Skip to content
Back to announcement

20250519_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31887082_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 80

Page 1

          
Page 2
                                        DAFTAR ISI

• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
  PENDAPAT KEWAJARAN                                            1
• PERNYATAAN PENILAI                                           18

I.       PENDAHULUAN                                           20
I.1      Dasar Penugasan                                       20
I.2      Identifikasi Status Penilai                           20
I.3      Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan       21
I.4      Identifikasi Objek Penilaian                          21
I.5      Jenis Mata Uang yang Digunakan                        21
I.6      Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi           21
I.7      Ringkasan Rencana Transaksi                           23
I.8      Maksud dan Tujuan Penilaian                           24
I.9      Benturan Kepentingan Rencana Transaksi                24
I.10     Tanggal Penilaian                                     24
I.11     Tingkat Kedalaman Investigasi                         24
I.12     Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan      25
I.13     Asumsi dan Kondisi Pembatas                           26
I.14     Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi          28
I.15     Standar Penilaian                                     28
I.16     Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran     28
I.17     Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
         (Subsequent Events)                                   29

II.      ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN                           31
II.1     Analisis Rencana Transaksi                            31
II.1.1   Pihak-Pihak yang Bertransaksi                         31
II.1.2   Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Pihak
         yang Bertransaksi                                     31
II.1.3   Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi         33
II.1.4   Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi          35
II.1.5   Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi                  36
Page 3
II.2     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi                           37
II.2.1   Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha                             37
II.2.2   Analisis Industri dan Lingkungan                                     39
II.2.3   Analisis Operasional dan Prospek Perseroan                           44
II.2.4   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi                          45
II.2.5   Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana                    46
         Transaksi
II.3     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi                          47
II.3.1   Penilaian Kinerja Historis                                           47
II.3.2   Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi              51
II.3.3   Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana                  55
         Transaksi
II.3.4   Penilaian atas Proyeksi Keuangan                                     56
II.3.5   Analisis Inkremental                                                 58
II.3.6   Analisis Sensitivitas                                                61
II.4     Analisis atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi                      62
II.5     Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan                        64

III.     KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN                               65
• INDEPENDENSI PENILAI                                                        73
• PENUTUP                                                                     73
LAMPIRAN
Proyeksi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi                        Lampiran   1
Proyeksi Keuangan Sesudah Rencana Transaksi                        Lampiran   2
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14

          
Page 15

          
Page 16

          
Page 17
                                                                                                                   14




d. Dari analisis atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
   dimana diasumsikan dalam proyeksi keuangan sebelum ACSET memerlukan
   sumber pendanaan lain untuk pembiayaan modal kerja dapat disimpulkan
   bahwa performa keuangan Perseroan akan lebih baik yang ditimbulkan dari
   penghematan beban bunga.

e. Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan menerima
   keuntungan yang timbul dari penghematan beban bunga seperti yang
   ditampilkan dalam tabel di bawah ini:
     Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                       Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                      31 Dec 24        31 Dec 25       31 Dec 26       31 Dec 27       31 Dec 28
      Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik

      Sesudah rencana transaksi         17.540.746       19.656.263     20.135.279      21.147.522      22.196.882

      Sebelum rencana transaksi         17.528.847       19.656.263     20.135.279      21.147.522      22.196.882

      % perubahan                            0,07%            0,00%          0,00%           0,00%           0,00%

      Lembar saham Perseroan         3.730.135.136    3.730.135.136   3.730.135.136   3.730.135.136   3.730.135.136

      Laba per saham

      Sesudah rencana transaksi              4.702            5.270          5.398           5.669           5.951

      Sebelum rencana transaksi              4.699            5.270          5.398           5.669           5.951

      % perubahan                            0,07%            0,00%          0,00%           0,00%           0,00%


     Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan
     keuntungan bagi pemegang saham Perseroan seperti yang tampak dari
     peningkatan laba per saham yang diperoleh yang timbul dari penghematan
     beban bunga.

     Selain itu, Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah yang signifikan,
     karena secara langsung memperbaiki solvabilitas dan menjaga kelangsungan
     operasional Perseroan. Tindakan ini tidak hanya mencegah potensi
     wanprestasi dan keretakan hubungan dengan vendor strategis, tetapi juga
     memperkuat reputasi Perseroan. Komitmen nyata dari pemegang saham
     tersebut meningkatkan kepercayaan supplier, kreditor, dan investor,
     khususnya saat Perseroan berada dalam tekanan keuangan, sekaligus
     mencerminkan dukungan jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha.

f.   Berdasarkan analisis sensitivitas maka dapat disimpulkan bahwa jumlah
     kepemilikan Perseroan atas ACSET tidak sensitif terhadap perubahan harga
     pelaksanaan.
Page 18

          
Page 19

          
Page 20

          
Page 21
                                                                                   18




PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi Perseroan sehubungan dengan
    rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini
    tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham
    Perseroan untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut
    atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
    dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
    pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
    tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
    lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
    Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
    Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
    Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
    edisi VII-2018), serta peraturan perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
    sumber yang diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
    disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 22

          
Page 23
                                                                              20




I.    PENDAHULUAN

I.1   Dasar Penugasan
      Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk melakukan
      penilaian Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Modal Tanpa Hak
      Memesan Efek Terlebih Dahulu yang Dilakukan oleh PT United Tractors
      Tbk melalui Anak Perusahaannya yaitu PT Karya Supra Perkasa pada
      PT Acset Indonusa Tbk yang tertuang dalam:
      • Surat Permohonan Penilaian No. LUT/15A/9960/II/2025 tanggal
        24 Februari 2025 dari PT United Tractors Tbk;
      • Surat Penawaran No. 0104/NDR-SB/Prop/II/25, tanggal 26 Februari 2025
        dari KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui
        oleh PT United Tractors Tbk;
      • Surat Penunjukan No. LUT/99A/9960/III/2025 tanggal 3 Maret 2025 dari
        PT United Tractors Tbk;
      • Surat Perjanjian Kerja No. 007/NDR-SB/SPK/III/25 tanggal 5 Maret 2025
        antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan PT United
        Tractors Tbk.

      Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
      penilaian kewajaran atas rencana transaksi dimaksud, serta menyampaikan
      laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.

I.2   Identifikasi Status Penilai
      • Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
         S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan di KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
         Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR”, “kami”) dengan Izin Penilai
         No. B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
      • Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
         Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
      • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
         memihak;
      • Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
         benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
      • Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
         penilaian;
      • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
         menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
         penilaian ini.
Page 24
                                                                                21




I.3   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
      • Identitas Pemberi Tugas
         Nama               : PT United Tractors Tbk
         Alamat             : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
         Bidang usaha       : Perdagangan
         Telepon/Faks       : 021-24579999
         Website            : www.unitedtractors.com
         Email              : inget@unitedtractors.com
         Contact Person     : Ibu Inge Teja
         Jabatan            : Corporate Financial Planning Department Head
      • Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk

I.4   Identifikasi Objek Penilaian
      Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas rencana
      transaksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
      (“PMTHMETD”) yang dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)
      melalui anak perusahaannya yaitu PT Karya Supra Perkasa (“KSP”) pada
      PT Acset Indonusa Tbk (“ACSET”). Perseroan merupakan induk perusahaan
      dari KSP yang merupakan pemegang saham utama di ACSET dengan
      kepemilikan sebesar 87,7% dan laporan keuangan ACSET terkonsolidasi ke
      dalam laporan keuangan Perseroan.

      Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
      “Rencana Transaksi”.

I.5   Jenis Mata Uang yang Digunakan
      Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Indonesia
      Rupiah (“Rp”).

I.6   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
      Kerugian selama beberapa tahun terakhir menyebabkan posisi ekuitas ACSET
      terus mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan kerugian berkelanjutan
      yang timbul karena peningkatan biaya penyelesaian atas proyek yang sedang
      berjalan, perubahan jadwal penyelesaian proyek dan tantangan di lapangan,
      baik teknis seperti perubahan metode kerja, serta non teknis seperti kondisi
      cuaca yang mempengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan. Selama beberapa
      tahun terakhir, kejadian tersebut telah menyebabkan kondisi ekuitas ACSET
      terus menerus mengalami penurunan. Secara umum, ACSET tetap dapat
      melangsungkan kegiatan usahanya. Namun, kondisi ekuitas negatif (negative
      equity) yang dialami ACSET ini berdampak pada terbatasnya kemampuan
      ACSET untuk mendapatkan pembiayaan dari pihak eksternal, khususnya
      untuk membiayai proyek baru.
Page 25
                                                                      22




Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki struktur permodalan,
ACSET mendapat dukungan/komitmen dari Perseroan melalui KSP sebagai
pemegang saham mayoritas ACSET salah satunya melalui tambahan setoran
modal. Komitmen penyertaan modal tersebut direalisasikan melalui rencana
ACSET untuk menerbitkan saham baru (yang berasal dari saham portepel)
melalui PMTHMETD sesuai dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04.19 guna
menjaga keberlangsungan usahanya. Bagi ACSET dengan adanya pelaksanaan
penambahan modal, struktur permodalan akan membaik dan dapat
mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang.

Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi perusahaan
terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas
melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat RUPSLB.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.

Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.

                    Keterangan                    31 Desember 2024
Modal kerja bersih (jutaan Rupiah)                        (420.134)
Total aset (jutaan Rupiah)                                2.812.734
Total liabilitas (jutaan Rupiah)                          2.953.727
Persentase total liabilitas terhadap total aset            105,01%
Page 26
                                                                                                                            23




I.7   Ringkasan Rencana Transaksi
      Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ditujukan untuk memperkuat
      struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan ACSET.
      Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan bisnis ACSET.
      Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET, maka akan
      memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas
      keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi
      keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna
      memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan
      fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
      pengembangan bisnis Acset, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan
      juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
      kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
      kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
      berjalan.

      Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dan draf perjanjian
      pengambil bagian saham antara Perseroan melalui anak perusahaannya KSP
      dan ACSET disepakati bahwa:
      • ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk mengambil
        bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam rangka PMTHMETD
        sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
      • Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,- per
        lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan KSP adalah
        Rp500.000.000.000,-.

      Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi tampak
      seperti ilustrasi berikut:

      Disajikan dalam jutaan Rupiah
        Pemegang           Sebelum Rencana Transaksi              Penyesuaian               Sesudah Rencana Transaksi
         Saham         Jumlah Saham     Jumlah         %     Jumlah Saham    Jumlah    Jumlah Saham     Jumlah          %
       PT Karya
                       11.115.027.968   1.111.503    87,7%   5.000.000.000   500.000   16.115.027.968   1.611.503       91,2%
       Supra Perkasa
       Masyarakat       1.560.132.032    156.013     12,3%                              1.560.132.032    156.013         8,8%

       Jumlah          12.675.160.000   1.267.516   100,0%   5.000.000.000   500.000   17.675.160.000   1.767.516   100,0%
Page 27
                                                                               24




I.8    Maksud dan Tujuan Penilaian
       Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
       kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
       rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
       Transaksi Benturan Kepentingan.

       Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
       atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana
       diatur di dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 namun tidak memenuhi
       ketentuan tentang transaksi material sebagaimana diatur di dalam Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha karena nilai Rencana
       Transaksi tidak mencapai 20% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024.

                          Keterangan                  Jumlah

       Nilai Rencana Transaksi (jutaan Rupiah)            500.000
       Nilai buku ekuitas per 31 Desember 2024
                                                       98.175.173
       (jutaan Rupiah)
       Persentase nilai Rencana Transaksi terhadap
                                                           0,51%
       nilai buku ekuitas


I.9    Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
       Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak
       mengandung     benturan     kepentingan  sebagaimana    diatur   dalam
       POJK No. 42/POJK.04/2020.

I.10   Tanggal Penilaian
       • Tanggal Penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2024;
       • Tanggal Laporan Penilaian adalah tanggal 14 Mei 2025.

I.11   Tingkat Kedalaman Investigasi
       Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
       mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
       melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
       dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun
       sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.

       Dalam proses penilaian ini kami telah melakukan wawancara dengan
       perwakilan Perseroan, KSP, dan ACSET yang mewakili aspek komersial,
       teknikal, legal, dan finansial.
Page 28
                                                                                25




I.12   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
       Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
       yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
       yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
       adalah sebagai berikut:
       1. Draf perjanjian pengambil bagian saham antara ACSET dan KSP;
       2. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
           dengan 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
           semua hal yang material;
       3. Laporan Keuangan ACSET per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
           semua hal yang material;
       4. Laporan Keuangan KSP per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit
           oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC)
           dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
       5. Proyeksi keuangan Perseroan meliputi proyeksi laba rugi, proyeksi posisi
           keuangan dan proyeksi arus kas dengan kondisi sebelum dan sesudah
           Rencana Transaksi;
       6. Proforma keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 dengan adanya
           Rencana Transaksi;
       7. Dokumen legal Perseroan, ACSET, dan KSP seperti akta pendirian dan
           akta perubahannya, NIB, NPWP, serta dokumen-dokumen penting
           lainnya;
       8. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
           Economist Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
           informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
       9. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
           Transaksi;
       10. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
           dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.

       Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
       sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Page 29
                                                                                26




I.13   Asumsi dan Kondisi Pembatas
       Asumsi:
       1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi dijalankan seperti yang
           telah dijelaskan oleh manajemen Perseroan dan sesuai dengan
           kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
           yang diungkapkan di dalam draf perjanjian pengambil bagian saham
           antara ACSET dan KSP yang telah kami terima;
       2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan penilaian
           sampai dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi
           perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
           asumsi yang digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat
           kewajaran;
       3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
           perusahaan yang berkelanjutan usahanya dimasa mendatang dan dikelola
           oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern);
       4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari manajemen Perseroan
           sehubungan dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat
           dipercaya;
       5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
           laporan      penilaian     adalah     relevan, benar     dan     dapat
           dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku
           umum dan disampaikan dengan itikad baik;
       6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi
           dari manajemen Perseroan, namun kami tidak melakukan pengecekan
           terhadap keabsahannya;
       7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
           ekonomi dan hukum di mana Perseroan melakukan kegiatan bisnisnya;
       8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
           pengurus Perseroan;
       9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
           dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perseroan di
           dalam menjalankan bisnisnya;
       10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
           kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
       11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
           industrial atau asosiasi tenaga kerja;
       12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
           akuntansi yang digunakan oleh Perseroan;
       13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
           industri dan kompetisi pasar di mana Perseroan menjalankan bisnisnya.
Page 30
                                                                          27




Kondisi pembatas:
1. Laporan penilaian bersifat non-disclaimer opinion;
2. Laporan penilaian dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan
   penilaian yang dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat
   digunakan dan/atau dikutip untuk tujuan lain;
3. Laporan penilaian terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
   bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
4. Pendapat kewajaran yang dicantumkan dalam laporan penilaian serta
   setiap hasil analisis dalam laporan penilaian yang merupakan bagian dari
   objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan
   penilaian. Pendapat kewajaran dan hasil analisis yang digunakan dalam
   laporan penilaian tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang
   dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan;
5. Informasi yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan kepada kami,
   seperti yang disebutkan di dalam laporan penilaian, dianggap layak dan
   dapat dipercaya, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata
   informasi yang diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang
   sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya
   merupakan hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada,
   pemeriksaan atas dokumen, ataupun keterangan dari instansi
   pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
   kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Perseroan;
6. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
   diberikan oleh manajemen Perseroan. Mengingat hasil dari penilaian
   kami sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian
   data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data
   seperti adanya informasi baru dari publik, informasi yang merupakan
   hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat
   mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan
   bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
   terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat
   bersifat material. Walaupun isi dari laporan penilaian telah dilaksanakan
   dengan itikad baik dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung
   jawab atas adanya kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan
   yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan
   dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian;
7. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen
   Perseroan dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
   kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
   duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
   kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
8. Kami bertanggung jawab atas laporan penilaian dan opini kewajaran;
Page 31
                                                                               28




       9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
           melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
           setelah tanggal laporan penilaian (subsequent events);
       10. Laporan Penilaian dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
           Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan pada lembar tanda tangan
           penanggung jawab Laporan.

I.14   Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
       Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
       dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini dan
       laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

I.15   Standar Penilaian
       Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan sesuai dengan
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
       Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No.
       17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
       Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (“KEPI & SPI edisi VII-2018”), serta
       Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

1.16   Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
       Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
       adalah:
       • Analisis transaksi;
       • Analisis kualitatif;
       • Analisis kuantitatif;
       • Analisis atas kewajaran nilai transaksi;
       • Analisis atas faktor lain yang relevan.
Page 32
                                                                              29




I.17   Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
       Events)
       Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
       31 Desember 2024, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
       patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
       yang tidak mempengaruhi hasil penilaian, yaitu:
       1. Berdasarkan dokumen Keterbukaan Informasi No. 024/AI-HO/CRSL/IV/25
          tanggal 23 April 2025, ACSET memperoleh pinjaman sebesar Rp1 triliun
          dari Perseroan melalui KSP pada tanggal 21 April 2025. Pinjaman
          diberikan dengan bunga mengacu pada JIBOR ditambah 1,03% per tahun
          dan akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional
          perusahaan. Selain itu, ACSET hanya dapat mencairkan dana pinjaman
          tersebut dalam rentang waktu 21 April 2025 – 20 April 2030;
       2. Berdasarkan dokumen Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum
          Pemegang Saham Tahunan 2025, Perseroan telah melakukan perubahan
          susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana dituangkan dalam Akta
          No. 133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria,
          S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat pemberitahuan
          penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-
          0238092, sehingga Susunan Direksi dan Dewan Komisaris menjadi sebagai
          berikut:
          Dewan Komisaris
          Presiden Komisaris         : Djony Bunarto Tjondro
          Wakil Presiden Komisaris   : Rudy
          Komisaris                  : Djoko Pranoto Santoso
          Komisaris                  : Gita Tiffani Boer
          Komisaris                  : Benjamin Herrenden Birks
          Komisaris Independen       : Paulus Bambang Widjanarko
          Komisaris Independen       : Bruce Malcolm Cox
          Komisaris Independen       : Ignasius Jonan
          Direksi
          Presiden Direktur          : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
          Direktur                   : Loudy Irwanto Ellias
          Direktur                   : Iwan Hadiantoro
          Direktur                   : Idot Supriadi
          Direktur                   : Widjaja Kartika
          Direktur                   : Vilihati Surya
          Direktur                   : Ari Sutrisno
          Direktur                   : Hendra Hutahean
Page 33
                                                                          30




3. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terakhir terkait dengan perubahan
   maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
   dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 tentang Perubahan
   Anggaran Dasar yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
   Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
   Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
   Keputusannya Nomor AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 14 Mei
   2024;
4. Berdasarkan dokumen Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Umum
   Pemegang Saham Tahunan 2025 ACSET, ACSET telah melakukan
   perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, sebagaimana
   dituangkan dalam Akta No. 4 tanggal 2 Mei 2025 yang dibuat dihadapan
   Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehingga Susunan Direksi
   dan Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut:
   Dewan Komisaris
   Presiden Komisaris      :   Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
   Komisaris               :   Iwan Hadiantoro
   Komisaris               :   Vilihati Surya
   Komisaris               :   Putut Eko Bayuseno
   Komisaris Independen    :   Buntoro Muljono
   Komisaris Independen    :   Lindawati Gani
   Direksi
   Presiden Direktur       :   Idot Supriadi
   Direktur                :   David Widjaja
   Direktur                :   Soeharsono Tjatur Nugroho
   Direktur                :   Tjatur Haripriambodo
   Direktur                :   Hasnanto Wahyudi
Page 34
                                                                                      31




II       ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

II.1     Analisis Rencana Transaksi

II.1.1   Pihak-pihak yang Bertransaksi
         Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
         • KSP sebagai pihak yang melakukan pembayaran atas Rencana Transaksi;
         • ACSET sebagai pihak penerima pembayaran atas Rencana Transaksi.

         Perseroan merupakan induk perusahaan dari KSP yang merupakan pemegang
         saham utama di ACSET.

II.1.2   Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Pihak Bertransaksi
         Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
         Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
         yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.

         Berdasarkan daftar pemegang saham tertanggal 31 Desember 2024, susunan
         pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

         Disajikan dalam jutaan Rupiah
               Pemegang Saham                Jumlah Saham      Kepemilikan    Total
          PT Astra International Tbk           2.219.317.358         59,50%     554.829
          Masyarakat                           1.412.491.778         37,87%     353.123
          Jumlah saham beredar                 3.631.809.136         97,36%     907.952
          Saham tresuri                           98.326.000          2,64%      24.582
          Jumlah                               3.730.135.136        100,00%     932.534

         Susunan manajemen Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai
         berikut:
         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris              :   Djony Bunarto Tjondro
         Wakil Presiden Komisaris        :   Rudy
         Komisaris                       :   Chiew Sin Cheok
         Komisaris                       :   Djoko Pranoto Santoso
         Komisaris                       :   Benjamin Herrenden Birks
         Komisaris Independen            :   Paulus Bambang Widjanarko
         Komisaris Independen            :   Nanan Soekarna
         Komisaris Independen            :   Bruce Malcolm Cox
Page 35
                                                                                 32




Direksi
Presiden Direktur               :   Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur                        :   Loudy Irwanto Ellias
Direktur                        :   Iwan Hadiantoro
Direktur                        :   Idot Supriadi
Direktur                        :   Edhie Sarwono
Direktur                        :   Widjaja Kartika
Direktur                        :   Vilihati Surya

Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 dan
tidak ada perubahan susunan pemegang saham Perseroan.

Uraian Singkat PT Karya Supra Perkasa
Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 3 November 2023 yang telah mendapatkan
penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.03-0139965 tertanggal 9
November 2023, susunan pemegang saham KSP per 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:

Disajikan dalam jutaan Rupiah
       Pemegang Saham               Jumlah Saham    Kepemilikan      Total
 PT United Tractors Tbk                 3.825.900         99,97%         3.825.900
 PT United Tractors Pandu
                                            1.000          0,03%             1.000
 Engineering
 Jumlah                                 3.826.900        100,00%         3.826.900

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 117 tanggal
21 Mei 2024, yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0209821 tanggal 4 Juni 2024, susunan Dewan
Komisaris dan Direksi KSP per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris                       : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direksi
Direktur                        : Iwan Hadiantoro

Pada saat laporan ini dikeluarkan, tidak terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi KSP serta perubahan susunan pemegang saham dari
KSP.
Page 36
                                                                                          33




         Uraian Singkat PT Acset Indonusa Tbk
         Berdasarkan daftar pemegang saham tertanggal 31 Desember 2024, susunan
         pemegang saham ACSET per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

         Disajikan dalam jutaan Rupiah
                Pemegang Saham               Jumlah Saham     Kepemilikan     Total
          PT Karya Supra Perkasa             11.115.027.968         87,69%        1.111.503
          Masyarakat                          1.560.132.032         12,31%          156.013
          Jumlah                             12.675.160.000        100,00%        1.267.516

         Susunan manajemen ACSET per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris              :   Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
         Komisaris                       :   Iwan Hadiantoro
         Komisaris                       :   Vilihati Surya
         Komisaris Independen            :   Buntoro Muljono
         Komisaris Independen            :   Wiltarsa Halim
         Direksi
         Presiden Direktur               :   Idot Supriadi
         Direktur                        :   David Widjaja
         Direktur                        :   Soeharsono Tjatur Nugroho
         Direktur                        :   Tjatur Haripriambodo

         Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
         Komisaris dan Direksi ACSET seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 dan
         tidak ada perubahan susunan pemegang saham ACSET pada tanggal laporan
         ini diterbitkan.

II.1.3   Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
         Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan, KSP dan ACSET
         serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan
         kepemilikan dan hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang
         bertransaksi adalah sebagai berikut:

         Hubungan Kepemilikan
         KSP dan ACSET merupakan perusahaan terkendali dari Perseroan dimana KSP
         merupakan perusahaan yang 100% dimiliki oleh Perseroan secara langsung
         dan tidak langsung dan ACSET adalah perusahaan yang dimiliki oleh KSP
         dengan kepemilikan 87,7%.
Page 37
                                                                                                    34




Hubungan Kepengurusan
(per 31 Desember 2024)
    Susunan
                             Perseroan                         KSP                 ACSET
   Manajemen
                                             Dewan Komisaris
Presiden Komisaris   Djony Bunarto Tjondro        -                     Franciscus Xaverius Laksana
                                                                        Kesuma
Wakil Presiden       Rudy                         -                     -
Komisaris
Komisaris            Chiew Sin Cheok              Franciscus Xaverius   Iwan Hadiantoro
                                                  Laksana Kesuma
Komisaris            Djoko Pranoto Santoso        -                     Vilihati Surya
Komisaris            Benjamin Herrenden Birks     -                     -
Komisaris            Paulus Bambang               -                     Buntoro Muljono
independen           Widjanarko
Komisaris            Nanan Soekarna               -                     Wiltarsa Halim
independen
Komisaris            Bruce Malcolm Cox            -                     -
independen
Direksi
Presiden Direktur    Franciscus Xaverius          -                     Idot Supriadi
                     Laksana Kesuma
Direktur             Loudy Irwanto Ellias         Iwan Hadiantoro       David Widjaja
Direktur             Iwan Hadiantoro              -                     Soeharsono Tjatur Nugroho
Direktur             Idot Supriadi                -                     Tjatur Haripriambodo
Direktur             Edhie Sarwono                -                     -
Direktur             Widjaja Kartika              -                     -
Direktur             Vilihati Surya               -                     -


• Bapak IR. FXL. Kesuma M,Sc menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan
  dan menjabat sebagai Komisaris di KSP serta Presiden Komisaris di ACSET
  per 31 Desember 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
• Bapak Idot Supriadi menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan menjabat
  sebagai Presiden Direktur di ACSET per 31 Desember 2024 hingga tanggal
  laporan ini diterbitkan;
Page 38
                                                                                                                                   35




         • Bapak Iwan Hadiantoro menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
           menjabat sebagai Direktur di KSP serta Komisaris di ACSET per
           31 Desember 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
         • Ibu Vilihati Surya menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan menjabat
           sebagai Komisaris di ACSET per 31 Desember 2024 hingga tanggal laporan
           ini diterbitkan.

II.1.4   Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
         Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ditujukan untuk memperkuat
         struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan ACSET.
         Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan bisnis ACSET.
         Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET, maka akan
         memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas
         keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi
         keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna
         memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan
         fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
         pengembangan bisnis Acset, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan
         juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
         kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
         kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
         berjalan.

         Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dan draf perjanjian
         pengambil bagian saham antara Perseroan melalui anak perusahaannya KSP
         dan ACSET disepakati bahwa:
         • ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk mengambil
           bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam rangka PMTHMETD
           sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
         • Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,- per
           lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan KSP adalah
           Rp500.000.000.000,-.

         Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi tampak
         seperti ilustrasi berikut:
         Disajikan dalam jutaan Rupiah
             Pemegang          Sebelum Rencana Transaksi                Penyesuaian               Sesudah Rencana Transaksi
              Saham        Jumlah Saham     Jumlah          %      Jumlah Saham    Jumlah    Jumlah Saham     Jumlah           %
          PT Karya Supra
                           11.115.027.968   1.111.503      87,7%   5.000.000.000   500.000   16.115.027.968   1.611.503        91,2%
          Perkasa
          Masyarakat        1.560.132.032    156.013       12,3%                              1.560.132.032    156.013          8,8%

          Jumlah           12.675.160.000   1.267.516   100,0%     5.000.000.000   500.000   17.675.160.000   1.767.516       100,0%
Page 39
                                                                                 36




II.1.5   Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
         Manfaat Rencana Transaksi adalah:
         • Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur permodalan
           ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki posisi keuangan
           dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya dapat memberikan dividen
           pada Perseroan;
         • Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
           memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
           operasional dengan lebih baik;
         • Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
           mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara konsolidasian
           karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain untuk membiayai modal
           kerjanya.

         Risiko Rencana Transaksi adalah:
         • Bagi Perseroan, akan menanggung porsi kerugian yang lebih tinggi apabila
            ACSET masih mengalami kerugian;
         • Bagi Perseroan, akan menanggung risiko apabila ACSET tidak mencapai
            performa keuangan yang diharapkan yang menyebabkan tidak
            memperoleh dividen dengan jumlah yang diharapkan.
Page 40
                                                                                 37




II.2     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

II.2.1   Riwayat Singkat Dan Sifat Kegiatan Usaha
         PT United Tractors Tbk
         Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
         PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
         Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
         Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
         tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No.
         31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang mengubah nama Perseroan
         menjadi PT United Tractors.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
         Perubahan Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan
         tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam akta
         No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
         M.Kn, notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan perubahan
         Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-
         0028206.AH.01.02.tahun 2022.

         Perseroan telah melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi
         sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 yang dibuat
         dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
         mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 7 Mei 2024
         No.AHU-AH.01.09-0187465 tahun 2024. Pada saat laporan ini dikeluarkan,
         terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan seperti
         yang dinyatakan dalam bab 1.17.

         Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak meliputi penjualan
         dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual; penambangan dan
         kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan
         komponen mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
         perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
         pembangkit listrik; dan energi.

         Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973 dan sejak
         19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
         sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Page 41
                                                                          38




Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra
International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham
terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd,
perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.

PT Karya Supra Perkasa
KSP didirikan di Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2014 berdasarkan Akta
pendirian No. 1 di hadapan Notaris Ny. Mardiana, S.H., Sp.N., Notaris di
Kabupaten Lebak. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU
28200.40.10.2014 tanggal 7 Oktober 2014 serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 103, Tambahan No. 58910.

Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dari
waktu ke waktu. Perubahan Anggaran Dasar terakhir terkait dengan
perubahan modal ditempatkan dan disetor perusahaan sebagaimana
dituangkan dalam Akta No. 24 tanggal 3 November 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 9 November 2023 No. AHU-
AH.01.03 0139965.

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris KSP terakhir adalah sebagaimana
dituangkan dalam Akta No. 117 tanggal 21 Mei 2024 yang dibuat di hadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
penerimaan pemberitahuan perubahan data perusahaan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal
4 Juni 2024 No. AHU AH.01.09-0209821.

Ruang lingkup kegiatan utama KSP dan entitas anak (secara bersamaan
disebut Grup dalam bidang pembangunan, jasa dan perdagangan. KSP tidak
mempunyai aktivitas operasional lain selain menjadi pemegang saham
mayoritas dari PT Acset Indonusa Tbk.

KSP berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pemegang saham utama KSP adalah
PT United Tractors Tbk, yang merupakan entitas anak dari PT Astra
International Tbk, keduanya didirikan dan berdomisili di Republik Indonesia.
Page 42
                                                                                  39




         PT Acset Indonusa Tbk
         ACSET didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H.,
         No. 2 tanggal 10 Januari 1995, Notaris di Bekasi. Akta Pendirian ini telah
         disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
         No. C2-3640.HT.01.01.TH’95 tanggal 22 Maret 1995 serta telah diumumkan
         dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 22 September 1995,
         Tambahan No. 7928.

         Anggaran Dasar ACSET telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
         Perubahan terakhir sebagaimana termaktub dalam Akta Perubahan Anggaran
         Dasar PT Acset Indonusa Tbk Nomor 85 tanggal 19 April 2024, yang dibuat
         dihadapan Jose Dima Satria SH., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
         mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya Nomor AHU-
         0089770.AH.01.11. Tahun 2024 tanggal 8 Mei 2024. Pada saat laporan ini
         dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi ACSET
         seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17.

         Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan, maksud dan tujuan ACSET
         ialah berusaha dalam bidang jasa pelaksana konstruksi. Untuk mencapai
         maksud dan tujuan tersebut, ACSET menjalankan kegiatan usaha termasuk
         namun tidak terbatas pada konstruksi gedung, konstruksi jalan raya,
         pemasangan pondasi dan tiang pancang dan lain-lain.

         ACSET memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1995. ACSET
         berdomisili di Jl. Majapahit No. 26, Jakarta. Entitas induk langsung ACSET
         adalah PT Karya Supra Perkasa, yang merupakan entitas anak PT United
         Tractors Tbk, keduanya didirikan dan berdomisili di Indonesia.

II.2.2   Analisis Industri dan Lingkungan
         Perekonomian Global dan Domestik
         Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan
         risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan
         perdagangan di Amerika Serikat (AS) melalui kenaikan tarif impor,
         komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko
         peningkatan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan ini yang disertai
         dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak negara mengakibatkan
         pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1% dari
         sebesar 3,2% pada 2024. Inflasi dunia meningkat dibandingkan prakiraan
         sebelumnya dipengaruhi oleh gangguan rantai suplai. Di AS, penurunan Fed
         Funds Rate (FFR) diprakirakan lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi
         tersebut.
Page 43
                                                                          40




Sementara itu, kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US
Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun jangka
panjang. Penguatan mata uang dolar AS secara luas terus berlanjut disertai
berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi
portofolionya kembali ke AS. Hal ini meningkatkan tekanan pelemahan
berbagai mata uang dunia dan menahan aliran masuk modal asing ke negara
berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan
respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatifnya terhadap
perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan
domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024
ditopang oleh penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan
investasi swasta didukung insentif dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga
diprakirakan tetap tumbuh didorong oleh keyakinan konsumen yang terjaga
serta dampak positif pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah. Konsumsi
Pemerintah lebih tinggi seiring dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah
pada akhir tahun. Sementara itu, ekspor nonmigas diprakirakan melambat
dipengaruhi ekonomi global yang belum kuat. Secara sektoral, pertumbuhan
juga ditopang terutama oleh Sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, serta
Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan
ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat
menjadi 4,8–5,6% pada 2025. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh
untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun
sisi penawaran. Oleh karena itu, Bank Indonesia memperkuat bauran
kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan bersinergi erat
dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah.

Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi stimulus kebijakan
makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang
ditempuh Bank Indonesia. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi
struktural Pemerintah perlu terus diperkuat untuk mendorong sektor
ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga
sebesar 1,55% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku
bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan ekspektasi inflasi. Sementara itu,
kelompok volatile food (VF) mencatat deflasi 0,32% (yoy) didukung oleh
peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya
sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan pengaruh base
effect harga pangan.
Page 44
                                                                               41




Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar daerah juga terkendali dalam
kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi
IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga
seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik,
imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai
tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya
digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter
guna menjaga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.

Berikut merupakan data Economist Intelligence Unit per 25 Oktober 2024
terkait prospek Indonesia adalah:
                                  2025     2026     2027      2028     2029
 GDP                             5,10%     5,00%    5,10%     5,20%    5,10%
 Consumer price inflation (av)   2,50%     3,00%    3,10%     3,10%    3,00%


Industri Batu Bara
Memasuki tahun 2024, harga batu bara menunjukkan fluktuasi dengan tren
menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Mei 2024, HBA ditetapkan
sebesar USD 114,06 per ton, mengalami penurunan sekitar 5,83% dari April
2024 yang sebesar USD 121,13 per ton. Penurunan ini disebabkan oleh
tingginya produksi batu bara di Tiongkok yang meningkatkan pasokan global,
serta lemahnya permintaan akibat perlambatan ekonomi global.

Meskipun demikian, pada September 2024, HBA mengalami kenaikan menjadi
USD 125,15 per ton, naik dari USD 115,29 per ton pada Agustus 2024.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan impor batu bara termal
dari India, yang melonjak hingga 75% dari tahun sebelumnya, mencapai 17,69
juta ton.

Namun, secara keseluruhan, harga batu bara pada tahun 2024 mengalami
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata harga batu bara
Newcastle diproyeksikan turun menjadi USD 135,7 per ton pada 2024,
dibandingkan dengan USD 177,1 per ton pada 2023. Penurunan ini
dipengaruhi oleh peningkatan produksi domestik di Tiongkok dan India, serta
melimpahnya pasokan global.
Page 45
                                                                          42




Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) memproyeksikan bahwa
harga batu bara pada semester II 2024 akan diperdagangkan pada kisaran
rata-rata USD 135 per ton, dengan harga puncak mencapai USD 140 dan harga
terendah USD 130 per ton. Faktor-faktor utama yang memengaruhi harga
batu bara pada periode ini meliputi permintaan dari negara-negara importir
utama, kebijakan energi global, serta dinamika pasokan dan permintaan di
pasar internasional.

Industri Alat Berat
Pada tahun 2024, industri alat berat di Indonesia menghadapi tantangan
signifikan, yang berdampak pada penurunan penjualan dan produksi.
Menurut data dari Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI),
penjualan alat berat nasional sepanjang Januari hingga Desember 2024
tercatat sebesar 14.994 unit, mengalami penurunan 5,24% dibandingkan
tahun sebelumnya yang mencapai 15.823 unit.

Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama,
pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 8/2024 yang
mengatur larangan dan pembatasan (lartas) impor, menyebabkan
keterbatasan pasokan alat berat tertentu di dalam negeri. Kondisi ini
diperparah oleh terbatasnya produksi alat berat lokal, seperti ekskavator
merek Pindad yang hanya tersedia untuk kelas 20 ton.

Kedua, situasi politik dalam negeri, termasuk pemilihan umum, membuat
pelaku industri menerapkan pendekatan "wait and see" sebelum melakukan
investasi besar, termasuk pembelian alat berat. Selain itu, penerapan Pajak
Alat Berat (PAB) dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%
pada 2025 juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, karena
dapat meningkatkan biaya operasional secara signifikan.

Meskipun demikian, sektor konstruksi, pertanian, dan pertambangan tetap
menjadi pendorong utama permintaan alat berat. PAABI mencatat bahwa
sebagian besar penjualan alat berat pada 2024 tertuju ke sektor konstruksi
sebanyak 5.371 unit, diikuti oleh sektor agrikultur sebanyak 3.904 unit, dan
pertambangan sebanyak 3.568 unit.

Untuk mengatasi tantangan ini, PAABI mendorong pemerintah untuk
memberikan kelonggaran dalam kebijakan impor komponen alat berat yang
belum dapat diproduksi di dalam negeri, serta mempercepat sosialisasi
terkait PAB dan PPN agar pelaku industri dapat menyesuaikan strategi bisnis
mereka secara efektif.
Page 46
                                                                            43




Industri Konstruksi
Pertumbuhan perekonomian di Indonesia yang stabil diatas 5% selama 3 tahun
berturut-turut menunjukan industri konstruksi di Indonesia pada tahun 2025
diperkirakan akan terus berkembang pesat, dimana sektor konstruksi
memiliki kontribusi yang signifikan terhadap PDB, dilihat dari persentase
sektor konstruksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 10,43%
pada triwulan IV tahun 2024 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Salah
satu pendorong utama pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia pada
tahun 2025 adalah komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan
infrastruktur strategis. Program besar seperti Proyek Strategis Nasional (PSN)
mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jalur kereta api
untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Proyek-proyek ini akan
memberikan peluang besar bagi perusahaan konstruksi untuk berpartisipasi
dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Skema Public-Private
Partnership (PPP) atau di Indonesia dikenal sebagai Kerja Sama Pemerintah
dengan Badan Usaha (KPBU) menjadi jalan bagi perusahaan konstruksi
swasta untuk mendapatkan peranan dalam menyediakan pendanaan,
membangun, dan mengelola infrastruktur, serta bertanggung jawab atas
pengembalian investasi dan keberlanjutan pada sektor-sektor strategis.

Jumlah populasi Indonesia yang mencapai 281 juta jiwa di tahun 2024 dan
laju pertumbuhan Populasi Indonesia di tahun mencapai 1,11% memiliki
faktor yang kuat dengan industri konstruksi, semakin besar populasi suatu
daerah maka semakin besar pula kebutuhan infrastruktur yang mendorong
pertumbuhan industri konstruksi. Permintaan akan perumahan dan fasilitas
umum yang semakin meningkat dapat menghadirkan peluang signifikan untuk
proyek konstruksi.

Tantangan utama pada industri konstruksi adalah kenaikan harga biaya
material dan logistik. Harga bahan baku seperti semen, baja, dan aspal
mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh ketidakstabilan pasar global dan
inflasi. Biaya material yang tinggi dapat membatasi kemampuan perusahaan
konstruksi untuk menyelesaikan proyek sesuai anggaran yang telah
ditetapkan. Masalah rantai pasok global juga menjadi tantangan, terutama
dalam hal pengadaan material impor. Gangguan logistik yang disebabkan
oleh pandemi, konflik geopolitik, atau kebijakan perdagangan internasional
sering kali menyebabkan keterlambatan pengiriman bahan baku ke lokasi
proyek.

Di tahun 2025, ada peluang untuk peningkatan kinerja bagi perusahaan
sektor konstruksi dengan penambahan kontrak-kontrak strategis dari
pemerintah dan kemungkinan terjadinya penurunan tingkat suku bunga
acuan.
Page 47
                                                                                                                                                      44




                                                                                       Revenue                 Net Income            Revenue      EAT
         No.                 Company Name                   Ticker    Currency
                                                                                 31/Dec/24 31/Dec/23 31/Dec/24 31/Dec/23             Growth      Growth

          1    PT PP (Persero) Tbk.                        PTPP      IDR mio     19.812.143   18.464.215     129.438      127.090        7,30%      1,85%

          2    PT Adhi Karya (Persero) Tbk.                ADHI      IDR mio     13.351.717   20.072.993     281.148      289.883      -33,48%      -3,01%
          3    PT Waskita Karya (Persero) Tbk.             WSKT      IDR mio     10.705.155   10.954.693   (3.913.601) (4.018.265)      -2,28%      -2,60%

          4    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.              WIKA      IDR mio     19.242.727   22.530.356   (2.593.029) (7.898.935)     -14,59%     -67,17%
          5    PT Total Bangun Persada Tbk.                TOTL      IDR mio      3.087.654    3.027.183     265.506      172.705        2,00%     53,73%

          6    PT Bukaka Teknik Utama Tbk.                 BUKK      IDR mio      3.646.418    5.128.345     521.445      711.021      -28,90%     -26,66%
          7    PT Jaya Konstruksi M anggala Pratama Tbk.   JKON      IDR mio      3.875.321    4.548.755     189.090      241.815      -14,80%     -21,80%

          8    PT Surya Semesta Internusa Tbk.             SSIA      IDR mio      6.251.910    4.537.654     448.549      231.546       37,78%     93,72%



         Perusahaan sektor konstruksi milik pemerintah PT Pembangunan Perumahan
         mencatatkan pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp 19,8 Trilliun, naik 7,3%
         secara tahunan dari tahun 2023. Laba periode berjalan yang dapat
         diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 129,4
         Milliar naik 1,85% dari tahun 2023. PT Adhi Karya mencatakan pendapatan di
         tahun 2024 sebesar Rp 13,35 Trilliun, turun 33% secara tahunan dari tahun
         2023 sebesar Rp 20,1 Trilliun. Laba bersih turun 3,01% dari tahun 2024
         sebesar Rp 281,1 Milliar dan tahun 2023 sebesar Rp 289,9 Milliar. Sementara
         untuk Perusahaan sektor Konstruksi swasta PT Total Bangun Persada Tbk
         mencatatkan pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp 3,1 Triliun, naik 2% secara
         tahunan dan laba bersih naik 53,73% dari Rp 265 Miliar di tahun 2024 dan Rp
         172,7 Milliar di tahun 2023. PT Surya Semesta Internusa Tbk mencatatkan
         pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp 6,3 Triliun, naik 37.78% secara tahunan
         dan laba bersih Rp 448,6 Miliar di tahun 2024 dan Rp 231,6 Miliar di tahun
         2023 naik mencapai 93,72%. Secara keseluruhan perusahaan sektor memiliki
         peluang dan tantangan, dengan strategi yang tepat sasaran dan identifikasi
         area penghematan potensial untuk mengurangi resiko fluktuasi bahan baku,
         sektor konstruksi memiliki potensi pertumbuhan positif dan berkelanjutan.

II.2.3   Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
         Sepanjang 2024, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp134,4
         triliun, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, laba
         bersih turun 5% menjadi Rp19,5 triliun, mencerminkan dampak langsung dari
         penurunan harga batu bara yang menjadi tantangan utama lini bisnis
         pertambangan. Meskipun demikian, total aset Perseroan meningkat 10%
         menjadi Rp169,5 triliun, sedangkan ekuitas naik 17% menjadi Rp98,2 triliun.
         Penurunan marjin laba kotor dari 27,8% ke 25,2% dan laba bersih dari 16,0%
         ke 14,5% menandai perlunya efisiensi dan inovasi untuk menjaga
         profitabilitas ke depan.
Page 48
                                                                                   45




         Dari sisi segmen usaha, jasa kontraktor penambangan menyumbang
         pendapatan terbesar, mencapai Rp58 triliun (naik 8%), diikuti oleh mesin
         konstruksi sebesar Rp37,3 triliun (naik 2%) dan pertambangan batu bara
         sebesar Rp26 triliun (naik 15%).

         Sorotan tahun ini datang dari lini bisnis emas dan mineral, yang mencatat
         lonjakan pendapatan hingga 90%, mencapai Rp9,9 triliun. Lonjakan ini
         mengindikasikan efektivitas strategi diversifikasi Perseroan dalam
         mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan memperluas portofolio
         ke sektor yang lebih resilien.

II.2.4   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
         Kerugian selama beberapa tahun terakhir menyebabkan posisi ekuitas ACSET
         terus mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan kerugian berkelanjutan
         yang timbul karena peningkatan biaya penyelesaian atas proyek yang sedang
         berjalan, perubahan jadwal penyelesaian proyek dan tantangan di lapangan,
         baik teknis seperti perubahan metode kerja, serta non teknis seperti kondisi
         cuaca yang mempengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan. Selama beberapa
         tahun terakhir, kejadian tersebut telah menyebabkan kondisi ekuitas ACSET
         terus menerus mengalami penurunan. Secara umum, ACSET tetap dapat
         melangsungkan kegiatan usahanya. Namun, kondisi ekuitas negatif (negative
         equity) yang dialami ACSET ini berdampak pada terbatasnya kemampuan
         ACSET untuk mendapatkan pembiayaan dari pihak eksternal, khususnya
         untuk membiayai proyek baru.

         Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki struktur permodalan,
         ACSET mendapat dukungan/komitmen dari Perseroan melalui KSP sebagai
         pemegang saham mayoritas ACSET salah satunya melalui tambahan setoran
         modal. Komitmen penyertaan modal tersebut direalisasikan melalui rencana
         ACSET untuk menerbitkan saham baru (yang berasal dari saham portepel)
         melalui PMTHMETD sesuai dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04.19 guna
         menjaga keberlangsungan usahanya. Bagi ACSET dengan adanya pelaksanaan
         penambahan modal, struktur permodalan akan membaik dan dapat
         mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang.

         Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
         ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
         dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi perusahaan
         terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas
         melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat RUPSLB.
Page 49
                                                                               46




         Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
         berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
         Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
         dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
         adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
         berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
         total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.

         Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
         terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
         persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
         perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.

                             Keterangan                    31 Desember 2024
         Modal kerja bersih (jutaan Rupiah)                        (420.134)
         Total aset (jutaan Rupiah)                                2.812.734
         Total liabilitas (jutaan Rupiah)                          2.953.727
         Persentase total liabilitas terhadap total aset            105,01%


II.2.5   Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
         Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
         • Bagi Perseroan, Rencana Transaksi meningkatkan kepemilikan Perseroan
           atas ACSET dari semula 87,7% menjadi 91,2%;
         • Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur permodalan
           ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki posisi keuangan
           dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya dapat memberikan dividen
           pada Perseroan;
         • Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
           memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
           operasional dengan lebih baik;
         • Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
           mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara konsolidasian
           karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain untuk membiayai modal
           kerjanya.

         Kerugian Rencana Transaksi adalah:
         • Perseroan melalui KSP mungkin akan kehilangan kesempatan untuk
           memanfaatkan dana yang digunakan untuk Rencana Transaksi untuk
           investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang lebih
           menguntungkan.
Page 50
                                                                                                                     47




II.3     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

II.3.1   Penilaian Kinerja Historis
         Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per 31 Desember
         2019 sampai dengan per 31 Desember 2024 yang kami peroleh dari
         manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

         Laporan Posisi Keuangan
         Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                        Audit         Audit        Audit         Audit         Audit         Audit

                                      31 Dec 19     31 Dec 20    31 Dec 21     31 Dec 22     31 Dec 23     31 Dec 24

          Aset lancar                  50.826.955   44.195.782    60.604.068    78.930.048    62.667.105    69.979.284

          Aset tidak lancar            60.886.420   55.605.181    51.957.288    61.548.172    91.086.798    99.501.334

          Total aset                  111.713.375   99.800.963   112.561.356   140.478.220   153.753.903   169.480.618

          Liabilitas jangka pendek     32.585.529   20.943.824    30.489.218    42.037.402    43.038.299    45.302.555

          Liabilitas jangka panjang    18.017.772   15.709.999    10.249.381     8.926.993    26.673.962    26.002.890

          Total liabilitas             50.603.301   36.653.823    40.738.599    50.964.395    69.712.261    71.305.445

          Total ekuitas                61.110.074   63.147.140    71.822.757    89.513.825    84.041.642    98.175.173



         Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
         mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
         Compound Annual Growth Rate (“CAGR”), sebesar 10,32% atau naik dari
         Rp111.713.375 juta pada 31 Desember 2019 menjadi Rp169.480.618 juta
         pada 31 Desember 2024. Peningkatan jumlah aset terutama berasal dari
         peningkatan jumlah aset tetap dan investasi pada entitas asosiasi & ventura
         bersama.

         Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
         mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
         CAGR, sebesar 7,10% atau naik dari Rp50.603.301 juta pada 31 Desember
         2019 menjadi Rp71.305.445 juta pada 31 Desember 2024. Peningkatan
         jumlah liabilitas terutama berasal dari peningkatan jumlah pinjaman bank
         jangka panjang.

         Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
         mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
         CAGR, sebesar 9,95% atau naik dari Rp61.110.074 juta pada
         31 Desember 2019 menjadi Rp98.175.173 juta pada 31 Desember 2024.
         Peningkatan jumlah ekuitas terutama berasal dari peningkatan jumlah laba
         ditahan.
Page 51
                                                                                                                    48




Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                Audit          Audit          Audit          Audit          Audit           Audit

                              31 Dec 19      31 Dec 20      31 Dec 21      31 Dec 22      31 Dec 23       31 Dec 24

 Pendapatan                    84.430.478     60.346.784     79.460.503    123.607.460    128.583.264     134.426.998

 Beban pokok pendapatan       (63.199.825)   (47.357.491)   (59.795.542)   (88.848.772)   (92.797.027)   (100.595.438)

 Laba kotor                    21.230.653     12.989.293     19.664.961     34.758.688     35.786.237      33.831.560

 Beban usaha                   (4.625.642)    (4.695.316)    (4.789.346)    (5.625.972)    (6.063.094)     (6.650.030)

 Laba usaha                    16.605.011      8.293.977     14.875.615     29.132.716     29.723.143      27.181.530
 Penghasilan / (beban)
                                  188.560      (824.035)      (980.291)      (560.803)      (885.424)        (421.430)
 lain-lain, bersih
 Penghasilan / (beban)
                               (1.717.053)     (781.394)        117.818        238.213      (752.417)      (1.500.425)
 keuangan, bersih
 Bagian atas laba bersih
 entitas asosiasi & ventura       400.367        322.638        449.108        635.915        635.038         637.377
 bersama
 Laba sebelum pajak
                               15.476.885      7.011.186     14.462.250     29.446.041     28.720.340      25.897.052
 penghasilan
 Beban pajak penghasilan       (4.342.244)    (1.378.761)    (3.853.983)    (6.452.368)    (6.590.244)     (5.778.523)

 Laba tahun berjalan           11.134.641      5.632.425     10.608.267     22.993.673     22.130.096      20.118.529



Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 9,75% atau naik dari Rp84.430.478 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp134.426.998 juta pada 31 Desember 2024.
Peningkatan jumlah pendapatan terutama berasal dari peningkatan key
operational indicators Perseroan seperti coal production & OB removal, coal
sales, penjualan produk Komatsu dan penjualan emas serta akibat pengaruh
kondisi ekonomi global yang berdampak kepada peningkatan harga batubara,
emas dan nikel.

Jumlah beban pokok pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan
tahun 2023 mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan
menggunakan indikator CAGR, sebesar 9,74% atau naik dari Rp63.199.825
juta pada 31 Desember 2019 menjadi Rp100.595.438 juta pada 31 Desember
2024. Peningkatan jumlah beban pokok pendapatan sejalan dengan
meningkatnya jumlah pendapatan.

Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 9,77% atau naik dari Rp21.230.653 juta pada 31 Desember
2019 menjadi Rp33.831.560 juta pada 31 Desember 2024.
Page 52
                                                                                                            49




Jumlah beban usaha sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator CAGR,
sebesar 7,53% atau naik dari Rp4.625.642 juta pada 31 Desember 2019
menjadi Rp6.650.030 juta pada 31 Desember 2024. Peningkatan jumlah
beban usaha sejalan dengan meningkatnya aktivitas operasional.

Jumlah laba usaha Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan indikator
CAGR, sebesar 10,36% atau naik dari Rp16.605.011 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp27.181.530 juta pada 31 Desember 2024.
Peningkatan jumlah beban usaha sejalan dengan meningkatnya aktivitas
operasional.

Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2024 mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan, dengan menggunakan
indikator CAGR, sebesar 12,56% atau naik dari Rp11.134.641 juta pada
31 Desember 2019 menjadi Rp20.118.529 juta pada 31 Desember 2024.

Secara keseluruhan, semua indikator termasuk pendapatan, laba sebelum
pajak penghasilan, dan laba tahun berjalan menunjukkan peningkatan dari
tahun 2019 sampai 2024.

Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                           Audit         Audit         Audit          Audit          Audit          Audit
                         31 Dec 19     31 Dec 20     31 Dec 21      31 Dec 22      31 Dec 23      31 Dec 24
 Arus kas bersih yang
 diperoleh dari           9.435.985    18.557.088    23.284.854     32.891.585     26.346.848     30.044.864
 aktivitas operasi
 Arus kas bersih yang
 digunakan untuk         (9.757.541)   (2.594.328)   (3.158.997)   (10.401.292)   (33.439.773)   (14.202.531)
 aktivitas investasi
 Arus kas bersih yang
 digunakan untuk          (830.690)    (7.834.254)   (7.419.838)   (18.653.279)   (12.230.036)    (9.468.173)
 aktivitas pendanaan
 Kenaikan /
 (penurunan) kas &       (1.152.246)    8.128.506    12.706.019      3.837.014    (19.322.961)     6.374.160
 setara kas
 Kas & setara kas
                         13.438.175    12.090.661    20.498.574     33.321.741     38.281.513     18.596.609
 pada awal tahun
 Dampak perubahan
 selisih kurs terhadap    (195.268)       279.407       117.148      1.122.758       (361.943)       121.750
 kas & setara kas
 Kas & setara kas
                         12.090.661    20.498.574    33.321.741     38.281.513     18.596.609     25.092.519
 pada akhir tahun


Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada 2024 adalah
sebesar Rp30.044.864 juta meningkat dari Rp9.435.985 juta pada tahun
2019, terutama disebabkan penerimaan kas yang dihasilkan dari operasi.
Page 53
                                                                                                 50




Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada 2024 adalah
sebesar Rp14.202.531 juta meningkat dari Rp9.757.541 juta pada tahun
2019, terutama disebabkan peningkatan investasi pada entitas asosiasi dan
perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 2024 adalah
sebesar Rp9.468.173 juta meningkat dari Rp830.690 juta pada tahun 2019,
terutama disebabkan pembayaran dividen.

Posisi kas pada 2024 adalah sebesar Rp25.092.519 juta meningkat dari
Rp12.090.661 juta pada tahun 2019.

Analisis Rasio
                             Audit       Audit       Audit       Audit       Audit       Audit
                           31 Dec 19   31 Dec 20   31 Dec 21   31 Dec 22   31 Dec 23   31 Dec 24
 Rasio profitabilitas
 Gross profit margin          25,15%      21,52%      24,75%      28,12%      27,83%      25,17%
 Operating profit margin      19,67%      13,74%      18,72%      23,57%      23,12%      20,22%
 Net profit margin            13,19%       9,33%      13,35%      18,60%      17,21%      14,97%
 Return on equity             18,22%       8,92%      14,77%      25,69%      26,33%      20,49%
 Return on assets              9,97%       5,64%       9,42%      16,37%      14,39%      11,87%
 Rasio likuiditas
 Rasio lancar                   1,56        2,11        1,99        1,88        1,46        1,54
 Rasio cepat                    1,22        1,73        1,68        1,51        1,06        1,17
 Rasio kas                      0,37        0,98        1,09        0,91        0,43        0,55
 Rasio solvabilitas
 Debt to equity ratio         23,06%      19,77%      12,79%       3,35%      22,26%      19,58%
 LTD to equity ratio          17,37%      13,36%       4,15%       1,13%      20,72%      15,91%
 Debt to total assets         12,61%      12,51%       8,16%       2,14%      12,17%      11,34%


Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 1,56 pada tahun 2019 menjadi 1,54
pada tahun 2024. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,22 pada tahun
2019 menjadi 1,17 pada tahun 2024. Rasio kas mengalami peningkatan dari
0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,55 pada tahun 2024.

Perseroan mempertahankan likuiditas yang sehat secara konsisten dan
memiliki jumlah aset lancar yang memadai untuk memenuhi liabilitas jangka
pendek sepanjang tahun. Tingkat likuiditas Perseroan terlihat dari rasio
lancar yang berada di atas 1 sejak tahun 2019 sampai dengan 2024.
Page 54
                                                                                    51




         Rasio Solvabilitas
         Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 23,06% pada tahun 2019
         menjadi 19,58% pada tahun 2024. Long term debt to equity ratio mengalami
         penurunan dari 17,37% pada tahun 2019 menjadi 15,91% pada tahun 2024.
         Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 12,61% pada tahun 2019
         menjadi 11,34% pada tahun 2024.

         Sejak tahun 2019 sampai dengan 2022 porsi kewajiban keuangan Perseroan
         mengalami penurunan sejalan dengan jumlah ketersediaan kas yang cukup.
         Namun sejak tahun 2023 dengan meningkatnya kebutuhan belanja modal dan
         investasi, Perseroan mempertimbangkan alternatif lain berupa pinjaman
         bank untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti terlihat pada debt to equity
         ratio di tahun 2023 menjadi sebesar 22,46% meningkat dari tahun
         sebelumnya yang hanya sebesar 3,35%.

         Rasio Profitabilitas
         Gross profit margin relatif stabil sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024
         yaitu dikisaran 21 s/d 28%. Operating profit margin mengalami peningkatan
         pada tahun 2022 sejalan dengan peningkatan pendapatan pada tahun
         tersebut dan sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2024, mencatat margin
         yang relatif stabil dikisaran 20 s/d 23%. Net profit margin mengalami
         peningkatan pada tahun 2022 dan sejak tahun 2022 sampai dengan 2024
         mencatatkan margin yang relatif stabil dikisaran 15 s/d 18%.
         Return on equity mengalami peningkatan pada tahun 2022 dan sejak tahun
         2022 sampai dengan 2024 relatif stabil dikisaran 20 s/d 26%. Return on assets
         mengalami peningkatan pada tahun 2022 dan sejak tahun 2022 sampai
         dengan 2024 relatif stabil dikisaran 12 s/d 16%.

II.3.2   Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
         Pengaruh Rencana Transaksi terhadap performa keuangan pada tanggal
         penilaian per 31 Desember 2024 dilakukan dengan asumsi bahwa Perseroan
         melalui anak perusahaannya KSP akan melakukan PMTHMETD kepada ACSET
         dengan nilai transaksi sebesar Rp500.000.000.000,-, yang akan digunakan
         untuk memperkuat struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki
         kondisi keuangan ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan
         pengembangan bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan
         ACSET, maka akan memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek
         baru dan fasilitas keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan
         perbaikan kondisi keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti
         tender guna memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam
         mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan
         lainnya. Selain dari pengembangan bisnis ACSET, penggunaan dana
Page 55
                                                                                                52




PMTHMETD akan digunakan juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET
sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban jangka pendek ACSET serta
digunakan untuk membiayai kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan
proyek yang sedang berjalan.

Berikut merupakan proforma keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang
kami terima dari manajemen Perseroan:

Proforma Posisi Keuangan Perseroan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                    Sebelum        Penyesuaian       Sesudah        Perubahan
                                    31 Des 24                        31 Des 24         %
 Aset lancar                          69.979.284                 0     69.519.284          0,00%
 Aset tidak lancar                    99.501.334                 0     99.501.334          0,00%
 Total aset                          169.480.618                 0    169.020.618          0,00%
 Liabilitas jangka pendek             45.302.555                 0     44.842.555          0,00%
 Liabilitas jangka panjang            26.002.890                 0     26.002.890          0,00%
 Total liabilitas                     71.305.445                 0     70.845.445          0,00%
 Ekuitas yang dapat diatribusikan
                                      92.947.394                 0     92.947.394          0,00%
 kepada pemilik entitas induk
 Kepentingan nonpengendali             5.227.779                 0      5.227.779          0,00%
 Total ekuitas                        98.175.173                 0     98.175.173          0,00%


Proforma posisi keuangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.
Page 56
                                                                                                   53




Proforma Laba Rugi Perseroan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                     Sebelum         Penyesuaian        Sesudah        Perubahan
                                     31 Des 24                         31 Des 24          %
 Pendapatan                           134.426.998                       134.426.998           0,00%
 Beban pokok pendapatan              (100.595.438)                     (100.595.438)          0,00%
 Laba kotor                            33.831.560                  0     33.831.560           0,00%
 Beban usaha                           (6.650.030)                       (6.650.030)          0,00%
 Laba usaha                            27.181.530                  0     27.181.530           0,00%
 Penghasilan / (beban) lain-lain,
                                         (421.430)                         (421.430)          0,00%
 bersih
 Penghasilan / (beban)
                                       (1.500.425)                       (1.500.425)          0,00%
 keuangan, bersih
 Bagian atas laba bersih entitas
                                          637.377                           637.377           0,00%
 asosiasi & ventura bersama
 Laba sebelum pajak
                                       25.897.052                  0     25.897.052           0,00%
 penghasilan
 Beban pajak penghasilan               (5.778.523)                       (5.778.523)          0,00%
 Laba tahun berjalan                   20.118.529                  0     20.118.529           0,00%

Proforma laba rugi menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.

Proforma Arus Kas Perseroan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                     Sebelum         Penyesuaian        Sesudah        Perubahan
                                     31 Des 24                         31 Des 24          %
 Arus kas dari aktivitas operasi
 Arus kas bersih yang diperoleh
 dari / (digunakan untuk)             30.044.864                   0    30.044.864            0,00%
 aktivitas operasi
 Arus kas dari aktivitas investasi
 Arus kas bersih yang diperoleh
 dari / (digunakan untuk)            (14.202.531)                  0   (14.202.531)           0,00%
 aktivitas investasi
 Arus kas dari aktivitas
 pendanaan
 Arus kas bersih yang diperoleh
 dari / (digunakan untuk)             (9.468.173)                  0    (9.468.173)           0,00%
 aktivitas pendanaan
 Kenaikan / (penurunan) bersih
                                        6.374.160                  0      6.374.160           0,00%
 kas & setara kas
 Kas & setara kas awal tahun           18.596.609                        18.596.609           0,00%
 Dampak perubahan selisih kurs
                                          121.750                           121.750           0,00%
 terhadap kas & setara kas
 Kas & setara kas akhir tahun          25.092.519                  0     25.092.519           0,00%
Page 57
                                                                                                54




Proforma arus kas menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.

Dampak Rencana Transaksi dari sisi ACSET berdasarkan proforma posisi
keuangan ACSET yang kami peroleh dari manajemen adalah sebagai berikut:

Proforma Posisi Keuangan ACSET
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                    Sebelum        Penyesuaian       Sesudah        Perubahan
                                    31 Des 24                        31 Des 24         %
   Kas & setara kas                     428.058         500.000          928.058        116,81%
 Aset lancar                           2.491.320        500.000         2.991.320          20,07%
 Aset tidak lancar                      321.414                  0       321.414            0,00%
 Total aset                           2.812.734         500.000        3.312.734           17,78%
 Liabilitas jangka pendek              2.911.454                 0      2.911.454           0,00%
 Liabilitas jangka panjang               42.273                  0        42.273            0,00%
 Total liabilitas                      2.953.727                 0      2.953.727           0,00%
    Modal saham                        1.267.516        500.000         1.767.516          39,45%
 Ekuitas yang dapat diatribusikan
                                       (167.952)        500.000          332.048        -297,70%
 kepada pemilik entitas induk
 Kepentingan nonpengendali               26.959                  0        26.959            0,00%
 Total ekuitas                        (140.993)         500.000          359.007       -354,63%


Proforma posisi keuangan ACSET menunjukkan perbedaan antara sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang
disebabkan oleh penerimaan tambahan modal saham sebesar
Rp500.000.000.000,- yang menyebabkan penambahan kas dan setara kas
yang memberikan dampak positif terhadap modal kerja bersih ACSET dari
sebelumnya negatif menjadi positif.

Berdasarkan informasi proforma keuangan Perseroan per 31 Desember 2024
maka dapat disimpulkan bahwa secara konsolidasi, Rencana Transaksi tidak
mempengaruhi performa keuangan Perseroan karena ACSET merupakan anak
perusahaan KSP yang pencatatan laporan keuangan dikonsolidasikan ke
laporan keuangan Perseroan.

Di sisi lain, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap posisi
keuangan ACSET dimana dengan Rencana Transaksi modal kerja bersih
perusahaan menjadi positif.
Page 58
                                                                                                            55




II.3.3   Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
         Berdasarkan proforma keuangan Perseroan di atas, berikut menampilkan
         analisis rasio sebelum dan sesudah Rencana Transaksi.
                                        Sebelum                   Sesudah                  Perubahan
                Analisis Rasio
                                       31 Des 24                 31 Des 24                     %
         Rasio profitabilitas
         Gross profit margin                     25,17%                    25,17%                   0,00%
         Operating profit margin                 20,22%                    20,22%                   0,00%
         Net profit margin                       14,97%                    14,97%                   0,00%
         Return on equity                        20,49%                    20,49%                   0,00%
         Return on assets                        11,87%                    11,87%                   0,00%
         Rasio likuiditas
         Rasio lancar                                 1,54                      1,54                0,00%
         Rasio cepat                                  1,17                      1,17                0,00%
         Rasio kas                                    0,55                      0,55                0,00%
         Rasio solvabilitas
         Debt to equity ratio                    19,58%                    19,58%                   0,00%
         LTD to equity ratio                     15,91%                    15,91%                   0,00%
         Debt to total assets                    11,34%                    11,34%                   0,00%

         Analisis rasio keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
         menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah
         Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024.

         Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
         Perseroan per 31 Desember 2024 dengan proforma keuangan Perseroan per
         31 Desember 2024, diperoleh bahwa rasio keuangan baik rasio likuiditas,
         rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas, tidak mengalami perubahan yang
         disebabkan oleh ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan
         laporan keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.

         Namun bagi ACSET, Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas dan
         memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang ditunjukkan analisis
         rasio berikut:
                                   Sebelum                   Sesudah                   Perubahan
              Analisis Rasio
                                   31 Des 24                 31 Des 24                    %
         Rasio likuiditas
         Rasio lancar                          0,86                      1,03                  20,07%
         Rasio cepat                           0,85                      1,02                  20,26%
         Rasio kas                             0,15                      0,32                 116,81%
         Rasio solvabilitas
         Debt to equity ratio           -202,14%                    79,39%                    -139,27%
         LTD to equity ratio                 0,00%                     0,00%                    0,00%
         Debt to total assets             10,13%                       8,60%                   -15,09%
Page 59
                                                                                                          56




II.3.4   Penilaian atas Proyeksi Keuangan
         Asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam penyusunan proyeksi
         keuangan adalah sebagai berikut:
         • Operasional ACSET diasumsikan sama dalam proyeksi sesudah dan sebelum
           Rencana Transaksi;
         • Proyeksi sesudah Rencana Transaksi, dana yang diperoleh dari Rencana
           Transaksi akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja oleh ACSET;
         • Proyeksi sebelum Rencana Transaksi, ACSET akan menggunakan alternatif
           pendanaan lain untuk pembiayaan modal kerja sehingga menimbulkan
           kewajiban pembayaran bunga.

         PROYEKSI LABA RUGI
         Perbandingan antara proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana
         Transaksi yang kami terima dari manajemen Perseroan adalah sebagai
         berikut:
         Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                      31 Dec 25     31 Dec 26     31 Dec 27     31 Dec 28     31 Dec 29
          Pendapatan
          Sesudah rencana transaksi   137.885.529   150.120.065   155.109.965   162.794.597   170.862.753
          Sebelum rencana transaksi   137.885.529   150.120.065   155.109.965   162.794.597   170.862.753
          % perubahan                      0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
          Laba kotor
          Sesudah rencana transaksi    33.107.598    37.262.978    38.173.731    40.077.154    42.069.956
          Sebelum rencana transaksi    33.107.598    37.262.978    38.173.731    40.077.154    42.069.956
          % perubahan                      0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
          Laba usaha
          Sesudah rencana transaksi    25.855.911    29.940.443    30.501.347    32.025.611    33.619.203
          Sebelum rencana transaksi    25.855.911    29.940.443    30.501.347    32.025.611    33.619.203
          % perubahan                      0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
          Laba tahun berjalan
          Sesudah rencana transaksi    18.045.194    20.584.443    21.109.433    22.170.291    23.267.836
          Sebelum rencana transaksi    18.034.965    20.584.443    21.109.433    22.170.291    23.267.836
          % perubahan                      0,06%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%


         Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa:
         • Peningkatan performa ACSET yang disebabkan oleh penerimaan
            pendanaan sebesar Rp1 triliun dari Perseroan yang memberikan dorongan
            terhadap operasional perusahaan dan menjadi salah satu faktor utama
            yang menopang kinerja keuangan yang positif dalam proyeksi Perseroan;
         • Tidak ada perubahan hingga laba operasional antara sebelum dan sesudah
            Rencana Transaksi;
         • Akibat dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi akan digunakan ACSET
            untuk pembiayaan modal kerja, maka dapat menghindari beban bunga
            yang timbul dari pembiayaan tersebut;
Page 60
                                                                                             57




•   Sesudah Rencana Transaksi, laba tahun berjalan Perseroan akan lebih
    baik akibat penghematan beban bunga dari Rencana Transaksi.

PROYEKSI POSISI KEUANGAN
Perbandingan antara proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi yang kami terima dari manajemen Perseroan adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
                             Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                             31 Dec 25     31 Dec 26     31 Dec 27     31 Dec 28     31 Dec 29
 Aset lancar
 Sesudah rencana transaksi    69.125.684    74.711.779    81.085.377    81.801.341    82.948.736
 Sebelum rencana transaksi    69.572.114    75.158.209    81.531.807    82.247.771    83.395.166
 % perubahan                      -0,64%        -0,59%        -0,55%        -0,54%        -0,54%
 Aset tidak lancar
 Sesudah rencana transaksi   146.079.099   148.649.690   148.878.988   155.163.833   161.783.665
 Sebelum rencana transaksi   146.079.099   148.649.690   148.878.988   155.163.833   161.783.665
 % perubahan                      0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
 Liabilitas jangka pendek
 Sesudah rencana transaksi    45.703.642    43.405.595    43.749.565    44.434.088    45.222.889
 Sebelum rencana transaksi    46.163.642    43.865.595    44.209.565    44.894.088    45.682.889
 % perubahan                      -1,00%        -1,05%        -1,04%        -1,02%        -1,01%
 Liabilitas jangka panjang
 Sesudah rencana transaksi    63.364.794    60.537.544    53.678.727    46.668.320    39.657.913
 Sebelum rencana transaksi    63.364.794    60.537.544    53.678.727    46.668.320    39.657.913
 % perubahan                      0,00%         0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
 Ekuitas
 Sesudah rencana transaksi   106.136.346   119.418.330   132.536.073   145.862.766   159.851.599
 Sebelum rencana transaksi   106.122.776   119.404.760   132.522.503   145.849.196   159.838.029
 % perubahan                      0,01%         0,01%         0,01%         0,01%         0,01%


Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa:
• Jumlah aset dan liabilitas sesudah Rencana Transaksi lebih rendah
  dibandingkan sebelum Rencana Transaksi akibat pembiayaan modal kerja
  menggunakan dana internal Perseroan. Sementara dalam proyeksi
  keuangan sebelum Rencana Transaksi memerlukan sumber pendanaan lain
  yang berakibat pada munculnya kewajiban pembayaran bunga.

Dari analisis atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
dimana diasumsikan dalam proyeksi keuangan sebelum ACSET memerlukan
sumber pendanaan lain untuk pembiayaan modal kerja dapat disimpulkan
bahwa performa keuangan Perseroan akan lebih baik yang ditimbulkan dari
penghematan beban bunga.
Page 61
                                                                                                                      58




II.3.5   Analisis Inkremental
         Analisis inkremental dilakukan dengan cara:
         • Melihat kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan sebagai akibat dari
           Rencana Transaksi;
         • Biaya atau pendapatan yang relevan;
         • Informasi non keuangan yang relevan;
         • Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
           rencana dan nilai dari Rencana Transaksi;
         • Hal material lainnya.

         Hasil analisis adalah sebagai berikut:

         Kontribusi Nilai Tambah
         Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan menerima
         keuntungan yang timbul dari penghematan beban bunga seperti yang
         ditampilkan dalam tabel di bawah ini:

         Disajikan dalam jutaan Rupiah
                                           Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                                          31 Dec 24       31 Dec 25       31 Dec 26       31 Dec 27       31 Dec 28
          Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik

          Sesudah rencana transaksi        17.540.746       19.656.263     20.135.279      21.147.522      22.196.882

          Sebelum rencana transaksi        17.528.847       19.656.263     20.135.279      21.147.522      22.196.882

          % perubahan                           0,07%            0,00%          0,00%           0,00%           0,00%

          Lembar saham Perseroan        3.730.135.136    3.730.135.136   3.730.135.136   3.730.135.136   3.730.135.136

          Laba per saham

          Sesudah rencana transaksi             4.702            5.270          5.398           5.669           5.951

          Sebelum rencana transaksi             4.699            5.270          5.398           5.669           5.951

          % perubahan                           0,07%            0,00%          0,00%           0,00%           0,00%


         Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan
         keuntungan bagi pemegang saham Perseroan seperti yang tampak dari
         peningkatan laba per saham yang diperoleh yang timbul dari penghematan
         beban bunga.

         Selain itu, Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah yang
         signifikan, karena secara langsung memperbaiki solvabilitas dan menjaga
         kelangsungan operasional Perseroan. Tindakan ini tidak hanya mencegah
         potensi wanprestasi dan keretakan hubungan dengan vendor strategis, tetapi
         juga memperkuat reputasi Perseroan. Komitmen nyata dari pemegang saham
         tersebut meningkatkan kepercayaan supplier, kreditor, dan investor,
         khususnya saat Perseroan berada dalam tekanan keuangan, sekaligus
         mencerminkan dukungan jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha.
Page 62
                                                                           59




Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi dilakukan dengan Perseroan melalui anak perusahaannya
KSP akan melakukan PMTHMETD kepada ACSET dengan nilai transaksi sebesar
Rp500.000.000.000,-, yang akan digunakan untuk memperkuat struktur
permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan ACSET. Hal ini
diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan bisnis ACSET.
Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET, maka akan
memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas
keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi
keuangan akan memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna
memperoleh proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan
fasilitas pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
pengembangan bisnis ACSET, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan
juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
berjalan.

Bagi ACSET dengan Rencana Transaksi diharapkan dapat memperbaiki
struktur permodalan dan dapat mendukung perkembangan perusahaan di
masa mendatang.

Informasi Non Keuangan yang Relevan
Ekuitas yang terus menurun terjadi akibat adanya kerugian berkelanjutan
yang timbul karena peningkatan biaya penyelesaian atas proyek yang sedang
berjalan, peningkatan biaya keuangan, perubahan jadwal penyelesaian
proyek dan tantangan di lapangan, baik teknis seperti perubahan metode
kerja, serta non teknis seperti kondisi cuaca yang mempengaruhi jadwal
penyelesaian pekerjaan. Selama beberapa tahun terakhir, Kejadian tersebut
telah menyebabkan kondisi ekuitas Perseroan terus menerus mengalami
penurunan.

Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki struktur permodalan,
ACSET mendapat dukungan / komitmen dari Perseroan melalui KSP sebagai
pemegang saham mayoritas ACSET melalui tambahan setoran modal dan
dikombinasikan dengan pemberian pinjaman. Komitmen penyertaan modal
tersebut direalisasikan melalui rencana ACSET untuk menerbitkan saham
baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMTHMETD) sesuai dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04.19 guna menjaga
keberlangsungan usahanya. Bagi ACSET dengan adanya pelaksanaan
penambahan modal, struktur permodalan akan membaik dan dapat
mendukung perkembangan perusahaan di masa mendatang.
Page 63
                                                                      60




Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan dalam Menentukan
Rencana dan Nilai Rencana Transaksi
Saat ini ACSET memiliki kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat serta
memperbaiki posisi keuangannya dan hal itu akan diatasi melalui
penambahan modal. Sebagai pemegang saham utama dan pengendali ACSET,
Perseroan melalui anak perusahaannya KSP telah menyampaikan
dukungannya kepada ACSET agar perbaikan posisi keuangan ACSET tersebut
dapat dilakukan dalam waktu secepatnya, dengan mengambil bagian dalam
penambahan modal yang akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Informasi Material Lainnya
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.

Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.
Page 64
                                                                                                        61




II.3.6   Analisis Sensitivitas
         Analisis sensitivitas dilakukan dengan membandingkan selisih kepemilikan
         Perseroan terhadap ACSET yang timbul akibat perubahan harga pelaksanaan
         per lembar saham. Diasumsikan harga pelaksanaan akan mengalami kenaikan
         dan penurunan sebesar 5% dan 10%.

         Perhitungan analisis sensitivitas adalah sebagai berikut:
         Disajikan dalam jutaan Rupiah
                            Harga Pelaksanaan   Jumlah Saham Baru     Perseroan (KSP)       Selisih
                 Kondisi
                                   (Rp)          yang Diterbitkan        % Shares       Terhadap Awal

          Awal                            100         5.000.000.000             91,2%

          Naik 5%                         105         4.761.904.762             91,1%            -0,1%

          Naik 10%                        110         4.545.454.545             90,9%            -0,3%

          Turun 5%                         95         5.263.157.895             91,3%            0,1%

          Turun 10%                        90         5.555.555.556             91,4%            0,3%


         Dari perhitungan analisis sensitivitas menunjukkan:
         • Apabila harga pelaksanaan naik 5%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
           atas ACSET menjadi 91,1% atau turun 0,1% dari kepemilikan awal;
         • Apabila harga pelaksanaan naik 10%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
           atas ACSET menjadi 90,9% atau turun 0,3% dari kepemilikan awal;
         • Apabila harga pelaksanaan turun 5%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
           atas ACSET menjadi 91,3% atau naik 0,1% dari kepemilikan awal;
         • Apabila harga pelaksanaan turun 10%, maka jumlah kepemilikan Perseroan
           atas ACSET menjadi 91,4% atau naik 0,3% dari kepemilikan awal.

         Dari analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa jumlah kepemilikan
         Perseroan atas ACSET tidak sensitif terhadap perubahan harga pelaksanaan.
Page 65
                                                                                               62




II.4   Analisis atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
       Tabel di bawah menunjukkan harga penutupan selama 25 hari terakhir
       beserta harga pelaksanaan yang dilakukan dalam Rencana Transaksi:
                                    Close           Harga         Jumlah Lembar     UT (KSP)
           Hari         Tanggal
                                  Price (Rp)   Pelaksanaan (Rp)     Saham Baru      %Shares
            1        5-May-25             86               100      5.000.000.000          91,2%
            2        2-May-25             86
            3        30-Apr-25            83
            4        29-Apr-25            84
            5        28-Apr-25            84
            6        25-Apr-25            84
            7        24-Apr-25            78
            8        23-Apr-25            73
            9        22-Apr-25            72
            10       21-Apr-25            71
            11       17-Apr-25            71
            12       16-Apr-25            71
            13       15-Apr-25            70
            14       14-Apr-25            70
            15       11-Apr-25            69
            16       10-Apr-25            69
            17       9-Apr-25             64
            18       8-Apr-25             71
            19       27-Mar-25            78
            20       26-Mar-25            86
            21       25-Mar-25            76
            22       24-Mar-25            77
            23       21-Mar-25            78
            24       20-Mar-25            79
            25       19-Mar-25            80
         Rata-rata                       76


       Berdasarkan penjelasan dari manajemen dan draf perjanjian pengambil
       bagian saham antara Perseroan melalui anak perusahaannya KSP dan ACSET
       disepakati bahwa:
       • ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk mengambil
          bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam rangka PMTHMETD
          sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
       • Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,- per
          lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan KSP adalah
          Rp500.000.000.000,-.
Page 66
                                                                                                                         63




Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi tampak
seperti ilustrasi berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
    Pemegang          Sebelum Rencana Transaksi                Penyesuaian               Sesudah Rencana Transaksi
     Saham        Jumlah Saham     Jumlah          %      Jumlah Saham    Jumlah    Jumlah Saham     Jumlah          %
 PT Karya Supra
                  11.115.027.968   1.111.503      87,7%   5.000.000.000   500.000   16.115.027.968   1.611.503       91,2%
 Perkasa
 Masyarakat        1.560.132.032    156.013       12,3%                              1.560.132.032    156.013         8,8%

 Jumlah           12.675.160.000   1.267.516   100,0%     5.000.000.000   500.000   17.675.160.000   1.767.516   100,0%



Berdasarkan POJK No. 14/POJK.04/2019 kewajiban memberikan HMETD
dalam penerbitan saham dan/atau efek bersifat ekuitas lainnya tidak berlaku
jika perusahan terbuka melakukan penerbitan saham dan/atau efek bersifat
ekuitas lainnya dalam rangka perbaikan posisi keuangan. Dalam POJK
tersebut perbaikan posisi keuangan diperlukan apabila perusahaan terbuka
memiliki modal kerja bersih negatif dan mempunyai liabilitas melebihi 80%
dari aset perusahaan terbuka. ACSET per 31 Desember 2024 memiliki modal
kerja bersih negatif sebesar Rp420 miliar dan rasio liabilitas terhadap total
aset mencapai 105,01%, sehingga memenuhi ketentuan yang diatur.

Rencana Transaksi akan dilakukan dengan penyetoran modal dalam bentuk
tunai sesuai dengan pasal 9 dalam POJK No. 14/POJK.04/2019 sehingga tidak
memerlukan penilaian. Dengan demikian kewajarannya atas Rencana
Transaksi diukur dengan mengacu kepada peraturan bursa yang berlaku.

Dalam peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-a tentang Pencatatan Saham dan
Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat, lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00101/BEI/12-2021, pasal
V.I.I mengatur bahwa harga pelaksanaan saham tambahan paling sedikit 90%
dari rata-rata harga penutupan saham Perusahaan Tercatat yang
bersangkutan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar
reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan hasil
penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Dengan penentuan harga pelaksanaan sebesar Rp100,- per lembar saham dan
rata-rata harga saham 25 hari terakhir sebesar Rp76,- per lembar saham,
maka dapat disimpulkan bahwa harga pelaksanaan adalah sebesar 130,9%
dari rata-rata harga saham 25 hari terakhir, sehingga sudah memenuhi
ketentuan peraturan BEI di atas.
Page 67
                                                                                      64




II.5   Analisis atas Faktor-faktor Lain yang Relevan
       Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
       ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
       dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi perusahaan
       terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas
       melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat RUPSLB.

       Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku yang
       berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
       Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar
       dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif perusahaan
       adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas perusahaan
       berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727 juta, sedangkan
       total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.

       Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
       terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
       persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
       perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.

       Berdasarkan analisis rasio keuangan atas dasar proforma keuangan ACSET,
       diperoleh informasi bahwa Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas
       dan memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang ditunjukkan
       analisis rasio berikut:
                              Sebelum            Sesudah            Perubahan
           Analisis Rasio
                              31 Des 24          31 Des 24             %
       Rasio likuiditas
       Rasio lancar                       0,86               1,03           20,67%
       Rasio cepat                        0,85               1,02           20,69%
       Rasio kas                          0,15               0,19           29,86%
       Rasio solvabilitas
       Debt to equity ratio         -202,14%            79,39%             -139,27%
       LTD to equity ratio              0,00%              0,00%             0,00%
       Debt to total assets          10,13%                9,99%             -1,40%
Page 68
                                                                              65




III   KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
      Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
      adalah sebagai berikut:
      • Analisis Transaksi:
        a. Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
             o KSP sebagai pihak yang melakukan pembayaran atas Rencana
               Transaksi;
             o ACSET sebagai pihak penerima pembayaran atas Rencana Transaksi.

            Perseroan merupakan induk perusahaan dari KSP yang merupakan
            pemegang saham utama di ACSET.

        b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan, KSP, dan
           ACSET serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
           pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi memiliki hubungan
           afiliasi yang disebabkan oleh:
           o KSP dan ACSET merupakan perusahaan terkendali dari Perseroan
              dimana KSP merupakan perusahaan yang 100% dimiliki oleh
              Perseroan secara langsung dan tidak langsung dan ACSET adalah
              perusahaan yang dimiliki oleh KSP dengan kepemilikan 87,7%;
           o Bapak IR. FXL. Kesuma M,Sc menjabat sebagai Presiden Direktur
              Perseroan dan menjabat sebagai Komisaris di KSP serta Presiden
              Komisaris di ACSET per 31 Desember 2024 hingga tanggal laporan
              ini diterbitkan;
           o Bapak Idot Supriadi menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
              menjabat sebagai Presiden Direktur di ACSET per 31 Desember 2024
              hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
           o Bapak Iwan Hadiantoro menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
              menjabat sebagai Direktur di KSP serta Komisaris di ACSET per 31
              Desember 2024 hingga tanggal laporan ini diterbitkan;
           o Ibu Vilihati Surya menjabat sebagai Direktur di Perseroan dan
              menjabat sebagai Komisaris di ACSET per 31 Desember 2024 hingga
              tanggal laporan ini diterbitkan.

        c. Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ditujukan untuk
           memperkuat struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki
           kondisi keuangan ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan
           pendanaan pengembangan bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya
           kondisi keuangan ACSET, maka akan memudahkan ACSET untuk
           memperoleh proyek-proyek baru dan fasilitas keuangan penunjang
           yang terkait dan seiring dengan perbaikan kondisi keuangan akan
           memudahkan ACSET dalam mengikuti tender guna memperoleh
           proyek-proyek baru dan fleksibilitas dalam mendapatkan fasilitas
Page 69
                                                                                                                               66




   pembiayaan dari Bank maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari
   pengembangan bisnis Acset, penggunaan dana PMTHMETD akan
   digunakan juga untuk memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian
   dari pemenuhan kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan
   untuk membiayai kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan
   proyek yang sedang berjalan.

   Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dan draf
   perjanjian pengambil bagian saham antara Perseroan melalui anak
   perusahaannya KSP dan ACSET disepakati bahwa:
   o ACSET sepakat untuk menerbitkan dan KSP sepakat untuk
     mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan ACSET dalam
     rangka PMTHMETD sejumlah 5.000.000.000 lembar saham;
   o Harga pengambil bagian atas saham baru tersebut adalah Rp100,-
     per lembar sehingga total pengambil bagian yang perlu dibayarkan
     KSP adalah Rp500.000.000.000,-.

   Sehingga susunan pemegang saham ACSET setelah Rencana Transaksi
   tampak seperti ilustrasi berikut:
   Disajikan dalam jutaan Rupiah
                       Sebelum Rencana Transaksi                    Penyesuaian                    Sesudah Rencana Transaksi
     Pemegang
      Saham                                                    Jumlah
                     Jumlah Saham       Jumlah       %                       Jumlah    Jumlah Saham       Jumlah         %
                                                               Saham
    PT Karya Supra
                     11.115.027.968    1.111.503   87,7%    5.000.000.000    500.000   16.115.027.968    1.611.503       91,2%
    Perkasa

    Masyarakat        1.560.132.032     156.013    12,3%                                1.560.132.032     156.013            8,8%


    Jumlah            12.675.160.000   1.267.516   100,0%    5.000.000.000   500.000    17.675.160.000   1.767.516       100,0%




d. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
   o Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur
     permodalan ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki
     posisi keuangan dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya
     dapat memberikan dividen pada Perseroan;
   o Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
     memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
     operasional dengan lebih baik;
   o Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
     mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara
     konsolidasian karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain
     untuk membiayai modal kerjanya.

e. Risiko Rencana Transaksi adalah:
   o Bagi Perseroan, akan menanggung porsi kerugian yang lebih tinggi
      apabila ACSET masih mengalami kerugian;
Page 70
                                                                        67




      o Bagi Perseroan, akan menanggung risiko apabila ACSET tidak
        mencapai performa keuangan yang diharapkan yang menyebabkan
        tidak memperoleh dividen dengan jumlah yang diharapkan.

• Analisis Kualitatif:
  a. Sepanjang 2024, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar
     Rp134,4 triliun, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
     demikian, laba bersih turun 5% menjadi Rp19,5 triliun, mencerminkan
     dampak langsung dari penurunan harga batu bara yang menjadi
     tantangan utama lini bisnis pertambangan. Meskipun demikian, total
     aset Perseroan meningkat 10% menjadi Rp169,5 triliun, sedangkan
     ekuitas naik 17% menjadi Rp98,2 triliun. Penurunan marjin laba kotor
     dari 27,8% ke 25,2% dan laba bersih dari 16,0% ke 14,5% menandai
     perlunya efisiensi dan inovasi untuk menjaga profitabilitas ke depan.

      Dari sisi segmen usaha, jasa kontraktor penambangan menyumbang
      pendapatan terbesar, mencapai Rp58 triliun (naik 8%), diikuti oleh
      mesin konstruksi sebesar Rp37,3 triliun (naik 2%) dan pertambangan
      batu bara sebesar Rp26 triliun (naik 15%).

      Sorotan tahun ini datang dari lini bisnis emas dan mineral, yang
      mencatat lonjakan pendapatan hingga 90%, mencapai Rp9,9 triliun.
      Lonjakan ini mengindikasikan efektivitas strategi diversifikasi
      Perseroan dalam mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan
      memperluas portofolio ke sektor yang lebih resilien.

  b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
     o Bagi Perseroan, Rencana Transaksi meningkatkan kepemilikan
       Perseroan atas ACSET dari semula 87,7% menjadi 91,2%;
     o Bagi Perseroan, Rencana Transaksi akan memperkuat struktur
       permodalan ACSET. Sehingga diharapkan ACSET dapat memperbaiki
       posisi keuangan dan memperoleh keuntungan yang selanjutnya
       dapat memberikan dividen pada Perseroan;
     o Bagi ACSET, Rencana Transaksi dapat membantu ACSET untuk
       memperkuat struktur permodalan agar dapat melakukan kegiatan
       operasional dengan lebih baik;
     o Bagi Perseroan dan ACSET, Rencana Transaksi dapat berpotensi
       mengurangi beban bunga pada laporan keuangan secara
       konsolidasian karena tidak memerlukan sumber pendanaan lain
       untuk membiayai modal kerjanya.
Page 71
                                                                        68




  c. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
     o Perseroan melalui KSP mungkin akan kehilangan kesempatan untuk
       memanfaatkan dana yang digunakan untuk Rencana Transaksi untuk
       investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang lebih
       menguntungkan.

• Analisis Kuantitatif:
  a. Pengaruh Rencana Transaksi terhadap performa keuangan pada
     tanggal penilaian per 31 Desember 2024 dilakukan dengan asumsi
     bahwa Perseroan melalui anak perusahaannya KSP akan melakukan
     PMTHMETD kepada ACSET dengan nilai transaksi sebesar
     Rp500.000.000.000,-, yang akan digunakan untuk memperkuat
     struktur permodalan ACSET dan untuk memperbaiki kondisi keuangan
     ACSET. Hal ini diperlukan untuk keperluan pendanaan pengembangan
     bisnis ACSET. Mengingat dengan pulihnya kondisi keuangan ACSET,
     maka akan memudahkan ACSET untuk memperoleh proyek-proyek
     baru dan fasilitas keuangan penunjang yang terkait dan seiring dengan
     perbaikan kondisi keuangan akan memudahkan ACSET dalam
     mengikuti tender guna memperoleh proyek-proyek baru dan
     fleksibilitas dalam mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank
     maupun institusi keuangan lainnya. Selain dari pengembangan bisnis
     ACSET, penggunaan dana PMTHMETD akan digunakan juga untuk
     memperbaiki modal kerja ACSET sebagai bagian dari pemenuhan
     kewajiban jangka pendek ACSET serta digunakan untuk membiayai
     kebutuhan proyek mendatang serta pelaksanaan proyek yang sedang
     berjalan.

  b. Berdasarkan informasi proforma keuangan Perseroan per 31 Desember
     2024 maka dapat disimpulkan bahwa secara konsolidasi, Rencana
     Transaksi tidak mempengaruhi performa keuangan Perseroan karena
     ACSET merupakan anak perusahaan KSP yang pencatatan laporan
     keuangan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan.

      Di sisi lain, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap
      posisi keuangan ACSET dimana dengan Rencana Transaksi modal kerja
      bersih perusahaan menjadi positif.

  c. Analisis rasio pengaruh Rencana Transaksi atas rasio keuangan tidak
     terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
     per tanggal 31 Desember 2024.
Page 72
                                                                                                                  69




   Namun bagi ACSET, Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas
   dan memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang
   ditunjukkan analisis rasio berikut:
                                        Sebelum                Sesudah                   Perubahan
        Analisis Rasio
                                    31 Des 24                 31 Des 24                        %
    Rasio likuiditas
    Rasio lancar                                   0,86                    1,03                     20,07%
    Rasio cepat                                    0,85                    1,02                     20,26%
    Rasio kas                                      0,15                    0,32                    116,81%
    Rasio solvabilitas
    Debt to equity ratio                    -202,14%                  79,39%                       -139,27%
    LTD to equity ratio                           0,00%                  0,00%                       0,00%
    Debt to total assets                      10,13%                     8,60%                      -15,09%


d. Dari analisis atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
   Transaksi dimana diasumsikan dalam proyeksi keuangan sebelum
   ACSET memerlukan sumber pendanaan lain untuk pembiayaan modal
   kerja dapat disimpulkan bahwa performa keuangan Perseroan akan
   lebih baik yang ditimbulkan dari penghematan beban bunga.

e. Dengan adanya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan menerima
   keuntungan yang timbul dari penghematan beban bunga seperti yang
   ditampilkan dalam tabel di bawah ini:
   Disajikan dalam jutaan Rupiah
                             Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi
                            31 Dec 24        31 Dec 25         31 Dec 26           31 Dec 27         31 Dec 28
    Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
    Sesudah rencana
                             17.540.746       19.656.263        20.135.279          21.147.522        22.196.882
    transaksi
    Sebelum rencana
                             17.528.847       19.656.263        20.135.279          21.147.522        22.196.882
    transaksi
    % perubahan                   0,07%               0,00%          0,00%               0,00%                0,00%
    Lembar saham
                           3.730.135.136    3.730.135.136     3.730.135.136       3.730.135.136     3.730.135.136
    Perseroan
    Laba per saham
    Sesudah rencana
                                  4.702               5.270          5.398               5.669                5.951
    transaksi
    Sebelum rencana
                                  4.699               5.270          5.398               5.669                5.951
    transaksi
    % perubahan                   0,07%               0,00%          0,00%               0,00%                0,00%


   Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan
   memberikan keuntungan bagi pemegang saham Perseroan seperti yang
   tampak dari peningkatan laba per saham yang diperoleh yang timbul
   dari penghematan beban bunga.
Page 73
                                                                       70




       Selain itu, Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah yang
       signifikan, karena secara langsung memperbaiki solvabilitas dan
       menjaga kelangsungan operasional Perseroan. Tindakan ini tidak
       hanya mencegah potensi wanprestasi dan keretakan hubungan dengan
       vendor strategis, tetapi juga memperkuat reputasi Perseroan.
       Komitmen nyata dari pemegang saham tersebut meningkatkan
       kepercayaan supplier, kreditor, dan investor, khususnya saat
       Perseroan berada dalam tekanan keuangan, sekaligus mencerminkan
       dukungan jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha.

  f.   Berdasarkan analisis sensitivitas maka dapat disimpulkan bahwa
       jumlah kepemilikan Perseroan atas ACSET tidak sensitif terhadap
       perubahan harga pelaksanaan.

• Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi:
  Berdasarkan POJK No. 14/POJK.04/2019 kewajiban memberikan HMETD
  dalam penerbitan saham dan/atau efek bersifat ekuitas lainnya tidak
  berlaku jika perusahan terbuka melakukan penerbitan saham dan/atau
  efek bersifat ekuitas lainnya dalam rangka perbaikan posisi keuangan.
  Dalam POJK tersebut perbaikan posisi keuangan diperlukan apabila
  perusahaan terbuka memiliki modal kerja bersih negatif dan mempunyai
  liabilitas melebihi 80% dari aset perusahaan terbuka. ACSET per 31
  Desember 2024 memiliki modal kerja bersih negatif sebesar Rp420 miliar
  dan rasio liabilitas terhadap total aset mencapai 105,01%, sehingga
  memenuhi ketentuan yang diatur.

  Rencana Transaksi akan dilakukan dengan penyetoran modal dalam bentuk
  tunai sesuai dengan pasal 9 dalam POJK No. 14/POJK.04/2019 sehingga
  tidak memerlukan penilaian. Dengan demikian kewajarannya atas
  Rencana Transaksi diukur dengan mengacu kepada peraturan bursa yang
  berlaku.

  Dalam peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-a tentang Pencatatan Saham
  dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan
  Tercatat, lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00101/BEI/12-2021,
  pasal V.I.I mengatur bahwa harga pelaksanaan saham tambahan paling
  sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perusahaan Tercatat
  yang bersangkutan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di
  pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan
  hasil penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Page 74
                                                                                  71




  Dengan penentuan harga pelaksanaan sebesar Rp100,- per lembar saham
  dan rata-rata harga saham 25 hari terakhir sebesar Rp76,- per lembar
  saham, maka dapat disimpulkan bahwa harga pelaksanaan adalah sebesar
  130,9% dari rata-rata harga saham 25 hari terakhir, sehingga sudah
  memenuhi ketentuan peraturan BEI di atas.

• Analisis atas Faktor Lain yang Relevan:
  Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan
  ACSET sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 14/POJK.04.19 Pasal 8B,
  dikarenakan kondisi keuangan ACSET saat ini memenuhi kondisi
  perusahaan terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki
  liabilitas melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset ACSET pada saat
  RUPSLB.

  Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET untuk tahun buku
  yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
  Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
  wajar dalam semua hal yang material, modal kerja bersih negatif
  perusahaan adalah sebesar Rp420.134 juta. Lebih lanjut, total liabilitas
  perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan adalah sebesar Rp2.953.727
  juta, sedangkan total aset perusahaan adalah sebesar Rp2.812.734 juta.

  Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas
  terhadap jumlah aset perusahaan adalah sebesar 105,01%, di mana
  persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% dari jumlah aset
  perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK NO. 14/POJK.04.19.

  Berdasarkan analisis rasio keuangan atas dasar proforma keuangan ACSET,
  diperoleh informasi bahwa Rencana Transaksi akan meningkatkan
  likuiditas dan memperbaiki solvabilitas perusahaan sebagaimana yang
  ditunjukkan analisis rasio berikut:

                          Sebelum            Sesudah            Perubahan
       Analisis Rasio
                          31 Des 24          31 Des 24             %
   Rasio likuiditas
   Rasio lancar                       0,86               1,03           20,07%
   Rasio cepat                        0,85               1,02           20,26%
   Rasio kas                          0,15               0,32          116,81%
   Rasio solvabilitas
   Debt to equity ratio        -202,14%             79,39%             -139,27%
   LTD to equity ratio              0,00%              0,00%             0,00%
   Debt to total assets          10,13%                8,60%            -15,09%
Page 75
                                                                 72




Kesimpulan
Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan, kami
berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Penambahan Modal Tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu yang Dilakukan oleh PT United Tractors
Tbk melalui Anak Perusahaannya yaitu PT Karya Supra Perkasa pada
PT Acset Indonusa Tbk per Tanggal 31 Desember 2024 adalah Wajar.
Page 76

          
Page 77
                                                                                                          Lampiran 1

PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

                                          31-Dec-25       31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28         31-Dec-29

Pendapatan bersih                          137.885.529     150.120.065     155.109.965     162.794.597       170.862.753
Beban pokok pendapatan                    (104.777.931)   (112.857.088)   (116.936.234)   (122.717.444)     (128.792.797)
Laba Bruto                                33.107.598      37.262.978      38.173.731      40.077.154        42.069.956
Beban operasi                               (7.251.687)     (7.322.535)     (7.672.384)     (8.051.543)       (8.450.753)
Gain/(loss) on forex                                (0)              -               -               -                 -
Penghasilan / (beban) lain-lain, bersih        750.573         850.394         915.045         960.611         1.002.736
Penghasilan / (beban) keuangan, bersih      (3.611.370)     (4.647.075)     (4.559.792)     (4.783.284)       (5.021.719)
Bagian atas laba bersih entitas
  asosiasi & ventura bersama                          0               0               0               0                 0
Laba Sebelum Pajak Penghasilan            22.995.114      26.143.762      26.856.601      28.202.939        29.600.220
Beban pajak penghasilan                     (4.960.149)     (5.559.319)     (5.747.168)     (6.032.648)       (6.332.384)
Laba Tahun Berjalan                       18.034.965      20.584.443      21.109.433      22.170.291        23.267.836
Laba / (rugi) setelah pajak yang
diatribusikan kepada:
   Pemilik entitas induk                    17.528.847      19.656.263      20.135.279      21.147.522        22.196.882
   Kepentingan non pengendali                  506.118         928.180         974.154       1.022.769         1.070.954
                                            18.034.965      20.584.443      21.109.433      22.170.291        23.267.836
Laba per saham (Rupiah penuh)                    4.835           5.518           5.659           5.944             6.238
Page 78
                                                                                               Lampiran 1-1

PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

                                   31-Dec-24         31-Dec-25      31-Dec-26      31-Dec-27      31-Dec-28

Aset
Aset Lancar
Kas & setara kas                     19.144.317        22.505.065     26.508.832     25.259.535     23.303.205
Piutang usaha                        22.366.055        23.090.361     23.317.669     23.360.970     24.434.652
Persediaan                           18.275.925        19.475.368     20.752.270     21.788.705     22.876.951
Uang muka & biaya dibayar dimuka      2.284.134         2.225.499      2.276.774      2.285.056      2.335.626
Lain-lain                             7.501.683         7.861.917      8.676.262      9.553.505     10.444.733
Jumlah Aset Lancar                  69.572.114        75.158.209     81.531.807     82.247.771     83.395.166
Aset Tidak Lancar
Pinjaman dari pemegang saham          1.486.003         1.262.211      1.249.310      1.236.409      1.223.508
Investasi saham                      63.419.744        66.456.812     68.101.702     71.506.788     75.082.127
Aset tetap                           66.510.987        66.634.458     65.623.738     68.908.373     72.357.672
Properti pertambangan
Aset pajak tangguhan                  3.916.260         3.957.441      4.033.618      4.109.796      4.185.974
Beban eksplorasi & pengembangan
   tangguhan                          6.817.685         6.423.491      5.979.601      5.535.711      5.091.821
Goodwill                              2.327.303         2.327.303      2.327.303      2.327.303      2.327.303
Lain-lain                             1.601.117         1.587.975      1.563.715      1.539.454      1.515.260
Jumlah Aset Tidak Lancar           146.079.099       148.649.690    148.878.988    155.163.833    161.783.665
Jumlah Aset                        215.651.213       223.807.899    230.410.795    237.411.604    245.178.831
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                          25.936.133        26.955.782     27.587.247     28.860.360     30.236.331
Akrual                                8.992.347         7.934.612      7.135.583      6.336.554      5.537.525
Utang pajak                           3.072.198         3.496.549      3.882.741      4.271.570      4.661.819
Lain-lain                             8.162.964         5.478.651      5.603.994      5.425.603      5.247.213
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek     46.163.642        43.865.595     44.209.565     44.894.088     45.682.889
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan            3.967.888         3.599.510      3.210.453      2.821.396      2.432.339
Pinjaman bank jangka panjang         53.563.085        51.235.313     44.790.932     38.194.961     31.598.990
Liabilitas imbalan kerja              5.122.744         5.193.838      5.217.510      5.241.181      5.264.852
Lain-lain                               711.076           508.883        459.833        410.782        361.732
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang    63.364.794        60.537.544     53.678.727     46.668.320     39.657.913
Jumlah Liabilitas                  109.528.436       104.403.139     97.888.292     91.562.408     85.340.802
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
  Kepada pemilik                    100.497.911       112.912.827    125.116.246    138.072.535    151.673.057
Kepentingan non pengendali            5.624.865         6.491.933      7.406.257      7.776.661      8.164.972
Jumlah Ekuitas                     106.122.776       119.404.760    132.522.503    145.849.196    159.838.029
Jumlah Liabilitas & Ekuitas        215.651.213       223.807.899    230.410.795    237.411.604    245.178.831
Page 79
                                                                                                          Lampiran 2

PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi Sesudah Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

                                          31-Dec-25       31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28         31-Dec-29

Pendapatan bersih                          137.885.529     150.120.065     155.109.965     162.794.597       170.862.753
Beban pokok pendapatan                    (104.777.931)   (112.857.088)   (116.936.234)   (122.717.444)     (128.792.797)
Laba Bruto                                33.107.598      37.262.978      38.173.731      40.077.154        42.069.956
Beban operasi                               (7.251.687)     (7.322.535)     (7.672.384)     (8.051.543)       (8.450.753)
Gain/(loss) on forex                                (0)              -               -               -                 -
Penghasilan / (beban) lain-lain, bersih        747.232         850.394         915.045         960.611         1.002.736
Penghasilan / (beban) keuangan, bersih      (3.597.800)     (4.647.075)     (4.559.792)     (4.783.284)       (5.021.719)
Bagian atas laba bersih entitas
  asosiasi & ventura bersama                          0               0               0               0                 0
Laba Sebelum Pajak Penghasilan            23.005.344      26.143.762      26.856.601      28.202.939        29.600.220
Beban pajak penghasilan                     (4.960.149)     (5.559.319)     (5.747.168)     (6.032.648)       (6.332.384)
Laba Tahun Berjalan                       18.045.194      20.584.443      21.109.433      22.170.291        23.267.836
Laba / (rugi) setelah pajak yang
diatribusikan kepada:
   Pemilik entitas induk                    17.540.746      19.656.263      20.135.279      21.147.522        22.196.882
   Kepentingan non pengendali                  504.448         928.180         974.154       1.022.769         1.070.954
                                            18.045.194      20.584.443      21.109.433      22.170.291        23.267.836
Laba per saham (Rupiah penuh)                    4.838           5.518           5.659           5.944             6.238
Page 80
                                                                                               Lampiran 2-1

PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Sesudah Rencana Transaksi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah

                                   31-Dec-25         31-Dec-26      31-Dec-27      31-Dec-28      31-Dec-29

Aset
Aset Lancar
Kas & setara kas                     18.697.887        22.058.635     26.062.402     24.813.105     22.856.775
Piutang usaha                        22.366.055        23.090.361     23.317.669     23.360.970     24.434.652
Persediaan                           18.275.925        19.475.368     20.752.270     21.788.705     22.876.951
Uang muka & biaya dibayar dimuka      2.284.134         2.225.499      2.276.774      2.285.056      2.335.626
Lain-lain                             7.501.683         7.861.917      8.676.262      9.553.505     10.444.733
Jumlah Aset Lancar                  69.125.684        74.711.779     81.085.377     81.801.341     82.948.736
Aset Tidak Lancar
Pinjaman dari pemegang saham          1.486.003         1.262.211      1.249.310      1.236.409      1.223.508
Investasi saham                      63.419.744        66.456.812     68.101.702     71.506.788     75.082.127
Aset tetap                           66.510.987        66.634.458     65.623.738     68.908.373     72.357.672
Properti pertambangan
Aset pajak tangguhan                  3.916.260         3.957.441      4.033.618      4.109.796      4.185.974
Beban eksplorasi & pengembangan
   tangguhan                          6.817.685         6.423.491      5.979.601      5.535.711      5.091.821
Goodwill                              2.327.303         2.327.303      2.327.303      2.327.303      2.327.303
Lain-lain                             1.601.117         1.587.975      1.563.715      1.539.454      1.515.260
Jumlah Aset Tidak Lancar           146.079.099       148.649.690    148.878.988    155.163.833    161.783.665
Jumlah Aset                        215.204.783       223.361.469    229.964.365    236.965.174    244.732.401
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                          25.476.133        26.495.782     27.127.247     28.400.360     29.776.331
Akrual                                8.992.347         7.934.612      7.135.583      6.336.554      5.537.525
Utang pajak                           3.072.198         3.496.549      3.882.741      4.271.570      4.661.819
Lain-lain                             8.162.964         5.478.651      5.603.994      5.425.603      5.247.213
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek     45.703.642        43.405.595     43.749.565     44.434.088     45.222.889
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan            3.967.888         3.599.510      3.210.453      2.821.396      2.432.339
Pinjaman bank jangka panjang         53.563.085        51.235.313     44.790.932     38.194.961     31.598.990
Liabilitas imbalan kerja              5.122.744         5.193.838      5.217.510      5.241.181      5.264.852
Lain-lain                               711.076           508.883        459.833        410.782        361.732
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang    63.364.794        60.537.544     53.678.727     46.668.320     39.657.913
Jumlah Liabilitas                  109.068.436       103.943.139     97.428.292     91.102.408     84.880.802
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
  Kepada pemilik                    100.509.811       112.924.727    125.128.145    138.084.435    151.684.957
Kepentingan non pengendali            5.626.535         6.493.603      7.407.928      7.778.331      8.166.642
Jumlah Ekuitas                     106.136.346       119.418.330    132.536.073    145.862.766    159.851.599
Jumlah Liabilitas & Ekuitas        215.204.783       223.361.469    229.964.365    236.965.174    244.732.401

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.63 MB
Published19 May 2025
Pages80
Characters153,929
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 79 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.23 ×57
linked org PT Karya Supra Perkasa p.23 ×11
linked org Acset Indonusa Tbk p.23 ×20
linked person Djony Bunarto Tjondro · Presiden Komisaris p.32 ×4
linked person Djoko Pranoto Santoso · Komisaris p.32 ×3
linked person Gita Tiffani Boer p.32
linked person Paulus Bambang Widjanarko · Komisaris p.32 ×3
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris p.32 ×3
linked person Ignasius Jonan p.32
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.32 ×3
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.32 ×13
linked person Idot Supriadi · Direktur p.32 ×11
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.32 ×3
linked person Vilihati Surya · Direktur p.32 ×11
linked person Ari Sutrisno p.32
linked person Hendra Hutahean p.32
linked person Putut Eko Bayuseno p.33
linked org Astra International Tbk p.34 ×14
linked person Chiew Sin Cheok · Komisaris p.34 ×2
linked org Total Bangun Persada Tbk. p.47 ×5
linked org Bukaka Teknik Utama Tbk. p.47 ×2
linked org Surya Semesta Internusa Tbk. p.47 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.27 ×2
possible person Franciscus Xaverius · Presiden Direktur p.32 ×9
possible person Buntoro Muljono p.33 ×3
possible person Lindawati Gani p.33
possible person David Widjaja p.33 ×3
possible person Soeharsono Tjatur p.33 ×3
possible person Tjatur Haripriambodo p.33 ×3
possible person Hasnanto Wahyudi p.33
possible person IR. FXL. Kesuma M · Presiden Direktur p.37 ×6
possible org Bursa Efek Indonesia p.40 ×3
possible — Jardine Cycle & Carriage p.41 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.41 ×2
possible org PP (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk. p.47 ×4
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org PT Pembangunan Perumahan p.47
unresolved org KJPP Nirboyo Adiputro p.23 ×4
unresolved org Dewi Apriyanti & Rekan p.23 ×4
unresolved person Penilai Publik Satya Bima Nugraha p.23
unresolved org KJPP NDR p.23 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.23
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.23
unresolved — Telepon/Faks p.24
unresolved person Inge Teja p.24
unresolved org Rintis & Rekan p.25 ×8
unresolved org PT Karya p.26
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.28 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.28 ×8
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.32 ×10
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.32 ×7
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.32 ×2
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.33
unresolved org PT Karya Supra Perkasa Berdasarkan Akta p.35
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH. p.35
unresolved org PT United Tractors Pandu p.35
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.35
unresolved person Benjamin Herrenden Birks · Komisaris p.37 ×4
unresolved person Nanan Soekarna · Komisaris p.37
unresolved person Edhie Sarwono · Direktur p.37
unresolved org PT Karya Supra p.38 ×3
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.40
unresolved person Djojo Muljadi p.40
unresolved person H. Akta Pendirian p.40
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.40 ×2
unresolved org PT United Tractors. Anggaran Dasar p.40
unresolved person Jose Dimas Satria · Notaris p.40
unresolved org Carriage Ltd p.41 ×2
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.41
unresolved org PT Karya Supra Perkasa KSP p.41
unresolved person Mardiana · Notaris p.41
unresolved org Menteri p.41
unresolved person Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo p.42 ×2
unresolved org Menteri Perdagangan p.45
unresolved org Pusat Statistik p.46
unresolved org PT Jaya Konstruksi M p.47
unresolved org Pratama Tbk. p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 7038 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '500000000000'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result