Skip to content
Back to announcement

Telkom_LK Bahasa YE 2024_Rilis.pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 122

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen
Page 2
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                              TANGGAL 31 DESEMBER 2024
                DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                         BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN




                                           DAFTAR ISI



                                                                        Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                         1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian             2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                       3   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                4

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                               5-114
Page 3
                                  Surat Pernyataan Direksi
                           mengenai Tanggung Jawab Direksi atas
                              Laporan Keuangan Konsolidasian
         tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya


Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                        : Ririek Adriansyah
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Karang Tengah Raya Pertanian I/99 RT 05 RW 04
                                 Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon               : (022) 452 7101
   Jabatan                     : Direktur Utama

2. Nama                        : Heri Supriadi
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jalan Birah II No. 16 RT 05 RW 06
                                 Kelurahan Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon               : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
   Jabatan                     : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

menyatakan bahwa:

1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (”Perusahaan”) dan entitas anak tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai dengan Standar
   Akuntansi Keuangan di Indonesia;

3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
   diungkapkan secara lengkap dan benar;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta
   material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 18
         17 April 2025

                                        untuk dan atas nama
                                 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk




                     Ririek Adriansyah                      Heri Supriadi
                      Direktur Utama         Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Page 4
L aporan A uditor Indepe nden

Laporan No. 00 6 4 6 / 2 .1 0 3 2 / AU.1 / 0 6 / 0 6 8 7-3 / 1 /IV / 2 0 2 5


Pe megang Saham, De wan K omisaris, dan Dire ksi
Pe rusaha an Pe rse roan (Perse ro) PT T ele komunikasi Indone sia Tbk.

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perusahaan Perseroan (Perse ro)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) dan entitas anaknya (secara kolektif disebut
sebagai “Grup”) terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 3 1
Desember 2 0 2 4, se rta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian,
laporan perubahan ekuitas konsolidasian, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut, se rta catatan atas laporan keuangan konsolidasian, termasuk
informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 3 1 Desember 2 02 4 , serta
kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

B asis opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”). Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan
lebih lanjut dalam paragraf Tanggung J awab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen terhadap Grup berdasarkan ketentuan etika
yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian di Indonesia, dan kami telah
memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa
bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini kami.

Hal audit ut am a

Hal audit utama adalah hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian periode kini. Hal audit
utama tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan konsolidasian
terkait, dan kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut. Untuk
hal audit utama di bawah ini, penjelasan kami tentang bagaimana audit kami merespons hal
tersebut disampaikan dalam konteks tersebut.




                                                             i
Page 5
Laporan A udit or Inde pe nde n (lanjut an)

Laporan No. 0 0 6 4 6 / 2.1 0 3 2 / AU.1 / 0 6 / 0 6 8 7-3 / 1 /IV / 2 0 2 5 (lanjutan)


Hal audit ut ama (lanjut an)

Kami telah memenuhi tanggung jawab yang diuraikan dalam paragraf Tanggung J awab Auditor
terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada laporan kami, termasuk sehubungan
dengan hal audit utama yang dikomunikasikan di bawah ini. Oleh karena itu, audit kami
mencakup pelaksanaan prosedur yang didesain untuk merespons penilaian kami atas risiko
kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian terlampir. Hasil prosedur
audit kami, termasuk prosedur yang dilakukan untuk merespons hal audit utama di bawah ini,
menyediakan basis bagi opini kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir.

Evaluasi atas estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi

Penjelasan atas hal audit utama:

Pada tanggal 3 1 Desember 2 02 4 , saldo infrastruktur telekomunikasi konsolidasian adalah
sebesar Rp1 6 1.0 3 5 miliar yang merupakan 5 4% dari total ase t konsolidasian. Seperti dibahas
dalam Catatan 2 y dan 1 1 pada laporan keuangan konsolidasian terlampir, Grup menelaah
estimasi umur manfaat aset tetap, termasuk infrastruktur telekomunikasi, setidaknya setiap
tahun dan estimasi tersebut dimutakhirkan jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya
karena perubahan ekspektasi tingkat keausan fisik, keusangan teknis atau keusangan
komersial, dan pembatasan hukum atau pembatasan lainnya atas penggunaan aset tetap.

Audit atas estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi Grup merupakan hal yang
kompleks dan memerlukan pertimbangan yang signifikan karena penentuan estimasi umur
manfaat mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk rencana bisnis strategis,
perkembangan teknologi masa depan yang diharapkan, dan perilaku pasar.

Respons audit:

Kami memeroleh pemahaman, dan mengevaluasi desain serta menguji efektivitas operasi atas
pengendalian internal Grup dalam memperkirakan umur manfaat infrastruktur t elekomunikasi.
Dalam hal ini termasuk diantaranya pengujian pengendalian penelaahan oleh manajemen dalam
memeriksa kelengkapan dan keakuratan data klasifikasi ase t dan menilai ketepatan atas
pertimbangan mengenai data yang paling relevan untuk dipertimbangkan dalam menentukan
umur manfaat. Kami juga menguji pengendalian oleh manajemen atas analisis pembandingan,
termasuk kriteria pemilihan, atas estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi.

Untuk menguji apakah estimasi umur manfaat infrastuktur telekomunikasi yang digunakan oleh
manajemen adalah wajar, prosedur audit kami termasuk diantaranya memeroleh pemahaman
tentang strategi manaje men terkait penggantian aset dan menilai kewajaran asumsi-asumsi
dengan mempertimbangkan sumber eksternal, seperti perkembangan                     teknologi
telekomunikasi, perubahan permintaan pasar, tren ekonomi dan peraturan saat ini. Kami
menilai apakah analisis pembandingan estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi
yang digunakan oleh manajemen lengkap dan konsisten sesuai kriteria pemilihan, melalui
pembandingan portofolio sampel perusahaan publik di dalam industri telekomunikasi.


                                                          ii
Page 6
Laporan A udit or Inde pe nde n (lanjut an)

Laporan No. 0 0 6 4 6 / 2.1 0 3 2 / AU.1 / 0 6 / 0 6 8 7-3 / 1 /IV / 2 0 2 5 (lanjutan)


Informasi lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang
tercantum dalam Laporan Tahunan Tahun 2 0 2 4 (“Laporan Tahunan”) selain laporan keuangan
konsolidasian terlampir dan laporan auditor independen kami. Laporan Tahunan diharapkan
akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor independen ini.

Opini kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan,
dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan
t ersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir, tanggung
jawab kami adalah untuk membaca Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam
melaksanakannya,     mempertimbangkan     apakah   Laporan    Tahunan    mengandung
ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir atau
pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
kesalahan penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal
tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang
tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

T anggung jawab manaje me n dan pihak y ang b e rt anggung jawab a t as t a t a kelola t erhadap
laporan keuangan konsolidasi an

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan
laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manaje men bertanggung jawab untuk
menilai kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan,
sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan
menggunakan basis akunt ansi kela ngsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk
melikuidasi Grup atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain
melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses
pelaporan keuangan Grup.




                                                          iii
Page 7
Laporan A udit or Inde pe nde n (lanjut an)

Laporan No. 0 0 6 4 6 / 2.1 0 3 2 / AU.1 / 0 6 / 0 6 8 7-3 / 1 /IV / 2 0 2 5 (lanjutan)


T anggung jaw ab audit or t e rhadap audit a t as laporan keuangan konsolidasian

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor
independen yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat
keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI akan selalu mendeteksi kesalahan
penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun
agr egat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang
diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasa rkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, kami
menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama
audit. Kami juga:

   Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan
    konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan
    melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, ser ta memeroleh
    bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak
    terde teksinya suatu kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih
    tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapa t melibatkan kolusi,
    pemalsuan, penghilangan secara sengaja , pernyataan salah, atau pengabaian atas
    pengendalian internal.

   Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit
    untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk
    tujuan menyatakan opini a tas keefektivitasan pengendalian internal Grup.

   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi
    akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manaje men.

   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen
    dan, berdasa rkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material
    yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan
    atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami
    menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk
    menarik perhatian dalam laporan auditor independen kami ke pengungkapan terkait dalam
    laporan keuangan konsolidasian atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai,
    memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh
    hingga tanggal laporan auditor independen kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan
    dapat menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.




                                                          iv
Page 8
Laporan Auditor Independen (lanjutan)

Laporan No. 00646/2.1032/AU.1/06/0687-3/1/IV/2025 (lanjutan)


Tanggung jawab auditor terhadap audit atas laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, kami
menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama
audit. Kami juga: (lanjutan)

•   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara
    keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan konsolidasian
    mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang
    mencapai penyajian wajar.

•   Memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas atau
    aktivitas bisnis dalam Grup untuk menyatakan opini atas laporan keuangan konsolidasian.
    Kami bertanggung jawab atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit grup. Kami tetap
    bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai,
antara lain, ruang lingkup dan scat yang direncanakan atas audit Berta temuan audit signifikan,
termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami
selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan
mengomunikasikan kepada pihak tersebut seluruh hubungan, Berta hal-hal lain yang dianggap
secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan
konsolidasian periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal
audit utama tersebut dalam laporan auditor independen kami kecuali peraturan perundang-
undangan melarang pengungkapan publik tentang hal audit utama tersebut atau ketika, dalam
kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal audit utama tidak boleh
dikomunikasikan dalam laporan auditor independen kami karena konsekuensi yang merugikan
dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat
kepentingan publik atas komunikasi tersebut.


KA P     wantono, Sungkoro & Surja
          J

Agung    rwa to
Registras Aku an Publik No.: AP. 0687

17 April 202


                                              V
Page 9
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                         Tanggal 31 Desember 2024
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                        Catatan                     2024                    2023
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       3,32,37                           33.905                    29.007
Aset keuangan lancar lainnya                                             4,32,37                            1.285                     1.661
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
 kerugian kredit ekspektasian
   Pihak berelasi                                                        5,32,37                            2.350                     1.918
   Pihak ketiga                                                           5,37                              9.843                     8.749
Aset kontrak                                                              6,32                              2.449                     2.704
Persediaan                                                                  7                               1.096                       997
Biaya kontrak                                                               9                               1.134                       653
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar dimuka                             27                               2.844                     1.928
Aset lancar lainnya                                                       8,32                              8.174                     7.996
Jumlah Aset Lancar                                                                                         63.080                    55.613

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                               6,32                             129                          26
Investasi jangka panjang                                                  10,37                           8.335                       8.162
Biaya kontrak                                                                9                            1.596                       1.568
Aset tetap                                                              11,32,35a                       180.566                     180.755
Aset hak-guna                                                              12a                           26.910                      22.584
Aset takberwujud                                                            14                            9.442                       8.731
Aset pajak tangguhan                                                       27f                            3.409                       4.170
Aset tidak lancar lainnya                                                13,27,32                         6.208                       5.433
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                                236.595                     231.429
JUMLAH ASET                                                                                             299.675                     287.042

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                        15,32,37                              626                       585
  Pihak ketiga                                                           15,37                             14.710                    18.023
Liabilitas kontrak                                                       17a,32                             7.738                     6.848
Utang lain-lain                                                            37                                 454                       441
Utang pajak                                                               27c                               3.293                     4.525
Beban yang masih harus dibayar                                          16,32,37                           14.192                    13.079
Deposit dari pelanggan                                                     32                               2.872                     2.566
Utang bank jangka pendek                                                18,32,37                           11.525                     9.650
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun               19,32,37                           15.866                    10.276
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                        12a,37                             5.491                     5.575
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                            76.767                    71.568

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                27f                                 992                       841
Liabilitas kontrak                                                       17b,32                             2.484                     2.591
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                               31                               1.192                     1.153
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                      30                            11.540                      11.414
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                            19,32,37                         25.518                      27.773
Liabilitas sewa                                                          12a,37                          18.468                      14.850
Liabilitas tidak lancar lainnya                                                                             224                         290
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                         60.418                      58.912
JUMLAH LIABILITAS                                                                                       137.185                     130.480

EKUITAS
Modal saham                                                                21                               4.953                     4.953
Tambahan modal disetor                                                                                      2.310                     2.711
Komponen ekuitas lainnya                                                   22                               9.898                     9.639
Saldo laba
 Ditentukan penggunaannya                                                  29                            15.337                      15.337
 Belum ditentukan penggunaanya                                                                          109.596                     103.104
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk - bersih                                                                         142.094                     135.744
 Kepentingan nonpengendali                                                 20                            20.396                      20.818
JUMLAH EKUITAS                                                                                          162.490                     156.562
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                           299.675                     287.042

         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.

                                                                    1
Page 10
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                    untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                             Catatan                 2024                      2023
PENDAPATAN                                                                    23,32                     149.967                   149.216

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                          25,32                      (41.202)                 (39.718)
Beban penyusutan dan amortisasi                                             11,12a,14                    (32.643)                 (32.663)
Beban karyawan                                                                 24                        (16.807)                 (15.927)
Beban interkoneksi                                                             32                         (6.880)                  (6.363)
Beban umum dan administrasi                                                   26,32                       (6.225)                  (6.099)
Beban pemasaran                                                                32                         (3.824)                  (3.530)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                     10                           188                     (748)
Pendapatan lain-lain - bersih                                                                                281                      252
Laba (rugi) selisih kurs - bersih                                                                            136                      (36)

LABA USAHA                                                                                                42.991                   44.384

Penghasilan pendanaan - bersih                                                  32                         1.367                    1.061
Biaya pendanaan                                                                 32                        (5.208)                  (4.652)
Bagian laba investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                      10                             3                        1

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                            39.153                   40.794

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                              27d
  Pajak kini                                                                                              (7.635)                  (8.796)
  Pajak tangguhan                                                                                           (775)                     210
                                                                                                          (8.410)                  (8.586)

LABA TAHUN BERJALAN                                                                                       30.743                   32.208

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran                                                         22                           258                      (66)
Perubahan nilai wajar investasi                                                 10                             1                        2
Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain entitas asosiasi                    10                             1                       (1)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih                             30                           635                   (1.389)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                                                895                   (1.454)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                                                   31.638                   30.754

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                    23.649                   24.560
 Kepentingan nonpengendali                                                      20                         7.094                    7.648
                                                                                                          30.743                   32.208
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                    24.434                   23.083
 Kepentingan nonpengendali                                                                                 7.204                    7.671
                                                                                                          31.638                   30.754
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                           28
 Laba bersih per saham                                                                                   238,73                    247,92
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                       23.872,88                 24.792,50




    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                   2
Page 11
                                                                        PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                             PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                   LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                               untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                                        (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                                     Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                                     Saldo laba
                                                                                                     Tambahan                                                   Belum
                                                                                       Modal           modal              Komponen          Ditentukan        ditentukan         Jumlah       Kepentingan    Jumlah
                            Uraian                                    Catatan          saham          disetor           ekuitas lainnya   penggunaannya     penggunaannya        bersih      nonpengendali   ekuitas
Saldo, 1 Januari 2023                                                                    4.953            2.711                   9.697           15.337            96.560        129.258          20.004     149.262
Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan nonpengendali
 pada entitas anak                                                                             -                 -                   6                  -                    -          6               -           6
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
 pada entitas anak                                                       1e                   -                -                     -                 -                   -            -           2.955       2.955
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                         -                -                     -                 -                   -            -              22          22
Dividen kas                                                              29                   -                -                     -                 -             (16.603)     (16.603)         (9.803)    (26.406)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali             1e                   -                -                     -                 -                   -            -             (31)        (31)
Laba tahun berjalan                                                      20                   -                -                     -                 -              24.560       24.560           7.648      32.208
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                                 -                -                   (64)                -              (1.413)      (1.477)             23      (1.454)
Saldo, 31 Desember 2023                                                                   4.953            2.711                 9.639            15.337             103.104      135.744          20.818     156.562


Saldo, 1 Januari 2024                                                                     4.953            2.711                 9.639            15.337             103.104      135.744          20.818     156.562
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali             1e                   -             (401)                    -                 -                   -         (401)           (158)       (559)
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
 pada entitas anak                                                       1e                   -                -                     -                 -                   -            -             322         322
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                         -                -                     -                 -                   -            -              13          13
Dividen kas                                                              29                   -                -                     -                 -             (17.683)     (17.683)         (7.099)    (24.782)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali             1e                   -                -                     -                 -                   -            -            (704)       (704)
Laba tahun berjalan                                                      20                   -                -                     -                 -              23.649       23.649           7.094      30.743
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                                 -                -                   259                 -                 526          785             110         895
Saldo, 31 Desember 2024                                                                   4.953            2.310                 9.898            15.337             109.596      142.094          20.396     162.490




                                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                                                             3
Page 12
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                  LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                         Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                          Catatan                 2024                      2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                         148.415                    148.458
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                          1.366                      1.049
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                1.144                        681
 Pembayaran kas untuk beban                                                                              (51.273)                   (53.410)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                          (16.364)                   (16.116)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                            (11.528)                   (10.746)
 Pembayaran beban bunga                                                                                   (5.295)                    (4.748)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                           12a                          (3.693)                    (3.770)
 Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih                                                              (1.691)                    (1.410)
 Penerimaan kas lainnya - bersih                                                                             519                        593

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                     61.600                     60.581

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 Hasil dari penjualan aset tetap                                             11                              717                        100
 Hasil dari (penempatan pada) aset keuangan lancar lainnya - bersih                                          339                       (315)
 Hasil dari klaim asuransi                                                   11                              143                        199
 Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                                                                      3                         14
 Pembelian aset tetap                                                       11,39                        (26.005)                   (33.601)
 Pembelian aset takberwujud                                                 14,39                         (3.658)                    (2.817)
 Pembelian bisnis setelah dikurangi kas yang diperoleh                       1e                             (635)                         -
 Kenaikan uang muka dan aset lainnya                                                                        (330)                      (149)
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                 (30)                      (340)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                  (29.456)                   (36.909)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                  18,19                         52.653                     38.834
 Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang
  saham nonpengendali                                                        1e                              322                      2.961
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                 18,19                        (47.607)                   (35.323)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham Perusahaan                     29                          (17.683)                   (16.603)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
  nonpengendali entitas anak                                                                              (7.099)                    (9.803)
 Pembayaran kewajiban sewa                                                   39                           (7.387)                    (6.602)
 Pembelian saham kembali pemegang saham
  entitas anak                                                               1e                             (704)                       (31)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                  (27.505)                   (26.567)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                             4.639                     (2.895)

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                 260                         (44)

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                       (1)                        (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                            3                           29.007                     31.947

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                           3                           33.905                     29.007




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                    4
Page 13
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

       Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
       merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
       pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal
       27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

       Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
       menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
       Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

       Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal
       24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
       Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan
       diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan
       No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir
       dilakukan sehubungan dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha
       dalam Anggaran Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.

       Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
       Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
       Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
       Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
       PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
       melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
       dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
       guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
       secara umum meliputi:

       i.    Usaha utama:
             (a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
                 memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
                 informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
                 undangan;
             (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                 layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                 memperhatikan peraturan perundang-undangan;
             (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                 dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.

       ii.   Usaha penunjang:
             (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
                 telekomunikasi dan informatika;
             (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
                 Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
                 informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
             (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
                 komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
                 komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
                 Perusahaan.




                                                     5
Page 14
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

       Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
       Japati No. 1, Bandung.

       Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
       berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
       perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
       izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
       (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
       Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
       izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
       Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

       Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
       standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
       pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
       internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
       operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

       Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                         Tanggal penetapan/
                      Izin                   No. Izin            Jenis jasa                perpanjangan
       Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/          Jasa internet                        30 Maret 2016
         internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016     teleponi untuk
         keperluan publik                                 keperluan publik
       Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet                   30 Desember 2016
         akses internet                12/2016
       Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan                             16 Mei 2017
         penyediaan konten             16/2017            konten
       Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi                     26 Desember 2018
         interkoneksi internet         2018               internet
       Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem                           3 Agustus 2020
         sistem komunikasi data        02/2020            komunikasi data
       Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik                  1 Juli 2021
         dan penyelenggara             23/587/DKSP/Srt/B  dan penyelenggara
         transfer dana                                    transfer dana
       Izin penyelenggaraan          073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                       23 Agustus 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         langsung jarak jauh                              langsung jarak jauh
       Izin penyelenggaraan          082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                        8 Oktober 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         internasional                                    internasional
       Izin penyelenggaraan          094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                      9 Desember 2021
         jaringan tetap tertutup       02/2021            tertutup
       Izin penyelenggaraan          095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal                9 Desember 2021
         jaringan tetap lokal          02/2021            berbasis circuit
         berbasis circuit switched                        switched dan packet
                                                          switched




                                                      6
Page 15
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan

       i.    Dewan Komisaris dan Direksi

             Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
             yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 58 tanggal 28 Mei 2024
             dan No. 35 tanggal 23 Juni 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada
             tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                2024                     2023
             Komisaris Utama/                       Bambang Permadi          Bambang Permadi
             HIDDEN_ROW
              Komisaris Independen                    Soemantri Brojonegoro*   Soemantri Brojonegoro
             Komisaris Independen                   Wawan Iriawan            Wawan Iriawan
             Komisaris Independen                   Bono Daru Adji           Bono Daru Adji
             Komisaris Independen                   -                        Abdi Negara Nurdin
             Komisaris                              Arya Mahendra Sinulingga Arya Mahendra Sinulingga
             Komisaris                              Marcelino Rumambo Pandin Marcelino Rumambo Pandin
             Komisaris                              Ismail                   Ismail
             Komisaris                              Rizal Mallarangeng       Rizal Mallarangeng
             Komisaris                              Isa Rachmatarwata        Isa Rachmatarwata
             Komisaris                              Silmy Karim              Silmy Karim
             Direktur Utama                         Ririek Adriansyah        Ririek Adriansyah
             Direktur Enterprise & Business Service F.M. Venusiana R.        F.M. Venusiana R.
             Direktur Digital Business              Muhamad Fajrin Rasyid    Muhamad Fajrin Rasyid
             Direktur Human Capital Management      Afriwandi                Afriwandi
             Direktur Keuangan dan
              Manajemen Risiko                      Heri Supriadi            Heri Supriadi
             Direktur Network & IT Solution         Herlan Wijanarko         Herlan Wijanarko
             Direktur Strategic Portfolio           Budi Setyawan Wijaya     Budi Setyawan Wijaya
             Direktur Wholesale &
              International Services                Bogi Witjaksono          Bogi Witjaksono
             Direktur Group Business Development Honesti Basyir              Honesti Basyir
             *Berdasarkan Surat Pemberitahuan dari VP Investor Relation No. Tel.28/UM000/COP-K0F00000/2025 tanggal 11 April 2025 tentang Pengunduran
             Diri Komisaris Utama/Komisaris Independen Perusahaan, efektif pada tanggal 14 April 2025 Bapak Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro tidak
             lagi menjabat sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen Perusahaan.


       ii.   Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit

             Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
             31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                                2024                    2023
             Ketua                                                  Bono Daru Adji           Bono Daru Adji
             Anggota                                                Bambang Permadi          Bambang Permadi
                                                                      Soemantri Brojonegoro*  Soemantri Brojonegoro
             Anggota                                                Wawan Iriawan            Wawan Iriawan
             Anggota                                                -                        Abdi Negara Nurdin
             Anggota                                                Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno
             Anggota                                                Edy Sihotang             Edy Sihotang
             Corporate Secretary                                    Octavius Oky Prakarsa    Anetta Hasan
             Internal Audit                                         Mohamad Ramzy            Daru Mulyawan
             *Berdasarkan surat pengunduran diri Bapak Bambang Permadi Brojonegoro sebagai Komisaris Utama/Independen Perusahaan, efektif tanggal
             14 April 2025, Bapak Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro berstatus tidak aktif/berhalangan sebagai Anggota Komite Audit Perusahaan.




                                                                        7
Page 16
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan (lanjutan)

       iii.   Karyawan

              Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif disebut
              “Grup”) masing-masing memiliki 19.695 karyawan dan 20.605 karyawan (tidak diaudit).

     c. Penawaran umum efek Perusahaan

       Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
       atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
       Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
       menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
       Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
       penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
       700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
       Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

       Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
       Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
       insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
       terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
       Seri B.

       Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
       RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
       meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
       melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
       kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal
       16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
       dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
       efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
       terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
       Undang tersebut.

       Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
       saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
       atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

       Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
       S.H., LLM., No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
       saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
       Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
       nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
       Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
       saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
       modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
       10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
       Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

       Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005
       dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para pemegang saham
       Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program Perusahaan untuk
       membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.




                                                     8
Page 17
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

       Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
       pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada
       tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

       Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
       Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
       oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
       Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
       dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
       dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
       pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi
       1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
       Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi
       1 saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap
       ADS mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan
       rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
       Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
       konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

       Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
       Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

       Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

       Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

       Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
       saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
       pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
       Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
       No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
       dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
       jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
       saham Seri B.

       Pada tanggal 31 Desember 2024, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
       41.856.946 ADS atau setara dengan 4.185.694.580 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada NYSE
       (Catatan 21).

       Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
       2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
       Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
       yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
       30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19b).




                                                   9
Page 18
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

        Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan keuangan
        semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut (Catatan
        2b dan 2d):

       i.   Entitas anak dengan kepemilikan langsung:

                                                                       Tahun
                                                                     dimulainya                              Jumlah aset sebelum
                                                                       operasi    Persentase kepemilikan*          eliminasi
                 Entitas anak                  Jenis usaha           komersial      2024          2023        2024           2023
            PT Telekomunikasi        Jasa jaringan, layanan             1995             70             70     117.403        112.966
             Selular                   telekomunikasi seluler,
             (“Telkomsel”)             fixed broadband, dan
                                       internet protocol
                                       television ("IPTV")

            PT Dayamitra             Penyewaan menara                    1995             72           72      58.140         57.010
             Telekomunikasi Tbk.      telekomunikasi dan jasa
             (“Mitratel”)             penunjang digital untuk
                                      mobile infrastructure

            PT Multimedia            Jasa jaringan telekomunikasi        1998            100          100      17.995         18.457
             Nusantara                 dan multimedia
             (“Metra”)

            PT Telekomunikasi        Jasa telekomunikasi dan             1995            100          100      17.173         15.175
             Indonesia                 informasi internasional
             International
             (“Telin”)

            PT Telkom Satelit        Telekomunikasi -                    1996            100          100        8.858         7.938
             Indonesia                menyediakan sistem
             (“Telkomsat”)            komunikasi satelit, jasa
                                      dan sarana terkait

            PT Telkom Data           Data center                         1996            100          100        8.461         4.059
             Ekosistem
             (“TDE”)

            PT Sigma Cipta           Jasa konsultasi piranti             1988            100          100        6.207         7.616
             Caraka                    keras dan piranti lunak
             (“Sigma”)                 komputer

            PT Graha Sarana          Pembangunan, perdagangan,           1982            100          100        5.485         5.614
             Duta                     jasa, dan pengangkutan
             ("GSD")                  darat

            PT Telkom Akses          Pembangunan, jasa dan               2013            100          100        4.480         4.777
             (“Telkom Akses”)         perdagangan bidang
                                      telekomunikasi

            PT Telkom                Jasa jaringan                       2024            100          100        3.048             0
             Infrastruktur             telekomunikasi
             Indonesia                 dan informasi
             (“TIF”)

            PT Metra-Net             Jasa portal multimedia              2009            100          100        2.096         1.654
             (“Metra-Net”)

            PT Infrastruktur         Pembangunan, jasa dan               2014            100          100        1.359         1.261
             Telekomunikasi           perdagangan bidang
             Indonesia                telekomunikasi
             (“Telkom Infra”)

            PT PINS Indonesia        Perdagangan perangkat               1995            100          100         733            775
             (“PINS”)                 telekomunikasi

            PT Napsindo Primatel     Telekomunikasi -                  1999;              60           60            5             5
             Internasional            menyediakan Network,            berhenti
             (“Napsindo”)             Access Point ("NAP"),          beroperasi
                                      Voice Over Data ("VOD"),         pada
                                      dan jasa terkait lainnya        tanggal
                                                                     13 Januari
                                                                       2006

            *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
            Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.
                                                                    10
Page 19
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                           Tahun
                                                                         dimulainya                                        Jumlah aset sebelum
                                                                           operasi        Persentase kepemilikan*                eliminasi
                     Entitas anak                   Jenis usaha          komersial          2024         2023               2024           2023
              PT Metra Digital               Jasa perdagangan,              2013                 100           100             9.110          8.556
               Investama Ventura               informasi dan
               (“MDI”)                         teknologi multimedia,
                                               hiburan, dan
                                               jasa investasi

              Telekomunikasi                 Telekomunikasi dan              2008                100             100             6.090       3.499
               Indonesia                      jasa terkait
               International Pte. Ltd.
               ("Telin Singapore"),
               berdomisili di Singapura

              Telekomunikasi                 Pengelolaan investasi           2010                100             100             3.624       3.842
               Indonesia                      dan layanan
               International Ltd.             telekomunikasi
               ("Telin Hong Kong"),
               berdomisili di Hong Kong

              NeutraDC                       Data center                     2024                100             100             3.478           0
               Singapore Pte. Ltd.
               (“NeutraDC Singapore”)
               berdomisili di Singapura

              PT Infomedia                   Jasa layanan informasi,         1984                100             100             2.198       2.248
               Nusantara                       contact center dan
               (“Infomedia”)                   content directory

              PT Telkom Landmark             Jasa pengembangan               2012                  55             55             2.120       1.986
               Tower                           dan manajemen
               (“TLT”)                         properti

              PT Persada Sokka               Penyewaan menara                2008                100             100             1.621       1.622
               Tama                           telekomunikasi dan
               ("PST")                        jasa telekomunikasi
                                              lainnya

              PT Teknologi Data              Jasa telekomunikasi             2013                  60             60             1.426         606
               Infrastruktur                   dan data center
               (“TDI”)

              PT Nuon Digital Indonesia      Jasa penjualan                  2010                100             100             1.393       1.194
               (“Nuon”)                        konten digital

              PT Finnet Indonesia            Jasa teknologi                  2006                  60             60             1.383       1.761
               (“Finnet”)                      informatika

              PT Telkomsel Mitra             Jasa konsultan                  2019                100             100             1.040       1.030
               Inovasi                         manajemen bisnis
               (“TMI”)                         dan investasi

              Telekomunikasi                 Jaringan telekomunikasi,        2012                100             100             1.035       1.082
               Indonesia                       mobile, internet,
               International                   dan data
               (TL) S.A.
               ("Telkomcel"),
               berdomisili di Timor Leste

              PT Metra Digital Media         Jasa informasi                  2013                100             100              876          993
               (“MD Media”)                    telekomunikasi dan
                                               informasi lainnya

              PT Administrasi                Jasa administrasi               2002                100             100              702          757
               Medika                          asuransi kesehatan
               (“Ad Medika”)

              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                        11
Page 20
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                              Tahun
                                                                            dimulainya                                     Jumlah aset sebelum
                                                                              operasi     Persentase kepemilikan*                eliminasi
                       Entitas anak                   Jenis usaha           komersial       2024         2023               2024           2023
              PT Telkomsel Ekosistem           Jasa konsultasi                 2021              100           100               451           777
               Digital                           manajemen bisnis
               ("TED")                           dan investasi, dan/atau
                                                 penyertaan modal pada
                                                 perusahaan lain

              PT Digital Aplikasi Solusi       Jasa sistem                    2014                 100            100            441          341
               ("Digiserve")                     komunikasi

              PT Swadharma                     Jasa pengisian kas             2001                  51             51            387          397
               Sarana Informatika                dan pemeliharaan
               (“SSI”)                           Anjungan Tunai
                                                 Mandiri ("ATM")

              PT Ultra Mandiri                 Jasa sarana-prasarana          2019                 100               -           366             -
               Telekomunikasi                    jaringan telekomunikasi
               ("UMT")**

              TS Global                        Jasa satelit                   1996                  70             70            357          420
               Network Sdn. Bhd.
               (“TSGN”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Nusantara Sukses              Jasa dan                       2014                 100            100            288          292
               Investasi                         perdagangan
               (“NSI”)

              PT Graha Yasa Selaras            Jasa pariwisata dan            2012                  51             51            277          290
               (”GYS”)                           perhotelan

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi            2014                 100            100            267          212
               Indonesia                         dan informasi
               International (USA) Inc.
               (“Telin USA”),
               berdomisili di
               Amerika Serikat

              PT Nutech Integrasi              Jasa penyedia                  2001                  60             60            225          227
               (“Nutech”)                        sistem integrator

              PT Collega Inti Pratama          Perdagangan dan                2001                  70             70            196          191
               ("CIP")                          jasa

              PT Graha Telkomsigma             Jasa pengelolaan               1999                 100            100            167          333
               ("GTS")                           dan konsultasi

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi            2013                  70             70            144          125
               Indonesia International           dan informasi
               (Malaysia) Sdn. Bhd.
               (”Telin Malaysia”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Media Nusantara               Jasa konsultasi piranti        2012                  55             55            134          136
               Data Global                       keras, piranti lunak
               ("MNDG")                          komputer, data center,
                                                 dan internet exchange

              PT Pojok Celebes                 Usaha pariwisata               2008                 100            100             69           44
               Mandiri
               ("PCM")

              PT Metra TV                      Jasa penyiaran                 2013                 100            100             57           50
               ("Metra TV")                      berlangganan

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              ** UMT diakuisi oleh Mitratel pada Desember 2024 (Note 1e)
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                       12
Page 21
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                              Tahun
                                                                            dimulainya                                     Jumlah aset sebelum
                                                                              operasi     Persentase kepemilikan*                eliminasi
                       Entitas anak                   Jenis usaha           komersial       2024         2023               2024           2023
              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi             2013              100           100                52            67
               Indonesia                         dan informasi
               International
               (Australia) Pty. Ltd.
               (“Telin Australia”),
               berdomisili di Australia

              PT Metraplasa                    Jasa jaringan dan              2012;                 60             60            29            30
               (“Metraplasa”)                    e-commerce                  berhenti
                                                                            beroperasi
                                                                            pada bulan
                                                                             Oktober
                                                                              2020

              PT Bosnet Distribution           Perdagangan dan                2012                    -            60              -           40
               Indonesia                        jasa konsultasi
               ("BDI")***

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              ***BDI tidak lagi menjadi entitas anak Metra pada Februari 2024 (Catatan 1e).
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i.    Telkomsel

              Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan telah menandatangani Akta Pemisahan Segmen Usaha
              IndiHome ke Telkomsel melalui Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 140 yang telah disetujui
              berdasarkan RUPST 2023 sesuai dengan Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35
              tanggal 23 Juni 2023. Nilai bisnis IndiHome yang dipisahkan adalah Rp58.250 miliar. Bersamaan
              dengan pemisahan IndiHome tersebut, pemegang saham minoritas Telkomsel, yaitu Singapore
              Telecom Mobile Pte. Ltd. (“Singtel“) juga memutuskan untuk turut melakukan penyertaan modal
              dengan melakukan setoran secara tunai kepada Telkomsel sebesar Rp2.713 miliar. Atas
              transaksi ini, sejak 1 Juli 2023, kepemilikan efektif Perusahaan di Telkomsel meningkat dari 65%
              menjadi 69,9% dan kepemilikan Singtel di Telkomsel terdilusi dari 35% menjadi 30,1%.

        ii.   Mitratel

              Pembelian kembali saham

              Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali saham
              yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 7,88% saham dari saham Mitratel yang
              ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 18 (delapan belas)
              bulan dimulai dari tanggal 14 April 2023 sampai tanggal 13 Oktober 2024. Pada 31 Desember
              2024 dan 2023, Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 1.095.945.900
              lembar saham dan 47.700.0000 lembar saham atau setara dengan Rp704 miliar dan Rp 31 miliar.

              Akuisisi menara telekomunikasi

              (a) Pada tanggal 15 Februari 2023, berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional
                  Sale and Purchase Agreement (“CSPA”) Menara Telekomunikasi antara PT Indosat Tbk.
                  (“Indosat“) dengan Mitratel untuk melakukan akuisisi 997 menara telekomunikasi milik
                  Indosat senilai Rp1.648 miliar. Mitratel dan Indosat juga telah menyepakati penyewaan
                  kembali sebanyak 983 site selama 10 tahun masa sewa. Selain itu, Indosat juga telah
                  menyepakati untuk memberikan pesanan kolokasi baru selama 3 tahun kedepan, yang akan
                  dibayar oleh Mitratel sebesar Rp473 miliar.

              (b) Pada tanggal 24 November 2023, Mitratel melakukan akuisisi atas 803 menara
                  telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1.753 miliar.
                                                                       13
Page 22
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)
     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)
        ii.    Mitratel (lanjutan)
               Akuisisi entitas sepengendali

               Berdasarkan Akta Notaris Shinta Dewi S.H., Nomor 2 dan Nomor 3 pada tanggal
               2 Desember 2024, Mitratel melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham (Share Purchase
               Agreement) dengan PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur (“PPIN”) dan Yayasan
               Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (“YKPP”) untuk akuisisi 100% saham
               UMT. Transaksi ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, dimana
               pemegang saham pengendali terakhir (ultimate shareholder) dari Mitratel dan UMT adalah
               Pemerintah. Atas transaksi ini Mitratel menjadi pengendali atas UMT.

               Selisih antara nilai imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat investasi yang diperoleh dari transaksi
               ini telah diakui sebagai Tambahan Modal Disetor dalam Laporan Perubahan Ekuitas
               Konsolidasian, dengan rincian sebagai berikut:

               Imbalan yang dibayarkan                                                                         650
               Nilai buku ekuitas UMT pada saat akuisisi                                                       (91)
               Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali                                    559

        iii.   TDI
               Berdasarkan Akta Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 201 tanggal 25 Oktober 2023, menyetujui
               penerbitan 4.825.932 lembar saham. Atas penerbitan saham tersebut, diambil bagiannya oleh
               TDE sebanyak 2.451.319 lembar saham atau sebesar Rp256 miliar; ST Dynamo ID Pte, Ltd.
               sebanyak 2.077.787 lembar saham atau sebesar Rp217 miliar; dan PT Medco Power Indonesia
               sebanyak 296.826 lembar saham atau sebesar Rp31 miliar. Penambahan modal ini
               menyebabkan kepemilikan saham milik TDE terdilusi menjadi 60,0%. Efek atas dilusi tersebut
               dicatat sebagai selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan nonpengendali pada entitas
               anak sebesar Rp6 miliar.

               Berdasarkan Akta Notaris Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 313 tanggal 14 Oktober 2024,
               seluruh pemegang saham TDI menyetujui penerbitan 8.050.000 lembar saham baru. Atas
               penerbitan saham tersebut, diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 4.830.000 lembar saham atau
               sebesar Rp483 miliar; Nxera ID Pte. Ltd. (sebelumnya ST Dynamo ID Pte. Ltd.) sebanyak
               2.817.500 lembar saham atau sebesar Rp282 miliar; dan PT Medco Power Indonesia sebesar
               402.500 lembar saham atau sebesar Rp40 miliar. Penambahan modal ini tidak menyebabkan
               perubahan kepemilikan TDE.

        iv.    NeutraDC Singapore

               Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority Singapore (“ACRA”), TDE
               mendirikan NeutraDC Singapore yang berkedudukan di Singapura pada tanggal 7 Desember
               2023, dengan jumlah saham sebanyak 1 lembar saham dengan nilai par sebesar SGD 1.

               Berdasarkan ACRA, pada tanggal 28 Februari 2024, TDE melakukan setoran modal pada
               NeutraDC Singapore dengan jumlah saham sebanyak 219.411.975 lembar saham dengan nilai
               par sebesar US$219 juta atau senilai Rp3.448 miliar.

        v.     TIF

               Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 26 tanggal 8 Desember 2023, Perusahaan dan
               Metra mendirikan TIF, dengan jumlah saham sebanyak 125 lembar saham dengan nilai nominal
               seluruhnya sebesar Rp12,5 juta.

               Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 7 tanggal 3 Juli 2024, menyetujui penerbitan
               19.240.001 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar Rp100.000.
               Atas penerbitan saham tersebut, diambil bagiannya oleh Perusahaan sebanyak 19.240.000
               lembar saham atau sebesar Rp1.924 miliar dan Metra sebanyak 1 lembar saham atau sebesar
               Rp100.000.
                                                      14
Page 23
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

        vi.   Metra

              Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., M.L.I., M.Kn., No. 31
              tanggal 29 Februari 2024, Metra melakukan pengalihan saham sebesar 40% BDI kepada
              PT Algolab Solution dengan nilai transaksi sebesar Rp29 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Akta
              Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., M.L.I., M.Kn., No. 9 tanggal 16 Desember 2024,
              Metra kembali mengalihkan sisa saham BDI sebesar 20% kepada PT Algolab Solution dengan
              nilai transaksi sebesar Rp14 miliar. Akibat transaksi ini BDI tidak lagi menjadi entitas anak Metra.

     f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

        Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
        konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
        diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 17 April 2025.

2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
     Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
     Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK IAI") dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
     Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
     Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
        dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
        untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
        yang relevan.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
        perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
        Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
        entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia,
        Dolar Singapura, dan Ringgit Malaysia.

        Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
        bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

        Standar akuntansi baru

        Pada tanggal 1 Januari 2024, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
        interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
        Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
        ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
        yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
        tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
        sebelumnya:
        i. Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan;
        ii. Amendemen PSAK 116: Sewa;
        iii. Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan.


                                                        15
Page 24
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

        Standar akuntansi baru (lanjutan)

        Pilar Standar Akuntansi Keuangan

        Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar akuntansi
        keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Terdapat 4 (empat)
        standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu:
        i. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional;
        ii. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia;
        iii. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi Keuangan
             Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik; dan
        iv. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah.

        Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan

       Perubahan Nomenklatur PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang
       diterbitkan oleh DSAK IAI.

       Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

        Berlaku efektif 1 Januari 2025:

        Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
       Amendemen ini menjelaskan kriteria ketertukaran antara dua mata uang dan mensyaratkan
       pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami dampak mata
       uang yang tidak dapat dipertukarkan. Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material
       terhadap laporan keuangan konsolidasi.

        Berlaku efektif 1 Januari 2026:

       Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
       Amendemen ini menjelaskan terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan dengan kas
       menggunakan sistem pembayaran elektronik, klasifikasi aset keuangan, pengungkapan terkait
       investasi pada instrumen ekuitas ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
       komprehensif lain, dan pengungkapan terkait persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau
       jumlah arus kas kontraktual. Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material
       terhadap laporan keuangan konsolidasi.

     b. Prinsip konsolidasi

       Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
       Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
       investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
       kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.




                                                   16
Page 25
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Prinsip konsolidasi (lanjutan)

        Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
        anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
        investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
        Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
        i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
        ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
        iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

        Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
        adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
        sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
        sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
        yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
        keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
        tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.

        Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
        Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
        saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
        dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

        Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
        i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
             tercatatnya ketika pengendalian hilang;
        ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
             terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
        iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
             yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
        iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
             hilangnya pengendalian; dan
        v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
             rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

        Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
        dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
        Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No.KEP-
        347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau entitas
        yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

        Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
        merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
        pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
        merupakan pemegang saham dari entitas.

        Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
        untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
        langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
        diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
        mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.




                                                     17
Page 26
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

       Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
       wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
       instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
       Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
       kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
       pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
       saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
       pada tanggal akuisisi.

       Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
       imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
       ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
       yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
       yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
       alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
       yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
       selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
       keuntungan diakui pada laba atau rugi.

       Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
       diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
       liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
       kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
       ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
       yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
       retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
       penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
       tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
       tanggal akuisisi.

       Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
       kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
       akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
       Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
       mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
       akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
       tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
       tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
       tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
       tahun dari tanggal akuisisi.

       Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
       kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
       akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.

       Berdasarkan PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, pengalihan aset, liabilitas, saham,
       dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau
       rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena
       transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas
       kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
       liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
       kepentingan (pooling-of-interests).




                                                      18
Page 27
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.    IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

          Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
          restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
          penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
          dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
          penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
          bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

          Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
          Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
          konsolidasian.

     e. Kas dan setara kas

          Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
          jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
          menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
          signifikan.

          Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
          pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap sebagai
          bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.

          Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
          “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     f.   Persediaan

          Persediaan terdiri dari komponen mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya.
          Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem
          wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual.

          Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
          Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
          atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

          Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
          penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

          Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

          Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
          seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
          tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
          realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
          periode terjadinya pemulihan tersebut.

          Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
          masa depan.

     g. Beban dibayar di muka

          Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
          lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
          lainnya dan aset tidak lancar lainnya.



                                                        19
Page 28
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     h. Aset takberwujud

        Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
        depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
        penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
        Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
        setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
        Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
        tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

        Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
        berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:

                                                                                                      Tahun
        Piranti lunak                                                                                  3-6
        Lisensi                                                                                        3-20
        Aset takberwujud lainnya                                                                       3-30

        Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
        lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
        Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
        diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

     i. Aset tetap

        Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
        nilai (jika ada).

        Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
        secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
        biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
        tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
        disusutkan secara terpisah.

        Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
        masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
                                                                                               Tahun
        Bangunan                                                                                15-50
        Renovasi bangunan sewa                                                                   2-10
        Peralatan sentral telepon                                                                3-15
        Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                          5-15
        Peralatan dan instalasi transmisi                                                        3-40
        Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                     3-20
        Jaringan kabel                                                                           5-25
        Catu daya                                                                                3-20
        Peralatan pengolahan data                                                                3-20
        Kendaraan                                                                                4-8
        Peralatan telekomunikasi lainnya                                                          5
        Peralatan kantor                                                                         2-5
        Peralatan lainnya                                                                        2-5

        Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
        masa sewa.



                                                      20
Page 29
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset tetap (lanjutan)

        Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
        tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
        diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
        mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

        Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
        dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
        komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
        andal.
        Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
        12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

        Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
        penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
        dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian.

        Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
        tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
        komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
        komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.

        Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
        ke akun aset tetap yang terkait.

        Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
        (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
        Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
        termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
        membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
        pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
        kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
        untuk digunakan atau dijual.

     j. Sewa

        Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
        kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
        tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
        masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
        perpanjangan kontrak.

        Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
        •   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
        •   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
            untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
        •   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
            menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
        •   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
            aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
            kondisi baru).


                                                      21
Page 30
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
       kontrak sewa.

       i.   Grup sebagai lessee

            Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
            untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
            melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
            yang mendasarinya.

            Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
            perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
            pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
            diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
            dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

            Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
            masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

                                                                                                    Tahun
            Tanah                                                                                    1-33
            Bangunan                                                                                 1-30
            Peralatan dan instalasi transmisi                                                        1-25
            Kendaraan                                                                                 1-6
            Lain-lain                                                                                 1-6

            Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
            mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
            manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
            Penurunan Nilai Aset.

            Liabilitas sewa

            Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
            pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
            pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
            sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
            diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
            harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
            penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
            opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
            diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
            terjadi.

            Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
            pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
            mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
            pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
            tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
            perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
            mendasarinya.




                                                    22
Page 31
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       i.    Grup sebagai lessee (lanjutan)

             Liabilitas sewa (lanjutan)

             Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
             serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
             prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
             operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
             sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       ii.   Grup sebagai lessor

             Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
             sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
             Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
             suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
             sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
             ada modifikasi sewa.

             Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
             jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
             sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
             pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
             yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
             oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
             pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
             waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

             Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
             sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).

             Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
             dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
             konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
             menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
             diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
             diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

             Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
             pendapatan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, untuk mengalokasikan
             pertimbangan dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai
             Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2n).

     k. Beban tangguhan - hak atas tanah

       Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
       dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
       pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
       dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
       yang lebih pendek.




                                                     23
Page 32
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l. Pinjaman

       Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
       transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
       antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
       bunga efektif.

       Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
       sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
       ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
       sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
       jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.

     m. Penjabaran valuta asing

       Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
       berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
       liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
       jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
       sebagai berikut:

                                                      2024                              2023
                                              Beli            Jual              Beli            Jual
       Dolar A.S. (“US$”) 1                     16.090          16.100            15.396          15.401
       Dolar Australia (“AU$”) 1                 9.995          10.009            10.499          10.505
       Dolar Singapura (“SGD”) 1                11.815          11.829            11.666          11.673
       Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1              490,07          490,52            501,32          501,53
       Euro (“EUR”) 1                           16.761          16.775            17.025          17.036
       Yen Jepang (“JPY”) 1                     103,02          103,11            108,78          108,82
       Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                3.591           3.601             3.350           3.359
       Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                 2.072           2.074             1.971           1.971
       Kyat Myanmar (“MMK”) 1                      7,64            7,69              7,31            7,35

       Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
       atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
       berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
       tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
       pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).

     n. Pengakuan pendapatan dan beban

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
       berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
       untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
       pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
       untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
       dengan biaya yang dikapitalisasi.




                                                   24
Page 33
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan:

       i.    Mobile

             Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
             layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
             Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.

             Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
             perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
             kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

             Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
             aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
             pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.

             Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
             untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
             dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
             berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
             bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
             selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
             dipengaruhi oleh alokasi.

             Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
             poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
             Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
             ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.

       ii.   Consumer

             Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan layanan IndiHome. Pendapatan dari
             layanan IndiHome berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket
             layanan bundel kombinasi layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV
             berbayar). Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan
             berikutnya. Grup menerapkan syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk
             membayar denda pengakhiran yang substantif jikalau kontrak berlangganan berakhir atas
             permintaan dan/atau kesalahan pelanggan dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif.
             Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan
             sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan PSAK
             115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak
             bulanan.

             Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
             pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
             mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

             Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
             dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
             ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
             sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
             menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
             berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
             Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
             dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.


                                                     25
Page 34
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iii.   Enterprise

              Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
              telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call
              center, e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan
              dengan spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.

              Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
              berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
              tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
              penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan
              menerima dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban
              kinerja yang dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke
              pelanggan, biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.

              Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
              pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
              pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
              dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
              dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
              dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
              ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual
              dijual secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika
              harga yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
              digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.

              Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
              kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
              kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
              menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
              berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya.
              Grup menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
              digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
              kemungkinan hasil.

              Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
              apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel
              tidak dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini
              dan hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan
              dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait
              dengan imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.

              Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
              bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
              sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
              bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
              kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat
              komisi dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.




                                                        26
Page 35
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iv.   Wholesale and International Business (“WIB”)

             Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
             pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
             antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa
             jaringan dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode
             output menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

       Aset kontrak

       Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
       imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
       syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
       usaha.

       Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.

       Liabilitas kontrak

       Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
       lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
       sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
       atas barang atau jasa kepada pelanggan).

       Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

       Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
       terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
       keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
       Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
       pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

       Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
       yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
       kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
       penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

       Pendapatan dari transaksi lessor

       Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
       telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
       masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

       Beban

       Beban diakui pada saat terjadinya.




                                                     27
Page 36
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja

       i.    Imbalan kerja jangka pendek

             Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
             insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
             karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.

       ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

             Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
             program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
             kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
             berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

             Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
             persiapan pensiun.

             Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
             lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

             Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
             pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
             masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
             wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
             estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
             yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
             jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
             kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
             berkualitas tinggi.

             Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
             kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
             pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
             kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
             tidak dapat diperoleh secara penuh).

             Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
             (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
             neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
             atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
             lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
             selanjutnya.

             Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
             (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
             (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

             Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
             diskonto.

             Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
             jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
             terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
             yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
             imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.



                                                      28
Page 37
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja (lanjutan)

        ii.    Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

               Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
               kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
               pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
               aktuaria).

               Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
               berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
               ketika terutang.

               Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
               pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
               pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
               tersebut.

        iii.   Pensiun dini (“Pendi”)

               Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul
               sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara
               sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika,
               Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.

     p. Pajak

        Pajak Penghasilan (“PPh”)

        Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
        transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
        secara langsung di ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
        dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
        ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
        yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
        di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
        provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

        Pemeriksaan pajak

        Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
        (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
        pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
        laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
        pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.




                                                      29
Page 38
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak tangguhan

        Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
        pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
        mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
        kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
        (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
        pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
        penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
        tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
        mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
        tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
        bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
        pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
        masa depan.

        Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
        transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
        ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
        jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
        hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
        penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
        entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
        dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
        setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.

        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

        Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
        i. PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
            yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
            item beban-beban yang diterapkan; dan
        ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

        Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

        ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
        pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
        ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
        penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
        pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
        dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
        keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).




                                                     30
Page 39
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak final

        Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
        final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
        tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

        Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak final
        atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.

     q. Instrumen keuangan

        Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
        Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
        liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

        i.   Aset keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
             wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

             Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
             kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
             Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan/atau
             saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
             keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
             yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
             telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

             Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
             nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
             semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
             sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
             instrumen.

             Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
             mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
             kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

             Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
             yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
             lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
             menjual aset tersebut.




                                                    31
Page 40
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal

            Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
            empat kategori:

            (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                   dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                   arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
                Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
                dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
                kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
                tidak lancar lainnya.

            (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

                Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
                kedua kondisi berikut dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                   mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                   tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                   terutang.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
                pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
                diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
                pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
                komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
                kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
                direklasifikasi ke laba rugi.




                                                   32
Page 41
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

            (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                ekuitas)
                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 232: Instrumen Keuangan:
                Penyajian dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan.
                Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset
                keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                konsolidasian. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen
                telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
                investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori
                ini meliputi investasi jangka panjang pada instrumen keuangan.

            (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
                nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
                yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
                laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
                yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
                penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
                pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
                menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
                pengakuan.
                Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
                wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
                wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
                keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
                pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

            Kerugian kredit ekspektasian

            Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
            yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
            ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
            dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
            menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
            tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
            yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.




                                                    33
Page 42
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.    Aset keuangan (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
             keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
             pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam
             12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
             ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).

             Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
             kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
             risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
             sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
             kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
             kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

             Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
             lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
             keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
             bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
             perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
             untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
             telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

       ii.   Liabilitas keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
             ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

             Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
             pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
             langsung.

             Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

             Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
             dibayar, deposit dari pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
             jangka pendek, pinjaman penerusan, obligasi dan surat utang jangka menengah, utang bank
             jangka panjang dan pinjaman lainnya.




                                                       34
Page 43
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       ii.    Liabilitas keuangan (lanjutan)

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

              (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                  keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                  untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                  liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                  kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                  sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                  sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
                  dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
                  rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
                  dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi.

              (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                  Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                  diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                  Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                  melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                  dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                  merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                  efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                  berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.

       iii.   Saling hapus instrumen keuangan

              Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
              posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
              saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
              dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
              peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
              sebagai berikut:
              (i) situasi bisnis yang normal;
              (ii) peristiwa default; dan
              (iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

       iv.    Penghentian pengakuan instrumen keuangan

              Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
              dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
              tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

              Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
              dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.




                                                      35
Page 44
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Modal saham yang diperoleh kembali

        Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
        yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
        penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
        tertimbang. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang diperoleh kembali dari penjualan kembali saham
        treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor dalam ekuitas.

     s. Dividen

        Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
        laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
        saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
        keputusan Rapat Dewan Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.

     t. Laba per saham dan laba per ADS

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
        tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
        lembar saham per ADS.

     u. Informasi segmen

       Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
       adalah suatu komponen dari entitas:
       i.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
            (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
            yang sama);
       ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
            misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
            segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
       iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

     v. Provisi

        Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
        sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
        lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
        tidak memenuhi kontrak.

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
        dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
        terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
        (“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).




                                                      36
Page 45
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
        antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
        besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
        nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
        estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
        sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
        aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
        sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
        berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

        Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
        sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
        nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
        atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
        tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
        selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
        tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
        tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
        yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
        dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
        penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
        UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
        dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
        dipulihkan pada periode mendatang.

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
        klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan; atau
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
             suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan;
        iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
             tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.




                                                      37
Page 46
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar (lanjutan)

        Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
        menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
        klasifikasi liabilitas tersebut.

        Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan

        Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
        keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
        yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
        pada akhir periode pelaporan.

        Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
        penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
        mendatang.

        i.    Pertimbangan

              Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
              Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
              konsolidasian:

              Pajak penghasilan

              Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
              dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
              penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
              juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
              dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
              usaha normal.

              Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
              apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
              dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
              ditentukannya hasil pajak tersebut.

        ii.   Estimasi dan asumsi

              Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
              faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
              yang ada.




                                                       38
Page 47
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
             menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
             tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
             jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
             bawah ini.

             (a) Imbalan pasca kerja

                 Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                 dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                 menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                 pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                 imbalan pasca kerja.

                 Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                 diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                 kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                 kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                 tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                 yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                 yang terkait.

                 Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                 bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                 terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                 Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                 kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.

             (b) Umur manfaat aset tetap

                 Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                 Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                 depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                 penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                 pengalaman untuk aset yang sejenis.

                 Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                 pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                 dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
                 kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
                 atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
                 perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
                 tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
                 laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.




                                                    39
Page 48
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                 sebagai lessee

                 Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                 dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                 sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                 menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                 Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                 Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                 untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                 yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                 Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                 perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                 tidak opsi perpanjangan atau penghentian.

             (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                 Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian untuk
                 piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan
                 dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
                 ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Untuk piutang lain-lain,
                 Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain mengalami
                 penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan.

                 Grup telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk
                 piutang usaha dan aset kontrak yang didasarkan pada data historis kerugian kredit dan
                 informasi terkini yang lebih mencerminkan perubahan kondisi saat ini, disesuaikan dengan
                 faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan
                 lingkungan ekonomi. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan diperbaharui jika
                 terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia.




                                                   40
Page 49
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (e) Pendapatan

                   (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                          pendapatan dan klasifikasi pendapatan

                          Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                          pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                          jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                          terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                          menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                          kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                          menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                          dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                          waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                          Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                          Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                          satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                          tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                          paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                          berdasarkan waktu.

                          Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                          konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                          sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                          dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                          internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                   (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                          Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                          teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                          yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                          yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.

             (f)   Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                   Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                   estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                   wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                   oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                   setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                   Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                   lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                   signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                   dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                   mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                   penurunan nilai sesuai PSAK 236.




                                                        41
Page 50
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                  Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                  posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                  menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                  diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                  tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                  mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                  berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                  keuangan yang dilaporkan.

             (h) Akuisisi

                 Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                 akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                 harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                 akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                 untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                 nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                 akuisisi masing-masing.

                 Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                 diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                 akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                 satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                 apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                 untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                 dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                 perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                 nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                 aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                 manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                 diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                 kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                      42
Page 51
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS

                                                                                2024                            2023
                                                                                Saldo                          Saldo
                                                                      Mata uang                       Mata uang
                                                             Mata        asing          Setara           asing         Setara
                                                             uang   (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)     Rupiah
     Kas                                                                         -             14                 -         14
     Bank
      Pihak berelasi
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)       Rp                -          3.278                -        1.471
                                                             US$              229          3.678                0            6
                                                             TWD                2              1                1            0
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)       Rp                -          4.715                -        3.346
                                                             US$               45            718               37          572
                                                             EUR                2             37                2           38
                                                             JPY                6              1                6            1
                                                             HKD                2              4                1            3
                                                             AU$                0              0                0            0
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)       Rp                -          4.180                -        4.228
                                                             US$               31            506                4           64
                                                             SGD                0              0                0            0
                                                             EUR                0              0                0            0
                                                             GBP                0              1                -            -
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")        Rp                -          4.097                -        2.597
        Lain-lain                                             Rp                -             51                -           59
                                                             US$                0              0                0            0
      Sub-jumlah                                                                          21.267                        12.385

      Pihak ketiga
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")            Rp                -            355                -          26
                                                             MYR                1              5                1           3
        PT Bank Mega Tbk. ("Bank Mega")                       Rp                -            342                -           3
        DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")          US$               19            308                9         138
                                                             HKD                0              1                0           0
        PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”)           Rp                -            181                -         265
                                                             US$                2             40                0           2
        Standard Chartered Bank (“SCB”)                      US$                7            108               14         215
                                                             SGD                5             55                6          74
        The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
          ("HSBC Hongkong")                                  US$                6            102               43          661
                                                             HKD                9             19                5            9
        PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”)                     Rp                -            131                -          144
                                                             US$                0              3                0            3
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)       Rp                -            251                -          336
                                                             US$                9            146               10          278
                                                             SGD                2             20                3           36
                                                             TWD               28             14               50           21
                                                             MYR                0              2                4           12
                                                             AU$                0              3                0            5
                                                             MMK              167              1              353            3
                                                             EUR                0              1                0            0
      Sub-jumlah                                                                           2.088                         2.234

     Jumlah bank                                                                          23.355                        14.619

     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
        PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)                Rp                -          1.688                -        1.160
        BTN                                                   Rp                -          1.400                -        1.065
                                                             US$                7            104                -            -
        BRI                                                   Rp                -            647                -        1.550
                                                             US$               18            283               22          340
                                                             TWD                6              3                -            -
        BNI                                                   Rp                -            566                -        1.266
                                                             US$               10            162               23          353
        Bank Mandiri                                          Rp                -             97                -          513
                                                             US$                -              -               25          392
      Sub-jumlah                                                                           4.950                         6.639




                                                              43
Page 52
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                                   2024                          2023
                                                                                   Saldo                         Saldo
                                                                          Mata uang                     Mata uang
                                                                 Mata        asing         Setara          asing         Setara
                                                                 uang   (dalam jutaan)     Rupiah     (dalam jutaan)     Rupiah
     Deposito berjangka (lanjutan)
      Pihak ketiga
        PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                          Rp                 -        1.922               -         1.433
                                                                 US$               18          287              20           312
        Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                          Rp                 -          962               -         1.569
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")               Rp                 -          254               -           658
                                                                 US$               26          418              23           358
        PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
          ("BJB")                                                 Rp                -         370                 -        1.419
                                                                 US$               12         195                 -            -
        PT Bank Pan Indonesia Tbk. ("Bank Panin")                 Rp                -         274                 -            -
        PT Bank UOB Indonesia ("UOB Indonesia")                  US$               16         259                 -            -
                                                                 SGD                3          35                 -            -
        PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (“Bank Danamon”)           Rp                -         133                 -          491
                                                                 US$                3          48                 9          137
        PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
          ("CCB Indonesia")                                      US$               10          153               5            71
        SCB                                                      US$                9          145               -             -
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)           Rp                -          113               -         1.125
                                                                 US$                1           12              10           155
                                                                 MYR                2            7               2             8
      Sub-jumlah                                                                             5.587                         7.736

     Jumlah deposito berjangka                                                              10.537                        14.375
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                    (1)                           (1)
     Jumlah                                                                                 33.905                        29.007


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                               2024                            2023
     Rupiah                                                                0,53% - 7,25%                   1,95% - 7,25%
     Mata uang asing                                                       2,55% - 6,00%                   2,50% - 5,50%

     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
     mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
     secara finansial.




                                                                44
Page 53
                                   PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                    (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.    ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                                 2024                            2023
                                                                                 Saldo                           Saldo
                                                                        Mata uang                       Mata uang
                                                                           asing         Setara            asing       Setara
                                                          Mata uang   (dalam jutaan)     Rupiah       (dalam jutaan)   Rupiah
      Deposito berjangka
       Pihak berelasi
        BRI                                                 Rp                     -         415                 -         255
        BSI                                                 Rp                     -         198                 -         118
        Bank Mandiri                                        Rp                     -          65                 -          95
                                                            US$                    5          81                 5          77
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)     Rp                     -          70                 -         170
       Pihak ketiga
        United Overseas Bank Limited Singapore
         (“UOB Singapore”)                                  US$                   12         195                12          186
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)     Rp                     -           3                 -           85
                                                            US$                    -           -                 9          132
      Jumlah deposito berjangka                                                            1.027                          1.118

      Rekening penampungan                                  Rp                     -         144                 -         214
                                                            US$                    1          19                 2          24
      Jumlah rekening penampungan                                                            163                           238

      Reksa dana
        Pihak berelasi
         Lain-lain                                           Rp                     -         89                  -         85
        Pihak ketiga
         PT Henan Putihrai Asset Management
          (“HPAM”)                                           Rp                     -          -                  -        217
      Jumlah reksa dana                                                                       89                           302

      Lain-lain                                              Rp                    -              5              -              3
                                                            MYR                    0              1              0              0
      Jumlah lain-lain                                                                            6                             3

      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                 (0)                            (0)
      Jumlah                                                                               1.285                          1.661


      Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
      dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                              2024                            2023
      Rupiah                                                              2,50% - 7,25%                   2,75% - 6,75%
      Mata uang asing                                                     4,57% - 4,61%                   2,30% - 5,85%
 5.




                                                           45
Page 54
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)    Pihak berelasi
                                                                                       2024                             2023
               Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                               1.935                            1.875
               Indosat                                                                           738                              303
               PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                                386                              386
               Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                   409                              443
               Jumlah                                                                          3.468                            3.007
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                        (1.118)                          (1.089)
               Jumlah bersih                                                                   2.350                            1.918

        (ii)   Pihak ketiga
                                                                                       2024                             2023
               Pelanggan individual dan bisnis                                                13.613                           11.680
               Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                                   1.176                            1.541
               Jumlah                                                                         14.789                           13.221
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                        (4.946)                          (4.472)
               Jumlah bersih                                                                   9.843                            8.749

     b. Berdasarkan umur

                                                                   2024                                      2023
                                                                Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                 Sebelum      kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                penyisihan     ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
        Belum jatuh tempo                             7.319              417           5,7%      7.020          386             5,5%
        Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             3.602              329           9,1%      2.758          369            13,4%
        Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
          dengan 6 bulan                              1.305              285         21,8%       1.215            313            25,8%
        Jatuh tempo lebih dari 6 bulan                6.031            5.033         83,5%       5.235          4.493            85,8%
        Jumlah                                       18.257            6.064                    16.228          5.561


        Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
        historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
        faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
        Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
        jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai tercatat piutang usaha
        Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar Rp5.291 miliar
        dan Rp4.033 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh tempo tetapi tidak
        diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak diturunkan
        nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang baik dan
        diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                                       2024                             2023
        Rupiah                                                                                15.775                           13.701
        Dolar A.S.                                                                             2.180                            2.360
        Dolar Singapura                                                                          273                              143
        Lain-lain                                                                                 29                               24
        Jumlah                                                                                18.257                           16.228
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                               (6.064)                          (5.561)
        Jumlah bersih                                                                         12.193                           10.667


                                                                  46
Page 55
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                       2024               2023
        Saldo awal                                                            5.561              5.623
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                 904                513
        Penghapusbukuan piutang                                                (401)              (575)
        Saldo akhir                                                           6.064              5.561

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, piutang usaha tertentu atas entitas anak masing-masing
        sebesar Rp2.137 miliar dan Rp1.248 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman
        (Catatan 18 dan 19c).

6.   ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                       2024               2023
     Aset kontrak                                                             2.603              2.877
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    (25)              (147)
     Jumlah bersih                                                            2.578              2.730
     Lancar                                                                   2.449              2.704
     Tidak Lancar                                                               129                 26

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                       2024               2023
     Kartu SIM dan voucer prabayar                                              676                791
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            480                260
     Jumlah                                                                   1.156              1.051
     Provisi atas persediaan usang                                              (60)               (54)
     Jumlah bersih                                                            1.096                997

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp584 miliar
     dan Rp797 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam perjanjian
     pinjaman.




                                                        47
Page 56
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.   PERSEDIAAN (lanjutan)

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen dengan nilai
     buku masing-masing sebesar RpNihil dan Rp96 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah diasuransikan
     terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan risiko lain. Total nilai pertanggungan pada tanggal
     31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar RpNihil dan Rp94 miliar.

     Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan
     kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung.

8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                   2024                  2023
     Izin penggunaan frekuensi
       dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)             6.245                  6.173
     Piutang lain-lain                                                      621                    266
     Uang muka                                                              451                    768
     Gaji dibayar di muka                                                   281                    276
     Sewa dibayar di muka                                                   129                     71
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                        447                    442
     Jumlah                                                               8.174                  7.996


9.   BIAYA KONTRAK

     Mutasi biaya kontrak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                        2024
                                                      Biaya            Biaya
                                                    perolehan       pemenuhan
                                                     kontrak          kontrak             Jumlah
     Saldo, 1 Januari 2024                                1.641               580               2.221
     Penambahan selama tahun berjalan                       479             1.318               1.797
     Amortisasi selama tahun berjalan                      (454)                -                (454)
     Beban selama tahun berjalan                              -              (831)               (831)
     Penurunan nilai                                          -                (3)                 (3)
     Saldo, 31 Desember 2024                              1.666             1.064               2.730
     Lancar                                                (407)             (727)             (1.134)
     Tidak lancar                                         1.259               337               1.596


                                                                        2023
                                                      Biaya            Biaya
                                                    perolehan       pemenuhan
                                                     kontrak          kontrak             Jumlah
     Saldo, 1 Januari 2023                                1.554                858             2.412
     Penambahan tahun berjalan                              461                610             1.071
     Amortisasi selama tahun berjalan                      (374)                 -               (374)
     Beban selama tahun berjalan                              -               (704)              (704)
     Penurunan nilai                                          -               (184)              (184)
     Saldo, 31 Desember 2023                              1.641                580             2.221
     Lancar                                                (427)              (226)              (653)
     Tidak lancar                                         1.214                354             1.568




                                                     48
Page 57
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG

   Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                        2024                      2023
   Instrumen keuangan
     Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
      Ekuitas                                                                   7.797                    7.537
      Obligasi konversi                                                           377                      491
     Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain:
      Ekuitas                                                                      27                       25
      Obligasi konversi                                                            24                        -
                                                                                8.225                    8.053
   Entitas asosiasi
    PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                       110                      105
    Lain-lain                                                                       -                        4
                                                                                  110                      109
   Jumlah investasi jangka panjang                                              8.335                    8.162

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
   dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
   teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:

   (i)    Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”)

          Per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO
          menggunakan level 1 berdasarkan nilai pasar GOTO sebesar Rp70 per saham dan Rp86 per saham.
          Jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO pada
          tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp380 miliar dan Rp119 miliar.
          Nilai ini disajikan sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam
          laporan laba rugi konsolidasian.

   (ii)   Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi

          Pada tahun 2024 dan 2023, penambahan investasi MDI pada tahun berjalan masing-masing sebesar
          Rp100 miliar dan Rp338 miliar. Nilai wajar investasi MDI menggunakan level 3, jumlah keuntungan
          (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi MDI pada tanggal
          31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp483 miliar dan (Rp514 miliar). Nilai
          ini disajikan sebagai keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas
          investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.

   Rincian informasi terkait teknik valuasi nilai wajar level 1 dan level 3 diungkapkan dalam Catatan 37.

   Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
   panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
   start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Obligasi konversi ini memberikan opsi bagi
   pemegangnya untuk mengkonversi obligasi menjadi saham pada saat jatuh tempo, sesuai dengan syarat
   dan ketentuan yang disepakati. Dalam hal opsi konversi tidak digunakan, pemegang obligasi berhak
   menerima pengembalian pokok obligasi.

   Bagian kumulatif rugi atas investasi pada entitas asosiasi yang tidak diakui hingga tahun yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp323 miliar dan
   Rp328 miliar.




                                                       49
Page 58
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                           31 Desember                                                 Reklasifikasi/ 31 Desember
                                               2023           Akuisisi       Penambahan Pengurangan     Translasi         2024
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Tanah                                         1.955                  -           13           -             13         1.981
    Bangunan                                     19.596                  -          221         (32)         1.122        20.907
    Renovasi bangunan sewa                        1.675                  -           40         (94)           174         1.795
    Peralatan sentral telepon                    19.636                  -          228      (1.090)           696        19.470
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                             1.583              -                -      (1.578)              -            5
    Peralatan dan instalasi transmisi           180.664              -            1.393      (9.972)         10.085      182.170
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         10.941              -               50        (114)          3.918       14.795
    Jaringan kabel                               76.769            314            4.731         (15)           (224)      81.575
    Catu daya                                    24.348              -              559        (730)          1.427       25.604
    Peralatan pengolahan data                    21.893              -              332      (1.577)          1.292       21.940
    Peralatan telekomunikasi lainnya             11.087              -              412          (4)            743       12.238
    Peralatan kantor                              2.696              0               84         (74)             13        2.719
    Kendaraan                                       593              0               15         (42)            (36)         530
    Peralatan lainnya                                53              -                3           -               4           60
    Aset dalam pembangunan                        6.240              -           16.368         (31)        (19.647)       2.930
    Jumlah                                      379.729            314           24.449     (15.353)           (420)     388.719


   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                      6.818                  -          650         (27)            20         7.461
    Renovasi bangunan sewa                        1.312                  -          128         (86)            (7)        1.347
    Peralatan sentral telepon                    14.121                  -        1.756      (1.088)             6        14.795
    Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                            1.582                  -            -      (1.578)              -            4
    Peralatan dan instalasi transmisi           104.347                  -       11.713      (9.787)             48      106.321
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan          6.726                  -          719        (114)             46        7.377
    Jaringan kabel                               20.393                  -        3.383         (15)             36       23.797
    Catu daya                                    17.387                  -        2.014        (710)             29       18.720
    Peralatan pengolahan data                    16.149                  -        2.031      (1.545)           (103)      16.532
    Peralatan telekomunikasi lainnya              7.700                  -        1.517          (1)              -        9.216
    Peralatan kantor                              2.136                  -          278         (68)            (62)       2.284
    Kendaraan                                       256                  -           38         (27)            (17)         250
    Peralatan lainnya                                47                  -            4           -              (2)          49
    Jumlah                                      198.974                  -       24.231     (15.046)             (6)     208.153
   Nilai buku bersih                            180.755                                                                  180.566




                                                         50
Page 59
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                 31 Desember                                  Reklasifikasi/   31 Desember
                                                     2022       Penambahan   Pengurangan       Translasi           2023
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                              1.838          110              -                 7           1.955
     Bangunan                                          18.947          569            (34)              114          19.596
     Renovasi bangunan sewa                             1.571           28            (14)               90           1.675
     Peralatan sentral telepon                         20.083          582           (309)             (720)         19.636
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                  1.583            -               -                -           1.583
     Peralatan dan instalasi transmisi                171.106        5.839          (3.562)           7.281         180.664
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              10.804          137               -                -          10.941
     Jaringan kabel                                    74.695        5.762              (6)          (3.682)         76.769
     Catu daya                                         23.276          722            (768)           1.118          24.348
     Peralatan pengolahan data                         20.954          557            (218)             600          21.893
     Peralatan telekomunikasi lainnya                  10.402          468               -              217          11.087
     Peralatan kantor                                   2.625           96             (18)              (7)          2.696
     Kendaraan                                            605           48             (56)              (4)            593
     Peralatan lainnya                                     51            1               -                1              53
     Aset dalam pembangunan                             4.598       18.049               -          (16.407)          6.240
     Jumlah                                           363.138       32.968          (4.985)         (11.392)        379.729


    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                           6.228          649            (11)              (48)          6.818
     Renovasi bangunan sewa                             1.207          141             (6)              (30)          1.312
     Peralatan sentral telepon                         14.100        1.967           (309)           (1.637)         14.121
     Peralatan telegraf, teleks, dan
        komunikasi data                                 1.582            -               -                -           1.582
     Peralatan dan instalasi transmisi                 97.335       12.171          (3.372)          (1.787)        104.347
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan               6.041          746               -              (61)          6.726
     Jaringan kabel                                    22.510        3.215              (6)          (5.326)         20.393
     Catu daya                                         16.890        1.861            (758)            (606)         17.387
     Peralatan pengolahan data                         15.490        2.093            (217)          (1.217)         16.149
     Peralatan telekomunikasi lainnya                   6.067        1.659               -              (26)          7.700
     Peralatan kantor                                   2.073          285             (18)            (204)          2.136
     Kendaraan                                            242           48             (31)              (3)            256
     Peralatan lainnya                                     44            3               -                -              47
     Jumlah                                           189.809       24.838          (4.728)         (10.945)        198.974
    Nilai buku bersih                                 173.329                                                       180.755


    Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
    komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
    (5) jaringan kabel; (6) catu daya; (7) peralatan pengolahan data; dan (8) peralatan telekomunikasi lainnya
    merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

    a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                             2024                         2023
        Hasil penjualan aset tetap                                                    717                          100
        Nilai buku bersih                                                             (59)                         (16)
        Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                                 658                           84

    b. Lain-lain

        (i)    Selama tahun 2024 dan 2023, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah
               sambungan nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak
               ada indikasi penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

        (ii)   Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp98 miliar dan
               Rp124 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
               2023. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
               dikapitalisasi berkisar antara 1,50%-6,1% dan 2,50%-8,24% masing-masing untuk tahun yang
               berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.




                                                     51
Page 60
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun yang
             berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

       (iv) Selama tahun 2024 dan 2023, Grup telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang
            dan rusak masing-masing sebesar Rp143 miliar dan Rp199 miliar dan dicatat sebagai bagian dari
            “Penghasilan lain-lain - bersih” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
            konsolidasian. Selama tahun 2024 dan 2023, nilai tercatat aset tetap tersebut masing-masing
            sebesar Rp114 miliar dan Rp185 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       (v)   Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
             status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 8 - 50 tahun yang akan habis masa
             berlakunya antara tahun 2025 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
             tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
             tersebut.

       (vi) Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan nilai
            tercatat bersih masing-masing sebesar Rp178.692 miliar dan Rp175.519 miliar telah
            diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
            gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan pertanggungan untuk tanggal 31 Desember 2024 dan
            2023 masing-masing sebesar Rp44.143 miliar dan Rp41.045 miliar, HKD10 juta dan HKD10 juta,
            SGD219 juta dan SGD373 juta. Jumlah pertanggungan untuk first loss basis masing-masing
            sebesar Rp2.750 miliar dan Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai
            pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
            yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tingkat persentase penyelesaian aset dalam
             pembangunan adalah masing-masing sekitar 53,29% dan 74,09% dari nilai kontrak atau
             Rp3.064 miliar dan Rp5.836 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Desember 2026 dan Desember 2025.
             Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
             transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
             hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan telah
              dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19b). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya
              perolehan masing-masing sebesar Rp2.190 miliar dan Rp3.076 miliar telah dijaminkan dalam
              beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 19c).

       (ix) Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap Grup yang
            telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
            Rp89.480 miliar dan Rp85.564 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset jaringan
            untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.

       (x)   Pada tahun 2024 dan 2023, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp53.262 miliar
             dan Rp51.373 miliar.




                                                     52
Page 61
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA

   a. Grup sebagai lessee

     Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
     kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
     antara 1 dan 33 tahun.

     Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                 Peralatan
                                                                dan instalasi
                                      Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan        Lain-lain     Jumlah
      Saldo, 1 Januari 2023               4.087          663          14.859            523              204      20.336
      Penambahan                          1.654          156            7.460           227              893      10.390
      Pengurangan dan reklasifikasi         (52)         (88)          (2.851)            8                 1      (2.982)
      Beban penyusutan                     (998)        (149)          (3.600)         (236)            (177)      (5.160)
      Saldo, 31 Desember 2023             4.691          582          15.868            522              921      22.584
      Penambahan                          1.725          198            7.337           241              920      10.421
      Pengurangan dan reklasifikasi        (167)          (0)            (409)           (4)             (16)        (596)
      Beban penyusutan                   (1.074)        (192)          (3.699)         (266)            (268)      (5.499)
      Saldo, 31 Desember 2024             5.175          588          19.097            493            1.557      26.910


     Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                                 2024                       2023

     Saldo, 1 Januari                                                                   20.425                     18.661
     Akrualisasi bunga                                                                   1.335                        976
     Penambahan (Catatan 39a)                                                           10.421                     10.390
     Pengurangan                                                                        (8.222)                    (9.602)
     Saldo, 31 Desember                                                                 23.959                     20.425
     Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                           (5.491)                    (5.575)
     Bagian jangka panjang                                                              18.468                     14.850

     Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                                 2024                       2023

      Kurang dari 1 tahun                                                                6.824                      6.614
      1-5 tahun                                                                         14.356                     11.453
      Lebih dari 5 tahun                                                                 8.081                      6.431
      Jumlah pembayaran sewa                                                            29.261                     24.498
      Bunga                                                                             (5.302)                    (4.073)
      Nilai kini atas pembayaran sewa                                                   23.959                     20.425
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                          (5.491)                    (5.575)
      Bagian jangka panjang                                                             18.468                     14.850




                                                          53
Page 62
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

    a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

       Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
       bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
       pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada tahun berjalan:

                                                                     2024                2023
       Beban penyusutan                                                      5.499               5.160
       Beban sewa jangka pendek                                              3.689               3.743
       Beban bunga sewa                                                      1.335                 976
       Beban sewa aset bernilai rendah                                           4                  27

    b. Grup sebagai lessor

      Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
      berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
      telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
      28 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2037. Periode sewa menyewa dapat
      diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

      Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
      operasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                2023
       Kurang dari 1 tahun                                                   6.222               5.099
       1-5 tahun                                                             8.502               9.412
       Lebih dari 5 tahun                                                    3.518               5.098
       Jumlah                                                               18.242              19.609

13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

    Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                2023
    Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
     bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                     2.818                1.606
    Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
     dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                         1.594                1.987
    Beban dibayar di muka                                                   1.056                  984
    Uang jaminan                                                              234                  159
    Uang muka                                                                 205                  368
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                           301                  329
    Jumlah                                                                  6.208                5.433




                                                     54
Page 63
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:

                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                               Goodwill      Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
   Nilai tercatat bruto:
    Saldo, 1 Januari 2024                           1.492          21.642          550          1.694      25.378
    Penambahan                                          -           3.415           94              9       3.518
    Pengurangan                                       (18)         (4.489)           -              -      (4.507)
    Reklasifikasi/translasi                             -             (37)           3              -         (34)
    Saldo, 31 Desember 2024                         1.474          20.531          647          1.703      24.355
   Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
    Saldo, 1 Januari 2024                            (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
    Beban amortisasi                                    -          (2.515)         (76)           (71)      (2.662)
    Penurunan nilai                                   (77)              -            -              -          (77)
    Pengurangan                                        11           4.472            -              -        4.483
    Reklasifikasi/translasi                             -              (9)          (1)             -          (10)
    Saldo, 31 Desember 2024                          (479)        (13.086)        (277)        (1.071)     (14.913)
   Nilai buku bersih                                  995           7.445          370            632        9.442


                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                               Goodwill      Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
   Nilai tercatat bruto:
    Saldo, 1 Januari 2023                          1.492           19.779          620          1.491      23.382
    Penambahan                                         -            2.763           69            206       3.038
    Pengurangan                                        -             (890)        (130)             -      (1.020)
    Reklasifikasi/translasi                            -              (10)          (9)            (3)        (22)
    Saldo, 31 Desember 2023                        1.492           21.642          550          1.694      25.378
   Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
    Saldo, 1 Januari 2023                           (402)         (13.616)        (152)          (910)     (15.080)
    Beban amortisasi                                   -           (2.321)         (58)           (94)      (2.473)
    Penurunan nilai                                  (11)               -            -              -          (11)
    Pengurangan                                        -              890            2              -          892
    Reklasifikasi/translasi                            -               13            8              4           25
    Saldo, 31 Desember 2023                         (413)         (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
   Nilai buku bersih                               1.079            6.608          350            694        8.731


   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Metra, Sigma, TDE, dan Telkomsat masing-
          masing sebesar Rp467 miliar, Rp220 miliar, Rp85 miliar, Rp78 miliar, Rp77 miliar, dan Rp68 miliar.
          Pengurangan goodwill timbul dari divestasi BDI (Catatan 1e.vi).

   (ii)   Pada tanggal 31 Desember 2024, goodwill yang mengalami penurunan nilai adalah goodwill yang
          timbul dari Digiserve dan MNDG masing-masing sebesar Rp64 miliar dan Rp13 miliar. Rugi
          penurunan nilai diakui sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba
          rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2024 dan 2023 adalah masing-masing 1 - 6 tahun. Beban amortisasi diakui sebagai
         bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
         komprehensif lain konsolidasian.

   (iv) Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud yang telah
        diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp8.345 miliar dan
        Rp10.604 miliar.




                                                     55
Page 64
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                          2024               2023
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                        378                 424
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                            248                 161
   Sub-jumlah                                                                    626                 585

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                      9.729             12.748
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal ("KPU")               2.631              2.399
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                          2.350              2.876
   Sub-jumlah                                                                 14.710             18.023
   Jumlah                                                                     15.336             18.608

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
                                                                          2024                2023
   Rupiah                                                                    13.217              15.929
   Dolar A.S.                                                                 2.059               2.537
   Lain-lain                                                                     60                 142
   Jumlah                                                                    15.336              18.608

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   (i) Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   (ii) Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   (iii) Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.

   GSD, Telkom Akses, dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa Bank dalam fasilitas pembiayaan
   supply chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok GSD, Telkom Akses, dan Mitratel untuk
   memperoleh pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan
   syarat dan ketentuan tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai tercatat liabilitas dalam
   pengaturan pembiayaan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                          2024                2023
   Liabilitas dalam pengaturan pembiayaan pemasok                                475                 257
   Jumlah yang vendor telah terima dari penyedia pembiayaan                      473                 257

   Rentang tanggal jatuh tempo                                            1 - 3 bulan        1 - 3 bulan

   Tidak ada kombinasi bisnis material atau perbedaan nilai tukar mata uang asing yang akan
   mempengaruhi kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan pemasok pada kedua periode tersebut.
   Terdapat transfer non-tunai dari utang usaha ke kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan
   pemasok sebesar Rp115 miliar dan Rp61 miliar masing-masing pada tahun 2024 dan 2023.

16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

                                                                      2024                  2023
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                             6.424                 5.813
   Gaji dan tunjangan                                                         3.856                 3.909
   Umum, administrasi, dan pemasaran                                          3.665                 3.114
   Beban bunga dan administrasi bank                                            247                   243
   Jumlah                                                                    14.192                13.079

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
                                                   56
Page 65
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK

   Rinican dari liabilitas kontrak adalah sebagai berikut:

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                                     2024                     2023
      Uang muka pelanggan Mobile                                             3.285                   3.267
      Uang muka pelanggan Enterprise                                         2.306                   1.587
      Uang muka pelanggan WIB                                                1.322                   1.291
      Uang muka pelanggan Consumer                                             244                     244
      Uang muka pelanggan lain-lain                                            581                     459
      Jumlah                                                                 7.738                   6.848

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                                     2024                     2023
      Uang muka pelanggan WIB                                                  948                     795
      Uang muka pelanggan Consumer                                             602                     705
      Uang muka pelanggan Enterprise                                           247                     251
      Uang muka pelanggan lain-lain                                            687                     840
      Jumlah                                                                 2.484                   2.591

   Mutasi liabilitas kontrak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
   sebagai berikut:

                                                                     2024                     2023
   Saldo, 1 Januari                                                          9.439                    7.856
   Ditangguhkan selama tahun berjalan                                        7.631                    7.878
   Diakui sebagai pendapatan selama tahun berjalan                          (6.848)                  (6.295)
   Saldo, 31 Desember                                                       10.222                    9.439
   Lancar                                                                    7.738                    6.848
   Tidak lancar                                                              2.484                    2.591

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.


18. UTANG BANK JANGKA PENDEK

                                                                             Saldo terutang
   Kreditur                                                          2024                     2023
   Pihak berelasi
    Bank Mandiri                                                             3.755                   4.013
    BNI                                                                      1.799                     903
   Sub-jumlah                                                                5.554                   4.916
   Pihak ketiga
    PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                                          2.440                   2.547
    MUFG Bank ("MUFG")                                                       1.805                   1.155
    Bank of China                                                            1.000                       -
    PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                                              440                     440
    PT Bank Maspion Indonesia Tbk. ("Bank Maspion")                            167                       -
    UOB Indonesia                                                              100                     500
    Lain-lain                                                                   19                      92
   Sub-jumlah                                                                5.971                   4.734
   Jumlah                                                                   11.525                   9.650




                                                     57
Page 66
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
   sebagai berikut:
                                                       Total
                                                     fasilitas                              Periode
                                                      (dalam         Jatuh tempo          pembayaran   Tingkat suku bunga
                        Peminjam         Mata uang    miliar)*    fasilitas pinjaman         bunga          per tahun         Jaminan**
   Bank Mandiri
    2020 - 2023          Finnet, PST        Rp              600    21 Februari 2025 -      Bulanan,               1 bulan        Tidak ada
                                                                        28 April 2025      Kuartalan       JIBOR + 1,30%
                                                                                                                  3 bulan
                                                                                                           JIBOR + 1,25%
       2021 - 2022    Nutech, Mitratel      Rp            3.550        25 Juli 2025 -      Bulanan          6,00% - 9,00%    Piutang usaha
                                                                  27 September 2025                                          dan aset tetap

   BNI
    2014 - 2024         Sigma, GSD,         Rp            1.350        29 Mei 2025 -       Bulanan          6,00% - 8,50%    Piutang usaha
                              Mitratel                                9 Januari 2026                                         dan aset tetap
       2017 - 2021        Infomedia,        Rp            1.135    18 Februari 2025 -      Bulanan        1 bulan JIBOR +    Piutang usaha
                           Metranet,                                     6 Juni 2025                        1,75% - 2,50%
                        Telkom Infra
   HSBC
    2014                      Sigmaa        Rp              400    6 November 2025         Bulanan             Under BLR     Piutang usaha
                                                                                                                    7,40%
       2018 - 2023      Sigma, Metra,       Rp            2.723     20 Januari 2025 -      Bulanan,       1 bulan JIBOR +        Tidak ada
                      PINS, Metranet,                                 4 Oktober 2025       Kuartalan        0,35% - 0,80%
                     Telkomsat, GSD,                                                                               3 bulan
                                 TDE                                                                       JIBOR + 2,00%
   MUFG
    2018 - 2019           Infomedia,        Rp            2.176         27 Maret 2025 -    Bulanan,       1 bulan JIBOR +        Tidak ada
                        Metra, GSD,                                    31 Oktober 2025     Kuartalan        0,25% - 0,80%
                        Telkom Infra,                                                                     3 bulan JIBOR +
                          Telkomsat                                                                         0,25% - 0,80%
   Bank of China
    2020                 Perusahaan         Rp            1.000        23 Oktober 2025     Kuartalan               4,90%         Tidak ada
   DBS
    2018                Telkom Infra,       Rp              440            31 Juli 2025    Bulanan                1 bulan        Tidak ada
                           Infomedia                                                                       JIBOR + 1,20%
   Bank Maspion
    2023                    Metranet        Rp              170        26 Januari 2025     Bulanan                 7,25%         Tidak ada
   UOB Indonesia
    2016                       Finnet       Rp              500            31 Juli 2025    Bulanan                1 bulan        Tidak ada
                                                                                                           JIBOR + 1,75%

   *
      Disajikan dalam mata uang asal.
   ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
   a.
      Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.

   Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
   batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas paling
   sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal
   31 Desember 2024, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk
   Sigma terkait current ratio dan debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang
   dipersyaratkan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk
   pinjaman sebesar Rp758 miliar dari HSBC untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi
   atas pelanggaran tersebut untuk Sigma. Waiver dari HSBC diterima pada tanggal 18 Desember 2024
   dan berlaku efektif selama 12 bulan setelah periode pelaporan.

   Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                                  58
Page 67
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA

   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan              2024                       2023
   Pinjaman penerusan (two-step loans)                  19a                               -                         84
   Obligasi dan medium-term notes ("MTN")               19b                           2.347                        548
   Utang bank                                            19c                         13.519                      9.282
   Pinjaman lainnya                                     19d                               -                        362
   Jumlah                                                                            15.866                     10.276

   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan              2024                         2023
   Obligasi dan MTN                                     19b                           2.696                      4.795
   Utang bank                                            19c                         22.822                     22.978
   Jumlah                                                                            25.518                     27.773

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     Tahun
                                Catatan   Jumlah        2026         2027             2028      2029     Selanjutnya
   Obligasi dan MTN              19b        2.696               -            -             -         -        2.696
   Utang bank                     19c      22.822           6.867        4.894         4.134     3.732        3.195
   Jumlah                                  25.518           6.867        4.894         4.134     3.732        5.891

   a. Pinjaman penerusan (two-step loans)

      Pinjaman penerusan (two-step loans) adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah
      yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994
      terutang dalam mata uang asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung
      oleh Perusahaan.

                                                               2024                                 2023
                                                           Saldo terutang                       Saldo terutang
                                                    Mata uang                            Mata uang
                                                       asing            Setara              asing            Setara
                  Kreditur            Mata uang   (dalam jutaan)        Rupiah         (dalam jutaan)        Rupiah
      Bank luar negeri                   Yen                    -                -                768               84
      Jumlah                                                                     -                                  84
      Bagian yang jatuh tempo
       dalam satu tahun                                                          -                                  (84)
      Bagian jangka panjang                                                      -                                    -

                                                        Periode jadwal      Pembayaran              Tingkat bunga
                    Kreditur               Mata uang     pembayaran           bunga                   per tahun
      Bank luar negeri                       Yen         Semesteran         Semesteran                 2,95%



      Perusahaan telah melunasi pinjaman pada tahun 2024.




                                                       59
Page 68
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Obligasi dan MTN

                                                                                 Saldo terutang
      Obligasi dan MTN                                                 2024                          2023
      Obligasi
      Obligasi Telkom Tahun 2015
         Seri B                                                                  2.100                        2.100
         Seri C                                                                  1.200                        1.200
         Seri D                                                                  1.500                        1.500
      Obligasi Mitratel Tahun 2024                                                 240                            -
      Sukuk Mitratel Tahun 2024                                                     10                            -
      MTN
         MTN Mitratel Tahun 2023                                                     -                          550
      Jumlah                                                                     5.050                        5.350
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                 (7)                          (7)
      Bagian jangka panjang                                                      5.043                        5.343
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                               (2.347)                        (548)
      Bagian jangka panjang                                                      2.696                        4.795

      i.   Obligasi

           (a) Obligasi Telkom Tahun 2015

                                                                                               Periode     Tingkat
                           Pokok                   Tempat        Tanggal                     pembayaran   bunga per
                Obligasi   utang      Penerbit    pencatatan      terbit      Jatuh tempo       bunga       tahun
               Seri A        2.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2022    Kuartalan     9,93%
               Seri B        2.100   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2025    Kuartalan     10,25%
               Seri C        1.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2030    Kuartalan     10,60%
               Seri D        1.500   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2045    Kuartalan     11,00%
               Total         7.000

               Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
               kekayaan Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah
               ada maupun yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.viii). Bertindak sebagai penjamin
               pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana
               TCW”), PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas
               Indonesia Tbk., sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata.
               Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.

               Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya
               emisi, seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro
               network, regional metro junction, information technology application and support, dan
               akuisisi beberapa perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

               Pada tanggal 31 Desember 2024, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh
               Pefindo adalah idAAA (Triple A).

               Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati
               semua pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
               (i) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
               (ii) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
               (iii) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

               Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-
               rasio tersebut di atas.




                                                     60
Page 69
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Obligasi dan MTN (lanjutan)

      i.      Obligasi (lanjutan)

              (b) Obligasi Mitratel Tahun 2024

                    Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar
                    Rp240 miliar. Bunga obligasi sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan.
                    Jatuh tempo obligasi pada tanggal 14 Juli 2025.

                    BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan obligasi Mitratel 2024. Penerbitan obligasi
                    ini memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

              (c) Sukuk Mitratel Tahun 2024

                    Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan Sukuk Ijarah berkelanjutan tahap I sebesar
                    Rp10 miliar. Bunga sukuk sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh
                    tempo sukuk pada tanggal 14 Juli 2025.

                    BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan sukuk Mitratel 2024. Penerbitan sukuk ini
                    memperoleh peringkat AAAsy dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

      ii.     MTN

              Pada tanggal 26 September 2023, Mitratel menerbitkan MTN sebesar Rp550 miliar yang
              digunakan untuk mendukung penyediaan dana dalam rangka pendanaan ulang, dengan tingkat
              suku bunga 6,20% dan telah dilunasi pada tanggal 26 Oktober 2024.

   c. Utang bank

                                                                         2024                            2023
                                                                     Saldo terutang                  Saldo terutang
                                                               Mata uang                       Mata uang
                                                                  asing          Setara           asing          Setara
      Kreditur                                  Mata uang    (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
      Pihak berelasi
       Bank Mandiri                                Rp                    -          6.355                 -         3.453
       BNI                                         Rp                    -          6.030                 -         6.182
       BSI                                         Rp                    -          2.083                 -           509
       BRI                                         Rp                    -          1.475                 -           955
      Sub-jumlah                                                                   15.943                          11.099
      Pihak ketiga
       BCA                                         Rp                    -          9.755                -         10.170
       DBS                                         Rp                    -          4.800                -          1.500
       Bank of China                               Rp                    -          1.900                -          1.400
       Bank CIMB Niaga                             Rp                    -          1.710                -          2.110
                                                  US$                    6             99                4             60
           Bank Permata                            Rp                    -          1.021                -          1.313
           HSBC                                    Rp                    -          1.000                -            625
           Bank Danamon                            Rp                    -            110                -            273
           Bank Sindikasi                          Rp                    -              -                -          2.500
                                                  US$                    4             60               10            160
           PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")      Rp                    -             22                -            110
           BJB                                     Rp                    -              -                -            500
           MUFG                                    Rp                    -              -                -            500
           Lain-lain                               Rp                    -              3                -             13
                                                  MYR                    7             27                9             29
      Sub-jumlah                                                                   20.507                          21.263
      Jumlah                                                                       36.450                          32.362
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                  (109)                           (102)
                                                                                   36.341                          32.260
      Utang bank yang jatuh tempo dalam satu
       tahun                                                                      (13.519)                         (9.282)
      Bagian jangka panjang                                                        22.822                          22.978



                                                            61
Page 70
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                 Total          Pembayaran
                                               fasilitas           periode                       Periode
                                       Mata     (dalam         berjalan (dalam     Jadwal      pembayaran  Tingkat suku
                        Peminjam       Uang     miliar)*           miliar)*      pembayaran       bunga   bunga per tahun Jaminan**
      Bank Mandiri
       2018 - 2024     Perusahaan,     Rp         13.975                8.339    2020 - 2031     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                        GSD, PST,                                                                              0,25% - 1,50%
                        Telkomsel,
                            Mitratel
      BNI
       2013 - 2024     Perusahaan,     Rp         14.175                1.607    2018 - 2033     Bulanan,             1 bulan     Piutang
                       TLT, Sigma,                                                               Kuartalan   JIBOR + 2,25%;        usaha
                           Mitratel,                                                                         3 bulan JIBOR +     dan aset
                              UMT                                                                              0,25% - 1,70%        tetap
       2024                 Mitratel   Rp          2.000                    -    2024 - 2031      Bulanan              7,00%    Tidak ada
      BSI
       2024                 Mitratel   Rp          2.292                 208     2024 - 2029   Semesteran             7,82%     Tidak ada
      BRI
       2019 - 2023     Perusahaan,     Rp          3.000                 434     2021 - 2030     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                            Mitratel                                                                         JIBOR + 0,75%
      BCA
       2020 - 2023     Perusahaan,     Rp          9.186                1.660    2020 - 2031     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                         PST, GSD                                                                              1,00% - 1,50%
       2020 - 2024     Perusahaan,     Rp          9.500                 596     2024 - 2030     Kuartalan     6,75% - 7,00%    Tidak ada
                            Mitratel
      DBS
       2021                 Mitratel   Rp          3.500                 700     2022 - 2028     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,20%
       2023 - 2024     Perusahaan,     Rp          7.000                    -    2024 - 2031     Kuartalan    6,50% - 6,90%     Tidak ada
                            Mitratel
      Bank of China
       2019              Telkomsel     Rp          1.900                1.400    2021 - 2025      Bulanan             4,90%     Tidak ada
      Bank CIMB
       Niaga
       2019 - 2022           PINS,     Rp          2.300                 391     2022 - 2029     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                            Mitratel                                                                           1,30% - 1,95%
       2021 - 2022            Telin    US$                 0                -    2024 - 2030   Semesteran             6 bulan   Tidak ada
                                                                                                              SOFR + 1,82%
      Bank Permata
       2020 - 2022          Mitratel   Rp          2.000                 292     2021 - 2029     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,30%
      HSBC
       2021 - 2023          Mitratel   Rp          1.250                 125     2023 - 2030     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                               0,50% - 1,85%
      Bank Danamon
       2022                 Mitratel   Rp            636                 182     2022 - 2025     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,50%
       2024                     SSI    Rp              24                   1    2024 - 2029      Bulanan            8,75%      Tidak ada
      Bank Sindikasi
       2018                    Telin   US$                 0                0    2020 - 2025   Semesteran           6 bulan     Tidak ada
                                                                                                              SOFR + 1,55%
      Bank ANZ
       2015             GSD, PINS      Rp            440                 100     2020 - 2025     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                               1,40% - 2,00%

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.




                                                                 62
Page 71
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Utang bank (lanjutan)

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
      termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah
      memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk TLT, Sigma, dan GSD terkait
      current ratio dan debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan.
      Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman
      untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk TLT,
      Sigma, dan GSD untuk pinjaman sebesar Rp660 miliar, Rp106 miliar, dan Rp231 miliar. Waiver dari
      BNI dan BCA diterima masing-masing pada tanggal 10 Desember 2024, 12 Desember 2024, dan
      31 Desember 2024, kecuali utang bank GSD yang tidak mendapatkan waiver letter dari Bank Mandiri
      sebelum tanggal 31 Desember 2024, sehingga seluruh saldo pinjaman jangka panjang GSD ke Bank
      Mandiri sebesar Rp13 miliar telah diklasifikasikan sebagai jangka pendek. Waiver berlaku efektif
      selama 12 bulan setelah periode pelaporan.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
      usaha dan keperluan investasi.

      Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup memiliki fasilitas pinjaman yang belum ditarik sebesar
      Rp45.762 miliar dan US$73 juta.

   d. Pinjaman lainnya

                                                                           Saldo terutang
      Kreditur                                                     2024                     2023
      PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
       ("Sarana Multi Infrastruktur")                                          -                     362
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                            -                       0
      Jumlah                                                                   -                     362
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
       tahun                                                                   -                    (362)
      Bagian jangka panjang                                                    -                        -

      Pada tahun 2024, Perusahaan dan Telkomsat telah melunasi pinjaman lainnya tersebut.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                                   2024                     2023
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
    Telkomsel                                                             11.022                   11.108
    Mitratel                                                               8.440                    9.106
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                          934                      604
   Jumlah                                                                 20.396                   20.818

                                                                  2024                      2023
   Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
    tahun berjalan entitas anak:
      Telkomsel                                                            6.434                    7.104
      Mitratel                                                               594                      566
      Lain-lain                                                               66                      (22)
   Jumlah                                                                  7.094                    7.648


                                                 63
Page 72
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
   kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023,
   kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-masing adalah sebesar
   30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum penyesuaian
   dan eliminasi antar perusahaan.

   Ringkasan laporan posisi keuangan:

                                                  Telkomsel                         Mitratel
                                            2024            2023            2024                2023
   Aset lancar                                 19.374          20.505           3.447               3.420
   Aset tidak lancar                           98.029          92.461          54.693              53.590
   Liabilitas jangka pendek                   (41.199)        (40.009)        (12.286)            (11.071)
   Liabilitas jangka panjang                  (45.216)        (42.308)        (12.467)            (11.901)
   Jumlah ekuitas                              30.988          30.649          33.387              34.038
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                      19.966            19.541        24.947              24.932
    Kepentingan nonpengendali                  11.022            11.108         8.440               9.106

   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                  Telkomsel                        Mitratel
                                            2024            2023            2024            2023
   Pendapatan                                113.340         102.372            9.308           8.595
   Beban operasi                              (83.883)        (72.005)         (5.129)         (4.955)
   Beban lain-lain - bersih                    (2.108)         (2.271)         (1.918)         (1.501)
   Laba sebelum pajak penghasilan              27.349          28.096           2.261           2.139
   Beban pajak penghasilan - bersih            (5.347)         (6.217)           (157)           (128)
   Laba tahun berjalan                         22.002          21.879           2.104           2.011
   Penghasilan (rugi) komprehensif
    lain - bersih                                  355                78              1                 2
   Jumlah laba komprehensif
    tahun berjalan                            22.357             21.957         2.105              2.013

   Diatribusikan kepada
    kepentingan nonpengendali                   6.434             7.104             594                566
   Dividen yang dibayar kepada
    kepentingan nonpengendali                   6.627             9.267             407                484

   Ringkasan laporan arus kas:
                                                   Telkomsel                         Mitratel
                                            2024               2023          2024               2023

   Kegiatan operasi                            38.939            41.693          6.632              5.162
   Kegiatan investasi                         (14.932)          (14.302)        (3.490)            (6.504)
   Kegiatan pendanaan                         (25.631)          (28.601)        (3.436)            (4.118)
   Penurunan bersih kas
    dan setara kas                             (1.624)           (1.210)            (294)          (5.460)




                                                   64
Page 73
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM

                                                                                                 2024
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                               kepemilikan             disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.185.694.580                       4,23             209
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                           0                  0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                           0                  0
     Afriwandi                                                              6.995.200                           0                  0
     Heri Supriadi                                                          7.242.700                           0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                           0                  0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                           0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                           0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                           0                  0
     Honesti Basyir                                                         3.250.844                           0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0               0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.190.450.461                      43,68           2.164
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

                                                                                                 2023
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                               kepemilikan             disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             3.973.451.980                       4,02             199
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                       6.016.355                          0                  0
     Bogi Witjaksono                                                         4.130.400                          0                  0
     Afriwandi                                                               4.172.900                          0                  0
     Heri Supriadi                                                           4.170.400                          0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                       7.806.900                          0                  0
     Herlan Wijanarko                                                        4.172.900                          0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                   4.130.400                          0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                    4.585.400                          0                  0
     Honesti Basyir                                                            370.544                          0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       1.968.000                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                1.968.000                          0               0
     Ismail                                                                  1.968.000                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                2.014.800                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      1.968.000                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.436.968.061                      43,89           2.174
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

   *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.




                                                                 65
Page 74
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA

                                                                                            2024                                 2023
   Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
    nonpengendali pada entitas anak                                                                     8.364                             8.364
   Selisih kurs karena penjabaran                                                                       1.102                               844
   Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                                   386                               386
   Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
    tersedia untuk dijual                                                                                   9                                 8
   Komponen ekuitas lainnya                                                                                37                                37
   Jumlah                                                                                               9.898                             9.639

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                          2024                  Mobile      Consumer       Enterprise       WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      6.077              -             -          183                    -                      6.260
       Telepon tidak bergerak                           -              -           397           82                    -                        479
   Jumlah pendapatan telepon                        6.077              -           397          265                    -                      6.739
   Pendapatan interkoneksi                            363              -             -        8.824                    -                      9.187
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  72.639               -                -           -                  -                     72.639
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                    -          11           11.327        2.766                 -                        14.104
       SMS                                          3.791           -               14            -                 -                         3.805
       Lain-lain                                      134           -            1.746        1.064               846                         3.790
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               76.564            11          13.087        3.830               846                        94.338
   Pendapatan jaringan                                 3             -           1.462        1.714                 -                         3.179
   Pendapatan IndiHome                                 -        26.262               -            -                 -                        26.262
   Layanan lainnya
     E-payment                                        14            -            1.286              -               -                         1.300
     Call center service                               -            -            1.255              -               -                         1.255
     Manage service dan terminal                       -            1            1.039              5               -                         1.045
     E-health                                          -            -              767              -               -                           767
     Lain-lain                                       379           36            1.291            333             827                         2.866
   Jumlah layanan lainnya                            393           37            5.638            338             827                         7.233
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     83.400        26.310          20.584       14.971             1.673                      146.938
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -             -               -        3.029                 -                        3.029
   Jumlah pendapatan                              83.400        26.310          20.584       18.000             1.673                      149.967
   Penyesuaian dan eliminasi                           -             2               9            2              (595)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            83.400        26.312          20.593       18.002             1.078


                          2023                  Mobile      Consumer       Enterprise       WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      8.022           -                -          172                    -                      8.194
       Telepon tidak bergerak                           -         332              450          117                    -                        899
   Jumlah pendapatan telepon                        8.022         332              450          289                    -                      9.093
   Pendapatan interkoneksi                            293           -                -        8.774                    -                      9.067
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  73.187               -                -           -                  -                     73.187
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                  268          85            8.167        2.379                 -                        10.899
       SMS                                          3.345           -               35            -                 -                         3.380
       Lain-lain                                       34           -            2.010        1.098               212                         3.354
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               76.834            85          10.212        3.477               212                        90.820
   Pendapatan jaringan                                 4             -           1.212        1.266                 -                         2.482
   Pendapatan IndiHome                                 -        25.992           2.793            -                 -                        28.785
   Layanan lainnya
     Call center service                               -            -            1.264              -               -                         1.264
     Manage service dan terminal                       -            -              908             12               -                           920
     E-health                                          -            -              761              -               -                           761
     E-payment                                         -            -              496              -               -                           496
     Lain-lain                                       138           27            1.401            318             858                         2.742
   Jumlah layanan lainnya                            138           27            4.830            330             858                         6.183
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     85.291        26.436          19.497       14.136             1.070                      146.430
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -             -               -        2.786                 -                        2.786
   Jumlah pendapatan                              85.291        26.436          19.497       16.922             1.070                      149.216
   Penyesuaian dan eliminasi                           -             6              11            6              (668)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            85.291        26.442          19.508       16.928               402




                                                                  66
Page 75
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

   Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
   belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2024 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
   periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 31 Desember
   2024, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp8.279 miliar dan
   bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp3.498 miliar.

   Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
   yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
   tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 28 tahun yang akan
   berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2037. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
   berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

   Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                   2023
   Gaji dan tunjangan                                                        9.457                   9.674
   Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                     4.214                   4.159
   Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
    lainnya (Catatan 30)                                                     1.691                   1.764
   Program pensiun dini                                                      1.186                       0
   Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                   226                     289
   Lain-lain                                                                    33                      41
   Jumlah                                                                   16.807                  15.927

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                    2023
   Operasi dan pemeliharaan                                                 24.365                  23.057
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                           7.687                   7.412
   Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE")                        3.422                   3.462
   Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15)                            2.933                   2.836
   Listrik, gas, dan air                                                     1.097                     877
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                  584                     797
   Manajemen proyek                                                            427                     489
   Asuransi                                                                    308                     269
   Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung                                      271                     308
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             108                     211
   Jumlah                                                                   41.202                  39.718

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                   67
Page 76
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:


                                                                     2024             2023
   Beban umum                                                               2.448            2.446
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                 904              513
   Jasa profesional                                                           855              996
   Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen                                       453              461
   Perjalanan                                                                 421              443
   Rapat                                                                      390              334
   Sumbangan sosial                                                           233              232
   Beban penagihan                                                            194              195
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            327              479
   Jumlah                                                                   6.225            6.099

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka
                                                                     2024             2023
      Perusahaan:
        Pajak penghasilan ("PPh")
          Pasal 22 - Pembelian barang                                           -                0
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          260              238
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                              1                -
          Pasal 4(2) - Pajak final                                              17                1
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                            79                4
        PPN                                                                  2.076            1.669
      Jumlah pajak dibayar di muka                                           2.433            1.912
      Bagian jangka pendek                                                  (2.433)          (1.912)
      Bagian jangka panjang                                                      -                -

   b. Klaim restitusi pajak
                                                                     2024             2023
      Perusahaan
       PPh Badan                                                              641              271
       PPh 21 - PPh pribadi                                                   154                2
       PPN                                                                    168              164
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                           1.553              699
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                              -               10
        PPh 21 - PPh pribadi                                                    7                -
       PPN                                                                    706              476
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                        3.229            1.622
      Bagian jangka pendek                                                   (411)             (16)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                    2.818            1.606




                                                   68
Page 77
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Utang pajak

                                                                 2024                    2023
      Perusahaan:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                          11                      33
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             1                     102
        Pasal 22 - Pembelian barang                                        1                       2
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                        45                      24
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                     78                     122
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                             -                       0
       PPN                                                               109                     170
       PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                                114                     163
                                                                         359                     616
      Entitas anak:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                          644                     317
        Pasal 21 - PPh pribadi                                            160                     182
        Pasal 22 - Pembelian barang                                         6                       9
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                         33                     152
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                     587                     539
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                            178                      10
        Pasal 29 - PPh Badan                                              203                   1.672
       PPN                                                                473                     399
       PPN WAPU                                                           650                     629
                                                                        2.934                   3.909
      Jumlah utang pajak                                                3.293                   4.525

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                2024                     2023
      Kini
        Perusahaan                                                        905                   1.271
        Entitas anak                                                    6.730                   7.525
                                                                        7.635                   8.796
      Tangguhan
       Perusahaan                                                         608                     503
       Entitas anak                                                       167                    (713)
                                                                          775                    (210)
      Beban pajak penghasilan bersih                                    8.410                   8.586




                                                 69
Page 78
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                    2024                  2023
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                      39.153                40.794
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                        25.590                24.647
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                     64.743                65.441
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan            (38.949)              (38.965)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                   25.794               26.476
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final              (801)                (642)
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                         24.993               25.834

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                              (324)                    (284)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                         17                        2
      Sewa                                                                    7                        8
      Provisi imbalan karyawan                                             (127)                      36
      Hak atas tanah, aset takberwujud dan lainnya                           67                       30
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
       berkala bersih                                                      (175)               (1.032)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
       dan pajak                                                         (2.695)               (2.006)
      Beban yang masih harus dibayar                                       (127)                    -
      Lain-lain                                                              (7)                   91
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                   (3.364)               (3.155)
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                  282                     204
      Sumbangan                                                             211                     231
      Imbalan karyawan                                                       14                      33
      Beban untuk mendapatkan obyek
       pajak penghasilan final                                              242                   217
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak              (18.342)              (17.062)
      (Pendapatan) beban lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak              69                     1
      Lain-lain                                                              95                    37
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                     (17.429)              (16.339)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                 4.200                 6.340
      Beban pajak penghasilan kini                                          798                 1.204
      Beban pajak penghasilan final                                         107                    67
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                      905                 1.271
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                         6.730                 7.525
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                 7.635                 8.796




                                                  70
Page 79
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                   2023
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                            39.153                 40.794
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                     (7.598)             (11.015)
                                                                              31.555               29.779

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                              5.995                  5.658
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                    738                    623
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
       perpajakan                                                              1.229                  2.016
      Beban pajak penghasilan final                                              107                     64
      Penyesuaian pajak tangguhan                                                 (4)                  (203)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                            8                    180
      Lain-lain                                                                  337                    248
      Beban pajak penghasilan bersih                                           8.410                  8.586

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk tahun yang berakhir pada
      tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

      Perusahaan telah menyampaikan SPT Tahunan Badan untuk tahun fiskal 2023 pada tanggal
      30 April 2024 kepada Otoritas Pajak sebagaimana ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i)   Perusahaan

            Pada periode dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima
            sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak tahun pajak 2019, 2020 dan 2021, dimana
            dari seluruh ketetapan pajak tersebut Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp7,7 miliar
            setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan jenis pajak lainnya. Perusahaan tidak setuju dan
            mengajukan keberatan atas ketetapan pajak sebesar Rp35,7 miliar. Selain restitusi dari hasil
            pemeriksaan pajak, Perusahaan juga menerima restitusi senilai Rp37,9 miliar atas keputusan
            persetujuan pembatalan Surat Tagihan Pajak PPN tahun pajak 2015 dan 2016.

            Pada bulan Juli 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
            untuk seluruh jenis pajak tahun 2023. Pada bulan September 2024, Perusahaan menerima Surat
            Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan PPN tahun 2022. Sampai dengan tanggal penerbitan
            laporan keuangan ini, proses pemeriksaan pajak masih berlangsung.

                                                   71
Page 80
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (i)    Perusahaan (lanjutan)

             Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan menerima sejumlah
             ketetapan dan putusan pajak. Perusahaan menerima ketetapan pajak hasil pemeriksaan PPN
             untuk masa Mei 2020 dan telah menerima restitusi sebesar Rp0,3 miliar serta telah menyetujui
             dan membebankan ketetapan pajak sebesar Rp0,7 miliar pada laporan laba rugi tahun 2023.
             Perusahaan juga menerima Putusan Mahkamah Agung Nomor 1365/B/PK/Pjk/2023 yang
             menolak permohonan peninjauan kembali Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atas sengketa PPh
             Badan tahun 2015, dengan adanya Putusan tersebut maka seluruh jenis pajak tahun 2015 telah
             berkekuatan hukum tetap. Selain itu, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
             Pajak untuk PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun 2019 dan 2020, PPN Tahun
             2020 (selain Masa Mei) dan untuk seluruh jenis pajak Tahun 2021. Sampai dengan periode yang
             berakhir tanggal 31 Desember 2023 tidak terdapat ketetapan pajak yang diajukan upaya hukum
             keberatan dan/atau banding.

      (ii)   Telkomsel

             Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Telkomsel memiliki sejumlah ketetapan pajak yang
             sedang dalam proses banding. Rincian klaim restitusi pajak, baik yang berkaitan dengan
             ketetapan pajak maupun yang belum ditetapkan oleh Otoritas Pajak, termasuk eksposur
             ketetapan pajak yang tidak disertai dengan klaim pajak oleh Perusahaan, adalah sebagai berikut:

                                                                           2024                        2023
                                                                Banding   Lainnya   Jumlah   Banding   Lainnya Jumlah
             Klaim restitusi pajak yang belum ditetapkan
              oleh Otoritas Pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2024                                      -       791      791         -         -      -

             Ketetapan pajak dengan klaim
              restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2018                                     35         -       35        35         -    35
                Tahun pajak 2015                                    294         -      294       294         -   294
                Tahun pajak 2014                                      2         -        2         2         -     2
             PPh
                Tahun pajak 2015                                      -         0        0         -        0      0
             PPN
                Tahun pajak 2014                                      -         -        -         -        0      0
                                                                    331       791    1.122       331        0    331
             Ketetapan pajak tanpa adanya
              klaim restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2014                                     35         -       35        35         -    35



             Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Telkomsel menerima sejumlah surat
             perintah pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2019, 2021, 2022, dan 2023. Pada tanggal
             30 September 2024, Telkomsel menerima SKP Kurang Bayar sebesar Rp6 miliar (termasuk
             denda sebesar Rp2 miliar) untuk PPN Masukan tahun pajak 2019, dimana Telkomsel bertindak
             sebagai pemungut PPN. Telkomsel menerima seluruh ketetapan pajak dan mengkompensasi
             kurang bayar pajak sebesar Rp4 miliar pada PPN dibayar di muka sesuai dengan peraturan pajak
             yang berlaku, dan mencatat beban pajak tambahan untuk denda. Sampai dengan tanggal
             penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pajak untuk tahun pajak lainnya
             masih dalam proses.




                                                           72
Page 81
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (ii) Telkomsel (lanjutan)
            Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Telkomsel menerima surat putusan
            dari Mahkamah Agung di bulan Februari hingga Mei 2023 yang menolak sepenuhnya
            permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak atas putusan Pengadilan
            Pajak untuk PPN tahun pajak 2014 dan 2015 masing-masing sebesar Rp8 miliar dan Rp24 miliar.
            Sehingga, Telkomsel telah menerima seluruh keputusan final yang berkekuatan hukum tetap
            (“in-kracht”) dan tidak ada tambahan utang pajak untuk PPN 2014 dan 2015. Pada bulan Oktober
            2023, Telkomsel juga menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas Pajak yang menerima
            sebagian permohonan atas PPh dan PPN dan menolak seluruh permohonan keberatan
            Telkomsel untuk PPh Badan tahun pajak 2018. Telkomsel telah menerima seluruh pengembalian
            pajak sebesar Rp22 miliar dan mengakui beban sebesar Rp0,20 miliar untuk bagian PPh dan
            PPN yang ditolak pada laporan keuangan laba rugi 2023.
            Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
            posisinya. Perusahaan menentukan bahwa provisi terkait dengan ketetapan pajak tidak
            diperlukan.

   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
      Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
                                                                      Aset dan liabilitas pajak tangguhan    (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                        pada laporan posisi keuangan               laporan laba rugi
                                                                            2024                2023             2024            2023
      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     770                831              (61)           (54)
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                                            781                822              (34)          (196)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                        (51)              430             (481)          (285)
      Provisi imbalan karyawan                                                    276                299              (23)             7
      Pendapatan instalasi tangguhan                                                25                21                 4             1
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                                 42                29               13              6
      Beban yang masih harus dibayar                                                 -                24              (24)             -
      Sewa                                                                           1                 -                 1             1
      Lain-lain                                                                     73                76                (3)           17
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                                  1.917              2.532             (608)          (503)
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                                  1.445              1.385             160             168
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     324                205             119              61
      Sewa                                                                        481                554              (73)            86
      Liabilitas kontrak                                                          370                400              (30)           217
      Pengukuran nilai wajar
        atas instrumen-instrumen keuangan                                           (8)                 -              (8)             7
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                     (1.361)           (1.228)            (133)           122
      Amortisasi lisensi                                                          (174)             (171)               (3)           (25)
      Biaya kontrak                                                                 (23)              (46)             23               5
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                                        (242)             (165)             (77)            (45)
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                                      812               934              (22)           596
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                           680               704              (15)            (70)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                    (992)             (841)            (130)           187
      Beban (manfaat) pajak tangguhan                                                                                (775)           210
      Aset pajak tangguhan - bersih                                             3.409              4.170
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                        (992)              (841)



      Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan
      investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang tidak diakui
      adalah masing-masing sebesar Rp84.310 miliar dan Rp79.794 miliar.
      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.
                                                                 73
Page 82
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi

      Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
      tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
      yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
      aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
      terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2023
      tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi serta Peraturan Menteri Keuangan No. 168
      tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi yang akan berlaku mulai 1 Januari 2024. Dengan
      adanya ketentuan tersebut, terdapat perubahan mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 Karyawan
      yang sebelumnya menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan
      menjadi menggunakan tarif efektif rata-rata (TER) untuk pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21
      yang diatur dalam peraturan pemerintah tersebut. Perusahaan memastikan dilakukannya koordinasi
      intensif antar unit yang terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 172 Tahun
      2023 tentang Penerapan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha Dalam Transaksi Yang
      Dipengaruhi Hubungan Istimewa yang akan menjadi dasar penyusunan dokumen penentuan harga
      transfer sejak tahun pajak 2024.
      Pada bulan Desember 2024, Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No. 465 tentang
      Implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan dan Peraturan Menteri Keuangan tentang
      Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan No. 81 Tahun
      2024, Perusahaan memastikan koordinasi dengan unit terkait, Tim IT dan otoritas perpajakan agar
      proses administrasi perpajakan yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan
      berjalan lancar.
      Sebagai tanggapan terhadap penerapan kerangka Pilar Dua Organisasi untuk Kerja Sama dan
      Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau "OECD"),
      pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menerapkan kerangka Pilar Dua melalui
      Peraturan Menteri Keuangan No. 136/2024 (PMK 136/2024). Aturan model Pilar Dua sebagaimana
      diterapkan dalam PMK 136/2024 akan berlaku untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah
      tanggal 1 Januari 2025.
      Berbagai negara telah memberlakukan atau bermaksud memberlakukan undang-undang perpajakan
      untuk mematuhi aturan model Pilar Dua, termasuk Indonesia. Grup berada dalam lingkup PMK
      136/2024, yang tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian 2024 tetapi mungkin akan
      mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Grup mulai 1 Januari 2025 dan seterusnya.
      PMK 136/2024 menerapkan mekanisme perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan
      Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan di suatu yurisdiksi ketika tarif pajak efektif,
      yang ditentukan berdasarkan yurisdiksi menurut aturan Pilar Dua, lebih rendah dari tarif minimum
      15%. PMK 136/2024 menetapkan mekanisme untuk menentukan entitas mana (atau entitas-entitas
      mana) dalam Grup PMN yang harus menerapkan pajak tambahan tersebut dan porsi pajak yang
      dibebankan kepada setiap entitas terkait.
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah menerapkan amendemen
      PSAK 212, yang memberikan pengecualian wajib sementara dari pengakuan atau pengungkapan
      pajak tangguhan terkait aturan Pilar Dua sehingga tidak ada dampak terhadap Laporan Keuangan
      konsolidasian 2024. Dampak masa depan dari aturan Pilar Dua untuk Grup saat ini belum dapat
      diestimasi secara wajar.
      Aturan model Pilar Dua adalah kompleks dan Grup sedang dalam proses untuk mengestimasi dampak
      potensialnya terhadap laporan keuangan konsolidasian, jika ada. Berdasarkan informasi yang tersedia
      saat ini, Grup tidak mengharapkan adanya dampak material terhadap laporan keuangan
      konsolidasian.


                                                   74
Page 83
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Sehubungan dengan pelaksanaan ketentuan Pasal 222 Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-
      2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN. BUMN
      diwajibkan menyampaikan realisasi kontribusi kepada negara (berbasis kas). Rincian kontribusi
      kepada negara pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                   31 Desember 2024
      Pajak
       PPh                                                                                     19.960
       PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah                                               16.641
       Bea Masuk/Keluar, Bea & Cukai, dan Bea Materai                                               3
       PBB P3 Sektor Lainnya                                                                       21
       Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (“PDRD”), termasuk
        PBB P2 (Perkotaan dan Pedesaan)                                                           112
      Total kontribusi pajak                                                                   36.737

      Penerimaan Negara Bukan Pajak (“PNBP”)
       Dividen                                                                                  9.211
       PNBP Lainnya                                                                             9.849
      Total kontribusi PNBP                                                                    19.060

      Total kontribusi kepada negara                                                           55.797

28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp23.649 miliar dan Rp24.560 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan 2023. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan rata-rata tertimbang
   atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan transaksi pembelian
   saham kembali selama periode berjalan.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp238,73 dan Rp247,92 (dalam jumlah penuh) untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Perusahaan tidak memiliki instrumen
   keuangan yang berpotensi dilutif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 73 tertanggal 30 Mei 2023 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2022 sebesar Rp16.603 miliar (Rp167,59 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 5 Juli 2023.

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 04 tertanggal 3 Mei 2024 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2023 sebesar Rp17.683 miliar (Rp178,50 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 29 Mei 2024.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
   sebesar Rp15.337 miliar.




                                                 75
Page 84
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan        2024                     2023
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Pensiun
      Perusahaan - funded                             30a.i.a
       Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                 3.543                    3.666
       Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                   42                       44
      Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                    215                      258
      Telkomsel                                        30a.ii                  4.950                    4.726
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                      8.750                    8.694
    Imbalan kesehatan pasca kerja                         30b                  1.550                    1.470
    Imbalan pasca kerja lainnya                           30c                    175                      244
    Imbalan tunjangan masa kerja                          30d                      1                        1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                              30e                  1.064                    1.005
   Jumlah                                                                     11.540                   11.414

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan         2024                    2023
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                                  30a.i.a
     Manfaat pasti                                      30a.i.a.i                518                      629
     Manfaat tambahan                                   30a.i.a.ii                 3                        3
    Perusahaan - unfunded                                30a.i.b                 (27)                      54
    Telkomsel                                             30a.ii                 663                      633
   Beban pensiun berkala-bersih                            24                  1.157                    1.319
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                      24,30b                  282                       205
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                    24,30c                   20                        22
   Beban imbalan tunjangan masa kerja                   24,30d                    0                         1
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                     24,30e                   232                      217
   Jumlah                                                                      1.691                    1.764




                                                   76
Page 85
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                                    Catatan                      2024                              2023
   Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti
    Perusahaan - funded                                                              30a.i.a
     Manfaat pasti                                                                  30a.i.a.i                                72                         (524)
     Manfaat tambahan                                                               30a.i.a.ii                                1                            1
    Perusahaan - unfunded                                                            30a.i.b                                (53)                         246
    Telkomsel                                                                         30a.ii                                420                           91
    Lainnya                                                                                                                   0                            0
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja                                                30b                                   202                       (1.265)
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                                                  30c                                     6                           (2)
   Beban imbalan khusus lainnya                                                       30d                                     0                            -
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                                                   30e                                   107                           41
   Sub-jumlah                                                                                                               755                       (1.412)
   Pajak tangguhan dengan tarif pajak yang
    berlaku                                                                                                                (120)                            23
   Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti -
    bersih                                                                                                                  635                       (1.389)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                      Funded                                         Imbalan kesehatan
                                                                    Manfaat pasti                                         pasca kerja
                                                     Perusahaan                        Telkomsel                          Perusahaan
                                                                                                                 Liabilitas           Aset
                                              Liabilitas        Aset          Liabilitas           Aset          imbalan            program
                                              manfaat         program         manfaat            program        kesehatan          kesehatan
                                              pensiun         pensiun         pensiun            pensiun        pasca kerja       pasca kerja        Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                       23.718        (20.052)           5.796            (1.070)          14.624           (13.154)          9.862

   Beban jasa                                         279               -              346                 -               -                  -             625
   Biaya transfer pegawai                              (2)              1                2                (2)              -                  -              (1)
   Beban bunga (pendapatan bunga)                   1.533          (1.304)             381               (65)            966               (866)            645
   Beban administrasi program                        (115)            115                -                 1               -               182              183
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                     34               -                 -                -                -                 -               34
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                 1.729          (1.188)             729               (66)            966               (684)           1.486

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                     (609)              -              (121)               -               65                 -             (665)
     Perubahan asumsi demografi                        (1)              -                 -                -                0                 -               (1)
     Perubahan asumsi keuangan                       (491)              -              (314)               -             (863)                -           (1.668)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                          -           1.029                 -               15                -              596            1.640
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                  (1.101)         1.029              (435)              15             (798)             596              (694)

   Kontribusi pemberi kerja                             -            (558)                -              (18)                   -             -             (576)
   Kontribusi peserta program pensiun                  13             (13)                1               (1)                   -             -                -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                   (1.948)         1.948                (2)               1             (640)             640                (1)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                       (34)              -                 -                -                -                 -              (34)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                   22.377         (18.834)            6.089           (1.139)          14.152           (12.602)          10.043
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                              3.543                            4.950                             1.550                             10.043




                                                                             77
Page 86
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):

                                                                      Funded                                            Imbalan kesehatan
                                                                    Manfaat pasti                                            pasca kerja
                                                     Perusahaan                       Telkomsel                              Perusahaan
                                                                                                                    Liabilitas           Aset
                                              Liabilitas        Aset          Liabilitas          Aset              imbalan            program
                                              manfaat         program         manfaat           program            kesehatan          kesehatan
                                              pensiun         pensiun         pensiun           pensiun            pasca kerja       pasca kerja       Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2023                       23.136        (18.902)            5.128            (853)              12.878           (12.878)         8.509

   Beban jasa                                         326               -              331                -                      -               -           657
   Biaya transfer pegawai                              (2)              2                -                -                      -               -             -
   Beban bunga (pendapatan bunga)                   1.573          (1.295)             369              (67)                   913            (898)          595
   Beban administrasi program                        (126)            126                -                0                      -             187           187
   Penghasilan bunga dari batas atas aset               -               -                -                 -                     -               3             3
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                     50               -                   -                -                   -               -            50
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                 1.821          (1.167)             700              (67)                913               (708)         1.492

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                       91               -              (76)                  -              (907)                -           (892)
     Perubahan asumsi keuangan                        906               -              (40)                  -            2.349                  -         3.215
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                           -           (473)               -              25                       -             (89)          (537)
   Perubahan pada batas atas aset                        -              -                -               -                       -             (88)           (88)
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                    997            (473)            (116)              25               1.442               (177)        1.698

   Kontribusi pemberi kerja                             -          (1.635)                  -              (4)                   -               -         (1.639)
   Kontribusi peserta program pensiun                  17             (17)                  -               -                    -               -              -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                   (1.972)         1.972             (149)                  -              (586)              586           (149)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                        (50)             -                -                -                      -               -            (50)
   Kewajiban dari karyawan yang dialihkan                -              -              233             (171)                     -               -             62
   Efek atas pengalihan bisnis
     IndiHome ke Telkomsel                           (231)            170                -                -                 (23)                23            (61)
   Saldo akhir, 31 Desember 2023                   23.718         (20.052)           5.796           (1.070)             14.624            (13.154)         9.862
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                             3.666                            4.726                                 1.470                            9.862



   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, berdasarkan program pensiun manfaat pasti
   sebagai berikut:
                                                                                                                                  Perusahaan dan
                                                                                   Perusahaan                                       entitas anak
                                                                                            Imbalan               Imbalan        Kewajiban pensiun
                                                                              Manfaat     pasca kerja              khusus         undang-undang
                                                              Unfunded       tambahan        lainnya             masa kerja       ketenagakerjaan      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                                        258              44           244                     1                  1.005        1.552

   Beban jasa                                                           9               0              6                    0                  204           219
   Beban jasa lalu                                                      -               -              1                    -                   18            19
   Beban bunga                                                         14               3             13                    -                   10            40
   Biaya transfer pegawai                                              (0)             (0)            (0)                   -                   (0)            -
   Biaya penyelesaian Pensiun Dini                                    (50)              -              0                   (0)                  (0)          (50)
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                                   (27)              3             20                   0                   232           228

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                              53              (1)             (6)                 (0)                 (107)         (61)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                                      (69)              (4)           (83)                  -                    (62)        (218)
   Divestasi anak perusahaan                                           -                -              -                   -                     (4)          (4)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                                     215               42            175                   1                  1.064        1.497




                                                                             78
Page 87
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, berdasarkan program pensiun manfaat pasti
   sebagai berikut (lanjutan):

                                                                                                                    Perusahaan dan
                                                                           Perusahaan                                 entitas anak
                                                                                    Imbalan        Imbalan         Kewajiban pensiun
                                                                      Manfaat     pasca kerja       khusus          undang-undang
                                                       Unfunded      tambahan        lainnya      masa kerja        ketenagakerjaan       Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2023                                 522             44            268                1                   928        1.763

   Beban jasa                                                  22             -              7                 1                  152           182
   Beban bunga                                                 32             3             15                 -                   65           115
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                            54             3             22                 1                  217           297

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                    (246)            (1)            2                 -                   (41)        (286)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                               (53)           (2)           (38)            (1)                   (102)         (196)
   Efek atas pengalihan bisnis IndiHome ke Telkomsel          (19)            0            (10)             -                       3           (26)
   Saldo akhir, 31 Desember 2023                              258            44            244              1                   1.005         1.552


   a. Beban manfaat pensiun

        i.     Perusahaan

               (a) Funded

                       (i)      Manfaat pasti

                                Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
                                yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
                                undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
                                Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
                                Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
                                Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
                                peserta.

                                Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                                dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
                                membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
                                Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk tahun yang berakhir pada
                                tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah masing-masing sebesar Rp558 miliar dan
                                Rp1.635 miliar.

                                Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
                                dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
                                diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
                                aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
                                hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
                                saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
                                Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
                                liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
                                yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
                                ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
                                dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
                                menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
                                risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
                                buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
                                aset.


                                                                     79
Page 88
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)   Manfaat pasti (lanjutan)

                     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset program manfaat pasti terdiri dari:

                                                                             2024                                2023
                                                             Harga kuotasian      Tidak memiliki Harga kuotasian     Tidak memiliki
                                                              di pasar aktif     harga kuotasian  di pasar aktif    harga kuotasian
                     Kas dan setara kas                                   921                  -            564                     -
                     Instrumen ekuitas:
                       Keuangan                                         1.265                 -            1.815                    -
                       Barang konsumen primer                              48                 -               99                    -
                       Bahan baku                                         203                 -              278                    -
                       Infrastruktur                                      510                 -              748                    -
                       Energi                                             146                 -              162                    -
                       Teknologi                                           91                 -               41                    -
                       Perindustrian                                      239                 -              269                    -
                       Barang konsumen non-primer                         448                 -              521                    -
                       Properti dan real estate                           110                 -              113                    -
                       Kesehatan                                          175                 -              211                    -
                       Transportasi dan logistik                            4                 -                7                    -
                     Reksadana berbasis saham                             193                 -              379                    -
                     Instrumen keuangan pendapatan tetap:
                       Obligasi korporasi                                   -            2.034                 -               2.469
                       Obligasi pemerintah                             10.608                -            10.350                   -
                       Reksadana pendapatan tetap ("RDPT")                  -               66                 -                 101
                       MTN                                                  -              100                 -                 100
                       Efek beragun aset ("EBA")                            -                7                 -                  13
                       Sukuk                                                -              935                 -               1.063
                     Saham non-publik:
                       Penempatan langsung                                  -              377                 -                 374
                       Properti                                             -              202                 -                 188
                       Lainnya                                              -              356                 -                 366
                     Jumlah                                            14.961            4.077            15.557               4.674


                     Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                     Perusahaan dengan nilai wajar Rp294 miliar dan Rp457 miliar, yang mewakili 1,54%
                     dan 2,28% dari total aset program pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, dan
                     obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai
                     Rp338 miliar dan Rp345 miliar mewakili masing-masing 1,78% dan 1,72% dari total
                     aset per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

                     Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                     keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                     program. Hasil aktual aset program adalah Rp275 miliar dan Rp1.768 miliar masing-
                     masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
                     Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014
                     mengenai kebijakan pendanaan Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi
                     ke Dapen bila Rasio Kecukupan Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan
                     laporan keuangan Dapen pada tanggal 31 Desember 2024, RKD Dapen di bawah 105%
                     sehingga Perusahaan akan memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun
                     manfaat pasti.




                                                             80
Page 89
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
                      bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
                      Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                      diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2024 dan
                      2023, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
                      dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                      30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp34 miliar dan Rp50 miliar.

                      Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
                      Tingkat diskonto                                        7,00%                6,75%
                      Tingkat kenaikan kompensasi                             8,00%                8,00%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019

               (ii)   Manfaat Tambahan

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
                      menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
                      Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
                      sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
                      bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
                      pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
                      investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
                      Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
                      untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
                      penerimaan.

                      Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
                      Tingkat diskonto                                        7,00%                6,75%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019




                                                    81
Page 90
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                      Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                      Dewan Pengawas. Pada tanggal 31 Desember 2024 tidak ada kewajiban tambahan
                      yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
                      tersebut di atas belum terpenuhi.

           (b) Unfunded

               Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
               program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
               diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal
               1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).
               Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji
               karyawan di mana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
               adalah masing-masing sebesar Rp52 miliar dan Rp50 miliar.

               Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
               penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
               mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
               tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
               (“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
               cacat sejak 1 Februari 2009.

               Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
               persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
               usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
               periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
               pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
               cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
               mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
               akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

               Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
               berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-
               masing tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
               Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
               pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
               Tingkat diskonto                                             7,00%                 6,75%
               Tingkat kenaikan kompensasi                          6,00% - 8,00%         6,10% - 8,00%
               Tabel tingkat kematian di Indonesia                           2019                  2019




                                                     82
Page 91
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      ii.   Telkomsel

            Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
            program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
            terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
            Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
            perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
            2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
            sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
            tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
            tersebut.

            Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
            asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
            menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
            Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
            pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
            sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
            maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
            menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
            perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
            berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
            dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
            pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

            Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
            Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
            yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan Dana
            Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.

            Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
            program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
            1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
            oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
            ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.

            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
            masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
            sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp18 miliar (2023: Rp21 miliar).

            Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
            tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dengan laporan tertanggal masing-masing 6 Maret 2025
            dan 5 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
            berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
            pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                         2024                 2023
            Tingkat diskonto                                                  7,10%                 6,70%
            Tingkat kenaikan kompensasi                               7,25% - 8,00%         7,50% - 8,00%
            Tabel tingkat kematian di Indonesia                                2019                  2019




                                                    83
Page 92
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

      Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
      yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
      saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
      20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
      Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
      1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
      Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

      Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
      bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
      20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023,
      aset program terdiri dari:

                                                             2024                                        2023
                                             Harga kuotasian       Tidak memiliki     Harga kuotasian            Tidak memiliki
                                              di pasar aktif      harga kuotasian      di pasar aktif           harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                  375                     -                392                            -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                        1.070                     -              1.468                            -
        Barang konsumen primer                             78                     -                115                            -
        Bahan baku                                        197                     -                260                            -
        Infrastruktur                                     517                     -                618                            -
        Energi                                            164                     -                156                            -
        Teknologi                                          43                     -                 24                            -
        Perindustrian                                     242                     -                261                            -
        Barang konsumen non-primer                        355                     -                395                            -
        Properti dan real estate                           96                     -                110                            -
        Kesehatan                                         118                     -                147                            -
        Transportasi dan logistik                           4                     -                  5                            -
      Reksadana berbasis ekuitas                          313                     -                435                            -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                             1.837                     -              1.271                            -
        Obligasi korporasi                                196                     -                  6                            -
        Reksadana pendapatan tetap                      6.484                     -              7.067                            -
        Exchange Traded Fund ("ETF")                       24                     -                  -                            -
        Reksadana Indeks                                    5                     -                  -                            -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                   -                  507                  -                        448
      Jumlah                                           12.118                  507             12.730                        448


      Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
      wajar sebesar Rp217 miliar dan Rp321 miliar yang merupakan 1,72% dan 2,45% dari keseluruhan
      aset program masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Obligasi yang dikeluarkan
      oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai Rp69 miliar dan Rp6 miliar mewakili
      masing-masing 0,55% dan 0,04% dari total aset per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Perkiraan
      pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa
      liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset
      program adalah Rp270 miliar dan Rp987 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada
      tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.




                                                             84
Page 93
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing tertanggal 19 Maret 2025
      dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar
      aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
      sebagai berikut:

                                                                     2024                2023
      Tingkat diskonto                                                      7,00%               6,75%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                 7,00%               7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                          7,00%               7,00%
      Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai                            2024                2023
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                    2019                2019

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

      Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
      saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
      kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
      Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
      diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing tertanggal 19 Maret 2025
      dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar
      aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
      sebagai berikut:

                                                                   2024                  2023
      Tingkat diskonto                                                    7,00%                 6,50%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                  2019                  2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp1 miliar dan Rp1 miliar. Beban
      tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp1 miliar dan Rp1 miliar masing-masing
      untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

      Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
      entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
      program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
      Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
      sebesar Rp1.064 miliar dan Rp1.005 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar
      Rp232 miliar dan Rp217 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
      2024 dan 2023. Laba aktuaria yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya adalah sebesar
      Rp107 miliar dan Rp41 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
      2024 dan 2023.




                                                 85
Page 94
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                      Perkiraan pembayaran manfaat
                                          Perusahaan
                                      Funded                                            Imbalan         Imbalan          Imbalan
                               Manfaat    Manfaat                                      kesehatan       pasca kerja      pasca kerja
      Jangka waktu              pasti    tambahan    Unfunded          Telkomsel       pasca kerja       lainnya       UUCK (Telkom)

      2024
      Dalam 10 tahun kedepan     20.107           39          277           9.404              8.153           202                 118
      Dalam 10-20 tahun          15.035           28          110          13.131             13.311           118                 488
      Dalam 20-30 tahun           8.744           15          212           8.449             13.927            66                 610
      Dalam 30-40 tahun           3.079            5           20             410              7.896             2                  41
      Dalam 40-50 tahun             539            1            -               -              2.142             -                   -
      Dalam 50-60 tahun              37            -            -               -                340             -                   -
      Dalam 60-70 tahun               1            -            -               -                 62             -                   -
      Dalam 70-80 tahun               -            -            -               -                  7             -                   -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,16 tahun   8,16 tahun   6,48 tahun      8,49 tahun      13,39 tahun      5,18 tahun         10,71 tahun

      2023
      Dalam 10 tahun kedepan     21.044           39          340           8.833              8.929           281                  83
      Dalam 10-20 tahun          15.850           30           79          13.778             13.651           116                 426
      Dalam 20-30 tahun           9.623           16          139           9.184             12.128            70                 485
      Dalam 30-40 tahun           3.630            5           21             439              5.114             3                  49
      Dalam 40-50 tahun             693            1            -               -                819             -                   -
      Dalam 50-60 tahun              53            -            -               -                 48             -                   -
      Dalam 60-70 tahun               1            -            -               -                  5             -                   -
      Dalam 70-80 tahun               -            -            -               -                  1             -                   -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,42 tahun   8,42 tahun   5,54 tahun      9,18 tahun      12,39 tahun      4,51 tahun         11,18 tahun


   g. Analisis sensitivitas

      Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
      pasti pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:

                                                          Tingkat diskonto                                     Tingkat gaji
                                                Peningkatan 1%        Penurunan 1%                Peningkatan 1%        Penurunan 1%
                                                   Jumlah peningkatan (penurunan)                    Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      2024
      Didanai:
        Manfaat pasti                                     (1.809)                     2.113                    153                  (146)
      Tidak didanai                                          (11)                        12                     13                   (12)
      Telkomsel                                             (502)                       568                    623                  (559)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                       (1.663)                     2.031                  1.943                (1.624)
      Imbalan pasca kerja lainnya                             (9)                        10                      3                    (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                      (12)                        14                     37                   (32)

      2023
      Didanai:
        Manfaat pasti                                     (2.030)                     2.387                    235                  (224)
      Tidak didanai                                          (10)                        12                     13                   (12)
      Telkomsel                                             (529)                       602                    651                  (582)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                       (1.609)                     1.939                  1.845                (1.565)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (11)                        12                      3                    (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                      (10)                        12                     33                   (28)


      Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
      liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
      pelaporan.




                                                               86
Page 95
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
   g. Analisis sensitivitas (lanjutan)
      Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
      masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
      beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
      maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
      waktu.
      Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
      dari periode sebelumnya.

31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)
   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.
   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.192 miliar dan Rp1.153 miliar masing-
   masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar
   Rp226 miliar dan Rp289 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2024 dan 2023 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi
      Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:
      Pihak Berelasi                              Hubungan                                   Sifat Saldo Akun/Transaksi
      Pemerintah                            Pemegang saham utama        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
        Menteri Keuangan                                                  lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada instrumen keuangan
      BUMN
        Indosat                             Entitas sepengendali        Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, pendapatan atas
                                                                           penggunaan satelit transponder, beban interkoneksi, beban
                                                                           penggunaan fasilitas telekomunikasi, beban operasional dan
                                                                           pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data jaringan sistem
                                                                           komunikasi
        PT Pertamina (Persero)              Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa telekomunikasi
         (“Pertamina”)                                                     lainnya
        Bank milik negara                   Entitas sepengendali        Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                                 Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, beban konsultan, beban kesehatan karyawan, penghasilan
                                                                           pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                                 Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        Bank Mandiri                        Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        PT Perusahaan Listrik Negara        Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
          (Persero) (“PLN”)                                               lainnya, dan beban listrik
        Indonesia Financial Group           Entitas sepengendali        Beban asuransi aset tetap dan beban asuransi kecelakaan diri
        Bahana TCW                      “   Entitas sepengendali        Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur          Entitas sepengendali        Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BUMN lainnya                        Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, beban operasi, dan pembelian aset tetap
      PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.        Entitas asosiasi            Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
       (“Omni Inovasi Indonesia”)
      PT Fintek Karya Nusantara             Entitas asosiasi            Beban pemasaran dan distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
       (“Finarya”)
      PT Kereta Cepat Indonesia China       Entitas berelasi lainnya    Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
       (“KCIC”)
      Padi UMKM                             Entitas berelasi lainnya    Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan piutang,
                                                                          beban pelatihan, beban pengamanan internal, beban pengembangan
                                                                          dan penelitian, beban cetak dan printing, beban rapat, beban umum dan
                                                                          administrasi lainnya, beban promosi, beban iklan, beban fee penjualan,
                                                                          beban customer education, dan beban pemasaran
      Direksi                               Personil manajemen kunci    Gaji dan fasilitas
      Komisaris                             Personil pengawas           Gaji dan fasilitas

                                                                   87
Page 96
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 bebas dari
      bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan atau
      diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember
      2024 dan 2023, Grup mencatat peningkatan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha dari pihak
      berelasi sebesar Rp29 miliar dan Rp47 miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                     2024                                2023
                                                        % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah             pendapatan       Jumlah             pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                          234                0,16             174               0,12
       Entitas sepengendali
        Indosat                                  2.209               1,47            2.195              1,47
        BNI                                        531               0,35              509              0,34
        Pertamina                                  488               0,33              755              0,51
        Bank Mandiri                               308               0,21              156              0,10
        BRI                                        228               0,15              190              0,13
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                   430               0,29            1.006              0,67
       Sub-jumlah                                4.194               2,80            4.811              3,22
       Entitas berelasi lainnya
        KCIC                                       357               0,24               87              0,06
        Lain-lain                                   47               0,03               43              0,03
       Sub-jumlah                                  404               0,27              130              0,09
       Entitas asosiasi                              0               0,00                8              0,01
      Jumlah                                     4.832               3,23            5.123              3,44


                                                     2024                                2023
                                                        % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah                beban         Jumlah                beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                   2.779                 2,58         2.602                  2,49
        Indosat                                 644                 0,60           566                  0,54
        Indonesia Financial Group               183                 0,17           198                  0,19
        BNI                                     112                 0,10           143                  0,14
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                150                 0,14           381                  0,36
       Sub-jumlah                             3.868                 3,59         3.890                  3,72
       Entitas berelasi lainnya
        Padi UMKM                                 508               0,47              561               0,54
        Lain-lain                                  77               0,07               94               0,09
       Sub-jumlah                                 585               0,54              655               0,63
       Entitas asosiasi
        Finarya                                 109                 0,10           126                  0,12
        Lain-lain                                 0                 0,00             0                  0,00
       Sub-jumlah                               109                 0,10           126                  0,12
      Jumlah                                  4.562                 4,23         4.671                  4,47




                                                         88
Page 97
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)
      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):
                                                      2024                                     2023
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                            penghasilan                              penghasilan
                                        Jumlah               pendanaan            Jumlah              pendanaan
      Penghasilan pendanaan
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                          371                    27,14             312                29,41
      Jumlah                                       371                    27,14             312                29,41


                                                      2024                                     2023
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
      Biaya pendanaan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                             1                     0,02               5                 0,11
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                         1.329                   25,52            1.111               23,88
        Sarana Multi Infrastruktur                    8                    0,15               74                1,59
      Jumlah                                      1.338                   25,69            1.190               25,58

                                                      2024                                     2023

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                         Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
      Pembelian aset tetap
       Entitas sepengendali                         29                    0,12               64                0,19
      Jumlah                                        29                    0,12               64                0,19

                                                      2024                                     2023

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                        Jumlah                   pendapatan       Jumlah              pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi
         Omni Inovasi Indonesia                    371                    0,25              467                0,31
         Finarya                                   100                    0,07              159                0,11
      Jumlah                                       471                    0,32              626                0,42


   c. Saldo dengan pihak berelasi
      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:
                                                      2024                                     2023
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah                 aset              Jumlah                 aset
      Kas dan setara kas
        (Catatan 3)                           26.217                       8,75        19.024                   6,63
      Aset keuangan lancar lainnya
        (Catatan 4)                                918                     0,31             800                 0,28
      Piutang usaha
        (Catatan 5)                               2.350                    0,78            1.918                0,67

      Aset kontrak
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                            16                     0,01              36                 0,01
       Entitas sepengendali                        193                     0,06             252                 0,09
       Entitas asosiasi                              1                     0,00               1                 0,00
       Entitas berelasi lainnya                      3                     0,00               1                 0,00
      Jumlah                                       213                     0,07             290                 0,10

      Aset lancar lainnya                          138                     0,05              53                 0,02
      Aset tidak lancar lainnya                     12                     0,00               5                 0,00

                                                         89
Page 98
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                                     2024                                   2023
                                                        % terhadap jumlah                      % terhadap jumlah
                                        Jumlah               liabilitas       Jumlah                liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                          17                0,01                 18                0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                     317                0,23                302                0,23
         Indosat                                  212                0,15                129                0,10
         Lain-lain                                  -                   -                 12                0,01
       Sub-jumlah                                 529                0,38                443                0,34
       Entitas asosiasi                            20                0,01                 40                0,03
       Entitas berelasi lainnya                    60                0,04                 84                0,06
      Jumlah                                      626                0,44                585                0,44

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                            -                  -                  1                0,00
       Entitas sepengendali
         BUMN                                     209                0,15                137                0,10
         Bank milik negara                         81                0,06                 39                0,03
       Sub-jumlah                                 290                0,21                176                0,13
       Entitas asosiasi                             1                0,00                  -                   -
      Jumlah                                      291                0,21                177                0,13

      Liabilitas kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                          90                0,07                 18               0,01
        Entitas sepengendali
         BUMN                                     474                0,35                312               0,24
         Lain-lain                                  1                0,00                  1               0,00
        Sub-jumlah                                475                0,35                313               0,24
        Entitas asosiasi                            7                0,01                 13               0,01
        Entitas berelasi lainnya
         KCIC                                    1.113               0,81              1.133               0,87
         Lain-lain                                   4               0,00                  2               0,00
        Sub-jumlah                               1.117               0,81              1.135               0,87
      Jumlah                                     1.689               1,24              1.479               1,13

      Deposit dari pelanggan                        19               0,01                 19               0,01
      Utang bank jangka pendek
       (Catatan 18)                              5.554               4,05               4.916              3,77
      Pinjaman penerusan
       (Catatan 19a)                                    -               -                 84               0,06
      Utang bank jangka panjang
       (Catatan 19c)                           15.943               11,62              11.099              8,51
      Pinjaman lainnya
       (Catatan 19d)                                    -               -                362               0,28




                                                     90
Page 99
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

      i.    Pemerintah

            Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 19a).

      ii.   Indosat

            Perusahaan mengadakan perjanjian dengan           Indosat   untuk   menyelenggarakan    jasa
            telekomunikasi internasional kepada masyarakat.

            Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon
            tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan
            jaringan telekomunikasi bergerak selular (“Global System for Mobile Communications” atau
            “GSM”) milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta
            penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait.

            Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan
            telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang
            memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik
            antara jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak
            Perusahaan, serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa Sambungan
            Langsung Internasional (“SLI”) Perusahaan dengan menekan “007”.

            Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
            dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan
            adanya merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah
            melakukan amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal,
            Sambungan Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada
            tanggal 30 Mei 2023 dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan
            Dokumen Penawaran Interkoneksi tahun 2014.

            Perusahaan juga menyediakan sewa sirkit kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
            PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
            tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi
            lainnya.

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

      Personil manajemen kunci adalah Dewan Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
      Komisaris.

      Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk gaji/honorarium dan fasilitas untuk mendukung
      tata kelola dan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta tugas kepemimpinan dan manajemen
      Dewan Direksi. Jumlah remunerasi tersebut adalah sebagai berikut:

                                                  2024                                2023
                                                   % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                      Jumlah             beban            Jumlah             beban
      Dewan Direksi                         504               0,47%             475               0,46%
      Dewan Komisaris                       176               0,16%             179               0,17%

      Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
      administrasi selama periode laporan keuangan.




                                                   91
Page 100
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
   Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added services, dan mobile broadband.
   Segmen consumer menyediakan jasa IndiHome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar,
   dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
   enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
   menyediakan jasa interkoneksi, akses broadband, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang
   diberikan ke operator telekomunikasi lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain
   menyediakan produk konten digital (musik dan game), big data, Business to Business (“B2B”) Commerce,
   serta layanan keuangan yang diberikan kepada pelanggan perorangan maupun korporasi. Tidak terdapat
   segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan segmen.

   Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
   tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
   usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan dikelola pada level grup serta tidak
   dievaluasi secara terpisah dan tidak dialokasikan ke segmen operasi.

   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai
   yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.


                                                                                   2024
                                                                                                                 Penyesuaian
                                                                                                     Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain      segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       83.400        26.312       20.593      18.002             1.078      149.385             582       149.967
     Pendapatan antar segmen     3.226            50       24.749      21.398             1.657       51.080         (51.080)            -
   Jumlah pendapatan segmen     86.626        26.362       45.342      39.400             2.735      200.465         (50.498)      149.967

   Hasil segmen                 25.977         8.216          443       9.102             (1.051)     42.687          (3.534)       39.153
   Informasi lain
   Pembelian barang modal       (11.679)      (5.413)       (2.677)    (4.540)                (8)     (24.317)          (132)      (24.449)
   Penyusutan dan amortisasi    (20.852)      (5.870)       (3.631)    (6.691)               (16)     (37.060)         4.417       (32.643)
   Provisi diakui selama
     tahun berjalan               (110)         (560)         (142)         (37)              (7)        (856)           (48)         (904)




                                                                                   2023
                                                                                                                 Penyesuaian
                                                                                                     Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain      segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       85.291        26.442       19.508      16.928               402      148.571             645      149.216
     Pendapatan antar segmen     3.628           165       25.234      20.333             2.014       51.374         (51.374)           -
   Jumlah pendapatan segmen     88.919        26.607       44.742      37.261             2.416      199.945         (50.729)     149.216

   Hasil segmen                 28.693         7.971          602       9.386             (1.188)     45.464          (4.670)      40.794
   Informasi lain
   Pembelian barang modal       (12.370)      (6.434)       (5.073)    (8.964)               (11)     (32.852)          (116)      (32.968)
   Penyusutan dan amortisasi    (21.248)      (5.828)       (3.884)    (6.135)               (18)     (37.113)         4.450       (32.663)
   Provisi diakui selama
     tahun berjalan               (231)         (463)          173          (11)              (5)       (537)            24           (513)




                                                                 92
Page 101
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   Penyesuaian dan eliminasi:

   a. Rekonsiliasi pendapatan:

                                                              2024                   2023
      Jumlah pendapatan segmen                                        200.465               199.945
      Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya                          582                   645
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                          (51.080)              (51.374)
      Pendapatan konsolidasi                                          149.967               149.216

   b. Rekonsiliasi hasil segmen:

                                                              2024                   2023
      Jumlah hasil segmen                                             42.687                45.464
      Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya                      (2.699)               (2.679)
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                           3.003                 1.599
      Penghasilan pendanaan                                            1.367                 1.061
      Biaya pendanaan                                                 (5.208)               (4.652)
      Bagian laba investasi jangka panjang
       pada entitas asosiasi                                               3                     1
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                      39.153                40.794

   c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:

                                                               2024                  2023
      Jumlah pembelian barang modal segmen                            (24.317)              (32.852)
      Pembelian barang modal dari
       segmen non-operasi lainnya                                        (132)                 (116)
      Pembelian barang modal konsolidasi                              (24.449)              (32.968)

   d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:

                                                               2024                  2023
      Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen                         (37.060)              (37.113)
      Penyusutan dan amortisasi dari segmen
       non-operasi lainnya                                               (212)                 (250)
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                            4.629                 4.700
      Penyusutan dan amortisasi konsolidasi                           (32.643)              (32.663)




                                                93
Page 102
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   e. Rekonsiliasi provisi diakui selama tahun berjalan:

                                                                   2024                    2023
       Jumlah provisi diakui segmen                                         (856)                    (537)
       Provisi diakui selama tahun berjalan dari
        segmen non-operasi lainnya                                           (37)                      (5)
       Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                                (11)                      29
       Provisi yang diakui selama
        tahun berjalan konsolidasi                                          (904)                    (513)

   Informasi geografis:

                                                                   2024                    2023
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                            141.062                 141.157
     Luar negeri                                                            8.905                   8.059
    Jumlah                                                                149.967                 149.216

   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada tahun
   yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023.

                                                                   2024                     2023
   Aset operasional tidak lancar
    Indonesia                                                             187.158                 186.554
    Luar negeri                                                             2.850                   2.932
   Jumlah                                                                 190.008                 189.486

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan pelaporan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset
   takberwujud.

34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
   Kemudian, peraturan tersebut digantikan dengan UU No. 11 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No.46
   tahun 2021 yang membuat menteri yang berwenang dapat menetapkan tarif batas atas dan/atau tarif
   batas bawah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

      Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
      No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
      menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
      tanggal 30 April 2008.

      Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
      tetap terdiri dari:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan;
      iii. Biaya penggunaan; dan
      iv. Biaya fasilitas tambahan.



                                                   94
Page 103
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   b. Tarif telepon selular

      Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
      memberikan pedoman penetapan tarif selular dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
      dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i.   Tarif jasa teleponi dasar;
      ii. Tarif jelajah; dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia.

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.

   c. Tarif interkoneksi

      Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
      12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
      dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
      seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

      Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
      No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
      Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
      berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
      tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
      usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

      Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
      No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
      tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
      menjadi Rp24 per SMS.

      Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
      No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
      DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

      Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
      tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
      Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
      Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
      Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
      No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
      berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

      Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
      memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
      tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.




                                                 95
Page 104
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA

   a. Pembelian barang modal

      Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
      Rp11.272 miliar dan US$223 juta.

      Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:

       Pihak yang terkait dengan kontrak              Tanggal perjanjian           Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                                  Perjanjian dan Pengadaan Development
                                                                                  and Rollout Agreement ("DRA") dan
                                                    12 September 2019 -
        Telkomsel dan PT Phincon                                                  Technical Support Agreement ("TSA")
                                                    11 September 2027
                                                                                  Customer Relationship Management
                                                                                  ("CRM") Solution System Integrator
        Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
                                                    1 Februari 2021 -             Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
        PT Huawei Tech Investment, dan
                                                    31 Januari 2027               Solution ("ROA") dan TSA
        PT ZTE Indonesia
        Telkomsel, PT Sempurna Global
                                                                                  Perjanjian Pengadaan Next Generation
        Pratama, PT Lintas Teknologi                1 September 2021 -
                                                                                  of Gateway GPRS Support Node
        Indonesia, dan PT Ericsson                  31 Agustus 2024*
                                                                                  ("GGSN") (Virtualized EPC)
        Indonesia
        Telkomsel, Amdocs Software
                                                                                  Perjanjian Online Charging System
        Solutions Limited Liability                 8 Oktober 2024 -
                                                                                  (“OCS”) dan Service Control Points
        Company, dan PT Application                 7 Oktober 2029
                                                                                  (“SCP”) System Solution Development
        Solutions
        Telkomsel dan PT Application                8 Oktober 2024 -
                                                                                  TSA untuk OCS dan SCP
        Solutions                                   7 Oktober 2029
        Telkomsat dan Thales Alenia                 28 Oktober 2021 -             Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Space France ("TAS")                        27 Oktober 2037               Sistem Satelit HTS 113BT
        Telkomsel dan PT Ericsson                   13 Februari 2022 -            Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
        Indonesia                                   12 Februari 2025              ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Lintas Teknologi           13 Februari 2022 -            Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
        Indonesia                                   12 Februari 2025              ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Huawei Tech                24 Maret 2022 -
                                                                                  Perjanjian Pengadaan GGSN
        Investment                                  24 Maret 2025
        Telkomsat dan Space Exploration
                                                    19 April 2022 -               Perjanjian Pengadaan Jasa Peluncuran
        Technologies Corporation
                                                    30 Juni 2025                  Satelit HTS 113BT
        ("SpaceX")
                                                    1 Juli 2024 -                 Pilling and Cut & Fill untuk Project
        TDI dan PT Nusacipta Indonesia
                                                    12 Juni 2025                  Bromo
                                                                                  Perjanjian Kontrak terhadap General
                                                    14 Oktober 2024 -
        TDE dan PT ZTE Indonesia                                                  Contractor (GC) untuk Proyek Delta
                                                    14 Oktober 2027
                                                                                  Level-2 Fit Out Works
        Perusahaan dan PT Master                    9 Desember 2024 -             Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        System Infotama                             6 Juni 2025                   Ekspan IP Backbone Platform Cisco
                                                                                  Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Perusahaan dan PT ZTE                       12 Desember 2024 -
                                                                                  OTN Metro (OTM) Future State
        Indonesia                                   25 September 2025
                                                                                  Architecture (FSA) - Platform ZTE
                                                                                  Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Perusahaan dan PT Lintas                    13 Desember 2024 -
                                                                                  OTN Metro (OTM) Future State
        Teknologi Indonesia                         28 Juni 2025
                                                                                  Architecture (FSA) - Platform Nokia
                                                                                  Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Perusahaan dan PT Packet                    18 Desember 2024 -
                                                                                  OTN Metro (OTM) Future State
        Systems Indonesia                           28 Juli 2025
                                                                                  Architecture (FSA) - Platform Huawei
                                                                                  Pengadaan dan Pemasangan Multi
        Perusahaan dan PT Datacomm                  27 Desember 2024 -
                                                                                  Service Aggregation (MSA) Platform
        Diangraha                                   28 Juni 2025
                                                                                  Nokia
                                                                                  Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Perusahaan dan PT Huawei Tech               31 Desember 2024 -
                                                                                  Ekspan MSA, WAG, BNG, dan PCEF
        Investment                                  28 Juni 2025
                                                                                  Wifi Platform Huawei
      * Telkomsel saat ini sedang melakukan proses perpanjangan perjanjian ini.




                                                            96
Page 105
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya

      (i)    Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
             penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
             setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
             rincian sebagai berikut:
             78




                                                      Akhir periode
             Kreditur         Jumlah fasilitas           fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                              500     14 Maret 2026           Rp                               10
             BNI                              500     31 Maret 2025           Rp                               49
             Bank Mandiri                     500      21 Juni 2025           Rp                              180
             Jumlah                         1.500                                                             239


             Perusahaan memiliki fasilitas bank yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya
             (Catatan 37b.v).

      (ii)    Pada tanggal 31 Desember 2024, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai
              macam proyek sebagai berikut:
                                                      Akhir periode
             Kreditur         Jumlah fasilitas          fasilitas       Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                           1.000    25 September 2028        Rp                              618
             BNI                           2.100    11 Desember 2025         Rp                            1.459
                                           3.100                                                           2.077



              Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
              bond of radio frequency (Catatan 35c.i)

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dan BRI dengan batas kredit maksimum
            masing-masing sebesar US$25 juta dan US$5 juta atau setara dengan Rp403 miliar dan
            Rp81 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2024, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang
            digunakan.

   c. Lainnya

      (i)    Penggunaan frekuensi radio

             Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
             penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
             Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkominfo
             memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
             frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
             telekomunikasi dasar.

             Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
             Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
             2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
             1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
                 2,3 GHz.
             2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                 2,3 GHz Blok A dan C.
             3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
             4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                 Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                 berakhirnya periode lisensi.



                                                      97
Page 106
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (i)   Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

            Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
            terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

            1.   Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz

                 Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                 perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                 Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                 2030.

            2.   Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                            No. Izin                                     Deskripsi
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin
                  No. 90 Tahun 2023 amd. Surat      penggunaan tahunan atas penggunaan pita frekuensi
                  Keputusan Menkominfo No.          radio 1.975 - 1.980 MHz berpasangan dengan 2.165 -
                  76 Tahun 2023                     2.170 MHz sampai dengan 18 Maret 2033.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                  No. 509 Tahun 2016 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz
                  Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.160 - 2.165 MHz sampai
                  No. 76 Tahun 2023                 dengan 28 Maret 2026.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                  No. 806 Tahun 2019 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz
                  Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.155 - 2.160 MHz sampai
                  No. 76 Tahun 2023                 dengan 30 September 2029.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
                  No. 479 Tahun 2022 amd.           penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 -
                  Surat Keputusan Menkominfo        1.965 MHz berpasangan dengan 2.150 - 2.155 MHz,
                  No. 76 Tahun 2023                 terhitung sejak 11 Januari 2023 sampai dengan
                                                    10 Januari 2033.

            3.   Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                             No. Izin                                       Deskripsi
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan
                  No. 1896 tahun 2017               pita frekuensi radio 2.300 - 2.330 Mhz sampai dengan
                                                    2026.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita
                  No. 178 Tahun 2021                frekuensi radio 2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan
                                                    2.340 - 2.350 MHz masing-masing untuk Blok A dan C
                                                    sampai dengan 2030.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh
                  No. 487 Tahun 2022 amd.           pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio 2.340 -
                  Surat Keputusan Menkominfo        2.355 MHz berpasangan dengan 2.330 - 2.360 MHz
                  No. 92 Tahun 2023                 sampai dengan 17 November 2029.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan
                  No. 188 Tahun 2023                untuk mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum
                                                    frekuensi radio 2,3 GHz kepada PT Smart Telecom.



                                                    98
Page 107
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (ii)   Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio
             Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
             kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
             tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
             Radio pada rentang 891 - 895 MHz berpasangan dengan 936 - 940 MHz, dengan jangka waktu
             sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.
             Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
             yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
             pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.

      (iii) Perjanjian kerjasama sebagai pemasok produk Google

             Pada tanggal 10 November 2022, Sigma dan PT Google Cloud Indonesia (”Google”)
             menandatangani perjanjian kerjasama yang memberikan wewenang kepada Sigma sebagai
             pemasok produk Google. Perjanjian ini mensyaratkan Sigma untuk memenuhi komitmen
             minimum pembelian produk Google selama tiga tahun dan berkewajiban untuk membayar selisih
             antara realisasi nilai pembelian produk Google dengan komitmen minimum tersebut.
      (iv) Perjanjian Jual Beli Bersyarat Telkomsel dengan PT Dhost Telekomunikasi Nusantara ("Dhost")

             Pada tanggal 26 Juni 2024, Telkomsel menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan
             Dhost untuk penjualan 850 unit in-building telecommunication coverage antenna system (“IBS”)
             dengan jumlah imbalan sebesar Rp685 miliar. Kemudian 689 unit dari IBS tersebut digunakan
             oleh Dhost utuk memenuhi jasa in-building coverage kepada Telkomsel. Transaksi ini tidak
             memenuhi kriteria sewa berdasarkan PSAK 116 dan Telkomsel mencatat keuntungan penjualan
             sebesar Rp642 miliar.

      (v) KPU
             Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
             yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
             Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”), sekarang Badan
             Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”), sebagai penyedia Program KPU di daerah
             perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar. Pada tahun 2015, program tersebut
             dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim arbitrase ke Badan Arbitrase
             Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan
             program tersebut.
             Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
             BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
             sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
             telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum dikurangi pajak) dan sisa
             kompensasi masih belum dibayarkan.
             Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
             menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
             mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
             pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
             tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
             ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
             penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.
             Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
             2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
             delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
             Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
             sampai dengan 2031.
                                                    99
Page 108
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (vi) Kontinjensi

          Berdasarkan PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, suatu provisi harus
          diakui ketika terdapat kewajiban kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
          kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
          yang mengandung manfaat ekonomi, dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban
          tersebut dapat dibuat.

          Pada bulan Oktober 2023, Grup menerima permintaan dokumen dari Komisi Sekuritas dan Bursa
          Amerika Serikat (“SEC”) terkait keterlibatan Telkom Infra dalam proyek dengan Badan
          Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik
          Indonesia (“BAKTI Kominfo”) terkait penyediaan infrastruktur 4G Base Transceiver Station
          (“BTS”). Sejak saat itu, SEC telah memperluas penyelidikannya mencakup isu-isu akuntansi dan
          pengungkapan yang terkait dengan pengakuan pendapatan dan praktik pelaporan keuangan
          serta pengendalian internal atas pelaporan keuangan Grup, termasuk laporan publik mengenai
          proses hukum tertentu di Indonesia yang melibatkan Grup, beberapa entitas anak dan afiliasinya,
          serta beberapa klien dan pemasok Grup. Sejak Mei 2024, Grup juga telah menerima permintaan
          tambahan untuk informasi dari Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) terkait kepatuhan terhadap
          Undang-Undang Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). SEC dan DOJ saling mengetahui atas
          masing-masing penyelidikan yang sedang terjadi. Pada tanggal 31 Desember 2024, penyelidikan
          oleh SEC dan DOJ masih berlangsung. Grup bekerja sama dengan SEC dan DOJ dan telah
          menunjuk penasihat hukum eksternal untuk melakukan penyelidikan internal terhadap isu-isu
          yang sedang berlangsung.

          Terkait permintaan-permintaan dari SEC mengenai proyek dengan BAKTI Kominfo dan DOJ
          terkait kepatuhan terhadap FCPA, saat ini Grup belum dapat mengestimasi secara wajar potensi
          kerugian atau rentang kerugian yang mungkin terjadi, karena permintaan tersebut masih berada
          pada tahap awal dan terdapat ketidakpastian yang cukup besar terkait waktu atau penyelesaian
          akhir dari penyelidikan, yang dapat mencakup denda, sanksi, atau dampak terhadap bisnis, jika
          ada.

          Terkait dengan penyelidikan terhadap isu-isu akuntansi dan pengungkapan Grup yang berkaitan
          dengan pengakuan pendapatan serta praktik pelaporan keuangan dan pengendalian internal atas
          pelaporan keuangan, berdasarkan penilaian Grup yang dilakukan sampai dengan tanggal
          penerbitan laporan keuangan konsolidasian, saat ini Grup tidak berkeyakinan penyelidikan
          tersebut akan menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap laporan keuangan
          konsolidasian per 31 Desember 2023 dan 2024.

          Namun demikian, terdapat kemungkinan kinerja keuangan di masa mendatang dapat terdampak
          secara material yang disebabkan perubahan penilaian dari permintaan-permintaan yang telah
          disebutkan di atas dari SEC atas proyek dengan BAKTI Kominfo, DOJ terkait dengan kepatuhan
          terhadap FCPA, serta penyelidikan atas isu-isu akuntansi dan pengungkapan Grup.




                                                  100
Page 109
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                                            2024
                                                                        Dolar A.S.        Yen Jepang           Lain-lain*        Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan)     (dalam jutaan)      (dalam jutaan)     (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          475,58               5,62              12,97                  7.885
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 18,19                  -               0,06                    295
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,19                  -               0,01                      3
     Pihak ketiga                                                              134,77                  -              18,64                  2.479
   Aset kontrak                                                                  2,77                  -                  -                     45
   Piutang lain-lain                                                             1,09                  -                  -                     18
   Aset lancar lainnya                                                           2,05                  -               0,31                     38
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            389,31                  -              12,28                  6.464
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,42                  -               2,90                     53
   Jumlah aset                                                               1.024,37               5,62              47,17                 17.280
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,01)                 -                  -                      0
     Pihak ketiga                                                             (127,43)            (17,95)             (3,45)                (2.119)
   Utang lain-lain                                                               3,76                  -              (8,00)                   (70)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (13,90)                 -              (1,83)                  (254)
   Deposit dari pelanggan                                                       (2,72)                 -              (0,27)                   (47)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                    (9,33)                 -              (0,28)                  (155)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (24,65)                 -              (1,47)                  (422)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,09)                 -              (0,05)                    (2)
   Jumlah liabilitas                                                          (174,37)            (17,95)            (15,35)                (3.069)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    850,00             (12,33)             31,82                 14.211


                                                                                                            2023
                                                                        Dolar A.S.    Yen Jepang               Lain-lain*       Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan) (dalam jutaan)          (dalam jutaan)    (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          263,35               5,66             16,23                  4.271
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 27,15                  -                 -                    419
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,14                  -              0,03                      2
     Pihak ketiga                                                              152,98                  -             11,71                  2.525
   Aset kontrak                                                                  6,90                  -                 -                    107
   Piutang lain-lain                                                             0,51                  -              1,10                     25
   Aset lancar lainnya                                                           1,40                  -              2,61                     34
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            376,76                  -              5,90                  5.902
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,35                  -              0,49                     14
   Jumlah aset                                                                 829,54               5,66             38,07                 13.299
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,14)                -                  -                     (2)
     Pihak ketiga                                                             (164,46)           (26,73)            (10,42)                (2.677)
   Utang lain-lain                                                               2,32                 -              (7,73)                   (55)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (32,26)            (2,61)             (4,53)                  (549)
   Deposit dari pelanggan                                                       (2,93)                -              (0,14)                   (47)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                   (11,29)          (767,90)             (0,25)                  (262)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (31,89)                -              (1,62)                  (516)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,09)                -                  -                     (1)
   Jumlah liabilitas                                                          (240,74)          (797,24)            (24,69)                (4.109)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    588,80           (791,58)             13,38                  9.190

   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.


   Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
   harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      101
Page 110
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

      i.    Klasifikasi

            (a) Aset keuangan
                                                                                             2024                            2023
                Biaya perolehan diamortisasi
                 Kas dan setara kas                                                                 33.905                          29.007
                 Aset keuangan lancar lainnya                                                        1.196                           1.359
                 Piutang usaha                                                                      12.193                          10.667
                 Piutang lain-lain                                                                     621                             266
                 Aset tidak lancar lainnya                                                             165                             155
                FVTPL
                 Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                     8.174                          8.028
                 Aset keuangan lancar lainnya                                                            89                            302
                FVTOCI
                 Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                       51                              25
                Jumlah aset keuangan                                                                56.394                          49.809


            (b) Liabilitas keuangan
                                                                                             2024                            2023
                Liabilitas keuangan yang diukur pada
                 biaya perolehan diamortisasi
                 Utang usaha                                                                        15.336                       18.608
                 Utang lain-lain                                                                       454                          441
                 Beban yang masih harus dibayar                                                     14.192                       13.079
                 Deposit dari pelanggan                                                                 41                           42
                 Utang bank jangka pendek                                                           11.525                        9.650
                 Pinjaman penerusan (two-step loans)                                                     -                           84
                 Obligasi dan MTN                                                                    5.043                        5.343
                 Utang bank jangka panjang                                                          36.341                       32.260
                 Pinjaman lainnya                                                                        -                          362
                 Liabilitas sewa                                                                    23.959                       20.425
                 Liabilitas lainnya                                                                    104                          141
                Jumlah liabilitas keuangan                                                         106.995                      100.435

      ii.   Nilai wajar

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                            Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                             menggunakan
                                                                                            Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                             atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                              sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                               Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
            2024                                                 tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 89            89                89              -                -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.174         8.174             1.668              -            6.506
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            51             51                  -             -              51
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi dan MTN                                     5.043          5.669             5.669              -                -
                Utang bank jangka panjang                           36.341         36.472                 -              -           36.472
              Liabilitas sewa                                       23.959         23.959                 -              -           23.959
              Liabilitas lainnya                                       104            104                 -              -              104
            Jumlah                                                  73.761         74.518             7.426              -           67.092




                                                                 102
Page 111
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.   Nilai wajar (lanjutan)

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                           Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                           menggunakan
                                                                                          Harga pasar aset      Input     Input signifikan
                                                                                           atau liabilitas   signifikan      yang tidak
                                                                                            sejenis pada    yang dapat          dapat
                                                               Jumlah nilai                  pasar aktif    diobservasi     diobservasi
            2023                                                 tercatat     Nilai wajar     (level 1)       (level 2)       (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                302         302               302             -                  -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.028       8.028             2.056             -              5.972
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            25           25                  -            -                 25
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Pinjaman penerusan (two-step loans)                     84           83                 -             -                 83
                Obligasi dan MTN                                     5.343        6.120             5.586             -                534
                Utang bank jangka panjang                           32.260       31.473                 -             -             31.473
                Pinjaman lainnya                                       362          362                 -             -                362
              Liabilitas sewa                                       20.425       20.425                 -             -             20.425
              Liabilitas lainnya                                       141          141                 -             -                141
            Jumlah                                                  66.970       66.959             7.944             -             59.015


            Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
            senilai Rp578 miliar.
            Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
            signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
            adalah:

                                                                                          2024                            2023
            Saldo awal                                                                             5.997                          6.358
            Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
             dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                         578                           (687)
            Pembelian/penambahan                                                                      49                            330
            Penjualan/pengurangan                                                                    (67)                            (4)
            Saldo akhir                                                                            6.557                          5.997




                                                                103
Page 112
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.   Nilai wajar (lanjutan)

            Analisis Sensitivitas

            Tabel di bawah ini mengikhtisarkan informasi kuantitatif atas input signifikan yang tidak dapat
            diobservasi yang digunakan pada pengukuran nilai wajar level 3:
                                                                         Input signifikan
                                                                         yang tidak dapat    Rentang (rata-
                         Industri                   Teknik valuasi          diobervasi      rata tertimbang)     Sensitivitas atas input nilai wajar
            Investasi ekuitas
            Investasi ekuitas tidak terdaftar -   OPM Backsolve         Volatility             27% - 80%       Kenaikan (penurunan) sebesar 10%
            teknologi                             method                                                       pada percentage of volatility akan
                                                                                                               menghasilkan kenaikan (penurunan)
                                                                                                               sebesar Rp34 miliar pada nilai investasi
                                                                        Exit timing            1 - 6 Tahun     Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun exit
                                                                                                               timing akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                               (penurunan) sebesar Rp50 miliar pada
                                                                                                               nilai investasi
                                                  CoCos Equity          Volatility          19,18% - 119,76% Kenaikan (penurunan) sebesar 10%
                                                                                                             pada percentage of volatility akan
                                                                                                             menghasilkan kenaikan (penurunan)
                                                                                                             sebesar Rp36 miliar pada nilai investasi
                                                                        Exit timing            1 - 6 Tahun     Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun exit
                                                                                                               timing akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                               (penurunan) sebesar Rp61 miliar pada
                                                                                                               nilai investasi
                                                  Probability-weighted Volatility              60% - 80%       Kenaikan (penurunan) sebesar 10%
                                                  Method                                                       pada percentage of volatility akan
                                                                                                               menghasilkan kenaikan (penurunan)
                                                                                                               sebesar Rp15 miliar pada nilai investasi
                                                                        Exit timing         1,25 - 3,25 Tahun Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun exit
                                                                                                              timing akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                              (penurunan) sebesar Rp34 miliar pada
                                                                                                              nilai investasi

                                                  Recent Transaction    Volatility          53,66% - 73,66% Kenaikan (penurunan) sebesar 10%
                                                                                                            pada percentage of volatility akan
                                                                                                            menghasilkan kenaikan (penurunan)
                                                                                                            sebesar Rp1 miliar pada nilai investasi
                                                                        Exit timing            2 - 4 Tahun     Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun exit
                                                                                                               timing akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                               (penurunan) sebesar Rp0 miliar pada
                                                                                                               nilai investasi

                                                  Market movement       Volatility            33% - 100%       Kenaikan (penurunan) sebesar 10%
                                                                                                               pada percentage of volatility akan
                                                                                                               menghasilkan kenaikan (penurunan)
                                                                                                               sebesar Rp2 miliar pada nilai investasi
                                                                        Time to liquidity    1,3 - 4,3 Tahun   Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun
                                                                                                               time to liquidity akan menghasilkan
                                                                                                               kenaikan (penurunan) sebesar Rp4
                                                                                                               miliar pada nilai investasi




                                                                        104
Page 113
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.    Nilai wajar (lanjutan)

             Analisis Sensitivitas (lanjutan)

             Tabel di bawah ini mengikhtisarkan informasi kuantitatif atas input signifikan yang tidak dapat
             diobservasi yang digunakan pada pengukuran nilai wajar level 3 (lanjutan):

                                                                     Input signifikan
                                                                     yang tidak dapat       Rentang (rata-
                          Industri                  Teknik valuasi      diobervasi         rata tertimbang) Sensitivitas atas input nilai wajar
             Investasi ekuitas
             Investasi ekuitas tidak terdaftar -   Discounted cash   Weighted Average        12% - 24%       Penurunan (kenaikan) sebesar 1% pada
             lembaga pemeringkat kredit            flow              Cost of Capital                         WACC akan menghasilkan kenaikan
                                                                     ("WACC")                                (penurunan) sebesar Rp13 miliar pada
                                                                                                             nilai investasi

                                                                     Terminal growth           1% - 5%       Kenaikan (penurunan) sebesar 1% pada
                                                                     rate                                    terminal growth rate akan menghasilkan
                                                                                                             kenaikan (penurunan) sebesar Rp8 miliar
                                                                                                             pada nilai investasi

             Investasi ekuitas tidak terdaftar -   Discounted cash   WACC                   3,2% - 14,7%     Penurunan (kenaikan) sebesar 0,5%
             telekomunikasi                        flow                                                      pada    WACC        akan menghasilkan
                                                                                                             kenaikan (penurunan) sebesar Rp0 miliar
                                                                                                             pada nilai investasi

                                                                     Terminal growth        1,96% - 3,1%     Kenaikan (penurunan) sebesar 1% pada
                                                                     rate                                    terminal growth rate akan menghasilkan
                                                                                                             kenaikan (penurunan) sebesar Rp0 miliar
                                                                                                             pada nilai investasi

             Obligasi konversi
             Investasi ekuitas tidak terdaftar -   Conversion        Probability of              50%         Kenaikan (penurunan) sebesar 50% pada
             teknologi                             discount          qualified financing                     probability of qualified financing akan
                                                                                                             menghasilkan kenaikan (penurunan)
                                                                                                             sebesar Rp1 miliar pada nilai investasi


      iii.   Pengukuran nilai wajar

             Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
             antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

             Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
             kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
             utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
             lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
             tidak signifikan.

             Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
             kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
             pendiskontoan yang tidak signifikan.




                                                                      105
Page 114
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii.   Pengukuran nilai wajar (lanjutan)

             Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
             keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
             (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
                 Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
                 pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
                 tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
                 ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
                 dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
                 tanggal pelaporan;
             (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
                 kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
                 kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
                 pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.

             Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
             termasuk:
             (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan.
             (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
                  pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
      nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
      likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
      meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
      uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
      manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
      lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
      12 bulan.

      Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
      bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Dewan Direksi. Unit Group Financial Accounting &
      Treasury mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.

      i.     Risiko nilai tukar mata uang asing

             Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
             pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
             uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
             asing Grup tidak material.




                                                     106
Page 115
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      i.    Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)

            Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
            hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
            asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
            terutang.

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
            nilai tukar mata uang:

                                                   2024                                   2023
                                      Dolar A.S.         Yen Jepang          Dolar A.S.         Yen Jepang
                                    (dalam miliar)      (dalam miliar)     (dalam miliar)      (dalam miliar)
            Aset keuangan                      1,02                0,01               0,83                 0,01
            Liabilitas keuangan               (0,17)              (0,02)             (0,24)               (0,80)
            Eksposur bersih                    0,85               (0,01)              0,59                (0,79)

            Analisis sensitivitas

            Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
            pada 31 Desember 2024 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
            ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
            pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
            bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                         Ekuitas/ laba (rugi)
            31 Desember 2024
            Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                      137
            Yen Jepang (penguatan 5%)                                                                       (0)

            Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 31 Desember 2024 akan
            mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas,
            pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah.

      ii.   Risiko harga pasar

            Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
            yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
            perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
            pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

            Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
            berkala, bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
            strategis jangka panjang Grup.

            Pada tanggal 31 Desember 2024, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset
            keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal
            dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar
            yang sangat mungkin terjadi.




                                                     107
Page 116
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      iii.   Risiko tingkat suku bunga

             Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
             keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
             tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
             bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan margin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
             aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

             Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
             adalah sebagai berikut:

                                                                          2024                    2023
             Pinjaman bunga tetap                                                48.097               38.386
             Pinjaman bunga mengambang                                           28.771               29.738

             Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang

             Pada 31 Desember 2024, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
             bunga mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
             sebesar Rp72 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai
             tukar mata uang asing, tidak berubah.

      iv.    Risiko kredit

             Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                          2024                    2023
             Kas dan setara kas                                                  33.905               29.007
             Aset keuangan lancar lainnya                                         1.285                1.661
             Piutang usaha                                                       12.193               10.667
             Piutang lain-lain                                                      621                  266
             Aset tidak lancar lainnya                                              165                  155
             Jumlah                                                              48.169               41.756

             Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang
             lain-lain. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan
             penagihan. Risiko kredit yang berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup
             melalui Unit Group Financial Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.

             Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
             milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
             bank terpercaya, karena dimiliki oleh Pemerintah. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan
             untuk meminimalisasi kerugian secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam
             pembayaran dari bank dan institusi keuangan.

             Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
             berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
             di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 5,76% dari piutang usaha dan
             piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2024 (2023: 3,53%).

             Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
             kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
             kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.



                                                     108
Page 117
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      v.   Risiko likuiditas

           Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
           ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

           Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
           liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
           rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
           terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang. Grup memiliki posisi
           liabilitas jangka pendek bersih pada 31 Desember 2024, dan diperkirakan untuk memenuhi
           kewajiban jangka pendek dengan memiliki akses pada fasilitas pinjaman yang belum ditarik
           sebesar Rp45.762 miliar dan US$73 juta (Catatan 19c).

           Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
           kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                            Nilai buku Arus kas                                                  2029 dan
                                             tercatat   wajib       2025       2026       2027       2028       selanjutnya
           2024
           Utang usaha                         15.336    (15.336)   (15.336)          -          -          -            -
           Utang lain-lain                        454       (454)      (454)          -          -          -            -
           Beban yang masih harus dibayar      14.192    (14.192)   (14.192)          -          -          -            -
           Deposit dari pelanggan                  41        (41)       (41)          -          -          -            -
           Pinjaman
             Utang bank jangka pendek          11.525    (11.525)   (11.525)         -          -         -              -
             Obligasi dan MTN                   5.043     (9.307)    (2.763)      (296)      (296)     (297)        (5.655)
             Utang bank jangka panjang         36.341    (42.701)   (15.419)    (8.442)    (6.086)   (4.955)        (7.799)
           Liabilitas sewa                     23.959    (29.261)    (6.824)    (4.597)    (3.656)   (3.152)       (11.032)
           Liabilitas lainnya                     104       (120)        (6)       (29)       (29)      (28)           (28)
           Jumlah                             106.995   (122.937)   (66.560)   (13.364)   (10.067)   (8.432)       (24.514)


                                            Nilai buku Arus kas                                                  2028 dan
                                             tercatat   wajib       2024       2025       2026       2027       selanjutnya
           2023
           Utang usaha                         18.608    (18.608)   (18.608)          -          -          -            -
           Utang lain-lain                        441       (441)      (441)          -          -          -            -
           Beban yang masih harus dibayar      13.079    (13.079)   (13.079)          -          -          -            -
           Deposit dari pelanggan                  42        (42)       (42)          -          -          -            -
           Pinjaman
             Utang bank jangka pendek           9.650     (9.650)    (9.650)          -          -          -            -
             Pinjaman penerusan
               (two-step loans)                    84        (85)       (85)         -          -         -              -
             Obligasi dan MTN                   5.343    (10.163)    (1.086)    (2.574)      (293)     (293)        (5.917)
             Utang bank jangka panjang         32.260    (38.386)   (11.194)    (8.090)    (6.901)   (4.569)        (7.632)
             Pinjaman lainnya                     362       (370)      (370)         -          -         -              -
           Liabilitas sewa                     20.425    (24.498)    (6.614)    (3.564)    (3.073)   (2.573)        (8.674)
           Liabilitas lainnya                     141       (146)        (4)       (36)       (36)      (35)           (35)
           Jumlah                             100.435   (115.468)   (61.173)   (14.264)   (10.303)   (7.470)       (22.258)


           Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
           dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
           pelaporan.




                                                    109
Page 118
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:

                                                 2024                              2023
                                        Jumlah           Bagian           Jumlah            Bagian
   Utang jangka pendek                      11.525           5,26%             9.650            4,73%
   Utang jangka panjang                    65.343           29,85%           58.474            28,68%
   Total utang                             76.868           35,11%           68.124            33,41%
   Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik                         142.094           64,89%              135.744       66,59%
   Jumlah                                  218.962          100,00%              203.868      100,00%

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                 2024                      2023
   Jumlah utang dengan bunga                                           76.868                  68.124
   Dikurangi: kas dan setara kas                                      (33.905)                (29.007)
   Utang bersih                                                        42.963                  39.117
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                    142.094                 135.744
   Rasio utang bersih terhadap ekuitas                                30,24%                  28,82%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal yang telah
   diberlakukan secara eksternal.




                                                 110
Page 119
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
      adalah sebagai berikut:

                                                                                                    2024                    2023
      Penambahan aset tetap melalui:
        Utang usaha                                                                                        2.251                   3.905
        Kapitalisasi bunga                                                                                    98                     124

      Penambahan aset hak-guna melalui:
        Liabilitas sewa (Catatan 12)                                                                     10.421                  10.390

      Penambahan aset takberwujud melalui:
        Utang usaha                                                                                           339                    479

   b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:

                                                                                             Perubahan non-tunai
                                                                                      Perubahan              Perubahan
                                            1 Januari 2024   Arus kas     Akuisisi   valuta asing Sewa baru    lainnya    31 Desember 2024
      Utang bank jangka pendek                       9.650       1.875           -              -         -            -            11.525
      Pinjaman penerusan (two step loans)               84        (100)          -             16         -            -                  -
      Obligasi                                       5.343        (300)          -              -         -            -             5.043
      Utang bank jangka panjang                    32.260        3.933         148              7         -           (7)           36.341
      Pinjaman lainnya                                 362        (362)          -              -         -            -                  -
      Liabilitas sewa                              20.425       (7.387)          -             29    10.421         471             23.959
      Jumlah liabilitas dari
        aktivitas pendanaan                        68.124       (2.341)        148           52      10.421         464             76.868



40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

   1. Pada tanggal 10 Januari 2025, 10 Februari 2025 dan 10 Maret 2025, Telkomsel telah melunasi
      sebagian utang jangka panjang kepada Bank Mandiri sebesar Rp4.000 miliar.

   2. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Nomor 121 tanggal 22 Maret 2025,
      Pemerintah mengalihkan kepemilikan 51.602.353.559 Saham Seri B, atau 52,09% dari seluruh saham
      Perusahaan, kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (“BKI”) melalui proses penyertaan saham inbreng.
      Pengalihan saham ini merupakan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, yaitu Peraturan
      Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam
      Modal Saham BKI Untuk Pendirian Holding Operasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun
      2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Badan Pengelola Investasi Daya
      Anagata Nusantara (“Danantara”). BKI, sebagai penerima pengalihan, merupakan Perusahaan Induk
      Operasional (Holding Operasional) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah melalui
      Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah tetap berkedudukan sebagai Pemegang Saham
      Pengendali Perusahaan (Ultimate Beneficial Owner) melalui kepemilikan langsung 1 lembar saham
      Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan kepemilikan tidak langsung saham Seri B milik BKI melalui
      Danantara.

   3. Pada tanggal 17 April 2025, Perusahaan mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian
      kembali saham yang rencananya akan dilakukan selama periode 28 Mei 2025 sampai dengan
      27 Mei 2026, dengan nilai sebanyak-banyaknya sebesar Rp3.000 miliar.




                                                                   111
Page 120
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
    REPORTING STANDARDS (“IFRS”)

   Di bawah ini disajikan ikhtisar perbedaan signifikan antara PSAK dan IFRS untuk tahun 2024.

   Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
   tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                               Referensi   PSAK      Rekonsiliasi    IFRS
   ASET

   Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
    kerugian kredit ekspektasian
     Pihak berelasi                                               b          2.350            655      3.005
     Pihak ketiga                                                 b          9.843           (655)     9.188
   Aset lancar lainnya                                                       8.174             14      8.188
   Jumlah Aset Lancar                                                       63.080             14     63.094

   Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan             a       180.566         (1.981)   178.585
   Aset hak-guna                                                  a,d       26.910          1.561     28.471
   Aset pajak tangguhan - bersih                                   d         3.409             28      3.437
   Jumlah Aset Tidak Lancar                                                236.595           (392)   236.203

   JUMLAH ASET                                                             299.675           (378)   299.297

   LIABILITAS DAN EKUITAS

   Utang usaha
     Pihak berelasi                                               b            626          2.634      3.260
     Pihak ketiga                                                 b         14.710         (2.634)    12.076
   Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun              d          5.491            (44)     5.447
   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          76.767            (44)    76.723

   Liabilitas sewa                                                d         18.468             10     18.478
   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         60.418             10     60.428

   JUMLAH LIABILITAS                                                       137.185            (34)   137.151

   EKUITAS
   Tambahan modal disetor                                          c         2.310           (333)     1.977
   Komponen ekuitas lainnya                                        c         9.898         (9.139)       759
   Saldo laba                                                      c       124.933          9.266    134.199
   Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                                         d        142.094           (206)   141.888
    Kepentingan nonpengendali                                     d         20.396           (138)    20.258
   JUMLAH EKUITAS                                                          162.490           (344)   162.146

   JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           299.675           (378)   299.297




                                                         112
Page 121
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
    REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)

   Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
   Komprehensif Lain Konsolidasian tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                            Referensi    PSAK        Rekonsiliasi    IFRS

   Beban penyusutan dan amortisasi                             a,d        (32.643)             47    (32.596)
   Penghasilan lain-lain - bersih                               d             281             (29)       252

   LABA USAHA                                                             42.991               18    43.009

   Biaya pendanaan                                             d           (5.208)            (13)    (5.221)

   LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                         39.153                5    39.158

   (BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                       (8.410)            (23)    (8.433)

   LABA TAHUN BERJALAN                                                    30.743              (18)   30.725

   JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                31.638              (18)   31.620

   Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                                                23.649              (38)   23.611
     Kepentingan nonpengendali                                             7.094               20     7.114

   Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
    diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                                                24.434              (38)   24.396
     Kepentingan nonpengendali                                             7.204               20     7.224

   LABA PER SAHAM DASAR
    (dalam jumlah penuh)
    Laba bersih per saham                                                  238,73           (0,38)    238,35
    Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                      23.872,88          (38,36) 23.834,52

   a.   Hak atas tanah

        Berdasarkan PSAK, hak atas tanah dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi
        kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah
        kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan
        legal hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak
        atau umur ekonomis tanah mana yang lebih pendek.

        Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagian
        dari aset hak-guna. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa.

   b.   Transaksi dengan pihak berelasi

        Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
        Keuangan Emiten, atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas
        yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah
        dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham
        dari entitas.

        Berdasarkan IFRS, entitas berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan,
        dikendalikan bersama, atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini
        mengacu pada pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional, maupun
        internasional.




                                                      113
Page 122
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
    REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)

   c.   Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

        Berdasarkan PSAK, selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali masuk ke dalam kelompok
        tambahan modal disetor di ekuitas. Sementara berdasarkan IFRS, selisih transaksi restrukturisasi
        entitas sepengendali masuk ke dalam kelompok saldo laba.

   d. Perbedaan waktu penerapan standar akuntansi

        Grup menerapkan PSAK 116 Sewa mulai tanggal 1 Januari 2020. Penerapan tersebut setara dengan
        standar akuntansi IFRS 16 Leases yang diimplementasikan mulai tanggal 1 Januari 2019.
        Perbedaan waktu penerapan standar akuntansi menyebabkan perbedaan dibeberapa akun pada
        laporan keuangan konsolidasian.




                                                 114

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.51 MB
Published18 Apr 2025
Pages122
Characters562,476
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 150 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Ririek Adriansyah · Direktur Utama p.3 ×6
linked person Heri Supriadi p.3 ×6
linked person Wawan Iriawan · Komisaris Independen p.15 ×5
linked person Bono Daru Adji · Komisaris Independen p.15 ×5
linked person Abdi Negara Nurdin p.15 ×2
linked person Rizal Mallarangeng · Komisaris p.15 ×4
linked person Isa Rachmatarwata · Komisaris p.15 ×4
linked person Silmy Karim · Komisaris p.15 ×3
linked person Venusiana R. p.15 ×4
linked person Herlan Wijanarko p.15 ×4
linked person Budi Setyawan Wijaya p.15 ×4
linked person Bogi Witjaksono p.15 ×4
linked person Honesti Basyir p.15 ×4
linked person Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro · Komisaris Independen p.15 ×9
linked person Edy Sihotang · Anggota p.15 ×2
linked person Octavius Oky Prakarsa · Corporate Secretary p.15
linked org PT Metra-Net p.18
linked org PT PINS Indonesia p.18
linked org PT Metra Digital p.19 ×2
linked org PT Media Nusantara p.20
linked org PT Medco Power Indonesia p.22 ×3
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.51 ×22
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.51 ×4
linked org Bank Mega Tbk. p.51 ×9
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.51 ×7
linked — Standard Chartered p.51
linked org Bank Central Asia Tbk. p.51 ×2
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.51 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk. p.52 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.52
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk. p.52 ×2
linked org Bank Danamon p.52 ×5
linked org Henan Putihrai p.53
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.57 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.65
linked org PT Bank DBS Indonesia p.65
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk. p.65 ×2
linked org PT Mandiri Sekuritas p.68
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.68 ×2
linked org Bank Permata. p.68 ×4
linked org Dana Pensiun p.87 ×3
linked org Omni Inovasi Indonesia Tbk. p.95 ×3
linked org Karya Nusantara p.95
linked — Ooredoo Hutchison. p.99
linked org PT Aplikanusa Lintasarta p.99
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.13
possible person Arya Mahendra Sinulingga Arya Mahendra Sinulingga · Komisaris p.15 ×5
possible person Marcelino Rumambo Pandin Marcelino Rumambo Pandin · Komisaris p.15 ×5
possible person Ismail · Komisaris p.15
possible person Muhamad Fajrin Rasyid p.15 ×4
possible person Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno · Anggota p.15 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.16
possible org International Pte. Ltd. p.19 ×2
possible org Indosat Tbk. p.21 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.51 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.51 ×2
possible org DBS Bank p.51
possible org MUFG Bank ("MUFG p.65
possible org PT Pertamina (Persero) p.95
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×180
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.13
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.13
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.13 ×8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.14
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan p.14
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.14
unresolved org Bank Indonesia p.14 ×2
unresolved org Bank Indonesia Penerbit p.14
unresolved person Bambang Permadi Brojonegoro · Komisaris Utama p.15
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.16
unresolved org PT Dayamitra p.18
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.18
unresolved org PT Multimedia p.18
unresolved org PT Telkom Satelit p.18
unresolved org PT Telkom Data p.18
unresolved org PT Sigma Cipta p.18
unresolved org PT Graha Sarana p.18
unresolved org PT Telkom Akses p.18
unresolved org PT Telkom p.18
unresolved org PT Napsindo Primatel p.18
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.19
unresolved org PT Infomedia p.19
unresolved org PT Telkom Landmark p.19
unresolved org PT Persada Sokka p.19
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.19
unresolved org PT Finnet Indonesia p.19
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.19
unresolved org PT Metra Digital Media p.19
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.20
unresolved org PT Swadharma p.20
unresolved org PT Ultra Mandiri p.20
unresolved org PT Nusantara Sukses p.20
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.20
unresolved org PT Nutech Integrasi p.20
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.20
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.20
unresolved org PT Pojok Celebes p.20
unresolved org PT Metra TV p.20
unresolved org Pty. Ltd. p.21
unresolved org PT Metraplasa p.21
unresolved org PT Bosnet Distribution p.21
unresolved org Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. p.21
unresolved org PT Gametraco Tunggal p.21
unresolved org Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan p.22
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Jimmy Tanal p.22
unresolved person Akta Notaris Notaris Jimmy Tanal p.22
unresolved org Nxera ID Pte. Ltd. p.22
unresolved org ST Dynamo ID Pte. Ltd. p.22
unresolved person TIF Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani p.22 ×3
unresolved person Metra Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman p.23 ×2
unresolved person M.L.I. p.23 ×2
unresolved org PT Algolab Solution p.23 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.23
unresolved org Bapepam-LK p.23 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.25 ×8
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.51
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.52
unresolved org Banten Tbk. p.52
unresolved org PT Henan Putihrai Asset Management p.53
unresolved org Milik Negara p.54
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.54
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.57
unresolved org Bank Maspion p.65 ×2
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.68
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.68
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.68
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia. p.69 ×2
unresolved org Bank Sindikasi p.69 ×2
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.69
unresolved org Bank ANZ p.69 ×2
unresolved org New York Mellon Corporation p.73 ×3
unresolved org Mahkamah Agung p.80 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.80
unresolved org Tahun p.80 ×3
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.83
unresolved org Dana Pensiun Telkom p.87
unresolved org PT Fintek Karya Nusantara p.95
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China p.95
unresolved person Personil · Komisaris p.95

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result