Back to announcement
Bank Rakyat Indonesia_Ind_31_Maret_2024_Released.pdf
Financial statement Text extracted BBRISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 369
Page 1
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Entitas Anaknya Laporan keuangan konsolidasian interim tanggal 31 Maret 2024 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
Page 2
Page 3
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
TANGGAL 31 MARET 2024
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Halaman
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim ........................................................................ 1-4
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim ....................... 5-7
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim .................................................................... 8-9
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim .................................................................................... 10 - 11
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim ............................................................. 12 - 366
***************************
Page 4
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
Kas 2a,2c,3 24.924.302 31.603.784
Giro pada Bank Indonesia 2a,2c,2f,4 85.386.671 101.909.121
Giro pada Bank Lain 2a,2c,2d, 26.758.240 22.331.919
2e,2f,5,44
Cadangan kerugian penurunan nilai (73.310) (9.984)
26.684.930 22.321.935
Penempatan pada Bank Indonesia 2a,2c,2d,
dan Lembaga Keuangan Lain 2e,2g,6,44 42.288.103 65.225.260
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.594) (1.860)
42.286.509 65.223.400
Efek-efek 2a,2c,2d,
2e,2h,7,44 370.610.861 331.091.304
Cadangan kerugian penurunan nilai (63.317) (81.510)
370.547.544 331.009.794
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya 2c,2d,2e,
2i,8,44 64.701.464 53.895.404
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.811.410) (2.323.916)
62.890.054 51.571.488
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji 2c,2u,
Dijual Kembali 9 296.086 33.595.231
Tagihan Derivatif 2c,2aj,10 761.271 911.683
Kredit yang Diberikan 2c,2d,2e,
2j,11,44 1.236.166.605 1.197.752.706
Cadangan kerugian penurunan nilai (81.328.446) (79.924.211)
1.154.838.159 1.117.828.495
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
1
Page 5
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET (lanjutan)
Pinjaman Syariah 2c,2e,2k,
12 14.659.074 13.668.220
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.228.624) (1.093.762)
13.430.450 12.574.458
Piutang Pembiayaan 2c,2d,2e,
2l,13,44 57.825.166 55.008.321
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.518.658) (4.483.915)
53.306.508 50.524.406
Tagihan Akseptasi 2c,2d,2e,
2m,14,44 10.676.603 10.217.408
Cadangan kerugian penurunan nilai (371.850) (249.698)
10.304.753 9.967.710
Penyertaan Saham 2c,2d,2e,
2n,15,44 7.463.299 7.308.167
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.109) (2.676)
7.462.190 7.305.491
Aset Tetap 2d,2o,2p,
16
Biaya perolehan 82.305.789 81.463.777
Akumulasi penyusutan (22.873.608) (21.785.658)
Nilai buku - neto 59.432.181 59.678.119
Aset Pajak Tangguhan - neto 2ak,38c 14.552.469 15.605.462
Aset Lain-lain - neto 2c,2e,2p,
2q,2r,17 61.970.402 53.376.453
TOTAL ASET 1.989.074.479 1.965.007.030
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
2
Page 6
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera 2c,2s,18 21.710.161 30.651.807
Simpanan Nasabah 2c,2d,2t,44
Giro 19 354.385.689 346.124.372
Tabungan 20 518.911.988 527.945.550
Deposito Berjangka 21 542.915.611 484.258.839
Total Simpanan Nasabah 1.416.213.288 1.358.328.761
Simpanan dari Bank Lain dan 2c,2d,2t,
Lembaga Keuangan Lainnya 22,44 7.648.832 11.958.319
Efek-efek yang Dijual dengan Janji 2c,2d,2u,
Dibeli Kembali 23,44 29.271.196 19.079.458
Liabilitas Derivatif 2c,2aj,10 1.364.358 925.210
Liabilitas Akseptasi 2c,2d,2m,
14,44 10.676.603 10.217.408
Utang Pajak 2ak,38a 2.130.407 2.546.839
Surat Berharga yang Diterbitkan 2c,2v,24 44.363.217 49.637.581
Pinjaman yang Diterima 2c,2d,2w,
25,44 96.585.342 98.850.813
Estimasi Kerugian Komitmen 2d,2e,
dan Kontinjensi 26,44 4.824.401 6.117.768
Liabilitas Imbalan Kerja 2d,2ae,
27,42,44 15.541.840 23.059.624
Liabilitas Lain-lain 2c,2y,2ad,
28,45b 39.354.375 36.664.617
Pinjaman dan Surat Berharga
Subordinasi 2c,2x,29 491.138 496.683
TOTAL LIABILITAS 1.690.175.158 1.648.534.888
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
3
Page 7
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp50
(nilai penuh) per lembar saham
Modal dasar - 300.000.000.000
Lembar saham (terdiri dari 1
lembar saham Seri A Dwiwarna
dan 299.999.999.999
lembar saham Seri B)
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 151.559.001.604 lembar
saham (terdiri dari 1 lembar saham
Seri A Dwiwarna dan 151.559.001.603
lembar saham Seri B) 1,31a 7.577.950 7.577.950
Tambahan modal disetor 31b 75.853.127 75.853.127
Surplus revaluasi aset tetap – bersih 2o,16 20.211.094 20.216.505
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 2ai,31c 173.185 (253.744)
Kerugian yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih 2h (2.314.702) (2.221.745)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas
efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 2h,7 128.609 128.230
Kerugian pengukuran kembali
program imbalan pasti - bersih 2ae (1.344.612) (2.134.699)
Modal saham diperoleh kembali
(saham treasuri) 1d (3.614.321) (3.614.321)
Opsi saham 2af,30 119.426 54.769
Cadangan kompensasi atas
saham bonus 31f 287.482 287.482
Dampak Transaksi Pengendalian
Non Pengendali 31g 1.758.580 1.758.580
Saldo laba 31d,31e
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685
Belum ditentukan penggunaannya 191.138.402 210.688.737
Total Saldo Laba 194.161.087 213.711.422
Total ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada entitas induk 292.996.905 311.363.556
Kepentingan non-pengendali 31h 5.902.416 5.108.586
TOTAL EKUITAS 298.899.321 316.472.142
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.989.074.479 1.965.007.030
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
4
Page 8
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga dan Syariah 32
Pendapatan bunga 2z 46.536.427 39.285.584
Pendapatan syariah 2k,2ab 3.538.579 3.174.768
Total Pendapatan Bunga dan Syariah 50.075.006 42.460.352
Beban Bunga dan Syariah 33
Beban bunga 2z (13.919.540) (9.427.468)
Beban syariah 2ab (203.184) (253.711)
Total Beban Bunga dan Syariah (14.122.724) (9.681.179)
Pendapatan Bunga dan Syariah - neto 35.952.282 32.779.173
Pendapatan premi 2ac 2.000.062 2.547.742
Beban klaim 2ac (1.438.114) (2.105.416)
Pendapatan premi - neto 561.948 442.326
Pendapatan penjualan emas 2am 2.485.888 1.879.690
Beban harga pokok penjualan emas 2am (2.399.379) (1.800.121)
Pendapatan penjualan emas - neto 86.509 79.569
Pendapatan Operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 2aa 5.431.295 5.079.542
Penerimaan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 4.390.886 2.962.347
Keuntungan dari penjualan efek-efek - neto 2h,7 459.666 384.068
Keuntungan transaksi mata uang
asing - neto 2ah,2ai 246.140 221.783
Keuntungan yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek 2h,7 147.058 178.493
Lain-lain 1.860.410 1.116.666
Total Pendapatan Operasional Lainnya 12.535.455 9.942.899
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas
aset keuangan - neto 2e,34 (12.007.013) (7.093.358)
Pembalikan penyisihan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi - neto 26d 1.293.372 1.494.841
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas
aset non-keuangan - neto 2p 362 (135)
Beban Operasional lainnya
Tenaga kerja dan tunjangan 2d,2ae,35,
42,44 (9.763.594) (10.685.134)
Umum dan administrasi 36,16 (6.917.462) (6.569.912)
Lain-lain (1.708.229) (835.709)
Total Beban Operasional lainnya (18.389.285) (18.090.755)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
5
Page 9
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir
pada tanggal 31 Maret
Catatan 2024 2023
LABA OPERASIONAL 20.033.630 19.554.560
(BEBAN) PENDAPATAN
NON-OPERASIONAL - NETO 37 (108.982) 42.454
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 19.924.648 19.597.014
BEBAN PAJAK 2ak,38b (3.942.060) (4.033.099)
LABA BERSIH 15.982.588 15.563.915
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi
Pengukuran kembali atas program
imbalan pasti 2ae 971.588 (836.860)
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi (181.776) 170.164
Surplus revaluasi aset tetap 16 (5.715) (92.091)
Akun-akun yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 2ai 426.927 (28.894)
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 2h (147.590) 1.579.446
Cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 2h 374 7.953
Pajak penghasilan terkait akun-akun
yang akan direklasifikasi ke laba rugi 23.661 (283.786)
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan - Setelah Pajak 1.087.469 515.932
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 17.070.057 16.079.847
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
6
Page 10
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
Catatan 2024 2023
LABA TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 15.885.516 15.501.857
Kepentingan non-pengendali 97.072 62.058
TOTAL 15.982.588 15.563.915
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 17.004.543 15.998.919
Kepentingan non-pengendali 65.514 80.928
TOTAL 17.070.057 16.079.847
LABA TAHUN BERJALAN PER SAHAM
DASAR YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
(dalam Rupiah penuh) 2ag,49
Dasar 105 103
Dilusian 105 103
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
7
Page 11
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas efek-efek Keuntungan
Selisih kurs yang diukur (kerugian)
Cadangan karena melalui nilai pengukuran Opsi saham
penurunan nilai penjabaran wajar melalui kembali dan Surplus Dampak Saldo Laba
Modal atas efek-efek laporan penghasilan program cadangan Revaluasi transaksi Total
ditempatkan nilai wajar melalui keuangan komprehensif lain imbalan pasti - kompensasi aset tetap - dengan Telah Belum Ekuitas Kepentingan
dan Tambahan penghasilan dalam mata setelah pajak setelah pajak Saham atas setelah pajak kepentingan ditentukan ditentukan pemilik non Total
Catatan disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing tangguhan tangguhan Treasuri saham bonus terkait non-pengendali penggunaannya penggunaannya entitas induk pengendali ekuitas
Saldo pada tanggal
31 Desember 2022 7.577.950 75.637.083 139.978 (127.954) (4.464.483) (689.473) (2.202.178) 226.622 20.267.952 1.758.580 3.022.685 198.147.249 299.294.011 4.101.306 303.395.317
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - - 15.501.857 15.501.857 62.058 15.563.915
Penghasilan 2h,2ae,
komprehensif lainnya 2ah - - 4.796 (28.894) 1.270.194 (658.248) - - (90.786) - - - 497.062 18.870 515.932
Total penghasilan
komprehensif untuk
periode berjalan - - 4.796 (28.894) 1.270.194 (658.248) - - (90.786) - - 15.501.857 15.998.919 80.928 16.079.847
Pembagian laba
Dividen atas laba bersih
tahun 2022 31d - - - - - - - - - - - (34.891.943) (34.891.943) - (34.891.943)
Opsi saham - - - - - - - (9) - - - - (9) (1) (10)
Perubahan kepentingan
non pengendali
pada entitas anak - - - - - - - - - - - - - (85.594) (85.594)
Saham treasuri 1d - - - - - - (816.955) - - - - - (816.955) - (816.955)
Tambahan modal disetor - - - - - - - - - - - - - 770.000 770.000
Saldo pada tanggal
31 Maret 2023 7.577.950 75.637.083 144.774 (156.848) (3.194.289) (1.347.721) (3.019.133) 226.613 20.177.166 1.758.580 3.022.685 178.757.163 279.584.023 4.866.639 284.450.662
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
8
Page 12
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
(kerugian)
yang belum
direalisasi
atas efek-efek Keuntungan
Selisih kurs yang diukur (kerugian)
Cadangan karena melalui nilai pengukuran Opsi saham
penurunan nilai penjabaran wajar melalui kembali dan Surplus Dampak Saldo Laba
Modal atas efek-efek laporan penghasilan program cadangan revaluasi transaksi Total
ditempatkan nilai wajar melalui keuangan komprehensif lain imbalan pasti - kompensasi aset tetap - dengan Telah Belum ekuitas Kepentingan
dan Tambahan penghasilan dalam mata setelah pajak setelah pajak Saham atas setelah pajak kepentingan ditentukan ditentukan pemilik non Total
Catatan disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing tangguhan tangguhan Treasuri saham bonus terkait non-pengendali penggunaannya penggunaannya entitas induk pengendali ekuitas
Saldo pada tanggal
31 Desember 2023 7.577.950 75.853.127 128.230 (253.744) (2.221.745) (2.134.699) (3.614.321 ) 342.251 20.216.505 1.758.580 3.022.685 210.688.737 311.363.556 5.108.586 316.472.142
Laba tahun berjalan - - - - - - - - - - - 15.885.516 15.885.516 97.072 15.982.588
Penghasilan 2h,2ae,
komprehensif lainnya 2ai - - 379 426.929 (92.957) 790.087 - - (5.411) - - - 1.119.027 (31.558) 1.087.469
Total penghasilan
komprehensif untuk
tahun berjalan - - 379 426.929 (92.957) 790.087 - - (5.411) - - 15.885.516 17.004.543 65.514 17.070.057
Pembagian laba
- Dividen atas laba bersih tahun 2023 31d - - - - - - - - - - - (35.435.851) (35.435.851) - (35.435.851)
Saham bonus 31b - - - - - - - 54.488 - - - - 54.488 - 54.488
Opsi saham 30 - - - - - - - 10.169 - - - - 10.169 - 10.169
Perubahan kepentingan
non-pengendali
pada entitas anak 1f - - - - - - - - - - - - - (41.684) (41.684)
Saham treasuri 1d - - - - - - - - - - - - - - -
Tambahan modal disetor 1f - - - - - - - - - - - - - 770.000 770.000
Saldo pada tanggal
31 Maret 2024 7.577.950 75.853.127 128.609 173.185 (2.314.702) (1.344.612) (3.614.321) 406.908 20.211.094 1.758.580 3.022.685 191.138.402 292.996.905 5.902.416 298.899.321
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
9
Page 13
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Pendapatan yang diterima
Penerimaan bunga dan investasi 41.782.407 39.057.440
Pendapatan syariah 3.538.579 3.174.768
Pendapatan premi 2.000.062 2.547.742
Pendapatan penjualan emas 2.485.888 1.879.690
Beban yang dibayar
Beban bunga (14.296.521) (9.215.119)
Beban syariah (211.512) (253.711)
Beban klaim (1.070.248) (2.105.416)
Beban harga pokok penjualan emas (2.399.379) (1.800.121)
Penerimaan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 4.390.886 2.962.347
Pendapatan operasional lainnya 8.164.223 7.688.664
Beban operasional lainnya (16.253.127) (22.614.634)
Beban non-operasional - neto (117.374) 28.580
Pembayaran atas pajak penghasilan badan (3.928.094) (2.223.398)
Arus kas sebelum perubahan
dalam aset dan liabilitas operasi 24.085.790 19.126.832
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:
(Kenaikan) penurunan aset operasi:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Lembaga Keuangan Lain 2.462.063 1.590.272
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi (8.320.330) (2.732.597)
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (10.806.060) (1.334.294)
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 33.299.145 12.572.617
Kredit yang diberikan (48.012.941) (42.804.122)
Pinjaman syariah (1.172.651) (298.969)
Piutang pembiayaan (2.816.845) (3.499.252)
Aset lain-lain 12.088.427 8.153.451
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera (8.941.646) 28.149.674
Simpanan:
Giro 8.261.317 (39.865.469)
Tabungan (9.033.562) (22.446.900)
Deposito berjangka 58.656.772 9.881.029
Simpanan dari bank lain dan
lembaga keuangan lainnya (4.309.487) 1.800.042
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 10.191.738 2.435.111
Liabilitas lain-lain (6.546.881) 4.310.279
Kas neto yang (digunakan untuk)
diperoleh dari kegiatan operasi 49.084.849 (24.962.296)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
10
Page 14
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 8.392 13.874
Perolehan aset tetap (1.819.055) (2.601.357)
Penurunan efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
dan biaya perolehan diamortisasi (22.790.764) 4.621.803
Kas neto yang (digunakan untuk) diperoleh
dari kegiatan investasi (24.601.427) 2.034.320
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerimaan pinjaman yang diterima 50 2.950.073 13.672.906
Pembayaran pinjaman yang diterima 50 (5.182.531) (13.992.979)
Saham yang dibeli kembali - (816.955)
Pembagian laba untuk dividen (48.102.283) (43.494.766)
Penerimaan dari surat berharga yang diterbitkan 24,50 5.034.005 -
Pembayaran atas surat berharga yang jatuh tempo 24,50 (9.886.500) (4.487.000)
Kas neto yang digunakan untuk
kegiatan pendanaan (55.187.236) (49.118.794)
(PENURUNAN) KENAIKAN NETO KAS
DAN SETARA KAS (30.703.814) (72.046.770)
PENGARUH PERUBAHAN
KURS MATA UANG ASING 19.655 (57.221)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 218.677.734 268.192.168
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 187.993.575 196.088.177
Kas dan Setara Kas akhir tahun
terdiri dari: 2a
Kas 3 24.924.302 24.443.193
Giro pada Bank Indonesia 4 85.386.671 91.709.829
Giro pada bank lain 5 26.758.240 14.939.980
Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain -
jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau
kurang sejak tanggal perolehan 6 42.204.112 64.995.175
Sertifikat Bank Indonesia
- jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau
kurang sejak tanggal perolehan 8.720.250 -
Total Kas dan Setara Kas 187.993.575 196.088.177
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
11
Page 15
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “BRI” atau “Bank”) didirikan dan mulai
beroperasi secara komersial pada tanggal 18 Desember 1968 berdasarkan Undang-Undang No. 21
Tahun 1968. Pada tanggal 29 April 1992, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
(“Pemerintah”) No. 21 Tahun 1992, bentuk badan hukum BRI diubah menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero). Pengalihan BRI menjadi Persero didokumentasikan dengan Akta No. 133 tanggal 31 Juli
1992 Notaris Muhani Salim, S.H. dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C2-6584.HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73, Tambahan No. 3A tanggal 11 September 1992.
Anggaran Dasar BRI kemudian diubah dengan Akta No. 7 tanggal 4 September 1998 Notaris Imas
Fatimah, S.H., pasal 2 tentang “Jangka Waktu Berdirinya Perseroan” dan pasal 3 tentang “Maksud
dan Tujuan serta Kegiatan Usaha” untuk menyesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Republik
Indonesia No. 1 Tahun 1995 tentang “Perseroan Terbatas” dan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-24930.HT.01.04.TH.98 tanggal
13 November 1998 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 86,
Tambahan No. 7216 tanggal 26 Oktober 1999 dan Akta No. 7 tanggal 3 Oktober 2003 Notaris Imas
Fatimah, S.H., antara lain tentang status perusahaan dan penyesuaian dengan Undang-Undang
Pasar Modal dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C-23726 HT.01.04.TH.2003 tanggal 6 Oktober 2003 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 88, Tambahan No. 11053 tanggal
4 November 2003.
Berdasarkan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 5/117/DPwB2/PWPwB24 tanggal 15 Oktober
2003, tentang “SK Penunjukan BRI sebagai Bank Umum Devisa”, BRI telah ditetapkan sebagai bank
devisa melalui Surat Dewan Moneter No. SEKR/BRI/328 tanggal 25 September 1956.
Berdasarkan Akta No. 51 tanggal 26 Mei 2008 Notaris Fathiah Helmi, S.H., telah dilakukan
perubahan terhadap Anggaran Dasar BRI, antara lain untuk penyesuaian dengan ketentuan Undang-
Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang “Perseroan Terbatas” dan Peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) (fungsinya sejak 1 Januari 2013
dialihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)), No. IX.J.I tentang “Pokok-pokok Anggaran Dasar
Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik”, yang
telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-48353.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 6 Agustus 2008 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68, Tambahan No. 23079 tanggal
25 Agustus 2009.
Selanjutnya, Anggaran Dasar BRI dimuat dalam Akta No. 3 tanggal 9 Maret 2021 yang dibuat
di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta yang telah mendapat Penerimaan Perubahan
Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-AH.01.03-0159493 tanggal 12 Maret
2021 dan yang terakhir kali diubah dalam Akta No. 4 tanggal 6 Oktober 2021 yang dibuat di hadapan
Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta dan telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-AH.01.03-0457763 tanggal
7 Oktober 2021. Perubahan dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan OJK (“POJK”)
No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
(“RUPS”) Perusahaan Terbuka dan POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS
Perusahaan Terbuka Secara Elektronik, serta modal disetor.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar BRI, ruang lingkup kegiatan BRI adalah melakukan usaha
di bidang perbankan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki BRI untuk
menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapat keuntungan guna
meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
BRI dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia selaku pemegang saham mayoritas.
12
Page 16
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Program Rekapitalisasi
Sebagai realisasi dari Program Rekapitalisasi Bank Umum sesuai Peraturan Pemerintah No. 52
Tahun 1999 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam
Modal Bank Pemerintah, BRI telah menerima seluruh jumlah rekapitalisasi sebesar nominal
Rp29.149.000 dalam bentuk Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah yang diterbitkan dalam 2 (dua) tahap
yaitu sebesar nominal Rp20.404.300 pada tanggal 25 Juli 2000 dan Rp8.744.700 pada tanggal
31 Oktober 2000.
Lebih lanjut, seperti yang disebutkan dalam Kontrak Manajemen tanggal 28 Februari 2001 antara
Negara Republik Indonesia c.q. Pemerintah melalui Menteri Keuangan dan BRI, Pemerintah telah
menetapkan bahwa total kebutuhan rekapitalisasi BRI untuk mencapai Liabilitas Penyediaan Modal
Minimum 4% adalah sebesar Rp29.063.531. Oleh karena itu, BRI telah mengembalikan kelebihan
total rekapitalisasi sebesar Rp85.469 dalam bentuk Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah kepada
Negara Republik Indonesia pada tanggal 5 November 2001.
Pada tanggal 30 September 2003, Menteri Keuangan mengeluarkan Surat Keputusan
No. 427/KMK.02/2003 tanggal 30 September 2003 tentang besarnya nilai akhir dan pelaksanaan
hak-hak Pemerintah yang timbul sebagai akibat penambahan penyertaan modal Negara Republik
Indonesia ke dalam modal BRI dalam rangka program rekapitalisasi bank umum. Berdasarkan Surat
Keputusan tersebut, Menteri Keuangan menetapkan bahwa nilai akhir kebutuhan rekapitalisasi BRI
adalah sebesar Rp29.063.531.
c. Penawaran Umum Saham Perdana, Pemecahan Saham (Stock Split) dan Penawaran Umum
Terbatas Saham
Dalam rangka penawaran umum saham perdana BRI, berdasarkan pernyataan pendaftaran tanggal
31 Oktober 2003, Pemerintah, melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyetujui untuk
melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering (IPO)) sebesar 3.811.765.000
lembar saham biasa BRI atas nama seri B, yang terdiri dari 2.047.060.000 lembar milik Negara
Republik Indonesia (divestasi) dan 1.764.705.000 lembar atas nama Seri B baru, serta bersamaan
dengan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih.
Penawaran umum saham perdana meliputi penawaran kepada masyarakat internasional (Peraturan
144A dari Perundang-undangan Sekuritas dan peraturan “S”) dan penawaran kepada masyarakat
Indonesia. BRI menyerahkan pendaftarannya kepada Bapepam-LK dan pernyataan pendaftaran
tersebut telah menjadi efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK No. S-2646/PM/2003 tanggal
31 Oktober 2003.
Penawaran umum saham perdana BRI meliputi 3.811.765.000 lembar saham dengan nilai nominal
Rp500 (nilai penuh) per lembar saham dengan harga jual Rp875 (nilai penuh) per lembar saham.
Selanjutnya, opsi pemesanan lebih sejumlah 381.176.000 lembar saham dan opsi penjatahan lebih
sejumlah 571.764.000 lembar saham masing-masing dengan harga Rp875 (nilai penuh) setiap
lembar saham telah dilaksanakan masing-masing pada tanggal 10 November 2003 dan
3 Desember 2003. Setelah IPO BRI dan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih
dilaksanakan oleh Penjamin Pelaksana Emisi, Negara Republik Indonesia memiliki 59,50% saham
di BRI. Saham yang ditawarkan tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 10 November 2003 dan pada saat yang
bersamaan seluruh saham BRI juga telah dicatatkan (Catatan 31b).
13
Page 17
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran Umum Saham Perdana, Pemecahan Saham (Stock Split) dan Penawaran Umum
Terbatas Saham (lanjutan)
Berdasarkan Akta No. 38 tanggal 24 November 2010, Notaris Fathiah Helmi, S.H. dilakukan
pemecahan nilai nominal saham dari Rp500 (nilai penuh) per lembar saham menjadi Rp250 (nilai
penuh) per saham. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya
No. AHU.AH.01.10-33481 tanggal 29 Desember 2010. Pemecahan saham dilakukan pada tahun
2011 dan BRI menjadwalkan bahwa akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama atau
Rp500 (nilai penuh) per lembar saham di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi adalah tanggal
10 Januari 2011 dan tanggal dimulainya perdagangan sah dengan nilai nominal baru atau Rp250
(nilai penuh) per lembar saham adalah tanggal 11 Januari 2011.
Berdasarkan Akta No. 54 tanggal 27 Oktober 2017, Notaris Fathiah Helmi, S.H. dilakukan
pemecahan nilai nominal saham dari Rp250 (nilai penuh) per saham menjadi Rp50 (nilai penuh) per
saham. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya
No. AHU.AH.01.03-0187521 tanggal 3 November 2017. Pemecahan saham dilakukan pada tahun
2017 dan BRI menjadwalkan bahwa akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama atau
Rp250 (nilai penuh) per lembar saham di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi adalah tanggal
9 November 2017 dan tanggal dimulainya perdagangan sah dengan nilai nominal baru atau Rp50
(nilai penuh) per lembar saham adalah tanggal 10 November 2017.
Dalam rangka pembentukan Holding Ultra Mikro, BRI meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I), sesuai
hasil keputusan RUPSLB tanggal 22 Juli 2021 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 61 tanggal
22 Juli 2021, Notaris Fathiah Helmi S.H., serta telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) pada tanggal 30 Agustus 2021 sesuai dengan Surat OJK No. S-152/D.04/2021
tanggal 30 Agustus 2021.
Dalam PMHMETD I tersebut, BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28.213.191.604 saham baru
Seri B dengan nilai nominal per lembar saham Rp50 (nilai penuh) dalam bentuk Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan per lembar saham Rp3.400 (nilai penuh).
Tanggal perdagangan dan eksekusi HMETD tersebut mulai dari 13 September 2021 sampai dengan
22 September 2021.
Dari penawaran umum terbatas ini, BRI telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
28.213.191.604 lembar saham sehingga mengakibatkan komposisi kepemilikan saham BRI adalah
56,82% dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan 43,18% dimiliki oleh publik.
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri)
Pada tanggal 5 Februari 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebanyak 84.600 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai
penuh) atau setara total Rp184.597.481 (nilai penuh), harga wajar program diskresi saham bonus
sebesar Rp3.240 (nilai penuh) atau setara Rp274.104.000 (nilai penuh), selisih antara nilai saham
treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp89.506.518 (nilai penuh).
14
Page 18
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebesar 2.096.400 lembar saham dengan harga perolehan Rp2.182 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara total Rp4.574.351.773 (nilai penuh), dimana implementasi ini terdiri dari ESA 1
sebanyak 831.000 lembar saham dengan harga wajar Rp3.630 (nilai penuh) per lembar saham atau
setara Rp3.016.530.000 (nilai penuh) dan ESA 2 sebanyak 1.265.400 lembar saham dengan harga
wajar Rp4.410 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp5.580.414.000 (nilai penuh). Selisih
antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio
sebesar Rp4.022.592.226 (nilai penuh).
Pada tanggal 7 Oktober 2021 sampai dengan 17 Desember 2021, terdapat implementasi program
kepemilikan saham kepada pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini
mengakibatkan pengurangan saham treasuri sebanyak 11.613.900 lembar saham dengan harga
perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp25.341.568.431 (nilai penuh),
harga pelaksanaan program ESOP 1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara
Rp26.015.136.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi
berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp4.680.363.069 (nilai penuh).
Pada tanggal 25 Oktober 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebanyak 590.000 lembar saham dengan harga perolehan Rp2.182 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara total Rp1.287.381.963 (nilai penuh), harga wajar Discretionary Pool sebesar
Rp3.750 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp2.212.500.000 (nilai penuh). Selisih antara
nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio
sebesar Rp925.118.037 (nilai penuh).
Pada tanggal 27 Oktober 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebanyak 263.904.800 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.182
(nilai penuh) atau setara total Rp575.841.151.426 (nilai penuh), harga wajar ESA 3 sebesar Rp4.020
(nilai penuh) atau setara Rp1.060.897.296.000 (nilai penuh), selisih antara nilai saham treasuri dan
total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp485.056.144.574
(nilai penuh).
Pada tanggal 5 November 2021 sampai dengan 6 Desember 2021, terdapat implementasi program
kepemilikan saham kepada pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini
mengakibatkan pengurangan saham treasuri sebanyak 124.565.200 lembar saham dengan harga
perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp271.801.680.741 (nilai penuh),
harga pelaksanaan program ESOP 1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara
Rp279.026.048.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi
berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp7.224.367.259 (nilai penuh).
Pada tanggal 17 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 282.159.300 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham
Rp2.182 (nilai penuh) atau setara total Rp615.672.531.146 (nilai penuh), harga wajar ESA 4 sebesar
Rp3.926 (nilai penuh) atau setara Rp1.107.757.411.800 (nilai penuh), selisih antara nilai saham
treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp492.084.880.654 (nilai penuh).
15
Page 19
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada tanggal 17 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 11.004.400 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham
Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp24.011.637.404 (nilai penuh), harga pelaksanaan program
ESOP 1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara Rp24.649.856.000 (nilai penuh). Selisih
antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio
sebesar Rp4.660.603.096 (nilai penuh).
Pada tanggal 27 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 6.049.800 lembar saham terdiri dari ESA 1 sebanyak 16.000 lembar saham
dengan harga wajar Rp3.630 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp58.080.000 (nilai penuh),
ESA 2 sebanyak 266.400 lembar saham dengan harga wajar Rp4.410 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara Rp1.174.824.000 (nilai penuh), ESA 3 sebanyak 4.813.700 lembar saham dengan
harga wajar Rp4.020 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp19.351.074.000 (nilai penuh),
dan ESA 4 sebanyak 953.700 lembar saham dengan harga wajar Rp3.926 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara Rp3.744.226.200 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan total biaya
implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp11.127.520.477 (nilai penuh).
Pada tanggal 28 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 1.742.600 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham
Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp3.802.358.996 (nilai penuh), harga pelaksanaan program ESOP
1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara Rp3.903.424.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai
saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp732.402.204 (nilai penuh).
Pada tanggal 30 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 30.720.900 lembar saham dengan rincian sebanyak 30.252.500 lembar
dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp66.011.055.629
(nilai penuh) dan sebanyak 468.400 lembar dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.881
(nilai penuh) atau setara Rp1.349.460.400 (nilai penuh), harga wajar ESA Khusus sebesar Rp4.080
(nilai penuh) atau setara Rp125.341.272.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan
total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp57.980.755.971
(nilai penuh). Atas transaksi yang terjadi pada tahun 2021, total saham treasuri yang dimiliki oleh BRI
adalah sebanyak 15.931.900 lembar saham.
BRI melalui surat No. R.0034-DIR/ALM/01/2022 tanggal 24 Januari 2022 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham BRI kepada OJK sebanyak-banyaknya Rp3.000.000.
Pembelian kembali saham BRI tersebut telah disetujui oleh OJK melalui Surat No.S-29/PB.31/2022
tanggal 21 Februari 2022 dan telah mendapatkan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 1 Maret 2022. BRI juga telah menyampaikan
keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan rencana
pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI sebanyak-banyaknya sebesar
Rp3.000.000 melalui surat No.B.7-CSC/CSM/CGC/01/2022 tanggal 21 Januari 2022. Pembelian
kembali tersebut secara bertahap dalam periode 1 Maret 2022 sampai dengan 31 Agustus 2023.
Pada bulan April hingga Juli 2022, BRI telah melakukan pembelian saham sebanyak 184.245.400
lembar saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga perolehan sebesar
Rp818.380 dengan rata-rata harga pembelian Rp4.442 (nilai penuh) per lembar saham.
16
Page 20
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada tanggal 12 Agustus 2022 terdapat implementasi program kepemilikan saham BRI yang
bersumber dari saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2022. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 7.064.100 lembar saham dengan harga perolehan per lembar
saham Rp4.440 (nilai penuh) atau setara Rp31.363 per lembar saham. Harga pelaksanaan program
sebesar Rp4.250 (nilai penuh) atau setara Rp30.022. Selisih antara nilai perolehan saham treasuri
dan biaya program berdasarkan harga wajar dicatat dalam pos agio sebesar Rp1.341 (Catatan 31b).
Pada bulan Agustus hingga Desember 2022, BRI telah melakukan pembelian saham sebanyak
295.208.700 lembar saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham dengan harga
perolehan sebesar Rp1.365.888 dan rata-rata harga pembelian sebesar Rp4.627 (nilai penuh) per
lembar saham.
Pada bulan Januari 2023, BRI melanjutkan pembelian saham sebanyak 167.931.800 lembar saham
(nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga perolehan sebesar Rp815.732
dan rata-rata harga pembelian sebesar Rp4.858 (nilai penuh) per lembar saham.
Pada tanggal 14 Juli 2023 terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja BRI
yang bersumber dari saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2020. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 501.600 lembar saham dengan harga perolehan per lembar
saham Rp2.881 (nilai penuh) atau setara Rp1.445. Pelaksanaan program ini terdiri dari ESA 1
sebanyak 21.100 lembar saham dengan nilai wajar Rp3.630 (nilai penuh), ESA 2 sebanyak 32.300
lembar saham dengan nilai wajar Rp4.410 (nilai penuh), ESA 3 sebanyak 33.900 lembar saham
dengan nilai wajar Rp4.020 (nilai penuh), dan ESA 4 sebanyak 414.300 lembar saham dengan nilai
wajar Rp3.926 (nilai penuh), dimana secara total harga pelaksanaan program setara dengan
Rp1.982. Selisih antara nilai perolehan saham treasuri dan biaya program berdasarkan harga wajar
dicatat dalam pos agio sebesar Rp537 (Catatan 31b).
Pada tanggal 18 Agustus 2023 terdapat implementasi program kepemilikan saham BRI yang
bersumber dari saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2022. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 6.440.500 lembar saham dengan harga perolehan per lembar
saham Rp4.636 (nilai penuh) atau setara Rp29.860. Harga pelaksanaan program sebesar Rp5.450
(nilai penuh) atau setara Rp35.101. Selisih antara nilai perolehan saham treasuri dan biaya program
berdasarkan harga wajar dicatat dalam pos agio sebesar Rp5.241 (Catatan 31b).
Pada bulan September sampai dengan Desember 2023, BRI telah melakukan pembelian saham
sebanyak 118.833.600 lembar saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan
harga perolehan sebesar Rp625.555 dan rata-rata harga pembelian sebesar Rp5.264 (nilai penuh)
per lembar saham.
Adapun harga perolehan di atas merupakan harga perolehan dan tidak termasuk biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung terhadap pembelian saham treasuri.
Sehingga per tanggal 31 Maret 2024, total saham treasuri yang dimiliki oleh BRI sebanyak
768.144.900 lembar saham.
17
Page 21
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur dan Manajemen
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, BRI memiliki jaringan unit kerja dengan
rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kantor Wilayah 18 18
Kantor Audit Intern Pusat 1 1
Kantor Audit Intern Wilayah 18 18
Kantor Cabang Dalam Negeri 453 453
Kantor Cabang/Kantor Perwakilan
di Luar Negeri 6 6
Kantor Cabang Pembantu (KCP)
Dalam Negeri*) 7.155 7.155
Kantor Cabang Pembantu (KCP) di
Luar Negeri 3 3
Teras Keliling 115 115
Teras Kapal 4 4
*) Sesuai dengan POJK No. 12/POJK.03/2021 tanggal 30 Juli 2021 tentang Bank Umum, penyajian Unit Kerja Kantor Kas, BRI Unit dan
Teras Kantor dicatatkan sebagai Kantor Cabang Pembantu (KCP) Dalam Negeri
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 BRI memiliki 5 (lima) Kantor Cabang di
luar negeri yang berlokasi di New York, Cayman Islands, Singapura, Timor-Leste dan Taipei, serta
1 (satu) Kantor Perwakilan di luar negeri yang berlokasi di Hong Kong.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 BRI memiliki 10 (sepuluh) entitas anak
yaitu PT Bank Raya Indonesia Tbk, BRI Global Financial Services Co. Ltd. (dahulu BRI Remittance
Co. Ltd.) Hong Kong, PT Asuransi BRI Life, PT BRI Multifinance Indonesia, PT BRI Danareksa
Sekuritas, PT BRI Ventura Investama, PT BRI Asuransi Indonesia, PT Pegadaian, PT Permodalan
Nasional Madani dan PT BRI Manajemen Investasi (dahulu PT Danareksa Investment Management).
Berdasarkan kebijakan akuntansi BRI, manajemen kunci BRI cakupannya adalah anggota komisaris,
direksi, senior executive vice president, komite audit, komite remunerasi, kepala divisi, kepala satuan
kerja audit intern dan kepala audit intern wilayah, pemimpin wilayah, pemimpin cabang khusus dan
pemimpin cabang.
Total pekerja BRI dan entitas anak masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 60.369 60.084
Entitas Anak 20.216 20.081
80.585 80.165
18
Page 22
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur dan Manajemen (lanjutan)
Susunan Dewan Komisaris BRI pada tanggal 31 Maret 2024 ditetapkan berdasarkan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
No. 3 tanggal 1 Maret 2024. Adapun Susunan Dewan Komisaris BRI pada tanggal 31 Desember
2023 ditetapkan berdasarkan RUPS Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta No. 1 tanggal 2 Mei 2023
yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi, S.H.:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Komisaris Utama/Komisaris : Kartika Wirjoatmodjo Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/
Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim Rofikoh Rokhim
Komisaris Independen : Haryo Baskoro Hendrikus Ivo
Wicaksono*
Komisaris Independen : Agus Riswanto Agus Riswanto
Komisaris Independen : Dwi Ria Latifa Dwi Ria Latifa
Komisaris Independen : Nurmaria Sarosa Nurmaria Sarosa
Komisaris Independen : Heri Sunaryadi Heri Sunaryadi
Komisaris Independen : Paripurna Poerwoko Paripurna Poerwoko
Sugarda Sugarda
Komisaris : Rabin Indrajad Rabin Indrajad
Hattari Hattari
Komisaris : Awan Nurmawan Nuh Awan Nurmawan Nuh
*)
Baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatanya apabila telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Susunan Direksi BRI pada tanggal 31 Maret 2024 ditetapkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 3 tanggal
1 Maret 2024. Adapun Susunan Direksi BRI pada tanggal 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan
RUPS Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta No. 1 tanggal 2 Mei 2023 yang dibuat oleh Notaris
Fathiah Helmi, S.H.:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Direktur Utama : Sunarso Sunarso
Wakil Direktur Utama : Catur Budi Harto Catur Budi Harto
Direktur : Viviana Dyah Ayu R.K Viviana Dyah Ayu R.K
Direktur : Amam Sukriyanto Amam Sukriyanto
Direktur : Andrijanto Andrijanto
Direktur : Handayani Handayani
Direktur : Supari Supari
Direktur : Arga Mahanana Arga Mahanana
Nugraha Nugraha
Direktur : Agus Sudiarto Agus Sudiarto
Direktur : Agus Noorsanto Agus Noorsanto
Direktur : Agus Winardono Agus Winardono
Direktur : Ahmad Solichin Ahmad Solichin
Lutfiyanto Lutfiyanto
19
Page 23
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur dan Manajemen (lanjutan)
Susunan Komite Audit BRI pada tanggal 31 Maret 2024 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan
Direksi No. Kep 437-DIR/HCB/03/2024 tanggal 19 Maret 2024. Adapun susunan Komite Audit BRI
pada tanggal 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi
No. Kep 2351-DIR/HCB/10/2023 tanggal 3 Oktober 2023:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Ketua : Rofikoh Rokhim Hendrikus Ivo
Anggota : Heri Sunaryadi Rofikoh Rokhim
Anggota : Agus Riswanto Heri Sunaryadi
Anggota : Paripurna P Sugarda Agus Riswanto
Anggota : Bintoro Nurcahyo Sahat Pardede
Anggota : Irwanto Irwanto
Anggota : Duma Riana Hutapea Duma Riana Hutapea
Sekretaris Perusahaan BRI pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dijabat oleh Agustya
Hendy Bernadi berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Kep 1616 DIR/HCB/08/2023 tanggal
1 Agustus 2023.
Kepala Satuan Kerja Audit Intern BRI pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dijabat
oleh Triswahju Herlina sesuai Surat Keputusan Direksi BRI No. Kep 339-DIR/HCB/03/2022 tanggal
7 Maret 2022.
f. Entitas Anak
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya)
Pada tanggal 19 Agustus 2010, BRI telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Bersyarat (PPJB) dengan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) selaku pemegang 95,96% saham
PT Bank Agroniaga Tbk (“Bank Agro”) untuk mengakuisisi saham Bank Agro dengan total nominal
sebesar Rp330.296 untuk 3.030.239.023 lembar saham dengan harga Rp109 (nilai penuh) per
lembar saham.
Berdasarkan RUPS Luar Biasa BRI sesuai dengan akta No. 37 tanggal 24 November 2010 Notaris
Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham telah menyetujui akuisisi terhadap Bank Agro. Selain itu,
Bank Indonesia juga telah memberikan persetujuan melalui Surat No. 13/19/GBI/DPIP/Rahasia
tanggal 16 Februari 2011. Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 3 Maret 2011 berdasarkan akta
akuisisi No. 14 Notaris Fathiah Helmi, S.H., dimana BRI memiliki 88,65% dari seluruh saham yang
ditempatkan dan disetor penuh dalam Bank Agro, sebagaimana dimuat dalam akta No. 68 tanggal
29 Desember 2009, Notaris Rusnaldy, S.H. Hal tersebut diatas telah mempertimbangkan efek dari
Waran Seri I yang dapat dieksekusi sampai dengan tanggal 25 Mei 2011.
20
Page 24
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK
No. Kep-259/BL/2008, tanggal 30 Juni 2008, tentang “Pengambilalihan Perusahaan Terbuka”, BRI
sebagai pengendali baru Bank Agro diwajibkan untuk melaksanakan Penawaran Tender terhadap
saham Bank Agro yang dimiliki pemegang saham publik. Pernyataan Penawaran Tender telah
dinyatakan efektif pada tanggal 4 Mei 2011 berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK
No. S-4985/BL/2011 dan telah diumumkan pada 2 (dua) surat kabar harian, yaitu Bisnis Indonesia
dan Investor Daily, keduanya pada tanggal 5 Mei 2011. Masa Penawaran Tender dimulai pada
tanggal 5 Mei 2011 dan berakhir pada tanggal 24 Mei 2011. Pada tanggal penutupan masa
Penawaran Tender, terdapat 113.326.500 lembar saham (3,15% dari seluruh saham Bank Agro)
yang dibeli oleh BRI. Harga Penawaran Tender yang digunakan adalah sebesar Rp182 (nilai penuh)
per lembar saham.
Pada tanggal 1 Juli 2011, telah dilaksanakan penjualan saham kepada Dapenbun sejumlah
256.375.502 lembar saham atas eksekusi opsi beli Dapenbun dengan harga Rp109 (nilai penuh) per
lembar saham. Selanjutnya sesuai peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, jangka waktu pengembalian
tender offer adalah selama 2 (dua) tahun. Namun, khusus untuk Bank Agro maka BRI wajib
memenuhi kepemilikan saham publik minimal adalah sebesar 10% dan harus dipenuhi paling
lambat pada tanggal 24 Mei 2013. Hal ini untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia
No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011 tanggal 23 September 2011. Sampai dengan 31 Desember 2011,
saham Bank Agro yang berhasil dijual ke publik sebesar 500.000 lembar saham sehingga
kepemilikan saham BRI di Bank Agro per 31 Desember 2011 menjadi 79,78% dan Dapenbun 14%.
Selama tahun 2012 dan 2013 tidak terdapat penjualan saham, kemudian pada tahun 2014 terdapat
penjualan saham sebesar 130.000 lembar saham, sehingga per tanggal 31 Desember 2014,
kepemilikan saham publik untuk memenuhi surat Bursa Efek Indonesia No. S-06472/BEI.PPJ/09-
2011 tanggal 23 September 2011 sebesar 10% pada tanggal 24 Mei 2013 belum dapat dipenuhi BRI
karena tidak aktifnya harga saham Bank Agro di pasar modal.
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal 16 Mei 2012, Notaris Rusnaldy, S.H.,
dilakukan perubahan nama dari PT Bank Agroniaga Tbk menjadi PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk (“BRI Agro”) dan telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia sesuai Surat
Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 14/72/KEP.GBI/2012 tanggal 10 Oktober 2012.
Pada tanggal 10 Mei 2013, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas IV (“PUT IV”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka penerbitan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 3.846.035.599 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai
nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham. Pada tanggal 26 Juni 2013, Dewan Komisioner OJK
melalui surat No. S-186/D.04/2013 menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas IV tersebut
sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.832.685.599 lembar saham.
Hasil dari PUT IV menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 107 tanggal 30 Juli 2013, Notaris
M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro menjadi 80,43%, Dapenbun 14,02% dan publik 5,55%.
Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0074249.AH.01.09 tahun 2013 tanggal 1 Agustus 2013.
21
Page 25
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Pada tanggal 11 Mei 2015, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas V (“PUT V”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu sebanyak 5.588.085.883 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (nilai
penuh) per lembar saham. Pada tanggal 17 Juni 2015, Dewan Komisioner OJK melalui surat
No. S-259/D.04/2015 memberitahukan mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas V sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 4.028.934.521 lembar
saham.
Hasil dari PUT V menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat dan Perubahan Anggaran Dasar No. 68 tanggal
14 Juli 2015, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan
disetor penuh sehingga kepemilikan saham BRI di BRI Agro menjadi 87,23%, Dapenbun 9,10% dan
publik 3,67%. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
No. AHU-AH.01.03-0951264 tanggal 14 Juli 2015.
Pada tanggal 17 Oktober 2016, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas VI (“PUT VI”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka Penambahan Modal dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 3.845.996.122 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham dan menerbitkan Waran
Seri II sebanyak 616.908.103 lembar. Pada tanggal 25 November 2016, Dewan Komisioner OJK
melalui surat No. S-695/D.04/2016 memberitahukan mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran
Penawaran Umum Terbatas VI, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
3.845.996.122 lembar saham. Waran Seri II dapat dikonversi menjadi saham BRI Agro dengan nilai
Rp130 (nilai penuh) per lembar saham dengan periode pelaksanaan dari 9 Juni 2017 sampai dengan
11 Juni 2018.
Hasil dari PUT VI menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 58 tanggal 27 Desember 2016, Notaris M.
Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro tetap sebesar 87,23%, Dapenbun 7,08% dan publik 5,69%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. AHU-AH.01.03-0112637
tanggal 27 Desember 2016.
Sampai dengan tanggal 11 Juni 2018 (akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi
menjadi saham sejumlah 612.937.654 lembar sehingga meningkatkan modal saham BRI Agro
sebesar Rp61.294.
Pada tanggal 2 Mei 2017, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas VII (“PUT VII”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka PMHMETD sebanyak-
banyaknya 2.515.555.707 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar
saham. Pada tanggal 12 Juni 2017, Dewan Komisioner OJK melalui surat No. S-293/D.04/2017
memberitahukan mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII
sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 2.515.555.707 lembar saham.
22
Page 26
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Hasil dari PUT VII menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 19 tanggal 21 Juli 2017, Notaris M. Nova
Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro sebesar 87,16%, Dapenbun 6,44% dan publik 6,39%. Perubahan
ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. AHU-AH.01.03-0154825 tanggal
21 Juli 2017.
Pada Akta RUPS Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. 51 tanggal 26 Juni 2018
telah memberikan Persetujuan untuk Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMTHMETD) sebagaimana diatur dalam POJK NO. 38/POJK.04/2014 tanggal 29 Desember 2014
dalam rangka Program Management and Employee Stock Options Plan (MESOP), sebanyak-
banyaknya 350.000.000 lembar saham dengan nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham
sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 249.376.451 lembar saham.
Pada tanggal 16 Juli 2018, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas VIII (“PUT VIII”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka PMHMETD sebanyak-
banyaknya 5.001.089.604 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar
saham. Pada tanggal 30 Agustus 2018, Dewan Komisioner OJK melalui surat No. S-113/D.04/2018
memberitahukan mengenai Efektifnya PUT VIII sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya
sebanyak 2.889.085.049 lembar saham.
Hasil dari PUT VIII menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 01 tanggal 2 Oktober 2018, Notaris M.
Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro sebesar 87,10%, Dapenbun 5,00% dan publik 7,90%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. AHU-AH.01.03-0249178
tanggal 4 Oktober 2018.
Hasil dari MESOP tahun 2021 dengan Periode Pelaksanaan yang terhitung 30 Hari Bursa sejak
tanggal 1 Agustus sampai dengan 14 September 2021 menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro
mengalami perubahan sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat
No.26 tanggal 27 September 2021 dibuat oleh Notaris M. Nova Faisal S.H., M.Kn., mengenai
peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga kepemilikan saham BRI di BRI Agro
sebesar 85,70% dan publik 14,30%. Perubahan ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar AHU-AH.01.03-0453530 tanggal 27 September 2021.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 24 tanggal 27 September 2021, Notaris M. Nova
Faisal S.H., M.Kn., dilakukan perubahan nama dari PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk (“Bank Raya”) yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat No. AHU0052731.AH.01.02
tahun 2021, tanggal 27 September 2021 dan telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan melalui Surat Keputusan No. Kep-65/PB.1/2021 tentang Penetapan Penggunaan Izin
Usaha Atas Nama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk menjadi Izin Usaha Atas Nama
PT Bank Raya Indonesia Tbk pada tanggal 1 November 2021. Adapun struktur permodalan dan
susunan pemegang saham Perseroan diterbitkan berdasarkan Akta No. 22 tanggal 17 Desember
2021.
23
Page 27
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Pada Akta Risalah RUPS Luar Biasa PT Bank Raya Indonesia Tbk No. 23 tanggal 27 September
2021 yang dibuat oleh Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., telah memberikan Persetujuan untuk
Penerbitan Saham Baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(“PMHMETD”) kepada para Pemegang Saham yang akan dilakukan melalui mekanisme Penawaran
Umum Terbatas IX (“PUT IX”).
Pada tanggal 30 September 2021 melalui surat No. B.562/DIR.01/SKP/09/2021, Bank Raya
menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas dalam rangka PMHMETD IX
kepada Dewan Komisioner OJK sebanyak-banyaknya 2.150.000.000 lembar saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham. Pada tanggal 18 November 2021, Dewan
Komisioner OJK melalui surat No.S-207/D.04/2021 memberitahukan mengenai Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.054.545.185
lembar saham.
Hasil dari PMHMETD IX menyebabkan Anggaran Dasar Bank Raya mengalami perubahan
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 17 Desember
2021, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh, sehingga kepemilikan saham BRI di Bank Raya sebesar 85,72% dan publik 14,28%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia Tbk No. AHU-AH.01.03-0487031 tanggal
17 Desember 2021.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 48 tanggal 30 September 2022,
Notaris M. Nova Faisal S.H., M.Kn., dilakukan perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia
Tbk tentang perubahan alamat kantor pusat Bank Raya dan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
Bank Raya guna menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI 2020)
yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan Surat No. AHU-0070827.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 30 September 2022.
Pada tanggal 5 Oktober 2022 melalui surat No. B.681/DIR.03/CSC/10/2022, Bank Raya
menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas dalam rangka PMHMETD X
kepada Dewan Komisioner OJK sebanyak-banyaknya 2.320.000.000 lembar saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham. Pada tanggal 30 November 2022, Dewan
Komisioner OJK melalui surat No.S-250/D.04/2022 memberitahukan mengenai Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.993.201.832
lembar saham.
Hasil dari PMHMETD X menyebabkan Anggaran Dasar Bank Raya mengalami perubahan
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 26 Desember
2022, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh dalam pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Bank Raya berubah menjadi sebanyak
24.740.107.814 lembar saham sehingga kepemilikan saham BRI di Bank Raya meningkat menjadi
86,85% dan publik 13,15%. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia Tbk
No. AHU-AH.01.03-0410365 tanggal 26 Desember 2022.
24
Page 28
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Perubahan Anggaran Dasar terakhir Bank Raya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
PT Bank Raya Indonesia Tbk No. 14 tanggal 23 Mei 2023 telah memberikan persetujuan untuk
PMTHMETD sebagaimana diatur dalam POJK NO. 38/POJK.04/2014 tanggal 29 Desember 2014
dalam rangka program Management and Employee Stock Options Plan (MESOP), sebanyak-
banyaknya 350.000.000 lembar saham dengan nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia Tbk No. AHU-AH.01.03-0066677 tanggal
23 Mei 2023. Atas PMTHMETD untuk program MESOP, jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam
pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Bank Raya berubah menjadi sebanyak 24.740.494.294 lembar
saham sehingga kepemilikan saham BRI di Bank Raya sebesar 86,85% dan publik 13,15%.
Total aset Bank Raya pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp12.279.993 dan Rp12.492.372 atau 0,62% dan 0,64% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp254.842 dan Rp237.203 atau 0,54% dan
0,51% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Bank Raya adalah menjalankan
kegiatan umum di bidang perbankan. Bank Raya berdasarkan Surat Bank Indonesia
No. 22/1037/UUps/Ps6D tanggal 26 Desember 1989, telah mendapat izin usaha sebagai Bank
Umum.
Kantor pusat Bank Raya berlokasi di Menara BRILiaN, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Jakarta, dan
memiliki 4 kantor cabang, 13 community branch, 6 kantor cabang pembantu, 2 kantor kas dan
1 E-Buzz.
BRI Global Financial Services Co. Ltd. Hong Kong (dahulu BRI Remittance Co. Limited Hong
Kong (BRI Remittance))
Pada tanggal 16 Desember 2011, BRI telah menandatangani Instrument of Transfer dan Bought and
Sold Notes untuk mengakuisisi 100% atau 1.600.000 lembar saham BRIngin Remittance Co. Ltd.
(BRC) Hong Kong dengan harga pembelian sebesar HKD1.911.270 (nilai penuh). Akuisisi ini telah
disahkan oleh Inland Revenue Department (IRD) Hong Kong dengan stamp duty pada tanggal
28 Desember 2011 dan telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat
No. 13/32/DPB1/TPB1-3/Rahasia pada tanggal 1 Desember 2011.
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Tahunan BRIngin Remittance Company Limited tanggal 2 Juli
2012, serta dengan diterbitkannya Certificate of Change Name No. 961091 tanggal 11 Oktober 2012
oleh Registrar of Companies Hong Kong Special Administrative Region, maka nama BRIngin
Remittance Company Limited secara resmi berubah menjadi BRI Remittance Company Limited Hong
Kong.
Berdasarkan Keputusan RUPS BRIngin Remittance Company Limited tanggal 14 November 2019,
serta dengan diterbitkannya Certificate of Change of Name No. 961091 tanggal 31 Oktober 2023
oleh Registrar of Companies Hong Kong Special Administrative Region, maka nama BRI Remittance
Company Limited Hong Kong secara resmi berubah menjadi BRI Global Financial Services Company
Limited Hong Kong (BRI Global Financial Services).
25
Page 29
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
BRI Global Financial Services Co. Ltd. Hong Kong (dahulu BRI Remittance Co. Limited Hong
Kong (BRI Remittance)) (lanjutan)
Total aset BRI Global Financial Services pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
masing-masing adalah sebesar Rp29.099 dan Rp24.232 atau 0,0015% dan 0,0012% dari total aset
konsolidasian.
Sesuai dengan izin usaha resmi dari Regulator Hong Kong sebagai Money Service Operator (MSO)
dan Money Lender Business, maka ruang lingkup kegiatan BRI Global Financial Services adalah
menjalankan layanan remitansi, money exchange, dan financing (baik untuk perusahaan maupun
perorangan, dalam hal ini pekerja migran Indonesia) serta lingkup layanan operasional lain terkait
dengan BRI Group yang dimiliki oleh nasabah BRI Group yang berdomisili di Hong Kong sesuai
dengan ketentuan yang diperkenankan oleh otoritas Hong Kong.
BRI Global Financial Services Local Management Office (LMO)/Kantor pusat berlokasi di RM1202,
12/F, Park Avenue Tower, No 5 Moreton Terrace, Causeway Bay, Hong Kong dan memiliki 4 (empat)
kantor cabang yang tersebar di wilayah Causeway Bay, Mongkok, Yuen Long dan Tsuen Wan.
PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
Pada tanggal 6 Oktober 2015, BRI telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Bersyarat (“PPJB”) dengan pemegang saham PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (“BRI Life”)
untuk mengakuisisi 91,001% saham BRI Life dengan harga pembelian sebesar Rp1.626.643.
Berdasarkan RUPS Luar Biasa BRI sesuai dengan akta No. 14 tanggal 14 Desember 2015 Notaris
Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham telah menyetujui akuisisi terhadap BRI Life tersebut dan
juga telah mendapat persetujuan dari OJK melalui surat No. S-151/PB.31/2015 tanggal 23 Desember
2015. Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 29 Desember 2015 berdas arkan akta Pengambilalihan
Saham dalam PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera No. 41 Notaris Fathiah Helmi, S.H., dimana
BRI memiliki 91,001% dari total saham yang dikeluarkan BRI Life dan sebesar 8,999% diserahkan
kepada Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI.
Berdasarkan Akta No. 31 tanggal 23 Februari 2017, yang dibuat di hadapan Dahlia, S.H., notaris
pengganti dari Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta, dilakukan perubahan nama dari
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera menjadi PT Asuransi BRI Life dan sesuai Keputusan Dewan
Komisioner OJK No.KEP-140/NB.11/2017 tanggal 20 Maret 2017, BRI Life memperoleh
pemberlakuan izin usaha di bidang asuransi jiwa sehubungan perubahan nama perusahaan.
Berdasarkan Akta No. 8 tanggal 2 Maret 2021, yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn., di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0013073.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 2 Maret 2021, diatur mengenai
perubahan nomenklatur, susunan Pengurus, dan perubahan Anggaran Dasar yang salah satunya
terkait dengan adanya peningkatan modal dan perubahan struktur kepemilikan BRI Life melalui
penerbitan sebanyak 936.458 lembar saham baru untuk diambil bagian oleh FWD Financial Services
Pte. Ltd.. Sebagai akibat dari penerbitan saham baru tersebut, maka terhitung sejak tanggal
2 Maret 2021 susunan kepemilikan saham BRI Life menjadi BRI 63,83%, Yayasan Kesejahteraan
Pekerja BRI 6,31%, dan FWD Financial Services Pte. Ltd 29,86%. Adapun Perubahan struktur
kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari OJK melalui surat No. S-12/NB.1/2021
tanggal 4 Februari 2021.
26
Page 30
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) (lanjutan)
Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 13 Oktober 2021 tentang Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham PT Asuransi BRI Life Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Asuransi BRI Life
No. AHU.AH.01.03-0460422 tanggal 13 Oktober 2021, Pemegang Saham BRI Life menyetujui
Pengalihan Saham FWD Financial Services Pte. Ltd. kepada FWD Management Holdings Limited.
Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2021 susunan kepemilikan saham BRI Life
menjadi: BRI 63,83%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 6,31%, dan FWD Management Holding
Limited 29,86%. Adapun perubahan struktur kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan
dari OJK IKNB melalui Surat No S.93/NB.1/2021 tanggal 29 September 2021 tentang Persetujuan
Atas Perubahan Kepemilikan BRI Life.
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 2 Maret 2023 tentang Pernyataan Keputusan Pemegang Saham
PT Asuransi BRI Life yang telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Asuransi BRI Life No. AHU.AH.01.03-0033868
tanggal 2 Maret 2023, Pemegang Saham BRI Life memutuskan dan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan disetor dari Rp339.200 menjadi Rp365.559, dengan mengeluarkan saham baru
sebanyak 263.580 lembar saham atau dalam nilai nominal yaitu sebesar Rp26.359 yang diambil
seluruhnya oleh FWD Management Holdings Limited. Dengan demikian, terhitung sejak tanggal
2 Maret 2023 susunan kepemilikan saham BRI Life menjadi BRI 54,77%, Yayasan Kesejahteraan
Pekerja BRI 5,42% dan FWD Management Holdings Limited 39,82%. Adapun perubahan struktur
kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari OJK IKNB melalui Surat
No. S.315/NB.02/2023 tanggal 26 Februari 2023 tentang Persetujuan Atas Perubahan Kepemilikan
BRI Life.
Struktur Kepemilikan BRI Life mengalami perubahan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Maret 2024
tentang Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Asuransi BRI Life Perubahan tersebut telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
PT Asuransi BRI Life No. AHU.AH.01.03-0051691 tanggal 1 Maret 2024, Pemegang Saham BRI Life
memutuskan dan menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp365.559 menjadi
Rp392.553, dengan mengeluarkan saham baru sebanyak 269.946 lembar saham atau dalam nilai
nominal yaitu sebesar Rp26.994 yang diambil seluruhnya oleh FWD Management Holdings Limited.
Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2024 susunan kepemilikan saham BRI Life menjadi
BRI 51,00%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 5,04% dan FWD Management Holdings Limited
43,96%. Adapun perubahan struktur kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari
OJK IKNB melalui Surat No. S-2/PD.02/2024 tanggal 22 Januari 2024 tentang Persetujuan Atas
Perubahan Kepemilikan PT Asuransi BRI Life.
Berdasarkan Akta No. 25 tanggal 8 Juni 2023 tentang Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan
Anggaran Dasar PT Asuransi BRI Life, yang dibuat di hadapan notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi badan
Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia
dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Asuransi BRI Life
No. AHU-AH.01.03-9978922 tanggal 16 Juni 2023 serta telah mendapat persetujuan Perubahan
Anggaran Dasar berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0033982.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 16 Juni 2023.
27
Page 31
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) (lanjutan)
Anggaran Dasar BRI Life telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan Anggaran Dasar
terakhir dituangkan dalam Akta No. 1 tanggal 1 Maret 2024 tentang Pernyataan Keputusan Rapat
Perubahan Anggaran Dasar PT Asuransi BRI Life, yang dibuat di hadapan notaris Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia
dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Asuransi BRI Life
No. AHU.AH.01.03-0051691 tanggal 1 Maret 2024
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar BRI Life yang terakhir, ruang lingkup kegiatan BRI Life adalah
melakukan usaha di bidang perasuransian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
BRI Life mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 1989 berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. KEP-181/KMK.13/1988 tanggal 10 Oktober 1988.
BRI Life mendapatkan izin pembukaan kantor cabang dan unit Syariah sesuai dengan Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-007/KM.6/2003 tanggal 21 Januari 2003.
Total aset BRI Life pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp24.793.410 dan Rp23.678.043 atau 1,26% dan 1,20% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga dan premi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp1.936.746 dan
Rp2.461.199 atau 4,13% dan 5,25% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas
konsolidasian.
Kantor pusat BRI Life berlokasi di Gedung Graha Irama Lantai 15, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1
Kav. 1 dan 2, Jakarta, dan memiliki 26 kantor pelayanan.
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance)
Pada tanggal 12 Juli 2016, BRI menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat
(“PPJB”) dengan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd (“BTMU”) dalam rangka peningkatan
kepemilikan saham BRI pada PT BTMU-BRI Finance (“BBF”) dari semula sebesar 45% menjadi 99%,
dengan harga pembelian sebesar Rp378.548, dan telah mendapatkan persetujuan dari OJK melalui
surat No. S-102/PB.31/2016 tanggal 21 September 2016. Pengalihan saham ini diselesaikan pada
tanggal 30 September 2016, berdasarkan akta No. 75 Notaris Fathiah Helmi, S.H., dimana BRI
memiliki 99% dari total saham yang dikeluarkan PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) dan
sebesar 1% dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI. Atas akuisisi BRI Finance, BRI
mencatat goodwill sebesar Rp51.915 yang diklasifikasikan dalam akun aset lain-lain.
Berdasarkan Akta Pernyataan Tentang Keputusan Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham No. 67
tanggal 15 September 2016, yang dibuat di hadapan Notaris I Gede Buda Gunamanta, S.H., Notaris
di Jakarta, telah dilakukan perubahan nama dari PT BTMU-BRI Finance menjadi PT BRI Multifinance
Indonesia, dan sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK No.KEP-771/NB.11/2016 tanggal
17 Oktober 2016, sehubungan dengan perubahan nama tersebut maka BRI Finance memperoleh
pemberlakuan Izin Usaha di bidang perusahaan pembiayaan atas izin usaha yang sebelumnya telah
diberikan kepada PT Sanwa-BRI Finance, yang selanjutnya berubah nama menjadi PT UFJ-BRI
Finance dan PT BTMU-BRI Finance.
28
Page 32
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) (lanjutan)
Anggaran Dasar BRI Finance telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan selanjutnya
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT BRI Multifinance Indonesia
No. 237 tanggal 23 April 2019, yang dibuat di hadapan Notaris I Gede Buda Gunamanta, S.H.,
berkedudukan di Jakarta Selatan, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0023113.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal
29 April 2019, dan pemberitahuan perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat
No. AHU-AH.01.03-0223685 tanggal 29 April 2019, dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 2019, Tambahan Berita Negara No. 35668/2019, antara
lain berkaitan dengan perubahan tempat kedudukan BRI Finance dari semula di Jakarta Pusat
menjadi di Jakarta Selatan, perubahan ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dalam
rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha
Perusahaan Pembiayaan, dan tindak lanjut atas arahan dari Pemegang Saham Pengendali untuk
penyesuaian terhadap Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Perubahan anggaran dasar terakhir adalah sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 24 tanggal
16 Juni Tahun 2023 tentang Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT BRI Multifinance
Indonesia, yang dibuat di hadapan Notaris Arry Supratno, S.H., di Jakarta, yang telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0034000.AH.01.02 Tahun 2023 tanggal 16 Juni 2023. Perubahan
Anggaran Dasar tersebut dalam rangka penyesuaian pasal 3 Anggaran Dasar BRI Finance dengan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BRI Finance adalah
melakukan usaha dalam bidang pembiayaan.
Total aset BRI Finance pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-
masing sebesar Rp9.244.187 dan Rp9.057.071 atau 0,47% dan 0,46% dari total aset konsolidasian.
Total pendapatan bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 adalah masing-masing sebesar Rp359.453 dan Rp276.396 atau 0,77% dan 0,59% dari
total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Kantor pusat BRI Finance berlokasi di Menara Brilian Lantai 22, 21 & 1, Jalan Gatot Subroto
No. 177A Kav. 64 Jakarta Selatan dan memiliki 26 kantor cabang.
PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures)
Pada tanggal 29 Juni 2018, BRI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat Dalam
PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura (”Sarana NTT Ventura”) dengan PT Bahana Artha Ventura
(”BAV”) dalam rangka pengambilalihan seluruh kepemilikan saham BAV dalam Sarana NTT Ventura
menjadi milik BRI sebanyak 97,61%, dengan harga pembelian sebesar Rp3.090, dan telah
mendapatkan persetujuan masing-masing dari Dewan Komisaris BRI selaku wakil dari pemegang
saham lewat suratnya No. R. 67-KOM/09/2018 tanggal 26 September 2018 serta persetujuan dari
OJK melalui surat No. S-112/PB.31/2018 tanggal 25 September 2018. Pengalihan saham ini telah
dilaksanakan secara efektif pada tanggal 20 Desember 2018, sebagaimana dituangkan dalam Akta
Jual Beli Saham No. 70 yang dibuat di hadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, dimana BRI memiliki 97,61% dari total saham yang dikeluarkan oleh PT BRI Ventura
Investama (dahulu Sarana NTT Ventura).
29
Page 33
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) (lanjutan)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 74 tanggal
14 November 2018, yang dibuat di hadapan Notaris Zantje Mathilda Voss Tomasowa, S.H., M.Kn.,
di Kupang, telah dilakukan perubahan nama dari PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura menjadi
PT BRI Ventura Investama (“BRI Ventures”), beserta perubahan tempat kedudukan Perusahaan
dari semula di kota Kupang menjadi di kota Jakarta. Perubahan ini telah mendapat persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-0030398.AH.01.02.Tahun 2018 tanggal 14 Desember 2018. Sesuai dengan Keputusan
Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-189/NB.11/2019 tanggal 1 April 2019, sehubungan
dengan perubahan nama tersebut, BRI Ventures telah memperoleh pemberlakuan Izin Usaha di
bidang perusahaan modal ventura atas izin usaha yang sebelumnya telah diberikan kepada
PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura.
Anggaran Dasar BRI Ventures diubah dan dinyatakan kembali melalui Akta No. 65 tanggal 25 April
2022 oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., antara lain dalam rangka penyesuaian Pasal 3 Ayat
(1) Anggaran Dasar BRI Ventures dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI 2020)
dan dicatat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0030721.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 27 April 2022 (“Anggaran Dasar”).
Perubahan terakhir Anggaran Dasar BRI Ventures diubah berdasarkan Pernyataan Keputusan di
Luar Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 31 Maret 2023 terkait dengan peningkatan modal dasar
dan modal ditempatkan dan disetor penuh. Keputusan ini telah dicatat dalam Akta Notaris No. 45
Tanggal 31 Maret 2023 oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. Akta perubahan ini telah diterima
dan dicatat sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0048199 tanggal
31 Maret 2023.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar yang terakhir, ruang lingkup kegiatan BRI
Ventures adalah menyelenggarakan usaha modal ventura konvensional termasuk mengelola dana
ventura, kegiatan jasa berbasis fee dan kegiatan usaha lain dengan persetujuan OJK serta kegiatan
modal ventura dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu pasangan usaha dan atau debitur
yang memiliki usaha produktif dan atau memiliki ide-ide untuk pengembangan usaha produktif.
Total aset BRI Ventures pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-
masing sebesar Rp2.646.391 dan Rp2.672.050 atau 0,13% dan 0,14% dari total aset konsolidasian.
Kantor pusat BRI Ventures berlokasi di District 8 Office SCBD, Prosperity Tower Lantai 16 Unit F,
Jalan Jenderal Sudirman No 52-53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
Pada tanggal 27 September 2018, BRI menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Bersyarat (“PPJB”) dengan PT Danareksa (Persero) dalam rangka pengambilalihan sebagian
kepemilikan saham PT Danareksa Sekuritas (“Danareksa Sekuritas”) dari PT Danareksa (Persero)
menjadi milik BRI sebanyak 67%, dengan harga pembelian sebesar Rp446.888, dan telah
mendapatkan persetujuan dari OJK melalui surat No. S-1496/PM.21/2018 tanggal 21 Desember
2018. Pengalihan saham ini telah dilaksanakan secara efektif pada tanggal 21 Desember 2018,
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pengambilalihan Saham No. 53 yang dibuat di hadapan Notaris
Masjuki, S.H., pengganti dari Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., di Jakarta, dimana BRI memiliki
67% dari total saham Danareksa Sekuritas dan sebesar 33% dimiliki oleh PT Danareksa (Persero).
30
Page 34
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) (lanjutan)
Anggaran Dasar BRIDS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan untuk menyesuaikan
Anggaran Dasar BRIDS dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor BRIDS yang dituangkan dalam
Akta No. 91 Notaris Imas Fatimah, S.H., tanggal 12 Agustus 2008. Perubahan ini telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-83282.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 10 November 2008 serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 28 Tambahan No. 9870 tanggal 7 April 2009.
Pada tahun 2017 terdapat perubahan pada maksud dan tujuan BRIDS sesuai ketentuan Pasal 3
Anggaran Dasar yang dituangkan dalam Akta No. 1 Notaris Fifidiana, S.H., S.S., M.Kn., tanggal
5 Juli 2017. Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0013998.AH.01.02 Tahun 2017 tanggal
7 Juli 2017.
Pada tahun 2020 terdapat perubahan nama BRIDS sebagaimana dituangkan dalam Akta
No. 27 tanggal 9 Oktober 2020 yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., di Jakarta,
yaitu perubahan nama PT Danareksa Sekuritas menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas. Perubahan ini
telah mendapatkan persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0069706.AH.01.02 Tahun 2020. Sehubungan dengan
perubahan nama PT BRI Danareksa Sekuritas telah dicatatkan dalam administrasi Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-1210/PM.212/2020 tanggal 26 Oktober 2020.
Berdasarkan Akta No. 168 tanggal 27 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria,
S.H., di Jakarta, terkait dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor oleh BRI sesuai dengan
persetujuan dari OJK melalui surat OJK No. S-555/PM.21/2022 tanggal 24 Juni 2022 dan
telah dilaksanakan secara efektif pada tanggal 27 Juni 2022 sehingga kepemilikan saham BRI
menjadi 71% dari total saham BRIDS dan sebesar 29% dimiliki oleh PT Danareksa (Persero).
Perubahan ini diberitahukan pada Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-AH.01.03-0256545 tanggal 27 Juni 2022.
Perubahan terakhir Anggaran Dasar BRIDS dituangkan dalam Akta No. 86 tanggal 17 April 2023,
yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., di Jakarta. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0024267.AH.01.02.Tahun 2023, serta
pemberitahuan perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0058587 tanggal
2 Mei 2023 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT BRI Danareksa
Sekuritas.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BRIDS adalah sebagai
penjamin emisi efek, perantara pedagang efek serta kegiatan usaha penunjang lainnya yang
ditetapkan dan/atau disetujui oleh OJK.
BRIDS memperoleh izin usaha sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-291/PM/1992 tanggal
16 Oktober 1992 dan No. KEP-292/PM/1992 tanggal 16 Oktober 1992.
Sebagai bagian dari perizinan yang telah dimiliki, BRIDS juga telah memperoleh persetujuan kegiatan
usaha penunjang sebagai Penatalaksana (Arranger) Medium Term Notes (MTN), Negotiable
Certificate of Deposit (NCD), Hybrid Product seperti Perpetuity Notes, pinjaman sindikasi, Global
Medium Term Notes (GMTN), Global Bond dan Penasihat Keuangan (Financial Advisory) dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-143/PM.21/2017 tanggal 16 Maret 2017.
31
Page 35
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) (lanjutan)
Total aset BRIDS pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-
masing sebesar Rp1.354.885 dan Rp1.059.172 atau 0,07% dan 0,05% dari total aset konsolidasian.
Total pendapatan bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp8.511 dan Rp7.984 atau 0,02% dan 0,02% dari total
pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Kantor pusat BRIDS berlokasi di Gedung BRI II Lt. 23, Jl. Jend. Sudirman Kav.44-46, Jakarta dan
memiliki 10 cabang, 24 Gerai dan 3 kemitraan.
PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
Pada tanggal 20 Juni 2019, BRI menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat
(“PPJBSB”) dengan Dana Pensiun BRI dalam rangka pengambilalihan kepemilikan saham Dana
Pensiun BRI dalam PT BRI Asuransi Indonesia (dahulu bernama PT Asuransi Bringin Sejahtera
Artamakmur) menjadi milik BRI sebanyak 90%, dengan harga pembelian sebesar Rp1.041.000 dan
telah mendapatkan persetujuan dari OJK melalui surat No. S-135/NB.1/2019 tanggal 16 September
2019. Pengalihan saham ini telah dilaksanakan secara efektif pada tanggal 26 September 2019,
sebagaimana dituangkan dalam Akta Akuisisi Saham No. 31 yang dibuat di hadapan Notaris Dina
Chozie, SH., pengganti dari Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta, dimana BRI memiliki 90% dari total
saham PT BRI Asuransi Indonesia (”BRI Insurance”) dan sebesar 10% dimiliki oleh Yayasan
Kesejahteraan Pekerja (YKP) BRI.
Berdasarkan Akta No. 03 tanggal 31 Januari 2020, yang dibuat di hadapan Notaris Tri
Wahyuwidayati, S.H., M.Kn., di Jakarta, pada Pasal 1 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan dengan
dilakukan perubahan nama Perseroan dari PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur menjadi
PT BRI Asuransi Indonesia (”BRI Insurance”). Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0011603.AH.01.02 Tahun 2020 tanggal 10 Februari 2020.
Anggaran Dasar BRI Insurance mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan Anggaran Dasar
terakhir tertuang dalam Akta No. 26 tanggal 26 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Hj. Zun Nur
Ain Fauzia, S.H., MKn, di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia No. AHU-00388682.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 10 Juli 2023, serta pemberitahuan
perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0089063 tanggal 6 Juli 2023
perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT BRI Asuransi Indonesia.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BRI Insurance adalah
melaksanakan kegiatan usaha asuransi kerugian, membuat dan menutup perjanjian dari segala
asuransi kerugian, asuransi kerugian non-konvensional, termasuk pula perjanjian-perjanjian,
reasuransi, terkecuali pertanggungan jiwa.
BRI Insurance memperoleh izin usaha di bidang asuransi kerugian pada tanggal 26 Agustus 1989
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep.-128/KM.13/1989. Sesuai
Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No.KEP-105/NB.11/2020 tanggal 6 Maret 2020, BRI
Insurance memperoleh pemberlakuan izin usaha di bidang asuransi umum atas izin usaha yang
sebelumnya telah diberikan kepada PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur yang selanjutnya
berubah nama menjadi PT BRI Asuransi Indonesia.
32
Page 36
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) (lanjutan)
BRI Insurance mendapatkan izin pembukaan kantor cabang dengan prinsip Syariah sesuai dengan
Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-006/KM.6/2003 tanggal 21 Januari 2003.
Total aset BRI Insurance pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
masing-masing sebesar Rp6.870.447 dan Rp6.465.609 atau 0,35% dan 0,33% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga, syariah, dan premi untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp392.762 dan
Rp319.524 atau 0,84% dan 0,68% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas
konsolidasian.
Kantor pusat BRI Insurance berlokasi di Graha BRI Insurance, Jl. Mampang Prapatan Raya No.18,
Jakarta Selatan dan memiliki 21 kantor cabang, 2 kantor cabang syariah, 19 kantor perwakilan
marketing, 2 kantor perwakilan marketing syariah, 50 marketing channel dan 21 marketing office
syariah
PT Pegadaian (Pegadaian)
Pada tanggal 13 September 2021, Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri BUMN dan
BRI menandatangani perjanjian pengalihan hak atas saham Negara Republik Indonesia pada
PT Pegadaian (Persero) (Pegadaian) dalam rangka penambahan penyertaan modal Negara
Republik Indonesia ke dalam modal saham BRI, yang kemudian dituangkan dalam Akta No. 13
tanggal 13 September 2021. Melalui perjanjian tersebut, Negara Republik Indonesia mengalihkan
kepada BRI berupa hak atas seluruh saham Seri B milik Negara Republik Indonesia pada Pegadaian
dengan jumlah sebanyak 6.249.999 saham seri B yang seluruhnya senilai Rp48.670.528. Dengan
demikian, sejak tanggal 13 September 2021, BRI adalah pemilik saham yang dialihkan dan berhak
menjalankan hak-hak sebagai pemilik dari saham-saham yang dialihkan.
Anggaran Dasar Pegadaian telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 15 tanggal 23 September 2021, yang dibuat di hadapan
Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn., di Jakarta. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
mendapat persetujuan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0053287.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 29 September 2021 serta telah mendapat Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Pegadaian No. AHU-AH.01.03-
0454524, tanggal 29 September 2021.
Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Pegadaian adalah melakukan
usaha penyaluran pinjaman lainnya berupa usaha pergadaian, secara konvensional dan berdasarkan
prinsip syariah, berbasis teknologi informasi/platform digital (untuk selanjutnya disebut “TI”) dan non-
TI, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Pegadaian untuk menghasilkan jasa
bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna
meningkatkan nilai Pegadaian dengan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Total aset Pegadaian pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp86.560.716 dan Rp82.151.803 atau 4,41% dan 4,18% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga, syariah dan emas untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp6.800.574 dan
Rp5.343.213 atau 14,49% dan 11,40% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas
konsolidasian.
Kantor pusat Pegadaian berlokasi di Jl. Kramat Raya No.162 Jakarta Pusat 10430 dan mempunyai
12 kantor wilayah, 61 kantor area, 642 kantor cabang, dan 3.450 kantor unit pelayanan cabang.
33
Page 37
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
Pada tanggal 13 September 2021, BRI menandatangani perjanjian pengalihan hak atas saham
Negara Republik Indonesia pada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam rangka
penambahan penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham BRI. Negara
Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri BUMN mengalihkan kepada BRI berupa hak atas
seluruh saham Seri B milik Negara Republik Indonesia pada PNM dengan jumlah sebanyak
3.799.999 saham seri B yang seluruhnya senilai Rp6.100.068. Dengan demikian, sejak tanggal
13 September 2021, BRI adalah pemilik saham yang dialihkan dan berhak menjalankan hak-hak
sebagai pemilik dari saham-saham yang dialihkan.
Perusahaan didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 tahun 1999
tanggal 25 Mei 1999 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian
Perusahaan (Persero) Dalam Rangka Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, yang
pendiriannya dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor: 1 tanggal 1 Juni 1999 dibuat dihadapan Ida
Sofia, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia (“Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusan No. C-11.609.HT.01.01.TH.99 tanggal
23 Juni 1999, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di
bawah Nomor: 4758/BH.09.05/VIII/99 tanggal 27 Agustus 1999, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia Nomor: 73 tanggal 10 September 1999, Tambahan No. 5681 (“Akta No.
1”).
Akta No.1 tersebut telah diubah beberapa kali, dengan perubahan terakhir yang dimuat dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor: 18 tanggal 7 Juni 2023 dibuat di hadapan Hadijah,
S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
sebagaimana Keputusan No. AHU-0037792.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 5 Juli 2023.
Pemberitahuan perubahannya telah dicatat pada database Sistem Administrasi Badan Hukum
Kemenkumham tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Permodalan Nasional Madani
No. AHU-AH.01.09-0134474 tertanggal 5 Juli 2023.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan PNM adalah jasa
pembiayaan termasuk tetapi tidak terbatas pada kredit program dan/atau pembiayaan sistem
tanggung renteng, penyertaan kepada Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S) dan Bank
Perkreditan Rakyat (BPR/S) serta jasa manajemen dan kemitraan.
Total aset PNM pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan Desember 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp54.608.269 dan Rp51.106.905 atau 2,78% dan 2,60% dari total aset konsolidasian. Total
pendapatan bunga dan syariah untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret
2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp3.866.996 dan Rp3.679.144 atau 8,24% dan
7,85% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Kantor pusat PNM berlokasi di Menara PNM, Jalan Kuningan Mulia, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta
Selatan, DKI Jakarta dan memiliki 62 kantor cabang, 3.930 kantor unit Mekaar, 641 kantor unit
ULaMM (termasuk 20 kantor unit representatif).
34
Page 38
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) (dahulu PT Danareksa Investment Management (DIM))
Pada tanggal 27 September 2018, BRI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
(“PJBS”) dengan PT Danareksa (Persero) dalam rangka pengambilalihan sebagian kepemilikan
saham PT Danareksa Investment Management (“DIM”) dari PT Danareksa (Persero) menjadi milik
BRI sebanyak 10.500.000 lembar saham atau setara dengan 35% dari keseluruhan saham beredar
DIM, dengan harga pembelian sebesar Rp371.959 yang telah mendapat persetujuan dari OJK
melalui surat No. S-1453/PM.21/2018 tanggal 14 Desember 2018. Transaksi jual beli saham ini telah
dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2018, sebagaimana dituangkan dalam Akta Jual Beli
Saham No. 47 tanggal 20 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Masjuki, S.H., Notaris pengganti
dari M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.
Selanjutnya, pada tanggal 30 November 2022, BRI telah menandatangani PJBS kembali dengan
PT Danareksa (Persero) dalam rangka pengambilalihan sebagian kepemilikan saham DIM dari
PT Danareksa (Persero) menjadi milik BRI sebanyak 9.000.000 lembar saham atau setara dengan
30% dari keseluruhan saham beredar DIM, dengan harga pembelian sebesar Rp360.000 yang telah
mendapat persetujuan dari OJK melalui surat No. S-889/PM.21/2022 tanggal 5 Oktober 2022 perihal
Persetujuan Atas Rencana Perubahan Komposisi Kepemilikan Pemegang Saham PT Danareksa
Investment Management. Transaksi jual beli saham ini telah dilaksanakan pada tanggal
30 November 2022, sebagaimana dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham No. 32 tanggal
30 November 2022 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta sehingga BRI
memiliki 19.500.000 lembar saham atau setara dengan 65% dari total saham beredar DIM.
Perubahan secara keseluruhan anggaran dasarnya telah dimuat dalam akta tertanggal 1 Februari
2019 No. 01 dibuat di hadapan M. Nova Faisal S.H., M,Kn., Notaris di Jakarta Selatan dan telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusannya tanggal 11 Februari 2019 No. AHU-0006825.AH.01.02 Tahun 2019 serta
pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan suratnya tanggal 11 Februari 2019 No. AHU-
AH.01.03-0079597 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tertanggal
29 Maret 2019 No. 26, Tambahan No. 10084.
Berdasarkan Akta No. 2 tanggal 16 Oktober 2019, yang dibuat di hadapan Notaris Fifidiana, S.H.,
S.S., M.Kn. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan oleh Kementerian
hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0083200.AH.01.02. Tahun 2019 tanggal
16 Oktober 2019.
Anggaran Dasar DIM telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir Berdasarkan
Akta Pernyataan tentang Keputusan Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham
Perseroan Terbatas PT Danareksa Investment Management No. 4 tanggal 4 Juli 2023, yang dibuat
di hadapan Notaris Fifidiana, S.H., S.S., M.Kn., di Jakarta Pusat, telah dilakukan perubahan
Anggaran Dasar Perseroan meliputi perubahan nama Perseroan dari sebelumnya bernama
PT Danareksa Investment Management menjadi bernama PT BRI Manajemen Investasi (“BRI-MI“),
perubahan tempat kedudukan Perseroan, yang semula berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta
Selatan dan beralamat di Plaza BP Jamsostek Lantai 11, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 112 Blok B
Jakarta 12910, berubah menjadi berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Pusat, yang beralamat
di Gedung BRI II Lantai 22, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jakarta Pusat 10210 dan perubahan Pasal
3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha dalam rangka
penyesuaian berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) 2020.
35
Page 39
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) (dahulu PT Danareksa Investment Management (DIM))
(lanjutan)
Berdasarkan Akta Anggaran Dasar, maksud dan tujuan BRI-MI adalah melakukan kegiatan usaha
pengelolaan portofolio investasi untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk
sekelompok nasabah (manajer investasi) termasuk tetapi tidak terbatas pada reksa dana, melakukan
kegiatan memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian aset investasi,
melakukan kegiatan usaha untuk merintis atau berusaha memperoleh izin usaha untuk suatu reksa
dana (promotor reksa dana), melakukan kegiatan-kegiatan investasi pada private equity dan
melakukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan tersebut di atas berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Total aset BRI-MI pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan Desember 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp305,671 dan Rp288.820 atau 0,02% dan 0,01% dari total aset konsolidasian. Total
pendapatan bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp66 dan Rp244 atau 0,00014% dan 0,00052% dari total
pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
BRI-MI berkedudukan di Jakarta Selatan, beralamat kantor di Gedung BRI II Lantai 22, Jl. Jend.
Sudirman Kav. 44-46 Jakarta Pusat 10210.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian interim pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal tersebut telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (”PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (”ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (”BAPEPAM-LK”) No.
VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK No. 201, ”Penyajian Laporan
Keuangan”.
Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan berdasarkan nilai historis, kecuali untuk beberapa
akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan pada kebijakan
akuntansi dari akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar akrual, kecuali
laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk keperluan
laporan arus kas konsolidasian, yang termasuk kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank
Indonesia dan giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain,
Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal
perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak
dibatasi penggunaannya.
36
Page 40
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam grup kecuali entitas
anak dan kantor cabang tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar
Singapura, Dolar Hongkong dan Dolar Taiwan Baru. Angka-angka yang disajikan dalam laporan
keuangan konsolidasian, kecuali dinyatakan lain, dibulatkan dalam jutaan Rupiah.
b. Prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan BRI dan entitas anak yang mayoritas
sahamnya dimiliki atau dikendalikan oleh BRI.
Dalam hal pengendalian terhadap entitas anak dimulai atau diakhiri dalam suatu periode berjalan
maka hasil usaha entitas anak yang diperhitungkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian
hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh atau hingga saat
pengendalian itu berakhir.
Pengendalian diperoleh ketika BRI terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak.
BRI mengendalikan entitas anak jika dan hanya jika BRI memiliki hal berikut ini:
a) Kekuasaan atas entitas anak (hak yang ada saat ini yang memberi kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil entitas anak).
b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak.
c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas entitas anak untuk mempengaruhi jumlah
imbal hasil BRI.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 3 38
”Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai
tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.
Seluruh saldo dan transaksi antar perusahaan yang signifikan termasuk keuntungan atau kerugian
yang belum direalisasi, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha BRI dan
entitas anak sebagai satu kesatuan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama
untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila laporan keuangan entitas
anak menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan
dalam laporan keuangan konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap
laporan keuangan entitas anak tersebut.
Kepentingan non-pengendali dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba
neto dan ekuitas entitas anak tersebut sesuai dengan persentase kepemilikan pemegang saham
minoritas pada entitas anak tersebut.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas.
37
Page 41
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada
Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain, efek-efek, wesel ekspor dan tagihan lainnya, efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, kredit yang diberikan, pinjaman syariah,
piutang pembiayaan, tagihan akseptasi, penyertaan saham dan aset lain-lain.
Liabilitas keuangan terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, simpanan dari bank lain dan
lembaga keuangan lainnya, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, liabilitas derivatif,
liabilitas akseptasi, surat berharga yang diterbitkan, pinjaman yang diterima, liabilitas lain-lain serta
pinjaman dan surat berharga subordinasi.
(i) Klasifikasi
Untuk menentukan kategori dan klasifikasi, BRI dan entitas anak menilai seluruh aset keuangan,
kecuali instrumen ekuitas dan derivatif, berdasarkan kombinasi dari model bisnis pengelolaan
aset dan karakteristik arus kas kontraktual instrument terkait. Berikut klasifikasi aset keuangan
pada saat pengakuan awal:
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
• Aset keuangan, dalam hal ini instrumen utang, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan/kerugian diakui pada laba rugi pada saat
pelepasan;
• Aset keuangan, dalam hal ini instrumen ekuitas, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dengan keuntungan/kerugian tidak diakui pada laba rugi pada
saat pelepasan; atau
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
BRI dan entitas anak mengklasifikasi dan mengukur instrumen derivatif dan portofolio trading
pada aset keuangan yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika memenuhi
kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal BRI dan entitas anak dapat membuat penetapan yang tidak dapat
dibatalkan untuk mengukur aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba
rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi
pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”).
38
Page 42
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi (lanjutan)
Pada saat pengakuan awal, BRI dan entitas anak dapat membuat pilihan yang tidak dapat
dibatalkan untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Penilaian model bisnis
Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan
dikelola bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal
berikut:
a. Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci BRI dan entitas anak;
b. Apakah risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang
dimiliki dalam model bisnis) dan khususnya bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola;
dan
c. Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian
kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang
diperoleh).
Aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan
bunga
Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko
kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya
peminjaman standar, dan juga marjin laba.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan
bunga dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset
keuangan mengandung persyaratan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus
kas kontraktual. Dalam melakukan penilaian, BRI dan entitas anak mempertimbangkan:
a. Peristiwa kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;
b. Fitur leverage;
c. Persyaratan pembayaran di muka dan perpanjangan kontraktual;
d. Persyaratan mengenai klaim yang terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan
e. Fitur yang dapat mengubah nilai waktu dari elemen uang.
BRI dan entitas anak mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori:
a. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; dan
b. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari dua sub-kategori:
a. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan.
b. Liabilitas keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh BRI dan entitas
anak untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
39
Page 43
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi (lanjutan)
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan
bunga (lanjutan)
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen
keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam
jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali
ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
BRI dan entitas anak mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan;
• Kontrak jaminan keuangan;
• Komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar; atau
• Imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis.
(ii) Pengakuan awal
a. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
secara reguler) diakui pada tanggal transaksi.
b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal
aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada
klasifikasinya.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk
perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya
tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau
diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada
awal pengakuan aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari
jumlah utang yang diakui pada pengakuan awal liabilitas. Biaya transaksi tersebut diamortisasi
selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari
pendapatan bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset keuangan atau sebagai
bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas keuangan.
(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal
Aset keuangan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain diukur pada nilai wajarnya dan perubahan atas nilai wajar tersebut dicatat pada penghasilan
komprehensif lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi diukur pada nilai wajarnya dan perubahan diakui pada laba rugi.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
40
Page 44
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(iv) Penghentian pengakuan
a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
1) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
2) BRI dan entitas anak mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima
tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah
kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement); dan antara (a) BRI dan entitas anak
telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) BRI
dan entitas anak tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset.
Ketika BRI dan entitas anak telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau
telah memasuki pass-through arrangement dan tidak mentransfer serta tidak
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak
mentransfer kendali atas aset, aset diakui sebesar keterlibatan BRI dan entitas anak yang
berkelanjutan atas aset tersebut.
BRI dan entitas anak melepaskan aset keuangan, seperti kredit yang diberikan, ketika syarat
dan kondisi telah direnegosiasi hingga secara substansial, kredit yang diberikan tersebut
menjadi baru, dengan perbedaan akan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dari
pelepasan, jika kerugian penurunan nilai belum dicatat. Kredit yang diberikan tersebut akan
diklasifikasikan sebagai Stage 1 untuk penilaian Expected Credit Losses (ECL), kecuali kredit
yang diberikan tersebut dianggap aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset
keuangan memburuk (Purchased or Originated Credit-Impaired financial assets - POCI).
Jika modifikasi tidak akan menghasilkan arus kas yang secara substansi berbeda, maka
modifikasi tidak akan berujung pada pelepasan aset. Berdasarkan perbedaan arus kas yang
didiskonto pada Effective Interest Rate (EIR) awal, Bank akan mencatat keuntungan atau
kerugian akibat modifikasi, sampai dengan jumlah kerugian penurunan nilai yang belum
diakui.
Penghapusbukuan kredit yang diberikan dilakukan ketika tidak terdapat lagi prospek yang
realistis mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara BRI dan entitas
anak dan debitur telah berakhir. Kredit yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan
dengan mendebet cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau terjadi penurunan nilai, maka
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus
direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
b. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan yang lain oleh pemberi pinjaman
yang sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas
yang ada yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru
dan perbedaan nilai tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
41
Page 45
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(v) Pengakuan pendapatan dan beban
a. Pendapatan dan beban bunga, untuk aset yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan
biaya perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian dengan menggunakan suku bunga efektif.
b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
c. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan lainnya atas aset
keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui secara langsung dalam ekuitas, kecuali keuntungan atau kerugian
akibat perubahan nilai tukar dari item moneter, dihentikan pengakuannya atau adanya
penurunan nilai dari aset keuangan tersebut.
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset keuangan
sebelum disesuaikan dengan cadangan penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada jumlah
tercatat bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau terhadap biaya
perolehan diamortisasi dari liabilitas.
Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset
keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga
akan dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset
keuangan tersebut.
Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan bunga
dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari
aset keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan
bunga akan tetap dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari aset keuangan tersebut.
(vi) Reklasifikasi aset keuangan
BRI dan entitas anak mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan berubah. Tidak terdapat reklasifikasi untuk liabilitas keuangan.
(vii) Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dilakukan saling hapus dan nilai neto-nya disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika dan hanya jika BRI dan entitas anak memiliki hak
yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut
dan adanya maksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Hal yang berkekuatan hukum harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat
dipaksakan di dalam situasi bisnis yang normal, peristiwa kegagalan atau kebangkrutan dari
entitas atas seluruh pihak lawan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh Standar
Akuntansi Keuangan Indonesia.
42
Page 46
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(viii) Pengukuran biaya diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset
keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran
pokok pinjaman, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga
efektif yang dihitung dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya dan
dikurangi penurunan nilai.
(ix) Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
• Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomik terbaiknya.
BRI dan entitas anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana
data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan, dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input
terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1 : Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2 : Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3 : Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, BRI
dan entitas anak menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hierarki dengan cara
mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai
wajar) setiap akhir periode pelaporan.
BRI dan entitas anak untuk tujuan pengungkapan nilai wajar telah menentukan kelas aset dan
liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, risiko aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar
(Catatan 40).
43
Page 47
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(x) Aset keuangan sukuk
Berdasarkan PSAK No. 410, BRI dan entitas anak menentukan klasifikasi investasi pada sukuk
sebagai berikut:
a. Diukur pada biaya perolehan
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam
menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi, dan selisih antara biaya perolehan dan
nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui
dalam laba rugi.
b. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan sukuk, terdapat persyaratan
kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau
hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi, dan selisih antara biaya perolehan dan
nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui
dalam laba rugi.
• Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
komprehensif lain setelah memperhitungkan saldo selisih biaya perolehan dan nilai
nominal yang belum diamortisasi dan saldo akumulasi keuntungan atau kerugian nilai
wajar yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebelumnya. Ketika
investasi sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
c. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Biaya perolehan sukuk tidak termasuk biaya transaksi, dan selisih antara nilai wajar dan
jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
BRI dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan
dalam PSAK No. 224 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Suatu pihak dianggap berelasi dengan BRI dan entitas anak jika:
1) Secara langsung atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak
(i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan
BRI dan entitas anak; (ii) memiliki kepentingan dalam BRI dan entitas anak yang memberikan
pengaruh signifikan atas BRI dan entitas anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas BRI
dan entitas anak;
2) Suatu pihak yang berada dalam kelompok usaha yang sama dengan BRI dan entitas anak;
3) Suatu pihak adalah ventura bersama di mana BRI dan entitas anak sebagai venturer;
44
Page 48
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
BRI dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan
dalam PSAK No. 224 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Suatu pihak dianggap berelasi dengan BRI dan entitas anak jika (lanjutan):
4) Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci BRI dan entitas anak;
5) Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1)
atau (4);
6) Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan
oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak
langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); dan
7) Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari BRI dan entitas
anak atau entitas yang terkait dengan BRI dan entitas anak.
Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah
pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak
berelasi.
Transaksi yang dilakukan BRI telah memenuhi peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan No. IX.E..1 tentang “Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi
Tertentu” pada saat transaksi-transaksi tersebut dilakukan. Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang
relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 44 atas laporan keuangan konsolidasian.
Selanjutnya, saldo dan transaksi yang material antara BRI dan entitas anak dengan Pemerintah
Republik Indonesia (RI) dan entitas lain yang berelasi dengan Pemerintah RI diungkapkan juga pada
Catatan 44 tersebut.
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
BRI dan entitas anak mengakui cadangan kerugian penurunan nilai pada instrumen keuangan yang
tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
BRI dan entitas anak mengukur cadangan kerugian penurunan nilai sejumlah kerugian kredit
ekspektasian seumur hidup, kecuali untuk hal berikut, diukur sejumlah kerugian kredit ekspektasian
12 bulan:
a. Instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
b. Instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal.
BRI dan entitas anak menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika
peringkat risiko kreditnya setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara global.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal
bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
45
Page 49
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
dan dicatat pada akun cadangan kerugian penurunan nilai sebagai pengurang terhadap aset
keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Jika pada suatu periode berikutnya,
jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif
pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit
debitur atau penerbit) maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan
dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode berjalan.
Cadangan kerugian penurunan nilai untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain tidak mengurangi nilai tercatat di dalam aset keuangan di laporan
posisi keuangan konsolidasian, yaitu nilai wajar. Cadangan kerugian penurunan nilai diakui sebagai
penambah dari penghasilan komprehensif lainnya di dalam laporan posisi keuangan.
Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar tidak dilakukan penilaian penurunan nilai sesuai PSAK
No. 109.
Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun berjalan dikreditkan
dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Penerimaan kembali atas aset
keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan
operasional selain bunga.
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Kerugian Kredit Ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit yang diukur
sebagai berikut:
• Aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian
diukur sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih antara arus kas
yang terutang kepada BRI dan entitas anak sesuai dengan kontrak dan arus kas yang
diperkirakan akan diterima oleh BRI dan entitas anak);
• Aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur
sebesar selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi;
• Komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih
antara nilai kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang diperkirakan akan
diterima oleh BRI dan entitas anak; dan
• Kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara
pembayaran yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang terjadi
dikurangi jumlah yang diperkirakan dapat dipulihkan.
Aset Keuangan yang Direstrukturisasi
Jika ketentuan aset keuangan dinegosiasikan ulang atau dimodifikasi atau aset keuangan yang ada
diganti dengan yang baru karena kesulitan keuangan peminjam, maka dilakukan penilaian apakah
aset keuangan yang ada harus dihentikan pengakuannya dan kerugian kredit ekspektasian diukur
sebagai berikut:
• Jika restrukturisasi tidak mengakibatkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka arus kas
yang diperkirakan yang timbul dari aset keuangan yang dimodifikasi dimasukkan dalam
perhitungan kekurangan kas dari aset yang ada.
• Jika restrukturisasi akan menghasilkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka nilai wajar
aset baru diperlakukan sebagai arus kas akhir dari aset keuangan yang ada pada saat
penghentian pengakuannya. Jumlah ini dimasukkan dalam perhitungan kekurangan kas dari aset
keuangan yang ada yang didiskontokan dari tanggal penghentian pengakuan ke tanggal
pelaporan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan yang ada.
46
Page 50
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan yang Memburuk
Pada setiap tanggal pelaporan, BRI dan entitas anak menilai apakah aset keuangan yang dicatat
pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan instrumen utang yang dicatat pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain mengalami penurunan nilai kredit (memburuk). Aset keuangan
memburuk ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas
masa depan dari aset keuangan telah terjadi.
Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk data yang dapat
diobservasi mengenai peristiwa berikut ini:
• Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
• Pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan;
• Pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang
tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
• Terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya;
• Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan;
• Pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan
kerugian kredit yang terjadi; atau
• Sulit untuk mengidentifikasi peristiwa diskrit tunggal, namun demikian, dampak kombinasi dari
beberapa peristiwa dapat menyebabkan aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit.
Aset Keuangan yang Dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or
originated credit-impaired financial assets - POCI)
Aset keuangan dikategorikan sebagai POCI apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai pada saat
pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal, tidak ada penyisihan kerugian kredit yang diakui karena
harga pembelian atau nilainya telah termasuk estimasi kerugian kredit sepanjang umurnya.
Selanjutnya, perubahan kerugian kredit sepanjang umurnya, apakah positif atau negatif, diakui dalam
laporan laba rugi sebagai bagian dari penyisihan kerugian kredit.
Berdasarkan proses di atas, BRI dan entitas anak melakukan pembagian atas aset keuangan atas
Stage 1, Stage 2, Stage 3, dan POCI, sebagai berikut:
▪ Stage 1 : Mencakup instrumen keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko kredit secara
signifikan sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk instrumen-instrumen keuangan ini akan berlaku perhitungan ECL 12
bulan. Aset keuangan di dalam Stage 1 termasuk fasilitas dimana risiko kredit telah
membaik dan aset keuangan dapat direklasifikasi dari Stage 2.
▪ Stage 2 : Mencakup instrumen keuangan yang mengalami peningkatan risiko kredit sejak
pengakuan awal (kecuali BRI dan entitas anak merasa risiko kredit tergolong rendah
pada tanggal pelaporan) namun belum terbukti adanya bukti penurunan nilai secara
objektif. Untuk instrumen-instrumen ini akan berlaku perhitungan ECL Seumur Hidup.
ECL Seumur Hidup adalah kerugian kredit ekspektasian yang diharapkan dari semua
kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan tersebut. Stage 2 juga mencakup fasilitas dimana risiko kedit telah membaik
dan aset keuangan telah direklasifikasi dari Stage 3.
47
Page 51
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan yang Dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or
originated credit-impaired financial assets - POCI) (lanjutan)
Berdasarkan proses di atas, BRI dan entitas anak melakukan pembagian atas aset keuangan atas
Stage 1, Stage 2, Stage 3, dan POCI, sebagai berikut (lanjutan):
▪ Stage 3 : Mencakup instrumen keuangan yang telah terbukti mengalami penurunan nilai secara
objektif pada tanggal pelaporan. Kelompok ini biasanya terdiri atas debitur yang
mengalami gagal bayar. BRI dan entitas anak mencatat cadangan ECL Seumur Hidup.
▪ POCI : Aset POCI adalah aset keuangan yang mengalami penurunan nilai berdasarkan
penilaian risiko kredit pada saat pengakuan awal. Aset tersebut dicatat pada nilai wajar
pada saat pengakuan awal, dan pendapatan bunga akan diakui selanjutnya
berdasarkan metode suku bunga efektif yang disesuaikan. Cadangan ECL hanya
dicatat atau dilepaskan jika ada perubahan selanjutnya pada kerugian kredit
ekspektasian.
Terdapat kriteria kualitatif dan kuantitatif untuk memastikan aset keuangan tercakup dalam stage
tertentu.
Perhitungan penurunan nilai secara individual dilakukan untuk aset keuangan yang signifikan dan
pernah mengalami gagal bayar ataupun restrukturisasi. Selain itu, perhitungan penurunan nilai akan
dilakukan secara kolektif.
Penurunan nilai individual
Metode perhitungan penurunan nilai secara individual akan mempertimbangkan 3 (tiga) skenario
kemungkinan pengembalian, yaitu: (i) skenario dasar (Base), (ii) skenario buruk (Bad), dan (iii)
skenario terburuk (Worst). Pembuatan skenario dilakukan dengan menggunakan metode discounted
cash flow (DCF) dan mempertimbangkan confidence level yang menggambarkan kondisi industri dan
perusahaan terkait. Nantinya ECL yang dihasilkan oleh masing-masing skenario akan dirata-ratakan
secara tertimbang terhadap bobot skenario yang telah diatur.
Penurunan nilai kolektif
Evaluasi penurunan nilai secara kolektif didasarkan pada konsep Probability of Default (PD), Loss
Given Default (LGD), dan Exposure at Default (EAD) yang mempertimbangkan informasi masa lalu,
terkini, dan masa mendatang.
BRI dan entitas anak menggunakan model (i) Skalar Bayesian, (ii) Credit Index dan (iii) Vasicek
maupun pendekatan lainnya dalam menentukan nilai PD dari setiap debitur.
BRI dan entitas anak menggunakan metode (i) Historical, (ii) Diminish Balance dan (iii) Value to Loan
dalam menentukan nilai LGD dari setiap debitur. LGD menggambarkan persentase nominal fasilitas
yang tidak akan dapat di-recover oleh Bank terhadap debitur default. LGD biasa dihitung dengan
1-Recovery Rate. Recovery rate dihitung mempertimbangkan Time Value of Money dari
pengembalian dari kewajiban yang telah default. Tingkat suku bunga yang digunakan untuk
menghitung Time Value of Money dari Recovery adalah EIR awal.
48
Page 52
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan yang Dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or
originated credit-impaired financial assets - POCI) (lanjutan)
EAD merupakan estimasi nilai buku pada saat terjadi gagal bayar, dengan mempertimbangkan arus
kas instrumen keuangan terkait, serta kemungkinan penarikan tambahan dari limit kredit sampai
dengan tanggal gagal bayar. EAD juga mempertimbangkan jadwal pembayaran dan amortisasi serta
perubahan dalam utilisasi saldo yang belum ditarik menjelang terjadinya kegagalan bayar.
Pemodelan EAD akan dilakukan berdasarkan karakteristik dari instrumen keuangan terkait, yang
dibagi ke dalam beberapa kategori: (i) kredit angsuran, (ii) kredit revolving, (iii) trade finance, dan
(iv) treasury.
Pengukuran ECL berdasarkan PSAK No. 109 mewajibkan BRI dan entitas anak untuk memodelkan
ECL sesuai dengan skenario forward-looking yang ada, dengan mempertimbangkan kemungkinan
ekonomi baik dan buruk. Oleh karena itu, nilai ECL yang dihasilkan BRI dan entitas anak harus
berdasarkan hasil probabilitas dari tiga skenario (kasus ekonomi normal, baik/good, dan buruk/bad).
PD dan LGD akan dihitung menurut tiga skenario dengan nilai makro-ekonomi sesuai dengan
skenario-skenario tersebut. Untuk segmentasi beragunan (secured), LGD juga akan dihitung
berdasarkan tiga skenario ketika data sudah mencukupi. Bobot dari skenario baik, normal dan buruk
dapat disesuaikan seiring dengan perubahan kondisi ekonomi dan diskresi BRI dan entitas anak.
Penyajian Penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian dalam Laporan Posisi Keuangan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, cadangan kerugian penurunan
nilai disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;
• Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, umumnya penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai provisi; dan
• Instrumen hutang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, cadangan
kerugian penurunan nilai tidak diakui dalam laporan posisi keuangan sebagai pengurang nilai
tercatat karena jumlah tercatat dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian,
cadangan kerugian penurunan nilai diungkapkan dan diakui dalam penghasilan komprehensif
lain dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penghapusan
Pinjaman dan instrumen hutang dihapusbukukan ketika tidak ada prospek yang realistis untuk
memulihkan aset keuangan secara keseluruhan atau secara parsial. Hal ini pada umumnya terjadi
ketika BRI dan entitas anak menentukan bahwa peminjam tidak memiliki aset atau sumber
penghasilan yang dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar jumlah yang
dihapusbukukan. Namun demikian, aset keuangan yang dihapusbukukan masih bisa dilakukan
tindakan penyelamatan sesuai dengan prosedur BRI dan entitas anak dalam rangka pemulihan
jumlah yang jatuh tempo.
Sehubungan dengan kepatuhan terhadap Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI
dan entitas anak menerapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40/POJK.03/2019 tanggal
19 Desember 2019 tentang “Penilaian Kualitas Aset Bank Umum”.
Kriteria penilaian nilai agunan yang dapat dikurangkan dalam pembentukan cadangan kerugian
penurunan nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
49
Page 53
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Giro pada
Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamor tisasi.
g. Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain adalah penanaman dana pada Bank
Indonesia berupa Deposit Facility, dan Term Deposit, sedangkan penempatan dana pada bank lain
merupakan penanaman dana dalam bentuk penempatan pada pasar uang (inter-bank call money),
deposito berjangka, deposit on call, dan banker’s acceptance.
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan dinyatakan sebesar biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan diklasifikasikan masing-masing sebagai
biaya perolehan diamortisasi.
h. Efek-efek
Efek-efek terdiri atas surat berharga yang diperdagangkan di pasar uang dan modal seperti Sertifikat
Bank Indonesia, Sertifikat Deposito Bank Indonesia, Sertifikat Bank Indonesia Syariah, Obligasi
Pemerintah, obligasi subordinasi, unit penyertaan reksadana, Medium-Term Notes, U.S.Treasury
Bonds, U.S Treasury Bills, Singapore Government Securities, Negotiable Certificate of Deposits,
Monetary Authority of Singapore (MAS) bills, Obligasi Pemerintah Taiwan, dan surat berharga
komersial lainnya serta obligasi yang diperdagangkan di bursa efek.
Termasuk di dalam efek-efek adalah obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah yang tidak terkait
dengan program rekapitalisasi seperti Surat Utang Negara (SUN), Surat Perbendaharaan Negara
(SPN) dan obligasi Pemerintah dalam mata uang asing yang diperoleh melalui pasar perdana dan
juga pasar sekunder.
Efek-efek pada awalnya disajikan sebesar nilai wajarnya. Setelah pengakuan awal, efek-efek dicatat
sesuai dengan kategorinya yaitu biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
1) Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan biaya
perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan bunga
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian menggunakan
metode suku bunga efektif.
2) Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) diukur dengan
menggunakan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan
atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. Perubahan nilai wajar diakui pada laporan laba rugi konsolidasian. Atas
penjualan portofolio efek-efek dan obligasi pemerintah untuk nilai wajar melalui laba rugi,
perbedaan antara harga jual dengan nilai pasar wajar diakui sebagai keuntungan atau kerugian
penjualan pada tahun dimana efek-efek dan obligasi pemerintah tersebut dijual.
3) Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(FVTOCI) diukur dengan menggunakan nilai wajar. Pendapatan bunga diakui dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian menggunakan metode suku bunga
efektif. Perubahan nilai wajar lainnya diakui langsung dalam ekuitas sampai efek-efek dan
obligasi pemerintah dijual atau mengalami penurunan nilai, dimana akumulasi keuntungan dan
kerugian yang sebelumnya diakui dalam ekuitas diakui dalam laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
50
Page 54
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Wesel ekspor dan tagihan lainnya adalah wesel ekspor yang dinegosiasikan secara diskonto dan
dijaminkan oleh bank lainnya sedangkan wesel tagih merupakan tagihan ataupun dokumen
penagihan dalam bentuk wesel/bill of exchange kepada pihak tertagih/drawee atas dasar diskonto
ataupun suatu pembiayaan tertentu. Wesel ekspor dan tagihan lainnya dicatat pada biaya perolehan
amortisasi setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
j. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan
debitur untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga.
Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset
keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dinyatakan sebesar pokok kredit sesuai
dengan porsi risiko yang ditanggung oleh BRI dan entitas anak.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat kredit pada
tanggal restrukturisasi atau nilai kini penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian
akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dengan nilai tunai penerimaan
kas masa depan setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan
dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan
bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.
Kredit yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai
pengembalian di masa datang dan semua jaminan telah diupayakan untuk direalisasi atau sudah
diambil alih. Kredit yang tidak dapat dilunasi dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian
penurunan nilai. Pelunasan kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan sebelumnya,
dikreditkan ke cadangan kerugian penurunan nilai di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pelunasan kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat
sebagai pendapatan operasional selain bunga.
k. Pinjaman syariah
Pinjaman yang diberikan terutama terdiri dari piutang murabahah, pembiayaan mudharabah, dan
pembiayaan musyarakah.
Murabahah adalah akad jual beli antara nasabah dengan entitas anak, dimana entitas anak
membiayai kebutuhan konsumsi, investasi dan modal kerja nasabah yang dijual dengan harga pokok
ditambah dengan keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama. Pembayaran atas
pembiayaan ini dilakukan dengan cara mengangsur dalam jangka waktu yang ditentukan.
Piutang murabahah pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset
keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode margin efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
51
Page 55
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Pinjaman syariah (lanjutan)
Mudharabah adalah akad pembiayaan kerjasama antara entitas anak sebagai pemilik dana (shahibul
maal) dengan nasabah sebagai pelaksana usaha (mudharib) selama jangka waktu tertentu.
Pembagian hasil keuntungan dari proyek atau usaha tersebut ditentukan sesuai dengan nisbah (pre-
determined ratio) yang telah disepakati bersama. Pada tanggal laporan posisi keuangan, pembiayaan
mudharabah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan saldo cadangan kerugian
penurunan nilai yang dibentuk berdasarkan hasil review oleh manajemen terhadap kualitas
pembiayaan yang ada.
Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi di antara para pemilik modal (mitra musyarakah)
untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan dengan
nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara
proporsional sesuai dengan kontribusi modal. Pada tanggal laporan posisi keuangan, pembiayaan
musyarakah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan saldo cadangan kerugian
penurunan nilai yang dibentuk berdasarkan hasil review oleh manajemen terhadap kualitas
pembiayaan yang ada.
l. Piutang pembiayaan
Piutang sewa pembiayaan
Piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang
akan diterima pada akhir masa sewa pembiayaan dikurangi dengan pendapatan sewa pembiayaan
tangguhan, simpanan jaminan dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara nilai piutang
usaha bruto dan nilai tunai piutang diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan tangguhan.
Pendapatan sewa pembiayaan yang ditangguhkan diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa-pembiayaankan pada akhir
masa sewa pembiayaan dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian
sewa pembiayaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai pembatalan
kontrak sewa dan laba atau rugi yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan.
Entitas anak sebagai lessor
Dalam sewa pembiayaan, entitas anak, sebagai lessor, mengakui aset berupa piutang sewa
pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang sama dengan sewa pembiayaan neto.
Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan penghasilan pembiayaan.
Pengakuan pendapatan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu
tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto entitas anak sebagai lessor dalam
sewa pembiayaan.
Dalam sewa menyewa operasi, entitas anak mengakui aset untuk sewa operasi di laporan posisi
keuangan sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa
operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa
dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Rental kontinjen, apabila ada, diakui sebagai
pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas
metode garis lurus selama masa sewa.
52
Page 56
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Piutang pembiayaan (lanjutan)
Entitas anak sebagai lessor (lanjutan)
Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit,
mengangsur kembali, merubah jatuh tempo, merubah tenor dan/atau menambah down payment.
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit
hanya diakui bila nilai tunai penerimaan kas masa depan yang telah ditentukan dalam persyaratan
kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah
lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi di laporan keuangan.
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang pembiayaan konsumen neto merupakan total piutang setelah dikurangi pendapatan
pembiayaan konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai.
Piutang pembiayaan konsumen diakui pada awalnya dengan nilai wajar ditambah biaya-biaya
transaksi dan dikurangi yield enhancing income yang dapat diatribusikan secara langsung dan
selanjutnya diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif.
Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan
pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok pembiayaan, yang diakui
sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak berdasarkan tingkat suku bunga efektif dari
piutang pembiayaan konsumen.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi.
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit,
mengangsur kembali, merubah jatuh tempo, merubah tenor dan/atau menambah down payment.
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit
hanya diakui bila nilai tunai penerimaan kas masa depan yang telah ditentukan dalam persyaratan
kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah
lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi di laporan keuangan.
Tagihan anjak piutang
Anjak piutang dicatat menggunakan PSAK terkait dan diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar
nilai piutang yang diperoleh dan dinyatakan sebesar nilai neto yang dapat direalisasi, setelah
dikurangi pendapatan anjak piutang ditangguhkan. Selisih antara tagihan anjak piutang dengan
jumlah pembayaran ke konsumen diakui sebagai pendapatan anjak piutang ditangguhkan, yang akan
diakui sebagai pendapatan anjak piutang berdasarkan proporsi waktu selama periode kontrak
menggunakan tingkat suku bunga efektif.
Anjak piutang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
53
Page 57
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Tagihan dan liabilitas akseptasi
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan transaksi Letter of Credit (L/C) dan Surat Kredit
Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank).
Tagihan dan liabilitas akseptasi dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi. Tagihan akseptasi
disajikan setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi sedangkan liabilitas
akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
n. Investasi pada entitas asosiasi
Investasi BRI pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi
adalah suatu entitas dimana BRI mempunyai pengaruh signifikan atau kepemilikan saham lebih dari
20% hak suara. Pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui sebesar biaya perolehan, dan
jumlah tercatat tersebut ditambah atau dikurangkan untuk mengakui bagian BRI atas laba rugi entitas
asosiasi setelah tanggal perolehan. Bagian BRI atas laba rugi entitas asosiasi diakui dalam laba rugi
BRI. Penerimaan distribusi dari entitas asosiasi mengurangi nilai tercatat investasi.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil
operasi entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas entitas asosiasi,
BRI mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika berlaku, dalam
laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil
transaksi-transaksi antara BRI dan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan
kepentingan BRI dalam entitas asosiasi.
Setelah menerapkan metode ekuitas, BRI menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan
rugi penurunan nilai atas investasi BRI dalam entitas asosiasi. BRI menentukan pada setiap tanggal
pelaporan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas
asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, BRI menghitung jumlah penurunan berdasarkan
selisih jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Investasi BRI pada entitas asosiasi yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan atau kepemilikan di
bawah 20% dicatat pada nilai wajar sesuai dengan PSAK No. 109.
o. Aset tetap
Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-
biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diperlukan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah, dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran aset non-moneter atau kombinasi aset moneter dan non-
moneter diukur pada nilai wajar, kecuali:
(i) Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial; atau
(ii) Nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
54
Page 58
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Aset tetap (lanjutan)
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur
manfaat ekonomis sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 15
Kendaraan bermotor 5
Kapal 15
Komputer dan mesin 3-8
Perlengkapan kantor 3-8
E-Channel 3-5
Satelit 15
Main system 5
Non main system 3
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika
terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak
dapat seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan
maupun pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut dimasukkan
ke dalam laba rugi untuk tahun dimana penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan disesuaikan
secara prospektif jika diperlukan.
Tanah awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Setelah pengakuan awal,
tanah diukur pada nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai setelah
tanggal revaluasi. Penilaian terhadap tanah dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi
profesional dan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tanah tidak
berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajarnya pada
akhir periode pelaporan (Catatan 16).
Jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif, maka
perlu dilakukan revaluasi secara tahunan, sedangkan jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi tidak
mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif maka perlu dilakukan revaluasi setiap 3 (tiga)
tahun sekali.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan dalam penghasilan komprehensif lain. Namun, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi
hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah dilakukan
sebelumnya dalam laba rugi. Penurunan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi diakui dalam laba
rugi.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban
pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi pada jumlah tercatat aset tetap
terkait, bila besar kemungkinan bagi BRI dan entitas anak manfaat ekonomi masa depan menjadi
lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa
masa manfaat aset tetap terkait.
55
Page 59
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Aset tetap (lanjutan)
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “aset tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset
tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian
dari biaya perolehan tanah pada akun “aset tetap”. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan
legal hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak hukum
atau umur ekonomi tanah, mana yang lebih pendek.
Sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
BRI dan entitas anak menerapkan PSAK No. 116 tentang Sewa untuk seluruh sewa dengan
mengakui aset hak guna dan liabilitas terkait. BRI menerapkan sewa yang termasuk PSAK No. 116
atas kelas aset tanah bangunan (landed) dan kendaraan roda empat dengan aset pendasar bernilai
di atas Rp75.000.000 (nilai penuh) dan mempunyai jangka waktu sewa lebih dari 12 bulan.
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, BRI dan entitas anak menilai apakah suatu kontrak merupakan,
atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset selama suatu jangka waktu tertentu
untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan suatu aset identifikasian, BRI dan entitas anak menilai apakah:
• Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian;
• BRI dan entitas anak memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi
dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
• BRI dan entitas anak memiliki hak untuk mengendalikan aset identifikasian dalam bentuk:
a. BRI dan entitas anak memiliki hak untuk mengoperasikan aset.
b. BRI dan entitas anak mempunyai hak untuk menetapkan tujuan apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
komponen sewa, BRI dan entitas anak mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing
komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa. Pembayaran sewa yang
termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi:
a. Pembayaran lunas di muka;
b. Pembayaran angsuran tetap; dan
c. Pembayaran angsuran sewa berubah yang bergantung pada fluktuasi pembayaran sewa yang
ditetapkan oleh counterpart.
BRI dan entitas anak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa.
Aset hak guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari
liabilitas sewa disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan.
56
Page 60
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Aset tetap (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Setelah tanggal permulaan, aset hak guna diukur dengan model biaya. Aset hak guna diukur sebesar
harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai serta disesuaikan
dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
Sewa jangka pendek dengan durasi kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip
pengakuan yang ditentukan oleh PSAK No. 116. BRI dan entitas anak akan mengakui pembayaran
sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Beban ini ditunjukkan pada beban umum dan administrasi dalam
laporan laba rugi.
p. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, BRI dan entitas anak menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian pada
tanggal laporan diperlukan penurunan atas nilai aset tertentu (yaitu aset tidak berwujud dengan umur
manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang
diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis), maka BRI dan entitas anak akan membuat estimasi atas
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung
nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan
risiko spesifik aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, mengacu pada PSAK No. 113:
”Pengukuran Nilai Wajar” (Catatan 2c).
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
fungsi aset yang diturunkan nilainya.
q. Agunan yang diambil alih
Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit (disajikan dalam akun “aset lain-
lain”) diakui sebesar nilai neto yang dapat direalisasi atau sebesar nilai tercatat dari kredit, mana
yang lebih rendah. Nilai neto yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi
estimasi biaya pelepasan. Kelebihan saldo kredit yang diberikan, yang belum dilunasi oleh peminjam
di atas nilai dari agunan yang diambil alih, dibebankan sebagai penyisihan penghapusan kredit yang
diberikan pada tahun berjalan. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dengan hasil
penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
BRI dan entitas anak mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan
kerugian agunan yang diambil alih dibentuk berdasarkan penurunan nilai agunan yang diambil alih.
Beban perbaikan (reconditioning cost) yang timbul setelah pengambilalihan agunan dikapitalisasi
dalam akun agunan yang diambil alih tersebut.
57
Page 61
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method).
s. Liabilitas segera
Liabilitas segera merupakan liabilitas BRI dan entitas anak kepada pihak lain yang sifatnya wajib
segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.
Liabilitas segera diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan dan dihitung berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi.
t. Simpanan nasabah dan bank lain serta lembaga keuangan lainnya
Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat menggunakan
cek, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Giro dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati. Tabungan dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemilik tabungan.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada
waktu tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan BRI dan Bank Raya. Deposito berjangka
dinyatakan sebesar nilai nominal yang tercantum dalam bilyet deposito atau yang diperjanjikan.
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik
lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka, deposit on call, dan inter-
bank call money dengan promes yang berjangka waktu sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari serta
dinyatakan sesuai dengan jumlah liabilitas terhadap bank dan lembaga keuangan lainnya tersebut.
Simpanan nasabah dan bank lain serta lembaga keuangan lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Biaya
tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah
dikurangkan dari jumlah simpanan yang diterima.
u. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli
kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset keuangan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar jumlah penjualan kembali dikurangi dengan bunga
yang belum diamortisasi dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga
jual kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi) dan
diakui sebagai pendapatan selama periode sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali
dengan menggunakan suku bunga efektif.
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai biaya perolehan
diamortisasi.
58
Page 62
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli
kembali (lanjutan)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas keuangan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar jumlah pembelian kembali, dikurangi dengan bunga
dibayar di muka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali
diperlakukan sebagai biaya dibayar di muka dan diakui sebagai beban selama jangka waktu sejak
efek tersebut dijual hingga dibeli kembali menggunakan suku bunga efektif.
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
v. Surat berharga yang diterbitkan
Surat berharga yang diterbitkan oleh BRI, BRI Multifinance, Pegadaian dan PNM adalah Obligasi,
Medium Term Notes (MTN), Long Term Notes (LTN) dan Sukuk Mudharabah. Surat berharga yang
diterbitkan pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi
dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal dan
biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
w. Pinjaman yang diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak
lain dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman.
Pinjaman yang diterima diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait
dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
x. Pinjaman dan surat berharga subordinasi
Pinjaman dan surat berharga subordinasi diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya
diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR).
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait
dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
y. Provisi
Provisi diakui jika BRI dan entitas anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling terkini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan
besar tidak terjadi, maka provisi dibalik.
59
Page 63
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
z. Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan yang interest bearing diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan menggunakan metode
suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan (atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk
memperoleh nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, BRI dan entitas anak mengestimasi arus kas di masa
datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan
tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang. Perhitungan ini
mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain yang diterima oleh para pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premi atau
diskon lainnya.
Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan nilainya sebagai akibat
kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui berdasarkan
suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian
penurunan nilai.
aa. Pendapatan provisi dan komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit, atau
pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan jangka waktu tertentu, diamortisasi
sesuai dengan jangka waktu kontrak menggunakan suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai
bagian dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu
jangka waktu dan/atau terkait dengan pemberian suatu jasa, diakui sebagai pendapatan pada saat
terjadinya transaksi dan dicatat pada akun pendapatan operasional lainnya.
ab. Pendapatan dan beban syariah
Pendapatan syariah terdiri dari pendapatan dari transaksi piutang murabahah, dan pendapatan bagi
hasil dari pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Pendapatan atas piutang murabahah menggunakan metode margin efektif. Margin efektif adalah
margin yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa
datang selama perkiraan umur dari piutang murabahah. Pada saat menghitung margin efektif, entitas
anak mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian piutang di
masa mendatang. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain yang diterima
oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari margin efektif, biaya
transaksi, dan seluruh premi atau diskon lainnya.
Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah diakui pada saat diterima atau
dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai porsi bagi hasil (nisbah) yang disepakati.
60
Page 64
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ac. Pendapatan premi dan beban klaim
Premi kontrak asuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan dalam periode kontrak sesuai
dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Premi kontrak asuransi bukan jangka
pendek diakui sebagai pendapatan pada saat jatuh tempo dari pemegang polis. Premi yang diterima
sebelum diterbitkannya polis asuransi atau tanggal premi jatuh tempo dicatat sebagai titipan premi.
Premi terkait kontrak investasi dan jumlah komponen risiko keuangan kontrak asuransi dicatat
sebagai deposit melalui laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai penyesuaian terhadap akun
liabilitas kontrak investasi.
Premi reasuransi bruto diakui sebagai beban pada saat dibayarkan atau pada tanggal di mana polis
tersebut efektif.
Klaim dan manfaat asuransi merupakan klaim-klaim yang telah disetujui (approved claim). Klaim dan
manfaat tersebut diakui sebagai beban pada saat timbulnya liabilitas untuk memenuhi klaim. Bagian
klaim yang diperoleh dari reasuradur diakui dan dicatat sebagai klaim reasuransi pada periode yang
sama dengan pengakuan beban klaim.
Klaim dan manfaat asuransi terkait kontrak investasi dan jumlah komponen risiko keuangan kontrak
asuransi dicatat sebagai penarikan (withdrawal) melalui laporan posisi keuangan konsolidasian
sebagai penyesuaian terhadap akun liabilitas kontrak investasi.
ad. Liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi
Liabilitas kontrak asuransi
a. Liabilitas manfaat polis masa depan
Liabilitas manfaat polis masa depan merupakan nilai kini estimasi pembayaran seluruh manfaat
yang diperjanjikan termasuk seluruh opsi yang disediakan, nilai kini estimasi seluruh biaya yang
dikeluarkan dan juga mempertimbangkan penerimaan premi di masa depan. Liabilitas manfaat
polis masa depan merupakan liabilitas atas kontrak asuransi bukan jangka pendek.
Kenaikan liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai beban pada laba rugi tahun berjalan
sedangkan penurunan liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai pendapatan pada laba
rugi tahun berjalan. Liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya pada saat kontrak berakhir,
dikeluarkan atau dibatalkan.
b. Estimasi liabilitas klaim
Estimasi liabilitas klaim merupakan klaim dalam proses penyelesaian yang ditentukan
berdasarkan estimasi kerugian dari klaim yang masih dalam proses penyelesaian pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian, termasuk klaim yang telah terjadi namun belum
dilaporkan (Incurred But Not Reported (IBNR)).
Perubahan dalam estimasi liabilitas klaim diakui dalam laba rugi tahun berjalan. Liabilitas tersebut
dihentikan pengakuannya pada saat kontrak berakhir, dikeluarkan atau dibatalkan.
61
Page 65
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ad. Liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi (lanjutan)
Liabilitas kontrak asuransi (lanjutan)
c. Premi yang belum merupakan pendapatan
Premi yang belum merupakan pendapatan merupakan bagian premi yang telah dilunasi, namun
belum merupakan pendapatan karena masa pertanggungan asuransi masih berjalan pada akhir
tahun. Premi yang belum merupakan pendapatan merupakan liabilitas atas kontrak asuransi
jangka pendek.
Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung secara individual dari tiap pertanggungan
yang besarnya ditetapkan secara proporsional terhadap jumlah proteksi yang diberikan selama
periode pertanggungan atau periode risiko, konsisten dengan pengakuan pendapatan premi
asuransi jangka pendek.
Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan diakui sebagai beban pada laba rugi tahun
berjalan sedangkan penurunan premi yang belum merupakan pendapatan diakui sebagai
pendapatan pada laba rugi tahun berjalan. Liabilitas ini dihentikan pengakuannya pada saat
kontrak berakhir, dilepaskan atau dibatalkan.
Reasuransi
BRI Life dan BRI Insurance mensesikan risiko asuransi dalam bisnis normal pada setiap lini
bisnisnya.
Manfaat BRI Life dan BRI Insurance atas kontrak reasuransi yang dimiliki diakui sebagai aset
reasuransi. Aset ini terdiri dari piutang yang bergantung pada klaim yang diperkirakan dan manfaat
yang timbul dalam kontrak reasuransi terkait. Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK No. 104, aset
reasuransi tidak saling hapus dengan liabilitas kontrak asuransi terkait.
Piutang reasuransi diestimasi secara konsisten dengan klaim yang disetujui terkait dengan kebijakan
reasuradur dan sesuai dengan kontrak reasuransi terkait.
BRI Life dan BRI Insurance mereasuransikan sebagian risiko atas ekspektasi pertanggungan yang
diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi yang dibayar
atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi sesuai
periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau
liabilitas atas transaksi reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas
yang dibukukan sehubungan dengan kontrak asuransi tersebut.
Aset reasuransi termasuk saldo yang diharapkan dibayarkan oleh perusahaan reasuransi untuk
ceded liabilitas manfaat polis masa depan, ceded estimasi liabilitas klaim, dan ceded premi yang
belum merupakan pendapatan. Jumlah manfaat yang ditanggung oleh reasuradur diperkirakan
secara konsisten sesuai dengan liabilitas yang terkait dengan polis reasuransi.
Aset reasuransi mengalami penurunan nilai jika ada bukti objektif, sebagai akibat dari suatu peristiwa
yang terjadi setelah pengakuan awal aset reasuransi, bahwa BRI Life dan BRI Insurance tidak dapat
menerima seluruh jumlah karena di bawah syarat-syarat kontrak, dan dampak pada jumlah yang
akan diterima dari reasuradur dapat diukur secara andal.
62
Page 66
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ad. Liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi (lanjutan)
Reasuransi (lanjutan)
Jika aset reasuransi mengalami penurunan nilai, BRI Life dan BRI Insurance mengurangi nilai tercatat
dan mengakui kerugian penurunan nilai tersebut dalam laba rugi tahun berjalan.
Aset atau liabilitas reasuransi dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktualnya hilang atau
berakhir, atau ketika kontrak dialihkan kepada pihak lain.
ae. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, bonus dan
imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan jangka pendek dihitung
sebesar jumlah yang tidak didiskontokan.
Program pensiun iuran pasti
Merupakan iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu gaji pekerja yang menjadi
peserta program pensiun iuran pasti BRI. Iuran dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa
telah diberikan oleh pekerja-pekerja tersebut dan pembayaran dikurangkan dari utang iuran. Iuran
terutang dihitung berdasarkan jumlah yang tidak didiskontokan.
Program imbalan pasti dan imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti penghargaan tanda jasa, cuti
besar, program kesehatan pasca kerja BPJS dan program manfaat lain manfaat dana tambahan
dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan oleh pekerja yang memenuhi
syarat. Imbalan kerja ditentukan berdasarkan peraturan BRI dan peraturan yang berlaku.
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya secara aktuaris ditentukan
berdasarkan metode Projected Unit Credit.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri atas:
(i) Keuntungan dan kerugian aktuarial.
(ii) Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset).
(iii) Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga
neto atas liabilitas (aset).
Pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain yang tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Untuk imbalan kerja jangka panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset)
imbalan pasti neto, dan pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode berjalan.
Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara ketika amandemen atau
kurtailmen program terjadi, dan ketika biaya restrukturisasi atau pesangon diakui, sehingga biaya
jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa
depan.
63
Page 67
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
af. Opsi saham
Biaya kompensasi saham pada tanggal penerbitan dihitung berdasarkan nilai wajar dari opsi saham
tersebut dan diakui dalam akun “Beban Tenaga Kerja dan Tunjangan” berdasarkan program hak
yang diakui pada tahun berjalan (cliff-vesting scheme) dengan metode garis lurus selama masa
tunggu (vesting period). Akumulasi dari biaya kompensasi saham diakui sebagai “opsi saham” dalam
bagian ekuitas. Nilai wajar dari opsi saham tersebut dinilai dengan menggunakan model penentuan
harga opsi Black-Scholes.
ag. Laba per lembar saham
Laba per lembar saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang diatribusikan
kepada Entitas Induk BRI dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor
penuh pada tahun yang bersangkutan.
Laba per lembar saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.
ah. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
BRI dan entitas anaknya menyelenggarakan catatan akuntansi dalam Rupiah. Transaksi yang
melibatkan mata uang asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan Desember 2023, semua aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00
WIB (Waktu Indonesia bagian Barat). Keuntungan atau kerugian yang timbul dibebankan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Nilai tukar yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai
berikut (nilai penuh):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
1 Dolar Amerika Serikat 15.855,00 15.397,00
1 Pound Sterling Inggris 20.004,26 19.626,56
1 Yen Jepang 104,70 108,88
1 Euro Eropa 17.124,99 17.038,32
1 Dolar Hong Kong 2.026,58 1.970,73
1 Riyal Arab Saudi 4.227,50 4.106,00
1 Dolar Singapura 11.752,28 11.676,34
1 Ringgit Malaysia 3.349,89 3.355,20
1 Dolar Australia 10.315,27 10.520,77
1 Renminbi 2.194,09 2.170,06
1 Baht Thailand 434,33 449,75
1 Franc Swiss 17.508,70 18.299,27
1 Dolar Kanada 11.663,24 11.629,59
1 Dolar Brunei Darussalam 11.752,28 11.581,05
1 Kroner Denmark 2.296,28 2.285,87
1 Won Korea Selatan 11,76 11,88
1 Dolar Selandia Baru 9.475,74 9.765,55
1 Kina Papua Nugini 4.143,72 4.131,03
1 Dirham Uni Emirat Arab 4.317,58 4.192,40
1 Kroner Swedia 1.487,37 1.541,54
1 Kroner Norwegia 1.466,16 1.509,55
1 Rupee India 190,15 185,18
1 Peso Filipina 281,52 277,98
1 Dolar Taiwan Baru 495,36 503,50
1 Dong Vietnam 0,64 0,64
64
Page 68
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ai. Penjabaran laporan keuangan Kantor Cabang dan Perwakilan di luar negeri
BRI memiliki 1 (satu) Entitas Anak di Hong Kong, 5 (lima) Kantor Cabang di New York, Cayman
Islands, Singapura, Timor-Leste dan Taipei serta 1 (satu) Kantor Perwakilan di luar negeri yang
berlokasi di Hong Kong yang merupakan entitas asing yang terpisah.
Untuk tujuan penggabungan laporan keuangan konsolidasian, seluruh akun entitas anak, kantor
cabang dan perwakilan di luar negeri dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs sebagai berikut:
a. Aset dan liabilitas serta komitmen dan kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
16.00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan.
b. Pendapatan, beban, laba dan rugi menggunakan kurs tengah rata-rata yang berlaku pada bulan
yang bersangkutan. Saldo akhir periode merupakan penjumlahan saldo bulanan pendapatan,
beban, laba dan rugi selama tahun yang bersangkutan.
c. Modal saham dan tambahan modal disetor menggunakan kurs historis.
d. Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB pada tanggal laporan
posisi keuangan, kecuali pos-pos laba rugi yang menggunakan kurs tengah rata-rata dan pos-
pos ekuitas yang menggunakan kurs historis.
Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan di kelompok ekuitas
sebagai “selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing”.
aj. Instrumen derivatif
Instrumen keuangan derivatif dinilai dan diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai
wajar. Setiap kontrak derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai
liabilitas apabila memiliki nilai wajar negatif.
Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi.
Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Nilai wajar instrumen derivatif ditentukan diskonto arus kas dan model penentu harga atau harga
yang diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa,
yang mengacu pada PSAK No. 113: ”Pengukuran Nilai Wajar” (Catatan 2c).
Derivatif melekat tidak lagi dipisahkan dari kontrak utama non-derivatif yang merupakan aset
keuangan/liabilitas keuangan, BRI dan entitas anak mengklasifikasikan aset/liabilitas keuangan
secara keseluruhan berdasarkan model bisnis dan jangka waktu kontraktualnya sebagaimana
diungkapkan dalam Catatan 2c.
ak. Perpajakan
Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara
pelaporan komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo
rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan
datang.
65
Page 69
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ak. Perpajakan (lanjutan)
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal posisi keuangan dan nilai tercatat
aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba
fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun
saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku
atau yang telah secara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer
selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan, Tangguhan” dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali
untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika BRI
dan entitas anak mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.
Untuk setiap entitas yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan akumulasi rugi
pajak, yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas, disajikan dalam jumlah neto untuk
masing-masing entitas tersebut.
Aset dan liabilitas atas pajak tangguhan dan pajak kini dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
al. Informasi segmen
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari BRI dan entitas anak yang terlibat baik dalam
menyediakan produk tertentu (segmen operasi), maupun dalam menyediakan produk dalam
lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen mencakup item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut. Item-item segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok
Usaha, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
BRI dan entitas anak menyajikan segmen usaha berdasarkan laporan internal konsolidasian yang
disajikan kepada pengambil keputusan operasional yaitu Direksi.
BRI telah mengidentifikasi dan mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis
utama (segmen operasi) yang terbagi atas kelompok mikro, ritel, korporasi, lainnya dan entitas anak,
serta berdasarkan segmen geografis.
Segmen geografis meliputi penyediaan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu
yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang
berada dalam lingkungan ekonomi lain. Segmen geografis BRI adalah berdasarkan wilayah
Indonesia, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, Timor-Leste dan Taipei.
66
Page 70
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
am. Pendapatan dan Beban Penjualan Emas
Pendapatan dari penjualan emas diakui pada saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi entitas anak
pada waktu tertentu, yaitu pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan.
Pendapatan bisnis emas juga diakui ketika suatu produk telah diserahkan kepada pelanggan atau
memenuhi skema “penjualan ketika pengiriman ditunda”. Pengakuan pendapatan tersebut
menerapkan PSAK No. 115, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”. Pendapatan disajikan
neto setelah dikurangi pajak pertambahan nilai, retur, potongan harga dan diskon. Beban diakui pada
saat terjadinya berdasarkan metode akrual.
an. Saham Treasuri
Instrumen ekuitas BRI yang diperoleh kembali (saham treasuri) diakui pada harga perolehan kembali
dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan,
penjualan kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas BRI. Selisih antara jumlah
tercatat dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor
pada ekuitas.
ao. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian BRI dan entitas anak mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi BRI
dan entitas anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian BRI dan entitas anak sebagai berikut:
Nilai wajar atas instrumen keuangan
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input
terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1 : Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2 : Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3 : Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Kontinjensi
Manajemen BRI dan entitas anak sedang terlibat dalam proses hukum. Perkiraan biaya kemungkinan
bagi penyelesaian klaim telah dikembangkan melalui konsultasi dengan bantuan konsultan hukum
BRI dan entitas anak didasarkan pada analisis hasil yang potensial. Manajemen BRI dan entitas anak
tidak berkeyakinan bahwa hasil dari hal ini akan mempengaruhi hasil usaha. Besar kemungkinan,
bagaimanapun, bahwa hasil operasi di masa depan dapat secara material terpengaruh oleh
perubahan dalam estimasi atau efektivitas dari strategi yang terkait dengan hal tersebut.
67
Page 71
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ao. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko untuk dapat menyebabkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya seperti yang diungkapkan di bawah ini. BRI dan entitas
anak mendasarkan asumsi dan estimasi yang digunakan pada parameter yang tersedia pada saat
laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar
atau situasi yang timbul di luar kendali BRI dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi yang digunakan pada saat terjadinya.
Cadangan kerugian penurunan nilai dari kredit yang diberikan, pinjaman syariah serta piutang
pembiayaan
Manajemen BRI dan entitas anak menelaah portofolio kredit yang diberikan, pinjaman syariah serta
piutang pembiayaan setiap tahun, untuk menilai penurunan nilai dengan memperbarui cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk selama periode yang diperlukan berdasarkan analisis
berkelanjutan dan pemantauan terhadap rekening individual oleh petugas terkait.
Dalam menentukan apakah penurunan nilai harus dibentuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, BRI dan entitas anak membuat penilaian, apakah terdapat data
yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang dapat diukur dalam
laporan perkiraan arus kas masa depan dari portofolio pinjaman sebelum penurunan tersebut dapat
diidentifikasi secara individual dalam portofolio tersebut.
Bukti seperti ini termasuk data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa terjadi perubahan
yang merugikan pada status pembayaran kelompok peminjam, atau kondisi ekonomi nasional atau
lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok. BRI dan entitas anak
menggunakan perkiraan dalam menentukan jumlah dan waktu dari arus kas masa depan ketika
menentukan tingkat cadangan kerugian yang diperlukan. Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi
mengenai sejumlah faktor dan hasil aktual yang dapat berbeda, yang mengakibatkan perubahan
terhadap jumlah cadangan kerugian di masa yang akan datang.
Penurunan nilai untuk efek-efek
Manajemen BRI menentukan bahwa efek-efek memiliki kriteria penurunan nilai yang sama dengan
aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi.
Penurunan nilai aset non-keuangan
BRI dan entitas anak mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat kejadian
atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset non -keuangan tidak
dapat dipulihkan kembali. Faktor-faktor penting yang dapat menyebabkan penelaahan penurunan
nilai adalah sebagai berikut:
a) Performa yang tidak tercapai secara signifikan terhadap ekspektasi historis atau proyeksi hasil
operasi di masa yang akan datang;
b) Perubahan yang signifikan dalam cara penggunaan aset atau strategi bisnis secara
keseluruhan; dan
c) Industri atau tren ekonomi yang secara signifikan bernilai negatif.
68
Page 72
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ao. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Manajemen BRI dan entitas anak mengakui kerugian penurunan nilai apabila nilai tercatat aset
melebihi nilai yang dapat dipulihkan. Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai
wajar dikurang biaya pelepasan dengan nilai pakai aset (atau unit penghasil kas). Jumlah terpulihkan
diestimasi untuk aset individual atau, jika tidak memungkinkan, untuk unit penghasil kas yang mana
aset tersebut merupakan bagian daripada unit tersebut.
Pengakuan aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh saldo rugi fiskal yang belum digunakan dalam hal terdapat
kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia untuk dikompensasi terhadap kerugian
yang dapat digunakan. Pertimbangan manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan
jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan saat dan jumlah penghasilan kena
pajak di masa mendatang seiring dengan strategi perencanaan pajak.
BRI dan entitas anak menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan
dan mengurangi jumlah tercatat dalam hal tidak adanya lagi kemungkinan bahwa penghasilan kena
pajak yang cukup akan tersedia untuk mengompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.
Nilai kini atas imbalan kerja
Biaya atas program pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya ditentukan dengan perhitungan
aktuaris. Perhitungan aktuaris melibatkan penggunaan asumsi mengenai tingkat diskonto, tingkat
pengembalian yang diharapkan dari aset, kenaikan gaji di masa depan, tingkat kematian dan tingkat
kecacatan. Dikarenakan program tersebut memiliki sifat jangka panjang, maka perkiraan tersebut
memiliki ketidakpastian yang signifikan.
Estimasi liabilitas klaim
Estimasi liabilitas klaim merupakan liabilitas yang disisihkan untuk memenuhi liabilitas klaim yang
terjadi dan yang masih dalam proses penyelesaian atas polis-polis asuransi yang masih berlaku
(policies in force). Pertimbangan manajemen BRI diperlukan untuk menentukan jumlah estimasi
liabilitas klaim yang dapat diakui.
Liabilitas manfaat polis masa depan
BRI mencatat liabilitas kontrak asuransi jangka panjang dengan metode nilai kini estimasi
pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk seluruh opsi yang disediakan ditambah
dengan nilai kini estimasi seluruh biaya yang akan dikeluarkan dan juga mempertimbangkan
penerimaan premi di masa depan. Asumsi utama yang mendasari metode tersebut adalah
pengalaman klaim masa lalu dan tingkat diskonto.
69
Page 73
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ap. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
BRI dan entitas anaknya telah menerapkan standar akuntansi yang berlaku efektif sejak tanggal
1 Januari 2024, yang dianggap relevan dengan laporan keuangan konsolidasian, yaitu:
a. Amandemen PSAK No. 201, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang
dengan Kovenan”. Amandemen ini diadopsi dari amandemen IAS No.1, “Presentation of
Financial Statements: Non-Current Liabilities with Covanants”. Amandemen ini mengatur bahwa
hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan
mempengaruhi klasifikasi liabilitas jangka pendek atau jangka panjang serta pengungkapannya.
b. Amandemen PSAK No. 116, “Sewa tentang Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik”.
Amandemen ini diadopsi dari amandemen IFRS No. 16, “Lease: Lease Liability in a Sale and
Leaseback”. Amandemen ini mengatur pengukuran selanjutnya untuk aset hak guna dan liabilitas
sewa dari transaksi jual dan sewa balik.
c. Amandemen PSAK No. 207, “Laporan Arus Kas” dan Amandemen PSAK No. 107, “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan tentang Pengaturan Pembiayaan Pemasok”. Amandemen ini
diadopsi dari amandemen IAS No. 7, “Statement of Cash Flows” dan IFRS No. 7, “Financial
Instruments: Disclosures - Supplier Finance Arrangements”. Amandemen ini menjelaskan
pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok.
d. Penyesuaian Tahunan 2024 atas PSAK No. 407, “Akuntansi Ijarah”. Penyesuaian ini
menyelaraskan dan menjaga konsistensi pengaturan untuk pengakuan pendapatan dan
penyajian ijarah atas jasa secara tidak langsung.
Penerapan PSAK di atas tidak berdampak material terhadap pelaporan keuangan dan
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
aq. Tanggung jawab sosial dan lingkungan
Berdasarkan PER-05/MBU/04/2021, istilah PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) tidak
digunakan lagi dan diganti menjadi TJSL (Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan). Alokasi dana tidak
dialokasikan dari saldo laba berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
akan tetapi diakui dan dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian tahun berjalan.
70
Page 74
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Rupiah 22.746.347 29.764.399
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 79.164.481 1.255.152 79.872.638 1.229.799
Dolar Singapura 29.493.479 346.613 15.547.692 181.540
Riyal Arab Saudi 54.937.538 232.248 45.839.472 188.217
Euro Eropa 5.661.103 96.946 3.620.283 61.684
Ringgit Malaysia 28.355.093 94.986 12.365.562 41.489
Dolar Australia 3.281.374 33.848 6.439.502 67.749
Dirham Uni Emirat Arab 5.834.785 25.192 2.817.265 11.811
Renminbi 10.029.090 22.005 2.797.142 6.070
Pound Sterling Inggris 926.970 18.543 603.196 11.839
Yen Jepang 127.505.794 13.349 83.669.794 9.110
Franc Swiss 487.450 8.535 581.040 10.633
Dolar Brunei Darussalam 704.213 8.276 455.095 5.270
Dolar Kanada 576.156 6.720 273.691 3.183
Dolar Hong kong 2.326.706 4.715 2.630.075 5.183
Dolar Selandia Baru 354.312 3.357 207.298 2.024
Dolar Taiwan Baru 6.040.098 2.992 1.725.199 869
Peso Filipina 9.195.710 2.589 4.522.830 1.257
Baht Thailand 1.684.230 732 1.864.080 838
Won Korea Selatan 60.646.387 713 27.524.387 327
Dong Vietnam 311.983 200 415.104.461 266
Rupee India 761.357 145 729.257 135
Kina Papua Nugini 23.877 99 22.277 92
2.177.955 1.839.385
Total 24.924.302 31.603.784
Saldo kas sudah termasuk uang pada mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) sebesar Rp4.524.862 dan
ASD925.229 pada tanggal 31 Maret 2024 serta Rp4.208.492 dan ASD905.640 (nilai penuh) pada tanggal
31 Desember 2023.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat saldo kas yang tidak dapat
digunakan dan yang dijaminkan oleh BRI dan entitas anak.
Kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh
tempo dalam waktu 1 (satu) tahun disajikan sebagai bagian dari Aset Lain-lain (Catatan 17).
4. GIRO PADA BANK INDONESIA
Giro pada Bank Indonesia terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Rupiah 76.097.085 93.630.203
Dolar Amerika Serikat 696.326.067 9.289.586 537.696.816 8.278.918
Total 85.386.671 101.909.121
71
Page 75
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM)
dari Bank Indonesia. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, GWM dihitung sesuai dengan
Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 24/4/PBI/2022 tanggal 25 Februari 2022 yang dijelaskan melalui
Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 12 Tahun 2023 tanggal 27 September 2023.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Bank Indonesia menetapkan dan
melaksanakan kebijakan makroprudensial melalui upaya mendorong intermediasi yang seimbang,
berkualitas, dan berkelanjutan, memitigasi dan mengelola risiko sistemik, serta meningkatkan inklusi
ekonomi, inklusi keuangan, dan keuangan berkelanjutan sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 11 tahun 2023 tanggal 18 September 2023 tentang Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial,
sebagaimana diatur lebih lanjut melalui PADG No. 11 Tahun 2023 tanggal 27 September 2023 tentang
Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pelaksanaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makropudensial (PADG
KLM).
Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung sesuai dengan PBI No. 24/16/PBI/2022
tanggal 31 Oktober 2022 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah PADG
No. 18 Tahun 2023 tanggal 29 November 2023.
Pemenuhan rasio-rasio tersebut di atas masing-masing ditentukan sebesar sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
GWM Primer 6,00% 6,05%
(i) GWM secara harian 0,00 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata*) 6,00 6,05%
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) 5,00 5,00%
Mata uang asing 4,00 4,00%
(i) GWM secara harian 2,00 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,00 2,00%
*) Bank melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu dan inklusif, sehingga Bank mendapatkan insentif pelonggaran atas kewajiban
pemenuhan GWM dalam rupiah pada Maret 2024 dan Desember 2023 sebesar 2,95% dan 2,95%.
72
Page 76
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan)
Berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018, penyebutan Loan to Funding Ratio (LFR)
berubah menjadi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), dan kewajiban pemenuhan Giro RIM mulai
berlaku pada tanggal 16 Juli 2018. Giro RIM adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank
dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK yang
dihitung berdasarkan selisih antara RIM yang dimiliki oleh Bank dan RIM Target. Giro RIM dikenakan jika
RIM Bank di bawah minimum RIM target Bank Indonesia (84%) atau di atas maksimum RIM target Bank
Indonesia (94%) dengan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank lebih kecil dari KPMM
Insentif Bank Indonesia yang sebesar 14%. Peraturan tersebut telah disempurnakan sebanyak 4 (empat)
kali dengan perubahan terakhir PBI No.24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022. PBI tersebut dijelaskan
melalui PADG No. 18 Tahun 2023 tanggal 29 November 2023.
Rasio GWM BRI (entitas induk) pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
GWM Primer*) 6,04% 8,05%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata*) 6,04% 8,05%
PLM (d/h GWM Sekunder) 14,42% 14,24%
Mata uang asing 4,04% 4,22%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,04% 2,22%
*) Setelah dikurangi insentif sesuai PADG No. 11 Tahun 2023.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, BRI telah memenuhi ketentuan Bank
Indonesia tentang rasio-rasio tersebut di atas.
5. GIRO PADA BANK LAIN
a) Berdasarkan Mata Uang:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah 355.492 269.629
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 1.256.727.138 20.550.258 1.080.512.301 16.636.648
Dolar Singapura 100.597.531 1.182.250 123.042.799 1.436.690
Yen Jepang 9.594.304.395 1.004.476 6.075.048.703 661.421
Euro Eropa 39.735.289 680.466 72.038.920 1.227.422
Renminbi 276.281.547 606.185 254.652.528 552.611
Pound Sterling Inggris 22.165.383 443.402 14.631.778 287.171
Dolar Selandia Baru 43.213.292 409.478 13.356.004 130.429
Dolar Hong Kong 154.053.455 312.202 158.345.706 312.057
Dolar Australia 26.000.977 268.207 23.562.642 247.897
Dolar Taiwan Baru 130.676.570 64.732 17.082.759 8.601
Franc Swiss 2.695.795 47.200 1.412.688 25.851
Dolar Kanada 3.975.411 46.366 3.057.119 35.553
73
Page 77
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
a) Berdasarkan Mata Uang (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Riyal Arab Saudi 8.550.734 36.148 3.102.100 12.737
Dirham Uni Emirat Arab 7.087.249 30.600 2.490.560 10.441
Ringgit Malaysia 4.267.774 14.297 5.199.682 17.446
Kroner Norwegia 3.586.517 5.258 3.498.713 5.281
Kroner Swedia 2.599.348 3.866 2.436.698 3.756
Baht Thailand 1.810.681 786 4.488.551 2.019
25.706.177 21.614.031
26.061.669 21.883.660
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah 648.258 414.931
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 18.808.660 38.117 628.351 9.675
Dolar Hong Kong 643.071 10.196 12.002.281 23.653
48.313 33.328
696.571 448.259
Total 26.758.240 22.331.919
Cadangan kerugian penurunan nilai (73.310) (9.984)
Total - Bersih 26.684.930 22.321.935
b) Berdasarkan Bank:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Standard Chartered Bank 122.638 91.007
PT Bank Central Asia Tbk 98.401 56.298
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 36.990 20.957
PT Bank DKI 16.237 24.892
PT CIMB Niaga Tbk 11.557 3.162
PT Bank Mega Tbk - Unit Usaha Syariah 11.098 522
PT BPD Jawa Timur Tbk 6.203 4.054
Lainnya 52.368 68.737
355.492 269.629
74
Page 78
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
b) Berdasarkan Bank (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing
J.P. Morgan Chase Bank, N.A. 16.900.469 10.505.921
Standard Chartered Bank 1.882.724 2.265.496
Bank of America 1.483.354 1.953.570
Citibank N.A. 751.308 2.238.494
MUFG Bank 631.768 269.431
Bank of China, Ltd 627.626 628.607
HSBC Holdings PLC 623.363 376.078
Sumitomo Mitsui Banking Corporation 372.724 391.992
OCBC Bank Singapore 323.114 579.359
Commonwealth Bank of Australia 216.273 154.849
Lainnya 1.893.453 2.250.234
25.706.177 21.614.031
26.061.669 21.883.660
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 303.042 113.847
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 174.060 124.538
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 114.181 118.928
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 56.973 57.615
PT Bank Hibank Indonesia
(dahulu PT Bank Mayora) 2 3
648.258 414.931
Mata uang asing
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 44.805 30.155
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.508 3.173
48.313 33.328
696.571 448.259
Total 26.758.240 22.331.919
Cadangan kerugian penurunan nilai (73.310) (9.984)
Bersih 26.684.930 22.321.935
c) Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua giro pada bank lain
diklasifikasikan “Lancar”.
75
Page 79
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
d) Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 0,01% 0,08%
Mata uang asing 4,78% 3,73%
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Nilai tercatat awal 22.331.919 - - 22.331.919
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 3.749.200 - - 3.749.200
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 550.800 - - 550.800
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 126.321 - - 126.321
Nilai tercatat akhir 26.758.240 - - 26.758.240
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Nilai tercatat awal 21.488.434 - - 21.488.434
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 710.407 - - 710.407
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 338.949 - - 338.949
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (205.871) - - (205.871 )
Nilai tercatat akhir 22.331.919 - - 22.331.919
76
Page 80
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 9.984 - - 9.984
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (5.384) - - (5.384)
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 68.609 - - 68.609
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 101 - - 101
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 73.310 - - 73.310
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 18.577 - - 18.577
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan (13.558) - - (13.558)
kerugian
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 5.016 - - 5.016
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (51) - - (51)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 9.984 - - 9.984
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat giro pada bank lain yang
dibatasi penggunaannya.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, giro pada bank lain dilakukan penilaian
secara kolektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
77
Page 81
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN
a) Berdasarkan Mata Uang dan Jenis:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Deposit Facility 8.440.000 30.440.561
8.440.000 30.440.561
Inter-bank call money
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 175.000 -
Standard Chartered Bank - 400.000
PT Bank DKI - 400.000
PT BPD Sumatera Utara - 250.000
PT Bank UOB Indonesia - 230.000
PT BPD Maluku dan Maluku Utara - 150.000
PT BPD Sumatera Selatan dan
Bangka Belitung - 150.000
PT BPD Sulawesi Tenggara - 150.000
PT BPD Sulawesi Tengah - 100.000
PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo - 100.000
PT BPD Yogyakarta - 100.000
175.000 2.030.000
Deposito Berjangka
PT BTPN Syariah Tbk. 106.500 56.500
PT Bank DKI 101.200 54.800
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk 44.000 19.500
PT Bank Woori Saudara
Indonesia 1906 Tbk 35.000 -
PT BPD Sumatera Utara 35.000 -
PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo 30.050 25.900
PT Bukopin Syariah 28.500 28.500
PT Bank Mega Tbk 26.300 -
PT Bank CIMB Niaga Tbk 26.150 -
PT Bank Mayapada Internasional Tbk 18.000 -
PT Allo Bank Indonesia Tbk 15.100 -
PT Bank Jago Tbk 15.000 -
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 14.000 16.000
PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk 13.000 -
PT Bank Muamalat Indonesia 11.050 22.050
PT Bank Jawa Barat dan Banten Syariah 11.000 11.000
PT BPD Sumatera Selatan dan
Bangka Belitung - 79.700
PT BPD Jambi - 54.800
PT Bank Permata Tbk - 40.000
Lembaga Keuangan Lainnya 124.428 167.270
654.278 576.020
9.269.278 33.046.581
78
Page 82
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
a) Berdasarkan Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat
Bank Indonesia
Term Deposit 1.200.000.000 19.026.000 1.200.000.000 18.476.400
19.026.000 18.476.400
Inter-bank call money
Federal Reserve Bank 348.940.347 5.532.449 246.470.482 3.794.906
The Bank of New York Mellon Corporation 78.400.000 1.243.032 43.100.000 663.611
The Hongkong and Shanghai Banking Co., Ltd 39.090.564 619.781 151.800.565 2.337.273
State Bank of India 25.000.000 396.375 10.000.000 153.970
Standard Chartered Bank 21.987.374 348.610 17.225.979 265.228
United Overseas Bank Limited 12.252.281 194.260 -
Bangkok Bank 4.500.000 71.348 10.000.000 153.970
BNP Paribas 632.093 10.022 -
Wells Fargo Bank, N.A - 59.500.000 916.122
First Commercial Bank Co., Ltd - 9.500.000 146.272
Lembaga Keuangan Lainnya 429.596 6.811 723.517 11.139
8.422.687 8.442.491
Deposito berjangka
U.S. Bankcorp 245.896 3.899 19.346.399 297.877
Lembaga Keuangan Lainnya 239.775 3.802 103.370 1.592
7.701 299.469
Penempatan lainnya
(Banker's Acceptance)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 90.000.000 1.426.950 14.000.000 215.558
PT Bank KEB Hana Indonesia 50.000.000 792.750 50.000.000 769.850
PT Bank Mega Tbk 30.000.000 475.650 30.000.000 461.910
PT Bank IBK Indonesia Tbk - 30.000.000 461.910
(Margin Deposit)
JP Morgan Chase Bank, N.A 1.699.477 26.945 1.000.000 15.397
2.722.295 1.924.625
30.178.683 29.142.985
Euro Eropa
Inter-bank call money
United Overseas Bank Limited 540.462 9.255 -
9.255 -
Dolar Taiwan Baru
Inter-bank call money
Sinopac Financial Holdings Co. Ltd 100.000.000 49.536 215.000.000 108.253
49.536 108.253
30.237.474 29.251.238
39.506.751 62.297.819
79
Page 83
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
a) Berdasarkan Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Inter-bank call money
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - 100.000
PT Bank Mandiri Taspen - 100.000
- 200.000
Deposito berjangka
PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk 1.039.030 589.084
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 206.081 331.028
Lembaga Keuangan Lainnya 6.234 13.550
1.251.345 933.662
1.251.345 1.133.662
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 95.000.000 1.506.225 110.000.000 1.693.670
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. - 5.000.000 76.985
1.506.225 1.770.655
Deposito Berjangka
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.499.811 23.780 1.501.851 23.124
23.780 23.124
1.530.005 1.793.779
2.781.350 2.927.441
Total 42.288.103 65.225.260
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.594) (1.860)
Bersih 42.286.509 65.223.400
80
Page 84
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
b) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu penempatan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 9.144.578 32.918.731
> 1 bulan - 3 bulan 56.200 73.600
> 3 bulan - 1 tahun 68.500 54.250
9.269.278 33.046.581
Mata uang asing
≤ 1 bulan 28.984.929 27.418.995
> 1 bulan - 3 bulan 1.252.545 1.062.393
> 3 bulan - 1 tahun - 769.850
30.237.474 29.251.238
39.506.753 62.297.819
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 1.235.855 998.612
> 1 bulan - 3 bulan - 106.500
> 3 bulan - 1 tahun 15.490 28.550
1.251.345 1.133.662
Mata uang asing
≤ 1 bulan 1.530.005 100.109
> 3 bulan - 1 tahun - 1.693.670
1.530.005 1.793.779
2.781.350 2.927.441
Total 42.288.103 65.225.260
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.594) (1.860)
Bersih 42.286.509 65.223.400
c) Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain diklasifikasikan “Lancar”.
81
Page 85
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
d) Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia 5,25% 5,25%
Penempatan pada Lembaga Keuangan Lain 6,45% 6,17%
Mata Uang Asing
Penempatan pada Bank Indonesia 5,40% 5,34%
Penempatan pada Lembaga Keuangan Lain 4,64% 5,48%
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Nilai tercatat awal 65.225.260 - - 65.225.260
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 42.241.687 - - 42.241.687
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (65.202.052) - - (65.202.052)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 23.208 - - 23.208
Nilai tercatat akhir 42.288.103 - - 42.288.103
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Nilai tercatat awal 70.401.901 - - 70.401.901
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 63.493.567 - - 63.493.567
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (68.654.629) - - (68.654.629 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (15.579) - - (15.579 )
Nilai tercatat akhir 65.225.260 - - 65.225.260
82
Page 86
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.860 - - 1.860
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 1.261 - - 1.260
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.693) - - (1.692)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 166 - - 167
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 1.594 - - 1.594
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.981 - - 1.981
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 994 - - 994
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.117) - - (1.117 )
Penghapusbukuan
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2 - - 2
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 1.860 - - 1.860
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
83
Page 87
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lainnya dilakukan penilaian secara kolektif.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat jumlah dana yang diblokir.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain yang dibatasi penggunaannya.
7. EFEK-EFEK
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Sertifikat Bank Indonesia 7.190.856 1.240.835
Reksadana 1.499.194 820.109
Obligasi 189.444 372.724
Obligasi Subordinasi 15.840 15.783
Lainnya 1.373.995 1.312.688
10.269.329 3.762.139
Dolar Amerika Serikat
U.S. Treasury Bonds 180.225.173 2.857.470 135.349.949 2.083.983
Reksadana 585.346 9.281 591.432 9.106
Sertifikat Bank Indonesia - 14.891.839 229.290
Lainnya 953.642 15.120 982.009 15.120
2.881.871 2.337.499
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Pemerintah Indonesia 8.290.735 8.733.403
Reksadana 5.592.918 5.135.418
Obligasi 227.388 159.351
Lainnya 1.074.408 1.311.929
15.185.449 15.340.101
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 131.832.017 2.090.197 51.052.819 786.060
Obligasi 11.762.206 186.490 10.870.450 167.372
2.276.687 953.432
30.613.336 22.393.171
84
Page 88
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Sertifikat Bank Indonesia 46.065.653 30.260.840
Reksadana 8.225.914 8.481.689
Obligasi 2.885.425 2.874.965
Lainnya 12.640 38.810
57.189.632 41.656.304
Dolar Amerika Serikat
U.S. Treasury Bonds 148.075.290 2.347.734 143.115.132 2.203.544
Reksadana 50.410.000 799.251 50.670.000 780.166
Obligasi 54.871.404 869.986 46.767.998 720.087
Sertifikat Bank Indonesia 894.010.950 14.174.544 9.983.699 153.719
U.S. Treasury Bills 49.846.632 790.318 2.989.945 46.036
18.981.833 3.903.552
Dolar Singapura
Monetary Authority of Singapore
(MAS) Bills 134.840.038 1.584.678 132.290.443 1.544.668
Singapore Government
Securities (SIGB) 48.769.253 573.150 48.952.967 571.591
Obligasi 961.811 11.303 979.338 11.435
2.169.131 2.127.694
Dolar Taiwan Baru
Obligasi Pemerintah Taiwan 201.378.000 99.755 252.349.250 127.058
Negotiable Certificate of Deposit 200.000.000 99.072 100.000.000 50.350
198.827 177.408
85
Page 89
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Pemerintah Indonesia 65.779.543 61.213.197
Obligasi 6.440.628 6.472.903
Reksadana 4.249.194 4.699.264
Medium-Term Note 216.308 216.023
Negotiable Certificate of Deposit 86.802 85.250
Lainnya 27.513 69.700
76.799.988 72.756.337
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 2.300.439.110 36.473.462 2.492.886.098 38.382.967
Obligasi 258.839.014 4.103.893 248.000.904 3.818.470
40.577.355 42.201.437
Yen Jepang
Obligasi Pemerintah Indonesia 2.383.555.147 249.546 2.383.695.877 259.537
249.546 259.537
Euro Eropa
Obligasi Pemerintah Indonesia 15.064.630 257.982 15.077.525 256.896
257.982 256.896
196.424.294 163.339.165
86
Page 90
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi 25.122 25.130
25.122 25.130
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 9.000.000 142.695 9.000.000 138.573
Obligasi 2.997.599 47.527 2.996.946 46.144
Lainnya 1.423.446.823 22.568.750 1.290.438.254 19.868.876
22.758.972 20.053.593
Dolar Singapura
Obligasi 9.491.641 111.548 9.508.394 111.023
111.548 111.023
Pound Sterling Inggris
Lainnya 20.205.791 404.202 20.211.422 396.681
404.202 396.681
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Pemerintah Indonesia 92.791.257 94.665.750
Obligasi 296.238 531.824
Medium-Term Note 11.000 11.000
93.098.495 95.208.574
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 1.632.555.112 25.884.161 1.820.018.749 28.022.829
Obligasi 19.752.948 313.183 19.743.499 303.991
Lainnya 23.000.000 364.665 40.670.455 626.203
26.562.009 28.953.023
Euro Eropa
Obligasi Pemerintah Indonesia 35.788.834 612.883 35.857.084 610.944
612.883 610.944
143.573.231 145.358.968
Total 370.610.861 331.091.304
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (63.317) (81.510)
Bersih 370.547.544 331.009.794
87
Page 91
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
b) Berdasarkan Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua efek-efek diklasifikasikan
“Lancar”.
c) Berdasarkan Sisa Umur Hingga Jatuh Tempo:
Klasifikasi jangka waktu efek-efek berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 67.458.963 45.418.442
> 3 bulan - 1 tahun 20.000 10.000
> 1 tahun 5.120 15.131
67.484.083 45.443.573
Mata uang asing
≤ 1 bulan 28.914.374 14.690.430
> 1 bulan - 3 bulan 4.104.135 6.122.743
> 3 bulan - 1 tahun 14.233.668 8.044.730
> 1 tahun 254.207 249.547
47.506.384 29.107.450
144.990.467 74.551.023
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 92.055.541 88.096.438
> 1 bulan - 3 bulan 2.947.840 2.500.656
> 3 bulan - 1 tahun 4.466.794 7.187.961
> 1 tahun 85.613.757 85.519.957
185.083.932 183.305.012
Mata uang asing
≤ 1 bulan 43.361.569 46.360.125
> 1 bulan - 3 bulan 428.531 375.606
> 3 bulan - 1 tahun 3.661.304 2.928.198
> 1 tahun 23.085.058 23.571.340
70.536.462 73.235.269
255.620.394 256.540.281
Total 370.610.861 331.091.304
Dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai (63.317) (81.510)
Bersih 370.547.544 331.009.794
88
Page 92
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit:
d.1. Obligasi Pemerintah
Obligasi Pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara dalam rangka
pengelolaan portofolio surat utang negara tersebut, seperti Surat Utang Negara (SUN), Surat
Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Pemerintah valuta asing yang diperoleh melalui pasar
perdana dan juga pasar sekunder, termasuk U.S. Treasury Bonds, U.S. Treasury Bills, Singapore
Government Securities dan Obligasi Pemerintah Taiwan. Rincian Obligasi Pemerintah adalah
sebagai berikut:
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui laba rugi
Rupiah
Surat Perbendaharaan Negara 3.659.896 4.328.423
Obligasi Pemerintah Fixed Rate 3.521.836 3.103.592
Obligasi Pemerintah Sukuk 941.307 1.196.634
Obligasi Republik Indonesia 109.484 104.754
Surat Perbendaharaan Negara Syariah 58.212 -
8.290.735 8.733.403
Mata uang asing
U.S. Treasury Bonds 2.857.470 2.083.983
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat 1.496.466 417.469
Obligasi Pemerintah Sukuk 593.731 368.591
4.947.667 2.870.043
13.238.402 11.603.446
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Rupiah
Obligasi Pemerintah Fixed Rate 48.284.138 45.488.821
Obligasi Pemerintah Sukuk 16.265.473 14.902.982
Obligasi Republik Indonesia 824.647 821.394
Surat Perbendaharaan Negara 405.285 -
65.779.543 61.213.197
89
Page 93
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.1. Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Obligasi Pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara dalam rangka
pengelolaan portofolio surat utang negara tersebut, seperti Surat Utang Negara (SUN), Surat
Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Pemerintah valuta asing yang diperoleh melalui pasar
perdana dan juga pasar sekunder, termasuk U.S. Treasury Bonds, U.S. Treasury Bills, Singapore
Government Securities dan Obligasi Pemerintah Taiwan. Rincian Obligasi Pemerintah adalah
sebagai berikut (lanjutan):
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(lanjutan)
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat 17.411.648 20.348.541
Obligasi Pemerintah Sukuk 19.061.814 18.034.426
U.S. Treasury Bonds 2.347.734 2.203.544
Singapore Government Securities (SIGB) 573.150 571.591
Obligasi Pemerintah Yen Jepang 249.546 259.537
Obligasi Pemerintah Euro Eropa 257.982 256.896
Obligasi Pemerintah Taiwan 99.755 127.058
U.S. Treasury Bills 790.318 46.036
40.791.947 41.847.629
106.571.490 103.060.826
Biaya perolehan diamortisasi
Rupiah
Obligasi Pemerintah Fixed Rate 79.413.468 81.493.975
Obligasi Pemerintah Sukuk 13.377.789 13.151.748
Obligasi Republik Indonesia - 20.027
92.791.257 94.665.750
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat 13.363.478 15.677.291
Obligasi Pemerintah Sukuk 12.663.378 12.345.538
Obligasi Pemerintah Euro Eropa 612.883 610.944
U.S. Treasury Bonds - 138.573
26.639.739 28.772.346
119.430.996 123.438.096
Total 239.240.888 238.102.368
90
Page 94
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.1. Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat Tanggal
Suku Bunga Suku Bunga
per Tahun Tanggal per Tahun Tanggal
(%) Jatuh Tempo (%) Jatuh Tempo
Rupiah
Surat Perbendaharaan Negara Beragam Beragam Beragam Beragam
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
FR0077 8,13 15 Mei 2024 8,13 15 Mei 2024
FR0078 8,25 15 Mei 2029 8,25 15 Mei 2029
FR0081 6,50 15 Jun 2025 6,50 15 Jun 2025
FR0082 7,00 15 Sep 2030 7,00 15 Sep 2030
FR0084 7,25 15 Feb 2026 7,25 15 Feb 2026
FR0085 7,75 15 Apr 2031 7,75 15 Apr 2031
FR0086 5,50 15 Apr 2026 5,50 15 Apr 2026
FR0087 6,50 15 Feb 2031 6,50 15 Feb 2031
FR0090 5,13 15 Apr 2027 5,13 15 Apr 2027
FR0091 6,38 15 Apr 2032 6,38 15 Apr 2032
Obligasi Pemerintah Sukuk
PBS003 6,00 15 Jan 2027 6,00 15 Jan 2027
PBS004 6,10 15 Feb 2037 6,10 15 Feb 2037
PBS017 6,13 15 Okt 2025 6,13 15 Okt 2025
PBS026 6,63 15 Okt 2024 6,63 15 Okt 2024
PBS029 6,38 15 Mar 2034 6,38 15 Mar 2034
PBS030 5,88 15 Jul 2028 5,88 15 Jul 2028
PBS031 4,00 15 Jul 2024 4,00 15 Jul 2024
PBS032 4,88 15 Jul 2026 4,88 15 Jul 2026
PBS036 5,38 15 Agu 2025 5,38 15 Agu 2025
SR017 5,90 10 Sep 2025 5,90 10 Sep 2025
Obligasi Republik Indonesia
ORI020 4,95 15 Okt 2024 4,95 15 Okt 2024
ORI021 4,90 15 Feb 2025 4,90 15 Feb 2025
ORI022 5,95 15 Okt 2025 5,95 15 Okt 2025
ORI023 5,90 15 Jul 2026 5,90 15 Jul 2026
ORI024 6.35 15 Okt 2029 6.35 15 Okt 2029
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Sukuk
INDOIS 24 4,35 10 Sep 2024 4,35 10 Sep 2024
INDOIS 24A 3,90 20 Ags 2024 3,90 20 Ags 2024
INDOIS 25 4,33 28 Mei 2025 4,33 28 Mei 2025
INDOIS 25A 2,30 23 Jun 2025 2,30 23 Jun 2025
INDOIS 26 4,55 29 Mar 2026 4,55 29 Mar 2026
INDOIS 27 4,15 29 Mar 2027 4,15 29 Mar 2027
INDOIS 28 4,40 1 Mar 2028 4,40 1 Mar 2028
INDOIS 29 4,45 20 Feb 2029 4,45 20 Feb 2029
INDOIS 30 2,80 23 Jun 2030 2,80 23 Jun 2030
91
Page 95
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.1. Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat Tanggal
Suku Bunga Suku Bunga
per Tahun Tanggal per Tahun Tanggal
(%) Jatuh Tempo (%) Jatuh Tempo
Mata uang asing (lanjutan)
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat
RI0126 4,75 8 Jan 2026 4,75 8 Jan 2026
RI0731 2,15 28 Juli 2031 2,15 28 Juli 2031
RI0125 4,13 15 Jan 2025 4,13 15 Jan 2025
RI0727 3,85 18 Jul 2027 3,85 18 Jul 2027
RI0128 3,50 11 Jan 2028 3,50 11 Jan 2028
RI0929 3,40 18 Sep 2029 3,40 18 Sep 2029
RI0127 4,35 8 Jan 2027 4,35 8 Jan 2027
RI0229 4,75 11 Feb 2029 4,75 11 Feb 2029
RI0428 4,10 24 Apr 2028 4,10 24 Apr 2028
Obligasi Pemerintah Euro Eropa
RIEUR0725 3,38 30 Jul 2025 3,38 30 Jul 2025
RIEUR0227 0,90 14 Feb 2027 0,90 14 Feb 2027
RIEUR0729 1,00 28 Jul 2029 1,00 28 Jul 2029
RIEUR0334 1,35 23 Mar 2034 1,35 23 Mar 2034
Obligasi Pemerintah Yen Jepang
RIJPY0524 0,33 27 Mei 2024 0,33 27 Mei 2024
RIJPY0624 0,26 7 Jun 2024 0,26 7 Jun 2024
RIJPY0526 0,57 27 Mei 2026 0,57 27 Mei 2026
Obligasi Pemerintah Taiwan
A11106 1,00 23 Jun 2027 1,00 23 Jun 2027
A95107 2,13 10 Nov 2026 2,13 10 Nov 2026
U.S. Treasury Bonds Beragam Beragam Beragam Beragam
U.S. Treasury Bills Beragam Beragam Beragam Beragam
Singapore Government Securities
SIGB 0625 2,38 1 Jun 2025 2,38 1 Jun 2025
SIGB 1125 0,50 1 Nov 2025 0,50 1 Nov 2025
SIGB 0626 2,13 1 Jun 2026 2,13 1 Jun 2026
SIGB 0528 2,36 1 Mei 2028 2,36 1 Mei 2028
Nilai pasar Obligasi Pemerintah yang diklasifikasikan sebagai “Nilai Wajar melalui Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain” berkisar dari 96,35% sampai dengan 127,98% dan 95,89% sampai
dengan 133,01% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
92
Page 96
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Astra Sedaya Finance 49.458 49.950
PT Merdeka Copper Gold Tbk 41.467 92.548
PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry 30.009 -
PT Federal International Finance 25.145 25.148
PT Medco Power Indonesia 13.573 13.490
PT Indosat Tbk 10.543 10.564
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 10.142 10.051
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 9.107 52.820
PT Bumi Serpong Damai Tbk - 50.171
PT Oki Pulp & Paper - 53.803
PT Indonesia Infrastructure Finance - 14.179
189.444 372.724
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 96.120 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 58.422 89.095
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 30.008 30.086
PT Waskita Beton Precast Tbk 26.634 15.900
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 9.195 9.259
PT Timah (Persero) Tbk 5.018 5.011
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.991 -
PT Mandiri Tunas Finance - 10.000
227.388 159.351
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 186.490 167.372
186.490 167.372
603.322 699.447
93
Page 97
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Astra Sedaya Finance 781.253 779.564
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 565.670 617.968
PT Federal International Finance 386.988 375.964
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 289.003 298.707
PT Maybank Indonesia Finance 264.083 191.657
PT Indosat Tbk 167.019 180.964
PT Bank CIMB Niaga Tbk 95.746 109.884
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 95.351 95.047
PT Bank BTPN Tbk 68.483 68.507
PT Bank Maybank Indonesia 51.859 51.735
Lainnya 119.970 104.968
2.885.425 2.874.965
Dolar Amerika Serikat
PT Indonesia Infrastructure Finance 181.027 174.963
PT Freeport Indonesia 174.755 30.375
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 150.136 145.600
Toronto-Dominion Bank, N.A 121.767 117.739
CIMB Bank Berhad 57.635 56.344
US Bank 46.539 44.926
Bank of America 9.266 8.825
Citigroup. Inc. 2.651 7.815
The Royal Bank of Canada 3.261 5.875
JP Morgan Chase Bank. N.A 6.129 5.796
Lainnya 116.820 121.829
869.986 720.087
Dolar Singapura
House and Development Board Singapore 11.303 11.435
11.303 11.435
94
Page 98
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 1.556.184 1.530.173
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 1.088.501 1.082.390
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 549.393 549.390
PT Pupuk Indonesia (Persero) 480.793 604.488
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 476.100 599.069
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 411.921 412.848
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 361.810 362.450
PT Mandiri Tunas Finance 353.029 334.683
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 187.749 194.477
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 185.716 185.013
Lainnya 789.432 617.922
6.440.628 6.472.903
Dolar Amerika Serikat
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 1.262.772 1.048.442
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 740.866 718.227
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 693.108 685.304
PT Pertamina (Persero) 530.558 518.981
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 427.960 414.489
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 204.440 197.534
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 190.004 182.835
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) 39.539 38.204
PT Hutama Karya (Persero) 14.646 14.454
4.103.893 3.818.470
14.311.235 13.897.860
95
Page 99
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indosat Tbk 15.122 15.130
PT Bank CIMB Niaga Tbk 10.000 10.000
25.122 25.130
Dolar Amerika Serikat
United Overseas Bank 47.527 46.144
47.527 46.144
Dolar Singapura
House and Development Board Singapore 111.548 111.023
111.548 111.023
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 79.184 79.287
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 75.000 75.000
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 41.521 276.891
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 35.000 35.000
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 30.000 30.000
PT Bank Mandiri Taspen 17.241 17.331
PT Industri Kereta Api (Persero) 10.000 10.000
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 5.159 5.160
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 3.133 3.155
296.238 531.824
Dolar Amerika Serikat
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 181.364 176.091
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 63.866 61.972
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 43.156 41.813
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) 24.797 24.115
313.183 303.991
793.618 1.018.112
Total 15.708.175 15.615.419
96
Page 100
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut:
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
PT Astra Sedaya Finance
Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2019
Seri C 7,95 23 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021
Seri B 6,35 15 April 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2021
Seri B 5,30 22 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap IV Tahun 2022
Seri B 5,70 22 Maret 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2022
Seri B 6,35 26 Agustus 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2023
Seri B 6,00 6 Juli 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023
Seri B 6,40 26 Oktober 2026 idAAA idAAA
PT Adira Dinamika Multifinance Tbk
Berkelanjutan IV Tahap V Tahun 2019
Seri C 9,15 16 April 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap VI Tahun 2019
Seri C 8,10 4 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021
Seri B 5,50 23 Juli 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2022
Seri B 5,60 22 Maret 2025 idAAA idAAA
Seri C 6,25 22 Maret 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023
Seri B 6,50 9 November 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2023
Seri C 6,25 7 Juli 2028 idAAA idAAA
PT Federal International Finance
Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2021
Seri B 6,25 8 Juni 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021
Seri B 5,30 27 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2023
Seri B 6,80 24 Februari 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2023
Seri B 6,00 11 Juli 2026 idAAA idAAA
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2021
Seri B 8,50 15 April 2026 idAA- idAA-
Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2022
Seri A 7,20 8 Maret 2027 idAA- idAA-
Seri B 8,10 8 Maret 2029 idAA- idAA-
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022
Seri A 8,00 9 Agustus 2027 idAA- idAA-
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023
Seri A 8,40 28 Februari 2028 idAA- idAAA-
Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2023
Seri A 7,00 27 September 2026 idAA- idAAA-
Seri B 7,50 27 September 2028 idAA- idAAA-
Seri C 8,00 27 September 2030 idAA- idAAA-
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
97
Page 101
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Indosat Tbk
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III
Tahun 2015 Seri B 11,20 8 Desember 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015
Seri D 11,20 8 Desember 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017
Seri E 9,25 31 Mei 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017
Seri E 8,65 9 November 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2018
Seri E 8,70 3 Mei 2028 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2019
Seri D 10,00 23 Juli 2029 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022
Seri A 7,00 26 Oktober 2025 idAAA idAAA
Seri B 7,70 26 Oktober 2027 idAAA idAA
PT Maybank Indonesia Finance
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 6,30 23 Juni 2024 AAA(idn) AAA(idn)
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 5,80 30 Maret 2025 AAA(idn) AAA(idn)
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022
Seri C 10,00 5 Agustus 2027 idA+ idA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2022
Seri B 8,75 24 Februari 2025 idA+ idA+
Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2023
Seri B 10,25 21 November 2026 idA+ -
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022
Seri B 10,50 16 Desember 2025 idA+ -
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023
Seri B 10,25 11 Juli 2026 idA+ idA+
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023
Seri B 10,25 25 Agustus 2026 idA+ idA+
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III
Tahun 2022 Seri B 8,75 24 Februari 2025 idA+(sy) idA+(sy)
PT Merdeka Copper Gold Tbk
Berkelanjutan IV Tahap I tahun 2022 10,30 13 Desember 2025 idA+ idA+
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II
Tahun 2019 Seri C 8,25 21 Agustus 2024 idAAA(sy) idAAA(sy)
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2019
Seri C 7,80 19 Desember 2024 idAAA idAAA
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III
Tahun 2020 Seri C 7,25 27 Maret 2025 idAAA idAAA
PT Bank BTPN Tbk
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2019
Seri B 7,75 26 November 2024 idAAA idAAA
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
98
Page 102
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat
PT Indonesia Infrastructure Finance
Tahun 2026 1,50 27 Januari 2026 BBB***) BBB***)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Tahun 2031 3,40 9 Juni 2031 BBB-***) BBB-***)
Toronto-Dominion Bank, N.A.
Tahun 2024 1,25 13 Desember 2024 A1**) A1**)
Tahun 2027 2,80 10 Maret 2027 A**) A**)
CIMB Bank Berhad
Tahun 2027 2,13 20 Juli 2027 A3**) A3**)
United Overseas Bank
Tahun 2025 3,06 7 April 2025 AA- AA-
Bank of America
Tahun 2026 1,32 19 Juni 2026 A1**) A1**)
Tahun 2026 3,50 19 April 2026 A1**) A1**)
Tahun 2031 2,50 13 Februari 2031 A1**) A1**)
Tahun 2031 1,92 24 Oktober 2031 A1**) A1**)
Citigroup, Inc.
Tahun 2028 3,52 27 Oktober 2028 A3**) A3**)
Tahun 2031 2,67 29 Januari 2031 A3**) A3**)
The Royal Bank of Canada
Tahun 2025 1,15 10 Juni 2025 A1**) A1**)
Tahun 2026 4,65 27 Januari 2026 A3**) A3**)
JP Morgan Chase Bank, N.A
Tahun 2026 2,01 13 Maret 2026 A1**) A1**)
Tahun 2029 4,45 5 Desember 2029 A1**) A1**)
The Bank of Nova Scotia
Tahun 2025 1,30 11 Juni 2025 A2**) A2**)
Tahun 2025 4,50 16 Desember 2025 Baa1**) Baa1**)
Dolar Singapura
Housing and Development Board Singapore
Tahun 2025 2,63 17 September 2025 AAA***) AAA***)
Tahun 2028 2,32 24 Januari 2028 AAA***) AAA***)
Tahun 2028 1,54 12 Oktober 2028 AAA***) AAA***)
Tahun 2029 1,97 25 Januari 2029 AAA***) AAA***)
Tahun 2029 3,95 29 Januari 2029 AAA***) AAA***)
Tahun 2029 3,44 13 September 2029 AAA***) AAA***)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2019
Seri B 8,10 28 Agustus 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2020
Seri B 7,50 18 Februari 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap IV Tahun 2020
Seri B 8,10 14 Juli 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap V tahun 2021
Seri B 6,40 8 Juli 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VII Tahap I tahun 2023
Seri B 5,95 12 Juli 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VII Tahap IV tahun 2024
Seri A 6,40 7 April 2025 idAAA -
Seri B ` 6,55 27 Maret 2027 idAAA -
Berkelanjutan VII Tahap II tahun 2023
Seri C 6,75 20 Oktober 2028 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2021 6,00 17 November 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2022 6,95 21 September 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 6,85 22 Februari 2028 idAAA idAAA
Wawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2024 6,75 27 Maret 2029 idAAA -
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
**) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Moody’s
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
99
Page 103
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (lanjutan)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II
Tahap I Tahun 2021 5,60 8 Juli 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap IV Tahun 2023 6,90 22 Desember 2028 idAAA idAAA
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016
Seri C 8,65 18 November 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019
Seri D 8,50 28 Agustus 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2019
Seri C 7,95 30 Oktober 2024 idAAA idAAA
Seri D 8,30 30 Oktober 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2019
Seri B 8,10 28 Agustus 2024 idAAA idAAA
Sukuk Mudharabah I Tahap II Tahun 2019
Seri D 8,55 28 Agustus 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2020
Seri B 6,70 11 Desember 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 6,98 8 November 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022
Seri B 5,75 5 Agustus 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2023
Seri B 6,70 17 Mei 2026 idAAA idAAA
Seri C 6,80 17 Mei 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2023
Seri B 6,70 14 Desember 2026 idAAA idAAA
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017
Seri C 8,50 11 Juli 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017
Seri D 8,70 3 November 2032 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2018
Seri C 7,25 22 Februari 2028 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018
Seri B 9,00 10 Oktober 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2019
Seri D 9,60 19 Februari 2029 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019
Seri A 8,00 1 Agustus 2024 idAAA idAAA
Seri B 8,50 1 Agustus 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2019
Seri A 7,90 1 Oktober 2024 idAAA idAAA
Seri B 8,40 1 Oktober 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap VI Tahun 2020
Seri A 7,20 18 Februari 2025 idAAA idAAA
Seri B 7,70 18 Februari 2027 idAAA idAAA
Seri C 8,00 18 Februari 2030 idAAA idAAA
Seri D 8,70 18 Februari 2035 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap VII Tahun 2020
Seri D 9,10 6 Mei 2030 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020
Seri A 6,70 8 September 2025 idAAA -
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I
Tahun 2017 Seri B 8,50 11 Juli 2027 idAAA idAAA
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
100
Page 104
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
(lanjutan)
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II
Tahun 2017 Seri C 8,70 3 November 2032 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap III
Tahun 2018 Seri B 7,25 22 Februari 2028 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap II
Tahun 2018 Seri B 9,00 10 Oktober 2025 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap V
Tahun 2019 Seri A 7,90 1 Oktober 2024 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap IV
Tahun 2019 Seri B 8,50 1 Agustus 2026 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap VI
Tahun 2020 Seri C 8,75 18 Februari 2035 idAAA idAAA
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016
Seri C 8,65 30 September 2026 idBBB- idBBB-
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017
Seri B 8,50 15 Juni 2024 idBBB- idBBB-
Seri C 8,65 15 Juni 2027 idBBB- idBBB-
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020
Seri A 7,75 12 Mei 2025 idBBB- idBBB-
Seri B 8,30 12 Mei 2027 idBBB- idBBB-
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023
Seri A 5,80 4 Juli 2026 idBBB- idBBB-
Seri B 6,10 4 Juli 2028 idBBB- idBBB-
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2017
Seri B 8,60 12 Juli 2024 AAA***) AAA***)
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020
Seri B 7,70 3 September 2025 AAA(idn) AAA(idn)
Seri C 8,30 3 September 2027 AAA(idn) AAA(idn)
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021
Seri B 6,20 10 Maret 2026 AAA(idn) AAA(idn)
Seri C 7,20 10 Maret 2028 AAA(idn) AAA(idn)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015
Seri D 10,50 8 Juli 2025 idAA+ idAA+
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017
Seri C 8,70 13 Juli 2024 idAA+ idAA+
Seri D 8,90 13 Juli 2027 idAA+ idAA+
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2019
Seri C 9,00 28 Juni 2024 idAA+ idAA+
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2022
Seri A 5,50 24 Mei 2025 idAA+ idAA+
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Berkelanjutan II Tahun 2017
Seri B 8,25 21 November 2024 idAAA+ idAA+
Berkelanjutan II Tahun 2019
Seri A 7,75 13 Desember 2024 idAAA+ idAA+
Seri B 8,20 13 Desember 2026 idAAA+ idAA+
Berkelanjutan I Tahun 2022
Seri A 7,10 5 Agustus 2027 idAA+ idAA+
Seri B 8,00 5 Agustus 2029 idAA+ idAA+
PT Mandiri Tunas Finance
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2019
Seri B 9,50 26 Juli 2024 idAAA+ idAAA+
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2022
Seri A 5,90 23 Februari 2025 idAAA+ idAAA+
Seri B 6,75 23 Februari 2027 idAAA+ idAAA+
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
101
Page 105
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Mandiri Tunas Finance (lanjutan)
Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023
Seri A 6,50 27 September 2026 idAAA+ idAAA+
Seri B 6,75 27 September 2028 idAAA+ idAAA+
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
(Indonesia Eximbank)
Berkelanjutan IV Tahap V Tahun 2019
Seri C 8,70 9 Juli 2024 idAAA idAAA
Seri D 9,20 9 Juli 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2017
Seri C 8,25 15 Agustus 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap VI Tahun 2018
Seri C 6,90 14 Februari 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2018
Seri C 8,30 6 Juni 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap VII Tahun 2019
Seri D 8,50 29 Oktober 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap VIII Tahun 2019
Seri C 8,20 6 Desember 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2019
Seri E 9,50 23 April 2029 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap VII Tahun 2019
Seri E 8,75 29 Oktober 2029 idAAA idAAA
PT Bank Mandiri Taspen
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019
Seri B 8,20 26 November 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021
Seri A 6,50 28 April 2024 idAAA idAAA
Seri B 7,25 28 April 2026 idAAA idAAA
Mata uang asing
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
Tahun 2025 4,75 15 Mei 2025 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2028 3,02 15 November 2028 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2030 5,45 15 Mei 2030 BBB-***) BBB-***)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tahun 2024 3,75 11 April 2024 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2025 4,75 13 Mei 2025 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2026 2,00 19 April 2026 BBB-***) BBB-***)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Tahun 2027 4,13 15 Mei 2027 BBB***) BBB***)
Tahun 2028 5,45 21 Mei 2028 BBB***) BBB***)
Tahun 2029 5,38 25 Januari 2029 BBB***) BBB***)
Tahun 2030 3,38 5 Februari 2030 BBB***) BBB***)
PT Pertamina (Persero)
Tahun 2029 3,65 30 Juli 2029 BBB***) BBB***)
Tahun 2030 3,10 21 Januari 2030 BBB***) BBB***)
Tahun 2031 2,30 9 Februari 2031 BBB***) BBB***)
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Tahun 2024 5,13 16 Mei 2024 BBB-***) BBB-***)
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)
Tahun 2025 4,25 5 Mei 2025 BBB***) BBB***)
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tahun 2026 2,05 11 Mei 2026 BBB***) BBB***)
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
Tahun 2024 4,88 1 Oktober 2024 BBB***) BBB***)
PT Hutama Karya (Persero) Tbk
Tahun 2030 3,75 11 Mei 2030 BBB-***) BBB-***)
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
102
Page 106
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.3. Reksadana
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia 701.251 603.060
PT Trimegah Asset Management 627.518 208.569
PT Syailendra Capital 161.940 -
PT BNP Paribas Investment Partners 8.485 8.480
1.499.194 820.109
Dolar Amerika Serikat
PT Schroder Investment Management Indonesia 9.281 9.106
9.281 9.106
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT BRI Manajemen Investasi (dahulu
PT Danareksa Investment Management) 2.506.000 2.413.552
PT PNM Investment Management 1.711.954 1.757.635
PT Bahana TCW Investment Management 1.374.964 964.231
5.592.918 5.135.418
7.101.393 5.964.633
Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Trimegah Asset Management 2.443.441 2.683.934
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia 2.486.332 2.278.298
PT Syailendra Capital 2.170.211 2.369.004
PT Eastspring Investments Indonesia 300.294 -
PT BNP Paribas Investment Management 201.830 201.152
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen 200.236 -
PT Sinarmas Asset Management 167.908 165.927
PT Berdikari Manajemen Investasi 154.862 577.171
PT Sucorinvest Asset Management 70.597 85.826
PT Bank Central Asia 30.203 100.217
PT Mega Asset Management - 20.160
8.225.914 8.481.689
Dolar Amerika Serikat
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia 799.251 780.166
799.251 780.166
103
Page 107
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.3. Reksadana (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT BRI Manajemen Investasi (dahulu
PT Danareksa Investment Management) 2.083.786 2.458.668
PT Bahana TCW Investment Management 1.248.570 1.331.873
PT BNI Asset Management 767.301 759.176
PT PNM Investment Management 149.537 149.547
4.249.194 4.699.264
13.274.359 13.961.119
Total 20.375.752 19.925.752
d.4. Negotiable Certificate of Deposit (NCD)
Nilai wajar/Nilai tercatat
Tingkat
Bunga per Tanggal 31 Maret 31 Desember
Nilai/Nominal Tahun (%) Jatuh Tempo 2024 2023
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Mata Uang Asing
Central Bank Of China
112121302811N 100 1,09 10 Jan 2024 - 50.350
113031202811N 50 1,09 9 Apr 2024 24.768 -
113032602811N 150 1,22 23 Apr 2024 74.304 -
99.072 50.350
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Tahun 2023 Tahap I Seri C 90.000 6,53 21 Okt 2024 86.802 85.250
86.802 85.250
Total 185.874 135.600
104
Page 108
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan)
d.5. Obligasi Subordinasi
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2018 Seri B 15.840 15.783
Total 15.840 15.783
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut:
Peringkat*)
Tingkat Bunga Tanggal
per Tahun (%) Jatuh Tempo 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2018
Seri B 8,00 5 Jul 2030 idAA idAA
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
d.6. Medium-Term Note (MTN)
Nilai wajar/Nilai tercatat
Tingkat Bunga Tanggal 31 Maret 31 Desember
Nilai/Nominal per Tahun (%) Jatuh Tempo 2024 2023
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bahana Pembinaan Usaha
Indonesia (Persero)
MTN I Tahun 2022*) 200.000 9,00 2 Nov 2027 153.788 153.503
Perum Perumnas
Tahap III Tahun 2018 Seri B*) 65.000 11,85 10 Des 2026 62.520 62.520
216.308 216.023
105
Page 109
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan)
d.6. Medium-Term Note (MTN) (lanjutan)
Nilai wajar/Nilai tercatat
Tingkat Bunga Tanggal 31 Maret 31 Desember
Nilai/Nominal per Tahun (%) Jatuh Tempo 2024 2023
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Perkebunan
Nusantara II
VIII Seri A*) 10.000 11,00 26 Jun 2024 10.000 10.000
VIII Seri B*) 1.000 11,00 31 Okt 2024 1.000 1.000
11.000 11.000
Total 227.308 227.023
*) Bunga diterima setiap 3 (tiga) bulan sekali
e) Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 6,47% 6,61%
Dolar Amerika Serikat 4,39 3,80%
Euro Eropa 2,56 2,31%
Dolar Singapura 2,56 2,67%
Dolar Taiwan Baru 1,15 1,39
Yen Jepang 0,61 0,61%
f) BRI mengakui kerugian yang belum direalisasi-neto dari perubahan nilai wajar efek-efek yang
diklasifikasikan dalam “nilai wajar melalui laba rugi” sebesar Rp147.058 dan Rp214.435
masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023, yang dilaporkan dalam akun “keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan
nilai wajar efek-efek” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
g) BRI mengakui keuntungan neto atas penjualan efek-efek sebesar Rp459.666 dan Rp1.898.653
masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
Desember 2023, yang dilaporkan dalam akun “keuntungan dari penjualan efek-efek - neto” di laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
h) Efek-efek sejumlah nominal Rp31.007.337 dan Rp20.563.516 masing-masing pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan Desember 2023, telah dijual dengan janji dibeli kembali (Catatan 23).
106
Page 110
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Nilai tercatat awal 163.339.165 - - 163.339.165
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 18.592.422 - - 18.592.422
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 29.863.312 - - 29.863.312
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (10.001.865) - - (10.001.865)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (5.368.740) - - (5.368.740)
Nilai tercatat akhir 196.424.294 - - 196.424.294
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 145.358.968 - - 145.358.968
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.072.214) - - (1.072.213)
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 6.750.937 - - 6.750.937
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.526.902) - - (4.526.902)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (2.937.559) - - (2.937.559)
Nilai tercatat akhir 143.573.231 - - 143.573.231
107
Page 111
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Nilai tercatat awal 150.802.567 - - 150.802.567
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 15.393.453 - - 15.393.453
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 9.682.747 - - 9.682.747
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (12.201.857) - - (12.201.857 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (337.745) - - (337.745)
Nilai tercatat akhir 163.339.165 - - 163.339.165
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 158.406.378 - - 158.406.378
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.763.236) - - (1.763.236 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 6.247.397 - - 6.247.397
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (9.664.875) - - (9.664.875 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (7.866.696) - - (7.866.696 )
Nilai tercatat akhir 145.358.968 - - 145.358.968
108
Page 112
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 128.230 - - 128.230
Pengalihan ke - - - -
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (2.775) - - (2.775 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 7.231 - - 7.230
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (2.081) - - (2.081 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (1.995) - - (1.995 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir*) 128.609 - - 128.609
*) Cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat pada penghasilan komprehensif lain
sehingga nilai tercatatnya disajikan sebesar nilai wajarnya.
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 81.510 - - 81.510
Pengalihan ke - - - -
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (6.527) - - (6.527 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 3.646 - - 3.646
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (2.708) - - (2.708 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (12.604) - - (12.604)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 63.317 - - 63.317
109
Page 113
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 141.559 - - 141.559
Pengalihan ke - - - -
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (2.464) - - (2.464 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 12.050 - - 12.050
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (18.764) - - (18.764 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (4.151) - - (4.151 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir*) 128.230 - - 128.230
*) Cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat pada penghasilan komprehensif lain
sehingga nilai tercatatnya disajikan sebesar nilai wajarnya.
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 82.835 - - 82.835
Pengalihan ke - - - -
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (5.757) - - (5.757 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 3.365 - - 3.365
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (7.235) - - (7.235 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 8.302 - - 8.302
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 81.510 - - 81.510
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
110
Page 114
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Wesel Tagih 7.514.801 6.366.822
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN) 4.086.599 5.225.499
Wesel Ekspor 1.444.814 948.474
Tagihan Lainnya 366.928 355.533
13.413.142 12.896.328
Mata uang asing
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN)
Dolar Amerika Serikat 3.678.877 58.329 1.920.785 29.574
Wesel Ekspor
Dolar Amerika Serikat 559.859.817 8.876.577 569.043.299 8.761.560
Renminbi 364.904.686 800.632 347.287.381 753.635
Euro Eropa 1.174 20 -
9.677.229 9.515.195
Wesel Tagih
Dolar Amerika Serikat 2.092.634.072 33.178.712 1.671.338.459 25.733.598
Euro Eropa 4.246.515 72.722 2.643.272 45.037
Pound Sterling Inggris 1.992.735 39.863 -
Renminbi 14.141.012 31.027 4.837.899 10.499
Dolar Singapura 360.018 4.231 -
Yen Jepang 3.562.179 373 5.707.955 621
33.326.928 25.789.755
Tagihan Lainnya
Dolar Amerika Serikat 36.674.938 581.482 38.072.991 586.210
Renminbi 14.285.850 31.344 14.353.420 31.148
Yen Jepang 34.140.500 3.574 64.121.200 6.981
Euro Eropa 80.625 1.381 68.625 1.169
617.781 625.508
43.680.267 35.960.032
57.093.409 48.856.360
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Wesel Tagih 1.416.975 2.909.367
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN) 66.603 359.966
Wesel Ekspor 31.542 38.666
Tagihan Lainnya 428.621 340.411
1.943.741 3.648.410
Mata uang asing
Wesel Tagih
Dolar Amerika Serikat 329.614.201 5.226.033 69.242.781 1.066.131
Pound Sterling Inggris 2.051 41 4.541 89
Wesel Ekspor
Dolar Amerika Serikat - 96.636 1.488
5.226.074 1.067.708
111
Page 115
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA (lanjutan)
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Tagihan Lainnya
Yen Jepang 2.323.839.639 243.294 62.880.000 6.846
Euro Eropa 8.782.947 150.408 5.002.350 85.232
Dolar Amerika Serikat 2.798.496 44.370 14.993.050 230.848
Pound Sterling Inggris 8.376 168 -
438.240 322.926
5.664.314 1.390.634
7.608.055 5.039.044
Total 64.701.464 53.895.404
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.811.410) (2.323.916)
Bersih 62.890.054 51.571.488
b) Berdasarkan Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 semua wesel ekspor dan tagihan
lainnya diklasifikasikan “Lancar”.
c) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu wesel ekspor dan tagihan lainnya berdasarkan sisa umur sampai dengan
saat jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
≤ 1 bulan 30.292.224 26.851.284
> 1 bulan - 3 bulan 11.328.293 15.250.996
> 3 bulan - 1 tahun 15.472.892 6.754.080
57.093.409 48.856.360
Pihak berelasi (Catatan 44)
≤ 1 bulan 607.566 2.221.008
> 1 bulan - 3 bulan 1.447.694 798.625
> 3 bulan - 1 tahun 5.552.795 2.019.411
7.608.055 5.039.044
64.701.464 53.895.404
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.811.410) (2.323.916)
Bersih 62.890.054 51.571.488
112
Page 116
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Nilai tercatat awal 52.382.702 1.512.702 - 53.895.404
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 64.644.162 57.302 - 64.701.464
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (52.382.702) (1.512.702) - (53.895.404)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 64.644.162 57.302 - 64.701.464
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Nilai tercatat awal 38.376.387 690.988 - 39.067.375
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 (945.043) 945.043 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 43.385.603 1.074.429 - 44.460.032
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (28.406.723) (1.197.707) - (29.604.430 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (27.522) (51) - (27.573 )
Nilai tercatat akhir 52.382.702 1.512.702 - 53.895.404
113
Page 117
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Cadangan atas kerugian kredit
kredit ekspektasian akhir 1.067.552 1.256.364 - 2.323.916
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 1.857.373 37.378 - 1.894.751
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.067.552) (1.256.364) - (2.323.916)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (83.341) - - (83.341)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 1.774.032 37.378 - 1.811.410
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Cadangan atas kerugian kredit
kredit ekspektasian akhir 1.108.792 530.137 - 1.638.929
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 (58.346) 58.346 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - 734.771 - 734.771
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 1.067.552 463.664 - 1.531.216
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.050.447) (530.546) - (1.580.993 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 1 (8) - (7 )
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 1.067.552 1.256.364 - 2.323.916
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai wesel ekspor dan
tagihan lainnya pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
114
Page 118
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
a) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 terdiri dari:
31 Maret 2024
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
VR0082 6,40% 04 Ags 2023 03 Mei 2024 144.282 150.464
VR0037 6,41% 16 Jun 2023 14 Jun 2024 93.069 97.875
FR0096 6,42% 06 Mar 2024 03 Apr 2024 47.527 47.747
Total 284.878 296.086
31 Desember 2023
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
VR0054 6,00% 28 Des 2023 04 Jan 2024 9.546.172 9.552.536
VR0036 6,16% 04 Okt 2023 03 Jan 2024 2.876.476 2.920.281
VR0052 6,16% 11 Okt 2023 10 Jan 2024 1.925.750 1.952.770
VR0064 6,43% 15 Nov 2023 15 Feb 2024 1.920.082 1.936.200
VR0044 6,46% 29 Nov 2023 28 Feb 2024 1.920.096 1.931.466
VR0056 6,16% 18 Okt 2023 17 Jan 2024 480.157 486.319
VR0082 6,40% 04 Agu 2023 03 Mei 2024 144.282 148.130
VR0094 6,67% 13 Jan 2023 12 Jan 2024 92.694 98.757
VR0061 6,50% 28 Apr 2023 26 Jan 2024 93.600 97.791
VR0049 6,45% 09 Jun 2023 08 Mar 2024 93.476 96.926
VR0037 6,41% 16 Jun 2023 14 Jun 2024 93.069 96.367
PT Bank OCBC NISP Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0070 5,85% 29 Des 2023 02 Jan 2024 2.016.348 2.017.331
FR0077 5,85% 29 Des 2023 02 Jan 2024 996.165 996.651
PT Bank UOB Indonesia
Obligasi Pemerintah
IDSR041224364S 6,50% 22 Des 2023 05 Jan 2024 1.405.969 1.408.508
FR0095 6,70% 20 Des 2023 19 Jan 2024 483.251 484.330
IDSR131124364S 6,27% 28 Des 2023 04 Jan 2024 94.173 94.239
PT Bank Central Asia Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0095 5,85% 29 Des 2023 02 Jan 2024 972.060 972.534
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0086 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 942.176 942.825
FR0090 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 924.632 925.269
FR0065 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 467.930 468.252
FR0091 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 463.996 464.315
PT Bank Mega Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0086 6,20% 28 Des 2023 02 Jan 2024 942.176 942.825
115
Page 119
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
a) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 terdiri dari (lanjutan):
31 Desember 2023
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT BPD Jawa Timur
Obligasi Pemerintah
FR0090 6,30% 22 Des 2023 02 Jan 2024 739.365 740.659
FR0081 6,50% 21 Des 2023 04 Jan 2024 570.879 572.013
FR0086 6,30% 22 Des 2023 02 Jan 2024 188.444 188.774
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0087 6,70% 20 Des 2023 19 Jan 2024 470.212 471.262
FR0086 6,67% 13 Des 2023 12 Jan 2024 469.383 471.035
PT Bank Permata Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0090 6,15% 28 Des 2023 02 Jan 2024 462.316 462.632
PT Bank DKI
Obligasi Pemerintah
FR0095 6,15% 28 Des 2023 02 Jan 2024 291.517 291.716
FR0091 6,53% 21 Des 2023 04 Jan 2024 277.645 278.199
FR0088 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 272.478 272.666
FR0095 6,15% 28 Des 2023 02 Jan 2024 194.345 194.477
FR0091 6,53% 21 Des 2023 04 Jan 2024 92.548 92.733
FR0090 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 92.463 92.527
FR0088 6,20% 28 Des 2023 03 Jan 2024 90.826 90.889
PT BPD Sumatera Selatan dan
Bangka Belitung
Obligasi Pemerintah
FR0096 6,27% 28 Des 2023 04 Jan 2024 246.560 246.732
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk
Obligasi Pemerintah
IDSR081124364S 6,70% 20 Des 2023 19 Jan 2024 94.085 94.295
Total 33.447.796 33.595.231
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua kolektibilitas atas efek-efek yang
dibeli dengan janji dijual kembali diklasifikasikan “Lancar”.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, karena Manajemen berkeyakinan bahwa efek-
efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dapat ditagih.
116
Page 120
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF
Ikhtisar transaksi derivatif adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tagihan Liabilitas
Transaksi derivatif derivatif
Swap suku bunga 402.671 401.176
Swap mata uang asing 258.215 354.766
Pembelian dan penjualan forward mata uang asing 80.606 537.556
Swap mata uang dan suku bunga 16.282 67.063
Pembelian dan penjualan spot mata uang asing 3.497 3.797
Total 761.271 1.364.358
31 Desember 2023
Tagihan Liabilitas
Transaksi derivatif derivatif
Swap suku bunga 381.607 369.374
Pembelian dan penjualan forward mata uang asing 284.050 108.496
Swap mata uang asing 223.308 403.003
Swap mata uang dan suku bunga 18.045 37.444
Pembelian dan penjualan spot mata uang asing 4.673 6.893
Total 911.683 925.210
Nilai Nosional
(mata uang asing nilai penuh,
Rupiah dalam jutaan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Swap mata uang dan suku bunga
Rupiah 2.070.557 1.596.707
Dolar Amerika Serikat 23.260.900 38.849.458
Swap suku bunga
Dolar Amerika Serikat 836.544.325 836.544.325
Option mata uang
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 110.621.798 70.337.283
Spot mata uang asing
Kontrak pembelian
Dolar Amerika Serikat 198.941.897 134.500.000
Pound Sterling Inggris 15.500.000 20.000.000
Euro Eropa 18.000.000 23.500.000
Dolar Australia 20.000.000 6.000.000
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 123.783.440 103.000.000
Renminbi - 34.380.488
Pound Sterling Inggris 15.000.000 16.000.000
Euro Eropa 21.800.000 14.500.000
Dolar Australia 15.000.000 2.000.000
117
Page 121
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan)
Berikut di bawah ini nilai nosional dari transaksi derivatif:
Nilai Nosional
(mata uang asing nilai penuh,
Rupiah dalam jutaan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Forward mata uang asing
Kontrak pembelian
Yen Jepang 574.337.841 2.157.313.167
Dolar Amerika Serikat 461.477.903 483.866.974
Renminbi 36.000.000 19.250.000
Euro Eropa 34.492.415 15.268.092
Dolar Australia - -
Rupiah - -
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 3.194.776.752 2.003.452.579
Dolar Australia 13.999.739 10.004.640
Euro Eropa 26.842.417 1.683.154
Swap mata uang asing
Kontrak pembelian
Dolar Amerika Serikat 1.374.083.267 883.785.000
Euro Eropa 6.800.000 21.700.000
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 2.095.277.475 1.666.985.952
Euro Eropa 116.000.000 136.500.000
Pound Sterling Inggris 43.000.000 30.400.000
Dolar New Zealand 45.000.000 15.000.000
Renminbi - 16.500.000
Para pihak yang melakukan kontrak derivatif dalam bentuk swap suku bunga ataupun swap mata uang
dan suku bunga dengan BRI berkewajiban membayar bunga tetap (fixed rate) atau bunga mengambang
(floating rate) antara lain SOFR 3 (tiga) bulanan atau 6 (enam) bulanan ditambah dengan marjin tertentu.
11. KREDIT YANG DIBERIKAN
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
Rincian pinjaman yang diberikan berdasarkan jenis adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Modal kerja 676.385.062 665.301.670
Konsumsi 296.798.278 291.855.160
Investasi 92.053.561 84.839.826
Cash Collateral 208.082 120.980
1.065.444.983 1.042.117.636
118
Page 122
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang (lanjutan):
Rincian pinjaman yang diberikan berdasarkan jenis adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing
Investasi 67.135.206 60.649.004
Modal kerja 35.163.725 32.456.813
Konsumsi 1.298.825 1.248.783
103.597.756 94.354.600
1.169.042.739 1.136.472.236
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Modal kerja 25.906.748 22.570.722
Investasi 24.884.483 25.328.993
Konsumsi 177.357 202.992
50.968.588 48.102.707
Mata uang asing
Modal kerja 9.777.006 8.246.770
Investasi 6.378.272 4.930.993
16.155.278 13.177.763
67.123.866 61.280.470
Total 1.236.166.605 1.197.752.706
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (81.328.446) (79.924.211)
Bersih 1.154.838.159 1.117.828.495
Rincian pinjaman yang diberikan berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Rupiah 1.116.413.571 1.090.220.343
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 7.552.955.306 119.752.106 6.983.904.314 107.531.174
Euro Eropa 47.291 810 62.891 1.072
Dolar Singapura 10.000 118 9.992 117
119.753.034 107.532.363
Total 1.236.166.605 1.197.752.706
Dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai (81.328.446) (79.924.211)
Bersih 1.154.838.159 1.117.828.495
119
Page 123
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
b) Berdasarkan Sektor Ekonomi:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan, perhotelan dan restoran 392.652.508 380.541.641
Pertanian 190.146.729 170.821.987
Perindustrian 72.606.232 68.538.993
Jasa dunia usaha 71.587.650 62.285.323
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 19.358.017 19.005.972
Konstruksi 14.462.107 13.822.884
Pertambangan 9.038.797 12.039.085
Jasa pelayanan sosial 6.441.294 6.492.786
Listrik, gas dan air 3.548.690 3.515.414
Lain-lain 285.602.959 305.053.551
1.065.444.983 1.042.117.636
Mata uang asing
Perindustrian 31.086.953 28.886.861
Listrik, gas dan air 21.902.585 16.010.011
Pertambangan 19.977.970 18.668.806
Pertanian 8.470.073 10.209.149
Perdagangan, perhotelan dan restoran 8.271.989 7.101.727
Jasa dunia usaha 6.309.942 5.777.586
Konstruksi 5.052.350 5.144.603
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 1.123.078 1.206.064
Jasa pelayanan sosial 247 240
Lain-lain 1.402.569 1.349.553
103.597.756 94.354.600
1.169.042.739 1.136.472.236
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Konstruksi 17.280.821 15.844.765
Perdagangan, perhotelan dan restoran 9.007.531 8.660.446
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 7.122.622 6.758.265
Listrik, gas dan air 6.631.678 7.226.951
Perindustrian 3.771.860 3.375.970
Pertanian 3.340.013 3.432.207
Jasa dunia usaha 1.789.551 1.792.749
Pertambangan 1.352.593 306.903
Jasa pelayanan sosial 493.673 500.000
Lain-lain 178.246 204.451
50.968.588 48.102.707
120
Page 124
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
b) Berdasarkan Sektor Ekonomi (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Mata uang asing
Listrik, gas dan air 3.816.603 3.669.593
Perindustrian 3.596.821 3.462.758
Jasa dunia usaha 2.763.540 2.690.443
Jasa pelayanan sosial 2.083.586 1.207.001
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 1.421.717 -
Pertambangan 1.099.984 826.582
Perdagangan, perhotelan dan restoran 896.717 855.325
Pertanian 476.310 462.551
Konstruksi - 3.510
16.155.278 13.177.763
67.123.866 61.280.470
Total 1.236.166.605 1.197.752.706
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (81.328.446) (79.924.211)
Bersih 1.154.838.159 1.117.828.495
c) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh
tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 40.163.088 26.794.841
> 1 bulan - 3 bulan 38.567.084 44.774.886
> 3 bulan - 1 tahun 216.190.393 220.564.802
> 1 tahun - 2 tahun 135.034.562 135.697.545
> 2 tahun - 5 tahun 387.008.059 371.132.518
> 5 tahun 248.481.797 243.153.044
1.065.444.983 1.042.117.636
Mata uang asing
≤ 1 bulan 1.652.734 1.405.710
> 1 bulan - 3 bulan 5.487.676 2.596.463
> 3 bulan - 1 tahun 16.987.024 18.457.013
> 1 tahun - 2 tahun 16.958.184 14.169.802
> 2 tahun - 5 tahun 33.181.866 33.109.853
> 5 tahun 29.330.272 24.615.759
103.597.756 94.354.600
1.169.042.739 1.136.472.236
121
Page 125
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
c) Berdasarkan Jangka Waktu (lanjutan):
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh
tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 3.088.991 1.172.046
> 1 bulan - 3 bulan 576.266 2.599.116
> 3 bulan - 1 tahun 13.516.624 11.375.557
> 1 tahun - 2 tahun 2.503.319 1.864.276
> 2 tahun - 5 tahun 9.041.625 10.933.850
> 5 tahun 22.241.763 20.157.862
50.968.588 48.102.707
Mata uang asing
≤ 1 bulan 3.266.061 887.427
> 1 bulan - 3 bulan 8.123 772.182
> 3 bulan - 1 tahun 476.310 -
> 1 tahun - 2 tahun - 462.551
> 2 tahun - 5 tahun 4.718.967 4.254.138
> 5 tahun 7.685.817 6.801.465
16.155.278 13.177.763
67.123.866 61.280.470
Total 1.236.166.605 1.197.752.706
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (81.328.446) (79.924.211)
Bersih 1.154.838.159 1.117.828.495
d) Berdasarkan Kolektibilitas:
Kolektibilitas BRI, Bank Raya, dan Pegadaian di luar usaha gadai:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Individual 33.185.065 33.829.500
Kolektif
Lancar 1.065.506.636 1.042.712.719
Dalam perhatian khusus 57.373.324 46.754.108
Kurang lancar 5.035.702 4.605.023
Diragukan 9.551.065 7.049.578
Macet 16.332.725 15.921.659
1.153.799.452 1.117.043.087
Total 1.186.984.517 1.150.872.587
122
Page 126
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
d) Berdasarkan Kolektibilitas (lanjutan):
Kolektibilitas BRI, Bank Raya, dan Pegadaian di luar usaha gadai (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai:
Individual (25.190.737) (25.415.117)
Kolektif (54.646.918) (53.072.775)
(79.837.655) (78.487.892)
Bersih 1.107.146.862 1.072.384.695
Kolektibilitas usaha gadai Pegadaian (entitas anak):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kolektif
Lancar 46.787.275 44.856.257
Dalam perhatian khusus 2.055.761 1.827.385
Kurang lancar 86.549 20.712
Diragukan 39.906 10.115
Macet 212.597 165.650
Total 49.182.088 46.880.119
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai:
Kolektif (1.490.791) (1.436.319)
Bersih 47.691.297 45.443.800
e) Berdasarkan Segmen Operasi:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Mikro 557.060.567 549.916.200
Ritel 455.140.754 445.562.299
Korporasi 53.243.662 46.639.137
1.065.444.983 1.042.117.636
Mata uang asing
Korporasi 100.411.266 91.341.135
Ritel 3.186.490 3.013.465
103.597.756 94.354.600
1.169.042.739 1.136.472.236
123
Page 127
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
e) Berdasarkan Segmen Operasi (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Korporasi 49.437.967 46.538.169
Ritel 1.530.621 1.564.538
50.968.588 48.102.707
Mata uang asing
Korporasi 16.155.278 13.177.763
16.155.278 13.177.763
67.123.866 61.280.470
Total 1.236.166.605 1.197.752.706
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (81.328.446) (79.924.211)
Bersih 1.154.838.159 1.117.828.495
f) Informasi Penting Lainnya:
1) Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bunga Kontrak
Rupiah 11,07% 11,01%
Mata uang asing 5,03 4,80
Bunga Efektif
Rupiah 11,74% 11,79%
Mata uang asing %5,26 %5,07
2) Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak
tanggungan, surat kuasa untuk menjual, giro, tabungan, deposito berjangka atau jaminan lain
yang umumnya diterima oleh perbankan (Catatan 19, 20 dan 21), serta barang jaminan berupa
emas (entitas anak).
3) Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk memenuhi kebutuhan modal
kerja dan barang-barang modalnya.
4) Kredit konsumsi terdiri dari kredit kepada pekerja dan pensiun, kredit pemilikan rumah, kredit
kendaraan bermotor dan kredit konsumsi lainnya.
5) Kredit program merupakan kredit yang disalurkan BRI berdasarkan petunjuk dari Pemerintah
dalam rangka mendukung pembangunan di Indonesia khususnya pengembangan usaha kecil,
menengah dan koperasi.
124
Page 128
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
6) Kredit Kupedes merupakan kredit yang disalurkan BRI melalui kantor BRI Unit dengan sasaran
usaha mikro dan golongan berpenghasilan tetap yang memerlukan tambahan pembiayaan yang
besarnya sesuai dengan ketentuan batasan plafon Kupedes. Sektor ekonomi yang menjadi
sasaran adalah pertanian, industri, perdagangan dan lain-lain.
7) Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur di bawah perjanjian pembiayaan
bersama dengan bank-bank lain. Jumlah kredit sindikasi yang diberikan BRI adalah sebesar
Rp71.227.693 dan Rp69.273.881 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Keikutsertaan BRI sebagai pimpinan sindikasi berkisar dari 2% sampai dengan 60% dan 5%
sampai dengan 68% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023,
sedangkan sebagai anggota sindikasi berkisar dari 1% sampai dengan 69% dan 1% sampai
dengan 69% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
8) Pinjaman pekerja adalah pinjaman yang diberikan kepada pekerja dengan tingkat bunga berkisar
4,5% sampai dengan 5,5% per tahun yang ditujukan untuk pembelian kendaraan, rumah dan
keperluan lainnya dengan jangka waktu berkisar antara 4 (empat) tahun sampai dengan
20 (dua puluh) tahun. Pembayaran pokok pinjaman dan bunga dilunasi melalui pemotongan gaji
setiap bulan. Perbedaan antara tingkat bunga pinjaman pekerja dan Base Lending Rate (BLR)
ditangguhkan dan dicatat sebagai beban yang ditangguhkan untuk pinjaman pekerja, bagian dari
Aset Lain-lain. Besarnya akun beban yang ditangguhkan untuk pinjaman pekerja sebesar
Rp5.077.797 dan Rp5.190.672 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 (Catatan 17).
9) Kredit yang diberikan BRI kepada pihak berelasi di luar kredit yang diberikan kepada manajemen
kunci (Catatan 44) adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan Umum BULOG 8.409.764 8.050.411
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 6.625.975 7.223.106
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 4.493.949 4.493.912
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 3.852.497 3.176.593
PT Pertamina (Persero) 3.417.656 1.021.977
PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) 2.240.930 2.270.033
PT Pertamina EP Cepu 2.194.085 2.263.613
PT Dirgantara Indonesia (Persero) 2.120.911 2.033.162
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 2.068.329 2.025.180
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 1.819.500 1.773.059
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 1.328.653 1.719.923
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 1.045.688 1.008.656
Lain-lain 27.327.683 24.016.497
Total 66.945.620 61.076.122
125
Page 129
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
10) Informasi mengenai restrukturisasi yang dilakukan BRI dan entitas anak
Tabel berikut merupakan informasi atas kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi
(termasuk restrukturisasi dampak Covid-19) sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
BRI (Entitas Induk) 95.379.702 102.508.133
Bank Raya 1.055.571 2.688.077
Pegadaian 56.031 72.192
Total 96.491.304 105.268.402
Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi BRI dan Bank Raya, sesuai dengan
POJK No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2020 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank
Umum masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebesar
59.147.150 dan Rp53.498.210. Skema restrukturisasi umumnya dilakukan dengan perpanjangan
masa pelunasan kredit dan penjadwalan kembali bunga yang tertunggak.
Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi (BRI Entitas Induk, Bank Raya dan
Pegadaian) akibat Covid-19 berdasarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal
16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical
Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang telah diaddendum sebanyak 2 (dua) kali
dengan POJK No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan Atas
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian
Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019
dan POJK No. 17/POJK.03/2021 tanggal 10 September 2021 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian
Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019,
serta Siaran Pers OJK No. SP 85/DHMS/OJK/XI/2022 tanggal 28 November 2022 tentang
Perpanjangan Kebijakan Restrukturisasi Kredit dan Pembiayaan secara Targeted dan Sektoral
Atasi Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19, pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 masing-masing sebesar Rp36.232.552 dan Rp51.770.192 dengan skema
perpanjangan jangka waktu.
Tabel berikut merupakan informasi atas kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi BRI
berdasarkan jenis dan kolektibilitas:
31 Maret 2024
Dalam Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Total
Jenis
Modal kerja 32.581.835 25.765.008 2.011.315 4.107.434 5.767.031 70.232.623
Investasi 9.530.425 4.414.357 261.215 2.421.402 2.872.482 19.499.882
Konsumsi 4.103.481 1.492.229 174.944 318.750 669.395 6.758.799
Total 46.215.742 31.671.594 2.447.475 6.847.586 9.308.907 96.491.304
126
Page 130
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
10) Informasi mengenai restrukturisasi yang dilakukan BRI dan entitas anak (lanjutan)
Tabel berikut merupakan informasi atas kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi BRI
berdasarkan jenis dan kolektibilitas (lanjutan):
31 Desember 2023
Dalam Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Total
Jenis
Modal kerja 36.346.567 24.980.213 2.139.015 3.439.273 6.417.016 73.322.084
Investasi 13.785.578 4.224.453 329.997 837.300 5.635.785 24.813.113
Konsumsi 4.586.499 1.498.244 186.617 275.195 586.650 7.133.205
Total 54.718.644 30.702.910 2.655.629 4.551.768 12.639.451 105.268.402
Pada tanggal 27 Juni 2022, putusan homologasi terkait dengan restrukturisasi atas kredit yang
diberikan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (”Garuda”) telah disepakati bersama
dengan seluruh kreditur. Putusan homologasi tersebut baru efektif tanggal 28 Desember 2022
setelah Garuda telah memenuhi seluruh persyaratan homologasi. Pada tanggal 31 Desember
2022, nilai tercatat kredit yang diberikan kepada Garuda setelah memperhitungkan kerugian
modifikasi akibat restrukturisasi adalah sebesar Rp945.183, dimana nilai ini akan terpulihkan
secara bertahap sesuai dengan konsep akuntansi setelah tanggal restrukturisasi hingga tanggal
jatuh tempo. Kerugian modifikasi sebesar Rp3.258.079 dicatat pada akun pendapatan bunga.
BRI tetap memiliki nilai tagih atas kredit yang diberikan kepada Garuda sebesar Rp4.613.060
sesuai nilai kontraktual pinjaman sebagaimana tercantum dalam perjanjian perdamaian yang
telah dihomologasi oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehingga tidak
terdapat penghapusan (haircut) jumlah tagihan pokok dan bunga yang ditangguhkan oleh BRI
terhadap Garuda.
11) Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) per tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), BRI tidak memiliki debitur, baik pihak terkait maupun pihak tidak terkait, yang tidak
memenuhi atau melampaui ketentuan BMPK sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan OJK.
12) Rincian kredit yang mengalami penurunan nilai merupakan kredit yang mengalami penurunan
nilai berdasarkan evaluasi secara individual dan kredit dengan kolektibilitas kurang lancar,
diragukan dan macet berdasarkan sektor ekonomi, serta cadangan kerugian penurunan nilai
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perdagangan, perhotelan dan restoran 19.982.338 18.396.123
Perindustrian 11.587.474 11.150.487
Pertanian 9.697.225 9.537.399
Konstruksi 7.859.014 6.755.177
Jasa dunia usaha 6.629.577 6.233.964
Pertambangan 2.358.720 2.314.227
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 834.007 2.027.334
127
Page 131
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
12) Rincian kredit yang mengalami penurunan nilai merupakan kredit yang mengalami penurunan
nilai berdasarkan evaluasi secara individual dan kredit dengan kolektibilitas kurang lancar,
diragukan dan macet berdasarkan sektor ekonomi, serta cadangan kerugian penurunan nilai
adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jasa pelayanan sosial 409.222 408.163
Listrik, gas dan air 206.384 143.026
Lain-lain 4.879.648 4.636.337
Total 64.443.609 61.602.237
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (44.756.885) (44.332.414)
Bersih 19.686.724 17.269.823
13) Rasio-rasio
a. Rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI (entitas induk) berdasarkan peraturan terkait adalah
sebesar 3,27% dan 3,12% masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023. Sedangkan rasio NPL neto BRI (entitas induk) adalah sebesar 0,82%
dan 0,76% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
b. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan BRI adalah sebesar 57.63%
dan 58,55% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Nilai tercatat awal 1.054.881.305 106.070.354 36.801.047 1.197.752.706
Pengalihan ke
Stage 1 (1.681.134) 2.359.753 (678.619) -
Stage 2 (19.546.485) 17.974.346 1.572.139 -
Stage 3 (844.640) (14.695.500) 15.540.140 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (34.956.470) (4.795.538) (1.415.806) (41.167.814)
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 163.478.643 3.025.508 35.449 166.539.600
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (73.845.409) (5.191.116) (800.371) (79.836.896)
Penghapusbukuan (4.482) (384.601) (9.293.325) (9.682.408)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2.257.222 228.277 75.918 2.561.417
Nilai tercatat akhir 1.089.738.550 104.591.483 41.836.572 1.236.166.605
128
Page 132
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Nilai tercatat awal 886.345.387 163.185.724 29.743.708 1.079.274.819
Pengalihan ke
Stage 1 21.040.875 (20.820.091) (220.784 ) -
Stage 2 (34.436.838) 35.656.368 (1.219.530 ) -
Stage 3 (10.274.806) (16.090.208) 26.365.014 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (97.260.723) (15.756.199) 306.176 (112.710.746 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 519.987.258 9.842.164 2.180.123 532.009.545
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (225.427.993) (38.514.125) (2.296.006 ) (266.238.124 )
Penghapusbukuan (4.529.486) (11.339.217) (18.013.542 ) (33.882.245 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (562.369) (94.062) (44.112 ) (700.543 )
Nilai tercatat akhir 1.054.881.305 106.070.354 36.801.047 1.197.752.706
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 20.934.347 32.301.386 26.688.479 79.924.211
Pengalihan ke
Stage 1 631.599 (443.165) (188.434) -
Stage 2 (899.734) 1.267.059 (367.325) -
Stage 3 (161.931) (4.735.725) 4.897.656 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (403.044) 3.541.330 6.959.246 10.097.532
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 2.760.550 1.298.880 19.996 4.079.426
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (717.326) (1.653.371) (471.476) (2.842.172)
Penghapusbukuan (4.482) (384.601) (9.293.325) (9.682.408)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (4.518) 4.118 (247.743) (248.143)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 22.135.462 31.195.910 27.997.074 81.328.446
129
Page 133
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 24.926.263 41.732.088 21.665.479 88.323.830
ekspektasian awal
Pengalihan ke
Stage 1 2.457.102 (2.299.325) (157.777 ) -
Stage 2 (1.168.243) 2.187.739 (1.019.496 ) -
Stage 3 (403.480) (3.058.759) 3.462.239 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (3.950.058) 12.992.963 20.819.240 29.862.145
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 9.871.230 2.237.589 1.409.324 13.518.143
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (5.690.458) (9.927.728) (1.519.801 ) (17.137.987 )
Penghapusbukuan (4.529.486) (11.339.217) (18.013.542 ) (33.882.245 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (578.523) (223.964) 42.812 (759.675 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 20.934.347 32.301.386 26.688.478 79.924.211
Termasuk dalam saldo cadangan kerugian penurunan nilai BRI (entitas induk) adalah cadangan kerugian
untuk daerah yang masih dikategorikan sebagai daerah rawan bencana atau yang pernah mengalami
bencana sebesar Rp116.048 dan Rp108.286 dengan nilai tercatat sebesar Rp1.264.082 dan
Rp1.130.368 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Jumlah minimum Penyisihan Penghapusan Aset Produktif kredit yang diberikan BRI (Entitas Induk), yang
wajib dibentuk sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
(Catatan 2e) adalah sebesar Rp42.661.667 dan Rp43.526.965 masing-masing pada tanggal 31 Maret
2024 dan 31 Desember 2023.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, terdapat kredit entitas anak (PT Pegadaian)
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman Bank masing-masing sebesar Rp24.174.894 dan
Rp29.600.000 (Catatan 25).
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
130
Page 134
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PINJAMAN SYARIAH
a) Pinjaman syariah berdasarkan kolektibilitas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Lancar 13.034.913 12.454.636
Dalam perhatian khusus 1.274.933 966.673
Kurang lancar 78.465 47.774
Diragukan 82.237 55.172
Macet 188.526 143.965
Total 14.659.074 13.668.220
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (1.228.624) (1.093.762)
Bersih 13.430.450 12.574.458
b) Pinjaman syariah berdasarkan jangka waktu dan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 10.444 17.091
> 1 bulan - 3 bulan 49.957 84.009
> 3 bulan - 1 tahun 8.603.115 8.227.108
> 1 tahun - 2 tahun 2.621.635 2.388.081
> 2 tahun - 5 tahun 3.229.227 2.799.958
> 5 tahun 144.695 151.973
Total 14.659.074 13.668.220
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (1.228.624) (1.093.762)
Bersih 13.430.450 12.574.458
Pinjaman syariah terdiri dari arrum haji, amanah, arrum, arrum emas baru, dan rhan tasjily tanah.
Jumlah pinjaman syariah yang telah direstrukturisasi akibat Covid-19 berdasarkan peraturan OJK
No.11/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai
Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang telah diaddendum
sebanyak 2 (dua) kali dengan POJK No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan
atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional
sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan POJK
No. 17/POJK.03/2021 tanggal 10 September 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan
Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 serta Siaran Pers OJK
No. SP 85/DHMS/OJK/XI/2022 tanggal 28 November 2022 tentang Perpanjangan Kebijakan
Restrukturisasi Kredit dan Pembiayaan Secara Targeted dan Sektoral Atasi Dampak Lanjutan Pandemi
Covid sampai dengan tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah
Rp202.368 dan Rp234.507.
131
Page 135
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PINJAMAN SYARIAH (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian pinjaman syariah:
`
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 1.093.762 1.286.203
Pembalikan cadangan kerugian
penurunan nilai (Catatan 34) 134.862 (192.441)
Saldo akhir 1.228.624 1.093.762
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman syariah pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
Jenis jaminan yang diserahkan oleh debitur atas pinjaman syariah antara lain berupa emas, fidusia dan
barang jaminan non-emas lainnya.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh pinjaman syariah digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman Bank (Catatan 25).
13. PIUTANG PEMBIAYAAN
a) Piutang Pembiayaan berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 tahun 48.128.586 31.552.191
> 1 tahun - 2 tahun 2.819.160 16.332.478
> 2 tahun - 5 tahun 6.485.233 7.037.409
> 5 tahun 341.190 22.257
57.774.169 54.944.335
Dolar Amerika Serikat
≤ 1 tahun 14.590 28.304
> 1 tahun - 2 tahun 2.131 5.331
> 2 tahun - 5 tahun - -
16.721 33.635
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 tahun 7.516 5.872
> 1 tahun - 2 tahun 7.516 12.812
> 2 tahun - 5 tahun 19.244 11.667
34.276 30.351
Total 57.825.166 55.008.321
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (4.518.658) (4.483.915)
Bersih 53.306.508 50.524.406
132
Page 136
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
b) Piutang Pembiayaan berdasarkan kolektibilitas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pembiayaan Pola Angsuran Mingguan
Kolektibilitas
Lancar 42.668.913 40.351.215
Dalam perhatian khusus 1.563.021 1.221.134
Kurang lancar 284.340 168.592
Diragukan 111.843 60.028
Macet 120.017 100.932
44.748.134 41.901.901
Pembiayaan Pola Angsuran Non Mingguan
Kolektibilitas
Lancar 11.403.224 11.746.901
Dalam perhatian khusus 1.304.139 1.013.319
Kurang lancar 74.548 43.498
Diragukan 97.513 39.335
Macet 197.608 263.367
13.077.032 13.106.420
Total 57.825.166 55.008.321
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (4.518.658) (4.483.915)
Bersih 53.306.508 50.524.406
c) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Nilai tercatat awal 51.998.740 1.048.048 1.961.533 55.008.321
Pengalihan ke
Stage 1 429.926 (429.346) (580) -
Stage 2 (249.764) 255.045 (5.281) -
Stage 3 (204.259) (396.695) 600.954 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.478.693) 1.181.792 355.268 58.367
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 17.978.207 194.239 9.650 18.182.096
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (14.534.433) (134.640) (21.758) (14.690.831)
Penghapusbukuan - - (727.158) (727.158)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (5.629) - - (5.629)
Nilai tercatat akhir 53.934.095 1.718.443 2.172.628 57.825.166
133
Page 137
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
c. Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Nilai tercatat awal 47.142.455 367.725 1.777.737 49.287.917
Pengalihan ke
Stage 1 728.092 (721.325) (6.767 ) -
Stage 2 (1.960.800) 1.977.343 (16.543 ) -
Stage 3 (1.485.014) (1.002.216) 2.487.230 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 5.347.188 70.962 5.633 5.423.783
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 71.899.653 522.836 50.369 72.472.858
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (69.613.543) (153.986) (746.273 ) (70.513.802 )
Penghapusbukuan (57.431) (13.291) (1.589.853 ) (1.660.575 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (1.860) - - (1.860 )
Nilai tercatat akhir 51.998.740 1.048.048 1.961.533 55.008.321
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 2.681.409 1.399.871 402.635 4.483.915
Pengalihan ke
Stage 1 146.760 (146.103) (657) -
Stage 2 (65.683) 69.627 (3.944) -
Stage 3 (131.697) (112.126) 243.823 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (501.044) 549.791 284.218 332.965
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 2.298.183 24.830 1.233 2.324.246
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.770.503) (17.360) (2.806) (1.790.669)
Penghapusbukuan - - (727.158) (727.158)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (104.641) - - (104.641 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 2.552.784 1.768.530 197.344 4.518.658
134
Page 138
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
c. Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.376.178 1.223.654 878.116 3.477.948
Pengalihan ke
Stage 1 167.035 (162.293) (4.742 ) -
Stage 2 (940.187) 951.545 (11.358 ) -
Stage 3 (551.475) (619.661) 1.171.136 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 1.942.679 25.781 2.046 1.970.506
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 4.424.581 3.676 3.525 4.431.782
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (3.645.464) (9.540) (46.235 ) (3.701.239 )
Penghapusbukuan (57.431) (13.291) (1.589.853 ) (1.660.575 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (34.507) - - (34.507 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 2.681.409 1.399.871 402.635 4.483.915
d) Dalam piutang pembiayaan, termasuk informasi terkait piutang sewa pembiayaan (BRI Finance)
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 yang terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Piutang pembiayaan-bruto 9.997.102 9.855.031
Nilai sisa yang terjamin 1.575.644 1.582.769
Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui (1.986.303) (1.971.918)
Simpanan jaminan (1.575.644) (1.582.769)
8.010.799 7.883.113
Pihak berelasi (Catatan 44)
Piutang pembiayaan-bruto 42.001 37.460
Nilai sisa yang terjamin 8.670 7.427
Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui (7.725) (7.109)
Simpanan jaminan (8.670) (7.427)
34.276 30.351
Total 8.045.075 7.913.464
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (210.294) (215.309)
Bersih 7.834.781 7.698.155
135
Page 139
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, terdapat piutang pembiayaan yang
dialihkan dan/atau digunakan sebagai jaminan atas utang Bank masing-masing sebesar Rp32.662.425
dan Rp31.789.102.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, terdapat piutang pembiayaan yang
menggunakan prinsip syariah masing-masing sebesar Rp30.431.942 dan Rp31.668.616.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
L/C Impor dan Surat Kredit
Berdokumen Dalam
Negeri (SKBDN) 6.149.664 7.394.694
Mata uang asing
L/C Impor dan SKBDN
Dolar Amerika Serikat 55.421.948 878.716 94.495.087 1.454.941
Yen Jepang 791.498.678 82.866 762.730.478 83.046
Euro Eropa 1.930.580 33.061 2.447.950 41.709
Renminbi 9.767.382 21.430 13.304.733 28.872
Pound Sterling Inggris 171.002.062 2.009.664 29.751 584
3.025.737 1.609.152
9.175.401 9.003.846
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
L/C Impor dan SKBDN 1.358.606 1.167.584
Mata uang asing
L/C Impor dan SKBDN
Dolar Amerika Serikat 8.965.392 142.146 2.986.171 45.978
Renminbi 204.946 450 -
1.501.202 1.213.562
Total 10.676.603 10.217.408
Cadangan kerugian penurunan nilai (371.850) (249.698)
Bersih 10.304.753 9.967.710
b) Berdasarkan Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua tagihan akseptasi
diklasifikasikan “Lancar”.
136
Page 140
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI (lanjutan)
c) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu tagihan akseptasi berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
≤ 1 bulan 2.800.604 2.419.023
> 1 bulan - 3 bulan 2.700.604 4.288.211
> 3 bulan - 1 tahun 3.674.193 2.296.612
9.175.401 9.003.846
Pihak berelasi (Catatan 44)
≤ 1 bulan 304.840 66.652
> 1 bulan - 3 bulan 454.452 444.464
> 3 bulan - 1 tahun 741.910 702.446
1.501.202 1.213.562
Total 10.676.603 10.217.408
Cadangan kerugian
penurunan nilai (371.850) (249.698)
Bersih 10.304.753 9.967.710
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Nilai tercatat awal 10.193.597 23.811 - 10.217.408
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 10.652.465 24.138 - 10.676.603
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (10.193.597) (23.811) - (10.217.408)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 10.652.465 24.138 - 10.676.603
137
Page 141
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Nilai tercatat awal 7.145.070 22.530 - 7.167.600
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 10.301.960 23.811 - 10.325.771
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (7.250.703) (22.530) - (7.273.233 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (2.730) - - (2.730 )
Nilai tercatat akhir 10.193.597 23.811 - 10.217.408
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 244.117 5.581 - 249.698
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 273.944 15.247 - 289.191
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (244.117) (5.581) - (249.698)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 82.659 - - 82.659
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 356.603 15.247 - 371.850
138
Page 142
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 123.052 13.484 - 136.536
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 244.269 5.581 - 249.850
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (121.373) (13.484) - (134.857 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (1.831) - - (1.831 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 244.117 5.581 - 249.698
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 telah memadai.
15. PENYERTAAN SAHAM
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Ekuitas
Pihak berelasi (Catatan 44)
(Investasi dalam entitas asosiasi)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk Perbankan 15,38 3.546.381 2.109.828 5.656.209
PT Bahana Artha Ventura Modal ventura 15,10 71.325 8.370 79.695
3.617.706 2.118.198 5.735.904
139
Page 143
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Nilai Wajar
Pihak ketiga
Grab Holding Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,07 106.696
PT Bukalapak.com Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,18 27.519
PT Pefindo Biro Kredit Perusahaan
informasi
pengkreditan 13,88 20.060
PT Pemeringkat Efek Indonesia Pemeringkat
efek 7,94 26.717
PT Kustodian Sentral Efek Jasa penitipan
Indonesia surat berharga 4,25 4.650
PT Penyelesaian Transaksi Lembaga
Elektronik Nasional Services
Pembayaran 17,50 3.500
PT Kliring Berjangka Lembaga
Indonesia (Persero) kliring 1,92 1.440
Investasi lain-lain Beragam Beragam 783.555
Pihak berelasi (Catatan 44)
PT Fintek Karya Nusantara Penyelenggara
Jasa Sistem
Perbankan 12,57 753.258
Total 1.727.395
7.463.299
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.109)
Bersih 7.462.190
140
Page 144
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2023
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Ekuitas
Pihak berelasi (Catatan 44)
(Investasi dalam entitas asosiasi)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk Perbankan 15,38 3.546.381 1.933.244 5.479.625
PT Bahana Artha Ventura Modal ventura 15,10 71.325 8.115 79.440
3.617.706 1.941.359 5.559.065
Metode Nilai Wajar
Pihak ketiga
Grab Holding Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,05 111.355
PT Bukalapak.com Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,18 39.106
PT Pefindo Biro Kredit Perusahaan
informasi
pengkreditan 13,88 20.060
PT Pemeringkat Efek Indonesia Pemeringkat
efek 7,94 32.278
PT Kustodian Sentral Efek Jasa penitipan
Indonesia surat berharga 4,25 4.650
PT Penyelesaian Transaksi Lembaga
Elektronik Nasional Services
Pembayaran 17,50 3.500
PT Kliring Berjangka Lembaga
Indonesia (Persero) kliring 1,92 1.340
Investasi lain-lain Beragam Beragam 783.555
Pihak berelasi (Catatan 44)
PT Fintek Karya Nusantara Penyelenggara
Jasa Sistem
Perbankan 12,57 753.258
Total 1.749.102
7.308.167
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.676)
Bersih 7.305.491
141
Page 145
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua penyertaan diklasifikasikan “Lancar”.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas penyertaan saham pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
Jumlah aset, liabilitas, pendapatan, dan laba tahun berjalan dari entitas asosiasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Total aset 348.413.011 353.624.125
Total liabilitas 19.117.089 87.222.910
Total dana syirkah temporer 289.408.663 227.662.092
PT Bahana Artha Ventura
Total aset 1.575.997 1.642.983
Total liabilitas 769.995 838.813
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Total pendapatan 4.045.509 3.605.283
Total laba bersih 1.148.137 911.886
PT Bahana Artha Ventura
Total pendapatan 22.304 23.297
Total laba bersih 1.688 1.850
142
Page 146
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP
Aset tetap terdiri atas:
31 Maret 2024
Keterangan Saldo Awal Revaluasi Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Hak atas tanah 33.317.427 - 2.666 38.671 (44) 33.281.378
Bangunan 15.127.852 - 299.950 233.691 298.161 15.492.272
Kendaraan bermotor 5.221.398 - 193.926 118.753 (23) 5.296.548
Komputer dan mesin*) 16.863.879 - 204.317 466.387 671.876 17.273.685
Perlengkapan kantor 3.978.351 - 92.242 119.541 102 3.951.154
Aset tetap museum 184 - - - 184
Satelit 3.288.878 - 10 - - 3.288.888
Aset dalam
penyelesaian 3.665.808 - 1.025.944 - (970.072) 3.721.680
81.463.777 - 1.819.055 977.043 - 82.305.789
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 5.225.792 - 386.277 60.148 (1.670) 5.550.251
Kendaraan bermotor 1.928.834 - 198.122 64.846 - 2.062.110
Komputer dan mesin 10.594.732 - 551.191 60.291 - 11.085.632
Perlengkapan kantor 2.607.940 - 104.847 22.416 1.670 2.692.041
Satelit 1.428.360 - 55.214 - - 1.483.574
21.785.658 - 1.295.651 207.701 - 22.873.608
Nilai buku Bersih 59.678.119 59.432.181
*) Termasuk software
31 Desember 2023
Keterangan Saldo Awal Revaluasi Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Hak atas tanah 33.406.372 - 1.086.300 1.134.834 (40.411) 33.317.427
Bangunan 12.219.677 - 1.522.462 699.119 2.084.832 15.127.852
Kendaraan bermotor 3.900.285 - 2.015.071 706.759 12.801 5.221.398
Komputer dan mesin*) 12.175.552 - 2.588.752 435.387 2.534.962 16.863.879
Perlengkapan kantor 3.357.863 - 677.264 102.384 45.608 3.978.351
Aset tetap museum 184 - - - - 184
Satelit 3.284.668 - 25 - 4.185 3.288.878
Aset dalam
penyelesaian 5.606.600 - 2.719.584 18.399 (4.641.977) 3.665.808
73.951.201 - 10.609.458 3.096.882 - 81.463.777
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 4.158.159 - 1.302.878 224.927 (10.318) 5.225.792
Kendaraan bermotor 1.846.266 - 243.852 161.713 429 1.928.834
Komputer dan mesin 9.276.125 - 1.514.294 194.805 (882) 10.594.732
Perlengkapan kantor 2.247.030 - 444.481 94.342 10.771 2.607.940
Satelit 1.207.574 - 220.786 - - 1.428.360
18.735.154 - 3.726.291 675.787 - 21.785.658
Nilai buku - Bersih 55.216.047 59.678.119
*) Termasuk software
143
Page 147
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Biaya perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 pada
tabel di atas termasuk juga nilai Aset Hak Guna (AHG) BRI dan entitas anak, dengan rincian sebagai
berikut:
Saldo awal Saldo akhir
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2024
Biaya Perolehan Aset Hak Guna
Bangunan 2.466.176 188.434 92.233 2.562.377
Kendaraan bermotor 640.898 54.494 80.810 614.582
Perlengkapan kantor 132.120 2.591 168 134.543
3.239.194 245.519 173.211 3.311.502
Akumulasi Penyusutan Aset Hak Guna
Bangunan 1.150.454 176.156 55.035 1.271.575
Kendaraan bermotor 214.112 38.370 40.229 212.253
Perlengkapan kantor 20.778 6.938 168 27.548
1.385.344 221.464 95.432 1.511.376
Nilai buku - Bersih 1.853.850 1.800.126
Saldo awal Saldo akhir
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2023
Biaya Perolehan Aset Hak Guna
Bangunan 1.840.211 1.124.412 498.447 2.466.176
Kendaraan bermotor 331.406 437.631 128.139 640.898
Perlengkapan kantor 13.246 119.100 226 132.120
2.184.863 1.681.143 626.812 3.239.194
Akumulasi Penyusutan Aset Hak Guna
Bangunan 794.664 752.694 396.904 1.150.454
Kendaraan bermotor 169.110 169.784 124.782 214.112
Perlengkapan kantor 1.780 19.139 141 20.778
965.554 941.617 521.827 1.385.344
Nilai buku - Bersih 1.219.309 1.853.850
Tabel berikut menyajikan beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian:
Untuk Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024
Beban penyusutan Beban bunga atas
aset hak guna liabilitas sewa
Bangunan 176.156 1.714
Kendaraan bermotor 38.370 6.342
Perlengkapan kantor 6.938 335
Total 221.464 8.391
144
Page 148
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian
(lanjutan):
Untuk Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2023
Beban penyusutan Beban bunga atas
aset hak guna liabilitas sewa
Bangunan 206.596 881
Kendaraan bermotor 81.049 3.999
Perlengkapan kantor 2.460 29
Total 744.568 28.290
Rata-rata masa sewa berdasarkan kontrak yang dimiliki BRI adalah lebih dari 2 (dua) tahun.
BRI dan entitas anak memiliki sewa tertentu dengan masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa aset
bernilai rendah, dimana dikecualikan dari pengakuan sewa berdasarkan PSAK No. 116.
Jumlah penyusutan aset tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian adalah sebesar Rp1.295.651 dan Rp1.086.251 masing-masing untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Catatan 36).
BRI telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah dan satelit) untuk menutup
kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian, force majeur dan lain-lain kepada PT. BRI
Asuransi Indonesia (BRI Insurance) (Entitas Anak), PT Askrindo, PT Asuransi Tri Pakarta, PT Asuransi
Wahana Tata, PT Asuransi Sinar, PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi (Pihak Berelasi), dan MS Amlin
Marine MV dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar Rp22.705.817 dan Rp22.124.061 masing-
masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
BRI telah mengasuransikan aset tetap satelit kepada PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
(Entitas Anak) dengan nilai pertanggungan seluruhnya pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023masing-masing sebesar ASD130.736.666 dan ASD130.736.666 (nilai penuh), masing-masing polis
asuransi tersebut berakhir pada tanggal 19 Juni 2024 dan 2023.
Tidak ada aset tetap yang dimiliki BRI yang dijadikan jaminan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2023 dan
31 Desember 2023.
Nilai tercatat bruto aset tetap yang telah terdepresiasi penuh, namun masih digunakan oleh BRI adalah
masing-masing sebesar Rp10.395.209 dan Rp9.986.999 pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
145
Page 149
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 1 April 2016, BRI mengubah kebijakan akuntansi untuk pengukuran hak atas tanah menjadi
model revaluasian dari sebelumnya menggunakan model biaya.
Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik” bagian 27 huruf e, dengan mempertimbangkan nilai buku tanah yang
telah dilakukan revaluasi pada tahun 2016. Selanjutnya, BRI dan entitas anak telah melakukan penilaian
kembali atas tanah hanya untuk memenuhi ketentuan Bapepam-LK tersebut dan bukan untuk tujuan
perpajakan, dimana berdasarkan penilaian terakhir menggunakan nilai wajar pada tanggal 1 April 2022.
Penilaian dilakukan berdasarkan POJK No. 28/POJK.04/2021 tanggal 30 Desember 2021 tentang
“Penyajian Laporan Penilaian Properti Di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia, ditentukan
berdasarkan transaksi pasar terkini dan dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang lazim. Metode
penilaian yang dipakai adalah metode data pasar dan metode biaya.
Penilaian atas tanah dilakukan oleh penilai independen eksternal sebagai berikut:
1. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan, dengan laporan No. 01042/2.0131-00/PI/07/0375/1/IX/2022
tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.679.046 ditandatangani oleh Budi Prasodjo.
2. KJPP Dino Farid dan Rekan, dengan laporan No. 00526/2.0164-00/PI/07/0447/1/IX/2022 tanggal
19 September 2022 sebesar Rp2.006.196 ditandatangani oleh Dino Suharianto.
3. KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan, dengan laporan No. 01957/2.0084-00/PI/07/0274/1/IX/2022
tanggal 19 September 2022 sebesar Rp9.866.380 ditandatangani oleh Sapto Haji.
4. KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti dan Rekan, dengan laporan No. 00522/2.0018-
00/PI/07/0496/1/IX/2022 tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.429.569 ditandatangani oleh
Budi Muhammad Haikal.
5. KJPP Susan Widjojo dan Rekan, dengan laporan No. 00400/2.0068-00/PI/07/0198/1/IX/2022 tanggal
19 September 2022 sebesar Rp2.865.437 ditandatangani oleh Susan Widjojo.
6. KJPP Toha, Okky, Heru dan Rekan, dengan laporan No. 00121/2.0014-00/PI/07/0080/1/IX/2022
tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.152.233 ditandatangani oleh Okky Danuza.
7. KJPP Abdullah Fitriantoro dan Rekan, dengan laporan No. 00282/2.0051-00/PI/07/0152/1/IX/2022
tanggal 1 September 2022 sebesar Rp1.056.302 dan Rp654.858 ditandatangani oleh
Abdullah Fitriantoro.
8. KJPP Muttaqin Bambang Purwanto Rozak Uswatun dan Rekan, dengan laporan No. 01155/2.0027-
00/PI/07/0196/1/IX/2022 tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.524.861 ditandatangani oleh
Muhammad A. Muttaqin.
9. KJPP Iwan Bachron dan Rekan, dengan laporan No. 00066/2.0047-00/PI/07/0108/1/IX/2022 tanggal
14 September 2022 sebesar Rp730.970 ditandatangani oleh Iwan Bachron.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari penilaian kembali atas hak atas tanah BRI (Entitas induk) pada
tanggal 1 April 2022 sebesar Rp2.963.485 dicatat sebagai “Surplus Revaluasi Aset Tetap” dan disajikan
dalam penghasilan komprehensif lain sebesar Rp2.984.488, sedangkan penurunan nilai tercatat yang
timbul dari penilaian kembali sebesar Rp21.003 diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Nilai wajar
hak atas tanah termasuk pada hierarki nilai wajar level 2.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jika tanah diukur menggunakan model
biaya, nilai tercatatnya masing-masing adalah sebesar Rp14.491.901 dan Rp14.489.235.
BRI dan entitas anak tidak memiliki aset tetap yang tidak terpakai sementara, tidak memiliki aset tetap
yang dihentikan dari penggunaan aktif, dan aset tetap yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual
pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
146
Page 150
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Rincian aset dalam penyelesaian, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Persentase Estimasi
Akumulasi biaya penyelesaian penyelesaian
Bangunan dalam penyelesaian:
Tabanan IT Facility 43.000 20,00% Februari 2025
Renovasi SkyLounge 33.155 95,00% Juni 2024
Bangunan Lapangan Fatmawati 27.118 95,00% Juni 2024
Branch Office BRI Demak 17.325 50,00% Desember 2024
Lain-lain 899.895 Beragam Beragam
1.020.493
Software dalam penyelesaian:
Pengadaan Konsultan IT-Fase
Implementasi Product 309.210 86,00% Juni 2024
Pengadaan SecureBranch Fase II 178.204 96,00% Juni 2024
Switch DC Workload ODC Tahun 2022-2024 135.588 96,00% Desember 2024
Pengadaan Implementasi Integrasi
New Finance System 39.964 96,00% Juni 2024
Lain-lain 802.427 Beragam Beragam
1.465.393
Hardware dalam penyelesaian 1.235.794 Beragam Beragam
1.235.794
Total 3.721.680
31 Desember 2023
Persentase Estimasi
Akumulasi biaya penyelesaian penyelesaian
Bangunan dalam penyelesaian:
Bangunan Tier 3 Uptime Institute DC GTI 89.930 85,00% Maret 2024
Renovasi Menara BRI Medan 44.017 85,00% Maret 2024
Kontraktor Contact Center Kebayoran Baru 26.439 95,00% Januari 2024
Main Campus BRI Corporate University 28.738 95,00% Januari 2024
Lain-lain 1.525.702 Beragam Beragam
1.714.826
Software dalam penyelesaian:
Pengadaan Konsultan IT-Fase
Implementasi Product 302.176 85,00% Juni 2024
Pengadaan Secure Branch Fase II 161.441 95,00% Maret 2024
Switch DC Workload ODC Tahun 2022-2024 47.548 95,00% Desember 2024
Pengadaan Implementasi Integrasi
New Finance System 39.964 95,00% Maret 2024
Lain-lain 966.662 Beragam Beragam
1.517.791
Hardware dalam penyelesaian 433.191 Beragam Beragam
433.191
Total 3.665.808
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap selain yang disebutkan di atas
dan jumlah nilai pertanggungan asuransi cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul atas
aset tetap pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
147
Page 151
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. ASET LAIN-LAIN
Aset lain-lain terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Tagihan kepada Pemerintah terkait pemberian KUR 14.464.616 9.710.595
Biaya dibayar di muka 11.411.001 9.618.292
Beban yang ditangguhkan untuk
pinjaman pekerja (Catatan 11f) 5.077.797 5.190.672
Piutang bunga:
Efek-efek 3.158.448 2.579.374
Usaha gadai 2.325.450 2.099.520
Lain-lain 426.086 336.005
Tagihan terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 5.592.551 4.713.968
Aset reasuransi 2.711.499 2.697.126
Uang muka pajak (Catatan 38) 1.928.041 2.089.356
Piutang lain-lain 2.322.038 1.764.184
Aset atas sewa operasi - net 956.273 952.001
Persediaan emas 693.359 508.699
Piutang premi 439.744 286.622
Properti investasi 372.903 199.635
Kas yang dibatasi penggunaannya 318.691 534.474
Aset tetap belum didistribusikan 236.352 52.939
Agunan yang diambil alih 52.407 52.230
Setoran jaminan 45.783 33.437
Persekot intern 43.540 112.588
Uang muka pengadaan - 50.240
Lain-lain 6.875.588 3.629.617
59.452.167 47.211.574
Mata uang asing
Term deposit valas devisa hasil ekspor
(TD Valas DHE) Bank Indonesia 2.045.295 5.839.312
Piutang Bunga:
Efek-efek 1.108.528 1.280.545
Lain-lain 181.152 184.708
Lain-lain 882.536 542.340
4.217.511 7.846.905
Total 63.669.678 55.058.479
Dikurangi cadangan penurunan nilai (1.699.276) (1.682.026)
Bersih 61.970.402 53.376.453
148
Page 152
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEGERA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Titipan advance payment 6.614.237 7.114.058
Titipan setoran pajak 2.875.931 792.368
Titipan kerja sama pihak ketiga 1.802.257 1.121.776
Titipan ATM dan kartu kredit 1.240.510 788.468
Titipan dana pihak ketiga 1.103.899 751.038
Titipan uang elektronik 517.223 518.049
Titipan biaya operasional 361.203 696.501
Titipan pinjaman kelolaan 286.612 289.945
Titipan asuransi 285.152 252.718
Utang kepada nasabah 266.285 232.719
Titipan recovery claim asuransi 96.233 279.530
Titipan setoran kliring 39.260 33.687
Titipan pengiriman uang 20.270 30.767
Titipan pembayaran dividen (Catatan 31d) - 12.666.432
Lain-lain 4.802.320 3.496.949
20.311.392 29.065.005
Mata uang asing
Titipan setoran pajak 165.793 140.178
Titipan advance payment 39.668 36.911
Titipan dana pihak ketiga 31.928 139.955
Titipan ATM dan kartu kredit 5.548 4.958
Titipan setoran kliring - 538.895
Lain-lain 1.115.832 725.905
1.398.769 1.586.802
Total 21.710.161 30.651.807
19. GIRO
Giro terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah 127.197.898 116.731.749
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 3.639.986.751 56.044.876 3.455.537.572 53.204.912
Renminbi 188.879.582 409.880 165.406.408 358.942
Euro Eropa 23.771.645 405.029 36.944.483 629.472
Dolar Singapura 11.497.330 134.247 10.534.380 123.003
Dolar Australia 7.783.995 81.894 7.821.325 82.286
Yen Jepang 744.861.178 81.097 402.507.348 43.825
Dolar Taiwan Baru 59.145.868 29.780 31.426.075 15.823
Dolar Hong Kong 7.013.514 13.822 10.897.029 21.475
Dirham Uni Emirat Arab 1.857.577 7.788 1.537.723 6.447
Pound Sterling Inggris 117.899 2.314 484.595 9.511
Riyal Arab Saudi 518.906 2.131 503.509 2.067
Ringgit Malaysia 4.886 16 4.894 16
57.212.874 54.497.779
184.410.772 171.229.528
149
Page 153
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. GIRO (lanjutan)
Giro terdiri atas (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah 57.099.539 80.392.091
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 7.318.230.563 112.678.796 6.124.984.673 94.306.389
Euro Eropa 10.453.533 178.111 10.413.081 177.421
Yen Jepang 162.808.571 17.726 168.148.421 18.308
Pound Sterling Inggris 34.731 682 29.196 573
Dolar Singapura 5.365 63 5.331 62
112.875.378 94.502.753
169.974.917 174.894.844
Total 354.385.689 346.124.372
Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 4,30% 2,72%
Mata uang asing 2,59% 2,62%
Giro yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh BRI dan entitas anak adalah
masing-masing sebesar Rp1.112.082 dan Rp850.977 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023.
20. TABUNGAN
Tabungan terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Simpedes 310.643.436 319.178.769
Britama 192.785.256 192.007.308
Lain-lain 9.633.584 10.278.739
513.062.276 521.464.816
Mata uang asing
Britama
Dolar Amerika Serikat 223.514.050 3.441.446 225.570.890 3.473.115
Yen Jepang 11.769.659.163 1.281.422 19.294.792.433 2.100.817
Euro Eropa 13.763.557 234.508 13.837.154 235.762
Dolar Singapura 14.463.559 168.881 13.100.685 152.968
Dolar Australia 2.061.154 21.685 1.879.683 19.776
Pound Sterling Inggris 753.708 14.793 1.350.486 26.505
Renminbi 5.546.475 12.036 6.809.463 14.777
Dolar Taiwan Baru 22.228.649 11.192 10.713.878 5.394
Riyal Arab Saudi 1.200.621 4.930 1.078.598 4.429
Dirham Uni Emirat Arab 98.052 411 93.443 392
Dolar Hong Kong 41.971 83 139.868 276
Won Korea Selatan 92.077 1 8.094.523 96
5.191.388 6.034.307
518.253.664 527.499.123
150
Page 154
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. TABUNGAN (lanjutan)
Tabungan terdiri atas (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Britama 558.777 348.734
Simpedes 18.396 10.421
Lain-lain 63.604 64.826
640.777 423.981
Mata uang asing
Britama
Dolar Amerika Serikat 1.103.886 16.997 1.432.215 22.052
Yen Jepang 1.530.305 167 589.677 64
Pound Sterling Inggris 7.630 150 7.255 142
Euro Eropa 6.106 104 6.094 104
Dolar Singapura 7.854 92 4.679 55
Riyal Arab Saudi 8.258 34 6.880 28
Dolar Australia 192 2 -
Renminbi 571 1 417 1
17.547 22.446
658.324 446.427
Total 518.911.988 527.945.550
Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 0,28% 0,26%
Mata uang asing 0,18% 0,19%
Tabungan yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh BRI dan entitas anak
adalah masing-masing sebesar Rp157.752 dan Rp157.317 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
151
Page 155
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. DEPOSITO BERJANGKA
Deposito berjangka terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah 330.175.010 294.911.189
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 2.481.187.479 38.202.844 1.981.751.726 30.513.031
Yen Jepang 12.732.017.848 1.386.198 18.089.520.575 1.969.587
Renminbi 149.160.773 323.688 147.108.266 319.234
Dolar Singapura 11.753.510 137.238 12.215.745 142.635
Dolar Australia 7.410.227 77.961 7.264.028 76.423
Pound Sterling Inggris 945.205 18.551 926.345 18.181
Euro Eropa 426.513 7.267 424.354 7.230
Dolar Taiwan Baru 13.909.687 7.004 6.056.320 3.049
Riyal Arab Saudi 5.159 21 5.010 21
40.160.772 33.049.391
370.335.782 327.960.580
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah 151.492.551 132.688.743
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 1.368.792.008 21.075.291 1.532.609.511 23.597.589
Euro Eropa 703.561 11.987 700.000 11.927
21.087.278 23.609.516
172.579.829 156.298.259
Total 542.915.611 484.258.839
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 9.132.589 12.472.551
Deposito
1 bulan 62.950.623 59.222.509
3 bulan 175.209.544 130.209.788
6 bulan 64.701.146 73.085.816
12 bulan 17.233.496 18.908.368
Lebih dari 12 bulan 947.612 1.012.157
330.175.010 294.911.189
152
Page 156
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. DEPOSITO BERJANGKA (lanjutan)
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing
Deposits on call 575.632 79.599
Deposito
1 bulan 16.888.857 11.626.617
3 bulan 12.600.623 9.093.651
6 bulan 4.152.594 6.322.343
12 bulan 5.495.555 5.487.363
Lebih dari 12 bulan 447.511 439.818
40.160.772 33.049.391
370.335.782 327.960.580
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Deposits on call 1.897.393 2.960.717
Deposito
1 bulan 17.304.712 19.903.738
3 bulan 61.166.664 39.290.928
6 bulan 50.293.194 49.502.287
12 bulan 20.829.806 21.030.281
Lebih dari 12 bulan 782 792
151.492.551 132.688.743
Mata uang asing
Deposits on call 1.305.881 1.593.312
Deposito
1 bulan 11.307.924 8.637.377
3 bulan 5.408.779 10.618.440
6 bulan 2.558.707 2.195.315
12 bulan 505.987 565.072
Lebih dari 12 bulan - -
21.087.278 23.609.516
172.579.829 156.298.259
Total 542.915.611 484.258.839
Tingkat suku bunga rata-rata:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 5,77% 4,71%
Mata uang asing 4,47% 3,18%
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh BRI dan entitas
anak adalah sebesar Rp225.020 dan Rp261.350 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023.
153
Page 157
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SIMPANAN DARI BANK LAIN DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Giro 622.395 1.263.075
Inter-bank call money 355.000 -
Deposito berjangka 220.026 302.655
Tabungan 7.461 9.052
Deposito on call - 4.268.250
1.204.882 5.843.032
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka 200.000.000 3.171.000 180.000.000 2.771.460
Inter-bank call money 151.868.268 2.407.872 56.671.033 872.564
Giro 23.260.512 368.796 21.435.803 330.047
Deposito on call 11.000.000 174.405 10.000.000 153.970
6.122.073 4.128.041
Dolar Singapura
Inter-bank call money - 130.546.301 1.524.303
- 5.652.344
7.326.955 11.495.376
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Giro 19.985 15.755
Deposito berjangka - 41
19.985 15.796
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 19.000.000 301.245 29.000.000 446.513
Giro 40.834 647 41.162 634
301.892 447.147
321.877 462.943
Total 7.648.832 11.958.319
Tingkat suku bunga rata-rata:
Rupiah Mata Uang Asing
31 Maret 2024 31 Desember 2023 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Inter-bank call money 6,60% -% 5,24% 5,07%
Deposito berjangka 4,18 2,66% 1,50 1,50%
Deposits on call 2,13% 4,25% 4,09% 4,07%
Giro ww2221,1,56 1,22% 220,12 0,11%
Tabungan 0,71 0,66% - -%
154
Page 158
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SIMPANAN DARI BANK LAIN DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya berdasarkan sisa umur
sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun Total
Pihak ketiga
Rupiah
Giro 622.395 - - 622.395
Inter-bank call money 355.000 - - 355.000
Deposito berjangka 44.016 176.010 - 220.026
Tabungan 7.461 - - 7.461
Deposits on call - - - -
1.028.872 176.010 - 1.204.882
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka - 1.744.050 1.426.950 3.171.000
Inter-bank call money 1.781.599 71.348 554.925 2.407.872
Giro 368.796 - - 368.796
Deposito on call 174.405 - - 174.405
2.324.800 1.815.398 1.981.875 6.122.073
3.353.672 1.991.408 1.981.875 7.326.955
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Giro 19.985 - - 19.985
19.985 - - 19.985
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 301.245 - - 301.245
Giro 647 - - 647
301.892 - - 301.892
321.877 - - 321.877
Total 3.675.549 1.991.408 1.981.875 7.648.832
31 Desember 2023
≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun Total
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 4.268.250 - - 4.268.250
Giro 1.263.075 - - 1.263.075
Deposito berjangka 80.455 218.200 4.000 302.655
Tabungan 9.052 - - 9.052
5.620.832 218.200 4.000 5.843.032
155
Page 159
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SIMPANAN DARI BANK LAIN DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya berdasarkan sisa umur
sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2023
≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun Total
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka 307.940 1.616.685 846.835 2.771.460
Inter-bank call money 195.096 - 677.468 872.564
Giro 330.047 - - 330.047
Deposito on call 153.970 - - 153.970
987.053 1.616.685 1.524.303 4.128.041
Dolar Singapura
Inter-bank call money 1.524.303 - - 1.524.303
8.132.188 1.834.885 1.528.303 11.495.376
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Giro 15.755 - - 15.755
Deposito berjangka 41 - - 41
15.796 - - 15.796
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 446.513 - - 446.513
Giro 634 - - 634
447.147 - - 447.147
462.943 - - 462.943
Total 8.595.131 1.834.885 1.528.303 11.958.319
156
Page 160
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri atas:
31 Maret 2024
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi Pemerintah
FR0090 28 Mar 2024 25 Apr 2024 3.000.000 2.746.175 2.748.228
Bank lain
Obligasi Pemerintah
FR0081 10 Jul 2023 13 Jun 2025 1.500.000 1.322.032 1.346.622
FR0086 18 Jul 2023 15 Apr 2026 1.150.000 1.001.549 1.030.761
FR0081 11 Jul 2023 13 Jun 2025 1.098.000 999.680 1.018.424
FR0077 28 Mar 2024 29 Apr 2024 1.000.000 1.012.750 1.013.489
FR0091 23 Jan 2024 23 Jul 2024 1.000.000 931.418 943.557
FR0081 04 Apr 2023 12 Jun 2025 1.000.000 887.065 937.173
FR0091 01 Mar 2024 03 Sep 2024 750.000 703.979 708.101
FR0081 12 Jul 2023 13 Jun 2025 600.000 547.677 572.779
FR0090 26 Feb 2024 26 Agu 2024 600.000 560.320 563.942
FR0090 19 Mar 2024 18 Apr 2024 600.000 562.539 563.884
FR0090 08 Mar 2024 17 Apr 2024 600.000 561.170 563.676
FR0081 14 Des 2023 13 Jun 2025 500.000 491.298 501.321
FR0082 29 Feb 2024 29 Mei 2024 500.000 491.261 494.253
FR0081 19 Mar 2024 19 Apr 2024 500.000 484.011 485.168
FR0081 15 Mar 2024 17 Apr 2024 500.000 483.601 485.120
FR0090 20 Mar 2024 19 Apr 2024 400.000 374.847 375.675
FR0081 18 Mar 2024 18 Apr 2024 300.000 290.280 291.019
FR0086 14 Mar 2024 17 Apr 2024 300.000 287.270 288.218
FR0090 15 Mar 2024 17 Apr 2024 300.000 281.026 281.902
FR0090 08 Mar 2024 17 Apr 2024 300.000 280.585 281.838
FR0090 19 Mar 2024 16 Apr 2024 300.000 280.717 281.383
FR0090 18 Mar 2024 16 Apr 2024 250.000 233.889 234.486
FR0081 19 Mar 2024 19 Apr 2024 200.000 193.604 194.064
FR0090 28 Mar 2024 29 Apr 2024 200.000 187.541 187.677
FR0090 15 Mar 2024 16 Apr 2024 200.000 187.055 187.635
FR0086 01 Mar 2024 30 Mei 2024 100.000 95.716 96.277
FR0086 14 Mar 2024 17 Apr 2024 100.000 95.757 96.074
FR0086 26 Mar 2024 26 Apr 2024 100.000 95.959 96.064
FR0091 19 Mar 2024 19 Apr 2024 100.000 94.017 94.240
FR0090 19 Mar 2024 18 Apr 2024 100.000 93.756 93.979
FR0082 07 Mar 2024 07 Jun 2024 75.000 73.390 73.736
FR0096 26 Mar 2024 02 Apr 2024 70.000 70.105 66.896
FR0086 27 Mar 2024 29 Apr 2024 50.000 47.999 48.043
FR0096 06 Mar 2024 03 Apr 2024 50.000 47.527 47.745
FR0090 22 Jan 2024 22 Jul 2024 50.000 46.547 47.158
FR0090 14 Mar 2024 17 Apr 2024 50.000 46.842 46.998
FR0090 19 Mar 2024 19 Apr 2024 50.000 46.878 46.990
FR0081 15 Mar 2024 17 Apr 2024 30.000 29.016 29.107
15.573.000 14.520.673 14.715.474
18.573.000 17.266.848 17.463.702
Pihak ketiga
Mata uang asing
Bank lain
Obligasi Pemerintah
RI0826 09 Nov 2023 09 Mei 2024 1.585.500 1.517.093 1.552.896
RI0826 06 Des 2023 04 Jun 2024 1.585.500 1.476.602 1.503.908
FR0086 22 Jun 2023 15 Apr 2026 900.000 861.234 882.575
FR0086 21 Jun 2023 15 Apr 2026 900.000 834.602 855.284
FR0086 16 Des 2021 15 Apr 2026 815.000 793.366 813.026
FR0081 16 Des 2021 13 Jun 2025 791.500 792.348 804.970
RI0731 29 Nov 2023 29 Mei 2024 872.025 662.757 675.838
RI0127 29 Nov 2023 29 Mei 2024 713.475 660.783 673.825
157
Page 161
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI (lanjutan)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri atas (lanjutan):
31 Maret 2024
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Bank lain (lanjutan)
Obligasi Pemerintah (lanjutan)
RI0128 21 Feb 2024 21 Mei 2024 364.665 330.457 332.506
RI0126 02 Feb 2024 02 Mei 2024 285.390 301.747 304.502
RI0127 06 Feb 2024 08 Apr 2024 317.100 298.925 301.483
RI0229 29 Feb 2024 31 Mei 2024 301.245 284.430 285.848
RI0727 29 Jan 2024 29 Apr 2024 237.825 219.422 221.556
RI0125 29 Jan 2024 29 Apr 2024 206.115 195.144 197.043
RI0234 06 Feb 2024 08 Apr 2024 158.550 156.651 157.996
RI0428 29 Feb 2024 31 Mei 2024 158.550 147.947 148.685
RI0727 27 Mar 2024 26 Apr 2024 79.275 70.985 71.040
RI0230 26 Mar 2024 26 Jun 2024 77.690 66.116 66.178
RI0927 27 Mar 2024 26 Apr 2024 63.420 56.823 56.867
RI0734 08 Mar 2024 10 Jun 2024 47.565 44.512 44.678
RI0227 08 Mar 2024 10 Jun 2024 42.809 40.353 40.503
10.503.198 9.812.297 9.991.207
Suku Berharga Syariah Negara
INDOIS 27 20 Feb 2024 20 Mei 2024 436.013 410.589 413.222
INDOIS 25 29 Feb 2024 31 Mei 2024 214.043 204.445 205.465
INDOIS 26 07 Feb 2024 07 Mei 2024 190.260 182.587 184.115
INDOIS 24 29 Feb 2024 31 Mei 2024 158.550 153.096 153.859
INDOIS 24 08 Mar 2024 10 Jun 2024 158.550 153.260 153.831
INDOIS 25 26 Mar 2024 28 Mei 2024 158.550 149.448 149.587
INDOIS 30 18 Mar 2024 18 Jun 2024 158.550 134.297 134.589
INDOIS 28 27 Mar 2024 26 Apr 2024 95.130 86.094 86.160
INDOIS 24 27 Mar 2024 26 Apr 2024 63.420 58.187 58.232
INDOIS 26 26 Mar 2024 26 Jun 2024 31.710 28.120 28.146
1.664.775 1.560.122 1.567.206
Obligasi Korporasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tahun 2025 28 Feb 2024 28 Mei 2024 110.985 105.842 106.385
PT Pertamina (Persero)
Tahun 2029 18 Mar 2024 18 Jun 2024 87.203 77.239 77.407
PT Perusahaan Listrik
Negara (Persero)
Tahun 2029 26 Mar 2024 26 Jun 2024 68.177 65.228 65.289
266.364 248.310 249.081
Total 31.007.337 28.887.576 29.271.196
158
Page 162
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI (lanjutan)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri atas (lanjutan):
31 Desember 2023
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank lain
Obligasi Pemerintah
FR0081 10 Jul 2023 13 Jun 2025 1.500.000 1.322.032 1.325.902
FR0086 18 Jul 2023 15 Apr 2026 1.150.000 1.001.549 1.014.938
FR0081 11 Jul 2023 13 Jun 2025 1.098.000 999.680 1.002.630
FR0081 04 Apr 2023 12 Jun 2025 1.000.000 887.065 894.118
FR0081 12 Jul 2023 13 Jun 2025 600.000 547.677 549.293
FR0081 14 Des 2023 13 Jun 2025 500.000 491.298 492.876
FR0086 06 Des 2023 05 Jan 2024 100.000 93.789 94.235
5.948.000 5.343.090 5.373.992
Mata uang asing
Bank lain
Obligasi Pemerintah
RI0126 09 Nov 2023 09 Mei 2024 1.539.700 1.473.269 1.486.066
RI0125 20 Des 2023 18 Jan 2024 1.539.700 1.475.895 1.478.714
RI0126 06 Des 2023 04 Jun 2024 1.539.700 1.433.947 1.439.840
RI1129 20 Des 2023 18 Jan 2024 923.820 896.902 898.616
FR0086 22 Jun 2023 15 Apr 2026 900.000 836.356 845.855
FR0086 21 Jun 2023 15 Apr 2026 900.000 810.493 819.698
FR0086 16 Des 2021 15 Apr 2026 815.000 770.448 779.199
FR0081 16 Des 2021 13 Jun 2025 791.500 769.460 771.389
RI0731 29 Nov 2023 29 Mei 2024 846.835 643.612 646.993
RI0827 29 Nov 2023 29 Mei 2024 692.865 641.695 645.066
RI0929 20 Des 2023 18 Jan 2024 615.880 551.706 552.760
RI0126 16 Jun 2023 18 Mar 2024 461.910 425.946 438.896
RI0124 02 Nov 2023 02 Jan 2024 292.543 297.651 300.454
RI0126 02 Nov 2023 02 Feb 2024 307.940 292.921 295.694
RI0229 30 Nov 2023 29 Feb 2024 292.543 276.355 277.765
RI0727 27 Okt 2023 29 Jan 2024 230.955 208.840 211.015
RI0125 27 Okt 2023 29 Jan 2024 200.161 189.761 191.737
RI0428 30 Nov 2023 29 Feb 2024 138.573 140.728 141.446
RI0727 30 Agu 2023 26 Feb 2024 76.985 67.957 69.331
RI0927 30 Agu 2023 26 Feb 2024 61.588 55.652 56.777
13.168.198 12.259.594 12.347.311
Suku Berharga Syariah Negara
INDOIS 27 21 Agu 2023 20 Feb 2024 423.418 396.764 405.192
INDOIS 25 30 Nov 2023 29 Feb 2024 207.860 195.144 196.140
INDOIS 26 08 Nov 2023 07 Feb 2024 184.764 173.319 174.791
INDOIS 24 30 Nov 2023 29 Feb 2024 153.970 146.808 147.557
INDOIS 28 30 Nov 2023 26 Feb 2024 92.382 84.514 86.222
INDOIS 24 30 Nov 2023 26 Feb 2024 61.587 55.943 57.074
1.123.981 1.052.492 1.066.976
Obligasi Korporasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tahun 2024 23 Okt 2023 23 Jan 2024 107.779 96.032 97.097
Tahun 2025 23 Okt 2023 23 Jan 2024 76.985 69.363 70.134
PT Pertamina (Persero)
Tahun 2029 23 Okt 2023 23 Jan 2024 76.985 65.432 66.158
PT Perusahaan Listrik
Negara (Persero)
Tahun 2029 23 Okt 2023 23 Jan 2024 61.588 57.156 57.790
323.337 287.983 291.179
Total 20.563.516 18.943.159 19.079.458
159
Page 163
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Obligasi Berkelanjutan II BRI
Tahap I Tahun 2016
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp973 dan Rp1.052 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 953.063 896.601
Pihak berelasi (Catatan 44) 1.260.925 1.316.647
Tahap II Tahun 2017
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp347 dan Rp372 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 826.092 799.145
Pihak berelasi (Catatan 44) 433.103 459.835
Tahap III Tahun 2017
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp127 dan Rp204 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 1.453.514 1.452.730
Pihak berelasi (Catatan 44) 1.064.946 1.065.535
Tahap IV Tahun 2018
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp93 dan Rp118 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 290.337 285.333
Pihak berelasi (Catatan 44) 304.974 309.930
Obligasi Berkelanjutan III BRI
Tahap I Tahun 2019
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp504 dan Rp704 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 1.642.283 1.616.903
Pihak berelasi (Catatan 44) 498.624 523.599
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI
Tahap I Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp2.786 dan Rp3.201 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 2.134.107 2.031.414
Pihak berelasi (Catatan 44) 246.901 349.102
160
Page 164
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah (lanjutan)
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI
(lanjutan)
Tahap II Tahun 2023
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp6.105 dan Rp7.273 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 5.747.949 5.506.549
Pihak berelasi (Catatan 44) 239.757 489.677
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI
Tahap III Tahun 2024
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp4.106 dan RpNihil pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 1.554.641 -
Pihak berelasi (Catatan 44) 622.168 -
MTN BRI Tahun 2022
setelah dikurangi biaya diskonto dan biaya
emisi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp2.100 dan Rp2.531 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 5.000.000 4.994.194
LTN BRI Tahun 2022
setelah dikurangi biaya diskonto dan biaya
emisi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp4.757 dan Rp3.852 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 47.664 48.564
LTN BRI Tahun 2023
setelah dikurangi biaya diskonto dan biaya
emisi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.244 dan Rp203 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 58.342 59.377
LTN BRI Tahun 2024
setelah dikurangi biaya diskonto dan biaya
emisi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp251 dan RpNihil pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 55.764 -
MTN II BRI Finance Tahun 2021
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp181 dan Rp261 pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 299.833 186.644
Pihak berelasi (Catatan 44) 24.889 137.955
161
Page 165
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah (lanjutan)
Obligasi I BRI Finance Tahun 2022
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.135 dan Rp1.268 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 440.591 338.969
Pihak berelasi (Catatan 44) 109.468 210.922
Obligasi II BRI Finance Tahun 2023
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.578 dan Rp1.889 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 458.451 415.962
Pihak berelasi (Catatan 44) 14.915 57.067
Obligasi Berkelanjutan III PNM
Tahap I Tahun 2019
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp61 dan Rp152 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 598.939 598.848
Tahap II Tahun 2019
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp81 dan Rp110 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 763.419 705.399
PIhak berelasi (Catatan 44) - 57.991
Tahap III Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp135 dan Rp164 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 194.765 179.749
Pihak berelasi (Catatan 44) - 14.987
Tahap IV Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp81 dan Rp91 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 291.919 281.912
Pihak berelasi (Catatan 44) - 9.997
Tahap V Tahun 2021
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp220 dan Rp279 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 338.980 458.448
Pihak berelasi (Catatan 44) - 39.473
162
Page 166
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan IV PNM
Tahap I Tahun 2021
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp2.383 dan Rp2.783 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 1.997.617 1.979.241
Pihak berelasi (Catatan 44) - 17.976
Obligasi Berkelanjutan IV PNM
Tahap II Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp791 dan Rp966 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 585.655 420.060
Pihak berelasi (Catatan 44) - 165.408
Obligasi Berkelanjutan V PNM
Tahap I Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp229 dan Rp267 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 115.771 115.733
Obligasi Berkelanjutan V PNM
Tahap II Tahun 2024
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp4.093 dan RpNihil pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 1.366.212 -
MTN III PNM Venture Capital
Pihak ketiga 350.000 339.900
Sukuk Mudharabah III PNM
Tahun 2019
Pihak ketiga 300.000 300.000
Sukuk Mudharabah IV PNM
Tahun 2021
Pihak ketiga - 1.800.000
Sukuk Mudharabah V PNM
Tahun 2022
Pihak ketiga 466.000 466.000
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I
Tahun 2021
Pihak ketiga 842.000 801.000
Pihak berelasi (Catatan 44) - 41.000
163
Page 167
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah (lanjutan)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II
Tahun 2023
Pihak ketiga 1.701.900 1.441.274
Pihak berelasi (Catatan 44) - 280.626
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian
Tahap II Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp48 dan Rp50 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 121.959 121.950
Pihak berelasi (Catatan 44) 19.993 19.992
Tahap IV Tahun 2021
setelah dikurangi biaya emisi obligasi yang belum
diamortisasi sebesar Rp6 dan Rp96
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 866.995 735.439
Pihak berelasi (Catatan 44) 72.402 204.005
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Tahap I Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp405 dan Rp499 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 400.719 349.580
Pihak berelasi (Catatan 44) 176.862 227.903
Tahap II Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp184 dan Rp217 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 204.264 199.243
Pihak berelasi (Catatan 44) 71.552 76.540
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Tahap III Tahun 2023
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.051 dan Rp1.712 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 1.937.094 1.622.766
Pihak berelasi (Catatan 44) 1.998 315.803
Tahap IV Tahun 2023
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.576 dan Rp2.364 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 2.411.596 2.390.840
Pihak berelasi (Catatan 44) 19.988 39.956
164
Page 168
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian (lanjutan)
Tahap V Tahun 2023
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.368 dan RpNihil pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga 770.475 -
Pihak berelasi (Catatan 44) 19.963 -
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian
Tahap II Tahun 2020
Pihak ketiga 80.500 70.500
Pihak berelasi (Catatan 44) - 10.000
Tahap IV Tahun 2021
Pihak ketiga 130.800 127.800
Pihak berelasi (Catatan 44) 35.000 38.000
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian
Tahap I Tahun 2022
Pihak ketiga 299.000 284.000
Pihak berelasi (Catatan 44) 21.000 36.000
Tahap II Tahun 2022
Pihak ketiga 120.100 115.100
Pihak berelasi (Catatan 44) 44.439 49.288
Tahap III Tahun 2023
Pihak ketiga 583.000 533.000
Pihak berelasi (Catatan 44) 22.000 72.000
Tahap IV Tahun 2023
Pihak ketiga 215.040 215.040
Pihak berelasi (Catatan 44) 20.000 20.000
44.363.217 41.942.421
165
Page 169
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dolar Amerika Serikat
Senior Unsecured Notes Due 2024
(Sustainability Bond BRI Tahun 2019)
setelah dikurangi diskonto dan biaya
emisi obligasi yang belum diamortisasi
masing-masing sebesar RpNihil dan Rp2.670
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Pihak ketiga - 7.695.160
- 7.695.160
Total 44.363.217 49.637.581
Amortisasi atas biaya emisi surat berharga yang diterbitkan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp38.997 dan Rp35.358.
Manajemen BRI dan entitas anak telah melakukan pembayaran bunga dan obligasi sesuai ketentuan dan
berpendapat bahwa semua persyaratan/pembatasan yang ditetapkan dalam penerbitan surat berharga
di atas telah dipenuhi pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan:
a) Obligasi Berkelanjutan II BRI
Pada tanggal 22 November 2016, Obligasi Berkelanjutan II BRI dengan jumlah pokok sebesar
Rp20.000.000 telah dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat keputusan
S-678/D.04/2016 tanggal 22 November 2016.
Pada tanggal 2 Desember 2016, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Tahun 2016
dengan nilai pokok sebesar Rp4.600.000 dalam 5 (lima) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp616.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal
6 Desember 2017.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp964.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2019.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp193.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,20% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2021.
• Seri D: Nilai pokok sebesar Rp477.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,65% per tahun,
untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2023.
• Seri E: Nilai pokok sebesar Rp2.350.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,90% per tahun,
untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2026.
166
Page 170
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
a) Obligasi Berkelanjutan II BRI (lanjutan)
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Tahun 2016 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 1 Maret 2017. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I
Tahun 2016 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Pada tanggal 12 April 2017, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Tahun 2017
dengan nilai pokok sebesar Rp5.100.000 dalam 4 (empat) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.131.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,20% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2018.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.743.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,10% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2020.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp925.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,30% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2022.
• Seri D: Nilai pokok sebesar Rp1.300.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,80% per tahun,
untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2027.
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Tahun 2017 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 11 Juli 2017. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II
Tahun 2017 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Pada tanggal 25 Agustus 2017, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Tahun 2017
dengan nilai pokok sebesar Rp5.150.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp980.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,60% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2020.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.652.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2022.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp2.517.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun,
untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2024.
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Tahun 2017 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 24 November 2017. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal 22 Februari 2018, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV Tahun 2018
dengan nilai pokok sebesar Rp2.442.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.837.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,65% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 21 Februari 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp605.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,90% per tahun,
untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Februari 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV Tahun 2018 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 21 Mei 2018. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
167
Page 171
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
a) Obligasi Berkelanjutan II BRI (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV
Tahun 2018 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan tersebut dimanfaatkan untuk penyaluran
kredit.
Persyaratan penting dalam perjanjian Obligasi Berkelanjutan adalah BRI tanpa persetujuan tertulis
dari Wali Amanat tidak akan mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor, melakukan
penggabungan, pemisahan, peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan II BRI adalah PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Obligasi Berkelanjutan II BRI tidak dijamin dengan jaminan apapun. Adapun persyaratan-persyaratan
penting (covenants) adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang.
Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Seri A, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri B, Obligasi
Berkelanjutan II BRI Tahap I Seri C, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Seri D, Obligasi
Berkelanjutan II BRI Tahap II Seri A, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Seri B, Obligasi
Berkelanjutan II Tahap II seri C, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Seri A, Obligasi Berkelanjutan
II BRI Tahap III Seri B, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV Seri A dengan nilai nominal masing-
masing sebesar Rp616.000, Rp964.000, Rp193.000, Rp477.000, Rp1.131.000, Rp1.743.500,
Rp925.000, Rp980.500, Rp1.652.500 dan Rp1.837.000 telah dilunasi oleh BRI pada tanggal jatuh
temponya.
b) Obligasi Berkelanjutan III BRI
Pada tanggal 30 Oktober 2019, Obligasi Berkelanjutan III BRI dengan jumlah pokok sebesar
Rp20.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat
keputusan S-159/D.04/2019 Tanggal 30 Oktober 2019.
Pada tanggal 7 November 2019, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Tahun 2019
dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp737.850 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 17 November
2020.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp2.089.350 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,60% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 7 November 2022.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp2.172.800 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,85% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 November 2024.
168
Page 172
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
b) Obligasi Berkelanjutan III BRI (lanjutan)
Bunga Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Tahun 2019 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 7 Februari 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan III BRI
memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan III BRI adalah untuk mengembangkan bisnis
perusahaan dengan penyaluran kredit dengan menerapkan prinsip prudential banking dan good
corporate governance.
Persyaratan penting dalam perjanjian Obligasi Berkelanjutan adalah BRI tanpa persetujuan tertulis
dari Wali Amanat tidak akan mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor, melakukan
penggabungan, pemisahan, peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan III BRI adalah PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Obligasi Berkelanjutan III BRI tidak dijamin dengan jaminan apapun. Adapun persyaratan-
persyaratan penting (covenants) adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang.
Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Seri A dan Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Seri B dengan
nilai Rp737.850 dan Rp2.089.350 telah dilunasi oleh BRI pada tanggal jatuh temponya.
c) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022
Pada tanggal 12 Juli 2022, Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI dengan
jumlah pokok sebesar Rp15.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan surat keputusan S-122/D.04/2022 Tanggal 12 Juli 2022.
Pada tanggal 20 Juli 2022, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
BRI Tahap I Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,70% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal
30 Juli 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp2.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,75% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2025.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2027.
Bunga Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI Tahap I Tahun 2022 dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan mulai tanggal 20 Oktober 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
169
Page 173
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
c) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024, Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI Tahap I memperoleh peringkat
idAAA dari Pefindo.
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 Seri A dengan nilai
Rp2.500.000 telah dilunasi oleh BRI pada tanggal jatuh temponya.
Persyaratan penting dalam perjanjian Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan adalah BRI
tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak akan mengurangi modal dasar, ditempatkan dan
disetor, melakukan penggabungan, pemisahan, peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I
Tahun 2022 adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 tidak dijamin
dengan jaminan apapun. Adapun persyaratan-persyaratan penting (covenants) adalah sebagai
berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
I Tahun 2022 akan digunakan Perseroan untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kegiatan
dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan untuk modal kerja.
d) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
Pada tanggal 12 Juli 2022, Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI dengan
jumlah pokok sebesar Rp15.000.000 telah dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan surat keputusan S-122/D.04/2022 Tanggal 12 Juli 2022.
Pada tanggal 17 Oktober 2023, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I
Bank BRI Tahap I Tahun 2023 dengan nilai pokok sebesar Rp6.000.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai
berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.345.650 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,10% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal
27 Oktober 2024.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp4.154.350 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,35% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober 2025.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,30% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober 2026.
Bunga Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI Tahap II Tahun 2023 dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan mulai tanggal 17 Januari 2023. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
170
Page 174
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
d) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 (lanjutan)
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II
Tahun 2023 adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 tidak dijamin
dengan jaminan apapun. Adapun persyaratan-persyaratan penting (covenants) adalah sebagai
berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
II Tahun 2023 akan digunakan Perseroan untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kegiatan
dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan untuk modal kerja.
e) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024
Pada tanggal 12 Juli 2022, Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI dengan
jumlah pokok sebesar Rp15.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan surat keputusan S-122/D.04/2022 Tanggal 12 Juli 2022.
Pada tanggal 20 Maret 2024, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I
Bank BRI Tahap III Tahun 2024 dengan nilai pokok sebesar Rp2.500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai
berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.237.665 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,15% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal
30 Maret 2025.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp879.430 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2026.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp382.905 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2027.
Bunga Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI Tahap III Tahun 2024 dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan mulai tanggal 20 Juni 2024. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat
oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III
Tahun 2024 adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
171
Page 175
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
e) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 (lanjutan)
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 tidak dijamin
dengan jaminan apapun. Adapun persyaratan-persyaratan penting (covenants) adalah sebagai
berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
III Tahun 2024 akan digunakan Perseroan untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kegiatan
dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan untuk modal kerja.
f) Medium-Term Note Bank BRI Tahun 2022
Pada tanggal 24 November 2022, BRI menerbitkan Medium-Term Note Bank BRI Tahun 2022
dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,60% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 November 2024.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp3.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,68% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 November 2025.
Bunga Medium-Term Note Bank BRI Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal
24 Februari 2023. Pada saat diterbitkan, Medium-Term Notes ini tidak dilakukan pemeringkatan.
Tidak ada persyaratan penting dalam perjanjian Penerbitan Medium-Term Note Bank BRI Tahun
2022.
Penerimaan neto dari penerbitan Medium-Term Note BRI tersebut dimanfaatkan untuk menambah
kebutuhan likuiditas Rupiah.
g) Long-Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Tahun 2022
Pada tanggal 27 Desember 2022, BRI menerbitkan Long-Term Notes Bank BRI Tahun 2022 dengan
nilai pokok sebesar Rp52.332.
Bunga sebesar 0,55% per tahun dan Pokok Long Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui
Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk I Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 24 Februari 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juni 2036.
Pada saat diterbitkan, Long-Term Notes ini tidak dilakukan pemeringkatan dan tidak menggunakan
Jasa Agen Pemantau.
172
Page 176
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
g) Long-Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Tahun 2022 (lanjutan)
Tidak ada persyaratan penting dalam perjanjian Penerbitan Long-Term Notes Yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2022.
Penerimaan neto dari penerbitan Long-Term Notes BRI tersebut dimanfaatkan untuk menambah
kebutuhan likuiditas Rupiah.
h) Long-Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk II Tahun 2023
Pada tanggal 25 Oktober 2023, BRI menerbitkan Long-Term Notes Bank BRI II Tahun 2023 dengan
nilai pokok sebesar Rp59.485.
Bunga sebesar 0,55% per tahun dan Pokok Long Term Notes Yang Dilakukan Tanpa Melalui
Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk II Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 25 Januari 2024 dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Januari 2037.
Pada saat diterbitkan, Long-Term Notes ini tidak dilakukan pemeringkatan dan tidak menggunakan
Jasa Agen Pemantau.
Tidak ada persyaratan penting dalam perjanjian Penerbitan Long-Term Notes Yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk II Tahun 2023.
Penerimaan neto dari penerbitan Long-Term Notes BRI tersebut dimanfaatkan untuk menambah
kebutuhan likuiditas Rupiah.
i) Long-Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk III Tahun 2024
Pada tanggal 26 Maret 2024, BRI menerbitkan Long-Term Notes Bank BRI II Tahun 2024 dengan
nilai pokok sebesar Rp55.950.
Bunga sebesar 0,55% per tahun dan Pokok Long Term Notes Yang Dilakukan Tanpa Melalui
Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk III Tahun 2024 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 26 Juni 2024 dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Februari 2037.
Pada saat diterbitkan, Long-Term Notes ini tidak dilakukan pemeringkatan dan tidak menggunakan
Jasa Agen Pemantau.
Tidak ada persyaratan penting dalam perjanjian Penerbitan Long-Term Notes Yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk III Tahun 2024.
Penerimaan neto dari penerbitan Long-Term Notes BRI tersebut dimanfaatkan seluruhnya khusus
untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kredit Perumahan peserta Tapera sebagaimana
dimaksud pada Undang – Undang No. 4 Tahun 2016 Tentang Tabungan Perumahan Rakyat,
Peraturan Pemerintah No 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat,
Peraturan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat No 6 Tahun 2021 serta Perjanjian
Kerjasama dan Kesepakatan antara Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat dan PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang berlaku.
173
Page 177
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
j) Senior Unsecured Notes Due 2023 (Global Bond BRI)
Pada tanggal 16 Juli 2018, BRI menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi BRI Tahun 2018 dengan
nominal sebesar ASD500.000.000 (angka penuh) pada Singapore Exchange Securities Trading
Limited (SGX-ST) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal
20 Juli 2023 dengan tingkat bunga tetap 4,63% per tahun. Obligasi tersebut diterbitkan sebesar
99,696% atau setara dengan ASD498.480.000 (angka penuh) dan bunga obligasi tersebut
dibayarkan setiap 6 (enam) bulan mulai tanggal 20 Januari 2019. Pada saat diterbitkan, obligasi ini
diperingkat oleh Moody’s dan Fitch dengan peringkat masing-masing Baa2 dan BBB-.
Senior Unsecured Notes Due 2023 (Global Bond BRI) tidak dijamin dengan jaminan apapun. Adapun
persyaratan-persyaratan penting (covenants) adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi BRI tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat struktur
pendanaan umum BRI.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Senior Unsecured Notes Due 2023
(Global Bond BRI) Tahun 2018 memperoleh peringkat Baa2 dan BBB- masing-masing dari Moody’s
dan Fitch.
Senior Unsecured Notes Due 2023 (Global Bond BRI) menggunakan Jasa Paying Agent dan Trustee
The Bank Of New York Mellon.
Senior Unsecured Notes Due 2023 (Global Bond BRI) dengan nilai ASD500.000 telah dilunasi oleh
BRI pada tanggal jatuh temponya.
k) Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI Tahun 2019)
Pada tanggal 28 Maret 2019, BRI menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi BRI Tahun 2019 dengan
nominal sebesar ASD500.000.000 (angka penuh) pada Singapore Exchange Securities Trading
Limited (SGX-ST) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
28 Maret 2024 dengan tingkat bunga tetap 3,95% per tahun. Obligasi tersebut diterbitkan sebesar
99,713% atau setara dengan ASD498.565.000 (angka penuh) dan bunga obligasi tersebut
dibayarkan setiap 6 (enam) bulan mulai tanggal 28 September 2019.
Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI) tidak dijamin dengan jaminan apapun.
Adapun persyaratan-persyaratan penting (covenants) adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang.
174
Page 178
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
k) Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI Tahun 2019) (lanjutan)
Pada saat diterbitkan, obligasi ini diperingkat oleh Moody’s dan Fitch dengan peringkat masing-
masing Baa2 dan BBB-. Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi BRI tersebut akan dimanfaatkan
untuk mendanai Eligible Project sesuai dengan Sustainability Framework.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Senior Unsecured Notes Due 2024
(Sustainability Bond BRI Tahun 2019) memperoleh peringkat BAA2 dan BBB- masing-masing dari
Moody’s dan Fitch.
Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI Tahun 2019) menggunakan Jasa Paying
Agent dan Trustee The Bank Of New York Mellon.
Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI Tahun 2019) dengan nilai ASD500.000
telah dilunasi oleh BRI pada tanggal jatuh temponya.
l) MTN II BRI Finance Tahun 2021
Pada tanggal 17 September 2021, BRI Finance menerbitkan MTN II BRI Finance Tahun 2021 dengan
nilai pokok sebesar Rp500.000 untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
17 September 2024 dengan tingkat suku bunga tetap 6,40% per tahun. Bunga MTN Tahap II
dibayarkan setiap 3 bulan mulai tanggal 17 Desember 2021. Pada saat diterbitkan, MTN ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAA. Penerbitan MTN ini tidak melalui penawaran umum.
Agen pemantau untuk penerbitan MTN adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BRI
Finance telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai
pokok obligasi melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, MTN II BRI Finance Tahun 2021
memperoleh peringkat AA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan MTN tersebut dimanfaatkan untuk pembayaran pinjaman jangka
pendek perbankan dan memperkuat struktur pendanaan perseroan. Persyaratan penting dalam
perjanjian MTN adalah BRI Finance tanpa persetujuan tertulis dari agen pemantau tidak akan
mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor, melakukan penggabungan, pemisahan,
peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
BRI Finance juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan antara lain gearing ratio paling
rendah nol kali dan paling tinggi 10 kali, rasio permodalan paling sedikit sebesar 10%, rasio saldo
piutang pembiayaan neto terhadap total aset paling rendah 40%, rasio saldo piutang pembiayaan
investasi dan modal kerja paling sedikit 10% dari total saldo piutang pembiayaan, rasio ekuitas
terhadap modal disetor paling rendah sebesar 50%, rasio non-performing financing paling tinggi
sebesar 5%, memiliki ekuitas lebih besar dari Rp200.000, mempertahankan nilai jaminan minimal
50% dari nilai pokok MTN dan memenuhi persyaratan tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi
minimum sehat.
175
Page 179
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
m) Obligasi I BRI Finance Tahun 2022
Pada tanggal 29 Juli 2022, Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan jumlah pokok sebesar
Rp700.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan
No. S-152/D.04/2022 tanggal 29 Juli 2022.
Pada tanggal 9 Agustus 2022, BRI Finance menerbitkan Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan
nilai pokok sebesar Rp700.000 untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
9 Agustus 2025 dengan tingkat suku bunga tetap 6,95% per tahun. Bunga Obligasi I dibayarkan
setiap 3 bulan mulai tanggal 9 November 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BRI Finance
telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok
obligasi melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi I BRI Finance Tahun 2022
memperoleh peringkat AA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi tersebut dimanfaatkan untuk ekpansi bisnis perusahaan,
dalam hal ini adalah pembayaran pembiayaan baru.
BRI Finance juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan antara lain gearing ratio paling
rendah nol kali dan paling tinggi 10 kali, rasio permodalan paling sedikit sebesar 10%, rasio saldo
piutang pembiayaan neto terhadap total aset paling rendah 40%, rasio saldo piutang pembiayaan
investasi dan modal kerja paling sedikit 10% dari total saldo piutang pembiayaan, rasio ekuitas
terhadap modal disetor paling rendah sebesar 50%, rasio non-performing financing paling tinggi
sebesar 5%, mempertahankan nilai jaminan minimal 50% dari nilai pokok Obligasi dan memenuhi
persyaratan tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum sehat.
n) Obligasi II BRI Finance Tahun 2023
Pada tanggal 27 Juni 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 dengan jumlah pokok sebesar
Rp500.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-152/D.04/2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada tanggal 11 Juli 2023, BRI Finance menerbitkan Obligasi II BRI Finance 2023 dengan nilai pokok
sebesar Rp500.000 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp197.000, tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun, untuk
jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2024.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp303.000, tingkat bunga tetap sebesar 6,40% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026.
Bunga Obligasi I dibayarkan setiap 3 bulan mulai tanggal 11 Oktober 2023. Pada saat diterbitkan,
Obligasi ini diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BRI Finance
telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok
obligasi melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
Pada tanggal 31 Desember 2023, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 memperoleh peringkat idAA
dari Pefindo.
176
Page 180
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
n) Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 (lanjutan)
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi tersebut dimanfaatkan untuk ekpansi bisnis perusahaan,
dalam hal ini adalah ekspansi pembiayaan di segmen konsumer (multiguna).
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh
Perusahaan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan
menjaga rasio-rasio keuangan berada dalam batasan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.
35/2018.
o) Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II Tahun 2018
Pada tanggal 21 Juni 2017, Obligasi Berkelanjutan II PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp4.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan Nomor: S-345/D.04/2014 tanggal 21 Juni 2017. Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II
tahun 2018 adalah sebesar Rp2.500.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II 2018 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 April 2018 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.254.000, tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 13 April 2021.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp1.246.000, tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 13 April 2023.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan II PNM memperoleh peringkat idA (single A) dari PT
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idA.
Pada tanggal 31 Maret 2024, Obligasi Berkelanjutan II PNM memperoleh peringkat idAA (Double AA)
dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II Tahun 2018 Seri A dan Seri B dengan nilai nominal sebesar
Rp1.254.000 dan Rp1.246.000 telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan, dan modal disetor.
177
Page 181
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
p) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun
2019 adalah sebesar Rp2.000.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I 2019 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Mei 2019 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.401.000, tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp599.000, tingkat bunga tetap sebesar 9,85% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2024.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 28 Agustus 2019 sampai
dengan 28 Mei 2022 untuk Obligasi Seri A dan 28 Mei 2024 untuk Obligasi Seri B.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp1.401.000
telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
178
Page 182
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
q) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II Tahun 2019
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II tahun
2019 adalah sebesar Rp1.350.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II Tahun 2020 yang sudah
dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Mei 2020 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp586.500, tingkat bunga tetap sebesar 8,40% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp763.500, tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2024.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 28 Februari 2020 sampai
dengan 28 November 2022 untuk Obligasi Seri A dan 28 November 2024 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat penerbitan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idA+.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh
peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II tahun 2019 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp586.500
telah dilunasi oleh PNM pada saat jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
179
Page 183
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
r) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III Tahun 2020
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM tahap III tahun
2020 adalah sebesar Rp250.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III Tahun 2020 yang
sudah dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Mei 2020 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp55.100, tingkat bunga tetap sebesar 8,40% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2023.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp194.900, tingkat bunga tetap sebesar 9,00% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai dengan
30 April 2023 untuk Obligasi Seri A dan 30 April 2025 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idA+.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp55.100 telah
dilunasi oleh PNM pada saat jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
180
Page 184
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
s) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM tahap IV tahun
2020 adalah sebesar Rp1.733.800.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 yang
sudah dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Mei 2020 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp904.800, tingkat bunga tetap sebesar 6,50% per tahun, untuk
jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
4 Desember 2021.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp537.000, tingkat bunga tetap sebesar 7,75% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 4 Desember 2023.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp292.000, tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Desember 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 4 Maret 2021 sampai
dengan 14 Desember 2021 untuk Obligasi Seri A, 4 Desember 2023 untuk Obligasi Seri B, dan
4 Desember 2025 untuk obligasi Seri C.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idA+.
Pada tanggal-tanggal Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai nominal sebesar
Rp904.800 dan Rp537.000 telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
181
Page 185
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
t) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM tahap V tahun
2021 adalah sebesar Rp666.200.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 yang sudah
dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Maret 2021 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp168.000, tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun, untuk
jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
10 Desember 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp159.000, tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Maret 2024.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp339.200, tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Maret 2026.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 17 Juni 2021 sampai
dengan 17 Maret 2022 untuk Obligasi Seri A, 17 Maret 2024 untuk Obligasi Seri B, dan 17 Maret
2026 untuk Obligasi Seri C.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idA+.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 Seri A dan Seri B dengan nilai nominal sebesar
Rp168.000, Rp159.000 telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
182
Page 186
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
u) Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021
Pada tanggal 30 November 2021, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun
2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-227/D.04/2021 tanggal 30 November 2021.
Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 adalah sebesar Rp3.000.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 yang sudah
dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Desember 2021 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.000.000, tingkat bunga tetap sebesar 3,75% per tahun,
berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
20 Desember 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp1.000.000, tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2024.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp1.000.000, tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun,
berjangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2026.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 10 Maret 2022 sampai
dengan 20 Desember 2022 untuk Obligasi Seri A dan 10 Desember 2024 untuk Obligasi Seri B dan
10 Desember 2026 untuk Obligasi Seri C.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan IV PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Obligasi Berkelanjutan IV PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 Seri A dengan nilai nominal Rp1.000.000 telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
183
Page 187
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
v) Obligasi Berkelanjutan IV PNM tahap II tahun 2022
Pada tanggal 22 April 2022, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM tahap II tahun 2022
dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK). Obligasi Berkelanjutan IV tahap II tahun 2022 adalah sebesar Rp3.000.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap II 2022 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 April 2022 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp2.373.500, tingkat bunga tetap sebesar 3,75% per tahun,
berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
2 Mei 2023.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp626.500, tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 April 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 22 Juli 2022 sampai dengan
2 Mei 2023 untuk Obligasi Seri A dan 22 April 2025 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan IV PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan IV PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap II Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal Rp2.373.500 telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
184
Page 188
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
w) Obligasi Berkelanjutan V PNM tahap I tahun 2022
Pada tanggal 29 Juli 2022, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I Tahun 2022
dengan jumlah pokok sebesar Rp1.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I 2022 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Agustus 2022 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp884.000, tingkat bunga tetap sebesar 4,10% per tahun,
berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
21 Agustus 2023.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp116.000, tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Agustus 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 11 November 2022 sampai
dengan 21 Agustus 2023 untuk Obligasi Seri A dan 11 Agustus 2025 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan IV PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan IV PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal Rp884.000 telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
185
Page 189
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
x) Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap II Tahun 2024
Pada tanggal 21 Maret 2024, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V PNM TahapI II Tahun 2024
dengan jumlah pokok sebesar Rp1.676.180. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap II 2024 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 21 Maret 2024 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.335.150, tingkat bunga tetap sebesar 6,40% per tahun,
berjangka waktu 1 (satu) tahun kalender dan jatuh tempo pada tanggal 30 Maret 2025.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp341.030, tingkat bunga tetap sebesar 6,55% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2027.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 20 Juni 2024 sampai
dengan 30 Maret 2025 untuk Obligasi Seri A dan 20 Maret 2027 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap II Tahun 2024 memperoleh peringkat
dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan V PNM tahap
II memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) peringkat idAA+.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat untuk Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap II
Tahun 2024:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
186
Page 190
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
y) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahun 2021 pada tanggal 8 Juli 2021
dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun
2021 adalah sebesar Rp2.000.000 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.158.000, nisbah sebesar 37,740% per tahun, untuk jangka
waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp515.000, nisbah sebesar 18,025% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2024.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp327.000, nisbah sebesar 13,080% per tahun, untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2026.
Pembayaran nisbah dilakukan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 8 Juli 2021.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 memperoleh peringkat
idAA(sy) dari Pefindo.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I
Tahun 2021 memperoleh peringkat idAA+(sy) dari Pefindo.
Pembayaran bagi hasil Sukuk dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 8 Oktober 2021 sampai
dengan 8 Oktober 2022 untuk Sukuk Seri A dan 8 Oktober 2024 untuk Sukuk Seri B dan 8 Oktober
2026 untuk Sukuk Seri C.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM
Tahap I Tahun 2021:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aktiva tetap dalam satu tahun berjalan.
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi perusahaan.
3. Melakukan akuisisi saham atau aset.
4. Mengubah bidang usaha perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah.
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material.
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021 Seri A dengan nominal Rp1.158.000
telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
187
Page 191
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
z) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II Tahun 2023
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II Tahun 2023 pada tanggal
11 April 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 17 Maret 2023. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM
Tahap II Tahun 2023 adalah sebesar Rp 1.721.900 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp626.000, nisbah sebesar 18,467% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 April 2024.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp1.095.900, nisbah sebesar 36,987% per tahun, berjangka
waktu 3 (tiga) tahun, untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
11 April 2026.
Pembayaran bagi hasil Sukuk dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 11 Juli 2023 sampai
dengan 11 April 2024 untuk Sukuk Seri A dan 1 Juli 2023 sampai dengan 11 April 2026 untuk Sukuk
seri B.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2023 memperoleh
peringkat idAA(sy) dari Pefindo.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Tahap II Tahun 2023 memperoleh peringkat idAA+(sy) dari Pefindo.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM
Tahap II Tahun 2023:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aktiva tetap dalam satu tahun berjalan.
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi perusahaan.
3. Melakukan akuisisi saham atau aset.
4. Mengubah bidang usaha perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah.
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material.
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
aa) Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah III PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam beberapa
seri sebagai berikut:
• Tahap I : Nilai pokok sebesar Rp300.000 dengan nisbah sebesar 19,00% per tahun, untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Juni 2024.
• Tahun 2019 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp435.000 dengan nisbah sebesar 25,48% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 September 2021.
• Tahun 2019 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp65.000 dengan nisbah sebesar 3,90% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Oktober 2022.
• Tahun 2019 Seri C: Nilai pokok sebesar Rp322.000 dengan nisbah sebesar 17,94% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2023.
• Tahun 2019 Seri D: Nilai pokok sebesar Rp350.000 dengan nisbah sebesar 20,50% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun 10 (sepuluh) bulan 24 (dua puluh empat) hari dan jatuh tempo
pada tanggal 24 September 2021.
188
Page 192
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
aa) Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019 (lanjutan)
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah III PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam beberapa
seri sebagai berikut:
• Tahun 2019 Seri E: Nilai pokok sebesar Rp100.000 dengan nisbah sebesar 6,00% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun 11 (sebelas) bulan 10 (sepuluh) hari dan jatuh tempo pada
tanggal 30 Oktober 2022.
• Tahap II Seri E: Nilai pokok sebesar Rp50.000 dengan nisbah sebesar 3,00% per tahun, untuk
jangka waktu 2 (dua) tahun 10 (sepuluh) bulan 25 (dua puluh lima) hari dan jatuh tempo pada
tanggal 30 Oktober 2022.
• Tahun 2019 Seri F: Nilai pokok sebesar Rp120.000 dengan nisbah sebesar 6,69% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2023.
• Tahun 2019 Seri H: Nilai pokok sebesar Rp50.000 dengan nisbah sebesar 3,00% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2023.
• Tahun 2021 Tahap II Seri F: Nilai pokok sebesar Rp208.000 dengan nisbah sebesar 11,59% per
tahun, untuk jangka waktu 1 (satu) tahun 9 (sembilan) bulan 16 (enam belas) hari dan jatuh tempo
pada tanggal 20 Februari 2023.
Tidak ada jaminan pada penerbitan Sukuk Mudharabah III dan Wali Amanat untuk penerbitan Sukuk
Mudharabah III adalah Bank Syariah Mandiri. Jadwal pembayaran nisbah adalah 3 bulanan dan
tujuan penerbitan Sukuk ini adalah untuk tambahan modal kerja murabahah melalui Mekaar Syariah
dan UlaMM Syariah.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah III PT PNM Tahun 2019 memperoleh peringkat idA(sy) dari
Pefindo.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah III PNM Tahun
2019 memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) idAA+ (sy).
Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019 Seri A, B, C, D, dan E dengan nilai nominal masing-masing
sebesar Rp435.000, Rp65.000, Rp322.000, Rp350.000, dan Rp100.000 serta Tahap II Seri E, F dan
H sebesar Rp50.000, Rp120.000 dan Rp50.000 dan Tahap II Tahun 2021 Seri F dengan nominal
sebesar Rp208.000 telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
ab) Sukuk Mudharabah IV PNM
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah IV PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam
beberapa seri sebagai berikut:
• Tahun 2020 Tahap I Seri A: Nilai pokok sebesar Rp200.000 dengan nisbah sebesar 9,75% per
tahun, untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 27 Oktober 2023.
• Tahun 2021 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp712.000 dengan nisbah sebesar 37,38% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Januari 2024.
• Tahun 2021 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp780.000 dengan nisbah sebesar 40,95% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2024.
• Tahun 2021 Seri C: Nilai pokok sebesar Rp200.000 dengan nisbah sebesar 9,75% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 29 Juni 2023.
• Tahun 2021 Seri D: Nilai pokok sebesar Rp308.000 dengan nisbah sebesar 16,17% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Januari 2024.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah IV memperoleh peringkat idAA+(sy) dari Pefindo.
189
Page 193
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ab) Sukuk Mudharabah IV PNM (lanjutan)
Tidak ada jaminan pada penerbitan Sukuk Mudharabah IV. Wali Amanat untuk penerbitan Sukuk
adalah Bank Syariah Indonesia dengan pemeringkat Pefindo dan peringkat idAA+ (Double A Plus).
Jadwal pembayaran nisbah adalah 3 bulanan. Tujuan penerbitan Sukuk ini adalah untuk tambahan
modal kerja murabahah melalui Mekaar Syariah dan UlaMM Syariah. Tidak ada keterkaitan Wali
Amanat dengan usaha entitas anak. Penerbitan sukuk tercatat di Bursa KSEI.
Sukuk Mudharabah IV PNM Tahun 2020 Tahap I Seri A dengan nilai nominal Rp200.000 dan Sukuk
Mudharabah IV PNM Tahun 2021 Seri A,B,C, dan D dengan nilai nominal masing-masing sebesar
Rp712.000, Rp780.000, Rp200.000, dan Rp308.000 telah dilunasi masing-masing oleh PNM pada
tanggal jatuh temponya.
ac) Sukuk Mudharabah V PNM
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah V PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam beberapa
seri sebagai berikut:
• Tahun 2022 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp216.000 dengan nisbah sebesar 45% per tahun, untuk
jangka waktu 2 (dua) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Juli 2024.
• Tahun 2022 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp276.500 dengan nisbah sebesar 39,375% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2023.
• Tahun 2022 Seri C: Nilai pokok sebesar Rp250.000 dengan bunga sebesar 48,75%, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2024.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah V memperoleh peringkat idAA(sy) dari Pefindo.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah V memperoleh
peringkat idAA(sy) dari Pefindo.
Sukuk Mudharabah V PNM Tahun 2022 Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp276.500, telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Tidak ada jaminan pada penerbitan Sukuk Mudharabah V. Wali Amanat untuk penerbitan Sukuk
adalah Bank Syariah Mandiri dengan memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(Pefindo) peringkat idAA+.
ad) Medium Term Notes III PNM Venture Capital
Pada tanggal 16 November 2022, Medium Term Notes III PNM Venture Capital dengan jumlah pokok
sebesar Rp339.900 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-990/PM.21/2022.
PNM menerbitkan Medium Term Notes III PNM Venture Capital dalam beberapa seri sebagai berikut:
• Tahun 2023 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp200.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 10,25%
per tahun, untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Januari 2026.
• Tahun 2022 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp150.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 10,25%
per tahun, untuk jangka waktu 3 (tahun) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Januari
2026.
Pada saat diterbitkan, Medium Term Notes III PNM Venture Capital memperoleh peringkat idA- dari
Pefindo.
Pada tanggal 31 Maret 2024, Medium Term Notes III PNM Venture Capital memperoleh peringkat
idA- dari Pefindo.
190
Page 194
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ae) Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian
Pada tanggal 16 Maret 2018, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Pegadaian dengan jumlah pokok
sebesar Rp3.500.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-415/D.04/2017 tanggal 20 September 2017.
Pada tanggal 16 Maret 2018, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018
dengan nilai pokok sebesar Rp3.500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp450.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,80% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2019.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.050.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,90% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2021.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp2.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,10% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2023.
Bunga Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian Tahap II Tahun 2018 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 16 Juni 2018. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian Tahap II Tahun 2017 Seri A, B dan C dengan nilai nominal
masing-masing sebesar Rp450.000, Rp1.050.000, dan Rp2.000.000 telah dilunasi oleh Pegadaian
pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. Pegadaian telah memenuhi
semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi melalui
Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
af) Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian
Pada tanggal 13 Mei 2020, Obligasi Berkelanjutan IV tahap I Pegadaian dengan jumlah pokok
sebesar Rp1.500.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-135/D.04/2020 tanggal 04 Mei 2020. Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap
II tahun 2020 adalah sebesar Rp1.055.000. Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III tahun
2020 adalah sebesar Rp2.420.000. Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap IV tahun 2021 adalah
sebesar Rp3.280.000.
Pada tanggal 13 Mei 2020, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I
Tahun 2020 dengan nilai pokok sebesar Rp400.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp330.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,90% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 23 Mei 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp70.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,70% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2023.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I Tahun 2017 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 13 Agustus 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian
Tahap II Tahun 2020 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo
191
Page 195
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
af) Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai nominal
sebesar Rp330.000 dan Rp70.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 8 Juli 2020, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2020
dengan nilai pokok sebesar Rp1.500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.055.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp303.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,60% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2023.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp142.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,95% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap II Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 18 Oktober 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap II Tahun 2020 Seri A, Seri B dengan nilai nominal
masing-masing sebesar Rp1.055.000 dan Rp303.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal
jatuh temponya.
Pada tanggal 22 September 2020, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun
2020 dengan nilai pokok sebesar Rp2.420.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.295.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 2 Oktober 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.125.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 September 2023.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 22 Desember 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai nominal
masing-masing sebesar Rp1.295.000 dan Rp1.125.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal
jatuh temponya.
Pada tanggal 6 April 2021, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2021
dengan nilai pokok sebesar Rp3.280.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.172.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 4,85% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2022.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.107.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,20% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 April 2024.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap IV Tahun 2021 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 6 Juli 2021. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian
Tahap III Tahun 2020 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo
192
Page 196
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
af) Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2021 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp2.172.500
telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. Pegadaian telah memenuhi
semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi melalui
Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
ag) Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Pada tanggal 26 April 2022, Obligasi Berkelanjutan V tahap I Pegadaian dengan jumlah pokok
sebesar Rp3.029.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-67/D.04/2022 tanggal 19 April 2022. Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap II
tahun 2022 adalah sebesar Rp1.877.000. Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap III tahun 2023
adalah sebesar Rp1.995.000.
Pada tanggal 26 April 2022, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2022
dengan nilai pokok sebesar Rp3.029.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.431.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,60% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp598.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,35% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap I Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 26 Juli 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan peringkat idAAA.
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap I Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal sebesar
Rp2.431.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 16 Agustus 2022, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun
2022 dengan nilai pokok sebesar Rp1.877.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.601.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,95% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp276.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,75% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap II Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 16 November 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Tahap II Tahun 2022 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap II Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal sebesar
Rp1.601.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
193
Page 197
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ag) Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian (lanjutan)
Pada tanggal 16 Juni 2023, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023
dengan nilai pokok sebesar Rp1.995.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.595.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,80% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2024.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp400.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,20% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juni 2026.
Bunga Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap III Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 16 September 2023. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap III Tahun 2023
memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Pada tanggal 24 Agustus 2023, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap IV Tahun
2023 dengan nilai pokok sebesar Rp2.433.160 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.205.135 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,90% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 04 September 2024.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp228.025 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,90% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2026.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Tahap IV Tahun 2023 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Bunga Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap IV Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 24 November 2023. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal 06 Februari 2024, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V Tahun
2024 dengan nilai pokok sebesar Rp791.805 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp590.615 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,20% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Februari 2025.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp201.190 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,20% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 06 Februari 2027.
Bunga Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap V Tahun 2024 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 24 November 2023. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan peringkat idAAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk.
194
Page 198
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ah) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian
Pada tanggal 08 Juli 2020, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap I Pegadaian
dengan jumlah pokok sebesar Rp100.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-135/D.04/2020 tanggal 04 Mei 2020. Sukuk Mudharabah
Berkelanjutan I Pegadaian Tahap II Pegadaian tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar
Rp316.500. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Pegadaian tahun 2020 dengan
jumlah pokok sebesar Rp835.000. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap IV
Pegadaian tahun 2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp765.000.
Pada tanggal 13 Mei 2020, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I
Tahun 2020 dengan nilai pokok sebesar Rp100.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp51.000 dengan bagi hasil sebesar 6,90% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 23 Mei 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp49.000 dengan bagi hasil sebesar 7,70% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2023.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 13 Agustus 2020. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap I Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai
nominal sebesar Rp51.000 dan Rp49.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh
temponya.
Pada tanggal 8 Juli 2020, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun
2020 dengan nilai pokok sebesar Rp500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp316.500 dengan bagi hasil sebesar 6,75% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp103.000 dengan bagi hasil sebesar 7,70% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2023.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp80.500 dengan bagi hasil sebesar 7,95% per tahun, untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2025.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap II Tahun 2020 Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp316.500 dan Rp103.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 8 Oktober 2020. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Tahap II Tahun 2020 memperoleh peringkat idAA dari Pefindo
Pada tanggal 22 September 2020, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Tahap III Tahun 2020 dengan nilai pokok sebesar Rp835.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp704.000 dengan bagi hasil sebesar 5,50% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 2 Oktober 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp131.000 dengan bagi hasil sebesar 6,45% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 22 September 2023.
195
Page 199
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ah) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian (lanjutan)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai
nominal masing-masing sebesar Rp704.000 dan Rp131.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada
tanggal jatuh temponya.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 22 Desember 2020. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal 6 April 2021, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap IV
Tahun 2021 dengan nilai pokok sebesar Rp765.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp599.200 dengan bagi hasil sebesar 4,85% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2022.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp165.800 dengan bagi hasil sebesar 6,20% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 April 2024.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap IV Tahun 2020 Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp599.200 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 6 Juli 2021. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Tahap IV Tahun 2020 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk.
ai) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian
Pada tanggal 26 April 2022, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap I Pegadaian
dengan jumlah pokok sebesar Rp991.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-67/D.04/2022 tanggal 19 April 2022. Sukuk Mudharabah
Berkelanjutan II Pegadaian Tahap II Pegadaian tahun 2022 dengan jumlah pokok sebesar
Rp1.123.000. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap III Pegadaian tahun 2023
dengan jumlah pokok sebesar Rp605.000.
Pada tanggal 26 April 2022, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I
Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp991.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp671.000 dengan bagi hasil sebesar 3,60% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp320.000 dengan bagi hasil sebesar 3,60% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2025.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 26 Juli 2022. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II
Tahap I Tahun 2022 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
196
Page 200
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ai) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian (lanjutan)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap I Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp671.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 16 Agustus 2022, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap
II Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp1.123.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp878.000 dengan bagi hasil sebesar 3,95% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp245.000 dengan bagi hasil sebesar 5,75% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2025.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 16 November 2022. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II
Tahap II Tahun 2022 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap II Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp878.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 16 Juni 2023, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap III
Tahun 2023 dengan nilai pokok sebesar Rp605.000 sebagai berikut:
• Nilai pokok sebesar Rp605.000 dengan bagi hasil sebesar 3,95% per tahun, untuk jangka waktu
1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2024.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 16 September 2023. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap
III Tahun 2023 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Pada tanggal 24 Agustus 2023, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap
IV Tahun 2023 dengan nilai pokok sebesar Rp235.040 sebagai berikut:
• Nilai pokok sebesar Rp235.040 dengan bagi hasil sebesar 5,90% per tahun, untuk jangka waktu
3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2026.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 24 November 2023. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan peringkat idAAA.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II
Tahap IV Tahun 2023 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk.
197
Page 201
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Pinjaman likuiditas 15.589 15.589
Pinjaman lainnya 4.304 4.293
Pinjaman lainnya 35.094.860 30.494.075
35.114.753 30.513.957
Mata uang asing
Pinjaman sustainability linked loan setelah dikurangi
biaya transaksi yang belum diamortisasi 12.581.912 12.240.042
Pinjaman sindikasi club loan setelah dikurangi
biaya transaksi yang belum diamortisasi 4.718.217 4.600.226
Pinjaman dari BNP Paribas setelah dikurangi
biaya transaksi yang belum diamortisasi 126.550 173.416
Pinjaman lainnya 17.020.598 25.220.514
34.447.277 42.234.198
69.562.030 72.748.155
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Pinjaman dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 13.423.546 12.287.085
Pusat Investasi Pemerintah 7.238.136 7.300.588
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5.017.943 4.518.885
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 925.196 914.403
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 235.770 718.026
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 156.879 337.724
PT Danareksa Finance 25.000 25.000
PT Bank Hibank Indonesia
(dahulu PT Bank Mayora) 842 947
27.023.312 26.102.658
Total 96.585.342 98.850.813
198
Page 202
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Klasifikasi jangka waktu pinjaman yang diterima berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 17.255.058 20.340.495
> 1 bulan - 3 bulan 2.280.000 1.822.112
> 3 bulan - 1 tahun 11.838.176 5.877.585
> 1 tahun - 5 tahun 3.730.520 2.468.152
> 5 tahun 10.999 5.613
35.114.753 30.513.957
Mata uang asing
≤ 1 bulan 793.381 5.551.192
> 1 bulan - 3 bulan 15.853.263 19.358.816
> 3 bulan - 1 tahun - -
> 1 tahun - 5 tahun 17.795.270 17.318.975
> 5 tahun 5.363 5.215
34.447.277 42.234.198
69.562.030 72.748.155
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 15.200.000 15.530.752
> 1 bulan - 3 bulan 1.614.375 420.371
> 3 bulan - 1 tahun 1.925.153 2.180.139
> 1 tahun - 5 tahun 8.269.397 7.956.760
> 5 tahun 14.387 14.636
27.023.312 26.102.658
Total 96.585.342 98.850.813
199
Page 203
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima:
Pinjaman lainnya
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Lainnya 4.304 4.293
Lainnya
PT Bank Central Asia Tbk 17.595.523 12.890.155
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2.310.855 2.387.528
PT Bank HSBC Indonesia 1.748.182 1.299.992
PT Bank BTPN Tbk 1.500.000 2.000.000
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 1.481.878 74.596
PT Bank Permata Tbk 1.176.000 1.504.000
PT Bank DKI 1.095.024 1.228.127
PT Bank of India Indonesia Tbk 792.859 742.761
PT Bank CIMB Niaga Tbk 780.414 506.028
PT Bank DBS 700.000 -
PT Bank Victoria International Tbk 660.556 662.222
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 650.000 500.000
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 549.217 374.115
PT Bank of China 400.000 200.000
PT Bank SBI Indonesia 399.747 399.670
PT Bank QNB Indonesia Tbk 350.000 100.000
Citibank N.A. 300.000 649.995
PT Bank Pembangunan Daerah
Daerah Istimewa Yogyakarta 283.087 391.215
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 270.746 720.508
PT Bank DKI - unit usaha syariah 230.000 750.000
PT Bank IBK Indonesia Tbk 237.633 274.659
PT Bank Oke Indonesia Tbk 215.480 257.399
Bank Mizuho 200.000 200.000
PT Bank ICBC Indonesia 200.000 200.000
PT Bank NationalNobu Tbk 150.000 150.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Tengah 149.372 198.911
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 135.417 304.167
PT Bank BCA Syariah 108.891 152.446
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 100.000 -
PT Bank Resona Perdania 99.916 162.328
PT Bank Aladin Syariah Tbk 75.000 100.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Selatan 68.161 -
PT Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 38.743 47.473
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 25.710 110.541
PT Bank Ina Perdana Tbk 11.074 13.662
Lembaga Pengelola Dana Bergulir 5.375 7.937
PT Bank Permata Tbk - unit usaha syariah - 350.000
PT Bank CIMB Niaga Tbk -
unit usaha syariah - 300.000
PT Bank Pan Indonesia Tbk - 203.969
PT Bank Danamon Indonesia -
unit usaha syariah - 4.800
35.094.860 30.494.075
35.099.164 30.498.368
200
Page 204
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman lainnya (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak Ketiga (lanjutan)
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
United Overseas Bank Limited 392.887.922 6.229.238 100.000.000 1.539.700
Standard Chartered Bank, Jakarta 230.000.000 3.646.950 392.186.984 6.038.503
MUFG Bank Ltd. 200.000.000 3.171.000 314.000.000 4.834.658
CTBC Bank Co, Ltd. 109.998.739 1.744.030 86.263.883 1.328.205
Citibank N.A 100.000.000 1.585.500 50.000.000 769.850
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 13.248.817 210.060 27.627.395 425.379
Bank Pembangunan Asia 338.253 5.363 338.702 5.215
JP Morgan Chase Bank N.A. 39.825 632 38.839 598
DBS Bank, Ltd. - 200.000.000 3.079.400
The Bank of New York Mellon Corporation - 150.000.000 2.309.550
OCBC Ltd. - 115.000.000 1.770.655
Emirates NBD - 86.284.991 1.328.530
Mashreq Bank - 50.000.000 769.850
Wells Fargo Bank, N.A. - 30.000.000 461.910
BNP Paribas - 19.675.000 302.936
16.592.473 24.964.939
Euro Eropa
PT Bank HSBC Indonesia 25.000.000 428.125 15.000.000 255.575
428.125 255.575
17.021.598 25.220.514
Total 52.119.762 55.718.882
201
Page 205
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
a) Pinjaman dari Bank Indonesia
Pinjaman likuiditas
Pinjaman ini merupakan fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Indonesia untuk dipinjamkan
kembali kepada debitur-debitur BRI antara lain untuk keperluan Kredit Investasi, Kredit Koperasi
Primer untuk Anggota Tebu Rakyat, Pinjaman untuk BULOG dan KUD, Kredit Modal Kerja
Permanen, Pupuk dan lain-lain.
Tingkat suku bunga rata-rata untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar 0,02%.
b) Pinjaman sindikasi club loan
Pada tanggal 14 Oktober 2020, telah dilakukan penarikan untuk sisa fasilitas pinjaman sindikasi
berupa club loan sebesar ASD300.000.000 (nilai penuh) yang difasilitasi oleh Citicorp International
Limited (agent), sebagai berikut:
Fasilitas C sebesar ASD300.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga Compounded SOFR 3 (tiga)
bulanan ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 60 (enam puluh) bulan
sejak tanggal 14 Oktober 2020 dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Agustus 2025. Bank yang
berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• China Development Bank, sebesar ASD150.000.000 (nilai penuh);
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD25.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank, Ltd., cabang Singapura sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh);
• Standard Chartered Bank (Singapore) Limited, sebesar ASD50.000.000 (nilai penuh);
• Sumitomo Mitsui Banking Corporation, cabang Singapura sebesar ASD50.000.000 (nilai penuh);
dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar ASD5.000.000 (nilai penuh).
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian pinjaman ini antara lain
menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
• Nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) minimum 9%.
• Rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimum 5%.
c) Pinjaman dari BNP Paribas
Pada tanggal 7 Juni 2016, BRI telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dari BNP Paribas
dengan skema Export Credit Financing (ECF) untuk membiayai komponen dan jasa peluncuran
BRIsat yang dilakukan oleh Arianespace Perancis. Pinjaman ini terdiri dari 2 (dua) fasilitas, yaitu:
• Fasilitas Tranche Banque Publique d’Investissement (BPI) senilai ASD49.961.501,23 (nilai
penuh), dengan suku bunga tertentu per tahun. BRI melakukan seluruh penarikan pinjaman pada
tanggal 31 Agustus 2017.
• Fasilitas Tranche Hermes senilai ASD9.901.308,77 (nilai penuh), dengan suku bunga LIBOR
6 (enam) bulanan ditambah marjin tertentu per tahun. BRI melakukan seluruh penarikan
pinjaman pada tanggal 31 Agustus 2017.
202
Page 206
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
c) Pinjaman dari BNP Paribas (lanjutan)
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) tahun 6 (enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 3 Februari 2025. Angsuran pokok dibayarkan setiap 6 (enam) bulan bersamaan dengan
pembayaran bunga. Untuk fasilitas Tranche BPI, angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada
tanggal 5 Februari 2018 sebesar ASD3.330.767 (nilai penuh) sampai dengan jatuh tempo.
Sedangkan untuk fasilitas Tranche Hermes, angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada
tanggal 5 Februari 2018 sebesar ASD660.087 (nilai penuh) sampai dengan jatuh tempo. BRI tidak
memberikan jaminan apapun atas pinjaman ini.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian pinjaman ini antara lain
menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
• Nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) minimum 9%.
• Rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimum 5%.
d) Pinjaman sindikasi Sustainability Linked Loan
Pada tanggal 30 Agustus 2022, BRI mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi berupa Sustainability-
Linked Loan dengan total pinjaman sebesar ASD1.000.000.000 (nilai penuh). Pinjaman ini difasilitasi
oleh PT Bank HSBC Indonesia (agent), penarikan yang telah dilakukan terbagi atas:
a. Fasilitas B sebesar ASD300.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga Compounded SOFR
ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 36 (tiga puluh enam) bulan
sejak tanggal 15 September 2022 dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2025. Bank
yang ikut berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• DBS Bank Ltd, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Hongkong and Shanghai Banking Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Singapura, sebesar ASD30.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Tokyo, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank Ltd, cabang Jakarta, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• Oversea-Chinese Banking Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• Standard Chartered Bank (Singapura) Limited, sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh); dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh).
203
Page 207
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
d) Pinjaman sindikasi Sustainability Linked Loan (lanjutan)
b. Fasilitas C sebesar ASD500.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga Compounded SOFR
ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 48 (empat puluh delapan)
bulan sejak tanggal 30 Desember 2022 dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2026.
Bank yang ikut berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• BNP Paribas, cabang Singapura, sebesar ASD90.000.000 (nilai penuh);
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• DBS Bank Ltd, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Hongkong and Shanghai Banking Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Singapura, sebesar ASD30.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Tokyo, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• PT Bank Mizuho Indonesia, sebesar ASD80.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank Ltd, cabang Jakarta, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• PT Bank OCBC NISP Tbk, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• Standard Chartered Bank (Singapura) Limited, sebesar ASD80.000.000 (nilai penuh); dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh).
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian pinjaman ini antara lain
menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
• Nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) minimum 9%.
• Rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimum 5%.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, BRI telah memenuhi persyaratan
penting, dalam perjanjian yang diterima.
Pinjaman Diterima Pegadaian
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 24 Juli 2020, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas IV Tahap I, II & III
(Konvensional) dari Pusat Investasi Pemerintah (selanjutnya disebut “PIP”) dengan plafon sebesar
Rp300.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan
dan jatuh tempo pada tanggal 24 Juli 2023.
Pada tanggal 24 Juli 2020, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas IV Tahap I, II & III
(Syariah) dari PIP dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 24 Juli 2023.
Pada tanggal 28 Januari 2021, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas V Tahap I, II & III
(Konvensional) dari PIP dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Januari
2024.
Pada tanggal 28 Januari 2021, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas V Tahap I dan II
(Syariah) dari PIP dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Januari 2024.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas VI Tahap I
(Konvensional) dari PIP dengan plafon sebesar Rp225.000 dengan suku bunga 3,75%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus
2024.
204
Page 208
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 23 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas VI Tahap I (Syariah)
dari PIP dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 3,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2024.
Pada tanggal 18 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Pemda Luwu Utara dari PIP
dengan plafon sebesar Rp1.000 dengan suku bunga 2,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 29 (dua
puluh sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari 2025.
Pada tanggal 8 Desember 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi PT SMI dari PIP dengan
plafon sebesar Rp1.000 dengan suku bunga 2,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2023.
Persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian adalah
Pegadaian wajib menyalurkan Pinjaman/Pembiayaan khusus untuk pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) dan
wajib menyerahkan daftar piutang lancar yang menjadi Jaminan Fidusia setiap 1 (satu) bulan dengan
nilai dengan 100% dari outstanding pinjaman.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 11 Mei 2022, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri”) dengan masing-masing plafon
sebesar Rp5.500.000 dan Rp6.500.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2023.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari
Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp1.250.000 dan Rp250.000 dengan suku bunga
6,50%. Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 13 Mei 2024.
Pada tanggal 9 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp100.000 dan Rp75.000 dengan suku bunga 7,75%.
Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
13 Mei 2024.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 4 (empat) fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
dari Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp350.000, Rp350.000, Rp450.000, dan
Rp350.000 dengan suku bunga 5,75%. Keempat fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 18 (delapan belas)
hari dan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2023.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 3 (tiga) fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp500.000, Rp500.000, dan Rp400.000 dengan
suku bunga 5,75%. Ketiga fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 14 (empat belas) hari dan jatuh tempo
pada tanggal 4 Juli 2023.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 14 (empat belas) fasilitas Pinjaman Jangka
Pendek dari Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp400.000, Rp400.000, Rp300.000,
Rp600.000, Rp550.000, Rp500.000, Rp450.000, Rp400.000, Rp400.000, Rp350.000, Rp400.000,
Rp350.000, Rp300.000, dan Rp300.000 dengan suku bunga 5,75%. Seluruh fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 17 (tujuh belas) hari dan jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2023.
205
Page 209
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 15 (lima belas) hari dan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2023.
Pada tanggal 28 Desember 2023 telah dilakukan penandatanganan penambahan plafon fasilitas jangka
pendek Bank Mandiri dihadapan Notaris Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H. dari sebelumnya
plafon sebesar Rp10.500.000 menjadi sebesar Rp12.500.000 sehingga total plafon dari Bank Mandiri
sebesar Rp14.000.000 dengan rincian plafon KMK sebesar Rp1.500.000 dan plafon jangka pendek
sebesar Rp12.500.000 dengan suku bunga tetap sebesar 6,50%. Jangka waktu terhitung sejak
penandatanganan sampai dengan tanggal 13 Mei 2024.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, total penggunaan fasilitas jangka pendek Bank Mandiri adalah
sebesar Rp12.500.000,- dengan suku bunga sebesar 5,95%.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut:
• Jaminan piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada Bank sebesar
minimum 100% dari OSL pembiayaan, dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan laporan piutang serta laporan omset dan hasil usaha setiap bulannya dan paling
lambat telah diterima Bank 30 (tiga puluh) hari setelah akhir periode laporan.
• Memelihara Current Ratio di atas 110%, total pinjaman yang diterima maksimal 10 (sepuluh) kali
modal sendiri, dan total nilai pinjaman gadai yang tergolong macet dan pinjaman
non-gadai yang tergolong kurang lancar, diragukan, macet (Non-Performing Loan) maksimal 5% dari
seluruh pinjaman yang diberikan.
• Menyampaikan laporan keuangan setiap triwulan dan paling lambat telah diterima Bank
60 (enam puluh) hari setelah akhir periode laporan dan laporan keuangan audited tahunan paling
lambat telah diterima Bank Mandiri 180 (seratus depalan puluh) hari setelah akhir periode laporan.
• Menyampaikan laporan posisi jaminan fidusia (daftar Objek jaminan fidusia) setiap triwulan.
• Melaporkan kepada Bank, perubahan anggaran dasar, perubahan status perusahaan, perubahan
susunan pengurus (Direksi) dan Dewan komisaris, pembagian dividen, dan memindahtangankan
agunan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 13 April 2022, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank BNI”) dengan masing-masing plafon
sebesar Rp5.100.000 dan Rp1.000.000 dengan suku bunga 5,50%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo
pada tanggal 14 April 2023.
Pada tanggal 13 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
BNI dengan masing-masing plafon sebesar Rp750.000 dan Rp250.000 dengan suku bunga 7,00%.
Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2023.
Pada tanggal 15 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
BNI dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
30 (tiga puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2023.
206
Page 210
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 15 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
BNI dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
28 (dua puluh delapan) hari dan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2023.
Pada tanggal 15 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
BNI dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
29 (dua puluh sembilan) hari dan jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2023.
Pada tanggal 12 Juli 2023 telah dilakukan penandatanganan fasilitas Bank BNI dibawahtangan dengan
total plafon sebesar Rp5.100.000 dari total plafon sebesar Rp6.100.000. Adapun penurunan ini adalah
penurunan plafon fasilitas KMK Promes dari sebesar Rp5.100.000 menjadi sebesar Rp4.100.000,
sedangkan plafon KMK adalah tetap sebesar Rp1.000.000. Jangka waktu terhitung sejak
penandatanganan sampai dengan tanggal 14 Januari 2024.
Pada tanggal 10 Januari 2024 telah dilakukan penandatanganan fasilitas Bank BNI dibawah tangan
dengan total plafon sebesar Rp5.100.000,- Jangka waktu terhitung sejak tanggal 15 Januari 2024 sampai
dengan tanggal 14 Januari 2025.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, total penggunaan fasilitas KMK Promes Bank BNI adalah sebesar
Rp4.100.000.,- dengan rincian sebagai berikut :
1. Total nominal Rp900.000,- suku bunga sebesar 5,95%.
2. Total nominal Rp1.700.000,- suku bunga 6,00%.
3. Total nominal Rp1.500.000,- suku bunga 5,80%.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut:
• Jaminan Piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada bank sebesar 100%
dari plafon pembiayaan, dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan setiap kali terjadi perubahan terbaru atas dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Akta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.
b. Perizinan yang telah diperpanjang masa berlakunya.
• Dalam rangka pemantauan aktivitas usaha, Bank BNI diperkenankan untuk sewaktu-waktu
melakukan peninjauan ke lokasi usaha dengan pemberitahuan terlebih dahulu.
• Menyampaikan secara rutin laporan keuangan (home statement) per triwulan sudah diterima bank
paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya periode laporan keuangan.
• Menyampaikan laporan keuangan audited yang dibuat oleh Kantor Akuntan Publik selambat-
lambatnya 6 (enam) bulan setelah tanggal penutupan tahun buku.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 9 Februari 2022, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Musyarakah dari
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank BSI”) dengan masing-masing plafon sebesar
Rp300.000 dan Rp800.000 dengan suku bunga 5,35%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal
10 Februari 2023.
Pada tanggal 9 Februari 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BSI
dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Februari 2024.
Pada tanggal 9 Februari 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank BSI dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 30 (tiga puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2023.
207
Page 211
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 9 Februari 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank BSI dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 30 (tiga puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 27 Juli 2023.
Pada tanggal 06 Februari 2024, telah dilakukan perpanjangan mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka
Pendek dari Bank BSI dengan plafon total sebesar Rp700.000 dengan suku bunga sesuai kesepakatan.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 10 Februari 2024.
Pada tanggal 06 Februari 2024 telah dilakukan penandatanganan fasilitas Bank BSI dibawah tangan
dengan total plafon sebesar Rp1.000.000,- dengan rincian plafon, fasilitas Pembiayaan Rekening Koran
sebesar Rp200.000,- dan fasilitas Line Facility sebesar Rp800.000,- dengan jangka waktu terhitung sejak
tanggal 10 Februari 2024 sampai dengan tanggal 10 Februari 2025.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, total pemakaian fasilitas Line Facility Bank BSI adalah sebesar
Rp800.000,- dengan nisbah setara 5,90%.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut:
• Menggunakan fasilitas pembiayaan untuk kepentingan/kebutuhan sesuai dengan tujuan penggunaan
yang tercantum di dalam akad pembiayaan.
• Mengizinkan petugas dan/atau kuasa/wakil Bank BSI atau pihak lain yang ditunjuk oleh Bank BSI
untuk sewaktu-waktu memeriksa pembukuan Pegadaian dan bukti-bukti yang terkait langsung
dengan akad pembiayaan, oleh Bank BSI sepanjang terkait dengan pelaksanaan akad pembiayaan
ini, dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari kerja terlebih dahulu dari Bank BSI dengan seluruh
biaya yang timbul ditanggung oleh Bank BSI.
• Pegadaian dan bukti-bukti yang terkait langsung dengan akad pembiayaan, oleh Bank BSI sepanjang
terkait dengan pelaksanaan akad pembiayaan ini, dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari kerja
terlebih dahulu dari Bank BSI dengan seluruh biaya yang timbul ditanggung oleh Bank BSI.
• Selama pembiayaan ini masih berlangsung, Pegadaian harus memberitahukan secara tertulis
kepada Bank BSI paling lambat 30 (tiga puluh) hari dalam hal telah dilakukan sebagai berikut:
a. Perubahan Anggaran Dasar perusahaan termasuk di dalamnya pemegang saham, pengurus
perusahaan, permodalan dan nilai saham.
b. Memperoleh fasilitas pembiayaan atau pinjaman dari pihak lain.
c. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan untuk pihak lain.
d. Mengambil dividen atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan kepentingan pribadi.
e. Melunasi hutang perusahaan kepada pemilik/pemegang saham.
• Melakukan pembaharuan daftar piutang syariah yang dijaminkan:
a. Menyerahkan rincian daftar piutang syariah posisi akhir bulan yang disampaikan triwulanan
paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah berakhirnya periode triwulanan, sebagai dasar
pembaharuan daftar piutang syariah tidak kurang dari 100% dari pokok yang terhutang.
b. Menyerahkan surat pernyataan daftar piutang syariah yang menyatakan bahwa:
1. Benar milik Pegadaian serta tidak ada pihak lain yang memiliki atau turut serta memiliki.
2. Tidak sedang dan tidak akan dijaminkan kepada pihak ketiga.
3. Tidak dalam keadaan sengketa serta tidak tersangkut suatu masalah Perdata atau keadaan
yang dapat menimbulkan suatu sengketa dengan pihak ketiga.
4. Tidak dalam keadaan sita jaminan.
c. Pembaharuan sertifikat jaminan fidusia secara notaril atas agunan piutang dilakukan maksimal
setiap 1 (satu) tahun sekali dengan nilai piutang lancar syariah minimal sebesar limit pembiayaan.
• Nasabah agar mengupayakan penggunaan fasilitas di atas 80% dari total fasilitas pembiayaan Bank
BSI.
208
Page 212
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut: (lanjutan)
• Menyampaikan laporan keuangan unaudited 3 (tiga) bulanan paling lambat 90 (sembilan puluh) hari
kalender setelah akhir periode laporan dan laporan keuangan audited paling lambat 180 (seratus
delapan puluh) hari setelah periode pelaporan.
• Menyampaikan laporan Non-Performing Loan (NPL) bersih konsolidasi dan Non-Performing Loan
(NPL) bersih syariah yang disampaikan triwulanan paling lambat 45 (empat puluh lima) hari kalender
setelah berakhirnya periode triwulanan.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 13 April 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Berjangka Money Market
(PBMM) dari PT Bank Central Asia Tbk (selanjutnya disebut “Bank BCA”) dengan plafon sebesar
Rp9.400.000 dengan suku bunga 5,79%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 26 April 2023.
Pada tanggal 17 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BCA
dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Januari 2024.
Pada tanggal 17 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan 4 (empat) fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
dari Bank BCA dengan masing-masing plafon sebesar Rp350.000, Rp1.500.000, Rp2.000.000, dan
Rp1.000.000 dengan suku bunga 5,80%. Keempat fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan
jatuh tempo pada tanggal 3 Juli 2023.
Pada tanggal 17 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan 9 (sembilan) fasilitas Pinjaman Jangka
Pendek dari Bank BCA dengan masing-masing plafon sebesar Rp450.000, Rp720.000, Rp200.000,
Rp1.300.000, Rp300.000, Rp500.000, Rp480.000, Rp1.200.000, dan Rp1.100.000 dengan suku bunga
5,80%. Seluruh fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan jatuh tempo pada tanggal
4 Juli 2023.
Pada tanggal 23 Januari 2024 telah dilakukan pemberitahuan perpanjangan sementara fasilitas Kredit
Lokal, fasilitas Kredit Time Loan dan fasilitas Pinjaman Berjangka Money Market terhitung sejak tanggal
26 Januari 2024 dan berakhir pada tanggal 26 April 2024.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, total pemakaian fasilitas PBMM Bank BCA adalah sebesar
Rp5.200.000.000,- dengan suku bunga sebesar 6,00%.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Agunan yang dijaminkan adalah sebesar 100% dari plafon.
• Penggunaan fasilitas adalah untuk mendanai penyaluran pinjaman modal kerja Pegadaian.
• Menaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau instruksi
dari pemerintah yang berlaku.
• Memberitahukan secara tertulis apabila terjadi perubahan status kelembagaan, anggaran dasar,
susunan Direksi dan susunan Dewan Komisaris selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja
tanggal efektifnya terjadi perubahan tersebut disertai dengan dokumen pendukung atas perubahan
tersebut.
• Menyerahkan kepada Bank Daftar Piutang (AR) setiap 6 (enam) bulan sekali selambat-lambatnya
45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung sejak berakhirnya periode laporan 6 (enam) bulan
tersebut.
209
Page 213
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 10 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus
Konvensional dan Pinjaman Transaksi Khusus Musyarakah dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (selanjutnya
disebut “Bank CIMB Niaga”) dengan masing-masing plafon sebesar Rp550.000 dan Rp200.000. Fasilitas
pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2023.
Pada tanggal 6 Juni 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
CIMB Niaga dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 4 Juli 2023.
Pada tanggal 6 Juni 2023, telah dilakukan penandatanganan dibawah tangan perpanjangan fasilitas
CIMBNiaga plafon sebesar Rp750.000,- dengan jangka waktu tanggal 16 Mei 2023 sampai dengan
16 Mei 2024.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, pemakaian fasilitas Bank CIMBNiaga adalah sebesar Rp750.000,-
dengan suku bunga sebesar 5,95%.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Fidusia atas piutang dengan nilai penjaminan minimum sebesar 60% dari jumlah pembiayaan.
• Penggunaan fasilitas adalah untuk membiayai kebutuhan modal kerja Pegadaian.
• Memberikan informasi kepada Bank selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tindakan
dilakukan, dalam hal terjadi perubahan pada susunan Direksi, Dewan Komisaris dan pemegang
saham atau pengurus atau pihak yang setara lainnya dan/atau terjadi perubahan struktur permodalan
perusahaan antara lain penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan pemisahan pada
Pengendali dari Pegadaian dan/atau Pemberi Agunan.
• Daftar tagihan harus ditandatangani oleh pihak yang berwenang dan harus diperbarui setiap 3 (tiga)
bulan (batas waktu pengiriman daftar piutang maksimum adalah 45 (empat puluh lima) hari setiap
akhir 3 (tiga) bulan).
PT Bank DKI
Pada tanggal 18 Mei 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Money Market Line dari
PT Bank DKI (selanjutnya disebut “Bank DKI”) dengan plafon sebesar Rp200.000. Fasilitas pinjaman ini
jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2023.
Pada tanggal 18 Mei 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pembiayaan Musyarakah dari Bank
DKI dengan plafon sebesar Rp750.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2023.
Pada tanggal 9 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
DKI dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
28 (dua puluh delapan) hari dan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2023.
Pada tanggal 9 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
DKI unit usaha syariah dengan plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 24 Juli 2023.
210
Page 214
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank DKI (lanjutan)
Pada tanggal 17 Mei 2023 telah dilakukan penandatanganan perpanjangan kerjasama pembiayaan
modal kerja fasilitas Bank DKI dihadapan Notaris Ashoya Ratam, SH. di Jakarta plafon fasilitas kredit
Money Market Line sebesar Rp200.000,- dan plafon fasilitas pembiayaan musyarakah sebesar
Rp750.000 dengan jangka waktu dari 19 Mei 2023 sampai dengan 19 Mei 2024.
Sampai dengan Per 31 Maret 2024, total pemakaian fasilitas kredit Money Market Line sebesar
Rp200.000 dengan suku bunga sebesar 5,98% serta pemakaian fasilitas pembiayaan musyarakh
sebesar Rp750.000 dengan nisbah setara 5,98%.
Sampai dengan Per 31 Maret 2024, tidak ada pemakaian dari Bank DKI.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Jaminan piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada Bank sebesar
minimum 60% dari plafon pembiayaan, dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan secara tertulis kepada Bank, perubahan pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi)
ataupun Anggaran Dasar Perusahaan, status hukum dan lingkup usaha serta penerbitan
obligasi/surat berharga/Pinjaman/pembiayaan dari Bank/lembaga keuangan lainnya, paling lambat
30 (tiga puluh) hari sejak kejadian perubahan.
• Daftar piutang diikat dengan Fidusia Notarial dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia pada
saat penandatanganan perpanjangan fasilitas kredit. Daftar piutang diperbaharui setiap 3 (tiga)
bulan.
• Menyampaikan Laporan Non-Performing Loan (NPL) setiap triwulan paling lambat 60 (enam puluh)
hari setelah akhir laporan.
PT Bank DKI – Unit Usaha Syariah
Pada tanggal 29 November 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas pinjaman jangka pendek dari
PT Bank DKI – Unit Usaha Syariah (selanjutnya disebut “Bank DKI – Unit Usaha Syariah”) dengan plafon
sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 5,98%. Fasilitas ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan jatuh tempo
pada tanggal 2 Januari 2024.
Pada tanggal 30 November 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas pinjaman jangka pendek dari
Bank DKI – Unit Usaha Syariah dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 5,98%. Fasilitas
ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 2 Januari 2024.
Pada tanggal 7 Desember 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas pinjaman jangka pendek dari
Bank DKI – Unit Usaha Syariah dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 5,98%. Fasilitas
ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 7 Januari 2024.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Pada tanggal 11 Oktober 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pembiayaan Musyarakah dari
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Muamalat”) dengan plafon sebesar
Rp200.000 dengan suku bunga 5,20%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 2 Juni 2023.
211
Page 215
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 2 Juni 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
Muamalat dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 27 Juli 2023.
Pada tanggal 25 Juli 2023 telah dilakukan penandatanganan perpanjangan kerjasama pembiayaan
fasilitas Bank Mumalat plafon sebesar Rp200.000 dibawahtangan dengan jangka waktu dari tanggal
2 Juni 2023 sampai dengan 2 Juni 2024.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, tidak ada pemakaian fasilitas dari Bank Muamalat.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Menyalurkan pembiayaan yang dananya bersumber dari Bank Muamalat dengan prinsip syariah
(penyaluran pembiayaan dilakukan oleh Unit Pegadaian Syariah).
• Menyampaikan laporan keuangan unaudited triwulanan (Maret, Juni, September, dan Desember)
paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah akhir laporan, dan laporan keuangan audited tahunan
paling lambat 180 (seratus delapan puluh) hari setelah akhir periode laporan.
• Memberitahukan secara tertulis kepada Bank Muamalat atas hal-hal di bawah ini:
a. Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya Perubahan
Pemegang Saham, pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi), Permodalan dan Nilai Nominal
Saham.
b. Memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank/lembaga pembiayaan lainnya.
• Melakukan pengikatan jaminan yang diberikan oleh end user kepada Pegadaian sesuai ketentuan
Pegadaian yang berlaku dan diamankan dengan baik serta tidak dapat diagunkan ke pihak lain.
• Mengizinkan Bank Muamalat atau pihak lain yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan usaha dan
aktivitas keuangan Pegadaian, serta pemeriksaan terhadap seluruh jaminan setelah mendapatkan
persetujuan tertulis dari Pegadaian berdasarkan pemberitahuan dari Bank Muamalat. Apabila dalam
waktu 14 (empat belas) hari kalender tidak ada balasan maka Pegadaian dianggap menyetujui
pemberitahuan Bank Muamalat.
PT Bank Permata Tbk
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Permata (selanjutnya disebut “Bank Permata”) dengan plafon sebesar Rp450.000 dengan suku
bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
8 September 2023.
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Permata dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2023.
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
Bank Permata unit usaha syariah dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2023.
212
Page 216
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Permata Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Permata unit usaha syariah dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 18 Agustus 2023.
Pada tanggal 20 Oktober 2023 telah dilakukan penandatanganan perubahan dan penambahan plafon
fasilitas pembiayaan Bank Permata di hadapan Notaris Yumna Shabrina, SH. dari Kantor Notaris Ashoya
Ratam, SH. di Jakarta dengan total plafon sebesar Rp1.750.000 dengan jangka waktu sejak
penandatanganan sampai dengan 25 Oktober 2024, dengan rincian sebagai berikut :
1. Fasilitas Money Market Line dari plafon sebesar Rp650.000 menjadi sebesar Rp1.150.000
2. Fasilitas Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dari plafon sebesar Rp400.000 menjadi sebesar
Rp600.000
3. Fasilitas Pembiayaan Musyarakah plafon sebesar Rp200.000 dialihkan ke fasilitas MMQ.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, pemakaian fasilitas adalah dari fasilitas MMQ dengan rincian nominal
Rp300.000 nisbah 5,90% dan Rp50.000 nisbah 6,00%
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Fidusia atas Account Receivable nasabah (A/R), dengan jumlah minimum sebesar 100% dari
outstanding fasilitas.
• Penggunaan fasilitas adalah untuk membiayai usaha pembiayaan modal kerja Pegadaian.
• Selambat-lambatnya dalam 14 (empat belas) hari kalender, Pegadaian melakukan pemberitahuan
secara tertulis kepada Bank dalam hal menerima suatu pinjaman uang atau fasilitas leasing dari pihak
lain, perubahan anggaran dasar.
• Laporan A/R setiap triwulan, paling lambat 90 (sembilan puluh) hari sejak berakhirnya periode
laporan.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Pegadaian telah memenuhi persyaratan
penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian yang diterima.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Plafon fasilitas musyarakah ini turun dari plafon sebesar Rp1.200.000 menjadi sebesar Rp800.000
dengan jangka waktu terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2022 sampai dengan 20 Agustus 2023.
Pada tanggal 30 Agustus 2023, telah dilakukan penandatanganan di bawah tangan Perubahan Akad
Line Fasilitas Pembiayaan Musyarakah iB (Badan Usaha) antara PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Bank
Maybank”) dan PT Pegadaian (“Pegadaian”).
Plafon fasilitas musyarakah ini adalah sebesar Rp800.000 dengan jangka waktu terhitung sejak tanggal
20 Agustus 2023 sampai dengan 20 Agustus 2024.
Per 31 Desember 2023 suku bunga/nisbah yang didapatkan dari Bank Maybank adalah sebesar 5,75%
dengan tenor selama maksimal 1 (satu) minggu. Penentuan besarnya suku bunga/nisbah dan tenor
ditentukan pada saat penarikan/perpanjangan fasilitas.
213
Page 217
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (lanjutan)
Sampai dengan per 31 Maret 2024, total fasilitas Bank Maybank yang digunakan adalah sebesar
Rp800.000, dengan suku bunga 6,01%.
Persyaratan-persyaratan (covenants) dalam perjanjian ini antara lain sebagai berikut:
• Jaminan piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada Bank sebesar 100%
dari plafon pembiayaan dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan laporan keuangan in-house tiga bulanan untuk tahun buku berjalan selambat-
lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak akhir periode pelaporan. Ketentuan ini hanya berlaku untuk
laporan keuangan kuartal I (pertama) sampai kuartal III (ketiga)
• Menyerahkan daftar jaminan Bank berupa Piutang Pembiayaan Nasabah dengan status lancar, yang
disampaikan setiap tiga bulan/triwulanan, selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari setelah
akhir periode pelaporan.
• Mengizinkan Bank sewaktu-waktu melakukan Random Sampling minimal 1 (satu) kali dalam setahun
terhadap Piutang Pembiayaan (Account Receivables) yang dijaminkan, dengan minimum sampling
100 (seratus) end user dengan nominal terbesar. Data sampling harus berbeda dengan data
sampling yang digunakan sebelumnya dan dipilih oleh Bank.
PT Bank BTPN Tbk
Pada tanggal 22 September 2023, telah dilakukan penandatanganan kerjasama modal kerja secara
dibawahtangan Perubahan Pertama atas Perjanjian Fasilitas Kredit antara PT Pegadaian dengan
PT Bank BTPN Tbk tanggal 26 Agustus 2022. Dengan penambahan Plafon yang diberikan dari sebesar
Rp500.000 menjadi sebesar Rp1.500.000 dengan jangka waktu sejak tanggal efektif sampai dengan
30 Agustus 2024.
Per 30 September 2023, suku bunga yang didapatkan dari Bank BTPN adalah sebesar 5,65% dengan
tenor selama 1 (satu) bulan. Penentuan besarnya suku bunga/nisbah dan tenor ditentukan pada saat
penarikan/perpanjangan fasilitas.
Sampai dengan per 31 Maret 2024, pemakaian fasilitas dari Bank BTPN total sebesar Rp1.500.000
dengan rincian suku bunga sebesar Rp200.000, suku bunga 5,80% dan Rp1.300.000 suku bunga 5,85%.
Persyaratan-persyaratan (covenants) dalam perjanjian ini antara lain sebagai berikut:
• Segera setelah tersedia, namun dalam hal apa pun dalam 180 (seratus delapan puluh) hari kalender
setelah akhir setiap tahun buku, laporan keuangan konsolidasian Peminjam yang diaudit untuk tahun
buku tersebut.
• Setelah diminta oleh Pemberi Pinjaman dan dalam 60 (enam puluh) hari kalender setelah akhir
periode laporan, laporan keuangan konsolidasian Peminjam untuk triwulan tahun buku tersebut.
• Salinan dari semua dokumen yang diserahkan oleh Peminjam kepada para krediturnya secara umum
(atau setiap kelasnya) pada saat yang sama dengan saat dikirimkannya dokumen-dokumen tersebut.
• Segera setelah mengetahuinya, rincian mengenai setiap litigasi, arbitrase atau proses administrasi
yang ada saat ini, terancam akan diajukan atau sedang menunggu putusan terhadap Peminjam, yang
apabila dijatuhi putusan yang merugikan, akan menimbulkan dampak negatif yang signifikan.
Segera setelah diminta, informasi lain mengenai kondisi keuangan, bisnis, dan kegiatan usaha Peminjam
sebagaimana mungkin diminta secara wajar oleh Pemberi Pinjaman.
214
Page 218
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 16 November 2021, PT Permodalan Nasional Madani (selanjutnya disebut “PNM”) telah
mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya
disebut “Bank BNI”) dengan plafon sebesar Rp1.000.000. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada
tanggal 25 November 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 17 September 2023.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp305.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 14 Oktober 2023.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 30 Maret 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp160.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan
dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 Desember 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Desember 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Maret 2025.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan
dan jatuh tempo pada tanggal 14 September 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan produk Mekaar tidak lebih dari 5%.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 20 Oktober 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “BTN”) dengan plafon sebesar Rp750.000 dengan
suku bunga 7,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh lima) bulan dan jatuh tempo pada
tanggal 7 Oktober 2023.
215
Page 219
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh
lima) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2024.
Pada tanggal 30 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh
empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2024.
Pada tanggal 30 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 7,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 32 (tiga puluh
dua) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2024.
Pada tanggal 28 September 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Maret 2024.
Pada tanggal 28 September 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 April 2024.
Pada tanggal 30 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Pembiayaan Modal Kerja BTN iB dari BTN
dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan produk Mekaar tidak lebih dari 5%.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 23 Februari 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri”) dengan plafon sebesar Rp1.000.000. Fasilitas
pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 22 Februari 2023.
Pada tanggal 2 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Mandiri
dengan plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Januari 2024.
Pada tanggal 2 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Jangka Pendek dari Bank Mandiri
dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 5
(lima) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 18 Agustus 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan keseluruhan produk tidak lebih dari 5%.
216
Page 220
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp20.800 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juni 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp33.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Juni 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp20.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juli 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp20.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus
2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp75.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
24 September 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp31.200 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 September
2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio maksimal 3,5%.
• Entitas anak wajib menjaga rasio piutang end-user (kolektibilitas 1) terhadap baki debet minimal
100%.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan yang diaudit oleh akuntan publik.
• Entitas anak wajib menyerahkan kualitas pembiayaan triwulan.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan triwulan.
Atas seluruh fasilitas kredit dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia telah dilakukan pelunasan awal
pada tanggal 25 Agustus 2023.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan sebanyak 2 (dua) fasilitas Mudharabah Muqayyadah
dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (selanjutnya disebut “SMF”) dengan plafon masing-masing
sebesar Rp25.671 dan Rp24.372 dengan suku bunga 6,15%. Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2025.
217
Page 221
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan masing-masing plafon sebesar Rp11.572 dan Rp10.070 dengan suku bunga 4,60%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Agustus 2023.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Facility Line dari SMF
dengan plafon sebesar Rp16.166 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan plafon sebesar Rp18.946 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Facility Line dari SMF
dengan plafon sebesar Rp139.884 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret 2025.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan plafon sebesar Rp232.100 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret 2025.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Facility Line dari SMF
dengan plafon sebesar Rp69.475 dengan suku bunga 6,55%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2024.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan plafon sebesar Rp67.604 dengan suku bunga 6,55%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2024.
Pada tanggal 8 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Modal Kerja dari SMF dengan plafon
sebesar Rp930 dengan suku bunga 7,76%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Februari 2026.
Pada tanggal 9 Agustus 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Modal Kerja dari SMF dengan plafon
sebesar Rp287 dengan suku bunga 7,76%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 Agustus 2026.
Persyaratan-persyaratan penting (covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara lain
sebelum memperoleh persetujuan tertulis, PNM tidak diperkenankan untuk:
• Mengajukan permohonan pailit.
• Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini.
• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaan Bank.
• Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
218
Page 222
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 14 Agustus 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Pusat Investasi
Pemerintah (selanjutnya disebut “PIP”) dengan plafon sebesar Rp647.000 dengan suku bunga 4,00%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
28 Agustus 2023.
Pada tanggal 14 Agustus 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh
lima) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 28 Agustus 2023
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh lima)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juni 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp300.000 dan Rp200.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 30 (tiga puluh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2024.
Pada tanggal 28 April 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp500.000 dan Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juni 2025.
Pada tanggal 28 April 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp500.000 dan Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juni 2025.
Pada tanggal 28 April 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp250.000 dan Rp250.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 33 (tiga puluh tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juni 2025.
Pada tanggal 2 November 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP
dengan masing-masing plafon sebesar Rp450.000 dan Rp1.050.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
10 Desember 2025.
219
Page 223
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 2 November 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP
dengan masing-masing plafon sebesar Rp350.000 dan Rp150.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
10 Desember 2025.
Pada tanggal 31 Juli 2023, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp850.000 dan Rp360.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus
2026.
Pada tanggal 31 Juli 2023, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp850.000 dan Rp360.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus
2026.
Pada tanggal 22 Desember 2023, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP
dengan masing-masing plafon sebesar Rp560.000 dan Rp240.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
20 Desember 2026.
Persyaratan-persyaratan penting (covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara lain
adalah sebagai berikut:
• Perusahaan wajib menyalurkan pinjaman/pembiayaan khusus untuk pelaku usaha Ultra Mikro (UMi).
• Perusahaan wajib menyerahkan daftar piutang lancar yang menjadi Jaminan Fidusia setiap
1 (satu) bulan dengan nilai dengan 100% dari outstanding pinjaman.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir
Pada tanggal 12 Maret 2021, PNM telah mendapatkan 3 (tiga) fasilitas Kredit Modal Kerja dari Lembaga
Pengelola Dana Bergulir dengan plafon sebesar Rp15.000, Rp4.000, dan Rp4.000 dengan suku bunga
6,75%. Ketiga fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 47 (empat puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo
pada tanggal 7 Februari 2024.
Pada tanggal 12 Maret 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Lembaga
Pengelola Dana Bergulir dengan plafon sebesar Rp15.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 47 (empat puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Mei 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Perusahaan wajib menyalurkan Pinjaman/Pembiayaan khusus untuk Program Mekaar.
• Perusahaan wajib menyerahkan Daftar Piutang yang menjadi Jaminan Fidusia setiap 6 (enam)
bulan dengan nilai minimal atau sama dengan 100% dari outstanding pinjaman.
220
Page 224
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Asian Development Bank
Pada tanggal 25 Januari 2005, PNM telah mendapatkan fasilitas kredit mikro untuk penataan lingkungan
dan pemukiman dari Asian Development Bank dengan plafon sebesar ASD364.782 (nilai penuh) dengan
tingkat suku bunga Pinjaman Luar Negeri ditambah 0,35% per tahun. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
228 (dua ratus dua puluh delapan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2028.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Installment Loan 1 dari PT Bank
Central Asia Tbk (selanjutnya disebut “BCA”) dengan plafon sebesar Rp450.000 dan Rp50.000 dengan
suku bunga 5,35%. Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada
tanggal 22 Juli 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya.
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) bulan dan
jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2023.
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA dengan plafon
sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan
jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2023.
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 19 (Sembilan belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2024.
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA dengan plafon
sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 17 (tujuh belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 14 Juni 2024.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA dengan
plafon sebesar Rp30.000 dengan suku bunga 9,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2025.
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3
(tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 23 Januari 2024.
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp1.500.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3
(tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 16 Januari 2024.
221
Page 225
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 8
(delapan) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2024.
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 2
(dua) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 1 April 2024.
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp487.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 1
(satu) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 1 April 2024.
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp1.500.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7
(tujuh) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 14 Juni 2024.
Pada tanggal 3 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA
dengan plafon sebesar Rp1.500.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 5
(lima) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 14 Juni 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
PT BCA Syariah
Pada tanggal 3 Oktober 2019, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari PT BCA Syariah
(selanjutnya disebut “BCA Syariah”) dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 48 (empat puluh delapan) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
22 Oktober 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya.
Pada tanggal 3 Oktober 2019, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Mudharabah dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp10.000 dan Rp30.000 dengan suku bunga 7,00%. Kedua fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 46 (empat puluh enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2023. Telah
dilunasi sesuai dengan jatuh temponya
Pada tanggal 24 Maret 2021, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Mudharabah dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp9.100 dan Rp60.000 dengan suku bunga 7,00%. Kedua fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 48 (empat puluh delapan) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2025.
Pada tanggal 25 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp5.000 dengan suku bunga 10,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
45 (empat puluh lima) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Agustus 2025.
Pada tanggal 25 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp10.900, dengan suku bunga 10,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
47 (empat puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2025.
222
Page 226
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT BCA Syariah (lanjutan)
Pada tanggal 25 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp14.100 dengan suku bunga 10,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
57 (lima puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2027.
Pada tanggal 19 September 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga tunggakan Non-Perfoming Loan maksimal 5%.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (selanjutnya disebut “Bank BJB”) dengan plafon
sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan jatuh tempo pada tanggal 19 Oktober 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB
dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2023.
Pada tanggal 22 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB dengan
plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Juni 2024.
Pada tanggal 22 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB dengan
plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2024.
Pada tanggal 4 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB dengan
plafon sebesar Rp130.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 5 Agustus 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan triwulan.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan unaudited.
223
Page 227
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY)
Pada tanggal 9 Juli 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan plafon
sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 9 Juli 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya
Pada tanggal 16 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2024.
Pada tanggal 5 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 6 Desember 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya
Pada tanggal 21 November 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan
plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 November 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Financing to Asset ratio 65%
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 120%
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio neto maksimal 5%.
PT Bank of China
Pada tanggal 6 Februari 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank of China
dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,13%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 6 Februari 2024.
Pada tanggal 6 Februari 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank of China
dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,13%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Utang Total Terkonsolidasi Terhadap Total Modal maksimal 10 (sepuluh)
kali.
• Entitas anak wajib menjaga rasio maksimum untuk pinjaman bermasalah adalah 5%.
Citibank N.A.
Pada tanggal 13 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Citibank N.A.
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2024. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh
temponya.
Pada tanggal 13 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Citibank N.A.
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2024.
Pada tanggal 13 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Citibank N.A.
dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 2
(dua) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2024.
224
Page 228
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Citibank N.A. (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM adalah
entitas anak wajib melaporkan DER, FAR, Micro financing ratio, NPL neto, Current ratio, ROA net, ROE
neto, dan BOPO.
PT Bank Danamon Indonesia - unit usaha syariah
Pada tanggal 20 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari PT Bank Danamon
Indonesia - unit usaha syariah (selanjutnya disebut “Danamon Syariah”) dengan plafon sebesar
Rp500.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 8 (delapan) bulan dan jatuh
tempo pada tanggal 20 Juni 2023.
Pada tanggal 21 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
15 (lima belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 April 2024.
Pada tanggal 21 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
10 (sepuluh) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 10 November 2023.
Pada tanggal 12 Desember 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah II dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,55%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Mei 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio neto maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
PT Bank DKI
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank DKI
(selanjutnya disebut dengan “Bank DKI”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,50%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
20 November 2023.
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 24 November 2023.
Pada tanggal 10 Mei 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp653.165 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Desember 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp136.076 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Juni 2025.
225
Page 229
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank DKI (lanjutan)
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp136.076 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Juli 2025.
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 Juni 2024.
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juli 2024.
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 Februari 2024.
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh
temponya.
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 25 November 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh
temponya.
Pada tanggal 10 Mei 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi Mudharabah dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp546.835 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Desember 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi Mudharabah dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp113.924 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi Mudharabah dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp113.924 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2025.
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2024.
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2024.
226
Page 230
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank DKI (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Perfoming Loan gross maksimal 5%.
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 6 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank HSBC Indonesia
dengan plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 April 2024.
Persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM yaitu entitas anak
diwajibkan untuk menjaga rasio pinjaman terhadap modal maksimum 10 (sepuluh) kali.
PT Bank JTrust Indonesia Tbk
Pada Tanggal 10 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank JTrust Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank JTrust”) dengan plafon sebesar Rp200.000
dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2023.
Pada tanggal 27 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari
Bank JTrust dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Januari 2024.
Pada tanggal 10 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari
Bank JTrust dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Financing to Asset Ratio minimal 65%.
• Entitas anak wajib menjaga Micro Financing Ratio minimal 50%.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah
Pada tanggal 19 Desember 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku
bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
19 Desember 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan keseluruhan produk tidak lebih
dari 3%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
227
Page 231
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 November 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari PT Bank
Maybank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Maybank”) dengan plafon sebesar Rp390.000 dengan suku
bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 1 Desember 2024.
Pada tanggal 29 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 1 Juli 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya.
Pada tanggal 29 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya.
Pada tanggal 29 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp110.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Maret 2024.
Pada tanggal 1 Agustus 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 5 (lima) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Januari 2024.
Pada tanggal 1 Agustus 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 4 (empat)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Januari 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Current Ratio minimum 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Gross keseluruhan maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Mekaar maksimal 3%.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Pada tanggal 8 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari PT Bank Muamalat
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Muamalat”) dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku
bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
3 November 2023.
Pada tanggal 8 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Bank Muamalat
dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2024.
228
Page 232
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 20 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Bank Muamalat dengan
plafon sebesar Rp325.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 9 (sembilan) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performance Financing untuk produk Mekaar tidak lebih
dari 2%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
PT Bank National Nobu Tbk
Pada tanggal 1 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari
PT Bank NationalNobu Tbk dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 17 Januari 2024.
Pada tanggal 13 Desember 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari
PT Bank NationalNobu Tbk dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 25 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan keseluruhan produk tidak lebih dari 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
(selanjutnya disebut “Bank Panin”) dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,50%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
21 Juli 2025.
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari Bank Panin dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Februari 2024.
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari Bank Panin dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Maret 2024.
229
Page 233
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Pan Indonesia Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 19 September 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Tetap dari Bank Panin
dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 11
(sebelas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2024.
Pada tanggal 15 Maret 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Tetap dari Bank Panin dengan
plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua
belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Maret 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Debt to Equity Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga rasio pembiayaan bermasalah maksimal 5%.
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari PT Bank Panin Dubai
Syariah Tbk dengan plafon sebesar Rp291.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Debt to Equity Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga rasio pembiayaan bermasalah maksimal 5%.
PT Bank Permata Tbk
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari
PT Bank Permata Tbk (selanjutnya disebut ”Bank Permata”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan
suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
8 September 2023.
Pada tanggal 21 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2023.
230
Page 234
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Permata Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 21 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 12 Juli 2023.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp800.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp512.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 April 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Januari 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,2%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,4%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,4%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,1%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Januari 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,1%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Januari 2024.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,4%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2024.
Pada tanggal 1 Maret 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Loan dari Bank Permata
dengan plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,4%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 1
(satu) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 April 2024.
231
Page 235
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Permata Tbk (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan neto maksimal 5%.
PT Bank Resona Perdania
Pada tanggal 9 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank Resona Perdania
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2024.
Pada tanggal 10 Oktober 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank Resona
Perdania dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 November 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan neto maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Rasio lancar minimal 100%.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga Debt-Service Coverage Ratio (DSCR) maksimal 100%.
PT Bank SBI Indonesia
Pada tanggal 16 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas PRK on demand dari PT Bank SBI
Indonesia (selanjutnya disebut “Bank SBI”) dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga
6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 28 Desember 2024.
Pada tanggal 16 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas PRK on demand dari Bank SBI
dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2025.
Pada tanggal 7 Agustus 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas PRK on demand dari Bank SBI dengan
plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 September 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan neto maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Financing to Asset Ratio minimal 65%.
• Entitas anak wajib menjaga Micro Financing Asset minimal 50%.
• Entitas anak wajib menjaga Interest Coverage Ratio minimal 1,1 (satu koma satu) kali.
232
Page 236
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Shinhan Indonesia
Pada tanggal 21 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank Shinhan
Indonesia dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 6 (enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga gearing ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan net maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga rasio cakupan bunga 1,00.
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
Pada tanggal 28 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (selanjutnya disebut “Bank Sulselbar”)
dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2025.
Pada tanggal 28 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Sulselbar dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Maret 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga current ratio maksimal 100%.
• Entitas anak wajib menjaga gearing ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga/memaksimalkan Return on Assets (ROA).
• Entitas anak wajib menjaga/memaksimalkan Return on Equity (ROE).
PT Bank Victoria International Tbk
Pada tanggal 20 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari PT Bank Victoria
International Tbk (selanjutnya disebut “Bank Victoria”) dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku
bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
16 September 2023.
Pada tanggal 20 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank Victoria
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 21 September 2023.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Victoria
dengan plafon sebesar Rp10.000 dengan suku bunga 10,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Agustus 2025.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Victoria
dengan plafon sebesar Rp10.000 dengan suku bunga 10,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Oktober 2025.
Persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM adalah entitas anak
wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan maksimal tidak lebih dari 5%.
233
Page 237
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank China
Construction Bank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank CCB Indonesia”) dengan plafon sebesar
Rp270.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2023.
Pada tanggal 30 Mei 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB Indonesia
dengan plafon sebesar Rp315.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Januari 2024.
Pada tanggal 4 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB
Indonesia dengan plafon sebesar Rp215.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2024.
Pada tanggal 23 November 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB
Indonesia dengan plafon sebesar Rp195.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2024.
Pada tanggal 23 November 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB
Indonesia dengan plafon sebesar Rp45.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2024.
Pada tanggal 4 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB
Indonesia dengan plafon sebesar Rp315.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Maret 2025..
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Collateral Coverage Ratio minimal 100%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 8 (delapan) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Mekaar maksimal 3%. Pada tanggal 4 Januari
2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB Indonesia dengan plafon
sebesar Rp215.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2024.
234
Page 238
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank of India Indonesia Tbk
Pada tanggal 22 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank of India
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank of India”) dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku
bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 18 (delapan belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
19 Juni 2024.
Pada tanggal 26 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari Bank of India dengan
plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,05%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Juni 2024.
Pada tanggal 26 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari Bank of India dengan
plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Juni 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performance Financing untuk produk Mekaar tidak lebih
dari 2%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
PT Bank IBK Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Working Capital Executing dari
PT Bank IBK Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank IBK”) dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan
suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo
pada tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Working Capital Executing dari Bank IBK
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara lain
adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Asset Ratio minimum 65%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Micro Financing Ratio 50%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Current Ratio minimum 120%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Non-Performing Loan Ratio maksimal 5%.
235
Page 239
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Oke Indonesia Tbk
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari PT Bank Oke
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Oke”) dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga
6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 18 April 2025.
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari Bank Oke dengan
plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Mei 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR) minimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio piutang lebih dari 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5%
terhadap gross piutang.
PT Bank QNB Indonesia Tbk
Pada tanggal 19 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank QNB
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank QNB”) dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga
6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal
20 Desember 2023. Telah dilunasi sesuai dengan jatuh temponya.
Pada tanggal 7 November 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility dari Bank
QNB dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
2 (dua) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 7 Januari 2024.
Pada tanggal 13 Februari 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility dari Bank
QNB dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
6 (enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 3 Mei 2024.
Pada tanggal 13 Februari 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility dari Bank
QNB dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,20%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Current Ratio minimal 1,2 kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio Non-Performing Financing Produk Mekaar tidak lebih 2% net.
236
Page 240
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (selanjutnya disebut “Bank Kalsel”) dengan plafon
sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 11,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 60 (enam puluh)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2025.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp10.000 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 59 (lima puluh
sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2027.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp40.000 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 59 (lima puluh
sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2027.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp14.000 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 59 (lima puluh
sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 Oktober 2027.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp10.770 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 31 (tiga puluh
satu) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 September 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Ratio (NPL) di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 150%.
• Entitas anak wajib menjaga Solvabilitas minimal 200%.
• Entitas anak wajib menjaga Profit Margin lebih besar dari suku bunga kredit.
PT Bank Aladin Syariah Tbk
Pada tanggal 13 Desember 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Al Musyarakah dari PT Bank Aladin
Syariah Indonesia dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 Oktober 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Current Ratio minimal 120%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Debt to equity ratio maksimal 10X
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio Non Performing Loan Ratio Maksimal 5%.
237
Page 241
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank ICBC Indonesia Tbk
Pada tanggal 24 Oktober 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari PT Bank
ICBC Indonesia dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Oktober 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Financing to Total Asset minimal 40%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Micro Financing Ratio 50%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Capital minimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio Non Performing Loan Ratio maksimal 5%.
PT Bank Mizuho Indonesia
Pada tanggal 20 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari Bank Mizuho
Indonesia dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2024.
Pada tanggal 20 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari Bank Mizuho
Indonesia dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Current Ratio minimal 1.2x
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan DER maksimal 10x.
PT Bank Hibank Indonesia (sebelumnya PT Bank Mayora) (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 11 Desember 2015, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Mayora dengan plafon sebesar Rp3.000 dengan suku bunga 13,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 119 (seratus sembilan belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 November
2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Ratio (NPL) neto maksimal 8%.
• Entitas anak wajib menyampaikan laporan keuangan tiap akhir tahun.
• Entitas anak wajib membuka rekening pada bank.
• Entitas anak wajib memelihara pembukuan dan catatan mengenai usaha bank.
• Entitas anak wajib mengizinkan pekerja atau wakil bank sewaktu-waktu untuk memeriksa usaha
bank.
• Entitas anak wajib mengasuransikan barang yang dijaminkan oleh bank.
238
Page 242
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga - Unit Usaha Syariah
Pada tanggal 25 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank CIMB
Niaga - Unit Usaha Syariah dengan plafon sebesar Rp3.000 dengan suku bunga 3,40%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 23 (dua puluh tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2024.
Pada tanggal 1 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank CIMB
Niaga - Unit Usaha Syariah dengan plafon sebesar Rp3.000 dengan suku bunga 3,40%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember
2024.
Pada tanggal 28 September 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
CIMB Niaga - Unit Usaha Syariah dengan plafon sebesar Rp3.000 dengan suku bunga 3,40%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 11 (sebelas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Agustus 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Financing Ratio (NPF) maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga tingkat kesehatan perseroan minimal kriteria sehat.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 13 Januari 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Time Loan Revolving dari PT Bank
Maspion Indonesia Tbk dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Current Ratio minimal 1.2x
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan DER maksimal 10x.
PT Bank DBS Indonesia
Pada tanggal 18 Maret 2024, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncommited Revolving Credit dari PT
Bank DBS Indonesia dengan plafon sebesar Rp700.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Maret 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Current Ratio minimal 1.2x
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan DER maksimal 10x.
239
Page 243
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Danareksa Finance (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 3 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Danareksa
Finance (selanjutnya disebut “Danareksa Finance”) dengan plafon sebesar Rp25.000 dengan suku
bunga 9,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 11 (sebelas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
12 Januari 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga total debt atau equity ratio di bawah 3,5 (tiga koma lima) kali.
• Entitas anak wajib menjaga EBITDA atau Interest Expense Ratio di atas 2 (dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Financing Ratio (NPF) maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
PT Bank Ina Perdana Tbk
Pada tanggal 28 Februari 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank Ina
Perdana Tbk dengan plafon sebesar Rp30.000 dengan suku bunga 10,50%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Februari 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan Audited setiap tahun, paling lambat 6 (enam)
bulan setelah periode laporan berakhir.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan internal per 3 (tiga) bulan, paling lambat
30 (tiga puluh) hari setelah akhir periode.
• Entitas anak wajib menjaga sinking fund 2 (dua) kali angsuran.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Permodalan Nasional Madani (PNM) telah
memenuhi persyaratan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian yang diterima.
Pinjaman Diterima Bank Raya
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 14 Desember 2020, Bank Raya telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk penyaluran KPR Sejahtera bagi masyarakat dengan
berpenghasilan rendah dengan plafon sebesar Rp17.319 dengan suku bunga 4,45%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 184 (seratus delapan puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari
2036.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Mengajukan permohonan pailit.
• Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini.
• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaan Bank.
• Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
240
Page 244
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance
PT Bank BTPN Tbk
Pada tanggal 30 Desember 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Loan On Note dari PT
Bank BTPN Tbk (selanjutnya disebut sebagai “Bank BTPN”) dengan plafon sebesar Rp100.000.000.000
(nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2024.
Pada tanggal 30 Desember 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Loan On Note dari Bank
BTPN dengan plafon sebesar Rp100.000.000.000 (nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada
tanggal 5 Januari 2024.
Pada tanggal 30 Desember 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Loan On Note dari Bank
BTPN dengan plafon sebesar Rp134.000.000.000 (nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada
tanggal 9 Januari 2024.
Pada tanggal 30 Desember 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Loan On Note dari Bank
BTPN dengan plafon sebesar Rp70.000.000.000 (nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada
tanggal 9 Januari 2024.
Pada tanggal 30 Desember 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Loan On Note dari Bank
BTPN dengan plafon sebesar Rp96.000.000.000 (nilai penuh). Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada
tanggal 12 Januari 2024.
Pada tanggal 9 Januari 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman yang berlaku
sampai dengan 31 Desember 2024. Perpanjangan fasilitas pinjaman ini menghapus ketentuan dengan
jaminan Standby Letter of Credit (SBLC).
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio tidak melebihi rasio 8,5 (delapan koma lima) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
MUFG Bank, Ltd
Pada tanggal 8 Agustus 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
tanpa komitmen dari MUFG Bank, Ltd dengan plafon sebesar ASD60.000.000 (nilai penuh) dengan suku
bunga 6,14%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 9 (sembilan) hari dan jatuh tempo pada tanggal 5 Juli
2023.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit tanggal 26 Mei 2023, MUFG Jakarta setuju untuk
mengubah jumlah fasilitas dari semula ASD60.000.000 (nilai penuh) menjadi Rp500.000.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit tanggal 26 Juli 2023, BRI Multifinance mendapat
perpanjangan jatuh tempo fasilitas pembiayaan menjadi tanggal 26 Juli 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio tidak melebihi rasio 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 7%.
241
Page 245
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 11 Oktober 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Bank Central Asia Tbk (selanjutnya disebut “Bank BCA”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan
suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 31 (tiga puluh satu) hari dan jatuh tempo pada
tanggal 10 Juli 2023.
Pada tanggal 12 Agustus 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank
BCA dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 November 2024.
Pada tanggal 11 Oktober 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank
BCA dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Desember 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
PT Bank Victoria International Tbk
Pada tanggal 6 Agustus 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Bank Victoria International Tbk dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,00% - 6,45%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 22 September 2023.
Pada tanggal 27 Oktober 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank
Victoria International Tbk dengan plafon sebesar Rp270.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 26 Januari 2024.
Pada tanggal 6 Desember 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT
Bank Victoria International Tbk dengan plafon sebesar Rp90.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 6 Maret 2024.
Pada tanggal 27 Oktober 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank
Victoria International Tbk dengan plafon sebesar Rp90.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 7 Maret 2024.
Pada tanggal 27 Oktober 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank
Victoria International Tbk dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 8 (delapan) kali.
• Entitas anak wajib menajaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio diatas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
242
Page 246
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 21 Januari 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Committed Kredit Modal
Kerja dari PT Bank HSBC Indonesia (selanjutnya disebut “Bank HSBC”) dengan plafon sebesar
Rp300.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 12 April 2023.
Pada tanggal 12 April 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Corporate Facility Agreement
dari Bank HSBC dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menajga Non-Performing Loan (NPL) Ratio maksimal 5%.
PT Bank UOB Indonesia
Pada tanggal 26 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility
(RCF) dari PT Bank UOB Indonesia dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 4,20% -
6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Januari
2024.
Pada tanggal 26 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility
(RCF) dari PT Bank UOB Indonesia dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,50%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Januari 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio maksimal 5%.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Januari 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Comitted Credit Line dari
PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,50% - 7,00%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
28 Mei 2024.
Pada tanggal 25 Januari 2023, BRI Multifinance mendapatkan fasilitas Joint Financing sebesar
Rp300.000. Fasilitas ini bersifat berulang (revolving) dan without recourse. Tingkat suku bunga sebesar
6,60% - 7,10%. Jangka waktu penarikan fasilitas ditetapkan satu tahun sejak tanggal penandatanganan
kredit.
Pada tanggal 25 Januari 2024, BRI Multifinance mendapatkan perpanjangan fasilitas Joint Financing
sebesar Rp300.000. Fasilitas ini bersifat berulang (revolving) dan without recourse. Jangka waktu
penarikan fasilitas ditetapkan 12 bulan sejak tanggal penandatanganan kredit.
Pada tanggal 12 Februari 2024, BRI Multifinance memperoleh fasilitas pinjaman Comitted Credit Line
dalam bentuk Kredit Jangka Panjang yang sifatnya non-revolving senilai Rp300.000. Jangka waktu
penarikan fasilitas ditetapkan 12 bulan sejak tanggal penandatanganan kredit.
243
Page 247
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga rasio pinjaman terhadap modal maksimum 7 (tujuh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga rasio Non-Performing Financing (NPF) maksimum 5%.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 15 Desember 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncommitted Credit Line
dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Maybank”) dengan plafon sebesar
Rp400.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2025.
Pada tanggal 1 September 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Kredit Modal
Kerja dari Bank Maybank dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 7,20%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Februari
2026.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
PT Bank Oke Indonesia Tbk
Pada tanggal 22 Juni 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Oke Indonesia Tbk dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juli 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8 (delapan) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
PT Bank IBK Indonesia Tbk
Pada tanggal 16 November 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Working Capital
Executing dari PT Bank IBK Indonesia Tbk dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,25%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 2
Desember 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 5%.
244
Page 248
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 21 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Berjangka dari PT
Bank Danamon Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Danamon”) dengan plafon sebesar Rp100.000
dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 30 hari dan jatuh tempo pada tanggal
12 Juli 2023.
Pada tanggal 21 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Angsuran
Berjangka dari Bank Danamon dengan plafon sebesar Rp900.000 dengan suku bunga 6,65%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 7%.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 24 Mei 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga
6,40%-6,95%. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2024, fasilitas pinjaman BRI Multifinance masih tersedia
Rp200.000.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 5%.
CTBC Bank Co. Ltd.
Pada tanggal 5 Juli 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari CTBC
Bank Co. Ltd. dengan plafon sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh) dengan suku bunga SOFR 3 Bulan +
1,21% (ASD). Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 13 Februari 2026.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8,5 kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
245
Page 249
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank of India Indonesia Tbk
Pada tanggal 31 Juli 2023, BRI Multifinance mendapatkan fasilitas Demand Loan jangka panjang sebesar
Rp400.000. Fasilitas ini bersifat non-revolving. Tingkat suku bunga sebesar 6,30% per tahun. Fasilitas
pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 12 Oktober 2025.
Pada tanggal 14 Maret 2024, BRI Multifinance mendapatkan fasilitas Demand Loan jangka panjang
sebesar Rp100.000. Fasilitas ini bersifat non-revolving. Tingkat suku bunga sebesar 6,50% per tahun.
Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Maret 2026.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 5%.
PT Bank Mandiri (Persero) (Pihak Berelasi) Tbk
Pada tanggal 10 Juli 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri”) dengan plafon sebesar Rp500.000
dengan suku bunga 6,75%. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, fasilitas pinjaman BRI Multifinance
masih tersedia Rp500.000.
Pada tanggal 23 November 2020, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
Bank Mandiri dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 8,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Februari 2024.
Pada tanggal 7 Juli 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 November 2024.
Pada tanggal 16 Maret 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,25 - 6,35%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Agustus 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,50 - 6,90%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 November 2024.
246
Page 250
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 8 Maret 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,95%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2025.
Pada tanggal 23 Januari 2024, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 6,95%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Januari 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, BRI Multifinance telah memenuhi
persyaratan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian yang diterima.
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
a) Rincian estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 1.960.928 2.990.195
Fasilitas kredit yang belum ditarik 1.620.565 1.225.100
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan 107.912 29.082
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan 955.512 1.824.001
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan 164.911 41.499
Fasilitas kredit yang belum ditarik 14.573 7.891
Total 4.824.401 6.117.768
247
Page 251
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi (di luar fasilitas kredit yang belum ditarik):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 26.751.948 28.646.881
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 1.045.526 1.011.622
27.797.474 29.658.503
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan
Dolar Amerika Serikat 793.333.873 12.578.309 845.182.743 13.013.279
Euro Eropa 51.835.473 887.682 52.468.464 893.974
Yen Jepang 144.315.512 15.109 78.741.216 8.573
Dolar Singapura 170.000 1.998 2.120.000 24.754
Ringgit Malaysia - 41.319.804 138.636
13.483.098 14.079.216
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor
Dolar Amerika Serikat 111.815.375 1.772.833 87.738.087 1.350.903
Euro Eropa 40.230.731 688.951 33.329.859 567.885
Renminbi 259.343.683 569.022 129.211.733 280.397
Yen Jepang 127.085.084 13.305 112.235.500 12.220
Pound Sterling Inggris 438.534 8.773 -
Dolar Singapura 81.074 953 409.439 4.781
Malaysian Ringgit 148.935 499 27.840 93
3.054.336 2.216.279
16.537.434 16.295.495
44.334.908 45.953.998
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 11.842.281 13.065.353
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 1.243.340 1.216.989
13.085.621 14.282.342
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan
Dolar Amerika Serikat 606.447.872 9.615.231 630.194.774 9.703.109
Euro Eropa 29.401.518 503.501 532.192 9.068
Yen Jepang 2.744.939.036 287.381 2.846.332.038 309.909
Ringgit Malaysia 1.542.222 5.166 -
Won Korea Selatan - 6.682.601.241 79.389
10.411.279 10.101.475
248
Page 252
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi (di luar fasilitas kredit yang belum ditarik) (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor
Dolar Amerika Serikat 271.701.701 4.307.830 439.602.923 6.768.566
Euro Eropa 51.379.740 879.878 9.860.486 168.006
Yen Jepang 572.728.814 59.962 579.192.803 63.062
Renmibi 5.991.141 13.145 361.481 784
Franc Swiss 80.288 1.406 80.288 1.469
Pound Sterling Inggris - 23.100 453
5.262.221 7.002.340
15.673.500 17.103.815
28.759.121 31.386.157
Total 73.094.028 77.340.155
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (3.189.263) (4.884.777)
Bersih 69.904.765 72.455.378
c) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi berdasarkan kolektibilitas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lancar 205.838.570 204.493.512
Dalam perhatian khusus 706.318 1.293.884
Kurang lancar 44.870 51.774
Diragukan 33.116 30.568
Macet 733.225 60.833
Total 207.356.099 205.930.571
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (4.824.401) (6.117.768)
Bersih 202.531.698 199.812.803
249
Page 253
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan
Nilai tercatat awal 11.303.479 141.660 2.091 11.447.230
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.636.557) (48.299) - (1.684.855)
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 7.079.825 156.237 - 7.236.062
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (6.561.010) (17.050) (2.102) (6.580.162
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 184.417 2.720 11 187.148
Nilai tercatat akhir 10.370.154 235.268 - 10.605.423
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan
Nilai tercatat awal 12.410.787 1.247.881 - 13.658.668
Pengalihan ke
Stage 1 618.137 (618.137) - -
Stage 2 (1.144) 1.144 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (2.151.326) (480.440) - (2.631.766 )
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 10.146.607 554.295 2.091 10.702.993
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (9.665.885) (563.523) - (10.229.408 )
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (53.697) 440 - (53.257 )
Nilai tercatat akhir 11.303.479 141.660 2.091 11.447.230
250
Page 254
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 25.760 42.730 2.091 70.581
Pengalihan ke
Stage 1
Stage 2 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - 27.127 - 27.127
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 71.345 201.715 10 273.071
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (25.643) (67.755) (2.101) (95.499)
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (2.456) (2.460)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 69.006 203.817 - 272.823
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 53.122 490.010 - 543.132
Pengalihan ke
Stage 1 134.157 (134.157) - -
Stage 2 (1) 1 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (20.120) (124.715) - (144.835 )
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 25.018 32.358 2.091 59.467
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (166.412) (220.768) - (387.180 )
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (4) 1 - (3)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 25.760 42.730 2.091 70.581
251
Page 255
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Garansi yang diterbitkan
Nilai tercatat awal 60.722.391 5.148.984 21.550 65.892.925
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 (133) 133 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 42.686 82.909 - 125.595
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 18.135.623 3.684.184 - 21.819.807
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (20.717.848) (5.246.377) (21.550) (25.985.775)
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 620.761 15.293 - 636.054
Nilai tercatat akhir 58.803.480 3.685.126 - 62.488.606
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Garansi yang diterbitkan
Nilai tercatat awal 69.738.900 5.116.098 - 74.854.998
Pengalihan ke
Stage 1 76.231 (76.231) - -
Stage 2 (1.904.391) 1.904.391 - -
Stage 3 (9.968) (11.387) 21.355 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 49.461 88.650 - 138.111
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 43.995.410 2.191.578 195 46.187.183
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (51.304.879) (4.040.515) - (55.345.394 )
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 81.627 (23.600) - 58.027
Nilai tercatat akhir 60.722.391 5.148.984 21.550 65.892.925
252
Page 256
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Bank Garansi yang diterbitkan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 776.023 4.023.923 14.250 4.814.196
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 (42) 42 - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (71.258) (45) - (71.303)
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 253.850 2.061.541 - 2.314.391
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (112.149) (4.014.443) (14.250) (4.140.842)
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (5) 3 - (2)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 845.419 2.071.021 - 2.916.440
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Bank Garansi yang diterbitkan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.272.632 3.190.301 - 4.462.933
Pengalihan ke
Stage 1 28.379 (28.379) - -
Stage 2 (2.317) 2.317 - -
Stage 3 (16) (2.762) 2.778 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (270.692) 1.740.509 11.277 1.481.094
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 556.886 1.552.582 195 2.109.663
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (808.854) (2.430.995) - (3.239.849 )
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 5 350 - 355
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 776.023 4.023.923 14.250 4.814.196
253
Page 257
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik
Nilai tercatat awal 125.809.601 2.780.815 - 128.590.416
Pengalihan ke
Stage 1 175.329 (175.329) - -
Stage 2 (404.097) 404.097 - -
Stage 3 190.142 (190.142) - -
Pengukuran kembali nilai tercatat (1.091.539) 380.949 - (710.590)
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 14.217.050 25.568 - 14.242.618
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (5.850.402) (1.833.657) - (7.684.059)
Penghapusbukuan (4) (155) - (159)
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (176.156) - - (176.156)
Nilai tercatat akhir 132.869.924 1.392.146 - 134.262.070
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik
Nilai tercatat awal 85.704.365 476.350 109.348 86.290.063
Pengalihan ke
Stage 1 997.604 (981.421) (16.183 ) -
Stage 2 (456.310) 464.852 (8.542 ) -
Stage 3 (229.962) (137.843) 367.805 -
Pengukuran kembali nilai tercatat 5.084.318 530.277 (266.729 ) 5.347.866
Komitmen dan kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 46.105.345 3.861.346 21.059 49.987.750
Komitmen dan kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (11.446.815) (1.423.817) (197.693 ) (13.068.325 )
Penghapusbukuan (3.714) (8.929) (9.065 ) (21.708 )
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 54.770 - - 54.770
Nilai tercatat akhir 125.809.601 2.780.815 - 128.590.416
254
Page 258
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Maret 2024
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 346.708 886.283 - 1.232.991
Pengalihan ke
Stage 1 23.918 (23.918) - -
Stage 2 (7.566) 7.566 - -
Stage 3 29.334 (29.334) - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
Kerugian (11.460) 62.213 - 50.753
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 39.526 342.959 - 382.485
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (16.956) (20.284) - (37.240)
Penghapusbukuan (4) (155) - (159)
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 6.308 - - 6.309
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 409.808 1.225.330 - 1.635.138
31 Desember 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 302.788 1.135.992 13.498 1.452.278
Pengalihan ke
Stage 1 52.184 (52.141) (43 ) -
Stage 2 (2.678) 2.815 (137 ) -
Stage 3 (1.321) (10.985) 12.306 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
Kerugian 59.497 51.087 (12.714 ) 97.870
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 103.715 10.173 - 113.888
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (186.539) (241.729) (3.844 ) (432.112 )
Penghapusbukuan (3.714) (8.929) (9.066 ) (21.709 )
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 22.776 - - 22.776
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 346.708 886.283 - 1.232.991
BRI melakukan penilaian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit secara
kolektif dan individual dengan menggunakan bukti objektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
255
Page 259
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Cadangan atas program imbalan kerja
bagi pekerja (Catatan 42) 12.598.571 13.111.142
Cadangan Bonus dan Insentif 2.398.564 8.496.353
Cadangan pekerja kontrak 305.465 244.200
Cadangan Tunjangan Hari Raya 239.240 1.207.929
Total 15.541.840 23.059.624
Cadangan atas program imbalan kerja bagi pekerja meliputi program pensiun imbalan pasti, program
pemutusan hubungan kerja, program masa persiapan pensiun dan program imbalan jangka panjang lain
(Program penghargaan tanda jasa, cuti besar, BPJS kesehatan pasca kerja dan manfaat lain dana
manfaat tambahan) sesuai dengan kebijakan BRI dan entitas anak yang dihitung sesuai dengan
perhitungan aktuaria independen.
28. LIABILITAS LAIN-LAIN
Liabilitas lain-lain terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Liabilitas manfaat polis masa depan 9.631.281 9.255.256
Utang bunga 3.338.108 1.479.174
Liabilitas kontrak investasi 3.286.965 3.286.965
Premi yang belum merupakan
pendapatan 2.727.316 2.634.906
Estimasi liabilitas klaim 2.112.697 2.073.134
Utang akrual 1.781.775 1.141.169
Cadangan kewajiban litigasi
(Catatan 45b) 712.501 1.361.894
Liabilitas sewa 513.415 542.630
Liabilitas kartu kredit 287.965 278.797
Utang reasuransi 268.084 317.014
Dana syirkah temporer 240.508 275.483
Pendapatan diterima di muka 237.685 170.130
Cadangan pembayaran bunga tepat waktu 79.374 82.201
Setoran jaminan 12.464 12.345
Lain-lain 8.808.895 5.513.686
34.039.033 28.424.784
Pihak ketiga
Mata uang asing
Term deposit valas devisa hasil ekspor
(TD Valas DHE) Bank Indonesia 2.045.350 5.839.397
Pendapatan diterima di muka 434.092 416.639
Utang bunga 279.904 398.793
Liabilitas sewa 105.222 108.611
Lain-lain 2.450.773 1.476.393
5.315.341 8.239.833
Total 39.354.375 36.664.617
256
Page 260
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PINJAMAN DAN SURAT BERHARGA SUBORDINASI
BRI memperoleh pinjaman dan surat berharga subordinasi dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
Rupiah
Obligasi Subordinasi IV 262.233 265.120
262.233 265.120
Pihak Berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Subordinasi IV 227.008 229.507
Pinjaman two-step loan 1.897 2.056
228.905 231.563
Total 491.138 496.683
a. Pinjaman two-step loan
Pinjaman two-step loan dalam mata uang Rupiah merupakan pinjaman dari Pemerintah yang
dananya berasal dari Asian Development Bank (ADB), International Bank for Reconstruction and
Development (IBRD), International Fund for Agricultural Development (IFAD), United States Agency
for International Development (USAID) dan Islamic Development Bank (IDB). Tingkat suku bunga
pinjaman ini bervariasi sesuai dengan perjanjian masing-masing dengan jangka waktu antara
15 (lima belas) sampai dengan 40 (empat puluh) tahun.
Tingkat suku bunga rata-rata untuk pinjaman subordinasi adalah sebesar 2,48% dan 2,28% masing-
masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Pinjaman-
pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2027.
b. Obligasi Subordinasi IV Tahun 2023
Pada tanggal 6 Juli 2023, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan
nilai pokok sebesar Rp500.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 6,45% per tahun, untuk jangka
waktu selama 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2028. Bunga Obligasi
Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 6 Juli 2023. Pada
saat diterbitkan, Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 ini mendapat peringkat AA dari
Pefindo.
257
Page 261
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PINJAMAN DAN SURAT BERHARGA SUBORDINASI (lanjutan)
b. Obligasi Subordinasi IV Tahun 2023 (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024, Obligasi Subordinasi IV tahun 2023 mendapatkan peringkat AA dari
Pefindo.
Obligasi Subordinasi IV tahun 2023 tidak dijamin dengan jaminan apapun. Adapun persyaratan-
persyaratan penting (covenants) adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor kecuali dalam hal pengurangan
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah Indonesia atau
otoritas yang berwenang.
b. Melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan
dengan nilai lebih dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas EMITEN kecuali dalam hal
pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan/atau perintah dari Pemerintah
Indonesia atau otoritas yang berwenang.
Manajemen berpendapat bahwa semua persyaratan/pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian telah
dipenuhi.
Klasifikasi jangka waktu pinjaman subordinasi berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
> 1 tahun – 5 tahun 491.138 496.683
Total 491.138 496.683
30. OPSI SAHAM
Dalam rangka meningkatkan produktifitas dan motivasi bagi talent terbaik, Direksi BRI memutuskan
untuk memberikan program kepemilikan saham bagi pekerja dalam bentuk Employee Stock Option Plan
(ESOP)
Sesuai surat Direksi No. B.0017-DIR/HCS/01/2023 tanggal 2 Januari 2023, BRI menerbitkan program
ESOP pada tanggal 2 Januari 2023 (tanggal grant) sejumlah 131.357.200 lembar saham dimana tanggal
pemberiaan alokasi hak saham atau tanggal grant pada 2 Januari 2023, dengan akhir periode vesting
pada 31 Desember 2025. Masa berlaku dari exercise opsi untuk ESOP 2023 mulai tanggal 2 januari
2026 sampai dengan 30 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, seluruh hak opsi yang tidak digunakan
akan menjadi gugur.
Perhitungan, metode dan asumsi mengenai ESOP diperoleh dari laporan aktuaris independen, Willis
Towers Watson pada November 2023.
Nilai wajar dari ESOP sebesar Rp122.030. Nilai wajar ESOP diamortisasi selama masa vesting dan
diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, sedangkan akumulasi biaya
selama periode vesting diakui dalam ekuitas.
Biaya ESOP yang diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk periode
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp10.169 dan
Rp40.454.
258
Page 262
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. OPSI SAHAM (lanjutan)
Nilai wajar dari setiap hak opsi diestimasi pada tanggal pemberian hak opsi dengan menggunakan model
“Black-scholes”, dengan asumsi utama sebagai berikut:
Periode vesting (dalam bulan) 36
Harga saham pada tanggal pemberian
opsi (dalam Rupiah penuh) 4.870
Harga pelaksanaan opsi (dalam Rupiah penuh) 4.870
Nilai wajar opsi (dalam Rupiah penuh) 929
Volatilitas harga saham 32,419%
Suku bunga bebas risiko 6,103%
Tingkat dividen 5,834%
31. EKUITAS
a. Modal Saham
Rincian modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Nilai Nominal Total Nilai Persentase
Total Lembar per Lembar Saham Saham Kepemilikan
Saham (Rupiah Penuh) (Rupiah Penuh) Saham
Modal dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Saham biasa atas nama Seri B 299.999.999.999 50 14.999.999.999.950 100,00%
Total 300.000.000.000 15.000.000.000.000 100,00%
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Negara Republik Indonesia
Saham biasa atas nama Seri B
Negara Republik Indonesia 80.610.976.875 50 4.030.548.843.750 53,19%
Dewan Komisaris:
- Kartika Wirjoatmodjo 689.800 50 34.490.000 0,00%
- Rabin Indrajad Hattari 620.700 50 31.035.000 0,00%
Direksi:
- Sunarso 3.234.856 50 161.742.800 0,00%
- Catur Budi Harto 1.839.057 50 91.952.850 0,00%
- Ahmad Solichin Lutfiyanto 3.587.470 50 179.373.500 0,00%
- Handayani 3.425.200 50 171.260.000 0,00%
- Supari 2.890.914 50 144.545.700 0,00%
- Agus Noorsanto 2.071.941 50 103.597.050 0,00%
- Agus Sudiarto 1.717.400 50 85.870.000 0,00%
- Amam Sukriyanto 1.526.754 50 76.337.700 0,00%
- Viviana Dyah Ayu R.K 1.512.800 50 75.640.000 0,00%
- Agus Winardono 1.503.481 50 75.174.050 0,00%
- Arga Mahanana Nugraha 1.313.785 50 65.689.250 0,00%
- Andrijanto 1.123.000 50 56.150.000 0,00
Masyarakat 70.152.822.670 50 3.507.641.133.500 46,30
150.790.856.704 7.539.542.835.200 99.49%
Saham treasuri (Catatan 1d) 768.144.900 38.407.245.000 0.51%
Total 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100.00%
259
Page 263
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
a. Modal Saham (lanjutan)
Rincian modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2023
Nilai Nominal Total Nilai Persentase
Total Lembar per Lembar Saham Saham Kepemilikan
Saham (Rupiah Penuh) (Rupiah Penuh) Saham
Modal dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Saham biasa atas nama Seri B 299.999.999.999 50 14.999.999.999.950 100,00%
Total 300.000.000.000 15.000.000.000.000 100,00%
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Negara Republik Indonesia
Saham biasa atas nama Seri B
Negara Republik Indonesia 80.610.976.875 50 4.030.548.843.750 53,19%
Dewan Komisaris:
- Kartika Wirjoatmodjo 689.800 50 34.490.000 0,00%
- Rabin Indrajad Hattari 620.700 50 31.035.000 0,00%
%
Direksi:
- Sunarso 3.234.856 50 161.742.800 0,00%
- Catur Budi Harto 1.839.057 50 91.952.850 0,00%
- Ahmad Solichin Lutfiyanto 3.587.470 50 179.373.500 0,00%
- Handayani 3.425.200 50 171.260.000 0,00%
- Supari 2.890.914 50 144.545.700 0,00%
- Agus Noorsanto 2.071.941 50 103.597.050 0,00%
- Agus Sudiarto 1.717.400 50 85.870.000 0,00%
- Andrijanto 1.123.000 50 56.150.000 0,00%
- Amam Sukriyanto 1.526.754 50 76.337.700 0,00%
- Agus Winardono 1.503.481 50 75.174.050 0,00%
- Viviana Dyah Ayu R.K 1.512.800 50 75.640.000 0,00%
- Arga Mahanana Nugraha 1.313.785 50 65.689.250 0,00%
Masyarakat 70.152.822.670 50 3.507.641.133.500 46,30%
150.790.856.704 7.539.542.835.200 99,49%
Saham treasuri (Catatan 1d) 768.144.900 38.407.245.000 0,51%
Total 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00%
Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak-hak preferen kepada pemegangnya
untuk menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi, perubahan
anggaran dasar, menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan BRI,
pengajuan permohonan agar BRI dinyatakan pailit dan pembubaran BRI.
Saham Seri B adalah saham biasa atas nama yang dapat dimiliki oleh masyarakat.
260
Page 264
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor
Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tambahan modal Pemerintah sehubungan dengan
program rekapitalisasi 1.092.144 1.092.144
Sisa setoran modal Pemerintah sebelumnya 5 5
Agio saham dari IPO 589.762 589.762
Eksekusi atas opsi saham
Tahun 2004 49.514 49.514
Tahun 2005 184.859 184.859
Tahun 2006 619.376 619.376
Tahun 2007 140.960 140.960
Tahun 2008 29.013 29.013
Tahun 2009 14.367 14.367
Tahun 2010 43.062 43.062
Opsi saham MSOP tahap pertama yang telah jatuh tempo 504 504
Opsi saham MSOP tahap kedua yang telah jatuh tempo 1.845 1.845
Opsi saham MSOP tahap ketiga yang telah jatuh tempo 8.447 8.447
Akuisisi entitas sepengendali tahun 2018 (81.195) (81.195)
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2019 208.331 208.331
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2020 510.819 510.819
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2021 1.154.211 1.154.211
Opsi saham MSOP tahap keempat yang telah jatuh tempo 62.862 62.862
Kehilangan pengendalian atas entitas anak 565.209 565.209
Tambahan modal atas transaksi PMHMETD 94.419.142 94.419.142
Akuisisi entitas sepengendali tahun 2021 (23.370.339) (23.370.339)
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2022 (1.341) (1.341)
Akuisisi entitas sepengendali tahun 2022 (604.474) (604.474)
Cadangan saham bonus yang telah jatuh tempo 210.266 210.266
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2023 5.778 5.778
75.853.127 75.853.127
Sebagai realisasi dari Program Rekapitalisasi Bank Umum sesuai Peraturan Pemerintah No. 52
Tahun 1999 tentang “Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal
Bank Pemerintah”, Pemerintah telah menetapkan bahwa jumlah kebutuhan rekapitalisasi BRI untuk
mencapai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 4% adalah sebesar Rp29.063.531. Sampai
dengan tanggal 30 Juni 2003, modal dasar dan ditempatkan BRI belum ditingkatkan dengan
tambahan modal dari program rekapitalisasi tersebut, sehingga setoran modal Pemerintah sebesar
Rp29.063.531 dicatat sementara pada akun “Tambahan Modal Disetor” bersama-sama dengan sisa
setoran modal Pemerintah sebelumnya sebesar Rp5.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 427/KMK.02/2003 tanggal 30 September 2003
jumlah final kebutuhan rekapitalisasi BRI sebesar Rp29.063.531, dikonversi menjadi modal disetor
sebesar Rp3.272.000 dan sisanya sebesar Rp25.791.531 dibukukan sebagai agio saham.
Selanjutnya, dengan dilaksanakannya kuasi-reorganisasi oleh BRI, saldo rugi sebelum kuasi-
reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2003 sebesar Rp24.699.387 dieliminasikan ke agio saham,
sehingga menghasilkan saldo agio saham sebesar Rp1.092.149 pada tanggal 30 Juni 2003.
261
Page 265
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Pada tanggal 10 November 2003, BRI telah melakukan IPO dengan mengeluarkan 1.764.705.000
lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B baru dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham
dengan harga penawaran Rp875 (nilai penuh) per saham sehingga menghasilkan tambahan agio
saham sebagai berikut:
Jumlah Saham Biasa Atas Nama Seri B baru yang dikeluarkan untuk
masyarakat dalam rangka IPO (lembar saham) (Catatan 1c) 1.764.705.000
Agio saham per saham (nilai penuh) 375
Total agio saham - sebelum diskon 661.764
Dikurangi
- 3% diskon yang diberikan kepada nasabah BRI (2.961)
- Biaya IPO (69.041)
Agio saham dari IPO 589.762
Sesuai dengan RUPS Luar Biasa pada tanggal 3 Oktober 2003, seperti yang telah diungkapkan
dalam Akta No. 6 Notaris Imas Fatimah, S.H., pemegang saham menyetujui penerbitan saham opsi
yang akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap. Opsi saham diberikan kepada Direksi dan pekerja pada
posisi dan jabatan tertentu yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan (Management Stock
Option Plan (MSOP)).
Biaya kompensasi atas MSOP diakui sebagai opsi saham, bagian dari ekuitas.
Pekerja BRI telah melakukan eksekusi atas opsi saham untuk MSOP I mulai tanggal
10 November 2004, MSOP II mulai tanggal 10 November 2005 dan MSOP III mulai tanggal
15 November 2006. Selama periode 2004 sampai dengan tahun 2010 telah dilakukan eksekusi atas
opsi saham sebanyak 569.876.000 lembar saham untuk MSOP I, II dan III, dimana untuk tahun 2010
sebanyak 4.728.500 lembar saham, tahun 2009 sebanyak 4.553.000 lembar saham, tahun 2008
sebanyak 7.499.000 lembar saham, tahun 2007 sebanyak 31.379.000 lembar saham, tahun 2006
sebanyak 250.721.000 lembar saham, tahun 2005 sebanyak 185.610.000 lembar saham dan tahun
2004 sebanyak 85.385.500 lembar saham. Agio yang timbul dari eksekusi tersebut untuk tahun 2010
adalah sebesar Rp43.062, tahun 2009 adalah sebesar Rp14.367, tahun 2008 sebesar Rp29.013,
tahun 2007 sebesar Rp140.960, tahun 2006 sebesar Rp619.376, tahun 2005 sebesar Rp184.859
dan tahun 2004 sebesar Rp49.514.
Transaksi entitas sepengendali
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 70 tanggal 20 Desember 2018 yang dibuat di hadapan
Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, PT Bahana Artha Ventura telah mengalihkan
kepemilikan saham PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) sebanyak 15.874 lembar kepada BRI
(Catatan 1f), dan berdasarkan Akta Pengambilalihan Saham No. 53 tanggal 21 Desember 2018 yang
dibuat di hadapan Masjuki, S.H., notaris pengganti dari M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.,
PT Danareksa (Persero) telah mengalihkan kepemilikan saham PT Danareksa Sekuritas (Danareksa
Sekuritas), sebanyak 335.000.000 lembar saham kepada BRI (Catatan 1f).
Transaksi jual beli tersebut merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana
pemegang saham pengendali (ultimate shareholder) dari BRI, PT Danareksa (Persero) dan
PT Bahana Artha Ventura adalah Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, transaksi tersebut
diperlakukan berdasarkan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
262
Page 266
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Transaksi entitas sepengendali (lanjutan)
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh dari
transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas, dengan rincian
sebagai berikut:
Jumlah imbalan Jumlah tercatat Tambahan modal
yang dialihkan investasi disetor
Danareksa Sekuritas 446.888 366.359 80.529
BRI Ventures 3.090 2.424 666
Jumlah 449.978 368.783 81.195
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 47 tanggal 20 Desember 2018 yang dibuat di hadapan
Masjuki, S.H., Notaris pengganti dari M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., PT Danareksa (Persero) telah
mengalihkan kepemilikan saham PT Danareksa Investment Management (“DIM”) sebanyak
10.500.000 lembar saham kepada BRI (Catatan 1f). Atas transaksi ini BRI memiliki pengaruh
signifikan terhadap DIM sehingga transaksi ini dicatat sesuai PSAK No.228 “Investasi pada Entitas
Asosiasi”, dimana dalam metode ekuitas pengakuan awal diakui sesuai dengan harga perolehan
yang kemudian ditambah atau dikurangi untuk mengakui bagian BRI atas laba rugi DIM setelah
tanggal perolehan.
Kemudian berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 32 tanggal 30 November 2022 yang dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta PT Danareksa (Persero) telah mengalihkan
kepemilikan saham PT Danareksa Investment Management (“DIM”) sebanyak 9.000.000 lembar
saham kepada BRI (Catatan 1f), sehingga BRI memiliki 19.500.000 lembar saham atau setara
dengan 65% dari total saham beredar DIM. Atas transaksi ini BRI memperoleh pengendalian
terhadap DIM sehingga atas transaksi ini merupakan kombinasi bisnis entitas sepengendali dan
dicatat sesuai PSAK No. 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh dari
transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas. Pada tanggal
akuisisi di tahun 2022 selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi
adalah sebesar Rp604.474.
Kehilangan pengendalian atas entitas anak (BRIS)
Pada tanggal 12 Oktober 2020, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Syariah Mandiri
(BSM), PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah menandatangani
Conditional Merger Agreement (CMA) atau Perjanjian Penggabungan Bersyarat dalam rangka
penggabungan usaha BSM, BRIS dan BNIS (Bank Peserta Penggabungan).
Berdasarkan CMA, setelah tanggal efektif penggabungan, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) akan
menjadi entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity dan seluruh pemegang saham
PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan menjadi pemegang saham
dari entitas yang menerima penggabungan berdasarkan rasio penggabungan.
Berdasarkan rasio penggabungan kepemilikan BRI atas BSI adalah sebesar 17,29% atau sebanyak
7.092.761.655 lembar saham senilai Rp3.546.381.
263
Page 267
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Kehilangan pengendalian atas entitas anak (BRIS) (lanjutan)
Sejak tanggal 1 Februari 2021 BRI telah kehilangan pengendalian atas BRIS yang mengakibatkan
BRI harus menghentikan pengakuannya terhadap aset bersih BRIS pada nilai tercatatnya sebesar
Rp909.707 dan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali terdahulu kepada BRIS ketika
pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan
pada kepentingan non pengendali) senilai Rp1.452.824. Setelah itu BRI mengakui investasi pada
BSI sesuai dengan rasio penggabungan dimana selisih antara net aset BRIS dengan investasi BSI
dicatat sebagai tambahan modal disetor sebesar Rp565.209.
Transaksi penggabungan ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana
pemegang saham pengendali (ultimate shareholder) dari BRI, BNI, Mandiri, BSM, BRIS dan BNIS
adalah Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, transaksi tersebut diperlakukan berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
No. 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Perbedaan antara jumlah tercatat investasi sebelumnya dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh
dari transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas, dengan rincian
sebagai berikut:
Jumlah tercatat Jumlah tercatat
investasi investasi Tambahan modal
sebelumnya akibat merger disetor
Kepemilikan BRI atas BSI 2.981.172 3.546.381 565.209
Penerbitan Saham Baru
Sesuai dengan RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 Juli 2021, seperti yang telah diungkapkan dalam
Akta No. 61 Notaris Fathiah Helmi, S.H., pemegang saham menyetujui BRI menerbitkan saham baru
dalam rangka penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I).
PMHMETD I tersebut telah memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK pada tanggal 30 Agustus 2021.
Pemerintah Republik Indonesia, selaku pemegang saham pengendali Perseroan mengambil bagian
atas seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang menjadi haknya dengan melakukan
Inbreng atas saham milik Pemerintah pada Pegadaian dan PNM kepada BRI adalah sebagai berikut:
a) 6.249.999 saham Seri B atau mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh
dalam Pegadaian;
b) 3.799.999 saham Seri B atau mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh
dalam PNM.
Transaksi inbreng tersebut sesuai Akta Pengalihan Hak Atas Saham Republik Indonesia atas
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Permodalan
Nasional Madani untuk dan dalam rangka Penambahan Penyertaan Negara Republik Indonesia
Dalam Penyertaan Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk No. 13
tanggal 13 September 2021, Notaris Fathiah Helmi, S.H., atas Transaksi inbreng tersebut merupakan
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana pemegang saham pengendali (ultimate
shareholder) dari BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani adalah
Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, transaksi tersebut diperlakukan berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
264
Page 268
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Penerbitan Saham Baru (lanjutan)
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh dari
transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas, dengan rincian
sebagai berikut:
Jumlah imbalan Jumlah tercatat Tambahan modal
yang dialihkan investasi disetor
PNM 6.100.068 6.073.819 26.249
Pegadaian 48.670.528 25.326.438 23.344.090
Jumlah 54.770.596 31.400.257 23.370.339
Jumlah imbalan yang dialihkan sesuai dengan hasil nilai wajar dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Suwendho Rinaldy dan Rekan, sesuai dengan laporan No. 00244/2.0059-02/BS/07/0242/1/VI/2021
tanggal 30 Juni 2021 dan No. 00245/2.0059-02/BS/07/0242/1/VI/202 tanggal 30 Juni 2021.
Atas PMHMETD I meningkatkan modal dan disetor penuh sebanyak 28.213.191.604 lembar saham
atau sebesar Rp1.410.659, yang terdiri dari inbreng Pemerintah sebanyak 16.108.998.710 lembar
saham atau sebesar Rp805.450 dan publik sebanyak 12.104.192.894 lembar saham atau sebesar
Rp605.210, yang mengakibatkan kenaikan tambahan modal disetor sebesar Rp94.419.142 (setelah
dikurangi oleh biaya emisi).
c. Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
Akun ini merupakan selisih kurs yang timbul karena penjabaran laporan keuangan BRI Kantor
Cabang/Perwakilan luar negeri (Cayman Islands, New York, Hong Kong, Singapura, Timor-Leste dan
Taipei) dan entitas anak dalam mata uang Dolar Amerika Serikat, Dolar Hong Kong, Dolar Singapura
dan Dolar Taiwan Baru ke dalam mata uang Rupiah (Catatan 2ai). Aset dan liabilitas serta komitmen
dan kontinjensi dalam mata uang asing lainnya dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah menggunakan
kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan. Laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 merupakan penjumlahan dari laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian setiap bulan yang telah dijabarkan ke dalam
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah rata-rata pada bulan yang bersangkutan.
d. Pembagian Laba
Dalam RUPS Tahunan BRI tanggal 1 Maret 2024 dan 13 Maret 2023 pemegang saham menyetujui
pembagian dividen dari laba tahun berjalan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023
dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
Laba tahun berjalan
Untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember
2023 2022
Konsolidasian 48.108.283 43.494.766
Berdasarkan surat Menteri BUMN No. SR-602/MBU/11/2023 tanggal 28 November 2023, ditetapkan
pembagian dividen interim atas tahun buku 2023, yang kemudian telah disetujui oleh Direksi
berdasarkan Rapat Direksi tanggal 11 Desember 2023 sebesar Rp12.666.432.
265
Page 269
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
d. Pembagian Laba (lanjutan)
Berdasarkan surat Menteri BUMN No. S-820/MBU/12/2022 tanggal 19 Desember 2022, ditetapkan
pembagian dividen interim atas tahun buku 2022, yang kemudian telah disetujui oleh Direksi
berdasarkan Rapat Direksi tanggal 20 Desember 2022 sebesar Rp8.602.823.
e. Reklasifikasi Saldo Laba - Telah Ditentukan Penggunaannya
Dalam rangka menjaga struktur permodalannya, BRI telah melakukan reklasifikasi saldo laba yang
telah ditentukan penggunaannya (cadangan tujuan) ke saldo laba yang belum ditentukan
penggunaannya sebesar Rp15.093.056 pada tahun 2016. Hal ini dilakukan sehubungan dengan
penerapan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 34/POJK.03/2016 pada tanggal
26 September 2016 tentang ”Perubahan atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank Umum”.
f. Saham bonus BRI
Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan menciptakan sense of belonging terhadap
perusahaan dan memberikan insentif jangka panjang kepada pekerja untuk mencapai target yang
telah ditetapkan. Manajemen BRI memutuskan untuk memberikan program bonus kepemilikan
saham bagi pekerja dalam program Employee Stock Allocation (ESA) . Alokasi saham diberikan
kepada masing-masing pekerja berdasarkan kinerja individu dan perusahaan.
Sesuai surat Direksi No. B.0016-DIR/HCS/01/2023 tanggal 2 Januari 2023, BRI kembali
melaksanakan program ESA dimana tanggal pemberiaan alokasi hak saham atau tanggal grant pada
2 Januari 2023, dengan akhir periode vesting pada 31 Desember 2023.
Nilai wajar dari ESA pada saat pemberian pada tanggal 2 Januari 2023
sebesar Rp406.008. Nilai wajar ESA diamortisasi selama masa vesting dan diakui dalam laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, sedangkan akumulasi biaya selama periode
vesting diakui dalam ekuitas.
Biaya ESA yang diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp54.490 dan Rp216.763.
Cadangan saham bonus dari program sebelumnya yang telah jatuh tempo sebesar Rp210.266 yang
mengakibatkan kenaikan tambahan modal disetor.
Selain program ESA bagi pekerja, terdapat juga program Long Term Incentives yang ditujukan
kepada direksi dan komisaris non independen BRI dimana tanggal pemberiaan alokasi hak saham
atau tanggal grant pada 23 Desember 2022, dengan akhir periode vesting pada 31 Maret 2025.
Nilai wajar dari ESA pada saat pemberian pada tanggal 2 Januari 2023
sebesar Rp141.438. Nilai wajar ESA diamortisasi selama masa vesting dan diakui dalam laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, sedangkan akumulasi biaya selama periode
vesting diakui dalam ekuitas.
Biaya ESA yang diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp134.349.
266
Page 270
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
g. Perubahan proporsi kepemilikan oleh kepentingan non-pengendali di PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
Berdasarkan Akta No. 8 tanggal 2 Maret 2021, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan, dimana para Pemegang Saham menyetujui untuk menerbitkan saham
baru sehingga modal dasar BRI Life menjadi Rp400.000.000.000 (empat ratus milyar rupiah), terbagi
atas 4.000.000 (empat juta) saham dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp100.000
(seratus ribu rupiah) (Catatan 1f).
Berdasarkan Perjanjian Pemegang Saham tanggal 2 Maret 2021, FWD Financial Services Pte. Ltd
akan mengambil alih sebanyak 936.458 (sembilan ratus tiga puluh enam ribu empat ratus lima puluh
delapan) saham sebagai kelanjutan dari kerjasama strategis jangka panjang sehingga komposisi
kepemilikan saham BRI Life adalah BRI sebesar 63,83%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI
sebesar 6,31% dan FWD Financial Services Pte. Ltd sebesar 29,86% (Catatan 1f).
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 2 Maret 2023, Pemegang Saham BRI Life memutuskan dan
menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp339.200 menjadi Rp365.559, dengan
mengeluarkan saham baru 263.580 (dua ratus enam puluh tiga ribu lima ratus delapan puluh) lembar
saham atau dalam nilai nominal yaitu sebesar Rp26.358 yang diambil seluruhnya oleh FWD
Management Holdings Limited. Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 2 Maret 2023 susunan
kepemilikan saham BRI Life menjadi: BRI 54,77%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 5,42% dan
FWD Management Holdings Limited 39,82% (Catatan 1f).
Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Maret 2024, Pemegang Saham BRI Life memutuskan dan
menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp365.559 menjadi Rp392.553, dengan
mengeluarkan saham baru 269.946 (dua ratus enam puluh sembilan ribu sembilan ratus empat puluh
enam) lembar saham atau dalam nilai nominal yaitu sebesar Rp26.994 yang diambil seluruhnya oleh
FWD Management Holdings Limited. Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2024
susunan kepemilikan saham BRI Life menjadi: BRI 51,00%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI
5,04% dan FWD Management Holdings Limited 43,96% (Catatan 1f).
Dikarenakan proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan non-pengendali berubah, BRI
menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendalian dan kepentingan non-pengendalian untuk
mencerminkan perubahan kepemilikan dalam BRI Life. Perbedaan antara jumlah tercatat
kepentingan non-pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diterima BRI diakui
secara langsung dalam ekuitas yaitu pada akun ‘’Dampak Transaksi Pengendalian Non-Pengendali’’
sebesar Rp1.758.580.
h. Kepentingan non-pengendali
Berikut di bawah ini adalah rincian dari kepentingan non-pengendali:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kepentingan non-pengendali
Entitas induk
PT Asuransi BRI Life 4.925.331 4.162.054
PT Bank Raya Indonesia Tbk 455.730 454.832
PT BRI Asuransi Indonesia 218.410 201.041
PT BRI Danareksa Sekuritas 171.140 171.415
PT BRI Manajemen Investasi (dahulu
PT Danareksa Investment Management) 81.194 79.261
Lainnya 4.206 -
Entitas anak 46.405 39.983
Total 5.902.416 5.108.586
267
Page 271
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
i. Pengalihan Sebagian saham Seri B milik Negara Republik Indonesia kepada Indonesia Investment
Authority
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 111 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal
Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Lembaga Pengelola Investasi telah ditetapkan
penambahan penyertaan modal negara kepada Lembaga Pengelola Investasi (dalam hal ini
Indonesia Investment Authority). Penambahan penyertaan modal tersebut berasal dari pengalihan
saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada BRI.
Selanjutnya sesuai dengan Akta Notaris No. 33 Tentang Perjanjian Pengalihan Hak atas Saham
Negara Republik Indonesia pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk kepada dan Dalam Rangka Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke dalam Modal Lembaga Pengelola Investasi yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi,
S.H. Pengalihan Sebagian saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada BRI kepada Indonesia
Investment Authority telah efektif setelah ditandatanganinya Akta tersebut pada tanggal
23 Desember 2021.
Pengalihan sebagian saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada BRI kepada Indonesia
Investment Authority sejumlah 5.498.021.834 lembar saham atau sebesar 3,63%, sehingga saham
seri B milik Negara Republik Indonesia pada BRI menjadi sejumlah 80.610.976.875 lembar saham
atau 53,19%.
268
Page 272
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH
Pendapatan bunga diperoleh dari:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Rupiah
Kredit yang diberikan
Mikro 22.959.461 21.410.555
Ritel 12.172.052 9.744.994
Korporasi 1.773.077 940.712
Piutang Pembiayaan 1.470.630 1.363.680
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 169.573 55.341
Obligasi 47.415 10.536
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Sertifikat Bank Indonesia 770.538 -
Obligasi Pemerintah 481.816 896.055
Obligasi 308.882 196.197
Negotiable Certificate of Deposit 1.360 146
Medium-Term Note 5.953 6.988
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 1.490.134 1.612.688
Obligasi 26.494 17.468
Medium-Term Note 302 1.382
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 577.667 956.460
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain
Deposit Facility/Term Deposit 90.543 99.223
Inter-bank call money 30.311 14.853
Lain-lain 284.354 252.133
Giro pada Bank Indonesia - 3.275
Lain-lain 775.923 106.507
43.436.485 37.689.189
269
Page 273
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH (lanjutan)
Pendapatan bunga diperoleh dari:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Mata uang asing
Kredit yang diberikan
Korporasi 1.728.425 323.166
Ritel 96.280 41.030
Piutang pembiayaan 310 1.717
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 16.952 3.391
Obligasi 6.422 244
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 183.824 257.479
Obligasi 169.474 62.758
Sertifikat Bank Indonesia 99.132 12.583
Negotiable Certificate of Deposit 181 421
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 155.495 172.098
Obligasi 4.129 5.343
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain
Deposit Facility/Term Deposit 333.621 150.989
Inter-bank call money 87.140 463.650
Lain-lain 167.505 59.794
Giro pada Bank Indonesia 8 10
Lain-lain 51.044 41.722
3.099.942 1.596.395
Total Pendapatan Bunga 46.536.427 39.285.584
Pendapatan syariah diperoleh dari:
Rupiah
Murabahah 2.754.320 2.587.120
Mudharabah 782.858 587.648
Ujrah 1.401 -
Total Pendapatan Syariah 3.538.579 3.174.768
Total 50.075.006 42.460.352
270
Page 274
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. BEBAN BUNGA DAN SYARIAH
Akun ini merupakan beban bunga atas:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Rupiah
Deposito berjangka 6.788.055 4.201.360
Giro 1.765.799 1.043.037
Pinjaman yang diterima 818.022 674.241
Surat berharga yang diterbitkan 638.853 674.241
Tabungan 361.435 319.096
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 145.915 10.708
Simpanan dari bank lain
dan Lembaga keuangan lainnya 24.371 11.899
Pinjaman Subordinasi 8.315 9.756
Sertifikat Deposito - 1.902
Lain-lain 926.458 749.402
11.477.223 7.638.632
Mata uang asing
Giro 915.107 529.702
Deposito berjangka 675.856 379.067
Pinjaman yang diterima 491.477 507.839
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 149.709 3.434
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya 123.324 112.980
Surat berharga yang diterbitkan 77.768 252.220
Tabungan 2.523 2.314
Lain-lain 6.553 1.280
2.442.317 1.788.836
13.919.540 9.427.468
Beban syariah 203.184 253.711
Total Beban Syariah 203.184 253.711
Total 14.122.724 9.681.179
271
Page 275
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. BEBAN PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ATAS ASET KEUANGAN - NETO
Akun ini merupakan beban/(pembalikan) penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Kredit yang diberikan (Catatan 11f) 11.334.785 6.598.628
Piutang pembiayaan (Catatan 13c) 866.542 454.901
Pinjaman Syariah (Catatan 12) 134.861 (117.645)
Giro pada Bank lain (Catatan 5e) 63.280 (4.074)
Tagihan Akseptasi (Catatan 14d) 39.493 80.755
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain (Catatan 6e) 432 1.195
Efek-efek (Catatan 7i) (3.215) 6.303
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya (Catatan 8d) (429.165) 73.295
Total 12.007.013 7.093.358
35. BEBAN TENAGA KERJA DAN TUNJANGAN
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Gaji, upah dan tunjangan 6.879.355 6.550.096
Bonus, insentif dan tantiem 551.756 2.219.403
Iuran Jamsostek 261.027 238.868
Pendidikan dan pelatihan 240.314 234.247
Program bagi pekerja (Catatan 42) 837.614 794.296
Tunjangan kesehatan 226.722 68.210
Biaya kompensasi saham 64.661 68
Lain-lain 702.145 579.946
Total 9.763.594 10.685.134
Jumlah gaji dan tunjangan untuk Direksi adalah sebesar Rp60.785 dan Rp51.977 masing-masing untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023, sedangkan
jumlah gaji dan tunjangan untuk Dewan Komisaris adalah sebesar Rp26.609 dan Rp19.887 masing-
masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023
(Catatan 44).
Jumlah tantiem, bonus dan insentif Direksi, Dewan Komisaris dan manajemen kunci BRI yang dibayarkan
adalah sebesar Rp237.342 dan Rp250.261 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Catatan 44).
272
Page 276
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Jasa outsourcing 1.346.800 860.305
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna(Catatan 16) 1.295.651 1.086.251
Barang dan jasa pihak ketiga 979.957 892.183
Perbaikan dan pemeliharaan 597.183 349.668
E-Channel 498.379 827.022
Transportasi 372.028 259.978
Sewa 318.693 508.212
Jasa profesional 219.553 244.237
Listrik dan air 180.489 170.643
Komunikasi 94.580 99.978
Peralatan kantor 61.662 86.427
Percetakan dan benda pos 52.964 81.774
Penelitian dan pengembangan produk 22.168 72.430
Instalasi komputer 28.654 44.533
Lain-lain 848.701 986.271
Total 6.917.462 6.569.912
37. (BEBAN) PENDAPATAN NON OPERASIONAL - NETO
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Laba penjualan aset tetap 631 13.874
Corporate Social Responsibility (4.717) (6.042)
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Non PUMK 7.102 -
Lain-lain - neto (97.794) 34.622
Total (108.982) 42.454
273
Page 277
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN
a) Utang Pajak
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, rincian utang pajak adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
BRI (entitas induk)
Pajak Penghasilan
Pasal 25 624.649 1.461.224
Pasal 29 20.725 20.725
645.374 1.481.949
Entitas anak
Pajak Penghasilan 1.421.270 959.642
Pajak Pertambahan Nilai 63.763 105.248
1.485.033 1.064.890
Total 2.130.407 2.546.839
b) Beban Pajak
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
BRI (entitas induk)
Beban pajak kini dari:
Tahun berjalan 2.087.799 2.546.660
Beban (Manfaat) pajak penghasilan tangguhan 1.242.603 982.409
3.330.402 3.529.069
274
Page 278
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Beban Pajak (lanjutan)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Entitas anak
Beban pajak kini dari:
Tahun berjalan 782.688 614.097
Beban (Manfaat) pajak penghasilan tangguhan (171.029) (110.067)
611.659 504.030
Total 3.942.060 4.033.099
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah
sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Laba sebelum beban pajak
sesuai dengan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian 19.924.648 19.597.014
Bagian laba entitas anak (2.795.090) (2.272.104)
Laba sebelum beban pajak BRI (entitas induk) 17.129.558 17.324.910
Perbedaan temporer:
Cadangan kerugian aset produktif 805.400 13.401
Benefit pekerja berbasis saham 64.659 -
Kerugian yang belum direalisasi dari
nilai efek-efek yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi (44.608) (71.219)
Penyusutan aset tetap (517.607) (2.282)
Cadangan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi (1.297.594) (1.493.593)
Pembentukan penyisihan beban pekerja (5.550.265) (3.616.881)
(6.540.015) (5.170.574)
275
Page 279
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Beban Pajak (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah
sebagai berikut (lanjutan):
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Perbedaan permanen:
Promosi 392.046 215.594
Humas 89.773 31.228
Representasi dan sumbangan 31.527 46.973
Perjalanan dan santunan 8.869 8.711
Laba dari Unit Kerja Luar Negeri (126.578) (62.505)
Bagian laba entitas asosiasi (176.840) (140.527)
Pendapatan yang merupakan bukan objek pajak (308.292) (211.874)
Lain-lain 488.369 1.353.535
398.874 1.249.137
Taksiran penghasilan kena pajak 10.988.418 13.403.473
Entitas induk
Beban pajak-kini (2.087.799) (2.546.660)
Pembayaran angsuran pajak
penghasilan selama tahun berjalan 3.254.616 3.291.733
Estimasi utang pajak penghasilan - Pasal 29 1.166.817 745.073
Pembayaran angsuran pajak penghasilan
selama catatan tahun berjalan (Catatan 17) 1.928.041 -
Entitas anak
Beban pajak-kini (782.688) (614.097)
Pembayaran angsuran pajak
penghasilan selama tahun berjalan 239.978 237.082
Estimasi utang pajak penghasilan -
Pasal 29 - neto (542.710) (377.015)
Perhitungan Pajak Penghasilan Badan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2024
adalah sebagaimana disebutkan di atas akan dilaporkan oleh BRI dalam Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak Penghasilan (SPT PPh Badan) tahun 2023 ke kantor pajak.
Perhitungan Pajak Penghasilan Badan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2024 adalah sesuai dengan SPT Tahunan Perusahaan.
276
Page 280
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Beban Pajak (lanjutan)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dan laba sebelum pajak penghasilan yang dikalikan
tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Laba sebelum beban pajak sesuai dengan laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian 19.924.648 19.597.014
Beban pajak dengan tarif pajak yang berlaku 3.873.413 3.775.431
Pendapatan yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perpajakan
BRI 75.785 237.336
Entitas anak (7.138) 20.332
3.942.060 4.033.099
c) Aset Pajak Tangguhan
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak
(dicatat pada akun “aset pajak tangguhan”) adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Dikreditkan/
(dibebankan) Dibebankan
Saldo awal ke laba rugi ke ekuitas Saldo akhir
Entitas Induk
Cadangan kerugian aset produktif 6.888.170 153.024 - 7.041.194
Penyisihan beban pekerja 3.105.687 (1.054.550) - 2.051.137
Cadangan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 1.162.209 (246.543) - 915.666
Kerugian yang belum direalisasi dari efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 577.214 - 12.492 589.706
Pengukuran kembali program imbalan pasti 457.787 - (202.874) 254.913
Benefit pekerja berbasis saham 65.028 12.280 - 77.308
Keuntungan yang belum direalisasi dari nilai efek-efek
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (16.940) (8.474) - (25.414)
Penyusutan aset tetap (99.193) (98.344) - (197.537)
Aset pajak tangguhan neto - entitas induk 12.139.962 (1.242.607) (190.382) 10.706.973
Aset pajak tangguhan neto - entitas anak 3.465.500 3.845.496
Total aset pajak tangguhan konsolidasian - neto 15.605.462 14.552.469
277
Page 281
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak
(dicatat pada akun “aset pajak tangguhan”) adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2023
Dikreditkan/
(dibebankan) Dibebankan
Saldo awal ke laba rugi ke ekuitas Saldo akhir
Entitas Induk
Cadangan kerugian aset produktif 9.891.617 (3.003.447) - 6.888.170
Penyisihan beban pekerja 3.147.827 (42.140) - 3.105.687
Cadangan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 1.226.755 (64.546) - 1.162.209
Kerugian yang belum direalisasi dari efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 1.046.955 - (469.741) 577.214
Pengukuran kembali program imbalan pasti 162.159 - 295.628 457.787
Benefit pekerja berbasis saham 43.047 21.981 - 65.028
Keuntungan yang belum direalisasi dari nilai efek-efek
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (9.456) (7.484) - (16.940)
Penyusutan aset tetap (93.585) (5.608) - (99.193)
Aset pajak tangguhan neto - entitas induk 15.415.319 (3.101.244) (174.113) 12.139.962
Aset pajak tangguhan neto - entitas anak 3.297.675 3.465.500
Total aset pajak tangguhan konsolidasian - neto 18.712.994 15.605.462
Manajemen BRI berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat dipulihkan kembali melalui
penghasilan kena pajak di masa yang akan datang.
Pada tanggal 30 Juni 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(Perpu) Republik Indonesia No. 1 Tahun 2020 yang telah menjadi Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun
2020, serta menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif Pajak
Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka dan berlaku
sejak tanggal diundangkan, yaitu pada 19 Juni 2020. Selanjutnya pada tanggal 29 Oktober 2021,
Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Adapun aturan tersebut telah menetapkan antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak
badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020,
2021, 2022, dan tahun selanjutnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib
pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu.
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, berdasarkan surat keterangan dari
Datindo Entrycom DE/IV/2024-1152 tanggal 2 April 2024 yang berkaitan dengan kepemilikan saham BRI
dan laporan bulanan kepemilikan saham dari Biro Administrasi Efek, semua persyaratan tertentu di atas
untuk memperoleh fasilitas penurunan tarif pajak tersebut telah terpenuhi.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, berdasarkan surat keterangan dari Datindo
Entrycom No. DE/I/2024 tanggal 4 Januari 2024 yang berkaitan dengan kepemilikan saham BRI dan
laporan bulanan kepemilikan saham dari Biro Administrasi Efek, semua persyaratan tertentu di atas untuk
memperoleh fasilitas penurunan tarif pajak tersebut telah terpenuhi.
278
Page 282
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
Pada tanggal 20 Desember 2022 Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun
2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan, selanjutnya pada tanggal 27 Juni
2023 Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 66 Tahun 2023 tentang
Perlakuan Pajak Penghasilan atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa
yang Diterima atau Diperoleh dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan.
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa tidak diperlukan adanya pembentukan cadangan pajak untuk
tahun pajak yang belum diperiksa oleh Direktorat Jenderal Pajak.
39. MANAJEMEN RISIKO
Kegiatan usaha BRI senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan dengan fungsinya sebagai
lembaga intermediasi keuangan. Perkembangan yang pesat pada lingkungan eksternal dan internal
perbankan juga menyebabkan risiko kegiatan usaha bank semakin kompleks. Oleh karena itu, agar
mampu beradaptasi dalam lingkungan bisnis, BRI dituntut untuk mengelola risiko secara terpadu dan
sistematis, yakni pengelolaan terhadap risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko pasar, risiko
strategis, risiko kepatuhan, risiko reputasi dan risiko hukum.
Prinsip-prinsip pengelolaan risiko terpadu dan sistematis oleh BRI dituangkan dalam beberapa
kebijakan dan prosedur, antara lain Kebijakan Manajemen Risiko (KMR). KMR sebagai aturan
tertinggi dalam implementasi manajemen risiko pada seluruh kegiatan bisnis BRI, dimulai dari kebijakan
umum, strategi, organisasi, sistem informasi manajemen risiko, proses dan penerapan manajemen
risiko, sampai dengan sistem pengendalian intern. Pelaksanaan penerapan manajemen risiko diatur
dalam kebijakan-kebijakan turunan sesuai dengan jenis risikonya.
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab atas efektivitas penerapan manajemen risiko di BRI
dan memegang peranan penting dalam mendukung dan mengawasi keberhasilan penerapannya di
seluruh unit kerja.
Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang
dilakukan oleh Direksi. Evaluasi dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas
dan risiko-risiko BRI secara efektif. Dalam melakukan pengawasan aktif terhadap manajemen risiko BRI,
Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pengawasan Manajemen Risiko (KPMR).
Direksi menentukan arah kebijakan dan strategi manajemen risiko secara komprehensif beserta
implementasinya. Selain itu, Direksi memastikan seluruh risiko yang material dan dampaknya telah
ditindaklanjuti, serta memastikan pelaksanaan langkah-langkah perbaikan atas permasalahan atau
penyimpangan dalam kegiatan usaha BRI. Direksi menunjuk Direktur khusus, dalam hal ini Direktur
Manajemen Risiko, untuk menjalankan proses pengawasan dan pengendalian risiko secara bank-wide.
279
Page 283
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Direksi BRI dibantu oleh Risk Management Committee (RMC) individual dan RMC terintegrasi
(konsolidasi dengan entitas anak) sebagai komite dalam sistem manajemen risiko BRI yang bertugas
memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama dalam merumuskan kebijakan, menyempurnakan
pelaksanaan kebijakan, mengevaluasi perkembangan dan kondisi profil risiko serta memberikan saran-
saran dan langkah-langkah perbaikan.
Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban
kepada BRI termasuk kegagalan settlement. BRI melakukan identifikasi dan mengukur tingkat risiko calon
debitur melalui pengembangan Internal Risk Rating. BRI memantau kualitas kredit sebagai bagian dari
identifikasi dini dari pemburukan kredit. Pengelolaan risiko kredit dilakukan melalui kebijakan pengelolaan
risiko secara komprehensif dan terintegrasi. BRI menyusun kebijakan manajemen risiko kredit
diantaranya tata kelola, pengelolaan limit pada batasan eksposur risiko yang dapat diterima, pengelolaan
limit pada batasan geografis, dan pengelolaan limit konsentrasi per industri. Rating risiko kredit diperbarui
secara berkala untuk memperkirakan potential loss sebagai risiko akibat ekspansi kredit dan penentuan
tindak lanjut perbaikan.
Penerapan manajemen risiko kredit selain bertujuan untuk mematuhi regulasi yang berlaku, juga
merupakan suatu keharusan dalam rangka menerapkan sistem pengelolaan risiko kredit pada tingkat risk
and return yang optimum dan sesuai dengan praktik di perbankan. Penerapan manajemen risiko kredit
diharapkan mampu mendorong kegiatan bisnis BRI namun tetap menperhatikan prinsip kehati-hatian.
Melalui penerapan Early Warning System (EWS) terhadap perkembangan kondisi usaha debitur,
maka pengelolaan risiko kredit yang efektif dapat meminimalkan risiko terjadinya kerugian dan
mengoptimalkan penggunaan modal untuk memperoleh pendapatan yang maksimal.
Pengelolaan risiko kredit BRI dimaksudkan agar kemungkinan kerugian yang diakibatkan oleh tidak
terbayarnya pinjaman yang diberikan dan kontrak keuangan lainnya, baik secara tingkat individual
maupun portofolio kredit secara keseluruhan dapat dikelola seminimal mungkin. Pengelolaan risiko kredit
ini juga dilakukan BRI dalam upaya memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh
regulator.
BRI senantiasa melakukan penyempurnaan metodologi penilaian risiko kredit dalam rangka
meningkatkan akurasi dalam pengelolaan risiko kredit khususnya dalam proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko.
1. Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan
mitigasi risiko kredit lainnya
Nilai tercatat dari aset keuangan bank selain kredit yang diberikan dan efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit.
Tabel di bawah ini menunjukkan net maximum exposure atas risiko kredit untuk efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024
Eksposur Net
Maksimum Agunan Eksposur
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 296.086 294.277 1.809
280
Page 284
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
1. Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan
mitigasi risiko kredit lainnya (lanjutan)
Tabel di bawah ini menunjukkan net maximum exposure atas risiko kredit untuk efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desemver 2023
(lanjutan):
31 Desember 2023
Eksposur Net
Maksimum Agunan Eksposur
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 33.595.231 35.000.000 1.404.769
Untuk kredit yang diberikan, BRI menggunakan agunan untuk meminimalkan risiko kredit.
Berdasarkan klasifikasi, kredit BRI dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu:
1. Secured loans
2. Unsecured loans
Untuk secured loans, BRI menetapkan jenis dan nilai agunan yang dijaminkan sesuai skema kredit.
Jenis dari agunan terdiri dari:
a. Physical collateral, berupa tanah dan bangunan, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan
properti.
b. Financial collateral, berupa simpanan (tabungan, giro, deposito), surat berharga, dan emas.
c. Lainnya berupa garansi, jaminan pemerintah dan lembaga penjamin.
Apabila terjadi default (gagal bayar), BRI akan menggunakan agunan tersebut sebagai pilihan
terakhir untuk pemenuhan kewajiban counterparty.
Unsecured loans terdiri dari fully unsecured loans seperti kartu kredit pembiayaan Mekaar dan
partially secured loans seperti kredit untuk golongan berpenghasilan tetap, kredit untuk para
pensiunan dan kredit konsumer lainnya. Dalam pembayaran kewajibannya, partially secured loans
umumnya dilakukan melalui pemotongan penghasilan secara otomatis.
Dengan demikian, meskipun kredit tersebut termasuk dalam kategori unsecured loans, tingkat risiko
dari partially secured loans tidak sebesar nilai tercatat kredit. Sedangkan untuk fully unsecured loans,
tingkat risiko adalah sebesar nilai tercatat kredit.
Mitigasi risiko kredit untuk partially secured loans terdiri dari surat keputusan pengangkatan pekerja
dan surat keterangan pensiun.
281
Page 285
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko
a. Sektor geografis
Tabel berikut menggambarkan rincian konsentrasi risiko aset keuangan konsolidasian dengan
eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan berdasarkan wilayah geografis pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Kategori wilayah geografis berdasarkan
tempat beroperasinya bisnis BRI yang sekaligus menggambarkan potensial bisnis wilayah
masing-masing:
31 Maret 2024
Jawa Indonesia
Jawa Tengah Jawa Tengah
Jakarta Barat dan DIY Timur Sumatera dan Timur Lainnya Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 85.294.887 4.177 601 12.113 6.180 8.235 60.478 85.386.671
Giro pada Bank lain 25.195.180 38.755 14.318 24.037 32.216 45.935 1.407.799 26.758.240
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 33.506.894 57.000 6.000 3.000 39.000 30.050 8.646.159 42.288.103
Efekefek
Nilai wajar melalui laba rugi 30.456.851 - - - - - 156.485 30.613.336
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 178.563.449 - - - - - 17.930.950 196.494.399
Biaya perolehan di amortisasi 139.932.968 - - - - - 3.570.158 143.503.126
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 47.149.069 718.354 190.842 2.933.144 2.869.974 820.909 10.019.172 64.701.464
Efekefek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 296.086 - - - - - - 296.086
Tagihan derivatif 761.271 - - - - - - 761.271
Kredit yang diberikan
Mikro 46.044.219 55.093.978 93.736.342 82.415.864 112.594.318 167.175.847 - 557.060.568
Ritel 106.051.538 29.923.565 51.391.689 62.370.101 80.395.047 128.421.207 1.304.718 459.857.865
Korporasi 194.892.764 4.232.693 2.000.130 371.981 1.151.780 484.529 16.114.295 219.248.172
Pinjaman syariah 2.002.245 1.203.879 1.001.122 2.595.710 3.157.950 4.698.168 - 14.659.074
Piutang pembiayaan 3.153.135 13.527.482 6.865.124 9.399.283 8.129.605 16.687.995 62.542 57.825.166
Tagihan akseptasi 8.219.214 - 47.113 358.680 15.682 26.250 2.009.664 10.676.603
Aset lainlain*) 35.496.240 319.013 348.471 424.706 626.697 1.301.079 276.115 38.792.321
Total 937.016.010 105.118.896 155.601.752 160.908.619 209.018.449 319.700.204 61.558.535 1.948.922.465
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
(89.397.209)
Bersih 1.859.525.256
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 7.264.137 1.099.146 24.967 477.914 1.187.397 551.862 - 10.605.423
Garansi yang diterbitkan 43.967.192 5.043.237 2.114.188 2.597.166 2.908.661 5.858.162 - 62.488.606
Total 51.231.329 6.142.383 2.139.155 3.075.080 4.096.058 6.410.024 - 73.094.029
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (3.189.263)
Bersih 69.904.766
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain, pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah, dan term deposit valas DHE
282
Page 286
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko (lanjutan)
a. Sektor geografis (lanjutan)
Tabel berikut menggambarkan rincian konsentrasi risiko aset keuangan konsolidasian dengan
eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan berdasarkan wilayah geografis pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Kategori wilayah geografis berdasarkan
tempat beroperasinya bisnis BRI yang sekaligus menggambarkan potensial bisnis wilayah
masing-masing (lanjutan):
31 Desember 2023
Jawa Indonesia
Jawa Tengah Jawa Tengah
Jakarta Barat dan DIY Timur Sumatera dan Timur Lainnya Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 101.829.850 3.217 506 9.400 4.117 7.537 54.494 101.909.121
Giro pada Bank lain 19.927.489 14.651 9.518 23.468 20.313 28.942 2.307.538 22.331.919
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 53.257.077 30.500 455.000 - 284.500 654.300 10.543.883 65.225.260
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 22.241.263 - - - - - 151.908 22.393.171
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 152.358.665 - - - - - 10.980.500 163.339.165
Biaya perolehan di amortisasi 144.234.988 - - - - - 1.123.980 145.358.968
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 36.130.139 479.057 237.311 2.480.045 3.174.169 2.225.356 9.169.327 53.895.404
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 33.595.231 - - - - - - 33.595.231
Tagihan derivatif 911.683 - - - - - - 911.683
Kredit yang diberikan
Mikro 49.126.207 55.305.040 92.871.017 80.849.015 107.615.968 164.148.951 - 549.916.198
Ritel 103.945.388 29.332.777 50.373.265 60.699.627 78.572.026 125.952.413 1.254.001 450.129.497
Korporasi 160.688.906 8.266.139 2.163.276 185.601 5.740.485 5.401.406 15.261.198 197.707.011
Pinjaman syariah 2.102.106 1.147.451 924.377 2.350.532 2.780.464 4.363.290 - 13.668.220
Piutang pembiayaan 3.484.098 12.817.167 6.408.672 8.951.008 14.544.931 8.791.558 10.887 55.008.321
Tagihan akseptasi 9.270.656 12.151 48.994 236.494 13.296 47.942 587.875 10.217.408
Aset lain-lain*) 28.371.173 279.981 311.488 433.251 606.988 1.205.464 324.927 31.533.272
Total 921.474.919 107.688.131 153.803.424 156.218.441 213.357.257 312.827.159 51.770.518 1.917.139.849
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (88.168.856 )
Bersih 1.828.970.993
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 8.865.216 633.214 44.272 566.310 902.962 435.256 - 11.447.230
Garansi yang diterbitkan 46.379.671 5.000.214 2.588.992 2.877.476 3.209.606 5.836.966 - 65.892.925
Total 55.244.887 5.633.428 2.633.264 3.443.786 4.112.568 6.272.222 - 77.340.155
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (4.884.777)
Bersih 72.455.378
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain, dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
283
Page 287
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko (lanjutan)
b. Sektor industri
Tabel di bawah ini menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkan sektor industri pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024
Bank dan
lembaga Perdagangan,
Pemerintah keuangan hotel dan Jasa dunia
(Termasuk BI) lainnya Pertanian Perindustrian restoran usaha Lain-lain Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 85.386.671 - - - - - - 85.386.671
Giro pada bank lain - 26.758.240 - - - - - 26.758.240
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 27.466.000 14.822.103 - - - - - 42.288.103
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 13.238.402 15.991.031 9.252 814.171 2 352.499 207.979 30.613.336
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 106.740.667 83.649.417 27 4.783.087 1.767 1.316.850 2.584 196.494.399
Biaya perolehan di amortisasi 119.360.891 23.711.249 11.000 286.751 - 133.235 - 143.503.126
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 5.630.737 - - 2.094.574 156.961 4.016 56.815.176 64.701.464
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali - 296.086 - - - - - 296.086
Tagihan derivatif - 761.271 - - - - - 761.271
Kredit yang diberikan
Mikro - 423.472 142.413.255 39.610.579 223.100.020 43.706.390 107.806.852 557.060.568
Ritel - 148.666 31.726.645 21.601.202 169.305.604 18.715.598 218.360.150 459.857.865
Korporasi - - 28.293.079 49.832.981 18.360.841 19.555.943 103.205.328 219.248.172
Pinjaman syariah - - 942.228 329.277 5.907.144 996.120 6.484.305 14.659.074
Piutang pembiayaan - 750.964 11.353.000 3.734.917 35.974.036 3.909.815 2.102.434 57.825.166
Tagihan akseptasi 1.094.511 - - 190.906 1.303 - 9.389.883 10.676.603
Aset lain-lain*) 19.597.170 8.222.058 5 39.022 2.091 141.571 10.790.404 38.792.321
Total 378.515.049 175.534.557 214.748.491 123.317.467 452.809.769 88.832.037 515.165.095 1.948.922.465
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (89.397.209)
Bersih 1.859.525.256
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - - 247.626 6.849.226 15.173 1.767.404 1.725.994 10.605.423
Garansi yang diterbitkan - 2.759.340 634.317 17.441.597 91.674 9.821.564 31.740.114 62.488.606
Total - 2.759.340 ` 881.943 24.290.823 106.847 11.588.968 33.466.108 73.094.029
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (3.189.263)
Bersih 69.904.766
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain, pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah, dan term deposit valas DHE
284
Page 288
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko (lanjutan)
b. Sektor industri (lanjutan)
Tabel di bawah ini menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkan sektor industri pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 20233
(lanjutan):
31 Desember 2023
Bank dan
lembaga Perdagangan,
Pemerintah keuangan hotel dan Jasa dunia
(Termasuk BI) lainnya Pertanian Perindustrian restoran usaha Lain-lain Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 101.909.121 - - - - - - 101.909.121
Giro pada bank lain - 22.331.919 - - - - - 22.331.919
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 48.916.961 16.308.299 - - - - - 65.225.260
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 11.603.446 9.057.989 8.651 873.111 2 573.417 276.555 22.393.171
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 131.245.386 26.253.605 27 4.591.790 1.716 1.240.605 6.036 163.339.165
Biaya perolehan di amortisasi 123.438.096 21.263.702 11.000 473.431 - 172.739 - 145.358.968
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 1.718.917 - - 1.266.396 106.919 1.489.692 49.313.480 53.895.404
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 19.317.543 14.277.688 - - - - - 33.595.231
Tagihan derivatif - 911.683 - - - - - 911.683
Kredit yang diberikan
Mikro - 331.841 123.312.471 38.467.028 213.400.379 43.058.906 131.345.573 549.916.198
Ritel - 136.429 31.347.663 20.418.613 166.628.272 18.148.895 213.449.625 450.129.497
Korporasi - - 30.265.580 45.361.102 17.066.890 10.964.404 94.049.035 197.707.011
Pinjaman syariah - - 887.084 299.970 5.319.974 808.641 6.352.551 13.668.220
Piutang pembiayaan - 579.021 10.797.567 3.592.020 33.679.628 4.008.258 2.351.827 55.008.321
Tagihan akseptasi - - - 313.613 - 918.308 8.985.487 10.217.408
Aset lain-lain*) 18.675.355 6.525.822 751 42.255 434.940 327.108 5.527.041 31.533.272
Total 456.824.825 117.977.998 196.630.794 115.699.329 436.638.720 81.710.973 511.657.210 1.917.139.849
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (88.168.856)
Bersih 1.828.970.993
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - 30.889 3.853.331 2.566.169 40.770 626.549 4.329.522 11.447.230
Garansi yang diterbitkan - 3.685.723 554.292 11.964.097 147.438 13.372.299 36.169.076 65.892.925
Total - 3.716.612 4.407.623 14.530.266 188.208 13.998.848 40.498.598 77.340.155
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (4.884.777)
Bersih 72.455.378
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
a. Giro pada bank lain
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami penurunan
nilai secara kolektif.
b. Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami penurunan
nilai secara kolektif.
285
Page 289
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(lanjutan)
c. Efek-efek
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh efek-efek diklasifikasikan
“Lancar”.
d. Piutang pembiayaan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami penurunan
nilai sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mengalami penurunan nilai 885.870 675.752
Telah jatuh tempo tetapi
tidak mengalami penurunan nilai 2.867.160 2.234.453
Belum jatuh tempo atau tidak
mengalami penurunan nilai 54.072.136 52.098.116
57.825.166 55.008.321
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (4.518.658) (4.483.915)
Total 53.306.508 50.524.406
e. Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Rupiah
Perdagangan. perhotelan dan
restoran 333.614.068 19.370.819 30.077.871 18.926.559 401.989.317
Pertanian 176.037.260 3.599.007 9.873.502 9.884.117 199.393.886
Perindustrian 62.589.539 2.091.611 4.906.561 6.791.968 76.379.679
Jasa dunia usaha 63.476.827 2.199.043 4.760.950 3.882.608 74.319.428
Listrik. gas dan air 10.633.961 110.807 215.539 216.182 11.176.489
Konstruksi 22.801.285 577.507 640.440 7.723.696 31.742.928
Pengangkutan. pergudangan dan
komunikasi 23.994.101 703.214 965.483 817.841 26.480.639
Jasa pelayanan sosial 5.892.434 311.316 321.996 409.221 6.934.967
Pertambangan 9.582.947 146.479 180.787 489.480 10.399.693
Lain-lain 274.567.733 4.162.467 8.526.104 4.999.315 292.255.619
983.190.155 33.272.270 60.469.233 54.140.987 1.131.072.645
*) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
286
Page 290
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(lanjutan)
e. Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Mata uang asing
Perindustrian 29.774.250 13.035.399 1.388.465 5.144.734 49.342.848
Pertanian 8.946.383 - - - 8.946.383
Listrik. gas dan air 25.719.188 - - - 25.719.188
Perdagangan. perhotelan dan
restoran 8.102.179 - 2.749 1.063.778 9.168.706
Pengangkutan. pergudangan dan
komunikasi 2.528.629 - - 16.166 2.544.795
Pertambangan 19.208.713 - - 1.869.241 21.077.954
Jasa pelayanan sosial 2.083.833 - - - 2.083.833
Jasa dunia usaha 6.195.747 - 114.196 2.763.539 9.073.482
Konstruksi 4.917.034 - - 135.316 5.052.350
Lain-lain 1.389.960 - 4.307 8.302 1.402.569
108.865.916 13.035.399 1.509.717 11.001.076 134.412.108
Total 1.092.056.071 46.307.669 61.978.950 65.142.063 1.265.484.753
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (82.557.070)
Bersih 1.182.927.683
31 Desember 2023
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Rupiah
Perdagangan, perhotelan dan
restoran 324.845.469 23.235.384 24.040.612 17.380.592 389.502.057
Pertanian 159.291.356 4.158.707 6.945.516 9.178.589 179.574.168
Perindustrian 59.888.517 2.497.974 3.857.594 6.557.963 72.802.048
Jasa dunia usaha 54.030.724 2.726.593 3.779.057 3.543.519 64.079.893
Listrik, gas dan air 11.190.010 90.535 74.665 145.921 11.501.131
Konstruksi 21.942.392 616.255 485.233 6.623.769 29.667.649
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 22.083.188 910.144 848.650 1.922.255 25.764.237
Jasa pelayanan sosial 5.902.571 399.620 332.307 408.163 7.042.661
Pertambangan 11.582.453 179.354 93.206 500.152 12.355.165
Lain-lain 292.865.061 5.061.289 8.947.437 4.725.767 311.599.554
963.621.741 39.875.855 49.404.277 50.986.690 1.103.888.563
*) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
287
Page 291
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(lanjutan)
e. Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2023
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Mata uang asing
Perindustrian 27.711.170 463 33.951 4.604.035 32.349.619
Pertanian 10.183.322 - - 488.378 10.671.700
Listrik. gas dan air 19.679.604 - - - 19.679.604
Perdagangan. perhotelan dan
restoran 6.902.186 2.669 - 1.052.197 7.957.052
Pengangkutan. pergudangan dan
komunikasi 1.131.779 - - 74.285 1.206.064
Pertambangan 17.681.313 - - 1.814.075 19.495.388
Jasa pelayanan sosial 1.207.241 - - - 1.207.241
Jasa dunia usaha 5.670.372 - 107.213 2.690.444 8.468.029
Konstruksi 5.016.705 - - 131.408 5.148.113
Lain-lain 1.339.192 - 2.725 7.636 1.349.553
96.522.884 3.132 143.889 10.862.458 107.532.363
Total 1.060.144.625 39.878.987 49.548.166 61.849.148 1.211.420.926
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (81.017.973)
Bersih 1.130.402.953
*) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
f. Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai baik secara individu dan kolektif.
g. Tagihan akseptasi
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara kolektif dan individual.
h. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini tidak mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif.
i. Aset lain-lain
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual.
288
Page 292
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(lanjutan)
j. Rekening administratif
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, akun-akun administratif ini
mengalami penurunan nilai dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 38.594.229 41.712.234
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
masih berjalan dalam rangka impor 2.288.867 2.228.611
40.883.096 43.940.845
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan 23.894.377 24.180.691
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
masih berjalan dalam rangka impor 8.316.556 9.218.619
32.210.933 33.399.310
73.094.029 77.340.155
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (3.189.263) (4.884.777)
Total 69.904.766 72.455.378
4. Kualitas aset keuangan
Tabel berikut menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit, nilai yang disajikan adalah gross.
31 Maret 2024
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo Tempo Tetapi
atau Tidak Mengalami Tidak
Penurunan Nilai Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai**) Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 85.386.671 - - - 85.386.671
Giro pada bank lain 26.507.101 251.139 - - 26.758.240
Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga
keuangan lain 42.288.103 - - - 42.288.103
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 20.253.391 10.359.945 - - 30.613.336
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 162.649.000 33.845.399 - - 196.494.399
Biaya perolehan diamortisasi 115.997.613 27.505.513 - - 143.503.126
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 64.701.464 - - - 64.701.464
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 296.086 - - - 296.086
Tagihan derivatif 761.271 - - - 761.271
Kredit yang diberikan
Mikro 492.838.622 11.501.195 38.685.186 14.035.565 557.060.568
Ritel 396.442.214 21.750.003 20.435.359 21.230.289 459.857.865
Korporasi 189.761.878 - 308.541 29.177.753 219.248.172
Pinjaman syariah 13.013.357 21.557 1.274.932 349.228 14.659.074
Piutang pembiayaan 50.042.148 4.029.988 2.867.160 885.870 57.825.166
Tagihan akseptasi 10.676.603 - - - 10.676.603
Aset lain-lain*) 25.913.822 1.163.630 6.450.732 5.264.137 38.792.321
Total 1.697.529.344 110.428.369 70.021.910 70.942.842 1.948.922.465
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain, pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah, dan term deposit valas DHE
**) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
289
Page 293
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Tabel berikut menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit, nilai yang disajikan adalah gross. (lanjutan)
31 Desember 2023
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo Tempo Tetapi
atau Tidak Mengalami Tidak
Penurunan Nilai Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai**) Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 101.909.121 - - - 101.909.121
Giro pada bank lain 22.262.708 69.211 - - 22.331.919
Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga
keuangan lain 65.225.260 - - - 65.225.260
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 13.728.657 8.664.514 - - 22.393.171
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 144.895.186 18.443.979 - - 163.339.165
Biaya perolehan diamortisasi 124.204.129 21.154.839 - - 145.358.968
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 53.895.404 - - - 53.895.404
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 33.595.231 - - - 33.595.231
Tagihan derivatif 911.683 - - - 911.683
Kredit yang diberikan
Mikro 491.955.218 14.430.771 30.951.268 12.578.941 549.916.198
Ritel 387.631.134 25.409.037 17.489.064 19.600.262 450.129.497
Korporasi 168.142.816 - 141.163 29.423.032 197.707.011
Pinjaman syariah 12.415.457 39.179 966.673 246.911 13.668.220
Piutang pembiayaan 47.716.681 4.381.435 2.234.453 675.752 55.008.321
Tagihan akseptasi 10.217.408 - - - 10.217.408
Aset lain-lain*) 29.531.651 652.136 1.252.273 97.212 31.533.272
Total 1.708.237.744 93.245.101 53.034.894 62.622.110 1.917.139.849
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
**) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut:
1. Tingkat Tinggi (High Grade)
a) Giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain, yaitu giro atau penempatan pada institusi Pemerintah dan transaksi
dengan bank yang telah terdaftar pada Bursa.
b) Kredit yang diberikan, piutang pembiayaan dan pinjaman syariah yaitu pinjaman kepada
pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai, serta tidak pernah
direstrukturisasi.
c) Wesel ekspor dan tagihan lainnya serta tagihan akseptasi yaitu tagihan kepada pihak ketiga
yang belum jatuh tempo, dan memiliki kapasitas finansial yang kuat dalam hal pembayaran
kembali seluruh kewajibannya secara tepat waktu.
d) Efek-efek dan Obligasi Pemerintah, yaitu efek-efek yang dikeluarkan oleh Pemerintah, efek-
efek dan obligasi dengan rating minimal idA- (Pefindo), A- (Fitch), atau A3 (Moody’s).
e) Penyertaan saham, yaitu penyertaan pada perusahaan yang terdaftar pada Bursa dan
memiliki tingkat kinerja keseluruhan yang baik.
290
Page 294
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan).
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut (lanjutan):
2. Tingkat Standar (Standard Grade)
a) Giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain, yaitu
giro atau penempatan pada bank yang tidak terdaftar pada Bursa.
b) Kredit yang diberikan, piutang pembiayaan dan pinjaman syariah yaitu pinjaman kepada
pihak ketiga yang belum jatuh tempo, dan tidak mengalami penurunan nilai, namun pernah
direstrukturisasi.
c) Wesel ekspor dan tagihan lainnya serta tagihan akseptasi, yaitu tagihan kepada pihak ketiga
yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas finansial yang memadai dalam hal
pembayaran kembali seluruh kewajibannya secara tepat waktu.
d) Efek-efek dan Obligasi Pemerintah, yaitu efek-efek dan obligasi dengan rating antara idBBB+
sampai dengan idBBB- (Pefindo), BBB+ sampai dengan BBB- (Fitch), atau Baa1 sampai
dengan Baa3 (Moody’s).
e) Penyertaan saham, yaitu penyertaan pada perusahaan yang tidak terdaftar pada Bursa dan
memiliki tingkat kinerja keseluruhan yang baik.
Analisis Kualitas Kredit
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
a. Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan
Ketika menentukan apakah risiko gagal bayar pada instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Bank mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung,
serta relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Hal tersebut mencakup
informasi dan analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis dan
penilaian pakar kredit dan termasuk perkiraan masa depan (forward-looking).
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi dengan membandingkan:
1. Probability of default (PD) atas umur tersisa pada tanggal pelaporan; dengan
2. Probability of default (PD) atas umur tersisa yang di estimasi pada saat pengakuan awal
eksposur (jika relevan, disesuaikan dengan perubahan ekspektasi pembayaran dimuka).
Bank juga menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit
secara signifikan atas eksposur telah terjadi:
1. Pengujian kuantitatif berdasarkan perubahan probability of default (PD)
2. Indikator kualitatif
3. Tertunggak lebih dari 30 (tiga puluh) hari.
291
Page 295
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian (lanjutan)
b. Credit Risk Grades
Bank mengalokasikan setiap eksposur ke credit risk grades berdasarkan variasi data yang
ditentukan dapat memprediksi risiko gagal bayar dan menerapkan pengalaman atas kredit.
Credit risk grades ditetapkan menggunakan faktor kualitatif dan kuantitatif yang dapat
mengindikasikan risiko gagal bayar. Faktor-faktor ini bervariasi tergantung pada sifat eksposur
dan jenis peminjam.
Credit risk grades ditetapkan dan dikalibrasi sedemikian rupa sehingga risiko terjadinya gagal
bayar meningkat secara eksponensial seiring dengan penurunan risiko kredit, sebagai contoh,
selisih antara credit risk rating grades 1 dan 2 lebih kecil dari pada selisih antara credit risk rating
grades 2 dan 3.
Setiap eksposur dialokasikan ke credit risk grades pada pengakuan awal berdasarkan informasi
yang tersedia tentang peminjam. Eksposur ini dipantau secara berkelanjutan dan dapat
mengakibatkan eksposur dipindahkan ke credit risk grades yang berbeda. Pemantauan
biasanya menggunakan data laporan keuangan, penggunaan fasilitas kredit, dan estimasi
kondisi ekonomi.
c. Penentuan Struktur Probability of Default
Credit risk grades adalah input utama dalam penentuan struktur PD term structure atas
eksposur. Bank mengumpulkan informasi kinerja dan gagal bayar tentang eksposur risiko kredit
yang dianalisa berdasarkan yurisdiksi atau wilayah dan menurut jenis produk dan peminjam
serta penilaian risiko kredit. Untuk beberapa portofolio, informasi yang dibeli dari penilai kredit
eksternal juga digunakan.
Bank menggunakan model statistik untuk menganalisa data yang dikumpulkan dan
menghasilkan perkiraan probability of default (PD) atas umur tersisa dan bagaimana hal ini
diperkirakan akan berubah sebagai akibat dari berlalunya waktu.
Analisa ini mencakup identifikasi dan kalibrasi hubungan antara perubahan tingkat gagal bayar
dan perubahan dalam faktor-faktor makro ekonomi utama serta analisa mendalam tentang
dampak faktor-faktor lain tertentu (seperti restrukturisasi) pada risiko gagal bayar. Untuk
sebagian besar eksposur, indikator makro ekonomi utama meliputi: Pertumbuhan Domestik
Bruto (PDB), Tingkat Konsumsi, dan Tingkat Investasi. Untuk eksposur pada industri dan/atau
wilayah tertentu, analisa dapat mencakup harga komoditas dan/atau harga properti yang
relevan.
d. Penentuan Terjadinya Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan
Kriteria untuk menentukan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan bervariasi
untuk setiap portofolio dan termasuk perubahan kuantitatif pada PD dan faktor kualitatif,
termasuk penentuan berdasarkan status hari tunggakan.
Risiko kredit dari eksposur tertentu dianggap telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal jika, berdasarkan permodelan kuantitatif Bank, probability of default (PD) atas umur tersisa
telah meningkat signifikan.
292
Page 296
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian (lanjutan)
d. Penentuan Terjadinya Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan (lanjutan)
Bank juga dapat menggunakan penilaian dari analis kredit dan, jika mungkin, pengalaman
historis yang relevan, dalam menentukan bahwa mungkin eksposur telah mengalami
peningkatan risiko kredit yang signifikan berdasarkan indikator kualitatif tertentu yang dianggap
dapat mengindikasi hal tersebut dan pengaruhnya mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam
analisis kuantitatif secara tepat waktu.
Bank menentukan bahwa peningkatan risiko kredit secara signifikan belum terjadi apabila masih
kurang dari 30 hari tunggakan. Hari tunggakan ditentukan dengan menghitung jumlah hari sejak
tanggal jatuh tempo awal dimana pembayaran penuh belum diterima. Tanggal jatuh tempo
ditentukan tanpa mempertimbangkan masa tenggang yang mungkin tersedia bagi peminjam.
Bank memantau efektivitas kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko
kredit yang signifikan dengan cara reviu berkala.
e. Modifikasi Aset Keuangan
Ketentuan kontraktual pinjaman dapat dimodifikasi untuk beberapa alasan, termasuk perubahan
kondisi pasar, retensi pelanggan dan faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan penurunan
kredit saat pinjaman yang ketentuan kontraktualnya dimodifikasi dapat menyebabkan pinjaman
awal dihentikan pengakuannya dan pinjaman hasil modifikasi diakui sebagai pinjaman baru pada
nilai wajar.
Ketika ketentuan kontraktual pinjaman dimodifikasi dan tidak mengakibatkan penghentian
pengakuan, penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan dilakukan dengan
cara membandingkan:
• sisa PD sepanjang umur pada tanggal pelaporan berdasarkan ketentuan yang dimodifikasi;
dengan
• sisa PD sepanjang umur yang diestimasi berdasarkan data pada saat pengakuan awal dan
ketentuan kontraktual awal.
f. Definisi Gagal Bayar (Default)
Grup menganggap aset keuangan dalam keadaan default/gagal bayar ketika:
• Debitur tidak mungkin membayar kewajiban kreditnya secara penuh tanpa bantuan
(recourse) dari kelompok usahanya; atau
• Debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 (sembilan puluh) hari atas kewajiban kredit
material apa pun kepada kelompok usahanya.
Dalam menilai apakah debitur dalam keadaan default/gagal bayar, Grup mempertimbangkan
indikator berikut:
• Kualitatif - seperti pelanggaran persyaratan penjanjian (covenants);
• Kuantitatif - seperti status tunggakan; dan
• Berdasarkan data yang dikembangkan secara internal dan diperoleh dari sumber eksternal.
293
Page 297
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Input, Asumsi, dan Teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai
a. Penggunaan informasi perkiraan masa depan (forward-looking)
Bank menggunakan informasi forward-looking dalam menilai apakah telah terjadinya
peningkatan risiko kredit secara signifikan dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian.
Berdasarkan saran dari Komite Manajemen Risiko, pakar ekonomi dan pertimbangan berbagai
informasi aktual dan perkiraan eksternal, Bank merumuskan pandangan dasar (base case)
tentang pergerakan variabel ekonomi yang relevan dimasa depan serta perkiraan skenario lain
yang mungkin terjadi. Proses ini meliputi pengembangan dua atau lebih skenario ekonomi
tambahan dan mempertimbangkan probabilitas relatif dari keluaran (output) yang mungkin.
Informasi eksternal mencakup data ekonomi dan perkiraan yang diterbitkan oleh, seperti badan
pemerintah dan analis sektor swasta dan akademisi terpilih.
Pandangan dasar (base case) digunakan dalam perencanaan strategis dan anggaran. Skenario
yang lain mencerminkan keluaran yang lebih optimis dan keluaran yang lebih pesimis.
Skenario ekonomi yang dirumuskan menggunakan kisaran indikator utama berikut:
2023 2024
Pertumbuhan PDB dasar 5,37% dasar 4,49%
Kisaran antara 3,16 hingga 5,59% Kisaran antara 3,85 hingga 5,11%
Tingkat Konsumsi dasar 5,11% dasar 4,87%
Kisaran antara 2,70% hingga 5,32% Kisaran antara 3,70% hingga 5,04%
Tingkat Investasi dasar 6,79% dasar 5,57%
Kisaran antara 4,56 hingga 7,00% Kisaran antara 4,15 hingga 5,76%
b. Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Input utama dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian adalah variabel berikut:
• Probability of Default (PD)
• Loss of Given Default (LGD)
• Exposure at Default (EAD)
Parameter ini umumnya berasal dari model statistik yang dikembangkan secara internal dan
data historis lainnya. Parameter ini disesuaikan untuk mencerminkan informasi forward-looking.
Estimasi PD adalah estimasi pada tanggal tertentu, yang dihitung berdasarkan model peringkat
statistik, dan dinilai menggunakan rating yang disesuaikan dengan berbagai kategori dari debitur
dan eksposur. Model statistik ini didasarkan pada data yang disusun secara internal yang terdiri
dari faktor kuantitatif, kualitatif, dan perkiraan berwawasan ke depan (forward-looking).
294
Page 298
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Input, Asumsi, dan Teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai (lanjutan)
b. Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian (lanjutan)
LGD adalah besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar. Parameter LGD diestimasi secara
historis berdasarkan tingkat pemulihan atas klaim terhadap debitur yang gagal bayar. LGD juga
diamati dengan mempertimbangkan jaminan tunai yang merupakan bagian intergral dari aset
keuangan terhutang serta biaya yang dikeluarkan dalam proses pemulihan.
EAD merepresentasikan estimasi eksposur jika terjadi gagal bayar. EAD suatu aset keuangan
adalah jumlah tercatat bruto. Untuk komitmen pinjaman dan jaminan keuangan, EAD mencakup
jumlah yang telah ditarik, serta jumlah potensial di masa depan yang akan ditarik, yang
diestimasi berdasarkan pengamatan historis.
Ketika pemodelan parameter dilakukan secara kolektif, instrumen keuangan dikelompokkan
berdasarkan kesamaan karakteristik risiko yang meliputi:
• Jenis instrumen;
• Peringkat risiko kredit;
• Jenis agunan;
• Tanggal pengakuan awal;
• Sisa waktu jatuh tempo.
5. Berdasarkan PSAK No. 107, aset keuangan yang telah jatuh tempo ditentukan ketika debitur gagal
melakukan pembayaran sesuai jadwal. Tabel berikut menunjukan aging analysis terhadap kredit yang
diberikan, pinjaman syariah, dan piutang pembiayaan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai.
31 Maret 2024
≤ 30 hari > 30 - 60 hari > 60 - 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Mikro 16.890.991 9.948.834 11.845.361 38.685.186
Ritel 9.575.533 4.981.991 5.877.835 20.435.359
Korporasi 223.541 - 85.000 308.541
Pinjaman syariah 825.916 306.687 142.329 1.274.932
Piutang pembiayaan 404.294 2.180.594 282.272 2.867.160
Total 27.920.275 17.418.106 18.232.797 63.571.178
31 Desember 2023
≤ 30 hari > 30 - 60 hari > 60 - 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Mikro 13.150.787 8.087.222 9.713.259 30.951.268
Ritel 8.134.782 4.413.165 4.941.117 17.489.064
Korporasi 141.163 - - 141.163
Pinjaman syariah 620.753 345.920 - 966.673
Piutang pembiayaan 65.996 1.466.403 702.054 2.234.453
Total 22.113.481 14.312.710 15.356.430 51.782.621
295
Page 299
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas
Risiko Likuiditas merupakan risiko akibat ketidakmampuan BRI untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo
dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan
sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan BRI.
BRI mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan
secara tepat waktu, serta dapat memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal. Pemantauan
risiko likuiditas dilakukan secara harian melalui parameter yang ditetapkan dalam liquidity early warning
indicators.
Untuk mendukung pengelolaan likuiditas, BRI menetapkan Surat Edaran Manajemen Risiko Likuiditas
yang mencakup kebijakan tata kelola manajemen risiko likuiditas, limit pengelolaan likuiditas, rasio
kecukupan likuiditas, rasio pendanaan, stabil bersih serta early warning indicators & contingency funding
plan. Pedoman ini bertujuan untuk memastikan kecukupan pengelolaan risiko likuiditas harian dalam
memenuhi kewajiban pada kondisi normal maupun kondisi krisis secara tepat waktu dari berbagai sumber
dana yang tersedia, termasuk memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi dan penghimpunan
DPK yang memiliki struktur yang sehat dan sustainable.
BRI juga melakukan simulasi stress testing secara triwulanan yang disampaikan kepada Dewan Direksi
dan Komisaris BRI melalui Risk Management Committee (RMC). Tujuan dari stress testing yaitu untuk
mengukur ketahanan atau kemampuan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas selama kondisi krisis
(stress). Selain itu, stress test juga digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan atau meningkatkan
rencana pendanaan darurat (contingency plan), dan limit risiko likuiditas.
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual
Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi BRI di masa mendatang diukur melalui Liquidity Gap Analysis,
yang merupakan proyeksi mismatch likuiditas atas dasar jatuh tempo aset dan liabilitas, setelah
memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. Informasi ini menjadi pertimbangan dalam
perencanaan dan pengelolaan likuiditas, termasuk juga kebutuhan ekspansi bisnis. Dengan
diterapkannya pengelolaan likuiditas yang efektif, diharapkan dapat meminimalkan risiko likuiditas di BRI
sekaligus meningkatkan stabilitas sistem perbankan secara keseluruhan.
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 24.924.302 - - - - 24.924.302
Giro pada Bank
Indonesia 85.386.671 85.386.671 - - - -
Giro pada bank lain 26.758.240 26.758.240 - - - -
Cadangan kerugian (73.310) - - - - (73.310)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Lembaga
keuangan lain 42.288.103 40.895.367 1.308.745 83.991 - -
Cadangan kerugian (1.594) - - - - (1.594)
Efek-efek 370.610.861 231.790.448 7.480.506 22.381.766 108.958.141 -
Cadangan kerugian (63.317) - - - - (63.317)
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 64.701.464 30.899.790 12.775.987 21.025.687 - -
Cadangan kerugian (1.811.410) - - - - (1.811.410)
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 296.086 - 296.086 - - -
296
Page 300
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 (lanjutan):
31 Maret 2024
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Aset (lanjutan)
Tagihan Derivatif 761.271 98.391 208.403 55.774 398.703 -
Kredit yang diberikan
Mikro 557.060.568 8.284.840 10.664.521 107.213.764 425.892.606 5.004.837
Ritel 459.857.865 29.356.489 24.349.324 108.986.797 296.726.603 438.652
Korporasi 219.248.172 10.529.545 9.625.304 28.434.231 170.659.092 -
Cadangan kerugian (81.328.446) - - - - (81.328.446)
Pinjaman syariah 14.659.074 10.444 49.957 11.224.751 3.373.922 -
Cadangan kerugian (1.228.624) - - - - (1.228.624)
Piutang pembiayaan 57.825.166 260.698 983.852 44.422.464 12.158.152 -
Cadangan kerugian (4.518.658) - - - - (4.518.658)
Tagihan akseptasi 10.676.603 3.105.444 3.155.056 4.416.103 - -
Cadangan kerugian (371.850) - - - - (371.850)
Aset lain-lain*) 38.792.321 3.388.405 3.444.848 7.405.264 447.819 24.105.985
1.884.449.558 470.764.772 74.342.589 355.650.592 1.018.615.038 (34.923.433)
Liabilitas
Liabilitas segera 21.710.161 - - - - 21.710.161
Simpanan nasabah
Giro 354.385.689 - - - - 354.385.689
Tabungan 518.911.988 - - - - 518.911.988
Deposito berjangka 542.915.611 121.363.611 254.385.610 165.770.485 1.395.905 -
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 7.648.832 3.675.549 1.991.408 1.981.875 - -
Efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 29.271.196 10.279.975 7.965.528 2.262.758 8.762.935 -
Liabilitas derivatif 1.364.358 213.236 485.848 224.721 440.553 -
Liabilitas akseptasi 10.676.603 3.105.444 3.155.056 4.416.103 - -
Surat berharga yang
diterbitkan 44.363.217 1.711.195 3.293.500 16.381.211 22.977.311 -
Pinjaman yang diterima 96.585.342 33.248.439 19.747.638 13.763.329 29.825.936 -
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi 491.138 - - - 491.138 -
Liabilitas lain-lain**) 12.846.125 3.246.690 2.953.582 1.157.782 5.045.789 442.282
1.641.170.260 176.844.139 293.978.170 205.958.264 68.939.567 895.450.120
Perbedaan Jatuh
Tempo 243.279.298 293.920.633 (219.635.581) 149.692.328 949.675.471 (930.373.553)
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain, pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah dan term deposit valas DHE
**) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’, dan term deposit
valas DHE
297
Page 301
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 (lanjutan):
31 Desember 2023
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 31.603.784 31.603.784 - - - -
Giro pada Bank
Indonesia 101.909.121 101.909.121 - - - -
Giro pada bank lain 22.331.919 22.331.919 - - - -
Cadangan kerugian (9.984) - - - - (9.984)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Lembaga
keuangan lain 65.225.260 61.436.447 1.242.493 2.546.320 - -
Cadangan kerugian (1.860) - - - - (1.860)
Efek-efek 331.091.304 194.565.435 8.999.005 18.170.889 109.355.975 -
Cadangan kerugian (81.510) - - - - (81.510)
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 53.895.404 29.072.292 16.049.621 8.773.491 - -
Cadangan kerugian (2.323.916) - - - - (2.323.916)
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 33.595.231 23.830.224 - 9.569.883 195.124 -
Tagihan Derivatif 911.683 143.622 156.256 227.894 383.911 -
Kredit yang diberikan
Mikro 549.916.198 6.593.219 11.076.752 108.206.680 424.039.547 -
Ritel 450.129.497 18.000.231 29.102.809 113.598.219 289.428.238 -
Korporasi 197.707.011 5.666.577 10.563.086 28.592.473 152.884.875 -
Cadangan kerugian (79.924.211) - - - - (79.924.211)
Pinjaman syariah 13.668.220 17.091 84.009 8.227.108 5.340.012 -
Cadangan kerugian (1.093.762) - - - - (1.093.762)
Piutang pembiayaan 55.008.321 629.914 1.818.246 29.138.207 23.421.954 -
Cadangan kerugian (4.483.915) - - - - (4.483.915)
Tagihan akseptasi 10.217.408 2.485.675 4.732.675 2.999.058 - -
Cadangan kerugian (249.698) - - - - (249.698)
Aset lain-lain*) 31.533.272 2.427.759 6.876.823 9.212.645 1.331.761 11.684.284
1.860.574.777 500.713.310 90.701.775 339.262.867 1.006.381.397 (76.484.572)
Liabilitas
Liabilitas segera 30.651.807 14.808.230 1.591.242 14.252.335 - -
Simpanan nasabah
Giro 346.124.372 - - - - 346.124.372
Tabungan 527.945.550 - - - - 527.945.550
Deposito berjangka 484.258.839 116.496.420 189.212.807 177.096.845 1.452.767 -
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 11.958.319 8.595.131 1.834.885 1.528.303 - -
Efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 19.079.458 3.024.325 300.454 7.258.781 8.495.898 -
Liabilitas derivatif 925.210 274.872 200.232 66.126 383.980 -
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
**) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dan dana tabarru’
298
Page 302
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 (lanjutan):
31 Desember 2023
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas (lanjutan)
Liabilitas akseptasi 10.217.408 2.485.675 4.732.675 2.999.058 - -
Surat berharga yang
diterbitkan 49.637.581 1.019.999 8.634.126 18.223.255 21.760.201 -
Pinjaman yang diterima 98.850.813 41.422.439 21.601.297 8.057.726 27.769.351 -
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi 496.683 - - - 496.683 -
Liabilitas lain-lain**) 14.052.073 4.264.064 5.637.757 174.704 3.898.932 76.616
1.594.198.113 192.391.155 233.745.475 229.657.133 64.257.812 874.146.538
Perbedaan Jatuh
Tempo 266.376.664 308.322.155 (143.043.700) 109.605.734 942.123.585 (950.631.110)
*) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
**) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dan dana tabarru’
Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari liabilitas
keuangan sesuai kontrak berdasarkan arus kas undiscounted pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera 21.710.161 - - - - 21.710.161
Simpanan nasabah
Giro 518.911.988 - - - - 518.911.988
Tabungan 542.915.611 - - - - 542.915.611
Deposito berjangka 543.885.118 193.815.103 258.148.898 90.989.668 931.449 -
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 7.954.209 4.332.961 1.241.413 2.379.835 - -
Efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 292.303 - 292.303 - - -
Liabilitas derivatif 1.364.358 213.236 485.848 224.721 440.553 -
Liabilitas akseptasi 10.676.603 3.105.444 3.155.056 4.416.103 - -
Surat berharga yang
diterbitkan 50.161.406 1.902.770 3.399.563 17.931.751 26.927.322 -
Pinjaman yang diterima 102.351.177 36.807.024 20.350.474 20.139.314 25.054.365 -
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi 641.613 - - - 641.613 -
Liabilitas lain-lain***) 12.846.125 3.246.690 2.953.582 1.157.782 5.045.789 442.282
1.813.710.672 243.423.228 290.027.137 137.239.174 59.041.091 1.083.980.042
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’, dan term deposit
valas DHE
299
Page 303
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari liabilitas
keuangan sesuai kontrak berdasarkan arus kas undiscounted pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2023
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera 30.651.807 14.808.230 1.591.242 14.252.335 - -
Simpanan nasabah
Giro 346.124.372 - - - - 346.124.372
Tabungan 527.945.550 - - - - 527.945.550
Deposito berjangka 489.862.004 4.935.530 2.205.417 2.004.786 480.716.271 -
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 12.007.709 9.498.503 1.348.574 1.160.632 - -
Efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 20.054.639 391.556 5.954.035 4.289.283 9.419.765 -
Liabilitas derivatif 925.210 279.313 195.791 66.125 383.981 -
Liabilitas akseptasi 10.217.408 2.485.675 4.732.675 2.999.058 - -
Surat berharga yang
diterbitkan 44.260.590 106.809 7.865.719 15.218.800 21.069.262 -
Pinjaman yang diterima 98.850.813 36.495.657 22.874.547 9.674.121 29.806.488 -
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi 647.723 - - - 647.723 -
Liabilitas lain-lain***) 14.052.073 4.264.064 5.637.757 174.704 3.898.932 76.616
1.595.599.898 73.265.337 52.405.757 49.839.844 545.942.422 874.146.538
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’, dan term deposit
valas DHE
Manajemen Risiko Pasar
Risiko pasar timbul karena pergerakan faktor pasar yang meliputi suku bunga dan nilai tukar yang
berlawanan dengan posisi yang dimiliki BRI, baik posisi yang ada di laporan posisi keuangan maupun
rekening administratif. Posisi tersebut merupakan posisi yang ada dalam trading book dan banking book.
BRI telah mengimplementasikan sistem aplikasi treasury dan risiko pasar yang merupakan suatu sistem
yang terintegrasi, yang digunakan oleh fungsi front office, middle office dan back office. Middle Office
dapat melakukan pengukuran risiko pasar menggunakan model internal (Value-at-Risk) yang terintegrasi
dengan proses transaksi harian. Selain melakukan monitoring eksposur risiko instrumen, Middle Office
juga melakukan monitoring limit risiko pasar.
1. Value-at-Risk (VaR): Tujuan Penggunaan Metode dan Keterbatasannya
BRI menggunakan pendekatan model internal untuk mengukur potensi kerugian VaR akibat
perubahan harga pasar dari portofolio trading berdasarkan pada data historis. Potensi kerugian VaR
dari risiko pasar diukur dengan menggunakan asumsi perubahan faktor risiko mengikuti pola
distribusi normal. BRI menggunakan VaR untuk menghitung risiko nilai tukar untuk posisi trading dan
banking book serta menghitung risiko suku bunga untuk posisi trading book.
300
Page 304
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
2. Asumsi Value-at-Risk (VaR)
Potensi kerugian VaR dihitung berdasarkan nilai estimasi dengan menggunakan tingkat kepercayaan
(confidence level) di 99% dan posisi risiko pasar yang tidak berubah dalam 1 (satu) hari (holding
period). Hal ini menunjukkan potensi kerugian yang dapat melebihi nilai VaR dalam kondisi pasar
normal, rata-rata dapat terjadi satu kali dalam seratus hari. Metode yang digunakan dalam
pengukuran VaR adalah metode Historical VaR.
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai nilai VaR dari 1 Januari 2024 sampai dengan
31 Maret 2024 dan 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024
Nilai Tukar*) Suku Bunga
Rata-rata Harian 25.751,38 263.230,31
Tertinggi 55.360,20 351.332,86
Terendah 25.751,38 186.547,49
31 Desember 2023
Nilai Tukar*) Suku Bunga
Rata-rata Harian 32.180,53 226.723,86
Tertinggi 67.411,01 333.276,04
Terendah 113,78 120.292,93
*) Termasuk trading dan banking book.
3. Back Testing
Tujuan dilaksanakannya back testing yaitu untuk memastikan bahwa hasil perhitungan internal model
untuk risiko suku bunga dan risiko nilai tukar telah sesuai. Ketika melakukan back testing, BRI
membandingkan antara estimasi VaR harian dengan realisasi perubahan harga.
Berdasarkan prosedur back testing untuk risiko nilai tukar dan risiko tingkat suku bunga, hasil
kerugian sebenarnya sepanjang tahun telah sesuai secara signifikan dengan VaR forecast model.
4. Risiko Pasar di luar Trading Book
a. Risiko Tingkat Suku Bunga
Instrumen keuangan yang berbasis suku bunga memiliki risiko karena terdapat potensi
perubahan suku bunga yang akan berdampak pada arus kas di masa depan.
BRI telah mengembangkan metodologi pengukuran dampak pengaruh pergerakan suku bunga
dalam banking book melalui Interest Rate Risk in The Banking Book sesuai SEOJK
No. 12/SEOJK.03/2018 tanggal 21 Agustus 2018. Posisi Maret 2024, secara individu BRI
mempunyai nilai delta EVE (Economic Value of Equity) sebesar 7,40% (perbandingan terhadap
modal Tier 1). Delta EVE BRI di bawah RAS BRI (7,43%) dan di bawah batas regulator (15,00%).
Secara konsolidasi, BRI mempunyai nilai delta EVE (Economic Value of Equity) sebesar 6,45%
(perbandingan terhadap modal Tier 1).
Direksi bertanggung jawab dalam menetapkan, mengelola, serta mengendalikan tingkat suku
bunga dengan menimbang risk appetite bank dan target pencapaian kinerja keuangan. Review
atas penetapan suku bunga dilakukan minimal satu kali dalam satu bulan dalam forum Asset and
Liability Committee (ALCO).
301
Page 305
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai tingkat suku bunga rata-rata untuk posisi aset
dan liabilitas keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023:
Rupiah (%)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 5,33 5,45
Efek-efek 6,47 6,61
Kredit yang diberikan 11,74 11,79
Piutang pembiayaan 16,77 16,86
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 4,30 2,72
Tabungan 0,28 0,26
Deposito berjangka 5,77 4,71
Simpanan dari bank lain
dan lembaga keuangan lain 3,04 1,76
Pinjaman yang diterima 0,02 0,02
Pinjaman dan surat berharga subordinasi 4,47 4,37
Surat berharga yang diterbitkan 6,81 7,04
Valas (%)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 5,50 2,68
Efek-efek 4,02 3,52
Kredit yang diberikan 5,26 5,07
Piutang pembiayaan 6,43 6,53
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 2,59 2,62
Tabungan 0,18 0,19
Deposito berjangka 4,47 3,18
Simpanan dari bank lain
dan lembaga keuangan lain 2,19 2,15
Pinjaman yang diterima 6,06 0,00
Surat berharga yang diterbitkan 0,00 3,95
302
Page 306
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas pendapatan bunga - neto Bank BRI untuk satu
tahun ke depan terhadap pergerakan suku bunga dari portofolio aset dan liabilitas yang memiliki
suku bunga pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 (Bank BRI saja) yaitu:
Peningkatan Penurunan
400 bps 400 bps
31 Maret 2024 (16.258.296) 16.821.847
31 Desember 2023 (15.434.868) 15.984.479
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan dalam tingkat suku
bunga untuk banking book dengan semua variabel lain yang dimiliki adalah konstan terhadap
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain BRI.
31 Maret 2024
Dampak Terhadap
Perubahan Laba Rugi dan Penghasilan
Persentase Komprehensif Lain
+/- 1 % +/- 1.543.921
31 Desember 2023
Dampak Terhadap
Perubahan Laba Rugi dan Penghasilan
Persentase Komprehensif Lain
+/- 1 % +/- 2.317.803
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross):
31 Maret 2024
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Aset
Kas 24.924.302 - - - - 24.924.302
Giro pada Bank
Indonesia 85.386.671 - - - - 85.386.671
Giro pada Bank lain 26.758.240 - - - - 26.758.240
Penempatan pada Bank
Indonesia dan
lembaga keuangan
lain 42.204.112 83.991 - - - 42.288.103
Efekefek
Nilai wajar melalui
laba rugi - - - 30.613.336 - 30.613.336
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain - - - 196.494.399 - 196.494.399
Biaya perolehan
diamortisasi - - - 143.503.126 - 143.503.126
Wesel ekspor dan
tagihan lainnya 30.899.790 2.775.987 21.025.687 - - 64.701.464
303
Page 307
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross) (lanjutan):
31 Maret 2024
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Aset (lanjutan)
Efek efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 296.086 - - - - 296.086
Tagihan derivatif - - - - 761.271 761.271
Kredit yang diberikan
Mikro 477.707 44.973 87.044 556.450.844 - 557.060.568
Ritel 53.353.288 105.756.900 174.298.233 126.449.444 - 459.857.865
Korporasi 20.154.847 30.969.791 168.123.534 - - 219.248.172
Pinjaman syariah - - - 14.659.074 - 14.659.074
Piutang pembiayaan 2.635 6.003 - 57.816.528 - 57.825.166
Tagihan akseptasi 3.105.444 3.155.056 4.416.103 - - 10.676.603
Aset lainlain** - - - 6.612.864 32.179.457 38.792.321
287.563.122 152.792.701 367.950.601 1.132.599.615 32.940.728 1.973.846.767
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 21.710.161 21.710.161
Simpanan nasabah
Giro - - - 354.385.689 - 354.385.689
Tabungan - - - 518.911.988 - 518.911.988
Deposito berjangka 375.749.221 165.770.485 1.395.905 - - 542.915.611
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 5.666.957 1.981.875 - - - 7.648.832
Efek efek yang dijual
dengan janji
dibeli kembali 18.245.503 2.262.758 8.762.935 - - 29.271.196
Liabilitas derivatif - - - - 1.364.358 1.364.358
Liabilitas akseptasi 3.105.444 3.155.056 4.416.103 - - 10.676.603
Surat berharga yang
Diterbitkan - - - 44.363.217 - 44.363.217
Pinjaman yang diterima 52.966.077 13.763.329 29.825.936 - - 96.585.342
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi - - - 491.138 - 491.138
Liabilitas lainlain*** - - - 2.045.350 10.800.775 12.846.125
455.763.202 186.933.503 44.400.879 920.197.382 33.875.294 1.641.170.260
Perbedaan gap
repricing suku
bunga antara aset
dan liabilitas
keuangan (168.200.080) (34.140.802) 323.549.722 212.402.233 (934.566) 332.676.507
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain, pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah, dan term deposit valas DHE
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi dan diklasifikasi siap untuk dijual, dana tabarru’, dan
term deposit valas DHE
304
Page 308
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross) (lanjutan):
31 Desember 2023
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Aset
Kas 31.603.784 - - - - 31.603.784
Giro pada Bank
Indonesia 101.909.121 - - - - 101.909.121
Giro pada Bank lain 22.331.919 - - - - 22.331.919
Penempatan pada Bank
Indonesia dan
lembaga keuangan
lain 62.753.990 2.471.270 - - - 65.225.260
Efek-efek
Nilai wajar melalui
laba rugi - - - 22.393.171 - 22.393.171
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain - - - 163.339.165 - 163.339.165
Biaya perolehan
diamortisasi - - - 145.358.968 - 145.358.968
Wesel ekspor dan
tagihan lainnya 45.121.913 8.773.491 - - - 53.895.404
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 33.350.734 244.497 - - - 33.595.231
Tagihan derivatif - - - - 911.683 911.683
Kredit yang diberikan
Mikro 385.328 61.751 92.656 549.376.463 - 549.916.198
Ritel 46.736.867 110.497.963 169.033.395 123.861.272 - 450.129.497
Korporasi 16.229.661 31.128.033 150.349.317 - - 197.707.011
Pinjaman syariah - - - 13.668.220 - 13.668.220
Piutang pembiayaan 13.694 8.947 418 54.985.262 - 55.008.321
Tagihan akseptasi 7.218.350 2.999.058 - - - 10.217.408
Penyertaan saham*) - - - - 1.749.102 1.749.102
Aset lain-lain**) 969 - - 7.189.322 24.342.981 31.533.272
367.656.330 156.185.010 319.475.786 1.080.171.843 27.003.766 1.950.492.735
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi dan diklasifikasi siap untuk dijual, dan dana tabarru’
305
Page 309
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross) (lanjutan):
31 Desember 2023
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 30.651.807 30.651.807
Simpanan nasabah
Giro 239.203.910 - - 106.920.462 - 346.124.372
Tabungan 176.757.401 - - 351.188.149 - 527.945.550
Deposito berjangka 116.496.420 189.209.612 177.102.416 1.450.391 - 484.258.839
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 10.430.018 1.528.301 - - - 11.958.319
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 6.365.596 12.713.862 - - - 19.079.458
Liabilitas derivatif - - - - 925.210 925.210
Liabilitas akseptasi 7.218.350 2.999.058 - - - 10.217.408
Surat berharga yang
Diterbitkan - - - 49.637.581 - 49.637.581
Pinjaman yang diterima 59.331.954 9.712.371 29.806.488 - - 98.850.813
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi - - - 496.683 - 496.683
Liabilitas lain-lain***) - - - 5.839.397 8.212.676 14.052.073
615.803.649 216.163.204 206.908.904 515.532.663 39.789.693 1.594.198.113
Perbedaan (gap)
repricing suku
bunga antara aset
dan liabilitas
keuangan (248.147.319) (59.978.194) 112.566.882 564.639.180 (12.785.927) 356.294.622
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi dan diklasifikasi siap untuk dijual, dan dana tabarru’
306
Page 310
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
b. Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar merupakan risiko yang timbul karena adanya fluktuasi nilai tukar terhadap
Rupiah dari posisi valuta asing yang dimiliki BRI. Termasuk dalam posisi valuta asing tersebut
yaitu posisi trading book yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan transaksi
valuta asing dalam jangka pendek maupun posisi banking book dalam rangka pengendalian PDN
(Posisi Devisa Neto).
Menurut ketentuan Bank Indonesia berdasarkan PBI No. 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015
mengenai Perubahan Keempat atas PBI No. 5/13/PBI/2003 tentang Posisi Devisa Neto Bank
Umum tanggal 1 Juli 2010, PDN ditetapkan maksimum sebesar 20% modal.
PDN adalah penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari selisih bersih aset dan liabilitas
dalam laporan posisi keuangan untuk setiap mata uang asing dengan selisih bersih tagihan dan
liabilitas komitmen dan kontinjensi dalam rekening administratif untuk setiap mata uang asing
yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
Berikut adalah PDN (BRI saja) masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023, per mata uang, sebagai berikut:
31 Maret 2024
Mata Uang Aset Liabilitas PDN
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif
Dolar Amerika Serikat 384.318.630 377.868.508 6.450.122
Dolar Kanada 55.269 68.824 13.555
Renminbi 1.859.356 1.743.704 115.652
Yen Jepang 4.279.230 4.206.948 72.283
Dolar Singapura 4.017.163 3.885.897 131.266
Euro Eropa 3.687.845 3.694.717 6.872
Dolar Australia 493.148 481.012 12.136
Pound Sterling Inggris 1.203.394 1.205.184 1.790
Lain-lain
7.145.790
Modal (Catatan 48a) 231.742.640
Rasio PDN 3,08%
31 Desember 2023
Mata Uang Aset Liabilitas PDN
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif
Dolar Amerika Serikat 331.100.472 331.199.191 98.719
Dolar Kanada 38.691 24.303 14.388
Renminbi 1.230.517 1.176.670 53.847
Yen Jepang 5.574.573 4.698.897 875.676
Dolar Singapura 3.769.803 3.802.661 32.858
Euro Eropa 3.700.437 3.724.175 23.738
Dolar Australia 372.328 305.103 67.225
Pound Sterling Inggris 1.085.793 968.132 117.660
Lain-lain 858.490 617.292 241.198
1.525.309
Modal (Catatan 48a) 250.568.767
Rasio PDN 0,62%
307
Page 311
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional
Penerapan Manajemen Risiko Operasional dilakukan dengan berpedoman pada
POJK No. 18/POJK.03/2016 tanggal 22 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank
Umum. Penerapan manajemen risiko mencakup pilar Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi,
Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit, Kecukupan proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko, dan Sistem pengendalian
internal.
Penerapan Manajemen Risiko Operasional dimaksudkan untuk mengelola eksposur risiko operasional
yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal yang dapat mengganggu aktivitas bisnis dan
operasional, seperti faktor ketidakcukupan sumber daya manusia, proses internal, kegagalan sistem
teknologi informasi, bencana alam dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank yang berpotensi
menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial bagi bank. Pengelolaan terhadap eksposur risiko
operasional di BRI mencakup pengelolaan terhadap eksposur risiko hukum, reputasi, kepatuhan dan
stratejik yang terdapat pada setiap proses bisnis dan aktivitas operasional.
Setiap unit kerja operasional BRI bertanggung jawab atas penerapan proses manajemen risiko melalui
sistem pengendalian internal dalam aktivitas operasional dan bisnis di masing-masing unit kerja. Hal
tersebut dilakukan mulai dari tahap identifikasi, pengukuran, pemantauan hingga pengendalian risiko.
Untuk mengkoordinasikan dan memastikan bahwa penerapan proses manajemen risiko dilaksanakan
sesuai ketentuan, maka Direksi BRI menetapkan fungsi manajemen risiko pada setiap unit kerja mulai
dari level Kantor Pusat (Divisi/Desk/ Team), Regional Office, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang,
Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Kantor Kas, Sentra Layanan BRI Prioritas dan Unit Kerja Luar Negeri
(UKLN).
Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional (SKMRO) bertugas dan bertanggung jawab dalam
penyusunan pedoman penerapan manajemen risiko operasional, pengembangan dan implementasi
kebijakan/prosedur dan metodologi, pengawasan, pengkajian, serta pemantauan proses manajemen
risiko operasional. Di samping itu, SKMRO juga berperan dalam penyusunan dan implementasi tata
kelola manajemen risiko operasional, penyusunan dan pemantauan profil risiko BRI, penilaian kecukupan
pengelolaan risiko dari suatu produk bank baru, serta mendukung unit kerja operasional/risk owner dalam
mengembangkan budaya sadar risiko, penerapan strategi anti fraud, dan kepatuhan terhadap prinsip-
prinsip manajemen risiko. Pembahasan pengelolaan dan perbaikan kontrol atas risiko operasional
dilaksanakan dalam kegiatan Forum Manajemen Risiko (FMR) maupun Risk Management Committee
(RMC) yang dilaksanakan secara rutin bersama dengan SKMR dan Divisi/Desk lainnya.
Audit Intern selaku third line dalam 3 lines of model yang meliputi Audit Intern Kantor Pusat dan Audit
Intern Regional BRI seluruh Indonesia bertugas melakukan pemantauan dan validasi atas kecukupan
dan efektivitas pengendalian internal di BRI secara bankwide.
Penerapan manajemen risiko operasional BRI difasilitasi melalui perangkat manajemen risiko
operasional berupa BRI Operational Risk Assessor (OPRA), Integrated Risk Management System
(IRMS) maupun BRI Sistem Informasi Manajemen (BRISIM), yang mencakup modul Risk and Control
Library (RCL), Risk and Control Self Assessment (RCSA/CSA), Key Risk Indicator (KRI), Loss Even
Database (LED), Risk Maturity Self Assessment (RMSA), dan fungsi Briefing, Verification, dan Coaching
(BVC). Kebijakan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Manajemen Risiko Operasional telah dikinikan
dalam Surat Edaran No. SE.58-DIR/ORD/11/2022 tanggal 22 November 2022.
Upaya pemahaman manajemen risiko difokuskan pada peningkatan budaya risiko. Budaya risiko
merupakan nilai-nilai dan perilaku individu yang akan terefleksi dalam keputusan-keputusan yang diambil
dan cara melakukan pekerjaan dengan prinsip kehati-hatian dan pertimbangan manajemen risiko. Hal ini
dilakukan melalui sosialisasi/pelatihan manajemen risiko yang terus dilakukan kepada seluruh pekerja
BRI, serta peningkatan kualitas pengendalian risiko pada setiap aktivitas operasional, baik dalam
melakukan percepatan deteksi kejadian risiko, maupun monitoring penyelesaian rencana tindak lanjut
perbaikan kontrol. Budaya risiko telah diatur dalam Surat Edaran Direksi No. SE.04-DIR/CTR/01/2023
Buku 2 tentang Budaya Risiko tanggal 31 Januari 2023.
308
Page 312
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional (lanjutan)
1. Risk Control and Self Assessment (RCSA)
RCSA merupakan perangkat manajemen risiko yang bersifat kualitatif dan prediktif yang digunakan
untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko berdasarkan dimensi dampak (impact) dan kemungkinan
kejadian (likelihood), RCSA di BRI telah diterapkan di Divisi/Desk/Team Kantor Pusat BRI, Regional
Office, Kantor Cabang Khusus, UKLN, Audit Intern Wilayah, Regional Campus, Kantor Cabang yang
juga mewakili BRI Unit, Kantor Cabang Pembantu dan Sentra Layanan BRI Prioritas.
RCSA ditujukan untuk membantu unit kerja dalam mengidentifikasi dan mengukur secara independen
risiko operasional pada setiap aktivitas operasional dan bisnis, termasuk melakukan pemantauan dan
penentuan langkah-langkah perbaikan/rencana tindak lanjut ke depan.
Pengkinian risk issue pada RCSA dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis BRI
yang meliputi implementasi produk dan atau aktivitas baru, segmen pasar baru dan persaingan
bisnis, perubahan ketentuan internal/eksternal, dan perubahan lainnya yang mempengaruhi
eksposur risiko BRI. Penilaian dimaksud dilakukan antara lain dengan mempertimbangkan data Loss
Event Database (LED), Key Risk Indicator (KRI) maupun Laporan Hasil Audit (LHA). RCSA
dilaksanakan secara periodik setiap semester, dan frekuensinya akan ditingkatkan apabila terjadi
perubahan eksposur risiko yang signifikan.
2. Loss Event Database (LED)
Loss Event Database (LED) BRI merupakan proses pencatatan data kejadian kerugian yang
dilakukan untuk setiap jenis kerugian non finansial maupun finansial yang meliputi actual loss dan
potential loss termasuk langkah-langkah perbaikan dan penanganan insiden yang dilakukan.
Berdasarkan data kejadian kerugian pada modul LED, analisa kejadian kerugian dapat dilakukan
berdasarkan penyebab, aktivitas fungsional, kategori kejadian (event type) dan lini bisnis BRI. Sistem
informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah-langkah preventif pengendalian risiko
berbasiskan pendokumentasian proses penanganan/penyelesaian insiden baik dari sisi non finansial,
kerugian finansial dan recovery kerugian maupun proses litigasi.
Dalam rangka perhitungan beban modal dan ATMR Operasional, BRI telah menerapkan Pengukuran
Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) Pendekatan Standar yang berpedoman pada Basel III
Framework. Ketentuan ATMR Risiko Operasional dengan pendekatan standar diatur melalui Surat
Edaran Direksi No. SE.66-DIR/MPE/12/2022 Buku 2 tentang Perhitungan ATMR Operasional.
3. Key Risk Indicator (KRI)
KRI adalah perangkat Manajemen Risiko yang berupa indikator kuantitatif yang dapat memberikan
informasi secara dini terhadap peningkatan atau penurunan risiko dan atau penurunan efektivitas
kontrol terhadap limit threshold yang telah ditentukan. KRI dapat bersifat leading maupun lagging.
Pemantauan risiko melalui KRI bertujuan untuk menentukan rencana tindak lanjut terkait
pengendalian risiko sehingga dapat mencegah atau meminimalisir dampak kerugian.
309
Page 313
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional (lanjutan)
3. Key Risk Indicator (KRI) (lanjutan)
BRI telah melakukan identifikasi terhadap indikator-indikator risiko utama untuk semua jenis risiko
dan menetapkan batasan atau limit risiko yang mencerminkan kondisi dan risiko yang dapat diterima
(risk appetite) BRI. Identifikasi indikator risiko utama dan penetapan batasan (threshold) KRI
dilakukan dengan menggunakan best judgement dengan mempertimbangkan eksposur risiko dan
risk appetite BRI. Penentuan threshold melibatkan Audit Internal, Risk Owner dan Unit Kerja terkait
lainnya. KRI BRI antara lain tercermin dalam Laporan Profil Risiko Bankwide dan Profil Risiko
Regional Office yang di-monitor secara rutin dan dilaporkan kepada pihak manajemen setiap bulan.
4. Forum Manajemen Risiko (Forum MR)
Forum Manajemen Risiko (Forum MR) adalah wadah atau forum pertemuan antara pemimpin unit
kerja operasional dengan pejabat setingkat dibawahnya, pekerja atau jajarannya untuk membahas
permasalahan-permasalahan (risiko) yang melekat pada aktivitas bisnis atau operasional yang
menjadi kendala dalam rangka mencapai target bisnis atau kinerja yang ditetapkan. Pelaksanaan
Forum Manajemen Risiko di masing-masing unit kerja BRI diharapkan menjadi salah satu pendukung
dan pendorong untuk menumbuhkembangkan budaya sadar risiko di BRI. Implementasi Forum MR
di level Regional dilaksanakan dalam bentuk Forum Governance, Risk, and Compliance (GRC), yang
dihadiri oleh anggota tetap yaitu Regional CEO, Regional Risk Management Head, dan Kepala Audit
Intern Wilayah.
5. Risk Maturity Self Assessment (RMSA)
Risk Maturity Self Assessment (RMSA) merupakan proses self assessment terhadap tingkat
kemapanan penerapan manajemen risiko di setiap unit kerja BRI yang dilakukan setiap akhir tahun
oleh masing-masing pimpinan unit kerja BRI terhadap parameter-parameter tertentu. Dengan
melakukan penilaian maturitas diharapkan masing-masing unit kerja dapat mengevaluasi penerapan
manajemen risiko yang telah dilakukan sehingga lebih baik ke depan.
6. Business Continuity Management (BCM)
Potensi gangguan/bencana baik yang disebabkan antara lain oleh alam, manusia dan teknologi
merupakan ancaman bagi kelangsungan usaha BRI, dimana BRI memiliki unit kerja operasional yang
tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Direksi BRI memandang perlu untuk mengembangkan
dan menerapkan suatu Kebijakan Business Continuity Management (BCM) guna melindungi
keamanan dan keselamatan jiwa pekerja, melindungi keselamatan jiwa nasabah dan stakeholders
lainnya yang berada di lingkungan unit kerja operasional BRI, mempertahankan kelangsungan
aktivitas-aktivitas bisnis/operasional terpenting, dan menjaga aset BRI dan memiliki respon yang
memadai dalam situasi gangguan/bencana. Kebijakan BCM diatur melalui Surat Edaran Direksi
No.SE.50–DIR/MPE/12/2023 Tentang Manajemen Kelangsungan Usaha Buku 1 Business Continuity
Management (BCM).
Implementasi BCM BRI mencakup seluruh unit kerja BRI yang antara lain dilakukan melalui
pembentukan Tim Manajemen Krisis, penyusunan Call Tree dan penetapan alternate sites, serta
berbagai pengujian rencana kelangsungan usaha. Unit kerja BRI juga telah melakukan Penilaian
Risiko Ancaman dan Bencana (PRAB) yang bertujuan untuk mengidentifikasi sumber daya yang
dibutuhkan dalam rangka persiapan menghadapi ancaman/bencana di masing-masing unit kerja.
Sebagai salah satu implementasi BCM BRI telah memiliki pedoman Emergency Response Plan (ER
Plan) dan kebijakan Business Continuity Plan (BC Plan) untuk Unit Kerja Kritikal. Untuk memastikan
bahwa kebijakan tersebut dapat digunakan saat terjadi gangguan/bencana maka pelaksanaan uji
coba ER Plan dan BC Plan dilaksanakan setiap tahun dan diprioritaskan pada unit kerja yang rawan
bencana.
310
Page 314
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional (lanjutan)
6. Business Continuity Management (BCM) (lanjutan)
Dalam periode satu tahun ke belakang telah terjadi berbagai kejadian-kejadian bencana yang telah
mengaktifkan prosedur kelangsungan usaha Unit Kerja BRI, dimana hal tersebut menjadi bukti
kesiapan organisasi BRI untuk menghadapi kondisi-kondisi tersebut. Ketentuan mengenai tanggap
darurat bencana di tempat kerja telah dirumuskan melalui Surat Edaran No. 58-/DIR/ORD/11/2022
Buku 4 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan SOP No. SO.05-
ORD/05/2023 tentang Pengelolaan Kelangsungan Usaha.
7. Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko Produk Bank Baru (PBB)
Dalam rangka mengefektifkan pengeloaan risiko produk bank, maka setiap rencana penerbitan
produk bank baru (PBB) di BRI, dilakukan proses validasi peningkatan materialitas risiko dan proses
penilaian manajemen risiko oleh product owner terhadap setiap jenis risiko yang mungkin timbul dari
penerbitan PBB, termasuk penetapan kontrol dan pengendalian yang ditujukan untuk memitigasi
risiko yang dimaksud.
Selanjutnya, SKMR yang dikoordinasikan oleh SKMRO melakukan penilaian kecukupan
pengelolaan risiko PBB dan merekomendasikan hasil penilaian yang dimaksud untuk mendapatkan
persetujuan Direktur Bidang Manajemen Risiko BRI. Kebijakan PBB diatur dalam Surat Edaran No.
SE.40-DIR/PPM/11/2023 Buku 3 tentang Pengelolan Risiko Penyelenggaraan Produk.
8. Penerapan Strategi Anti Fraud BRI
Semua kegiatan usaha Bank dapat terpapar risiko operasional salah satunya fraud. Untuk
meminimalkan dampak kerugian akibat fraud maka BRI menerapkan Strategi Anti Fraud yang
merupakan wujud komitmen BRI untuk tidak memberikan toleransi (zero tolerance) atas fraud melalui
sistem pengendalian fraud yang efektif dan berkesinambungan. Penerapan Strategi Anti Fraud di
BRI didukung dengan peningkatan kapabilitas deteksi fraud melalui pengembangan Fraud Detection
System, serta peningkatan kompetensi dan awareness dari Pekerja BRI untuk mencegah,
mendeteksi dan menangani fraud sebagai bagian dari pencegahan dan meminimalisir kerugian bank
dan/atau nasabah. Sebagai bentuk komitmen seluruh Insan BRILian dalam mencegah fraud maka
Jajaran Direksi dan Komisaris, serta jajaran Manajemen dan seluruh Pekerja BRI secara berkala
menandatangani Komitmen Anti Fraud sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran No. SE.58-
DIR/ORD/11/2022 Buku 5 tentang Strategi Anti Fraud.
Perkembangan Pemulihan Ekonomi Terkini
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global yang tinggi, laju pemulihan ekonomi dunia tahun 2023
terbukti cukup resilien, walaupun melambat. Pertumbuhan ekonomi dunia tercatat 3,1% tahun 2023,
melambat dari 3,5% tahun 2022. Jika kita lihat prediksi International Monetary Fund (IMF) berdasarkan
laporan World Economic Outlook IMF edisi Januari 2023, pertumbuhan ekonomi global tahun 2023
ternyata lebih baik dari dugaan IMF yang hanya sebesar 2,9%. Pertumbuhan ekonomi yang lebih baik
tahun 2023, ditopang oleh masih solidnya pertumbuhan ekonomi negara berkembang, kinerja ekonomi
Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya, dan terbatasnya gangguan disrupsi
rantai pasok global.
Perlambatan ekonomi dunia nampaknya akan terus berlanjut tahun 2024, namun perekonomian global
akan berpotensi hanya mengalami soft landing dan tidak terjadi resesi ekonomi. Hal ini ditopang oleh
kinerja perekonomian AS yang kemungkinan masih cukup solid tahun 2024. Begitu juga, kinerja
perekonomian China yang diperkirakan akan tumbuh lebih baik dari perkiraan sebelumnya, didukung oleh
fiscal support dari pemerintah. Kemungkinan terjadinya soft landing tahun 2024, juga ditunjukkan oleh tren
leading economic indicator yang mengalami rebound pada berbagai negara, khususnya AS dan China.
Selain itu, beberapa indikator aktivitas ekonomi global, seperti kondisi daya beli konsumen, aktivitas
manufaktur dan produksi industri, serta pertumbuhan volume perdagangan global juga cenderung
mengalami perbaikan pada awal tahun 2024, khususnya di negara-negara berkembang.
311
Page 315
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Perkembangan Pemulihan Ekonomi Terkini (lanjutan)
Dengan berbagai indikator aktivitas ekonomi yang cenderung membaik pada awal tahun 2024, laju
pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih akan dinamis dan bergerak fluktuatif. Hal itu seiring
dengan masih terdapatnya beberapa tantangan yang berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi
global, sehingga perlu tetap waspada ke depannya.
Pertama, tren inflasi global yang secara historis masih cukup tinggi. Laju inflasi di berbagai negara saat
ini memang dalam tren yang menurun, namun nilainya diperkirakan masih akan lebih tinggi dibandingkan
dengan kondisi normal (pre-pandemi tahun 2019). Bahkan, tingkat inflasi global dalam jangka pendek
berpotensi meningkat karena peningkatan disrupsi rantai pasok global. Selain itu, tren inflasi inti juga
cenderung masih akan tinggi, sejalan dengan perbaikan kondisi daya beli masyarakat pada berbagai
negara.
Kedua, ketidakpastian geopolitik global yang tetap tinggi, di mana belum berakhirnya perang Rusia-
Ukraina dan memanasnya konflik di Timur Tengah dapat memicu kembali disrupsi rantai pasok barang
kebutuhan primer dan komoditas energi. Hal itu pada akhirnya dapat memicu kembali peningkatan inflasi
global. Ketiga, meningkatnya kemungkinan skenario suku bunga acuan yang tinggi pada waktu yang
relatif lebih lama dari perkiraan sebelumnya (high for longer), khususnya oleh bank sentral AS. Hal itu
seiring dengan kemungkinan masih tingginya level inflasi di berbagai negara dan kinerja ekonomi yang
relatif lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Kombinasi dari berbagai tantangan tersebut diperkirakan
dapat menghambat laju pemulihan ekonomi global tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi global yang melambat tahun 2023, juga dirasakan oleh perekonomian domestik.
Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 tercatat sebesar 5,05%, relatif lebih rendah dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar 5,31%. Laju pertumbuhan ekonomi nasional yang melambat tahun 2023,
sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi beberapa partner dagang utama Indonesia, seperti:
India dan Uni Eropa. Lebih lanjut berdasarkan permintaan agregat, laju pertumbuhan ekonomi nasional
yang melambat tahun 2023 karena melemahnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga (2023 = 4,82%;
2022 = 4,94%).
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang melemah, sejalan dengan melambatnya pendapatan
masyarakat karena menurunnya ketersediaan lapangan kerja, khususnya pada masyarakat kelas
menengah bawah. Selain pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang melemah, laju pertumbuhan
ekspor juga melambat cukup signifikan (2023 = 1,32%; 2022 = 16,23%) akibat tren penurunan harga
komoditas dan perlambatan permintaan global. Sedangkan secara sektoral, pertumbuhan pada hampir
seluruh lapangan usaha mengalami deselerasi tahun 2023, kecuali sektor pertambangan, konstruksi, dan
jasa keuangan & asuransi.
Pada awal tahun 2024, beberapa indikator perekonomian nasional bergerak mixed. Dari sisi konsumen,
aktivitas konsumsi masyarakat diperkirakan masih berada dalam tren yang melemah. Hal itu tercermin
dari tren persepsi pendapatan masyarakat yang masih kontraktif dan pertumbuhan tabungan riil
masyarakat yang menurun, khususnya kelas menengah bawah. Namun demikian, pertumbuhan
konsumsi masyarakat ke depan diperkirakan akan meningkat dalam jangka pendek. Hal itu ditopang oleh
adanya momentum Ramadhan dan Idul Fitri, pembagian THR dan gaji ke-13, dan penyesuaian kenaikan
gaji pada pekerja di sektor formal. Sementara itu dari sisi produsen, beberapa indikator aktivitas
produksi/bisnis cenderung ekspansif dan meningkat hingga Februari 2024. Hal itu tercermin dari aktivitas
manufaktur nasional yang berada pada zona ekspansif, pertumbuhan volume ekspor dan impor yang
meningkat, serta aktivitas penjualan ritel domestik yang mengalami perbaikan.
312
Page 316
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Perkembangan Pemulihan Ekonomi Terkini (lanjutan)
Dari sisi perbankan, laju pertumbuhan kredit industri pada awal tahun 2024 mengalami akselerasi, seiring
dengan kinerja aktivitas produksi yang ekspansif dan meningkat. Pertumbuhan kredit pada Februari 2024
tercatat tumbuh double digit sebesar 11,28%yoy dari 10,38%yoy pada Desember 2023. Secara year-to-
date (YTD), pertumbuhan kredit industri tumbuh sebesar 0,06% hingga Februari 2024, relatif lebih tinggi
dari periode yang sama tahun lalu sebesar -0,75%.
Walaupun pertumbuhan kredit mengalami akselerasi, namun ke depan perlu diwaspadai penurunan
kualitas kredit, terlebih program restrukturisasi kredit perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan
berakhir pada 31 Maret 2024. Kewaspadaan terhadap penurunan kualitas kredit ditandai oleh tren
peningkatan loan at risk kredit perbankan nasional. Selain itu, nilai gross non-performing loan (NPL) mulai
tercatat meningkat pada awal tahun 2024, walaupun masih berada pada level yang manageable. Pada
Januari 2024, gross NPL perbankan tercatat sebesar 2,35%, naik dari bulan sebelumnya sebesar 2,19%.
Sementara itu, likuiditas industri perbankan masih cukup ketat, namun mulai mengalami perbaikan. Hal
itu tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat sebesar 5,66% pada Februari
2024, naik dari 3,73%yoy pada bulan Desember 2023. Pertumbuhan DPK ke depan diperkirakan akan
meningkat secara terbatas, seiring dengan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank
Indonesia.
Sementara itu dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan di era pemulihan ekonomi, BRI terus
berupaya mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Dalam jangka pendek, BRI
fokus pada penguatan retail banking capabilities guna mendorong peningkatan penguasaan pasar di
tengah masifnya persaingan industri perbankan. Beberapa fokus inisiatif strategi yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
1. Financial
Meningkatkan profitabilitas BRI melalui penguatan ekspansi bisnis simpanan maupun pinjaman, dan
perbaikan kualitas kredit di masing-masing segmen, khususnya segmen mikro dan ritel.
2. Product and Services
Melakukan digitalisasi proses bisnis untuk menekan overhead cost dan sebagai upaya peningkatan
layanan kepada nasabah melalui pengembangan produk yang customer centricity, perbaikan sistem
reliability IT, manajemen complaint handling, dan menciptakan awareness budaya sadar risiko.
3. Culture Capabilities
Memperkuat culture yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan kapabilitas
pekerja, penajaman budaya sadar risiko melalui integrasi BRILiaN Ways, integrasi BRI One Culture
di BRI Group untuk mendukung organisasi yang efektif serta penguatan manajemen inovasi.
4. Network Optimization
Optimalisasi jaringan kerja BRI dan peningkatan customer experience melalui business process re-
engineering, penataan jaringan kerja, peningkatan peran AgenBRILink untuk memperluas jangkauan
kepada nasabah, peningkatan reliabilitas sistem operasional, competitive merchant solution serta
optimalisasi alternative channel untuk mendukung transaksi self-service.
313
Page 317
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dan tidak diperbaharui untuk mencerminkan perubahan
dalam kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset
Kas 24.924.302 24.924.302 31.603.784 31.603.784
Giro pada Bank Indonesia 85.386.671 85.386.671 101.909.121 101.909.121
Giro pada bank lain 26.758.240 26.758.240 22.321.935 22.321.935
Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain 42.286.509 42.286.509 65.223.400 65.223.400
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 30.613.336 30.613.336 22.393.171 22.393.171
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 196.424.294 196.424.294 163.339.165 163.339.165
Biaya perolehan diamortisasi 139.308.169 142.454.508 145.277.458 144.137.459
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 62.890.054 62.890.054 51.571.488 51.571.488
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 296.086 296.086 33.595.231 33.595.231
Tagihan derivatif 761.271 761.271 911.683 911.683
Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah 1.168.268.608 1.135.007.393 1.130.402.953 1.072.919.881
Piutang pembiayaan 53.306.508 52.855.659 50.524.406 49.953.587
Tagihan akseptasi 10.304.753 10.304.753 9.967.710 9.967.710
Penyertaan saham *) 1.727.395 1.727.395 1.749.102 1.749.102
Aset lain-lain **) 38.792.321 38.792.321 31.533.272 31.533.272
Total 1.882.048.517 1.851.482.792 1.862.323.879 1.803.129.989
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan.
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah.
314
Page 318
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dan tidak diperbaharui untuk mencerminkan perubahan
dalam kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut. (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Liabilitas
Liabilitas segera 21.710.161 21.710.161 30.651.807 30.651.807
Simpanan nasabah
Giro 354.385.689 354.385.689 346.124.372 346.124.372
Tabungan 518.911.988 518.911.988 527.945.550 527.945.550
Deposito berjangka 542.915.611 542.915.611 484.258.839 484.258.839
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya
Giro 1.011.823 1.011.823 1.609.511 1.609.511
Tabungan 7.462 7.462 9.052 9.052
Deposito berjangka dan deposit on call 3.565.431 3.565.431 7.496.376 7.496.376
Inter-bank call money 3.064.116 3.064.116 2.843.380 2.843.380
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 29.271.196 29.271.196 19.079.458 19.079.458
Liabilitas derivatif 1.364.358 1.364.358 925.210 925.210
Liabilitas akseptasi 10.676.603 10.676.603 10.217.408 10.217.408
Surat berharga yang diterbitkan 44.363.217 42.328.555 49.637.581 49.856.444
Pinjaman yang diterima 96.585.342 96.585.342 98.850.813 98.850.813
Pinjaman dan surat berharga subordinasi 491.138 502.577 496.683 505.878
Liabilitas lain-lain *) 12.846.125 12.846.125 14.052.073 14.052.073
Total 1.641.170.260 1.639.147.037 1.594.198.113 1.594.426.171
*) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’ dan dana syirkah
temporer.
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut:
a) Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tertentu, kecuali efek-efek yang diukur melalui biaya
perolehan diamortisasi, kredit yang diberikan, pinjaman syariah, piutang pembiayaan, surat berharga
yang diterbitkan serta pinjaman dan surat berharga subordinasi, mendekati nilai tercatatnya karena
mempunyai jangka waktu jatuh tempo yang singkat.
Estimasi nilai wajar terhadap aset keuangan tertentu ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas
dengan menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk utang dengan risiko kredit dan
sisa jatuh tempo yang serupa.
Estimasi nilai wajar terhadap liabilitas keuangan tertentu yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif
ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku bunga utang baru dengan sisa
jatuh tempo yang serupa.
b) Efek-efek
Nilai wajar untuk efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan diamortisasi ditetapkan berdasarkan
harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang efek (dealer). Jika informasi ini tidak
tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar kuotasi efek yang memiliki
karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa.
315
Page 319
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut (lanjutan):
c) Kredit yang diberikan dan Pinjaman syariah
Portofolio kredit BRI secara umum terdiri dari kredit yang diberikan dengan suku bunga mengambang
dan suku bunga tetap. Kredit yang diberikan dinyatakan berdasarkan jumlah nilai tercatat. Nilai wajar
dari kredit yang diberikan menunjukkan nilai diskon dari perkiraan arus kas masa depan yang
diharapkan akan diterima oleh BRI. Perkiraan arus kas ini didiskontokan dengan menggunakan suku
bunga pasar untuk menentukan nilai wajar.
Portofolio pinjaman syariah secara umum memiliki tingkat margin mengambang dan pinjaman syariah
yang diberikan dengan jangka pendek dengan tingkat margin tetap.
d) Piutang pembiayaan
Nilai wajar dihitung berdasarkan model diskonto arus kas dengan menggunakan tingkat suku bunga
pasar.
e) Tagihan dan liabilitas derivatif
Nilai wajar atas instrumen derivatif yang dinilai menggunakan teknik penilaian dengan menggunakan
komponen yang dapat diamati di pasar terutama adalah swap suku bunga, swap mata uang dan
kontrak pertukaran mata uang. Teknik penilaian yang paling banyak digunakan meliputi model
penilaian forward dan swap yang menggunakan perhitungan nilai kini. Model tersebut
menggabungkan berbagai komponen yang meliputi kualitas kredit dari counterparty, nilai spot dan
kontrak berjangka serta kurva tingkat suku bunga.
f) Pinjaman yang diterima, surat berharga yang diterbitkan dan pinjaman dan surat berharga
subordinasi
Nilai wajar dihitung berdasarkan model diskonto arus kas dengan menggunakan tingkat suku bunga
pasar untuk sisa periode jatuh tempo.
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki
yang digunakan BRI dan entitas anaknya untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari
instrumen keuangan (Catatan 2c):
31 Maret 2024
Nilai wajar Level 1 Level 2 Level 3
Aset keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 10.380.932 10.380.932 - -
Sertifikat Bank Indonesia 7.190.856 7.190.856 - -
Reksadana 7.101.393 7.101.393 - -
U.S. Treasury Bonds 2.857.470 2.857.470 - -
Tagihan derivatif 761.271 - 761.271 -
Obligasi 619.161 619.161 - -
Lainnya 2.463.524 2.463.524 - -
31.374.607 30.613.336 761.271 -
316
Page 320
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki
yang digunakan BRI dan entitas anaknya untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari
instrumen keuangan (Catatan 2c) (lanjutan):
31 Maret 2024
Nilai wajar Level 1 Level 2 Level 3
Aset keuangan (lanjutan)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 102.860.288 102.860.288 - -
Sertifikat Bank Indonesia 60.240.197 60.240.197 - -
Reksadana 13.274.359 13.274.359 - -
Obligasi 14.311.235 14.311.235 - -
U.S. Treasury Bonds 2.347.734 2.347.734 - -
Monetary Authority of Singapore (MAS) Bills 1.584.678 1.584.678 - -
Singapore Government Securities 573.150 573.150 - -
Medium-Term Note 216.308 216.308 - -
Negotiable Certificate of Deposit 185.874 185.874 - -
U.S. Treasury Bills 790.318 790.318 - -
Lainnya 40.153 40.153 - -
196.424.294 196.424.294 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 118.471.038 118.471.038 - -
Tagihan Risk Participation 23.337.616 23.337.616 - -
Obligasi 634.704 634.704 - -
Medium-Term Note 11.150 11.150 - -
142.454.508 142.454.508 - -
Kredit yang Diberikan dan Piutang Pembiayaan
Kredit yang diberikan 1.135.007.393 - 1.034.102.230 100.905.163
Piutang pembiayaan 52.855.659 - 52.855.659 -
1.187.863.052 - 1.086.957.889 100.905.163
Total aset keuangan 1.558.116.461 369.492.138 1.087.719.160 100.905.163
Liabilitas keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 1.364.358 - 1.364.358 -
Kewajiban lainnya
Surat berharga yang diterbitkan 42.328.555 42.328.555 - -
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 502.577 502.577 - -
42.831.132 42.831.132 - -
Total liabilitas keuangan 44.195.490 42.831.132 1.364.358 -
317
Page 321
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki
yang digunakan BRI dan entitas anaknya untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari
instrumen keuangan (Catatan 2c) (lanjutan):
31 Desember 2023
Nilai wajar Level 1 Level 2 Level 3
Aset keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 9.519.463 9.519.463 - -
Reksadana 5.964.633 5.964.633 - -
U.S. Treasury Bonds 2.083.983 2.083.983 - -
Sertifikat Bank Indonesia 1.470.125 1.470.125 - -
Tagihan derivatif 911.683 - 911.683 -
Obligasi 699.447 699.447 - -
Obligasi Subordinasi 15.783 15.783 - -
Lainnya 2.639.737 2.639.737 - -
23.304.854 22.393.171 911.683 -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 100.239.655 100.239.655 - -
Sertifikat Bank Indonesia 30.414.559 30.414.559 - -
Reksadana 13.961.119 13.961.119 - -
Obligasi 13.897.860 13.897.860 - -
U.S. Treasury Bonds 2.203.544 2.203.544 - -
Monetary Authority of Singapore (MAS) Bills 1.544.668 1.544.668 - -
Singapore Government Securities 571.591 571.591 - -
Medium-Term Note 216.023 216.023 - -
Negotiable Certificate of Deposit 135.600 135.600 - -
U.S. Treasury Bills 46.036 46.036 - -
Lainnya 108.514 108.514 - -
163.339.169 163.339.169 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 122.410.214 122.410.214 - -
Tagihan Risk Participation 20.891.761 20.891.761 - -
Obligasi 824.352 824.352 - -
Medium-Term Note 11.132 11.132 - -
144.137.459 144.137.459 - -
Kredit yang Diberikan dan Piutang Pembiayaan
Kredit yang diberikan 1.072.919.881 - 985.242.035 87.677.846
Piutang pembiayaan 49.953.587 - 49.953.587 -
1.122.873.468 - 1.035.195.622 87.677.846
Total aset keuangan 1.453.654.950 329.869.799 1.036.107.305 87.677.846
Liabilitas keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 925.210 - 925.210 -
Kewajiban lainnya
Surat berharga yang diterbitkan 49.856.444 49.856.444 - -
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 505.878 505.878 - -
50.362.322 50.362.322 - -
Total liabilitas keuangan 51.287.532 50.362.322 925.210 -
318
Page 322
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI
Berikut adalah informasi keuangan tertentu untuk BRI dan entitas anak:
a. Nama Perusahaan Bidang Usaha
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Perusahaan Perbankan Konvensional
PT Bank Raya Indonesia Tbk Perusahaan Perbankan Konvensional
BRI Global Financial Services Co. Ltd.
(dahulu BRI Remittance Co. Ltd.
Hong Kong) Perusahaan Jasa Keuangan
PT Asuransi BRI Life Perusahaan Asuransi Jiwa
PT BRI Multifinance Indonesia Perusahaan Pembiayaan
PT BRI Danareksa Sekuritas Perusahaan Sekuritas
PT BRI Ventura Investama Perusahaan Modal Ventura
PT BRI Asuransi Indonesia Perusahaan Asuransi
PT Pegadaian Perusahaan Pembiayaan
PT Permodalan Nasional Madani Perusahaan Pembiayaan
PT BRI Manajemen Investasi (dahulu
PT Danareksa Investment Management) Perusahaan Investasi
b. Segmen Operasi
Untuk kepentingan manajemen, BRI diorganisasikan ke dalam 5 (lima) segmen operasional
berdasarkan produk sebagai berikut:
• Segmen Mikro
• Segmen Ritel
• Segmen Korporasi
• Segmen Lainnya
• Entitas Anak
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak pada tanggal 31 Maret 2024 serta periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut berdasarkan segmen operasi:
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada Tanggal Tersebut
Keterangan Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga,
premi. dan emas
- neto 15.078.776 7.870.543 1.607.474 3.662.724 8.381.223 36.600.740
Pendapatan
operasional lainnya 5.026.520 4.517.675 1.215.336 895.327 880.597 12.535.455
Total pendapatan 20.105.296 12.388.218 2.822.810 4.558.051 9.261.820 49.136.194
Beban operasional
lainnya (7.131.808) (5.176.035) (533.956) (516.956) (5.030.531) (18.389.286)
Beban CKPN (5.295.748) (5.376.657) (452.549) 1.627.079 (1.215.403) (10.713.278)
Total beban (12.427.556) (10.552.692) (986.505) 1.110.123 (6.245.934) (29.102.564)
Pendapatan (beban)
non operasional
- neto (134.035) (85.620) (8.393) 114.628 4.438 (108.982)
Laba sebelum
beban pajak 7.543.705 1.749.906 1.827.912 5.782.802 3.020.324 19.924.648
Beban pajak (1.433.304) (332.482) (383.643) (1.180.973) (611.659) (3.942.061)
Laba Bersih 6.110.401 1.417.424 1.444.269 4.601.829 2.408.665 15.982.588
Aset segmen
Kredit yang diberikan
- bruto 500.650.430 452.605.505 219.248.171 - 63.662.499 1.236.166.605
Total aset 473.372.275 426.138.296 277.777.981 602.385.886 194.847.570 1.974.522.008
Liabilitas segmen
Total simpanan
Nasabah 364.163.089 511.888.349 534.313.429 - 5.848.421 1.416.213.288
Total liabilitas 364.163.089 511.888.349 549.809.326 129.151.568 135.162.827 1.690.175.159
319
Page 323
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
b. Segmen Operasi (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak pada tanggal 31 Desember 2023 serta
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut berdasarkan segmen operasi:
Tanggal 31 Desember 2023 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Keterangan Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga,
premi, dan emas
- neto 61.646.907 28.530.291 3.999.095 13.907.277 29.580.953 137.664.523
Pendapatan
operasional lainnya 17.639.356 16.102.050 4.982.366 3.844.328 3.057.685 45.625.785
Total pendapatan 79.286.263 44.632.341 8.981.461 17.751.605 32.638.638 183.290.308
Beban operasional
lainnya (31.050.020) (22.253.560) (2.053.648) (1.607.462) (19.817.601) (76.782.291)
Beban CKPN (20.474.879) (13.506.061) 7.888.285 (427.517) (3.159.108) (29.679.280)
Total beban (51.524.899) (35.759.621) 5.834.637 (2.034.979) (22.976.709) (106.461.571)
Pendapatan (beban)
non operasional
- neto (20.591) (77.380) (48.903) (377.093) 124.942 (399.025)
Laba sebelum
beban pajak 27.740.773 8.795.340 14.767.195 15.339.533 9.786.871 76.429.712
Beban pajak (5.270.747) (1.671.115) (2.872.313) (4.104.717) (2.085.772) (16.004.664)
Laba Bersih 22.470.026 7.124.225 11.894.882 11.234.816 7.701.099 60.425.048
Aset segmen
Kredit yang diberikan
- bruto 496.554.160 442.703.668 197.696.204 - 60.798.674 1.197.752.706
Total aset 468.573.573 418.508.640 244.435.173 632.353.605 185.530.577 1.949.401.568
Liabilitas segmen
Total simpanan
Nasabah 373.473.514 488.122.102 491.087.385 - 5.645.760 1.358.328.761
Total liabilitas 373.473.514 488.122.102 507.421.680 151.222.833 128.294.759 1.648.534.888
320
Page 324
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
c. Segmen Geografis
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak berdasarkan segmen geografis:
Total Pendapatan
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
Keterangan 2024 2023
Indonesia 48.918.783 43.119.833
Amerika Serikat 65.661 46.620
Singapura 78.817 29.522
Timor-Leste 46.699 40.350
Hong Kong 6.711 4.209
Taiwan 19.523 3.434
Total 49.136.194 43.243.968
Laba sebelum beban pajak
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
Keterangan 2024 2023
Indonesia 19.784.456 19.537.957
Timor-Leste 35.973 29.533
Singapura 55.400 18.728
Amerika Serikat 35.348 14.243
Hong Kong 1.789 10
Taiwan 11.682 (3.457)
Total 19.924.648 19.597.014
Total Aset
Keterangan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Indonesia 1.907.675.487 1.885.581.840
Amerika Serikat 28.695.001 26.087.423
Singapura 30.088.705 28.980.347
Timor-Leste 6.070.756 6.114.107
Hong Kong 29.099 24.232
Taiwan 1.962.960 2.613.619
Total 1.974.522.008 1.949.401.568
321
Page 325
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
c. Segmen Geografis (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak berdasarkan segmen geografis (lanjutan):
Total Liabilitas
Keterangan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Indonesia 1.624.149.545 1.585.649.437
Amerika Serikat 28.838.087 26.148.777
Singapura 30.005.682 28.855.880
Timor-Leste 5.743.295 5.792.144
Hong Kong 8.195 6.467
Taiwan 1.430.355 2.082.183
Total 1.690.175.159 1.648.534.888
42. PROGRAM BAGI PEKERJA
Cadangan atas program imbalan kerja bagi pekerja terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Program cuti besar 3.778.533 3.679.294
Program pemutusan hubungan kerja 3.598.769 3.527.486
Program penghargaan tanda jasa 2.557.096 2.492.175
Program pensiun imbalan pasti 1.576.192 2.367.561
Program kesehatan pasca kerja BPJS 1.065.609 1.023.643
Program masa persiapan pensiun 22.372 20.983
Program manfaat lain dan manfaat tambahan - -
Total (Catatan 27) 12.598.571 13.111.142
Penilaian aktuaria atas program imbalan kerja masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 dilakukan oleh aktuaris independen sebagai berikut:
Tanggal Laporan
Entitas Aktuaris Independen 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas induk KKA Enny Diah Awal 2 April 2024 12 Januari 2024
Entitas anak
PT Bank Raya Indonesia Tbk KKA Enny Diah Awal 1 April 2024 2 Januari 2024
PT Asuransi BRI Life KKA Riana & Rekan 1 April 2024 23 Januari 2024
PT BRI Multifinance Indonesia KKA Enny Diah Awal 27 Maret 2024 27 Desember2023
PT BRI Danareksa Sekuritas KKA Enny Diah Awal 2 April 2024 8 Januari 2024
PT BRI Ventura Investama KKA Enny Diah Awal 27 Maret 2024 21 Desember 2023
PT BRI Asuransi Indonesia KKA Steven & Mourits 4 April 2024 4 Januari 2024
PT Pegadaian KKA Agus Susanto 2 April 2024 21 Desember 2023
PT Permodalan Nasional Madani KKA Riana & Rekan 3 April 2024 3 Januari 2024
322
Page 326
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
a. Program Pensiun Imbalan Pasti
Efektif tanggal 1 Januari 2007, semua pekerja yang baru diangkat sebagai pekerja tetap tidak
diikutsertakan dalam program ini dan hak atas manfaat pensiun diberikan berdasarkan persyaratan
yang ditetapkan dalam peraturan dengan memperhatikan faktor penghargaan per tahun masa kerja
dan penghasilan dana pensiun. Program dana pensiun BRI dikelola oleh Dana Pensiun BRI (DPBRI).
Sesuai ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi BRI, kontribusi pekerja BRI untuk iuran
pensiun adalah sebesar 7% dari penghasilan dasar pensiun pekerja dan atas sisa jumlah yang perlu
didanakan kepada DPBRI merupakan kontribusi BRI, dimana kontribusi BRI sejak tanggal 1 Maret
2023 adalah sebesar 42,86% dari penghasilan dasar pensiun.
Efektif tanggal 1 Januari 2007, semua pekerja yang baru diangkat sebagai pekerja tetap tidak
diikutsertakan dalam program ini dan hak atas manfaat pensiun diberikan berdasarkan persyaratan
yang ditetapkan dalam peraturan dengan memperhatikan faktor penghargaan per tahun masa kerja
dan penghasilan dana pensiun. Program dana pensiun Pegadaian dikelola oleh Dana Pensiun
Pegadaian. Keputusan Direksi Pegadaian, Kontribusi Pekerja Pegadaian untuk iuran pensiun adalah
sebesar 6,50% dari penghasilan dasar pensiun pekerja dan atas jumlah yang perlu didanakan
kepada Dana Pensiun Pegadaian merupakan kontribusi Pegadaian, dimana kontribusi Pegadaian
sejak tanggal 29 Desember 2020 adalah sebesar 16% dari penghasilan dasar pensiun.
Penilaian aktuaria atas beban pensiun BRI masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK 219 dengan menggunakan metode Projected Unit
Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,90% 6,70%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar pensiun sesuai tabel PhDP sesuai tabel PhDP
Tingkat kenaikan imbalan pensiun 4,00% 4,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,7-6,9% 6,7-6,9%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar pensiun 5,00 5,00%
Tingkat kematian GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01% dari 0,01% dari
tingkat kematian tingkat kematian
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Aset DPBRI terutama terdiri dari tabungan, deposito, efek-efek, unit penyertaan reksadana, efek
beragunan aset dan investasi jangka panjang berupa saham dan properti.
Mutasi atas nilai kini liabilitas pensiun imbalan pasti masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai kini liabilitas pensiun imbalan pasti
awal tahun 28.417.112 26.896.251
Beban bunga 463.593 11.927.502
Biaya jasa kini 107.938 413.663
Biaya jasa lalu 1.259 211.138
Beban pesangon - (1.012.889)
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (361.580) (1.490.223)
Kerugian/(keuntungan) aktuaria (488.672) 1.471.670
Nilai kini liabilitas pensiun imbalan
pasti akhir tahun 28.139.650 28.417.112
323
Page 327
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
a. Program Pensiun Imbalan Pasti (lanjutan)
Mutasi atas nilai wajar aset program masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar aset program awal tahun 26.049.551 24.813.852
Hasil pengembangan riil 792.337 1.939.611
Pembayaran iuran-iuran (contributions)
pemberi kerja (Catatan 44) 91.721 814.934
Pembayaran iuran-iuran (contributions)
peserta program 14.055 58.691
Rugi aktuaria pada aset (22.627) (87.314)
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (361.580) (1.490.223)
Total aset program 26.563.457 26.049.551
Mutasi atas kewajiban program pensiun imbalan pasti masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 2.367.561 2.082.356
Beban pensiun imbalan pasti - neto
(Catatan 35) 125.332 (310.689)
Pembayaran iuran tahun berjalan (Catatan 44) (91.721) (814.934)
Pembayaran imbalan - (75)
Pengukuran kembali liabilitas (aset)
pensiun imbalan pasti - neto (824.980) 1.410.903
Saldo akhir (Catatan 27) 1.576.192 2.367.561
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) pensiun imbalan pasti masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 3.833.640 2.422.737
Kerugian/(keuntungan) aktuaria (488.672) 1.471.670
Imbal hasil atas aset program (336.306) (60.767)
Jumlah pengukuran kembali
atas aset imbalan pasti - neto 3.008.662 3.833.640
Beban pensiun imbalan pasti untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret
2024 dan 2023 berdasarkan perhitungan aktuaris adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 107.938 123.566
Iuran peserta program (14.055) (14.367)
Beban bunga - neto 30.190 22.053
Biaya jasa lalu 1.259 -
Kerugian/(keuntungan) aktuaria - -
(Pendapatan)/beban pensiun
imbalan pasti (Catatan 35) 125.332 131.252
324
Page 328
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
b. Program Tunjangan Hari Tua
Pekerja BRI juga memperoleh manfaat dari pemberian Tunjangan Hari Tua (THT) sesuai ketentuan
yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi BRI. Program THT dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan
Pekerja BRI.
Iuran THT terdiri dari iuran beban pekerja dan iuran beban BRI sesuai ketentuan yang diatur dalam
Surat Keputusan Direksi BRI.
Berdasarkan perhitungan penilaian aktuaria atas THT masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6,80% 6,70%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50 7,50%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Status THT sesuai dengan penilaian aktuaria masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar aset 6.395.581 6.150.654
Nilai kini liabilitas THT (3.876.806) (3.823.023)
Surplus 2.518.775 2.327.631
Mutasi atas liabilitas THT masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal - -
Beban THT 57.830 221.233
Pengukuran kembali liabilitas THT - neto (21.944) (84.590)
Pembayaran iuran tahun berjalan (Catatan 44) (35.886) (136.643)
Saldo akhir liabilitas - -
Pengukuran kembali atas liabilitas THT masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal (893.830) (809.240)
Kerugian/(keuntungan) aktuaria (31.893) 42.498
Imbal hasil atas liabilitas (aset) program (142.207) (206.817)
Perubahan atas dampak atas aset di luar
bunga - neto 152.156 79.729
Jumlah pengukuran kembali atas
liabilitas THT - neto (915.774) (893.830)
325
Page 329
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
b. Program Tunjangan Hari Tua (lanjutan)
Perhitungan beban THT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 sesuai dengan perhitungan aktuaris adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 75.613 71.793
Iuran peserta program (17.119) (31.748)
Beban bunga - neto (664) (898)
Biaya jasa lalu - -
Beban THT (Catatan 35) 57.830 39.147
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, BRI tidak mengakui adanya THT
dibayar di muka dan manfaat THT karena manajemen BRI tidak memiliki keuntungan (benefit) atas
aset tersebut dan BRI tidak memiliki rencana untuk mengurangi kontribusinya di masa depan.
c. Program Pensiun Iuran Pasti
(i) BRI (entitas induk)
Pekerja BRI juga diikutsertakan dalam program pensiun iuran pasti sesuai dengan Keputusan
Direksi BRI yang berlaku efektif sejak bulan Oktober 2000. Kontribusi BRI pada program ini yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebesar
Rp130.684 dan Rp104.963 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Catatan 35). Pengelolaan program pensiun iuran pasti
dilakukan oleh DPBRI.
(ii) Bank Raya (entitas anak)
Bank Raya Indonesia menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh pekerja
tetapnya yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. Jumlah kontribusi Bank Raya untuk dana pensiun adalah sebesar
84,97% dari iuran yang sudah ditetapkan berdasarkan tingkat dari masing-masing pekerja yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebesar
Rp273 dan Rp267 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Catatan 35).
326
Page 330
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
d. Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Perhitungan PHK dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi penilaian aktuaria atas kewajiban
perseroan yang berkaitan dengan cadangan penyisihan untuk penetapan uang pesangon. Uang
penghargaan tanda jasa dan ganti kerugian sesuai dengan Peraturan yang berlaku untuk masing-
masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas induk
Tingkat diskonto 7,00% 6,90%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50 7,50%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,70 – 7,10% 6,70 – 7,10%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00 – 8,50 7,00 – 8,50 %
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01 – 10,00% dari 0,01 – 10,00% dari
tingkat kematian tingkat kematian
Mutasi atas liabilitas (aset) program PHK masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 3.527.486 2.841.015
Beban PHK (Catatan 35) 206.254 756.697
Pembayaran manfaat aktual (18.049) (123.483)
Pengukuran kembali liabilitas PHK - neto - 58.299
Biaya terminasi (116.864) (4.086)
Dampak batas aset 51 (363)
Kontribusi perusahaan (109) (593)
Saldo akhir (Catatan 27) 3.598.769 3.527.486
Pengukuran kembali atas (aset) program PHK masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal (68.479) (126.778)
Kerugian aktuaria (116.864) 58.299
Jumlah pengukuran kembali atas
liabilitas PHK - neto (185.343) (68.479)
327
Page 331
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
d. Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (lanjutan)
Perhitungan beban program PHK untuk tahun periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 145.667 135.413
Beban bunga 60.590 51.664
Biaya pesangon - 1.772
Biaya jasa lalu 7 (399)
Pembayaran biaya terminasi - 2.888
Keuntungan/Kerugian Aktuaria - (27)
Beban PHK (Catatan 35) 206.254 191.311
e. Program Masa Persiapan Pensiun (MPP)
Perhitungan aktuaria (PT Pegadaian) atas masa persiapan pensiun (MPP) masing-masing pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 7,00% 7,00%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00 7,00%
Tingkat kematian GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01% dari TMI 0,01% dari TMI
tingkat kematian tingkat kematian
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Mutasi atas liabilitas (aset) program masa persiapan pensiun masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 20.983 17.996
Beban MPP (Catatan 35) 708 2.629
Pembayaran imbalan (2.343) (18.935)
Pengukuran kembali liabilitas MPP - neto 3.024 19.293
Saldo akhir (Catatan 27) 22.372 20.983
328
Page 332
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
e. Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) (lanjutan)
Perhitungan beban program Masa Persiapan Pensiun untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 350 360
Beban bunga 358 320
(Keuntungan)/kerugian aktuaria yang diakui - 6.257
Beban MPP (Catatan 35) 708 2.204
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Pekerja BRI dan entitas anak juga memiliki imbalan kerja jangka panjang, seperti penghargaan tanda
jasa, cuti besar, program kesehatan pasca kerja BPJS, dan program manfaat lain dana manfaat
tambahan.
(i) Cadangan penghargaan tanda jasa
Perhitungan aktuaria atas penghargaan tanda jasa masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,90% 6,80%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50 7,50%
Tingkat kenaikan harga emas 10,00 10,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,75 - 7,00% 6,75 - 7,00%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00 - 9,00 7,00 - 9,00%
Tingkat kenaikan harga emas 10,00 10,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 dan TMI IV 2019 dan
GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01 - 10,00% dari 0,01 - 10,00% dari
tingkat kematian tingkat kematian
329
Page 333
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(i) Cadangan penghargaan tanda jasa (lanjutan)
Mutasi untuk liabilitas penghargaan tanda jasa masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal liabilitas 2.492.175 1.900.980
Beban penghargaan tanda jasa
(Catatan 35) 65.306 651.143
Pembayaran manfaat aktual (1.507) (75.541)
Rugi aktuaria pada kewajiban 1.122 15.593
Liabilitas penghargaan tanda
jasa (Catatan 27) 2.557.096 2.492.175
Beban penghargaan tanda jasa untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 52.669 41.718
Beban bunga 41.428 34.224
Biaya jasa lalu 7 1
Keuntungan aktuaria yang diakui (28.798) 22.124
Beban penghargaan tanda jasa
(Catatan 35) 65.306 98.067
(ii) Cuti besar
Perhitungan aktuaria atas cuti besar masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit. Asumsi-asumsi yang dipertimbangkan oleh aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,70% 6,60%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50% 7,50%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
330
Page 334
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(ii) Cuti besar (lanjutan)
Perhitungan aktuaria atas cuti besar masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit. Asumsi-asumsi yang dipertimbangkan oleh aktuaria adalah sebagai berikut
(lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,60 - 6,80% 6,60 - 6,80%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00 - 9,00 7,00 - 9,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,10 - 10,00% dari 0,10 - 10,00% dari
tingkat kematian tingkat kematian
Mutasi liabilitas atas cuti besar masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal liabilitas 3.679.294 3.207.290
Beban cuti besar (Catatan 35) 199.387 731.080
Pembayaran manfaat aktual (100.148) (259.076)
Liabilitas cuti besar (Catatan 27) 3.778.533 3.679.294
Beban cuti besar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024
dan 2023 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 105.609 104.019
Beban bunga 59.344 56.998
Kerugian/(keuntungan) aktuaria yang diakui 34.304 51.964
Biaya jasa lalu 103 79
Beban cuti besar (Catatan 35) 199.387 213.060
331
Page 335
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iii) Program Kesehatan Pasca Kerja BPJS
Perhitungan aktuaria atas program kesehatan pasca kerja BPJS masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi (entitas induk) sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 7,00% 7,00%
Tingkat kenaikan iuran BPJS Kesehatan 4,88 4,88%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Status program kesehatan pasca kerja BPJS sesuai dengan penilaian aktuaris masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai kini liabilitas program
kesehatan pasca kerja BPJS 2.577.410 2.526.313
Nilai wajar aset (1.511.801) (1.502.670)
Defisit (Surplus) 1.065.609 1.023.643
Mutasi liabilitas atas program kesehatan pasca kerja BPJS pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal liabilitas 1.023.643 646.240
Beban program kesehatan
pasca kerja BPJS (Catatan 35) 47.474 171.575
Pengukuran kembali aset
program kesehatan pasca kerja BPJS (5.508) 205.828
Liabilitas program kesehatan
pasca kerja BPJS (Catatan 27) 1.065.609 1.023.643
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) program kesehatan pasca kerja BPJS masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 194.901 (10.926)
Keuntungan aktuaria (10.728) 172.708
Imbal hasil atas aset program 5.220 33.119
Jumlah pengukuran kembali
atas liabilitas imbalan pasti - neto 189.393 194.901
332
Page 336
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iii) Program Kesehatan Pasca Kerja BPJS (lanjutan)
Beban program kesehatan pasca kerja BPJS untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai
berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa kini 30.653 22.683
Beban bunga - neto 16.821 11.955
Beban program kesehatan pasca kerja
BPJS (Catatan 35) 47.474 34.638
(iv) Program Manfaat Lain Dana Manfaat Tambahan
Penilaian aktuaria atas program manfaat lain dana manfaat tambahan BRI pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 telah sesuai dengan PSAK No. 219 dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6,90% 6,70%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10% dari TMI 2019 10% dari TMI 2019
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Aset DPBRI terutama terdiri dari tabungan, deposito, efek-efek, unit penyertaan reksadana, efek
beragunan aset dan investasi jangka panjang berupa saham dan properti.
Mutasi atas nilai kini liabilitas program manfaat lain dana manfaat tambahan pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai kini liabilitas awal tahun 1.863.733 2.165.701
Biaya bunga 30.771 155.339
Biaya jasa kini 3.855 15.282
Biaya jasa lalu - (416.041)
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (114.405) (133.039)
Kerugian/(keuntungan) aktuaria 78.294 76.491
Nilai kini liabilitas akhir tahun 1.862.248 1.863.733
333
Page 337
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iv) Program Manfaat Lain Dana Manfaat Tambahan (lanjutan)
Mutasi atas nilai wajar aset program pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar aset program awal tahun 1.983.967 1.963.186
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (114.405) (133.039)
Hasil pengembangan riil 31.556 153.820
Total aset program 1.901.118 1.983.967
Mutasi atas kewajiban program manfaat lain dana manfaat tambahan pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal - 202.515
Beban program
manfaat lain dana manfaat
tambahan - neto (Catatan 35) 4.366 (385.773)
Pengukuran kembali liabilitas - neto (4.366) 183.258
Saldo akhir (Catatan 27) - -
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) program manfaat lain dana manfaat tambahan pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 272.252 88.994
Kerugian/(keuntungan) aktuaria 78.294 76.492
Imbal hasil atas aset program 717 (13.467)
Perubahan atas dampak aset diluar
bunga neto liabilitas (aset) (83.377) 120.233
Jumlah pengukuran kembali
atas (aset) liabilitas
imbalan pasti - neto 267.886 272.252
334
Page 338
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iv) Program Manfaat Lain Dana Manfaat Tambahan (lanjutan)
Beban program manfaat lain dana manfaat tambahan untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 berdasarkan perhitungan aktuaris adalah sebagai
berikut:
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini 3.855 4.638
Bunga - neto 511 1.933
Beban program manfaat lain
dana manfaat tambahan (Catatan 35) 4.366 6.571
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja):
(i) Program pemutusan hubungan kerja (PHK)
31 Maret 2024
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (298.744)
Penurunan -1,00% 354.621
31 Desember 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (287.595)
Penurunan -1,00% 341.387
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jatuh Tempo
< 1 tahun 46.411 44.679
1 - < 2 tahun 44.371 42.715
2 - < 3 tahun 44.412 42.755
3 - < 4 tahun 41.466 39.919
4 - < 5 tahun 43.850 42.214
> 5 tahun 2.083.741 2.005.978
335
Page 339
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja) (lanjutan):
(ii) Program pensiun imbalan pasti
31 Maret 2024
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (2.878.770)
Penurunan -1,00 3.535.688
31 Desember 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (2.899.376)
Penurunan -1,00 3.559.760
Iuran Jatuh Tempo
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jatuh Tempo
< 1 tahun 171.952 272.064
1 - < 2 tahun 240.698 240.698
2 - < 3 tahun 229.567 229.567
3 - < 4 tahun 219.183 219.183
4 - < 5 tahun 209.947 209.947
> 5 tahun 610.435 610.435
(iii) Program tunjangan hari tua
31 Maret 2024
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (343.398)
Penurunan -1,00 396.392
31 Desember 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (338.634)
Penurunan -1,00 390.893
336
Page 340
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja) (lanjutan):
(iii) Program tunjangan hari tua (lanjutan)
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jatuh Tempo
< 1 tahun 144.768 142.759
1 - < 2 tahun 141.752 139.786
2 - < 3 tahun 132.516 130.677
3 - < 4 tahun 125.552 123.810
4 - < 5 tahun 110.948 109.409
> 5 tahun 3.221.270 3.176.581
(iv) Program Kesehatan Pasca Kerja BPJS
31 Maret 2024
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (421.499)
Penurunan -1,00 558.243
31 Desember 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (413.143)
Penurunan -1,00 547.176
Iuran Jatuh Tempo
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jatuh Tempo
< 1 tahun 111.912 123.753
1 - < 2 tahun 127.334 127.334
2 - < 3 tahun 131.662 131.662
3 - < 4 tahun 136.652 136.652
4 - < 5 tahun 142.168 142.168
> 5 tahun 3.332.579 3.332.579
337
Page 341
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja) (lanjutan):
(v) Cadangan penghargaan tanda jasa
31 Maret 2024
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (226.055)
Penurunan -1,00 261.889
31 Desember 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (222.666)
Penurunan -1,00 257.962
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jatuh Tempo
< 1 tahun 168.827 73.040
1 - < 2 tahun 90.762 103.118
2 - < 3 tahun 87.720 107.707
3 - < 4 tahun 120.870 119.264
4 - < 5 tahun 122.255 87.647
> 5 tahun 1.751.396 1.793.147
(vi) Cuti besar
31 Maret 2024
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (222.275)
Penurunan -1,00 250.762
31 Desember 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (219.152)
Penurunan -1,00 247.239
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jatuh Tempo
< 1 tahun 319.725 269.305
1 - < 2 tahun 316.966 312.512
2 - < 3 tahun 315.897 311.458
3 - < 4 tahun 312.428 308.038
4 - < 5 tahun 197.372 194.598
> 5 tahun 1.917.073 1.890.135
338
Page 342
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTINJENSI
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Komitmen
Tagihan komitmen
Pembelian spot dan berjangka
mata uang asing 34.603.233 24.948.222
Liabilitas komitmen
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur
yang belum digunakan (Catatan 26d) 134.262.069 128.590.416
Penjualan spot dan berjangka
mata uang asing 93.039.278 63.924.016
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan dalam rangka impor (Catatan 26d) 10.605.422 11.447.230
237.906.769 203.961.662
Komitmen - neto (203.303.536) (179.013.440)
Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi
Garansi yang diterbitkan (Catatan 26d)
dalam bentuk:
Garansi bank 51.845.130 56.219.970
Stand by L/C 10.643.476 9.672.955
62.488.606 65.892.925
Kontinjensi - neto (62.488.606) (65.892.925)
339
Page 343
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan normal usaha, BRI melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi karena hubungan
kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah sesuai dengan
kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama.
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
Manajemen Kunci Hubungan pengendalian kegiatan Kredit yang diberikan,
perusahaan Program imbalan kerja
Pemerintah Republik Indonesia (RI) Kepemilikan mayoritas Efek-efek
melalui Kementerian Keuangan RI
Perusahaan Umum BULOG Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Kredit yang diberikan
PT Sarana Multi Hubungan kepemilikan Efek-efek
Infrastruktur (Persero) melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Mandiri Taspen Hubungan kepemilikan Penempatan pada Bank Indonesia
melalui Pemerintah Pusat RI dan lembaga keuangan lain
PT PNM Investment Management Hubungan kepemilikan Efek-efek
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara VII Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI
PT INKA Multi Solusi Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Industri Kereta Api (Persero) Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi,
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Wijaya Karya Realty Hubungan kepemilikan Aset lain-lain
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Telekomunikasi Selular Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Hubungan kepemilikan Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Jasa Marga Tbk Hubungan kepemilikan Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Taspen (Persero) Hubungan kepemilikan Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
340
Page 344
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
PT Bukit Asam Tbk Hubungan kepemilikan Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Efek-efek, Giro pada bank lain,
melalui Pemerintah Pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain,
Pinjaman yang diterima,
Simpanan dari bank lain
PT Bank Negara Indonesia Hubungan kepemilikan Efek-efek, Giro pada bank lain,
(Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain,
Pinjaman yang diterima,
Simpanan dari bank lain,
Simpanan nasabah
PT Petrokimia Gresik Hubungan kepemilikan Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Perusahaan Listrik Negara Hubungan kepemilikan Efek-efek, Kredit yang diberikan,
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor,
Garansi yang diterbitkan
PT Bahana Artha Ventura Hubungan kepemilikan Penyertaan saham
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bahana TCW Investment Hubungan kepemilikan Efek-efek
Management melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hubungan kepemilikan Penyertaan saham,
melalui Pemerintah Pusat RI Giro pada bank lain, Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain,
Pinjaman yang diterima,
Simpanan dari bank lain
PT Bank Tabungan Hubungan kepemilikan Giro pada bank lain,
Negara (Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain,
Simpanan dari bank lain,
Pinjaman yang diterima
PT BRI Manajemen Investasi Hubungan kepemilikan Efek-efek
(dahulu PT Danareksa Investment melalui Pemerintah Pusat RI
Management)
PT Dirgantara Indonesia (Persero) Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan,
melalui Pemerintah Pusat RI Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya,
Garansi yang diterbitkan
PT Garuda Maintenance Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan
Facility Aero Asia Tbk melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kereta Api Indonesia Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan,
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
341
Page 345
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
PT Pembangunan Perumahan Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan,
(Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi,
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan dalam rangka impor,
Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Pertamina (Persero) Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI Kredit yang diberikan
PT Adhi Karya (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan,
melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi,
PT Indonesia Asahan Hubungan kepemilikan Efek-efek,
Aluminium (Persero) melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor,
PT Pertamina EP Cepu Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
Pusat Investasi Pemerintah Hubungan kepemilikan Pinjaman yang diterima
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Pertamina Hulu Rokan Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT PP Presisi Tbk Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi
PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan,
melalui Pemerintah Pusat RI Garansi yang diterbitkan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Wijaya Karya Bangunan Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi
Gedung Tbk melalui Pemerintah Pusat RI
PT Fintek Karya Nusantara Hubungan kepemilikan Penyertaan saham
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Petrokimia Kayaku Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kilang Pertamina Internasional Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Hubungan kepemilikan Efek-efek, Pinjaman yang diterima
melalui Pemerintah Pusat RI
Yayasan Kesejahteraan Hubungan Program Imbalan Program THT
Pekerja BRI Pasca Kerja
342
Page 346
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
Dana Pensiun BRI Hubungan Program Imbalan Program pensiun imbalan kerja
Pasca Kerja
Dana Pensiun Pegadaian Hubungan Program Imbalan Program pensiun imbalan kerja
Pasca Kerja
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Hubungan Program Imbalan Program pensiun iuran pasti
BRI Pasca Kerja
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Hubungan Program Imbalan Program pensiun iuran pasti
BNI Pasca Kerja
PT Bank Hibank Indonesia Hubungan kepemilikan Giro pada bank lain,
(dahulu PT Bank Mayora) melalui Pemerintah Pusat RI Pinjaman yang diterima
PT Bhirawa Steel Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Garuda Indonesia Tbk Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Lancarjaya Mandiri Abadi Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi
PT Wijaya Karya Industri Energi Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Pupuk Kalimantan Timur Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Garansi yang diterbitkan
PT Pupuk Kujang Cikampek Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Prima Armada Raya Hubungan kepemilikan Piutang pembiayaan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Danareksa Finance Hubungan kepemilikan Pinjaman yang diterima
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Adhi Persada Beton Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Indopelita Aircraft Service Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kilang Pertamina Balikpapan Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor
PT Pertamina Patra Niaga Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
343
Page 347
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Giro pada bank lain (Catatan 5)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 303.042 113.847
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 218.865 154.693
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 117.689 122.101
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 56.973 57.615
PT Bank Hibank Indonesia
(dahulu PT Bank Mayora) 2 3
696.571 448.259
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga
keuangan lain (Catatan 6)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.506.225 1.700.170
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.062.810 612.208
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 206.081 508.013
PT Bank Mandiri Taspen - 100.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - 7.050
Lainnya 6.234 -
2.781.350 2.927.441
Efek-efek (Catatan 7)
Pemerintah Republik Indonesia (RI) 232.429.767 233.011.046
PT BRI Manajamen Investasi (dahulu
PT Danareksa Investment Management) 4.337.331 4.872.220
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.224.447 2.515.732
PT PNM Investment Management 1.861.492 1.907.182
PT Bahana TCW Investment Management 2.623.533 1.758.031
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 1.401.288 1.746.614
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 1.727.304 1.605.173
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 1.338.513 1.325.311
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 1.262.772 1.048.442
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 824.930 -
Lainnya 5.589.017 6.750.530
255.620.934 256.540.281
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (Catatan 8)
PT Pertamina Patra Niaga 4.835.497 -
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 888.574 434.070
PT Bhirawa Steel 732.154 515.002
PT PP Presisi Tbk 324.515 159.644
PT Petrokimia Gresik 253.538 -
PT Pupuk Kujang Cikampek 175.829 143.762
PT Lancarjaya Mandiri Abadi 159.272 60.028
PT Adhi Persada Beton 85.159 183.076
PT Dirgantara Indonesia 41.146 58.418
PT Indopelita Aircraft Service 37.052 -
Lainnya 75.321 3.485.044
7.608.055 5.039.044
344
Page 348
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset (lanjutan)
Kredit yang diberikan (Catatan 11)
Perusahaan Umum BULOG 8.409.764 8.050.411
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 6.625.975 7.223.106
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 4.493.949 4.493.912
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 3.852.497 3.176.593
PT Pertamina (Persero) 3.417.656 1.021.977
PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) 2.240.930 2.270.033
PT Pertamina EP Cepu 2.194.085 2.263.613
PT Dirgantara Indonesia (Persero) 2.120.911 2.033.162
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 2.068.329 2.025.180
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 1.819.500 1.773.059
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 1.328.653 1.719.923
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 1.045.688 1.008.656
Manajemen Kunci 178.245 204.348
Lain-lain 27.327.684 24.016.497
Total 67.123.866 61.280.470
Piutang Pembiayaan (Catatan 13)
PT Prima Armada Raya 34.276 30.351
34.276 30.351
Tagihan dan Liabilitas Akseptasi (Catatan 14)
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 890.153 837.353
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk 197.851 52.350
PT INKA Multi Solusi 154.034 50.260
PT PP Presisi Tbk 111.908 156.230
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 68.148 100.038
PT Lancarjaya Mandiri Abadi 57.209 -
PT KSO HK GSB 9.326 -
PT Petrokimia Kayaku 6.064 554
PT Wijaya Karya Industri Energi 4.534 14.687
PT Industri Kereta Api (Persero) 1.973 1.973
Lainnya - 117
1.501.202 1.213.562
Penyertaan saham (Catatan 15)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 5.656.209 5.479.625
PT Fintek Karya Nusantara 753.258 753.258
PT Bahana Artha Ventura 79.695 79.440
6.489.162 6.312.323
Aset lain-lain (Catatan 17)
PT Wijaya Karya Realty 707.466 707.466
707.466 707.466
Total aset dari pihak-pihak berelasi 342.562.342 334.499.197
Total aset konsolidasian 1.989.074.479 1.965.007.030
Persentase total aset dari pihak-pihak berelasi
terhadap total aset konsolidasian 17,22% 17,02%
345
Page 349
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Liabilitas
Giro (Catatan 19)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 169.859.412 174.787.869
Manajemen Kunci 10.504 3.672
Lain-lain 105.001 103.303
169.974.917 174.894.844
Tabungan (Catatan 20)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 316.552 259.230
Manajemen Kunci 327.974 166.445
Lain-lain 13.798 20.752
658.324 446.427
Deposito Berjangka (Catatan 21)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 172.379.379 156.006.956
Manajemen Kunci 96.261 60.153
Lain-lain 104.189 231.150
172.579.829 156.298.259
Simpanan dari Bank lain dan lembaga
keuangan lainnya (Catatan 22)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 321.877 462.943
Surat Berharga yang Diterbitkan (Catatan 24)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 5.345.867 6.657.214
Pinjaman yang Diterima (Catatan 25)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 27.023.312 26.102.658
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi
(Catatan 29) 228.905 231.563
Kompensasi kepada manajemen manajemen
kunci (Catatan 42)
Nilai kini kewajiban pensiun imbalan pasti 796.122 801.974
Nilai kini kewajiban PHK 294.527 352.673
Nilai kini kewajiban THT 172.258 170.036
Nilai kini kewajiban cuti besar 121.218 145.896
Nilai kini kewajiban penghargaan tanda jasa 120.071 115.505
Nilai kini kewajiban program manfaat lain
pembayaran manfaat pasti 10.435 9.158
Nilai kini kewajiban BPJS 22.040 21.495
1.536.671 1.616.737
Total liabilitas kepada pihak-pihak berelasi 377.669.702 366.710.645
Total liabilitas konsolidasian 1.690.175.158 1.648.534.888
Persentase total liabilitas kepada
pihak-pihak berelasi terhadap
total liabilitas konsolidasian 22,35% 22,24%
346
Page 350
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Komitmen dan Kontinjensi pada
Rekening Administratif
Garansi yang diterbitkan (Catatan 26b)
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 3.557.332 3.518.752
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 3.151.499 3.562.647
PT Perusahaan Llistrik Negara (Persero) 2.447.505 2.261.204
PT Pupuk Kalimantan Timur 2.186.574 -
PT Pertamina (Persero) 2.125.354 1.308.967
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1.311.643 2.912.039
PT Telekomunikasi Selular 1.236.388 620.889
PT Dirgantara Indonesia 814.745 439.699
PT Pertamina Hulu Rokan 792.750 769.850
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 758.010 978.687
Lain-lain 3.871.760 6.794.094
22.253.560 23.166.828
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan dalam rangka impor (Catatan 26b)
PT Kilang Pertamina Balikpapan 1.547.658 -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 908.005 580.158
PT Kilang Pertamina International 865.160 1.694.273
PT Kereta Commuter Indonesia 785.782 6.264
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 478.598 375.744
PT Pupuk Kalimantan Timur 412.188 191.032
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 306.639 384.473
Pertamina Patra Niaga 233.479 775
Perum BULOG 221.992 3.827.742
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 174.595 255.051
Lain-lain 571.465 903.817
6.505.561 8.219.329
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Iuran Program Pensiun Imbalan Pasti (Catatan 42a) 91.721 814.934
Iuran Program Tunjangan Hari Tua (Catatan 42b) 35.886 136.643
Iuran Program Pensiun Iuran Pasti (Catatan 42c) 130.957 468.697
Total 258.564 1.420.274
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris
dan Direksi (Catatan 35)
Gaji dan tunjangan Direksi 60.785 51.977
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris 26.609 19.887
Total 87.394 71.864
347
Page 351
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Tantiem, bonus dan insentif
Dewan Komisaris, Direksi
dan manajemen kunci (Catatan 35)
Tantiem Direksi 1.990 4.407
Tantiem Dewan Komisaris 1.153 1.518
Bonus dan insentif Manajemen Kunci 234.199 244.336
Total 237.342 250.261
Persentase transaksi dengan pihak-pihak berelasi terhadap total aset dan liabilitas konsolidasian BRI dan
entitas anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Giro pada Bank lain 0,035% 0,023%
Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain 0,140% 0,149%
Efek-efek 12,850% 13,055%
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 0,382% 0,256%
Kredit yang diberikan 3,375% 3,119%
Piutang pembiayaan 0,002% 0,002%
Tagihan akseptasi 0,075% 0,062%
Penyertaan saham 0,326% 0,321%
Aset lain-lain 0,036% 0,036%
Total 17,222% 17,023%
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Liabilitas
Giro 10,057% 10,609%
Tabungan 0,039% 0,027%
Deposito berjangka 10,211% 9,481%
Simpanan dari Bank lain dan
lembaga keuangan lainnya 0,019% 0,028%
Surat berharga yang diterbitkan 0,316% 0,404%
Pinjaman yang diterima 1,599% 1,583%
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 0,014% 0,014%
Kompensasi kepada manajemen Manajemen Kunci 0,091% 0,098%
Total 22,346% 22,244%
348
Page 352
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN
a. Perjanjian Signifikan
1) Pada tanggal 27 Februari 2024, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan CRM Tahun 2024 untuk Zona 1, Zona 2 dan Zona 3 untuk jangka
waktu 60 (enam puluh) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp988.198.
2) Pada tanggal 06 Februari 2024, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Karya Sejahtera
sehubungan dengan Pengadaan Jasa Kontraktor Pelaksana (Design & Build) Pembangunan
Kawasan IT Facility BRI Tabanan (Tahap 1) untuk jangka waktu 450 (empat ratus lima puluh) hari
dengan nilai kontrak senilai Rp215.000.
3) Pada tanggal 11 Januari 2024, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Satkomindo Mediyasa
sehubungan dengan Pengadaan 55.000 unit EDC Tahun 2023 Tahap II untuk jangka waktu 60
(enam puluh) hari dengan nilai kontrak senilai Rp146.025.
4) Pada tanggal 11 Januari 2024, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan 50.000 unit EDC Tahun 2023 Tahap II untuk jangka waktu 60
(enam puluh) hari dengan nilai kontrak senilai Rp132.750.
5) Pada tanggal 31 Januari 2024, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Metrodata Electronics Tbk
sehubungan dengan Pengadaan implementasi Solusi Customer Handling Management (CHM) –
CRM Modul Service untuk jangka waktu 42 (empat puluh dua) bulan dengan nilai kontrak senilai
Rp130.480.
6) Pada tanggal 5 Juni 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan CRM Tahun 2023 untuk Zona 1, Zona 2 dan Zona 3 untuk jangka
waktu 60 (enam puluh) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp999.926.
7) Pada tanggal 26 Mei 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Telekomunikasi Selular
sehubungan dengan Pengadaan 32.214 Unit HP Brispot Kaunit dan Mantri untuk jangka waktu 24
(dua puluh empat) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp409.762.
8) Pada tanggal 22 Agustus 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Pacificagung Trijaya
sehubungan dengan Pengadaan Pengadaan Mesin Self Service Banking Terminal (SSBT) untuk
jangka waktu 60 (enam puluh) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp177.286.
9) Pada tanggal 13 April 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Info Solusindo Data Utama
sehubungan dengan Pengadaan Penambahan Kapasitas Backup Solution Workload 2022 - 2023
DC Ragunan dan DC Tabanan untuk jangka waktu 22 (dua puluh dua) minggu dengan nilai
kontrak senilai Rp146.398.
10) Pada tanggal 13 Juli 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan Mesin IBM AS/400 Power10 E1080 DC Tabanan untuk jangka
waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp125.000
349
Page 353
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Liabilitas Kontinjensi
Dalam melakukan usahanya, BRI menghadapi berbagai perkara hukum dan tuntutan, dimana BRI
sebagai tergugat, terutama sehubungan dengan kepatuhan dengan kontrak. Walaupun belum ada
kepastian yang jelas, BRI berpendapat bahwa berdasarkan informasi yang ada dan keputusan
terakhir dari perkara bahwa tuntutan hukum ini tidak akan berdampak secara material pada operasi,
posisi keuangan atau tingkat likuiditas BRI.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, BRI telah membentuk cadangan
(disajikan dalam akun “Liabilitas lain-lain”) untuk sejumlah tuntutan hukum yang belum diputuskan
masing-masing sebesar Rp712.501 dan Rp1.361.894 (Catatan 28). Manajemen berpendapat bahwa
jumlah cadangan yang dibentuk atas kemungkinan timbulnya kerugian akibat tuntutan hukum yang
belum diputuskan atau masih dalam proses tersebut telah memadai.
46. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan melalui Keputusan Menteri
Keuangan tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua
Badan Penyehatan Perbankan Nasional (SKB BI dan BPPN) No. 30/270/KEP/DIR dan
No. 1/BPPN/1998 tanggal 6 Maret 1998, Pemerintah telah menjamin kewajiban tertentu dari seluruh Bank
Umum yang berbadan hukum di Indonesia. Berdasarkan perubahan terakhir yang terdapat pada
Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000, jaminan tersebut berlaku
sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001 dan dapat diperpanjang dengan
sendirinya setiap 6 (enam) bulan berikutnya secara terus-menerus, kecuali apabila dalam waktu
6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Program Penjaminan atau jangka waktu
perpanjangannya, Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan atau perubahan Program
Penjaminan tersebut untuk diketahui oleh umum. Atas penjaminan ini, Pemerintah membebankan premi
yang dihitung berdasarkan persentase tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.05/2005 tanggal 3 Maret 2005, terhitung sejak
tanggal 18 April 2005 jenis kewajiban bank umum yang dijamin berdasarkan Program Penjaminan
Pemerintah meliputi giro, tabungan, deposito berjangka dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam
bentuk transaksi pasar uang antar bank.
Selanjutnya, sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.05/2005 tanggal
10 Agustus 2005 tentang “Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan Pemerintah
terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum”, Program Penjaminan Pemerintah melalui Unit Pelaksana
Penjaminan Pemerintah (UP3) telah berakhir pada tanggal 22 September 2005 untuk periode 1 Juli
sampai dengan 21 September 2005.
Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah membentuk lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin
Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang No. 24 Tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang
“Lembaga Penjamin Simpanan” yang terakhir kali diubah dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (“UU P2SK”), LPS menjamin dana masyarakat
termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk
lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang “Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan” yang disempurnakan melalui PLPS No. 1 Tahun
2023 tentang Program Penjaminan Simpanan, bahwa saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada
satu Bank adalah paling tinggi Rp2.000.000.000 (nilai penuh).
Suku bunga penjaminan LPS pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah
sebesar 4,25% dan 4,25% untuk simpanan dalam mata uang Rupiah. Untuk simpanan dalam mata uang
asing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar 2,25% dan
2,25%.
350
Page 354
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
47. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) YANG DIKELUARKAN DAN DIREVISI
Berikut adalah ikhtisar PSAK dan ISAK yang telah diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) - IAI yang relevan untuk BRI dan entitas anak,
namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025:
a. PSAK No. 117, “Kontrak Asuransi”, yang diadopsi dari IFRS No. 17, penerapan dini diperkenankan
untuk entitas yang juga telah menerapkan PSAK No. 109 dan PSAK No. 115.
b. Amandemen PSAK No. 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Kekurangan
Ketertukaran”. Penerapan lebih dini diperkenankan.
Saat ini BRI dan entitas anaknya sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang
dikeluarkan dan direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
48. INFORMASI TAMBAHAN
a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR)
BRI secara aktif mengelola modalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan utamanya
adalah untuk memastikan bahwa setiap saat BRI dapat menjaga kecukupan modalnya untuk
menutup risiko bawaan (inherent risk) pada kegiatan perbankan tanpa mengurangi optimalisasi nilai
kepada pemegang saham.
CAR pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dihitung berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum Bank Umum yang telah diaddendum sebanyak 2 (dua) kali dengan POJK No.
34/POJK.03/2016 tentang Perubahan atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan POJK No. 27/POJK.03.2022 tentang Perubahan
kedua atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank.
Berdasarkan POJK No. 34/POJK.03/2016, PBI No. 17/22/PBI/2015 tentang Kewajiban Pembentukan
Countercyclical Buffer dan POJK No. 46/POJK.03/2015 tentang Penetapan Systemically Important
Bank dan Capital Surcharge, selain kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko, BRI
wajib membentuk tambahan modal penyangga (buffer) berupa Capital Conservation Buffer,
Countercyclical Buffer dan Capital Surcharge, yang wajib dibentuk secara bertahap mulai tanggal
1 Januari 2016.
Pembentukan modal penyangga (buffer) berupa Capital Conservation Buffer, Countercyclical Buffer
dan Capital Surcharge yang wajib dibentuk oleh BRI berdasarkan persentase tertentu dari ATMR
adalah masing-masing 2,5%, 0% dan 2,5%.
Berdasarkan profil risiko BRI pada semester II tahun 2022 dan semester I tahun 2022, yaitu low to
moderate, maka CAR minimum pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
ditetapkan masing-masing sebesar 9% sampai dengan kurang dari 10%.
351
Page 355
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 BRI telah memenuhi rasio sesuai yang
disyaratkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk rasio kecukupan modal.
CAR BRI (entitas induk) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing dihitung
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Modal Inti (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET 1) 219.770.577 238.956.599
Modal Pelengkap (Tier 2) 11.972.063 11.612.168
Total Modal 231.742.640 250.568.767
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
ATMR untuk Risiko Kredit*) 921.189.402 890.512.335
ATMR untuk Risiko Pasar**) 37.596.014 3.617.404
ATMR untuk Risiko Operasional***) 100.903.263 99.021.545
Total ATMR 1.059.688.679 993.151.284
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rasio CAR
Rasio CET 1 20,74% 24,06%
Rasio Tier 1 20,74 24,06%
Rasio Tier 2 1,13 1,17%
Rasio Total 21,87 25,23%
Rasio Minimum Tier 1 6,00% 6,00%
Rasio Minimum CET 1 4,50 4,50%
CAR Minimum Berdasarkan Profil Risiko 9,00 9,00%
*) Risiko Kredit dihitung berdasarkan SE OJK No. 24/SEOJK.03/2021 tanggal 7 Oktober 2021.
**) Risiko Pasar dihitung berdasarkan SE OJK No. 38/SEOJK.03/2016 tanggal 8 September 2016.
***) Risiko Operasional dihitung berdasarkan SE OJK No. 6/SEOJK.03/2020 tanggal 29 April 2020.
b. Rasio Kredit Non-Performing (NPL)
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, rasio NPL BRI konsolidasian (kredit
yang diberikan, pinjaman syariah dan piutang pembiayaan) adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rasio NPL - bruto 3,11% 2,95%
Rasio NPL - neto 0,96% 0,72%
Rasio NPL - neto dihitung berdasarkan NPL setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai,
sesuai dengan peraturan terkait dibagi dengan jumlah kredit yang diberikan, piutang pembiayaan dan
pinjaman syariah.
352
Page 356
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
c. Kegiatan Jasa Kustodian
BRI melakukan kegiatan jasa penitipan harta (bank kustodian) sejak tahun 1996 berdasarkan izin
operasi melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam No. 91/PM/1996 tanggal 11 April 1996 dan telah
ditunjuk sebagai Sub Registry dalam melaksanakan transaksi obligasi Pemerintah dan penatakerjaan
SBI Scriptless oleh Bank Indonesia.
Jasa penitipan harta ini merupakan bagian dari kegiatan Divisi Investment Services yang meliputi
jasa-jasa sebagai berikut:
• Jasa penyimpanan (safe keeping services) dan Portfolio Valuation;
• Jasa penyelesaian transaksi (settlement handling);
• Jasa penagihan penghasilan (income collection), termasuk pembayaran pajaknya;
• Jasa corporate action dan proxy services;
• Jasa informasi dan pelaporan (reporting services);
• Jasa Custody Unit Link dan DPLK;
• Jasa Kustodian untuk sekuritisasi aset; dan
• Jasa Kustodian Global untuk surat berharga yang diterbitkan di luar negeri.
Aset milik nasabah yang dititipkan pada Kustodian BRI adalah sebesar Rp1.350.820.951 dan
Rp1.288.847.232 masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan Desember 2023. Aset
yang disimpan dalam kegiatan jasa kustodian tidak termasuk dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian BRI dan Entitas Anak.
d. Kegiatan Wali Amanat
BRI melakukan kegiatan jasa Wali Amanat sejak tahun 1996. Izin operasi BRI sebagai Wali Amanat
telah diberikan oleh Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan No. 1554/KMK.013/1990
tanggal 6 Desember 1990 dan telah terdaftar di OJK sesuai Surat Tanda Terdaftar sebagai Wali
Amanat No. 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal 11 Juni 1996.
Jasa Wali Amanat ini merupakan bagian dari kegiatan Divisi Investment Services yang meliputi jasa-
jasa sebagai berikut:
• Wali Amanat;
• Agen jaminan; dan
• Agen pemantau.
e. Jasa Trust
Layanan Jasa Trust BRI merupakan layanan jasa penitipan harta nasabah yang berupa aset financial
untuk dan atas nama nasabah. BRI merupakan Bank pertama di Indonesia yang memperoleh izin
dari Bank Indonesia untuk menjalankan layanan Jasa Trust di Indonesia melalui surat Bank Indonesia
No. 15/19/DPB1/PB1-3 tanggal 12 Februari 2013 dan surat penegasan Bank Indonesia
No. 15/30/DPB1/PB1-3 tanggal 19 Maret 2013.
Ruang lingkup layanan Jasa Trust BRI meliputi:
• Layanan Jasa Agen Pembayar;
• Layanan Jasa Agen Peminjaman;
• Layanan Jasa Agen Investasi; dan
• Layanan Jasa Keagenan Lainnya, seperti misalnya Agen Penampungan dan Agen Jaminan.
353
Page 357
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
e. Jasa Trust (lanjutan)
BRI saat ini telah memberikan pelayanan Jasa Trust untuk transaksi-transaksi keuangan yang
melibatkan proyek minyak dan gas (Migas) baik yang dilaksanakan oleh anggota Kontraktor Kontrak
Kerja Sama (K3S) di bawah naungan SKK Migas maupun proyek-proyek non K3S.
Di samping memberikan layanan Jasa Trust, BRI juga memberikan layanan jasa Agen Pembayar
dan Agen Penampungan (non-Trust) untuk sektor-sektor lain, seperti sektor infrastruktur, energi,
perdagangan dan industri kimia. Tak hanya melayani direct customer, Jasa Trust BRI juga berperan
serta mendukung unit kerja pembiayaan BRI dalam transaksi kegiatan pembiayaan infrastruktur,
energi dan aktivitas transaksi pembiayaan sindikasi.
f. Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia (DPLK BRI) didirikan oleh PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tanggal 26 Maret 2004 berdasarkan Keputusan Direksi PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk No. B. 140- DIR/KUI/TRY/03/2004 tanggal 26 Maret 2004 dan telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-97/KM.6/2004
tanggal 24 Mei 2004.
DPLK BRI menyelenggarakan Program antara lain:
• Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP);
• Program Pengelolaan Dana Kompensasi Pasca Kerja (PPDKP); dan
• Program Pengelolaan Dana Santunan Kesehatan (PPDSK).
g. Bisnis Sindikasi
BRI saat ini memberikan pelayanan Kredit Sindikasi untuk beberapa sektor/industri diantaranya
sektor agribisnis, infrastruktur, energi, pertambangan, minyak & gas, properti, manufaktur dan sektor
keuangan yang melibatkan proyek-proyek pemerintah (BUMN) maupun proyek-proyek swasta.
Bisnis sindikasi ini merupakan bagian dari kegiatan sindikasi yang meliputi jasa-jasa sebagai berikut:
• Arranger;
• Agen Fasilitas;
• Agen Jaminan; dan
• Agen Penampungan.
Bisnis Sindikasi BRI telah mengelola berbagai proyek sindikasi dengan total nilai proyek adalah
sebesar Rp696.761.670 dan Rp661.755.070, masing-masing untuk tanggal 31 Maret 2024 dan
Desember 2023.
354
Page 358
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
h. Kontribusi Pendapatan Pajak dan PNBP
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023, kontribusi BRI atas Pendapatan Pajak dan PNBP
negara (cash basis) adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PPh* 5.222.940 4.842.571
PPN & PPNBM 78.683 44.271
Pajak Daerah 16.870 17.636
Total 5.318.493 4.904.478
*) PPh badan sebesar Rp2.087.799 dan Rp2.546.660 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 yang dihitung secara accrual basis
49. LABA PER LEMBAR SAHAM
Perhitungan laba per lembar saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Laba Tahun
Rata-rata Berjalan Per
Laba Tahun Tertimbang Saham Lembar Saham
Berjalan Biasa yang Beredar (Rupiah penuh)
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
per lembar saham dasar 15.885.516 150.790.856.704 105
Ditambah: penerbitan saham bonus
dan opsi saham - 64.815.709 -
Laba bersih per lembar saham dilusian 15.885.516 150.855.672.413 105
31 Maret 2023
Laba Tahun
Rata-rata Berjalan Per
Laba Tahun Tertimbang Saham Lembar Saham
Berjalan Biasa yang Beredar (Rupiah penuh)
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
per lembar saham dasar 15.501.857 150.918.679.804 103
Ditambah: penerbitan saham bonus
dan opsi saham - 23.715.003 -
Laba bersih per lembar saham dilusian 15.501.857 150.942.394.807 103
355
Page 359
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Tahun
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
50. PERUBAHAN AKTIVITAS PENDANAAN
Arus Kas
31 Desember Perubahan 31 Maret
2023 Penerimaan Pembayaran Non Kas 2024
Pinjaman yang diterima 98.850.813 2.950.073 (5.182.531) (33.013) 96.585.342
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 496.683 - - (5.545) 491.138
Surat berharga yang diterbitkan 49.637.581 5.034.005 (9.886.500) (356.630) 44.428.456
Total 148.985.077 7.984.078 (15.069.031) (395.188) 141.504.936
Arus Kas
31 Desember Perubahan 31 Maret
2022 Penerimaan Pembayaran Non Kas 2023
Pinjaman yang diterima 79.371.200 13.672.906 (13.992.979) 31.437 79.082.564
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 501.988 - - (28) 501.960
Surat berharga yang diterbitkan 63.611.761 - (4.487.000) (330.797) 58.793.964
Total 143.484.949 13.672.906 (18.479.979) (299.388) 138.378.488
51. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen BRI bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi BRI pada tanggal 25 April 2024.
52. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Informasi keuangan tersendiri Entitas Induk hanya menyajikan informasi laporan posisi keuangan
tanggal 31 Maret 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan
ekuitas dan laporan arus kas untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, dan catatan
atas investasi pada entitas anak disajikan dengan metode biaya.
Laporan keuangan tersendiri Entitas Induk disajikan pada halaman 358 - 366.
356
Page 360
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM - ENTITAS INDUK
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
Kas 24.810.210 31.515.572
Giro pada Bank Indonesia 84.820.989 101.388.737
Giro pada Bank Lain 25.546.811 21.669.212
Cadangan kerugian penurunan nilai (73.076) (9.815)
25.473.735 21.659.397
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Lembaga Keuangan Lain 40.412.308 63.886.042
Cadangan kerugian penurunan nilai (853) (1.077)
40.411.455 63.884.965
Efek-efek 345.134.327 305.475.916
Cadangan kerugian penurunan nilai (59.856) (65.374)
345.074.471 305.410.542
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya 64.701.464 53.895.404
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.811.410) (2.323.916)
62.890.054 51.571.488
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji
Dijual Kembali 145.622 33.350.175
Tagihan Derivatif 746.741 905.573
Kredit yang Diberikan 1.181.606.235 1.146.082.506
Cadangan kerugian penurunan nilai (78.259.231) (77.009.890)
1.103.347.004 1.069.072.616
Tagihan Akseptasi 10.676.603 10.217.408
Cadangan kerugian penurunan nilai (371.850) (249.698)
10.304.753 9.967.710
Penyertaan Saham 49.431.595 49.254.757
Aset Tetap
Biaya perolehan 60.236.099 59.583.105
Akumulasi penyusutan (17.321.427) (16.550.584)
Nilai buku – neto 42.914.672 43.032.521
Aset Pajak Tangguhan – neto 10.706.973 12.139.962
Aset Lain-lain – neto 49.398.864 42.094.716
TOTAL ASET 1.850.477.138 1.835.248.731
357
Page 361
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera 17.359.970 26.106.970
Simpanan Nasabah
Giro 354.897.518 346.654.593
Tabungan 517.500.093 526.514.556
Deposito Berjangka 537.967.256 479.513.851
Total Simpanan Nasabah 1.410.364.867 1.352.683.000
Simpanan dari Bank Lain dan Lembaga
Keuangan Lainnya 7.477.147 12.066.959
Efek-efek yang Dijual dengan Janji
Dibeli Kembali 29.204.297 19.079.458
Liabilitas Derivatif 1.364.358 918.194
Liabilitas Akseptasi 10.676.603 10.217.408
Utang Pajak 645.373 1.481.949
Surat Berharga yang Diterbitkan 25.103.800 30.239.610
Pinjaman yang Diterima 34.093.217 41.650.054
Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 4.819.294 6.116.888
Liabilitas Imbalan Kerja 11.994.984 18.880.915
Liabilitas Lain-lain 18.482.372 16.573.484
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 491.138 496.683
TOTAL LIABILITAS 1.572.077.420 1.536.511.572
358
Page 362
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM- ENTITAS INDUK (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp50
(nilai penuh) per lembar saham
Modal dasar - 300.000.000.000 lembar
saham (terdiri dari 1 lembar saham
Seri A Dwiwarna dan
299.999.999.999 lembar
saham Seri B)
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 151.559.001.604 lembar
saham (terdiri dari 1 lembar saham
Seri A Dwiwarna dan 151.559.001.603
lembar saham Seri B) 7.577.950 7.577.950
Tambahan modal disetor 76.245.954 76.245.954
Surplus revaluasi aset tetap - bersih 19.846.113 19.848.571
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 171.418 (253.585)
Kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain - bersih (2.514.008) (2.460.750)
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 121.127 120.722
Kerugian pengukuran kembali program
imbalan pasti - bersih (1.086.712) (1.951.615)
Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri) (3.614.321) (3.614.321)
Opsi Saham 119.428 54.769
Cadangan kompensasi atas saham bonus 287.482 287.482
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685
Belum ditentukan penggunaannya 178.222.602 199.859.297
Total Saldo Laba 181.245.287 202.881.982
TOTAL EKUITAS 278.399.718 298.737.159
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.850.477.138 1.835.248.731
359
Page 363
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM -
ENTITAS INDUK
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
PENDAPATAN DAN
BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga 41.183.734 34.703.462
Beban Bunga (12.772.955) (8.437.956)
Pendapatan Bunga - neto 28.410.779 26.265.506
Pendapatan Operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 5.306.071 4.927.179
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 4.159.479 2.915.143
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto 219.664 230.707
Keuntungan dari penjualan efek-efek - neto 369.920 338.762
Keuntungan yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek 133.760 120.983
Lain-lain 1.505.861 635.529
Total Pendapatan Operasional lainnya 11.694.755 9.168.303
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai
atas aset keuangan - neto (10.793.205) (6.468.930)
Beban penyisihan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi - neto 1.295.331 1.493.593
Beban penyisihan kerugian penurunan
nilai atas aset non-keuangan - (177)
Beban Operasional lainnya
Tenaga kerja dan tunjangan (6.836.346) (7.613.815)
Umum dan administrasi (5.085.936) (4.941.069)
Lain-lain (1.442.398) (620.345)
Total Beban Operasional lainnya (13.364.680) (13.175.229)
LABA OPERASIONAL 17.242.980 17.283.066
(BEBAN) PENDAPATAN NON-OPERASIONAL - NETO (113.422) 41.844
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 17.129.558 17.324.910
BEBAN PAJAK (3.330.402) (3.529.069)
LABA TAHUN BERJALAN 13.799.156 13.795.841
360
Page 364
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM -
ENTITAS INDUK (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
Penghasilan komprehensif lainnya:
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti 1.067.781 (464.866)
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi (202.878) 88.325
Surplus atas revaluasi aset tetap (2.458) -
Akun-akun yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 425.003 (27.760)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas efek-efek yang diklasifikasikan sebagai
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - neto (65.751) 1.523.763
Cadangan penurunan nilai atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 405 1.299
Pajak penghasilan
terkait akun-akun yang akan
direklasifikasi ke laba rugi 12.493 (289.515)
Penghasilan Komprehensif Lain
Periode Berjalan - Setelah Pajak 1.234.595 831.246
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 15.033.751 14.627.087
LABA TAHUN BERJALAN PER SAHAM
Dasar (dalam Rupiah penuh) 92 91
Dilusian (dalam Rupiah penuh) 91 91
361
Page 365
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM - ENTITAS INDUK
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Kerugian)
Keuntungan
Cadangan yang belum
penurunan direalisasi (Kerugian)
nilai Selisih kurs Efek-efek Keuntungan
Efek-efek karena yang diukur pengukuran
yang diukur penjabaran pada nilai kembali Surplus Saldo laba
Modal pada nilai laporan wajar melalui program Cadangan revaluasi Total
ditempatkan wajar melalui keuangan penghasilan imbalan pasti - kompensasi aset tetap - Telah Belum ekuitas
dan Tambahan penghasilan dalam mata komprehensif setelah pajak Saham saham kepada setelah pajak ditentukan ditentukan pemilik
disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing lain - bersih tangguhan treasuri pekerja terkait penggunaannya penggunaannya entitas induk
Saldo pada tanggal
31 Desember 2022 7.577.950 76.029.910 137.288 (128.611) (4.463.331) (691.307) (2.202.178) 226.563 19.848.571 3.022.685 194.264.414 293.621.954
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - 13.795.841 13.795.841
Penghasilan komprehensif
lainnya - - 1.299 (27.760) 1.234.248 (376.541) - - - - - 831.246
Total penghasilan komprehensif
untuk periode berjalan - - 1.299 (27.760) 1.234.248 (376.541) - - - - 13.795.841 14.627.087
Pembagian laba
dividen - - - - - - - - - - (34.891.943) (34.891.943)
Saham treasuri - - - - - - (816.955) - - - - (816.955)
Saldo pada tanggal
31 Maret 2023 7.577.950 76.029.910 138.587 (156.371) (3.229.083) (1.067.848) (3.019.133) 226.563 19.848.571 3.022.685 173.168.312 272.540.143
362
Page 366
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Kerugian)
Keuntungan
Cadangan yang belum
penurunan direalisasi
nilai Selisih kurs Efek-efek Kerugian
Efek-efek karena yang diukur pengukuran
yang diukur penjabaran pada nilai kembali Cadangan Surplus Saldo laba
Modal pada nilai laporan wajar melalui program kompensasi revaluasi Total
ditempatkan wajar melalui keuangan penghasilan imbalan pasti - saham dan opsi aset tetap - Telah Belum ekuitas
dan Tambahan penghasilan dalam mata komprehensif setelah pajak Saham saham kepada setelah pajak ditentukan ditentukan pemilik
disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing lain - bersih tangguhan treasuri pekerja terkait penggunaannya penggunaannya entitas induk
Saldo pada tanggal
31 Desember 2023 7.577.950 76.245.954 120.722 (253.585) (2.460.750) (1.951.615) (3.614.321) 342.251 19.848.571 3.022.685 199.859.297 298.737.159
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - 13.799.156 13.799.156
Penghasilan komprehensif
lainnya - - 405 425.003 (53.258) 864.903 - - (2.458) - - 1.234.595
Total penghasilan komprehensif
untuk periode berjalan - - 405 425.003 (53.258) 864.903 - - (2.458) - 13.799.156 15.033.751
Pembagian laba
- dividen atas laba tahun 2023 - - - - - - - - - - (35.435.851) (35.435.851)
Saham bonus - - - - - - - 54.490 - - - 54.490
Opsi saham - - - - - - - 10.169 - - - 10.169
Saham treasuri - - - - - - - - - - - -
Saldo pada tanggal
31 Maret 2024 7.577.950 76.245.954 121.127 171.418 (2.514.008) (1.086.712) (3.614.321) 406.910 19.846.113 3.022.685 178.222.602 278.399.718
363
Page 367
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM - ENTITAS INDUK
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan bunga 35.949.680 37.314.249
Pembayaran bunga (12.674.919) (8.314.629)
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 4.159.479 2.915.143
Pendapatan operasional lainnya 7.421.171 6.195.939
Beban operasional lainnya (19.829.876) (15.705.619)
Beban non-operasional - neto (118.869) 29.958
Pembayaran pajak penghasilan badan dan tagihan pajak (3.411.916) (1.986.316)
Arus kas sebelum perubahan
dalam aset dan liabilitas operasi 11.494.750 20.448.725
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:
(Kenaikan) penurunan aset operasi:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 2.582.069 (1.884.080)
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi (8.105.745) (1.931.071)
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (10.806.060) (1.334.294)
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 33.204.553 12.572.617
Kredit yang diberikan (45.122.771) (39.926.850)
Aset lain-lain 5.987.825 3.973.255
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera (9.491.098) 27.528.478
Simpanan:
Giro 8.242.925 (39.620.903)
Tabungan (9.014.463) (21.405.017)
Deposito berjangka 58.453.405 9.752.993
Simpanan dari bank lain dan lembaga
keuangan lainnya (4.589.812) 1.720.643
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 10.124.839 2.708.458
Liabilitas lain-lain 10.213.562 3.262.163
Kas neto yang diperoleh dari
kegiatan operasi 53.173.979 (24.134.883)
364
Page 368
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2024 2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Perolehan aset tetap (877.309) (840.875)
Hasil penjualan aset tetap 5.447 11.886
Penambahan penyertaan saham - (500.000)
Kenaikan efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
dan biaya perolehan diamortisasi (23.044.757) 5.695.482
Kas neto yang (digunakan untuk)
diperoleh dari kegiatan investasi (23.916.619) 4.366.493
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
(Pembayaran) Penerimaan pinjaman yang diterima (7.523.824) (9.215.425)
Saham yang dibeli kembali - (816.955)
Pembagian laba untuk dividen (48.102.283) (43.494.766)
Penerimaan atas surat berharga yang diterbitkan 2.555.920 -
Pembayaran atas surat berharga yang jatuh tempo (7.927.500) (1.837.000)
Kas neto yang digunakan untuk
kegiatan pendanaan (60.997.687) (55.364.146)
(PENURUNAN) KENAIKAN NETO KAS
DAN SETARA KAS (31.740.327) 75.132.536
PENGARUH PERUBAHAN KURS
MATA UANG ASING 19.655 (57.221)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 215.700.014 263.964.137
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 183.979.342 188.774.380
Kas dan Setara Kas akhir tahun terdiri dari:
Kas 24.810.210 24.290.509
Giro pada Bank Indonesia 84.820.989 90.776.619
Giro pada bank lain 25.546.811 13.745.057
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - jangka waktu jatuh tempo
tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 40.081.082 59.962.195
Sertifikat Bank Indonesia
jangka waktu jatuh tempo
tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 8.720.250 -
Total Kas dan Setara Kas 183.979.342 188.774.380
365
Page 369
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK - ENTITAS INDUK
CATATAN ATAS INVESTASI PADA ENTITAS ANAK
Tanggal 31 Maret 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. PENYERTAAN SAHAM PADA ENTITAS ANAK
Informasi mengenai entitas anak yang dimiliki BRI diungkapkan pada Catatan 1f atas laporan keuangan
konsolidasian.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, entitas induk memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang disajikan dengan metode biaya sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Persentase Persentase
Harga Perolehan Kepemilikan Harga Perolehan Kepemilikan
PT Bank Raya Indonesia Tbk 5.448.979 86,85% 5.448.979 86,85%
BRI Global Financial Services Co. Ltd.
(dahulu BRI Remittance Co. Limited) 2.289 100,00 2.289 100,00
PT Asuransi BRI Life 1.626.643 51,00 1.626.643 54,77
PT BRI Multifinance Indonesia 1.055.003 99,88 1.055.003 99,88
PT BRI Danareksa Sekuritas 513.888 67,00 513.888 67,00
PT BRI Ventura Investama 2.148.090 99,97 2.148.090 99,97
PT BRI Asuransi Indonesia 1.041.000 90,00 1.041.000 90,00
PT Pegadaian 25.326.438 99,99 25.326.438 99,99
PT Permodalan Nasional Madani 6.073.819 99,99 6.073.819 99,99
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI)
(dahulu PT Danareksa Investment
Management (DIM)) 458.433 65,00 458.433 65,00
366
Names mentioned 241 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×66
unresolved
person
Muhani Salim
p.15
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
person
Imas Fatimah
p.15 ×4
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
Bank Umum Devisa
p.15
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.15 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.15 ×18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×19
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-AH.
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan dan BRI
p.16
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.16 ×5
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.16
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
org
BRI Global Financial Services Co. Ltd.
p.21 ×2
unresolved
org
BRI Remittance Co. Ltd.
p.21 ×3
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life
p.21 ×10
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.21 ×7
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.21 ×6
unresolved
org
PT BRI Ventura Investama
p.21 ×6
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia
p.21 ×7
unresolved
org
PT BRI Manajemen Investasi
p.21 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Fathiah Helmi
· Notaris
p.22 ×18
unresolved
org
Bank Agroniaga Tbk
p.23 ×4
unresolved
org
Bank Agro
p.23 ×10
unresolved
org
Bank Agro. Selain
p.23
unresolved
person
Rusnaldy
p.23 ×2
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
p.24 ×16
unresolved
person
M. Nova Faisal
· Notaris
p.24 ×14
unresolved
org
Menteri
p.26 ×3
unresolved
org
E-Buzz. BRI Global Financial Services Co. Ltd.
p.28
unresolved
org
BRIngin Remittance Co. Ltd.
p.28
unresolved
org
Umum Tahunan BRIngin Remittance Company Limited
p.28
unresolved
org
BRIngin Remittance Company Limited
p.28
unresolved
org
BRI Remittance Company Limited
p.28 ×2
unresolved
org
Kong. Berdasarkan Keputusan RUPS BRIngin Remittance Company Limited
p.28
unresolved
org
BRI Global Financial Services Company Limited
p.28
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera
p.29 ×3
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI. Berdasarkan Akta
p.29
unresolved
person
Dahlia
p.29
unresolved
person
Jose Dima Satria
p.29 ×6
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.29 ×5
unresolved
org
FWD Financial Services Pte. Ltd.
p.29 ×2
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI
p.29 ×4
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life No. AHU.
p.30 ×4
unresolved
org
Pengalihan Saham FWD Financial Services Pte. Ltd.
p.30
unresolved
org
FWD Management Holdings Limited
p.30 ×5
unresolved
org
FWD Management Holding Limited
p.30
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life. Berdasarkan Akta
p.30
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life No. AHU-AH.
p.30
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.31
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.31 ×2
unresolved
org
PT BTMU-BRI Finance
p.31 ×3
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI. Atas
p.31
unresolved
person
I Gede Buda Gunamanta
· Notaris
p.31 ×2
unresolved
org
PT Sanwa-BRI Finance
p.31
unresolved
org
PT UFJ-BRI Finance
p.31
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.32 ×6
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.32 ×3
unresolved
person
Arry Supratno
p.32
unresolved
org
PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura
p.32 ×2
unresolved
org
PT Bahana Artha Ventura
p.32 ×3
unresolved
person
Ashoya Ratam
· Notaris
p.32 ×6
unresolved
person
Zantje Mathilda Voss Tomasowa
p.33
unresolved
org
PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura. Anggaran Dasar
p.33
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.33
unresolved
org
PT Danareksa Sekuritas
p.33 ×3
unresolved
person
Masjuki
· Notaris
p.33 ×3
unresolved
person
Fifidiana
p.34 ×3
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas. Sesuai
p.34
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.34 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur
p.35 ×3
unresolved
person
Dina Chozie
p.35
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pekerja
p.35
unresolved
person
Tri Wahyuwidayati
p.35
unresolved
person
Hj. Zun Nur Ain Fauzia
p.35 ×2
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia. Sesuai
p.35
unresolved
org
Menteri BUMN
p.36 ×2
unresolved
person
Nanda Fauz Iwan
p.36
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.36
unresolved
org
PT Pegadaian No. AHU-AH.
p.36
unresolved
person
Ida Sofia
· Notaris
p.37
unresolved
person
Hadijah
· Notaris
p.37
unresolved
org
Kemenkumham
p.37
unresolved
org
PT Permodalan Nasional Madani No. AHU-AH.
p.37
unresolved
org
Bank Perkreditan Rakyat
p.37
unresolved
org
Bank Raya. Deposito
p.61
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.75
unresolved
org
Bank Muamalat Indonesia Tbk
p.77 ×9
unresolved
org
PT Bank DKI
p.77 ×16
unresolved
org
PT CIMB Niaga Tbk
p.77
unresolved
org
Niaga Tbk
p.77
unresolved
org
BPD Jawa Timur Tbk
p.77 ×2
unresolved
org
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
p.78
unresolved
org
Bank Singapore
p.78
unresolved
org
PT Bank Hibank Indonesia
p.78
unresolved
org
PT Bank Mayora
p.78
unresolved
org
Bank Indonesia Deposit Facility
p.81
unresolved
org
PT BPD Sumatera Utara
p.81 ×2
unresolved
org
PT BPD Maluku
p.81
unresolved
org
PT BPD Sumatera Selatan
p.81 ×2
unresolved
org
PT BPD Sulawesi Tenggara
p.81
unresolved
org
PT BPD Sulawesi Tengah
p.81
unresolved
org
PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo
p.81 ×2
unresolved
org
PT BPD Yogyakarta
p.81
unresolved
org
PT BTPN Syariah Tbk.
p.81
unresolved
org
Syariah Tbk.
p.81
unresolved
org
PT BPD Jawa Barat
p.81
unresolved
org
Banten Tbk
p.81
unresolved
org
PT Bank Woori Saudara Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Bukopin Syariah
p.81
unresolved
org
PT Bank Jawa Barat
p.81
unresolved
org
PT BPD Jambi
p.81
unresolved
org
Bank Indonesia Term Deposit
p.82
unresolved
org
New York Mellon Corporation
p.82
unresolved
org
Shanghai Banking Co., Ltd
p.82
unresolved
org
First Commercial Bank Co., Ltd
p.82
unresolved
org
Sinopac Financial Holdings Co. Ltd
p.82
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen
p.83
unresolved
org
PT Lontar Papyrus Pulp
p.96
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.96 ×4
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.96 ×2
unresolved
org
Paper Tbk
p.96 ×2
unresolved
org
PT Oki Pulp
p.96
unresolved
org
PT Freeport Indonesia
p.97
unresolved
org
Bank Berhad
p.97
unresolved
org
Citigroup. Inc.
p.97
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
p.98 ×2
unresolved
org
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)
p.98
unresolved
org
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
p.98
unresolved
person
Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.209
unresolved
org
Bank BCA
p.212 ×5
unresolved
org
Bank CIMBNiaga
p.213
unresolved
org
Bank DKI. Persyaratan-persyaratan
p.214
unresolved
org
Bank Muamalat
p.214 ×5
unresolved
org
Bank Mumalat
p.215
unresolved
org
Bank Muamalat. Persyaratan-persyaratan
p.215
unresolved
org
Bank Muamalat. Apabila
p.215
unresolved
org
Suwendho Rinaldy dan Rekan
p.268
unresolved
org
Menteri BUMN No. SR-
p.268
unresolved
org
Menteri BUMN No. S-
p.269
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak.
p.282
unresolved
org
Dana Pensiun Pegadaian. Keputusan Direksi Pegadaian
p.326
unresolved
org
Dana Pensiun Pegadaian
p.326
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI. Iuran THT
p.328
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.329
unresolved
org
PT Pupuk Kalimantan Timur
p.350 ×2
unresolved
org
PT Telekomunikasi Selular
p.350
unresolved
org
PT Dirgantara Indonesia
p.350
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Rokan
p.350
unresolved
org
PT Kilang Pertamina Balikpapan
p.350
unresolved
org
PT Kilang Pertamina International
p.350
unresolved
org
PT Kereta Commuter Indonesia
p.350
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.