       (Penurunan)


       Total Ekuitas
       Sebelum                1.580.183    1.664.670    1.765.435    1.881.250    2.014.395
       Sesudah                8.213.283    8.734.372    9.435.686    9.782.896    9.998.554
       Kenaikan/
                              6.633.100   7.069.702     7.670.251    7.901.646    7.984.160
       (Penurunan)



     4. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi

         Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham PT Mandirinusa Graha Perkasa,
         nilai transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 6.413.296 (enam juta empat
         ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham atau sebesar
         99,99% saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp 3.200.000.000.000. Berdasarkan
         Laporan Penilaian 100% Ekuitas MNGP yang dikeluarkan oleh KJPP Febriman
         Siregar      dan      Rekan      dengan      Nomor       Laporan     00747/2.0109-
         05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026, Nilai Pasar atas 100%
         ekuitas MNGP adalah sebesar Rp 3.244.935.521.000, sehingga Nilai Pasar 6.413.296
         (enam juta empat ratus tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh enam) lembar saham
         atau sebesar 99,99% saham ME atas MNGP adalah sebesar Rp 3.244.909.952.698.



                                                                                              -x-
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 83
         Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham antara KOTA dengan ADI, nilai
         transaksi yang akan dilakukan atas pengambilalihan 1.206.272 (satu juta dua ratus
         enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar 99,99% saham dan
         pengambilalihan 99,99% saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.200.000.000.000.
         Berdasarkan Laporan Penilaian 100% Ekuitas ADI yang dikeluarkan oleh KJPP
         Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan 00746/2.0109-
         05/BS/03/0069/1/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026, Nilai Pasar atas 100%
         ekuitas ADI adalah sebesar Rp 1.253.417.646.000, sehingga Nilai Pasar 1.206.272
         (satu juta dua ratus enam ribu dua ratus tujuh puluh dua) lembar saham atau sebesar
         99,99% saham ME atas ADI adalah sebesar Rp 1.253.416.606.917

         Berikut tabel yang membandingkan Nilai Rencana Transaksi dan Nilai Pasar (Dalam
         jutaan rupiah)
                                 %                          Nilai
              Entitas                      Nilai Pasar                   Selisih     Kesimpulan
                             Kepemilikan                  Transaksi
              MNGP               99,99%       3.244.910      3.200.000      -1,38%    WAJAR
               ADI               99,99%       1.253.417      1.200.000      -4,26%    WAJAR




                                                                                              - xi -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT DMS Propertindo Tbk.

Page 84
1.16. KESIMPULAN

     Berdasarkan Analisis Transaksi akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa dengan PT DMS
     Propertindo Tbk berupa pengambilalihan 99,99% saham milik PT Michel Energi atas PT
     Mandirinusa Graha Perkasa dan akuisisi PT Art Design Indonesia dengan PT DMS
     Propertindo Tbk. berupa pengambilaihan 99,99% saham milik PT Michel Energi atas PT
     Art Design Indonesia, tidak ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak
     yang bertransaksi.

     Berdasarkan Analisis Kualitattif yang mencakup alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
     keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi dan analisis dampak likuiditas dapat
     menunjang rencana masa depan KOTA sehingga ke depan diharapkan dapat
     menguntungkan bagi pemegang saham.

     Berdasarkan Analisis Kuantitatif yang mencakup analisis proforma Rencana Transaksi,
     analisis nilai tambah, dan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi dapat disimpulkan
     bahwa KOTA memiliki nilai tambah atas laba bersih sebesar Rp 3.034.160 juta dan
     perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar masih berada di dalam rentang
     batas bawah dan batas atas dari Nilai Pasar. Oleh karena itu, Rencana Transaksi dapat
     disimpulkan WAJAR.

     Surat pengantar penilaian ini diikuti oleh Laporan Pendapat Kewajaran Terinci
     (Comprehensive Style) yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Disini kami
     tegaskan bahwa FSR tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang
     akan datang, atas objek Pendapat Kewajaran.

     Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi stempel perusahaan (corporate seal) dari Kantor
     Jasa Penilai Publik FSR.


     Hormat kami,
     KJPP Febriman Siregar dan Rekan




     Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
     Partner
     MAPPI No.                 : 92-S-00252
     Izin Penilai Publik       : PB-1.08.00069
     STTD OJK                  : KEP-996/KS.13/2026
     Register No.              : RMK-2017.00069
     Klasifikasi Bidang Jasa   : Penilai Bisnis & Penilai Properti




                                                                                         - xii -
 Laporan Pendapat Kewajaran
 PT DMS Propertindo Tbk.


File

File Open PDF
Source IDX
Size1.51 MB
Published28 Aug 2026
Pages84
Characters226,202
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DMS Propertindo Tbk. p.1 ×432
linked org Jakarta Selatan – DKI Jakarta p.1 ×13
linked org PT DMS Investama p.18 ×5
linked org PT Flying Fox Nusantara p.18 ×3
linked person Mohamad Prapanca p.18 ×3
linked person Adriansyah Akbar · Direktur p.23 ×2
linked person Tatang Sukmana p.23
linked person David Desanan Anan p.26
linked person Yarsof Ak p.26
linked person Aria Eddy Kertocahyono p.26
linked person Gema Pratama p.26
possible org Propertindo Tbk. p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×24
possible org Bursa Efek Indonesia p.4 ×5
possible person Adi Nugroho. p.22 ×5
possible person Wong Budi Setiawan p.23
possible person Dr. Tahir MBA p.23
possible org Negara Republik Indonesia p.34
unresolved org PT Mandiri Nusa Graha Perkasa p.1 ×15
unresolved org PT Art Design Indonesia P ERHITUNGAN AolehTASPT DMS p.1 ×2
unresolved org PT DMS p.1 ×2
unresolved org PT Art Design Indonesia p.2 ×50
unresolved org Febriman Siregar dan Rekan p.2 ×10
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×8
unresolved org Febriman Siregar & Rekan p.2 ×3
unresolved person Msc. p.3 ×2
unresolved — MAPPI p.3 ×2
unresolved — STTD Penilai p.3 ×2
unresolved org KJPP FSR p.3 ×30
unresolved — Telepon/fax p.3 ×6
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×19
unresolved org Pusat Statistik p.5 ×2
unresolved org PT Mandirinusa Graha Perkasa p.7 ×36
unresolved org PT Michel Energi p.7 ×21
unresolved org PT Mandirinusa Graha Perkasa Konsultan Hukum Tjajo p.7 ×3
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.11 ×13
unresolved org Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu p.13 ×2
unresolved org PENILAI KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.14
unresolved org Selanjutnya KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.15
unresolved person Penanggung Jawab Ir. Yohn PS Napitupulu p.16 ×6
unresolved org Quality Assurance Eduardo Juantareno p.16
unresolved person Asisten Penilai Ramdan Pauzi p.16
unresolved person Muslim p.21 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jonnardi p.21
unresolved org Sukimto & Rekan p.21 ×6
unresolved person Akuntan Publik Dr. Jonnardi p.21
unresolved person Dr. Jonnardi p.21 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rama Wendra p.21
unresolved person Akuntan Publik Evans Pausta Pallasius p.21 ×2
unresolved person Syarif Thoyib p.23
unresolved person Roy Dalhar Pahlivi p.27
unresolved person Roy Ferrynta Parulian p.27
unresolved org PT Mandirinusa p.27 ×2
unresolved org PT Michel Pihak p.27
unresolved org PT Mandirinusa Graha Perkasa Persyaratan Pendahuluan Penjual p.28
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.29 ×4
unresolved org Bank ME p.29 ×2
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia Penyelesaian p.29 ×2
unresolved org PT Art Design p.29
unresolved org PT Art Design Indonesia Persyaratan Pendahuluan Penjual p.30
unresolved person M. Nova Faisal p.34
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.34 ×2
unresolved person Elizabeth Karina Leonita p.35
unresolved org Menteri p.35
unresolved person H. Feby Rubein Hidayat p.35 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.35
unresolved person Panji Kresna. p.35
unresolved org Bank Indonesia Triwulan II- p.35
unresolved org Bank Indonesia Grafik p.39 ×6
unresolved org Bank Indonesia Perkembangan Pasokan Properti Komersial. Indeks Pasokan p.40
unresolved org PT Mandirinusa Graha Perkasa. Analisis Kuantitatif Analisis p.68

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result