Skip to content
Back to announcement

20250327_DFAM_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31872085_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review DFAM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 74

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00036/2.0162-00/BS/03/0153/1/III/2025                               24 Maret 2025



Kepada Yth.

PT DAFAM PROPERTY INDONESIA Tbk
Jl. Raung No.15, Gajahmungkur
Semarang 50232

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 10 Februari 2025, PT Dafam Mambo International (selanjutnya disebut “DMI”)
dan Ferdinandus Soleh Dahlan (selanjutnya disebut “FSD”) telah menandatangani Perjanjian
Pemberian Pinjaman (selanjutnya disebut “PPP”) dan Amandemen atas Perjanjian Pemberian
Pinjaman (selanjutnya disebut “APPP”) tanggal 27 Februari 2025 serta Amandemen Kedua
atas Perjanjian Pemberian Pinjaman (selanjutnya disebut “AKPPP”) tanggal 24 Maret 2025
yang telah ditandatangani oleh DMI dan FSD, dimana DMI merencanakan untuk memperoleh
fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar
7,50% per tahun yang berlaku selama sepuluh tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima
atau transfer dana dari FSD kepada DMI setelah PT Dafam Property Indonesia Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), selaku emiten dan entitas induk DMI, memperoleh
persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (selanjutnya disebut
“RUPS”), serta dapat diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak
(selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2024, DMI merupakan entitas anak Perseroan (selanjutnya disebut
“Perseroan”) dengan kepemilikan sebesar 96,30%.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250306-001 tanggal
6 Maret 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana
Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang pembangunan,
perdagangan, jasa, dan pariwisata. Perseroan berdomisili di Jalan Raung No. 15,
Gajahmungkur, Semarang 50232, dengan nomor telepon: (024) 831 2735, nomor faksimile:
(024) 850 6459 dan email: corporate@dafamproperty.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2024, FSD memiliki penyertaan saham pada Perseroan dan DMI dengan
struktur kepemilikan sebagai berikut:



                                          FSD


                                            74,49%


                                       PT Dafam


                                            53,43%


                                       Perseroan


                                            96,30%


                                          DMI



DMI     merupakan    suatu    perseroan  terbatas   berstatus  perusahaan    tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan akomodasi,
penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. DMI mulai beroperasi secara komersial
pada tahun 2011.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang jasa perhotelan, DMI merupakan
pengelola Hotel Dafam Semarang yang merupakan hotel bintang tiga dengan 103 kamar
termasuk restoran, lounge dan bar, layanan spa, pusat kebugaran, dan ruang pertemuan yang
berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 188, Sekayu, Semarang, Jawa Tengah. Sehubungan
dengan pembiayaan atas pengelolaan dan pemeliharaan Hotel Dafam Semarang, DMI
membutuhkan pendanaan melalui fasilitas pinjaman yang diperoleh dari pihak perbankan.




                                           2
Page 4
Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Heliantono & Rekan (selanjutnya disebut “HR”), DMI memiliki saldo atas utang bank kepada
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “BNII”) sebesar Rp 28,75 miliar dengan
tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2025
(selanjutnya disebut “Utang Bank”).

Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka DMI
merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana Transaksi
diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan bagi DMI dan lebih efektif
secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah
dibandingkan dengan tingkat bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI
mengharapkan adanya penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman tanggal 16 Desember 2024 (selanjutnya disebut
“PPP 16 Desember 2024”), DMI telah memperoleh pinjaman dari FSD dengan jumlah
Rp 10,00 miliar (selanjutnya disebut “Utang Pihak Berelasi”), di mana atas pinjaman ini
diberikan tanpa jangka waktu dan dapat dilunasi sewaktu-waktu oleh DMI kepada FSD dan
para pihak setuju bahwa pinjaman ini tidak dikenakan bunga (selanjutnya disebut “Transaksi
Pinjaman”). Transaksi Pinjaman dilakukan oleh DMI dalam rangka menerapkan manajemen
risiko dengan memperoleh Utang Pihak Berelasi sebagai alternatif pinjaman sementara guna
melakukan kewajiban pembayaran kepada BNII sebagai langkah mitigasi sehubungan
dengan Utang Bank.

Sebelumnya, pada tanggal 10 Februari 2025, FSD dan DMI telah menandatangani PPP.
Namun demikian, sehubungan dengan adanya perubahan terhadap ketentuan-ketentuan
yang telah disepakati sebelumnya dalam PPP, yaitu mengenai perubahan bunga dan
pemberlakukan perubahan bunga yang dihapuskan, maka DMI dan FSD telah
menandatangani APPP pada tanggal 27 Februari 2025. Selanjutnya, sehubungan dengan
adanya perubahan kembali terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disepakati sebelumnya
dalam PPP dan APPP, yaitu mengenai jangka waktu pinjaman, ketentuan pembayaran
bunga, denda bunga, dan biaya-biaya, serta penambahan persyaratan tangguh, maka DMI
dan FSD telah menandatangani AKPPP pada tanggal 24 Maret 2025.

Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD selaku pemegang
saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan dukungan untuk mencegah potensi gagal
bayar atas Utang Bank pada saat jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu
upaya Perseroan dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan pembayaran dan
jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati dalam PPP, APPP, dan AKPPP
oleh para pihak bilamana dibandingkan dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga
atau pihak bank dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang
gerak finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam
menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.




                                            3
Page 5
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat memiliki kepastian
dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman yang efisien dan efektif serta
persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi
positif terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP HR, DMI memiliki saldo atas utang bank
    kepada BNII sebesar Rp 28,75 miliar dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun
    yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2025 sehubungan dengan Utang Bank.

•   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka DMI
    merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana Transaksi
    diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan bagi DMI dan lebih efektif
    secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih
    rendah dibandingkan dengan tingkat bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan
    DMI mengharapkan adanya penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

•   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD selaku pemegang
    saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan dukungan untuk mencegah potensi
    gagal bayar atas Utang Bank pada saat jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi
    salah satu upaya Perseroan dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko
    sehingga DMI dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang
    pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan pembayaran
    dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati dalam PPP, APPP, dan
    AKPPP oleh para pihak bilamana dibandingkan dengan melakukan fasilitas pinjaman dari
    pihak ketiga atau pihak bank dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan
    memberikan ruang gerak finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang
    lebih stabil dalam menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat memiliki kepastian
    dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman yang efisien dan efektif serta
    persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi
    positif terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa FSD
merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing dengan kepemilikan efektif
sebesar 39,80% dan 38,82% pada tanggal 31 Desember 2024 serta merupakan Komisaris
Utama Perseroan, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK
42/2020”).




                                            4
Page 6
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP HR, jumlah ekuitas
Perseroan adalah sebesar Rp 19,89 miliar. Selanjutnya, berdasarkan PPP, APPP, dan
AKPPP, nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 40,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan lebih
dari 50,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan
transaksi  material,     sehingga    Perseroan     harus   memenuhi      Peraturan    OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material, POJK
42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Tansaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Tansaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah transaksi dimana
DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar
Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku selama sepuluh
tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana dari FSD kepada DMI setelah
Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI, memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari
RUPS, serta dapat diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana
Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK
42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).




                                             5
Page 7
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah direviu oleh KAP HR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00030/3.0217/AU.1/03/1417-2/1/III/2025 tanggal 14 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00034/3.0217/AU.1/03/1417-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Morhan & Rekan (selanjutnya disebut
   “MR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00065/2.0961/AU.1/03/1023-
   2/1/lIl/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00059/2.0961/AU.1/03/1023-1/1/IV/2022 tanggal 20 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00049/2.0961/AU.1/03/0628-3/1/IV/2021 tanggal 19 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP HR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00036/3.0217/AU.1/05/1417-2/1/III/2025 tanggal 14 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;


                                           6
Page 8
8. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00047/3.0217/AU.1/05/1417-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

9. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00064/2.0961/AU.1/10/1023-2/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

10. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00058/2.0961/AU.1/10/1023-2/1/IV/2022 tanggal 20 April 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

11. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00046/2.0961/AU.1/10/0628-3/1/IV/2021 tanggal 19 April 2021 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

12. Laporan posisi keuangan konsolidasian proforma dan laporan laba rugi dan penghasilan
    komprehensif lain konsolidasian proforma untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang telah direviu oleh KAP
    Gideon Adi & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 04/DPI/ASURANS-
    REV/III/2025 tanggal 21 Maret 2025;

13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
    yang disusun oleh manajemen Perseroan;

14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
    tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen DMI;

15. PPP 16 Desember 2024;

16. PPP;

17. APPP;

18. AKPPP;

19. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 4
    tanggal 26 Januari 2021 oleh Notaris Retno Hertiyanti, S.H. M.H., mengenai perubahan
    susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;

20. Anggaran dasar DMI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 12 tanggal
    23 November 2023 oleh Notaris Retno Hertiyanti, S.H. M.H., tentang konversi utang DMI
    serta perubaan modal ditempatkan dan disetor penuh DMI;




                                           7
Page 9
21. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Billy Dahlan dengan posisi
    sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

22. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

23. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

24. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

25. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

27. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

28. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                            8
Page 10
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi,
audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi
dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka
untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan DMI berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan DMI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang ada
dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan
sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai
Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             9
Page 11
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250306-001 tanggal 6 Maret 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             10
Page 12
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas
           Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi
           adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Dafam Property Indonesia Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk DMI dengan
           kepemilikan sebesar 96,30%.

           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan
           adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan pada tanggal 12 September 2011 berdasarkan Akta Notaris
           No. 3 dari Notaris Dewikusuma, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-47346.AH.01.01 Tahun 2011 tanggal 29 September 2011
           dan telah diumumkan dalam lembaran Tambahan Berita Negara Republik
           Indonesia pada tanggal 13 November 2012 No. 91.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           berdasarkan Akta Notaris No. 4 pada tanggal 26 Januari 2021 dari Notaris Retno
           Hertiyanti, S,H. M.H., mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan
           Direksi Perseroan. Perubahan ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
           Asasi     Manusia    Republik    Indonesia     melalui    Surat    Keputusan
           No. AHU-AH.01.03-0049202 tanggal 27 Januari 2021.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Jalan Raung No. 15, Gajahmungkur,
           Semarang, Jawa Tengah.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                     Perseroan   pada   tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Ferdinandus Soleh Dahlan
           Komisaris                      :        Junaidi Dahlan
           Komisaris Independen           :        Jaeni

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Billy Dahlan
           Direktur                       :        Wijaya Dahlan




                                              11
Page 13
I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                      Pemegang Saham           Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Dafam                                 1.015.000.000           53,43%       101.500.000.000
           Billy Dahlan                               185.175.000            9,75%        18.517.500.000
           Reksa Dana Narada Saham Indonesia          134.032.800            7,05%        13.403.280.000
           Edy Selamat                                127.665.073            6,72%        12.766.507.300
           Masyarakat                                 437.979.977           23,05%        43.797.997.700
           Jumlah                                   1.899.852.850          100,00%       189.985.285.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
           bidang pembangunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
           bidang pembangunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

           Perseroan menghasilkan produk dalam bentuk bangunan hotel dan real estat.
           Sementara, untuk jasa, Perseroan menyediakan penyewaan hotel dan
           bangunan perkantoran, serta jasa manajemen lainnya. Untuk menjaga
           kelangsungan aktivitas bisnis, Perseroan terus melakukan inovasi secara
           berkelanjutan. Informasi mengenai produk dan jasa yang ditawarkan dapat
           dengan mudah diakses melalui situs web, brosur, dan berbagai media sosial.
           Selain itu, informasi produk dan jasa tersebut disampaikan juga dalam berbagai
           acara yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak.

           Dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap pelanggan, Perseroan terus
           menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan produk dan jasa yang
           setara kepada semua pemangku kepentingan. Komitmen ini selaras dengan
           prinsip Perseroan yang memprioritaskan sikap adil kepada seluruh pelanggan
           dan memberikan pelayanan sekaligus dampak positif secara maksimal kepada
           seluruh pemangku kepentingan.

           Selanjutnya, Perseroan senantiasa mengutamakan keamanan dari produk dan
           jasa yang dimiliki. Seluruh produk dan jasa dipastikan telah memenuhi standar
           keamanan dan memiliki kualitas yang memadai bagi para pelanggan. Adanya
           produk dan jasa yang dipastikan aman ini menunjang terwujudnya relasi selaras
           dan seimbang antara Perseroan dengan pelanggan dan menjadi salah satu
           faktor yang memegang kunci kelangsungan serta kesuksesan operasional bisnis
           Perseroan.




                                               12
Page 14
Selain itu, upaya Perseroan dalam meningkatkan kualitas kinerja salah satunya
diterapkan melalui penyediaan sarana penyampaian pengaduan bagi
pelanggan. Sarana ini dapat digunakan pelanggan untuk melaporkan keluhan
maupun memberikan saran atas pelayanan atau mutu produk dan jasa.
Penyampaian pengaduan bisa dilakukan secara langsung atau melalui email,
surat, dan telepon. Pengaduan terkait properti dapat disampaikan kepada estate
manajemen, sedangkan pengaduan terkait perhotelan dapat disampaikan
kepada front office. Perseroan memastikan seluruh pengaduan yang diterima
akan diproses dan ditindaklanjuti secara bijak dan profesional tanpa intervensi
dari pihak-pihak tertentu.

Perseroan terus berupaya untuk menciptakan produk properti yang ramah
lingkungan dengan mengedepankan aspek lingkungan. Hal tersebut ditunjukkan
dari mulai tahap perencanaan, pembangunan, hingga dalam operasional dan
pemeliharaan bangunan dengan mengutamakan aspek melindungi,
menghemat, mengurangi sumber daya alam, menjaga mutu kualitas udara di
dalam ruangan, serta memperhatikan kesehatan penghuni ataupun pelanggan
sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan Perseroan
dalam pembangunan proyek Madanaya Residence, Jatayu Residence, Gaia
Residence Batang, dan Gaia Residence Semarang.

Berbagai prospek dipandang Perseroan dapat menunjang pencapaian prospek
usaha yang lebih baik di masamasa mendatang. Untuk meraih peluang dalam
prospek tersebut adapun beberapa inisiatif strategi berdasarkan kondisi ekonomi
dan sosial maupun kapasitas dan kemampuan yang dimiliki Perseroan, antara
lain sebagai berikut:

•   Memaksimalkan fasilitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions
    (MICE) hotel dengan menyediakan paket yang dapat menarik perusahaan
    untuk kegiatan korporasi;
•   Penerapan inovasi teknologi untuk memberikan kemudahan dan
    kenyamanan konsumen;
•   Melakukan partial transisi renovasi dengan mengusung konsep minimalis
    sebagai cara dalam menyesuaikan minat pasar baru; dan
•   Membangun kemitraan dengan pihak ketiga dalam hal penmgembangan
    properti.




                               13
Page 15
I.A.2.     PT Dafam Mambo International

           Dalam Rencana Transaksi, DMI merupakan pihak yang merencanakan untuk
           memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar
           dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku selama sepuluh
           tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana dari FSD kepada
           DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI, memperoleh
           persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat diperpanjang atau diakhiri
           sesuai dengan kesepakatan para pihak.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, DMI
           merupakan entitas anak dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 96,30%
           dan FSD merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing
           dengan kepemilikan efektif sebesar 39,80% dan 38,82%. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha DMI adalah sebagai
           berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           DMI didirikan pada tanggal 10 Juni 2002 berdasarkan Akta Notaris No. 9 dari
           Riza Sungkar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-31345.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 7 Juli 2009.

           Anggaran dasar DMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
           Akta Notaris No. 12 tanggal 23 November 2023 dari Retno Hertiyanti, S.H. M.H.,
           tentang konversi utang DMI dan perubahan modal ditempatkan dan disetor
           penuh DMI. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
           Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik       Indonesia        Surat     Penerimaan          Pemberitahuan
           No. AHU-0239035.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 27 November 2023.

           DMI memiliki kantor pusat di Jalan Imam Bonjol No. 51, Semarang, Jawa
           Tengah.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direktur DMI pada tanggal 31 Desember 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Billy Dahlan
           Komisaris                      :        Junaidi Dahlan

           Direktur                       :        Wijaya Dahlan




                                              14
Page 16
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham DMI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                       Pemegang Saham          Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           Perseroan                                   13.000           96,30%     95.618.000.000
           PT Dafam                                       500            3,70%        382.000.000
           Jumlah                                      13.500          100,00%     96.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
           akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. DMI mulai
           beroperasi secara komersial pada tahun 2011.

I.A.3.     Ferdinandus Soleh Dahlan

           Dalam Rencana Transaksi, FSD merupakan pihak yang merencanakan untuk
           memberikan fasilitas pinjaman kepada DMI maksimum sebesar Rp 40,00 miliar
           dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku selama sepuluh
           tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana dari FSD kepada
           DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI, memperoleh
           persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat diperpanjang atau diakhiri
           sesuai dengan kesepakatan para pihak.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, FSD
           merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing dengan
           kepemilikan efektif sebesar 39,80% dan 38,82%.

I.B.       Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

           Pada tanggal 10 Februari 2025, DMI dan FSD telah menandatangani PPP dan
           APPP pada tanggal 27 Februari 2025 serta AKPPP pada tanggal 24 Maret 2025
           sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
           dalam PPP, APPP, dan AKPPP adalah sebagai berikut:

           •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

               Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP adalah
               DMI dan FSD.

           •   Jumlah Pinjaman

               Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, jumlah pinjaman maksimum sebesar
               Rp 40,00 miliar.




                                          15
Page 17
•   Tujuan Penggunaan

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, pinjaman yang diberikan oleh FSD
    kepada DMI ini hanya dapat digunakan oleh DMI untuk pelunasan Utang
    Bank dan Utang Pihak Berelasi.

•   Jangka Waktu

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, jangka waktu pinjaman yang
    diberikan oleh FSD kepada DMI berlaku selama sepuluh tahun, dihitung
    sejak dilakukan serah terima atau transfer dana dari FSD kepada DMI
    setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI, memperoleh
    persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.

•   Bunga

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI berkewajiban untuk membayar
    bunga kepada FSD sebesar 7,50% per tahun.

•   Kelalaian/Pelanggaran

    -   Kelalaian/Pelanggaran Dalam Perjanjian

        DMI lalai melaksanakan sesuatu kewajiban atau melanggar sesuatu
        ketentuan yang termaktub dalam PPP, APPP, dan AKPPP ini, dan/atau
        dokumen lainnya yang terkait dengan PPP, APPP, dan AKPPP, terutama
        (tetapi tidak terbatas) DMI tidak atau lalai membayar lunas pada
        waktunya kepada FSD sesuatu jumlah pinjaman, bunga, denda bunga,
        biaya-biaya dan lain-lain jumlah uang yang sudah wajib dibayar lunas
        (sudah jatuh waktu).

    -   Penyitaan

        Kekayaan DMI baik sebagian atau seluruhnya disita/dinyatakan dalam
        sitaan oleh instansi yang berwenang.

    -   Pernyataan Tidak Benar

        Bilamana ternyata bahwa sesuatu pernyataan atau jaminan yang
        diberikan oleh DMI kepada FSD termasuk namun tidak terbatas dalam
        PPP, APPP, dan AKPPP ini, dokumen-dokumen lain yang berkaitan
        dengan PPP, APPP, dan AKPPP ini maupun perjanjian jaminan tidak
        benar atau menjadi tidak benar atau tidak sesuai dengan kenyataan
        sebenarnya.

    -   Likuidasi

        Bilamana DMI dibubarkan/dilikuidasi.



                                 16
Page 18
    -   Permohonan Kepailitan

        Bilamana DMI mengajukan permohonan kepada instansi yang
        berwenang untuk dinyatakan pailit atau diberikan penundaan membayar
        hutang-hutang (surseance van betaling) atau bilamana orang/pihak lain
        mengajukan permohonan kepada instansi yang berwenang agar DMI
        dinyatakan dalam keadaan pailit.

    -   Kelalaian Dalam Perjanjian Lain

        Bilamana DMI lalai melaksanakan sesuatu kewajiban atau melakukan
        pelanggaran terhadap sesuatu ketentuan dalam sesuatu perjanjian
        dengan orang/pihak/bank lain termasuk yang mengenai atau
        berhubungan dengan pinjaman uang/pemberian fasilitas kredit dimana
        DMI adalah sebagai pihak yang menerima pinjaman atau sebagai
        penjamin, dan kelalaian atau pelanggaran mana memberikan hak kepada
        pihak yang memberikan pinjaman untuk menuntut pembayaran kembali
        atas apa yang berhutang atau wajib dibayar oleh DMI dalam perjanjian
        tersebut secara sekaligus sebelum tanggal jatuh tempo.

•   Pembayaran Kembali Pinjaman

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI harus membayar kembali
    kepada FSD seluruh kewajibannya yang timbul baik karena utang pokok,
    bunga, dan denda bunga dan biaya-biaya lainnya dengan cara, jumlah
    maupun jangka waktu menurut ketentuan dalam PPP, APPP, dan AKPPP
    ini, baik secara mengangsur maupun sekaligus lunas seluruhnya selambat-
    lambatnya pada saat berakhirnya jangka waktu fasilitas pinjaman
    sebagaimana dimaksud dalam PPP, APPP, dan AKPPP, atau atas
    permintaan pertama atau pertimbangan dari FSD sebagaimana diatur dalam
    PPP, APPP, dan AKPPP. Pelanggaran atas ketentuan ini, baik mengenai
    jumlah maupun keterlambatan pembayaran kembali, sudah merupakan bukti
    kelalaian DMI tanpa perlu ada alat bukti lain.

•   Persyaratan Tangguh

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, mengingat DMI merupakan entitas
    anak dari Perseroan yang tunduk pada POJK, maka PPP, APPP, dan
    AKPPP ini serta serah terima atau transfer dana dari FSD kepada DMI
    berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP ini menjadi efektif berlaku apabila
    Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI, telah mendapatkan
    persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.

•   Hukum yang Berlaku

    PPP, APPP, dan AKPPP ini tunduk dan harus ditafsirkan berdasarkan hukum
    Republik Indonesia.




                                17
Page 19
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP HR, DMI memiliki saldo atas
           utang bank kepada BNII sebesar Rp 28,75 miliar dengan tingkat bunga
           sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2025
           sehubungan dengan Utang Bank.

       •   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka
           DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
           Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
           bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat
           bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
           bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
           penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

       •   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
           selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
           dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
           jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
           dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
           dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
           akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

       •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
           pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
           dalam PPP, APPP, dan AKPPP oleh para pihak bilamana dibandingkan
           dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan
           lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak
           finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil
           dalam menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

       •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
           memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
           yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
           diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
           konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
           pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.




                                       18
Page 20
       Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Dalam hal DMI memiliki kesempatan dan mampu memperoleh fasilitas
           pinjaman dari pihak ketiga atau bank dan lembaga keuangan lainnya yang
           memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dari Rencana Transaksi, maka DMI
           berpotensi membukukan beban keuangan yang lebih tinggi atas Rencana
           Transaksi sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja
           keuangan konsolidasian Perseroan.

       •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perhotelan, DMI tidak
           terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
           kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
           kelangsungan usaha DMI serta dalam melakukan pelunasan atas Rencana
           Transaksi.

I.D.   Analisis Likuiditas

       Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP antara DMI dan FSD, DMI merencanakan
       untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar
       Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku
       selama sepuluh tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana
       dari FSD kepada DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI,
       memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat diperpanjang
       atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

       Selanjutnya, berdasarkan proyeksi keuangan konsolidasian Perseroan yang
       disusun oleh manajemen Perseroan, proyeksi saldo kas dan setara kas
       Perseroan     untuk      tahun    yang  berakhir  pada    tanggal-tanggal
       31 Desember 2025 – 2034, Perseroan diperkirakan akan memiliki kemampuan
       untuk melakukan pembayaran atas pinjaman DMI kepada FSD sebanyak
       Rp 40,00 miliar, yaitu pada tahun 2034.




                                      19
Page 21
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Dafam Mambo International

II.A.1.   Latar Belakang

          DMI didirikan pada tanggal 10 Juni 2002 berdasarkan Akta Notaris No. 9 dari
          Riza Sungkar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
          No. AHU-31345.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 7 Juli 2009.

          Anggaran dasar DMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
          Akta Notaris No. 12 tanggal 23 November 2023 dari Retno Hertiyanti, S.H. M.H.,
          tentang konversi utang DMI dan perubahan modal ditempatkan dan disetor
          penuh DMI. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
          Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik       Indonesia        Surat     Penerimaan          Pemberitahuan
          No. AHU-0239035.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 27 November 2023.

          DMI memiliki kantor pusat di Jalan Imam Bonjol No. 51, Semarang, Jawa
          Tengah.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
          akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. DMI mulai
          beroperasi secara komersial pada tahun 2011.




                                         20
Page 22
II.B.     Tinjauan Industri Perhotelan

II.B.1.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

          Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
          akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
          dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
          layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
          sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
          berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
          relatif lama.

          Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
          Tahun 2020 – 2023
          (Dalam jutaan kamar)

                       1.200


                       1.000


                         800


                         600


                         400


                         200


                             -
                                 2019     2020       2021        2022       2023
                Jumlah Kamar      845     355         591        896        1.049

          Sumber: Statista


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
          penginapan secara global pada tahun 2020 mengalami penurunan secara
          drastis dibandingkan tahun 2019 akibat pandemi yang terjadi, namun hingga
          tahun 2023 jumlah pemesanan layanan penginapan secara global mengalami
          peningkatan secara bertahap hingga pada 2023 telah pulih sepenuhnya bahkan
          melebihi jumlah pemesanan layanan penginapan di dunia pada tahun 2019.
          Jumlah pemesanan layanan penginapan di dunia pada 2020 hingga 2023
          mengalami pertumbuhan secara konsisten yaitu masing-masing sebesar 355
          juta kamar, 591 juta kamar, 896 juta kamar, dan 1.049 juta kamar.




                                          21
Page 23
Penurunan tingkat hunian hotel di seluruh dunia pada 2020 terjadi akibat
pandemi yang melanda dengan seluruh negara terdampak. Berdasarkan data
yang diperoleh dari Statista, penurunan tingkat hunian hotel tertinggi terjadi di
Italia menurun hingga 96,00%, dilanjutkan dengan negara Tiongkok dengan
penurunan sebesar 68,00%, Inggris sebesar 67,00%, Amerika Serikat (AS)
sebesar 59,00%, dan Singapura sebesar 48,00%.

Selanjutnya, berdasarkan data Statista, pendapatan industri pariwisata dan
perjalanan di dunia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 916,00 miliar,
hal ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih penduduk dunia, adanya
kemudahan akses untuk perjalanan, dan keinginan untuk pengalaman
menyenangkan yang unik.

Pendapatan Q2 2024 dan Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan Di Dunia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar USD)

               600,00


               500,00


               400,00


               300,00


               200,00


               100,00


                    -
                         2024     2025     2026     2027      2028      2029
    Jumlah Pendapatan   426,50   442,97   459,19   475,97    493,22    511,86

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan
sejak 2024 hingga 2029, proyeksi nilai pendapatan pasar perhotelan di dunia
pada tahun 2029 mencapai USD 511,86 miliar. Kenaikan terus terjadi pada
proyeksi nilai pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2025 – 2029
masing-masing mengalami kenaikan sebesar 3,86%, 3,66%, 3,65%, 3,62%, dan
3,78% dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.Tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 3,72%
dihitung sejak 2024 hingga 2029.




                                 22
Page 24
II.B.2.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

          Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
          Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
          menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
          Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian
          wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk
          dituju. Hotel yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang
          perjalanan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang
          berkunjung.

          Jumlah Kamar Terisi pada Hotel Berbintang di Indonesia
          Tahun 2019 - 2023
          (Dalam jutaan Kamar)

                         80

                         70

                         60

                         50

                         40

                         30

                         20

                         10

                          0
                                   2019    2020       2021       2022        2023
               Jumlah Kamar        75,61   35,89      43,46      58,79       72,34

          Sumber : Badan Pusat Statistik


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kamar
          terisi pada hotel berbintang di Indonesia pada tahun 2019 hingga tahun 2023
          masing-masing sebesar 75,61 juta kamar, 35,89 juta kamar, 43,46 juta kamar,
          58,79 juta kamar, dan 72,34 juta kamar. Jumlah kamar terisi pada hotel
          berbintang di Indonesia pada tahun 2020 menurun dibandingkan 2019 akibat
          pandemi yang terjadi, sementara pada 2020 hingga tahun 2023 mengalami
          kenaikan secara konsisten.




                                           23
Page 25
Tingkat Penghunian Kamar pada Hotel Berbintang di Indonesia
Periode Januari – Juni 2024
(Dalam persentase)
            62,00

            60,00

            58,00

            56,00

            54,00

            52,00

            50,00

            48,00

            46,00
                      Kalimantan                                       Kalimantan
                                   Di Yogyakarta   Kep. Riau   Bali
                       Selatan                                           Timur
     Jumlah Kamar       51,98         52,42         57,29      58,97     60,41
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, tingkat penghunian kamar pada hotel
berbintang di Indonesia menunjukkan progress yang cukup tinggi dimana
Provinsi Bali sebesar 58,97% menempati posisi kedua setelah Kalimantan Timur
sebesar 60,41%. Tingginya persentase penghunian kamar pada hotel
berbintang di Indonesia tentu tidak terlepas dari potensi alam serta keindahan
bali yang sudah diketahui oleh seluruh dunia.

Tingginya persentase penghunian kamar pada hotel berbintang di Indonesia
terutama pada Kalimantan Timur tentunya tidak terlepas dari berita hangat
dimulainya pembangunan Ibu Kota Nusantar (IKN) yang nantinya akan menjadi
Ibu Kota Negara menggantikan DKI Jakarta. Pembangunan ini tentu
berpengaruh dengan meningkatnya persentase penghunian kamar pada hotel
berbintang di Indonesi terutama pada Kalimantan Timur dengan berdatangannya
para investor mancanegara yang hendak melihat lokasi pembangunan serta
progress pembangunan yang telah dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,
jumlah kunjungan wisatawan asing dari berbagai pintu pada Juni 2024 adalah
sebanyak 1,17 juta kunjungan, mengalami peningkatan sebesar 9,99%
dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Juni 2023. Pada Juni 2024 tercatat
jumlah kunjungan wisatawan asing didominasi dari Malaysia, Singapura, dan
Australia masing-masing sebanyak 188,34 ribu kunjungan, 157,09 ribu
kunjungan, dan 144,10 ribu kunjungan.




                                       24
Page 26
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2024 - 2029
(Dalam miliar USD)
                   7,00

                   6,00

                   5,00

                   4,00

                   3,00

                   2,00

                   1,00

                      -
                          2024     2025       2026            2027       2028    2029
    Jumlah Pendapatan     4,63     5,04       5,33            5,67       6,04    6,45
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia
diperkirakan tumbuh pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan atau
CAGR sebesar 7,79% dihitung sejak 2024 hingga 2029. pendapatan hotel di
Indonesia pada 2029 di proyeksikan mencapai USD 6,45 miliar. Proyeksi
pendapatan hotel di Indonesia pada tahun 2024-2029 diperkirakan terus
mengalami peningkatan masing-masing sebesar USD 0,41 miliar,
USD 0,29 miliar, USD 0,34 miliar, USD 0,37 miliar, dan USD 0,41 miliar.

Proyeksi Pendapatan Rata-Rata per Pengguna Paket Wisata di Indonesia
Tahun 2025 - 2029
(Dalam USD)
               230,00
               225,00
               220,00
               215,00
               210,00
               205,00
               200,00
               195,00
               190,00
               185,00
                           2025       2026            2027            2028       2029
    Jumlah Pendapatan     200,90     202,90          208,00          216,70     226,20
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan rata-rata per
pengguna paket wisata di Indonesia pada tahun 2026-2029 diperkirakan terus
mengalami peningkatan masing-masing sebesar USD 2,00, USD 5,10,
USD 8,70, dan USD 9,50 atau setara dengan 1,00%, 2,51%, 4,18%, dan 4,38%.




                                   25
Page 27
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
        bidang pembangunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

        Perseroan menghasilkan produk dalam bentuk bangunan hotel dan real estat.
        Sementara, untuk jasa, Perseroan menyediakan penyewaan hotel dan
        bangunan perkantoran, serta jasa manajemen lainnya. Untuk menjaga
        kelangsungan aktivitas bisnis, Perseroan terus melakukan inovasi secara
        berkelanjutan. Informasi mengenai produk dan jasa yang ditawarkan dapat
        dengan mudah diakses melalui situs web, brosur, dan berbagai media sosial.
        Selain itu, informasi produk dan jasa tersebut disampaikan juga dalam berbagai
        acara yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak.

        Dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap pelanggan, Perseroan terus
        menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan produk dan jasa yang
        setara kepada semua pemangku kepentingan. Komitmen ini selaras dengan
        prinsip Perseroan yang memprioritaskan sikap adil kepada seluruh pelanggan
        dan memberikan pelayanan sekaligus dampak positif secara maksimal kepada
        seluruh pemangku kepentingan.

        Selanjutnya, Perseroan senantiasa mengutamakan keamanan dari produk dan
        jasa yang dimiliki. Seluruh produk dan jasa dipastikan telah memenuhi standar
        keamanan dan memiliki kualitas yang memadai bagi para pelanggan. Adanya
        produk dan jasa yang dipastikan aman ini menunjang terwujudnya relasi selaras
        dan seimbang antara Perseroan dengan pelanggan dan menjadi salah satu
        faktor yang memegang kunci kelangsungan serta kesuksesan operasional bisnis
        Perseroan.

        Selain itu, upaya Perseroan dalam meningkatkan kualitas kinerja salah satunya
        diterapkan melalui penyediaan sarana penyampaian pengaduan bagi
        pelanggan. Sarana ini dapat digunakan pelanggan untuk melaporkan keluhan
        maupun memberikan saran atas pelayanan atau mutu produk dan jasa.
        Penyampaian pengaduan bisa dilakukan secara langsung atau melalui email,
        surat, dan telepon. Pengaduan terkait properti dapat disampaikan kepada estate
        manajemen, sedangkan pengaduan terkait perhotelan dapat disampaikan
        kepada front office. Perseroan memastikan seluruh pengaduan yang diterima
        akan diproses dan ditindaklanjuti secara bijak dan profesional tanpa intervensi
        dari pihak-pihak tertentu.

        Perseroan terus berupaya untuk menciptakan produk properti yang ramah
        lingkungan dengan mengedepankan aspek lingkungan. Hal tersebut ditunjukkan
        dari mulai tahap perencanaan, pembangunan, hingga dalam operasional dan
        pemeliharaan bangunan dengan mengutamakan aspek melindungi,
        menghemat, mengurangi sumber daya alam, menjaga mutu kualitas udara di
        dalam ruangan, serta memperhatikan kesehatan penghuni ataupun pelanggan
        sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan Perseroan
        dalam pembangunan proyek Madanaya Residence, Jatayu Residence, Gaia
        Residence Batang, dan Gaia Residence Semarang.


                                       26
Page 28
        Berbagai prospek dipandang Perseroan dapat menunjang pencapaian prospek
        usaha yang lebih baik di masamasa mendatang. Untuk meraih peluang dalam
        prospek tersebut adapun beberapa inisiatif strategi berdasarkan kondisi ekonomi
        dan sosial maupun kapasitas dan kemampuan yang dimiliki Perseroan, antara
        lain sebagai berikut:

        •   Memaksimalkan fasilitas MICE hotel dengan menyediakan paket yang dapat
            menarik perusahaan untuk kegiatan korporasi;
        •   Penerapan inovasi teknologi untuk memberikan kemudahan dan
            kenyamanan konsumen;
        •   Melakukan partial transisi renovasi dengan mengusung konsep minimalis
            sebagai cara dalam menyesuaikan minat pasar baru; dan
        •   Membangun kemitraan dengan pihak ketiga dalam hal penmgembangan
            properti.

II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP HR, DMI memiliki saldo atas
            utang bank kepada BNII sebesar Rp 28,75 miliar dengan tingkat bunga
            sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2025
            sehubungan dengan Utang Bank.

        •   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka
            DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
            Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
            bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat
            bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
            bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
            penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

        •   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
            selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
            dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
            jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
            dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
            dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
            akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
            pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
            dalam PPP, APPP, dan AKPPP oleh para pihak bilamana dibandingkan
            dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan
            lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak
            finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil
            dalam menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.



                                       27
Page 29
        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
            memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
            yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
            diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
            pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP HR, DMI memiliki saldo atas
            utang bank kepada BNII sebesar Rp 28,75 miliar dengan tingkat bunga
            sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2025
            sehubungan dengan Utang Bank.

        •   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka
            DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
            Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
            bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat
            bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
            bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
            penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

        •   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
            selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
            dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
            jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
            dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
            dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
            akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
            pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
            dalam PPP, APPP, dan AKPPP oleh para pihak bilamana dibandingkan
            dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan
            lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak
            finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil
            dalam menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
            memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
            yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
            diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
            pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.




                                        28
Page 30
        Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •    Dalam hal DMI memiliki kesempatan dan mampu memperoleh fasilitas
             pinjaman dari pihak ketiga atau bank dan lembaga keuangan lainnya yang
             memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dari Rencana Transaksi, maka DMI
             berpotensi membukukan beban keuangan yang lebih tinggi atas Rencana
             Transaksi sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja
             keuangan konsolidasian Perseroan.

        •    Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perhotelan, DMI tidak
             terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
             kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
             kelangsungan usaha DMI serta dalam melakukan pelunasan atas Rencana
             Transaksi.

II.F.   Analisis Leverage

        Analisis leverage ratio pada keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2024
        dan perusahaan dengan industri yang sejenis dan sebanding per tanggal
        30 September 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 adalah sebagai berikut:


                              Keterangan                         31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

        DMI                                                        -306,72%     -362,97%     -299,10%     -256,17%     -281,57%
        PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                        68,07%       66,42%       66,68%       65,51%       62,00%
        PT Jakarta International Hotels & Development Tbk            37,85%       38,16%       39,21%       38,47%       37,74%
        PT Pakuwon Jati Tbk                                         237,69%       43,50%       47,71%       50,51%       50,35%



        Analisis leverage ratio atas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 – 2034
        adalah sebagai berikut:

                              Keterangan                         31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

        Leverage ratio                                             -296,56%     -306,99%     -340,14%     -402,84%     -578,54%




                              Keterangan                         31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

        Leverage ratio                                            -2306,53%     485,70%      110,40%       38,83%       12,69%




                                                            29
Page 31
II.G.   Analisis Dampak Likuiditas

        Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP antara DMI dan FSD, DMI merencanakan
        untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar
        Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku
        selama sepuluh tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana
        dari FSD kepada DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI,
        memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat diperpanjang
        atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

        Selanjutnya, berdasarkan proyeksi keuangan konsolidasian Perseroan yang
        disusun oleh manajemen Perseroan, proyeksi saldo kas dan setara kas
        Perseroan     untuk      tahun    yang  berakhir  pada    tanggal-tanggal
        31 Desember 2025 – 2034, Perseroan diperkirakan akan memiliki kemampuan
        untuk melakukan pembayaran atas pinjaman DMI kepada FSD sebanyak
        Rp 40,00 miliar, yaitu pada tahun 2034.

II.H.   Analisis Dampak Kegagalan

        Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP HR, DMI memiliki Utang Bank.
        Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI memiliki kemampuan untuk
        melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut.

        Rencana Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber
        pendanaan bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa
        tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
        bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
        penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.




                                       30
Page 32
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
           2021, dan 2020 yang telah diaudit oleh KAP MR masing-masing dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan        31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                   4.718       3.277       4.046       5.285          7.250
           Piutang usaha - bersih                         2.364       2.024       3.828       2.215          2.050
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                               6.693       6.817       6.580       7.197          7.214
             Pihak ketiga                                     -           -           -         832            209
           Persediaan                                    69.635      70.939      72.973      73.231         82.274
           Biaya dibayar dimuka                           1.258       1.332       1.418       2.431          1.554
           Pajak dibayar dimuka                              13           5           4         394            619
           Jumlah Aset Lancar                            84.681      84.394      88.848      91.584        101.170
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                           6.569       5.691       6.098       5.352          4.708
           Aset tetap - bersih                          114.584     121.745     128.852     136.411        144.985
           Properti Investasi - bersih                   32.518      33.772      35.026      36.280         35.573
           Goodwill                                         562         562         562         562            562
           Investasi saham                                1.500       1.500       1.500       1.500              -
           Aset hak guna usaha                               86         155         224           -              -
           Aset tidak lancar lainnya                          -           -           -         300         21.373
           Aset takberwujud - bersih                          -           -           -           -             26
           Jumlah Aset Tidak Lancar                     155.819     163.425     172.262     180.404        207.227
           JUMLAH ASET                                  240.499     247.819     261.110     271.989        308.397




                                                 31
Page 33
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                         1.725        2.006        1.252          887          1.555
           Utang lain-lain                                                       892        1.846          845          904            849
           Beban masih harus dibayar                                          47.354       33.440       28.942       23.661         10.568
           Uang muka penjualan                                                 5.346        4.636        8.245        4.669         12.048
           Utang pihak berelasi                                               19.519        6.612        1.779        2.013          3.612
           Deposito tamu                                                         301           86          134          299            382
           Penyisihan untuk pergantian perabotan dan perlengkapan
             hotel                                                             1.109          997        1.523        2.067          1.894
           Pendapatan yang ditangguhkan                                          734          559          486          467            808
           Utang pajak                                                         2.225        2.895        2.560        2.566          5.941
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Utang bank                                                       14.142        8.411       24.194       14.875         35.471
           Utang pembiayaan konsumen                                             132          144           72           63            140
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    93.479       61.631       70.031       52.472         73.267
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                   3.667        3.745        4.501        5.252         10.625
           Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalan waktu satu tahun:
             Utang bank                                                      123.463      144.100      133.415      144.326        142.572
             Utang pembiayaan konsumen                                             -          132          126            -             63
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  127.130      147.977      138.042      149.578        153.260
           JUMLAH LIABILITAS                                                 220.610      209.607      208.073      202.050        226.527
           EKUITAS
           Modal saham                                                       189.985      189.985      189.985      189.985        189.960
           Tambahan modal disetor                                            (85.238)     (85.238)     (85.238)     (85.238)       (86.612)
           Selisih transaksi kepentingan non pengendali                      (11.012)     (11.012)     (11.012)     (10.872)       (10.872)
           Defisit                                                           (71.644)     (53.445)     (38.724)     (22.021)        (8.705)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                            22.091       40.290       55.011       71.853         83.771
           Kepentingan non-pengendali                                         (2.201)      (2.079)      (1.974)      (1.915)        (1.901)
           JUMLAH EKUITAS                                                     19.890       38.211       53.037       69.939         81.870
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     240.499      247.819      261.110      271.989        308.397




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 240,50 miliar,
           Rp 247,82 miliar, Rp 261,11 miliar, Rp 271,99 miliar, dan Rp 308,40 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,32 miliar atau setara dengan 2,95% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan persediaan dan aset tetap - bersih masing-masing sebesar
           Rp 1,30 miliar dan Rp 7,16 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan bank
           sebesar Rp 1,44 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 13,29 miliar atau setara dengan 5,09% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan persediaan dan aset tetap – bersih masing-masing sebesar
           Rp 2,04 miliar dan Rp 7,11 miliar.




                                                                      32
Page 34
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,88 miliar atau setara dengan 4,00% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank, aset tetap – bersih, serta properti investasi bersih
           masing-masing sebesar Rp 1,24 miliar, Rp 7,56 miliar, dan Rp 1,25 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 36,41 miliar atau setara dengan 11,81% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan, aset tetap - bersih, dan aset tidak lancar
           lainnya masing-masing sebesar Rp 9,04 miliar, Rp 8,57 miliar, dan
           Rp 21,07 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
           2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 220,61 miliar,
           Rp 209,61 miliar, Rp 208,07 miliar, Rp 202,05 miliar, dan Rp 226,53 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 11,00 miliar atau setara dengan 5,25% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan beban masih harus dibayar dan utang pihak berelasi
           masing-masing sebesar Rp 13,92 miliar dan Rp 12,91 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang bank sebesar Rp 14,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1,53 miliar atau setara dengan 0,74% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, beban masih harus dibayar, dan utang
           pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 1,00 miliar, Rp 4,50 miliar, dan
           Rp 4,83 miliar yang disertai dengan penurunan uang muka penjualan dan utang
           bank masing-masing sebesar Rp 3,61 miliar dan Rp 5,10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 6,02 miliar atau setara dengan 2,98% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan beban masih harus dibayar dan uang muka penjualan
           masing-masing sebesar Rp 5,28 miliar dan Rp 3,57 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 24,48 miliar atau setara dengan 10,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan uang muka penjualan, utang pajak, dan
           utang bank masing-masing sebesar Rp 7,38 miliar, Rp 3,38 miliar, dan
           Rp 18,84 miliar.




                                           33
Page 35
III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 19,89 miliar, Rp 38,21 miliar,
           Rp 53,04 miliar, Rp 69,94 miliar, dan Rp 81,87 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 18,32 miliar atau setara dengan 47,95% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 18,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 14,83 miliar atau setara dengan 27,95% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 16,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 16,90 miliar atau setara dengan 24,17% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 18,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 11,93 miliar atau setara dengan 14,57% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 15,03 miliar yang disertai dengan kenaikan tambahan modal disetor
           sebesar Rp 1,37 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           Pendapatan bersih                                                63.264        69.339        70.533        84.637         89.080
           Beban pokok pendapatan                                           30.885        31.932        35.622        41.436         39.742
           Laba kotor                                                        32.379        37.407        34.912        43.201        49.338
           Beban penjualan                                                   (1.875)       (3.691)       (4.485)       (3.289)       (3.126)
           Beban umum dan administrasi                                      (29.958)      (34.445)      (35.452)      (42.944)      (41.086)
           Lain-lain - bersih                                                (3.962)       (1.536)      (14.046)      (14.285)      (21.816)
           Beban Pendanaan                                                  (15.472)      (13.679)            -             -             -
           Rugi sebelum pajak penghasilan                                   (18.888)      (15.944)      (19.071)      (17.317)      (16.690)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    199          (447)          784         2.284         2.324
           Rugi bersih tahun berjalan                                       (18.689)      (16.391)      (18.287)      (15.033)      (14.366)
           Penghasilan komprehensif lain                                        368         1.566         1.385           928         1.987
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                          (18.321)      (14.826)      (16.902)      (14.105)      (12.379)
           Rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                           (18.558)      (16.283)      (18.087)      (14.234)      (12.967)
            Kepentingan non pengendali                                         (131)         (108)         (200)         (800)       (1.399)




                                                                   34
Page 36
III.A.6    Pendapatan Bersih

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 63,26 miliar, Rp 69,34 miliar, Rp 70,53 miliar, Rp 84,64 miliar, dan
           Rp 89,08 miliar.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 6,08 miliar atau setara
           dengan 8,76% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 1,20 miliar atau setara
           dengan 1,69% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 14,10 miliar atau setara
           dengan 16,66% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 4,44 miliar atau setara
           dengan 4,99% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.7.   Rugi Bersih Tahun Berjalan

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 18,69 miliar, Rp 16,39 miliar, Rp 18,29 miliar, Rp 15,03 miliar, dan
           Rp 14,37 miliar.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 2,30 miliar atau setara
           dengan 14,02% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 1,90 miliar atau setara
           dengan 10,37% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,25 miliar atau setara
           dengan 21,64% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          35
Page 37
           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,67 miliar atau setara
           dengan 4,65% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21      31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                               64.347         67.345         74.491         74.613        78.382
           Pembayaran kepada pemasok                                  (12.223)       (12.422)       (18.525)       (18.347)      (27.518)
           Pembayaran untuk karyawan dan beban usaha                  (39.192)       (44.284)       (45.461)       (48.340)      (45.132)
           Penerimaan (pembayaran) untuk lain-lain                      7.278          3.350           (418)        (2.084)       (8.006)
           Penerimaan bunga                                                31             15             27             43           137
           Pembayaran bunga                                            (1.824)        (9.340)        (9.104)        (6.042)      (10.694)
           Pembayaran pajak penghasilan final dan non final            (1.298)          (222)          (497)        (1.609)       (2.696)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                         17.119          4.442            513          (1.765)      (15.526)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                          (628)          (300)          (605)          (397)       (1.411)
           Hasil penjualan aset tetap                                       -            108            285              -        18.350
           Perolehan properti investasi                                     -              -              -         (1.435)       (9.080)
           Penerimaan atas penjualan aset                                   -              -              -              -            97
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                          (628)          (192)          (320)        (1.832)        7.956
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran utang bank                                      (14.906)        (5.098)        (1.593)       (18.841)        (6.245)
           Pembayaran utang pembiayaan konsumen                          (144)            78           (138)          (140)          (241)
           Penurunan (kenaikan) aset tidak lancar lainnya                   -              -            300         21.017          3.544
           Kenaikan modal disetor atas waran                                -              -              -             25              2
           Kenaikan tambahan modal disetor                                  -              -              -             11              1
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                       (15.050)        (5.020)        (1.431)        2.072          (2.940)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                 1.441            (769)        (1.239)        (1.526)      (10.510)
           Dampak dari pelepasan entitas anak                                 -              -              -         (439)              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          3.277          4.046          5.285          7.250         17.760
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         4.718          3.277          4.046          5.285          7.250




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-
           masing adalah sebesar Rp 17,12 miliar, Rp 4,44 miliar, dan Rp 0,51 miliar. Arus
           kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing
           adalah sebesar Rp 1,77 miliar dan Rp 15,53 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 17,12 miliar terutama
           berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 64,35 miliar yang
           disertai dengan pembayaran kapada pemasok, serta pembayaran untuk
           karyawan dan beban usaha masing-masing sebesar Rp 12,22 miliar, dan
           Rp 39,19 miliar.




                                                              36
Page 38
Arus kas bersih yang diperoleh dari untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,44 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan untuk
lain-lain masing-masing sebesar Rp 67,35 miliar dan Rp 3,35 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan dan beban
usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 12,42 miliar,
Rp 44,28 miliar, dan Rp 9,34 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,51 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 74,49 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 18,53 miliar, Rp 45,46 miliar, dan Rp 9,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,77 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 74,61 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 18,35 miliar, Rp 48,34 miliar, dan Rp 6,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 15,53 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan dan
beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 27,52 miliar,
Rp 45,13 miliar, dan Rp 10,69 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 78,38 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,63 miliar, Rp 0,19 miliar, Rp 0,32 miliar,
dan Rp 1,83 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar
Rp 7,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,63 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,19 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,30 miliar yang disertai dengan
hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 0,11 miliar.




                                37
Page 39
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,32 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,61 miliar yang disertai dengan
hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 0,29 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,83 miliar terutama
berasal dari perolehan properti investasi sebesar Rp 1,44 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 7,96 miliar terutama
berasal dari hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 18,35 miliar yang disertai
dengan perolehan properti investasi sebesar Rp 9,08 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan
2020, masing-masing adalah sebesar Rp 15,05 miliar, Rp 5,02 miliar,
Rp 1,43 miliar, dan Rp 2,94 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 2,07 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 15,05 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran utang
pembiayaan konsumen masing-masing sebesar Rp 14,91 miliar dan
Rp 0,14 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 5,02 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 5,09 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,43 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 1,59 miliar yang
disertai dengan penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 0,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,07 miliar terutama
berasal dari penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 21,02 miliar yang
disertai dengan pembayaran utang bank sebesar Rp 18,84 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,94 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 6,25 miliar yang
disertai dengan penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 3,54 miliar.




                                38
Page 40
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             0,91         1,37         1,27         1,75         1,38
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,26         0,28         0,27         0,31         0,29
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,08         0,15         0,20         0,26         0,27
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,92         0,85         0,80         0,74         0,73
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                11,09         5,49         3,92         2,89         2,77
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 51,18%       53,95%       49,50%       51,04%       55,39%
            Marjin rugi bersih                               -29,54%      -23,64%      -25,93%      -17,76%      -16,13%
            Imbal hasil aset                                  -7,77%       -6,61%       -7,00%       -5,53%       -4,66%
            Imbal hasil ekuitas                              -93,96%      -42,90%      -34,48%      -21,49%      -17,55%




III.D.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-
            tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio perputaran jumlah
            aset masing-masing adalah 0,26; 0,28; 0,27; 0,31; dan 0,29.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,08; 0,15; 0,20; 0,26; dan 0,27.

III.D.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,92; 0,85, 0,80,
            0,74, dan 0,73, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 11,09; 5,49; 3,92; 2,89; dan 2,77.

III.D.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                                     39
Page 41
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis DMI

           Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal- tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP HR dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan
           konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           telah diaudit oleh KAP MR dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           hal lain. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021, dan 2020 telah diaudit oleh KAP MR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
           suatu hal dan hal lain.

           Ikhtisar data keuangan penting DMI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan        31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                   4.099       3.127       3.457       4.932          2.224
           Piutang usaha - bersih                         1.565       1.733       2.648       1.818          1.989
           Persediaan                                     1.297       1.249       1.017         865            826
           Biaya dibayar di muka                          1.202       1.264       1.131       2.164          1.151
           Piutang lain-lain                                261         101          95          70              -
           Jumlah Aset Lancar                             8.424       7.475       8.348       9.850          6.190
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                           6.569       5.691       6.098       5.352        135.417
           Aset tetap - bersih                          108.527     114.922     121.212     127.978          3.442
           Goodwill                                         562         562         562         562            562
           Aset tidak lancar lainnya                          -           -           -         300          1.361
           Jumlah Aset Tidak Lancar                     115.658     121.174     127.872     134.191        140.782
           JUMLAH ASET                                  124.082     128.649     136.220     144.041        146.973




                                                 40
Page 42
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                         1.704         1.987         1.252           887          1.849
           Utang lain-lain                                                       495           172            91           132             47
           Beban masih harus dibayar                                          42.290        30.107        26.265        20.646         10.640
           Utang pihak berelasi                                               10.118           118        26.448        61.718         61.354
           Pendapatan ditangguhkan                                               378           559           486           467            808
           Deposito tamu                                                         301            86           134           299            382
           Penyisihan untuk pergantian perabotan dan perlengkapan
             hotel                                                             1.109           997         1.523         2.067          1.894
           Utang pajak                                                         2.114         2.590         2.468         2.372          3.209
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Utang bank                                                       13.481         7.963        21.312        12.806         13.402
             Utang pembiayaan konsumen                                           132           144            72            63             78
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    72.122        44.724        80.051       101.458         93.663
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                   1.729         2.033         2.079         2.334          3.465
           Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalan waktu satu tahun:
             Utang bank                                                      110.257       130.681       122.383       132.481        130.727
             Utang pembiayaan konsumen                                             -           132           126             -             63
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  111.986       132.846       124.588       134.815        134.255
           JUMLAH LIABILITAS                                                 184.108       177.570       204.639       236.272        227.918
           DEFISIENSI MODAL
           Modal saham                                                         96.000        96.000        70.000        38.200        38.200
           Tambahan modal disetor                                             (61.117)      (61.117)      (61.117)      (61.117)      (61.117)
           Selisih transaksi kepentingan non pengendali                        (1.540)       (1.540)       (1.540)       (1.540)       (1.540)
           Defisit                                                            (88.777)      (77.736)      (70.387)      (62.483)      (51.348)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
            induk                                                             (55.433)      (44.393)      (63.043)      (86.939)      (75.804)
           Kepentingan non-pengendali                                          (4.592)       (4.529)       (5.375)       (5.293)       (5.142)
           JUMLAH DEFISIENSI MODAL                                            (60.025)      (48.921)      (68.419)      (92.231)      (80.946)
           JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL                            124.082       128.649       136.220       144.041        146.973




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset DMI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
           dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 124,08 miliar, Rp 128,65 miliar,
           Rp 136,22 miliar, Rp 144,04 miliar, dan Rp 146,97 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 4,57 miliar atau setara dengan 3,55% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset tetap - bersih sebesar Rp 6,40 miliar yang disertai dengan
           kenaikan kas dan bank serta aset pajak tangguhan masing-masing sebesar
           Rp 0,97 miliar dan Rp 0,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,57 miliar atau setara dengan 5,56% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan piutang usaha - bersih dan aset tetap – bersih masing-masing
           sebesar Rp 0,92 miliar dan Rp 6,29 miliar.




                                                                      41
Page 43
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,82 miliar atau setara dengan 5,43% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank serta aset tetap - bersih masing-masing sebesar
           Rp 1,48 miliar dan Rp 6,77 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,93 miliar atau setara dengan 1,99% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp 130,07 miliar yang disertai dengan
           kenaikan kas dan bank serta aset tetap - bersih masing-masing sebesar
           Rp 2,71 miliar dan Rp 124,54 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas DMI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 184,11 miliar, Rp 177,57 miliar,
           Rp 204,64 miliar, Rp 236,27 miliar, dan Rp 227,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas DMI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 6,54 miliar atau setara dengan 3,68% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban masih harus dibayar, dan utang pihak berelasi masing-
           masing sebesar Rp 12,18 miliar dan Rp 10,00 miliar yang disertai dengan
           penurunan utang bank sebesar Rp 14,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 27,07 miliar atau setara dengan 13,23% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi dan utang bank masing-masing
           sebesar Rp 26,33 miliar dan Rp 5,05 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 31.63 miliar atau setara dengan 13,39% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 35,27 miliar yang
           disertai dengan kenaikan beban masih harus dibayar sebesar Rp 5,62 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas DMI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 8,35 miliar atau setara dengan 3,67% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban masih harus dibayar sebesar Rp 10,01 miliar yang disertai
           dengan penurunan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan sebesar
           Rp 1,13 miliar.




                                          42
Page 44
III.B.4.   Defisiensi Modal

           Jumlah defisiensi modal DMI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
           2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 60,03 miliar,
           Rp 48,92 miliar, Rp 68,42 miliar, Rp 92,23 miliar, dan Rp 80,95 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           kenaikan sebesar Rp 11,10 miliar atau setara dengan 22,70% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI
           sebesar Rp 11,31 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           penurunan sebesar Rp 19,50 miliar atau setara dengan 28,50% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 26,00 miliar yang
           disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI sebesar
           Rp 7,80 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           penurunan sebesar Rp 23,81 miliar atau setara dengan 25,82% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 31,80 miliar yang
           disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI sebesar
           Rp 8,13 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           kenaikan sebesar Rp 11,29 miliar atau setara dengan 13,94% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI
           sebesar Rp 12,61 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           Pendapatan bersih                                                57.230        59.911        56.455        43.621         40.740
           Beban pokok pendapatan                                           26.782        26.449        25.158        20.893         20.482
           Laba kotor                                                        30.448        33.461        31.297        22.728        20.257
           Beban penjualan                                                   (1.559)       (2.251)       (1.451)       (1.041)       (1.123)
           Beban umum dan administrasi                                      (22.953)      (24.821)      (23.878)      (20.966)      (21.286)
           Beban lain-lain - bersih                                         (17.978)      (13.740)      (14.883)      (15.616)      (16.822)
           Rugi sebelum pajak penghasilan                                   (12.042)       (7.351)       (8.915)      (14.896)      (18.974)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan - bersih                           730          (447)          784         2.284         2.234
           Rugi bersih tahun berjalan                                       (11.312)       (7.798)       (8.131)      (12.612)      (16.741)
           Penghasilan komprehensif lain                                        207           395           144         1.326           563
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                          (11.104)       (7.402)       (7.987)      (11.286)      (16.178)
           Rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                           (11.239)       (7.741)       (8.048)      (12.450)      (16.313)
            Kepentingan non pengendali                                          (72)          (57)          (84)         (162)         (427)




                                                                   43
Page 45
III.B.6    Pendapatan Bersih

           Pendapatan bersih DMI untuk untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 57,23 miliar, Rp 59,91 miliar, Rp 56,46 miliar, Rp 43,62 miliar, dan
           Rp 40,74 miliar.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 2,68 miliar atau setara
           dengan 4,47% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,46 miliar atau setara
           dengan 6,12% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 12,83 miliar atau setara
           dengan 29,42% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,88 miliar atau setara
           dengan 7,07% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.B.7.   Rugi Bersih Tahun Berjalan

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 11,31 miliar, Rp 7,80 miliar, Rp 8,13 miliar, Rp 12,61 miliar, dan
           Rp 16,74 miliar.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,51 miliar atau setara
           dengan 45,06% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 0,33 miliar atau setara
           dengan 4,10% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 4,48 miliar atau setara
           dengan 35,53% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          44
Page 46
           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 4,13 miliar atau setara
           dengan 24,66% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 18,50 miliar dibandingkan
           dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.

III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                               57.084        60.565        55.361        43.678        40.877
           Pembayaran kepada pemasok                                  (10.727)      (10.360)       (9.725)       (8.317)       (6.051)
           Pembayaran untuk karyawan dan beban usaha                  (33.773)      (35.114)      (32.647)      (28.315)      (30.232)
           Penerimaan kas dari (pembayaran untuk) lain-lain            (3.374)      (28.112)       (4.827)          359         6.920
           Pembayaran bunga                                            (1.824)       (8.505)       (8.035)       (5.811)       (8.978)
           Pembayaran pajak penghasilan                                    30            (0)           (2)         (867)         (524)
           Penerimaan bunga                                                 -            14            26            19            14
           Penerimaan pajak penghasilan                                  (767)            -             -             -             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                          6.649        (21.512)         151           746          2.026
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                          (628)         (745)        (481)          (181)             -
           Hasil penjualan aset tetap                                       -             -          285              -             10
           Perolehan saham entitas anak                                     -           900            -              -         (1.364)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                          (628)         155          (195)          (181)        (1.354)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan utang bank                                            -       (5.051)        (1.593)       1.400          (5.343)
           Pembayaran utang bank                                      (14.906)          78           (138)        (241)              -
           Penurunan aset tidak lancar lainnya                              -            -            300        1.062           3.184
           Pembayaran utang sewa pembiayaan                              (144)           -              -          (78)           (174)
           Penerimaan utang affiliasi                                  10.000            -              -            -               -
           Kenaikan modal disetor                                           -       26.000              -            -               -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                        (5.050)      21.027         (1.431)       2.142          (2.333)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                   972           (329)       (1.475)       2.707          (1.662)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          3.127         3.457         4.932         2.224          3.886
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         4.099         3.127         3.457         4.932          2.224




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 6,65 miliar, Rp 0,15 miliar, Rp 0,75 miliar,
           dan Rp 2,03 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DMI
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
           Rp 21,51 miliar.




                                                              45
Page 47
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 6,65 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 57,08 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran untuk lain-lain masing-masing sebesar
Rp 10,73 miliar, Rp 33,77 miliar, dan Rp 3,37 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 21,51 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan dan
beban usaha, serta pembayaran untuk lain-lain masing-masing sebesar
Rp 10,36 miliar, Rp 35,11 miliar, dan Rp 28,11 miliar yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 60,57 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,15 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 55,36 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 9,73 miliar, Rp 32,65 miliar, dan Rp 8,04 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,75 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 43,68 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 8,32 miliar, Rp 28,32 miliar, Rp 5,81 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,03 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 40,88 miliar yang
disertai dengan pembayaran untuk karyawan dan beban usaha, serta
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 30,23 miliar dan Rp 8,98 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 0,63 miliar, Rp 0,20 miliar, Rp 0,18 miliar,
dan Rp 1,35 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DMI
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 0,16 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,63 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.




                               46
Page 48
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,16 miliar terutama
berasal dari perolehan saham entitas anak sebesar Rp 0,90 miliar yang disertai
dengan perolehan aset tetap sebesar Rp 0,75 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,20 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,48 miliar yang disertai dengan
hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 0,29 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,18 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,35 miliar terutama
berasal dari perolehan saham entitas anak sebesar 1,36 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2022, dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 5,05 miliar, Rp 1,43 miliar, dan Rp 2,33 miliar. Arus kas bersih
yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DMI dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2021 adalah masing-masing sebesar
Rp 21,03 miliar dan Rp 2,14 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 5,05 miliar terutama
berasal dari pembayaran utang bank dan penerimaan utang affiliasi masing-
masing sebesar Rp 14,91 miliar dan Rp 10,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 21,03 miliar terutama
berasal dari kenaikan modal disetor sebesar Rp 26,00 miliar yang disertai
dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 5,05 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,43 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 1,59 miliar yang disertai dengan
penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 0,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,14 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang bank dan penurunan aset tidak lancar lainnya
masing-masing sebesar Rp 1,40 miliar dan Rp 1,06 miliar.




                                 47
Page 49
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,33 miliar terutama
            berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 5,34 miliar yang disertai dengan
            penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 3,18 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                              0,12          0,17          0,10          0,10          0,07
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                              0,46          0,47          0,41          0,30          0,28
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       (0,48)        (0,38)        (0,50)        (0,64)        (0,55)
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              1,48          1,38          1,50          1,64          1,55
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 (3,07)        (3,63)        (2,99)        (2,56)        (2,82)
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 53,20%        55,85%        55,44%        52,10%        49,72%
            Marjin rugi bersih                               -19,77%       -13,02%       -14,40%       -28,91%       -41,09%
            Imbal hasil aset                                  -9,12%        -6,06%        -5,97%        -8,76%       -11,39%
            Imbal hasil ekuitas                                   N/A           N/A           N/A           N/A           N/A




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan DMI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi DMI. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio perputaran jumlah aset
            masing-masing adalah 0,46; 0,47; 0,41; 0,30; dan 0,28.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas DMI
            terhadap jumlah aset DMI.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan DMI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan
            2020 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,48;
            1,38; 1,50; 1,64; dan 1,55.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan DMI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan DMI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                                     48
Page 50
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Rencana Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
         yang telah direviu oleh KAP GAR.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2024:

                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Setelah
                               Keterangan           31/12/24      Penyesuaian     Rencana
                                                                                  Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                     4.718              -            4.718
         Piutang usaha                                    2.364              -            2.364
         Piutang lain-lain pihak berelasi                 6.693              -            6.693
         Persediaan                                      69.635              -           69.635
         Pajak dibayar dimuka                                13              -               13
         Biaya dibayar di muka dan uang muka              1.258              -            1.258
         Jumlah Aset Lancar                              84.681              -           84.681
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap – bersih                            114.584              -          114.584
         Aset hak guna usaha - bersih                        86              -               86
         Properti investasi - bersih                     32.518              -           32.518
         Aset pajak tangguhan                             6.569         (1.612)           4.957
         Investasi saham                                  1.500              -            1.500
         Goodwill                                           562              -              562
         Jumlah Aset Tidak Lancar                       155.819         (1.612)         154.206
         JUMLAH ASET                                    240.499         (1.612)         238.887




                                               49
Page 51
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Setelah
                       Keterangan                               31/12/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                           1.725               -              1.725
Utang lain-lain                                                         892               -                892
Beban masih harus dibayar                                            47.354          (8.581)            38.773
Utang pihak berelasi                                                 19.519          30.000             49.519
Uang muka penjualan                                                   5.346               -              5.346
Utang pajak                                                           2.225               -              2.225
Deposit tamu                                                            301               -                301
Penyisihan untuk pergantian perabotan dan peralatan hotel             1.109               -              1.109
Penghasilan ditangguhkan                                                734               -                734
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun
  Utang bank                                                         14.142           (2.121)           12.020
  Utang pembiayaan konsumen                                             132                -               132
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      93.479          19.297            112.777
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
  tempo dalam waktu satu tahun
  Utang bank                                                        123.463          (26.626)           96.837
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                     3.667                -             3.667
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    127.130          (26.626)          100.505
JUMLAH LIABILITAS                                                   220.610           (7.328)          213.281
EKUITAS
Modal saham                                                         189.985               -            189.985
Tambahan modal disetor                                              (85.238)              -            (85.238)
Selisih transaksi kepentingan non-pengendali                        (11.012)              -            (11.012)
Defisit                                                             (71.644)          5.693            (65.951)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk        22.091           5.693             27.784
Kepentingan non-pengendali                                           (2.201)             23             (2.178)
JUMLAH EKUITAS                                                       19.890           5.716             25.606
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       240.499           (1.612)          238.887



                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                       Keterangan                               31/12/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
Pendapatan bersih                                                    63.264                  -          63.264
Beban pokok pendapatan                                               30.885                  -          30.885
Laba kotor                                                           32.379               -             32.379
Beban penjualan                                                      (1.875)              -             (1.875)
Beban umum dan administrasi                                         (29.958)              -            (29.958)
Beban pendanaan                                                     (15.472)              -            (15.472)
Beban lain-lain - bersih                                             (3.962)          7.328              3.366
Rugi sebelum pajak penghasilan                                      (18.888)           7.328           (11.560)
Manfaat pajak penghasilan                                               199           (1.612)           (1.413)
Rugi bersih periode berjalan                                        (18.689)          5.716            (12.973)
Rugi komprehensif lain                                                  368               -                368
Jumlah rugi komprehensif periode berjalan                           (18.321)          5.716            (12.605)
Rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
 Pemilik entitas induk                                              (18.558)          5.716            (12.865)
 Kepentingan non-pengendali                                            (131)                              (108)




                                                 50
Page 52
Laporan posisi keuangan konsolidasian proforma dan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian proforma Perseroan disusun guna
mencerminkan dampak dari penambahan utang pihak berelasi dan pembayaran
utang bank, serta penerapan penyesuaian tersebut terhadap jumlah-jumlah
historis dalam laporan posisi keuangan konsolidasian proforma Perseroan
tanggal 31 Desember 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian proforma untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Asumsi-asumsi yang mendasari penyesuaian proforma tersebut adalah sebagai
berikut:

•   Laporan keuangan konsolidasian historis Perseroan per 31 Desember 2024
    adalah laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh Junadi, S.E.,
    M.Si., Ak., CPA., CFI., CLI., BKP., ACPA.,CFDP dari KAP HR dalam laporan
    No. No. 00030/3.0217/AU.1/03/1417-2/1/III/2025 tanggal 14 Maret 2025
    dengan opini wajar dalam semua hal yang material atas laporan keuangan
    tersebut.

•   Laporan keuangan konsolidasian historis DMI per 31 Desember 2024 adalah
    laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh Junadi, S.E., M.Si.,
    Ak., CPA., CFI., CLI., BKP., ACPA.,CFDP dari KAP HR dalam laporan
    No. 00036/3.0217/AU.1/05/1417-2/1/III/2025 tanggal 14 Maret 2025 dengan
    opini wajar dalam semua hal yang material atas laporan keuangan tersebut
    yang digunakan sebagai basis laporan keuangan konsolidasian proforma
    DMI per 31 Desember 2024.

•   Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI mendapatkan penerimaan dana
    dari pinjaman pihak berelasi FSD sebesar Rp 40,00 miliar.

•   DMI menggunakan pinjaman sebesar Rp 30,00 miliar untuk membayar
    pokok dan bunga Utang Bank sebesar Rp 37,33 miliar sehingga DMI
    mencatat di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada akun
    “keuntungan atas potongan utang bank” sebesar Rp 7,33 miliar dengan
    perhitungan sebagai berikut:

                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                                Jumlah

    Saldo pokok utang bank                                                28.747
    Saldo biaya masih harus dibayar atas bunga utang bank                  8.581
    Jumlah                                                                37.328
    Jumlah pembayaran pokok dan bunga                                    (30.000)
    Keuntungan atas potongan utang bank                                    7.328



•   Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI menggunakan pinjaman sebesar
    Rp 10,00 miliar untuk membayar Utang Pihak Berelasi sebesar
    Rp 10,00 miliar.

•   DMI mencatat perubahan saldo aset pajak tangguhan sebesar Rp 1,61 miliar
    karena penyesuaian perhitungan koreksi fiskal dampak dari keuntungan atas
    potongan utang bank.


                                              51
Page 53
           •    Kepentingan non-pengendali diukur berdasarkan proporsi kepentingan
                non-pengendali.

III.D.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
           melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
           sebagai berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan;
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •    Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.D.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan bersih                               76.933        94.592        95.159        95.090         96.427
           Beban pokok pendapatan                          34.348        43.873        41.637        38.681         37.899
           Laba kotor                                      42.586        50.719        53.522        56.408         58.528
           Beban usaha                                     35.246        38.360        38.698        39.127         39.830
           Laba usaha                                        7.340        12.360       14.823        17.281         18.698
           Beban lain-lain - bersih                        (11.334)      (10.572)      (9.662)       (7.494)        (6.145)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan            (3.994)       1.788         5.161          9.787        12.553
           Beban pajak penghasilan                               -            -          (689)        (3.030)       (3.631)
           Laba (rugi) bersih tahun berjalan                (3.994)       1.788         4.472         6.757          8.922



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

           Pendapatan bersih                               98.459        102.882       101.071       104.501       108.275
           Beban pokok pendapatan                          37.753         39.175        31.581        30.972        32.963
           Laba kotor                                      60.706         63.708        69.490        73.529        75.312
           Beban usaha                                     39.727         41.121        41.434        42.752        44.125
           Laba usaha                                      20.980         22.586        28.056        30.777        31.187
           Beban lain-lain - bersih                        (4.890)        (3.509)       (2.002)         (685)          (83)
           Laba sebelum pajak penghasilan                  16.090         19.078        26.054        30.093        31.104
           Beban pajak penghasilan                         (4.257)        (4.907)       (6.529)       (7.509)       (7.828)
           Laba bersih tahun berjalan                      11.834         14.170        19.524        22.584        23.276




                                                   52
Page 54
           Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan bersih                               76.933        94.592        95.159        95.090         96.427
           Beban pokok pendapatan                          34.348        43.873        41.637        38.681         37.899
           Laba kotor                                      42.586        50.719        53.522        56.408         58.528
           Beban usaha                                     35.246        38.360        38.698        39.127         39.830
           Laba usaha                                        7.340        12.360       14.823        17.281         18.698
           Beban lain-lain - bersih                         (3.901)      (10.366)      (9.810)       (7.787)        (6.535)
           Laba sebelum pajak penghasilan                   3.439         1.994          5.014         9.494        12.163
           Beban pajak penghasilan                              -           (90)        (2.337)       (2.965)       (3.545)
           Laba bersih tahun berjalan                       3.439         1.904         2.676         6.528          8.618



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

           Pendapatan bersih                               98.459       102.882       101.071       104.501        108.275
           Beban pokok pendapatan                          37.753        39.175        31.581        30.972         32.963
           Laba kotor                                      60.706        63.708        69.490        73.529         75.312
           Beban usaha                                     39.727        41.121        41.434        42.752         44.125
           Laba usaha                                      20.980        22.586        28.056        30.777         31.187
           Beban lain-lain - bersih                        (5.387)       (4.124)       (2.713)       (1.326)          (351)
           Laba sebelum pajak penghasilan                  15.593        18.462        25.343        29.452         30.836
           Beban pajak penghasilan                         (4.147)       (4.772)       (6.373)       (7.368)        (7.769)
           Laba bersih tahun berjalan                      11.446        13.691        18.970        22.084         23.067




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan
           laba bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
           masing-masing adalah sebesar Rp 973,39 miliar dan Rp 109,33 miliar.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan laba bersih tahun berjalan
           Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp 973,39 miliar dan Rp 112,42 miliar.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
           di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.D.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
           Kewajaran.




                                                   53
Page 55
III.D.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.D.3.a.   Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
             akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. Dengan demikian,
             jasa yang dihasilkan oleh DMI adalah penyediaan akomodasi, penyediaan
             makan dan minum, serta usaha hotel.

III.D.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis DMI meliputi kota
             Semarang, Kendal, dan Rembang.

III.D.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha DMI adalah sebagai
             berikut:

             •   Hotel Grandika Semarang;
             •   Hotel Canti;
             •   Hotel Aston Pandanaran;
             •   Hotel Room Inc Semarang; dan
             •   Metro Park Hotel.

III.D.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan DMI
             adalah sebagai berikut:

             •   Melakukan kegiatan operasional dengan sistem keberlanjutan dan praktik
                 ramah lingkungan (sustainability and green practices);
             •   Melakukan integrasi teknologi dalam mengembangkan kegiatan usaha jasa
                 industri perhotelan, restoran, dan katering;
             •   Mengembangkan fasilitas perhotelan yang berfokus pada kesehatan;
             •   Senantiasa melakukan inovasi pada terhadap makanan dan minuman dalam
                 jasa restoran; dan
             •   Senantiasa memberikan pelayanan terbaik guna memenuhi harapan
                 pelanggan.




                                           54
Page 56
III.D.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses
             yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas Rencana
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.       Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

             Berdasarkan proyeksi laporan keuangan konsolidasian DMI yang disusun oleh
             manajemen DMI, saldo kas dan setara kas DMI per tanggal
             31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                 31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

             Kas dan setara kas pada awal tahun                   4.099         1.878         1.451         1.835          1.458
             Kenaikan bersih kas dan setara kas                 (30.846)        2.324         3.384         2.623          2.803
             Pembayaran Transaksi                               (10.000)            -             -             -              -
             Penerimaan Rencana Transaksi                        40.000             -             -             -              -
             Pembayaran beban bunga Rencana Transaksi            (1.375)       (2.750)       (3.000)       (3.000)        (3.000)
             Pembayaran Rencana Transaksi                             -             -             -             -              -
             Kas dan setara kas pada awal tahun                  1.878          1.451         1.835         1.458          1.261



                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                 31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

             Kas dan setara kas pada awal tahun                   1.261         1.324         1.729         1.948         1.401
             Kenaikan bersih kas dan setara kas                   3.063         3.405        16.694        17.766        18.997
             Pembayaran Transaksi                                     -             -             -             -             -
             Penerimaan Rencana Transaksi                             -             -             -             -             -
             Pembayaran beban bunga Rencana Transaksi            (3.000)       (3.000)       (2.475)       (1.313)         (338)
             Pembayaran Rencana Transaksi                             -             -       (14.000)      (17.000)       (9.000)
             Kas dan setara kas pada awal tahun                  1.324         1.729         1.948         1.401         11.060




             DMI telah memperoleh fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar Rp40,00
             miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku selama
             sepuluh tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana dari FSD
             kepada DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI,
             memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat diperpanjang
             atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan keuangan kosolidasian DMI
             tersebut di atas, DMI diperkirakan memiliki kemampuan untuk melakukan
             pelunasan atas Rencana Transaksi kepada FSD.




                                                        55
Page 57
Penyebab perubahan signifikan atas kenaikan bersih kas dan setara kas per
tanggal 31 Desember 2032 – 2034 adalah sebagai berikut:

•   Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2032 sebesar
    Rp 28,04 miliar terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
    sebesar Rp 92,55 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok
    dan pembayaran beban usaha masing-masing sebesar Rp 26,35 miliar dan
    Rp 31,79 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
    investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2032
    adalah sebesar Rp 0,92 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang digunakan
    untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2032 adalah sebesar Rp 10,42 miliar terutama berasal dari
    pembayaran utang bank dan pembayaran akrual bunga masing-masing
    sebesar Rp 5,94 miliar dan Rp 4,26 miliar. Dengan demikian, kenaikan bersih
    kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2032 adalah sebesar Rp 27,02 miliar.

•   Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2033 sebesar
    Rp 28,71 miliar terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar
    Rp 95,95 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
    pembayaran beban usaha masing-masing sebesar Rp 27,20 miliar dan
    Rp 32,67 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
    investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2033
    adalah sebesar Rp 10,95 miliar. Dengan demikian, kenaikan bersih kas dan
    setara kas dari aktivitas operasi dan investasi untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2033 adalah sebesar Rp 17,66 miliar.

•   Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2034 sebesar
    Rp 30,24 miliar terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar
    Rp 99,68 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
    pembayaran beban usaha masing-masing sebesar Rp 28,09 miliar dan
    Rp 33,58 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
    investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2034
    adalah sebesar Rp 11,24 miliar. Dengan demikian, kenaikan bersih kas dan
    setara kas dari aktivitas operasi dan investasi untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2034 adalah sebesar Rp 19,00 miliar.




                                56
Page 58
III.F.   Analisis Cash Management dan Financial Covenant

         Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
         operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
         setara kas.

         Sehubungan dengan Rencana Transaksi, berdasarkan PPP, APPP, dan
         AKPPP, analisis atas financial covenant dari Rencana Transaksi yaitu DMI
         dilarang tanpa persetujuan terlebih dahulu dari FSD untuk melakukan
         tindakan-tindakan antara lain sebagai berikut:

         -   Melakukan penggabungan usaha (merger) dengan badan usaha lain,
             peleburan usaha (konsolidasi) bersama badan usaha lain dan
             pengambilalihan (akuisisi) saham-saham dalam badan usaha lain.

         -   Mengajukan permohonan untuk dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga atau
             mengajukan permohonan penundaan pembayaran hutang kepada
             Pengadilan Niaga, melakukan pembubaran atau likuidasi berdasarkan
             Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.

         -   Mengubah struktur permodalan DMI, antara lain menarik modal disetor
             maupun modal penyertaan sementara, kecuali untuk peningkatan modal
             yang berasal dari laba ditahan atau pengeluaran saham baru atau setoran
             dari pemegang saham.

         -   Mengajukan permohonan hutang baru kepada bank ataupun lembaga
             keuangan lainnya.

III.G.   Analisis Kelayakan Investasi

         Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP HR, DMI memiliki Utang Bank.

         Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka DMI
         merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
         Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan bagi
         DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat bunga atas
         Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga atas Utang
         Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya penurunan beban
         keuangan pada masa yang akan datang.




                                        57
Page 59
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI merencanakan untuk
         memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar
         dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku selama sepuluh
         tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer dana dari FSD
         kepada DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI,
         memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat
         diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

         Kami melakukan analisis perbandingan terhadap fasilitas pinjaman beberapa
         perusahaan publik lainnya di Indonesia dalam mata uang Rupiah. Berikut
         adalah perbandingan atas fasilitas pinjaman dan tingkat bunga yang
         diberikan kepada berbagai perusahaan publik di Indonesia dari pihak
         berelasi dalam mata uang Rupiah berdasarkan laporan keuangan terkini
         sebagaimana telah dipublikasikan pada website Bursa Efek Indonesia
         adalah sebagai berikut:

                                                          Jumlah Pinjaman                            Tanggal Perolehan Pinjaman
          No.              Nama Perusahaan                                    Bunga Pinjaman
                                                           (Dalam Rupiah)                           dan/atau Tanggal Jatuh Tempo
           1    PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk
                 PT PP (Persero) Tbk                               295.066          8,00%              14 Desember 2018 - Selesai

           2    PT Astra Otoparts Tbk
                 PT Evoluzione Tyres                                57.800 JIBOR 3 bulan + 2,75%      9 Mei 2019 - 1 Desember 2027
                 PT Aisin Indonesia                                 61.000        7,22%                8 Maret 2023 - 8 Maret 2028

           3    PT Arkora Hydro Tbk
                 PT United Tractors Tbk                            125.000          9,50%             27 Maret 2023 - 27 Maret 2040

           4    PT Goto Gojek Tokopedia Tbk
                 PT Energi Kreasi Bersama                           45.548         10,95%            November 2023 - November 2028

           5    PT Autopedia Sukses Lestari Tbk
                 PT Adi Sarana Armada Tbk                          225.000          8,25%           29 Oktober 2021 - 28 Oktober 2026

           6    PT Buyung Poetra Sembada Tbk
                 PT Buyung Putra Pangan                             40.743          8,89%                            -

           7    PT Adhi Commuter Properti Tbk
                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
                   LRT City Bekasi Timur Eastern Green             160.000          8,50%           22 Februari 2023 - 22 Februari 2028
                   Fasilitas Kredit Swadana                        350.000          9,00%               19 Mei 2023 - 24 Mei 2026

           8    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
                   Pinjaman sindikasi                             4.150.000 JIBOR 3 bulan + 1,45%    Sampai dengan 19 Desember 2027
                   Pinjaman sindikasi                             2.740.000 JIBOR 3 bulan + 1,60%    Sampai dengan 19 Desember 2027
                   Pinjaman sindikasi                               901.000 JIBOR 3 bulan + 1,60%    Sampai dengan 23 Desember 2027




         Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
         Indonesia sebagaimana diuraikan di atas yang diperoleh dari website Bursa
         Efek Indonesia, tingkat bunga atas pinjaman yang dikenakan berkisar antara
         7,22% per tahun sampai dengan 10,95% per tahun. Dengan demikian,
         tingkat suku bunga pada Rencana Transaksi sebesar 7,50% per tahun masih
         berada di kisaran tingkat suku bunga pinjaman sejenis yang ada di
         perusahaan perusahaan publik di atas.




                                                          58
Page 60
2. Berdasarkan perhitungan biaya modal ekuitas Perseroan, biaya modal
   ekuitas Perseroan adalah sebesar 11,53%. Selanjutnya, Rencana Transaksi
   akan dikenakan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun, tingkat suku bunga
   mana lebih rendah dari biaya modal ekuitas Perseroan sehingga berpotensi
   memberikan keuntungan bagi Perseroan atas selisih tingkat suku bunga dan
   biaya modal ekuitas Perseroan tersebut. Perhitungan biaya modal ekuitas
   Perseroan menggunakan formula capital asset pricing model (CAPM)
   sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
   memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
   yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
   panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
   10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,07%, yang diperoleh dari
   Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
   sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
   balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
   premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
   risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
   equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
   dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
   sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
   Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,87%,
   yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
   School) tahun 2024 yang diterbitkan pada bulan Januari tahun 2025.




                                  59
Page 61
   Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
   akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
   premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
   31 Desember 2024 sebesar 0,38 yang kemudian di-relever dengan tingkat
   leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
   mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

   βL      =      βU x (1 + (1-T) x DER)

   Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
   Perseroan sebesar 145,00% untuk memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak
   yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
   umum, yaitu tarif pajak final. Dengan demikian, maka diperoleh beta
   Perseroan sebesar 0,92 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

   βL      =      0,38 x (1 + (1 – 0,00%) x 145,00%) = 0,92

   Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
   CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
   1,89%, diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
   dalam perhitungan di bawah ini:

   ke      =            Rf + ( β x RPm ) – RBDS
           =            7,07% + (0,92 x 6,87%) – 1,89%
           =            11,53%

3. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan konsolidasian DMI yang disusun
   oleh manajemen DMI, saldo kas dan setara kas DMI per tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                 31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

   Kas dan setara kas pada awal tahun                   4.099         1.878         1.451         1.835          1.458
   Kenaikan bersih kas dan setara kas                 (30.846)        2.324         3.384         2.623          2.803
   Pembayaran Transaksi                               (10.000)            -             -             -              -
   Penerimaan Rencana Transaksi                        40.000             -             -             -              -
   Pembayaran beban bunga Rencana Transaksi            (1.375)       (2.750)       (3.000)       (3.000)        (3.000)
   Pembayaran Rencana Transaksi                             -             -             -             -              -
   Kas dan setara kas pada awal tahun                   1.878         1.451         1.835         1.458          1.261



                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                 31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

   Kas dan setara kas pada awal tahun                   1.261         1.324         1.729         1.948         1.401
   Kenaikan bersih kas dan setara kas                   3.063         3.405        16.694        17.766        18.997
   Pembayaran Transaksi                                     -             -             -             -             -
   Penerimaan Rencana Transaksi                             -             -             -             -             -
   Pembayaran beban bunga Rencana Transaksi            (3.000)       (3.000)       (2.475)       (1.313)         (338)
   Pembayaran Rencana Transaksi                             -             -       (14.000)      (17.000)       (9.000)
   Kas dan setara kas pada awal tahun                  1.324         1.729         1.948         1.401         11.060




                                              60
Page 62
DMI telah memperoleh fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar
Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku
selama sepuluh tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau transfer
dana dari FSD kepada DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas
induk DMI, memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS, serta dapat
diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan keuangan kosolidasian DMI
tersebut di atas, DMI diperkirakan memiliki kemampuan untuk melakukan
pelunasan atas Rencana Transaksi kepada FSD.

Penyebab perubahan signifikan atas kenaikan bersih kas dan setara kas per
tanggal 31 Desember 2032 – 2034 adalah sebagai berikut:

•   Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2032 sebesar
    Rp 28,04 miliar terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
    sebesar Rp 92,55 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada
    pemasok dan pembayaran beban usaha masing-masing sebesar
    Rp 26,35 miliar dan Rp 31,79 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang
    digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2032 adalah sebesar Rp 0,92 miliar. Proyeksi arus
    kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
    yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2032 adalah sebesar
    Rp 10,42 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank dan
    pembayaran akrual bunga masing-masing sebesar Rp 5,94 miliar dan
    Rp 4,26 miliar. Dengan demikian, kenaikan bersih kas dan setara kas
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2032 adalah
    sebesar Rp 27,02 miliar.

•   Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2033 sebesar
    Rp 28,71 miliar terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan
    sebesar Rp 95,95 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada
    pemasok dan pembayaran beban usaha masing-masing sebesar
    Rp 27,20 miliar dan Rp 32,67 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang
    digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2033 adalah sebesar Rp 10,95 miliar. Dengan
    demikian, kenaikan bersih kas dan setara kas dari aktivitas operasi dan
    investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2033
    adalah sebesar Rp 17,66 miliar.




                            61
Page 63
   •     Proyeksi arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk
         tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2034 sebesar
         Rp 30,24 miliar terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan
         sebesar Rp 99,68 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada
         pemasok dan pembayaran beban usaha masing-masing sebesar
         Rp 28,09 miliar dan Rp 33,58 miliar. Proyeksi arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2034 adalah sebesar Rp 11,24 miliar. Dengan
         demikian, kenaikan bersih kas dan setara kas dari aktivitas operasi dan
         investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2034
         adalah sebesar Rp 19,00 miliar.

4. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

   Pendapatan bersih                               76.933        94.592        95.159        95.090         96.427
   Beban pokok pendapatan                          34.348        43.873        41.637        38.681         37.899
   Laba kotor                                      42.586        50.719        53.522        56.408         58.528
   Beban usaha                                     35.246        38.360        38.698        39.127         39.830
   Laba usaha                                        7.340        12.360       14.823        17.281         18.698
   Beban lain-lain - bersih                        (11.334)      (10.572)      (9.662)       (7.494)        (6.145)
   Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan            (3.994)       1.788         5.161          9.787        12.553
   Beban pajak penghasilan                               -            -          (689)        (3.030)       (3.631)
   Laba (rugi) bersih tahun berjalan                (3.994)       1.788         4.472         6.757          8.922



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

   Pendapatan bersih                                98.459       102.882       101.071       104.501       108.275
   Beban pokok pendapatan                           37.753        39.175        31.581        30.972        32.963
   Laba kotor                                       60.706        63.708        69.490        73.529         75.312
   Beban usaha                                      39.727        41.121        41.434        42.752         44.125
   Laba usaha                                       20.980        22.586        28.056        30.777         31.187
   Beban lain-lain - bersih                         (4.890)       (3.509)       (2.002)         (685)           (83)
   Laba sebelum pajak penghasilan                   16.090        19.078        26.054        30.093         31.104
   Beban pajak penghasilan                          (4.257)       (4.907)       (6.529)       (7.509)        (7.828)
   Laba bersih tahun berjalan                       11.834        14.170        19.524        22.584         23.276




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

   Pendapatan bersih                               76.933        94.592        95.159        95.090         96.427
   Beban pokok pendapatan                          34.348        43.873        41.637        38.681         37.899
   Laba kotor                                      42.586        50.719        53.522        56.408         58.528
   Beban usaha                                     35.246        38.360        38.698        39.127         39.830
   Laba usaha                                        7.340        12.360       14.823        17.281         18.698
   Beban lain-lain - bersih                         (3.901)      (10.366)      (9.810)       (7.787)        (6.535)
   Laba sebelum pajak penghasilan                   3.439          1.994         5.014         9.494        12.163
   Beban pajak penghasilan                              -            (90)       (2.337)       (2.965)       (3.545)
   Laba bersih tahun berjalan                       3.439          1.904        2.676         6.528          8.618




                                           62
Page 64
                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan        31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

    Pendapatan bersih                               98.459      102.882      101.071      104.501        108.275
    Beban pokok pendapatan                          37.753       39.175       31.581       30.972         32.963
    Laba kotor                                      60.706       63.708       69.490       73.529         75.312
    Beban usaha                                     39.727       41.121       41.434       42.752         44.125
    Laba usaha                                      20.980       22.586       28.056       30.777         31.187
    Beban lain-lain - bersih                        (5.387)      (4.124)      (2.713)      (1.326)          (351)
    Laba sebelum pajak penghasilan                  15.593       18.462       25.343       29.452         30.836
    Beban pajak penghasilan                         (4.147)      (4.772)      (6.373)      (7.368)        (7.769)
    Laba bersih tahun berjalan                      11.446       13.691       18.970       22.084         23.067




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bersih
   dan laba bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
   masing-masing adalah sebesar Rp 973,39 miliar dan Rp 109,33 miliar.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan laba bersih tahun
   berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 973,39 miliar dan Rp 112,42 miliar.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
   berpotensi memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
   yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
   yang akan datang.

5. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
   masing-masing adalah sebesar Rp 50,47 miliar dan Rp 54,93 miliar. Dengan
   demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 lebih besar
   daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034. Dalam
   perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 11,53%, yang
   merupakan biaya modal ekuitas Perseroan sebagaimana diungkapkan di
   atas.




                                            63
Page 65
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
   Perseroan   untuk   tahun     yang    berakhir  pada    tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                        Proyeksi
                           Keterangan
                                             31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

    Laba bersih tahun berjalan                  (3.994)        1.788        4.472        6.757          8.922
    Faktor diskonto                             0,9469        0,8490       0,7612       0,6825         0,6119
    Nilai kini                                   (3.782)       1.518        3.404        4.612          5.460



                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                        Proyeksi
                           Keterangan
                                             31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

    Laba bersih tahun berjalan                  11.834        14.170       19.524       22.584         23.276
    Faktor diskonto                             0,5486        0,4919       0,4410       0,3954         0,3545
    Nilai kini                                   6.492         6.970        8.610        8.930          8.251
    Jumlah nilai kini                           50.465




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                        Proyeksi
                           Keterangan
                                             31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

    Laba bersih tahun berjalan                   3.439         1.904        2.676        6.528          8.618
    Faktor diskonto                             0,9469        0,8490       0,7612       0,6825         0,6119
    Nilai kini                                   3.257         1.616        2.037        4.456          5.273



                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                        Proyeksi
                           Keterangan
                                             31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34

    Laba bersih tahun berjalan                   11.446        13.691       18.970       22.084         23.067
    Faktor diskonto                              0,5486        0,4919       0,4410       0,3954         0,3545
    Nilai kini                                    6.279         6.734        8.366        8.732          8.177
    Jumlah nilai kini                            54.927




6. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah direviu oleh KAP GAR, setelah Rencana
   Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi menurunkan debt to equity
   ratio Perseroan dari 1.109,15% menjadi 832,93% yang diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
   nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                        64
Page 66
             7. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
                dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2024 yang telah direviu oleh KAP GAR, setelah Rencana
                Transaksi menjadi efektif, DMI mendapatkan penerimaan dana Rencana
                Transaksi sebesar Rp 40,00 miliar, dimana pinjaman sebesar Rp 10,00 miliar
                akan digunakan untuk membayar utang pihak berelasi sebesar
                Rp 10,00 miliar dan sebesar Rp 30,00 miliar untuk membayar pokok dan
                bunga Utang Bank sebesar Rp 37,33 miliar sehingga DMI mencatat di
                laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada akun “keuntungan
                atas potongan utang bank” sebesar Rp 7,33 miliar.

             8. Rencana Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber
                pendanaan bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat
                bahwa tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan
                dengan tingkat bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI
                mengharapkan adanya penurunan beban keuangan pada masa yang akan
                datang.

             9. Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
                selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
                dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
                jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
                dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
                dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
                akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

             10. Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
                 pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
                 dalam PPP, APPP, dan AKPPP oleh para pihak bilamana dibandingkan
                 dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan
                 lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak
                 finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil
                 dalam menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

             11. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
                 memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
                 yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
                 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
                 konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
                 pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                             65
Page 67
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan
lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan
Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            66
Page 68
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           67
Page 69
                                                                                                            Lampiran B

PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                   31/12/25      31/12/26      31/12/27        31/12/28      31/12/29

Pendapatan bersih                                           76.933        94.592          95.159       95.090         96.427
Beban pokok pendapatan                                      34.348        43.873          41.637       38.681         37.899
Laba kotor                                                  42.586        50.719          53.522       56.408         58.528
Beban usaha                                                 35.246        38.360          38.698       39.127         39.830
Laba usaha                                                   7.340        12.360          14.823       17.281         18.698
Beban lain-lain - bersih                                   (11.334)      (10.572)         (9.662)      (7.494)        (6.145)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                       (3.994)        1.788           5.161         9.787        12.553
Beban pajak penghasilan                                          -             -            (689)       (3.030)       (3.631)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan                           (3.994)        1.788           4.472        6.757          8.922



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                   31/12/30      31/12/31      31/12/32        31/12/33      31/12/34

Pendapatan bersih                                           98.459       102.882         101.071      104.501        108.275
Beban pokok pendapatan                                      37.753        39.175          31.581       30.972         32.963
Laba kotor                                                  60.706        63.708          69.490       73.529         75.312
Beban usaha                                                 39.727        41.121          41.434       42.752         44.125
Laba usaha                                                  20.980        22.586          28.056       30.777         31.187
Beban lain-lain - bersih                                    (4.890)       (3.509)         (2.002)        (685)           (83)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                       16.090        19.078          26.054       30.093         31.104
Beban pajak penghasilan                                     (4.257)       (4.907)         (6.529)      (7.509)        (7.828)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan                           11.834        14.170          19.524       22.584         23.276



PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                   31/12/25      31/12/26      31/12/27        31/12/28      31/12/29

Pendapatan bersih                                           76.933        94.592          95.159       95.090         96.427
Beban pokok pendapatan                                      34.348        43.873          41.637       38.681         37.899
Laba kotor                                                  42.586        50.719          53.522       56.408         58.528
Beban usaha                                                 35.246        38.360          38.698       39.127         39.830
Laba usaha                                                   7.340        12.360          14.823       17.281         18.698
Beban lain-lain - bersih                                    (3.901)      (10.366)         (9.810)      (7.787)        (6.535)
Laba sebelum pajak penghasilan                               3.439         1.994           5.014         9.494        12.163
Beban pajak penghasilan                                          -           (90)         (2.337)       (2.965)       (3.545)
Laba bersih tahun berjalan                                   3.439         1.904           2.676        6.528          8.618




                                                           68
Page 70
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan   31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

Pendapatan bersih                          98.459      102.882      101.071      104.501        108.275
Beban pokok pendapatan                     37.753       39.175       31.581       30.972         32.963
Laba kotor                                 60.706       63.708       69.490       73.529         75.312
Beban usaha                                39.727       41.121       41.434       42.752         44.125
Laba usaha                                 20.980       22.586       28.056       30.777         31.187
Beban lain-lain - bersih                   (5.387)      (4.124)      (2.713)      (1.326)          (351)
Laba sebelum pajak penghasilan             15.593       18.462       25.343       29.452         30.836
Beban pajak penghasilan                    (4.147)      (4.772)      (6.373)      (7.368)        (7.769)
Laba bersih tahun berjalan                 11.446       13.691       18.970       22.084         23.067




                                          69
Page 71
                                                                                                       Lampiran C
PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26    31/12/27    31/12/28     31/12/29

Laba bersih tahun berjalan                                   (3.994)         1.788       4.472       6.757          8.922
Faktor diskonto                                              0,9469         0,8490      0,7612      0,6825         0,6119
Nilai kini                                                    (3.782)        1.518       3.404       4.612          5.460



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/30        31/12/31    31/12/32    31/12/33     31/12/34

Laba bersih tahun berjalan                                   11.834         14.170      19.524      22.584         23.276
Faktor diskonto                                              0,5486         0,4919      0,4410      0,3954         0,3545
Nilai kini                                                    6.492          6.970       8.610       8.930          8.251
Jumlah nilai kini                                            50.465



PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26    31/12/27    31/12/28     31/12/29

Laba bersih tahun berjalan                                    3.439          1.904       2.676       6.528          8.618
Faktor diskonto                                              0,9469         0,8490      0,7612      0,6825         0,6119
Nilai kini                                                    3.257          1.616       2.037       4.456          5.273



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/30        31/12/31    31/12/32    31/12/33     31/12/34

Laba bersih tahun berjalan                                   11.446         13.691      18.970      22.084         23.067
Faktor diskonto                                              0,5486         0,4919      0,4410      0,3954         0,3545
Nilai kini                                                    6.279          6.734       8.366       8.732          8.177
Jumlah nilai kini                                            54.927




                                                            70
Page 72
                                                                              Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

Pada tanggal 10 Februari 2025, DMI dan FSD telah menandatangani PPP dan APPP pada
tanggal 27 Februari 2025 serta AKPPP pada tanggal 24 Maret 2025 sehubungan dengan
Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPP, APPP, dan AKPPP
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP adalah DMI dan
    FSD.

•   Jumlah Pinjaman

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 40,00
    miliar.

•   Tujuan Penggunaan

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, pinjaman yang diberikan oleh FSD kepada DMI ini
    hanya dapat digunakan oleh DMI untuk pelunasan Utang Bank dan Utang Pihak Berelasi.

•   Jangka Waktu

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, jangka waktu pinjaman yang diberikan oleh FSD
    kepada DMI berlaku selama sepuluh tahun, dihitung sejak dilakukan serah terima atau
    transfer dana dari FSD kepada DMI setelah Perseroan, selaku emiten dan entitas induk
    DMI, memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.

•   Bunga

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI berkewajiban untuk membayar bunga kepada
    FSD sebesar 7,50% per tahun.

•   Kelalaian/Pelanggaran

    -   Kelalaian/Pelanggaran Dalam Perjanjian

        DMI lalai melaksanakan sesuatu kewajiban atau melanggar sesuatu ketentuan yang
        termaktub dalam PPP, APPP, dan AKPPP ini, dan/atau dokumen lainnya yang terkait
        dengan PPP, APPP, dan AKPPP, terutama (tetapi tidak terbatas) DMI tidak atau lalai
        membayar lunas pada waktunya kepada FSD sesuatu jumlah pinjaman, bunga, denda
        bunga, biaya-biaya dan lain-lain jumlah uang yang sudah wajib dibayar lunas (sudah
        jatuh waktu).




                                            71
Page 73
    -   Penyitaan

        Kekayaan DMI baik sebagian atau seluruhnya disita/dinyatakan dalam sitaan oleh
        instansi yang berwenang.

    -   Pernyataan Tidak Benar

        Bilamana ternyata bahwa sesuatu pernyataan atau jaminan yang diberikan oleh DMI
        kepada FSD termasuk namun tidak terbatas dalam PPP, APPP, dan AKPPP ini,
        dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan PPP, APPP, dan AKPPP ini maupun
        perjanjian jaminan tidak benar atau menjadi tidak benar atau tidak sesuai dengan
        kenyataan sebenarnya.

    -   Likuidasi

        Bilamana DMI dibubarkan/dilikuidasi.

    -   Permohonan Kepailitan

        Bilamana DMI mengajukan permohonan kepada instansi yang berwenang untuk
        dinyatakan pailit atau diberikan penundaan membayar hutang-hutang (surseance van
        betaling) atau bilamana orang/pihak lain mengajukan permohonan kepada instansi
        yang berwenang agar DMI dinyatakan dalam keadaan pailit.

    -   Kelalaian Dalam Perjanjian Lain

        Bilamana DMI lalai melaksanakan sesuatu kewajiban atau melakukan pelanggaran
        terhadap sesuatu ketentuan dalam sesuatu perjanjian dengan orang/pihak/bank lain
        termasuk yang mengenai atau berhubungan dengan pinjaman uang/pemberian
        fasilitas kredit dimana DMI adalah sebagai pihak yang menerima pinjaman atau
        sebagai penjamin, dan kelalaian atau pelanggaran mana memberikan hak kepada
        pihak yang memberikan pinjaman untuk menuntut pembayaran kembali atas apa yang
        berhutang atau wajib dibayar oleh DMI dalam perjanjian tersebut secara sekaligus
        sebelum tanggal jatuh tempo.

•   Pembayaran Kembali Pinjaman

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, DMI harus membayar kembali kepada FSD
    seluruh kewajibannya yang timbul baik karena utang pokok, bunga, dan denda bunga dan
    biaya-biaya lainnya dengan cara, jumlah maupun jangka waktu menurut ketentuan dalam
    PPP, APPP, dan AKPPP ini, baik secara mengangsur maupun sekaligus lunas seluruhnya
    selambat-lambatnya pada saat berakhirnya jangka waktu fasilitas pinjaman sebagaimana
    dimaksud dalam PPP, APPP, dan AKPPP, atau atas permintaan pertama atau
    pertimbangan dari FSD sebagaimana diatur dalam PPP, APPP, dan AKPPP. Pelanggaran
    atas ketentuan ini, baik mengenai jumlah maupun keterlambatan pembayaran kembali,
    sudah merupakan bukti kelalaian DMI tanpa perlu ada alat bukti lain.




                                               72
Page 74
•   Persyaratan Tangguh

    Berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP, mengingat DMI merupakan entitas anak dari
    Perseroan yang tunduk pada POJK, maka PPP, APPP, dan AKPPP ini serta serah terima
    atau transfer dana dari FSD kepada DMI berdasarkan PPP, APPP, dan AKPPP ini menjadi
    efektif berlaku apabila Perseroan, selaku emiten dan entitas induk DMI, telah
    mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.

•   Hukum yang Berlaku

    PPP, APPP, dan AKPPP ini tunduk dan harus ditafsirkan berdasarkan hukum Republik
    Indonesia.




                                          73

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.9 MB
Published27 Mar 2025
Pages74
Characters211,399
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DAFAM PROPERTY INDONESIA Tbk p.2 ×20
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.4 ×2
linked person Billy Dahlan p.9 ×4
linked org Reksa Dana Narada p.13
linked — Edy Selamat p.13
linked org Pakuwon Jati Tbk p.30 ×2
linked org Astra Otoparts Tbk p.59 ×2
linked org Arkora Hydro Tbk p.59 ×2
linked org United Tractors Tbk p.59 ×2
linked org Goto Gojek Tokopedia Tbk p.59 ×2
linked org Autopedia Sukses Lestari Tbk p.59 ×2
linked org Adi Sarana Armada Tbk p.59 ×2
linked org Buyung Poetra Sembada Tbk p.59 ×2
linked org Adhi Commuter Properti Tbk p.59 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org PT Dafam p.3 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.12
possible org Pembangunan Perumahan p.59
possible org PP (Persero) Tbk p.59 ×2
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.59 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.59 ×2
unresolved org PT Dafam Mambo International p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Heliantono & Rekan p.4
unresolved org Morhan & Rekan p.7
unresolved org Morhan p.7
unresolved org Gideon Adi & Rekan p.8
unresolved org Gideon Adi p.8
unresolved person Retno Hertiyanti p.8 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×3
unresolved person Dewikusuma p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.12
unresolved org Reksa Dana Narada Saham Indonesia p.13
unresolved org PT Dafam Mambo International Dalam Rencana Transaksi p.15
unresolved person Riza Sungkar p.15 ×2
unresolved person H. Akta Pendirian p.15 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.15 ×2
unresolved org PT Dafam Mambo International II. p.21
unresolved org Pusat Statistik p.24 ×3
unresolved org Kota Nusantar p.25
unresolved org Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif p.25
unresolved org PT Jakarta International Hotels p.30
unresolved org Development Tbk p.30
unresolved org GAR. Ikhtisar p.50
unresolved person Junadi p.52 ×2
unresolved org Pembangunan Perumahan Presisi Tbk p.59 ×2
unresolved org PT Evoluzione Tyres p.59
unresolved org PT Aisin Indonesia p.59
unresolved org PT Energi Kreasi Bersama p.59
unresolved org PT Buyung Putra Pangan p.59
unresolved org GAR p.65 ×2
unresolved org KJPP Kusnanto p.67 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.67
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.67

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 12209 ms 12 Sep 2026 22:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah transaksi dimana'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'transaksi dimana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '40.00'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result