Skip to content
Back to announcement

20250630_INDR_Informasi Transaksi Afiliasi_31909852_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review INDR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 81

Page 1

          
Page 2
                Kantor Jasa Penilai Publik                                                                           The Manhattan Square
                                                                                                          Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                        Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                                                                                                        E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                Property, Business Valuation & Advisory
                                                                                                              Website: www.fdipartners.co
                Licence No. 2. 22.01 76                                                                            Phone (62 21) 27875910
                KMK 460/KM.1/20 22 Advisory
                Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia


                                                                                                   Jakarta, 26 Juni 2025
                Wilayah Kerja




Kepada Yth.
Direksi
PT Indo-Rama Synthetics Tbk
Graha Irama Lt. 17
Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-1
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950

No. Laporan   : 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Hal           : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman
                PT IndoRama-Synthetics Tbk ke PT Cikondang Kancana Prima

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT INDO-RAMA SYNTHETICS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 020/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 23 Mei
2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Indo-Rama Synthetics Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan” atau
“IRS”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang Kewajaran atas Rencana Transaksi
Pemberian Pinjaman dari Perseroan kepada PT Cikondang Kancana Prima (“Perusahaan”
atau “CKP”) dimana CKP merupakan anak perusahaan dari Perseroan. Saat ini IRS telah
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada CKP sesuai dengan perjanjian
fasilitas pinjaman pemegang saham tanggal 03 Mei 2021, serta perjanjian amandemen ke 1
tanggal 07 Desember 2022 dan perjanjian amandemen ke 2 tanggal 29 September 2023
dengan total pinjaman maksimal sampai sampai Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat
Puluh Miliar Rupiah). Dalam hal ini, IRS dan CKP bermaksud untuk melakukan perjanjian
amandemen ke 3 dengan total nilai rencana pinjaman maksimal sebesar
Rp600.000.000.000,00 (Enam Ratus Miliar Rupiah). Atas dasar hal tersebut, maka rencana
perjanjian amandemen ke 3 akan meningkatkan nilai pinjaman maksimal yang diberikan IRS
kepada CKP sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah). Rencana
penambahan nilai pinjaman maksimal yang diberikan IRS kepada CKP tersebut selanjutnya
disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

CKP merupakan anak perusahaan dari IRS, dimana IRS adalah pemegang saham mayoritas
dengan memiliki saham disetor dan ditempatkan secara penuh sebesar 80% di CKP. Rencana
Transaksi berupa rencana pinjam-meminjam antara IRS selaku pihak pemberi pinjaman dan
CKP selaku pihak penerima pinjaman, dimana pinjaman dilakukan untuk keperluan pra-
operasi, overhead, pengembangan tambang, dan fasilitas pengolahan CKP. Dengan
demikian Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan Transaksi Tertentu (“POJK 42”).




                                Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 3
Berdasarkan draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP, diketahui bahwa nilai
Rencana Transaksi adalah peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar Rp360.000.000.000,00
(Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah). Jika dilihat dari perjanjian awal dengan total pinjaman
sebesar Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah), CKP sudah
merealisasikan pinjaman sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar USD11.755.965 (Sebelas
Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Enam Puluh Lima Dollar Amerika Serikat)
atau setara dengan Rp190.000.000.000,00 (Seratus Sembilan Puluh Miliar Rupiah; dibulatkan)
yang dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2024 sebesar
Rp16.162 per Dollar AS.

Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang & Rekan Laporan
No. 00006/3.0424/AU.1/04/0135-5/1/II/2025 tanggal 27 Februari 2025 ekuitas Perseroan tercatat
sebesar US397.146.818 (Tiga Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Seratus Empat Puluh Enam Ribu
Delapan Ratus Delapan Belas Rupiah), maka Total Rencana Transaksi adalah sebesar 5,61%
dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama (“POJK 17”). Berdasarkan
informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak mengandung benturan
kepentingan.

Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat kewajaran
terhadap rencana transaksi dalam rangka pemenuhan POJK 42 dikarenakan adanya
Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan dengan pihak terafiliasi.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan
pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan dan CKP yang
mana kami mengasumsikan bahwa informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi dan data yang telah diberikan
oleh manajemen Perseroan dan CKP baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode yang kami gunakan dalam memberikan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis
kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko
Rencana Transaksi, analisis terhadap Perusahaan, serta analisis terhadap kondisi industri dan
prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan Perusahaan. Analisis kuantitatif berupa
analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah transaksi (proforma)
dari pihak Perseroan untuk mengetahui dampak keuangan dari transaksi yang dilakukan, serta
analisis inkremental atas Rencana Transaksi.

Secara kualitatif, dengan Rencana Transaksi, CKP memperoleh fasilitas utang untuk keperluan
pra-operasi, overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan. Selanjutnya,
secara kuantitatif dengan Rencana Transaksi ini akan memberikan inkremental terhadap
usaha Perseroan secara konsolidasian kedepannya, dimana berdasarkan proyeksi bisnis


Halaman 2                                                   00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 4

          
Page 5
                                                                    DAFTAR ISI

  BAB I ............................................................................................................................................ 5
  PENDAHULUAN.............................................................................................................................. 5
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ...................................................................................................5
  1.2    Identifikasi Status Penilai .............................................................................................................5
  1.3    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................5
  1.4    Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ..........................................6
  1.5    Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ........................................................6
  1.6    Nilai Rencana Transaksi dan Objek Analisis Pendapat Kewajaran ...................................6
  1.7    Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan ....................................................6
  1.8    Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
         Transaksi .........................................................................................................................................8
  1.9    Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan .................9
  1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .....................................................................................9
  1.11 Sumber Data dan Informasi .......................................................................................................9
  1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................ 11
  1.13 Tenaga Ahli ................................................................................................................................. 11
  1.14 Pernyataan Independensi Penilai........................................................................................... 11
  1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Kewajaran (Subsequent Event) .............. 11
  BAB II .......................................................................................................................................... 12
  ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI........................................................................................ 12
  2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi......................................................................................... 12
  2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ................................................................................ 13
  2.3. Objek Rencana Transaksi ......................................................................................................... 13
  2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ............................................................................. 13
  BAB III .......................................................................................................................................... 20
  ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ............................................................................ 20
  3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan .......................................................... 20
  3.2. Analisis atas Rencana Transaksi .............................................................................................. 20
  3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ............................................................................. 21
  3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi........................................................................... 31
  3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ......................................................................... 52
  3.6. Analisis Atas Jaminan ................................................................................................................ 57
  3.7. Kesimpulan .................................................................................................................................. 57
  3.8. Distribusi Pendapat Kewajaran ............................................................................................... 57
  ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .............................................................................. 58
  PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. 59
  LAMPIRAN ................................................................................................................................... 61




Halaman 4                                                                                        00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 6
                                            BAB I
                                        PENDAHULUAN

1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 020/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal
      23 Mei 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R”
      atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Indo-Rama Synthetics Tbk (selanjutnya
      disebut “Perseroan” atau “IRS”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman dari Perseroan kepada
      PT Cikondang Kancana Prima (“Perusahaan” atau “CKP”).

1.2   Identifikasi Status Penilai

      Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, selaku
      Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak
      memihak, sesuai KEPI; memiliki kompetensi untuk memberikan pendapat kewajaran atas
      obyek yang dimaksud. KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan adalah Kantor Jasa
      Penilai Publik yang memegang Izin Usaha No. 2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri
      Keuangan Republik Indonesia dan mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk
         klasifikasi penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan
         Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat
         Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PJ-
         1/PM.021/2025. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      b. Penugasan Pendapat Kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan
         materaial atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek
         Rencana Transaksi dan/ atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi
         objektifitas, profesional dan tidak memihak.
      c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
         kesatuan tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung
         jawab laporan Pendapat Kewajaran ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan
      kontraktual, dalam hal ini adalah:

      Nama Pemberi Tugas            :   PT Indo-Rama Synthetics Tbk
      Alamat                        :   Graha Irama Lt. 17 Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-1
                                        Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
      Bidang Usaha                  :   Pemintalan benang, benang polyester filamen
      No. Telepon/Fax               :   (021) 5261555
      Alamat Email                  :   -
      Penanggung Jawab              :   Dewan Direksi




Halaman 5                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 7
      Pengguna Laporan dalam hal ini adalah IRS, CKP dan Otoritas Jasa Keuangan (”OJK”)
      d/h BAPPEPAM-LK terkait dengan peraturan perusahaan publik (terbuka).

1.4   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian adalah tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Laporan
      Keuangan Audit Konsolidasian IRS per 31 Desember 2024.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa
      berlaku laporan Pendapat Kewajaran adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
      efektif Pendapat Kewajaran (cut-off date) dalam laporan Pendapat Kewajaran.

1.5   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat
      kewajaran terhadap rencana transaksi dalam rangka pemenuhan POJK 42 dikarenakan
      adanya Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan dan pihak terafiliasi.

1.6   Nilai Rencana Transaksi dan Objek Analisis Pendapat Kewajaran

      Saat ini IRS telah memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada CKP sesuai
      dengan perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham tanggal 03 Mei 2021, serta
      perjanjian amandemen ke 1 tanggal 07 Desember 2022 dan perjanjian amandemen ke
      2 tanggal 29 September 2023 dengan total pinjaman maksimal sampai sampai
      Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah). Dalam hal ini, IRS dan CKP
      bermaksud untuk melakukan perjanjian amandemen ke 3 dengan total nilai rencana
      pinjaman maksimal sebesar Rp600.000.000.000,00 (Enam Ratus Miliar Rupiah). Atas dasar
      hal tersebut, maka rencana perjanjian amandemen ke 3 akan meningkatkan nilai
      pinjaman maksimal yang diberikan IRS kepada CKP sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga
      Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah). Rencana penambahan nilai pinjaman maksimal yang
      diberikan IRS kepada CKP tersebut selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

      Berdasarkan draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP, diketahui bahwa
      nilai Rencana Transaksi adalah peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
      Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).

1.7   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan

      Analisis dampak keuangan Tanpa Transaksi dan Dengan Transaksi dilihat dari seberapa
      besar pengaruh Rencana Transaksi pada Laporan Keuangan Konsolidasian IRS. Pihak
      Manajemen telah menyiapkan Proforma Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember
      2024. Proforma merupakan dampak atas rencana transaksi pemberian pinjaman antara
      IRS dan CKP sesuai dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proforma posisi keuangan
      konsolidasian IRS yang dimaksud:




Halaman 6                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 8
     Tabel 1.1     Laporan posisi keuangan konsolidasian Proforma Rencana Transaksi IRS

                                                                             (dalam USD Ribuan)
                  Particulars            2024 Actual     Transaksi    Eliminasi       2024 Proforma
      ASSETS
      Current Assets
      Cash & Bank Balances                     23.947                                        23.947
      Accounts Receivable Trade                79.678                                        79.678
      Inventories                             138.996                                       138.996
      Other Receivables                        27.457       25.368      (25.368)             27.457
      Total Current Assets                    270.078       25.368      (25.368)            270.078

      Non-Current Assets
      Long Term Investments                       495                                           495
      Fixed Assets                            470.522                                       470.522
      Mining Properties                         3.206                                         3.206
      Mining Right                             12.760                                        12.760
      Other Assets                             10.109                                        10.109

      Total Non-Current Assets                497.092            0             0            497.092
      TOTAL ASSETS                            767.170       25.368      (25.368)            767.170
      LIABILITIES
      LIABILITIES AND EQUITY
      Current Liabilities
      Accounts Payable - Trade                131.037                                       131.037
      Accounts Payable - Others                21.129                                        21.129
      Short Term Loan & CPLTD                 110.222                                       110.222

      Total Current Liabilities               262.388            0                0         262.388

      Long Term Liabilities
      Long Term Loans                          75.581       25.368      (25.368)             75.581
      Oths. & Prov. for retirmnt Ben           25.343                                        25.343
      Deferred Tax Liability & Others          27.380                                        27.380

      Total Long Term Liabilities             128.304       25.368      (25.368)            128.304
      TOTAL LIABILITIES                       390.692       25.368      (25.368)            390.692

      EQUITY
      Share Capital                           160.218                                       160.218
      Additional Paid-in Capital              (14.713)                                      (14.713)
      Retained Earnings Beginning             206.558                                       206.558
      Earnings for Year                          8.564                                         8.564
      Less: Dividends                                0                                             0
      Retained Earnings Ending                215.122                                       215.122
      Other components of equity                15.850                                        15.850
      Non Controlling Interest (NCI)                 1                                             1

      TOTAL EQUITY                            376.478            0             0            376.478
      TOTAL LIABILITIES AND EQUITY            767.170       25.368      (25.368)            767.170

     Berdasarkan Informasi Laporan Keuangan Konsolidasian Profoma konsolidasi IRS per 31
     Desember 2024 (sebelum dan sesudah Rencana Transaksi) yang disiapkan oleh
     manajemen Perseroan di atas, dampak keuangan atas Rencana Transaksi adalah
     sebagai berikut:




Halaman 7                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 9
      1. Terdapat peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
         Rencana Transaksi. Jumlah ini merupakan peningkatan dari dilakukannya Rencana
         Transaksi dengan adanya peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
         Rp360.000.000.000,00 atau ekuivalen dengan USD 22.274 ribu dan pemberian
         pinjaman atas sisa dari fasilitas pinjaman maksimal di perjanjian eksisting yang belum
         diberikan dari IRS kepada CKP.
      2. Terdapat eliminasi pada liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
         Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan IRS memiliki 80% saham CKP sehingga laporan
         keuangan CKP dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan konsolidasian IRS.

      Atas dasar hal tersebut di atas, karena adanya faktor eliminasi atas mutasi akun yang
      muncul akibat Rencana Transaksi, maka Rencana Transaksi tidak memberikan
      perubahan terhadap proforma laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan.
      Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak perubahan akun terhadap proforma
      laporan laba rugi konsolidasian Perseroan.

1.8   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
      Transaksi

      CKP didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan mendapat persetujuan Kementerian
      Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 19 Desember 2006 yang selanjutnya
      memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP, dahulu disebut Kuasa Pertambangan)
      Eksploitasi di tahun 2010. IUP Eksploitasi tersebut meliputi wilayah seluas 2.410 Ha di Desa
      Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. IUP
      Eksploitasi tersebut adalah untuk bahan galian emas dan mineral pengikut lainnya.

      CKP sudah memiliki laporan cadangan (JORC Report) oleh konsultan PT GMT Indonesia.
      Berdasarkan JORC Report, jumlah cadangan emas tereka sebesar kurang lebih 8 ton
      emas. Di samping itu ditemukan adanya potensi cadangan emas baru yang dapat
      menambah cadangan emas yang sudah ditemukan tadi. Untuk memastikan jumlah
      potensi cadangan emas baru tersebut, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan
      seperti drilling dan sampling.

      Selama kurun waktu 2015-2024, CKP sudah melakukan banyak persiapan untuk memulai
      kegiatan produksi dan untuk itu diperlukan teknologi, modal dan biaya yang tidak sedikit
      jumlahnya. Pada tanggal 24 Februari 2021, IRS telah mengambilalih 80% kepemilikan
      saham di CKP dari pemegang saham yang ada. Setelah pengambilan kepemilikan
      saham, CKP melanjutkan kegiatan sebelumnya antara lain akan:

      a. Mempersiapkan design tambang, membangun infrastruktur pendukung seperti
         jalan, listrik, air, mess karyawan dan waduk untuk menampung limbah tambang dan
         pabrik.
      b. Menyelesaikan program drilling, test metalurgi dan menunjuk kontraktor untuk
         membangun pabrik pengolahan. Kapasitas produksi pabrik diperkirakan sebanyak
         150.000 ton ore per tahun yang dapat menghasilkan emas sekitar 20.000 Oz per
         tahun.
      c. Memulai pertambangan ore dan menyimpannya di stockpile sampai pabrik selesai
         dibangun.



Halaman 8                                                   00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 10
      d. Rekrutmen karyawan, diutamakan berasal dari masyarakat sekitar tambang.
      e. Menyempurnakan proses pengolahan limbah dan membangun waduk untuk
         menampung limbah hasil tambang.
      f. Melanjutkan program eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di wilayah-
         wilayah yang belum dieksplorasi.

      Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan bersamaan untuk memastikan
      tambang dapat berproduksi dalam waktu singkat. Pembiayaan untuk kegiatan yang
      direncanakan diatas berasal dari Pinjaman Pemegang Saham dari IRS dan pembiayaan
      eksternal. Pinjaman Pemegang Saham yang direncanakan untuk keperluan pra-operasi,
      Overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan.

1.9   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

      Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK 42 tentang transaksi afiliasi dan
      benturan kepentingan transaksi tertentu dikarenakan adanya Rencana Transaksi
      dilakukan oleh pihak-pihak yang terafiliasi. Namun demikian, berdasarkan informasi dari
      manajemen Perseroan bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung benturan
      kepentingan. Rencana Transaksi juga bukan merupakan transaksi material,
      sebagaimana diatur dalam POJK 17.

1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Sehubungan dengan POJK 42 dan POJK 35, maka dalam penugasan laporan Pendapat
      Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan
      dan prosedur penilaian atas Rencana Transaksi yang mencakup hal hal sebagai berikut:

      a. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi;
      b. Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi;
      c. Melakukan analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi;
      d. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi.

      Rencana Transaksi dalam laporan ini merupakan rencana pemberian pinjaman dari IRS
      kepada CKP.

1.11 Sumber Data dan Informasi

      a. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2024 No.
         00006/3.0424/AU.1/04/135-5/1/II/2025 tanggal 17 Februari 2025 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
         pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
         hal yang material.
      b. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2023 No.
         00006/3.0424/AU.1/04/135-4/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
         pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
         hal yang material.




Halaman 9                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 11
     c. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2022 No.
        00003/3.0424/AU.1/04/135-3/1/II/2023 tanggal 17 Februari 2023 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
        pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
        hal yang material.
     d. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2021 No.
        00006/3.0424/AU.1/04/135-2/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
        pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
        hal yang material.
     e. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2020 No.
        0001/3.0424/AU.1/04/135-1/1/II/2021 tanggal 15 Februari 2021 yang telah diaudit oleh
        Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
        pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
        hal yang material.
     f. Laporan     Keuangan     CKP     untuk   periode    31     Desember     2024     No.
        00015/2.0946/AU.1/02/1935-1/1/II/2025 tanggal 03 Februari 2025 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
        keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     g. Laporan     Keuangan     CKP     untuk   periode    31     Desember     2023     No.
        00001/3.0472/AU.1/02/1887-1/1/I/2024 tanggal 22 Januari 2024 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
        keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     h. Laporan     Keuangan     CKP     untuk   periode    31     Desember     2022     No.
        00006/2.0946/AU.1/02/0996-2/1/I/2023 tanggal 16 Januari 2023 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
        keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     i. Laporan     Keuangan     CKP     untuk   periode    31     Desember     2021     No.
        00006/2.0946/AU.1/02/0996-1/1/II/2022 tanggal 21 Januari 2022 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
        keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     j. Laporan Keuangan CKP untuk periode 31 Desember 2020 No. 009/PTCKP.LAI-
        GFA/IV/2021 tanggal 20 Februari 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
        Suparman Bambang Ghanis Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan
        tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     k. Business plan IRS sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk periode tahun 2025
        sampai dengan tahun 2030 yang disusun oleh manajemen IRS.
     l. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian IRS per 31 Desember 2024 terkait
        Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen IRS.
     m. Business plan CKP setelah Rencana Transaksi untuk periode tahun 2025 sampai
        dengan tahun 2030 yang disusun oleh manajemen.
     n. Copy perjanjian pinjaman antara IRS dengan CKP (“Perjanjian Pinjaman IRS-CKP”),
        baik perjanjian awal tanggal 03 Mei 2021, perjanjian amandemen 1 tanggal 07
        Desember 2022, perjanjian amandemen 2 tanggal 29 September 2023, dan rencana
        perjanjian amandemen 3.
     o. Draft keterbukaan informasi yang disediakan oleh manajemen IRS.




Halaman 10                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 12
     p. Surat Pernyataan Manajemen terkait Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi IRS
        dengan Nomor IRS/CS-0625/028 tertanggal 23 Juni 2025, terkait dengan kebenaran
        data dan asumsi yang telah diberikan manajemen.
     q. Hasil wawancara dengan pihak IRS dan pihak lain yang kami anggap layak dan
        relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
        proses Pendapat Kewajaran.
     r. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak
        maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

     Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
     melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran Rencana
     Transaksi yang mencakup hal–hal sebagai berikut:

     a. Analisis atas Rencana Transaksi;
     b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
     c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi;

1.13 Tenaga Ahli

     Dalam melakukan Pendapat Kewajaran, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil
     pekerjaan dari tenaga ahli, karena bidang usaha yang dijalani Perusahaan tidak
     memerlukan pendapat dari tenaga ahli.

1.14 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan IRS,
     ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan IRS. KJPP FDI&R juga tidak memiliki
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
     pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
     pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil dari
     proses analisis kewajaran ini.

1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Kewajaran (Subsequent Event)

     Dari tanggal penilaian (cut-off date) per 31 Desember 2024 hingga laporan ini
     diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (Subsequent
     Event).




Halaman 11                                                  00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 13
                                           BAB II
                             ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

2.1.   Latar Belakang Rencana Transaksi

       CKP didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan mendapat persetujuan Kementerian
       Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 19 Desember 2006 yang selanjutnya
       memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP, dahulu disebut Kuasa Pertambangan)
       Eksploitasi di tahun 2010, dimana IRS memiliki 80% saham CKP. IUP Eksploitasi tersebut
       meliputi wilayah seluas 2.410 Ha di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten
       Cianjur, Propinsi Jawa Barat. IUP Eksploitasi tersebut adalah untuk bahan galian emas
       dan mineral pengikut lainnya.

       CKP sudah memiliki laporan cadangan (JORC Report) oleh konsultan PT GMT Indonesia.
       Berdasarkan JORC Report, jumlah cadangan emas tereka sebesar kurang lebih 8 ton
       emas. Di samping itu ditemukan adanya potensi cadangan emas baru yang dapat
       menambah cadangan emas yang sudah ditemukan tadi. Untuk memastikan jumlah
       potensi cadangan emas baru tersebut, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan
       seperti drilling dan sampling.

       Selama kurun waktu 2015-2024, CKP sudah melakukan banyak persiapan untuk memulai
       kegiatan produksi dan untuk itu diperlukan teknologi, modal dan biaya yang tidak sedikit
       jumlahnya. Pada saat ini, CKP bermaksud melanjutkan kegiatan selanjutnya yang
       meliputi:

       a. Mempersiapkan design tambang, membangun infrastruktur pendukung seperti
          jalan, listrik, air, mess karyawan dan waduk untuk menampung limbah tambang dan
          pabrik.
       b. Menyelesaikan program drilling, test metalurgi dan menunjuk kontraktor untuk
          membangun pabrik pengolahan. Kapasitas produksi pabrik diperkirakan sebanyak
          150.000 ton ore per tahun yang dapat menghasilkan emas sekitar 20.000 Oz per
          tahun.
       c. Memulai pertambangan ore dan menyimpannya di stockpile sampai pabrik selesai
          dibangun.
       d. Rekrutmen karyawan, diutamakan berasal dari masyarakat sekitar tambang.
       e. Menyempurnakan proses pengolahan limbah dan membangun waduk untuk
          menampung limbah hasil tambang.
       f. Melanjutkan program eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di wilayah-
          wilayah yang belum dieksplorasi.

       Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan bersamaan untuk memastikan
       tambang dapat berproduksi dalam waktu singkat. Pembiayaan untuk kegiatan yang
       direncanakan diatas berasal dari Pinjaman Pemegang Saham dari IRS dan pembiayaan
       eksternal. Pinjaman Pemegang Saham yang direncanakan untuk keperluan pra-operasi,
       overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan. Dengan demikian
       rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42
       tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.




Halaman 12                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 14
2.2.   Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi

       Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat
       kewajaran terhadap rencana transaksi dalam rangka pemenuhan POJK 42 tentang
       transaksi afiliasi dan benturan kepentingan dikarenakan adanya Rencana Transaksi
       dilakukan oleh Perseroan dengan pihak terafiliasi.

2.3.   Objek Rencana Transaksi

       Saat ini IRS telah memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada CKP sesuai
       dengan perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham tanggal 03 Mei 2021, serta
       perjanjian amandemen ke 1 tanggal 07 Desember 2022 dan perjanjian amandemen ke
       2 tanggal 29 September 2023 dengan total pinjaman maksimal sampai sampai
       Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah). Dalam hal ini, IRS dan CKP
       bermaksud untuk melakukan perjanjian amandemen ke 3 dengan total nilai rencana
       pinjaman maksimal sebesar Rp600.000.000.000,00 (Enam Ratus Miliar Rupiah). Atas dasar
       hal tersebut, maka rencana perjanjian amandemen ke 3 akan meningkatkan nilai
       pinjaman maksimal yang diberikan IRS kepada CKP sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga
       Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).

       Berdasarkan draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP, diketahui bahwa
       nilai Rencana Transaksi adalah peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
       Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).

2.4.   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah IRS selaku pemberi
       pinjaman dan CKP selaku penerima pinjaman.

       a. IRS

          Riwayat Singkat

          PT Indo-Rama Synthetics Tbk (“Perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-Undang
          No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing yang telah diubah dengan
          Undang-Undang No. 11 tahun 1970 berdasarkan akta No. 21 tanggal 3 April 1974 dari
          Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing, SH, notaris di Jakarta. Akta
          pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
          Keputusannya No. Y.A.5/2/14, tanggal 3 Januari 1975 dan diumumkan dalam Berita
          Negara Republik Indonesia No. 8, tanggal 28 Januari 1975, Tambahan No. 75.
          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
          dengan akta No. 39 tanggal 29 September 2023 dari Fathiah Helmi, SH, notaris di
          Jakarta, menyetujui perubahan domisili Perusahaan. Perubahan tersebut telah
          mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-0059025.AH.01.02. TAHUN 2023
          tanggal 29 September 2023.




Halaman 13                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 15
       Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan pabrik berlokasi di
       Jatiluhur & Campaka di Purwakarta, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan berlokasi
       di Jakarta. Entitas anak Perusahaan tidak langsung memiliki pabrik yang berlokasi di
       Uzbekistan, dan Turki dan juga satu entitas anak Perusahaan langsung yang sedang
       mengerjakan proyek penambangan dan pengolahan mineral di Cianjur, Jawa Barat.

       Susunan Kepemilikan Saham

       Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024
       susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

       Tabel 2.1   Susunan Pemegang Saham IRS
                                                          Komposisi        Nilai Saham
               Keterangan            Jumlah Saham
                                                        Kepemilikan (%)        (USD)
        PT Irama Investama             163.600.000               25,00%      40.057.349
        Indorama Holdings B.V.         440.241.050               67,28%     107.792.724
        Masyarakat (dibawah 5%)
          Asing                         16.788.558             2,57%      4.110.667
          Domestik                      33.722.099             5,15%      8.256.833
        Jumlah                         654.351.707          100,00%     160.217.573
       Sumber: Laporan keuangan audit konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi IRS

       Berdasarkan Akta Perubahan No. 67 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat oleh Notaris
       Fathiah Helmi, S.H., susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi IRS sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Presiden Komisaris          : Tuan Sri Prakash Lohia
       Wakil Presiden Komisaris    : Tuan Amit Lohia
       Komisaris Independen        : Tuan Humphrey R. Djemat

       Direksi
       Presiden Direktur           : Tuan Vishnu Swaroop Baldwa
       Direktur Independen         : Tuan Saurabh Mishra

       Kegiatan Usaha

       Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan
       meliputi bidang usaha pemintalan benang, benang polyester filamen (termasuk
       benang mikrofilamen), polyester staple fibre, pet resin, tekstil grade chips dan kain
       polyester (grey dan kain jadi), investasi, dan pengoperasian pembangkit listrik untuk
       kepentingan sendiri. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976.
       Hasil produksi Perseroan dipasarkan di dalam dan luar negeri, termasuk ke Eropa,
       Amerika, Asia, Afrika dan Timur Tengah.




Halaman 14                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 16
     b. CKP

       Riwayat Singkat

       PT Cikondang Kancana Prima selanjutnya disebut ("Perusahaan") didirikan pada
       tanggal 14 September 2004 berdasarkan Akta No. 20 dari Dr. Herlien, S.H., notaris di
       Bandung. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
       Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 19 Desember 2006, No. W8-00997.HT.01.01-
       TH. 2006. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
       terakhir berdasarkan Akta Notaris No.19 dari Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn., tanggal
       31 Desember 2024, mengenai perubahan susunan Dewan Direksi dan Komisaris
       dalam surat AHU-0014611.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 30 Januari 2025.

       Perusahaan berdomisili di Jakarta, dengan kantor terdaftar di Graha Irama Lantai 16
       Unit A, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2 Jakarta Selatan, Indonesia.

       Susunan Kepemilikan Saham

       Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024
       susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

       Tabel 2.2    Susunan Pemegang Saham CKP
                                           Jumlah          Komposisi          Nilai Saham
                   Keterangan
                                           Saham         Kepemilikan (%)          (USD)
        PT Indo-Rama Synthetics Tbk          40.000            80,00%       1.419.547
        PT Manggala Sukses Mandiri           10.000            20,00%         354.887
        Jumlah                               50.000          100,00%        1.774.434
       Sumber: Laporan keuangan audit konsolidasian Perusahaan per 31 Desember 2024

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

       Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
       sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama             : Tuan Sachin Kumar Gupta
       Komisaris                   : Tuan Andree Djayaprawira
       Komisaris                   : Tuan Anil Kumar Kothari
       Komisaris                   : Tuan Krishan Kumar Aggarwal
       Komisaris                   : Tuan Mohammad Rafil Perdana

       Direksi
       Direktur Utama              : Tuan Nitin Patni
       Direktur                    : Tuan Muhammad Adil Triansyah
       Direktur                    : Tuan Arun Dalmia




Halaman 15                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 17
          Kegiatan Usaha

          Berdasarkan Pasal 3, Akta Notaris Sri Rahayu, SH No. 01 tanggal 1 November 2019,
          kegiatan usaha CKP adalah pertambangan dan penggalian meliputi pertambangan
          emas dan perak, bijih logam mulia lainnya, pertambangan batu mulia,
          pertambangan bahan galian lainnya yang tidak mengandung bijih besi, aktivitas
          penunjang pertambangan dan penggalian, perdagangan besar logam dan bijih
          logam, perdagangan besar berbagai macam barang, perdagangan besar atas
          dasar balas jasa (fee), industri barang dan galian bukan logam lainnya, industri
          pembuatan logam dasar mulia, dan industri barang logam lainnya.

2.1.   Sifat dari Rencana Transaksi

       • Transaksi Material

          Berikut ini adalah tabel Nilai Rencana Transaksi dibandingkan jumlah Ekuitas IRS
          periode 31 Desember 2024:

          Tabel 2.3  Nilai Rencana Transaksi dibandingkan Ekuitas IRS
                                   Nilai Rencana Transaksi       Ekuitas IRS      %
              Keterangan
                                  USD Ribu         Rp.000         USD Ribu
           Rencana Transaksi          22.274      360.000.000         397.147      5,61%
          Catatan: USD dikonversikan dengan kurs tengah BI per 31 Desember 2024, Rp16.162
                   per 1 USD

          Berdasarkan Laporan Keuangan IRS per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang & Rekan Laporan
          No. 00006/3.042/AU.1/04/0135-5/1/II/2025 tanggal 27 Februari 2025 ekuitas Perseroan
          tercatat sebesar USD397.147 Ribu, maka Rencana Transaksi adalah sebesar 5,61% dari
          ekuitas Perseroaan dengan demikian Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi
          material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.

       • Transaksi Afiliasi

          Berdasarkan struktur kepemilikan antara pihak-pihak bertransaksi pada saat laporan
          ini disusun, sebagaimana diuraikan dalam laporan keuangan per 31 Desember 2024,
          hubungan antara IRS dan CKP berdasarkan kepemilikan saham dapat disampaikan
          sebagai berikut:

          Dari Segi Kepemilikan

          Gambar 2.1 Porsi Kepemilikan Saham CKP

           PT Indo-Rama Synthetics Tbk                                PT Manggala Sukses Mandiri
                     (INDR)                                                     (MSM)

                              80%        PT Cikondang Kencana Prima       20%
                                                    (CKP)
          Sumber: Penilai, diolah



Halaman 16                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 18
            Berdasarkan POJK 42 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi
            tertentu serta mengacu pada gambar porsi kepemilikan saham, maka Rencana
            Transaksi pemberian pinjaman pemegang saham merupakan transaksi afiliasi,
            dikarenakan terdapat Hubungan afiliasi antara IRS dan CKP berdasarkan kepemilikan
            sahamnya.

2.2.   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

       Analisis terhadap perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi
       dalam laporan ini merujuk pada draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP.
       Berdasarkan draft Perjanjian Amandemen ke-3 tersebut, kondisi-kondisi berikut ini
       diperlukan untuk melaksanakan Rencana Transaksi:

       1.    IRS merupakan pemberi pinjaman dan CKP merupakan penerima pinjaman.
       2.    Jumlah total peningkatan nilai pinjaman adalah maksimal sebesar
             Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).
       3.    Pinjaman dilakukan untuk keperluan pra-operasi, overhead, pengembangan
             tambang dan fasilitas pengolahan.
       4.    Pinjaman dapat dicairkan dalam jangka waktu hingga 31 Desember 2027 atau
             tanggal lain yang disepakati para pihak, dalam beberapa penarikan berdasarkan
             kebutuhan Penerima Pinjaman dari waktu ke waktu, atas kebijakan Pemberi
             Pinjaman. Setiap penarikan harus berjumlah minimal Rp2.000.000.000,00 (Dua Miliar
             Rupiah).
       5.    Bunga akan dibayarkan setiap tahun pada tanggal 31 Desember 2027. Berdasarkan
             JIBOR (diterbitkan oleh Bank Indonesia) + spread 3%.
       6.    Pembayaran kembali Pinjaman oleh Penerima Pinjaman kepada Pemberi Pinjaman
             akan dimulai dari 31 Desember 2027 dalam 4 kali angsuran tahunan. Jadwal
             pembayaran mulai dari 31 Desember 2027 sampai dengan 31 Desember 2030.
       7.    Pemberi Pinjaman adalah kreditur terjamin senior atas dasar hak pertama atas
             semua aset perusahaan sekarang dan masa depan. Dalam hal Peminjam
             memperoleh pendanaan eksternal untuk sebagian pendanaan proyek, dan jika
             pihak ketiga tersebut memerlukan peringkat pertama sekuritas untuk fasilitas
             tersebut, Pemberi Pinjaman dapat atas permintaan Peminjam, atas kebijakannya
             sendiri, setuju untuk membagikan Efek secara pari-passu atau menjadi subordinasi
             pihak ketiga yang memberikan fasilitas pinjaman kepada Peminjam dengan jumlah
             lebih dari Rp75.000.000.000,00 atau jumlah lain yang disepakati para pihak.
       8.    Larangan Pembebanan. Kecuali terhadap jaminan yang dibuat berdasarkan
             dokumen Jaminan berdasarkan Perjanjian ini dan kepentingan jaminan lainnya
             yang telah diungkapkan secara tertulis oleh Penerima Pinjaman kepada Pemberi
             Pinjaman, Penerima Pinjaman tidak boleh membuat atau mengizinkan untuk timbul
             atau menanggung Pembebanan apa pun atas asetnya dari faktor salah satu
             piutangnya, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Penerima Pinjaman, kecuali
             disetujui oleh Pemberi Pinjaman yang tidak akan ditahan tanpa alasan yang wajar.
       9.    Pelepasan. Kecuali disetujui oleh Pemberi Pinjaman, Penerima Pinjaman tidak boleh
             mengadakan suatu transaksi atau serangkaian transaksi (baik terkait maupun tidak)
             dan baik sukarela atau tidak sukarela untuk menjual, menyewakan, mentransfer




Halaman 17                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 19
           atau melepaskan semua atau secara substansial seluruh asetnya atau bagian
           mana pun dari aset tersebut.
     10.   Penataan Ulang. Penerima Pinjaman tidak akan (tanpa persetujuan tertulis
           sebelumnya dari Pemberi Pinjaman) melakukan atau mengizinkan restrukturisasi,
           reorganisasi, penataan ulang, peleburan, pengambilalihan, penggabungan,
           pemecahan dan/atau skema lainnya yang mengubah atau pengaturan lainnya
           yang mempengaruhi susunannya atau pengalihan setiap bagian dari modal
           ditempatkan atau setiap perubahan dalam kepemilikan saham atau memberikan
           bantuan keuangan apa pun.
     11.   Perubahan Usaha. Penerima Pinjaman tidak akan secara substansial mengubah
           sifat usahanya atau menghentikan atau mengancam untuk menghentikan atau
           berhenti menjalankan seluruh atau sebagian dari usahanya, atau mengubah salah
           satu ketentuan dalam Anggaran Dasarnya yang memiliki Dampak Yang Merugikan
           atas pelaksanaan kewajiban Penerima Pinjaman berdasarkan Perjanjian ini.
     12.   Kontrol Manajemen. Penerima Pinjaman tidak akan memberlakukan atau
           mengizinkan setiap perubahan struktur kepemilikan saham, komposisi Direksi, dan
           komposisi Dewan Komisaris, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Pemberi
           Pinjaman (persetujuan tersebut tidak akan ditahan secara tidak wajar).
     13.   Pembubaran dan Penutupan. Penerima Pinjaman tidak akan mengajukan
           permohonan yang meminta atau menyetujui kepailitan, likuidasi, pembubaran atau
           penutupan sampai Pinjaman telah dilunasi.
     14.   Penerima Manfaat Utama. Kecuali disetujui oleh Pemberi Pinjaman, Penerima
           Pinjaman tidak akan melakukan reorganisasi perusahaan yang akan menyebabkan
           perubahan terhadap pemegang saham penerima manfaat utama dari Penerima
           Pinjaman.
     15.   Tidak ada Hutang atau Fasilitas lainnya. Selama terdapat jumlah yang belum
           dibayar atas Pinjaman, Penerima Pinjaman tidak akan, tanpa persetujuan tertulis
           terlebih dahulu dari Pemberi Pinjaman menerima pinjaman fasilitas, kredit apapun
           dari pihak manapun dan/atau memberikan atau menciptakan Pembebanan
           apapun atas aset Penerima Pinjaman sampai Pinjaman telah diselesaikan secara
           penuh.
     16.   Penerima Pinjaman akan memastikan untuk membayar dan memenuhi semua
           kewajibannya tepat waktu, termasuk namun tidak terbatas pada, klaim pajak,
           kecuali sejauh yang digugat oleh Penerima Pinjaman dengan itikad baik dan
           dengan cara yang tepat.
     17.   Penerima Pinjaman harus segera dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya,
           menginformasikan Pemberi Pinjaman secara tertulis tentang terjadinya Peristiwa
           Kelalaian, atau peristiwa apa pun yang disertai dengan pemberitahuan atau
           tenggang waktu, atau keduanya, akan merupakan Peristiwa Kelalaian.
     18.   Penerima Pinjaman wajib, atas pemberitahuan 3 (tiga) hari kerja sebelumnya dari
           Pemberi Pinjaman atau berdasarkan permintaan dari badan otoritas yang
           berwenang atau sebagaimana disyaratkan oleh Hukum Yang Berlaku, setiap saat
           selama jam kerja Penerima Pinjaman, mengizinkan Pemberi Pinjaman untuk
           mengunjungi dan memasuki kantor dan tempat lain milik Penerima Pinjaman untuk
           meneliti, memeriksa, menyalin atau membuat kutipan dari semua pembukuan,
           catatan dan dokumennya, dan Penerima Pinjaman akan meminta perwakilan,
           karyawan dan akuntannya untuk memberikan kerjasama dan bantuan penuh
           sehubungan dengan pemeriksaan tersebut.



Halaman 18                                               00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 20
     19. Penerima Pinjaman akan memastikan untuk tidak memberikan pinjaman baru atau
         bertindak sebagai penjamin kepada pihak manapun atau meminjamkan,
         memajukan atau menempatkan simpanan pada orang lain tanpa persetujuan
         tertulis sebelumnya dari Pemberi Pinjaman atau jika telah diungkapkan di
         Pemberitahuan Penarikan.
     20. Penerima Pinjaman harus memastikan untuk tidak (a) mengumumkan dividen apa
         pun selama ada Pinjaman dan Bunga yang jatuh tempo dan belum dibayar); (b)
         melakukan pembelian kembali saham; (c) melakukan pengurangan modal; (d)
         melakukan restrukturisasi perusahaan tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari
         Pemberi Pinjaman.
     21. Laporan Keuangan. (a) Laporan Keuangan Penerima Pinjaman harus disusun sesuai
         dengan PSAK di Indonesia yang diterapkan secara konsisten kecuali jika
         diungkapkan secara tegas dalam Laporan Keuangan tersebut, (b) Untuk
         menambahkan batasan untuk menyediakan laporan keuangan berkala oleh
         Penerima Pinjaman; triwulanan (tidak diaudit) 15 hari dan tahunan (diaudit) dalam
         waktu 45 hari dari akhir triwulan / tahun, dengan pendapat wajar tanpa
         pengecualian.
     22. Pelanggaran Hukum. Penerima Pinjaman tidak melanggar ketentuan undang-
         undang atau peraturan apa pun yang pelanggarannya telah atau secara wajar
         kemungkinan besar memiliki Dampak Material Yang Merugikan.
     23. Perpajakan. Penerima Pinjaman tidak (sepanjang pengetahuannya):
         a) Terlambat secara material dalam pengisian setiap laporan pajak; atau
         b) Terlambat dalam pembayaran jumlah berapa pun sehubungan dengan pajak
              yang secara wajar kemungkinan besar akan, dibuat atau dilakukan.
     Tidak ada kekebalan. (a) Penerima Pinjaman tunduk pada Hukum Perdata dan
     Komersial sehubungan dengan kewajibannya berdasarkan masing-masing dokumen
     keuangan di mana ia menjadi salah satu pihak, (b) Pengikatan dan pelaksanaan
     dokumen keuangan yang merupakan salah satu pihak oleh Pemberi Pinjaman
     merupakan tindakan pribadi dan komersial (bukan tindakan pemerintah atau publik),
     (c) Baik Penerima Pinjaman maupun asetnya tidak berhak untuk mengklaim hak
     kekebalan dari ganti rugi, gugatan, eksekusi, keterikatan atau proses hukum lainnya
     sehubungan dengan kewajibannya berdasarkan dokumen keuangan.




Halaman 19                                             00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 21
                                           BAB III
                           ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI

3.1.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

       Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis
       sebagai berikut:

       a. Analisis atas Rencana transaksi;
       b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi;
       c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi konversi hutang;

3.2.   Analisis atas Rencana Transaksi

       a. Latar Belakang Rencana Transaksi

       CKP didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan mendapat persetujuan Kementerian
       Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 19 Desember 2006 yang selanjutnya
       memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP, dahulu disebut Kuasa Pertambangan)
       Eksploitasi di tahun 2010, dimana IRS memiliki 80% saham CKP. IUP Eksploitasi tersebut
       meliputi wilayah seluas 2.410 Ha di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten
       Cianjur, Propinsi Jawa Barat. IUP Eksploitasi tersebut adalah untuk bahan galian emas
       dan mineral pengikut lainnya.

       CKP sudah memiliki laporan cadangan (JORC Report) oleh konsultan PT GMT Indonesia.
       Berdasarkan JORC Report, jumlah cadangan emas tereka sebesar kurang lebih 8 ton
       emas. Di samping itu ditemukan adanya potensi cadangan emas baru yang dapat
       menambah cadangan emas yang sudah ditemukan tadi. Untuk memastikan jumlah
       potensi cadangan emas baru tersebut, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan
       seperti drilling dan sampling.

       Selama kurun waktu 2015-2024, CKP sudah melakukan banyak persiapan untuk memulai
       kegiatan produksi dan untuk itu diperlukan teknologi, modal dan biaya yang tidak sedikit
       jumlahnya. Pada saat ini, CKP bermaksud melanjutkan kegiatan selanjutnya yang
       meliputi:

       a. Mempersiapkan design tambang, membangun infrastruktur pendukung seperti
          jalan, listrik, air, mess karyawan dan waduk untuk menampung limbah tambang dan
          pabrik.
       b. Menyelesaikan program drilling, test metalurgi dan menunjuk kontraktor untuk
          membangun pabrik pengolahan. Kapasitas produksi pabrik diperkirakan sebanyak
          150.000 ton ore per tahun yang dapat menghasilkan emas sekitar 20.000 Oz per
          tahun.
       c. Memulai pertambangan ore dan menyimpannya di stockpile sampai pabrik selesai
          dibangun.
       d. Rekrutmen karyawan, diutamakan berasal dari masyarakat sekitar tambang.
       e. Menyempurnakan proses pengolahan limbah dan membangun waduk untuk
          menampung limbah hasil tambang.



Halaman 20                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 22
       f.   Melanjutkan program eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di wilayah-
            wilayah yang belum dieksplorasi.

       Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan bersamaan untuk memastikan
       tambang dapat berproduksi dalam waktu singkat. Pembiayaan untuk kegiatan yang
       direncanakan diatas berasal dari Pinjaman Pemegang Saham dari IRS dan pembiayaan
       eksternal. Pinjaman Pemegang Saham yang direncanakan untuk keperluan pra-operasi,
       overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan. Dengan demikian
       rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42
       tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

       b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

            1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi

              ▪   Pinjaman Pemegang Saham ini merupakan bagian penambahan pinjaman
                  sesuai dengan perjanjian addendum ke 3 oleh Perseroan untuk memulai
                  pertambangan ore dan menjadikan CKP sebagai perusahaan yang produktif
                  dan beroperasi sehingga memberikan manfaat ekonomis bagi Perseroan.
              ▪   Melalui transaksi pemberian pinjaman untuk pembiayaan pra-operasi,
                  overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan, hal ini
                  diharapkan CKP dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik
                  di tahun-tahun mendatang, sehingga hal ini juga akan memberikan citra yang
                  baik di mata investor dan masyarakat bahwa Perseroan dan grup usahanya
                  dapat melakukan diversifikasi usaha dengan baik serta mempertahankan
                  produktivitasnya, yang berimplikasi pada harga saham Perseroan.

            2. Analisis Risiko Rencana Transaksi

              ▪ Risiko gagal bayar, dimana risiko ini berkaitan dengan permasalahan
                kemampuan CKP dalam memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman.
              ▪ Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan, dimana risiko ini berkaitan
                terhadap pencapaian kinerja keuangan CKP.

3.3.   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

       Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi
       perekonomian dan tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan
       serta melihat potensi atau prospek usaha kedepannya.

 a.    Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

       Pertumbuhan Ekonomi Global

       Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan risiko
       perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan perdagangan di
       Amerika Serikat (AS) melalui kenaikan tarif impor, komoditas, dan cakupan negara yang
       lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi perdagangan dunia.



Halaman 21                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 23
     Perkembangan ini yang disertai dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak
     negara mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat
     menjadi 3,1% dari sebesar 3,2% pada 2024.

     Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh
     permintaan domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024
     ditopang oleh penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi
     swasta didukung insentif dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap
     tumbuh didorong oleh keyakinan konsumen yang terjaga serta dampak positif
     pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah. Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring
     dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada akhir tahun. Sementara itu, ekspor
     nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi global yang belum kuat. Secara
     sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor Industri Pengolahan,
     Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan tahun,
     pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat
     menjadi 4,8–5,6% pada 2025.

     Tabel 3.1   Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
                                                                      Tahun
                      Komponen
                                                 2019      2020     2021    2022    2023    2024
      Konsumsi Rumah Tangga                       5.04      -2.63    2.01    4.94   4.82     4.94
      Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani   10.62      -4.21    1.62    5.66   9.83    12.48
      Rumah Tangga
      Konsumsi Pemerintah                         3.27       2.12    4.25   -4.47    2.95    6.61
      Investasi (PMTDB)                           4.45      -4.96    3.80    3.87    4.40    4.61
        Investasi Bangungn                        5.37      -3.78    2.32    0.91    4.04    5.51
        Investasi NonBangunan                     1.83      -8.44    8.42   12.53    3.03    2.23
      Ekspor                                     -0.48      -8.42   17.99   16.23    1.32    6.51
      Impor                                      -7.13     -17.60   24.86   15.00   -1.65    7.95
      PDB                                         5.02      -2.07    3.70    5.31    5.05    5.03
     Sumber: Bank Indonesia, 2024

     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan terus tumbuh
     sebesar 5,07% pada tahun 2025. IMF memprakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama
     periode 2024 sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan tertinggi
     diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025, 2027 dan 2028 dimana dicatatkan dengan
     prakiraan inflasi sebesar 5,07%.




Halaman 22                                               00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 24
     Grafik 3.1       Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2024-2029

                                5,07%                                   5,07%                              5,07%
                                                   5,06%                               5,06%




                   4,96%


                  12.911.267   13.565.944        14.252.051         14.974.122        15.731.710          16.528.612

                    2024         2025              2026                 2027            2028                2029
                                   GDP Constant Prices (IDR Billions)                Percent change (%)

     Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

     Inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55%
     (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
     (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk
     mengarahkan ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat
     deflasi 0,32% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya
     musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan
     pengaruh base effect harga pangan. Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar
     daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional.

     Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
     diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
     perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
     inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
     Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan
     terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah
     Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
     moneter guna menjaga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
     dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.

     Grafik 3.2       Perkembangan Inflasi




     Sumber: Bank Indonesia, 2024




Halaman 23                                                                     00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 25
     Proyeksi Inflasi Indonesia

     Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga kustomer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan
     oleh International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama
     periode 2024 sampai dengan 2029 adalah 2,49% dengan pertumbuhan tertinggi
     diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,54%
     dimana dicatatkan, sedangkan prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,52%.

     Grafik 3.3   Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata 2025-2029

                              2,54%          2,53%            2,52%           2,52%      2,52%


                                                                                         2,49%
                  2,34%




                  2024            2025       2026             2027             2028       2029
                                         Percent change (%)             Average



     Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

     Nilai Tukar Rupiah

     Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar
     1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi
     oleh makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS,
     ruang penurunan FFR yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas,
     dan risiko geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk
     memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS.

     Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia
     menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan
     prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

     Grafik 3.4   Perubahan Nilai Tukar Indonesia dan Negara Kawasan (% ytd)




     Sumber: Bank Indonesia, 2024



Halaman 24                                                            00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 26
     Tingkat Suku Bunga

     Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,13% pada 17
     Desember 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Desember
     2024 tercatat meningkat menjadi masing-masing pada level 7,14%, 7,17%, dan 7,24%,
     dan menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun
     dan 10 tahun, per 17 Desember 2024, masing-masing meningkat menjadi 6,87% dan
     7,04% sejalan dengan tingginya yield UST tenor 10 tahun.

     Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran
     kebijakan Bank Indonesia, termasuk KLM. Likuiditas yang memadai serta efisiensi
     perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK,
     berdampak positif pada suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga
     deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada November 2024 tercatat masing-masing
     sebesar 4,71%, dan 9,22%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

     Grafik 3.5   Tingkat Suku Bunga




     Sumber: Bank Indonesia, 2024

     Pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79%
     (yoy). Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya
     minat penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh
     perbankan, besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak
     positif KLM Bank Indonesia yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu sektor
     Hilirisasi Minerba dan Pangan, Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA),
     Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta UMKM dan hijau. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
     kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga, termasuk pada korporasi yang
     berorientasi ekspor.

     Sementara itu, berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja,
     kredit investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,92% (yoy), 13,77% (yoy),
     dan 10,94% (yoy) pada November 2024. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24%
     (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 4,02% (yoy). Dengan perkembangan tersebut,
     pertumbuhan kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10–12% dan
     akan meningkat pada 2025 pada kisaran 11–13%. Bank Indonesia terus mendorong
     peningkatan pertumbuhan kredit, termasuk dengan memperkuat strategi KLM mulai



Halaman 25                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 27
      Januari 2025 yang akan diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan
      yang dapat mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.

      Grafik 3.6   Pertumbuhan Kredit/Pembiayaan




      Sumber: Bank Indonesia, 2024

 b.   Tinjuan Industri di Indonesia

      Gambaran Umum Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia

      Industri dan produk tesktil Indonesia secara teknis dan struktur terbagi dalam tiga sektor
      indusri yang lengkap, vertikal dan terintegrasi, yaitu:

      •   Sektor industri hilir dengan nama lain downstream merupakan industri manufaktur
          pakaian jadi termasuk proses sewing, cutting, washing, dan finishing yang
          menghasilkan ready-made garment. Pada sektor inilah yang paling banyak
          menyerap tenaga kerja sehingga sifat industrinya adalah padat karya.
      •   Sektor industri menengah (midstream), meliputi proses pengayaman benang
          menjadi kain mentah lembaran melalui proses pertemuan dan rajut yang kemudian
          diolah lebih lanjut melalui proses pengolahan penelupan, penyempurnaan dan
          pencapan (printing) menjadi kain jadi.
      •   Sektor industri hulu (upstream), adalah industri yang memproduksi serat/fiber dan
          proses pemintalan menjadi produk benang.

      Industri tekstil dan tekstil lainnya adalah industri yang menghasilkan berbagai serat,
      benang, kain, pakaian jadi tekstil, pakaian jadi rajutan, barang jadi tekstil dan barang
      jadi rajutan. Industri tersebut telah diberi kode dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
      Indonesia (KBLI). Berikut adalah kode KBLI yang dimaksud:

      Tabel 3.2 Industri Tekstil dan Tekstil lainnya dan Nomor KBLI
           INDUSTRI       KBLI     SUBINDUSTRI        KBLI     SUB-SUBINDUSTI          KBLI
                                                           Industri persiapan serat
       Industri                                                                       13111
                                 Industri                  tekstil
       pemintalan,
                                 persiapan dan             Industri pemintalan
       pertenunan dan 131                             1311                            13112
                                 pemintalan serat          benang
       penyempurnaan
                                 tekstil                   Industri pemintalan
       tekstil                                                                        13113
                                                           benang jahit



Halaman 26                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 28
          INDUSTRI       KBLI     SUBINDUSTRI      KBLI      SUB-SUBINDUSTI          KBLI
                                                        Industri pertenunan
                                                        (bukan pertenunan
                                Industri                                            13121
                                                        karung goni dan
                                penenunan
                                                  1312 karung lainnya)
                                tekstil
                                                        Industri kain tenun ikat    13122
                                                        Industri bulu tiruan
                                                                                    13123
                                                        tenunan
                                                        Industri
                                                        penyempurnaan               13131
                                                        benang
                                Industri
                                                        Industri
                                penyempurnaan                                       13132
                                                  1313 penyempurnaan kain
                                tekstil
                                                        Industri pencetakan
                                                                                    13133
                                                        kain
                                                        Industri batik              13134
                                                        Industri kain rajutan       13911
                                Industri kain
                                                        Industri kain sulaman       13912
                                rajutan dan       1391
                                                        Industri bulu tiruan
                                sulaman                                             13913
                                                        rajutan
                                                        Industri barang jadi
                                                        tekstil untuk keperluan     13921
                                                        rumah tangga
                                                        Industri barang jadi
                                                                                    13922
                                                        tekstil sulaman
                                Industri
                                                        Industri bantal dan
                                pembuatan                                           13923
                                                        sejenisnya
                                barang tekstil,   1392
                                                        Industri barang jadi
                                bukan pakaian                                       13924
                                                        rajutan dan sulaman
                                jadi
                                                        Industri karung goni        13925
                                                        Industri karung bukan
                                                                                    13926
                                                        goni
                                                        Industri barang jadi
      Industri tekstil                                                              13927
                           139                          tekstil lainnya
      lainnya
                                Industri karpet         Industri karpet dan
                                                  1393                              13930
                                dan permadani           permadani
                                Industri tali dan       Industri tali               13941
                                                  1394
                                barang dari tali        Industri barang dari tali   13942
                                                        Industri kain pita
                                                                                    13991
                                                        (narrow fabric)
                                                        Industri yang
                                                        menghasilkan kain           13992
                                                        keperluan industri
                                                        Industri non woven
                                Industri tekstil                                    13993
                                                  1399 (bukan tenunan)
                                lainnya ytdl
                                                        Industri kain ban           13994
                                                        Industri kapuk              13995
                                                        Industri kain tulle dan
                                                                                    13996
                                                        kain jaring
                                                        Industri tekstil lainnya
                                                                                    13999
                                                        ytdl
     Sumber: Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, BPS




Halaman 27                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 29
     Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor yang terus digenjot
     kinerjanya lantaran punya peran penting sebagai penyumbang devisa ekspor. Namun
     demikian, guna menggenjot daya saing sektor IKFT, dibutuhkan konektivitas – link and
     match yang baik antara industri kain dengan industri garmen.

     Kementerian Perindustrian telah memprioritaskan pengembangan industri TPT karena
     kontribusinya sebagai penyumbang ekspor dan penyerap tenaga kerja. Industri TPT
     menjadi sektor prioritas dan andalan sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk
     Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

     Industri TPT juga menjadi salah satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas
     pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, bersama dengan dengan
     industri kimia, elektronik, makanan dan minuman, otomotif, farmasi, serta alat kesehatan.

     Perkembangan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia

     Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif
     sepanjang tahun 2024. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor Industri Tekstil dan
     Pakaian Jadi mencatat pertumbuhan sebesar 2,64% pada triwulan I, 1,30% pada
     triwulan II, 3,32% pada triwulan III, dan mencapai 4,26% pada triwulan IV 2024 secara
     year-on-year (y-on-y). Pertumbuhan ini mencerminkan pemulihan yang konsisten setelah
     periode tekanan akibat pandemi dan tantangan global lainnya.

     Namun, meskipun pertumbuhan sektor TPT meningkat, kontribusinya terhadap Produk
     Domestik Bruto (PDB) nasional mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
     Pada tahun 2014, kontribusi sektor TPT terhadap PDB nasional sebesar 2,2%, namun
     menurun menjadi 1,1% pada tahun 2023. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai
     faktor, termasuk meningkatnya impor produk tekstil dan persaingan global yang ketat.
     Meskipun demikian, dengan pertumbuhan positif yang konsisten sepanjang tahun 2024,
     terdapat harapan bahwa sektor TPT dapat memperkuat kembali perannya dalam
     perekonomian nasional.

     Grafik 3.7    Perkembangan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia
       15


       10
                                                  9,34
        5
                                                                                   4,26
        0
                  2020           2021            2022             2023             2024
                                                                  -1,98
       -5
                                 -4,08

      -10
                  -8,88

     Sumber: BPS, diolah



Halaman 28                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 30
     Permintaan dan Penawaran Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia

     Sepanjang tahun 2024, permintaan terhadap produk TPT domestik mengalami
     peningkatan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03% (c-to-c) dan
     5,02% (y-on-y) pada triwulan IV 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan pemulihan daya
     beli masyarakat dan peningkatan konsumsi rumah tangga, yang merupakan komponen
     utama dalam permintaan produk tekstil. Namun, industri TPT juga menghadapi
     tantangan dari meningkatnya impor produk tekstil, yang dapat mempengaruhi
     permintaan terhadap produk lokal. Kemenperin mencatat bahwa lonjakan impor TPT,
     terutama setelah diberlakukannya Permendag 8/2024, menyebabkan impor TPT naik
     43% pada Mei 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini berdampak pada
     penurunan permintaan terhadap produk TPT domestik dan menyebabkan beberapa
     pabrik mengurangi kapasitas produksinya.

     Grafik 3.8               Nilai Ekspor Pakaian Jadi (Konveksi) dari Tekstil

                                            Nilai Ekspor Pakaian Jadi (Konveksi) dari Tekstil
                                                                 8.074.099




                                                                                                                7.069.206
                                           7.029.237




                                                                                          6.801.682
       (RB USD)


                  5.766.674




                                                                                                      -15,76%
                                                       21,89%




                                                                             14,86%




                                                                                                                            3,93%
                    2020                     2021                  2022                     2023                  2024



     Sumber: Bank Indonesia, diolah

     Dari sisi penawaran, industri TPT menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sektor
     Industri Tekstil dan Pakaian Jadi sebesar 2,64% pada triwulan I, 1,30% pada triwulan II,
     3,32% pada triwulan III, dan mencapai 4,26% pada triwulan IV 2024 secara year-on-year
     (y-on-y). Pertumbuhan ini mencerminkan pemulihan kapasitas produksi dan
     peningkatan output industri TPT di Indonesia. Namun, peningkatan penawaran ini juga
     menghadapi tekanan dari persaingan produk impor yang lebih murah, serta tantangan
     dalam distribusi dan logistik. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melalui Kemenperin
     berupaya meningkatkan daya saing industri TPT dengan mendorong adopsi teknologi
     baru, peningkatan kualitas produk, dan diversifikasi pasar ekspor. Langkah-langkah ini
     diharapkan dapat memperkuat posisi industri TPT Indonesia di pasar domestik dan
     internasional.




Halaman 29                                                                            00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 31
      Grafik 3.9               Nilai Impor Barang dari Tekstil

                                                           Nilai Impor Barang Tekstil Lainnya




                                            2.111.359




                                                                        2.022.257




                                                                                                                       1.825.287
                   1.752.696




                                                                                                 1.651.491
        (RB USD)




                                                                                                             -18,33%
                                                        20,46%




                                                                                                                                   10,52%
                                                                                    -4,22%
                     2020                     2021                        2022                     2023                  2024




      Sumber: Bank Indonesia, diolah

      Prospek industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia hingga akhir 2024
      menunjukkan potensi pemulihan yang kuat, ditandai dengan pertumbuhan sektor
      industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 4,26% (y-on-y) pada triwulan IV 2024 menurut BPS,
      serta mulai pulihnya nilai ekspor pakaian jadi setelah penurunan pada 2023.
      Peningkatan konsumsi domestik yang didorong oleh pertumbuhan kelas menengah, tren
      fashion lokal, dan ekspansi e-commerce turut memperkuat permintaan dalam negeri.
      Pemerintah juga memberikan dukungan melalui kebijakan pembatasan impor, insentif
      industri, dan roadmap transformasi industri 4.0. Namun, industri masih menghadapi
      tantangan besar berupa tekanan dari lonjakan impor (naik 43% pada Mei 2024),
      kebutuhan modernisasi mesin, dan tuntutan keberlanjutan dari pasar global. Dengan
      penguatan daya saing, efisiensi produksi, dan keberlanjutan, industri TPT Indonesia
      memiliki peluang besar untuk tumbuh berkelanjutan dan kembali menjadi pilar utama
      sektor manufaktur nasional.

      Secara keseluruhan, meskipun industri TPT Indonesia menghadapi tantangan dari sisi
      permintaan dan penawaran, upaya pemerintah dan pelaku industri dalam
      meningkatkan daya saing dan adaptasi terhadap perubahan pasar memberikan
      harapan positif bagi pertumbuhan sektor ini ke depannya.

 c.   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perusahaan

      Rencana Transaksi dapat memberikan dampak positif terhadap leverage keuangan IRS
      di masa yang akan datang. Hal ini mengingat Rencana Transaksi tidak menambah saldo
      hutang Perseroan secara konsolidasi tetapi akan meningkatkan ekuitas Perseroan seiring
      dengan meningkatnya laba bersih Perseroan.

 d.   Analisis Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi

      Rencana Transaksi akan memberikan keuntungan kepada Perseroan secara konsolidasi,
      dimana pinjaman yang didapat CKP dapat digunakan untuk pra-operasi, overhead,



Halaman 30                                                                                   00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 32
       pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan, sehingga dengan berkembangnya
       usaha CKP akan memberikan kontribusi positif bagi IRS secara konsolidasi. Rencana
       Transaksi tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan.

3.4.   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

       Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:

       a. Kinerja Keuangan Historis

          IRS

          Tabel 3.3      Laporan Posisi keuangan IRS
                                                    Des       Des       Des       Des       Des
                     URAIAN             SATUAN
                                                   2020      2021      2022      2023      2024
           Aset Lancar                  USD Ribu   282.747   400.275   362.710   312.881   288.834
           Aset Tidak Lancar            USD Ribu   481.109   505.223   507.091   508.219   488.760
           Total Aset                   USD Ribu   763.856   905.498   869.800   821.100   777.594
           Liabilitas Lancar            USD Ribu   259.074   321.911   261.593   309.401   270.270
           Liabilitas Jangka Panjang    USD Ribu   128.304   119.734   143.051    96.535   110.177
           Total Liabilitas             USD Ribu   387.378   441.645   404.644   405.936   380.447
           Ekuitas                      USD Ribu   376.477   463.853   465.157   415.164   397.147
           Total Ekuitas & Liabilitas   USD Ribu   763.856   905.498   869.800   821.100   777.594
          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi IRS


          Jumlah Aset Lancar

          Aset Lancar Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
          mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 0,53%. Pertumbuhan
          tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 41,57%. Pada
          tahun tersebut pertumbuhan terjadi disebabkan oleh peningkatan aset lancar
          berupa piutang usaha dan piutang lain-lain pada periode tersebut. Sampai dengan
          Desember 2024, total aset Lancar tercatat sebesar USD288.834 Ribu.

          Jumlah Aset Tidak Lancar

          Total aset tidak lancar Perseroan diselama periode 31 Desember 2020 hingga 31
          Desember 2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 0,40%.
          Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan tingkat pertumbuhan hingga
          18,54% disebabkan adanya penambahan aset pertambangan. Sampai dengan
          Desember 2024, total aset tidak lancar tercatat sebesar USD488.760 Ribu.

          Jumlah Aset

          Total aset Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
          mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 0,45%. Pertumbuhan
          tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 18,54%.
          Sampai dengan Desember 2024, total aset tercatat sebesar USD777.594 Ribu.




Halaman 31                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 33
       Liabilitas Lancar

       Total Liabilitas Lancar Perseroan diselama 31 Desember 2020 hingga 31 Desember
       2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 1,06%. Peningkatan
       hutang lancar tertinggi terjadi pada 2021, dengan tingkat pertumbuhan hingga
       24,25% disebabkan oleh terjadinya peningkatan pada hutang usaha. Sampai
       dengan 31 Desember 2024 Total Liabilitas Lancar Perseroan tercatat sebesar
       USD270.270 Ribu.

       Liabilitas Jangka Panjang

       Total Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31
       Desember 2024, mengalami penurunan dengan tingkat CAGR sebesar -3,74%.
       Penurunan hutang jangka panjang tertinggi terjadi pada 2023, dengan tingkat
       penurunan hingga -32,52%. Sampai dengan Desember 2024 Total Liabilitas Jangka
       Panjang Perseroan tercatat sebesar USD110.177 Ribu.

       Total Liabilitas

       Total Liabilitas Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
       mengalami penurunan dengan tingkat CAGR sebesar -0,45%. Total liabilitas terendah
       terjadi pada Desember 2024 yaitu senilai USD380.447 Ribu dan tertinggi tercatat pada
       Desember 2021 yaitu sebesar USD441.645 Ribu.

       Ekuitas

       Perkembangan ekuitas Perusahaan dari 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
       menunjukan kenaikan dari tahun ke tahun dengan CAGR 1,35%. Hal ini terjadi karena
       performa Perseroan dalam meningkatnya saldo laba yang membuat posisi ekuitas
       menjadi positif sejak tahun 2020. Meskipun pada tahun 2020 – 2024 ekuitas mengalami
       kenaikan dan penurunan, sampai dengan 31 Desember 2024 nilai buku Ekuitas
       Perseroan tercatat sebesar positif USD397.147 Ribu.

       Tabel 3.4    Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) IRS
                                                     Des         Des         Des         Des         Des
                   URAIAN             SATUAN
                                                     2020        2021        2022        2023        2024
        Pendapatan                    USD Ribu      589.042     884.102     936.141     785.598     856.292
        Beban Pokok Usaha             USD Ribu    (557.208)   (754.331)   (855.330)   (806.715)   (855.254)
        Laba (Rugi) Kotor             USD Ribu      31.834     129.771      80.811     (21.117)       1.037
        Laba (Rugi) setelah Operasi   USD Ribu       6.825     100.879      51.985     (51.091)    (27.954)
        Laba (Rugi) Tahun Berjalan    USD Ribu       6.232      84.568      42.535     (40.811)    (18.804)
       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi IRS

       Pendapatan

       Laporan pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2020 hingga 2024,
       Perseroan mengalami pertumbuhan pendapatan yang secara CAGR sebesar 9,80%.
       Pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 senilai USD589.042 Ribu, sedangkan




Halaman 32                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 34
       pendapatan tertinggi terjadi pada tahun 2022, yaitu tercatat pendapatan mencapai
       USD936.141 Ribu.

       Beban Pokok Pendapatan

       Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2020 hingga 2024,
       Perseroan mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar 11,31%. Beban pokok
       pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu senilai USD557.208 Ribu,
       sedangkan peningkatan beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022
       sebesar yaitu tercatat senilai USD855.330 Ribu.

       Laba (Rugi) Kotor

       Laba (rugi) kotor Perseroan selama periode Desember 2020 hingga Desember 2024
       cenderung mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -57,51% dengan margin
       tertinggi diperoleh pada Desember 2021 yaitu sebesar USD129.771 Ribu.

       Laba (Rugi) Tahun Berjalan

       Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perusahaan selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31
       Desember 2024 cenderung mengalami penurunan/kerugian yang cukup signifikan.
       Selama periode tersebut tercatat kerugian pada tahun berjalan terbesar pada tahun
       2023 sebesar -USD40.811 Ribu.

       Tabel 3.5    Arus Kas IRS
                                                Des      Des         Des        Des         Des
                 URAIAN            SATUAN
                                                2020     2021        2022       2023        2024
        Arus Kas Operasional       USD Ribu     13.771    101.139     22.036     48.495     32.204
        Arus Kas Investasi         USD Ribu   (25.396)   (51.471)   (34.557)   (34.210)   (11.208)
        Arus Kas Pendanaan         USD Ribu    29.212    (35.326)    (9.344)   (31.324)    (6.478)
        Kenaikan (Penurunan) Kas   USD Ribu    17.587      14.342   (21.865)   (17.039)    14.519
        & Bank
        Saldo Awal Kas & Bank      USD Ribu    19.153     36.701     51.058     29.497     12.575
        Dampak selisih kurs        USD Ribu      (39)         15        304        117      (311)
        Total                      USD Ribu    19.114     36.717     51.362     29.614     12.263
        Saldo Akhir Kas & Bank     USD Ribu    36.701     51.058     29.497     12.575     26.782
       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi IRS

       Arus kas keluar IRS dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
       operasional. Pada periode 31 Desember 2024, IRS membukukan arus kas keluar dari
       aktivitas operasional sebesar USD32.204 Ribu.

       Arus kas keluar IRS untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset
       tetap, dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2024, IRS
       membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar USD11.208 Ribu.

       Arus kas masuk IRS dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
       pemilik entitas induk. Pada periode 31 Desember 2024, IRS membukukan arus kas
       masuk untuk aktivitas pendanaan sebesar USD6.478 Ribu.




Halaman 33                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 35
       Analisis Rasio Keuangan

       Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari la poran keuangan, sehingga untuk
       mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
       keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
       Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:

       Analisis Commonsize statement

       Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
       keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing
       aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
       komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
       analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
       Statement Analysis:

       Tabel 3.6      Commonsize Statement- Laporan Posisi Keuangan
                                                  Des        Des         Des        Des         Des
                  URAIAN              SATUAN                                                            AVERAGE
                                                 2020        2021        2022       2023       2024
        Aset Lancar                     %        37,02%       44,20%      41,70%     38,11%    37,14%     39,63%
        Aset Tidak Lancar               %        62,98%       55,80%      58,30%     61,89%    62,86%     60,37%
        Total Aset                      %       100,00%      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
        Liabilitas Lancar               %        33,92%       35,55%     30,08%     37,68%     34,76%     34,40%
        Liabilitas Jangka Panjang       %        16,80%       13,22%     16,45%     11,76%     14,17%     14,48%
        Total Liabilitas                %        50,71%       48,77%     46,52%     49,44%     48,93%     48,87%
        Ekuitas                         %        49,29%       51,23%     53,48%     50,56%     51,07%     51,13%
        Total Ekuitas & Liabilitas      %       100,00%      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%


       Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size
       statement, dapat dilihat bahwa rata rata proporsi antara aset lancar dan aset tidak
       lancar terhadap total asset diselama periode 2020-2024 adalah sebesar 39,63% :
       60,37%. Pada tahun 2024 sendiri, proporsi antara aset lancar dan aset tidak lancar
       2024 terhadap total asset adalah sebesar 37,14% : 62,86%. Dalam hal liabilitas dapat
       dilihat bahwa rata-rata total liabilitas untuk 31 Desember 2024 porsi liabilitas lancar
       dan liabilitas tidak lancar terhadap total ekuitas dan liabilitas adalah sebesar 34,40%
       : 48,87%. Di sisi ekuitas, porsi ekuitas pada untuk 31 Desember 2024 adalah sebesar
       52,13%.

       Tabel 3.7      Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba (Rugi)
                                                    Des         Des       Des        Des        Des
                   URAIAN              SATUAN                                                           AVERAGE
                                                   2020        2021      2022       2023       2024
        Pendapatan                          %      100,00%    100,00%   100,00%     100,00%   100,00%    100,00%
        Beban Pokok Usaha                   %      -94,60%    -85,32%   -91,37%    -102,69%   -99,88%    -94,77%
        Laba (Rugi) Kotor                   %        5,40%     14,68%     8,63%      -2,69%     0,12%      5,23%
        Laba (Rugi) setelah Operasi         %        1,16%     11,41%     5,55%      -6,55%    -3,32%      1,65%
        Laba (Rugi) Bersih                  %        1,06%      9,48%     4,58%      -5,08%    -2,16%      1,58%


       Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi dari periode Desember 2020
       hingga periode Desember 2024 rata-rata margin laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha
       dan laba (rugi) bersih terhadap pendapatan adalah sebesar 74,31%, 24,10%, dan
       6,98%. Perusahaan dapat diketahui bahwa margin laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha


Halaman 34                                                         00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 36
       dan laba (rugi) bersih terhadap pendapatan pada periode 31 Desember 2023
       adalah sebesar 5,23%, 1,65%, dan 1,58%.

       Analisa Rasio Keuangan IRS

       Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
       keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari
       laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
       keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami
       gunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan

       Tabel 3.8      Analisis Rasio Keuangan
                                               Des      Des      Des         Des      Des      Average
                 RASIO KEUANGAN
                                               2020     2021     2022        2023     2024
        Rasio Aktivitas (x)
        Rasio perputaran piutang                 7,58     7,77     12,99       9,41     9,64      9,48
        Rasio perputaran persediaan              4,01     4,25      4,22       4,22     5,66      4,47
        Rasio perputaran utang usaha             4,26     3,92      4,47       3,51     4,04      4,04

        Rasio Aktivitas (days)
        Rasio perputaran piutang                   48       47          28       39       38        40
        Rasio perputaran persediaan                91       86          87       87       64        83
        Rasio perputaran utang usaha               86       93          82      104       90        91


        Rasio Likuiditas (x)
        Rasio lancar                             1,09     1,24      1,39       1,01     1,07      1,16
        Rasio cepat                              0,55     0,69      0,61       0,39     0,51      0,55
        Rasio kas                                0,14     0,16      0,11       0,04     0,10      0,11


        Rasio Profitabilitas (%)
        Gross Profit Margin                     5,40%   14,68%     8,63%     -2,69%    0,12%     5,23%
        Net Profit Margin                       1,06%    9,57%     4,54%     -5,24%   -2,25%     1,54%
        Rasio laba atas aset                    0,82%    9,34%     4,89%     -5,01%   -2,48%     1,51%
        Rasio laba atas ekuitas                 1,66%   18,23%     9,14%     -9,91%   -4,86%     2,85%


        Rasio Solvabilitas (%)
        Rasio total Liabilitas / total aset    50,71%   48,77%    46,52%     49,44%   48,93%    48,87%
        Rasio total Liabilitas / total        102,90%   95,21%    86,99%     97,78%   95,80%    95,73%
        ekuitas


       Rasio Likuiditas

       Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
       sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
       pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
       adalah:

       1.    Rasio Lancar (current ratio)
             Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar.
             Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar
             perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum
             semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar




Halaman 35                                                       00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 37
             Perusahaan mengalami tren yang fluktuatif, pada periode Per 31 Desember 2024
             rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 1,16 kali.

       2.    Rasio Cepat (quick ratio)
             Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
             namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
             menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos
             seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam
             perhitungan rasio cepat. Rasio cepat pada periode 31 Desember 2024 adalah
             sebesar 0,51 kali.

       3.    Rasio Kas (cash ratio)
             Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
             Rasio kas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 sebesar 0,11 kali.

       Rasio Aktivitas

       Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
       digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
       dimilikinya.

       1.    Rasio Perputaran Piutang
             Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
             piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
             Perputaran Piutang per 31 Desember 2024 adalah sebesar 38 hari.

        2. Rasio Perputaran Persediaan
           Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
           persediaan tersimpan dalam satu periode. Rasio perputaran total persediaan per
           31 Desember 2024 adalah sebesar 64 hari.

       3.    Rasio Perputaran Utang
             Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
             hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio
             perputaran utang per 31 Desember 2024 adalah sebesar 90 hari.

       Rasio Profitabilitas

       Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
       menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
       antara lain adalah:

       1.    Rasio laba atas aset
             Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang
             digunakan dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan pada
             periode 31 Desember 2024 adalah sebesar -2,48%.




Halaman 36                                             00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 38
       2.    Rasio laba atas ekuitas
             Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
             keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
             rasio laba atas ekuitas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 adalah
             sebesar -4,86%.

       Rasio Solvabilitas

       Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
       kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
       yang termasuk dalam kategori ini.

       1.    Rasio total liabilitas terhadap total aset
             Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
             perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
             perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan
             periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 48,93%.

       2.    Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
             Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
             Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
             rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 95,80%.

     CKP

     b. Kinerja Keuangan Historis CKP

       Tabel 3.9      Laporan Posisi keuangan CKP
                                                Des         Des       Des       Des        Des
                  URAIAN             SATUAN
                                                2020        2021      2022      2023       2024
        Aset Lancar                  USD Ribu          86      479       422       941       1.260
        Aset Tidak Lancar            USD Ribu    3.249       5.904     7.930     11.139    15.529
        Total Aset                   USD Ribu    3.335       6.383     8.353     12.080    16.788
        Liabilitas Lancar            USD Ribu      208          71       101        210       317
        Liabilitas Jangka Panjang    USD Ribu    3.103       1.051     3.496      7.135     11.756
        Total Liabilitas             USD Ribu    3.312       1.122     3.597      7.346     12.073
        Ekuitas                      USD Ribu       23       5.260     4.756      4.734     4.715
        Total Ekuitas & Liabilitas   USD Ribu    3.335       6.383     8.353     12.080    16.788
       Sumber: Laporan Keuangan CKP


       Jumlah Aset Lancar

       Aset Lancar Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
       mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 95,62%. Pertumbuhan
       tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 456,98%. Pada
       tahun tersebut pertumbuhan terjadi disebabkan oleh adanya penambahan pada
       aset lancar berupa uang muka pada periode tersebut. Sampai dengan Desember
       2024, total aset Lancar tercatat sebesar USD1.260 Ribu.




Halaman 37                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 39
       Jumlah Aset Tidak Lancar

       Total aset tidak lancar Perseroan diselama periode 31 Desember 2020 hingga 31
       Desember 2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 47,86%.
       Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan tingkat pertumbuhan hingga
       81,72% disebabkan adanya penambahan aset tetap yang cukup signifikan. Sampai
       dengan Desember 2024, total aset tidak lancar tercatat sebesar USD15.529 Ribu.

       Jumlah Aset

       Total aset Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
       mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 49,79%. Pertumbuhan
       tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 91,40%.
       Sampai dengan Desember 2024, total aset tercatat sebesar USD16.788 Ribu.

       Liabilitas Lancar

       Total Liabilitas Lancar Perseroan diselama 31 Desember 2020 hingga 31 Desember
       2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 11,06%. Peningkatan
       hutang lancar tertinggi terjadi pada 2023, dengan tingkat pertumbuhan hingga
       108,93% disebabkan oleh terjadinya peningkatan pada hutang usaha. Sampai
       dengan 31 Desember 2024 Total Liabilitas Lancar Perseroan tercatat sebesar USD317
       Ribu.

       Liabilitas Jangka Panjang

       Total Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31
       Desember 2024, mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 39,51%.
       Peningkatan hutang jangka panjang tertinggi terjadi pada 2022, dengan tingkat
       pertumbuhan hingga 232,58%. Sampai dengan Desember 2024 Total Liabilitas Jangka
       Panjang Perseroan tercatat sebesar USD11.756 Ribu.

       Total Liabilitas

       Total Liabilitas Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
       mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 39,51%. Total liabilitas
       terendah terjadi pada Desember 2021 yaitu senilai USD1.122.356 dan tertinggi
       tercatat pada Desember 2024 yaitu sebesar USD12.073 Ribu.

       Ekuitas

       Perkembangan ekuitas Perusahaan dari 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
       menunjukan kenaikan sigifikan pada tahun 2021, kemudian pada tahun selanjutnya
       mengalami penurunan. Meskipun pada tahun 2020 – 2024 ekuitas mengalami
       kenaikan dan penurunan, sampai dengan 31 Desember 2024 nilai buku Ekuitas
       Perseroan tercatat sebesar positif USD4.715 Ribu.




Halaman 38                                            00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 40
       Tabel 3.10 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) CKP
                                                    Des          Des            Des             Des       Des
                  URAIAN              SATUAN
                                                    2020         2021           2022            2023      2024
        Pendapatan                    USD Ribu             0             0              0            0         0
        Beban Pokok Usaha             USD Ribu             0          (17)           (12)         (11)      (13)
        Laba (Rugi) Kotor             USD Ribu             0          (17)           (12)         (11)      (13)
        Laba (Rugi) setelah Operasi   USD Ribu             1           (8)           (16)         (22)      (19)
        Laba (Rugi) Bersih            USD Ribu             1           (8)           (16)         (22)      (19)
       Sumber: Laporan Keuangan CKP

       Pendapatan

       Laporan pendapatan Perseroan bahwa selama 2020 hingga 2024, Perseroan belum
       mencatatkan pendapatan.

       Beban Pokok Pendapatan

       Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2020 hingga 2024,
       Perseroan mengalami penurunan secara CAGR sebesar -9,06%. Beban pokok
       pendapatan ini merupakan beban depresiasi dari aset tetap.

       Laba (Rugi) Kotor

       Rugi kotor Perseroan selama periode Desember 2020 hingga Desember 2024 masih
       sama dengan nilai Beban Pokok Pendapatan.

       Laba (Rugi) Tahun Berjalan

       Rugi tahun berjalan perusahaan selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31
       Desember 2024 kerugian selama periode tersebut. Kerugian terbesar terjadi pada
       tahun 2023, yaitu sebesar -USD22 Ribu.

       Tabel 3.11 Arus Kas CKP
                                                           Des           Des                Des          Des        Des
                  URAIAN                 SATUAN
                                                           2020          2021               2022         2023       2024
        Arus Kas Operasional             USD Ribu              374        (3.431)               (52)        (191)       (34)
        Arus Kas Investasi               USD Ribu            (418)        (2.679)            (2.442)      (3.192)    (4.830)
        Arus Kas Pendanaan               USD Ribu                 0          6.276            2.394        3.601      5.076
        Kenaikan (Penurunan) Kas &       USD Ribu              (44)            165            (100)          218        212
        Bank
        Saldo Awal Kas & Bank            USD Ribu               45              1               166           67        285
        Dampak selisih kurs              USD Ribu                0              0                 0           (0)       (17)
        Saldo Akhir Kas & Bank           USD Ribu                1            166                67          285        480
       Sumber: Laporan Keuangan CKP


       Arus kas keluar CKP dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran
       biaya operasional. Pada periode 31 Desember 2024, CKP membukukan arus kas
       keluar dari aktivitas operasional sebesar USD34 Ribu.

       Arus kas keluar CKP untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset
       tetap, dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2024, CKP
       membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar USD4.830 Ribu.




Halaman 39                                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 41
       Arus kas masuk CKP dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
       pemilik entitas induk. Pada periode 31 Desember 2024, CKP membukukan arus kas
       masuk untuk aktivitas pendanaan sebesar USD5.076 Ribu.

       Analisis Rasio Keuangan

       Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari la poran keuangan, sehingga untuk
       mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
       keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
       Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:

       Analisis Commonsize statement

       Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
       keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing
       aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
       komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
       analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
       Statement Analysis:

       Tabel 3.12 Commonsize Statement- Laporan Posisi Keuangan
                                                  Des        Des        Des       Des         Des
                  URAIAN              SATUAN                                                          AVERAGE
                                                 2020        2021       2022      2023       2024
        Aset Lancar                     %         2,58%        7,51%      5,06%     7,79%     7,50%      6,09%
        Aset Tidak Lancar               %        97,42%       92,49%     94,94%    92,21%    92,50%     93,91%
        Total Aset                      %       100,00%      100,00%    100,00%   100,00%   100,00%    100,00%
        Liabilitas Lancar               %         6,24%        1,11%      1,20%     1,74%     1,89%      2,44%
        Liabilitas Jangka Panjang       %        93,06%       16,47%     41,86%    59,07%    70,03%     56,10%
        Total Liabilitas                %        99,30%       17,58%     43,06%    60,81%    71,91%     58,53%
        Ekuitas                         %         0,70%       82,42%     56,94%    39,19%    28,09%     41,47%
        Total Ekuitas & Liabilitas      %       100,00%      100,00%    100,00%   100,00%   100,00%    100,00%


       Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size
       statement, dapat dilihat bahwa rata rata proporsi antara aset lancar dan aset tidak
       lancar terhadap total asset diselama periode 2020-2024 adalah sebesar 6,09% :
       93,91%. Pada tahun 2024 sendiri, proporsi antara aset lancar dan aset tidak lancar
       2024 terhadap total asset adalah sebesar 7,50% : 92,50%. Dalam hal liabilitas dapat
       dilihat bahwa rata-rata total liabilitas untuk 31 Desember 2024 porsi liabilitas lancar
       dan liabilitas tidak lancar terhadap total ekuitas dan liabilitas adalah sebesar 1,89% :
       70,03%. Di sisi ekuitas, porsi ekuitas pada untuk 31 Desember 2024 adalah sebesar
       28,09%.

       Tabel 3.13 Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba (Rugi)
                                                   Des         Des       Des      Des        Des
                   URAIAN              SATUAN                                                         AVERAGE
                                                   2020        2021      2022     2023       2024
        Pendapatan                          %        0,00%      0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
        Beban Pokok Usaha                   %        0,00%      0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
        Laba (Rugi) Kotor                   %        0,00%      0,00%    0,00%      0,00%    0,00%      0,00%
        Laba (Rugi) setelah Operasi         %        0,00%      0,00%    0,00%      0,00%    0,00%      0,00%
        Laba (Rugi) Bersih                  %        0,00%      0,00%    0,00%      0,00%    0,00%      0,00%




Halaman 40                                                         00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 42
       Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi dari periode Desember 2020
       hingga periode Desember 2024, tidak terlihat hasil analisa dikarenakan CKP belum
       ada pendapatan.

       Analisa Rasio Keuangan CKP

       Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
       keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari
       laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
       keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami
       gunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan

       Tabel 3.14 Analisis Rasio Keuangan
                                                  Des        Des           Des         Des         Des        Average
                 RASIO KEUANGAN
                                                  2020       2021          2022        2023        2024
        Rasio Aktivitas (x)
        Rasio perputaran piutang                         -          -             -           -           -           -
        Rasio perputaran persediaan                      -          -             -           -           -           -
        Rasio perputaran utang usaha

        Rasio Aktivitas (days)                           -          -             -           -           -           -
        Rasio perputaran piutang                         -          -             -           -           -           -
        Rasio perputaran persediaan                      -          -             -           -           -           -
        Rasio perputaran utang usaha


        Rasio Likuiditas (x)                          0,41     6,74           4,20       4,47        3,98          3,96
        Rasio lancar                                  0,41     6,74           4,20       4,47        3,98          3,96
        Rasio cepat                                   0,00     2,34           0,51       1,28        1,47          1,12
        Rasio kas

        Rasio Profitabilitas (%)                    0,00%     0,00%          0,00%      0,00%       0,00%         0,00%
        Gross Profit Margin                         0,00%     0,00%          0,00%      0,00%       0,00%         0,00%
        Net Profit Margin                           0,03%    -0,12%         -0,19%     -0,18%      -0,11%        -0,11%
        Rasio laba atas aset                        4,88%    -0,15%         -0,33%     -0,46%      -0,40%        0,71%
        Rasio laba atas ekuitas

        Rasio Solvabilitas (%)                      99,30%   17,58%         43,06%     60,81%      71,91%        58,53%
        Rasio total Liabilitas / total aset     1.4210,95%   21,34%         75,63%    155,16%     256,02%     2.943,82%

        Rasio total    Liabilitas   /   total            -          -             -           -           -           -
        ekuitas


       Rasio Likuiditas

       Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
       sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
       pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
       adalah:

       1.    Rasio Lancar (current ratio)
             Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar.
             Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar
             perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum



Halaman 41                                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 43
             semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
             Perusahaan mengalami tren yang fluktuatif, pada periode Per 31 Desember 2024
             rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 3,98 kali.

       2.    Rasio Cepat (quick ratio)
             Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
             namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
             menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos
             seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam
             perhitungan rasio cepat. Rasio cepat pada periode 31 Desember 2024 adalah
             sebesar 3,98 kali.

       3.    Rasio Kas (cash ratio)
             Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
             Rasio kas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 sebesar 1,47 kali.

       Rasio Aktivitas

       Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
       digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
       dimilikinya.
       1. Rasio Perputaran Piutang
            Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
            piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode.

        2. Rasio Perputaran Persediaan
           Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
           persediaan tersimpan dalam satu periode.

       3.    Rasio Perputaran Utang
             Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
             hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode.

       Dikarenakan CKP belum memiliki pendapatan, rasio aktivitas tidak terdapat analisa
       rasio aktivitas.

       Rasio Profitabilitas

       Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
       menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
       antara lain adalah:

       1.    Rasio laba atas aset
             Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang
             digunakan dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan pada
             periode 31 Desember 2024 adalah sebesar -0,11%.




Halaman 42                                             00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 44
       2.    Rasio laba atas ekuitas
             Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
             keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
             rasio laba atas ekuitas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 adalah
             sebesar -0,40%.

       Rasio Solvabilitas

       Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
       kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
       yang termasuk dalam kategori ini.

       1.    Rasio total liabilitas terhadap total aset
             Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
             perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
             perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan
             periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 71,91%.

       2.    Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
             Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
             Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
             rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 31 Desember 2024 adalah sebesar
             256,02%.

     c. Analisis dampak keuangan IRS atas rencana transaksi (Proforma)

       Analisis dampak keuangan Tanpa Transaksi dan Dengan Transaksi dilihat dari
       seberapa besar pengaruh Rencana Transaksi pada Laporan Keuangan Konsolidasian
       IRS. Pihak Manajemen telah menyiapkan Proforma Konsolidasian IRS untuk periode 31
       Desember 2024. Proforma merupakan dampak atas rencana transaksi pemberian
       pinjaman antara IRS dan CKP sesuai dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah
       proforma posisi keuangan konsolidasian IRS yang dimaksud:

       Tabel 3.15 Laporan Posisi Keuangan/Neraca Proforma IRS (dalam USD Ribuan)
                                                  2024                                 2024
                      Particulars                            Transaksi   Eliminasi
                                                 Actual                              Proforma
        ASSETS
        Current Assets
        Cash & Bank Balances                       23.947                               23.947
        Accounts Receivable Trade                  79.678                               79.678
        Inventories                               138.996                              138.996
        Other Receivables                          27.457       25.368    (25.368)      27.457
        Total Current Assets                      270.078       25.368    (25.368)     270.078

        Non-Current Assets
        Long Term Investments                         495                                  495
        Fixed Assets                              470.522                              470.522
        Mining Properties                           3.206                                3.206
        Mining Right                               12.760                               12.760
        Other Assets                               10.109                               10.109

        Total Non-Current Assets                  497.092           0            0     497.092



Halaman 43                                                  00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 45
                                                 2024                                 2024
                        Particulars                         Transaksi   Eliminasi
                                                Actual                              Proforma
        TOTAL ASSETS                             767.170       25.368    (25.368)     767.170
        LIABILITIES
        LIABILITIES AND EQUITY
        Current Liabilities
        Accounts Payable - Trade                 131.037                              131.037
        Accounts Payable - Others                 21.129                               21.129
        Short Term Loan & CPLTD                  110.222                              110.222

        Total Current Liabilities               262.388            0            0     262.388

        Long Term Liabilities
        Long Term Loans                           75.581       25.368    (25.368)      75.581
        Oths. & Prov. for retirmnt Ben            25.343                               25.343
        Deferred Tax Liability & Others           27.380                               27.380

        Total Long Term Liabilities             128.304        25.368    (25.368)     128.304
        TOTAL LIABILITIES                       390.692        25.368    (25.368)     390.692

        EQUITY
        Share Capital                            160.218                             160.218
        Additional Paid-in Capital              (14.713)                             (14.713)
        Retained Earnings Beginning              206.558                             206.558
        Earnings for Year                          8.564                                8.564
        Less: Dividends                                0                                    0
        Retained Earnings Ending                 215.122                             215.122
        Other components of equity                15.850                               15.850
        Non Controlling Interest (NCI)                 1                                    1

        TOTAL EQUITY                            376.478             0           0     376.478
        TOTAL LIABILITIES AND EQUITY            767.170        25.368    (25.368)     767.170
       Sumber: Laporan Keuangan Proforma IRS

       Berdasarkan Informasi Laporan Keuangan Konsolidasian Profoma konsolidasi IRS per
       31 Desember 2024 (sebelum dan sesudah Rencana Transaksi) yang disiapkan oleh
       manajemen Perseroan di atas, dampak keuangan atas Rencana Transaksi adalah
       sebagai berikut:

       1. Terdapat peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
           Rencana Transaksi. Jumlah ini merupakan peningkatan dari dilakukannya
           Rencana Transaksi dengan adanya peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
           Rp360.000.000.000,00 atau ekuivalen dengan USD 22.274 ribu dan pemberian
           pinjaman atas sisa dari fasilitas pinjaman maksimal di perjanjian eksisting yang
           belum diberikan dari IRS kepada CKP.
       2. Terdapat eliminasi pada liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
          Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan IRS memiliki 80% saham CKP sehingga
          laporan keuangan CKP dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan konsolidasian
          IRS.

       Atas dasar hal tersebut di atas, karena adanya factor eliminasi atas mutasi akun yang
       muncul akibat Rencana Transaksi, maka Rencana Transaksi tidak memberikan
       perubahan terhadap proforma laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan.
       Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak perubahan akun terhadap
       proforma laporan laba rugi konsolidasian Perseroan.



Halaman 44                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 46
    d. Analisis Proyeksi Arus Kas Sehubungan Rencana Transaksi

       Berikut adalah proyeksi arus kas IRS yang disusun oleh pihak manajemen Perseroan
       dengan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       Tabel 3.16 Proyeksi Arus Kas Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                              Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
               DESKRIPSI           SATUAN
                                               2025F       2026F       2027F       2028F       2029F       2030F

        Net Cash Provided by
        Operating Activities
        Cash received from         USD Ribu    811.000     826.000     858.735     889.857     882.305     888.455
        customers
        Cash paid to Suppliers &   USD Ribu   (739.476)   (742.976)   (755.340)   (766.446)   (763.527)   (765.840)
        Manpower
        Cash generated from        USD Ribu     71.524      83.024     103.396     123.410     118.778     122.614
        operations
        Income Tax paid            USD Ribu       (286)     (4.642)     (8.035)    (12.061)    (11.192)    (11.979)
        Others - Net               USD Ribu    (21.700)    (24.400)    (25.967)    (25.657)    (28.718)    (26.869)

        Net Cash Provided by       USD Ribu     49.538      53.982      69.393      85.692      78.868      83.766
        Operating Activities

        Net Cash (used
        in)Provided by Investing
        Activities
        Interest received          USD Ribu          0           0           0           0           0           0
        Acquisition of Fixed       USD Ribu        500         500         500         500         500         500
        Assets
        Increase in advance for    USD Ribu    (41.947)    (17.166)    (11.900)    (11.900)    (11.900)    (11.900)
        purchase of FA
        Investment in associates   USD Ribu          0           0           0           0           0           0
        Guarantee Deposit          USD Ribu          0           0           0           0           0           0

        Net Cash (used             USD Ribu    (41.447)    (16.666)    (11.400)    (11.400)    (11.400)    (11.400)
        in)Provided by Investing
        Activities

        Net Cash Provided by
        (Used in) Financing
        Activities
        Proceed (Payment) of       USD Ribu     (9.100)    (18.000)    (21.000)     (1.000)          0           0
        Long Term Loans
        Proceed (Payment) of       USD Ribu     (1.000)     (9.000)     (7.000)    (22.000)          0           0
        Short Term Loans
        Payment of Lease           USD Ribu          0           0           0           0           0           0
        Liabilities
        Interest Payments          USD Ribu     (5.000)     (4.000)     (3.000)     (2.000)     (1.000)     (1.000)
        Payment of cash            USD Ribu           0       (300)     (8.200)    (14.200)    (21.400)    (19.800)
        dividend

        Net Cash Provided by       USD Ribu    (15.100)    (31.300)    (39.200)    (39.200)    (22.400)    (20.800)
        (Used in) Financing
        Activities

        INCREASE (DECREASE) IN     USD Ribu     (7.009)      6.016      18.793      35.092      45.068      51.566
        CASH AND CASH
        EQUIVALENTS

        CASH AND CASH              USD Ribu     26.800      19.791      25.807      44.600      79.692     124.760
        EQUIVALENTS BALANCE
        AT THE BEGINNING OF
        THE YEAR




Halaman 45                                                      00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 47
                                               Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des        Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
               DESKRIPSI            SATUAN
                                                2025F         2026F        2027F          2028F       2029F       2030F

        CASH AND CASH               USD Ribu        19.791       25.807      44.600       79.692     124.760     176.326
        EQUIVALENTS BALANCE
        AT THE END OF THE YEAR
                                                   #REF!      #REF!          #REF!        #REF!       #REF!       #REF!


       Pinjaman akan diberikan dalam jangka waktu dua tahun hingga 31 Desember 2026.
       Pinjaman diberikan pada tahun 2025 sebesar USD17.325 Ribu, dan pada tahun 2026
       sebesar USD8.004 Ribu. Total pinjaman yang diberikan oleh IRS kepada CKP adalah
       sebesar USD25.368 Ribu atau setara dengan Rp410.000.000 Ribu (dibulatkan) yang
       dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2024 sebesar
       Rp16.162 per Dollar AS, dimana jumlah yang terdapat pada proyeksi arus kas atas
       Rencana Transaksi telah sesuai seperti yang telah dituangkan pada Perjanjian
       Pinjaman IRS-CKP. Namun demikian, arus kas pinjaman sebesar USD25.368 Ribu
       tersebut tidak muncul dalam proyeksi arus kas IRS secara konsolidasi mengingat
       jumlah tersebut telah tereliminasi dalam proses konsolidasi. Pelunasan pokok
       pinjaman diproyeksikan dilunasi pada akhir jangka waktu pinjaman selama 4 tahun,
       yaitu pada tahun 2030.

    e. Analisis Proyeksi Keuangan Sehubungan Rencana Transaksi

       Kami menggunakan proyeksi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi yang
       disusun oleh manajemen Perseroan. Adapun proyeksi laporan posisi keuangan dan
       laporan laba rugi IRS setelah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       Tabel 3.17 Analisis Proyeksi Keuangan Sehubungan Rencana Transaksi
                                                      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                   DESKRIPSI              SATUAN
                                                       2025F       2026F       2027F        2028F      2029F      2030F
        ASSETS
        Current Assets
        Cash & Bank Balances             USD Ribu       19.777      25.835      44.385      79.318     124.376    175.925
        Accounts Receivable Trade        USD Ribu       89.400      89.400      90.266      90.780      90.553     90.732
        Inventories                      USD Ribu      130.000     130.000     130.643     130.951     130.811    130.927
        Other Receivables                USD Ribu       19.100      19.100      19.600      19.600      19.600     19.600

        Total Current Assets             USD Ribu      258.277     264.335     284.894     320.649     365.340    417.185

        Non-Current Assets
        Long Term Investments            USD Ribu          600         600         600         600         600        600
        Fixed Assets                     USD Ribu      453.716     433.075     409.964     386.734     363.386    339.919
        Right of use Asset               USD Ribu          600         600         600         600         600        600
        Mining Properties                USD Ribu       36.107      39.891      38.409      36.928      35.446     33.965
        Other Assets                     USD Ribu        7.700       7.700       7.700       7.700       7.700      7.700

        Total Non-Current Assets         USD Ribu      498.723     481.865     457.273     432.562     407.732    382.784
        TOTAL ASSETS                     USD Ribu      757.000     746.200     742.167     753.211     773.073    799.969

        LIABILITIES AND EQUITY
        Current Liabilities
        Accounts Payable - Trade         USD Ribu      200.000     200.000     200.000     200.000     200.000    200.000
        Accounts Payable - Others        USD Ribu       19.700      19.700      22.203      24.779      23.926     24.983
        Short Term Loan & CPLTD          USD Ribu       38.000      29.000      22.000           0           0          0




Halaman 46                                                          00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 48
                                                           Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des
                    DESKRIPSI                 SATUAN
                                                            2025F        2026F         2027F       2028F      2029F       2030F

        Total Current Liabilities             USD Ribu      257.700      248.700      244.203     224.779     223.926    224.983

        Long Term Liabilities
        Long Term Loans                       USD Ribu       70.000       52.000       31.000       30.000     30.000     30.000
        Oths. & Prov. for retirmnt Ben        USD Ribu       11.900       11.900       11.900       11.900     11.900     11.900
        Deferred Tax Liability & Others       USD Ribu       19.200       19.200       19.200       19.200     19.200     19.200

        Total Long Term Liabilities                         101.100       83.100       62.100      61.100      61.100     61.100
        TOTAL LIABILITIES                     USD Ribu      358.800      331.800      306.303     285.879     285.026    286.083

        EQUITY
        Share Capital                         USD Ribu      160.200      160.200      160.200     160.200    160.200     160.200
        Additional Paid-in Capital            USD Ribu      (15.500)     (15.500)     (15.500)    (15.500)   (15.500)    (15.500)
        Retained Earnings Beginning           USD Ribu      232.500      233.500      249.700     269.924    298.346     316.618
        Earnings for Year                     USD Ribu         1.000       16.500       28.524      42.722     39.672      42.448
        Less: Dividends                       USD Ribu             0        (300)      (8.300)    (14.300)   (21.400)    (19.800)
        Retained Earnings Ending              USD Ribu      233.500      249.700      269.924     298.346    316.618     339.266
        Other components of equity            USD Ribu        15.900       15.900       15.900      15.900     15.900      15.900
        Non Controlling Interest (NCI)        USD Ribu         4.100        4.100        5.340       8.386     10.828      14.020

        TOTAL EQUITY                          USD Ribu      398.200      414.400      435.864     467.332     488.047    513.886
        TOTAL LIABILITIES AND EQUITY          USD Ribu      757.000      746.200      742.167     753.211     773.073    799.969


       Berdasarkan table proyeksi laporan posisi keuangan di atas, IRS akan mengalami
       peningkatan retained earning pada 2027 dan seterusnya serta berimplikasi pada
       peningkatan ekuitas yang disebabkan oleh tambahan laba atas hasil kegiatan
       operasi CKP.

       Tabel 3.18 Proyeksi Laporan Laba Rugi IRS Setelah Rencana Transaksi
                                                        Jan-Des      Jan-Des         Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                 DESKRIPSI                SATUAN
                                                         2025F        2026F           2027F        2028F       2029F       2030F
        Total Revenue                     USD Ribu       811.000      826.000         859.601      890.371     882.077     888.634
        Cost of Revenue                   USD Ribu     (781.000)    (777.000)       (791.189)    (802.749)   (800.396)   (802.573)
        Gross Profit                      USD Ribu        30.000       49.000          68.412       87.621      81.681      86.061
                                                           3,70%        5,93%           7,96%        9,84%       9,26%       9,68%
        OPERATING EXPENSES
        Selling Expenses                  USD Ribu        (6.500)       (6.600)       (7.016)      (7.104)     (7.021)     (7.086)
        General & Administrative          USD Ribu       (17.700)      (17.800)      (22.372)     (24.196)    (23.288)    (24.027)
        Expenses
        Finance Cost                      USD Ribu        (5.000)       (4.000)       (3.000)      (2.000)     (1.000)     (1.000)
        Investment Incomes                USD Ribu            500           500           500          500         500         500
        Foreign Exchange                  USD Ribu              0             0             0            0           0           0
        gain/(loss)
        Other Gains                       USD Ribu             0             0             0            0           0              0

        TOTAL OPERATING                   USD Ribu       (28.700)      (27.900)      (31.888)     (32.800)    (30.809)    (31.613)
        EXPENSES

        PROFIT BEFORE TAX                 USD Ribu         1.300        21.100        36.524        54.822      50.872      54.448
                                                           0,16%         2,55%         4,25%         6,16%       5,77%       6,13%
        Income Tax Expense                USD Ribu          (300)       (4.600)       (8.000)     (12.100)    (11.200)    (12.000)

        NET PROFIT AFTER TAX              USD Ribu         1.000        16.500        28.525       42.722      39.672      42.448
                                                           0,12%         2,00%         3,32%        4,80%       4,50%       4,78%




Halaman 47                                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 49
                                                        Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                   DESKRIPSI                 SATUAN
                                                         2025F         2026F        2027F       2028F      2029F      2030F
          Other Comprehensive                USD Ribu          0             0            0           0          0          0
          Income (OCI)

          TOTAL COMPREHENSIVE                USD Ribu      1.000        16.500       28.525      42.722     39.672     42.448
          INCOME


         Berdasarkan table proyeksi laporan laba rugi di atas, IRS akan mengalami
         peningkatan laba bersih pada tahun 2027 dan tahun-tahun berikutnya sehubungan
         dengan adanya tambahan laba atas kegiatan operasi CKP.

    f.   Analisis Rasio Keuangan Sehubungan Rencana Transaksi

         Rasio profitabilitas IRS setelah Rencana Transaksi terus mengalami peningkatan
         selama periode proyeksi sehubungan dengan perkembangan usaha IRS dan adanya
         tambahan laba atas kegiatan operasi CKP akibat dilakukannya Rencana Transaksi.

         Tabel 3.19 Analisis Rasio Keuangan IRS Setelah Rencana Transaksi
                                                           Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                              DESKRIPSI
                                                            2025F        2026F       2027F       2028F     2029F      2030F

          Rasio Aktivitas (x)
          Rasio perputaran piutang                             9,07         9,24        9,52       9,81       9,74      9,79
          Rasio perputaran persediaan                          6,01         5,98        6,06       6,13       6,12      6,13
          Rasio perputaran utang usaha                         3,91         3,89        3,96       4,01       4,00      4,01
          Rasio perputaran total aset                          1,07         1,11        1,16       1,18       1,14      1,11

          Rasio Likuiditas (x)
          Rasio lancar                                         1,00         1,06        1,17       1,43       1,63      1,85
          Rasio cepat                                          0,50         0,54        0,63       0,84       1,05      1,27
          Rasio kas                                            0,08         0,10        0,18       0,35       0,56      0,78

          Rasio Profitabilitas (%)
          Rasio laba atas aset                               0,13%        2,21%        3,84%      5,67%     5,13%      5,31%
          Rasio laba atas ekuitas                            0,25%        3,98%        6,54%      9,14%     8,13%      8,26%
          Rasio Gross Profit Margin                          3,70%        5,93%        7,96%      9,84%     9,26%      9,68%
          Rasio Net Profit Margin                            0,12%        2,00%        3,32%      4,80%     4,50%      4,78%


          Rasio Solvabilitas (%)
          Rasio total Liabilitas / total aset               47,40%       44,47%       41,27%     37,95%    36,87%     35,76%
          Rasio total Liabilitas / total ekuitas            90,11%       80,07%       70,27%     61,17%    58,40%     55,67%
                                                            #REF!        #REF!       #REF!       #REF!     #REF!


    g. Analisis Kelayakan Investasi

         Analisis kelayakan investasi dilakukan untuk melihat tingkat kelayakan atas rencana
         investasi CKP dengan menggunakan dana pinjaman terkait Rencana Transaksi.
         Analisa kelayakan investasi dilakukan dengan melihat net present value/NPV dan
         internal rante of return/IRR dari proyeksi arus kas CKP dengan Rencana Transaksi.
         Rencana Transaksi dapat dikatakan layak ketika nilai NPV pada arus kas CKP dengan
         Rencana transaksi adalah positif dan keika IRR pada arus kas CKP dengan Rencana
         Transaksi lebih besar dari nilai tingkat diskonto (discount rate).




Halaman 48                                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 50
       Penentuan tingkat diskonto (Discount Rate)

       Dengan mempertimbangkan arus kas bersih yang digunakan dalam studi ini adalah
       arus kas bersih untuk CKP, maka tingkat diskonto yang kami gunakan dalam studi ini
       berupa weighted average cost of capital (WACC).

       Perhitungan biaya modal untuk ekuitas menggunakan metode Capital Assets Pricing
       Model (CAPM). Biaya ekuitas CKP yang dihasilkan untuk proyeksi adalah sebesar
       12,03%, dimana tampak dalam perhitungan di bawah ini:

       Ke = Rf + ß Rp – CDS = 4,51% + (1,37 × 6,87%) – 1,89% = 12,03%

       Rf (risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
       dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Dalam Analisa kelayakan CKP,
       instrumen bebas risiko yang kami gunakan adalah yield dari obligasi pemerintah
       Indonesia dengan jangka waktu 6 tahun, yaitu sebesar 4,51%. Angka tersebut akan
       digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

       Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
       tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf)
       ditentukan dengan menggunakan rujukan dari Damodaran update 1 Januari 2025
       adalah sekitar 6,87%.

       CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang
       dikeluarkan pemerintah yang dalam studi ini diaplikasikan 1,89% berdasarkan rujukan
       dari Damodaran update 1 Januari 2025, yang bersumber dari rating Indonesia oleh
       lembaga independen Moody’s.

       ß(Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
       pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh
       S&P 500 atau IHSG). Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding didasarkan
       pada hasil riset Damodara update 5 Januari 2025 untuk industry Metals & Mining.

       Rata-rata unlevered beta tersebut kemudian dikonversi kembali menjadi beta
       levered CKP untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto arus kas bersih
       dengan formula sebagai berikut:

       ßL = ßU x (1+ (1-t) x DER)
       Dimana:
       ßL     : Beta Levered
       ßU     : Beta Unlevered
       DER : Debt to Equity Ratio

       Debt to equity ratio industri, yang mengacu pada rata-rata DER industri, sesuai data
       Damodaran untuk industry Metals & Mining adalah sebesar 32,54%.

       Tarif pajak yang berlaku untuk CKP adalah 22% di tahun 2024, maka diperoleh beta
       CKP sebesar 1,37 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:



Halaman 49                                               00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 51
       ßL = 1,09x (1 + (1- 22,00%) x 32,54%) = 1,37

       Perhitungan Biaya Modal untuk Hutang

       Biaya modal untuk hutang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman
       dalam mata uang Rupiah. Tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Dollar untuk
       kredit investasi berdasarkan data Bank Indonesia bulan Desember 2024 untuk bank
       Persero adalah sebesar 6,39% setelah pajak.

       Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan biaya modal untuk ekuitas dan biaya
       modal untuk hutang sebagaimana tersebut diatas, dan melihat komposisi persentase
       pendanaan dari ekuitas dan persentase pendanaan dari hutang yang mengacu
       pada data industri, maka besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan
       dalam studi ini adalah sebesar 11,27%, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

       WACC = (Ke x We) + (Kd[1 – t ] x Wd)
       WACC = (12,03% × 75,45%) + (4,98% × [1- 22,00%] × 24,55%)
            = 10,05% + 1,22%
            = 10,30%

       Nilai Residual (residual value)

       Dalam analisa kelayakan investasi ini, menerapkan residual value dikarenakan usaha
       CKP memiliki periode waktu tetap atau khusus sesuai dengan periode yang telah
       dituangkan dalam Power Purchase Agreement (PPA). Dalam hal ini, residual value
       yang diperhitungkan di periode akhir proyeksi merupakan dari saldo akhir asset bersih
       (aset tetap dan aset pertambangan) ditambah dengan total modal kerja bersih
       diakhir masa proyeksi. Atas dasar hal tersebut, maka diperoleh residual value sebesar
       USD45.134 Ribu.

       Perhitungan Analisa Kelayakan Investasi

       Proyeksi keuangan CKP yang digunakan sebagai dasar dalam analisis kelayakan
       investasi ini merupakan proyeksi keuangan yang disusun oleh pihak manajemen
       Perseroan dan CKP. Dalam hal ini, analisis kelayakan investasi dilakukan terhadap
       kegiatan usaha CKP selama periode pinjaman, dimana diperhitungkan nilai sisa
       (residual value) pada akhir periode pinjaman. Selain itu, analisis kelayakan
       diperhitungkan berdasarkan proyeksi keuangan CKP terhitung sejak tanggal
       penilaian sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, sehingga tidak turut
       memperhitungkan kembali seluruh aset yang telah dimiliki CKP pada tanggal
       penilaian. Berikut adalah analisa kelayakan yang dimaksud:




Halaman 50                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 52
       Tabel 3.20 Analisa Kelayakan Investasi atas Rencana Transaksi
                                                    Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
               DESKRIPSI                 SATUAN
                                                     2025F         2026F       2027F        2028F      2029F      2030F
        Laba (Rugi) Bersih               USD Ribu       (19)          (19)       6.198       15.233     12.210     15.957
        Penyusutan                       USD Ribu         24            24       2.492        2.611      2.730      2.848
        (Pendapatan) Beban               USD Ribu          0             0           0            0          0          0
        Non Kas Lainnya
        Bunga (1-t)                      USD Ribu          0             0        2.667       2.242      1.411        472
        Biaya Modal (Capital             USD Ribu   (18.264)       (7.166)      (1.900)     (1.900)    (1.900)    (1.900)
        Expenditure/Capex)
        Perubahan Modal Kerja            USD Ribu            4           0      (3.650)     (3.374)     1.261     (1.304)
        Residual Value                   USD Ribu                                                                 45.158

        ARUS KAS BERSIH                  USD Ribu   (18.256)       (7.161)       5.807      14.812     15.712     61.232

        Tingkat Diskonto                  % pa       10,30%        10,30%       10,30%      10,30%     10,30%     10,30%
        Faktor Diskonto                     x                         0,82         0,75        0,68       0,61       0,56
                                                        0,91

        NILAI KINI ARUS KAS              USD Ribu   (16.551)       (5.886)       4.328      10.008      9.626     34.010
        BERSIH

        NPV                              USD Ribu   35.534
        IRR                                p.a      27,59%
        KESIMPULAN                                  LAYAK


       Berdasarkan perhitungan di atas, nilai NPV menunjukan angka positif dan nilai IRR
       lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate), sehingga kami
       berpendapat bahwa rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam
       atau Rencana Transaksi yang dimaksud adalah layak.

    h. Analisis Kemampuan Pelunasan Pinjaman

       Analisis kemampuan pelunasan pinjaman dilakukan dengan melihat kemampuan
       CKP dalam mengembalikan dana pinjaman yang tercermin dalam ringkasan posisi
       keuangan berdasarkan proyeksi CKP.

       Tabel 3.21 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan CKP Setelah Rencana Transaksi
                           Particulars                    2025         2026       2027        2028      2029      2030
                          ASSETS
         CURRENT ASSETS
         Cash & Bank Balances                                      9      891      5.082     13.498     8.678     1.970
         Accounts Receivable Trade                                 0        0        866      1.380     1.153     1.332
         Inventories                                               0        0        643        951       811       927
         Other Receivables                                       500      500        500        500       500       500
         Total Current Assets                                    509    1.391      7.091     16.329    11.142     4.729

         Long Term Investments

         FIXED ASSETS
         Gross Fixed Assets                              11.840        15.222    17.122      19.022    20.922    22.822
         Accumulated Depreciation                           165           189     1.200       2.329     3.577     4.944
         Net Fixed Assets                                11.675        15.034    15.923      16.693    17.345    17.878

         Right of use Asset




Halaman 51                                                               00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 53
                             Particulars           2025     2026     2027     2028     2029     2030
             Mining Properties                    21.356    25.140   25.140   25.140   25.140   25.140
             Accumulated Amortization                  0         0    1.481    2.963    4.444    5.926
             Net Mining Properties                21.356    25.140   23.658   22.177   20.695   19.214


             Other Assets                            737       737      737      737      737      737
             Total Assets                         34.277    42.302   47.409   55.936   49.919   42.558
             LIABILITIES
             CURRENT LIABILITIES
             Accounts Payable - Trade                  0        0         0        0        0        0
             Accounts Payable - Others               500      500     2.503    5.079    4.226    5.283
             Short Term Loan & CPLTD                   0        0         0        0        0        0
             Total Current Liabilities               500      500     2.503    5.079    4.226    5.283

             Long Term Loans                      29.081    37.124   34.030   24.749   12.375       0
             Oths. & Prov. for retirmnt Ben            0         0        0        0        0       0
             Deferred Tax Liability & Others           0         0        0        0        0       0
             Long Term Liabilities                29.081    37.124   34.030   24.749   12.375       0

             SHAREHOLDERS' EQUITY
             Share Capital                          1.774    1.774    1.774    1.774    1.774    1.774
             Additional Paid in capital             3.556    3.556    3.556    3.556    3.556    3.556
             Retained Earnings Beginning             (59)     (78)     (97)    6.101   21.334   28.545
             Earnings for Year                       (19)     (19)    6.198   15.233   12.210   15.957
             Less: Dividends                            0        0        0        0    5.000   12.000
             Retained Earnings Ending                (78)     (97)    6.101   21.334   28.545   32.501
             Other components of equity             (555)    (555)    (555)    (555)    (555)    (555)
             Non Controlling Interest (NCI)
             Total Equity                           4.697    4.678   10.876   26.109   33.319   37.276

             Total Liabilities & Equity           34.277    42.302   47.409   55.937   49.920   42.559

            Berdasarkan proyeksi keuangan CKP serta informasi dari manajemen, CKP dapat
            beroperasi mulai tahun 2027, pembayaran utang berdasarkan Perjanjian Pinjaman
            dimulai pada tahun 2027 saat CKP sudah beroperasi dan selesai pada tahun 2030,
            hal ini tercermin pada proyeksi laporan posisi keuangan CKP dimana liabilitas jangka
            panjang CKP selama tahun 2027 sampai dengan 2030 mengalami penurunan karena
            adannya kas keluar atas pembayaran utang kepada IRS.

       i.   Analisis Financial Covenant

            Berdasarkan Perjanjian Pinjaman, tidak terdapat pembatasan atau persyaratan
            kondisi keuangan selama utang belum lunas. Atas dasar hal tersebut, maka analisis
            financial covenant tidak ada.

3.5.    Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

        Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya
        incremental atau nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.




Halaman 52                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 54
     a. Analisis Perbandingan Tarif Bunga

       Nilai transaksi berupa besaran dana pinjaman telah menunjukkan nilai wajarnya.
       Sementara kewajaran suku bunga pinjaman dilakukan dengan membandingkan
       suku bunga pinjaman IRS kepada CKP dengan suku bunga pinjaman investasi dalam
       denominasi Rupiah. Kisaran suku bunga pinjaman investasi per Desember 2024
       adalah sebagai berikut.

       Tabel 3.22 Kisaran Suku Bunga Pinjaman Investasi per Desember 2024
                                                                                     Batas   Batas
                                                                      Tarif Bunga   Bawah     atas
        No.                         Deskripsi
                                                                      (Korporasi)
                                                                                    -7,50%   7,50%

          1   PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk                      8,50%     7,86%    9,14%
          2   PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk                               8,50%     7,86%    9,14%
          3   PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk                      8,80%     8,14%    9,46%
          4   PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk                               8,50%     7,86%    9,14%
          5   PT BANK PERMATA, Tbk                                         7,84%     7,25%    8,43%
          6   PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk                                    7,78%     7,20%    8,36%
          7   PT BANK MAYBANK INDONESIA, Tbk                               7,21%     6,67%    7,75%
          8   PT BANK PAN INDONESIA, Tbk                                   8,56%     7,92%    9,20%
          9   PT BANK CIMB NIAGA, Tbk                                      8,25%     7,63%    8,87%
         10   PT BANK UOB INDONESIA                                        8,50%     7,86%    9,14%
         11   PT BANK OCBC NISP, Tbk                                       8,25%     7,63%    8,87%
         12   CITIBANK, N.A.                                               6,00%     5,55%    6,45%
         13   JP MORGAN CHASE BANK, NA                                     6,93%     6,41%    7,45%
         14   BANK OF AMERICA, N.A                                         7,05%     6,52%    7,58%
         15   PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA Tbk                8,24%     7,62%    8,86%
         16   PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk                       9,62%     8,90%   10,34%
         17   MUFG BANK, LTD                                               6,31%     5,84%    6,78%
         18   PT BANK DBS INDONESIA                                        8,12%     7,51%    8,73%
         19   PT BANK RESONA PERDANIA                                      8,35%     7,72%    8,98%
         20   PT BANK MIZUHO INDONESIA                                     6,49%     6,00%    6,98%
         21   STANDARD CHARTERED BANK                                      7,21%     6,67%    7,75%
         22   PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk                              11,46%    10,60%   12,32%
         23   PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA                                6,96%     6,44%    7,48%
         24   PT BANK ANZ INDONESIA                                        8,43%     7,80%    9,06%
         25   DEUTSCHE BANK AG                                             7,50%     6,94%    8,06%
         26   BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED                               6,65%     6,15%    7,15%
         27   PT BANK BUMI ARTA, Tbk                                       8,47%     7,83%    9,11%
         28   PT BANK HSBC INDONESIA                                       6,81%     6,30%    7,32%
         29   PT BANK JTRUST INDONESIA, Tbk                               11,75%    10,87%   12,63%
         30   PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk                         10,80%     9,99%   11,61%
         31   PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk                            6,70%     6,20%    7,20%
         32   PT BPD DKI                                                   7,84%     7,25%    8,43%
         33   PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA                            8,52%     7,88%    9,16%
         34   PT BPD JAWA TENGAH                                           9,15%     8,46%    9,84%
         35   PT BPD JAWA TIMUR, Tbk                                       7,85%     7,26%    8,44%
         36   PT BPD JAMBI                                                 9,32%     8,62%   10,02%
         37   PT BPD SUMATERA UTARA                                        7,37%     6,82%    7,92%
         38   PT BANK NAGARI                                               8,60%     7,96%    9,25%
         39   PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG                  9,70%     8,97%   10,43%
         40   PT BPD LAMPUNG                                              10,52%     9,73%   11,31%
         41   PT BPD KALIMANTAN SELATAN                                   10,32%     9,55%   11,09%
         42   PT BPD KALIMANTAN BARAT                                      6,49%     6,00%    6,98%
         43   PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA                 6,91%     6,39%    7,43%
         44   PT BPD KALIMANTAN TENGAH                                     7,60%     7,03%    8,17%




Halaman 53                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 55
                                                                                  Batas    Batas
                                                                   Tarif Bunga   Bawah      atas
        No.                          Deskripsi
                                                                   (Korporasi)
                                                                                 -7,50%   7,50%
        45    PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT                7,75%     7,17%     8,33%
        46    PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO                      11,98%    11,08%   12,88%
        47    PT BPD BALI                                               6,83%     6,32%     7,34%
        48    PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR                               10,37%     9,59%   11,15%
        49    PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA                            9,96%     9,21%   10,71%
        50    PT BPD PAPUA                                              9,48%     8,77%   10,19%
        51    PT BPD BENGKULU                                           9,10%     8,42%     9,78%
        52    PT BPD SULAWESI TENGAH                                   10,05%     9,30%   10,80%
        53    PT BPD SULAWESI TENGGARA                                 10,81%    10,00%   11,62%
        54    PT BPD BANTEN Tbk                                        10,31%     9,54%   11,08%
        55    PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk                          10,00%     9,25%   10,75%
        56    PT BANK MESTIKA DHARMA, Tbk                               8,94%     8,27%     9,61%
        57    PT BANK SHINHAN INDONESIA                                 7,56%     6,99%     8,13%
        58    PT BANK SINARMAS, Tbk                                    10,07%     9,31%   10,83%
        59    PT BANK MASPION INDONESIA, Tbk                            7,33%     6,78%     7,88%
        60    PT BANK GANESHA, Tbk                                      8,65%     8,00%     9,30%
        61    PT BANK ICBC INDONESIA                                    8,13%     7,52%     8,74%
        62    PT BANK QNB INDONESIA, Tbk                                6,71%     6,21%     7,21%
        63    PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk                    8,76%     8,10%     9,42%
        64    PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906, Tbk                 7,85%     7,26%     8,44%
        65    PT BANK SMBC INDONESIA, Tbk                               7,99%     7,39%     8,59%
        66    PT BANK MEGA, Tbk                                        10,02%     9,27%   10,77%
        67    PT BANK KB BUKOPIN                                        9,17%     8,48%     9,86%
        68    PT BANK JASA JAKARTA                                      6,50%     6,01%     6,99%
        69    PT BANK KEB HANA INDONESIA                                7,75%     7,17%     8,33%
        70    PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk                            9,36%     8,66%   10,06%
        71    PT BANK NEO COMMERCE TBK                                  7,87%     7,28%     8,46%
        72    PT BANK RAYA INDONESIA, Tbk                               9,00%     8,33%     9,68%
        73    PT BANK SBI INDONESIA                                    10,00%     9,25%   10,75%
        74    PT BANK DIGITAL BCA                                       7,44%     6,88%     8,00%
        75    PT BANK INA PERDANA, Tbk                                  9,42%     8,71%   10,13%
        76    PT BANK SAHABAT SAMPOERNA                                 9,16%     8,47%     9,85%
        77    PT BANK OKE INDONESIA, Tbk                                7,46%     6,90%     8,02%
        78    PT BANK AMAR INDONESIA                                   10,18%     9,42%   10,94%
        79    PT BANK SEABANK INDONESIA                                11,79%    10,91%   12,67%
        80    PT BANK JAGO, Tbk                                         7,41%     6,85%     7,97%
        81    PT BANK MULTIARTA SENTOSA                                 7,50%     6,94%     8,06%
        82    PT BANK HIBANK INDONESIA                                  9,10%     8,42%     9,78%
        83    PT BANK INDEX SELINDO                                    11,58%    10,71%   12,45%
        84    PT SUPER BANK INDONESIA                                   7,50%     6,94%     8,06%
        85    PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk                       9,96%     9,21%   10,71%
        86    PT ALLO BANK INDONESIA Tbk                                9,62%     8,90%   10,34%
        87    PT BANK IBK INDONESIA, Tbk                                7,65%     7,08%     8,22%
        88    PT BANK CTBC INDONESIA                                    9,25%     8,56%     9,94%
              MAX                                                      11,98%    11,08%   12,88%
              MIN                                                       6,00%     5,55%     6,45%
              RANGE                                                     6,00%     5,55%   12,88%
       Sumber: SBDKR, OJK diolah

       Berdasarkan data bunga pinjaman investasi dari Statistik Perbankan Suku Bunga
       Dasar Kredit (SBDK) yang di terbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan per Desember
       2024, tarif bunga berkisar antara 6,00% sampai dengan 11,98%.




Halaman 54                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 56
       Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan
       berdasarkan kisaran nilai sesuai dengan POJK 35 pasal 48 poin b mengenai batas
       atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi tidak boleh melebihi
       7,50%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku bunga
       pinjaman dalam Rencana Transaksi tergolong wajar karena masih berada dalam
       kisaran batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-
       masing sebesar 5,55% dan 12,88%. Sedangkan suku bunga pinjaman Rencana
       Transaksi adalah sebesar JIBOR + 3%, atau ekuivalen dengan 9,92% berdasarkan
       JIBOR untuk periode 3 bulan per tanggal penilaian, sehingga masih dalam batas
       kewajaran dan tidak melebihi 7,50% dari data pasar yang dijadikan sebagai acuan,
       sebagaimana diatur dalam POJK 35.

     b. Analisis Inkremental

       Analisis Nilai Tambah atau (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat
       Rencana Transaksi bagi IRS. Dalam hal ini, analisis tersebut dilakukan dengan
       membandingkan proyeksi keuangan IRS tanpa Rencana Transaksi dan dengan
       Rencana Transaksi. Proyeksi keuangan IRS tanpa Rencana Transaksi dimaksud adalah
       proyeksi dimana CKP memperoleh pinjaman sepenuhnya dari pihak ketiga.
       Sementara proyeksi keuangan IRS dengan Rencana Transaksi adalah proyeksi
       dimana CKP memperoleh pinjaman dari IRS dan pihak ketiga.

       Berdasarkan proyeksi keuangan IRS periode 2025 sampai dengan 2030 yang telah
       disusun oleh pihak manajemen Perseroan, berikut ini adalah Analisa Inkremental atas
       Rencana Transaksi:

       Tabel 3.23 Analisis inkremental atas proyeksi IRS
                                                        Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                     DESKRIPSI               SATUAN
                                                         2025       2026       2027        2028        2029        2030

       Total Pendapatan tanpa transaksi      USD Ribu    811.000    826.000    859.601     890.371      882.077    888.634
       Total Pendapatan dengan transaksi     USD Ribu    811.000    826.000    859.601     890.371      882.077    888.634
       Inkremental                           USD Ribu          0          0          0           0            0          0

       Laba kotor tanpa transaksi            USD Ribu     30.000     49.000     68.412      87.621       81.681     86.061
       Laba Kotor dengan transaksi           USD Ribu     30.000     49.000     68.412      87.621       81.681     86.061
       Inkremental                           USD Ribu          0          0          0           0            0          0

       Laba sebelum pajak tanpa transaksi    USD Ribu      1.300     21.100      34.008      52.336      49.031     53.834
       Laba sebelum pajak dengan transaksi   USD Ribu      1.300     21.100      36.524      54.822      50.872     54.448
       Inkremental                           USD Ribu          0          0     (2.516)     (2.486)     (1.841)      (614)

       Laba Bersih tanpa transaksi           USD Ribu      1.000     16.500      26.508      40.836      38.231     42.034
       Laba Bersih dengan transaksi          USD Ribu      1.014     16.458      28.489      42.761      39.680     42.469
       Inkremental                           USD Ribu       (14)         42     (1.981)     (1.925)     (1.449)      (435)



       Berdasarkan analisis Inkremental yang ditunjukan pada table di atas, pelaksanaan
       Rencana Transaksi akan meningkatkan jumlah laba sebelum pajak dan laba bersih
       Perseroan. Hal ini disebabkan oleh adanya selisih beban bunga yang dicatatkan
       pada proyeksi laporan laba rugi konsolidasian IRS. Beban bunga CKP yang muncul




Halaman 55                                                      00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 57
        pada proyeksi keuangan tanpa Rencana Transaksi akan dicatatkan sebagai
        tambahan beban bunga dalam laporan laba rugi konsolidasian IRS. Sementara
        beban bunga CKP yang muncul pada proyeksi keuangan dengan Rencana Transaksi
        akan tereliminasi sehingga tidak dicatatkan sebagai tambahan beban bunga dalam
        laporan laba rugi konsolidasian IRS.

        Biaya atau Pendapatan yang Relevan

        Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya yang
        relevan terkait dengan Rencana Transaksi lainnya selain yang telah diungkapkan
        dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini.

        Informasi Non Keuangan yang Relevan

        Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menguatkan brand image grup usaha
        Perseroan sebagai perusahaan tekstil yang berhasil melakukan diversifikasi pada
        industri lain.

     c. Analisis Sensitivitas

        Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
        mempengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan
        perubahan penurunan dan atau kenaikan sebesar 10,00% terhadap tingkat
        pendapatan CKP maka dapat diketahui seberapa besar sensitivitas laba bersih IRS
        secara konsolidasi. Analisis sensitivitas tersebut adalah sebagai berikut:

        Tabel 3.24 Analisis Sensitivitas Peningkatan Pendapatan CKP 10,00%
                                                    Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                   DESKRIPSI             SATUAN
                                                     2025      2026      2027      2028      2029      2030

         Kondisi Normal
         Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   859.601   890.371   882.077   888.634
         Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    28.524    42.722    39.672    42.448
         Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,32%     4,80%     4,50%     4,78%

         Perubahan Kondisi
         Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   862.761   895.408   886.285   893.498
         Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    34.442    49.510    44.737    46.804
         Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,99%     5,53%     5,05%     5,24%



        Tabel 3.25 Analisis Sensitivitas Penurunan Pendapatan CKP 10,00%
                                                    Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                   DESKRIPSI             SATUAN
                                                      2025      2026      2027      2028      2029      2030

         Kondisi Normal
         Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   859.601   890.371   882.077   888.634
         Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    28.524    42.722    39.672    42.448
         Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,32%     4,80%     4,50%     4,78%

         Perubahan Kondisi
         Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   856.441   885.334   877.870   883.771




Halaman 56                                                     00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 58
                                                      Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                      DESKRIPSI            SATUAN
                                                        2025        2026       2027       2028       2029       2030
           Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu       1.000     16.500     29.665     41.764     38.289     39.320
           Net Profit Margin                  %          0,12%       2,00%      3,46%      4,72%      4,36%      4,45%



3.6.   Analisis Atas Jaminan

       Pemberi Pinjaman (Perseroan) adalah kreditur terjamin senior atas dasar hak pertama
       atas semua aset perusahaan sekarang dan masa depan. Dalam hal Penerima Pinjaman
       (CKP) memperoleh pendanaan eksternal untuk sebagian pendanaan proyek, dan jika
       pihak ketiga tersebut memerlukan jaminan peringkat pertama untuk fasilitas tersebut,
       Pemberi Pinjaman atas permintaan Penerima Pinjaman, atas kebijakannya sendiri,
       dapat menyetujui untuk membagikan jaminan secara pari-passu atau menjadi
       subordinasi pihak ketiga yang memberikan fasilitas pinjaman kepada Penerima
       Pinjaman dengan jumlah lebih dari Rp75.000.000.000,00 atau jumlah lain yang disepakati
       Para Pihak.

3.7.   Kesimpulan

       Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan
       meliputi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi
       ekonomis dan keuangan, menurut pendapat kami, Rencana Transaksi Pinjaman dari IRS
       ke CKP adalah Wajar.

3.8.   Distribusi Pendapat Kewajaran

       Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan IRS dalam kaitannya dengan
       Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.




Halaman 57                                                          00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 59
                        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

   1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam
       proses analisis pendapat kewajaran.
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
       keakuratannya
   4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
   5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
   6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat
       kewajaran telah disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
       35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
       di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai
       Indonesia (KEPI).
   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan
       Opini Akhir.
   8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Analisis Pendapat
       Kewajaran dari Pemberi Tugas.
   9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam
       maupun di luar pengadilan) yang berkaitan dengan obyek analisis pendapat
       kewajaran tidak menjadi tanggung jawab kami.
   10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
       secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek analisis pendapat
       kewajaran, diluar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar
       lingkup penugasan kami.
   11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang
       berkaitan dengan kondisi obyek analisis pendapat kewajaran, dalam hal ini kondisi
       pasar dan sebagainya bukan menjadi tanggung jawab kami.
   12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti
       tertulis di dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya
       dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
   13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar
       pemikiran dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat
       dijadikan sebagai dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena
       laporan pendapat kewajaran ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu
       dan kemampuan yang kami miliki.
   14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat
       tanda tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi
       dari KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas,
       sesuai dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat
       kewajaran.




Halaman 58                                             00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 60
                                     PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1.    Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah
      benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2.    Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
      analisis pendapat kewajaran.
4.    Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5.    Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode
      Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7.    Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
      analisis pendapat kewajaran.
8.    Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
      dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
      yang dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9.    Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
      Pendapat Kewajaran.
10.   Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun
      berdasarkan data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami
      anggap akurat serta lengkap.
11.   Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
      informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga
      menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12.   Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap obyek analisis pendapat
      kewajaran pada tanggal penilaian (cut off date).
13.   Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
      laporan pendapat kewajaran.
14.   Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian
      pendapat kewajaran profesional telah disajikan sebagai kewajaran nilai rencana
      transaksi.
15.   Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
      diungkapkan.
16.   Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17.   Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang
      telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 59                                                 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 61

          
Page 62
             LAMPIRAN




Halaman 61         00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 63
Lampiran 1
HISTORIS POSISI KEUANGAN / NERACA PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                               Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
               DESKRIPSI            SATUAN
                                                 2020      2021      2022      2023      2024
 ASET
 Aset Lancar
 Kas dan Setara Kas                 USD Ribu    36.701    51.058    29.497    12.575    26.782
 Aset keuangan lainnya              USD Ribu       978       653       637        71       953
 Piutang usaha
   Pihak berelasi                   USD Ribu     1.734     6.088     3.082     7.924     9.922
   Pihak ketiga                     USD Ribu    75.955   107.653    68.976    75.524    78.940
 Piutang lain-lain
   Pihaj berelasi                   USD Ribu        19         9         8         9         9
   Pihak ketiga                     USD Ribu       992     1.630     1.054       637       515
 Persediaan                         USD Ribu   138.996   177.499   202.746   191.389   151.022
 Uang muka pembelian
   Pihak berelasi                   USD Ribu     9.082    10.355    31.026     3.766     1.218
   Pihak ketiga                     USD Ribu    13.488    39.843    10.148     7.499     7.932
 Pajak dibayar dimuka               USD Ribu     3.673     4.849    14.724    12.828    10.847
 Biaya dibayar dimuka               USD Ribu     1.128       638       810       659       694

 Total Aset Lancar                  USD Ribu   282.747   400.275   362.710   312.881   288.834

 Aset Tidak Lancar
 Investasi pada entitas asosiasi    USD Ribu       495       491       516       552       556
 Aset keuangan lainnya                               0         0         0         0         0
 Aset tetap                         USD Ribu   468.955   477.963   474.858   476.451   451.870
 Aset hak guna                      USD Ribu     1.550     1.155       969       937       607
 Aset pertambangan                  USD Ribu         0    20.339    22.257    24.820    28.014
 Pinjaman kepada pihak ketiga       USD Ribu         0     3.504     3.305     3.527     3.620
 Uang muka pembelian aset tetap     USD Ribu     8.471       129     3.890       599     2.097
 Uang jaminan                       USD Ribu     1.638     1.641     1.296     1.332     1.997

 Total Aset Tidak Lancar            USD Ribu   481.109   505.223   507.091   508.219   488.760
 TOTAL ASET                         USD Ribu   763.856   905.498   869.800   821.100   777.594

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
 Utang usaha
   Pihak berelasi                   USD Ribu    50.818    54.590    80.291    88.475    66.144
   Pihak ketiga                     USD Ribu    80.011   137.887   111.017   141.358   145.380
 Utang lain-lain
   Pihak berelasi                   USD Ribu         2     7.238         3        62        64
   Pihak ketiga                     USD Ribu    10.507    17.749    15.604     6.899    10.777
 Utang pajak                        USD Ribu       754     4.509       585     1.354       378
 Biaya masih harus dibayar          USD Ribu     6.926     8.422     6.363     6.847     7.764
 Utang bank jangka pendek           USD Ribu    91.171    82.374    28.249    41.450    30.100
 Utang jangka panjang jatuh tempo
                                    USD Ribu
 <1th                                           15.553     7.272    18.430    22.417     8.750
 Liabilitas sewa                    USD Ribu       393       397       372       402       233
 Liabilitas derivatif               USD Ribu     2.939     1.473       678       138       681

 Total Liabilitas Jangka Pendek     USD Ribu   259.074   321.911   261.593   309.401   270.270




Halaman 62                                                00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 64
                                                  Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
               DESKRIPSI               SATUAN
                                                    2020       2021       2022       2023       2024
 Liabilitas Jangka Panjang
 Utang jangka panjang                  USD Ribu    74.292     59.838     84.045     52.971     78.788
 Pendapatan ditangguhkan               USD Ribu     1.289        690        607        524        440
 Liabilitas sewa                       USD Ribu       774        855        575        549        363
 Liabilitas pajak tangguhan            USD Ribu    27.380     33.624     38.014     28.092     19.163
 Liabilitas imbalan pasca kerja        USD Ribu    23.029     24.726     19.810     14.400     11.423
 Liabilitas derivatif jangka panjang   USD Ribu     1.540          0          0          0          0

 Total Liabilitas Jangka Panjang                  128.304    119.734    143.051     96.535    110.177
 TOTAL LIABILITAS                      USD Ribu   387.378    441.645    404.644    405.936    380.447

 EKUITAS
 Modal saham                           USD Ribu   160.218    160.218    160.218    160.218    160.218
 Tambahan modal disetor                USD Ribu   (14.713)   (15.424)   (15.510)   (15.510)   (15.510)
 Komponen ekuitas lainnya              USD Ribu     15.850     15.850     15.850     15.850     15.850
 Penghasilan komprehensif              USD Ribu    (5.712)    (6.442)    (6.028)    (4.758)    (3.972)
 Saldo laba
   Ditentukan penggunaannya            USD Ribu        21         22         23         24         24
   Tidak ditentukan penggunaannya      USD Ribu   220.812    305.381    306.456    255.197    236.397
 Selisih transaksi ekuitas             USD Ribu        (0)        (0)        (0)        (0)        (0)
 Ekuitas yang didistribusikan kepada
                                       USD Ribu
 Entitas Induk                                    376.477    459.605    461.009    411.021    393.007
 Kepentingan non pengendali            USD Ribu         1      4.248      4.147      4.143      4.139

 TOTAL EKUITAS                         USD Ribu   376.477    463.853    465.157    415.164    397.147
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS          USD Ribu   763.856    905.498    869.800    821.100    777.594




Halaman 63                                                    00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 65
Lampiran 2
HISTORIS LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                                       Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                 DESKRIPSI                 SATUAN
                                                         2020        2021        2022        2023        2024
 PENDAPATAN                                USD Ribu     589.042     884.102     936.141     785.598     856.292
 BEBAN POKOK PENDAPATAN                    USD Ribu   (557.208)   (754.331)   (855.330)   (806.715)   (855.254)
 LABA (RUGI) BRUTO                         USD Ribu     31.834     129.771      80.811     (21.117)      1.037

 BEBAN USAHA
 Beban penjualan                           USD Ribu     (5.808)     (6.923)     (6.020)     (5.884)     (6.665)
 Beban Umum dan Administrasi               USD Ribu    (15.638)    (16.322)    (17.199)    (16.672)    (17.575)
 Biaya keuangan                            USD Ribu     (7.437)     (2.098)     (1.392)     (6.344)     (6.746)
 Bagian kerugian bersih entitas asosiasi   USD Ribu         (4)         (4)         (4)         (4)         (4)
 Keuntungan atas pelepasan entitas         USD Ribu           0          98           0           0           0
 asosiasi
 Keuntungan (kerugian) kurs                USD Ribu      2.124      (1.633)     (6.329)     (2.483)     (2.785)
 Penghasilan investasi                     USD Ribu        755          411         437         341         501
 Keuntungan atas pembelian diskon          USD Ribu          0           18           0           0           0
 Keuntungan lain-lain                      USD Ribu        998      (2.441)       1.680       1.071       4.284

 TOTAL BEBAN USAHA                         USD Ribu    (25.009)    (28.892)    (28.826)    (29.975)    (28.991)

 LABA SEBELUM PAJAK                        USD Ribu      6.825     100.879      51.985     (51.091)    (27.954)

 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan         USD Ribu       (593)    (16.311)     (9.450)     10.280       9.150

 LABA TAHUN BERJALAN                       USD Ribu      6.232      84.568      42.535     (40.811)    (18.804)



 RUGI KOMPREHENSIF TAHUN/PERIODE           USD Ribu      8.563      83.824      42.852     (39.541)    (18.018)
 BERJALAN




Halaman 64                                                           00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 66
Lampiran 3
HISTORIS ARUS KAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                                             Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                   DESKRIPSI                      SATUAN
                                                               2020       2021       2022       2023       2024

 Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi   USD Ribu     13.771   101.139      22.036     48.495     32.204
 Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas          USD Ribu   (25.396)   (51.471)   (34.557)   (34.210)   (11.208)
 Investasi
 Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)   USD Ribu    29.212    (35.326)    (9.344)   (31.324)    (6.478)
 Aktivitas Pendanaan

 PENINGKATAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN             USD Ribu    17.587     14.342    (21.865)   (17.039)    14.519
 SETARA KAS

 SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN              USD Ribu    19.153     36.701     51.058     29.497     12.575
 Pengaruh perubahan kurs valuta asing             USD Ribu      (39)         15        304        117      (311)
 Total                                            USD Ribu    19.114     36.717     51.362     29.614     12.263

 SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN             USD Ribu    36.701     51.058     29.497     12.575     26.782




Halaman 65                                                          00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 67
Lampiran 4
PROYEKSI LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                              Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                DESKRIPSI          SATUAN
                                               2025F      2026F      2027F       2028F      2029F      2030F
 ASSETS
 Current Assets
 Cash & Bank Balances              USD Ribu    37.101     51.203      67.737    101.165    133.408    172.868
 Accounts Receivable Trade         USD Ribu    89.400     89.400      90.266     90.780     90.553     90.732
 Inventories                       USD Ribu   130.000    130.000     130.643    130.951    130.811    130.927
 Other Receivables                 USD Ribu    19.100     19.100      19.600     19.600     19.600     19.600

 Total Current Assets              USD Ribu   275.601    289.703     308.246    342.496    374.372    414.128

 Non-Current Assets
 Long Term Investments             USD Ribu       600        600         600        600        600        600
 Fixed Assets                      USD Ribu   453.716    433.075     409.964    386.734    363.386    339.919
 Right of use Asset                USD Ribu       600        600         600        600        600        600
 Mining Properties                 USD Ribu    36.107     39.891      38.409     36.928     35.446     33.965
 Other Assets                      USD Ribu     7.700      7.700       7.700      7.700      7.700      7.700

 Total Non-Current Assets          USD Ribu   498.723    481.865     457.273    432.562    407.732    382.784
 TOTAL ASSETS                      USD Ribu   774.325    771.568     765.519    775.058    782.104    796.912

 LIABILITIES AND EQUITY
 Current Liabilities
 Accounts Payable - Trade          USD Ribu   200.000    200.000     200.000    200.000    200.000    200.000
 Accounts Payable - Others         USD Ribu    19.700     19.700      22.203     24.779     23.926     24.983
 Short Term Loan & CPLTD           USD Ribu    38.000     29.000      22.000          0          0          0

 Total Current Liabilities         USD Ribu   257.700    248.700     244.203    224.779    223.926    224.983

 Long Term Liabilities
 Long Term Loans                   USD Ribu    87.325     77.368      56.368     54.749     42.375     30.000
 Oths. & Prov. for retirmnt Ben    USD Ribu    11.900     11.900      11.900     11.900     11.900     11.900
 Deferred Tax Liability & Others   USD Ribu    19.200     19.200      19.200     19.200     19.200     19.200

 Total Long Term Liabilities                  118.425    108.468      87.468     85.849     73.475     61.100
 TOTAL LIABILITIES                 USD Ribu   376.125    357.168     331.671    310.628    297.401    286.083

 EQUITY
 Share Capital                     USD Ribu   160.200    160.200     160.200    160.200    160.200    160.200
 Additional Paid-in Capital        USD Ribu   (15.500)   (15.500)    (15.500)   (15.500)   (15.500)   (15.500)
 Retained Earnings Beginning       USD Ribu   232.500    233.500     249.700    267.908    295.444    313.275
 Earnings for Year                 USD Ribu      1.000     16.500      26.508     40.836     38.231     42.034
 Less: Dividends                   USD Ribu          0        300       8.300     13.300     20.400     19.100
 Retained Earnings Ending          USD Ribu   233.500    249.700     267.908    295.444    313.275    336.209
 Other components of equity        USD Ribu     15.900     15.900      15.900     15.900     15.900     15.900
 Non Controlling Interest (NCI)    USD Ribu      4.100      4.100       5.340      8.386     10.828     14.020

 TOTAL EQUITY                      USD Ribu   398.200    414.400     433.848    464.430    484.703    510.829
 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY      USD Ribu   774.325    771.568     765.519    775.058    782.104    796.912




Halaman 66                                                        00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 68
Lampiran 5
PROYEKSI LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                           Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
           DESKRIPSI            SATUAN
                                             2025F       2026F        2027F       2028F       2029F       2030F
 Total Revenue                  USD Ribu     811.000     826.000      859.601     890.371     882.077     888.634
 Cost of Revenue                USD Ribu   (781.000)   (777.000)    (791.189)   (802.749)   (800.396)   (802.573)
 Gross Profit                   USD Ribu      30.000      49.000       68.412      87.621      81.681      86.061

 OPERATING EXPENSES
 Selling Expenses               USD Ribu     (6.500)     (6.600)      (7.016)     (7.104)     (7.021)     (7.086)
 General & Administrative       USD Ribu    (17.700)    (17.800)     (22.372)    (24.196)    (23.288)    (24.027)
 Expenses
 Finance Cost                   USD Ribu     (5.000)     (4.000)      (5.516)     (4.486)     (2.841)     (1.614)
 Investment Incomes             USD Ribu         500         500          500         500         500         500
 Foreign Exchange gain/(loss)   USD Ribu           0           0            0           0           0           0
 Other Gains                    USD Ribu           0           0            0           0           0           0

 TOTAL OPERATING EXPENSES       USD Ribu    (28.700)    (27.900)     (34.404)    (35.285)    (32.650)    (32.227)

 PROFIT BEFORE TAX              USD Ribu      1.300      21.100       34.008      52.336      49.031      53.834

 Income Tax Expense             USD Ribu       (300)     (4.600)      (7.500)    (11.500)    (10.800)    (11.800)

 NET PROFIT AFTER TAX           USD Ribu      1.000      16.500       26.508      40.836      38.231      42.034

 Other Comprehensive Income     USD Ribu          0           0            0           0           0           0
 (OCI)

 TOTAL COMPREHENSIVE            USD Ribu      1.000      16.500       26.508      40.836      38.231      42.034
 INCOME




Halaman 67                                                         00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 69
Lampiran 6
HISTORIS ARUS KAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

 DESKRIPSI                                        Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                                       SATUAN
                                                   2025F        2026F        2027F        2028F        2029F        2030F

 Net Cash Provided by Operating
 Activities
 Cash received from customers          USD Ribu     811.000      826.000      858.735      889.857      882.305      888.455
 Cash paid to Suppliers & Manpower     USD Ribu   (739.476)    (742.976)    (755.340)    (766.446)    (763.527)    (765.840)
 Cash generated from operations        USD Ribu      71.524       83.024      103.396      123.410      118.778      122.614
 Income Tax paid                       USD Ribu       (300)       (4.600)      (7.500)    (11.500)     (10.800)     (11.800)
 Others - Net                          USD Ribu    (21.700)     (24.400)     (26.145)     (25.677)     (28.719)     (26.865)

 Net Cash Provided by Operating        USD Ribu     49.524       54.024       69.750       86.233       79.258       83.949
 Activities

 Net Cash (used in)Provided by
 Investing Activities
 Interest received                     USD Ribu         500          500          500          500          500          500
 Acquisition of Fixed Assets           USD Ribu    (41.947)     (17.166)     (11.900)     (11.900)     (11.900)     (11.900)
 Increase in advance for purchase of   USD Ribu           0            0            0            0            0            0
 FA
 Investment in associates              USD Ribu            0            0            0            0            0            0
 Guarantee Deposit                     USD Ribu            0            0            0            0            0            0

 Net Cash (used in)Provided by         USD Ribu    (41.447)     (16.666)     (11.400)     (11.400)     (11.400)     (11.400)
 Investing Activities

 Net Cash Provided by (Used in)
 Financing Activities
 Proceed (Payment) of Long Term        USD Ribu      8.225       (9.956)     (21.000)      (1.619)     (12.375)     (12.375)
 Loans
 Proceed (Payment) of Short Term       USD Ribu     (1.000)      (9.000)      (7.000)     (22.000)             0            0
 Loans
 Payment of Lease Liabilities          USD Ribu           0            0            0            0            0            0
 Interest Payments                     USD Ribu     (5.000)      (4.000)      (5.516)      (4.486)      (2.841)      (1.614)
 Payment of cash dividend              USD Ribu           0        (300)      (8.300)     (13.300)     (20.400)     (19.100)

 Net Cash Provided by (Used in)        USD Ribu      2.225      (23.256)     (41.816)     (41.404)     (35.616)     (33.088)
 Financing Activities

 INCREASE (DECREASE) IN CASH AND       USD Ribu     10.301       14.102       16.534       33.428       32.242       39.461
 CASH EQUIVALENTS

 CASH AND CASH EQUIVALENTS             USD Ribu     26.800       37.101       51.203       67.737      101.165      133.408
 BALANCE AT THE BEGINNING OF THE
 YEAR

 CASH AND CASH EQUIVALENTS             USD Ribu     37.101       51.203       67.737      101.165      133.408      172.868
 BALANCE AT THE END OF THE YEAR
                                                   #REF!        #REF!        #REF!        #REF!        #REF!        #REF!




Halaman 68                                                            00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 70
Lampiran 7
RASIO PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                          Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
               DESKRIPSI
                                           2025F     2026F     2027F     2028F     2029F     2030F

 Rasio Aktivitas (x)
 Rasio perputaran piutang                    9,07      9,24      9,52      9,81      9,74      9,79
 Rasio perputaran persediaan                 6,01      5,98      6,06      6,13      6,12      6,13
 Rasio perputaran utang usaha                3,91      3,89      3,96      4,01      4,00      4,01
 Rasio perputaran total aset                 1,05      1,07      1,12      1,15      1,13      1,12

 Rasio Likuiditas (x)
 Rasio lancar                                1,07      1,16      1,26      1,52      1,67      1,84
 Rasio cepat                                 0,57      0,64      0,73      0,94      1,09      1,26
 Rasio kas                                   0,14      0,21      0,28      0,45      0,60      0,77

 Rasio Profitabilitas (%)
 Rasio laba atas aset                       0,13%     2,14%     3,46%     5,27%     4,89%     5,27%
 Rasio laba atas ekuitas                    0,25%     3,98%     6,11%     8,79%     7,89%     8,23%
 Rasio Gross Profit Margin                  3,70%     5,93%     7,96%     9,84%     9,26%     9,68%
 Rasio Net Profit Margin                    0,12%     2,00%     3,08%     4,59%     4,33%     4,73%

 Rasio Solvabilitas (%)
 Rasio total Liabilitas / total aset       48,57%    46,29%    43,33%    40,08%    38,03%    35,90%
 Rasio total Liabilitas / total ekuitas    94,46%    86,19%    76,45%    66,88%    61,36%    56,00%
                                           #REF!     #REF!     #REF!     #REF!     #REF!




Halaman 69                                                              00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 71
Lampiran 8
PROYEKSI POSISI KEUANGAN / NERACA PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                              Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
             DESKRIPSI             SATUAN
                                               2025F      2026F      2027F      2028F      2029F      2030F
 ASSETS
 Current Assets
 Cash & Bank Balances              USD Ribu    19.777     25.835     44.385     79.318    124.376    175.925
 Accounts Receivable Trade         USD Ribu    89.400     89.400     90.266     90.780     90.553     90.732
 Inventories                       USD Ribu   130.000    130.000    130.643    130.951    130.811    130.927
 Other Receivables                 USD Ribu    19.100     19.100     19.600     19.600     19.600     19.600

 Total Current Assets              USD Ribu   258.277    264.335    284.894    320.649    365.340    417.185

 Non-Current Assets
 Long Term Investments             USD Ribu       600        600        600        600        600        600
 Fixed Assets                      USD Ribu   453.716    433.075    409.964    386.734    363.386    339.919
 Right of use Asset                USD Ribu       600        600        600        600        600        600
 Mining Properties                 USD Ribu    36.107     39.891     38.409     36.928     35.446     33.965
 Other Assets                      USD Ribu     7.700      7.700      7.700      7.700      7.700      7.700

 Total Non-Current Assets          USD Ribu   498.723    481.865    457.273    432.562    407.732    382.784
 TOTAL ASSETS                      USD Ribu   757.000    746.200    742.167    753.211    773.073    799.969

 LIABILITIES AND EQUITY
 Current Liabilities
 Accounts Payable - Trade          USD Ribu   200.000    200.000    200.000    200.000    200.000    200.000
 Accounts Payable - Others         USD Ribu    19.700     19.700     22.203     24.779     23.926     24.983
 Short Term Loan & CPLTD           USD Ribu    38.000     29.000     22.000          0          0          0

 Total Current Liabilities         USD Ribu   257.700    248.700    244.203    224.779    223.926    224.983

 Long Term Liabilities
 Long Term Loans                   USD Ribu    70.000     52.000     31.000     30.000     30.000     30.000
 Oths. & Prov. for retirmnt Ben    USD Ribu    11.900     11.900     11.900     11.900     11.900     11.900
 Deferred Tax Liability & Others   USD Ribu    19.200     19.200     19.200     19.200     19.200     19.200

 Total Long Term Liabilities                  101.100     83.100     62.100     61.100     61.100     61.100
 TOTAL LIABILITIES                 USD Ribu   358.800    331.800    306.303    285.879    285.026    286.083

 EQUITY
 Share Capital                     USD Ribu   160.200    160.200    160.200    160.200    160.200    160.200
 Additional Paid-in Capital        USD Ribu   (15.500)   (15.500)   (15.500)   (15.500)   (15.500)   (15.500)
 Retained Earnings Beginning       USD Ribu   232.500    233.500    249.700    269.924    298.346    316.618
 Earnings for Year                 USD Ribu      1.000     16.500     28.524     42.722     39.672     42.448
 Less: Dividends                   USD Ribu          0      (300)    (8.300)   (14.300)   (21.400)   (19.800)
 Retained Earnings Ending          USD Ribu   233.500    249.700    269.924    298.346    316.618    339.266
 Other components of equity        USD Ribu     15.900     15.900     15.900     15.900     15.900     15.900
 Non Controlling Interest (NCI)    USD Ribu      4.100      4.100      5.340      8.386     10.828     14.020

 TOTAL EQUITY                      USD Ribu   398.200    414.400    435.864    467.332    488.047    513.886
 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY      USD Ribu   757.000    746.200    742.167    753.211    773.073    799.969




Halaman 70                                                           00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 72
Lampiran 9
PROYEKSI LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                           Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
           DESKRIPSI            SATUAN
                                             2025F       2026F       2027F       2028F       2029F       2030F
 Total Revenue                  USD Ribu     811.000     826.000     859.601     890.371     882.077     888.634
 Cost of Revenue                USD Ribu   (781.000)   (777.000)   (791.189)   (802.749)   (800.396)   (802.573)
 Gross Profit                   USD Ribu      30.000      49.000      68.412      87.621      81.681      86.061

 OPERATING EXPENSES
 Selling Expenses               USD Ribu     (6.500)     (6.600)     (7.016)     (7.104)     (7.021)     (7.086)
 General & Administrative       USD Ribu    (17.700)    (17.800)    (22.372)    (24.196)    (23.288)    (24.027)
 Expenses
 Finance Cost                   USD Ribu     (5.000)     (4.000)     (3.000)     (2.000)     (1.000)     (1.000)
 Investment Incomes             USD Ribu         500         500         500         500         500         500
 Foreign Exchange gain/(loss)   USD Ribu           0           0           0           0           0           0
 Other Gains                    USD Ribu           0           0           0           0           0           0

 TOTAL OPERATING EXPENSES       USD Ribu    (28.700)    (27.900)    (31.888)    (32.800)    (30.809)    (31.613)

 PROFIT BEFORE TAX              USD Ribu      1.300      21.100      36.524      54.822      50.872      54.448

 Income Tax Expense             USD Ribu       (300)     (4.600)     (8.000)    (12.100)    (11.200)    (12.000)

 NET PROFIT AFTER TAX           USD Ribu      1.000      16.500      28.525      42.722      39.672      42.448

 Other Comprehensive            USD Ribu          0           0           0           0           0           0
 Income (OCI)

 TOTAL COMPREHENSIVE            USD Ribu      1.000      16.500      28.525      42.722      39.672      42.448
 INCOME




Halaman 71                                                       00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 73
Lampiran 10
PROYEKSI ARUS KAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                                      Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                DESKRIPSI                  SATUAN
                                                       2025F       2026F        2027F        2028F       2029F       2030F

 Net Cash Provided by Operating
 Activities
 Cash received from customers              USD Ribu     811.000     826.000      858.735      889.857     882.305     888.455
 Cash paid to Suppliers & Manpower         USD Ribu   (739.476)   (742.976)    (755.340)    (766.446)   (763.527)   (765.840)
 Cash generated from operations            USD Ribu      71.524      83.024      103.396      123.410     118.778     122.614
 Income Tax paid                           USD Ribu       (300)      (4.600)      (8.000)    (12.100)    (11.200)    (12.000)
 Others - Net                              USD Ribu    (21.700)    (24.400)     (26.145)     (25.677)    (28.719)    (26.865)

 Net Cash Provided by Operating            USD Ribu     49.524      54.024       69.250       85.633      78.858      83.749
 Activities

 Net Cash (used in)Provided by Investing
 Activities
 Interest received                         USD Ribu           0           0            0            0           0           0
 Acquisition of Fixed Assets               USD Ribu         500         500          500          500         500         500
 Increase in advance for purchase of FA    USD Ribu    (41.947)    (17.166)     (11.900)     (11.900)    (11.900)    (11.900)
 Investment in associates                  USD Ribu           0           0            0            0           0           0
 Guarantee Deposit                         USD Ribu           0           0            0            0           0           0

 Net Cash (used in)Provided by Investing   USD Ribu    (41.447)    (16.666)     (11.400)     (11.400)    (11.400)    (11.400)
 Activities

 Net Cash Provided by (Used in)
 Financing Activities
 Proceed (Payment) of Long Term Loans      USD Ribu     (9.100)    (18.000)     (21.000)      (1.000)           0           0
 Proceed (Payment) of Short Term Loans     USD Ribu     (1.000)     (9.000)      (7.000)     (22.000)           0           0
 Payment of Lease Liabilities              USD Ribu           0           0            0            0           0           0
 Interest Payments                         USD Ribu     (5.000)     (4.000)      (3.000)      (2.000)     (1.000)     (1.000)
 Payment of cash dividend                  USD Ribu           0       (300)      (8.300)     (14.300)    (21.400)    (19.800)

 Net Cash Provided by (Used in)            USD Ribu    (15.100)    (31.300)     (39.300)     (39.300)    (22.400)    (20.800)
 Financing Activities

 INCREASE (DECREASE) IN CASH AND           USD Ribu     (7.023)       6.058      18.550       34.933      45.058      51.549
 CASH EQUIVALENTS

 CASH AND CASH EQUIVALENTS BALANCE         USD Ribu     26.800      19.777       25.835       44.385      79.318     124.376
 AT THE BEGINNING OF THE YEAR

 CASH AND CASH EQUIVALENTS BALANCE         USD Ribu     19.777      25.835       44.385       79.318     124.376     175.925
 AT THE END OF THE YEAR
                                                       #REF!       #REF!        #REF!        #REF!       #REF!       #REF!




Halaman 72                                                           00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 74
Lampiran 11
RASIO PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                          Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                     DESKRIPSI
                                           2025F     2026F     2027F     2028F     2029F     2030F

 Rasio Aktivitas (x)
 Rasio perputaran piutang                    9,07      9,24      9,52      9,81      9,74      9,79
 Rasio perputaran persediaan                 6,01      5,98      6,06      6,13      6,12      6,13
 Rasio perputaran utang usaha                3,91      3,89      3,96      4,01      4,00      4,01
 Rasio perputaran total aset                 1,07      1,11      1,16      1,18      1,14      1,11

 Rasio Likuiditas (x)
 Rasio lancar                                1,00      1,06      1,17      1,43      1,63      1,85
 Rasio cepat                                 0,50      0,54      0,63      0,84      1,05      1,27
 Rasio kas                                   0,08      0,10      0,18      0,35      0,56      0,78

 Rasio Profitabilitas (%)
 Rasio laba atas aset                       0,13%     2,21%     3,84%     5,67%     5,13%     5,31%
 Rasio laba atas ekuitas                    0,25%     3,98%     6,54%     9,14%     8,13%     8,26%
 Rasio Gross Profit Margin                  3,70%     5,93%     7,96%     9,84%     9,26%     9,68%
 Rasio Net Profit Margin                    0,12%     2,00%     3,32%     4,80%     4,50%     4,78%

 Rasio Solvabilitas (%)
 Rasio total Liabilitas / total aset       47,40%    44,47%    41,27%    37,95%    36,87%    35,76%
 Rasio total Liabilitas / total ekuitas    90,11%    80,07%    70,27%    61,17%    58,40%    55,67%
                                           #REF!     #REF!     #REF!     #REF!     #REF!




Halaman 73                                                     00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 75
Lampiran 12
LAPORAN PROFORMA PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                                                                     2024
                  Particulars      2024 Actual   Transaksi         Eliminasi
                                                                                   Proforma
 ASSETS
 Current Assets
 Cash & Bank Balances                   23.947                                        23.947
 Accounts Receivable Trade              79.678                                        79.678
 Inventories                           138.996                                       138.996
 Other Receivables                      27.457       25.368          (25.368)         27.457
 Total Current Assets                  270.078       25.368          (25.368)        270.078

 Non-Current Assets
 Long Term Investments                     495                                           495
 Fixed Assets                          470.522                                       470.522
 Mining Properties                       3.206                                         3.206
 Mining Right                           12.760                                        12.760
 Other Assets                           10.109                                        10.109

 Total Non-Current Assets              497.092            0                 0        497.092
 TOTAL ASSETS                          767.170       25.368          (25.368)        767.170
                   LIABILITIES
 LIABILITIES AND EQUITY
 Current Liabilities
 Accounts Payable - Trade              131.037                                       131.037
 Accounts Payable - Others              21.129                                        21.129
 Short Term Loan & CPLTD               110.222                                       110.222

 Total Current Liabilities             262.388               0                 0     262.388

 Long Term Liabilities
 Long Term Loans                        75.581       25.368          (25.368)         75.581
 Oths. & Prov. for retirmnt Ben         25.343                                        25.343
 Deferred Tax Liability & Others        27.380                                        27.380

 Total Long Term Liabilities           128.304       25.368          (25.368)        128.304
 TOTAL LIABILITIES                     390.692       25.368          (25.368)        390.692

 EQUITY
 Share Capital                        160.218                                        160.218
 Additional Paid-in Capital           (14.713)                                       (14.713)
 Retained Earnings Beginning          206.558                                        206.558
 Earnings for Year                       8.564                                          8.564
 Less: Dividends                             0                                              0
 Retained Earnings Ending             215.122                                        215.122
 Other components of equity             15.850                                         15.850
 Non Controlling Interest (NCI)              1                                              1

 TOTAL EQUITY                          376.478               0                 0     376.478
 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY          767.170       25.368          (25.368)        767.170




Halaman 74                                                       00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 76
Lampiran 13
ANALISIS INKREMENTAL PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Laporan Posisi Keuangan
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                                 Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
              DESKRIPSI               SATUAN
                                                  2025        2026        2027       2028       2029       2030

 Total Pendapatan tanpa transaksi     USD Ribu   811.000     826.000     859.601    890.371    882.077    888.634
 Total Pendaptan dengan transaksi     USD Ribu   811.000     826.000     859.601    890.371    882.077    888.634
 Inkremental                          USD Ribu         0           0           0          0          0          0

 Laba kotor tanpa transaksi           USD Ribu    30.000      49.000      68.412     87.621     81.681     86.061
 Laba Kotor dengan transaksi          USD Ribu    30.000      49.000      68.412     87.621     81.681     86.061
 Inkremental                          USD Ribu         0           0           0          0          0          0

 Laba sebelum pajak tanpa transaksi   USD Ribu     1.300      21.100      34.008     52.336     49.031     53.834
 Laba sebelum pajak dengan            USD Ribu     1.300      21.100      36.524     54.822     50.872     54.448
 transaksi
 Inkremental                          USD Ribu           0           0    (2.516)    (2.486)    (1.841)     (614)

 Laba Bersih tanpa transaksi          USD Ribu     1.000      16.500       26.508     40.836     38.231    42.034
 Laba Bersih dengan transaksi         USD Ribu     1.000      16.500       28.525     42.722     39.672    42.448
 Inkremental                          USD Ribu         0           0      (2.016)    (1.886)    (1.441)     (414)




Halaman 75                                                           00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 77
Lampiran 14
KEWAJARAN TINGKAT BUNGA BERDASARKAN BANK PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Laporan Posisi Keuangan
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024

                                                       Tarif Bunga   Batas Bawah   Batas Atas
 No.                         Deskripsi
                                                       (Korporasi)      -7,50%       7,50%

  1    PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk              8,50%          7,86%        9,14%
  2    PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk                       8,50%          7,86%        9,14%
  3    PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk              8,80%          8,14%        9,46%
  4    PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk                       8,50%          7,86%        9,14%
  5    PT BANK PERMATA, Tbk                                 7,84%          7,25%        8,43%
  6    PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk                            7,78%          7,20%        8,36%
  7    PT BANK MAYBANK INDONESIA, Tbk                       7,21%          6,67%        7,75%
  8    PT BANK PAN INDONESIA, Tbk                           8,56%          7,92%        9,20%
  9    PT BANK CIMB NIAGA, Tbk                              8,25%          7,63%        8,87%
 10    PT BANK UOB INDONESIA                                8,50%          7,86%        9,14%
 11    PT BANK OCBC NISP, Tbk                               8,25%          7,63%        8,87%
 12    CITIBANK, N.A.                                       6,00%          5,55%        6,45%
 13    JP MORGAN CHASE BANK, NA                             6,93%          6,41%        7,45%
 14    BANK OF AMERICA, N.A                                 7,05%          6,52%        7,58%
 15    PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA Tbk        8,24%          7,62%        8,86%
 16    PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk               9,62%          8,90%       10,34%
 17    MUFG BANK, LTD                                       6,31%          5,84%        6,78%
 18    PT BANK DBS INDONESIA                                8,12%          7,51%        8,73%
 19    PT BANK RESONA PERDANIA                              8,35%          7,72%        8,98%
 20    PT BANK MIZUHO INDONESIA                             6,49%          6,00%        6,98%
 21    STANDARD CHARTERED BANK                              7,21%          6,67%        7,75%
 22    PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk                      11,46%         10,60%       12,32%
 23    PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA                        6,96%          6,44%        7,48%
 24    PT BANK ANZ INDONESIA                                8,43%          7,80%        9,06%
 25    DEUTSCHE BANK AG                                     7,50%          6,94%        8,06%
 26    BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED                       6,65%          6,15%        7,15%
 27    PT BANK BUMI ARTA, Tbk                               8,47%          7,83%        9,11%
 28    PT BANK HSBC INDONESIA                               6,81%          6,30%        7,32%
 29    PT BANK JTRUST INDONESIA, Tbk                       11,75%         10,87%       12,63%
 30    PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk                 10,80%          9,99%       11,61%
 31    PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk                    6,70%          6,20%        7,20%
 32    PT BPD DKI                                           7,84%          7,25%        8,43%
 33    PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA                    8,52%          7,88%        9,16%
 34    PT BPD JAWA TENGAH                                   9,15%          8,46%        9,84%
 35    PT BPD JAWA TIMUR, Tbk                               7,85%          7,26%        8,44%
 36    PT BPD JAMBI                                         9,32%          8,62%       10,02%
 37    PT BPD SUMATERA UTARA                                7,37%          6,82%        7,92%
 38    PT BANK NAGARI                                       8,60%          7,96%        9,25%
 39    PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG          9,70%          8,97%       10,43%
 40    PT BPD LAMPUNG                                      10,52%          9,73%       11,31%
 41    PT BPD KALIMANTAN SELATAN                           10,32%          9,55%       11,09%
 42    PT BPD KALIMANTAN BARAT                              6,49%          6,00%        6,98%
 43    PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA         6,91%          6,39%        7,43%
 44    PT BPD KALIMANTAN TENGAH                             7,60%          7,03%        8,17%
 45    PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT           7,75%          7,17%        8,33%
 46    PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO                 11,98%         11,08%       12,88%
 47    PT BPD BALI                                          6,83%          6,32%        7,34%
 48    PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR                          10,37%          9,59%       11,15%
 49    PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA                       9,96%          9,21%       10,71%




Halaman 76                                             00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 78
                                                   Tarif Bunga    Batas Bawah     Batas Atas
 No.                          Deskripsi
                                                   (Korporasi)       -7,50%         7,50%
 50    PT BPD PAPUA                                       9,48%           8,77%       10,19%
 51    PT BPD BENGKULU                                    9,10%           8,42%        9,78%
 52    PT BPD SULAWESI TENGAH                           10,05%            9,30%       10,80%
 53    PT BPD SULAWESI TENGGARA                         10,81%           10,00%       11,62%
 54    PT BPD BANTEN Tbk                                10,31%            9,54%       11,08%
 55    PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk                  10,00%            9,25%       10,75%
 56    PT BANK MESTIKA DHARMA, Tbk                        8,94%           8,27%        9,61%
 57    PT BANK SHINHAN INDONESIA                          7,56%           6,99%        8,13%
 58    PT BANK SINARMAS, Tbk                            10,07%            9,31%       10,83%
 59    PT BANK MASPION INDONESIA, Tbk                     7,33%           6,78%        7,88%
 60    PT BANK GANESHA, Tbk                               8,65%           8,00%        9,30%
 61    PT BANK ICBC INDONESIA                             8,13%           7,52%        8,74%
 62    PT BANK QNB INDONESIA, Tbk                         6,71%           6,21%        7,21%
 63    PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk             8,76%           8,10%        9,42%
 64    PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906, Tbk          7,85%           7,26%        8,44%
 65    PT BANK SMBC INDONESIA, Tbk                        7,99%           7,39%        8,59%
 66    PT BANK MEGA, Tbk                                10,02%            9,27%       10,77%
 67    PT BANK KB BUKOPIN                                 9,17%           8,48%        9,86%
 68    PT BANK JASA JAKARTA                               6,50%           6,01%        6,99%
 69    PT BANK KEB HANA INDONESIA                         7,75%           7,17%        8,33%
 70    PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk                     9,36%           8,66%       10,06%
 71    PT BANK NEO COMMERCE TBK                           7,87%           7,28%        8,46%
 72    PT BANK RAYA INDONESIA, Tbk                        9,00%           8,33%        9,68%
 73    PT BANK SBI INDONESIA                            10,00%            9,25%       10,75%
 74    PT BANK DIGITAL BCA                                7,44%           6,88%        8,00%
 75    PT BANK INA PERDANA, Tbk                           9,42%           8,71%       10,13%
 76    PT BANK SAHABAT SAMPOERNA                          9,16%           8,47%        9,85%
 77    PT BANK OKE INDONESIA, Tbk                         7,46%           6,90%        8,02%
 78    PT BANK AMAR INDONESIA                           10,18%            9,42%       10,94%
 79    PT BANK SEABANK INDONESIA                        11,79%           10,91%       12,67%
 80    PT BANK JAGO, Tbk                                  7,41%           6,85%        7,97%
 81    PT BANK MULTIARTA SENTOSA                          7,50%           6,94%        8,06%
 82    PT BANK HIBANK INDONESIA                           9,10%           8,42%        9,78%
 83    PT BANK INDEX SELINDO                            11,58%           10,71%       12,45%
 84    PT SUPER BANK INDONESIA                            7,50%           6,94%        8,06%
 85    PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk                9,96%           9,21%       10,71%
 86    PT ALLO BANK INDONESIA Tbk                         9,62%           8,90%       10,34%
 87    PT BANK IBK INDONESIA, Tbk                         7,65%           7,08%        8,22%
 88    PT BANK CTBC INDONESIA                             9,25%           8,56%        9,94%
       MAX                                              11,98%           11,08%       12,88%
       MIN                                                6,00%           5,55%        6,45%
       RANGE                                              6,00%           5,55%       12,88%




Halaman 77                                         00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 79
Lampiran 15
ANALISIS SENSITIVITAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Laporan Posisi Keuangan
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

Perubahan Kondisi : Kenaikan Pendapatan CKP 10%
                                            Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                DESKRIPSI        SATUAN
                                              2025      2026      2027      2028      2029      2030

 Kondisi Normal
 Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   859.601   890.371   882.077   888.634
 Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    28.524    42.722    39.672    42.448
 Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,32%     4,80%     4,50%     4,78%

 Perubahan Kondisi
 Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   862.761   895.408   886.285   893.498
 Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    34.442    49.510    44.737    46.804
 Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,99%     5,53%     5,05%     5,24%



Perubahan Kondisi : Penurunan Pendapatan CKP 10%
                                            Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                DESKRIPSI        SATUAN
                                              2025      2026      2027      2028      2029      2030

 Kondisi Normal
 Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   859.601   890.371   882.077   888.634
 Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    28.524    42.722    39.672    42.448
 Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,32%     4,80%     4,50%     4,78%

 Perubahan Kondisi
 Pendapatan Setelah Transaksi    USD Ribu   811.000   826.000   856.441   885.334   877.870   883.771
 Laba Bersih Setelah Transaksi   USD Ribu     1.000    16.500    29.665    41.764    38.289    39.320
 Net Profit Margin                  %        0,12%     2,00%     3,46%     4,72%     4,36%     4,45%




Halaman 78                                               00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 80
Lampiran 16
METODE DISCOUNTED CASH FLOW
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024

                  URAIAN                NILAI
 Weighted Equity                           75,45%
 Weighted Debt                             24,55%
 Cost of Equity
  Risk Free                                 4,51%
  Beta                                     1,37
  Risk Premium                              6,87%
  Country Default Spread                    1,89%
  Spesific Risk                             0,00%
                                          12,03%
 Cost of Debt
 Interest rate                             6,39%
 Tax rate                                 22,00%
                                           4,98%
 Weighted Cost of Equity                   9,07%
 Weighted Cost of Debt                     1,22%
 Weighted Average Cost of Capital         10,30%




Halaman 79                                          00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 81
Lampiran 17
KELAYAKAN PT CIKONDANG KANCANA PRIMA
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)

                                         Jan-Des      Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
            DESKRIPSI         SATUAN
                                          2025F        2026F      2027F      2028F      2029F      2030F
 Laba (Rugi) Bersih           USD Ribu       (19)         (19)      6.198     15.233     12.210     15.957
 Penyusutan                   USD Ribu         24           24      2.492      2.611      2.730      2.848
 (Pendapatan) Beban Non Kas   USD Ribu          0            0          0          0          0          0
 Lainnya
 Bunga (1-t)                  USD Ribu          0            0      2.667      2.242      1.411        472
 Biaya Modal (Capital         USD Ribu   (18.264)      (7.166)    (1.900)    (1.900)    (1.900)    (1.900)
 Expenditure/Capex)
 Perubahan Modal Kerja        USD Ribu            4         0     (3.650)    (3.374)     1.261     (1.304)
 Residual Value               USD Ribu                                                             45.158

 ARUS KAS BERSIH              USD Ribu   (18.256)      (7.161)     5.807     14.812     15.712     61.232

 Tingkat Diskonto              % pa       10,30%       10,30%     10,30%     10,30%     10,30%     10,30%
 Faktor Diskonto                 x                        0,82       0,75       0,68       0,61       0,56
                                             0,91

 NILAI KINI ARUS KAS BERSIH   USD Ribu   (16.551)      (5.886)     4.328     10.008      9.626     34.010

 NPV                          USD Ribu   35.534
 IRR                            p.a      27,59%
 KESIMPULAN                              LAYAK




Halaman 80                                                       00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.5 MB
Published30 Jun 2025
Pages81
Characters247,403
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 133 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indo-Rama Synthetics Tbk p.2 ×16
linked org Jakarta Selatan, DKI Jakarta p.2 ×3
linked org PT Cikondang Kancana Prima p.2 ×8
linked org PT Irama Investama p.15
linked org Indorama Holdings B.V. p.15
linked person Sri Prakash Lohia p.15
linked person Amit Lohia p.15
linked person Humphrey R. Djemat p.15
linked person Muhammad Adil Triansyah p.16
linked org PT BANK MANDIRI (PERSERO) p.54 ×3
linked org PT BANK DANAMON INDONESIA p.54 ×3
linked org PT BANK PERMATA p.54 ×3
linked org PT BANK CENTRAL ASIA p.54 ×3
linked org PT BANK CIMB NIAGA p.54 ×3
linked org PT BANK UOB INDONESIA p.54 ×3
linked org PT BANK OCBC NISP p.54 ×3
linked org PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL p.54 ×3
linked org PT BANK DBS INDONESIA p.54 ×3
linked org PT BANK MIZUHO INDONESIA p.54 ×3
linked — STANDARD CHARTERED p.54 ×2
linked org PT BANK BUMI ARTA p.54 ×3
linked org PT BANK HSBC INDONESIA p.54 ×3
linked org PT BANK JTRUST INDONESIA p.54 ×3
linked org PT BANK OF INDIA INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK MESTIKA DHARMA p.55 ×3
linked org PT BANK SHINHAN INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK MASPION INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK GANESHA p.55 ×3
linked org PT BANK QNB INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) p.55 ×3
linked org PT BANK SMBC INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK MEGA p.55 ×3
linked org PT BANK KB BUKOPIN p.55 ×3
linked org PT BANK KEB HANA INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK MNC INTERNASIONAL p.55 ×3
linked org BANK NEO COMMERCE TBK p.55 ×5
linked org PT BANK INA PERDANA p.55 ×3
linked org PT BANK OKE INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK AMAR INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK JAGO p.55 ×3
linked org PT BANK MULTIARTA SENTOSA p.55 ×3
linked org PT SUPER BANK INDONESIA p.55 ×3
linked org PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL p.55 ×3
linked org ALLO BANK INDONESIA Tbk p.55 ×5
linked org PT BANK IBK INDONESIA p.55 ×3
linked org BANK CTBC p.55 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×10
possible person Mochamad Ichsan p.6
possible org Negara Republik Indonesia p.14
possible org PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) p.54 ×3
possible org PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) p.54 ×2
possible org MUFG BANK p.54 ×2
unresolved person H. R. Rasuna Said p.2 ×2
unresolved org IndoRama-Synthetics Tbk p.2 ×2
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×26
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang & Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.6
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved org Bank Balances p.8 ×7
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.9 ×3
unresolved org PT GMT Indonesia. Berdasarkan JORC p.9 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.10 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.10 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan p.11 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo p.11 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Suparman Bambang Ghanis Rekan p.11
unresolved person Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing p.14
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14
unresolved person Fathiah Helmi p.14 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.14
unresolved person Vishnu Swaroop Baldwa p.15 ×2
unresolved person Saurabh Mishra Kegiatan Usaha Sesuai p.15 ×2
unresolved person Dr. Herlien p.16 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved person Sari Jacob p.16
unresolved org PT Manggala Sukses Mandiri p.16 ×2
unresolved person Sachin Kumar Gupta p.16
unresolved person Andree Djayaprawira p.16
unresolved person Anil Kumar Kothari p.16
unresolved person Krishan Kumar Aggarwal p.16
unresolved person Mohammad Rafil Perdana p.16
unresolved person Nitin Patni p.16
unresolved person Arun Dalmia Halaman p.16
unresolved person Akta Notaris Sri Rahayu p.17 ×2
unresolved org PT Cikondang Kencana Prima p.17
unresolved org Kementerian Perindustrian p.29
unresolved org Pusat Statistik p.29
unresolved org PT BANK RESONA PERDANIA p.54 ×2
unresolved org PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA p.54 ×2
unresolved org PT BANK ANZ INDONESIA p.54 ×2
unresolved org BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED p.54 ×2
unresolved org PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL p.54 ×2
unresolved org PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN p.54 ×2
unresolved org PT BPD DKI p.54 ×2
unresolved org PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA p.54 ×2
unresolved org PT BPD JAWA TENGAH p.54 ×2
unresolved org PT BPD JAWA TIMUR p.54 ×2
unresolved org PT BPD JAMBI p.54 ×2
unresolved org PT BPD SUMATERA UTARA p.54 ×2
unresolved org PT BANK NAGARI p.54 ×2
unresolved org PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG p.54 ×2
unresolved org PT BPD LAMPUNG p.54 ×2
unresolved org PT BPD KALIMANTAN SELATAN p.54 ×2
unresolved org PT BPD KALIMANTAN BARAT p.54 ×2
unresolved org PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA p.54 ×2
unresolved org PT BPD KALIMANTAN TENGAH p.54 ×2
unresolved org PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO p.55 ×2
unresolved org PT BPD BALI p.55 ×2
unresolved org PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR p.55 ×2
unresolved org PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA p.55 ×2
unresolved org PT BPD PAPUA p.55 ×2
unresolved org PT BPD BENGKULU p.55 ×2
unresolved org PT BPD SULAWESI TENGAH p.55 ×2
unresolved org PT BPD SULAWESI TENGGARA p.55 ×2
unresolved org BPD BANTEN Tbk p.55 ×4
unresolved org PT BANK ICBC INDONESIA p.55 ×2
unresolved org PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA p.55 ×2
unresolved org PT BANK SBI INDONESIA p.55 ×2
unresolved org PT BANK DIGITAL BCA p.55 ×2
unresolved org PT BANK SAHABAT SAMPOERNA p.55 ×2
unresolved org PT BANK SEABANK INDONESIA p.55 ×2
unresolved org PT BANK HIBANK INDONESIA p.55 ×2
unresolved org PT BANK INDEX SELINDO p.55 ×2
unresolved org PT BANK CTBC INDONESIA p.55 ×2
unresolved org Ichsan & Rekan p.59
unresolved org INDO-RAMA SYNTHETIC TBK p.63 ×30
unresolved org PT CIKONDANG KANCANA PRIMA Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman p.81

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11748 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result