Back to announcement
20260504_CGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32076692_lamp2.pdf
Other Text extracted CGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 107
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG TBK
No. 00016/2.0120-04/BS/05/0627/1/IV/2026
Tanggal: 28 April 2026
Tanggal Pendapat Kewajaran 31 Desember 2025
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building Lt. 2
Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan: 00016/2.0120-04/BS/05/0627/1/IV/2026 Jakarta, 28 April 2026
Kepada Yth.
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Jl. Raya Kalimalang No. 126, Pasirsari
Cikarang Selatang, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat, 17856
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Material Pemberian
Jaminan
Sesuai penugasan dari PT Citra Nusantara Gemilang Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran dalam
rangka memenuhi salah satu syarat keterbukaan informasi sebagaimana telah diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (“POJK 42/2020”) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (”POJK 17/2020”) oleh PT Citra Nusantara Gemilang
Tbk (”Perseroan” atau ”CGAS”) rencana transaksi penjaminan aset oleh Perseroan dan pihak afiliasi
kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI”) yang tertuang dalam Surat Penawaran No.
046/SP/HMR-JKSL/B/IV/2026 tanggal 21 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan,
maka dengan ini kami telah melakukan pekerjaan pendapat kewajaran secara independen dengan
tanggal pendapat kewajaran 31 Desember 2025.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Bidang Usaha : Distribusi Gas Alam dan Buatan, Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat,
Cair dan Gas dan Produk YBDI
Alamat : Jl. Raya Kalimalang No. 126, Tegal Gede, Pasirsari, Cikarang Selatan,
Kabupaten Bekasi Jawa Barat, 17530
Telepon dan Faks. : (021) 89836763
E-mail : cngniaga@cng.co.id
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan berencana melaksanakan transaksi afiliasi dan material berupa penjaminan aset Perseroan
kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI” atau “Bank”) dalam rangka memperoleh fasilitas
pembiayaan. Sehubungan dengan rencana transaksi tersebut, Perseroan telah menerima penawaran
fasilitas kredit dari BMRI berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit No.
CM2.WDI/SPPK/0068/2026 tanggal 17 April 2026, dengan rincian tambahan Standby LC sebesar
USD3.159.214, Kredit Investasi 3 sebesar Rp17.500.000.000,- dan Kredit Investasi 4 sebesar
Rp10.000.000.000,- yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Latar
belakang dan alasan dilaksanakannya transaksi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan
operasional guna menjaga kelangsungan usaha, termasuk pembiayaan modal kerja, pengadaan
pembelanjaan capex mesin dan peralatan, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha Perseroan.
Transaksi ini juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi struktur permodalan melalui pemanfaatan
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk | i
Page 3
sumber pendanaan eksternal yang kompetitif, serta optimalisasi pemanfaatan aset Perseroan dan pihak
terafiliasi agar dapat memberikan nilai tambah dalam memperoleh akses pembiayaan dengan syarat
dan ketentuan yang sejalan dengan praktik pasar. Penjaminan aset yang sebagian berasal dari pihak
terafiliasi dilakukan untuk mendukung kepentingan Perseroan, dengan mempertimbangkan adanya
manfaat ekonomi yang jelas bagi Perseroan serta tanpa adanya benturan kepentingan yang dapat
merugikan Perseroan maupun pemegang saham minoritas. Pelaksanaan transaksi ini didasarkan pada
penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yang mencakup transparansi, akuntabilitas,
responsibilitas, independensi, dan kewajaran, di mana Perseroan memastikan bahwa transaksi
dilakukan secara wajar, melalui proses pengambilan keputusan yang independen, serta diungkapkan
secara transparan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan
demikian, transaksi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, tetapi juga
mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung ekspansi usaha dan penerapan praktik tata
kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB‐
57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK 35/POJK.04/2020, POJK
17/2020, dan POJK 42/2020.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah rencana transaksi penjaminan aset oleh Perseroan dan pihak afiliasi
kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI”) (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | ii
Page 4
Benturan Kepentingan dan eraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember 2025.
Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan, analisis atas
kewajaran harga transaksi;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”)
Perseroan bertindak sebagai pihak yang memperoleh fasilitas pembiayaan dan pihak yang
menjaminkan aset.
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI” atau “Bank”)
BMRI bertindak sebagai pihak kreditur yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada Perseroan.
• Pihak Terafiliasi (Pemilik Aset)
Bertindak sebagai pihak terafiliasi Perseroan yang menjaminkan asetnya untuk kepentingan fasilitas
kredit Perseroan, yaitu:
1. PT Petro Asia Energy (“PAE”);
2. PT Dharma Mulia Jaya (“DMJ”);
3. PT Cipta Rizqi Energi (“CRE”);
4. PT Cipta Nyata Gemilang (“Cipta”)
Materialitas atas Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-
4/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 tercatat sebesar Rp279.514.509.707,- sedangkan harga Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp80.849.646.818,- dengan kurs yang disepakati yaitu Rp16.887. Nilai
transaksi adalah sebesar 28,93% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025. Dengan demikian
Rencana Transaksi ini termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020.
Sifat dan Hubungan Afiliasi
Sifat dan hubungan afiliasi berdasarkan jabatan dan kepemilkan saham adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | iii
Page 5
➢ Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Pengurus
• Andika Purwonugroho
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan Komisaris Utama pada CRE, serta memiliki
kepemilikan saham pada Cipta;
• Agung Wibawa
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan CRE, serta memiliki kepemilikan saham langsung
pada Perseroan;
• Eki Triandi Rustam
Menjabat sebagai Direktur Utama pada PAE dan memiliki kepemilikan saham pada Cipta.
➢ Afiliasi Berdasarkan Kepemilikan Saham
Hubungan kepemilikan yang teridentifikasi antara lain:
• Beberapa pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
o PT Petro Asia Energy sebesar 32,32%;
o PT Dharma Mulia Jaya (DMJ) sebesar 21,44%;
o PT Cipta Nyata Gemilang sebesar 9,10%;
• CRE dimiliki oleh Perseroan sebesar 60%;
• Andhika Purwonugroho memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 7,69% dan Eki Triandi
Rustam memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 15,38%.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | iv
Page 6
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam;
4. Analisis kewajaran transaksi;
5. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
pendapat kewajaran.
Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | v
Page 7
Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis-analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Berdasarkan analisis hubungan afiliasi Perseroan berdasarkan jabatan dan kepemilikan saham
adalah sebagai berikut:
➢ Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Pengurus
• Andika Purwonugroho
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan Komisaris Utama pada CRE, serta memiliki
kepemilikan saham pada Cipta;
• Agung Wibawa
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan CRE, serta memiliki kepemilikan saham
langsung pada Perseroan;
• Eki Triandi Rustam
Menjabat sebagai Direktur Utama pada PAE dan memiliki kepemilikan saham pada Cipta.
➢ Afiliasi Berdasarkan Kepemilikan Saham
Hubungan kepemilikan yang teridentifikasi antara lain:
• Beberapa pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
o PT Petro Asia Energy sebesar 32,32%;
o PT Dharma Mulia Jaya (DMJ) sebesar 21,44%;
o PT Cipta Nyata Gemilang sebesar 9,10%;
• CRE dimiliki oleh Perseroan sebesar 60%;
• Andhika Purwonugroho memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 7,69% dan Eki Triandi
Rustam memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 15,38%.
2. Rencana transaksi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan operasional guna menjaga
kelangsungan usaha, termasuk pembiayaan modal kerja, pengadaan pembelanjaan capex mesin dan
peralatan, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha Perseroan;
3. Setelah Rencana Transaksi, rasio profitabilitas Perseroan mengalami kenaikan, hal tersebut
menunjukkan bahwa setelah dilakukan Rencana Transaksi laba Perseroan semakin meningkat
meskipun laba bersih Perseroan pada tahun 2026-2027 cenderung rendah karena Perseroan
mencatatkan beban bunga yang lebih tinggi atas pinjaman yang dilakukan;
4. Hasil perbandingan tingkat suku bunga pasar menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman kredit
investasi berada pada rentang 7,11% hingga 9%. Sedangkan suku bunga pinjaman kredit investasi 3
dan 4 Perseroan berada pada 8,90% sehingga masih berada pada rentang suku bunga pasar. Hasil
perbandingan tingkat suku bunga pinjaman SBLC pasar menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman
SBLC berada pada rentang 1,25% hingga 2% per annum. Sedangkan suku bunga pinjaman SBLC
Perseroan berada pada 0,25% per kuartal atau 1% per annum, sehingga masih berada pada rentang
suku bunga SBLC pasar;
5. Analisis inkremental menunjukkan bahwa adanya pinjaman kepada Perseroan akan memberikan nilai
tambah bagi Perseroan, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan memperoleh
kenaikan pendapatan dan laba akibat penambahan capex yang dilakukan melalui pembelian mesin
dan peralatan produksi;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat dan risiko sebagai berikut:
• Manfaat Transaksi:
➢ Berpotensi mendorong peningkatan profitabilitas, mengingat tambahan pendanaan akan
digunakan untuk memperkuat kegiatan operasional dan mendukung ekspansi usaha. Dengan
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | vi
Page 8
meningkatnya kapasitas operasional dan jangkauan layanan, Perseroan diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja keuangan;
► Mendukung perluasan pangsa pasar Perseroan, khususnya dalam industri gas berbasis
Compressed Natural Gas (CNG). Dengan dukungan pendanaan yang memadai, Perseroan
memiliki fleksibilitas untuk menjangkau pelanggan baru, memperluas wilayah distribusi, serta
meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan industri energi;
► Melalui penguatan kapasitas usaha dan ekspansi yang berkelanjutan, Perseroan berpotensi
memperkuat posisinya dalam industri CNG. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang
Perseroan urituk meningkatkan skala usaha dan memperkuatpositioningdi industri energi, yang
pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan
pemangku kepentingan lainnya.
• Risiko Transaksi: Dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Perseroan berisiko mengalami
peningkatan kewajiban dan tingkat leverage sebagai konsekuensi dari penambahan fasilitas
pembiayaan. Peningkatan leverage ini dapat berdampak pada beban keuangan Perseroan,
khususnya terkait kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman.
7. Secara kelayakan Rencana Transaksi terhadaP. Initial Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV),
Profitablitity Index (Pl), dan Payback Period menunjukan hasil yang mengindikasikan proyek adalah
layak;
8. Analisis coverage ratio dan loan to value ratio adalah masing-masing sebesar 166,56% dan 183,68%
sehingga besaran coverage ratio dan Nilai Pasar agunan dapat menutup besarnya pinjaman dan dapat
dikatakan layak.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi penjaminan aset oleh
Perseroan dan pihak afiliasi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("BMRI") adalah WAJAR.
Hormat ka
KJPPH
Rekan - Penilai Bisnis
lzin Penilai : B-1.22.00627
No. MAPPI : 13-S-04028
No. Register : RMK-2017.01124
No. STTD : STTD.PB-57/PM.02/2023
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk I vii
Page 9
Page 10
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ......................................................................................... viii
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................................ xii
DAFTAR GRAFIK ......................................................................................................................... xiii
1. PENDAHULUAN..................................................................................................................... 1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................................... 1
1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi .............................................................................. 1
1.3. Status Penilai ................................................................................................................ 1
1.4. Independensi Penilai ..................................................................................................... 2
1.5. Objek Pendapat Kewajaran ............................................................................................ 2
1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................ 2
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran.......................................................................................... 2
1.8. Ruang Lingkup Penugasan ............................................................................................. 2
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ............................................... 2
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas ....................................................................................... 3
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran .............................................................. 4
1.12. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................ 4
1.13. Subsequent Event .......................................................................................................... 5
1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ................................................................... 5
2. ANALISIS TRANSAKSI ............................................................................................................ 6
2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi ....................................................... 6
2.1.1. PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”) ............................................................. 6
2.1.2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (”BMRI”) .......................................................................... 7
2.1.3. PT Petro Asia Energy (”PAE”) .......................................................................................... 9
2.1.4. PT Dharma Mulia Jaya (”DMJ”) ...................................................................................... 10
2.1.5. PT Cipta Rizqi Energi (”CRE”)........................................................................................ 10
2.1.6. PT Cipta Nyata Gemilang (”Cipta”) ............................................................................... 11
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ..................................................................... 11
2.3. Materialitas atas Transaksi ........................................................................................... 13
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ........................................ 14
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi .......................................................... 14
2.5.1. Manfaat Transaksi........................................................................................................ 14
2.5.2. Risiko Transaksi ........................................................................................................... 15
3. ANALISIS KUALITATIF .......................................................................................................... 16
3.1. Tinjauan Ekonomi ........................................................................................................ 16
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan.................................................................................... 16
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................ 16
3.1.3. Suku Bunga ................................................................................................................. 17
3.1.4. Inflasi ........................................................................................................................ 18
3.2. Tinjauan Industri Natural Gas ....................................................................................... 19
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan ................................................................ 21
3.4. Analisis SWOT ............................................................................................................. 22
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi ........................................................ 23
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | ix
Page 11
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif .......................................................... 23
3.7. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan ................................................... 24
3.8. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan .................................................. 25
3.9. Analisis Dampak Keuangan Perseroan jika Proyek yang Akan didanai Mengalami
Kegagalan ................................................................................................................... 25
4. ANALISIS KUANTITATIF ........................................................................................................ 26
4.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan ............................................................................. 26
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis ................................................................................. 26
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ........................................................................................... 28
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis ............................................................................................ 28
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 30
4.2. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga ................................................................................. 31
4.3. Analisis Proforma ........................................................................................................ 33
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ................................................................... 34
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .................................... 37
4.6. Analisis Kemampuan Penerima Dana Pinjaman untuk Melunasi Transaksi ..................... 38
4.7. Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi ................................ 39
4.8. Analisis Inkremental .................................................................................................... 39
4.8.1. Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perseroan Sebagai Akibat dari Rencana Transaksi ..... 39
4.8.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan............................................................................ 41
4.8.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ......................................................................... 41
4.9. Analisis atas Jaminan yang Terkait Dengan Pinjam Meminjam ....................................... 41
5. ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM
DANA ................................................................................................................................. 42
5.1. Analisis Kelayakan atas Rencana Transaksi .................................................................. 42
5.2. Analisis Agunan ........................................................................................................... 43
5.3. Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan ............................................................... 44
6. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 45
6.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi ................................................................................ 45
6.2. Pendapat Kewajaran .................................................................................................... 46
6. LAMPIRAN .............................................................................................................................. 47
7. REFERENSI ............................................................................................................................. 48
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | x
Page 12
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................................... 7
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham BMRI ........................................................................................... 8
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham PAE ............................................................................................. 9
Tabel 4. Susunan Pemegang Saham DMJ........................................................................................... 10
Tabel 5. Susunan Pemegang Saham CRE .......................................................................................... 11
Tabel 5. Susunan Pemegang Saham Cipta......................................................................................... 11
Tabel 6. Informasi Pinjaman Bank Mandiri ......................................................................................... 14
Tabel 7. Debt to Equity Ratio Historis ................................................................................................. 24
Tabel 8. Debt to Equity Ratio Proyeksi ................................................................................................ 24
Tabel 9. Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan ...................................................................... 25
Tabel 10. Laporan Posisi Keuangan Historis ...................................................................................... 26
Tabel 11. Laporan Laba Rugi Historis ................................................................................................ 28
Tabel 12. Laporan Arus Kas Historis .................................................................................................. 29
Tabel 13. Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... 31
Tabel 14. Analisis Suku Bunga Pinjaman dari Penawaran Kredit ......................................................... 31
Tabel 15. Rata-Rata Suku Bunga Pinjaman Rupiah ............................................................................. 32
Tabel 16. Perbandingan Tingkat Suku Bunga Pinjaman Rupiah ........................................................... 32
Tabel 17. Rata-Rata Suku Bunga Pinjaman USD ................................................................................. 32
Tabel 18. Proforma Posisi Keuangan ................................................................................................. 33
Tabel 19. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi ..................................................................... 34
Tabel 20. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi ................................................................... 34
Tabel 21. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ........................................................... 35
Tabel 22. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi ......................................................... 36
Tabel 23. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................ 37
Tabel 24. Kemampuan Perseroan Untuk Melunasi Transaksi .............................................................. 38
Tabel 25. Arus Kas Perseroan ............................................................................................................ 39
Tabel 26. Analisis Inkremental Laba Rugi........................................................................................... 40
Tabel 27. Analisis Inkremental Posisi Keuangan ................................................................................ 40
Tabel 28. Agunan Untuk Fasilitas Standby LC .................................................................................... 41
Tabel 29. Agunan Untuk Fasilitas Kredit Investasi 3 dan 4................................................................... 41
Tabel 30. Perhitungan Kelayakan Rencana Transaksi ......................................................................... 42
Tabel 31. Analisis Kelayakan Rencana Transaksi................................................................................ 42
Tabel 32. Daftar Agunan atas Rencana Transaksi ............................................................................... 43
Tabel 33. Analisis Coverage Ratio...................................................................................................... 43
Tabel 34. Analisis Loan to Value Ratio ............................................................................................... 44
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Alur Rencana Transaksi ................................................................................................... 13
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | xii
Page 14
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025 .......................................................................... 16
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025 ...................................... 17
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025 .................................................................................. 18
Grafik 4. Pangsa Pasar Global Gas Alam Tahun 2024-2034 ................................................................ 19
Grafik 5. Produksi Gas Alam Global Tahun 2020-2030 ....................................................................... 20
Grafik 6. Indeks Harga Gas Alam Global Tahun 2020-2025 ................................................................ 20
Grafik 7. Negara-Negara dengan Kapasitas Ekspor Terbesar (2025) ................................................... 21
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | xiii
Page 15
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Bidang Usaha : Distribusi Gas Alam dan Buatan, Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat,
Cair dan Gas dan Produk YBDI
Alamat : Jl. Raya Kalimalang No. 126, Tegal Gede, Pasirsari, Cikarang Selatan,
Kabupaten Bekasi Jawa Barat, 17530
Telepon dan Faks. : (021) 89836763
E-mail : cngniaga@cng.co.id
1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Perseroan berencana melaksanakan transaksi afiliasi dan material berupa penjaminan aset Perseroan
kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI” atau “Bank”) dalam rangka memperoleh fasilitas
pembiayaan. Sehubungan dengan rencana transaksi tersebut, Perseroan telah menerima penawaran
fasilitas kredit dari BMRI berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit No.
CM2.WDI/SPPK/0068/2026 tanggal 17 April 2026, dengan rincian tambahan Standby LC sebesar
USD3.159.214, Kredit Investasi 3 sebesar Rp17.500.000.000,- dan Kredit Investasi 4 sebesar
Rp10.000.000.000,- yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Latar
belakang dan alasan dilaksanakannya transaksi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan
operasional guna menjaga kelangsungan usaha, termasuk pembiayaan modal kerja, pengadaan
pembelanjaan capex mesin dan peralatan, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha Perseroan.
Transaksi ini juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi struktur permodalan melalui pemanfaatan
sumber pendanaan eksternal yang kompetitif, serta optimalisasi pemanfaatan aset Perseroan dan pihak
terafiliasi agar dapat memberikan nilai tambah dalam memperoleh akses pembiayaan dengan syarat
dan ketentuan yang sejalan dengan praktik pasar. Penjaminan aset yang sebagian berasal dari pihak
terafiliasi dilakukan untuk mendukung kepentingan Perseroan, dengan mempertimbangkan adanya
manfaat ekonomi yang jelas bagi Perseroan serta tanpa adanya benturan kepentingan yang dapat
merugikan Perseroan maupun pemegang saham minoritas. Pelaksanaan transaksi ini didasarkan pada
penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yang mencakup transparansi, akuntabilitas,
responsibilitas, independensi, dan kewajaran, di mana Perseroan memastikan bahwa transaksi
dilakukan secara wajar, melalui proses pengambilan keputusan yang independen, serta diungkapkan
secara transparan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan
demikian, transaksi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, tetapi juga
mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung ekspansi usaha dan penerapan praktik tata
kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 1
Page 16
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB‐
57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK 35/POJK.04/2020, POJK
17/2020, dan POJK 42/2020.
1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah rencana transaksi penjaminan aset oleh Perseroan dan pihak afiliasi
kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI”) (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan dan eraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember 2025.
1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
harga transaksi;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”)
Perseroan bertindak sebagai pihak yang memperoleh fasilitas pembiayaan dan pihak yang
menjaminkan aset.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 2
Page 17
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI”)
BMRI bertindak sebagai pihak kreditur yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada Perseroan.
• Pihak Pemilik Aset (Pihak Terafiliasi)
Bertindak sebagai pihak yang turut menjaminkan asetnya untuk kepentingan fasilitas kredit
Perseroan, yaitu:
1. PT Petro Asia Energy (“PAE”);
2. PT Dharma Mulia Jaya (“DMJ”);
3. PT Cipta Rizqi Energi (“CRE”);
4. PT Cipta Nyata Gemilang (“Cipta”)
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 3
Page 18
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam;
4. Analisis atas kewajaran transaksi;
5. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
1.12. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-4/1/III/2026
oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan tanggal 30 Maret 2026 dengan
opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak.,
CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00056/2.0927/AU.1/05/1350-3/1/III/2025
oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 24 Maret 2025 dengan opini
wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00043/2.0927/AU.1/05/1362-2/1/III/2024
oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 28 Maret 2024 dengan opini
wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00092/2.0927/AU.1/05/1350-1/1/VIII/3023
oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 10 Agustus 2023 dengan opini
wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE., M.Ak., Ak., CA.,
CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00118/2.0927/AU.1/05/0109-2/1/VI/2022
oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 30 Juni 2022 dengan opini
wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Ben Ardi, CA, CPA, CLI selaku penanggung
jawab audit;
6. Laporan penilaian aset jaminan oleh KJPP Herman Merizki dan Rekan Nomor 00371/2.120-
00/PI/05/0374/1/IV/2026 tanggal 9 April 2026;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya transaksi per 31
Desember 2025;
8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasi Perseroan tahun 2026-2032 Tanpa Rencana Transaksi dan
Dengan Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9. Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) atas nama Perseroan oleh Bank Mandiri Nomor
CM2.WDI/SPPK/0068/2026 tanggal 17 April 2026;
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 4
Page 19
10. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan dan pihak-pihak yang bertransaksi;
11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
penugasan ini.
1.13. Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
pendapat kewajaran.
1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 5
Page 20
2. ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Edi Priyono, S.H., No.
22 tanggal 21 Desember 2005. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia tanggal 27 September 2006 dalam Surat Keputusan No. W7-00990 HT.01.01-TH.2006.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dan terakhir dengan Akta Notaris Amriyati A.
Supriyadi, S.H., M.H., No. 03 tanggal 11 Juni 2025 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 03 Juli 2025 dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-
0306252.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah menjalankan usahanya
dalam bidang Perdagangan dan Distribusi Gas Alam dan Buatan, perdagangan besar bahan padat, cair
dan gas dan produk YBDI, aktivitas perusahaan holding. Perseroan berdomisili di Kabupaten Bekasi, Jawa
Barat dan kantor Perseroan berlokasi di Jl. Kali Malang No. 126, Tegal Gede, Pasir Sari, Kabupaten Bekasi.
Entitas induk Perseroan adalah PT Petro Asia Energy selaku pemegang saham mayoritas dengan
kepemilikan 572.570.000 saham atau sebesar 32,32%, dengan nilai nominal 28.628.500.000. Bapak
Zaki Ismail dan Sanjaya adalah pengendali terakhir Perseroan.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta No. 03 tanggal 11 Juni 2025 oleh Notaris Amriyati A. Supriyadi S.H., M.H., pemegang
saham Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : As’at Said Ali
Komisaris : Raditya Muhas Juvirawan
Komisaris Independen : Leo Herlambang
Dewan Direksi
Direktur Utama : Andika Purwonugroho
Direktur : Agung Wibawa
Direktur : Mohamad Isa Safardi
Direktur : Andika Andianto
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 6
Page 21
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)
Kepemilikan (%)
PT Petro Asia Energy 32,32% 572.570.000 28.628.500.000
PT Dharma Mulia Jaya 21,44% 379.750.000 18.987.500.000
PT Cipta Nyata Gemilang 9,10% 161.200.000 8.060.000.000
PT Tirta Maritim Nusantara 7,14% 126.480.000 6.324.000.000
Andhika Purwonugroho 0,11% 2.000.000 100.000.000
Mohamad Isa Safardi 0,04% 700.000 35.000.000
Agung Wibawa 0,02% 358.000 17.900.000
Masyarakat dibawah 5% 29,83% 528.441.039 26.422.051.950
Jumlah 100,00% 1.771.499.039 88.571.951.950
Sumber: Laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
2.1.2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (”BMRI”)
Gambaran Umum
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri” atau “BMRI”) didirikan pada tanggal 2
Oktober 1998 di Negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 10, berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 1998 tanggal 1 Oktober 1998. Akta pendirian dimaksud telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-
16561.HT.01.01.TH.98 tanggal 2 Oktober 1998, serta diumumkan pada Tambahan No. 6859 dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1998.
Bank Mandiri didirikan melalui penggabungan usaha PT Bank Bumi Daya (Persero) (“BBD”), PT Bank
Dagang Negara (Persero) (“BDN”), PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) (“Bank Exim”) dan PT Bank
Pembangunan Indonesia (Persero) (“Bapindo”) (selanjutnya secara bersama-sama disebut “Bank
Peserta Penggabungan”).
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank Mandiri, ruang lingkup kegiatan Bank Mandiri adalah
melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Bank Mandiri mulai beroperasi pada tanggal 1 Agustus 1999. Entitas Induk Bank adalah
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN yang merupakan Kementerian dalam
Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pembinaan badan usaha milik negara.
Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan, sebagaimana terakhir
berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 12, tanggal 24
April 2025, yang dibuat di hadapan Utiek R. Abdurachman, S.H., M.LI., M.Kn., Notaris di Jakarta.
Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan surat
penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0113069 dan terdaftar pada Daftar Perseroan No. AHU-
0090215.AH.01.11. Tahun 2025 tanggal 25 April 2025.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 7
Page 22
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham BMRI
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 susunan pengurus dan pemegang
saham sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Zulkifli Zaini
Wakil Komisaris Utama : Rudy Salahuddin Ramto
Komisaris Independen : Muhammad Yusuf Ateh
Komisaris Independen : Mia Amiati
Komisaris Independen : Bintoro K. Pardewo
Komisaris : Luky Alfirman
Komisaris : Yuliot
Dewan Direksi
Direktur Utama : Riduan
Wakil Direktur Utama : Henry Panjaitan
Direktur Operations : Timothy Utama
Direktur Human Capital and Compliance : Eka Fitria
Direktur Risk Management : Danis Subyantoro
Direktur Commercial Banking : Totok Priyambodo
Direktur Corporate Banking : Mochamad Rizaldi
Direktur Consumer Banking : Saptari
Direktur Treasury and International Banking : Ari Rizaldi
Direktur Finance and Strategy : Novita Widya Anggraini
Direktur Network and Retail Funding : Jan Winston Tambunan
Direktur Information Technology : Sunarto
Susunan pemegang saham BMRI per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham BMRI
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Saham Seri A Dwiwarna 125 1 0,00%
Negara Republik Indonesia
Saham Seri B 6.066.666.666.625 48.533.333.333 52,00%
PT Danatara Asset Management
(Persero)
Indonesia Invesment Authority 933.333.333.250 7.466.666.666 8,00%
Zulkifli Zaini 2.856.362.500 22.850.900 0,02%
Muhammad Yusuf Ateh 530.600.000 4.244.800 0,00%
Riduan 1.818.475.000 14.547.800 0,02%
Henry Panjaitan 20.375.000 163.000 0,00%
Timothy Utama 1.291.787.500 10.334.300 0,01%
Eka Fitria 536.700.000 4.293.600 0,01%
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 8
Page 23
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Danis Subyantoro 43.573.000 348.584 0,00%
Totok Priyambodo 46.250.000 370.000 0,00%
Mochamad Rizald 50.425.000 403.400 0,00%
Saptari 15.133.000 121.064 0,00%
Ari Rizaldi 22.896.000 183.168 0,00%
Novita Widya Anggraini 27.750.000 222.000 0,00%
Jan Winston Tambunan 10.800.000 86.400 0,00%
Sunarto 68.700.000 549.600 0,00%
Publik (masing-masing 4.648.795.589.500 37.190.364.716 39,85%
dibawah 5%)
Saham Treasuri 10.531.250.000 84.250.000 0,09%
(catatan 2am)
Total 11.666.666.666.500 93.333.333.332 100,00%
Sumber: Laporan keuangan BMRI per 31 Desember 2025
2.1.3. PT Petro Asia Energy (”PAE”)
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham PAE
PAE didirikan berdasarkan Akta Notaris Titin Etikawati, S.H., M.Kn, Nomor 01 tanggal 12 Maret 2007. Akta
Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. W8-01123 HT.01.01-TH.2007.
Anggaran Dasar PAE telah mengalami perubahan dan terakhir dengan Akta Notaris Anesta Chrisanti,
S.H., M.Kn, No. 64 tanggal 24 November 2022 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris dan telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0241102.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 1 Desember 2022. PAE berdomisili di Jakarta.
Susunan pengurus dan pemegang saham PAE sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Muhammad Henri Syuhada
Dewan Direksi
Direktur Utama : Eki Triandi Rustam
Susunan pemegang saham PAE per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham PAE
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Muhammad Henri Syuhada 1.386.000.000 2.772 30%
Zaqi Ismail 3.234.000.000 6.468 70%
Total 4.620.000.000 9.240 100%
Sumber: manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 9
Page 24
2.1.4. PT Dharma Mulia Jaya (”DMJ”)
DMJ didirikan berdasarkan Akta Notaris Edi Priyono, S.H., Nomor 09 pada tanggal 8 Januari 2008. Akta
pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
AHU-03001.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 22 Januari 2008.
Anggaran Dasar DMJ telah mengalami perubahan dan terakhir dengan Akta Notaris Anesta Chrisanti,
S.H., M.Kn, No. 58 tanggal 29 September 2020 mengenai perubahan Pengangkatan Kembali Anggota
Direksi dan Komisaris dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0067724.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 1 Oktober 2020. DMJ
berdomisili di Jakarta Selatan.
Susunan pengurus dan pemegang saham DMJ sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dias Baskara Dewantara
Dewan Direksi
Direktur Utama : Sanjaya
Susunan pemegang saham DMJ per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Susunan Pemegang Saham DMJ
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Sanjaya 2.772.000.000 5.544 70%
Dias Baskara Dewantara 1.188.000.000 2.376 30%
Total 4.620.000.000 7.920 100%
Sumber: manajemen Perseroan
2.1.5. PT Cipta Rizqi Energi (”CRE”)
CRE didirikan berdasarkan Akta Notaris Dewi Tenty S.A., S.H., M.Kn Nomor 05 pada tanggal 18 April 2011.
Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-29583.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 14 Juni 2011.
Anggaran Dasar CRE telah mengalami perubahan dan terakhir dengan Akta Notaris Amriyati A. Supriyadi,
S.H., M.H, No. 22 tanggal 22 Mei 2025 mengenai Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham dan telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0040151.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 20 Juni 2025. CRE berdomisili di Jakarta Pusat.
Susunan pengurus dan pemegang saham CRE sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sudadi
Komisaris : Andika Purwonugroho
Dewan Direksi
Direktur Utama : Setiadi
Direktur : Agung Wibawa
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 10
Page 25
Susunan pemegang saham CRE per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Susunan Pemegang Saham CRE
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 12.000.000.000 120.000 60%
PT Indogawa Teknologi Indonesia 8.000.000.000 80.000 40%
Total 20.000.000.000 200.000 100%
Sumber: manajemen Perseroan
2.1.6. PT Cipta Nyata Gemilang (”Cipta”)
Cipta didirikan berdasarkan Akta Notaris Edi Priyono, S.H Nomor 81 pada tanggal 22 Oktober 2012. Akta
pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
AHU-26251.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 16 Mei 2013.
Anggaran Dasar Cipta telah mengalami perubahan dan terakhir dengan Akta Notaris Sahat
Simanungkalit, S.H., M.Kn No. 03 tanggal 4 Juli 2022 mengenai Pernyataan Keputusan Para Pemegang
Saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0030094 tanggal 6 Juli 2022. Cipta berdomisili di Jakarta Selatan.
Susunan pengurus dan pemegang saham Cipta sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Marsaid
Dewan Direksi
Direktur Utama : Andi Rachman
Susunan pemegang saham Cipta per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 6. Susunan Pemegang Saham Cipta
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Andi Rachman 120.000.000 240 46,15%
Marsaid 80.000.000 160 30,77%
Andika Purwonugroho 20.000.000 40 7,69%
Eki Triadi Rustam 40.000.000 80 15,38%
Total 260.000.000 520 100.000
Sumber: manajemen Perseroan
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 11
Page 26
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.
Berdasarkan penelaahan terhadap susunan pemegang saham dan pengurus Perseroan serta entitas
terkait, yaitu PT Petro Asia Energy (PAE), PT Dharma Mulia Jaya (DMJ), PT Cipta Nyata Gemilang (Cipta),
dan PT Cipta Rizqi Energi (CRE) dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan afiliasi antara pihak-pihak
tersebut.
1. Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Pengurus
• Andika Purwonugroho
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan Komisaris Utama pada CRE, serta memiliki
kepemilikan saham pada Cipta;
• Agung Wibawa
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan CRE, serta memiliki kepemilikan saham langsung
pada Perseroan;
• Eki Triandi Rustam
Menjabat sebagai Direktur Utama pada PAE dan memiliki kepemilikan saham pada Cipta.
2. Afiliasi Berdasarkan Kepemilikan Saham
Hubungan kepemilikan yang teridentifikasi antara lain:
• Beberapa pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
o PT Petro Asia Energy sebesar 32,32%;
o PT Dharma Mulia Jaya (DMJ) sebesar 21,44%;
o PT Cipta Nyata Gemilang sebesar 9,10%;
• CRE dimiliki olehmPerseroan sebesar 60%;
• Andhika Purwonugroho memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 7,69% dan Eki Triandi
Rustam memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 15,38%.
Penjelasan terkait afiliasi adalah sebagai berikut:
1. Perseroan dengan PAE
PAE merupakan pemegang saham terbesar Perseroan dengan kepemilikan sebesar 32,32%.
Kepemilikan tersebut memberikan PAE kemampuan untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap
kebijakan dan pengambilan keputusan Perseroan, serta mengindikasikan adanya pengendalian
mayoritas. Dengan demikian, Perseroan dan PAE memiliki hubungan afiliasi melalui kepemilikan
saham.
2. Perseroan dengan DMJ
DMJ merupakan pemegang saham signifikan Perseroan dengan kepemilikan sebesar 21,44%.
Kepemilikan ini memberikan DMJ pengaruh terhadap Perseroan, sehingga hubungan afiliasi antara
Perseroan dan DMJ terjadi melalui kepemilikan saham.
3. Perseroan dengan CRE
CRE memiliki kepemilikan saham pada Perseroan sebesar 9,10%. Selain itu, terdapat kesamaan
pengurus antara Perseroan dan CRE, yaitu Andika Purwonugroho yang menjabat sebagai Direktur
Utama Perseroan dan Komisaris pada CRE, serta Agung Wibawa yang menjabat sebagai Direktur
Perseroan dan CRE. Dengan demikian, hubungan afiliasi antara Perseroan dan CRE terjadi baik
melalui kepemilikan saham maupun kesamaan pengurus.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 12
Page 27
4. Perseroan dengan Cipta
Terdapat kesamaan pengurus antara Perseroan dan Cipta, yaitu Andika Purwonugroho (Direktur
Utama Perseroan dan pemegang saham Cipta) dan Eki Triandi Rustam (Direktur Utama PAE dan
pemegang saham Cipta). Kesamaan ini menunjukkan adanya keterkaitan pengendalian tidak
langsung antara Perseroan, PAE, dan Cipta.
5. PAE dengan Cipta
Hubungan afiliasi terjadi melalui Eki Triandi Rustam sebagai Direktur Utama PAE sekaligus pemegang
saham CNG. Hal ini menunjukkan keterkaitan kepemilikan dan pengendalian.
6. DMJ dengan pihak lain
DMJ tidak memiliki hubungan langsung melalui pengurus dengan entitas lain, namun tetap terafiliasi
secara tidak langsung melalui kepemilikan sahamnya pada Perseroan.
7. CRE dengan pihak lain
CRE memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan melalui kepemilikan saham dan kesamaan
pengurus, namun tidak terlihat hubungan langsung dengan PAE maupun DMJ.
Berdasarkan informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dapat dikategorikan sebagai
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 yaitu transaksi yang
dilakukan oleh Perseroan dengan pihak afiliasi salah satunya susunan pengurus dan kepemilikan saham.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.
Alur rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Gambar 1. Alur Rencana Transaksi
PAE, DMJ, CRE, Cipta
Pemberian aset jaminan
BMRI Memberikan pinjaman sebesar Rp27.500.000.000,- Perseroan
dan Standby LC (SBLC) sebesar USD3.159.214,-
Sumber: Manajemen Perseroan
2.3. Materialitas atas Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain;
dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 13
Page 28
Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau
lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-
4/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 tercatat sebesar Rp279.514.509.707,- sedangkan harga Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp80.849.646.818,- dengan kurs yang disepakati yaitu Rp16.887. Nilai
transaksi adalah sebesar 28,93% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025. Dengan demikian
Rencana Transaksi ini termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020.
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Sehubungan adanya Rencana Transaksi perjanjian yang disepakati para pihak berdasarkan Surat
Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kepada Perseroan Nomor
CM.2/WDI/SPPK/0068/2026 tanggal 17 April 2026. Berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman
penjaminan aset Perseroan dengan BMRI, informasi dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
BMRI menyalurkan dana kredit investasi untuk penambahan capital expenditure operasional sebesar
Rp10.000.000.000 dan Rp17.500.000.000 dan tambahan standby LC sebesar USD3.159.214 dengan
agunan berupa non fixed asset yaitu piutang dan persediaan, fixed asset berupa tanah, bangunan, mesin
dan peralatan, dan personal guarantee atas nama As’at Said Ali.
Tabel 7. Informasi Pinjaman Bank Mandiri
Limit / Nilai
Jenis Fasilitas Bunga Jangka Waktu
USD IDR
0,25% per kuartal atau sesuai
Standby LC (SBLC) 3.159.214 53.349.646.818 ketentuan BMRI s.d. 25 Juni 2027
Kredit Investasi 3 (KI 3) 17.500.000.000 8,90% 61 Bulan
Kredit Investasi 4 (KI 4) 10.000.000.000 8,90% 72 Bulan
Sumber: manajemen Perseroan
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi
2.5.1. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang diterima Perseroan:
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 14
Page 29
1. Berpotensi mendorong peningkatan profitabilitas, mengingat tambahan pendanaan akan digunakan
untuk memperkuat kegiatan operasional dan mendukung ekspansi usaha. Dengan meningkatnya
kapasitas operasional dan jangkauan layanan, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan
pendapatan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja keuangan;
2. Mendukung perluasan pangsa pasar Perseroan, khususnya dalam industri gas berbasis Compressed
Natural Gas (CNG). Dengan dukungan pendanaan yang memadai, Perseroan memiliki fleksibilitas
untuk menjangkau pelanggan baru, memperluas wilayah distribusi, serta meningkatkan daya saing di
tengah pertumbuhan industri energi;
3. Melalui penguatan kapasitas usaha dan ekspansi yang berkelanjutan, Perseroan berpotensi
memperkuat posisinya dalam industri CNG. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Perseroan
untuk meningkatkan skala usaha dan memperkuat positioning di industri energi, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan
lainnya.
2.5.2. Risiko Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Perseroan berisiko mengalami peningkatan kewajiban
dan tingkat leverage sebagai konsekuensi dari penambahan fasilitas pembiayaan. Peningkatan leverage
ini dapat berdampak pada beban keuangan Perseroan, khususnya terkait kewajiban pembayaran bunga
dan pokok pinjaman.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 15
Page 30
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir Desember ditutup di level 8.646,94.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan saham menunjukkan 346 saham mengalami penguatan, 317
saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar
39,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,60 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp
20,61 triliun. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tercatat sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan,
dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 2,30%. Penguatan
tersebut diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,12% serta sektor industri yang
mencatatkan kenaikan sebesar 0,71%. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami pelemahan,
dengan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,81%. Pelemahan juga terjadi
pada sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi sebesar 0,84% dan 0,47%.
Sepanjang tahun 2025 hingga 29 Desember 2025, IHSG mencatatkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 22,10% secara year-to-date dan ditutup di level 8.644,26, serta beberapa kali
mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high). Sejalan dengan penguatan indeks tersebut,
kapitalisasi pasar juga tercatat telah melampaui target yang ditetapkan dalam roadmap pengembangan
pasar modal. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2025:
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025
IHSG
9.000,00
8.646,94
8.700,00
8.400,00
8.100,00
7.800,00
7.500,00 7.323,59
7.200,00
6.900,00
6.850,62 7.079,90
6.600,00
6.300,00 6.581,48
6.000,00
5.700,00 5.979,07
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Close Price
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 berada pada level
Rp16.782,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2025:
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 16
Page 31
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025
Kurs Tengah BI
17.000,00
16.500,00 16.162,00 16.782,00
16.000,00 15.731,00
15.500,00
15.000,00 15.439,00
14.500,00 14.105,00
14.000,00 14.269,00
13.500,00
13.000,00
12.500,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16–17 Desember 2025
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global,
sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang
telah diterapkan guna menopang stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengevaluasi peluang penurunan lanjutan suku bunga BI-Rate
dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi tahun 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
makroprudensial juga diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan
guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ke
sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan penggunaan
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan
infrastruktur sistem pembayaran.
Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan antara Bank
Indonesia dan Pemerintah juga semakin ditingkatkan guna menjaga stabilitas serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,2%, didorong oleh
penguatan ekonomi Jepang dan India yang didukung oleh konsumsi rumah tangga serta kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa dipandang tetap solid seiring dukungan konsumsi,
investasi, dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif baik. Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat (AS)
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 17
Page 32
pada 2025 diperkirakan mengalami perlambatan akibat dampak sementara penghentian operasional
pemerintah serta melemahnya pasar tenaga kerja, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga
diprakirakan terus melambat seiring masih lemahnya permintaan domestik.
Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun menjadi sekitar 3,0%,
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta meningkatnya
kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed
Funds Rate) diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, dengan ruang penurunan yang
semakin terbatas ke depan. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun cenderung meningkat, sementara yield
tenor 10 tahun tetap berada pada level tinggi sejalan dengan tingginya beban utang Pemerintah AS.
Kondisi tersebut menyebabkan indeks dolar AS (DXY) bertahan tinggi dan membatasi aliran modal asing
ke negara berkembang.
Ke depan, tingkat ketidakpastian perekonomian global diperkirakan tetap tinggi di tengah prospek
pertumbuhan ekonomi dunia yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta
penguatan respons kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi domestik terhadap dampak
pengaruh global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2025 berada pada angka 2,92%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2020 hingga ke 2022,
tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan yang disebabkan penurunan pada komponen inti
penyumbang inflasi. Pada tahun 2024, inflasi kembali turun dibandingkan dengan tahun 2023 karena
melandainya harga pokok pangan. Inflasi pada 31 Desember 2025 meningkat 2,92% akibat kenaikan
harga pangan serta kenaikan harga emas, BBM, dan tarif transportasi udara. Berikut merupakan Grafik
inflasi bulan Desember tahun 2020-2025:
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025
Inflasi
6,00% 5,51%
5,00%
4,00%
3,00% 2,92%
2,61%
2,00%
1,87%
1,68% 1,57%
1,00%
0,00%
Des-20 Des-21 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25
Sumber: Bank Indonesia
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 18
Page 33
3.2. Tinjauan Industri Natural Gas
Industri pertambangan melibatkan beberapa kegiatan diantaranya ekstraksi mineral, minyak, gas, dan
sumber daya alam lainnya dari permukaan bumi. Industri ini memainkan peran penting pada ekonomi
global dalam menyediakan bahan baku untuk berbagai industri seperti konstruksi, manufaktur, dan
pembangkit listrik.
Gas alam adalah bahan bakar fosil yang terdiri dari metana, yang digunakan sebagai sumber bahan bakar
yang bersih untuk produksi listrik, pemanasan, dan penggunaan industri serta merupakan bahan baku
utama dalam produksi bahan kimia dan pupuk. Pangsa pasar global gas alam pada tahun 2025 tercatat
sebesar USD4,41 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi USD4,64 triliun pada tahun 2026. Pangsa
pasar global gas alam diperkirakan terus mengalami kenaikan hingga mencapai sekitar USD6,96 triliun
pada tahun 2034 dengan kenaikan rata-rata per tahun (CAGR) sebesar sekitar 5,20% selama periode
proyeksi 2026–2034. Pasar gas alam didorong oleh kenaikan permintaan global akan alternatif yang lebih
bersih daripada sumber energi fosil yang ada terutama untuk penggunaan di bidang transportasi dan
industri. Perkembangan teknologi gas alam cair (LNG) dan pengembangan infrastruktur pipa
memfasilitasi peluang perdagangan pasar gas alam antar negara. Meskipun Amerika Utara umumnya
merupakan produsen terbesar, Asia Pasifik dengan kebutuhan energi yang terus meningkat merupakan
pasar konsumen yang tumbuh sangat cepat.
Grafik 4. Pangsa Pasar Global Gas Alam Tahun 2024-2034
Sumber: Precedence Research
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 19
Page 34
Grafik 5. Produksi Gas Alam Global Tahun 2020-2030
4 5%
3,5 4%
3 3%
Pertumbuhan (%)
2,5 2%
Triliun Kg
2 1%
1,5 0%
1 -1%
0,5 -2%
0 -3%
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026P 2027P 2028P 2029P 2030P
Produksi Pertumbuhan
Sumber: Statista
Produksi gas alam di dunia dari tahun 2020 hingga 2025 cenderung fluktuatif dengan kenaikan rata-rata
tahunan sebesar 2,04% (CAGR). Hingga tahun 2025, produksi gas alam di dunia mencapai 3,44 triliun
Kg, naik 1,78% dari tahun 2024 seiring peningkatan permintaan global terutama dari Asia dan Eropa.
Produksi gas alam di tahun 2026 diperkirakan sebanyak 3,51 triliun Kg dan akan mencapai 3,75 triliun Kg
di tahun 2030 dengan kenaikan rata-rata tahunan sebesar 1,67% (CAGR). Pasar gas alam menghadapi
beberapa tantangan diantaranya masalah lingkungan terkait degradasi lahan, polusi air, dan emisi
karbon, termasuk risiko kesehatan dan keselamatan kerja, termasuk kecelakaan dan paparan zat
berbahaya. Gas alam juga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global, tekanan regulasi, dan risiko
geopolitik.
Grafik 6. Indeks Harga Gas Alam Global Tahun 2020-2025
1.000
900
800
INdex Harga Gas Alam
700
600
500
400
300
200
100
0
Oct '20
Oct '21
Oct '22
Oct '23
Oct '24
Jan '25
Jan '20
Jul '20
Jan '21
Jul '21
Jan '22
Jul '22
Jan '23
Jul '23
Jan '24
Jul '24
Jul '25
Apr '20
Apr '21
Apr '22
Apr '23
Apr '24
Apr '25
Sumber: Statista
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 20
Page 35
Indeks harga gas alam global memperhitungkan indeks dari Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat termasuk
beberapa pasar perdagangan gas alam terbesar. Indeks harga gas alam global berada di angka 174,31
poin indeks pada September 2025. Harga gas alam menurun pada bulan tersebut karena penurunan
permintaan akibat cuaca ekstrim yang terjadi secara global. Gas alam cair (LNG) merupakan salah satu
bentuk utama dalam perdagangan gas alam secara global. Meskipun penyaluran gas melalui jaringan
pipa tetap menjadi pilihan utama untuk distribusi antar negara yang berdekatan secara geografis,
perdagangan LNG melalui jalur laut terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dan semakin berperan
penting dalam pasar gas alam global. Hal ini terjadi seiring konsumsi yang tinggi di daerah-daerah yang
tidak dapat diakses oleh pipa seperti Jepang, Korea, dan Cina, serta peningkatan perdagangan LNG baru-
baru ini oleh negara-negara Eropa.
Grafik 7. Negara-Negara dengan Kapasitas Ekspor Terbesar (2025)
Trinidad and Tobago
Egypt
Indonesia
Nigeria
Jutaan Ton
Algeria
Malaysia
Russia
Qatar
Australia
United States
0 20 40 60 80 100 120
Sumber: Statista
Amerika Serikat memiliki kapasitas ekspor LNG terbesar dibandingkan negara mana pun di dunia. Hingga
September 2025, terminal ekspor gas alam cair (LNG) di AS memiliki kapasitas gabungan sebesar 102,3
juta metrik ton per tahun. Pada tahun 2024, Amerika Serikat merupakan negara pengekspor LNG
terbesar, diikuti oleh Qatar dan Australia. Perdagangan LNG memungkinkan gas dikirim ke negara-negara
yang tidak memiliki infrastruktur pipa, sehingga membantu diversifikasi pasar energi. Amerika Serikat
diperkirakan akan menambah lebih dari 300 juta metrik ton kapasitas ekspor LNG per tahun di masa
mendatang.
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Secara operasional, Perseroan telah memiliki pengalaman dalam kegiatan usaha distribusi gas berbasis
Compressed Natural Gas (CNG) dengan basis pelanggan yang terdiversifikasi, mencakup segmen
industri serta ritel dan komersial. Segmen industri merupakan kontributor utama pendapatan, yang
menunjukkan bahwa operasional Perseroan telah teruji dalam melayani kebutuhan energi berskala
menengah hingga besar. Selain itu, pertumbuhan pada segmen ritel dan komersial mencerminkan
adanya peningkatan permintaan terhadap energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 21
Page 36
Keberadaan basis pelanggan eksisting tersebut menjadi landasan operasional yang kuat dalam
mendukung rencana ekspansi Perseroan ke bisnis Liquefied Natural Gas (LNG). Dengan pengalaman
dalam distribusi gas serta jaringan pelanggan yang telah terbentuk, Perseroan memiliki keunggulan
dalam melakukan penetrasi pasar LNG, termasuk melalui skema pengembangan layanan hybrid CNG
dan LNG kepada pelanggan eksisting.
Dari sisi operasional, distribusi LNG memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan gas pipa,
khususnya dalam menjangkau wilayah yang belum terlayani infrastruktur jaringan gas. Hal ini
memungkinkan Perseroan untuk memperluas jangkauan pasar ke sektor industri di wilayah terpencil
(remote area), termasuk sektor pertambangan dan kawasan industri di luar pulau Jawa.
Dari sisi prospek, pasar gas alam di Indonesia masih menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan,
seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas sebagai energi transisi menuju
target Net Zero Emission. Permintaan gas diproyeksikan meningkat dalam jangka menengah hingga
panjang, didorong oleh kebutuhan sektor industri, pembangkit listrik, serta potensi penggunaan LNG
pada sektor transportasi dan logistik.
Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan pemanfaatan gas, termasuk
dalam rencana pengembangan pembangkit listrik berbasis gas, turut memperkuat prospek usaha
Perseroan. LNG menjadi solusi yang relevan, khususnya untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan
pipa, serta sebagai alternatif energi yang lebih bersih dibandingkan bahan bakar berbasis minyak dan
batubara. Dengan mempertimbangkan kondisi operasional yang telah berjalan, basis pelanggan yang
kuat, serta prospek pasar yang berkembang, Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan skala
usaha dan memperkuat posisinya dalam industri distribusi gas, khususnya pada segmen LNG.
3.4. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan (Strength):
a. Perseroan bergerak di segmen gas alam terkompresi (CNG) sektor yang mendapat dukungan dari
tren global dan kebijakan energi bersih;
b. Perseroan telah membuka sejumlah stasiun CNG di berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa
Timur, Jawa Barat, dan berencana ekspansi lebih lanjut. Ekspansi ini memperkuat keberadaan
Perseroan di pasar domestik;
c. Sebagai perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia, Perseroan memiliki akses ke modal
publik untuk mendukung ekspansi dan pengembangan infrastruktur baru.
Kelemahan (Weakness);
a. Sebagai perusahaan yang fokus pada pasar domestik dan infrastruktur gas nasional, kinerja
Perseroan sangat tergantung pada pertumbuhan industri dan permintaan energi lokal. Perubahan
kondisi ekonomi domestik dapat berdampak langsung.
Peluang (Opportunity):
a. Transisi energi di Indonesia memberi peluang bagi CNG sebagai alternatif bahan bakar fosil,
terutama di sektor transportasi dan industri. Permintaan ini diperkirakan terus meningkat;
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 22
Page 37
b. Rencana pembukaan lebih banyak stasiun CNG di wilayah strategis seperti Jawa Timur, Bali, dan
Jawa Barat membuka peluang meningkatkan pendapatan;
c. Kemitraan dengan pemain teknologi atau investasi di bidang bio-CNG/renewable gas bisa membuka
segmen pasar baru dan menambah keunggulan kompetitif;
d. Program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi dan mengembangkan
energi bersih memberikan peluang pasar yang lebih luas dan insentif industri.
Ancaman (Threats):
a. Pasar energi dipengaruhi oleh harga minyak dan gas global, ketidakpastian harga dapat
mempengaruhi margin dan operasional perusahaan;
b. Perusahaan energi besar yang sudah mapan baik domestik maupun multinasional memiliki sumber
daya lebih besar untuk ekspansi dan teknologi, meningkatkan tekanan kompetitif;
c. Perubahan kebijakan pemerintah (sebagai contoh yaitu subsidi, tarif gas, aturan lingkungan) dapat
memberi dampak positif atau negatif pada biaya dan operasional;
d. Masalah pasokan gas, keterbatasan infrastruktur transmisi/pipa, dan kebutuhan investasi besar
untuk fasilitas baru bisa menjadi kendala pertumbuhan.
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi
Perseroan berencana melaksanakan transaksi afiliasi dan material berupa penjaminan aset Perseroan
kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI” atau “Bank”) dalam rangka memperoleh fasilitas
pembiayaan. Sehubungan dengan rencana transaksi tersebut, Perseroan telah menerima penawaran
fasilitas kredit dari BMRI berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit No. CM2.WDI/SPPK/0068/2026
tanggal 17 April 2026, dengan rincian tambahan Standby LC sebesar USD3.159.214, Kredit Investasi 3
sebesar Rp17.500.000.000,- dan Kredit Investasi 4 sebesar Rp10.000.000.000,- yang akan digunakan
untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Latar belakang dan alasan dilaksanakannya transaksi
ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan operasional guna menjaga kelangsungan usaha,
termasuk pembiayaan modal kerja, pengadaan pembelanjaan capex mesin dan peralatan, sekaligus
mendukung pertumbuhan usaha Perseroan. Transaksi ini juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi
struktur permodalan melalui pemanfaatan sumber pendanaan eksternal yang kompetitif, serta
optimalisasi pemanfaatan aset Perseroan dan pihak terafiliasi agar dapat memberikan nilai tambah
dalam memperoleh akses pembiayaan dengan syarat dan ketentuan yang sejalan dengan praktik pasar.
Penjaminan aset yang sebagian berasal dari pihak terafiliasi dilakukan untuk mendukung kepentingan
Perseroan, dengan mempertimbangkan adanya manfaat ekonomi yang jelas bagi Perseroan serta tanpa
adanya benturan kepentingan yang dapat merugikan Perseroan maupun pemegang saham minoritas.
Pelaksanaan transaksi ini didasarkan pada penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yang
mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, di mana Perseroan
memastikan bahwa transaksi dilakukan secara wajar, melalui proses pengambilan keputusan yang
independen, serta diungkapkan secara transparan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan pendanaan, tetapi juga mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung ekspansi
usaha dan penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu:
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 23
Page 38
1. Penguatan fundamental usaha, di mana tambahan pendanaan memungkinkan Perseroan
meningkatkan kapasitas operasional;
2. Perluasan jaringan usaha, sehingga Perseroan dapat menjangkau pasar yang lebih luas;
3. Mendukung keberlanjutan usaha, khususnya dalam menghadapi dinamika industri energi.
Sedangkan kerugian yang timbul atas dilakukannya Rencana Transaksi bagi Perseroan peningkatan
beban keuangan dan pokok pinjaman yang harus dibayar sehubungan dengan tambahan pinjaman.
3.7. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan
Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) Perseroan selama periode Januari-Desember
2021 hingga 2025 menunjukkan adanya dinamika pergerakan yang mencerminkan perubahan strategi
pendanaan Perseroan. Pada periode 2021 hingga 2024, tingkat leverage Perseroan cenderung berada
pada level yang relatif rendah dan stabil, yang mengindikasikan bahwa kegiatan operasional masih
didominasi oleh pendanaan internal atau ekuitas. Memasuki tahun 2025, terlihat adanya peningkatan
rasio DER dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan mulai meningkatnya
pemanfaatan utang sebagai sumber pendanaan, baik untuk mendukung ekspansi usaha maupun
kebutuhan operasional. Meskipun demikian, tingkat DER Perseroan secara umum masih berada dalam
batas yang konservatif.
Secara keseluruhan, kondisi ini mencerminkan bahwa Perseroan tetap menjaga struktur permodalan
yang sehat, dengan tingkat leverage yang terkendali. Peningkatan pada periode terakhir lebih
mencerminkan strategi optimalisasi struktur pendanaan, tanpa secara signifikan meningkatkan risiko
keuangan Perseroan. Adapun ringkasan perhitungan rasio leverage adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Debt to Equity Ratio Historis
Audited Audited Audited Audited Audited
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Debt to Equity 0,00% 54,75% 43,29% 8,09% 13,91%
Sumber: data diolah
Tabel 9. Debt to Equity Ratio Proyeksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Debt to Equity 31,74% 23,71% 19,35% 15,86% 12,89% 11,03% 9,81%
Sumber: data diolah
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 24
Page 39
3.8. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
Analisis rasio likuiditas mengenai pengaruh transaksi terhadap kinerja Perseroan adalah sebagai berikut
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 10. Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
2026 2027 2028
Kas dan Bank 61.778.914.973 59.432.136.795 100.837.795.758
Persediaan 9.629.262.917 10.454.636.910 12.627.390.244
Aset Lancar 275.308.177.993 292.510.425.595 357.257.344.346
Liabilitas Jangka Pendek 147.975.182.151 150.760.854.189 160.674.708.527
Rasio Likuiditas:
- Rasio Lancar 1,86 1,94 2,22
- Quick Ratio 1,80 1,87 2,14
- Cash Ratio 0,42 0,39 0,63
2029 2030 2031 2032
Kas dan Bank 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757 336.074.467.247
Persediaan 13.800.000.899 15.208.672.859 17.028.070.094 19.104.303.677
Aset Lancar 417.326.478.955 485.424.314.683 567.725.085.395 662.779.830.830
Liabilitas Jangka Pendek 169.358.546.111 179.676.463.828 193.636.458.476 209.624.832.554
Rasio Likuiditas:
- Rasio Lancar 2,46 2,70 2,93 3,16
- Quick Ratio 2,38 2,62 2,84 3,07
- Cash Ratio 0,88 1,12 1,36 1,60
Sumber: data diolah
Berdasarkan proyeksi rasio likuiditas, kondisi keuangan Perseroan dinilai tetap memadai dan mampu
menyerap dampak dari Rencana Transaksi, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang material
terhadap kinerja keuangan Perseroan di masa mendatang. Rasio likuiditas pada skenario dengan
transaksi mencerminkan bahwa transaksi tersebut masih berada dalam batas kemampuan likuiditas
Perseroan secara konsolidasi.
3.9. Analisis Dampak Keuangan Perseroan jika Proyek yang Akan didanai Mengalami Kegagalan
Perseroan menjalankan usahanya dalam bidang Perdagangan dan Distribusi Gas Alam dan Buatan. Jika
Perseroan tidak beroperasi maka Perseroan tidak bisa membayar utang-utangnya. Jika proyek
mengalami kegagalan maka jaminan atas pinjaman tersebut akan disita atau diambil oleh pihak Bank
sesuai dengan Surat Penawaran Pemberian Kredit.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 25
Page 40
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2021-2025 (dalam
Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 11. Laporan Posisi Keuangan Historis
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 16.026.649.327 25.313.647.785 17.912.916.006 115.434.640.548 55.125.384.278
Piutang Usaha 38.252.673.720 33.198.885.254 37.784.356.651 47.949.568.331 65.316.128.527
Piutang lain-lain 884.030.143 1.260.963.082 2.640.814.496 1.520.345.837 8.695.745.890
Persediaan 2.357.071.912 3.310.779.080 3.364.084.501 7.755.365.012 9.136.132.965
Uang Muka 10.958.733.001 2.866.170.469 3.633.372.215 39.488.391.335 76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka 41.717.200 4.641.767.579 140.941.933 704.883.350 859.140.698
Biaya dibayar dimuka 4.893.935.420 565.881.102 13.811.710.237 26.304.391.791 31.012.277.105
Total Current Asset 73.414.810.723 71.158.094.351 79.288.196.039 239.157.586.204 246.212.226.591
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 77.629.004.385 77.888.900.141 74.439.283.791 106.171.385.362 133.448.869.431
Piutang pihak berelasi 20.319.250.000 - - - -
Aset pajak tangguhan 4.194.689.507 4.605.588.666 4.401.060.381 4.858.207.890 3.894.048.414
Dana dibatasi penggunaannya - 21.300.000.000 20.250.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000
Aset tidak lancar lainnya 7.669.675.892 4.822.771.278 12.361.797.008 5.812.750.974 10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar 109.812.619.784 108.617.260.085 111.452.141.180 122.190.344.226 153.237.064.606
TOTAL ASET 183.227.430.507 179.775.354.436 190.740.337.219 361.347.930.430 399.449.291.197
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 25.987.596.691 28.277.558.606 44.177.603.573 42.763.775.334 51.702.402.203
Utang lain-lain 3.404.954.874 2.658.961.641 642.471.780 2.786.716.521 2.579.045.735
Utang pajak 1.207.765.083 2.136.157.028 3.754.715.590 3.539.842.979 4.032.150.145
Beban masih harus dibayar 314.780.407 234.967.464 1.140.182.491 1.842.242.091 1.564.959.137
Pendapatan diterima dimuka 6.532.304.458 4.847.115.092 2.757.057.836 3.617.916.018 3.885.817.909
Pembiayaan musyarakah jangka panjang jatuh
5.741.279.760 8.757.019.966 11.205.363.637 - -
tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu
1.826.631.840 2.033.820.291 2.033.820.291 9.767.932.872 26.312.627.349
satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 423.430.000 468.241.567 468.241.567 702.944.811 917.336.044
-Utang bank 1.403.201.840 1.565.578.724 1.565.578.724 9.064.988.061 25.395.291.305
Total Liabilitas Jangka Pendek 45.015.313.113 48.945.600.088 65.711.215.198 64.318.425.815 90.077.002.478
Liabilitas jangka panjang
Utang pihak berelasi 7.739.786.537 257.295.293 - -
Liabilitas imbalan kerja 20.564.152.187 21.428.800.500 20.499.126.477 21.323.325.632 17.281.076.650
Pembiayaan musyawarah jangka panjang dikurangi
11.979.680.344 27.375.473.386 19.110.626.623 - -
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
5.691.962.148 4.268.281.675 3.228.674.548 11.603.337.843 12.576.702.362
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 1.104.425.064 1.207.421.366 1.691.116.968 1.454.614.437 4.963.451.295
-Utang bank 4.587.537.084 3.060.860.309 1.537.557.580 10.148.723.406 7.613.251.067
Total Liabilitas Jangka Panjang 45.975.581.216 53.329.850.854 42.838.427.648 32.926.663.475 29.857.779.012
Total Liabilitas 90.990.894.329 102.275.450.942 108.549.642.846 97.245.089.290 119.934.781.490
Ekuitas
Modal saham 2.000.000.000 2.000.000.000 62.000.000.000 88.574.951.950 88.574.951.950
Tambahan modal disetor 121.894.301 121.894.301 121.894.301 146.845.152.655 147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain (724.882.360) (760.024.824) 1.669.881.895 2.739.245.560 4.051.359.019
Saldo laba 81.039.959.040 65.501.780.724 7.645.124.139 14.842.940.097 24.351.694.085
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
82.436.970.981 66.863.650.201 71.436.900.335 253.002.290.262 264.496.418.269
entitas induk
Kepentingan nonpengendali 9.799.565.197 10.636.253.294 10.753.794.038 11.100.550.879 15.018.091.438
Total Ekuitas 92.236.536.178 77.499.903.495 82.190.694.373 264.102.841.141 279.514.509.707
Total Liabilitas dan Ekuitas 183.227.430.507 179.775.354.437 190.740.337.219 361.347.930.431 399.449.291.197
Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 26
Page 41
Kas dan Bank
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp16,03 miliar, Rp25,31 miliar, Rp17,91 miliar, Rp115,43 miliar, dan Rp55,13 miliar dengan rasio kas
masing-masing sebesar 0,36 kali, 0,52 kali, 0,27 kali, 1,79 kali, dan 0,61 kali.
Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp38,25
miliar, Rp33,20 miliar, Rp37,78 miliar, Rp47,95 miliar, dan Rp65,32 miliar. Hari perputaran piutang usaha
per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 36 hari, 28 hari, 36 hari, 34
hari, dan 38 hari.
Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp2,36 miliar,
Rp3,31 miliar, Rp3,36 miliar, Rp7,76 miliar, dan Rp9,14 miliar dengan perputaran hari persediaan
masing-masing sebesar 3 hari, 3 hari, 4 hari, 7 hari, dan 7 hari.
Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp77,63
miliar, Rp77,89 miliar, Rp74,44 miliar, Rp106,17 miliar, dan Rp133,45 miliar atau berkisar 29,38% -
43,33% dari total aset per 31 Desember 2021-2025. Aset tetap Perseroan berupa tanah, gedung,
kendaraan, peralatan kantor, mesin dan peralatan, peralatan keselamatan, aset dalam pembangunan
berupa gedung, mesin dan peralatan.
Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp25,99 miliar,
Rp28,28 miliar, Rp44,18 miliar, Rp42,76 miliar, dan Rp51,70 miliar dengan hari perputaran utang usaha
masing-masing 29 hari, 30 hari, 52 hari, 36 hari, dan 37 hari.
Total Liabilitas Jangka Pendek
Perseroan memiliki total liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp45,02 miliar, Rp48,95 miliar, Rp65,71 miliar, Rp64,32 miliar, dan Rp90,08 miliar. Total liabilitas jangka
pendek Perseroan terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, beban masih harus dibayar,
pendapatan diterima dimuka, utang pembiayaan konsumen, dan utang bank.
Total Liabilitas Jangka Panjang
Perseroan memiliki total liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp45,98 miliar, Rp53,33 miliar, Rp42,84 miliar, Rp32,93 miliar, dan Rp29,86 miliar. Total liabilitas jangka
panjang Perseroan terdiri dari utang pihak berelasi, liabilitas imbalan kerja, utang pembiayaan
konsumen, dan utang bank.
Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp92,24 miliar, Rp77,50
miliar, Rp82,19 miliar, Rp264,10 miliar, dan Rp279,51 miliar. Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh Modal saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan per 31 Desember 2021-2023 masing-
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 27
Page 42
masing sebesar Rp2 miliar, Rp2 miliar, dan Rp62 miliar. Sedangkan modal saham ditempatkan dan
disetor penuh Perseroan per 31 Desember 2024-2025 masing-masing sebesar Rp88,57 miliar.
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 12. Laporan Laba Rugi Historis
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
PENDAPATAN 387.699.802.006 423.553.944.251 377.588.881.905 508.498.255.069 611.897.173.968
BEBAN POKOK PENDAPATAN (325.019.655.953) (344.599.210.409) (304.494.316.161) (426.716.267.800) (505.344.549.198)
LABA KOTOR 62.680.146.053 78.954.733.842 73.094.565.744 81.781.987.269 106.552.624.770
BEBAN USAHA (55.430.233.397) (61.970.414.553) (64.595.318.157) (75.039.260.146) (84.454.383.700)
LABA USAHA 7.249.912.656 16.984.319.289 8.499.247.587 6.742.727.123 22.098.241.070
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO (2.391.590.260) (1.732.149.030) 2.686.269.903 7.485.102.662 (21.883.676)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4.858.322.396 15.252.170.259 11.185.517.490 14.227.829.785 22.076.357.394
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
-Kini (1.340.316.857) (3.094.499.893) (3.220.106.901) (5.257.779.581) (5.606.124.629)
-Tangguhan 246.318.214 399.077.727 531.571.601 787.522.102 (586.291.353)
Beban Pajak Penghasilan - Neto (1.093.998.643) (2.695.422.166) (2.688.535.300) (4.470.257.479) (6.192.415.982)
LABA (RUGI) NETO 3.764.323.753 12.556.748.093 8.496.982.190 9.757.572.306 15.883.941.412
Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025
Pendapatan
Perseroan membukukan pendapatan pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp387,70 miliar,
Rp423,55 miliar, Rp377,59 miliar, Rp508,50 miliar, dan Rp611,90 miliar. Pendapatan Perseroan berasal
dari pendapatan gas dan yang berasal dari Entitas Anak yaitu gas, alat proyek, dan jasa.
Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp325,02 miliar, Rp344,60 miliar, Rp304,49 miliar, Rp426,72 miliar, dan Rp505,34 miliar dengan
persentase beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada tahun 2020-2024 dan Maret 2025
masing-masing sebesar 83,83%, 81,36%, 80,64%, 83,92%, dan 82,59%.
Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp62,68 miliar,
Rp78,95 miliar, Rp73,09 miliar, Rp81,78 miliar, dan Rp106,55 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun
2021-2025 masing-masing sebesar 16,17%, 18,64%, 19,36%, 16,08%, dan 17,41%.
Laba (Rugi) Neto
Pada tahun 2022-2025 Perseroan membukukan laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp, 3,76
miliar, Rp12,56 miliar, Rp8,50 miliar, Rp9,76 miliar, dan Rp15,88 miliar, dengan rasio net profit margin
masing-masing sebesar 0,97%, 2,96%, 2,25%, 1,92%, 2,60%.
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 28
Page 43
Tabel 13. Laporan Arus Kas Historis
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 392.636.786.210 424.421.504.309 370.913.353.253 499.193.901.571 594.798.515.663
Penerimaan dari bunga 938.564.609 276.974.713 273.068.315 4.155.547.709 2.712.002.474
Pembayaran ke pemasok (326.706.157.745) (339.064.768.179) (297.733.259.899) (414.307.891.279) (482.250.567.549)
Pembayran untuk beban operasional (54.498.803.048) (46.808.332.339) (53.239.801.692) (85.731.673.087) (94.344.840.678)
Pembayaran pajak (1.365.794.657) (2.690.271.850) (1.176.609.171) (6.036.593.609) (5.268.074.811)
Pembayaran atas bunga (3.330.154.869) (2.575.851.297) (1.621.746.925) (5.576.878.170) (2.964.971.421)
Penerimaan operasi lainnya 98.328.756 566.727.554 4.034.948.513 8.907.395.623 (503.479.733)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 7.772.769.256 34.125.982.911 21.449.952.394 603.808.758 12.178.583.945
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (18.558.715.173) (11.667.259.663) (14.703.809.533) (46.452.443.138) (35.442.632.527)
Penambahan uang muka (166.041.000) - - (38.222.110.182) (45.024.283.793)
Penjualan aset tetap - - 5.455.556.602 - -
Penambahan (pembebanan) aset tidak lancar lainnya - 1.097.943.656 (7.539.025.730) 6.549.046.034 (4.733.395.787)
Penerimaan dari penjualan aset tetap - - - - 300.000.000
Dana yang dibatasi penggunaannya (5.818.485.775) (15.000.000.000) 1.050.000.000 (98.000.000) -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (24.543.241.948) (25.569.316.007) (15.737.278.661) (78.223.507.286) (84.900.312.107)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Dana yang dibatasi penggunaannya - - - 15.000.000.000 -
Penambahan setoran modal di entitas anak 4.160.000 - - - 3.025.000.000
Setoran modal dari penawaran umum - - - 26.574.951.950 -
Tambahan modal disetor - - - 153.073.258.354 -
Beban emisi saham - - - (6.350.000.000) -
Pembayaran dividen (364.000.000) (382.200.000) (6.000.000.000) (2.214.286.250) (4.706.051.104)
Pembayaran dividen di entitas anak - - - (516.677.695) (130.936.000)
Penerimaan (pembayaran) piutang pihak berelasi (600.384.331) (6.550.018.428) (257.295.293) 3.781.391.095 (3.293.600.000)
Pembayaran kepada pihak berelasi (3.392.124.047) (7.482.491.244) - - -
Penerimaan utang bank - - - 24.740.791.557 19.500.000.000
Pembayaran utang bank - - (7.339.805.821) (38.946.206.654) (5.705.169.095)
Penerimaan utang lain-lain pihak ketiga 2.203.933.880 - - - -
Penerimaan (pembayaran) pinjaman bank - neto 15.693.275.044 17.047.233.357 - - -
(Pembayaran) penerimaan utang pembiayaan konsumen (144.747.171) 147.807.869 483.695.602 (1.799.287) 3.723.228.091
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 13.400.113.375 2.780.331.554 (13.113.405.512) 175.141.423.070 12.412.471.892
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (3.370.359.317) 11.336.998.458 (7.400.731.779) 97.521.724.542 (60.309.256.270)
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 19.397.008.643 13.976.649.327 25.313.647.785 17.912.916.006 115.434.640.548
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 16.026.649.326 25.313.647.785 17.912.916.006 115.434.640.548 55.125.384.278
Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025
Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025. Arus kas aktivitas operasi yang dihasilkan oleh Perseroan untuk periode 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp7,77 miliar, Rp34,13 miliar, Rp21,45 miliar, Rp603,81
juta, dan Rp12,18 miliar.
Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar Rp24,54 miliar, Rp25,57miliar, Rp15,74
miliar, Rp78,22 miliar, dan Rp84,90 miliar.
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021, 2022, 2024, dan 2025 Perseroan mencatat
arus kas yang dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp13,40 miliar, Rp2,78 miliar, Rp175,14
miliar, dan Rp12,41 miliar. Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2022 Perseroan mencatat
arus kas yang digunakan sebesar Rp13,11 miliar.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 29
Page 44
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 1,63
kali, 1,45 kali, 1,21 kali, 3,72 kali, dan 2,73 kali. Rasio kas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 0,36 kali, 0,52 kali, 0,27 kali, 1,79 kali, dan 0,61 kali. Rasio
cepat Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 1,58
kali, 1,39 kali, 1,16 kali, 3,60 kali, dan 2,63 kali.
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah
sebesar 17,53%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah sebesar 2,14%.
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-
2025 rata-rata hari perputaran piutang usaha di 34 hari, hari perputaran utang usaha di 37 hari, dan hari
perputaran persediaan di 5 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 di 11,58% dan rata-rata debt
to equity ratio sebesar 24,01%.
Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025:
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 30
Page 45
Tabel 14. Analisis Rasio Keuangan
Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 1,63 1,45 1,21 3,72 2,73 2,15
Quick ratio 1,58 1,39 1,16 3,60 2,63 2,07
Cash ratio 0,36 0,52 0,27 1,79 0,61 0,71
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 16,17% 18,64% 19,36% 16,08% 17,41% 18%
Net profit margin 0,97% 2,96% 2,25% 1,92% 2,60% 2%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 10,14 12,76 9,99 10,60 9,37 10,57
Inventory turnover 137,89 104,08 90,51 55,02 55,31 88,56
Acc. Payable turnover 12,51 12,19 6,89 9,98 9,77 10,27
Days of Acc. Receivable 36 28 36 34 38 34
Days of Inventory 3 3 4 7 7 5
Days of Acc. Payable 29 30 52 36 37 37
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,00% 54,75% 43,29% 8,09% 13,91% 24,01%
Debt to Assets 0,00% 23,60% 18,65% 5,91% 9,74% 11,58%
Total Liabilities to Total Assets 49,66% 56,89% 56,91% 26,91% 30,03% 44,08%
Total Liabilities to Total Equity 98,65% 131,97% 132,07% 36,82% 42,91% 88,48%
Sumber: data diolah
4.2. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Analisis tingkat suku bunga untuk Rencana Transaksi pinjaman dilakukan dengan membandingkan suku
bunga pinjaman yang diperoleh dengan suku bunga pasar (SEKI) per jenis bank serta menghitung
deviasinya untuk menilai kewajaran dan daya saing biaya pinjaman.
Tabel 15. Analisis Suku Bunga Pinjaman dari Penawaran Kredit
Bank Tipe Fasilitas Pinjaman Kurs Asumsi Kurs Besaran Dana (USD) Besaran Dana (IDR) Suku Bunga Tenor
0,25% per quartal atau sesuai
Bank Mandiri Standby LC (SBLC) USD 16.887 3.159.214 53.349.646.818
ketentuan yang berlaku di BMRI 14 Bulan
1% per annum
Bank Mandiri Pinjaman Berjangka (PB):
- Kredit Investasi 3 IDR 17.500.000.000 8,90% 61 Bulan
- Kredit Investasi 4 IDR 10.000.000.000 8,90% 72 Bulan
Total Pinjaman 80.849.646.818
Sumber: data diolah
Perlu diinformasikan bahwa sesuai perjanjian, biaya penerbitan untuk pembiayaan promes berulang
berupa SBLC adalah sebesar 0,25% per kuartal atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BMRI
dengan tenor 14 bulan. Suku bunga pinjaman kredit investasi dalam Rencana Transaksi berada di angka
8,9% dengan tenor 61 bulan dan 72 bulan.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 31
Page 46
Tabel 16. Rata-Rata Suku Bunga Pinjaman Rupiah
SEKI IDR 31
No. Jenis Bank
Desember 2025
SEKI IDR 31 Desember 2025 - Pinjaman Investasi:
Bank Persero 8,44%
Bank Pemerintah Daerah 8,75%
Bank Swasta Nasional 7,52%
Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di Luar Negeri 7,11%
Bank Umum 8,06%
Rata-Rata 7,98%
Suku Bunga Objek:
- Kredit Investasi 3 (Bank Mandiri) 8,90%
- Kredit Investasi 4 (Bank Mandiri) 8,90%
Deviasi:
- Kredit Investasi 3 (Bank Mandiri) 0,65%
- Kredit Investasi 4 (Bank Mandiri) 0,65%
Sumber: data diolah dari berbagai sumber
Tabel 17. Perbandingan Tingkat Suku Bunga Pinjaman Rupiah
No. Perusahaan Jumlah Pinjaman Bunga Pinjaman Tanggal Jatuh Tempo
1 PT Chandra Daya Investasi Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rp 90.000.000.000 9% 19 September 2019 - 19 September 2025 (Grace Period 18 Bulan)
2 PT Energi Mega Persada Tbk
- PT Bank Mandiri Tbk (BSSL) Rp 152.000.000.000 9% 17 Mei 2024 - 17 Mei 2029
3 PT Rukun Raharja Tbk.
- PT Bank Mandiri Tbk. Rp 307.000.000.000 8,25% 29 Agustus 2025 - 28 Oktober 2030
Sumber: data diolah dari berbagai sumber
Tabel 18. Rata-Rata Suku Bunga Pinjaman USD
No. Keterangan Rate
SEKI USD 31 Desember 2025 - Pinjaman Modal Kerja:
Bank Persero 5,67%
Bank Pemerintah Daerah 6,14%
Bank Swasta Nasional 5,15%
Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di Luar Negeri 4,81%
Bank Umum 5,29%
Rata-Rata 5,41%
Biaya SBLC per annum tersedia bagi publik:
CIMB Niaga 2,00%
Permata Bank 2,00%
China Construction Bank Indonesia 2,00%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) 1,25%
Rata-Rata 1,81%
Suku Bunga Objek per annum:
Standby LC (SBLC) Bank Mandiri 1,00%
Deviasi:
SEKI 3,12%
SBLC tersedia bagi publik 0,57%
Sumber: data diolah dari berbagai sumber
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 32
Page 47
Untuk melakukan analisis terhadap suku bunga pinjaman kredit investasi 3 dan 4, kami membandingkan
dengan rata-rata suku bunga pinjaman Rupiah dari Bank Indonesia (SEKI) dan suku bunga pinjaman
Rupiah perusahaan di industri sejenis. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman
kredit investasi berada pada rentang 7,11% hingga 9%. Sedangkan suku bunga pinjaman kredit investasi
3 dan 4 Perseroan berada pada 8,90% sehingga masih berada pada rentang suku bunga pasar.
Untuk melakukan analisis terhadap suku bunga pinjaman SBLC, kami membandingkan dengan rata-rata
suku bunga pinjaman USD dari Bank Indonesia (SEKI) dan suku bunga pinjaman SBLC per annum dalam
USD pada beberapa bank di Indonesia. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman
SBLC berada pada rentang 1,25% hingga 2% per annum. Sedangkan suku bunga pinjaman SBLC
Perseroan berada pada 0,25% per kuartal atau 1% per annum, sehingga masih berada pada rentang suku
bunga SBLC pasar.
4.3. Analisis Proforma
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa
Rencana Transaksi diambil dari Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan
Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-4/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026, sedangkan laporan keuangan
proforma dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi
keuangan dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Transaksi (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 19. Proforma Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
31-Des-25 Dr. Cr. 31-Des-25
Aset Lancar 246.212.226.591 246.212.226.591
Kas dan Bank 55.125.384.278 27.500.000.000 27.500.000.000 55.125.384.278
Aset Tidak Lancar 153.237.064.606 - - 234.086.711.424
Aset tetap 133.448.869.431 27.500.000.000 - 160.948.869.431
Revolving credit - 53.349.646.818 - 53.349.646.818
Jumlah Aset 399.449.291.197 55.000.000.000 27.500.000.000 480.298.938.015
Liabilitas Jangka Pendek 90.077.002.478 - - 143.426.649.296
Utang bank 25.395.291.305 - 53.349.646.818 78.744.938.123
Liabilitas Jangka Panjang 29.857.779.012 - - 57.357.779.012
Utang bank 7.613.251.067 - 27.500.000.000 35.113.251.067
Jumlah Liabilitas 119.934.781.490 - 80.849.646.818 200.784.428.308
Jumlah Ekuitas 279.514.509.707 - - 279.514.509.707
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 399.449.291.197 - 80.849.646.818 480.298.938.015
Sumber: data diolah
Secara keseluruhan, terdapat perubahan pada proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan
karena transaksi pinjam meminjam antara Perseroan dengan BMRI pada laporan keuangan
konsolidasian Perseroan yaitu pada akun kas dan bank, aset tetap, dan revolving credit (SBLC). Hal ini
karena BMRI menyalurkan dana kredit investasi untuk penambahan capital expenditure operasional
sehingga terdapat penambahan pada aset tetap sebesar Rp27.500.000.000. Terdapat penambahan
pada aset Perseroan berupa revolving credit dalam bentuk standby LC sebesar Rp53.349.646.818.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 33
Page 48
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah disusun oleh manajemen Perseroan. Penilaian atas proyeksi laporan
keuangan dilakukan dengan membandingkan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.
Analisis Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi laba rugi Perseroan periode 12 bulan dari bulan Januari-Desember tahun 2026-
2032 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 20. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028
PENDAPATAN 819.663.255.833 896.696.975.955 1.090.746.860.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (689.462.125.780) (748.889.053.311) (905.327.293.363)
LABA KOTOR 130.201.130.053 147.807.922.643 185.419.566.637
BEBAN USAHA (107.596.515.000) (117.417.365.000) (142.509.640.000)
LABA USAHA 22.604.615.053 30.390.557.643 42.909.926.637
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO 605.000.000 635.250.000 667.013.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 23.209.615.053 31.025.807.643 43.576.939.637
Beban Pajak Penghasilan - Neto (5.106.115.312) (6.825.677.682) (9.586.926.720)
LABA (RUGI) NETO 18.103.499.742 24.200.129.962 33.990.012.917
Projection Projection Projection Projection
FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
PENDAPATAN 1.192.214.837.333 1.316.202.327.552 1.477.628.249.216 1.660.476.170.699
BEBAN POKOK PENDAPATAN (989.755.260.509) (1.091.179.641.593) (1.223.176.242.551) (1.372.665.060.488)
LABA KOTOR 202.459.576.824 225.022.685.960 254.452.006.665 287.811.110.211
BEBAN USAHA (155.766.763.000) (171.966.134.000) (193.056.958.000) (216.946.636.000)
LABA USAHA 46.692.813.824 53.056.551.960 61.395.048.665 70.864.474.211
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO 700.364.000 735.382.000 772.151.000 810.758.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 47.393.177.824 53.791.933.960 62.167.199.665 71.675.232.211
Beban Pajak Penghasilan - Neto (10.426.499.121) (11.834.225.471) (13.676.783.926) (15.768.551.086)
LABA (RUGI) NETO 36.966.678.703 41.957.708.488 48.490.415.739 55.906.681.125
Sumber: Manajemen Perseroan
Tabel 21. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028
PENDAPATAN 823.782.166.667 901.202.990.909 1.096.228.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (693.306.930.000) (752.733.857.531) (909.172.097.583)
LABA KOTOR 130.475.236.667 148.469.133.378 187.055.902.417
BEBAN USAHA (107.596.515.000) (117.417.365.000) (142.509.640.000)
LABA USAHA 22.878.721.667 31.051.768.378 44.546.262.417
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO (2.231.006.844) (2.631.369.704) (1.362.795.968)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 20.647.714.822 28.420.398.674 43.183.466.448
Beban Pajak Penghasilan - Neto (4.542.497.261) (6.252.487.708) (9.500.362.619)
LABA (RUGI) NETO 16.105.217.561 22.167.910.966 33.683.103.830
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 34
Page 49
Projection Projection Projection Projection
FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
PENDAPATAN 1.198.205.866.667 1.322.816.409.600 1.485.053.516.800 1.668.820.272.060
BEBAN POKOK PENDAPATAN (993.600.064.729) (1.095.024.445.813) (1.226.021.046.771) (1.375.509.864.708)
LABA KOTOR 204.605.801.938 227.791.963.788 259.032.470.029 293.310.407.351
BEBAN USAHA (155.766.763.000) (171.966.134.000) (193.056.958.000) (216.946.636.000)
LABA USAHA 48.839.038.937 55.825.829.788 65.975.512.029 76.363.771.351
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO (839.944.968) (315.426.968) 152.435.782 277.261.532
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 47.999.093.969 55.510.402.819 66.127.947.811 76.641.032.883
Beban Pajak Penghasilan - Neto (10.559.800.673) (12.212.288.620) (14.548.148.518) (16.861.027.234)
LABA (RUGI) NETO 37.439.293.296 43.298.114.199 51.579.799.293 59.780.005.649
Sumber: Manajemen Perseroan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi untuk:
• Dengan didapatkan pendanaan tersebut, akan dimanfaatkan untuk operasional Perseroan saat ini
dan untuk menambah kapasitas produksi CNG;
• Meningkatkan pendapatan Perseroan di masa depan seiring dengan penambahan capex yang
dilakukan melalui pembelian mesin dan peralatan produksi;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, diharapkan Perseroan dapat meningkatkan pendapatan
dan laba usaha termasuk meningkatkan kondisi likuiditas sehingga dapat memberikan nilai tambah
bagi Perseroan di masa mendatang.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi per 31 Desember tahun 2026-2032 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 22. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 78.716.972.590 71.859.973.179 102.580.226.009 150.540.431.076 202.830.359.032 260.555.158.824 324.850.122.570
Piutang Usaha 80.089.932.870 100.133.665.657 121.803.111.111 133.133.985.185 146.979.601.067 165.005.946.311 185.424.474.673
Piutang lain-lain 8.500.092.000 6.375.069.000 4.781.302.000 3.585.977.000 2.689.483.000 2.017.113.000 1.512.835.000
Persediaan 9.575.862.858 10.401.236.852 12.573.990.186 13.746.600.840 15.155.272.800 16.988.558.924 19.064.792.507
Uang Muka 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka 4.446.054.000 5.872.268.000 7.345.163.000 7.766.704.000 8.568.183.000 9.610.215.000 10.790.028.000
Biaya dibayar dimuka 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105
Total Current Asset 288.408.608.551 301.721.906.920 356.163.486.539 415.853.392.334 483.302.593.132 561.256.686.292 648.721.946.983
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 117.856.173.651 111.970.818.340 96.143.406.976 80.119.753.467 63.936.615.875 47.598.843.324 31.110.215.836
Aset pajak tangguhan 4.478.156.000 4.702.064.000 4.937.168.000 5.184.027.000 5.443.229.000 5.715.391.000 6.001.161.000
Dana dibatasi penggunaannya 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000
Revolving credit - - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar 138.228.476.412 132.567.029.101 116.974.721.737 101.197.927.228 85.273.991.636 69.208.381.085 53.005.523.597
TOTAL ASET 426.637.084.963 434.288.936.021 473.138.208.276 517.051.319.563 568.576.584.768 630.465.067.377 701.727.470.579
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 76.606.902.864 72.808.657.961 88.017.931.299 96.226.205.883 106.086.909.599 118.919.912.470 133.453.547.547
Utang lain-lain 1.579.045.000 1.184.284.000 888.213.000 666.160.000 499.620.000 374.715.000 281.037.000
Utang pajak 5.384.884.000 5.872.268.000 7.345.163.000 7.766.704.000 8.568.183.000 9.610.215.000 10.790.028.000
Beban masih harus dibayar 564.959.000 423.720.000 317.790.000 238.343.000 178.758.000 134.069.000 100.552.000
Pendapatan diterima dimuka 3.885.817.000 2.914.363.000 2.185.773.000 1.639.330.000 1.229.498.000 922.124.000 691.593.000
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam
10.812.629.000 9.774.983.000 917.337.000 458.669.000 - - -
waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 917.337.000 917.337.000 917.337.000 458.669.000 - - -
-Utang bank 9.895.292.000 8.857.646.000 - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 98.834.236.864 92.978.275.961 99.672.207.299 106.995.411.883 116.562.968.599 129.961.035.470 145.316.757.547
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
12.903.762.000 2.211.444.000 376.772.000 - - - -
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 4.046.116.000 2.211.444.000 376.772.000 - - - -
-Utang bank 8.857.646.000 - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 30.184.838.650 19.492.520.650 17.657.848.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Total Liabilitas 129.019.075.514 112.470.796.611 117.330.055.949 124.276.488.533 133.844.045.249 147.242.112.120 162.597.834.197
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 35
Page 50
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Ekuitas
Modal saham 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950
Tambahan modal disetor 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019
Saldo laba 42.455.193.827 66.655.323.788 100.645.336.705 137.612.015.408 179.569.723.896 228.060.139.635 283.966.820.760
-Telah ditentukan penggunaanya 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya 39.455.193.827 63.655.323.788 97.645.336.705 134.612.015.408 176.569.723.896 225.060.139.635 280.966.820.760
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
282.599.918.011 306.800.047.972 340.790.060.889 377.756.739.592 419.714.448.080 468.204.863.819 524.111.544.944
pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438
Total Ekuitas 297.618.009.449 321.818.139.410 355.808.152.327 392.774.831.030 434.732.539.518 483.222.955.257 539.129.636.382
Total Liabilitas dan Ekuitas 426.637.084.963 434.288.936.021 473.138.208.276 517.051.319.563 568.576.584.768 630.465.067.377 701.727.470.579
Sumber: Manajemen Perseroan
Tabel 23. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 61.778.914.973 59.432.136.795 100.837.795.758 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757 336.074.467.247
Piutang Usaha 80.089.932.870 100.133.665.657 121.803.111.111 133.133.985.185 146.979.601.067 165.005.946.311 185.424.474.673
Piutang lain-lain 10.000.108.000 7.500.081.000 5.625.061.000 4.218.796.000 3.164.097.000 2.373.073.000 1.779.805.000
Persediaan 9.629.262.917 10.454.636.910 12.627.390.244 13.800.000.899 15.208.672.859 17.028.070.094 19.104.303.677
Uang Muka 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka 6.730.265.000 7.910.211.000 9.284.292.000 10.093.260.000 10.968.060.000 12.074.929.000 13.317.086.000
Biaya dibayar dimuka 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105
Total Current Asset 275.308.177.993 292.510.425.595 357.257.344.346 417.326.478.955 485.424.314.683 567.725.085.395 662.779.830.830
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 141.511.369.431 131.781.209.900 112.108.994.316 92.240.536.587 72.212.594.775 53.030.018.004 33.696.586.296
Aset pajak tangguhan 4.478.156.000 4.522.938.000 4.568.167.000 4.613.849.000 4.659.987.000 4.706.587.000 4.753.653.000
Dana dibatasi penggunaannya 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000
Revoling credit 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
Aset tidak lancar lainnya 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar 215.233.319.010 205.547.941.479 185.920.954.895 166.098.179.166 146.116.375.354 126.980.398.583 107.694.032.875
TOTAL ASET 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 77.034.103.333 73.182.458.371 88.391.731.709 96.600.006.293 106.460.710.010 119.196.490.658 133.730.125.736
Utang lain-lain 1.579.046.000 1.184.285.000 888.214.000 666.160.000 499.620.000 374.715.000 281.037.000
Utang pajak 748.979.000 8.765.652.000 12.525.874.000 13.547.401.000 14.464.494.000 15.622.140.000 16.956.104.000
Beban masih harus dibayar 564.960.000 423.720.000 317.790.000 238.343.000 178.757.000 134.068.000 100.551.000
Pendapatan diterima dimuka 3.885.818.000 4.080.109.000 4.284.115.000 4.498.320.000 4.723.236.000 4.959.398.000 5.207.368.000
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam
64.162.275.818 63.124.629.818 54.266.983.818 53.808.315.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 917.337.000 917.337.000 917.337.000 458.669.000 - - -
-Utang bank 63.244.938.818 62.207.292.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
Total Liabilitas Jangka Pendek 147.975.182.151 150.760.854.189 160.674.708.527 169.358.546.111 179.676.463.828 193.636.458.476 209.624.832.554
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
29.665.510.933 12.228.798.000 13.751.772.000 7.875.000.000 2.375.000.000 - -
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 4.046.116.000 2.211.444.000 376.772.000 - - - -
-Utang bank 25.619.394.933 10.017.354.000 13.375.000.000 7.875.000.000 2.375.000.000 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 46.946.587.583 29.509.874.650 31.032.848.650 25.156.076.650 19.656.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Total Liabilitas 194.921.769.734 180.270.728.839 191.707.557.177 194.514.622.761 199.332.540.478 210.917.535.126 226.905.909.204
Ekuitas
Modal saham 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950
Tambahan modal disetor 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019
Saldo laba 40.456.911.646 62.624.822.612 96.307.926.442 133.747.219.738 177.045.333.937 228.625.133.230 288.405.138.879
-Telah ditentukan penggunaanya 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya 37.456.911.646 59.624.822.612 93.307.926.442 130.747.219.738 174.045.333.937 225.625.133.230 285.405.138.879
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
280.601.635.830 302.769.546.796 336.452.650.626 373.891.943.922 417.190.058.121 468.769.857.414 528.549.863.063
pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438
Total Ekuitas 295.619.727.268 317.787.638.234 351.470.742.064 388.910.035.360 432.208.149.559 483.787.948.852 543.567.954.501
Total Liabilitas dan Ekuitas 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 36
Page 51
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi untuk:
• Meningkatkan kas dan setara kas Perseroan seiring dengan pinjaman yang dilakukan;
• Meningkatkan total aset Perseroan seiring penggunaan dana pinjaman untuk melakukan pembelian
mesin dan peralatan;
• Meningkatkan liabilitas Perseroan seiring dengan pinjaman yang dilakukan sehingga saldo utang bank
mengalami peningkatan.
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi:
Tabel 24. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 1,86 1,94 2,22 2,46 2,70 2,93 3,16
Current ratio (tanpa transaksi) 2,92 3,25 3,57 3,89 4,15 4,32 4,46
Selisih (1,06) (1,30) (1,35) (1,42) (1,44) (1,39) (1,30)
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 0,42 0,39 0,63 0,88 1,12 1,36 1,60
Cash ratio (tanpa transaksi) 0,80 0,77 1,03 1,41 1,74 2,00 2,24
Selisih (0,38) (0,38) (0,40) (0,53) (0,62) (0,64) (0,63)
PROFITABILITY RATIO:
GROSS PROFIT MARGIN
Gross profit margin (dengan transaksi) 15,84% 16,47% 17,06% 17,08% 17,22% 17,44% 17,58%
Gross profit margin (tanpa transaksi) 15,88% 16,48% 17,00% 16,98% 17,10% 17,22% 17,33%
Selisih -0,05% -0,01% 0,06% 0,09% 0,12% 0,22% 0,24%
OPERATING PROFIT MARGIN
Operating profit margin (dengan transaksi) 2,78% 3,45% 4,06% 4,08% 4,22% 4,44% 4,58%
Operating profit margin (tanpa transaksi) 2,76% 3,39% 3,93% 3,92% 4,03% 4,15% 4,27%
Selisih 0,02% 0,06% 0,13% 0,16% 0,19% 0,29% 0,31%
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi) 1,96% 2,46% 3,07% 3,12% 3,27% 3,47% 3,58%
Net profit margin (tanpa transaksi) 2,21% 2,70% 3,12% 3,10% 3,19% 3,28% 3,37%
Selisih -0,25% -0,24% -0,04% 0,02% 0,09% 0,19% 0,22%
SOLVENCY RATIO:
DEBT TO ASSET
Debt to Asset (dengan transaksi) 18,12% 14,50% 12,28% 10,49% 8,82% 7,68% 6,92%
Debt to Asset (tanpa transaksi) 4,40% 2,04% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selisih 13,72% 12,46% 12,28% 10,49% 8,82% 7,68% 6,92%
DEBT TO EQUITY
Debt to Equity (dengan transaksi) 30,06% 22,73% 18,98% 15,74% 12,89% 11,03% 9,81%
Debt to Equity (tanpa transaksi) 6,30% 2,75% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selisih 23,76% 19,97% 18,98% 15,74% 12,89% 11,03% 9,81%
INTEREST COVERAGE RATIO
Interest Coverage Ratio (dengan transaksi) 14,92 15,49 32,14 45,30 73,31 139,55 182,17
Interest Coverage Ratio (tanpa transaksi) 24,14 61,67
Selisih (9,22) (46,18)
TIME INTEREST EARNED
Time Interest Earned (dengan transaksi) 8,07 9,51 21,95 31,71 53,13 106,46 143,14
Time Interest Earned (tanpa transaksi) 14,29 40,67
Selisih (6,22) (31,16)
Sumber: data diolah
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 37
Page 52
Analisis rasio keuangan setelah Rencana Transaksi terhadap kinerja Perseroan tahun 2026-2032
mengalami peningkatan. Setelah Rencana Transaksi, rasio profitabilitas Perseroan mengalami kenaikan,
hal tersebut menunjukkan bahwa setelah dilakukan Rencana Transaksi laba Perseroan semakin
meningkat. Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan pada tahun 2026-2027 cenderung rendah
karena Perseroan mencatatkan beban bunga yang lebih tinggi atas pinjaman yang dilakukan. Selain itu,
penggunaan pinjaman untuk melakukan ekspansi menyebabkan kenaikan beban penyusutan atas
penambahan aset tetap.
4.6. Analisis Kemampuan Penerima Dana Pinjaman untuk Melunasi Transaksi
Berikut adalah analisis kemampuan penerima dana pinjaman untuk melunasi transaksi (disajikan dalam
Rupiah):
Tabel 25. Kemampuan Perseroan Untuk Melunasi Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028
Jumlah liabilitas 194.921.769.734 180.270.728.839 191.707.557.177
Jumlah ekuitas 295.619.727.268 317.787.638.234 351.470.742.064
Jumlah aset 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242
EBIT 22.878.721.667 31.051.768.378 44.546.262.417
Interest 720.343.750 1.985.812.500 1.496.312.500
Rasio Solvabilitas:
Debt equity ratio 30,06% 22,73% 18,98%
Debt to Assets 18,12% 14,50% 12,28%
Time Interest Earned 31,76 15,64 29,77
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Jumlah liabilitas 194.514.622.761 199.332.540.478 210.917.535.126 226.905.909.204
Jumlah ekuitas 388.910.035.360 432.208.149.559 483.787.948.852 543.567.954.501
Jumlah aset 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
EBIT 48.839.038.937 55.825.829.788 65.975.512.029 76.363.771.351
Interest 1.006.812.500 517.312.500 86.218.750 -
Rasio Solvabilitas:
Debt equity ratio 15,74% 12,89% 11,03% 9,81%
Debt to Assets 10,49% 8,82% 7,68% 6,92%
Time Interest Earned 48,51 107,92 765,21 0,00
Sumber: data diolah
Terhadap Rencana Transaksi kami melakukan analisis Rasio Solvabilitas dalam tahun proyeksi
Perseroan. Disisi Rasio Jumlah Liabilitas terhadap Ekuitas (Debt Equity Ratio) menunjukan rata-rata
berada di angka 17,32% selama tahun proyeksi. Disisi Rasio Jumlah Liabilitas terhadap Aset (Debt to
Asset) menunjukan rata-rata berada di angka 11,26% selama tahun proyeksi. Disisi Rasio Kemampuan
Perusahaan dalam membayar bunga (Time Interest Earned) menunjukan rata-rata berada di angka
142,69 selama tahun proyeksi.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 38
Page 53
4.7. Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi
Cash Management
Cash management merupakan proses pengelolaan kas dan setara kas yang dilakukan Perseroan untuk
memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendek,
sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kas yang dimiliki. Berikut adalah arus kas Perseroan setelah
Rencana Transaksi (disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 26. Arus Kas Perseroan
Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (20.784.926.345) 25.937.103.755 49.752.900.963
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (27.500.000.000) (9.809.523.000) (1.012.570.000)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 54.938.457.040 (18.474.358.933) (7.334.672.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 6.653.530.695 (2.346.778.178) 41.405.658.963
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 55.125.384.278 61.778.914.973 59.432.136.795
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 61.778.914.973 59.432.136.795 100.837.795.758
Projection Projection Projection Projection
FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 55.569.067.880 60.163.284.887 65.839.002.232 73.398.556.490
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (6.335.440.000) (5.958.669.000) (2.375.000.000) -
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 48.162.946.880 53.023.446.887 62.139.183.232 71.911.094.490
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 100.837.795.758 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757 336.074.467.247
Sumber: data diolah
Dengan kondisi kas yang baik, Perseroan dinilai memiliki kemampuan untuk membayar tenor pinjaman
selama masa perjanjian.
Financial Covenant
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman Perseroan dengan BMRI terdapat financial covenant yang diatur
atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:
a. Debt Service Coverage = EBITDA/(Pokok+Bunga)>100% atau CFADS/Kewajiban > 100%;
b. Current Ratio diatas 100%;
c. Ekuitas positif.
4.8. Analisis Inkremental
4.8.1. Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perseroan Sebagai Akibat dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi laporan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, berikut adalah analisis inkremental yang digunakan untuk analisis kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 39
Page 54
Tabel 27. Analisis Inkremental Laba Rugi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
PENDAPATAN
Dengan Rencana Transaksi 823.782.166.667 901.202.990.909 1.096.228.000.000 1.198.205.866.667 1.322.816.409.600 1.485.053.516.800 1.668.820.272.060
Tanpa Rencana Transaksi 819.663.255.833 896.696.975.955 1.090.746.860.000 1.192.214.837.333 1.316.202.327.552 1.477.628.249.216 1.660.476.170.699
Selisih 4.118.910.833 4.506.014.955 5.481.140.000 5.991.029.333 6.614.082.048 7.425.267.584 8.344.101.360
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Rencana Transaksi (693.306.930.000) (752.733.857.531) (909.172.097.583) (993.600.064.729) (1.095.024.445.813) (1.226.021.046.771) (1.375.509.864.708)
Tanpa Rencana Transaksi (689.462.125.780) (748.889.053.311) (905.327.293.363) (989.755.260.509) (1.091.179.641.593) (1.223.176.242.551) (1.372.665.060.488)
Selisih (3.844.804.220) (3.844.804.220) (3.844.804.220) (3.844.804.220) (3.844.804.220) (2.844.804.220) (2.844.804.220)
LABA KOTOR
Dengan Rencana Transaksi 130.475.236.667 148.469.133.378 187.055.902.417 204.605.801.938 227.791.963.788 259.032.470.029 293.310.407.351
Tanpa Rencana Transaksi 130.201.130.053 147.807.922.643 185.419.566.637 202.459.576.824 225.022.685.960 254.452.006.665 287.811.110.211
Selisih 274.106.613 661.210.735 1.636.335.780 2.146.225.113 2.769.277.828 4.580.463.364 5.499.297.140
LABA USAHA
Dengan Rencana Transaksi 22.878.721.667 31.051.768.378 44.546.262.417 48.839.038.937 55.825.829.788 65.975.512.029 76.363.771.351
Tanpa Rencana Transaksi 22.604.615.053 30.390.557.643 42.909.926.637 46.692.813.824 53.056.551.960 61.395.048.665 70.864.474.211
Selisih 274.106.613 661.210.735 1.636.335.780 2.146.225.113 2.769.277.828 4.580.463.364 5.499.297.140
LABA TAHUN BERJALAN
Dengan Rencana Transaksi 16.105.217.561 22.167.910.966 33.683.103.830 37.439.293.296 43.298.114.199 51.579.799.293 59.780.005.649
Tanpa Rencana Transaksi 18.103.499.742 24.200.129.962 33.990.012.917 36.966.678.703 41.957.708.488 48.490.415.739 55.906.681.125
Selisih (1.998.282.180) (2.032.218.996) (306.909.087) 472.614.593 1.340.405.711 3.089.383.554 3.873.324.524
Sumber: data diolah
Tabel 28. Analisis Inkremental Posisi Keuangan
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
TOTAL ASET TETAP
Dengan Rencana Transaksi 141.511.369.431 131.781.209.900 112.108.994.316 92.240.536.587 72.212.594.775 53.030.018.004 33.696.586.296
Tanpa Rencana Transaksi 117.856.173.651 111.970.818.340 96.143.406.976 80.119.753.467 63.936.615.875 47.598.843.324 31.110.215.836
Selisih 23.655.195.780 19.810.391.560 15.965.587.340 12.120.783.120 8.275.978.900 5.431.174.680 2.586.370.460
TOTAL ASET
Dengan Rencana Transaksi 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
Tanpa Rencana Transaksi 426.637.084.963 434.288.936.021 473.138.208.276 517.051.319.563 568.576.584.768 630.465.067.377 701.727.470.579
Selisih 63.904.412.040 63.769.431.052 70.040.090.966 66.373.338.559 62.964.105.269 64.240.416.601 68.746.393.125
TOTAL UTANG BANK
Dengan Rencana Transaksi 88.864.333.751 72.224.646.818 66.724.646.818 61.224.646.818 55.724.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
Tanpa Rencana Transaksi 18.752.938.000 8.857.646.000 - - - - -
Selisih 70.111.395.751 63.367.000.818 66.724.646.818 61.224.646.818 55.724.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
TOTAL LIABILITAS
Dengan Rencana Transaksi 194.921.769.734 180.270.728.839 191.707.557.177 194.514.622.761 199.332.540.478 210.917.535.126 226.905.909.204
Tanpa Rencana Transaksi 129.019.075.514 112.470.796.611 117.330.055.949 124.276.488.533 133.844.045.249 147.242.112.120 162.597.834.197
Selisih 65.902.694.220 67.799.932.228 74.377.501.228 70.238.134.228 65.488.495.228 63.675.423.006 64.308.075.006
TOTAL EKUITAS
Dengan Rencana Transaksi 295.619.727.268 317.787.638.234 351.470.742.064 388.910.035.360 432.208.149.559 483.787.948.852 543.567.954.501
Tanpa Rencana Transaksi 297.618.009.449 321.818.139.410 355.808.152.327 392.774.831.030 434.732.539.518 483.222.955.257 539.129.636.382
Selisih (1.998.282.180) (4.030.501.176) (4.337.410.263) (3.864.795.670) (2.524.389.959) 564.993.595 4.438.318.119
Sumber: data diolah
Berikut adalah analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari Rencana Transaksi dengan
asumsi:
• Adanya pinjaman kepada Perseroan akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan, karena dari
Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan memperoleh kenaikan pendapatan dan laba akibat
penambahan capex yang dilakukan melalui pembelian mesin dan peralatan produksi;
• Adanya pinjaman kepada Perseroan akan meningkatkan beban pokok pendapatan Perseroan seiring
dengan beban penyusutan yang lebih tinggi akibat penambahan aset tetap berupa mesin dan
peralatan;
• Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan secara bertahap mengalami kenaikan seiring
kenaikan pendapatan meskipun pada tahun 2026-2028 Perseroan masih harus menanggung beban
keuangan yang relatif masih tinggi.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 40
Page 55
4.8.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Tidak ada biaya atau pendapatan yang relevan lainnya terkait dengan adanya Rencana Transaksi dari sisi
Perseroan.
4.8.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat informasi non-
keuangan yang relevan dan signifikan terkait Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam
laporan pendapat kewajaran.
4.9. Analisis atas Jaminan yang Terkait Dengan Pinjam Meminjam
Berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) oleh BMRI jaminan yang wajib dipenuhi oleh
Perseoan adalah sebagai berikut:
Tabel 29. Agunan Untuk Fasilitas Standby LC
Agunan
Jenis Fasilitas Jenis Aset Luas Nilai Fidusia / Nilai Fidusia / Total Nilai Fidusia
Hak Tanggungan 1 Hak Tanggungan 2 / Hak Tanggungan
Standby LC (SBLC) 1 Non-Fixed Asset Piutang 31.000.000.000 50.683.000.000 81.683.000.000
2 Non-Fixed Asset Persediaan 2.788.000.000 2.788.000.000
3 Fixed Asset Tanah dan Bangunan Tebet 5.112.495.376 5.112.495.376
Luas Tanah 606
4 Fixed Asset Tanah dan Bangunan Cikarang Selatan 5.145.672.000 974.000.000 6.119.672.000
Luas Tanah 13.526 25.780.317.446 22.341.000.000 48.121.317.446
5 Fixed Asset Tanah dan Bangunan Cihanjuang 4.398.700.000 6.009.000.000 10.407.700.000
Luas Tanah 5.315
6 Fixed Asset Tanah dan Bangunan Jagakarsa 22.027.420.000 393.000.000 22.420.420.000
Luas Tanah 4.037
7 Fixed Asset Tanah dan Bangunan Tapos 644.016.982 766.000.000 1.410.016.982
Luas Tanah 192
8 Fixed Asset Tanah dan Bangunan Sentul 3.060.280.000 790.000.000 3.850.280.000
Luas Tanah 529
9 Mesin dan Peralatan Mother Station Cikarang - 11.244.474.934 11.244.474.934
10 Mesin dan Peralatan Mother Station Grobogan - 7.496.316.622 7.496.316.622
11 Mesin dan Peralatan Mother Station Manyar - 6.000.000.000 6.000.000.000
12 Personal Guarantee As'at Said Ali
97.168.901.804 109.484.791.556 206.653.693.360
Sumber: manajemen Perseroan
Perseroan sebelumnya telah memiliki Nilai Fidusia/Hak Tanggungan (existing) dengan total sebesar
Rp97,17 miliar. Analisis pendapat kewajaran berada pada koridor Nilai Fidusia/Hak Tanggungan 2 yaitu
sebesar Rp109,48 miliar. Total Nilai Fidusia/Hak Tanggungan yang dimiliki Perseroan terkait dengan
fasilitas SBLC adalah sebesar Rp206,65 miliar.
Tabel 30. Agunan Untuk Fasilitas Kredit Investasi 3 dan 4
Agunan
Jenis Fasilitas
Jenis Aset Luas/Unit Nilai Fidusia / Hak Tanggungan
Kredit Investasi 3 (KI 3) 1 Fix Aset Tanah dan Bangunan Tebet 18.646.000.000
Luas Tanah 606
Kredit Investasi 4 (KI 4) 1 Mesin dan Peralatan Gas Compressor 5 12.513.000.000
Sumber: manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 41
Page 56
5. ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM DANA
5.1. Analisis Kelayakan atas Rencana Transaksi
Analisis kelayakan atas Rencana Transaksi Perseroan dilakukan melalui analisis Arus Kas Bersih Debitur dengan memunculkan Initial Rate of Return (IRR), Net
Present Value (NPV), Profitablitity Index (PI) dan Payback Period.
Tabel 31. Perhitungan Kelayakan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
Earning after tax 16.105.217.561 22.167.910.966 33.683.103.830 37.439.293.296 43.298.114.199 51.579.799.293 59.780.005.649
(+) Depreciation 19.437.500.000 19.539.682.531 20.684.785.583 20.939.138.729 21.209.110.813 20.507.395.771 20.820.893.708
(+) Interest (1-t) 561.868.125 1.548.933.750 1.167.123.750 785.313.750 403.503.750 67.250.625 -
(+/-) Changes in working capital (2.977.997.089) (15.770.489.742) (4.614.988.450) (2.809.364.145) (4.343.940.125) (6.248.192.831) (7.202.342.867)
(-) Capex - (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000)
FCFF (80.849.646.818) 33.126.588.598 17.676.514.505 49.907.454.713 55.283.700.630 59.385.619.637 64.581.433.857 71.911.094.490
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00
Discount factor 0,9256 0,8567 0,7929 0,7339 0,6793 0,6288 0,5820
PV FCFF (80.849.646.818) 30.661.345.292 15.143.477.530 39.573.904.067 40.574.677.219 40.341.658.729 40.606.413.588 41.850.181.048
NPV 167.902.010.655
Sumber: data diolah
Tabel 32. Analisis Kelayakan Rencana Transaksi
Deskripsi Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
Incremental NPV, Net (Rp) 167.902.010.655 NPV>0 LAYAK
Internal Rate of Return (IRR) 45,46% IRR>WACC LAYAK
Discounted Payback Period (DPP) 2,89 DPP<7 Tahun LAYAK
Profitability Index (x) 2,33 PI>0 LAYAK
Sumber: data diolah
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 42
Page 57
Hasil analisis menunjukan IRR 45,46% berada diatas dari Discount Rate industri sejenis 8,04% yang
mengindikasi bahwa proyek layak. Analisis menunjukan NPV Rp167,90 miliar dengan hasil positif yang
mengindikasi bahwa proyek layak. Analisis menunjukan Discounted Payback Period di 2 tahun 9 bulan
yang mengindikasi bahwa proyek layak.
5.2. Analisis Agunan
Dalam Rencana Transaksi, terdapat agunan dari BMRI berupa non-fixed assets yaitu piutang usaha dan
persediaan, dan fixed assets berupa mother station, mesin dan peralatan, tanah dan bangunan.
Tabel 33. Daftar Agunan atas Rencana Transaksi
Nilai Hak % Coverage
Jenis Aset Kepemilikan Aset Nilai Buku Nilai Pasar Coverage Ratio
Tanggungan Ratio
Piutang Usaha PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 81.683.000.000 65.316.128.527 - 32.658.064.264 50%
Persediaan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 2.788.000.000 9.136.132.965 - 4.568.066.483 50%
Mother Station Grobogan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 7.496.316.622 - 8.330.440.000 4.165.220.000 50%
Mother Station Cikarang PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 11.244.474.934 - 14.030.720.000 7.015.360.000 50%
Mother Station Gresik PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 6.000.000.000 - 10.228.723.000 5.114.361.500 50%
Mesin dan Peralatan Gas Compressor 2 Unit PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 3.039.000.000 - - -
Mesin dan Peralatan Gas Compressor 3 Unit PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 9.474.000.000 - - -
Tanah dan Bangunan Cikarang Selatan 1. Muhammad Hasan Ali 54.240.989.446 - 52.467.199.000 36.727.039.300 70%
2. Zaqi Ismail
Tanah dan Bangunan Tebet PT Citra Nusantara Gemilang Tbk 23.758.495.376 - 25.571.958.600 17.900.371.020 70%
Tanah dan Bangunan Cihanjuang Muhammad Hasan Ali 10.407.700.000 - 10.179.869.200 7.125.908.440 70%
Tanah dan Bangunan Jagakarsa 1. Muchdi Purwopranjono 22.420.420.000 - 22.377.686.600 15.664.380.620 70%
2. Raditya Muhas J.
3. Dewi Kirana Juvirawati
4. Dias Baskara Dewantara
Tanah dan Bangunan Tapos Tuan Doktorandus Sudadi 1.410.016.982 - 1.420.990.200 994.693.140 70%
Tanah dan Bangunan Sentul Tuan Doktorandus Sudadi 3.850.280.000 - 3.899.602.200 2.729.721.540 70%
Total 237.812.693.360 74.452.261.492 148.507.188.800 134.663.186.306
Sumber: manajemen Perseroan
Dalam melakukan analisis coverage ratio atas agunan yang bersifat non-fixed assets, agunan piutang
usaha dan persediaan diasumsikan sesuai dengan nilai buku Perseroan per 31 Desember 2025
berdasarkan laporan keuangan audit dari Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan
tanggal 30 Maret 2026 yaitu masing-masing sebesar Rp65,32 miliar dan Rp9,14 miliar. Kami melakukan
analisis coverage ratio dan loan to value ratio dimana kami membandingkan nilai pasar agunan dan
coverage ratio terhadap besaran pinjaman. Kami menggunakan bantuan tenaga ahli dari KJPP Herman
Meirizki dan Rekan untuk mendapatkan Nilai Pasar atas agunan yang bersifat fixed asset, dengan Nomor
Laporan 00371/2.120-00/PI/05/0374/1/IV/2026 tanggal 9 April 2026. Didapatkan hasil analisis:
Tabel 34. Analisis Coverage Ratio
Analisis
Besaran Pinjaman 80.849.646.818
Coverage Ratio 134.663.186.306
Coverage Ratio (%) 166,56%
Sumber: data olahan
Besaran coverage ratio adalah 166,56% dari besarnya pinjaman, sehingga nilai coverage ratio dapat
menutup besarnya pinjaman dan dapat dikatakan layak.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 43
Page 58
Tabel 35. Analisis Loan to Value Ratio
Analisis
Besaran Pinjaman 80.849.646.818
Nilai Pasar 148.507.188.800
LTV Ratio (%) 183,68%
Sumber: data olahan
Besaran analisis loan to value ratio adalah 183,68% dari besarnya pinjaman, sehingga nilai pasar agunan
dapat menutup besarnya pinjaman dan dapat dikatakan layak.
5.3. Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Faktor-faktor yang relevan dengan Rencana Transaksi sudah dianalisis dan diungkapkan pada laporan
pendapat kewajaran ini baik secara kualitatif dan kuantitatif beserta pertimbangan manfaat, keuntungan,
risiko dan kerugian. Sehingga kami tidak melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 44
Page 59
6. KESIMPULAN
6.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran Rencana
Transaksi:
1. Berdasarkan analisis hubungan afiliasi Perseroan berdasarkan jabatan dan kepemilikan saham
adalah sebagai berikut:
➢ Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Pengurus
• Andika Purwonugroho
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan Komisaris Utama pada CRE, serta memiliki
kepemilikan saham pada Cipta.;
• Agung Wibawa
Menjabat sebagai Direktur pada Perseroan dan CRE, serta memiliki kepemilikan saham langsung
pada Perseroan;
• Eki Triandi Rustam
Menjabat sebagai Direktur Utama pada PAE dan memiliki kepemilikan saham pada Cipta.
➢ Afiliasi Berdasarkan Kepemilikan Saham
Hubungan kepemilikan yang teridentifikasi antara lain:
• Beberapa pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
o PT Petro Asia Energy sebesar 32,32%;
o PT Dharma Mulia Jaya (DMJ) sebesar 21,44%;
o PT Cipta Nyata Gemilang sebesar 9,10%;
• CRE dimiliki oleh Perseroan sebesar 60%;
• Andhika Purwonugroho memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 7,69% dan Eki Triandi
Rustam memiliki kepemilikan saham pada Cipta sebesar 15,38%.
2. Rencana transaksi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan operasional guna menjaga
kelangsungan usaha, termasuk pembiayaan modal kerja, pengadaan pembelanjaan capex mesin dan
peralatan, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha Perseroan;
3. Setelah Rencana Transaksi, rasio profitabilitas Perseroan mengalami kenaikan, hal tersebut
menunjukkan bahwa setelah dilakukan Rencana Transaksi laba Perseroan semakin meningkat
meskipun laba bersih Perseroan pada tahun 2026-2027 cenderung rendah karena Perseroan
mencatatkan beban bunga yang lebih tinggi atas pinjaman yang dilakukan;
4. Hasil perbandingan tingkat suku bunga pasar menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman kredit
investasi berada pada rentang 7,11% hingga 9%. Sedangkan suku bunga pinjaman kredit investasi 3
dan 4 Perseroan berada pada 8,90% sehingga masih berada pada rentang suku bunga pasar. Hasil
perbandingan tingkat suku bunga pinjaman SBLC pasar menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman
SBLC berada pada rentang 1,25% hingga 2% per annum. Sedangkan suku bunga pinjaman SBLC
Perseroan berada pada 0,25% per kuartal atau 1% per annum, sehingga masih berada pada rentang
suku bunga SBLC pasar;
5. Analisis inkremental menunjukkan bahwa adanya pinjaman kepada Perseroan akan memberikan nilai
tambah bagi Perseroan, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan memperoleh
kenaikan pendapatan dan laba akibat penambahan capex yang dilakukan melalui pembelian mesin
dan peralatan produksi;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat dan risiko sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 45
Page 60
• Manfaat Transaksi:
➢ Berpotensi mendorong peningkatan profitabilitas, mengingat tambahan pendanaan akan
digunakan untuk memperkuat kegiatan operasional dan mendukung ekspansi usaha. Dengan
meningkatnya kapasitas operasional dan jangkauan layanan, Perseroan diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja keuangan;
➢ Mendukung perluasan pangsa pasar Perseroan, khususnya dalam industri gas berbasis
Compressed Natural Gas (CNG). Dengan dukungan pendanaan yang memadai, Perseroan
memiliki fleksibilitas untuk menjangkau pelanggan baru, memperluas wilayah distribusi, serta
meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan industri energi;
➢ Melalui penguatan kapasitas usaha dan ekspansi yang berkelanjutan, Perseroan berpotensi
memperkuat posisinya dalam industri CNG. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang
Perseroan untuk meningkatkan skala usaha dan memperkuat positioning di industri energi, yang
pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku
kepentingan lainnya.
• Risiko Transaksi: Dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Perseroan berisiko mengalami
peningkatan kewajiban dan tingkat leverage sebagai konsekuensi dari penambahan fasilitas
pembiayaan. Peningkatan leverage ini dapat berdampak pada beban keuangan Perseroan,
khususnya terkait kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman.
7. Secara kelayakan Rencana Transaksi terhadap Initial Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV),
Profitablitity Index (PI), dan Payback Period menunjukan hasil yang mengindikasikan proyek adalah
layak;
8. Analisis coverage ratio dan loan to value ratio adalah masing-masing sebesar 166,56% dan 183,68%
sehingga besaran coverage ratio dan Nilai Pasar agunan dapat menutup besarnya pinjaman dan dapat
dikatakan layak.
6.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi penjaminan aset oleh
Perseroan dan pihak afiliasi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BMRI”)adalah WAJAR.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum, peraturan-
peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya. Perubahan-
perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan Pendapat
Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat kewajaran.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 46
Page 61
6. LAMPIRAN
1. Laporan ringkas penilaian aset jaminan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan tanggal penilaian 31
Desember 2025;
2. Laporan Posisi Keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2021-2025;
3. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025;
4. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025;
5. Analisis Rasio Keuangan Historis Perseroan;
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-
2032;
7. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-
2032;
8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan
Januari-Desember Tahun 2026-2032;
9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan
Januari-Desember Tahun 2026-2032;
10. Proyeksi Laporan Arus Kas Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-Desember
Tahun 2026-2032;
11. Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
Desember Tahun 2026-2032
12. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi;
13. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan;
14. Analisis Inkremental;
15. WACC;
16. Yield Bonds 31 Desember 2025;
17. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025;
18. Country and Equity Risk Premiums (Damodaran);
19. Beta (Damodaran).
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 47
Page 62
7. REFERENSI
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Media online lainnya.
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk | 48
Page 63
LAMPIRAN
Page 64
EXECUTIVE SUMMARY
TERLETAK DI 9 LOKASI:
1. MESIN DAN PERALATAN, TEGOWANU - GROBOGAN
2. TANAH DAN BANGUNAN, CIKARANG SELATAN - BEKASI
3. TANAH DAN BANGUNAN, TEBET - JAKARTA SELATAN
4. TANAH DAN BANGUNAN, PARONGPONG - BANDUNG BARAT
5. TANAH DAN BANGUNAN, JAGAKARSA - JAKARTA SELATAN
6. RUMAH TINGGAL, TAPOS - DEPOK
7. RUMAH TINGGAL, BABAKAN MADANG - BOGOR
8. MESIN DAN PERALATAN, MANYAR - GRESIK
9. MESIN DAN PERALATAN, CIKARANG SELATAN - BEKASI
DISIAPKAN UNTUK KEPENTINGAN
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Page 65
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
Herman Meirizki dan Rekan
Kantor Pusat Jakarta ; Kep. Menkeu No. 350/Km.1/2016
Bidang Jasa : Penilai Properti ; Wilayah Kerja : Republik Indonesia
The Akkas Commercial Building Lt.6, Jl. TB. Simatupang No. 23 , RT 11 RW 04,
Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
PENDAHULUAN
Jakarta, 09 April 2026
No. File : 00371/2.0120-00/PI/05/0374/1/IV/2026
Perihal : Penilaian Aset
Kepada Yth.
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Jalan Raya Kalimalang No. 126,
Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan,
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17856
Dengan hormat,
Berdasarkan Surat Proposal Penawaran Jasa Penilaian Aset No. 030211/SP/HMR-JKT/PP-
LR/2026 yang telah disetujui pada tanggal 02 Maret 2026, tentang Pekerjaan Konsultan
untuk Jasa Penilaian Aset, untuk itu kami telah melakukan inspeksi ke lokasi aset yang
dimaksud dalam rangka penilaian terhadap aset tersebut, sesuai dengan dokumen-
dokumen, pernyataan-pernyataan, dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
Pemberi Tugas.
Adapun aset yang dimaksud sebagai objek penilaian adalah:
1. Mesin dan Peralatan, Tegowanu - Grobogan
Objek yang dinilai meliputi mesin dan peralatan berdasarkan daftar aset yang diberikan
oleh pemberi tugas. Aset tersebut terletak di Jalan Raya Semarang - Purwodadi, Desa
Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
2. Tanah dan Bangunan, Cikarang Selatan - Bekasi
Meliputi tanah, bangunan kantor dan bangunan - bangunan pendukung lain dengan luas
bangunan keseluruhan kurang lebih 867 meter persegi, sarana pelengkap lainnya, serta
mesin dan peralatan yang berada di atas tanah dengan luas berdasarkan dokumen
kepemilikan 13.526 meter persegi, terdiri dari 3 (tiga) dokumen Sertipikat Hak Guna
Bangunan dan 3 (tiga) dokumen Sertipikat Hak Milik. Aset tersebut terletak di Jalan Raya
Kalimalang No. 126, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi,
Provinsi Jawa Barat.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 1
(021) 2940 7271 hmrvaluation@gmail.com www.hmr.co.id
Cabang : Tangerang Selatan (B); Surabaya (PS); Jakarta Selatan (B); Bogor (P)
Page 66
3. Tanah dan Bangunan, Tebet - Jakarta Selatan Meliputi tanah dan bangunan kantor dengan luas bangunan keseluruhan kurang lebih 713 meter persegi, serta sarana pelengkap lainnya yang berada di atas tanah dengan luas berdasarkan dokumen kepemilikan 606 meter persegi, terdiri dari 1 (satu) dokumen Sertipikat Hak Guna Bangunan. Aset terletak di Jalan Tebet Timur Dalam II, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, Provinsi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. 4. Tanah dan Bangunan, Parongpong - Bandung Barat Meliputi tanah, bangunan aula dan rumah singgah dengan luas bangunan keseluruhan kurang lebih 445 meter persegi, serta sarana pelengkap lainnya yang berada di atas tanah dengan luas berdasarkan dokumen kepemilikan 5.315 meter persegi, terdiri dari 1 (satu) dokumen Sertipikat Hak Milik. Aset tersebut terletak di Jalan Cihanjuang, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. 5. Tanah dan Bangunan, Jagakarsa - Jakarta Selatan Meliputi tanah, bangunan rumah tinggal dan gudang dengan luas bangunan keseluruhan kurang lebih 250 meter persegi, serta sarana pelengkap lainnya yang berada di atas tanah dengan luas berdasarkan dokumen kepemilikan 4.037 meter persegi, terdiri dari 1 (satu) dokumen Sertipikat Hak Milik. Aset tersebut terletak di Kp. Kandang, Gang Bulin No. 104 RT.010 RW.006, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. 6. Rumah Tinggal, Tapos - Depok Meliputi tanah dan bangunan rumah tinggal dengan luas bangunan keseluruhan kurang lebih 200 meter persegi, serta sarana pelengkap lainnya yang berada di atas tanah dengan luas berdasarkan dokumen kepemilikan 192 meter persegi, terdiri dari 1 (satu) dokumen Sertipikat Hak Milik. Aset tersebut terletak di Perumahan Kopassus Pelita II Blok A4 No. 9 RT.008 RW. 19, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. 7. Rumah Tinggal, Babakan Madang - Bogor Meliputi tanah dan bangunan rumah tinggal dengan luas bangunan keseluruhan kurang lebih 297 meter persegi, serta sarana pelengkap lainnya yang berada di atas tanah dengan luas berdasarkan dokumen kepemilikan 529 meter persegi, terdiri dari 1 (satu) dokumen Sertipikat Hak Milik. Aset tersebut terletak di Perumahan Sentul City, Cluster Mediterania I Bukit Golf Hijau, Jalan Lembah Hijau No. 29, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. ____________________________________________________________ EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 2
Page 67
8. Mesin dan Peralatan, Manyar - Gresik
Objek yang dinilai meliputi mesin dan peralatan berdasarkan daftar aset yang diberikan
oleh pemberi tugas. Aset tersebut terletak di Gama Kawasan Industri Maspion, Desa
Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur
9. Mesin dan Peralatan, Cikarang Selatan - Bekasi
Objek yang dinilai meliputi mesin dan peralatan berdasarkan daftar aset yang diberikan
oleh pemberi tugas. Aset tersebut terletak di Jalan Raya Kalimalang No. 126, Desa Pasirsari,
Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
STATUS PENILAI
Penilai Publik sebagai penanggung jawab pekerjaan ini adalah :
• Susi Meirizki, S.T., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 08-S-02197
- No. Register Penilai : RMK-2017.00334
- No. Ijin Penilai Publik : P-1.13.00374
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P)
- No. STTD : STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023
Bertindak dalam kapasitasnya sebagai Penilai Publik dalam proses penilaian properti dan
sebagai Pemimpin Rekan dalam Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan selaku penyedia jasa penilaian independen. Dalam proses penilaian properti
yang dilakukan oleh Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
akan melibatkan Penilai yang terdiri dari Penilai Publik dan Tenaga Penilai serta dibantu
oleh Tenaga Pendukung yang kesemuanya merupakan karyawan Persekutuan Kantor Jasa
Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan.
Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah kordinator Penilai Publik. Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki
potensi benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian.
Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian Objektif dan
tidak memihak. Penilai merupakan Penilai yang berkompeten untuk melakukan penilaian
atas Objek Penilaian, tanpa menggunakan tenaga ahli dari luar.
PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas : PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan dan Jasa
Alamat Kantor : Jalan Raya Kalimalang No. 126, Desa Pasirsari, Kecamatan
Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17856
Telp. : (021) 89836763
Website : https://cng.co.id/id/
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 3
Page 68
Pemberi tugas memastikan bahwa dalam waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2
bulan), aset atau objek penilaian tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain,
untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau
berdekatan.
PENGGUNA LAPORAN
Pengguna Laporan : PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan dan Jasa
Alamat Kantor : Jalan Raya Kalimalang No. 126, Desa Pasirsari, Kecamatan
Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17856
Telp. : (021) 89836763
Website : https://cng.co.id/id/
MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Maksud penilaian ini adalah untuk melakukan verifikasi antara dokumen dan kondisi fisik
di lapangan, memperoleh dan memberikan opini independen atas Nilai Pasar dari properti
dimaksud sesuai lingkup penugasan yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan
Untuk Mendukung Analisis Pendapat Kewajaran Terkait Transaksi Material dan Afiliasi
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk
penggunaan lainnya.
Penilaian ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini Laporan disusun sesuai Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di
Pasar Modal serta mengikuti dan berpedoman kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI)
2018 serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
DASAR NILAI
Dasar Nilai menjelaskan premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan,
sebagaimana diatur dalam SPI 101 dan SPI 102. Adalah suatu hal yang kritikal bahwa
Dasar Nilai sesuai dengan persyaratan dan tujuan dari penugasan penilaian, dikarenakan
Dasar Nilai dapat mempengaruhi Penilai dalam menentukan pemilihan metode penilaian,
data masukan dan asumsi serta opini nilai akhir (SPI 2018, KPUP Butir 9-1). Dasar Nilai
yang sesuai dengan tujuan penilaian adalah Nilai Pasar.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 4
Page 69
NILAI PASAR (MARKET VALUE)
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing - masing bertindak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan. (Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 28/POJK.04/2021).
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 2018, SPI 101
Butir 3.1).
TANGGAL PENILAIAN
Penilaian dilakukan berdasarkan atas Nilai Pasar dengan tanggal penilaian 31 Desember
2025 dan inspeksi lapangan dilaksanakan pada tanggal 03 - 06 Maret 2026. Penulisan dan
analisa dalam laporan ini berdasarkan tanggal penilaian dan pengamatan pada tanggal
inspeksi.
KESIMPULAN NILAI
Laporan Penilaian ini disusun dan dikeluarkan berdasarkan beberapa asumsi atas semua
dokumen, pernyataan dan keterangan baik lisan maupun tulisan, berikut dokumen dalam
bentuk fotokopi, turunan dan/atau salinan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
dari pihak pemberi tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pekerjaan penilaian
ini adalah benar, akurat, lengkap, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta
didukung oleh kemampuan, keahlian, data-data statistik dan data lainnya yang
berhubungan dengan laporan penilaian ini yang kami miliki. Oleh sebab itu kami tidak
bertanggung jawab jika data/ informasi tersebut yang diberikan kepada kami tidak sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga hasil penilaian yang dihasilkan menjadi tidak
valid/ tidak akurat dan oleh karenanya harus dilakukan penilaian ulang.
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut :
1. Menghasilkan laporan penilaian properti yang bersifat non-disclaimer opinion .
2. Mencerminkan bahwa penilai properti telah melakukan penelaahan atas dokumen -
dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.
3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh bersumber dari atau
divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 5
Page 70
4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Mencerminkan bahwa penilai properti bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian
dan kewajaran proyeksi keuangan.
6. Menghasilkan laporan penilaian properti yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Mencerminkan bahwa penilai properti bertanggung jawab atas laporan penilaian
8. properti dan kesimpulan
Mencerminkan nilai akhir.
bahwa penilai properti telah melakukan penelaahan atas status hukum
obyek penilaian.
9. Aset dimaksud dilengkapi dengan dokumen yang berlaku dan sah secara hukum,
dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga selain
yang dikemukakan dalam laporan ini. Aset yang dinilai seolah-olah bebas dan bersih
dibawah tanggung jawab (milik) pemberi tugas.
10. Aset dimaksud tetap dikelola dan dirawat secara wajar selama masa pemakaian.
11. Aset dimaksud tidak terjadi perubahan kondisi fisik secara signifikan dan/atau tidak
terjadi penyerobotan oleh pihak lain selama pemakaian.
12. Nilai Aset dimaksud dianggap dimiliki dengan cara dibeli secara tunai sehingga cara
pembelian dan progres pembayaran / cicilan angsuran yang masih tersisa saat ini
tidak mempengaruhi nilai yang kami rekomendasikan.
13. Asumsi-asumsi dan Syarat-syarat Pembatasan Umum, kondisi, komentar, dan detail
yang tertulis di dalam laporan ini.
Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI), dan dengan mempertimbangkan seluruh
informasi yang relevan serta mengamati kondisi pasar makro perekonomian Indonesia
yang ada, maka kami berpendapat sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-
syarat dan/atau pembatasan-pembatasan tertentu, serta kami mengasumsikan bahwa
semua data dan informasi yang kami terima adalah benar dan akurat, bahwa nilai aset
tersebut pada tanggal penilaian, adalah sebagai berikut :
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 6
Page 71
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK - NO ! Z I N : 2.14.0120
hmi Herman Meirizki & Rekan
B u s i n e s s & Property Appraisers
Jumlah dari Nilai Pasar atas aset yang dinilai :
Rp 148.508.000.000,
(SERATUS EMPAT PULUH DELAPAN MILIAR LIMA RATUS DELAPAN JUTA
RUPIAH)
Nilai tersebut merupakan nilai dari aset yang dijelaskan dalam laporan ini oleh karenanya
harus dianggap sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari batasan-batasan yang
terdapat dalam Laporan ini.
Dalam situasi terjadinya gejolak pasar properti dan situasi ketidakpastian ekonomi global
termasuk Indonesia saat ini, mengakibatkan infomasi dan analis pasar dalam keterbatasan
dan ketidakpastian. Sehingga adanya keterbatasan tersebut, analisis yang kami
informasikan dalam laporan ini perlu pemahaman dan kehati-hatian dalam
penggunaannya.
Akhirnya sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami menegaskan
bahwa kami tidak menarik keuntungan dalam bentuk apapun, baik sekarang maupun
dimasa yang akan datang atas aset yang dinilai atau dari pendapat nilai yang dikeluarkan.
Kami mengingatkan bahwa laporan ini hanya merupakan salah satu bentuk informasi awal
yang digunakan sebagai dasar kajian dalam mengambil keputusan, namun tidak mengikat
dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum.
Laporan ini harus dibaca secara menyeluruh, bersifat rahasia dan hanya disampaikan
kepada Pemberi Tugas sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja. Kami tidak bertanggung jawab
kepada pihak ketiga atas rujukan terhadap laporan ini, baik sebagian maupun keseluruhan
dan tidak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan, edaran,
ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari karni baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan dimunculkan
/ dipublikasikan.
Selanjutnya jika dikemudian hari ditemukan data-data baru yang menurut pandangan
kami membutuhkan suatu perbaikan pada laporan ini, maka kami berhak untuk
melakukan perubahan pada laporan penilaian ini.
Demikian penilaian aset ini, yang diberikan secara obyektif dan bebas dari konflik
kepentingan dalam kapasitas kami sebagai Perusahaan Penilai. Atas kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk melakukan penilaian aset ini kami ucapkan terima
kasih.
KJPP HERMA¥ EKAN
Kualifikasi Profesional : Penilai Properti
Izin Penilai : P-1.13.00374
MAPPI : 08-S-02197
No. Register : RMK-2017.00334
STTD : STTD.PP-08/P]-1/PM.02/2023
LAPORAN PENILAIAN ASET PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 7
Page 72
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 7
PERNYATAAN PENILAI 9
RINGKASAN NILAI 12
I. DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN I - 1
I.1 Status Penilai I - 1
I.2 Pemberi Tugas I - 1
I.3 Pengguna Laporan I - 2
I.4 Objek Penilaian I - 2
I.5 Hak Kepemilikan I - 2
I.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan I - 3
I.7 Maksud dan Tujuan Penilaian I - 3
I.8 Dasar Nilai I - 4
I.9 Tanggal Penilaian I - 4
I.10 Tingkat Kedalaman Investigasi I - 5
I.11 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan I - 5
I.12 Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian I - 6
I.13 Asumsi Umum I - 7
I.14 Asumsi Khusus I - 7
I.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi I - 7
I.16 Konfirmasi Dasar Penilaian I - 8
I.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian I - 8
I.18 Ruang Lingkup dan Proses Penilaian I - 8
I.19 Pendekatan Penilaian dan Metode Penilaian Yang Digunakan I - 8
I.20 Kesimpulan Penilaian I - 13
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 8
Page 73
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, maka kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa :
1. Memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.28/POJK.04/2021 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal menyatakan
bahwa:
a) Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada
tanggal penilaian (Cut Off Date);
b) Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam
Laporan Penilaian Properti;
c) Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
d) Telah dilakukan inspeksi terhadap objek penilaian;
e) Perkiraan Nilai yang di hasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan Nilai;
f) Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan;
g) Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatasan;
h) Seluruh data dan informasi yang diungkapkan dalam Laporan dapat di
pertanggung jawabkan; dan
i) Besaran Imbalan Jasa Penilaian tidak tergantung pada hasil penilaian.
2. Pernyataan dalam laporan Penilaian ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan
akurat.
3. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Penilaian ini
dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan
Penilaian, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang
tidak berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan.
4. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
terhadap properti yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau
keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap properti
yang dinilai.
5. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang
telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
6. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya
atau gambaran nilai yang diinginkan oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai,
pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian
(subsequent event ) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan dimaksud.
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 9
Page 74
7. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan professional yang
ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
8. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau
jenis industri yang dinilai.
9. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian
dan tanggal Penilaian);
b. Pengumpulan data dan wawancara;
c. Analisis data;
d. Estimasi nilai dengan menggunakan Pendekatan Penilaian;
e. Penulisan Laporan.
10. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan pada tanggal 03 - 06 Maret 2026 yang
merupakan Objek Penilaian.
11. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini.
12. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar
Penilaian Indonesia (SPI).
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 10
Page 75
KANTOR JASA P E N I LA I P U B L I K - NO I Z I N : 2.14.0120
hmi Herman Meirizki & Rekan
B u s i n e s s & Property Appraisers
Yang Melakukan Penilaian :
No. Nam.a Penilai Kualifikasi Profesional Tanda Tangan
1. Susi Meirizki, S.T., MAPP! (Cert.) Penilai Publik (Properti),
Izin Penilai : P-1.13.00374 Reviewer
MAPPI : 08-S-02197
No. Registrasi
No. STTD
: RMK-2017.00334
: STTD.PP-08/P]-
h
1/PM.02/2023
2. Ari Triyanti, S.T. Reviewer
MAPPI 16-T-06370
No. Register RMK-2018.02076 C 2
°
3. Rahman Hadi, S.T. Reviewer
MAPPI
No. Register
12-P-03468
RMK-2021.04136
2»i!
4. Faisal Amrullah, S.T. Reviewer
MAPPI 16-T-06955
No. Register RMK-2017.00840
%%e
5. Fitriyana Sari Raharja, S.T. Quality Assurance
MAPPI 16-T-06912
6lb
No. Register RMK-2018.02077
6. Imam Syahid, S.E. Penilai,
MAPPI 16-P-06938 Pelaksana Inspeksi
4 ' '%
No. Register RMK-2020.03179
Penilai,
<
7. Wilson, S.T
MAPPI
No. Register
13-T-04502
RMK-2017.00870
Pelaksana Inspeksi
,
8. Wahyu Irwan Syahputra, S.E. Penilai,
MAPPI 14-T-04715 Pelaksana Inspeksi
No. Register RMK-2021.03911
/
LAPORAN PENILAIAN ASET PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 11
Page 76
KANTOR JASA PEN I LAI PUBLIK - NO I Z I N : 2.14.0120
hmr Herman Meirizki & Rekan
B u s i n e s s & Property Appraisers
No. li Nama Penilai Kualifikasi Profesional Tanda Tangan
ill
9. Alvin Al Thariq, S.T Penilai,
MAPPI
No. Register
22-P-11331
RMK-2022.04394
Pelaksana Inspeksi
}
10. Bahar Roy Ramadan, S.T. Pelaksana Inspeksi
MAPPI 21-A-11155
�
11. Riyan Halim Brawijaya, S.Hut. Pelaksana Inspeksi
MAPPI 22-A-11699
73,
12. Nur Agung Bastiyanto, A. Md. Pelaksana Inspeksi
MAPPI 21-A-11092
/d%
LAPORAN PENILAIAN ASET PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 12
Page 77
RINGKASAN NILAI
PENILAIAN ASET UNTUK KEPENTINGAN PT CITRA NUSANTARA GEMILANG
Tbk
TANGGAL PENILAIAN : 31 DESEMBER 2025
1. MESIN DAN PERALATAN, TEGOWANU - GROBOGAN
NILAI PASAR
URAIAN
(Rp)
- Mesin dan Peralatan 8.330.440.000
TOTAL 1 8.330.440.000
PEMBULATAN 1 8.330.000.000
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 13
Page 78
2. TANAH DAN BANGUNAN, CIKARANG SELATAN - BEKASI
INDIKASI NILAI
NO. URAIAN PASAR
(Rp)
A. TANAH (13.526 M²) 47.584.468.000,-
Terdiri dari :
1. SHGB No. 3693
2. SHGB No. 3742
3. SHGB No. 3848
4. SHM No. 00316
5. SHM No. 5203
6. SHM No. 01348
B. BANGUNAN
B.1 Kantor Distribusi (± 12 m²) 17.520.000,-
B.2 Ruang Mesin Pendorong Air 3.102.000,-
(± 2 m²)
B.3 Gardu Listrik (± 48 m²) 87.744.000,-
B.4 Toilet Stasiun Pengisian 6.804.000,-
Plan B (± 4 m²)
B.5 Ruang Genset (± 170 m²) 270.300.000,-
B.6 TPS Limbah B3 (± 8 m²) 10.976.000,-
B.7 Kantor Mekanik (± 11 m²) 20.163.000,-
B.8 Workshop dan Kantor (± 283 m²) 773.722.000,-
B.9 Koperasi (± 62 m²) 97.154.000,-
B.10 Workshop Baru(± 256 m²) 753.920.000,-
B.11 Toilet Workshop Baru (± 11 m²) 33.396.000,-
SUB TOTAL B 2.074.801.000,-
C. SARANA PELENGKAP LAINNYA
C.1 Sumber Listrik 1.458.731.000,-
C.2 Sumber Air 6.904.000,-
C.3 Pagar 426.013.000,-
C.4 Kanopi 200.225.000,-
C.5 Perkerasan Halaman 716.057.000,-
SUB TOTAL C 2.807.930.000,-
D. MESIN DAN PERALATAN 14.030.720.000
TOTAL 2 (A + B + C+D) 66.497.919.000,-
PEMBULATAN 2 66.498.000.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 14
Page 79
3. TANAH DAN BANGUNAN, TEBET - JAKARTA SELATAN
I. PENDEKATAN PASAR
INDIKASI NILAI
URAIAN PASAR
(Rp)
- Tanah dan Bangunan 26.940.000.000,-
Terdiri dari:
Tanah (606 m²) 24.190.320.000,- 14.272.289.000,-
Bangunan (± 713 m²) 1.576.760.000,- 930.288.000,-
Sarana Pelengkap Lainnya
TOTAL I 26.940.000.000,-
II. PENDEKATAN BIAYA
INDIKASI NILAI
NO. URAIAN PASAR
(Rp)
A. TANAH (606 M²) 21.925.080.000,-
Terdiri dari :
- SHGB No. 4317
B. BANGUNAN
- Kantor (± 713 m²) 2.573.217.000,-
C. SARANA PELENGKAP LAINNYA
C.1 Sumber Air 1.830.000,-
C.2 Sumber Listrik 45.155.000,-
C.3 Pagar 43.329.000,-
C.4 Perkerasan Halaman 70.364.000,-
C.5 Kanopi 956.000,-
SUB TOTAL C 161.634.000,-
TOTAL II (A + B + C) 24.659.931.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 15
Page 80
REKONSILIASI
NILAI PASAR
URAIAN BOBOT
(Rp)
I PENDEKATAN PASAR 40% 10.776.000.000,-
II PENDEKATAN BIAYA 60% 14.795.958.600,-
TOTAL 3 25.571.958.600,-
PEMBULATAN 3 25.572.000.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 16
Page 81
4. TANAH DAN BANGUNAN, PARONGPONG - BANDUNG BARAT
I. PENDEKATAN PASAR
INDIKASI NILAI
URAIAN PASAR
(Rp)
- TANAH DAN BANGUNAN 9.808.000.000,-
TOTAL I 9.808.000.000,-
II. PENDEKATAN BIAYA
INDIKASI NILAI
NO. URAIAN PASAR
(Rp)
A. TANAH (5.315 M²) 8.822.900.000,-
Terdiri dari :
- SHM No. 394
B. BANGUNAN
- Aula (± 236 m²) 956.508.000,-
- Rumah Singgah (± 209 m²) 512.468.000,-
1.468.976.000,-
C. SARANA PELENGKAP LAINNYA
C.1 Pagar 81.080.000,-
C.2 Perkerasan Halaman 35.834.000,-
C.3 Sumber Air 1.420.000,-
C.4 Sumber Listrik 7.705.000,-
C.5 Kolam Ikan 9.867.000,-
SUB TOTAL C 135.906.000,-
TOTAL II (A + B + C) 10.427.782.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 17
Page 82
REKONSILIASI
NILAI PASAR
URAIAN BOBOT
(Rp)
I PENDEKATAN PASAR 40% 3.923.200.000,-
II PENDEKATAN BIAYA 60% 6.256.669.200,-
TOTAL 4 10.179.869.200,-
PEMBULATAN 4 10.180.000.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 18
Page 83
5. TANAH DAN BANGUNAN, JAGAKARSA - JAKARTA SELATAN
I. PENDEKATAN PASAR
INDIKASI NILAI
URAIAN PASAR
(Rp)
- TANAH DAN BANGUNAN 22.172.000.000,-
Terdiri dari :
Tanah (4.037 m²)
Bangunan (±250 m²)
Sarana Pelengkap Lainnya
TOTAL I 22.172.000.000,-
II. PENDEKATAN BIAYA
INDIKASI NILAI
NO. URAIAN PASAR
(Rp)
A. TANAH (4.037 m²) 22.098.538.000,-
Terdiri dari :
- SHM No. 8288
B. BANGUNAN
B.1 Rumah Tinggal (± 74 m²) 150.738.000,-
B.2 Gudang (± 176 m²) 95.392.000,-
SUB TOTAL B 246.130.000,-
C. SARANA PELENGKAP LAINNYA
C.1 Sumber Listrik 3.705.000,-
C.2 Sumber Air 1.830.000,-
C.3 Perkerasaan halaman 123.000,-
C.4 Pagar 164.485.000,-
SUB TOTAL C 170.143.000,-
TOTAL II (A+B+C) 22.514.811.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 19
Page 84
III. REKONSILIASI
Kesimpulan Nilai berdasarkan rekonsiliasi dari nilai yang dihasilkan oleh 2 (dua)
pendekatan penilaian di atas pada tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
NILAI PASAR
URAIAN BOBOT
(Rp)
- Pendekatan Pasar 40% 8.868.800.000,-
- Pendekatan Biaya 60% 13.508.886.600,-
TOTAL 5 22.377.686.600,-
PEMBULATAN 5 22.378.000.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 20
Page 85
6. RUMAH TINGGAL, TAPOS - DEPOK
I. PENDEKATAN PASAR
INDIKASI NILAI
URAIAN PASAR
(Rp)
- RUMAH TINGGAL 1.452.000.000,-
Terdiri dari:
Tanah (192 m²) 24.190.320.000,- 14.272.289.000,-
Bangunan (± 200 m²) 1.576.760.000,- 930.288.000,-
Sarana Pelengkap Lainnya
TOTAL I 1.452.000.000,-
II. PENDEKATAN BIAYA
INDIKASI NILAI
NO. URAIAN PASAR
(Rp)
A. TANAH (192 M²) 620.736.000,-
B. BANGUNAN
- Rumah Tinggal (± 200 m²) 745.400.000,-
C. SARANA PELENGKAP LAINNYA
C.1 Sumber Listrik 3.503.000,-
C.2 Sumber Air 1.753.000,-
C.3 Kanopi 7.017.000,-
C.4 Perkerasan Halaman 9.388.000,-
C.5 Pagar 12.520.000,-
SUB TOTAL C 34.181.000,-
TOTAL II (A + B + C) 1.400.317.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 21
Page 86
REKONSILIASI
NILAI PASAR
URAIAN BOBOT
(Rp)
I PENDEKATAN PASAR 40% 580.800.000,-
II PENDEKATAN BIAYA 60% 840.190.200,-
TOTAL 6 1.420.990.200,-
PEMBULATAN 6 1.421.000.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 22
Page 87
7. RUMAH TINGGAL, BABAKAN MADANG - BOGOR
I. PENDEKATAN PASAR
INDIKASI NILAI
URAIAN PASAR
(Rp)
- RUMAH TINGGAL 3.960.000.000,-
Terdiri dari :
Tanah (592 m²)
Bangunan (± 297 m²)
Sarana Pelengkap Lainnya
TOTAL I 3.960.000.000,-
II. PENDEKATAN BIAYA
INDIKASI NILAI
NO. URAIAN PASAR
(Rp)
A. TANAH (592 m²) 2.828.034.000,-
Terdiri dari :
- SHM No. 314
B. BANGUNAN
- Rumah Tinggal ( ± 297 m²) 1.006.830.000,-
C. SARANA PELENGKAP LAINNYA
C.1 Sumber Listrik 4.053.000,-
C.2 Sumber Air 1.420.000,-
C.3 Kanopi 9.803.000,-
C.4 Perkerasaan halaman 9.197.000,-
SUB TOTAL C 24.473.000,-
TOTAL II (A+B+C) 3.859.337.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 23
Page 88
III. REKONSILIASI
Kesimpulan Nilai berdasarkan rekonsiliasi dari nilai yang dihasilkan oleh 2 (dua)
pendekatan penilaian di atas pada tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
NILAI PASAR
URAIAN BOBOT
(Rp)
- Pendekatan Pasar 40% 1.584.000.000,-
- Pendekatan Biaya 60% 2.315.602.200,-
TOTAL 7 3.899.602.200,-
PEMBULATAN 7 3.900.000.000,-
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 24
Page 89
8. MESIN DAN PERALATAN, MANYAR - GRESIK
NILAI PASAR
URAIAN
(Rp)
- Mesin dan Peralatan 10.228.723.000
TOTAL 8 10.228.723.000
PEMBULATAN 8 10.229.000.000
TOTAL KESELURUHAN (1 s.d 8) 148.508.000.000
____________________________________________________________
EXECUTIVE SUMMARY PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk 25
Page 90
Lampiran 2
Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2021-2025
Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 31-Des-25
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 16.026.649.327 25.313.647.785 17.912.916.006 115.434.640.548 55.125.384.278
Piutang Usaha 38.252.673.720 33.198.885.254 37.784.356.651 47.949.568.331 65.316.128.527
Piutang lain-lain 884.030.143 1.260.963.082 2.640.814.496 1.520.345.837 8.695.745.890
Persediaan 2.357.071.912 3.310.779.080 3.364.084.501 7.755.365.012 9.136.132.965
Uang Muka 10.958.733.001 2.866.170.469 3.633.372.215 39.488.391.335 76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka 41.717.200 4.641.767.579 140.941.933 704.883.350 859.140.698
Biaya dibayar dimuka 4.893.935.420 565.881.102 13.811.710.237 26.304.391.791 31.012.277.105
Total Current Asset 73.414.810.723 71.158.094.351 79.288.196.039 239.157.586.204 246.212.226.591
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 77.629.004.385 77.888.900.141 74.439.283.791 106.171.385.362 133.448.869.431
Piutang pihak berelasi 20.319.250.000 - - - -
Aset pajak tangguhan 4.194.689.507 4.605.588.666 4.401.060.381 4.858.207.890 3.894.048.414
Dana dibatasi penggunaannya - 21.300.000.000 20.250.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000
Aset tidak lancar lainnya 7.669.675.892 4.822.771.278 12.361.797.008 5.812.750.974 10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar 109.812.619.784 108.617.260.085 111.452.141.180 122.190.344.226 153.237.064.606
TOTAL ASET 183.227.430.507 179.775.354.436 190.740.337.219 361.347.930.430 399.449.291.197
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 25.987.596.691 28.277.558.606 44.177.603.573 42.763.775.334 51.702.402.203
Utang lain-lain 3.404.954.874 2.658.961.641 642.471.780 2.786.716.521 2.579.045.735
Utang pajak 1.207.765.083 2.136.157.028 3.754.715.590 3.539.842.979 4.032.150.145
Beban masih harus dibayar 314.780.407 234.967.464 1.140.182.491 1.842.242.091 1.564.959.137
Pendapatan diterima dimuka 6.532.304.458 4.847.115.092 2.757.057.836 3.617.916.018 3.885.817.909
Pembiayaan musyarakah jangka panjang jatuh
5.741.279.760 8.757.019.966 11.205.363.637 - -
tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu
1.826.631.840 2.033.820.291 2.033.820.291 9.767.932.872 26.312.627.349
satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 423.430.000 468.241.567 468.241.567 702.944.811 917.336.044
-Utang bank 1.403.201.840 1.565.578.724 1.565.578.724 9.064.988.061 25.395.291.305
Total Liabilitas Jangka Pendek 45.015.313.113 48.945.600.088 65.711.215.198 64.318.425.815 90.077.002.478
Liabilitas jangka panjang
Utang pihak berelasi 7.739.786.537 257.295.293 - -
Liabilitas imbalan kerja 20.564.152.187 21.428.800.500 20.499.126.477 21.323.325.632 17.281.076.650
Pembiayaan musyawarah jangka panjang dikurangi
11.979.680.344 27.375.473.386 19.110.626.623 - -
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
5.691.962.148 4.268.281.675 3.228.674.548 11.603.337.843 12.576.702.362
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 1.104.425.064 1.207.421.366 1.691.116.968 1.454.614.437 4.963.451.295
-Utang bank 4.587.537.084 3.060.860.309 1.537.557.580 10.148.723.406 7.613.251.067
Total Liabilitas Jangka Panjang 45.975.581.216 53.329.850.854 42.838.427.648 32.926.663.475 29.857.779.012
Total Liabilitas 90.990.894.329 102.275.450.942 108.549.642.846 97.245.089.290 119.934.781.490
Ekuitas
Modal saham 2.000.000.000 2.000.000.000 62.000.000.000 88.574.951.950 88.574.951.950
Tambahan modal disetor 121.894.301 121.894.301 121.894.301 146.845.152.655 147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain (724.882.360) (760.024.824) 1.669.881.895 2.739.245.560 4.051.359.019
Saldo laba 81.039.959.040 65.501.780.724 7.645.124.139 14.842.940.097 24.351.694.085
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
82.436.970.981 66.863.650.201 71.436.900.335 253.002.290.262 264.496.418.269
entitas induk
Kepentingan nonpengendali 9.799.565.197 10.636.253.294 10.753.794.038 11.100.550.879 15.018.091.438
Total Ekuitas 92.236.536.178 77.499.903.495 82.190.694.373 264.102.841.141 279.514.509.707
Total Liabilitas dan Ekuitas 183.227.430.507 179.775.354.437 190.740.337.219 361.347.930.431 399.449.291.197
Page 91
Lampiran 3
Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021- 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
PENDAPATAN 387.699.802.006 423.553.944.251 377.588.881.905 508.498.255.069 611.897.173.968
BEBAN POKOK PENDAPATAN (325.019.655.953) (344.599.210.409) (304.494.316.161) (426.716.267.800) (505.344.549.198)
LABA KOTOR 62.680.146.053 78.954.733.842 73.094.565.744 81.781.987.269 106.552.624.770
BEBAN USAHA (55.430.233.397) (61.970.414.553) (64.595.318.157) (75.039.260.146) (84.454.383.700)
LABA USAHA 7.249.912.656 16.984.319.289 8.499.247.587 6.742.727.123 22.098.241.070
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO (2.391.590.260) (1.732.149.030) 2.686.269.903 7.485.102.662 (21.883.676)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4.858.322.396 15.252.170.259 11.185.517.490 14.227.829.785 22.076.357.394
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
-Kini (1.340.316.857) (3.094.499.893) (3.220.106.901) (5.257.779.581) (5.606.124.629)
-Tangguhan 246.318.214 399.077.727 531.571.601 787.522.102 (586.291.353)
Beban Pajak Penghasilan - Neto (1.093.998.643) (2.695.422.166) (2.688.535.300) (4.470.257.479) (6.192.415.982)
LABA (RUGI) NETO 3.764.323.753 12.556.748.093 8.496.982.190 9.757.572.306 15.883.941.412
Page 92
Lampiran 4
Laporan Arus Kas Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2021-2025
Audited Audited Audited Audited Audited
FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 FY 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 392.636.786.210 424.421.504.309 370.913.353.253 499.193.901.571 594.798.515.663
Penerimaan dari bunga 938.564.609 276.974.713 273.068.315 4.155.547.709 2.712.002.474
Pembayaran ke pemasok (326.706.157.745) (339.064.768.179) (297.733.259.899) (414.307.891.279) (482.250.567.549)
Pembayran untuk beban operasional (54.498.803.048) (46.808.332.339) (53.239.801.692) (85.731.673.087) (94.344.840.678)
Pembayaran pajak (1.365.794.657) (2.690.271.850) (1.176.609.171) (6.036.593.609) (5.268.074.811)
Pembayaran atas bunga (3.330.154.869) (2.575.851.297) (1.621.746.925) (5.576.878.170) (2.964.971.421)
Penerimaan operasi lainnya 98.328.756 566.727.554 4.034.948.513 8.907.395.623 (503.479.733)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 7.772.769.256 34.125.982.911 21.449.952.394 603.808.758 12.178.583.945
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (18.558.715.173) (11.667.259.663) (14.703.809.533) (46.452.443.138) (35.442.632.527)
Penambahan uang muka (166.041.000) - - (38.222.110.182) (45.024.283.793)
Penjualan aset tetap - - 5.455.556.602 - -
Penambahan (pembebanan) aset tidak lancar lainnya - 1.097.943.656 (7.539.025.730) 6.549.046.034 (4.733.395.787)
Penerimaan dari penjualan aset tetap - - - - 300.000.000
Dana yang dibatasi penggunaannya (5.818.485.775) (15.000.000.000) 1.050.000.000 (98.000.000) -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (24.543.241.948) (25.569.316.007) (15.737.278.661) (78.223.507.286) (84.900.312.107)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Dana yang dibatasi penggunaannya - - - 15.000.000.000 -
Penambahan setoran modal di entitas anak 4.160.000 - - - 3.025.000.000
Setoran modal dari penawaran umum - - - 26.574.951.950 -
Tambahan modal disetor - - - 153.073.258.354 -
Beban emisi saham - - - (6.350.000.000) -
Pembayaran dividen (364.000.000) (382.200.000) (6.000.000.000) (2.214.286.250) (4.706.051.104)
Pembayaran dividen di entitas anak - - - (516.677.695) (130.936.000)
Penerimaan (pembayaran) piutang pihak berelasi (600.384.331) (6.550.018.428) (257.295.293) 3.781.391.095 (3.293.600.000)
Pembayaran kepada pihak berelasi (3.392.124.047) (7.482.491.244) - - -
Penerimaan utang bank - - - 24.740.791.557 19.500.000.000
Pembayaran utang bank - - (7.339.805.821) (38.946.206.654) (5.705.169.095)
Penerimaan utang lain-lain pihak ketiga 2.203.933.880 - - - -
Penerimaan (pembayaran) pinjaman bank - neto 15.693.275.044 17.047.233.357 - - -
(Pembayaran) penerimaan utang pembiayaan konsumen (144.747.171) 147.807.869 483.695.602 (1.799.287) 3.723.228.091
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 13.400.113.375 2.780.331.554 (13.113.405.512) 175.141.423.070 12.412.471.892
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (3.370.359.317) 11.336.998.458 (7.400.731.779) 97.521.724.542 (60.309.256.270)
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 19.397.008.643 13.976.649.327 25.313.647.785 17.912.916.006 115.434.640.548
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 16.026.649.326 25.313.647.785 17.912.916.006 115.434.640.548 55.125.384.278
Page 93
Lampiran 5
Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 1,63 1,45 1,21 3,72 2,73 2,15
Quick ratio 1,58 1,39 1,16 3,60 2,63 2,07
Cash ratio 0,36 0,52 0,27 1,79 0,61 0,71
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 16,17% 18,64% 19,36% 16,08% 17,41% 18%
Net profit margin 0,97% 2,96% 2,25% 1,92% 2,60% 2%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 10,14 12,76 9,99 10,60 9,37 10,57
Inventory turnover 137,89 104,08 90,51 55,02 55,31 88,56
Acc. Payable turnover 12,51 12,19 6,89 9,98 9,77 10,27
Days of Acc. Receivable 36 28 36 34 38 34
Days of Inventory 3 3 4 7 7 5
Days of Acc. Payable 29 30 52 36 37 37
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,00% 54,75% 43,29% 8,09% 13,91% 24,01%
Debt to Assets 0,00% 23,60% 18,65% 5,91% 9,74% 11,58%
Total Liabilities to Total Assets 49,66% 56,89% 56,91% 26,91% 30,03% 44,08%
Total Liabilities to Total Equity 98,65% 131,97% 132,07% 36,82% 42,91% 88,48%
Page 94
Lampiran 6
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-2032
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 78.716.972.590 71.859.973.179 102.580.226.009 150.540.431.076 202.830.359.032 260.555.158.824 324.850.122.570
Piutang Usaha 80.089.932.870 100.133.665.657 121.803.111.111 133.133.985.185 146.979.601.067 165.005.946.311 185.424.474.673
Piutang lain-lain 8.500.092.000 6.375.069.000 4.781.302.000 3.585.977.000 2.689.483.000 2.017.113.000 1.512.835.000
Persediaan 9.575.862.858 10.401.236.852 12.573.990.186 13.746.600.840 15.155.272.800 16.988.558.924 19.064.792.507
Uang Muka 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka 4.446.054.000 5.872.268.000 7.345.163.000 7.766.704.000 8.568.183.000 9.610.215.000 10.790.028.000
Biaya dibayar dimuka 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105
Total Current Asset 288.408.608.551 301.721.906.920 356.163.486.539 415.853.392.334 483.302.593.132 561.256.686.292 648.721.946.983
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 117.856.173.651 111.970.818.340 96.143.406.976 80.119.753.467 63.936.615.875 47.598.843.324 31.110.215.836
Aset pajak tangguhan 4.478.156.000 4.702.064.000 4.937.168.000 5.184.027.000 5.443.229.000 5.715.391.000 6.001.161.000
Dana dibatasi penggunaannya 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000
Revolving credit - - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar 138.228.476.412 132.567.029.101 116.974.721.737 101.197.927.228 85.273.991.636 69.208.381.085 53.005.523.597
TOTAL ASET 426.637.084.963 434.288.936.021 473.138.208.276 517.051.319.563 568.576.584.768 630.465.067.377 701.727.470.579
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 76.606.902.864 72.808.657.961 88.017.931.299 96.226.205.883 106.086.909.599 118.919.912.470 133.453.547.547
Utang lain-lain 1.579.045.000 1.184.284.000 888.213.000 666.160.000 499.620.000 374.715.000 281.037.000
Utang pajak 5.384.884.000 5.872.268.000 7.345.163.000 7.766.704.000 8.568.183.000 9.610.215.000 10.790.028.000
Beban masih harus dibayar 564.959.000 423.720.000 317.790.000 238.343.000 178.758.000 134.069.000 100.552.000
Pendapatan diterima dimuka 3.885.817.000 2.914.363.000 2.185.773.000 1.639.330.000 1.229.498.000 922.124.000 691.593.000
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam
10.812.629.000 9.774.983.000 917.337.000 458.669.000 - - -
waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 917.337.000 917.337.000 917.337.000 458.669.000 - - -
-Utang bank 9.895.292.000 8.857.646.000 - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 98.834.236.864 92.978.275.961 99.672.207.299 106.995.411.883 116.562.968.599 129.961.035.470 145.316.757.547
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
12.903.762.000 2.211.444.000 376.772.000 - - - -
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 4.046.116.000 2.211.444.000 376.772.000 - - - -
-Utang bank 8.857.646.000 - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 30.184.838.650 19.492.520.650 17.657.848.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Total Liabilitas 129.019.075.514 112.470.796.611 117.330.055.949 124.276.488.533 133.844.045.249 147.242.112.120 162.597.834.197
Ekuitas
Modal saham 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950
Tambahan modal disetor 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019
Saldo laba 42.455.193.827 66.655.323.788 100.645.336.705 137.612.015.408 179.569.723.896 228.060.139.635 283.966.820.760
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
282.599.918.011 306.800.047.972 340.790.060.889 377.756.739.592 419.714.448.080 468.204.863.819 524.111.544.944
entitas induk
Kepentingan nonpengendali 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438
Total Ekuitas 297.618.009.449 321.818.139.410 355.808.152.327 392.774.831.030 434.732.539.518 483.222.955.257 539.129.636.382
Total Liabilitas dan Ekuitas 426.637.084.963 434.288.936.021 473.138.208.276 517.051.319.563 568.576.584.768 630.465.067.377 701.727.470.579
Page 95
Lampiran 7
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2026-
2032
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank 61.778.914.973 59.432.136.795 100.837.795.758 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757 336.074.467.247
Piutang Usaha 80.089.932.870 100.133.665.657 121.803.111.111 133.133.985.185 146.979.601.067 165.005.946.311 185.424.474.673
Piutang lain-lain 10.000.108.000 7.500.081.000 5.625.061.000 4.218.796.000 3.164.097.000 2.373.073.000 1.779.805.000
Persediaan 9.629.262.917 10.454.636.910 12.627.390.244 13.800.000.899 15.208.672.859 17.028.070.094 19.104.303.677
Uang Muka 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128 76.067.417.128
Pajak dibayar dimuka 6.730.265.000 7.910.211.000 9.284.292.000 10.093.260.000 10.968.060.000 12.074.929.000 13.317.086.000
Biaya dibayar dimuka 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105 31.012.277.105
Total Current Asset 275.308.177.993 292.510.425.595 357.257.344.346 417.326.478.955 485.424.314.683 567.725.085.395 662.779.830.830
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 141.511.369.431 131.781.209.900 112.108.994.316 92.240.536.587 72.212.594.775 53.030.018.004 33.696.586.296
Aset pajak tangguhan 4.478.156.000 4.522.938.000 4.568.167.000 4.613.849.000 4.659.987.000 4.706.587.000 4.753.653.000
Dana dibatasi penggunaannya 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000 5.348.000.000
Revoling credit 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
Aset tidak lancar lainnya 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761 10.546.146.761
Total Aset Tidak Lancar 215.233.319.010 205.547.941.479 185.920.954.895 166.098.179.166 146.116.375.354 126.980.398.583 107.694.032.875
TOTAL ASET 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 77.034.103.333 73.182.458.371 88.391.731.709 96.600.006.293 106.460.710.010 119.196.490.658 133.730.125.736
Utang lain-lain 1.579.046.000 1.184.285.000 888.214.000 666.160.000 499.620.000 374.715.000 281.037.000
Utang pajak 748.979.000 8.765.652.000 12.525.874.000 13.547.401.000 14.464.494.000 15.622.140.000 16.956.104.000
Beban masih harus dibayar 564.960.000 423.720.000 317.790.000 238.343.000 178.757.000 134.068.000 100.551.000
Pendapatan diterima dimuka 3.885.818.000 4.080.109.000 4.284.115.000 4.498.320.000 4.723.236.000 4.959.398.000 5.207.368.000
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu
64.162.275.818 63.124.629.818 54.266.983.818 53.808.315.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
tahun
-Utang pembiayaan konsumen 917.337.000 917.337.000 917.337.000 458.669.000 - - -
-Utang bank 63.244.938.818 62.207.292.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
Total Liabilitas Jangka Pendek 147.975.182.151 150.760.854.189 160.674.708.527 169.358.546.111 179.676.463.828 193.636.458.476 209.624.832.554
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh
29.665.510.933 12.228.798.000 13.751.772.000 7.875.000.000 2.375.000.000 - -
tempo dalam waktu satu tahun
-Utang pembiayaan konsumen 4.046.116.000 2.211.444.000 376.772.000 - - - -
-Utang bank 25.619.394.933 10.017.354.000 13.375.000.000 7.875.000.000 2.375.000.000 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 46.946.587.583 29.509.874.650 31.032.848.650 25.156.076.650 19.656.076.650 17.281.076.650 17.281.076.650
Total Liabilitas 194.921.769.734 180.270.728.839 191.707.557.177 194.514.622.761 199.332.540.478 210.917.535.126 226.905.909.204
Ekuitas
Modal saham 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950 88.574.951.950
Tambahan modal disetor 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215 147.518.413.215
Penghasilan komprehensif lain 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019 4.051.359.019
Saldo laba 40.456.911.646 62.624.822.612 96.307.926.442 133.747.219.738 177.045.333.937 228.625.133.230 288.405.138.879
-Telah ditentukan penggunaanya 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya 37.456.911.646 59.624.822.612 93.307.926.442 130.747.219.738 174.045.333.937 225.625.133.230 285.405.138.879
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
280.601.635.830 302.769.546.796 336.452.650.626 373.891.943.922 417.190.058.121 468.769.857.414 528.549.863.063
induk
Kepentingan nonpengendali 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438 15.018.091.438
Total Ekuitas 295.619.727.268 317.787.638.234 351.470.742.064 388.910.035.360 432.208.149.559 483.787.948.852 543.567.954.501
Total Liabilitas dan Ekuitas 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
Page 96
Lampiran 8
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan
Januari-Desember Tahun 2026-2032
Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028
PENDAPATAN 819.663.255.833 896.696.975.955 1.090.746.860.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (689.462.125.780) (748.889.053.311) (905.327.293.363)
LABA KOTOR 130.201.130.053 147.807.922.643 185.419.566.637
BEBAN USAHA (107.596.515.000) (117.417.365.000) (142.509.640.000)
LABA USAHA 22.604.615.053 30.390.557.643 42.909.926.637
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO 605.000.000 635.250.000 667.013.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 23.209.615.053 31.025.807.643 43.576.939.637
Beban Pajak Penghasilan - Neto (5.106.115.312) (6.825.677.682) (9.586.926.720)
LABA (RUGI) NETO 18.103.499.742 24.200.129.962 33.990.012.917
Projection Projection Projection Projection
FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
PENDAPATAN 1.192.214.837.333 1.316.202.327.552 1.477.628.249.216 1.660.476.170.699
BEBAN POKOK PENDAPATAN (989.755.260.509) (1.091.179.641.593) (1.223.176.242.551) (1.372.665.060.488)
LABA KOTOR 202.459.576.824 225.022.685.960 254.452.006.665 287.811.110.211
BEBAN USAHA (155.766.763.000) (171.966.134.000) (193.056.958.000) (216.946.636.000)
LABA USAHA 46.692.813.824 53.056.551.960 61.395.048.665 70.864.474.211
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO 700.364.000 735.382.000 772.151.000 810.758.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 47.393.177.824 53.791.933.960 62.167.199.665 71.675.232.211
Beban Pajak Penghasilan - Neto (10.426.499.121) (11.834.225.471) (13.676.783.926) (15.768.551.086)
LABA (RUGI) NETO 36.966.678.703 41.957.708.488 48.490.415.739 55.906.681.125
Page 97
Lampiran 9
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan
Januari-Desember Tahun 2026-2032
Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028
PENDAPATAN 823.782.166.667 901.202.990.909 1.096.228.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (693.306.930.000) (752.733.857.531) (909.172.097.583)
LABA KOTOR 130.475.236.667 148.469.133.378 187.055.902.417
BEBAN USAHA (107.596.515.000) (117.417.365.000) (142.509.640.000)
LABA USAHA 22.878.721.667 31.051.768.378 44.546.262.417
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO (2.231.006.844) (2.631.369.704) (1.362.795.968)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 20.647.714.822 28.420.398.674 43.183.466.448
Beban Pajak Penghasilan - Neto (4.542.497.261) (6.252.487.708) (9.500.362.619)
LABA (RUGI) NETO 16.105.217.561 22.167.910.966 33.683.103.830
Projection Projection Projection Projection
FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
PENDAPATAN 1.198.205.866.667 1.322.816.409.600 1.485.053.516.800 1.668.820.272.060
BEBAN POKOK PENDAPATAN (993.600.064.729) (1.095.024.445.813) (1.226.021.046.771) (1.375.509.864.708)
LABA KOTOR 204.605.801.938 227.791.963.788 259.032.470.029 293.310.407.351
BEBAN USAHA (155.766.763.000) (171.966.134.000) (193.056.958.000) (216.946.636.000)
LABA USAHA 48.839.038.937 55.825.829.788 65.975.512.029 76.363.771.351
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO (839.944.968) (315.426.968) 152.435.782 277.261.532
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 47.999.093.969 55.510.402.819 66.127.947.811 76.641.032.883
Beban Pajak Penghasilan - Neto (10.559.800.673) (12.212.288.620) (14.548.148.518) (16.861.027.234)
LABA (RUGI) NETO 37.439.293.296 43.298.114.199 51.579.799.293 59.780.005.649
Page 98
Lampiran 10
Proyeksi Laporan Arus Kas Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-Desember
Tahun 2026-2032
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba/rugi bersih 18.103.499.742 24.200.129.962 33.990.012.917 36.966.678.703 41.957.708.488 48.490.415.739 55.906.681.125
Depresiasi 15.592.695.780 15.694.878.311 16.839.981.363 17.094.334.509 17.364.306.593 17.662.591.551 17.976.089.488
Perubahan modal kerja bersih:
Piutang Usaha (14.773.804.343) (20.043.732.786) (21.669.445.455) (11.330.874.074) (13.845.615.881) (18.026.345.244) (20.418.528.362)
Piutang lain-lain 195.653.890 2.125.023.000 1.593.767.000 1.195.325.000 896.494.000 672.370.000 504.278.000
Persediaan (439.729.893) (825.373.993) (2.172.753.334) (1.172.610.655) (1.408.671.959) (1.833.286.124) (2.076.233.582)
Uang Muka - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka (3.586.913.302) (1.426.214.000) (1.472.895.000) (421.541.000) (801.479.000) (1.042.032.000) (1.179.813.000)
Biaya dibayar dimuka - - - - - - -
Aset pajak tangguhan (584.107.586) (223.908.000) (235.104.000) (246.859.000) (259.202.000) (272.162.000) (285.770.000)
Dana dibatasi penggunaannya - - - - - - -
Revolving credit - - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - - - -
Utang usaha 24.904.500.661 (3.798.244.904) 15.209.273.338 8.208.274.584 9.860.703.716 12.833.002.871 14.533.635.077
Utang lain-lain (1.000.000.735) (394.761.000) (296.071.000) (222.053.000) (166.540.000) (124.905.000) (93.678.000)
Utang pajak 1.352.733.855 487.384.000 1.472.895.000 421.541.000 801.479.000 1.042.032.000 1.179.813.000
Beban masih harus dibayar (1.000.000.137) (141.239.000) (105.930.000) (79.447.000) (59.585.000) (44.689.000) (33.517.000)
Pendapatan diterima dimuka (909) (971.454.000) (728.590.000) (546.443.000) (409.832.000) (307.374.000) (230.531.000)
Utang pihak berelasi - - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja - - - - - - -
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 38.764.527.023 14.682.487.590 42.425.140.830 49.866.326.067 53.929.765.956 59.049.618.792 65.782.425.746
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap - (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi - (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) Pembiayaan musyarakah
jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
- - - - - - -
Penerimaan (pembayaran) Utang pembiayaan
konsumen (917.334.339) (1.834.672.000) (1.834.672.000) (835.440.000) (458.669.000) - -
Penerimaan (pembayaran) Utang bank (14.255.604.372) (9.895.292.000) (8.857.646.000) - - - -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (15.172.938.711) (11.729.964.000) (10.692.318.000) (835.440.000) (458.669.000) - -
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 23.591.588.312 (6.856.999.410) 30.720.252.830 47.960.205.067 52.289.927.956 57.724.799.792 64.294.963.746
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 55.125.384.278 78.716.972.590 71.859.973.179 102.580.226.009 150.540.431.076 202.830.359.032 260.555.158.824
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 78.716.972.590 71.859.973.179 102.580.226.009 150.540.431.076 202.830.359.032 260.555.158.824 324.850.122.570
Page 99
Lampiran 11
Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan Januari-
Desember Tahun 2026-2032
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba/rugi bersih 16.105.217.561 22.167.910.966 33.683.103.830 37.439.293.296 43.298.114.199 51.579.799.293 59.780.005.649
Depresiasi 19.437.500.000 19.539.682.531 20.684.785.583 20.939.138.729 21.209.110.813 20.507.395.771 20.820.893.708
Perubahan modal kerja bersih:
Piutang Usaha (14.773.804.343) (20.043.732.786) (21.669.445.455) (11.330.874.074) (13.845.615.881) (18.026.345.244) (20.418.528.362)
Piutang lain-lain (1.304.362.110) 2.500.027.000 1.875.020.000 1.406.265.000 1.054.699.000 791.024.000 593.268.000
Persediaan (493.129.952) (825.373.993) (2.172.753.334) (1.172.610.655) (1.408.671.959) (1.819.397.236) (2.076.233.582)
Uang Muka - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka (5.871.124.302) (1.179.946.000) (1.374.081.000) (808.968.000) (874.800.000) (1.106.869.000) (1.242.157.000)
Biaya dibayar dimuka - - - - - - -
Aset pajak tangguhan (584.107.586) (44.782.000) (45.229.000) (45.682.000) (46.138.000) (46.600.000) (47.066.000)
Dana dibatasi penggunaannya - - - - - - -
Revolving credit (53.349.646.818) - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - - - -
Utang usaha 25.331.701.130 (3.851.644.962) 15.209.273.338 8.208.274.584 9.860.703.716 12.735.780.649 14.533.635.077
Utang lain-lain (999.999.735) (394.761.000) (296.071.000) (222.054.000) (166.540.000) (124.905.000) (93.678.000)
Utang pajak (3.283.171.145) 8.016.673.000 3.760.222.000 1.021.527.000 917.093.000 1.157.646.000 1.333.964.000
Beban masih harus dibayar (999.999.137) (141.240.000) (105.930.000) (79.447.000) (59.586.000) (44.689.000) (33.517.000)
Pendapatan diterima dimuka 91 194.291.000 204.006.000 214.205.000 224.916.000 236.162.000 247.970.000
Utang pihak berelasi - - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja - - - - - - -
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (20.784.926.345) 25.937.103.755 49.752.900.963 55.569.067.880 60.163.284.887 65.839.002.232 73.398.556.490
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (27.500.000.000) (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (27.500.000.000) (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) Pembiayaan musyarakah
jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
- - - - - - -
Penerimaan (pembayaran) Utang pembiayaan
konsumen (917.334.339) (1.834.672.000) (1.834.672.000) (835.440.000) (458.669.000) - -
Penerimaan (pembayaran) Utang bank 55.855.791.379 (16.639.686.933) (5.500.000.000) (5.500.000.000) (5.500.000.000) (2.375.000.000) -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 54.938.457.040 (18.474.358.933) (7.334.672.000) (6.335.440.000) (5.958.669.000) (2.375.000.000) -
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 6.653.530.695 (2.346.778.178) 41.405.658.963 48.162.946.880 53.023.446.887 62.139.183.232 71.911.094.490
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 55.125.384.278 61.778.914.973 59.432.136.795 100.837.795.758 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 61.778.914.973 59.432.136.795 100.837.795.758 149.000.742.638 202.024.189.525 264.163.372.757 336.074.467.247
Page 100
Lampiran 12
Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 1,86 1,94 2,22 2,46 2,70 2,93 3,16
Current ratio (tanpa transaksi) 2,92 3,25 3,57 3,89 4,15 4,32 4,46
Selisih (1,06) (1,30) (1,35) (1,42) (1,44) (1,39) (1,30)
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 0,42 0,39 0,63 0,88 1,12 1,36 1,60
Cash ratio (tanpa transaksi) 0,80 0,77 1,03 1,41 1,74 2,00 2,24
Selisih (0,38) (0,38) (0,40) (0,53) (0,62) (0,64) (0,63)
PROFITABILITY RATIO:
GROSS PROFIT MARGIN
Gross profit margin (dengan transaksi) 15,84% 16,47% 17,06% 17,08% 17,22% 17,44% 17,58%
Gross profit margin (tanpa transaksi) 15,88% 16,48% 17,00% 16,98% 17,10% 17,22% 17,33%
Selisih -0,05% -0,01% 0,06% 0,09% 0,12% 0,22% 0,24%
OPERATING PROFIT MARGIN
Operating profit margin (dengan transaksi) 2,78% 3,45% 4,06% 4,08% 4,22% 4,44% 4,58%
Operating profit margin (tanpa transaksi) 2,76% 3,39% 3,93% 3,92% 4,03% 4,15% 4,27%
Selisih 0,02% 0,06% 0,13% 0,16% 0,19% 0,29% 0,31%
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi) 1,96% 2,46% 3,07% 3,12% 3,27% 3,47% 3,58%
Net profit margin (tanpa transaksi) 2,21% 2,70% 3,12% 3,10% 3,19% 3,28% 3,37%
Selisih -0,25% -0,24% -0,04% 0,02% 0,09% 0,19% 0,22%
SOLVENCY RATIO:
DEBT TO ASSET
Debt to Asset (dengan transaksi) 18,12% 14,50% 12,28% 10,49% 8,82% 7,68% 6,92%
Debt to Asset (tanpa transaksi) 4,40% 2,04% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selisih 13,72% 12,46% 12,28% 10,49% 8,82% 7,68% 6,92%
DEBT TO EQUITY
Debt to Equity (dengan transaksi) 30,06% 22,73% 18,98% 15,74% 12,89% 11,03% 9,81%
Debt to Equity (tanpa transaksi) 6,30% 2,75% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selisih 23,76% 19,97% 18,98% 15,74% 12,89% 11,03% 9,81%
INTEREST COVERAGE RATIO
Interest Coverage Ratio (dengan transaksi) 14,92 15,49 32,14 45,30 73,31 139,55 182,17
Interest Coverage Ratio (tanpa transaksi) 24,14 61,67
Selisih (9,22) (46,18)
TIME INTEREST EARNED
Time Interest Earned (dengan transaksi) 8,07 9,51 21,95 31,71 53,13 106,46 143,14
Time Interest Earned (tanpa transaksi) 14,29 40,67
Selisih (6,22) (31,16)
Page 101
Lampiran 13
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
31-Des-25 Dr. Cr. 31-Des-25
Aset Lancar 246.212.226.591 246.212.226.591
Kas dan Bank 55.125.384.278 27.500.000.000 27.500.000.000 55.125.384.278
Aset Tidak Lancar 153.237.064.606 - - 234.086.711.424
Aset tetap 133.448.869.431 27.500.000.000 - 160.948.869.431
Revolving credit - 53.349.646.818 - 53.349.646.818
Jumlah Aset 399.449.291.197 55.000.000.000 27.500.000.000 480.298.938.015
Liabilitas Jangka Pendek 90.077.002.478 - - 143.426.649.296
Utang bank 25.395.291.305 - 53.349.646.818 78.744.938.123
Liabilitas Jangka Panjang 29.857.779.012 - - 57.357.779.012
Utang bank 7.613.251.067 - 27.500.000.000 35.113.251.067
Jumlah Liabilitas 119.934.781.490 - 80.849.646.818 200.784.428.308
Jumlah Ekuitas 279.514.509.707 - - 279.514.509.707
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 399.449.291.197 - 80.849.646.818 480.298.938.015
Page 102
Lampiran 14
Analisis Inkremental
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
PENDAPATAN
Dengan Rencana Transaksi 823.782.166.667 901.202.990.909 1.096.228.000.000 1.198.205.866.667 1.322.816.409.600 1.485.053.516.800 1.668.820.272.060
Tanpa Rencana Transaksi 819.663.255.833 896.696.975.955 1.090.746.860.000 1.192.214.837.333 1.316.202.327.552 1.477.628.249.216 1.660.476.170.699
Selisih 4.118.910.833 4.506.014.955 5.481.140.000 5.991.029.333 6.614.082.048 7.425.267.584 8.344.101.360
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Rencana Transaksi (693.306.930.000) (752.733.857.531) (909.172.097.583) (993.600.064.729) (1.095.024.445.813) (1.226.021.046.771) (1.375.509.864.708)
Tanpa Rencana Transaksi (689.462.125.780) (748.889.053.311) (905.327.293.363) (989.755.260.509) (1.091.179.641.593) (1.223.176.242.551) (1.372.665.060.488)
Selisih (3.844.804.220) (3.844.804.220) (3.844.804.220) (3.844.804.220) (3.844.804.220) (2.844.804.220) (2.844.804.220)
LABA KOTOR
Dengan Rencana Transaksi 130.475.236.667 148.469.133.378 187.055.902.417 204.605.801.938 227.791.963.788 259.032.470.029 293.310.407.351
Tanpa Rencana Transaksi 130.201.130.053 147.807.922.643 185.419.566.637 202.459.576.824 225.022.685.960 254.452.006.665 287.811.110.211
Selisih 274.106.613 661.210.735 1.636.335.780 2.146.225.113 2.769.277.828 4.580.463.364 5.499.297.140
LABA USAHA
Dengan Rencana Transaksi 22.878.721.667 31.051.768.378 44.546.262.417 48.839.038.937 55.825.829.788 65.975.512.029 76.363.771.351
Tanpa Rencana Transaksi 22.604.615.053 30.390.557.643 42.909.926.637 46.692.813.824 53.056.551.960 61.395.048.665 70.864.474.211
Selisih 274.106.613 661.210.735 1.636.335.780 2.146.225.113 2.769.277.828 4.580.463.364 5.499.297.140
LABA TAHUN BERJALAN
Dengan Rencana Transaksi 16.105.217.561 22.167.910.966 33.683.103.830 37.439.293.296 43.298.114.199 51.579.799.293 59.780.005.649
Tanpa Rencana Transaksi 18.103.499.742 24.200.129.962 33.990.012.917 36.966.678.703 41.957.708.488 48.490.415.739 55.906.681.125
Selisih (1.998.282.180) (2.032.218.996) (306.909.087) 472.614.593 1.340.405.711 3.089.383.554 3.873.324.524
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
TOTAL ASET TETAP
Dengan Rencana Transaksi 141.511.369.431 131.781.209.900 112.108.994.316 92.240.536.587 72.212.594.775 53.030.018.004 33.696.586.296
Tanpa Rencana Transaksi 117.856.173.651 111.970.818.340 96.143.406.976 80.119.753.467 63.936.615.875 47.598.843.324 31.110.215.836
Selisih 23.655.195.780 19.810.391.560 15.965.587.340 12.120.783.120 8.275.978.900 5.431.174.680 2.586.370.460
TOTAL ASET
Dengan Rencana Transaksi 490.541.497.003 498.058.367.073 543.178.299.242 583.424.658.121 631.540.690.037 694.705.483.978 770.473.863.704
Tanpa Rencana Transaksi 426.637.084.963 434.288.936.021 473.138.208.276 517.051.319.563 568.576.584.768 630.465.067.377 701.727.470.579
Selisih 63.904.412.040 63.769.431.052 70.040.090.966 66.373.338.559 62.964.105.269 64.240.416.601 68.746.393.125
TOTAL UTANG BANK
Dengan Rencana Transaksi 88.864.333.751 72.224.646.818 66.724.646.818 61.224.646.818 55.724.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
Tanpa Rencana Transaksi 18.752.938.000 8.857.646.000 - - - - -
Selisih 70.111.395.751 63.367.000.818 66.724.646.818 61.224.646.818 55.724.646.818 53.349.646.818 53.349.646.818
TOTAL LIABILITAS
Dengan Rencana Transaksi 194.921.769.734 180.270.728.839 191.707.557.177 194.514.622.761 199.332.540.478 210.917.535.126 226.905.909.204
Tanpa Rencana Transaksi 129.019.075.514 112.470.796.611 117.330.055.949 124.276.488.533 133.844.045.249 147.242.112.120 162.597.834.197
Selisih 65.902.694.220 67.799.932.228 74.377.501.228 70.238.134.228 65.488.495.228 63.675.423.006 64.308.075.006
TOTAL EKUITAS
Dengan Rencana Transaksi 295.619.727.268 317.787.638.234 351.470.742.064 388.910.035.360 432.208.149.559 483.787.948.852 543.567.954.501
Tanpa Rencana Transaksi 297.618.009.449 321.818.139.410 355.808.152.327 392.774.831.030 434.732.539.518 483.222.955.257 539.129.636.382
Selisih (1.998.282.180) (4.030.501.176) (4.337.410.263) (3.864.795.670) (2.524.389.959) 564.993.595 4.438.318.119
Page 103
Lampiran 15
WACC
Variables Factor Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf) 5,92% Yield rate on 7 year IDR Government Bonds in Indonesia per Dec 31,
2025
Indonesia risk equity premium 6,69% Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta 0,79 Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread 1,62% Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM) 9,56%
COST OF DEBT
Return on debt 8,44% Based on state owned bank lending interest rate for investment
(IDR) Dec, 2025 (source: Bank Indonesia)
Tax 22,00% Corporate Income Tax
After tax cost of debt 6,58%
DEBT TO EQUITY RATIO
Debt 51,08% Based on Damodaran Industry DER
Equity 48,92%
WACC 8,04%
Page 104
Lampiran 16 Yield Bonds 31 Desember 2025
Page 105
Lampiran 17
Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025
I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
MENURUT KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
(Persen Per Tahun) (Percent Per Annum)
2025
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
1 Bank Persero State Banks 1
2 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,69 8,80 8,82 8,83 8,83 8,81 8,78 8,72 8,60 8,39 8,30 8,12 Working Capital Loans 2
3 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 9,22 9,11 9,09 9,02 9,02 8,96 8,92 8,89 8,67 8,84 8,69 8,44 Investment Loans 3
4 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 9,08 9,06 9,04 9,04 9,01 8,98 8,96 8,94 8,92 8,90 8,87 8,97 Consumer Loans 4
5 Bank Pemerintah Daerah Regional Government Banks 5
6 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,81 8,81 8,81 8,85 8,86 8,84 8,78 8,82 8,84 8,66 8,66 8,32 Working Capital Loans 6
7 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,91 8,93 8,93 8,88 8,89 8,88 8,86 8,84 8,83 8,78 8,79 8,75 Investment Loans 7
8 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,37 10,37 10,36 10,37 10,38 10,38 10,38 10,38 10,37 10,37 10,36 10,35 Consumer Loans 8
9 Bank Swasta Nasional Private National Banks 9
10 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,65 8,62 8,60 8,58 8,55 8,52 8,53 8,48 8,40 8,31 8,29 8,16 Working Capital Loans 10
11 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,10 8,10 8,06 8,06 8,02 7,97 7,93 7,88 7,74 7,67 7,62 7,52 Investment Loans 11
12 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 11,83 11,86 11,84 11,93 11,99 12,04 12,11 12,20 12,26 12,29 12,34 11,99 Consumer Loans 12
Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
13 Branch Offices of Foreign Banks 13
Luar Negeri
14 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 6,65 6,74 6,67 6,58 6,41 6,74 6,85 6,45 6,07 5,84 5,69 5,58 Working Capital Loans 14
15 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,47 8,40 8,38 8,38 8,38 8,08 8,07 7,89 7,44 7,35 7,35 7,11 Investment Loans 15
16 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 43,82 41,78 41,23 41,17 41,30 41,98 41,51 41,19 41,05 40,59 39,80 38,69 Consumer Loans 16
17 Bank Umum Commercial Banks 17
18 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,62 8,67 8,66 8,66 8,64 8,62 8,61 8,55 8,46 8,30 8,24 8,08 Working Capital Loans 18
19 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,66 8,62 8,58 8,56 8,54 8,49 8,46 8,42 8,25 8,32 8,22 8,06 Investment Loans 19
20 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,41 10,40 10,39 10,42 10,44 10,45 10,47 10,49 10,51 10,51 10,52 10,50 Consumer Loans 20
Sejak Januari 2025 terdapat perubahan klasifikasi pengelompokan bank dari Bank Asing dan Bank Campuran menjadi Kantor Cabang Dari Since January 2025, there is a change in the classification of Group of Bank from Branch Offices of Foreign Banks and Joint Banks to
Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri sehubungan dengan implementasi Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT). Branch Offices of Foreign Banks inline with the implementation of the Integrated Commercial Bank Report (LBUT).
Page 106
Lampiran 18
Country and Equity Risk Premiums (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jan-26
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,23% Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Enter the current risk premium for the US = 4,46% US equity risk premium computed using implied ERP approach
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,52 See "Relative Equity Volatilty" worksheet
Rating-based Default Total Equity Risk Country Risk Sovereign CDS, net of Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating
Spread Premium Premium Swiss CDS Premium2 Premium3
Indonesia Asia Baa2 1,62% 6,69% 2,46% 1,05% 5,83% 1,60%
Page 107
Lampiran 19
Beta (Damodaran)
Date updated: 05-Jan-26 YouTube Video explaining
Created by: Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu estimation choices and
What is this data? Beta, Unlevered beta and other risk measures Emerging Markets process.
Home Page: http://www.damodaran.com
Data website: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas? Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use 24,71%
Effective Unlevered beta corrected Standard deviation of
Industry Name Number of firms Beta D/E Ratio Unlevered beta Cash/Firm value HiLo Risk
Tax rate for cash equity
Power 328 0,77 104,43% 17,36% 0,43 6,04% 0,46 0,2647 31,68%
Names mentioned 101 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2 ×3
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT Bayan Resources Tbk
p.2
unresolved
person
Willyams
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×6
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.3 ×8
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
PT Cipta Rizqi Energi
p.4 ×5
unresolved
org
PT Cipta Nyata Gemilang
p.4 ×10
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jonnardi
p.4 ×5
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.4 ×9
unresolved
—
Andika Purwonugroho Menjabat
· Direktur
p.5 ×13
unresolved
—
Agung Wibawa Menjabat
· Direktur
p.5 ×12
unresolved
—
Eki Triandi Rustam Menjabat
· Direktur Utama
p.5 ×5
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
p.15 ×5
unresolved
person
Kevin Muhammad Rizka
p.18 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jamaludin
p.18 ×4
unresolved
person
Ben Ardi
p.18
unresolved
org
KJPP Herman Merizki dan Rekan
p.18
unresolved
org
KJPP Herman Merizki
p.18
unresolved
org
Bank Mandiri Nomor CM
p.18
unresolved
person
Akta Notaris Edi Priyono
p.20 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20 ×6
unresolved
person
Akta Notaris Amriyati A. Supriyadi
p.20 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20 ×5
unresolved
person
Zaki Ismail
p.20
unresolved
person
As’at Said Ali
p.20 ×3
unresolved
org
PT Tirta Maritim Nusantara
p.21
unresolved
person
Akta Notaris Sutjipto
p.21
unresolved
org
PT Bank Bumi Daya (Persero)
p.21
unresolved
org
PT Bank Dagang Negara (Persero)
p.21
unresolved
org
PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero)
p.21
unresolved
org
Bank Exim
p.21
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero)
p.21
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.21
unresolved
person
Utiek R. Abdurachman
· Notaris
p.21
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Danatara Asset Management (Persero)
p.22
unresolved
person
Akta Notaris Titin Etikawati
p.23
unresolved
person
Akta Notaris Anesta Chrisanti
p.23 ×2
unresolved
org
Akta Notaris Dewi Tenty S.A.
p.24
unresolved
org
PT Indogawa Teknologi Indonesia
p.25
unresolved
person
Akta Notaris Sahat Simanungkalit
p.25
unresolved
org
Bank Mandiri Limit
p.28
unresolved
org
Bank Indonesia
p.31 ×11
unresolved
org
Bank | 2,00%
China Construction Bank Indonesia
p.46
unresolved
person
Doktorandus Sudadi
p.57 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.62 ×2
unresolved
person
Susi Meirizki
p.67 ×2
unresolved
org
Persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.67 ×3
unresolved
org
Herman Meirizki & Rekan
p.71 ×3
unresolved
org
KJPP HERMA
p.71
unresolved
person
Ari Triyanti
p.75
unresolved
person
Rahman Hadi
p.75
unresolved
person
Faisal Amrullah
p.75
unresolved
person
Fitriyana Sari Raharja
p.75
unresolved
person
Imam Syahid
p.75
unresolved
person
Wahyu Irwan Syahputra
p.75
unresolved
person
Alvin Al Thariq
p.76
unresolved
person
Bahar Roy Ramadan
p.76
unresolved
org
Bank Campuran
p.105
unresolved
org
Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri
p.105
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.