Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 252
Page 1
Transforming Business, Driving Sustainable Growth 2025 Laporan Keberlanjutan
Page 2
Page 3
Tentang Tema
Transforming Business,
Driving Sustainable Growth
Laporan Keberlanjutan 2025
Transformasi bisnis menjadi fondasi utama bagi Telkom dan Anak Perusahaan
(“TelkomGroup”) dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui
penajaman prioritas bisnis serta penguatan kapabilitas inti di tahun 2025,
TelkomGroup tidak hanya mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika
industri dan tantangan keberlanjutan, namun juga mengoptimalkan peluang dari
transisi operasional menuju rendah karbon yang selaras dengan pencapaian
strategic objective perusahaan. Upaya transformasi ini didukung dengan
inovasi teknologi, keunggalan operasional, dan layanan yang andal, sehingga
tidak hanya memperkuat kinerja bisnis, namun juga memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, TelkomGroup semakin
memperkuat peranannya dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang
menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 1
Page 4
Daftar Isi
01. Pengantar
03.
5 67 Save Our Planet
6 Tentang Laporan Keberlanjutan 69 Perubahan Iklim dan Manajemen Energi
10 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan di Tahun 2025 69 Pendekatan Manajemen
12 Pesan dari Komisaris Utama 70 Transisi Rendah Karbon
14 Pesan dari Direktur Utama 83 Resiliensi Operasional terhadap Perubahan Iklim
18 Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025 89 Manajemen Sumber Daya
20 Penghargaan dan Rating LST di Tahun 2025 89 Pendekatan Manajemen
22 Tentang Telkom 90 Kinerja Pengelolaan Limbah TelkomGroup
22 Transformasi Bisnis Telkom 90 Pengelolaan Limbah Elektronik
24 Wilayah Operasional dan Layanan Pengurangan Penggunaan Kertas melalui
93
26 Profil Perusahaan Digitalisasi
28 Purpose, Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan 95 Manajemen Lingkungan Lainnya
95 Pengelolaan Air
98 Pelestarian Keanekaragaman Hayati
102 Biaya Lingkungan
103 Kinerja Lingkungan Perusahaan
02.
31 Keberlanjutan di Telkom
04.
32 Perjalanan Keberlanjutan Telkom
34 Tata Kelola Keberlanjutan
34 Tata Kelola Perusahaan
113 Empower Our People
41 Kerangka Tata Kelola Keberlanjutan
115 Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
51 Pelibatan Pemangku Kepentingan
115 Pendekatan Manajemen
52 Penilaian Materialitas
122 Inklusivitas Rekrutmen Karyawan TelkomGroup
56 Manajemen Risiko dan Peluang Keberlanjutan 123 Keberagaman Karyawan TelkomGroup
60 Strategi Keberlanjutan 124 Kompensasi dan Benefit
64 Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 125 Pengembangan Talenta
2 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 5
131 Lingkungan Kerja yang Inklusif 200 Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab
133 Kesehatan dan Keselamatan Karyawan 201 Penyeleksian Mega Vendor
133 Lingkungan Kerja yang Aman 201 E-Procurement SMILE
139 Kesejahteraan Karyawan 202 Proses Pengadaan Berkelanjutan
142 Pengalaman Pelanggan 202 Keterlibatan Pihak Lokal
142 Pendekatan Manajemen
145 Inovasi Produk yang Bertanggung Jawab
146 Inklusivitas Digital dan Pelibatan Komunitas
146 Pendekatan Manajemen
147 Inklusivitas Digital
147 Pemberdayaan Masyarakat
158 Penguatan Kapasitas Digital UMKM
06.
163 Kinerja Sosial
205 Lampiran
206 Lampiran 1. Sorotan Anak Perusahaan
210 Lampiran 2. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Lampiran 3. Indeks Pengungkapan POJK 51/2017 dan
220
SEOJK 16/2021
222 Lampiran 4. Indeks Pengungkapan GRI
05.
226 Lampiran 5. Indeks Pengungkapan SASB
Lampiran 6. Indeks Pengungkapan berbasis IFRS S1 dan
230
S2/ PSPK 1 dan 2
177 Elevate Our Business 231 Lampiran 7. Metode Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca
179 Kepatuhan Regulasi
Lampiran 8. Metode Penetapan Target Penurunan Emisi
179 Pendekatan Manajemen 233
Gas Rumah Kaca
181 Pemasaran Produk yang Etis 234 Lampiran 9. Keanggotaan Asosiasi
181 Perilaku Persaingan Usaha yang Adil Lampiran 10. Pernyataan Penjaminan Eksternal Laporan
237
182 Kesetaraan Akses Internet Keberlanjutan
183 Praktik Bisnis Beretika 241 Lampiran 11. Opini Hasil Verifikasi Emisi GRK
184 Pendekatan Manajemen 243 Lampiran 12. Lembar Umpan Balik
185 Etika Media dan Komunikasi 245 Lampiran 13. Daftar Istilah
185 Antikorupsi dan Penyuapan
191 Keamanan Siber & Pelindungan Data
191 Pendekatan Manajemen
193 Strategi Pelindungan Data
Kebijakan Penggunaan dan Retensi Data untuk
194
Melindungi Hak Pelanggan
196 Pemrosesan Data Sekunder yang Terkendali
197 Menghadapi Ancaman Siber
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 3
Page 6
4
01. PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 7
Pengantar LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 5
Page 8
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Tentang Laporan Keberlanjutan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (“Telkom”) menegaskan komitmen atas praktik keberlanjutan melalui publikasi tahunan,
yakni Laporan Keberlanjutan yang dirilis pada 12 Mei 2026. Laporan ini menyajikan informasi mengenai strategi, target dan
kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) Telkom beserta 13 Anak Perusahaan yang dimiliki secara langsung, kecuali
dinyatakan sebaliknya. [GRI 2-2, 2-3]
Gambar 1. Cakupan Entitas Laporan Keberlanjutan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Cakupan Entitas Pelaporan
• PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk • PT Telkom Infrastruktur Indonesia (“TIF”) • PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
(“Telkom”) • PT Telkom Data Ekosistem (“TDE” atau (“Telkom Infra”)
• PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”) “NeutraDC”) • PT Metra-Net (”Metra-Net”)
• PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk • PT Telkom Satelit Indonesia (”Telkomsat”) • PT Telkom Akses (“Telkom Akses”)
(”Mitratel”) • PT Multimedia Nusantara (“Metra” atau • PT PINS Indonesia (“PINS”)
• PT Telekomunikasi Indonesia “TelkomMetra”) • PT Sigma Cipta Caraka (”Sigma”)
International (“Telin”) • PT Graha Sarana Duta (“GSD” atau “Telkom
Property”)
6 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 9
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Laporan keberlanjutan ini merangkum informasi dari Pengungkapan informasi dalam laporan ini menerapkan
periode 1 Januari 2025 – 31 Desember 2025, sesuai adopsi awal atas Pernyataan Standar Pengungkapan
dengan periode pelaporan keuangan terkonsolidasi. Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2, sepanjang relevan,
Selain itu, laporan ini juga turut menyajikan informasi yang disusun selaras dengan International Financial
historis sampai tiga tahun terakhir (1 Januari 2023 hingga Reporting Standard (IFRS) Sustainability Disclosure
31 Desember 2025) guna memberikan gambaran terhadap Standard S1 dan S2. Selain itu, pada tahun 2025 terdapat
perkembangan kinerja keberlanjutan TelkomGroup. penambahan 2 kategori pada standar SASB sebagai
[GRI 2-3] rujukan pelaporan untuk merefleksikan pilar bisnis utama
TelkomGroup, yang mencakup SASB Industry Standard
Pembaca disarankan meninjau laporan ini bersamaan Telecommunication Services, IT & Software Services,
dengan Laporan Tahunan Telkom 2025 dan laman dan Internet Media & Services Sustainability Accounting
keberlanjutan Telkom untuk mendapatkan pemahaman Standard versi 2023- 12.
secara menyeluruh atas praktik keberlanjutan di
TelkomGroup.
Penyajian Kembali Informasi
Standar Pelaporan
[GRI 2-4]
Penyusunan laporan ini mengacu pada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang Terdapat penyajian ulang sejumlah informasi dalam
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa laporan ini seiring dengan pelaksanaan verifikasi internal.
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik (POJK 51) dan Informasi yang disajikan kembali mencakup data limbah,
Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk air, emisi dan energi, dan rekrutmen karyawan dengan
dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, catatan sebagai berikut:
serta merujuk pada standar Global Reporting Initiative
(GRI) 2021, Sustainability Accounting Standards Board
(SASB), dan 17 United Nation Sustainable Development
Goals (UN SDGs).
Tabel 1. Penyajian Kembali Informasi Akibat Penyesuaian Metodologi dan Verifikasi Data
No Data Catatan
1 Limbah Kami menyesuaikan metodologi pengumpulan data timbulan limbah, sehingga dilakukan penyajian
kembali data tahun 2023 dan 2024 yang sebelumnya mengalami:
• Underreporting untuk data limbah berbahaya masing-masing sebesar 0,3% dan >100%.
• Overreporting untuk data limbah tidak berbahaya sebesar 98%.
2 Air Kami menyesuaikan metodologi pengumpulan data penarikan air, sehingga dilakukan penyajian
kembali data tahun 2023 dan 2024 yang sebelumnya mengalami overreporting masing-masing
sebesar 62% dan 59%.
3 Emisi dan energi Berdasarkan hasil penjaminan eksternal data emisi GRK oleh pihak eksternal independen, kami
menyesuaikan metodologi pengumpulan data listrik, sehingga dilakukan penyajian kembali
data emisi Cakupan 2 dan konsumsi listrik tahun 2023 dan 2024 yang sebelumnya mengalami
underreporting masing-masing sebesar 2,5% dan 2,7%.
4 Rekrutmen Kami melakukan proses peninjauan dan verifikasi internal terkait data rekrutmen karyawan,
sehingga dilakukan penyajian kembali data tahun 2024 yang sebelumnya mengalami overreporting
sebesar 25%.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 7
Page 10
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Sejalan dengan upaya TelkomGroup dalam memberikan gambaran kinerja yang lebih menyeluruh, terdapat penyajian
kembali sejumlah informasi ketenagakerjaan akibat penambahan cakupan data dibandingkan pelaporan sebelumnya
dengan catatan sebagai berikut:
Tabel 2. Penyajian Kembali Informasi Akibat Perluasan Cakupan Entitas Pelaporan
No Data Catatan
1 Turnover karyawan Kami memperluas ruang lingkup data turnover pada pelaporan tahun ini dengan mencakup
seluruh entitas pelaporan, sehingga dilakukan penyajian kembali data tahun 2023 dan 2024, yang
sebelumnya mengalami:
• Underreporting 49% untuk data tahun 2023
• Overreporting 35% untuk data tahun 2024
2 Return to work Kami memperluas ruang lingkup pelaporan data return to work dengan mencakup 10 Anak
Perusahaan, sehingga dilakukan penyajian kembali data tahun 2023 dan 2024 yang sebelumnya
mengalami underreporting masing-masing sebesar 17% dan 31%. Penyajian kembali informasi ini
berdampak pada penyesuaian nilai return to work dan retention rate.
3 Pelatihan K3 Kami memperluas cakupan data pelatihan K3 dengan menambahkan 8 Anak Perusahaan, sehingga
dilakukan penyajian kembali data 2023 dan 2024 yang sebelumnya mengalami underreporting
masing-masing >100%.
Penjaminan Eksternal
[GRI 2-5]
Penjaminan eksternal atas Laporan Keberlanjutan 2025 dilakukan oleh pihak eksternal independen, yakni TÜV Rheinland
Indonesia, dengan ruang lingkup kepatuhan pelaporan atas standar GRI 2021. Hasil penjaminan eksternal disajikan pada
lampiran 10 laporan ini.
Pemilihan TÜV Rheinland Indonesia sebagai verifikator independen didasarkan pada pertimbangan keahlian, reputasi,
serta tidak adanya potensi benturan kepentingan maupun hubungan bisnis dengan Telkom. Pendelegasian pemilihan
verifikator independen pihak ketiga ditugaskan oleh manajemen kepada Unit Kerja Pengelola Sustainability, sesuai
dengan peraturan pengadaan yang berlaku.
Pernyataan Berwawasan ke Depan
Laporan ini memuat pernyataan berwawasan ke depan (forward-looking statement) seperti target, perkiraan, estimasi,
atau proyeksi yang akan datang. Pernyataan tersebut dibuat berdasarkan asumsi dan informasi yang tersedia pada saat
penyusunan laporan. Telkom menyadari bahwa pernyataan ini mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat berada
di luar kendali perusahaan sehingga kondisi aktual dapat berbeda dari yang diasumsikan pada pernyataan berwawasan
ke depan. Oleh karena itu, tidak ada jaminan bahwa seluruh pernyataan tersebut dapat dipenuhi seluruhnya. Pembaca
diharapkan menafsirkan pernyataan berwawasan ke depan dalam laporan ini dengan penuh kehati-hatian. Pembaca
sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang disajikan.
Informasi Lainnya
Semua referensi terhadap nilai mata uang adalah dalam Rupiah Indonesia (Rp), kecuali dinyatakan sebaliknya. Istilah
“Telkom” dan Perseroan dalam laporan ini mengacu pada entitas induk sedangkan istilah “Telkom dan Anak Perusahaan”
atau “TelkomGroup” mengacu pada keseluruhan perusahaan induk dan anak serta entitas afiliasi secara bersama-sama.
Namun, penggunaan istilah “Telkom” tidak menghilangkan entitas anak dan afiliasi dalam lingkup isi dan pembahasan
laporan.
8 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 11
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Kontak terkait Laporan
[GRI 2-3]
Kami menghargai setiap masukan dan saran yang dapat berkontribusi pada perbaikan laporan kami ke depan. Untuk itu,
silahkan menghubungi:
Unit Kerja Pengelola Sustainability
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower, Lantai 39
Jl. Jend Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta, Indonesia 12710
Email : sustainability@telkom.co.id
Kami mengucapkan terima kasih atas umpan balik terhadap Laporan Keberlanjutan 2024 dari para pemangku
kepentingan. Manajemen Telkom telah menerima umpan balik terkait peluang peningkatan kinerja keberlanjutan dari
lembaga pemeringkat serta regulator dan telah kami tindak lanjuti pada pada Laporan Keberlanjutan ini. Dalam Laporan
Keberlanjutan tahun 2025, Telkom berupaya untuk terus meningkatkan pengelolaan aspek Environmental, Social, and
Governance (ESG) dan kinerja keberlanjutan. [OJK G.3]
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 9
Page 12
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Tahun 2025
[OJK B.1, B.2, B.3]
Kinerja Ekonomi Kinerja Lingkungan –
Save Our Planet
Rp
146.742 miliar
Pendapatan Usaha
12,1% 44% Membuat peta
Net Income Margin Penurunan jalan dekarbonisasi
emisi Cakupan 1 TelkomGroup
Rp
17.814 miliar TelkomGroup menuju net zero
Laba Bersih
56,9% terhadap base year
2023
emission di tahun
2060
Total Pengeluaran yang
Dialokasikan untuk
Rp
19,5 triliun Pemasok Lokal
Pengeluaran untuk
Pemasok Lokal
1 177.915 botol
gedung GSD dengan berat 3,3 ton
tersertifikasi diolah melalui Reverse
Excellence in Design Vending Machine di
for Greater Efficiencies lingkungan Telkom
(EDGE) oleh
International Finance
Corporation (IFC) dan
Green Building Council
Indonesia (GBCI)
73%
limbah kabel fiber
optic dialihkan dari
pembuangan akhir
24%
reduksi total timbulan
limbah TelkomGroup
10 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 13
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Kinerja Tata Kelola –
Elevate Our Business
SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti
Penyuapan (SMAP)
Telkom dan 12 Anak Perusahaan dengan
kepemilikan langsung telah tersertifikasi, dengan
satu Anak Perusahaan masih dalam proses
sertifikasi
Kinerja Sosial –
Empower Our People
100% 0
Tingkat kepatuhan Insiden kebocoran
31,7% 21% terhadap regulasi yang data yang kritikal
Karyawan TelkomGroup Posisi manajerial di berlaku tanpa adanya
adalah karyawan TelkomGroup ditempati kasus besar yang
perempuan oleh karyawan terbukti
perempuan
100%
Direksi dan karyawan
106 karyawan 63 kategori excellent* 99,4 % telah diberikan
sosialisasi dan pelatihan
(setara0,5%) Kelulusan karyawan
Skor NPS untuk terkait dengan anti
Karyawan difabel TelkomGroup dalam
TelkomGroup dengan korupsi
diberdayakan pelatihan cybersecurity
kenaikan +5 poin
di lingkungan
dibanding tahun 2024
TelkomGroup
Rp
169 miliar >97%
Investasi untuk Populasi di Indonesia
pemberdayaan Mewujudkan inklusivitas
komunitas melalui digital dengan jaringan
program TJSL di Telkom yang menjangkau lebih
dari 97%
* Menurut kategori Bain and Company
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 11
Page 14
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Pesan dari
Komisaris Utama
"
Kami mengapresiasi
konsistensi TelkomGroup
dalam menjalankan
strategi keberlanjutan,
sebagaimana tercermin
dari capaian kinerja dan
Angga Raka pengakuan eksternal
Prabowo terkait aspek lingkungan,
sosial, dan tata kelola
Komisaris Utama
Para pemangku kepentingan
yang terhormat,
Pertama-tama kami mengajak
seluruh pemangku kepentingan untuk
memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan
Yang Maha Kuasa bahwa di tahun 2025 ini
Telkom dapat mempertahankan kinerja
dengan cukup baik dan memperkuat
fondasi pertumbuhan bisnis yang
berkelanjutan. Tahun 2025 ini dilalui
dengan tantangan dalam berbagai
aspek, seperti kondisi makroekonomi,
kompetisi, perkembangan teknologi,
dan isu keberlanjutan. Seiring dengan
tantangan dan peluang keberlanjutan
yang makin dirasakan industri
telekomunikasi, Telkom melakukan
upaya terbaik untuk meningkatkan
kinerja operasional dan keuangan yang
mampu menciptakan dampak positif
dan nilai tambah yang berkelanjutan
bagi seluruh pemangku kepentingan.
12 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 15
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Sepanjang tahun 2025, kami menilai Direksi telah Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan
mengambil langkah konkret untuk memperkuat strategi perusahaan, kami mencermati bahwa Telkom perlu
dan inisiatif keberlanjutan di lingkungan TelkomGroup, terus melakukan mitigasi risiko dan tantangan global
yang antara lain tercermin pada kepemimpinan Direksi yang berpotensi mengganggu operasi bisnis dan
yang didukung oleh seluruh Anak Perusahaan dalam layanan TelkomGroup, di antaranya risiko keamanan
memperkuat dan menyelaraskan strategi dan inisiatif siber, cuaca ekstrem dan bencana akibat perubahan
keberlanjutan di lingkungan TelkomGroup. Di tahun iklim, serta kualitas sumber daya manusia yang
2025 ini, Telkom telah menetapkan strategi dan target sejalan dengan transformasi digital perusahaan.
keberlanjutan TelkomGroup 2030 sebagai peta jalan Pengembangan produk dan distribusi layanan
untuk menyempurnakan dan mengorkestrasi langkah- telekomunikasi yang merata melalui pemanfaatan
langkah korporasi di bidang lingkungan, sosial, dan tata teknologi dan inovasi perlu dilakukan dengan
kelola. mengedepankan aspek kebermanfaatan, tanggung
jawab, dengan tetap memperhitungkan nilai investasi
Tahun ini juga merupakan tahun pembuktian atas dan harga yang wajar agar Telkom dapat menjaga
keseriusan Telkom dalam meningkatkan kualitas keberlanjutannya dalam jangka panjang.
dan kredibilitas informasi kinerja keberlanjutan yang
disajikan dalam laporan ini. Telkom secara konsisten Dalam menghadapi tantangan tersebut, tentunya
melakukan penjaminan eksternal untuk Laporan harus diiringi dengan fondasi tata kelola yang kuat
Keberlanjutan TelkomGroup 2025 yang dilakukan oleh agar setiap langkah strategis dan operasional yang
pihak eksternal independen, yakni TÜV Rheinland diambil tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis,
Indonesia. tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan jangka
panjang dan penciptaan nilai tambah bagi seluruh
Kami memandang positif kinerja keberlanjutan pemangku kepentingan TelkomGroup. Konsekuensi
TelkomGroup yang secara konsisten mengalami dari penguatan tata kelola adalah penegakan
pengembangan, yakni dibuktikan dengan berbagai kedisiplinan termasuk dalam hal pemberian
penghargaan dan pencapaian pada aspek lingkungan, apresiasi dan sanksi, penguatan integritas dan etika,
sosial, dan tata kelola. Beberapa penghargaan tersebut serta penciptaan budaya perusahaan yang suportif
di antaranya pemenang anugerah ESG Sustainability terhadap aspek tata kelola.
Ratings 2025 (CNBC Indonesia), meraih penghargaan
Distinction Award in ESG Risk Mitigation pada ajang Akhir kata, atas nama Dewan Komisaris, saya
ESG Awards 2025, penghargaan apresiasi dalam menyampaikan terima kasih atas dukungan
ajang IDX Channel Anugerah ESG 2025 untuk kategori penerapan praktik keberlanjutan di TelkomGroup dan
Sektor Infrastruktur (IDX Channel), Silver Winner pada berharap dapat mempererat kolaborasi serta sinergi
kategori Relations to Local Communities pada Asia ESG untuk melanjutkan kemitraan dan mewujudkan
Positive Impact Awards 2025 (Asia ESG Positive Impact masa depan yang berkelanjutan. Selain itu, sebagai
Consortium), dan Dream Workplace for Learning 2025 bagian dari rasa syukur, kami mengucapkan terima
(MarkPlus Institute dan Marketeers). Pada tahun 2025, kasih kepada jajaran Direksi, mitra serta seluruh
Telkom juga telah berhasil meningkatkan ESG Rating pemangku kepentingan Telkom atas kontribusi yang
Sustainalytics dari 25,6 menjadi 24,5 (Medium Risk), telah diberikan dalam mewujudkan pertumbuhan
skor tata kelola ACGS 101,98 (Leadership in Corporate yang berkelanjutan.
Governance), serta mendapatkan predikat B dari CDP
(Carbon Disclosure Project) yang spesifik menilai
kesiapan Telkom terkait perubahan iklim. Pencapaian
Jakarta, 12 Mei 2026
tersebut terus mendorong semangat dan konsistensi
Telkom dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan, tidak
hanya terpaku pada peningkatan jumlah penghargaan
dan peningkatan angka rating, tetapi mencakup
peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan yang
berdampak pada seluruh aspek keberlanjutan.
Angga Raka Prabowo
Komisaris Utama
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 13
Page 16
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Pesan dari
Direktur Utama
[OJK D.1]
Dian
Siswarini
Direktur Utama
14 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 17
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
"
Tahun 2025 menjadi tonggak baru bagi Telkom dalam
mengakselerasi transformasi keberlanjutan melalui realisasi
berbagai aksi terkait ESG dan penetapan Rencana Transisi Iklim
Para pemangku kepentingan yang terhormat,
Industri telekomunikasi dan digital kini dihadapkan Pilar Save Our Planet mencerminkan komitmen
dengan dinamika global yang kian berkembang, Telkom untuk mengurangi dampak lingkungan dari
di antaranya percepatan adopsi teknologi digital, operasi bisnis, khususnya pada area yang memiliki
tuntutan tata kelola yang semakin kompleks, hingga dampak signifikan, yaitu emisi dan limbah. Di tahun
dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Di 2025, TelkomGroup secara konsisten menghitung
tengah dinamika ini, Telkom tetap berkomitmen emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1, 2, dan 3,
untuk memastikan keberlangsungan pertumbuhan serta melakukan verifikasi oleh pihak independen.
usaha dan relevansi model bisnis, serta penciptaan Adapun total emisi GRK TelkomGroup cakupan 1, 2
nilai yang berkesinambungan bagi seluruh pemangku dan 3 adalah 4.153.661,3 tCO2e, dengan 52% emisi
kepentingan. berasal dari emisi cakupan 2 (tidak langsung).
Selain itu, TelkomGroup berhasil menurunkan total
Komitmen Telkom terwujud pada langkah strategis timbulan limbah sekitar 24%, serta mengalihkan
yang diambil pada tahun 2025, di mana Telkom 166,9 ton limbah kabel fiber optik atau setara dengan
berhasil mencapai berbagai tonggak penting pada 73% dari pembuangan akhir. TelkomGroup juga
perjalanan keberlanjutan perusahaan. Secara telah banyak melakukan inisiatif untuk melestarikan
perdana, Telkom menetapkan Rencana Transisi keanekaragaman hayati dan meningkatkan daya
Iklim TelkomGroup yang memandu transisi menuju dukung ekosistem, termasuk melalui penanaman
operasional rendah karbon. Tak hanya itu, kami juga mangrove dan revegetasi, serta transplantasi
secara konsisten melakukan verifikasi atas Laporan terumbu karang.
Keberlanjutan Tahun 2025, yang telah dinyatakan
Pilar Empower Our People menandakan dedikasi
memenuhi standar AA1000AP dan AA1000ASv3
TelkomGroup untuk memberdayakan karyawan,
serta telah mengikuti persyaratan pelaporan dengan
pelanggan, serta masyarakat melalui penciptaan
mengacu pada GRI 2021.
ekosistem digital yang inklusif sebagai landasan
pengembangan kapabilitas serta inovasi yang
Upaya kami untuk memperkuat praktik keberlanjutan
berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, sebesar 21%
yang selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan
posisi manajerial di TelkomGroup diisi oleh karyawan
Berkelanjutan membuahkan hasil ESG Rating dari
perempuan, hal ini didukung oleh lingkungan
beberapa lembaga pemeringkat, yaitu skor ESG
kerja yang inklusif sehingga dapat mendorong
Sustainalytics 24,5 (Medium Risk), skor tata kelola
kesetaraan gender di lingkungan kerja. Dalam hal
ACGS 101,98 (Leadership in Corporate Governance),
pengembangan keterampilan digital, program
serta predikat B dari CDP (Carbon Disclosure
Digital Talent berhasil mencetak 20,2% talenta
Project) untuk kategori iklim. Tak hanya itu, capaian
digital Telkom melalui berbagai pelatihan digital.
keberlanjutan Telkom yang didukung melalui strategi
Telkom juga menempatkan keselamatan kerja
dan program GoZero% juga tercermin pada tiga pilar
sebagai prioritas utama, yang tercermin dari tidak
keberlanjutan utama.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 15
Page 18
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
adanya kasus kematian karyawan TelkomGroup akibat preventif yang bertujuan pada 100% kepatuhan. Semua
kecelakaan kerja sepanjang tahun. Dari sisi pelanggan, aduan yang masuk dari whistleblowing system juga telah
TelkomGroup terus meningkatkan kualitas layanan yang ditindaklanjuti. Hal ini mencerminkan budaya kerja Telkom
menempatkan pelanggan sebagai fokus utama dengan yang etis dan respectful. Dari sisi keamanan data, tidak
mendorong peningkatan kualitas dan strategi promosi ada kebocoran data kritikal dan segala bentuk pemrosesan
yang lebih menarik kepada pelanggan. Hal ini dibuktikan data telah dilakukan sesuai dengan kebijakan. Pencapaian
dengan peningkatan Net Promotor Score (NPS) sebesar ini menegaskan komitmen Telkom dari sisi tata kelola
5 poin dari tahun sebelumnya menjadi 63 poin dengan untuk terus membangun kepercayaan, mendorong inovasi
kategori berdasarkan Bain & Company yaitu Excellent. dan tumbuh bersama Indonesia menuju masa depan
Terakhir, dalam aspek sosial, Telkom berkomitmen untuk digital yang berkelanjutan.
memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui
program Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Telkom senantiasa proaktif untuk mengidentifikasi
Telkom berhasil membantu 12,6% UMK binaannya naik dan mengelola risiko keberlanjutan yang berpotensi
kelas, yang ditandai dengan peningkatan omzet, jumlah memberikan dampak bagi perusahaan. Tak hanya itu,
pegawai, dan aset. Telkom akan terus melakukan inovasi untuk membuka
dan mengoptimalkan peluang keberlanjutan baru yang
Pilar Elevate Our Business mencakup komitmen Telkom strategis. Integrasi keberlanjutan di seluruh lini bisnis
untuk menjalankan praktik bisnis yang beretika dan secara bertahap dilakukan seiring dengan penguatan
bertanggung jawab, termasuk dalam hal pelindungan fondasi perusahaan. Langkah fundamental ini juga
data di tengah ancaman keamanan siber. Pada tahun dilengkapi dengan sinergi inisiatif keberlanjutan di
2025 Telkom secara perdana membentuk Direktorat lingkungan TelkomGroup untuk memastikan pencapaian
Legal & Compliance dan mengangkat Direktur Legal and target keberlanjutan TelkomGroup 2030 dan net zero
Compliance sebagai bentuk penguatan struktur tata emission tahun 2060.
kelola untuk mendukung pencapaian strategic objective
TelkomGroup. Sejalan dengan hal ini, sepanjang tahun Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh
2025 Telkom mampu mempertahankan kinerja kepatuhan pemangku kepentingan atas dukungan yang telah
pada proses hukum dan peraturan yang berlaku. Telkom diberikan dalam penerapan praktik keberlanjutan. Kami
senantiasa menindak tegas setiap pelanggaran hukum yakin, Telkom dapat terus berinovasi di tengah tantangan
di lingkungan TelkomGroup, bersikap kooperatif pada dan peluang pada era digital sehingga dapat terus
proses hukum yang berlaku, serta melakukan tindakan bertumbuh secara berkelanjutan untuk menjadi Digital
Telco pilihan utama masyarakat.
Jakarta, 12 Mei 2026
Dian Siswarini
Direktur Utama
16 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 19
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 17
Page 20
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Dewan Komisaris telah memeriksa dan menyetujui
Laporan Keberlanjutan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025, dan menyatakan bahwa semua informasi dalam
Laporan Keberlanjutan telah dimuat secara lengkap, serta kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Keberlanjutan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 12 Mei 2026
Dewan Komisaris
Angga Raka Prabowo
Komisaris Utama
Deswandhy Agusman Ira Noviarti Rofikoh Rokhim
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Ossy Dermawan Rionald Silaban
Komisaris Komisaris
Silmy Karim Rizal Malarangeng
Komisaris Komisaris
18 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 21
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Direksi telah memeriksa dan menyetujui Laporan
Keberlanjutan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025, dan menyatakan bahwa semua informasi dalam
Laporan Keberlanjutan telah dimuat secara lengkap, serta kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Keberlanjutan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 12 Mei 2026
Direksi
Dian Siswarini
Direktur Utama
Arthur Angelo Syailendra Veranita Yosephine Nanang Hendarno
Direktur Keuangan & Direktur Enterprise & Direktur Network
Manajemen Risiko Business Service
Seno Soemadji Faizal Rochmad Djoemadi Budi Satria Dharma Purba
Direktur Strategic Business Direktur IT Digital Direktur Wholesale &
Development & Portfolio International Service
Willy Saelan Andy Kelana
Direktur Human Capital Direktur Legal &
Management Compliance
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 19
Page 22
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Penghargaan dan Rating LST di Tahun 2025
Januari Februari
Februari April
Penghargaan ESG Sustainability Ratings Indonesia Digital Sustainability Awards • Top LinkedIn Companies 2025 untuk
2025 diberikan oleh CNBC Indonesia 2025 oleh Plus Idea Komunika dan JakTV tahun keempat berturut-turut
• Best Corporate Emission Reduction
Transparency Awards 2025 oleh
Investortrust
Mei Juni Juli
Dream Workplace for Learning 2025 • Penghargaan Emiten • Indonesia Best Workplace Awards
untuk kategori Telekomunikasi diberikan Telekomunikasi diberikan oleh Bisnis 2025 oleh Warta Ekonomi Group
oleh MarkPlus Institute dan Marketeers Indonesia Group • Best Investor Pension Fund oleh
• Corporate Governance Award in KEHATI
Data Protection untuk Telin oleh • Anugerah ESG 2025 untuk Kategori
Enterprise Asia Utama Sektor Infrastruktur oleh IDX
• TOP CSR Awards 2025 dan TOP Channel
Leader on CSR Commitment 2025 • BUMN Awards 2025 oleh
untuk Finnet oleh Majalah Top Investortrust
Business
Agustus September Oktober
• Excellence Performance Award: • Katadata Green Initiative Awards • Juara 1 Lestari Awards 2025
Excellence in Health Insurance (KGIA) 2025 pada kategori Future- untuk kategori Relations to Local
Infrastructure untuk Admedika oleh Ready Green Data Center untuk Communities diberikan oleh KG
BUMN Track NeutraDC oleh Katadata Media
• Anugerah Ekonomi Hijau untuk • TOP GRC Awards 2025 #4 Star dan • Distinction Award in ESG Risk
kategori Inovasi Infrastruktur The Most Committed GRC Leader Mitigation oleh Investortrust
Telekomunikasi berbasis Energi 2025 untuk TelkoMedika diberikan • 500 World’s Best Employers 2025
Terbarukan diberikan oleh Detikcom oleh Majalah Top Business oleh Forbes
• Best State-Owned Enterprises (Big • Top Corporate Impact Award 2025
Cap) oleh Indonesian Institute for pada kategori SME Empowerment
Corporate Directorship (IICD) diberikan oleh Infobrand.id
• Penghargaan 5-STAR untuk Telkom
Akses oleh Majalah Top Business
• CSR Awards 2025-Impact
Excellence Award diberikan oleh
Investortrust
20 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 23
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
November Desember
• IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 diberikan oleh • Best Company of The Year 2025 untuk Infomedia yang
IDX Channel diberikan oleh Frost & Sullivan pada kategori Customer
• ESG Initiative Awards 2025 untuk Predikat Diamond Experience Management (CXM)
(Kategori Best Climate Adaptation & Resilience Initiative • Best Emission Reduction dan Best Innovative Conservation
serta Best ESG Governance & Risk Management Practice) diberikan oleh Investing on Climate
dan Predikat Gold (Kategori Best Community Empowerment • Sustainable Brand Leader untuk kategori Eco Action
Initiative) diberikan oleh Sustain Life Campaign yang diberikan oleh Pikiran Rakyat Media Network
• Detikcom Awards 2025 untuk kategori Pilar Konektivitas (PRMN)
Digital Indonesia diberikan oleh Detikcom • Apresiasi Impact in Good Governance & ESG Practice
• Indonesia Corporate Sustainability Championship (ICCS) diberikan oleh Kumparan
2025 untuk kategori Community Involvement Development • Green Leadership & Corporate Governance Transformation
bidang Kesehatan yang diberikan oleh Kementrian BUMN Award yang diberikan oleh CNBC Indonesia
• Indonesia Quality, Health and Safety Environment (IQSA) • Excellent Mom in Digital Transformation and Regional
Award diberikan oleh Business Asia Connectivity Leadership yang diberikan oleh MetroTV
• Silver Winner untuk kategori penghargaan Relations With • Best Risk Management Practice untuk Mitratel diberikan
Local Communities Large Companies diberikan oleh KG oleh CNBC Indonesia
Media
• Investing on Climate diberikan oleh Editor’s Choice
Rating LST di Tahun 2025
27,1 A A
BBB
25,6
24,5 Average
* Semakin kecil nilai risiko,
Telkom merupakan
semakin baik Medium risk konstituen IDX LQ45 Low
Carbon Index dan IDX ESG
2023 2024 2025 2023 2024 2025 Leader Index
Sustainalytics Morgan Stanley Capital Bursa Efek Indonesia (BEI)
International (MSCI)
B Climate Change Level 5 Level 5
Level 4
Leadership in Corporate
C Water Governance
2024 2025 2023 2024 2025
Carbon Disclosure ASEAN Corporate Governance
Project (CDP) (ACGS)
Informasi lengkap tentang penghargaan dan rating ESG di TelkomGroup tersedia di laman Profil Telkom dan
Kinerja & Rating Sustainability.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 21
Page 24
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Tentang Telkom
Telkom adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan komunikasi
serta telekomunikasi digital di Indonesia. Sejak didirikan di tahun 1991, Telkom telah menyediakan berbagai layanan digital
untuk pelanggan individu dan korporasi.
Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom memiliki 45 Anak Perusahaan dengan kepemilikan
langsung dan tidak langsung serta persentase kepemilikan lebih dari 50%, sehingga Laporan Keuangannya terkonsolidasi
dengan Telkom sebagai perusahaan Induk. Selain itu, terdapat 9 Anak Perusahaan yang tidak terkonsolidasi (afiliasi).
Informasi lengkap mengenai struktur perusahaan dan profil Anak Perusahaan disajikan dalam Laporan Tahunan Telkom
2025.
Transformasi Bisnis Telkom
[OJK C.6]
Pada tahun 2025, Telkom mengambil langkah bersejarah untuk menetapkan langkah transformasi struktural dalam
Perseroan menjadi strategic holding yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang. Transformasi ini dimaksudkan
untuk menyederhanakan portofolio, memperkuat tata kelola, dan menata ulang organisasi agar mampu menjalankan
eksekusi portofolio secara lebih cepat, tepat, dan terukur.
22 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 25
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Gambar 2. Pilar Transformasi TLKM 30
OPERATIONAL & SERVICE EXCELLENCE
STREAMLINING
Melakukan reformasi budaya perusahaan dan
tata kelola Mengonsolidasikan unit bisnis yang tumpang
tindih serta melepas bisnis non‑inti
Alokasi modal yang lebih prudent untuk Capex
dan Opex guna meningkatkan efisiensi Memfokuskan kembali waktu, tenaga,
dan sumber daya pada kompetensi inti
Penyediaan produk dengan hasil tinggi perusahaan
(high‑yielding product offerings)
TLKM 30
UNLOCK VALUE MODUS-OPERANDI SHIFT
Mempercepat monetisasi aset infrastruktur Beralih dari Operating Holding menjadi Strategic
bernilai tinggi seperti data center, menara, dan Holding untuk mengoptimalkan (i) penciptaan nilai
aset serat optik dan (ii) Total Shareholders’ Return
Membangun kemitraan strategis untuk Melakukan pivot dari telco konvensional menuju
mengoptimalkan nilai potensial yang tersimpan perusahaan digital
Sebagai dasar transformasi, Telkom menetapkan empat pilar utama dalam agenda TLKM. Pilar operaTional and service
excellence berfokus pada reformasi budaya perusahaan, penyelarasan tata kelola, serta peningkatan efektivitas belanja
modal dan operasional. Pilar streamLining diarahkan untuk menyederhanakan struktur bisnis sehingga sumber daya
dapat sepenuhnya dialokasikan untuk memperkuat kompetensi utama perusahaan. Pilar unlocK value mendorong
monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti data center, menara, dan jaringan fiber melalui kemitraan strategis
yang mampu menghasilkan nilai tambah optimal. Sementara itu, pilar Modus-operandi shift menegaskan transformasi
Telkom dari operating company menjadi strategic holding yang berperan sebagai pengarah strategi, pengelola kapital,
dan motor penciptaan nilai di tingkat grup.
Telkom mengelompokkan bisnisnya ke dalam lima portofolio utama: B2C Business, B2B Infrastructure, B2B International,
B2B IT Services, serta entitas lainnya untuk layanan yang efektif. Melalui transformasi ini Telkom bergerak secara strategis
memasuki fase pertumbuhan baru yang akan membawa Telkom menuju struktur perusahaan yang lebih lincah, berdaya
saing tinggi, dan berorientasi pada penciptaan nilai yang konsisten bagi seluruh pemangku kepentingan.
Gambar 3. Produk dan Layanan TelkomGroup [OJK C.4] [GRI 2-6]
Telkom Strategic Holding
B2C Business B2B Infrastructure B2B International B2B IT Services Lainnya
• Mobile • Tower • Fiber • Konektivitas • Integrasi Sistem, Jasa • Entitas Lainnya
• Fixed Broadband • ServerCo • Satelit Internasional IT, lainnya
• Data Center
Menyediakan basis Berperan sebagai penyedia Memperluas jejak Menghubungkan aplikasi Saat ini sedang
pelanggan dan infrastruktur digital yang global Telkom Group perangkat lunak, sistem, menjalani perampingan
jangkauan jaringan yang mencakup pusat data, melalui jaringan & data sources yang untuk mengoptimalkan
dapat dikembangkan tower, backbone fiber, kabel bawah berbeda ke dalam satu sumber daya dan
guna membuka satelit, dan ServerCo. laut, konektivitas lingkungan Lingkungan kolaborasi ekosistem
peluang penjualan international, dan IT yang kohesif untuk sehingga mampu
silang. meningkatkan layanan wholesale. meningkatkan efisiensi, memastikan keselarasan
loyalitas pelanggan mengurangi silo data, & dan efisiensi operasional
dan mendorong memenuhi tujuan bisnis. yang lebih kuat.
pertumbuhan
pendapatan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 23
Page 26
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Wilayah Operasional dan Layanan
[OJK C.3] [GRI 2-1, 2-6]
Gambar 4. Wilayah Operasi dan Layanan TelkomGroup
Merah Putih
(1080E) Merah Putih-2
(1130E)
Telkom - 3S
(1180E)
MAN
AST
LON
BRU
LUX WRS
FRA
DUB
SJC-2
PRS KIV DOS
MUN VNA
TUR SWI
Southeast Asia
MIL JUS
EIG MDR MAR
SOF IST ALM - Japan Cable
LSB PAL BAK
GRE
SEO TYO
UNITY
C2C FASTER
ALG SHA
CAI
RYD ASE
SEA-ME-WE-5 TWN
Southeast Asia-Middle East MAC
- Western Europe 5 Cable DUB
TGN-IA AAG
SJC
HWI
IND
IMEWE
SEA-ME-WE-6 BKK GUA
Southeast Asia-Middle East SEA-US
HAN
- Western Europe 6 Cable DJI
DVO
KL BCS
SEA-ME-WE 5 BSW Bifrost
MDO
Cable System
AAE-1 DMCS
SG
DMCS
Dumai Melaka
Cable System
BSCS
Batam Singapore
Cable System SBY DPS
DIL
IGG
IGG
Indonesia Global
Gateway Cable
SYD
TelkomGroup menjalankan operasi di seluruh Indonesia dan berbagai negara untuk memperkuat posisi sebagai penyedia
layanan telekomunikasi digital yang kompetitif. Telin mengoperasikan layanan yang menjangkau 35 negara dengan kantor
operasional yang tersebar di 15 negara di Asia, Australia, Eropa hingga Amerika. Keberadaan kantor-kantor ini memperluas
jangkauan layanan sekaligus memperkuat kerja sama strategis di pasar internasional. Dengan jaringan operasional yang
tersebar di berbagai negara dan pelosok negeri, kami terus mendorong pemerataan akses digital dan memastikan layanan
berstandar global dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah.
24 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 27
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
CHG
AAG SJ
SEA
Asia - America TOR
Gateway Cable HAL
LYN Intra Asia Asia - US
NYX (Pacific)
SF
ASH
SJC-2 BCS
SLO
SJC SEA-US
SEA-US IGG AAG
Southeast Asia BSCB FASTER
MIA
- United States Cable
DMCS JUS
TIS UNITY
TGN-JA
BBG Atlantic
BCS
ASE GTT Atlantic
APG
C2C
Asia - Europe
APCN-2 (Europe)
SEA-ME-WE-6
SEA-ME-WE-5
AAE-1
IMEWE
EIG
Poin of Presence (POP)
Global Office
5 Kantor Telkom Regional 35 Data Center
31 Wilayah Telekomunikasi • 5 data center luar negeri (3 TDE Singapura, 2 Telin Hong Kong
dan Timor-Leste)
10 Global Offices di Indonesia, Singapura, Malaysia, Timor-
Leste, Hong Kong, Taiwan, Myanmar, Arab Saudi, Australia • 26 data center neuCentrlX (dalam negeri)
dan Amerika Serikat • 3 data center enterprise tier 3 dan 4 (dalam negeri)
5 Global Sales Representatives di Kanada, India, Filipina, • 1 data center hyperscale tier 3 dan 4 (dalam negeri)
Vietnam, dan Britania Raya 210.843 km Fiber Optic Backbone Network
463 GraPARI di Indonesia • 115.643 km serat optik domestik
• 95.200 km serat optik internasional
122 Point of Presence (PoP) 293.136 BTS Mobile Network Fiber Optic Access Network
• 64 PoP di jaringan domestik • 48.635 BTS 2G • 40 juta Homes Passed
• 58 PoP di jaringan internasional • 239.588 BTS 4G • 17,5 juta Optical Port
3 Satelit • 4.913 BTS 5G 148.052 Wi-Fi Access Point
• Satelit Merah Putih-2 (32,4 Gbps) 44.702 Tower • 99.647 Managed Access Point
• Satelit Merah Putih (5,4 Gbps) • 4.472 tower Telkomsel • 48.405 ONT Premium
• Telkom 3S (4,4 Gbps) • 40.230 tower Mitratel
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 25
Page 28
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Profil Perusahaan
[OJK C.2, C-3] [GRI 2-1, 2-6, 2-7]
Nama
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Status Bidang Usaha
Perusahaan Terbuka (Tbk) Jasa layanan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) serta jaringan
telekomunikasi
Tahun Berdiri Alamat Kantor Pusat
• 19 November 1991 Jalan Japati No. 1 Bandung
Kode Saham Kepemilikan Saham
• TLKM – Bursa Efek Indonesia (BEI) • Pemerintah
• TLK – New York Stock Exchange (NYSE) • PT Danantara Asset Management 52,09%
• Badan Pengaturan BUMN 0,00%
• Publik 47,91%
26 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 29
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Posisi Keuangan 31 Desember 2025 Jumlah Karyawan Telkom Group
(consolidated): Total Karyawan 21.151
Aset:
287.759 miliar
31
Rp
,70
%
%
68,30
Liabilitas (Kewajiban):
Rp
137.222 miliar
Ekuitas:
Rp
150.537 miliar
Karyawan laki-laki Karyawan perempuan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 27
Page 30
01 Pengantar Tentang Laporan
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
di Tahun 2025
Pesan dari
Komisaris Utama
Purpose, Visi, Misi, dan Nilai
Perusahaan
[OJK C.1]
PURPOSE
Mewujudkan bangsa
yang lebih sejahtera
dan berdaya saing serta
memberikan nilai tambah
yang terbaik bagi para
pemangku kepentingan
Visi Misi
Menjadi digital • Mempercepat
telco pilihan utama pembangunan
untuk memajukan infrastruktur dan platform
digital cerdas yang
masyarakat berkelanjutan, ekonomis,
dan dapat diakses oleh
seluruh masyarakat
• Mengembangkan talenta
digital unggulan yang
membantu mendorong
kemampuan digital dan
tingkat adopsi digital
bangsa.
• Mengorkestrasi ekosistem
digital untuk memberikan
pengalaman digital
pelanggan terbaik.
28 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 31
Pesan dari Tanggung Jawab Pelaporan Penghargaan Tentang
Direktur Utama Keberlanjutan 2025 di Tahun 2025 Telkom
Nilai
Bravery Keberanian melakukan eksekusi
hingga mencapai hasil terbaik
dengan kemauan mengambil risiko
yang terukur demi kepentingan
perusahaan
Integrity Berpegang teguh pada prinsip
etika, nilai, norma dan peraturan
yang berlaku, dengan jujur, tanpa
melakukan kecurangan yang dapat
merugikan perusahaan
Service Komitmen untuk selalu memberikan
Excellence pelayanan terbaik bagi seluruh
pemangku kepentingan, dengan
tanggung jawab penuh atas hasil
tanpa mencari alasan
Agility Kemampuan untuk bertindak
cepat, tepat, efektif dan efisien
tanpa menambah birokrasi, serta
selalu solutif dan inovatif dalam
menghadapi perubahan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 29
Page 32
02. 30 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 33
Keberlanjutan di Telkom LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 31
Page 34
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Perjalanan Keberlanjutan Telkom
Gambar 5. Milestone Keberlanjutan Telkom
<2021
Embedding Social and Environmental Responsibility
2006 2013 2014
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai
landasan utama praktik keberlanjutan
Penyusunan Laporan Keberlanjutan yang berisi kinerja
TJSL sejak tahun 2006, dengan pengecualian pada tahun
2017-2019 sebagai bentuk penyesuaian regulasi nasional
2015 2016 2020
2021-2022
Building the Sustainability Foundation
2021 2022
Pembentukan fondasi keberlanjutan untuk pemenuhan kepatuhan regulasi nasional
• Penyusunan Laporan Keberlanjutan yang berisi kinerja keberlanjutan sesuai regulasi nasional (POJK 51.2017)
• Pembentukan Komite TJSL untuk kepatuhan regulasi nasional
32 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 35
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
2023
Scaling Corporate-Wide Sustainability Perluasan penerapan keberlanjutan
TelkomGroup
• Peluncuran Program EXIST (ESG
Existence for Sustainability by
Telkom Indonesia) yang menjadi
acuan praktik keberlanjutan di
Telkom
• Penyusunan Laporan Risiko Iklim
berbasis kerangka TCFD
2023 2023
2024
Advancing Sustainability Excellence
Penguatan strategi dan target keberlanjutan TelkomGroup
• Peluncuran strategi keberlanjutan TelkomGroup melalui
melalui GoZero%: Sustainability Action
• Penguatan target 2030 keberlanjutan TelkomGroup
• Pengembangan tata kelola melalui Komite dan kebijakan
keberlanjutan
• Verifikasi Laporan Keberlanjutan 2024 dan emisi GRK oleh
lembaga independen
2024
2025
Setting the Climate Transition Direction
Perumusan dan peluncuran rencana transisi iklim sebagai arah
strategis menuju operasional rendah karbon TelkomGroup
• Peluncuran Climate Transition Plan TelkomGroup
• Penguatan transparansi praktik keberlanjutan melalui dashboard
ESG di situs resmi Telkom
https://www.telkom.co.id/sustainability/
Tahun 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan keberlanjutan Telkom, yang ditandai dengan penetapan rencana
transisi iklim TelkomGroup. Tidak hanya menegaskan komitmen iklim perusahaan, dokumen ini juga memberikan panduan
strategis perusahaan menuju operasional rendah karbon dan pencapaian target net zero emission pada tahun 2060.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari perjalanan keberlanjutan Telkom yang telah berkembang selama hampir dua
dekade seiring dengan perubahan konteks bisnis dan regulasi.
Komitmen awal Telkom tercermin melalui penerbitan Laporan Keberlanjutan pertama pada tahun 2006 yang
menitikberatkan pada kinerja TJSL, yang kemudian berkembang dengan memuat kinerja lain pada aspek ESG sesuai
dengan regulasi nasional, POJK 51/2017 tentang Keuangan Berkelanjutan. Secara perdana, Telkom meluncurkan
program EXIST pada tahun 2023 yang menekankan integrasi aspek ESG ke dalam aktivitas bisnis. Program ini kemudian
bertransformasi menjadi GoZero% di tahun 2024 yang menjadi payung aksi keberlanjutan untuk mencapai target 2030
TelkomGroup. Seiring dengan semakin terintegrasinya keberlanjutan dalam pengelolaan perusahaan, Telkom memperkuat
tata kelola keberlanjutan dengan membentuk Komite Sustainability, Kebijakan Keberlanjutan, serta dashboard sebagai
wadah penungkapan kinerja keberlanjutan TelkomGroup ke pemangku kepentingan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 33
Page 36
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Tata Kelola Keberlanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Telkom meyakini bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang kuat adalah landasan utama untuk
mencapai tujuan keberlanjutan TelkomGroup. Penerapan tata kelola TelkomGroup diatur dalam Surat Keputusan Direksi
No. PD.602.00/r.00/HK000/COP-D0030000/2011 tentang Pedoman Pengelolaan Good Corporate Governance (GCG).
Secara spesifik, tata kelola TelkomGroup berlandaskan lima pilar GCG yang berpedoman pada peraturan perundang-
undangan yang berlaku serta diselaraskan dengan Prinsip-prinsip Corporate Governance yang dikembangkan oleh
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia yang
dikembangkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Penerapan tata kelola TelkomGroup sesuai parameter ACGS dinilai oleh penilai independen setiap tahunnya.
Gambar 6. Prinsip Tata Kelola TelkomGroup
Transparansi Akuntabilitas Pertanggungjawaban Kemandirian Kewajaran
(Transparency) (Accountability) (Responsibility) (Independency) (Fairness)
Telkom beserta Anak Telkom beserta Telkom beserta Anak Telkom beserta Anak Telkom beserta Anak
Perusahaan dikelola Anak Perusahaan Perusahaan dikelola Perusahaan dikelola Perusahaan dikelola
dengan keterbukaan dikelola dengan dengan mematuhi dengan profesional dengan keadilan dan
dalam melaksanakan kejelasan fungsi, ketentuan dan peraturan tanpa benturan kesetaraan dalam
proses pengambilan pelaksanaan dan perundang-undangan kepentingan dan memenuhi hak-hak
keputusan dan pertanggungjawaban yang berlaku serta pengaruh/tekanan stakeholder yang
menyediakan informasi pemegang saham, menerapkan prinsip- dari pihak manapun timbul berdasarkan
materiil dan relevan Dewan Komisaris, prinsip korporasi yang yang tidak sesuai perjanjian dan
mengenai perusahaan Direksi, Komite- sehat dengan peraturan peraturan perundang-
komite, dan Sekretaris perundang-undangan undangan yang berlaku
perusahaan agar yang berlaku dan
pengelolaan prinsip-prinsip
perusahaan terlaksana korporasi yang sehat
secara efektif
34 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 37
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Telkom juga menerapkan 8 (delapan) prinsip pengelolaan 2. Dewan Komisaris Telkom yang beranggotakan
perusahaan sesuai Peraturan OJK Nomor 21/ delapan anggota Komisaris, melakukan fungsi
SEOJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata pengawasan serta memberi nasihat kepada Direksi
Kelola Perusahaan Terbuka serta Surat Edaran OJK dalam mengelola perusahaan. Dewan Komisaris
Nomor 32/SEOJK.04/2015 mengenai Pedoman Tata bertanggung jawab secara kolektif untuk memastikan
Kelola Perusahaan Terbuka. Hasil evaluasi per akhir 2025 prinsip-prinsip GCG dilakukan secara efektif dan
menyatakan bahwa pelaksanaan tata kelola Telkom telah berkelanjutan dalam setiap praktik bisnis perusahaan.
memenuhi seluruh prinsip OJK yang dibahas secara rinci Dalam melaksanakan fungsinya, Dewan Komisaris
dalam Laporan Tahunan Telkom 2025. Di samping itu, dibantu oleh:
penerapan tata kelola Telkom juga mengikuti Peraturan a. Komite Audit
Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang b. Komite Nominasi dan Remunerasi
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan c. Komite Evaluasi dan Monitoring
Badan Usaha Milik Negara. d. Komite Tata Kelola Terintegrasi
3. Dewan Direksi Telkom terdiri atas sembilan anggota
TelkomGroup secara konsisten memperkuat budaya Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama selaku Chief
kepatuhan dan etika bisnis di seluruh lini organisasi of Executive (CEO). Direksi memiliki wewenang dan
melalui program sosialisasi, internalisasi nilai, serta tanggung jawab penuh atas pengelolaan perusahaan,
pengawasan berlapis atas penerapan prinsip GCG. Upaya serta berperan mewakili Telkom, baik dalam urusan
tersebut didukung oleh pemanfaatan sistem digital dan hukum di dalam maupun di luar pengadilan. Direksi
pengendalian internal yang andal guna memastikan dibantu oleh Sekretaris Perusahaan, Unit Kerja
pengelolaan risiko, pencegahan benturan kepentingan, Pengelola Internal Audit serta Komite Eksekutif.
serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas Komite Eksekutif berwenang untuk memutuskan atau
berjalan secara optimal. GCG tidak hanya diposisikan memberikan persetujuan atas kebijakan, Peraturan
sebagai pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi telah Perusahaan atau transaksi-transaksi tertentu, terdiri
menjadi nilai strategis yang terintegrasi dalam operasional atas:
perusahaan untuk mendukung keberlanjutan usaha dan a. Komite Investasi
penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku b. Komite Pengelolaan Anak Perusahaan
kepentingan. c. Komite Risiko, Kepatuhan, dan Revenue Assurance
d. Komite Disclosure
Komitmen TelkomGroup dalam menciptakan lingkungan e. Komite Pengadaan
organisasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi f. Komite Pricing
jangka panjang, telah diakui melalui penghargaan Best
State-Owned Enterprises (Big Cap) pada ajang The 16th Disamping komite eksekutif, terdapat berbagai komite
IICD Corporate Governance Conference & Award 2025. lainnya yang berperan dalam mendukung pengambilan
keputusan strategis, pengawasan, serta koordinasi
Struktur Tata Kelola Perusahaan pelaksanaan kebijakan dan inisiatif di TelkomGroup,
seperti Komite Sustainability, Komite TJSL, Komite
[GRI 2-9, 2-11] Cybersecurity, Komite Portofolio, dan lainnya. Peran
Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan organ pendukung
Struktur tata kelola Telkom mengadopsi ketentuan dijelaskan secara komprehensif dalam Laporan Tahunan
Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Telkom 2025.
Terbatas yang terdiri dari organ utama yaitu Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi. Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan
organ tata kelola tertinggi Telkom yang menjadi [GRI 2-9, 405-1]
sarana bagi para Pemegang Saham dalam membuat
keputusan penting serta strategis. RUPS memiliki Resolusi RUPS Tahunan (RUPST) pada Mei 2025 dan
wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau RUPS Luar Biasa (RUPSLB) pada Desember 2025 telah
Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam menetapkan kepemimpinan baru atas Dewan Komisaris
Undang-Undang dan/atau Anggaran Dasar. RUPS dan Direksi Telkom. Hal ini menunjukkan komitmen
dilaksanakan minimal satu kali setiap tahun (RUPS Telkom terhadap perencanaan suksesi, pembaharuan
Tahunan) dan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan. dewan, dan pengawasan independen, sesuai prinsip GCG.
Berikut komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Telkom
per 31 Desember 2025.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 35
Page 38
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Gambar 7. Keberagaman Dewan Komisaris Telkom
Independensi Komisaris Komposisi Dewan Komisaris Komposisi Dewan Komisaris
berdasarkan gender berdasarkan umur
2
25
5%
%
37,
5%
62,5%
75%
75%
Anggota Non- Anggota Laki-laki Perempuan >50 tahun 30-50 tahun
Independen Independen
Tabel 3. Komposisi Dewan Komisaris Telkom per 31 Desember 2025
Durasi Jenis
Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Usia Keahlian
Menjabat Kelamin
Rapat Umum Pemegang Komunikasi,
Angga Raka Komisaris
Saham Tahunan (RUPST) 10 bulan Laki-laki 36 tahun Hubungan
Prabowo Utama
Telkom tanggal 27 Mei 2025 International
Militer, Hubungan
Rapat Umum Pemegang
Strategis, Kebijakan
Ossy Dermawan Komisaris Saham Tahunan (RUPST) 10 bulan Laki-laki 49 tahun
Publik dan Politik
Telkom tanggal 27 Mei 2025
Nasional
Rapat Umum Pemegang Hukum, Ekonomi
Rionald Silaban Komisaris Saham Tahunan (RUPST) 10 bulan Laki-laki 59 tahun dan Manajemen
Telkom tanggal 27 Mei 2025 Publik
Periode Pertama: Rapat
Umum Pemegang Saham
Tahunan (RUPST) Telkom
Rizal tanggal 24 Mei 2019 5 tahun Komunikasi Publik
Komisaris Laki-laki 61 tahun
Mallarangeng Periode Kedua: Rapat Umum 9 bulan dan Politik
Pemegang Saham Tahunan
(RUPST) Telkom tanggal 3 Mei
2024
Rapat Umum Pemegang Ekonomi dan
2 tahun
Silmy Karim Komisaris Saham Tahunan (RUPST) Laki-laki 51 tahun Manajemen
10 bulan
Telkom tanggal 30 Mei 2023 Pertahanan
36 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 39
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Durasi Jenis
Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Usia Keahlian
Menjabat Kelamin
Rapat Umum Pemegang
Deswandhy Komisaris Keuangan dan
Saham Tahunan (RUPST) 10 bulan Laki-laki 66 tahun
Agusman Independen Kebijakan Publik
Telkom tanggal 27 Mei 2025
Rapat Umum Pemegang
Komisaris Saham Luar Biasa (RUPSLB) Ekonomi, Keuangan
Ira Noviarti 5 bulan Perempuan 54 tahun
Independen Telkom tanggal 16 September dan Leadership
2025
Rapat Umum Pemegang Ekonomi,
Komisaris Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perbankan,
Rofikoh Rokhim 3 Bulan Perempuan 54 tahun
Independen Telkom tanggal 12 Desember Keuangan dan
2025 Leadership
Gambar 8. Keberagaman Dewan Direksi Telkom
Komposisi Dewan Direksi Komposisi Dewan Direksi
berdasarkan gender berdasarkan umur
22 2
2%
,2
%
77,8%
78%
Laki-laki Perempuan >50 tahun 30-50 tahun
Tabel 4. Komposisi Direksi Telkom per 31 Desember 2025
Dasar Durasi Jenis
Nama Jabatan Usia Keahlian
Pengangkatan Menjabat Kelamin
Transformasi digital,
pengembangan
RUPST Telkom infrastruktur
Dian Siswarini Direktur Utama 10 bulan Perempuan 57 tahun
tanggal 27 Mei 2025 telekomunikasi, dan
implementasi ESG di
Telkom
Investasi, Keuangan
Direktur & manajemen risiko,
Arthur Angelo Keuangan & RUPST Telkom Merger & Acquisition,
10 bulan Laki-laki 41 tahun
Syailendra Manajemen tanggal 27 Mei 2025 termasuk aspek
Risiko keberlanjutan dan tata
kelola perusahaan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 37
Page 40
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Dasar Durasi Jenis
Nama Jabatan Usia Keahlian
Pengangkatan Menjabat Kelamin
Penguatan layanan
enterprise dan bisnis
Direktur
serta portofolio
Veranita Enterprise RUPST Telkom
10 bulan Perempuan 47 tahun strategis grup melalui
Yosephine & Business tanggal 27 Mei 2025
investasi, transformasi
Service
digital, dan penerapan
standar ESG global
Strategi dan Arsitektur
Nanang Direktur RUPST Telkom Jaringan, efisiensi
10 bulan Laki-laki 57 tahun
Hendarno Network tanggal 27 Mei 2025 infrastruktur, dan
Cybersecurity
Bisnis digital, inovasi
Faizal Rochmad Direktur IT RUPST Telkom tanggal
10 bulan Laki-laki 59 tahun teknologi, dan integrasi
Djoemadi Digital 27 Mei 2025
ESG dalam digitalisasi
Pengelolaan portofolio
Direktur strategis, investasi
Strategic berkelanjutan,
RUPST Telkom
Seno Soemadji Business 10 bulan Laki-laki 56 tahun pengembangan bisnis
tanggal 27 Mei 2025
Development & group, pertumbuhan
Portfolio berkelanjutan dan
inisiatif ESG
Pengembangan SDM,
Direktur RUPSLB Telkom desain organisasi,
Willy Saelan Human Capital tanggal 16 5 bulan Laki-laki 56 tahun inklusivitas tenaga
Management September 2025 kerja, dan budaya
keberlanjutan.
Direktur Layanan wholesale &
RUPSLB Telkom
Budi Satria Wholesale & internasional, standar
tanggal 12 Desember 3 bulan Laki-laki 52 tahun
Dharma Purba International ESG global dalam
2025
Service operasional
Tata kelola dan
kepatuhan hukum
berbasis GCG,
pengelolaan kebijakan
RUPSLB Telkom
Direktur Legal & grup, serta mitigasi
Andy Kelana tanggal 16 September 5 bulan Laki-laki 59 tahun
Compliance risiko hukum, dan
2025
pengawalan aksi
korporasi keberlanjutan
dalam hal kepatuhan
regulasi
Proses Pemilihan dan Pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi
[GRI 2-10]
Proses pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi di Telkom berlandaskan prinsip penghormatan kepada hak asasi
manusia (HAM), non-diskriminasi, serta kesetaraan. Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di Telkom
dilakukan berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan mempertimbangkan ketentuan lainnya termasuk Peraturan
Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara. Selain
itu, pengangkatan anggota Dewan Komisaris dilakukan dengan mempertimbangkan integritas, pemahaman mengenai
38 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 41
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
masalah manajemen perseroan, dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya, serta persyaratan
lain berdasarkan peraturan perundang-undangan. Adapun pemilihan atau pengangkatan anggota Direksi Telkom dilakukan
melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mempertimbangkan kompetensi dan keahlian, integritas, serta
latar belakang yang dibutuhkan perseroan. Calon anggota yang terpilih dipastikan telah memenuhi kriteria dan syarat yang
telah ditentukan dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan.
Benturan Kepentingan Tata Kelola Perusahaan yang berorientasi pada prinsip
independensi, mengatur ketentuan seperti kebijakan
[GRI 2-15] transaksi benturan kepentingan, larangan donasi partai
politik, dan larangan hubungan afiliasi. Prosedur Pokok
Penghindaran atas Benturan Kepentingan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
mengatur ketentuan pelaksanaan dan pemantauan
Panduan Tata Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board atas transaksi afiliasi di lingkungan TelkomGroup yang
Manual) secara spesifik mengatur komitmen seluruh disampaikan dalam bentuk Nota Dinas Direktur Utama
organ tata kelola perusahaan untuk menjaga integritas Nomor C.Tel.02/HK 000/TEL-00000000/2021. Selain
dan menghindari benturan kepentingan dalam setiap itu, Unit Kerja Pengelola HC Service Operation (HCSO)
pelaksanaan tugas. Sebagai wujud komitmen tersebut, menyampaikan kuesioner benturan kepentingan setiap
setiap Anggota Dewan Komisaris menandatangani pakta tahun ke seluruh karyawan TelkomGroup.
integritas yang menegaskan kewajiban mereka untuk
menjalankan tugas secara profesional dan bebas dari Telkom mengungkapkan informasi rangkap jabatan
konflik kepentingan. Selanjutnya, dalam menjalankan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan anggota komite
fungsi pengawasan dan pengambilan keputusan, anggota di bawah Dewan Komisaris serta transaksi afiliasi lebih
yang memiliki potensi benturan kepentingan diwajibkan lanjut dalam Laporan Tahunan Telkom 2025.
mengungkapkan kondisi tersebut dan menarik diri dari
proses pengambilan keputusan yang terkait. Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi
Selama periode pelaporan, seluruh Anggota Dewan [GRI 2-18]
Komisaris dan Direksi Telkom tidak ada indikasi benturan
kepentingan terkait kepemilikan saham pada pemasok Tugas utama Dewan Komisaris mencakup pengawasan
maupun transaksi, hubungan afiliasi, baik finansial kebijakan dan jalannya pengurusan Perseroan yang
maupun keluarga, dengan anggota lainnya maupun dilakukan oleh Direksi dan pemberian nasihat kepada
Pemegang Saham Pengendali. Direksi, termasuk mengawasi pelaksanaan Rencana
Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Kerja dan
Pencegahan dan Mitigasi Benturan Kepentingan Anggaran Tahunan Perseroan (RKAP), Corporate Strategic
Scenario (CSS), serta peraturan perundang-undangan
Komite Audit dan Dewan Komisaris memiliki peran dalam sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Hal tersebut
mengawasi dan memastikan kepatuhan atas peraturan menjadi dasar pengukuran self-assessment dari key
perundang-undangan, sebagaimana tercantum dalam performance indicator (KPI) kolegial yang diformulasikan
Charter Komite Audit Telkom dan Keputusan Dewan dari hasil evaluasi kinerja Dewan Komisaris kemudian
Komisaris Telkom Nomor 13/KEP/DK/2024. Selain itu dilaporkan kepada Pemegang Saham dalam RUPS, dimana
Komite Audit dan Dewan Komisaris juga berperan dalam penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan oleh Komite
menerima, menelaah, dan menindaklanjuti pengaduan Nominasi dan Remunerasi (KNR).
yang masuk terkait dengan Perseroan dan Entitas
Anaknya. Evaluasi kinerja Direksi dilakukan melalui pengukuran
pencapaian KPI baik secara kolegial maupun individual.
Komite Audit Telkom per 31 Desember 2025 terdiri atas Hasil dari pengukuran KPI tersebut ditinjau oleh Kantor
lima anggota, dengan dua anggota independen merupakan Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit Laporan Keuangan
financial expert. Untuk memastikan independensi Perseroan untuk memastikan objektivitas, konsistensi
dan objektivitas Komite Audit Telkom, setiap anggota metode, serta kesesuaian proses penilaiannya.
Komite Audit harus menandatangani Pakta Integritas dan Berdasarkan hasil reviu KAP pada tahun 2025, tidak
Independensi. Profil anggota Komite Audit Telkom lebih terdapat inkonsistensi dalam metode maupun hasil
lanjut dijabarkan dalam Laporan Tahunan Telkom 2025. penilaian kinerja Direksi. Pencapaian KPI tersebut
dilaporkan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang
Unit Kerja Pengelola Culture and Industrial Relations Saham Seri A Dwiwarna, sebagai bagian dari akuntabilitas
bertanggung jawab atas pengembangan kebijakan etika dan transparansi tata Kelola Perusahaan.
bisnis di Telkom yang mencakup benturan kepentingan.
HCCIR bersama Dewan Direksi mengembangkan Pedoman
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 39
Page 42
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Sebagai upaya internalisasi komitmen keberlanjutan Telkom, Perseroan telah menetapkan aspek ESG dalam KPI Direksi
kolegial, antara lain 1) ESG risk rating, 2) Carbon intensity, 3) Rasio perempuan dan top talent muda. Hasil penilaian kinerja
Direksi secara kolegial terdapat di Laporan Tahunan Telkom 2025.
Kebijakan Remunerasi
[GRI 2-19, 2-20]
Pemberian remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Telkom disusun dengan berpedoman pada Peraturan
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha
Milik Negara dan kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Dewan Komisaris Nomor 03/KEP/DK/2024 tentang
Penghasilan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan tersebut di atas dan merujuk pada Surat Danantara Nomor S-063/DI-BP/
VII/2025 tanggal 30 Juli 2025 perihal Pemberian Tantiem, Insentif, dan/atau Penghasilan dalam Bentuk Lainnya kepada
Direksi dan Dewan Komisaris BUMN dan Anak Usaha BUMN, remunerasi Dewan Komisaris memiliki komponen yang terdiri
dari:
1. Honorarium
2. Tunjangan, yang terdiri atas:
a. Tunjangan hari raya;
b. Tunjangan transportasi; dan
c. Asuransi purna jabatan.
3. Fasilitas, yang terdiri atas:
a. Fasilitas kesehatan; dan
b. Fasilitas bantuan hukum.
Komponen remunerasi Dewan Direksi:
1. Gaji
2. Tunjangan, yang terdiri atas:
a. Tunjangan hari raya;
b. Tunjangan perumahan; dan
c. Asuransi purna jabatan.
3. Fasilitas, yang terdiri atas:
a. Fasilitas kesehatan;
b. Fasilitas kendaraan; dan
c. Fasilitas bantuan hukum
4. Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus mengikuti ketentuan dari Danantara dan/atau BP BUMN. [GRI 2-19]
Dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia
Badan Usaha Milik Negara tersebut di atas juga diatur ketentuan mengenai penangguhan pembayaran sebagian tantiem,
dan pemberian Long Term Incentive (LTI) kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Oleh karena itu, Direksi PT Telkom Indonesia
(Persero) Tbk pada tahun 2025 belum menerima pembayaran tantiem, sehubungan dengan masih berlangsungnya proses
penetapan oleh pemegang saham. Penetapan tersebut berada dalam kewenangan Kementerian Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) dan/atau Danantara, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan dan kewenangan ini berdampak
pada penurunan total kompensasi tahunan tertinggi yang diterima anggota dewan direksi hingga sekitar 72%. Penurunan
kompensasi tahunan Dewan Komisaris dan Direksi tersebut juga tercermin dalam rasio remunerasi terhadap karyawan,
sebagaimana disajikan pada Lampiran 4: Indeks Pengungkapan GRI.
Telkom telah mengintegrasikan kinerja pengelolaan dampak ESG ke dalam remunerasi, dengan menjadikan pencapaian
KPI kolegial dan individual sebagai salah satu pertimbangan komponen insentif.
40 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 43
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Gambar 9. Prosedur dan Mekanisme Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris Apabila diperlukan, Pihak Independen
1 2
memberikan arahan dan KNR dapat meminta menyampaikan hasil
meminta KNR menyusun 4 input/kajian remunerasi 3 kajian, benchmarking,
kajian dan draft dari pihak independen dan rekomendasi
remunerasi sebagai benchmark remunerasi kepada KNR
dan dasar analisis, dan
menyampaikan hasil
Dewan Komisaris kajian remunerasi
mengajukan usulan kepada Dewan Komisaris
remunerasi kepada
RUPS/Menteri BUMN
5
Keputusan RUPS/Surat
Keputusan Menteri
BUMN
Prosedur pengusulan hingga penetapan remunerasi juga telah diadopsi oleh Kemeterian BUMN melalui
Dewan Komisaris dan Direksi Telkom adalah sebagai penerapan kebijakan tantiem yang ditangguhkan selama 3
berikut: (tiga) tahun bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
1. Dewan Komisaris meminta Komite Nominasi dan
Remunerasi untuk menyusun rancangan usulan
remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi. Kerangka Tata Kelola Keberlanjutan
2. Apabila dibutuhkan, Komite Nominasi dan Remunerasi
dapat meminta Dewan Direksi untuk menunjuk pihak [OJK E.1]
independen untuk menyusun kerangka kerja untuk
remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi. Peran Dewan dan Manajemen
3. Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan
kerangka remunerasi tersebut kepada Dewan [GRI 2-9, 2-12, 2-13]
Komisaris.
4. Dewan Komisaris mengusulkan remunerasi bagi Dewan Komisaris memiliki peran penting guna
anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada RUPS. menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat
5. RUPS dapat memberikan kewenangan dan kuasa kepada Direksi dalam mengelola perusahaan, termasuk
kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu dalam penerapan praktik keberlanjutan. Keduanya juga
mendapat persetujuan Pemegang Saham Seri A berperan dalam memastikan manajemen risiko berjalan
Dwiwarna untuk menetapkan remunerasi bagi anggota efektif guna mendukung pencapaian berkelanjutan. Rapat
Dewan Komisaris dan Direksi. [GRI 2-20] formal antara Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan
minimal satu kali setiap bulan dengan agenda konsultasi
Telkom juga mengadopsi kebijakan clawback yang dan pelaporan kinerja, yang dapat meliputi aspek ESG
mengatur pemulihan kompensasi berbasis insentif dari (termasuk perubahan iklim).
anggota Dewan Komisaris dan Direksi, baik yang masih
Dewan Direksi bertanggung jawab memimpin penerapan
menjabat maupun yang sudah tidak, jika perusahaan perlu
keberlanjutan, termasuk transisi iklim. Untuk memastikan
melakukan restatement atas laporan keuangan yang telah
efektivitas implementasinya, kinerja pengelolaan dampak
diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC)
ESG dievaluasi melalui skema penetapan dan pemantauan
Amerika Serikat berdasarkan Exchange Act. Restatement
KPI yang terintegrasi dalam sistem manajemen kinerja
ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang bersifat
Perseroan. Capaian kinerja diverifikasi secara internal
material pada laporan keuangan yang sebelumnya
sebelum dikonsolidasikan dan dilaporkan kepada Dewan
diterbitkan, atau jika kesalahan tersebut dapat
mengakibatkan penyajian yang salah secara material jika
tidak diperbaiki pada periode saat ini. Kebijakan tersebut
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 41
Page 44
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Direksi setiap triwulan. Berdasarkan Peraturan Perusahaan Nomor: PD.704.00/r.00/HK290/DSC-M0200000/2025 tentang
Tata Kelola Sustainability TelkomGroup, Dewan Direksi mendelegasikan peranan pengelolaan dampak ESG kepada Komite
Sustainability Telkom.
Komite Sustainability
[GRI 2-12, 2-13, 2-16]
Komite Sustainability merupakan komite yang bertugas dalam penyelenggaraan aktivitas dan mekanisme pengelolaan
ESG, yang menghimpun seluruh fungsi ESG untuk memudahkan proses koordinasi dan kolaborasi dalam pencapaian tujuan
ESG. Komite ini bertanggung jawab atas berbagai isu keberlanjutan yang muncul, termasuk identifikasi, pemantauan, dan
penanganan dampaknya secara strategis. Adapun dalam hal pelaporan, Komite Sustainability menyampaikan laporan
pengelolaan dampak ESG kepada anggota Dewan Direksi secara berjenjang melalui Rapat Operasional (RAOP) di tingkat
Departemen atau Rapat Direktorat (RADIT) di tingkat Direktorat, serta Rapat Direksi (RADIR) yang dilaksanakan setiap
minggu. Penguatan tata kelola pengungkapan terkait ESG juga dilakukan secara triwulanan melalui Disclosure Committee
Meeting (DC Meeting) yang berperan memastikan relevansi dan akurasi informasi material yang akan disampaikan kepada
publik dan para pemangku kepentingan. Salah satu bentuk pelaporan ESG yang secara rutin diungkapkan ke publik, yaitu
Info Memo (per triwulan) dan Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Form 20-F (per tahun).
Komite ini dipimpin oleh Direktur Utama, serta beranggotakan direktur yang membidangi risiko, network dan IT, serta
human capital. Kelompok kerja ESG yang mendukung integrasi dalam proses bisnis, terdiri dari Kepala Unit Kerja terkait
seperti Unit Kerja Pengelola Sustainability, Network & IT, Asset, Human Capital, Social Responsibility, Risk, Legal &
Compliance, Investor Relation, dan Financial Accounting.
Gambar 10. Susunan Anggota Komite Sustainability Telkom
Direktur Utama
Direktur yang Direktur yang
Direktur yang Direktur yang
membidangi Keuangan membidangi Human
membidangi Network membidangi IT Digital
dan Manajemen Risiko Capital
Kelompok Kerja
• Kepala Unit Kerja pengelola group Sustainability & • Kepala Unit Kerja pengelola Human Capital
Corporate Communication (sekretaris) • Kepala Unit Kerja pengelola Social Responsibility
• Kepala Unit Kerja pengelola Sustainability • Kepala Unit Kerja pengelola Legal & Compliance
• Kepala Unit Kerja pengelola Network • Kepala Unit Kerja pengelola Investor Relation
• Kepala Unit Kerja pengelola IT Digital • Kepala Unit Kerja pengelola Financial Accounting
• Kepala Unit Kerja pengelola Asset
42 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 45
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Tanggung jawab Komite Sustainability:
1. Mengawasi, menetapkan, dan memberikan arahan terkait sasaran, rencana, strategi, peta jalan, kebijakan,
inisiatif, dan ukuran kinerja ESG termasuk Perubahan Iklim
2. Memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan program keberlanjutan pada sektor ESG
3. Melakukan monitoring pelaksanaan mitigasi risiko dan peluang dari aktivitas operasional Perusahaan terhadap
ESG
4. Melakukan pengawasan pencapaian kinerja ESG termasuk Perubahan Iklim berdasarkan penilaian pihak
ketiga, Lembaga Pemeringkat ESG, kepentingan investor, dan/atau pemangku kepentingan lainnya; dan
5. Memastikan publikasi Laporan Keberlanjutan termasuk Perubahan Iklim sesuai ketentuan yang berlaku,
memenuhi kebutuhan para pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Sustainability berkoordinasi dengan komite lain di bawah
Dewan Komisaris dan Direksi, yang meliputi: Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL); Komite Risiko,
Kepatuhan dan Revenue Assurance; Komite Audit; Komite Tata Kelola Terintegrasi; Komite Nominasi dan Remunerasi;
serta Komite Evaluasi, Monitoring, Perencanaan dan Risiko. Komite Sustainability mendapatkan informasi terkini terkait
implementasi ESG di Telkom dan seluruh Anak Perusahaan secara berkala dari Unit Kerja Pengelola Group Sustainability
& Corporate Communication.
Gambar 11. Struktur Tata Kelola Keberlanjutan di Telkom
Komite pengelola tata kelola Komite pengelola nominasi dan Komite pengelola evaluasi dan
Komite pengelola aduit
Komisaris
terintegrasi remunerasi monitoring perencanaan dan risiko
Dewan
Pemantauan kepatuhan terhadap
Pemantauan & Evaluasi ESG dalam Pengelolaan KPI ESG dan insentif Pemantauan & evaluasi investasi
regulasi ESG (termasuk IFRS S1 & S2)
lingkup Telkom Group berbasis ESG Capex terkait ESG serta risiko ESG
Komite Sustainability Komite pengelola tanggung jawab sosial dan Komite pengelola risiko, kepatuhan dan revenue
Direksi
Pengelolaan strategi, materialitas, target, tinjauan lingkungan (TJSL) assurance
kinerja, dan pengungkapan ESG Pemantauan kegiatan sosial & lingkungan Peluang & Mitigasi Risiko ESG
Kelompok Kerja
Unit Kerja
Pengelola
Kelompok
Sustainability Environmental (Lingkungan) Social (Sosial) Governance (Tata Kelola)
Kerja
Mengelola &
memfasilitasi Strategi & Praktik
Implementasi Pelaporan Perubahan Good
Manajemen Perlibatan Tenaga Kerja Kesehatan & Privasi &
ESG di seluruh Iklim & Hubungan Praktik Etika Corporate
Sumber Daya Masyarakat yang Etis & Keselamatan Kepatuhan Keamanan
Telkom Group Manajemen Pelanggan Bisnis Governance
& Efisiensi & Komunitas Perlibatan Karyawan Data
Energi (GCG)
Karyawan
Pelaporan
Koordinasi
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 43
Page 46
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Unit Kerja Pengelola Group Sustainability & Corporate Communication
[GRI 2-13]
Telkom memiliki unit kerja tersendiri yang bertanggung jawab untuk mengorkestrasi dan mengelola implementasi strategi
dan pelaporan ESG di TelkomGroup, yakni Unit KerjaPengelola Group Sustainability & Corporate Communication yang
berada di bawah organisasi CEO Office. Unit kerja ini dipimpin oleh SVP Group Sustainability & Corporate Communication
yang memiliki peran utama sebagai orkestrator tata kelola implementasi keberlanjutan yang meliputi aspek ESG dan iklim,
sebagaimana diatur pada Peraturan Perusahaan Nomor: PD.202.75/r.00/HK250/COP-A0200000/2025 tentang organisasi
CEO Office. Dalam menjalankan tugasnya, SVP Group Sustainability & Corporate Communication melapor kepada Direktur
Utama melalui Rapat Direktur (Radir) yang dihadiri seluruh anggota Direksi, maupun secara langsung melalui forum CEO
Update yang dilakukan sesuai kebutuhan.
Gambar 12. Struktur Organisasi Unit Kerja Pengelola Sustainability di Telkom
SVP Group Sustainability &
Corporate Communication
VP Corporate
VP Sustainability
Communication
AVP Sustainability Strategy & Program
AVP Sustainability Execution & Monitoring
AVP Sustainability Branding & Reporting
Peran dan tanggung jawab SVP Group Sustainability • Menetapkan metode, parameter, dan evaluasi
& Corporate Communication dituangkan dalam formulatif pada aktivitas ESG serta berkoordinasi
Peraturan Perusahaan Nomor: PR.202.72/r.02/HK.250/ dengan Anak Perusahaan/mitra/agensi dalam
COP-A0200000/2024 tentang Organisasi Sub Departemen pelaksanaan program ESG.
Group Sustainability & Corporate Communication, dengan
aktivitas utama antara lain: Dalam melaksanakan tugasnya, SVP Group Sustainability &
• Memastikan ketersediaan kebijakan, tata kelola, dan Corporate Communication dibantu oleh VP Sustainability
mekanisme pengelolaan organisasi Departemen yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
Group Sustainability & Corporate Communication. • Memastikan efektivitas kolaborasi dengan unit kerja
• Memastikan ketersediaan rencana kerja jangka terkait untuk merancang dashboard yang terintegrasi
panjang dan tahunan, penganggaran, serta evaluasi untuk melakukan pengawasan terkait inisiatif ESG
kinerja untuk aktivitas fungsi Group Sustainability & • Memastikan penentuan framework terkait ESG yang
Corporate Communication. tepat, termasuk join operating model, dan memastikan
• Memastikan ketersediaan kerangka kerja ESG yang akuntabilitas masing-masing unit kerja di lingkungan
tepat. TelkomGroup
• Memastikan ketersediaan tujuan, target dan inisiatif • Memastikan penetapan tujuan, target, dan inisiatif
ESG. ESG di seluruh entitas termasuk berkolaborasi dengan
• Mengoordinasikan pelaksanaan inisiatif dan evaluasi. CFU/FU/DFU dan Anak Perusahaan.
• Memastikan pelaporan dan tata kelola keberlanjutan • Memastikan terlaksananya pengelolaan program ESG
melalui dashboard yang terintegrasi di lingkup di seluruh CFU/FU/DFU, termasuk Anak Perusahaan.
TelkomGroup.
44 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 47
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
• Memastikan terlaksananya proses pengawasan, evaluasi, dan pelaporan inisiatif ESG Direksi/Dewan Komisaris dan
pemangku kepentingan lainnya.
• Melaporkan kinerja ESG dan pelaporan keberlanjutan kepada pemangku kepentingan sesuai ketentuan regulasi, pasar
modal dalam/luar negeri dan standar pelaporan yang relevan.
• Memastikan terlaksananya pengelolaan program ESG dan akuntabilitas Organisasi Departemen Group Sustainability &
Corporate Communication.
• Memastikan pengelolaan branding dan komunikasi baik kepada pihak internal maupun eksternal atas pelaksanaan
program ESG.
• Memastikan ketersediaan kebijakan, tata kelola, mekanisme pengelolaan, dan pelaksanaan kegiatan untuk
meningkatkan komunikasi dan corporate branding terkait implementasi ESG.
Telkom mengadopsi pendekatan desentralisasi yang memungkinkan seluruh Anak Perusahaan untuk mengembangkan
dan melaksanakan inisiatif keberlanjutan secara mandiri namun tetap terkoordinasi sesuai arahan dari Unit Kerja
Pengelola Sustainability. Langkah transformasi TelkomGroup turut mendukung upaya memperkuat tata kelola, orkestrasi,
dan sinergi inisiatif keberlanjutan di TelkomGroup.
Kebijakan ESG
[GRI 2-23, 2-24]
Telkom telah menetapkan Peraturan Perusahaan Nomor: PD.704.00/r.00/HK290/DSC-M0200000/2025 tentang Tata
Kelola Sustainability TelkomGroup sebagai kebijakan payung ESG yang mencakup area fokus yang bersifat material,
termasuk aspek perubahan iklim. Kebijakan ini dapat diadopsi oleh Anak Perusahaan untuk memandu penerapan ESG
dalam bisnis masing-masing.
Kebijakan ini disusun untuk memandu penyelenggaraan aktivitas dan mekanisme pengelolaan ESG di lingkungan
TelkomGroup serta memastikan bahwa pengelolaan ESG terselenggara secara memadai dan proporsional sesuai dengan
perkembangan TelkomGroup, GCG, dan prinsip kehati-hatian serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan. Panduan umum yang tertuang dalam kebijakan ESG diintegrasikan ke dalam strategi, kebijakan operasional,
dan prosedur pengelolaan masing-masing aspek ESG.
Pelaksanaan atas tiga pilar utama keberlanjutan di TelkomGroup, yaitu Save Our Planet (lingkungan), Empower Our People
(sosial), dan Elevate Our Business (tata kelola), dipandu oleh prinsip-prinsip integrity, outcomes-focused, equity, risks and
opportunities, evidence-based dan maturity.
Penerapan ESG bertujuan untuk memfasilitasi keterlibatan pemangku kepentingan, memenuhi aspirasi dan harapan
pemangku kepentingan secara sistematis serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat untuk masa depan
perusahaan yang lebih baik. Langkah Telkom dalam mengelola ESG terdiri dari:
• Identifikasi risiko dan peluang ESG.
• Penilaian dan evaluasi dampak ESG.
• Penetapan target, strategi, dan program ESG.
• Pelaporan, pengungkapan, dan komunikasi informasi ESG.
Kebijakan terkait ESG lainnya yang mengatur pengelolaan topik material mencakup:
1. Peraturan terkait fungsi dewan direksi dan peran manajemen atas aspek ESG dan iklim
2. Kebijakan dan Framework Sistem Manajemen Risiko
3. Kebijakan Respectful Workplace
4. Kebijakan Penanggulangan Bencana
5. Peraturan Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Perusahaan
6. Tata Kelola Keamanan Informasi
7. Tata Kelola Pelindungan Data Pribadi
8. Kebijakan Pengadaan Berkelanjutan
Ringkasan kebijakan ESG Telkom tersedia pada laman kebijakan ESG.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 45
Page 48
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Kompetensi Keberlanjutan
[OJK E.2] [GRI 2-17]
Kesuksesan TelkomGroup dalam pelaksanaan strategi dan pencapaian target ESG membutuhkan kapabilitas internal
ESG yang memadai, terlebih dalam menghadapi perkembangan ESG yang kian dinamis dan membutuhkan kolaborasi
lintas-fungsi. Oleh karena itu, Telkom terus meningkatkan kapasitas Dewan Komisaris dan Direksi, serta unit kerja yang
mengelola ESG, melalui berbagai program pelatihan terkait ESG, pengelolaan risiko keberlanjutan dan perubahan iklim,
serta standar pengungkapan terbaru seperti IFRS S1 dan S2, serta PSPK 1 dan 2.
Unit Kerja Pengelola Corporate University (TCUC) bertanggung jawab atas penilaian kebutuhan skill dan pengembangan
rencana pelatihan baik bagi manajemen maupun karyawan. Selama 2025, kebutuhan pengembangan kompetensi
manajemen berfokus pada penguatan manajemen risiko, terlebih dalam menghadapi berbagai emerging risk yang
didorong oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kemajuan ekosistem digital. Selama tahun 2025, tujuh anggota
Direksi mendapatkan sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) for Board of Director (BoD) dan dua orang
anggota Direksi telah mengikuti pelatihan terkait cybersecurity dan AI. Informasi lengkap mengenai program pelatihan
untuk Dewan Komisaris dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan Telkom 2025.
Telkom mendorong karyawan untuk mengembangkan kompetensi di bidang keberlanjutan melalui berbagai pelatihan
dan sertifikasi. Pada tahun 2025, sebanyak tiga karyawan Telkom memperoleh sertifikasi Certified Sustainability
Reporting Specialist (CSRS), satu karyawan memperoleh sertifikasi Fundamental Sustainability Accounting (FSA) Level
1, dua karyawan memperoleh sertifikasi Sustainability Excellence, serta dua karyawan memperoleh sertifikasi Certified
Sustainable Development Specialist (CSDS). Sementara itu, komitmen dan strategi pengembangan kompetensi karyawan
dijelaskan lebih lanjut pada bagian Empower Our People.
Peningkatan Kompetensi terkait Keberlanjutan
Gambar 13. Peningkatan Kompetensi Keberlanjutan Tahun 2025
Roadmap & Training Dekarbonisasi Pelatihan Sustainability Reporting Standard
Pelatihan dilakukan pada 19-21 Februari 2025 yang Pelatihan dilakukan pada 21-22 Mei 2025 yang
bekerjasama dengan PT ESQ, dengan peserta bekerjasama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia,
seluruh karyawan Telkom dan Anak Perusahaan dengan peserta meliputi Unit Kerja pengelola
(TelkomGroup). Sustainability.
46 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 49
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Awareness ISO 14001:2015 (SML) dan ISO 45001:2018 Training Internal Auditor ISO 14001:2015 (SML) dan
(K3) ISO 45001:2018 (K3)
Pelatihan dilakukan pada 23 dan 26 Mei 2025 yang Pelatihan dilakukan pada 2-3 Juni 2025 yang
bekerjasama dengan PT British Standard Institution bekerjasama dengan PT British Standard Institution
(BSI), dengan peserta karyawan Telkom dan (BSI), dengan peserta karyawan Telkom dan
TelkomGroup. TelkomGroup.
Webinar Awareness ISO 14001:2015 Pelatihan Good Corporate Governance
Seminar dilakukan pada tanggal 21 Juli 2025 Pelatihan dilakukan pada 16-17 Desember 2025 yang
bekerjasama dengan PT Sucofindo Prima bekerjasama dengan Binus Center yang dihadiri oleh
Internasional Konsultan sebagai narasumber. Unit Kerja Pengelola Sustainability.
Peserta meliputi Unit Kerja Pengelola Sustainability,
Corporate Communication, dan Risk Management di
Telkom.
Budaya Keberlanjutan
[OJK F.1] [GRI 2-24]
TelkomGroup menumbuhkan budaya keberlanjutan melalui berbagai inisiatif, di antaranya penyampaian buletin GoZero%,
sosialisasi melalui kanal internal (portal, diarium, dsb) & eksternal (website, media sosial, dsb), serta roadshow strategi
dan program GoZero% ke regional. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan karyawan di
lingkungan TelkomGroup dalam penerapan prinsip keberlanjutan secara konsisten dalam aktivitas operasional hingga
pengambilan Keputusan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 47
Page 50
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Buletin GoZero%
Sebagai upaya membangun budaya keberlanjutan dan semangat GoZero% ke seluruh insan TelkomGroup, Unit
Kerja Pengelola Sustainability menerbitkan Buletin GoZero% setiap kuartal. Buletin dipublikasikan melalui website
Sustainability Telkom dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Buletin GoZero%
mengomunikasikan rencana dan pencapaian GoZero%, edukasi, serta inisiatif ESG Telkom dan Anak Perusahaan,
yang hingga saat ini telah terbit sebanyak lima edisi. Direktur Utama turut berperan aktif dalam pengembangan
budaya keberlanjutan TelkomGroup, termasuk melalui supervisi atas penerbitan Buletin GoZero%.
Gambar 14. Buletin GoZero% Edisi Tahun 2025
GoZero% Roadshow
Gambar 15. Kinerja Program GoZero% Roadshow
GoZero% goes to Medan: Roaring for Change
plogging partisipan
3Km+ sampah 150+ plogging
48 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 51
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
GoZero% goes to Borneo: Hutan Dimulai dari Satu Pohon, Perubahan Dimulai dari kita
bibit partisipan
5000 mangrove 150+ penanaman
GoZero% goes to Bandung: Manage Waste Manifest Change
ton partisipan
1.5+ sampah 150+ clean up
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 49
Page 52
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
GoZero% goes to Makassar: Revivce the Sea, Renew Our Planet
ton partisipan
1.4+ sampah 200+ clean up
GoZero% goes to Yogyakarta: Menanam Harapan, Mengakar untuk Masa Depan
partisipan
500 pohon 75 planting
Keterlibatan seluruh karyawan TelkomGroup dalam mendukung program GoZero% merupakan langkah esensial dalam
memastikan prinsip keberlanjutan menjadi bagian dari budaya perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Telkom berusaha
untuk melakukan sosialisasi program GoZero% ke berbagai wilayah operasional Telkom melalui program GoZero%
roadshow. Kegiatan ini termanifestasi melalui beberapa acara substansial seperti edukasi pilar-pilar ESG di Telkom, daur
ulang limbah, kegiatan clean up, festival inovasi, hingga penanaman pohon. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Usaha
Mikro dan Kecil (UMK) serta pemerintah di sekitar wilayah operasional Telkom. Rincian dari kegiatan GoZero% roadshow
dapat dilihat selengkapnya pada buletin ESG Telkom.
50 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 53
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Pelibatan Pemangku Kepentingan
[OJK E.4] [GRI 2-29]
Pemangku kepentingan Telkom turut membentuk strategi keberlanjutan dan bisnis TelkomGroup. Telkom senantiasa
membangun komunikasi yang aktif dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal, menjaga hubungan yang
saling menguntungkan, dan mendengarkan pandangan serta harapan mereka melalui berbagai saluran.
Tabel 5. Pelibatan Pemangku Kepentingan
Pemangku
Metode Pelibatan Topik dan Perhatian Utama
Kepentingan
Pemegang Saham • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) • Capaian KPI operasional maupun keuangan
dan Investor Tahunan, RUPS Luar Biasa, dan penjelasan • Pengembangan usaha
kinerja per kuartal • Strategi dan target ESG TelkomGroup
• Konferensi investor dan/atau Non-Deal • Risiko perubahan iklim dan Rencana Transisi Iklim
Roadshow • Penyelarasan identifikasi risiko dengan strategi TJSL
• Dampak kejadian banjir Sumatera
• Keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan
• Penguatan kolaborasi dan pelibatan karyawan
• Pengembangan talenta
• Inklusivitas digital dan pengembangan masyarakat
• Kepatuhan dan etika bisnis
Karyawan • Rapat berkala dengan manajemen • Jenjang karier
• Serikat Karyawan (Sekar) Telkom • Kejelasan hak dan kewajiban
• Pelatihan • Remunerasi dan tunjangan lainnya
• Pusat pengaduan karyawan • Peningkatan kompetensi
Pelanggan • Survei kepuasan pelanggan • Koneksi dan cakupan jaringan
• Pusat pengaduan pelanggan • Pelayanan yang prima
• Kemudahan penyelesaian keluhan
• Keamanan dan kerahasiaan data
Pemerintah • Pertemuan bipartit • Kepatuhan hukum dan pelaporan
• Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan • Praktik etika bisnis
Perwakilan Rakyat (DPR) dan kunjungan kerja • Keamanan siber
Mitra Kerja • Pertemuan pada saat proses pengadaan, • Proses pengadaan yang adil dan transparan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan, forum/ • Proses seleksi dan evaluasi yang objektif
gathering pemasok, survei kepuasan pemasok, • Pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi standar
uji kelayakan SMAP bagi pemasok kesehatan dan keselamatan kerja
• Kepatuhan hukum dan etika bisnis
Masyarakat • Musyawarah dalam perencanaan kegiatan • Hubungan yang harmonis
pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan • Kontribusi positif terhadap kehidupan ekonomi dan
kegiatan serta pengawasan atas realisasi sosial
program • Partisipasi dalam program-program lainnya termasuk
kegiatan pelestarian lingkungan
Media • Press release • Akurasi objek pemberitaan
• Media gathering • Informasi terkini
• Press conference, serta press briefing • Transparansi kondisi operasional, finansial, dan
nonfinansial
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 51
Page 54
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Penilaian Materialitas
[GRI 2-14, 3-1, 3-2]
Pada tahun 2025, Unit Kerja Pengelola Sustainability melakukan peninjauan kembali terhadap topik material yang
digunakan dalam pelaporan tahun 2024 dan menyimpulkan bahwa topik-topik tersebut masih relevan. Hasil peninjauan
tersebut disampaikan kepada Dewan Direksi melalui mekanisme forum koordinasi formal secara berjenjang, yaitu dalam
Rapat Operasional di tingkat Departemen atau Rapat Direktorat di tingkat Direktorat, serta dieskalasi pada Rapat Direksi.
Sebelumnya, pada tahun 2024 Perseroan memperbarui penetapan topik material bersama konsultan independen dengan
mengacu pada standar GRI 2021 serta menerapkan prinsip double materiality. Melalui pendekatan ini, Perseroan menilai
dampak aktual dan potensial terhadap lingkungan dan masyarakat sekaligus mengevaluasi pengaruh isu keberlanjutan
terhadap kinerja dan posisi keuangan. Dalam proses penetapannya, Perseroan mempertimbangkan perspektif manajemen
internal serta masukan dari pemangku kepentingan eksternal.
Tabel 6. Proses Penilaian Materialitas
Langkah penilaian
Praktik di Telkom
materialitas sesuai GRI
1. Memahami konteks Melakukan tinjauan ulang untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konteks
organisasi ESG di TelkomGroup terkait dengan komponen berikut:
• Rantai nilai, aktivitas dan strategi bisnis Telkom dan Anak Perusahaan.
• Standar keberlanjutan yang relevan, yaitu standar pengungkapan (GRI, SASB, UN SDGs, IFRS S1
dan S2, dan PSPK 1 dan 2) dan kriteria penilaian ESG (MSCI, Sustainalytics, S&P, CDP).
• Umpan balik dari pemangku kepentingan, di antaranya hasil penilaian ESG oleh Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), lembaga pemeringkat (rating), serta masukan
dari para investor.
• Tren dan praktik ESG di industri telekomunikasi.
2. Identifikasi dampak Memetakan isu-isu ESG yang relevan dengan operasional TelkomGroup berdasarkan riset literatur
dan pelibatan divisi internal Telkom yang dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD).
3. Penilaian signifikansi • Melibatkan pemangku kepentingan untuk memahami dampak operasional TelkomGroup beserta
dampak signifikansinya, yang didasarkan pada tingkat dampak (severity) dan kemungkinan terjadinya
(likelihood).
• Workshop dengan unit kerja di TelkomGroup yang bertanggung jawab atas pengelolaan topik
material ESG 2025. Proses ini difasilitasi oleh konsultan independen.
• Wawancara dengan pemangku kepentingan eksternal, seperti regulator, investor, dan lembaga
rating. Proses ini difasilitasi oleh Unit Investor Relation dan Sub Departemen Sustainability
Telkom.
4. Prioritisasi dampak untuk Melakukan prioritisasi dampak dengan menggunakan kriteria internal berdasarkan hasil tinjauan
pelaporan ulang konteks organisasi dan pelibatan pemangku kepentingan oleh Unit Kerja Pengelola
Sustainability Telkom. Hasil prioritisasi tersebut kemudian disampaikan kepada Direktur Utama/
direksi untuk mendapatkan persetujuan.
Kategori prioritas:
• Prioritas adalah isu dengan dampak paling signifikan terhadap kinerja perusahaan dan/
atau kepentingan pemangku kepentingan saat ini maupun dalam jangka pendek, sehingga
memerlukan perhatian dan pengelolaan strategis segera.
• Kepentingan saat ini adalah isu yang tetap relevan terhadap operasional dan pemangku
kepentingan perusahaan, dengan dampak yang relatif stabil, serta penting untuk menjaga
ketahanan jangka panjang dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, sehingga
memerlukan pengelolaan dan pemantauan berkelanjutan
• Pengawasan dan Pengendalian adalah isu dengan tingkat dampak relatif rendah saat ini,
namun tetap perlu dipantau dan dikelola guna mengantisipasi potensi peningkatan dampak di
masa mendatang
52 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 55
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Gambar 16. Matriks Materialitas
Dampak ke Telkom
Pengawasan dan Pengendalian Kepentingan saat ini Prioritas
Keberagaman, Kesetaraan, Pengalaman Pelanggan
dan Inklusi Kepatuhan Regulasi
Prioritas
Kesehatan dan Keselamatan Praktik Bisnis Beretika
Karyawan Keamanan Siber dan
Kepentingan Stakeholder
Inklusivitas Digital dan Pelindungan Data
Pelibatan Komunitas
Perubahan Iklim dan
Kepentingan
Manajemen Energi
saat ini
Manajemen Sumber Daya
Pengendalian
Pengawasan
dan
Lingkungan Sosial Tata kelola
Tabel 7. Daftar Topik Material
Dampak ke Standar
Topik Dampak ke SASB yang Penyelarasan
Pilar masyarakat dan GRI yang
Material Telkom relevan dengan TPB*
lingkungan relevan
Save Our Perubahan Aktivitas operasional Eksposur terhadap GRI 102-1 TC-SI-130a.1 TPB 7.2.1.(a)
Planet Iklim dan perusahaan, khususnya volatilitas harga, GRI 102-2 TC-TL-130a.1 TPB 7.3.1
Manajemen pengoperasian jaringan regulasi iklim yang GRI 102-3 TC-IM-130a.1 TPB 13.2.2.(a)
Energi dan data center, semakin ketat, GRI 102-4 TC- SI-130a.3
membutuhkan energi serta kerusakan GRI 102-5 TC-IM-130a.3
yang tinggi, sehingga aset fisik akibat GRI 102-6
berkontribusi pada perubahan iklim GRI 102-7
jejak karbon yang dapat dapat berdampak GRI 102-8
memperburuk perubahan pada resiliensi GRI 302-1
iklim operasional GRI 302-3
GRI 302-4
GRI 305-1
GRI 305-2
GRI 305-3
GRI 305-4
GRI 305-5
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 53
Page 56
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Dampak ke Standar
Topik Dampak ke SASB yang Penyelarasan
Pilar masyarakat dan GRI yang
Material Telkom relevan dengan TPB*
lingkungan relevan
Manajemen Pengelolaan limbah, Pengetatan regulasi GRI 306-3 TC-TL-440a.1 TPB 11.6.1.(b)
Sumber Daya termasuk e-waste, pengelolaan TPB 12.4.2
yang tidak memadai limbah, termasuk TPB 12.5.1.(a)
dapat menimbulkan e-waste, berpotensi
pencemaran lingkungan meningkatkan biaya
dan risiko kesehatan kepatuhan. Namun,
masyarakat akibat penerapan prinsip
kandungan bahan sirkularitas dapat
berbahaya, sehingga mendorong efisiensi
perlu dikelola secara biaya dan membuka
bertanggung jawab peluang insentif
ekonomi
Empower Keberagaman, Keberagaman talenta Talenta yang GRI 401-1 TC-SI-330a.1 TPB 5.5.2
Our Kesetaraan, meningkatkan beragam dapat GRI 401-2 TC-SI-330a.3 TPB 16.10.1.(c)
People dan Inklusi kesempatan yang memperkuat GRI 401-3 TC-IM-330a.1
setara dan memperkuat kapabilitas GRI 404-1 TC-IM-330a.3
inklusi di tempat kerja, perusahaan untuk GRI 404-2
sehingga mendorong mencapai target GRI 404-3
partisipasi ekonomi yang perusahaan GRI 405-1
lebih luas dan merata dan mendorong GRI 405-2
serta meningkatkan penciptaan nilai GRI 406-1
keterwakilan kelompok jangka panjang
minoritas, khususnya di
sektor teknologi
Kesehatan dan Penciptaan lingkungan Lingkungan kerja GRI 403-1 TC-SI-330a.2 TPB 8.8.1.(a)
Keselamatan kerja yang aman dan yang aman dan GRI 403-2 TC-IM-330a.2
Karyawan sehat berkontribusi kondusif, melalui GRI 403-3
langsung terhadap pengelolaan GRI 403-4
perlindungan hak kesehatan, GRI 403-5
dasar karyawan, keselamatan, GRI 403-6
pencegahan cedera keamanan, dan GRI 403-7
dan penyakit akibat kesejahteraan GRI 403-8
kerja, serta peningkatan karyawan yang GRI 403-9
kesejahteraan tenaga efektif, menjadi GRI 403-10
kerja fondasi penting
untuk menjaga
produktivitas
dan mendukung
keberlangsungan
operasional
Pengalaman Penyediaan produk dan Perkembangan GRI 416-1 TC-SI-550a.1 TPB 17.6.1.(a)
Pelanggan layanan yang andal, kebutuhan dan GRI 416-2 TC-TL-550a.1 TPB 17.8.1
relevan, dan responsif ekspektasi
terhadap kebutuhan pelanggan
pelanggan di era digital di era digital
berkontribusi pada membuka peluang
peningkatan pengalaman pengembangan
pelanggan, kemudahan produk dan layanan
akses informasi yang inovatif
dan layanan, serta
produktivitas masyarakat
54 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 57
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Dampak ke Standar
Topik Dampak ke SASB yang Penyelarasan
Pilar masyarakat dan GRI yang
Material Telkom relevan dengan TPB*
lingkungan relevan
Inklusivitas Perluasan akses Perluasan GRI 413-1 - TPB 4.4.1.(a)
Digital dan konektivitas yang konektivitas TPB 8.3.1.(a)
Pelibatan terjangkau dan yang inklusif TPB 9.c.1
Komunitas inklusif, khususnya membuka peluang
bagi masyarakat di ekspansi pasar
wilayah terpencil dan dan pertumbuhan
kelompok rentan, pelanggan baru,
berkontribusi pada memperkuat
pemerataan kesempatan posisi kompetitif
ekonomi, peningkatan perusahaan,
literasi digital, serta serta mendukung
pemberdayaan pemenuhan
komunitas untuk kewajiban regulasi
berpartisipasi aktif terkait pemerataan
dalam ekonomi dan akses
kehidupan sosial
berbasis digital
Elevate Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kepatuhan GRI 206-1 TC-SI-520a.1 TPB 16.5.2
Our Regulasi regulasi mencerminkan terhadap regulasi GRI 417-1 TC-TL-520a.1 TPB 16.10.2.(b)
Business komitmen perusahaan merupakan GRI 417-2 TC-TL-520a.2
dalam melindungi prasyarat GRI 417-3 TC-IM-520a.1
kepentingan publik, keberlangsungan
menjaga standar operasional bisnis;
lingkungan dan sosial, ketidakpatuhan
serta meminimalkan dapat menimbulkan
dampak negatif terhadap sanksi finansial,
masyarakat dan pembatasan
pemangku kepentingan kegiatan usaha,
serta risiko reputasi
yang berdampak
pada kinerja dan
nilai perusahaan
Praktik Bisnis Praktik bisnis yang Pelanggaran GRI 205-1 - TPB 16.5.2
Beretika tidak etis, termasuk etika bisnis dapat GRI 205-2 TPB 16.10.1.(b)
korupsi dan penyuapan, menimbulkan GRI 205-3
dapat merusak sanksi hukum,
kepercayaan publik, denda yang
menciptakan distorsi signifikan, serta
persaingan usaha, serta kerusakan reputasi
menimbulkan dampak yang berdampak
sosial dan ekonomi yang langsung pada
merugikan masyarakat kinerja dan nilai
perusahaan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 55
Page 58
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Dampak ke Standar
Topik Dampak ke SASB yang Penyelarasan
Pilar masyarakat dan GRI yang
Material Telkom relevan dengan TPB*
lingkungan relevan
Keamanan Kegagalan dalam Keamanan siber GRI 418-1 TC-SI-220a.1 TPB 16.10.2.(b)
Siber dan menjaga keamanan siber dan pelindungan TC-SI-220a.2
Pelindungan dan pelindungan data data merupakan TC-SI-220a.3
Data dapat mengakibatkan faktor krusial bagi TC-SI-220a.4
pelanggaran privasi, keberlangsungan TC-SI-230a.1
penyalahgunaan industri TC-SI-230a.2
informasi pribadi, telekomunikasi; TC-TL-220a.1
serta gangguan insiden siber dapat TC-TL-220a.2
layanan komunikasi mengganggu TC-TL-220a.3
yang berdampak pada operasional, TC-TL-220a.4
individu, pelaku usaha, memicu kebocoran TC-TL-230a.1
dan stabilitas sosial. data pribadi, TC-TL-230a.2
menimbulkan TC-IM-220a.1
sanksi regulasi, TC-IM-220a.2
serta menurunkan TC-IM-220a.3
kepercayaan TC-IM-220a.4
pelanggan yang TC-IM-220a.6
berdampak TC-IM-230a.1
langsung pada TC-IM-230a.2
pendapatan dan
nilai perusahaan
* Penyelarasan dilakukan terhadap indikator TPB yang dipetakan dan dipantau oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dengan mengacu pada ruang lingkup
topik material, inisiatif, dan target keberlanjutan Perseroan.
Manajemen Risiko dan Peluang Keberlanjutan
[OJK E.3, E.5]
Manajemen risiko di Telkom mengacu pada ISO 31000:2018 Risk Management - Principles and Guidelines. Kerangka kerja ini
memandu proses identifikasi dan pengelolaan risiko keberlanjutan di Telkom yang telah diinisiasi sejak tahun 2023. Pada
tahun 2025, Telkom melakukan peninjauan ulang atas risiko dan peluang keberlanjutan dengan mencakup sektor bisnis
Anak Perusahaan yang dipandang strategis. Pembaruan ini dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko eksisting
serta standar Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk mengidentifikasi risiko dan peluang keberlanjutan
yang relevan sesuai karakteristik industri Anak Perusahaan, serta selaras dengan konsep ISSB di tingkat grup.
Gambar 17. Proses Peninjauan Kembali Risiko dan Peluang Keberlanjutan TekomGroup
1 2 3 4
Memetakan Mengidentifikasi Meninjau risiko dan peluang Mengintegrasikan risiko
Telkom dan Anak risiko dan peluang keberlanjutan baru yang relevan dan peluang keberlanjutan
Perusahaan ke keberlanjutan dengan TelkomGroup dengan baru ke dalam risk
standar SASB berdasarkan topik mempertimbangkan profil risiko register internal Telkom
yang relevan pengungkapan SASB – berkoordinasi dengan Unit Kerja dan dikelola mengikuti
yang relevan Pengelola Risk Management kerangka enterprise risk
management
56 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 59
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Peninjauan ulang ini dilakukan oleh Unit Kerja Pengelola Sustainability Telkom yang berkoordinasi dengan Unit Kerja
Pengelola Risk Management. Proses ini menghasilkan daftar risiko dan peluang keberlanjutan yang berpotensi berdampak
pada keuangan TelkomGroup, beserta estimasi jangka waktu dampaknya. Daftar risiko dan peluang keberlanjutan ini akan
ditinjau secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan dan transformasi bisnis TelkomGroup.
Untuk memastikan manajemen risiko berjalan efektif, Dewan Komisaris dan Direksi Telkom melakukan pengelolaan, telaah
dan peninjauan berkala atas penerapan manajemen risiko, termasuk aspek keuangan berkelanjutan, guna mendukung
pencapaian tujuan dan keberlanjutan Perseroan.
Risiko dan peluang yang telah diidentifikasi mencerminkan tantangan dan prospek bagi TelkomGroup dalam menjalankan
operasi berkelanjutan. Karenanya, TelkomGroup telah mengambil berbagai langkah untuk mengelola risiko dan peluang
yang tercermin dari program dan inisiatif pada setiap topik material Telkom yang secara lengkap dibahas pada masing-
masing bagian. Selain itu, Telkom juga telah menjalankan upaya mitigasi risiko strategis sebagai bagian dari Enterprise
Risk Management (ERM) yang pembahasannya tersedia pada Laporan Tahunan Telkom 2025. Adapun sistem ERM Telkom
sendiri telah dikembangkan dan dapat diakses pada ermonline.telkom.co.id.
Tabel 8. Risiko dan Peluang Keberlanjutan Telkom
Perubahan Iklim dan Manajemen Energi*
[R] Kerusakan aset dan disrupsi layanan yang disebabkan oleh meningkatnya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan kenaikan suhu
akibat perubahan iklim
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam pengelolaan risiko akibat cuaca ekstrem—sebagaimana disajikan pada bagian
pengelolaan Save Our Planet, khususnya sub bagian Resiliensi Operasional terhadap Perubahan Iklim yang mencakup
pemetaan alat produksi dan aset di kawasan rawan, relokasi ke area yang lebih aman, pengembangan dan
modernisasi perangkat tahan bencana, penyediaan jaringan cadangan (backup) di wilayah berisiko, serta
penguatan proteksi melalui asuransi aset.
[R] Peningkatan volatilitas harga energi dan perubahan regulasi terkait iklim, seiring dengan sifat bisnis telekomunikasi yang
intensif energi, berpotensi meningkatkan biaya operasional
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam memitigasi risiko peningkatan biaya operasional akibat volatilitas harga energi dan
pengelolaan perubahan regulasi iklim disajikan pada bagian Save Our Planet, khususnya Transisi Rendah Karbon, yang
mencakup penguatan praktik manajemen energi serta penyusunan jalur transisi iklim untuk menurunkan
emisi GRK TelkomGroup.
[O] Pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi hemat energi berpotensi mengurangi emisi serta mengoptimalkan biaya
operasional
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengoptimalkan peluang energi terbarukan disajikan pada bagian Save Our Planet,
pengelolaan khususnya subbagian Transisi Rendah Karbon yang merincikan terkait inisiatif penghematan energi dan
modernisasi perangkat.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 57
Page 60
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Manajemen Sumber Daya
[R] Regulasi pengelolaan limbah (e.g., e-waste) yang semakin ketat akibat meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan dapat
berdampak pada pengawasan dan pengenaan sanksi yang lebih tegas
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam pengelolaan limbah disajikan pada bagian Save Our Planet, khususnya manajemen
pengelolaan limbah, yang meliputi pelaksanaan monitoring dan audit limbah.
[O] Optimalisasi pengelolaan limbah elektronik melalui perluasan praktik pemulihan dan pemanfaatan kembali aset pada akhir masa
pakainya berpotensi menghasilkan insentif finansial serta menurunkan biaya operasional melalui pengurangan biaya pengadaan dan
peningkatan nilai residu aset
Jangka waktu Jangka panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam pengelolaan limbah elektronik disajikan pada bagian Save Our Planet, khususnya
pengelolaan manajemen limbah, yang meliputi pelaksanaan program 3R pada SIM card dan limbah elektronik lain.
[R] Ketergantungan pada pasokan air yang untuk pusat data meningkatkan risiko gangguan operasional dan volatilitas biaya, yang
berdampak pada keandalan layanan
Jangka waktu Jangka panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam pasokan air disajikan pada bagian Save Our Planet, khususnya pada subbagian
pengelolaan Transisi Rendah Karbon. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan riset, pengembangan, serta kemitraan untuk
green data center.
[O] Penerapan teknologi dan pengelolaan air yang lebih efisien dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan biaya
operasional, serta meningkatkan ketahanan operasional
Jangka waktu Jangka panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam pengelolaan air disajikan pada bagian Save Our Planet, khususnya subbagian Transisi
pengelolaan Rendah Karbon dan Pengelolaan Air, yang meliputi pengembangan green data center dan green building
termasuk pemanfaatan Sewage Treatment Plant untuk mendukung daur ulang dan efisiensi penggunaan air.
Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
[R] Tidak terpenuhinya kebutuhan keberagaman talenta sesuai kebutuhan bisnis akibat pasar tenaga kerja yang kompetitif dapat
berdampak pada pemenuhan target perusahaan
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola risiko keberagaman talenta disajikan pada bagian Empower Our People,
pengelolaan khususnya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, yang meliputi rekrutmen kelompok difabel, penciptaan
lingkungan yang inklusif untuk mempertahankan talenta perempuan.
[O] Perekrutan dan pengembangan talenta yang beragam secara proaktif dapat memperkuat kapabilitas Telkom dan mendorong
penciptaan nilai jangka panjang
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola peluang perekrutan dan pengembangan talenta disajikan pada bagian
pengelolaan Empower Our People, khususnya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
58 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 61
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Kesehatan dan Keselamatan Karyawan
[R] Ketidakmampuan menjamin kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan karyawan
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola risiko kesehatan, keselamatan serta kesejahteraan karyawan disajikan
pengelolaan pada bagian Empower Our People, khususnya kesehatan dan keselamatan karyawan, yang meliputi
implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karyawan (SMK3) dan penyelenggaraan
berbagai inisiatif untuk mendukung kesejahteraan karyawan sesuai dengan Telkom Well-Being Wheel.
Pengalaman Pelanggan
[R] Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan terkait produk dan layanan
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola risiko pemenuhan ekspektasi pelanggan disajikan pada bagian Empower
pengelolaan Our People, khususnya pengalaman pelanggan, yang meliputi penyediaan berbagai saluran keluhan
pelanggan hingga layanan yang inklusif bagi kelompok difabel.
[O] Peluang pengembangan produk dan layanan yang inovatif seiring dengan berkembangnya kebutuhan pelanggan di era digital
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengoptimalkan peluang pengembangan produk disajikan pada bagian Empower
pengelolaan Our People, khususnya pengalaman pelanggan, yang meliputi inovasi pengembangan produk dengan
memanfaatkan teknologi AI secara bertanggungjawab.
Inklusivitas Digital dan Pelibatan Komunitas
[O] Peningkatan brand image dan reputasi perusahaan akibat kinerja program tanggung jawab sosial
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengoptimalkan peluang reputasi dari kinerja program TJSL disajikan pada
pengelolaan bagian Empower Our People, khususnya pemberdayaan masyarakat, yang meliputi penyediaan jaringan
komunikasi yang menjangkau seluruh Indonesia serta berbagai program pelibatan komunitas yang
memanfaatkan kapabilitas digital Telkom.
Kepatuhan Regulasi
[R] Perubahan regulasi dan ketentuan pelaporan yang semakin ketat akibat meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan terkait
keberlanjutan dapat berdampak pada peningkatan biaya operasional
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola risiko perubahan regulasi disajikan pada bagian Elevate Our Business,
pengelolaan khususnya kepatuhan regulasi, yang meliputi penerapan pendekatan sistematis dalam identifikasi
ketentuan regulasi baru juga melakukan legal review atas aksi korporasi maupun kemitraan dengan pihak
ketiga.
[O] Peningkatan kredibilitas dan reputasi perusahaan yang didorong oleh kinerja kepatuhan
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi Langkah Telkom dalam mengoptimalkan peluang reputasi dari kepatuhan disajikan pada bagian Elevate
Our Business, khususnya kepatuhan regulasi, yang meliputi peningkatan kapasitas tim internal agar dapat
menjalankan fungsinya secara optimal.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 59
Page 62
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Praktik Bisnis Beretika
[R] Korupsi dan benturan kepentingan khususnya berkaitan dengan kerjasama dengan pihak ketiga
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola risiko korupsi dan benturan kepentingan disajikan pada bagian Elevate
pengelolaan Our Business, khususnya praktik bisnis beretika, yang meliputi penerapan SNI ISO 37001: 2016 Sistem
Manajemen Antikorupsi (SMAP), sosialisasi serta pelatihan rutin sebagai upaya internalisasi membangun
budaya antikorupsi.
Keamanan Siber Dan Pelindungan Data
[R] Insiden siber yang dapat mengganggu operasional bisnis dan/atau berdampak pada kebocoran data pribadi dan penurunan
kepercayaan pelanggan [SASB TC-SI-550a.2]
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengelola risiko insiden siber disajikan pada bagian Elevate Our Business,
pengelolaan khususnya keamanan siber dan pelindungan data, yang meliputi penetapan kebijakan tata kelola
pelindungan data pribadi dan tata kelola informasi hingga peningkatan kesadaran karyawan.
[O] Peluang bisnis untuk menyediakan layanan digital yang aman di tengah ancaman keamanan siber dapat meningkatkan posisi
Telkom sebagai pilihan utama pelanggan
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang
Aksi mitigasi/ Langkah Telkom dalam mengoptimalkan peluang bisnis akan layanan digital yang aman disajikan pada
pengelolaan bagian Elevate Our Business, khususnya keamanan siber dan pelindungan data, yang meliputi investasi
pada infrastruktur informasi teknologi (IT) yang dapat menjamin keamanan layanan pelanggan.
* Risiko dan peluang terkait iklim secara komprehensif telah diidentifikasi menggunakan rekomendasi kerangka kerja TCFD dan IFRS S2, dan disajikan pada bagian Save Our Planet
** [R] risiko, [O] peluang
*** Jangka pendek didefinisikan sebagai 5 tahun mendatang, jangka menengah = 5 sampai 15 tahun, dan jangka panjang = 15+ tahun
Risiko atau peluang baru maupun yang mengalami perubahan
Strategi Keberlanjutan
[OJK A.1, E-5] [GRI 2-22]
Telkom memastikan bahwa arah strategi bisnis perusahaan selaras dengan prinsip keberlanjutan untuk mendukung
penciptaan nilai jangka panjang melalui penyediaan solusi dan layanan inovatif yang memberikan dampak positif bagi
masyarakat dan lingkungan. Telkom mengusung tagline GoZero% sebagai representasi komitmen perusahaan terhadap
pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab sesuai prinsip ESG, dengan target keberlanjutan di tahun 2030 untuk
memberikan dampak jangka panjang yang terukur bagi berbagai pemangku kepentingan. Sejalan dengan komitmen
tersebut, pada tahun 2025 kami melakukan peninjauan kembali dan penajaman atas target keberlanjutan TelkomGroup
2030, yang menghasilkan penyesuaian metrik dari pengalihan limbah kantor menjadi reduksi total timbulan limbah. Kami
memandang perubahan ini mencerminkan penguatan aksi korporasi yang lebih preventif dalam pengelolaan lingkungan,
sejalan dengan praktik terbaik global serta ekspektasi pemangku kepentingan yang semakin menitikberatkan pada upaya
waste prevention.
60 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 63
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Gambar 18. Strategi Keberlanjutan TelkomGroup
GoZero%: Sustainability Action by Telkom Indonesia
Telkom Indonesia memimpin inovasi untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan. Solusi dan layanan kami dirancang
untuk menciptakan dampak social dan lingkungan yang positif, sekaligus memastikan penciptaan nilai jangka panjang
serta memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan
Target Keberlanjutan TelkomGroup 2030
Gambar 19. Target Kerberlanjutan TelkomGorup 2030
Save Our Planet Empower Our People Elevate Our Business
Perubahan iklim dan Keberagaman, kesetaraan, dan Kepatuhan regulasi
manajemen energi inklusi • 100% tingkat kepatuhan terhadap
• 20% penurunan emisi GRK • 32% karyawan perempuan regulasi yang berlaku tanpa adanya
TelkomGroup cakupan • 27% perwakilan karyawan kasus besar yang terbukti setiap
1 dan 2 dibandingkan perempuan pada level manajerial tahunnya
dengan base year 2023 • 1,5% karyawan difabel
• 25% talenta digital Praktik bisnis beretika
Manajemen sumber daya • 100% karyawan menandatangani pakta
• Minimum 70% limbah kabel integritas
Kesehatan dan keselamatan
fiber optic dialihkan dari • 100% Telkom dan 13 Anak Perusahaan
karyawan
pembuangan akhir yang dimiliki secara langsung
• Memastikan 0 kasus kematian
• Minimum 70% reduksi total tersertifikasi SNI ISO 37001 :2016 Sistem
akibat kecelakaan kerja setiap
timbulan limbah Manajemen Anti Penyuapan
tahunnya
• 100% aduan melalui WBS (Whistleblowing
• 80 skor indeks pelibatan
System) yang memenuhi syarat
karyawan
ditindaklanjuti setiap tahunnya
Pengalaman pelanggan • 100% aduan terkait pelanggaran hak
• Mencapai skor NPS pada kategori asasi manusia ditindaklanjuti setiap
Excellent dengan skor diatas 62 tahunnya
poin
Keamanan siber dan pelindungan data
Inklusivitas digital dan pelibatan • Memastikan 0 kasus kebocoran data
komunitas kritikal setiap tahunnya
• 10% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) • 100% tingkat kelulusan karyawan dalam
yang didukung oleh Telkom untuk pelatihan awareness keamanan siber
naik kelas setiap tahunnya
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 61
Page 64
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Sinergi Keberlanjutan TelkomGroup
Keragaman bisnis TelkomGroup dapat menghasilkan dampak dan perspektif yang berbeda dalam penentuan fokus dan
strategi keberlanjutan. TelkomGroup menerapkan pendekatan desentralisasi dalam pengelolaan keberlanjutan, di mana
setiap Anak Perusahaan memiliki mandat dan akuntabilitas untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke
dalam strategi bisnis dan operasional masing-masing, didukung oleh kerangka tata kelola yang sesuai di tingkat entitas.
Sejalan dengan itu, Telkom memastikan adanya keselarasan arah strategi keberlanjutan melalui penetapan KPI ESG
sebagai panduan seluruh grup dalam merumuskan dan mengeksekusi agenda keberlanjutan yang mendukung ambisi
GoZero%. Untuk menjaga konsistensi implementasi dan memperkuat kolaborasi lintas perusahaan, TelkomGroup juga
menyelenggarakan forum koordinasi keberlanjutan yang diselenggarakan minimal setiap kuartal dengan mempertemukan
Anak Perusahaan untuk membahas perkembangan, menyelaraskan prioritas, dan berbagi informasi mengenai praktik
terbaik.
Gambar 20. Sustainability Summit Telkom Group Q4 2025
Gambar 21. Kerangka ESG Telkomsel
62 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 65
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
Gambar 22. Kerangka ESG Telin
Gambar 23. Kerangka ESG Mitratel
ESG Pillar Material Topic
Energy Management
Right Environment Approach
Material Sourcing & Efficiency
Business Partner & Customer
Community & Employee Engagement
Right Communication
Government
People
Compliance
Business Ethics
Right Governance
Data Privacy & Security
Asset & Data Information
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 63
Page 66
02 Keberlanjutan di Telkom Perjalanan
Keberlanjutan di Telkom
Tata Kelola
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku
Kepentingan
Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan
[GRI 2-22]
Telkom telah menetapkan tujuh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sebagai prioritas utama, di mana TelkomGroup
dapat memberikan dampak yang paling signifikan bagi lingkungan serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
TPB prioritas ini sejalan dengan topik material serta komitmen kami. Telkom secara aktif menjalin kolaborasi dengan
pemangku kepentingan lain dalam menjalankan inisiatif keberlanjutan yang mencerminkan implementasi dari 17 TPB.
Selain itu, melalui program TJSL, Telkom secara konsisten memberikan kontribusi lebih luas ke pencapaian TPB di
Indonesia. Informasi terkait pelaksanaan program TJSL secara lengkap disajikan dalam bagian Save Our Planet untuk
program lingkungan dan Empower Our People untuk program sosial, serta Laporan Tahunan Telkom 2025.
Tabel 9. Dukungan TelkomGroup terhadap TPB Prioritas
TPB Deskripsi Komitmen TelkomGroup Inisiatif*
TPB 4 Menjamin Kualitas TelkomGroup menjadi penggerak • Program pengembangan talenta, people
Pendidikan yang Inklusif dan pemerataan dan peningkatan development plan, dan pemberian beasiswa
Merata serta Meningkatkan kualitas digitalisasi di sektor untuk mendorong long-term learning karyawan
Kesempatan Belajar pendidikan, serta berperan aktif (Hlm. 125)
Sepanjang Hayat untuk dalam mengembangkan talenta • Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan
Semua digital unggulan secara terpadu melalui progam penyediaan
akses aplikasi pembelajaran, internet dan
komputer ke sekolah dan pelatihan digital yang
menyasar siswa, guru, kelompok penyandang
disabilitas serta dalam rangka pemberdayaan
perempuan (Hlm. 151-154)
TPB 5 Mencapai Kesetaraan Gender TelkomGroup berupaya untuk • Menetapkan target persentase perwakilan
dan Memberdayakan Kaum mendorong kesetaraan gender di karyawan perempuan pada level manajerial di
Perempuan lingkungan kerja TelkomGroup (Hlm. 123)
• Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif
(penyediaan employee resource group
(Srikandi Telkom) dan pelaksanaan Respectful
Workplace) (Hlm. 131-132)
TPB 8 Meningkatkan Pertumbuhan TelkomGroup mewujudkan • Program Pembinaan UMK dilakukan
Ekonomi yang Inklusif dan ekosistem digital yang merata dengan memberikan akses pembiayaan
Berkelanjutan, Kesempatan untuk mendukung berbagai serta pendampingan untuk meningkatkan
Kerja yang Produktif dan aktivitas ekonomi di setiap kemampuan dan kapasitas digital pelaku usaha.
Menyeluruh, serta Pekerjaan segmen dan lapisan masyarakat Inisiatif ini mencakup program Go Modern,
yang Layak untuk Semua Go Digital, Go Online, hingga Go Global guna
mendorong UMK menjadi lebih tangguh dan
mandiri (Hlm. 159-161)
TPB 9 Membangun Infrastruktur TelkomGroup melakukan • Akselerasi pemerataan jaringan di daerah
yang Tangguh, Meningkatkan percepatan pembangunan tertinggal, terpencil, dan terdepan (3T)
Industri Inklusif dan infrastruktur telekomunikasi (Hlm. 147)
Berkelanjutan, serta yang handal dan merata, serta • Berkolaborasi bersama mahasiswa dari
Mendorong Inovasi menghadirkan layanan terbaik perguruan tinggi di Indonesia untuk
bagi pelanggan menjalankan program sociodigipreneurship
yang berperan memfasilitasi inovasi solusi
berbasis teknologi untuk tantangan sosial dan
ekonomi yang ada di masyarakat (Hlm. 156)
64 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 67
Penilaian Manajemen Risiko dan Strategi Dukungan terhadap Tujuan
Materialitas Peluang Keberlanjutan Keberlanjutan Pembangunan Berkelanjutan
TPB Deskripsi Komitmen TelkomGroup Inisiatif*
TPB 12 Menjamin Pola Produksi TelkomGroup terus berinovasi • Menetapkan target untuk mengurangi jumlah
dan Konsumsi yang untuk mewujudkan pengelolaan limbah elektronik yang dibuang langsung ke
Berkelanjutan sumber daya dan limbah yang pembuangan akhir (Hlm. 91-92)
berkelanjutan dan sejalan dengan • Menggunakan bahan ramah lingkungan dalam
prinsip ekonomi sirkular pengembangan kemasan produk (Hlm. 93)
TPB 13 Mengambil Tindakan Cepat TelkomGroup berkomitmen • Mengembangka peta jalan transisi iklim sebagai
untuk Mengatasi Perubahan mengurangi jejak emisi karbon basis rencana dekarbonisasi kolektif di tingkat
Iklim dan Dampaknya dari operasi bisnis dan rantai nilai grup (Hlm. 74-75)
sejalan dengan target net zero • Menerapkan IoT dan program Gerakan Peduli
emission pemerintah Indonesia Efisiensi Energi (GePEE) sebagai inisiatif
penghematan energi dan modernisasi (Hlm. 75)
TPB 16 Menguatkan Masyarakat TelkomGroup senantiasa • Menerapkan sistem manajemen antikorupsi
yang Inklusif dan Damai menerapkan good corporate (SMAP), serta sosialisasi hingga pelatihan ke
untuk Pembangunan governance dan menjunjung seluruh Direksi dan karyawan (Hlm. 185-186)
Berkelanjutan, Menyediakan tinggi prinsip transparansi dan • Menyediakan akses dan saluran bagi seluruh
Akses Keadilan untuk akuntabilitas sebagai landasan pemangku kepentingan untuk menyampaikan
Semua, dan Membangun praktik bisnis yang bertanggung pengaduan melalui Telkom Integrity Line
Kelembagaan yang Efektif, jawab (Hlm. 187-189)
Akuntabel, dan Inklusif di
Semua Tingkatan
* Inisiatif ini bersifat non-exhaustive dan hanya dimaksudkan untuk memberikan contoh inisiatif yang dilakukan TelkomGroup
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 65
Page 68
03. 66 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 69
Save Our Planet LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 67
Page 70
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
“
TelkomGroup mengambil peranan aktif dalam mewujudkan ekosistem yang lebih hijau
melalui penerapan praktik bisnis berkelanjutan dan pengelolaan dampak operasional yang
bertanggungjawab. Fokus pada pengelolaan risiko iklim, energi, dan limbah menjadi landasan
dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika lingkungan yang terus berubah. Adapun
aspek manajemen lingkungan lainnya, seperti pengelolaan air dan keanekaragaman hayati,
senantiasa dikelola sesuai ketentuan regulasi dan standar yang berlaku.
Gambar 24. Kerangka Pengelolaan Aspek Lingkungan Telkom
Save Our Planet
Perubahan iklim dan Pengelolaan Manajemen
manajemen energi sumber daya lingkungan lainnya
• Transisi rendah karbon • Pengelolaan limbah • Pengelolaan air
• Resiliensi operasional • Keanekaragaman hayati
68 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 71
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Topik Material Target 2030 Capaian Tahun 2025
Perubahan iklim dan 20% penurunan emisi GRK TelkomGroup Peningkatan 3,7% dari emisi GRK Cakupan 1 dan 2 (Market-based)
manajemen energi cakupan 1 dan 2 dibandingkan dengan TelkomGroup apabila dibandingkan dengan tahun dasar 2023.
base year 2023 • Penurunan 44% emisi Cakupan 1 dikarenakan adanya transisi
operasional menggunakan biodiesel (B40, B30, B20, dan B10).
• Peningkatan 3% emisi Cakupan 2 dikarenakan ekspansi aset
dan ruang lingkup data di TelkomGroup.
Pengelolaan sumber daya Minimum 70% limbah kabel fiber optic 73% limbah kabel fiber optic dialihkan dari pembuangan akhir
dialihkan dari pembuangan akhir
Minimum 70% reduksi total timbulan 24% total reduksi timbulan limbah
limbah
Perubahan Iklim dan Manajemen Energi
Industri telekomunikasi menghadapi tantangan Perubahan Iklim & Manajemen Energi mendukung Komite
perubahan iklim yang kian meningkat. Ketergantungan Sustainability dalam implementasi mitigasi dan adaptasi
pada infrastruktur yang berintensitas energi tinggi serta iklim di lingkungan TelkomGroup.
tuntutan regulasi dan standar global terkait penurunan
emisi GRK meningkatkan urgensi transisi menuju Telkom memiliki Unit Kerja Pengelola Sustainability
operasional rendah karbon. Pada saat yang sama, yang bertanggung jawab menyusun strategi pengelolaan
intensitas perubahan iklim turut memengaruhi ketahanan iklim serta memantau kinerja pencapaian target iklim
produk dan keberlanjutan layanan, sebagaimana yang TelkomGroup melalui metrik emisi GRK yang dimonitor
terjadi pada banjir di Sumatera, sehingga penguatan secara berkala sesuai kebijakan perusahaan. Untuk
resiliensi operasional dan integrasi risiko iklim menjadi mendukung pengelolaan keberlanjutan yang efektif,
kunci keberlangsungan bisnis TelkomGroup. Telkom juga melakukan upaya perekrutan dan penguatan
tim dengan kapabilitas yang memadai dalam pengelolaan
isu iklim, sebagaimana dirangkum pada tabel kinerja 16.
Pendekatan Manajemen
Kebijakan Perubahan Iklim dan Manajemen Energi
[GRI 3-3]
Kebijakan perubahan iklim dan manajemen energi
Tata Kelola Iklim diatur dalam kebijakan tata kelola keberlanjutan yang
ditetapkan melalui Peraturan Direksi. Ketentuan tersebut
Struktur tata kelola iklim Telkom terintegrasi dalam diturunkan ke dalam Prosedur Operasional Standar
Tata Kelola Sustainability TelkomGroup, diatur dalam (POS) yang mengatur panduan teknis perhitungan dan
Peraturan Perusahaan Nomor: PD.704.00/r.00/HK290/ pelaporan emisi GRK di TelkomGroup sesuai standar
DSC-M0200000/2025. Komite Sustainability bertanggung internasional, seperti ISO 14064-1 dan GHG Protocol
jawab untuk memantau, menetapkan dan memberikan Corporate Accounting & Reporting Standard. Pada
arahan atas sasaran, rencana transisi dan adaptasi, tahun 2025, Telkom melakukan evaluasi dan pembaruan
strategi, inisiatif, target, kebijakan, pemantauan kinerja POS perhitungan emisi dengan memperluas cakupan
dan pelaporan terkait iklim di lingkungan TelkomGroup. inventarisasi emisi GRK di lingkungan TelkomGroup.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,
Komite Sustainability berkoordinasi dengan komite lain Kerangka Manajemen Perubahan Iklim
di bawah Dewan Komisaris dan Direksi, yang meliputi
Komite pengelola tanggung jawab sosial dan lingkungan Pengelolaan perubahan iklim di TelkomGroup mengikuti
(TJSL), Komite pengelola risiko, kepatuhan dan revenue kerangka empat aksi terpadu, yakni identify, assess,
assurance, Komite pengelola audit, dan Komite respond, dan monitor, sebagai wujud integrasi iklim dalam
pengelola nominasi dan remunerasi. Kelompok Kerja strategis bisnis perusahaan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 69
Page 72
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Gambar 25. Kerangka Manajemen Perubahan Iklim Telkom
Identify Assess Respond Monitor
Mengidentifikasi faktor Menilai signifikansi Menetapkan strategi Memantau kinerja,
iklim yang memengaruhi dampak risiko dan atas respons risiko berikut dengan progress
bisnis peluang iklim ke kinerja dan peluang dengan atas target
keuangan, posisi, pengawasan manajemen
keuangan, dan prospek
bisnis
Transisi Rendah Karbon
Kinerja Emisi GRK TelkomGroup
[GRI 102-4, 102-5, 102-6, 102-7, 305-1, 305-2, 305-3]
Total emisi GRK TelkomGroup (Market-based) pada tahun 2025 adalah 4.153.661,3 tCO2e, yang terdiri dari 1% emisi
cakupan 1, 52% emisi cakupan 2, dan 47% emisi cakupan 3. Terdapat kenaikan emisi dibandingkan tahun pelaporan
sebelumnya, khususnya pada emisi cakupan 3, akibat terdapat tambahan cakupan perhitungan yang meliputi kategori 4,
7, 9, dan 12. Langkah ini merupakan bentuk perbaikan berkesinambungan TelkomGroup untuk menguatkan pengelolaan
emisi GRK. Adapun metode perhitungan, termasuk limitasi dan asumsi, disajikan pada Lampiran 7. Konsisten dengan
tahun 2024, emisi GRK tahun 2025 juga divalidasi pihak independen dengan opini yang disajikan pada Lampiran 11.
Profil Emisi TelkomGroup di Tahun 2025*
Gambar 26. Emisi GRK TelkomGroup Cakupan 1, 2 (Market-based), dan 3
2.500,00
2.078.121,0 2.140.067,5
2.025.402,9 1.967.525,7
2.000,00
Emisi GRK (tCO2)
1.500,00
1.000,00
500,00 333.976,2 307.017,3
0
83.730,0 82.085,4 46.068,1
2023 2024 2025
Cakupan 1 Cakupan 2 (Market-based)* Cakupan 3
70 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 73
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Gambar 27. Disagregasi emisi GRK TelkomGroup berdasarkan kategori
1%
%
52
47
%
Cakupan 1
Cakupan 2
Cakupan 3
Gambar 28. Disagregasi emisi GRK Cakupan 3 TelkomGroup berdasarkan kategori
0,0% 0,0%
0,0% 3,3%
12
,2
% Kategori 1 Kategori 9
Kategori 2 Kategori 10
Kategori 3 Kategori 11
10,8%
0,0%
Kategori 4 Kategori 12
0,0%
0,2% Kategori 5 Kategori 13
4,0%
0,0% Kategori 6 Kategori 14
69,
0,0%
Kategori 7 Kategori 15
5%
Kategori 8
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 71
Page 74
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Ringkasan Kinerja Emisi GRK TelkomGroup Tahun Pelaporan 2025
Tabel 10. Ringkasan Kinerja Emisi GRK TelkomGroup Tahun Pelaporan 2025
Tahun Tahun Perubahan
Pelaporan Pelaporan Alasan perubahan emisi emisi sejak
Cakupan Deskripsi
2025 2024 sejak Tahun Pelaporan 2024 tahun
(tonCO2e) (tonCO2e) pelaporan (%)
Perluasan pemanfaatan Biodiesel B40 sebagai
sumber bahan bakar genset dibandingkan dengan
Emisi pendekatan konservatif (penggunaan B0) yang
langsung dari diterapkan pada tahun 2024, disertai dengan
12.288,4 27.381,5 55%
pembakaran upaya pengurangan durasi operasional genset
stasioner di lingkungan TelkomGroup, termasuk Telkom,
Telkomsel, Sigma, Mitratel, Telin, Telkomsat,
Telkom Infra, dan GSD.
Perbaikan metodologi pengumpulan data
Emisi konsumsi bahan bakar kendaraan, yang
Cakupan 1
langsung dari mengidentifikasi bahwa kendaraan di lingkup
21.874,1 27.182,0 20%
pembakaran Telkom, Sigma, dan Mitratel menggunakan bensin
bergerak Pertamax, yang memiliki faktor emisi relatif lebih
rendah dibandingkan Pertalite.
Penyempurnaan metodologi pengumpulan data
emisi fugitif dari pengolahan air limbah dan
Emisi
AC, mencakup identifikasi septic tank sebagai
fugitive 11.905,7 27.521,9 57%
kategori pengolahan air limbah tambahan dan
langsung
pencantuman emisi akhir masa pakai (end-of-life)
dari unit AC yang dibongkar.
Peningkatan emisi konsumsi listrik dibandingkan
Location-
tahun 2024 utamanya disebabkan oleh ekspansi
based 2.182.493,3 2.078.121,1* 5%
aset TelkomGroup (misalnya, penambahan BTS
Method
pada tahun 2025 untuk Telkomsel).
Peningkatan emisi konsumsi listrik dibandingkan
Cakupan 2 tahun 2024 utamanya disebabkan oleh ekspansi
aset TelkomGroup (misalnya, penambahan BTS
Market-
pada tahun 2025 untuk Telkomsel), dengan
based 2.140.067,5 2.078.121,1* 3%
inisiatif pembelian total 45.407 Renewable Energy
Method
Certificate (REC) oleh Telkom dan TDE pada tahun
2025 berkontribusi untuk menekan kenaikan emisi
di tahun 2025 menjadi 3%.
Penyempurnaan metodologi untuk pengelompokan
Barang dan barang dan jasa (berdasarkan panduan dari GSMA)
Cakupan 3
jasa yang 64.796,5 87.218,1 dan disesuaikan untuk mencerminkan kategori 26%
Kategori 1
dibeli yang paling relevan dengan aktivitas operasional
perusahaan.
Penyempurnaan metodologi untuk pengelompokan
barang dan jasa (berdasarkan panduan dari GSMA)
Cakupan 3 Barang
239.681,5 70.677,0 dan disesuaikan untuk mencerminkan kategori 239%
Kategori 2 modal
yang paling relevan dengan aktivitas operasional
perusahaan.
Bahan bakar Penyempurnaan metodologi dan peningkatan
dan energi cakupan sumber emisi dalam perhitungan kategori
terkait ini, dimana pada tahun ini Cakupan 3 Kategori 3
Cakupan 3
yang tidak 211.750,4 0,3 dihitung untuk emisi yang bersumber dari proses 65.040.394%
Kategori 3
dimasukkan well to tank bahan bakar yang dikonsumsi dan
dalam tranmission and distribution loss dari listrik yang
cakupan digunakan.
72 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 75
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Tahun Tahun Perubahan
Pelaporan Pelaporan Alasan perubahan emisi emisi sejak
Cakupan Deskripsi
2025 2024 sejak Tahun Pelaporan 2024 tahun
(tonCO2e) (tonCO2e) pelaporan (%)
Transportasi Perluasan cakupan perhitungan seiring
Cakupan 3
& distribusi 51,1 N/A dengan mulai mengakomodasi Kategori 4 yang -
Kategori 4
hulu sebelumnya belum termasuk dalam perhitungan.
Limbah yang
Cakupan 3 dihasilkan Perluasan cakupan entitas TelkomGroup yang
270,7 0,7 40.421%
Kategori 5 dalam mengungkapkan data limbah.
operasi
Cakupan 3 Perjalanan Berkurangnya jumlah perjalanan dinas di tahun
3.574,7 32.119,5 89%
Kategori 6 bisnis 2025.
Perluasan cakupan perhitungan seiring dengan
Cakupan 3 Perjalanan
389,8 N/A mulai mengakomodasi Kategori 7 yang sebelumnya -
Kategori 7 karyawan
belum termasuk dalam perhitungan.
Aset yang Peningkatan jumlah Anak Perusahaan
Cakupan 3
disewa di 77.941,4 7.985,9 TelkomGroup yang melakukan pencatatan aset 876%
Kategori 8
hulu yang disewa.
Transportasi
Perluasan cakupan perhitungan seiring dengan
Cakupan 3 dan
172,6 N/A mulai mengakomodasi Kategori 9 yang sebelumnya -
Kategori 9 distribusi
belum termasuk dalam perhitungan.
hilir
Pemrosesan
Cakupan 3
produk yang - - Tidak relevan dengan nature bisnis TelkomGroup. -
Kategori 10
dijual
Penggunaan Perluasan cakupan perhitungan produk terjual,
Cakupan 3
produk 1.367.736,8 99.559,4 sebagai contoh mengikutsertakan Indihome, 1.274%
Kategori 11
terjual Indibiz, dan ASTINet.
Perlakuan
Perluasan cakupan perhitungan seiring dengan
Cakupan 3 akhir masa
58,6 N/A mulai mengakomodasi Kategori 12 yang -
Kategori 12 pakai produk
sebelumnya belum termasuk dalam perhitungan.
yang dijual
Aset yang Peningkatan jumlah Anak Perusahaan
Cakupan 3
disewa di 833,4 148,1 TelkomGroup yang melakukan pencatatan aset 463%
Kategori 13
hilir yang disewakan.
Cakupan 3
Waralaba - - Tidak relevan dengan nature bisnis TelkomGroup. -
Kategori 14
Cakupan 3
Investasi 268,1 9.308,3 Peningkatan akurasi perhitungan emisi. 97%
Kategori 15
Total Emisi GRK (Location-
4.196.087,0 2.467.223,7*
based)
Total Emisi GRK (Market-
4.153.661,3 2.467.223,7*
based)
* Pengungkapan kembali informasi berdasarkan penyesuaian metodologi pengumpulan data
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 73
Page 76
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Strategi Dekarbonisasi
[OJK F.7, F.12] [GRI 102-1, 102-4]
Tahun 2025 menjadi tonggak strategis transisi TelkomGroup menuju operasional rendah karbon melalui peluncuran
Rencana Transisi Iklim. Dokumen ini tidak hanya menegaskan komitmen iklim TelkomGroup, namun juga menggambarkan
perjalanan transisi perusahaan menuju net zero emission pada tahun 2060, serta strategi utama pencapaiaannya. Secara
terperinci, Rencana Transisi Iklim TelkomGroup menjabarkan transition pathway menuju operasional rendah karbon,
yang dimulai dengan penurunan 20% emisi cakupan 1 dan 2 pada jangka pendek (2023–2030), 40% di jangka menengah
(2040–2050), dan mencapai net zero emission di 2060. Adapun metodologi, asumsi, dan limitasi dalam penetapan target
ini disajikan pada Lampiran 8.
Jalur Transisi TelkomGroup untuk Emisi Scope 1 & 2
Gambar 29. Perjalanan Transisi TelkomGroup menuju Net Zero Emission 2060
Milestone 2023-2030 Short-term targets Medium-term targets Long-term targets
Penurunan 20% emisi Penurunan 40% emisi Penurunan 70% emisi TelkomGroup Net
Scope 1 dan Scope 2 pada Scope 1 dan Scope 2 Scope 1 dan Scope 2 Zero Emmissions
2030. pada 2040 pada tahun 2050. pada tahun 2060
4.0 Pengurangan konsumsi 100% armada EV pada >30 MWp Solar PV
energi sekitar 10% tahun 2040 beroperasi pada tahun
melalui RAN AI, liquid 2050.
3.5
cooling, modernisasi, dan >20 MWp Solar PV
outdoorization. terpasang pada tahun >60% data center
2040 menggunakan listrik
3.0
>14 MWp Solar PV dari energi terbarukan
terpasang pada tahun >50% data center pada 2050.
2.5 2030. menggunakan listrik
dari energi terbarukan
pada 2040
2.0
1.5
1.0
0.5
0.0
-0.05
2020 2030 2040 2050 2060
Offset Scope 1 Scope 2
Keterangan: Strategi untuk mencapai net zero emission juga mempertimbangkan penggunaan REC untuk mereduksi emisi GRK Cakupan 2 market based
TelkomGroup juga telah menetapkan enam key decarbonization lever yang terangkum di dalam Rencana Transisi Iklim,
yang sebagian di antaranya meliputi efisiensi energi, elektrifikasi, energi terbarukan, hingga pemanfaatan instrumen
berbasis pasar. Inisiatif utama ini dipilih dengan mempertimbangkan profil emisi TelkomGroup yang didominasi oleh
penggunaan listrik, agenda transisi energi nasional, serta kebutuhan untuk menjaga keandalan layanan.
Pada tahun 2025, terdapat kenaikan emisi Cakupan 1 dan 2 (Market-based) sebesar 77.002,7 tCO2e atau setara 3,7%
dibandingkan base year 2023. Hal ini selaras dengan peningkatan aktivitas operasional sepanjang tahun berjalan dan
merupakan kondisi yang telah diantisipasi, mengingat rencana transisi baru disusun pada paruh kedua tahun 2025
sehingga implementasinya belum berjalan secara optimal pada periode pelaporan ini.
74 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 77
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Gambar 30. Inisiatif Kunci Dekarbonisasi TelkomGroup
Penghematan Elektrifikasi Energi Terbarukan dan REC / PPA Carbon Offset Upaya Pemerintah
Energi & Penyimpanan Energi • Penurunan Emisi Listrik melalui
Modernisasi Peralihan Bahan Pemanfaatan Instrumen Pemanfaatan Instrumen
Bakar Fosil ke Listrik Peningkatan Berbasis Pasar untuk Berbasis Pasar untuk Transisi Energi Terbarukan PLN
Peralatan Emisi jaringan listrik (Grid emission)
pemanfaatan energi Menggurangi Emisi Mengurangi sisa emisi
Penerapan 1. Elektrifikasi terbarukan Terkait Listrik (Scope 2) Gas Rumah Kaca (GRK) diproyeksikan menurun seiring
Teknologi Efisiensi • Penggantian peningkatan penggunaan solar
Energi diesel genset 1. Adopsi energi Sertifikat Energi Carbon Credit: PV, angin, dan hydropower sesuai
menjadi pasokan terbarukan Terbarukan (Renewable) Hak untuk menghasilkan Electricity Supply Business Plan
1. Peningkatan listrik PLN • Instalasi Solar PV Energy Certifcate/REC): sejumlah emisi CO2e atau (RUPTL), serta National Electricity
Efisiensi Energi Mengklaim penggunaan emisi GRK. Cara untuk General Plan (RUKN).
• Penggunaan hydrogen
• Lighting 2. Transisi Electric fuel cell genset Energi Terbarukan (RE) memperolehnya meliputi: • Pengurangan Emisi dari Campuran
Efficiency Vehicle (EV) dari jaringan listrik. • Membeli carbon Biodiesel
• Cooling • Penggantian 2. Penyimpanan energi credit melalui carbon Kementrian ESDM berencana
management kendaraan Internal • Sistem power backup exchange organizer. menerapkan biodiesel mix sebesar
system Combustion menggunakan baterai • Kemitraan untuk 40% pada 2025, 50% pada 2026,
Engine (ICE) lithium melaksanakan inisiatif dan 60% pada 2027.
2. Modernisasi menjadi Solusi Berbasis Alam • Penggantian Refrigeran
teknologi & kendaraan listrik (NBS) Kementerian ESDM
peralatan
mengembangkan I-NCAP
sebagai peta jalan pendinginan
berkelanjutan, yang bertujuan
menurunkan konsumsi energi dan
emisi melalui penggunaan low-
GWP refrigerants pada bangunan
maupun pada sistem pendingin
bergerak saat 2028.
Penghematan Energi & Modernisasi Peralatan
Telkom memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan mengintegrasikan sensor dan aktuator ke dalam platform
Integrated Smart Device for Advancing Energy Efficiency (iSave) sebagai inisiatif penghematan energi. Platform ini
memungkinkan pemantauan dan pengontrolan konsumsi energi listrik gedung secara real time, yang didukung oleh fitur
dashboard konsumsi daya, people counting, dan penjadwalan operasional. iSave telah diimplementasikan di sejumlah
lokasi operasional Telkom, antara lain Jakarta Outer (eks Witel Jakarta Selatan), Witel Tangerang BSD, Jakarta Inner (eks
Witel Jakarta Barat), Kebon Sirih 36 (eks Witel Jakarta Pusat), GMP Jakarta, dan GMP Bandung.
Gerakan Peduli Efisiensi Energi (GePEE) [GRI 302-4]
Implementasi inisiatif efisiensi energi Telkom
melalui Gerakan Peduli Efisiensi Energi (GePEE) telah
konsisten berjalan sejak 2023. Program GePEE secara
kolektif mencakup sembilan aktivitas, dengan tiga
aktivitas utama sebagai berikut:
Optimalisasi Cooling System
Aktivasi Budaya Efisiensi Dismantling Perangkat (DMP)
(OCS)
Energi (ABE) Mematikan daya dan
Penyekatan ruangan, perbaikan
Leaders talk dan pekan budaya membongkar perangkat yang
jalur panas dingin, dan cooling
efisiensi energi sudah usang (obsolete)
system assessment
Secara kumulatif, implementasi program GePEE pada kantor Telkom di tahun 2025 berhasil menurunkan
0,5% biaya listrik nasional atau setara total konsumsi listrik sebesar 9.480 GJ (2.238 ton CO2e). Nilai tersebut
dihasilkan dengan mengonversi total tagihan listrik tahun 2025 menjadi estimasi konsumsi energi (GJ) dan
dihitung emisinya menggunakan faktor emisi grid Indonesia.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 75
Page 78
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Adapun nilai investasi atas inisiatif penghematan energi TelkomGroup mencapai Rp18.346.158.626 (disajikan pada
tabel 15). Biaya ini meliputi pengadaan maupun peremajaan peralatan ramah lingkungan, seperti lampu LED, refrigeran,
baterai, maupun monitor yang lebih ramah lingkungan. Sebagai langkah lanjutan dalam insiatif efisiensi energi, Telkom
berencana menerapkan Autonomous Network (AN) pada tahun 2026 untuk memperluas efisiensi energi ke tingkat
jaringan melalui pengelolaan berbasis data yang adaptif terhadap kebutuhan trafik.
Inovasi Green Data Center
Gambar 31. Green Data Center oleh TDE (kiri: tampak depan, kanan: tampak atas)
TDE yang mengelola data center, tengah mengembangkan green data center di Batam dengan kapasitas lebih
dari 60 MW IT Load. Pengembangan Hyperscale Data Center (HDC) di Batam merupakan bentuk kerjasama joint
venture dengan Medco Power dalam penyediaan pembangkit surya di sekitar kawasan Kabil Integrated Industrial
Estate (KIIE). Green data center ini dirancang dengan tujuan efisiensi energi melalui penggunaan high-density
racks, sistem pendinginan khusus, dan distribusi data yang optimal. Jika system requirement yang diperlukan
sudah terpenuhi, langkah ini tak hanya mampu meningkatkan efisiensi energi, namun juga mengurangi biaya.
[SASB TC- SI-130a.3, TC-IM-130a.3]
Seiring dengan penerapan desain dan teknologi tersebut pada pengembangan data center baru, TDE secara
bertahap berusaha meningkatkan kinerja operasional data center eksisting yang dapat dilihat pada kinerja Power
Usage Effectiveness (PUE) pada grafik di bawah ini. [SASB TC-TL-130a.1]
Pada tahun 2025 TDE juga menandatangani
perjanjian konsorsium dengan Sustainable
Power Usage Effectiveness (PUE) pusat data Tropical Data Centre Testbed (STDCT) 2.0 yaitu
rata-rata tertimbang trailing 12-month (TTM) sebuah program lima tahun yang dipimpin oleh
National University of Singapore (NUS) untuk
mendukung pengembangan desain pusat data
2,2
berkelanjutan dan siap AI di wilayah tropis
2,15
2,15 (Asia Tenggara). TDE berpartisipasi sebagai
2,1 anggota steering committee dan terlibat dalam
2,05
2
kegiatan testbed, studi efisiensi daya dan
1,95 sistem pendingin, serta uji coba teknologi hemat
1,9 1,84 1.88 energi dan air. Kolaborasi ini difokuskan pada
1,85
1,8
pengaplikasian hasil riset akademik menjadi
1,75 solusi yang dapat direplikasi oleh industri data
1,7 center. Melalui kemitraan ini, TDE diharapkan
,1,65
dapat berperan sebagai penghubung ekosistem
2023 2024 2025
digital melalui pengembangan infrastruktur
yang memperhatikan aspek keberlanjutan serta
relevan dengan tren pemanfaatan teknologi AI di
pasar.
76 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 79
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Pengelolaan Green Building melalui IBMS
Gambar 32. Pemantauan Energi Gedung melalui dashboard IBMS
Sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi energi dan penerapan prinsip green building, GSD
menerapkan Integrated Building Management System (IBMS) yang mendukung pengelolaan gedung secara
terintegrasi, khususnya dalam pengendalian konsumsi energi dan optimalisasi biaya perawatan. Sistem ini
telah diimplementasikan pada beberapa gedung utama, yaitu Telkom Landmark Tower (TLT) Jakarta, TLT
Surabaya, dan Menara Multimedia Jakarta.
GSD mengoperasikan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) yang dilengkapi sensor untuk
memantau tingkat kenyamanan penghuni gedung seperti halnya untuk memantau kadar CO2 dan O2, serta
mengoptimalkan suhu dan sirkulasi udara di dalam gedung. Dalam proses pembangunan maupun revitalisasi
gedung, GSD mengutamakan penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi, dan
rendah emisi. Pada tahun 2025, gedung TLT Jakarta memperoleh sertifikasi EDGE oleh IFC dan GBCI.
Liquid Tree
Gambar 33. Implementasi Liquid Tree di Telkom Landmark Tower
Sebagai bagian dari inovasi keberlanjutan di lingkungan perkantoran
TLT Jakarta, teknologi liquid tree mulai diimplementasikan sebagai
bioreaktor transparan berbasis alga yang berfungsi meningkatkan
kualitas udara sekaligus mendukung pengurangan emisi di dalam
ruangan. Hingga tahun 2025, implementasi teknologi ini telah
mencapai kapasitas 100L. Mengacu pada kajian pemodelan regresi
di Lab Ecoplant UGM oleh mitra penyedia Algatech, perangkat
tersebut diperkirakan berpotensi menyerap sekitar 0,02 ton CO2 dan menghasilkan sekitar 0,01 ton O2 pada
tahun 2025. Penerapan liquid tree menjadi salah satu solusi untuk membantu menurunkan konsentrasi CO2 di
ruang kerja, khususnya pada area perkantoran di pusat kota dengan keterbatasan ruang hijau konvensional.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 77
Page 80
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Diversifikasi Produk Menara Ramah Lingkungan
Gambar 34. Glass Fiber Reinforced Polymer Tower
Mitratel melanjutkan pengembangan dan realisasi 6
menara rendah karbon berbahan Glass Fiber Reinforced
Polymer (GFRP). Material GFRP telah dinyatakan
memenuhi persyaratan teknis oleh 3 (tiga) laboratorium
tersertifikasi di Indonesia yaitu Laboratorium Universitas
Indonesia untuk material testing (Februari 2024), Telkom
Lab untuk pengujian ketahanan lingkungan (suhu/UV
accelerated test) pada April 2024, dan pengujian teknis
oleh Laboratorium ITB. Melalui adanya implementasi
total enam menara, maka diperkirakan mampu menurunkan emisi GRK sebesar ~0,099 ton CO2e yang
berasal dari jejak karbon bawaan dari material GFRP itu sendiri.
Pada tahun 2025, Mitratel juga melakukan diversifikasi portofolio yang berorientasi pada keberlanjutan
melalui pengembangan MiQAs (Mitratel Quality Air System), Power as a Service (PaaS), dan Small Cell Solar
Panel System (SPS). MiQAs merupakan solusi pemantauan kualitas udara dan cuaca berbasis Internet
of Things (IoT) yang menghasilkan keluaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), mencakup tujuh
parameter utama, yaitu PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O2, dan HC dengan pembaruan data setiap 30 menit.
Pada tahun pelaporan, solusi ini telah diuji coba secara terbatas di wilayah DKI Jakarta tepatnya di Kebon
Kacang dan Gunung Sahari, Jakarta Pusat serta di Kalimantan Timur, tepatnya di Ibu Kota Nusantara
(IKN).
Dalam mendukung transisi energi, Mitratel berhasil mengomersialisasi 1.617 site Power as a Service
(PaaS) yang menyediakan solusi pengelolaan pasokan daya terpadu bagi mobile network operator (MNO).
Layanan ini mencakup skema off-grid, on-grid, dan hybrid untuk mendukung pemenuhan service level
agreement (SLA), meningkatkan keandalan operasional, serta mendukung kualitas layanan. Selain itu,
Small Cell, Solar Panel System (SPS) telah diimplementasikan pada 650 Solar Panel System (SPS) sampai
dengan tahun 2025. Progres pengembangan dan implementasi produk ramah lingkungan ini menjadi
bagian dari upaya Mitratel dalam mendukung pencapaian target transisi menuju net zero emission sesuai
dengan komitmen yang telah ditetapkan.
Gambar 35. Skema off-grid, on-grid, dan hybrid layanan PaaS
78 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 81
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Elektrifikasi
TelkomGroup secara konsisten telah menggunakan Electric Vehicles (EV) untuk kendaraan operasional, juga turut serta
mendorong ekosistem penggunaan EV melalui instalasi EV charging station pada lingkungan TelkomGroup. Pada tahun
2025, sebanyak 17% dari total kendaraan karyawan di Telkom sudah menggunakan EV untuk operational support, Telkom
melakukan penyewaan 12 unit electric motorcycle dan 12 unit EV charging kepada GSD. Penggunaan EV juga telah
diterapkan di tingkat Anak Perusahaan, yaitu GSD, Telkom Infra, dan Telkomsat. Secara terakumulasi, ketiga entitas
tersebut, termasuk unit EV yang digunakan oleh Telkom melalui skema peminjaman dari GSD, mengoperasikan total 423
unit sepeda motor listrik untuk mendukung kegiatan operasional. Telkomsat dan GSD turut berkontribusi dalam ekosistem
penggunaan kendaraan listrik melalui instalasi EV charging station sebanyak 16 titik di wilayah operasionalnya.
Nilai Tambah dalam Sinergi Ekspansi SPKLU
Gambar 36. Implementasi infrastruktur SPKLU di wilayah TelkomGroup
GSD menjalin kerja sama dengan V-Green
dalam pengembangan infrastruktur Stasiun
Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
sebagai bagian dari percepatan penetrasi
SPKLU di Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan
pada penggunaan berbagai aset properti
yang tersebar di sejumlah wilayah TelkomGroup untuk mendukung ketersediaan infrastruktur kendaraan
listrik. Hingga Oktober 2025, terdapat 6 titik SPKLU yang telah beroperasi dan dijadikan proyek percontohan
dalam penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) guna mendukung pengelolaan energi
dan kinerja operasional. Ke depannya, kerja sama ini diarahkan pada rencana pengembangan 400 SPKLU
yang direalisasikan secara bertahap. Melalui integrasi pemanfaatan aset, kedua perusahaan berharap dapat
memberikan nilai tambah serta mendukung inisiatif pemerintah dalam percepatan transisi menuju mobilitas
berkelanjutan.
Optimalisasi Penyimpanan Energi melalui Penggunaan Baterai Lithium
Mitratel meningkatkan pemanfaatan baterai lithium sebagai alternatif
penyimpanan energi pada menara telekomunikasi untuk mendukung
operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui inisiatif ini,
Mitratel secara bertahap menggantikan baterai konvensional jenis Valve
Regulated Lead Acid (VRLA) dengan baterai lithium yang memiliki umur pakai
lebih panjang serta menghasilkan limbah yang lebih rendah, sehingga membantu menekan dampak lingkungan
dari kegiatan operasional. Dalam pengelolaannya, limbah baterai VRLA maupun lithium ditangani melalui
mekanisme penggantian baterai oleh pihak ketiga Mitra First Line Maintenance (FLM). Melalui pendekatan ini,
proses penanganan dan pengelolaan limbah VRLA dapat dilakukan dengan mengikuti standar lingkungan dan
ketentuan regulasi yang berlaku.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 79
Page 82
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan
Pada 2025, TelkomGroup lanjut melakukan transisi menuju energi baru terbarukan dengan memasang PLTS dan PLTMH
pada aset operasional strategis. Berkaitan dengan hal tersebut, Telkomsel telah memasang 360 unit PLTS dan 1 unit PLTMH
pada BTS. Total konsumsi energi baru terbarukan secara keseluruhan mencapai 13.926 GJ. Ke depannya, TelkomGroup
berkomiten untuk meningkatkan pemanfaatan EBT selaras dengan Rencana Transisi Iklim yang sudah ditetapkan.
Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Microhydro (PLTMH) pada BTS
Gambar 37. Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Microhydro (PLTMH) pada BTS di seluruh Indonesia
Aceh : 3
Kalimantan Utara : 6
Sumatra Utara : 4
Riau : 8
Kepulauan Riau : 3
Kalimantan Barat : 10 Kalimantan
Sumatra Barat : 1 Timur : 40
Jambi : 1 Kalimantan Tengah : 111
Sumatra Selatan : 7 Kalimantan
Selatan : 6
Lampung : 1
DKI Jakarta : 1
Jawa Tengah : 3
Jawa Timur : 14 Nusa Tenggara
Barat : 4
Telkomsel terus mengekspansi penggunaan PLTS pada Base Transceiver Station (BTS) dengan menambah 86 unit
PLTS baru di tahun 2025. Dengan penambahan tersebut Telkomsel telah mengoperasikan 360 unit BTS dengan
panel surya serta 1 unit BTS yang memanfaatkan energi microhydro, dengan total energi yang dibangkitkan selama
tahun 2025 mencapai 13.926 GJ. BTS ini tersebar tidak hanya di kota-kota besar, namun juga di wilayah tertinggal,
terdepan, dan terluar (3T) Indonesia untuk menghadirkan koneksi yang prima. Unit BTS yang memanfaatkan energi
microhydro berlokasi di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Adapun unit-unit BTS yang memanfaatkan energi
surya tersebar pada wilayah berikut.
80 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 83
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Mitratel yang mengoperasikan menara untuk BTS Telkomsel, secara bertahap
melakukan elektrifikasi BTS di wilayah pedesaan melalui penggantian genset berbahan
bakar fosil dengan teknologi panel surya. Selain menjalankan kegiatan operasional,
Mitratel juga memperkuat kontribusi sosial melalui program TJSL pada Juli 2025
dengan berkolaborasi bersama Telkom membangun PLTS di lima desa tertinggal di
Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur yang masing-masing berkapasitas 5 kWp.
Sulawesi Sulawesi
Tengah : 25 Utara : 1 Maluku Utara : 5
Papua Barat Daya : 1
Sulawesi
Barat : 4
Papua : 4
Maluku : 13
Sulawesi Tenggara : 11 Papua Barat : 13
Papua Tengah : 1
Sulawesi
Selatan : 28
Papua Selatan : 3
Nusa Tenggara Timur : 28
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 81
Page 84
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Inovasi Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS)
Sebagai bagian dari implementasi energi baru terbarukan, GSD telah
mengoperasikan 77 unit Penerangan PJUTS di sepanjang kawasan The
Telkom Hub, Provinsi DKI Jakarta. Sistem ini memiliki waktu pengisian daya
sekitar 5–6 jam dan mampu beroperasi hingga 12 jam setiap hari, dengan total
konsumsi energi sebesar 55,44 kWh per hari. Melalui pemanfaatan energi
surya tersebut, gedung TLT diproyeksikan dapat menghemat konsumsi listrik
sebesar 20.235,6 kWh per tahun.
Gambar 38. Implementasi PJUTS di The Telkom Hub
Program Bantuan Energi Bersih dan Terbarukan
Telkom berupaya mendukung penyediaan dan pemanfaatan energi bersih dan terbarukan bagi masyarakat yang
belum memiliki akses listrik dari PLN. Pada tahun 2025, Telkom menyalurkan bantuan dana sebesar Rp1,4 miliar
untuk mendukung tujuh lokasi di Indonesia melalui penyediaan peralatan energi bersih dan terbarukan,
pelatihan instalasi dan pemanfaatannya, serta pendampingan perawatan sistem secara berkelanjutan. Selaras
dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 7, inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak positif
bagi 14.463 penerima manfaat melalui peningkatan kualitas hidup serta penguatan ekonomi lokal berbasis
energi baru terbarukan.
Renewable Energy Certificates (RECs)
Pada tahun 2025, Telkom dan TDE membeli 45.407 Renewable Energy Certificates (RECs) yang berasal dari Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA). Langkah ini menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi emisi Cakupan 2 dengan potensi penurunan
emisi sebesar 42.425,7 ton CO2e.
Gambar 39. Contoh Renewable Energy Certificate
TIGR Registry Certificate of Retirement
APX, Inc., in its capacity as operator and administrator of the TIGR Registry, hereby certifies that the following Renewable Energy Certificates
(“RECs”) have been retired in the TIGR Registry on behalf of:
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Total RECs Retired: 35066
Retirement Reason Details: Meet Corporate Renewable Energy Goals
Retirement Date: August 13, 2025
Sub-Account Name Project Name Project Type TIGRs Serial Numbers Quantity
PT Telkom Indonesia (Persero) PLTA Bakaru - Bakaru Hydroelectric - Run-of- TIGR-3782-ID-JB-01-2025-68055-43467 to 35065
Tbk River 78531
PT Telkom Indonesia (Persero) PLTA Bakaru - Bakaru Hydroelectric - Run-of- TIGR-3782-ID-JB-01-2025-68055-3472 1
Tbk River
Retiring TIGRs Account Holder: PT Energy Management Indonesia
The Tradable Instrument for Global Renewables (TIGR) Registry is an online platform purpose built to meet RE100 best practices guidelines and CDP standards for
procuring and reporting purchases of renewable energy. The Registry is developed and managed by APX, leveraging more than 15 years of experience in environmental
markets. For more information: www.apx.com
82 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 85
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Resiliensi Operasional terhadap Risiko dan Peluang Iklim
Perubahan Iklim
TelkomGroup telah mengidentifikasi risiko dan peluang
[GRI 102-2] terkait iklim untuk dua kategori, yaitu fisik dan transisi,
yang berpotensi memberikan dampak bagi perusahaan
Peristiwa banjir bandang di Sumatera pada penghujung dalam jangka pendek (5 tahun mendatang), menengah
tahun 2025 menjadi bukti nyata meningkatnya intensitas (5-15 tahun), dan panjang (lebih dari 15 tahun). Informasi
perubahan iklim yang dampaknya turut dirasakan oleh terkait metodologi dalam menentukan risiko dan peluang
industri telekomunikasi. Terkait hal ini, TelkomGroup terkait iklim yang diidentifikasi TelkomGroup dapat
sendiri secara proaktif telah melakukan identifikasi risiko diakses pada Laporan Risiko Iklim Telkom 2023 dan
dan peluang iklim serta analisis skenario iklim berbasis Telkomsel Sustainability Report 2024.
kerangka Task Force on Climate-related Financial
Disclosures (TCFD) sejak tahun 2023. Proses ini dilanjutkan
pada tahun 2025 untuk melihat dampak finansial risiko
iklim guna memberikan insight resiliensi perusahaan.
Adapun proses, metode, hasil, berikut limitasi dan asumsi
penilaian risiko iklim secara lengkap dapat merujuk pada
Laporan Risiko Iklim 2023.
Tabel 11. Daftar Risiko dan Peluang terkait Iklim TelkomGroup
Tipe Risiko [R]/Peluang [O]
• Hujan ekstrem/banjir [R]
Akut • Siklon [R]
Diakibatkan kejadian cuaca ekstrem • Kebakaran hutan [R]
• Heatwave [R]
Fisik
• Kenaikan suhu [R]
Kronis
• Peningkatan curah hujan [R]
Diakibatkan perubahan jangka panjang dalam pola
• Kenaikan permukaan air laut [R]
iklim
• Water stress (akibat kekeringan) [R]
Kebijakan & legal • Peningkatan harga karbon [R/O]
Diakibatkan perubahan regulasi pengurangan emisi • Perubahan biaya energi akibat regulasi energi [R]
Teknologi • Energi terbarukan [O]
Diakibatkan adopsi teknologi dan inovasi yang • Teknologi rendah karbon/green ICT [O]
mendukung pengurangan emisi
Transisi Pasar • Perubahan harga pasokan material [R/O]
Diakibatkan perubahan harga pasar dan permintaan • Perubahan preferensi konsumen [R/O]
atas komoditas tinggi emisi, layanan dan produk
rendah karbon
Reputasi Dampak reputasi sesuai pemenuhan ekspektasi pemangku
Diakibatkan persegeseran persepsi dan ekspektasi kepentingan [R/O]
pemangku kepentingan atas aksi iklim
Untuk memahami bagaimana risiko dan peluang tersebut berdampak bagi perusahaan, TelkomGroup memilih sejumlah
risiko dan peluang untuk dianalisa lebih lanjut, termasuk menetapkan jangka waktu, memetakan konsentrasi risiko dan
peluang pada aset yang dimiliki, mengidentifikasi strategi untuk merespon risiko dan peluang, serta menilai potensi
dampak keuangan. Pemilihan risiko dan peluang ini mempertimbangkan relevansi isu dan kondisi kebijakan yang telah
ataupun berpotensi memengaruhi bisnis TelkomGroup, serta ketersediaan dan kesiapan proses internal.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 83
Page 86
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Tabel 12. Analisis Risiko dan Peluang terkait Iklim TelkomGroup
Fisik
[R] Peningkatan intensitas dan frekuensi hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir
Jangka waktu Jangka pendek hingga panjang (5 tahun sampai lebih dari 15 tahun mendatang)
Konsentrasi aset yang rentan Aset tanah dan bangunan terutama di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua /
terhadap risiko Base Transceiver Station (BTS) di Pulau Sumatera dan Sulawesi
Strategi Aset tanah dan bangunan
• Peningkatan infrastruktur aset
• Penilaian risiko banjir rutin untuk aset kritikal
• Penyediaan peralatan dan fasilitas penanggulangan banjir
• Penyusunan pedoman penanggulangan banjir dan Business Continuity Management
• Pembentukan Tim Disaster Recovery Plan dan Crisis Management
• Penerimaan sertifikasi ISO 22301:2019 Business Continuity Management System (BCMS)
• Back up jaringan akses dan network untuk daerah rawan
• Asuransi aset yang rawan terdampak bencana
BTS
• Pemasangan platform elevasi dan perlengkapan tahan air untuk melindungi unit BTS di
wilayah rawan banjir
• Pembentukan tim Telkomsel Emergency Response and Recovery (TERRA) dan tim Crisis
Management (CMT)
• Penerapan solusi energi mandiri dan hibrida di lokasi BTS untuk mengurangi ketergantungan
pada listrik jaringan selama gangguan cuaca ekstrem
• Penempatan infrastruktur jaringan kritis di lokasi elevasi tinggi guna meminimalkan risiko
banjir
• Pelaksanaan latihan dan simulasi darurat secara tahunan untuk memastikan kesiapan
operasional
• Asuransi aset yang rawan terdampak bencana
Potensi dampak keuangan Peningkatan biaya operasional
Peningkatan biaya modal atas investasi
Penurunan nilai aset
Peningkatan kerugian kredit ekspektasian
[R] Kenaikan suhu udara dapat menyebabkan kerusakan aset, infrastruktur dan penurunan produktivitas pekerja lapangan
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang (5-15 tahun atau lebih dari 15 tahun mendatang)
Konsentrasi aset yang rentan Aset tanah dan bangunan terutama di Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat / BTS
terhadap risiko di Pulau Sumatera dan Sulawesi
Strategi Aset tanah dan bangunan
• Pengelolaan peralatan dan sistem pendinginan melalui unit Finance & Asset Operation
• Pengimplementasian IoT pada menara dan gedung untuk pemantauan suhu udara
BTS
• Penggunaan material tahan panas dan sistem ventilasi yang ditingkatkan di ruang peralatan
kritis
• Penggunaan material infrastruktur yang tahan terhadap suhu tinggi
Potensi dampak keuangan Peningkatan biaya operasional
Peningkatan biaya modal atas investasi
84 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 87
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Transisi
[R/O] Peningkatan harga karbon didorong oleh regulasi pajak karbon yang semakin ketat untuk mendukung dekarbonisasi
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang (5-15 tahun atau lebih dari 15 tahun mendatang)
Konsentrasi aset yang rentan Seluruh entitas dalam TelkomGroup
terhadap risiko
Strategi • Penyusunan peta jalan transisi iklim
• Penyusunan respon terhadap Carbon Disclosure Project (CDP)
• Memodernisasi sistem
• Meningkatkan efisiensi operasional untuk menurunkan emisi
Potensi dampak keuangan Peningkatan biaya operasional
Penurunan biaya operasional
Peningkatan pendapatan
[O] Penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi emisi dan optimisasi biaya operasional
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang (5-15 tahun atau lebih dari 15 tahun mendatang)
Konsentrasi aset yang rentan Aset Bangunan / BTS
terhadap risiko
Strategi Aset bangunan
Penggunaan teknologi energi terbarukan pada penerangan jalan, data center dan kantor
BTS
Penerapan solusi energi mandiri dan hibrida di lokasi BTS untuk mengurangi ketergantungan
pada listrik jaringan selama gangguan cuaca ekstrem
Potensi dampak keuangan Peningkatan biaya operasional
Penurunan biaya operasional
Peningkatan biaya modal atas investasi
[R] Peningkatan biaya energi dan listrik dari kenaikan tarif energi rantai pasokan
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang (5-15 tahun atau lebih dari 15 tahun mendatang)
Konsentrasi aset yang rentan Aset bangunan / BTS
terhadap risiko
Strategi Aset bangunan
• Inisiasi Gerakan Peduli Efisiensi Energi (GePEE)
• Penerapan sistem IoT dan AN untuk penghematan energi
BTS
Mengadopsi teknologi hemat energi
Potensi dampak keuangan Peningkatan biaya operasional
Penurunan biaya operasional
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 85
Page 88
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Transisi
[R/O] Dampak reputasi atas keberhasilan atau ketidakmampuan untuk memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan atas aksi
iklim perusahaan
Jangka waktu Jangka menengah hingga panjang (5-15 tahun atau lebih dari 15 tahun mendatang)
Konsentrasi aset yang rentan Seluruh entitas dalam TelkomGroup
terhadap risiko
Strategi • Kolaborasi dengan lembaga pemeringkat untuk memperoleh ESG rating
• Pelaporan inisiatif dan performa ESG kepada pemangku kepentingan secara berkala
Potensi dampak keuangan Peningkatan pendapatan
Peningkatan akses pendanaan
Penurunan akses pendanaan
Peningkatan biaya operasional
Penurunan biaya operasional
Dampak positif pada keuangan Dampak negatif pada keuangan
Analisis Skenario Iklim
TelkomGroup telah melakukan analisis skenario iklim atas dua risiko fisik, yakni hujan ekstrem/banjir dan kenaikan suhu,
untuk mengetahui potensi eksposur atas aset tanah dan bangunan di 2023 yang dilanjutkan dengan penilaian atas aset
BTS TelkomGroup pada tahun 2024 dengan pendekatan seperti pada Gambar 40. Analisis ini menggunakan skenario
Shared Socio-economic Pathways (SSP) – Sustainable Development (SSP1-2.6) dan Fossil–fueled Development (SSP5-
8.5) untuk melihat kondisi perubahan iklim apabila global mencapai target Perjanjian Paris atau aksi iklim terbatas di
tahun 2030 dan 2050. Proses ini selanjutnya diperkuat dengan analisa lanjutan untuk memetakan aset yang terekspos
kedua bahaya fisik iklim yang diidentifikasi pada skenario tinggi emisi serta berada di wilayah rawan bencana berdasarkan
indeks multihazard dari Indeks Risiko Bencana Indonesia 2023 menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Gambar 40. Pendekatan Analisis Skenario Iklim
Penentuan
Pendekatan Seleksi indikator Penetapan Pemodelan
skenario dan
umum model
pemodelan lingkup analisis skenario iklim
Peta wilayah
Metrik curah Potensi rawan bencana
SSPI-2.6 Gedung,
Fisik hujan dan suhu eksposur iklim berdasarkan
SSPI-8.5 lahan, BTS
tahunan terhadap aset indeks
multihazard
NGFS Net Zero 2050 Metrik harga Potensi biaya
Operasi
Transisi NGFS Current karbon dan harga
TelkomGroup
karbon dan
Policies energi energi
86 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 89
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Hasil dari analisis skenario iklim pada Gambar 41 menunjukkan jumlah dan sebaran aset tanah dan bangunan pada lokasi
rawan bencana berdasarkan BNPB yang terekspos hujan ekstrem/banjir di tahun 2030 dan 2050. Jumlah aset terekspos
tertinggi secara konsisten diwakili oleh aset pada Pulau Jawa dan Sumatra, diikuti Sulawesi.
Gambar 41. Persentase Aset Tanah dan Bangunan (Merah) serta BTS (Biru) Terekspos
Hujan Ekstrem dan Kenaikan Suhu di Skenario SSP5-8.5 Tahun 20230 dan 2050
0,5%
0,4%
0,2%
0,3%
0,3%
0,3%
0,1%
0,1%
2030 2050 2030 2050
2030 2050
Aset Kalimantan Aset Maluku
Aset Sulawesi
1,6%
0,7%
0,3%
0,2%
2030 2050
0,7%
Aset Sumatera
1,3% 0,1%
0,5% 2030 2050
Aset Papua
2030 2050
Aset Jawa
BTS Aset tanah dan bangunan
Telkom juga melakukan analisis untuk risiko dan peluang iklim transisi yang meliputi: 1) peningkatan harga karbon,
2) penggunaan energi terbarukan, 3) peningkatan biaya energi dan listrik, serta 4) dampak reputasi untuk memenuhi
ekspektasi pemangku kepentingan. Analisis ini menggunakan dua skenario referensi, yaitu NGFS Net Zero dan Current
Policy. Proses ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi eksposur perusahaan berdasarkan potensi pengenaan harga
karbon terhadap emisi GRK, biaya investasi panel surya, dan biaya energi yang dikeluarkan perusahaan.
Melalui analisis atas risiko transisi di tahun 2023, tercatat bahwa potensi eksposur Telkom terhadap biaya karbon
mencapai Rp2,7 triliun pada tahun 2050 untuk skenario NGFS Net Zero. Hasil analisis juga mengestimasi bahwa
terdapat potensi penurunan biaya investasi untuk panel surya menjadi sekitar Rp140 miliar pada tahun 2050 untuk
skenario NGFS Net Zero dibandingkan 2030 (Rp229 miliar), akibat semakin masifnya upaya global dalam transisi menuju
ekonomi rendah karbon. Sementara itu, biaya energi termasuk listrik dan BBM diperkirakan meningkat 4,4 – 4,5% CAGR
sampai dengan tahun 2050 berdasarkan skenario NGFS Net Zero.
Hasil analisis skenario iklim ini menjadi dasar penguatan strategi transisi dan adaptasi iklim guna mewujudkan resiliensi
operasional dan keberlanjutan bisnis yang mampu beradaptasi menghadapi dinamika dan ketidakpastian akibat perubahan
iklim seperti yang tercantum pada Tabel 12.
Penilaian Dampak Finansial
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memahami risiko dan peluang iklim serta penguatan strategi
pengelolaannya, Telkom melakukan penilaian dampak finansial atas risiko iklim yang memberikan dampak signifikan pada
keberlangsungan operasional perusahaan di 2025, yakni banjir besar di Sumatera. Kejadian ini mengharuskan perusahaan
melakukan penghapusbukuan atas sebagian aset tetap yang terdampak, serta melakukan pengadaan aset baru untuk
memulihkan layanan dan operasional bisnis. Sehubungan dengan kejadian tersebut, perusahaan juga menanggung biaya
pembersihan dan pemulihan. Meski demikian, Telkom memiliki cakupan asuransi yang komprehensif sebagai bagian dari
strategi adaptasi iklim, termasuk perlindungan atas perangkat dan aset bangunan terhadap risiko fisik akibat banjir di
Sumatera.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 87
Page 90
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Pemulihan dan Percepatan Operasional TelkomGroup di Wilayah Terdampak Banjir di Wilayah Sumatera
Wilayah Sumatera telah diidentifikasi sebagai salah satu area yang rentan terekspos curah hujan ekstrem bagi
TelkomGroup (lihat Gambar 42). Pada bulan November-Desember 2025, curah hujan ekstrem melanda berbagai
wilayah Sumatera dan menyebabkan bencana banjir yang berdampak pada 23% aset transmisi dan bangunan di
Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terdampak, termasuk 18 bangunan STO Telkom.
Prioritas pemulihan jaringan di Sumatera dilakukan melalui berbagai skema teknis untuk mengembalikan
layanan secara bertahap. Langkah ini mencakup perbaikan dan penguatan aset jaringan, pemanfaatan
infrastruktur alternatif untuk menjaga konektivitas di wilayah dengan akses terbatas, serta optimalisasi desain
jaringan di lokasi dengan paparan risiko iklim yang tinggi. Hingga akhir periode pelaporan, tingkat perbaikan
aset jaringan telah mencapai 95% dari total aset terdampak.
Gambar 42. Bantuan TelkomGroup dalam Pemulihan Bencana Banjir di Wilayah Sumatra
Selain percepatan pemulihan operasional,
TelkomGroup menyalurkan dukungan sosial dan
kemanusiaan untuk mendukung pemulihan kondisi
masyarakat. TelkomGroup berpartisipasi dalam
program Hunian Danantara (Huntara) dengan
menghadirkan akses telekomunikasi dan WiFi
gratis, termasuk penyediaan Access Point WiFi
di area hunian dan fasilitas umum, penguatan
jaringan seluler melalui BTS dan Mobile BTS, serta
menyediakan akses jaringan satelit berkolaborasi
dengan Telkomsat. Hingga akhir periode pelaporan,
total penyaluran dukungan sosial dan kemanusiaan
TelkomGroup mencapai Rp122,6 miliar.
Sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, Telkom mengevaluasi kecukupan
cakupan dan biaya asuransi untuk periode mendatang serta memperkuat strategi adaptasi operasional. Perusahaan juga
menjaga fleksibilitas pengelolaan sumber daya keuangan dan operasional guna memastikan ketahanan layanan.
Menuju Jasa Telekomunikasi Tangguh Iklim
Integrasi faktor iklim ke dalam strategi perusahaan merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan layanan telekomunikasi
yang tangguh terhadap perubahan iklim. Berangkat dari prinsip tersebut, perusahaan secara sistematis mengidentifikasi,
menilai, dan mengelola risiko serta peluang terkait iklim untuk memastikan keberlanjutan layanan, melindungi aset
strategis, dan menjaga keandalan operasional di tengah meningkatnya intensitas kejadian iklim ekstrem.
Dengan implementasi strategi adaptasi dan efisiensi operasional berwawasan iklim yang didukung posisi keuangan yang
solid dan perencanaan alokasi sumber daya yang terarah, perusahaan menilai bahwa langkah-langkah yang telah dan akan
dijalankan memadai untuk mendukung ketahanan model bisnis dan keberlangsungan layanan dalam menghadapi risiko
fisik terkait perubahan iklim hingga periode pelaporan berikutnya.
88 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 91
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Manajemen Sumber Daya
“
Sebagai penyedia jasa telekomunikasi, operasional TelkomGroup bergantung pada infrastruktur
jaringan dan pusat data yang melibatkan penggunaan sumber daya yang dalam proses bisnisnya
menghasilkan limbah. Melalui pengelolaan sumber daya dan limbah yang terukur, Telkom
berupaya mengurangi dampak operasional sekaligus menciptakan nilai keberlanjutan jangka
panjang bagi bisnis, pemangku kepentingan, dan lingkungan.
Pendekatan Manajemen
[GRI 3-3]
Kebijakan Manajemen Sumber Daya
Kebijakan formal yang menjadi pedoman manajemen sumber daya dan pengelolaan limbah di Telkom tertuang dalam
Peraturan Direksi tentang praktik tata kelola keberlanjutan. Adapun panduan teknis diatur dalam prosedur perencanaan
sistem manajemen lingkungan Telkom.
Pengelolaan limbah Telkom dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengacu
pada standar sistem manajemen lingkungan yang relevan. Praktik tersebut didukung oleh penerapan Sistem Manajemen
Lingkungan yang tersertifikasi ISO 14001:2015 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ISO 45001:2018
yang secara resmi diperoleh oleh Telkom pada tahun 2025.
Kegiatan operasional yang menjadi inti bisnis Telkom memerlukan pengelolaan yang bertanggung jawab sesuai dengan
prinsip keberlanjutan. TelkomGroup telah mengimplementasikan pengelolaan limbah elektronik (e-waste), digitalisasi,
hingga pemilahan sampah kantor sebagai bukti nyata komitmen penerapan ekonomi sirkular. Kinerja TelkomGroup
dalam pengelolaan limbah tercermin dalam Tabel 13. Ke depannya, Telkom terus berupaya untuk memperkaya inisiatif
pengelolaan limbah sejalan dengan regulasi serta standar industri yang berlaku. [OJK F.14]
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 89
Page 92
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Kinerja Pengelolaan Limbah TelkomGroup
[OJK F.13] [GRI 306-3]
Dalam proses bisnisnya, TelkomGroup menghasilkan limbah, baik limbah berbahaya maupun tidak berbahaya. Limbah
berbahaya TelkomGroup mayoritas berasal dari limbah elektronik, sementara limbah tidak berbahaya merujuk pada limbah
domestik kantor. Pada tahun 2025, jumlah limbah yang dihasilkan TelkomGroup adalah 41.157,5 ton. Kenaikan timbulan
limbah berbahaya pada tahun 2024 dipengaruhi oleh mulai dikumpulkannya data limbah berbahaya oleh TIF. Sementara
itu, penurunan produksi limbah pada tahun 2025 dipengaruhi oleh penyesuaian cakupan pengumpulan data limbah tidak
berbahaya GSD. Selain itu, Perseroan melakukan restatement atas data tahun 2023 dan 2024, yang teridentifikasi melalui
proses peninjauan dan verifikasi data.
Tabel 13. Kinerja Pengelolaan Limbah**
TelkomGroup
Metrik
2025 2024 2023
Pengelolaan limbah**
Total limbah yang dihasilkan (ton) 41.157,5 54.170,6* 12.659,0*
Limbah tidak berbahaya (ton) 6.264,9 6.542,5* 6.341,4*
Limbah berbahaya (ton) 34.892,6 47.628,1* 6.317,5*
* Pengungkapan kembali informasi berdasarkan penyesuaian metodologi pengumpulan data
** Data limbah tidak berbahaya meliputi limbah organik dan anorganik GSD, serta limbah padat non-elektronik Telkomsel, Mitratel, TDE, Telkomsat. dan Telkom Akses. Data limbah
berbahaya meliputi data limbah elektronik TDE, Telkomsel, Sigma, Telkom Akses, Telkomsat, GSD, serta data limbah medis dari entitas Telkom di bidang Kesehatan yaitu
TelkoMedika dan Yakes (Yayasan Kesehatan) Telkom. Dua entitas ini turut dicakup dalam perhitungan karena dinilai relevan berdasarkan nature bisnis yang dijalankan. Terdapat
penyesuaian informasi yang diungkapkan berdasarkan perubahan ketersediaan data pelaporan dan hasil proses verifikasi.
Pengelolaan Limbah Elektronik PINS dan Telkomsel melakukan pengelolaan masa akhir
pakai produk perangkat keras teknologi informasi, seperti
Sebagai langkah awal pengelolaan limbah elektronik, komputer, server, dan router yang tergolong sebagai
TelkomGroup melakukan pemilahan limbah elektronik Customer Premises Equipment (CPE). Perangkat CPE
yang umumnya berasal dari perangkat yang sudah usang yang dikumpulkan akan diklasifikasikan berdasarkan
dan tidak terpakai dengan limbah non-elektronik. Di kondisi dan kebutuhan penanganan, meliputi perangkat
tahun 2025, Mitratel, TDE, dan GSD telah menjalankan hasil refurbish yang siap digunakan kembali, perangkat
program pengelolaan limbah elektronik di 18 titik lokasi. yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan operasional,
Lebih lanjut, beberapa Anak Perusahaan melakukan perangkat yang dialihkan ke pihak ketiga, serta perangkat
pemanfaatan kembali limbah elektronik, seperti TIF. yang tidak lagi layak pakai dan akan dihapuskan (write-off).
Hingga 2025, TIF berhasil mengalihkan sebanyak 166,9 Selain itu, Telkomsel juga telah melakukan manajemen
ton limbah kabel serat optik dari pembuangan akhir, atau limbah modem. Pada tahun 2025, sebanyak 122.193 unit
sekitar 73% dari total limbah kabel yang dikelola. Angka ini perangkat Network Terminal Equipment (NTE)/Customer
diperoleh dari perbandingan antara jumlah limbah kabel Premises Equipment (CPE) (seperti halnya Optical
yang telah dan dapat dimanfaatkan kembali dengan total Network Terminal (ONT), dan Set Top Box (STP) diperbaiki
limbah kabel yang dikumpulkan oleh TIF. atau digunakan kembali.
90 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 93
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Aksi Pengelolaan Limbah Elektronik Telkom
Pengelolaan limbah elektronik di Telkom terintegrasi dengan program Eduvice. Program ini bertujuan untuk
mengajak karyawan Telkom untuk mendonasikan alat elektronik, seperti smartphone, laptop, dan tablet.
Terdapat dua kanal bagi karyawan untuk menyalurkan donasinya, yaitu melalui kotak donasi di gedung
perkantoran Telkom seluruh Indonesia, serta melalui web Eduvice. Alat elektronik yang terkumpul dipilah dan
diperbaiki untuk disalurkan sebagai alat penunjang pendidikan.
Gambar 43. Pendekatan Pengelolaan Limbah Elektronik Telkom
REDUCE RECYCLE REUSE WASTE
DISPOSAL
Membangun Pemilihan dan Hibah Pemusnahan
Pengumpulan
Awareness Perbaikan Limbah
Membangun Proses Limbah elektronik Alat elektronik yang Alat elektronik yang
kepedulian dan pengumpulan yang terkumpulkan telah diperbaiki tidak bisa diperbaiki
meningkatkan limbah elektronik akan dilakukan disalurkan ke akan masuk ke
kesadaran tentang dari karyawan pemilihan dan penerima manfaat. tahap pemusnahan
isu-isu lingkungan. Telkom Group perbaikan
Limbah elektronik yang dikumpulkan kemudian dikelola dengan pendekatan Reduce, Recycle dan Reuse.
Perangkat elektronik yang tidak bisa digunakan kembali akan dimusnahkan dengan melibatkan pengelola
limbah elektronik dan B3 yang bersertifikasi. Mitra pengelola limbah elektronik program Eduvice yaitu
PT Rangga Sakti, lembaga bersertifikasi untuk pengelolaan limbah B3 secara ramah lingkungan. Telkom
melakukan proses seleksi mitra secara ketat untuk memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai dengan
regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Pada tahun 2025, terdapat 317 unit perangkat yang berhasil dikumpulkan. Sebanyak 187 unit perangkat
berhasil dikelola melalui program Eduvice dan 90 unit telah didistribusikan kepada 130 penerima manfaat yang
tersebar di beberapa lembaga pendidikan di Indonesia, di antaranya:
• SMK 11 Bandung • Lembaga Pelatihan Global Teknik • SMK 11 Cimahi
• SMK Nasional • Lembaga Pelatihan Metrix Flasher
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 91
Page 94
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Bengkel Refurbish
Gambar 44. Implementasi Pengelolaan Limbah Elektronik melalui Bengkel Refurbish (kiri: ODC lama,
kanan: ODC hasil reuse-refurbish-repair)
TIF mendorong praktik keberlanjutan melalui inisiatif reuse–refurbish–
repair dan leverage asset dengan mengubah material jaringan bongkaran
menjadi aset bernilai guna kembali. Sejak pengumpulan aset bongkaran
dimulai pada 2019 dan program berjalan penuh sejak 2022, TIF mampu
mengembalikan fungsi berbagai material seperti kabel, splitter, tiang, Optical Distribution Point (ODP), dan
Optical Distribution Cabinet (ODC). Upaya ini memberikan dampak finansial terukur, termasuk cost avoidance
dari penggantian tutup ODP yang kini dapat diproduksi ulang melalui mitra UMKM dengan biaya di bawah
Rp200.000, yaitu lebih murah dibandingkan mengganti satu set perangkat senilai Rp1,5 juta. Selain manfaat
ekonomi, pendekatan ini meningkatkan kualitas layanan misalnya gangguan ODC yang sebelumnya mencapai
rata‑rata 50 laporan per bulan menjadi nol setelah integrasi material refurbish.
92 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 95
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Pengurangan Penggunaan Kertas melalui Digitalisasi
Telkom menerapkan kebijakan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan dan distribusi informasi melalui berbagai
platform daring, antara lain nota dinas digital, rapat virtual, sistem berbagi dokumen, survei berbasis online, serta layanan
sumber daya manusia berbasis teknologi informasi. Penerapan ini ditujukan untuk mendorong percepatan digitalisasi
sekaligus menekan penggunaan kertas dalam kegiatan operasional. Selain itu, sistem tanpa kertas juga diterapkan dalam
proses penyampaian tagihan kepada pelanggan. Praktik serupa turut diimplementasikan oleh anak perusahaan Telkom.
Pada tahun 2025, Telkom Infra berhasil mengurangi konsumsi kertas perusahaan sebesar 35%.
Penggunaan material ramah lingkungan [OJK F.5]
Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam penggunaan material ramah
lingkungan untuk pembuatan dan pengemasan produk. Sejak tahun 2024,
Telkomsel mulai mengganti kemasan SIM card dari material polyethylene
terephthalate (PET) menjadi kemasan berbasis kertas untuk produk reguler, termasuk Telkomsel Lite dan byU.
Transformasi ini sepenuhnya diimplementasikan pada tahun 2025 di seluruh produk reguler, sehingga sekitar
111,3 ton material PET berhasil dihindarkan melalui pengalihan 2,9 juta SIM card ke kemasan kertas. Sampai
dengan 2025, penggunaan material ramah lingkungan tersebut telah diterapkan pada 55,7 juta SIM card dan
berkontribusi terhadap efisiensi biaya sebesar Rp8,35 miliar pada tahun yang sama.
Gambar 45. Paving Block dan Phone Holder dair Limbah Kartu SIM dan Cangkangnya
Selain melakukan transformasi pada aspek pengemasan, Telkomsel juga mengoptimalkan pengelolaan limbah
kartu SIM melalui program daur ulang. Limbah kartu SIM beserta cangkangnya yang dikumpulkan dari mitra
Telkomsel di seluruh Indonesia dikelola oleh pihak ketiga, PlusTik, yang bergerak di bidang manajemen limbah.
Sepanjang tahun 2025, 0,3 ton SIM card dialihkan menjadi 10.000 phone holder, 10.000 display perdana, dan
10.000 organize basket. Ke depannya, phone holder, display perdana, dan organize basket akan didistribusikan
kembali ke Telkomsel Smart Office (TSO) untuk berbagai kepentingan di sana.
Dari keseluruhan proses daur ulang yang dijalankan oleh Telkomsel, terdapat residu limbah SIM card sekitar
705.282 kartu atau setara dengan 4,2 ton. Untuk mengatasi hal ini, Telkomsel akan terus melakukan evaluasi dan
pemantauan proses pengelolaan limbah serta mengembangkan upaya peningkatan efisiensi daur ulang guna
menekan residu yang dihasilkan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 93
Page 96
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Penyediaan Reverse Vending Machine (RVM)
Gambar 46. Reverse Vending Machine di Lingkungan Telkom
Telkom mendukung budaya kerja ramah lingkungan untuk semua karyawannya, termasuk dengan menumbuhkan
kebiasaan dan kesadaran pengelolaan sampah. Di lingkungan kantor Telkom, tersedia tiga lokasi RVM bagi
karyawan untuk menukarkan botol plastik menjadi poin, yaitu di lobi samping Telkom Landmark Tower (TLT)
Jakarta, food court lantai 7 TLT Jakarta, dan Menara Multimedia Jakarta. Pada tahun 2025, Telkom telah
mengolah 3,3 ton atau setara 177.915 botol plastik. Sampah botol plastik yang terkumpul akan didaur ulang
menjadi produk daur ulang yang bermanfaat, di antaranya menjadi tas, totebag, pouch, tas laptop, dan berbagai
barang daur ulang lainnya. Untuk penyediaan RVM dan proses daur ulang limbah plastik, Telkom bekerja sama
dengan pihak ketiga yaitu PlasticPay.
94 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 97
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Manajemen Lingkungan Lainnya
Pengelolaan Air
[OJK F.8]
TelkomGroup menyadari pentingnya pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari upaya mengelola potensi risiko
kelangkaan air. Sebagai langkah identifikasi awal terhadap potensi risiko tersebut, Telkom melakukan penilaian tingkat
kekurangan air (water stress) di wilayah STO menggunakan AQUEDUCT Tool yang dikembangkan oleh World Resources
Institute (WRI). Berdasarkan hasil penilaian tersebut, sekitar 12,9% wilayah STO Telkom berada pada kategori sangat
rentan terhadap kekurangan air, sementara 29,9% lainnya berada dalam kategori rentan kekurangan air. Temuan ini
menjadi dasar bagi TelkomGroup untuk melakukan analisis risiko lanjutan pada Anak Perusahaan dan pemasok air, serta
menjadi langkah awal dalam penyusunan target dan strategi pengelolaan air yang lebih komprehensif ke depan.
Untuk memenuhi kebutuhan pasokan air, mayoritas entitas di TelkomGroup memasok air dari pihak ketiga, yaitu
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pada tahun 2025, total penarikan air perusahaan tercatat sebesar 3.728 ML, yang
dihitung berdasarkan konversi dari tagihan konsumsi air PDAM. Terdapat tren peningkatan konsumsi air dibandingkan
tahun 2024 yang terutama disebabkan oleh perluasan cakupan pelaporan pada tahun 2025. Tahun ini mencakup entitas
Anak Perusahaan yang sebelumnya belum disertakan, khususnya Anak Perusahaan dengan aset bangunan sendiri, seperti
Telkom Metra, Telin, Telkom Akses, dan TIF. Perseroan melakukan restatement atas data tahun 2023 dan 2024 seiring
dengan penyesuaian metodologi pengumpulan data. [SASB TC- SI-130a.2, TC-IM-130a.2]
Gambar 47. Tren Penarikan Air TelkomGroup
5.000,0
4.500,0
4.000,0
3.728,4
Total Penarikan Air (ML)
3.538,7
3.406,2
3.500,0
3.000,0
2.500,0
2.000,0
1.500,0
1.000,0
500,0
0
2023* 2024* 2025
* Pengungkapan kembali informasi berdasarkan penyesuaian metodologi pengumpulan data
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 95
Page 98
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Pengelolaan Air Limbah
[OJK F.14]
Sejalan dengan upaya pengelolaan sumber daya air, GSD sebagai pengelola utama aset bangunan TelkomGroup
memastikan seluruh gedung operasional dilengkapi fasilitas Sewage Treatment Plant (STP). Proses pengelolaan limbah
cair melalui beberapa tahap, seperti penyaringan maupun pengendapan. Penggunaan teknologi ini ditujukan untuk
memantau kualitas limbah cair yang dibuang kembali ke saluran buang kota maupun didaur ulang lebih aman dan tidak
mengandung grey water dan black water.
Standar output dari limbah cair yang dikelola STP TelkomGroup mengacu pada KemenLHK No. 68 tahun 2016. Sampai
dengan 2025, fasilitas STP beroperasi di beberapa gedung TelkomGroup, di antaranya Graha Merah Putih (GMP)
Pekanbaru, Telkomsel Telecommunication Centre (TTC) Pekanbaru II, Witel Sumatra Utara Timur, Graha Sigma, Witel
Jakarta Barat, OPMC Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Graha GSD, Menara Multimedia, Telkom Landmark Tower (TLT)
Jakarta, GMP Bubat, TTC Solo Baru, GMP Pahlawan, dan TLT Manyar.
Inisiatif Pengelolaan Air dan Sanitasi di Dalam dan Luar Lingkungan TelkomGroup
Pengelolaan Air di Telkom Hub
Telkom Hub yang merupakan kompleks perkantoran utama TelkomGroup yang terdiri dari tiga gedung utama,
yakni GMP, TLT, dan TSO, telah menerapkan sistem pengelolaan air yang mengadopsi prinsip sirkularitas melalui
wastewater recycling management untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan air. Secara garis besar, 22% dari
total air yang ditarik digunakan untuk kebutuhan operasional, sementara sekitar 78% sisanya dihasilkan sebagai
efluen.
Gambar 48. Diagram Alir Penggunaan Air di TelkomHub
Cooling Tower
0,004 ML/hari
Toilet
0,4 ML/hari
Landscape
PDAM Gedung Musholla 0,2 ML/hari
0,5 ML/hari 0,5 ML/hari 0,3 ML/hari
Kitchen Recycle Tank Overflow Saluran
Proses STP &
Kota Jika CWT
0,04 ML/hari WTP Ext. 0,3 ML/hari Penuh
Cleaning
0,01 ML/hari
Penggunaan air untuk operasional gedung sebagian besar dimanfaatkan untuk cooling tower, toilet, musholla,
dapur, serta kegiatan operasional kebersihan gedung. Aktivitas tersebut menghasilkan air limbah yang kemudian
diolah melalui fasilitas Sewage Treatment Plant (STP), sebelum dibuang dalam bentuk efluen ke saluran kota.
Untuk memastikan kualitas efluen tidak mencemari saluran air perkotaan, dilakukan pengujian air limbah
olahan secara berkala di lab kesehatan daerah setempat. Pengujian ini mencakup sejumlah parameter utama,
seperti pH eks situ, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended
Solids (TSS), minyak dan lemak, amoniak, serta coliform, untuk memastikan hasil pengolahan memenuhi baku
mutu lingkungan yang berlaku.
96 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 99
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Selain itu, TLT juga memanfaatkan sebagian air hasil pengolahan STP melalui penerapan wastewater recycling
management. Sistem ini memanfaatkan air olahan STP serta air kondensasi dari Air Handling Unit (AHU) untuk
digunakan sebagai media pendingin ruangan dan penyiraman tanaman. Unit Kerja Pengelola Shared Service
Center (TSSC) mengelola inisiatif ini dan secara bertahap unit ini mengembangkannya untuk mendukung
kebutuhan operasional lainnya sekaligus meminimalkan pembuangan air ke saluran perkotaan.
Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Masyarakat
Untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Target 6, Telkom berkontribusi dalam
penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan
infrastruktur air. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan perbaikan fasilitas air bersih,
termasuk sumur bor, instalasi pengolahan air, serta sistem distribusi air di berbagai daerah. Selain itu, Telkom
juga mendukung pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak, disertai edukasi dan pelatihan terkait
penerapan pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, program ini diimplementasikan di 17 provinsi dengan menjangkau 99 titik lokasi dan
memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 58.501 penerima manfaat. Beberapa wilayah sasaran program
antara lain Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, serta Dusun Tammero’do,
Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Pelaksanaan program melibatkan berbagai pemangku
kepentingan, termasuk pemerintah daerah, komunitas setempat, dan mitra pelaksana, antara lain Yayasan
Harapan Dhuafa, Banten.
Gambar 49. Dukungan Pembangunan Sarana Air Bersih bagi Masyarakat Adat Bonokeling
Mendukung Akses Air Bersih dan Sanitasi Berkelanjutan untuk Masyarakat Adat
Pada tahun 2025, Telkom mendukung pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat adat Bonokeling di Desa
Pekuncen, Kabupaten Banyumas, sebagai respons atas keterbatasan akses air, khususnya pada musim kemarau
di Desa Pekuncen. Telkom melihat bahwa air memiliki makna penting bagi masyarakat Bonokeling terutama dalam
keberlanjutan tradisi pertanian dan praktik adat, termasuk rangkaian ritual seperti wiwitan sebelum tanam,
wiwitan pari saat panen, dan sedekah bumi sebagai wujud penghormatan terhadap alam. Kerjasama dalam
penyediaan sarana air bersih ini memperkuat kemampuan masyarakat untuk mempertahankan tradisi tersebut
sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan pengelolaan air yang dijalankan selaras dengan nilai budaya
dan kearifan lokal.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 97
Page 100
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Pelestarian Keanekaragaman Hayati
[OJK F.9, F.10]
Sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan, TelkomGroup ikut turut serta dalam melestarikan keanekaragaman
hayati, meskipun tidak ada wilayah operasional yang berlokasi langsung maupun dekat dengan kawasan konservasi.
Bentuk tanggung jawab ini juga tercermin dari tidak adanya pengaduan masyarakat terkait isu lingkungan hidup yang
diterima Telkom sepanjang tahun 2025, sehingga tidak terdapat pengaduan lingkungan hidup yang perlu ditindaklanjuti
maupun diselesaikan. [OJK F.16]
Melalui kolaborasi pentahelix dengan lembaga, komunitas, Anak Perusahaan, media, dan institusi pendidikan,
Telkom melalui Unit Kerja Pengelola Social Responsibility Center (SRC) mengimplementasikan program pelestarian
keanekaragaman hayati yang berfokus pada reforestasi dan penghijauan berkelanjutan dengan edukasi lingkungan
serta partisipasi aktif masyarakat. Pada tahun 2025, program lingkungan Telkom mencakup reforestasi dan konservasi
pada ekosistem darat dan laut, termasuk penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang, hingga menggerakan
komunitas lokal untuk mengurangi potensi emisi karbon dan membangun ekonomi masyarakat lokal. Pendekatan
kolaboratif ini mendukung penyerapan karbon, pelestarian lingkungan hidup, serta penguatan dampak sosial-ekonomi
dengan SROI 1:6,29.
Gambar 50. Kerangka Program Reforestari dan Konservasi Telkom
Identifikasi Area Lahan yang Penanaman Pohon atau
Sesuai untuk Reforestasi atau Intervensi Perlindungan
Konservasi Keanekaragaman Hayati
• Kualitas Tanah • Pemilihan Spesies
Pertimbangan jenis Pertimbangan spesies
tanah, kesuburan, dan yang tumbuh cepat dan
drainase tanah. memiliki nilai karbon
• Iklim tinggi.
Pertimbangan faktor iklim • Teknik Penanaman dan
meliputi suhu dan curah Musim
hujan. Perencanaan teknik
• Keanekaragaman Hayati penanaman serta
Eksisting pemilihan musim yang
Pengidentifikasian optimal.
spesies asli, hotspot • Intervensi
biodiversitas, dan spesies Keanekaragaman Hayati Proses sekuestrasi karbon
invasif. Pengintervensian
• Aksesibilitas dan diarahkan untuk
Infrastruktur melestarikan,
Pertimbangan kedekatan memulihkan, atau
Verifikasi dan sertifikasi Pelibatan Komunitas
lokasi dengan jalan meningkatkan
dan transportasi, keanekaragaman hayati.
ketersediaan air, serta Verifikasi dilakukan melalui Melibatkan komunitas
infrastruktur yang sudah pengukuran pembuktian lokal dalam proyek
ada. jumlah karbon yang untuk memastikan
tersekuestrasi. dukungan mereka
• Kepemilikin Area Pemeliharaan dan Monitoring sekaligus membantu
Pemastian lahan Contoh Lembaga Verifikasi:
• SRN - Sistem Registrasi pertumbuhan ekonomi
tersedia untuk masyarakat melalui
• Kegiatan pemeliharaan Nasional
kegiatan reforestasi mata pencaharian
Penyiraman, Penyiangan, • LVV GRK - Lembaga
atau konservasi alternatif
Perlindungan dari hama Verifikasi dan Validasi
(pertimbangkan
pengaturan tenurial lahan • Monitoring Gas Rumah Kaca
dan izin terkait) Pemantauan kesehatan
pohon, tingkat
kelangsungan hidup,
pertumbuhan pohon, &
serapan karbon
98 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 101
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Pada tahun 2025, sebanyak 80.800 pohon telah ditanam dengan akumulasi luas lahan total 8,1 hektar bersama dengan
komunitas masyarakat di Hutan Binaan Digital Telkom milik desa yang tersebar di Desa Bojong dan Jayabakti Kabupaten
Garut, Desa Plumbon Kabupaten Karanganyar, Desa Tlogolele Kabupaten Bonyolali, Desa Bissoloro Kabupaten Gowa, Desa
Panyutran Kabupaten Pangandaran, dan Desa Waluran Mandiri Kabupaten Sukabumi.
Pohon yang ditanam yaitu alpukat (Persea americana), aren (Arenga pinnata), durian (Durio zibethinus L.), mahoni
(Swietenia mahagoni), petai (Parkia speciosa), jambu biji (Psidium guajava), sonokeling (Dalbergia latifolia), rasamala
(Altingia excelsa), pinus (Pinus merkusii), dan manglid (Manglietia glauca Bl). Berdasarkan hasil pemantauan sejak tahun
2022, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) tanaman yang ditanam oleh Telkom tercatat sekitar 70%. Selanjutnya,
Telkom mengembangkan visualisasi spasial berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) untuk memantau
luasan wilayah konservasi serta sebaran lokasi penanaman pohon secara terintegrasi. Teknologi WebGIS ini dapat diakses
secara terbuka oleh masyarakat melalui laman web Telkom Green Digital.
Gambar 51. Aksi Kolektif Penanaman Pohon di Kawasan Prioritas Daerah Istimewa Yogyakarta
Selain peningkatan daya dukung ekosistem daratan, mangrove. Sementara itu, pada program transplantasi
Telkom juga mengambil peran dalam inisiatif serupa terumbu karang di Lanjukang, Telkom telah melibatkan
untuk ekosistem laut. Pada tahun 2025, Telkom dan Komunitas Gusung Tallasa (Gustalkom) dan Universitas
anak perusahaan meliputi Sigma, Telkomsel, dan Telkom Hasanuddin dalam kegiatan monitoring yang berlangsung
Akses melakukan aksi kolektif penanaman 110.042 secara berkala.
pohon mangrove (Rhizophora mucronata) dan lamun
(Thalassia hemprichii). Telkom juga melanjutkan kegiatan Selanjutnya, melalui kolaborasi dengan Telkom University,
transplantasi terumbu karang (Acropora sp dan Porites sp) Telkom melakukan pengukuran stok karbon atas
sebanyak 760 substrat. Inisiatif ini dilakukan di berbagai pelaksanaan program Hutan Binaan Digital dan restorasi
pesisir dan perairan Indonesia, beberapa di antaranya mangrove. Pengukuran ini bertujuan untuk memperoleh
Pesisir Pantai Cipatujah dan Cikalong Kabupaten estimasi cadangan karbon secara komprehensif sebagai
Tasikmalaya, Tarakan Kalimantan Utara, Tanjung Boleng bagian dari evaluasi dampak lingkungan program.
NTT, Pantai Glagah Kabupaten Demak, dan Pesisir Penghitungan stok karbon ekosistem dilakukan dengan
Wringinputih Banyuwangi. mengacu pada SNI 7725:2019, yang mencakup pengukuran
pada lima kantong karbon, yaitu stok karbon atas
Adapun upaya pemeliharaan mangrove setelah permukaan, stok karbon bawah permukaan, nekromasa,
penanaman, Telkom secara berkelanjutan melibatkan serasah, serta cadangan karbon tanah pada ekosistem
berbagai pemangku kepentingan. Di Sumatera Utara, tanah mineral dan mangrove. Ke depannya, Telkom
Telkom terus menjalin kemitraan dengan kelompok terus berupaya memperluas implementasi penanaman
masyarakat setempat, termasuk Baitulmaal Muamalat mangrove dan kegiatan reforestasi serta melaksanakan
(BMM) dan Kelompok Mangrove Tanjung Rejo, untuk verifikasi atas program carbon offset sebagai wujud
mendukung kegiatan perawatan dan pemeliharaan komitmen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 99
Page 102
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Tabel 14. Stok Karbon Ekosistem Program Reforestasi dan Konservasi Telkom
Telkom
Indikator
2025 2024 2023*
Lokasi pengukuran stok karbon (titik) 24 10 3
Luas wilayah stok karbon (ha) 245,2 97,6 105,4
Rata-rata stok karbon ekosistem hutan binaan 1.172,1 625,4 1,5
digital dan restorasi mangrove (ton C/ha)
* Tahun 2023 merupakan piloting pengukuran stok karbon dan data hanya merepresentasikan kantong karbon di atas permukaan tanah saja.
Aksi Kolektif Pelestarian Lingkungan
Berbagi Hepi dengan Donasi Poin MyTelkomsel
Gambar 52. Donasi Poin Telkomsel untuk Konservasi Seagrass
Berkolaborasi bersama
platform Kitabisa, Telkomsel
pada bulan Desember 2025
mengajak pelanggan turut berpartisipasi dalam aksi
pelestarian lingkungan melalui penanaman 3.000
bibit lamun (seagrass) dan pembangunan Rumah
Kultivasi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di
Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran. Program
ini mendorong keterlibatan langsung pelanggan, di
mana mereka dapat menyalurkan Telkomsel Poin
melalui aplikasi MyTelkomsel untuk mendukung
pemulihan ekosistem laut.
Aksi Jaga Bumi oleh Telkomsel
Gambar 53. Aksi Jaga Bumi Revitalisasi Mangrove oleh Telkomsel
Telkomsel melanjutkan inisiatif Telkomsel Jaga Bumi
Carbon Offset fase ketiga pada periode September-
November 2025. Inisiatif ini dijalankan melalui
kolaborasi dengan startup teknologi lingkungan
Jejakin dan melibatkan partisipasi 47.000 pelanggan
Telkomsel serta by.U melalui donasi Telkomsel Poin
dan uCoin untuk mendukung upaya pengurangan
jejak karbon dari aktivitas sehari-hari.
Telkomsel menargetkan penanaman 12.731 pohon pada fase ketiga ini dengan prioritas penanaman di delapan
wilayah konservasi di Indonesia. Pelaksanaan fase ketiga difokuskan pada dua pendekatan, yaitu konservasi
ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Multi-purpose
Tree Species (MPTS). Adapun sebaran lokasi mencakup:
• Konservasi Pesisir (Mangrove) • Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (1.000 pohon)
• Patra Manggala, Tangerang (681 pohon) • Pakisjaya, Karawang (2.000 pohon)
• Romokalisari, Surabaya (1.050 pohon) • Pemberdayaan Ekonomi (Pohon MPTS)
• Margojoyo, Kendal (2.000 pohon) Berlokasi di Leuwisadeng, Bogor. Sejumlah 2.000
• Gojoyo, Demak (2.000 pohon) pohon MPTS yang terdiri dari jenis kopi, durian,
• Langsa, Aceh (2.000 pohon) petai dan jengkol.
100 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 103
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022 hingga 2024, program Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset telah
menanam lebih dari 25.000 pohon dan diestimasikan mampu menyerap sekitar 1.093 ton CO2e. Sementara itu,
kegiatan Jaga Bumi Carbon Offset fase ketiga diestimasi mampu mensekuestrasi karbon sekitar 824,5 ton CO2e
dalam masa hidup delapan tahun. Informasi lebih lengkap tentang tata cara berkontribusi sebagai pelanggan pada
program Telkomsel Jaga Bumi, tersedia di laman tsel.id/jagabumi.
Penanaman Mangrove di Area Cable Landing oleh Telin
Gambar 54. Aksi Kolektif Penanaman Mangrove di Kawasan Cable Landing oleh Telin
Sampai dengan tahun 2024 Telin telah menanam 15.000 mangrove
di kawasan cable landing dan terdampak abrasi Tanjung Pakis,
Jawa Barat. Upaya ini berlanjut pada tahun 2025 melalui
penanaman sebanyak 10.180 mangrove di kawasan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi program Collective
Carbon Action BATIC 2025 dan dilaksanakan melalui kolaborasi
dengan CarbonEthics. Telin juga melakukan penanaman
mangrove di kawasan cable landing Minahasa sebanyak 1.500
mangrove di Desa Poopoh, Sulawesi Utara. Melalui program tersebut, Telin berhasil menanam sebanyak 26.680
mangrove sejak dicanangkan pada 2022. Selanjutnya, Telin menaruh perhatian pada pemantauan dan evaluasi
berkala guna memastikan dampak yang dihasilkan dapat terjaga dalam jangka panjang. Hasil pemantauan sejak
periode sebelumnya menunjukkan survival rate mangrove yang ditanam sebesar 97%.
Aksi Nyata Bersihkan Sampah
Gambar 55. GoZero% Roadshow Goes To Bandung bersama Pandawara Group
Telkom mendorong aksi pelestarian lingkungan
melalui kolaborasi pentahelix dengan melibatkan
pemerintah setempat, media, dan akademisi, serta
menggerakkan relawan dan masyarakat dalam
kegiatan bersih sungai dan pesisir di Bandung dan
Makassar. Dalam memperingati World Clean Up Day (20
September) dan Hari Sungai Sedunia (28 September),
Telkom berkolaborasi bersama Pandawara Group –
Gambar 56. GoZero% Roadshow Goes To Makassar gerakan pemuda asal Bandung yang memiliki rekam
jejak lebih dari 200 titik aksi bersih di berbagai wilayah
Indonesia - untuk melaksanakan aksi nyata River Clean
Up di Sungai Cioray, Bandung pada 25 September
2025. Kegiatan ini melibatkan sekitar 75 peserta yang
terdiri atas manajemen Telkom, karyawan, mahasiswa
Telkom University, serta Pandawara Group, dan
berhasil mengangkat 1,5 ton sampah.
Sementara itu, kegiatan di Makassar dilaksanakan di Pantai Barombong dan Galesong pada 18 Oktober 2025.
Mengusung tema “Revive the Sea, Renew Our Future,” aksi Beach Clean Up ini melibatkan sebanyak 200 peserta
yang terdiri dari manajemen dan karyawan TelkomGroup, SMK Telkom Makassar, perangkat desa, masyarakat
sekitar, relawan umum, serta Marine Buddies Makassar yang merupakan komunitas di bawah naungan WWF
Indonesia untuk membantu mengendalikan dan mengelola potensi kelautan Indonesia. Kegiatan ini berhasil
mengumpulkan 1,4 ton sampah. Selain itu, Telkom juga menyerahkan 50 tempat sampah rumah tangga serta
membangun dua titik fasilitas tempat sampah untuk mendukung pengelolaan sampah masyarakat pesisir.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 101
Page 104
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Biaya Lingkungan [OJK F.4]
“
Telkom dan Anak Perusahaannya di tahun 2025 kembali konsisten mengalokasikan sumber daya
untuk menunjang program dan inisiatif lingkungan. Biaya tersebut digunakan untuk pelaksanaan
program terkait lingkungan termasuk upaya efisiensi energi dan inisiatif lingkungan lainnya.
Pada tahun ini, biaya program efisiensi energi mengalami penurunan sejalan dengan
optimalisasi operasional fokus pada maintenance dan perbaikan, dan arahan pengendalian
belanja. Sementara itu, biaya inisiatif lingkungan meningkat sebesar 48% karena didorong
oleh penguatan program penanaman mangrove sebagai bagian dari prioritas dan target TJSL
perusahaan, serta adanya penambahan inisiatif berupa pembelian Renewable Energy Certificate
(REC). Rincian biaya lingkungan yang dikeluarkan TelkomGroup dalam 3 tahun terakhir disajikan
pada Tabel 15.
Tabel 15. Biaya Lingkungan TelkomGroup Tahun 2023-2025 (dalam Rupiah)
Peruntukan 2025 2024 2023
Biaya untuk efisiensi energi* 18.346.158.626 57.443.772.856 26.083.011.122
Biaya untuk mendukung program inisiatif
16.583.361.593 11.199.138.467 5.571.836.437
lingkungan**
* Biaya lingkungan untuk efisiensi energi TelkomGroup dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan maupun peremajaan peralatan ramah lingkungan, seperti
lampu LED, refrigeran, baterai, monitor yang lebih ramah lingkungan. Angka tahun 2023-2024 meliputi Mitratel, TDE, dan Sigma, serta pada data tahun 2025 terdapat perluasan
ruang lingkup data dengan mencakup GSD dan Telkom Infra.
** Pada tahun 2025, terdapat penambahan ruang lingkup biaya lingkungan untuk program inisiatif lingkungan lainnya dengan menambahkan biaya program REC, selain parameter
biaya pada tahun buku 2024 yang meliputi biaya konservasi dan revegetasi hutan binaan digital, sanitasi dan air bersih, penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, serta
inisiatif aksi iklim melalui pemanfaatan IoT. Angka dalam tabel, khususnya pada tahun 2025, diwakili oleh Telkom, Telkomsel, Mitratel, TDE, Sigma, Telkomsat. Terdapat perluasan
cakupan dibandingkan data tahun 2023–2024, yang hanya mencakup Telkom dan Mitratel.
102 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 105
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Kinerja Lingkungan Perusahaan
Tabel 16. Jumlah Rekrutmen Karyawan untuk Mengelola Iklim di TelkomGroup
[GRI 102-3]
Rekrutmen karyawan untuk mengelola iklim 2025 2024 2023
Total Karyawan untuk mengelola iklim 7 7 6
Jumlah karyawan untuk mengelola iklim
Laki-laki 5 4 4
Perempuan 2 3 2
Jumlah karyawan tetap untuk mengelola iklim
Laki-laki 4 4 4
Perempuan 2 3 2
Jumlah karyawan kontrak untuk mengelola iklim
Laki-laki 1 - -
Perempuan - - -
* Rekrutmen untuk mendukung pengelolaan program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mencakup berbagai divisi, namun tidak terbatas pada Unit Kerja Pengelola Sustainability
dan Risk Management. Data yang disajikan di atas merepresentasikan hasil rekrutmen di Telkom dan Sigma.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 103
Page 106
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Tabel 17. Kinerja Emisi GRK dan Energi
[OJK F.6, F.11] [GRI 102-5, 102-6, 102-7, 102-8, 302-1, 302-3, 302-4, 305-1, 305-2, 305-3, 305-4]
Telkom Telkomsel Mitratel
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Manajemen emisi
Total emisi GRK
(tCO2e) (Location- 1,142,673.9 430.926,9* 430.750,9* 2.708.748,7 1.696.947,8* 1.628.935,2* 37.630,5 53.706,3 62.742,8
based)
Total emisi GRK
(tCO2e) (Market- 1.112.914,8 430.926,9* 430.750,9* 2.708.748,7 1.696.947,8* 1.628.935,2* 37.630,5 53.706,3 62.742,8
based)
Scope 1 dan 2
304.190,7 367.945,5* 372.391,0* 1.736.327,9 1.561.941,6* 1.486.664,6* 13.136,7 37.896,0 38.587,7
(Location-based)
Scope 1 dan 2
274.431,6 367.945,5* 372.391,0* 1.736.327,9 1.561.941,6* 1.486.664,6* 13.136,7 37.896,0 38.587,7
(Market-based)
Scope 1 5.044,4 25.087,0 25.429,1 14.360,2 19.337,3 19.866,5 1.059,4 3.445,9 3.847,9
Fuel combustion –
709,9 8.035,4 8.509,7 6.391,6 8.179,1 8.240,3 725,1 1.261,8 1.535,3
stationary
Fuel combustion –
2.011,3 4.126,4 4.126,4 4.369,7 4.324,7 4.324,7 315,6 2.134,9 2.264,8
mobile
Fugitive emission
– refrigerant & fire 2.323,2 12.925,1 12.792,8 3.596,1 6.833,4 7.301,4 18,8 49,1 47,7
suppression
Fugitive emission –
0,0 0,1 0,1 2,9 0,03 0,03 0,0 N/A N/A
waste water
Scope 2 (location-
299.146,3 342.858,4* 346.961,9* 1.721.967,7 1.542.604,3* 1.466.798,1* 12.077,3 34.450,2 34.739,8
based)
Scope 2 (Market-
269.387,2 342.858,4* 346.961,9* 1.721.967,7 1.542.604,3* 1.466.798,1* 12.077,3 34.450,2 34.739,8
based)
Scope 3 838.483,2 62.981,4 58.359,9 972.420,8 135.006,1 142.270,6 24.493,8 15.810,3 24.155,1
Kategori 1 9.693,6 31.982,9 5.117,3 30.322,9 4.176,5 10.490,7 0,0 440,1 399,5
Kategori 2 75.242,4 16.664,7 37.982,9 132.506,2 22.366,2 20.623,6 22.904,7 15.251,5 22.784,7
Kategori 3 29.429,6 0,0 0,0 164.001,4 0,0 0,0 1.414,1 0,0 0,0
Kategori 4 51,1 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 5 240,4 0,0 0,0 7,4 0,5 72,7 0,0 0,0 0,0
Kategori 6 833,7 14.232,5 15.102,4 472,1 8.873,2 3.927,4 160,2 106,4 963,4
Kategori 7 99,2 N/A N/A 42,0 N/A N/A 14,8 N/A N/A
Kategori 8 8,2 0,0 0,0 0,0 N/A N/A 0,0 12,2 7,5
104 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 107
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Telin TDE Anak Perusahaan lainnya TelkomGroup
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
12.339,9 65.355,8 111.116,6 130.099,8 105.844,3 89.397,7 170.057,0 114.442,6 120.165,9 4.196.087,0 2.467.223,7* 2.443.109,1*
12.339,9 65.355,8 111.116,6 117.433,2 105.844,3 89.397,7 170.057,0 114.442,6 120.165,9 4.153.661,3 2.467.223,7* 2.443.109,1*
7.213,2 12.119,5 60.054,1 114.780,0 105.232,8 76.080,9 52.912,9 75.071,0 75.354,5 2.228.561,3 2.160.206,4* 2.109.132,9*
7.213,2 12.119,5 60.054,1 102.113,3 105.232,8 76.080,9 52.912,9 75.071,0 75.354,5 2.186.135,6 2.160.206,4* 2.109.132,9*
251,3 832,9 3.272,9 2.475,8 3.310,5 360,0 22.876,9 30.071,8 30.953,7 46.068,1 82.085,4 83.730,0
13,8 400,5 504,0 196,1 143,2 54,1 4.251,9 9.361,4 9.201,2 12.288,3 27.381,5 28.044,6
184,6 280,4 236,6 0,0 38,7 25,8 14.992,9 16.276,8 17.726,5 21.874,0 27.182,0 28.704,9
49,2 151,9 2.532,4 2.165,7 3.125,5 279,4 2.249,2 4.406,1 3.993,7 10.402,1 27.491,1 26.947,5
3,8 N/A N/A 114,1 3,1 0,7 1.382,9 27,5 32,3 1.503,6 30,8 33,1
6.961,9 11.286,6 56.781,2 112.304,2 101.922,2 75.721,0 30.036,0 44.999,3 44.400,8 2.182.493,3 2.078.121,1* 2.025.402,9*
6.961,9 11.286,6 56.781,2 99.637,5 101.922,2 75.721,0 30.036,0 44.999,3 44.400,8 2.140.067,5 2.078.121,1* 2.025.402,9*
5.126,6 53.236,3 51.062,5 15.319,8 611,6 13.316,8 117.144,1 39.371,6 44.811,3 1.967.525,7 307.017,3 333.976,2
0,0 45.803,8 44.454,1 0,0 0,0 0,0 24.780,0 4.814,8 12.265,4 64.796,5 87.218,1 72.727,0
4.027,0 4.575,9 6.109,9 448,6 183,7 13.172,5 4.552,6 11.635,1 1.999,0 239.681,5 70.677,0 102.672,6
650,6 0,0 0,0 7.825,0 0,0 0,0 8.429,7 0,3 0,1 211.750,4 0,3 0,1
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 0,0 0,0 51,1 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 23,0 0,2 7,9 270,7 N/A N/A
440,5 2.856,6 498,5 38,4 427,9 144,3 1.630,0 5.622,8 9.603,7 3.574,7 N/A N/A
8,6 N/A N/A 3,9 N/A N/A 221,2 N/A N/A 389,8 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 7.004,0 0,0 0,0 70.929,2 7.973,7 7.742,0 77.941,4 7.985,9 7.749,5
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 105
Page 108
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Telkom Telkomsel Mitratel
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Kategori 9 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 11 722.750,7 0,0 0,0 644.986,2 99.559,4 99.421,1 0,0 0,0 0,0
Kategori 12 1,9 N/A N/A 56,8 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 13 0,0 0,0 0,0 0,0 N/A N/A 0,0 0,0 0,0
Kategori 15 132,5 101,3 157,2 26,0 30,3 7.735,0 0,0 0,0 0,0
Biogenic emission
dari penggunaan 244,3 N/A N/A 2.553,0 N/A N/A 241,7 N/A N/A
biodiesel
Intensitas emisi
Cakupan 1 dan 2
(ton CO2/Rp miliar 7,1 8,0* 7,3* 15,9 13,8* 14,5* 1,4 4,1 4,5
revenue) (Location-
based)
Intensitas emisi
Cakupan 1 dan 2
(ton CO2/Rp miliar 6,4 8,0* 7,3* 15,9 13,8* 14,5* 1,4 4,1 4,5
revenue) (Market-
based)
Manajemen energi
Total penggunaan
1.223.410,5 1.501.475,8* 1.524.992,2* 6.984.695,3 6.510.919,2* 6.195.137,4* 62.393,5 175.481,0 183.466,5
energi (GJ)
Konsumsi listrik
1.182.032,5 1.334.295,0* 1.351.378,3* 6.787.504,4 6.329.140,9* 6.022.516,8* 46.434,3 128.226,0 130.680,1
yang dibeli (GJ)***
Konsumsi listrik
yang dibeli dari total 96,6% 88,9%* 88,6%* 97,2% 97,2%* 97,2%* 74,4% 73,1% 71,2%
konsumsi energi (%)
Konsumi listrik dari
sumber terbarukan
0,0 0,0 0,0 13.926,0 9.995,0 7,3 0,0 0,0 0,0
(PLTS dan PLTMH)
(GJ)
Persentase
konsumsi listrik
dari sumber energi
0,0 0,0 0,0 0,2% 0,2%* 0,0 0,0 0,0 0,0
terbarukan terhadap
total konsumsi
energi (%)
Konsumsi bahan
41.378,1 167.180,8 173.613,9 183.265,0 171.783,3 172.613,3 15.959,2 47.255,0 52.786,4
bakar (GJ)
Konsumsi bahan
bakar tidak 37.927,8 167.180,8 173.613,9 147.205,2 171.783,3 172.613,3 12.545,5 47.255,0 52.786,4
terbarukan (GJ)
Konsumsi bahan
bakar terbarukan 3.450,3 N/A N/A 36.059,7 N/A N/A 3.413,7 N/A N/A
(GJ)
Konsumsi bahan
bakar biodiesel 3.450,3 N/A N/A 36.059,7 N/A N/A 3.413,7 N/A N/A
-B40 (GJ)
Konsumsi bahan
bakar biodiesel 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
-B30 (GJ)
106 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 109
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Telin TDE Anak Perusahaan lainnya TelkomGroup
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 172,6 N/A N/A 172,6 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.367.736,8 N/A N/A
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 58,6 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6.296,1 148,0 107,3 833,4 148,0 107,3
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 109,7 9.176,6 13.085,8 268,1 9.308,3 20.978,0
49,4 N/A N/A 23,2 N/A N/A 1.704,4 N/A N/A 4.816,0 N/A N/A
0,6 1,0 5,3 72,0 89,5 140,3 1,0 1,4 1,5 15,2 14,4 14,1
0,6 1,0 5,3 64,1 89,5 140,3 1,0 1,4 1,5 14,9 14,4* 14,1*
38.788,2 85.460,4 488.100,1 642.432,3 546.293,2 314.424,8 416.149,4 541.534,6 557.107,1 9.367.869,3 9.361.163,8* 9.270.561,5*
35.409,3 76.226,4 478.090,5 639.460,8 543.813,2 313.328,2 124.092,4 185.629,3 183.083,7 8.814.933,6 8.597.330,8* 8.479.077,5*
91,3% 89,2% 97,9% 99,5% 99,5% 99,7% 29,8% 34,3% 32,9% 94,1% 91,8%* 91,5%*
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 13.926,0 9.995,0 7.341,0
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,1% 0,1%* 0,1%*
3.378,9 9.234,0 10.009,6 2.971,6 2.480,0 1.096,6 292.057,0 355.905,2 374.023,4 539.009,7 753.838,0 784.143,0
2.681,0 9.234,0 10.009,6 2.644,0 2.480,0 1.096,6 268.004,7 355.905,2 374.023,4 471.008,2 753.838,0 784.143,0
697,9 N/A N/A 327,6 N/A N/A 24.052,3 N/A N/A 68.001,5 N/A N/A
697,9 N/A N/A 0,0 N/A N/A 24.050,5 N/A N/A 67.672,0 N/A N/A
0,0 N/A N/A 174,1 N/A N/A 1,4 N/A N/A 175,5 N/A N/A
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 107
Page 110
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Telkom Telkomsel Mitratel
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Konsumsi bahan
bakar biodiesel
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
-(B20- Singapore
Biodiesel) (GJ)
Konsumsi bahan
bakar biodiesel
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
-(B10- Malaysia
Biodiesel) (GJ)
Konsumsi bahan
bakar terbarukan
0,3% N/A N/A 0,5% N/A N/A 5,5% N/A N/A
yang dibeli dari total
konsumsi energi (%)
Penurunan
penggunaan energi -278.065,3 -23.516,4* 90.683,2* 473.776,1 315.781,8* 313.132,4* -113.087,5 -7.985,6 -20.116,0
(GJ) ****
Penurunan
penggunaan energi -18,5% -1,5%* 6,3%* 7,3% 5,1%* 5,3%* -64,4% -4,4% -9,9%
(%)****
Intensitas energi
(GJ/Rp miliar 28,4 32,6* 29,7* 63,9 57,4* 60,5* 6,5 19,0 21,3
revenue)
Total penggunaan
328.342.348,6 370.637.495,6* 375.382.868,2* 1.885.417.875,2 1.758.094.691,2* 1.672.921.324,3* 12.898.426,5 35.618.327,0 36.300.030,0
listrik (kWh)
* Pengungkapan kembali informasi berdasarkan penyesuaian metodologi pengumpulan data listrik
** N/A (Not applicable)
*** Terdapat konversi satuan dari kilowatt-hour (kWh) menjadi Giga Joule (GJ) dengan faktor konversi sebesar 0,0036
**** Notasi minus (-) menunjukkan bahwa terjadi penurunan penggunaan energi dibandingkan tahun sebelumnya. [SASB TC-SI-130a.1, TC-TL-130a.1, TC-IM-130a.1]
***** Data konsolidasi TelkomGroup dan data per entitas Anak Perusahaan dapat menunjukkan nilai yang berbeda. Pada tingkat konsolidasi, aset yang disewakan dicatat sebagai
satu kesatuan sehingga dihitung satu kali, sedangkan pada tingkat masing-masing entitas, aset yang sama dapat tercatat di lebih dari satu entitas sesuai dengan porsi atau
keterlibatan masing-masing, sehingga menghasilkan jumlah yang lebih besar.
Penjelasan kinerja manajemen energi tahun 2025:
• Secara umum, penurunan penggunaan bahan bakar terutama didorong oleh transisi menuju penggunaan biodiesel,
sejalan dengan mandat implementasi biodiesel di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
• Telkom mencatat penurunan penggunaan energi yang disebabkan oleh penurunan konsumsi bahan bakar kendaraan
operasional dari 1.654.870 liter pada tahun 2024 menjadi 688.648 liter pada tahun 2025.
• Telkomsel mencatat peningkatan penggunaan energi pada tahun 2025, yang dipengaruhi oleh kenaikan konsumsi BBM
kendaraan bermotor (RON 90, 92, dan 98) dari 1.770.828 liter pada tahun 2024 menjadi 1.865.891 liter pada tahun 2025.
Selain itu, konsumsi listrik juga meningkat seiring dengan penambahan BTS sepanjang tahun 2025.
• Mitratel mencatat penurunan penggunaan energi pada tahun 2025, terutama dipengaruhi oleh perubahan model bisnis
layanan operator, dari sebelumnya mencakup pembayaran listrik menjadi hanya berfokus pada penyewaan menara
(tower leasing). Hal ini berimplikasi pada penurunan tagihan listrik Mitratel.
• Telin mencatat tren penurunan penggunaan energi pada tahun 2025, yang dipengaruhi oleh berkurangnya konsumsi
BBM kendaraan bermotor (RON 90, 92, dan 98), serta penurunan penggunaan listrik di wilayah operasional Singapura,
Malaysia, dan Hong Kong.
• TDE mencatat peningkatan penggunaan energi pada tahun 2025, seiring dengan ekspansi bisnis data center di Pulau
Jawa.
108 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 111
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Telin TDE Anak Perusahaan lainnya TelkomGroup
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
0,0 N/A N/A 153,5 N/A N/A 0,0 N/A N/A 153,5 N/A N/A
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,4 N/A N/A 0,4 N/A N/A
1,8% N/A N/A 0,1% N/A N/A 5,8% N/A N/A 0,7% N/A N/A
-46.672,2 -402.639,7 -22.453,0 96.139,1 231.868,4 220.681,0 -125.385,2 -15.572,5 -297.889,0 6.705,5 90.602,3* 291.371,5*
-54,6% -82,5% -4,4% 17,6% 73,7% 235,4% -23,2% -2,8% 10,3% 0,1% 1,0%* 3,2%*
3,2 7,1 42,8 403,1 464,5 579,6 8,2 10,4 10,8 63,8 62,4* 62,1*
9.835.920,3 21.174.012,0 132.802.909,0 177.627.989,5 151.059.230,0 87.035.600,0 34.470.108,2 51.563.700,0 50.856.577,0 2.448.592.668,3 2.388.147.456,2* 2.355.299.308,5*
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 109
Page 112
03 Save Our Planet Perubahan Iklim dan
Manajemen Energi
Manajemen
Sumber Daya
Tabel 18. Kinerja Penurunan Emisi GRK Tahun 2025 Dibandingkan Base Year Tahun 2023*
[GRI 102-4,305-5
Anak
Metrik Telkom Telkomsel Mitratel Telin TDE Perusahaan TelkomGroup
Lainnya
Penurunan emisi Scope 1
dibanding base year 2023 -20.384,7 -5.506,2 -2.788,5 -3.021,6 2.115,9 -8.076,8 -37.661,9
(tCO2)
Penurunan emisi Scope 1
dibanding base year 2023 -80,2 -27,7 -72,5 -92,3 587,8 -26,1 -45,0
(%)
Penurunan emisi Scope 2
dibanding base year 2023 -47.815,7 255.169,5 -22.662,5 -49.819,3 36.583,2 -14.364,8 157.090,4
(tCO2) (Location-based)
Penurunan emisi Scope 2
dibanding base year 2023 -13,8 17,4 -65,2 -87,7 48,3 -32,4 7,8
(Location-based) (%)
Penurunan emisi Scope 2
dibanding base year 2023 -77.574,8 255.169,5 -22.662,5 -49.819,3 23.916,6 -14.364,8 114.664,7
(tCO2) (Market-based)
Penurunan emisi Scope 2
dibanding base year 2023 -22,4 17,4 -65,2 -87,7 31,6 -32,4 5,7
(Market-based) (%)
Penurunan emisi Scope 3
dibanding base year 2023 780.123,4 830.150,2 338,7 -45.935,9 2.003,0 66.870,1 1.633.549,5
(tCO2)
Penurunan emisi Scope 3
dibanding base year 2023 1.336,7 583,5 1,4 -90,0 15,0 149,2 489,1
(%)
Penurunan emisi Scope 1 &
2 dibanding base year 2023 -68.200,4 249.663,3 -25.451,0 -52.840,9 38.699,1 -22.441,7 119.428,5
(Location-based) (tCO2)
Penurunan emisi Scope 1 &
2 dibanding base year 2023 -18,3 16,8 -66,0 -88,0 50,9 -29,8 5,7
(Location-based) (%)
Penurunan emisi Scope 1 &
2 dibanding base year 2023 -97.959,4 249.663,3 -25.451,0 -52.840,9 26.032,4 -22.441,7 77.002,7
(Market-based) (tCO2)
110 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 113
Manajemen Biaya Lingkungan Kinerja Lingkungan
Lingkungan Lainnya Perusahaan
Anak
Metrik Telkom Telkomsel Mitratel Telin TDE Perusahaan TelkomGroup
Lainnya
Penurunan emisi Scope 1 &
2 dibanding base year 2023 -26,3 16,8 -66,0 -88,0 34,2 -29,8 3,7
(Market-based) (%)
Penurunan emisi Total
dibanding base year 2023 711.923,0 1.079.813,5 -25.112,3 -98.776,8 40.702,1 44.428,4 1.752.978,0
(Location-based) (tCO2)
Penurunan emisi Total
dibanding base year 2023 165,3 66,3 -40,0 -88,9 45,5 37,0 71,8
(Location-based) (%)
Penurunan emisi Total
dibanding base year 2023 682.164,0 1.079.813,5 -25.112,3 -98.776,8 28.035,4 44.428,4 1.710.552,2
(Market-based) (tCO2)
Penurunan emisi Total
dibanding base year 2023 158,4 66,3 -40,0 -88,9 31,4 37,0 70,0
(Market-based) (%)
* Notasi minus (-) menunjukkan bahwa pada tahun 2025, terjadi penurunan emisi dibandingkan tahun 2023. Penjelasan terkait latar belakang terjadinya kenaikan maupun penurunan
ini dielaborasi pada bagian Transisi Rendah Karbon.
Detail emisi untuk masing-masing Anak Perusahaan disajikan pada Lampiran 2.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 111
Page 114
04. 112 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 115
Empower Our People LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 113
Page 116
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
“ TelkomGroup menempatkan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai
elemen kunci dalam mendukung kesuksesan transformasi digital untuk mempertahankan daya
saing perusahaan. Melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan kolaboratif,
perusahaan mendorong tumbuhnya talenta terbaik untuk menghadirkan layanan yang andal,
bernilai, dan dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat.
Gambar 57. Kerangka Pengelolaan Aspek Sosial Telkom
Empower Our People
Keberagaman, kesetaraan, Kesehatan dan Inklusivitas digital dan
Pengalaman Pelanggan
dan inklusi keselamatan karyawan pelibatan komunitas
• Inklusivitas rekrutmen • Lingkungan Kerja yang • Layanan unggul bagi • Inklusivitas digital
karyawan Telkom Aman semua pelanggan • Pemberdayaan
• Kompensasi dan benefit • Kesejahteraan karyawan • Inovasi produk yang masyarakat
• Pengembangan Talenta bertanggung jawab
• Lingkungan kerja yang
inklusif
114 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 117
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Topik Material Target 2030 Capaian tahun 2025
Keberagaman, Kesetaraan, 32% karyawan perempuan (TelkomGroup) 31,7% karyawan perempuan di TelkomGroup
dan Inklusi
27% karyawan perempuan di Level Manajerial 21% karyawan perempuan di level manajerial
(TelkomGroup) di TelkomGroup
1,5% karyawan difabel (TelkomGroup) 0,5% karyawan difabel di TelkomGroup
25% talenta digital (TelkomGroup) 20,2% talenta digital di TelkomGroup
Kesehatan dan Keselamatan 0 kematian akibat kecelakaan kerja 0 kematian akibat kecelakaan kerja
Karyawan (TelkomGroup) karyawan TelkomGroup
Indeks keterlibatan karyawan TelkomGroup di Indeks keterlibatan karyawan di level “sangat
level “sangat terlibat” / skor > 80 terlibat”/skor 85,13
Hubungan pelanggan Mencapai skor NPS kategori Excellent 63 poin NPS TelkomGroup, dengan kategori
berdasarkan kategori Bain & Company dengan “Excellent” menurut pengkategorian Bain &
skor diatas 62 (TelkomGroup) Company
Inklusivitas Digital dan Peningkatan jumlah UMK Naik Kelas sebesar 10% 12,6% UMK naik kelas
Pelibatan Komunitas (Telkom)
Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
Strategi bisnis dan kebijakan yang Telkom ambil dapat Organisasi Human Capital Management (HCM)
memitigasi maupun menciptakan dampak bagi karyawan.
Komitmen TelkomGroup akan keberagaman, kesetaraan, Direktorat Human Capital Management (HCM) bertanggung
dan inklusi diwujudkan melalui proses rekrutmen, jawab atas pengelolaan dan pemantauan seluruh siklus
manajemen ketenagakerjaan, pemberian kompensasi dan HCM, mulai dari proses rekrutmen hingga masa purnabakti
manfaat, serta pengembangan talenta yang inklusif, tanpa karyawan Telkom. Dalam pelaksanaannya, Direktorat HCM
diskriminasi, dan berintegritas. berkoordinasi secara berkelanjutan dengan Direktorat
HCM di setiap Anak Perusahaan untuk memastikan
Pendekatan Manajemen integrasi struktur organisasi dan strategi HCM guna
mendukung transformasi organisasi yang adaptif dan
[GRI 3-3] berkelanjutan. Direktorat HCM didukung oleh unit-unit
kerja yang secara khusus mengelola setiap proses
Peran Dewan dan Manajemen HCM serta bertanggung jawab atas pengembangan,
implementasi, dan pemantauan inisiatif kesejahteraan
Direktur HCM sebagai bagian dari anggota Board of karyawan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Direksi
Executive ditunjuk sebagai Chief Human Capital Officer Nomor: PD.202.44/r.02/HK250/COP-A2000000/2024
(CHCO), berperan sebagai strategic partner terhadap lini tentang Organisasi Direktorat Human Capital Management.
bisnis dan corporate function pengelolaan human capital
TelkomGroup, memberikan guidance terhadap fungsi HCM Sebagai bagian dari komitmen peningkatan berkelanjutan,
Anak Perusahaan, strategi human capital, serta kebijakan Direktorat HCM melakukan evaluasi kinerja HCM secara
talent management system yang terintegrasi di dalam tahunan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan. Hasil
TelkomGroup. Direktur HCM melaporkan kinerja secara evaluasi HCM tahun 2025 menghasilkan sejumlah lesson
berkala melalui rapat formal maupun informal kepada learned yang menjadi dasar penguatan program tahun
Dewan Direksi. 2026, dengan fokus pada pengembangan organisasi yang
lebih adaptif dan agile dalam merespons dinamika bisnis,
Dalam perannya, Direktur HCM memimpin integrasi aspek percepatan pengembangan talenta, serta penguatan
keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh aktivitas budaya perusahaan.
HCM dan memantau efektivitasnya melalui proses evaluasi
HCM yang dijalankan oleh Direktorat HCM setiap tahun.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 115
Page 118
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Nilai-nilai HCM
Telkom telah mengembangkan serangkaian nilai Employee Value Proposition (EVP) yang menjadi acuan pengembangan
strategi HCM dan kebijakan ketenagakerjaan. Telkom meyakini nilai-nilai keberagaman, kesetaraan dan inklusif menjadi
kualitas pemimpin global sehingga nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi HCM TelkomGroup.
Nilai EVP juga bertujuan untuk mendukung akselerasi kesiapan talenta untuk mendukung strategi transformasi bisnis
TelkomGroup, salah satunya diturunkan menjadi Digital Ways of Working: BISA sebagai penguatan kapabilitas digital
karyawan.
Gambar 58. Employee Value Proposition TelkomGroup
Learn, Grow and Contribute to Indonesia
Great Place to Elevate Global Leaders
Great Place to Elevate
Learn Grow Contribute to Indonesia
Global Leaders
Memperoleh/menguatkan Berkembang secara personal Mempunyai kontribusi dan Lingkungan kerja ideal untuk
pengetahuan, perilaku, maupun profesional andil, serta memberikan membentuk pemimpin
keterampilan serta makna dan manfaat bagi berkarakter kuat dan
melakukan inovasi Indonesia berkelas global
Digital Ways of Working: BISA
Telkom meluncurkan Digital Ways of Working: BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, dan Agility) sebagai kerangka
perilaku kerja yang menekankan penguatan digital mindset untuk mendukung akselerasi transformasi digital TelkomGroup
yang sejalan dengan implementasi Core Values AKHLAK. Berbagai upaya internalisasi dan aktualisasi telah dilakukan
melalui sosialisasi rutin untuk seluruh jenjang karyawan dan manajemen senior, program culture, serta formalisasi
kebijakan terkait Digital Ways of Working: BISA.
Gambar 59. Digital Ways of Working: BISA
Bravery Keberanian melakukan eksekusi hingga mencapai
hasil terbaik dengan kemauan mengambil risiko
yang terukur demi kepentingan perusahaan
Integrity Berpegang teguh pada prinsip etika, nilai, norma
dan peraturan yang berlaku, dengan jujur, tanpa
melakukan kecurangan yang dapat merugikan
perusahaan
Service Komitmen untuk selalu memberikan pelayanan
Excellence terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,
dengan tanggung jawab penuh atas hasil tanpa
mencari alasan
Agility Kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, efektif
dan efisien tanpa menambah birokrasi, serta
selalu solutif dan inovatif dalam menghadapi
perubahan
116 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 119
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Kebijakan HCM Sejalan dengan penyesuaian kebijakan Human Capital
Management (HCM), seluruh ketentuan yang terkait
[GRI 2-30] serikat pekerja tetap mengacu pada PKB bagi karyawan
Telkom. Sementara itu, untuk Anak Perusahaan yang
Peraturan Perusahaan (PP) tentang Pengelolaan Human tidak memiliki serikat pekerja dan tidak menerapkan
Capital TelkomGroup mengatur penyelenggaraan PKB, ketentuan ketenagakerjaannya diatur melalui PP
ketenagakerjaan pada seluruh aktivitas HCM, baik bagi atau kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku di masing-
karyawan TelkomGroup maupun pekerja non-karyawan, masing entitas. Pendekatan ini memastikan seluruh
dan memandu pengembangan kebijakan ketenagakerjaan pekerja, baik di Telkom maupun di Anak Perusahaan,
lainnya di Telkom maupun Anak Perusahaan. memperoleh perlindungan dan pengaturan yang selaras
dengan prinsip ketenagakerjaan yang adil. Perusahaan
Praktik ketenagakerjaan di Telkom diatur secara juga turut menjamin pengembangan, pembinaan,
komprehensif dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2023– pendidikan, bantuan hukum, Kesehatan dan Keselamatan
2025 yang berlaku bagi seluruh karyawan Telkom, sehingga Kerja (K3) sesuai dengan Peraturan Perundangan,
100% karyawan telah tercakup dalam PKB tersebut. PKB Peraturan dan Kebijakan Perusahaan.
mengatur hak dan kewajiban karyawan dan perusahaan,
termasuk ketentuan jam kerja, kompensasi, benefit, Keterlibatan Karyawan
tunjangan sosial, serta pengembangan kompetensi. PKB
X Tahun 2023–2025 antara Serikat Kerja Karyawan dan Upaya Telkom dalam membangun komunikasi yang inklusif
Telkom juga menegaskan hak atas penghasilan, hak selain dan pengalaman kerja yang bermakna bagi karyawan
penghasilan, serta jaminan lingkungan kerja yang bebas dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti survei
dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan. karyawan tahunan, rapat berkala dengan manajemen,
pusat pengaduan karyawan, kegiatan townhall dll. [GRI
2-16, 2-29] [SASB TC-SI-330a.2]
Serikat Pekerja TelkomGroup
Membangun Komunikasi dengan Serikat Pekerja
Telkom melakukan komunikasi dengan Serikat Pekerja melalui media seperti:
1. Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan hubungan industrial di Telkom yang anggotanya terdiri dari Telkom dan Sekar.
2. Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKS Tripartit) adalah forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah tentang
masalah ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari Telkom, Sekar, Kementerian Ketenagakerjaan
Republik Indonesia atau Dinas Ketenagakerjaan setempat.
3. Forum komunikasi adalah wadah atau sarana untuk bertukar informasi, berdiskusi, dan menyampaikan
pendapat antara Telkom dan Sekar guna mencapai pemahaman bersama atau menyelesaikan masalah dan
diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap triwulan atau setiap kali dipandang perlu.
4. Dialog manajemen dan Sekar adalah wadah atau sarana untuk bertukar informasi, berdiskusi, dan
menyampaikan pendapat antara manajemen regional dan Sekar regional guna mencapai pemahaman
bersama atau menyelesaikan masalah yang ada di regional dan dapat diadakan setiap kali dipandang perlu.
Telkom mendukung hak karyawan untuk berserikat dan berorganisasi serta menjamin kebebasan dalam menyampaikan
pendapat. Hingga akhir tahun 2025, sekitar 70% dari total karyawan Telkom tercatat sebagai anggota serikat pekerja.
Keberadaan serikat pekerja tidak hanya terdapat di Telkom, tetapi juga di seluruh entitas dalam TelkomGroup. Adapun
daftar serikat pekerja di TelkomGroup adalah sebagai berikut [GRI 407-1]:
a. Serikat Karyawan Telkom Indonesia (SEKAR TELKOM)
b. Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT)
c. Serikat Pekerja Infomedia Nusantara (SPIN)
d. Serikat Pekerja Metra Digital Media (Serikat Pekerja Digital atau SPMD)
e. Serikat Karyawan Graha Sarana Duta (Serikat Pekerja Graha Sarana Duta atau SKATA)
f. Serikat Karyawan PINS Indonesia (SETARA)
g. Serikat Pekerja Administrasi Medika (SP Medika)
h. Serikat Karyawan Sigma (SERASI)
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 117
Page 120
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Culture Survey 2025
[OJK E.4] [GRI 2-29]
Culture Survey 2025 merupakan program survei tahunan yang dirancang khusus untuk mengukur implementasi nilai-nilai
budaya perusahaan, terdiri atas empat dimensi utama: Digital Ways of Working: BISA Implementation Index, BISA Culture
Journey Index, AKHLAK Culture Journey Index, dan Employee Net Promoter Score (e-NPS). Survei ini bertujuan untuk
memetakan perjalanan budaya organisasi dan dampaknya terhadap pencapaian transformasi digital TelkomGroup.
Gambar 60. Culture Survey Telkom
DWoW BISA Implementation Index
50
Mengetahui sejauh mana perilaku Kategori Range Index
BISA diimplementasikan dalam 25 75 Exemplary Champions 75%-100%
budaya Perusahaan saat ini .
ConsistentsPractitioners
Practitioners 50%-74,9%
76.44% Emerging Adopters 25%-49,5%
Initial Movers 0%-24,5%
0 100
Exemplary Champions
BISA Culture Journey Index
Mengetahui sejauh mana Readiness To Change
Perusahaan mengupayakan 60
Kategori Range Index
perubahan agar perilaku
30
karyawan selaras dengan Sangat Siap 80%-100%
Digital Ways of Working . 80
Siap 60%-79,9%
82,77% Kurang Siap 30%-59,9%
Tidak Siap 0%-29,9%
0 100
Sangat Siap
Simbol & Atribut
Kategori Range Index
1 2
Melebihi Standar 2<x≤3
Memenuhi Standar 1<x≤2
2.81
2,81 Kurang Memenuhi Standar x≤1
0 3
Melebihi Standar
Readiness To Change
Penerimaan
Kategori Range Index
30 251
Penerimaan Tinggi 251-300
Penerimaan
Siap Menengah 181-250
257.84
257,84 Penerimaan
Kurang Siap Rendah <180
0 300
Penerimaan Tinggi
118 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 121
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
AKHLAK Culture Journey Index
Mengetahui kesiapan karyawan Readiness To Change
Telkom Group menghadapi 60
Kategori Range Index
transformasi budaya /perubahan, 30
baik di level perusahan dan/ atau Exemplary
Sangat SiapChampions 80%-100%
75%-100%
per unit kerja 80 Consistents Practitioners
Siap 60%-79,9%
50%-74,9%
86,33% Emerging
Kurang Adopters
Siap 30%-59,9%
25%-49,5%
Initial Siap
Tidak Movers 0%-29,9%
0%-24,5%
0 100
Sangat Siap
Simbol & Atribut
Kategori Range Index
1 2
Melebihi Standar 2<x≤3
Memenuhi Standar 1<x≤2
2.74
2,74 Kurang Memenuhi Standar x≤1
0 3
Melebihi Standar
Readiness To Change
Penerimaan
Kategori Range Index
30 251
Penerimaan Tinggi 251-300
Penerimaan
Siap Menengah 181-250
257.74
257,74 Penerimaan
Kurang Siap Rendah <180
0 300
Penerimaan Tinggi
EMPLOYEE NET PROMOTER SCORE (e - NPS)
50
Mengetahui sejauh mana Kategori Range Index
karyawan mempromosikan 25 75 Mature 80%-100%
81%-100%
perusahaannya sebagai
Developed 60-80%
60-79%
perusahaan yang telah
menerapkan budaya digital 84.37% Starter 0-59%
0 100
Mature
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 119
Page 122
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Arah pengembangan budaya TelkomGroup pada 2026 berdasarkan hasil survei yaitu penguatan budaya berbasis
performance-based merit dengan menempatkan budaya sebagai instrumen pencapaian hasil. Rekomendasi operasional
untuk mewujudkan visi tersebut di antaranya:
1. Penyelarasan sistem penilaian kinerja dan mekanisme reward berbasis kontribusi pada hasil dan dampak.
2. Penyederhanaan KPI agar berfokus pada outcome.
3. Penciptaan ruang aman kinerja di level operasional .
4. Penguatan peran pimpinan lini sebagai penggerak utama konversi nilai menjadi hasil.
Metodologi Culture Survey 2025
Culture Survey 2025 dilaksanakan pada Oktober 2025 yang melibatkan 8.870 responden dari seluruh level
karyawan TelkomGroup dari berbagai level mulai dari BP-I hingga BP-VI. Survei kuantitatif dilakukan secara
daring, kemudian dilakukan pendalaman melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Responden mencakup
seluruh karyawan tetap TelkomGroup tanpa melihat masa kerja. Survei yang dilakukan terdiri dari empat dimensi
utama yang mengukur faktor-faktor sebagai berikut:
1. Digital Ways of Working: BISA: Bravery, Integrity, Service Excellence, dan Agility.
2. Indeks BISA Journey: Skor Readiness to Change, skor Simbol dan Atribut, dan skor Penerimaan karyawan
terhadap implementasi Digital Ways of Working.
3. Indeks AKHLAK Culture Journey: Skor Readiness to Change, skor Simbol dan Atribut, dan skor Penerimaan
karyawan terhadap implementasi Core Values AKHLAK, serta skor Komitmen Pimpinan dan Sistem terhadap
budaya perusahaan.
4. Employee Net Promoter Score (e - NPS): skor penerimaan budaya perusahaan.
People Survey 2025
[OJK E.4] [GRI 2-29]
Telkom melakukan People Survey 2025 untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan HCM 2024-2025 dan memahami kondisi
serta pengalaman karyawan. Hasil survei menjadi masukan untuk penyusunan kebijakan HCM tahun 2026 yang lebih
responsif, relevan, dan mendukung keberlanjutan transformasi Perusahaan.
Total skor Employee Engagement mencapai 85,13 dan berada pada kategori “Sangat Terlibat”, mencerminkan tingginya
kesediaan karyawan untuk terlibat dan berkontribusi secara produktif bagi Perusahaan. Peningkatan employee
engagement diharapkan berdampak positif pada well-being, performa, retensi talenta, kepuasan pelanggan, serta kinerja
finansial dan operasional Perusahaan.
Gambar 61. Skor Indeks Keterlibatan Karyawan TelkomGroup
60
40 Pasif Cukup terlibat 80
85,13
Sangat
Tidak terlibat terlibat
secara aktif
0 100
120 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 123
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Tabel 19. Indeks Keterlibatan Karyawan TelkomGroup 2023-2025
2025 2024 2023
85,13 84,41 87,08
Gambar 62. Proporsi Kategori Keterlibatan Responden
[SASB TC-SI-330a.2, TC-IM-330a.2]
0% 3 %
22
%
Highly Engaged : 4.267
75 %
Actively Disengaged : 21
Passive : 144
Moderatly Engaged : 1.224
Tabel 20. Proporsi Indeks Keterlibatan Karyawan berdasarkan Gender
Gender 2025 2024 2023
Laki-laki 86,71 85,59 87,58
Perempuan 82,90 82,21 85,91
Rekomendasi sebagai tindak lanjut analisis hasil temuan People Survey 2025 yaitu:
1. Penguatan peran leadership terutama sebagai transformative leader terhadap perubahan dan emphatic leadership
terhadap beban kerja.
2. Peningkatan Employee Engagement and Well-Being melalui pengelolaan beban kerja yang seimbang, transparansi
kinerja, penguatan financial well-being, fleksibilitas kerja, dan Respectful Workplace.
Metodologi People Survey 2025
People Survey 2025 dilaksanakan pada Oktober 2025 yang melibatkan 5.656 responden dari TelkomGroup
dengan tingkat respon sebesar 43%. Responden mencakup seluruh karyawan tetap TelkomGroup tanpa melihat
masa kerja. Survei ini mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan karyawan secara kuantitatif
dan kualitatif, seperti Employee Engagement, Workplace Well-being, Employee Well-being, Job Burnout, Job
Security, dan Rewards.
Metode People Survey 2025 telah mengalami penyempurnaan atas model dan kuesioner tahun sebelumnya
untuk mengakomodir pengukuran terhadap kondisi transformasi organisasi terkini. Karena itu, hasil survei
tahun ini tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan periode sebelumnya. Pembaca diharapkan untuk
menginterpretasi perubahan hasil survei dengan hati-hati.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 121
Page 124
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Penanganan Isu dan Pelanggaran Ketenagakerjaan
[GRI 2-29]
Respon atas pelanggaran regulasi ketenagakerjaan, HAM dan kebijakan perusahaan tertuang dalam Kebijakan Disiplin
Karyawan (PR.209.05/r.02/HK250/COP-A0900000/2024). Secara umum, tindakan yang diambil terhadap pelanggaran
di antaranya pembinaan atasan (untuk pelanggaran ringan dan sedang), pengelolaan HC (untuk pelanggaran berat atau
masif) dan eskalasi ke aparat penegak hukum bila diperlukan.
Pendekatan penyelesaian pelanggaran regulasi ketenagakerjaan
Perselisihan Hubungan Industrial wajib diupayakan penyelesaiannya terlebih dahulu melalui perundingan bipartit
secara musyawarah untuk mencapai mufakat. Jenis Perselisihan Hubungan Industrial meliputi:
Perselisihan hak;
1. Perselisihan hak;
2. Perselisihan kepentingan;
3. Perselisihan pemutusan hubungan kerja; dan
4. Perselisihan antar Serikat Pekerja hanya dalam satu Perusahaan
Penyelesaian perselisihan melalui bipartit harus diselesaikan paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal
dimulainya perundingan. Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari salah satu pihak menolak untuk
berunding atau telah dilakukan perundingan tetapi tidak mencapai kesepakatan, maka perundingan bipartit
dianggap gagal.
Tabel 21. Umpan Balik Karyawan
Umpan Balik Karyawan 2025 2024 2023
Umpan balik karyawan terkait administrasi dan pelayanan 7.971 7.982 6.364
Total umpan balik karyawan 33.184 30.124 26.656
Inklusivitas Rekrutmen Karyawan TelkomGroup
[OJK F.18] [OJK F.19]
Strategi Rekrutmen
Proses rekrutmen TelkomGroup diatur dalam Peraturan Direktur HCM Nomor: PR.204.06/r.00/HK200/
COP-A0300000/2022 tentang Talent Acquisition dan PKB sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan nasional, di antaranya
UU Cipta Kerja No.6 tahun 2023 dan UU No.8 tahun 2016. TelkomGroup menjunjung proses rekrutmen yang adil tanpa
membedakan suku, agama, ras, status sosial, dan gender serta berkomitmen untuk tidak mempekerjakan pekerja anak
maupun menerapkan pekerja paksa.
Strategi Talent Acquisition TelkomGroup dilaksanakan untuk meningkatkan keberagaman dan inklusivitas talenta melalui
kesempatan yang adil bagi seluruh kandidat yang memenuhi kriteria. Salah satu strategi TelkomGroup untuk mendapatkan
talenta terbaik dilakukan dengan memberikan peluang kerja bagi kaum difabel sejak 2019. TelkomGroup meyakini strategi
ini mampu mendorong inovasi dalam pengembangan solusi digital yang inklusif untuk menjawab kebutuhan semua
segmen masyarakat, termasuk kelompok difabel.
Untuk memenuhi kebutuhan talenta, TelkomGroup juga melibatkan pekerja non-karyawan sesuai kebutuhan operasional,
yang mayoritas mendukung fungsi teknisi jaringan dan staf sales & marketing. Berbagai program akuisisi talenta juga
dilaksanakan untuk mengakses talenta secara lebih luas melalui strategi berikut.
122 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 125
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Strategi buy talent Proses rekrutmen 2025 menghasilkan rata-rata biaya
• Program rekrutmen langsung seperti Rekrutmen rekrutmen (FTE) di TelkomGroup mencapai Rp26.300.000,
Bersama BUMN untuk proses rekrutmen Great People sedangkan di Telkom mencapai Rp32.500.000.
Trainee Program (GPTP), rekrutmen regional, career
days dan campus recruitment, komunitas pelajar Keberagaman Karyawan
dan profesi. Adapun program rekrutmen regional
mendukung akses dan kesempatan setara bagi TelkomGroup
masyarakat lokal berdasarkan lokasi penempatan.
• Laman karir resmi perusahaan (careers.telkom.co.id) Strategi rekrutmen yang dilakukan tanpa diskriminasi
serta platform media sosial profesional seperti LinkedIn berkontribusi pada keberagaman demografis karyawan
dan Jobstreet. TelkomGroup. Keberagaman ini turut dipengaruhi juga
• Program Talent Mobility merupakah salah satu program oleh model bisnis TelkomGroup yang bervariasi dengan
talent experience untuk mendukung pengembangan kebutuhan industri yang berbeda-beda.
karir dan personal karyawan melalui pengalaman
kerja yang beragam, sekaligus memenuhi kebutuhan Gender
TelkomGroup akan kompetensi/skill khusus.
• Program experienced hire yaitu skema rekrutmen [GRI 405-1]
talenta profesional eksternal untuk memenuhi
kebutuhan kompetensi khusus. TelkomGroup mendukung kesetaraan gender sebagai
langkah penguatan organisasi dan penciptaan budaya
Strategi borrow talent kerja yang inklusif guna menarik talenta terbaik. Telkom
berkomitmen untuk meningkatkan proporsi karyawan
• Program prohire yaitu skema rekrutmen talenta perempuan menjadi 32% serta memastikan 27% posisi
profesional di lingkungan internal Telkom yang manajerial diisi oleh perempuan pada tahun 2030. Pada
dirancang untuk memenuhi kebutuhan kompetensi tahun 2025, karyawan perempuan merepresentasikan
strategis. Selama tahun 2025, sekitar 22,0% lowongan 31,7% dari total karyawan TelkomGroup dan 21% dari total
di TelkomGroup dan 22,0% di Telkom telah diisi oleh karyawan di level manajerial. Breakdown detil disajikan
kandidat internal (internal hire). pada Tabel 22.
• Program work-based learning yang diselenggarakan
melalui kegiatan pemagangan (apprenticeship) dan
internship seperti program Digistar, Magenta, Praktik
Kerja Lapang (PKL), dan Maganghub by Kemnaker.
Tabel 22. Kinerja Kesetaraan Gender
TelkomGroup
Metrik
2025 2024 2023
Persentase karyawan perempuan: Manajemen senior 14,0% 13,3% 12,1%
Persentase karyawan perempuan: Manajemen madya 23,2% 22,8% 22,3%
Persentase karyawan perempuan: Pengawas 33,4% 32,0% 30,1%
Persentase karyawan perempuan: Staff dan lainnya 41,1% 44,2% 45,1%
Persentase karyawan perempuan pada posisi manajemen madya pada 8,3%
revenue-generating function*
Persentase karyawan perempuan pada posisi terkait STEM** 8,1%
* Contoh fungsi meliputi Enterprise Sales, Marketing dan sebagainya. Data ini mencakup Telkom, Tsel, Mitratel, Telin, TDE, Sigma, Telkom Akses, Metra-Net, GSD, Telkom Infra, TIF.
** Contoh fungsi meliputi Data Scientist, Digital Solution Architecture, Technology Enabler dan sebagainya. Data ini mencakup Mitratel, GSD, Metra-Net, Sigma, Telkomsat, dan Telin.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 123
Page 126
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tenaga Kerja Multi-Generasi
Generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan Perusahaan. Dengan bimbingan generasi yang lebih
berpengalaman, keberagaman demografis ini memperkuat inovasi untuk melayani kebutuhan generasi yang beragam.
Kelompok usia 30-50 tahun mendominasi tenaga kerja TelkomGroup sebesar 69,9%, dengan karyawan muda (<30
tahun) merepresentasikan sebesar 16,19% dari total karyawan. Menyadari peluang ini, Telkomsel berkomitmen untuk
meningkatkan keberagaman tenaga kerja dengan menargetkan 18% karyawan berasal dari profesional muda.
Global dan lokal
Tenaga kerja dalam lingkungan TelkomGroup tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga mancanegara seiring
perkembangan bisnis digital yang merambah dunia internasional. Telin, dengan operasi yang menjangkau 35 negara,
memiliki proporsi karyawan asing sebesar 31% dan berasal dari 14 kewarganegaraan.
Disabilitas
Saat ini, jumlah karyawan difabel TelkomGroup mencapai 106 orang yang merepresentasikan 0,5% dari total karyawan,
menempati posisi Business Strategy and Development, Corporate Communication, Admin, Digital Service, Engineer,
Facility Asset, Sales, Finance, Human Capital, Pengajar, Multimedia, IT Platform, hingga Procurement. TelkomGroup
berkomitmen meningkatkan inklusi tenaga kerja dengan menargetkan 1,5% karyawan berasal dari kelompok difabel pada
2030.
Kompensasi dan Benefit
Remunerasi
[OJK F.20] [GRI 401-2]
Kebijakan remunerasi TelkomGroup dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan peraturan perusahaan yang berlaku untuk
mempertahankan serta memotivasi talenta, selaras dengan Employee Value Proposition (EVP) TelkomGroup. Remunerasi
diberikan secara transparan dan adil kepada seluruh karyawan tanpa memandang gender. Remunerasi karyawan terdiri
atas payment benefits dan non-payment benefits. Payment benefits mencakup gaji yang layak, tunjangan hari raya,
tunjangan perumahan, tunjangan kendaraan, tunjangan pajak, manfaat purna tugas, fasilitas jabatan, fasilitas asuransi
(termasuk kesehatan, jiwa, dan ketenagakerjaan), fasilitas kesehatan, serta insentif dan bonus berbasis kinerja sesuai
ketentuan perusahaan. Sementara itu, non-payment benefits meliputi cuti, serta kesempatan pengembangan karyawan
melalui program beasiswa pendidikan dan sertifikasi sesuai kebutuhan perusahaan. Seluruh komponen remunerasi
dikelola berbasis kinerja, di mana penyesuaian gaji tahunan mengacu pada pencapaian Key Performance Indicators
(KPI) individu, sedangkan pemberian insentif dan bonus didasarkan pada realisasi kinerja perusahaan. Di tingkat grup,
Anak Perusahaan memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan remunerasi masing‑masing dengan mengacu
pada peraturan ketenagakerjaan yang berlaku serta kebutuhan bisnis di entitas tersebut. Kami juga memastikan nilai
remunerasi karyawan di level terendah lebih tinggi di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) di masing-masing provinsi.
Rasio gaji pokok dan remunerasi karyawan perempuan dibandingkan laki-laki tidak memiliki perbedaan (1:1) untuk setiap
jenjang kepegawaian di TelkomGroup. [GRI 405-2]
Kebijakan Cuti
[GRI 401-3]
TelkomGroup menghargai kebutuhan karyawan diluar waktu kerja dan memberikan hak cuti yang mampu memenuhi
kebutuhannya.
124 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 127
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Tabel 23. Jenis dan Ketentuan Cuti Karyawan
Cuti orang tua Cuti ayah selama 7 (tujuh) hari dan cuti bersalin berbayar bagi karyawan perempuan selama 3 (tiga) bulan
dan dapat diperpanjang hingga 6 (enam) bulan jika terdapat indikasi tertentu.
Cuti tahunan Seluruh karyawan berhak atas 12 hari cuti sesuai ketentuan regulasi.
berbayar
Cuti ibadah haji Cuti sebanyak 45 hari bagi karyawan yang melaksanakan ibadah haji.
Cuti besar Cuti yang diberikan setiap tiga tahun sekali selama maksimal 45 hari.
Cuti karena alasan Cuti yang diberikan bagi karyawan selama maksimal 7 (tujuh) hari.
penting
Cuti moments that Cuti untuk karyawan merayakan peristiwa penting, seperti ulang tahun, selama 1 (satu) hari setiap tahun.
matter (MTM)
Cuti pendidikan Cuti bagi karyawan yang melaksanakan pendidikan dengan biaya sendiri/sponsorship atas perizinan
perusahaan.
Selama tahun 2025, total karyawan yang mengambil cuti melahirkan mencapai 921 di TelkomGroup, dengan tingkat
karyawan yang kembali bekerja mencapai 96,1% dan tingkat karyawan yang dipertahankan mencapai 95,1%.
Tabel 24. Tingkat Kembali Bekerja dan Tingkat Karyawan yang Dipertahankan
2025
Telkom TelkomGroup
Tingkat kembali bekerja Karyawan laki-laki 100% 99%
Karyawan perempuan 100% 90,7%
Tingkat karyawan yang dipertahankan Karyawan laki-laki 100% 95,1%
Karyawan perempuan 100% 95,1%
Pengembangan Talenta
[OJK F.22] [GRI 404-2]
Kami meyakini bahwa melalui pengembangan talenta, TelkomGroup turut maju. People Development Plan (PDP) 2025
menguraikan rencana dan strategi pengembangan talenta bagi seluruh karyawan TelkomGroup.
Unit Kerja Pengelola Learning & Development bertanggung jawab atas pengembangan, eksekusi dan pemantauan program
pengembangan talenta di TelkomGroup. Pencapaian PDP dilaporkan secara berkala kepada Direktur HCM.
People Development Plan 2025
Untuk memastikan kesiapan talenta menghadapi arah transformasi perusahaan, TelkomGroup merumuskan People
Development Plan yang terintegrasi dalam Learning Blueprint 2025–2027. Peta jalan ini menjadi panduan menyeluruh bagi
penguatan kompetensi teknikal, kepemimpinan, dan perilaku kerja di seluruh grup. Blueprint ini memetakan kebutuhan
pembelajaran secara strategis pada tiga pilar bisnis utama TelkomGroup, yaitu Digital Infrastructure, Integrated B2C
Services, dan B2B ICT Services serta menguraikan kompetensi wajib seperti digital leadership, customer focus, dan
strategic orientation. Penguatan nilai AKHLAK juga menjadi fondasi budaya pembelajaran bagi karyawan TelkomGroup,
sehingga pengembangan karyawan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapabilitas, tetapi juga memastikan
keselarasan dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 125
Page 128
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Peningkatan Kompetensi
Setiap tahun, Unit Kerja Pengelola Learning & Development melakukan penilaian kebutuhan skill dan kompetensi berbasis
data dengan mempertimbangkan arah strategis bisnis, tren industri, aspirasi karyawan serta hasil profiling karyawan
yang dilakukan oleh Unit Kerja Pengelola Human Capital Intelligence, Analytic, and Performance. Proses ini melandasi
pengembangan kurikulum pelatihan karyawan maupun manajemen. Langkah transformasi strategi TelkomGroup yang
mendorong upaya digitalisasi dan keberlanjutan, menciptakan kebutuhan akselerasi kemampuan digital dan ESG. Fokus
program peningkatan kompetensi ESG pada 2025 di antaranya pelatihan ISO 14001 dan ISO 45001 melalui forum HSE dan
platform yakni myDigilearn untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam pengelolaan lingkungan, serta pelatihan
keberagaman dalam rangka penerapan Respectful Workplace beserta sosialisasi Playbook RWP dan modul e-learning
untuk seluruh karyawan TelkomGroup.
Telkom menjalankan program pengembangan kompetensi secara reguler, di antaranya melalui pelatihan internal dan
eksternal, serta sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan bisnis (lihat Tabel 25).
Tabel 25. Distribusi Peserta Pelatihan Karyawan TelkomGroup Tahun 2025
Anak
Metrik Telkom Telkomsel Mitratel Perusahaan TelkomGroup
Lainnya*
Pelatihan sertifikasi (laki-laki) 415 196 24 570 1.205
Pelatihan sertifikasi (perempuan) 264 11 - 800 1.075
Leadership Development
223 394 60 2.889 3.566
Program (laki-laki)
Leadership Development
122 83 35 629 869
Program (perempuan)
* Anak perusahaan lainnya meliputi Telin, TDE, sigma, Telkom Infra, GSD, Metra-Net
Telkom menerapkan proses Learning Impact Measurement untuk mengukur kesuksesan program pembelajaran
menggunakan Model of Evaluation yang terdiri atas lima indikator dampak. Evaluasi atas indikator tersebut turut menilai
kontribusi pembelajaran terhadap pencapaian strategis bisnis Telkom. Selama tahun 2025, total jam pelatihan di Telkom
selama setahun mencapai 341.474,2 jam, di mana untuk TelkomGroup mencapai 718.316,2 jam.
Tabel 26. Biaya Pendidikan dan Pelatihan Karyawan TelkomGroup (Rp)
2025 2024 2023
Total biaya pendidikan dan pelatihan karyawan TelkomGroup* 163.698.343.041 219.584.731.981 191.723.067.113
* Akumulasi seluruh pengeluaran perusahaan dalam satu tahun pelaporan yang secara langsung dialokasikan untuk pengembangan kompetensi karyawan seperti pelatihan,
sertifikasi, beasiswa. Data mencakup Telkom, Mitratel, Telkom Infra, Telin, Telkomsat, Metra-Net, dan Sigma
Akselerasi Talenta Digital melalui Program Digital Talent Readiness
Pengembangan kompetensi digital menjadi prioritas untuk mendukung strategi transformasi TelkomGroup yang
dilaksanakan melalui program Digital Talent Readiness. Program ini mencakup pengembangan soft skill, khususnya
terkait Digital Mindset & Behavior, serta technical skill melalui berbagai inisiatif seperti program inovasi, proyek berbasis
digital, dan sertifikasi sesuai kebutuhan keterampilan digital. Hingga akhir 2025, TelkomGroup memiliki 4.279 talenta
digital, atau setara dengan 20,2% dari total karyawan.
126 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 129
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
myDigiLearn
myDigiLearn merupakan platform e-learning (https://mydigilearn.id/) yang dikembangkan Telkom dan diluncurkan
pada 2021 sebagai langkah modernisasi pelatihan. Program pelatihan TelkomGroup kini dikurasi dalam
myDigiLearn sehingga dapat diakses secara mandiri setiap waktu dan mengakomodasi kebutuhan karyawan
secara fleksibel. Tidak hanya berfungsi sebagai platform pelatihan, myDigiLearn juga menjadi sarana berbagai
pengetahuan antar karyawan dan expert. Platform myDigiLearn dilengkapi fitur learning impact, analytics and
reporting berbasis data, serta kapabilitas enterprise-ready seperti Single Sign-On, Open API, keamanan data, dan
fleksibilitas branding untuk mendukung pembelajaran secara berkelanjutan.
Gambar 63. Platform e-learning: myDigiLearn
Pengembangan Talenta Siap AI
Telkom Akses memfokuskan transformasi perusahaan pada kesiapan sumber daya
manusia (SDM) untuk mendukung pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan
(AI) dalam operasional. Penguatan dilakukan mulai dari level Board of Directors-1 dan
Board of Directors-2 yang mendapatkan pelatihan AI literacy hingga pemanfaatan
AI dalam proses manajemen SDM, termasuk rekrutmen, asesmen, dan evaluasi kinerja. Penataan organisasi
berlandaskan AI juga dilanjutkan hingga level supervisor dan teknisi untuk memastikan setiap fungsi memiliki
kompetensi lintas peran serta pemahaman terhadap penggunaan teknologi berbasis data dan AI dalam pekerjaan
sehari-hari.
Untuk mempercepat peningkatan kapabilitas tenaga kerja, Telkom Akses menerapkan model pembelajaran
terintegrasi 70:20:10, yang menekankan pada experiential learning (70%), social learning (20%), dan formal
learning (10%). Pengembangan kompetensi teknisi dilakukan melalui Fiber Academy yang berfungsi sebagai pusat
pelatihan dan pengembangan kapabilitas digital, termasuk pemanfaatan AI dalam operasional jaringan.
Telkom Akses juga turut mengimplementasikan sistem kerja outsourcing end-to-end yang dilengkapi dengan
standar kinerja, pengawasan produktivitas, serta sistem umpan balik pelanggan berbasis teknologi informasi. Ke
depan, Telkom Akses tengah mengembangkan Workforce Management (WFM) berbasis AI yang memungkinkan
pemantauan langsung produktivitas teknisi di lapangan. Dengan sistem ini, manajemen dapat melihat performa
dan efisiensi kerja teknisi secara real-time, sekaligus mengoptimalkan proses kerja di berbagai wilayah.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 127
Page 130
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Telkom AI Center of Excellence: Membangun Ekosistem Inovasi AI yang Inklusif di Indonesia
Gambar 64. Peluncuran Telkom Artificial Intelligence (AI) Center of Excellence (CoE)
Telkom AI Center of Excellence (CoE) merupakan
pusat pengembangan ekosistem AI yang
diluncurkan pada 2025. Inisiatif ini lahir dari
kesadaran bahwa masa depan industri digital
Indonesia membutuhkan talenta yang tidak hanya
memahami teori teknologi, tetapi juga mampu
mengaplikasikan AI secara etis dan relevan
di berbagai sektor. Melalui pelatihan praktis,
workshop, dan sertifikasi, AI CoE membantu
talenta digital memahami bagaimana teknologi AI
diterapkan dalam situasi nyata. Peserta tidak hanya belajar konsep machine learning atau generative AI, tetapi
juga menggunakannya untuk memecahkan persoalan bisnis dan sosial. Dengan pendekatan ini, Telkom ingin
memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan SDM.
AI CoE tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi antara industri,
akademisi, komunitas, dan startup. Melalui kolaborasi dengan mitra global seperti Alibaba Cloud serta komunitas
teknologi seperti HiColleagues, Telkom berupaya menciptakan ruang belajar, eksperimen, dan inovasi yang dapat
diakses oleh mahasiswa, profesional, hingga pelaku startup di Indonesia. AI CoE telah hadir di sembilan kota,
yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Malang, Bali, Aceh, Labuan Bajo dan Papua.
AI Campus
Menghadirkan program pelatihan dan literasi AI bagi mahasiswa, profesional, dan komunitas
teknologi. Peserta tidak hanya belajar konsep dasar, tetapi juga praktik langsung yang relevan
dengan kebutuhan industri.
AI Playground
Talenta digital diberi ruang untuk bereksperimen dengan teknologi AI. Lingkungan ini
memungkinkan pengembangan solusi nyata, mulai dari prototipe hingga implementasi berbasis
kebutuhan bisnis.
AI Hub
Pusat kolaborasi antara startup, perusahaan, dan institusi pendidikan. Di sinilah ide-ide inovatif
bertemu dengan kebutuhan industri, menciptakan peluang riset dan pengembangan bersama.
AI Connect
AI Connect mempertemukan talenta digital dengan ekosistem industri melalui berbagai program
networking dan kolaborasi, termasuk AI Talent Development Roadshow.
Pengembangan talenta AI melalui pilar AI Campus menjadi bagian penting dari strategi Telkom dalam
pengembangan kompetensi digital generasi muda. Hingga Desember 2025, program AI Connect telah membina
lebih dari 19 ribu talenta digital, dengan sekitar 15 ribu di antaranya merupakan talenta AI. Melalui berbagai inisiatif
seperti, AI Talent Certification, AI Introductory Class, AI Clinic for Business, dan AI Innovation Sprint, Telkom
membuka ruang pertumbuhan bagi talenta AI sekaligus mendorong lahirnya solusi yang relevan dan berdampak.
Transformasi digital dan AI hanya akan berkelanjutan jika ditopang oleh talenta yang adaptif dan inovatif. Melalui
Telkom AI CoE, kami tidak hanya membangun keahlian teknis, tetapi juga mindset kolaboratif agar talenta mampu
menciptakan solusi yang berdampak bagi bisnis dan masyarakat.
128 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 131
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Scholarship Program
Telkom mendukung peningkatan jenjang pendidikan karyawan melalui Great People Scholarship Program (GPSP) sejak
tahun 2014. GPSP menyediakan program persiapan seleksi universitas, pendampingan selama masa studi, serta
pembiayaan studi. Program ini bertujuan mempersiapkan pemimpin masa depan yang unggul, memperluas jaringan
global, serta mendukung strategi bisnis dan Employee Value Proposition (EVP). Adapun realisasi dari anggaran GPSP
selama tahun 2025 sekitar Rp31,4 miliar.
Saat ini terdapat 31 karyawan yang mengikuti program GPSP pada jenjang S-2 di kampus terbaik dunia seperti MIT,
University of Oxford, University of Cambridge, Columbia University, Cornell University, dll. Adapun untuk jenjang S-3,
ditujukan bagi karyawan yang ingin menjadi peneliti independen sebagai upaya penguatan penelitian perusahaan yang
bertujuan untuk mendukung strategi bisnis TelkomGroup, dengan studi di bidang Teknik Informatika dan Teknik Elektro
di Telkom University.
Program beasiswa serupa juga dijalankan di tingkat Anak Perusahaan, seperti Telkomsel, Mitratel, Telin, dan TIF, yang
secara kumulatif pada tahun 2025 berhasil memberikan beasiswa kepada 24 karyawan.
Gambar 65. Program Beasiswa di TelkomGroup (atas: Young Talent Dreamcatcher, bawah: Star Track)
Mempersiapkan calon pemimpin masa depan Telin
Telin mengembangkan talenta yang siap
menghadapi masa depan sebagai bagian dari
komitmen keberlanjutannya dengan menyediakan
kesempatan yang adil dan setara bagi karyawan untuk terus
membangun keterampilan dan mencapai potensi penuh mereka.
Melalui pengembangan kompetensi terintegrasi yang selaras dengan
kemampuan individu dan kebutuhan bisnis yang terus berkembang,
Telin memperkuat ketahanan organisasi dan mempersiapkan
karyawannya untuk mendukung pertumbuhan digital jangka panjang
dan berkelanjutan.
Mentoring for Millenials Young Talent Dreamcatcher
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi milenial untuk menjadi pemimpin masa depan Telin
berikutnya dengan mengembangkan keterampilan berpikir strategis mereka. Melalui program Dreamcatcher,
karyawan muda di Telin diberi kesempatan untuk menerima bimbingan dari para Direktur dan Manajemen
Senior kami. Mereka mengembangkan proyek mereka sendiri dan mempresentasikan ide-ide mereka di
hadapan Dewan Direksi dan Pemimpin Senior.
Star Track – Mentoring for Future Leader
Program ini dirancang untuk karyawan berusia di atas 30 tahun dan
bertujuan untuk mempersiapkan para pemimpin masa depan Telin
berikutnya dengan mengembangkan keterampilan berpikir strategis.
Pengembangan Karir
[GRI 404-3]
Telkom melakukan penilaian kinerja secara berkala untuk mendukung pertumbuhan profesional karyawan. Penilaian
kinerja dilakukan secara sistematis mempertimbangkan pencapaian KPI unit kerja, kompetensi serta perilaku individual
karyawan. Penilaian kompetensi dan perilaku individu utamanya dilakukan melalui metode 360o, penilaian atasan, tes
pengetahuan, serta parameter lain yang ditetapkan. Adapun hasil penilaian kinerja karyawan ini akan digunakan sebagai
salah satu dasar dalam pengelolaan karir, pengembangan kompetensi, serta pemberian reward di Telkom.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 129
Page 132
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tabel 27. Karyawan TelkomGroup yang Mendapatkan Regular Performance dan Career Development Review pada Tahun 2025
Anak
Metrik Telkom Telkomsel Mitratel Perusahaan TelkomGroup
lainnya*
Karyawan berdasarkan gender
Laki-laki 2.442 (93,6%) 4.764 (100%) 191 (41%) 3.105 (86,8%) 10.502 (91,8%)
Perempuan 2.108 (97,0%) 1.398 (98%) 56 (26%) 829 (63,5%) 4.303 (86%)
Karyawan berdasarkan jenjang kepegawaian
Manajemen senior 38 (34,5%) 97 (91%) 3 (36%) 113 (78,2%) 250 (68,0%)
Manajemen madya 1.789 (95,5%) 1.823 (100%) 19 (38%) 723 (77,2%) 4.353 (92,9%)
Pengawas 2.271 (97,3%) 2.950 (100%) 50 (43%) 806 (58,2%) 6.077 (89,5%)
Staff dan lainnya 451 (97,0%) 1.290 (99%) 253 (50%) 2.220 (91,9%) 4.213 (89,8%)
* Anak Perusahaan lainnya meliputi Telin, TIF, Telkom Infra, GSD, Telkomsat, dan Sigma. Persentase dihitung berdasarkan total karyawan yang mendapatkan reviu dibandingkan
setiap kategori gender/level kepegawaian untuk entitas yang tercakup. Secara keseluruhan, data ini merepresentasikan sekitar 70,4% dari keseluruhan karyawan TelkomGroup.
Competency and Behaviour Appraisal Transisi menuju Masa Pensiun
Sebagai bagian dari komitmen Telkom dalam membangun [GRI 404-2]
organisasi yang berkelanjutan dan berdaya saing
tinggi, Telkom menerapkan kebijakan Competencies TelkomGroup menyertakan seluruh karyawannya
and Behavior Appraisal (CBA) untuk memastikan (selain Direksi) pada Program Pensiun Manfaat Pasti
pengembangan talenta berlangsung secara terstruktur (PPMP) atau Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) sejak
dan transparan. Melalui pendekatan penilaian berbasis tahun 2014. Selain itu, Telkom juga berkomitmen untuk
360°, data analitik, leadership inventory test (Compass), mempersiapkan karyawan dalam memasuki masa pensiun
serta evaluasi kompetensi teknikal yang dirancang secara melalui Program Readiness Retirement.
khusus, Telkom memastikan setiap karyawan dapat
memahami kesenjangan kompetensi dan merencanakan Telkom Readiness Retirement Program
peningkatan kapasitas secara tepat sasaran. Kebijakan
ini juga menekankan penguatan nilai inti AKHLAK sebagai Transisi menuju masa pensiun tidaklah mudah bagi
perilaku kerja, sekaligus memberikan laporan penilaian semua orang. Untuk menciptakan perasaan aman,
yang terperinci untuk meningkatkan akuntabilitas dan nyaman dan siap memasuki masa pensiun, Telkom telah
kualitas pengembangan individu karyawan. CBA menjadi mengembangkan program Kesiapan Pensiun (Retirement
fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis Readiness) pada 2025 yang didesain mengikuti konsep
yang berkelanjutan dan pembentukan future leaders di Telkom Well-Being Wheel untuk mengakomodasi
lingkungan Telkom. kebutuhan persiapan masa pensiun karyawan dengan
lebih baik.
Development Talk
Serangkaian program persiapan pensiun dilaksanakan
Telkom mewadahi karyawan untuk melakukan coaching, melalui:
mentoring, counseling atau consulting bersama • Program pelatihan secara hybrid, antara e-learning
atasan atau bawahan melalui program Development dan offline class
Talk. Development Talk merupakan interaksi dua arah • Pembekalan materi terkait aspek psikologis, keuangan
antara karyawan dengan manajer lini terkait individual dan fisik
performance management yang menjadi rujukan dalam • Sharing session kegiatan yang membangun
performance feedback, perencanaan program learning produktivitas di masa pasca pensiun.
dan development, dan pengelolaan career and succession
karyawan. Selama tahun 2025, sebanyak 57% karyawan Selama tahun 2025, sebanyak 239 karyawan telah
atau setara 2.723 karyawan Telkom telah menyelesaikan mengikuti Program Readiness Retirement.
Development Talk.
130 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 133
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Lingkungan Kerja yang Inklusif
[OJK F.21]
Respectful Workplace
TelkomGroup menjunjung prinsip HAM, seperti non-diskriminasi, kesetaraan gender, dan kesempatan yang sama, dalam
seluruh praktik ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen, remunerasi, promosi dan pengembangan karir hingga pengakhiran
masa kerja karyawan.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Peraturan Direktur HCM tentang Respectful Workplace Policy (RWP) yang mengatur
pencegahan, penanganan dan mekanisme pelaporan atas kejadian diskriminasi, kekerasan dan pelecehan. RWP berlaku
untuk seluruh jenjang karyawan TelkomGroup, mitra kerja serta pihak-pihak yang berhubungan atau berinteraksi dengan
TelkomGroup. TelkomGroup menerapkan kebijakan non-diskriminasi yang ketat untuk melindungi karyawan dari tindak
diskriminatif berdasarkan gender, SARA, disabilitas, kondisi fisik, usia, pandangan politik, serta pendidikan. Pelaksanaan
komitmen ini selaras dengan prinsip dalam ILO Discrimination (Employment and Occupation) Convention, 1958 (No. 111). Ke
depannya, Telkom berupaya untuk meningkatkan praktik pengelolaan HAM dalam operasional.
Gambar 66. Kerangka Respectful Workplace di TelkomGroup
Langkah TelkomGroup untuk mencegah tindak
01 02 diskriminasi, kekerasan dan pelecehan di antaranya
melalui kegiatan sosialisasi bagi karyawan, manajemen,
Culture
Change
Kebijakan maupun mitra kerja, pelatihan karyawan dan manajer
lini, sertifikasi etika bisnis dan pakta integritas bagi
seluruh jajaran Direksi dan karyawan serta kegiatan
lainnya. Direktorat HCM telah mengembangkan playbook
Respectful untuk memandu implementasi RWP di seluruh grup yang
Respon Workplace dilengkapi dengan training course dalam myDigiLearn.
Perusahaan Kegiatan
terhadap Pencegahan Direktur HCM bertanggung jawab atas pengelolaan dan
05 Laporan 03 pemantauan RWP di TelkomGroup yang didukung oleh Unit
Kerja Pengelola Human Capital Intelligence, Analytic, and
Mekanisme
Pelaporan
Performance, Unit Kerja Pengelola Culture and Industrial
Relations, Unit Kerja Pengelola operasional Human Capital,
Unit Kerja Pengelola Human Capital Regional serta unit
04 kerja lainnya. Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan
RWP, Direktur HCM membentuk satuan tugas yang
melibatkan unit penanggung jawab serta serikat karyawan. Keterlibatan serikat karyawan diharapkan mampu mendukung
penerapan komitmen kesetaraan gender, inklusivitas dan non-diskriminasi dalam hubungan industrial. Evaluasi atas
pelaksanaan RWP dilakukan melalui survei berkala kepada Dewan Direksi dan Komisaris, karyawan TelkomGroup dan
mitra kerja, serta pihak lain yang relevan.
Pemantauan atas implementasi RWP tentunya membutuhkan partisipasi seluruh pihak. Seluruh karyawan, termasuk
karyawan mitra kerja, maupun pihak lainnya dapat menyampaikan pengaduan atas tindakan diskriminasi, kekerasan
maupun pelecehan melalui berbagai kanal, seperti Telkom Integrity Line, surel pengelola RWP, serta Direktorat HCM.
Selama tahun 2025, tercatat 1 laporan diskriminasi di Telkom yang telah diselesaikan sepenuhnya dan tidak memerlukan
tindak lanjut. Penanganan laporan tesebut di Telkom telah melalui proses investigasi internal dan sidang Komisi Disiplin
Karyawan (KDK). Berdasarkan hasil sidang, perusahaan menjatuhkan sanksi disiplin sesuai peraturan yang berlaku sebagai
bagian dari komitmen penegakan kebijakan zero tolerance. [GRI 406-1]
Telkom juga menyediakan berbagai saluran bagi karyawan untuk menyampaikan umpan balik yang lebih luas ke Unit Kerja
Pengelola Human Capital, yakni melalui surel, telepon, WhatsApp Chat, dan Telegram.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 131
Page 134
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
HC Help Desk
E-mail-in service Phone-in service Chat-in WhatsApp Telegram
hr_helpdesk@telkom.co.id 1500305 08111-900-305 @hchelpdesk_bot
Kesetaraan Gender
Kesetaraan gender memegang peranan kunci dalam penciptaan budaya yang inklusif dan penguatan organisasi.
TelkomGroup berkomitmen untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan pada berbagai posisi untuk mendorong
perspektif yang lebih beragam dalam proses pengambilan keputusan.
Srikandi TelkomGroup, salah satu employee resource group, berfokus untuk memberikan dukungan bagi karyawan
perempuan melalui berbagai kegiatan pelibatan dan pengembangan kompetensi. Srikandi TelkomGroup memiliki program
kerja meliputi women talent readiness, profilling dan tindak lanjut respectful well-being karyawati, kegiatan partnership
dan pelibatan komunitas, aktivasi sosial media Srikandi, dan amplifikasi maupun aktivasi program Srikandi di Anak
Perusahaan.
Untuk mendukung implementasi RWP, Srikandi TelkomGroup turut berinisiatif untuk melakukan evaluasi, memperbaiki
strategi dan mekanisme RWP, serta memantau pelaksanaan RWP.
Tak hanya itu, Telkom juga memastikan fasilitas kerja mendukung produktivitas karyawan perempuan, yakni melalui
penyediaan dan perawatan fasilitas penitipan anak (Telkom Daycare) dan ruang laktasi agar tetap terjaga dengan baik.
Gambar 67. Dukungan bagi Karyawan Perempuan melalui Srikandi TelkomGroup
Memajukan Partisipasi Kaum Difabel dalam Dunia Kerja
TelkomGroup memastikan karyawan difabel mendapatkan fasilitas dan lingkungan kerja yang ramah disabilitas. Komitmen
ini salah satunya diwujudkan melalui program pendampingan dan pelatihan kerja, penyediaan fasilitas dan lingkungan
kerja yang mendukung aksesibilitas.
Flexible Working Arrangement
TelkomGroup menerapkan Flexible Working Arrangement (FWA) sebagai bagian dari new ways of working yang mendukung
wellbeing dan produktivitas karyawan. Penerapan FWA disesuaikan dengan kebutuhan fungsi kerja dan kondisi tertentu,
termasuk namun tidak terbatas pada arahan ad hoc maupun situasi lingkungan seperti cuaca ekstrem. Dengan pendekatan
ini, karyawan tetap memperoleh fleksibilitas tanpa mengurangi efektivitas operasional. Pemanfaatan teknologi dan
infrastruktur IT memastikan proses kerja dan kolaborasi tetap berlangsung secara lancar dan aman.
132 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 135
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Kesehatan dan Keselamatan Karyawan
“
Melindungi karyawan serta memastikan mereka dapat bekerja di lingkungan yang aman dan
nyaman adalah prioritas TelkomGroup. Untuk itu, TelkomGroup terus berupaya untuk melakukan
pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Lingkungan Kerja yang Aman Organisasi K3
[OJK F.21] [GRI 403-4]
Pendekatan Manajemen Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Perusahaan
diterapkan di setiap unit kerja dengan tujuan memastikan
[GRI 3-3] pelaksanaan manajemen dan mitigasi risiko keamanan
dalam kegiatan operasional. Implementasi dan
Peran Dewan dan Manajemen pengelolaan program K3 di Telkom menjadi tanggung
jawab Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Peran pimpinan menjadi sentral dalam penegakan budaya (P2K3), yang berperan:
dan komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di 1. Memberikan saran dan mempertimbangkan mengenai
lingkungan TelkomGroup. Dewan Direksi dan manajemen K3
berperan untuk memastikan pencapaian komitmen zero 2. Membantu menyusun kebijaksanaan manajemen dan
accident dan zero fatality, aktif membangun budaya pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan
dan kesadaran K3 dan memastikan implementasi K3 keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan
telah memenuhi ketentuan regulasi dan ISO 45001 kerja, ergonomi dan gizi tenaga kerja
dalam seluruh aktivitas operasional TelkomGroup. 3. Mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan
Keterlibatan manajemen dalam pengawasan K3 salah kerja, kebakaran, peledakan, keracunan, penyakit
satunya dilaksanakan melalui kunjungan lapangan dan akibat kerja serta pencemaran lingkungan
pembangunan proyek (management walkthrough).
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 133
Page 136
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Sistem Manajemen Kesehatan Kerja
[GRI 403-1, 403-4, 403-8]
Kebijakan Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Perusahaan yang dituangkan dalam Keputusan Direksi No. 37 tahun
2010 mengatur penerapan K3 di Telkom dan berlaku bagi seluruh karyawan, karyawan mitra kerja/kontraktor serta pihak
lain yang berada di wilayah operasional. Kebijakan tersebut juga menjadi acuan pengembangan dan penerapan SMK3
pada Anak Perusahaan. Kebijakan tersebut mengatur proses identifikasi risiko dan bahaya, langkah mitigasi, mekanisme
pemantauan serta pelatihan bagi seluruh karyawan dan mitra kerja/vendor/kontraktor. Proses penyusunan kebijakan K3
telah berkonsultasi dengan karyawan dan perwakilan serikat pekerja.
Gambar 68. Kerangka Penerapan SMK3
Peninjauan dan
Penetapan Pemantauan dan
Perencanaan Pelaksanaan Peningkatan
kebijakan Evaluasi Kinerja
Kinerja
SMK3 Telkom telah memperoleh sertifikasi ISO 45001 dan dievaluasi melalui audit internal secara berkala untuk
memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Kantor Regional dan Kantor Wilayah Telekomunikasi (Witel) juga
telah tersertifikasi Golden Flag dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Beberapa Anak Perusahaan juga
telah mendapatkan sertifikasi ISO 45001 atas SMK3, sebagaimana dijabarkan dalam tabel 28 halaman 134.
Tabel 28. Penerapan SMK3 TelkomGroup pada Tahun 2025
Persentase semua karyawan
Persentase semua karyawan
Persentase semua dan pekerja non-karyawan yang
dan pekerja non-karyawan
karyawan dan pekerja non- tercakup dalam SMK3 yang
Entitas yang tercakup dalam SMK3
karyawan yang tercakup sudah diaudit atau disertifikasi
yang sudah diaudit secara
dalam SMK3 oleh pihak eksternal (sertifikasi
internal
ISO 45001)
Telkom 100% 100%
Telkomsel 100% 100%
Mitratel 100% 100%
TDE 100% 100%
Metra - -
PINS 100% 100%
Sigma 100% 100%
100% karyawan dan pekerja
non-karyawan di TelkomGroup
Telkom Akses 100% 100%
Telin 100% 100%
Metra-Net - -
Telkomsat 100% 100%
GSD 100% 100%
Telkom Infra 100% 100%
TIF - -
* Notasi (-) menunjukkan entitas belum melakukan aktivitas.
134 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 137
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Identifikasi Bahaya, Risiko K3, dan Mitigasi Dampak
[GRI 403-2, 403-7, 403-10]
Potensi bahaya dan kecelakaan kerja diidentifikasi melalui proses Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko (IBPR)/Hazard
Identification Risk Assessment and Determine Control (HIRADC) sebagai perencanaan K3 dan langkah mitigasi untuk
mewujudkan komitmen TelkomGroup akan lingkungan kerja yang aman. Proses ini dilakukan setiap tahun untuk area
perkantoran maupun lokasi proyek.
Pekerjaan berisiko tinggi yang diidentifikasi di lingkungan TelkomGroup, di antaranya 1) pekerjaan yang dilakukan di
ketinggian; 2) pekerjaan yang berisiko terkena tegangan tinggi; 3) pekerjaan pada ground tank; 4) pekerjaan di manhole;
dan 5) pekerjaan penyambungan optik. Selain itu, kategori penyakit akibat kerja yang relevan dengan aktivitas bisnis
TelkomGroup dijabarkan sebagai berikut.
Tabel 29. Bahaya dan Penyakit Akibat Kerja TelkomGroup
Fisika Kimia Biologi Ergonomi Psikologis
Suhu ekstrem, bising, Semua bahan kimia Bakteri, virus, jamur, Angkat angkut berat, Beban kerja kualitatif
pencahayaan, vibrasi, dalam bentuk padat, mamalia parasite, posisi kerja janggal, dan kuantitatif,
radiasi pengion cair, dan gas (misal: fauna dan flora lainnya posisi kerja statis, organisasi kerja, kerja
dan non pengion, pembersih lantai yang (misal: virus Covid-19, gerak repetitif, monoton, hubungan
dan perubahan dapat menyebabkan penyakit menular penerangan, Visual interpersonal, kerja
tekanan udara penyakit kulit seperti seksual) Display Terminal (VDT) shift, lokasi kerja,
(misal: heatstroke dermatitis) dan lain-lain (misal: dan lain-lain (misal:
akibat terpapar sinar low back pain akibat burnout akibat
matahari terlalu duduk terlalu lama pekerjaan yang
lama, mata lelah dan posisi duduk tidak monoton, beban kerja
akibat kurangnya bagus) yang tinggi)
pencahayaan)
Hasil identifikasi potensi bahaya dan risiko/dampak (termasuk Penyakit Akibat Kerja) Telkom beserta langkah mitigasinya
disajikan sebagai berikut.
Tabel 30. Identifikasi Risiko K3 dan Penyakit Akibat Kerja Telkom
Jenis bahaya Risiko/Dampak Tingkat Risiko Langkah mitigasi
Peralatan dan kabel yang Korsleting, tersengat Medium-Tinggi • Pengembangan SOP pemeriksaan
rusak, tidak tersimpan dengan listrik, luka bakar hingga peralatan dan instalasi listrik
aman atau salah prosedur kebakaran. • Penggunaan APD.
dalam penggunaannya. • Inspeksi kelistrikan, peralatan dan kabel
secara periodik.
Bekerja dengan menggunakan Terjatuh dari ketinggian, Tinggi • Pengembangan SOP kerja di ketinggian
APD yang rusak, secara tidak luka akibat jatuh dari • Sosialisasi penggunaan APD secara rutin.
tepat atau lengkap saat ketinggian, fatalitas. • Audit penggunaan APD.
bekerja di ketinggian.
Paparan debu, gas dan bahan Gangguan pernapasan, Rendah-Tinggi • Penggunaan APD dan respirator.
kimia iritasi kulit dan mata. • Pembersihan ruangan, ventilasi dan filter
• Evaluasi ventilasi dan filter secara rutin.
• Pemeriksaan kesehatan berkala.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 135
Page 138
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Untuk memastikan pelaksanaan K3 yang komprehensif, Telkom telah menetapkan prosedur dan panduan keselamatan,
manual operasi dengan protokol keamanan terperinci khususnya di lokasi proyek dan menara telekomunikasi, checklist
Kesiapan Kerja Aman, serta mekanisme pelaporan insiden, yang seluruhnya dijalankan dengan mengintegrasikan prinsip
ESG mencakup keberlanjutan lingkungan, kesetaraan gender, penghormatan terhadap HAM, dan tata kelola usaha yang
bertanggung jawab. Masing-masing Anak Perusahaan juga mengembangkan prosedur keamanan, seperti SOP Erection
Menara Telekomunikasi Mitratel untuk memitigasi risiko dari pekerjaan di ketinggian.
Telkom juga memastikan vendor kami, khususnya yang terlibat dalam pekerjaan berisiko tinggi, telah memenuhi
ketentuan terkait K3 sebagaimana diatur dalam Pedoman Pengadaan TelkomGroup (No. PR.324.00/r.00/HK240/COP-
K0E00000/2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan):
• Penerapan SMK3 yang telah bersertifikasi beserta prosedur pendukung
• Perencanaan tindakan pengendalian, perancangan (design) dan rekayasa
• Prosedur tanggap darurat dan rencana pemulihan keadaan darurat
Ketentuan tersebut mengawali upaya Telkom untuk menilai lebih lanjut penerapan K3 vendor kedepannya.
Membangun Budaya K3 TelkomGroup
[GRI 403-5]
Budaya K3 TelkomGroup berlandasarkan tiga objektif utama, yakni Zero Accident & Fatality, Operational Excellence, dan
GoZero – yang ketiganya dijabarkan pada gambar 69.
Gambar 69. Budaya dan Objektif Penerapan K3
HSE Culture
Leadership
HSE Objectives
Mengurangi kecelakaan Meningkatkan efisiensi Memastikan
dan penyakit kerja dan produktivitas keberlanjutan
operasional lingkungan
Zero Accident & Fatality Operational Excellence GoZero%
1 2 3
Untuk membangun budaya dan kompetensi K3, TelkomGroup terus melakukan komunikasi, sosialisasi, maupun konsultasi
K3 untuk meningkatkan kesadaran karyawan maupun mitra kerja/vendor di lingkungan TelkomGroup. Sosialisasi
dan kegiatan peningkatan kesadaran (awareness raising) bagi karyawan TelkomGroup secara rutin dilakukan melalui
peringatan Bulan K3 Nasional yang diadakan setiap tahun, Forum HSE TelkomGroup, dan kampanye K3 pada lingkungan
kerja dan media sosial.
Gambar 70. Langkah Membangun Budaya dan Kompetensi K3
Bulan K3 Forum HSE Mandatory Management Safety Briefing Kampanye K3
Nasional TelkomGroup Learning SMK3 Walkthrough
136 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 139
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Pada tahun 2025, Forum HSE (Health, Safety, Environment) TelkomGroup diadakan untuk pertama kali sebagai langkah
penguatan komitmen dan sinkronisasi penerapan K3 secara grup. Forum HSE telah diadakan sebanyak tiga kali. Forum
HSE menjadi wadah sharing best practice antar Telkom dan Anak Perusahaan dalam rangka meningkatkan penerapan
SMK3 serta menyampaikan pencapaian penerapan K3.
Untuk memastikan prosedur K3 dilaksanakan pada kegiatan operasional, unit terkait melaksanakan sosialisasi saat
mengawali kegiatan kerja, seperti Safety Briefing dan Safety Talk, maupun memantau selama kegiatan kerja berlangsung,
melalui Safety Risk Observation Round (SROT) dan HSE Patrol. Pengawasan atas penerapan lingkungan kerja juga
dilakukan oleh manajemen melalui kegiatan kegiatan management walkthrough, khususnya atas pembangunan proyek.
Gambar 71. Management walkthrough Gambar 72. Safety briefing
Peningkatan kompetensi dan kapabilitas karyawan merupakan salah satu fokus TelkomGroup dalam membangun budaya
K3 yang dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi K3. Seluruh karyawan TelkomGroup wajib mengikuti
e-learning SMK3 setiap tahunnya dalam myDigiLearn. Pelatihan khusus, terutama bagi pekerja lapangan dan proyek,
dikembangkan sesuai dengan risiko K3 utama yang diidentifikasi.
Inisiatif Pengembangan Kapasitas TelkomGroup
Training Awareness dan Internal Auditor ISO 45001:2018
Telkom menyelenggarakan pelatihan terkait awareness dan Internal Auditor ISO 45001:2018 mengenai K3, masing-
masing pada 23-26 Mei dan 2-3 Juni 2025 yang bekerjasama dengan PT. British Standard Institution (BSI), dengan
peserta karyawan Telkom dan TelkomGroup. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai standar
ISO 45001:2018, yang merupakan standar internasional dalam sistem manajemen K3. Dengan memahami dan
menerapkan standar ini, diharapkan berkontribusi pada kinerja manajemen K3 dan membangun budaya K3 yang
lebih kuat di TelkomGroup.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 137
Page 140
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Telkom Akses: Pengembangan Kurikulum K3
Operasional Telkom Akses sebagai penyedia infrastruktur dan layanan teknis, memaparkan para teknisi terhadap
lingkungan kerja berisiko tinggi, di antaranya ketinggian, tegangan tinggi dan penyambungan optik. Untuk
memastikan para teknisi mendapatkan pelatihan yang memadai, kurikulum pelatihan Teknisi Maintenance,
Teknisi Fullfilment & Assurance mencakup pelatihan K3 yang dikembangkan atas proses identifikasi risiko kerja.
Pelatihan yang diberikan termasuk pelatihan kerja di ketinggian, safety riding, bekerja aman dekat bahaya listrik,
dan bekerja di ruang terbatas.
Telkom Akses juga memastikan para teknisi memiliki sertifikasi keahlian, seperti sertifikasi Ahli K3 Umum (AK3
Umum), Ahli K3 Listrik (AK3 Listrik), Bekerja di Ketinggian (TKBT-2), Bekerja di Tower (TKPK-1) yang dikeluarkan
oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI (KEMENAKER RI).
Tabel 31. Data Pelatihan K3 TelkomGroup Tahun 2023-2025*
Jumlah Karyawan (orang) Jumlah Jam Pelatihan (Jam)
Jenis Pelatihan
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Ahli K3 Umum 63 169 181 6.632 26.320 4.615
K3 Petugas
17 67 50 1.360 1.160 303
Damkar Tipe D
Sertifikasi Auditor
18 36 26 1.248 648 198
SMK3
Pelatihan K3 15.291 8.366 6.165 21.502 12.572 8.600
* Data termasuk Telkom, Mitratel, Telkom Infra, GSD, Telkomsat, Telkom Akses, Sigma, PINS, TDE.
Penyediaan Akses Fasilitas Kesehatan sayangnya komitmen kami untuk menjaga tempat kerja
yang aman masih menghadapi beberapa tantangan tahun
[GRI 403-3, 403-6] ini. Terdapat seorang rekan kami yang bekerja sebagai
karyawan outsource untuk Mitratel, telah mengalami
Telkom juga menyediakan fasilitas kesehatan sebagai insiden fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas saat
bentuk nyata komitmen kami terhadap kesehatan perjalanan menuju lokasi kerja di Aceh. Pada saat yang
karyawan, di antaranya 1) Poliklinik umum dan gigi; 2) sama, di tingkat Anak Perusahaan juga terjadi kecelakaan
Tempat fitness; 3) Ruang laktasi; 4) Tempat simulasi basic kerja dengan konsekuensi tinggi yang dialami pekerja
life support; 5) Tempat periksa kebidanan. lapangan di Telkom Akses, karena secara operasional
Telkom Akses memiliki karakteristik pekerjaan dengan
Penyelenggaraan poliklinik di lingkungan Telkom berada mobilitas tinggi di jalan sehingga meningkatkan paparan
di bawah tanggung jawab Yayasan Kesehatan, yang risiko kecelakaan lalu lintas. Sebagai tindak lanjut, Telkom
mencakup perencanaan, pengendalian, pemeliharaan Akses terus melakukan inspeksi Kendaraan Bermotor
kesehatan karyawan, pensiunan, dan keluarga, serta (KBM), menyosialisasikan keselamatan berkendara secara
program penyuluhan, promotif fisik, dan kebersihan berkala, memperbarui prosedur kerja, serta menetapkan
Perusahaan. Untuk karyawan di Anak Perusahaan, layanan indikator kinerja terkait tingkat partisipasi dalam kegiatan
kesehatan disediakan dan dikelola oleh TelkoMedika. sosialisasi dan pelatihan penerapan SMK3 di lingkungan
operasional.
Kinerja K3
Kejadian ini menjadi pengingat atas betapa pentingnya
[GRI 403-9] penerapan SMK3 baik bagi karyawan TelkomGroup maupun
para karyawan mitra kerja/vendor yang mendukung
Upaya kami dalam menjaga pekerja dan mewujudkan operasional TelkomGroup. Secara terperinci, kinerja K3
lingkungan kerja yang aman membuahkan hasil positif, di TelkomGroup disajikan pada tabel 48.
mana secara konsisten Telkom mampu mempertahankan
nol kasus kematian akibat kecelakaan kerja. Namun,
138 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 141
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Kesejahteraan Karyawan
Pendekatan Manajemen
[GRI 3-3]
Peran Dewan dan Manajemen
Direktur HCM yang didukung oleh Direktorat HCM bertanggung jawab dalam mengembangkan Well-Being Framework,
mengelola, serta memantau strategi dan inisiatif terkait. Penjelasan atas peran dan tanggung jawab organisasi HCM
terdapat di pendekatan manajemen keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
Telkom Well-Being Wheel
Telkom Well-Being Wheel merupakan framework yang mengatur pengembangan program kesejahteraan karyawan
di Telkom dan turut menjadi acuan bagi penerapan di Anak Perusahaan. Kerangka tersebut melengkapi Respectful
Workplace Policy (RWP) dan SMK3 untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan
karyawan TelkomGroup maupun mitra kerja Telkom.
Gambar 73. Telkom Well-Being Wheel
PHYSICAL
M
AL
EN
CI
H RAGA
OL A
TA
SO
L
R ODUCTIVIT
P Y
OL AH R U H
OLAH ASA
CORE
ENVIRON
VALUES
R
SPIRITU
EN
M
GAGEMENT
E
AL
NTA
OL
A H R ASIO
L
FIN L
AN TUA
C IAL LL EC
I NT E
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 139
Page 142
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tabel 32. Inisiatif Dalam Mendukung Kesejahteraan Karyawan di TelkomGroup
Dimensi Inisiatif
Mental Well-Being • Aplikasi With-U yang mencakup layanan konseling, coaching, mentoring, dan pelatihan kesehatan
mental.
• Webinar kesehatan mental.
• Survei tahunan yang menilai well-being karyawan TelkomGroup.
Financial Well-Being • Webinar perencanaan keuangan
• Konsultasi keuangan
• Webinar Persiapan Dana Pensiun, termasuk Retirement Readiness Program
• Financial Planning for Digital Generation
Physical Well-Being • Medical check up
• Wellness Assistance Program
• Webinar dan sosialisasi kesehatan
Social Well-Being • Webinar dan pelatihan inklusivitas dan non-diskriminasi
• Employee Volunteering Program
• Respectful Workplace
Intellectual Well-Being • Long-life learning
• Employee-driven innovation
Spiritual Well-Being • Webinar, digital learning dan pelatihan terkait keagamaan
Environmental Well-Being • Employee Volunteering Program pada program lingkungan
Objektif pelaksanaan program well-being yaitu mengurangi atau mencegah kondisi yang dapat mengurangi kesejahteraan
karyawan, khususnya yang diidentifikasi menjadi isu saat ini dan yang berpotensi:
Kondisi saat ini • Kelelahan emosional dan fisik
• Kecemasan akan career path
• Rendahnya mental well-being dan financial well-being
• Trust issues kepada atasan
Kondisi yang mungkin • Peningkatan risiko stres dan burn-out
terjadi • Tantangan psychological safety
• Resistensi emosional terhadap perubahan
• Kekhawatiran finansial dan manfaat
• Kekhawatiran skill gap
• Tantangan sosial dan identitas organisasi
• Kekhawatiran perubahan lingkungan kerja baru
Kesejahteraan Karyawan TelkomGroup
People Survey menjadi salah satu cara Telkom memahami kesejahteraan karyawannya, khususnya melalui indeks
employee engagement dan employee well-being, serta mengidentifikasi peluang perbaikan pada budaya organisasi dan
lingkungan kerja.
Employee engagement
Nilai employee engagement 2025 menunjukkan nilai yang meningkat bagi karyawan laki-laki maupun perempuan, dengan
nilai 86,71 untuk laki-laki dan 82,9 untuk perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan TelkomGroup secara umum
memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi lebih. Temuan survei juga mengidentifikasi peluang pengembangan inisiatif
yang berfokus pada retensi karyawan.
140 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 143
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Gambar 74. Employee Engagement Index TelkomGroup Berdasarkan Gender
Employee Engagement Index
88
Employee Engagement Index
87
87,58
86
85
86,71
84
85,59
83
82 85,91
81 82,9
82,21
80
79
2023 2024 2025
Laki-laki Perempuan
Employee well-being
Nilai employee well-being 2025 mencapai 77,50 (baik), mengindikasikan implementasi kondisi lingkungan kerja sudah
baik dalam mendukung well-being karyawan. Nilai terendah terdapat pada aspek kesejahteraan finansial, intelektual dan
mental. Hal ini menjadi peluang perbaikan ke depannya untuk program pelibatan dan retensi karyawan serta pengembangan
kompetensi yang berfokus pada perbaikan financial well-being.
Gambar 75. Employee Well-being Score TelkomGroup
Spiritual 88,23 90,16
Social 82,19 84,55
Mental 71,75 76
Environmental 84,72 86,71
Intellectual 71,96 74,48
Physical 68,63 73,83
Financial 65,25 63,73
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200
Laki-laki Perempuan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 141
Page 144
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Pengalaman Pelanggan
“
Di tengah persaingan era 5G, TelkomGroup tidak hanya fokus pada kecepatan internet, tetapi
juga pada jangkauan layanan, harga yang terjangkau, inovasi fitur, keandalan sistem TI, dan
kualitas layanan pelanggan. TelkomGroup berkomitmen untuk memberikan layanan digital yang
unggul dan inklusif agar semua pelanggan dengan latar belakang yang beragam mendapatkan
customer experience yang setara. Selain itu, TelkomGroup juga terus mendorong inovasi solusi
digital secara bertanggung jawab.
Pendekatan Manajemen
[GRI 3-3]
Pengelolaan Mutu dan Pengalaman Pelanggan
Telkom terus berupaya untuk memberikan pengalaman yang terbaik bagi pelanggan melalui langkah preventif untuk
mengurangi gangguan, mempercepat layanan, dan memastikan masalah serupa tidak terulang sebelum pelanggan
mengajukan keluhan.
Gambar 76. Kerangka Pelayanan Pelanggan
Proactive Preventive Predictive
perbaikan atau penyelesaian meminimalisasi potensi gangguan mencegah gangguan dari desain
gangguan sebelum pelanggan sejak awal dari beberapa indikasi yang dan dengan pemanfaatan Big Data,
merasa terganggu (lapor) dengan muncul. Artificial Intelligence, dan Robotic
pemanfaatan Big Data. Process Automation (RPA).
142 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 145
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
TelkomGroup berupaya meningkatkan mutu pelayanan yang melebihi harapan (excellent service) dan meningkatkan nilai
bagi pelanggan (customer value) melalui:
• Pemberian informasi hak dan kewajiban pelanggan secara jelas dan mudah dimengerti dalam kontrak berlangganan
(KB) sebelum akad/kontrak ditandatangani.
• Pemenuhan hak-hak pelanggan atas layanan sesuai dengan Service Level Guarantee (SLG).
• Penyediaan dan pengelolaan media kontak pelanggan untuk memudahkan pelanggan menyampaikan keluhan,
feedback dan mengakses informasi tentang produk dan jasa.
Tabel 33. Layanan customer service berdasarkan segmen pelanggan TelkomGroup
[OJK F.24]
Segmen Pelanggan Deskripsi
Pelanggan Seluler dan Indihome Asisten Virtual Telkomsel di tsel.me/veronika
Twitter & Instagram @telkomsel
e-mail: cs@telkomsel.co.id
Call center “Caroline” pada nomor:
188 (24 jam x 7 hari) untuk pelanggan pascabayar (gratis) dan prabayar (Rp300)
+628110000333 dari Luar Negeri
GraPARI Terdekat
Pelanggan UMK 0800-1835566 dan e-mail: tele-am@telkom.co.id
Social Media: @Smart_Bisnis (Twitter) dan Smartbisnis (Facebook)
Pelanggan Korporat dan Institusi 08001 Telkom atau 08001035566
Pemerintah e-mail: c4@telkom.co.id
Social Media: @TelkomSolution (Twitter) dan TelkomSolutionID (Facebook)
Pelanggan Wholesale dan International OLO Care Center: 0800-1444-777
e-mail: occ@telkom.co.id
LinkedIn: Telkom DWS Official
Facebook: @dwstelkom @neucentrix
Instagram:@dws_tekom @neucentrix
Twitter: @neucentrix
Layanan Unggul bagi Semua Pelanggan
[OJK F.17, F.30]
Pencapaian TelkomGroup dalam menyediakan layanan berkualitas dinilai melalui Net Promoter Score (NPS). Metrik NPS
bertujuan untuk memberikan gambaran atas kepuasan dan pengalaman pelanggan terhadap seluruh tahapan customer
journey yang menjadi dasar perbaikan peningkatan pengalaman pelanggan. Telkom mengadopsi klasifikasi NPS dari Bain
& Company yang membagi kategori nilai NPS menjadi 4 kategori:
Good : skor NPS > 0
Favorable : skor NPS > 20
Excellence : skor NPS > 50
World Class : skor NPS > 80
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 143
Page 146
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tabel 34. NPS TelkomGroup 2023-2025
Pengalaman Pelanggan 2025 2024 2023
Net Promotor Score 2H 2025 1H 2025 2H 2024 1H 2024 2H 2023 1H 2023
TelkomGroup 63 60 58 58 56 57
Kenaikan Poin 3 2 0 2 -1 2
Tabel 35. NPS Enterprise 2023-2025
Pengalaman Pelanggan 2025 2024 2023
Net Promotor Score 2H 2025 1H 2025 2H 2024 1H 2024 2H 2023 1H 2023
Telkom (Enterprise) 75 77 68 68 65 73
Kenaikan Poin 2 9 0 3 -8 7
Tabel 36. NPS Wholesale 2023-2025
Pengalaman Pelanggan 2025 2024 2023
Net Promotor Score 2H 2025 1H 2025 2H 2024 1H 2024 1H 2023
Telkom (Wholesale) 81 72 72 73 73
Kenaikan Poin 9 0 -1 0 9
Tabel 37. NPS Consumer Fixed Broadband (Telkomsel-Indihome) 2023-2025
Pengalaman Pelanggan 2025 2024 2023
Net Promotor Score 2H 2025 1H 2025 2H 2024 1H 2024 1H 2023 1H 2023
Telkomsel (Fixed Broadband) 56 56 56 51 47 35
Kenaikan Poin 0 0 5 4 12 5
Tabel 38. NPS Consumer Mobile Broadband (Telkomsel-Mobile) 2023-2025
Pengalaman Pelanggan 2025 2024 2023
Net Promotor Score 2H 2025 1H 2025 2H 2024 1H 2024 2H 2023 1H 2023
Telkomsel (mobile broadband) 51 51 47 49 49 53
Kenaikan Poin 0 4 -2 0 -4 -1
Tabel 39. NPS Digital Business 2023-2025
Pengalaman Pelanggan 2025 2024 2023
Net Promotor Score 2H 2025 1H 2025 2H 2024 2H 2023
Telkom (Digital Business) 45 43 43 44
Kenaikan Poin 2 0 -1 -
144 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 147
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Layanan Inklusif
Gambar 77. Layanan Penyandang Difabel di GraPARI oleh Telkomsel
TelkomGroup juga memiliki komitmen beyond the
number. Kami percaya bahwa semua pelanggan
memiliki hak untuk mendapatkan pengalaman
yang adil. Untuk itu, kami terus berdedikasi untuk
menghadirkan layanan yang inklusif. Sejak tahun
2023, Telkomsel telah menghadirkan layanan bagi
pelanggan penyandang difabel dalam penyampaian
keluhan. Telkomsel kini menyediakan Teman Tuli di 459 titik GraPARI di Indonesia yang memungkinkan pelanggan
dengan gangguan pendengaran untuk berkomunikasi dengan staf GraPARI.
Untuk mendukung inisiatif ini, Telkomsel berkolaborasi dengan Silang.id dalam memberikan pelatihan Bahasa
Isyarat Indonesia (Bisindo) kepada petugas layanan. Dengan keahlian ini, staf dapat berkomunikasi lebih efektif
dengan pelanggan penyandang difabel, menciptakan pengalaman yang lebih nyaman dan inklusif.
Inovasi Produk yang Bertanggung Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Solusi
Inovatif
Jawab
[OJK F.26] Telkom juga terus berinovasi dalam digitalisasi operasional
dan solusi cerdas untuk meningkatkan pengalaman
Komitmen Telkom atas penyediaan produk dan layanan pelanggan, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi
berfokus pada pemenuhan standar kualitas, keamanan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk
data dan perangkat, serta dampak terhadap pengguna meningkatkan kualitas layanan yang lebih responsif,
yang dipertimbangkan mulai dari tahap perencanaan personal, dan relevan bagi pelanggan.
hingga peluncuran. Telkom memastikan bahwa setiap
produk yang dijual telah melalui proses uji keamanan dan Telkom telah membentuk Satgas AI yang berperan
evaluasi menyeluruh. Hal ini dilakukan guna menjamin dalam merumuskan arah strategis pengembangan dan
keamanan pelanggan serta kepatuhan terhadap standar pemanfaatan AI di lingkungan perusahaan.
yang berlaku di Indonesia. Informasi lengkap tentang
produk tersedia pada panduan yang terdapat di setiap Sebagai bagian dari jaminan kualitas, penerapan AI di
perangkat elektronik dan layanan, serta dapat diakses Telkom juga berada dalam lingkup TIQA, yang mencakup
melalui situs resmi Telkom. [OJK F.27] [GRI 416-1] cyber patrol, vulnerability assessment, serta pengujian
ketat untuk memastikan sistem memenuhi standar
Sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas, Telkom keamanan dan pelindungan privasi pelanggan serta
telah menerapkan program Telkom Integrated Quality karyawan. Selain itu, untuk memitigasi risiko keamanan
Assurance (TIQA) untuk menjamin kualitas produk dan dan kedaulatan data pada tingkat operasional karyawan,
layanan bagi pelanggan. TIQA berfokus pada aspek Telkom mengembangkan platform Generative AI internal
purna jual dan kebijakan layanan pelanggan, memastikan perusahaan guna memastikan data dan dokumen
pengalaman terbaik bagi pengguna. Hingga saat ini, perusahaan tetap dikelola secara aman dalam lingkungan
Telkom belum pernah melakukan penarikan produk karena internal perusahaan.
alasan keamanan. [OJK F.28, F.29] [GRI 416-2]
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 145
Page 148
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Inklusivitas Digital dan Pelibatan Komunitas
Dukungan TelkomGroup dalam memajukan inklusi digital melibatkan perpaduan antara layanan, inovasi, serta
pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Fokus TJSL kami diarahkan
pada upaya memaksimalkan dampak positif dari model bisnis kami yang berbasis digital. Pendekatan ini menegaskan
bahwa kontribusi kami terhadap inklusi digital merupakan strategi yang secara terarah memperluas nilai sosial melalui
integrasi proses bisnis dan program TJSL.
Bisnis model TelkomGroup berkontribusi pada pemerataan akses digital di Indonesia. Kami berperan aktif untuk
mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan perluasan jaringan, terlebih ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar
(3T) sebagai komitmen inklusi digital dan pemerataan akses telekomunikasi.
Melalui program TJSL, Telkom mampu memperluas jangkauan kami kepada masyarakat hingga ke luar lingkup operasional
untuk mewujudkan Misi, Visi dan Purpose kami, yaitu memajukan kesejahteraan masyarakat melalui ekosistem dan talenta
digital. Semangat ini turut mendukung pilar Ekonomi Digital dan Masyarakat Digital untuk mewujudkan Visi Indonesia
Digital 2045.
Pendekatan Manajemen
[GRI 3-3]
Tanggung Jawab Pelibatan Masyarakat
Direktur Human Capital Management (HCM) bertanggung jawab untuk mengarahkan, menyetujui, dan memantau
pelaksanaan program TJSL Telkom. Pengelolaan operasional program TJSL didelegasikan kepada Unit Kerja Pengelola
Social Responsibility Center (SRC) yang mengembangkan strategi dan program, serta melaporkan kinerja dan capaian
program secara berkala setiap kuartal kepada Direktur HCM.
146 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 149
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Inklusivitas Digital
[OJK F.23] [GRI 413-1]
Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap inisiatif Digital Connectivity, Telkomsel terus mendorong pemerataan inklusi
digital bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Hingga tahun 2025, Telkomsel bersama Kementerian Komunikasi
dan Digital (Komdigi) telah memenuhi kewajiban untuk memperluas cakupan layanan 4G/LTE pada desa blank spot.
Pengembangan jaringan ini diprioritaskan pada pusat-pusat layanan publik, seperti kantor layanan pelanggan, lembaga
pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan pusat pendidikan, sehingga berhasil menjangkau 368 desa blank spot. Upaya
tersebut secara keseluruhan turut mendorong perluasan akses layanan hingga mencakup 1.857 desa yang sebelumnya
belum terhubung. Secara nasional, jangkauan layanan Telkomsel kini telah melampaui 97% populasi Indonesia, diperkuat
oleh operasional 293.136 BTS pada tahun 2025 yang memastikan pemerataan kualitas layanan di seluruh wilayah Indonesia.
Satelit untuk Semua
Gambar 78. Konektivitas Satelit olehTelkomsat Mendukung Kegiatan
Belajar-Mengajar di SMA Negeri 8 Halmahera Barat (Wilayah 3T)
Telkomsat pada tahun 2025
memperkuat perannya sebagai
penyedia solusi konektivitas
berbasis luar angkasa. Strategi hybrid multi-orbit
yang mengintegrasikan satelit Geostasioner (GEO)
dan Low Earth Orbit (LEO) dengan dukungan Artificial
Intelligence (AI) mendukung Telkomsat untuk
memperluas akses digital di wilayah 3T. Implementasi
strategi tersebut tidak hanya meningkatkan
keandalan dan fleksibilitas layanan, tetapi juga
memperkuat posisi Telkomsat sebagai mitra unggul
dalam layanan publik digital, termasuk BTS USO, SPBE, dan pengembangan smart village.
Sebagai bagian dari hilirisasi pemanfaatan teknologi, AI Telehealth dan PINISI diciptakan untuk mendukung
sektor kesehatan dan maritim di daerah dengan keterbatasan akses layanan dasar 3T. Inisiatif ini memungkinkan
peningkatan kualitas layanan kesehatan jarak jauh, keselamatan pelayaran, serta produktivitas masyarakat
pesisir melalui pemanfaatan data dan analitik secara real time. Keberlanjutan program didukung oleh penguatan
kapabilitas internal melalui Telkom AI Center of Excellence (CoE) serta kolaborasi dengan ISP lokal dan pemerintah
daerah, sehingga ekosistem konektivitas yang inklusif dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat
[OJK F.25] [GRI 413-1]
Strategi TJSL Telkom
Kerangka perencanaan Program TJSL Telkom menggunakan tahapan strategic planning framework concept sebagaimana
tertuang pada Kebijakan internal terkait Sistem Perencanaan Strategis Perusahaan dengan memasukkan konsiderans
dari berbagai pemangku kepentingan, kinerja TJSL, dan analisis isu eksternal serta internal.
Model Penciptaan Nilai Kami
Telkom, melalui Unit Kerja Pengelola Social Responsibility Center (SRC), melibatkan dan berkomunikasi dengan
masyarakat untuk memahami kebutuhan mereka untuk mengembangkan program pemberdayaan yang berdaya guna
dan mampu mendukung kesejahteraannya. Melalui pendekatan pentahelix (kolaboratif), kami melibatkan pihak-pihak lain
yang turut memiliki semangat membangun masyarakat untuk mengidentifikasi aspirasi, masukan serta berkolaborasi
dalam pengembangan dan pelaksanaan program TJSL. Telkom menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk
pemerintah, BUMN, akademisi, komunitas, media, serta karyawan melalui employee volunteering program.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 147
Page 150
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tidak sekedar tanggung jawab, Telkom telah mengembangkan Strategi TJSL berbasis pendekatan Creating Shared Value
(CSV) oleh Porter & Kramer, di mana Strategi TJSL berfokus untuk memaksimalkan penciptaan dampak positif. Kami
memperkuat penciptaan nilai kami menggunakan apa yang kami kuasai–digital dan konektivitas–dipandu oleh strategi
bisnis dan komitmen keberlanjutan kami, GoZero%. Inklusi digital, pemenuhan kebutuhan pokok (khususnya, akses
pendidikan dan kesehatan) dan ketahanan iklim menjadi kebutuhan yang hendak TelkomGroup atasi melalui Strategi
TJSL 2025.
Gambar 79. Konsep CSV Telkom
Mempertemukan peluang bisnis dengan Memanfaatkan kompetensi inti Telkom,
social pain points terkait transformasi yaitu infrastruktur konektivitas, produk
digital Indonesia (literasi digital, UMKM, dan platform digital, serta pengembangan
pendidikan, inklusi dan ekosistem digital) talenta digital
Langkah penciptaan nilai
Pengembangan produk dan layanan digital yang menjawab kebutuhan sosial
Merancang ulang produk dan pasar (CSV Tipe 1)
Penguatan ekosistem lokal (pendidikan, UMKM, dan komunitas) berbasis digital
Mendorong pengembangan klaster lokal (CSV Tipe 3)
Strategi TJSL Telkom senantiasa disempurnakan setiap tahun melalui proses evaluasi berkala, masukan manajemen
serta para pemangku kepentingan kami. Efektivitas program TJSL diukur melalui tingkat partisipasi masyarakat,
indikator keberlanjutan proyek, serta dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan. Penjelasan rinci terkait kerangka CSV
Telkom terdapat pada Laporan Tahunan Telkom Tahun 2025.
SUSTAIN: Strategi TJSL 2025 Telkom
Strategi TJSL 2025 berakar pada 3 (tiga) pilar ESG yang diterjemahkan ke dalam program utama dan inisiatif pendukung
lainnya. Baik program utama, inisiatif pendukung, maupun program Anak Perusahaan yang bersinergi dengan Strategi
TJSL 2025 Telkom di bahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya. Baik program utama, inisiatif pendukung, maupun
program Anak Perusahaan yang bersinergi dengan Strategi TJSL 2025 Telkom di bahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya
dan di Laporan Tahunan Telkom Tahun 2025.
Tabel 40. Pencapaian TJSL Telkom pada Tahun 2025
Pilar Program Utama Pencapaian 2025 Dampak
Sosial • Uplift Impactful • Literasi Digital Digital Learning 495 titik sekolah Peningkatan
Social Inklusif School literasi digital
Empowerment • TPB 4
(Peningkatan DigiUp 1.471 peserta lulus
Pemberdayaan sertifikasi pelatihan
Sosial yang skillset
Berdampak)
Indonesia Digital 1.371 guru lulus
Learning pelatihan dan sertifikasi
peningkatan kualitas
pendidikan
148 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 151
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Pilar Program Utama Pencapaian 2025 Dampak
Ekonomi • Strengthen • Pertumbuhan Penguatan kapasitas • 1.895 SSL untuk UMKM 12,6% UMK Naik
MSME Digital UMKM Digital bisnis UMKM melalui • 5.596 registrasi Kelas
Capacity • TPB 8 pembinaan digital pengguna Kasir Aja
(Penguatan
• 1.416 pengguna yang
Kapasitas Digital
mengikuti orientasi
UMKM)
PaDi UMKM
Pelatihan dan • 451.000 hibah
sertifikasi UMKM kemasan packfest
• 2.512 sertifikasi Halal
• 10.257 pendampingan
NIB atau PIRT
• 2.220 pameran
• 146 UMK Go Global
Penagihan Pinjaman 141,5% collection target
Pendanaan UMKM RKA
Lingkungan • Setup • Carbon offset Konservasi dan 80.800 pohon ditanam Peningkatan
Sustainable Net • TPB 15 revegetasi hutan stok karbon
Zero Initiatives binaan
(Pengembangan
Inisiatif Net Zero • Aksi Perubahan Penanaman lahan 95.911 pohon ditanam
Berkelanjutan) Iklim mangrove dan lamun
• TPB 13, 14
Penanaman terumbu 760 substrat ditanam
karang
Langkah Transformasi TJSL Telkom
Transformasi strategi TelkomGroup turut mendorong transformasi atas tata kelola, proses dan kapabilitas TJSL yang
dituangkan dalam Strategi TJSL 2025, yang kemudian strategi tersebut berperan sebagai enabler dan penyempurnaan
atas mekanisme tata kelola saat ini.
Gambar 80. Strategi TJSL 2025: Pilar Hukum dan Tata Kelola
Transform Effective CSR Amplify CSR Branding Intensify CSR Nurture Innovation
Governance and Communication Operational Excellence Culture
Transformasi Tata Kelola Penguatan Branding dan Intensifikasi Keunggulan Pengembangan Budaya
TJSL yang Efektif Komunikasi TJSL Operasional CSR Inovasi
Menjaga akuntabilitas Mengaktivasi publikasi Memperkuat transformasi Memelihara budaya inovasi
pengelolaan program TJSL, pelaksanaan program TJSL digitisasi dan digitalisasi dalam pengelolaan program
implementasi manajemen dengan mengutamakan pengelolaan program TJSL sebagai identitas
risiko serta kepatuhan komunikasi dari aspek TJSL melalui peningkatan penciptaan nilai tambah
melalui perbaikan kualitas dampak program TJSL dan pemeliharaan sistem yang berkelanjutan
dan evaluasi tata kelola, melalui kemitraan/ informasi, pemanfaatan
serta pengawalan poses kolaborasi multi pihak. data analytics dan decision
audit dan pelaporan support dalam pengambilan
manajemen. keputusan strategis
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 149
Page 152
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Telkom melakukan sosialisasi core values dan aktivasi budaya Perusahaan untuk mendorong perilaku yang bertanggung
jawab secara sosial dan lingkungan pada seluruh insan TelkomGroup. Telkom juga melibatkan karyawan dalam kegiatan
TJSL melalui program social project karyawan dengan nama Telkom Employee Social Activity (TESA) sebagai wadah
aktivitas 1 employee 1 social activity.
Pencapaian Program TJSL Berbasis Dampak
Telkom setiap tahunnya mengevaluasi dampak program TJSL yang diukur secara terintegrasi menggunakan metode
Social Return on Investment (SROI), CSR (TJSL) Index, Net Promoter Score (NPS), dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa program TJSL yang dijalankan memberikan nilai tambah yang nyata
bagi masyarakat. Capaian ini mencerminkan keberhasilan program dalam menciptakan manfaat sosial, lingkungan dan
ekonomi bagi para pemangku kepentingan.
Tabel 41. Skor TJSL Index, NPS dan IKM Program Utama TJSL 2025 Telkom
Metrik 2025 2024 2023 Rata-rata
85,60 (Completely
TJSL Index 87,87 (Completely High) 85,10 (Completely High) 83,84 (Completely High)
High)
Net Promoter Score
74,36 (Passive) 74,90 (Passive) 63,31 (Detractors) 70,85 (Passive)
(NPS)
Indeks Kepuasan
90,17 (Excellent) 87,70 (Good) 85,07 (Good) 87,65 (Good)
Masyarakat (IKM)
Telkom juga berhasil mencatatkan skor CSR (TJSL) Index sebesar 87,87 pada tahun 2025. Capaian ini menempatkan
kegiatan TJSL Telkom pada kategori baik atau completely high, yang menunjukkan pengaruh positif terhadap citra
perusahaan. Peningkatan ini didorong oleh persepsi positif dari penerima manfaat, UMKM binaan, dan masyarakat sekitar
terhadap program TJSL Telkom.
Keberhasilan program TJSL dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat juga diukur melalui Net Promoter Score
(NPS). Hasil pengukuran NPS pada tahun 2025 mencapai 74,36 yang mencerminkan tingkat kepercayaan dan kepuasan
masyarakat yang tinggi dalam merekomendasikan produk dan layanan Telkom. Sehingga, program TJSL Telkom tidak
hanya memberikan manfaat sosial tetapi juga mendukung loyalitas pelanggan terhadap produk dan layanan Perusahaan.
Telkom juga meraih skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 90,17 yang mencerminkan tingkat kepuasan tinggi
dari responden atau penerima manfaat terhadap berbagai program TJSL yang telah Telkom laksanakan.
150 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 153
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Rincian hasil penilaian atas program utama disajikan pada tabel berikut.
Tabel 42. Skor Program Utama TJSL 2025 Telkom
Program TJSL Index NPS IKM SROI
Program Indonesia Digital Learning 77,79 65,0 84,50 2,96
Program DigiUp 88,47 89,81 97,83 1,20
Program Digital Learning School 88,43 73,53 87,29 1,57
Program Pemberdayaan Disabilitas 88,07 64,45 88,59 4,24
Program UMK Go Modern 88,48 60,0 91,79 5,04
Program Green & Blue Carbon 97,73 100,0 97,34 6,29
Program Sarana Air Bersih & Sanitasi 91,23 83,33 91,54 2,26
Program Pengelolaan Limbah 81,76 50,0 84,06 1,81
Program Stunting Action Hub 87,95 83,33 89,96 1,37
Program TESA 84,74 74,19 86,41 0,63
Per 31 Desember 2025, total investasi Telkom pada empat pilar TJSL mencapai Rp169,3 miliar, atau sekitar 99% dari
alokasi yang direncanakan sebesar Rp170 miliar.
Tabel 43. Investasi Program TJSL Tahun 2025
No Pilar TJSL Realisasi (Rp)
1 Pilar Sosial 43.876.496.715
2 Pilar Ekonomi 75.003.431.207
3 Pilar Lingkungan 47.293.146.390
4 Pilar Hukum dan Tata Kelola 3.139.258.468
Total 169.312.332.780
Peningkatan Pemberdayaan Sosial yang Berdampak
Digital Learning School dan Cybersecurity Awareness
Telkom berkomitmen memperluas akses pembelajaran digital bagi sekolah dan siswa melalui penyediaan aplikasi belajar,
internet, perangkat komputer, serta peningkatan keterampilan TIK, terutama di wilayah 3T. Program Digital Learning
School telah berjalan sejak 2021, sementara inisiatif Cybersecurity Awareness telah diimplementasikan sejak 2024. Pada
tahun 2025, dukungan infrastruktur digital meningkat menjadi 495 sekolah, dibandingkan 472 sekolah pada 2024, tersebar
di 27 provinsi. Peningkatan ini berdampak signifikan, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 35.380 siswa, naik dari
30.100 siswa pada tahun 2024.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 151
Page 154
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
MitraKidz DigiCamp 2025
Pada tahun 2025, Mitratel menyelenggarakan MitraKidz DigiCamp 2025, sebuah
program literasi digital bagi anak-anak karyawan Mitratel berusia 7–12 tahun
yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknologi sejak dini sekaligus
menanamkan karakter positif dan nilai keberlanjutan. Program yang berlangsung
secara hybrid di Telkom Landmark Tower ini diikuti oleh 40 anak dan menghadirkan pelatihan pemrograman
dasar melalui Scratch, pengembangan soft skill, serta sesi inagurasi bersama mentor dan figur inspiratif dari
industri teknologi. Survei pada orangtua dan peserta juga menunjukkan bahwa jadwal dan durasi kegiatan
sudah sesuai dengan yang mereka ekspektasikan. Melalui inisiatif ini, Mitratel memperkuat kontribusi sosial
perusahaan dengan mendorong akses inklusif terhadap pendidikan digital, membangun kedekatan dengan
komunitas sekitar, dan menegaskan komitmen ESG perusahaan dalam menciptakan dampak jangka panjang
bagi ekosistem digital dan masyarakat.
Sunaryo
“
(orangtua peserta)
Melalui kegiatan ini anak saya dapat membuat permainannya sendiri sesuai minat dan
bakatnya serta dapat sedikit memahami tata cara dalam pembuatan permainan dari
pemrograman dengan sederhana, karena dari awal belum pernah mengikuti kegiatan atau
bimbingan belajar pemrograman dan sekarang mengikuti Digicamp anak saya menunjukan
sedikit pengetahuan tentang seru nya bermain sambil belajar bersama koding Digicamp ini.
Gambar 81. Pelatihan Pemrograman dasar: MitraKidz DigiCamp
Internet BAIK
Internet BAIK merupakan inisiatif literasi digital Telkomsel yang ditujukan
bagi pelajar Indonesia, khususnya siswa sekolah menengah, dengan fokus
pada pengembangan keterampilan digital, pemahaman perilaku pembelajaran
daring yang bertanggung jawab, serta penggunaan internet secara aman.
Program ini mencakup seminar inspiratif dan talk show interaktif, bootcamp luring dan daring, sesi mentoring,
hingga pameran proyek. Pada penyelenggaraan seri ke-9 dengan tema “Ignite Idea, Unleash Creativity”, kegiatan
dilaksanakan di empat kota, yaitu Bogor, Madiun, Purwokerto, dan Gresik, serta melibatkan 10.185 peserta dari
26 provinsi dan 152 sekolah, yang terdiri atas 9.517 siswa dan 668 guru. Selain itu, program ini menghadirkan
lokakarya interaktif bertema kecerdasan artifisial (AI) dan bootcamp hybrid dengan tiga jalur pembelajaran,
yaitu BizTech, Creativity, dan Genius. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan pendampingan
terstruktur, peserta menghasilkan 109 karya digital berbasis AI, yang mencakup antara lain prototipe diagnostik
medis berbasis machine learning, pemetaan perikanan berbasis location intelligence, alat digital untuk
penanganan misinformasi, serta konten edukasi berbasis AI.
152 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 155
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
DigiUp: Pembekalan Keterampilan Digital bagi Siswa Indonesia Digital Learning: Sertifikasi Guru
SMA/SMK
Sejak 2014, Telkom menyediakan pelatihan dan sertifikasi
Telkom DigiUp merupakan inisiatif pengembangan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui kerja sama
talenta digital bagi siswa SMA/SMK untuk memperoleh dengan dinas pendidikan daerah, PGRI, dan perguruan
sertifikasi nasional yang sesuai kebutuhan industri tinggi guna mendukung penguatan kemampuan mengajar
digital. Program yang berjalan sejak 2022 ini dilaksanakan berbasis digital. Pada tahun 2025, terdapat dua cakupan
melalui kolaborasi dengan dinas pendidikan daerah, pelatihan bagi guru, yaitu pelatihan peningkatan
perguruan tinggi, lembaga sertifikasi, serta kerja sama kompetensi guru dan peningkatan kualitas pendidikan
Unit Kerja Pengelola Social Responsibility Center (SRC) guru melalui pemanfaatan aplikasi digital PIJAR.
dan Yayasan Pendidikan Telkom. Pada tahun 2025, Telkom Sebanyak 1.371 guru mengikuti pelatihan di 7 lokasi yang
mempersiapkan talenta digital untuk berkompeten di 5 tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat,
bidang, seperti junior graphic designer, junior multimedia Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Riau. Jangkauan lokasi
designer, junior network admin, junior web developer, program meningkat dari hanya 3 provinsi (Jawa Timur,
dan junior web programmer. Jumlah peserta pelatihan Banten, dan Jawa Barat) pada 2024.
mencapai 1.598 siswa, dengan 92% di antaranya atau
setara 1.471 siswa berhasil lulus .
i-Chat 2.0: Platform Pendidikan Digital untuk Disabilitas Tuli dan Disabilitas Wicara
Gambar 82. Pelatihan Indonesia Digital Learning dan Peluncuran Fitur i-Chat 2.0 di Yogyakarta
Pada 26 Juni 2025, Telkom meluncurkan i-Chat
2.0 (I Can Hear and Talk), sebuah platform digital
pembelajaran bahasa isyarat yang dirancang khusus
bagi anak-anak penyandang disabilitas tuli dan
disabilitas wicara. Kegiatan ini berlangsung dalam
momentum pelatihan Indonesia Digital Learning (IDL)
yang diselenggarakan di Yogyakarta, dihadiri oleh
lebih dari 100 guru dari berbagai Sekolah Luar Biasa
(SLB) setempat.
Nama i-Chat sendiri merupakan singkatan dari “I Can Hear and Talk”, yang mencerminkan semangat inklusif
bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan akses belajar. I-Chat 2.0 merupakan hasil pengembangan dari
versi pertama yang sudah disebarluaskan selama hampir 15 tahun terakhir. i-Chat 2.0 hadir sebagai respons
nyata terhadap tantangan komunikasi dan akses belajar yang masih dihadapi peserta didik disabilitas tuli dan
disabilitas wicara. Platform ini mendukung guru SLB untuk mengakses dan menyampaikan materi pelajaran
dengan bantuan visual, video isyarat berbasis Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), serta alat bantu belajar
lain yang ramah bagi anak dengan hambatan pendengaran. Kehadiran i-Chat 2.0 bukan sekadar meluncurkan
fitur terbaru, melainkan simbol dari langkah konkret Telkom dalam menghadirkan inovasi yang merangkul
seluruh anak bangsa.
Ekosistem Digital Inklusif bagi Kelompok Difabel
Komitmen Telkom terhadap pendidikan inklusif diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur dan peningkatan literasi
digital bagi penyandang disabilitas untuk memperluas akses mereka terhadap pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi
digital. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Sepanjang 2025, sebanyak
778 penyandang disabilitas telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas digital yang telah berlangsung sejak 2021.
Program ini menjangkau peserta dari 81 komunitas difabel dan berbagai wilayah Indonesia, termasuk Daerah Istimewa
Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Utara. Program ini memiliki SROI sebesar 1:4,24 yang
diukur pada tahun 2025.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 153
Page 156
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
RiseAble: Memajukan UMKM Disabilitas untuk Tumbuh di Era Ekonomi Digital
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, akses kerja bagi penyandang disabilitas masih menjadi
tantangan di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia menghadirkan RiseAble, sebuah
program pemberdayaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM disabilitas agar mampu bersaing
di era digital. RiseAble lahir dari keyakinan bahwa setiap individu berhak atas akses, ruang, dan dukungan untuk
berkembang.
Diselenggarakan pada 5–7 November 2025 di House of Arsenia Tondano, Jakarta Selatan, program ini
mempertemukan 60 peserta disabilitas dari Jabodetabek untuk mengikuti pelatihan intensif yang fokus pada
keterampilan usaha digital, literasi bisnis, dan strategi pengembangan produk. Tidak berhenti di pelatihan,
peserta RiseAble akan terhubung ke pooling mitra, memungkinkan perusahaan dan publik untuk menjangkau
produk maupun jasa karya UMKM disabilitas secara lebih mudah dan inklusif. Dengan RiseAble, Telkom Indonesia
terus memperkuat visi untuk menciptakan ekosistem digital yang membuka jalan bagi semua kalangan, termasuk
penyandang disabilitas, untuk berkembang.
“RiseAble adalah langkah Telkom Indonesia membuka ruang yang inklusif agar talenta disabilitas dapat tumbuh
dan mengambil peran dalam ekosistem ekonomi digital. Inklusi adalah bagian penting dari transformasi digital
Indonesia” – Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Gambar 83. Pelatihan Intensif Disabilitas: RiseAble oleh Telkom Indonesia
Bootcamp Digital Empowering for Women
Telkom berkomitmen mendukung perempuan, ibu rumah tangga, dan komunitas perempuan dalam berwirausaha untuk
meningkatkan ekonomi keluarga melalui pelatihan dan pendampingan. Pada tahun 2025, untuk pertama kalinya, sebanyak
1.381 orang menerima bantuan dalam berbagai program, termasuk pelatihan digital program live streaming di platform
Tiktok, program literasi hukum dan digital untuk korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Bandung,
hingga pelatihan batik tulis dan cap di Jawa Tengah. Program ini membantu membekali para peserta dengan keterampilan
digital, mulai dari ideasi hingga strategi pemasaran, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan berdaya saing.
154 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 157
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Lari untuk Berbagi
Digiland Run 2025
Digiland Run 2025 berhasil diselenggarakan oleh Telkom dengan melibatkan 12.500 pelari pada kategori
half marathon, 10K, dan 5K yang melintasi kawasan utama Jakarta, termasuk Gelora Bung Karno, Jalan Asia
Afrika, Gatot Subroto, dan Sudirman, serta mencatat peningkatan partisipasi sekitar 25% dibandingkan tahun
sebelumnya.
Mengusung tema Elevating Your Future, Digiland 2025 memadukan olahraga, hiburan, donasi sosial, dan edukasi
melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang juga melibatkan UMKM dan masyarakat luas.
Komitmen keberlanjutan GoZero% turut diimplementasikan dalam acara ini melalui berbagai inisiatif, seperti
penggunaan jersey berbahan daur ulang, edukasi pengelolaan sampah, serta konversi jarak lari yaitu setiap 1 km
dikonversikan menjadi donasi paket data pendidikan Telkomsel sebesar 1 GB bagi wilayah pelosok Indonesia.
Inisiatif ini memiliki total kontribusi mencapai 111.500 GB. Selain itu, TelkomGroup juga memberikan dukungan
berupa layanan IndiHome dan perangkat komputer (PC) bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T.
Sebagai bagian dari pengelolaan dampak lingkungan, Telkom menghitung emisi yang dihasilkan dari program
Digiland dengan menggandeng Jejakin untuk mengukur jejak karbon. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa
total emisi dari Digiland Run 2025 mencapai 144,04 ton CO2e. Data ini kemudian menjadi dasar dalam penyusunan
strategi kompensasi emisi Telkom sepanjang 2025. Berdasarkan hasil estimasi, Telkom membutuhkan sekitar
15.969 pohon mangrove dengan masa serap karbon selama tiga tahun untuk menyeimbangkan emisi tersebut.
Adapun realisasi penanaman mangrove pada 2025 disajikan pada bagian Save Our Planet.
Gambar 84. GoZero% Sustainabiliy Action Booth di Digiland Run 2025
Gambar 85. Peta Distribusi Penerima Program Bantuan Kuota Data Pendidikan Telkomsel dari Program Digiland Run 2025
Nias Nunukan Siau Tagulandang Biaro Pulau Morotai
(Sumatera (Kalimantan Utara) (Sulawesi Utara) (Maluku Utara)
Utara)
Kepulauan Sangihe Halmahera Utara
Bengkayang
(Sulawesi Utara) (Maluku Utara)
(Kalimantan Barat)
Halmahera Barat
(Maluku Utara)
Halmahera Timur
(Maluku Utara)
Mentawai
(Sumatera Barat)
Wakatobi
Tanggamus (Sulawesi Tenggara)
(Lampung) Halmahera
Merauke Tengah
Sikka Kupang Muna Barat Buton Utara (Papua Selatan) (Maluku Utara)
(NTT) (NTT) (Sulawesi (Sulawesi
Tenggara) Tenggara)
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 155
Page 158
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Mitratel MOVES
Mitratel di tahun 2025 meluncurkan gerakan olahraga berbasis donasi bertajuk
Mitratel MOVES dengan tema “Bikin Bergerak, Hidup Lebih Berarti”, yang
diperkenalkan di Gelora Bung Karno, Jakarta. Program ini mendorong karyawan
untuk aktif berolahraga dan berdonasi. Setiap langkah yang dicatat melalui
aplikasi MOVES dikonversi menjadi donasi sebesar Rp1 untuk mendukung program lingkungan, pendidikan, dan
kesehatan. Selain meningkatkan kesehatan dan kebugaran, inisiatif ini turut mendukung pengurangan emisi
karbon melalui dorongan penggunaan transportasi umum dan aktivitas berjalan kaki. Kegiatan ini diikuti oleh
seluruh karyawan Mitratel (679 orang) dengan total langkah yang dikonversi sepanjang tahun 2025 sebanyak
Rp 478.350.963 ,- yang digunakan untuk program TJSL PLTS di 5 desa tertinggal berkolaborasi dengan Telkom
Gambar 86. Gerakan Olahraga berbasis Donasi: Mitratel MOVES
Innovillage: Program Inkubasi Sociodigipreneurship Digistar
Program Innovillage mendorong sinergi antara industri, Program Digistar merupakan program komprehensif
perguruan tinggi serta mahasiswa sebagai agen perubahan yang ditujukan bagi mahasiswa dan fresh graduate,
untuk mengembangkan talenta digital yang berdampak dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk
pada perbaikan sosial bagi masyarakat, sekaligus universitas, instansi, lembaga, komunitas edu-tech, serta
mencetak talenta untuk memenuhi kebutuhan industri perusahaan teknologi global.
digital. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya
solusi inovatif yang menjawab tantangan masyarakat, Digistar dirancang untuk mengembangkan potensi
khususnya pada bidang pendidikan, lingkungan, dan talenta muda secara end-to-end dan berkelanjutan
pemberdayaan ekonomi lokal. Program ini menjadi salah dengan berpedoman pada EVP perusahaan “Learn, Grow,
satu langkah penciptaan nilai bersama melalui penguatan Contribute to Indonesia: A Great Place to Elevate Global
ekosistem lokal (CSV tipe 3) dengan mengintegrasikan Leaders”. Perjalanan talenta muda bersama Digistar
inovasi sosial dan pengembangan sumber daya manusia. dimulai dari tahap awareness dan identifikasi melalui
kunjungan/roadshow para talent perusahaan ke kampus-
Melalui Innovillage, Telkom memfasilitasi pengembangan kampus, komunitas termasuk diaspora.
ide, pendampingan, serta implementasi solusi berbasis
digital dan teknologi tepat guna yang aplikatif dan Pada tahap selanjutnya, talenta terpilih berkesempatan
berkelanjutan. Inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada untuk memperoleh pengembangan hard skills dan soft
tahap konseptual, tetapi diimplementasikan langsung skills melalui bimbingan mentor yang ahli di bidangnya,
di masyarakat, sehingga memberikan manfaat nyata mendapatkan pengalaman kerja (real work experience)
sekaligus meningkatkan kapasitas inovasi generasi muda. melalui kegiatan magang, serta dapat berkolaborasi
dengan berbagai komunitas untuk meningkatkan
Antusiasme mahasiswa tercermin dari tingginya jumlah keterampilan dan koneksi. Sebagai langkah lanjutan,
peserta Innovillage seri ke-6 yang mencapai 4.555 alumni Digistar dapat bergabung dengan Digistar Club,
mahasiswa pada 2025. Telkom telah memberikan yang merupakan komunitas eksklusif yang menjadi wadah
pendanaan untuk 195 invoasi sosial dan berhasil untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkontribusi dalam
mengimplementasikan 63 inovasi yang menjangkau membangun ekosistem talenta digital yang unggul.
187 desa. Program ini memberikan manfaat bagi 26.397
penduduk di berbagai provinsi dan kabupaten/kota.
156 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 159
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Berikut 6 (enam) sub-program utama Digistar yang Digistar Class
dirancang untuk mengakselerasi pengembangan potensi
talenta masa depan: Program mentoring intensif untuk mengembangkan
keterampilan teknis (hard skills) dan interpersonal (soft
Digistar Story skills) bagi mahasiswa dan fresh graduate, dengan
bimbingan dari talenta terbaik di TelkomGroup.
Program untuk membangun narasi branding di media
sosial yang membahas berbagai topik seperti budaya Digistar Internship
kerja, digital mindset, new ways of working in digital
era, career preparation, keberagaman, serta tips untuk Program magang untuk memberikan pengalaman kerja
menghadapi rekrutmen. nyata bagi talenta potensial.
Digistar Connect Digistar Club
Program roadshow dan kunjungan, baik secara daring Komunitas eksklusif yang dirancang untuk para alumni
maupun luring, ke kampus-kampus dan komunitas, program Digistar, dengan menyediakan berbagai student
termasuk diaspora. Kegiatan ini dilaksankaan dalam club sesuai minat dan skill yang ingin dikembangkan.
bentuk diskusi interaktif (talkshow) yang secara khusus
ditujukan untuk berbagi pengalaman dari para talent Dalam kurun waktu 5 tahun pelaksanaannya, Digistar
Telkom kepada para mahasiswa mengenai pentingnya telah melibatkan lebih dari 95.000 talenta muda Indonesia
memiliki kompetensi digital dan inovasi untuk turut untuk meningkatkan kompetensi digital sehingga
mendukung transformasi digital Indonesia. mampu berdaya saing, membuka peluang digitalisasi
di berbagai industri dan memperkuat ekosistem digital
Digistar Community guna mendukung transformasi digital bangsa menuju visi
Indonesia Emas 2045.
Program kolaborasi dengan komunitas-komunitas
yang bergerak di bidang teknologi edukasi (edu-tech),
keterampilan digital, dan kepemudaan yang sejalan
dengan nilai-nilai Telkom, untuk membangun sinergi
percepatan transformasi digital.
Gambar 87. Program Komprehensif untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate melalui Digistar
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 157
Page 160
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Penguatan Kapasitas Digital UMKM
Framework Program Pembinaan UMK
Telkom memahami kebutuhan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) akan bimbingan dalam standarisasi pengembangan
produk, kualitas, pemanfaatan teknologi dan manajemen, serta akses ke pasar yang lebih luas dan akses permodalan. Untuk
merespon kebutuhan tersebut, Program Pembinaan UMK dilaksanakan melalui pendekatan 3C, yaitu access to capital,
access to competence, dan access to commerce yang diterjemahkan ke dalam Framework Program Pembinaan UMK.
Gambar 88. Kerangka Kerja Pengembangan UMK
Pengemasan Produk Digitalisasi
(Product Packaging) (Digitalisation)
Orientasi Daring
Dukungan Legal (Online Onboarding)
(Legal Assistance)
Framework
Pengembangan UMK
Pameran Pelatihan
(Exhibition) (Training)
Jejaring Kerja Sama
(Networking)
158 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 161
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Peningkatan akses UMK terhadap layanan keuangan Kegiatan penyaluran dana dilakukan bekerja sama dengan
(access to capital) dilaksanakan melalui Program BRI sesuai surat S-721/MBU/11/2022. Telkom berfokus
Pendanaan UMK. Melalui program tersebut, Telkom pada penagihan dan pembinaan UMK yang dilaksanakan
mendukung penguatan kapasitas UMK Binaan menuju UMK oleh tim monitoring dan tim penagihan. Kegiatan
yang tangguh dan mandiri sehingga dapat berkontribusi sosialisasi berfokus untuk mengedukasi mitra binaan
terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan tentang mekanisme pembayaran digital (seperti, melalui
nilai tambah Perusahaan. virtual account). Pengelolaan program ini juga diperkuat
dengan proses digitalisasi, sehingga memudahkan UMK
Penguatan kompetensi UMK (access to competence) dalam mengakses pengajuan pinjaman, melakukan
dilaksanakan melalui pelatihan dan bimbingan UMK pemantauan dan mendapatkan informasi atas riwayat
untuk mendukung modernisasi proses bisnis internal angsuran.
UMK. Kegiatan tersebut didukung oleh program unggulan
Telkom, Go Modern dan Go Digital, yang berfokus pada Selama tahun 2025, Telkom telah menyalurkan Rp50 miliar
penguatan proses pengelolaan bisnis dan digitalisasi kepada 1.140 UMK.
melalui penggunaan aplikasi serta platform digital.
Go Modern
Telkom juga mendukung akselerasi promosi produk UMK
(access to commerce) melalui program Go Online dan Go Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas
Global. Melalui marketplace maupun virtual expo, para produk UMK dengan memberikan pendampingan dalam
pelaku UMK dapat mengakses pasar tanpa harus membuka registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui lembaga
gerai secara fisik. Program tersebut juga mendorong Online Single Submission (OSS). Selain itu, Telkom juga
ekspansi UMK ke pasar digital dan internasional. membantu UMK dalam memperoleh Sertifikasi Produksi
Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan Sertifikasi
Melalui Program Pembinaan UMK, Telkom beraspirasi Halal, guna memastikan standar kualitas dan daya saing
untuk menciptakan dampak bagi bisnis UMK Binaan yang produk di pasar. Berdasarkan pengukuran SROI, program
diterjemahkan ke dalam target UMK Naik Kelas, yang ini menunjukkan rasio 1:5,04.
dinilai berdasarkan peningkatan omzet, jumlah tenaga
kerja, serta pertumbuhan aset. Telkom menargetkan Selain sertifikasi, Telkom turut memberikan pelatihan
peningkatan 10% setiap tahun untuk jumlah UMK binaan digital marketing bagi pemula, pengembangan keahlian
yang berhasil naik kelas. Pada tahun 2025, Telkom berhasil teknis UMK, serta program Rumah Kemasan (PackFest)
melampaui sasaran tersebut dengan capaian 12,6% UMK untuk membantu 657 UMK meningkatkan daya tarik
Naik Kelas. produk melalui kemasan yang lebih profesional.
Program Pendanaan UMK Sepanjang tahun 2025, semakin banyak UMK yang
mendapatkan dukungan untuk berkembang melalui
Program Pendanaan UMK bertujuan untuk meningkatkan program Go Modern. Dari tahun ke tahun, upaya
pendapatan UMK melalui pemberian bantuan berupa ini menunjukkan hasil nyata, dengan 24.646 UMK
pinjaman modal dengan tingkat jasa administrasi yang mendapatkan pembinaan, meningkat dari 18.102 UMK
relatif rendah. Bidang usaha UMK Binaan meliputi berbagai pada 2024.
sektor seperti perdagangan, peternakan, perkebunan,
perikanan, pertanian, jasa, dan lain-lain.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 159
Page 162
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Bagi banyak pelaku UMK, memiliki legalitas usaha adalah pelatihan digital marketing tingkat menengah, yang
langkah awal menuju pertumbuhan yang lebih besar. membantu mereka mengoptimalkan strategi promosi
Tahun ini, 10.257 UMK berhasil memperoleh sertifikasi secara daring.
NIB. Selain itu, 2.032,0 UMK mendapatkan sertifikat halal
dan SPP-IRT. Pada tahun 2025, sebanyak 24.263 UMK menerima
manfaat dari program ini, menunjukkan peningkatan
Tak hanya legalitas, peningkatan keterampilan juga penerima manfaat sekitar 44% dibandingkan tahun 2024.
menjadi fokus utama. Sebanyak 4.909 UMK mengikuti Dukungan ini memperkuat daya saing UMK di era digital.
pelatihan teknis untuk meningkatkan kualitas produk dan
layanan mereka, melonjak dibandingkan hanya 2.581 UMK Go Online
pada tahun 2024. Kesempatan untuk memasarkan produk
pun semakin luas, dengan 545 UMK berpartisipasi dalam Program ini bertujuan mendukung digitalisasi UMKM
mini bazar dan pameran, memperkenalkan produk mereka untuk meningkatkan penjualan online. Telkom
kepada pasar yang lebih besar. menyelenggarakan roadshow pelatihan Go Online
di berbagai Rumah BUMN Telkom di Indonesia,
Dengan semakin banyak UMK yang naik kelas, program berkolaborasi dengan Tokopedia untuk membantu UMKM
ini terus membuka jalan bagi pelaku usaha kecil untuk memanfaatkan fitur marketplace guna meningkatkan
menjadi lebih mandiri, kompetitif, dan siap bersaing di era traffic dan penjualan. Sepanjang 2025, sebanyak 14.488
digital. UMK mendapatkan manfaat dari program Go Online,
meningkat signifikan 150% dari tahun 2024 dengan jumlah
Go Digital penerima manfaat 5.216 UMK. Program ini membantu
UMK beradaptasi dengan ekosistem digital, memperluas
Program ini berfokus pada percepatan digitalisasi jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing mereka
usaha para pelaku UMK. Pada tahun 2025, Telkom secara online.
menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang diawali
dengan sesi pengenalan konsep digitalisasi usaha serta Go Global
registrasi penggunaan produk digital seperti sooltanPay
dan sooltanKasir sebagai fondasi transformasi operasional Selain pemasaran dalam negeri, Telkom mendukung UMK
UMK. Selain itu, para peserta juga diperkenalkan binaannya Go Global melalui program Go Global. Pada
pada PaDi UMKM untuk proses registrasi marketplace 2025, sebanyak 146 UMK berpartisipasi dalam pameran
sebagai langkah memperluas akses pasar. Telkom turut internasional. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding
memberikan pemahaman mengenai platform Pijar Mahir 2024 yang hanya mencapai 96 UMK, memperluas peluang
sebagai sarana peningkatan kompetensi digital. Untuk ekspor dan eksposur global bagi pelaku usaha lokal.
memperkuat kemampuan pemasaran, UMK mendapatkan
160 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 163
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Gambar 89. Platform Satu Data UKM oleh Telkom
Satu Data UKM
Telkom mengembangkan platform Satu Data UKM untuk memudahkan UMK Binaan dalam mengakses Program
Pembinaan UMK yang disediakan Telkom. Pengguna membuat membuat profil UMK Binaan yang kemudian
digunakan untuk menentukan dan menawarkan program yang tepat bagi UMK.
Fitur dan Layanan UKM HUB
Integrasi Elemen-Elemen Pengembangan UMK
Resouces Prasarana ke dalam Sentra Platform Pengembangan UMK
Digitalisasi Proses Pembinaan UMK
Access Competence
Go Modern Aktivitas Pendamping UMK Manfaat Bagi UMK
Penguatan pondasi bisnis UMK menuju UMK • Pelatihan skillset dan toolset UMK mendapatkan peningkatan
berdaya saing • Asistensi legalitas usaha dan sertifikasi kapasitas usaha mereka melalui pelatihan
produk/layanan peningkatan skill produksi, branding,
• Mentoring dan Coaching mendapatkan asisten legalitas usaha,
Go Digital sampai dengan proses digitalisasi untuk
• Akses jaringan dan komunitas
efektivitas dan efisiensi bisnis
Optimalisasi solusi aplikasi mendukung • Dukungan digitalisasi proses bisnis UMK
kapabilitas UMK (payment, point of sales, invetory)
Access to Commerce
Go Online Aktivitas Pendamping UMK Manfaat Bagi UMK
Perluasan akses pasar melalui toko online • Asistensi registrasi dan onboarding UMK mendapatkan peluang dalam
& pameran marketplace peningkatan transaksi dan omzet melalui
• Asistensi pemasaran produk IMK melalui akses keikutsertaan pameran dan transaksi
kanal media sosial melalui toko online, media sosial, maupun
Go Global • Kurasi keikutsertaan pameran pasar global
Bantuan onboarding pemasaran ekspor • Asistensi proses perizinan ekspor
Access to Capital
Aktivitas Pendamping UMK Manfaat Bagi UMK
• Asistensi registrasi dan onboarding marketplace UMK mendapatkan layanan pengembangan UMK
• Asistensi pemasaran produk UMK melalui kanal dari BUMN Pembina yang terporgram, terjadwal dan
media sosial akuntabel
Fitur
Profiling Pelatihan
Fasilitator dapat melengkapi data usaha • Setelah dilakukan profiling, fasilitator pendamping
UMK untuk menentukan treatment dapat membuat event pelatihan bagi UMK, dalam rangka
pembinaan yang paling tepat meningkatkan mindset dan skillset UMK
• Jenis Pelatihan dapat bersifat invitation maupun publik
Pendampingan
Treatment pembinaan yang bersifat spesifik kepada UMK
1. Micro Teaching
Pelatihan mini yang diberikan fasilitator pendamping, dapat diikuti oleh 1 sampai 5 mitra binaan
2. Perijinan Usaha dan Sertifikasi
Pendampingan proses pengurusan perijinan usaha dan sertifikasi ke lembaga terkait
3. Konsultasi dan Business Matching
Kegiatan konsultasi usaha secara umum yang dilakukan UMK binaan dengan fasilitator pendamping
Pameran Monitoring dan Evaluasi
Proses keikutsertaan UMK ke dalam pameran, Menu eksklusif untuk memonitor pencapaian kinerja
yang terintegrasi mulai dari kurasi produk sampai fasiliator pendamping dalam program pembinaan
dengan registrasi ke event pameran, sampai serta mengakses informasi kolektibilitas dan piutang
dengan laporan hasil pameran outstanding UMK
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 161
Page 164
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Pengembangan Inisiatif Net Zero Berkelanjutan
Telkom melaksanakan program konservasi lingkungan melalui konservasi hutan binaan digital serta penanaman mangrove
dan terumbu karang. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi GRK melalui peningkatan stok
karbon.
Memanfaatkan kapabilitas digital kami, Telkom memberikan bantuan prasarana IoT untuk masyarakat yang melakukan
pertanian hidroponik, biovlok, dan tumpang sari. Inisiatif tersebut mendukung strategi lingkungan TelkomGroup yang
lebih lanjut dibahas dalam Bab Save Our Planet, halaman 67.
Ringkasan Dukungan dan Capaian Pelibatan Komunitas Bidang Sosial
Tabel 44. Ringkasan Dukungan dan Capaian Pelibatan Komunitas Bidang Sosial
Penyelarasan Proyek/Kegiatan
Metrik 2025 2024 2023
dengan TPB Berkelanjutan
Jumlah sekolah 495 472 435
Digital Learning School dan
Cybersecurity Awareness
Jumlah siswa 35.380 30.100 15.810
Jumlah peserta 1.598 1.150 2.170
Digi Up: Pembekalan
Keterampilan Digital bagi
Jumlah peserta
Siswa SMA/SMK 1.471 1.007 13.978
lulus
Jumlah peserta
1.371 1.602 1.150
Indonesia Digital Learning: lulus
Sertifikasi Guru
4,5,9
Jumlah lokasi 7 titik lokasi 4 titik lokasi 3 titik lokasi
Pelatihan dan Sertifikasi
Keterampilan TIK serta
Jumlah pendaftar 778 675 980
Bantuan Perangkat bagi
Kelompok Difabel
Bootcamp Digital
Jumlah peserta 1.381 484 -
Empowering for Women
Jumlah peserta 35.102 18.394 21.183
Digistar
Conversion rate 24% 22% 18%
Penerima manfaat 24.646 18.102 11.180
UMK memperoleh
10.257 5.647 4.578
sertifikasi NIB
UMK mendapat
2.032 2.127
SPP-IRT
Go Modern
2.107
UMK memperoleh
2.512 1.629
Sertifikasi Halal
8 UMK mengikuti
pelatihan teknis 7.554 2.581 320
keterampilan
UMK penerima
Go Digital 24.263 16.845 10.844
manfaat program
UMK penerima
Go Online 14.488 5.793 4.060
manfaat program
UMK penerima
Go Global 146 96 22
manfaat program
162 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 165
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Kinerja Sosial
Tabel 45. Kinerja Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi di Telkom
[GRI 2-7, 2-8, 401-1, 401-3, 404-1, 405-1] [SASB TC-SI-330a.3, TC-IM-330a.3]
Telkom
Metrik
2025 2024 2023
Karyawan berdasarkan gender
Karyawan Laki-laki 2.609 2.703 4.709
Karyawan Perempuan 2.173 2.227 2.760
Total karyawan 4.782 4.930 7.469
Karyawan berdasarkan status dan gender
Karyawan tetap (laki-laki) 2.496 2.571 4.535
Karyawan kontrak (laki-laki) 113 132 174
Karyawan tetap (perempuan) 2.076 2.135 2.635
Karyawan kontrak (perempuan) 97 92 125
Pekerja status non karyawan
Peserta magang 2.639 2.265 1.475
Pekerja status non karyawan lainnya 6.463 238 273
Karyawan penyandang disabilitas berdasarkan gender
Karyawan Laki-laki 17 14 13
Karyawan Perempuan 9 8 6
Karyawan berdasarkan wilayah3
Regional I 249 261 488
Regional II 384 407 904
Regional III 477 493 937
Regional IV 199 202 362
Regional V 209 204 361
Non Regional 3.264 3.363 4.417
Regional tidak terklasifikasi N/A** N/A N/A
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 163
Page 166
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Telkom
Metrik
2025 2024 2023
Karyawan dengan status pegawai kontrak berdasarkan wilayah3
Regional I 7 7 12
Regional II 13 13 16
Regional III 22 21 22
Regional IV 7 4 6
Regional V 20 9 13
Non Regional 141 170 230
Regional tidak terklasifikasi N/A N/A N/A
Karyawan berdasarkan usia
>50 tahun 1.083 1.028 2.300
30 – 50 tahun 2.652 2.470 3.044
<30 tahun 1.047 1.432 2.125
Karyawan berdasarkan tingkat pendidikan
Prakuliah 154 175 779
Diploma 112 129 437
Sarjana 3.012 3.175 4.628
Pascasarjana 1.504 1.451 1.625
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Manajemen senior)
>50 tahun 78,2% 67,3% 50,0%
30 – 50 tahun 21,8% 32,7% 50,0%
<30 tahun - - -
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Manajemen madya)
>50 tahun 44,5% 39,3% 35,3%
30 – 50 tahun 55,4% 60,7% 64,6%
<30 tahun 0,1% 0,1% -
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Pengawas}
>50 tahun 7,0% 10,4% 35,6%
30 – 50 tahun 62,6% 55,2% 32,2%
<30 tahun 30,4% 34,4% 32,2%
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Staff dan lainnya}
>50 tahun - - 0,4%
30 – 50 tahun 28,0% 16,3% 9,4%
<30 tahun 72,0% 83,7% 90,2%
164 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 167
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Telkom
Metrik
2025 2024 2023
Jumlah karyawan perempuan berdasarkan status kepegawaian
Manajemen senior (perempuan) 16 16 18
Manajemen madya (perempuan) 679 684 811
Pengawas (perempuan) 1.218 1.061 1.414
Staff dan lainnya (perempuan) 260 466 517
Profil gender berdasarkan level kepegawaian (% perempuan)
Manajemen senior 14,5% 15,0% 14,8%
Manajemen madya 36,3% 36,4% 30,7%
Pengawas 52,2% 50,7% 38,7%
Staff dan lainnya 55,9% 54,8% 49,3%
Rekrutmen karyawan
Total rekrutmen 48 122* 112
Rekrutmen berdasarkan gender
Karyawan laki-laki 23 59* 62
Karyawan perempuan 25 63* 50
Rekrutmen berdasarkan usia
>30 tahun 21 29* 26
26 - 30 tahun 17 37* 38
18 - 25 tahun 10 56* 48
Rekrutmen berdasarkan usia dan gender
Karyawan laki-laki usia 18-25 3 24 19
Karyawan laki-laki usia 26-30 9 10 24
Karyawan laki-laki usia >30 11 22 19
Karyawan perempuan usia 18-25 7 37 29
Karyawan perempuan usia 26-30 8 22 14
Karyawan perempuan usia >30 10 7 7
Rekrutmen berdasarkan penempatan3
Regional I - 2* 5
Regional II - 4* 4
Regional III 1 4* 5*
Regional IV 4 3* 2
Regional V 11 4* 2*
Non Regional 32 105* 94*
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 165
Page 168
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Telkom
Metrik
2025 2024 2023
Regional tidak terklasifikasi N/A N/A N/A
Turnover rate karyawan
Total turnover rate 8,4% 31,9% 19,7%
Turnover berdasarkan gender
Karyawan laki-laki 259 1.512 1.173
Karyawan perempuan 151 465 441
Turnover berdasarkan usia
>50 tahun 171 1.547 692
30 – 50 tahun 175 313 692
<30 tahun 64 117 230
Turnover berdasarkan usia dan gender
Karyawan laki-laki <30 tahun 27 40 113
Karyawan laki-laki 30-50 tahun 101 188 446
Karyawan laki-laki >50 tahun 131 1.284 614
Karyawan perempuan <30 tahun 37 78 117
Karyawan perempuan 30-50 tahun 74 130 246
Karyawan perempuan >50 tahun 40 257 78
Turnover rate berdasarkan alasan
Voluntary (i.e., permintaan sendiri) 7,8% 0,9% 0,1%
Involuntary (i.e., menjadi direksi di BUMN,
pelanggaran disiplin, mendapatkan Surat
2,2% 0,6% 0,5%
Keterangan Pemutusan Hubungan Kerja (SK
PHK) 2023-2025))
Lainnya (i.e., pensiun, wafat) 90,0% 98,5% 99,4%
Menjadi Direksi BUMN atau Pejabat Pemerintah 1 1 -
Pelanggaran Disiplin 6 6 -
Pensiun 27 1.476 484
Wafat 8 13 19
Permintaan sendiri 32 18 8
Turnover berdasarkan wilayah
Regional I 6 58 122
Regional II 34 323 320
Regional III 29 163 204
Regional IV 3 55 51
166 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 169
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Telkom
Metrik
2025 2024 2023
Regional V 8 36 101
Non Regional 330 1.342 816
Regional tidak terklasifikasi N/A N/A N/A
Karyawan yang memiliki hak cuti melahirkan
Karyawan laki-laki 2.154 2.485 3.902
Karyawan perempuan 1.468 2.090 1.810
Karyawan yang mengambil hak cuti melahirkan
Karyawan laki-laki 121 99 90
Karyawan perempuan 136 132 174
Karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan
Karyawan laki-laki 121 99 90
Karyawan perempuan 136 130 145
Karyawan yang masih bekerja setelah 12 bulan setelah kembali bekerja
Total karyawan 257 167 74
Pelatihan karyawan
Total jam pelatihan setahun 341.474,2 1.102.504,1 1.045.188,2
Karyawan yang mendapatkan pelatihan berdasarkan gender
Pelatihan sertifikasi (laki-laki) 415 871 549
Pelatihan sertifikasi (perempuan) 264 572 313
Leadership Development Program (laki-laki) 223 256 140
Leadership Development Program (perempuan) 122 148 51
Pelatihan reguler (laki-laki) 2.551 2.525 2.870
Pelatihan regular (perempuan) 2.144 1,735 1,657
Rata-rata jam pelatihan dalam setahun
Rata-rata jam pelatihan karyawan (laki-laki) 72,6 239,1 174
Rata-rata jam pelatihan karyawan (perempuan) 70,0 214,8 177.9
Rata-rata jam pelatihan karyawan 71,4 266,0 65,2
Rata-rata jam pelatihan dalam setahun berdasarkan jenjang
Manajemen senior 57,9 346,8 84,4
Manajemen madya 73,0 253,8 138,3
Pengawas 70,4 198,6 184,2
Staff dan lainnya 73,1 227,5 241,7
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 167
Page 170
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tabel 46. Kinerja Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi di TelkomGroup
[GRI 2-7, 2-8, 401-1, 401-3, 404-1, 405-1] [SASB TC-SI-330a.3]
Anak Perusahaan
Telkomsel Mitratel TelkomGroup2
lainnya1
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Karyawan berdasarkan gender
Karyawan laki-laki 4.784 4.796 4.856 465 439 373 6.588 6.807 6.081 14.446 14.745 16.019
Karyawan
1.412 1.420 1.453 214 218 164 2.907 3.063 2.668 6.705 6.928 7.045
perempuan
Total karyawan 6.196 6.216 6.309 679 657 537 9.502 9.870 8.749 21.151 21.673 23.064
Karyawan berdasarkan status dan gender
Karyawan tetap
4.679 4.732 4.765 417 414 285 5.588 5.707 4.922 13.180 13.424 14.507
(laki-laki)
Karyawan kontrak
112 64 91 48 25 88 1.000 1.100 1.159 1.266 1.321 1.512
(laki-laki)
Karyawan tetap
1.278 1.313 1.301 202 205 128 2.346 2.344 2.034 5.902 5.997 6.098
(perempuan)
Karyawan kontrak
134 107 152 12 13 36 560 719 634 803 931 947
(perempuan)
Pekerja status non karyawan
Peserta magang 1.026 527 334 245 142 101 663 222 124 4.573 3,156 2,034
Pekerja status
non karyawan 2.348 3.078 3.158 268 179 240 36.995 16.151 17.543 46.074 19,646 21,214
lainnya
Karyawan berdasarkan wilayah3
Regional I 687 713 738 66 68 60 N/A N/A N/A 1.002 1.042 1.286
Regional II 695 745 779 55 53 47 N/A N/A N/A 1.134 1.205 1.730
Regional III 772 789 819 60 70 61 N/A N/A N/A 1.309 1.352 1.817
Regional IV 257 229 245 18 23 20 N/A N/A N/A 474 454 627
Regional V 429 456 484 37 39 36 N/A N/A N/A 675 699 881
Non Regional 3.356 3.284 3.244 443 404 313 N/A N/A N/A 7.063 7.051 7.974
Regional tidak
N/A N/A N/A N/A N/A N/A 9.494 9.870 8.749 9.494 9.870 8.749
terklasifikasi
Karyawan dengan status pegawai kontrak berdasarkan wilayah3
Regional I 15 7 20 - 1 17 N/A N/A N/A 22 15 49
Regional II 20 8 18 - - 76 N/A N/A N/A 33 21 98
Regional III 14 7 23 - 2 16 N/A N/A N/A 36 30 51
Regional IV 26 1 16 - - 6 N/A N/A N/A 33 5 32
Regional V - 8 - - 1 9 N/A N/A N/A 20 18 40
Non Regional 164 140 166 60 34 - N/A N/A N/A 365 344 380
Regional tidak
N/A N/A N/A N/A N/A N/A 1,560 1,819 1,809 1,560 1,819 1,809
terklasifikasi
168 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 171
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Anak Perusahaan
Telkomsel Mitratel TelkomGroup2
lainnya1
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Karyawan berdasarkan usia
>50 tahun 796 729 644 52 41 32 1.012 973 617 2.943 2.771 3.593
30 – 50 tahun 4.648 4.576 4.516 499 503 423 6.985 7.095 6.566 14.784 14.644 14.549
<30 tahun 752 911 1.149 128 113 82 1.497 1.802 1.566 3.424 4.258 4.922
Karyawan berdasarkan tingkat pendidikan
Prakuliah 93 115 123 9 4 6 1.077 1.476 1.155 1.333 1.770 2.063
Diploma 363 399 423 19 24 12 1.237 967 1.307 1.731 1.519 2.179
Sarjana 4.791 4.921 4.966 574 554 461 6.175 5.846 5.569 14.552 14.496 15.624
Pascasarjana 949 781 797 77 75 58 1.005 1.581 718 3.535 3.888 3.198
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Manajemen senior)
>50 tahun 48,0% 44,0% 40,7% 50,0% 50,0% 50,0% 28,6% 91,3% 61,4% 57,0% 63,5% 49,2%
30 – 50 tahun 52,0% 56,0% 59,3% 50,0% 50,0% 50,0% 53,2% 8,7% 38,6% 39,4% 36,5% 50,8%
<30 tahun 0,0% 0,0% 0,0% - - - 18,2% 0,0% 0,0% 3,6% 0,0% 0,0%
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Manajemen madya)
>50 tahun 21,0% 19,7% 16,8% 44% 39% 21% 22,6% 28,3% 19,8% 29,1% 29,2% 25,6%
30 – 50 tahun 79,0% 79,8% 82,7% 56% 61% 79% 68,8% 71,2% 78,6% 67,6% 70,4% 73,8%
<30 tahun 0,0% 0,4% 0,5% - - - 8,6% 0,4% 1,9% 3,2% 0,3% 0,7%
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Pengawas}
>50 tahun 9,0% 8,5% 8,1% 11% 10% 8% 9,2% 6,2% 4,4% 8,8% 7,6% 14,5%
30 – 50 tahun 85,0% 84,2% 82,5% 89% 90% 92% 74,8% 74,1% 73,2% 75,1% 73,3% 63,4%
<30 tahun 6,0% 7,3% 9,4% - - - 16,1% 19,7% 22,3% 16,1% 19,1% 22,1%
Profil usia berdasarkan level kepegawaian (Staff dan lainnya}
>50 tahun 7,0% 6,0% 4,0% 4% 3% 4% 0,2% 0,4% 1,2% 2,3% 1,6% 1,7%
30 – 50 tahun 52,0% 48,0% 39,0% 72% 77% 75% 76,5% 65,2% 76,4% 60,9% 51,8% 47,8%
<30 tahun 41,0% 46,0% 56,0% 24% 20% 21% 24,2% 34,5% 22,4% 36,8% 46,6% 50,5%
Jumlah karyawan perempuan berdasarkan status kepegawaian
Manajemen senior
17 18 14 - - - 6 2 5 39 36 37
(perempuan)
Manajemen madya
246 238 227 3 2 2 444 390 331 1.372 1.314 1.371
(perempuan)
Pengawas
629 622 627 23 22 20 1.815 1.858 1.651 3.685 3.563 3.712
(perempuan)
Staff dan lainnya
520 542 585 188 193 144 641 814 679 1.609 2.015 1.925
(perempuan)
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 169
Page 172
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Anak Perusahaan
Telkomsel Mitratel TelkomGroup2
lainnya1
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Profil gender berdasarkan level kepegawaian (% perempuan)
Manajemen senior 15,9% 16,1% 12,4% 0,0% 0,0% 0,0% 10,9% 4,3% 7,1% 14,0% 13,3% 12,1%
Manajemen
13,4% 13,0% 12,7% 6,1% 5,1% 5,4% 20,5% 19,4% 19,7% 23,2% 22,8% 22,3%
madya
Pengawas 21,3% 21,7% 22,0% 19,7% 19,5% 20,4% 32,2% 30,8% 28,8% 33,4% 32,1% 30,1%
Staff dan lainnya 39,8% 38,4% 33,9% 37,2% 38,7% 36,0% 39,3% 45,6% 53,6% 41,1% 44,3% 45,1%
Rekrutmen karyawan
Total rekrutmen 167 129 990 32 84 67 310 497 496 557 832* 1.665*
Turnover rate karyawan
Total turnover
3% 3,54% 4,95% 5,7% 21,4%* 12,5% 5,3% 4,7%* 4,7%* 5,4% 12,4%* 10,4%*
rate
Turnover berdasarkan gender
Karyawan laki-laki 114 136 88 33 90 43 376 343 297 782 2.081 1.601
Karyawan 375 688 627
81 86 47 5 38 24 138 99 115
perempuan
Turnover berdasarkan usia
>50 tahun 105 98 54 3 13 12 121 105 95 400 1.763 853
30 – 50 tahun 49 57 38 17 105 52 262 259 256 503 734 1.038
<30 tahun 41 67 43 18 10 3 131 78 61 254 272 337
Turnover berdasarkan usia dan gender
Karyawan laki-laki
10 19 21 16 3 1 69 47 27 122 109 162
<30 tahun
Karyawan laki-laki
27 33 22 14 75 32 193 197 185 335 493 685
30-50 tahun
Karyawan laki-laki
77 84 45 3 12 10 114 99 85 325 1.479 754
>50 tahun
Karyawan
perempuan <30 31 48 22 2 7 2 62 31 34 132 164 175
tahun
Karyawan
perempuan 30-50 22 24 16 3 30 20 69 62 71 168 246 353
tahun
Karyawan
perempuan >50 28 14 9 - 1 2 7 6 10 75 278 99
tahun
170 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 173
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Anak Perusahaan
Telkomsel Mitratel TelkomGroup2
lainnya1
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Turnover berdasarkan alasan
Voluntary (i.e.,
permintaan 36,9% 23,9%* 26,7% 21,1% 86,7%* 85,1% 54,7% 49,8%* 35,9%* 33,9% 14,8%* 11,1%*
sendiri)
Involuntary
(i.e., menjadi
direksi di BUMN,
pelanggaran
disiplin,
mendapatkan 4,6% 2,3%* 0,7%* 2,6% 12,5%* 7,5%* 2,5% 2,9%* 1,2%* 2,8% 1,7%* 0,9%*
Surat Keterangan
Pemutusan
Hubungan Kerja
(SK PHK) 2023-
2025))
Lainnya (i.e.,
58,5% 73,9%* 72,6%* 76,3% 0,8%* 7,5%* 42,8% 47,3%* 62,9%* 63,4% 83,5%* 88,0%*
pensiun, wafat)
Turnover berdasarkan wilayah
Regional I 9 17 11 - 19 11 N/A N/A N/A 15 94 144
Regional II 27 24 18 - 15 9 N/A N/A N/A 61 362 347
Regional III 22 24 12 - 16 10 N/A N/A N/A 51 203 226
Regional IV 3 10 6 - 6 3 N/A N/A N/A 6 71 60
Regional V 9 22 2 - 11 5 N/A N/A N/A 17 69 108
Non Regional 125 125 86 38 61 29 N/A N/A N/A 493 1.528 931
Regional tidak
N/A N/A N/A N/A N/A N/A 514 442 412 514 442 412
terklasifikasi
Karyawan yang memiliki hak cuti melahirkan
Karyawan laki-laki 4.197 4.199 4.095 380 315 262 1.564 1.032 1.140 8.295 8.031 9.399
Karyawan
1.013 1.023 975 144 103 75 712 413 373 3.337 3.629 3.233
perempuan
Karyawan yang mengambil hak cuti melahirkan
Karyawan laki-laki 332 361* 405* 25 20* 18 119 101* 89* 597 581* 602*
Karyawan
106 87* 97* 9 8* 10 73 50* 72* 324 277* 353*
perempuan
Karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan
Karyawan laki-laki 326 331* 358* 25 20* 18 119 101* 89* 591 551* 555*
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 171
Page 174
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Anak Perusahaan
Telkomsel Mitratel TelkomGroup2
lainnya1
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Karyawan
76 101* 84* 9 8* 10 73 50* 69* 294 289* 308*
perempuan
Karyawan yang masih bekerja setelah 12 bulan setelah kembali bekerja
Total karyawan 423 430* 474* 34 26 28 113 114* 48* 799 737* 624*
Pelatihan karyawan
Total jam
250.539 373.082 277.596 18.241 14.774 8.899 108.062 45.817 24.902 718.316,2 1.536.177,2 1.356.584,8
pelatihan setahun
Rata-rata jam pelatihan dalam setahun
Rata-rata
jam pelatihan
577,0 69,0 47,0 28,8 16,0 12,0 23 26 13 90,4 53,1 34,6
karyawan (laki-
laki)
Rata-rata
jam pelatihan
171,0 27,0 33,0 23,4 8,0 5,0 17 25 13 41,0 44,3 32,5
karyawan
(perempuan)
Rata-rata
jam pelatihan 748,0 60,0 44,0 54,9 24,0 17,0 19 27 15 109,9 56,6 23,9
karyawan
Rata-rata jam pelatihan dalam setahun berdasarkan jenjang
Manajemen senior 19 34 43 25,0 - 4,0 13,7 14,3 10,5 20,4 51,8 21,6
Manajemen
32 52 40 14,7 2,5 8,6 18,5 28,2 7,3 25,6 53,0 25,6
madya
Pengawas 45 57 46 17,0 3,4 2,2 19,1 23,3 8,9 27,4 44,3 31,7
Staff dan lainnya 44 75 45 34,8 19,2 13,8 20,6 23,8 12,1 30,6 51,6 41,5
* Penyajian kembali.
** N/A (Tidak Relevan)
1
Anak Perusahaan lainnya diwakili oleh semua Anak Perusahaan Telkom kecuali Telkomsel dan Mitratel, sesuai ketersediaan data.
2
Lingkup data TelkomGroup mencakup Telkom dan 13 Anak Perusahaan sesuai ketersediaan data.
3
Klasifikasi data karyawan berdasarkan penempatan wilayah menggunakan klasifikasi yang berlaku untuk Telkom, dan diterapkan untuk Telkomsel dan Mitratel hanya untuk
kebutuhan pengungkapan laporan ini. Pembagian wilayah sebagai berikut:
• Regional I : Sumatera
• Regional II : Jakarta, Banten, Jawa Barat
• Regional III : Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat
• Regional IV : Kalimantan
• Regional V : Sulawesi, Papua, Maluku
• Non Regional : kantor pusat (meliputi Jakarta dan Bandung)
172 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 175
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Penjelasan kinerja sosial tahun 2025 • Jumlah pekerja non-karyawan Telkom pada tahun
2025 mengalami peningkatan seiring dengan
• Rekrutmen mencakup karyawan professional hire penguatan metodologi pengambilan data yang kini
(prohire) dan karyawan tetap. Pada tahun 2025, jumlah telah mengakomodasi seluruh pekerja kontrak,
rekrutmen mengalami penyesuaian sejalan dengan termasuk teknisi, serta staf sales dan marketing.
kebijakan pertumbuhan yang lebih selektif dalam • Pelaksanaan pelatihan pada tahun 2025 mengalami
rangka mendukung transformasi Telkom menuju penurunan dibandingkan tahun sebelumnya seiring
strategic holding. dengan pergeseran pendekatan pembelajaran
• Turnover mencakup karyawan kontrak (PKWT) dari dominasi e-learning bersifat mandatory
yang mengundurkan diri dari TelkomGroup serta menuju implementasi metode 70-20-10 yang lebih
karyawan di Anak Perusahaan yang berpindah entitas menekankan experiential learning (70%), serta
untuk menjadi direksi di Anak Perusahaan lainnya. prioritisasi program yang berfokus pada kebutuhan
Turnover karyawan tidak mencakup karyawan yang transformasi dan dampak langsung terhadap bisnis
mengikuti talent mobility program. Tingkat turnover TelkomGroup.
menunjukkan penurunan dari 2024 ke 2025, terutama
disebabkan oleh penurunan jumlah peserta program
pensiun dini. Jumlah partisipasi dalam program
pensiun dini menunjukkan pola peningkatan dan
penurunan secara bergantian setiap dua tahun sekali.
Tabel 47. Kinerja Risiko Disrupsi Sistemik
TelkomGroup*
Metrik
2025 2024 2023
Rata – rata frekuensi gangguan Fiber Optic Backbone
Rata – rata frekuensi gangguan 6.686 4.652 3.811
Gangguan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)
Rata – rata frekuensi gangguan Wet plant* 23 19 6
Rata – rata frekuensi gangguan Dry plant** 23 1 0
Ganguan Layanan Pelanggan
Q gangguan*** 2,5 2,3 2,88
Rata - rata perbaikan gangguan (average interruption
9,1 5,9 6,18
duration) (jam)
* Wet plant = OSP (Out Side Plant) merupakan komponen-komponen atau perangkat pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang berada di perairan/ laut yang terdiri dari kabel
serat optik laut, repeater, equalizer, dan branching unit.
** Dry plant = ISP (In Side Plant) merupakan komponen-komponen atau perangkat pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang berada di perairan/laut yang terdiri dari kabel serat
optik, SLTE, DWDM, PFE, dan lain-lain.
*** Q gangguan merepresentasikan jumlah pelanggan yang terganggu per 100 pelanggan dalam rentang waktu pengukuran 30 hari.
[SASB TC-TL-550a.1, TC-SI-550a.1]
Penjelasan kinerja pengendalian risiko disrupsi sistemik tahun 2025:
Terjadi peningkatan frekuensi gangguan pada tahun 2025 akibat dua kejadian bencana, yaitu gangguan massal di Papua
yang berkaitan dengan SKKL serta bencana banjir di Sumatera yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah aset jaringan.
Corrective action dan adaptation plan atas kejadian banjir di Sumatera disajikan pada bagian “Resiliensi Operasional
terhadap Perubahan Iklim”.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 173
Page 176
04 Empower Our People Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi
Kesehatan dan
Keselamatan Karyawan
Tabel 48. Kinerja Keselamatan Operasional TelkomGroup
[GRI 403-9]
Telkom Telkomsel
Cakupan Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Karyawan** Kematian Jumlah - - - - - -
akibat
kecelakaan
kerja Tingkat** - - - - - -
Kecelakaan Jumlah - - - - - -
kerja dengan
konsekuensi
tinggi Tingkat - - - - - -
Kecelakaan Jumlah - - - 1 - -
kerja yang
dapat dicatat Tingkat - - - 0,1 - -
Jumlah jam
9.946.560,0 10.254.400,0 15.535.520,0 12.292.864 12.929.280 13.122.720
kerja
Pekerja bukan Kematian Jumlah - - - - - -
karyawan*** akibat
kecelakaan
kerja Tingkat - - - - - -
Kecelakaan Jumlah - - - - - -
kerja dengan
konsekuensi
tinggi Tingkat - - - - - -
Kecelakaan Jumlah - - - - - -
kerja yang
dapat dicatat Tingkat - - - - - -
Jumlah jam
18.932.160,0 5.206.240,0 3.635.840,0 6.694.016 7.498.400 7.263.360
kerja
* Catatan: Tingkat kecelakaan kerja dihitung per 1.000.000 jam kerja
** Karyawan pada pengungkapan Anak Perusahaan lainnya merujuk pada Telin, Sigma, Telkom Infra, GSD, Telkom Akses, PINS, dan TDE
*** Pekerja bukan karyawan pada pengungkapan Anak Perusahaan lainnya merujuk pada Telkom Akses, Sigma, PINS, TDE, Telin
174 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 177
Pengalaman Inklusivitas Digital dan Penguatan Kapasitas Kinerja Sosial
Pelanggan Pelibatan Komunitas Digital UMKM
Mitratel Anak Perusahaan Lainnya TelkomGroup
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
- - - - - - - - -
- - - - - - - - -
- - - 8 9 10 8 9 10
- - - 0,7 0,7 0,9 0,2 0,2 0,2
- - - 21 21 18 22 21 18
- - - 1,7 1,5 1,6 0,6 0,6 0,4
1.305.792 1.261.440 1.031.040 11.275.179 13.537.817 11.183.406 34.820.395 37.982.937 40.872.686
1 - - - 7 2 1 7 2
1,7 - - - 0,1 - 0,0 0,1 -
- - - - 72 80 - 72 80
- - 1,0 1,1 - 0,9 1,0
1 - - 92 100 102 93 100 102
1,7 - - 2,2 1,4 1,4 1,9 1,2 1,3
594.816 299.520 460.800 41.508.199 73.845.797 71.880.613 67.729.191 86.849.957 83.240.613
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 175
Page 178
05. 176 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 179
Elevate Our Business LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 177
Page 180
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
“
TelkomGroup memperkuat fondasi bisnis yang berintegritas dan terpercaya melalui kepatuhan
terhadap regulasi serta penerapan etika bisnis di seluruh aktivitas operasional. Di tengah
percepatan digitalisasi, penguatan keamanan siber dan pelindungan data menjadi bagian
penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan usaha. Seluruh aspek ini,
berikut dengan pengelolaan rantai pasok, diintegrasikan dalam kerangka tata kelola perusahaan
untuk memastikan keselarasan dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Gambar 90. Kerangka Pengelolaan Aspek Tata Kelola Telkom
Elevate Our Business
Keamanan siber dan Rantai Pasok yang
Kepatuhan regulasi Praktik etika bisnis
Pelindungan data Bertanggung Jawab
• Pemasaran produk yang • Antikorupsi • Pelindungan data pribadi • Proses Pengadaan
etis • Whistleblowing • Keamanan siber Bertanggung Jawab
• Perilaku usaha yang adil • Keterlibatan Pihak Lokal
Topik Material Target 2030 Capaian tahun 2025
Kepatuhan regulasi 100% tingkat kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku 100% tingkat kepatuhan terhadap
tanpa adanya kasus besar yang terbukti (TelkomGroup) regulasi
Praktik etika bisnis Kepatuhan terhadap etika bisnis, 100% karyawan 100% karyawan menandatangani
menandatangani pakta integritas (TelkomGroup) Pakta Integritas
Sertifikasi SNI ISO 370001 : 2016 SMAP Telkom parent • 12 Anak Perusahaan telah
dan Anak Perusahaan langsung (TelkomGroup) mendapatkan sertifikasi
• 1 Anak Perusahaan sedang dalam
proses sertifikasi
100% aduan yang masuk ke whistleblowing system 98 % temuan ditindaklanjuti
ditindaklanjuti (TelkomGroup)
100% aduan terkait HAM ditindaklanjuti (TelkomGroup) 100 % aduan tindaklanjuti dengan
2 aduan terbukti terkait HAM
(respectful workplace)
Keamanan siber dan Tidak terjadi kebocoran data yang kritikal (Telkom) 0 insiden kritikal
pelindungan data
100% tingkat kelulusan karyawan dalam pelatihan 99,4% tingkat kelulusan karyawan
kesadaran cybersecurity (Telkom) dalam pelatihan kesadaran
cybersecurity
178 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 181
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang Pelindungan Data Bertanggung Jawab Kepatuhan Regulasi Komitmen TelkomGroup terhadap kepatuhan tidak hanya berfokus pada pemenuhan ketentuan regulasi namun juga terhadap ketentuan pasar, ekspektasi pelanggan dan juga masyarakat. Kepatuhan menjadi inti dari praktik bisnis bertanggung jawab yang memungkinkan operasional TelkomGroup dan mitra kerja berdampak positif bagi pelanggan, lingkungan, masyarakat, dan pasar. Pendekatan Manajemen [GRI 3-3] Peran Dewan dan Manajemen Dewan Komisaris dan Komite Audit berperan dalam mengawasi kepatuhan Perusahaan atas ketentuan dan peraturan perundang-undangan sebagaimana tertulis dalam Surat Keputusan Direksi No. PD.602.00/r.00/HK000/ COP-D0030000/2011 tentang Pedoman Pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) dan Charter Komite Audit. Dewan Direksi memastikan praktik bisnis dan operasional TelkomGroup telah mematuhi ketentuan yang berlaku, salah satunya melalui penerapan tata kelola dan manajemen risiko perusahaan sebagaimana tertuang dalam Board Manual dan Pedoman Pengelolaan GCG. Lebih lanjut, sebagai upaya memperkuat penerapan GCG dan mendukung pencapaian strategic objectives TelkomGroup, pada tahun 2025 Telkom secara perdana membentuk Direktorat Legal & Compliance dan mengangkat Direktur Legal & Compliance yang memiliki peran dan tanggung jawab fungsi pengelolaan aspek hukum, tata kelola, dan kepatuhan perusahaan secara komprehensif. Organisasi Pengawalan Kepatuhan Seluruh karyawan TelkomGroup mengemban peran untuk mewujudkan kepatuhan terhadap ketentuan dan perundang- undangan yang berlaku. Adapun unit kerja berikut yang mengawal penerapan sistem, kebijakan, serta proses yang mendorong kepatuhan pada setiap aktivitas operasional dan kemitraan di lingkungan TelkomGroup. • Unit Kerja Pengelola Legal & Compliance: berada di dalam Direktorat Legal & Compliance, dimana terdiri dari tiga fungsi, yaitu Corporate Legal, Legal Settlement, dan Group Policy yang dipimpin oleh Vice President (VP). Unit kerja ini bertanggung jawab atas kepatuhan terhadap perundang-undangan, di antaranya melalui aktivitas pemberian nasihat hukum (legal advisory), pendapat hukum (legal opinion), tinjauan hukum (legal review), serta penanganan litigasi. LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 179
Page 182
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
• Unit Kerja Pengelola Risk Management: berada di dalam Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko yang dipimpin
oleh Senior Vice President (SVP). Unit kerja ini bertanggung jawab atas identifikasi, penilaian, serta evaluasi
pelaksanaan manajemen risiko yang mencakup risiko hukum dan ketidakpatuhan.
• Unit Kerja Pengelola Internal Audit: berada di dalam Organisasi CEO Office yang dipimpin oleh Senior Vice
President (SVP). Unit kerja ini bertanggung jawab untuk memeriksa kepatuhan terhadap ketentuan peraturan dan
perundangan-undangan, serta meninjau dugaan ketidakpatuhan dan kecurangan di TelkomGroup menindaklanjuti
pelaporan whistleblower. Unit Kerja Pengelola Internal Audit melapor kepada Direktur Utama, Direksi, Dewan
Komisaris maupun Komite Audit melalui rapat berkala maupun insidentil.
Sistem yang Menjaga Kepatuhan TelkomGroup
Aspek kepatuhan dikelola secara terintegrasi dalam Sistem Pengendalian Internal (SPI) berlandaskan kerangka
Governance, Risk, and Compliance (GRC) dan COSO Internal Control-Integrated Framework 2013. SPI berperan penting
dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi melalui penerapan di semua tingkat dan unit bisnis Telkom.
TelkomGroup selalu mengkaji setiap perubahan regulasi, termasuk ketentuan pelaporan, yang berpotensi memengaruhi
kegiatan operasi. Proses evaluasi kepatuhan dilakukan melalui pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, menilai,
dan mengelola risiko hukum dan ketidakpatuhan. Langkah mitigasi risiko hukum di antaranya dilakukan melalui:
• Melakukan legal review terhadap rencana aksi korporasi dan kontrak bisnis.
• Koordinasi dan memberikan bantuan hukum dengan seluruh unit terkait untuk penyelesaian kasus litigasi sesuai
peraturan internal dan eksternal.
• Melakukan legal review atas peraturan internal yang akan diterbitkan.
• Penguatan kompetensi penanganan sengketa bisnis baik litigasi maupun non litigasi.
TelkomGroup mengadopsi pendekatan zero tolerance terhadap ketidakpatuhan hukum dan pelanggaran integritas,
termasuk dampak lingkungan dan kelalaian atas keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Sepanjang periode
pelaporan, perusahaan tidak mencatat insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi, yang menunjukkan efektivitas
implementasi kebijakan kepatuhan serta penguatan budaya integritas di seluruh organisasi. [GRI 2-27]
Penjelasan lebih lanjut atas SPI Telkom terdapat di Laporan Tahunan Telkom 2025.
TELIS 2.0: Tata Kelola Legal Berbasis AI
Gambar 91. Dashboard Telis 2.
Telkom resmi meluncurkan TELIS 2.0 (Telkom Legal
Intelligence System versi 2.0) pada 17 September 2025
sebagai pembaharuan atas TELIS 1.0 yang merupakan
aplikasi penyimpanan dokumen peraturan. Berbasis
teknologi Cognitive AI, TELIS 2.0 membantu
karyawan TelkomGroup untuk mengelola, mengakses
dan menganalisis dokumen peraturan perusahaan
secara efisien, sehingga karyawan dapat berfokus
pada pekerjaan yang lebih strategis dan berdampak.
TELIS 2.0 telah membantu tim Legal dalam memangkas waktu kerja administratif hingga lebih dari tiga jam per
hari atau setara dengan 40 menit per karyawan. Selain itu, kemampuan analitik dokumen berbasis AI membuat
karyawan dapat melakukan pemeriksaan dan perbandingan dokumen hingga 24 kali lebih cepat dibandingkan
proses manual.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menuturkan bahwa TELIS 2.0 menjadi titik tolak use case
AI dalam program Telkom AI Center of Excellence. “Memilih use case yang tepat adalah kunci sukses setiap
organisasi dalam mengadopsi AI. Kami mulai dari pemilik data yang siap dengan data dan ambisi transformasi
yang kuat, dengan dampak langsung kepada sebanyak mungkin karyawan. Unit kerja dipermudah, karyawan
dipermudah, maka tidak sulit menjustifikasi kebutuhan AI, karena itu kami mulai dari unit Legal melalui TELIS 2.0
ini,” jelas Faizal.
180 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 183
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Dorong Digitalisasi Aktivitas Kepatuhan Hukum, Mitratel Adopsi Regulatory Compliance System
Gambar 92. Digitalisasi Aktivitas Patuh Hukum: Regulatory Compliance System (RCS) oleh Mitratel
Mitratel secara resmi mengadopsi Regulatory
Compliance System (RCS) dari Hukumonline sebagai
bagian dari komitmennya dalam memperkuat
kepatuhan hukum dan mendorong transformasi
digital di bidang tata kelola perusahaan. Digitalisasi
aktivitas kepatuhan hukum merupakan salah satu
langkah strategis yang diambil Mitratel untuk menjaga
kepatuhan hukum perusahaan, terlebih dalam
menghadapi perkembangan hukum dalam industri
telekomunikasi yang begitu dinamis. RCS mendukung
pemantauan regulasi secara terintegrasi, andal,
dan proaktif untuk memastikan seluruh kegiatan
operasional berjalan sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan.
Pemasaran Produk yang Etis Perilaku Persaingan Usaha
yang Adil
[GRI 417-1, 417-2, 417-3]
[GRI 206-1]
TelkomGroup menghormati hak para pelanggan untuk
mendapatkan informasi yang jelas atas produk dan TelkomGroup berkomitmen kuat untuk menjalankan
layanan serta praktik pemasaran yang adil, transparan, bisnis secara etis dan membangun budaya kepatuhan
dan etis. Komitmen TelkomGroup terhadap pelindungan terhadap prinsip persaingan sehat sesuai UU No. 5 tahun
hak-hak pelanggan diatur dalam Peraturan Perusahaan 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan
No. PD. 201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tentang Usaha Tidak Sehat serta ketentuan lainnya yang berlaku.
Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup dan dilaksanakan
sesuai UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan TelkomGroup memastikan strategi penetapan harga
Konsumen, UU No. 11 tahun 2008 dan UU No. 1 tahun 2024 tidak hanya memenuhi ketentuan penetapan harga pada
terkait Informasi dan Transaksi Elektronik. Peraturan KPPU No. 4 tahun 2011, namun juga adil dan
terjangkau bagi pelanggan melalui pendekatan Customer
TelkomGroup berupaya memberikan informasi produk dan Value Model (CVM). Pelaksanaan legal review atas rencana
jasa secara transparan, jelas dan mudah dimengerti agar corporate action atau kontrak tertentu oleh Unit Kerja
pelanggan memahami hak dan kewajibannya sebelum Pengelola Corporate Legal berfungsi untuk memitigasi
menyetujui akad/kontrak berlangganan. TelkomGroup risiko hukum dan ketidakpatuhan berkaitan penetapan
membekali mitra kerja dengan pengetahuan terkait harga.
produk dan jasa, prosedur layanan dan etika pelayanan
melalui pelatihan, agar mitra kerja mampu melaksanakan Selama tahun 2025, tidak ada ketidakpatuhan maupun
tugasnya sesuai standar pelayanan dan Kode Etik dugaan pelanggaran yang diidentifikasi di operasional
TelkomGroup. Untuk menjamin keamanan pelanggan, Telkom terhadap peraturan persaingan usaha dan
pelabelan informasi keamanan produk terdapat pada monopoli, sehingga tidak ada kerugian finansial yang
seluruh perangkat elektronik (seperti modem) sesuai ditimbulkan. [SASB TC-TL- 520a.1, TC-SI-520a.1, TC-IM-520a.1]
standar dan regulasi yang berlaku.
Selama tahun 2025, tidak ada insiden ketidakpatuhan yang
diidentifikasi mengenai penyediaan informasi produk dan
layanan, pelabelan, dan komunikasi pemasaran.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 181
Page 184
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Kesetaraan Akses Internet
Setiap pelanggan berhak atas akses internet yang aman, adil, dan andal. TelkomGroup mendukung penyediaan akses
internet yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia berpedoman pada
prinsip open internet (net neutrality). Kami memastikan penyediaan infrastruktur, layanan dan akses internet memenuhi
ketentuan Permenkominfo No. 5 tahun 2021, standar industri dan peraturan telekomunikasi lainnya.
Kualitas layanan telekomunikasi dapat diukur melalui kecepatan dan stabilitas jaringan, salah satunya menggunakan
speed score yang mengombinasikan kecepatan unduh, unggah, serta latensi sehingga dapat memberikan gambaran
menyeluruh atas performa jaringan seluler. Berdasarkan laporan Ookla, Telkomsel secara konsisten mencatatkan speed
score tertinggi selama dua tahun berturut-turut. Pada kuartal 3 dan kuartal 4 2025, Telkomsel mencatat skor 55,67,
meningkat 23% dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebesar 42,93. [SASB TC-TL-520a.2]
INDONESIA FASTEST MOBILE NETWORK
55.67
Speed Score
Telkomsel merupakan jaringan seluler tercepat di Indonesia pada
periode Q3–Q4 2025. Penghargaan Ookla® Speedtest Award™
untuk Jaringan Seluler Tercepat diberikan berdasarkan Speed
Score™, yang mengukur kinerja jaringan dari sisi throughput
dan responsivitas. Pengukuran ini mengombinasikan kecepatan
unduh dan unggah dengan latensi untuk memberikan gambaran
menyeluruh mengenai performa jaringan.
Gambar 93. Speedtest® Map
182 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 185
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Praktik Bisnis Beretika
TelkomGroup memandang keberlanjutan sebagai respons strategis atas ekspektasi regulator, pelanggan, dan pasar,
tidak hanya terkait pertumbuhan bisnis, tetapi juga cara pertumbuhan tersebut berlangsung melalui prinsip etika yang
kuat, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelindungan hak dan privasi konsumen pada setiap layanan yang ditawarkan
Telkom. Telkom mewujudkan prinsip keberlanjutan secara konsisten melalui komitmen etika yang kuat dan penerapannya
bersama seluruh mitra pada ekosistem bisnis Telkom.
Gambar 94. Komitmen Telkom dalam Praktik Bisnis Beretika
Komitmen terhadap Pelanggan:
Meningkatkan kepuasan pelanggan secara
terus menerus termasuk media kontak
pelanggan yang transparan dan mudah diakses
dengan menjunjung tinggi hak-hak pelanggan.
Komitmen terhadap Karyawan: Komitmen terhadap Mitra Kerja:
Menciptakan lingkungan kerja yang Membangun hubungan profesional
adil, sehat, aman, dan bebas dari yang adil, transparan, dan berbasis
diskriminasi pada prinsip tata kelola yang baik.
Komitmen terhadap Sosial Masyarakat:
Komitmen terhadap Kompetitor:
Berkontribusi pada kesejahteraan
Berkompetisi secara sehat dengan
masyarakat sekitar dengan membangun
memperoleh informasi secara sah
hubungan yang harmonis dan mengurangi
dan menjunjung integritas bisnis
dampak lingkungan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 183
Page 186
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Pendekatan Manajemen • PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tentang
Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup (Kebijakan
[GRI 3-3] Etika Bisnis)
• PD.602.00/r.00/HK000/COP-D0030000/2011 tentang
Peran Dewan dan Manajemen Pedoman Pengelolaan GCG.
• PR.209.10/r.02/HK200/COP-A0700000/2023 tentang
Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh jajaran manajemen Respectful Workplace.
berperan sebagai role model dalam implementasi etika • PR.209.05/r.02/HK250/COP-A0900000/2024 tentang
bisnis. Secara spesifik, berikut peranan komite di bawah Disiplin Karyawan.
Komisaris dan Direksi dalam pengawalan penerapan • PR.209.03/r.02/HK270/COP-A0900000/2024 tentang
praktik etika bisnis di Telkom: Kewajiban Penyampaian LHKPN di Lingkungan
TelkomGroup.
• Komite Audit: mengawasi dan mengevaluasi • PR.209.04/r.02/HK270/COP-A0900000/2024 tentang
pengaduan yang masuk melalui saluran whistleblowing Pengendalian Gratifikasi.
system Telkom, termasuk yang berkaitan dengan
pelanggaran kode etik Kebijakan Etika Bisnis mengatur hal-hal pokok terkait
• Komite Investigasi: menginvestigasi pengaduan yang kode etik, berkaitan:
masuk melalui saluran whistleblowing system Telkom,
termasuk yang berkaitan dengan pelanggaran kode 1. Etika kerja karyawan: Berisi norma untuk memandu
etik seluruh karyawan dan pemimpin dalam bekerja sehari-
hari, termasuk mengatur ketentuan antikorupsi dan
Seluruh pimpinan di setiap level wajib melakukan penyuapan, serta prinsip kesetaraan dan keberagaman
sosialisasi Kode Etik ke seluruh karyawan di jajarannya. dalam praktik ketenagakerjaan.
Untuk mendukung perannya, Unit Kerja Pengelola 2. Etika usaha: Berisi norma yang dianut sebagai acuan
Human Capital Service Operation bertanggung jawab Perusahaan, manajemen, serta karyawan dalam
atas pemantauan implementasi Kode Etik di seluruh berhubungan dengan lingkungan eksternal, termasuk
TelkomGroup. mitra kerja/pemasok, seperti praktik persaingan
usaha yang etis.
Evaluasi dan pemutakhiran Kode Etik dilakukan oleh
Unit Kerja yang terkait dengan pengelolaan Etika Bisnis Manajemen Telkom melakukan sosialisasi kode etik,
untuk memastikan pelaksanaan Etika Bisnis di lingkungan termasuk aspek etika bisnis dan tata kelola ke seluruh
TelkomGroup sesuai dengan perkembangan dari sisi lingkup TelkomGroup. Setiap tahun, seluruh karyawan
eksternal maupun internal Perusahaan. Hasil pengawalan TelkomGroup menandatangani Pakta Integritas dan
dan evaluasi secara berkala dilaporkan kepada Direksi. mendapatkan sosialisasi etika bisnis, seperti melalui
e-learning, pelatihan/workshop, serta sosialisasi via
Seluruh karyawan berperan atas pemantauan dan wajib Diarium maupun media internal lainnya. Pada tahun
melaporkan kemungkinan kecurangan, pelanggaran etika 2025 ini telah diselenggarakan juga pelatihan Penguatan
bisnis (termasuk benturan kepentingan) dan hal lainnya Integritas untuk seluruh karyawan Telkom mencakup
yang dapat melemahkan praktik etika bisnis. Penanganan beberapa aspek, di antaranya etika bisnis, budaya
pengaduan etika bisnis mengikuti prosedur pelaporan perusahaan, Respectful Workplace, LHKPN, gratifikasi,
whistleblowing, di mana penanganan isu etika akan SMAP, dan disiplin karyawan.
ditangani oleh Komite Etika (Komite Disiplin Karyawan).
Pengawasan dan Evaluasi Etika Bisnis
Kebijakan Kode Etik
Telkom menyelenggarakan program survei online etika
[GRI 2-23] bisnis dengan populasi seluruh karyawan melalui media
portal/ intranet yang diakhiri dengan pernyataan kesediaan
Sesuai ketentuan Surat Edaran OJK No.32/SEOJK.04/2015 karyawan untuk menjalankan etika bisnis. Pemahaman
tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan dan penerapan etika bisnis, beserta hasil survei terkait,
Sarbanes-Oxley Act (SOA) 2002 section 406, kami memiliki secara konsisten ditinjau dan diaudit setiap tahun melalui
dan menjalankan kode etik yang berlaku bagi seluruh level mekanisme audit internal dan eksternal. Audit tersebut
organisasi. Telkom memiliki kode etik yang diatur dalam dijalankan dalam rangka penerapan control environment
beberapa peraturan sebagai berikut: sesuai skema kerja pengendalian internal COSO pada
• KD.36/HK290/COP-D0053000/2009 tentang Pakta audit pengendalian internal tingkat entitas. Implementasi
Integritas; dan evaluasi kinerja terkait Kode Etik dibahas lebih lanjut
dalam Laporan Tahunan Telkom 2025.
184 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 187
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Etika Media dan Komunikasi kepada publik dan media, investor, pelanggan, regulator
serta mitra, melalui siaran pers, tanggapan perusahaan,
Kita hidup di era di mana informasi dapat diperoleh sosial media, serta saluran lainnya. Melalui pedoman
dengan mudah berkat media sosial dan akses jaringan tersebut, Telkom secara tegas melarang penyampaian
telekomunikasi yang semakin andal. Informasi kini informasi yang mengandung SARA, kebohongan,
menjadi konsumsi utama masyarakat. Apabila situasi pencemaran nama baik, unsur kekerasan, maupun muatan
ini tidak disertai dengan literasi media dan informasi yang tidak pantas, termasuk konten yang mendiskreditkan
yang memadai, masyarakat menjadi rentan atas isu- pihak atau instansi tertentu serta berpotensi memicu
isu etika media seperti misinformasi, disinformasi, sentimen keberpihakan politik.
penyalahgunaan data, dan penyebaran konten yang tidak
akurat. Lebih lanjut, Unit Kerja Pengelola Corporate
Communication bertanggung jawab untuk memastikan
Sejalan dengan komitmen tersebut, TelkomGroup bahwa seluruh aktivitas komunikasi tidak melanggar
memastikan bahwa seluruh produk serta layanan inti ketentuan etika media, termasuk Kode Etik yang berlaku.
dijalankan selaras dengan kerangka regulasi media dan Hasil pemantauan dilaporkan secara berkala kepada
komunikasi yang berlaku di Indonesia. Hal ini mencakup Direktur Utama.
pemenuhan kewajiban terkait pemantauan, penyaringan
konten, pemblokiran, dan bentuk pengelolaan konten
lainnya. [SASB TC‑SI‑220a.5, TC-IM-220a.5, TC-IM-220a.6] Antikorupsi dan Penyuapan
TelkomGroup berkomitmen untuk berperan aktif dalam Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
pencegahan isu etika media dengan memastikan setiap
penyampaian informasi mendukung prinsip transparansi, [GRI 205-1]
akurasi, dan tanggung jawab, demi mendukung terciptanya
ekosistem komunikasi yang sehat dan bermanfaat bagi Telkom menerapkan SNI ISO 37001:2016 Sistem
masyarakat. Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sejak tahun 2020 yang
dipantau oleh Dewan Komisaris dan Direksi yang berfungsi
Telkom, melalui Unit Kerja Pengelola Corporate sebagai Dewan Pengarah dan Manajemen Puncak bersama
Communication, telah mengembangkan SOP Komunikasi Komite Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) yang
Perusahaan untuk memandu penyampaian informasi bertanggung jawab atas sistem implementasi SMAP di
perusahaaan.
Gambar 95. Struktur Komite FKAP Telkom
Dewan Pengarah Manajemen Puncak
Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan
Fungsi Komite FKAP
Bidang Pengendalian
Bidang Evaluasi dan Bidang Investigasi dan Bidang Pengembangan
Anti Penyuapan dan
Audit Internal Penanganan dan Dokumentasi
Gratifikasi
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 185
Page 188
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Penerapan SMAP terintegrasi dalam kebijakan-kebijakan pelaksanaan praktik antikorupsi dan penyuapan, Telkom
yang ada di Telkom termasuk pada kebijakan pengadaan, telah menerapkan Panduan Cegah Korupsi (PANCEK) yang
rekrutmen, dan keuangan. dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
• Pada proses pengadaan, untuk memitigasi risiko mekanisme whistleblowing, dan kebijakan pendukung
korupsi dan penyuapan dalam rantai pasokan, lainnya. Penerapan PANCEK berhasil meraih skor verifikasi
proses pengadaan mencakup uji kelayakan dan self- mendekati 100% pada tahun 2025.
assessment mitra untuk memverifikasi kepemilikan,
penelusuran daftar hitam, serta meninjau riwayat Pencegahan Korupsi, Suap, dan Tindak Penipuan
kasus korupsi dari sumber internal dan eksternal.
Telkom juga melakukan pemeriksaan benturan [GRI 205-2]
kepentingan dengan mencocokkan data pemilik dan
pengurus mitra terhadap data karyawan dan keluarga Langkah-langkah mitigasi yang ketat telah diterapkan
hingga derajat kedua. oleh Telkom maupun Anak Perusahaan melalui program
• Pada proses rekrutmen, Telkom memastikan proses utama seperti sosialisasi kebijakan, pelatihan dan
terhindar dari benturan kepentingan dengan seluruh pengembangan kompetensi personel serta pemasok.
penguji menandatangani Komitmen Conflict of Sosialisasi antikorupsi dan anti-fraud dilakukan secara
Interest dan memastikan pemetaan peserta tidak rutin untuk seluruh karyawan TelkomGroup. Karyawan
memiliki hubungan kekerabatan dengan penguji. juga memiliki kewajiban untuk mengikuti e-learning,
di antaranya terkait SMAP dan gratifikasi. Pada tahun
Secara rutin, Komite FKAP mengevaluasi potensi risiko 2025, 100% anggota Direksi dan 100% karyawan Telkom
terkait korupsi, penyuapan dan kecurangan di area telah mendapatkan sosialisasi kebijakan dan prosedur
operasinya dan beberapa area bisnis unit. Pada tahun antikorupsi, serta mengikuti pelatihan antikorupsi. Pada
2025, Telkom telah melakukan 100% penilaian risiko Anak Perusahaan, 100% anggota Direksi TDE, Sigma,
penyuapan pada fungsi yang memiliki risiko terjadinya Metra-Net, serta Telkom Infra telah mengikuti sosialisasi
penyuapan berdasarkan ruang lingkup ISO 37001: 2016 dan pelatihan antikorupsi.
SMAP, yaitu Fungsi Recruitment dan Procurement.
Selain itu, seluruh anggota Direksi, Komisaris, karyawan di
Kebijakan Antikorupsi dan Penyuapan level Band I-II (khususnya di Entitas di Luar TelkomGroup
(EDLT) dan kantor pusat), serta Komisaris dan Direksi
TelkomGroup menerapkan kebijakan zero tolerance di Anak Perusahaan terafiliasi wajib melaporkan harta
terhadap segala bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, kekayaan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara
suap, penipuan, dan praktik bisnis tidak etis lainnya, Negara (LHKPN).
sebagaimana tertuang dalam Kode Etik. Untuk mengatur
Tabel 49. Pencapaian Sosialisasi dan Pelatihan Antikorupsi di TelkomGroup Tahun Finansial 2025*
Jenjang jabatan Sosialisasi Pelatihan
Manajemen Senior 92,2% 89,4%
Manajemen Madya 98,0% 88,5%
Pengawas 99,7% 74,5%
Karyawan di level lainnya 85,4% 65,2%
94,9% 76,0%
* Catatan: entitas yang dicakup dalam perhitungan sosialisasi dan pelatihan yaitu Telkom, TDE, Mitratel, Sigma, GSD, dan Telkom Infra.
TelkomGroup menyosialisasikan kebijakan antikorupsi kepada mitra bisnis sejak awal proses pengadaan melalui tahap
klarifikasi teknis. Pada tahun 2025, Telkom, Mitratel, Telin, dan Sigma memastikan 100% mitra kerja telah menerima
sosialisasi antikorupsi tersebut.
186 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 189
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Tabel 50. Pencapaian Sosialisasi Antikorupsi Mitra Bisnis TelkomGroup*
TelkomGroup
Metrik
2025 2024 2023
Jumlah mitra bisnis yang mendapatkan sosialisasi kebijakan dan
1.852 1.422 1.322
prosedur antikorupsi (Jumlah)
Persentase mitra bisnis yang mendapatkan sosialisasi kebijakan dan
100% 100% 100%
prosedur antikorupsi (%)
* Catatan: Cakupan Perusahaan dalam tabel deret waktu terdiri atas Telkom, Mitratel, dan Telin, sedangkan Sigma hanya berkontribusi pada periode pelaporan tahun 2025.
Pencapaian dan Evaluasi Telkom Integrity Line
[GRI 205-3] [OJK F.24] [GRI 2-15, 2-16, 2-25, 2-26]
Pada tahun 2025, Telkom tidak mengidentifikasi adanya Telkom Integrity Line merupakan WBS untuk menampung
korupsi, gratifikasi, suap, maupun fraud yang terbukti. pengaduan terkait dugaan pelanggaran yang terjadi
Pencapaian ini dapat kami raih berkat komitmen yang kuat di lingkungan TelkomGroup, baik yang dilakukan oleh
terhadap praktik etika bisnis dan antikorupsi. karyawan TelkomGroup maupun pihak ketiga yang
terafiliasi. Isu yang dapat diadukan mencakup penipuan,
Pada tingkat Anak Perusahaan, kami mencatat dua kasus korupsi, perilaku bisnis tidak etis, pelecehan, pelanggaran
korupsi yang terjadi pada Mitratel. Menanggapi temuan HAM, K3 dan/atau ketenagakerjaan, serta pelanggaran
tersebut, perusahaan segera melakukan investigasi lainnya. Terdapat 7 (tujuh) kanal pengaduan yang dapat
internal untuk memastikan penyelesaian yang akuntabel diakses oleh seluruh karyawan maupun pemangku
dan transparan. Hasil investigasi mengarah pada kepentingan lainnya pada website Telkom di menu
penerapan tindakan korektif serta penjatuhan sanksi Telkom Integrity Line. Telkom Integrity Line dikelola
tegas berupa pemutusan hubungan kerja kepada pihak secara independen oleh Deloitte. Telkom menjamin dan
yang terbukti terlibat. Setiap insiden yang teridentifikasi memastikan kerahasiaan/anonimitas pelapor dalam
melalui mekanisme kontrol internal ditangani secara seluruh proses dan menjamin perlindungan dari tindakan
cepat sesuai dengan prinsip zero tolerance terhadap retaliasi.
pelanggaran integritas. TelkomGroup juga mendukung
penuh proses hukum yang berjalan untuk memastikan Komite Audit bertanggung jawab atas evaluasi dan
penegakan aturan dan penguatan budaya antikorupsi di pemantauan WBS Telkom berdasarkan ketentuan
seluruh entitas usaha. Peraturan OJK Nomor 55/POJK.04/2015 dan Sarbanes-
Oxley Act 2002 Section 301. Seluruh laporan yang masuk
Kejadian ini menyebabkan kemunduran dalam pencapaian akan ditinjau oleh Komite Audit untuk menentukan tindak
komitmen keberlanjutan Perusahaan, namun menjadi lanjut sesuai dengan tingkat eskalasinya. Setiap laporan
pengingat betapa pentingnya pengawasan dan yang diterima diproses dengan penuh perhatian dengan
penegakkan komitmen antikorupsi di seluruh lingkungan asas praduga tak bersalah.
TelkomGroup dan jenjang karyawan. TelkomGroup
mengupayakan penguatan kebijakan pengawasan
dan meningkatkan program pelatihan antikorupsi dan
etika bisnis baik bagi manajemen maupun karyawan
TelkomGroup untuk mencegah kasus serupa di masa
depan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 187
Page 190
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Gambar 96. Prosedur Telkom Integrity Line
Penerimaan & Proses Penyelesaian &
Pemeriksaan
Verifikasi Pengaduan Investigasi Tindak Lanjut
• Konsultan/pihak • Internal Audit Perseroan melakukan • Komite • Komite Audit
ketiga menerima pemeriksaan pendahuluan, dan jika diperlukan Investigasi mengevaluasi hasil
dan memverifikasi dapat melibatkan pihak independen. atau konsultan/ investigasi.
pengaduan melalui • Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pihak ketiga • Jika ada pelanggaran,
Telkom Integrity Line. Komite Aduit menetapkan apakah proses perlu independen tindakan disiplin atau
• Pengaduan yang valid dilanjutkan ke tahap investigasi atau tidak. melakukan perbaikan kebijakan
diteruskan ke Komite investigasi. dilakukan.
• Jika diperlukan audit investigasi, laporan
Audit atau Unit Kerja diajukan ke Direktur Utama yang akan • Laporan hasil • semua pengaduan
Pengelola Internal menugaskan Komite Investigasi. investigasi yang telah selesai
Audit diberikan ke ditutup dalam sistem.
• Jika membutuhkan pihak independen, Komite
Direktur Utama
Audit meminta persetujuan Dewan Komisaris
dan Komite
untuk menunjukan pihak independen.
Audit.
• Jika proses investigasi menyangkut personal
dan/atau unit di Anak Perusahaan, maka
Komite Investigasi akan menyampaikan kepada
Komisaris dan DIreksi Anak Perusahaan
dimaksud.
188 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 191
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Tabel 51. Data Pengaduan yang diterima WBS
TelkomGroup
Deskripsi 2025 2024 2023 Keterangan
(Deloitte) (Deloitte) (Deloitte)
Pengaduan yang
Jumlah pengaduan: 53 56 59
diterima
Pengaduan yang layak
Memenuhi syarat: 52 46 28
ditindaklanjuti
Tindak lanjut:
Closed 18 33 19
Tambahan Data 10 12 9
Pengkajian lebih lanjut
24 1 0
sesuai prosedur
Selama tahun 2025, TelkomGroup telah menyelesaikan Berdasarkan hasil pemeriksaan pendahuluan dan hasil
52 pengaduan dari total 53 pengaduan yang diterima dan investigasi, TelkomGroup berupaya menindaklanjuti
layak ditindaklanjuti (98% pengaduan). Pengaduan banyak dengan langkah korektif serta perbaikan sistem untuk
dilakukan melalui kanal situs internet (34 pelaporan), mencegah terjadinya pelanggaran yang sama di masa
WhatsApp (9 pelaporan), email (8 pelaporan), Hot Line depan. Laporan terkait whistleblowing ini disampaikan
(1 pelaporan), dan SMS (1 pelaporan). Mayoritas isu yang dalam laporan tahunan dan laporan keberlanjutan
disampaikan berkaitan dengan pelanggaran terhadap sebagai bentuk akuntabilitas Telkom kepada pemangku
peraturan internal (28 pelaporan), fraud/kecurangan (14 kepentingan.
pelaporan), perilaku tidak terpuji (7 pelaporan), lainnya (4
pelaporan).
Akses Telkom Integrity Line
Website : https://id.deloitte-halo.com/telkomwbs/ P.O. Box 2800
Hotline : +62 21 5088 4601 JKP 10028
Fax : +62 21 5088 4602 SMS : +62 813 9000 3217
Email : telkomwbs@tipoffs.info WhatsApp : +62 813 9000 3217
PO Box : Telkom Integrity Line
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 189
Page 192
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
190 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 193
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Keamanan Siber & Pelindungan Data
“
Keamanan siber dan pelindungan data menjadi aspek kritikal yang mendukung keberlanjutan
bisnis, terlebih seiring perkembangan digitalisasi yang pesat turut meningkatkan kerentanan
sistem terhadap ancaman keamanan siber. Sebagai perusahaan yang melayani jutaan pelanggan
dan mengelola data berskala besar, TelkomGroup berkomitmen menerapkan standar keamanan
tertinggi untuk melindungi data pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan, sekaligus
menangkap peluang penyediaan layanan digital yang aman dan tepercaya.
Pendekatan Manajemen Tata Kelola Pelindungan Data Pribadi TelkomGroup
dan Tata Kelola Keamanan informasi mengatur praktik
[GRI 3-3] keamanan siber dan pelindungan data di TelkomGroup
sesuai regulasi, khususnya UU No. 27 tahun 2022 tentang
Tata Kelola Pelindungan Data Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dan ketentuan yang
berlaku.
Untuk mendukung implementasi kebijakan keamanan
siber dan perlindungan data di Telkom, Unit Kerja Pengelola Untuk memastikan kepatuhan dan efektivitas tata kelola
Data Protection Telkom dan pejabat Data Protection data, Pedoman Pengawasan Pelindungan Data Pribadi
Officer (DPO) bertanggung jawab atas pemantauan TelkomGroup mengatur proses audit yang dilakukan oleh
kepatuhan privasi, serta mengoordinasikan audit dan Internal Audit di Telkom maupun pihak ketiga. Audit ini
mitigasi risiko. Unit Kerja Pengelola Data Protection menilai kepatuhan dan kesesuaian pelaksanaan aktivitas
berperan dalam mengawasi kepatuhan terhadap kebijakan bisnis operasional terhadap tata kelola data dan prosedur
pelindungan data pribadi, meningkatkan kesadaran di turunannya, efektivitas kontrol keamanan informasi,
seluruh organisasi, serta memastikan bahwa setiap kesesuaian pelaksanaan hak subjek data pribadi, serta
proses pemrosesan data pribadi dilakukan sesuai dengan penanganan insiden kegagalan pelindungan data pribadi.
regulasi dan standar yang berlaku.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 191
Page 194
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Patuh PDP
TelkomGroup memiliki platform Patuh PDP yang dirancang untuk membantu entitas TelkomGroup memastikan kepatuhan
terhadap regulasi pelindungan data pribadi secara mandiri berdasarkan framework yang dirancang oleh Unit Kerja
Pengelola Data Protection, termasuk pemenuhan kewajiban perekaman kegiatan pemrosesan data pribadi (RoPA),
penilaian dampak pelindungan data pribadi (DPIA, PIA), dan sebagainya.
Framework Tata Kelola Data
Telkom memiliki Framework Tata Kelola Data yang mengatur siklus hidup pengelolaan aset data, mulai dari perencanaan,
penggunaan, pengendalian, pelindungan, dan penghancuran data. Framework ini dirancang untuk mendukung analisis dan
pengambilan keputusan yang lebih efektif. Dalam pelaksanaannya, Direktur Network dan Direktur IT Digital bertanggung
jawab atas pengelolaan strategis framework ini dan menunjuk Data Owner yang memiliki kewenangan atas pemanfaatan
aset data. Data Owner bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan data sesuai dengan prinsip tata kelola yang
ditetapkan.
Sebagai bagian dari mekanisme pelindungan data, framework ini mengatur aspek-aspek utama seperti persetujuan
pemilik data, arsitektur data, metadata, pengendalian data, kualitas data, enkripsi (kriptografi), kontrol akses, serta audit
trail management. Langkah-langkah ini diterapkan untuk memastikan keamanan serta integritas data selama proses
penyimpanan dan penggunaannya.
Gambar 97. Komite Tata Kelola Data Telkom
DG Executive Committee DG Business Committee
Ketua : VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Ketua : DEVP Digital Business Builder DBT
Wakil : EVP Digital Business & Technology Wakil : DEGM IT Development DIT
EGM Divisi Information Technology DEGM IT Operation DIT
Sekretaris : AVP Network/IT Program Management & Digitization Sekretaris : AVP Advance Network/IT Orchestration
Anggota : VP Performance & Governance Management NITS Anggota : AVP Integrated Governance & Quality Mgmt. NITS
DVP Cyber Security SYNERGY Project Leader One Data & CFU Mobile
VP Synergy All Deputy EGM CFU/FU
VP Legal & Compliance All Deputy EVP CFU/FU
VP Information Technology Audit AVP Infrastructure & Service Performance NITS
All EGM & EVP CFU/FU AVP Infrastructure SLA Management NITS
AVP Integrated Governance & Quality Mgmt. NITS
AVP Legal Settlement
AVP Legal Counsellor
AVP Application Transaction Audit
AVP Information System Operation Audit
AVP Information Security Audit
DG Executive All AVP, SM & OSM CFU/FU
Committee
All TRIBE LEADER Sub-Divisi Digital Business Builder
Data Owner: All DATA OWNER*
DG Business
Committee DG Operations
Koordinator : AVP NETWORK/IT PROG MGT & DIGITIZATION
Data Stewards : Leader: Chapter Leader DS & AI
DG Operations Anggota: All Data Steward
Data Custodian: : Leader: SM Enterprise & Analytic Platform Operation
Anggota: All Development & Operation DIT
Kebijakan Pelindungan Data
Sebagai bagian dari pengendalian risiko keamanan siber dan pelindungan data bagi pihak internal dan eksternal, Telkom
menerapkan prosedur dokumentasi dan pelaporan dugaan insiden pelindungan data pribadi, meliputi proses identifikasi
awal, identifikasi lanjut, hingga langkah pemulihan dan pencegahan insiden lebih lanjut. Kebijakan tersebut mendukung
pemenuhan Telkom terhadap regulasi dan ketentuan yang berlaku, termasuk UU No. 27 tahun 2022 tentang Perlindungan
Data Pribadi, standar keamanan informasi ISO 27701:2019, ISO 27001:2013 dan ISO 27001:2022.
192 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 195
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Pedoman Pelindungan Data Pribadi TelkomGroup
TelkomGroup telah mengembangkan pedoman dan prosedur yang diturunkan dari Kebijakan Tata Kelola
Pelindungan Data Pribadi TelkomGroup. Pedoman tersebut mengadopsi framework yang menggabungkan
mitigasi sanksi administratif dan sanksi pidana dari regulasi pelindungan data pribadi di Indonesia dan best
practice internasional. [SASB TC-TL-220a.1, TC-SI-220a.1, TC-IM-220a.1]
Pedoman ini berisi:
1. Pedoman Dasar Pemrosesan Data Pribadi
2. Pedoman Pengendalian Akses Data Pribadi
3. Pedoman Akurasi, Keamanan, dan Kerahasiaan Data Pribadi
4. Pedoman Pengendalian Pemrosesan Data Pribadi
5. Pedoman Pengawasan Pelindungan Data Pribadi
Strategi Pelindungan Data
TelkomGroup aktif mengedukasi karyawan melalui program sosialisasi, pelatihan, dan sertifikasi terkait manajemen data,
keamanan data, dan privasi.
TelkomGroup senantiasa melakukan Assessment Data Governance Maturity Level untuk menentukan strategi
pengembangan dan optimasi tata kelola data di perusahaan. Kegiatan Assessment Data Governance Maturity Level
dilaksanakan pada Patuh PDP.
Sepanjang tahun 2025 TelkomGroup juga telah melakukan upaya-upaya pelindungan data pribadi, termasuk pelaksanaan
mandatory e-learning bagi karyawan yang menjalankan fungsi terkait. Kebijakan dan program peningkatan kesadaran
terhadap privasi ini dirancang untuk memastikan tata kelola data dan keamanan yang kuat di seluruh ekosistem
TelkomGroup.
Gambar 98. Upaya Pelindungan Data Pribadi TelkomGroup
POLICY & COMPLIANCE
Pembaruan versi terhadap 2 Prosedur Pendampingan Pemantauan Pendampingan
menyesuaikan risk-matrix perusahaan konsultasi dan pengawasan proses surveillance
dan feedback IA compliance case perkembangan ISO 27701:2019
dari aspek PDP untuk regulasi Privacy Information
(total 5 pedoman dan 19 Prosedur tiap direktorat Management Systems
untuk mendukung compliance PDP)
ARCHITECTURE, CONTROL & PROCESSING
Data Protection Platform Encryption • Red Teaming Exercise
• 32 Critical Database (containing PII) Selama Q3-Q4 2025 melibatkan CYS dan DIT
Application Utilization
• 17 Application • PET Exploration UEBA:
USER : 623 Case :120 Activity : 7.643
(Naik 85%) (Naik 185%) (Naik 116%) • 11 Operating System Updated 12 Tech Providers Demo & PoC (IBM, Securiti,
• 2 Encryption Platform Exabeam, BeyondRisk, Securiti, Exabeam,
BeyondRisk, Securonix, etc.)
Maturity Level Telkom Grioup
Kenaikan Maturitas:
1.97 > 2.98
On-track menuju
defined level (3)
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 193
Page 196
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
RISK & MONETIZATION AWARENESS & STAKEHOLDER MGT
117
Total Use Case
433
Use case all time PDPaaS as New
2025 GTMA
AWARENESS E-LEARNING RELATIONS
Increased ~67% Handover to New • Product Readiness Poster, global Mandatory e-learning Collaboration
Growth YoY DG CHairman • GTM Strategy privacy news, UU PDP for Digital with Komdigi
• DPO BNSP webinar, podcast, Business & Technology (FGD & Audiensi)
Certification sharing, session team member
Sepanjang tahun 2025, Telkom mengidentifikasi tidak ada pelanggaran ketentuan pemrosesan data pribadi, baik berupa
kebocoran yang bersifat kritikal, pencurian atau kehilangan data pelanggan, serta tidak ada sanksi, denda, ataupun
proses hukum terkait privasi pelanggan. Telkom bersama Anak Perusahaan berkomitmen untuk memastikan pelindungan
data pribadi melalui kebijakan keamanan yang ketat dan pemantauan proaktif untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan
pemangku kepentingan. [SASB TC-TL-220a.3, TC-TL-230a.1, TC-SI-220a.3, TC-SI-230a.1, TC-IM-230a.1, TC-IM-220a.3]
Prioritas Strategis Telkomsel dalam Privasi dan Keamanan Data Pelanggan
Di Telkomsel, melindungi data pelanggan bukan sekadar tanggung jawab, namun
komitmen utama. Hal ini diperkuat dengan penetapan target nol insiden terkait
privasi data pelanggan sejak tahun 2024 sebagai bagian dari target keberlanjutan
Telkomsel 2030. Untuk mencapai target tersebut, Telkomsel memusatkan
pendekatan pada tiga prioritas strategis:
Gambar 99. Pendekatan Prioritas Strategis oleh Telkomsel
Peningkatan Pencegahan Deteksi
Peningkatan pada langkah-langkah Pencegahan melalui Penguatan Deteksi & Pemantauan Ancaman
Keamanan Siber, Tata Kelola Data, Kapasitas dan Peningkatan Potensial, serta Tindakan
dan Pelindungan Data Keamanan Pelindungan Data
Menerapkan Kerangka Tata Kelola Data, Menyelenggarakan kampanye internal Melindungi sistem melalui pertahanan
audit dan tinjauan kematangan, Data dan program pelatihan di kalangan berlapis yang menggabungkan
Protection Impact Assessment (DPIA), karyawan, anak perusahaan, serta protokol fisik dan digital
serta sertifikasi ISO 27001 dan 27701. mitra bisnis, juga termasuk program
e-learning wajib tentang privasi data
dan sertifikasi keamanan siber bagi
karyawan.
Strategi Telkomsel dalam Privasi dan Keamanan Data secara lebih terperinci dapat diakses pada Laporan
Keberlanjutan Telkomsel.
Kebijakan Penggunaan dan Retensi Data untuk Melindungi Hak Pelanggan
Sebagai pengendali dan prosesor data, TelkomGroup berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pemrosesan data
pribadi dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sejalan dengan UU PDP, Telkom telah memiliki dasar pemrosesan yang kuat sebelum melakukan pemrosesan data
pribadi, baik berupa kontrak, persetujuan yang sah dan eksplisit dan dasar pemrosesan lainnya. Secara umum, pelanggan
TelkomGroup berhak untuk mengubah, menghapus data, serta memperoleh pemberitahuan apabila terjadi insiden PDP
melalui media komunikasi yang mudah diakses pelanggan. Adapun hak subjek data pribadi lainnya bersifat spesifik,
tergantung pada layanan, dasar pemrosean dan konteks pemrosesan data pribadi tersebut.
194 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 197
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Telkom juga telah memperhatikan aspek privasi by design, di mana setiap aplikasi (Product/Project/Process) yang
TelkomGroup kembangkan memperhatikan aspek privasi data sejak proses desain awal.
Membantu Pelanggan Kami untuk Memahami Hak Mereka atas Data Pribadi [OJK F.24] [GRI 2-25, 2-26, 418-1]
Sebagai pemilik data, pelanggan memiliki hak penuh atas data pribadi mereka. Untuk membantu para pelanggan
memahami hak-hak mereka, informasi mengenai hak subjek data pribadi, syarat dan ketentuan privasi dapat
diakses melalui situs web masing-masing produk dalam ekosistem TelkomGroup.
TelkomGroup juga menyediakan pusat layanan khusus melalui layanan hotline bagi pelanggan yang memiliki
keluhan atau permintaan terkait pelindungan data pribadi.
Pelanggan Telkomsel dapat mengakses informasi terkait kebijakan privasi melalui https://www.telkomsel.com/
privacy-policy atau menghubungi e-mail cs@telkomsel.co.id dan nomor telepon 188.
Sementara itu, pelanggan IndiHome dapat menemukan syarat dan ketentuan privasi melalui https://www.
telkomsel.com/indihome/syarat-ketentuan atau menghubungi layanan pelanggan melalui e-mail customercare@
telkom.co.id dan nomor telepon 147.
Selama tahun 2025, tidak ada pengaduan dari pihak eksternal terkait dugaan pelanggaran privasi pelanggan.
Telkom berkomitmen menghapus data pelanggan yang tidak lagi berlangganan sesuai ketentuan, dengan retensi minimum
3 bulan berdasarkan Standar Pengelolaan Operasi Data TelkomGroup dan PP No. 52 Tahun 2000. Setiap data pribadi yang
diperoleh Telkom baik dari subjek data pribadi secara langsung maupun dari pihak lain dilakukan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan tetap memperhatikan prinsip Pelindungan Data Pribadi.
“
Berkat mekanisme pelindungan data saat ini, TelkomGroup memastikan bahwa data pribadi
pelanggan tetap terlindungi, digunakan secara etis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sepanjang tahun 2025, Telkom telah berhasil melindungi 100% data pelanggan tanpa adanya
kebocoran data kritikal.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 195
Page 198
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Pemrosesan Data Sekunder yang Terkendali
TelkomGroup mengupayakan proses pengelolaan data pribadi pelanggan secara bertanggung jawab sesuai UU PDP.
Telkom tidak memproses data pribadi tanpa adanya dasar pemrosesan yang tepat, kecuali untuk keperluan penyelesaian
layanan, kepatuhan hukum, atau pemenuhan regulasi yang berlaku.
Gambar 100. Siklus Pemrosesan Data
Pemerolehan
dan
pengumpulan
Penghapusan atau Pengolahan dan
pemusnahan data penganalisasisan
Pengumuman, transfer,
penyebarluasan atau Penyimpanan
pengungkapan
Perbaikan dan
Penampilan
pembaruan
Seluruh data pribadi pelanggan diproses sesuai prinsip mulai dari tujuan pemrosesan, metode transfer data,
pemrosesan data pribadi, serta dikelola secara sistematis hingga enkripsi data. Hal ini dilakukan atas komitmen
dan sesuai hukum untuk menjamin transparansi dan Telkom untuk menjaga transparansi, keamanan, dan
kepatuhan. Untuk mendukung penjaminan akurasi kepatuhan dalam setiap aktivitas pengelolaan data
kepatuhan data pribadi yang lengkap, aktual, dan pelanggan.
mutakhir, TelkomGroup mengimplementasikan pedoman
kepatuhan akurasi data pribadi yang meliputi pemenuhan Sebagai pengendali sekaligus prosesor data pribadi,
aspek kerahasiaan, integritas, ketersediaan, verifikasi, Telkom juga memastikan bahwa pemrosesan data oleh
pembaruan/perbaikan, Service Level Agreement (SLA) pihak ketiga dilakukan dengan memperhatikan prinsip-
serta notifikasi. Keberadaan pedoman kepatuhan prinsip Pelindungan Data Pribadi, dengan tanggung
pelindungan data pribadi digunakan sebagai acuan untuk jawab yang diatur dalam perjanjian pelindungan data
mengontrol pemrosesan data pribadi. yang transparan, guna menjaga keamanan serta privasi
pelanggan.
Salah satu aspek fundamental dalam memastikan
kepatuhan terhadap penerapan Prinsip Pelindungan Pada tahun 2025, 100% permintaan data dari Pemerintah
Data Pribadi yaitu melakukan pengawasan atas peran dan Aparat Penegak Hukum (APH) telah dipenuhi sesuai
setiap pihak dalam ekosistem pemrosesan data pribadi. dengan asas kepatuhan, sementara tidak ada permintaan
TelkomGroup berkomitmen untuk senantiasa melakukan dari pihak ketiga untuk tujuan monetisasi atau konsultasi
pengawasan terhadap entitas eksternal yang memproses bisnis. Apabila terdapat permintaan data dari pihak ketiga,
data pribadi yang dilakukan melalui asesmen sebelum seluruh proses pengungkapan data dilakukan dengan
pelibatan prosesor data, pengawasan selama pemrosesan pelindungan ketat melalui Non-Disclosure Agreement
data, hingga pengawasan pasca selesainya perjanjian (NDA) yang sejalan dengan kebijakan Data Governance,
pemrosesan data pribadi. Standar Pengendalian Data dan Undang-Undang PDP.
[SASB TC-TL-230a.2, TC-TL- 220a.4]
Setiap permintaan data pribadi oleh pihak eksternal harus
melalui Data Governance (DG) Council, sebuah proses
sidang untuk memastikan kepatuhan pengelolaan data,
196 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 199
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
“
Pada tahun 2025, terdapat perpindahan data sebanyak 117 use cases yang ditangani secara
aman, terenkripsi dan sesuai dengan prosedur di lingkungan TelkomGroup.
Menghadapi Ancaman Siber hingga potensi kelemahan dalam rantai pasokan teknologi.
Sebagai upaya mitigasi, Telkom meningkatkan ketahanan
Peningkatan ancaman siber di era digital yang semakin keamanan informasi melalui program peningkatan
terhubung telah menempatkan keamanan informasi kesadaran (awareness) keamanan siber kepada karyawan
sebagai prioritas strategis. Menyadari hal ini, TelkomGroup secara rutin, evaluasi kerentanan, uji penetrasi berkala,
mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi risiko serta pemantauan harian terhadap infrastruktur TI.
siber.
Membangun Kompetensi Keamanan Siber
Telkom melalui Direktorat Network, memiliki unit
Kerja Network Strategy & Architecture dan Unit Kerja Program security awareness dijalankan setiap bulan
Cybersecurity di tingkat BOD-1 (VP Level), yang masing- melalui berbagai media, seperti poster, podcast, dan
masing bertanggung jawab atas tata kelola dan operasi webinar. Seluruh karyawan TelkomGroup wajib mengikuti
keamanan siber. Penerapan keamanan siber tersebut Mandatory Cybersecurity Training. Pada tahun 2025,
dipandu oleh kebijakan keamanan siber Telkom yang telah sebanyak 4.844 karyawan mengikuti pelatihan, dengan
berstandar ISO/IEC 27001:2022. [SASB TC- TL- 230.a.2, 4.817 peserta dinyatakan lulus sehingga tingkat kelulusan
TC- SI- 230a.2, TC- IM-230a.2] mencapai 99,4%.
Telkom telah memperoleh sertifikasi ISO 27001:2013 Penanganan Insiden Siber
sejak tahun 2022 yang masih berlaku hingga 11 April
2025. Sebagai kelanjutan dari sertifikasi yang ada, pada Computer Security Incident Response Team (CSIRT)
13 Februari 2025, Telkom memperbarui sertifikasi ISO bertanggung jawab menangani dan merespons insiden
27001:2022 (berlaku hingga 12 Februari 2028) untuk keamanan siber. CSIRT juga berfungsi sebagai kanal
menyelaraskan penerapan standar keamanan informasi eskalasi pelaporan bagi karyawan yang menemukan
dengan praktik termutakhir. indikasi insiden pelindungan data pribadi. Sejak 2023,
CSIRT terdaftar di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
Strategi preventif dilakukan melalui identifikasi dan guna memperkuat pelindungan sistem, meningkatkan
pemetaan ancaman, seperti kurangnya kesadaran kapabilitas respons insiden, serta memperluas kolaborasi
pemangku kepentingan, berbagai motif serangan siber, dan pertukaran informasi ancaman siber.
Respon Cepat Insiden Siber
Dalam upaya untuk memberikan respons cepat terhadap insiden siber, Cybersecurity Operation Center (CSOC)
beroperasi 24/7 guna mendeteksi, mengawasi, dan menangani ancaman secara proaktif.
Sepanjang tahun 2025, meski ancaman siber kerap Telkom alami, namun tidak terjadi insiden yang mengganggu
operasional. Meski demikian, kewaspadaan dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keamanan
informasi serta menjaga kelangsungan layanan bagi pelanggan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 197
Page 200
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Tabel 52. Frekuensi Serangan Siber Telkom
Tahun
Deskripsi
2025 2024 2023
Brute Force Attack terhadap elemen jaringan (frekuensi) 994 879 366.732
Serangan Distributed Denial of Service terlama (menit) 4.320 4.407 1.818
Serangan dengan volume terbesar dalam satuan gigabit per 1.160 537,1 199,1
second (Gbps)
Sepanjang tahun 2025, tercatat 994 upaya Brute Force Attack terhadap elemen jaringan. Serangan Distributed Denial of
Service (DDoS) terlama terjadi pada masing-masing Februari, November, dan Desember 2025 dengan durasi 4.320 menit,
sementara serangan dengan volume terbesar mencapai 1.160 Gbps pada Oktober 2025. Peningkatan frekuensi serangan
teridentifikasi pada 2025 terutama disebabkan oleh penambahan sensor yang memungkinkan deteksi insiden lebih awal.
Meskipun indikator seperti frekuensi dan durasi serangan meningkat dibanding 2024, ketahanan sistem keamanan siber
Telkom memastikan tidak adanya gangguan terhadap operasional perusahaan.
TelkomGroup tetap berkomitmen menjaga kewaspadaan dan keamanan sistem informasi dengan memperkuat strategi
pemantauan serta pencegahan. Upaya ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan merespons potensi ancaman terhadap
server dengan cepat, memastikan integritas serta keamanan sistem tetap terjaga.
Tata Kelola dan Keamanan AI di TelkomGroup
Telkom berkomitmen mengadopsi dan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab, aman, serta
berorientasi pada kepentingan pelanggan dan pemangku kepentingan. Pada tahun 2025, Telkom menetapkan prosedur
pelindungan data pribadi pada penerapan sistem AI dengan menekankan prinsip etika penggunaan dan pengembangan
AI di lingkungan TelkomGroup. Setiap proyek AI di Telkom perlu menjalani identifikasi dampak sejak tahap awal melalui
privacy threshold analysis (PTA) agar prinsip privacy by design diterapkan secara konsisten.
Telkom menetapkan peran dan tanggung jawab seluruh aktor utama dalam siklus AI (provider/developer, deployer, serta
end-user atau operator) secara jelas pada setiap tahapan hasil pekerjaan (deliverables). Telkom mendokumentasikan
pemetaan peran tersebut secara formal melalui perjanjian kerja sama atau service level agreement (SLA) yang memuat
klausul indemnity sebagai dasar pertanggungjawaban atas potensi kerugian.
Telkom juga mewajibkan analisis dampak pelindungan data pribadi dan mempertimbangkan hak subjek data pribadi pada
seluruh tahapan pengembangan AI. Seluruh kewajiban tersebut dirangkum dalam siklus hidup AI sebagai kerangka dasar
pelindungan data pribadi, dengan penerapan yang disesuaikan berdasarkan peran Telkom pada setiap proyek AI.
198 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 201
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Gambar 101. Siklus Hidup AI dan Kewajiban Pelindungan Data Pribadi
3
Pemilihan, Desain,
dan Pelatihan Model
2 4
Pengadaan dan Pengujian dan
Persiapan Data Validasi Model
1 5
Siklus Hidup AI
Tahapan
Perencanaan dan dan Pelindungan Pelaporan dan
Dokumentasi
Formulasi Masalah Data Pribadi
8 6
Pembaruan dan Penerapan dan
Penghapusan Model Integrasi Sistem
7
Penggunaan dan
Pemantauan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 199
Page 202
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab
“
TelkomGroup membangun hubungan profesional dengan mitra kerja berdasarkan prinsip
keadilan, transparansi, dan tata kelola yang baik. Sebagai pemimpin industri telekomunikasi
nasional dengan jaringan rantai pasok yang luas, TelkomGroup menyadari besarnya
dampak dan jangkauan aktivitas perusahaan bersama seluruh mitranya. Oleh karena itu,
TelkomGroup mengelola rantai pasokan secara bertanggung jawab dengan mengacu pada
pedoman pengadaan yang berlaku guna membentuk ekosistem bisnis yang berintegritas dan
berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, setiap mitra wajib menandatangani
Pakta Integritas yang menegaskan larangan terhadap praktik korupsi, kolusi harga, serta
benturan kepentingan sepanjang proses pengadaan. Selama periode pelaporan, Telkom bekerja
sama dengan 349 pemasok untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan.
200 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 203
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang
Pelindungan Data Bertanggung Jawab
Gambar 102. Proses Pengadaan di TelkomGroup
1 2 3 4 5 6 7 8
Penyusunan Publikasi Evaluasi Kontrak &
Inisiasi Penerimaan Penetapan Penyelesaian
Dokumen Lelang/ Proposal & Purchase
Pengadaan Proposal Pemenang Pengadaan
Pengadaan Undangan Negosiasi Order
Penyeleksian Mega Vendor Selanjutnya, Telkom menetapkan pemasok signifikan
secara ekonomi atau mega vendor berdasarkan beberapa
Telkom melakukan proses penyaringan (screening) kriteria, antara lain nilai belanja yang besar dengan
pemasok dengan mempertimbangkan bidang atau tingkat risiko tinggi (komoditas dominan), status sebagai
klasifikasi usaha, pengalaman, serta skala usaha dan modal satu-satunya penyedia produk atau teknologi tertentu,
dasar pemasok. Untuk pemasok baru pada sektor tertentu, kepemilikan gelaran jaringan yang ekstensif di Telkom
seperti jasa fasilitas infrastruktur, transportasi, akses, sebagai platform, serta peran sebagai calon pemasok
switching & routing, serta proyek TI, Telkom mewajibkan untuk pengembangan atau penerapan teknologi baru.
tahapan tambahan melalui Unit Kerja Pengelola Digital Telkom melakukan kunjungan wajib secara langsung (site
Connectivity Service (DCS) sebelum dapat berpartisipasi visit) guna memverifikasi dokumen dan menilai kapabilitas
dalam proses pengadaan di TelkomGroup. Adapun bagi operasional pemasok.
pemasok jasa konsultansi profesional, sewa (lease), serta
General & Administration dapat melakukan engagement
langsung dengan unit bisnis terkait sesuai ketentuan yang
berlaku.
“
Untuk pengadaan perangkat jaringan, Telkom mensyaratkan penyedia memiliki sertifikasi
yang terakreditasi secara nasional dan/atau internasional, seperti sertifikasi CIQS 2000 untuk
jaringan akses. Selain itu, Unit Fungsional Pengujian mengeluarkan sertifikat uji mutu (quality
assurance) untuk perangkat-perangkat yang akan diintegrasikan ke dalam jaringan Telkom.
E-Procurement SMILE
Untuk mendorong proses pengadaan yang transparan, kompetitif, dan akuntabel, TelkomGroup mengadopsi sistem
e-procurement melalui aplikasi SMILE. Melalui sistem ini, seleksi pemasok dilakukan secara sistematis dengan
mempertimbangkan aspek Quality, Cost, Delivery, dan Service (QCDS). Seluruh mekanisme pengadaan tersebut dijalankan
sesuai dengan pedoman pengelolaan pemasok yang berlaku di TelkomGroup.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 201
Page 204
05 Elevate Our Business Kepatuhan
Regulasi
Praktik Bisnis
Beretika
Proses Pengadaan Berkelanjutan komitmen ESG, serta sosialisasi dan pengembangan
kapasitas melalui program supplier development. Program
Sebagai pelaksanaan komitmen praktik bisnis yang ini mencakup kegiatan berbagi pengetahuan (sharing
bertanggung jawab dan berkelanjutan, Telkom mulai knowledge), peningkatan kapabilitas manajemen proyek
menerapkan pengelolaan pengadaan barang dan/atau pemasok, konsultasi dan asistensi teknis, pelaksanaan
jasa berbasis prinsip ESG yang diinisiasi pada tahun ini, workshop pemasok, pertemuan berkala (periodical
sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Keuangan meeting), serta survei pemasok.
dan Manajemen Risiko tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan. Apabila ditemukan ketidakkepatuhan yang signifikan
terhadap ketentuan yang berlaku, Telkom berhak
Implementasi pengelolaan ESG dalam proses pengadaan mengambil tindakan sesuai kebijakan, termasuk
dikoordinasikan oleh Unit Fungsional Logistik dengan menghentikan kerja sama dan mengategorikan mitra
dukungan dan koordinasi Unit Kerja Pengelola kedalam kategori blacklist. Pada tahun 2025, Telkom tidak
Sustainability, guna memastikan integrasi aspek ESG mencatat adanya penghentian hubungan usaha dengan
berjalan secara konsisten di seluruh tahapan pengadaan pemasok akibat kasus korupsi dan kasus ketidakpatuhan
dengan tetap menerapkan prinsip efisien, efektif, lainnya.
kompetitif, transparan, adil dan wajar, terbuka, serta
akuntabel. Persyaratan terkait tanggung jawab ESG yang
perlu dipenuhi oleh pemasok dalam dokumen pengadaan Keterlibatan Pihak Lokal
mengacu pada kebijakan internal Telkom dan dapat
ditinjau melalui Kebijakan ESG | Telkom. Keterlibatan pemasok lokal dalam rantai pasokan Telkom
diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan
Telkom mewajibkan pemasok menandatangani pakta ekonomi lokal. TelkomGroup berkomitmen untuk
integritas yang berisi pernyataan bahwa selama memprioritaskan pemasok lokal untuk memenuhi
kerjasama pemasok perlu memperhatikan penerapan kebutuhan pengadaan barang dan jasa, serta
ESG antara lain keberlanjutan lingkungan, kesetaraan menggunakan komponen yang diproduksi di dalam negeri.
gender, penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), Mitra lokal Telkom adalah perusahaan yang memiliki
penerapan K3, dan tata kelola usaha yang bertanggung badan hukum Indonesia dan memiliki kantor operasional
jawab. Selanjutnya, Telkom secara rutin melakukan di Indonesia.
evaluasi kinerja pemasok, pemantauan implementasi
Tabel 53. Kinerja Keterlibatan Pihak Lokal
Indikator Keterlibatan Pihak Lokal 2025 2024 2023
TKDN (%) 56,9% 61% 55%
Belanja pengadaan (triliun rupiah) 19,5 18,4 23,7
IBL Capex (%) 45% 41% 45%
IBL Opex (%) 39% 43% 41%
OBL (%) 16% 16% 14%
Pemasok lokal – Pengeluaran (triliun rupiah) 19,5 18,4 23,5
Pemasok lokal - Pengeluaran (dari total spending) (%) 100% 100% 99%
202 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 205
Keamanan Siber & Rantai Pasok yang Pelindungan Data Bertanggung Jawab LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 203
Page 206
06. 204 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 207
Lampiran LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 205
Page 208
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 1. Sorotan Anak Perusahaan
Telkomsel
Deskripsi Perusahaan
Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler 4G/5G yang andal
beroperasi sejak 1995 dan telah menjangkau sekitar 97% populasi nasional.
Bersama 6.196 karyawan, Telkomsel menjalankan bisnis inti di bidang penyediaan
layanan telekomunikasi seluler, pengelolaan jaringan seluler, serta layanan fixed
broadband.
Komitmen Keberlanjutan dan Capaian Keberlanjutan 2025
Telkomsel mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya melalui pemberdayaan masyarakat, penerapan
praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta perlindungan dan peningkatan kualitas lingkungan untuk menciptakan
dampak jangka panjang bagi Indonesia. Telkomsel mengorkestrasi inisiatif keberlanjutan menjadi tiga program utama,
yaitu Telkomsel Jaga Cita, Telkomsel Jaga Data, dan Telkomsel Jaga Bumi.
Inisiatif yang mendukung Pengintegrasian ISO 27701 untuk Inisiatif untuk mendaur ulang kartu SIM
siswa, pendidik, dan komunitas meningkatkan perlindungan dan menjadi produk yang dapat digunakan
memanfaatkan platform digital untuk privasi data kembali serta program carbon offset
menghilangkan hambatan serta
membuka peluang baru
Pada tahun 2025, Telkomsel melakukan double materiality assessment serta mulai menerapkan inisiatif partial compliance
terhadap IFRS S1 secara kualitatif dan IFRS S2 secara kuantitatif sebagai fondasi menuju pengadopsian penuh pada
tahun 2027. Upaya ini berperan melengkapi target keberlanjutan Telkomsel 2030 yang telah mengintegrasikan capaian
pada masing-masing topik material dalam pengelolaan bisnis. Untuk melihat lebih lanjut terkait strategi dan kinerja
keberlanjutan Telkomsel, pembaca direkomendasikan untuk mengunjungi laman Keberlanjutan | Telkomsel.
206 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 209
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Mitratel
Deskripsi Perusahaan
Mitratel merupakan perusahaan yang berfokus pada bisnis menara telekomunikasi
dan ekosistem pendukungnya. Bersama 679 karyawan, Mitratel menyediakan
layanan penunjang digital untuk infrastruktur seluler serta optimalisasi
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Komitmen Keberlanjutan dan Capaian Keberlanjutan 2025
Mitratel mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis melalui tiga pilar utama, yaitu Right Environment
Approach, Right Communication, dan Right Governance. Implementasi keberlanjutan Mitratel difokuskan pada investasi
dan inovasi melalui inisiatif menara hijau, yang mencakup peningkatan desain dan penggunaan material ramah lingkungan,
pemanfaatan energi baru terbarukan, pengelolaan energi, equipment sharing, penerapan teknologi cerdas dan digitalisasi,
serta pengelolaan limbah elektronik. Di tahun 2025, Mitratel mempertahankan ESG Risk Rating dari Sustainalytics dalam
kategori risiko rendah (18,8). Selain itu, Mitratel juga tercatat dalam indeks saham SRI-KEHATI, yang semakin memperkuat
posisinya sebagai pemimpin perusahaan menara telekomunikasi generasi berikutnya. Untuk melihat lebih lanjut terkait
strategi dan kinerja keberlanjutan Mitratel, pembaca direkomendasikan untuk mengunjungi laman Sustainability Report
– Mitratel.
GREEN TOWER INITATIVES
Design and Renewable Energy Equipment Smart Technology & E-Waste
Material Energy Management Sharing Digitallization Management
Solar Panel Electrification Tower
GFRP Smart CCTV
System (PLN-isasi) Sharing
Hybrid Wind Power
CFRP Battery Swap IOT Smart Lock
Turbine (PoC) Sharing
Lean Design Off-grid Power Antenna
IOT WAQ System
Tower Revitatization Sharing
Camouflage Power as a Predictive
Tower Service (Paas) Maintenance
Onefulx
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 207
Page 210
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Telin
Deskripsi Perusahaan
Telin merupakan perusahaan penyedia layanan suara, data, serta solusi bisnis
yang terintegrasi dan disesuaikan untuk berbagai segmen pelanggan, mulai dari
wholesale hingga ritel. Didukung oleh 546 karyawan dari beragam latar belakang.
Telin menggerakkan operasional global yang menjangkau Indonesia, Singapura,
Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, Myanmar,
dan Uni Emirat Arab, serta diperkuat oleh sales representative di India, Inggris,
Kanada, Filipina, dan Vietnam.
Komitmen Keberlanjutan dan Capaian Keberlanjutan 2025
Telin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis melalui komitmen “Telin for Tomorrow”, yang
mencerminkan aspirasi perusahaan melalui pilar: Tomorrow’s World is Connected, Tomorrow’s People are Inspired,,
Tomorrow’s Planet is Protected, serta Tomorrow’s Communities are Empowered. Telin memperkuat fondasi keberlanjutan
dengan enablers pada aspek Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Risiko, Etika Bisnis, dan Antikorupsi sebagai pilar utama
praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Telin juga melaksanakan Double Materiality Assessment untuk mengidentifikasi
prioritas keberlanjutan yang paling relevan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Hasil penilaian ini menjadi
dasar pembentukan Inisiatif Strategis Unggulan Keberlanjutan Telin, yang memandu arah transformasi berkelanjutan
perusahaan ke depan. Untuk melihat lebih lanjut terkait strategi dan kinerja keberlanjutan Telin, pembaca direkomendasikan
untuk mengunjungi laman Telin Sustainability.
Inisiatif Strategis Unggulan Keberlanjutan Telin
Telin’s Sustainable Value Creation Menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasi harian dan tata kelola untuk
membangun merek yang kuat dan bertanggung jawab.
Prinsip Operasional:
• Memperkuat tata kelola
• Mengintegrasikan keberlanjutan
• Mendukung pertumbuhan
TENZ 2040 — Telin Enhanced Net Zero 2040 Menggunakan strategi dekarbonisasi untuk mencapai net zero pada tahun
2040.
Prinsip Operasional:
• Mengatasi perubahan iklim
• Mencapai net zero emission
• Melindungi lingkungan
Telin PDR — Prevent, Detect, and Respond Memperkuat keamanan siber melalui deteksi dan respons terhadap
ancaman.
Prinsip Operasional:
• Meminimalkan kerentanan
• Mengidentifikasi ancaman lebih awal
• Memastikan pemulihan yang tangguh
T‑SAFE — Telin’s Asset Management, Protection and Melindungi operasional dengan jaringan yang tangguh dan mampu
Resilience beradaptasi terhadap risiko iklim.
Prinsip Operasional:
• Menjamin keandalan infrastruktur
• Melindungi keberlanjutan bisnis
• Mengoptimalkan siklus hidup aset
Telin for All Mendorong budaya kerja yang inklusif dan beragam di Telin.
Prinsip Operasional:
• Menjunjung keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI)
• Membangun budaya positif
• Mengintegrasikan prinsip kesetaraan
208 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 211
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 209
Page 212
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 2. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Data konsolidasi TelkomGroup dan data per entitas Anak Perusahaan terutama pada Cakupan 3 dan total emisi GRK dapat
menunjukkan nilai yang berbeda. Pada tingkat konsolidasi, aset yang disewakan dicatat sebagai satu kesatuan sehingga
dihitung satu kali, sedangkan pada tingkat masing-masing entitas, aset yang sama dapat tercatat di lebih dari satu entitas
sesuai dengan porsi atau keterlibatan masing-masing, sehingga menghasilkan jumlah yang lebih besar.
TelkomGroup Telkom
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Total emisi GRK
(tCO2) (Location- 4.196.087,0 2.467.223,7* 2.443.109,1* 1.142.673,9 430.926,9* 430.750,9*
based)
Total emisi GRK 4.153.661,3 2.467.223,7* 2.443.109,1* 1.112.914,8 430.926,9* 430.750,9*
(tCO2) (Market-
based)
Scope 1 dan 2 2.228.561,3 2.160.206,4* 2.109.132,9* 304.190,7 367.945,5* 372.391,0*
(tCO2) (Location-
based)
Scope 1 dan 2
(tCO2) (Market- 2.186.135,6 2.160.206,4* 2.109.132,9* 274.431,6 367.945,5* 372.391,0*
based)
Scope 1 (tCO2) 46.068,1 82.085,4 83.730,0 5.044,4 25.087,0 25.429,1
Fuel combustion –
12.288,3 27.381,5 28.044,6 709,9 8.035,4 8.509,7
stationary
Fuel combustion –
21.874,0 27.182,0 28.704,9 2.011,3 4.126,4 4.126,4
mobile
Fugitive emission
– refrigerant & fire 10.402,1 27.491,1 26.947,5 2.323,2 12.925,1 12.792,8
suppression
Fugitive emission 1.503,6 30,8 33,1 0,0 0,1 0,1
– waste water
Scope 2 2.182.493,3 2.078.121,1* 2.025.402,9* 299.146,3 342.858,4* 346.961,9*
(Location-based)
Scope 2 (Market-
2.140.067,5 2.078.121,1* 2.025.402,9* 269.387,2 342.858,4* 346.961,9*
based)
Scope 3 1.967.525,7 307.017,3 333.976,2 838.483,2 62.981,4 58.359,9
Kategori 1 64.796,5 87.218,1 72.727,0 9.693,6 31.982,9 5.117,3
Kategori 2 239.681,5 70.677,0 102.672,6 75.242,4 16.664,7 37.982,9
Kategori 3 211.750,4 0,3 0,1 29.429,6 0,0 0,0
Kategori 4 51,1 N/A N/A 51,1 N/A N/A
Kategori 5 270,7 0,7 80,6 240,4 0,0 0,0
Kategori 6 3.574,7 32.119,5 30.239,8 833,7 14.232,5 15.102,4
Kategori 7 389,8 N/A N/A 99,2 N/A N/A
Kategori 8 77.941,4 7.985,9 7.749,5 8,2 0,0 0,0
Kategori 9 172,6 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 11 1.367.736,8 99.559,4 99.421,1 722.750,7 0,0 0,0
210 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 213
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Telkomsel Mitratel Telin
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
2.708.748,7 1.696.947,8* 1.628.935,2* 37.630,5 53.706,3 62.742,8 12.339,9 65.355,8 111.116,6
2.708.748,7 1.696.947,8* 1.628.935,2* 37.630,5 53.706,3 62.742,8 12.339,9 65.355,8 111.116,6
1.736.327,9 1.561.941,6* 1.486.664,6* 13.136,7 37.896,0 38.587,7 7.213,2 12.119,5 60.054,1
1.736.327,9 1.561.941,6* 1.486.664,6* 13.136,7 37.896,0 38.587,7 7.213,2 12.119,5 60.054,1
14.360,2 19.337,3 19.866,5 1.059,4 3.445,9 3.847,9 251,3 832,9 3.272,9
6.391,6 8.179,1 8.240,3 725,1 1.261,8 1.535,3 13,8 400,5 504,0
4.369,7 4.324,7 4.324,7 315,6 2.134,9 2.264,8 184,6 280,4 236,6
3.596,1 6.833,4 7.301,4 18,8 49,1 47,7 49,2 151,9 2.532,4
2,9 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3,8 0,0 0,0
1.721.967,7 1.542.604,3* 1.466.798,1* 12.077,3 34.450,2 34.739,8 6.961,9 11.286,6 56.781,2
1.721.967,7 1.542.604,3* 1.466.798,1* 12.077,3 34.450,2 34.739,8 6.961,9 11.286,6 56.781,2
972.420,8 135.006,1 142.270,6 24.493,8 15.810,3 24.155,1 5.126,6 53.236,3 51.062,5
30.322,9 4.176,5 10.490,7 0,0 440,1 399,5 0,0 45.803,8 44.454,1
132.506,2 22.366,2 20.623,6 22.904,7 15.251,5 22.784,7 4.027,0 4.575,9 6.109,9
164.001,4 0,0 0,0 1.414,1 0,0 0,0 650,6 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
7,4 0,5 72,7 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
472,1 8.873,2 3.927,4 160,2 106,4 963,4 440,5 2.856,6 498,5
42,0 N/A N/A 14,8 N/A N/A 8,6 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 12,2 7,5 0,0 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
644.986,2 99.559,4 99.421,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 211
Page 214
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
TelkomGroup Telkom
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Kategori 12 58,6 N/A N/A 1,9 N/A N/A
Kategori 13 833,4 148,0 107,3 0,0 0,0 0,0
Kategori 15 268,1 9.308,3 20.978,0 132,5 101,3 157,2
Biogenic
emission dari
4.816,0 N/A N/A 244,3 N/A N/A
penggunaan
biodiesel
Intensitas emisi
cakupan 1 dan
2 (ton CO2/Rp 15,2 14,4 14,1 7,1 8,0 7,3
miliar revenue)
(Location-based)
Intensitas emisi
cakupan 1 dan
2 (ton CO2/Rp 14,9 14,4 14,1 6,4 8,0 7,3
miliar revenue)
(Market-based)
*Pengungkapan kembali informasi
TDE Metra
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Total emisi GRK
(tCO2) (Location- 130.099,8 105.844,3 89.397,7 25.464,1 6.978,6 7.111,4
based)
Total emisi GRK
(tCO2) (Market- 117.433,2 105.844,3 89.397,7 25.464,1 6.978,6 7.111,4
based)
Scope 1 dan 2
(tCO2) (Location- 114.780,0 105.232,8 76.080,9 14.655,8 6.965,6 7.080,8
based)
Scope 1 dan 2
(tCO2) (Market- 102.113,3 105.232,8 76.080,9 14.655,8 6.965,6 7.080,8
based)
Scope 1 (tCO2) 2.475,8 3.310,5 360,0 1.599,0 1.203,4 1.274,4
Fuel combustion
196,1 143,2 54,1 10,9 10,0 7,9
– stationary
Fuel combustion
0,0 38,7 25,8 672,3 676,7 648,2
– mobile
Fugitive
emission –
2.165,7 3.125,5 279,4 377,4 516,7 618,2
refrigerant & fire
suppression
212 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 215
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Telkomsel Mitratel Telin
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
56,8 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
26,0 30,3 7.735,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
2.553,0 N/A N/A 241,7 N/A N/A 49,4 N/A N/A
15,9 13,8 14,5 1,4 4,1 4,5 0,6 1,0 5,3
15,9 13,8 14,5 1,4 4,1 4,5 0,6 1,0 5,3
PINS Sigma Telkom Akses
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
1.733,7 10.106,0 13.464,0 2.868,8 7.375,8 9.994,1 67.396,4 16.096,6 17.719,1
1.733,7 10.106,0 13.464,0 2.868,8 7.375,8 9.994,1 67.396,4 16.096,6 17.719,1
139,1 103,8 103,4 1.811,3 3.111,3 1.068,4 13.966,4 15.368,8 16.825,7
139,1 103,8 103,4 1.811,3 3.111,3 1.068,4 13.966,4 15.368,8 16.825,7
22,3 0,0 0,0 171,4 115,6 65,6 13.966,4 15.368,8 16.825,7
0,0 0,0 0,0 1,0 1,7 1,7 0,0 0,0 0,0
14,5 0,0 0,0 60,1 41,3 23,7 13.633,3 13.604,0 15.060,9
7,7 0,0 0,0 102,3 71,5 38,3 333,1 1.764,9 1.764,9
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 213
Page 216
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
TDE Metra
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Fugitive
emission – waste 114,1 3,1 0,7 538,4 0,0 0,0
water
Scope 2
112.304,2 101.922,2 75.721,0 13.056,8 5.762,2 5.806,3
(Location-based)
Scope 2 (Market-
99.637,5 101.922,2 75.721,0 13.056,8 5.762,2 5.806,3
based)
Scope 3 15.319,8 611,6 13.316,8 10.808,3 13,0 30,7
Kategori 1 0,0 0,0 0,0 5.968,9 0,0 6,2
Kategori 2 448,6 183,7 13.172,5 3.209,8 12,5 20,3
Kategori 3 7.825,0 0,0 0,0 1.492,0 0,0 0,0
Kategori 4 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 5 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Kategori 6 38,4 427,9 144,3 44,7 0,0 3,1
Kategori 7 3,9 N/A N/A 56,6 N/A N/A
Kategori 8 7.004,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Kategori 9 0,0 N/A N/A 36,5 N/A N/A
Kategori 11 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Kategori 12 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 13 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Kategori 15 0,0 0,0 0,0 0,0 0,5 1,1
Biogenic
emission dari
23,2 N/A N/A 9,2 N/A N/A
penggunaan
biodiesel
Intensitas emisi
Cakupan 1 dan
2 (ton CO2/Rp 72,0 89,5 140,3 0,5 0,2 0,2
miliar revenue)
(Location-based)
Intensitas emisi
Cakupan 1 dan
2 (ton CO2/Rp 64,1 89,5 140,3 0,5 0,2 0,2
miliar revenue)
(Market-based)
214 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 217
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
PINS Sigma Telkom Akses
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
0,1 0,0 0,0 8,1 1,2 1,9 0,0 0,0 0,0
116,8 103,8 103,4 1.639,9 2.995,6 1.002,8 0,0 0,0 0,0
116,8 103,8 103,4 1.639,9 2.995,6 1.002,8 0,0 0,0 0,0
1.594,6 10.002,2 13.360,6 1.057,5 4.264,6 8.925,7 53.430,0 727,7 893,4
1,9 0,5 2,8 171,0 0,0 0,0 0,0 81,6 361,6
0,0 471,7 9,7 522,8 0,0 479,9 193,0 131,0 265,0
15,9 0,0 0,0 186,4 0,0 0,0 3.519,7 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,3 0,0 7,9
24,5 64,6 22,5 126,2 4.264,6 8.445,8 1.137,1 515,2 258,8
8,1 N/A N/A 48,5 N/A N/A 31,4 N/A N/A
48,7 141,2 133,6 0,0 0,0 0,0 48.548,6 0,0 0,0
136,2 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
1.253,8 148,0 107,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
105,6 9.176,2 13.084,8 2,5 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 1,6 N/A N/A 0,0 N/A N/A
0,3 0,1 0,1 0,7 0,9 0,3 2,3 2,5 2,3
0,3 0,1 0,1 0,7 0,9 0,3 2,3 2,5 2,3
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 215
Page 218
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Metra-Net Telkomsat
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Total emisi GRK
(tCO2) (Location- 283,5 279,5 307,1 18.666,0 18.890,9 18.511,1
based)
Total emisi GRK
(tCO2)(Market- 283,5 279,5 307,1 18.666,0 18.890,9 18.511,1
based)
Scope 1 dan 2
(tCO2) (Location- 225,3 265,6 287,0 8.349,4 5.819,8 8.137,4
based)
Scope 1 dan 2
(tCO2) (Market- 225,3 265,6 287,0 8.349,4 5.819,8 8.137,4
based)
Scope 1 (tCO2) 44,8 73,3 82,0 570,8 397,5 433,2
Fuel combustion
1,2 0,0 0,0 9,4 5,1 5,5
– stationary
Fuel combustion
30,5 26,0 36,6 190,1 228,9 264,2
– mobile
Fugitive emission
– refrigerant & 11,2 47,3 45,4 364,3 163,5 163,5
fire suppression
Fugitive emission
1,9 0,0 0,0 7,0 0,1 0,1
– waste water
Scope 2
180,5 192,3 205,0 7.778,6 5.422,3 7.704,2
(Location-based)
Scope 2 (Market-
180,5 192,3 205,0 7.778,6 5.422,3 7.704,2
based)
Scope 3 58,3 13,9 20,1 10.316,6 13.071,1 10.373,7
Kategori 1 5,3 0,0 0,0 0,0 2.036,5 9.198,7
Kategori 2 0,0 0,0 0,0 0,0 11.004,8 1.139,8
Kategori 3 27,0 0,0 0,0 797,3 0,0 0,0
Kategori 4 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 5 0,0 0,0 0,0 10,1 0,0 0,0
Kategori 6 9,5 0,5 4,1 53,4 19,0 22,9
Kategori 7 14,9 N/A N/A 3,4 N/A N/A
Kategori 8 0,0 13,5 16,0 9.452,5 10,7 12,3
216 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 219
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
GSD Telkom Infra TIF
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
16.406,5 32.355,3 31.458,2 20.091,6 22.345,5 21.600,9 17.146,3 14,4 0,0
16.406,5 32.355,3 31.458,2 20.091,6 22.345,5 21.600,9 17.146,3 14,4 0,0
9.060,1 31.702,0 31.109,0 4.446,3 11.734,1 10.742,9 259,1 0,0 0,0
9.060,1 31.702,0 31.109,0 4.446,3 11.734,1 10.742,9 259,1 0,0 0,0
2.002,0 3.528,7 3.057,8 4.272,6 9.384,4 9.215,0 227,5 0,0 0,0
41,7 65,9 62,6 4.187,7 9.278,7 9.123,5 0,0 0,0 0,0
131,2 1.598,5 1.605,6 77,0 101,5 87,4 183,9 0,0 0,0
1.001,6 1.838,1 1.359,3 7,9 4,1 4,1 43,6 0,0 0,0
827,4 26,2 30,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
7.058,1 28.173,3 28.051,2 173,7 2.349,7 1.527,9 31,6 0,0 0,0
7.058,1 28.173,3 28.051,2 173,7 2.349,7 1.527,9 31,6 0,0 0,0
7.346,4 653,3 349,2 15.645,2 10.611,4 10.858,1 16.887,2 14,4 0,0
1.524,8 0,0 0,0 455,9 2.696,1 2.696,1 16.652,1 0,0 0,0
0,0 0,2 1,1 627,0 14,9 83,3 0,0 0,0 0,0
726,7 0,3 0,1 1.614,0 0,0 0,0 50,8 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
12,5 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,2 0,0
12,3 652,7 348,0 63,8 92,1 498,5 158,6 14,2 0,0
27,7 N/A N/A 5,1 N/A N/A 25,7 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 12.879,4 7.808,3 7.580,2 0,0 0,0 0,0
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 217
Page 220
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Metra-Net Telkomsat
Metrik
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Kategori 9 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 11 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Kategori 12 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
Kategori 13 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Kategori 15 1,5 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Biogenic
emission dari
0,5 N/A N/A 3,8 N/A N/A
penggunaan
biodiesel
Intensitas emisi
Cakupan 1 dan
2 (ton CO2/Rp 0,1 0,1 0,1 4,5 2,5 3,7
miliar revenue)
(Location-based)
Intensitas emisi
Cakupan 1 dan
2 (ton CO2/Rp 0,1 0,1 0,1 4,5 2,5 3,7
miliar revenue)
(Market-based)
218 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 221
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
GSD Telkom Infra TIF
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A 0,0 N/A N/A
5.042,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
16,7 N/A N/A 1.672,7 N/A N/A 0,0 N/A N/A
3,0 9,4 8,8 1,8 3,9 3,8 0,1 0,0 0,0
3,0 9,4 8,8 1,8 3,9 3,8 0,1 0,0 0,0
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 219
Page 222
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 3. Indeks Pengungkapan POJK 51/2017
dan SEOJK 16/2021
[OJK G.4]
No
Nama Indeks Halaman
Indeks
Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan Hlm. 60-63
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi Hlm. 10
B.2 Aspek Lingkungan Hidup Hlm. 10
B.3 Aspek Sosial Hlm. 11
Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan Hlm. 28-29
C.2 Alamat Perusahaan Hlm. 26-27
C.3 Skala Usaha Hlm. 24-25
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan Hlm. 23-25
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi Hlm. 234-236
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan Hlm. 23
Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi Hlm. 14-16
Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan Hlm. 41-44
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan Hlm. 46-47
E.3 Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan Hlm. 56-60
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan Hlm. 51, 118-121
E.5 Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan Hlm. 56-60
Kinerja Keberlanjutan
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan Hlm. 47-50
Kinerja Ekonomi
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio,
F.2 Laporan Tahunan
Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan, dan Laba Rugi
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan
F.3 atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Laporan Tahunan
Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup Hlm. 102
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan Hlm. 93-94
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan Hlm. 104-109
220 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 223
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
No
Nama Indeks Halaman
Indeks
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan Hlm. 74-82
Aspek Air
F.8 Penggunaan Air Hlm. 95
Aspek Keanekaragaman Hayati
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Hlm. 98-99
F.9
Keanekaragaman Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati Hlm. 98-101
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya Hlm. 104-109
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan Hlm. 74-82
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis Hlm. 90
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen Hlm. 89, 96-97
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Tidak relevan
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan Hlm. 98
Kinerja Sosial
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada
F.17 Hlm. 143-145
Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja Hlm. 122-124
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Hlm. 122-124
F.20 Upah Minimum Regional Hlm. 124-125
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman Hlm. 131-141
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai Hlm. 125-130
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar Hlm. 147
F.24 Pengaduan Masyarakat Hlm. 143, 187-188, 195
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Hlm. 147-162
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan Hlm. 145
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan Hlm. 145
F.28 Dampak Produk/Jasa Hlm. 145
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali Hlm. 145
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan Hlm. 143-144
Lain-lain
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen Hlm. 237
G.2 Lembar Umpan Balik Hlm. 243
G.3 Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya Hlm. 9
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
G.4 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Hlm. 220-221
Perusahaan Publik
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 221
Page 224
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 4. Indeks Pengungkapan GRI
Pernyataan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks konten GRI
Penggunaan untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 dengan merujuk pada GRI 2021.
GRI Digunakan GRI 2021
Standar GRI Indikator Pengungkapan Halaman
GRI 2: 2-1 Rincian organisasi Hlm. 24-27
Pengungkapan
2-2 Entitas pada pelaporan keberlanjutan organisasi Hlm. 6
Umum 2021
2-3 Periode, frekuensi, dan kontak pelaporan Hlm. 6-7, 9
2-4 Penyajian kembali informasi Hlm. 7-8
2-5 Penjaminan eksternal Hlm. 8
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya Hlm. 23-25
2-7 Tenaga Kerja Hlm. 26, 163-173
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung Hlm. 163-173
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola Hlm. 35-38, 41
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi Hlm. 38-39
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi Hlm. 35
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi pengelolaan dampak Hlm. 41-43
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak Hlm. 41-45
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan Hlm. 52
2-15 Konflik kepentingan Hlm. 39, 187
2-16 Komunikasi masalah penting Hlm. 42, 117,
187-189
2-17 Pengetahuan kolektif pejabat tata kelola tertinggi Hlm. 46
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi Hlm. 39-40
2-19 Kebijakan remunerasi Hlm. 40
2-20 Proses menentukan remunerasi Hlm. 40-41
2-21 Rasio total kompensasi tahunan • Rasio
kompensasi
total tahunan:
19,7:1
• Perubahan
dalam rasio
kompensasi
total tahunan:
-1,9:1
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan Hlm. 60-65
2-23 Komitmen kebijakan Hlm. 45, 184
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan Hlm. 45, 47-50
222 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 225
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Standar GRI Indikator Pengungkapan Halaman
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif Hlm. 187-189, 195
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah Hlm. 187-189, 195
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan Hlm. 180
2-28 Asosiasi keanggotaan Hlm. 234-236
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan Hlm. 51, 117-122
2-30 Perjanjian perundingan kolektif Hlm. 117
GRI 3: Topik 3-1 Proses menentukan topik material Hlm. 52-53
Material 2021
3-2 Daftar topik material Hlm. 53-56
Topik Material
Standar GRI Indikator Pengungkapan Halaman
Perubahan Iklim dan Manajemen Energi
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 69-70
Material 2021
GRI 102: Perubahan 102-1 Rencana transisi untuk mitigasi perubahan iklim Hlm. 74-75, 233
Iklim 2025
102-2 Rencana adaptasi perubahan iklim Hlm. 83
102-3 Transisi yang adil Hlm. 103
102-4 Sasaran dan kemajuan pengurangan emisi GRK Hlm. 70-75, 110-
111, 233
102-5 Emisi GRK Cakupan 1 Hlm. 70-72, 104-
107, 231-232
102-6 Emisi GRK Cakupan 2 Hlm. 70-72, 104-
107, 231-232
102-7 Emisi GRK Cakupan 3 Hlm. 70-73, 104-
107, 231-232
102-8 Intensitas emisi GRK Hlm. 106-107
GRI 302: Energi 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi Hlm. 104-109
2016
302-3 Intensitas energi Hlm. 108-109
302-4 Pengurangan konsumsi energi Hlm. 75, 108-109
GRI 305: Emisi 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung Hlm. 70-72,
2016 104- 107, 231-232
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung Hlm. 70-72, 104-
107, 231-232
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya Hlm. 70-73, 104-
107, 231-232
305-4 Intensitas emisi GRK Hlm. 104-109
305-5 Pengurangan emisi GRK Hlm. 110-111, 233
Manajemen Sumber Daya
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 89
Material 2021
GRI 306: Limbah 306-3 Timbulan limbah Hlm. 90-94
2020
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 223
Page 226
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Standar GRI Indikator Pengungkapan Halaman
Kesetaraan, Keberagaman, dan Inklusi
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 115-116
Material 2021
GRI 401: 401-1 Rekrutmen dan turnover karyawan Hlm 163-172
Kepegawaian 2016
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang tidak diberikan Hlm. 124
kepada karyawan sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti orang tua Hlm. 124, 163-172
GRI 404: Pelatihan 404-1 Rata-rata jam pelatihan pertahun per karyawan Hlm 163-167
dan Pendidikan
404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan program bantuan Hlm. 125-129
2016
peralihan
404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan Hlm. 129-130
pengembangan karier
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan Hlm. 35-38, 123-
Keanekaragaman 124, 163-167
dan Kesempatan
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dengan laki-laki Hlm. 124
Setara 2016
GRI 406: 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan Hlm. 131
Nondiskriminasi
Kesehatan dan Keselamatan Karyawan
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 133
Material 2021
GRI 403: 403-1 Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Hlm.134
Kesehatan dan
403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden Hlm. 135-136
Keselamatan Kerja
2018 403-3 Layanan kesehatan kerja Hlm. 138
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang keselamatan dan Hlm. 133-134
kesehatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja Hlm. 136-138
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja Hlm. 138
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak keselamatan dan kesehatan kerja Hlm. 135-136
terkait hubungan bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan Hlm. 134
kerja
403-9 Kecelakaan kerja Hlm. 138, 174-175
403-10 Penyakit Akibat Kerja Hlm. 135-136
Pengalaman Pelanggan
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 142-143
Material 2021
GRI 416: 416-1 Penilaian dampak keamanan dan kesehatan produk dan layanan Hlm. 145
Keselamatan
416-2 Insiden ketidakpatuhan terkait dampak keamanan dan kesehatan produk dan Hlm. 145
dan Kesehatan
layanan
Pelanggan 2016
224 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 227
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Standar GRI Indikator Pengungkapan Halaman
Inklusivitas Digital dan Pelibatan Komunitas
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 146
Material 2021
GRI 413 : 413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian dampak, dan Hlm. 147
Masyarakat program pengembangan
Setempat 2016
Kepatuhan Regulasi
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm.179-180
Material 2021
GRI 206: Perilaku 206-1 Langkah-langkah hukum untuk perilaku antipersaingan, praktik antipakat, Hlm. 181
Antipersaingan dan monopoli
2016
GRI 417: 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa Hlm. 181
Pemasaran dan
417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk dan jasa Hlm. 181
Pelabelan 2016
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran Hlm. 181
Praktik Etika Bisnis
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 184
Material 2021
GRI 205: 205-1 Operasi yang dinilai memiliki risiko korupsi Hlm. 185
Antikorupsi 2016
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur antikorupsi Hlm. 186-187
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil Hlm. 187
Keamanan Siber dan Pelindungan Data
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material Hlm. 191
Material 2021
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan pelanggan terkait privasi pelanggan dan kehilangan data Hlm. 195
Pelanggan 2016 pelanggan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 225
Page 228
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 5. Indeks Pengungkapan SASB
Industri Software & IT Services
Topik Standar Informasi yang diungkapkan Halaman/ Catatan
Jejak Lingkungan TC-SI-130a.1 1. Jumlah energi yang dikonsumsi Hlm. 106-109
Infrastruktur 2. Persentase jaringan listrik yang dibeli
Perangkat Keras 3. Persentase energi terbarukan
TC- SI-130a.2 1. Total air yang diambil 1. Hlm. 95
2. Total air yang dikonsumsi 2. Belum dilakukan monitoring
*Persentase masing-masing di wilayah dengan
High atau Extremely High Baseline Water Stress Telkom telah mengungkapkan
persentase aset yang terekspos
High dan Extremely High Baseline
Water Stress pada Hlm. 95
TC- SI-130a.3 Pembahasan mengenai integrasi pertimbangan Hlm. 76
lingkungan ke dalam perencanaan strategis untuk
kebutuhan pusat data
Privasi Data, Standar TC-SI-220a.1 Deskripsi kebijakan dan praktik yang berkaitan Pedoman Pelindungan Data
dan Kebebasan dengan periklanan bertarget dan privasi pengguna Pribadi hlm. 193
Berekspresi
TC-SI-220a.2 Jumlah pengguna yang informasinya digunakan Tidak melakukan
untuk tujuan sekunder perhitungan metrik ini
tapi bagaimana data diproses dan
dikelola di deskripsikan dalam
hlm. 192-196
TC-SI-220a.3 Total kerugian finansial sebagai akibat dari proses Hlm. 194
hukum yang terkait dengan privasi pengguna
TC-SI-220a.4 1. Jumlah permintaan dari aparat penegak hukum TelkomGroup tidak melakukan
atas informasi pengguna pengungkapan kecuali dibutuhkan
2. Jumlah pengguna yang informasinya diminta untuk keperluan penegakan
3. Persentase yang berujung pada pengungkapan hukum
informasi
TC-SI-220a.5 Daftar negara tempat produk atau layanan Hlm. 185
inti tunduk pada pemantauan, pemblokiran,
penyaringan konten, atau penyensoran yang
diwajibkan oleh pemerintah
Keamanan Data TC-SI-230a.1 1. Jumlah pelanggaran data Hlm. 194
2. Persentase yang merupakan pelanggaran data
pribadi
3. Jumlah pelanggan yang terdampak
TC-SI-230a.2 Deskripsi pendekatan dalam mengidentifikasi Hlm. 197
dan menangani risiko keamanan data, termasuk
penggunaan standar keamanan siber pihak ketiga
Rekrutmen dan TC-SI-330a.1 Persentase karyawan yang membutuhkan visa 14% dari karyawan Telin
Pengelolaan Tenaga bekerja membutuhkan visa kerja
Kerja Global yang
TC-SI-330a.2 Keterlibatan karyawan dalam persentase Hlm. 117, 121
Beragam dan Terampil
TC-SI-330a.3 Persentase keterwakilan (1) gender dan (2) kelompok Hlm. 163-173
keberagaman untuk (a) manajemen eksekutif, (b)
manajemen non-eksekutif, (c) karyawan teknis, dan
(d) seluruh karyawan lainnya
226 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 229
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Topik Standar Informasi yang diungkapkan Halaman/ Catatan
Perlindungan Kekayaan TC-SI-520a.1 Jumlah total kerugian finansial akibat proses Hlm. 181
Intelektual dan hukum yang terkait dengan pelanggaran regulasi
Competitive Behaviour perilaku anti-kompetitif
Mengelola Risiko TC-SI-550a.1 1. Jumlah masalah kinerja Hlm. 173
Sistemik dari Disrupsi 2. Jumlah gangguan layanan
Teknologi 3. Total waktu henti pelanggan
TC-SI-550a.2 Deskripsi risiko keberlanjutan bisnis yang terkait Hlm. 60
dengan gangguan operasional
Industri Telekomunikasi
Topik Standar Informasi yang diungkapkan Halaman/ Catatan
Jejak lingkungan TC-TL-130a.1 1. Jumlah energi yang dikonsumsi Hlm. 106-109
operasi 2. Persentase jaringan listrik yang dibeli
3. Persentase energi terbarukan
Manajemen akhir masa TC-TL-440a.1 1. Berat total material yang dipulihkan melalui 1. 402, 7 ton
pakai produk program pengambilan kembali produk dan 2. 83,5 ton (21%)
layanan daur ulang 3. 0 ton (0%)
2. Persentase material yang diperoleh kembali, 4. 0 ton (0%)
berdasarkan beratnya, yang digunakan kembali * Telkomsel melakukan take-
3. Persentase material yang diperoleh kembali, back program pada produk
berdasarkan berat, yang didaur ulang atau modem melalui GraPARI. Sisa
diproduksi ulang 319,2 ton (79%) modem yang
4. Persentase material yang diperoleh kembali, dipulihkan melalui program
berdasarkan beratnya, yang ditimbun pengambilan kembali tercatat
sebagai persediaan yang belum
dimanfaatkan.
Mengelola Risiko TC-TL-550a.1 1. Rata-rata durasi interupsi sistem 1. Tidak dilakukan pengukuran
Sistemik dari Disrupsi 2. Rata-rata frekuensi interupsi sistem 2. Hlm. 173
Teknologi 3. Rata-rata durasi interupsi per pelanggan 3. Hlm. 173
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 227
Page 230
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Topik Standar Informasi yang diungkapkan Halaman/ Catatan
Competitive behaviour TC-TL-520a.1 Jumlah total kerugian finansial akibat proses Hlm. 181
and open internet hukum yang terkait dengan pelanggaran regulasi
perilaku anti-kompetitif
TC-TL-520a.2 Rata-rata kecepatan unduhan yang tercapai secara Telkom tidak melakukan
nyata untuk (1) konten milik dan terkait secara pengungkapan berdasarkan metrik
komersial dan (2) konten yang tidak terkait tersebut namun hanya melakukan
Topik Standar Informasi yang
diungkapkan Halaman/ Catatan
pengungkapan terhadap speed
score
Hlm. 182
TC-TL-520a.3 Deskripsi risiko dan peluang yang terkait dengan Belum dilakukan pengungkapan
net neutrality, paid peering, zero rating,dan praktik
terkait lainnya
Privasi Data TC-TL-220a.1 Deskripsi kebijakan dan praktik terkait periklanan Pedoman Pelindungan Data
berbasis perilaku dan privasi pelanggan Pribadi Hlm 193
TC-TL-220a.2 Jumlah pelanggan yang informasinya digunakan Tidak melakukan
untuk tujuan sekunder perhitungan metrik ini
tapi bagaimana data diproses dan
dikelola di deskripsikan dalam
Hlm. 192-196
TC-TL-220a.3 Total kerugian finansial akibat proses hukum yang Hlm. 194
terkait dengan privasi pelanggan
TC-TL-220a.4 1. Jumlah permintaan informasi pelanggan dari TelkomGroup tidak melakukan
penegak hukum, pengungkapan kecuali dibutuhkan
2. jumlah pelanggan yang informasinya diminta, untuk keperluan penegakan
3. persentase yang berujung pada pengungkapan hukum
data.
Keamanan Data TC-TL-230a.1 1. Jumlah pelanggaran data, Hlm. 194
2. persentase yang merupakan pelanggaran data
pribadi,
3. jumlah pelanggan yang terdampak.
TC-TL-230a.2 Deskripsi pendekatan dalam mengidentifikasi Hlm. 196
dan menangani risiko keamanan data, termasuk
penggunaan standar keamanan siber pihak ketiga
Industri Internet Media & Services
Topik Standar Informasi yang diungkapkan Halaman/ Catatan
Jejak Lingkungan TC-IM-130a.1 1. Jumlah energi yang dikonsumsi Hlm. 106-109
Infrastruktur 2. Persentase jaringan listrik yang dibeli
Perangkat Keras 3. Persentase energi terbarukan
TC-IM-130a.2 1. Total air yang diambil 1. Hlm. 95
2. Total air yang dikonsumsi *Persentase masing- 2. Belum dilakukan monitoring
masing di wilayah dengan High atau Extremely
High Baseline Water Stress Telkom telah mengungkapkan
persentase aset yang terekspos
High dan Extremely High Baseline
Water Stress pada Hlm. 95
TC-IM-130a.3 Pembahasan mengenai integrasi pertimbangan Hlm. 76
lingkungan ke dalam perencanaan strategis untuk
kebutuhan pusat data
228 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 231
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Topik Standar Informasi yang diungkapkan Halaman/ Catatan
Privasi Data dan TC-IM-220a.1 Deskripsi kebijakan dan praktik yang berkaitan Pedoman Pelindungan Data
Kebebasan Berekspresi dengan periklanan bertarget dan privasi pengguna Pribadi hlm. 193
TC-IM-220a.2 Jumlah pengguna yang informasinya digunakan Tidak melakukan perhitungan
untuk tujuan sekunder metrik ini tapi bagaimana
data diproses dan dikelola di
deskripsikan dalam hlm. 192-196
TC-IM-220a.3 Total kerugian finansial sebagai akibat dari proses Hlm. 194
hukum yang terkait dengan privasi pengguna
TC-IM-220a.4 1. Jumlah permintaan dari aparat penegak hukum TelkomGroup tidak melakukan
atas informasi pengguna pengungkapan kecuali dibutuhkan
2. Jumlah pengguna yang informasinya diminta untuk keperluan penegakan
3. Persentase yang berujung pada pengungkapan hukum
informasi.
TC-IM-220a.5 Daftar negara tempat produk atau layanan Hlm. 185
inti tunduk pada pemantauan, pemblokiran,
penyaringan konten, atau penyensoran yang
diwajibkan oleh pemerintah
TC-IM-220a.6 Jumlah permintaan pemerintah untuk menghapus TelkomGroup tidak melakukan
konten, serta persentase kepatuhan terhadap penghapusan konten kecuali
permintaan tersebut dibutuhkan untuk penegakan
hukum. Adapun etika media dan
komunikasi TelkomGroup terdapat
pada hlm. 185
Keamanan Data TC-IM-230a.1 1. Jumlah pelanggaran data Hlm. 194
2. Persentase yang merupakan pelanggaran data
pribadi
3. Jumlah pengguna yang terdampak
TC-IM-230a.2 Deskripsi pendekatan dalam mengidentifikasi Hlm. 197
dan menangani risiko keamanan data, termasuk
penggunaan standar keamanan siber pihak ketiga.
Rekrutmen Karyawan, TC-IM-330a.1 Persentase karyawan yang membutuhkan visa 14% dari karyawan Telin
Inklusi, dan Kinerja bekerja membutuhkan visa kerja
TC-IM-330a.2 Keterlibatan karyawan dalam persentase Hlm. 117, 121
TC-IM-330a.3 Persentase keterwakilan (1) gender dan (2) kelompok Hlm. 163-173
keberagaman untuk (a) manajemen eksekutif, (b)
manajemen non-eksekutif, (c) karyawan teknis, dan
(d) seluruh karyawan lainnya
Perlindungan Kekayaan TC-IM-520a.1 Jumlah total kerugian finansial akibat proses Hlm. 181
Intelektual dan hukum yang terkait dengan pelanggaran regulasi
Competitive Behaviour perilaku anti-kompetitif
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 229
Page 232
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 6. Indeks Pengungkapan berbasis IFRS
S1 dan S2/ PSPK 1 dan 2
Indeks berikut berfokus pada pengungkapan terkait risiko dan peluang iklim yang dipandu oleh IFRS S1 dan S2/ PSPK 1 dan
2, kecuali dinyatakan sebaliknya. Halaman yang disajikan merujuk pada Laporan Keberlanjutan Telkom 2025.
Ketentuan Pengungkapan Halaman/Catatan
Tata kelola Kerangka Tata Kelola Keberlanjutan (hlm. 41-46) – mencakup climate dan
beyond climate Tata Kelola Iklim (hlm. 69)
Strategi
Risiko dan peluang Risiko dan Peluang Keberlanjutan (hlm. 57-60)
Risiko dan Peluang Iklim (hlm. 83-86)
Model bisnis dan rantai nilai Risiko dan Peluang Iklim (hlm. 83-86)
Strategi dan pengambilan keputusan Risiko dan Peluang Iklim (hlm. 83-86)
Strategi Dekarbonisasi (hlm. 74-82)
Posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas Penilaian Dampak Finansial (hlm. 87-88)
Biaya Lingkungan (hlm. 102)
Resiliensi Analisis Skenario Iklim (hlm. 86-87)
Menuju Jasa Telekomunikasi Tangguh Iklim (hlm. 88)
Manajemen risiko Manajemen Risiko dan Peluang Keberlanjutan (hlm. 56-57) – mencakup climate
dan beyond climate
Metrik dan target
Metrik Kinerja Emisi GRK TelkomGroup (hlm. 70-73)
Kinerja Lingkungan Perusahaan (hlm. 104-111)
Lampiran 7. Metode Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca (hlm. 231-232)
Target Target Keberlanjutan TelkomGroup 2030 (hlm. 61) – mencakup climate dan
beyond climate
Strategi Dekarbonisasi (hlm. 74)
Pendekatan dan asumsi penetapan target Lampiran 8. Metode Penetapan Target Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca
(hlm. 233)
230 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 233
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Lampiran 7. Metode Perhitungan Emisi
Gas Rumah Kaca
[GRI 102-5,102-6,102-7, 305-1, 305-2, 305-3]
Perhitungan emisi GRK Cakupan 1, 2 , dan 3 mengikuti GHG Protocol Corporate Accounting & Reporting Standard. Adapun
proses konsolidasi menggunakan operational control approach.
Emisi GRK Metode Pengecualian
Cakupan 1 Emisi meliputi:
a. Bahan bakar untuk genset
b. Bahan bakar kendaraan operasional perusahaan
c. Sewage Treatment Plant
d. Refrigeran yang digunakan air conditioning di gedung
perkantoran, fasilitas, dan kendaraan bermotor
e. APAR CO2
Cakupan 2 Emisi tidak langsung dari listrik yang dibeli dari Perusahaan Listrik
Negara (PLN) yang dihitung dengan menggunakan metode Location-
based method
Cakupan 3
Kategori 1 dan 2 Emisi yang berkaitan dengan produk dan jasa yang dibeli, dan
dihitung dengan menggunakan metode berikut:
a. Average-based method
b. Spend-based method
Kategori 3 Emisi dari pembelian bahan bakar lainnya yang tercatat dalam
sistem manajemen bisnis internal
Kategori 4 dan 9 Emisi yang dihasilkan dari transportasi dan distribusi pada proses
hulu dan hilir oleh pihak ketiga
Kategori 5 Emisi dari limbah yang dihasilkan kegiatan operasional perusahaan
dihitung dengan menggunakan metode waste-type specific method
Kategori 6 Emisi dari perjalanan bisnis dihitung dengan menggunakan
distance-based method
Kategori 7 Emisi dari perjalanan karyawan antara lokasi tempat tinggal dan
tempat kerja
Kategori 8 dan 13 Emisi dari penyewaan aset (upstream dan downstream) dihitung
dengan menggunakan average-data method
Kategori 11 Emisi dari total konsumsi listrik dari penggunaan produk yang
dihasilkan
Kategori 12 Emisi dari pembuangan dan pengolahan limbah produk yang dijual
Kategori 15 Emisi dari investasi, dihitung berdasarkan data emisi investasi atau
emisi berbasis aktivitas ekonomi
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 231
Page 234
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Sumber referensi:
Sumber faktor emisi:
• IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (2006) (Intergovernmental Panel on Climate Change)
• IPCC Sixth Assessment Report (AR6) (Intergovernmental Panel fon Climate Change)
• DEFRA (2023) (UK Department for Environment, Food & Rural Affairs)
• Annex 4 Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan
Bidang Energi - Sub Bidang Ketenagalistrikan (2018) (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)
• Inventarisasi Emisi GRK Bidang Energi (2020) (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)
• Faktor Emisi Ketenagalistrikan Kementerian ESDM (2019) (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)
• Faktor Emisi Bahan Bakar Minyak dan Batubara Kementerian ESDM (2023) (Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral)
• Exiobase dan Climatiq (Proksi konsorsium dan Artificial Intelligence-driven data provider)
Sumber Global Warming Potential (GWP):
• IPCC Sixth Assessment Report (AR6) (Intergovernmental Panel on Climate Change)
Sumber Net Calorific Value (NCV):
• Annex 4 Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan
Bidang Energi - Sub Bidang Ketenagalistrikan (2018) (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)
• Faktor Emisi Ketenagalistrikan Kementerian ESDM (2019) (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)
• Faktor Emisi Bahan Bakar Minyak dan Batubara Kementerian ESDM (2023) (Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral)
• IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (2006) (Intergovernmental Panel on Climate Change)
Sumber Methane Producing Capacity dan Methane Correction Factor (MCF):
• 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (2019) (Intergovernmental Panel
on Climate Change)
• Metodologi Perhitungan Emisi GRK Sektor Pengolahan Limbah KLHK (2012) (Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan)
232 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 235
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Lampiran 8. Metode Penetapan Target
Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca
[GRI 102-1, 102-4, 305-5]
Sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi GRK melalui Nationally Determined Contribution (NDC),
TelkomGroup menetapkan target dan komitmen pengelolaan emisi GRK dari aktivitas operasional perusahaan secara
bertahap dan terukur, sebagai berikut:
- Mencapai 20% penurunan emisi GRK TelkomGroup Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2030 dibandingkan dengan base year
2023, yang ditetapkan berdasarkan kapabilitas internal TelkomGroup serta praktik baik yang berkembang di industri
telekomunikasi.
- Mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia.
Penetapan target penurunan emisi GRK dilakukan dengan pendekatan berbasis kinerja operasional dan benchmarking
praktik industri, dengan mempertimbangkan kesiapan operasional perusahaan, kondisi dan ketersediaan teknologi,
praktik terbaik industri telekomunikasi serta selaras dengan arah kebijakan nasional menuju NZE 2060.
TelkomGroup telah menetapkan jalur transisi penurunan emisi Cakupan 1 (tanpa melibatkan emisi biogenik) dan Cakupan
2 (market-based) berdasarkan identifikasi inisiatif penurunan emisi utama yang mempertimbangkan model bisnis anak
perusahaan, serta berdasarkan estimasi potensi penurunan emisi dari rencana aksi yang telah dan akan dilaksanakan.
Proyeksi lintasan penurunan emisi dikembangkan menggunakan asumsi operasional yang wajar, termasuk intensitas
konsumsi listrik gedung perkantoran yang mengacu pada benchmark Energy Intensity Assessment (EIA) dengan rata-rata
7,5 MWh per pekerja per tahun dan faktor emisi jaringan Jawa sebesar 0,87 tCO2e/MWh. Asumsi dan inisiatif penurunan
emisi utama juga diselaraskan dengan arah perkembangan teknologi, dinamika pasar energi, dan kebijakan nasional untuk
memastikan jalur transisi tetap relevan dan dapat diimplementasikan.
Rencana transisi penurunan emisi ini akan disempurnakan secara berkelanjutan berdasarkan pembelajaran dari
implementasinya. Selanjutnya, perubahan signifikan dalam kegiatan usaha, termasuk namun tidak terbatas pada
merger, akuisisi, atau divestasi, dapat memengaruhi jalur pencapaian target iklim TelkomGroup. Dalam kondisi tersebut,
TelkomGroup akan melakukan penyesuaian terhadap inventarisasi emisi gas rumah kaca sesuai dengan standar pelaporan
GHG Protocol, serta menyusun kembali jalur pencapaian target iklim yang relevan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 233
Page 236
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Lampiran 9. Keanggotaan Asosiasi
[OJK C.5] [GRI 2-28]
No. Nasional Peserta
1. Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Telkom, Telkomsat, TelkomMetra,
Infomedia, AdMedika, Mitratel, Telkomsel,
Telin, PINS, NeutraDC, Metranet
2. Asosiasi Kliring Trafik Telekomunikasi (ASKITEL) Telkom, Telkomsel
3. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) Telkom, Telkomsat, TelkomMetra,
Telkomsel, TIF
4. Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Telkom, Telkomsel
5. Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) Telkom
6. Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI) Telkom, Finnet, Telkomsel
7. Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Telkom, Finnet, Telkomsel
8. Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI) Telkom, Telin
9. Indonesia Mobile Conttent Association (IMOCA) Telkom
10. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Telkom
11. Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Telkom, Telkomsat
12. Forum Komunikasi Satuan Supervisor Internal (FKSPI) Telkom
13. Asosiasi Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Graha Sarana Duta, Telkomsat, Mitratel
14. Keanggotaan Green Building Council Indonesia (GBCI) Graha Sarana Duta
15. Keanggotaan Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Graha Sarana Duta
16. Asosiasi Gabungan Rekanan Konstruksi Indonesia (GARANSI) Graha Sarana Duta
17 Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Graha Sarana Duta
18. Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) Graha Sarana Duta
19. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Telkom, Graha Sarana Duta, Telkomsat,
Infomedia, Nutech, AdMedika, Bosnet,
Swadharma Sarana Informatika (SSI),
Telkomsel, Telkom Infra
20. Asosiasi Perawatan Bangunan Indonesia (APBI) Graha Sarana Duta
21. Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO) Graha Sarana Duta
22. Asosiasi Pengelola Gedung Badan Usaha Milik Negara (APG BUMN) Graha Sarana Duta
23. Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Telkom
24. Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) Indigo Creative Nation
25. Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (APNATEL) Telkom, Telkom Akses
26. Asosiasi Perusahaan Teknik Mekanikal Elektrikal (APTEK) Nutech, Swadharma Sarana Informatika
(SSI), Graha Sarana Duta
234 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 237
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
No. Nasional Peserta
27. Asosiasi Perusahaan Pengadaan Komputer dan Telematika Indonesia (ASPEKMI) Nutech, Infomedia, Swadharma Sarana
Informatika (SSI), Telkomsat
28. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Infomedia
29. Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) Infomedia
30. Indonesia Contact Center Association (ICCA) Infomedia
31. Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Swadharma Sarana Informatika (SSI)
32. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) Swadharma Sarana Informatika (SSI)
33. Asosiasi Perusahaan dan Consultant Telematika Indonesia (ASPEKTI) Swadharma Sarana Informatika (SSI)
34. Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor, Keagenan Dan Industri Swadharma Sarana Informatika (SSI),
(ARDIN) Telkomsat
35. Asosiasi Fintech (AFTECH) Finnet, Telkomsel
36. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Finnet
37. Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Telkom
38. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Telkom
39. BUMN Muda Telkom
40. Forum Digital BUMN (FORDIGI) Telkom
41. Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (KORIKA) Telkom
42. Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Telkom
43. Asosiasi Pengembang Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) Mitratel
44. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Mitratel (2024), TIF
45. Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) Telkomsel
46. Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Telkom, Mitratel
47. Himpunan Jasa Konstruksi Indonesia (HJKI) Telkom Akses
48. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Telkom
49. Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) Mitratel
50. Cyber Defense Indonesia (CDEF ID) Telkom, Telkomsel
51. Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS) Graha Sarana Duta, Telkom Akses
52. Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS) Telkom Akses
53. Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) Telkomsel
54. Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Telkom
55. Forum Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) BUMN Telkom
56. Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN) Metranet
57. Indonesia Digital Association (IDA) Metranet
58. Dewan Pers Metranet
59. Project Management Institute Indonesia (PMI) Metranet
60. Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVESINDO) MDI Ventures
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 235
Page 238
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
No. Internasional Peserta
1. International Telecommunication Union (ITU) Telkom
2. International Telecommunications Satellite Organization (ITSO) Telkom
3. International Telecommunications Satellite (INTELSAT) Telkom
4. International Marine / Maritime Satellite (INMARSAT) Telkom
5. Asia Pacific Telecommunication (APT) Telkom, Telkomsel
6. Asia Pacific Economic Cooperation (APECTEL) Telkom
7. TM Forum Telkom, Telkomsel
8. ASEAN CIO Association (ACIOA) Telkom
9. Wireless Broadband Alliance (WBA) Telkom
10. The Institute of Certified Management Accountants Telkom
11. Asia-Pacific Satellite Communications Council (APSCC) Telkomsat
12. Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) Telkomsel
13. Bridge Alliance Telkomsel
14. Global System for Mobile Communications Association (GSMA) Telkomsel
15. Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) Telkomsigma
16. Pacific Telecommunications Council (PTC) Telin
17. Mobile Ecosystem Forum (MEF) Telin
18. International Cable Protection Committee (ICPC) Telin
19. The ITW Global Leader’s Forum (GLF) Telin
20. Executive Global Network (EGN) Telin
21. Information Systems Audit and Control Association (ISACA) Chapter Indonesia Telkom
22. Global Information Assurance Certification (GIAC) Advisory Board Telkom
23. International Information System Security Certification Consortium (ISC2) Telkom
24. International Association of Privacy Professionals (IAPP) Telkom
25. The Global Mobile Suppliers Association (GSA) Telkomsel
26. Marketing + Media Alliance (MMA) Telkomsel
27. Asosiasi Penyedia Data Center Indonesia NeutraDC
236 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 239
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 10. Pernyataan Penjaminan Eksternal Laporan Keberlanjutan [OJK G.1] LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 237
Page 240
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 238 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 241
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 239
Page 242
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 240 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 243
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Lampiran 11. Opini Hasil Verifikasi Emisi GRK
Report No: TRID-GHG-N12-26008
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
and Its Subsidiaries
Opinion of Verification
April 2026
PT Telkom Indonesia (Persero)
Graha Merah Putih (GMP) Telkom, Jl. Japati No. 1 40133, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Scope
PT Telkom Indonesia (Persero) (“Responsible Party”) engaged PT TUV Rheinland Indonesia (“TRID”)
to review PT Telkom Indonesia (Persero) and its subsidiaries’ 2025 Corporate Greenhouse Gas (GHG)
Inventory, and supporting evidence, detailing the GHG emissions and associated source documents
over the period January 1st, 2025 to December 31st, 2025. These components are collectively referred
to as the “GHG Statement” for the purposes of this report.
The Responsible Party is responsible for the preparation and presentation of information within the GHG
Statement. Our responsibility is to express a conclusion as to whether anything has come to our attention
to suggest that the GHG Statement is not presented fairly in accordance with generally accepted
greenhouse gas (GHG) accounting standards, in particular ISO 14064 Part 1: Specification with
guidance at the organization level for quantification and reporting of greenhouse gas emissions and
removals.
Methodology
We completed our review in accordance with ISO 14064 Part 3:2019 – Greenhouse Gases:
Specification with guidance for the verification and validation of greenhouse gas statements. As such,
we planned and performed our work in order to provide limited, rather than absolute assurance with
respect to the GHG Statement. Our review criteria were based on this guidance. We have reviewed the
GHG Statement and associated documentation and we believe our work provides a reasonable basis
for our conclusion.
Conclusion
Based on our review, nothing has come to our attention which causes us to believe that the GHG
Statement is not presented fairly in accordance with the relevant criteria. During the verification process,
TRID identified a few discrepancies in the GHG inventory of PT Telkom Indonesia (Persero) and its
subsidiaries. These discrepancies were promptly addressed and corrected by PT Telkom Indonesia.
TRID has verified GHG Statement of PT Telkom Indonesia (Persero) and its subsidiaries’ as below:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 241
Page 244
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Report No: TRID-GHG-N12-26008
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
and Its Subsidiaries
Emission
Sources (tCO2e)
2025
Category 1: Direct GHG emissions and removals 46,068.08
1.1. Direct emissions from stationary combustion 12,288.35
1.2. Direct emissions from mobile combustion 21,874.05
1.3. Direct process emissions and removals from industrial processes -
1.4. Direct fugitive emissions from the release of GHGs in anthropogenic systems 11,905.68
1.5. Direct emissions and removals from land use, land use change and forestry (LULUCF) -
2,182,493.2
Category 2: Indirect GHG emissions from imported energy
5
2,182,493.2
2.1. Indirect emissions from imported electricity
5
2.2. Indirect emissions from imported energy -
Category 3: Indirect GHG emissions from transportation 4,188.27
3.1. Emissions from upstream transport and distribution for goods 51.12
3.2. Emissions from downstream transport and distribution for goods 172.64
3.3. Emissions from employee commuting 389.78
3.4. Emissions from client and visitor transport -
3.5. Emissions from business travel 3,574.74
Category 4: Indirect GHG emissions from products used by an organization 594,440.49
4.1. Emissions from purchased goods and services including fuel- and energy-related
activities
269,681.88
4.2. Emissions from capital goods 239,681.53
4.3. Emissions from the disposal of solid and liquid waste 270.69
4.4. Emissions from the use of assets 77,941.42
4.5. Emissions from the use of services that are not described in the above subcategories 6,864.98
Category 5: Indirect GHG emissions associated with the use of products from the 1,368,896.9
organization 5
1,367,736.8
5.1. Emissions or removals from the use stage of the product
3
5.2. Emissions from downstream leased assets 833.40
5.3. Emissions from end-of-life stage of the product 58.64
5.4. Emissions from investments 268.08
Category 6: Indirect GHG emissions from other sources -
4,196,087.0
Total emissions
4
7.1 GHG emission reduction and removal enhancement initiatives
Reduction through contractual instruments, such as Renewable Energy Certificates (REC) (42,425.71)
Biogenic CO2 emissions from stationery and mobile combustion (4,816.04)
*If facts or new information that could materially affect the verification opinion are discovered after this report is released, the
verifier will take appropriate action, including communicating the matter as soon as practicable to the party responsible and the
client.
For and on behalf of PT TUV Rheinland Indonesia:
I Nyoman Susila
Managing Director
PT TUV Rheinland Indonesia ;
Menara Karya Building. 10th Fl. Jl. HR. Rasuna Said Block X-5 Kav.1-2 Jakarta 12950, Indonesia
242 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 245
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Lampiran 12. Lembar Umpan Balik
[OJK G.2]
UMPAN BALIK LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK
Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membaca Laporan Keberlanjutan ini. Sebagai bagian dari upaya untuk
menyempurnakan isi pelaporan tahun berikutnya. Kami mengharapkan kiranya Anda berkenan memberikan masukan
dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.
Pertanyaan
1. Menurut Anda, Laporan Keberlanjutan ini telah memberikan informasi bermanfaat mengenai berbagai aktivitas yang
telah dilaksanakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
SS S RR TS STS
2. Menurut Anda, materi dalam Laporan Keberlanjutan ini termasuk data dan informasi yang disajikan mudah dimengerti
dan dipahami.
SS S RR TS STS
3. Menurut Anda, materi dalam Laporan Keberlanjutan ini termasuk data dan informasi yang disajikan sudah cukup
lengkap, mencakup semua isu keberlanjutan.
SS S RR TS STS
4. Menurut Anda, materi dalam Laporan Keberlanjutan ini termasuk data dan informasi yang disajikan dapat diandalkan
untuk pengambiilan keputusan.
SS S RR TS STS
Keterangan:
Notes:
SS: Sangat Setuju S: Setuju RR: Rata-rata TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju
5. Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam Laporan Keberlanjutan ini dan dirasakan bermanfaat?
a.
b.
c.
6. Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam Laporan Keberlanjutan ini dan dirasakan kurang
berguna?
a.
b.
c.
7. Menurut Anda, bagaimana dengan tampilan Laporan Keberlanjutan ran ini baik dari isi, desain, dan tata letak, serta
foto-foto yang disertakan?
a.
b.
c.
8. Menurut Anda, informasi apa saja yang dirasakan kurang dan harus dilengkapi dalam Laporan Keberlanjutan
mendatang?
a.
b.
c.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 243
Page 246
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Profil Anda
Nama Lengkap:
Umur dan Jenis Kelamin: Thn L / P (coret yang tidak perlu)
Lembaga/Perusahaan:
Jenis Lembaga/Perusahaa
Pemerintah Industri Media LSM Masyarakat Lainnya
Pengembalian formulir dan hal-hal lain terkait Laporan Keberlanjutan dapat disampaikan kepada:
Unit Kerja Pengelola Sustainability
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower II, Lantai 39
Jl. Jend Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta, Indonesia, 12710
Tel: (62-21) 521 5109
Fax: (62-21) 522 0500
email: sustainability @telkom.co.id
website: www.telkom.co.id
244 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 247
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Lampiran 13. Daftar Istilah
Glosarium Deskripsi
4G/LTE Teknologi jaringan internet generasi keempat berbasis Internet Protocol (IP) untuk transfer data cepat dan
stabil.
5G Generasi kelima komunikasi seluler dengan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan konektivitas perangkat masif.
AI (Artificial Kecerdasan buatan; program komputer yang dirancang untuk berpikir dan menyelesaikan tugas dengan
Intelligence) mengenali pola data.
B2B Business-to-Business adalah model penjualan produk atau jasa antar perusahaan/bisnis.
B2C Business-to-Customer adalah model pelayanan atau penjualan barang/jasa langsung kepada konsumen
perorangan.
Big Data Kumpulan data dalam jumlah sangat besar dan kompleks yang dihasilkan dalam waktu sangat cepat.
BUMN Badan Usaha Milik Negara adalah perusahaan yang dimiliki atau dibentuk oleh Pemerintah untuk kegiatan
komersial.
CAGR Compound Annual Growth Rate merupakan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata pada investasi dalam
periode tertentu.
Cyber Security Upaya perlindungan informasi dan sistem dari serangan digital yang mengganggu kerahasiaan dan integritas
data.
Data Center Fasilitas infrastruktur komputasi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan data skala
besar.
Digital Ways of Kerangka perilaku kerja digital yang mendukung akselerasi transformasi digital TelkomGroup.
Working BISA
(Bravery, Integrity,
Service Excellence,
dan Agility)
ERM Enterprise Risk Management merupakan pendekatan sistematis untuk mengelola risiko pada seluruh tingkat
perusahaan.
ESG Environmental, Social, and Governance merupakan kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam mengukur
keberlanjutan perusahaan.
Fiber Optic Kabel serat optik yang menggunakan teknologi laser untuk mengirimkan data melalui filamen kaca tipis.
GHG / GRK Greenhouse Gas atau Gas Rumah Kaca merupakan gas di atmosfer (seperti CO2, metana) yang memerangkap
panas dan menyebabkan pemanasan global.
GraPARI Pusat layanan pelanggan fisik bagi pengguna jaringan Telkomsel.
GRI Global Reporting Initiative merupakan standar pelaporan keberlanjutan yang berfokus pada dampak ekonomi,
lingkungan, dan sosial organisasi terhadap pemangku kepentingan, dengan pendekatan berbasis dampak
(impact-based)
IFRS S1 International Financial Reporting Standards General Requirements for Disclosure of Sustainability-related
Financial Information (IFRS S1) merupakan standar pengungkapan keberlanjutan yang menetapkan
persyaratan umum untuk mengungkapkan informasi terkait risiko dan peluang keberlanjutan yang material
secara finansial, mencakup aspek tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target.
IFRS S2 International Financial Reporting Standards Climate-related Disclosures (IFRS S2) merupakan standar
pengungkapan yang secara spesifik mengatur informasi terkait risiko dan peluang perubahan iklim, termasuk
dampaknya terhadap strategi, model bisnis, kinerja keuangan, serta metrik dan target terkait iklim.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 245
Page 248
06 Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
Glosarium Deskripsi
IoT Internet of Things merupakan konsep objek fisik yang terhubung ke internet dan mampu saling bertukar data.
IPCC Intergovernmental Panel on Climate Change merupakan lembaga yang menyediakan penilaian ilmiah
berkala kepada para pembuat kebijakan mengenai dampak, risiko, dan opsi mitigasi perubahan iklim untuk
memberikan informasi kepada negosiasi iklim internasional.
ISSB International Sustainability Standards Board adalah badan yang berada dibawah naungan IFRS dalam
menciptakan dan mengembangkan standar pelaporan keuangan terkait keberlanjutan untuk memenuhi
kebutuhan investor akan pelaporan keberlanjutan.
K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah sistem perlindungan untuk mencegah kecelakaan dan penyakit di
lingkungan kerja.
Mbps Megabit per second merupakan satuan ukuran kecepatan transmisi data digital per detik.
NDC Nationally Determined Contributions merupakan komitmen negara dalam mengurangi emisi gas rumah kaca
secara nasional.
NGFS Network for Greening the Financial System merupakan jaringan bank sentral global untuk mempercepat
keuangan ramah lingkungan (keuangan hijau).
NZE Net Zero Emission merupakan kondisi seimbang antara emisi yang dihasilkan dengan emisi yang diserap
kembali dari atmosfer.
OJK Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga independen yang mengawasi seluruh kegiatan jasa keuangan di
Indonesia.
PSPK 1 Pedoman Standar Pelaporan Keberlanjutan 1 yang mengatur prinsip umum penyusunan dan penyajian
informasi keberlanjutan, termasuk aspek tata kelola, strategi, manajemen risiko, dan kinerja yang relevan
secara finansial.
PSPK 2 Pedoman Standar Pelaporan Keberlanjutan 2 yang secara khusus mengatur pengungkapan terkait perubahan
iklim, mencakup risiko dan peluang iklim, strategi transisi, serta metrik dan target terkait.
SASB Sustainability Accounting Standards Board merupakan standar pelaporan keberlanjutan yang memandu
perusahaan mengungkapkan risiko dan peluang ESG yang material secara finansial kepada investor di 77
industri.
Scope 1, 2, 3 Kategorisasi emisi GRK; Scope 1 (langsung), Scope 2 (energi yang dibeli), dan Scope 3 (rantai pasokan/nilai)
SDGs Sustainable Development Goals merupakan 17 tujuan global PBB untuk pembangunan berkelanjutan hingga
tahun 2030.
SSP Shared Socio-economic Pathways merupakan skenario proyeksi perubahan sosial ekonomi global terkait
dampak iklim.
TCFD Task Force on Climate-related Financial Disclosures merupakan gugus tugas yang memberikan kerangka kerja
pengungkapan risiko keuangan akibat perubahan iklim.
TJSL Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan merupakan komitmen etis perusahaan/BUMN terhadap
pembangunan ekonomi dan sosial.
TLT Telkom Landmark Tower adalah gedung kantor pusat operasional Telkom Indonesia di Jakarta.
WBS Whistleblowing System merupakan sistem pengaduan rahasia terhadap dugaan pelanggaran etika atau
kecurangan (fraud).
Witel Wilayah Telekomunikasi unit pembagian operasional geografis di internal Telkom.
246 PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
Page 249
Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13
Halaman ini sengaja dikosongkan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 247
Page 250
Page 251
Page 252
Unit Kerja Pengelola Sustainability PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower II, Lantai 39 Jl. Jend Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta, Indonesia, 12710 Tel: (62-21) 521 5109 Fax: (62-21) 522 0500 email: sustainability @telkom.co.id website: www.telkom.co.id Dicetak di atas kertas bersertifikat FSC
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Telkom Data Ekosistem
p.8
unresolved
org
PT Telekomunikasi Selular
p.8
unresolved
org
PT Telkom Satelit Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Telkom Akses
p.8
unresolved
org
PT Multimedia Nusantara
p.8
unresolved
org
PT Sigma Cipta Caraka
p.8
unresolved
org
PT Graha Sarana Duta
p.8
unresolved
person
IT Digital
· Direktur
p.21
unresolved
org
Milik Negara
p.24 ×4
unresolved
org
Pengaturan BUMN
p.28
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor PER-
p.37 ×2
unresolved
person
Independensi
· Komisaris
p.38
unresolved
person
Laki-laki
· Anggota
p.38 ×2
unresolved
person
Deswandhy
· Komisaris
p.39
unresolved
—
Syailendra
· Manajemen
p.39
unresolved
person
Nanang
· Direktur
p.40
unresolved
person
RUPST Telkom
· Direktur
p.40
unresolved
—
Hendarno
· Network
p.40
unresolved
person
RUPSLB Telkom
· Direktur
p.40
unresolved
org
Milik Negara. Selain
p.40
unresolved
—
Nota Din
· Direktur Utama
p.41
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-
p.42 ×2
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
p.42
unresolved
org
Menteri BUMN
p.43
unresolved
org
Menteri BUMN Prosedur
p.43
unresolved
—
Radir
· Direktur
p.46
unresolved
org
Departemen Group Sustainability
p.47
unresolved
—
BoD
· Director
p.48
unresolved
org
PT ESQ
p.48
unresolved
org
PT British Standard Institution
p.49 ×2
unresolved
org
PT Sucofindo Prima
p.49
unresolved
org
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
p.54
unresolved
org
Departemen Sustainability Telkom.
p.54
unresolved
org
Perencanaan Pembangunan Nasional
p.58
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.77
unresolved
org
Kota Nusantara
p.80
unresolved
org
PT Energy Management Indonesia The Tradable Instrument
p.84
unresolved
org
Nasional Penanggulangan Bencana. Gambar
p.88
unresolved
org
Yayasan Kesehatan
p.92
unresolved
org
PT Rangga Sakti
p.93
unresolved
org
Yayasan Harapan Dhuafa
p.99
unresolved
person
TelkomGroup.
· Direktur
p.117
unresolved
person
Pencegahan
· Direktur
p.133
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Beberapa Anak Perusahaan
p.136
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.