Back to announcement
20250325_MEGA_Informasi Transaksi Afiliasi_31871149_lamp7.pdf
Asset transaction Needs review MEGASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT BANK MEGA TBK
No. 00003/2.0120-04/BS/07/0627/1/III/2025
Tanggal: 17 Maret 2025
Tanggal Penilaian 31 Desember 2024
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building Lt.2
Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan: 00003/2.0120-04/BS/07/0627/1/III/2025 Jakarta, 17 Maret 2025
Kepada Yth.
PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega
Jalan Kapten P. Tendean No. 12-14A
Jakarta Selatan
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk
Sesuai penugasan dari PT Bank Mega Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan
Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi afiliasi sewa ruang kantor yang dimiliki PT Bank Mega Tbk (“Perseroan”) oleh PT Duta Visual
Nusantara Tivi Tujuh (“TRANS 7”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 010/SP/HMR-
JKSL/B/I/2025 tanggal 15 Januari 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Rencana
Transaksi masuk dalam transaksi yang diatur dalam POJK 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan dan tidak termasuk ke dalam transaksi material sebagaimana diatur
dalam POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Kami telah
melakukan pendapat kewajaran secara independen dengan tanggal penilaian 31 Desember 2024.
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan sebagai Bank umum, memiliki gedung dengan ruang kantor berkapasitas besar. Dalam
perkembangannya, masih terdapat ruang kantor yang belum terpakai. Disaat yang bersamaan PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS 7) memerlukan ruang kantor yang akan digunakan sebagai kantor
pusat, dengan cara menyewa ruang kantor yang tersedia di lantai 10, 20, dan 22 Gedung Menara Bank
Mega Jakarta berikut dengan service charge. Dengan perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT
Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap kualitas jasa maupun produk yang diberikan
kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja sebagaimana yang diharapkan.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Bank Mega Tbk
Bidang Usaha : Perbankan
Alamat : Menara Bank Mega, Jalan Kapten P. Tendean No. 12- 14A, Kelurahan
Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
Telepon dan Faks. : 021 - 7917 5000 dan 021 - 7918 7100
E-mail : corsec@bankmega.com
Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | i
Page 3
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
Nomor STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Bisnis di Industri Keuangan Non-Bank
(IKNB) Nomor 296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Kami menggunakan bantuan tenaga ahli yaitu Penilai Publik bidang Properti dari KJPP Herman Meirizki
dan Rekan yaitu Susi Meirizki dengan Nomor Izin P-1.13.00374 dan terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal (Penilai Properti) dengan Nomor STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023 untuk melakukan penilaian
nilai sewa pasar atas ruang kantor yang menjadi objek pendapat kewajaran.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi sewa ruang kantor yang dimiliki PT Bank
Mega Tbk oleh PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”) dengan
rincian sebagai berikut:
No. Lokasi Luas (m2)
1. Gedung Menara Bank Mega Lantai 10, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.226,80 m2
Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
2. Gedung Menara Bank Mega Lantai 20, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.309,30m2
Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
3. Gedung Menara Bank Mega Lantai 22, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.364,30m2
Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | ii
Page 4
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember 2024.
Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Identifikasi masalah;
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Para Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
1. TRANS 7 sebagai pihak penyewa;
2. Perseroan sebagai pihak yang menyewakan ruang kantor.
Materialitas atas Rencana Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2024 oleh
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan No. 00014/2.1030/AU.1/07/1298-
2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025 tercatat sebesar Rp21.182.201.000.000,- sedangkan total biaya
sewa dan service charge selama masa sewa 5 (lima) tahun dalam Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp53.825.520.000,- sehingga nilai Rencana Transaksi ekuivalen dengan 0,25% ekuitas Perseroan per 31
Desember 2024. Dengan demikian Rencana Transaksi ini tidak termasuk transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini dalam laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR bergantung pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi
tugas baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi,
dan sebagainya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis Rencana Transaksi ini. Kebenaran, keandalan, dan keakuratan atas data-
data tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | iii
Page 5
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbarui hasil pendapat
kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal penilaian ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Dalam melakukan analisis terhadap industri terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, kami telah
menggunakan data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan kami dapat
dipercaya;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas aspek hukum dan perpajakan Perseroan ataupun
implikasinya atas dilakukannya Rencana Transaksi;
• Proyeksi keuangan beserta asumsi perhitungannya kami peroleh dari pemberi tugas, dan telah
dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pemberian pendapat kewajaran;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi analisis dan opini
pendapat kewajaran secara signifikan.
Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | iv
Page 6
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah sewa ruang kantor lantai 10 seluas 1.226,80m2, lantai 20 seluas
1.309,30m2, dan lantai 22 seluas 1.364,30m2 selama 5 (lima) tahun di Gedung Menara Bank Mega
yang terletak di Jalan Kapten Tendean Kav.12-14A, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan
Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta antara PT Duta Visual Nusantara Tivi
Tujuh sebagai penyewa dan PT Bank Mega Tbk sebagai yang menyewakan;
2. Dalam 5 (lima) tahun tidak terdapat kenaikan tarif sewa dan service charge;
3. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai sewa pasar
adalah sebesar Rp153.000,- per m2 per bulan dan service charge sebesar Rp77.000,- per m2 per
bulan, sedangkan harga Rencana Transaksi adalah tarif sewa sebesar Rp155.000,- per m2 per bulan
dan service charge sebesar Rp75.000,- per m2 per bulan, yang berarti berada dalam kisaran batas
atas dan batas bawah dari Nilai Sewa Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020
Pasal 48.b.
4. Dari analisis terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan pendapatan non-operasional berupa pendapatan
sewa dan service charge.
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Perseroan mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan
terutama ruang kantor yang belum digunakan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | v
Page 7
Page 8
Page 9
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ............................................................................................... vii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................................viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................................. xi
DAFTAR GRAFIK ................................................................................................................................xii
1. PENDAHULUAN.......................................................................................................................... 1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................ 1
1.2. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ................................................................. 1
1.3. Status Penilai .................................................................................................................. 1
1.4. Independensi Penilai ....................................................................................................... 1
1.5. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ......................................................................... 2
1.6. Objek Pendapat Kewajaran .............................................................................................. 2
1.7. Tanggal Penilaian ............................................................................................................ 2
1.8. Ruang Lingkup Penugasan ............................................................................................... 2
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................... 3
1.10. Pendekatan dan Prosedur Penilaian ................................................................................. 4
1.11. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................. 4
1.12. Subsequent Event ........................................................................................................... 4
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran..................................................................... 5
2. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ................................................................................................ 6
2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................ 6
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 8
2.3. Materialitas Rencana Transaksi........................................................................................ 9
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ........................... 10
2.4.1. Para Pihak Yang Bertransaksi ......................................................................................... 10
2.4.2. Objek Rencana Transaksi............................................................................................... 10
2.4.3. Masa Sewa .................................................................................................................... 10
2.4.4. Biaya Sewa dan Service Charge ...................................................................................... 10
2.4.5. Pembayaran Biaya Sewa dan Service Charge .................................................................. 10
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi .............................................. 11
2.5.1. Manfaat Rencana Transaksi ........................................................................................... 11
2.5.2. Risiko Rencana Transaksi .............................................................................................. 11
3. ANALISIS KUALITATIF ............................................................................................................... 12
3.1. Tinjauan Ekonomi .......................................................................................................... 12
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 12
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................... 12
3.1.3. Suku Bunga ................................................................................................................... 13
3.1.4. Inflasi ........................................................................................................................ 14
3.2. Analisis Industri............................................................................................................. 14
3.2.1. Jumlah Bank di Indonesia .............................................................................................. 14
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .................................................................. 17
3.3.1. Analisis SWOT ............................................................................................................... 17
3.4. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ............................................ 18
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | viii
Page 10
3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ........................................................... 18
4. ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................................ 19
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan ......................... 19
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis .................................................................................. 19
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ............................................................................................ 20
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis .............................................................................................. 21
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan Historis ................................................................................... 23
4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ..................................................................... 23
4.1.6. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...................................... 28
4.1.7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...................................... 28
4.2. Hasil Penilaian Penilai Independen ................................................................................ 29
4.3. Analisis Inkremental ...................................................................................................... 30
4.3.1. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................................. 31
4.3.2. Informasi Non Keuangan yang Relevan ........................................................................... 31
4.3.3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan .......................................................... 31
5. KESIMPULAN ............................................................................................................................ 32
5.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi .................................................................... 32
5.2. Opini Pendapat Kewajaran ............................................................................................. 32
6. LAMPIRAN .............................................................................................................................. 33
7. REFERENSI ............................................................................................................................. 34
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Objek Pendapat Kewajaran .................................................................................................... 2
Tabel 2. Pemegang Saham Perseroan ................................................................................................. 7
Tabel 3. Pemegang Saham TRANS 7 .................................................................................................... 8
Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................................... 19
Tabel 5. Laporan Laba Rugi ............................................................................................................... 20
Tabel 6. Laporan Arus Kas................................................................................................................. 22
Tabel 7. Analisis Rasio Keuangan ...................................................................................................... 23
Tabel 8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi .......................................................... 24
Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi ........................................................ 24
Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi .............................................. 26
Tabel 11. Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi .......................................................... 28
Tabel 12. Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................. 28
Tabel 13. Proforma Laporan Posisi Keuangan .................................................................................... 28
Tabel 14. Proforma Laba Rugi ........................................................................................................... 29
Tabel 15. Analisis Inkremental .......................................................................................................... 30
Tabel 16. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ................................ 31
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dan PT Bank Mega Tbk. ....................................... 9
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi ..................................................................................................... 9
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020-2024 ............................................................................... 12
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024 .............................................. 13
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024................................................................................... 14
Grafik 4. Jumlah Bank di Indonesia Tahun 2020 – November 2024 ...................................................... 15
Grafik 5. Penyebaran Bank di Indonesia ............................................................................................ 15
Grafik 6. Perkembangan Kredit dan NPL Bank Umum ......................................................................... 16
Grafik 7. Komposisi Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Bank Umum ............................................. 16
Grafik 8. Sumber Dana Perbankan di Indonesia, November 2024 ....................................................... 17
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | xii
Page 14
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Bank Mega Tbk
Bidang Usaha : Perbankan
Alamat : Menara Bank Mega, Jalan Kapten P. Tendean No. 12- 14A, Kelurahan
Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
Telepon dan Faks. : 021 - 7917 5000 dan 021 - 7918 7100
E-mail : corsec@bankmega.com
1.2. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan sebagai Bank umum, memiliki gedung dengan ruang kantor berkapasitas besar. Dalam
perkembangannya, masih terdapat ruang kantor yang belum terpakai. Disaat yang bersamaan PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS 7) memerlukan ruang kantor yang akan digunakan sebagai kantor
pusat, dengan cara menyewa ruang kantor yang tersedia di lantai 10, 20, dan 22 Gedung Menara Bank
Mega Jakarta berikut dengan service charge. Dengan perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT
Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap kualitas jasa maupun produk yang diberikan
kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja sebagaimana yang diharapkan.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
Nomor STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Bisnis di Industri Keuangan Non-Bank
(IKNB) Nomor 296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Kami menggunakan bantuan tenaga ahli yaitu Penilai Publik bidang Properti dari KJPP Herman Meirizki
dan Rekan yaitu Susi Meirizki dengan Nomor Izin P-1.13.00374 dan terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal (Penilai Properti) dengan Nomor STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023 untuk melakukan penilaian
nilai sewa pasar atas ruang kantor yang menjadi objek pendapat kewajaran.
1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 1
Page 15
Transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
1.5. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
1.6. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi sewa ruang kantor yang dimiliki PT Bank
Mega Tbk oleh PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”) dengan
rincian sebagai berikut:
Tabel 1. Objek Pendapat Kewajaran
No. Lokasi Luas (m2)
1. Gedung Menara Bank Mega lantai 10, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.226,80 m2
Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
2. Gedung Menara Bank Mega Lantai 20, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.309,30m2
Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
3. Gedung Menara Bank Mega Lantai 22, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.364,30m2
Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
Sumber: manajemen
1.7. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember 2024.
1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Identifikasi masalah;
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 2
Page 16
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini dalam laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR bergantung pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi
tugas baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi,
dan sebagainya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis Rencana Transaksi ini. Kebenaran, keandalan, dan keakuratan atas data-
data tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbarui hasil pendapat
kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal penilaian ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Dalam melakukan analisis terhadap industri terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, kami telah
menggunakan data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan kami dapat
dipercaya;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas aspek hukum dan perpajakan Perseroan ataupun
implikasinya atas dilakukannya Rencana Transaksi;
• Proyeksi keuangan beserta asumsi perhitungannya kami peroleh dari pemberi tugas, dan telah
dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pemberian pendapat kewajaran;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 3
Page 17
1.10. Pendekatan dan Prosedur Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
1.11. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
Nomor 00210/2.1051/AU.1/05/0271-6/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
Nomor 00017/2.1051/AU.1/07/1671-1/1/I/2022 tanggal 18 Januari 2022 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
Nomor 00023/2.1051/AU.1/07/1671-2/1/I/2023 tanggal 27 Januari 2023 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan
Nomor 00010/2.1030/AU.1/07/1298-1/1/I/2024 tanggal 26 Januari 2024 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan
Nomor 00014/2.1030/AU.1/07/1298-2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
6. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2025-2030 Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi,
yang disusun oleh manajemen Perseroan;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya Rencana Transaksi dan
penjelasan atas proforma laporan keuangan per 31 Desember 2024;
8. Laporan penilaian aset oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor 00295/2.0120-
00/PI/07/0374/1/III/2025 tanggal 13 Maret 2025;
9. Salinan draft perjanjian sewa antara Perseroan dan TRANS 7;
10. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan;
11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan.
1.12. Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi analisis dan opini
pendapat kewajaran secara signifikan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 4
Page 18
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 5
Page 19
2. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Bank Mega Tbk (”Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Bank Mega Tbk (“Perseroan”) didirikan di Negara Republik Indonesia dengan nama PT Bank Karman
berdasarkan Akta Pendirian No. 32 tanggal 15 April 1969 yang kemudian diubah dengan Akta tanggal 26
November 1969 No. 47, kedua akta tersebut dibuat di hadapan Mr. Oe Siang Djie, Notaris di Surabaya.
Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A
5/8/1 tanggal 16 Januari 1970 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 55 pada Berita Negara
Republik Indonesia No. 13. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
perubahan terakhir dilakukan dengan Akta Notaris Dharma Akhyuzi, S.H., No. 02 tanggal 4 Maret 2024
mengenai perubahan susunan dewan komisaris. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-
0090709 tanggal 4 Maret 2024.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1969 di Surabaya. Pada tahun 1992 nama
Perseroan berubah menjadi PT Mega Bank dan pada tanggal 17 Januari 2000 berubah menjadi PT Bank
Mega Tbk. PT Mega Corpora adalah entitas induk dari Perseroan. Entitas induk terakhir Perseroan adalah
CT Corpora.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah
menjalankan kegiatan umum perbankan. Perseroan memperoleh izin usaha sebagai bank umum
berdasarkan Surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D.15.6.5.48 tanggal 14 Agustus
1969. Pada tanggal 2 Agustus 2000, Perseroan memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan
usaha sebagai wali amanat dari Badan Pengawas Pasar Modal - Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”).
Perseroan juga memperoleh izin untuk menjalankan aktivitas sebagai bank devisa berdasarkan surat
keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 3/1/KEP/DGS/2001 tanggal 31 Januari 2001.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta Nomor 02 tanggal 4 Maret 2024 oleh Notaris Dharma Akhyuzi, S.H., susunan Pengurus
dan Pemegang Saham Perseroan per 31 Desember 2024 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Chairul Tanjung
Komisaris Independen : Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Independen : Lambock V Nahattands
Komisaris Independen : Hizbullah
Dewan Direksi
Direktur Utama : Kostaman Thayib
Wakil Direktur Utama : Indivara Erni
Wakil Direktur Utama : Lay Diza Larentie
Direktur Kredit : Madi D Lazuardi
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 6
Page 20
Direktur Treasuri dan International : Martin Mulwanto
Banking
Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya : Yuni Lastianto
Manusia
Direktur Operasi (d/h Direktur Operasi : C Guntur Triyudianto
dan Teknologi Informasi)
Direktur Teknologi Informasi : Y.B Hariantono
Tabel 2. Pemegang Saham Perseroan
Jumlah saham Persentase
Pemegang Saham ditempatkan dan Kepemilikan Jumlah
disetor penuh (%)
PT Mega Corpora 6.812.223.614 58,02% 3.406.112
Publik – masing-masing dibawah 5% 4.928.699.751 41,98% 2.464.350
Jumlah 11.740.923.365 100,00% 5.870.462
Sumber: Biro Administrasi Efek Bank pada tanggal 31 Desember 2024
2.1.2. PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (“TRANS 7”)
Gambaran Umum
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (“TRANS 7”) berkedudukan di Jakarta Selatan berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh No.192 tanggal 15
Agustus 2008 dan Akta Perbaikan No.21 tanggal 05 Desember 2008 yang keduanya dibuat di hadapan
Franciscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, SH pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.AHU-99506.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23 Desember 2008. Perubahan Anggaran
Dasar berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
No.3 tanggal 05 Maret 2021 yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris
di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0017393.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 22 Maret 2021.
Perubahan Susunan Pemegang Saham berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT
Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh No.90 tanggal 21 Desember 2009 yang dibuat di hadapan Franciscus
Xaverius Budi Santoso Isbandi, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat sebagaimana Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No.AHU-AH.01.10-00054 tanggal 05 Januari 2010.
Perubahan Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh No.06 tanggal 07 Juni 2021 yang dibuat di hadapan
Kumala Tjahjani Widodo, SH.,MH.,M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat sebagaimana
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No.AHU-AH.01.03-0417687 tanggal 5 Juli 2021. PT Duta Visual Nusantara
Tivi Tujuh beralamat kantor di Menara Bank Mega, Lantai 20. Jalan Kapten P. Tendean Kav. 12-14A.
Jakarta Selatan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 7
Page 21
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh bergerak dalam
bidang aktivitas penyiaran dan pemrograman televisi oleh swasta dan telah memperoleh izin
penyelenggaraan penyiaran terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
nomor 1277/T.02.02/2022 tanggal 9 November 2022.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham TRANS 7
Berdasarkan Akta Nomor 06 tanggal 7 Juni 2021 oleh Notaris Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn,
susunan Pengurus dan Pemegang Saham TRANS 7 per 24 September 2024 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Chairal Tanjung
Wakil Komisaris Utama : Antonius Irwan Oetama
Komisaris : Ishadi Sutopo Kartosaputro
Komisaris : Remigius Harli Ojong
Direksi
Direktur Utama : Nur Wahyuni Sulistiowati
Direktur : Christina Suswati Handayani
Direktur : Andi Chairil Edward
Pemegang saham TRANS 7 per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Pemegang Saham TRANS 7
Jumlah saham Persentase
Pemegang Saham ditempatkan dan Kepemilikan Jumlah
disetor penuh (%)
PT Trans Media Corpora 252.300 30% 50.460.000.000
PT Trans Rekan Media 210.250 25% 42.050.000.000
PT Teletransmedia 378.450 45% 75.690.000.000
Jumlah 841.000 100% 168.200.000.000
Sumber: Akta Nomor 06 tanggal 7 Juni 2021
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali. Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan TRANS 7 per
31 Desember 2024 yaitu Bapak Chairul Tanjung menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan memiliki
hubungan darah dengan Bapak Chairal Tanjung yang merupakan Komisaris Utama TRANS 7.
Berdasarkan hubungan kepemilikan saham Perseroan dan TRANS 7 memiliki entitas induk yang sama
yaitu PT CT Corpora.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 8
Page 22
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, bagan hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan TRANS 7 berdasarkan kepemilikan saham dan alur Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dan PT Bank Mega Tbk.
PT. CT Corpora
PT. Mega Corpora PT. Trans Corpora
PT. CT Corpora 99.99 % PT. CT Corpora 99.99 %
PT. Para Rekan Investama 0.01 % PT. Para Rekan Investama 0.01 %
PT. Bank Mega Tbk PT. Trans Media Corpora
PT. Mega Corpora 58.02 % PT. Trans Corpora 99.99 %
Publik 41.98 % PT. Para Rekan Investama 0.01 %
PT. Trans Rekan Media
PT. Trans Media Corpora 99.99 %
PT. Para Rekan Investama 0.01 %
PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
PT. Trans Media Corpora 30 %
Partners 45 %
PT. Trans Rekan Media 25 %
Sumber: Perseroan
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi
Menyewa ruang kantor Lt. 10 seluas
1.226,80m2, Lt. 20 seluas 1.309,30m2, dan Lt.
PT Duta Visual 22 seluas 1.364,30m2
PT Bank Mega Tbk.
Nusantara Tivi Tujuh
Sumber: manajemen Perseroan dan draft perjanjian
2.3. Materialitas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2024 oleh
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan No. 00014/2.1030/AU.1/07/1298-
2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025 tercatat sebesar Rp21.182.201 juta sedangkan total biaya sewa dan
service charge selama masa sewa 5 (lima) tahun dalam Rencana Transaksi adalah sebesar Rp53.825,52
juta sehingga nilai Rencana Transaksi ekuivalen dengan 0,25% ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 9
Page 23
Dengan demikian Rencana Transaksi ini tidak termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam POJK 17/2020.
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Ketentuan berdasarkan draft perjanjian sewa menyewa ruang usaha Gedung Menara Bank Mega antara
Perseroan dan TRANS 7 adalah sebagai berikut:
2.4.1. Para Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang melakukan Rencana Transaksi adalah:
1. TRANS 7 sebagai pihak penyewa;
2. Perseroan sebagai pemilik Gedung Menara Bank Mega dan bertindak sebagai pihak yang
menyewakan.
2.4.2. Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah sewa ruang kantor lantai 10 seluas 1.226,80m2, lantai 20 seluas
1.309,30m2, dan lantai 22 seluas 1.364,30m2.
2.4.3. Masa Sewa
Masa sewa yang disepakati dalam Rencana Transaksi adalah 5 (lima) tahun dari tanggal 25 Maret 2025
sampai dengan 24 Maret 2030.
2.4.4. Biaya Sewa dan Service Charge
Selama jangka waktu sewa berlangsung, Perseroan wajib untuk membayar biaya sewa atas ruang usaha
sebagaimana dimaksud dalam draft perjanjian sewa menyewa ruang usaha Gedung Menara Bank Mega
kepada TRANS 7 sebesar Rp155.000,- per m2 (meter persegi) per bulan (exclude PPN) dan wajib
membayar biaya service charge kepada Bank Mega sebesar Rp75.000,- per m2 (meter persegi) per bulan
(exclude PPN). Uang Sewa dibayarkan sesuai tagihan yang diterbitkan oleh pemilik setiap bulan, yaitu
sebesar Rp604.562.000. Biaya service charge dibayarkan sesuai tagihan yang diterbitkan oleh Pemilik
setiap bulan, yaitu sebesar Rp292.530.000. Biaya sewa dan biaya service charge tidak akan berubah
selama jangka waktu sewa berlangsung.
2.4.5. Pembayaran Biaya Sewa dan Service Charge
Pembayaran biaya sewa ruang usaha dan pembayaran service charge sebagaimana dimaksud dalam
draft perjanjian sewa menyewa ruang usaha Gedung Menara Bank Mega kepada TRANS 7 dilakukan
melalui transfer ke nomor rekening Bank milik Bank Mega, sebagai berikut:
Nama Bank : Mega
Nomor Rekening : 018020012000010
Atas Nama : Pengelola Menara Bank Mega
Pembayaran biaya sewa dan service charge wajib dilakukan oleh Perseroan setiap bulannya selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran uang sewa.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 10
Page 24
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi
2.5.1. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya perjanjian sewa menyewa ruang kantor berikut service charge lantai 10, 20, dan 22
di Gedung Menara Bank Mega Jakarta dengan PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh, Perseroan
mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan terutama ruang kantor yang belum digunakan.
2.5.2. Risiko Rencana Transaksi
Secara umum tidak terdapat risiko tertentu atas dilakukannya rencana transaksi selain opportunity cost
yang mungkin terjadi bila Perseroan melakukan ekspansi yang membutuhkan ruang kantor tambahan
namun telah disewakan kepada TRANS 7 ataupun bila terdapat penyewa pihak ketiga yang dapat
membayar sewa dengan tarif lebih tinggi dibandingkan TRANS 7.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 11
Page 25
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bursa 30 Desember 2024 menguat sebesar 0,62% ke level
7.079,90 dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp12.336 triliun dengan rata-rata nilai perdagangan
harian (Average Daily Trading) sebesar Rp12.851 triliun. Rata-rata volume 19.911 juta lembar saham dan
rata-rata frekuensi transaksi perdagangan sebanyak 1.132 ribuan kali transaksi. Berdasarkan Indeks
Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat pada perdagangan hari terakhir bursa tahun 2024
tersebut dimana sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%, diikuti sektor barang konsumen
primer dengan angka 2,28%, sektor industri sebesar 1,68%, serta sektor barang konsumen sekunder
sebesar 1,65%. Sementara hanya ada satu sektor saja yang melemah yaitu sektor keuangan yang turun
hingga 0,28%. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2024:
Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020-2024
IHSG
7.500,00
7.272,79
7.200,00 7.079,90
6.850,62
6.900,00
6.581,48
6.600,00
6.300,00
5.979,07
6.000,00
5.700,00
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024
Close Price
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2024 berada pada level
Rp16.162,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2024:
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 12
Page 26
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024
Kurs Tengah BI
16.500,00
16.162,00
16.000,00 15.731,00
15.416,00
15.500,00
15.000,00
14.269,01
14.500,00
14.105,01
14.000,00
13.500,00
13.000,00
2020 2021 2022 2023 2024
Kurs Tengah BI / BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility
sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75% berdasarkan Siaran Pers BI yang
disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI tanggal 18 Desember 2024. Keputusan tersebut
konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Fokus kebijakan moneter kemudian diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat dan
juga eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah di seluruh dunia. Selanjutnya, Bank Indonesia
terus mencermati dan mengamati pergerakan nilai tukar Rupiah serta prospek inflasi dan juga dinamika
kondisi ekonomi yang berkembang dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan
lanjutan.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung
arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh
untuk mengupayakan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi hijau,
melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai Januari
2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan
untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat
keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
digitalisasi sistem pembayaran.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 13
Page 27
BI menyebut ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia
yang lebih kuat. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat melalui kenaikan tarif impor,
komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi
perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1%
dari sebesar 3,2% pada 2024. Di Amerika Serikat, penurunan Fed Funds Rate (FFR) akan diperkirakan
lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi tersebut. Sementara itu, kebijakan fiskal Amerika Serikat yang
lebih ekspansif menyebabkan yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun
jangka panjang. Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara luas terus berlanjut disertai
berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke Amerika
Serikat. Hal tersebut meningkatkan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia dan menahan aliran
masuk modal asing ke negara berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk
dapat melakukan upaya mitigasi dari dampak negatifnya terhadap perekonomian di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia.
3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2024 berada pada angka 1,57%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021 sampai 2022,
tetapi pada tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan
Desember tahun 2020-2024:
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024
6,00% 5,51%
5,00%
4,00%
3,00% 2,61%
1,87%
2,00% 1,68% 1,57%
1,00%
0,00%
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024
Sumber: Bank Indonesia
3.2. Analisis Industri
3.2.1. Jumlah Bank di Indonesia
Perkembangan jumlah Bank di Indonesia pada tahun 2020 – 2021 mengalami peningkatan sedangkan
dari tahun 2022 – November 2024 mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor
seperti penggabungan bank dan pencabutan izin usaha. Berikut grafik pertumbuhan bank di Indonesia.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 14
Page 28
Grafik 4. Jumlah Bank di Indonesia Tahun 2020 – November 2024
38.237
36.646
5.871 31.421
5.913 30.323 29.852
6.044 6.047 5.955
30.733 32.366
25.377 24.276 23.897
2020 2021 2022 2023 Nov-24
Bank Umum Bank Perekonomian Rakyat Total
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024
Penyebaran Bank di Indonesia berpusat di Pulau Jawa dengan 49% kemudian di Pulau Sumatera sebesar
22%, Pulau Sulawesi dan Kalimantan sebesar 9%.
Grafik 5. Penyebaran Bank di Indonesia
Lainnya Maluku & Papua
Bali & Nusa Tenggara 1% 4%
6% Sumatera
22%
Sulawesi
9%
Kalimantan
9%
Java
49%
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 15
Page 29
Grafik 6. Perkembangan Kredit dan NPL Bank Umum
9.000.000
8.000.000
7.717.257 5,20%
6.965.899 7.090.243 4,70%
7.000.000
6.423.564
5.768.585 4,20%
Dalam Miliar Rupiah
6.000.000
5.481.560
3,70%
5.000.000
3,06% 3,00% 3,20%
4.000.000
3.000.000
2,44% 2,36% 2,70%
2,19% 2,19%
2.000.000
2,20%
1.000.000 1,70%
- 1,20%
2020 2021 2022 Nov-23 2023 Nov-24
Kredit NPL/NPF
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024
Grafik 7. Komposisi Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Bank Umum
44,73%
45,49%
27,78%
27,49%
27,46%
27,05%
Nov-23
Nov-24
MODAL KERJA INVESTASI KONSUMSI
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024
Pertumbuhan kredit Bank Umum pada tahun Desember 2020-2023 dan November 2024 mengalami
peningkatan dengan rata-rata sebesar 9,44%, dimana tertinggi di tahun 2022 sebesar 11,35%.
Presentase NPL/NPF pada periode ini semakin menurun hal ini menunjukkan perkembangan yang baik
karena mengurangnya kredit yang bermasalah. Komposisi kredit berdasarkan jenis penggunaan bank
umum pada November 2024 sebagian besar dipakai untuk modal kerja dengan 44,73%, investasi sebesar
27,78%, dan konsumsi sebesar 27,49%.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 16
Page 30
Grafik 8. Sumber Dana Perbankan di Indonesia, November 2024
DPK (84,55%)
Antar Bank Pasiva (5,71%)
Pinjaman yang Diterima (9,18%)
Kewajiban Segera (0,57%)
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024
Pada November 2024, sumber dana terbesar perbankan di Indonesia adalah dari DPK dengan 85,55%,
kemudian pinjaman yang Diterima sebesar 9,17%, antar bank pasiva sebesar 5,71% dan dari kewajiban
segera sebesar 0,57%
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
3.3.1. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan (Strenghts)
• Perseroan memiliki reputasi yang baik di industri perbankan Indonesia dengan jaringan cabang yang
tersebar luas, memungkinkan aksesibilitas yang tinggi bagi nasabah;
• Perseroan menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan untuk individu maupun pelanggan
institusi;
• Perseroan merupakan bagian dari CT Corpora, dimana memungkinkan untuk mendapatkan
keuntungan dari unit retail CT Corpora.
Kelemahan (Weakness)
• Perbankan digital semakin kompetitif, dan Bank Mega perlu lebih agresif dalam mengembangkan
layanan digital agar bisa bersaing dengan bank-bank lain;
• Aplikasi perbankan milik Perseroan terutama pada smartphone yang masih memerlukan perbaikan;
• Bergantung pada ekosistem CT Corp dapat menjadi risiko jika terjadi perubahan strategi bisnis.
Peluang (Opportunities)
• Peningkatan adopsi teknologi digital di kalangan masyarakat Indonesia membuka peluang bagi Bank
Mega untuk mengembangkan layanan perbankan digital yang lebih inovatif;
• Peran industri perbankan dalam mendukung ekonomi nasional;
• Peluang untuk menjalin kemitraan dengan fintech atau perusahaan teknologi lainnya guna
memperluas jangkauan layanan dan basis nasabah.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 17
Page 31
Ancaman (Threats)
• Industri perbankan Indonesia sangat kompetitif dengan banyaknya bank nasional dan internasional,
serta kemunculan fintech yang menawarkan layanan serupa;
• Kehadiran dari Bank Digital yang memperketat persaingan di industri perbankan;
• Fluktuasi ekonomi, seperti inflasi atau resesi, dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan kualitas
aset bank;
• Dengan meningkatnya layanan digital, ancaman terhadap keamanan siber menjadi lebih signifikan
dan memerlukan investasi berkelanjutan dalam teknologi keamanan.
3.4. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
Perseroan sebagai Bank umum, memiliki gedung dengan ruang kantor berkapasitas besar. Dalam
perkembangannya, masih terdapat ruang kantor yang belum terpakai. Disaat yang bersamaan PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS 7) memerlukan ruang kantor yang akan digunakan sebagai kantor
pusat, dengan cara menyewa ruang kantor yang tersedia di lantai 10, 20, dan 22 Gedung Menara Bank
Mega Jakarta berikut dengan service charge. Dengan perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT
Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap kualitas jasa maupun produk yang diberikan
kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja sebagaimana yang diharapkan.
3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya perjanjian sewa menyewa ruang kantor berikut service charge lantai 10, 20, dan 22
di Gedung Menara Bank Mega Jakarta dengan PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh, Perseroan
mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan terutama ruang kantor yang belum digunakan.
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini kerugian yang akan mungkin ditanggung Perseroan yaitu
opportunity cost.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 18
Page 32
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2020-
2024 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24
ASET
Kas 969.421 900.919 901.616 855.222 873.509
Giro pada Bank Indonesia 2.191.077 6.126.614 8.691.986 6.822.433 7.525.245
Giro pada Bank lain 595.908 754.091 758.773 645.876 955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai (2.232) (2.198) (1.153) (1.203) (2.186)
Giro pada bank lain - neto 593.676 751.893 757.620 644.673 953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 3.934.751 9.810.711 9.164.176 3.356.000 831.826
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai - - - (3.373) -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto 3.934.751 9.810.711 9.164.176 3.352.627 831.826
Efek-efek 27.566.351 25.688.236 39.177.941 37.624.588 49.503.610
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (2.022) (969) (915) - -
Efek-efek - neto 27.564.329 25.687.267 39.177.026 37.624.588 49.503.610
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 18.820.544 19786320 3.254.705 7.215.441 1.389.981
Tagihan derivatif 110.860 50.532 10.119 20.974 48.734
Kredit yang diberikan 48.594.122 60.740.894 70.311.303 66.304.719 64.654.652
Pendapatan bunga yang ditangguhkan (107.598) (63.479) (21.946) (11.823) (9.371)
48.486.524 60.677.415 70.289.357 66.292.896 64.645.281
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (459.449) (507.139) (572.030) (604.816) (664.877)
Kredit yang diberikan - neto 48.027.075 60.170.276 69.717.327 65.688.080 63.980.404
Tagihan akseptasi 661.786 525.823 53.031 9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (648) (431) (66) - (12)
Tagihan akseptasi - neto 661.138 525.392 52.965 - 9.222
Aset pajak tangguhan 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna 7.515.437 7.594.102 7.999.048 8.121.885 8.205.441
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan (1.682.622) (1.938.277) (1.632.305) (1.924.127) (2.131.428)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto 5.832.815 5.655.825 6.366.743 6.197.758 6.074.013
Aset lain-lain 3.496.967 3.413.641 3.656.166 3.627.795 3.620.202
TOTAL ASET 112.202.653 132.879.390 141.750.449 132.049.591 134.915.494
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 304.097 169.559 245.593 296.179 179.318
Simpanan nasabah
Giro 8.513.492 16.359.810 12.818.842 10.125.725 10.382.648
Tabungan 13.749.755 14.451.425 14.731.561 15.662.241 17.187.644
Deposito Berjangka 56.923.055 68.095.776 75.399.264 63.647.784 64.099.005
Simpanan dari Bank lain 1.952.203 2.263.682 1.546.696 3.872.596 3.833.032
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 10.663.223 10.158.035 13.263.387 12.573.231 12.947.188
Liabilitas derivatif 47.150 27.895 66.818 18.931 121.059
Utang pajak penghasilan 19.469 110.754 143.076 59.596 222.064
Pinjaman yang diterima 281.000 285.050 1.856.213 2.909.228 3.987.600
Utang akseptasi 661.786 525.823 53.031 - 9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto 256.832 37.090 48.996 156.812 -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 196.922 225.277 241.747 277.530 296.414
Obligasi subordinasi 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 375.519 974.750 651.545 644.295 418.087
TOTAL LIABILITAS 93.994.503 113.734.926 121.116.769 110.294.148 113.733.293
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham 3.481.888 3.481.888 5.870.462 5.870.462 5.870.462
Tambahan modal disetor 2.048.761 2.048.761 6.347.491 6.347.491 6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto 4.344.351 3.139.002 3.141.926 3.314.078 2.291.442
Cadangan umum 1.576 1.587 1.639 1.716 1.786
Saldo laba 8.331.574 10.473.226 5.272.162 6.221.696 6.671.020
TOTAL EKUITAS 18.208.150 19.144.464 20.633.680 21.755.443 21.182.201
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 112.202.653 132.879.390 141.750.449 132.049.591 134.915.494
Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2020-2024
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 19
Page 33
Total Aset
Total aset Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp112,20 triliun,
Rp132,88 triliun, Rp141,75 triliun, Rp132,05 triliun, dan Rp134,92 triliun.
Total Liabilitas
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp93,99 triliun, Rp113,73 triliun, Rp121,12 triliun, Rp110,29 triliun, dan Rp113,73 triliun.
Total Ekuitas
Perseroan secara umum memiliki total ekuitas positif per 31 Desember 2020-2024 masing-masing
sebesar Rp18,21 triliun, Rp19,14 triliun, Rp20,63 triliun, Rp21,76 triliun, dan Rp21,18 triliun.
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi audit konsolidasi Perseroan tahun 2019-2023 (dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain):
Tabel 5. Laporan Laba Rugi
Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 8.046.281 8.110.291 9.069.057 10.217.532 10.289.306
Beban bunga (4.132.838) (3.269.215) (3.199.931) (4.685.387) (5.189.567)
Pendapatan bunga - neto 3.913.443 4.841.076 5.869.126 5.532.145 5.099.739
Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 1.617.722 2.120.386 1.925.229 1.671.911 1.696.891
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 959.580 946.302 430.738 535.366 70.465
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto 329.857 68.044 128.506 55.255 36.466
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto 6.486 (4.029) 1.466 14.794 3.202
Lain-lain 5.697 9.072 11.339 10.704 8.332
Total pendapatan operasional lainnya 2.919.342 3.139.775 2.497.278 2.288.030 1.815.356
Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi (9.883) (10.731) (11.749) (11.427) (12.536)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset (114.855) (104.083) (147.840) (195.318) (216.464)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi (1.703.998) (1.600.044) (1.846.500) (1.817.565) (2.055.670)
Beban gaji dan tunjangan lainnya (1.268.792) (1.322.686) (1.358.753) (1.463.387) (1.399.207)
TOTAL BEBAN OPERASIONAL LAINNYA (3.097.528) (3.037.544) (3.364.842) (3.487.697) (3.683.877)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.735.257 4.943.307 5.001.562 4.332.478 3.231.218
Pendapatan non-operasional (20.204) 9.309 26.508 10.251 25.688
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.715.053 4.952.616 5.028.070 4.342.729 3.256.906
Beban pajak - neto (706.742) (944.565) (975.392) (832.059) (625.852)
LABA BERSIH 3.008.311 4.008.051 4.052.678 3.510.670 2.631.054
Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2020-2024
Pendapatan Bunga
Total pendapatan bunga Perseroan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp8,05 triliun,
Rp8,11 triliun, Rp9,07 triliun, Rp10,22 triliun, dan Rp10,29 triliun. Pendapatan Perseroan dihasilkan dari
pendapatan bunga.
Beban Bunga
Total beban bunga pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp4,13 triliun, Rp3,27 triliun, Rp3,20
triliun, Rp4,69 triliun, dan Rp5,19 triliun.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 20
Page 34
Laba Sebelum Pajak
Perseroan membukukan laba sebelum pajak pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 3,72 triliun,
Rp4,95 triliun, Rp5,03 triliun, Rp4,34 triliun, dan Rp3,26 triliun.
Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp3,01
triliun, Rp4,01 triliun, Rp4,05 triliun, Rp3,51 triliun, dan Rp2,63 triliun.
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi selama tahun 2021-2022 dan tahun 2024.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2021-2022 dan 2024 yang diperoleh
Perseroan masing-masing sebesar Rp10,93 triliun, Rp16,61 triliun, dan Rp15,46 triliun. Arus kas bersih
yang digunakan Perseroan dari aktivitas operasi tahun 2020 dan 2023 masing-masing sebesar Rp545,45
miliar dan Rp10,24 triliun.
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020, 2022, dan 2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas
investasi masing-masing sebesar Rp4,93 triliun, Rp13,44 triliun, dan Rp15,58 triliun. Sedangkan tahun
2021 dan 2023 Perseroan mencatat arus kas yang diperoleh dalam aktivitas investasi masing-masing
sebesar Rp1,06 triliun dan Rp4,29 triliun.
Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas pendanaan masing-
masing sebesar Rp670,35 juta, Rp2,10 triliun, Rp1,24 triliun, Rp1,79 triliun, dan Rp 1,38 triliun.
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan tahun 2020-2024 (dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain):
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 21
Page 35
Tabel 6. Laporan Arus Kas
Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga 7.971.482 8.056.660 8.713.756 10.340.100 10.092.211
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi - neto 1.607.838 2.109.655 1.913.480 1.660.484 1.684.355
Penerimaan dari kredit yang telah dihapus buku 298.298 305.522 329.861 311.263 262.082
Penerimaan dari penjualan agunan yang diambil alih 58.914 226.447 116.695 55.351 34.394
Penerimaan pendapatan operasional lainnya 5.697 9.072 11.339 10.704 8.332
Pembayaran bunga dan beban pembiayaan lainnya (4.123.268) (3.340.077) (3.133.722) (4.658.858) (5.198.609)
Pembayaran beban operasional lainnya (2.810.080) (2.591.135) (2.876.879) (2.907.577) (3.103.068)
Pembayaran pajak penghasilan (715.110) (845.084) (925.476) (912.589) (638.772)
Penerimaan pendapatan non operasional - neto (17.941) 14.884 29.521 20.351 25.817
Kenaikan/penurunan dalam aset dan liabilitas
operasi:
Aset Operasi:
-Efek-efek 684.558 663.478 (112.465) (1.664.764) 2.761.041
-Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (14.859.002) (965.776) 16.531.615 (3.860.736) 5.825.460
-Kredit yang diberikan 3.073.692 (12.547.894) (10.238.791) 3.470.465 1.220.912
-Aset lain-lain (120.092) (187.043) 126.522 (245.357) 166.282
Liabilitas Operasi:
-Liabilitas segera 21.484 (134.538) 76.033 50.586 (116.861)
-Simpanan dari nasabah:
Giro 3.005.084 7.846.318 (3.540.968) (2.693.117) 256.923
Tabungan 1.237.546 694.662 275.381 928.590 1.525.403
Deposito berjangka 2.145.602 11.172.721 7.303.488 (11.751.480) 451.221
-Simpanan dari bank lain (4.208.895) 311.479 (716.987) 2.325.900 (39.564)
-Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 6.728.728 (505.188) 3.105.352 (690.156) 373.957
-Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain (529.984) 638.546 (380.671) (27.959) (128.482)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) (545.449) 10.932.709 16.607.084 (10.238.799) 15.463.034
aktivitas operasional
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melakui penghasilan
komprehensif lain-neto 24.011.617 34.190.810 22.745.355 18.677.711 4.097.463
Penerimaan dari penjualan aset tetap 5.690 516 394 834 1.275
Pembayaran atas aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (28.858.755) (33.076.461) (35.870.192) (14.242.327) (19.486.696)
Perolehan aset tetap dan aset hak guna (91.204) (50.446) (319.020) (146.907) (189.108)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) (4.932.652) 1.064.419 (13.443.463) 4.289.311 (15.577.066)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman yang diterima - (281.000) (285.050) (856.213) (1.409.228)
Penerimaan obligasi subordinasi 50.000
Penerimaan pinjaman yang diterima 281.000 285.050 1.856.213 1.909.228 2.487.600
Penambahan (pembayaran) liabilitas sewa - (10.568) (3.729) (479)
Pembayaran dividen tunai (1.001.350) (2.100.000) (2.800.000) (2.836.818) (2.457.420)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas (670.350) (2.095.950) (1.239.405) (1.787.532) (1.379.527)
pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA
KAS (6.148.451) 9.901.178 1.924.216 (7.737.020) (1.493.559)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 13.839.608 7.691.157 17.592.335 19.516.551 11.679.531
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 7.691.157 17.592.335 19.516.551 11.779.531 10.185.972
Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2020-2024
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 22
Page 36
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan Historis
Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan tahun 2020-2024:
Tabel 7. Analisis Rasio Keuangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Uraian
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24
Net Interest Margin (NIM) 3,49% 3,64% 4,14% 4,19% 3,78%
Rasio Efisiensi (BOPO) 45,33% 38,06% 40,22% 44,60% 53,27%
Return on Asset (ROA) 2,68% 3,02% 2,86% 2,66% 1,95%
Return on Equity (ROE) 16,52% 20,94% 19,64% 16,14% 12,42%
Sumber: data olahan
Return on Asset (ROA)
Return on asset adalah rasio keuangan yang menunjukkan seberapa menguntungkan sebuah
perusahaan dalam menghasilkan laba dari asetnya. Perseroan mencatatkan ROA dalam tahun 2020-
2024 adalah sebesar 2,68%, 3,02%, 2,86%, 2,66%, dan 1,95%.
Return on Equity (ROE)
Return on equity adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari
ekuitasnya. Perseroan mencatatkan ROE dalam tahun 2020-2024 adalah sebesar 16,52%, 20,94%,
19,64%, 16,14%, dan 12,42%.
Net Interest Margin (NIM)
Net Interest Margin (NIM) adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan
pendapatan bunga bersih. Perseroan mencatatkan NIM dalam tahun 2020-2024 adalah sebesar 3,49%,
3,64%, 4,14%, 4,19%, dan 3,78%.
Rasio Efisiensi (BOPO)
Rasio Efisiensi (BOPO) adalah rasio perbandingan antara biaya operasional (BOPO) dengan pendapatan
operasional. Perseroan dalam tahun 2020-2023 mencatat BOPO adalah sebesar 45,33%, 38,06%,
40,22%, 44,60%, dan 53,27%.
4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Penyesuaian terhadap
proyeksi manajemen dilakukan untuk menghasilkan proyeksi yang lebih wajar.
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 23
Page 37
Tabel 8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 10.292.408 10.931.663 11.341.170 11.957.519 12.702.315 13.427.722
Beban bunga (5.183.769) (5.535.747) (5.632.581) (5.872.794) (6.203.950) (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto 5.108.640 5.395.916 5.708.589 6.084.724 6.498.364 6.943.755
Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 1.910.381 2.091.721 2.270.513 2.500.655 2.766.075 3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 200.000 215.000 215.000 255.000 265.000 275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto 8.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000
Lain-lain 90.790 130.244 140.530 155.084 159.953 163.289
Total pendapatan operasional lainnya 2.209.171 2.443.965 2.633.043 2.917.739 3.198.028 3.485.785
Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi (13.951) (15.564) (16.487) (16.614) (17.121) (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset (413.918) (441.904) (375.897) (419.519) (423.653) (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi (1.918.650) (1.998.345) (2.091.771) (2.179.360) (2.264.650) (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya (1.484.254) (1.582.490) (1.691.494) (1.807.550) (1.955.550) (2.068.400)
Total beban operasional lainnya (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.487.039 3.801.578 4.165.982 4.579.420 5.035.418 5.551.220
Pendapatan non-operasional 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.503.331 3.817.870 4.182.275 4.595.713 5.051.711 5.567.513
Beban pajak - neto (675.233) (736.595) (805.832) (880.385) (965.025) (1.064.027)
LABA BERSIH 2.828.098 3.081.275 3.376.442 3.715.327 4.086.686 4.503.485
Sumber: data olahan
Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 10.292.408 10.931.663 11.341.170 11.957.519 12.702.315 13.427.722
Beban bunga (5.183.769) (5.535.747) (5.632.581) (5.872.794) (6.203.950) (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto 5.108.640 5.395.916 5.708.589 6.084.724 6.498.364 6.943.755
Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 1.910.381 2.091.721 2.270.513 2.500.655 2.766.075 3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 200.000 215.000 215.000 255.000 265.000 275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto 8.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000
Lain-lain 90.790 130.244 140.530 155.084 159.953 163.289
Total pendapatan operasional lainnya 2.209.171 2.443.965 2.633.043 2.917.739 3.198.028 3.485.785
Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi (13.951) (15.564) (16.487) (16.614) (17.121) (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset (413.918) (441.904) (375.897) (419.519) (423.653) (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi (1.918.650) (1.998.345) (2.091.771) (2.179.360) (2.264.650) (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya (1.484.254) (1.582.490) (1.691.494) (1.807.550) (1.955.550) (2.068.400)
Total beban operasional lainnya (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.487.039 3.801.578 4.165.982 4.579.420 5.035.418 5.551.220
Pendapatan non-operasional 24.366 27.058 27.058 27.058 27.058 18.984
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.511.405 3.828.635 4.193.040 4.606.478 5.062.476 5.570.204
Beban pajak - neto (676.767) (738.641) (807.878) (882.431) (967.070) (1.064.539)
LABA BERSIH 2.834.638 3.089.995 3.385.162 3.724.047 4.095.405 4.505.665
Sumber: data olahan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 24
Page 38
Berikut merupakan analisis proyeksi laporan laba rugi Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi:
• Terdapat perbedaan pendapatan non-opersional dimana total pendapatan non-opersional dengan
Rencana Transaksi lebih besar dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi yang dikarenakan adanya
pendapatan sewa.
• Terdapat perbedaan beban pajak yaitu Dengan Rencana Transaksi lebih besar dibandingkan Tanpa
Rencana Transaksi yang dikarenakan adanya transaksi sewa menyewa ruang kantor.
• Laba bersih Perseroan akan meningkat dengan dilakukannya Rencana Transaksi dikarenakan
meningkatnya pendapatan non-operasional dari pendapatan sewa.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Analisis proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, total aset Perseroan akan meningkat dikarenakan
Perseroan menerima pendapatan sewa yang dibukukan pada BI dan bank lain;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi total ekuitas Perseroan akan meningkat dikarenakan
peningkatan saldo laba Perseroan.
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
Rencana Transaksi (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 25
Page 39
Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
ASET
Kas 873.509 873.509 873.509 895.509 915.509 942.509
Giro pada Bank Indonesia 8.205.172 8.934.244 9.633.248 10.248.730 10.943.091 11.693.150
Giro pada Bank lain 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186)
Giro pada bank lain - neto 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 1.200.000 1.452.914 399.339 581.643 720.694 892.089
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto 1.200.000 1.452.914 399.339 581.643 720.694 892.089
Efek-efek 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Efek-efek - neto 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734
Kredit yang diberikan 69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan - - - - - -
69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (890.163) (1.148.068) (1.336.391) (1.515.494) (1.709.875) (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto 69.079.787 74.897.303 81.709.146 89.174.594 97.595.771 106.869.126
Tagihan akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (12) (12) (12) (12) (12) (12)
Tagihan akseptasi - neto 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222
Aset pajak tangguhan 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna 8.377.660 8.542.660 8.722.660 8.918.660 9.120.660 9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan (2.449.075) (2.760.457) (3.088.689) (3.425.889) (3.774.789) (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto 5.928.585 5.782.203 5.633.971 5.492.771 5.345.871 5.277.871
Aset lain-lain 3.211.072 3.208.572 3.206.072 3.206.072 3.206.072 3.206.072
TOTAL ASET 141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620 185.964.810
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318
Simpanan nasabah
Giro 11.290.648 12.300.690 13.748.738 15.338.811 16.895.574 18.541.283
Tabungan 19.789.853 21.935.781 24.407.133 26.563.041 29.005.000 31.969.740
Deposito Berjangka 67.738.919 72.798.168 78.316.118 84.403.431 91.068.192 98.021.504
Simpanan dari Bank lain 2.633.032 1.833.032 783.032 683.004 583.032 466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 11.678.340 9.929.345 6.879.345 4.279.345 2.779.345 -
Liabilitas derivatif 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059
Utang pajak penghasilan 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064
Pinjaman yang diterima 3.987.600 3.287.600 3.287.600 2.387.628 892.594 228.672
Utang akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto - - - - - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414
Obligasi subordinasi 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 418.087 418.087 418.087 417.505 417.505 417.505
TOTAL LIABILITAS 118.414.569 123.380.793 128.718.143 134.950.855 142.519.332 150.523.711
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462
Tambahan modal disetor 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto 2.370.682 2.295.060 2.019.300 1.743.540 1.467.780 1.192.020
Cadangan umum 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786
Saldo laba 8.722.456 10.948.251 13.367.943 16.008.453 18.884.768 22.029.339
TOTAL EKUITAS 23.312.877 25.463.050 27.606.983 29.971.733 32.572.288 35.441.099
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620 185.964.810
Sumber: data olahan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 26
Page 40
Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
ASET
Kas 873.509 873.509 873.509 895.509 915.509 942.509
Giro pada Bank Indonesia 8.205.172 8.934.244 9.633.248 10.248.730 10.943.091 11.693.150
Giro pada Bank lain 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186)
Giro pada bank lain - neto 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 1.206.540 1.468.173 423.319 614.343 762.112 935.687
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto 1.206.540 1.468.173 423.319 614.343 762.112 935.687
Efek-efek 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Efek-efek - neto 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734
Kredit yang diberikan 69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan - - - - - -
69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (890.163) (1.148.068) (1.336.391) (1.515.494) (1.709.875) (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto 69.079.787 74.897.303 81.709.146 89.174.594 97.595.771 106.869.126
Tagihan akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (12) (12) (12) (12) (12) (12)
Tagihan akseptasi - neto 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222
Aset pajak tangguhan 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna 8.377.660 8.542.660 8.722.660 8.918.660 9.120.660 9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan (2.449.075) (2.760.457) (3.088.689) (3.425.889) (3.774.789) (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto 5.928.585 5.782.203 5.633.971 5.492.771 5.345.871 5.277.871
Aset lain-lain 3.211.072 3.208.572 3.206.072 3.206.072 3.206.072 3.206.072
TOTAL ASET 141.733.986 148.859.104 156.349.105 164.955.287 175.133.039 186.008.408
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318
Simpanan nasabah
Giro 11.290.648 12.300.690 13.748.738 15.338.811 16.895.574 18.541.283
Tabungan 19.789.853 21.935.781 24.407.133 26.563.041 29.005.000 31.969.740
Deposito Berjangka 67.738.919 72.798.168 78.316.118 84.403.431 91.068.192 98.021.504
Simpanan dari Bank lain 2.633.032 1.833.032 783.032 783.032 583.032 466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 11.678.340 9.929.345 6.879.345 4.279.345 2.779.345 -
Liabilitas derivatif 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059
Utang pajak penghasilan 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064
Pinjaman yang diterima 3.987.600 3.287.600 3.287.600 2.287.600 892.594 228.672
Utang akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto - - - - - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414
Obligasi subordinasi 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 418.087 418.087 418.087 417.505 417.505 417.505
TOTAL LIABILITAS 118.414.569 123.380.793 128.718.143 134.950.855 142.519.332 150.523.711
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462
Tambahan modal disetor 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto 2.370.682 2.295.060 2.019.300 1.743.540 1.467.780 1.192.020
Cadangan umum 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786
Saldo laba 8.728.996 10.963.510 13.391.922 16.041.152 18.926.187 22.072.938
TOTAL EKUITAS 23.319.417 25.478.310 27.630.962 30.004.432 32.613.706 35.484.698
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 141.733.985 148.859.103 156.349.105 164.955.287 175.133.039 186.008.408
Sumber: data olahan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 27
Page 41
4.1.6. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.
Tabel 11. Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Net Interest Margin (NIM) 3,60% 3,62% 3,65% 3,69% 3,71% 3,73%
Rasio Efisiensi (BOPO) 52,35% 51,51% 50,06% 49,13% 48,07% 46,77%
Return on Asset (ROA) 2,00% 2,08% 2,17% 2,26% 2,34% 2,42%
Return on Equity (ROE) 12,16% 12,13% 12,25% 12,41% 12,56% 12,70%
Sumber: data olahan
Tabel 12. Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Net Interest Margin (NIM) 3,60% 3,63% 3,65% 3,69% 3,71% 3,73%
Rasio Efisiensi (BOPO) 52,35% 51,51% 50,06% 49,13% 48,07% 46,77%
Return on Asset (ROA) 2,00% 2,07% 2,16% 2,25% 2,33% 2,42%
Return on Equity (ROE) 12,13% 12,10% 12,23% 12,40% 12,55% 12,71%
Sumber: data olahan
Secara umum, tidak terdapat dampak yang signifikan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi terdapat kenaikan pada return on asset dan return on equity
seiring dengan perolehan pendapatan non-operasional atas sewa Gedung Menara Bank Mega.
4.1.7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan tanpa dan dengan Rencana Transaksi memberikan
gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa Rencana
Transaksi diambil dari laporan keuangan per 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi
Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan No. 00014/2.1030/AU.1/07/1298-2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, sedangkan laporan keuangan proforma dipersiapkan oleh
manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi keuangan dengan dilakukannya
Rencana Transaksi (dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 13. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
31-Des-24 Dr. CR. 31-Des-24
Total Aset 134.915.494 43.599 134.959.093
Total Liabilitas 113.733.293 113.733.293
Total Ekuitas 21.182.201 43.599 21.225.800
Total Liabilitas dan Ekuitas 134.915.494 134.959.093
Sumber: manajemen
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 28
Page 42
Tabel 14. Proforma Laba Rugi
Audit Proforma
FY 2024 Transaksi FY 2024
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
PENDAPATAN & BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 10.289.306 10.289.306
Beban bunga (5.189.567) (5.189.567)
Pendapatan bunga - neto 5.099.739 5.099.739
Pendapatan operasional lainnya
Provisi & komisi 1.696.891 1.696.891
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 70.465 70.465
Keuntungan transaksi mata uang asing -neto 36.466 36.466
Keuntungan perubahan nilai wajar instrumen keuangan-neto 3.202 3.202
Lain-lain 8.332 8.332
Total pendapatan operasional lainnya 1.815.356 1.815.356
Beban operasional lainnya
Beban umum & administrasi (2.055.670) (2.055.670)
Beban gaji & tunjangan lainnya (1.399.207) (1.399.207)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset - neto (216.464) (216.464)
Provisi dan komisi (12.536) (12.536)
Total beban operasional lainnya (3.683.877) (3.683.877)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.231.218 3.231.218
Pendapatan non operasional - neto 25.688 53.826 79.514
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.256.906 3.310.732
BEBAN PAJAK - NETO (625.852) (10.227) (636.079)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 2.631.054 43.599 2.674.653
Sumber: manajemen
Secara keseluruhan efek Rencana Transaksi terhadap laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi
Perseroan yaitu penambahan pendapatan non-operasional dari transaksi sewa menyewa ruang kantor di
Perseroan (Dengan Rencana Transaksi).
4.2. Hasil Penilaian Penilai Independen
Terkait dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menugaskan kepada KJPP Herman Meirizki dan
Rekan klasifikasi bidang properti (aset) untuk melakukan penilaian atas nilai sewa pasar, yang secara
ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:
Nomor Laporan : 00295/2.0120-00/PI/07/0374/1/III/2025
Penilai Publik : Susi Meirizki, S.T., MAPPI (Cert)
No. Izin Penilai : P-1.13.00374
No. STTD : STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023
Tanggal Laporan : 13 Maret 2025
Tanggal Penilaian : 31 Desember 2024
Objek Penilaian : Ruang kantor yang berlokasi di Menara Bank Mega, Jalan Kapten P.
Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan
Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Maksud dan Tujuan : Melakukan verifikasi antara dokumen dan kondisi fisik di lapangan,
Penilaian memperoleh dan memberikan opini independen atas Nilai Sewa Pasar
dari properti dimaksud sesuai lingkup penugasan yang dapat digunakan
sebagai dasar pertimbangan untuk tujuan Transaksi Atas Objek Properti
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 29
Page 43
Sewa dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan
lainnya.
Dasar Nilai : Nilai Sewa Pasar
Kesimpulan Nilai : Nilai Sewa Pasar Rp153.000/m2/bulan dan Service Charge sebesar
Rp77.000/m2/bulan.
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, Nilai Sewa Pasar
adalah sebesar Rp153.000 per m2 per bulan dengan Service Charge sebesar Rp77.000 per m2 per bulan,
sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp155.000 per m2 per bulan dan service charge
sebesar Rp75.000 per m2 per bulan, yang berarti berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari
Nilai Sewa Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b.
4.3. Analisis Inkremental
Dari proyeksi keuangan terlihat dengan adanya Rencana Transaksi memberikan kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 15. Analisis Inkremental
F Y 2025 F Y 2026 F Y 2027 F Y 2028 F Y 2029 F Y 2030
L AB A B E R S IH
Laba B ersih (dengan transaksi) 2.834.638 3.089.995 3.385.162 3.724.047 4.095.405 4.505.665
Laba B ersih (tanpa transaksi) 2.828.098 3.081.275 3.376.442 3.715.327 4.086.686 4.503.485
S elisih 6.540 8.720 8.720 8.720 8.720 2.180
T O T AL AS E T
T otal aset (dengan transaksi) 141.733.986 148.859.104 156.349.105 164.955.287 175.133.039 186.008.408
T otal aset (tanpa transaksi) 141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620 185.964.810
S elisih 6.540 15.260 23.979 32.699 41.419 43.599
T O T AL L IAB IL IT AS
T otal liabilitas (dengan transaksi) 118.414.569 123.380.793 128.718.143 134.950.855 142.519.332 150.523.711
T otal liabilitas (tanpa transaksi) 118.414.569 123.380.793 128.718.143 134.950.855 142.519.332 150.523.711
S elisih - - - - - -
T O T AL E K U IT AS
T otal ekuitas (dengan transaksi) 23.319.417 25.478.310 27.630.962 30.004.432 32.613.706 35.484.698
T otal ekuitas (tanpa transaksi) 23.312.877 25.463.050 27.606.983 29.971.733 32.572.288 35.441.099
S elisih 6.540 15.260 23.979 32.699 41.419 43.599
Sumber: data olahan
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hal sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan laba bersih Perseroan karena
penambahan pendapatan non-operasional berupa pendapatan dari sewa ruang kantor;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan total aset Perseroan dengan adanya
peningkatan pendapatan non-operasional dari pendapatan sewar uang kantor yang dibukukan pada
akun Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan akan meningkat dengan
penambahan saldo laba yang dihasilkan dari pendapatan non-operasional.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 30
Page 44
4.3.1. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan menambah pendapatan non-operasional. Perbandingan
pendapatan, beban usaha, dan pendapatan non-operasional antara Dengan dan Tanpa Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 16. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
F Y 2025 F Y 2026 F Y 2027 F Y 2028 F Y 2029 F Y 2030
TOTAL PENDAPATAN
Dengan transaksi 3.487.039 3.801.578 4.165.982 4.579.420 5.035.418 5.551.220
Tanpa transaksi 3.487.039 3.801.578 4.165.982 4.579.420 5.035.418 5.551.220
Selisih - - - - - -
BEBAN USAHA
Dengan transaksi (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
Tanpa transaksi (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
Selisih - - - - - -
PENDAPATAN NON-OPERASIONAL
Dengan transaksi 24.366 27.058 27.058 27.058 27.058 18.984
Tanpa transaksi 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292
Selisih 8.074 10.765 10.765 10.765 10.765 2.691
Sumber: data olahan
4.3.2. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, Rencana Transaksi ini berkaitan dengan langkah
Perseroan untuk menyewakan ruang kantor berkapasitas besar yang belum terpakai ke TRANS 7. Dengan
perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap
kualitas jasa maupun produk yang diberikan kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan
perusahaan sebagaimana yang diharapkan.
4.3.3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan untuk melakukan
perhitungan nilai sewa pasar Gedung Menara Bank Mega sebagai dasar pertimbangan harga sewa yang
ditetapkan dalam draft perjanjian serta telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan
Rekan untuk melakukan analisis pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 31
Page 45
5. KESIMPULAN
5.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah sewa ruang kantor lantai 10 seluas 1.226,80m2, lantai 20 seluas
1.309,30m2, dan lantai 22 seluas 1.364,30m2 selama 5 (lima) tahun di Gedung Menara Bank Mega
yang terletak di Jalan Kapten Tendean Kav.12-14A, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan
Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta antara PT Duta Visual Nusantara Tivi
Tujuh sebagai penyewa dan PT Bank Mega Tbk sebagai yang menyewakan;
2. Dalam 5 (lima) tahun tidak terdapat kenaikan tarif sewa dan service charge;
3. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai sewa pasar
adalah sebesar Rp153.000,- per m2 per bulan dan service charge sebesar Rp77.000,- per m2 per
bulan, sedangkan harga Rencana Transaksi adalah tarif sewa sebesar Rp155.000,- per m2 per bulan
dan service charge sebesar Rp75.000,- per m2 per bulan, yang berarti berada dalam kisaran batas
atas dan batas bawah dari Nilai Sewa Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020
Pasal 48.b.
4. Dari analisis terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan pendapatan non-operasional berupa pendapatan
sewa dan service charge.
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Perseroan mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan
terutama ruang kantor yang belum digunakan.
5.2. Opini Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran transaksi, dan analisis atas faktor-
faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa Rencana Transaksi sewa ruang kantor sebanyak 3 unit,
lantai 10 dengan luas unit 1.2226,80 m2, lantai 20 dengan luas unit 1.309,30 m2, dan lantai 22 dengan
luas unit 1.364,30 m2 di Gedung Menara Bank Mega oleh Perseroan adalah Wajar.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
signifikan terhadap Rencana Transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum,
peraturan-peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya.
Perubahan-perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan
Pendapat Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat
kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 32
Page 46
6. LAMPIRAN
1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2030;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2030;
5. Proyeksi Laporan Arus Kas Tanpa Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2030;
6. Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2030;
7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030;
8. Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030;
9. Proforma Laporan Posisi Keuangan;
10. Proforma Laporan Laba Rugi;
11. Proforma Laporan Arus Kas
12. Laporan Ringkas Penilaian Aset.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 33
Page 47
7. REFERENSI
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha (”POJK 17/2020”);
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”);
6. Media online lainnya.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 34
Page 48
Lampiran 1
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
ASET
Kas 873.509 873.509 873.509 895.509 915.509 942.509
Giro pada Bank Indonesia 8.205.172 8.934.244 9.633.248 10.248.730 10.943.091 11.693.150
Giro pada Bank lain 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186)
Giro pada bank lain - neto 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 1.200.000 1.452.914 399.339 581.643 720.694 892.089
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto 1.200.000 1.452.914 399.339 581.643 720.694 892.089
Efek-efek 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Efek-efek - neto 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734
Kredit yang diberikan 69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan - - - - - -
69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (890.163) (1.148.068) (1.336.391) (1.515.494) (1.709.875) (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto 69.079.787 74.897.303 81.709.146 89.174.594 97.595.771 106.869.126
Tagihan akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (12) (12) (12) (12) (12) (12)
Tagihan akseptasi - neto 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222
Aset pajak tangguhan 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna 8.377.660 8.542.660 8.722.660 8.918.660 9.120.660 9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan (2.449.075) (2.760.457) (3.088.689) (3.425.889) (3.774.789) (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto 5.928.585 5.782.203 5.633.971 5.492.771 5.345.871 5.277.871
Aset lain-lain 3.211.072 3.208.572 3.206.072 3.206.072 3.206.072 3.206.072
TOTAL ASET 141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620 185.964.810
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318
Simpanan nasabah
Giro 11.290.648 12.300.690 13.748.738 15.338.811 16.895.574 18.541.283
Tabungan 19.789.853 21.935.781 24.407.133 26.563.041 29.005.000 31.969.740
Deposito Berjangka 67.738.919 72.798.168 78.316.118 84.403.431 91.068.192 98.021.504
Simpanan dari Bank lain 2.633.032 1.833.032 783.032 683.004 583.032 466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 11.678.340 9.929.345 6.879.345 4.279.345 2.779.345 -
Liabilitas derivatif 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059
Utang pajak penghasilan 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064
Pinjaman yang diterima 3.987.600 3.287.600 3.287.600 2.387.628 892.594 228.672
Utang akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto - - - - - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414
Obligasi subordinasi 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 418.087 418.087 418.087 417.505 417.505 417.505
TOTAL LIABILITAS 118.414.569 123.380.793 128.718.143 134.950.855 142.519.332 150.523.711
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462
Tambahan modal disetor 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto 2.370.682 2.295.060 2.019.300 1.743.540 1.467.780 1.192.020
Cadangan umum 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786
Saldo laba 8.722.456 10.948.251 13.367.943 16.008.453 18.884.768 22.029.339
TOTAL EKUITAS 23.312.877 25.463.050 27.606.983 29.971.733 32.572.288 35.441.099
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620 185.964.810
Page 49
Lampiran 2
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
ASET
Kas 873.509 873.509 873.509 895.509 915.509 942.509
Giro pada Bank Indonesia 8.205.172 8.934.244 9.633.248 10.248.730 10.943.091 11.693.150
Giro pada Bank lain 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392 955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186) (2.186)
Giro pada bank lain - neto 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206 953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 1.206.540 1.468.173 423.319 614.343 762.112 935.687
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto 1.206.540 1.468.173 423.319 614.343 762.112 935.687
Efek-efek 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Efek-efek - neto 52.112.617 52.578.395 53.753.136 54.206.565 55.247.909 55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734 48.734
Kredit yang diberikan 69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan - - - - - -
69.969.950 76.045.371 83.045.538 90.690.087 99.305.646 108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (890.163) (1.148.068) (1.336.391) (1.515.494) (1.709.875) (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto 69.079.787 74.897.303 81.709.146 89.174.594 97.595.771 106.869.126
Tagihan akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (12) (12) (12) (12) (12) (12)
Tagihan akseptasi - neto 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222 9.222
Aset pajak tangguhan 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna 8.377.660 8.542.660 8.722.660 8.918.660 9.120.660 9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan (2.449.075) (2.760.457) (3.088.689) (3.425.889) (3.774.789) (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto 5.928.585 5.782.203 5.633.971 5.492.771 5.345.871 5.277.871
Aset lain-lain 3.211.072 3.208.572 3.206.072 3.206.072 3.206.072 3.206.072
TOTAL ASET 141.733.986 148.859.104 156.349.105 164.955.287 175.133.039 186.008.408
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318 179.318
Simpanan nasabah
Giro 11.290.648 12.300.690 13.748.738 15.338.811 16.895.574 18.541.283
Tabungan 19.789.853 21.935.781 24.407.133 26.563.041 29.005.000 31.969.740
Deposito Berjangka 67.738.919 72.798.168 78.316.118 84.403.431 91.068.192 98.021.504
Simpanan dari Bank lain 2.633.032 1.833.032 783.032 783.032 583.032 466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 11.678.340 9.929.345 6.879.345 4.279.345 2.779.345 -
Liabilitas derivatif 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059 121.059
Utang pajak penghasilan 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064 222.064
Pinjaman yang diterima 3.987.600 3.287.600 3.287.600 2.287.600 892.594 228.672
Utang akseptasi 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234 9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto - - - - - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414 296.414
Obligasi subordinasi 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 418.087 418.087 418.087 417.505 417.505 417.505
TOTAL LIABILITAS 118.414.569 123.380.793 128.718.143 134.950.855 142.519.332 150.523.711
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462 5.870.462
Tambahan modal disetor 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491 6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto 2.370.682 2.295.060 2.019.300 1.743.540 1.467.780 1.192.020
Cadangan umum 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786 1.786
Saldo laba 8.728.996 10.963.510 13.391.922 16.041.152 18.926.187 22.072.938
TOTAL EKUITAS 23.319.417 25.478.310 27.630.962 30.004.432 32.613.706 35.484.698
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 141.733.985 148.859.103 156.349.105 164.955.287 175.133.039 186.008.408
Page 50
Lampiran 3
Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 10.292.408 10.931.663 11.341.170 11.957.519 12.702.315 13.427.722
Beban bunga (5.183.769) (5.535.747) (5.632.581) (5.872.794) (6.203.950) (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto 5.108.640 5.395.916 5.708.589 6.084.724 6.498.364 6.943.755
Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 1.910.381 2.091.721 2.270.513 2.500.655 2.766.075 3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 200.000 215.000 215.000 255.000 265.000 275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto 8.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000
Lain-lain 90.790 130.244 140.530 155.084 159.953 163.289
Total pendapatan operasional lainnya 2.209.171 2.443.965 2.633.043 2.917.739 3.198.028 3.485.785
Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi (13.951) (15.564) (16.487) (16.614) (17.121) (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset (413.918) (441.904) (375.897) (419.519) (423.653) (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi (1.918.650) (1.998.345) (2.091.771) (2.179.360) (2.264.650) (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya (1.484.254) (1.582.490) (1.691.494) (1.807.550) (1.955.550) (2.068.400)
Total beban operasional lainnya (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.487.039 3.801.578 4.165.982 4.579.420 5.035.418 5.551.220
Pendapatan non-operasional 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.503.331 3.817.870 4.182.275 4.595.713 5.051.711 5.567.513
Beban pajak - neto (675.233) (736.595) (805.832) (880.385) (965.025) (1.064.027)
LABA BERSIH 2.828.098 3.081.275 3.376.442 3.715.327 4.086.686 4.503.485
Page 51
Lampiran 4
Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 10.292.408 10.931.663 11.341.170 11.957.519 12.702.315 13.427.722
Beban bunga (5.183.769) (5.535.747) (5.632.581) (5.872.794) (6.203.950) (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto 5.108.640 5.395.916 5.708.589 6.084.724 6.498.364 6.943.755
Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 1.910.381 2.091.721 2.270.513 2.500.655 2.766.075 3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 200.000 215.000 215.000 255.000 265.000 275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto 8.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000
Lain-lain 90.790 130.244 140.530 155.084 159.953 163.289
Total pendapatan operasional lainnya 2.209.171 2.443.965 2.633.043 2.917.739 3.198.028 3.485.785
Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi (13.951) (15.564) (16.487) (16.614) (17.121) (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset (413.918) (441.904) (375.897) (419.519) (423.653) (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi (1.918.650) (1.998.345) (2.091.771) (2.179.360) (2.264.650) (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya (1.484.254) (1.582.490) (1.691.494) (1.807.550) (1.955.550) (2.068.400)
Total beban operasional lainnya (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.487.039 3.801.578 4.165.982 4.579.420 5.035.418 5.551.220
Pendapatan non-operasional 24.366 27.058 27.058 27.058 27.058 18.984
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.511.405 3.828.635 4.193.040 4.606.478 5.062.476 5.570.204
Beban pajak - neto (676.767) (738.641) (807.878) (882.431) (967.070) (1.064.539)
LABA BERSIH 2.834.638 3.089.995 3.385.162 3.724.047 4.095.405 4.505.665
Page 52
Lampiran 5
Proyeksi Laporan Arus Kas Tanpa Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan
dari Bulan Januari-Desember Tahun 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga 10.292.408 10.931.663 11.341.170 11.957.519 12.702.315 13.427.722
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi - neto 1.910.381 2.091.721 2.270.513 2.500.655 2.766.075 3.040.496
Penerimaan dari kredit yang telah dihapus buku
Penerimaan dari penjualan agunan yang diambil alih
Penerimaan pendapatan operasional lainnya 290.790 345.244 355.530 410.084 424.953 438.289
Pembayaran bunga dan beban pembiayaan lainnya (5.183.769) (5.535.747) (5.632.581) (5.872.794) (6.203.950) (6.483.968)
Pembayaran beban operasional lainnya (3.287.839) (3.469.016) (3.659.094) (3.906.741) (4.117.694) (4.333.638)
Pembayaran pajak penghasilan (671.033) (732.395) (804.632) (879.186) (963.825) (1.062.827)
Penerimaan pendapatan non operasional - neto 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292 16.292
Kenaikan/penurunan dalam aset dan liabilitas
operasi:
Aset Operasi:
-Efek-efek 2.208.000 1.707.000 1.807.000 1.677.000 1.257.000 1.167.000
-Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 1.389.981 - - - - -
-Kredit yang diberikan (5.324.669) (6.075.421) (7.000.167) (7.644.550) (8.615.558) (9.434.036)
-Aset lain-lain
Liabilitas Operasi:
-Liabilitas segera
-Simpanan dari nasabah:
Giro 908.000 1.010.043 1.448.048 1.590.073 1.556.763 1.645.709
Tabungan 2.602.209 2.145.928 2.471.351 2.155.909 2.441.959 2.964.740
Deposito berjangka 3.639.914 5.059.249 5.517.951 6.087.313 6.664.761 6.953.312
-Simpanan dari bank lain (1.200.000) (800.000) (1.050.000) (100.028) (99.972) (116.114)
-Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (1.268.848) (1.748.995) (3.050.000) (2.600.000) (1.500.000) (2.779.345)
-Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 404.930 (1.700) 1.300 (1.782) (1.200) (1.200)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) 6.726.748 4.943.866 4.032.680 5.389.763 6.327.919 5.442.431
aktivitas operasional
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melakui penghasilan
komprehensif lain-neto (4.454.007) (1.965.641) (2.974.741) (2.123.429) (2.291.344) (1.879.380)
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Pembayaran atas aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Perolehan aset tetap dan aset hak guna (172.219) (165.000) (180.000) (196.000) (202.000) (316.000)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) (4.626.226) (2.130.641) (3.154.741) (2.319.429) (2.493.344) (2.195.380)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman yang diterima - (700.000) - (899.972) (1.495.034) (663.923)
Penerimaan obligasi subordinasi
Penerimaan pinjaman yang diterima
Penambahan (pembayaran) liabilitas sewa
Pembayaran dividen tunai (1.052.422) (1.131.239) (1.232.510) (1.350.577) (1.486.131) (1.634.674)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas (1.052.422) (1.831.239) (1.232.510) (2.250.549) (2.981.164) (2.298.597)
pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA
KAS 1.048.100 981.986 (354.570) 819.786 853.410 948.454
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 10.185.972 11.234.072 12.216.058 11.861.488 12.681.274 13.534.685
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 11.234.072 12.216.058 11.861.488 12.681.274 13.534.685 14.483.139
Page 53
Lampiran 6
Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan
dari Bulan Januari-Desember Tahun 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga 10.292.408 10.931.663 11.341.170 11.957.519 12.702.315 13.427.722
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi - neto 1.910.381 2.091.721 2.270.513 2.500.655 2.766.075 3.040.496
Penerimaan dari kredit yang telah dihapus buku
Penerimaan dari penjualan agunan yang diambil alih
Penerimaan pendapatan operasional lainnya 290.790 345.244 355.530 410.084 424.953 438.289
Pembayaran bunga dan beban pembiayaan lainnya (5.183.769) (5.535.747) (5.632.581) (5.872.794) (6.203.950) (6.483.968)
Pembayaran beban operasional lainnya (3.287.839) (3.469.016) (3.659.094) (3.906.741) (4.117.694) (4.333.638)
Pembayaran pajak penghasilan (672.567) (734.441) (806.678) (881.232) (965.870) (1.063.339)
Penerimaan pendapatan non operasional - neto 24.366 27.058 27.058 27.058 27.058 18.984
Kenaikan/penurunan dalam aset dan liabilitas
operasi:
Aset Operasi:
-Efek-efek 2.208.000 1.707.000 1.807.000 1.677.000 1.257.000 1.167.000
-Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 1.389.981 - - - - -
-Kredit yang diberikan (5.324.669) (6.075.421) (7.000.167) (7.644.550) (8.615.558) (9.434.036)
-Aset lain-lain
Liabilitas Operasi:
-Liabilitas segera
-Simpanan dari nasabah:
Giro 908.000 1.010.043 1.448.048 1.590.073 1.556.763 1.645.709
Tabungan 2.602.209 2.145.928 2.471.351 2.155.909 2.441.959 2.964.740
Deposito berjangka 3.639.914 5.059.249 5.517.951 6.087.313 6.664.761 6.953.312
-Simpanan dari bank lain (1.200.000) (800.000) (1.050.000) (100.028) (99.972) (116.114)
-Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (1.268.848) (1.748.995) (3.050.000) (2.600.000) (1.500.000) (2.779.345)
-Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain 404.930 (1.700) 1.300 (1.782) (1.200) (1.200)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) 6.733.288 4.952.586 4.041.400 5.398.483 6.336.639 5.444.611
aktivitas operasional
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melakui penghasilan
komprehensif lain-neto (4.454.007) (1.965.641) (2.974.741) (2.123.429) (2.291.344) (1.879.380)
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Pembayaran atas aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Perolehan aset tetap dan aset hak guna (172.219) (165.000) (180.000) (196.000) (202.000) (316.000)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) (4.626.226) (2.130.641) (3.154.741) (2.319.429) (2.493.344) (2.195.380)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman yang diterima - (700.000) - (899.972) (1.495.034) (663.923)
Penerimaan obligasi subordinasi
Penerimaan pinjaman yang diterima
Penambahan (pembayaran) liabilitas sewa
Pembayaran dividen tunai (1.052.422) (1.131.239) (1.232.510) (1.350.577) (1.486.131) (1.634.674)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas (1.052.422) (1.831.239) (1.232.510) (2.250.549) (2.981.164) (2.298.597)
pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA
KAS 1.054.640 990.706 (345.851) 828.505 862.130 950.634
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 10.185.972 11.240.612 12.231.318 11.885.467 12.713.973 13.576.103
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 11.240.612 12.231.318 11.885.467 12.713.973 13.576.103 14.526.737
Page 54
Lampiran 7
Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Net Interest Margin (NIM) 3,60% 3,63% 3,65% 3,69% 3,71% 3,73%
Rasio Efisiensi (BOPO) -52,35% -51,51% -50,06% -49,13% -48,07% -46,77%
Return on Asset (ROA) 2,00% 2,07% 2,16% 2,25% 2,33% 2,42%
Return on Equity (ROE) 12,13% 12,10% 12,23% 12,40% 12,55% 12,71%
Page 55
Lampiran 8
Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Net Interest Margin (NIM) 3,60% 3,62% 3,65% 3,69% 3,71% 3,73%
Rasio Efisiensi (BOPO) -52,35% -51,51% -50,06% -49,13% -48,07% -46,77%
Return on Asset (ROA) 2,00% 2,08% 2,17% 2,26% 2,34% 2,42%
Return on Equity (ROE) 12,16% 12,13% 12,25% 12,41% 12,56% 12,70%
Page 56
Lampiran 9
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
31-Des-24 Dr. CR. 31-Des-24
Total Aset 134.915.494 43.599 134.959.093
Total Liabilitas 113.733.293 113.733.293
Total Ekuitas 21.182.201 43.599 21.225.800
Total Liabilitas dan Ekuitas 134.915.494 134.959.093
Page 57
Lampiran 10
Proforma Laporan Laba Rugi
Audit Proforma
FY 2024 Transaksi FY 2024
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
PENDAPATAN & BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 10.289.306 10.289.306
Beban bunga (5.189.567) (5.189.567)
Pendapatan bunga - neto 5.099.739 5.099.739
Pendapatan operasional lainnya
Provisi & komisi 1.696.891 1.696.891
Keuntungan penjualan efek-efek - neto 70.465 70.465
Keuntungan transaksi mata uang asing -neto 36.466 36.466
Keuntungan perubahan nilai wajar instrumen keuangan-neto 3.202 3.202
Lain-lain 8.332 8.332
Total pendapatan operasional lainnya 1.815.356 1.815.356
Beban operasional lainnya
Beban umum & administrasi (2.055.670) (2.055.670)
Beban gaji & tunjangan lainnya (1.399.207) (1.399.207)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset - neto (216.464) (216.464)
Provisi dan komisi (12.536) (12.536)
Total beban operasional lainnya (3.683.877) (3.683.877)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO 3.231.218 3.231.218
Pendapatan non operasional - neto 25.688 53.826 79.514
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 3.256.906 3.310.732
BEBAN PAJAK - NETO (625.852) (10.227) (636.079)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 2.631.054 43.599 2.674.653
Page 58
Lampiran 11
Proforma Laporan Arus Kas
Audited Audited
Des 2024 Transaksi Des 2024
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga 10.092.211 10.092.211
Pendapatan provisi dan komisi 1.684.355 1.684.355
Pendapatan operasional lainnya 304.808 304.808
Pembayaran bunga (5.198.609) (5.198.609)
Beban operasional lainnya (3.103.068) (3.103.068)
Beban pajak penghasilan (638.772) (10.227) (648.999)
Pendapatan non operasional - neto 25.817 53.826 79.643
Kenaikan dan penurunan dalam aset dan liabilitas operasi:
Efek-efek 2.761.041 2.761.041
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 5.825.460 5.825.460
Kredit yang diberikan 1.220.912 1.220.912
Simpanan dari nasabah
Giro 256.923 256.923
Tabungan 1.525.403 1.525.403
Deposito 451.221 451.221
Simpanan dari bank lain (39.564) (39.564)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 373.957 373.957
Aset dan kewajiban lain-lain (79.061) (79.061)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 15.463.034 43.599 15.506.633
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembayaran aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - neto (15.389.233) (15.389.233)
Pembelian aset tetap (187.833) (187.833)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (15.577.066) (15.577.066)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman yang diterima - neto 1.077.893 1.077.893
Pembayaran dividen tunai (2.457.420) (2.457.420)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan (1.379.527) (1.379.527)
PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS (1.493.559) 43.599 (1.449.960)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 11.679.531 11.679.531
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 10.185.972 43.599 10.229.571
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 873.509 873.509
Giro pada Bank Indonesia 7.525.245 7.525.245
Giro pada bank lain 955.392 955.392
Penempatan pada BI dan bank lain - jangka waktu jatuh tempo 3
bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 831.826 43.599 875.425
TOTAL KAS DAN SETARA KAS 10.185.972 43.599 10.229.571
Page 59
Page 60
Page 61
Page 62
Page 63
Page 64
Page 65
Page 66
Page 67
Page 68
Page 69
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2 ×3
unresolved
org
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
p.2 ×19
unresolved
org
CT Corp
p.2 ×5
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.2 ×9
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.2 ×11
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.4 ×5
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.4 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kosasih
p.17 ×3
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.17 ×3
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.17 ×2
unresolved
org
PT Bank Karman
p.19
unresolved
person
Oe Siang Djie
· Notaris
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.19
unresolved
person
Akta Notaris Dharma Akhyuzi
p.19 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19 ×5
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D.
p.19
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.19
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.19 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×22
unresolved
person
Franciscus Xaverius Budi Santoso Isbandi
· Notaris
p.20 ×6
unresolved
person
Kumala Tjahjani Widodo
· Notaris
p.20 ×4
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Trans Media Corpora
p.21 ×4
unresolved
org
PT Trans Rekan Media
p.21 ×3
unresolved
org
PT Teletransmedia
p.21
unresolved
org
PT CT Corpora.
p.21 ×4
unresolved
org
PT. Trans Corpora
p.22 ×2
unresolved
org
PT. Para Rekan Investama
p.22 ×4
unresolved
org
PT Duta Visual
p.22
unresolved
org
Bank Mega Pembayaran
p.23
unresolved
org
Departemen Komunikasi BI
p.26
unresolved
org
Bank Perekonomian Rakyat
p.28
unresolved
org
Bank Pasiva
p.30
unresolved
person
Susi Meirizki
p.42
unresolved
—
Ringk
· Penilai
p.46
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
4459 ms
12 Sep 2026 22:52
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': '20'}