Skip to content
Back to announcement

20250325_MEGA_Informasi Transaksi Afiliasi_31871149_lamp7.pdf

Asset transaction Needs review MEGA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 69

Page 1
      LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
           PT BANK MEGA TBK
No. 00003/2.0120-04/BS/07/0627/1/III/2025
           Tanggal: 17 Maret 2025

    Tanggal Penilaian 31 Desember 2024
Page 2
                                                                                                 Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                            The AKKAS Commercial Building Lt.2
                                                          Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                      Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


No. Laporan: 00003/2.0120-04/BS/07/0627/1/III/2025                                  Jakarta, 17 Maret 2025

Kepada Yth.
PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega
Jalan Kapten P. Tendean No. 12-14A
Jakarta Selatan

Perihal     :   Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk

Sesuai penugasan dari PT Bank Mega Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan
Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi afiliasi sewa ruang kantor yang dimiliki PT Bank Mega Tbk (“Perseroan”) oleh PT Duta Visual
Nusantara Tivi Tujuh (“TRANS 7”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 010/SP/HMR-
JKSL/B/I/2025 tanggal 15 Januari 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Rencana
Transaksi masuk dalam transaksi yang diatur dalam POJK 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan dan tidak termasuk ke dalam transaksi material sebagaimana diatur
dalam POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Kami telah
melakukan pendapat kewajaran secara independen dengan tanggal penilaian 31 Desember 2024.

Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan sebagai Bank umum, memiliki gedung dengan ruang kantor berkapasitas besar. Dalam
perkembangannya, masih terdapat ruang kantor yang belum terpakai. Disaat yang bersamaan PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS 7) memerlukan ruang kantor yang akan digunakan sebagai kantor
pusat, dengan cara menyewa ruang kantor yang tersedia di lantai 10, 20, dan 22 Gedung Menara Bank
Mega Jakarta berikut dengan service charge. Dengan perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT
Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap kualitas jasa maupun produk yang diberikan
kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja sebagaimana yang diharapkan.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama               : PT Bank Mega Tbk
Bidang Usaha       : Perbankan
Alamat             : Menara Bank Mega, Jalan Kapten P. Tendean No. 12- 14A, Kelurahan
                      Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
                      Provinsi DKI Jakarta
Telepon dan Faks. : 021 - 7917 5000 dan 021 - 7918 7100
E-mail             : corsec@bankmega.com

Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi



                                                           Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | i
Page 3
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
Nomor STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Bisnis di Industri Keuangan Non-Bank
(IKNB) Nomor 296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Kami menggunakan bantuan tenaga ahli yaitu Penilai Publik bidang Properti dari KJPP Herman Meirizki
dan Rekan yaitu Susi Meirizki dengan Nomor Izin P-1.13.00374 dan terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal (Penilai Properti) dengan Nomor STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023 untuk melakukan penilaian
nilai sewa pasar atas ruang kantor yang menjadi objek pendapat kewajaran.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi sewa ruang kantor yang dimiliki PT Bank
Mega Tbk oleh PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”) dengan
rincian sebagai berikut:
 No.                            Lokasi                                        Luas (m2)
 1.    Gedung Menara Bank Mega Lantai 10, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
       Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.226,80 m2
       Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
       Provinsi DKI Jakarta
 2.    Gedung Menara Bank Mega Lantai 20, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
       Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.309,30m2
       Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
       Provinsi DKI Jakarta
 3.    Gedung Menara Bank Mega Lantai 22, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
       Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.364,30m2
       Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
       Provinsi DKI Jakarta

Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.




                                                          Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | ii
Page 4
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember 2024.

Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Identifikasi masalah;
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
  transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.

Para Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
1. TRANS 7 sebagai pihak penyewa;
2. Perseroan sebagai pihak yang menyewakan ruang kantor.

Materialitas atas Rencana Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2024 oleh
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan No. 00014/2.1030/AU.1/07/1298-
2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025 tercatat sebesar Rp21.182.201.000.000,- sedangkan total biaya
sewa dan service charge selama masa sewa 5 (lima) tahun dalam Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp53.825.520.000,- sehingga nilai Rencana Transaksi ekuivalen dengan 0,25% ekuitas Perseroan per 31
Desember 2024. Dengan demikian Rencana Transaksi ini tidak termasuk transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
    mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini dalam laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR bergantung pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi
    tugas baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi,
    dan sebagainya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis Rencana Transaksi ini. Kebenaran, keandalan, dan keakuratan atas data-
    data tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah



                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | iii
Page 5
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbarui hasil pendapat
    kewajaran ini dikemudian hari;
•   Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal penilaian ini;
•   Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
•   Dalam melakukan analisis terhadap industri terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, kami telah
    menggunakan data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan kami dapat
    dipercaya;
•   Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
•   Kami tidak melakukan due diligence atas aspek hukum dan perpajakan Perseroan ataupun
    implikasinya atas dilakukannya Rencana Transaksi;
•   Proyeksi keuangan beserta asumsi perhitungannya kami peroleh dari pemberi tugas, dan telah
    dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pemberian pendapat kewajaran;
•   Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
•   Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.

Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi analisis dan opini
pendapat kewajaran secara signifikan.

Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan



                                                           Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | iv
Page 6
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah sewa ruang kantor lantai 10 seluas 1.226,80m2, lantai 20 seluas
    1.309,30m2, dan lantai 22 seluas 1.364,30m2 selama 5 (lima) tahun di Gedung Menara Bank Mega
    yang terletak di Jalan Kapten Tendean Kav.12-14A, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan
    Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta antara PT Duta Visual Nusantara Tivi
    Tujuh sebagai penyewa dan PT Bank Mega Tbk sebagai yang menyewakan;
2. Dalam 5 (lima) tahun tidak terdapat kenaikan tarif sewa dan service charge;
3. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai sewa pasar
    adalah sebesar Rp153.000,- per m2 per bulan dan service charge sebesar Rp77.000,- per m2 per
    bulan, sedangkan harga Rencana Transaksi adalah tarif sewa sebesar Rp155.000,- per m2 per bulan
    dan service charge sebesar Rp75.000,- per m2 per bulan, yang berarti berada dalam kisaran batas
    atas dan batas bawah dari Nilai Sewa Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020
    Pasal 48.b.
4. Dari analisis terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
    Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan pendapatan non-operasional berupa pendapatan
    sewa dan service charge.
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Perseroan mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan
    terutama ruang kantor yang belum digunakan.




                                                          Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | v
Page 7

          
Page 8

          
Page 9
DAFTAR ISI

PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ............................................................................................... vii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................................viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................................. xi
DAFTAR GRAFIK ................................................................................................................................xii
1. PENDAHULUAN.......................................................................................................................... 1
    1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................ 1
    1.2. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ................................................................. 1
    1.3. Status Penilai .................................................................................................................. 1
    1.4. Independensi Penilai ....................................................................................................... 1
    1.5. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ......................................................................... 2
    1.6. Objek Pendapat Kewajaran .............................................................................................. 2
    1.7. Tanggal Penilaian ............................................................................................................ 2
    1.8. Ruang Lingkup Penugasan ............................................................................................... 2
    1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................... 3
    1.10. Pendekatan dan Prosedur Penilaian ................................................................................. 4
    1.11. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................. 4
    1.12. Subsequent Event ........................................................................................................... 4
    1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran..................................................................... 5
2. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ................................................................................................ 6
    2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................ 6
    2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 8
    2.3. Materialitas Rencana Transaksi........................................................................................ 9
    2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ........................... 10
    2.4.1. Para Pihak Yang Bertransaksi ......................................................................................... 10
    2.4.2. Objek Rencana Transaksi............................................................................................... 10
    2.4.3. Masa Sewa .................................................................................................................... 10
    2.4.4. Biaya Sewa dan Service Charge ...................................................................................... 10
    2.4.5. Pembayaran Biaya Sewa dan Service Charge .................................................................. 10
    2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi .............................................. 11
    2.5.1. Manfaat Rencana Transaksi ........................................................................................... 11
    2.5.2. Risiko Rencana Transaksi .............................................................................................. 11
3. ANALISIS KUALITATIF ............................................................................................................... 12
    3.1. Tinjauan Ekonomi .......................................................................................................... 12
    3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 12
    3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................... 12
    3.1.3. Suku Bunga ................................................................................................................... 13
    3.1.4. Inflasi ........................................................................................................................ 14
    3.2. Analisis Industri............................................................................................................. 14
    3.2.1. Jumlah Bank di Indonesia .............................................................................................. 14
    3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .................................................................. 17
    3.3.1. Analisis SWOT ............................................................................................................... 17
    3.4. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ............................................ 18




                                                                                     Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | viii
Page 10
     3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ........................................................... 18
4. ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................................ 19
     4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan ......................... 19
     4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis .................................................................................. 19
     4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ............................................................................................ 20
     4.1.3. Laporan Arus Kas Historis .............................................................................................. 21
     4.1.4. Analisis Rasio Keuangan Historis ................................................................................... 23
     4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ..................................................................... 23
     4.1.6. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...................................... 28
     4.1.7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ...................................... 28
     4.2. Hasil Penilaian Penilai Independen ................................................................................ 29
     4.3. Analisis Inkremental ...................................................................................................... 30
     4.3.1. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................................. 31
     4.3.2. Informasi Non Keuangan yang Relevan ........................................................................... 31
     4.3.3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan .......................................................... 31
5. KESIMPULAN ............................................................................................................................ 32
     5.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi .................................................................... 32
     5.2. Opini Pendapat Kewajaran ............................................................................................. 32
6. LAMPIRAN .............................................................................................................................. 33
7. REFERENSI ............................................................................................................................. 34




                                                                                 Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Objek Pendapat Kewajaran .................................................................................................... 2
Tabel 2. Pemegang Saham Perseroan ................................................................................................. 7
Tabel 3. Pemegang Saham TRANS 7 .................................................................................................... 8
Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................................... 19
Tabel 5. Laporan Laba Rugi ............................................................................................................... 20
Tabel 6. Laporan Arus Kas................................................................................................................. 22
Tabel 7. Analisis Rasio Keuangan ...................................................................................................... 23
Tabel 8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi .......................................................... 24
Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi ........................................................ 24
Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi .............................................. 26
Tabel 11. Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi .......................................................... 28
Tabel 12. Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................. 28
Tabel 13. Proforma Laporan Posisi Keuangan .................................................................................... 28
Tabel 14. Proforma Laba Rugi ........................................................................................................... 29
Tabel 15. Analisis Inkremental .......................................................................................................... 30
Tabel 16. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ................................ 31




                                                                                  Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | x
Page 12
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dan PT Bank Mega Tbk. ....................................... 9
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi ..................................................................................................... 9




                                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020-2024 ............................................................................... 12
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024 .............................................. 13
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024................................................................................... 14
Grafik 4. Jumlah Bank di Indonesia Tahun 2020 – November 2024 ...................................................... 15
Grafik 5. Penyebaran Bank di Indonesia ............................................................................................ 15
Grafik 6. Perkembangan Kredit dan NPL Bank Umum ......................................................................... 16
Grafik 7. Komposisi Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Bank Umum ............................................. 16
Grafik 8. Sumber Dana Perbankan di Indonesia, November 2024 ....................................................... 17




                                                                             Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | xii
Page 14
1. PENDAHULUAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama                : PT Bank Mega Tbk
Bidang Usaha        : Perbankan
Alamat              : Menara Bank Mega, Jalan Kapten P. Tendean No. 12- 14A, Kelurahan
                      Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
                      Provinsi DKI Jakarta
Telepon dan Faks. : 021 - 7917 5000 dan 021 - 7918 7100
E-mail              : corsec@bankmega.com

1.2. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan sebagai Bank umum, memiliki gedung dengan ruang kantor berkapasitas besar. Dalam
perkembangannya, masih terdapat ruang kantor yang belum terpakai. Disaat yang bersamaan PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS 7) memerlukan ruang kantor yang akan digunakan sebagai kantor
pusat, dengan cara menyewa ruang kantor yang tersedia di lantai 10, 20, dan 22 Gedung Menara Bank
Mega Jakarta berikut dengan service charge. Dengan perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT
Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap kualitas jasa maupun produk yang diberikan
kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja sebagaimana yang diharapkan.

1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
Nomor STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Bisnis di Industri Keuangan Non-Bank
(IKNB) Nomor 296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Kami menggunakan bantuan tenaga ahli yaitu Penilai Publik bidang Properti dari KJPP Herman Meirizki
dan Rekan yaitu Susi Meirizki dengan Nomor Izin P-1.13.00374 dan terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal (Penilai Properti) dengan Nomor STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023 untuk melakukan penilaian
nilai sewa pasar atas ruang kantor yang menjadi objek pendapat kewajaran.

1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana



                                                         Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 1
Page 15
Transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

1.5. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

1.6. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi sewa ruang kantor yang dimiliki PT Bank
Mega Tbk oleh PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”) dengan
rincian sebagai berikut:

                         Tabel 1. Objek Pendapat Kewajaran
No.                       Lokasi                                 Luas (m2)
1.  Gedung Menara Bank Mega lantai 10, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
    Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.226,80 m2
    Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
    Provinsi DKI Jakarta
2.  Gedung Menara Bank Mega Lantai 20, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
    Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.309,30m2
    Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
    Provinsi DKI Jakarta
3.  Gedung Menara Bank Mega Lantai 22, Jalan Kapten P. Unit Kantor dengan luas unit
    Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, 1.364,30m2
    Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan,
    Provinsi DKI Jakarta
                                            Sumber: manajemen


1.7. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 31 Desember 2024.

1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Identifikasi masalah;
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
   transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.




                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 2
Page 16
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
    mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini dalam laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR bergantung pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi
    tugas baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi,
    dan sebagainya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis Rencana Transaksi ini. Kebenaran, keandalan, dan keakuratan atas data-
    data tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbarui hasil pendapat
    kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal penilaian ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Dalam melakukan analisis terhadap industri terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, kami telah
    menggunakan data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan kami dapat
    dipercaya;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas aspek hukum dan perpajakan Perseroan ataupun
    implikasinya atas dilakukannya Rencana Transaksi;
• Proyeksi keuangan beserta asumsi perhitungannya kami peroleh dari pemberi tugas, dan telah
    dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pemberian pendapat kewajaran;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.



                                                            Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 3
Page 17
1.10. Pendekatan dan Prosedur Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

1.11. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
     Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
     Nomor 00210/2.1051/AU.1/05/0271-6/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan pendapat wajar
     tanpa pengecualian;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
     Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
     Nomor 00017/2.1051/AU.1/07/1671-1/1/I/2022 tanggal 18 Januari 2022 dengan pendapat wajar
     tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
     Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
     Nomor 00023/2.1051/AU.1/07/1671-2/1/I/2023 tanggal 27 Januari 2023 dengan pendapat wajar
     tanpa pengecualian;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
     Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan
     Nomor 00010/2.1030/AU.1/07/1298-1/1/I/2024 tanggal 26 Januari 2024 dengan pendapat wajar
     tanpa pengecualian;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
     Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan
     Nomor 00014/2.1030/AU.1/07/1298-2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025 dengan pendapat wajar
     tanpa pengecualian;
6. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2025-2030 Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi,
     yang disusun oleh manajemen Perseroan;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya Rencana Transaksi dan
     penjelasan atas proforma laporan keuangan per 31 Desember 2024;
8. Laporan penilaian aset oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor 00295/2.0120-
     00/PI/07/0374/1/III/2025 tanggal 13 Maret 2025;
9. Salinan draft perjanjian sewa antara Perseroan dan TRANS 7;
10. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan;
11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
     hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan.

1.12. Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi analisis dan opini
pendapat kewajaran secara signifikan.



                                                          Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 4
Page 18
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.




                                                           Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 5
Page 19
2.   ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Bank Mega Tbk (”Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Bank Mega Tbk (“Perseroan”) didirikan di Negara Republik Indonesia dengan nama PT Bank Karman
berdasarkan Akta Pendirian No. 32 tanggal 15 April 1969 yang kemudian diubah dengan Akta tanggal 26
November 1969 No. 47, kedua akta tersebut dibuat di hadapan Mr. Oe Siang Djie, Notaris di Surabaya.
Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A
5/8/1 tanggal 16 Januari 1970 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 55 pada Berita Negara
Republik Indonesia No. 13. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
perubahan terakhir dilakukan dengan Akta Notaris Dharma Akhyuzi, S.H., No. 02 tanggal 4 Maret 2024
mengenai perubahan susunan dewan komisaris. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-
0090709 tanggal 4 Maret 2024.

Perseroan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1969 di Surabaya. Pada tahun 1992 nama
Perseroan berubah menjadi PT Mega Bank dan pada tanggal 17 Januari 2000 berubah menjadi PT Bank
Mega Tbk. PT Mega Corpora adalah entitas induk dari Perseroan. Entitas induk terakhir Perseroan adalah
CT Corpora.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah
menjalankan kegiatan umum perbankan. Perseroan memperoleh izin usaha sebagai bank umum
berdasarkan Surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D.15.6.5.48 tanggal 14 Agustus
1969. Pada tanggal 2 Agustus 2000, Perseroan memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan
usaha sebagai wali amanat dari Badan Pengawas Pasar Modal - Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”).
Perseroan juga memperoleh izin untuk menjalankan aktivitas sebagai bank devisa berdasarkan surat
keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 3/1/KEP/DGS/2001 tanggal 31 Januari 2001.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta Nomor 02 tanggal 4 Maret 2024 oleh Notaris Dharma Akhyuzi, S.H., susunan Pengurus
dan Pemegang Saham Perseroan per 31 Desember 2024 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                          : Chairul Tanjung
Komisaris Independen                     : Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Independen                     : Lambock V Nahattands
Komisaris Independen                     : Hizbullah

Dewan Direksi
Direktur Utama                           : Kostaman Thayib
Wakil Direktur Utama                     : Indivara Erni
Wakil Direktur Utama                     : Lay Diza Larentie
Direktur Kredit                          : Madi D Lazuardi




                                                           Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 6
Page 20
Direktur Treasuri dan International         : Martin Mulwanto
Banking
Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya          : Yuni Lastianto
Manusia
Direktur Operasi (d/h Direktur Operasi      : C Guntur Triyudianto
dan Teknologi Informasi)
Direktur Teknologi Informasi                : Y.B Hariantono

                              Tabel 2. Pemegang Saham Perseroan
                                         Jumlah saham     Persentase
           Pemegang Saham               ditempatkan dan Kepemilikan                         Jumlah
                                         disetor penuh        (%)
 PT Mega Corpora                           6.812.223.614       58,02%                            3.406.112
 Publik – masing-masing dibawah 5%         4.928.699.751       41,98%                            2.464.350
 Jumlah                                   11.740.923.365     100,00%                             5.870.462
                      Sumber: Biro Administrasi Efek Bank pada tanggal 31 Desember 2024


2.1.2. PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (“TRANS 7”)
Gambaran Umum
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (“TRANS 7”) berkedudukan di Jakarta Selatan berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh No.192 tanggal 15
Agustus 2008 dan Akta Perbaikan No.21 tanggal 05 Desember 2008 yang keduanya dibuat di hadapan
Franciscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, SH pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.AHU-99506.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23 Desember 2008. Perubahan Anggaran
Dasar berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
No.3 tanggal 05 Maret 2021 yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris
di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0017393.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 22 Maret 2021.

Perubahan Susunan Pemegang Saham berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT
Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh No.90 tanggal 21 Desember 2009 yang dibuat di hadapan Franciscus
Xaverius Budi Santoso Isbandi, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat sebagaimana Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No.AHU-AH.01.10-00054 tanggal 05 Januari 2010.

Perubahan Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh No.06 tanggal 07 Juni 2021 yang dibuat di hadapan
Kumala Tjahjani Widodo, SH.,MH.,M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat sebagaimana
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No.AHU-AH.01.03-0417687 tanggal 5 Juli 2021. PT Duta Visual Nusantara
Tivi Tujuh beralamat kantor di Menara Bank Mega, Lantai 20. Jalan Kapten P. Tendean Kav. 12-14A.
Jakarta Selatan.




                                                               Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 7
Page 21
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh bergerak dalam
bidang aktivitas penyiaran dan pemrograman televisi oleh swasta dan telah memperoleh izin
penyelenggaraan penyiaran terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
nomor 1277/T.02.02/2022 tanggal 9 November 2022.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham TRANS 7
Berdasarkan Akta Nomor 06 tanggal 7 Juni 2021 oleh Notaris Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn,
susunan Pengurus dan Pemegang Saham TRANS 7 per 24 September 2024 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama              : Chairal Tanjung
Wakil Komisaris Utama        : Antonius Irwan Oetama
Komisaris                    : Ishadi Sutopo Kartosaputro
Komisaris                    : Remigius Harli Ojong

Direksi
Direktur Utama               : Nur Wahyuni Sulistiowati
Direktur                     : Christina Suswati Handayani
Direktur                     : Andi Chairil Edward

Pemegang saham TRANS 7 per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                  Tabel 3. Pemegang Saham TRANS 7
                                            Jumlah saham     Persentase
          Pemegang Saham                  ditempatkan dan    Kepemilikan                    Jumlah
                                            disetor penuh        (%)
 PT Trans Media Corpora                              252.300    30%                       50.460.000.000
 PT Trans Rekan Media                                210.250    25%                       42.050.000.000
 PT Teletransmedia                                   378.450    45%                       75.690.000.000
 Jumlah                                              841.000    100%                     168.200.000.000
                                  Sumber: Akta Nomor 06 tanggal 7 Juni 2021


2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali. Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan TRANS 7 per
31 Desember 2024 yaitu Bapak Chairul Tanjung menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan memiliki
hubungan darah dengan Bapak Chairal Tanjung yang merupakan Komisaris Utama TRANS 7.
Berdasarkan hubungan kepemilikan saham Perseroan dan TRANS 7 memiliki entitas induk yang sama
yaitu PT CT Corpora.




                                                               Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 8
Page 22
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, bagan hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan TRANS 7 berdasarkan kepemilikan saham dan alur Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:

            Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dan PT Bank Mega Tbk.

                                    PT. CT Corpora


      PT. Mega Corpora                              PT. Trans Corpora
      PT. CT Corpora              99.99 %           PT. CT Corpora                  99.99 %
      PT. Para Rekan Investama     0.01 %           PT. Para Rekan Investama         0.01 %

      PT. Bank Mega Tbk                             PT. Trans Media Corpora
      PT. Mega Corpora           58.02 %            PT. Trans Corpora               99.99 %
      Publik                     41.98 %            PT. Para Rekan Investama          0.01 %

                                                    PT. Trans Rekan Media
                                                    PT. Trans Media Corpora         99.99 %
                                                    PT. Para Rekan Investama         0.01 %

                                                    PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
                                                    PT. Trans Media Corpora           30 %
                                                    Partners                          45 %
                                                    PT. Trans Rekan Media             25 %

                                            Sumber: Perseroan


                                 Gambar 2. Alur Rencana Transaksi

                                  Menyewa ruang kantor Lt. 10 seluas
                              1.226,80m2, Lt. 20 seluas 1.309,30m2, dan Lt.
    PT Duta Visual                       22 seluas 1.364,30m2
                                                                                          PT Bank Mega Tbk.
  Nusantara Tivi Tujuh


                             Sumber: manajemen Perseroan dan draft perjanjian


2.3.    Materialitas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.

Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 31 Desember 2024 oleh
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan No. 00014/2.1030/AU.1/07/1298-
2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025 tercatat sebesar Rp21.182.201 juta sedangkan total biaya sewa dan
service charge selama masa sewa 5 (lima) tahun dalam Rencana Transaksi adalah sebesar Rp53.825,52
juta sehingga nilai Rencana Transaksi ekuivalen dengan 0,25% ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024.




                                                                Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 9
Page 23
Dengan demikian Rencana Transaksi ini tidak termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam POJK 17/2020.

2.4.   Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Ketentuan berdasarkan draft perjanjian sewa menyewa ruang usaha Gedung Menara Bank Mega antara
Perseroan dan TRANS 7 adalah sebagai berikut:

2.4.1. Para Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang melakukan Rencana Transaksi adalah:
1. TRANS 7 sebagai pihak penyewa;
2. Perseroan sebagai pemilik Gedung Menara Bank Mega dan bertindak sebagai pihak yang
   menyewakan.

2.4.2. Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah sewa ruang kantor lantai 10 seluas 1.226,80m2, lantai 20 seluas
1.309,30m2, dan lantai 22 seluas 1.364,30m2.

2.4.3. Masa Sewa
Masa sewa yang disepakati dalam Rencana Transaksi adalah 5 (lima) tahun dari tanggal 25 Maret 2025
sampai dengan 24 Maret 2030.

2.4.4. Biaya Sewa dan Service Charge
Selama jangka waktu sewa berlangsung, Perseroan wajib untuk membayar biaya sewa atas ruang usaha
sebagaimana dimaksud dalam draft perjanjian sewa menyewa ruang usaha Gedung Menara Bank Mega
kepada TRANS 7 sebesar Rp155.000,- per m2 (meter persegi) per bulan (exclude PPN) dan wajib
membayar biaya service charge kepada Bank Mega sebesar Rp75.000,- per m2 (meter persegi) per bulan
(exclude PPN). Uang Sewa dibayarkan sesuai tagihan yang diterbitkan oleh pemilik setiap bulan, yaitu
sebesar Rp604.562.000. Biaya service charge dibayarkan sesuai tagihan yang diterbitkan oleh Pemilik
setiap bulan, yaitu sebesar Rp292.530.000. Biaya sewa dan biaya service charge tidak akan berubah
selama jangka waktu sewa berlangsung.

2.4.5. Pembayaran Biaya Sewa dan Service Charge
Pembayaran biaya sewa ruang usaha dan pembayaran service charge sebagaimana dimaksud dalam
draft perjanjian sewa menyewa ruang usaha Gedung Menara Bank Mega kepada TRANS 7 dilakukan
melalui transfer ke nomor rekening Bank milik Bank Mega, sebagai berikut:
Nama Bank               : Mega
Nomor Rekening          : 018020012000010
Atas Nama               : Pengelola Menara Bank Mega

Pembayaran biaya sewa dan service charge wajib dilakukan oleh Perseroan setiap bulannya selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran uang sewa.




                                                        Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 10
Page 24
2.5.   Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi
2.5.1. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya perjanjian sewa menyewa ruang kantor berikut service charge lantai 10, 20, dan 22
di Gedung Menara Bank Mega Jakarta dengan PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh, Perseroan
mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan terutama ruang kantor yang belum digunakan.

2.5.2. Risiko Rencana Transaksi
Secara umum tidak terdapat risiko tertentu atas dilakukannya rencana transaksi selain opportunity cost
yang mungkin terjadi bila Perseroan melakukan ekspansi yang membutuhkan ruang kantor tambahan
namun telah disewakan kepada TRANS 7 ataupun bila terdapat penyewa pihak ketiga yang dapat
membayar sewa dengan tarif lebih tinggi dibandingkan TRANS 7.




                                                          Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 11
Page 25
3.     ANALISIS KUALITATIF
3.1.     Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bursa 30 Desember 2024 menguat sebesar 0,62% ke level
7.079,90 dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp12.336 triliun dengan rata-rata nilai perdagangan
harian (Average Daily Trading) sebesar Rp12.851 triliun. Rata-rata volume 19.911 juta lembar saham dan
rata-rata frekuensi transaksi perdagangan sebanyak 1.132 ribuan kali transaksi. Berdasarkan Indeks
Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat pada perdagangan hari terakhir bursa tahun 2024
tersebut dimana sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%, diikuti sektor barang konsumen
primer dengan angka 2,28%, sektor industri sebesar 1,68%, serta sektor barang konsumen sekunder
sebesar 1,65%. Sementara hanya ada satu sektor saja yang melemah yaitu sektor keuangan yang turun
hingga 0,28%. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2024:

                          Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020-2024

                                                IHSG
         7.500,00
                                                                        7.272,79
         7.200,00                                                                      7.079,90
                                                    6.850,62
         6.900,00
                                     6.581,48
         6.600,00

         6.300,00
                      5.979,07
         6.000,00

         5.700,00

         5.400,00
                        2020          2021            2022               2023            2024

                                                 Close Price

                                         Sumber: Yahoo Finance


3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2024 berada pada level
Rp16.162,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2024:




                                                               Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 12
Page 26
                 Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024

                                             Kurs Tengah BI
     16.500,00
                                                                                              16.162,00

     16.000,00                                           15.731,00
                                                                           15.416,00
     15.500,00


     15.000,00

                                 14.269,01
     14.500,00
                     14.105,01
     14.000,00


     13.500,00


     13.000,00
                       2020           2021                 2022               2023              2024

                                         Kurs Tengah BI / BI Middle Rate

                                             Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility
sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75% berdasarkan Siaran Pers BI yang
disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI tanggal 18 Desember 2024. Keputusan tersebut
konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fokus kebijakan moneter kemudian diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat dan
juga eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah di seluruh dunia. Selanjutnya, Bank Indonesia
terus mencermati dan mengamati pergerakan nilai tukar Rupiah serta prospek inflasi dan juga dinamika
kondisi ekonomi yang berkembang dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan
lanjutan.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung
arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh
untuk mengupayakan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi hijau,
melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai Januari
2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan
untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat
keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
digitalisasi sistem pembayaran.



                                                                  Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 13
Page 27
BI menyebut ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia
yang lebih kuat. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat melalui kenaikan tarif impor,
komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi
perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1%
dari sebesar 3,2% pada 2024. Di Amerika Serikat, penurunan Fed Funds Rate (FFR) akan diperkirakan
lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi tersebut. Sementara itu, kebijakan fiskal Amerika Serikat yang
lebih ekspansif menyebabkan yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun
jangka panjang. Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara luas terus berlanjut disertai
berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke Amerika
Serikat. Hal tersebut meningkatkan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia dan menahan aliran
masuk modal asing ke negara berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk
dapat melakukan upaya mitigasi dari dampak negatifnya terhadap perekonomian di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia.

3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2024 berada pada angka 1,57%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021 sampai 2022,
tetapi pada tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan
Desember tahun 2020-2024:

                             Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024
            6,00%                                     5,51%


            5,00%


            4,00%


            3,00%                                                      2,61%

                                       1,87%
            2,00%       1,68%                                                          1,57%


            1,00%


            0,00%
                       Des 2020       Des 2021       Des 2022         Des 2023        Des 2024

                                           Sumber: Bank Indonesia


3.2.     Analisis Industri
3.2.1. Jumlah Bank di Indonesia
Perkembangan jumlah Bank di Indonesia pada tahun 2020 – 2021 mengalami peningkatan sedangkan
dari tahun 2022 – November 2024 mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor
seperti penggabungan bank dan pencabutan izin usaha. Berikut grafik pertumbuhan bank di Indonesia.




                                                                Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 14
Page 28
                 Grafik 4. Jumlah Bank di Indonesia Tahun 2020 – November 2024

                                    38.237
                36.646
                                    5.871          31.421
                 5.913                                              30.323            29.852
                                                   6.044              6.047           5.955



                30.733              32.366
                                                   25.377           24.276            23.897




                 2020               2021            2022              2023           Nov-24

                          Bank Umum             Bank Perekonomian Rakyat           Total

                            Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024


Penyebaran Bank di Indonesia berpusat di Pulau Jawa dengan 49% kemudian di Pulau Sumatera sebesar
22%, Pulau Sulawesi dan Kalimantan sebesar 9%.

                               Grafik 5. Penyebaran Bank di Indonesia
                                             Lainnya Maluku & Papua
                    Bali & Nusa Tenggara       1%         4%
                             6%                                        Sumatera
                                                                         22%
                         Sulawesi
                            9%


                  Kalimantan
                      9%




                                                                    Java
                                                                    49%

                            Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024




                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 15
Page 29
                                                          Grafik 6. Perkembangan Kredit dan NPL Bank Umum
                                   9.000.000




                                   8.000.000
                                                                                                                                           7.717.257   5,20%



                                                                                                          6.965.899            7.090.243               4,70%
                                   7.000.000
                                                                                       6.423.564
                                                                       5.768.585                                                                       4,20%
             Dalam Miliar Rupiah
                                   6.000.000
                                                5.481.560
                                                                                                                                                       3,70%
                                   5.000.000



                                                    3,06%                3,00%                                                                         3,20%
                                   4.000.000




                                   3.000.000
                                                                                             2,44%         2,36%                                       2,70%

                                                                                                                                2,19%       2,19%
                                   2.000.000
                                                                                                                                                       2,20%



                                   1.000.000                                                                                                           1,70%



                                          -                                                                                                            1,20%


                                                        2020              2021                2022         Nov-23                2023       Nov-24

                                                                                             Kredit        NPL/NPF

                                                                    Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024


                           Grafik 7. Komposisi Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Bank Umum
                                                           44,73%
                                               45,49%




                                                                                                 27,78%




                                                                                                                                  27,49%
                                                                                                                      27,46%
                                                                                    27,05%




                                                                                                                                                 Nov-23
                                                                                                                                                 Nov-24




                                     MODAL KERJA                                   INVESTASI                        KONSUMSI

                                                                    Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024


Pertumbuhan kredit Bank Umum pada tahun Desember 2020-2023 dan November 2024 mengalami
peningkatan dengan rata-rata sebesar 9,44%, dimana tertinggi di tahun 2022 sebesar 11,35%.
Presentase NPL/NPF pada periode ini semakin menurun hal ini menunjukkan perkembangan yang baik
karena mengurangnya kredit yang bermasalah. Komposisi kredit berdasarkan jenis penggunaan bank
umum pada November 2024 sebagian besar dipakai untuk modal kerja dengan 44,73%, investasi sebesar
27,78%, dan konsumsi sebesar 27,49%.




                                                                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 16
Page 30
                 Grafik 8. Sumber Dana Perbankan di Indonesia, November 2024




                                                               DPK (84,55%)

                                                               Antar Bank Pasiva (5,71%)

                                                               Pinjaman yang Diterima (9,18%)

                                                               Kewajiban Segera (0,57%)




                           Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, November 2024


Pada November 2024, sumber dana terbesar perbankan di Indonesia adalah dari DPK dengan 85,55%,
kemudian pinjaman yang Diterima sebesar 9,17%, antar bank pasiva sebesar 5,71% dan dari kewajiban
segera sebesar 0,57%

3.3.    Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
3.3.1. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan (Strenghts)
• Perseroan memiliki reputasi yang baik di industri perbankan Indonesia dengan jaringan cabang yang
  tersebar luas, memungkinkan aksesibilitas yang tinggi bagi nasabah;
• Perseroan menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan untuk individu maupun pelanggan
  institusi;
• Perseroan merupakan bagian dari CT Corpora, dimana memungkinkan untuk mendapatkan
  keuntungan dari unit retail CT Corpora.

Kelemahan (Weakness)
• Perbankan digital semakin kompetitif, dan Bank Mega perlu lebih agresif dalam mengembangkan
   layanan digital agar bisa bersaing dengan bank-bank lain;
• Aplikasi perbankan milik Perseroan terutama pada smartphone yang masih memerlukan perbaikan;
• Bergantung pada ekosistem CT Corp dapat menjadi risiko jika terjadi perubahan strategi bisnis.

Peluang (Opportunities)
• Peningkatan adopsi teknologi digital di kalangan masyarakat Indonesia membuka peluang bagi Bank
   Mega untuk mengembangkan layanan perbankan digital yang lebih inovatif;
• Peran industri perbankan dalam mendukung ekonomi nasional;
• Peluang untuk menjalin kemitraan dengan fintech atau perusahaan teknologi lainnya guna
   memperluas jangkauan layanan dan basis nasabah.




                                                             Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 17
Page 31
Ancaman (Threats)
• Industri perbankan Indonesia sangat kompetitif dengan banyaknya bank nasional dan internasional,
  serta kemunculan fintech yang menawarkan layanan serupa;
• Kehadiran dari Bank Digital yang memperketat persaingan di industri perbankan;
• Fluktuasi ekonomi, seperti inflasi atau resesi, dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan kualitas
  aset bank;
• Dengan meningkatnya layanan digital, ancaman terhadap keamanan siber menjadi lebih signifikan
  dan memerlukan investasi berkelanjutan dalam teknologi keamanan.

3.4. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
Perseroan sebagai Bank umum, memiliki gedung dengan ruang kantor berkapasitas besar. Dalam
perkembangannya, masih terdapat ruang kantor yang belum terpakai. Disaat yang bersamaan PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS 7) memerlukan ruang kantor yang akan digunakan sebagai kantor
pusat, dengan cara menyewa ruang kantor yang tersedia di lantai 10, 20, dan 22 Gedung Menara Bank
Mega Jakarta berikut dengan service charge. Dengan perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT
Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap kualitas jasa maupun produk yang diberikan
kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja sebagaimana yang diharapkan.

3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya perjanjian sewa menyewa ruang kantor berikut service charge lantai 10, 20, dan 22
di Gedung Menara Bank Mega Jakarta dengan PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh, Perseroan
mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan terutama ruang kantor yang belum digunakan.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini kerugian yang akan mungkin ditanggung Perseroan yaitu
opportunity cost.




                                                          Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 18
Page 32
4.            ANALISIS KUANTITATIF
4.1.     Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1.   Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2020-
2024 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                                      Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan
                                                            Audit            Audit            Audit             Audit            Audit
                                                          31-Des-20        31-Des-21        31-Des-22         31-Des-23        31-Des-24
ASET
Kas                                                            969.421          900.919          901.616           855.222          873.509
Giro pada Bank Indonesia                                     2.191.077        6.126.614        8.691.986         6.822.433        7.525.245
Giro pada Bank lain                                            595.908          754.091          758.773           645.876          955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai                  (2.232)          (2.198)          (1.153)           (1.203)          (2.186)
Giro pada bank lain - neto                                     593.676          751.893          757.620           644.673          953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain                 3.934.751        9.810.711        9.164.176         3.356.000          831.826
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai                     -                -                -              (3.373)             -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto                                                         3.934.751        9.810.711        9.164.176         3.352.627           831.826
Efek-efek                                                   27.566.351       25.688.236       39.177.941        37.624.588       49.503.610
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                     (2.022)           (969)             (915)              -                 -
Efek-efek - neto                                            27.564.329       25.687.267       39.177.026        37.624.588       49.503.610
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali            18.820.544        19786320         3.254.705        7.215.441         1.389.981
Tagihan derivatif                                               110.860           50.532            10.119           20.974            48.734
Kredit yang diberikan                                       48.594.122       60.740.894       70.311.303        66.304.719       64.654.652
Pendapatan bunga yang ditangguhkan                            (107.598)         (63.479)          (21.946)         (11.823)           (9.371)
                                                            48.486.524       60.677.415       70.289.357        66.292.896       64.645.281
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                  (459.449)        (507.139)        (572.030)         (604.816)         (664.877)
Kredit yang diberikan - neto                                48.027.075       60.170.276       69.717.327        65.688.080       63.980.404
Tagihan akseptasi                                              661.786          525.823            53.031                              9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                       (648)           (431)               (66)               -               (12)
Tagihan akseptasi - neto                                       661.138          525.392            52.965                 -            9.222
Aset pajak tangguhan                                                                                                                 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna                                  7.515.437        7.594.102        7.999.048         8.121.885        8.205.441
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan                              (1.682.622)      (1.938.277)      (1.632.305)       (1.924.127)      (2.131.428)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto                           5.832.815        5.655.825        6.366.743         6.197.758        6.074.013
Aset lain-lain                                                3.496.967        3.413.641        3.656.166         3.627.795        3.620.202
TOTAL ASET                                                 112.202.653      132.879.390      141.750.449       132.049.591      134.915.494

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                              304.097          169.559          245.593           296.179          179.318
Simpanan nasabah
 Giro                                                        8.513.492       16.359.810       12.818.842        10.125.725       10.382.648
 Tabungan                                                   13.749.755       14.451.425       14.731.561        15.662.241       17.187.644
 Deposito Berjangka                                         56.923.055       68.095.776       75.399.264        63.647.784       64.099.005
Simpanan dari Bank lain                                      1.952.203        2.263.682        1.546.696         3.872.596        3.833.032
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali           10.663.223       10.158.035       13.263.387        12.573.231       12.947.188
Liabilitas derivatif                                            47.150           27.895           66.818            18.931          121.059
Utang pajak penghasilan                                         19.469          110.754          143.076            59.596          222.064
Pinjaman yang diterima                                         281.000          285.050        1.856.213         2.909.228        3.987.600
Utang akseptasi                                                661.786          525.823           53.031               -              9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto                              256.832           37.090           48.996           156.812              -
Liabilitas imbalan pasca-kerja                                 196.922          225.277          241.747           277.530          296.414
Obligasi subordinasi                                            50.000           50.000           50.000            50.000           50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                           375.519          974.750          651.545           644.295          418.087
TOTAL LIABILITAS                                            93.994.503      113.734.926      121.116.769       110.294.148      113.733.293

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham                     3.481.888        3.481.888        5.870.462         5.870.462        5.870.462
Tambahan modal disetor                                       2.048.761        2.048.761        6.347.491         6.347.491        6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto                         4.344.351        3.139.002        3.141.926         3.314.078        2.291.442
Cadangan umum                                                    1.576            1.587            1.639             1.716            1.786
Saldo laba                                                   8.331.574       10.473.226        5.272.162         6.221.696        6.671.020
TOTAL EKUITAS                                               18.208.150       19.144.464       20.633.680        21.755.443       21.182.201
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               112.202.653      132.879.390      141.750.449       132.049.591      134.915.494


                                        Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2020-2024




                                                                                   Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 19
Page 33
Total Aset
Total aset Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp112,20 triliun,
Rp132,88 triliun, Rp141,75 triliun, Rp132,05 triliun, dan Rp134,92 triliun.

Total Liabilitas
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp93,99 triliun, Rp113,73 triliun, Rp121,12 triliun, Rp110,29 triliun, dan Rp113,73 triliun.

Total Ekuitas
Perseroan secara umum memiliki total ekuitas positif per 31 Desember 2020-2024 masing-masing
sebesar Rp18,21 triliun, Rp19,14 triliun, Rp20,63 triliun, Rp21,76 triliun, dan Rp21,18 triliun.

4.1.2.    Laporan Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi audit konsolidasi Perseroan tahun 2019-2023 (dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain):

                                                 Tabel 5. Laporan Laba Rugi
                                                    Audit            Audit             Audit           Audit          Audit
                                                   FY 2020          FY 2021           FY 2022         FY 2023        FY 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga                                      8.046.281       8.110.291          9.069.057     10.217.532     10.289.306
Beban bunga                                          (4.132.838)     (3.269.215)        (3.199.931)    (4.685.387)    (5.189.567)
Pendapatan bunga - neto                               3.913.443       4.841.076          5.869.126      5.532.145      5.099.739

Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya                           1.617.722        2.120.386         1.925.229       1.671.911      1.696.891
Keuntungan penjualan efek-efek - neto                  959.580          946.302           430.738         535.366         70.465
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto            329.857           68.044           128.506          55.255         36.466
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto                                6.486            (4.029)           1.466          14.794          3.202
Lain-lain                                                5.697             9.072           11.339          10.704          8.332
Total pendapatan operasional lainnya                 2.919.342        3.139.775         2.497.278       2.288.030      1.815.356

Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi                                       (9.883)        (10.731)          (11.749)        (11.427)       (12.536)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset           (114.855)       (104.083)         (147.840)       (195.318)      (216.464)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi                          (1.703.998)     (1.600.044)        (1.846.500)    (1.817.565)    (2.055.670)
Beban gaji dan tunjangan lainnya                     (1.268.792)     (1.322.686)        (1.358.753)    (1.463.387)    (1.399.207)
TOTAL BEBAN OPERASIONAL LAINNYA                      (3.097.528)     (3.037.544)        (3.364.842)    (3.487.697)    (3.683.877)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                         3.735.257       4.943.307          5.001.562      4.332.478      3.231.218
Pendapatan non-operasional                               (20.204)         9.309             26.508         10.251         25.688
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                              3.715.053       4.952.616          5.028.070      4.342.729      3.256.906
Beban pajak - neto                                     (706.742)       (944.565)          (975.392)      (832.059)      (625.852)
LABA BERSIH                                           3.008.311       4.008.051          4.052.678      3.510.670      2.631.054


                                      Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2020-2024


Pendapatan Bunga
Total pendapatan bunga Perseroan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp8,05 triliun,
Rp8,11 triliun, Rp9,07 triliun, Rp10,22 triliun, dan Rp10,29 triliun. Pendapatan Perseroan dihasilkan dari
pendapatan bunga.

Beban Bunga
Total beban bunga pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp4,13 triliun, Rp3,27 triliun, Rp3,20
triliun, Rp4,69 triliun, dan Rp5,19 triliun.



                                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 20
Page 34
Laba Sebelum Pajak
Perseroan membukukan laba sebelum pajak pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar 3,72 triliun,
Rp4,95 triliun, Rp5,03 triliun, Rp4,34 triliun, dan Rp3,26 triliun.

Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp3,01
triliun, Rp4,01 triliun, Rp4,05 triliun, Rp3,51 triliun, dan Rp2,63 triliun.

4.1.3.    Laporan Arus Kas Historis
Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi selama tahun 2021-2022 dan tahun 2024.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2021-2022 dan 2024 yang diperoleh
Perseroan masing-masing sebesar Rp10,93 triliun, Rp16,61 triliun, dan Rp15,46 triliun. Arus kas bersih
yang digunakan Perseroan dari aktivitas operasi tahun 2020 dan 2023 masing-masing sebesar Rp545,45
miliar dan Rp10,24 triliun.

Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020, 2022, dan 2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas
investasi masing-masing sebesar Rp4,93 triliun, Rp13,44 triliun, dan Rp15,58 triliun. Sedangkan tahun
2021 dan 2023 Perseroan mencatat arus kas yang diperoleh dalam aktivitas investasi masing-masing
sebesar Rp1,06 triliun dan Rp4,29 triliun.

Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas pendanaan masing-
masing sebesar Rp670,35 juta, Rp2,10 triliun, Rp1,24 triliun, Rp1,79 triliun, dan Rp 1,38 triliun.

Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan tahun 2020-2024 (dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain):




                                                          Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 21
Page 35
                                                       Tabel 6. Laporan Arus Kas
                                                         Audit            Audit             Audit           Audit           Audit
                                                        FY 2020          FY 2021           FY 2022         FY 2023         FY 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga                                          7.971.482        8.056.660         8.713.756      10.340.100      10.092.211
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi - neto           1.607.838        2.109.655         1.913.480       1.660.484       1.684.355
Penerimaan dari kredit yang telah dihapus buku              298.298          305.522           329.861         311.263         262.082

Penerimaan dari penjualan agunan yang diambil alih            58.914         226.447            116.695         55.351          34.394
Penerimaan pendapatan operasional lainnya                      5.697           9.072             11.339         10.704           8.332
Pembayaran bunga dan beban pembiayaan lainnya             (4.123.268)     (3.340.077)        (3.133.722)    (4.658.858)     (5.198.609)
Pembayaran beban operasional lainnya                      (2.810.080)     (2.591.135)        (2.876.879)    (2.907.577)     (3.103.068)
Pembayaran pajak penghasilan                                (715.110)       (845.084)          (925.476)      (912.589)       (638.772)
Penerimaan pendapatan non operasional - neto                 (17.941)         14.884             29.521         20.351          25.817
Kenaikan/penurunan dalam aset dan liabilitas
operasi:
Aset Operasi:
-Efek-efek                                                   684.558         663.478           (112.465)    (1.664.764)      2.761.041
-Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali       (14.859.002)       (965.776)        16.531.615     (3.860.736)      5.825.460
-Kredit yang diberikan                                     3.073.692     (12.547.894)       (10.238.791)     3.470.465       1.220.912
-Aset lain-lain                                             (120.092)       (187.043)           126.522       (245.357)        166.282
Liabilitas Operasi:
-Liabilitas segera                                            21.484        (134.538)           76.033          50.586        (116.861)
-Simpanan dari nasabah:
 Giro                                                      3.005.084       7.846.318         (3.540.968)    (2.693.117)        256.923
 Tabungan                                                  1.237.546         694.662            275.381        928.590       1.525.403
 Deposito berjangka                                        2.145.602      11.172.721          7.303.488    (11.751.480)        451.221
-Simpanan dari bank lain                                  (4.208.895)        311.479           (716.987)     2.325.900         (39.564)
-Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali         6.728.728        (505.188)         3.105.352       (690.156)        373.957
-Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                       (529.984)         638.546          (380.671)         (27.959)      (128.482)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk)             (545.449)      10.932.709        16.607.084     (10.238.799)     15.463.034
aktivitas operasional

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melakui penghasilan
komprehensif lain-neto                                   24.011.617       34.190.810        22.745.355      18.677.711       4.097.463
Penerimaan dari penjualan aset tetap                          5.690              516               394             834           1.275
Pembayaran atas aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain        (28.858.755)    (33.076.461)      (35.870.192)    (14.242.327)    (19.486.696)
Perolehan aset tetap dan aset hak guna                        (91.204)        (50.446)        (319.020)       (146.907)       (189.108)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk)            (4.932.652)      1.064.419       (13.443.463)      4.289.311     (15.577.066)
aktivitas operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman yang diterima                               -           (281.000)         (285.050)       (856.213)     (1.409.228)
Penerimaan obligasi subordinasi                              50.000
Penerimaan pinjaman yang diterima                           281.000          285.050         1.856.213       1.909.228       2.487.600
Penambahan (pembayaran) liabilitas sewa                                          -              (10.568)         (3.729)          (479)
Pembayaran dividen tunai                                  (1.001.350)     (2.100.000)       (2.800.000)     (2.836.818)     (2.457.420)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas                     (670.350)     (2.095.950)       (1.239.405)     (1.787.532)     (1.379.527)
pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA
KAS                                                      (6.148.451)       9.901.178         1.924.216      (7.737.020)     (1.493.559)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                          13.839.608        7.691.157        17.592.335      19.516.551      11.679.531
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                          7.691.157       17.592.335        19.516.551      11.779.531      10.185.972


                                        Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2020-2024




                                                                                   Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 22
Page 36
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan Historis
Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan tahun 2020-2024:

                                Tabel 7. Analisis Rasio Keuangan
                                      Audit        Audit          Audit         Audit          Audit
                Uraian
                                    31-Des-20    31-Des-21      31-Des-22     31-Des-23      31-Des-24
 Net Interest Margin (NIM)              3,49%        3,64%          4,14%         4,19%          3,78%
 Rasio Efisiensi (BOPO)                45,33%       38,06%         40,22%        44,60%         53,27%
 Return on Asset (ROA)                  2,68%        3,02%          2,86%         2,66%          1,95%
 Return on Equity (ROE)                16,52%       20,94%         19,64%        16,14%         12,42%
                                        Sumber: data olahan


Return on Asset (ROA)
Return on asset adalah rasio keuangan yang menunjukkan seberapa menguntungkan sebuah
perusahaan dalam menghasilkan laba dari asetnya. Perseroan mencatatkan ROA dalam tahun 2020-
2024 adalah sebesar 2,68%, 3,02%, 2,86%, 2,66%, dan 1,95%.

Return on Equity (ROE)
Return on equity adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari
ekuitasnya. Perseroan mencatatkan ROE dalam tahun 2020-2024 adalah sebesar 16,52%, 20,94%,
19,64%, 16,14%, dan 12,42%.

Net Interest Margin (NIM)
Net Interest Margin (NIM) adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan
pendapatan bunga bersih. Perseroan mencatatkan NIM dalam tahun 2020-2024 adalah sebesar 3,49%,
3,64%, 4,14%, 4,19%, dan 3,78%.

Rasio Efisiensi (BOPO)
Rasio Efisiensi (BOPO) adalah rasio perbandingan antara biaya operasional (BOPO) dengan pendapatan
operasional. Perseroan dalam tahun 2020-2023 mencatat BOPO adalah sebesar 45,33%, 38,06%,
40,22%, 44,60%, dan 53,27%.

4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Penyesuaian terhadap
proyeksi manajemen dilakukan untuk menghasilkan proyeksi yang lebih wajar.

Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):




                                                         Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 23
Page 37
                          Tabel 8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
                                               Projection     Projection       Projection     Projection     Projection     Projection
                                               31-Des-25      31-Des-26        31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga                                10.292.408     10.931.663       11.341.170    11.957.519     12.702.315     13.427.722
Beban bunga                                     (5.183.769)    (5.535.747)      (5.632.581)   (5.872.794)    (6.203.950)    (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto                          5.108.640      5.395.916        5.708.589     6.084.724      6.498.364      6.943.755

Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya                       1.910.381      2.091.721        2.270.513      2.500.655     2.766.075      3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto              200.000        215.000          215.000        255.000       265.000        275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto                            8.000          7.000            7.000         7.000          7.000          7.000
Lain-lain                                           90.790        130.244          140.530       155.084        159.953        163.289
Total pendapatan operasional lainnya             2.209.171      2.443.965        2.633.043     2.917.739      3.198.028      3.485.785

Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi                                 (13.951)       (15.564)         (16.487)       (16.614)       (17.121)       (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset      (413.918)      (441.904)        (375.897)      (419.519)      (423.653)      (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi                     (1.918.650)    (1.998.345)      (2.091.771)    (2.179.360)    (2.264.650)   (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya                (1.484.254)    (1.582.490)      (1.691.494)    (1.807.550)    (1.955.550)   (2.068.400)
Total beban operasional lainnya                 (3.830.773)    (4.038.304)      (4.175.649)    (4.423.043)    (4.660.974)   (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                    3.487.039      3.801.578        4.165.982      4.579.420      5.035.418     5.551.220
Pendapatan non-operasional                          16.292         16.292           16.292         16.292         16.292        16.292
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                         3.503.331      3.817.870        4.182.275      4.595.713      5.051.711     5.567.513
Beban pajak - neto                                (675.233)      (736.595)        (805.832)      (880.385)      (965.025)   (1.064.027)
LABA BERSIH                                      2.828.098      3.081.275        3.376.442      3.715.327      4.086.686     4.503.485


                                                    Sumber: data olahan


                         Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
                                               Projection     Projection       Projection     Projection     Projection     Projection
                                               31-Des-25      31-Des-26        31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga                               10.292.408     10.931.663       11.341.170     11.957.519     12.702.315     13.427.722
Beban bunga                                    (5.183.769)    (5.535.747)      (5.632.581)    (5.872.794)    (6.203.950)    (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto                         5.108.640      5.395.916        5.708.589      6.084.724      6.498.364      6.943.755

Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya                      1.910.381      2.091.721        2.270.513      2.500.655      2.766.075      3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto             200.000        215.000          215.000        255.000        265.000        275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto                           8.000          7.000            7.000          7.000          7.000          7.000
Lain-lain                                          90.790        130.244          140.530        155.084        159.953        163.289
Total pendapatan operasional lainnya            2.209.171      2.443.965        2.633.043      2.917.739      3.198.028      3.485.785

Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi                                (13.951)       (15.564)         (16.487)       (16.614)       (17.121)       (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset     (413.918)      (441.904)        (375.897)      (419.519)      (423.653)      (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi                     (1.918.650)    (1.998.345)      (2.091.771)    (2.179.360)    (2.264.650)    (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya                (1.484.254)    (1.582.490)      (1.691.494)    (1.807.550)    (1.955.550)    (2.068.400)
Total beban operasional lainnya                 (3.830.773)    (4.038.304)      (4.175.649)    (4.423.043)    (4.660.974)    (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                    3.487.039      3.801.578        4.165.982      4.579.420      5.035.418      5.551.220
Pendapatan non-operasional                          24.366         27.058           27.058         27.058         27.058         18.984
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                         3.511.405      3.828.635        4.193.040      4.606.478      5.062.476      5.570.204
Beban pajak - neto                                (676.767)      (738.641)        (807.878)      (882.431)      (967.070)    (1.064.539)
LABA BERSIH                                      2.834.638      3.089.995        3.385.162      3.724.047      4.095.405      4.505.665


                                                    Sumber: data olahan




                                                                             Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 24
Page 38
Berikut merupakan analisis proyeksi laporan laba rugi Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi:
• Terdapat perbedaan pendapatan non-opersional dimana total pendapatan non-opersional dengan
   Rencana Transaksi lebih besar dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi yang dikarenakan adanya
   pendapatan sewa.
• Terdapat perbedaan beban pajak yaitu Dengan Rencana Transaksi lebih besar dibandingkan Tanpa
   Rencana Transaksi yang dikarenakan adanya transaksi sewa menyewa ruang kantor.
• Laba bersih Perseroan akan meningkat dengan dilakukannya Rencana Transaksi dikarenakan
   meningkatnya pendapatan non-operasional dari pendapatan sewa.

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Analisis proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, total aset Perseroan akan meningkat dikarenakan
   Perseroan menerima pendapatan sewa yang dibukukan pada BI dan bank lain;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi total ekuitas Perseroan akan meningkat dikarenakan
   peningkatan saldo laba Perseroan.

Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
Rencana Transaksi (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):




                                                      Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 25
Page 39
                      Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                                                      Projection     Projection      Projection     Projection     Projection     Projection
                                                      31-Des-25      31-Des-26       31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
ASET
Kas                                                       873.509        873.509         873.509        895.509        915.509        942.509
Giro pada Bank Indonesia                                8.205.172      8.934.244       9.633.248     10.248.730     10.943.091     11.693.150
Giro pada Bank lain                                       955.392        955.392         955.392        955.392        955.392        955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai             (2.186)        (2.186)         (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)
Giro pada bank lain - neto                                953.206        953.206         953.206        953.206        953.206        953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain            1.200.000      1.452.914         399.339        581.643        720.694        892.089
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai                -              -               -              -              -              -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto                                                    1.200.000      1.452.914         399.339        581.643        720.694        892.089
Efek-efek                                              52.112.617     52.578.395      53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                  -              -               -              -              -              -
Efek-efek - neto                                       52.112.617     52.578.395      53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif                                            48.734       48.734       48.734       48.734       48.734                  48.734
Kredit yang diberikan                                  69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646            108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan                              -            -            -            -            -                       -
                                                       69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646            108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai              (890.163)  (1.148.068)  (1.336.391)  (1.515.494)  (1.709.875)             (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto                           69.079.787    74.897.303   81.709.146   89.174.594   97.595.771            106.869.126
Tagihan akseptasi                                            9.234        9.234        9.234        9.234        9.234                   9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                    (12)         (12)         (12)         (12)         (12)                    (12)
Tagihan akseptasi - neto                                     9.222        9.222        9.222        9.222        9.222                   9.222
Aset pajak tangguhan                                       105.542      105.542      105.542      105.542      105.542                 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna                             8.377.660    8.542.660    8.722.660    8.918.660    9.120.660               9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan                         (2.449.075)  (2.760.457)  (3.088.689)  (3.425.889)  (3.774.789)             (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto                      5.928.585    5.782.203    5.633.971    5.492.771    5.345.871               5.277.871
Aset lain-lain                                           3.211.072    3.208.572    3.206.072    3.206.072    3.206.072               3.206.072
TOTAL ASET                                            141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620                 185.964.810

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                         179.318       179.318         179.318        179.318        179.318         179.318
Simpanan nasabah
 Giro                                                  11.290.648     12.300.690      13.748.738     15.338.811     16.895.574     18.541.283
 Tabungan                                              19.789.853     21.935.781      24.407.133     26.563.041     29.005.000     31.969.740
 Deposito Berjangka                                    67.738.919     72.798.168      78.316.118     84.403.431     91.068.192     98.021.504
Simpanan dari Bank lain                                 2.633.032      1.833.032         783.032        683.004        583.032        466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali      11.678.340      9.929.345       6.879.345      4.279.345      2.779.345            -
Liabilitas derivatif                                      121.059        121.059         121.059        121.059        121.059        121.059
Utang pajak penghasilan                                   222.064        222.064         222.064        222.064        222.064        222.064
Pinjaman yang diterima                                  3.987.600      3.287.600       3.287.600      2.387.628        892.594        228.672
Utang akseptasi                                             9.234          9.234           9.234          9.234          9.234          9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto                             -              -               -              -              -              -
Liabilitas imbalan pasca-kerja                            296.414        296.414         296.414        296.414        296.414        296.414
Obligasi subordinasi                                       50.000         50.000          50.000         50.000         50.000         50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                      418.087        418.087        418.087         417.505        417.505        417.505
TOTAL LIABILITAS                                      118.414.569    123.380.793    128.718.143     134.950.855    142.519.332    150.523.711

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham                5.870.462      5.870.462      5.870.462       5.870.462      5.870.462      5.870.462
Tambahan modal disetor                                  6.347.491      6.347.491      6.347.491       6.347.491      6.347.491      6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto                    2.370.682      2.295.060      2.019.300       1.743.540      1.467.780      1.192.020
Cadangan umum                                               1.786          1.786          1.786           1.786          1.786          1.786
Saldo laba                                              8.722.456     10.948.251     13.367.943      16.008.453     18.884.768     22.029.339
TOTAL EKUITAS                                          23.312.877     25.463.050     27.606.983      29.971.733     32.572.288     35.441.099
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          141.727.446    148.843.844    156.325.126     164.922.588    175.091.620    185.964.810


                                                           Sumber: data olahan




                                                                                   Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 26
Page 40
                     Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                                                      Projection     Projection       Projection    Projection     Projection     Projection
                                                      31-Des-25      31-Des-26        31-Des-27     31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
ASET
Kas                                                       873.509        873.509         873.509        895.509        915.509        942.509
Giro pada Bank Indonesia                                8.205.172      8.934.244       9.633.248     10.248.730     10.943.091     11.693.150
Giro pada Bank lain                                       955.392        955.392         955.392        955.392        955.392        955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai             (2.186)        (2.186)         (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)
Giro pada bank lain - neto                                953.206        953.206         953.206        953.206        953.206        953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain            1.206.540      1.468.173         423.319        614.343        762.112        935.687
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai                -              -               -              -              -              -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto                                                    1.206.540      1.468.173         423.319        614.343        762.112        935.687
Efek-efek                                              52.112.617     52.578.395      53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                  -              -               -              -              -              -
Efek-efek - neto                                       52.112.617     52.578.395      53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif                                            48.734       48.734       48.734       48.734       48.734                  48.734
Kredit yang diberikan                                  69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646            108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan                              -            -            -            -            -                       -
                                                       69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646            108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai              (890.163)  (1.148.068)  (1.336.391)  (1.515.494)  (1.709.875)             (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto                           69.079.787    74.897.303   81.709.146   89.174.594   97.595.771            106.869.126
Tagihan akseptasi                                            9.234        9.234        9.234        9.234        9.234                   9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                    (12)         (12)         (12)         (12)         (12)                    (12)
Tagihan akseptasi - neto                                     9.222        9.222        9.222        9.222        9.222                   9.222
Aset pajak tangguhan                                       105.542      105.542      105.542      105.542      105.542                 105.542
Aset tetap dan aset hak-guna                             8.377.660    8.542.660    8.722.660    8.918.660    9.120.660               9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan                         (2.449.075)  (2.760.457)  (3.088.689)  (3.425.889)  (3.774.789)             (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto                      5.928.585    5.782.203    5.633.971    5.492.771    5.345.871               5.277.871
Aset lain-lain                                           3.211.072    3.208.572    3.206.072    3.206.072    3.206.072               3.206.072
TOTAL ASET                                            141.733.986 148.859.104 156.349.105 164.955.287 175.133.039                 186.008.408

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                        179.318        179.318          179.318       179.318        179.318         179.318
Simpanan nasabah
 Giro                                                  11.290.648     12.300.690      13.748.738     15.338.811     16.895.574     18.541.283
 Tabungan                                              19.789.853     21.935.781      24.407.133     26.563.041     29.005.000     31.969.740
 Deposito Berjangka                                    67.738.919     72.798.168      78.316.118     84.403.431     91.068.192     98.021.504
Simpanan dari Bank lain                                 2.633.032      1.833.032         783.032        783.032        583.032        466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali      11.678.340      9.929.345       6.879.345      4.279.345      2.779.345            -
Liabilitas derivatif                                      121.059        121.059         121.059        121.059        121.059        121.059
Utang pajak penghasilan                                   222.064        222.064         222.064        222.064        222.064        222.064
Pinjaman yang diterima                                  3.987.600      3.287.600       3.287.600      2.287.600        892.594        228.672
Utang akseptasi                                             9.234          9.234           9.234          9.234          9.234          9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto                             -              -               -              -              -              -
Liabilitas imbalan pasca-kerja                            296.414        296.414         296.414        296.414        296.414        296.414
Obligasi subordinasi                                       50.000         50.000          50.000         50.000         50.000         50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                      418.087        418.087         418.087        417.505        417.505        417.505
TOTAL LIABILITAS                                      118.414.569    123.380.793     128.718.143    134.950.855    142.519.332    150.523.711

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham                5.870.462      5.870.462       5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462
Tambahan modal disetor                                  6.347.491      6.347.491       6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto                    2.370.682      2.295.060       2.019.300      1.743.540      1.467.780      1.192.020
Cadangan umum                                               1.786          1.786           1.786          1.786          1.786          1.786
Saldo laba                                              8.728.996     10.963.510      13.391.922     16.041.152     18.926.187     22.072.938
TOTAL EKUITAS                                          23.319.417     25.478.310      27.630.962     30.004.432     32.613.706     35.484.698
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          141.733.985    148.859.103     156.349.105    164.955.287    175.133.039    186.008.408


                                                           Sumber: data olahan




                                                                                    Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 27
Page 41
4.1.6. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.

                       Tabel 11. Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                                   Projection   Projection      Projection     Projection    Projection    Projection
                                   31-Des-25    31-Des-26       31-Des-27      31-Des-28     31-Des-29     31-Des-30
 Net Interest Margin (NIM)             3,60%        3,62%            3,65%         3,69%         3,71%         3,73%
 Rasio Efisiensi (BOPO)               52,35%       51,51%          50,06%         49,13%        48,07%        46,77%
 Return on Asset (ROA)                 2,00%        2,08%            2,17%         2,26%         2,34%         2,42%
 Return on Equity (ROE)               12,16%       12,13%          12,25%         12,41%        12,56%        12,70%
                                                  Sumber: data olahan


                       Tabel 12. Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                                   Projection   Projection      Projection     Projection     Projection   Projection
                                   31-Des-25    31-Des-26       31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29    31-Des-30
 Net Interest Margin (NIM)             3,60%        3,63%            3,65%         3,69%          3,71%        3,73%
 Rasio Efisiensi (BOPO)               52,35%       51,51%           50,06%        49,13%         48,07%       46,77%
 Return on Asset (ROA)                 2,00%        2,07%            2,16%         2,25%          2,33%        2,42%
 Return on Equity (ROE)               12,13%       12,10%           12,23%        12,40%         12,55%       12,71%
                                                  Sumber: data olahan


Secara umum, tidak terdapat dampak yang signifikan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi terdapat kenaikan pada return on asset dan return on equity
seiring dengan perolehan pendapatan non-operasional atas sewa Gedung Menara Bank Mega.

4.1.7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan tanpa dan dengan Rencana Transaksi memberikan
gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa Rencana
Transaksi diambil dari laporan keuangan per 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi
Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan No. 00014/2.1030/AU.1/07/1298-2/1/II/2025 tanggal 7 Februari 2025
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, sedangkan laporan keuangan proforma dipersiapkan oleh
manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi keuangan dengan dilakukannya
Rencana Transaksi (dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                   Tabel 13. Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                                             Audit             Penyesuaian            Proforma
                                                       31-Des-24              Dr.           CR.      31-Des-24
    Total Aset                                         134.915.494           43.599                 134.959.093
    Total Liabilitas                                   113.733.293                                  113.733.293
    Total Ekuitas                                       21.182.201                      43.599       21.225.800
    Total Liabilitas dan Ekuitas                      134.915.494                                   134.959.093
                                                  Sumber: manajemen




                                                                     Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 28
Page 42
                                            Tabel 14. Proforma Laba Rugi
                                                                      Audit                              Proforma
                                                                     FY 2024           Transaksi          FY 2024
                                                                Sebelum Transaksi                    Setelah Transaksi
PENDAPATAN & BEBAN OPERASIONAL

Pendapatan bunga                                                       10.289.306                           10.289.306
Beban bunga                                                            (5.189.567)                          (5.189.567)
Pendapatan bunga - neto                                                 5.099.739                            5.099.739

Pendapatan operasional lainnya
Provisi & komisi                                                          1.696.891                          1.696.891
Keuntungan penjualan efek-efek - neto                                        70.465                             70.465
Keuntungan transaksi mata uang asing -neto                                   36.466                             36.466
Keuntungan perubahan nilai wajar instrumen keuangan-neto                      3.202                              3.202
Lain-lain                                                                     8.332                              8.332
Total pendapatan operasional lainnya                                      1.815.356                          1.815.356

Beban operasional lainnya
Beban umum & administrasi                                              (2.055.670)                          (2.055.670)
Beban gaji & tunjangan lainnya                                         (1.399.207)                          (1.399.207)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset - neto                      (216.464)                            (216.464)
Provisi dan komisi                                                         (12.536)                             (12.536)
Total beban operasional lainnya                                        (3.683.877)                          (3.683.877)

PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                                             3.231.218                          3.231.218
Pendapatan non operasional - neto                                            25.688        53.826               79.514
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                                                  3.256.906                          3.310.732
BEBAN PAJAK - NETO                                                         (625.852)      (10.227)            (636.079)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                                                2.631.054        43.599            2.674.653


                                                      Sumber: manajemen

Secara keseluruhan efek Rencana Transaksi terhadap laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi
Perseroan yaitu penambahan pendapatan non-operasional dari transaksi sewa menyewa ruang kantor di
Perseroan (Dengan Rencana Transaksi).

4.2. Hasil Penilaian Penilai Independen
Terkait dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menugaskan kepada KJPP Herman Meirizki dan
Rekan klasifikasi bidang properti (aset) untuk melakukan penilaian atas nilai sewa pasar, yang secara
ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:

Nomor Laporan                 :    00295/2.0120-00/PI/07/0374/1/III/2025
Penilai Publik                :    Susi Meirizki, S.T., MAPPI (Cert)
No. Izin Penilai              :    P-1.13.00374
No. STTD                      :    STTD.PP-08/PJ-1/PM.02/2023
Tanggal Laporan               :    13 Maret 2025
Tanggal Penilaian             :    31 Desember 2024
Objek Penilaian               :    Ruang kantor yang berlokasi di Menara Bank Mega, Jalan Kapten P.
                                   Tendean No. 12- 14A, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan
                                   Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Maksud dan Tujuan :                Melakukan verifikasi antara dokumen dan kondisi fisik di lapangan,
Penilaian                          memperoleh dan memberikan opini independen atas Nilai Sewa Pasar
                                   dari properti dimaksud sesuai lingkup penugasan yang dapat digunakan
                                   sebagai dasar pertimbangan untuk tujuan Transaksi Atas Objek Properti



                                                                     Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 29
Page 43
                                           Sewa dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan
                                           lainnya.
Dasar Nilai                            :   Nilai Sewa Pasar
Kesimpulan Nilai                       :   Nilai Sewa Pasar Rp153.000/m2/bulan dan Service Charge sebesar
                                           Rp77.000/m2/bulan.

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, Nilai Sewa Pasar
adalah sebesar Rp153.000 per m2 per bulan dengan Service Charge sebesar Rp77.000 per m2 per bulan,
sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp155.000 per m2 per bulan dan service charge
sebesar Rp75.000 per m2 per bulan, yang berarti berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari
Nilai Sewa Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b.

4.3. Analisis Inkremental
Dari proyeksi keuangan terlihat dengan adanya Rencana Transaksi memberikan kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                                       Tabel 15. Analisis Inkremental
                                            F Y 2025         F Y 2026       F Y 2027       F Y 2028       F Y 2029       F Y 2030

L AB A B E R S IH
Laba B ersih (dengan transaksi)               2.834.638         3.089.995     3.385.162      3.724.047      4.095.405      4.505.665
Laba B ersih (tanpa transaksi)                2.828.098         3.081.275     3.376.442      3.715.327      4.086.686      4.503.485
S elisih                                           6.540            8.720          8.720          8.720          8.720          2.180


T O T AL AS E T
T otal aset (dengan transaksi)              141.733.986       148.859.104   156.349.105    164.955.287    175.133.039    186.008.408
T otal aset (tanpa transaksi)               141.727.446       148.843.844   156.325.126    164.922.588    175.091.620    185.964.810
S elisih                                           6.540          15.260         23.979         32.699         41.419         43.599


T O T AL L IAB IL IT AS
T otal liabilitas (dengan transaksi)        118.414.569       123.380.793   128.718.143    134.950.855    142.519.332    150.523.711
T otal liabilitas (tanpa transaksi)         118.414.569       123.380.793   128.718.143    134.950.855    142.519.332    150.523.711
S elisih                                               -                -              -              -              -              -


T O T AL E K U IT AS
T otal ekuitas (dengan transaksi)            23.319.417        25.478.310    27.630.962     30.004.432     32.613.706     35.484.698
T otal ekuitas (tanpa transaksi)             23.312.877        25.463.050    27.606.983     29.971.733     32.572.288     35.441.099
S elisih                                           6.540          15.260         23.979         32.699         41.419         43.599


                                                             Sumber: data olahan


Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hal sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan laba bersih Perseroan karena
   penambahan pendapatan non-operasional berupa pendapatan dari sewa ruang kantor;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan total aset Perseroan dengan adanya
   peningkatan pendapatan non-operasional dari pendapatan sewar uang kantor yang dibukukan pada
   akun Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan akan meningkat dengan
   penambahan saldo laba yang dihasilkan dari pendapatan non-operasional.




                                                                                Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 30
Page 44
4.3.1. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan menambah pendapatan non-operasional. Perbandingan
pendapatan, beban usaha, dan pendapatan non-operasional antara Dengan dan Tanpa Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

           Tabel 16. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                              F Y 2025     F Y 2026      F Y 2027    F Y 2028      F Y 2029     F Y 2030
TOTAL PENDAPATAN
Dengan transaksi              3.487.039   3.801.578     4.165.982    4.579.420    5.035.418    5.551.220
Tanpa transaksi               3.487.039   3.801.578     4.165.982    4.579.420    5.035.418    5.551.220
Selisih                             -           -             -            -            -            -

BEBAN USAHA
Dengan transaksi              (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
Tanpa transaksi               (3.830.773) (4.038.304) (4.175.649) (4.423.043) (4.660.974) (4.878.319)
Selisih                                -           -           -           -           -           -

PENDAPATAN NON-OPERASIONAL
Dengan transaksi           24.366             27.058       27.058       27.058       27.058        18.984
Tanpa transaksi            16.292             16.292       16.292       16.292       16.292        16.292
Selisih                     8.074             10.765       10.765       10.765       10.765         2.691

                                          Sumber: data olahan


4.3.2. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, Rencana Transaksi ini berkaitan dengan langkah
Perseroan untuk menyewakan ruang kantor berkapasitas besar yang belum terpakai ke TRANS 7. Dengan
perusahaan yang sama-sama di bawah kendali CT Corp diharapkan adanya sinergi dan control terhadap
kualitas jasa maupun produk yang diberikan kepada perusahaan sehingga dapat tercapai peningkatan
perusahaan sebagaimana yang diharapkan.

4.3.3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan untuk melakukan
perhitungan nilai sewa pasar Gedung Menara Bank Mega sebagai dasar pertimbangan harga sewa yang
ditetapkan dalam draft perjanjian serta telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan
Rekan untuk melakukan analisis pendapat kewajaran.




                                                           Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 31
Page 45
5. KESIMPULAN

5.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah sewa ruang kantor lantai 10 seluas 1.226,80m2, lantai 20 seluas
    1.309,30m2, dan lantai 22 seluas 1.364,30m2 selama 5 (lima) tahun di Gedung Menara Bank Mega
    yang terletak di Jalan Kapten Tendean Kav.12-14A, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan
    Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta antara PT Duta Visual Nusantara Tivi
    Tujuh sebagai penyewa dan PT Bank Mega Tbk sebagai yang menyewakan;
2. Dalam 5 (lima) tahun tidak terdapat kenaikan tarif sewa dan service charge;
3. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai sewa pasar
    adalah sebesar Rp153.000,- per m2 per bulan dan service charge sebesar Rp77.000,- per m2 per
    bulan, sedangkan harga Rencana Transaksi adalah tarif sewa sebesar Rp155.000,- per m2 per bulan
    dan service charge sebesar Rp75.000,- per m2 per bulan, yang berarti berada dalam kisaran batas
    atas dan batas bawah dari Nilai Sewa Pasar Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020
    Pasal 48.b.
4. Dari analisis terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
    Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan pendapatan non-operasional berupa pendapatan
    sewa dan service charge.
5. Berdasarkan analisis kualitatif, Perseroan mendapatkan manfaat ekonomis atas aset Perseroan
    terutama ruang kantor yang belum digunakan.

5.2. Opini Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran transaksi, dan analisis atas faktor-
faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa Rencana Transaksi sewa ruang kantor sebanyak 3 unit,
lantai 10 dengan luas unit 1.2226,80 m2, lantai 20 dengan luas unit 1.309,30 m2, dan lantai 22 dengan
luas unit 1.364,30 m2 di Gedung Menara Bank Mega oleh Perseroan adalah Wajar.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
signifikan terhadap Rencana Transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum,
peraturan-peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya.
Perubahan-perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan
Pendapat Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat
kewajaran.




                                                              Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 32
Page 46
6. LAMPIRAN

1.  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030;
2.  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030;
3.  Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
    Desember Tahun 2025-2030;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
    Desember Tahun 2025-2030;
5. Proyeksi Laporan Arus Kas Tanpa Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
    Desember Tahun 2025-2030;
6. Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
    Desember Tahun 2025-2030;
7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030;
8. Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030;
9. Proforma Laporan Posisi Keuangan;
10. Proforma Laporan Laba Rugi;
11. Proforma Laporan Arus Kas
12. Laporan Ringkas Penilaian Aset.




                                                        Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 33
Page 47
7. REFERENSI

1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
   2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha (”POJK 17/2020”);
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
   Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”);
6. Media online lainnya.




                                                            Laporan Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk | 34
Page 48
                                                                                                                                Lampiran 1

       Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030
                                                      Projection     Projection     Projection     Projection     Projection      Projection
                                                      31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29       31-Des-30
ASET
Kas                                                       873.509        873.509        873.509        895.509        915.509        942.509
Giro pada Bank Indonesia                                8.205.172      8.934.244      9.633.248     10.248.730     10.943.091     11.693.150
Giro pada Bank lain                                       955.392        955.392        955.392        955.392        955.392        955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai             (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)
Giro pada bank lain - neto                                953.206        953.206        953.206        953.206        953.206        953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain            1.200.000      1.452.914        399.339        581.643        720.694        892.089
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai                -              -              -              -              -              -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto                                                    1.200.000      1.452.914        399.339        581.643        720.694        892.089
Efek-efek                                              52.112.617     52.578.395     53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                  -              -              -              -              -              -
Efek-efek - neto                                       52.112.617     52.578.395     53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif                                            48.734       48.734       48.734       48.734       48.734                 48.734
Kredit yang diberikan                                  69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646           108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan                              -            -            -            -            -                      -
                                                       69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646           108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai              (890.163)  (1.148.068)  (1.336.391)  (1.515.494)  (1.709.875)            (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto                           69.079.787    74.897.303   81.709.146   89.174.594   97.595.771           106.869.126
Tagihan akseptasi                                            9.234        9.234        9.234        9.234        9.234                  9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                    (12)         (12)         (12)         (12)         (12)                   (12)
Tagihan akseptasi - neto                                     9.222        9.222        9.222        9.222        9.222                  9.222
Aset pajak tangguhan                                       105.542      105.542      105.542      105.542      105.542                105.542
Aset tetap dan aset hak-guna                             8.377.660    8.542.660    8.722.660    8.918.660    9.120.660              9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan                         (2.449.075)  (2.760.457)  (3.088.689)  (3.425.889)  (3.774.789)            (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto                      5.928.585    5.782.203    5.633.971    5.492.771    5.345.871              5.277.871
Aset lain-lain                                           3.211.072    3.208.572    3.206.072    3.206.072    3.206.072              3.206.072
TOTAL ASET                                            141.727.446 148.843.844 156.325.126 164.922.588 175.091.620                185.964.810

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                         179.318       179.318        179.318        179.318        179.318         179.318
Simpanan nasabah
 Giro                                                  11.290.648     12.300.690     13.748.738     15.338.811     16.895.574     18.541.283
 Tabungan                                              19.789.853     21.935.781     24.407.133     26.563.041     29.005.000     31.969.740
 Deposito Berjangka                                    67.738.919     72.798.168     78.316.118     84.403.431     91.068.192     98.021.504
Simpanan dari Bank lain                                 2.633.032      1.833.032        783.032        683.004        583.032        466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali      11.678.340      9.929.345      6.879.345      4.279.345      2.779.345            -
Liabilitas derivatif                                      121.059        121.059        121.059        121.059        121.059        121.059
Utang pajak penghasilan                                   222.064        222.064        222.064        222.064        222.064        222.064
Pinjaman yang diterima                                  3.987.600      3.287.600      3.287.600      2.387.628        892.594        228.672
Utang akseptasi                                             9.234          9.234          9.234          9.234          9.234          9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto                             -              -              -              -              -              -
Liabilitas imbalan pasca-kerja                            296.414        296.414        296.414        296.414        296.414        296.414
Obligasi subordinasi                                       50.000         50.000         50.000         50.000         50.000         50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                      418.087        418.087        418.087        417.505        417.505        417.505
TOTAL LIABILITAS                                      118.414.569    123.380.793    128.718.143    134.950.855    142.519.332    150.523.711

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham                5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462
Tambahan modal disetor                                  6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto                    2.370.682      2.295.060      2.019.300      1.743.540      1.467.780      1.192.020
Cadangan umum                                               1.786          1.786          1.786          1.786          1.786          1.786
Saldo laba                                              8.722.456     10.948.251     13.367.943     16.008.453     18.884.768     22.029.339
TOTAL EKUITAS                                          23.312.877     25.463.050     27.606.983     29.971.733     32.572.288     35.441.099
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          141.727.446    148.843.844    156.325.126    164.922.588    175.091.620    185.964.810
Page 49
                                                                                                                                Lampiran 2

      Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2030
                                                      Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection
                                                      31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
ASET
Kas                                                       873.509        873.509        873.509        895.509        915.509        942.509
Giro pada Bank Indonesia                                8.205.172      8.934.244      9.633.248     10.248.730     10.943.091     11.693.150
Giro pada Bank lain                                       955.392        955.392        955.392        955.392        955.392        955.392
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai             (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)        (2.186)
Giro pada bank lain - neto                                953.206        953.206        953.206        953.206        953.206        953.206
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain            1.206.540      1.468.173        423.319        614.343        762.112        935.687
Dikurangi: penyisihan kerugian penurunan nilai                -              -              -              -              -              -
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain -
neto                                                    1.206.540      1.468.173        423.319        614.343        762.112        935.687
Efek-efek                                              52.112.617     52.578.395     53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                  -              -              -              -              -              -
Efek-efek - neto                                       52.112.617     52.578.395     53.753.136     54.206.565     55.247.909     55.967.289
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Tagihan derivatif                                            48.734       48.734       48.734       48.734       48.734                 48.734
Kredit yang diberikan                                  69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646           108.739.682
Pendapatan bunga yang ditangguhkan                              -            -            -            -            -                      -
                                                       69.969.950    76.045.371   83.045.538   90.690.087   99.305.646           108.739.682
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai              (890.163)  (1.148.068)  (1.336.391)  (1.515.494)  (1.709.875)            (1.870.556)
Kredit yang diberikan - neto                           69.079.787    74.897.303   81.709.146   89.174.594   97.595.771           106.869.126
Tagihan akseptasi                                            9.234        9.234        9.234        9.234        9.234                  9.234
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                    (12)         (12)         (12)         (12)         (12)                   (12)
Tagihan akseptasi - neto                                     9.222        9.222        9.222        9.222        9.222                  9.222
Aset pajak tangguhan                                       105.542      105.542      105.542      105.542      105.542                105.542
Aset tetap dan aset hak-guna                             8.377.660    8.542.660    8.722.660    8.918.660    9.120.660              9.436.660
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan                         (2.449.075)  (2.760.457)  (3.088.689)  (3.425.889)  (3.774.789)            (4.158.789)
Aset tetap dan aset hak-guna - neto                      5.928.585    5.782.203    5.633.971    5.492.771    5.345.871              5.277.871
Aset lain-lain                                           3.211.072    3.208.572    3.206.072    3.206.072    3.206.072              3.206.072
TOTAL ASET                                            141.733.986 148.859.104 156.349.105 164.955.287 175.133.039                186.008.408

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                        179.318        179.318        179.318        179.318        179.318         179.318
Simpanan nasabah
 Giro                                                  11.290.648     12.300.690     13.748.738     15.338.811     16.895.574     18.541.283
 Tabungan                                              19.789.853     21.935.781     24.407.133     26.563.041     29.005.000     31.969.740
 Deposito Berjangka                                    67.738.919     72.798.168     78.316.118     84.403.431     91.068.192     98.021.504
Simpanan dari Bank lain                                 2.633.032      1.833.032        783.032        783.032        583.032        466.918
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali      11.678.340      9.929.345      6.879.345      4.279.345      2.779.345            -
Liabilitas derivatif                                      121.059        121.059        121.059        121.059        121.059        121.059
Utang pajak penghasilan                                   222.064        222.064        222.064        222.064        222.064        222.064
Pinjaman yang diterima                                  3.987.600      3.287.600      3.287.600      2.287.600        892.594        228.672
Utang akseptasi                                             9.234          9.234          9.234          9.234          9.234          9.234
Liabilitas pajak tangguhan - neto                             -              -              -              -              -              -
Liabilitas imbalan pasca-kerja                            296.414        296.414        296.414        296.414        296.414        296.414
Obligasi subordinasi                                       50.000         50.000         50.000         50.000         50.000         50.000
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                      418.087        418.087        418.087        417.505        417.505        417.505
TOTAL LIABILITAS                                      118.414.569    123.380.793    128.718.143    134.950.855    142.519.332    150.523.711

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per
saham Modal dasar - 27.000.000.000 saham                5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462      5.870.462
Tambahan modal disetor                                  6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491      6.347.491
Penghasilan komprehensif lain - neto                    2.370.682      2.295.060      2.019.300      1.743.540      1.467.780      1.192.020
Cadangan umum                                               1.786          1.786          1.786          1.786          1.786          1.786
Saldo laba                                              8.728.996     10.963.510     13.391.922     16.041.152     18.926.187     22.072.938
TOTAL EKUITAS                                          23.319.417     25.478.310     27.630.962     30.004.432     32.613.706     35.484.698
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          141.733.985    148.859.103    156.349.105    164.955.287    175.133.039    186.008.408
Page 50
                                                                                                                     Lampiran 3

      Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
                                    Desember Tahun 2025-2030
                                               Projection     Projection    Projection    Projection    Projection     Projection
                                               31-Des-25      31-Des-26     31-Des-27     31-Des-28     31-Des-29      31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga                                10.292.408    10.931.663    11.341.170    11.957.519    12.702.315     13.427.722
Beban bunga                                     (5.183.769)   (5.535.747)   (5.632.581)   (5.872.794)   (6.203.950)    (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto                          5.108.640     5.395.916     5.708.589     6.084.724     6.498.364      6.943.755

Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya                       1.910.381     2.091.721     2.270.513     2.500.655     2.766.075      3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto              200.000       215.000       215.000       255.000       265.000        275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto                            8.000         7.000         7.000         7.000         7.000          7.000
Lain-lain                                           90.790       130.244       140.530       155.084       159.953        163.289
Total pendapatan operasional lainnya             2.209.171     2.443.965     2.633.043     2.917.739     3.198.028      3.485.785

Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi                                 (13.951)      (15.564)      (16.487)      (16.614)      (17.121)       (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset      (413.918)     (441.904)     (375.897)     (419.519)     (423.653)      (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi                     (1.918.650)   (1.998.345)   (2.091.771)   (2.179.360)   (2.264.650)    (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya                (1.484.254)   (1.582.490)   (1.691.494)   (1.807.550)   (1.955.550)    (2.068.400)
Total beban operasional lainnya                 (3.830.773)   (4.038.304)   (4.175.649)   (4.423.043)   (4.660.974)    (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                    3.487.039     3.801.578     4.165.982     4.579.420     5.035.418      5.551.220
Pendapatan non-operasional                          16.292        16.292        16.292        16.292        16.292         16.292
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                         3.503.331     3.817.870     4.182.275     4.595.713     5.051.711      5.567.513
Beban pajak - neto                                (675.233)     (736.595)     (805.832)     (880.385)     (965.025)    (1.064.027)
LABA BERSIH                                      2.828.098     3.081.275     3.376.442     3.715.327     4.086.686      4.503.485
Page 51
                                                                                                                        Lampiran 4

     Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-
                                   Desember Tahun 2025-2030
                                               Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection
                                               31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga                               10.292.408     10.931.663     11.341.170     11.957.519     12.702.315     13.427.722
Beban bunga                                    (5.183.769)    (5.535.747)    (5.632.581)    (5.872.794)    (6.203.950)    (6.483.968)
Pendapatan bunga - neto                         5.108.640      5.395.916      5.708.589      6.084.724      6.498.364      6.943.755

Pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya                      1.910.381      2.091.721      2.270.513      2.500.655      2.766.075      3.040.496
Keuntungan penjualan efek-efek - neto             200.000        215.000        215.000        255.000        265.000        275.000
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar
instrumen keuangan - neto                           8.000          7.000          7.000          7.000          7.000          7.000
Lain-lain                                          90.790        130.244        140.530        155.084        159.953        163.289
Total pendapatan operasional lainnya            2.209.171      2.443.965      2.633.043      2.917.739      3.198.028      3.485.785

Beban operasional lainnya
Provisi dan komisi                                (13.951)       (15.564)       (16.487)       (16.614)       (17.121)       (17.375)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset     (413.918)      (441.904)      (375.897)      (419.519)      (423.653)      (433.340)
keuangan dan aset non-keuangan - neto
Beban umum dan administrasi                     (1.918.650)    (1.998.345)    (2.091.771)    (2.179.360)    (2.264.650)    (2.359.204)
Beban gaji dan tunjangan lainnya                (1.484.254)    (1.582.490)    (1.691.494)    (1.807.550)    (1.955.550)    (2.068.400)
Total beban operasional lainnya                 (3.830.773)    (4.038.304)    (4.175.649)    (4.423.043)    (4.660.974)    (4.878.319)
PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                    3.487.039      3.801.578      4.165.982      4.579.420      5.035.418      5.551.220
Pendapatan non-operasional                          24.366         27.058         27.058         27.058         27.058         18.984
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                         3.511.405      3.828.635      4.193.040      4.606.478      5.062.476      5.570.204
Beban pajak - neto                                (676.767)      (738.641)      (807.878)      (882.431)      (967.070)    (1.064.539)
LABA BERSIH                                      2.834.638      3.089.995      3.385.162      3.724.047      4.095.405      4.505.665
Page 52
                                                                                                                                Lampiran 5

               Proyeksi Laporan Arus Kas Tanpa Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan
                              dari Bulan Januari-Desember Tahun 2025-2030
                                                       Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection
                                                       31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga                                       10.292.408     10.931.663     11.341.170     11.957.519     12.702.315     13.427.722
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi - neto         1.910.381      2.091.721      2.270.513      2.500.655      2.766.075      3.040.496
Penerimaan dari kredit yang telah dihapus buku

Penerimaan dari penjualan agunan yang diambil alih
Penerimaan pendapatan operasional lainnya                  290.790        345.244        355.530        410.084        424.953        438.289
Pembayaran bunga dan beban pembiayaan lainnya           (5.183.769)    (5.535.747)    (5.632.581)    (5.872.794)    (6.203.950)    (6.483.968)
Pembayaran beban operasional lainnya                    (3.287.839)    (3.469.016)    (3.659.094)    (3.906.741)    (4.117.694)    (4.333.638)
Pembayaran pajak penghasilan                              (671.033)      (732.395)      (804.632)      (879.186)      (963.825)    (1.062.827)
Penerimaan pendapatan non operasional - neto                16.292         16.292         16.292         16.292         16.292         16.292
Kenaikan/penurunan dalam aset dan liabilitas
operasi:
Aset Operasi:
-Efek-efek                                               2.208.000      1.707.000      1.807.000      1.677.000      1.257.000      1.167.000
-Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali       1.389.981            -              -              -              -              -
-Kredit yang diberikan                                  (5.324.669)    (6.075.421)    (7.000.167)    (7.644.550)    (8.615.558)    (9.434.036)
-Aset lain-lain
Liabilitas Operasi:
-Liabilitas segera
-Simpanan dari nasabah:
 Giro                                                      908.000      1.010.043      1.448.048      1.590.073      1.556.763      1.645.709
 Tabungan                                                2.602.209      2.145.928      2.471.351      2.155.909      2.441.959      2.964.740
 Deposito berjangka                                      3.639.914      5.059.249      5.517.951      6.087.313      6.664.761      6.953.312
-Simpanan dari bank lain                                (1.200.000)      (800.000)    (1.050.000)      (100.028)       (99.972)      (116.114)
-Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali      (1.268.848)    (1.748.995)    (3.050.000)    (2.600.000)    (1.500.000)    (2.779.345)
-Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                       404.930         (1.700)        1.300          (1.782)        (1.200)        (1.200)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk)           6.726.748     4.943.866      4.032.680      5.389.763      6.327.919      5.442.431
aktivitas operasional

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melakui penghasilan
komprehensif lain-neto                                  (4.454.007)    (1.965.641)    (2.974.741)    (2.123.429)    (2.291.344)    (1.879.380)
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Pembayaran atas aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Perolehan aset tetap dan aset hak guna                    (172.219)     (165.000)      (180.000)      (196.000)      (202.000)      (316.000)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk)          (4.626.226)   (2.130.641)    (3.154.741)    (2.319.429)    (2.493.344)    (2.195.380)
aktivitas operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman yang diterima                              -        (700.000)            -        (899.972)     (1.495.034)     (663.923)
Penerimaan obligasi subordinasi
Penerimaan pinjaman yang diterima
Penambahan (pembayaran) liabilitas sewa
Pembayaran dividen tunai                                (1.052.422)   (1.131.239)    (1.232.510)    (1.350.577)    (1.486.131)    (1.634.674)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas                 (1.052.422)   (1.831.239)    (1.232.510)    (2.250.549)    (2.981.164)    (2.298.597)
pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA
KAS                                                     1.048.100        981.986       (354.570)       819.786        853.410        948.454
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                        10.185.972     11.234.072     12.216.058     11.861.488     12.681.274     13.534.685
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                       11.234.072     12.216.058     11.861.488     12.681.274     13.534.685     14.483.139
Page 53
                                                                                                                                Lampiran 6

              Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan Rencana Transaksi Periode Periode 12 Bulan
                             dari Bulan Januari-Desember Tahun 2025-2030
                                                       Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection
                                                       31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga                                       10.292.408     10.931.663     11.341.170     11.957.519     12.702.315     13.427.722
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi - neto         1.910.381      2.091.721      2.270.513      2.500.655      2.766.075      3.040.496
Penerimaan dari kredit yang telah dihapus buku

Penerimaan dari penjualan agunan yang diambil alih
Penerimaan pendapatan operasional lainnya                  290.790        345.244        355.530        410.084        424.953        438.289
Pembayaran bunga dan beban pembiayaan lainnya           (5.183.769)    (5.535.747)    (5.632.581)    (5.872.794)    (6.203.950)    (6.483.968)
Pembayaran beban operasional lainnya                    (3.287.839)    (3.469.016)    (3.659.094)    (3.906.741)    (4.117.694)    (4.333.638)
Pembayaran pajak penghasilan                              (672.567)      (734.441)      (806.678)      (881.232)      (965.870)    (1.063.339)
Penerimaan pendapatan non operasional - neto                24.366         27.058         27.058         27.058         27.058         18.984
Kenaikan/penurunan dalam aset dan liabilitas
operasi:
Aset Operasi:
-Efek-efek                                               2.208.000      1.707.000      1.807.000      1.677.000      1.257.000      1.167.000
-Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali       1.389.981            -              -              -              -              -
-Kredit yang diberikan                                  (5.324.669)    (6.075.421)    (7.000.167)    (7.644.550)    (8.615.558)    (9.434.036)
-Aset lain-lain
Liabilitas Operasi:
-Liabilitas segera
-Simpanan dari nasabah:
 Giro                                                      908.000      1.010.043      1.448.048      1.590.073      1.556.763      1.645.709
 Tabungan                                                2.602.209      2.145.928      2.471.351      2.155.909      2.441.959      2.964.740
 Deposito berjangka                                      3.639.914      5.059.249      5.517.951      6.087.313      6.664.761      6.953.312
-Simpanan dari bank lain                                (1.200.000)      (800.000)    (1.050.000)      (100.028)       (99.972)      (116.114)
-Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali      (1.268.848)    (1.748.995)    (3.050.000)    (2.600.000)    (1.500.000)    (2.779.345)
-Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-
lain                                                      404.930          (1.700)        1.300          (1.782)        (1.200)        (1.200)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk)          6.733.288      4.952.586      4.041.400      5.398.483      6.336.639      5.444.611
aktivitas operasional

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melakui penghasilan
komprehensif lain-neto                                  (4.454.007)    (1.965.641)    (2.974.741)    (2.123.429)    (2.291.344)    (1.879.380)
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Pembayaran atas aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Perolehan aset tetap dan aset hak guna                   (172.219)      (165.000)      (180.000)      (196.000)      (202.000)      (316.000)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk)         (4.626.226)    (2.130.641)    (3.154.741)    (2.319.429)    (2.493.344)    (2.195.380)
aktivitas operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman yang diterima                              -        (700.000)            -        (899.972)     (1.495.034)     (663.923)
Penerimaan obligasi subordinasi
Penerimaan pinjaman yang diterima
Penambahan (pembayaran) liabilitas sewa
Pembayaran dividen tunai                               (1.052.422)    (1.131.239)    (1.232.510)    (1.350.577)    (1.486.131)    (1.634.674)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas                (1.052.422)    (1.831.239)    (1.232.510)    (2.250.549)    (2.981.164)    (2.298.597)
pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA
KAS                                                     1.054.640        990.706       (345.851)       828.505        862.130        950.634
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                        10.185.972     11.240.612     12.231.318     11.885.467     12.713.973     13.576.103
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                       11.240.612     12.231.318     11.885.467     12.713.973     13.576.103     14.526.737
Page 54
                                                                                    Lampiran 7

       Analisis Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030
                              Projection Projection Projection Projection Projection Projection
                              31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Net Interest Margin (NIM)          3,60%      3,63%      3,65%      3,69%      3,71%      3,73%
Rasio Efisiensi (BOPO)           -52,35%    -51,51%    -50,06%    -49,13%    -48,07%    -46,77%
Return on Asset (ROA)              2,00%      2,07%      2,16%      2,25%      2,33%      2,42%
Return on Equity (ROE)            12,13%     12,10%     12,23%     12,40%     12,55%     12,71%
Page 55
                                                                                   Lampiran 8

      Analisis Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2025-2030
                             Projection Projection Projection Projection Projection Projection
                             31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Net Interest Margin (NIM)         3,60%      3,62%      3,65%      3,69%      3,71%      3,73%
Rasio Efisiensi (BOPO)          -52,35%    -51,51%    -50,06%    -49,13%    -48,07%    -46,77%
Return on Asset (ROA)             2,00%      2,08%      2,17%      2,26%      2,34%      2,42%
Return on Equity (ROE)           12,16%     12,13%     12,25%     12,41%     12,56%     12,70%
Page 56
                                                                               Lampiran 9

                             Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                           Audit          Penyesuaian      Proforma
                                         31-Des-24        Dr.      CR.     31-Des-24
Total Aset                                134.915.494    43.599           134.959.093
Total Liabilitas                          113.733.293                     113.733.293
Total Ekuitas                              21.182.201            43.599    21.225.800
Total Liabilitas dan Ekuitas              134.915.494                     134.959.093
Page 57
                                                                                                  Lampiran 10

                                             Proforma Laporan Laba Rugi
                                                                 Audit                             Proforma
                                                                FY 2024          Transaksi          FY 2024
                                                           Sebelum Transaksi                   Setelah Transaksi
PENDAPATAN & BEBAN OPERASIONAL

Pendapatan bunga                                                  10.289.306                          10.289.306
Beban bunga                                                       (5.189.567)                         (5.189.567)
Pendapatan bunga - neto                                            5.099.739                           5.099.739

Pendapatan operasional lainnya
Provisi & komisi                                                   1.696.891                           1.696.891
Keuntungan penjualan efek-efek - neto                                 70.465                              70.465
Keuntungan transaksi mata uang asing -neto                            36.466                              36.466
Keuntungan perubahan nilai wajar instrumen keuangan-neto               3.202                               3.202
Lain-lain                                                              8.332                               8.332
Total pendapatan operasional lainnya                               1.815.356                           1.815.356

Beban operasional lainnya
Beban umum & administrasi                                         (2.055.670)                         (2.055.670)
Beban gaji & tunjangan lainnya                                    (1.399.207)                         (1.399.207)
Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset - neto                 (216.464)                           (216.464)
Provisi dan komisi                                                    (12.536)                            (12.536)
Total beban operasional lainnya                                   (3.683.877)                         (3.683.877)

PENDAPATAN OPERASIONAL - NETO                                      3.231.218                           3.231.218
Pendapatan non operasional - neto                                     25.688         53.826               79.514
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK                                           3.256.906                           3.310.732
BEBAN PAJAK - NETO                                                  (625.852)       (10.227)            (636.079)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                                         2.631.054         43.599            2.674.653
Page 58
                                                                                                           Lampiran 11

                                               Proforma Laporan Arus Kas
                                                                         Audited                             Audited
                                                                        Des 2024          Transaksi         Des 2024
                                                                    Sebelum Transaksi                   Setelah Transaksi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga                                                           10.092.211                          10.092.211
Pendapatan provisi dan komisi                                               1.684.355                           1.684.355
Pendapatan operasional lainnya                                                304.808                             304.808
Pembayaran bunga                                                           (5.198.609)                         (5.198.609)
Beban operasional lainnya                                                  (3.103.068)                         (3.103.068)
Beban pajak penghasilan                                                      (638.772)       (10.227)            (648.999)
Pendapatan non operasional - neto                                              25.817         53.826               79.643
Kenaikan dan penurunan dalam aset dan liabilitas operasi:
 Efek-efek                                                                  2.761.041                           2.761.041
 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                          5.825.460                           5.825.460
 Kredit yang diberikan                                                      1.220.912                           1.220.912
 Simpanan dari nasabah
   Giro                                                                       256.923                            256.923
   Tabungan                                                                 1.525.403                          1.525.403
   Deposito                                                                   451.221                            451.221
 Simpanan dari bank lain                                                       (39.564)                           (39.564)
 Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali                            373.957                            373.957
 Aset dan kewajiban lain-lain                                                  (79.061)                           (79.061)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                             15.463.034         43.599          15.506.633
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembayaran aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - neto                                      (15.389.233)                        (15.389.233)
Pembelian aset tetap                                                         (187.833)                           (187.833)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi                         (15.577.066)                        (15.577.066)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman yang diterima - neto                                    1.077.893                           1.077.893
Pembayaran dividen tunai                                                   (2.457.420)                         (2.457.420)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan                          (1.379.527)                         (1.379.527)
PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                          (1.493.559)        43.599          (1.449.960)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                            11.679.531                         11.679.531
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                           10.185.972         43.599          10.229.571
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas                                                                           873.509                             873.509
Giro pada Bank Indonesia                                                    7.525.245                           7.525.245
Giro pada bank lain                                                           955.392                             955.392
Penempatan pada BI dan bank lain - jangka waktu jatuh tempo     3
bulan atau kurang sejak tanggal perolehan                                     831.826         43.599             875.425
TOTAL KAS DAN SETARA KAS                                                   10.185.972         43.599          10.229.571
Page 59

          
Page 60

          
Page 61

          
Page 62

          
Page 63

          
Page 64

          
Page 65

          
Page 66

          
Page 67

          
Page 68

          
Page 69

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.59 MB
Published25 Mar 2025
Pages69
Characters179,379
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BANK MEGA TBK p.1 ×218
linked person Amir Abadi Jusuf p.4 ×5
linked person Chairul Tanjung · Komisaris Utama p.19 ×2
linked person Achjadi Ranuwisastra p.19
linked person Lambock V Nahattands p.19
linked person Kostaman Thayib p.19
linked person Indivara Erni p.19
linked person Lay Diza Larentie p.19
linked person Martin Mulwanto p.20
linked person Yuni Lastianto p.20
linked person C Guntur Triyudianto p.20
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×13
possible org Negara Republik Indonesia p.19 ×2
possible org PT Mega Bank p.19
possible org PT Mega Corpora p.19 ×7
possible person Chairal Tanjung p.21 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2 ×3
unresolved org PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh p.2 ×19
unresolved org CT Corp p.2 ×5
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.2 ×9
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.2 ×11
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Pendapat Kewajaran PT Bank Mega Tbk p.2 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.4 ×5
unresolved org Mawar dan Rekan p.4 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.17 ×3
unresolved org Tjahjo & Rekan p.17 ×3
unresolved org Mawar & Rekan p.17 ×2
unresolved org PT Bank Karman p.19
unresolved person Oe Siang Djie · Notaris p.19
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.19
unresolved person Akta Notaris Dharma Akhyuzi p.19 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×5
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D. p.19
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.19
unresolved org BAPEPAM-LK p.19 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.19 ×22
unresolved person Franciscus Xaverius Budi Santoso Isbandi · Notaris p.20 ×6
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo · Notaris p.20 ×4
unresolved org Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia p.21
unresolved org PT Trans Media Corpora p.21 ×4
unresolved org PT Trans Rekan Media p.21 ×3
unresolved org PT Teletransmedia p.21
unresolved org PT CT Corpora. p.21 ×4
unresolved org PT. Trans Corpora p.22 ×2
unresolved org PT. Para Rekan Investama p.22 ×4
unresolved org PT Duta Visual p.22
unresolved org Bank Mega Pembayaran p.23
unresolved org Departemen Komunikasi BI p.26
unresolved org Bank Perekonomian Rakyat p.28
unresolved org Bank Pasiva p.30
unresolved person Susi Meirizki p.42
unresolved — Ringk · Penilai p.46
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 4459 ms 12 Sep 2026 22:52
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result