Back to announcement
20250519_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31887082_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 80
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 18
I. PENDAHULUAN 20
I.1 Dasar Penugasan 20
I.2 Identifikasi Status Penilai 20
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 21
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 21
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 21
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 21
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 23
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 24
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 24
I.10 Tanggal Penilaian 24
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 24
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 25
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 26
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 28
I.15 Standar Penilaian 28
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 28
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 29
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 31
II.1 Analisis Rencana Transaksi 31
II.1.1 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 31
II.1.2 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Pihak
yang Bertransaksi 31
II.1.3 Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi 33
II.1.4 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 35
II.1.5 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 36
Page 3
II.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 37
II.2.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 37
II.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan 39
II.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 44
II.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 45
II.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana 46
Transaksi
II.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 47
II.3.1 Penilaian Kinerja Historis 47
II.3.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 51
II.3.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana 55
Transaksi
II.3.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 56
II.3.5 Analisis Inkremental 58
II.3.6 Analisis Sensitivitas 61
II.4 Analisis atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi 62
II.5 Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan 64
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 65
• INDEPENDENSI PENILAI 73
• PENUTUP 73
LAMPIRAN
Proyeksi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi Lampiran 1
Proyeksi Keuangan Sesudah Rencana Transaksi Lampiran 2
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
14
d. Dari analisis atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
dimana diasumsikan dalam proyeksi keuangan sebelum ACSET memerlukan
sumber pendanaan lain untuk pembiayaan modal kerja dapat disimpulkan
bahwa performa keuangan Perseroan akan lebih baik yang ditimbulkan dari
penghematan beban bunga.
e. Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan menerima
keuntungan yang timbul dari penghematan beban bunga seperti yang
ditampilkan dalam tabel di bawah ini:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31 Dec 24 31 Dec 25 31 Dec 26 31 Dec 27 31 Dec 28
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Sesudah rencana transaksi 17.540.746 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
Sebelum rencana transaksi 17.528.847 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
% perubahan 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Lembar saham Perseroan 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136
Laba per saham
Sesudah rencana transaksi 4.702 5.270 5.398 5.669 5.951
Sebelum rencana transaksi 4.699 5.270 5.398 5.669 5.951
% perubahan 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan
keuntungan bagi pemegang saham Perseroan seperti yang tampak dari
peningkatan laba per saham yang diperoleh yang timbul dari penghematan
beban bunga.
Selain itu, Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah yang signifikan,
karena secara langsung memperbaiki solvabilitas dan menjaga kelangsungan
operasional Perseroan. Tindakan ini tidak hanya mencegah potensi
wanprestasi dan keretakan hubungan dengan vendor strategis, tetapi juga
memperkuat reputasi Perseroan. Komitmen nyata dari pemegang saham
tersebut meningkatkan kepercayaan supplier, kreditor, dan investor,
khususnya saat Perseroan berada dalam tekanan keuangan, sekaligus
mencerminkan dukungan jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha.
f. Berdasarkan analisis sensitivitas maka dapat disimpulkan bahwa jumlah
kepemilikan Perseroan atas ACSET tidak sensitif terhadap perubahan harga
pelaksanaan.
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
18
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi Perseroan sehubungan dengan
rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham
Perseroan untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut
atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta peraturan perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 22
Page 23
20
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk melakukan
penilaian Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Modal Tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu yang Dilakukan oleh PT United Tractors
Tbk melalui Anak Perusahaannya yaitu PT Karya Supra Perkasa pada
PT Acset Indonusa Tbk yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No. LUT/15A/9960/II/2025 tanggal
24 Februari 2025 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0104/NDR-SB/Prop/II/25, tanggal 26 Februari 2025
dari KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui
oleh PT United Tractors Tbk;
• Surat Penunjukan No. LUT/99A/9960/III/2025 tanggal 3 Maret 2025 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 007/NDR-SB/SPK/III/25 tanggal 5 Maret 2025
antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan PT United
Tractors Tbk.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian kewajaran atas rencana transaksi dimaksud, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan di KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR”, “kami”) dengan Izin Penilai
No. B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 24
21
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Website : www.unitedtractors.com
Email : inget@unitedtractors.com
Contact Person : Ibu Inge Teja
Jabatan : Corporate Financial Planning Department Head
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas rencana
transaksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(“PMTHMETD”) yang dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)
melalui anak perusahaannya yaitu PT Karya Supra Perkasa (“KSP”) pada
PT Acset Indonusa Tbk (“ACSET”). Perseroan merupakan induk perusahaan
dari KSP yang merupakan pemegang saham utama di ACSET dengan
kepemilikan sebesar 87,7% dan laporan keuangan ACSET terkonsolidasi ke
dalam laporan keuangan Perseroan.
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Indonesia
Rupiah (“Rp”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Kerugian selama beberapa tahun terakhir menyebabkan posisi ekuitas ACSET
terus mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan kerugian berkelanjutan
yang timbul karena peningkatan biaya penyelesaian atas proyek yang sedang
berjalan, perubahan jadwal penyelesaian proyek dan tantangan di lapangan,
baik teknis seperti perubahan metode kerja, serta non teknis seperti kondisi
cuaca yang mempengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan. Selama beberapa
tahun terakhir, kejadian tersebut telah menyebabkan kondisi ekuitas ACSET
terus menerus mengalami penurunan. Secara umum, ACSET tetap dapat
melangsungkan kegiatan usahanya. Namun, kondisi ekuitas negatif (negative
equity) yang dialami ACSET ini berdampak pada terbatasnya kemampuan
ACSET untuk mendapatkan pembiayaan dari pihak eksternal, khususnya
untuk membiayai proyek baru.
Page 25
22
Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki struktur permodalan,
ACSET mendapat dukungan/komitmen dari Perseroan melalui KSP sebagai
pemegang saham mayoritas ACSET salah satunya melalui tambahan setoran
modal. Komitmen penyertaan modal tersebut direalisasikan melalui rencana
ACSET untuk menerbitkan saham baru (yang berasal dari saham portepel)
melalui PMTHMETD sesuai dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04.19 guna
menjaga keberlangsungan usahanya. Bagi ACSET dengan adanya pelaksanaan
penambahan modal, struktur permodalan akan membaik dan dapat
mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang.
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi perusahaan
terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas
melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat RUPSLB.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.
Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.
Keterangan 31 Desember 2024
Modal kerja bersih (jutaan Rupiah) (420.134)
Total aset (jutaan Rupiah) 2.812.734
Total liabilitas (jutaan Rupiah) 2.953.727
Persentase total liabilitas terhadap total aset 105,01%
Page 26
23
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ditujukan untuk memperkuat
struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan ACSET.
Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan bisnis ACSET.
Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET, maka akan
memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas
keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi
keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna
memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan
fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
pengembangan bisnis Acset, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan
juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
berjalan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dan draf perjanjian
pengambil bagian saham antara Perseroan melalui anak perusahaannya KSP
dan ACSET disepakati bahwa:
• ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk mengambil
bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam rangka PMTHMETD
sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
• Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,- per
lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan KSP adalah
Rp500.000.000.000,-.
Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi tampak
seperti ilustrasi berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pemegang Sebelum Rencana Transaksi Penyesuaian Sesudah Rencana Transaksi
Saham Jumlah Saham Jumlah % Jumlah Saham Jumlah Jumlah Saham Jumlah %
PT Karya
11.115.027.968 1.111.503 87,7% 5.000.000.000 500.000 16.115.027.968 1.611.503 91,2%
Supra Perkasa
Masyarakat 1.560.132.032 156.013 12,3% 1.560.132.032 156.013 8,8%
Jumlah 12.675.160.000 1.267.516 100,0% 5.000.000.000 500.000 17.675.160.000 1.767.516 100,0%
Page 27
24
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana
diatur di dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 namun tidak memenuhi
ketentuan tentang transaksi material sebagaimana diatur di dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha karena nilai Rencana
Transaksi tidak mencapai 20% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024.
Keterangan Jumlah
Nilai Rencana Transaksi (jutaan Rupiah) 500.000
Nilai buku ekuitas per 31 Desember 2024
98.175.173
(jutaan Rupiah)
Persentase nilai Rencana Transaksi terhadap
0,51%
nilai buku ekuitas
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam
POJK No. 42/POJK.04/2020.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal Penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2024;
• Tanggal Laporan Penilaian adalah tanggal 14 Mei 2025.
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun
sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami telah melakukan wawancara dengan
perwakilan Perseroan, KSP, dan ACSET yang mewakili aspek komersial,
teknikal, legal, dan finansial.
Page 28
25
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draf perjanjian pengambil bagian saham antara ACSET dan KSP;
2. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
3. Laporan Keuangan ACSET per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
4. Laporan Keuangan KSP per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC)
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
5. Proyeksi keuangan Perseroan meliputi proyeksi laba rugi, proyeksi posisi
keuangan dan proyeksi arus kas dengan kondisi sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi;
6. Proforma keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 dengan adanya
Rencana Transaksi;
7. Dokumen legal Perseroan, ACSET, dan KSP seperti akta pendirian dan
akta perubahannya, NIB, NPWP, serta dokumen-dokumen penting
lainnya;
8. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economist Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
9. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
10. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Page 29
26
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi dijalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen Perseroan dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan di dalam draf perjanjian pengambil bagian saham
antara ACSET dan KSP yang telah kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan penilaian
sampai dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat
kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
perusahaan yang berkelanjutan usahanya dimasa mendatang dan dikelola
oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari manajemen Perseroan
sehubungan dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat
dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan penilaian adalah relevan, benar dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku
umum dan disampaikan dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi
dari manajemen Perseroan, namun kami tidak melakukan pengecekan
terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana Perseroan melakukan kegiatan bisnisnya;
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus Perseroan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perseroan di
dalam menjalankan bisnisnya;
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh Perseroan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di mana Perseroan menjalankan bisnisnya.
Page 30
27 Kondisi pembatas: 1. Laporan penilaian bersifat non-disclaimer opinion; 2. Laporan penilaian dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan/atau dikutip untuk tujuan lain; 3. Laporan penilaian terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan; 4. Pendapat kewajaran yang dicantumkan dalam laporan penilaian serta setiap hasil analisis dalam laporan penilaian yang merupakan bagian dari objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian. Pendapat kewajaran dan hasil analisis yang digunakan dalam laporan penilaian tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan; 5. Informasi yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan kepada kami, seperti yang disebutkan di dalam laporan penilaian, dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Perseroan; 6. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang diberikan oleh manajemen Perseroan. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan penilaian telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian; 7. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan; 8. Kami bertanggung jawab atas laporan penilaian dan opini kewajaran;
Page 31
28
9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan penilaian (subsequent events);
10. Laporan Penilaian dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini dan
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
I.15 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (“KEPI & SPI edisi VII-2018”), serta
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
1.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis transaksi;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis atas kewajaran nilai transaksi;
• Analisis atas faktor lain yang relevan.
Page 32
29
I.17 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
31 Desember 2024, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
yang tidak mempengaruhi hasil penilaian, yaitu:
1. Berdasarkan dokumen Keterbukaan Informasi No. 024/AI-HO/CRSL/IV/25
tanggal 23 April 2025, ACSET memperoleh pinjaman sebesar Rp1 triliun
dari Perseroan melalui KSP pada tanggal 21 April 2025. Pinjaman
diberikan dengan bunga mengacu pada JIBOR ditambah 1,03% per tahun
dan akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional
perusahaan. Selain itu, ACSET hanya dapat mencairkan dana pinjaman
tersebut dalam rentang waktu 21 April 2025 – 20 April 2030;
2. Berdasarkan dokumen Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan 2025, Perseroan telah melakukan perubahan
susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana dituangkan dalam Akta
No. 133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat pemberitahuan
penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-
0238092, sehingga Susunan Direksi dan Dewan Komisaris menjadi sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Page 33
30 3. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 tentang Perubahan Anggaran Dasar yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya Nomor AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 14 Mei 2024; 4. Berdasarkan dokumen Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2025 ACSET, ACSET telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 4 tanggal 2 Mei 2025 yang dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehingga Susunan Direksi dan Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut: Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Komisaris : Iwan Hadiantoro Komisaris : Vilihati Surya Komisaris : Putut Eko Bayuseno Komisaris Independen : Buntoro Muljono Komisaris Independen : Lindawati Gani Direksi Presiden Direktur : Idot Supriadi Direktur : David Widjaja Direktur : Soeharsono Tjatur Nugroho Direktur : Tjatur Haripriambodo Direktur : Hasnanto Wahyudi
Page 34
31
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Rencana Transaksi
II.1.1 Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
• KSP sebagai pihak yang melakukan pembayaran atas Rencana Transaksi;
• ACSET sebagai pihak penerima pembayaran atas Rencana Transaksi.
Perseroan merupakan induk perusahaan dari KSP yang merupakan pemegang
saham utama di ACSET.
II.1.2 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Pihak Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.
Berdasarkan daftar pemegang saham tertanggal 31 Desember 2024, susunan
pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829
Masyarakat 1.412.491.778 37,87% 353.123
Jumlah saham beredar 3.631.809.136 97,36% 907.952
Saham tresuri 98.326.000 2,64% 24.582
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534
Susunan manajemen Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Page 35
32
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 dan
tidak ada perubahan susunan pemegang saham Perseroan.
Uraian Singkat PT Karya Supra Perkasa
Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 3 November 2023 yang telah mendapatkan
penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.03-0139965 tertanggal 9
November 2023, susunan pemegang saham KSP per 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
PT United Tractors Tbk 3.825.900 99,97% 3.825.900
PT United Tractors Pandu
1.000 0,03% 1.000
Engineering
Jumlah 3.826.900 100,00% 3.826.900
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 117 tanggal
21 Mei 2024, yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0209821 tanggal 4 Juni 2024, susunan Dewan
Komisaris dan Direksi KSP per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direksi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Pada saat laporan ini dikeluarkan, tidak terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi KSP serta perubahan susunan pemegang saham dari
KSP.
Page 36
33
Uraian Singkat PT Acset Indonusa Tbk
Berdasarkan daftar pemegang saham tertanggal 31 Desember 2024, susunan
pemegang saham ACSET per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
PT Karya Supra Perkasa 11.115.027.968 87,69% 1.111.503
Masyarakat 1.560.132.032 12,31% 156.013
Jumlah 12.675.160.000 100,00% 1.267.516
Susunan manajemen ACSET per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Vilihati Surya
Komisaris Independen : Buntoro Muljono
Komisaris Independen : Wiltarsa Halim
Direksi
Presiden Direktur : Idot Supriadi
Direktur : David Widjaja
Direktur : Soeharsono Tjatur Nugroho
Direktur : Tjatur Haripriambodo
Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi ACSET seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 dan
tidak ada perubahan susunan pemegang saham ACSET pada tanggal laporan
ini diterbitkan.
II.1.3 Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan, KSP dan ACSET
serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan
kepemilikan dan hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang
bertransaksi adalah sebagai berikut:
Hubungan Kepemilikan
KSP dan ACSET merupakan perusahaan terkendali dari Perseroan dimana KSP
merupakan perusahaan yang 100% dimiliki oleh Perseroan secara langsung
dan tidak langsung dan ACSET adalah perusahaan yang dimiliki oleh KSP
dengan kepemilikan 87,7%.
Page 37
34
Hubungan Kepengurusan
(per 31 Desember 2024)
Susunan
Perseroan KSP ACSET
Manajemen
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro - Franciscus Xaverius Laksana
Kesuma
Wakil Presiden Rudy - -
Komisaris
Komisaris Chiew Sin Cheok Franciscus Xaverius Iwan Hadiantoro
Laksana Kesuma
Komisaris Djoko Pranoto Santoso - Vilihati Surya
Komisaris Benjamin Herrenden Birks - -
Komisaris Paulus Bambang - Buntoro Muljono
independen Widjanarko
Komisaris Nanan Soekarna - Wiltarsa Halim
independen
Komisaris Bruce Malcolm Cox - -
independen
Direksi
Presiden Direktur Franciscus Xaverius - Idot Supriadi
Laksana Kesuma
Direktur Loudy Irwanto Ellias Iwan Hadiantoro David Widjaja
Direktur Iwan Hadiantoro - Soeharsono Tjatur Nugroho
Direktur Idot Supriadi - Tjatur Haripriambodo
Direktur Edhie Sarwono - -
Direktur Widjaja Kartika - -
Direktur Vilihati Surya - -
• Bapak IR. FXL. Kesuma M,Sc menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan
dan menjabat sebagai Komisaris di KSP serta Presiden Komisaris di ACSET
per 31 Desember 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
• Bapak Idot Supriadi menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan menjabat
sebagai Presiden Direktur di ACSET per 31 Desember 2024 hingga tanggal
laporan ini diterbitkan;
Page 38
35
• Bapak Iwan Hadiantoro menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
menjabat sebagai Direktur di KSP serta Komisaris di ACSET per
31 Desember 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
• Ibu Vilihati Surya menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan menjabat
sebagai Komisaris di ACSET per 31 Desember 2024 hingga tanggal laporan
ini diterbitkan.
II.1.4 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ditujukan untuk memperkuat
struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan ACSET.
Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan bisnis ACSET.
Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET, maka akan
memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas
keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi
keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna
memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan
fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
pengembangan bisnis Acset, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan
juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
berjalan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dan draf perjanjian
pengambil bagian saham antara Perseroan melalui anak perusahaannya KSP
dan ACSET disepakati bahwa:
• ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk mengambil
bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam rangka PMTHMETD
sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
• Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,- per
lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan KSP adalah
Rp500.000.000.000,-.
Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi tampak
seperti ilustrasi berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pemegang Sebelum Rencana Transaksi Penyesuaian Sesudah Rencana Transaksi
Saham Jumlah Saham Jumlah % Jumlah Saham Jumlah Jumlah Saham Jumlah %
PT Karya Supra
11.115.027.968 1.111.503 87,7% 5.000.000.000 500.000 16.115.027.968 1.611.503 91,2%
Perkasa
Masyarakat 1.560.132.032 156.013 12,3% 1.560.132.032 156.013 8,8%
Jumlah 12.675.160.000 1.267.516 100,0% 5.000.000.000 500.000 17.675.160.000 1.767.516 100,0%
Page 39
36
II.1.5 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur permodalan
ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki posisi keuangan
dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya dapat memberikan dividen
pada Perseroan;
• Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
operasional dengan lebih baik;
• Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara konsolidasian
karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain untuk membiayai modal
kerjanya.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan, akan menanggung porsi kerugian yang lebih tinggi apabila
ACSET masih mengalami kerugian;
• Bagi Perseroan, akan menanggung risiko apabila ACSET tidak mencapai
performa keuangan yang diharapkan yang menyebabkan tidak
memperoleh dividen dengan jumlah yang diharapkan.
Page 40
37
II.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.2.1 Riwayat Singkat Dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No.
31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang mengubah nama Perseroan
menjadi PT United Tractors.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Perubahan Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan
tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam akta
No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn, notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan perubahan
Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-
0028206.AH.01.02.tahun 2022.
Perseroan telah melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 7 Mei 2024
No.AHU-AH.01.09-0187465 tahun 2024. Pada saat laporan ini dikeluarkan,
terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan seperti
yang dinyatakan dalam bab 1.17.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak meliputi penjualan
dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual; penambangan dan
kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan
komponen mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973 dan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Page 41
38 Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Karya Supra Perkasa KSP didirikan di Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2014 berdasarkan Akta pendirian No. 1 di hadapan Notaris Ny. Mardiana, S.H., Sp.N., Notaris di Kabupaten Lebak. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU 28200.40.10.2014 tanggal 7 Oktober 2014 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 103, Tambahan No. 58910. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan modal ditempatkan dan disetor perusahaan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 24 tanggal 3 November 2023 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 9 November 2023 No. AHU- AH.01.03 0139965. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris KSP terakhir adalah sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 117 tanggal 21 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan perubahan data perusahaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Juni 2024 No. AHU AH.01.09-0209821. Ruang lingkup kegiatan utama KSP dan entitas anak (secara bersamaan disebut Grup dalam bidang pembangunan, jasa dan perdagangan. KSP tidak mempunyai aktivitas operasional lain selain menjadi pemegang saham mayoritas dari PT Acset Indonusa Tbk. KSP berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pemegang saham utama KSP adalah PT United Tractors Tbk, yang merupakan entitas anak dari PT Astra International Tbk, keduanya didirikan dan berdomisili di Republik Indonesia.
Page 42
39
PT Acset Indonusa Tbk
ACSET didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H.,
No. 2 tanggal 10 Januari 1995, Notaris di Bekasi. Akta Pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2-3640.HT.01.01.TH’95 tanggal 22 Maret 1995 serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 22 September 1995,
Tambahan No. 7928.
Anggaran Dasar ACSET telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Perubahan terakhir sebagaimana termaktub dalam Akta Perubahan Anggaran
Dasar PT Acset Indonusa Tbk Nomor 85 tanggal 19 April 2024, yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria SH., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya Nomor AHU-
0089770.AH.01.11. Tahun 2024 tanggal 8 Mei 2024. Pada saat laporan ini
dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi ACSET
seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan, maksud dan tujuan ACSET
ialah berusaha dalam bidang jasa pelaksana konstruksi. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, ACSET menjalankan kegiatan usaha termasuk
namun tidak terbatas pada konstruksi gedung, konstruksi jalan raya,
pemasangan pondasi dan tiang pancang dan lain-lain.
ACSET memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1995. ACSET
berdomisili di Jl. Majapahit No. 26, Jakarta. Entitas induk langsung ACSET
adalah PT Karya Supra Perkasa, yang merupakan entitas anak PT United
Tractors Tbk, keduanya didirikan dan berdomisili di Indonesia.
II.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Perekonomian Global dan Domestik
Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan
risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan
perdagangan di Amerika Serikat (AS) melalui kenaikan tarif impor,
komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko
peningkatan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan ini yang disertai
dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak negara mengakibatkan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1% dari
sebesar 3,2% pada 2024. Inflasi dunia meningkat dibandingkan prakiraan
sebelumnya dipengaruhi oleh gangguan rantai suplai. Di AS, penurunan Fed
Funds Rate (FFR) diprakirakan lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi
tersebut.
Page 43
40 Sementara itu, kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun jangka panjang. Penguatan mata uang dolar AS secara luas terus berlanjut disertai berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS. Hal ini meningkatkan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia dan menahan aliran masuk modal asing ke negara berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatifnya terhadap perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024 ditopang oleh penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi swasta didukung insentif dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap tumbuh didorong oleh keyakinan konsumen yang terjaga serta dampak positif pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah. Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada akhir tahun. Sementara itu, ekspor nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi global yang belum kuat. Secara sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat menjadi 4,8–5,6% pada 2025. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun sisi penawaran. Oleh karena itu, Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural Pemerintah perlu terus diperkuat untuk mendorong sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat deflasi 0,32% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan pengaruh base effect harga pangan.
Page 44
41
Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar daerah juga terkendali dalam
kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi
IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga
seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik,
imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai
tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya
digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter
guna menjaga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.
Berikut merupakan data Economist Intelligence Unit per 25 Oktober 2024
terkait prospek Indonesia adalah:
2025 2026 2027 2028 2029
GDP 5,10% 5,00% 5,10% 5,20% 5,10%
Consumer price inflation (av) 2,50% 3,00% 3,10% 3,10% 3,00%
Industri Batu Bara
Memasuki tahun 2024, harga batu bara menunjukkan fluktuasi dengan tren
menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Mei 2024, HBA ditetapkan
sebesar USD 114,06 per ton, mengalami penurunan sekitar 5,83% dari April
2024 yang sebesar USD 121,13 per ton. Penurunan ini disebabkan oleh
tingginya produksi batu bara di Tiongkok yang meningkatkan pasokan global,
serta lemahnya permintaan akibat perlambatan ekonomi global.
Meskipun demikian, pada September 2024, HBA mengalami kenaikan menjadi
USD 125,15 per ton, naik dari USD 115,29 per ton pada Agustus 2024.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan impor batu bara termal
dari India, yang melonjak hingga 75% dari tahun sebelumnya, mencapai 17,69
juta ton.
Namun, secara keseluruhan, harga batu bara pada tahun 2024 mengalami
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata harga batu bara
Newcastle diproyeksikan turun menjadi USD 135,7 per ton pada 2024,
dibandingkan dengan USD 177,1 per ton pada 2023. Penurunan ini
dipengaruhi oleh peningkatan produksi domestik di Tiongkok dan India, serta
melimpahnya pasokan global.
Page 45
42 Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) memproyeksikan bahwa harga batu bara pada semester II 2024 akan diperdagangkan pada kisaran rata-rata USD 135 per ton, dengan harga puncak mencapai USD 140 dan harga terendah USD 130 per ton. Faktor-faktor utama yang memengaruhi harga batu bara pada periode ini meliputi permintaan dari negara-negara importir utama, kebijakan energi global, serta dinamika pasokan dan permintaan di pasar internasional. Industri Alat Berat Pada tahun 2024, industri alat berat di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, yang berdampak pada penurunan penjualan dan produksi. Menurut data dari Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), penjualan alat berat nasional sepanjang Januari hingga Desember 2024 tercatat sebesar 14.994 unit, mengalami penurunan 5,24% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15.823 unit. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 8/2024 yang mengatur larangan dan pembatasan (lartas) impor, menyebabkan keterbatasan pasokan alat berat tertentu di dalam negeri. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya produksi alat berat lokal, seperti ekskavator merek Pindad yang hanya tersedia untuk kelas 20 ton. Kedua, situasi politik dalam negeri, termasuk pemilihan umum, membuat pelaku industri menerapkan pendekatan "wait and see" sebelum melakukan investasi besar, termasuk pembelian alat berat. Selain itu, penerapan Pajak Alat Berat (PAB) dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025 juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, karena dapat meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Meskipun demikian, sektor konstruksi, pertanian, dan pertambangan tetap menjadi pendorong utama permintaan alat berat. PAABI mencatat bahwa sebagian besar penjualan alat berat pada 2024 tertuju ke sektor konstruksi sebanyak 5.371 unit, diikuti oleh sektor agrikultur sebanyak 3.904 unit, dan pertambangan sebanyak 3.568 unit. Untuk mengatasi tantangan ini, PAABI mendorong pemerintah untuk memberikan kelonggaran dalam kebijakan impor komponen alat berat yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, serta mempercepat sosialisasi terkait PAB dan PPN agar pelaku industri dapat menyesuaikan strategi bisnis mereka secara efektif.
Page 46
43 Industri Konstruksi Pertumbuhan perekonomian di Indonesia yang stabil diatas 5% selama 3 tahun berturut-turut menunjukan industri konstruksi di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan terus berkembang pesat, dimana sektor konstruksi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap PDB, dilihat dari persentase sektor konstruksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 10,43% pada triwulan IV tahun 2024 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Salah satu pendorong utama pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia pada tahun 2025 adalah komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Program besar seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jalur kereta api untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Proyek-proyek ini akan memberikan peluang besar bagi perusahaan konstruksi untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Skema Public-Private Partnership (PPP) atau di Indonesia dikenal sebagai Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menjadi jalan bagi perusahaan konstruksi swasta untuk mendapatkan peranan dalam menyediakan pendanaan, membangun, dan mengelola infrastruktur, serta bertanggung jawab atas pengembalian investasi dan keberlanjutan pada sektor-sektor strategis. Jumlah populasi Indonesia yang mencapai 281 juta jiwa di tahun 2024 dan laju pertumbuhan Populasi Indonesia di tahun mencapai 1,11% memiliki faktor yang kuat dengan industri konstruksi, semakin besar populasi suatu daerah maka semakin besar pula kebutuhan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan industri konstruksi. Permintaan akan perumahan dan fasilitas umum yang semakin meningkat dapat menghadirkan peluang signifikan untuk proyek konstruksi. Tantangan utama pada industri konstruksi adalah kenaikan harga biaya material dan logistik. Harga bahan baku seperti semen, baja, dan aspal mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh ketidakstabilan pasar global dan inflasi. Biaya material yang tinggi dapat membatasi kemampuan perusahaan konstruksi untuk menyelesaikan proyek sesuai anggaran yang telah ditetapkan. Masalah rantai pasok global juga menjadi tantangan, terutama dalam hal pengadaan material impor. Gangguan logistik yang disebabkan oleh pandemi, konflik geopolitik, atau kebijakan perdagangan internasional sering kali menyebabkan keterlambatan pengiriman bahan baku ke lokasi proyek. Di tahun 2025, ada peluang untuk peningkatan kinerja bagi perusahaan sektor konstruksi dengan penambahan kontrak-kontrak strategis dari pemerintah dan kemungkinan terjadinya penurunan tingkat suku bunga acuan.
Page 47
44
Revenue Net Income Revenue EAT
No. Company Name Ticker Currency
31/Dec/24 31/Dec/23 31/Dec/24 31/Dec/23 Growth Growth
1 PT PP (Persero) Tbk. PTPP IDR mio 19.812.143 18.464.215 129.438 127.090 7,30% 1,85%
2 PT Adhi Karya (Persero) Tbk. ADHI IDR mio 13.351.717 20.072.993 281.148 289.883 -33,48% -3,01%
3 PT Waskita Karya (Persero) Tbk. WSKT IDR mio 10.705.155 10.954.693 (3.913.601) (4.018.265) -2,28% -2,60%
4 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. WIKA IDR mio 19.242.727 22.530.356 (2.593.029) (7.898.935) -14,59% -67,17%
5 PT Total Bangun Persada Tbk. TOTL IDR mio 3.087.654 3.027.183 265.506 172.705 2,00% 53,73%
6 PT Bukaka Teknik Utama Tbk. BUKK IDR mio 3.646.418 5.128.345 521.445 711.021 -28,90% -26,66%
7 PT Jaya Konstruksi M anggala Pratama Tbk. JKON IDR mio 3.875.321 4.548.755 189.090 241.815 -14,80% -21,80%
8 PT Surya Semesta Internusa Tbk. SSIA IDR mio 6.251.910 4.537.654 448.549 231.546 37,78% 93,72%
Perusahaan sektor konstruksi milik pemerintah PT Pembangunan Perumahan
mencatatkan pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp 19,8 Trilliun, naik 7,3%
secara tahunan dari tahun 2023. Laba periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 129,4
Milliar naik 1,85% dari tahun 2023. PT Adhi Karya mencatakan pendapatan di
tahun 2024 sebesar Rp 13,35 Trilliun, turun 33% secara tahunan dari tahun
2023 sebesar Rp 20,1 Trilliun. Laba bersih turun 3,01% dari tahun 2024
sebesar Rp 281,1 Milliar dan tahun 2023 sebesar Rp 289,9 Milliar. Sementara
untuk Perusahaan sektor Konstruksi swasta PT Total Bangun Persada Tbk
mencatatkan pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp 3,1 Triliun, naik 2% secara
tahunan dan laba bersih naik 53,73% dari Rp 265 Miliar di tahun 2024 dan Rp
172,7 Milliar di tahun 2023. PT Surya Semesta Internusa Tbk mencatatkan
pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp 6,3 Triliun, naik 37.78% secara tahunan
dan laba bersih Rp 448,6 Miliar di tahun 2024 dan Rp 231,6 Miliar di tahun
2023 naik mencapai 93,72%. Secara keseluruhan perusahaan sektor memiliki
peluang dan tantangan, dengan strategi yang tepat sasaran dan identifikasi
area penghematan potensial untuk mengurangi resiko fluktuasi bahan baku,
sektor konstruksi memiliki potensi pertumbuhan positif dan berkelanjutan.
II.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Sepanjang 2024, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp134,4
triliun, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, laba
bersih turun 5% menjadi Rp19,5 triliun, mencerminkan dampak langsung dari
penurunan harga batu bara yang menjadi tantangan utama lini bisnis
pertambangan. Meskipun demikian, total aset Perseroan meningkat 10%
menjadi Rp169,5 triliun, sedangkan ekuitas naik 17% menjadi Rp98,2 triliun.
Penurunan marjin laba kotor dari 27,8% ke 25,2% dan laba bersih dari 16,0%
ke 14,5% menandai perlunya efisiensi dan inovasi untuk menjaga
profitabilitas ke depan.
Page 48
45
Dari sisi segmen usaha, jasa kontraktor penambangan menyumbang
pendapatan terbesar, mencapai Rp58 triliun (naik 8%), diikuti oleh mesin
konstruksi sebesar Rp37,3 triliun (naik 2%) dan pertambangan batu bara
sebesar Rp26 triliun (naik 15%).
Sorotan tahun ini datang dari lini bisnis emas dan mineral, yang mencatat
lonjakan pendapatan hingga 90%, mencapai Rp9,9 triliun. Lonjakan ini
mengindikasikan efektivitas strategi diversifikasi Perseroan dalam
mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan memperluas portofolio
ke sektor yang lebih resilien.
II.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Kerugian selama beberapa tahun terakhir menyebabkan posisi ekuitas ACSET
terus mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan kerugian berkelanjutan
yang timbul karena peningkatan biaya penyelesaian atas proyek yang sedang
berjalan, perubahan jadwal penyelesaian proyek dan tantangan di lapangan,
baik teknis seperti perubahan metode kerja, serta non teknis seperti kondisi
cuaca yang mempengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan. Selama beberapa
tahun terakhir, kejadian tersebut telah menyebabkan kondisi ekuitas ACSET
terus menerus mengalami penurunan. Secara umum, ACSET tetap dapat
melangsungkan kegiatan usahanya. Namun, kondisi ekuitas negatif (negative
equity) yang dialami ACSET ini berdampak pada terbatasnya kemampuan
ACSET untuk mendapatkan pembiayaan dari pihak eksternal, khususnya
untuk membiayai proyek baru.
Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki struktur permodalan,
ACSET mendapat dukungan/komitmen dari Perseroan melalui KSP sebagai
pemegang saham mayoritas ACSET salah satunya melalui tambahan setoran
modal. Komitmen penyertaan modal tersebut direalisasikan melalui rencana
ACSET untuk menerbitkan saham baru (yang berasal dari saham portepel)
melalui PMTHMETD sesuai dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04.19 guna
menjaga keberlangsungan usahanya. Bagi ACSET dengan adanya pelaksanaan
penambahan modal, struktur permodalan akan membaik dan dapat
mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang.
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi perusahaan
terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas
melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat RUPSLB.
Page 49
46
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.
Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.
Keterangan 31 Desember 2024
Modal kerja bersih (jutaan Rupiah) (420.134)
Total aset (jutaan Rupiah) 2.812.734
Total liabilitas (jutaan Rupiah) 2.953.727
Persentase total liabilitas terhadap total aset 105,01%
II.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan, Rencana Transaksi meningkatkan kepemilikan Perseroan
atas ACSET dari semula 87,7% menjadi 91,2%;
• Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur permodalan
ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki posisi keuangan
dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya dapat memberikan dividen
pada Perseroan;
• Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
operasional dengan lebih baik;
• Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara konsolidasian
karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain untuk membiayai modal
kerjanya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan melalui KSP mungkin akan kehilangan kesempatan untuk
memanfaatkan dana yang digunakan untuk Rencana Transaksi untuk
investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang lebih
menguntungkan.
Page 50
47
II.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.3.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per 31 Desember
2019 sampai dengan per 31 Desember 2024 yang kami peroleh dari
manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
31 Dec 19 31 Dec 20 31 Dec 21 31 Dec 22 31 Dec 23 31 Dec 24
Aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105 69.979.284
Aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.086.798 99.501.334
Total aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 153.753.903 169.480.618
Liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299 45.302.555
Liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.673.962 26.002.890
Total liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.712.261 71.305.445
Total ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.041.642 98.175.173
Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
Compound Annual Growth Rate (“CAGR”), sebesar 10,32% atau naik dari
Rp111.713.375 juta pada 31 Desember 2019 menjadi Rp169.480.618 juta
pada 31 Desember 2024. Peningkatan jumlah aset terutama berasal dari
peningkatan jumlah aset tetap dan investasi pada entitas asosiasi & ventura
bersama.
Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 7,10% atau naik dari Rp50.603.301 juta pada 31 Desember
2019 menjadi Rp71.305.445 juta pada 31 Desember 2024. Peningkatan
jumlah liabilitas terutama berasal dari peningkatan jumlah pinjaman bank
jangka panjang.
Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 9,95% atau naik dari Rp61.110.074 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp98.175.173 juta pada 31 Desember 2024.
Peningkatan jumlah ekuitas terutama berasal dari peningkatan jumlah laba
ditahan.
Page 51
48
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
31 Dec 19 31 Dec 20 31 Dec 21 31 Dec 22 31 Dec 23 31 Dec 24
Pendapatan 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264 134.426.998
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027) (100.595.438)
Laba kotor 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237 33.831.560
Beban usaha (4.625.642) (4.695.316) (4.789.346) (5.625.972) (6.063.094) (6.650.030)
Laba usaha 16.605.011 8.293.977 14.875.615 29.132.716 29.723.143 27.181.530
Penghasilan / (beban)
188.560 (824.035) (980.291) (560.803) (885.424) (421.430)
lain-lain, bersih
Penghasilan / (beban)
(1.717.053) (781.394) 117.818 238.213 (752.417) (1.500.425)
keuangan, bersih
Bagian atas laba bersih
entitas asosiasi & ventura 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038 637.377
bersama
Laba sebelum pajak
15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340 25.897.052
penghasilan
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244) (5.778.523)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096 20.118.529
Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 9,75% atau naik dari Rp84.430.478 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp134.426.998 juta pada 31 Desember 2024.
Peningkatan jumlah pendapatan terutama berasal dari peningkatan key
operational indicators Perseroan seperti coal production & OB removal, coal
sales, penjualan produk Komatsu dan penjualan emas serta akibat pengaruh
kondisi ekonomi global yang berdampak kepada peningkatan harga batubara,
emas dan nikel.
Jumlah beban pokok pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan
tahun 2023 mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan
menggunakan indikator CAGR, sebesar 9,74% atau naik dari Rp63.199.825
juta pada 31 Desember 2019 menjadi Rp100.595.438 juta pada 31 Desember
2024. Peningkatan jumlah beban pokok pendapatan sejalan dengan
meningkatnya jumlah pendapatan.
Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 9,77% atau naik dari Rp21.230.653 juta pada 31 Desember
2019 menjadi Rp33.831.560 juta pada 31 Desember 2024.
Page 52
49
Jumlah beban usaha sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator CAGR,
sebesar 7,53% atau naik dari Rp4.625.642 juta pada 31 Desember 2019
menjadi Rp6.650.030 juta pada 31 Desember 2024. Peningkatan jumlah
beban usaha sejalan dengan meningkatnya aktivitas operasional.
Jumlah laba usaha Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 10,36% atau naik dari Rp16.605.011 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp27.181.530 juta pada 31 Desember 2024.
Peningkatan jumlah beban usaha sejalan dengan meningkatnya aktivitas
operasional.
Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2024 mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan
indikator CAGR, sebesar 12,56% atau naik dari Rp11.134.641 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp20.118.529 juta pada 31 Desember 2024.
Secara keseluruhan, semua indikator termasuk pendapatan, laba sebelum
pajak penghasilan, dan laba tahun berjalan menunjukkan peningkatan dari
tahun 2019 sampai 2024.
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
31 Dec 19 31 Dec 20 31 Dec 21 31 Dec 22 31 Dec 23 31 Dec 24
Arus kas bersih yang
diperoleh dari 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848 30.044.864
aktivitas operasi
Arus kas bersih yang
digunakan untuk (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773) (14.202.531)
aktivitas investasi
Arus kas bersih yang
digunakan untuk (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036) (9.468.173)
aktivitas pendanaan
Kenaikan /
(penurunan) kas & (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961) 6.374.160
setara kas
Kas & setara kas
13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
pada awal tahun
Dampak perubahan
selisih kurs terhadap (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943) 121.750
kas & setara kas
Kas & setara kas
12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609 25.092.519
pada akhir tahun
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada 2024 adalah
sebesar Rp30.044.864 juta meningkat dari Rp9.435.985 juta pada tahun
2019, terutama disebabkan penerimaan kas yang dihasilkan dari operasi.
Page 53
50
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada 2024 adalah
sebesar Rp14.202.531 juta meningkat dari Rp9.757.541 juta pada tahun
2019, terutama disebabkan peningkatan investasi pada entitas asosiasi dan
perolehan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 2024 adalah
sebesar Rp9.468.173 juta meningkat dari Rp830.690 juta pada tahun 2019,
terutama disebabkan pembayaran dividen.
Posisi kas pada 2024 adalah sebesar Rp25.092.519 juta meningkat dari
Rp12.090.661 juta pada tahun 2019.
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
31 Dec 19 31 Dec 20 31 Dec 21 31 Dec 22 31 Dec 23 31 Dec 24
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,83% 25,17%
Operating profit margin 19,67% 13,74% 18,72% 23,57% 23,12% 20,22%
Net profit margin 13,19% 9,33% 13,35% 18,60% 17,21% 14,97%
Return on equity 18,22% 8,92% 14,77% 25,69% 26,33% 20,49%
Return on assets 9,97% 5,64% 9,42% 16,37% 14,39% 11,87%
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46 1,54
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06 1,17
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43 0,55
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 23,06% 19,77% 12,79% 3,35% 22,26% 19,58%
LTD to equity ratio 17,37% 13,36% 4,15% 1,13% 20,72% 15,91%
Debt to total assets 12,61% 12,51% 8,16% 2,14% 12,17% 11,34%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 1,56 pada tahun 2019 menjadi 1,54
pada tahun 2024. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,22 pada tahun
2019 menjadi 1,17 pada tahun 2024. Rasio kas mengalami peningkatan dari
0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,55 pada tahun 2024.
Perseroan mempertahankan likuiditas yang sehat secara konsisten dan
memiliki jumlah aset lancar yang memadai untuk memenuhi liabilitas jangka
pendek sepanjang tahun. Tingkat likuiditas Perseroan terlihat dari rasio
lancar yang berada di atas 1 sejak tahun 2019 sampai dengan 2024.
Page 54
51
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 23,06% pada tahun 2019
menjadi 19,58% pada tahun 2024. Long term debt to equity ratio mengalami
penurunan dari 17,37% pada tahun 2019 menjadi 15,91% pada tahun 2024.
Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 12,61% pada tahun 2019
menjadi 11,34% pada tahun 2024.
Sejak tahun 2019 sampai dengan 2022 porsi kewajiban keuangan Perseroan
mengalami penurunan sejalan dengan jumlah ketersediaan kas yang cukup.
Namun sejak tahun 2023 dengan meningkatnya kebutuhan belanja modal dan
investasi, Perseroan mempertimbangkan alternatif lain berupa pinjaman
bank untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti terlihat pada debt to equity
ratio di tahun 2023 menjadi sebesar 22,46% meningkat dari tahun
sebelumnya yang hanya sebesar 3,35%.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin relatif stabil sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
yaitu dikisaran 21 s/d 28%. Operating profit margin mengalami peningkatan
pada tahun 2022 sejalan dengan peningkatan pendapatan pada tahun
tersebut dan sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2024, mencatat margin
yang relatif stabil dikisaran 20 s/d 23%. Net profit margin mengalami
peningkatan pada tahun 2022 dan sejak tahun 2022 sampai dengan 2024
mencatatkan margin yang relatif stabil dikisaran 15 s/d 18%.
Return on equity mengalami peningkatan pada tahun 2022 dan sejak tahun
2022 sampai dengan 2024 relatif stabil dikisaran 20 s/d 26%. Return on assets
mengalami peningkatan pada tahun 2022 dan sejak tahun 2022 sampai
dengan 2024 relatif stabil dikisaran 12 s/d 16%.
II.3.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Pengaruh Rencana Transaksi terhadap performa keuangan pada tanggal
penilaian per 31 Desember 2024 dilakukan dengan asumsi bahwa Perseroan
melalui anak perusahaannya KSP akan melakukan PMTHMETD kepada ACSET
dengan nilai transaksi sebesar Rp500.000.000.000,-, yang akan digunakan
untuk memperkuat struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki
kondisi keuangan ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan
pengembangan bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan
ACSET, maka akan memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek
baru dan fasilitas keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan
perbaikan kondisi keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti
tender guna memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam
mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan
lainnya. Selain dari pengembangan bisnis ACSET, penggunaan dana
Page 55
52
PMTHMETD akan digunakan juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET
sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban jangka pendek ACSET serta
digunakan untuk membiayai kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan
proyek yang sedang berjalan.
Berikut merupakan proforma keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang
kami terima dari manajemen Perseroan:
Proforma Posisi Keuangan Perseroan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah Perubahan
31 Des 24 31 Des 24 %
Aset lancar 69.979.284 0 69.519.284 0,00%
Aset tidak lancar 99.501.334 0 99.501.334 0,00%
Total aset 169.480.618 0 169.020.618 0,00%
Liabilitas jangka pendek 45.302.555 0 44.842.555 0,00%
Liabilitas jangka panjang 26.002.890 0 26.002.890 0,00%
Total liabilitas 71.305.445 0 70.845.445 0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan
92.947.394 0 92.947.394 0,00%
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5.227.779 0 5.227.779 0,00%
Total ekuitas 98.175.173 0 98.175.173 0,00%
Proforma posisi keuangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.
Page 56
53
Proforma Laba Rugi Perseroan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah Perubahan
31 Des 24 31 Des 24 %
Pendapatan 134.426.998 134.426.998 0,00%
Beban pokok pendapatan (100.595.438) (100.595.438) 0,00%
Laba kotor 33.831.560 0 33.831.560 0,00%
Beban usaha (6.650.030) (6.650.030) 0,00%
Laba usaha 27.181.530 0 27.181.530 0,00%
Penghasilan / (beban) lain-lain,
(421.430) (421.430) 0,00%
bersih
Penghasilan / (beban)
(1.500.425) (1.500.425) 0,00%
keuangan, bersih
Bagian atas laba bersih entitas
637.377 637.377 0,00%
asosiasi & ventura bersama
Laba sebelum pajak
25.897.052 0 25.897.052 0,00%
penghasilan
Beban pajak penghasilan (5.778.523) (5.778.523) 0,00%
Laba tahun berjalan 20.118.529 0 20.118.529 0,00%
Proforma laba rugi menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.
Proforma Arus Kas Perseroan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah Perubahan
31 Des 24 31 Des 24 %
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih yang diperoleh
dari / (digunakan untuk) 30.044.864 0 30.044.864 0,00%
aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih yang diperoleh
dari / (digunakan untuk) (14.202.531) 0 (14.202.531) 0,00%
aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas
pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh
dari / (digunakan untuk) (9.468.173) 0 (9.468.173) 0,00%
aktivitas pendanaan
Kenaikan / (penurunan) bersih
6.374.160 0 6.374.160 0,00%
kas & setara kas
Kas & setara kas awal tahun 18.596.609 18.596.609 0,00%
Dampak perubahan selisih kurs
121.750 121.750 0,00%
terhadap kas & setara kas
Kas & setara kas akhir tahun 25.092.519 0 25.092.519 0,00%
Page 57
54
Proforma arus kas menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.
Dampak Rencana Transaksi dari sisi ACSET berdasarkan proforma posisi
keuangan ACSET yang kami peroleh dari manajemen adalah sebagai berikut:
Proforma Posisi Keuangan ACSET
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah Perubahan
31 Des 24 31 Des 24 %
Kas & setara kas 428.058 500.000 928.058 116,81%
Aset lancar 2.491.320 500.000 2.991.320 20,07%
Aset tidak lancar 321.414 0 321.414 0,00%
Total aset 2.812.734 500.000 3.312.734 17,78%
Liabilitas jangka pendek 2.911.454 0 2.911.454 0,00%
Liabilitas jangka panjang 42.273 0 42.273 0,00%
Total liabilitas 2.953.727 0 2.953.727 0,00%
Modal saham 1.267.516 500.000 1.767.516 39,45%
Ekuitas yang dapat diatribusikan
(167.952) 500.000 332.048 -297,70%
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 26.959 0 26.959 0,00%
Total ekuitas (140.993) 500.000 359.007 -354,63%
Proforma posisi keuangan ACSET menunjukkan perbedaan antara sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh penerimaan tambahan modal saham sebesar
Rp500.000.000.000,- yang menyebabkan penambahan kas dan setara kas
yang memberikan dampak positif terhadap modal kerja bersih ACSET dari
sebelumnya negatif menjadi positif.
Berdasarkan informasi proforma keuangan Perseroan per 31 Desember 2024
maka dapat disimpulkan bahwa secara konsolidasi, Rencana Transaksi tidak
mempengaruhi performa keuangan Perseroan karena ACSET merupakan anak
perusahaan KSP yang pencatatan laporan keuangan dikonsolidasikan ke
laporan keuangan Perseroan.
Di sisi lain, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap posisi
keuangan ACSET dimana dengan Rencana Transaksi modal kerja bersih
perusahaan menjadi positif.
Page 58
55
II.3.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan Perseroan di atas, berikut menampilkan
analisis rasio sebelum dan sesudah Rencana Transaksi.
Sebelum Sesudah Perubahan
Analisis Rasio
31 Des 24 31 Des 24 %
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,17% 25,17% 0,00%
Operating profit margin 20,22% 20,22% 0,00%
Net profit margin 14,97% 14,97% 0,00%
Return on equity 20,49% 20,49% 0,00%
Return on assets 11,87% 11,87% 0,00%
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,54 1,54 0,00%
Rasio cepat 1,17 1,17 0,00%
Rasio kas 0,55 0,55 0,00%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 19,58% 19,58% 0,00%
LTD to equity ratio 15,91% 15,91% 0,00%
Debt to total assets 11,34% 11,34% 0,00%
Analisis rasio keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024.
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2024 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2024, diperoleh bahwa rasio keuangan baik rasio likuiditas,
rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas, tidak mengalami perubahan yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.
Namun bagi ACSET, Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas dan
memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang ditunjukkan analisis
rasio berikut:
Sebelum Sesudah Perubahan
Analisis Rasio
31 Des 24 31 Des 24 %
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0,86 1,03 20,07%
Rasio cepat 0,85 1,02 20,26%
Rasio kas 0,15 0,32 116,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio -202,14% 79,39% -139,27%
LTD to equity ratio 0,00% 0,00% 0,00%
Debt to total assets 10,13% 8,60% -15,09%
Page 59
56
II.3.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam penyusunan proyeksi
keuangan adalah sebagai berikut:
• Operasional ACSET diasumsikan sama dalam proyeksi sesudah dan sebelum
Rencana Transaksi;
• Proyeksi sesudah Rencana Transaksi, dana yang diperoleh dari Rencana
Transaksi akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja oleh ACSET;
• Proyeksi sebelum Rencana Transaksi, ACSET akan menggunakan alternatif
pendanaan lain untuk pembiayaan modal kerja sehingga menimbulkan
kewajiban pembayaran bunga.
PROYEKSI LABA RUGI
Perbandingan antara proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi yang kami terima dari manajemen Perseroan adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31 Dec 25 31 Dec 26 31 Dec 27 31 Dec 28 31 Dec 29
Pendapatan
Sesudah rencana transaksi 137.885.529 150.120.065 155.109.965 162.794.597 170.862.753
Sebelum rencana transaksi 137.885.529 150.120.065 155.109.965 162.794.597 170.862.753
% perubahan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba kotor
Sesudah rencana transaksi 33.107.598 37.262.978 38.173.731 40.077.154 42.069.956
Sebelum rencana transaksi 33.107.598 37.262.978 38.173.731 40.077.154 42.069.956
% perubahan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba usaha
Sesudah rencana transaksi 25.855.911 29.940.443 30.501.347 32.025.611 33.619.203
Sebelum rencana transaksi 25.855.911 29.940.443 30.501.347 32.025.611 33.619.203
% perubahan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba tahun berjalan
Sesudah rencana transaksi 18.045.194 20.584.443 21.109.433 22.170.291 23.267.836
Sebelum rencana transaksi 18.034.965 20.584.443 21.109.433 22.170.291 23.267.836
% perubahan 0,06% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa:
• Peningkatan performa ACSET yang disebabkan oleh penerimaan
pendanaan sebesar Rp1 triliun dari Perseroan yang memberikan dorongan
terhadap operasional perusahaan dan menjadi salah satu faktor utama
yang menopang kinerja keuangan yang positif dalam proyeksi Perseroan;
• Tidak ada perubahan hingga laba operasional antara sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi;
• Akibat dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi akan digunakan ACSET
untuk pembiayaan modal kerja, maka dapat menghindari beban bunga
yang timbul dari pembiayaan tersebut;
Page 60
57
• Sesudah Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan akan lebih
baik akibat penghematan beban bunga dari Rencana Transaksi.
PROYEKSI POSISI KEUANGAN
Perbandingan antara proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi yang kami terima dari manajemen Perseroan adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31 Dec 25 31 Dec 26 31 Dec 27 31 Dec 28 31 Dec 29
Aset lancar
Sesudah rencana transaksi 69.125.684 74.711.779 81.085.377 81.801.341 82.948.736
Sebelum rencana transaksi 69.572.114 75.158.209 81.531.807 82.247.771 83.395.166
% perubahan -0,64% -0,59% -0,55% -0,54% -0,54%
Aset tidak lancar
Sesudah rencana transaksi 146.079.099 148.649.690 148.878.988 155.163.833 161.783.665
Sebelum rencana transaksi 146.079.099 148.649.690 148.878.988 155.163.833 161.783.665
% perubahan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas jangka pendek
Sesudah rencana transaksi 45.703.642 43.405.595 43.749.565 44.434.088 45.222.889
Sebelum rencana transaksi 46.163.642 43.865.595 44.209.565 44.894.088 45.682.889
% perubahan -1,00% -1,05% -1,04% -1,02% -1,01%
Liabilitas jangka panjang
Sesudah rencana transaksi 63.364.794 60.537.544 53.678.727 46.668.320 39.657.913
Sebelum rencana transaksi 63.364.794 60.537.544 53.678.727 46.668.320 39.657.913
% perubahan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas
Sesudah rencana transaksi 106.136.346 119.418.330 132.536.073 145.862.766 159.851.599
Sebelum rencana transaksi 106.122.776 119.404.760 132.522.503 145.849.196 159.838.029
% perubahan 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa:
• Jumlah aset dan liabilitas sesudah Rencana Transaksi lebih rendah
dibandingkan sebelum Rencana Transaksi akibat pembiayaan modal kerja
menggunakan dana internal Perseroan. Sementara dalam proyeksi
keuangan sebelum Rencana Transaksi memerlukan sumber pendanaan lain
yang berakibat pada munculnya kewajiban pembayaran bunga.
Dari analisis atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
dimana diasumsikan dalam proyeksi keuangan sebelum ACSET memerlukan
sumber pendanaan lain untuk pembiayaan modal kerja dapat disimpulkan
bahwa performa keuangan Perseroan akan lebih baik yang ditimbulkan dari
penghematan beban bunga.
Page 61
58
II.3.5 Analisis Inkremental
Analisis inkremental dilakukan dengan cara:
• Melihat kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan sebagai akibat dari
Rencana Transaksi;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
rencana dan nilai dari Rencana Transaksi;
• Hal material lainnya.
Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah
Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan menerima
keuntungan yang timbul dari penghematan beban bunga seperti yang
ditampilkan dalam tabel di bawah ini:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31 Dec 24 31 Dec 25 31 Dec 26 31 Dec 27 31 Dec 28
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Sesudah rencana transaksi 17.540.746 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
Sebelum rencana transaksi 17.528.847 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
% perubahan 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Lembar saham Perseroan 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136
Laba per saham
Sesudah rencana transaksi 4.702 5.270 5.398 5.669 5.951
Sebelum rencana transaksi 4.699 5.270 5.398 5.669 5.951
% perubahan 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan
keuntungan bagi pemegang saham Perseroan seperti yang tampak dari
peningkatan laba per saham yang diperoleh yang timbul dari penghematan
beban bunga.
Selain itu, Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah yang
signifikan, karena secara langsung memperbaiki solvabilitas dan menjaga
kelangsungan operasional Perseroan. Tindakan ini tidak hanya mencegah
potensi wanprestasi dan keretakan hubungan dengan vendor strategis, tetapi
juga memperkuat reputasi Perseroan. Komitmen nyata dari pemegang saham
tersebut meningkatkan kepercayaan supplier, kreditor, dan investor,
khususnya saat Perseroan berada dalam tekanan keuangan, sekaligus
mencerminkan dukungan jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha.
Page 62
59 Biaya atau Pendapatan yang Relevan Rencana Transaksi dilakukan dengan Perseroan melalui anak perusahaannya KSP akan melakukan PMTHMETD kepada ACSET dengan nilai transaksi sebesar Rp500.000.000.000,-, yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET, maka akan memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari pengembangan bisnis ACSET, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang berjalan. Bagi ACSET dengan Rencana Transaksi diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan dan dapat mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang. Informasi Non Keuangan yang Relevan Ekuitas yang terus menurun terjadi akibat adanya kerugian berkelanjutan yang timbul karena peningkatan biaya penyelesaian atas proyek yang sedang berjalan, peningkatan biaya keuangan, perubahan jadwal penyelesaian proyek dan tantangan di lapangan, baik teknis seperti perubahan metode kerja, serta non teknis seperti kondisi cuaca yang mempengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan. Selama beberapa tahun terakhir, Kejadian tersebut telah menyebabkan kondisi ekuitas Perseroan terus menerus mengalami penurunan. Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki struktur permodalan, ACSET mendapat dukungan / komitmen dari Perseroan melalui KSP sebagai pemegang saham mayoritas ACSET melalui tambahan setoran modal dan dikombinasikan dengan pemberian pinjaman. Komitmen penyertaan modal tersebut direalisasikan melalui rencana ACSET untuk menerbitkan saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sesuai dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04.19 guna menjaga keberlangsungan usahanya. Bagi ACSET dengan adanya pelaksanaan penambahan modal, struktur permodalan akan membaik dan dapat mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang.
Page 63
60 Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan dalam Menentukan Rencana dan Nilai Rencana Transaksi Saat ini ACSET memiliki kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat serta memperbaiki posisi keuangannya dan hal itu akan diatasi melalui penambahan modal. Sebagai pemegang saham utama dan pengendali ACSET, Perseroan melalui anak perusahaannya KSP telah menyampaikan dukungannya kepada ACSET agar perbaikan posisi keuangan ACSET tersebut dapat dilakukan dalam waktu secepatnya, dengan mengambil bagian dalam penambahan modal yang akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Informasi Material Lainnya Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.
Page 64
61
II.3.6 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan membandingkan selisih kepemilikan
Perseroan terhadap ACSET yang timbul akibat perubahan harga pelaksanaan
per lembar saham. Diasumsikan harga pelaksanaan akan mengalami kenaikan
dan penurunan sebesar 5% dan 10%.
Perhitungan analisis sensitivitas adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Harga Pelaksanaan Jumlah Saham Baru Perseroan (KSP) Selisih
Kondisi
(Rp) yang Diterbitkan % Shares Terhadap Awal
Awal 100 5.000.000.000 91,2%
Naik 5% 105 4.761.904.762 91,1% -0,1%
Naik 10% 110 4.545.454.545 90,9% -0,3%
Turun 5% 95 5.263.157.895 91,3% 0,1%
Turun 10% 90 5.555.555.556 91,4% 0,3%
Dari perhitungan analisis sensitivitas menunjukkan:
• Apabila harga pelaksanaan naik 5%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
atas ACSET menjadi 91,1% atau turun 0,1% dari kepemilikan awal;
• Apabila harga pelaksanaan naik 10%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
atas ACSET menjadi 90,9% atau turun 0,3% dari kepemilikan awal;
• Apabila harga pelaksanaan turun 5%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
atas ACSET menjadi 91,3% atau naik 0,1% dari kepemilikan awal;
• Apabila harga pelaksanaan turun 10%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
atas ACSET menjadi 91,4% atau naik 0,3% dari kepemilikan awal.
Dari analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa jumlah kepemilikan
Perseroan atas ACSET tidak sensitif terhadap perubahan harga pelaksanaan.
Page 65
62
II.4 Analisis atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Tabel di bawah menunjukkan harga penutupan selama 25 hari terakhir
beserta harga pelaksanaan yang dilakukan dalam Rencana Transaksi:
Close Harga Jumlah Lembar UT (KSP)
Hari Tanggal
Price (Rp) Pelaksanaan (Rp) Saham Baru %Shares
1 5-May-25 86 100 5.000.000.000 91,2%
2 2-May-25 86
3 30-Apr-25 83
4 29-Apr-25 84
5 28-Apr-25 84
6 25-Apr-25 84
7 24-Apr-25 78
8 23-Apr-25 73
9 22-Apr-25 72
10 21-Apr-25 71
11 17-Apr-25 71
12 16-Apr-25 71
13 15-Apr-25 70
14 14-Apr-25 70
15 11-Apr-25 69
16 10-Apr-25 69
17 9-Apr-25 64
18 8-Apr-25 71
19 27-Mar-25 78
20 26-Mar-25 86
21 25-Mar-25 76
22 24-Mar-25 77
23 21-Mar-25 78
24 20-Mar-25 79
25 19-Mar-25 80
Rata-rata 76
Berdasarkan penjelasan dari manajemen dan draf perjanjian pengambil
bagian saham antara Perseroan melalui anak perusahaannya KSP dan ACSET
disepakati bahwa:
• ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk mengambil
bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam rangka PMTHMETD
sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
• Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,- per
lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan KSP adalah
Rp500.000.000.000,-.
Page 66
63
Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi tampak
seperti ilustrasi berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pemegang Sebelum Rencana Transaksi Penyesuaian Sesudah Rencana Transaksi
Saham Jumlah Saham Jumlah % Jumlah Saham Jumlah Jumlah Saham Jumlah %
PT Karya Supra
11.115.027.968 1.111.503 87,7% 5.000.000.000 500.000 16.115.027.968 1.611.503 91,2%
Perkasa
Masyarakat 1.560.132.032 156.013 12,3% 1.560.132.032 156.013 8,8%
Jumlah 12.675.160.000 1.267.516 100,0% 5.000.000.000 500.000 17.675.160.000 1.767.516 100,0%
Berdasarkan POJK No. 14/POJK.04/2019 kewajiban memberikan HMETD
dalam penerbitan saham dan/atau efek bersifat ekuitas lainnya tidak berlaku
jika perusahan terbuka melakukan penerbitan saham dan/atau efek bersifat
ekuitas lainnya dalam rangka perbaikan posisi keuangan. Dalam POJK
tersebut perbaikan posisi keuangan diperlukan apabila perusahaan terbuka
memiliki modal kerja bersih negatif dan mempunyai liabilitas melebihi 80%
dari aset perusahaan terbuka. ACSET per 31 Desember 2024 memiliki modal
kerja bersih negatif sebesar Rp420 miliar dan rasio liabilitas terhadap total
aset mencapai 105,01%, sehingga memenuhi ketentuan yang diatur.
Rencana Transaksi akan dilakukan dengan penyetoran modal dalam bentuk
tunai sesuai dengan pasal 9 dalam POJK No. 14/POJK.04/2019 sehingga tidak
memerlukan penilaian. Dengan demikian kewajarannya atas Rencana
Transaksi diukur dengan mengacu kepada peraturan bursa yang berlaku.
Dalam peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-a tentang Pencatatan Saham dan
Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat, lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00101/BEI/12-2021, pasal
V.I.I mengatur bahwa harga pelaksanaan saham tambahan paling sedikit 90%
dari rata-rata harga penutupan saham Perusahaan Tercatat yang
bersangkutan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar
reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan hasil
penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Dengan penentuan harga pelaksanaan sebesar Rp100,- per lembar saham dan
rata-rata harga saham 25 hari terakhir sebesar Rp76,- per lembar saham,
maka dapat disimpulkan bahwa harga pelaksanaan adalah sebesar 130,9%
dari rata-rata harga saham 25 hari terakhir, sehingga sudah memenuhi
ketentuan peraturan BEI di atas.
Page 67
64
II.5 Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi perusahaan
terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas
melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat RUPSLB.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.
Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.
Berdasarkan analisis rasio keuangan atas dasar proforma keuangan ACSET,
diperoleh informasi bahwa Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas
dan memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang ditunjukkan
analisis rasio berikut:
Sebelum Sesudah Perubahan
Analisis Rasio
31 Des 24 31 Des 24 %
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0,86 1,03 20,67%
Rasio cepat 0,85 1,02 20,69%
Rasio kas 0,15 0,19 29,86%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio -202,14% 79,39% -139,27%
LTD to equity ratio 0,00% 0,00% 0,00%
Debt to total assets 10,13% 9,99% -1,40%
Page 68
65
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis Transaksi:
a. Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
o KSP sebagai pihak yang melakukan pembayaran atas Rencana
Transaksi;
o ACSET sebagai pihak penerima pembayaran atas Rencana Transaksi.
Perseroan merupakan induk perusahaan dari KSP yang merupakan
pemegang saham utama di ACSET.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan, KSP, dan
ACSET serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi memiliki hubungan
afiliasi yang disebabkan oleh:
o KSP dan ACSET merupakan perusahaan terkendali dari Perseroan
dimana KSP merupakan perusahaan yang 100% dimiliki oleh
Perseroan secara langsung dan tidak langsung dan ACSET adalah
perusahaan yang dimiliki oleh KSP dengan kepemilikan 87,7%;
o Bapak IR. FXL. Kesuma M,Sc menjabat sebagai Presiden Direktur
Perseroan dan menjabat sebagai Komisaris di KSP serta Presiden
Komisaris di ACSET per 31 Desember 2024 hingga tanggal laporan
ini diterbitkan;
o Bapak Idot Supriadi menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
menjabat sebagai Presiden Direktur di ACSET per 31 Desember 2024
hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
o Bapak Iwan Hadiantoro menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
menjabat sebagai Direktur di KSP serta Komisaris di ACSET per 31
Desember 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
o Ibu Vilihati Surya menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
menjabat sebagai Komisaris di ACSET per 31 Desember 2024 hingga
tanggal laporan ini diterbitkan.
c. Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ditujukan untuk
memperkuat struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki
kondisi keuangan ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan
pendanaan pengembangan bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya
kondisi keuangan ACSET, maka akan memudahkan ACSET untuk
memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas keuangan penunjang
yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi keuangan akan
memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna memperoleh
proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan fasilitas
Page 69
66
pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
pengembangan bisnis Acset, penggunaan dana PMTHMETD akan
digunakan juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian
dari pemenuhan kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan
untuk membiayai kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan
proyek yang sedang berjalan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dan draf
perjanjian pengambil bagian saham antara Perseroan melalui anak
perusahaannya KSP dan ACSET disepakati bahwa:
o ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk
mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam
rangka PMTHMETD sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
o Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,-
per lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan
KSP adalah Rp500.000.000.000,-.
Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi
tampak seperti ilustrasi berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Transaksi Penyesuaian Sesudah Rencana Transaksi
Pemegang
Saham Jumlah
Jumlah Saham Jumlah % Jumlah Jumlah Saham Jumlah %
Saham
PT Karya Supra
11.115.027.968 1.111.503 87,7% 5.000.000.000 500.000 16.115.027.968 1.611.503 91,2%
Perkasa
Masyarakat 1.560.132.032 156.013 12,3% 1.560.132.032 156.013 8,8%
Jumlah 12.675.160.000 1.267.516 100,0% 5.000.000.000 500.000 17.675.160.000 1.767.516 100,0%
d. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
o Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur
permodalan ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki
posisi keuangan dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya
dapat memberikan dividen pada Perseroan;
o Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
operasional dengan lebih baik;
o Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara
konsolidasian karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain
untuk membiayai modal kerjanya.
e. Risiko Rencana Transaksi adalah:
o Bagi Perseroan, akan menanggung porsi kerugian yang lebih tinggi
apabila ACSET masih mengalami kerugian;
Page 70
67
o Bagi Perseroan, akan menanggung risiko apabila ACSET tidak
mencapai performa keuangan yang diharapkan yang menyebabkan
tidak memperoleh dividen dengan jumlah yang diharapkan.
• Analisis Kualitatif:
a. Sepanjang 2024, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar
Rp134,4 triliun, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
demikian, laba bersih turun 5% menjadi Rp19,5 triliun, mencerminkan
dampak langsung dari penurunan harga batu bara yang menjadi
tantangan utama lini bisnis pertambangan. Meskipun demikian, total
aset Perseroan meningkat 10% menjadi Rp169,5 triliun, sedangkan
ekuitas naik 17% menjadi Rp98,2 triliun. Penurunan marjin laba kotor
dari 27,8% ke 25,2% dan laba bersih dari 16,0% ke 14,5% menandai
perlunya efisiensi dan inovasi untuk menjaga profitabilitas ke depan.
Dari sisi segmen usaha, jasa kontraktor penambangan menyumbang
pendapatan terbesar, mencapai Rp58 triliun (naik 8%), diikuti oleh
mesin konstruksi sebesar Rp37,3 triliun (naik 2%) dan pertambangan
batu bara sebesar Rp26 triliun (naik 15%).
Sorotan tahun ini datang dari lini bisnis emas dan mineral, yang
mencatat lonjakan pendapatan hingga 90%, mencapai Rp9,9 triliun.
Lonjakan ini mengindikasikan efektivitas strategi diversifikasi
Perseroan dalam mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan
memperluas portofolio ke sektor yang lebih resilien.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
o Bagi Perseroan, Rencana Transaksi meningkatkan kepemilikan
Perseroan atas ACSET dari semula 87,7% menjadi 91,2%;
o Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur
permodalan ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki
posisi keuangan dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya
dapat memberikan dividen pada Perseroan;
o Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
operasional dengan lebih baik;
o Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara
konsolidasian karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain
untuk membiayai modal kerjanya.
Page 71
68
c. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
o Perseroan melalui KSP mungkin akan kehilangan kesempatan untuk
memanfaatkan dana yang digunakan untuk Rencana Transaksi untuk
investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang lebih
menguntungkan.
• Analisis Kuantitatif:
a. Pengaruh Rencana Transaksi terhadap performa keuangan pada
tanggal penilaian per 31 Desember 2024 dilakukan dengan asumsi
bahwa Perseroan melalui anak perusahaannya KSP akan melakukan
PMTHMETD kepada ACSET dengan nilai transaksi sebesar
Rp500.000.000.000,-, yang akan digunakan untuk memperkuat
struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan
ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan
bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET,
maka akan memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek
baru dan fasilitas keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan
perbaikan kondisi keuangan akan memudahkan ACSET dalam
mengikuti tender guna memperoleh proyek-proyek baru dan
fleksibilitas dalam mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank
maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari pengembangan bisnis
ACSET, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan juga untuk
memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
berjalan.
b. Berdasarkan informasi proforma keuangan Perseroan per 31 Desember
2024 maka dapat disimpulkan bahwa secara konsolidasi, Rencana
Transaksi tidak mempengaruhi performa keuangan Perseroan karena
ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan laporan
keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.
Di sisi lain, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap
posisi keuangan ACSET dimana dengan Rencana Transaksi modal kerja
bersih perusahaan menjadi positif.
c. Analisis rasio pengaruh Rencana Transaksi atas rasio keuangan tidak
terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
per tanggal 31 Desember 2024.
Page 72
69
Namun bagi ACSET, Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas
dan memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang
ditunjukkan analisis rasio berikut:
Sebelum Sesudah Perubahan
Analisis Rasio
31 Des 24 31 Des 24 %
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0,86 1,03 20,07%
Rasio cepat 0,85 1,02 20,26%
Rasio kas 0,15 0,32 116,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio -202,14% 79,39% -139,27%
LTD to equity ratio 0,00% 0,00% 0,00%
Debt to total assets 10,13% 8,60% -15,09%
d. Dari analisis atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi dimana diasumsikan dalam proyeksi keuangan sebelum
ACSET memerlukan sumber pendanaan lain untuk pembiayaan modal
kerja dapat disimpulkan bahwa performa keuangan Perseroan akan
lebih baik yang ditimbulkan dari penghematan beban bunga.
e. Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan menerima
keuntungan yang timbul dari penghematan beban bunga seperti yang
ditampilkan dalam tabel di bawah ini:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31 Dec 24 31 Dec 25 31 Dec 26 31 Dec 27 31 Dec 28
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Sesudah rencana
17.540.746 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
transaksi
Sebelum rencana
17.528.847 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
transaksi
% perubahan 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Lembar saham
3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136 3.730.135.136
Perseroan
Laba per saham
Sesudah rencana
4.702 5.270 5.398 5.669 5.951
transaksi
Sebelum rencana
4.699 5.270 5.398 5.669 5.951
transaksi
% perubahan 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan
memberikan keuntungan bagi pemegang saham Perseroan seperti yang
tampak dari peningkatan laba per saham yang diperoleh yang timbul
dari penghematan beban bunga.
Page 73
70
Selain itu, Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah yang
signifikan, karena secara langsung memperbaiki solvabilitas dan
menjaga kelangsungan operasional Perseroan. Tindakan ini tidak
hanya mencegah potensi wanprestasi dan keretakan hubungan dengan
vendor strategis, tetapi juga memperkuat reputasi Perseroan.
Komitmen nyata dari pemegang saham tersebut meningkatkan
kepercayaan supplier, kreditor, dan investor, khususnya saat
Perseroan berada dalam tekanan keuangan, sekaligus mencerminkan
dukungan jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha.
f. Berdasarkan analisis sensitivitas maka dapat disimpulkan bahwa
jumlah kepemilikan Perseroan atas ACSET tidak sensitif terhadap
perubahan harga pelaksanaan.
• Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi:
Berdasarkan POJK No. 14/POJK.04/2019 kewajiban memberikan HMETD
dalam penerbitan saham dan/atau efek bersifat ekuitas lainnya tidak
berlaku jika perusahan terbuka melakukan penerbitan saham dan/atau
efek bersifat ekuitas lainnya dalam rangka perbaikan posisi keuangan.
Dalam POJK tersebut perbaikan posisi keuangan diperlukan apabila
perusahaan terbuka memiliki modal kerja bersih negatif dan mempunyai
liabilitas melebihi 80% dari aset perusahaan terbuka. ACSET per 31
Desember 2024 memiliki modal kerja bersih negatif sebesar Rp420 miliar
dan rasio liabilitas terhadap total aset mencapai 105,01%, sehingga
memenuhi ketentuan yang diatur.
Rencana Transaksi akan dilakukan dengan penyetoran modal dalam bentuk
tunai sesuai dengan pasal 9 dalam POJK No. 14/POJK.04/2019 sehingga
tidak memerlukan penilaian. Dengan demikian kewajarannya atas
Rencana Transaksi diukur dengan mengacu kepada peraturan bursa yang
berlaku.
Dalam peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-a tentang Pencatatan Saham
dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat, lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00101/BEI/12-2021,
pasal V.I.I mengatur bahwa harga pelaksanaan saham tambahan paling
sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perusahaan Tercatat
yang bersangkutan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di
pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan
hasil penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Page 74
71
Dengan penentuan harga pelaksanaan sebesar Rp100,- per lembar saham
dan rata-rata harga saham 25 hari terakhir sebesar Rp76,- per lembar
saham, maka dapat disimpulkan bahwa harga pelaksanaan adalah sebesar
130,9% dari rata-rata harga saham 25 hari terakhir, sehingga sudah
memenuhi ketentuan peraturan BEI di atas.
• Analisis atas Faktor Lain yang Relevan:
Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi
perusahaan terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki
liabilitas melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat
RUPSLB.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
wajar dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif
perusahaan adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas
perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727
juta, sedangkan total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.
Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.
Berdasarkan analisis rasio keuangan atas dasar proforma keuangan ACSET,
diperoleh informasi bahwa Rencana Transaksi akan meningkatkan
likuiditas dan memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang
ditunjukkan analisis rasio berikut:
Sebelum Sesudah Perubahan
Analisis Rasio
31 Des 24 31 Des 24 %
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0,86 1,03 20,07%
Rasio cepat 0,85 1,02 20,26%
Rasio kas 0,15 0,32 116,81%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio -202,14% 79,39% -139,27%
LTD to equity ratio 0,00% 0,00% 0,00%
Debt to total assets 10,13% 8,60% -15,09%
Page 75
72 Kesimpulan Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan, kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang Dilakukan oleh PT United Tractors Tbk melalui Anak Perusahaannya yaitu PT Karya Supra Perkasa pada PT Acset Indonusa Tbk per Tanggal 31 Desember 2024 adalah Wajar.
Page 76
Page 77
Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Pendapatan bersih 137.885.529 150.120.065 155.109.965 162.794.597 170.862.753
Beban pokok pendapatan (104.777.931) (112.857.088) (116.936.234) (122.717.444) (128.792.797)
Laba Bruto 33.107.598 37.262.978 38.173.731 40.077.154 42.069.956
Beban operasi (7.251.687) (7.322.535) (7.672.384) (8.051.543) (8.450.753)
Gain/(loss) on forex (0) - - - -
Penghasilan / (beban) lain-lain, bersih 750.573 850.394 915.045 960.611 1.002.736
Penghasilan / (beban) keuangan, bersih (3.611.370) (4.647.075) (4.559.792) (4.783.284) (5.021.719)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 0 0 0 0 0
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 22.995.114 26.143.762 26.856.601 28.202.939 29.600.220
Beban pajak penghasilan (4.960.149) (5.559.319) (5.747.168) (6.032.648) (6.332.384)
Laba Tahun Berjalan 18.034.965 20.584.443 21.109.433 22.170.291 23.267.836
Laba / (rugi) setelah pajak yang
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 17.528.847 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
Kepentingan non pengendali 506.118 928.180 974.154 1.022.769 1.070.954
18.034.965 20.584.443 21.109.433 22.170.291 23.267.836
Laba per saham (Rupiah penuh) 4.835 5.518 5.659 5.944 6.238
Page 78
Lampiran 1-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset Lancar
Kas & setara kas 19.144.317 22.505.065 26.508.832 25.259.535 23.303.205
Piutang usaha 22.366.055 23.090.361 23.317.669 23.360.970 24.434.652
Persediaan 18.275.925 19.475.368 20.752.270 21.788.705 22.876.951
Uang muka & biaya dibayar dimuka 2.284.134 2.225.499 2.276.774 2.285.056 2.335.626
Lain-lain 7.501.683 7.861.917 8.676.262 9.553.505 10.444.733
Jumlah Aset Lancar 69.572.114 75.158.209 81.531.807 82.247.771 83.395.166
Aset Tidak Lancar
Pinjaman dari pemegang saham 1.486.003 1.262.211 1.249.310 1.236.409 1.223.508
Investasi saham 63.419.744 66.456.812 68.101.702 71.506.788 75.082.127
Aset tetap 66.510.987 66.634.458 65.623.738 68.908.373 72.357.672
Properti pertambangan
Aset pajak tangguhan 3.916.260 3.957.441 4.033.618 4.109.796 4.185.974
Beban eksplorasi & pengembangan
tangguhan 6.817.685 6.423.491 5.979.601 5.535.711 5.091.821
Goodwill 2.327.303 2.327.303 2.327.303 2.327.303 2.327.303
Lain-lain 1.601.117 1.587.975 1.563.715 1.539.454 1.515.260
Jumlah Aset Tidak Lancar 146.079.099 148.649.690 148.878.988 155.163.833 161.783.665
Jumlah Aset 215.651.213 223.807.899 230.410.795 237.411.604 245.178.831
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 25.936.133 26.955.782 27.587.247 28.860.360 30.236.331
Akrual 8.992.347 7.934.612 7.135.583 6.336.554 5.537.525
Utang pajak 3.072.198 3.496.549 3.882.741 4.271.570 4.661.819
Lain-lain 8.162.964 5.478.651 5.603.994 5.425.603 5.247.213
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 46.163.642 43.865.595 44.209.565 44.894.088 45.682.889
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.967.888 3.599.510 3.210.453 2.821.396 2.432.339
Pinjaman bank jangka panjang 53.563.085 51.235.313 44.790.932 38.194.961 31.598.990
Liabilitas imbalan kerja 5.122.744 5.193.838 5.217.510 5.241.181 5.264.852
Lain-lain 711.076 508.883 459.833 410.782 361.732
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 63.364.794 60.537.544 53.678.727 46.668.320 39.657.913
Jumlah Liabilitas 109.528.436 104.403.139 97.888.292 91.562.408 85.340.802
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
Kepada pemilik 100.497.911 112.912.827 125.116.246 138.072.535 151.673.057
Kepentingan non pengendali 5.624.865 6.491.933 7.406.257 7.776.661 8.164.972
Jumlah Ekuitas 106.122.776 119.404.760 132.522.503 145.849.196 159.838.029
Jumlah Liabilitas & Ekuitas 215.651.213 223.807.899 230.410.795 237.411.604 245.178.831
Page 79
Lampiran 2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi Sesudah Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Pendapatan bersih 137.885.529 150.120.065 155.109.965 162.794.597 170.862.753
Beban pokok pendapatan (104.777.931) (112.857.088) (116.936.234) (122.717.444) (128.792.797)
Laba Bruto 33.107.598 37.262.978 38.173.731 40.077.154 42.069.956
Beban operasi (7.251.687) (7.322.535) (7.672.384) (8.051.543) (8.450.753)
Gain/(loss) on forex (0) - - - -
Penghasilan / (beban) lain-lain, bersih 747.232 850.394 915.045 960.611 1.002.736
Penghasilan / (beban) keuangan, bersih (3.597.800) (4.647.075) (4.559.792) (4.783.284) (5.021.719)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 0 0 0 0 0
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 23.005.344 26.143.762 26.856.601 28.202.939 29.600.220
Beban pajak penghasilan (4.960.149) (5.559.319) (5.747.168) (6.032.648) (6.332.384)
Laba Tahun Berjalan 18.045.194 20.584.443 21.109.433 22.170.291 23.267.836
Laba / (rugi) setelah pajak yang
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 17.540.746 19.656.263 20.135.279 21.147.522 22.196.882
Kepentingan non pengendali 504.448 928.180 974.154 1.022.769 1.070.954
18.045.194 20.584.443 21.109.433 22.170.291 23.267.836
Laba per saham (Rupiah penuh) 4.838 5.518 5.659 5.944 6.238
Page 80
Lampiran 2-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Sesudah Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Aset
Aset Lancar
Kas & setara kas 18.697.887 22.058.635 26.062.402 24.813.105 22.856.775
Piutang usaha 22.366.055 23.090.361 23.317.669 23.360.970 24.434.652
Persediaan 18.275.925 19.475.368 20.752.270 21.788.705 22.876.951
Uang muka & biaya dibayar dimuka 2.284.134 2.225.499 2.276.774 2.285.056 2.335.626
Lain-lain 7.501.683 7.861.917 8.676.262 9.553.505 10.444.733
Jumlah Aset Lancar 69.125.684 74.711.779 81.085.377 81.801.341 82.948.736
Aset Tidak Lancar
Pinjaman dari pemegang saham 1.486.003 1.262.211 1.249.310 1.236.409 1.223.508
Investasi saham 63.419.744 66.456.812 68.101.702 71.506.788 75.082.127
Aset tetap 66.510.987 66.634.458 65.623.738 68.908.373 72.357.672
Properti pertambangan
Aset pajak tangguhan 3.916.260 3.957.441 4.033.618 4.109.796 4.185.974
Beban eksplorasi & pengembangan
tangguhan 6.817.685 6.423.491 5.979.601 5.535.711 5.091.821
Goodwill 2.327.303 2.327.303 2.327.303 2.327.303 2.327.303
Lain-lain 1.601.117 1.587.975 1.563.715 1.539.454 1.515.260
Jumlah Aset Tidak Lancar 146.079.099 148.649.690 148.878.988 155.163.833 161.783.665
Jumlah Aset 215.204.783 223.361.469 229.964.365 236.965.174 244.732.401
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 25.476.133 26.495.782 27.127.247 28.400.360 29.776.331
Akrual 8.992.347 7.934.612 7.135.583 6.336.554 5.537.525
Utang pajak 3.072.198 3.496.549 3.882.741 4.271.570 4.661.819
Lain-lain 8.162.964 5.478.651 5.603.994 5.425.603 5.247.213
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 45.703.642 43.405.595 43.749.565 44.434.088 45.222.889
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.967.888 3.599.510 3.210.453 2.821.396 2.432.339
Pinjaman bank jangka panjang 53.563.085 51.235.313 44.790.932 38.194.961 31.598.990
Liabilitas imbalan kerja 5.122.744 5.193.838 5.217.510 5.241.181 5.264.852
Lain-lain 711.076 508.883 459.833 410.782 361.732
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 63.364.794 60.537.544 53.678.727 46.668.320 39.657.913
Jumlah Liabilitas 109.068.436 103.943.139 97.428.292 91.102.408 84.880.802
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
Kepada pemilik 100.509.811 112.924.727 125.128.145 138.084.435 151.684.957
Kepentingan non pengendali 5.626.535 6.493.603 7.407.928 7.778.331 8.166.642
Jumlah Ekuitas 106.136.346 119.418.330 132.536.073 145.862.766 159.851.599
Jumlah Liabilitas & Ekuitas 215.204.783 223.361.469 229.964.365 236.965.174 244.732.401
Names mentioned 79 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.23 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.23 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.23
unresolved
org
KJPP NDR
p.23 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.23
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.23
unresolved
—
Telepon/Faks
p.24
unresolved
person
Inge Teja
p.24
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.25 ×8
unresolved
org
PT Karya
p.26
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.28 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.28 ×8
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.32 ×10
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.32 ×7
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.32 ×2
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.33
unresolved
org
PT Karya Supra Perkasa Berdasarkan Akta
p.35
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.
p.35
unresolved
org
PT United Tractors Pandu
p.35
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.35
unresolved
person
Benjamin Herrenden Birks
· Komisaris
p.37 ×4
unresolved
person
Nanan Soekarna
· Komisaris
p.37
unresolved
person
Edhie Sarwono
· Direktur
p.37
unresolved
org
PT Karya Supra
p.38 ×3
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.40
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.40
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.40
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.40 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.40
unresolved
person
Jose Dimas Satria
· Notaris
p.40
unresolved
org
Carriage Ltd
p.41 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd.
p.41
unresolved
org
PT Karya Supra Perkasa KSP
p.41
unresolved
person
Mardiana
· Notaris
p.41
unresolved
org
Menteri
p.41
unresolved
person
Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo
p.42 ×2
unresolved
org
Menteri Perdagangan
p.45
unresolved
org
Pusat Statistik
p.46
unresolved
org
PT Jaya Konstruksi M
p.47
unresolved
org
Pratama Tbk.
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
7038 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '500000000000'}