Back to announcement
20250501_PGEO_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31881129_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review PGEOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 65
Page 1
PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY, TBK Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Menjalankan Kegiatan Usaha Jasa Laboratorium April 2025
Page 2
Jakarta, 30 April 2025
No. : RSR/R/B.300425.02
Kepada Yth.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Graha Pertamina Tower Pertamax Lt.6,
JL. Medan Merdeka Timur No. 11-13
Indonesia
Perihal : Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Menjalankan Kegiatan Usaha Jasa Pengujian
Laboratorium
Dengan hormat,
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (”Perseroan”) merupakan perusahaan yang
menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sisi hulu dan/atau sisi hilir serta kegiatan usaha
lain yang terkait kegiatan usaha di bidang panas bumi.
Perseroan berencana menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, untuk selanjutnya
disebut “Rencana Perseroan”.
Kegiatan usaha tersebut belum pernah dilakukan oleh Perseroan namun telah tertera pada
Anggaran Dasar Perseroan yaitu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) 2020 -
No.71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan tersebut termasuk perubahan
kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan tersebut dan untuk memenuhi POJK 17/2020, Perseroan
melalui PT Karya Persada Panas Bumi (“KPP”) selaku konsultan pengadaan barang dan jasa
Perseroan, telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”) untuk mempersiapkan Studi
Kelayakan Bisnis.
Berikut kami sampaikan opini mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal 31
Desember 2024
Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian adalah penilai yang memiliki kompetensi
dalam melakukan penilaian saham serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai izin penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) dengan No. B-1.10.00269 dan
terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal Penilai Bisnis No. STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
Page 3
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, KPP bertindak sebagai “Pemberi Tugas”.
Nama : PT Karya Persada Panas Bumi
Alamat : Menara Cakrawala Lt.19, Jl. M.H Thamrin No. 90340
Bidang usaha : Penyedia jasa tenaga kerja penunjang, jasa produksi dan penunjang
geothermal, barang dan jasa
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas”:
Nama : PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Alamat : Graha Pertamina Tower Pertamax Lt.6, JL. Medan Merdeka Timur No. 11-13
Telepon : +62 21 3983 3222
Website : https://www.pge.pertamina.com/id
Bidang usaha : Menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sisi hulu dan/atau sisi hilir
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Maksud dari Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
Perseroan untuk menjalankan kegiatan usaha jasa pengujian laboratorium yang termasuk dalam
KBLI 2020 No. 71202 - Jasa Pengujian Laboratorium, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya
serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan Bisnis atas kegiatan usaha perusahaan
terbuka.
Objek Studi Kelayakan Bisnis
Objek dalam Studi Kelayakan Bisnis ini adalah rencana menjalankan kegiatan usaha KBLI 2020 No.
71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium sehubungan dengan Rencana Perseroan.
Premis Studi Kelayakan Bisnis
Kami telah melakukan Studi Kelayakan Bisnis atas rencana menjalankan kegiatan usaha KBLI 2020
No. 71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium sehubungan dengan Rencana Perseroan dengan
premis bahwa bisnis yang menjadi obyek penilaian akan dijalankan secara berkelanjutan (“going
concern”).
Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2024.
Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Studi Kelayakan Bisnis, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil Studi
Kelayakan Bisnis secara signifikan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.
Standar Studi Kelayakan Bisnis
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun
ii
Page 4
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 17/2020, serta menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, KPP, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak mana pun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari
proses analisis Studi Kelayakan Bisnis ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum
pada Surat Perintah Kerja No.: 834/KPP-IV/2025 tanggal 15 April 2025. Adapun biaya jasa dalam
melakukan Studi Kelayakan Bisnis telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor
Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Company Profile Perseroan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan :
a. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (”KAP”)
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 24 Maret 2025 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan
Publik No. AP.1726;
b. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro &
Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal
29 Februari 2024 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1726;
c. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 20 Maret 2023 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1726;
d. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, 2020 dan 2019, yang telah diaudit oleh KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 29 Maret 2022 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan
Publik No. AP.1726;
3. Profil Bisnis Laboratorium Perseroan;
4. Draft rencana skema bisnis komersialisasi jasa laboratorium yang disiapkan oleh Perseroan;
5. Data historis biaya perolehan dan depresiasi laboratorium yang disiapkan oleh Perseroan;
iii
Page 5
6. Data dan informasi lainnya terkait analisis aspek pasar, teknis, dan model manajemen dalam
bisnis jasa Laboratorium;
7. Proyeksi keuangan bisnis laboratorium 2025-2035 yang disiapkan oleh Perseroan;
RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Dalam menyusun Laporan ini, RSR telah
menggunakan Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan Manajemen
(Representation Letter) dari manajemen Perseroan No. 040/PGE200/2025-S0 tanggal 30 April 2025
sehubungan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.
RSR telah melakukan wawancara sehubungan dengan Studi Kelayakan Bisnis dengan tim
manajemen Perseroan yang dipimpin oleh Bapak Andi Joko Nugroho selaku VP Operation &
Engineering pada tanggal 28 April 2025 dengan hasil diskusi terkait Rencana Perseroan dan asumsi
proyeksi bisnis.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.
Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Bisnis
Analisis Kajian Kelayakan Keuangan merupakan analisis yang dilakukan dari berbagai aspek yang
saling berkaitan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek Perseroan dan potensi
sinergi yang diperoleh Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari
jumlah investasi yang ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan
operasional serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan
beban usaha, modal kerja dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
(present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus
kas masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek
dapat dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif;
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
pengembalian lebih lama; atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati;
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini
dari investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai
IRR lebih besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam rencana Perseroan ini tingkat
pengembalian yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital / WACC);
Dalam analisis kelayakan kami akan menggunakan tiga metode di atas terhadap arus kas bersih
untuk perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang digunakan untuk
perhitungan NPV dan PBP adalah WACC, sedangkan IRR yang diperoleh akan dibandingkan dengan
iv
Page 6
WACC.
Asumsi, Kondisi Pembatas dan Tingkat Kedalaman Investigasi
Asumsi
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan
penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan
Bisnis, data dan informasi yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain
yang dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya dan telah disetujui oleh
manajemen Perseroan (“Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan”) sehingga mencerminkan kewajaran
proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan menurut pendapat kami
Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
Kondisi Pembatas
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan Bisnis ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan Bisnis, kami menggunakan
data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Bisnis
kami secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan serta tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-
aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan Bisnis disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan
Bisnis ini dikeluarkan.
v
Page 7
Studi Kelayakan Bisnis ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis seperti yang telah
diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal Studi Kelayakan Bisnis hingga tanggal penerbitan laporan
Studi Kelayakan Bisnis, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro
ekonomi maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap
Perseroan serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis, dan juga bukan
merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan
Bisnis.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial, kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan Bisnis
dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara sehubungan dengan Studi Kelayakan Bisnis dengan tim
manajemen Perseroan yang dipimpin oleh Bapak Andi Joko Nugroho selaku VP Operation &
Engineering pada tanggal 28 April 2025 dengan hasil diskusi terkait Rencana Perseroan dan asumsi
proyeksi bisnis.
Kesimpulan
Analisis kelayakan terhadap rencana menjalankan kegiatan usaha jasa pengujian laboratorium
telah dilakukan melalui analisa kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
model manajemen, dan kelayakan keuangan.
Kelayakan Pasar
Pangsa pasar layanan Jasa Laboratorium Perseroan adalah korporasi pengembang panasbumi,
dimana Perseroan merupakan salah satu pengembang panasbumi terbesar di Indonesia yang
beroperasi di bidang hulu hingga hilir sehingga analisa laboratorium adalah salah satu keahlian yang
dimiliki oleh perseroan. Korporasi pengembang panasbumi yang menjadi target pasar
membutuhkan layanan jasa laboratorium untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Jasa
laboratorium sangat dibutuhkan oleh pengembang panasbumi pada tahapan eksplorasi maupun
pada tahapan operasional pembangkit panasbumi. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi
bersih di dunia dimana akuisisi data dan analisa laboratorium yang berkualitas tinggi menjadi salah
satu kunci keberhasilan pengembangan suatu lapangan panasbumi, maka rencana Perseroan untuk
menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium di masa mendatang cukup prospektif.
vi
Page 8
Kelayakan Teknis
Untuk menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, Perseroan akan memanfaatkan
infrastruktur yang dimiliki dan telah berjalan untuk melayani kebutuhan internal dalam hal analisa
laboratorium yang mencakup pengambilan sample panasbumi, akuisisi data sumur (wireline
logging) serta analisa kimia dari sample fluida panasbumi maupun analisa batuan/padatan panas
bumi. Saat ini perseroan memiliki fasilitas laboratorium yang dilengkapi dengan instrumen analisa
terbaru serta dioperasikan oleh tenaga ahli yang sangat berpengalaman di bidangnya dalam
melakukan kegiatan akuisisi data berupa kegiatan sampling, wireline logging serta analisa
laboratorium untuk seluruh wilayah kerja yang dimiliki oleh Perseroan.
Kelayakan Pola Bisnis
Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, Perseroan akan
didukung oleh tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan yang telah mendapatkan sertifikasi dan
memiliki kompetensi serta berpengalaman dalam melakukan kegiatan akuisisi data serta analisa
laboratorium. Perseroan menawarkan layanan end to end di bidang jasa laboratorium yang akan
sangat menarik bagi target pasar. Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki seperti pengalaman
operasional yang sudah lebih dari 30 tahun, fasilitas yang lengkap serta nama baik di dunia
pengembang panasbumi, Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan kompetitor.
Kelayakan Model Manajemen
Untuk menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, Perseroan tidak melakukan
penambahan tenaga kerja baru. Hal ini dikarenakan perseroan telah memiliki tenaga ahli yang
memadai, baik dari segi jumlah maupun kompetensi untuk menjalankan operasional laboratorium
secara profesional dan sesuai standar yang berlaku. Jumlah tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan
untuk menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium adalah 16 orang dengan dibantu
oleh 5 orang Tenaga Alih Daya.
Kelayakan Keuangan :
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, menunjukkan bahwa rencana Perseroan untuk menjalankan
kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel -
variabel sebagai berikut :
a. NPV ≥ 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp926,7 juta. Hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa menjalankan kegiatan usaha layak
dilaksanakan karena memberikan penerimaan yang lebih besar dari nilai investasi yang
dikeluarkan sebesar Rp155,8 juta.
b. IRR ≥ Tingkat diskonto → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,57% yang berarti di atas WACC sebesar 9,05%.
c. PBP < Periode Proyeksi -> Layak
Berdasarkan hasil dari analisis, Perseroan mampu mengembalikan seluruh investasi sebesar
Rp155,8 juta, setelah menjalankan kegiatan usaha berjalan selama 4 tahun 3 bulan .
Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa rencana menjalankan kegiatan usaha jasa pengujian
laboratorium dapat dilaksanakan dan menghasilkan manfaat bagi perusahaan.
vii
Page 9
Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan hasil analisis kami atas kelayakan pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
keuangan dengan asumsi dan kondisi pembatas yang dijelaskan pada Laporan ini, maka kegiatan
usaha jasa pengujian laboratorium yang akan dijalankan oleh Perseroan adalah LAYAK.
Penutup
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.
Hormat kami,
Jakarta, 30 April 2025
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349
viii
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
2. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama
sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan Bisnis
ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Surat Perintah Kerja No.:
834/KPP-IV/2025 tanggal 15 April 2025. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan
Bisnis telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik
(IKJPP) MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
4. Studi Kelayakan Bisnis dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 31 Desember 2024.
5. Penugasan Studi Kelayakan Bisnis telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi
Kelayakan Bisnis pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis dan analisis telah dilakukan sesuai
dengan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini.
6. Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan SPI 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI
310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret 2020 dan KEPI seperti yang ditetapkan
oleh MAPPI serta POJK 17, POJK 35 dan SEOJK17.
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Studi Kelayakan Bisnis ini.
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data yang dianalisis serta data
ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini pada Sumber
Data dan Informasi diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan.
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. RSR telah melakukan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 28 April 2024.
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Studi Kelayakan Bisnis.
13. Tidak seorang pun Penilai Publik atau Penilai Beregister yang telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan penilaian Studi Kelayakan Bisnis, kecuali yang
disebutkan dalam laporan ini.
Jakarta, 30 April 2025
Signing Partner
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349 ......................................................
ix
Page 11
Reviewer
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No.: STTD.PB-60/PM.021/2024
MAPPI: 12-S-03901 ......................................................
Penilai :
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. : RMK-2017.00649 ......................................................
Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-083589
Register No.RMK-2021.04059 .....................................................
Zola Armando
MAPPI No. : 21-P-10658
Register No. : RMK-2023.04819 .....................................................
x
Page 12
DAFTAR ISI
1 PENDAHULUAN ................................................................................................................................ 1
1.1 NOMOR DAN TANGGAL LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS ............................................................................ 1
1.2 STATUS PENILAI ....................................................................................................................................... 1
1.3 IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ................................................................................... 1
1.4 MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN BISNIS ........................................................................................... 2
1.5 OBJEK STUDI KELAYAKAN BISNIS ................................................................................................................. 2
1.6 PREMIS STUDI KELAYAKAN BISNIS ............................................................................................................... 2
1.7 TANGGAL STUDI KELAYAKAN BISNIS ............................................................................................................ 2
1.8 KEJADIAN SETELAH TANGGAL KELAYAKAN BISNIS ........................................................................................... 2
1.9 STANDAR STUDI KELAYAKAN BISNIS............................................................................................................. 2
1.10 INDEPENDENSI PENILAI ............................................................................................................................. 2
1.11 SUMBER DATA DAN INFORMASI .................................................................................................................. 3
1.12 ASUMSI, KONDISI PEMBATAS DAN TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI ............................................................... 4
2 KETERANGAN PERSEROAN ............................................................................................................... 6
2.1 RIWAYAT SINGKAT ................................................................................................................................... 6
2.2 MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA............................................................................................ 6
2.3 STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ........................................................................... 7
2.4 SUSUNAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI .................................................................................................. 7
2.5 IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING KONSOLIDASIAN PERSEROAN ................................................................... 7
3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI ................................................................... 18
3.1 KONDISI UMUM PEREKONOMIAN ............................................................................................................. 18
3.1.1 Kondisi Perekonomian Dunia ..................................................................................................... 18
3.1.2 Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia .......................................................................... 21
3.2 TINJAUAN INDUSTRI ............................................................................................................................... 24
3.2.1 Gambaran Umum Industri ......................................................................................................... 24
3.2.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar ...................................................................................................... 25
3.2.3 Prospek Industri ......................................................................................................................... 27
3.3 ANALISIS SWOT ................................................................................................................................... 28
4 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS DAN MODEL MANAJEMEN ................. 31
4.1 KBLI 2020 NO. 71202 ......................................................................................................................... 31
4.2 ANALISIS KELAYAKAN PEMASARAN ............................................................................................................ 31
4.3 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK TEKNIS .......................................................................................................... 32
4.4 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS ................................................................................................. 33
4.5 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN....................................................................................... 34
5 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN ...................................................................................... 38
5.1 KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................................ 38
5.2 BIAYA PENDIRIAN (START UP COST), MODAL KERJA DAN SUMBER PEMBIAYAAN ............................................... 38
5.3 PENENTUAN TINGKAT DISKONTO .............................................................................................................. 38
5.4 ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN.................................................................................................................. 41
5.4.1 Penyesuaian Proyeksi Keuangan ................................................................................................ 41
5.5 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN.............................................................................................................. 41
5.6 SENSITIVITAS KELAYAKAN KEUANGAN ........................................................................................................ 43
6 KESIMPULAN .................................................................................................................................. 45
xi
Page 13
LAMPIRAN 1 : PROYEKSI KEUANGAN ............................................................................................... - 1 -
LAMPIRAN 2 : PROYEKSI KEUANGAN (LANJUTAN) ........................................................................... - 2 -
xii
Page 14
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4-1 : Struktur Organisasi Perubahan kegiatan usaha ........................................................................ 34
xiii
Page 15
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................... 7
Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi .................................................................................................................. 19
Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi ................................................................................................................................. 20
Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran ...................................................................... 22
Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha ................................................................................ 23
Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... 23
Tabel 5-1 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding ......................................... 40
Tabel 5-2 : Estimasi WACC ............................................................................................................................... 41
Tabel 5-3 : Parameter Kelayakan Rencana Perseroan ..................................................................................... 43
Tabel 5-4 : Parameter Kelayakan Keuangan .................................................................................................... 44
xiv
Page 16
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Proyeksi Keuangan ............................................................................................................... - 1 -
Lampiran 2 : Proyeksi Keuangan (lanjutan) .............................................................................................. - 2 -
xv
Page 17
1 PENDAHULUAN
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (”Perseroan”) merupakan perusahaan yang
menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sisi hulu dan/atau sisi hilir serta kegiatan usaha
lain yang terkait kegiatan usaha di bidang panas bumi.
Perseroan berencana menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, untuk selanjutnya
disebut “Rencana Perseroan”.
Kegiatan usaha tersebut belum pernah dilakukan oleh Perseroan namun telah tertera pada
Anggaran Dasar Perseroan yaitu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) 2020 -
No.71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan tersebut termasuk perubahan
kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan tersebut dan untuk memenuhi POJK 17/2020, Perseroan
melalui PT Karya Persada Panas Bumi (“KPP”) selaku konsultan pengadaan barang dan jasa
Perseroan, telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”) untuk mempersiapkan Studi
Kelayakan Bisnis.
Berikut kami sampaikan opini mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal 31
Desember 2024.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan Bisnis
RSR telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Menjalankan Kegiatan Usaha Jasa
Pengujian Laboratorium dengan Laporan No. RSR/R/B.300425.02 dan telah ditandatangani oleh
Penilai Publik pada tanggal 30 April 2025.
1.2 Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian adalah penilai yang memiliki kompetensi
dalam melakukan penilaian saham serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai izin penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) dengan No. B-1.10.00269 dan
terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal Penilai Bisnis No. STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023.
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, KPP bertindak sebagai “Pemberi Tugas”.
Nama : PT Karya Persada Panas Bumi
Alamat : Menara Cakrawala Lt.19, Jl. M.H Thamrin No. 90340
Bidang usaha : Penyedia jasa tenaga kerja penunjang, jasa produksi dan penunjang
geothermal, barang dan jasa
1
Page 18
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas”:
Nama : PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Alamat : Graha Pertamina Tower Pertamax Lt.6, JL. Medan Merdeka Timur No. 11-13
Telepon : +62 21 3983 3222
Website : https://www.pge.pertamina.com/id
Bidang usaha : Menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sisi hulu dan/atau sisi
hilir
1.4 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Maksud dari Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
Perseroan untuk menjalankan kegiatan usaha jasa pengujian laboratorium yang termasuk dalam
KBLI 2020 No. 71202 - Jasa Pengujian Laboratorium, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya
serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan Bisnis atas kegiatan usaha perusahaan
terbuka.
1.5 Objek Studi Kelayakan Bisnis
Objek dalam Studi Kelayakan Bisnis ini adalah rencana menjalankan kegiatan usaha KBLI 2020 No.
71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium sehubungan dengan Rencana Perseroan .
1.6 Premis Studi Kelayakan Bisnis
Kami telah melakukan Studi Kelayakan Bisnis atas rencana menjalankan kegiatan usaha KBLI 2020
No. 71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium sehubungan dengan Rencana Perseroan dengan
premis bahwa bisnis yang menjadi obyek penilaian akan dijalankan secara berkelanjutan (“going
concern”).
1.7 Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2024.
1.8 Kejadian Setelah Tanggal Kelayakan Bisnis
Dari tanggal Studi Kelayakan Bisnis, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil Studi
Kelayakan Bisnis secara signifikan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.
1.9 Standar Studi Kelayakan Bisnis
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 17/2020, serta menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).
1.10 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen tanpa
2
Page 19
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, KPP, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak mana pun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari
proses analisis Studi Kelayakan Bisnis ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum
pada Surat Perintah Kerja No.: 834/KPP-IV/2025 tanggal 15 April 2025. Adapun biaya jasa dalam
melakukan Studi Kelayakan Bisnis telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor
Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
1.11 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Company Profile Perseroan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan :
e. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (”KAP”)
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 24 Maret 2025 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan
Publik No. AP.1726;
f. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro &
Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal
29 Februari 2024 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1726;
g. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 20 Maret 2023 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1726;
h. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, 2020 dan 2019, yang telah diaudit oleh KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 29 Maret 2022 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan
Publik No. AP.1726;
3. Profil Bisnis Laboratorium Perseroan;
4. Draft rencana skema bisnis komersialisasi jasa laboratorium yang disiapkan oleh Perseroan;
5. Data historis biaya perolehan dan depresiasi laboratorium yang disiapkan oleh Perseroan;
6. Data dan informasi lainnya terkait analisis aspek pasar, teknis, dan model manajemen dalam
bisnis jasa Laboratorium;
7. Proyeksi keuangan bisnis laboratorium 2025-2035 yang disiapkan oleh Perseroan;
RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Dalam menyusun Laporan ini, RSR telah
menggunakan Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan Manajemen
(Representation Letter) dari manajemen Perseroan No. 040/PGE200/2025-S0 tanggal 30 April 2025
3
Page 20
sehubungan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.
RSR telah melakukan wawancara sehubungan dengan Studi Kelayakan Bisnis dengan tim
manajemen Perseroan yang dipimpin oleh Bapak Andi Joko Nugroho selaku VP Operation &
Engineering pada tanggal 28 April 2025 dengan hasil diskusi terkait Rencana Perseroan dan asumsi
proyeksi bisnis.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis
1.12 Asumsi, Kondisi Pembatas dan Tingkat Kedalaman Investigasi
Asumsi
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan
penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan
Bisnis, data dan informasi yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain
yang dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya dan telah disetujui oleh
manajemen Perseroan (“Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan”) sehingga mencerminkan kewajaran
proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan menurut pendapat kami
Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
Kondisi Pembatas
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan Bisnis ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan Bisnis, kami menggunakan
data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Bisnis
kami secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan serta tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-
aspek lainnya.
4
Page 21
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan Bisnis disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan
Bisnis ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan Bisnis ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis seperti yang telah
diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal Studi Kelayakan Bisnis hingga tanggal penerbitan laporan
Studi Kelayakan Bisnis, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro
ekonomi maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap
Perseroan serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis, dan juga bukan
merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan
Bisnis.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial, kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan Bisnis
dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara sehubungan dengan Studi Kelayakan Bisnis dengan tim
manajemen Perseroan yang dipimpin oleh Bapak Andi Joko Nugroho selaku VP Operation &
Engineering pada tanggal 28 April 2025 dengan hasil diskusi terkait Rencana Perseroan dan asumsi
proyeksi bisnis.
5
Page 22
2 KETERANGAN PERSEROAN
2.1 Riwayat Singkat
Perseroan berkedudukan di Grha Pertamina -Tower Pertamax, Jl. Medan Merdeka Timur No.11-13,
Gambir merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan dalam rangka memenuhi mandat PP
No. 31/2003, berdasarkan Akta No. 10 tanggal 12 Desember 2006, dibuat di hadapan Marianne
Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Utara, yang telah mendapat persetujuan dari
Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. W7-00089HT.01.01-TH.2007 tanggal 3 Januari
2007, dan telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah
agenda No. 283/BH.09.05/II/2007 tanggal 7 Februari 2007 serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 29 tanggal 10 April 2007, Tambahan No. 3467 (Akta Pendirian
Perseroan). Anggaran dasar Perseroan yang dituangkan dalam Akta Pendirian Perseroan telah
diubah beberapa kali terakhir diubah dengan Akta No.42 tanggal 21 Maret 2023, dibuat di hadapan
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH., Notaris di Kota Jakarta Selatan, yang telah
mendapatkan laporan penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan Surat No.AHU-
AH.01.03-0053489 tanggal 12 April 2023 (Akta No.42/2023). Perseroan, yang merupakan Perseroan
Terbuka telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 24 Februari
2023, menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sisi hulu dan/atau sisi hilir serta kegiatan
usaha lain yang terkait kegiatan usaha di bidang panas bumi.
Perseroan merupakan afiliasi PT Pertamina (Persero) dan pemegang kuasa pengusahaan panas
bumi terbesar di Indonesia, dalam hal kapasitas terpasang keseluruhan yang dioperasikan sendiri
oleh Perseroan dan oleh para kontraktor kontrak operasi bersama (Kontraktor KOB). Perseroan
memiliki rekam jejak yang baik dalam fokus usaha Perseroan yaitu pengembangan dan pengelolaan
proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di berbagai lokasi di Indonesia, yang
masing-masing memiliki jumlah kapasitas terpasang yang bervariasi. Pada tanggal Keterbukaan
Informasi ini diterbitkan, Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki hak atas
13 kuasa pengusahaan panas bumi, dengan kapasitas terpasang keseluruhan sebesar 1.877MW, di
mana sebesar 672MW dioperasikan sendiri dan sebesar 1.205MW dioperasikan oleh para
Kontraktor KOB.
Kantor Pusat Perseroan beralamat di Jl. Medan Merdeka Timur No. 11-13, Gambir, Jakarta Pusat.
Perseroan juga memiliki 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), 8 WKP di area yang dioperasikan
sendiri (self operation) di Kamojang, Lahendong, Sibayak, Ulubelu, Karaha, Lumut Balai, Sungai
Penuh dan Hululais, 4 WKP yang dikontrakareakan melalui KOB. Saham-saham Perseroan tercatat
di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “PGEO”.
2.2 Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan ketentuan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan utama Perseroan adalah
sebagai berikut:
(i) Kegiatan Usaha Utama berupa pengusahaan panas bumi untuk pemanfaatan tidak
langsung.
a. Pengusahaan Tenaga Panas Bumi
b. Pembangkitan Tenaga Listrik
(ii) Kegiatan Usaha Pendukung/ Penunjang berupa pengusahaan panas bumi untuk
pemanfaatan langsung.
a. Menyelenggarakan usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas
b. Menyelenggarakan usaha industri kimia
c. Jasa Pengujian Laboratorium
d. Industri Alat Uji dalam Proses Industri
e. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis
6
Page 23
f. Agrobisnis
Perseroan membuka cabang atau perwakilan antara lain di 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), 8
WKP di area yang dioperasikan sendiri (self operation) di Kamojang, Lahendong, Sibayak, Ulubelu,
Karaha, Lumut Balai, Sungai Penuh dan Hululais, 4 WKP yang dikontrakareakan melalui KOB.
2.3 Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan per 31 Desember
2024, struktur kepemilikan dan susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Penilaian adalah
sebagai berikut:
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Keterangan Jumlah Saham Nominal % Kepemilikan
Modal Dasar 124.184.568.000 62.092.284.000.000
PT Pertamina Power Indonesia 28.568.460.000 14.284.230.000.000 68,83%
Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited 6.209.421.300 3.104.710.650.000 14,96%
PT Pertamina Pedeve Indonesia 2.477.682.000 1.238.841.000.000 5,97%
Lain-lain - Publik (masing- masing di bawah 5%) 4.252.460.849 2.126.230.424.500 10,24%
Modal Ditempatkan dan Disetor 41.508.024.149 20.754.012.074.500 100,00%
Saham dalam Portepel 82.676.543.851 41.338.271.925.500
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Desember 2024
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2024 berdasarkan Laporan
Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
Komisaris
Presiden Komisaris : Sarman Simanjurang
Komisaris : John Eusebiud Iwan Anis
Komisaris : Gigih Udi Atmo
Komisaris Independen : Abdulla Zayed
Komisaris Independen : Abdul Musawir Yahya
Direksi
Direktur Utama : Julfi Hadi
Direktur Eksplorasi & Pengembangan : Edwil Suzandi
Direktur Operasi : Ahmad Yani
Direktur Keuangan : Yurizki Rio
2.5 Ikhtisar Data Keuangan Penting Konsolidasian Perseroan
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan pada Laporan Keuangan Audit Konsolidasian
Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2024 yang telah
diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
material.
7
Page 24
Tabel 2‑2 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Perseroan dan Anak Perusahaan
(dalam ribu US$)
31 Desember
2020 2021 2022 2023 2024
Audit Audit Audit Audit Audit
PENDAPATAN 353.961 368.824 386.068 406.288 407.120
BEBAN POKOK PENDAPATAN (164.194) (182.327) (173.208) (158.352) (164.885)
LABA BRUTO 189.767 186.497 212.860 247.936 242.235
Beban umum dan administrasi (1.298) (4.722) (11.801) (26.151) (31.507)
(Beban)/pendapatan lain-lain, bersih (55.790) (38.506) 7.322 4.270 (457)
LABA USAHA 132.679 143.269 208.381 226.055 210.271
Pendapatan keuangan 1.130 809 1.202 22.171 33.565
Laba selisih kurs 16.950 15.984
Bagian laba dari ventura bersama - 453
Beban keuangan (23.102) (14.564) (14.822) (24.215) (32.114)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 110.707 129.514 194.761 240.961 228.159
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (37.875) (44.472) (67.442) (77.391) (67.857)
LABA TAHUN BERJALAN 72.832 85.042 127.319 163.570 160.302
Penghasilan komprehensif lain 10.619 9.771 (831) 3.137 (3.148)
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 83.451 94.813 126.488 166.707 157.154
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Pendapatan
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2020-2024 mengalami pertumbuhan
dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 3,56%.
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 meningkat 4,20%, pada tahun 2022
meningkat 4,68%, pada tahun 2023 meningkat 5,24% dan pada tahun 2024 meningkat 0,20%.
Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar US$ 407,1 juta.
Beban pokok pendapatan
Selama tahun 2020-2024, beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian tercatat
mengalami fluktuatif peningkatan dengan CAGR sebesar 0,11%.
Beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 meningkat 11,04%
karena xxx, pada tahun 2022 turun -5%, pada tahun 2023 turun -8,58% dan pada tahun 2024
meningkat 4,13%.
Pada tahun 2024 beban pokok pendapatan Perseroan tercatat sebesar US$164,9 juta.
Laba Bruto
Rata-rata margin laba bruto Perseroan selama 2020-2024 adalah sebesar 55,97%. Pada tahun 2024
laba bruto Perseroan tercatat sebesar US$242,2 juta.
Laba Operasi
Selama tahun 2020-2024, rata-rata margin Laba Operasi Perseroan adalah sebesar 47,52%.
Per 31 Desember 2024, Laba Operasi Perseroan tercatat sebesar US$210,2 juta.
8
Page 25
Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)
Selama tahun 2020-2024, rata-rata margin EBITDA Perseroan secara konsolidasian sebesar 75,82%.
Per 31 Desember 2024, EBITDA Perseroan secara konsolidasian tercatat sebesar US$323,6 juta.
Laba Tahun Berjalan
Selama tahun 2020-2024, rata-rata margin laba tahun berjalan Perseroan sebesar 31,25%.
Per 31 Desember 2024, laba tahun berjalan Perseroan sebesar US$160,3 juta.
Tabel 2‑3 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
(dalam ribu US$)
31 Desember
2020 2021 2022 2023 2024
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 154.863 125.335 262.302 677.717 655.191
Kas yang dibatasi penggunaannya 123
Piutang usaha - Pihak yang berelasi 135.169 121.333 120.125 132.273 124.627
Piutang usaha - Pihak ketiga 3.279 3.250 3.098 4.018 3.498
Piutang lain-lain - Pihak yang berelasi 10.167 6.843 2.337 5.420 4.041
Piutang lain-lain - Pihak ketiga 62 36 31 101 98
Persediaan 14.571 16.463 20.082 22.644 18.486
PPN yang dapat ditagihkan kembali - bagian
lancar 759 3.110 2.673 5.492 17.175
Tagihan pengembalian pajak - 291
Biaya dibayar di muka 665 345 322 519 122
Aset lain-lain, bersih 209 3.071 22.337 14.803 5.194
JUMLAH ASET LANCAR 319.744 279.786 433.307 863.278 828.555
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya Piutang lain-
lain pihak 10.085 10.098 185
Piutang lain-lain pihak berelasi 10.558 9.668 8.533 8.256 7.529
Aset tetap, bersih 2.078.024 1.957.307 1.901.716 1.941.009 2.024.607
Aset hak guna, bersih 806 5.711 3.787 1.927 4.215
Investasi pada ventura bersama - 11.640 12.093
PPN yang dapat ditagihkan kembali - bagian
tidak lancar 114.829 108.833 103.912 108.985 98.460
Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar
melalui pendapatan komprehensif lain 17.197 25.966 23.841 29.004 21.716
Aset lain-lain, bersih 123 112 42 42 42
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 2.231.622 2.117.695 2.041.831 2.100.863 2.168.847
JUMLAH ASET 2.551.366 2.397.481 2.475.138 2.964.141 2.997.402
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Total Aset
Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2020-2024 mengalami pertumbuhan
berfluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,11%.
Total aset Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 turun -6,03%, pada tahun 2022
meningkat 3,24%, pada tahun 2023 meningkat 19,76% dan pada tahun 2024 meningkat 1,12%.
Total aset Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar US$2,99 milyar.
9
Page 26
Tabel 2‑4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam ribu US$)
31 Desember
2020 2021 2022 2023 2024
Audit Audit Audit Audit Audit
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak berelasi 1.104 2.026 1.782 4.543 2.234
Utang usaha - pihak ketiga 67.451 70.558 63.774 77.977 94.561
Utang lain-lain pihak pihak berelasi 315.719 27.007 97.696 25.952 10.137
Pinjaman bank jangka pendek 600.000
Pinjaman jangka panjang yang akan jatuh
tempo dalam satu tahun 228.304 16.277 15.580 15.500 15.172
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun 458 2.156 1.864 910 1.402
Utang pajak 10.411 14.793 10.860 18.007 5.755
Biaya yang masih harus dibayar 30.641 35.144 37.437 83.333 88.053
Imbalan kerja jangka pendek 20.182 31.632 28.505 17.671 9.694
Pendapatan tangguhan 274 274 284 211 288
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 674.544 199.867 857.782 244.104 227.296
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan, bersih 19.515 12.353 13.903 15.466 21.890
Pinjaman bank jangka panjang 600.000
Liabilitas sewa setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun 393 2.106 160 1.113 2.549
Utang obligasi - 398.236 398.643
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun 813.684 338.105 327.704 315.083 328.047
Imbalan kerja jangka panjang 20.412 15.997 14.644 13.425 9.019
Kewajiban jangka panjang lainnya 5.404 5.458 1.206
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 854.004 968.561 361.815 748.781 761.354
JUMLAH LIABILITAS 1.528.548 1.168.428 1.219.597 992.885 988.650
EKUITAS
Modal saham 83.093 1.102.855 1.102.855 1.470.520 1.474.494
Tambahan modal disetor (27.804) (27.804) (27.804) 183.525 188.293
Pendapatan komprehensif lainnya 11.347 17.134 15.732 19.140 14.328
Saldo laba
- Ditentukan penggunaannya 396.365 49.908 104.950 132.269 167.438
- Belum ditentukan penggunaannya 559.962 87.139 60.008 166.026 164.615
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 1.022.963 1.229.232 1.255.741 1.971.480 2.009.168
Kepentingan non-pengendali (145) (179) (200) (224) (416)
JUMLAH EKUITAS 1.022.818 1.229.053 1.255.541 1.971.256 2.008.752
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.551.366 2.397.481 2.475.138 2.964.141 2.997.402
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Total Liabilitas
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2020-2024 mengalami penurunan
berfluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar -10,32%.
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 turun -23,56%, pada tahun 2022
meningkat 4,38%, pada tahun 2023 turun -18,59% dan pada tahun 2024 turun -0,43%.
10
Page 27
Total liabilitas Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar US$988,6 juta.
Jumlah Ekuitas
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2020-2024 mengalami pertumbuhan
dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 18,38%.
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 meningkat 20,16%, pada tahun 2022
meningkat 2,16%, pada tahun 2023 turun 57% dan pada tahun 2024 turun 1,90%.
Total ekuitas Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar US$2,01 milyar.
Tabel 2‑5 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
2020 2021 2022 2023 2024
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 677.290 735.683 769.822 797.575 796.438
Penerimaan kas dari pendapatan bunga 1.013 554 1.054 21.903 36.559
Penerimaan kas dari klaim asuransi 139 522 -
Pembayaran kas kepada pemasok 4.394 2.750 (447.480) (474.125) (478.244)
Pembayaran kas atas pajak penghasilan (375.078) (383.625) (80.782) (78.412) (71.398)
Pembayaran kas kepada karyawan (23.921) (22.297) (27.586) (28.755) (32.363)
Penerimaan / (pembayaran) kas antar anak
perusahaan - (778) 4.437
Pembayaran premi asuransi dan klaim lainnya (808) (944) (793) (434) (900)
Penambahan kas yang dibatasi
penggunaannya - (308)
Penerimaan kas dari aktivitas operasi lainnya (55.369) (83.729) 5.924 17.694 4.063
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
operasi 227.521 248.392 220.298 255.190 258.284
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
11
Page 28
Tabel 2‑6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
2020 2021 2022 2023 2024
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen kas dari aktivitas
investasi lainnya - 5.280 2.707 1.174 2.574
Pengurangan kas yang dibatasi
penggunaannya 10.100
Penambahan investasi di anak perusahaan
dan perusahaan asosiasi (11.540) (100)
Penambahan aset tetap (47.757) (26.203) (30.932) (68.114) (103.408)
Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi (47.757) (20.923) (18.125) (78.480) (100.934)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan kas dari penerbitan saham - 589.269 4.752
Penerimaan kas dari penerbitan obligasi - 399.737 -
Penerimaan pinjaman dari bank 798.386
Pembayaran kas untuk dividen (30.000) (100.000) (128.400)
Pembayaran pinjaman jangka pendek (200.000) - (600.000)
Pembayaran pinjaman jangka panjang (149.150) (570.357) (18.972) (7.729) (14.973)
Pembayaran liabilitas sewa (2.890) (14.409) (2.184) (1.922)
Pembayaran beban keuangan (281.920) - (35.299) (50.596)
Pembayaran kas untuk penerbitan saham dan
obligasi - (4.888)
Arus kas bersih yang (digunakan
untuk)/diperoleh dari aktivitas pendanaan (149.150) (256.781) (63.381) 238.906 (191.139)
(PENURUNAN) / KENAIKAN NETO KAS DAN
SETARA KAS 30.614 (29.312) 138.792 415.616 (33.789)
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL
TAHUN 125.852 154.863 125.335 262.302 677.717
EFEK PERUBAHAN NILAI KURS PADA KAS DAN
SETARA KAS (1.603) (216) (1.825) (201) 11.263
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR
TAHUN 154.863 125.335 262.302 677.717 655.191
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Aktivitas Operasi
Arus Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan tertinggi pada tahun 2024 yaitu sebesar
US$258,3 juta, sedangkan terendah pada tahun 2022 yaitu sebesar US$220,3 juta. Penerimaan
terbesar untuk aktivitas operasi berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, dimana pada tahun
2024 tercatat sebesar US$796,44 juta. Pengeluaran terbesar untuk aktivitas operasi digunakan
untuk pembayaran kas kepada pemasok, dimana pada tahun 2024 tercatat sebesar US$(478,2) juta.
Aktivitas Investasi
Arus Kas yang digunakan dari aktivitas investasi Perseroan tertinggi pada tahun 2024 yaitu sebesar
US$(100,9) juta, sedangkan terendah pada tahun 2022 yaitu sebesar US$(18,13) juta. Pengeluaran
terbesar untuk aktivitas investasi berasal dari penambahan aset tetap, dimana pada tahun 2024
tercatat sebesar US$(100,93) juta.
12
Page 29
Aktivitas Pendanaan
Arus Kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan tertinggi pada tahun 2021 yaitu
sebesar US$(256,78) juta yang sebagian besar digunakan untuk pembayaran pinjaman jangka
panjang dan jangka pendek. Pada tahun 2023 Perseroan mencatat penerimaan bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar US$238,91 juta akibat adanya penerimaan kas dari penerbitan saham dan
obligasi.
Tabel 2‑7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
31 Desember RATA-RATA
ANALISIS RASIO KEUANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 2024
RASIO PERTUMBUHAN
Pendapatan 4,20% 4,68% 5,24% 0,20% 3,56%
Beban Umum dan Administrasi 263,79% 149,92% 121,60% 20,48% 121,96%
Laba Operasi 7,98% 45,45% 8,48% -6,98% 12,20%
Laba Bersih 16,76% 49,71% 28,47% -2,00% 21,80%
Aset -6,03% 3,24% 19,76% 1,12% 4,11%
Liabilitas -23,56% 4,38% -18,59% -0,43% -10,32%
Ekuitas 20,16% 2,16% 57,00% 1,90% 18,38%
RASIO PROFITABILITAS
Margin Laba Kotor 53,61% 50,57% 55,14% 61,02% 59,50% 55,97%
Margin EBIT 37,48% 38,84% 53,98% 55,64% 51,65% 47,52%
Margin EBITDA 66,83% 68,22% 81,70% 82,87% 79,49% 75,82%
Margin Laba Bersih 20,58% 23,06% 32,98% 40,26% 39,37% 31,25%
Return on Equity 7,12% 6,92% 10,14% 8,30% 7,98% 8,09%
Return on Assets 2,85% 3,55% 5,14% 5,52% 5,35% 4,48%
RASIO LIKUIDITAS
Rasio Lancar (x) 0,47 1,40 0,51 3,54 3,65 1,91
Rasio Cepat (x) 0,45 1,32 0,48 3,44 3,56 1,85
RASIO SOLVABILITAS
Debt to Equity Ratio (x) 1,02 0,78 0,75 0,37 0,37 0,66
Debt to Assets Ratio (x) 0,41 0,40 0,38 0,25 0,25 0,34
RASIO AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha (hari) 143 123 116 122 115 124
Perputaran Persediaan (hari) 32 33 42 52 41 40
Perputaran Utang Usaha (hari) 152 145 138 190 214 168
*) Rasio pertumbuhan dihitung secara CAGR tahun 2020-2024
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
13
Page 30
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan Rasio
Lancar dan Rasio Cepat.
Selama tahun 2020-2024, rasio lancar dan rasio cepat Perseroan tertinggi pada tahun 2024, masing-
masing sebesar 3,65x dan 3,56x. Sedangkan rasio lancar dan rasio cepat terendah tercatat pada
tahun 2022, yaitu masing-masing sebesar 0,51x dan 0,48x.
Rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Perseroan selama tahun 2020-2024 sebesar 1,91x dan 1,85x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan Perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas Perseroan diukur dengan menggunakan DAR
(Debt to Assets Ratio), DER (Debt to Equity Ratio).
Selama tahun 2020-2024, DAR dan DER Perseroan tertinggi pada tahun 2020, masing-masing
sebesar 0,41x dan 1,02x.
Rata-rata DAR, dan DER Perseroan selama periode 2020-2024 masing-masing sebesar 0,34x dan
0,66x.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal.
Profitabilitas Perseroan dan Anak Perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset (ROA) dan rasio
imbal hasil ekuitas (ROE).
Selama tahun 2020-2024, ROA dan ROE Perseroan tertinggi pada tahun 2023 dan 2022, masing-
masing sebesar 5,52% dan 10,14%. Sedangkan terendah tercatat pada tahun 2020 dan 2021, ROA
dan ROE Perseroan masing-masing sebesar 2,85% dan 6,92%.
Rata-rata ROA Perseroan selama periode 2020-2024 sebesar 4,48% sedangkan ROE sebesar 8,09%.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas Perseroan dan Anak Perusahaan diukur dengan rasio turnover.
Selama tahun 2020-2024, rata-rata perputaran piutang usaha Perseroan tercatat sebesar 124 hari.
Sedangkan rata-rata perputaran persediaan Perseroan tercatat sebesar 40 hari dan rata-rata
perputaran utang usaha Perseroan tercatat sebesar 168 hari.
Rasio Horizontal dan Common Size
Berikut adalah analisis rasio horizontal dan common size atas laba rugi dan posisi keuangan
Perseroan 2020-2024.
14
Page 31
Tabel 2‑7 : Rasio Horizontal Posisi Keuangan Perseroan
31 Desember RATA-RATA
ANALISIS HORIZONAL 2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
ASET LANCAR
Kas dan setara kas -19,07% 109,28% 158,37% -3,32% 43,42%
Kas yang dibatasi penggunaannya
Piutang usaha - Pihak yang berelasi -10,24% -1,00% 10,11% -5,78% -2,01%
Piutang usaha - Pihak ketiga -0,88% -4,68% 29,70% -12,94% 1,63%
Piutang lain-lain - Pihak yang berelasi -32,69% -65,85% 131,92% -25,44% -20,60%
Piutang lain-lain - Pihak ketiga -41,94% -13,89% 225,81% -2,97% 12,13%
Persediaan 12,98% 21,98% 12,76% -18,36% 6,13%
PPN yang dapat ditagihkan kembali - bagian lancar 309,75% -14,05% 105,46% 212,73% 118,10%
Tagihan pengembalian pajak -100,00%
Biaya dibayar di muka -48,12% -6,67% 61,18% -76,49% -34,55%
Aset lain-lain, bersih 1369,38% 627,35% -33,73% -64,91% 123,27%
JUMLAH ASET LANCAR -12,50% 54,87% 99,23% -4,02% 26,88%
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya Piutang lain-lain pihak 0,13% -100,00% -63,20%
Piutang lain-lain pihak berelasi -8,43% -11,74% -3,25% -8,81% -8,11%
Aset tetap, bersih -5,81% -2,84% 2,07% 4,31% -0,65%
Aset hak guna, bersih 608,56% -33,69% -49,12% 118,73% 51,22%
Investasi pada ventura bersama 3,89%
PPN yang dapat ditagihkan kembali - bagian tidak lancar -5,22% -4,52% 4,88% -9,66% -3,77%
Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif
50,99%
lain -8,18% 21,66% -25,13% 6,01%
Aset lain-lain, bersih -8,94% -62,50% 0,00% 0,00% -23,56%
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR -5,11% -3,58% 2,89% 3,24% -0,71%
JUMLAH ASET -6,03% 3,24% 19,76% 1,12% 4,11%
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak berelasi 83,51% -12,04% 154,94% -50,83% 19,27%
Utang usaha - pihak ketiga 4,61% -9,61% 22,27% 21,27% 8,81%
Utang lain-lain pihak pihak berelasi -91,45% 261,74% -73,44% -60,94% -57,67%
Pinjaman bank jangka pendek -100,00%
Pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun -92,87% -4,28% -0,51% -2,12% -49,23%
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun 370,74% -13,54% -51,18% 54,07% 32,27%
Utang pajak 42,09% -26,59% 65,81% -68,04% -13,77%
Biaya yang masih harus dibayar 14,70% 6,52% 122,60% 5,66% 30,20%
Imbalan kerja jangka pendek 56,73% -9,89% -38,01% -45,14% -16,75%
Pendapatan tangguhan 0,00% 3,65% -25,70% 36,49% 1,25%
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK -70,37% 329,18% -71,54% -6,89% -23,81%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan, bersih -36,70% 12,55% 11,24% 41,54% 2,91%
Pinjaman bank jangka panjang -100,00%
Liabilitas sewa setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
435,88% -92,40% 595,63% 129,02% 59,59%
Utang obligasi 0,10%
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun -58,45% -3,08% -3,85% 4,11% -20,32%
Imbalan kerja jangka panjang -21,63% -8,46% -8,32% -32,82% -18,47%
Kewajiban jangka panjang lainnya 1,00% -77,90%
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 13,41% -62,64% 106,95% 1,68% -2,83%
JUMLAH LIABILITAS -23,56% 4,38% -18,59% -0,43% -10,32%
EKUITAS
Modal saham 1227,25% 0,00% 33,34% 0,27% 105,24%
Tambahan modal disetor 0,00% 0,00% -760,07% 2,60%
Pendapatan komprehensif lainnya 51,00% -8,18% 21,66% -25,14% 6,00%
Saldo laba
- Ditentukan penggunaannya -87,41% 110,29% 26,03% 26,59% -19,38%
- Belum ditentukan penggunaannya -84,44% -31,14% 176,67% -0,85% -26,37%
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 20,16% 2,16% 57,00% 1,91% 18,38%
Kepentingan non-pengendali 23,45% 11,73% 12,00% 85,71% 30,15%
JUMLAH EKUITAS 20,16% 2,16% 57,00% 1,90% 18,38%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS -6,03% 3,24% 19,76% 1,12% 4,11%
15
Page 32
Tabel 2‑7 : Rasio Common Size Posisi Keuangan Perseroan
31 Desember RATA-RATA
ANALISIS COMMON SIZE 2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6,07% 5,23% 10,60% 22,86% 21,86% 13,32%
Kas yang dibatasi penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang usaha - Pihak yang berelasi 5,30% 5,06% 4,85% 4,46% 4,16% 4,77%
Piutang usaha - Pihak ketiga 0,13% 0,14% 0,13% 0,14% 0,12% 0,13%
Piutang lain-lain - Pihak yang berelasi 0,40% 0,29% 0,09% 0,18% 0,13% 0,22%
Piutang lain-lain - Pihak ketiga 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Persediaan 0,57% 0,69% 0,81% 0,76% 0,62% 0,69%
PPN yang dapat ditagihkan kembali - bagian lancar 0,03% 0,13% 0,11% 0,19% 0,57% 0,21%
Tagihan pengembalian pajak 0,00% 0,00% 0,00% 0,01% 0,00% 0,00%
Biaya dibayar di muka 0,03% 0,01% 0,01% 0,02% 0,00% 0,02%
Aset lain-lain, bersih 0,01% 0,13% 0,90% 0,50% 0,17% 0,34%
JUMLAH ASET LANCAR 12,53% 11,67% 17,51% 29,12% 27,64% 19,70%
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya Piutang lain-lain pihak 0,40% 0,42% 0,00% 0,00% 0,01% 0,16%
Piutang lain-lain pihak berelasi 0,41% 0,40% 0,34% 0,28% 0,25% 0,34%
Aset tetap, bersih 81,45% 81,64% 76,83% 65,48% 67,55% 74,59%
Aset hak guna, bersih 0,03% 0,24% 0,15% 0,07% 0,14% 0,13%
Investasi pada ventura bersama 0,00% 0,00% 0,00% 0,39% 0,40% 0,16%
PPN yang dapat ditagihkan kembali - bagian tidak lancar 4,50% 4,54% 4,20% 3,68% 3,28% 4,04%
Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui pendapatan
0,67%
komprehensif
1,08%
lain 0,96% 0,98% 0,72% 0,88%
Aset lain-lain, bersih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 87,47% 88,33% 82,49% 70,88% 72,36% 80,30%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak berelasi 0,04% 0,08% 0,07% 0,15% 0,07% 0,09%
Utang usaha - pihak ketiga 2,64% 2,94% 2,58% 2,63% 3,15% 2,79%
Utang lain-lain pihak pihak berelasi 12,37% 1,13% 3,95% 0,88% 0,34% 3,73%
Pinjaman bank jangka pendek 0,00% 0,00% 24,24% 0,00% 0,00% 4,85%
Pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
8,95% 0,68% 0,63% 0,52% 0,51% 2,26%
Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo dalam satu tahun 0,02% 0,09% 0,08% 0,03% 0,05% 0,05%
Utang pajak 0,41% 0,62% 0,44% 0,61% 0,19% 0,45%
Biaya yang masih harus dibayar 1,20% 1,47% 1,51% 2,81% 2,94% 1,99%
Imbalan kerja jangka pendek 0,79% 1,32% 1,15% 0,60% 0,32% 0,84%
Pendapatan tangguhan 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 26,44% 8,34% 34,66% 8,24% 7,58% 17,05%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan, bersih 0,76% 0,52% 0,56% 0,52% 0,73% 0,62%
Pinjaman bank jangka panjang 0,00% 25,03% 0,00% 0,00% 0,00% 5,01%
Liabilitas sewa setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
0,02%
satu tahun0,09% 0,01% 0,04% 0,09% 0,05%
Utang obligasi 0,00% 0,00% 0,00% 13,44% 13,30% 5,35%
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 31,89% 14,10% 13,24% 10,63% 10,94% 16,16%
Imbalan kerja jangka panjang 0,80% 0,67% 0,59% 0,45% 0,30% 0,56%
Kewajiban jangka panjang lainnya 0,00% 0,00% 0,22% 0,18% 0,04% 0,09%
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 33,47% 40,40% 14,62% 25,26% 25,40% 27,83%
JUMLAH LIABILITAS 59,91% 48,74% 49,27% 33,50% 32,98% 44,88%
EKUITAS
Modal saham 3,26% 46,00% 44,56% 49,61% 49,19% 38,52%
Tambahan modal disetor -1,09% -1,16% -1,12% 6,19% 6,28% 1,82%
Pendapatan komprehensif lainnya 0,44% 0,71% 0,64% 0,65% 0,48% 0,58%
Saldo laba 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
- Ditentukan penggunaannya 15,54% 2,08% 4,24% 4,46% 5,59% 6,38%
- Belum ditentukan penggunaannya 21,95% 3,63% 2,42% 5,60% 5,49% 7,82%
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
40,09%
induk 51,27% 50,73% 66,51% 67,03% 55,13%
Kepentingan non-pengendali -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01%
JUMLAH EKUITAS 40,09% 51,26% 50,73% 66,50% 67,02% 55,12%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
16
Page 33
Tabel 2‑7 : Rasio Horizontal Laba Rugi Perseroan
31 Desember RATA-RATA
ANALISIS HORIZONAL 2020 2021 2022 2023 2024 2024
PENDAPATAN 4,20% 4,68% 5,24% 0,20% 3,56%
BEBAN POKOK PENDAPATAN 11,04% -5,00% -8,58% 4,13% 0,11%
LABA BRUTO -1,72% 14,14% 16,48% -2,30% 6,29%
Beban umum dan administrasi 263,79% 149,92% 121,60% 20,48% 121,96%
(Beban)/pendapatan lain-lain, bersih -30,98% -119,02% -41,68% -110,70% -69,92%
LABA USAHA 7,98% 45,45% 8,48% -6,98% 12,20%
Pendapatan keuangan -28,41% 48,58% 1744,51% 51,39% 133,45%
Laba selisih kurs -5,70%
Bagian laba dari ventura bersama
Beban keuangan -36,96% 1,77% 63,37% 32,62% 8,58%
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 16,99% 50,38% 23,72% -5,31% 19,82%
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 17,42% 51,65% 14,75% -12,32% 15,69%
LABA TAHUN BERJALAN 16,76% 49,71% 28,47% -2,00% 21,80%
Tabel 2‑7 : Rasio Common Size Laba Rugi Perseroan
31 Desember RATA-RATA
ANALISIS COMMON SIZE 2020 2021 2022 2023 2024 2024
PENDAPATAN 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -46,39% -49,43% -44,86% -38,98% -40,50% -44,03%
LABA BRUTO 53,61% 50,57% 55,14% 61,02% 59,50% 55,97%
Beban umum dan administrasi -0,37% -1,28% -3,06% -6,44% -7,74% -3,78%
(Beban)/pendapatan lain-lain, bersih -15,76% -10,44% 1,90% 1,05% -0,11% -4,67%
LABA USAHA 37,48% 38,84% 53,98% 55,64% 51,65% 47,52%
Pendapatan keuangan 0,32% 0,22% 0,31% 5,46% 8,24% 2,91%
Laba selisih kurs 0,00% 0,00% 0,00% 4,17% 3,93% 1,62%
Bagian laba dari ventura bersama 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,11% 0,02%
Beban keuangan -6,53% -3,95% -3,84% -5,96% -7,89% -5,63%
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 31,28% 35,12% 50,45% 59,31% 56,04% 46,44%
BEBAN PAJAK PENGHASILAN -10,70% -12,06% -17,47% -19,05% -16,67% -15,19%
LABA TAHUN BERJALAN 20,58% 23,06% 32,98% 40,26% 39,37% 31,25%
17
Page 34
3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI
3.1 Kondisi Umum Perekonomian
3.1.1 Kondisi Perekonomian Dunia
Kondisi perekonomian global masih menghadapi tantangan yang signifikan di tengah perlambatan
pertumbuhan dan ketidakpastian ekonomi. Berdasarkan laporan International Monetary Fund
(IMF), proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 diproyeksikan tumbuh sebesar
3,3%, yang masih berada di bawah rata-rata historis 3,7% pada periode 2000–20191. Faktor-faktor
utama yang memengaruhi kondisi ini mencakup ketegangan perdagangan, inflasi yang persisten,
serta ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut.
Kondisi sektor manufaktur global pada akhir kuartal III-2024 lebih rendah dibandingkan akhir
kuartal II-2024, di mana Purchasing Managers Index (PMI) pada September 2024 tercatat sebesar
48,8 dan pada Juni 2024 sebesar 50,92. Sedangkan PMI AS pada September 2024 menurun menjadi
sebesar 46,5 dari Juni 2024 yang tercatat sebesar 48,53. Hal ini menandakan sektor manufaktur AS
terus mengalami kontraksi. AS mencatatkan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 2,5% year on
year (yoy) pada kuartal IV-2024, mengalami sedikit perlambatan dibandingkan dengan kuartal III-
2024 yang sebesar 2,7% yoy. Perlambatan tersebut disebabkan oleh penurunan investasi bisnis
yang berdampak pada sektor manufaktur, serta penurunan ekspor.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tercatat sebesar 5,4% yoy pada kuartal IV-2024, meningkat dari
kuartal III-2024 yang sebesar 4,6% yoy karena adanya stimulus ekonomi dari pemerintah Tiongkok
yang berupa pemangkasan suku bunga dan paket fiskal besar4.
Ekonomi India pada kuartal IV-2024 mengalami peningkatan pertumbuhan menjadi sebesar 6,2%
yoy dari sebesar 5,6% yoy pada kuartal III-2024 yang didorong oleh peningkatan belanja pemerintah,
konsumsi rumah tangga, dan kebijakan moneter penurunan suku bunga.
Sementara itu perekonomian Korea Selatan kembali mengalami perlambatan pertumbuhan pada
kuartal IV-2024 menjadi sebesar 1,2% dari sebesar 1,5% pada kuartal III-2024 terutama disebabkan
oleh adanya kebijakan darurat militer pada bulan Desember 2024. Perekonomian Jepang mengalami
peningkatan pertumbuhan pada kuartal IV-2024 menjadi sebesar 1,2% yoy dari sebesar 0,6% yoy
pada kuartal III-2024 terutama disebabkan oleh meningkatnya ekspor secara signifikan.
Negara-negara ASEAN mencatatkan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2024.
Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal IV-2024 merupakan yang tertinggi di ASEAN yaitu
sebesar 7,6% yoy dan lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III-2024 yang sebesar 7,4% yoy.
Kinerja pertumbuhan ekonomi yang kuat ini terutama ditopang oleh ekspor, foreign direct
investment (FDI), serta pemulihan sektor pariwisata.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Filipina pada kuartal IV-2024 sebesar 5,2% yoy, stabil
dibandingkan dengan kuartal III-2024 secara yoy. Sedangkan, Malaysia dan Singapura mencatatkan
perlambatan pertumbuhan ekonomi yang keduanya sebesar 5,0% yoy pada kuartal IV-2024
dibandingkan dengan kuartal III-2024 masing-masing sebesar 5,3% yoy dan 5,7% yoy. Perlambatan
pertumbuhan ekonomi Malaysia disebabkan oleh sektor manufaktur, pertanian, dan pertambangan
yang mengalami kinerja yang lesu. Sedangkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Singapura
disebabkan oleh adanya ketidakpastian global dan hambatan perdagangan meningkat yang
berdampak pada terganggunya rantai pasok global, sehingga berdampak negatif pada
1 https://www.imf.org/en/Publications/WEO/Issues/2025/01/17/world-economic-outlook-update-january-2025
2 https://www.statista.com/statistics/1032013/global-purchasing-manager-index-manufacturing-new-export-orders/
3 https://www.statista.com/statistics/271662/purchasing-managers-index-pmi-in-the-united-states
4 https://ekonomi.bisnis.com/read/20250117/620/1832504/stimulus-kilat-bawa-pertumbuhan-ekonomi-china-capai-
target-5-pada-2024
18
Page 35
perekonomian Singapura.
Ekonomi Thailand pada kuartal IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 3,2% yoy, lebih tinggi
dibandingkan dengan kuartal III-2024 sebesar 3,0% yoy. Pertumbuhan ekonomi Thailand didorong
oleh peningkatan ekspor, belanja pemerintah, pemulihan sektor pariwisata, serta adanya kebijakan
stimulus pemerintah.
Kawasan Euro dan Inggris mencatatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing sebesar 1,1% yoy
dan 1,4% yoy pada kuartal IV-2024, meningkat dari kuartal III-2024 yang masing-masing sebesar
1,0% yoy dan 0,9% yoy
Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi
(% year on year - yoy)
Sumber: Trading Economics, 2024
Tingkat inflasi AS pada kuartal IV-2024 tercatat sebesar 2,9% yang meningkat dari tingkat inflasi
pada kuartal III-2024 yang sebesar 2,4% yang disebabkan peningkatan konsumsi dan investasi serta
peningkatan harga minyak dan gas. Tingkat inflasi Tiongkok melambat menjadi sebesar 0,1% yoy
pada kuartal IV-2024, bertahan mendekati nol yang menandakan bahwa tekanan deflasi terus
menghambat pemulihan ekonomi.
Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan mencatatkan tingkat inflasi masing-masing sebesar 3,6%
yoy dan 1,9% yoy pada kuartal IV-2024. Tingkat inflasi Jepang meningkat dibandingkan tingkat
inflasi pada kuartal III-2024 yang sebesar 2,5% yoy, didorong oleh kenaikan harga pangan. Tingkat
inflasi Korea Selatan meningkat dibandingkan tingkat inflasi pada kuartal III-2024 yang sebesar 1,6%
yoy terutama karena ketidakstabilan politik dan pelemahan mata uang won.
19
Page 36
Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi
(% yoy)
2022 2023 2024
Negara
I II III IV I II III IV I II III IV
Amerika
Amerika Serikat 8,5 9,1 8,2 6,5 5,0 3,0 3,7 3,4 3,5 3,0 2,4 2,9
Argentina 55,1 64,0 83,0 94,8 104,3 115,6 138,3 211,4 287,9 271,5 166,0 118,0
Brasil 11,3 11,9 7,2 5,8 4,7 3,2 5,2 4,6 3,9 4,2 4,4 4,8
Cile 9,4 12,5 13,7 12,8 11,1 7,6 5,1 3,9 3,7 4,2 4,1 4,5
Meksiko 7,5 8,0 8,7 7,8 6,9 5,1 4,5 4,7 4,4 5,0 4,6 4,2
Asia Pasifik
Australia 5,1 6,1 7,3 7,8 7,0 6,0 5,4 4,1 3,6 3,8 2,8 2,4
Tiongkok 1,5 2,5 2,8 1,8 0,7 0,0 0,0 -0,3 0,1 0,2 0,4 0,1
India 7,0 7,0 7,4 5,7 5,7 4,9 5,0 5,7 4,9 5,1 5,5 5,2
Jepang 1,2 2,4 3,0 4,0 3,2 3,3 3,0 2,6 2,7 2,8 2,5 3,6
Korea Selatan 4,1 6,0 5,6 5,0 4,2 2,7 3,7 3,2 3,1 2,4 1,6 1,9
ASEAN-6
Indonesia 2,6 4,4 6,0 5,5 5,0 3,5 2,3 2,6 3,1 2,5 1,8 1,6
Malaysia 2,2 3,4 4,5 3,8 3,4 2,4 1,9 1,5 1,8 2,0 1,8 1,7
Filipina 4,0 6,1 6,9 8,1 7,6 5,4 6,1 3,9 3,7 3,7 1,9 2,9
Singapura 5,4 6,7 7,5 6,5 5,5 4,5 4,1 3,7 2,7 2,4 2,0 1,6
Thailand 5,7 7,7 6,4 5,9 2,8 0,2 0,3 -0,8 -0,5 0,6 0,6 1,2
Vietnam 2,4 3,4 3,9 4,6 3,4 2,0 3,7 3,6 4,0 4,3 2,6 2,9
Eropa
Kawasan Euro 7,4 8,7 9,9 9,2 6,9 5,5 4,3 2,9 2,4 2,5 1,7 2,4
Inggris 7,0 9,4 10,1 10,5 10,1 7,9 6,7 4,0 3,2 2,0 1,7 2,5
Rusia 16,7 15,9 13,7 11,9 3,5 3,3 6,0 7,4 7,7 8,6 8,6 9,5
Turki 61,1 78,6 83,5 64,3 50,5 38,2 61,5 64,8 68,5 71,6 49,4 44,2
Afrika
Afrika Selatan 5,9 7,4 7,5 7,2 7,1 5,4 5,4 5,1 5,3 5,1 3,8 3,0
Sumber: Trading Economics, 2025
Tingkat inflasi tertinggi di ASEAN pada kuartal IV-2024 dialami oleh Vietnam dan Filipina yang
keduanya sebesar 2,9% yoy, meningkat dari kuartal III-2024 yang masing-masing sebesar 2,6% yoy
dan 1,9% yoy. Peningkatan inflasi di Vietnam terutama disebabkan oleh adanya kebijakan kenaikan
gaji pegawai negeri. Sementara peningkatan tingkat inflasi di Filipina didorong oleh kenaikan harga
perumahan dan utilitas.
Tingkat inflasi negara ASEAN lainnya pada kuartal IV-2024, yaitu Indonesia dan Singapura yang
keduanya berada pada level 1,6% yoy. Tingkat inflasi kedua negara tersebut menurun dari kuartal
III-2024 yang masing-masing sebesar 1,8% yoy dan 2,0% yoy. Penurunan inflasi di Indonesia
disebabkan penurunan harga komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras,
daging ayam ras, dan tomat. Penurunan inflasi di Singapura pada disebabkan oleh penurunan inflasi
listrik dan gas.
Malaysia mengalami penurunan pada kuartal IV-2024 sebesar 1,7% yoy dari 1,8% yoy pada kuartal
III-2024. Penurunan inflasi di Malaysia disebabkan oleh penguatan nilai tukar Ringgit. Sedangkan
inflasi Thailand mengalami peningkatan menjadi sebesar 1,2% yoy pada kuartal IV-2024 yang
didorong kenaikan harga energi dan bahan makanan, seperti beras, tepung, produk berbahan dasar
tepung, bahan makanan segar serta minuman non alkohol.
20
Page 37
Pada kuartal IV-2024, tingkat inflasi di Kawasan Euro tercatat sebesar 2,4% yoy. Peningkatan inflasi
di Kawasan Euro terutama disebabkan oleh kenaikan harga energi, makanan, alkohol, dan
tembakau, serta pelemahan nilai tukar Euro. Inggris mencatatkan peningkatan tingkat inflasi
menjadi sebesar 2,5% yoy disebabkan peningkatan harga bahan bakar. Sementara tingkat inflasi
Rusia mengalami kenaikan menjadi sebesar 9,5% yoy karena peningkatan belanja militer serta
adanya volatilitas nilai tukar mata uang Rubel.
3.1.2 Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 dibanding kuartal III-2024 mengalami pertumbuhan menjadi
sebesar 5,02% yoy. Capaian ini didorong oleh peningkatan aktivitas investasi dan manufaktur, serta
didukung permintaan domestik yang terjaga dan permintaan global yang mulai pulih5.
Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,98% yoy pada kuartal IV-2024, secara keseluruhan
mencapai 4,94% sepanjang tahun. Terjaganya konsumsi masyarakat didukung oleh inflasi yang
terkendali serta peningkatan mobilitas masyarakat yang tercermin dari kenaikan okupansi hotel
dan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi. Selain itu, APBN juga menjaga daya beli
masyarakat antara lain melalui belanja bantuan sosial bagi kelompok berpenghasilan rendah serta
penguatan distribusi pasokan pangan untuk stabilitas harga5.
Pertumbuhan konsumsi LNPRT pada kuartal IV-2024 sebesar 6,06% yoy yang melambat
dibandingkan dengan kuartal III-2024 yang sebesar 11,69%. Sementara itu pengeluaran konsumsi
pemerintah tumbuh sebesar 4,17% yoy, secara keseluruhan mencapai 6,61% sepanjang tahun.
Konsumsi pemerintah masih tumbuh positif terutama karena didukung oleh belanja negara yang
semakin optimal sebagai shock absorber untuk menjaga konsumsi masyarakat, menjaga stabilitas
ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan. Realisasi belanja negara tersebut memberikan
multiplier effect bagi perekonomian, baik terhadap aktivitas dunia usaha maupun konsumsi
masyarakat melalui kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan perlinsos5.
Sementara, pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat sebesar
5,03% yoy yang didorong oleh realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMDN) yang tumbuh 20,82% dengan total nilai Rp1.714 T, lebih dari target yang
ditetapkan. Selain itu, Pemerintah, melalui APBN, turut mendorong investasi dengan meningkatkan
belanja modal untuk konstruksi serta pembangunan infrastruktur konektivitas, bendungan,
kawasan industri dan pariwisata5.
Ekspor barang dan jasa Indonesia pada kuartal IV-2024 tumbuh sebesar 7,63% yoy. Ekspor barang
tumbuh didorong oleh pertumbuhan ekspor komoditas besi baja dan bahan bakar mineral yang
secara volume tumbuh masing-masing 17,8% dan 7,8%. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor jasa
ditopang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang tumbuh 19,05%5.
Sedangkan impor barang dan jasa Indonesia pada kuartal IV-2024 juga mengalami pertumbuhan
sebesar 10,36% yoy yang terutama didorong kenaikan impor bahan baku dan penolong.
5 https://fiskal.kemenkeu.go.id/publikasi/siaran-pers-detil/606
21
Page 38
Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran
(% yoy, tahun dasar 2010)
* Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga
** Pembentukan Modal Tetap Bruto
Sumber: Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS), 5 Februari 2025
Dari sisi lapangan usaha, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-
2024 adalah industri pengolahan; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
motor; dan pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sementara lapangan usaha dengan pertumbuhan
tertinggi adalah jasa perusahaan, informasi dan komunikasi, dan jasa lainnya.
Industri pengolahan bertumbuh sebesar 4,89% yoy yang didorong oleh permintaan domestik
seiring adanya momen Idul Fitri dan Idul Adha serta permintaan luar negeri. Pertumbuhan industri
pengolahan terutama ditopang dari pertumbuhan industri makanan dan minuman, industri logam
dasar, dan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional. Sementara lapangan usaha perdagangan
besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor kembali tumbuh positif pada kuartal IV-2024
sebesar 5,19% yoy dan sebesar 4,86% sepanjang tahun 2024.
Selanjutnya lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan juga tumbuh sebesar 0,71% yoy.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan akhir domestik yang dipengaruhi hari besar
keagamaan seiring peningkatan pasokan barang domestik dan impor. Lapangan usaha konstruksi
juga tumbuh sebesar 5,81% yoy seiring dengan pembangunan proyek infrastruktur oleh
pemerintah dan swasta. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan realisasi belanja modal pemerintah
untuk pembangunan infrastruktur konektivitas, bendungan, kawasan industri dan pariwisata.
Lapangan usaha pertambangan dan penggalian bertumbuh sebesar 3,95% yoy karena adanya
kebijakan hilirisasi mineral terutama yang terjadi di wilayah Maluku dan Papua. Pertumbuhan
lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum pada kuartal IV-2024 tercatat sebesar
6,61% yoy yang didorong oleh adanya event berskala nasional dan internasional, seperti kegiatan
pertemuan (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition - MICE), musik, dan olahraga.
Lapangan usaha transportasi dan pergudangan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,92%
yoy yang didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan hari besar keagamaan,
cuti bersama, dan libur sekolah. Selain itu, pertumbuhan positif lapangan usaha transportasi dan
pergudangan juga didukung oleh peningkatan volume pengiriman barang ekspor dan impor serta
peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Pertumbuhan positif lapangan usaha jasa lainnya
sebesar 11,36% yoy yang didukung oleh peningkatan jumlah kunjungan ke tempat rekreasi baik
wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
22
Page 39
Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha
(% yoy, tahun dasar 2010)
Sumber: Berita Resmi Statistik, BPS, 5 Februari 2025
Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), kinerja ekonomi Indonesia diproyeksikan
sebesar 5,07% yoy pada tahun 2025 dengan tingkat inflasi berada pada kisaran sebesar 2,51% yoy.
Proyeksi tersebut, yang tetap konsisten dengan prediksi IMF pada Oktober 2024, menunjukkan
bahwa Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhannya meski ada
ketidakpastian ekonomi global, seperti ketegangan geopolitik, inflasi yang masih tinggi di beberapa
kawasan, serta tantangan pada sektor energi yang dipengaruhi oleh kebijakan OPEC+.
Sementara itu, kinerja ekspor dan impor Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan masing-masing
menjadi sebesar 10,73% yoy dan 5,46% yoy. Peningkatan proyeksi kinerja ekspor seiring dengan
adanya target nilai ekspor oleh pemerintah Indonesia serta adanya peningkatan infrastruktur
logistik dan transportasi untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor.
Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
(% yoy, tahun dasar 2010)
Sumber: World Economic Outlook Database, IMF, Oktober 2023
23
Page 40
3.2 Tinjauan Industri
3.2.1 Gambaran Umum Industri
Sumber daya energi panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 28,5 Giga Watt
electrical (GWe) yang terdiri dari sumber potensial sebesar 11.073 MW dan cadangan
sebesar17.453 MW, yang menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumber daya
panas bumi terbesar di dunia. Keberadaan sumber energi ini erat kaitannya dengan posisi Indonesia
yang berada pada kerangka tektonik dunia. Sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang
sangat potensial, pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong peningkatan pemanfaatan
panas bumi di Indonesia.
Negara dengan kapasitas pembangkit listrik geotermal terbesar di dunia adalah Amerika Serikat,
diikuti oleh Indonesia, Filipina, dan Turki. Negara-negara ini memanfaatkan panas bumi untuk
menghasilkan listrik, dan daftar 10 negara dengan kapasitas pembangkit listrik geotermal terbesar
(MW) adalah:
• Amerika Serikat: 3.794 MW
• Indonesia: 2.356 MW
• Filipina: 1.935 MW
• Turki: 1.682 MW
• Selandia Baru: 1.037 MW
• Meksiko: 962,7 MW
• Kenya: 944 MW
• Italia: 944 MW
• Islandia: 754 MW
• Jepang: 621 MW
Energi panas bumi (atau energi geotermal) adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan
karena berasal dari panas dalam bumi. Air yang dipompa ke dalam bumi oleh manusia atau sebab-
sebab alami (hujan) dikumpulkan ke permukaan bumi dalam bentuk uap, yang bisa digunakan
untuk menggerakkan turbin-turbin untuk memproduksi listrik. Biaya eksplorasi dan juga biaya
modal pembangkit listrik geotermal lebih tinggi dibandingkan pembangkit-pembangkit listrik lain
yang menggunakan bahan bakar fosil. Namun, setelah mulai beroperasi, biaya produksinya rendah
dibandingkan dengan pembangkit-pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Berdasarkan data tahun 2022 dari Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru,
Terbarukan dan Konservasi Energi tercatat sumber daya panas bumi yang telah dimanfaatkan
mencapai 1.948,5 MW yang terdiri dari 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada 11
Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Sebaran 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang
terpasang berdasarkan letak geografis dari wilayah barat sampai wilayah timur Indonesia sebagai
berikut:
24
Page 41
Gambar 3-1 Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia
Sumber: https://www.esdm.go.id, 2025.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia menyimpan 40%
cadangan panas bumi dunia. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik
tenaga panas bumi (PLTP) dapat mencapai sebesar 22 Gigawatt (GW) pada tahun 2060 yang
optimistis target itu bisa tercapai karena pemerintah telah berkomitmen untuk mendukung
pengembangan energi hijau. Dukungan pengembangan panas bumi yang dilakukan pemerintah
salah satunya melalui penyediaan skema bisnis yang lebih menjanjikan dan pengembangan inovasi
teknologi yang lebih terjangkau.
Cadangan energi panas bumi yang terbesar terletak di wilayah barat Indonesia dimana ada
permintaan energi yang paling tinggi: Sumatra, Jawa dan Bali. Sulawesi Utara adalah provinsi yang
paling maju dalam penggunaan geotermal untuk energi listrik: sekitar 40% dari pasokan listriknya
didapat dari energi geotermal.
3.2.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar
Optimisme di atas menyebabkan bisnis panas bumi naik daun. Misalnya saja Barito Renewable
Energy Tbk (BREN) yang pada akhir tahun 2023 sahamnya telah melesat 671% dan nilai kapitalisasi
pasarnya mengalahkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Padahal emiten milik Prajogo Pangestu
25
Page 42
tersebut baru melantai di bursa pada 9 Oktober 2023. Selain Barito, terdapat juga pemain besar
lainnya seperti Pertamina Geothermal Energy, PT Medco Indonesia, dan Geo Dipa Energy. Anak
Grup Astra, United Tractors, ikut bermain dalam bisnis geotermal setelah mengakuisisi Supreme
Energy. Berikut daftar perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis panas bumi di Indonesia:
1. PT Pertamina Geothermal Energy. Pertamina Geothermal Energy (PGE) merupakan bagian
anak perusahaan Pertamina yang berfokus pada sektor panas bumi. Mereka
mengoperasikan fasilitas panas bumi di beberapa lokasi, termasuk Kamojang di Jawa Barat,
Darajat di Jawa Barat, Ulubelu di Lampung, dan Lahendong di Sulawesi Utara. PGE menjadi
pemain terbesar di Industri geotermal Tanah Air dengan 13 wilayah kerja panas bumi (WKP)
dan total kapasitas terpasang sebesar 1877 Mega Watt (MW) yang dioperasikan sendiri.
Pada Desember 2023, PGE telah mengoperasikan proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 di
Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 2 akan
berkapasitas 55 MW. Sehingga total panas bumi di wilayah tersebut menjadi 110 MW,
menjadikannya sebagai PLTP terbesar ketiga di Sumatera.
2. PT Medco Power Indonesia. PT Medco Power Indonesia adalah perusahaan energi yang
memiliki portofolio cukup besar dalam pengembangan panas bumi di Indonesia yang
didirikan pada 2004. Mereka mengoperasikan fasilitas di Wayang Windu, Jawa Barat,
dengan kapasitas lebih dari 220 megawatt. Medco Power juga tergabung dalam konsorsium
Sarulla Operations Ltd (“SOL”) bersama dengan INPEX Corporation, Ormat International
Inc., ITOCHU Corporation, dan Kyushu Electric Power Co. Inc memulai operasi komersial
PLTP Sarulla yang berlokasi di Tapanuli, Sumatera Utara. Proyek ini merupakan salah satu
pembangkit listrik panas bumi terbesar dengan total kapasitas hingga 330 MW dalam satu
kontrak tunggal.
3. PT Barito Renewables. Merupakan bagian dari Barito Pacific, PT Barito Renewables memiliki
strategi jangka panjang untuk menyediakan energi bersih dan rendah karbon. Barito
Renewables adalah pemegang saham dari Star Energy Geothermal Group, produsen listrik
tenaga panas bumi terkemuka. Star Energy Geothermal mengelola dan mengoperasikan
pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia dan lapangan uap dengan kapasitas
bruto sebesar 886 MW. Di Pangalengan, Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd
mengoperasikan fasilitas geotermal dengan kapasitas sebesar 227 MW. Sementara di
Sukabumi, Star Energy Geothermal Salak Ltd mengelola salah satu ladang panas bumi
terbesar di dunia, dengan kapasitas 377 MW. Selain itu di Garut, Star Energy Geothermal
Darajat Ltd memiliki kapasitas sebesar 270 MW.
4. PT Supreme Energy. PT Supreme Energy didirikan pada tahun 2007 merupakan perusahaan
bergerak dalam industri minyak dan gas dan pengembangan dan operasi panas bumi
selama 40 tahun terakhir. Supreme Energy menandatangani memorandum pada 2012
untuk pengembangan tiga area kerja panas bumi, dan merupakan salah satu pelopor
perusahaan penghasil tenaga panas bumi swasta di Indonesia. Supreme Energy juga
mengembangkan dan membangun. PLTP Muara Laboh berkapasitas 85 MW dan PLTP 90
MW di Rantau Dedap yang terletak di Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini,
Supreme Energy tengah menyiapkan program eksplorasi untuk Proyek Panas Bumi Gunung
Rajabasa di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pada Agustus 2023, PT Energia
Prima Nusantara (EPN) secara resmi mengambil alih (akuisisi) 49,6 persen dari total saham
yang dikeluarkan oleh PT Supreme Energy Sriwijaya (SES). Dimana, EPN adalah sebuah
perusahaan yang 51,01 persen sahamnya dimiliki oleh anak Grup Astra International, PT
United Tractors Tbk, dan 48,99 persen oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA).
5. PT Geo Dipa Energi. PT Geo Dipa Energi adalah perusahaan patungan antara PLN dan PT
Pertamina yang berfokus pada pengembangan panas bumi di Indonesia. PT Geo Dipa Energi
mengoperasikan PLTP Dieng dengan kapasitas 60 MW. Total potensi energi panas bumi di
26
Page 43
sekitar Dieng diperkirakan sebesar 400 MW. Di tahun 2014 Geo Dipa Energi berhasil
menyelesaikan pembangunan 1 unit PLTP di Patuha dengan kapasitas 55. Total potensi
energi panas bumi yang dihasilkan di sekitar area tersebut juga diperkirakan mencapai 400
MW.
6. PT Bakrie & Brothers. Group Bakrie memiliki anak perusahaan lainnya yang bergerak pada
sektor panas bumi, yaitu PT Bakrie Power. Mereka mengelola fasilitas panas bumi di
Lahendong, Sulawesi Utara, dengan kapasitas melebihi 60 megawatt.
Mengingat jumlah perusahaan yang berkecimpung di sektor energi geotermal tidak banyak dan
potensi perkembangan yang besar di masa yang akan datang, maka dapat dikatakan bahwa sektor
ini merupakan sektor dengan potensi perkembangan yang sangat baik.
3.2.3 Prospek Industri
Bisnis geotermal di Indonesia memiliki potensi besar karena negara ini berada di Cincin Api Pasifik,
yang kaya akan sumber daya panas bumi. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius
untuk meningkatkan kapasitas energi geotermal hingga 3.575 MW pada tahun 2025 sebagai bagian
dari transisi energi menuju sumber daya yang lebih ramah lingkungan.
Saat ini, pemanfaatan energi geotermal masih belum maksimal, dengan tingkat pemanfaatan
sekitar 9,81% dari total potensi yang ada. Beberapa perusahaan, seperti PT Geo Dipa Energi
(Persero), berperan dalam eksplorasi dan pengembangan proyek geotermal, termasuk proyek di
Dieng dan Patuha. Namun, tantangan utama dalam bisnis ini adalah biaya tinggi dan risiko
eksplorasi, yang membuat investor membutuhkan insentif dan kepastian lebih besar dari
pemerintah.
Indonesia memiliki cadangan geotermal terbesar di dunia, dengan potensi mencapai 23,36 GW yang
tersebar di lebih dari 300 lokasi dari Sabang hingga Merauke. Pemerintah berencana meningkatkan
pemanfaatan energi ini untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mencapai
target 23% bauran energi terbarukan pada tahun 2025.
Di beberapa tahun terakhir, pasar untuk tenaga energi geotermal meningkat tajam, terutama di
pasar-pasar negara berkembang karena - akibat pertumbuhan ekonomi - semakin banyak
komunitas-komunitas di pedesaan berpenghasilan rendah yang mendapat akses ke jaringan listrik.
Banyak pemerintah juga makin meningkatkan fokus untuk mengurangi ketergantungan pada bahan
bakar fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan.
Indonesia adalah salah satu dari negara-negara berkembang ini yang menghadapi peningkatan
permintaan listrik sebanyak 10% setiap tahunnya (terutama di pulau-pulau di luar Jawa) dan karena
itu negara ini membutuhkan tambahan kapasitas untuk menghasilkan listrik sekitar 6 Giga Watt per
tahun. Rasio kelistrikan Indonesia - yaitu persentase rumah tangga Indonesia yang terhubung
dengan jaringan listrik - sekitar 80,38% pada akhir 2023, mengimplikasikan bahwa masih ada sekitar
50 juta penduduk Indonesia yang tidak memiliki akses listrik.
Pemerintah Indonesia memiliki harapan-harapan tinggi untuk energi geotermal. Indonesia memiliki
cadangan-cadangan geotermal terbesar di dunia, sehingga menetapkan tujuan untuk meningkatkan
peran energi geotermal sebagai penghasil listrik. Karena permintaan energi meningkat tajam di
Indonesia (negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara) - karena pertambahan penduduk
dikombinasikan dengan ekspansi struktural ekonomi menyebabkan semakin bertambahnya jumlah
kalangan menengah dan juga pertumbuhan industrialisasi dan investasi-investasi baru - Pemerintah,
baru-baru ini, telah melakukan usaha-usaha untuk mempermudah investasi dalam ekspansi
geotermal setelah selama ini cenderung mengabaikan sektor ini.
Di masa lalu keadaannya terbalik, pemerintah bergantung pada batu bara, gas bumi, dan minyak
mentah untuk menjadi bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik. Sejalan dengan masa lalu ini,
pemerintah juga telah mengabaikan potensi sumber-sumber energi terbarukan yang lain (seperti
27
Page 44
energi hidroelektrik, tenaga surya, biofuel dan biomass). Pihak swasta juga kurang berminat untuk
berinvestasi di sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia karena iklim investasi negara ini yang
rumit (birokrasi yang buruk, korupsi, kurangnya infrastruktur yang layak, dan kurangnya kepastian
hukum). Terlebih lagi, berlimpahnya batu bara yang murah di Indonesia membuat investasi dalam
energi yang terbarukan kurang menarik.
Sekitar 40% cadangan energi geotermal dunia terletak di bawah tanah Indonesia, maka negara ini
diperkirakan memiliki cadangan-cadangan energi geotermal terbesar di dunia dan karena itu
memiliki potensi tinggi untuk sumber energi terbarukan. Namun, sebagian besar dari potensi ini
belum digunakan. Saat ini, Indonesia hanya menggunakan 4-5% dari kapasitas geotermalnya.
Faktor utama yang menghalangi investasi pengembangan geotermal di Indonesia adalah hukum di
Indonesia sendiri. Dulu aktivitas geotermal didefinisikan sebagai aktivitas pertambangan (Undang-
Undang No. 27/2003) yang mengimplikasikan bahwa hal ini dilarang untuk dilaksanakan di wilayah
hutan lindung dan area konservasi (Undang-Undang No. 41/1999), walaupun faktanya aktivitas-
aktivitas tambang geotermal hanya memberikan dampak kecil pada lingkungan (dibandingkan
aktivitas-aktivitas pertambangan yang lain). Namun, sekitar 80% dari cadangan geotermal Indonesia
terletak di hutan lindung dan area konservasi, oleh karena itu mustahil untuk memanfaatkan
potensi ini. Pada Agustus 2014, waktu periode kedua administrasi Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono hampir selesai, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia mengesahkan Undang-
Undang Geotermal No. 21/2014 (menggantikan Undang-Undang No. 27/2003) yang memisahkan
geotermal dari aktivitas-aktivitas pertambangan yang lain dan karena itu membuka jalan untuk
eksplorasi geotermal di wilayah hutan lindung dan area konservasi. Pengesahan Undang-Undang ini
adalah gebrakan yang penting. Namun, pada saat tulisan ini dibuat (Desember 2014), Undang-
Undang baru ini masih perlu diatur pelaksanaannya dengan peraturan-peraturan kementerian yang
lain. Pemerintah Indonesia juga telah melaksanakan berbagai upaya lain untuk membuat investasi
energi panas bumi lebih menarik. Geothermal Fund Facility (GFF) menyediakan dukungan untuk
memitigasi risiko-risiko dan menyediakan informasi mengenai biaya pengembangan awal geotermal
yang relatif tinggi.
Halangan lain di Indonesia adalah tarif listrik yang tidak kompetitif. Melalui subsidi pemerintah, tarif
listrik menjadi murah. Selain itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki monopoli distribusi listrik
di Indonesia dan karena itu energi listrik dari produsen-produsen independen harus dijual kepada
PLN. Namun, di Juni 2014, Pemerintah Indonesia mengumumkan akan membuat harga pembelian
(dibayar oleh PLN) menjadi lebih menarik melalui kebijakan tarif pasokan listrik yang baru.
Terakhir, eksplorasi geotermal di Indonesia dihalangi oleh keadaan infrastruktur yang buruk di
wilayah-wilayah terpencil, perlawanan masyarakat lokal pada proyek-proyek ini, dan juga birokrasi
yang buruk (prosedur perizinan yang panjang dan mahal yang melibatkan pemerintah pusat
provinsi, dan kabupaten).
3.3 Analisis SWOT
Strenghts and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Potensi besar: Indonesia memiliki cadangan geotermal terbesar di dunia, dengan potensi
hingga 23,36 GW.
• Sumber energi berkelanjutan: Geotermal merupakan energi ramah lingkungan yang dapat
membantu mencapai target net-zero emissions.
• Dukungan pemerintah: Kebijakan dan insentif pemerintah terus dikembangkan untuk
meningkatkan investasi di sektor geotermal.
• Teknologi berkembang: Inovasi dalam eksplorasi dan ekstraksi geotermal dapat
meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi.
28
Page 45
• Transisi energi global: Pergeseran menuju energi terbarukan membuka peluang besar bagi
investasi geotermal.
• Pasar ekspor listrik: Indonesia dapat mengekspor energi geotermal ke negara-negara yang
membutuhkan sumber daya energi bersih.
• Kemajuan teknologi: Inovasi dalam pengeboran dan sistem tenaga geotermal dapat
mengurangi risiko eksplorasi dan mempercepat proyek.
• Kemitraan dan investasi: Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat
meningkatkan pengembangan geotermal.
• Pertumbuhan kebutuhan energi bersih dimana akuisisi data dan analisa laboratorium yang
berkualitas dengan biaya yang kompetitif sangat dibutuhkan.
• Image Perseroan yang merupakan salah satu pengembang panasbumi terbesar di
Indonesia dengan pengalaman kegiatan eksplorasi hingga operasional pembangkit
panasbumi.
• Memiliki tenaga ahli yang berpengalaman dalam menangani sample panasbumi yang
kompleks serta dilengkapi dengan instrument analisa laboratorium terbaik dapat
meningkatkan kepercayaan pelanggan untuk menggunakan jasa Analisa laboratorium yang
ditawarkan.
• Merupakan laboratorium panasbumi terpadu yang dapat melakukan kegiatan pengambilan
sample, pengukuran sumur panasbumi serta analisa sampel fluida dan batuan yang akan
memudahkan pelanggan.
• Beroperasi dengan standar internasional dan telah terakreditasi ISO/IEC 17025:2017.
• Laboratorium Perseroan telah mengembangkan system digitalisasi yang akan
meningkatkan efisiensi layanan terhadap pelanggan.
• Berlokasi di salah satu area panasbumi milik Perseroan sehingga energi yang digunakan
sepenuhnya berasal dari sumber energi ramah lingkungan dan juga memiliki akses langsung
untuk riset dan pengembangan metoda-metoda sampling dan analisa laboratorium.
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
• Biaya investasi tinggi: Pengembangan proyek geotermal membutuhkan modal besar dan
proses eksplorasi yang berisiko tinggi.
• Regulasi dan birokrasi: Hambatan administratif sering memperlambat pengembangan
proyek geotermal.
• Kendala geografis: Banyak lokasi geotermal berada di daerah terpencil, sehingga
menantang dari sisi infrastruktur dan distribusi energi.
• Pemanfaatan masih rendah: Saat ini, hanya sekitar 9,81% dari total potensi geotermal yang
dimanfaatkan secara optimal.
• Persaingan dengan sumber energi lain: Tenaga surya dan angin semakin kompetitif dari segi
biaya dan ketersediaan.
• Perubahan kebijakan: Kebijakan energi dapat berubah berdasarkan kondisi ekonomi dan
politik.
• Dampak lingkungan dan sosial: Eksplorasi geotermal di beberapa daerah dapat
menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat.
• Ketidakpastian ekonomi: Kondisi global yang tidak stabil dapat memengaruhi investasi di
29
Page 46
sektor energi.
• Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya komitmen global terhadap energi
bersih, geotermal di Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dalam 30 tahun ke
depan. Namun, keberhasilannya akan sangat tergantung pada bagaimana tantangan
utama—seperti biaya dan regulasi—dapat diatasi
• Terdapat pesaing bisnis yang telah beroperasi dibidang jasa analisa laboratorium
panasbumi.
• Beberapa pengembang panasbumi yang menjadi target pasar telah mulai untuk
mengembangkan laboratorium sendiri.
• Meskipun terletak di kawasan panasbumi yang memberikan sejumlah keuntungan strategis,
lokasinya yang tidak berada di pusat kota besar dapat menjadi tantangan tersendiri dalam
hal pengiriman sample dari customer.
30
Page 47
4 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS DAN MODEL MANAJEMEN
4.1 KBLI 2020 No. 71202
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang panasbumi dari sisi hulu dan atau hilir
baik di dalam maupun diluar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan
usaha di bidang panasbumi. Perseroan saat ini memiliki aset berupa laboratorium yang dapat
melakukan jasa terkait pengambilan sample, akuisisi data sumur serta pengujian sampel fluida dan
batuan panasbumi. Sampai dengan saat ini, asset tersebut dikelola oleh tenaga ahli yang dimiliki
oleh perseroan dan jasa layanannya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal
Perseroan saja.
Saat ini, Jasa Pengujian Laboratorium telah tertera dalam Anggaran Dasar Perseroan dengan Kode
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 71202 dan Perseroan bermaksud untuk
melaksanakan kegiatan usaha tersebut secara komersial. Tingkat persaingan bisnis dalam bidang
penyedia jasa layanan laboratorium yang mengkhususkan diri pada sektor panasbumi masih relatif
terbatas, sehingga Rencana Perseroan tersebut merupakan salah satu strategi bisnis yang cukup
prospektif.
4.2 Analisis Kelayakan Pemasaran
Kondisi dan Potensi Pasar
Pangsa pasar layanan Jasa Laboratorium yang akan ditawarkan oleh Perseroan adalah korporasi
pengembang panasbumi. Perseroan adalah salah satu pengembang panasbumi terbesar di
Indonesia yang mengelola 13 Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) dan 1 penugasan yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.877MW.
Perseroan memiliki kegiatan usaha utama berupa kegiatan Pengusahaan Tenaga Panasbumi untuk
pemanfaatan tidak langsung yang meliputi penyelenggaraan usaha pencarian dan pengeboran
tenaga panasbumi termasuk kegiatan lain yang berhubungan dengan pengusahaan tenaga
panasbumi sampai ke tempat pemanfaatannya dan kegiatan usaha Pembangkitan Tenaga Listrik
yang meliputi penyelenggaraan usaha memproduksi tenaga listrik melalui pembangkitan tenaga
listrik menggunakan sumber energi panasbumi.
Dalam kegiatan operasional usaha tersebut, kegiatan layanan laboratorium merupakan salah satu
keahlian yang dimiliki oleh Perseroan dimana Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang
pengambilan sample, akuisisi data sumur serta analisa laboratorium sample fluida dan
batuan/padatan panasbumi yang melayani kebutuhan jasa laboratorium dari seluruh kegiatan
operasional Perseroan di seluruh wilayah kerja yang dimilikinya pada tahapan eksplorasi sampai
dengan operasional pembangkit panasbumi.
Hingga saat ini, lebih dari 10 perusahaan pengembang panasbumi di Indonesia baik yang telah
beroperasi hingga yang masih dalam tahapan eksplorasi yang akan menjadi pangsa pasar layanan
jasa laboratorium. Jasa layanan laboratorium sangat dibutuhkan oleh pengembang panasbumi
pada tahapan eksplorasi maupun pada tahapan operasional pembangkit panasbumi. Seiring
dengan meningkatnya kebutuhan energi bersih di dunia dimana akuisisi data dan analisa
laboratorium yang berkualitas tinggi menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan suatu
lapangan panasbumi, maka perubahan kegiatan usaha Perseroan di masa mendatang cukup
prospektif.
Pesaing Usaha
Dalam melakukan perubahan kegiatan usaha, Perseroan memahami adanya persaingan usaha dari
kompetitor. Berikut beberapa pesaing Perseroan yang bergerak di bidang sejenis yang akan
disediakan oleh Perseroan:
31
Page 48
• PT. Thermochem Indonesia
• PT. Organo Science Laboratory
• PT. Geoservices
• Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas (LEMIGAS)
• Tiger Energy Service ROI
• Sangga Butala Setu
Masing-masing dari pesaing usaha tersebut memiliki bisnis layanan laboratorium panasbumi,
namun layanan yang ditawarkan pesaing masih terpisah-pisah. Berbeda dengan jasa layanan
laboratorium milik Perseroan yang melayani jasa pengambilan sample fluida, jasa akuisisi data
sumur dan jasa analisa laboratorium fluida panasbumi serta jasa Analisa batuan/padatan
panasbumi.
Persaingan dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan semakin ketat sehingga
mendorong para pelaku usaha untuk dapat lebih kompetitif dalam memberikan kemudahan
pelayanan serta inovasi produk.
Strategi Pemasaran
Perseroan merupakan perusahaan pengembang panasbumi terbesar di Indonesia yang mengelola
bisnis panasbumi dari sektor hulu hingga hilir. Dalam melakukan pemasaran produknya, perseroan
akan melakukan penetrasi pasar secara langsung kepada pengembang panasbumi yang
membutuhkan layanan jasa laboratorium. Selain itu, Perseroan juga akan terus meningkatkan mutu
dan kualitas layanan dengan melakukan pengembangan metoda baru yang lebih efektif dan efisien
serta melakukan inovasi untuk meningkatkan kemudahan layanan kepada pelanggan dengan
inisiatif digital.
Target Pasar
Sasaran pasar yang akan difokuskan oleh Perseroan adalah perusahaan publik dan Badan Usaha
Milik Negara yang melakukan kegiatan eksplorasi maupun operasional panasbumi. Pelanggan-
pelanggan ini pada umumnya memiliki wilayah kerja yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan
Sulawesi.
4.3 Analisis Kelayakan Aspek Teknis
Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Berdasarkan penjelasan manajemen, Perseroan tidak akan melakukan penambahan tenaga kerja
untuk menjalankan bisnis jasa analisa laboratorium. Perseroan akan menggunakan tenaga ahli yang
dimiliki untuk melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan pertimbangan Perseroan telah
memiliki tenaga ahli yang memadai, baik dari segi jumlah maupun kompetensi untuk menjalankan
operasional laboratorium secara profesional dan sesuai standar yang berlaku. Tenaga ahli yang
dimiliki oleh Perseroan telah memiliki sertifikat yang dibutuhkan dan secara berkala mengikuti
pelatihan yang dibutuhkan dalam bidang laboratorium panasbumi.
32
Page 49
Proses Bisnis
Proses Bisnis untuk jasa analisa laboratorium secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut :
Perseroan akan melakukan bisnis layanan laboratorium dengan menggunakan asset dan
infrastruktur yang telah dimiliki termasuk tenaga ahlinya sehingga tidak dibutuhkan biaya
investasi baru.
4.4 Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis
Keunggulan kompetitif
Dalam menjalankan kegiatan usaha laboratorium, Perseroan didukung oleh tenaga ahli yang
memiliki kompetensi, sehingga akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, maka
Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan kompetitor. Beberapa keunggulan
kompetitif Perseroan adalah :
- Keunggulan nama baik Perseroan yang sudah dikenal sebagai perusahaan pengembang
panasbumi terbesar di Indonesia.
- Memiliki layanan yang terintegrasi meliputi jasa pengambilan sample fluida, jasa akuisisi
data sumur dan jasa analisa laboratorium fluida panasbumi serta jasa Analisa
batuan/padatan panasbumi.
- Memiliki tenaga ahli dengan pengalaman dalam bidang laboratorium panasbumi.
- Dilengkapi dengan instrument analisa terbaik dan terpelihara sesuai standar internasional.
- Beroperasi dengan standar internasional dan telah terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 oleh
Komite Akreditasi Nasional.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk
Bisnis layanan jasa laboratorium dapat ditiru oleh kompetitor / calon kompetitor yang berencana
masuk ke dalam pasar. Beberapa hal yang dapat menjadi tantangan bagi kompetitor antara lain
adalah Perseroan memiliki lapangan panasbumi sehingga laboratorium dapat dengan aktif
melakukan pengembangan metoda-metoda sampling dan analisa panasbumi yang baru sehingga
33
Page 50
dapat membuat layanan jasa laboratorium Perseroan menjadi lebih kompetitif.
Kemampuan menciptakan nilai
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai untuk
pelanggan diantaranya:
- Akurasi & Presisi
Memberikan hasil analisa laboratorium yang akurat dan presisi dengan menggunakan standar
internasional dan metoda yang telah divalidasi dan peralatan yang rutin terkalibrasi.
- Kepercayaan
Didukung oleh analyst dan engineer yang berpengalaman dibidang analisa laboratorium
panasbumi serta memiliki akreditasi ISO/IEC 17025.
- Integrated Solution
Menawarkan variasi layanan dibidang jasa laboratorium panasbumi, mulai dari pengambilan
sample, akuisisi data sumur, analisa air dan gas panasbumi serta analisa batuan/padatan
panasbumi.
- Green Lab Standards
Penerapan protocol keselamatan kerja yang ketat dan ditenagai sepenuhnya oleh sumber
energi terbarukan.
Selain untuk pelanggan, nilai yang diciptakan untuk investor antara lain :
- Profitabilitas
- Mempertahankan margin keuntungan yang sehat melalui operasi yang efisien dan manajemen
biaya.
- Potensi Pertumbuhan
- Menunjukkan kemampuan untuk berkembang melalui pasar baru, layanan baru, atau
kemitraan strategis.
Karyawan merupakan aset bagi Perseroan terutama karena Perseroan bergerak di bidang jasa. Nilai
yang diciptakan untuk karyawan antara lain :
- Kompensasi yang Kompetitif
Gaji, tunjangan, dan fasilitas yang kompetitif mengacu pada standar pemerintah.
- Lingkungan Kerja yang Positif
Membina budaya keselamatan, pertumbuhan, dan kesempatan pengembangan.
4.5 Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen
Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk menjalankan kegiatan usaha laboratorium, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga
kerja baru. Hal ini dikarenakan perseroan telah memiliki tenaga ahli yang memadai, baik dari segi
jumlah maupun kompetensi untuk menjalankan operasional laboratorium secara profesional dan
sesuai standar yang berlaku. Jumlah tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan untuk menjalankan
kegiatan usaha laboratorium adalah 16 orang dengan dibantu oleh 5 orang Tenaga Alih Daya.
Struktur Organisasi Perubahan kegiatan usaha
Gambar 4-1 : Struktur Organisasi Perubahan kegiatan usaha
34
Page 51
• Kualifikasi Manager Laboratory
Pendidikan : Pendidikan minimum S1, diutamakan jurusan Teknik Kimia / Kimia / Teknik
Geologi / Geologi
Pengalaman kerja : Minimal 6-7 tahun
• Kualifikasi Ast. Manager Technical
Pendidikan : Pendidikan minimum D3, diutamakan jurusan Teknik Kimia / Kimia / Teknik
Geologi / Geologi
Pengalaman kerja : Minimal 4-5 tahun
• Kualifikasi Ast Manager Laboratory Quality Management
Pendidikan : Pendidikan minimum D3, diutamakan jurusan Teknik Kimia / Kimia / Teknik
Geologi / Geologi
Pengalaman kerja : Minimal 4-5 tahun
• Kualifikasi Analyst Laboratory
Pendidikan : Pendidikan minimum D3, diutamakan jurusan Teknik Kimia / Kimia / Teknik
Geologi / Geologi
Pengalaman kerja : Minimal 2-3 tahun
• Kualifikasi Analyst Laboratory quality Management
Pendidikan : Pendidikan minimum D3, diutamakan jurusan Teknik Kimia / Kimia / Teknik
Geologi / Geologi
Pengalaman kerja : Minimal 2-3 tahun
• Kualifikasi Operator Sampling
Pendidikan : Pendidikan minimum D3, diutamakan jurusan Teknik Kimia / Kimia / Teknik
Geologi / Geologi
Pengalaman kerja : Minimal 4-5tahun
35
Page 52
• Expert Reservoir Characterization & Surveilance
Pendidikan : S2 di bidang Teknik Perminyakan/Pertambangan/Geosains dengan
pengalaman bekerja minimal 5 (lima) tahun atau S1 di bidang Teknik
Perminyakan/Pertambangan/Geosains dengan pengalaman bekerja minimal 8 (delapan)
tahun pada salah satu atau beberapa bidang berikut:
- Uji Produksi sumur panas bumi
- Well Intervention
- Well Measurement
- Well Simulation
• Engineer Wireline Logging
S1 di bidang Teknik Perminyakan/Pertambangan/Geosains dengan pengalaman bekerja
minimal 1 (satu) tahun atau D3 teknik dengan pengalaman bekerja minimal 5 (lima) tahun
pada
salah satu atau beberapa bidang berikut:
- Uji sumur panasbumi
- Monitoring produksi reservoir panasbumi
- Simulasi sumur panasbumi
• Operator Wireline Logging
D3 teknik dengan pengalaman bekerja minimal 1 (satu) tahun atau SMA/SMK bekerja
minimal 8 (delapan) tahun pada
salah satu atau beberapa bidang berikut:
- Uji sumur panasbumi
- Monitoring produksi reservoir panasbumi
- Simulasi sumur panasbumi
Manajemen Risiko
Manajemen Perseroan melakukan identifikasi potensi risiko beserta dampak yang dapat terjadi
dalam pengembangan usaha jasa laboratorium, serta menelaah kecukupan pengendalian internal
dalam mengurangi dampak dari risiko yang sudah diidentifikasi serta menyusun rencana untuk
meningkatkan pengendalian risiko yang dirasa belum efektif.
Perusahaan telah menetapkan sejumlah risiko utama terkait operasional dan bisnis yang mungkin
akan dihadapi oleh Perseroan. Berikut profil risiko yang dihadapi dan upaya mitigasi yang akan
dilakukan:
A. Risiko Operasional
Risiko operasional mencakup berbagai aspek teknis dan sumber daya internal yang secara
langsung memengaruhi kualitas layanan, efektivitas proses kerja, dan keberlangsungan
aktivitas harian laboratorium geothermal. Potensi risikonya antara lain:
1. Kegagalan dalam pemenuhan Service Level Agreement (SLA)
Kegagalan dalam pemenuhan Service Level Agreement (SLA) pada layanan laboratorium
geothermal merupakan risiko strategis yang dapat berdampak langsung pada reputasi,
kepuasan klien, dan kesinambungan kontrak layanan. Risiko ini dapat timbul akibat
keterbatasan kapasitas laboratorium, gangguan teknis, atau ketidaksesuaian prosedur
operasional terhadap standar mutu. Untuk memitigasinya, perusahaan telah
mengimplementasikan dan terakreditasi sistem manajemen mutu laboratorium berbasis
ISO/IEC 17025:2017, melakukan pemantauan Key Performance Indicator (KPI) SLA secara
konsisten serta melakukan program peningkatan kualitas sumber daya guna memastikan
36
Page 53
ketepatan waktu dan akurasi hasil layanan analisis.
2. Keandalan (Reliability) Peralatan Laboratorium
Keandalan peralatan laboratorium merupakan elemen krusial dalam menjamin akurasi
hasil analisis dan kredibilitas layanan geothermal. Gangguan pada instrumen kunci akibat
kurangnya perawatan atau kalibrasi dapat menyebabkan data tidak valid, keterlambatan
layanan, dan kerugian reputasi. Oleh karena itu, perusahaan melakukan program
preventive maintenance, kalibrasi berkala sesuai standar internasional, serta kesiapan unit
cadangan untuk menjamin kontinuitas operasional.
B. Risiko Strategis dan Korporasi
Risiko strategis berhubungan dengan aspek eksternal dan kebijakan jangka panjang yang
dapat memengaruhi posisi bisnis secara korporatif. Hal ini meliputi tantangan pasar, hukum,
keuangan, dan reputasi, yang berdampak pada keberlanjutan dan daya saing usaha. Potensi
risikonya antara lain:
1. Persaingan dengan Laboratorium Komersial dan Multinasional
Laboratorium swasta berskala besar menawarkan efisiensi biaya dan cakupan layanan
yang luas, sehingga menciptakan tekanan kompetitif terutama dalam aspek harga dan
kecepatan layanan. Untuk memitigasi risiko tersebut dapat dilakukan penguatan nilai
tambah berbasis spesialisasi geothermal, integrasi layanan konsultasi teknis serta
melakukan peningkatan kompetensi personil dalam aspek market inteligent dan customer
service.
2. Dinamika Pasar dan Ketidakpastian Permintaan
Permintaan jasa laboratorium geothermal sangat bergantung pada proyek-proyek panas
bumi yang bersifat fluktuatif dan siklikal. Penundaan atau pembatalan proyek berdampak
langsung pada volume layanan.
3. Perubahan Regulasi dan Kepatuhan Hukum
Perubahan kebijakan lingkungan, perizinan laboratorium, dan tata kelola data teknis dapat
memengaruhi izin operasional dan kelangsungan bisnis yang dapat dikelola dengan
melakukan pemantauan aktif terhadap kebijakan regulasi, penerapan standar kepatuhan
(compliance), serta pelibatan konsultan hukum.
4. Risiko Reputasi dan Keamanan Informasi Teknis
Kebocoran data hasil analisis atau kesalahan informasi dapat berdampak pada reputasi
laboratorium sebagai institusi teknis yang kredibel. Untuk memitigasi hal tesebut dapat
dilakukan dengan penguatan sistem keamanan data, penerapan NDA (Non-Disclosure
Agreement) dengan klien, serta sistem audit internal informasi.
Dengan melakukan identifikasi potensi risiko beserta pemetaan mitigasi risiko yang tepat,
perusahaan dapat mencegah/meminimalisir kemungkinan terjadinya kerugian material/immaterial
yang berpotensi terjadi pada proses bisnis perusahaan.
37
Page 54
5 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN
5.1 Kajian Kelayakan Keuangan
Analisis Kajian Kelayakan Keuangan merupakan analisis yang dilakukan dari berbagai aspek yang
saling berkaitan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek Perseroan dan potensi
sinergi yang diperoleh Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari
jumlah investasi yang ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan
operasional serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya training dan modal kerja.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
(present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus
kas masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek
dapat dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif.
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
pengembalian lebih lama; atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati.
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini
dari investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai
IRR lebih besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini tingkat
pengembalian yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital / WACC).
Dalam analisis kelayakan, kami akan menggunakan keempat metode di atas terhadap arus kas
bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang digunakan
untuk sebagai dasar untuk perhitungan NPV dan PBP adalah WACC, sedangkan IRR yang diperoleh
akan dibandingkan dengan WACC.
5.2 Biaya Pendirian (Start Up Cost), Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan
Dalam rangka perubahan kegiatan usaha, Perseroan tidak memerlukan investasi tambahan, karena
jasa pengujian laboratorium akan menggunakan fasilitas yang dimiliki Perseroan. Namun Perseroan
perlu melakukan maintenance terhadap fasilitas laboratorium Perseroan yang diasumsikan sebesar
biaya penyusutan. Sumber pendanaan tersebut diperoleh dari dana internal Perseroan.
5.3 Penentuan Tingkat Diskonto
Dalam rangka Studi Kelayakan Bisnis Rencana Perseroan, tingkat diskonto yang digunakan adalah
rata-rata tertimbang biaya kapital atau Weighted Average Cost of Capital (WACC). WACC dihitung
dengan rumus sebagai berikut:
WACC = ((Kd*(1-T)) * % Debt) + (Ke * % Equity)
WACC Weighted Average Cost of Capital (tingkat rata-rata tertimbang biaya atas modal/ kapital)
Kd Cost of debt (biaya utang)
Ke The required rate of return/ cost of equity (biaya ekuitas)
% Debt Proportion of Debt in the capital structure (proporsi utang dalam struktur kapital
% Equity Proportion of Equity in the capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital)
T Tax rate (tarif pajak)
38
Page 55
Dalam Studi Kelayakan Bisnis ini, asumsi yang digunakan untuk mengestimasi WACC adalah sebagai
berikut:
Biaya Utang (Cost of Debt)
Biaya utang diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut.
- Tingkat suku bunga pinjaman (sebelum pajak) yang digunakan adalah 9,21% berdasarkan
tingkat suku bunga pinjaman Rupiah untuk jenis pinjaman investasi berdasarkan
kelompok bank Persero per Desember 2024 (sumber : Bank Indonesia); dan
- Tarif pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00%, berdasarkan tingkat pajak korporasi di
Indonesia yang berlaku pada tanggal Studi Kelayakan Bisnis (sumber: Undang-Undang No.
7 tahun 2021).
Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya ekuitas dihitung dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x ERP)
Ke Cost of equity (biaya ekuitas)
Rf Risk free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
β Relevered Beta
ERP Equity Risk Premium
Biaya ekuitas yang digunakan dalam Studi Kelayakan Bisnis sebesar 9,37% yang dihitung dengan
mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
o Tingkat imbal hasil bebas risiko (risk free rate)
Tingkat imbal hasil bebas risiko yang digunakan sebesar 7,11%, yang merupakan yield Surat
Utang Negara 30 tahun.
Tingkat imbal hasil bebas risiko kemudian dikurangi default spread Indonesia per Tanggal Studi
Kelayakan Bisnis sebesar 1,89% (sumber: Damodaran), sehingga tingkat suku bunga bebas
risiko efektif yang digunakan sebesar 5,23%.
o Relevered Beta
Relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan Bisnis dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
βL = βU x {1+(DER x (1-T))}
βL Relevered beta
βU Unlevered beta
DER Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap ekuitas)
T Marginal tax rate (tarif pajak)
Relevered beta dihitung dari unlevered beta sebesar 0,53 dan rasio utang terhadap ekuitas
sebesar 17,09% serta tingkat pajak penghasilan perusahaan yang berlaku pada Tanggal Studi
Kelayakan Bisnis sebesar 22,00% (sumber: Undang-Undang No. 7 tahun 2021).
39
Page 56
Tabel 5-1 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding
Unlevered Beta Perusahaan Pembanding
Levered Nilai Pasar Nilai Kapitalisasi Utang/ Marginal Unlevered
Perusahaan Pembanding Beta Utang* Pasar* Ekuitas Tax Rate Beta
Asia Medical and Agricultural Laboratory and Research
0,40 Center Public Company
1 Limited16(SET:AMARC)
0,07 20,00% 0,37
NCS Testing Technology Co., Ltd. (SZSE:300797) 1,26 23 622 0,04 25,00% 1,23
GRG Metrology & Test Group Co., Ltd. (SZSE:002967)0,55 249 1.315 0,19 25,00% 0,49
PT Mutuagung Lestari Tbk (IDX:MUTU) 0,41 3 14 0,19 22,00% 0,36
Orbitech Co., Ltd. (KOSDAQ:A046120) 0,68 24 37 0,65 27,50% 0,46
EMTEK (Shenzhen) Co., Ltd. (SZSE:300938) 0,49 80 539 0,15 25,00% 0,44
Etteplan Oyj (HLSE:ETTE) 0,55 109 286 0,38 20,00% 0,42
LMS Compliance Ltd. (Catalist:LMS) 0,50 1 29 0,02 17,00% 0,49
Nilai Rata-rata 0,60 17,09% 0,53
Nilai Tengah 0,53 16,88% 0,45
*) dalam milyar Rupiah
Unlevered beta yang digunakan untuk menghitung relevered beta diperoleh dari rata-rata
unlevered beta perusahaan pembanding yang bergerak di bidang jasa laboratorium dan testing
(sumber: S&P Capital IQ). Rata-rata rasio utang terhadap ekuitas untuk menghitung relevered
beta diperoleh dari rata-rata rasio utang terhadap ekuitas perusahaan pembanding (sumber:
S&P Capital IQ).
Relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan Bisnis ini sebesar 0,45.
o Market risk premium (premi risiko pasar)
Premi risiko pasar untuk Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis adalah
sebesar 6,87% yang dihitung dengan formulasi sebagai berikut:
= Equity Risk Premium (ERP) AS yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
+ Default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan x deviasi pasar
ekuitas dari deviasi rata-rata pasar obligasi AS (relative equity volatility)
= Market risk premium
ERP AS yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis sebesar 4,33%, ditambahkan dengan
penyesuaian terhadap ERP AS sebesar 2,54%. Penyesuaian terhadap ERP AS diperoleh dari
default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis sebesar 1,89% dan
relative equity volatility sebesar 1,35 (Sumber: Damodaran).
Proporsi Struktur Kapital
Dalam Studi Kelayakan Bisnis ini, proporsi utang dan ekuitas dalam struktur kapital masing-masing
sebesar 14,59% dan 85,41% yang merupakan rata-rata rasio yang diperoleh dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam industri rental mobil dan penyediaan juru mudi (sumber: S&P
Capital IQ).
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya tingkat rata-rata tertimbang biaya kapital (Weighted
Average Cost of Capital - WACC) dalam mengestimasi indikasi Net Present Value (NPV) Rencana
Perseroan adalah sebesar 9,05%.
40
Page 57
Tabel 5-2 : Estimasi WACC
Biaya Utang
Biaya Utang 9,21%
Tingkat Pajak 22,00%
Biaya Utang Setelah Pajak 7,18%
Biaya Ekuitas
Risk Free Rate 7,11%
Default Spread Indonesia 1,89%
Tingkat Bebas Risiko (Adj) 5,23%
Mean Unlevered Beta 0,53
Target Utang/Ekuitas 17,09%
Target Marginal Tax Rate 22,00%
Relevered Beta 0,60
Mature Market Equity Risk Premium (ERP) 4,33%
Default Spread Indonesia 1,89%
Relative Equity Volatility 1,35
Indonesia Country Risk Premium 2,54%
Indonesia Market Risk Premium 6,87%
Spesific Risk
Biaya Ekuitas 9,37%
Weighted Average Cost of Capital
Porsi
Utang 14,59% 1,05%
Ekuitas 85,41% 8,00%
WACC 9,05%
5.4 Asumsi Proyeksi Keuangan
5.4.1 Penyesuaian Proyeksi Keuangan
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi keuangan bisnis laboratorium yang telah
disiapkan oleh manajemen. Penyesuaian yang dilakukan didasarkan kepada data dan diskusi
dengan manajemen Perseroan. Penyesuaian yang kami lakukan terhadap proyeksi keuangan bisnis
laboratorium adalah sebagai berikut :
a. Penyesuaian asumsi modal kerja
Kami mengasumsikan perputaran piutang usaha sebesar 30 hari dan perputaran utang usaha
sebesar 30 hari
b. Penyesuaian asumsi investasi awal
Kami mengasumsikan biaya investasi awal sebesar porsi penyusutan laboratorium Perseroan
yang digunakan untuk kegiatan komersialisasi laboratorium selama 2 tahun penyusutan.
Detail asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Lampiran.
5.5 Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis kelayakan keuangan Rencana Transaksi Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode, yaitu :
41
Page 58
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
(present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif.
NPV dihitung dengan rumus sebagai berikut :
𝑛
FCFFt
𝑁𝑃𝑉 = ∑
(1 + WACC)t
𝑡=0
NPV Net Present Value
FCFFt Free Cash Flow to the Firm tahun ke t
WACC Weighted Average Cost of Capital
n Jumlah periode waktu
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
pengembalian lebih lama atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break even
point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik, sedangkan
periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati.
PBP dihitung dengan rumus sebagai berikut :
(𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 − 𝑂𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤)
𝑃𝐵𝑃 =
(𝐶𝑙𝑜𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤 − 𝑜𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤)
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh berdasarkan
aliran kas masuk atas investasi yang dilakukan, dimana arus kas masuk tersebut nilainya akan
sama dengan investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila
nilai IRR lebih besar dari biaya dana yang dibutuhkan (dalam Rencana Transaksi ini biaya
pendanaan adalah Weighted Average Cost of Capital, WACC).
IRR diperoleh untuk kondisi NPV = 0 :
n
FCFFt
0 = 𝑁𝑃𝑉 = ∑
(1 + IRR)t
t=0
NPV Net Present Value
FCFFt Free Cash Flow to the Firm tahun ke t
IRR Internal Rate of Return
n Jumlah periode waktu
Kajian kelayakan keuangan ini dengan menggunakan FCFF akan didasarkan pada proyeksi keuangan
untuk tahun 2025-2034. Proyeksi tersebut disesuaikan berdasarkan kondisi bisnis saat ini dan
potensi usaha yang dapat dicapai di masa yang akan datang. Berdasarkan proyeksi keuangan yang
diperoleh, dapat dihitung arus kas bersih. Perbedaan-perbedaan antara asumsi yang menjadi dasar
penyusunan proyeksi keuangan dan realisasi yang sebenarnya akan berdampak langsung pada
kajian kelayakan keuangan ini.
42
Page 59
Arus Kas bersih yang digunakan menjadi Free Cash Flow to The Firm (FCFF) merupakan arus kas
bersih yang akan digunakan untuk menghitung Net Present Value (NPV), setelah memperhitungkan
adanya perubahan arus kas akibat penambahan/ penurunan modal kerja dan pengeluaran untuk
investasi. Secara garis besar arus kas untuk penyedia kapital yang akan diaplikasikan dapat
dijabarkan sebagai berikut:
Laba Operasi
– Pajak
= Laba Operasi Setelah Pajak
+ Depresiasi
- Pengeluaran Investasi
-/+ Penambahan/Penurunan Modal Kerja
= Arus Kas Bersih untuk Perusahaan
Berdasarkan asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut adalah estimasi parameter
kelayakan keuangan:
Tabel 5-3 : Parameter Kelayakan Rencana Perseroan
(dalam Rupiah)
Payback Period 4 Tahun 3 bulan
WACC 9,05%
NPV 926.742.492
IRR 40,57%
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, menunjukkan bahwa rencana Perseroan untuk menjalankan
kegiatan usaha laboratorium memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel - variabel sebagai
berikut :
a. NPV ≥ 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp926,7 juta. Hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa menjalankan kegiatan usaha layak
dilaksanakan karena memberikan penerimaan yang lebih besar dari nilai investasi yang
dikeluarkan sebesar Rp155,8 juta.
b. IRR ≥ Tingkat diskonto → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,57% yang berarti di atas WACC sebesar 9,05%.
c. PBP < Periode Proyeksi -> Layak
Berdasarkan hasil dari analisis, Perseroan mampu mengembalikan seluruh investasi sebesar
Rp155,8 juta, setelah menjalankan kegiatan usaha berjalan selama 4 tahun 3 bulan.
5.6 Sensitivitas Kelayakan Keuangan
Analisis sensitivitas kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mengubah
asumsi utama yang digunakan dalam proyeksi keuangan bisnis laboratorium perseroan. Kami
melakukan analisa sensitivitas atas perubahan asumsi margin cost-plus yang menjadi 5%, dengan
pertimbangan bahwa ada kemungkinan Perseroan tidak dapat memperoleh margin yang
diharapkan akibat adanya persaingan usaha.
Berikut adalah hasil uji sensitivitas terhadap parameter kelayakan keuangan:
43
Page 60
Tabel 5-4 : Parameter Kelayakan Keuangan
(dalam Rupiah)
Payback Period 6 Tahun 6 bulan
WACC 9,05%
NPV 363.777.109
IRR 26,96%
Dari hasil analisa sensitivitas yang dilakukan, dapat disimpulkan Payback Period, NPV dan IRR yang
diterima Perseroan menjadi lebih rendah namun masih memberikan manfaat bagi Perseroan.
44
Page 61
6 KESIMPULAN
Analisis kelayakan terhadap rencana perubahan kegiatan usaha Perseroan telah dilakukan melalui
analisa kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan
kelayakan keuangan.
Kelayakan Pasar
Pangsa pasar layanan Jasa Laboratorium Perseroan adalah korporasi pengembang panasbumi,
dimana Perseroan merupakan salah satu pengembang panasbumi terbesar di Indonesia yang
beroperasi di bidang hulu hingga hilir sehingga analisa laboratorium adalah salah satu keahlian yang
dimiliki oleh perseroan. Korporasi pengembang panasbumi yang menjadi target pasar
membutuhkan layanan jasa laboratorium untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Jasa
laboratorium sangat dibutuhkan oleh pengembang panasbumi pada tahapan eksplorasi maupun
pada tahapan operasional pembangkit panasbumi. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi
bersih di dunia dimana akuisisi data dan analisa laboratorium yang berkualitas tinggi menjadi salah
satu kunci keberhasilan pengembangan suatu lapangan panasbumi, maka rencana Perseroan untuk
menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium di masa mendatang cukup prospektif.
Kelayakan Teknis
Untuk menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, Perseroan akan memanfaatkan
infrastruktur yang dimiliki dan telah berjalan untuk melayani kebutuhan internal dalam hal analisa
laboratorium yang mencakup pengambilan sample panasbumi, akuisisi data sumur (wireline
logging) serta analisa kimia dari sample fluida panasbumi maupun analisa batuan/padatan panas
bumi. Saat ini perseroan memiliki fasilitas laboratorium yang dilengkapi dengan instrumen analisa
terbaru serta dioperasikan oleh tenaga ahli yang sangat berpengalaman di bidangnya dalam
melakukan kegiatan akuisisi data berupa kegiatan sampling, wireline logging serta analisa
laboratorium untuk seluruh wilayah kerja yang dimiliki oleh Perseroan.
Kelayakan Pola Bisnis
Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, Perseroan akan
didukung oleh tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan yang telah mendapatkan sertifikasi dan
memiliki kompetensi serta berpengalaman dalam melakukan kegiatan akuisisi data serta analisa
laboratorium. Perseroan menawarkan layanan end to end di bidang jasa laboratorium yang akan
sangat menarik bagi target pasar. Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki seperti pengalaman
operasional yang sudah lebih dari 30 tahun, fasilitas yang lengkap serta nama baik di dunia
pengembang panasbumi, Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan kompetitor.
Kelayakan Model Manajemen
Untuk menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium, Perseroan tidak melakukan
penambahan tenaga kerja baru. Hal ini dikarenakan perseroan telah memiliki tenaga ahli yang
memadai, baik dari segi jumlah maupun kompetensi untuk menjalankan operasional laboratorium
secara profesional dan sesuai standar yang berlaku. Jumlah tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan
untuk menjalankan kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium adalah 16 orang dengan dibantu
oleh 5 orang Tenaga Alih Daya.
Kelayakan Keuangan :
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, menunjukkan bahwa rencana Perseroan untuk menjalankan
kegiatan usaha Jasa Pengujian Laboratorium memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel -
variabel sebagai berikut :
a. NPV ≥ 0 → Layak
45
Page 62
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp926,7 juta. Hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa menjalankan kegiatan usaha layak
dilaksanakan karena memberikan penerimaan yang lebih besar dari nilai investasi yang
dikeluarkan sebesar Rp155,8 juta.
b. IRR ≥ Tingkat diskonto → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,57% yang berarti di atas WACC sebesar 9,05%.
c. PBP < Periode Proyeksi -> Layak
Berdasarkan hasil dari analisis, Perseroan mampu mengembalikan seluruh investasi sebesar
Rp155,8 juta, setelah menjalankan kegiatan usaha berjalan selama 4 tahun 3 bulan .
Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa rencana menjalankan kegiatan usaha jasa pengujian
laboratorium dapat dilaksanakan dan menghasilkan manfaat bagi perusahaan.
Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan hasil analisis kami atas kelayakan pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
keuangan dengan asumsi dan kondisi pembatas yang dijelaskan pada Laporan ini, maka Rencana
Perubahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah LAYAK.
46
Page 63
LAMPIRAN
Page 64
Lampiran 1 : Proyeksi Keuangan
(dalam Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
A. UJI SAMPLE LABORATORIUM
Asumsi Volume Pendapatan Lab
Sample Fluida
SCS 23 33 43 54 60 66 72 79 87
SPW 23 33 43 54 60 66 72 79 87
NCG 23 33 43 54 60 66 72 79 87
Sampling 8 11 15 18 20 22 24 27 29
Sample Batuan
Petro 18 12 30 24 30 24 30 24 30
XRD 18 12 30 24 30 24 30 24 30
Pendapatan
Sample Fluida
SCS - 59.655.217 85.592.267 111.529.318 140.060.074 155.622.304 171.184.534 186.746.765 204.902.700 225.652.341
SPW - 68.221.510 97.883.036 127.544.562 160.172.241 177.969.156 195.766.072 213.562.988 234.326.056 258.055.277
NCG - 56.400.644 80.922.664 105.444.683 132.418.904 147.132.116 161.845.327 176.558.539 193.723.953 213.341.568
Sampling - 67.025.649 92.160.267 125.673.092 150.807.710 167.564.122 184.320.535 201.076.947 226.211.565 242.967.978
Sample Batuan
Petro - 47.966.463 31.977.642 79.944.104 63.955.283 79.944.104 63.955.283 79.944.104 63.955.283 79.944.104
XRD - 45.340.851 30.227.234 75.568.085 60.454.468 75.568.085 60.454.468 75.568.085 60.454.468 75.568.085
Total Pendapatan - 344.610.333 418.763.110 625.703.844 707.868.680 803.799.888 837.526.220 933.457.427 983.574.025 1.095.529.352
HPP
Sample Fluida
SCS - - (53.689.695) (77.033.040) (100.376.386) (126.054.066) (140.060.074) (154.066.081) (168.072.088) (184.412.430) (203.087.107)
SPW - - (61.399.359) (88.094.732) (114.790.106) (144.155.017) (160.172.241) (176.189.465) (192.206.689) (210.893.450) (232.249.749)
NCG - - (50.760.580) (72.830.397) (94.900.215) (119.177.014) (132.418.904) (145.660.795) (158.902.685) (174.351.557) (192.007.411)
Sampling - - (60.323.084) (82.944.241) (113.105.783) (135.726.939) (150.807.710) (165.888.481) (180.969.252) (203.590.409) (218.671.180)
Sample Batuan
Petro - - (43.169.816) (28.779.878) (71.949.694) (57.559.755) (71.949.694) (57.559.755) (71.949.694) (57.559.755) (71.949.694)
XRD - - (40.806.766) (27.204.510) (68.011.276) (54.409.021) (68.011.276) (54.409.021) (68.011.276) (54.409.021) (68.011.276)
Total HPP - - (310.149.300) (376.886.799) (563.133.459) (637.081.812) (723.419.899) (753.773.598) (840.111.685) (885.216.623) (985.976.417)
Laba dari Uji Sample Laboratorium - - 34.461.033 41.876.311 62.570.384 70.786.868 80.379.989 83.752.622 93.345.743 98.357.403 109.552.935
Page 65
Lampiran 2 : Proyeksi Keuangan (lanjutan)
(dalam Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
B. WELL INTEGRITY SERVICES
Pendapatan 413.467.721 413.467.721 413.467.721 413.467.721 413.467.721 413.467.721 413.467.721 413.467.721
HPP (375.879.746) (375.879.746) (375.879.746) (375.879.746) (375.879.746) (375.879.746) (375.879.746) (375.879.746)
Laba dari Well Integrity Services 37.587.975 37.587.975 37.587.975 37.587.975 37.587.975 37.587.975 37.587.975 37.587.975
Total Pendapatan - - 344.610.333 832.230.831 1.039.171.565 1.121.336.401 1.217.267.608 1.250.993.940 1.346.925.148 1.397.041.746 1.508.997.073
Total HPP - - (310.149.300) (752.766.545) (939.013.206) (1.012.961.558) (1.099.299.645) (1.129.653.344) (1.215.991.431) (1.261.096.369) (1.361.856.163)
Laba Sebelum Pajak - - 34.461.033 79.464.286 100.158.359 108.374.843 117.967.963 121.340.597 130.933.717 135.945.377 147.140.910
Pajak - - (7.581.427) (17.482.143) (22.034.839) (23.842.465) (25.952.952) (26.694.931) (28.805.418) (29.907.983) (32.371.000)
Laba Setelah Pajak - - 26.879.606 61.982.143 78.123.520 84.532.377 92.015.011 94.645.665 102.128.300 106.037.394 114.769.910
Biaya Investasi Awal - R&D Paten (155.826.647)
Biaya Pemeliharaan Paten
Arus Kas Bersih (155.826.647) - 34.461.033 41.876.311 62.570.384 70.786.868 80.379.989 83.752.622 93.345.743 98.357.403 109.552.935
Perpetuity 1.864.424.093
Arus Kas Bersih (155.826.647) - 34.461.033 41.876.311 62.570.384 70.786.868 80.379.989 83.752.622 93.345.743 98.357.403 1.973.977.028
Akumulasi Arus Kas (155.826.647) (155.826.647) (121.365.614) (79.489.303) (16.918.918) 53.867.949 134.247.938 218.000.560 311.346.303 409.703.705 2.383.680.733
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Karya Persada Panas Bumi
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×3
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×4
unresolved
org
Purwantono
p.4 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×3
unresolved
org
Rekan Rudi M. Safrudin
p.9
unresolved
person
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
· Pemimpin Rekan
p.9
unresolved
person
Signing Partner Rudi M. Safrudin
p.10 ×3
unresolved
person
Reviewer Nursatrio
p.11
unresolved
person
Marianne Vincentia Hamdani
· Notaris
p.22
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.22 ×2
unresolved
org
Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited
p.23
unresolved
org
Pusat Statistik
p.38
unresolved
org
Direktorat Jenderal Energi Baru
p.40
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.41
unresolved
org
Barito Renewable Energy Tbk
p.41
unresolved
org
PT Medco Indonesia
p.42
unresolved
org
Sarulla Operations Ltd
p.42
unresolved
org
INPEX Corporation
p.42
unresolved
org
Ormat International Inc.
p.42
unresolved
org
Kyushu Electric Power Co. Inc
p.42
unresolved
org
PT Barito Renewables. Merupakan
p.42
unresolved
org
PT Barito Renewables
p.42
unresolved
org
Star Energy Geothermal Darajat Ltd
p.42
unresolved
org
PT Supreme Energy.
p.42 ×2
unresolved
org
PT Geo Dipa Energi.
p.42 ×4
unresolved
org
PT Bakrie
p.43
unresolved
org
PT Bakrie Power. Mereka
p.43
unresolved
org
PT. Thermochem Indonesia
p.48
unresolved
org
PT. Organo Science Laboratory
p.48
unresolved
org
PT. Geoservices
p.48
unresolved
org
Milik Negara
p.48
unresolved
org
NCS Testing Technology Co., Ltd.
p.56
unresolved
org
Test Group Co., Ltd.
p.56
unresolved
org
Orbitech Co., Ltd.
p.56
unresolved
org
LMS Compliance Ltd.
p.56
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
13223 ms
12 Sep 2026 22:52
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}