Back to announcement
20251223_MBSS_Informasi Transaksi Afiliasi_32015117_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review MBSSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 97
Page 1
d
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK
KEPADA
PT ANAGA GROUP INDONESIA
(PIHAK BERELASI YANG MEMILIKI
ENTITAS PENGENDALI YANG SAMA)
No. 00042/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2025
Tanggal : 23 Desember 2025
1
Page 2
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK
KEPADA
PT ANAGA GROUP INDONESIA
(PIHAK BERELASI YANG MEMILIKI
ENTITAS PENGENDALI YANG SAMA)
No. 00042/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2025
Tanggal : 23 Desember 2025
Page 3
No. 00042/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2025 Bekasi, 23 Desember 2025
Kepada:
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine
Jl. MH. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat, 10230
Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran Transaksi Pemberian Pinjaman dari PT Mitrabahtera
Segara Sejati Tbk kepada PT Anaga Group Indonesia selaku Pihak Berelasi yang
memiliki Entitas Pengendali yang Sama
Dengan hormat,
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah memiliki
perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan Surat
lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik
lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2 023.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 0053/SPK/MSE-03/ES/IX/2025, tanggal 16 September
2025, kami telah melaksanakan Penilaian untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas
Pemberian Pinjaman dari PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (atau selanjutnya disebut ‘’MBSS’’)
kepada PT Anaga Group Indonesia (atau selanjutnya disebut ‘’AGI’’) selaku pihak berelasi yang
memiliki Entitas Pengendali yang sama.
Latar Belakang
MBSS berencana memberikan pinjaman kepada AGI yang merupakan pihak berelasi yang
memiliki Entitas Pengendali yang sama. Berdasarkan perjanjian pinjaman, jumlah pemberian
pinjaman yang akan diberikan MBSS kepada AGI adalah sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga
Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah).
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret 1996. Akta
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan
No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni
2024, dibuat di hadapan Engawati Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni
2024.
i
Page 4
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
PT Galley Adhika Arnawama (atau selanjutnya disebut ‘’GAA’’) merupakan entitas induk dan
pengendali MBSS. Di sisi lain, PT Merlot Grup Indonesia (atau selanjutnya disebut ‘’MGI’’)
merupakan pengendali GAA dan AGI dengan penyertaan kepemilikan masing-masing pada
GAA sebesar 60,00% dan pada pada AGI sebesar 55,00%.
Atas informasi ini maka terlihat adanya hubungan afiliasi antara MBSS, dan AGI. Dengan
terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, dan AGI, maka transaksi tersebut memenuhi
ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan
No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan karena transaksi dilakukan oleh Pihak-Pihak yang memiliki afiliasi
dengan MBSS.
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2024, total ekuitas MBSS adalah
Rp3.547.213.208.966,-. Menurut Peraturan No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi
dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 20,00% atau
lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. MBSS berencana memberikan pinjaman sebesar
Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah), nilai ini setara dengan 9,58%
dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan demikian, Transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan
terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena
nilai transaksi di bawah 20,00% dari ekuitas MBSS per 31 Desember 2024.
Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi dengan Laporan
No. 00042/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2025, tanggal 23 Desember 2025.
Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 30 Juni 2025.
Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS
kepada AGI sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah).
Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat Kewajaran atas
Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI.
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020,
Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia 2018 ("SPI 2018") yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI").
ii
Page 5
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1) Besaran dana objek transaksi;
2) Dampak keuangan dari transaksi;
3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
7) Analisis likuiditas;
8) Analisis manfaat dan risiko;
9) Analisis kualitatif:
a) Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
b) Analisis industri dan bisnis;
c) Analisis operasional dan prospek perusahaan;
d) Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
e) Keuntungan dan kerugian;
f) Analisis dampak leverage;
g) Analisis dampak likuiditas; dan
h) Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh dana hasil
transaksi tersebut mengalami kegagalan.
10) Analisis kuantitatif;
- Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perusahaan,
termasuk:
a) Penilaian kinerja historis;
b) Penilaian atas proyeksi keuangan;
c) Analisis rasio keuangan;
d) Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
e) Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
f) Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
- Analisis Yield
- Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi,
termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
b) Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
c) Informasi non keuangan yang relevan.
- Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan
kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
- Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi antara lain:
a) Analisis kelayakan investasi;
b) Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
c) Analisis atas faktor lain yang relevan.
iii
Page 6
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
11) Analisis atas jaminan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini
adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
Pendapat Kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh MBSS atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh MBSS dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MBSS.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari
pemberi tugas.
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
1. Para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
- Pemberi Pinjaman
1. Nama : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2. Alamat, No. Telp, Faks, : Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin
dan Email Nine, Jl. MH. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat,
10230
3. Kegiatan usaha : Angkutan laut dalam negeri untuk barang
umum, angkutan laut dalam negeri untuk
barang khusus dan aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya
4. Pengurus : Komisaris Utama : Armand Setiawan Tanudjaja
Komisaris : Wisma Bharuna Andre
Komisaris Independen : Kevin Evan Suandar
Direktur Utama : Zhang Hao
iv
Page 7
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Direktur : Susan Faustine
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : GAA 82,5%, Masyarakat 17,5%
MBSS sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan
beralamat kantor di Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine, Jl. MH.
Thamrin No. 10, Jakarta Pusat, 10230.
- Penerima Pinjaman
1. Nama : PT Anaga Group Indonesia
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin
Email Nine, Jl. MH. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat,
10230
3. Kegiatan usaha : Jasa dan real estat
4. Pengurus : Komisaris : Hermawan Tanudjaja
Direktur : Widy
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : PT Merlot Group Indonesia dan PT Graman
Infiniti Arta
AGI sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan
beralamat kantor di Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine, Jl. MH.
Thamrin No. 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
2. Hubungan Pihak-pihak yang Akan Melakukan Transaksi
Terdapat hubungan afiliasi dari sisi kepemilikan saham karena penerima pinjaman
merupakan pihak berelasi yang memiliki Entitas Pengendali yang sama dengan MBSS.
Dengan terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, maka transaksi tersebut
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan
dalam Peraturan No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan karena transaksi dilakukan oleh Pihak-
Pihak yang memiliki afiliasi dengan MBSS.
3. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2024, total ekuitas MBSS
adalah Rp3.547.213.208.966,-. Menurut Peraturan No. 17/POJK.04/2020, suatu
transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan
20,00% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Berdasarkan perjanjian, jumlah pinjaman yang akan diberikan MBSS kepada AGI
sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah), nilai ini setara
dengan 9,58% dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan demikian, Transaksi tersebut tidak
v
Page 8
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya
disebut “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai transaksi di bawah 20,00% dari
ekuitas MBSS per 31 Desember 2024.
4. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pemberian Pinjaman dari MBSS ke AGI
Pemberi Pinjaman : MBSS
Penerima Pinjaman : AGI
Tujuan : Operasional AGI
Nilai : Rp340.000.000.000,-
Tenor : 5 (lima) tahun sejak tanggal pencairan pinjaman
Bunga : MGSS akan mengenakan bunga atas pinjaman dengan
tingkat bunga mengambang sebesar 8,50% per tahun,
yang dihitung dengan mengacu pada tingkat suku
bunga acuan MGSS dan dapat disesuaikan dari waktu
ke waktu. Seluruh bunga yang timbul wajib
dibayarkan oleh GAA kepada MGSS selambat-
lambatnya pada saat pelunasan Pinjaman (tanggal
jatuh tempo pembayaran bunga).
Jaminan : Tanpa Jaminan.
Pencairan : Setelah penandatanganan perjanjian, penerima
pinjaman dapat meminta pencairan utang dengan
jumlah dan tanggal yang disepakati bersama oleh
Pemberi dan Penerima Pinjaman.
Pelunasan : Pelunasan pembayaran atas utang pokok beserta
bunga selambat-lambatnya berjalan dalam kurun
waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal pencairan
pinjaman.
B. Analisis Kualitatif
1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret 1996.
Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat
keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996. Anggaran
dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 22, tanggal 19 Juni 2025, dibuat dihadapan Engawati Gazali, S.H.,
Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Akta
vi
Page 9
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
(“Menkumham”) No. AHU-AH.01.09-0301166 Tahun 2025, tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 25 Maret 2011, MBSS telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan surat
No. S-3102/BL/2011 untuk melakukan penawaran umum atas 175.000.000 saham
Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 6 April 2011 saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 30 Juni 2025, seluruh saham MBSS sebanyak 1.750.026.639 saham, tercatat di
BEI.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
MBSS adalah angkutan laut dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1994.
2. Analisis Industri dan Lingkungan
Sebagian besar kegiatan Pelabuhan dilakukan di 25 pelabuhan strategis yang terletak
di 21 provinsi. Kegiatan Pelabuhan tersebut mencakup kegiatan angkutan barang dan
penumpang untuk pelayaran dalam negeri maupun pelayaran luar negeri. Pelabuhan
strategis terdiri dari Pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Teluk Bayur, Dhumai,
Pekanbaru, Palembang, Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung Priok, Tanjung
Emas, Tanjung Perak, Banten, Benoa, Tenau, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan,
Samarinda, Bitung, Makassar, Ambon, Sorong, Jayapura dan Biak.
Sementara itu, jumlah barang yang diangkut pada Juni 2025 mencapai 40,8 juta ton
atau turun 4,82% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan jumlah barang
yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 10,93%, Tanjung Priok sebesar
9,09%, dan Tanjung Perak sebesar 0,19%. Sebaliknya, peningkatan jumlah barang yang
diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 15,41% dan Makassar sebesar 0,86%.
Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Juni 2025 mencapai 242,1 juta ton atau
naik 22,40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Peningkatan
jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 5,52%.
Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan
sebesar 23,01%, Panjang sebesar 11,35%, Tanjung Perak sebesar 5,36%, dan Tanjung
Priok sebesar 0,15%.
3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
MBSS merupakan sebuah Perseroan Terbatas (PT) berstatus perusahaan terbuka
(public company) sejak tahun 2011. Kinerja operasional MBSS dari 2020 hingga 30 Juni
vii
Page 10
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2025 menunjukkan tren fluktuatif, meningkat pada 2021—2022 seiring lonjakan
permintaan batu bara, tetapi menurun pada 2023, dan 2024 akibat penurunan volume
pengangkutan dan armada.
4. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan MBSS melakukan Transaksi yaitu dalam rangka memberikan dukungan dana
untuk tujuan operasional AGI.
5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah adanya pendapatan bunga MBSS sebagai
imbalan pemberian pinjaman.
Tidak terdapat kerugian yang bersifat kualitatif atas adanya transaksi.
C. Analisis Kuantitatif
1. Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan
a. Penilaian atas Kinerja Historis
Selama periode 2020 hingga 30 Juni 2025, pendapatan MBSS mengalami fluktuasi
yang mencerminkan dinamika pasar batubara. Hingga 30 Juni 2025, MBSS
mencatat pendapatan sebesar Rp479,27 miliar atau mencapai 57,71% dari
pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp830,54 miliar. Pada tahun 2023, MBSS
mencatatkan pendapatan sebesar US$63,19 juta. Nilai ini menurun sebesar
28,50% atau setara dengan US$25,19 juta dibandingkan perolehan tahun 2022
sebesar US$88,37 juta. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya volume
pengangkutan dan armada. Sebelumnya, pendapatan pada 2022 meningkat
20,39% dari 2021 (US$73,41 juta) seiring lonjakan permintaan batubara.
Laba komprehensif MBSS juga menunjukkan variasi signifikan selama periode
tersebut. Hingga 30 Juni 2025, MBSS mencatat laba komprehensif sebesar
Rp203,62 miliar atau setara dengan US$12,54 juta (Kurs tengah Bank Indonesia
tanggal 30 Juni 2025). Pada 2024, laba komprehensif tercatat US$18,39 juta, lebih
rendah dibandingkan dengan US$24,71 juta pada tahun 2023, sedikit lebih
rendah dari 2022 sebesar US$25,87 juta, yang sebelumnya naik signifikan dari
2021 (US$12,30 juta) setelah pulih dari rugi komprehensif US$14,86 juta pada
2020.
viii
Page 11
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
b. Penilaian atas proyeksi keuangan
Selama periode proyeksi 2025-2030, jumlah aset MBSS diperkirakan meningkat
dari Rp4,26 triliun menjadi Rp7,01 triliun, terutama karena kenaikan kas dan
setara kas. Di sisi lain, liabilitas diproyeksikan menurun dari Rp335,43 miliar pada
2025 menjadi Rp99,48 miliar pada 2030, didominasi oleh pelunasan utang bank.
Ekuitas juga diperkirakan meningkat dari Rp3,93 triliun pada akhir 2025 menjadi
Rp6,91 triliun pada akhir 2030.
Pendapatan MBSS pada 2025 diperkirakan sebesar Rp958,54 miliar, dan
diperkirakan terus meningkat hingga sebesar Rp1,54 triliun di tahun 2030. Seiring
pertumbuhan tersebut, laba tahun berjalan diproyeksikan meningkat dari
Rp383,85 miliar pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp750,05 miliar pada tahun
2030.
c. Analisis rasio keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan, rata-rata current ratio dan quick ratio di atas
100,00%, ini menunjukkan likuiditas perusahaan yang baik, di mana aset lancar
mampu melunasi liabilitas lancar. Adapun rasio likuiditas tanpa dilakukannya
transaksi lebih besar karena Rencana Transaksi menggunakan kas MBSS.
d. Analisis atas proforma keuangan
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah rencana
transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi mempengaruhi current
ratio, quick ratio dan Working Capital to Total Assets Ratio pada rasio likuiditas.
Hal ini dikarenakan dengan adanya transaksi terdapat pinjaman kepada pihak
berelasi yang sumbernya berasal dari akun kas dan setara kas MBSS.
e. Analisis atas pelunasan transaksi
Dari hasil analisis kemampuan penerima pinjaman untuk melunasi utang, sesuai
dengan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen MBSS, AGI diharapkan
dapat melunasi pokok pinjaman dan bunga kepada MBSS. Dalam proyeksi
keuangan MBSS, diharapkan AGI dapat melunasi pinjamannya pada tahun 2030.
f. Analisis atas cash management dan financial covenant
Berdasarkan analisis Cash Management, sumber dana transaksi pemberian
pinjaman MBSS kepada AGI sebesar Rp340.000.000.000,-, berasal dari kas setara
kas MBSS.
ix
Page 12
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Perlu kami jelaskan bahwa tidak ada financial covenant sehubungan dengan
transaksi ini.
2. Analisis Yield
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan
tingkat suku bunga pasar dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga dalam
Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar. Dalam hal ini
MBSS akan mendapatkan pendapatan bunga yang lebih besar jika dibandingkan
dengan MBSS melakukan investasi dengan mengandalkan bunga simpanan atau
dengan MBSS melakukan investasi pada Surat Utang Negara.
3. Analisis Inkremental
Diperkirakan nilai tambah atas aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp17,53
miliar pada tahun 2026 dan terus meningkat hingga mencapai Rp134,99 miliar pada
tahun 2030. Dari sisi laba (rugi) diperkirakan nilai tambah atas laba tahun berjalan
sebesar Rp22,39 miliar pada tahun 2026, dan Rp42,92 miliar pada tahun 2030. Dari
sisi arus kas, terlihat bahwa dengan adanya rencana transaksi bahwa akumulasi arus
kas akhir pada proyeksi tahun 2030 sebesar Rp134 ,99 miliar.
4. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa NPV MBSS dalam kondisi normal adalah
Rp1,07 triliun. Jika pendapatan turun 10%, NPV turun menjadi Rp528,01 miliar,
sedangkan kenaikan biaya investasi 10% menghasilkan NPV Rp901,55 miliar. Kenaikan
struktur biaya 10% menurunkan NPV menjadi Rp658,95 miliar, dan kenaikan discount
rate 10% menghasilkan NPV sebesar Rp993,13 miliar. Hasil ini menunjukkan kelayakan
MBSS dengan transaksi paling sensitif terhadap penurunan pendapatan.
D. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana
1. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa transaksi pemberian pinjaman dari MBSS
kepada AGI tersebut layak dilakukan dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar
33,48% yang berarti di atas tingkat discount rate yang sebesar 9,84%, dan Net Present
Value (NPV) sebesar Rp1.070.239.000.000,-, sehingga rencana pemberian pinjaman
ini dinilai layak untuk dilaksanakan.
2. Sesuai dengan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen MBSS, AGI
diharapkan dapat melunasi pokok pinjaman dan bunga kepada MBSS. Dalam proyeksi
keuangan MBSS, diharapkan AGI dapat melunasi pinjamannya pada tahun 2030.
3. Tidak terdapat informasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi transaksi Pemberian
Pinjaman MBSS kepada AGI.
x
Page 13
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
E. Analisis Atas Jaminan
Perlu kami jelaskan bahwa pada transaksi ini tidak terdapat jaminan atas Pemberian
Pinjaman MBSS kepada AGI.
Pendapat Mengenai Kewajaran Transaksi
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi (analisis atas besaran dana dari objek transaksi,
dampak dari transaksi, dan pertimbangan bisnis), analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan
analisis atas jaminan, maka kami berpendapat bahwa Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS
kepada AGI adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal
yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan
serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan
mengenai kewajaran Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI ini mungkin berbeda.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
Digitally signed by Endang Sunardi
Rekan DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Endang dan Rekan,
MAPPI : No. 09-S-02341 email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
xi
Page 14
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan MBSS, dan pihak-pihak
yang terkait dengan transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada
pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
pendapat yang dihasilkan dari proses analisis pendapat kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK)
No. 0053/SPK/MSE-03/ES/IX/2025, tanggal 16 September 2025;
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
dilakukan dengan benar;
3. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan
Pendapat kewajaran;
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
tanggal Pendapat Kewajaran;
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran;
6. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas;
7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
8. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, POJK
No. 42/POJK.04/2020, POJK No. 17/POJK.04/2020, dan memenuhi Kode Etik Penilai
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan
oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
9. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah;
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
xii
Page 15
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (....................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (....................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev. Staf Penilai (....................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt. Tenaga Inspeksi (....................)
MAPPI : No. 13-A-04453
xiii
Page 16
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ......................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... xii
DAFTAR ISI .................................................................................................................... xiv
DAFTAR TABEL .............................................................................................................. xvi
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................... xvii
DEFINISI DAN ISTILAH .................................................................................................. xviii
1 PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................ 2
1.3 Tanggal Penilaian ................................................................................................ 2
1.4 Identifikasi Status Penilai ..................................................................................... 2
1.5 Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................... 2
1.6 Identitas Pengguna Laporan ................................................................................ 3
1.7 Objek Penilaian .................................................................................................... 3
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan ......................................................................... 3
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran............................................ 3
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................ 3
1.11 Benturan Kepentingan Atas Transaksi .................................................................. 4
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan .................................................... 4
1.13 Ruang Lingkup Penilaian ...................................................................................... 5
1.14 Pendekatan dan Metode ...................................................................................... 6
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................. 7
1.16 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi ...................................................... 8
1.17 Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI, Ketentuan
Peraturan OJK, dan Surat Edaran OJK ................................................................... 8
1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ...................................................................... 8
2 ANALISIS TRANSAKSI ............................................................................................ 9
2.1 Besaran Dana Dari Objek Transaksi ..................................................................... 9
2.2 Dampak Keuangan Dari Transaksi Terhadap Kepentingan Perusahaan ................ 9
2.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen ......................................................................... 9
2.4 Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ............................. 9
2.5 Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi ........................................................ 9
2.6 Materialitas Nilai Transaksi ................................................................................ 11
2.7 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ............................ 11
2.8 Transaksi Analisis Likuiditas dari Transaksi yang Akan Dilakukan ..................... 12
2.9 Risiko dan Manfaat Transaksi atas Transaksi ..................................................... 12
3 ANALISIS KUALITATIF ......................................................................................... 13
3.1 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana ........................................................ 14
3.2 Analisis Industri dan Bisnis ................................................................................ 15
3.2.1 Perkembangan Ekonomi Global ......................................................................... 15
3.2.2 Kondisi Ekonomi Indonesia ................................................................................ 15
xiv
Page 17
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3.2.3 Gambaran Umum Industri .................................................................................. 21
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................... 27
3.4 Alasan dan Latar Belakang Transaksi ................................................................. 28
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................. 28
3.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan ........................................................ 28
3.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan .................................... 30
3.8 Dampak Keuangan Atas Transaksi yang Dibiayai Jika Mengalami Kegagalan ..... 30
4 ANALISIS KUANTITATIF ...................................................................................... 31
4.1 Penilaian atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan ........................................................................................................ 31
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis ................................................................................... 31
4.1.2 Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 36
4.1.3 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ...................................................................... 42
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................... 46
4.1.5 Analisis Keuangan Sebelum Transaksi dan Setelah Transaksi Dilakukan ............ 50
4.1.6 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi .................. 54
4.1.7 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi .................... 54
4.2 Analisis Yield dari Transaksi yang Sejenis dan Sebanding .................................. 54
4.3 Analisis Inkremental .......................................................................................... 56
4.3.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................. 56
4.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan.................................................................. 59
4.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan .............................................................. 59
4.4 Analisis Sensitivitas ........................................................................................... 59
5 ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM
MEMINJAM DANA ............................................................................................... 62
5.1 Analisis Kelayakan ............................................................................................. 62
5.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .................................................................. 62
5.3 Analisis Faktor-Faktor Lain yang Relevan .......................................................... 62
6 ANALISIS ATAS JAMINAN .................................................................................... 63
7 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI .................................................. 64
8 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................... 65
9 KESIMPULAN ...................................................................................................... 66
xv
Page 18
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham MBSS ........................................................................ 13
Tabel 2 Rincian Pembayaran Utang Bank MBSS ................................................................ 14
Tabel 3 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 15
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran .............. 16
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 16
Tabel 6 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................ 17
Tabel 7 Kontribusi Lapangan Usaha Terhadap PDB ......................................................... 22
Tabel 8 Perkembangan Penumpang Angkutan Laut Dalam Negeri, Juni 2025 ................. 23
Tabel 9 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, Juni 2025 ......................... 24
Tabel 10 Impor Menurut Provinsi, Juni 2025 ................................................................... 26
Tabel 11 Proyeksi DAR dan DER ...................................................................................... 28
Tabel 12 Perbandingan DER dan DAR dengan Perusahaan Publik pada Industri Sejenis .. 29
Tabel 13 Working Capital To Total Assets Ratio .............................................................. 30
Tabel 14 Proyeksi Working Capital To Total Assets Ratio ................................................ 30
Tabel 15 Kinerja Posisi Keuangan MBSS .......................................................................... 31
Tabel 16 Kinerja Laba (Rugi) MBSS .................................................................................. 36
Tabel 17 Analisis Rasio Keuangan MBSS .......................................................................... 41
Tabel 18 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta) .......................... 43
Tabel 19 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta) .................................... 45
Tabel 20 Proyeksi Arus Kas dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta) ...................................... 46
Tabel 21 Proyeksi Rasio Keuangan .................................................................................. 47
Tabel 22 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma per 30 Juni 2025 (Rp.000) .. 50
Tabel 23 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ............. 52
Tabel 24 Analisis Rasio Keuangan Proforma .................................................................... 53
Tabel 25 Arus Kas Dari Aktivitas Dengan Adanya Transaksi (Rp.000) .............................. 54
Tabel 26 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang (Rp.000) ........ 54
Tabel 27 Tingkat Bunga Surat Utang Negara ................................................................... 55
Tabel 28 Suku Bunga Simpanan Berjangka Rupiah Menurut Kelompok Bank Jangka Waktu
12 Bulan ........................................................................................................... 55
Tabel 29 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.Juta) .............................................................. 56
Tabel 30 Inkremental Laba Rugi (Rp.Juta) ........................................................................ 58
Tabel 31 Inkremental Arus Kas (Rp.Juta) ......................................................................... 58
Tabel 32 Analisis Sensitivitas .......................................................................................... 60
xvi
Page 19
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024................................... 17
Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 18
Gambar 3 Grafik Aliran Modal Asing ............................................................................... 18
Gambar 4 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 19
Gambar 5 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara Berkembang . 19
Gambar 6 Grafik Inflasi IHK dan Komponen .................................................................... 20
Gambar 7 Inflasi IHK Provinsi .......................................................................................... 21
Gambar 8 Nilai Impor Beberapa Provinsi Utama (Juta US$), Juni 2025 ............................. 27
Gambar 9 Analisis Sensitivitas ......................................................................................... 61
xvii
Page 20
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DEFINISI DAN ISTILAH
MBSS : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.
MGI : PT Merlot Grup Indonesia atau pengendali GAA dan AGI.
GAA : PT Galley Adhika Arnawama selaku entitas induk dan
pengendali MBSS.
AGI : PT Anaga Group Indonesia perusahaan yang dikendalikan
oleh MGI
Marine Shipping : Bidang usaha yang berkaitan dengan pengiriman barang
melalui kapal laut. Bidang usaha ini juga dikenal sebagai
industri perkapalan atau shipping industry.
Financial Covenant : Persyaratan keuangan yang harus dipenuhi oleh debitur
dalam kontrak hutang. Dalam perjanjian pinjaman,
terdapat klausula atau covenant yang membebankan
kewajiban-kewajiban kepada debitur. Tujuannya adalah
untuk melindungi kepentingan pemberi pinjaman. Salah
satu jenis klausula covenant adalah affirmative covenant,
yaitu janji debitur untuk melakukan hal-hal tertentu
selama perjanjian kredit masih berlaku.
xviii
Page 21
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
MBSS berencana memberikan pinjaman kepada AGI yang merupakan pihak berelasi
yang memiliki Entitas Pengendali yang sama. Berdasarkan perjanjian pinjaman,
jumlah pemberian pinjaman yang akan diberikan MBSS kepada AGI sebesar
Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah).
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret
1996. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni 2024, dibuat di hadapan Engawati
Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni 2024.
GAA merupakan entitas induk dan pengendali MBSS dengan penyertaan kepemilikan
saham sebesar 82,50% pada MBSS. Di sisi lain, MGI merupakan pengendali GAA dan
AGI dengan penyertaan kepemilikan masing-masing pada GAA sebesar 60,00% dan
pada pada AGI sebesar 55,00%.
Atas informasi ini maka terlihat adanya hubungan afiliasi antara MBSS, dan AGI.
Dengan terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, dan AGI, maka transaksi
tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan
No. 42/POJK.04/2020”) karena transaksi dilakukan oleh Pihak-Pihak yang memiliki
afiliasi dengan MBSS.
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2024, total ekuitas
MBSS adalah Rp3.547.213.208.966,-. Menurut Peraturan No. 17/POJK.04/2020,
suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20,00% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
MBSS berencana memberikan pinjaman sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus
Empat Puluh Miliar Rupiah), nilai ini setara dengan 9,58% dari total nilai ekuitas
MBSS. Dengan demikian, Transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan terkait
transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan
1
Page 22
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai transaksi di bawah 20,00% dari ekuitas MBSS
per 31 Desember 2024.
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi dengan Laporan
No. 00042/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2025, tanggal 23 Desember 2025
1.3 Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 30 Juni 2025.
1.4 Identifikasi Status Penilai
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik
No. 2.12.0113 dan Surat lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh
Menteri Keuangan Republik lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD)
No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023.
Kami adalah Penilai Independen/Penilai Eksternal yang memberikan penilaian
objektif dan tidak memihak. Penilai dalam posisi bebas ikatan, yang pada saat ini
atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
dengan subjek dan atau objek Penilaian selain dari jasa penilaian serta Penilai
memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.5 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Bidang Usaha : Angkutan laut dalam negeri untuk barang umum,
angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan
aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya.
Alamat : Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine,
Jl. MH. Thamrin No. 10,
Jakarta Pusat, 10230
Telepon/Fax. : (+62 21) 50603688/-
Website : https://www.mbss.co.id
Email : corporate.secretary@mbss.co.id
2
Page 23
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
1.6 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Bidang Usaha : Angkutan laut dalam negeri untuk barang umum,
angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan
aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya.
Alamat : Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine,
Jl. MH. Thamrin No. 10,
Jakarta Pusat, 10230
Telepon/Fax. : (+62 21) 50603688/-
Website : https://www.mbss.co.id
Email : corporate.secretary@mbss.co.id
1.7 Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Transaksi Pemberian
Pinjaman MBSS kepada AGI sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh
Miliar Rupiah).
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah mata uang rupiah.
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat Kewajaran
atas Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI.
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal,
POJK No. 17/POJK.04/2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta Standar
Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI).
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan pekerjaan pendapat kewajaran, kami telah melakukan:
1. Inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha.
3
Page 24
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2. Pengumpulan data yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
perusahaan maupun data eksternal perusahaan.
3. Diskusi dengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi terkait
rencana transaksi.
4. Klarifikasi atas semua data yang telah diterima.
5. Meminta tambahan data dan informasi.
6. Mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen untuk menyamakan
persepsi terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.
1.11 Benturan Kepentingan Atas Transaksi
Transaksi melibatkan pihak yang secara kepentingan ekonomis dari masing-masing
pihak diketahui tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi.
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan
Untuk dapat memberikan pendapat atas Kewajaran Transaksi, sebagai Penilai
Independen kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu atau
melaksanakan akan prosedur atas hal-hal sebagai berikut:
1. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2025 sampai dengan 2030 yang disediakan
oleh manajemen MBSS;
2. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2020,
No. 00100/2.1265/AU.1/05/0565-1/1/III/2021, tanggal 31 Maret 2021 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan, dari Kantor Akuntan Publik
Imelda & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
3. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2021,
No. 00135/2.1265/AU.1/10/0565-2/1/IV/2022, tanggal 4 April 2022 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan, dari Kantor Akuntan Publik
Imelda & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2022,
No. 00085/2.0959/AU.1/06/0786-1/1/III/2023, tanggal 29 Maret 2023 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Tagor Sidik Sigiro, dari Kantor Akuntan Publik
Gani Sigiro & Handayani dengan opini wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2023,
No. 00094/2.0959/AU.1/06/0786-2/1/III/2024, tanggal 25 Maret 2024 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Tagor Sidik Sigiro, dari Kantor Akuntan Publik
Gani Sigiro & Handayani dengan opini wajar tanpa modifikasian;
6. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2024,
No. 00116/2.0959/AU.1/06/0786-3/1/III/2025, tanggal 26 Maret 2025 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Tagor Sidik Sigiro, dari Kantor Akuntan Publik
Gani Sigiro & Handayani dengan opini wajar tanpa modifikasian;
7. Laporan Keuangan Unaudited Konsolidasian MBSS Per 30 Juni 2025;
8. Legalitas MBSS;
4
Page 25
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
9. Informasi Keuangan Proforma per 30 Juni 2025;
10. Draft Perjanjian Pinjaman MBSS kepada AGI;
11. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
No. 004/MBSS-JKT/ACC/XII/2025, tanggal 15 Desember 2025, dinyatakan
bahwa Rencana Transaksi mengandung unsur transaksi afiliasi dan tidak
terdapat benturan kepentingan;
12. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Material No. 006/MBSS-
JKT/ACC/XII/2025, tanggal 15 Desember 2025, dinyatakan bahwa Rencana
Transaksi termasuk pada transaksi material.
13. Wawancara dan diskusi dengan manajemen MBSS sehubungan dengan
penugasan pendapat Kewajaran, diantaranya adalah Bapak Martinus sebagai
Accounting Manager MBSS dan Ibu Susan Faustine sebagai Direktur MBSS; dan
14. Surat Pernyataan Manajemen atas kebenaran data dan informasi yang diberikan
No. No. 008/MBSS-JKT/ACC/XII/2025, tanggal 15 Desember 2025.
Prosedur yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi
dan representasi yang disediakan oleh manajemen dan dikompilasi oleh Penilai.
Informasi yang terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua
hal yang material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana
jika dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di
dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari domain publik. Dalam penyusunan laporan ini, telah
dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) MBSS telah diberikan kesempatan untuk
meminta dan me-review, dan telah menerima semua informasi yang diperlukan
untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi
di dalamnya (ii) MBSS tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan
Laporan ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi
yang terkandung adalah benar setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang
dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen Transaksi,
Laporan Keuangan, dan tiap bagian dari Transaksi dalam hal kewajarannya.
1.13 Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan
oleh Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang dilakukan adalah
wajar atau tidak wajar. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
5
Page 26
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pinjam-Meminjam Dana dan/atau
Penjaminan wajib didasarkan pada hasil evaluasi atas objek transaksi.
- Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pinjam-Meminjam Dana dan/atau
Penjaminan wajib diberikan atas keseluruhan rencana transaksi pinjam-
meminjam dana dan/atau penjaminan serta unsur analisis rencana transaksi.
Nilai materialitas Transaksi diatur sesuai dengan No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Sehubungan dengan peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan Penilai
untuk memberikan pendapat kewajaran atas Transaksi, maka ruang lingkup
pendapat kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
tersebut.
1.14 Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang
digunakan adalah sebagai berikut:
1) Besaran dana objek transaksi;
2) Dampak keuangan dari transaksi;
3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
7) Analisis likuiditas;
8) Analisis manfaat dan risiko;
9) Analisis kualitatif:
a) Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
b) Analisis industri dan bisnis;
c) Analisis operasional dan prospek perusahaan;
d) Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
e) Keuntungan dan kerugian;
f) Analisis dampak leverage;
g) Analisis dampak likuiditas; dan
h) Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh
dana hasil transaksi tersebut mengalami kegagalan.
10) Analisis kuantitatif;
- Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan
perusahaan, termasuk:
a) Penilaian kinerja historis;
b) Penilaian atas proyeksi keuangan;
6
Page 27
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
c) Analisis rasio keuangan;
d) Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
e) Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
f) Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
- Analisis Yield;
- Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
transaksi, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
perusahaan;
b) Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
c) Informasi non keuangan yang relevan.
- Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur
keuntungan dan kerugian dari transaksi, jika diperlukan;
- Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi
antara lain:
a) Analisis kelayakan investasi;
b) Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
c) Analisis atas faktor lain yang relevan.
11) Analisis atas jaminan.
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam Pendapat Kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh MBSS atau data yang diperoleh dari
informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian
yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi untuk periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 yang
telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang
dibuat oleh MBSS dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MBSS.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
yang dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat
Kewajaran dari pemberi tugas.
7
Page 28
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
1.16 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
kehilangan yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa
persetujuan kami secara tertulis.
Namun bila laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal, maka laporan
kami dapat disirkulasikan secara utuh untuk mengakomodir kepentingan
stakeholder agar dapat melindungi kepentingan masyarakat luas.
1.17 Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI, Ketentuan Peraturan
OJK, dan Surat Edaran OJK
Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020,
serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020.
1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting yang
diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan
tanggal laporan penilaian.
8
Page 29
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2 ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Besaran Dana Dari Objek Transaksi
Besaran dana dari objek transaksi adalah jumlah pemberian pinjaman MBSS kepada
AGI sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah).
2.2 Dampak Keuangan Dari Transaksi Terhadap Kepentingan Perusahaan
Sejalan dengan Perjanjian Pinjaman terhadap kepentingan Perusahaan adalah
dengan tersedianya dana kegiatan investasi MBSS. Maka dampaknya terjadi pada
tahun proyeksi 2025, yang dimana nilai ini dicatatkan sebagai pinjaman pihak
berelasi pada liabilitas jangka panjang sebesar Rp450.000.000.000,- yang berasal
dari pinjaman MBSS sebesar Rp340.000.000.000,- dan pinjaman dari MGSS sebesar
Rp110.000.000.000,-.
2.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen
Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan
rencana transaksi adalah dapat memberikan bunga yang kompetitif jika
dibandingkan dengan deposito di bank.
2.4 Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Transaksi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keuangan perusahaan.
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah rencana transaksi
dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi mempengaruhi current ratio, quick
ratio, dan working capital to total assets ratio pada rasio likuiditas. pada current
ratio, quick ratio, dan working capital to total assets ratio sesudah rencana transaksi
lebih rendah dibandingkan sebelum rencana transaksi atas adanya transaksi
terdapat pinjaman kepada pihak berelasi yang sumbernya berasal dari akun kas dan
setara kas MBSS.
2.5 Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi
GAA merupakan entitas induk dan pengendali MBSS. Di sisi lain, MGK merupakan
pengendali GAA dan AGI dengan penyertaan kepemilikan masing-masing pada GAA
sebesar 60,00% dan pada pada AGI sebesar 55,00%.
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
9
Page 30
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- Pemberi Pinjaman
1. Nama : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Gedung Autograph Tower, Kompleks
Email Thamrin Nine, Jl. MH. Thamrin No. 10,
Jakarta Pusat, 10230
3. Kegiatan usaha : Angkutan laut dalam negeri untuk
barang umum, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan aktivitas
penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya
4. Pengurus : Komisaris Utama : Armand Setiawan
Tanudjaja
Komisaris : Wisma Bharuna Andre
Komisaris Independen : Kevin Evan
Suandar
Direktur Utama : Zhang Hao
Direktur : Susan Faustine
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : GAA 82,5%, Masyarakat 17,5%
MBSS sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan
beralamat kantor di Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine, Jl. MH.
Thamrin No. 10, Jakarta Pusat, 10230.
- Penerima Pinjaman
1. Nama : PT Anaga Group Indonesia
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Gedung Autograph Tower, Kompleks
Email Thamrin Nine, Jl. MH. Thamrin No. 10,
Jakarta Pusat, 10230
3. Kegiatan usaha : Jasa dan real estat
4. Pengurus : Komisaris : Hermawan Tanudjaja
Direktur : Widy
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : PT Merlot Group Indonesia dan
PT Graman Infiniti Arta
GAA sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan
beralamat kantor di Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine, Jl. MH.
Thamrin No. 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Terdapat hubungan afiliasi dari sisi kepemilikan saham karena penerima pinjaman
merupakan pihak berelasi yang memiliki Entitas Pengendali yang sama dengan
MBSS. Dengan terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, maka transaksi tersebut
10
Page 31
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan
dalam Peraturan No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan karena transaksi dilakukan oleh Pihak-
Pihak yang memiliki afiliasi dengan MBSS.
2.6 Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2024, total ekuitas
MBSS adalah Rp3.547.213.208.966,-. Menurut Peraturan No. 17/POJK.04/2020,
suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20,00% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Berdasarkan perjanjian, jumlah pinjaman yang akan diberikan MBSS kepada AGI
sebesar Rp340.000.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah), nilai ini
setara dengan 9,58% dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan demikian, Transaksi
tersebut tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”)
karena nilai transaksi di bawah 20,00% dari ekuitas MBSS per 31 Desember 2024.
2.7 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Secara garis besar, berikut adalah informasi mengenai Transaksi Pemberian
Pinjaman berdasarkan keterangan manajemen MBSS:
Pemberian Pinjaman dari MBSS ke AGI
Pemberi Pinjaman : MBSS
Penerima Pinjaman : AGI
Tujuan : Operasional AGI
Nilai : Rp340.000.000.000,-
Tenor : 5 (lima) tahun sejak tanggal pencairan pinjaman
Bunga : MGSS akan mengenakan bunga atas pinjaman dengan
tingkat bunga mengambang sebesar 8,50% per tahun,
yang dihitung dengan mengacu pada tingkat suku
bunga acuan MGSS dan dapat disesuaikan dari waktu
ke waktu. Seluruh bunga yang timbul wajib
dibayarkan oleh GAA kepada MGSS selambat-
lambatnya pada saat pelunasan Pinjaman (tanggal
jatuh tempo pembayaran bunga).
Jaminan : Tanpa Jaminan.
Pencairan : Setelah penandatanganan perjanjian, penerima
pinjaman dapat meminta pencairan utang dengan
11
Page 32
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
jumlah dan tanggal yang disepakati bersama oleh
Pemberi dan Penerima Pinjaman.
Pelunasan : Pelunasan pembayaran atas utang pokok beserta
bunga selambat-lambatnya berjalan dalam kurun
waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal pencairan
pinjaman.
2.8 Transaksi Analisis Likuiditas dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Rasio ini untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dapat melunasi liabilitas
jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar pembayaran
liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, current ratio dan quick ratio sebesar 3548,76% dan 3498,82% sedangkan
rata-rata historis sebesar 926,75% dan 882,34%.
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, current ratio dan quick
ratio lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, sehingga pada
kondisi historis kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek
lebih baik dibandingkan dengan rata-rata proyeksi.
2.9 Risiko dan Manfaat Transaksi atas Transaksi
Risiko terkait dengan adanya Transaksi adalah risiko gagal bayar (default) yang
disebabkan kegagalan untuk melakukan pembayaran sisa pokok utang dan bunga
pada waktu yang telah ditetapkan.
Manfaat dari adanya Transaksi adalah MBSS akan mendapatkan manfaat berupa
pendapatan bunga dari pinjaman jangka panjang.
12
Page 33
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3 ANALISIS KUALITATIF
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret
1996. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 22, tanggal 19 Juni 2025, dibuat dihadapan Engawati
Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0301166 Tahun 2025 tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 25 Maret 2011, MBSS telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan surat
No. S-3102/BL/2011 untuk melakukan penawaran umum atas 175.000.000 saham
Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 6 April 2011 saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 30 Juni 2025, seluruh saham MBSS sebanyak 1.750.026.639 saham, tercatat
di BEI.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
MBSS adalah angkutan laut dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1994.
Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham MBSS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham MBSS
Lembar Komposisi Jumlah
No. Nama Pemegang Saham
Saham Kepemilikan (Rp.000)
1 PT Galley Adhika Arnawama 1.443.766.800 82,50% 144.376.680
2 Suwantara Gotama 97.824.900 5,59% 9.782.490
3 Masyarakat 208.434.939 11,91% 20.843.494
Jumlah 1.750.026.639 100,00% 175.002.664
Sumber: Laporan Keuangan per 30 Juni 2025
Susunan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Komite Audit MBSS per 30 Juni 2025
adalah sebagai berikut:
13
Page 34
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Armand Setiawan Tanudjaja
Komisaris : Wisma Bharuna Andre
Komisaris Independen : Kevin Evan Suandar
Dewan Direksi
Direktur Utama : Zhang Hao
Direktur : Susan Faustine
Kepala Internal Audit : Reza Adiasa
Sekretaris Perusahaan : Emy Oktavia
3.1 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Pada tanggal 30 Juni 2025, MBSS telah memperoleh fasilitas perjanjian pinjaman
jangka panjang sebesar Rp200.000.000.000,- dari PT Bank Central Asia Tbk.
Pinjaman ini bertujuan untuk membiayai investasi pembelian kapal Perusahaan.
Jangka waktu pinjaman tersebut adalah 5 (lima) tahun dengan suku bunga sebesar
8,50% per tahun. Pinjaman tersebut telah penuh dicairkan pada tanggal 4 April
2022.
Pada tanggal 5 Juli 2022, MBSS telah melakukan perubahan perjanjian fasilitas
perbankan dengan PT Bank Central Asia Tbk, perubahan tersebut adalah
penambahan Fasilitas Kredit Investasi 2 senilai Rp500.000.000.000,- untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak penarikan pertama dengan suku bunga sebesar 7,75%
per tahun.
Pada tanggal 20 September 2023, MBSS telah melakukan perubahan perjanjian
fasilitas perbankan dengan PT Bank Central Asia Tbk, perubahan tersebut adalah
penambahan Fasilitas Kredit Investasi 3 senilai Rp360.000.000.000,- untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak penarikan pertama dengan suku bunga sebesar 7,75%
per tahun. Selama tahun 2023, Perusahaan telah menarik sebagian fasilitas kredit
yang diberikan oleh bank.
Tabel 2 Rincian Pembayaran Utang Bank MBSS
Uraian Rp
Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 288.299.584.667
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
PT Bank Central Asia Tbk (107.256.705.385)
Utang Bank Jangka Panjang-Bersih 181.042.879.282
14
Page 35
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3.2 Analisis Industri dan Bisnis
3.2.1 Perkembangan Ekonomi Global
Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pascapengumuman kenaikan
tarif efektif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan
berkembang. Pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun
di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan
moneter di negara tersebut. Kinerja ekonomi Tiongkok juga diprakirakan belum
kuat, di tengah berbagai strategi diversifikasi ekspor. Sementara itu, kinerja
perekonomian India diprakirakan tetap baik didukung permintaan domestik. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih belum kuat
sekitar 3,0%. Tekanan inflasi AS masih menurun sehingga mendorong tetap kuatnya
ekspektasi arah penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan. Sementara itu,
pergeseran aliran modal keluar dari AS ke Eropa dan negara berkembang, serta
komoditas yang dianggap aman seperti emas, terus berlanjut sejalan dengan
meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal. Perkembangan ini
mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang
negara maju dan negara berkembang.
Tabel 3 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia
3.2.2 Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Dari domestik, berbagai respons kebijakan perlu terus diperkuat untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah prospek perekonomian global yang
melemah. Pertumbuhan ekonomi semester II 2025 diprakirakan membaik dan
secara keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,6—5,4%,
15
Page 36
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
ditopang oleh investasi nonbangunan terkait kegiatan di sektor transportasi. Di
samping membaiknya permintaan domestik, perbaikan ini juga didukung oleh tetap
positifnya kinerja ekspor sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan Pemerintah
AS, dari sisi ekspor berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara
itu, konsumsi rumah tangga masih perlu ditingkatkan, tercermin pada penjualan
eceran yang melambat. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) Pertanian tetap
tumbuh ditopang oleh kinerja subsektor LU Perkebunan dan dukungan program
Pemerintah, sedangkan kinerja beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri
Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum belum kuat. Secara
spasial, ekonomi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) diprakirakan
tumbuh di atas 5%, sedangkan wilayah lainnya belum meningkat.
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
16
Page 37
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 1 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal.
Neraca perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus US$4,3 miliar,
meningkat dari surplus April 2025 sebesar US$0,2 miliar. Perkembangan positif
pada neraca perdagangan ini didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta
besi dan baja. Kinerja ekspor diprakirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil
perundingan tarif dengan Pemerintah AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing
ke instrumen portofolio domestik juga terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya
prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal hasil instrumen keuangan
Indonesia, dan bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk
Indonesia sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran masuk modal
asing ke SBN pada awal triwulan III 2025 (hingga 14 Juli 2025) mencatat net inflows
sebesar US$0,9 miliar, melanjutkan net inflows pada triwulan II 2025 sebesar
US$1,6 miliar.
Tabel 6 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
17
Page 38
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 3 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia
Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap tinggi sebesar US$152,6 miliar,
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
sekitar 3 bulan impor.
18
Page 39
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 4 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Gambar 5 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara
Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta
berlanjutnya aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga
30 Juni 2025) menguat sebesar 0,34% (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan
sebelumnya. Perkembangan terkini hingga pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli
2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian
global. Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan
kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia dan
terhadap kelompok mata uang negara maju di luar US$, sehingga tetap mendukung
19
Page 40
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
daya saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh
konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk
modal asing, terutama ke instrumen SBN, serta konversi valas ke Rupiah oleh
eksportir pascapenerapan penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa Hasil
Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan
mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87%
(yoy) ditopang inflasi inti yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan
inflasi administered prices (AP) yang terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi
2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung oleh
kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian
inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP
tetap terkendali 1,34% (yoy), di tengah kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil
tembakau.
Gambar 6 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
20
Page 41
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 7 Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2.3 Gambaran Umum Industri
Struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menunjukkan bahwa pada periode
yang dicatat, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar
terhadap perekonomian nasional dengan kontribusi 18,98%, diikuti oleh
perdagangan besar dan eceran sebesar 13,07%, serta pertanian, kehutanan, dan
perikanan yang memberikan sumbangan 12,61%. Sektor konstruksi juga memegang
peranan penting dengan kontribusi 10,09%, mencerminkan tingginya aktivitas
pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sementara itu, sektor transportasi dan
pergudangan memberikan kontribusi 6,13% terhadap PDB. Di dalamnya, subsektor
angkutan darat menjadi yang terbesar dengan 2,84%, diikuti oleh angkutan udara
(1,41%), serta pergudangan dan jasa penunjang angkutan; pos dan kurir (1,28%).
Menarik untuk dicermati, subsektor angkutan laut berkontribusi 0,33% terhadap
total PDB Indonesia. Meski persentasenya relatif kecil dibandingkan subsektor
transportasi lain, angkutan laut memiliki signifikansi strategis mengingat posisi
geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau.
Peran angkutan laut tidak hanya terkait dengan pergerakan barang domestik
antarwilayah, tetapi juga menunjang perdagangan internasional melalui ekspor dan
impor. Dengan kontribusi 0,33% terhadap PDB, subsektor ini mencerminkan
pentingnya jalur logistik maritim dalam menjaga konektivitas ekonomi nasional.
Terlebih, ketika dikaitkan dengan subsektor terkait seperti pergudangan dan jasa
penunjang angkutan, maka peran ekosistem maritim dalam perekonomian
Indonesia jauh lebih besar dari angka nominal tersebut.
21
Page 42
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Secara keseluruhan, meskipun kontribusi angkutan laut terhadap PDB secara
persentase belum sebesar subsektor transportasi lain, keberadaannya merupakan
fondasi vital bagi perdagangan, distribusi logistik, serta konektivitas antarwilayah
di Indonesia. Dengan pengembangan infrastruktur pelabuhan, modernisasi armada,
dan peningkatan efisiensi layanan maritim, kontribusi subsektor angkutan laut
berpotensi meningkat signifikan di masa mendatang.
Tabel 7 Kontribusi Lapangan Usaha Terhadap PDB
Distribusi Persentase
Lapangan Usaha
PDB ADHK
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 12,61
B Pertambangan dan Penggalian 9,15
C Industri Pengolahan 18,98
D Pengadaan Listrik dan Gas 1,03
E Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur 0,06
Ulang
F Konstruksi 10,09
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda 13,07
Motor
H Transportasi dan Pergudangan 6,13
1. Angkutan Rel 0,10
2. Angkutan Darat 2,84
3. Angkutan Laut 0,33
4. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan 0,16
5. Angkutan Udara 1,41
1,28
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,64
J Informasi dan Komunikasi 4,34
K Jasa Keuangan dan Asuransi 4,17
L. Real Estat 2,35
M,N Jasa Perusahaan 1,92
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial 3,04
Wajib
P Jasa Pendidikan 2,81
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,26
R,S,T,U Jasa Lainnya 2,05
A Nilai Tambah Bruto Atas Harga 95,70
B Pajak Dikurang Subsidi Atas Produk 4,30
C Produk Domestik Bruto 100,00
Sumber: BPS
22
Page 43
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Perkembangan Angkutan Laut
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juni 2025 tercatat 2,7 juta
orang atau naik 9,38% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah
penumpang terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 33,33%, Belawan sebesar
23,23%, dan Tanjung Priok sebesar 9,22%. Sebaliknya, penurunan jumlah
penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 38,25% dan Balikpapan
sebesar 3,25%. Selama Januari –Juni 2025, jumlah penumpang angkutan laut dalam
negeri mencapai 15,5 juta orang atau naik 20,71% dibandingkan dengan periode
yang sama tahun 2024. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan
Balikpapan sebesar 49,18%, Tanjung Perak sebesar 23,04%, Belawan sebesar 5,10%,
dan Makassar sebesar 0,56%. Sebaliknya, penurunan jumlah penumpang terjadi di
Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 2,73%.
Tabel 8 Perkembangan Penumpang Angkutan Laut Dalam Negeri, Juni 2025
Sumber: BPS
Sementara itu, jumlah barang yang diangkut pada Juni 2025 mencapai 40,8 juta ton
atau turun 4,82% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan jumlah
barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 10,93%, Tanjung Priok
sebesar 9,09%, dan Tanjung Perak sebesar 0,19%. Sebaliknya, peningkatan jumlah
barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 15,41% dan Makassar
sebesar 0,86%. Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Juni 2025 mencapai
242,1 juta ton atau naik 22,40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun
2024. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar
sebesar 5,52%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di
Pelabuhan Balikpapan sebesar 23,01%, Panjang sebesar 11,35%, Tanjung Perak
sebesar 5,36%, dan Tanjung Priok sebesar 0,15%.
23
Page 44
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 9 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, Juni 2025
Sumber: BPS
Kunjungan Kapal Dalam Negeri
Berdasarkan data dari BPS per provinsi, pada tahun 2025, statistik kunjungan kapal
di beberapa wilayah utama Indonesia menunjukkan pola yang bervariasi,
mencerminkan dinamika yang berbeda pada sektor pelayaran domestik, pariwisata
bahari, dan aktivitas logistik. Aktivitas pelayaran di Sulawesi Utara sangat hidup,
terutama pada Juli 2025. Dari total 983 unit kapal yang tercatat, mayoritas (97,86%)
berasal dari pelayaran dalam negeri. Angka ini menggarisbawahi peran penting
sektor maritim domestik dalam menopang perekonomian regional dan memenuhi
kebutuhan transportasi antar-pulau. Meskipun data ini hanya mencakup satu bulan,
dominasi kapal domestik konsisten dengan tren yang terlihat sepanjang tahun, di
mana transportasi laut menjadi pilihan utama masyarakat setempat.
Aktivitas pelayaran di Maluku pada semester pertama 2025 menunjukkan angka
yang solid. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, sebagai
salah satu pintu gerbang utama, mencatat 1.345 kunjungan kapal selama periode
Januari hingga Juni 2025. Namun, perlu dicatat bahwa pada Juni 2025 terjadi
penurunan kunjungan sebesar 10,86% dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Mei
2025. Penurunan ini mungkin bersifat sementara dan dipengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti perubahan musim atau pola pergerakan pasca periode Lebaran,
namun tidak mengurangi signifikansi total kunjungan di sepanjang semester
pertama.
Labuan Bajo menunjukkan lonjakan yang luar biasa dalam pariwisata bahari,
khususnya pada segmen kapal pesiar (cruise) dan yacht.
Kunjungan cruise dan yacht pada semester I 2025 secara dramatis melampaui total
kunjungan yang tercatat sepanjang tahun 2024. Peningkatan drastis ini
menunjukkan semakin populernya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bahari
24
Page 45
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
premium di kancah internasional. Kehadiran puluhan ribu wisatawan yang datang
melalui kapal pesiar sepanjang paruh pertama 2025 mengindikasikan keberhasilan
promosi dan daya tarik destinasi ini.
Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan signifikan pada kunjungan
wisatawan mancanegara (wisman) di Juni 2025. Hal ini didukung oleh lalu lintas
transportasi laut yang padat, terutama dari negara-negara tetangga. Kenaikan ini
memberikan dorongan positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Sebagaimana tren yang juga terlihat di beberapa wilayah lain, sektor transportasi
laut menjadi katalisator penting bagi pergerakan wisman.
Pelabuhan Strategis di Indonesia dan Total Impor Indonesia
Sebagian besar kegiatan Pelabuhan dilakukan di 25 pelabuhan strategis yang
terletak di 21 provinsi. Kegiatan Pelabuhan tersebut mencakup kegiatan angkutan
barang dan penumpang untuk pelayaran dalam negeri maupun pelayaran luar
negeri. Pelabuhan strategis terdiri dari Pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Teluk
Bayur, Dhumai, Pekanbaru, Palembang, Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung
Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Banten, Benoa, Tenau, Pontianak, Banjarmasin,
Balikpapan, Samarinda, Bitung, Makassar, Ambon, Sorong, Jayapura dan Biak.
Pada Juni 2025, total impor Indonesia tercatat sebesar 20,42 juta kg dengan nilai
mencapai US$19,33 miliar. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juni 2025
nilai impor Indonesia sudah mencapai US$115,94 miliar dengan volume 114,1 juta
kg. Aktivitas impor ini terkonsentrasi pada beberapa pelabuhan utama, baik di Pulau
Jawa maupun kawasan timur Indonesia yang menjadi pintu masuk strategis
perdagangan.
Wilayah dengan kontribusi terbesar antara lain DKI Jakarta, yang membukukan
impor senilai US$9,35 miliar atau hampir setengah dari total impor nasional pada
bulan tersebut, dengan volume sekitar 3,44 juta kg. Dominasi Jakarta
mencerminkan posisinya sebagai pusat perdagangan dan logistik utama Indonesia.
Selain itu, Jawa Timur juga menjadi pintu masuk penting dengan nilai impor
US$2,25 miliar dan volume 2,65 juta kg, disusul Jawa Tengah dengan nilai US$1,06
miliar.
Di luar Pulau Jawa, aktivitas impor cukup menonjol terlihat di Sulawesi Utara yang
mencatat volume impor terbesar, yakni 4,59 juta kg, dengan nilai US$1,12 miliar.
Sementara itu, Kalimantan Timur berkontribusi US$360,7 juta, dan Maluku Utara
menorehkan capaian signifikan dengan nilai impor US$560,7 juta. Dari kawasan
Sumatera, Sumatera Utara tercatat mengimpor barang senilai US$476 juta,
sementara provinsi lain seperti Riau, Lampung, dan Sumatera Selatan menyumbang
nilai ratusan juta dolar.
25
Page 46
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa impor Indonesia pada Juni 2025
masih sangat terkonsentrasi di pelabuhan-pelabuhan besar Jawa sebagai pusat
industri dan perdagangan, dengan dukungan signifikan dari pelabuhan di kawasan
timur seperti Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Pola ini memperlihatkan peran
sentral pelabuhan strategis dalam menjaga kelancaran arus barang impor ke
berbagai wilayah Indonesia.
Tabel 10 Impor Menurut Provinsi, Juni 2025
Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$)
Provinsi
Juni 2025 Jan-Jun 2025 Juni 2025 Jan-Jun 2025
Aceh 47.425.572 670.144.997 21.170.166 311.278.585
Sumatera Utara 580.206.595 3.364.614.093 476.202.458 2.650.983.630
Sumatera Barat 92.126.574 432.583.912 53.931.052 220.887.284
Riau 442.313.004 2.891.219.871 139.611.936 815.724.427
Jambi 3.650.890 31.600.842 7.298.771 28.400.801
Sumatera Selatan 143.850.676 1.011.426.907 83.918.807 514.340.574
Lampung 352.817.993 2.228.852.453 172.182.876 1.146.156.365
Kepulauan Bangka Belitung 1.759.970 7.340.162 651.189 4.365.379
Kepulauan Riau 715.905.062 5.862.981.198 1.872.701.617 11.429.383.066
DKI Jakarta 3.438.359.751 20.155.308.694 9.345.208.210 55.889.579.644
Jawa Barat 230.792.678 1.641.392.169 268.997.280 1.883.220.320
Jawa Tengah 1.124.034.239 7.202.016.446 1.058.460.697 6.729.696.659
DI Yogyakarta 181 2.832 2.772 86.414
Jawa Timur 2.654.361.358 17.346.244.471 2.245.619.561 14.227.955.262
Banten 2.511.610.847 14.962.262.579 956.550.618 6.426.242.179
Bali 1.050.412 4.749.374 9.849.658 57.626.605
Nusa Tenggara Barat 2.439.132 27.521.614 21.297.069 150.176.161
Nusa Tenggara Timur 1.329.627 7.370.541 472.922 4.078.245
Kalimantan Barat 37.134.613 328.456.357 34.155.130 197.900.383
Kalimantan Tengah 460.732 16.235.751 2.390.504 16.967.030
Kalimantan Selatan 176.562.790 886.539.565 175.963.601 754.412.641
Kalimantan Timur 527.017.745 3.474.677.398 360.706.740 2.394.559.743
Kalimantan Utara 52.511.646 411.925.345 102.680.419 458.982.672
Sulawesi Utara 11.923.853 154.771.162 8.931.361 75.685.198
Sulawesi Tengah 4.591.225.096 19.431.938.854 1.119.840.985 557.127.646
Sulawesi Selatan 273.438.969 958.079.794 114.968.292 423.513.620
Sulawesi Tenggara 239.500.992 1.848.348.813 62.701.190 600.423.541
Gorontalo - 1.475.960 - 705.509
Maluku 38.643.851 251.102.142 24.511.763 169.735.558
Maluku Utara 2.096.125.502 8.230.781.812 560.675.719 2.643.304.869
Papua Barat - 168.804.594 - 13.096.108
26
Page 47
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$)
Provinsi
Juni 2025 Jan-Jun 2025 Juni 2025 Jan-Jun 2025
Papua 319 18.518 3.338 3.370.867
Papua Tengah 27.547.289 94.783.900 31.293.774 135.190.810
TOTAL IMPOR 20.416.127.958 114.105.573.120 19.332.950.475 115.935.157.796
Sumber: BPS, data berdasarkan Pelabuhan bongkar
Gambar 8 Nilai Impor Beberapa Provinsi Utama (Juta US$), Juni 2025
Sumber: BPS
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret
1996. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni 2024, dibuat di hadapan Engawati
Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni 2024.
Kegiatan usaha utama Perseroan yang telah dijalankan saat ini adalah angkutan laut
dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus
dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1994.
MBSS merupakan sebuah Perseroan Terbatas (PT) berstatus perusahaan terbuka
(public company) sejak tahun 2011. Kinerja operasional MBSS dari 2020 hingga 30
27
Page 48
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Juni 2025 menunjukkan tren fluktuatif, meningkat pada 2021—2022 seiring
lonjakan permintaan batu bara, tetapi menurun pada 2023, dan 2024 akibat
penurunan volume pengangkutan dan armada.
3.4 Alasan dan Latar Belakang Transaksi
- Alasan MBSS melakukan Transaksi yaitu dalam rangka memberikan dukungan
dana untuk tujuan operasional AGI.
- Latar belakang atas transaksi ini yaitu MBSS melihat perkembangan industri
marine shipping yang baik untuk mendukung perputaran dan pergerakan
ekonomi nasional. Khususnya kebijakan yang berkaitan dengan sektor logistik
nasional demi terwujudnya keadilan logistik bagi seluruh rakyat Indonesia.
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah adanya pendapatan bunga MBSS sebagai
imbalan pemberian pinjaman.
Tidak terdapat kerugian yang bersifat kualitatif atas adanya transaksi.
3.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan MBSS dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
Selama tahun 2020 sampai dengan 30 Juni 2025, rata-rata DAR MBSS adalah
sebesar 11,90%, dengan DAR pada 30 Juni 2025 sebesar 9,41%, yang artinya bahwa
utang MBSS dapat dipenuhi oleh aset MBSS. Sementara itu, rata-rata DER adalah
sebesar 13,81%dengan DER pada 30 Juni 2025 sebesar 10,39%, yang artinya bahwa
utang MBSS dapat dipenuhi oleh ekuitas.
Analisis Dampak leverage MBSS di masa yang akan datang terkait dengan Transaksi
pemberian pinjaman MBSS kepada AGI dari hasil proyeksi DAR dan DER adalah
sebagai berikut:
Tabel 11 Proyeksi DAR dan DER
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata
DER 8,49% 5,14% 2,93% 1,75% 1,57% 1,43% 3,55%
DAR 7,82% 4,89% 2,85% 1,72% 1,54% 1,41% 3,37%
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, DAR dan DER lebih
rendah dibandingkan dengan rata-rata historisnya.
28
Page 49
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Analisis dampak leverage juga dapat dilakukan dengan membandingkan DAR dan
DER dengan perusahaan pada bidang aktivitas marine shipping.
Tabel 12 Perbandingan DER dan DAR dengan Perusahaan Publik pada Industri
Sejenis
30 Juni Rata-
DER 2024 2023 2022 2021 2020
2025 rata
PT Dana Brata Luhur Tbk 5,38% 6,38% 5,87% 23,54% 21,53% 27,26% 14,99%
PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk 9,29% 11,15% 20,48% 56,93% 54,78% 95,78% 41,40%
PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk 35,0% 21,3% 13,6% 11,9% 12,4% 13,9% 18,00%
PT Jasa Armada Indonesia Tbk 26,0% 28,0% 22,7% 24,4% 23,5% 29,0% 25,59%
PT Buana Lintas Lautan Tbk 94,9% 119,2% 154,4% 216,5% 441,4% 136,6% 193,84%
PT Trans Power Marine Tbk 75,4% 66,4% 26,9% 20,9% 28,8% 34,7% 42,18%
PT IMC Pelita Logistik Tbk 17,6% 19,8% 20,9% 23,0% 40,6% 55,3% 29,53%
PT Pelayaran Nasional Ekalya
Purnamasari Tbk 36,0% 25,6% 26,4% 14,4% 22,3% 23,1% 24,63%
30 Juni Rata-
DAR 2024 2023 2022 2021 2020
2025 rata
PT Dana Brata Luhur Tbk 5,10% 6,00% 5,54% 19,06% 17,71% 21,42% 12,47%
PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk 8,50% 10,03% 17,00% 36,28% 35,39% 48,92% 26,02%
PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk 25,93% 17,54% 11,94% 10,66% 11,01% 12,19% 14,88%
PT Jasa Armada Indonesia Tbk 20,63% 21,87% 18,50% 19,60% 19,01% 22,48% 20,35%
PT Buana Lintas Lautan Tbk 48,70% 54,38% 60,69% 68,40% 81,53% 57,73% 61,91%
PT Trans Power Marine Tbk 42,98% 39,90% 21,19% 17,28% 22,36% 25,79% 28,25%
PT IMC Pelita Logistik Tbk 14,96% 16,52% 17,29% 18,67% 28,89% 35,62% 21,99%
PT Pelayaran Nasional Ekalya
Purnamasari Tbk 23,28% 20,38% 20,89% 12,58% 18,23% 18,80% 19,03%
Dari tabel di atas, rata-rata proyeksi DER MBSS adalah sebesar 5,63% dan DAR
sebesar 5,20%. Sedangkan untuk perusahaan terbuka pada bidang aktivitas
marine shipping, dengan rata-rata DER dan DAR adalah sebagai berikut:
- PT Dana Brata Luhur Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 14,99% dan DAR
sebesar 12,47%;
- PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar
41,40% dan DAR sebesar 26,02%;
- PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 18,00%
dan DAR sebesar 14,88%;
- PT Jasa Armada Indonesia Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 25,59% dan
DAR sebesar 20,35%;
- PT Buana Lintas Lautan Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 193,84% dan
DAR sebesar 61,91%;
- PT Trans Power Marine Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 42,18% dan
DAR sebesar 28,25%;
29
Page 50
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- PT IMC Pelita Logistik Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 29,53% dan
DAR sebesar 21,99%; dan
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, diperoleh rata-rata DER
sebesar 24,63% dan DAR sebesar 19,03%.
Berdasarkan rasio di atas, posisi DER dan DAR MBSS cenderung berada dibawah
kisaran DER perusahaan pembanding yang bergerak pada bidang aktivitas
marine shipping.
3.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan
Berikut adalah kinerja likuiditas Keuangan MBSS secara historis yang tercermin pada
current ratio dan quick ratio.
Tabel 13 Working Capital To Total Assets Ratio
Rata-
Keterangan 30/06/2025 2024 2023 2022 2021 2020
rata
Current Ratio 1359,51% 1244,36% 1298,29% 705,52% 741,95% 210,86% 926,75%
Quick Ratio 1322,55% 1207,99% 1265,58% 677,37% 635,13% 185,39% 882,34%
Analisis dampak likuiditas Keuangan MBSS di masa yang akan datang terkait dengan
Transaksi atas pemberian pinjaman dari hasil proyeksi current ratio dan quick ratio
adalah sebagai berikut:
Tabel 14 Proyeksi Working Capital To Total Assets Ratio
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rata-rata
Current Ratio 1119,28% 1282,97% 1924,69% 3851,74% 5427,30% 7173,88% 3463,31%
Quick Ratio 1078,70% 1235,15% 1863,55% 3750,15% 5325,58% 7106,33% 3393,24%
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, current ratio dan quick
ratio lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, sehingga pada
kondisi historis kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek
lebih baik dibandingkan dengan rata-rata proyeksi.
3.8 Dampak Keuangan Atas Transaksi yang Dibiayai Jika Mengalami Kegagalan
Jika transaksi pinjaman mengalami kegagalan maka tidak terdapat
pengaruh/dampak pada keuangan dan/operasional MBSS.
30
Page 51
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
4 ANALISIS KUANTITATIF
4.1 Penilaian atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan yang kami peroleh, kondisi keuangan MBSS
adalah sebagai berikut.
Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan MBSS selama per 31 Desember 2020 sampai dengan 30
Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 15 Kinerja Posisi Keuangan MBSS
30 Juni
2024 2023 2022 2021 2020
Keterangan 2025
Rp. Juta* Rp. Juta* US$ US$ US$ US$
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 2.249.654 2.177.681 148.314.940 100.692.087 27.240.958 35.190.214
Piutang usaha
> Pihak berelasi 2.777 8.195 1.875.701 736.461 - 3.728.721
> Pihak ketiga 223.276 127.788 7.736.435 6.025.940 10.810.308 8.364.242
Piutang lain-lain 24.086 1.773 - - - 59.148
> Persediaan
> Bahan bakar 19.069 16.631 1.588.776 1.818.657 1.386.410 723.548
> Suku cadang 11.397 11.013 708.473 708.473 1.860.688 1.899.624
> Peralatan keselamatan 504 411 44.813 - - -
> Penyisihan penurunan nilai (6.321) (6.321) (111.535) - - -
persediaan
Aset kontrak 8.325 6.495 658.399 926.311 566.104 550.226
Pajak dibayar di muka 1.121 990 28.648 1.361 1.129.405 1.085.285
Uang muka dan biaya dibayar di 11.021 14.843 1.164.041 1.011.658 1.457.162 1.244.891
muka lainnya
Aset tidak lancar yang dimiliki - 23.828 - - - 932.718
untuk dijual
Total Aset Lancar 2.544.910 2.383.326 162.008.691 111.920.948 44.451.035 53.778.617
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 92.578 54.038 4.409.301 13.058.450 - -
Aset Tetap 525.000 525.000 - - - -
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah 2.547 2.547 165.187 165.187 165.187 165.187
Bangunan dan prasarana 6.439 6.439 417.683 5.618.734 5.618.734 5.716.838
Alat-alat pengangkutan 6.147 6.147 500.105 500.105 500.105 500.105
2.068.378 2.085.307 166.191.316 232.737.356 326.885.394 324.886.45
Kapal 5
Kendaraan 12.028 10.380 516.779 532.971 630.371 921.598
Peralatan kantor 21.670 21.670 1.392.429 1.343.472 1.342.886 1.333.871
31
Page 52
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
30 Juni
2024 2023 2022 2021 2020
Keterangan 2025
Rp. Juta* Rp. Juta* US$ US$ US$ US$
Aset dalam penyelesaian:
Kapal 10.600 4.101 232.984 404.760 745.537 388
Jumlah 2.127.808 2.136.591 169.416.483 241.302.585 335.888.214 333.524.442
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana (3.441) (3.281) (192.136) (3.444.699) (3.196.856) (2.984.517)
Alat-alat pengangkutan (6.147) (6.147) (448.648) (397.778) (346.614) (280.670)
(1.131.512) (1.090.784) (88.413.808) (150.473.308) (197.804.867) (180.903.1
Kapal 84)
Kendaraan (7.305) (6.499) (364.132) (459.620) (613.913) (866.470)
Peralatan kantor (21.153) (21.006) (1.342.159) (1.306.034) (1.277.888) (1.250.767)
Jumlah (1.169.558) (1.127.717) (90.760.883) (156.081.439) (203.240.138) (186.285.608)
Akumulasi penurunan nilai:
Kapal - - - - - (6.521.906)
Nilai Buku 958.251 1.008.874 78.655.600 85.221.146 132.648.076 140.716.928
Aset hak guna
Biaya perolehan
Bangunan dan prasarana 18.039 18.039 1.170.116 - - -
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan prasarana (8.951) (7.133) (226.920) - - -
Nilai Buku 9.088 10.905 943.196 - - -
Aset tidak lancar lainnya 10.825 11.916 1.051.323 793.328 539.974 363.515
Total Aset Tidak Lancar 1.595.741 1.610.733 85.059.420 99.072.924 133.188.050 141.080.443
TOTAL ASET 4.140.651 3.994.059 247.068.111 210.993.872 177.639.085 194.859.060
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank - - - - - 7.500.000
Utang usaha
Pihak berelasi 0 40.706 73.907 66.362 - 305.098
Pihak ketiga 41.942 0 2.790.281 4.974.992 3.797.990 7.307.427
Utang lain-lain
> Pihak berelasi 71 20 - - - -
> Pihak ketiga 252 12 1.831 5.488 29.749 2.742
Utang pajak 2.285 9.942 486.424 5.658.854 227.223 346.914
Biaya yang masih harus dibayar 30.294 27.409 1.563.124 2.522.526 1.936.113 1.957.538
Uang muka dari pihak ketiga 1.467 2.567 370.845 - - -
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
> Liabilitas sewa 3.625 3.463 208.348 - - -
> Utang bank 107.257 107.411 6.983.840 2.635.286 - 8.084.466
> Utang pihak berelasi - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 187.193 191.530 12.478.600 15.863.508 5.991.075 25.504.185
32
Page 53
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
30 Juni
2024 2023 2022 2021 2020
Keterangan 2025
Rp. Juta* Rp. Juta* US$ US$ US$ US$
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang -
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
> Liabilitas sewa 6.116 7.980 742.300 - - -
> Utang bank 181.043 233.596 21.949.491 8.109.363 - 9.441.272
> Utang pihak berelasi - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja 15.420 13.740 1.082.934 912.372 2.541.025 3.108.338
Liabilitas jangka panjang lain-lain 50 - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 202.628 255.316 23.774.725 9.021.735 2.541.025 12.549.610
TOTAL LIABILITAS 389.820 446.845 36.253.325 24.885.243 8.532.100 38.053.795
EKUITAS
Modal saham 175.003 175.003 26.684.752 26.684.752 26.684.752 26.684.752
> PT Galley Adhika Arnawama 144.377 144.377 22.014.841 22.014.841 22.014.841 -
> Suwantara Gotama 9.782 9.782 1.479.987 1.398.845 - -
> PT Indika Energy Infrastructure - - - - - 12.881.608
> The China Navigation Co. Pte. - - - - - 7.932.949
Ltd
> Lo Kheng Hong - - - - - 1.458.651
> Masyarakat 20.843 20.843 3.189.924 3.271.066 4.669.911 4.411.544
Tambahan modal disetor 361.670 361.670 33.628.706 33.628.706 33.628.706 33.628.706
Komponen ekuitas lainnya 836 836 (103.661) (170.987) (3.546.417) (3.700.361)
Selisih kurs penjabaran laporan 1.357.367 1.357.367 - - - -
keuangan
Saldo laba
> Ditentukan penggunaannya 2.637 2.637 249.032 249.032 249.032 249.032
> Tidak ditentukan 1.834.663 1.631.717 149.203.742 124.581.256 99.477.263 87.977.903
penggunaannya
Ekuitas yang dapat diatribusikan 3.732.175 3.529.229 209.662.571 184.972.759 156.493.336 144.840.032
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali 18.655 17.984 1.152.215 1.135.870 12.613.649 11.965.233
TOTAL EKUITAS 3.750.830 3.547.213 210.814.786 186.108.629 169.106.985 156.805.265
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.140.651 3.994.059 247.068.111 210.993.872 177.639.085 194.859.060
Sumber: Laporan Keuangan MBSS
Pada per 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, aset MBSS tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Total aset MBSS per 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp4,14 triliun, mengalami
peningkatan sebesar 3,67% dari total aset per 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp3,99 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar
seiring peningkatan piutang lain-lain sebesar 1258,23% dari Rp1,77 miliar
menjadi Rp24,09 miliar.
33
Page 54
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- Mulai tahun 2024 MBSS merubah pencatatan mata uang dalam Laporan keuangan
menjadi Rupiah. Total aset MBSS per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp3,99
triliun atau setara dengan US$247,13 juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal
31 Desember 2024), yang mana nilai tersebut 0,02% lebih tinggi dari total aset
per 31 Desember 2023.
- Total aset MBSS per 31 Desember 2023 adalah sebesar US$247,07 juta,
mengalami peningkatan sebesar 17,10% atau setara dengan US$36,07 juta dari
total aset per 31 Desember 2022 yang sebesar US$210,99 juta. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar seiring peningkatan kas dan
setara kas sebesar 47,30% dari US$100,69 juta menjadi US$148,31 juta.
- Total aset MBSS per 31 Desember 2022 adalah sebesar US$210,99 juta,
mengalami peningkatan sebesar 18,78% atau setara dengan US$33,35 juta dari
total aset per 31 Desember 2021 yang sebesar US$177,64 juta. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar seiring peningkatan kas dan
setara kas sebesar 269,63% dari US$27,24 juta menjadi US$100,69 juta.
- Total aset MBSS per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$177,64 juta,
mengalami penurunan sebesar 8,84% atau setara dengan US$17,22 juta dari total
aset per 31 Desember 2020 yang sebesar US$194,86 juta. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas sebesar 22,59% dari
US$35,19 juta menjadi US$27,24 juta karena MBSS melunasi seluruh utang
banknya. Serta adanya penurunan atas piutang usaha sebesar 10,61% menjadi
US$10,81 juta. Dari sisi aset tidak lancar, aset tetap menurun 5,73% dari
US$140,72 juta di tahun 2020 menjadi US$132,65 juta pada 2021 terutama
karena penjualan kapal yang sudah tua dan depresiasi.
Pada per 31 Desember 2020 sampai dengan 30 Juni 2024, liabilitas MBSS tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Total liabilitas MBSS per 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp389,82 miliar, mengalami
penurunan sebesar 13,14% dari total liabilitas per 31 Desember 2024 yang
sebesar Rp446,85 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penurunan
liabilitas jangka panjang seiring penurunan utang bank liabilitas setelah dikurang
bagian yang telah jatuh satu tempo dalam satu tahun sebesar 22,50% dari
Rp233,60 miliar menjadi Rp181,04 miliar.
- Mulai tahun 2024 adalah sebesar Rp446,85 miliar, atau setara dengan US$27,65
juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal 31 Desember 2024), yang mana nilai
tersebut 23,74% lebih rendah dari total liabilitas per 31 Desember 2023 yang
sebesar US$36,25 juta.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2023 adalah sebesar US$36,25 juta,
mengalami kenaikan sebesar 45,68% atau setara dengan US$11,37 juta dari total
liabilitas per 31 Desember 2022 yang sebesar US$24,89 juta. Hal tersebut
disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar 163,53% dari
US$9,02 juta pada tahun 2022 menjadi US$23,77 juta pada tahun 2023.
34
Page 55
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Peningkatan tersebut terutama disebabkan fasilitas pinjaman baru dari PT Bank
Central Asia Tbk.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2022 adalah sebesar US$24,89 juta,
mengalami kenaikan sebesar 191,67% atau setara dengan US$16,35 juta dari
total liabilitas per 31 Desember 2021 yang sebesar US$8,53 juta. Hal tersebut
disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka pendek sebesar 164,79% dari
US$5,99 juta pada tahun 2021 menjadi US$15,86 juta pada tahun 2022, dan
peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar 255,04% dari US$2,54 juta pada
tahun 2021 menjadi US$9,02 juta pada tahun 2022. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan fasilitas pinjaman baru dari PT Bank Central Asia Tbk.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$8,53 juta,
mengalami penurunan sebesar 77,58% atau setara dengan US$29,52 juta dari
total liabilitas per 31 Desember 2020 yang sebesar US$38,05 juta. Hal tersebut
terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 79,75%
dari US$12,55 juta pada 2020 menjadi US$2,54 juta pada 2021 karena adanya
pelunasan dipercepat atas seluruh utang bank. Liabilitas Jangka Pendek juga
mengalami penurunan sebesar 76,51% dari US$25,50 juta pada 2020 menjadi
US$5,99 juta pada 2021.
Pada per 31 Desember 2020 sampai dengan 30 Juni 2025, ekuitas MBSS tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Ekuitas MBSS per 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp3,75 triliun, yang mana nilai
tersebut 5,74% lebih tinggi dari total ekuitas per 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp3,55 triliun.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp3,55 triliun, atau setara
dengan US$219,48 juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal 31 Desember
2024), yang mana nilai tersebut 4,11% lebih tinggi dari total ekuitas per
31 Desember 2023 yang sebesar US$210,82 juta.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2023 adalah sebesar US$210,81 juta, mengalami
peningkatan sebesar 13,28% atau setara dengan US$24,71 juta dari ekuitas per
31 Desember 2022 yang sebesar US$186,11 juta. Peningkatan ekuitas terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan laba ditahan sebesar 19,76% dari
US$124,58 juta pada tahun 2022 menjadi US$149,20 juta pada tahun 2023 yang
diperoleh dari laba tahun berjalan.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2022 adalah sebesar US$186,11 juta, mengalami
peningkatan sebesar 10,05% atau setara dengan US$17,00 juta dari ekuitas per
31 Desember 2021 yang sebesar US$169,11 juta. Peningkatan ekuitas terutama
karena peningkatan laba ditahan sebesar 25,24% dari US$99,48 juta pada tahun
2021 menjadi US$124,58 juta pada tahun 2022 yang diperoleh dari laba tahun
berjalan.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$169,11 juta, mengalami
peningkatan sebesar 7,85% atau setara dengan US$12,30 juta dari ekuitas per
35
Page 56
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
31 Desember 2020 yang sebesar US$156,81 juta. Peningkatan ekuitas terutama
karena peningkatan laba ditahan sebesar 13,07% dari US$87,98 juta menjadi
US$99,48 juta pada tahun 2021 yang diperoleh dari laba tahun berjalan.
4.1.2 Kinerja Laba (Rugi)
Kinerja Laba (Rugi) MBSS selama tahun 2020 sampai dengan 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Tabel 16 Kinerja Laba (Rugi) MBSS
30 Juni
2024 2023 2022 2021 2020
Keterangan 2025
Rp. Juta* Rp. Juta* US$ US$ US$ US$
PENDAPATAN USAHA 479.272 830.544 63.186.783 88.374.026 73.405.133 54.862.833
Jasa angkutan laut:
> Berdasarkan muatan 474.412 763.782 60.805.245 80.637.874 66.849.171 45.563.100
> Berdasarkan waktu 4.860 66.762 2.381.538 7.736.152 6.555.962 9.299.733
> Konsultasi - - - - - -
BEBAN LANGSUNG (294.828) (556.029) (44.156.730) (61.928.330) (58.217.669) (50.981.440)
Penyusutan aset tetap (42.982) (147.869) (12.519.467) (20.190.120) (20.400.132) (21.068.400)
Bahan bakar (73.842) (131.375) (11.266.150) (21.118.238) (13.012.205) (6.996.445)
Operasional kapal (46.852) (81.623) (5.899.878) (5.613.953) - -
Upah, tunjangan dan lain-lain kru (29.566) (66.013) (5.881.157) (8.140.664) (7.189.308) (6.229.858)
Suku cadang dan pelumas (14.314) (27.406) (3.282.763) (3.604.731) (4.781.013) (6.776.906)
Sewa kapal (75.857) (81.276) (2.532.009) (887.198) (2.433.167) -
Asuransi kapal (7.746) (16.522) (1.128.385) (1.486.226) (1.398.668) (1.523.833)
Tambat dan pelabuhan - - - - (3.863.630) (3.210.010)
Perlengkapan kapal - - - - (1.061.776) (854.662)
Perbekalan - - - - (981.252) (930.643)
Pemeliharaan dan perlengkapan - - - - (735.336) (639.647)
Bongkar muat suku cadang - - - - (549.315) (648.206)
Sertifikat dan dokumen kapal - - - - (360.516) (690.503)
Keagenan, lumpsum dan
disbursement - - - - - -
Sewa alat berat - - - - - -
Telekomunikasi - - - - - -
Transportasi - - - - - -
Survei kapal - - - - - -
Lain-lain (3.670) (3.945) (1.646.921) (887.200) (1.451.351) (1.412.327)
LABA (RUGI) BRUTO 184.444 274.515 19.030.053 26.445.696 15.187.464 3.881.393
Beban Administrasi dan Umum (40.171) (73.512) (5.170.494) (4.946.234) (7.359.152) (10.541.192)
Gaji dan tunjangan (26.645) (47.521) (3.507.291) (3.019.074) (4.547.190) (7.746.842)
Beban kantor (3.634) (7.286) (748.511) (673.210) (870.172) (1.070.001)
Jasa profesional (984) (3.169) (245.294) (48.365) (523.507) (367.891)
Penyusutan aset hak guna (1.818) (3.635) (226.920) - - -
Penyusutan aset tetap (1.113) (1.584) (214.376) (288.707) (333.628) (367.767)
Transportasi dan perjalanan
dinas (1.015) (2.146) (137.066) (303.813) (139.230) (191.196)
Sewa (678) (1.111) (81.340) (198.972) (303.337) (305.562)
Retribusi dan sumbangan - - - - (283.289) (218.252)
Konsumsi dan koordinasi - - - - (92.255) (172.402)
Pemeliharaan - - - - - -
Amortisasi - - - - - -
36
Page 57
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
30 Juni
2024 2023 2022 2021 2020
Keterangan 2025
Rp. Juta* Rp. Juta* US$ US$ US$ US$
Informasi dan teknologi (3.653) (5.716) - - - -
Lain-lain (631) (1.344) (9.696) (414.093) (266.544) (101.279)
Beban penjualan - - - - (6.098) (12.930)
LABA (RUGI) USAHA 144.272 201.003 13.859.559 21.499.462 7.822.214 (6.672.729)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 59.345 98.728 10.779.254 6.365.245 4.319.796 (8.303.225)
Keuntungan penjualan aset
tetap 47.724 49.083 8.712.258 10.970.234 - -
Pendapatan bunga 64.160 103.392 3.522.800 499.795 348.016 693.441
Keuntungan (kerugian) selisih
kurs (35.634) 4.980 695.576 (3.187.842) - -
Beban keuangan (13.754) (36.377) (1.076.445) (813.959) (684.360) (2.298.424)
Beban pajak final (5.758) (10.296) (776.911) (1.083.775) (904.194) (683.183)
Pembalikan (penambahan)
penurunan nilai aset - bersih - - - - 5.688.856 (5.991.508)
Keuntungan dan kerugian lain-
lain - bersih 2.606 (12.054) (298.024) (19.208) (128.522) (23.551)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 203.617 299.731 24.638.813 27.864.707 12.142.010 (14.975.954)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - (4.087) - (2.279.168) - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 203.617 295.644 24.638.813 25.585.539 12.142.010 (14.975.954)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali atas
kewajiban imbalan pasti - 1.648 67.344 235.223 162.132 131.221
Pos-pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Selisih kurs karena
penjabaran laporan
keuangan - - - 44.775 (2.422) (14.292)
Jumlah penghasilan
komprehensif lain - 1.648 67.344 279.998 159.710 116.929
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 203.617 297.292 24.706.157 25.865.537 12.301.720 (14.859.025)
Sumber: Laporan Keuangan MBSS
Selama tahun 2020 sampai dengan 30 Juni 2025, pendapatan MBSS tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Pada tahun 2025, selama 6 bulan operasi mencatatkan pendapatan sebesar
Rp479,27 miliar atau mencapai 57,71% dari pendapatan per 31 Desember 2024
yang sebesar Rp830,54 miliar.
37
Page 58
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- Pada tahun 2024, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar Rp830,54 miliar atau
setara dengan US$51,39 juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal 31 Desember
2024). Nilai ini menurun sebesar 18,67% atau setara dengan US$11,80 juta
dibandingkan perolehan tahun 2023 sebesar US$63,19 juta.
- Pada tahun 2023, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$63,19 juta. Nilai ini
menurun sebesar 28,50% atau setara dengan US$25,19 juta dibandingkan
perolehan tahun 2022 sebesar US$88,37 juta. Penurunan seiring dengan
penurunan volume pengangkutan sebesar 17,7 juta metrik ton dan jumlah kapal
tug dan barge serta floating crane yang lebih sedikit merupakan penyebab utama
penurunan yang terjadi di tahun berjalan.
- Pada tahun 2022, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$88,37 juta. Nilai ini
meningkat sebesar 20,39% atau setara dengan US$14,97 juta dibandingkan
perolehan tahun 2021 sebesar US$73,41 juta. Peningkatan terjadi seiring dengan
meningkatnya permintaan batu bara yang berkontribusi pada lonjakan harga
batu bara.
- Pada tahun 2021, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$73,41 juta. Nilai ini
meningkat sebesar 33,80% atau setara dengan US$18,54 juta dibandingkan
perolehan tahun 2020 sebesar US$54,86 juta. Peningkatan terjadi seiring dengan
membaiknya kondisi pasar batubara yang mengakibatkan peningkatan
permintaan batubara, ditambah dengan strategi komersial terkait pemanfaatan
kombinasi pengiriman untuk beberapa armada sehingga meningkatkan utilisasi.
Selama tahun 2020 sampai dengan 30 Juni 2025, laba kotor MBSS tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Pada tahun 2025, selama 6 bulan operasi mencatatkan beban langsung sebesar
Rp294,83 miliar atau mencapai 53,02% dari per 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp556,03 miliar. Sehingga laba kotor tercatat sebesar Rp184,44 miliar atau
67,19% dari per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp274,52 miliar.
- Pada tahun 2024, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$34,40 juta.
Nilai ini menurun sebesar 22,09% atau setara dengan US$9,75 juta dibandingkan
perolehan tahun 2023 sebesar US$44,16 juta. Penurunan tersebut terutama
dipengaruhi oleh penurunan beban penyusutan yang merupakan komponen
utama dari beban langsung yang mengalami penurunan sebesar 26,92% dari
US$12,52 pada tahun 2023 menjadi US$9,15 juta pada tahun 2024. Dengan
beban langsung tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$16,99 juta.
Nilai ini menurun sebesar 10,75% atau setara dengan US$2,04 juta dibandingkan
perolehan tahun 2023 sebesar US$19,03 juta.
- Pada tahun 2023, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$44,16 juta.
Nilai ini menurun sebesar 28,70% atau setara dengan US$17,77 juta
dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar US$61,93 juta. Penurunan tersebut
terutama dipengaruhi oleh penurunan bahan bakar yang merupakan komponen
utama dari beban langsung mengalami penurunan sebesar 46,65% dari US$21,12
juta pada tahun 2022 menjadi US$11,27 juta pada tahun 2023. Dengan beban
38
Page 59
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
langsung tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$19,03 juta. Nilai ini
menurun sebesar 28,04% atau setara dengan US$7,42 juta dibandingkan
perolehan tahun 2022 sebesar US$26,45 juta.
- Pada tahun 2022, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$61,93 juta.
Nilai ini naik sebesar 6,37% atau setara dengan US$3,71 juta dibandingkan
perolehan tahun 2021 sebesar US$58,22 juta. Kenaikan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kenaikan bahan bakar yang merupakan komponen utama dari
beban langsung mengalami kenaikan sebesar 62,30% dari US$13,01 juta pada
tahun 2021 menjadi US$21,12 juta pada tahun 2022. Dengan beban langsung
tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$26,45 juta. Nilai ini naik
sebesar 74,13% atau setara dengan US$11,26 juta dibandingkan perolehan tahun
2021 sebesar US$15,19 juta.
- Pada tahun 2021, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$58,22 juta.
Nilai ini naik sebesar 14,19% atau setara dengan US$7,24 juta dibandingkan
perolehan tahun 2020 sebesar US$50,98 juta. Kenaikan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kenaikan bahan bakar yang merupakan komponen utama dari
beban langsung mengalami kenaikan sebesar 85,98% dari US$7,00 juta pada
tahun 2020 menjadi US$13,01 juta pada tahun 2021. Dengan beban langsung
tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$15,19 juta. Nilai ini naik
sebesar 291,29% atau setara dengan US$11,31 juta dibandingkan perolehan
tahun 2020 sebesar US$3,88 juta.
Selama tahun tahun 2020 sampai dengan 30 Juni 2025, laba sebelum pajak MBSS
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Pada tahun 2025, selama 6 bulan operasi mencatatkan beban umum administrasi
sebesar Rp40,17 miliar atau mencapai 54,65% dari per 31 Desember 2024 yang
sebesar Rp274,52 miliar. Sehingga laba usaha tercatat sebesar Rp144,27 miliar
atau 71,78% dari per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp201,00 miliar.
Sedangkan laba sebelum pajak pada 30 Juni 2025 setelah diakumulasi dengan
pendapatan (beban) lain-lain sebesar Rp203,62 miliar.
- Pada tahun 2024, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$4,55 juta. Nilai ini menurun sebesar 12,03% atau setara dengan US$622,02
ribu dibandingkan perolehan tahun 2023 sebesar US$5,17 juta. Setelah
diakumulasi dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba
sebelum pajak sebesar US$18,55 juta. Nilai ini turun sebesar 24,73% atau setara
dengan US$6,09 juta dibandingkan perolehan tahun 2023 sebesar US$24,64
juta.
- Pada tahun 2023, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$5,17 juta. Nilai ini meningkat sebesar 4,53% atau setara dengan US$224,26
ribu dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar US$4,95 juta. Setelah
diakumulasi dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba
sebelum pajak sebesar US$24,64 juta. Nilai ini turun sebesar 11,58% atau setara
39
Page 60
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
dengan US$3,23 juta dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar US$27,86
juta.
- Pada tahun 2022, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$4,95 juta. Nilai ini turun sebesar 32,79% atau setara dengan US$2,41 juta
dibandingkan perolehan tahun 2021 sebesar US$7,36 juta. Setelah diakumulasi
dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba sebelum pajak
sebesar US$27,86 juta. Nilai ini naik sebesar 129,49% atau setara dengan
US$15,72 juta dibandingkan perolehan tahun 2021 sebesar US$12,14 juta.
- Pada tahun 2021, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$7,36 juta. Nilai ini turun sebesar 30,19% atau setara dengan US$3,18 juta
dibandingkan perolehan tahun 2020 sebesar US$10,54 juta. Setelah diakumulasi
dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba sebelum pajak
sebesar US$12,14 juta. Nilai ini naik dibandingkan perolehan tahun 2020 yang
mencatatkan rugi sebesar US$14,98 juta.
Selama tahun tahun 2020 sampai dengan 30 Juni 2025, laba komprehensif tahun
berjalan MBSS tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Pada 30 Juni 2025, MBSS mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar
Rp203,62 miliar atau setara dengan US$12,54 juta (Kurs tengah Bank Indonesia
tanggal 30 Juni 2025).
- Selama tahun 2024, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$101,99 ribu. Pada tahun 2024,
MBSS mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$18,39 juta, lebih
rendah dibandingkan dengan US$24,71 juta pada tahun 2023.
- Selama tahun 2023, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$67,34 ribu. Pada tahun 2023, MBSS
mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$24,71 juta, lebih rendah
dibandingkan dengan US$25,87 juta pada tahun 2022.
- Selama tahun 2022, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$235,22 ribu dan ditambah selisih
kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar US$44,78 ribu. Pada tahun
2022, MBSS mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$25,87 juta,
lebih tinggi dibandingkan dengan US$12,30 juta pada tahun 2021.
- Selama tahun 2021, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$162,13 ribu dan dikurangi selisih
kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar US$2,42 ribu. Pada tahun
2021, MBSS mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$12,30 juta,
lebih tinggi dibandingkan dengan rugi US$14,86 juta pada tahun 2020.
40
Page 61
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 17 Analisis Rasio Keuangan MBSS
30 Juni
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020 Rata-rata
2025
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 1359,51% 1244,36% 1298,29% 705,52% 741,95% 210,86% 926,75%
Quick Ratio 1322,55% 1207,99% 1265,58% 677,37% 635,13% 185,39% 882,34%
Working Capital to Total Assets 56,94% 54,88% 60,52% 45,53% 21,65% 14,51% 42,34%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 0,23 0,21 0,26 0,42 0,41 0,28 0,30
Inventory Turnover (X) 11,96 25,58 19,80 24,51 17,93 19,44 19,87
Average Day's Inventory (Day) 30,52 14,27 18 15 20 19 19,54
Account Receivable Turnover (X) 4,24 6,11 6,57 13,07 6,79 4,54 6,99
Average Collection Period (Day) 86,08 59,76 56 28 54 80 65,27
Working Capital Turnover (X) 0,41 0,38 0,42 0,92 1,91 1,94 0,99
C. SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 10,39% 12,60% 17,20% 13,37% 5,05% 24,27% 13,81%
Total Debt to Asset Ratio 9,41% 11,19% 14,67% 11,79% 4,80% 19,53% 11,90%
Long Term Debt to Equity Ratio 5,40% 7,20% 11,28% 4,85% 1,50% 8,00% 6,37%
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 38,48% 33,05% 30,12% 29,92% 20,69% 7,07% 26,56%
Operating Profit Margin 30,10% 24,20% 21,93% 24,33% 10,66% -12,16% 16,51%
Net Profit Margin 42,48% 35,60% 38,99% 28,95% 16,54% -27,30% 22,55%
Rate of Return on Investment 9,84% 7,40% 9,97% 12,13% 6,84% -7,69% 6,28%
Rate of Return on Equity 10,86% 8,33% 11,69% 13,75% 7,18% -9,55% 6,90%
Sumber: Laporan Keuangan MBSS (data diolah)
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek yang harus dibayar dengan aset lancarnya. Semakin besar
perbandingan aset lancar dengan kewajiban jangka pendek maka artinya semakin
tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendek.
Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 926,75%, artinya
perusahaan memiliki Rp9,27 aset lancar yang dapat digunakan untuk memenuhi
setiap Rp1,- liabilitas jangka pendek. Sedangkan untuk quick ratio hanya memiliki
rata-rata sebesar 882,34%, artinya Perseroan memiliki Rp8,82 aset lancar (kas dan
piutang usaha) yang dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp1,- liabilitas jangka
pendek.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan
aset-aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
perputaran aset adalah sebanyak 0,30 kali per tahunnya. Rasio ini mengukur
aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan melalui asetnya.
Dengan demikian, kemampuan Perseroan untuk menghasilkan pendapatan dari
total aset yang dimiliki cukup rendah karena total aset yang dimiliki lebih besar dari
41
Page 62
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
jumlah pendapatan yang dihasilkan. Hal tersebut bisa dilihat dari rata-rata rasio
perputaran aset yang dihasilkan yang tidak melebihi 1 kali perputaran dalam satu
tahun.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah Debt to Equity Ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan
sedangkan Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas terhadap aset
dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-rata DER
sebesar 13,81%, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat utang yang
relatif rendah dibandingkan dengan ekuitasnya. Sementara itu rata-rata DAR adalah
sebesar 11,90%, menunjukkan bahwa struktur pendanaan yang lebih dominan
menggunakan ekuitas, sehingga perusahaan memiliki risiko finansial yang relatif
rendah terhadap beban utang.
Rasio Rentabilitas
Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba. Rata-rata Gross Profit Margin sebesar 26,56%. Gross
Profit Margin merupakan perbandingan laba kotor dengan besarnya tingkat
pendapatan. Sementara itu rata-rata Net Profit Margin sebesar 22,55%. Net profit
margin merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih yang dihasilkan
perusahaan dari pendapatan bersih.
Selama periode 2020—30 Juni 2025, rata-rata tingkat balikan terhadap total
investasi (ROI) adalah sebesar 6,28%, menunjukkan bahwa MBSS menghasilkan laba
dari total investasi yang dilakukan. Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap
ekuitas (ROE) tercatat sebesar 6,90%, yang juga menunjukkan bahwa MBSS mampu
menghasilkan laba, yang mencerminkan efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan modal pemegang saham untuk menghasilkan keuntungan.
4.1.3 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Asumsi-Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
Kami telah menerima proyeksi keuangan dengan dan tanpa Rencana Transaksi dari
manajemen MBSS. Penilai melakukan penyesuaian pada proyeksi yang disusun oleh
manajemen berdasarkan tanggal penilaian. Proyeksi yang disusun oleh manajemen
telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan.
42
Page 63
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Asumsi-asumsi dasar utama dalam penyusunan proyeksi adalah sebagai berikut:
• Proyeksi keuangan disajikan mulai Juli tahun 2025 sampai dengan tahun 2030.
• Pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 10,00% per tahun.
• Beban langsung diasumsikan sebesar 41,01% dari pendapatan setiap tahun
proyeksi.
• Beban usaha diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 5,00% per tahun.
• Perputaran persediaan diasumsikan 10—15 hari, piutang usaha 64—89 hari, dan
utang usaha 18—26 hari.
Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi posisi keuangan MBSS selama tahun 2025 sampai dengan 2030 adalah
sebagai berikut:
Tabel 18 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.957.085 1.895.900 2.249.318 2.744.033 3.944.711 5.138.412
Piutang usaha 232.834 239.819 247.014 254.424 262.057 269.919
Aset kontrak 8.575 8.832 9.097 9.370 9.651 9.941
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - bersih 24.773 24.896 25.021 25.146 25.272 25.398
Pajak dibayar di muka 1.127 1.133 1.138 1.144 1.150 1.156
Uang muka 2.698 2.711 2.725 2.738 2.752 2.766
Biaya dibayar di muka 12.297 12.359 12.421 12.483 12.545 12.608
Total Aset Lancar 2.239.389 2.185.651 2.546.734 3.049.339 4.258.139 5.460.199
Aset Tidak Lancar
Pinjaman kepada pihak berelasi 975.000 975.000 975.000 975.000 450.000 -
Uang muka pembelian aset tetap 92.578 - - - - -
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai
Aset hak guna 940.882 1.428.064 1.501.429 1.538.540 1.544.713 1.544.779
Refundable deposit 7.270 3.635 - - - -
Aset tidak lancar lainnya 7.724 7.724 7.724 7.724 7.724 7.724
Total Aset Tidak Lancar 2.025.464 2.414.422 2.484.153 2.521.264 2.002.437 1.552.503
TOTAL ASET 4.264.852 4.600.074 5.030.887 5.570.603 6.260.576 7.012.702
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha 42.152 42.362 42.574 42.787 43.001 43.216
Utang lain-lain - - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar 30.446 30.598 30.751 30.905 31.059 31.215
Utang pajak 2.297 2.308 2.320 2.331 2.343 2.355
Liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 3.795 4.185 - - - -
Utang bank 106.708 80.042 49.899 - - -
43
Page 64
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Uang muka dari pihak ketiga
Penjualan aset - - - - - -
Pelanggan 1.474 - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 186.872 159.495 125.544 76.023 76.403 76.785
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 4.185 - - - - -
Utang bank 128.381 49.361 - - - -
Liabilitas imbalan kerja 15.805 16.990 18.265 19.635 21.107 22.690
Liabilitas jangka panjang lain-lain 183 448 714 980 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 148.553 66.800 18.979 20.614 21.107 22.690
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100
per saham 175.003 175.003 175.003 175.003 175.003 175.003
Tambahan modal disetor 361.670 361.670 361.670 361.670 361.670 361.670
Komponen ekuitas lainnya (812) (812) (812) (812) (812) (812)
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 2.637 2.637 2.637 2.637 2.637 2.637
Tidak ditentukan
penggunaannya 2.014.898 2.458.679 2.970.692 3.557.719 4.246.245 4.996.293
Jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
Entitas Induk 3.910.763 4.354.543 4.866.556 5.453.583 6.142.109 6.892.157
Kepentingan nonpengendali 18.665 19.236 19.809 20.382 20.956 21.069
TOTAL EKUITAS 3.929.427 4.373.779 4.886.365 5.473.965 6.163.065 6.913.227
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.264.852 4.600.074 5.030.887 5.570.603 6.260.576 7.012.702
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi tahun 2025 sampai dengan tahun 2030, jumlah aset
diperkirakan mengalami kenaikan yaitu dari sebesar Rp4,26 triliun pada tahun 2025
menjadi sebesar Rp7,01 triliun pada tahun 2030. Kenaikan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kenaikan pada kas dan setara kas dari sisi aset lancar.
Pada sisi liabilitas, selama periode proyeksi tahun 2025 sampai dengan tahun 2030,
jumlah liabilitas diperkirakan akan mengalami penurunan yaitu dari sebesar
Rp335,43 miliar pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp99,48 miliar pada tahun 2030.
Penurunan liabilitas tersebut didominasi oleh pembayaran utang bank.
Pada sisi ekuitas, selama periode proyeksi tahun 2025 sampai dengan tahun 2030,
jumlah ekuitas diperkirakan akan mengalami kenaikan. Pada akhir tahun 2025,
ekuitas diperkirakan adalah sebesar Rp3,93 triliun. Jumlah ekuitas diperkirakan
44
Page 65
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
mengalami kenaikan pada tahun berikutnya, hingga diperkirakan menjadi sebesar
Rp6,91 triliun pada akhir tahun 2030.
Proyeksi laba rugi MBSS selama tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 adalah
sebagai berikut:
Tabel 19 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan 958.544 1.054.398 1.159.838 1.275.821 1.403.404 1.543.744
TOTAL 958.544 1.054.398 1.159.838 1.275.821 1.403.404 1.543.744
Growth Per Year 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
BEBAN LANGSUNG (589.656) (638.794) (692.355) (750.755) (814.454) (883.953)
To Sales 61,52% 60,58% 59,69% 58,84% 58,03% 57,26%
LABA (RUGI) BRUTO 368.887 415.604 467.483 525.066 588.950 659.791
Gross Profit Margin 38,48% 39,42% 40,31% 41,16% 41,97% 42,74%
BEBAN USAHA
General and administrative
expenses (80.342) (84.359) (88.577) (93.006) (97.657) (102.539)
TOTAL (80.342) (84.359) (88.577) (93.006) (97.657) (102.539)
LABA (RUGI) USAHA 288.545 331.244 378.906 432.060 491.293 557.251
Operating Profit Margin 30,10% 31,42% 32,67% 33,87% 35,01% 36,10%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Lain-lain 165.845 148.442 161.479 178.792 220.814 218.062
Beban Lain-Lain (70.537) (35.905) (28.372) (23.826) (23.581) (25.265)
TOTAL 95.308 112.537 133.107 154.967 197.233 192.797
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 383.853 443.781 512.013 587.027 688.526 750.048
PAJAK PENGHASILAN - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN 383.853 443.781 512.013 587.027 688.526 750.048
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2025, MBSS diperkirakan mencatatkan pendapatan sebesar Rp958,54
miliar, dan diperkirakan terus meningkat hingga sebesar Rp1,54 triliun di tahun
2030. Dengan perkiraan pendapatan tersebut, MBSS memproyeksikan
perkembangan laba tahun berjalan sebesar Rp383,85 miliar pada tahun 2025
menjadi sebesar Rp750,05 miliar pada tahun 2030.
Proyeksi Arus Kas
Proyeksi arus kas MBSS selama tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 adalah
sebagai berikut:
45
Page 66
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 20 Proyeksi Arus Kas dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta)
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari:
Pelanggan 859.611 1.047.156 1.152.378 1.268.138 1.395.490 1.535.593
Lain-lain 4.681 - - - - -
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (533.404) (460.580) (606.301) (667.337) (731.228) (799.102)
Direksi dan karyawan (96.727) (101.564) (106.642) (111.974) (117.573) (123.451)
Kas dihasilkan dari operasi 234.160 485.012 439.435 488.827 546.689 613.039
Pembayaran pajak penghasilan (11.503) (12.653) (13.918) (15.310) (16.841) (18.525)
Arus kas bersih (untuk) dari aktivitas operasi 222.658 472.359 425.517 473.517 529.848 594.514
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap 99.590 - - - - -
Penerimaan uang muka penjualan aset - - - - - -
Penerimaan bunga 123.400 148.442 161.479 178.792 220.814 218.062
Perolehan aset tetap (43.020) (555.928) (142.112) (105.857) (74.919) (68.812)
Kenaikan uang muka pembelian aset (38.540) - - - - -
Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi (450.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman dari pihak
berelasi - - - - 525.000 450.000
Arus kas bersih (untuk) dari aktivitas
Investasi (308.569) (407.486) 19.367 72.935 670.895 599.250
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank (106.708) (106.708) (80.042) (50.031) - -
Pembayaran beban keuangan (24.514) (15.554) (7.240) (1.707) (64) (64)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (3.463) (3.795) (4.185) - - -
Penerimaan utang bank - - - - - -
Arus kas bersih (untuk) dari aktivitas
Pendanaan (134.686) (126.058) (91.466) (51.738) (64) (64)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (220.597) (61.184) 353.418 494.714 1.200.679 1.193.701
Kas dan setara kas pada awal tahun 2.177.681 1.957.085 1.895.900 2.249.318 2.744.033 3.944.711
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 1.957.085 1.895.900 2.249.318 2.744.033 3.944.711 5.138.412
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi tahun 2025 sampai dengan tahun 2030, kas dan setara kas
diperkirakan mengalami tren yang terus naik. Pada akhir periode proyeksi tahun 2030, kas
dan setara kas diperkirakan mencapai Rp5,14 triliun.
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh pihak manajemen MBSS,
diperoleh hasil analisis rasio atas proyeksi tersebut sebagai berikut:
46
Page 67
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 21 Proyeksi Rasio Keuangan
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Rerata
I. RASIO LIKUIDITAS
Dengan
Current Ratio 1198,35% 1370,36% 2028,57% 4011,06% 5573,24% 7110,99% 3548,76%
Quick (Acid Test) Ratio 1171,88% 1339,05% 1988,42% 3944,14% 5506,00% 7043,44% 3498,82%
Working Capital to Total Assets
Ratio 48,13% 44,05% 48,13% 53,38% 66,79% 76,77% 56,21%
Tanpa
Current Ratio 1441,79% 1641,51% 2353,97% 4515,78% 6041,78% 6935,19% 3821,67%
Quick (Acid Test) Ratio 1415,32% 1610,21% 2313,82% 4448,85% 5974,55% 6867,64% 3771,73%
Working Capital to Total Assets
Ratio 58,73% 53,65% 56,71% 60,99% 73,59% 76,31% 63,33%
Dengan-Tanpa
Current Ratio -243,44% -271,15% -325,40% -504,72% -468,54% 175,80% -272,91%
Quick (Acid Test) Ratio -243,44% -271,15% -325,40% -504,72% -468,54% 175,80% -272,91%
Working Capital to Total Assets
Ratio -10,60% -9,61% -8,59% -7,61% -6,80% 0,46% -7,13%
II. RASIO LEVERAGE
Dengan
Total Debt to Equity Ratio 8,54% 5,17% 2,96% 1,77% 1,58% 1,44% 3,58%
Total Debt to Total Assets Ratio 7,86% 4,92% 2,87% 1,73% 1,56% 1,42% 3,39%
Time Interest Earned Ratio 11,09 19,98 48,72 234,89 7.704,08 8.738,38 2.792,86
Tanpa
Total Debt to Equity Ratio 8,53% 5,19% 2,98% 1,79% 1,61% 1,47% 3,59%
Total Debt to Total Assets Ratio 7,86% 4,94% 2,90% 1,76% 1,58% 1,45% 3,41%
Time Interest Earned Ratio (kali) 11,09 19,98 48,72 234,89 7.704,08 8.738,38 2.792,86
Dengan-Tanpa
Total Debt to Equity Ratio 0,01% -0,02% -0,03% -0,02% -0,02% -0,03% -0,02%
Total Debt to Total Assets Ratio 0,01% -0,02% -0,02% -0,02% -0,02% -0,03% -0,02%
Time Interest Earned Ratio (kali) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 -
III. RASIO AKTIVITAS
Dengan
Total Assets Turnover (kali) 0,22 0,23 0,23 0,23 0,22 0,22 0,23
Receivables Turnover (kali) 4,12 4,40 4,70 5,01 5,36 5,72 4,88
Collection Period (Hari) 89 83 78 73 68 64 76
Inventory Turnover (Total) (kali) 23,80 25,66 27,67 29,86 32,23 34,80 29,00
Average Days Inventory (Hari) 15 14 13 12 11 10 13
Working Capital Turnover (kali) 0,47 0,52 0,48 0,43 0,34 0,29 0,42
Tanpa
Total Assets Turnover (kali) 0,22 0,23 0,23 0,23 0,23 0,22 0,23
Receivables Turnover (kali) 4,12 4,40 4,70 5,01 5,36 5,72 4,88
Collection Period (Hari) 89 83 78 73 68 64 76
Inventory Turnover (Total) (kali) 23,80 25,66 27,67 29,86 32,23 34,80 29,00
Average Days Inventory (Hari) 15 14 13 12 11 10 13
Working Capital Turnover (kali) 0,38 0,43 0,41 0,38 0,31 0,29 0,37
Dengan-Tanpa
Total Assets Turnover (kali) 0,00 (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00)
Receivables Turnover (kali) - - - - - - -
Collection Period (Hari) - - - - - - -
Inventory Turnover (Total) (kali) - - - - - - -
47
Page 68
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Rerata
Average Days Inventory (Hari) - - - - - - -
Working Capital Turnover (kali) 0,08 0,09 0,07 0,05 0,03 (0,01) 0,05
IV. RASIO KEUANGAN
Dengan
Gross Profit Margin 38,48% 39,42% 40,31% 41,16% 41,97% 42,74% 40,68%
Operating Profit Margin 30,10% 31,42% 32,67% 33,87% 35,01% 36,10% 33,19%
Net Profit Margin 40,05% 42,09% 44,15% 46,01% 49,06% 48,59% 44,99%
Return On Investment, ROI 9,00% 9,65% 10,18% 10,54% 11,00% 10,70% 10,18%
Return On Equity, ROE 9,77% 10,15% 10,48% 10,72% 11,17% 10,85% 10,52%
Tanpa
Gross Profit Margin 38,48% 39,42% 40,31% 41,16% 41,97% 42,74% 40,68%
Operating Profit Margin 30,10% 31,42% 32,67% 33,87% 35,01% 36,10% 33,19%
Net Profit Margin 40,56% 39,97% 42,08% 44,07% 47,23% 45,81% 43,29%
Return On Investment, ROI 9,11% 9,20% 9,78% 10,21% 10,75% 10,28% 9,89%
Return On Equity, ROE 9,88% 9,67% 10,07% 10,40% 10,92% 10,43% 10,23%
Dengan-Tanpa
Gross Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Operating Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Profit Margin -0,51% 2,12% 2,06% 1,94% 1,83% 2,78% 1,70%
Return On Investment, ROI -0,10% 0,45% 0,39% 0,32% 0,25% 0,41% 0,29%
Return On Equity, ROE -0,11% 0,47% 0,40% 0,33% 0,25% 0,42% 0,29%
Rasio Likuiditas
Rasio ini untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dapat melunasi liabilitas
jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar pembayaran
liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 3548,76% dan quick ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 3498,82%. Sementara itu, berdasarkan proyeksi
keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode proyeksi, current ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 3821,67% dan quick ratio menunjukkan rata-rata
sebesar 3771,73%.
Dengan demikian, diperoleh rata-rata current ratio dan quick ratio lebih dari
100,00%. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang likuid,
dimana perusahaan mampu melunasi liabilitas lancar dengan menggunakan aset
lancar yang dimilikinya. Adapun rasio likuiditas tanpa dilakukannya transaksi lebih
besar karena Rencana Transaksi menggunakan kas MGSS.
Rasio Leverage
Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kegiatan operasi dibiayai oleh
modal pinjaman, semakin kecil rasio ini semakin bagus atau lancar.
48
Page 69
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi total debt to equity ratio (DER) menunjukkan tren menurun dengan rata-
rata sebesar 3,58%, hal ini berarti setiap Rp1,- modal sendiri digunakan untuk
menjamin Rp0,04 hutang. Total debt to assets ratio (DAR) menunjukkan tren
menurun dengan rata-rata sebesar 3,39%, hal ini berarti setiap Rp1,- aset
digunakan untuk menjaminkan Rp0,03 hutang.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi Total Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan tren menurun dengan rata-
rata sebesar 3,59%, hal ini berarti setiap Rp1,- modal sendiri digunakan untuk
menjamin Rp0,04 hutang. Total Debt to Total Assets Ratio (DAR) menunjukkan tren
menurun dengan rata-rata sebesar 3,41%, hal ini berarti setiap Rp1,- aset
digunakan untuk menjaminkan Rp0,03 hutang.
Tren yang menurun mengindikasikan risiko yang dihadapi perusahaan berkurang
karena penggunaan utang yang berkurang.
Rasio Aktivitas
Rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan
dalam menggunakan dana-dananya secara efektif dan efisien.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi rata-rata perputaran aset adalah sebanyak 0,23 kali per tahunnya.
Sementara itu, rata-rata perputaran piutang adalah sebanyak 4,88 kali per tahun
atau setiap 76 hari.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi rata-rata perputaran aset juga sebanyak 0,23 kali per tahunnya, dan rata-
rata perputaran piutang juga sebanyak 4,88 kali per tahun atau setiap 76 hari.
Perputaran aset mengukur aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan
penjualan melalui asetnya. Sementara itu, perputaran piutang untuk mengukur
berapa kali piutang dapat diubah oleh perusahaan menjadi kas.
Rasio Keuangan
Rasio ini bertujuan untuk melihat kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam
menghasilkan sebuah laba.
49
Page 70
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 40,68%. Sementara itu rata-
rata Net Profit Margin adalah sebesar 44,99%.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 40,68%. Sementara itu rata-
rata Net Profit Margin adalah sebesar 43,29%.
Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih yang
dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.
4.1.5 Analisis Keuangan Sebelum Transaksi dan Setelah Transaksi Dilakukan
Laporan Posisi Keuangan Proforma
Berikut ini adalah posisi keuangan sebelum transaksi dan proforma posisi keuangan
setelah transaksi dilakukan:
Tabel 22 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma per 30 Juni 2025
(Rp.000)
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2.249.654.379 (110.000.000) 2.139.654.379
Kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya - - -
Piutang usaha - bersih
Pihak berelasi 2.776.788 - 2.776.788
Pihak ketiga 223.276.082 - 223.276.082
Aset kontrak 8.325.407 - 8.325.407
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 24.085.830 - 24.085.830
Pihak ketiga - - -
Persediaan 24.649.266 - 24.649.266
Uang muka jangka pendek dan
biaya dibayar di muka 11.020.913 - 11.020.913
Pajak dibayar di muka 1.121.473 - 1.121.473
Aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual - - -
Aset lancar lainnya - - -
Jumlah Aset Lancar 2.544.910.139 (110.000.000) 2.434.910.139
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap 92.577.631 - 92.577.631
50
Page 71
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
Pinjaman kepada pihak berelasi 525.000.000 110.000.000 635.000.000
Kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya - - -
Investasi pada entitas asosiasi - - -
Aset pajak tangguhan - - -
Aset tetap - bersih 958.250.523 - 958.250.523
Aset hak-guna - bersih 9.087.694 - 9.087.694
Aset tidak lancar lainnya 10.824.667 - 10.824.667
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.595.740.515 110.000.000 1.705.740.515
JUMLAH ASET 4.140.650.653 - 4.140.650.653
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek - - -
Utang usaha
Pihak berelasi - - -
Pihak ketiga 41.941.821 - 41.941.821
Utang lain-lain
Pihak berelasi 70.530 - 70.530
Pihak ketiga 251.648 - 251.648
Utang pajak 2.285.294 - 2.285.294
Beban yang masih harus dibayar 30.294.423 - 30.294.423
Pendapatan diterima di muka 1.466.945 - 1.466.945
Liabilitas jangka panjang JTDST
Utang bank 107.256.705 - 107.256.705
Utang pembiayaan konsumen - - -
Liabilitas sewa 3.625.168 - 3.625.168
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 187.192.534 - 187.192.534
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi rehabilitasi tambang,
penutupan tambang dan
pembongkaran
Liabilitas jangka panjang-stlh
dikurangi bag. JTDST
Utang bank 181.042.879 - 181.042.879
Utang pembiayaan konsumen - - -
Liabilitas sewa 6.115.581 - 6.115.581
Liabilitas imbalan kerja 15.419.543 - 15.419.543
Liabilitas jangka panjang lain-lain 49.894 - 49.894
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 202.627.897 - 202.627.897
Jumlah Liabilitas 389.820.431 - 389.820.431
51
Page 72
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
EKUITAS
Modal Disetor 175.002.664 - 175.002.664
Tambahan modal disetor 361.669.862 - 361.669.862
Komponen ekuitas lainnya 835.679 - 835.679
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan 1.357.366.805 - 1.357.366.805
Selisih nilai transaksi mata uang
asing - - -
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 2.637.336 - 2.637.336
Belum ditentukan
penggunaannya 1.834.662.628 - 1.834.662.628
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 3.732.174.973 - 3.732.174.973
Kepentingan non-pengendali 18.655.249 - 18.655.249
Jumlah Ekuitas 3.750.830.222 - 3.750.830.222
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.140.650.653 - 4.140.650.653
Berikut ini adalah laba rugi sebelum transaksi dan proforma laba rugi setelah
transaksi dilakukan:
Tabel 23 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Proforma per 30 Juni 2025 (Rp.000)
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
PENDAPATAN 479.271.759 - 479.271.759
BEBAN POKOK PENDAPATAN (294.828.217) - (294.828.217)
LABA BRUTO 184.443.542 - 184.443.542
Beban umum dan administrasi (40.171.139) - (40.171.139)
Keuntungan penjualan aset tetap 47.723.705 - 47.723.705
Beban keuangan (13.753.658) - (13.753.658)
Penghasilan keuangan 64.159.933 - 64.159.933
Beban pajak final (5.757.849) - (5.757.849)
Keuntungan selisih kurs (35.633.913) - (35.633.913)
Pendapatan (beban) lain-lain -
bersih 2.606.392 - 2.606.392
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 203.617.013 - 203.617.013
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - - -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 203.617.013 - 203.617.013
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Pengukuran kembali atas
kewajiban program
imbalan pasti - - -
52
Page 73
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
Pajak penghasilan terkait - - -
Selisih kurs atas penjabaran
akun-akun kegiatan
usaha luar negeri - - -
Jumlah laba komprehensif -
setelah pajak
KOMPREHENSIF LAINNYA TAHUN
BERJALAN 203.617.013 - 203.617.013
Penyesuaian manajemen
Penyesuaian berasal dari pengurangan sebesar Rp340.000.000.000,- pada akun
kas dan bank atas adanya Pinjaman kepada pihak berelasi dengan rincian sebagai
berikut:
Kas dan Bank
Pinjaman dari MBSS kepada AGI 340.000.000.000
Penyesuaian Rp340.000.000.000
Penambahan sebesar Rp340.000.000.000,- terjadi pada akun Pinjaman kepada
pihak berelasi dengan rincian sebagai berikut:
Pinjaman Kepada Pihak Berelasi
Pinjaman dari MBSS kepada AGI 340.000.000.000
Penyesuaian Rp340.000.000.000
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah rencana transaksi
dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi mempengaruhi current ratio, quick
ratio dan Working Capital to Total Assets Ratio pada rasio likuiditas. Hal ini
dikarenakan dengan adanya transaksi terdapat pinjaman kepada pihak berelasi yang
sumbernya berasal dari akun kas dan setara kas MBSS.
Tabel 24 Analisis Rasio Keuangan Proforma
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian
Transaksi Rencana Transaksi
LIQUIDITY (%)
Current Ratio 1359,51% 1177,88%
Quick Ratio 1322,55% 1140,91%
Working Capital To Total Assets
Ratio 56,94% 48,73%
53
Page 74
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
4.1.6 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi
Berikut adalah proyeksi arus kas MBSS dengan adanya Transaksi:
Tabel 25 Arus Kas Dari Aktivitas Dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pemberian pinjaman kepada
pihak berelasi (450.000.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman
dari pihak berelasi - - - - - 450.000.000
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi arus kas dengan adanya transaksi, terdapat
proyeksi kas yang diperoleh dari pelunasan pinjaman pada tahun 2030 sebesar
Rp340,00 miliar yang berasal dari pembayaran pinjaman AGI kepada MBSS dan
Rp110,00 miliar yang berasal dari pembayaran pinjaman GAA kepada MGSS.
Sedangkan rincian pelunasan pinjaman AGI sebagai berikut.
Tabel 26 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang
(Rp.000)
Total
Year Bunga Principal Draw down Interest Principal + Outstanding
Interest
2025 8,50% - 340.000.000 - - 340.000.000
2026 8,50% - - 28.900.000 28.900.000 340.000.000
2027 8,50% - - 28.900.000 28.900.000 340.000.000
2028 8,50% - - 28.900.000 28.900.000 340.000.000
2029 8,50% - - 28.900.000 28.900.000 340.000.000
2030 8,50% 340.000.000 - 28.900.000 368.900.000 -
4.1.7 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi
Berdasarkan analisis Cash Management, sumber dana transaksi pemberian
pinjaman MBSS kepada AGI sebesar Rp340.000.000.000,-, berasal dari kas setara
kas MBSS.
Perlu kami jelaskan bahwa tidak ada financial covenant sehubungan dengan
transaksi ini.
4.2 Analisis Yield dari Transaksi yang Sejenis dan Sebanding
Sesuai Perjanjian Utang Piutang maka suku bunga Rencana Transaksi yang
disepakati sebesar 8,50% per tahun. Kami melakukan analisis dengan
54
Page 75
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
membandingkan tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga
pasar berdasarkan Surat Utang Negara dan Suku Bunga Simpanan Berjangka.
Merujuk pada Ringkasan Hasil Penerbitan Surat Berharga Negara Tahun 2025,
besarnya tingkat bunga surat utang negara pada Juni 2025 adalah sebesar 6,92%
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 27 Tingkat Bunga Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0104 15-Jul-30 6,2539%
FR0103 15-Jul-35 6,5946%
FR0106 15-Aug-40 6,9466%
FR0107 15-Aug-45 7,0098%
FR0102 15-Jul-54 7,0100%
FR0105 15-Jul-64 7,0589%
Average 6,9240%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian
Keuangan, 1 Juli 2025
Merujuk pada Statistik Keuangan Ekonomi Indonesia per Juni 2025 yang dirilis oleh
Bank Indonesia, besarnya Suku Bunga Simpanan Berjangka Rupiah Menurut
Kelompok Bank untuk jangka waktu 12 bulan sebesar 5,04% dengan rincian sebagai
berikut:
Tabel 28 Suku Bunga Simpanan Berjangka Rupiah Menurut Kelompok Bank Jangka
Waktu 12 Bulan
Kelompok Bank Bunga (per tahun)
Bank Persero 3,44%
Bank Pemerintah Daerah 6,09%
Bank Swasta Nasional 5,24%
Bank Asing dan Bank Campuran 5,38%
Bank Umum 5,07%
Average 5,04%
Sumber: Statistik Keuangan Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan
tingkat suku bunga pasar dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga dalam
Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar. Dalam hal
ini MBSS akan mendapatkan pendapatan bunga yang lebih besar jika dibandingkan
dengan MBSS melakukan investasi dengan mengandalkan bunga simpanan atau
dengan MBSS melakukan investasi pada Surat Utang Negara.
55
Page 76
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
4.3 Analisis Inkremental
4.3.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Asumsi-asumsi pembentuk peningkatan masing-masing akun selama periode
proyeksi telah dirincikan sebagai berikut telah dijelaskan pada sub bab 4.1.1.
Analisis inkremental dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa
dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi.
Inkremental Posisi Keuangan
Inkremental posisi keuangan adalah sebagai berikut:
Tabel 29 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983) 134.992
Piutang usaha - - - - - -
Aset kontrak - - - - - -
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - bersih - - - - - -
Pajak dibayar di muka - - - - - -
Uang muka - - - - - -
Biaya dibayar di muka - - - - - -
Total Aset Lancar (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983) 134.992
Aset Tidak Lancar
Pinjaman kepada pihak berelasi 450.000 450.000 450.000 450.000 450.000 -
Uang muka pembelian aset tetap - - - - - -
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai - - - - - -
Aset hak guna - - - - - -
Refundable deposit - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - - -
Total Aset Tidak Lancar 450.000 450.000 450.000 450.000 450.000 -
TOTAL ASET (4.919) 17.525 41.476 66.297 92.017 134.992
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha - - - - - -
Utang lain-lain - - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Uang muka dari pihak ketiga
56
Page 77
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan aset - - - - - -
Pelanggan - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja - - - - - -
Liabilitas jangka panjang lain-lain - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - - -
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100
per saham - - - - - -
Tambahan modal disetor - - - - - -
Komponen ekuitas lainnya - - - - - -
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan - - - - - -
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya - - - - - -
Tidak ditentukan penggunaannya (4.919) 17.469 41.365 66.131 91.799 134.722
Jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Entitas
Induk (4.919) 17.469 41.365 66.131 91.799 134.722
Kepentingan nonpengendali - 55 111 166 219 270
TOTAL EKUITAS (4.919) 17.525 41.476 66.297 92.017 134.992
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS (4.919) 17.525 41.476 66.297 92.017 134.992
Dari tabel di atas diperkirakan nilai tambah atas aset sebesar Rp17,53 miliar pada
tahun 2026 dan terus meningkat hingga mencapai Rp134,99 miliar pada tahun
2030.
Dari sisi ekuitas, diperkirakan nilai tambah atas ekuitas sebesar Rp17,53 miliar pada
tahun 2025 dan terus meningkat hingga mencapai Rp134,99 miliar pada tahun
2030.
Inkremental Laba Rugi
Inkremental laba rugi MBSS adalah sebagai berikut:
57
Page 78
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 30 Inkremental Laba Rugi (Rp.Juta)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan - - - - - -
TOTAL - - - - - -
Growth Per Year
BEBAN LANGSUNG - - - - - -
To Sales
LABA (RUGI) BRUTO - - - - - -
Gross Profit Margin
BEBAN USAHA
General and administrative
expenses - - - - - -
TOTAL - - - - - -
LABA (RUGI) USAHA - - - - - -
Operating Profit Margin
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Lain-lain (4.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 42.975
Beban Lain-Lain - (55) (56) (54) (53) (52)
TOTAL (4.919) 22.389 23.896 24.766 25.668 42.923
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (4.919) 22.389 23.896 24.766 25.668 42.923
PAJAK PENGHASILAN - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN (4.919) 22.389 23.896 24.766 25.668 42.923
Dari tabel di atas diperkirakan nilai tambah atas laba tahun berjalan sebesar
Rp22,39 miliar pada tahun 2026, dan Rp42,92 miliar pada tahun 2030.
Inkremental Arus Kas
Inkremental Arus Kas MBSS adalah sebagai berikut:
Tabel 31 Inkremental Arus Kas (Rp.Juta)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari:
Pelanggan - - - - - -
Lain-lain - - - - - -
Pembayaran kas kepada
Pemasok - - - - - -
Direksi dan karyawan - - - - - -
Pembayaran pajak penghasilan - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas - - - - - -
Operasi
58
Page 79
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap - - - - - -
Penerimaan uang muka penjualan aset - - - - - -
Penerimaan bunga (4.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 42.975
Perolehan aset tetap - - - - - -
Kenaikan uang muka pembelian aset - - - - - -
Pemberian pinjaman kepada pihak (450.00
berelasi 0) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman dari 450.00
pihak berelasi - - - - - 0
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (454.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 492.975
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pembayaran utang bank - - - - - -
Pembayaran beban keuangan - - - - - -
Pembayaran pokok liabilitas sewa - - - - - -
Penerimaan utang bank - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas
Pendanaan - - - - - -
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA
KAS (454.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 492.975
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL
PERIODE - (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR
PERIODE (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983) 134.992
Dari tabel di atas terlihat bahwa dengan adanya rencana transaksi bahwa akumulasi
arus kas akhir pada proyeksi tahun 2030 sebesar Rp134 ,99 miliar.
4.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang akan dilakukan menimbulkan pendapatan yang relevan
sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi yaitu penerimaan bunga.
4.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Tidak terdapat Informasi non keuangan yang relevan pada rencana Transaksi
Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI.
4.4 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan, biaya
investasi naik, struktur biaya naik, dan kenaikan discount rate dengan masing-
59
Page 80
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
masing perubahan kondisi sebesar 2,50%, 5,00%, 7,50%, hingga 10,00% yang
berpengaruh terhadap kelayakan MBSS dengan dilakukannya transaksi yang
digambarkan dengan grafik sensitivitas sebagai berikut:
Tabel 32 Analisis Sensitivitas
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
Pendapatan Turun
Net Present Value (NPV) - Rp.000 1.070.239 934.553 798.936 663.412 528.014
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 30,10% 26,86% 23,74% 20,73%
Return On Investment (ROI) 10,18% 9,23% 8,27% 7,32% 6,36%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,50371 1,43110 1,35839 1,28560
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln 4 Th 8 Bln 4 Th 9 Bln
BEP a. Rp.000 223.527 241.838 265.329 296.533 339.962
b. % Terhadap Pendapatan 18,48% 21,05% 24,35% 28,74% 34,87%
Biaya Investasi Naik
Net Present Value (NPV) - Rp.000 1.070.239 1.028.066 985.894 943.722 901.550
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 32,06% 30,71% 29,42% 28,18%
Return On Investment (ROI) 10,18% 10,18% 10,18% 10,18% 10,18%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,54123 1,50775 1,47570 1,44499
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 5 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln
BEP a. Rp.000 223.527 223.527 223.527 223.527 223.527
b. % Terhadap Pendapatan 18,48% 18,48% 18,48% 18,48% 18,48%
Struktur Biaya Naik
Net Present Value (NPV) - Rp.000 1.070.239 968.083 865.472 762.421 658.951
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 30,90% 28,39% 25,95% 23,58%
Return On Investment (ROI) 10,18% 9,75% 9,33% 8,91% 8,48%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,52133 1,46618 1,41079 1,35516
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln 4 Th 8 Bln 4 Th 8 Bln
BEP a. Rp.000 223.527 243.724 265.813 290.027 316.641
b. % Terhadap Pendapatan 18,48% 20,15% 21,99% 24,00% 26,22%
Discount Rate Naik
Net Present Value (NPV) - Rp.000 1.070.239 1.050.550 1.031.138 1.011.998 993.125
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 33,48% 33,48% 33,48% 33,48%
Return On Investment (ROI) 10,18% 10,18% 10,18% 10,18% 10,18%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,56747 1,55879 1,55018 1,54166
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln
BEP a. Rp.000 223.527 223.527 223.527 223.527 223.527
b. % Terhadap Pendapatan 18,48% 18,48% 18,48% 18,48% 18,48%
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp1,07 triliun, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp528,01 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi naik, dimana
biaya investasi naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
60
Page 81
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
sebesar Rp901,55 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana
struktur biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp658,95 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount
rate, dimana discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan
adalah sebesar Rp993,13 miliar.
Gambar 9 Analisis Sensitivitas
1.200.000
1.000.000
800.000
NPV (Rp.Juta)
600.000
400.000
200.000
0
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK
BIAYA INVESTASI NAIK DISCOUNT RATE NAIK
Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan MBSS dengan dilakukannya
transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.
61
Page 82
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
5 ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM
MEMINJAM DANA
5.1 Analisis Kelayakan
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 33,48% yang berarti di atas tingkat discount
rate yang sebesar 9,84%.
• Net Present Value ( NPV ) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar
Rp1.070.239.000.000,-.
• Profitability Index ( PI ) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,57622 yang berarti lebih besar dari 1.
• Payback Period ( PP )
PP akan diperoleh dalam waktu 4 tahun 4 bulan.
5.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Sesuai dengan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen MBSS, AGI
diharapkan dapat melunasi pokok pinjaman dan bunga kepada MBSS. Dalam
proyeksi keuangan MBSS, diharapkan AGI dapat melunasi pinjamannya pada tahun
2030.
5.3 Analisis Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Tidak terdapat informasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi transaksi
Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI.
62
Page 83
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
6 ANALISIS ATAS JAMINAN
Perlu kami jelaskan bahwa pada transaksi ini tidak terdapat jaminan atas Pemberian
Pinjaman MBSS kepada AGI.
63
Page 84
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
7 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi (analisis atas besaran dana dari objek
transaksi, dampak dari transaksi, dan pertimbangan bisnis), analisis kualitatif,
analisis kuantitatif, dan analisis atas jaminan, maka kami berpendapat bahwa
Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI.
Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik
secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan
pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan
Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
kesimpulan mengenai kewajaran Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI
ini mungkin berbeda.
64
Page 85
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
8 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan
Rekan dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
65
Page 86
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
9 KESIMPULAN
Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap Kewajaran Transaksi yang meliputi
analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas transaksi, analisis atas
kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan, maka kami berpendapat
bahwa Transaksi Pemberian Pinjaman MBSS kepada AGI adalah Wajar.
66
Page 87
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 88
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ASUMSI - ASUMSI Lampiran 1
Keterangan 2024 2025 2025 2026 2027 2028 2029 2030
31-Dec 30-Jun 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
Jumlah Hari Dalam Setahun Hari 365 181 184 365 365 365 365 365
Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun Hari 360 180 180 360 360 360 360 360
Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun Bulan 12 6 6 12 12 12 12 12
STRUKTUR PENDAPATAN
Pendapatan Rp.Juta 830.544 479.272 479.272 1.054.398 1.159.838 1.275.821 1.403.404 1.543.744
Pertumbuhan Growth 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
STRUKTUR BIAYA
A. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Variable To Sales 41,01% 41,01% 41,01% 41,01% 41,01% 41,01%
Fixed Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
B. BEBAN USAHA
General and administrative expenses Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Lain-lain To Sales 17,30% 14,08% 13,92% 14,01% 15,73% 14,13%
Beban Lain-Lain To Sales 7,36% 3,41% 2,45% 1,87% 1,68% 1,64%
TINGKAT BUNGA
KI p.a. 8,92% 8,92% 8,92% 8,92% 8,92% 8,92%
KMK p.a. 8,82% 8,82% 8,82% 8,82% 8,82% 8,82%
TARIF PAJAK
PPh Badan To EBT 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
TURNOVER
Persediaan Hari 15 14 13 12 11 10
Piutang Usaha Hari 89 83 78 73 68 64
Hutang Usaha Hari 26 24 22 21 19 18
Page 89
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN Lampiran 2
Rp.Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASSETS
CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 1.957.085 1.895.900 2.249.318 2.744.033 3.944.711 5.138.412
Piutang usaha 232.834 239.819 247.014 254.424 262.057 269.919
Aset kontrak 8.575 8.832 9.097 9.370 9.651 9.941
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - bersih 24.773 24.896 25.021 25.146 25.272 25.398
Pajak dibayar dimuka 1.127 1.133 1.138 1.144 1.150 1.156
Uang muka 2.698 2.711 2.725 2.738 2.752 2.766
Biaya dibayar di muka 12.297 12.359 12.421 12.483 12.545 12.608
Total Current Assets 2.239.389 2.185.651 2.546.734 3.049.339 4.258.139 5.460.199
NON-CURRENT ASSETS
Pinjaman kepada pihak berelasi 975.000 975.000 975.000 975.000 450.000 -
Uang muka pembelian aset tetap 92.578 - - - - -
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai 940.882 1.428.064 1.501.429 1.538.540 1.544.713 1.544.779
Aset hak guna 7.270 3.635 - - - -
Refundable deposit 7.724 7.724 7.724 7.724 7.724 7.724
Intangible assets 2.010 - - - - -
Total Non - Current Assets 2.025.464 2.414.422 2.484.153 2.521.264 2.002.437 1.552.503
TOTAL ASSETS 4.264.852 4.600.074 5.030.887 5.570.603 6.260.576 7.012.702
LIABILITY AND EQUITY
CURRENT LIABILITIES
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha 42.152 42.362 42.574 42.787 43.001 43.216
Utang lain-lain - - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar 30.446 30.598 30.751 30.905 31.059 31.215
Utang pajak 2.297 2.308 2.320 2.331 2.343 2.355
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas sewa 3.795 4.185 - - - -
Utang bank 106.708 80.042 49.899 - - -
Uang muka dari pihak ketiga
Penjualan asset - - - - - -
Pelanggan 1.474 - - - - -
Total Current Liabilities 186.872 159.495 125.544 76.023 76.403 76.785
NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 4.185 - - - - -
Utang bank 128.381 49.361 - - - -
Liabilitas imbalan kerja 15.805 16.990 18.265 19.635 21.107 22.690
Liabilitas jangka panjang lain-lain 183 448 714 980 - -
Total Non-Current Liabilities 148.553 66.800 18.979 20.614 21.107 22.690
EQUITY
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham 175.003 175.003 175.003 175.003 175.003 175.003
Tambahan modal disetor 361.670 361.670 361.670 361.670 361.670 361.670
Komponen equitas lainnya (812) (812) (812) (812) (812) (812)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 2.637 2.637 2.637 2.637 2.637 2.637
Tidak ditentukan penggunaannya 2.014.898 2.458.679 2.970.692 3.557.719 4.246.245 4.996.293
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Entitas Induk 3.910.763 4.354.543 4.866.556 5.453.583 6.142.109 6.892.157
Kepentingan nonpengendali 18.665 19.236 19.809 20.382 20.956 21.069
Total Equity 3.929.427 4.373.779 4.886.365 5.473.965 6.163.065 6.913.227
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 4.264.852 4.600.074 5.030.887 5.570.603 6.260.576 7.012.702
Page 90
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI LABA RUGI Lampiran 3
Rp.Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
REVENUES
Pendapatan 958.544 1.054.398 1.159.838 1.275.821 1.403.404 1.543.744
TOTAL 958.544 1.054.398 1.159.838 1.275.821 1.403.404 1.543.744
Growth Per Year 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
COST OF REVENUES (589.656) (638.794) (692.355) (750.755) (814.454) (883.953)
To Sales 61,52% 60,58% 59,69% 58,84% 58,03% 57,26%
GROSS PROFIT 368.887 415.604 467.483 525.066 588.950 659.791
Gross Profit Margin 38,48% 39,42% 40,31% 41,16% 41,97% 42,74%
OPERATING EXPENSES
General and administrative expenses (80.342) (84.359) (88.577) (93.006) (97.657) (102.539)
TOTAL (80.342) (84.359) (88.577) (93.006) (97.657) (102.539)
OPERATING PROFIT 288.545 331.244 378.906 432.060 491.293 557.251
Operating Profit Margin 30,10% 31,42% 32,67% 33,87% 35,01% 36,10%
OTHER INCOME (EXPENSES)
Pendapatan Lain-lain 165.845 148.442 161.479 178.792 220.814 218.062
Beban Lain-Lain (70.537) (35.905) (28.372) (23.826) (23.581) (25.265)
TOTAL 95.308 112.537 133.107 154.967 197.233 192.797
PROFIT BEFORE INCOME TAX 383.853 443.781 512.013 587.027 688.526 750.048
Income Tax Expense - Net - - - - - -
NET INCOME FOR THE PERIOD / YEAR 383.853 443.781 512.013 587.027 688.526 750.048
Net Profit Margin
BEGINNING BALANCE - PROFIT (LOSS) - 383.853 827.634 1.339.646 1.926.673 2.615.199
ENDING BALANCE - PROFIT (LOSS) 383.853 827.634 1.339.646 1.926.673 2.615.199 3.365.247
Page 91
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI ARUS KAS Lampiran 4
Rp.Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Cashflow from Operating Activities
Penerimaan kas dari:
Pelanggan 859.611 1.047.156 1.152.378 1.268.138 1.395.490 1.535.593
Lain-lain 4.681 - - - - -
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (533.404) (460.580) (606.301) (667.337) (731.228) (799.102)
Direksi dan karyawan (96.727) (101.564) (106.642) (111.974) (117.573) (123.451)
Kas dihasilkan dari operasi 234.160 485.012 439.435 488.827 546.689 613.039
Pembayaran pajak penghasilan (11.503) (12.653) (13.918) (15.310) (16.841) (18.525)
Net Cashflow from Operation 222.658 472.359 425.517 473.517 529.848 594.514
Cashflow from Investing Activities
Penerimaan dari penjualan aset tetap 99.590 - - - - -
Penerimaan uang muka penjualan aset - - - - - -
Penerimaan bunga 123.400 148.442 161.479 178.792 220.814 218.062
Perolehan aset tetap (43.020) (555.928) (142.112) (105.857) (74.919) (68.812)
Kenaikan uang muka pembelian aset (38.540) - - - - -
Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi (450.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman dari pihak berelasi - - - - 525.000 450.000
Net Cashflow from Investing Activities (308.569) (407.486) 19.367 72.935 670.895 599.250
Cashflow from Financing Activities
Pembayaran utang bank (106.708) (106.708) (80.042) (50.031) - -
Pembayaran beban keuangan (24.514) (15.554) (7.240) (1.707) (64) (64)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (3.463) (3.795) (4.185) - - -
Penerimaan utang bank - - - - - -
Net Cashflow from Financing Activities (134.686) (126.058) (91.466) (51.738) (64) (64)
Net Change in Cash (220.597) (61.184) 353.418 494.714 1.200.679 1.193.701
Beginning Cash Balance 2.177.681 1.957.085 1.895.900 2.249.318 2.744.033 3.944.711
Ending Cash Balance 1.957.085 1.895.900 2.249.318 2.744.033 3.944.711 5.138.412
Page 92
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN - INCREMENTAL Lampiran 5
Rp.Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASSETS
CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983) 134.992
Piutang usaha - - - - - -
Aset kontrak - - - - - -
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - bersih - - - - - -
Pajak dibayar dimuka - - - - - -
Uang muka - - - - - -
Biaya dibayar di muka - - - - - -
Total Current Assets (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983) 134.992
NON-CURRENT ASSETS
Pinjaman kepada pihak berelasi 450.000 450.000 450.000 450.000 450.000 -
Uang muka pembelian aset tetap - - - - - -
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai - - - - - -
Aset hak guna - - - - - -
Refundable deposit - - - - - -
Intangible assets - - - - - -
Total Non - Current Assets 450.000 450.000 450.000 450.000 450.000 -
TOTAL ASSETS (4.919) 17.525 41.476 66.297 92.017 134.992
LIABILITY AND EQUITY
CURRENT LIABILITIES
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha - - - - - -
Utang lain-lain - - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas sewa - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Uang muka dari pihak ketiga
Penjualan asset - - - - - -
Pelanggan - - - - - -
Total Current Liabilities - - - - - -
NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja - - - - - -
Liabilitas jangka panjang lain-lain - - - - - -
Total Non-Current Liabilities - - - - - -
EQUITY
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham - - - - - -
Tambahan modal disetor - - - - - -
Komponen equitas lainnya - - - - - -
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan - - - - - -
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya - - - - - -
Tidak ditentukan penggunaannya (4.919) 17.469 41.365 66.131 91.799 134.722
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Entitas Induk (4.919) 17.469 41.365 66.131 91.799 134.722
Kepentingan nonpengendali - 55 111 166 219 270
Total Equity (4.919) 17.525 41.476 66.297 92.017 134.992
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY (4.919) 17.525 41.476 66.297 92.017 134.992
Page 93
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI LABA RUGI - INCREMENTAL Lampiran 6
Rp.Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
REVENUES
Pendapatan - - - - - -
TOTAL - - - - - -
Growth Per Year #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
COST OF REVENUES - - - - - -
To Sales #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
GROSS PROFIT - - - - - -
Gross Profit Margin #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
OPERATING EXPENSES
General and administrative expenses - - - - - -
TOTAL - - - - - -
OPERATING PROFIT - - - - - -
OTHER INCOME (EXPENSES)
Pendapatan Lain-lain (4.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 42.975
Beban Lain-Lain - (55) (56) (54) (53) (52)
TOTAL (4.919) 22.389 23.896 24.766 25.668 42.923
PROFIT BEFORE INCOME TAX (4.919) 22.389 23.896 24.766 25.668 42.923
Income Tax Expense - Net - - - - - -
NET INCOME FOR THE PERIOD / YEAR (4.919) 22.389 23.896 24.766 25.668 42.923
Net Profit Margin
BEGINNING BALANCE - PROFIT (LOSS) - (4.919) 17.469 41.365 66.131 91.799
ENDING BALANCE - PROFIT (LOSS) (4.919) 17.469 41.365 66.131 91.799 134.722
Page 94
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI ARUS KAS - INCREMENTAL Lampiran 7
Rp.Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Cashflow from Operating Activities
Penerimaan kas dari:
Pelanggan - - - - - -
Lain-lain - - - - - -
Pembayaran kas kepada:
Pemasok - - - - - -
Direksi dan karyawan - - - - - -
Kas dihasilkan dari operasi - - - - - -
Pembayaran pajak penghasilan - - - - - -
Net Cashflow from Operation - - - - - -
Cashflow from Investing Activities
Penerimaan dari penjualan aset tetap - - - - - -
Penerimaan uang muka penjualan aset - - - - - -
Penerimaan bunga (4.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 42.975
Perolehan aset tetap - - - - - -
Kenaikan uang muka pembelian aset - - - - - -
Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi (450.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman dari pihak berelasi - - - - - 450.000
Net Cashflow from Investing Activities (454.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 492.975
Cashflow from Financing Activities
Pembayaran utang bank - - - - - -
Pembayaran beban keuangan - - - - - -
Pembayaran pokok liabilitas sewa - - - - - -
Penerimaan utang bank - - - - - -
Net Cashflow from Financing Activities - - - - - -
Net Change in Cash (454.919) 22.444 23.952 24.820 25.721 492.975
Beginning Cash Balance - (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983)
Ending Cash Balance (454.919) (432.475) (408.524) (383.703) (357.983) 134.992
Page 95
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI RATIO KEUANGAN Lampiran 8
Average
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Th'2025 s/d
Th'2030
I. RATIO LIKUIDITAS
Dengan
Current Ratio 1198,35% 1370,36% 2028,57% 4011,06% 5573,24% 7110,99% 3548,76%
Quick (Acid Test) Ratio 1171,88% 1339,05% 1988,42% 3944,14% 5506,00% 7043,44% 3498,82%
Working Capital To Total Assets Ratio 48,13% 44,05% 48,13% 53,38% 66,79% 76,77% 56,21%
Tanpa
Current Ratio 1441,79% 1641,51% 2353,97% 4515,78% 6041,78% 6935,19% 3821,67%
Quick (Acid Test) Ratio 1415,32% 1610,21% 2313,82% 4448,85% 5974,55% 6867,64% 3771,73%
Working Capital To Total Assets Ratio 58,73% 53,65% 56,71% 60,99% 73,59% 76,31% 63,33%
Dengan-Tanpa
Current Ratio -243,44% -271,15% -325,40% -504,72% -468,54% 175,80% -272,91%
Quick (Acid Test) Ratio -243,44% -271,15% -325,40% -504,72% -468,54% 175,80% -272,91%
Working Capital To Total Assets Ratio -10,60% -9,61% -8,59% -7,61% -6,80% 0,46% -7,13%
II. RATIO LEVERAGE
Dengan
Total Debt To Equity Ratio DER 8,54% 5,17% 2,96% 1,77% 1,58% 1,44% 3,58%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 7,86% 4,92% 2,87% 1,73% 1,56% 1,42% 3,39%
Time Interest Earned Ratio Kali 11,09 19,98 48,72 234,89 7.704,08 8.738,38 2.792,86
Tanpa
Total Debt To Equity Ratio DER 8,53% 5,19% 2,98% 1,79% 1,61% 1,47% 3,59%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 7,86% 4,94% 2,90% 1,76% 1,58% 1,45% 3,41%
Time Interest Earned Ratio Kali 11,09 19,98 48,72 234,89 7.704,08 8.738,38 2.792,86
Dengan-Tanpa
Total Debt To Equity Ratio DER 0,01% -0,02% -0,03% -0,02% -0,02% -0,03% -0,02%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 0,01% -0,02% -0,02% -0,02% -0,02% -0,03% -0,02%
Time Interest Earned Ratio Kali 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 -
III. RATIO AKTIVITAS
Dengan
Total Assets Turnover Kali 0,22 0,23 0,23 0,23 0,22 0,22 0,23
Receivables Turnover Kali 4,12 4,40 4,70 5,01 5,36 5,72 4,88
Collection Period Hari 89 83 78 73 68 64 76
Inventory Turnover( Total ) Kali 23,80 25,66 27,67 29,86 32,23 34,80 29,00
Average Day'a Inventory Hari 15 14 13 12 11 10 13
Working Capital Turnover Kali 0,47 0,52 0,48 0,43 0,34 0,29 0,42
Tanpa
Total Assets Turnover Kali 0,22 0,23 0,23 0,23 0,23 0,22 0,23
Receivables Turnover Kali 4,12 4,40 4,70 5,01 5,36 5,72 4,88
Collection Period Hari 89 83 78 73 68 64 76
Inventory Turnover( Total ) Kali 23,80 25,66 27,67 29,86 32,23 34,80 29,00
Average Day'a Inventory Hari 15 14 13 12 11 10 13
Working Capital Turnover Kali 0,38 0,43 0,41 0,38 0,31 0,29 0,37
Dengan-Tanpa
Total Assets Turnover Kali 0,00 (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00)
Receivables Turnover Kali - - - - - - -
Collection Period Hari - - - - - - -
Inventory Turnover( Total ) Kali - - - - - - -
Average Day'a Inventory Hari - - - - - - -
Working Capital Turnover Kali 0,08 0,09 0,07 0,05 0,03 (0,01) 0,05
IV. RATIO KEUANGAN
Dengan
Gross Profit Margin 38,48% 39,42% 40,31% 41,16% 41,97% 42,74% 40,68%
Operating Profit Margin 30,10% 31,42% 32,67% 33,87% 35,01% 36,10% 33,19%
Net Profit Margin 40,05% 42,09% 44,15% 46,01% 49,06% 48,59% 44,99%
Return On Investment, ROI 9,00% 9,65% 10,18% 10,54% 11,00% 10,70% 10,18%
Return On Equity, ROE 9,77% 10,15% 10,48% 10,72% 11,17% 10,85% 10,52%
Tanpa
Gross Profit Margin 38,48% 39,42% 40,31% 41,16% 41,97% 42,74% 40,68%
Operating Profit Margin 30,10% 31,42% 32,67% 33,87% 35,01% 36,10% 33,19%
Net Profit Margin 40,56% 39,97% 42,08% 44,07% 47,23% 45,81% 43,29%
Return On Investment, ROI 9,11% 9,20% 9,78% 10,21% 10,75% 10,28% 9,89%
Return On Equity, ROE 9,88% 9,67% 10,07% 10,40% 10,92% 10,43% 10,23%
Dengan-Tanpa
Gross Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Operating Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Profit Margin -0,51% 2,12% 2,06% 1,94% 1,83% 2,78% 1,70%
Return On Investment, ROI -0,10% 0,45% 0,39% 0,32% 0,25% 0,41% 0,29%
Return On Equity, ROE -0,11% 0,47% 0,40% 0,33% 0,25% 0,42% 0,29%
Page 96
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ANALISIS KELAYAKAN PROYEK Lampiran 9
Rp.Juta
Keterangan TOTAL 2025 2026 2027 2028 2029 2030
0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
EBITDA 4.293.013 206.478 403.625 451.287 500.806 560.040 2.170.777
CASH OUT FLOW
- Tax -82.998 -5.751 -12.653 -13.918 -15.310 -16.841 -18.525
- Interest ( i x T ) -8.651 -2.861 -3.647 -1.711 -405 -14 -14
- Investment Outlays - Eksisting -948.152 -948.152 0 0 0 0 0
- Capital Expenditure, CAPEX -969.138 -21.510 -555.928 -142.112 -105.857 -74.919 -68.812
+ / - Working Capital -136.939 12.631 -34.824 -41.616 -57.410 -7.741 -7.978
TOTAL -2.145.878 -965.643 -607.051 -199.357 -178.982 -99.515 -95.329
NET CASH FLOW 2.147.135 - 759.166 - 203.426 251.930 321.824 460.524 2.075.448
Discount Factor 9,84% 0,9542 0,8687 0,7908 0,7200 0,6555 0,5967
DISCOUNTED CASH FLOW 1.070.239 - 724.358 - 176.708 199.234 231.706 301.859 1.238.505
PROCEED -759.166 -962.591 -710.662 -388.837 71.687 2.147.135
PRESENT VALUE KAS MASUK 2.927.567 197.011 350.614 356.892 360.569 367.089 1.295.392
PRESENT VALUE KAS KELUAR -1.857.329 -921.369 -527.322 -157.658 -128.863 -65.229 -56.887
INTERNAL RATE OF RETURN IRR 33,48%
NET PRESENT VALUE NPV 1.070.239
PROFITABILITY INDEX PI 1,57622
PAYBACK PERIOD PP 4 Tahun 4 Bulan
BREAK EVEN POINT BEP
Penjualan 958.544 1.054.398 1.159.838 1.275.821 1.403.404 1.543.744
Variable Cost 589.656 638.794 692.355 750.755 814.454 883.953
Fixed Cost 80.342 84.359 88.577 93.006 97.657 102.539
BEP 208.767 214.022 219.763 225.989 232.705 239.916
BEP Rata-rata (Rp.Juta) 223.527 21,78% 20,30% 18,95% 17,71% 16,58% 15,54%
BEP Rata-rata ( % ) 18,48%
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 282.304 289.751 297.416 305.306 313.427 321.787
Utang Lancar -186.872 -159.495 -125.544 -76.023 -76.403 -76.785
KEBUTUHAN MODAL KERJA 95.432 130.256 171.873 229.283 237.024 245.002
+ / - Working Capital -12.631 34.824 41.616 57.410 7.741 7.978
Rounded
-
Page 97
PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK Lampiran 10
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta 1.070.239 934.553 798.936 663.412 528.014
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 30,10% 26,86% 23,74% 20,73%
Return On Investment (ROI) 10,18% 9,23% 8,27% 7,32% 6,36%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,50371 1,43110 1,35839 1,28560
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln 4 Th 8 Bln 4 Th 9 Bln
BEP a. Dalam Rp.Juta 223.527 241.838 265.329 296.533 339.962
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 18,48% 21,05% 24,35% 28,74% 34,87%
2. BIAYA INVESTASI NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta 1.070.239 1.028.066 985.894 943.722 901.550
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 32,06% 30,71% 29,42% 28,18%
Return On Investment (ROI) 10,18% 10,18% 10,18% 10,18% 10,18%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,54123 1,50775 1,47570 1,44499
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 5 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln
BEP a. Dalam Rp.Juta 223.527 223.527 223.527 223.527 223.527
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 18,48% 18,48% 18,48% 18,48% 18,48%
3. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta 1.070.239 968.083 865.472 762.421 658.951
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 30,90% 28,39% 25,95% 23,58%
Return On Investment (ROI) 10,18% 9,75% 9,33% 8,91% 8,48%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,52133 1,46618 1,41079 1,35516
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln 4 Th 8 Bln 4 Th 8 Bln
BEP a. Dalam Rp.Juta 223.527 243.724 265.813 290.027 316.641
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 18,48% 20,15% 21,99% 24,00% 26,22%
4. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta 1.070.239 1.050.550 1.031.138 1.011.998 993.125
Internal Rate of Return (IRR) 33,48% 33,48% 33,48% 33,48% 33,48%
Return On Investment (ROI) 10,18% 10,18% 10,18% 10,18% 10,18%
Profitability Index (PI) 1,57622 1,56747 1,55879 1,55018 1,54166
Payback Period (PP) 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 4 Bln
BEP a. Dalam Rp.Juta 223.527 223.527 223.527 223.527 223.527
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 18,48% 18,48% 18,48% 18,48% 18,48%
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×3
unresolved
org
Endang & Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik
p.3 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Darbi
p.3 ×5
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.3 ×5
unresolved
person
Engawati Gazali
· Notaris
p.3 ×9
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.
p.3
unresolved
org
PT Merlot Grup Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×4
unresolved
—
Faks,
p.6 ×4
unresolved
person
Bharuna Andre
· Komisaris
p.6 ×2
unresolved
person
Hermawan Tanudjaja
· Komisaris
p.7 ×2
unresolved
org
PT Merlot Group Indonesia
p.7
unresolved
org
PT Graman Infiniti Arta AGI
p.7
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×22
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.13
unresolved
person
Digitally signed by Endang Sunardi
· Rekan | DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
p.13 ×2
unresolved
org
KJPP Syarif Endang dan Rekan
p.13
unresolved
org
KJPP Syarif Endang
p.13
unresolved
org
Rekan
p.13
unresolved
person
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
p.15
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.15
unresolved
person
Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev.
p.15 ×2
unresolved
org
Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt.
p.15
unresolved
org
Bank MBSS
p.18 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.21 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.24 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.24 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro
p.24 ×3
unresolved
person
Martinus
p.25
unresolved
org
PT Graman Infiniti Arta GAA
p.30
unresolved
org
Bank Jangka Panjang-Bersih
p.34
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.37
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.38
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Gambar
p.39
unresolved
org
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
p.49 ×6
unresolved
org
PT Indika Energy Infrastructure
p.53
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan
p.75
unresolved
org
Bank Campuran
p.75
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.85
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.85
unresolved
org
KJPP
p.85
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
13451 ms
12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '..................................................................... '
'9'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '..................................................................... '
'9',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20.00'}