Back to announcement
LK Konsolidasian NKE per 31 Maret 2024.pdf
Financial statement Text extracted DGIKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 91
Page 1
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN PER 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan Per 31 Desember 2023 (Diaudit) 1-3
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Periode 3 (Tiga) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 (Tidak Diaudit) 4-5
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Periode 3 (Tiga) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 (Tidak Diaudit) 6
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Periode 3 (Tiga) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 (Tidak Diaudit 7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 8 - 88
Page 3
Page 4
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN PER 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
A S E T
31 Maret 31 Desember
Catatan 2024 2023
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 3,533,500,481 25,801,604,628
Dana yang Dibatasi Penggunaannya 5 21,791,926,167 24,598,204,171
Piutang Usaha 6 73,579,156,765 53,920,051,463
Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja 7 220,040,633,915 212,160,486,647
Piutang Lain-lain 8 24,117,555,454 28,384,121,892
Piutang Pihak Berelasi 35 - 765,900,000
Persediaan 9 18,339,987,865 11,316,973,063
Biaya Dibayar di Muka dan Uang Muka 10 26,511,205,412 26,544,392,603
Pajak Dibayar di Muka 19a 15,981,708,936 17,839,169,679
Investasi 10,691,498 10,691,498
Jumlah Aset Lancar 403,906,366,493 401,341,595,644
ASET TIDAK LANCAR
Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka 10 70,109,800,000 70,109,800,000
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 11 235,427,601,195 245,118,133,286
Aset Keuangan Diukur Pada Nilai Wajar
melalui Komprehensif Lain 12 2,250,000,000 2,250,000,000
Properti Investasi 13 73,586,018,131 74,282,107,807
Aset Tetap 14 91,031,776,898 90,711,775,624
Aset Tidak Lancar Lainnya 15 32,110,661,876 32,110,661,876
Jumlah Aset Tidak Lancar 504,515,858,100 514,582,478,593
JUMLAH ASET 908,422,224,593 915,924,074,237
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
1
Page 5
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN PER 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
31 Maret 31 Desember
Catatan 2024 2023
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank 16 9,267,852,881 47,104,580,361
Utang Usaha - Pihak Ketiga 17 86,744,024,853 75,073,243,634
Utang Lain-lain 18 38,255,056,000 38,255,056,000
Utang Pajak 19b 8,850,275,023 8,538,478,876
Pendapatan di Tangguhkan dan diterima di Muka 3,042,833,334 2,235,000,000
Liabilitas Kontrak 20 50,511,115,450 40,518,414,310
Utang Retensi 21 41,776,141,010 41,207,007,733
Beban Akrual 22 4,395,849,372 3,529,995,182
Liabilitas Jangka Panjang - Bagian Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun:
- Utang Bank 16 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 242,843,147,923 256,461,776,096
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Imbalan Paska Kerja 23 27,554,771,140 27,822,019,349
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun:
- Utang Bank 16 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27,554,771,140 27,822,019,349
Jumlah Liabilitas 270,397,919,063 284,283,795,445
2
Page 6
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN PER 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 31 Desember
Catatan 2024 2023
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Dasar - 10.000.000.000 saham
Ditempatkan dan Disetor - 5.541.165.000 saham 24 554,116,500,000 554,116,500,000
Tambahan Modal Disetor 25 254,884,065,527 254,884,065,527
Saham Treasuri -
400.214.500 saham pada 31 Maret 2024
dan 400.214.500 saham pada 31 Desember 2023 26 (57,510,194,555) (57,510,194,555)
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Asosiasi (27,516,155) (27,516,155)
Saldo Laba (Rugi):
Ditentukan Penggunaannya 26,791,523,499 26,791,523,499
Belum Ditentukan Penggunaannya (140,679,298,425) (147,063,325,163)
Ekuitas yang Dapat Didistribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk 637,575,079,891 631,191,053,153
Kepentingan Non Pengendali 27 449,225,639 449,225,639
Jumlah Ekuitas 638,024,305,530 631,640,278,792
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 908,422,224,593 915,924,074,237
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
3
Page 7
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN USAHA 29 102,182,722,682 88,153,980,251
BEBAN KONTRAK 30 (83,737,476,829) (64,637,084,877)
LABA BRUTO 18,445,245,853 23,516,895,374
LABA PROYEK VENTURA BERSAMA
(JV) - BERSIH 31 7,988,739,967 152,571,261
LABA BRUTO SETELAH PROYEK VENTURA
BERSAMA (JV) 26,433,985,820 23,669,466,635
BEBAN USAHA
Umum dan Administrasi 32 (17,202,568,970) (17,724,430,521)
Pajak Penghasilan Final (2,707,842,151) (2,336,080,477)
Jumlah Beban Usaha (19,910,411,121) (20,060,510,998)
LABA (RUGI) USAHA 6,523,574,699 3,608,955,637
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Lain-lain Bersih 34 546,334,630 231,246,446
Bagian Laba (Rugi) Entitas Asosiasi - Bersih 11 24,176,010 1,051,187,591
Pendapatan Managemet Fee - 1,406,441,286
Pendapatan Bunga Deposito dan Jasa Giro 147,572,571 156,510,751
Pemulihan Cadangan Piutang tak Tertagih - 131,395,080
Penyusutan Properti Investasi 13 (802,504,386) (793,898,653)
Beban Keuangan 33 (55,126,786) (302,259,751)
Jumlah Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (139,547,961) 1,880,622,750
4
Page 8
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 6,384,026,738 5,489,578,387
PAJAK PENGHASILAN 19c - (366,852,860)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 6,384,026,738 5,122,725,527
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang Akan Direklasifikasi ke
Laba Rugi:
Keuntungan Aktuaria atas Liabilitas Imbalan Kerja - -
Selisih Kurs karena Penjabaran
Laporan Keuangan - -
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 6,384,026,738 5,122,725,527
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 6,384,026,738 5,122,725,527
Kepentingan Non Pengendali - -
Jumlah 6,384,026,738 5,122,725,527
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 6,384,026,738 5,122,725,527
Kepentingan Non Pengendali - -
Jumlah 6,384,026,738 5,122,725,527
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
PER SAHAM DASAR 36 1.24 0.96
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
5
Page 9
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Selisih Transaksi Selisih Kurs
Perubahan Ekuitas Saldo Laba (Rugi) Karena Penjabaran
Tambahan Saham Entitas Ditentukan Belum Ditentukan Laporan Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Treasuri Asosiasi Penggunaannya Penggunaannya Keuangan Total Non Pengendali Total Ekuitas
SALDO PER 1 JANUARI 2023 554,116,500,000 254,198,352,119 (50,023,746,135) (27,516,155) 26,791,523,499 (170,844,423,304) 614,896,403,432 455,110,127 615,351,513,559
KEPENTINGAN NON PENGENDALI DARI
PENDIRIAN ENTITAS ANAK - - - - - - - - -
SAHAM DIPEROLEH KEMBALI - -
LABA BERSIH KOMPREHENSIF PERIODE
3 (TIGA) BULAN 2023 - - - - - 5,122,725,527 5,122,725,527 - 5,122,725,527
SALDO PER 31 MARET 2023 554,116,500,000 254,198,352,119 (50,023,746,135) (27,516,155) 26,791,523,499 (165,721,697,777) - 620,019,128,959 455,110,127 620,474,239,086
SALDO PER 1 JANUARI 2024 554,116,500,000 254,884,065,527 (57,510,194,555) (27,516,155) 26,791,523,499 (147,063,325,163) 631,191,053,153 449,225,639 631,640,278,792
KEPENTINGAN NON PENGENDALI DARI
PENDIRIAN ENTITAS ANAK - - - - - - - - - -
SAHAM DIPEROLEH KEMBALI - -
LABA BERSIH KOMPREHENSIF PERIODE
3 (TIGA) BULAN 2024 - - - - - 6,384,026,738 - 6,384,026,738 - 6,384,026,738
SALDO PER 31 MARET 2024 554,116,500,000 254,884,065,527 (57,510,194,555) (27,516,155) 26,791,523,499 (140,679,298,425) - 637,575,079,891 449,225,639 638,024,305,530
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
6
Page 10
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 85,402,071,252 50,311,902,525
Pembayaran kepada:
Pemasok dan Lainnya (63,558,958,827) (68,890,887,281)
Komisaris, Direksi dan Karyawan (22,667,735,729) (19,195,891,024)
Penerimaan Lain-lain 1,200,000,000 1,660,214,816
Pembayaran Pajak (2,517,018,140) (3,318,109,547)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Operasi (2,141,641,444) (39,432,770,511)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Peningkatan (Penurunan) Dana yang Dibatasi
Penggunaannya 2,806,278,004 (23,042,700)
Penghasilan Bunga 147,572,571 156,510,751
Perolehan Aset Tetap (2,191,274,558) (183,290,000)
Pengembalian (Partisipasi) Investasi dalam
Ventura Bersama 17,703,448,067 483,340,339
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi 18,466,024,084 433,518,390
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan Utang Bank - 25,063,801,068
Pembayaran Utang Bank (37,836,727,480) (2,392,857,144)
Pembayaran Bunga Pinjaman Bank (759,161,686) (268,446,887)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan (38,595,889,166) 22,402,497,037
PENINGKATAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (22,271,506,526) (16,596,755,084)
DAMPAK LABA SELISIH KURS DARI
KAS DAN SETARA KAS 3,402,379 (26,863,708)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 25,801,604,628 42,805,690,373
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 3,533,500,481 26,182,071,581
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
7
Page 11
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
1. a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (d/h PT Duta Graha Indah Tbk) (“Perusahaan”) didirikan
berdasarkan Akta Notaris No. 38 tanggal 11 Januari 1982 dari Notaris Maria Lidwina Indriani Soepojo,
SH. Akta Pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-386-HT.01.01.Th.82 tanggal 28 Juli 1982 dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 2 Oktober 1984, Tambahan No. 954.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal
31 Desember 2008 yang dinyatakan dalam Akta No. 7 tanggal 8 Januari 2009 dari Notaris Haryanto,
SH, Anggaran Dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK, sekarang merupakan bagian dari Otorisasi Jasa Keuangan
atau OJK) No. IX.J.1. tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perusahaan yang
melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Perubahan Anggaran
Dasar Perusahaan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-24408. AH.01.02.Tahun 2009 tanggal
3 Juni 2009 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tanggal 30 Juni 2009,
Tambahan No. 16966.
Berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 9 Agustus 2012 dari Notaris Zulkifli Harahap, SH, nama
Perusahaan berubah dari semula PT Duta Graha Indah Tbk menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring
Tbk. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-43810.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal
10 Agustus 2012.
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 19
tanggal 27 April 2022 dari Notaris Zulkifli Harahap, SH, tentang perubahan maksud dan tujuan
Perusahaan. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0012370 tanggal 13 Mei 2022.
Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah bergerak
dalam konstruksi gedung, konstruksi bangunan sipil, konstruksi khusus, perdagangan besar
bukan mobil dan motor, real estate yang dimiliki sendiri dan real estate atas dasar balas jasa,
aktivitas jasa penunjang pertambangan, aktivitas reparai dan perawatan kendaraan bermotor dan
mesin untuk keperluan khusus, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil,
bus, truk dan sejenisnya, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, pergudangan dan
penyimpanan. Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dibidang
konstruksi gedung dan konstruksi bangunan sipil, jasa konstruksi, industri, perdagangan,
agen/perwakilan, real estate, pertambangan, investasi dan jasa lain. Pada saat ini, kegiatan
utama Perusahaan adalah menjalankan usaha-usaha di bidang jasa konstruksi gedung dan
konstruksi pekerjaan sipil termasuk jalan, irigasi, waduk, pembangkit tenaga listrik, rel kereta api
dan pelabuhan.
Sebelumnya Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Jalan Sunan
Kalijaga No. 64, Jakarta dan efektif pada tanggal 28 Februari 2018 Perusahaan menempati
gedung baru sebagai kantor pusat di gedung ITS Tower lantai 20 yang berlokasi di Jalan KH.
Guru Amin No. 18 Pasar Minggu Jakarta Selatan. Perusahaan mempunyai 11 cabang di beberapa
daerah di Indonesia yaitu Surabaya, Padang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda, Mataram,
Kupang, Semarang, Medan, Aceh, Palembang dan cabang di luar negeri yaitu di Timor Leste.
Perusahaan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 1982.
Perusahaan tidak memiliki entitas induk dan entitas induk terakhir.
8
Page 12
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
1. b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 17 tanggal 22 Juni 2023 dari
Notaris Zulkifli Harahap, SH adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Komisaris Utama : Drs. Hendro Martowardoyo Drs. Hendro Martowardoyo
Komisaris Independen : Drs. Ade Rahardja Drs. Ade Rahardja
Komisaris : Drs. Ganda Kusuma, MBA Drs. Ganda Kusuma, MBA
Direktur Utama : Heru Firdausi Syarif Heru Firdausi Syarif
Direktur : Hudik Pramono Hudik Pramono
Arvin Jahja Tjahjana Arvin Jahja Tjahjana
Rizaldi Limpas, SH Rizaldi Limpas, SH
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Ketua : Drs. Ade Rahardja Drs. Ade Rahardja
Anggota : Natsir Jafar Natsir Jafar
Rizal Yamin Rizal Yamin
Manajemen kunci meliputi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.
Gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada komisaris dan direksi Perusahaan dan entitas anak
adalah sebesar Rp 883.050.000 dan Rp 1.351.500.000 masing-masing untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023, Perusahaan dan entitas anak memiliki masing-masing
601 dan 421 karyawan, dan dari jumlah karyawan tersebut masing-masing sebanyak 251 dan
295 merupakan karyawan tetap (tidak diaudit).
1. c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 4 Oktober 2007, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No. J159/S.535/10-
07, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah
1.662.345.000 saham dengan nilai nominal Rp.100 per saham pada harga penawaran Rp 225 per
saham. Pada tanggal 13 Desember 2007, berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK No.S-
6306/BL/2007, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Penyataan Penawaran.
Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp
207.793.125.000 dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi
saham sebesar Rp 16.944.693.125. Pada tanggal 19 Desember 2007, seluruh saham Perusahaan
telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
9
Page 13
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
1. d. Struktur Entitas Anak
Perusahaan memiliki kepemilikan langsung dan tidak langsung pada Entitas Anak pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Entitas Anak, Kegiatan Usaha, Persentase Kepemilikan Total Aset sebelum Eliminasi
Kedudukan dan Tanggal Pendirian 2024 2023 2024 2023
Pemilikan Langsung
PT Duta Buana Permata (DBP) 99.99% 99.99% 264,090,905,292 264,493,816,133
Perdagangan, Pembangunan dan Jasa/ Jakarta/ 2003
PT Inti Duta Energi (IDE) 99.99% 99.99% 105,920,277,143 106,322,672,752
Pengadaan Listrik/ Jakarta/ 2003
PT Nusa Saptacitra Perdana (NSCP) 95.00% 95.00% 5,429,702,212 5,448,883,012
Konstruksi Pertambangan/ Jakarta/ ***
Pemilikan Tidak Langsung melalui IDE
PT Inti Duta Solusindo (IDS) 99.99% 99.99% 9,849,000,000 9,849,000,000
Pengadaan Listrik/ Jakarta/ ***
PT Duta Cipta Energi (DCE) 99.80% 99.80% 48,062,525,887 48,064,130,263
Pengadaan Listrik/ Jakarta/ ***
PT Grantirta Sumber Energi 99.83% 99.83% 15,873,130,793 15,873,130,793
Pengadaan Listrik/ Jakarta/ ***
PT Warilayana Energi 99.67% 99.67% 4,056,042,918 4,056,257,918
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro/ Jakarta/ ***
PT Gilang Hydro Lestari 99.67% 99.67% 9,750,074,099 9,750,364,099
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro/ Jakarta/ ***
PT Mahija Kastara Hita
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro/ Jakarta/ *** 99.99% 99.99% 18,617,119,006 18,611,189,006
PT Mitra Arana Sinergi
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro/ Jakarta/ *** 99.99% 99.99% 45,081,332,108 45,081,959,607
*** Dalam tahap pengembangan
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan entitas anak secara bersama-sama
disebut sebagai “Grup”.
PT Duta Buana Permata (DBP)
Pada tahun 2007, Perusahaan melakukan investasi dalam saham DBP dengan harga
perolehan sebesar Rp 191.402.000.000 dengan persentase pemilikan sebesar 80,88% dan
hak suara sebesar 48,93%.
Pada tanggal 31 Januari 2017 Perusahaan melakukan peningkatan investasi dalam saham
PT DBP dengan harga perolehan sebesar Rp 52.000.000.000. Perusahaan mencatat laba atas
peningkatan investasi tersebut sebesar Rp 20.449.057.165.
Dengan demikian persentase pemilikan dan hak suara Perusahaan meningkat menjadi
sebesar 99,99%.
10
Page 14
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
1. d. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
PT Duta Buana Permata (DBP) (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Pemegang Saham DBP yang
didokumentasikan dalam Akta No. 22 tanggal 21 Januari 2019 dari Ina Rosaina, S.H., notaris
di Jakarta Barat, para pemegang saham DBP setuju untuk melakukan penurunan modal dasar,
modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 68.500.000.000 yang dibayarkan ke Perusahaan.
Modal dasar, modal ditempatkan dan disetor DBP menjadi sebesar Rp 118.172.000.000.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Pemegang Saham DBP yang
didokumentasikan dalam Akta No. 16 tanggal 12 Desember 2019 oleh Ina Rosaina, S.H., notaris
di Jakarta Barat, para pemegang saham DBP setuju untuk melakukan penurunan modal
ditempatkan dan disetor sebesar Rp 25.000.000.000 yang dibayarkan ke Perusahaan. Modal
ditempatkan dan disetor DBP menjadi sebesar Rp93.171.000.000.
PT Nusa Saptacitra Perdana (NSCP)
NSCP didirikan berdasarkan Akta No. 8 tanggal 22 Agustus 2013 dari Notaris Zulkifli
Harahap, SH. Akta Pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-66327.AH.01.01.Tahun 2013
tanggal 18 Desember 2013 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18
tanggal 4 Maret 2014, Tambahan No. 5445.
NSCP berkedudukan di Jalan Sunan Kalijaga No. 64, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan dan bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan, jasa, pengangkutan darat,
dan konstruksi pertambangan. Sampai dengan saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Perusahaan melakukan peningkatan investasi dengan melakukan setoran modal dalam saham
PT NSCP sebesar Rp9.500.000.000. Dengan demikian persentase pemilikan dan hak suara
Perusahaan sebesar 95,00%.
PT Inti Duta Energi (IDE)
Pada tanggal 23 September 2011, Perusahaan mendirikan dan memiliki penyertaan saham
pada IDE sebesar 99,99% dari modal ditempatkan dan disetor IDE, dengan jumlah investasi
sebesar Rp177.368.000.000 atau 177.368 lembar saham. Berdasarkan akta No.16 tanggal 26
Mei 2016 dari notaris Zulkifli Harahap, S.H., pemegang saham Perusahaan menyetujui
pengurangan atau penurunan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan menjadi
Rp120.000.000.000 dengan jumlah saham sebanyak 120.000 saham.
IDE didirikan berdasarkan Akta No. 10 tanggal 23 September 2011 dari Notaris Ukron
Krisnajaya, S.H., Sp.N., akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
54175.AH.01.01. tahun 2011 tanggal 7 November 2011 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 95 tanggal 27 November 2012, Tambahan No. 75128.
Pada saat ini, ruang lingkup kegiatan IDE adalah pengadaan listrik dengan membangun
pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan baik langsung maupun melalui entitas,
dan jasa penunjang ketenagalistrikan. Sampai dengan tanggal pelaporan, IDE masih dalam
tahap pengembangan.
11
Page 15
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
1. d. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
PT Inti Duta Energi (IDE) (Lanjutan)
Entitas anak yang berada dibawah PT IDE sebagai berikut:
i) PT Inti Duta Solusindo (IDS)
Pada tanggal 9 Mei 2014, PT Inti Duta Energi, entitas anak, mendirikan dan memiliki
penyertaan saham pada IDS sebesar 99,99% dari modal ditempatkan dan disetor IDS,
dengan biaya perolehan sebesar Rp 999.900.000.
IDS berkedudukan di Jakarta Selatan dan bergerak dalam bidang jasa, perdagangan,
pembangunan dan pengangkutan darat dan sampai dengan saat ini masih dalam tahap
pengembangan.
ii) PT Duta Cipta Energi (DCE)
Pada tanggal 18 Juni 2014, PT Inti Duta Energi, entitas anak, mendirikan dan memiliki
penyertaan saham pada DCE sebesar 99,80% dari modal ditempatkan dan disetor DCE
dengan biaya perolehan sebesar Rp 49.900.000.
DCE berkedudukan di Jakarta Selatan dan bergerak dalam bidang perdagangan besar
bukan mobil dan sepeda motor, atas dasar balas jasa atau kontrak, aktivitas professional
ilmiah, teknis, teknis lainnya, konsultasi bisnis, broker bisnis, kantor pusat, konsultasi
manajemen dan konsultasi manajemen lainnya. dan sampai dengan saat ini masih dalam
tahap pengembangan.
Entitas anak yang berada dibawah PT DCE sebagai berikut:
• PT Grantirta Sumber Energi (GSE)
Berdasarkan Akta Pengoperan Hak Atas Saham No. 5 tanggal 11 Desember 2019 dari
Hana Badrina S.H., M.Kn., Notaris di Karawang, DCE telah mengakuisisi 599 lembar
saham GSE dari PT Omega Hydro Energy, dengan harga Rp 599.000.000.
mencerminkan kepemilikan sebesar 99,83% pengendalian atas GSE.
GSE berkantor dan berdomisili di Menara Rajawali lantai 7-1 Jalan Dr. Ide Anak
Agung Gde Agung Lot.5.1, Kawasan Mega Kuningan Kelurahan Kuningan Timur
Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.
Pada saat ini, ruang lingkup kegiatan GSE adalah pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin, ketenagalistrikan serta pembangkitan tenaga listrik. Sampai
dengan tanggal pelaporan, GSE masih dalam tahap pengembangan.
• PT Warilayana Energi (WE)
Berdasarkan Akta Pengoperan Hak Atas Saham No. 12 tanggal 14 September 2020
dari Hana Badrina S.H., M.Kn., Notaris di Karawang, DCE telah mengakuisisi 299
lembar saham PT Warilayana Energi dari PT Omega Hydro Energy, dengan harga
Rp 299.000.000, mencerminkan kepemilikan sebesar 99,67% pengendalian atas
PT Warilayana Energi.
PT Warilayana Energi berkantor dan berdomisili di Menara Rajawali lantai 7-1 Jalan
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot.5.1, Kawasan Mega Kuningan Kelurahan
Kuningan Timur Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.
12
Page 16
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
1. d. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
PT Inti Duta Energi (IDE) (Lanjutan)
ii) PT Duta Cipta Energi (DCE) (Lanjutan)
• PT Warilayana Energi (WE) (Lanjutan)
Pada saat ini, ruang lingkup kegiatan PT Warilayana Energi adalah pengadaan
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro. Sampai dengan tanggal pelaporan,
PT Warilayana Energi masih dalam tahap pengembangan.
• PT Gilang Hydro Lestari (GHL)
Berdasarkan Akta Pengoperan Hak Atas Saham No. 2 tanggal 9 September 2020
dari Hana Badrina S.H., M.Kn., Notaris di Karawang, DCE telah mengakuisisi 299
lembar saham PT Gilang Hydro Lestari dari PT Omega Hydro Energy, dengan
harga Rp 299.000.000 mencerminkan kepemilikan sebesar 99,67%
pengendalian atas PT Gilang Hydro Lestari.
PT Gilang Hydro Lestari berkantor dan berdomisili di Jalan Melawai IV Nomor 165,
Kelurahan Melawai Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Pada saat ini, ruang lingkup kegiatan PT Gilang Hydro Lestari adalah pengadaan
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro. Sampai dengan tanggal pelaporan,
PT Gilang Hydro Lestari masih dalam tahap pengembangan.
• PT Mahija Kastara Hita (MKH)
Berdasarkan Akta Pengoperan Hak Atas Saham No. 6 tanggal 14 September 2020
dari Hana Badrina S.H., M.Kn., Notaris di Karawang, DCE telah mengakuisisi
20.099 lembar saham PT Mahija Kastara Hita dari PT Omega Hydro Energy,
dengan harga Rp 20.099.000.000. mencerminkan kepemilikan sebesar
99,99% pengendalian atas PT Mahija Kastara Hita.
PT Mahija Kastara Hita berkantor dan berdomisili di Jalan Melawai IV Nomor 165,
Kelurahan Melawai Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Pada saat ini, ruang lingkup kegiatan PT Mahija Kastara Hita adalah pengadaan
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro. Sampai dengan tanggal pelaporan,
PT Mahija Kastara Hita masih dalam tahap pengembangan.
• PT Mitra Arana Sinergi (MAS)
Berdasarkan Akta Pengoperan Hak Atas Saham No. 9 tanggal
14 September 2020 dari Hana Badrina S.H., M.Kn., Notaris di Karawang, DCE telah
mengakuisisi 44.999 lembar saham PT Mitra Arana Sinergi dari PT Omega Hydro
Energy, dengan harga Rp 44.999.000.000. mencerminkan kepemilikan sebesar
99,99% pengendalian atas PT Mitra Arana Sinergi.
PT Mitra Arana Sinergi berkantor dan berdomisili di Menara Rajawali lantai 7-1
Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot.5.1, Kawasan Mega Kuningan Kelurahan
Kuningan Timur Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.
Pada saat ini, ruang lingkup kegiatan PT Mitra Arana Sinergi adalah pengadaan
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro. Sampai dengan tanggal pelaporan,
PT Mitra Arana Sinergi masih dalam tahap pengembangan.
13
Page 17
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
2. a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”)
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK–IAI”), serta peraturan Pasar Modal
yang berlaku Peraturan No. VIII.G.7 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan
emiten atau perusahaan publik.
2. b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk dan entitas anak disusun
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan laporan keuangan tahunan
untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2024 yang telah sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup.
Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di
mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan
konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
2. c. Perubahan Pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Dan Interpretasi Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan
Efektif pada tanggal 1 Januari 2023, Grup menerapkan PSAK baru yang berlaku efektif pada
tanggal pelaporan. Perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan telah dibuat sesuai kebutuhan,
sesuai dengan ketentuan transisi dalam standar masing- masing.
Berikut adalah amandemen dan standar baru yang relevan dengan operasi Grup:
- - Amendemen PSAK 1 - Penyajian Laporan Keuangan;
- Amendemen PSAK 16 - Aset Tetap: tentang hasil sebelum penggunaan yang dimaksudkan;
- Amendemen PSAK 25 – Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi;
- Amendemen PSAK 46 – Pajak Penghasilan tentang Pajak tangguhan terkait aset dan
liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal.
Dampak dari penerapan standar akuntansi baru ini adalah sebagai berikut:
- Amandemen PSAK 1 – Penyajian Laporan Keuangan, DSAK mengubak PSAK 1 ‘Penyajian
Laporan keuangan’ untuk mengharuskan perusahaan mengungkapkan informasi kebijakan
akuntansi material daripada kebijakan akuntansi signifikan.
“ Informasi kebijakan akuntansi adalah material jika dipertimbangkan Bersama dengan
informasi lain yang termuat dalam laporan keuangan entitas, dapat diperkirakan secara
wajar dapat mempengaruhi keputusan pengguna utama laooran keuangan bertujuan untuk
umum yang diambil atas dasar laporan keuangan tersebut.’’
14
Page 18
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. c. Perubahan Pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Dan Interpretasi Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan
Amandemen ini juga mengklarifikasi bahwa informasi kebijakan akuntansi dianggap material
jika, tanpa informasi tersebut, pengguna laporan keuangan tidak dapat memahami informasi
material lainnya dalam laporan keuangan.
Lebih lanjut, amandemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa informasi kebijakan akuntansi yang
tidak material tidak perlu diungkapkan. Namun, jika diungkapkan, informasi tersebut tidak
boleh mengaburkan informasi kebijkan akuntansi yang material.
- Amendemen PSAK 16 - Aset Tetap: tentang hasil sebelum penggunaan yang dimaksudkan;
PSAK 16, ’Aset Tetap’, mensyaratkan bahwa hasil yang diterima dari penjualan hasil produksi
yang dihasilkan sebelum aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud
penggunaannya, diakui sebagai pendapatan dalam laba rugi. Biaya produksi yang terkait
diukur dengan menggunakan panduan dalam PSAK 14, ‘Persediaan’, dan diakui sebagai
beban dalam laba rugi pada saat penjualan.
Jika barang yang dijual merupan hasil dari aktifitas normal entitas, maka pendapatan dan
biaya diungkapkan sesuai dengan peryaratan PSAK 72, ’’Pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan’’, dan PSAK 14. Jika barang yang dijual bukan merupakan bagian dari aktifitas
normal entitas, maka amandemen PSAK 16 mensyaratkan mengungkapkan jumlah dan pos
dalam laporan laba rugi komprehensif dimana pendapatan dan biaya tersebut dimasukkan.
Amandemen PSAK 16 juga mengklarifikasi bahwa entitas ’menguji apakah aset berfungsi
dengan baik’ ketika entitas menilai kinerja teknis dan fisik aset. Kinerja keuangan aset tidak
relevan dengan penilaian ini. Oleh karena itu suatu aset mungkin dapat beroperasi sesuai
dengan tujuan managemen dan dikenakan penyusutan sebelum mencapai tingkat kinerja
operasi yang diharapkan oleh manajemen.
- Amendemen PSAK 25 – Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi;
Amendemen PSAK 25 – Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan,
mengklarifikasi bagaimana perusahaan harus membedakan perubahan kebijakan akuntansi
dari perubahan estimasi akuntansi. Estimasi akuntansi di defenisikan sebagai jumlah moneter
dalam laporan keuangan yang tunduk pada ketidakpastian pengukuran. Pembedaan ini
penting, karena perubahan estimasi akuntansi diterapkan secara prospektif untuk transaksi
masa depan dan peristiwa masa depan lainnya, sedangakan perubahan kebijakan akuntansi
umumnya diterapkan secara retrospektif untuk transaksi masa lalu dan peristiwa masa lalu
lainnya serta periode berjalan.
- Amendemen PSAK 46 – Pajak Penghasilan tentang Pajak tangguhan terkait aset dan
liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal.
DSAK – IAI telah mengamandemen PSAK 46, ‘Pajak Penghasilan’, untuk mengharuskan
perusahaan mengakui pajak tangguhan atas transaksi tertentu yang pada saat pengakuan awal
menimbulkan jumlah yang sama antara perbedaan temporer yang dapat dikurangkan.
Amandemen ini biasanya akan diterapkan pada transaksi seperti sewa untuk menyewa dan
kewajiban penghentian operasi.
Paragraph 15 dan 24 dari PSAK 46 telah diamandemen untuk memasukkan kondisi tambahan
dimana pengecualian pengakuan awal tidak diterapkan. Menurut pedoman yang
diamandemen, perbedaan temporer yg timbul pada saat pengakuan awal asset atau liabilitas
tidak tunduk pada pengecualian pengakuan awal jika transaksi tersebut menimbukan jumlah
yang sama antara jumlah yang kena pajak dan jumlah yang dapat dikurangkan dari perbedaan
temporer.
15
Page 19
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. c. Perubahan Pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Dan Interpretasi Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (Lanjutan)
Standar dan interpretasi standar akuntansi baru tertentu telah dikeluarkan tetapi tidak wajib
diterapkan pada tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan belum diterapkan secara dini oleh
group , didiskusikan di catatan 44.
2. d. Prinsip atas Akuntansi Konsolidasi dan Ekuitas
a. Entitas Anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki
hak untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas
entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana
pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal
dimana Grup kehilangan pengendalian.
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang
dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan,
liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya dan kepentingan
ekuitas yang diterbitkan oleh Grup. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau
liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi
bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Grup mengakui kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai
wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan non-pengendali atas aset neto pihak
yang diakuisisi. Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada pihak
diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki
oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang
diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah tersebut lebih rendah dari nilai wajar aset
bersih teridentifikasi atas bisnis yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon,
selisihnya diakui dalam laporan laba rugi.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai wajar pada
tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui
sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2014) “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dalam laporan laba rugi. Imbalan kontinjensi
yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya
diperhitungkan dalam ekuitas.
Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang
diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi. Pihak
pengakusisi mungkin telah mengakui perubahan nilai wajar atas kepentingan ekuitasnya
dalam penghasilan komprehensif lain. Jika demikian, jumlah yang telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain diakui dengan dasar yang sama sebagaimana
dipersyaratkan jika pihak pengakusisi telah melepas secara langsung kepentingan ekuitas
yang dimiliki sebelumnya.
16
Page 20
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. d. Prinsip atas Akuntansi Konsolidasi dan Ekuitas (Lanjutan)
a. Entitas Anak (Lanjutan)
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi
oleh Grup.
b. Entitas Asosiasi
Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan pengendalian, biasanya melalui
kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi entitas asosiasi dicatat dengan
metode ekuitas (lihat poin (d) dibawah), setelah pada awalnya diakui pada nilai perolehan.
c. Pengaturan Bersama
Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau
ventura bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan
struktur hukum dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama
dan menentukan pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat
menggunakan metode ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan
posisi keuangan konsolidasian.
d. Metode Ekuitas
Sesuai metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan
selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari
investee atas laba rugi, dan bagiannya dalam pergerakan pendapatan komprehensif lain
dari investee atas pendapatan komprehensif lain.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang
tanpa agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki
kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dan
ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut.
Kerugian yang belum terealisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan
bukti adanya penurunan nilai aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi dan
ventura bersama telah diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dari kebijakan
yang diterapkan oleh Grup.
Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama
diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa
telah terjadi penurunan nilai pada investasi pada entitas asosiasi. Jika demikian, maka nilai
tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai.
e. Perubahan Kepemilikan
Grup memperlakukan transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak
mengakibatkan hilangnya kontrol sebagai transaksi dengan pemilik ekuitas Grup.
Perubahan dalam kepemilikan menghasilkan penyesuaian antara nilai tercatat dari
kepentingan pengendali dan non-pengendali untuk mencerminkan kepentingan relatifnya di
anak perusahaan. Selisih antara jumlah penyesuaian untuk kepentingan non-pengendali
dan pertimbangan yang dibayarkan atau diterima diakui dalam cadangan terpisah dalam
ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Grup.
17
Page 21
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. d. Prinsip atas Akuntansi Konsolidasi dan Ekuitas (Lanjutan)
e. Perubahan Kepemilikan (Lanjutan)
Ketika Grup tidak lagi mengkonsolidasikan atau mencatat menggunakan metode ekuitas
untuk investasi karena hilangnya pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh
signifikan, maka kepentingan yang masih tersisa atas entitas diukur kembali berdasarkan
nilai wajarnya, dan perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi. Nilai tercatat awal
adalah sebesar nilai wajar untuk kepentingan pengukuran kembali kepentingan yang tersisa
sebagai entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan. Di samping itu, jumlah yang
sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut
dicatat seolah-olah Grup telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa
jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke
laporan laba rugi.
Jika kepemilikan saham pada ventura bersama atau perusahaan asosiasi berkurang namun
pengendalian bersama atau pengaruh signifikan dipertahankan, hanya sebagian
proporsional dari jumlah yang telah diakui sebelumnya dalam pendapatan komprehensif lain
yang direklasifikasi ke laba atau rugi jika diperlukan.
2. e. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi
memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Kombinasi bisnis dicatat dengan
menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur
pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas
seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik
sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam
pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui sebagai
beban pada periode saat biaya tersebut terjadi dan jasa diterima.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui
pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang
relevan.
Komponen kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi diukur baik pada nilai wajar
ataupun pada bagian proporsional instrumen kepemilikan yang ada dalam jumlah yang diakui
atas aset neto teridentifikasi dari pihak diakuisisi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya,
jika ada, diakui dalam laba rugi. Apabila pada periode sebelumnya, perubahan nilai wajar yang
berasal dari kepentingan ekuitasnya sebelum tanggal akuisisi telah diakui dalam penghasilan
komprehensif lain, jumlah tersebut diakui dengan dasar yang sama sebagaimana dipersyaratkan
jika Grup telah melepas secara langsung kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya
belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi
menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui,
akan berakibat terhadap pengakuan aset dan liabilitas dimaksud pada tanggal tersebut.
18
Page 22
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. e. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
Pada tanggal akuisisi, goodwill diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih antara
(a) nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap kepentingan non-pengendali, atas
(b) jumlah neto terindentifikasi dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan
tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam
laporan laba rugi sebagai keuntungan dari akuisisi entitas anak setelah sebelumnya manajemen
menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan yang dapat
diidentifikasi dalam penelaahan tersebut.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian
penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu
kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas dari Grup
yang diperkirakan akan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut, terlepas dari
apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditempatkan dalam Unit Penghasil Kas
tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu Unit Penghasil Kas dan operasi tertentu atas Unit
Penghasil Kas tersebut dilepaskan, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepaskan
tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau
kerugiaan dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif
operasi yang dihentikan dan porsi Unit Penghasil Kas yang ditahan.
2. f. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut
tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas
individual dalam Grup tersebut.
Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan
substansi ekonomi kepemilikan atau bisnis yang dipertukarkan, maka transaksi tersebut diakui
pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih
antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor.
2. g. Penjabaran Mata Uang Asing
a. Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Item-item yang disertakan dalam laporan keuangan setiap entitas anggota Grup diukur
menggunakan mata uang yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas
beroperasi (“mata uang fungsional”).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional dan penyajian Grup.
19
Page 23
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. g. Penjabaran Mata Uang Asing (lanjutan)
b. Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah
menggunakan kurs penutup. Kurs yang digunakan sebagai acuan adalah kurs yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari
penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing secara umum diakui di dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau
kerugian ini ditangguhkan di dalam ekuitas jika terkait dengan lindung nilai arus kas dan
lindung nilai investasi bersih yang memenuhi syarat atau disebabkan oleh sebagian investasi
bersih dalam operasi asing.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
1 Dollar Amerika Serikat 15,853 15,416
Laba atau rugi kurs yang timbul akibat penjabaran pos aset dan kewajiban moneter dalam
mata uang asing dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi pada periode berjalan.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang berhubungan dengan pinjaman, serta kas dan
setara kas disajikan pada laporan laba rugi sebagai “penghasilan atau biaya keuangan”.
Keuntungan atau kerugian neto selisih kurs lainnya disajikan pada laporan laba rugi sebagai
“(kerugian)/keuntungan lain-lain – neto”.
2. h. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
1. Klasifikasi
Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
- aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau
melalui laba rugi), dan
- aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan
persyaratan kontraktual arus kas.
Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laporan laba
rugi atau penghasilan komprehensif lain. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan
bergantung pada model bisnis dimana investasi tersebut diadakan. Untuk investasi pada instrumen
ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan, hal ini akan tergantung pada apakah grup telah
melakukan pemilihan takterbatalkan pada saat pengakuan awal untuk mencatat investasi ekuitas
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Grup mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset
tersebut berubah.
20
Page 24
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. h. Aset Keuangan (Lanjutan)
2. Pengukuran
Pada pengakuan awal, grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal
aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset
keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba
rugi.
Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat menentukan
apakah arus kasnya hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya instrumen utang bergantung pada model bisnis grup dalam mengelola
aset dan karakteristik arus kas dari aset tersebut. Grup mengklasifikasikan instrumen utangnya
pada kategori biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual dimana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, diakui dalam laporan
laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau penurunan nilainya.
Pendapatan bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Jika manajemen grup telah
memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas dalam
penghasilan komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai wajar ke
laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi tersebut. Dividen dari investasi semacam itu
tetap diakui dalam laba rugi sebagai pendapatan lainnya ketika hak grup untuk menerima
pembayaran ditetapkan.
Perubahan nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
diakui dalam keuntungan/(kerugian) lain-lain dalam laporan laba rugi sebagaimana berlaku.
Kerugian penurunan nilai (dan pemulihan kerugian penurunan nilai) atas investasi ekuitas yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah
dari perubahan nilai wajar lainnya.
2. i. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk semua instrument utang
yang tidak dimiliki di FVPL. Kerugian kredit ekspektasian mewakili kerugian kredit yang
mencerminkan jumlah yang tidak bias dan tertimbang probabilitas yang ditentukan dengan
mengevaluasi berbagai kemungkinan hasil, nilai waktu uang dan informasi yang wajar dan dapat
didukung tentang peristiwa masa lalu, kondisi saat ini dan prakiraan kondisi ekonomi masa
depan.
21
Page 25
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. i. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Cadangan kerugian kredit ekpektasian (ECL) didasarkan pada kerugian kredit yang diperkirakan
akan timbul selama umur aset (kerugian kredit ekspektasian seumur hidup), kecuali jika tidak
ada peningkatan resiko kredit yang signifikan sejak dimulainya, dalam hal ini, penyisihan
didasarkan pada 12 bulan kerugian kredit ekpektasian. Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian seumur hidup yang dihasilkan dari peristiwa
default pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
pelaporan. Kerugian kredit ekspektasian seumur hidup adalah kerugian kredit yang dihasilkan
dari semua kemungkonan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrument keuangan.
Input utama dalam model ini mencakup definisi perusahaan tentang Default dan data historis
tiga tahun untuk origination, tanggal jatuh tempo, dan tanggal default. Perusahaan menganggap
piutang usaha dan aset kontrak dalam keadaan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah
lewat 90 hari, kecuali untuk keadaan tertentu ketika alasan jatuh tempo adalah karena
rekonsiliasi dengan pelanggan catatan pembayaran yang bersifat administratif yang dapat
memperluan definisi default.
Namun, dalam kasus tertentu, perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan gagal
bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa perusahaan tidak mungkin
menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap
peningkatan kredityang dimiliki oleh perusahaan.
Definisi Gagal Bayar
Group Menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan
managemen resiko kredit internal karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset
keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
• Ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur, atau
• Informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal
menunjukkan bahwa debitur kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk
group, secara penuh ( tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh group).
Terlepas dari analisis diatas, perusahaan menganggap bahwa gagal bayar terlah terjadi ketika
aset keuangan tertunggak lebih dari 90 hari kecuali jika perusahaan memiliki informasi yang
wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang dan lebih tepat.
Group menilai dengan basis forward-looking kerugian kredit ekspektasian terkait dengan
instrument utangnya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada
apakah telah terjadi peningkatan resiko kredit yang signifikan.
Kebijakan Penghapusan
Group menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak
lawan berada dalam kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang
realistis, contoh ketika pihak lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses
kebangkrutan atau untuk hal piutang usaha ketika jumlahnya sudah lebih dari 120 hari
tertunggak mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek
aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan group dengan mempertibangkan nasehat
hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
22
Page 26
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. j. Penghentian dan Pengakuan Aset Keuangan
Group menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau group mentransfer aset keuangan dan
secara substantial mentransfer seluruh resiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas
lain. Jika group tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh resiko dan
manfaat kepemilikan serta mengendalikan aset yang ditransfer, maka group mengakui
keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang
mungkin harus dibayar. Jika Group memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer , group masih mengakui aset keuangan dan juga
mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Pada penghentian
pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Selain
itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrument utang yang diklasifikasikan
sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam
cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya pada penghentian
pengakuan investasi dalm instrument ekuitas yang telah dipilih group pada pengakuan awal
untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi
dalam cadangan revaluasi investasi tidak di reklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo
laba.
2. k. Kas dan Setara Kas
Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang
sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan yang jatuh
tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan cerukan. Pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, cerukan disajikan bersama sebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek.
2. l. Piutang Usaha dan Piutang Non-Usaha
Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang
dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam
waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang
diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman
yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan.
Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila
dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.
23
Page 27
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. m. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto,
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus
tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi
bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan
Grup atau pihak lawan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual
aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di: pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
2. n. Pengukuran Nilai Wajar
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan harus dapat diakses oleh Grup.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi
yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan dibawah ini,
berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
secara keseluruhan:
1. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
2. Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
3. Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
2. o. Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja
Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan piutang yang berasal dari pekerjaan kontrak
konstruksi yang dilakukan untuk pemberi kerja namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam
pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba yang
diakui, dikurangi dengan jumlah kerugian yang diakui dan termin.
Pekerjaan kontrak konstruksi dalam pelaksanaan dan kemajuan termin akan dikeluarkan dari
kelompok aset atau liabilitas pada saat proyek diselesaikan dan termin telah ditagih seluruhnya.
24
Page 28
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. p. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang
timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan
dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam
kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan
untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau
kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan
kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada
periode terjadinya pemulihan tersebut.
2. q. Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
Uang muka adalah bagian dari kontrak yang dibayarkan atau diterima di muka untuk barang atau
jasa. Uang muka dicatat sebagai aset pada laporan posisi keuangan.
2. r. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan.
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan
dan operasional investee tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
tersebut.
Ventura bersama adalah pengaturan bersama di mana para pihak yang memiliki pengendalian
bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan tersebut. Pengendalian
bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang
ada hanya ketika keputusan tentang aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara
bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.
Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat dalam
laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58, Aset Tidak Lancar yang
Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya
perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan
atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi atau ventura bersama yang
terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Perusahaan atas kerugian entitas asosiasi atau ventura
bersama melebihi kepentingan Perusahaan pada entitas asosiasi atau ventura bersama (yang
mencakup semua kepentingan jangka panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari
investasi bersih Perusahaan dalam entitas asosiasi atau ventura bersama), Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya.
25
Page 29
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. r. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (lanjutan)
Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Perusahaan mempunyai kewajiban bersifat hukum
atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi entitas asosiasi atau ventura bersama. Setiap
kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Perusahaan atas nilai wajar bersih dari aset yang
teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi atau ventura bersama yang diakui pada tanggal
akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji
penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan kepemilikan Perusahaan dari
nilai wajar bersih aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi, sesudah
pengujian kembali segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
Persyaratan dalam PSAK 55, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, diterapkan
untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap penurunan nilainya sehubungan dengan
investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jumlah tercatat investasi yang tersisa
(termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48, Penurunan Nilai Aset, sebagai
suatu aset tunggal dengan membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi
antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan) dengan jumlah tercatatnya. Rugi
penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi.
Setiap pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah
terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat.
Perusahaan menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya
berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama atau ketika investasi
diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Perusahaan mempertahankan kepemilikan
dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dan sisa
investasi tersebut merupakan aset keuangan, Perusahaan mengukur setiap sisa investasi pada
nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat
pengakuan awal sesuai dengan PSAK 55. Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas
pelepasan investasi asosiasi atau ventura bersama dalam laba rugi dengan turut
memperhitungkan nilai wajar dari investasi yang tersisa. Selanjutnya, Perusahaan mencatat
seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait
dengan entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan
yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi atau ventura bersama telah
melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama
direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) pada saat penghentian metode
ekuitas.
Perusahaan melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi
investasi pada ventura bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada
entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran kembali ke nilai wajar pada saat perubahan
kepentingan.
26
Page 30
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. r. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (lanjutan)
Jika Perusahaan mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi atau ventura bersama
tetapi Perusahaan tetap menerapkan metode ekuitas, Perusahaan mereklasifikasi ke laba rugi
proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau
kerugian tersebut akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang
terkait).
Ketika Perusahaan melakukan transaksi dengan entitas asosiasi atau ventura bersama,
keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi dengan entitas asosiasi atau ventura
bersama diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan hanya sepanjang
kepemilikan dalam entitas asosiasi atau ventura bersama yang tidak terkait dengan Perusahaan.
2. s. Properti Investasi
Properti yang dimiliki untuk disewakan dalam jangka panjang atau untuk kenaikan harga atau
keduanya, dan yang tidak ditempati oleh perusahaan-perusahaan di Grup konsolidasian
diklasifikasikan sebagai properti investasi. Properti investasi juga mencakup properti yang
sedang dikonstruksi atau dikembangkan untuk digunakan sebagai properti investasi di masa
depan.
Properti investasi awalnya diukur berdasarkan biayanya, termasuk biaya transaksi yang terkait
dan biaya pinjaman yang berlaku.
Setelah pengakuan awal, properti investasi dicatat sebesar nilai wajarnya. Properti investasi
yang sedang dalam pengembangan ulang untuk penggunaan lebih lanjut sebagai properti
investasi atau ketika pasar menjadi kurang aktif tetap dicatat sebesar nilai wajarnya. Properti
investasi dalam konstruksi diukur menggunakan nilai wajar jika nilai wajar dianggap dapat diukur
secara andal. Properti investasi dalam konstruksi yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara
andal, tetapi Perusahaan mengharapkan nilai wajarnya dapat diukur secara andal ketika
konstruksi selesai, diukur senilai biaya dikurangi penurunan nilai sampai nilai wajarnya dapat
diukur secara andal atau konstruksi diselesaikan – yang mana yang lebih awal.
Terkadang sulit untuk mengukur secara andal nilai wajar dari properti investasi dalam konstruksi.
Untuk mengevaluasi apakah nilai wajar dari properti investasi dalam konstruksi dapat diukur
secara andal, manajemen mempertimbangkan faktor-faktor berikut, antara lain, provisi dari
kontrak konstruksi, tahap penyelesaian, apabila properti standar (umum di pasaran) atau tidak
standar, tingkat keandalan arus kas masuk setelah penyelesaian, risiko pengembangan spesifik
atas properti, pengalaman terdahulu dengan konstruksi serupa, dan status izin konstruksi.
Nilai wajar didasarkan kepada harga pasar aktif, disesuaikan, jika perlu, dengan perbedaan
alam, lokasi atau kondisi dari asset tersebut. Jika informasi tersebut tidak tersedia, Grup
menggunakan metode penilaian alternatif, seperti harga terbaru di pasar yang kurang aktif atau
projeksi arus kas yang didiskontokan. Penilaian dilakukan pada tanggal neraca oleh penilai ahli
dengan kualifikasi yang diakui dan relevan dan memiliki pengalaman terbaru atas lokasi dan
kategori dari properti investasi dinilai. Penilaian ini membentuk dasar untuk nilai tercatat pada
laporan keuangan konsolidasian.
Penambahan selanjutnya dikapitalisasi ke nilai tercatat aset hanya ketika ada keuntungan
ekonomi di masa yang akan datang dapat dinikmati oleh Grup dari penambahan tersebut dan
hal tersebut dapat diukur secara andal. Biaya perbaikan dan perawatan lainnya akan menjadi
biaya saat terjadi. Ketika bagian dari properti investasi digantikan, nilai tercatat dari bagian yang
digantikan tersebut akan dihapus.
Perubahan nilai wajar diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Properti
investasi tidak diakui ketika dilepas.
27
Page 31
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. t. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan
setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang
diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan asset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset
tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk
tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal aset tetap kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.
Penyusutan terhadap aset tetap dihitung dengan metode garis lurus (straight-line method) dan
saldo menurun ganda (double declining balance), berdasarkan taksiran manfaat ekonomis aset
tetap, sebagai berikut:
Tahun
Peralatan Proyek 5
Peralatan Kantor 5
Kendaraan 5
Gedung 20
Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam
Penyelesaian” dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai
bagian dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam
konstruksi tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang
terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.
Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang
sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak
beroperasi.
Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika
tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut
(yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah
tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai
residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
2. u. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada akhir setiap periode pelaporan, group menelaah nilai tercatat aset non keuangan untuk
menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai.
Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan
tingakat kerugian penurunan nilai ( jika ada ). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi
jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, group mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit
penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi, aset
perusahaan juga dialokasikan ke masing-masing kelompok unit penghasil kas, atau sebaliknya
mereka dialokasikan ke kelompok terkecil dari kelompok unit penghasil kas dimana dasar alokasi
yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi.
28
Page 32
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. u. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (lanjutan)
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai
pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi arus kas masa depan di diskontokan ke nilai kini
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari
nilai waktu uang dan resiko spesifik atas aset dengan estimasi arus kas masa depan belum di
sesuaikan.
Jika Jumlah terpulihkan dari aset non keuangan (untuk penghasil kas) lebih kecil dari nilai
tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan
dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi kecuali aset tersebut disajikan pada
jumlah revaluasian, dimana kerugian penurunan nilai diperlukan sebagai penurunan revaluasi.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah tercatat aset (unit penghasil kas) ditingkatkan
ke estimasi yang di revisi dari jumlah yang terpulihkannya. Namun, kenaikan jumlah tercatat
tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset (unit
penghasil kas) pada tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui segera
dalam laba rugi, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal
ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi.
2. v. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasikikasikan sebagai FVTPL atau pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan suku bunga efektif.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontijen dari pihak pengakuisisi dalam
kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL,
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan métode suku bunga
efektif.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan método untuk mengalokasikan biaya bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarakan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif,
biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan,
atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercata bersih
pada saat pengakuan awal.
2. w. Utang Usaha
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan
usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika
pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi
normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
29
Page 33
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. x. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi;
selisih antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan
laba rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
memperoleh pinjaman ditangguhkan sampai penarikan pinjaman terjadi. Sepanjang tidak
terdapat bukti bahwa besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya
memperoleh pinjaman dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk jasa likuiditas dan
diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
Biaya pinjaman akan dihentikan pengakuannya dari laporan posisi keuangan ketika kewajiban
yang tertulis pada kontrak dibatalkan, atau sudah tidak berlaku. Selisih antara nilai tercatat dari
liabilitas keuangan yang sudah berakhir atau dialihkan ke pihak lain, dan imbalan yang
dibayarkan, termasuk aset non kas yang dialihkan atau liabilitas yang ditanggung, diakui dalam
laba rugi sebagai pendapatan lain-lain atau biaya keuangan.
Ketika liabilitas keuangan dinegosiasikan kembali dan entitas mengeluarkan instrumen ekuitas
kepada kreditor untuk menyelesaikan seluruh atau sebagian liabilitas (debt for equity swap),
keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi yang dicatat sebagai selisih antara
jumlah tercatat dari liabilitas keuangan.
Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali Grup memiliki hak tanpa syarat
untuk menunda pembayaran liabilitas selama paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
2. y. Biaya Pinjaman
Biaya Bungan dan biaya pinjaman lainya, seperti biaya diskonto pinjaman baik yang secara
langsung atau tidak langsung digunakan untuk pendanaan konstruksi aset kualifikasian,
dikapitalisasi hingga asset tersebut selesai di konstruksi. Untuk biaya pinjaman yang dapat
diatribusikan secara langsung pada asset kualifikasian, jumlah yang dikapitalisasi ditentukan
dari biaya pinjaman actual yang terjadi selama periode berjalan, dikurangi penghasilan yang
diperoleh dari investasi sementara atas dana hasil pinjaman tersebut. Untuk pinjaman yang
tidak dapat diatribusikan secara langsung pada suatu asset kualifikasian, jumlah yang
dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan Tingkat kapitalisasi terhadap jumlah yang
dikeluarkan untuk memperoleh asset kualifikasian. Tingkat kapitalisasi dihitung berdasarkan
rata-rata tertimbang biaya pinjaman yang dibagi dengan jumlah pinjaman yang tersedia selama
periode, selain pinjaman yang secara spesifik diambil untuk tujuan memperoleh suatu asset
kualifikasian.
2. z. Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Group menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika dan hanya jika liabilitas group telah
dilepaskan dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang
dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
Ketika Grup bertukar dengan pemberi pinjaman, satu instrument utang menjadi instrument lain
dengan persyaratan yang berbeda secara substantial, pertukaran tersebut dicatat sebagai
penghapusan liabilitas keuangan original dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
30
Page 34
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. z. Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Demmikian pula group memperhitungkan modifikasi substantial dari ketentuan liabilitas yang
ada atau bagian dari liabilitas tersebut sebagai pelepasan liabilitas keuangan original dan
pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa persyaratannya berbeda secara substantial jika
nilai kini arus kas yang didiskonto berdasarkan persyaratan yang baru termasuk setiap fee
(imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima dan didiskonto
menggunakan suku bunga efektif original, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa arus kas
yang didiskonto yang berasal dari liabilitas keuangan original. Jika modifikasi tidak substantial,
maka perbedaan antara: (1) jumlah tercatat liabilitas sebelum modifikasi dan (2) nilai kini dari
arus kas setelah modifikasi diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi
dalam keuntungan dan kerugian lainnya.
2 aa. Sewa
Grup menyewa berbagai aset tetap. Kontrak sewa biasanya dibuat untuk periode tetap dari 1
hingga 2 tahun tetapi mungkin memiliki opsi ekstensi.
Kontrak dapat berisi komponen sewa dan non-sewa berdasarkan harga relatif yang berdiri sendiri.
Namun, untuk sewa real estat di mana Grup merupakan penyewa, ia telah memilih untuk tidak
memisahkan komponen sewa dan non-sewa dan sebagai gantinya memperhitungkannya sebagai
komponen sewa tunggal.
Persyaratan sewa dinegosiasikan secara individual dan berisi berbagai persyaratan dan
ketentuan yang berbeda. Perjanjian sewa tidak memberlakukan perjanjian apa pun selain jaminan
untuk tujuan peminjaman.
Sewa diakui sebagai aset hak pakai dan liabilitas terkait pada tanggal di mana aset sewaan
tersedia untuk digunakan oleh Grup.
Aset dan liabilitas yang timbul dari sewa pada awalnya diukur dengan basis nilai kini. Liabilitas
sewa termasuk nilai bersih sekarang dari pembayaran sewa berikut:
1. pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi), dikurangi piutang
insentif sewa
2. pembayaran sewa variabel yang didasarkan pada indeks atau tingkat, pada awalnya
diukur menggunakan indeks atau tingkat pada tanggal mulai.
3. jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa berdasarkan jaminan nilai
residu
4. harga pelaksanaan dari opsi pembelian jika penyewa cukup yakin untuk menggunakan
opsi tersebut, dan
5. pembayaran penalti untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan penyewa
yang melaksanakan opsi tersebut.
Pembayaran sewa yang harus dilakukan berdasarkan opsi perpanjangan tertentu juga termasuk
dalam pengukuran liabilitas.
Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika
tarif tidak dapat segera ditentukan, di mana hal tersebut secara umum terjadi pada sewa dalam
Grup, suku bunga pinjaman incremental penyewa digunakan, yaitu tarif yang harus dibayar oleh
penyewa untuk meminjam dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang
sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi serupa dengan syarat dan ketentuan
yang serupa.
31
Page 35
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2 aa. Sewa (Lanjutan)
Untuk menentukan suku bunga pinjaman tambahan, Grup:
1. Jika memungkinkan, menggunakan pembiayaan pihak ketiga terkini yang diterima oleh penyewa
individu sebagai titik awal, disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kondisi pembiayaan sejak
pembiayaan pihak ketiga diterima;
2. Menggunakan pendekatan build-up yang dimulai dengan suku bunga bebas risiko yang disesuaikan
dengan risiko kredit untuk sewa yang dimiliki; dan
3. Membuat penyesuaian spesifik untuk sewa, misalnya jangka waktu, negara, mata uang dan
keamanan.
Grup dihadapkan pada potensi kenaikan di masa depan dalam pembayaran sewa variabel berdasarkan
indeks atau tarif, yang tidak termasuk dalam liabilitas sewa sampai diberlakukan. Ketika penyesuaian
pembayaran sewa berdasarkan indeks atau suku bunga mulai berlaku, liabilitas sewa dinilai kembali dan
disesuaikan dengan aset hak guna.
Pembayaran sewa dialokasikan antara biaya pokok dan keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
laporan laba rugi selama masa sewa sehingga menghasilkan suku bunga periodik yang konstan atas sisa
saldo liabilitas untuk setiap periode.
Aset hak pakai diukur pada biaya perolehan yang terdiri dari berikut ini:
1. jumlah pengukuran awal liabilitas sewa
2. pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa
yang diterima
3. biaya langsung awal, dan
4. biaya restorasi
Aset hak guna umumnya disusutkan sepanjang waktu yang lebih pendek antara lama masa manfaat aset
dan jangka waktu sewa menggunakan metode garis lurus. Jika Grup cukup yakin untuk melaksanakan
opsi pembelian, aset hak guna disusutkan selama masa manfaat aset yang mendasarinya. Sementara
Grup menilai kembali tanah dan bangunannya yang ada di dalam properti, gedung, dan peralatan, Grup
memilih untuk tidak melakukannya untuk bangunan hak guna yang dimiliki oleh Grup.
Pembayaran terkait dengan sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui atas dasar
garis lurus sebagai beban dalam laporan laba rugi. Sewa jangka pendek adalah sewa dengan masa
sewa 12 bulan atau kurang.
Opsi Ekstensi Dan Terminasi
Opsi ekstensi dan terminasi termasuk dalam sejumlah sewa properti dan peralatan di seluruh
Perusahaan. Istilah-istilah ini digunakan untuk memaksimalkan fleksibilitas operasional dalam hal
pengelolaan kontrak. Mayoritas opsi ekstensi dan terminasi yang dimiliki hanya dapat dilaksanakan oleh
Grup dan bukan oleh pemberi sewa masing-masing.
Jaminan Nilai Residu
Untuk mengoptimalkan biaya sewa selama periode kontrak, Grup terkadang memberikan jaminan nilai
residu sehubungan dengan sewa peralatan. Lessor mengklasifikasikan setiap sewanya sebagai sewa
operasi atau sewa pembiayaan.
Lessor mengakui pembayaran sewa dari sewa operasi sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus
atau dasar sistematis lainnya. Lessor harus menerapkan dasar sistematis lain jika dasar tersebut lebih
mewakili pola hilangnya manfaat dari penggunaan aset yang mendasarinya.
32
Page 36
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. aa. Sewa (Lanjutan)
Lessor mengakui biaya-biaya, termasuk penyusutan, yang terjadi untuk memperoleh pendapatan
sewa sebagai beban. Lessor menambahkan biaya langsung awal yang timbul dalam memperoleh
sewa operasi ke jumlah tercatat aset pendasar dan mengakui biaya tersebut sebagai beban selama
masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa.
Kebijakan penyusutan untuk aset dasar yang dapat disusutkan dalam sewa operasi harus
konsisten dengan kebijakan penyusutan normal lessor untuk aset serupa. Lessor menghitung
penyusutan sesuai dengan PSAK 16.
Lessor menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah suatu aset dasar yang dikenakan sewa
operasi mengalami penurunan nilai dan untuk memperhitungkan setiap kerugian penurunan nilai
yang teridentifikasi.
2. ab. Imbalan Kerja
a. Kewajiban Jangka Pendek
Liabilitas untuk upah dan gaji, termasuk imbalan non – moneter dan akumulasi cuti sakit
yang akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan setelah akhir dari periode ketika pekerja
memberikan jasa yang berhubungan diakui hingga jasa yang diberikan hingga akhir dari
periode pelaporan dan dihitung pada jumlah yang diperkirakan akan dibayar ketika liabilitas
diselesaikan. Liabilitas dipresentasikan sebagai kewajiban imbalan kerja masa kini pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.
b. Kewajiban Pensiun
Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”)
sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
(“UU 11/2020”), Grup disyaratkan untuk memberikan imbalan pensiun sekurang-kurangnya
seperti imbalan pensiun yang diatur dalam UU 11/2020, yang pada dasarnya adalah
program imbalan pasti. Jika imbalan pensiun sesuai UU lebih besar dari program pensiun
yang ada, selisih tersebut diakui sebagai bagian dari liabilitas imbalan pensiun.
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(‘DSAK-IAI’’) – menrbitkan siaran pers mengenai “Pengatribusian imbalan pada periode
jasa” dan oleh karena itu, group mengubah kebijakan terkait dengan pengatribusian imbalan
pada periode jasa sesuai dengan ketentuan dalam PSAK No. 24 “Imbalan Kerja” mengikuti
pola fakta umum program pensiun berdasarkan Undang-undang Cipta Kerja No. 11/2020
dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021.
Program imbalan pasti adalah program pensiun yang bukan merupakan program iuran pasti.
Pada umumnya, program imbalan pasti ditentukan berdasarkan jumlah imbalan pensiun
yang akan diterima seorang pekerja pada saat pensiun, biasanya tergantung oleh satu faktor
atau lebih, misalnya usia, masa bekerja dan kompensasi.
Sehubungan dengan program imbalan pasti, liabilitas diakui pada laporan posisi keuangan
sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar
aset program. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris yang independen
dengan menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti
ditentukan dengan mendiskontokan arus kas keluar yang diestimasi dengan menggunakan
tingkat bunga Obligasi Pemerintah (dikarenakan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi
perusahaan yang berkualitas tinggi) yang didenominasikan dalam mata uang dimana
imbalan akan dibayarkan dan memiliki jangka waktu jatuh tempo mendekati jangka waktu
kewajiban pensiun.
33
Page 37
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. ab. Imbalan Kerja (lanjutan)
Biaya bunga bersih dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo bersih
kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program. Biaya ini termasuk dalam beban
imbalan kerja dalam laporan laba rugi.
Keuntungan dan kerugian atas pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan
perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui pendapatan
komprehensif lain pada saat terjadinya. Keuntungan dan kerugian ini termasuk didalam laba
ditahan pada laporan perubahan ekuitas dan pada neraca.
Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan pasti yang timbul dari Amandemen rencana
atau pembatasan langsung diakui dalam laporan laba rugi sebagai biaya jasa lalu.
Untuk program iuran pasti, Grup membayar iuran program pensiun baik karena diwajibkan,
berdasarkan kontrak atau sukarela. Namun karena Undang-Undang Ketenagakerjaan No.
13 tahun 2003 mengharuskan entitas membayar jumlah tertentu kepada para pekerja yang
telah memasuki usia pensiun yang ditentukan berdasarkan masa kerja, Grup rentan
terhadap kemungkinan untuk membayar kekurangan apabila iuran kumulatif kurang dari
jumlah tertentu. Sebagai akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan, program iuran pasti
secara efektif diberlakukan seolah-olah sebagai program imbalan pasti.
Group diharuskan menyediakan imbalan pensiun minimum yang diatur dalam UU Cipta
Kerja (“UUCK”) No. 11/2020, yang merupakan kewajiban imbalan kerja. Jika Imbalan
pensiun sesuai dengan UUCK No. 11/2020 lebih besar dari program pensiun yang ada,
selisih tersebut diakui sebagai bagian dari kewajiban imbalan pensiun.
c. Kewajiban Pascakerja Lainnya
Perusahaan memberikan imbalan kesehatan pascakerja untuk pensiunannya. Imbalan ini
biasanya diberikan kepada pekerja tetap bekerja sampai usia pensiun dan memenuhi masa
kerja minimum. Biaya yang diharapkan timbul atas imbalan ini diakru selama masa kerja
dengan menggunakan metode projected unit credit. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh
aktuaris independen yang memenuhi syarat.
d. Pesangon pemutusan kontrak kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan hubungan kerja
sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima penawaran
mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon. Grup mengakui
pemutusan kontrak kerja pada tanggal yang lebih awal antara (i) ketika Grup tidak dapat lagi
menarik tawaran atas imbalan tersebut dan (ii) ketika Grup mengakui biaya untuk
restrukturisasi yang berasa dalam ruang lingkup PSAK 57 dan melibatkan pembayaran
pesangon. Dalam hal menyediakan pesangon sebagai penawaran untuk mengundurkan diri
secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan
yang diharapkan menerima penawaran tersebut. Imbalan yang jatuh tempo lebih dari 12
bulan setelah periode pelaporan didiskontokan menjadi nilai kininya.
34
Page 38
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. ac. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Sejak 1 Januari 2020, Grup telah menerapkan PSAK 72 yang membutuhkan pendapatan
pengakuan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji
dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
3. Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi
hak entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel,
Perusahaan memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas
pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah
jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak.
jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali
atas barang atau jasa tersebut).
Agar Langkah 1 dapat dicapai, lima kriteria gerbang berikut harus ada:
• Para pihak dalam kontrak telah menyetujui kontrak baik secara tertulis, lisan atau sesuai
dengan praktik bisnis lazim lainnya;
• hak masing-masing pihak terkait barang atau jasa yang akan ditransfer atau dilakukan
dapat diidentifikasi;
• syarat pembayaran untuk barang atau jasa yang akan ditransfer atau dilakukan dapat
diidentifikasi;
• kontrak tersebut memiliki substansi komersial (yaitu, risiko, waktu, atau jumlah kas masa
depan arus diharapkan berubah sebagai hasil dari kontrak); dan,
• kemungkinan pengumpulan imbalan dalam pertukaran barang dan jasa.
Pendapatan diakui hanya jika (atau saat) Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan
dengan mengalihkan kendali atas barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Pengalihan kendali dapat terjadi sepanjang waktu atau pada waktu tertentu.
Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada waktu tertentu (point in time) kecuali jika
memenuhi salah satu dari berikut ini kriteria, dalam hal ini terpenuhi sepanjang waktu (over
time):
• Pelanggan secara bersamaan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang diberikan oleh
kinerja Perusahaan sebagaimana yang dilakukan Perusahaan;
Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada waktu tertentu (point in time) kecuali jika
memenuhi salah satu dari berikut ini kriteria, dalam hal ini terpenuhi sepanjang waktu (over
time): (Lanjutan)
• Kinerja Perusahaan menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan oleh
pelanggan aset dibuat atau ditingkatkan; dan,
• Kinerja Perusahaan tidak menciptakan aset dengan alternatif penggunaan Perusahaan dan
entitas memiliki hak yang dapat diberlakukan untuk pembayaran atas kinerja yang
diselesaikan hingga saat ini.
35
Page 39
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. ac. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Harga transaksi yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi pada suatu titik
waktu diakui sebagai pendapatan pada saat pengendalian barang atau jasa dialihkan kepada
pelanggan. Jika kewajiban pelaksanaan terpenuhi sepanjang waktu, harga transaksi yang
dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan tersebut diakui sebagai pendapatan pada saat
kewajiban pelaksanaan terpenuhi.
Aset kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan kurang dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui setelah imbalan yang
dibayarkan oleh pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Pendapatan yang Ditangguhkan
Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan keseluruhan jasa diatas, yang belum
memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari “Pendapatan diterima
dimuka” dalam laporan posisi keuangan.
Pendapatan yang berhubungan dengan kontrak konstruksi dicatat dengan menggunakan
metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara dengan
estimasi terbaru dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian sebenarnya yang
ditentukan dengan mengacu pada keadaan fisik kemajuan pekerjaan (metode input).
Pendapatan kontrak terdiri dari jumlah pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak dan
penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif sepanjang hal ini
memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat diukur dengan andal.
Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akan menghasilkan kerugian pada saat penyelesaian
kontrak, penyisihan atas kerugian yang diperkirakan hingga penyelesaian kontrak diakui
sebagai penyisihan kini pada laporan keuangan konsolidasian. Kerugian diakui secara penuh
ketika dapat diukur secara andal, terlepas dari tingkat penyelesaian.
Dalam menentukan harga transaksi, Perusahaan menyesuaikan jumlah imbalan yang dijanjikan
terhadap dampak nilai waktu uang jika waktu pembayaran yang disepakati oleh para pihak
dalam kontrak (baik secara eksplisit atau implisit) memberikan pelanggan atau Perusahaan
manfaat signifikan berupa pendanaan atas pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan.
Tujuan ketika menyesuaikan komponen pendanaan signifikan dalam jumlah imbalan yang
dijanjikan adalah agar Perusahaan mengakui pendapatan pada jumlah yang mencerminkan
harga yang akan dibayar oleh pelanggan atas barang atau jasa yang dijanjikan jika pelanggan
telah membayar secara kas barang atau jasa tersebut ketika entitas mengalihkan barang atau
jasa kepada pelanggan (yaitu harga jual kas). Perusahaan menyajikan dampak pendanaan
(pendapatan bunga atau beban bunga) secara terpisah dari pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasian.
Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkan diakui segera sebagai beban tahun berjalan pada
laba rugi.
Perusahaan mengakui aset kontrak dan liabilitas kontrak sehubungan dengan pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan. Aset kontrak disajikan sebagai piutang retensi dan jumlah tagihan
bruto pemberi kerja. Liabilitas kontrak disajikan sebagai jumlah utang bruto pemberi kerja dan
pendapatan diterima dimuka.
Harga transaksi yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi pada suatu titik
waktu diakui sebagai pendapatan pada saat pengendalian barang atau jasa dialihkan kepada
pelanggan. Jika kewajiban pelaksanaan terpenuhi sepanjang waktu, harga transaksi yang
dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan tersebut diakui sebagai pendapatan pada saat
kewajiban pelaksanaan terpenuhi.
36
Page 40
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2. ac. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Beban langsung dan beban tidak langsung proyek yang dapat dialokasikan ke suatu proyek
tertentu, diakui sebagai beban pada proyek yang bersangkutan, sedangkan beban yang tidak
dapat didistribusikan atau tidak dapat dialokasikan ke aktivitas proyek menjadi beban non-
proyek (beban usaha).
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian barang telah dialihkan
kepada pelanggan. Pendapatan dari jasa diakui pada periode akuntansi saat jasa tersebut
diberikan.
Pendapatan/ Beban Bunga
Pendapatan bunga dari aser keuangan pada FVPL dimasukkan dalam keuntungan/(kerugian)
nilai wajar bersih atas aset tersebut. Pendapatan bunga dari aset keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi dan aset keuangan pada FVOCI yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif diakui dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari pendapatan lain.
Pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto
dari aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan
nilaikredit. Untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit, suku bunga efektif
diterapkan ke nilai tercatat bersih dari aset keuangan (setelahdikurangi penyisihan kerugian).
Pendapatan bunga disajikan sebagai pendapatan keuangan yang diperoleh dari ase keuangan
yang dimiliki untuk tujuan pengelolaan kas. Pendapatan bunga lainnya dimasukkan ke dalam
pendapatan lain.
2 ad. Pajak Penghasilan Final
Pajak penghasilan dari konstruksi dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor. 9 Tahun 2022. Pajak penghasilan final dikenakan sebesar 2,65% untuk
pembayaran kontrak atau bagian dari kontrak mulai 21 Februari 2022.
Pajak penghasilan final disajikan diluar beban pajak penghasilan pada laba rugi.
Untuk bidang usaha realty mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34
Tahun 2016 dengan tarif 2,5% untuk rumah menengah ke atas dan 1% untuk rumah sederhana.
Sedangkan jasa pengelolaan dan persewaan property mengacu pada UU PPh pasal 4 ayat 2
dengan tarif 10% final.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
dengan dasar pengenaan pajak tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
2 ae. Pajak Penghasilan Kini
Pajak Kini
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di laba rugi karena tidak memperhitungkan
penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak
memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir
periode peiaporan.
37
Page 41
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2 ae. Pajak Penghasilan Kini
Pajak Kini
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan
mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi terbaik
atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan
professional pajak dalam Grup yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut
dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak independen.
2 af. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Satu entitas berelasi dengan Perusahaan pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan perusahaan lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari
kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas
pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Entitas yang berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan
bersama atau dipengaruhi oleh pemerintah. Pemerintah mengacu kepada pemerintah, instansi
pemerintah dan badan yang serupa baik lokal, nasional maupun internasional.
Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau
dipengaruhi secara signifikan oleh Kementerian Keuangan yang merupakan Pemegang Saham
Entitas, atau entitas yang dikendalikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui
Kementerian BUMN sebagai kuasa pemegang saham.
Sifat hubungan dan jenis transaksi serta saldo dengan pihak berelasi diungkapkan pada catatan
36.
38
Page 42
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2 ag. Informasi Segmen
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang
diberikan kepada pengambil keputusan operasi utama. Pengambil keputusan operasi utama,
yang bertanggung jawab mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi, telah
diidentifikasi sebagai komite pengarah yang mengambil keputusan strategis.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
- hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
- tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
2. ah. Modal Saham
Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau
opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang penerimaan, setelah dikurangi pajak.
Ketika Grup membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang dibayar,
termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak
penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas sampai
saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya
diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan
dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik ekuitas entitas.
2 ai. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham
Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode
berjalan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan menyesuaikan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
yang beredar dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif yang dimiliki
perusahaan, yaitu obligasi konversi dan opsi saham.
2 aj. Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Namun pengungkapan tidak diperlukan jika arus
keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi
tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian jika adanya kemungkinan arus masuk dari manfaat ekonomi.
39
Page 43
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
2 ak. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan
menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan
arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah
nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu uang bersifat material).
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan
dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa
penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Garansi
Provisi untuk biaya ekspektasian atas kewajiban garansi berdasarkan ketentuan penjualan
barang lokal diakui pada tanggal penjualan barang tersebut, sebesar estimasi terbaik direktur
atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban Grup.
2 al. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham merupakan akumulasi biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran
umum perdana saham Perusahaan kepada masyarakat. Biaya emisi saham disajikan sebagai
pengurang tambahan modal disetor dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.
2 am. Saham Treasuri
Ketiga entitas Grup membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang dibayar,
termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak
penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas sampai
saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya
diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan
dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik ekuitas entitas.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber
daya dan penilaian kinerja terfokus pada kategori pada setiap produk, yang menyerupai informasi
segmen yang dilaporkan di periode sebelumnya. Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi.
2 an. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca
Peristiwa setelah tanggal neraca yang menyediakan informasi tambahan tentang posisi Grup
pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian) disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian
jika material. Peristiwa setelah tanggal neraca yang bukan merupakan peristiwa penyesuaian
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.
40
Page 44
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Estimasi dan pertimbangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lain,
termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada.
Estimasi dan Asumsi Akuntansi Yang Penting
Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan, menurut
definisi, akan jarang sekali sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi yang secara signifikan
berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas selama 12 bulan
ke depan dipaparkan di bawah ini.
a. Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Grup, selain yang melibatkan estimasi, manajemen telah
menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan asumsi bahwa Grup akan dapat
mempertahankan kelangsungan usaha dalam operasinya di tahun mendatang, yang merupakan
pertimbangan penting yang berdampak paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan konsolidasian. Penilaian asumsi kelangsungan usaha melibatkan pengambilan
keputusan oleh manajemen, pada titik waktu tertentu, tentang hasil masa depan dari peristiwa
atau kondisi yang secara inheren tidak pasti. Manajemen Grup mempertimbangkan bahwa Grup
memiliki kemampuan untuk melanjutkan kelangsungan usahanya dan peristiwa atau kondisi
utama, yang dapat menimbulkan risiko bisnis, yang secara individual atau kolektif dapat
menimbulkan keraguan signifikan atas asumsi kelangsungan usaha
b. Imbalan Pensiun
Perusahaan juga memberikan imbalan pascakerja lainnya untuk pensiunannya berupa
kompensasi bagi karyawan dengan perjanjian waktu tertentu (PKWT). Imbalan ini biasanya
diberikan kepada pekerja yang tetap bekerja sampai usia pensiun dan memenuhi masa kerja
minimum.
Biaya yang diharapkan timbul atas imbalan ini diakru selama masa kerja dengan menggunakan
metode projected unit credit. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang
memenuhi syarat.
Nilai kini kewajiban pensiun tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan
biaya/(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa
mendatang. Adanya perubahan pada asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban
pensiun.
Grup menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir periode
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan
nilai kini atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
kewajiban pensiun. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata
uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
kewajiban pensiun yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Grup mengumpulkan data historis mengenai perubahan
gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Asumsi kunci kewajiban pensiun lainnya sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini.
Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 23.
41
Page 45
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
Estimasi dan Asumsi Akuntansi Yang Penting (Lanjutan)
c. Persentase Penyelesaian
Pengakuan pendapatan dan beban pokok penjualan Grup mengakui pendapatan dan beban
pokok penjualan dari proyek yang masih dalam progress pembangunan berdasarkan metode
persentase penyelesaian. Tahap penyelesaian diukur berdasarkan kebijakan akuntansi yang
dijelaskan dalam Catatan 2ad. Asumsi yang penting diperlukan adalah dalam menentukan tahap
penyelesaian (persentase penyelesaian) dan jumlah estimasi pendapatan dan jumlah biaya
pembangunan. Dalam membuat asumsi, Grup mengevaluasinya berdasarkan pengalaman di
waktu yang lampau dan bantuan dari spesialis. Pendapatan dari proyek diungkapkan dalam
Catatan 29 dan beban dari proyek diungkapkan dalam Catatan 30.
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi Entitas
a. Estimasi Masa Sewa
Dalam mengestimasi masa sewa dari masingmasing perjanjian sewa, manajemen
mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang memberikan insentif ekonomik untuk
mengeksekusi opsi perpanjangan, atau untuk tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk
perubahan fakta atau keadaan yang diekspektasi dari tanggal permulaan hingga tanggal eksekusi
opsi. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya diperhitungkan dalam
masa sewa jika sewa cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
b. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi entitas
asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (d) dibawah), setelah pada awalnya diakui
pada nilai perolehan.
Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk menilai apakah Perusahaan memiliki kontrol atau
tidak atas entitas asosiasi, dan juga berdasarkan apakah Perusahaan memiliki kemampuan yang
nyata untuk mengatur kegiatan entitas asosiasi secara sepihak. Dalam membuat penilaian
mereka, direksi mempertimbangkan keberadaan perwakilan Perusahaan di dewan direksi entitas
asosiasi yang memiliki kekuatan untuk mengarahkan kegiatan entitas asosiasi secara sepihak.
Karena entitas asosiasi memiliki perwakilan dalam dewan direksi, direksi menilai bahwa
Perusahaan tidak memiliki kontrol tetapi hanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap entitas
asosiasi.
c. Pengaturan Bersama
Grup memegang hak suara 50% atas pengaturan bersama yang dimiliknya. Grup memiliki
pengaturan bersama sesuai dengan perjanjian kontraktual dimana dibutuhkan adanya suara bulat
dari seluruh pihak untuk persetujuan atas semua aktivitas relevan.
Pengaturan bersama dibentuk sebagai perusahaan terbatas dan memberikan Grup dan pihak
lain dalam persetujuan hak atas aset bersih dari perusahaan terbatas dalam pengaturan. Oleh
karena itu, pengaturan ini diklasifikasikan sebagai ventura bersama dari Grup.
42
Page 46
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi Entitas (Lanjutan)
d. Mata Uang Fungsional (Lanjutan)
Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana
entitas beroperasi.
Perusahaan mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan mata uang fungsionalnya
seperti mata uang yang mempengaruhi pendapatan, biaya dan aktivitas pendanaan serta mata
uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya dipertahankan.
Berdasarkan substansi ekonomis dari kondisi yang sesuai dengan Perusahaan, mata uang
fungsional telah ditentukan berupa Rupiah Indonesia (IDR), karena hal ini berkaitan dengan
fakta bahwa mayoritas bisnis Perusahaan dipengaruhi oleh penetapan harga dengan
lingkungan ekonomis lokal.
e. Estimasi Penyisihan atas Penurunan Nilai dari Piutang
Penerapan PSAK 71 mengakibatkan perubahan penilaian atas estimasi akuntansi yang signifikan
dan pertimbangan terkait dengan cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Grup menerapkan
pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian seumur hidup untuk semua piutang usaha.
Dalam menentukan kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk melakukan
pertimbangan dalam menentukan apa yang dianggap sebagai peningkatan risiko kredit yang
signifikan dan dalam membuat asumsi dan estimasi untuk memasukkan informasi yang relevan
tentang peristiwa masa lalu, kondisi saat ini dan prakiraan kondisi ekonomi. Pertimbangan telah
diterapkan dalam menentukan umur dan titik pengakuan awal piutang.
Tingkat penyisihan tertentu dievaluasi oleh manajemen berdasarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi kolektibilitas akun. Dalam kasus ini, Grup menggunakan penilaian berdasarkan
fakta dan keadaan terbaik yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, lamanya
hubungan Perusahaan dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan
kredit pihak ketiga dan faktor pasar yang diketahui, untuk mencatat cadangan khusus untuk
pelanggan terhadap jumlah yang jatuh tempo untuk mengurangi piutang Grup menjadi jumlah
yang diharapkan dapat ditagih.
Cadangan spesifik ini dievaluasi ulang dan disesuaikan karena informasi tambahan yang diterima
mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Selain penyisihan khusus atas piutang yang signifikan
secara individual, Perusahaan juga mengakui penyisihan penurunan nilai kolektif terhadap
eksposur kredit debitur yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik kredit yang umum, dan
meskipun tidak secara spesifik diidentifikasikan memerlukan penyisihan khusus, memiliki risiko
gagal bayar yang lebih besar dibandingkan saat piutang pada awalnya diberikan kepada debitur.
Pada tanggal 31 Maret 2024, penyisihan penurunan nilai piutang Perusahaan adalah sebesar
Rp38.034.227.919 (Catatan 6).
43
Page 47
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi Entitas (Lanjutan)
f. Penurunan Nilai Persediaan
Grup membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan pada
masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai
persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak
material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi hasil usaha Grup.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada penurunan nilai yang diakui dalam
persediaan Perusahaan (Catatan 9)
g. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
PSAK mensyaratkan bahwa penelaahan atas penurunan nilai atas aset tetap dan aset tidak
berwujud harus dilakukan apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Penentuan
jumlah yang dapat diperoleh kembali membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan, yang
akan dihasilkan dari penggunaan secara berkelanjutan dan hasil akhir dari aset tersebut.
Sementara itu, manajemen yakin bahwa asumsi yang digunakan dalam menghitung estimasi nilai
wajar yang tercermin di dalam laporan keuangan konsolidasian adalah sudah sesuai dan wajar.
Maka perubahan yang signifikan dalam asumsi ini dapat secara material mempengaruhi penilaian
atas jumlah yang dapat diperoleh kembali dan kerugian atas penurunan nilai yang dihasilkan bisa
memiliki dampak yang material terhadap hasil usaha.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada penurunan nilai yang diakui dalam
aset tetap dan property investasi Grup (Catatan 13 dan 14).
h. Masa Manfaat Aset Non Keuangan
Masa manfaat setiap aset non keuangan ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang
diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan
apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan
komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan
bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas
jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang
disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan
amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 14.
44
Page 48
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER KETIDAKPASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi Entitas (Lanjutan)
i. Penentuan Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Manajemen menggunakan teknik penilaian, termasuk model diskonto arus kas dalam mengukur
nilai wajar dari instrumen keuangan dimana penawaran pasar aktif tidak tersedia.
Dalam menerapkan teknik penilaian. manajemen memanfaatkan input pasar semaksimal
mungkin, dan menggunakan estimasi dan asumsi, yang sejauh mungkin, sesuai dengan data
yang dapat diobservasi oleh pelaku pasar akan digunakan di dalam penentuan harga instrumen.
Dalam hal data yang berlaku tidak dapat dicermati, maka manajemen akan menggunakan
estimasi terbaik dimana asumsi akan digunakan oleh pelaku pasar. Perkiraan ini mungkin
berbeda dengan harga sebenarnya yang akan dicapai dalam transaksi wajar pada tanggal
pelaporan.
j. Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penentuan provisi untuk pajak penghasilan badan memerlukan pertimbangan yang signifikan dari
manajemen. Ada transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya tidak pasti
selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui liabilitas atas masalah pajak penghasilan
badan yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah tambahan pajak penghasilan badan akan
terutang. Jika hasil pajak final dari hal-hal tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya
dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan
pada periode di mana penentuan tersebut dibuat.
k. Provisi dan Kontijensi
Grup, dalam kegiatan usaha normal, menjalankan sesuai ketentuan untuk kewajiban hukum
maupun konstruktif, jika ada, sesuai dengan kebijakan pada ketentuan dan kontinjensi. Dalam
pengakuan dan pengukuran ketentuan, manajemen mengambil pertimbangan risiko dan
ketidakpastian.
Grup tidak mengakui provisi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
45
Page 49
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas
Rupiah 485,695,562 264,596,963
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 446,672,382 3,018,216,987
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 925,731,118 20,832,859,906
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 16,720,244 4,628,986
PT Bank ICBC Indonesia - 10,838,150
PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel Syariah - 25,616,961
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 13,993,777 11,768,942
PT Bank OCBC Tbk 9,500,000 9,650,000
Sub Jumlah Bank - Rupiah 1,412,617,521 23,913,579,932
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 125,895,806 122,644,455
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 9,291,592 783,278
Sub Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat 135,187,398 123,427,733
Jumlah Bank 1,547,804,919 24,037,007,665
Deposito Berjangka (Rupiah)
PT Bank BTPN Syariah Tbk 1,500,000,000 1,500,000,000
Jumlah Deposito Berjangka 1,500,000,000 1,500,000,000
Jumlah Kas dan Setara Kas 3,533,500,481 25,801,604,628
Deposito berjangka tersebut ditempatkan untuk jangka waktu hingga satu bulan.
Tingkat suku bunga per tahun sebagai berikut:
2024 2023
Dalam Rupiah 2,25% - 4,79% 2,25% - 4,79%
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat
dari setiap kelas kas dan setara kas sebagaimana yang diungkapkan di catatan 39.
5. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Deposito Berjangka - Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 21,791,926,167 21,768,204,171
PT Bank ICBC Indonesia - 2,830,000,000
Jumlah Deposito Berjangka - Rupiah 21,791,926,167 24,598,204,171
46
Page 50
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA (Lanjutan)
Dana yang dibatasi penggunaannya dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari
masing-masing bank yang bersangkutan (Catatan 16).
Tingkat suku bunga pertahun selama tahun 2026 berkisar antara 2,25% - 4,79 %.
Seluruh dana yang dibatasi ditempatkan pada pihak ketiga.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat
dari setiap kelas kas dan setara kas sebagaimana yang diungkapkan di catatan 39.
6. PIUTANG USAHA
Merupakan saldo piutang usaha sehubungan dengan jasa konstruksi. Rinciannya sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Berelasi
Sacna - Duta Graha JO 3,875,127,247 3,875,127,247
Hutama - Duta JO 667,798,678 667,798,678
Sub Jumlah 4,542,925,925 4,542,925,925
Cadangan Penurunan Nilai Piutang (4,542,925,925) (4,542,925,925)
Jumlah Pihak Berelasi - Bersih - -
Pihak Ketiga
PT Trimitra Multi Sukses Selaras 19,137,103,922 22,074,267,668
PT Griya Telaga Mas 15,709,558,516 15,709,558,516
PT Kreasi Jaya Properti 14,078,577,737 14,078,577,737
PT Wulandari Bangun Laksana 11,787,588,832 11,787,588,832
PT Unggul Dinamika Utama 11,766,768,953 -
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 7,545,042,793 -
PT Ciputra Puri Trisula 7,108,773,000 1,114,773,000
PT Optima Tirta Energy 5,848,340,390 -
PT Graha Sahari Suryajaya 3,701,231,585 3,701,231,585
PT Rashal Siar Cakra Medika 3,352,107,064 3,352,107,064
PT Vale Indonesia Tbk 371,073,084 5,172,167,592
PT Amman Mineral Nusa Tenggara 369,691,577 2,832,775,158
Lain-lain (Saldo masing-masing
di bawah Rp 2.000.000.000) 6,294,601,306 7,588,306,305
Sub Jumlah 107,070,458,759 87,411,353,457
Cadangan Penurunan Nilai Piutang (33,491,301,994) (33,491,301,994)
Jumlah Pihak Ketiga - Bersih 73,579,156,765 53,920,051,463
Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 111,613,384,684 91,954,279,382
Dolar Amerika Serikat - -
Jumlah 111,613,384,684 91,954,279,382
47
Page 51
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Sampai dengan 1 Bulan 20,827,151,499 10,371,821,025
> 1 Bulan - 3 Bulan 12,086,235,889 25,472,605
> 3 Bulan - 1 Tahun 96,302,412 16,127,122
> 1 Tahun 78,603,694,884 81,540,858,630
Jumlah 111,613,384,684 91,954,279,382
Mutasi cadangan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 38,034,227,919 42,501,382,269
Penambahan - -
Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai - (4,460,084,267)
Penghapusan - (7,070,083)
Saldo Akhir 38,034,227,919 38,034,227,919
Piutang usaha yang lebih dari satu tahun per 31 Maret 2024 sejumlah Rp 78.603.694.884, telah
dicadangkan sebesar Rp 38.034.227.919. Manajemen berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai
piutang cukup untuk menutupi kemungkinan tidak tertagihnya piutang.
Beberapa pemberi kerja sudah mempunyai komitmen untuk melunasi kewajibannya dengan
menggunakan aset berupa ruko dan apartemen.
Manajemen terus mengupayakan penagihan atas saldo piutang usaha yang tidak mengalami mutasi
dalam beberapa tahun terakhir dan manajemen Perusahaan berpendapat bahwa kolektibilitas piutang
tersebut dapat direalisasikan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 piutang usaha yang dijaminkan untuk fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk adalah sebesar Rp. 11.766.789.953.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat
dari setiap kelas piutang usaha sebagaimana yang diungkapkan di Catatan 39.
7. TAGIHAN BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA
Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan aset kontrak yang timbul dari biaya konstruksi dan
penagihan yang belum dilakukan sampai dengan tanggal laporan keuangan dengan rincian sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja
Biaya Konstruksi Kumulatif 1,164,893,559,551 1,107,820,456,822
Laba Konstruksi Kumulatif yang Diakui 141,388,423,748 136,676,029,023
Jumlah 1,306,281,983,299 1,244,496,485,845
Penagihan Sampai Saat Ini (1,076,433,286,946) (1,022,527,936,760)
Penghapusan tagihan (1,970,537,844) (1,970,537,844)
Total Tagihan Bruto 227,878,158,509 219,998,011,242
Cadangan Penurunan Nilai Tagihan Bruto (7,837,524,594) (7,837,524,594)
Jumlah Tagihan Bruto - Bersih 220,040,633,915 212,160,486,648
48
Page 52
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. TAGIHAN BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA (Lanjutan)
Rincian tagihan bruto kepada pemberi kerja atas pekerjaan kontrak konstruksi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 51,547,611,929 58,965,507,460
PT Kreasi Jaya Properti 40,553,816,177 40,553,816,177
PT Mira Mulya Abadi Medical 38,927,820,711 37,035,888,405
PT Vale Indonesia Tbk 21,789,207,280 13,242,309,869
PT Unggul Dinamika Utama 21,622,954,538 22,200,160,888
KSO Ciputra Yasmin 13,625,934,883 15,329,903,662
PT Amman Mineral Nusa Tenggara 8,184,366,342 5,594,407,200
PT Ciputra Puri Trisula 7,262,210,605 6,630,210,604
PT Inti Bangun Sarana 5,825,432,939 -
PT Optima Tirta Energy 5,649,670,565 13,014,186,240
Direktorat Jendral Sumber Daya Air -
Kementerian Pekerjaan Umum &
Perumahan Rakyat 5,000,000,737 5,000,000,737
Universitas Negeri Padang 3,559,848,548 -
PT Indexim Coalindo 3,539,000,000 2,431,620,000
Lain-lain (Saldo masing-masing di bawah
Rp 2.000.000.000) 790,283,255
Jumlah 227,878,158,509 219,998,011,241
Cadangan Penurunan Nilai Tagihan Bruto Kepada
Pemberi Kerja (7,837,524,594) (7,837,524,594)
Jumlah - Bersih 220,040,633,915 212,160,486,647
Mutasi cadangan penurunan nilai tagihan bruto adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 7,837,524,594 7,837,524,594
Penghapusan Selama Tahun Berjalan - -
Penyisihan (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai - -
Saldo Akhir 7,837,524,594 7,837,524,594
Tagihan bruto kepada pemberi kerja tertentu digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas
kredit yang diperoleh Perseroan untuk membiayai pekerjaan proyek konstruksi. Pada tanggal 31 Maret
2024, saldo tagihan bruto kepada pemberi kerja sejumlah Rp. 21.622.954.538 digunakan sebagai
jaminan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tagihan bruto adalah cukup untuk
menutup kemungkinan tidak tertagihnya tagihan bruto di kemudian hari. Eksposur maksimum terhadap
risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas tagihan bruto
sebagaimana yang diungkapkan di Catatan 39.
49
Page 53
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bagian Jangka Pendek:
PT Optima Tirta Energy 15,872,130,793 15,872,130,793
Pinjaman Karyawan 846,858,293 950,164,998
Lain-lain dibawah Rp 500.000.000 7,888,566,368 12,051,826,101
Sub Jumlah 24,607,555,454 28,874,121,892
Cadangan Penurunan Nilai Piutang (490,000,000) (490,000,000)
Jumlah 24,117,555,454 28,384,121,892
9. PERSEDIAAN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Persediaan Konstruksi Proyek Gedung 12,760,388,771 7,873,995,177
Persediaan Konstruksi Proyek Sipil 5,579,599,094 3,442,977,886
Jumlah 18,339,987,865 11,316,973,063
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik persediaan pada tanggal 31 Maret 2024, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan tidak diperlukan karena tidak ada
persediaan yang usang dan tingkat perputaran persediaan yang cukup tinggi.
Pada 31 Maret 2024, persediaan tidak diasuransikan terhadap Risiko kebakaran, perusakan dan risiko
lainnya karena manajemen berpendapat perpindahan persediaan bergerak cepat, sehingga asuransi
terhadap persediaan tidak dibutuhkan.
10. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bagian Lancar
Uang Muka
Sub Kontraktor dan Pemasok 22,356,195,490 23,380,909,327
Operasional 3,179,018,332 2,685,056,536
Sub Jumlah 25,535,213,822 26,065,965,863
Biaya Dibayar di Muka
Asuransi Pekerjaan Konstruksi 123,778,488 221,275,651
Sewa Kendaraan & Bangunan 209,303,890 155,682,870
Asuransi Kendaraan 295,230,501 36,000,235
Asuransi Alat 323,575,379 58,640,587
Lain-lain 24,103,332 6,827,397
Sub Jumlah 975,991,590 478,426,740
Jumlah Bagian Lancar 26,511,205,412 26,544,392,603
Bagian Tidak Lancar
Biaya Uang Muka
Uang Muka Proyek 70,000,000,000 70,000,000,000
Sub Jumlah 70,000,000,000 70,000,000,000
50
Page 54
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bagian Tidak Lancar
Biaya Dibayar di Muka
Asuransi Pekerjaan Konstruksi - -
Asuransi Kendaraan & Alat - -
Sewa Kendaraan & Bangunan - -
Lain-Lain 109,800,000 109,800,000
Sub Jumlah 109,800,000 109,800,000
Jumlah Bagian Tidak Lancar 70,109,800,000 70,109,800,000
Jumlah 96,621,005,412 96,654,192,603
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA
Rincian saldo investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Investasi Pada Entitas Asosiasi 215,880,331,444 215,856,155,435
Investasi Ventura Bersama 19,547,269,751 29,261,977,851
Jumlah 235,427,601,195 245,118,133,286
Investasi Pada Entitas Asosiasi
PT Dirgantara Yudha Artha
Pada tanggal 20 April 2022, PT Duta Buana Permata (DBP) yang merupakan entitas anak PT Nusa
Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE) melakukan transaksi pembelian saham PT Global Dinamika Kencana
(GDK) pada PT Dirgantara Yudha Arta (DYA) sebesar 1.120.000.000 lembar saham atau mewakili 35%
dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh GDK pada DYA, dengan nilai transaksi
sebesar Rp256.480.000.000.
DBP telah melakukan pembayaran kepada GDK sebesar Rp241.735.587.206 dan masih memiliki
kewajiban kepada GDK sebesar Rp14.744.412.794 (Catatan 36).
Pada tanggal 8 Mei 2023. DBP melakukan retur pembelian saham sebesar 480.000.000 lembar saham
atau mewakili 15% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh GDK pada DYA, dengan
nilai transaksi sebesar Rp109.920.000.000 sehingga pada 31 Desember 2023, DBP memiliki
640.000.000 saham atau mewakili 20% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada
DYA, dengan nilai transaksi sebesar Rp146.560.000.000.
DBP juga telah melunasi kewajiban kepada GDK sebesar Rp14.744.412.794 pada 8 Mei 2023.
51
Page 55
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA (Lanjutan)
PT Dharma Surya Mandiri
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 22 tanggal 11 November 2019 dari Miki Tanumiharja, S.H., Notaris
di Jakarta Selatan, PT Grantirta Sumber Energi (GSE) telah mengakuisisi saham PT Optima Tirta Energy
(OTE) dari PT Omega Hydro Energy (OHE) sejumlah 100 lembar saham, mewakili 25% kepemilikan
saham dengan harga Rp100.000.000.
Pada 10 Desember 2021, PT Dharma Surya Mandiri telah melakukan konversi atas utang menjadi saham
yang dimiliki oleh Perusahaan kepada PT Inti Duta Energi (entitas anak) dengan jumlah keseluruhan
sebesar Rp56.657.000.000. Hal ini telah tercatat pada akta nomor 9 tanggal 10 Desember 2021.
Mutasi Entitas asosiasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Tercatat Awal Tahun 215,856,155,434 320,720,653,126
Mutasi Investasi - Bersih - (109,920,000,000)
Selisih Revaluasi Penilaian Investasi Saham - -
Bagian Laba Investasi pada Entitas Asosiasi Siap Dijual - -
Bagian Laba Entitas Asosiasi - Bersih 24,176,010 5,055,502,308
Nilai Tercatat Akhir Tahun 215,880,331,444 215,856,155,434
Investasi Pada Ventura Bersama
31 Maret 2024 31 Desember 2023
CNQC-NKE JV 15,196,774,967 14,596,774,967
Hyundai - Nusa Konstruksi JV - 10,314,708,100
CSCEC-NKE JV 4,350,494,784 4,350,494,784
NKE - APL JV -
Jumlah 19,547,269,751 29,261,977,851
52
Page 56
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA (Lanjutan)
Rincian mutasi investasi dalam ventura bersama sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 29,261,977,851 31,058,802,853
Bagian Laba Proyek JV - Bersih 7,988,739,967 663,467,293
Penambahan (Pengembalian )Partisipasi (17,703,448,067) (2,460,292,295)
Saldo Akhir 19,547,269,751 29,261,977,851
12. ASET KEUANGAN DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Akun ini merupakan investasi Grup dengan jumlah kepemilikan saham kurang dari 20%, yang terinci
sebagai berikut:
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Persentase Hak Biaya Penurunan Nilai
Divestasi
Pemilikan Suara Perolehan Nilai Tercatat
% %
PT Margaraya Jawa Tol 1.02 1.02 2,250,000,000 - - 2,250,000,000
Jumlah 2,250,000,000 - - 2,250,000,000
Margaraya Jawa Tol (MRJT)
Pada tanggal 20 Juni 2007, Perusahaan melakukan investasi dalam saham MRJT sebanyak 2.250.000
saham dengan biaya perolehan sebesar nilai nominal saham yaitu sebesar Rp 2.250.000.000 atau 1,02%
dari seluruh modal disetor MRJT.
MRJT berdomisili di Jakarta dan bergerak dalam bidang penyelenggaraan jalan Tol Waru (Aloha)
Wonokromo-Tanjung Perak yang meliputi perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan
pemeliharaan serta usaha-usaha lainnya yang berhubungan dengan jalan tol tersebut. Sampai dengan
saat ini, MRJT masih dalam tahap pengembangan.
13. PROPERTI INVESTASI
Properti investasi berupa tanah dan bangunan untuk tujuan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai.
Metode pengukuran setelah pengakuan awal menggunakan metode biaya.
31 Maret 2024
Jenis dan Lokasi Luas Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
(m2)
Nilai Perolehan
Tanah
Anyer 47,083 19,663,992,107 - - - 19,663,992,107
Bangunan
Apartemen Senopati Penthouse 263.60 10,000,000,000 - - - 10,000,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G32 330.25 4,500,000,000 - - - 4,500,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G26 339.15 4,909,090,909 - - - 4,909,090,909
Ruko di Balikpapan Super Blok G33 317.40 5,049,272,727 - - - 5,049,272,727
Ruko di Balikpapan Super Blok G19 341.33 4,295,454,545 - - - 4,295,454,545
Ruko di Balikpapan Super Blok G20 341.33 4,295,454,545 - - - 4,295,454,545
Rumah Susun Allegra Condominium
Type A Semi Gross 189.00 5,503,256,000 - - - 5,503,256,000
Gedung WCT Lt 15-03 114.55 5,727,500,000 - - - 5,727,500,000
Gedung WCT Lt 15-05 111.41 5,570,500,000 - - - 5,570,500,000
Rumah Susun The Residences
at Dharmawangsa Unit 1507 & 2606 683.47 21,805,529,654 106,414,708 - - 21,911,944,362
Jumlah 91,320,050,487 106,414,708 - - 91,426,465,195
53
Page 57
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PROPERTI INVESTASI (Lanjutan)
31 Maret 2024
Jenis dan Lokasi Luas Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
(m2)
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
Apartemen Senopati Penthouse 263.60 4,000,000,000 125,000,000 - - 4,125,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G32 330.25 993,750,000 56,250,000 - - 1,050,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G26 339.15 1,084,090,911 61,363,636 - - 1,145,454,547
Ruko di Balikpapan Super Blok G33 317.40 1,004,856,167 62,707,789 - - 1,067,563,956
Ruko di Balikpapan Super Blok G19 341.33 876,988,636 53,693,182 - - 930,681,818
Ruko di Balikpapan Super Blok G20 341.33 876,988,636 53,693,182 - - 930,681,818
Rumah Susun Allegra Condominium
Type A Semi Gross 189.00 1,215,302,367 68,790,700 - - 1,284,093,067
Gedung WCT Lt 15-03 114.55 715,937,500 69,631,250 - - 785,568,750
Gedung WCT Lt 15-05 111.41 696,312,500 71,593,750 - - 767,906,250
Rumah Susun The Residences
at Dharmawangsa Unit 1507 & 2606 683.47 5,573,715,963 179,780,895 - - 5,753,496,858
Jumlah 17,037,942,680 802,504,384 - - 17,840,447,064
Nilai Buku 74,282,107,807 73,586,018,131
(73,586,018,131)
31 Desember 2023
Jenis dan Lokasi Luas Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
(m2)
Nilai Perolehan
Tanah
Anyer 47,083 19,663,992,107 - - - 19,663,992,107
Bangunan
Apartemen Senopati Penthouse 263.60 10,000,000,000 - - - 10,000,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G32 330.25 4,500,000,000 - - - 4,500,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G26 339.15 4,909,090,909 - - - 4,909,090,909
Ruko di Balikpapan Super Blok G33 317.40 5,049,272,727 - - - 5,049,272,727
Ruko di Balikpapan Super Blok G19 341.33 4,295,454,545 - - - 4,295,454,545
Ruko di Balikpapan Super Blok G20 341.33 4,295,454,545 - - - 4,295,454,545
Rumah Susun Allegra Condominium
Type A Semi Gross 189.00 5,503,256,000 - - - 5,503,256,000
Gedung WCT Lt 15-03 114.55 5,727,500,000 - - - 5,727,500,000
Gedung WCT Lt 15-05 111.41 5,570,500,000 - - - 5,570,500,000
Rumah Susun The Residences
at Dharmawangsa Unit 1507 & 2606 683.47 21,805,529,654 - - - 21,805,529,654
Jumlah 91,320,050,487 - - - 91,320,050,487
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
Apartemen Senopati Penthouse 263.60 3,500,000,000 500,000,000 - - 4,000,000,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G32 330.25 768,750,000 225,000,000 - - 993,750,000
Ruko di Balikpapan Super Blok G26 339.15 838,636,366 245,454,545 - - 1,084,090,911
Ruko di Balikpapan Super Blok G33 317.40 754,025,000 250,831,167 - - 1,004,856,167
Ruko di Balikpapan Super Blok G19 341.33 662,215,909 214,772,727 - - 876,988,636
Ruko di Balikpapan Super Blok G20 341.33 662,215,909 214,772,727 - - 876,988,636
Rumah Susun Allegra Condominium
Type A Semi Gross 189.00 940,139,567 275,162,800 - - 1,215,302,367
Gedung WCT Lt 15-03 114.55 429,562,500 286,375,000 - - 715,937,500
Gedung WCT Lt 15-05 111.41 417,787,500 278,525,000 - - 696,312,500
Rumah Susun The Residences
at Dharmawangsa Unit 1507 & 2606 683.47 4,856,365,963 717,350,000 - - 5,573,715,963
Jumlah 13,829,698,714 3,208,243,966 - - 17,037,942,680
Nilai Buku 77,490,351,773 74,282,107,807
54
Page 58
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PROPERTI INVESTASI (Lanjutan)
Perusahaan memiliki bangunan yang berlokasi di Rumah Susun Hunian dan Non Hunian Apartemen
Dharmawangsa, Jakarta Selatan seluas 302,12m² dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah
Susun (SHMASRS) nomor 213/XII dengan jangka waktu jatuh tempo pada 17 Oktober 2025.
Perusahaan memiliki bangunan yang berlokasi di Rumah Susun Hunian dan Non Hunian Apartemen
Dharmawangsa, Jakarta Selatan seluas 351,35m² dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah
Susun (SHMASRS) nomor 248/XXII dengan jangka waktu jatuh tempo pada 17 Oktober 2025.
Perusahaan memiliki bangunan yang berlokasi Jl. Jend. Sudirman No. 47 Blok G Soho B No. G. 26
Balikpapan seluas 339,15m² dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMASRS)
nomor 00199 dengan jangka waktu jatuh tempo pada 6 Februari 2034.
Perusahaan memiliki bangunan yang berlokasi Jl. Jend. Sudirman No. 47 Blok G Soho B No. G. 32
Balikpapan seluas 330,25m² dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMASRS)
nomor 00200 dengan jangka waktu jatuh tempo pada 6 Februari 2034.
Perusahaan memiliki bangunan yang berlokasi Jl. Jend. Sudirman No. 47 Blok G Soho B No. G. 33
Balikpapan seluas 317,4m² dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMASRS)
nomor 00198 dengan jangka waktu jatuh tempo pada 6 Februari 2034.
Properti investasi di Anyer berlokasi di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Propinsi Banten
berupa tanah seluas 47.083 m2 dengan biaya perolehan sebesar Rp18.431.894.607. Tanah tersebut
sudah dibalik nama atas nama Perusahaan dengan sertifikat sebagai berikut:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 00023 dengan luas tanah 2.365 m² tanggal berakhir
hak 26 Februari 2054
- Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 00024 dengan luas tanah 11.870 m² tanggal berakhir
hak 26 Februari 2054
- Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 00022 dengan luas tanah 29.860 m² tanggal berakhir
hak 17 Januari 2054
Penambahan Gedung WCT lantai 15-03 seluas 114,55 M2 dan lantai 15-05 seluas 111,41 M2 diperoleh
dari pelunasan Piutang Usaha sesuai dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli No : 011/15-03/PPJB-
WCT/V/2021 dan No : 012/15-05/PPJB-WCT/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 antara Perusahaan dengan
PT Mega Kuningan Pinnacle.
Penambahan Apartemen Senopati Penthouse Lantai 7 PH707 diperoleh dari pelunasan Piutang
Usaha antara Perusahaan dengan PT Senopati Aryani Prima dan berdasarkan Akta No 99 dari Notaris
Jimmy Tanal SH tanggal 20 Mei 2021 di pindahkan hak nya kepada PT Lion Metal Work Tbk untuk
pembayaran utang perusahaan kepada PT Lion Metal Work Tbk berdasarkan kesepakatan bersama
tanggal 17 Mei 2021. Atas pengalihan Apartement Senopati Penthouse lantai 7 PH 707, perusahaan
rugi sebesar Rp 991.489.654.
Beban penyusutan properti investasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp 802.504.384
dan Rp 793.898.653 disajikan sebagai “beban lain-lain” dalam laba rugi konsolidasi.
Berdasarkan Laporan Penilai Independen KJPP Budi, Edy, Saptono dan Rekan No. 00086/2.0033-
00/PI/07/0470/1/IV/2024 tanggal 5 April 2024, nilai pasar properti investasi tanah per 22 Maret 2024
adalah Rp 44.909.550.000 lebih tinggi sebesar Rp 25.245.557.893 dibandingkan nilai bukunya.
Pendekatan penilaian yang telah digunakan penilai untuk menilai jumlah nilai pasar properti investasi
Perusahaan adalah Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach).
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Maret 2024.
55
Page 59
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TETAP
31 Maret 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Tanah 11,526,450,000 11,526,450,000
Bangunan 113,461,923,575 113,461,923,575
Peralatan Proyek 258,210,815,445 1,852,976,566 260,063,792,011
Inventaris Kantor 10,526,045,138 10,526,045,138
Kendaraan 41,249,546,838 95,520,992 41,345,067,830
Sub Jumlah 434,974,780,996 1,948,497,558 - - 436,923,278,554
Aset Hak Guna:
Bangunan 814,185,194 242,777,000 1,056,962,194
Sub Jumlah 814,185,194 242,777,000 - - 1,056,962,194
Jumlah 435,788,966,190 2,191,274,558 - - 437,980,240,748
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 37,791,063,201 1,418,274,045 39,209,337,246
Peralatan Proyek 255,578,656,563 261,477,532 255,840,134,095
Inventaris Kantor 9,889,363,435 62,021,314 9,951,384,749
Kendaraan 41,131,092,026 24,117,708 41,155,209,734
Sub Jumlah 344,390,175,225 1,765,890,599 - - 346,156,065,824
Aset Hak Guna:
Bangunan 687,015,341 105,382,685 792,398,026
Sub Jumlah 687,015,341 105,382,685 - - 792,398,026
Jumlah 345,077,190,566 1,871,273,284 - - 346,948,463,850
Nilai Buku 90,711,775,624 91,031,776,898
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Tanah 11,526,450,000 11,526,450,000
Bangunan 113,224,598,000 237,325,575 113,461,923,575
Peralatan Proyek 260,214,039,901 2,704,982,919 4,708,207,375 - 258,210,815,445
Inventaris Kantor 10,516,748,438 33,246,700 23,950,000 - 10,526,045,138
Kendaraan 41,238,826,838 - 21,780,000 32,500,000 41,249,546,838
Sub Jumlah 436,720,663,177 2,975,555,194 4,753,937,375 32,500,000 434,974,780,996
Aset Hak Guna:
Bangunan 626,856,339 430,073,193 242,744,338 - 814,185,194
Sub Jumlah 626,856,339 430,073,193 242,744,338 - 814,185,194
Jumlah 437,347,519,516 3,405,628,387 4,996,681,713 32,500,000 435,788,966,190
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 32,119,944,735 5,671,118,466 - - 37,791,063,201
Peralatan Proyek 259,750,308,078 536,555,860 4,708,207,375 - 255,578,656,563
Inventaris Kantor 9,620,187,011 293,126,424 23,950,000 - 9,889,363,435
Kendaraan 40,754,019,533 366,352,493 21,780,000 32,500,000 41,131,092,026
Sub Jumlah 342,244,459,357 6,867,153,243 4,753,937,375 32,500,000 344,390,175,225
Aset Hak Guna:
Bangunan 274,520,204 655,239,475 242,744,338 - 687,015,341
Sub Jumlah 274,520,204 655,239,475 242,744,338 - 687,015,341
Jumlah 342,518,979,561 7,522,392,718 4,996,681,713 32,500,000 345,077,190,566
Nilai Buku 94,828,539,955 90,711,775,624
56
Page 60
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TETAP (Lanjutan)
Alokasi beban penyusutan sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Beban Kontrak 147,865,022 1,090,481,517
Beban Administrasi dan Umum 1,723,408,262 6,431,911,201
Jumlah 1,871,273,284 7,522,392,718
Rincian pengurangan aset tetap yang merupakan penjualan aset tetap sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Perolehan - 4,729,987,375
Akumulasi Penyusutan - (4,729,987,375)
Nilai Buku - -
Harga Jual - 2,407,567,567
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap - 2,407,567,567
Aset tetap selain tanah di asuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 118.067.585.466 pada
31 Maret 2024.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas risiko yang dipertanggungkan.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023.
15. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Merupakan uang muka proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air PT Inti Duta Energi - entitas
anak (IDE) yang bekerja sama dengan PT Omega Hydro Energi (OHE). Per 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 masing-masing sebesar Rp 32.110.661.876.
Pada tahun 2011 Perusahaan berencana untuk mengembangkan usaha dalam bidang kelistrikan.
Melalui PT Inti Duta Energi (IDE) - entitas anak, Perusahaan melakukan kerjasama dalam dukungan
keuangan untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan Perusahaan-
Perusahaan yang melakukan pembangunan PLTA, sebagai berikut:
Pada tanggal 30 September 2011, PT Inti Duta Energi (IDE - Entitas Anak) melakukan perjanjian
kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) masing-masing berlokasi di Maluku,
Bengkulu dan Jawa barat dengan PT Omega Hydro Energi (OHE) melalui 3 entitas anaknya sebagai
berikut:
- PT Mitra Arana Sinergi (MAS) dalam membangun PLTA di sungai Manna, Desa Kayu Anjaran,
Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu.
- PT Cakrawangsa Nata Karisma (CNK) dalam membangun PLTA di sungai Sapalewa, Desa
Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel Seram Barat, Kabupaten Seram bagian Barat,
Propinsi Maluku.
- PT Mahija Kastara Hita (MKH), pihak berelasi dalam membangun PLTA di sungai Cibareno,
Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa barat.
57
Page 61
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (Lanjutan)
Kerjasama tersebut terdiri dari 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan pembangunan,
dengan tugas utama MAS, CNK, dan MKH adalah memastikan perijinan yang dibutuhkan dan
pembebasan lahan selesai sesuai waktu yang ditetapkan, memastikan tercapainya internal rate of
return dari pelaksanaan proyek yang telah disepakati dan menunjuk pihak dan profesi terkait untuk
persiapan dan pelaksanaan pembangunan proyek yang direkomendasikan oleh IDE, sedangkan tugas
utama IDE adalah memberikan dukungan dan akses kepada sumber-sumber tenaga ahli, termasuk
teknologi dan pasokan atas peralatan yang dibutuhkan proyek, memberikan dukungan keuangan dan
dukungan dalam proses perencanaan dan pengelolaan pembangunan proyek.
Dalam memberikan dukungan pendanaan, disepakati IDE berhak untuk mengkonversi seluruh
piutangnya berdasarkan pengakuan utang menjadi setoran modal dalam MAS, CNK, dan MKH, dengan
nilai konversi atas utang yang sama dengan nilai nominal saham setelah proyeksi mencapai
Commercial Operation Date. Dalam hal IDE tidak melakukan konversi, maka IDE akan menerima
kembali dana yang diberikan dan ditambah bunga, 7% per tahun.
Sehubungan dengan kerjasama tersebut, pada tanggal 27 Maret 2012, IDE, OHE dan pemegang
saham lain MAS, CNK serta MKH membuat dan menandatangani Perjanjian Gadai Saham, dimana
seluruh pemegang saham MAS, CNK, dan MKH menggadaikan seluruh saham yang dimilikinya di
dalam modal MAS, CNK, MKH kepada IDE.
Pada tanggal 12 Agustus 2014, IDE dan OHE membuat dan menandatangani Perjanjian Kerjasama
Pembangunan PLTA di sungai Cibareno dan Novasi atas Pengakuan utang, IDE mengalihkan dan
menovasikan seluruh hak dan kewajiban yang dimiliknya atas kerjasama pembangunan PLTA di
Sungai Cibareno kepada PT Inti Duta Solusindo dan PT Duta Cipta Energi - entitas anak masing-
masing sebesar 49% dan 51%. Sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian novasi tersebut, IDE dan
OHE sepakat untuk mengakhiri Perjanjian Gadai Saham tanggal 27 Maret 2012 dan IDE
mengembalikan kepada OHE 20.099 saham OHE pada MKH yang digadaikan kepada IDE.
IDE juga melakukan kerjasama dengan OHE dan entitas-entitas anak OHE dalam pembangunan PLTA
yaitu PT Gilang Hydro Lestari (GHL) berlokasi di Sungai Cibareno Kabupaten Lebak, PT
Wariyalana Energi (WE) di sungai Manna Kabupaten Lahat, PT Optima Tirta Energy (OTE) di sungai
Batang Tonggar Kabupaten Pasaman Barat dan PT Energi Tungga Tirta di Sungai Muara Enim,
Kabupaten Muara Enim.
Pada tahun 2017, OHE berhasil memperoleh PPA untuk proyek/IPP PT Optima Tirta Energi (PLTM
Tongar). OHE juga melakukan pembayaran kepada IDE sebesar Rp 3.450.000.000.
Tahun 2018, IDE dan OHE telah sepakat dan sedang dalam proses untuk melakukan dan
mengeksekusi penyelesaian Kerja Sama dengan melakukan perhitungan komersial untuk
penyelesaian Kerja Sama. Langkah pertama yang dilakukan adalah adanya pembayaran dari OHE
sebesar Rp 44.879.000.000 pada tahun 2018
Pada tahun 2019 PT Omega Hydro Energy menerima pinjaman dari IDE sebesar
Rp 350.000.000. Selama tahun 2019 OHE telah membayar sebesar Rp 2.002.000.000 dan
mengalihkan hak dan kewajiban dalam perjanjian kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga
air 2x3000 Kwh di Sungai Batam Tongar tanggal 7 Juni 2012 sebesar Rp 17.372.130.793 kepada PT
Optima Tirta Energy (Catatan 11).
Pada tanggal 19 Juni 2020, IDE dan OHE menandatangani perjanjian pengakuan utang. Berdasarkan
perjanjian tersebut, IDE bermaksud untuk mengalihkan dan menovasikan seluruh kewajibannya
berdasarkan pengakuan utang kepada DCE sebesar Rp 13.998.139.510. IDE dengan ini melepaskan
OHE dari segala hak dan kewajiban yang timbul dari pelaksanaan pengakuan utang kepada IDE dan
DCE setuju untuk terikat kepada IDE untuk melaksanakan seluruh kewajiban yang timbul berdasarkan
pengakuan utang dan novasi ini.
58
Page 62
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (Lanjutan)
Pada tanggal 19 Juni 2020, IDS dan OHE menandatangani perjanjian pengakuan utang. Berdasarkan
perjanjian tersebut, IDS bermaksud untuk mengalihkan dan menovasikan seluruh kewajibannya
berdasarkan pengakuan utang kepada DCE sebesar Rp 9.849.000.000. IDS dengan ini melepaskan
OHE dari segala hak dan kewajiban yang timbul dari pelaksanaan pengakuan utang kepada IDS dan
DCE setuju untuk terikat kepada IDS untuk melaksanakan seluruh kewajiban yang timbul berdasarkan
pengakuan utang dan novasi ini.
Pada tanggal 19 Juni 2020, IDE dan OHE menandatangani perjanjian penyelesaian kerjasama. Para
pihak juga menyetujui bahwa kewajiban OHE, IDE, dan IDS akan diselesaikan dengan dilakukannya
penyerahan Aset OHE kepada DCE dengan cara : (a) mengalihkan Investasi/Penyertaan modal OHE
dari MHK, GHL, MAS, dan WE kepada IDE dan DCE; (b) Pengalihan piutang OHE atas pemberian
layanan pendukung (Management Fee) kepada DCE; (c) Pengalihan utang dan piutang OHE kepada
DCE; (d) Para pihak setuju untuk membuat dan menandatangani Perjanjian Pengalihan Piutang yang
menerangkan pengalihan utang piutang OHE kepada DCE (Catatan 1.d).
16. UTANG BANK
Merupakan utang bank Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jangka Pendek
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 9,267,852,881 46,143,272,189
PT Bank ICBC Indonesia - 961,308,172
Jumlah 9,267,852,881 47,104,580,361
Jangka Panjang
PT Bank ICBC Indonesia - -
Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun: PT Bank ICBC Indonesia - -
Jumlah 9,267,852,881 47,104,580,361
Rinciannya adalah sebagai berikut:
Jangka Pendek
PT Bank Negara Indonesia Perusahaan Kredit
(Persero) Tbk Modal Kerja
Plafon
210,000,000,000 09/05/2023 08/05/2024 8.50% 9,267,852,881 46,143,272,189
PT Bank Negara Indonesia Perusahaan Kredit
(Persero) Tbk Modal Kerja
RC 40,000,000,000 09/05/2023 08/05/2024 8.50% - -
9,267,852,881 46,143,272,189
Jangka Panjang
PT Bank ICBC Indonesia Perusahaan Pinjaman
Tetap 67,000,000,000 25/04/2017 26/04/2024 11.00% - 961,308,172
59
Page 63
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank ICBC Indonesia
Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Installment berdasarkan Akta perjanjian kredit
No.138 tanggal 28 April 2017 dari notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH, Msi, nilai maksimum sebesar
Rp67.000.000.000 dengan jangka waktu 84 bulan dan tingkat bunga sebesar 11%.
Pinjaman yang diberikan oleh PT Bank ICBC Indonesia dijamin dengan:
- Cessie dari PPJB unit ruang kantor (3 lantai terdiri dari lantai 20, 21 dan 22) dengan total area
seluas 3.463,94 m2 di ITS menara Niffaro Park.
- Kedua Ranking Mortgage dari SHGB No. 218/ Pejaten Timur ino PT Sekar Artha Sentosa yang
menutupi ITS Office Tower, sebesar 125% dari jumlah fasilitas atau setara dengan
Rp83.750.000.000.
- Fiduciary dari Piutang sebesar Rp67.000.000.000.
- Sinking Fund dalam bentuk Deposito Berjangka setara dengan 2 pokok dan bunga yang akan
dating (2P + 2I)
Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratan dan ketentuan
seperti berikut :
- Menggunakan Fasilitas Kredit sesuai dengan tujuan pemberian Fasilitas Kredit.
- Membayar seluruh biaya dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan Fasilitas Kredit.
- Mengijinkan Pihak Bank untuk memeriksa kegiatan usaha Perusahaan.
- Mensubordinarikan setiap utang Perusahaan kepada para pemegang saham.
- Menyerahkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik terdaftar yang
dapat diterima oleh Bank dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah berakhirnya periode
laporan keuangan tahunan.
- Mempertahankan harta kekayaan material Perusahaan.
- Mengasuransikan harta kekayaan kepada perusahaan asuransi rekanan Bank.
- Tidak menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
Perusahaan dilarang untuk:
- Memberikan pinjaman (kecuali dalam kegiatan usaha normalnya) atau memberikan jaminan
kepada pihak lain;
- Pelepasan aset material yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan usaha Perusahaan.
Memberikan pemberitahuan tertulis kepada Bank untuk:
- Memperoleh tambahan pinjaman dari pihak ketiga;
- Melakukan merger/konsolidasi/ akuisisi atau investasi ataupun penempatan dana pada
perusahaan lain selama jenis usahanya sama;
- Melakukan perubahan anggaran dasar atau susunan Direksi dan Dewan Komisaris
Perusahaan.
- Perusahaan berkewajiban untuk tunduk dan mematuhi seluruh ketentuan dan persyaratan
yang berlaku di Bank.
- Seluruh uang muka atas unit kantor yang akan dicicil harus dibayarkan ke rekening
penampungan atas nama PT Anugerah Berkah Madani pada Bank.
- Melaksanakan sebagian dari aktivitas usahanya melalui Bank.
- PT Anugerah Berkah Madani harus menandatangani akta untuk pembebanan hak
tanggungan peringkat II dengan consent letter dari Perusahaan.
- Perusahaan menyerahkan seluruh surat perijinan dokumen dan persetujuan yang diperlukan
Bank.
60
Page 64
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank ICBC Indonesia (Lanjutan)
Atas fasilitas kredit yang diterima Grup diharuskan untuk memenuhi rasio keuangan Debt to Equity
Ratio (DER) maksimum sebesar 2,5x. Pada tanggal 31 Maret 2024, Pada tanggal 31 Maret 2024, Grup
sudah memenuhi semua persyaratan covenant yang ditentukan dalam perjanjian. Pada Bulan Februari
2024, Group telah melunasi semua kewajibannya. Grup memiliki utang sebesar Nol dan Rp961.308.172
pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Eksposur maksimum terhadap risiko likuiditas pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah
tercatat dari utang bank sebagaimana yang diungkapkan di Catatan 39.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Persetujuan Perpanjangan Fasilitas Kredit Nomor : ENB/6/ 760 /R tanggal 9 Oktober 2023
perusahaan menerima fasilitas dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai berikut::
a. Fasilitas kredit modal kerja konstruksi dengan maksimum kredit sebesar Rp210.000.000.000
dengan suku bunga 8,50% untuk keperluan tambahan modal kerja usaha konstruksi dan dapat
digunakan sebagai tambahan plafon bank garansi. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 8 Mei
2024.
b. Fasilitas penerbitan bank garansi dengan maksimum kredit sebesar Rp250.000.000.000 untuk
keperluan jaminan tender, pelaksanaan, uang muka, pemeliharaan dan pembelian material atas
proyek yang dikerjakan. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 8 Mei 2024.
c. Fasilitas kredit modal kerja Konstruksi dengan maksimum kredit sebesar Rp40.000.000.000
dengan suku bunga 8,50% untuk keperluan tambahan modal kerja usaha konstruksi dan dapat
digunakan sebagai tambahan plafon bank garansi. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 8 Mei
2024.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan:
- Tanah seluas 47.083 m2 di Desa Sindang Laya, Kabupaten Serang, Jawa Barat milik Perusahaan
atas nama Nana Septina, Nina Septina dan Djana yang diikat secara hipotik yang akan ditingkatkan
dengan pengikatan hak tanggungan.
- Unit apartemen Allegra Residence seluas 189 m2 di No.01 Kel. Bangka, Kec. Mampang Prapatan
senilai Rp5.972.000.000.
- Unit apartemen Senopati Suites seluas 287 m2 di Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan senilai Rp12.656.700.000.
- Unit apartemen Senopati Suites seluas 287 m2 di Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan senilai Rp12.686.000.000.
- Ruko Balikpapan Superblock seluas 339,15 m 2 di Jl. Jend. Sudirman no. 47 Kec. Balikpapan, Kota
Balikpapan Timur senilai Rp14.017.670.000.
- Deposito berjangka milik Perusahaan sebesar Rp16.490.062.540 yang diikat secara gadai.
- Tanah dan bangunan kantor serta bengkel terdaftar atas nama PT Nusa Konstruksi Enjiniring di Jl.
Raya Cisoka – Adiyasa, Kampung Malang Nengah, Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Tangerang
Banten senilai Rp16.607.740.000.
- Jaminan Perusahaan Jahja Tear Tjahjana, PT Global Dinamika Kencana, PT Dirgantara Yudha
Artha.
- Tanah dan bangunan kantor di Jalan Dharmahusada Utara IV No. 6, Kelurahan Mojo, Kecamatan
Gubeng, Surabaya milik Dudung Purwadi.
- Piutang tagihan termin proyek dengan akta jaminan fidusia No. 26 tanggal 19 Mei 2017.
Berdasarkan perjanjian ini, tanpa persetujuan tertulis dari Bank, Perusahaan tidak diperkenankan
melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:
- Mengadakan penggabungan usaha (merger) dan/ atau konsolidasi dengan Perusahaan lain.
- Melakukan akuisisi/ pengambil alihan aset milik pihak ketiga.
- Melakukan investasi, penyertaan modal atau pengambil alihan saham pada Perusahaan lain.
61
Page 65
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
- Mengizinkan pihak lain menggunakan Perusahaan, merubah Anggaran Dasar (kecuali
meningkatkan modal Perusahaan) memindahkan resipis atau saham Perusahaan baik antar
pemegang saham maupun kepada pihak lain.
- Melunasi seluruh atau sebagian utang Perusahaan kepada pemegang saham dan/ atau
Perusahaan affiliasi yang belum atau telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas
kredit BNI (Sub Ordinal Loan).
- Membagikan deviden atau keuntungan usaha (laba) dalam bentuk apapun juga.
- Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para pemegang saham, kecuali
jika pinjaman tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkitan langsung dengan
usahanya.
- Mengambil lease dari Perusahaan leasing.
- Mengikatkan diri sebagai penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan
maksud apapun (baik yang belum dan/ atau telah dijaminkan oleh Perusahaan kepada BNI)
kepada pihak lain.
- Menjual dan/ atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan.
- Membubarkan Perusahaan dan meminta dinyatakan pailit.
- Menggunakan dana Perusahaan untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit
dari BNI.
- Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham Perusahaan kepada pihak
manapun.
- Mengubah bidang usaha.
- Melakukan interfinancing dengan Perusahaan afiliasi, induk Perusahaan dan/ atau anak
Perusahaan.
- Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, termasuk tetapi tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak atau perjanjian yang berdampak signifikan bagi
Perusahaan dengan pihak lain dan/ atau affiliasinya yang dapat mempengaruhi kelancaran
usaha.
- Mengadakan kerjasama yang dapat membawa pengaruh negative pada aktifitas usaha dan
mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain, baik perseorangan maupun Perusahaan, termasuk
namun tidak terbatas pada Perusahaan afiliasinya, dengan cara-cara yang berada di luar
praktek-praktek dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal serta
melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar.
- Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/ atau kewajiban yang timbul
berdasarkan Perjanjian Kredit dan/ atau dokumen jaminan kepada pihak lain.
- Memberitahukan secara tertulis kepada bank jika terdapat perubahan pengurus dan pemegang
saham.
Atas fasilitas kredit yang diterima Grup diharuskan untuk memenuhi rasio keuangan Debt to Equity
Ratio (DER) maksimum sebesar 2,5x, current ratio minimal 1x, dan Debt Service Coverage (DSC)
minimal 100%. Pada tanggal 31 Maret 2024, Grup sudah memenuhi semua persyaratan covenant
yang ditentukan dalam perjanjian. Grup memiliki utang sebesar Rp9.267.852.881 dan
Rp46.143.272.189 pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Eksposur maksimum terhadap risiko likuiditas pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah
tercatat dari utang bank sebagaimana yang diungkapkan di catatan 39.
62
Page 66
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Merupakan utang kepada para pemasok material dan subkontraktor yang timbul sehubungan dengan
pelaksanaan pembangunan proyek sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Adi Marga Mandiri 2,895,534,639 2,742,667,576
PT Dita Anugrah Perkasa Beton 2,823,646,950 546,825,200
Nifarro Apartment 2,229,215,496 2,229,215,496
PT Putra Karya Salimindo 1,924,622,735 1,565,411,891
PT Konecranes Material Handling Indonesia 1,498,500,000 -
PT Dirgantara Yudha Artha 1,266,471,200 503,836,505
Cv. Meltech Solusindo 1,227,707,000 -
PT Dirgantara Betonindo 1,120,061,820 2,479,005,000
PT Airsindo Multi Selaras 1,091,521,409 1,091,521,409
Beton Perkasa Wijaksana, Pt 1,040,933,660 840,335,767
PT Balikpapan Ready Mix Pile 384,051,750 1,241,741,980
PT Pasoka Sumber Karya 218,500,000 1,063,738,874
PT Deya Inti Sarana 100,317,896 6,988,133,444
PT Aradhana Putra Jaya - 3,172,688,257
PT Buana Baja Bina Semesta - 3,861,032,914
PT Dwi Ratna Putra - 2,152,902,132
PT Puja Perkasa - 1,752,753,831
PT Rezki Bumi Jaya - 1,464,246,000
Lain-lain (Saldo masing-masing di bawah
Rp 1.000.000.000) 68,922,940,298 41,377,187,359
Jumlah 86,744,024,853 75,073,243,634
Rincian umur utang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Sampai dengan 1 Bulan 63,002,124,186 50,943,444,073
> 1 Bulan - 3 Bulan 6,278,982,874 6,717,690,038
> 3 Bulan - 1 Tahun 3,596,722,495 3,869,619,753
> 1 Tahun 13,866,195,297 13,542,489,770
Jumlah 86,744,024,853 75,073,243,633
Eksposur maksimum terhadap risiko likuiditas pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah
tercatat dari utang bank sebagaimana yang diungkapkan di Catatan 39.
18. UTANG LAIN – LAIN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Sekar Artha Sentosa 38,255,056,000 38,255,056,000
Jumlah 38,255,056,000 38,255,056,000
63
Page 67
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG LAIN – LAIN (Lanjutan)
PT Sekar Artha Sentosa
Utang kepada PT Sekar Artha Sentosa (SAS) merupakan utang atas pembelian 3 lantai unit kantor
sesuai perjanjian pengikatan jual beli 3 unit lantai di Niffaro Park seluas 3.463,94 M2 dengan PT Sekar
Artha Sentosa pada tanggal 22 Maret 2017. Harga unit yang disepakati sebesar Rp 121.930.688.000
(termasuk PPN). Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pemilikan Office dari Bank ICBC Indonesia
sebesar Rp 67.000.000.000 dan Perusahaan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi
pembayaran uang muka kepada PT Sekar Artha Sentosa per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
sebesar Rp 38.255.056.000.
Pada tanggal 1 Oktober 2019 Perusahaan dan SAS telah menandatangani Kesepakatan Bersama
tentang pembatalan pembelian Unit lantai 22 di ITS Tower. Atas pembatalan pembelian tersebut
Perusahaan mendapat kompensasi penghapusan sisa uang muka dan menerima pengembalian atas
kelebihan uang muka yang telah dibayarkan.
Pada tanggal 19 Februari 2020 Perusahaan menerima surat pemberitahuan dari SAS mengenai
pembayaran kembali Sisa Uang Muka sebesar Rp 2.229.168.000 akan dikompensasikan seluruhnya
dengan biaya service charge selama 21 bulan, selanjutnya akan dibuatkan perjanjian secara terpisah
dan dilakukan pembatalan PPJB untuk unit lantai 22.
Eksposur maksimum terhadap risiko likuiditas pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah
tercatat dari utang bank sebagaimana yang diungkapkan di catatan 39.
19. PERPAJAKAN
Rinciannya sebagai berikut:
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Pertambahan Nilai 15,981,108,936 17,839,169,679
Pajak Penghasilan Final Pasal 4 (2) dan 23 600,000 -
Jumlah 15,981,708,936 17,839,169,679
b. Utang Pajak
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan Pasal 21 331,972,475 156,564,301
Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) dan 23 264,599,244 618,179,567
Pajak Penghasilan Pasal 25 - -
Pajak Penghasilan Pasal 29 409,162,824 409,162,824
Utang Pajak Penghasilan Final atas
Penghasilan yang Belum Diterima Pembayarannya 7,844,540,480 7,354,572,184
Jumlah 8,850,275,023 8,538,478,876
64
Page 68
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Pajak Penghasilan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan:
Kini - (600,376,260)
Insentif Pajak Perusahaan - -
Sub Jumlah - (600,376,260)
Entitas Anak:
Kini - -
Sub Jumlah - -
Konsolidasian
Kini - (600,376,260)
Insentif Pajak Perusahaan - -
Jumlah - (600,376,260)
d. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan laba kena pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan Tidak Final
Laba (Rugi) sebelum Pajak menurut
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasi 6,384,026,738 25,748,285,058
Dikurangi :Laba (Rug)i sebelum Pajak - Entitas Anak 605,613,120 2,446,155,705
Laba (Rugi) sebelum Pajak - Perusahaan 6,989,639,858 23,302,129,353
Koreksi Positif:
Beban Kontrak atas Penghasilan Usaha Final 83,751,864,045 380,165,183,953
Beban Usaha atas Penghasilan Usaha Final 16,727,945,719 53,363,291,256
Beban Pajak Penghasilan Final 2,707,842,151 12,308,875,926
Cadangan Penurunan Nilai Tagihan Bruto - 344,350,000
Cadangan Penurunan Piutang - 490,000,000
Laba Penjualan Aset Tetap - Fiskal - 1,023,202,063
Administrasi dan Provisi Bank 37,506,471 1,289,698,188
Pendapatan Sewa Alat - Fiskal - 134,164,206
Laba (Rugi) Selisih Kurs (141,313,688) 33,105,340
Lain-lain 622,646,894 4,037,761,288
Jumlah Koreksi Positif 103,706,491,592 453,189,632,220
65
Page 69
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Pajak Kini (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Koreksi Negatif:
Pendapatan Usaha Final (110,563,629,315) (463,044,539,965)
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap - Komersial - (2,407,567,567)
Pendapatan Bunga Deposito dan Jasa Giro (132,502,135) (578,142,470)
Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi -
Manfaat Karyawan - -
Pemulihan Cadangan Piutang Tidak Tertagih - (4,950,084,267)
Pendapatan Sewa Alat - Komersial - (1,279,164,206)
Laba Pelepasan Investasi Saham di PT MMS-Fiskal - -
Lain-lain - (1,503,279,820)
Jumlah Koreksi Negatif (110,696,131,450) (473,762,778,295)
Penghasilan Kena Pajak - 2,728,983,278
Dibulatkan - 2,728,983,000
Beban Pajak Kini
Perusahaan - (600,376,260)
Insentif Pajak Perusahaan - -
Entitas Anak - -
Jumlah - (600,376,260)
Pajak Dibayar di Muka
Perusahaan - (191,213,436)
Entitas Anak - -
Jumlah - (191,213,436)
Pajak Penghasilan Kurang Bayar
Perusahaan - (409,162,824)
Entitas Anak - -
Jumlah - (409,162,824)
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba sebelum pajak dengan tarif pajak yang
berlaku adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Laba (Rugi) sebelum Pajak menurut Laporan
Laba Rugi dan Penghasilan Kosolidasian
Komprehensif Lain 6,384,026,738 25,748,285,058
Rugi (Laba) sebelum Pajak - Entitas Anak 605,613,120 2,446,155,705
Rugi sebelum Pajak - Perusahaan 6,989,639,858 23,302,129,353
Beban Pajak sesuai Tarif Pajak yang Berlaku 1,537,720,769 5,126,468,396
Pengaruh Pajak atas:
Koreksi Fiskal (1,537,720,769) (4,526,092,137)
Beban Pajak - Perusahaan - 600,376,259
Insentif Pajak Perusahaan - -
Beban Pajak - Entitas Anak - -
Beban Pajak - 600,376,259
66
Page 70
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Lanjutan)
e. Pajak Tangguhan
Pada tahun 2024 dan 2023 Perusahaan tidak menghitung aset pajak tangguhan dikarenakan tidak
material.
f. Pajak Final
31 Maret 2024 31 Desember 2022
Perusahaan
Penghasilan Final atas Jasa Konstruksi 102,182,722,682 462,381,072,672
Pajak Penghasilan Final Jasa Konstruksi (3%) - -
Pajak Penghasilan Final Jasa Konstruksi (2,65%) 2,707,842,151 12,319,404,460
Pajak Penghasilan Final Jasa Konsultan
Konstruksi (6%) - -
Pajak Penghasilan Final 2,707,842,151 12,319,404,460
Utang Pajak Penghasilan Final, Awal 7,354,572,184 4,661,234,272
Pajak Dibayar di Muka:
Pajak Penghasilan Final atas Jasa Konstruksi
yang Telah Disetor atau Dipotong (2,217,873,855) (9,626,066,548)
Utang Pajak Penghasilan Final, Akhir 7,844,540,480 7,354,572,184
Entitas Anak - -
Jumlah Utang Pajak Penghasilan Final 7,844,540,480 7,354,572,184
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2008 tentang ”Pajak Penghasilan dari Usaha Jasa
Konstruksi”, pajak penghasilan dari usaha jasa konstruksi dikenakan pajak penghasilan yang
bersifat final. Pajak final dicatat sebagai bagian dari beban usaha.
Perbedaan nilai tercatat antara aset dan liabilitas yang terkait pajak penghasilan final menurut
laporan keuangan konsolidasian dan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
g. Administrasi Pajak
Pada tahun 2024 dan 2023 Perusahaan sedang tidak dalam proses pemeriksaan pajak.
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang (Perpu) Republik Indonesia No. 1 Tahun 2020 yang telah menjadi Undang-Undang (UU)
No. 2 Tahun 2020, serta menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2020 tentang
Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk
Perseroan Terbuka dan berlaku sejak tanggal 19 Juni 2020. Aturan tersebut menetapkan penurunan
tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25%
menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya.
Pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah dihitung
dengan menggunakan tarif pajak 22%.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No.
7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai berlaku
pada tahun pajak 2022 dan seterusnya, dan pengurangan tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak
dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu. Dengan demikian, penetapan tarif pajak
sebelumnya sebesar 20% menjadi tidak berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.
67
Page 71
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS KONTRAK
Akun ini merupakan uang muka yang diterima dari pemberi kerja pihak ketiga yang akan dikompensasi
dengan tagihan termin, dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Mira Mulya Abadi Medical 25,612,791,594 28,795,765,850
PT Inti Bangun Sarana 6,000,000,000 -
KSO Ciputra Yasmin 5,554,609,981 154,609,981
PT Unggul Dinamika Utama 5,384,804,400 8,211,655,800
Universitas Negeri Padang 5,313,873,874 -
PT Amman Mineral Nusa Tenggara 1,885,035,601 2,302,441,836
PT Indexim Coalindo 760,000,000 760,000,000
PT Optima Tirta Energi - 293,940,843
Jumlah 50,511,115,450 40,518,414,310
Mutasi dari liabilitas kontrak :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 40,518,414,310 74,702,869,084
Penambahan 16,713,873,874 15,970,310,810
Realisasi (6,721,172,734) (50,154,765,584)
Jumlah 50,511,115,450 40,518,414,310
21. UTANG RETENSI
Akun ini merupakan utang retensi atas pekerjaan sub kontraktor pihak ketiga dengan rincian sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Airsindo Multi Selaras 2,250,132,110 2,250,132,110
PT Graha Barata Prima 1,723,252,959 1,723,252,959
PT Dutaraya Dinametro 2,694,033,119 2,455,301,835
PT Adi Marga Mandiri 1,388,460,700 1,380,415,065
PT Beton Konstruksi Wijaksana 1,367,679,056 1,367,679,056
PT Putra Saluyu 727,773,611 727,773,587
PT Sinar Powerindo Utama 707,444,166 707,444,166
PT Karya Guna Bangun Mandiri 692,524,003 692,524,003
PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia 600,547,500 600,547,500
PT Artajaya Langgengsentosa 594,124,135 594,124,135
PT Mitra Solusi Infokom 591,600,000 591,600,000
68
Page 72
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. UTANG RETENSI (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Cipta Anugerah Indotama 588,810,000 588,810,000
PT Puja Perkasa 525,863,240 -
PT Alu Makro Korea 519,594,725 519,594,725
PT Cendana Peinture Group 509,774,772 -
Lain-lain (dibawah
Rp500.000.000) 26,294,526,914 27,007,808,592
Jumlah 41,776,141,010 41,207,007,733
Eksposur maksimum terhadap risiko likuiditas pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah
tercatat dari utang bank sebagaimana yang diungkapkan di catatan 39.
22. BEBAN AKRUAL
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pesangon & Gaji 4,175,571,324 2,793,698,113
Lain-lain - 296,100,000
Sub Jumlah 4,175,571,324 3,089,798,113
Entitas Anak
Jasa Konsultan 200,333,678 129,600,000
Lain-lain (dibawah Rp.500 juta) 19,944,370 310,597,069
Sub Jumlah 220,278,048 440,197,069
Jumlah 4,395,849,372 3,529,995,182
Eksposur maksimum terhadap risiko likuiditas pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah
tercatat dari utang bank sebagaimana yang diungkapkan di Catatan 39.
23. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Perusahaan hanya berhubungan dengan liabilitas imbalan
pascakerja. Imbalan ini tidak didanakan. Entitas Anak belum membentuk liabilitas imbalan pascakerja
karena tidak signifikan.
Perusahaan menghitung dan mencatat liabilitas imbalan kerja untuk semua karyawan tetap yang
dihitung oleh aktuaris independen Awal Putro Kurnianto, FSAI dalam laporannya nomor
23097/NKE/AP/02/2024 tanggal 13 Februari 2024.
69
Page 73
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Usia Pensiun Normal : 56 Tahun 56 Tahun
Tingkat Kenaikan Gaji per tahun : 5.00% 5.00%
Tingkat Diskonto per tahun : 6.50% 6.50%
Tingkat Mortalita : TMI 2019 TMI 2019
Tingkat Cacat : 10% X Mortalita 10% X Mortalita
Tingkat Pengunduran Diri
10,00% (2023) dan 1,00% 10,00% (2023) dan 1,00%
(2022) pada usia 20 tahun dan (2022) pada usia 20 tahun dan
menurun secara linear sampai menurun secara linear sampai
dengan 0,00% pada Usia dengan 0,00% pada Usia
Pensiun Normal Pensiun Normal
Metode Penilaian : Proyeksi Kredit Unit Proyeksi Kredit Unit
Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Biaya Jasa Kini 734,454,000 3,034,392,459
Biaya Bunga - 2,268,598,996
Kurtailmen - -
Beban Pesangon - -
Biaya Jasa Lalu yang Diakui - (5,822,639,045)
Jumlah 734,454,000 (519,647,590)
Mutasi Saldo nilai kini liabilitas imbalan kerja sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal 27,822,019,349 35,243,950,640
Cadangan Tahun Berjalan 734,454,000 (519,647,590)
Pembayaran Imbalan Berjalan (1,001,702,209) (8,274,978,846)
Dampak atas Perubahan Metode
Pengatribusian Imbalan Pasti (IFRIC)
pada Saldo Awal - -
Kerugian Aktuarial
Dalam Penghasilan
Komprehensif Lain - 1,372,695,145
Jumlah 27,554,771,140 27,822,019,349
Beban cadangan imbalan kerja disajikan dalam Beban Usaha.
70
Page 74
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Mutasi pendapatan komprehensif lain:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah pengukuran kembali
Awal Periode (32,680,455,703) (34,053,150,848)
Dampak atas Perubahan Metode Pengatribusian
Imbalan Pasti (IFRIC) - -
(Keuntungan) Kerugian Aktuaria - 1,372,695,145
Jumlah Pengukuran Kembali
Periode Berjalan - 1,372,695,145
Akumulasi Jumlah Pengukuran
Kembali (32,680,455,703) (32,680,455,703)
Perkiraan jumlah manfaat imbalan kerja yang akan jatuh tempo sesuai dengan rata-rata durasi
tertimbang adalah sebagai berikut:
2023 2022
Kurang dari Satu Tahun 9,891,367,445 10,287,968,894
Satu Sampai dengan Dua Tahun 2,914,261,486 5,190,437,885
Dua Sampai dengan Tiga Tahun 4,148,998,191 4,116,712,984
Tiga Sampai dengan Empat Tahun 2,306,397,210 2,216,277,608
Empat Sampai dengan Lima Tahun 3,104,696,526 6,120,816,010
Lebih dari Lima Tahun 46,173,630,472 88,529,995,564
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan
masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua
asumsi lain konstan.
• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 0,50% basis poin, kewajiban imbalan pasti akan
berkurang sebesar Rp26.757.902.930 (meningkat sebesar Rp27.831.205.075).
• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 0,50%, kewajiban imbalan pasti
akan naik sebesar Rp27.836.557.556 (turun sebesar Rp26.748.147.050)
Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial, dimana semua asumsi
lainnya dianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa asumsi
mungkin saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas liabilitas imbalan kerja atas asumsi aktuarial
utama, metode yang sama telah diterapkan.
Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut telah
memadai. Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja tersebut telah memadai untuk
menutupi liabilitas imbalan kerja Perusahaan.
71
Page 75
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. MODAL SAHAM
Berdasarkan laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham
Perusahaan per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
31 Maret 2024
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase Jumlah
dan Disetor Penuh/ Kepemilikan/ Modal Saham/
% Rp
Pemegang Saham
PT Global Dinamika Kencana 2,897,658,500 52.29% 289,765,850,000
Hudson River Group Pte.Ltd. 534,958,200 9.65% 53,495,820,000
Ganda Kusuma (Komisaris) 5,000,000 0.09% 500,000,000
Masyarakat (masing-masing
kepemilikan di bawah 5%) 1,703,133,800 30.74% 170,313,380,000
Jumlah 5,140,950,500 92.78% 514,095,050,000
Saham Treasuri 400,214,500 7.22% 40,021,450,000
Jumlah 5,541,165,000 100.00% 554,116,500,000
31 Desember 2023
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase Jumlah
dan Disetor Penuh/ Kepemilikan/ Modal Saham/
% Rp
Pemegang Saham
PT Global Dinamika Kencana 2,897,658,500 52.29% 289,765,850,000
Hudson River Group Pte.Ltd. 534,958,200 9.65% 53,495,820,000
Ganda Kusuma (Komisaris) 5,000,000 0.09% 500,000,000
Hendro Martowardoyo (Komisaris) 200,000 0.00% 20,000,000
Masyarakat (masing-masing
kepemilikan di bawah 5%) 1,703,133,800 30.74% 170,313,380,000
Jumlah 5,140,950,500 92.78% 514,095,050,000
Saham Treasuri 400,214,500 7.22% 40,021,450,000
Jumlah 5,541,165,000 100.00% 554,116,500,000
72
Page 76
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 207,793,125,000 207,793,125,000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (16,944,693,125) (16,944,693,125)
Pengampunan Pajak:
Perusahaan 2,788,518,000 2,788,518,000
Entitas Anak 785,713,408 785,713,408
Entitas Asosiasi 62,983,890,439 62,983,890,439
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali - Entitas Asosiasi (2,522,488,195) (2,522,488,195)
Jumlah 254,884,065,527 254,884,065,527
Pengampunan pajak merupakan nilai aset Bersih yang timbul dari program pengampunan pajak dimana
Perusahaan, entitas anak (PT IDE) dan entitas asosiasi (PT DBP) berpartisipasi pada tahun 2016 dan
2017.
26. SAHAM TREASURI
Berdasarkan surat edaran OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Pembelian Kembali Saham Emiten atau
Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis, Perusahaan melakukan pembelian
kembali saham Perusahaan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari
pembelian saham Perusahaan untuk mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan
serta kondisi perekonomian masih mengalami tekanan bank regional maupun nasional.
Rincian saham treasuri per 31 Maret 2024 sebagai berikut:
31 Maret 2024
Presentasi
Jumlah Saham Kepemilikan Biaya Perolehan
Perolehan Tahun 2008 18,686,500 0.34% 955,888,000
Perolehan Tahun 2009 750,000 0.01% 37,750,000
Perolehan Tahun 2022 337,739,800 6.09% 50,023,746,135
Pelepasan Tahun 2022 (19,436,500) -0.35% (993,638,000)
Perolehan Tahun 2023 62,474,700 1.13% 7,486,448,420
Jumlah 400,214,500 7.22% 57,510,194,555
27. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Proporsi kepemilikan pemegang saham non pengendali atas ekuitas dan laba (rugi) entitas anak yang
dikonsolidasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo Awal Tahun 449,225,639 455,110,128
Rugi Bersih Tahun Berjalan (5,884,489)
Tambahan Modal Disetor dari Pengampunan Pajak
Jumlah 449,225,639 449,225,639
73
Page 77
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENGGUNAAN SALDO LABA
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas Indonesia, Perusahaan disyaratkan untuk
menetapkan setidaknya 20% dari modal yang diterbitkan dan disetor sebagai cadangan wajib.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 22 Juni 2023 yang dinyatakan dalam
akta No. 16 dari Notaris Zulkifli Harahap, SH, pemegang saham menyetujui untuk tidak melakukan
pembagian dividen kas/tunai sehubungan dengan rugi bersih yang dibukukan oleh Perusahaan.
Saldo laba ditentukan penggunaannya pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 terkait
dengan Undang-undang tersebut adalah sebesar Rp26.791.523.499. Perusahaan belum memenuhi
persyaratan Undang-Undang Perseroan Terbatas Indonesia yang berlaku
29. PENDAPATAN
Akun ini merupakan penghasilan dari jasa konstruksi dan material untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Rincian penghasilan jasa konstruksi berdasarkan jenis pekerjaan konstruksi sebagai berikut:
31 Maret
2024 2023
Bangunan 39,064,536,437 38,087,474,947
Sipil 63,118,186,245 50,066,505,304
Jumlah 102,182,722,682 88,153,980,251
Rincian pemberi kerja dengan nilai penghasilan proyek melebihi 10% dari jumlah pendapatan proyek
sebagai berikut:
Presentase
Jumlah Terhadap Jumlah
31 Maret 31 Maret
2024 2023 2024 2023
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 32,622,567,563 27,592,285,029 31.93% 31.30%
KSO Ciputra Yasmin 1,766,834,032 33,231,928,559 1.73% 37.70%
Direktorat Sumber Daya Ditjen Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Universitas Negeri Padang - 12,860,266,322 0.00% 14.59%
PT Vale Indonesia Tbk 24,670,185,742 2,658,416,327 24.14% 3.02%
PT Mira Mulya Abadi Medical 13,987,234,480 440,951,203 13.69% 0.50%
PT. Unggul Dinamika Utama 12,850,337,800 - 12.58% 0.00%
Jumlah 85,897,159,617 76,783,847,440 84.06% 87.11%
74
Page 78
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. BEBAN KONTRAK
31 Maret
2024 2023
Sub Kontraktor 39,362,540,222 28,590,735,673
Beban Proyek Tidak Langsung 28,689,646,014 14,778,527,377
Pemakaian Material 15,685,290,593 21,267,821,827
Jumlah 83,737,476,829 64,637,084,877
31. LABA PROYEK VENTURA BERSAMA (JV)
31 Maret
2024 2023
Penghasilan Usaha Proyek JV 7,988,739,967 152,571,261
Beban Kontrak Proyek JV - -
Laba Proyek JV - Bersih 7,988,739,967 152,571,261
Rincian berdasarkan JV sebagai berikut:
31 Maret
2024 2023
HYUNDAI - NUSA KONSTRUKSI JV 7,988,739,967 -
NKE-FEVA JV - 152,571,261
Jumlah 7,988,739,967 152,571,261
32. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
31 Maret
2024 2023
Gaji dan Tunjangan 9,032,845,301 9,526,331,362
Penyusutan 1,723,408,262 1,683,718,446
Perbaikan dan Pemeliharaan 1,206,199,710 1,522,190,457
Jasa Profesional 845,669,546 1,752,648,799
Cadangan Imbalan Kerja 734,454,000 1,100,003,131
Asuransi 314,354,346 518,970,583
Perjalanan Dinas 233,281,526 336,347,056
Sewa Gedung dan Kendaraan 74,650,001 81,050,000
Konsumsi Karyawan 46,711,978 59,473,674
Lain-lain 2,990,994,300 1,143,697,013
Jumlah 17,202,568,970 17,724,430,521
75
Page 79
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. BEBAN KEUANGAN
31 Maret
2024 2023
Bunga Pinjaman Bank 15,432,216 268,446,887
Administrasi dan Provisi Bank 39,694,570 33,812,864
Jumlah 55,126,786 302,259,751
34. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN BERSIH
31 Maret
2024 2023
Pendapatan Diluar Jasa Konstruksi - 190,743,252
Pendapatan Sewa Alat dan Apartemen 392,166,666 -
Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih 141,313,688 (25,188,762)
Lain-lain - Bersih 12,854,276 65,691,956
Jumlah 546,334,630 231,246,446
35. PENGUNGKAPAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang terutama terdiri
dari transaksi jasa konstruksi, (Ventura Bersama) dan transaksi keuangan yang tidak dikenakan bunga.
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Piutang Usaha
Sacna - Duta Graha JV 3,875,127,247 3,875,127,247
Hutama - Duta JV 667,798,678 667,798,678
Sub Jumlah 4,542,925,925 4,542,925,925
Cadangan Penurunan Nilai Piutang (4,542,925,925) (4,542,925,925)
Jumlah Pihak Berelasi - Bersih - -
Persentasi dari Jumlah Aset 0.00% 0.00%
Piutang Lain-lain
PT Optima Tirta Energy 15,872,130,793 15,872,130,793
Jumlah 15,872,130,793 15,872,130,793
Persentase dari Jumlah Aset 1.75% 1.73%
Investasi pada Entitas Asosiasi
PT Dirgantara Yudha Artha 159,274,610,985 265,123,721,912
PT Dharma Surya Mandiri 56,605,720,459 56,648,118,806
Jumlah 215,880,331,444 321,771,840,718
Persentasi dari Jumlah Aset 23.76% 34.06%
76
Page 80
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. PENGUNGKAPAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Liabilitas
Utang Pihak Berelasi
PT Global Dinamika Kencana - -
NKE - FEVA JV - -
Jumlah - -
Persentase dari Jumlah Liabilitas 0.00% 0.00%
Investasi pada Ventura Bersama (JV)
CNQC-NKE JV 15,196,774,967 14,596,774,967
Hyundai-Nusa Konstruksi JV - 10,314,708,100
CSCEC-NKE JV 4,350,494,784 4,350,494,784
NKE-APL JV -
Jumlah 19,547,269,751 29,261,977,851
Persentase dari Jumlah Aset 2.15% 3.19%
31 Maret
2024 2023
Laba Proyek Ventura Bersama (JV)
HYUNDAI-NUSA KONSTRUKSI JV 7,988,739,967 -
NKE-FEVA JV - 152,571,261
Jumlah 7,988,739,967 152,571,261
Persentase dari Jumlah Pendapatan 7.82% 0.17%
Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Jenis Transaksi
PT Global Dinamika Kencana Pemegang Saham - Transaksi pembelian saham pada
entitas Asosiasi
Hutama - Duta JV dan Ventura Bersama - Jasa Konstruksi
Sacna - Duta Graha JV
77
Page 81
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. PENGUNGKAPAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
(Lanjutan)
Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Jenis Transaksi
CSCEC – NKE JV Ventura Bersama - Partisipasi dan bagian laba rugi
Ventura Bersama
CNQC – NKE JV Ventura Bersama - Partisipasi dan bagian laba rugi
Ventura Bersama
NKE – FEVA JV Ventura Bersama - Partisipasi dan bagian laba rugi
Ventura Bersama
NKE – AAN JV Ventura Bersama - Partisipasi dan bagian laba rugi
Ventura Bersama
PT Dharma Surya Mandiri Entitas Asosiasi - Partisipasi dan bagian laba rugi
Entitas Asosiasi
PT Optima Tirta Energy Entitas Asosiasi - Partisipasi dan bagian laba rugi
Entitas Asosiasi
PT Dirgantara Yudha Artha Entitas Asosiasi - Partisipasi dan bagian laba rugi
Entitas Asosiasi dan pinjaman
sementara jangka pendek
NKE – PRP JV Ventura Bersama - Partisipasi dan bagian laba rugi
Ventura Bersama
PT Itama Ranoraya Tbk Memiliki Pengendali yang - Transaksi sewa menyewa gedung
sama
36. LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
31 Maret
2024 2023
Laba (Rugi) Tahun Berjalan yang
Distribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 6,384,026,738 5,122,725,527
Rata-rata Tertimbang Saham
Biasa yang Beredar 5,140,950,500 5,346,786,525
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Per Saham Dasar 1.24 0.96
78
Page 82
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INFORMASI SEGMEN
Informasi Segmen Usaha
Rinciannya sebagai berikut:
31 Maret 2024
Jasa Jasa Pengadaan Jasa
Eliminasi Konsolidasian
Konstruksi Listrik Pertambangan
Pendapatan External 102,182,722,682 - - - 102,182,722,682
Antar Segmen - - - - -
Jumlah Pendapatan 102,182,722,682 - - - 102,182,722,682
Beban Kontrak (83,737,476,829) - - - (83,737,476,829)
Laba Bruto 18,445,245,853 - - - 18,445,245,853
Laba Proyek JV - Bersih 7,988,739,967 - - 7,988,739,967
Laba Bruto setelah Proyek JV 26,433,985,820 - - - 26,433,985,820
Beban Usaha (19,574,966,953) (335,444,168) (1,900,800) (19,912,311,921)
Rugi Usaha 6,859,018,867 (335,444,168) (1,900,800) - 6,521,673,899
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (159,916,552) 22,269,391 - - (137,647,161)
Laba (Rugi) sebelum Pajak 6,699,102,315 (313,174,777) (1,900,800) - 6,384,026,738
Pajak Penghasilan - - - - -
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 6,699,102,315 (313,174,777) (1,900,800) - 6,384,026,738
Penghasilan Komprehensif Lainnya - - - - -
Jumlah Laba Komprehensif 6,699,102,315 (313,174,777) (1,900,800) - 6,384,026,738
Aset Segmen 508,941,913,794 111,349,979,355 5,429,702,212 (5,429,702,212) 620,291,893,149
Investasi pada Entitas Asosiasi dan
Ventura Bersama 676,930,969,830 - - (388,800,638,386) 288,130,331,444
Jumlah Aset 1,185,872,883,624 111,349,979,355 5,429,702,212 (394,230,340,598) 908,422,224,593
Liabilitas Segmen 275,804,522,106 18,779,169 4,320,000 (5,429,702,212) 270,397,919,063
Ekuitas 632,616,002,552 111,326,880,186 5,425,382,212 (111,343,959,420) 638,024,305,530
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 908,420,524,658 111,345,659,355 5,429,702,212 (116,773,661,632) 908,422,224,593
31 Desember 2023
Jasa Jasa Pengadaan Jasa
Eliminasi Konsolidasian
Konstruksi Listrik Pertambangan
Pendapatan External
Antar Segmen 462,778,375,826 - - - 462,778,375,826
Jumlah Pendapatan 462,778,375,826 - - - 462,778,375,826
Beban Kontrak (380,427,872,353) - - - (380,427,872,353)
Laba Bruto 82,350,503,473 - - - 82,350,503,473
Laba Proyek JV - Bersih 663,467,293 - - 663,467,293
Laba Bruto setelah Proyek JV 83,013,970,766 - - - 83,013,970,766
Beban Usaha (67,794,375,323) (1,143,125,418) (78,400,000) (69,015,900,741)
Rugi Usaha 15,219,595,443 (1,143,125,418) (78,400,000) - 13,998,070,025
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih 12,117,895,180 (367,680,146) 5,448,883,012 (5,448,883,011) 11,750,215,036
Rugi sebelum Pajak 27,337,490,623 (1,510,805,564) 5,370,483,012 (5,448,883,011) 25,748,285,060
Pajak Penghasilan (600,376,260) - - - (600,376,260)
Rugi Tahun Berjalan 26,737,114,363 (1,510,805,564) 5,370,483,012 (5,448,883,011) 25,147,908,800
Penghasilan Komprehensif Lainnya (1,372,695,145) - - - (1,372,695,145)
Jumlah Rugi Komprehensif 25,364,419,218 (1,510,805,564) 5,370,483,012 (5,448,883,011) 23,775,213,655
Aset Segmen 1,164,084,599,346 49,716,922,753 5,557,727,012 5,448,883,012 1,224,808,132,124
Investasi pada Entitas Asosiasi dan
Ventura Bersama - 56,605,749,999 - (365,380,963,886) (308,775,213,887)
Jumlah Aset 1,164,084,599,346 106,322,672,752 5,557,727,012 (359,932,080,874) 916,032,918,237
Liabilitas Segmen 289,603,078,456 108,000,000 21,600,000 (5,448,883,012) 284,283,795,444
Ekuitas 874,481,520,891 106,214,672,751 5,427,283,012 (354,483,197,862) 631,640,278,793
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 1,164,084,599,347 106,322,672,751 5,448,883,012 (359,932,080,874) 915,924,074,237
79
Page 83
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
Informasi pendapatan sesuai segmen geografis
31 Maret
2024 2023
Jawa selain Jakarta 32,622,567,563 30,412,366,449
Kalimantan 27,944,952,280 440,951,203
Sulawesi 26,437,019,774 35,890,341,886
Sumatera 9,385,281,486 17,876,958,494
Nusa Tenggara Barat 4,777,393,096 1,948,449,520
Jakarta 1,015,508,483 1,584,912,700
Jumlah 102,182,722,682 88,153,980,252
38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Rincian asset Moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen
Asing Rp Asing Rp
Aset
Kas dan Setara Kas USD 8,527 135,178,531 8,006 123,427,742
Piutang Usaha Pihak Ketiga USD - - - -
Jumlah USD 8,527 135,178,531 8,006 123,427,742
39. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko nilai tukar
Risiko keuangan utama yang dihadapi Grup adalah risiko kredit, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko
tingkat suku bunga dan risiko likuiditas. Kebijakan keuangan dijalankan secara berhati-hati dengan
mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Grup.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau
pihak lawan yang gagal memenuhi liabilitas kontraktual mereka. Setiap penundaan, ketidaklancaran, dan
kegagalan yang dilakukan pelanggan Grup dapat mempengaruhi kemampuan Grup dalam memenuhi
liabilitas pembayaran kepada sub-kontraktor dan pemasok. Kontrak Grup dilakukan secara langsung
dengan para subkontraktor dan pemasok dan oleh karena itu Grup secara langsung memiliki liabilitas untuk
membayar imbalan dan biaya para sub-kontraktor dan pemasok tersebut. Jika hal ini terjadi, maka akan
berpengaruh secara negatif pertumbuhan prospek usaha dan kondisi keuangan Grup.
Grup juga menghadapi risiko kredit yang berasal dari penempatan dana di bank. Untuk mengatasi risiko
ini, Grup memiliki kebijakan untuk menempatkan dananya hanya di bank-bank dengan reputasi yang baik.
80
Page 84
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Eksposur maksimum atas risiko kredit tercermin dari nilai tercatat setiap aset keuangan pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas dan Setara Kas 3,533,500,481 25,801,604,628
Dana yang Dibatasi Penggunaanya 21,791,926,167 24,598,204,171
Piutang Usaha - Bersih 73,579,156,765 53,920,051,463
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja - Bersih 220,040,633,915 212,160,486,647
Piutang Lain-lain Lancar 24,117,555,454 28,384,121,892
Jumlah 343,062,772,782 344,864,468,801
Perusahaan menerapkan pendekatan sederhana PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua piutang usaha
dan aset kontrak.
Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha dan aset kontrak telah dikelompokkan
berdasarkan karakteristik risiko kredit bersama dan hari jatuh tempo. Aset kontrak terkait dengan pekerjaan
yang belum tertagih dan secara substansial memiliki karakteristik risiko yang sama dengan piutang usaha
untuk jenis kontrak yang sama. Oleh karena itu, Perusahaan menyimpulkan bahwa tingkat kerugian yang
diharapkan untuk piutang usaha adalah perkiraan yang wajar dari tingkat kerugian untuk aset kontrak.
Tingkat kerugian yang diharapkan didasarkan pada profil pengumpulan penjualan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing dan kerugian kredit historis
terkait yang dialami dalam periode ini. Tingkat kerugian historis disesuaikan untuk mencerminkan arus dan
informasi berwawasan ke depan mengenai faktor makroekonomi yang mempengaruhi kemampuan
pelanggan dalam melunasi piutang. Perusahaan telah mengidentifikasi PDB Indonesia di mana ia menjual
barang-barangnya sebagai faktor yang paling relevan, dan karenanya menyesuaikan tingkat kerugian
historis berdasarkan perubahan yang diharapkan pada faktor-faktor ini.
Piutang usaha dan aset kontrak dihapuskan jika tidak ada ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator
bahwa tidak ada ekspektasi pemulihan yang wajar mencakup, antara lain, kegagalan debitur untuk terlibat
dalam rencana pembayaran kembali dengan grup, dan kegagalan melakukan pembayaran kontraktual
untuk jangka waktu lebih dari 365 hari lewat jatuh tempo.
Kerugian penurunan nilai piutang usaha dan aset kontrak disajikan sebagai kerugian penurunan nilai bersih
dalam laba operasi. Pemulihan selanjutnya dari jumlah yang dihapuskan sebelumnya dikreditkan ke item
baris yang sama.
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari
suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Perubahan
mata uang asing mempengaruhi kegiatan operasi Perusahaan. Walaupun seluruh penghasilan
Perusahaan, pinjaman utang dan sebagian besar biaya dalam mata uang rupiah, terdapat beberapa
pembelian bahan baku dari kegiatan usaha dengan mata uang Dolar Amerika Serikat, Yen Jepang dan
Euro Uni Eropa, dimana tidak terdapat alternatif denominasi Rupiah atas pembelian bahan baku
tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan membutuhkan dana dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat dan mata uang asing lainnya untuk pembelian bahan baku. Sebagai akibat dari fluktuasi
mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar dapat mempengaruhi penghasilan Perusahaan karena
adanya kenaikan biaya yang proporsional dan melebihi nilai kontrak.
81
Page 85
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai dalam mata uang
asing.
Pada tanggal 31 Maret 2024, aset bersih Perusahaan dan Entitas Anak terutama diatribusikan dari USD.
Apabila USD menguat/melemah 10% terhadap Rupiah dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami
perubahan, maka laba sebelum pajak akan turun/naik sebesar Rp 0,014 miliar (2023: rugi sebelum pajak
akan turun/naik Rp 0,012 miliar) diakibatkan keuntungan/kerugian selisih kurs yang dicatat di laba rugi.
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Perubahan suku bunga yang
signifikan akan mempengaruhi kondisi keuangan dan operasi Perusahaan dan Entitas Anak. Pinjaman
Perusahaan dan Entitas Anak keseluruhan dengan tingkat bunga mengambang. Dengan demikian
kenaikan suku bunga yang signifikan atas pinjaman yang sedang berjalan ataupun pinjaman dimasa
datang akan menyebabkan biaya atas pinjaman menjadi meningkat. Hal tersebut akan mempengaruhi
hasil operasi, rencana belanja modal dan arus kas Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan
Entitas Anak tidak melakukan kebijaksanaan nilai lindung terhadap perubahan suku bunga.
Pada tanggal 31 Maret 2024, berdasarkan simulasi yang rasional, jika tingkat suku bunga utang bank
dan utang bank jangka panjang lebih tinggi/rendah 50 basis poin, dengan asumsi variable lainnya tidak
mengalami perubahan, maka laba sebelum pajak akan turun/naik sebesar Rp 0,05 miliar dan (2023: rugi
sebelum pajak akan turun/naik Rp 0,05 miliar) diakibatkan naik/turunnya beban bunga pinjaman yang
dicatat di laba rugi.
Resiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas memadai untuk
mendukung kegiatan bisnis Perusahaan dan Entitas Anak secara tepat waktu. Dalam mengantisipasi
risiko pengelolaan dana, Perusahaan dan Entitas Anak telah melakukan prediksi dana untuk jangka
pendek dan menengah dalam mendukung kebutuhan operasionalnya dan memastikan tersedianya
pendanaan berdasarkan kecukupan fasilitas kredit yang mengikat.
Liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo dari tanggal Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
sampai dengan tanggal jatuh tempo per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dan diungkapkan dalam
tabel sebagai berikut:
31 Maret 2024
Sampai Dengan Satu Lebih dari Satu Tahun
Jumlah
Tahun Sampai Tiga Tahun
Utang Usaha Kepada
Pihak Ketiga 86,744,024,853 - 86,744,024,853
Utang Lain-lain - 38,255,056,000 38,255,056,000
Utang Bank 9,267,852,881 - 9,267,852,881
Utang Retensi 32,595,592,904 9,180,548,106 41,776,141,010
Beban Akrual 1,975,829,372 2,420,020,000 4,395,849,372
Jumlah 130,583,300,010 49,855,624,106 180,438,924,116
82
Page 86
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2023
Sampai Dengan Satu Lebih dari Satu Tahun
Jumlah
Tahun Sampai Tiga Tahun
Utang Usaha Kepada
Pihak Ketiga 61,530,753,864 13,542,489,770 75,073,243,634
Utang Lain-lain - 38,255,056,000 38,255,056,000
Utang Bank 47,104,580,361 - 47,104,580,361
Utang Retensi 32,026,459,627 9,180,548,106 41,207,007,733
Beban Akrual 1,109,975,182 2,420,020,000 3,529,995,182
Jumlah 141,771,769,034 63,398,113,876 205,169,882,910
Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau
untuk keperluan pengungkapan. Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang diukur dan diakui pada
nilai wajar adalah piutang dan utang derivative.
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan
kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan Perusahaan untuk aset
keuangan adalah harga penawaran (bid price), sedangkan untuk liabilitas keuangan adalah harga
permintaan (ask price).
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu.Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi
sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi, apabila seluruh input signifikan
atas nilai wajar dapat diobservasi.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, teknik
penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan mencakup:
• Penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis dan;
• Teknik lain seperti analisis arus kas yang didiskonto digunakan untuk menentukan nilai wajar
instrumen keuangan lainnya.
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Wajar * NIlai Tercatat Nilai Wajar * NIlai Tercatat
Aset Keuangan
Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Kas dan Setara Kas 3,533,500,481 3,533,500,481 25,801,604,628 25,801,604,628
Dana yang Dibatasi Penggunaannya 21,791,926,167 21,791,926,167 24,598,204,171 24,598,204,171
Piutang Usaha 73,579,156,765 73,579,156,765 53,920,051,463 53,920,051,463
Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja 220,040,633,915 220,040,633,915 212,160,486,647 212,160,486,647
Piutang Lain-Lain Lancar 24,117,555,454 24,117,555,454 28,384,121,892 28,384,121,892
Jumlah Aset Keuangan 343,062,772,782 343,062,772,782 344,864,468,801 344,864,468,801
Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar
melalui Komprehensif Lain
Investasi pada Instrumen Ekuitas 2,250,000,000 2,250,000,000 2,250,000,000 2,250,000,000
Jumlah Aset Keuangan 345,312,772,782 345,312,772,782 347,114,468,801 347,114,468,801
83
Page 87
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Wajar * NIlai Tercatat Nilai Wajar * NIlai Tercatat
Liabilitas Keuangan
Pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Bank 9,267,852,881 9,267,852,881 47,104,580,361 47,104,580,361
Utang Usaha 86,744,024,853 86,744,024,853 75,073,243,634 75,073,243,634
Utang Pihak Berelasi - -
Utang Lain - Lain 38,255,056,000 38,255,056,000 38,255,056,000 38,255,056,000
Utang Retensi 41,776,141,010 41,776,141,010 41,207,007,733 41,207,007,733
Beban Akrual 4,395,849,372 4,395,849,372 3,529,995,182 3,529,995,182
Utang Bank Jangka Panjang - - - -
Jumlah Liabilitas Keuangan 180,438,924,116 180,438,924,116 205,169,882,910 205,169,882,910
* Diukur dengan hirarki pengukuran nilai wajar input level 2, kecuali aset keuangan kas dan setara kas
dan dana yang dibatasi penggunaannya diukur dengan hirarki pengukuran nilai wajar input level 1.
Pengelolaan Modal
Tujuan Grup ketika mengelola modal adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup serta
memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
Grup secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk memastikan struktur
modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal, dengan mempertimbangkan
kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Grup, profitabilitas saat ini dan yang akan datang,
proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis. Dalam
rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Grup dapat menyesuaikan jumlah dividen
yang dibayarkan kepada para pemegang saham, mengeluarkan saham baru atau menjual aset untuk
mengurangi utang.
Grup memonitor berdasarkan rasio gearing konsolidasian. Rasio gearing dihitung dengan membagi
pinjaman bersih dengan total ekuitas. Pinjaman bersih dihitung dengan mengurangkan jumlah pinjaman
dengan kas dan setara kas. Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah kas dan setara kas dan dana yang
dibatasi penggunaannya lebih besar daripada jumlah pinjaman.
40. IKATAN DAN KOMITMEN
a. Perusahaan mengadakan Perjanjian Ventura Bersama (JV) dengan beberapa Perusahaan yaitu
sebagai berikut:
1. Hyundai Engineering & Construction Co. Ltd - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk JV
Pekerjaan GCNM Apartment Jakarta
Bagian partisipasi dan tanggung jawab dalam ventura bersama:
Hyundai Engineering & Construction Co. Ltd : 65%
Perusahaan : 35%
2. CSCEC - NKE JV
Pekerjaan Sudirman Office 78
Bagian partisipasi dan tanggung jawab dalam ventura bersama:
BUT China State Construction Engineering
Co. Ltd : 59%
Perusahaan : 41%
84
Page 88
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. IKATAN DAN KOMITMEN (Lanjutan)
3. CNQC – NKE JV
Pekerjaan Chadstone, Cikarang Main Contract Works
Bagian partisipasi dan tanggung jawab dalam ventura bersama:
BUT Qingjian International (South Pacific) Group
Development Co. Pte, Ltd : 60%
Perusahaan : 40%
b. Perusahaan memiliki fasilitas kredit untuk modal kerja, pembiayaan, investasi, jaminan bank dan
letters of credit yang belum digunakan oleh Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 sejumlah
Rp 426.531.200.619 pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
c. Perusahaan mempunyai komitmen untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi diantaranya sebagai
berikut:
Nilai Kontrak Masa Pelaksanaan
No Nama Proyek Pemberi Kerja (Tidak Termasuk PPN) Mulai Akhir
1 Detail Engineering Design dan PT Optima Tirta Energy 112,993,371,279 15-Jan-20 31-Dec-24
Preliminary Work - Tongar
2 Pengamanan Pantai KEK Direktorat Jenderal Sumber 157,246,442,229 30-Nov-20 15-Nov-24
Tanjung Lesung Paket II Daya Air-Kementerian Pekerjaan
Umum & Perumahan Rakyat
3 Pekerjaan Pembangunan Apartment KSO Ciputra Yasmin 129,744,532,049 18-Oct-21 25-Sep-24
Delft Makassar - Struktur, Arsitektur &
Plumbing
4 Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal & Elektronik KSO Ciputra Yasmin 28,167,561,106 18-Apr-22 22-Sep-24
(MEE) Delf Apartement Makassar
5 Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol PT Adhi Karya (Persero) Tbk 172,601,149,645 27-Jun-22 30-Apr-25
Solo - Jogja
6 Pekerjaan Pembangunan Sunset KSO Ciputra Yasmin 33,530,773,984 01-Aug-22 20-Nov-24
Quay Blok A - Citraland City Makassar
7 Pekerjaan Canal Wall Streng Thening PT Vale Indonesia Tbk 73,017,046,228 23-Jan-23 31-Dec-24
8 Pekerjaan Construction of Lampesure Bridge PT Vale Indonesia Tbk 37,151,084,819 13-Mar-23 31-Aug-24
9 Pekerjaan Mining Suport Facilities UDU PT. Unggul Dinamika Utama 57,221,895,000 15-Apr-23 25-Sep-24
10 Pekerjaan EPC Guest House PT Amman Mineral Nusa Tenggara 11,916,840,000 01-May-23 02-Jun-24
11 Pembangunan Rumah Sakit Mulya Medika PT Mira Mulya Abadi Medical 148,631,687,500 18-May-23 08-Nov-24
12 Pekerjaan Renovasi MCC Tower PT Indexim Coalindo 3,539,000,000 12-Jun-23 30-Apr-24
13 Pekerjaan Renovasi Admin #2 Office PT Amman Mineral Nusa Tenggara 3,474,259,913 11-Jun-23 23-May-24
14 Pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratorius Universitas Negeri Padang 26,569,369,369 18-Jan-24 14-Aug-24
Dan Kuliah FBS Universitas Padang
15 Pekerjaan Pembangunan Ruko C-Walk KSO Ciputra Yasmin 27,000,000,000 01-Feb-24 01-Dec-24
Citraland City CPI Makassar
16 Pekerjaan Pembangunan Underpass PT Inti Bangun Sarana 30,000,000,000 08-Mar-24 04-Sep-24
Didesa Tenam, Kabupaten Batanghari Prov. Jambi
17 Pekerjaan Pembangunan RSAU PT Kreasihasta Mitraperkasa 94,150,000,000 19-Apr-24 08-May-25
Prof.Dr.Abdulrachman Saleh Jakarta
85
Page 89
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. STANDAR AKUNTANSI BARU
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (ISAK) baru. Standar akuntansi tersebut akan berlaku efektif atau diterapkan pada laporan
keuangan konsolidasian Grup yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023:
- Amendemen PSAK No.1 “Penyajian Laporan Keuangan”: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
dan Klasifikasi liabilitas sebagai lancar dan tidak lancar;
- Amendemen PSAK 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
- Amendemen PSAK 25 – Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan:
Definisi Estimasi Akuntansi.
- Amendemen PSAK 46 - Pajak penghasilan tentang Pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas
yang timbul dari transaksi tunggal;
- Amandemen PSAK 1(amandemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi.
Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen Perusahaan masih
mengevaluasi dampak potensial terhadap standar dan interpretasi akuntansi perubahan dan standar
baru ini terhadap laporan keuangan konsolidasiannya.
42. MASALAH HUKUM
Permasalahan dan Perkembangan Penanganan Perkara antara CNQC-NKE JO dengan PT. Pollux
Aditama Kencana
BUT QINGJIAN INTERNATIONAL (South Pacific) Grup Development Co., Pte Ltd. (Selanjutnya disebut
NKE)) bersama dengan PT. Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk. (Selanjutnya disebut NKE)) telah sepakat
untuk membentuk kerjasama operasional untuk mengerjakan Proyek Pembangunan Chadstone di
Cikarang berdasarkan Joint Operation Agreement For Proposed Development of Chadstone at Cikarang
pada tanggal 10 Desember 2015 dengan nama CNQC-NKE-JO.
Bagian partisipasi dan tanggung jawab dalam ventura bersama:
CNQC : 60%
PT NKE Tbk : 40%
Bahwa CNQC NKE JO telah ditunjuk untuk melaksanakan Pekerjaan (Kontraktor Struktur, Arsitektur, dan
Plumbing (SAP) Proyek Pembangunan Chadstone (Mixed-Use Building) di Cikarang.
Bahwa selain itu, CNQC dan NKE telah ditunjuk untuk melaksanakan Pekerjaan (Kontraktor Mekanikal
dan Elektrikal) Proyek Pembangunan Chadstone (Mixed-Use Building) di Kawasan Cikarang untuk
Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal)
Pada tanggal 4 Januari 2021, CNQC-NKE JO melalui Kuasa Hukum telah mengajukan Permohonan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Pollux Aditama Kencana di Pengadilan
Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor
perkara3/Pdt.Sus/PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Pada tanggal 3 Februari 2021, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
telah memutus perkara 03/Pdt.Sus/PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst untuk menolak Permohonan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh pemohon yaitu CNQC-NKE JO.
Pada tanggal 12 Januari 2021, PT Pollux Aditama Kencana mengajukan gugatan Perbuatan Melawan
Hukum terhadap CNQC dan NKE di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan perkara nomor:
53/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Sel.
Pada tanggal 9 Maret 2021, PT Pollux Aditama telah mencabut gugatannya yang teregister dengan
perkara nomor: 53/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Sel.
86
Page 90
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MASALAH HUKUM (Lanjutan)
Penanganan Perkara Proyek Chadstone at Cikarang (Lajutan)
Pada tanggal 20 Januari 2021, PT Pollux Aditama Kencana mengajukan Permohonan Penyelesaian
Arbitrase terhadap CNQC dan NKE di Badan Arbitrasi Nasional Indonesia yang teregister dengan perkara
nomor: 44002/I/ARB-BANI/2021.
Pada tanggal 2 Maret 2021, PT Pollux Aditama Kencana telah mencabut Permohonan Penyelesaian
Arbitrase terhadap CNQC dan NKE di Badan Arbitrasi Nasional Indonesia yang teregister dengan perkara
nomor: 44002/I/ARB-BANI/2021.
Berdasarkan Putusan Badan Arbitrasi Nasional Indonesia (BANI) tanggal 09 Mei 2023 dalam Perkara
Nomor: 45041/V/ARB-BANI/2022 permasalahan antara BUT Qiingjiian Internatiional (South Pacific)
Group Development Co., Pte. Ltd. dan PT. Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk (CNQC-NKE JO selaku
Pemohon) melawan PT. Pollux Aditama Kencana (selaku Termohon) telah diselesaikan melalui Badan
Arbitrase Nasional Indonesia.
Terhadap Putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia PT. Pollux Aditama selaku Pemohon telah
mengajukan pembatalan putusan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan menolak
Permohonan pembatalan putusan Arbitrase maka menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999
tentang Arbitrase dan alternatif Penyelesaian Sengketa maka tidak lagi ada upaya hukum lain yang dapat
diajukan dengan kata lain putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah memiliki kekuatan
hukum yang tetap (Inkracht van gewijsde);
Selanjutnya pada tanggal 24 Agustus 2023 PARA TERGUGAT telah mengajukan PERMOHONAN
EKSEKUSI Putusan BANI Nomor 45041/V/ARB-BANI/2022 Jo. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan Nomor No.450/Pdt.Sus-Arbt/2023/PN.Jkt.Sel. yang teregister dengan Nomor
63/EKS.ARB/2023/PN.JKT.Sel.
Meski pun sudah ada putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia Nomor 45041/V/ARB-BANI/2022 yang
berkekuatan hukum tetap, namun PT. Pollux Aditama Kencana pada tanggal 15 September 2023
mengajukan Gugatan Wanprestasi terhadap BUT Qingjian International (South Pacific) Group
Development Co., Pte. Ltd. dan PT. Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk (CNQC-NKE JO selaku Tergugat di
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang teregister dengan perkara nomor 617/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Pst.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, perkara tersebut masih dalam
proses pemeriksaan dan belum mengeluarkan putusan.
43. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Rinciannya sebagai berikut:
31 Maret
2024 2023
Peningkatan Investasi dalam Ventura Bersama dari:
bagian Laba bersih Ventura Bersama - 152,571,261
87
Page 91
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. STANDAR AKUNTANSI BARU
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (ISAK) baru. Standar akuntansi tersebut akan berlaku efektif atau diterapkan pada laporan
keuangan konsolidasian Grup yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024:
- Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan;
- Amandemen PSAK 73: Liabilitas sewa dalam jual dan sewa-balik;
Amandemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan, yaitu:
- PSAK 74: Kontrak asuransi; dan
- Amandemen PSAK 74: Kontrak asuransi tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 –
Informasi komparatif.
Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen Grup masih
mengevaluasi dampak potensial terhadap standar dan interpretasi akuntansi yang baru dan direvisi ini
terhadap laporan keuangan konsolidasiannya.
45. KEJADIAN SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diselesaikan oleh manajemen Perseroan, tidak ada
peristiwa setelah periode pelaporan yang signifikan.
46. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian,
yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh direksi Perusahaan pada 29 April 2024.
88
Names mentioned 139 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Duta Graha Indah Tbk
p.11 ×4
unresolved
person
Maria Lidwina Indriani Soepojo
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Haryanto
p.11
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
Bapepam-LK
p.11 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×4
unresolved
person
Zulkifli Harahap
p.11 ×6
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.11
unresolved
person
KH. Guru Amin
p.11
unresolved
person
Drs. Hendro Martowardoyo
p.12 ×2
unresolved
person
Arvin Jahja Tjahjana Rizaldi Limpas
p.12 ×5
unresolved
org
PT Duta Buana Permata
p.13 ×4
unresolved
org
PT Inti Duta Energi
p.13 ×10
unresolved
org
PT Nusa Saptacitra Perdana
p.13 ×2
unresolved
org
PT Inti Duta Solusindo
p.13 ×3
unresolved
org
PT Duta Cipta Energi
p.13 ×4
unresolved
org
PT Grantirta Sumber Energi
p.13 ×3
unresolved
org
PT Warilayana Energi
p.13 ×8
unresolved
org
PT Gilang Hydro Lestari
p.13 ×8
unresolved
org
PT Mahija Kastara Hita Pembangkit Listrik Tenaga Mini
p.13
unresolved
org
PT Mitra Arana Sinergi Pembangkit Listrik Tenaga Mini
p.13
unresolved
org
PT DBP
p.13 ×2
unresolved
person
Ina Rosaina
p.14 ×2
unresolved
org
PT NSCP
p.14
unresolved
person
Ukron Krisnajaya
p.14
unresolved
org
PT IDE
p.15 ×2
unresolved
org
PT DCE
p.15
unresolved
person
Hana Badrina S.H.
p.15 ×5
unresolved
org
PT Omega Hydro Energy
p.15 ×7
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot.
p.15 ×3
unresolved
org
PT Mahija Kastara Hita
p.16 ×7
unresolved
org
PT Mitra Arana Sinergi
p.16 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.23
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.41
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.41
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.49 ×9
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel Syariah
p.49
unresolved
org
Bank OCBC Tbk
p.49 ×2
unresolved
org
PT Trimitra Multi Sukses Selaras
p.50
unresolved
org
PT Griya Telaga Mas
p.50
unresolved
org
PT Kreasi Jaya Properti
p.50 ×2
unresolved
org
PT Unggul Dinamika Utama
p.50 ×5
unresolved
org
PT Ciputra Puri Trisula
p.50 ×2
unresolved
org
PT Optima Tirta Energy
p.50 ×9
unresolved
org
PT Graha Sahari Suryajaya
p.50
unresolved
org
PT Rashal Siar Cakra Medika
p.50
unresolved
org
PT Amman Mineral Nusa Tenggara
p.50 ×5
unresolved
org
PT Mira Mulya Abadi Medical
p.52 ×4
unresolved
org
PT Inti Bangun Sarana
p.52 ×3
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum
p.52
unresolved
org
PT Indexim Coalindo
p.52 ×3
unresolved
org
PT Dirgantara Yudha Artha
p.54 ×5
unresolved
org
PT Global Dinamika Kencana
p.54 ×6
unresolved
org
PT Dirgantara Yudha Arta
p.54
unresolved
org
PT Dharma Surya Mandiri Berdasarkan Akta Jual Beli
p.55
unresolved
person
Miki Tanumiharja
p.55
unresolved
org
PT Dharma Surya Mandiri
p.55 ×3
unresolved
org
PT Margaraya Jawa Tol
p.56
unresolved
org
PT Mega Kuningan Pinnacle. Penambahan Apartemen Senopati Penthouse
p.58
unresolved
org
PT Senopati Aryani Prima
p.58
unresolved
org
Lion Metal Work Tbk
p.58 ×4
unresolved
org
Saptono dan Rekan
p.58
unresolved
org
PT Omega Hydro Energi
p.60 ×2
unresolved
org
PT Cakrawangsa Nata Karisma
p.60
unresolved
org
PT Wariyalana Energi
p.61
unresolved
org
PT Energi Tungga Tirta
p.61
unresolved
org
PT Optima Tirta Energi
p.61 ×2
unresolved
org
Kredit (Persero) Tbk
p.62 ×2
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia Perusahaan
p.63
unresolved
org
PT Sekar Artha Sentosa
p.63 ×5
unresolved
org
PT Anugerah Berkah Madani
p.63 ×2
unresolved
org
PT Adi Marga Mandiri
p.66 ×2
unresolved
org
PT Dita Anugrah Perkasa Beton
p.66
unresolved
org
PT Putra Karya Salimindo
p.66
unresolved
org
PT Konecranes Material Handling Indonesia
p.66
unresolved
org
PT Dirgantara Betonindo
p.66
unresolved
org
PT Airsindo Multi Selaras
p.66 ×2
unresolved
org
PT Balikpapan Ready Mix Pile
p.66
unresolved
org
PT Pasoka Sumber Karya
p.66
unresolved
org
PT Deya Inti Sarana
p.66
unresolved
org
PT Aradhana Putra Jaya
p.66
unresolved
org
PT Buana Baja Bina Semesta
p.66
unresolved
org
PT Dwi Ratna Putra
p.66
unresolved
org
PT Puja Perkasa
p.66 ×2
unresolved
org
PT Rezki Bumi Jaya
p.66
unresolved
org
PT Sekar Artha Sentosa Utang
p.67
unresolved
org
PT MMS-Fiskal
p.69
unresolved
org
Negeri
p.70
unresolved
org
PT Graha Barata Prima
p.71
unresolved
org
PT Dutaraya Dinametro
p.71
unresolved
org
PT Beton Konstruksi Wijaksana
p.71
unresolved
org
PT Putra Saluyu
p.71
unresolved
org
PT Sinar Powerindo Utama
p.71
unresolved
org
PT Karya Guna Bangun Mandiri
p.71
unresolved
org
PT Artajaya Langgengsentosa
p.71
unresolved
org
PT Mitra Solusi Infokom
p.71
unresolved
org
PT Cipta Anugerah Indotama
p.72
unresolved
org
PT Alu Makro Korea
p.72
unresolved
org
PT Cendana Peinture Group
p.72
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.75
unresolved
org
Hudson River Group Pte.Ltd.
p.75 ×2
unresolved
org
Kementerian Pendidikan
p.77
unresolved
org
Construction Co. Ltd
p.87 ×2
unresolved
org
BUT China State Construction Engineering Co. Ltd
p.87
unresolved
org
Direktorat Jenderal Sumber
p.88
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
p.88
unresolved
org
PT Kreasihasta Mitraperkasa
p.88
unresolved
org
PT. Pollux Aditama Kencana BUT QINGJIAN INTERNATIONAL
p.89
unresolved
org
Pte Ltd.
p.89 ×3
unresolved
org
NKE Tbk
p.89 ×2
unresolved
org
PT Pollux Aditama Kencana
p.89 ×6
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.89 ×2
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
p.89 ×3
unresolved
org
PT Pollux Aditama
p.89 ×2
unresolved
org
Arbitrasi Nasional Indonesia
p.90 ×3
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.90 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.