Back to announcement
20250630_INDR_Informasi Transaksi Afiliasi_31909852_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review INDRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 81
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Property, Business Valuation & Advisory
Website: www.fdipartners.co
Licence No. 2. 22.01 76 Phone (62 21) 27875910
KMK 460/KM.1/20 22 Advisory
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Jakarta, 26 Juni 2025
Wilayah Kerja
Kepada Yth.
Direksi
PT Indo-Rama Synthetics Tbk
Graha Irama Lt. 17
Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-1
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
No. Laporan : 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman
PT IndoRama-Synthetics Tbk ke PT Cikondang Kancana Prima
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT INDO-RAMA SYNTHETICS TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 020/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 23 Mei
2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Indo-Rama Synthetics Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan” atau
“IRS”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang Kewajaran atas Rencana Transaksi
Pemberian Pinjaman dari Perseroan kepada PT Cikondang Kancana Prima (“Perusahaan”
atau “CKP”) dimana CKP merupakan anak perusahaan dari Perseroan. Saat ini IRS telah
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada CKP sesuai dengan perjanjian
fasilitas pinjaman pemegang saham tanggal 03 Mei 2021, serta perjanjian amandemen ke 1
tanggal 07 Desember 2022 dan perjanjian amandemen ke 2 tanggal 29 September 2023
dengan total pinjaman maksimal sampai sampai Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat
Puluh Miliar Rupiah). Dalam hal ini, IRS dan CKP bermaksud untuk melakukan perjanjian
amandemen ke 3 dengan total nilai rencana pinjaman maksimal sebesar
Rp600.000.000.000,00 (Enam Ratus Miliar Rupiah). Atas dasar hal tersebut, maka rencana
perjanjian amandemen ke 3 akan meningkatkan nilai pinjaman maksimal yang diberikan IRS
kepada CKP sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah). Rencana
penambahan nilai pinjaman maksimal yang diberikan IRS kepada CKP tersebut selanjutnya
disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
CKP merupakan anak perusahaan dari IRS, dimana IRS adalah pemegang saham mayoritas
dengan memiliki saham disetor dan ditempatkan secara penuh sebesar 80% di CKP. Rencana
Transaksi berupa rencana pinjam-meminjam antara IRS selaku pihak pemberi pinjaman dan
CKP selaku pihak penerima pinjaman, dimana pinjaman dilakukan untuk keperluan pra-
operasi, overhead, pengembangan tambang, dan fasilitas pengolahan CKP. Dengan
demikian Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan Transaksi Tertentu (“POJK 42”).
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 3
Berdasarkan draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP, diketahui bahwa nilai Rencana Transaksi adalah peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah). Jika dilihat dari perjanjian awal dengan total pinjaman sebesar Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah), CKP sudah merealisasikan pinjaman sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar USD11.755.965 (Sebelas Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Enam Puluh Lima Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp190.000.000.000,00 (Seratus Sembilan Puluh Miliar Rupiah; dibulatkan) yang dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2024 sebesar Rp16.162 per Dollar AS. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang & Rekan Laporan No. 00006/3.0424/AU.1/04/0135-5/1/II/2025 tanggal 27 Februari 2025 ekuitas Perseroan tercatat sebesar US397.146.818 (Tiga Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Seratus Empat Puluh Enam Ribu Delapan Ratus Delapan Belas Rupiah), maka Total Rencana Transaksi adalah sebesar 5,61% dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama (“POJK 17”). Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak mengandung benturan kepentingan. Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat kewajaran terhadap rencana transaksi dalam rangka pemenuhan POJK 42 dikarenakan adanya Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan dengan pihak terafiliasi. Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan dan CKP yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan dan CKP baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Pendekatan dan metode yang kami gunakan dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap Perusahaan, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan Perusahaan. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah transaksi (proforma) dari pihak Perseroan untuk mengetahui dampak keuangan dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental atas Rencana Transaksi. Secara kualitatif, dengan Rencana Transaksi, CKP memperoleh fasilitas utang untuk keperluan pra-operasi, overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan. Selanjutnya, secara kuantitatif dengan Rencana Transaksi ini akan memberikan inkremental terhadap usaha Perseroan secara konsolidasian kedepannya, dimana berdasarkan proyeksi bisnis Halaman 2 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 4
Page 5
DAFTAR ISI
BAB I ............................................................................................................................................ 5
PENDAHULUAN.............................................................................................................................. 5
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ...................................................................................................5
1.2 Identifikasi Status Penilai .............................................................................................................5
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................5
1.4 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ..........................................6
1.5 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ........................................................6
1.6 Nilai Rencana Transaksi dan Objek Analisis Pendapat Kewajaran ...................................6
1.7 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan ....................................................6
1.8 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
Transaksi .........................................................................................................................................8
1.9 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan .................9
1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .....................................................................................9
1.11 Sumber Data dan Informasi .......................................................................................................9
1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................ 11
1.13 Tenaga Ahli ................................................................................................................................. 11
1.14 Pernyataan Independensi Penilai........................................................................................... 11
1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Kewajaran (Subsequent Event) .............. 11
BAB II .......................................................................................................................................... 12
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI........................................................................................ 12
2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi......................................................................................... 12
2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ................................................................................ 13
2.3. Objek Rencana Transaksi ......................................................................................................... 13
2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ............................................................................. 13
BAB III .......................................................................................................................................... 20
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ............................................................................ 20
3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan .......................................................... 20
3.2. Analisis atas Rencana Transaksi .............................................................................................. 20
3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ............................................................................. 21
3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi........................................................................... 31
3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ......................................................................... 52
3.6. Analisis Atas Jaminan ................................................................................................................ 57
3.7. Kesimpulan .................................................................................................................................. 57
3.8. Distribusi Pendapat Kewajaran ............................................................................................... 57
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .............................................................................. 58
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. 59
LAMPIRAN ................................................................................................................................... 61
Halaman 4 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 020/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal
23 Mei 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R”
atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Indo-Rama Synthetics Tbk (selanjutnya
disebut “Perseroan” atau “IRS”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman dari Perseroan kepada
PT Cikondang Kancana Prima (“Perusahaan” atau “CKP”).
1.2 Identifikasi Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, selaku
Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak
memihak, sesuai KEPI; memiliki kompetensi untuk memberikan pendapat kewajaran atas
obyek yang dimaksud. KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan adalah Kantor Jasa
Penilai Publik yang memegang Izin Usaha No. 2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri
Keuangan Republik Indonesia dan mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:
a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk
klasifikasi penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PJ-
1/PM.021/2025. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
b. Penugasan Pendapat Kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan
materaial atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek
Rencana Transaksi dan/ atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi
objektifitas, profesional dan tidak memihak.
c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
kesatuan tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung
jawab laporan Pendapat Kewajaran ini.
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan
kontraktual, dalam hal ini adalah:
Nama Pemberi Tugas : PT Indo-Rama Synthetics Tbk
Alamat : Graha Irama Lt. 17 Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-1
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Bidang Usaha : Pemintalan benang, benang polyester filamen
No. Telepon/Fax : (021) 5261555
Alamat Email : -
Penanggung Jawab : Dewan Direksi
Halaman 5 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 7
Pengguna Laporan dalam hal ini adalah IRS, CKP dan Otoritas Jasa Keuangan (”OJK”)
d/h BAPPEPAM-LK terkait dengan peraturan perusahaan publik (terbuka).
1.4 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian adalah tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Laporan
Keuangan Audit Konsolidasian IRS per 31 Desember 2024.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa
berlaku laporan Pendapat Kewajaran adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
efektif Pendapat Kewajaran (cut-off date) dalam laporan Pendapat Kewajaran.
1.5 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat
kewajaran terhadap rencana transaksi dalam rangka pemenuhan POJK 42 dikarenakan
adanya Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan dan pihak terafiliasi.
1.6 Nilai Rencana Transaksi dan Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Saat ini IRS telah memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada CKP sesuai
dengan perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham tanggal 03 Mei 2021, serta
perjanjian amandemen ke 1 tanggal 07 Desember 2022 dan perjanjian amandemen ke
2 tanggal 29 September 2023 dengan total pinjaman maksimal sampai sampai
Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah). Dalam hal ini, IRS dan CKP
bermaksud untuk melakukan perjanjian amandemen ke 3 dengan total nilai rencana
pinjaman maksimal sebesar Rp600.000.000.000,00 (Enam Ratus Miliar Rupiah). Atas dasar
hal tersebut, maka rencana perjanjian amandemen ke 3 akan meningkatkan nilai
pinjaman maksimal yang diberikan IRS kepada CKP sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga
Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah). Rencana penambahan nilai pinjaman maksimal yang
diberikan IRS kepada CKP tersebut selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP, diketahui bahwa
nilai Rencana Transaksi adalah peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).
1.7 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Analisis dampak keuangan Tanpa Transaksi dan Dengan Transaksi dilihat dari seberapa
besar pengaruh Rencana Transaksi pada Laporan Keuangan Konsolidasian IRS. Pihak
Manajemen telah menyiapkan Proforma Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember
2024. Proforma merupakan dampak atas rencana transaksi pemberian pinjaman antara
IRS dan CKP sesuai dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proforma posisi keuangan
konsolidasian IRS yang dimaksud:
Halaman 6 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 8
Tabel 1.1 Laporan posisi keuangan konsolidasian Proforma Rencana Transaksi IRS
(dalam USD Ribuan)
Particulars 2024 Actual Transaksi Eliminasi 2024 Proforma
ASSETS
Current Assets
Cash & Bank Balances 23.947 23.947
Accounts Receivable Trade 79.678 79.678
Inventories 138.996 138.996
Other Receivables 27.457 25.368 (25.368) 27.457
Total Current Assets 270.078 25.368 (25.368) 270.078
Non-Current Assets
Long Term Investments 495 495
Fixed Assets 470.522 470.522
Mining Properties 3.206 3.206
Mining Right 12.760 12.760
Other Assets 10.109 10.109
Total Non-Current Assets 497.092 0 0 497.092
TOTAL ASSETS 767.170 25.368 (25.368) 767.170
LIABILITIES
LIABILITIES AND EQUITY
Current Liabilities
Accounts Payable - Trade 131.037 131.037
Accounts Payable - Others 21.129 21.129
Short Term Loan & CPLTD 110.222 110.222
Total Current Liabilities 262.388 0 0 262.388
Long Term Liabilities
Long Term Loans 75.581 25.368 (25.368) 75.581
Oths. & Prov. for retirmnt Ben 25.343 25.343
Deferred Tax Liability & Others 27.380 27.380
Total Long Term Liabilities 128.304 25.368 (25.368) 128.304
TOTAL LIABILITIES 390.692 25.368 (25.368) 390.692
EQUITY
Share Capital 160.218 160.218
Additional Paid-in Capital (14.713) (14.713)
Retained Earnings Beginning 206.558 206.558
Earnings for Year 8.564 8.564
Less: Dividends 0 0
Retained Earnings Ending 215.122 215.122
Other components of equity 15.850 15.850
Non Controlling Interest (NCI) 1 1
TOTAL EQUITY 376.478 0 0 376.478
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 767.170 25.368 (25.368) 767.170
Berdasarkan Informasi Laporan Keuangan Konsolidasian Profoma konsolidasi IRS per 31
Desember 2024 (sebelum dan sesudah Rencana Transaksi) yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan di atas, dampak keuangan atas Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
Halaman 7 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 9
1. Terdapat peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
Rencana Transaksi. Jumlah ini merupakan peningkatan dari dilakukannya Rencana
Transaksi dengan adanya peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
Rp360.000.000.000,00 atau ekuivalen dengan USD 22.274 ribu dan pemberian
pinjaman atas sisa dari fasilitas pinjaman maksimal di perjanjian eksisting yang belum
diberikan dari IRS kepada CKP.
2. Terdapat eliminasi pada liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan IRS memiliki 80% saham CKP sehingga laporan
keuangan CKP dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan konsolidasian IRS.
Atas dasar hal tersebut di atas, karena adanya faktor eliminasi atas mutasi akun yang
muncul akibat Rencana Transaksi, maka Rencana Transaksi tidak memberikan
perubahan terhadap proforma laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan.
Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak perubahan akun terhadap proforma
laporan laba rugi konsolidasian Perseroan.
1.8 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
Transaksi
CKP didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan mendapat persetujuan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 19 Desember 2006 yang selanjutnya
memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP, dahulu disebut Kuasa Pertambangan)
Eksploitasi di tahun 2010. IUP Eksploitasi tersebut meliputi wilayah seluas 2.410 Ha di Desa
Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. IUP
Eksploitasi tersebut adalah untuk bahan galian emas dan mineral pengikut lainnya.
CKP sudah memiliki laporan cadangan (JORC Report) oleh konsultan PT GMT Indonesia.
Berdasarkan JORC Report, jumlah cadangan emas tereka sebesar kurang lebih 8 ton
emas. Di samping itu ditemukan adanya potensi cadangan emas baru yang dapat
menambah cadangan emas yang sudah ditemukan tadi. Untuk memastikan jumlah
potensi cadangan emas baru tersebut, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan
seperti drilling dan sampling.
Selama kurun waktu 2015-2024, CKP sudah melakukan banyak persiapan untuk memulai
kegiatan produksi dan untuk itu diperlukan teknologi, modal dan biaya yang tidak sedikit
jumlahnya. Pada tanggal 24 Februari 2021, IRS telah mengambilalih 80% kepemilikan
saham di CKP dari pemegang saham yang ada. Setelah pengambilan kepemilikan
saham, CKP melanjutkan kegiatan sebelumnya antara lain akan:
a. Mempersiapkan design tambang, membangun infrastruktur pendukung seperti
jalan, listrik, air, mess karyawan dan waduk untuk menampung limbah tambang dan
pabrik.
b. Menyelesaikan program drilling, test metalurgi dan menunjuk kontraktor untuk
membangun pabrik pengolahan. Kapasitas produksi pabrik diperkirakan sebanyak
150.000 ton ore per tahun yang dapat menghasilkan emas sekitar 20.000 Oz per
tahun.
c. Memulai pertambangan ore dan menyimpannya di stockpile sampai pabrik selesai
dibangun.
Halaman 8 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 10
d. Rekrutmen karyawan, diutamakan berasal dari masyarakat sekitar tambang.
e. Menyempurnakan proses pengolahan limbah dan membangun waduk untuk
menampung limbah hasil tambang.
f. Melanjutkan program eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di wilayah-
wilayah yang belum dieksplorasi.
Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan bersamaan untuk memastikan
tambang dapat berproduksi dalam waktu singkat. Pembiayaan untuk kegiatan yang
direncanakan diatas berasal dari Pinjaman Pemegang Saham dari IRS dan pembiayaan
eksternal. Pinjaman Pemegang Saham yang direncanakan untuk keperluan pra-operasi,
Overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan.
1.9 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK 42 tentang transaksi afiliasi dan
benturan kepentingan transaksi tertentu dikarenakan adanya Rencana Transaksi
dilakukan oleh pihak-pihak yang terafiliasi. Namun demikian, berdasarkan informasi dari
manajemen Perseroan bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung benturan
kepentingan. Rencana Transaksi juga bukan merupakan transaksi material,
sebagaimana diatur dalam POJK 17.
1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan POJK 42 dan POJK 35, maka dalam penugasan laporan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan
dan prosedur penilaian atas Rencana Transaksi yang mencakup hal hal sebagai berikut:
a. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi;
b. Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi;
c. Melakukan analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi;
d. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi.
Rencana Transaksi dalam laporan ini merupakan rencana pemberian pinjaman dari IRS
kepada CKP.
1.11 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2024 No.
00006/3.0424/AU.1/04/135-5/1/II/2025 tanggal 17 Februari 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2023 No.
00006/3.0424/AU.1/04/135-4/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
Halaman 9 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 11
c. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2022 No.
00003/3.0424/AU.1/04/135-3/1/II/2023 tanggal 17 Februari 2023 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2021 No.
00006/3.0424/AU.1/04/135-2/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian IRS untuk periode 31 Desember 2020 No.
0001/3.0424/AU.1/04/135-1/1/II/2021 tanggal 15 Februari 2021 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
f. Laporan Keuangan CKP untuk periode 31 Desember 2024 No.
00015/2.0946/AU.1/02/1935-1/1/II/2025 tanggal 03 Februari 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
g. Laporan Keuangan CKP untuk periode 31 Desember 2023 No.
00001/3.0472/AU.1/02/1887-1/1/I/2024 tanggal 22 Januari 2024 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
h. Laporan Keuangan CKP untuk periode 31 Desember 2022 No.
00006/2.0946/AU.1/02/0996-2/1/I/2023 tanggal 16 Januari 2023 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
i. Laporan Keuangan CKP untuk periode 31 Desember 2021 No.
00006/2.0946/AU.1/02/0996-1/1/II/2022 tanggal 21 Januari 2022 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
j. Laporan Keuangan CKP untuk periode 31 Desember 2020 No. 009/PTCKP.LAI-
GFA/IV/2021 tanggal 20 Februari 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Suparman Bambang Ghanis Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
k. Business plan IRS sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk periode tahun 2025
sampai dengan tahun 2030 yang disusun oleh manajemen IRS.
l. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian IRS per 31 Desember 2024 terkait
Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen IRS.
m. Business plan CKP setelah Rencana Transaksi untuk periode tahun 2025 sampai
dengan tahun 2030 yang disusun oleh manajemen.
n. Copy perjanjian pinjaman antara IRS dengan CKP (“Perjanjian Pinjaman IRS-CKP”),
baik perjanjian awal tanggal 03 Mei 2021, perjanjian amandemen 1 tanggal 07
Desember 2022, perjanjian amandemen 2 tanggal 29 September 2023, dan rencana
perjanjian amandemen 3.
o. Draft keterbukaan informasi yang disediakan oleh manajemen IRS.
Halaman 10 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 12
p. Surat Pernyataan Manajemen terkait Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi IRS
dengan Nomor IRS/CS-0625/028 tertanggal 23 Juni 2025, terkait dengan kebenaran
data dan asumsi yang telah diberikan manajemen.
q. Hasil wawancara dengan pihak IRS dan pihak lain yang kami anggap layak dan
relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
proses Pendapat Kewajaran.
r. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak
maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran Rencana
Transaksi yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi;
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi;
1.13 Tenaga Ahli
Dalam melakukan Pendapat Kewajaran, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil
pekerjaan dari tenaga ahli, karena bidang usaha yang dijalani Perusahaan tidak
memerlukan pendapat dari tenaga ahli.
1.14 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan IRS,
ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan IRS. KJPP FDI&R juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil dari
proses analisis kewajaran ini.
1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Kewajaran (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut-off date) per 31 Desember 2024 hingga laporan ini
diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (Subsequent
Event).
Halaman 11 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 13
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi
CKP didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan mendapat persetujuan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 19 Desember 2006 yang selanjutnya
memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP, dahulu disebut Kuasa Pertambangan)
Eksploitasi di tahun 2010, dimana IRS memiliki 80% saham CKP. IUP Eksploitasi tersebut
meliputi wilayah seluas 2.410 Ha di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten
Cianjur, Propinsi Jawa Barat. IUP Eksploitasi tersebut adalah untuk bahan galian emas
dan mineral pengikut lainnya.
CKP sudah memiliki laporan cadangan (JORC Report) oleh konsultan PT GMT Indonesia.
Berdasarkan JORC Report, jumlah cadangan emas tereka sebesar kurang lebih 8 ton
emas. Di samping itu ditemukan adanya potensi cadangan emas baru yang dapat
menambah cadangan emas yang sudah ditemukan tadi. Untuk memastikan jumlah
potensi cadangan emas baru tersebut, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan
seperti drilling dan sampling.
Selama kurun waktu 2015-2024, CKP sudah melakukan banyak persiapan untuk memulai
kegiatan produksi dan untuk itu diperlukan teknologi, modal dan biaya yang tidak sedikit
jumlahnya. Pada saat ini, CKP bermaksud melanjutkan kegiatan selanjutnya yang
meliputi:
a. Mempersiapkan design tambang, membangun infrastruktur pendukung seperti
jalan, listrik, air, mess karyawan dan waduk untuk menampung limbah tambang dan
pabrik.
b. Menyelesaikan program drilling, test metalurgi dan menunjuk kontraktor untuk
membangun pabrik pengolahan. Kapasitas produksi pabrik diperkirakan sebanyak
150.000 ton ore per tahun yang dapat menghasilkan emas sekitar 20.000 Oz per
tahun.
c. Memulai pertambangan ore dan menyimpannya di stockpile sampai pabrik selesai
dibangun.
d. Rekrutmen karyawan, diutamakan berasal dari masyarakat sekitar tambang.
e. Menyempurnakan proses pengolahan limbah dan membangun waduk untuk
menampung limbah hasil tambang.
f. Melanjutkan program eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di wilayah-
wilayah yang belum dieksplorasi.
Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan bersamaan untuk memastikan
tambang dapat berproduksi dalam waktu singkat. Pembiayaan untuk kegiatan yang
direncanakan diatas berasal dari Pinjaman Pemegang Saham dari IRS dan pembiayaan
eksternal. Pinjaman Pemegang Saham yang direncanakan untuk keperluan pra-operasi,
overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan. Dengan demikian
rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Halaman 12 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 14
2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi
Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat
kewajaran terhadap rencana transaksi dalam rangka pemenuhan POJK 42 tentang
transaksi afiliasi dan benturan kepentingan dikarenakan adanya Rencana Transaksi
dilakukan oleh Perseroan dengan pihak terafiliasi.
2.3. Objek Rencana Transaksi
Saat ini IRS telah memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada CKP sesuai
dengan perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham tanggal 03 Mei 2021, serta
perjanjian amandemen ke 1 tanggal 07 Desember 2022 dan perjanjian amandemen ke
2 tanggal 29 September 2023 dengan total pinjaman maksimal sampai sampai
Rp240.000.000.000,00 (Dua Ratus Empat Puluh Miliar Rupiah). Dalam hal ini, IRS dan CKP
bermaksud untuk melakukan perjanjian amandemen ke 3 dengan total nilai rencana
pinjaman maksimal sebesar Rp600.000.000.000,00 (Enam Ratus Miliar Rupiah). Atas dasar
hal tersebut, maka rencana perjanjian amandemen ke 3 akan meningkatkan nilai
pinjaman maksimal yang diberikan IRS kepada CKP sebesar Rp360.000.000.000,00 (Tiga
Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).
Berdasarkan draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP, diketahui bahwa
nilai Rencana Transaksi adalah peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).
2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah IRS selaku pemberi
pinjaman dan CKP selaku penerima pinjaman.
a. IRS
Riwayat Singkat
PT Indo-Rama Synthetics Tbk (“Perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-Undang
No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing yang telah diubah dengan
Undang-Undang No. 11 tahun 1970 berdasarkan akta No. 21 tanggal 3 April 1974 dari
Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing, SH, notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusannya No. Y.A.5/2/14, tanggal 3 Januari 1975 dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 8, tanggal 28 Januari 1975, Tambahan No. 75.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan akta No. 39 tanggal 29 September 2023 dari Fathiah Helmi, SH, notaris di
Jakarta, menyetujui perubahan domisili Perusahaan. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-0059025.AH.01.02. TAHUN 2023
tanggal 29 September 2023.
Halaman 13 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 15
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan pabrik berlokasi di
Jatiluhur & Campaka di Purwakarta, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan berlokasi
di Jakarta. Entitas anak Perusahaan tidak langsung memiliki pabrik yang berlokasi di
Uzbekistan, dan Turki dan juga satu entitas anak Perusahaan langsung yang sedang
mengerjakan proyek penambangan dan pengolahan mineral di Cianjur, Jawa Barat.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024
susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham IRS
Komposisi Nilai Saham
Keterangan Jumlah Saham
Kepemilikan (%) (USD)
PT Irama Investama 163.600.000 25,00% 40.057.349
Indorama Holdings B.V. 440.241.050 67,28% 107.792.724
Masyarakat (dibawah 5%)
Asing 16.788.558 2,57% 4.110.667
Domestik 33.722.099 5,15% 8.256.833
Jumlah 654.351.707 100,00% 160.217.573
Sumber: Laporan keuangan audit konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi IRS
Berdasarkan Akta Perubahan No. 67 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat oleh Notaris
Fathiah Helmi, S.H., susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi IRS sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Tuan Sri Prakash Lohia
Wakil Presiden Komisaris : Tuan Amit Lohia
Komisaris Independen : Tuan Humphrey R. Djemat
Direksi
Presiden Direktur : Tuan Vishnu Swaroop Baldwa
Direktur Independen : Tuan Saurabh Mishra
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan
meliputi bidang usaha pemintalan benang, benang polyester filamen (termasuk
benang mikrofilamen), polyester staple fibre, pet resin, tekstil grade chips dan kain
polyester (grey dan kain jadi), investasi, dan pengoperasian pembangkit listrik untuk
kepentingan sendiri. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976.
Hasil produksi Perseroan dipasarkan di dalam dan luar negeri, termasuk ke Eropa,
Amerika, Asia, Afrika dan Timur Tengah.
Halaman 14 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 16
b. CKP
Riwayat Singkat
PT Cikondang Kancana Prima selanjutnya disebut ("Perusahaan") didirikan pada
tanggal 14 September 2004 berdasarkan Akta No. 20 dari Dr. Herlien, S.H., notaris di
Bandung. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 19 Desember 2006, No. W8-00997.HT.01.01-
TH. 2006. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir berdasarkan Akta Notaris No.19 dari Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn., tanggal
31 Desember 2024, mengenai perubahan susunan Dewan Direksi dan Komisaris
dalam surat AHU-0014611.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 30 Januari 2025.
Perusahaan berdomisili di Jakarta, dengan kantor terdaftar di Graha Irama Lantai 16
Unit A, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2 Jakarta Selatan, Indonesia.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024
susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham CKP
Jumlah Komposisi Nilai Saham
Keterangan
Saham Kepemilikan (%) (USD)
PT Indo-Rama Synthetics Tbk 40.000 80,00% 1.419.547
PT Manggala Sukses Mandiri 10.000 20,00% 354.887
Jumlah 50.000 100,00% 1.774.434
Sumber: Laporan keuangan audit konsolidasian Perusahaan per 31 Desember 2024
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tuan Sachin Kumar Gupta
Komisaris : Tuan Andree Djayaprawira
Komisaris : Tuan Anil Kumar Kothari
Komisaris : Tuan Krishan Kumar Aggarwal
Komisaris : Tuan Mohammad Rafil Perdana
Direksi
Direktur Utama : Tuan Nitin Patni
Direktur : Tuan Muhammad Adil Triansyah
Direktur : Tuan Arun Dalmia
Halaman 15 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 17
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3, Akta Notaris Sri Rahayu, SH No. 01 tanggal 1 November 2019,
kegiatan usaha CKP adalah pertambangan dan penggalian meliputi pertambangan
emas dan perak, bijih logam mulia lainnya, pertambangan batu mulia,
pertambangan bahan galian lainnya yang tidak mengandung bijih besi, aktivitas
penunjang pertambangan dan penggalian, perdagangan besar logam dan bijih
logam, perdagangan besar berbagai macam barang, perdagangan besar atas
dasar balas jasa (fee), industri barang dan galian bukan logam lainnya, industri
pembuatan logam dasar mulia, dan industri barang logam lainnya.
2.1. Sifat dari Rencana Transaksi
• Transaksi Material
Berikut ini adalah tabel Nilai Rencana Transaksi dibandingkan jumlah Ekuitas IRS
periode 31 Desember 2024:
Tabel 2.3 Nilai Rencana Transaksi dibandingkan Ekuitas IRS
Nilai Rencana Transaksi Ekuitas IRS %
Keterangan
USD Ribu Rp.000 USD Ribu
Rencana Transaksi 22.274 360.000.000 397.147 5,61%
Catatan: USD dikonversikan dengan kurs tengah BI per 31 Desember 2024, Rp16.162
per 1 USD
Berdasarkan Laporan Keuangan IRS per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang & Rekan Laporan
No. 00006/3.042/AU.1/04/0135-5/1/II/2025 tanggal 27 Februari 2025 ekuitas Perseroan
tercatat sebesar USD397.147 Ribu, maka Rencana Transaksi adalah sebesar 5,61% dari
ekuitas Perseroaan dengan demikian Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.
• Transaksi Afiliasi
Berdasarkan struktur kepemilikan antara pihak-pihak bertransaksi pada saat laporan
ini disusun, sebagaimana diuraikan dalam laporan keuangan per 31 Desember 2024,
hubungan antara IRS dan CKP berdasarkan kepemilikan saham dapat disampaikan
sebagai berikut:
Dari Segi Kepemilikan
Gambar 2.1 Porsi Kepemilikan Saham CKP
PT Indo-Rama Synthetics Tbk PT Manggala Sukses Mandiri
(INDR) (MSM)
80% PT Cikondang Kencana Prima 20%
(CKP)
Sumber: Penilai, diolah
Halaman 16 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 18
Berdasarkan POJK 42 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi
tertentu serta mengacu pada gambar porsi kepemilikan saham, maka Rencana
Transaksi pemberian pinjaman pemegang saham merupakan transaksi afiliasi,
dikarenakan terdapat Hubungan afiliasi antara IRS dan CKP berdasarkan kepemilikan
sahamnya.
2.2. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Analisis terhadap perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi
dalam laporan ini merujuk pada draft perjanjian amandemen ke 3 antara IRS dan CKP.
Berdasarkan draft Perjanjian Amandemen ke-3 tersebut, kondisi-kondisi berikut ini
diperlukan untuk melaksanakan Rencana Transaksi:
1. IRS merupakan pemberi pinjaman dan CKP merupakan penerima pinjaman.
2. Jumlah total peningkatan nilai pinjaman adalah maksimal sebesar
Rp360.000.000.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah).
3. Pinjaman dilakukan untuk keperluan pra-operasi, overhead, pengembangan
tambang dan fasilitas pengolahan.
4. Pinjaman dapat dicairkan dalam jangka waktu hingga 31 Desember 2027 atau
tanggal lain yang disepakati para pihak, dalam beberapa penarikan berdasarkan
kebutuhan Penerima Pinjaman dari waktu ke waktu, atas kebijakan Pemberi
Pinjaman. Setiap penarikan harus berjumlah minimal Rp2.000.000.000,00 (Dua Miliar
Rupiah).
5. Bunga akan dibayarkan setiap tahun pada tanggal 31 Desember 2027. Berdasarkan
JIBOR (diterbitkan oleh Bank Indonesia) + spread 3%.
6. Pembayaran kembali Pinjaman oleh Penerima Pinjaman kepada Pemberi Pinjaman
akan dimulai dari 31 Desember 2027 dalam 4 kali angsuran tahunan. Jadwal
pembayaran mulai dari 31 Desember 2027 sampai dengan 31 Desember 2030.
7. Pemberi Pinjaman adalah kreditur terjamin senior atas dasar hak pertama atas
semua aset perusahaan sekarang dan masa depan. Dalam hal Peminjam
memperoleh pendanaan eksternal untuk sebagian pendanaan proyek, dan jika
pihak ketiga tersebut memerlukan peringkat pertama sekuritas untuk fasilitas
tersebut, Pemberi Pinjaman dapat atas permintaan Peminjam, atas kebijakannya
sendiri, setuju untuk membagikan Efek secara pari-passu atau menjadi subordinasi
pihak ketiga yang memberikan fasilitas pinjaman kepada Peminjam dengan jumlah
lebih dari Rp75.000.000.000,00 atau jumlah lain yang disepakati para pihak.
8. Larangan Pembebanan. Kecuali terhadap jaminan yang dibuat berdasarkan
dokumen Jaminan berdasarkan Perjanjian ini dan kepentingan jaminan lainnya
yang telah diungkapkan secara tertulis oleh Penerima Pinjaman kepada Pemberi
Pinjaman, Penerima Pinjaman tidak boleh membuat atau mengizinkan untuk timbul
atau menanggung Pembebanan apa pun atas asetnya dari faktor salah satu
piutangnya, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Penerima Pinjaman, kecuali
disetujui oleh Pemberi Pinjaman yang tidak akan ditahan tanpa alasan yang wajar.
9. Pelepasan. Kecuali disetujui oleh Pemberi Pinjaman, Penerima Pinjaman tidak boleh
mengadakan suatu transaksi atau serangkaian transaksi (baik terkait maupun tidak)
dan baik sukarela atau tidak sukarela untuk menjual, menyewakan, mentransfer
Halaman 17 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 19
atau melepaskan semua atau secara substansial seluruh asetnya atau bagian
mana pun dari aset tersebut.
10. Penataan Ulang. Penerima Pinjaman tidak akan (tanpa persetujuan tertulis
sebelumnya dari Pemberi Pinjaman) melakukan atau mengizinkan restrukturisasi,
reorganisasi, penataan ulang, peleburan, pengambilalihan, penggabungan,
pemecahan dan/atau skema lainnya yang mengubah atau pengaturan lainnya
yang mempengaruhi susunannya atau pengalihan setiap bagian dari modal
ditempatkan atau setiap perubahan dalam kepemilikan saham atau memberikan
bantuan keuangan apa pun.
11. Perubahan Usaha. Penerima Pinjaman tidak akan secara substansial mengubah
sifat usahanya atau menghentikan atau mengancam untuk menghentikan atau
berhenti menjalankan seluruh atau sebagian dari usahanya, atau mengubah salah
satu ketentuan dalam Anggaran Dasarnya yang memiliki Dampak Yang Merugikan
atas pelaksanaan kewajiban Penerima Pinjaman berdasarkan Perjanjian ini.
12. Kontrol Manajemen. Penerima Pinjaman tidak akan memberlakukan atau
mengizinkan setiap perubahan struktur kepemilikan saham, komposisi Direksi, dan
komposisi Dewan Komisaris, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Pemberi
Pinjaman (persetujuan tersebut tidak akan ditahan secara tidak wajar).
13. Pembubaran dan Penutupan. Penerima Pinjaman tidak akan mengajukan
permohonan yang meminta atau menyetujui kepailitan, likuidasi, pembubaran atau
penutupan sampai Pinjaman telah dilunasi.
14. Penerima Manfaat Utama. Kecuali disetujui oleh Pemberi Pinjaman, Penerima
Pinjaman tidak akan melakukan reorganisasi perusahaan yang akan menyebabkan
perubahan terhadap pemegang saham penerima manfaat utama dari Penerima
Pinjaman.
15. Tidak ada Hutang atau Fasilitas lainnya. Selama terdapat jumlah yang belum
dibayar atas Pinjaman, Penerima Pinjaman tidak akan, tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari Pemberi Pinjaman menerima pinjaman fasilitas, kredit apapun
dari pihak manapun dan/atau memberikan atau menciptakan Pembebanan
apapun atas aset Penerima Pinjaman sampai Pinjaman telah diselesaikan secara
penuh.
16. Penerima Pinjaman akan memastikan untuk membayar dan memenuhi semua
kewajibannya tepat waktu, termasuk namun tidak terbatas pada, klaim pajak,
kecuali sejauh yang digugat oleh Penerima Pinjaman dengan itikad baik dan
dengan cara yang tepat.
17. Penerima Pinjaman harus segera dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya,
menginformasikan Pemberi Pinjaman secara tertulis tentang terjadinya Peristiwa
Kelalaian, atau peristiwa apa pun yang disertai dengan pemberitahuan atau
tenggang waktu, atau keduanya, akan merupakan Peristiwa Kelalaian.
18. Penerima Pinjaman wajib, atas pemberitahuan 3 (tiga) hari kerja sebelumnya dari
Pemberi Pinjaman atau berdasarkan permintaan dari badan otoritas yang
berwenang atau sebagaimana disyaratkan oleh Hukum Yang Berlaku, setiap saat
selama jam kerja Penerima Pinjaman, mengizinkan Pemberi Pinjaman untuk
mengunjungi dan memasuki kantor dan tempat lain milik Penerima Pinjaman untuk
meneliti, memeriksa, menyalin atau membuat kutipan dari semua pembukuan,
catatan dan dokumennya, dan Penerima Pinjaman akan meminta perwakilan,
karyawan dan akuntannya untuk memberikan kerjasama dan bantuan penuh
sehubungan dengan pemeriksaan tersebut.
Halaman 18 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 20
19. Penerima Pinjaman akan memastikan untuk tidak memberikan pinjaman baru atau
bertindak sebagai penjamin kepada pihak manapun atau meminjamkan,
memajukan atau menempatkan simpanan pada orang lain tanpa persetujuan
tertulis sebelumnya dari Pemberi Pinjaman atau jika telah diungkapkan di
Pemberitahuan Penarikan.
20. Penerima Pinjaman harus memastikan untuk tidak (a) mengumumkan dividen apa
pun selama ada Pinjaman dan Bunga yang jatuh tempo dan belum dibayar); (b)
melakukan pembelian kembali saham; (c) melakukan pengurangan modal; (d)
melakukan restrukturisasi perusahaan tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari
Pemberi Pinjaman.
21. Laporan Keuangan. (a) Laporan Keuangan Penerima Pinjaman harus disusun sesuai
dengan PSAK di Indonesia yang diterapkan secara konsisten kecuali jika
diungkapkan secara tegas dalam Laporan Keuangan tersebut, (b) Untuk
menambahkan batasan untuk menyediakan laporan keuangan berkala oleh
Penerima Pinjaman; triwulanan (tidak diaudit) 15 hari dan tahunan (diaudit) dalam
waktu 45 hari dari akhir triwulan / tahun, dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.
22. Pelanggaran Hukum. Penerima Pinjaman tidak melanggar ketentuan undang-
undang atau peraturan apa pun yang pelanggarannya telah atau secara wajar
kemungkinan besar memiliki Dampak Material Yang Merugikan.
23. Perpajakan. Penerima Pinjaman tidak (sepanjang pengetahuannya):
a) Terlambat secara material dalam pengisian setiap laporan pajak; atau
b) Terlambat dalam pembayaran jumlah berapa pun sehubungan dengan pajak
yang secara wajar kemungkinan besar akan, dibuat atau dilakukan.
Tidak ada kekebalan. (a) Penerima Pinjaman tunduk pada Hukum Perdata dan
Komersial sehubungan dengan kewajibannya berdasarkan masing-masing dokumen
keuangan di mana ia menjadi salah satu pihak, (b) Pengikatan dan pelaksanaan
dokumen keuangan yang merupakan salah satu pihak oleh Pemberi Pinjaman
merupakan tindakan pribadi dan komersial (bukan tindakan pemerintah atau publik),
(c) Baik Penerima Pinjaman maupun asetnya tidak berhak untuk mengklaim hak
kekebalan dari ganti rugi, gugatan, eksekusi, keterikatan atau proses hukum lainnya
sehubungan dengan kewajibannya berdasarkan dokumen keuangan.
Halaman 19 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 21
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana transaksi;
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi;
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi konversi hutang;
3.2. Analisis atas Rencana Transaksi
a. Latar Belakang Rencana Transaksi
CKP didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan mendapat persetujuan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 19 Desember 2006 yang selanjutnya
memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP, dahulu disebut Kuasa Pertambangan)
Eksploitasi di tahun 2010, dimana IRS memiliki 80% saham CKP. IUP Eksploitasi tersebut
meliputi wilayah seluas 2.410 Ha di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten
Cianjur, Propinsi Jawa Barat. IUP Eksploitasi tersebut adalah untuk bahan galian emas
dan mineral pengikut lainnya.
CKP sudah memiliki laporan cadangan (JORC Report) oleh konsultan PT GMT Indonesia.
Berdasarkan JORC Report, jumlah cadangan emas tereka sebesar kurang lebih 8 ton
emas. Di samping itu ditemukan adanya potensi cadangan emas baru yang dapat
menambah cadangan emas yang sudah ditemukan tadi. Untuk memastikan jumlah
potensi cadangan emas baru tersebut, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan
seperti drilling dan sampling.
Selama kurun waktu 2015-2024, CKP sudah melakukan banyak persiapan untuk memulai
kegiatan produksi dan untuk itu diperlukan teknologi, modal dan biaya yang tidak sedikit
jumlahnya. Pada saat ini, CKP bermaksud melanjutkan kegiatan selanjutnya yang
meliputi:
a. Mempersiapkan design tambang, membangun infrastruktur pendukung seperti
jalan, listrik, air, mess karyawan dan waduk untuk menampung limbah tambang dan
pabrik.
b. Menyelesaikan program drilling, test metalurgi dan menunjuk kontraktor untuk
membangun pabrik pengolahan. Kapasitas produksi pabrik diperkirakan sebanyak
150.000 ton ore per tahun yang dapat menghasilkan emas sekitar 20.000 Oz per
tahun.
c. Memulai pertambangan ore dan menyimpannya di stockpile sampai pabrik selesai
dibangun.
d. Rekrutmen karyawan, diutamakan berasal dari masyarakat sekitar tambang.
e. Menyempurnakan proses pengolahan limbah dan membangun waduk untuk
menampung limbah hasil tambang.
Halaman 20 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 22
f. Melanjutkan program eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di wilayah-
wilayah yang belum dieksplorasi.
Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan bersamaan untuk memastikan
tambang dapat berproduksi dalam waktu singkat. Pembiayaan untuk kegiatan yang
direncanakan diatas berasal dari Pinjaman Pemegang Saham dari IRS dan pembiayaan
eksternal. Pinjaman Pemegang Saham yang direncanakan untuk keperluan pra-operasi,
overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan. Dengan demikian
rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
▪ Pinjaman Pemegang Saham ini merupakan bagian penambahan pinjaman
sesuai dengan perjanjian addendum ke 3 oleh Perseroan untuk memulai
pertambangan ore dan menjadikan CKP sebagai perusahaan yang produktif
dan beroperasi sehingga memberikan manfaat ekonomis bagi Perseroan.
▪ Melalui transaksi pemberian pinjaman untuk pembiayaan pra-operasi,
overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan, hal ini
diharapkan CKP dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik
di tahun-tahun mendatang, sehingga hal ini juga akan memberikan citra yang
baik di mata investor dan masyarakat bahwa Perseroan dan grup usahanya
dapat melakukan diversifikasi usaha dengan baik serta mempertahankan
produktivitasnya, yang berimplikasi pada harga saham Perseroan.
2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
▪ Risiko gagal bayar, dimana risiko ini berkaitan dengan permasalahan
kemampuan CKP dalam memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman.
▪ Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan, dimana risiko ini berkaitan
terhadap pencapaian kinerja keuangan CKP.
3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi
perekonomian dan tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan
serta melihat potensi atau prospek usaha kedepannya.
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Global
Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan risiko
perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan perdagangan di
Amerika Serikat (AS) melalui kenaikan tarif impor, komoditas, dan cakupan negara yang
lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi perdagangan dunia.
Halaman 21 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 23
Perkembangan ini yang disertai dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak
negara mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat
menjadi 3,1% dari sebesar 3,2% pada 2024.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh
permintaan domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024
ditopang oleh penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi
swasta didukung insentif dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap
tumbuh didorong oleh keyakinan konsumen yang terjaga serta dampak positif
pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah. Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring
dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada akhir tahun. Sementara itu, ekspor
nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi global yang belum kuat. Secara
sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor Industri Pengolahan,
Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan tahun,
pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat
menjadi 4,8–5,6% pada 2025.
Tabel 3.1 Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Tahun
Komponen
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Konsumsi Rumah Tangga 5.04 -2.63 2.01 4.94 4.82 4.94
Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani 10.62 -4.21 1.62 5.66 9.83 12.48
Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah 3.27 2.12 4.25 -4.47 2.95 6.61
Investasi (PMTDB) 4.45 -4.96 3.80 3.87 4.40 4.61
Investasi Bangungn 5.37 -3.78 2.32 0.91 4.04 5.51
Investasi NonBangunan 1.83 -8.44 8.42 12.53 3.03 2.23
Ekspor -0.48 -8.42 17.99 16.23 1.32 6.51
Impor -7.13 -17.60 24.86 15.00 -1.65 7.95
PDB 5.02 -2.07 3.70 5.31 5.05 5.03
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan terus tumbuh
sebesar 5,07% pada tahun 2025. IMF memprakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama
periode 2024 sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan tertinggi
diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025, 2027 dan 2028 dimana dicatatkan dengan
prakiraan inflasi sebesar 5,07%.
Halaman 22 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 24
Grafik 3.1 Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2024-2029
5,07% 5,07% 5,07%
5,06% 5,06%
4,96%
12.911.267 13.565.944 14.252.051 14.974.122 15.731.710 16.528.612
2024 2025 2026 2027 2028 2029
GDP Constant Prices (IDR Billions) Percent change (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55%
(yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
(yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk
mengarahkan ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat
deflasi 0,32% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya
musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan
pengaruh base effect harga pangan. Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar
daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional.
Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan
terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah
Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
moneter guna menjaga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.
Grafik 3.2 Perkembangan Inflasi
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Halaman 23 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 25
Proyeksi Inflasi Indonesia
Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga kustomer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan
oleh International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama
periode 2024 sampai dengan 2029 adalah 2,49% dengan pertumbuhan tertinggi
diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,54%
dimana dicatatkan, sedangkan prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,52%.
Grafik 3.3 Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata 2025-2029
2,54% 2,53% 2,52% 2,52% 2,52%
2,49%
2,34%
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Percent change (%) Average
Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar
1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi
oleh makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS,
ruang penurunan FFR yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas,
dan risiko geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk
memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS.
Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia
menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan
prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Grafik 3.4 Perubahan Nilai Tukar Indonesia dan Negara Kawasan (% ytd)
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Halaman 24 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 26
Tingkat Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,13% pada 17
Desember 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Desember
2024 tercatat meningkat menjadi masing-masing pada level 7,14%, 7,17%, dan 7,24%,
dan menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun
dan 10 tahun, per 17 Desember 2024, masing-masing meningkat menjadi 6,87% dan
7,04% sejalan dengan tingginya yield UST tenor 10 tahun.
Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran
kebijakan Bank Indonesia, termasuk KLM. Likuiditas yang memadai serta efisiensi
perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK,
berdampak positif pada suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga
deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada November 2024 tercatat masing-masing
sebesar 4,71%, dan 9,22%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Grafik 3.5 Tingkat Suku Bunga
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79%
(yoy). Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya
minat penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh
perbankan, besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak
positif KLM Bank Indonesia yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu sektor
Hilirisasi Minerba dan Pangan, Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA),
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta UMKM dan hijau. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga, termasuk pada korporasi yang
berorientasi ekspor.
Sementara itu, berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja,
kredit investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,92% (yoy), 13,77% (yoy),
dan 10,94% (yoy) pada November 2024. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24%
(yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 4,02% (yoy). Dengan perkembangan tersebut,
pertumbuhan kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10–12% dan
akan meningkat pada 2025 pada kisaran 11–13%. Bank Indonesia terus mendorong
peningkatan pertumbuhan kredit, termasuk dengan memperkuat strategi KLM mulai
Halaman 25 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 27
Januari 2025 yang akan diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan
yang dapat mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.
Grafik 3.6 Pertumbuhan Kredit/Pembiayaan
Sumber: Bank Indonesia, 2024
b. Tinjuan Industri di Indonesia
Gambaran Umum Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia
Industri dan produk tesktil Indonesia secara teknis dan struktur terbagi dalam tiga sektor
indusri yang lengkap, vertikal dan terintegrasi, yaitu:
• Sektor industri hilir dengan nama lain downstream merupakan industri manufaktur
pakaian jadi termasuk proses sewing, cutting, washing, dan finishing yang
menghasilkan ready-made garment. Pada sektor inilah yang paling banyak
menyerap tenaga kerja sehingga sifat industrinya adalah padat karya.
• Sektor industri menengah (midstream), meliputi proses pengayaman benang
menjadi kain mentah lembaran melalui proses pertemuan dan rajut yang kemudian
diolah lebih lanjut melalui proses pengolahan penelupan, penyempurnaan dan
pencapan (printing) menjadi kain jadi.
• Sektor industri hulu (upstream), adalah industri yang memproduksi serat/fiber dan
proses pemintalan menjadi produk benang.
Industri tekstil dan tekstil lainnya adalah industri yang menghasilkan berbagai serat,
benang, kain, pakaian jadi tekstil, pakaian jadi rajutan, barang jadi tekstil dan barang
jadi rajutan. Industri tersebut telah diberi kode dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI). Berikut adalah kode KBLI yang dimaksud:
Tabel 3.2 Industri Tekstil dan Tekstil lainnya dan Nomor KBLI
INDUSTRI KBLI SUBINDUSTRI KBLI SUB-SUBINDUSTI KBLI
Industri persiapan serat
Industri 13111
Industri tekstil
pemintalan,
persiapan dan Industri pemintalan
pertenunan dan 131 1311 13112
pemintalan serat benang
penyempurnaan
tekstil Industri pemintalan
tekstil 13113
benang jahit
Halaman 26 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 28
INDUSTRI KBLI SUBINDUSTRI KBLI SUB-SUBINDUSTI KBLI
Industri pertenunan
(bukan pertenunan
Industri 13121
karung goni dan
penenunan
1312 karung lainnya)
tekstil
Industri kain tenun ikat 13122
Industri bulu tiruan
13123
tenunan
Industri
penyempurnaan 13131
benang
Industri
Industri
penyempurnaan 13132
1313 penyempurnaan kain
tekstil
Industri pencetakan
13133
kain
Industri batik 13134
Industri kain rajutan 13911
Industri kain
Industri kain sulaman 13912
rajutan dan 1391
Industri bulu tiruan
sulaman 13913
rajutan
Industri barang jadi
tekstil untuk keperluan 13921
rumah tangga
Industri barang jadi
13922
tekstil sulaman
Industri
Industri bantal dan
pembuatan 13923
sejenisnya
barang tekstil, 1392
Industri barang jadi
bukan pakaian 13924
rajutan dan sulaman
jadi
Industri karung goni 13925
Industri karung bukan
13926
goni
Industri barang jadi
Industri tekstil 13927
139 tekstil lainnya
lainnya
Industri karpet Industri karpet dan
1393 13930
dan permadani permadani
Industri tali dan Industri tali 13941
1394
barang dari tali Industri barang dari tali 13942
Industri kain pita
13991
(narrow fabric)
Industri yang
menghasilkan kain 13992
keperluan industri
Industri non woven
Industri tekstil 13993
1399 (bukan tenunan)
lainnya ytdl
Industri kain ban 13994
Industri kapuk 13995
Industri kain tulle dan
13996
kain jaring
Industri tekstil lainnya
13999
ytdl
Sumber: Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, BPS
Halaman 27 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 29
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor yang terus digenjot
kinerjanya lantaran punya peran penting sebagai penyumbang devisa ekspor. Namun
demikian, guna menggenjot daya saing sektor IKFT, dibutuhkan konektivitas – link and
match yang baik antara industri kain dengan industri garmen.
Kementerian Perindustrian telah memprioritaskan pengembangan industri TPT karena
kontribusinya sebagai penyumbang ekspor dan penyerap tenaga kerja. Industri TPT
menjadi sektor prioritas dan andalan sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk
Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.
Industri TPT juga menjadi salah satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas
pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, bersama dengan dengan
industri kimia, elektronik, makanan dan minuman, otomotif, farmasi, serta alat kesehatan.
Perkembangan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif
sepanjang tahun 2024. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor Industri Tekstil dan
Pakaian Jadi mencatat pertumbuhan sebesar 2,64% pada triwulan I, 1,30% pada
triwulan II, 3,32% pada triwulan III, dan mencapai 4,26% pada triwulan IV 2024 secara
year-on-year (y-on-y). Pertumbuhan ini mencerminkan pemulihan yang konsisten setelah
periode tekanan akibat pandemi dan tantangan global lainnya.
Namun, meskipun pertumbuhan sektor TPT meningkat, kontribusinya terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) nasional mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2014, kontribusi sektor TPT terhadap PDB nasional sebesar 2,2%, namun
menurun menjadi 1,1% pada tahun 2023. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai
faktor, termasuk meningkatnya impor produk tekstil dan persaingan global yang ketat.
Meskipun demikian, dengan pertumbuhan positif yang konsisten sepanjang tahun 2024,
terdapat harapan bahwa sektor TPT dapat memperkuat kembali perannya dalam
perekonomian nasional.
Grafik 3.7 Perkembangan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia
15
10
9,34
5
4,26
0
2020 2021 2022 2023 2024
-1,98
-5
-4,08
-10
-8,88
Sumber: BPS, diolah
Halaman 28 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 30
Permintaan dan Penawaran Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia
Sepanjang tahun 2024, permintaan terhadap produk TPT domestik mengalami
peningkatan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03% (c-to-c) dan
5,02% (y-on-y) pada triwulan IV 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan pemulihan daya
beli masyarakat dan peningkatan konsumsi rumah tangga, yang merupakan komponen
utama dalam permintaan produk tekstil. Namun, industri TPT juga menghadapi
tantangan dari meningkatnya impor produk tekstil, yang dapat mempengaruhi
permintaan terhadap produk lokal. Kemenperin mencatat bahwa lonjakan impor TPT,
terutama setelah diberlakukannya Permendag 8/2024, menyebabkan impor TPT naik
43% pada Mei 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini berdampak pada
penurunan permintaan terhadap produk TPT domestik dan menyebabkan beberapa
pabrik mengurangi kapasitas produksinya.
Grafik 3.8 Nilai Ekspor Pakaian Jadi (Konveksi) dari Tekstil
Nilai Ekspor Pakaian Jadi (Konveksi) dari Tekstil
8.074.099
7.069.206
7.029.237
6.801.682
(RB USD)
5.766.674
-15,76%
21,89%
14,86%
3,93%
2020 2021 2022 2023 2024
Sumber: Bank Indonesia, diolah
Dari sisi penawaran, industri TPT menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sektor
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi sebesar 2,64% pada triwulan I, 1,30% pada triwulan II,
3,32% pada triwulan III, dan mencapai 4,26% pada triwulan IV 2024 secara year-on-year
(y-on-y). Pertumbuhan ini mencerminkan pemulihan kapasitas produksi dan
peningkatan output industri TPT di Indonesia. Namun, peningkatan penawaran ini juga
menghadapi tekanan dari persaingan produk impor yang lebih murah, serta tantangan
dalam distribusi dan logistik. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melalui Kemenperin
berupaya meningkatkan daya saing industri TPT dengan mendorong adopsi teknologi
baru, peningkatan kualitas produk, dan diversifikasi pasar ekspor. Langkah-langkah ini
diharapkan dapat memperkuat posisi industri TPT Indonesia di pasar domestik dan
internasional.
Halaman 29 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 31
Grafik 3.9 Nilai Impor Barang dari Tekstil
Nilai Impor Barang Tekstil Lainnya
2.111.359
2.022.257
1.825.287
1.752.696
1.651.491
(RB USD)
-18,33%
20,46%
10,52%
-4,22%
2020 2021 2022 2023 2024
Sumber: Bank Indonesia, diolah
Prospek industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia hingga akhir 2024
menunjukkan potensi pemulihan yang kuat, ditandai dengan pertumbuhan sektor
industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 4,26% (y-on-y) pada triwulan IV 2024 menurut BPS,
serta mulai pulihnya nilai ekspor pakaian jadi setelah penurunan pada 2023.
Peningkatan konsumsi domestik yang didorong oleh pertumbuhan kelas menengah, tren
fashion lokal, dan ekspansi e-commerce turut memperkuat permintaan dalam negeri.
Pemerintah juga memberikan dukungan melalui kebijakan pembatasan impor, insentif
industri, dan roadmap transformasi industri 4.0. Namun, industri masih menghadapi
tantangan besar berupa tekanan dari lonjakan impor (naik 43% pada Mei 2024),
kebutuhan modernisasi mesin, dan tuntutan keberlanjutan dari pasar global. Dengan
penguatan daya saing, efisiensi produksi, dan keberlanjutan, industri TPT Indonesia
memiliki peluang besar untuk tumbuh berkelanjutan dan kembali menjadi pilar utama
sektor manufaktur nasional.
Secara keseluruhan, meskipun industri TPT Indonesia menghadapi tantangan dari sisi
permintaan dan penawaran, upaya pemerintah dan pelaku industri dalam
meningkatkan daya saing dan adaptasi terhadap perubahan pasar memberikan
harapan positif bagi pertumbuhan sektor ini ke depannya.
c. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perusahaan
Rencana Transaksi dapat memberikan dampak positif terhadap leverage keuangan IRS
di masa yang akan datang. Hal ini mengingat Rencana Transaksi tidak menambah saldo
hutang Perseroan secara konsolidasi tetapi akan meningkatkan ekuitas Perseroan seiring
dengan meningkatnya laba bersih Perseroan.
d. Analisis Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
Rencana Transaksi akan memberikan keuntungan kepada Perseroan secara konsolidasi,
dimana pinjaman yang didapat CKP dapat digunakan untuk pra-operasi, overhead,
Halaman 30 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 32
pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan, sehingga dengan berkembangnya
usaha CKP akan memberikan kontribusi positif bagi IRS secara konsolidasi. Rencana
Transaksi tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan.
3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:
a. Kinerja Keuangan Historis
IRS
Tabel 3.3 Laporan Posisi keuangan IRS
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar USD Ribu 282.747 400.275 362.710 312.881 288.834
Aset Tidak Lancar USD Ribu 481.109 505.223 507.091 508.219 488.760
Total Aset USD Ribu 763.856 905.498 869.800 821.100 777.594
Liabilitas Lancar USD Ribu 259.074 321.911 261.593 309.401 270.270
Liabilitas Jangka Panjang USD Ribu 128.304 119.734 143.051 96.535 110.177
Total Liabilitas USD Ribu 387.378 441.645 404.644 405.936 380.447
Ekuitas USD Ribu 376.477 463.853 465.157 415.164 397.147
Total Ekuitas & Liabilitas USD Ribu 763.856 905.498 869.800 821.100 777.594
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi IRS
Jumlah Aset Lancar
Aset Lancar Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 0,53%. Pertumbuhan
tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 41,57%. Pada
tahun tersebut pertumbuhan terjadi disebabkan oleh peningkatan aset lancar
berupa piutang usaha dan piutang lain-lain pada periode tersebut. Sampai dengan
Desember 2024, total aset Lancar tercatat sebesar USD288.834 Ribu.
Jumlah Aset Tidak Lancar
Total aset tidak lancar Perseroan diselama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 0,40%.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan tingkat pertumbuhan hingga
18,54% disebabkan adanya penambahan aset pertambangan. Sampai dengan
Desember 2024, total aset tidak lancar tercatat sebesar USD488.760 Ribu.
Jumlah Aset
Total aset Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 0,45%. Pertumbuhan
tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 18,54%.
Sampai dengan Desember 2024, total aset tercatat sebesar USD777.594 Ribu.
Halaman 31 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 33
Liabilitas Lancar
Total Liabilitas Lancar Perseroan diselama 31 Desember 2020 hingga 31 Desember
2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 1,06%. Peningkatan
hutang lancar tertinggi terjadi pada 2021, dengan tingkat pertumbuhan hingga
24,25% disebabkan oleh terjadinya peningkatan pada hutang usaha. Sampai
dengan 31 Desember 2024 Total Liabilitas Lancar Perseroan tercatat sebesar
USD270.270 Ribu.
Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024, mengalami penurunan dengan tingkat CAGR sebesar -3,74%.
Penurunan hutang jangka panjang tertinggi terjadi pada 2023, dengan tingkat
penurunan hingga -32,52%. Sampai dengan Desember 2024 Total Liabilitas Jangka
Panjang Perseroan tercatat sebesar USD110.177 Ribu.
Total Liabilitas
Total Liabilitas Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami penurunan dengan tingkat CAGR sebesar -0,45%. Total liabilitas terendah
terjadi pada Desember 2024 yaitu senilai USD380.447 Ribu dan tertinggi tercatat pada
Desember 2021 yaitu sebesar USD441.645 Ribu.
Ekuitas
Perkembangan ekuitas Perusahaan dari 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
menunjukan kenaikan dari tahun ke tahun dengan CAGR 1,35%. Hal ini terjadi karena
performa Perseroan dalam meningkatnya saldo laba yang membuat posisi ekuitas
menjadi positif sejak tahun 2020. Meskipun pada tahun 2020 – 2024 ekuitas mengalami
kenaikan dan penurunan, sampai dengan 31 Desember 2024 nilai buku Ekuitas
Perseroan tercatat sebesar positif USD397.147 Ribu.
Tabel 3.4 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) IRS
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan USD Ribu 589.042 884.102 936.141 785.598 856.292
Beban Pokok Usaha USD Ribu (557.208) (754.331) (855.330) (806.715) (855.254)
Laba (Rugi) Kotor USD Ribu 31.834 129.771 80.811 (21.117) 1.037
Laba (Rugi) setelah Operasi USD Ribu 6.825 100.879 51.985 (51.091) (27.954)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan USD Ribu 6.232 84.568 42.535 (40.811) (18.804)
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi IRS
Pendapatan
Laporan pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2020 hingga 2024,
Perseroan mengalami pertumbuhan pendapatan yang secara CAGR sebesar 9,80%.
Pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 senilai USD589.042 Ribu, sedangkan
Halaman 32 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 34
pendapatan tertinggi terjadi pada tahun 2022, yaitu tercatat pendapatan mencapai
USD936.141 Ribu.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2020 hingga 2024,
Perseroan mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar 11,31%. Beban pokok
pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu senilai USD557.208 Ribu,
sedangkan peningkatan beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022
sebesar yaitu tercatat senilai USD855.330 Ribu.
Laba (Rugi) Kotor
Laba (rugi) kotor Perseroan selama periode Desember 2020 hingga Desember 2024
cenderung mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -57,51% dengan margin
tertinggi diperoleh pada Desember 2021 yaitu sebesar USD129.771 Ribu.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perusahaan selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 cenderung mengalami penurunan/kerugian yang cukup signifikan.
Selama periode tersebut tercatat kerugian pada tahun berjalan terbesar pada tahun
2023 sebesar -USD40.811 Ribu.
Tabel 3.5 Arus Kas IRS
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Arus Kas Operasional USD Ribu 13.771 101.139 22.036 48.495 32.204
Arus Kas Investasi USD Ribu (25.396) (51.471) (34.557) (34.210) (11.208)
Arus Kas Pendanaan USD Ribu 29.212 (35.326) (9.344) (31.324) (6.478)
Kenaikan (Penurunan) Kas USD Ribu 17.587 14.342 (21.865) (17.039) 14.519
& Bank
Saldo Awal Kas & Bank USD Ribu 19.153 36.701 51.058 29.497 12.575
Dampak selisih kurs USD Ribu (39) 15 304 117 (311)
Total USD Ribu 19.114 36.717 51.362 29.614 12.263
Saldo Akhir Kas & Bank USD Ribu 36.701 51.058 29.497 12.575 26.782
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi IRS
Arus kas keluar IRS dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
operasional. Pada periode 31 Desember 2024, IRS membukukan arus kas keluar dari
aktivitas operasional sebesar USD32.204 Ribu.
Arus kas keluar IRS untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset
tetap, dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2024, IRS
membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar USD11.208 Ribu.
Arus kas masuk IRS dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
pemilik entitas induk. Pada periode 31 Desember 2024, IRS membukukan arus kas
masuk untuk aktivitas pendanaan sebesar USD6.478 Ribu.
Halaman 33 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 35
Analisis Rasio Keuangan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari la poran keuangan, sehingga untuk
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
Analisis Commonsize statement
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
Statement Analysis:
Tabel 3.6 Commonsize Statement- Laporan Posisi Keuangan
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar % 37,02% 44,20% 41,70% 38,11% 37,14% 39,63%
Aset Tidak Lancar % 62,98% 55,80% 58,30% 61,89% 62,86% 60,37%
Total Aset % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Lancar % 33,92% 35,55% 30,08% 37,68% 34,76% 34,40%
Liabilitas Jangka Panjang % 16,80% 13,22% 16,45% 11,76% 14,17% 14,48%
Total Liabilitas % 50,71% 48,77% 46,52% 49,44% 48,93% 48,87%
Ekuitas % 49,29% 51,23% 53,48% 50,56% 51,07% 51,13%
Total Ekuitas & Liabilitas % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size
statement, dapat dilihat bahwa rata rata proporsi antara aset lancar dan aset tidak
lancar terhadap total asset diselama periode 2020-2024 adalah sebesar 39,63% :
60,37%. Pada tahun 2024 sendiri, proporsi antara aset lancar dan aset tidak lancar
2024 terhadap total asset adalah sebesar 37,14% : 62,86%. Dalam hal liabilitas dapat
dilihat bahwa rata-rata total liabilitas untuk 31 Desember 2024 porsi liabilitas lancar
dan liabilitas tidak lancar terhadap total ekuitas dan liabilitas adalah sebesar 34,40%
: 48,87%. Di sisi ekuitas, porsi ekuitas pada untuk 31 Desember 2024 adalah sebesar
52,13%.
Tabel 3.7 Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba (Rugi)
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban Pokok Usaha % -94,60% -85,32% -91,37% -102,69% -99,88% -94,77%
Laba (Rugi) Kotor % 5,40% 14,68% 8,63% -2,69% 0,12% 5,23%
Laba (Rugi) setelah Operasi % 1,16% 11,41% 5,55% -6,55% -3,32% 1,65%
Laba (Rugi) Bersih % 1,06% 9,48% 4,58% -5,08% -2,16% 1,58%
Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi dari periode Desember 2020
hingga periode Desember 2024 rata-rata margin laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha
dan laba (rugi) bersih terhadap pendapatan adalah sebesar 74,31%, 24,10%, dan
6,98%. Perusahaan dapat diketahui bahwa margin laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha
Halaman 34 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 36
dan laba (rugi) bersih terhadap pendapatan pada periode 31 Desember 2023
adalah sebesar 5,23%, 1,65%, dan 1,58%.
Analisa Rasio Keuangan IRS
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami
gunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan
Tabel 3.8 Analisis Rasio Keuangan
Des Des Des Des Des Average
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 7,58 7,77 12,99 9,41 9,64 9,48
Rasio perputaran persediaan 4,01 4,25 4,22 4,22 5,66 4,47
Rasio perputaran utang usaha 4,26 3,92 4,47 3,51 4,04 4,04
Rasio Aktivitas (days)
Rasio perputaran piutang 48 47 28 39 38 40
Rasio perputaran persediaan 91 86 87 87 64 83
Rasio perputaran utang usaha 86 93 82 104 90 91
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,09 1,24 1,39 1,01 1,07 1,16
Rasio cepat 0,55 0,69 0,61 0,39 0,51 0,55
Rasio kas 0,14 0,16 0,11 0,04 0,10 0,11
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 5,40% 14,68% 8,63% -2,69% 0,12% 5,23%
Net Profit Margin 1,06% 9,57% 4,54% -5,24% -2,25% 1,54%
Rasio laba atas aset 0,82% 9,34% 4,89% -5,01% -2,48% 1,51%
Rasio laba atas ekuitas 1,66% 18,23% 9,14% -9,91% -4,86% 2,85%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 50,71% 48,77% 46,52% 49,44% 48,93% 48,87%
Rasio total Liabilitas / total 102,90% 95,21% 86,99% 97,78% 95,80% 95,73%
ekuitas
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
1. Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar.
Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar
perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum
semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Halaman 35 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 37
Perusahaan mengalami tren yang fluktuatif, pada periode Per 31 Desember 2024
rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 1,16 kali.
2. Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos
seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam
perhitungan rasio cepat. Rasio cepat pada periode 31 Desember 2024 adalah
sebesar 0,51 kali.
3. Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
Rasio kas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 sebesar 0,11 kali.
Rasio Aktivitas
Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
dimilikinya.
1. Rasio Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
Perputaran Piutang per 31 Desember 2024 adalah sebesar 38 hari.
2. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
persediaan tersimpan dalam satu periode. Rasio perputaran total persediaan per
31 Desember 2024 adalah sebesar 64 hari.
3. Rasio Perputaran Utang
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio
perputaran utang per 31 Desember 2024 adalah sebesar 90 hari.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
1. Rasio laba atas aset
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang
digunakan dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan pada
periode 31 Desember 2024 adalah sebesar -2,48%.
Halaman 36 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 38
2. Rasio laba atas ekuitas
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
rasio laba atas ekuitas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 adalah
sebesar -4,86%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
1. Rasio total liabilitas terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan
periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 48,93%.
2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 95,80%.
CKP
b. Kinerja Keuangan Historis CKP
Tabel 3.9 Laporan Posisi keuangan CKP
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar USD Ribu 86 479 422 941 1.260
Aset Tidak Lancar USD Ribu 3.249 5.904 7.930 11.139 15.529
Total Aset USD Ribu 3.335 6.383 8.353 12.080 16.788
Liabilitas Lancar USD Ribu 208 71 101 210 317
Liabilitas Jangka Panjang USD Ribu 3.103 1.051 3.496 7.135 11.756
Total Liabilitas USD Ribu 3.312 1.122 3.597 7.346 12.073
Ekuitas USD Ribu 23 5.260 4.756 4.734 4.715
Total Ekuitas & Liabilitas USD Ribu 3.335 6.383 8.353 12.080 16.788
Sumber: Laporan Keuangan CKP
Jumlah Aset Lancar
Aset Lancar Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 95,62%. Pertumbuhan
tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 456,98%. Pada
tahun tersebut pertumbuhan terjadi disebabkan oleh adanya penambahan pada
aset lancar berupa uang muka pada periode tersebut. Sampai dengan Desember
2024, total aset Lancar tercatat sebesar USD1.260 Ribu.
Halaman 37 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 39
Jumlah Aset Tidak Lancar
Total aset tidak lancar Perseroan diselama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 47,86%.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan tingkat pertumbuhan hingga
81,72% disebabkan adanya penambahan aset tetap yang cukup signifikan. Sampai
dengan Desember 2024, total aset tidak lancar tercatat sebesar USD15.529 Ribu.
Jumlah Aset
Total aset Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami trend kenaikan dengan tingkat CAGR sebesar 49,79%. Pertumbuhan
tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan tingkat petumbuhan hingga 91,40%.
Sampai dengan Desember 2024, total aset tercatat sebesar USD16.788 Ribu.
Liabilitas Lancar
Total Liabilitas Lancar Perseroan diselama 31 Desember 2020 hingga 31 Desember
2024 mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 11,06%. Peningkatan
hutang lancar tertinggi terjadi pada 2023, dengan tingkat pertumbuhan hingga
108,93% disebabkan oleh terjadinya peningkatan pada hutang usaha. Sampai
dengan 31 Desember 2024 Total Liabilitas Lancar Perseroan tercatat sebesar USD317
Ribu.
Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024, mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 39,51%.
Peningkatan hutang jangka panjang tertinggi terjadi pada 2022, dengan tingkat
pertumbuhan hingga 232,58%. Sampai dengan Desember 2024 Total Liabilitas Jangka
Panjang Perseroan tercatat sebesar USD11.756 Ribu.
Total Liabilitas
Total Liabilitas Perseroan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 39,51%. Total liabilitas
terendah terjadi pada Desember 2021 yaitu senilai USD1.122.356 dan tertinggi
tercatat pada Desember 2024 yaitu sebesar USD12.073 Ribu.
Ekuitas
Perkembangan ekuitas Perusahaan dari 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
menunjukan kenaikan sigifikan pada tahun 2021, kemudian pada tahun selanjutnya
mengalami penurunan. Meskipun pada tahun 2020 – 2024 ekuitas mengalami
kenaikan dan penurunan, sampai dengan 31 Desember 2024 nilai buku Ekuitas
Perseroan tercatat sebesar positif USD4.715 Ribu.
Halaman 38 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 40
Tabel 3.10 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) CKP
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan USD Ribu 0 0 0 0 0
Beban Pokok Usaha USD Ribu 0 (17) (12) (11) (13)
Laba (Rugi) Kotor USD Ribu 0 (17) (12) (11) (13)
Laba (Rugi) setelah Operasi USD Ribu 1 (8) (16) (22) (19)
Laba (Rugi) Bersih USD Ribu 1 (8) (16) (22) (19)
Sumber: Laporan Keuangan CKP
Pendapatan
Laporan pendapatan Perseroan bahwa selama 2020 hingga 2024, Perseroan belum
mencatatkan pendapatan.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2020 hingga 2024,
Perseroan mengalami penurunan secara CAGR sebesar -9,06%. Beban pokok
pendapatan ini merupakan beban depresiasi dari aset tetap.
Laba (Rugi) Kotor
Rugi kotor Perseroan selama periode Desember 2020 hingga Desember 2024 masih
sama dengan nilai Beban Pokok Pendapatan.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan perusahaan selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 kerugian selama periode tersebut. Kerugian terbesar terjadi pada
tahun 2023, yaitu sebesar -USD22 Ribu.
Tabel 3.11 Arus Kas CKP
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Arus Kas Operasional USD Ribu 374 (3.431) (52) (191) (34)
Arus Kas Investasi USD Ribu (418) (2.679) (2.442) (3.192) (4.830)
Arus Kas Pendanaan USD Ribu 0 6.276 2.394 3.601 5.076
Kenaikan (Penurunan) Kas & USD Ribu (44) 165 (100) 218 212
Bank
Saldo Awal Kas & Bank USD Ribu 45 1 166 67 285
Dampak selisih kurs USD Ribu 0 0 0 (0) (17)
Saldo Akhir Kas & Bank USD Ribu 1 166 67 285 480
Sumber: Laporan Keuangan CKP
Arus kas keluar CKP dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran
biaya operasional. Pada periode 31 Desember 2024, CKP membukukan arus kas
keluar dari aktivitas operasional sebesar USD34 Ribu.
Arus kas keluar CKP untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset
tetap, dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2024, CKP
membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar USD4.830 Ribu.
Halaman 39 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 41
Arus kas masuk CKP dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
pemilik entitas induk. Pada periode 31 Desember 2024, CKP membukukan arus kas
masuk untuk aktivitas pendanaan sebesar USD5.076 Ribu.
Analisis Rasio Keuangan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari la poran keuangan, sehingga untuk
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
Analisis Commonsize statement
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
Statement Analysis:
Tabel 3.12 Commonsize Statement- Laporan Posisi Keuangan
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar % 2,58% 7,51% 5,06% 7,79% 7,50% 6,09%
Aset Tidak Lancar % 97,42% 92,49% 94,94% 92,21% 92,50% 93,91%
Total Aset % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Lancar % 6,24% 1,11% 1,20% 1,74% 1,89% 2,44%
Liabilitas Jangka Panjang % 93,06% 16,47% 41,86% 59,07% 70,03% 56,10%
Total Liabilitas % 99,30% 17,58% 43,06% 60,81% 71,91% 58,53%
Ekuitas % 0,70% 82,42% 56,94% 39,19% 28,09% 41,47%
Total Ekuitas & Liabilitas % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size
statement, dapat dilihat bahwa rata rata proporsi antara aset lancar dan aset tidak
lancar terhadap total asset diselama periode 2020-2024 adalah sebesar 6,09% :
93,91%. Pada tahun 2024 sendiri, proporsi antara aset lancar dan aset tidak lancar
2024 terhadap total asset adalah sebesar 7,50% : 92,50%. Dalam hal liabilitas dapat
dilihat bahwa rata-rata total liabilitas untuk 31 Desember 2024 porsi liabilitas lancar
dan liabilitas tidak lancar terhadap total ekuitas dan liabilitas adalah sebesar 1,89% :
70,03%. Di sisi ekuitas, porsi ekuitas pada untuk 31 Desember 2024 adalah sebesar
28,09%.
Tabel 3.13 Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba (Rugi)
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Pokok Usaha % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba (Rugi) Kotor % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba (Rugi) setelah Operasi % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba (Rugi) Bersih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Halaman 40 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 42
Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi dari periode Desember 2020
hingga periode Desember 2024, tidak terlihat hasil analisa dikarenakan CKP belum
ada pendapatan.
Analisa Rasio Keuangan CKP
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami
gunakan dalam analisis rasio keuangan perusahaan
Tabel 3.14 Analisis Rasio Keuangan
Des Des Des Des Des Average
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang - - - - - -
Rasio perputaran persediaan - - - - - -
Rasio perputaran utang usaha
Rasio Aktivitas (days) - - - - - -
Rasio perputaran piutang - - - - - -
Rasio perputaran persediaan - - - - - -
Rasio perputaran utang usaha
Rasio Likuiditas (x) 0,41 6,74 4,20 4,47 3,98 3,96
Rasio lancar 0,41 6,74 4,20 4,47 3,98 3,96
Rasio cepat 0,00 2,34 0,51 1,28 1,47 1,12
Rasio kas
Rasio Profitabilitas (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Gross Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Profit Margin 0,03% -0,12% -0,19% -0,18% -0,11% -0,11%
Rasio laba atas aset 4,88% -0,15% -0,33% -0,46% -0,40% 0,71%
Rasio laba atas ekuitas
Rasio Solvabilitas (%) 99,30% 17,58% 43,06% 60,81% 71,91% 58,53%
Rasio total Liabilitas / total aset 1.4210,95% 21,34% 75,63% 155,16% 256,02% 2.943,82%
Rasio total Liabilitas / total - - - - - -
ekuitas
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
1. Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar.
Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar
perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum
Halaman 41 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 43
semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Perusahaan mengalami tren yang fluktuatif, pada periode Per 31 Desember 2024
rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 3,98 kali.
2. Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos
seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam
perhitungan rasio cepat. Rasio cepat pada periode 31 Desember 2024 adalah
sebesar 3,98 kali.
3. Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
Rasio kas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 sebesar 1,47 kali.
Rasio Aktivitas
Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
dimilikinya.
1. Rasio Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode.
2. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
persediaan tersimpan dalam satu periode.
3. Rasio Perputaran Utang
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode.
Dikarenakan CKP belum memiliki pendapatan, rasio aktivitas tidak terdapat analisa
rasio aktivitas.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
1. Rasio laba atas aset
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang
digunakan dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan pada
periode 31 Desember 2024 adalah sebesar -0,11%.
Halaman 42 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 44
2. Rasio laba atas ekuitas
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
rasio laba atas ekuitas Perusahaan pada periode 31 Desember 2024 adalah
sebesar -0,40%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
1. Rasio total liabilitas terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan
periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 71,91%.
2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 31 Desember 2024 adalah sebesar
256,02%.
c. Analisis dampak keuangan IRS atas rencana transaksi (Proforma)
Analisis dampak keuangan Tanpa Transaksi dan Dengan Transaksi dilihat dari
seberapa besar pengaruh Rencana Transaksi pada Laporan Keuangan Konsolidasian
IRS. Pihak Manajemen telah menyiapkan Proforma Konsolidasian IRS untuk periode 31
Desember 2024. Proforma merupakan dampak atas rencana transaksi pemberian
pinjaman antara IRS dan CKP sesuai dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah
proforma posisi keuangan konsolidasian IRS yang dimaksud:
Tabel 3.15 Laporan Posisi Keuangan/Neraca Proforma IRS (dalam USD Ribuan)
2024 2024
Particulars Transaksi Eliminasi
Actual Proforma
ASSETS
Current Assets
Cash & Bank Balances 23.947 23.947
Accounts Receivable Trade 79.678 79.678
Inventories 138.996 138.996
Other Receivables 27.457 25.368 (25.368) 27.457
Total Current Assets 270.078 25.368 (25.368) 270.078
Non-Current Assets
Long Term Investments 495 495
Fixed Assets 470.522 470.522
Mining Properties 3.206 3.206
Mining Right 12.760 12.760
Other Assets 10.109 10.109
Total Non-Current Assets 497.092 0 0 497.092
Halaman 43 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 45
2024 2024
Particulars Transaksi Eliminasi
Actual Proforma
TOTAL ASSETS 767.170 25.368 (25.368) 767.170
LIABILITIES
LIABILITIES AND EQUITY
Current Liabilities
Accounts Payable - Trade 131.037 131.037
Accounts Payable - Others 21.129 21.129
Short Term Loan & CPLTD 110.222 110.222
Total Current Liabilities 262.388 0 0 262.388
Long Term Liabilities
Long Term Loans 75.581 25.368 (25.368) 75.581
Oths. & Prov. for retirmnt Ben 25.343 25.343
Deferred Tax Liability & Others 27.380 27.380
Total Long Term Liabilities 128.304 25.368 (25.368) 128.304
TOTAL LIABILITIES 390.692 25.368 (25.368) 390.692
EQUITY
Share Capital 160.218 160.218
Additional Paid-in Capital (14.713) (14.713)
Retained Earnings Beginning 206.558 206.558
Earnings for Year 8.564 8.564
Less: Dividends 0 0
Retained Earnings Ending 215.122 215.122
Other components of equity 15.850 15.850
Non Controlling Interest (NCI) 1 1
TOTAL EQUITY 376.478 0 0 376.478
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 767.170 25.368 (25.368) 767.170
Sumber: Laporan Keuangan Proforma IRS
Berdasarkan Informasi Laporan Keuangan Konsolidasian Profoma konsolidasi IRS per
31 Desember 2024 (sebelum dan sesudah Rencana Transaksi) yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan di atas, dampak keuangan atas Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
1. Terdapat peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
Rencana Transaksi. Jumlah ini merupakan peningkatan dari dilakukannya
Rencana Transaksi dengan adanya peningkatan nilai pinjaman maksimal sebesar
Rp360.000.000.000,00 atau ekuivalen dengan USD 22.274 ribu dan pemberian
pinjaman atas sisa dari fasilitas pinjaman maksimal di perjanjian eksisting yang
belum diberikan dari IRS kepada CKP.
2. Terdapat eliminasi pada liabilitas jangka panjang sebesar USD25.368 Ribu atas
Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan IRS memiliki 80% saham CKP sehingga
laporan keuangan CKP dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan konsolidasian
IRS.
Atas dasar hal tersebut di atas, karena adanya factor eliminasi atas mutasi akun yang
muncul akibat Rencana Transaksi, maka Rencana Transaksi tidak memberikan
perubahan terhadap proforma laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan.
Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak perubahan akun terhadap
proforma laporan laba rugi konsolidasian Perseroan.
Halaman 44 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 46
d. Analisis Proyeksi Arus Kas Sehubungan Rencana Transaksi
Berikut adalah proyeksi arus kas IRS yang disusun oleh pihak manajemen Perseroan
dengan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 3.16 Proyeksi Arus Kas Perseroan Setelah Rencana Transaksi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Net Cash Provided by
Operating Activities
Cash received from USD Ribu 811.000 826.000 858.735 889.857 882.305 888.455
customers
Cash paid to Suppliers & USD Ribu (739.476) (742.976) (755.340) (766.446) (763.527) (765.840)
Manpower
Cash generated from USD Ribu 71.524 83.024 103.396 123.410 118.778 122.614
operations
Income Tax paid USD Ribu (286) (4.642) (8.035) (12.061) (11.192) (11.979)
Others - Net USD Ribu (21.700) (24.400) (25.967) (25.657) (28.718) (26.869)
Net Cash Provided by USD Ribu 49.538 53.982 69.393 85.692 78.868 83.766
Operating Activities
Net Cash (used
in)Provided by Investing
Activities
Interest received USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Acquisition of Fixed USD Ribu 500 500 500 500 500 500
Assets
Increase in advance for USD Ribu (41.947) (17.166) (11.900) (11.900) (11.900) (11.900)
purchase of FA
Investment in associates USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Guarantee Deposit USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Net Cash (used USD Ribu (41.447) (16.666) (11.400) (11.400) (11.400) (11.400)
in)Provided by Investing
Activities
Net Cash Provided by
(Used in) Financing
Activities
Proceed (Payment) of USD Ribu (9.100) (18.000) (21.000) (1.000) 0 0
Long Term Loans
Proceed (Payment) of USD Ribu (1.000) (9.000) (7.000) (22.000) 0 0
Short Term Loans
Payment of Lease USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Liabilities
Interest Payments USD Ribu (5.000) (4.000) (3.000) (2.000) (1.000) (1.000)
Payment of cash USD Ribu 0 (300) (8.200) (14.200) (21.400) (19.800)
dividend
Net Cash Provided by USD Ribu (15.100) (31.300) (39.200) (39.200) (22.400) (20.800)
(Used in) Financing
Activities
INCREASE (DECREASE) IN USD Ribu (7.009) 6.016 18.793 35.092 45.068 51.566
CASH AND CASH
EQUIVALENTS
CASH AND CASH USD Ribu 26.800 19.791 25.807 44.600 79.692 124.760
EQUIVALENTS BALANCE
AT THE BEGINNING OF
THE YEAR
Halaman 45 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 47
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
CASH AND CASH USD Ribu 19.791 25.807 44.600 79.692 124.760 176.326
EQUIVALENTS BALANCE
AT THE END OF THE YEAR
#REF! #REF! #REF! #REF! #REF! #REF!
Pinjaman akan diberikan dalam jangka waktu dua tahun hingga 31 Desember 2026.
Pinjaman diberikan pada tahun 2025 sebesar USD17.325 Ribu, dan pada tahun 2026
sebesar USD8.004 Ribu. Total pinjaman yang diberikan oleh IRS kepada CKP adalah
sebesar USD25.368 Ribu atau setara dengan Rp410.000.000 Ribu (dibulatkan) yang
dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2024 sebesar
Rp16.162 per Dollar AS, dimana jumlah yang terdapat pada proyeksi arus kas atas
Rencana Transaksi telah sesuai seperti yang telah dituangkan pada Perjanjian
Pinjaman IRS-CKP. Namun demikian, arus kas pinjaman sebesar USD25.368 Ribu
tersebut tidak muncul dalam proyeksi arus kas IRS secara konsolidasi mengingat
jumlah tersebut telah tereliminasi dalam proses konsolidasi. Pelunasan pokok
pinjaman diproyeksikan dilunasi pada akhir jangka waktu pinjaman selama 4 tahun,
yaitu pada tahun 2030.
e. Analisis Proyeksi Keuangan Sehubungan Rencana Transaksi
Kami menggunakan proyeksi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan. Adapun proyeksi laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi IRS setelah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 3.17 Analisis Proyeksi Keuangan Sehubungan Rencana Transaksi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
ASSETS
Current Assets
Cash & Bank Balances USD Ribu 19.777 25.835 44.385 79.318 124.376 175.925
Accounts Receivable Trade USD Ribu 89.400 89.400 90.266 90.780 90.553 90.732
Inventories USD Ribu 130.000 130.000 130.643 130.951 130.811 130.927
Other Receivables USD Ribu 19.100 19.100 19.600 19.600 19.600 19.600
Total Current Assets USD Ribu 258.277 264.335 284.894 320.649 365.340 417.185
Non-Current Assets
Long Term Investments USD Ribu 600 600 600 600 600 600
Fixed Assets USD Ribu 453.716 433.075 409.964 386.734 363.386 339.919
Right of use Asset USD Ribu 600 600 600 600 600 600
Mining Properties USD Ribu 36.107 39.891 38.409 36.928 35.446 33.965
Other Assets USD Ribu 7.700 7.700 7.700 7.700 7.700 7.700
Total Non-Current Assets USD Ribu 498.723 481.865 457.273 432.562 407.732 382.784
TOTAL ASSETS USD Ribu 757.000 746.200 742.167 753.211 773.073 799.969
LIABILITIES AND EQUITY
Current Liabilities
Accounts Payable - Trade USD Ribu 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000
Accounts Payable - Others USD Ribu 19.700 19.700 22.203 24.779 23.926 24.983
Short Term Loan & CPLTD USD Ribu 38.000 29.000 22.000 0 0 0
Halaman 46 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 48
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Total Current Liabilities USD Ribu 257.700 248.700 244.203 224.779 223.926 224.983
Long Term Liabilities
Long Term Loans USD Ribu 70.000 52.000 31.000 30.000 30.000 30.000
Oths. & Prov. for retirmnt Ben USD Ribu 11.900 11.900 11.900 11.900 11.900 11.900
Deferred Tax Liability & Others USD Ribu 19.200 19.200 19.200 19.200 19.200 19.200
Total Long Term Liabilities 101.100 83.100 62.100 61.100 61.100 61.100
TOTAL LIABILITIES USD Ribu 358.800 331.800 306.303 285.879 285.026 286.083
EQUITY
Share Capital USD Ribu 160.200 160.200 160.200 160.200 160.200 160.200
Additional Paid-in Capital USD Ribu (15.500) (15.500) (15.500) (15.500) (15.500) (15.500)
Retained Earnings Beginning USD Ribu 232.500 233.500 249.700 269.924 298.346 316.618
Earnings for Year USD Ribu 1.000 16.500 28.524 42.722 39.672 42.448
Less: Dividends USD Ribu 0 (300) (8.300) (14.300) (21.400) (19.800)
Retained Earnings Ending USD Ribu 233.500 249.700 269.924 298.346 316.618 339.266
Other components of equity USD Ribu 15.900 15.900 15.900 15.900 15.900 15.900
Non Controlling Interest (NCI) USD Ribu 4.100 4.100 5.340 8.386 10.828 14.020
TOTAL EQUITY USD Ribu 398.200 414.400 435.864 467.332 488.047 513.886
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY USD Ribu 757.000 746.200 742.167 753.211 773.073 799.969
Berdasarkan table proyeksi laporan posisi keuangan di atas, IRS akan mengalami
peningkatan retained earning pada 2027 dan seterusnya serta berimplikasi pada
peningkatan ekuitas yang disebabkan oleh tambahan laba atas hasil kegiatan
operasi CKP.
Tabel 3.18 Proyeksi Laporan Laba Rugi IRS Setelah Rencana Transaksi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Total Revenue USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Cost of Revenue USD Ribu (781.000) (777.000) (791.189) (802.749) (800.396) (802.573)
Gross Profit USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
3,70% 5,93% 7,96% 9,84% 9,26% 9,68%
OPERATING EXPENSES
Selling Expenses USD Ribu (6.500) (6.600) (7.016) (7.104) (7.021) (7.086)
General & Administrative USD Ribu (17.700) (17.800) (22.372) (24.196) (23.288) (24.027)
Expenses
Finance Cost USD Ribu (5.000) (4.000) (3.000) (2.000) (1.000) (1.000)
Investment Incomes USD Ribu 500 500 500 500 500 500
Foreign Exchange USD Ribu 0 0 0 0 0 0
gain/(loss)
Other Gains USD Ribu 0 0 0 0 0 0
TOTAL OPERATING USD Ribu (28.700) (27.900) (31.888) (32.800) (30.809) (31.613)
EXPENSES
PROFIT BEFORE TAX USD Ribu 1.300 21.100 36.524 54.822 50.872 54.448
0,16% 2,55% 4,25% 6,16% 5,77% 6,13%
Income Tax Expense USD Ribu (300) (4.600) (8.000) (12.100) (11.200) (12.000)
NET PROFIT AFTER TAX USD Ribu 1.000 16.500 28.525 42.722 39.672 42.448
0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Halaman 47 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 49
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Other Comprehensive USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Income (OCI)
TOTAL COMPREHENSIVE USD Ribu 1.000 16.500 28.525 42.722 39.672 42.448
INCOME
Berdasarkan table proyeksi laporan laba rugi di atas, IRS akan mengalami
peningkatan laba bersih pada tahun 2027 dan tahun-tahun berikutnya sehubungan
dengan adanya tambahan laba atas kegiatan operasi CKP.
f. Analisis Rasio Keuangan Sehubungan Rencana Transaksi
Rasio profitabilitas IRS setelah Rencana Transaksi terus mengalami peningkatan
selama periode proyeksi sehubungan dengan perkembangan usaha IRS dan adanya
tambahan laba atas kegiatan operasi CKP akibat dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 3.19 Analisis Rasio Keuangan IRS Setelah Rencana Transaksi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 9,07 9,24 9,52 9,81 9,74 9,79
Rasio perputaran persediaan 6,01 5,98 6,06 6,13 6,12 6,13
Rasio perputaran utang usaha 3,91 3,89 3,96 4,01 4,00 4,01
Rasio perputaran total aset 1,07 1,11 1,16 1,18 1,14 1,11
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,00 1,06 1,17 1,43 1,63 1,85
Rasio cepat 0,50 0,54 0,63 0,84 1,05 1,27
Rasio kas 0,08 0,10 0,18 0,35 0,56 0,78
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 0,13% 2,21% 3,84% 5,67% 5,13% 5,31%
Rasio laba atas ekuitas 0,25% 3,98% 6,54% 9,14% 8,13% 8,26%
Rasio Gross Profit Margin 3,70% 5,93% 7,96% 9,84% 9,26% 9,68%
Rasio Net Profit Margin 0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 47,40% 44,47% 41,27% 37,95% 36,87% 35,76%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas 90,11% 80,07% 70,27% 61,17% 58,40% 55,67%
#REF! #REF! #REF! #REF! #REF!
g. Analisis Kelayakan Investasi
Analisis kelayakan investasi dilakukan untuk melihat tingkat kelayakan atas rencana
investasi CKP dengan menggunakan dana pinjaman terkait Rencana Transaksi.
Analisa kelayakan investasi dilakukan dengan melihat net present value/NPV dan
internal rante of return/IRR dari proyeksi arus kas CKP dengan Rencana Transaksi.
Rencana Transaksi dapat dikatakan layak ketika nilai NPV pada arus kas CKP dengan
Rencana transaksi adalah positif dan keika IRR pada arus kas CKP dengan Rencana
Transaksi lebih besar dari nilai tingkat diskonto (discount rate).
Halaman 48 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 50
Penentuan tingkat diskonto (Discount Rate)
Dengan mempertimbangkan arus kas bersih yang digunakan dalam studi ini adalah
arus kas bersih untuk CKP, maka tingkat diskonto yang kami gunakan dalam studi ini
berupa weighted average cost of capital (WACC).
Perhitungan biaya modal untuk ekuitas menggunakan metode Capital Assets Pricing
Model (CAPM). Biaya ekuitas CKP yang dihasilkan untuk proyeksi adalah sebesar
12,03%, dimana tampak dalam perhitungan di bawah ini:
Ke = Rf + ß Rp – CDS = 4,51% + (1,37 × 6,87%) – 1,89% = 12,03%
Rf (risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Dalam Analisa kelayakan CKP,
instrumen bebas risiko yang kami gunakan adalah yield dari obligasi pemerintah
Indonesia dengan jangka waktu 6 tahun, yaitu sebesar 4,51%. Angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf)
ditentukan dengan menggunakan rujukan dari Damodaran update 1 Januari 2025
adalah sekitar 6,87%.
CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang
dikeluarkan pemerintah yang dalam studi ini diaplikasikan 1,89% berdasarkan rujukan
dari Damodaran update 1 Januari 2025, yang bersumber dari rating Indonesia oleh
lembaga independen Moody’s.
ß(Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh
S&P 500 atau IHSG). Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding didasarkan
pada hasil riset Damodara update 5 Januari 2025 untuk industry Metals & Mining.
Rata-rata unlevered beta tersebut kemudian dikonversi kembali menjadi beta
levered CKP untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto arus kas bersih
dengan formula sebagai berikut:
ßL = ßU x (1+ (1-t) x DER)
Dimana:
ßL : Beta Levered
ßU : Beta Unlevered
DER : Debt to Equity Ratio
Debt to equity ratio industri, yang mengacu pada rata-rata DER industri, sesuai data
Damodaran untuk industry Metals & Mining adalah sebesar 32,54%.
Tarif pajak yang berlaku untuk CKP adalah 22% di tahun 2024, maka diperoleh beta
CKP sebesar 1,37 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
Halaman 49 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 51
ßL = 1,09x (1 + (1- 22,00%) x 32,54%) = 1,37
Perhitungan Biaya Modal untuk Hutang
Biaya modal untuk hutang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman
dalam mata uang Rupiah. Tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Dollar untuk
kredit investasi berdasarkan data Bank Indonesia bulan Desember 2024 untuk bank
Persero adalah sebesar 6,39% setelah pajak.
Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan biaya modal untuk ekuitas dan biaya
modal untuk hutang sebagaimana tersebut diatas, dan melihat komposisi persentase
pendanaan dari ekuitas dan persentase pendanaan dari hutang yang mengacu
pada data industri, maka besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan
dalam studi ini adalah sebesar 11,27%, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
WACC = (Ke x We) + (Kd[1 – t ] x Wd)
WACC = (12,03% × 75,45%) + (4,98% × [1- 22,00%] × 24,55%)
= 10,05% + 1,22%
= 10,30%
Nilai Residual (residual value)
Dalam analisa kelayakan investasi ini, menerapkan residual value dikarenakan usaha
CKP memiliki periode waktu tetap atau khusus sesuai dengan periode yang telah
dituangkan dalam Power Purchase Agreement (PPA). Dalam hal ini, residual value
yang diperhitungkan di periode akhir proyeksi merupakan dari saldo akhir asset bersih
(aset tetap dan aset pertambangan) ditambah dengan total modal kerja bersih
diakhir masa proyeksi. Atas dasar hal tersebut, maka diperoleh residual value sebesar
USD45.134 Ribu.
Perhitungan Analisa Kelayakan Investasi
Proyeksi keuangan CKP yang digunakan sebagai dasar dalam analisis kelayakan
investasi ini merupakan proyeksi keuangan yang disusun oleh pihak manajemen
Perseroan dan CKP. Dalam hal ini, analisis kelayakan investasi dilakukan terhadap
kegiatan usaha CKP selama periode pinjaman, dimana diperhitungkan nilai sisa
(residual value) pada akhir periode pinjaman. Selain itu, analisis kelayakan
diperhitungkan berdasarkan proyeksi keuangan CKP terhitung sejak tanggal
penilaian sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, sehingga tidak turut
memperhitungkan kembali seluruh aset yang telah dimiliki CKP pada tanggal
penilaian. Berikut adalah analisa kelayakan yang dimaksud:
Halaman 50 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 52
Tabel 3.20 Analisa Kelayakan Investasi atas Rencana Transaksi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Laba (Rugi) Bersih USD Ribu (19) (19) 6.198 15.233 12.210 15.957
Penyusutan USD Ribu 24 24 2.492 2.611 2.730 2.848
(Pendapatan) Beban USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Non Kas Lainnya
Bunga (1-t) USD Ribu 0 0 2.667 2.242 1.411 472
Biaya Modal (Capital USD Ribu (18.264) (7.166) (1.900) (1.900) (1.900) (1.900)
Expenditure/Capex)
Perubahan Modal Kerja USD Ribu 4 0 (3.650) (3.374) 1.261 (1.304)
Residual Value USD Ribu 45.158
ARUS KAS BERSIH USD Ribu (18.256) (7.161) 5.807 14.812 15.712 61.232
Tingkat Diskonto % pa 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%
Faktor Diskonto x 0,82 0,75 0,68 0,61 0,56
0,91
NILAI KINI ARUS KAS USD Ribu (16.551) (5.886) 4.328 10.008 9.626 34.010
BERSIH
NPV USD Ribu 35.534
IRR p.a 27,59%
KESIMPULAN LAYAK
Berdasarkan perhitungan di atas, nilai NPV menunjukan angka positif dan nilai IRR
lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate), sehingga kami
berpendapat bahwa rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam
atau Rencana Transaksi yang dimaksud adalah layak.
h. Analisis Kemampuan Pelunasan Pinjaman
Analisis kemampuan pelunasan pinjaman dilakukan dengan melihat kemampuan
CKP dalam mengembalikan dana pinjaman yang tercermin dalam ringkasan posisi
keuangan berdasarkan proyeksi CKP.
Tabel 3.21 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan CKP Setelah Rencana Transaksi
Particulars 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash & Bank Balances 9 891 5.082 13.498 8.678 1.970
Accounts Receivable Trade 0 0 866 1.380 1.153 1.332
Inventories 0 0 643 951 811 927
Other Receivables 500 500 500 500 500 500
Total Current Assets 509 1.391 7.091 16.329 11.142 4.729
Long Term Investments
FIXED ASSETS
Gross Fixed Assets 11.840 15.222 17.122 19.022 20.922 22.822
Accumulated Depreciation 165 189 1.200 2.329 3.577 4.944
Net Fixed Assets 11.675 15.034 15.923 16.693 17.345 17.878
Right of use Asset
Halaman 51 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 53
Particulars 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Mining Properties 21.356 25.140 25.140 25.140 25.140 25.140
Accumulated Amortization 0 0 1.481 2.963 4.444 5.926
Net Mining Properties 21.356 25.140 23.658 22.177 20.695 19.214
Other Assets 737 737 737 737 737 737
Total Assets 34.277 42.302 47.409 55.936 49.919 42.558
LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
Accounts Payable - Trade 0 0 0 0 0 0
Accounts Payable - Others 500 500 2.503 5.079 4.226 5.283
Short Term Loan & CPLTD 0 0 0 0 0 0
Total Current Liabilities 500 500 2.503 5.079 4.226 5.283
Long Term Loans 29.081 37.124 34.030 24.749 12.375 0
Oths. & Prov. for retirmnt Ben 0 0 0 0 0 0
Deferred Tax Liability & Others 0 0 0 0 0 0
Long Term Liabilities 29.081 37.124 34.030 24.749 12.375 0
SHAREHOLDERS' EQUITY
Share Capital 1.774 1.774 1.774 1.774 1.774 1.774
Additional Paid in capital 3.556 3.556 3.556 3.556 3.556 3.556
Retained Earnings Beginning (59) (78) (97) 6.101 21.334 28.545
Earnings for Year (19) (19) 6.198 15.233 12.210 15.957
Less: Dividends 0 0 0 0 5.000 12.000
Retained Earnings Ending (78) (97) 6.101 21.334 28.545 32.501
Other components of equity (555) (555) (555) (555) (555) (555)
Non Controlling Interest (NCI)
Total Equity 4.697 4.678 10.876 26.109 33.319 37.276
Total Liabilities & Equity 34.277 42.302 47.409 55.937 49.920 42.559
Berdasarkan proyeksi keuangan CKP serta informasi dari manajemen, CKP dapat
beroperasi mulai tahun 2027, pembayaran utang berdasarkan Perjanjian Pinjaman
dimulai pada tahun 2027 saat CKP sudah beroperasi dan selesai pada tahun 2030,
hal ini tercermin pada proyeksi laporan posisi keuangan CKP dimana liabilitas jangka
panjang CKP selama tahun 2027 sampai dengan 2030 mengalami penurunan karena
adannya kas keluar atas pembayaran utang kepada IRS.
i. Analisis Financial Covenant
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman, tidak terdapat pembatasan atau persyaratan
kondisi keuangan selama utang belum lunas. Atas dasar hal tersebut, maka analisis
financial covenant tidak ada.
3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya
incremental atau nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.
Halaman 52 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 54
a. Analisis Perbandingan Tarif Bunga
Nilai transaksi berupa besaran dana pinjaman telah menunjukkan nilai wajarnya.
Sementara kewajaran suku bunga pinjaman dilakukan dengan membandingkan
suku bunga pinjaman IRS kepada CKP dengan suku bunga pinjaman investasi dalam
denominasi Rupiah. Kisaran suku bunga pinjaman investasi per Desember 2024
adalah sebagai berikut.
Tabel 3.22 Kisaran Suku Bunga Pinjaman Investasi per Desember 2024
Batas Batas
Tarif Bunga Bawah atas
No. Deskripsi
(Korporasi)
-7,50% 7,50%
1 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk 8,50% 7,86% 9,14%
2 PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk 8,50% 7,86% 9,14%
3 PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk 8,80% 8,14% 9,46%
4 PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk 8,50% 7,86% 9,14%
5 PT BANK PERMATA, Tbk 7,84% 7,25% 8,43%
6 PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk 7,78% 7,20% 8,36%
7 PT BANK MAYBANK INDONESIA, Tbk 7,21% 6,67% 7,75%
8 PT BANK PAN INDONESIA, Tbk 8,56% 7,92% 9,20%
9 PT BANK CIMB NIAGA, Tbk 8,25% 7,63% 8,87%
10 PT BANK UOB INDONESIA 8,50% 7,86% 9,14%
11 PT BANK OCBC NISP, Tbk 8,25% 7,63% 8,87%
12 CITIBANK, N.A. 6,00% 5,55% 6,45%
13 JP MORGAN CHASE BANK, NA 6,93% 6,41% 7,45%
14 BANK OF AMERICA, N.A 7,05% 6,52% 7,58%
15 PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA Tbk 8,24% 7,62% 8,86%
16 PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk 9,62% 8,90% 10,34%
17 MUFG BANK, LTD 6,31% 5,84% 6,78%
18 PT BANK DBS INDONESIA 8,12% 7,51% 8,73%
19 PT BANK RESONA PERDANIA 8,35% 7,72% 8,98%
20 PT BANK MIZUHO INDONESIA 6,49% 6,00% 6,98%
21 STANDARD CHARTERED BANK 7,21% 6,67% 7,75%
22 PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk 11,46% 10,60% 12,32%
23 PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA 6,96% 6,44% 7,48%
24 PT BANK ANZ INDONESIA 8,43% 7,80% 9,06%
25 DEUTSCHE BANK AG 7,50% 6,94% 8,06%
26 BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED 6,65% 6,15% 7,15%
27 PT BANK BUMI ARTA, Tbk 8,47% 7,83% 9,11%
28 PT BANK HSBC INDONESIA 6,81% 6,30% 7,32%
29 PT BANK JTRUST INDONESIA, Tbk 11,75% 10,87% 12,63%
30 PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk 10,80% 9,99% 11,61%
31 PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk 6,70% 6,20% 7,20%
32 PT BPD DKI 7,84% 7,25% 8,43%
33 PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 8,52% 7,88% 9,16%
34 PT BPD JAWA TENGAH 9,15% 8,46% 9,84%
35 PT BPD JAWA TIMUR, Tbk 7,85% 7,26% 8,44%
36 PT BPD JAMBI 9,32% 8,62% 10,02%
37 PT BPD SUMATERA UTARA 7,37% 6,82% 7,92%
38 PT BANK NAGARI 8,60% 7,96% 9,25%
39 PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG 9,70% 8,97% 10,43%
40 PT BPD LAMPUNG 10,52% 9,73% 11,31%
41 PT BPD KALIMANTAN SELATAN 10,32% 9,55% 11,09%
42 PT BPD KALIMANTAN BARAT 6,49% 6,00% 6,98%
43 PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA 6,91% 6,39% 7,43%
44 PT BPD KALIMANTAN TENGAH 7,60% 7,03% 8,17%
Halaman 53 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 55
Batas Batas
Tarif Bunga Bawah atas
No. Deskripsi
(Korporasi)
-7,50% 7,50%
45 PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT 7,75% 7,17% 8,33%
46 PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO 11,98% 11,08% 12,88%
47 PT BPD BALI 6,83% 6,32% 7,34%
48 PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR 10,37% 9,59% 11,15%
49 PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA 9,96% 9,21% 10,71%
50 PT BPD PAPUA 9,48% 8,77% 10,19%
51 PT BPD BENGKULU 9,10% 8,42% 9,78%
52 PT BPD SULAWESI TENGAH 10,05% 9,30% 10,80%
53 PT BPD SULAWESI TENGGARA 10,81% 10,00% 11,62%
54 PT BPD BANTEN Tbk 10,31% 9,54% 11,08%
55 PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk 10,00% 9,25% 10,75%
56 PT BANK MESTIKA DHARMA, Tbk 8,94% 8,27% 9,61%
57 PT BANK SHINHAN INDONESIA 7,56% 6,99% 8,13%
58 PT BANK SINARMAS, Tbk 10,07% 9,31% 10,83%
59 PT BANK MASPION INDONESIA, Tbk 7,33% 6,78% 7,88%
60 PT BANK GANESHA, Tbk 8,65% 8,00% 9,30%
61 PT BANK ICBC INDONESIA 8,13% 7,52% 8,74%
62 PT BANK QNB INDONESIA, Tbk 6,71% 6,21% 7,21%
63 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk 8,76% 8,10% 9,42%
64 PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906, Tbk 7,85% 7,26% 8,44%
65 PT BANK SMBC INDONESIA, Tbk 7,99% 7,39% 8,59%
66 PT BANK MEGA, Tbk 10,02% 9,27% 10,77%
67 PT BANK KB BUKOPIN 9,17% 8,48% 9,86%
68 PT BANK JASA JAKARTA 6,50% 6,01% 6,99%
69 PT BANK KEB HANA INDONESIA 7,75% 7,17% 8,33%
70 PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk 9,36% 8,66% 10,06%
71 PT BANK NEO COMMERCE TBK 7,87% 7,28% 8,46%
72 PT BANK RAYA INDONESIA, Tbk 9,00% 8,33% 9,68%
73 PT BANK SBI INDONESIA 10,00% 9,25% 10,75%
74 PT BANK DIGITAL BCA 7,44% 6,88% 8,00%
75 PT BANK INA PERDANA, Tbk 9,42% 8,71% 10,13%
76 PT BANK SAHABAT SAMPOERNA 9,16% 8,47% 9,85%
77 PT BANK OKE INDONESIA, Tbk 7,46% 6,90% 8,02%
78 PT BANK AMAR INDONESIA 10,18% 9,42% 10,94%
79 PT BANK SEABANK INDONESIA 11,79% 10,91% 12,67%
80 PT BANK JAGO, Tbk 7,41% 6,85% 7,97%
81 PT BANK MULTIARTA SENTOSA 7,50% 6,94% 8,06%
82 PT BANK HIBANK INDONESIA 9,10% 8,42% 9,78%
83 PT BANK INDEX SELINDO 11,58% 10,71% 12,45%
84 PT SUPER BANK INDONESIA 7,50% 6,94% 8,06%
85 PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk 9,96% 9,21% 10,71%
86 PT ALLO BANK INDONESIA Tbk 9,62% 8,90% 10,34%
87 PT BANK IBK INDONESIA, Tbk 7,65% 7,08% 8,22%
88 PT BANK CTBC INDONESIA 9,25% 8,56% 9,94%
MAX 11,98% 11,08% 12,88%
MIN 6,00% 5,55% 6,45%
RANGE 6,00% 5,55% 12,88%
Sumber: SBDKR, OJK diolah
Berdasarkan data bunga pinjaman investasi dari Statistik Perbankan Suku Bunga
Dasar Kredit (SBDK) yang di terbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan per Desember
2024, tarif bunga berkisar antara 6,00% sampai dengan 11,98%.
Halaman 54 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 56
Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan
berdasarkan kisaran nilai sesuai dengan POJK 35 pasal 48 poin b mengenai batas
atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi tidak boleh melebihi
7,50%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku bunga
pinjaman dalam Rencana Transaksi tergolong wajar karena masih berada dalam
kisaran batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-
masing sebesar 5,55% dan 12,88%. Sedangkan suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi adalah sebesar JIBOR + 3%, atau ekuivalen dengan 9,92% berdasarkan
JIBOR untuk periode 3 bulan per tanggal penilaian, sehingga masih dalam batas
kewajaran dan tidak melebihi 7,50% dari data pasar yang dijadikan sebagai acuan,
sebagaimana diatur dalam POJK 35.
b. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah atau (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat
Rencana Transaksi bagi IRS. Dalam hal ini, analisis tersebut dilakukan dengan
membandingkan proyeksi keuangan IRS tanpa Rencana Transaksi dan dengan
Rencana Transaksi. Proyeksi keuangan IRS tanpa Rencana Transaksi dimaksud adalah
proyeksi dimana CKP memperoleh pinjaman sepenuhnya dari pihak ketiga.
Sementara proyeksi keuangan IRS dengan Rencana Transaksi adalah proyeksi
dimana CKP memperoleh pinjaman dari IRS dan pihak ketiga.
Berdasarkan proyeksi keuangan IRS periode 2025 sampai dengan 2030 yang telah
disusun oleh pihak manajemen Perseroan, berikut ini adalah Analisa Inkremental atas
Rencana Transaksi:
Tabel 3.23 Analisis inkremental atas proyeksi IRS
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Total Pendapatan tanpa transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Total Pendapatan dengan transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Inkremental USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Laba kotor tanpa transaksi USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
Laba Kotor dengan transaksi USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
Inkremental USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Laba sebelum pajak tanpa transaksi USD Ribu 1.300 21.100 34.008 52.336 49.031 53.834
Laba sebelum pajak dengan transaksi USD Ribu 1.300 21.100 36.524 54.822 50.872 54.448
Inkremental USD Ribu 0 0 (2.516) (2.486) (1.841) (614)
Laba Bersih tanpa transaksi USD Ribu 1.000 16.500 26.508 40.836 38.231 42.034
Laba Bersih dengan transaksi USD Ribu 1.014 16.458 28.489 42.761 39.680 42.469
Inkremental USD Ribu (14) 42 (1.981) (1.925) (1.449) (435)
Berdasarkan analisis Inkremental yang ditunjukan pada table di atas, pelaksanaan
Rencana Transaksi akan meningkatkan jumlah laba sebelum pajak dan laba bersih
Perseroan. Hal ini disebabkan oleh adanya selisih beban bunga yang dicatatkan
pada proyeksi laporan laba rugi konsolidasian IRS. Beban bunga CKP yang muncul
Halaman 55 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 57
pada proyeksi keuangan tanpa Rencana Transaksi akan dicatatkan sebagai
tambahan beban bunga dalam laporan laba rugi konsolidasian IRS. Sementara
beban bunga CKP yang muncul pada proyeksi keuangan dengan Rencana Transaksi
akan tereliminasi sehingga tidak dicatatkan sebagai tambahan beban bunga dalam
laporan laba rugi konsolidasian IRS.
Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya yang
relevan terkait dengan Rencana Transaksi lainnya selain yang telah diungkapkan
dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini.
Informasi Non Keuangan yang Relevan
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menguatkan brand image grup usaha
Perseroan sebagai perusahaan tekstil yang berhasil melakukan diversifikasi pada
industri lain.
c. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan
perubahan penurunan dan atau kenaikan sebesar 10,00% terhadap tingkat
pendapatan CKP maka dapat diketahui seberapa besar sensitivitas laba bersih IRS
secara konsolidasi. Analisis sensitivitas tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 3.24 Analisis Sensitivitas Peningkatan Pendapatan CKP 10,00%
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Kondisi Normal
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 28.524 42.722 39.672 42.448
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Perubahan Kondisi
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 862.761 895.408 886.285 893.498
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 34.442 49.510 44.737 46.804
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,99% 5,53% 5,05% 5,24%
Tabel 3.25 Analisis Sensitivitas Penurunan Pendapatan CKP 10,00%
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Kondisi Normal
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 28.524 42.722 39.672 42.448
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Perubahan Kondisi
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 856.441 885.334 877.870 883.771
Halaman 56 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 58
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 29.665 41.764 38.289 39.320
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,46% 4,72% 4,36% 4,45%
3.6. Analisis Atas Jaminan
Pemberi Pinjaman (Perseroan) adalah kreditur terjamin senior atas dasar hak pertama
atas semua aset perusahaan sekarang dan masa depan. Dalam hal Penerima Pinjaman
(CKP) memperoleh pendanaan eksternal untuk sebagian pendanaan proyek, dan jika
pihak ketiga tersebut memerlukan jaminan peringkat pertama untuk fasilitas tersebut,
Pemberi Pinjaman atas permintaan Penerima Pinjaman, atas kebijakannya sendiri,
dapat menyetujui untuk membagikan jaminan secara pari-passu atau menjadi
subordinasi pihak ketiga yang memberikan fasilitas pinjaman kepada Penerima
Pinjaman dengan jumlah lebih dari Rp75.000.000.000,00 atau jumlah lain yang disepakati
Para Pihak.
3.7. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan
meliputi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi
ekonomis dan keuangan, menurut pendapat kami, Rencana Transaksi Pinjaman dari IRS
ke CKP adalah Wajar.
3.8. Distribusi Pendapat Kewajaran
Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan IRS dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.
Halaman 57 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 59
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat
kewajaran telah disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI).
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan
Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Analisis Pendapat
Kewajaran dari Pemberi Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam
maupun di luar pengadilan) yang berkaitan dengan obyek analisis pendapat
kewajaran tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek analisis pendapat
kewajaran, diluar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar
lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang
berkaitan dengan kondisi obyek analisis pendapat kewajaran, dalam hal ini kondisi
pasar dan sebagainya bukan menjadi tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti
tertulis di dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya
dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar
pemikiran dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat
dijadikan sebagai dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena
laporan pendapat kewajaran ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu
dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat
tanda tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi
dari KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas,
sesuai dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat
kewajaran.
Halaman 58 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 60
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah
benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
analisis pendapat kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
analisis pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
yang dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun
berdasarkan data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami
anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap obyek analisis pendapat
kewajaran pada tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
laporan pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian
pendapat kewajaran profesional telah disajikan sebagai kewajaran nilai rencana
transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 59 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 61
Page 62
LAMPIRAN Halaman 61 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 63
Lampiran 1
HISTORIS POSISI KEUANGAN / NERACA PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas USD Ribu 36.701 51.058 29.497 12.575 26.782
Aset keuangan lainnya USD Ribu 978 653 637 71 953
Piutang usaha
Pihak berelasi USD Ribu 1.734 6.088 3.082 7.924 9.922
Pihak ketiga USD Ribu 75.955 107.653 68.976 75.524 78.940
Piutang lain-lain
Pihaj berelasi USD Ribu 19 9 8 9 9
Pihak ketiga USD Ribu 992 1.630 1.054 637 515
Persediaan USD Ribu 138.996 177.499 202.746 191.389 151.022
Uang muka pembelian
Pihak berelasi USD Ribu 9.082 10.355 31.026 3.766 1.218
Pihak ketiga USD Ribu 13.488 39.843 10.148 7.499 7.932
Pajak dibayar dimuka USD Ribu 3.673 4.849 14.724 12.828 10.847
Biaya dibayar dimuka USD Ribu 1.128 638 810 659 694
Total Aset Lancar USD Ribu 282.747 400.275 362.710 312.881 288.834
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi USD Ribu 495 491 516 552 556
Aset keuangan lainnya 0 0 0 0 0
Aset tetap USD Ribu 468.955 477.963 474.858 476.451 451.870
Aset hak guna USD Ribu 1.550 1.155 969 937 607
Aset pertambangan USD Ribu 0 20.339 22.257 24.820 28.014
Pinjaman kepada pihak ketiga USD Ribu 0 3.504 3.305 3.527 3.620
Uang muka pembelian aset tetap USD Ribu 8.471 129 3.890 599 2.097
Uang jaminan USD Ribu 1.638 1.641 1.296 1.332 1.997
Total Aset Tidak Lancar USD Ribu 481.109 505.223 507.091 508.219 488.760
TOTAL ASET USD Ribu 763.856 905.498 869.800 821.100 777.594
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak berelasi USD Ribu 50.818 54.590 80.291 88.475 66.144
Pihak ketiga USD Ribu 80.011 137.887 111.017 141.358 145.380
Utang lain-lain
Pihak berelasi USD Ribu 2 7.238 3 62 64
Pihak ketiga USD Ribu 10.507 17.749 15.604 6.899 10.777
Utang pajak USD Ribu 754 4.509 585 1.354 378
Biaya masih harus dibayar USD Ribu 6.926 8.422 6.363 6.847 7.764
Utang bank jangka pendek USD Ribu 91.171 82.374 28.249 41.450 30.100
Utang jangka panjang jatuh tempo
USD Ribu
<1th 15.553 7.272 18.430 22.417 8.750
Liabilitas sewa USD Ribu 393 397 372 402 233
Liabilitas derivatif USD Ribu 2.939 1.473 678 138 681
Total Liabilitas Jangka Pendek USD Ribu 259.074 321.911 261.593 309.401 270.270
Halaman 62 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 64
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang USD Ribu 74.292 59.838 84.045 52.971 78.788
Pendapatan ditangguhkan USD Ribu 1.289 690 607 524 440
Liabilitas sewa USD Ribu 774 855 575 549 363
Liabilitas pajak tangguhan USD Ribu 27.380 33.624 38.014 28.092 19.163
Liabilitas imbalan pasca kerja USD Ribu 23.029 24.726 19.810 14.400 11.423
Liabilitas derivatif jangka panjang USD Ribu 1.540 0 0 0 0
Total Liabilitas Jangka Panjang 128.304 119.734 143.051 96.535 110.177
TOTAL LIABILITAS USD Ribu 387.378 441.645 404.644 405.936 380.447
EKUITAS
Modal saham USD Ribu 160.218 160.218 160.218 160.218 160.218
Tambahan modal disetor USD Ribu (14.713) (15.424) (15.510) (15.510) (15.510)
Komponen ekuitas lainnya USD Ribu 15.850 15.850 15.850 15.850 15.850
Penghasilan komprehensif USD Ribu (5.712) (6.442) (6.028) (4.758) (3.972)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya USD Ribu 21 22 23 24 24
Tidak ditentukan penggunaannya USD Ribu 220.812 305.381 306.456 255.197 236.397
Selisih transaksi ekuitas USD Ribu (0) (0) (0) (0) (0)
Ekuitas yang didistribusikan kepada
USD Ribu
Entitas Induk 376.477 459.605 461.009 411.021 393.007
Kepentingan non pengendali USD Ribu 1 4.248 4.147 4.143 4.139
TOTAL EKUITAS USD Ribu 376.477 463.853 465.157 415.164 397.147
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS USD Ribu 763.856 905.498 869.800 821.100 777.594
Halaman 63 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 65
Lampiran 2
HISTORIS LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
PENDAPATAN USD Ribu 589.042 884.102 936.141 785.598 856.292
BEBAN POKOK PENDAPATAN USD Ribu (557.208) (754.331) (855.330) (806.715) (855.254)
LABA (RUGI) BRUTO USD Ribu 31.834 129.771 80.811 (21.117) 1.037
BEBAN USAHA
Beban penjualan USD Ribu (5.808) (6.923) (6.020) (5.884) (6.665)
Beban Umum dan Administrasi USD Ribu (15.638) (16.322) (17.199) (16.672) (17.575)
Biaya keuangan USD Ribu (7.437) (2.098) (1.392) (6.344) (6.746)
Bagian kerugian bersih entitas asosiasi USD Ribu (4) (4) (4) (4) (4)
Keuntungan atas pelepasan entitas USD Ribu 0 98 0 0 0
asosiasi
Keuntungan (kerugian) kurs USD Ribu 2.124 (1.633) (6.329) (2.483) (2.785)
Penghasilan investasi USD Ribu 755 411 437 341 501
Keuntungan atas pembelian diskon USD Ribu 0 18 0 0 0
Keuntungan lain-lain USD Ribu 998 (2.441) 1.680 1.071 4.284
TOTAL BEBAN USAHA USD Ribu (25.009) (28.892) (28.826) (29.975) (28.991)
LABA SEBELUM PAJAK USD Ribu 6.825 100.879 51.985 (51.091) (27.954)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan USD Ribu (593) (16.311) (9.450) 10.280 9.150
LABA TAHUN BERJALAN USD Ribu 6.232 84.568 42.535 (40.811) (18.804)
RUGI KOMPREHENSIF TAHUN/PERIODE USD Ribu 8.563 83.824 42.852 (39.541) (18.018)
BERJALAN
Halaman 64 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 66
Lampiran 3
HISTORIS ARUS KAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi USD Ribu 13.771 101.139 22.036 48.495 32.204
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas USD Ribu (25.396) (51.471) (34.557) (34.210) (11.208)
Investasi
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) USD Ribu 29.212 (35.326) (9.344) (31.324) (6.478)
Aktivitas Pendanaan
PENINGKATAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN USD Ribu 17.587 14.342 (21.865) (17.039) 14.519
SETARA KAS
SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN USD Ribu 19.153 36.701 51.058 29.497 12.575
Pengaruh perubahan kurs valuta asing USD Ribu (39) 15 304 117 (311)
Total USD Ribu 19.114 36.717 51.362 29.614 12.263
SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN USD Ribu 36.701 51.058 29.497 12.575 26.782
Halaman 65 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 67
Lampiran 4
PROYEKSI LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
ASSETS
Current Assets
Cash & Bank Balances USD Ribu 37.101 51.203 67.737 101.165 133.408 172.868
Accounts Receivable Trade USD Ribu 89.400 89.400 90.266 90.780 90.553 90.732
Inventories USD Ribu 130.000 130.000 130.643 130.951 130.811 130.927
Other Receivables USD Ribu 19.100 19.100 19.600 19.600 19.600 19.600
Total Current Assets USD Ribu 275.601 289.703 308.246 342.496 374.372 414.128
Non-Current Assets
Long Term Investments USD Ribu 600 600 600 600 600 600
Fixed Assets USD Ribu 453.716 433.075 409.964 386.734 363.386 339.919
Right of use Asset USD Ribu 600 600 600 600 600 600
Mining Properties USD Ribu 36.107 39.891 38.409 36.928 35.446 33.965
Other Assets USD Ribu 7.700 7.700 7.700 7.700 7.700 7.700
Total Non-Current Assets USD Ribu 498.723 481.865 457.273 432.562 407.732 382.784
TOTAL ASSETS USD Ribu 774.325 771.568 765.519 775.058 782.104 796.912
LIABILITIES AND EQUITY
Current Liabilities
Accounts Payable - Trade USD Ribu 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000
Accounts Payable - Others USD Ribu 19.700 19.700 22.203 24.779 23.926 24.983
Short Term Loan & CPLTD USD Ribu 38.000 29.000 22.000 0 0 0
Total Current Liabilities USD Ribu 257.700 248.700 244.203 224.779 223.926 224.983
Long Term Liabilities
Long Term Loans USD Ribu 87.325 77.368 56.368 54.749 42.375 30.000
Oths. & Prov. for retirmnt Ben USD Ribu 11.900 11.900 11.900 11.900 11.900 11.900
Deferred Tax Liability & Others USD Ribu 19.200 19.200 19.200 19.200 19.200 19.200
Total Long Term Liabilities 118.425 108.468 87.468 85.849 73.475 61.100
TOTAL LIABILITIES USD Ribu 376.125 357.168 331.671 310.628 297.401 286.083
EQUITY
Share Capital USD Ribu 160.200 160.200 160.200 160.200 160.200 160.200
Additional Paid-in Capital USD Ribu (15.500) (15.500) (15.500) (15.500) (15.500) (15.500)
Retained Earnings Beginning USD Ribu 232.500 233.500 249.700 267.908 295.444 313.275
Earnings for Year USD Ribu 1.000 16.500 26.508 40.836 38.231 42.034
Less: Dividends USD Ribu 0 300 8.300 13.300 20.400 19.100
Retained Earnings Ending USD Ribu 233.500 249.700 267.908 295.444 313.275 336.209
Other components of equity USD Ribu 15.900 15.900 15.900 15.900 15.900 15.900
Non Controlling Interest (NCI) USD Ribu 4.100 4.100 5.340 8.386 10.828 14.020
TOTAL EQUITY USD Ribu 398.200 414.400 433.848 464.430 484.703 510.829
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY USD Ribu 774.325 771.568 765.519 775.058 782.104 796.912
Halaman 66 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 68
Lampiran 5
PROYEKSI LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Total Revenue USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Cost of Revenue USD Ribu (781.000) (777.000) (791.189) (802.749) (800.396) (802.573)
Gross Profit USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
OPERATING EXPENSES
Selling Expenses USD Ribu (6.500) (6.600) (7.016) (7.104) (7.021) (7.086)
General & Administrative USD Ribu (17.700) (17.800) (22.372) (24.196) (23.288) (24.027)
Expenses
Finance Cost USD Ribu (5.000) (4.000) (5.516) (4.486) (2.841) (1.614)
Investment Incomes USD Ribu 500 500 500 500 500 500
Foreign Exchange gain/(loss) USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Other Gains USD Ribu 0 0 0 0 0 0
TOTAL OPERATING EXPENSES USD Ribu (28.700) (27.900) (34.404) (35.285) (32.650) (32.227)
PROFIT BEFORE TAX USD Ribu 1.300 21.100 34.008 52.336 49.031 53.834
Income Tax Expense USD Ribu (300) (4.600) (7.500) (11.500) (10.800) (11.800)
NET PROFIT AFTER TAX USD Ribu 1.000 16.500 26.508 40.836 38.231 42.034
Other Comprehensive Income USD Ribu 0 0 0 0 0 0
(OCI)
TOTAL COMPREHENSIVE USD Ribu 1.000 16.500 26.508 40.836 38.231 42.034
INCOME
Halaman 67 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 69
Lampiran 6
HISTORIS ARUS KAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
DESKRIPSI Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Net Cash Provided by Operating
Activities
Cash received from customers USD Ribu 811.000 826.000 858.735 889.857 882.305 888.455
Cash paid to Suppliers & Manpower USD Ribu (739.476) (742.976) (755.340) (766.446) (763.527) (765.840)
Cash generated from operations USD Ribu 71.524 83.024 103.396 123.410 118.778 122.614
Income Tax paid USD Ribu (300) (4.600) (7.500) (11.500) (10.800) (11.800)
Others - Net USD Ribu (21.700) (24.400) (26.145) (25.677) (28.719) (26.865)
Net Cash Provided by Operating USD Ribu 49.524 54.024 69.750 86.233 79.258 83.949
Activities
Net Cash (used in)Provided by
Investing Activities
Interest received USD Ribu 500 500 500 500 500 500
Acquisition of Fixed Assets USD Ribu (41.947) (17.166) (11.900) (11.900) (11.900) (11.900)
Increase in advance for purchase of USD Ribu 0 0 0 0 0 0
FA
Investment in associates USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Guarantee Deposit USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Net Cash (used in)Provided by USD Ribu (41.447) (16.666) (11.400) (11.400) (11.400) (11.400)
Investing Activities
Net Cash Provided by (Used in)
Financing Activities
Proceed (Payment) of Long Term USD Ribu 8.225 (9.956) (21.000) (1.619) (12.375) (12.375)
Loans
Proceed (Payment) of Short Term USD Ribu (1.000) (9.000) (7.000) (22.000) 0 0
Loans
Payment of Lease Liabilities USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Interest Payments USD Ribu (5.000) (4.000) (5.516) (4.486) (2.841) (1.614)
Payment of cash dividend USD Ribu 0 (300) (8.300) (13.300) (20.400) (19.100)
Net Cash Provided by (Used in) USD Ribu 2.225 (23.256) (41.816) (41.404) (35.616) (33.088)
Financing Activities
INCREASE (DECREASE) IN CASH AND USD Ribu 10.301 14.102 16.534 33.428 32.242 39.461
CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS USD Ribu 26.800 37.101 51.203 67.737 101.165 133.408
BALANCE AT THE BEGINNING OF THE
YEAR
CASH AND CASH EQUIVALENTS USD Ribu 37.101 51.203 67.737 101.165 133.408 172.868
BALANCE AT THE END OF THE YEAR
#REF! #REF! #REF! #REF! #REF! #REF!
Halaman 68 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 70
Lampiran 7
RASIO PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 9,07 9,24 9,52 9,81 9,74 9,79
Rasio perputaran persediaan 6,01 5,98 6,06 6,13 6,12 6,13
Rasio perputaran utang usaha 3,91 3,89 3,96 4,01 4,00 4,01
Rasio perputaran total aset 1,05 1,07 1,12 1,15 1,13 1,12
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,07 1,16 1,26 1,52 1,67 1,84
Rasio cepat 0,57 0,64 0,73 0,94 1,09 1,26
Rasio kas 0,14 0,21 0,28 0,45 0,60 0,77
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 0,13% 2,14% 3,46% 5,27% 4,89% 5,27%
Rasio laba atas ekuitas 0,25% 3,98% 6,11% 8,79% 7,89% 8,23%
Rasio Gross Profit Margin 3,70% 5,93% 7,96% 9,84% 9,26% 9,68%
Rasio Net Profit Margin 0,12% 2,00% 3,08% 4,59% 4,33% 4,73%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 48,57% 46,29% 43,33% 40,08% 38,03% 35,90%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas 94,46% 86,19% 76,45% 66,88% 61,36% 56,00%
#REF! #REF! #REF! #REF! #REF!
Halaman 69 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 71
Lampiran 8
PROYEKSI POSISI KEUANGAN / NERACA PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
ASSETS
Current Assets
Cash & Bank Balances USD Ribu 19.777 25.835 44.385 79.318 124.376 175.925
Accounts Receivable Trade USD Ribu 89.400 89.400 90.266 90.780 90.553 90.732
Inventories USD Ribu 130.000 130.000 130.643 130.951 130.811 130.927
Other Receivables USD Ribu 19.100 19.100 19.600 19.600 19.600 19.600
Total Current Assets USD Ribu 258.277 264.335 284.894 320.649 365.340 417.185
Non-Current Assets
Long Term Investments USD Ribu 600 600 600 600 600 600
Fixed Assets USD Ribu 453.716 433.075 409.964 386.734 363.386 339.919
Right of use Asset USD Ribu 600 600 600 600 600 600
Mining Properties USD Ribu 36.107 39.891 38.409 36.928 35.446 33.965
Other Assets USD Ribu 7.700 7.700 7.700 7.700 7.700 7.700
Total Non-Current Assets USD Ribu 498.723 481.865 457.273 432.562 407.732 382.784
TOTAL ASSETS USD Ribu 757.000 746.200 742.167 753.211 773.073 799.969
LIABILITIES AND EQUITY
Current Liabilities
Accounts Payable - Trade USD Ribu 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000
Accounts Payable - Others USD Ribu 19.700 19.700 22.203 24.779 23.926 24.983
Short Term Loan & CPLTD USD Ribu 38.000 29.000 22.000 0 0 0
Total Current Liabilities USD Ribu 257.700 248.700 244.203 224.779 223.926 224.983
Long Term Liabilities
Long Term Loans USD Ribu 70.000 52.000 31.000 30.000 30.000 30.000
Oths. & Prov. for retirmnt Ben USD Ribu 11.900 11.900 11.900 11.900 11.900 11.900
Deferred Tax Liability & Others USD Ribu 19.200 19.200 19.200 19.200 19.200 19.200
Total Long Term Liabilities 101.100 83.100 62.100 61.100 61.100 61.100
TOTAL LIABILITIES USD Ribu 358.800 331.800 306.303 285.879 285.026 286.083
EQUITY
Share Capital USD Ribu 160.200 160.200 160.200 160.200 160.200 160.200
Additional Paid-in Capital USD Ribu (15.500) (15.500) (15.500) (15.500) (15.500) (15.500)
Retained Earnings Beginning USD Ribu 232.500 233.500 249.700 269.924 298.346 316.618
Earnings for Year USD Ribu 1.000 16.500 28.524 42.722 39.672 42.448
Less: Dividends USD Ribu 0 (300) (8.300) (14.300) (21.400) (19.800)
Retained Earnings Ending USD Ribu 233.500 249.700 269.924 298.346 316.618 339.266
Other components of equity USD Ribu 15.900 15.900 15.900 15.900 15.900 15.900
Non Controlling Interest (NCI) USD Ribu 4.100 4.100 5.340 8.386 10.828 14.020
TOTAL EQUITY USD Ribu 398.200 414.400 435.864 467.332 488.047 513.886
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY USD Ribu 757.000 746.200 742.167 753.211 773.073 799.969
Halaman 70 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 72
Lampiran 9
PROYEKSI LABA (RUGI) PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Total Revenue USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Cost of Revenue USD Ribu (781.000) (777.000) (791.189) (802.749) (800.396) (802.573)
Gross Profit USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
OPERATING EXPENSES
Selling Expenses USD Ribu (6.500) (6.600) (7.016) (7.104) (7.021) (7.086)
General & Administrative USD Ribu (17.700) (17.800) (22.372) (24.196) (23.288) (24.027)
Expenses
Finance Cost USD Ribu (5.000) (4.000) (3.000) (2.000) (1.000) (1.000)
Investment Incomes USD Ribu 500 500 500 500 500 500
Foreign Exchange gain/(loss) USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Other Gains USD Ribu 0 0 0 0 0 0
TOTAL OPERATING EXPENSES USD Ribu (28.700) (27.900) (31.888) (32.800) (30.809) (31.613)
PROFIT BEFORE TAX USD Ribu 1.300 21.100 36.524 54.822 50.872 54.448
Income Tax Expense USD Ribu (300) (4.600) (8.000) (12.100) (11.200) (12.000)
NET PROFIT AFTER TAX USD Ribu 1.000 16.500 28.525 42.722 39.672 42.448
Other Comprehensive USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Income (OCI)
TOTAL COMPREHENSIVE USD Ribu 1.000 16.500 28.525 42.722 39.672 42.448
INCOME
Halaman 71 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 73
Lampiran 10
PROYEKSI ARUS KAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Net Cash Provided by Operating
Activities
Cash received from customers USD Ribu 811.000 826.000 858.735 889.857 882.305 888.455
Cash paid to Suppliers & Manpower USD Ribu (739.476) (742.976) (755.340) (766.446) (763.527) (765.840)
Cash generated from operations USD Ribu 71.524 83.024 103.396 123.410 118.778 122.614
Income Tax paid USD Ribu (300) (4.600) (8.000) (12.100) (11.200) (12.000)
Others - Net USD Ribu (21.700) (24.400) (26.145) (25.677) (28.719) (26.865)
Net Cash Provided by Operating USD Ribu 49.524 54.024 69.250 85.633 78.858 83.749
Activities
Net Cash (used in)Provided by Investing
Activities
Interest received USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Acquisition of Fixed Assets USD Ribu 500 500 500 500 500 500
Increase in advance for purchase of FA USD Ribu (41.947) (17.166) (11.900) (11.900) (11.900) (11.900)
Investment in associates USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Guarantee Deposit USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Net Cash (used in)Provided by Investing USD Ribu (41.447) (16.666) (11.400) (11.400) (11.400) (11.400)
Activities
Net Cash Provided by (Used in)
Financing Activities
Proceed (Payment) of Long Term Loans USD Ribu (9.100) (18.000) (21.000) (1.000) 0 0
Proceed (Payment) of Short Term Loans USD Ribu (1.000) (9.000) (7.000) (22.000) 0 0
Payment of Lease Liabilities USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Interest Payments USD Ribu (5.000) (4.000) (3.000) (2.000) (1.000) (1.000)
Payment of cash dividend USD Ribu 0 (300) (8.300) (14.300) (21.400) (19.800)
Net Cash Provided by (Used in) USD Ribu (15.100) (31.300) (39.300) (39.300) (22.400) (20.800)
Financing Activities
INCREASE (DECREASE) IN CASH AND USD Ribu (7.023) 6.058 18.550 34.933 45.058 51.549
CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS BALANCE USD Ribu 26.800 19.777 25.835 44.385 79.318 124.376
AT THE BEGINNING OF THE YEAR
CASH AND CASH EQUIVALENTS BALANCE USD Ribu 19.777 25.835 44.385 79.318 124.376 175.925
AT THE END OF THE YEAR
#REF! #REF! #REF! #REF! #REF! #REF!
Halaman 72 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 74
Lampiran 11
RASIO PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 9,07 9,24 9,52 9,81 9,74 9,79
Rasio perputaran persediaan 6,01 5,98 6,06 6,13 6,12 6,13
Rasio perputaran utang usaha 3,91 3,89 3,96 4,01 4,00 4,01
Rasio perputaran total aset 1,07 1,11 1,16 1,18 1,14 1,11
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,00 1,06 1,17 1,43 1,63 1,85
Rasio cepat 0,50 0,54 0,63 0,84 1,05 1,27
Rasio kas 0,08 0,10 0,18 0,35 0,56 0,78
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 0,13% 2,21% 3,84% 5,67% 5,13% 5,31%
Rasio laba atas ekuitas 0,25% 3,98% 6,54% 9,14% 8,13% 8,26%
Rasio Gross Profit Margin 3,70% 5,93% 7,96% 9,84% 9,26% 9,68%
Rasio Net Profit Margin 0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 47,40% 44,47% 41,27% 37,95% 36,87% 35,76%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas 90,11% 80,07% 70,27% 61,17% 58,40% 55,67%
#REF! #REF! #REF! #REF! #REF!
Halaman 73 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 75
Lampiran 12
LAPORAN PROFORMA PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Dengan Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
2024
Particulars 2024 Actual Transaksi Eliminasi
Proforma
ASSETS
Current Assets
Cash & Bank Balances 23.947 23.947
Accounts Receivable Trade 79.678 79.678
Inventories 138.996 138.996
Other Receivables 27.457 25.368 (25.368) 27.457
Total Current Assets 270.078 25.368 (25.368) 270.078
Non-Current Assets
Long Term Investments 495 495
Fixed Assets 470.522 470.522
Mining Properties 3.206 3.206
Mining Right 12.760 12.760
Other Assets 10.109 10.109
Total Non-Current Assets 497.092 0 0 497.092
TOTAL ASSETS 767.170 25.368 (25.368) 767.170
LIABILITIES
LIABILITIES AND EQUITY
Current Liabilities
Accounts Payable - Trade 131.037 131.037
Accounts Payable - Others 21.129 21.129
Short Term Loan & CPLTD 110.222 110.222
Total Current Liabilities 262.388 0 0 262.388
Long Term Liabilities
Long Term Loans 75.581 25.368 (25.368) 75.581
Oths. & Prov. for retirmnt Ben 25.343 25.343
Deferred Tax Liability & Others 27.380 27.380
Total Long Term Liabilities 128.304 25.368 (25.368) 128.304
TOTAL LIABILITIES 390.692 25.368 (25.368) 390.692
EQUITY
Share Capital 160.218 160.218
Additional Paid-in Capital (14.713) (14.713)
Retained Earnings Beginning 206.558 206.558
Earnings for Year 8.564 8.564
Less: Dividends 0 0
Retained Earnings Ending 215.122 215.122
Other components of equity 15.850 15.850
Non Controlling Interest (NCI) 1 1
TOTAL EQUITY 376.478 0 0 376.478
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 767.170 25.368 (25.368) 767.170
Halaman 74 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 76
Lampiran 13
ANALISIS INKREMENTAL PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Laporan Posisi Keuangan
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Total Pendapatan tanpa transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Total Pendaptan dengan transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Inkremental USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Laba kotor tanpa transaksi USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
Laba Kotor dengan transaksi USD Ribu 30.000 49.000 68.412 87.621 81.681 86.061
Inkremental USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Laba sebelum pajak tanpa transaksi USD Ribu 1.300 21.100 34.008 52.336 49.031 53.834
Laba sebelum pajak dengan USD Ribu 1.300 21.100 36.524 54.822 50.872 54.448
transaksi
Inkremental USD Ribu 0 0 (2.516) (2.486) (1.841) (614)
Laba Bersih tanpa transaksi USD Ribu 1.000 16.500 26.508 40.836 38.231 42.034
Laba Bersih dengan transaksi USD Ribu 1.000 16.500 28.525 42.722 39.672 42.448
Inkremental USD Ribu 0 0 (2.016) (1.886) (1.441) (414)
Halaman 75 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 77
Lampiran 14
KEWAJARAN TINGKAT BUNGA BERDASARKAN BANK PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Laporan Posisi Keuangan
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
Tarif Bunga Batas Bawah Batas Atas
No. Deskripsi
(Korporasi) -7,50% 7,50%
1 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk 8,50% 7,86% 9,14%
2 PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk 8,50% 7,86% 9,14%
3 PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk 8,80% 8,14% 9,46%
4 PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk 8,50% 7,86% 9,14%
5 PT BANK PERMATA, Tbk 7,84% 7,25% 8,43%
6 PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk 7,78% 7,20% 8,36%
7 PT BANK MAYBANK INDONESIA, Tbk 7,21% 6,67% 7,75%
8 PT BANK PAN INDONESIA, Tbk 8,56% 7,92% 9,20%
9 PT BANK CIMB NIAGA, Tbk 8,25% 7,63% 8,87%
10 PT BANK UOB INDONESIA 8,50% 7,86% 9,14%
11 PT BANK OCBC NISP, Tbk 8,25% 7,63% 8,87%
12 CITIBANK, N.A. 6,00% 5,55% 6,45%
13 JP MORGAN CHASE BANK, NA 6,93% 6,41% 7,45%
14 BANK OF AMERICA, N.A 7,05% 6,52% 7,58%
15 PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA Tbk 8,24% 7,62% 8,86%
16 PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk 9,62% 8,90% 10,34%
17 MUFG BANK, LTD 6,31% 5,84% 6,78%
18 PT BANK DBS INDONESIA 8,12% 7,51% 8,73%
19 PT BANK RESONA PERDANIA 8,35% 7,72% 8,98%
20 PT BANK MIZUHO INDONESIA 6,49% 6,00% 6,98%
21 STANDARD CHARTERED BANK 7,21% 6,67% 7,75%
22 PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk 11,46% 10,60% 12,32%
23 PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA 6,96% 6,44% 7,48%
24 PT BANK ANZ INDONESIA 8,43% 7,80% 9,06%
25 DEUTSCHE BANK AG 7,50% 6,94% 8,06%
26 BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED 6,65% 6,15% 7,15%
27 PT BANK BUMI ARTA, Tbk 8,47% 7,83% 9,11%
28 PT BANK HSBC INDONESIA 6,81% 6,30% 7,32%
29 PT BANK JTRUST INDONESIA, Tbk 11,75% 10,87% 12,63%
30 PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk 10,80% 9,99% 11,61%
31 PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk 6,70% 6,20% 7,20%
32 PT BPD DKI 7,84% 7,25% 8,43%
33 PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 8,52% 7,88% 9,16%
34 PT BPD JAWA TENGAH 9,15% 8,46% 9,84%
35 PT BPD JAWA TIMUR, Tbk 7,85% 7,26% 8,44%
36 PT BPD JAMBI 9,32% 8,62% 10,02%
37 PT BPD SUMATERA UTARA 7,37% 6,82% 7,92%
38 PT BANK NAGARI 8,60% 7,96% 9,25%
39 PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG 9,70% 8,97% 10,43%
40 PT BPD LAMPUNG 10,52% 9,73% 11,31%
41 PT BPD KALIMANTAN SELATAN 10,32% 9,55% 11,09%
42 PT BPD KALIMANTAN BARAT 6,49% 6,00% 6,98%
43 PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA 6,91% 6,39% 7,43%
44 PT BPD KALIMANTAN TENGAH 7,60% 7,03% 8,17%
45 PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT 7,75% 7,17% 8,33%
46 PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO 11,98% 11,08% 12,88%
47 PT BPD BALI 6,83% 6,32% 7,34%
48 PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR 10,37% 9,59% 11,15%
49 PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA 9,96% 9,21% 10,71%
Halaman 76 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 78
Tarif Bunga Batas Bawah Batas Atas
No. Deskripsi
(Korporasi) -7,50% 7,50%
50 PT BPD PAPUA 9,48% 8,77% 10,19%
51 PT BPD BENGKULU 9,10% 8,42% 9,78%
52 PT BPD SULAWESI TENGAH 10,05% 9,30% 10,80%
53 PT BPD SULAWESI TENGGARA 10,81% 10,00% 11,62%
54 PT BPD BANTEN Tbk 10,31% 9,54% 11,08%
55 PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk 10,00% 9,25% 10,75%
56 PT BANK MESTIKA DHARMA, Tbk 8,94% 8,27% 9,61%
57 PT BANK SHINHAN INDONESIA 7,56% 6,99% 8,13%
58 PT BANK SINARMAS, Tbk 10,07% 9,31% 10,83%
59 PT BANK MASPION INDONESIA, Tbk 7,33% 6,78% 7,88%
60 PT BANK GANESHA, Tbk 8,65% 8,00% 9,30%
61 PT BANK ICBC INDONESIA 8,13% 7,52% 8,74%
62 PT BANK QNB INDONESIA, Tbk 6,71% 6,21% 7,21%
63 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk 8,76% 8,10% 9,42%
64 PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906, Tbk 7,85% 7,26% 8,44%
65 PT BANK SMBC INDONESIA, Tbk 7,99% 7,39% 8,59%
66 PT BANK MEGA, Tbk 10,02% 9,27% 10,77%
67 PT BANK KB BUKOPIN 9,17% 8,48% 9,86%
68 PT BANK JASA JAKARTA 6,50% 6,01% 6,99%
69 PT BANK KEB HANA INDONESIA 7,75% 7,17% 8,33%
70 PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk 9,36% 8,66% 10,06%
71 PT BANK NEO COMMERCE TBK 7,87% 7,28% 8,46%
72 PT BANK RAYA INDONESIA, Tbk 9,00% 8,33% 9,68%
73 PT BANK SBI INDONESIA 10,00% 9,25% 10,75%
74 PT BANK DIGITAL BCA 7,44% 6,88% 8,00%
75 PT BANK INA PERDANA, Tbk 9,42% 8,71% 10,13%
76 PT BANK SAHABAT SAMPOERNA 9,16% 8,47% 9,85%
77 PT BANK OKE INDONESIA, Tbk 7,46% 6,90% 8,02%
78 PT BANK AMAR INDONESIA 10,18% 9,42% 10,94%
79 PT BANK SEABANK INDONESIA 11,79% 10,91% 12,67%
80 PT BANK JAGO, Tbk 7,41% 6,85% 7,97%
81 PT BANK MULTIARTA SENTOSA 7,50% 6,94% 8,06%
82 PT BANK HIBANK INDONESIA 9,10% 8,42% 9,78%
83 PT BANK INDEX SELINDO 11,58% 10,71% 12,45%
84 PT SUPER BANK INDONESIA 7,50% 6,94% 8,06%
85 PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk 9,96% 9,21% 10,71%
86 PT ALLO BANK INDONESIA Tbk 9,62% 8,90% 10,34%
87 PT BANK IBK INDONESIA, Tbk 7,65% 7,08% 8,22%
88 PT BANK CTBC INDONESIA 9,25% 8,56% 9,94%
MAX 11,98% 11,08% 12,88%
MIN 6,00% 5,55% 6,45%
RANGE 6,00% 5,55% 12,88%
Halaman 77 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 79
Lampiran 15
ANALISIS SENSITIVITAS PT INDO-RAMA SYNTHETIC TBK (KONSOL)
Laporan Posisi Keuangan
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Perubahan Kondisi : Kenaikan Pendapatan CKP 10%
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Kondisi Normal
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 28.524 42.722 39.672 42.448
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Perubahan Kondisi
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 862.761 895.408 886.285 893.498
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 34.442 49.510 44.737 46.804
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,99% 5,53% 5,05% 5,24%
Perubahan Kondisi : Penurunan Pendapatan CKP 10%
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Kondisi Normal
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 859.601 890.371 882.077 888.634
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 28.524 42.722 39.672 42.448
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,32% 4,80% 4,50% 4,78%
Perubahan Kondisi
Pendapatan Setelah Transaksi USD Ribu 811.000 826.000 856.441 885.334 877.870 883.771
Laba Bersih Setelah Transaksi USD Ribu 1.000 16.500 29.665 41.764 38.289 39.320
Net Profit Margin % 0,12% 2,00% 3,46% 4,72% 4,36% 4,45%
Halaman 78 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 80
Lampiran 16
METODE DISCOUNTED CASH FLOW
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
URAIAN NILAI
Weighted Equity 75,45%
Weighted Debt 24,55%
Cost of Equity
Risk Free 4,51%
Beta 1,37
Risk Premium 6,87%
Country Default Spread 1,89%
Spesific Risk 0,00%
12,03%
Cost of Debt
Interest rate 6,39%
Tax rate 22,00%
4,98%
Weighted Cost of Equity 9,07%
Weighted Cost of Debt 1,22%
Weighted Average Cost of Capital 10,30%
Halaman 79 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 81
Lampiran 17
KELAYAKAN PT CIKONDANG KANCANA PRIMA
Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
Per 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam USD Ribu)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI SATUAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Laba (Rugi) Bersih USD Ribu (19) (19) 6.198 15.233 12.210 15.957
Penyusutan USD Ribu 24 24 2.492 2.611 2.730 2.848
(Pendapatan) Beban Non Kas USD Ribu 0 0 0 0 0 0
Lainnya
Bunga (1-t) USD Ribu 0 0 2.667 2.242 1.411 472
Biaya Modal (Capital USD Ribu (18.264) (7.166) (1.900) (1.900) (1.900) (1.900)
Expenditure/Capex)
Perubahan Modal Kerja USD Ribu 4 0 (3.650) (3.374) 1.261 (1.304)
Residual Value USD Ribu 45.158
ARUS KAS BERSIH USD Ribu (18.256) (7.161) 5.807 14.812 15.712 61.232
Tingkat Diskonto % pa 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%
Faktor Diskonto x 0,82 0,75 0,68 0,61 0,56
0,91
NILAI KINI ARUS KAS BERSIH USD Ribu (16.551) (5.886) 4.328 10.008 9.626 34.010
NPV USD Ribu 35.534
IRR p.a 27,59%
KESIMPULAN LAYAK
Halaman 80 00063/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Names mentioned 133 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. R. Rasuna Said
p.2 ×2
unresolved
org
IndoRama-Synthetics Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×26
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang & Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Susanto Fahmi Bambang
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.6
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Balances
p.8 ×7
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.9 ×3
unresolved
org
PT GMT Indonesia. Berdasarkan JORC
p.9 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.10 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.10 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan
p.11 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo
p.11 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Suparman Bambang Ghanis Rekan
p.11
unresolved
person
Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing
p.14
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14
unresolved
person
Vishnu Swaroop Baldwa
p.15 ×2
unresolved
person
Saurabh Mishra Kegiatan Usaha Sesuai
p.15 ×2
unresolved
person
Dr. Herlien
p.16 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Sari Jacob
p.16
unresolved
org
PT Manggala Sukses Mandiri
p.16 ×2
unresolved
person
Sachin Kumar Gupta
p.16
unresolved
person
Andree Djayaprawira
p.16
unresolved
person
Anil Kumar Kothari
p.16
unresolved
person
Krishan Kumar Aggarwal
p.16
unresolved
person
Mohammad Rafil Perdana
p.16
unresolved
person
Nitin Patni
p.16
unresolved
person
Arun Dalmia Halaman
p.16
unresolved
person
Akta Notaris Sri Rahayu
p.17 ×2
unresolved
org
PT Cikondang Kencana Prima
p.17
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.29
unresolved
org
Pusat Statistik
p.29
unresolved
org
PT BANK RESONA PERDANIA
p.54 ×2
unresolved
org
PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA
p.54 ×2
unresolved
org
PT BANK ANZ INDONESIA
p.54 ×2
unresolved
org
BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED
p.54 ×2
unresolved
org
PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD DKI
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD JAWA TENGAH
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD JAWA TIMUR
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD JAMBI
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD SUMATERA UTARA
p.54 ×2
unresolved
org
PT BANK NAGARI
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD LAMPUNG
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD KALIMANTAN SELATAN
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD KALIMANTAN BARAT
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD KALIMANTAN TENGAH
p.54 ×2
unresolved
org
PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD BALI
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD PAPUA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD BENGKULU
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD SULAWESI TENGAH
p.55 ×2
unresolved
org
PT BPD SULAWESI TENGGARA
p.55 ×2
unresolved
org
BPD BANTEN Tbk
p.55 ×4
unresolved
org
PT BANK ICBC INDONESIA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK SBI INDONESIA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK DIGITAL BCA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK SAHABAT SAMPOERNA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK SEABANK INDONESIA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK HIBANK INDONESIA
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK INDEX SELINDO
p.55 ×2
unresolved
org
PT BANK CTBC INDONESIA
p.55 ×2
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.59
unresolved
org
INDO-RAMA SYNTHETIC TBK
p.63 ×30
unresolved
org
PT CIKONDANG KANCANA PRIMA Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman
p.81
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
11748 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}