Skip to content
Back to announcement

20260629_SFAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_32105980_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review SFAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 70

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
  PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk

         TRANSAKSI

          JUNI 2026
Page 2
No. : 00134/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                    26 Juni 2026



Kepada Yth.

PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk
Satrio Tower Building, Lt. 14, Unit 5
Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. C4
Mega Kuningan
Jakarta 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Berdasarkan Akta Jual Beli dan Pengambilalihan No. 97 tanggal 26 Juni 2026 (selanjutnya
disebut “Akta 97”), PT Surya Fajar Capital Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan
PT Surya Fajar Corpora (selanjutnya disebut “SFC”) telah sepakat di mana Perseroan telah
menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham
PT Surya Fajar Investama (selanjutnya disebut “SFI”) kepada SFC dengan nilai transaksi
sebesar Rp 5,15 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan merupakan
entitas induk dari SFI dengan kepemilikan sebesar 99,99%. Selanjutnya, SFC merupakan
entitas induk dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24%.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau
“kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi
sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness
opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi manajemen dan
bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha.
Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan. Prof. Dr. Satrio,
Kavling C4 Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon:
(021) 22513339, dan email: corporate@sfcapital.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan dan
penyertaan saham pada entitas anak Perseroan adalah sebagai berikut:



                                           SFC



                                                71,24%


                                        Perseroan



                        99,99%                  92,50%              51,95%

                                                            PT Digitalisasi
                                    PT Surya Fajar Urun
                     SFI                                  Perangkat Indonesia
                                       Dana (SFUD)
                                                                 (DPI)

                                                                    99,37%

                                                           PT Mareco Prima
                                                             Mandiri (MPM)




SFI, SFUD, DPI, dan MPM secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas Anak
Perseroan”.

SFI     merupakan    suatu   perseroan   terbatas  berstatus   perusahaan   tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFI terutama meliputi usaha bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.

SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran efek berbasis
teknologi informasi (securities crowdfunding).




                                            2
Page 4
DPI     merupakan     suatu    perseroan    terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan, pengelolahan
unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi dan
manajemen lainnya.

MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang penyedia jasa pembayaran
(PJP).

Sebelumnya, Perseroan, DPI, PT Garudapreneur Investasi Asia (selanjutnya disebut “GIA”),
SFUD, dan PT Trans Mutasi Bangsa (selanjutnya disebut “TMB”) merencanakan untuk
melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA dan TMB telah menandatangani Perjanjian Pinjaman,
    di mana DPI dan GIA secara bersama-sama merencanakan untuk memperoleh pinjaman
    masing-masing sebesar Rp 53,66 miliar dan Rp 0,34 miliar yang tidak dikenakan bunga
    (selanjutnya disebut “Uang Pinjaman”) dari TMB, pihak ketiga yang tidak terafiliasi
    dengan Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Uang Pinjaman adalah harus dan
    wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000 saham seri A, 822.915.500
    saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan jumlah keseluruhan saham
    sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan 99,37% saham MPM milik DPI
    (selanjutnya disebut “Saham MPM – I”) dan 67.500.000 saham seri A serta 31.249.500
    saham seri B dengan jumlah keseluruhan saham sebanyak 98.749.500 saham atau setara
    dengan 0,64% saham MPM milik GIA kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh
    hari sejak penandatanganan PP atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank
    Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut “Rencana
    Pinjaman”).

•   Sehubungan dengan Rencana Pinjaman, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah
    menandatangani Perjanjian Gadai Saham (selanjutnya disebut “PGS”), di mana DPI
    merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB
    (selanjutnya disebut “Rencana Gadai Saham”).

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani Perjanjian
    Pembelian Saham Bersyarat, di mana DPI setuju untuk membeli saham biasa yang dimiliki
    oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham atau setara dengan 92,50% saham SFUD dari
    Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar yang akan dibayarkan DPI
    kepada Perseroan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2026 atau tanggal lain
    sebagaimana disepakati oleh para pihak (selanjutnya disebut “Rencana Akuisisi”).




                                            3
Page 5
•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian Pemesanan
    Saham Bersyarat, di mana setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI
    merencanakan untuk memesan 50.000 saham SFUD (selanjutnya disebut “Saham Yang
    Dipesan”) dan SFUD merencanakan untuk menerbitkan dan mengalokasikan Saham
    Yang Dipesan dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham dengan nilai transaksi
    sebesar Rp 5,00 miliar kepada DPI(selanjutnya disebut “Rencana Pemesanan Saham”).

Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam upaya
penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha.
Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur
organisasi dan Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk
menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam entitas
kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur
kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka
memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi
dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan sumber pendanaan
yang kuat pada masa yang akan datang sehingga Perseroan mengambil langkah strategis
dengan berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan
Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis Perseroan.

Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional,
memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih
efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana
setelah Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan
memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi yang
dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang Saham Pengendali
Perseroan.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan secara
efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih
sederhana. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk
fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.




                                            4
Page 6
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam upaya
    penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha.
    Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
    struktur organisasi dan Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan
    untuk menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

•   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam entitas
    kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur
    kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka
    memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang.
    Transaksi dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis
    Perseroan dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
    sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga Perseroan
    mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang
    ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah
    pengembangan bisnis Perseroan.

•   Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional,
    memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara
    lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih
    sederhana setelah Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi,
    Perseroan memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan
    dan sinergi yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang
    Saham Pengendali Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan secara
    efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis, serta mendukung pengelolaan
    kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih
    sederhana. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi
    untuk fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
    datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SFC
merupakan entitas induk Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24% pada tanggal
31 Desember 2025, maka Transaks merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”), jumlah ekuitas
Perseroan adalah sebesar Rp 138,32 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Akta 97, nilai transaksi
atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 5,15 miliar.




                                              5
Page 7
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroan telah menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan
99,99% saham SFI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.




                                            6
Page 8
JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00060/3.0341/AU.1/05/0322-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00061/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00049/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00042/3.0341/AU.1/05/0323-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00032/3.0341/AU.1/05/0323-1/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

7. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00031/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal 13 Maret 2026 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

8. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00009/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 7 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.




                                           7
Page 9
9. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00016/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal 22 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

10. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00038/3.0341/AU.1/05/0323-5/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.

11. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00017/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2022 tanggal 16 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.

12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 yang disusun
    oleh manajemen Perseroan.

13. Laporan penilaian 99,99% saham SFI per 31 Desember 2025 yang disusun
    oleh     KJPP       KR      sebagaimana        tertuang      dalam laporannya
    No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026.

14. Akta 97.

15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16
    tanggal 9 Mei 2023 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai
    penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi
    Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

16. Anggaran dasar SFI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 13 tanggal
    6 September 2022 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait
    perubahan pengurus dan perubahan maksud dan tujuan SFI.

17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana Sulistyo
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Transaksi.

18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang.

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.




                                            8
Page 10
20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan.

24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.



KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami
tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data
dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                            9
Page 11
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SFI berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan SFI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.




                                             10
Page 12
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan.




                                            11
Page 13
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 21 tanggal
17 April 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Pemegang Saham
MPM telah mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham seri A, 22.500.000
saham seri A, 11.250.000 saham seri A, dan 3.750.000 saham seri A MPM serta 31.249.500
saham seri B MPM kepada GIA, maka struktur kepemilikan saham MPM adalah sebagai
berikut:

                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                          Persentase
             Pemegang Saham            Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                          Kepemilikan
Saham biasa seri A
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia       120.000.000            0,77%       4.800.000.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia            67.500.000            0,44%       2.700.000.000
Sub-jumlah                                 187.500.000            1,21%       7.500.000.000
Saham biasa seri B
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia       822.915.500            5,29%       8.229.155.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia            31.249.500            0,20%         312.495.000
Sub-jumlah                                 854.165.000            5,49%       8.541.650.000
Saham biasa seri C
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia     14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Sub-jumlah                               14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Jumlah                                   15.541.665.000          100,00%     45.041.650.000



Selanjutnya, Perseroan, DPI, GIA, SFUD, dan TMB merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pinjaman.

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Gadai Saham.

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi.

•   Setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI merencanakan untuk melakukan
    Rencana Pemesanan Saham.




                                          12
Page 14
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               13
Page 15
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Surya Fajar Capital Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah menjual dan
           menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI
           kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar. Berdasarkan
           keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
           31 Desember 2025, Perseroan merupakan entitas induk SFI dengan kepemilikan
           sebesar 99,99% dan merupakan entitas anak SFC dengan kepemilikan sebesar
           71,24%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016 yang dibuat di
           hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia       Republik     Indonesia      dalam      Surat      Keputusannya
           No. AHU-0017288.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal
           9 Agustus 2016, Tambahan No. 62036.

           Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 16 tanggal 9 Mei 2023 dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H.,
           S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
           kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
           Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusannya No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Kantor pusat Perseroan beralamat di Satrio
           Tower Lantai 14 Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kuningan Timur,
           Setiabudi, Jakarta Selatan. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun
           2016.




                                          14
Page 16
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                      Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Harun Pandapotan
           Komisaris Independen         :        Syamsul Bahri Ilyas
           Komisaris                    :        Arwani Pranajaya

           Direksi
           Direktur Utama               :        Ivo Rustandi
           Direktur                     :        Rico Lesmana Sulistyo

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Surya Fajar Corpora                    968.754.430            71,24%      96.875.443.000
           Steffen                                    33.950.000             2,50%       3.395.000.000
           Ivo Rustandi                                   10.000             0,00%           1.000.000
           Masyarakat                                357.219.591            26,27%      35.721.959.100
           Jumlah                                   1.359.934.021          100,00%     135.993.402.100



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
           langsung maupun melalui anak usaha.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
           langsung maupun melalui anak usaha.

           Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
           efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan. Dengan
           strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan
           terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta peningkatan
           kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang investasi baru di
           sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus mengoptimalkan
           kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan analisis atas kondisi
           pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh kehati-hatian, dan
           mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan entitas anak.



                                            15
Page 17
           Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peluang investasi yang
           menarik disejumlah sektor industri potensial, Perseroan optimis dapat
           memaksimalkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik ditahun 2026. Membaiknya
           kondisi makro dan mikroekonomi padatahun 2024 dan ekspektasi
           makroekonomi pada tahun 2025, serta semakin berkembangnya pasar modal di
           Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa ditahun 2025 ini, Perseroan akan
           mampu terus mempertahankan pertumbuhan usaha yang positif dengan
           mengedepankan prinsip kehati-hatian ditengah kondisi yang masih fluktuatif
           seperti saat ini. Hal ini diterjemahkan Perseroan dalam proyeksi pertumbuhan
           pendapatan usaha tahun 2025 yang positif yaitu diatas 10,00%(yoy).

           Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang
           baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
           pemangku kepentingan di masa depan.

I.A.2.     PT Surya Fajar Corpora

           Dalam Transaksi, SFC merupakan pihak yang telah membeli dan menerima
           penyerahan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI
           dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar. Berdasarkan
           keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SFC merupakan entitas
           induk Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24% dan merupakan pihak
           yang terafiliasi dengan SFI. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
           kegiatan usaha SFC adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SFC didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 10 Mei 2013 yang dibuat di
           hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia       Republik   Indonesia     dalam      Surat      Keputusannya
           No. AHU-32201.AH.01.01.TAHUN 2013 tanggal 13 Juni 2013.

           Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 72 tanggal 20 Desember 2022 dibuat dihadapan Humberg Lie,
           S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
           kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
           Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusannya        No.     AHU-0092778.AH.01.02.TAHUN        2022      tanggal
           21 Desember 2022.




                                          16
Page 18
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SFC pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                       :        Henri Widodo

           Direksi
           Presiden Direktur               :        Ivo Rustandi
           Direktur                        :        Marianto

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SFC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                     Persentase
                          Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
           Steffen                                          12.736           99,99%     12.736.000.000
           Hevy Yafanny                                          1            0,01%          1.000.000
           Jumlah                                           12.737          100,00%     12.737.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SFC adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, perdagangan dan keuangan baik langsung
           maupun melalui anak usaha.

I.A.3.     PT Surya Fajar Investama

           Dalam Transaksi, SFI merupakan pihak yang sebanyak 24.999 lembar atau
           setara dengan 99,99% sahamnya dijual oleh Perseroan kepada SFC dengan
           nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh
           dari manajemen Perseroan, SFI merupakan entitas anak Perseroan dengan
           kepemilikan sebesar 99,99% dan pihak yang terafiliasi dengan SFC. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SFI adalah
           sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           SFI didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 159 tanggal 30 November 2018
           oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
           mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia No. AHU-0057659.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal
           3 Desember 2018.




                                               17
Page 19
           Anggaran dasar SFI telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 September 2022, dibuat dihadapan
           Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran
           dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia         Republik       Indonesia         berdasarkan        Keputusan
           No. AHU-0064794.AH.01.02.TAHUN 2022 tertanggal 9 September 2022.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direktur SFI pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
           Arwani Pranajaya dan Rico Lesmana Sulistyo.

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SFI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal 31
           Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                        Pemegang Saham          Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
           PT Surya Fajar Capital Tbk                   24.999          99,996%     24.999.000.000
           Steffen                                           1           0,004%          1.000.000
           Jumlah                                       25.000         100,000%     25.000.000.000



I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang aktivitas
           konsultasi manajemen lainnya.

I.B.       Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

           Berdasarkan Akta 97, Perseroan dan SFC telah melakukan Transaksi.
           Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta 97 adalah sebagai berikut:

           •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

               Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan dan
               SFC.

           •   Objek dan Nilai Transaksi

               Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan telah
               menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan
               99,99% saham SFI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar
               Rp 5,15 miliar.




                                           18
Page 20
       •   Hukum yang berlaku

           Hukum yang berlaku berdasarkan Akta 97 diatur oleh dan akan ditafsirkan
           sesuai dengan hukum Republik Indonesia.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
           upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
           pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
           melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
           Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
           struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

       •   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
           dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
           evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
           pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
           dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
           oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
           dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
           sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
           Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
           optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
           akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
           Perseroan.

       •   Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
           operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
           kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
           memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
           Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
           masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
           yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
           Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
           peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
           bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
           dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
           mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
           pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
           memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
           yang akan datang.




                                      19
Page 21
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana SFI dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
    SFI, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
    potensi kenaikan nilai investasi pada masa mendatang yang lebih tinggi atas
    SFI.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi
    manajemen lainnya, SFI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SFI.




                                20
Page 22
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Surya Fajar Investama

II.A.1.   Latar Belakang

          SFI didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 159 tanggal 30 November 2018
          oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
          mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia No. AHU-0057659.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal
          3 Desember 2018.

          Anggaran dasar SFI telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 September 2022, dibuat dihadapan
          Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran
          dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia         Republik       Indonesia         berdasarkan        Keputusan
          No. AHU-0064794.AH.01.02.TAHUN 2022 tertanggal 9 September 2022.

          SFI memiliki kantor pusat di Satrio Tower Lantai. 6 Unit 5, Jalan. Prof. Dr. Satrio
          Kavling. 14, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. SFI mulai beroperasi
          komersial pada tanggal 2019.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang aktivitas
          konsultasi manajemen lainnya.




                                           21
Page 23
II.B.     Tinjauan Industri Perusahaan Holding

II.B.1.   Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Dunia

          Industri perusahaan holding merupakan industri yang melibatkan perusahaan
          yang memiliki atau mengendalikan saham di satu atau lebih perusahaan lain.
          Perusahaan holding tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan operasi
          sehari-hari dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki tersebut, tetapi memiliki
          kontrol manajemen dan kebijakan strategis melalui kepemilikan saham
          mayoritas. Industri ini memungkinkan perusahaan holding untuk mengelola
          portofolio investasinya dan mendapatkan keuntungan dari dividen dan
          keuntungan atas nilai saham.

          Pertumbuhan industri tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
          pertumbuhan ekonomi suatu negara, peningkatan investasi asing, diversifikasi
          investasi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan,
          kebijakan Pemerintah dan regulasi, serta transformasi digital guna meningkatkan
          efisiensi operasional, analisis data, dan pengambilan keputusan investasi
          sehingga perusahaan holding yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap
          perubahan tersebut memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang di
          pasar global.

          Nilai Transaksi Merger dan Akuisi di Dunia
          Q1 2025 – Q1 2026
          (Dalam Miliar USD)

                  1.400,00

                  1.200,00

                  1.000,00

                    800,00

                    600,00

                    400,00

                    200,00

                          -
                                Q1 2025   Q2 2025   Q3 2025     Q4 2025      Q1 2026
              Nilai Transaksi   785,20    770,00    1.031,10    1.180,60     861,10

          Sumber : S&P Global




                                           22
Page 24
Berdasarkan data yang diperoleh dari S&P Global dalam laporannya berjudul
Global M&A by the Numbers: Q1 2026, nilai transaksi merger dan akuisisi global
menunjukkan pergerakan yang cukup positif sepanjang periode
Q1 2025 – Q4 2025. Pada Q3 2025 dan Q4 2025, nilai transaksi mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 261,10 miliar dan USD 149,50 miliar
atau masing-masing setara dengan 33,91% dan 14,50% dibandingkan dengan
kuartal sebelumnya. Sementara nilai transaksi pada Q1 2026 mengalami
penurunan sebesar USD 319,50 miliar atau setara dengan 27,06% dibandingkan
dengan kuartal sebelumnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya
ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan pengetatan moneter di berbagai
negara.

Nilai Transaksi Merger dan Akuisisi Berdasarkan Kawasan
Q1 2026
(Dalam Miliar USD)

         700,00
         600,00
         500,00
         400,00
         300,00
         200,00
         100,00
               -
                      Amerika                                        Amerika
                                                            Timur
                     Serikat dan   Eropa    Asia Pasifik            Latin dan   Afrika
                                                           Tengah
                      Kanada                                         karibia
   Nilai Transaksi     577,40      157,00      79,08        18,80     17,70     11,10

Sumber : S&P Global


Selanjutnya, berdasarkan data S&P Global dalam laporannya berjudul Global
M&A by the Numbers: Q1 2026, nilai transaksi akuisisi dan merger pada Q1 2026
dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan Kanada, Eropa, serta Asia Pasifik yaitu
dengan nilai transaksi masing-masing sebesar USD 577,40 miliar,
USD 157,00 miliar, dan USD 79,08 miliar. Dinamika pasar investasi global yang
masih dipengaruhi oleh faktor makro ekonomi dan kebijakan keuangan
internasional. Bagi industri perusahaan holding, kondisi ini menjadi refleksi
penting untuk menyesuaikan strategi investasi dan pengelolaan portofolio.
Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dan menjaga
keseimbangan antara risiko serta peluang menjadi kunci bagi perusahaan
holding untuk tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.




                                       23
Page 25
Berdasarkan data dari Statista, nilai kapitalisasi pasar saham global pada tahun
2026 diproyeksikan mencapai USD 154,45 triliun. Pertumbuhan tersebut
diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2027, dengan nilai kapitalisasi
pasar meningkat menjadi USD 158,56 triliun. Secara keseluruhan, pasar saham
global diproyeksikan mencatat laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound
annual     growth      rate/CAGR)      sebesar       2,66%    selama      periode
2026 – 2027. Dari perspektif global, AS masih mendominasi pasar saham dunia
dengan nilai kapitalisasi pasar yang diperkirakan mencapai USD 66,09 triliun
pada tahun 2026. Dominasi ini mencerminkan kuatnya pasar modal AS yang
didukung oleh stabilitas ekonomi serta kontribusi besar dari sektor teknologi dan
keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan bursa saham. Di tengah
meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, sentimen investor di berbagai
pasar saham dunia juga cenderung bergeser ke sektor-sektor defensif dan
investasi berkelanjutan yang dinilai lebih mampu menghadapi dinamika serta
volatili.

Secara umum, struktur kapitalisasi pasar global masih menunjukkan dominasi
yang kuat dari negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Meskipun
demikian, pasar modal di negara-negara berkembang mulai mencatat
pertumbuhan yang konsisten, didorong oleh meningkatnya arus investasi asing,
perbaikan iklim investasi, serta penguatan fundamental ekonomi domestik.
Kondisi ini menunjukkan adanya potensi peningkatan peran negara berkembang
dalam pasar keuangan global, meskipun kontribusinya masih relatif lebih kecil
dibandingkan negara-negara maju.

Dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan aktivitas merger dan akuisisi
global, ukuran kapitalisasi pasar saham dunia, serta semakin berkembangnya
pasar modal di negara-negara berkembang, industri perusahaan holding
diperkirakan akan tetap menunjukkan prospek yang baik dalam beberapa tahun
mendatang. Meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang berasal
dari ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan internasional,
perusahaan holding yang mampu mengoptimalkan strategi investasi, melakukan
diversifikasi portofolio secara efektif, serta menerapkan tata kelola perusahaan
yang baik diharapkan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan yang tersedia
dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku
kepentingan.




                                24
Page 26
II.B.2.   Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Indonesia

          Industri perusahaan holding di Indonesia menunjukkan perkembangan yang
          cukup positif dengan beberapa sektor yang menjadi penopang utama
          perekonomian nasional. Pada Q1 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar
          5,61% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
          Pertumbuhan tersebut terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha kecuali
          pertambangan dan penggalian serta pengadaan listrik dan gas yang
          masing-masing terkontraksi sebesar 2,14% dan 0,99 persen. Kinerja positif
          tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor
          usaha yang menjadi target investasi perusahaan holding. Kondisi ini membuka
          peluang bagi perusahaan holding untuk melakukan diversifikasi portofolio,
          memperkuat sinergi antar entitas anak usaha, serta melakukan ekspansi pada
          sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.

          Peningkatan realisasi investasi juga memberikan dampak positif bagi
          perusahaan holding karena menciptakan lebih banyak peluang kemitraan
          strategis, akuisisi perusahaan, maupun pembentukan usaha patungan
          (joint venture). Selain itu, meningkatnya aktivitas investasi berpotensi
          memperluas sumber pendapatan grup usaha melalui pengembangan sektor-
          sektor baru yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi. Indonesia juga
          menjadi salah satu tujuan utama investasi global, terutama untuk ekspansi usaha
          di bidang industri dan infrastruktur. Peningkatan realisasi investasi ini tidak
          terlepas dari dukungan kebijakan Pemerintah yang pro-bisnis, seperti
          kemudahan perizinan, pemberian insentif fiskal, serta penguatan ekosistem
          investasi melalui pengembangan kawasan industri dan percepatan digitalisasi.
          Dengan kebijakan tersebut, perusahaan holding di Indonesia memiliki ruang
          yang lebih luas untuk melakukan konsolidasi usaha, akuisisi, maupun kemitraan
          strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

          Nilai Realisasi Investasi di Indonesia
          Q1 2025 – Q1 2026
          (Dalam Triliun Rupiah)

            300,00
            280,00
            260,00
            240,00
            220,00
            200,00
            180,00
            160,00
            140,00
            120,00
            100,00
                       Q1 2025       Q2 2025        Q3 2025       Q4 2025          Q1 2026
               PMA     230,40        202,20         212,00        256,30           250,00
               PMD      234,80        275,50         279,40        240,60          248,80

          Sumber : Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)




                                           25
Page 27
Berdasarkan data yang diperoleh dari BKPM, nilai realisasi investasi di Indonesia
menunjukkan tren fluktuatif sepanjang Q1 2025 hingga Q1 2026. Pada Q2 2025
dan Q3 2025, realisasi investasi mengalami peningkatan masing-masing
sebesar Rp 40,70 triliun dan Rp 3,90 triliun atau masing-masing setara dengan
17,33% dan 1,42% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada Q4 2025,
realisasi       investasi        mengalami          penurunan             sebesar
Rp 38,80 triliun atau setara dengan penurunan sebesar 13,89% dibanding
triwulan sebelumnya. Pada Q1 2026, realisasi investasi kembali mengalami
kenaikan dengan jumlah sebesar Rp 8,20 triliun atau setara dengan 3,41%
dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas
ekonomi dan peluang pertumbuhan jangka panjang. Kenaikan investasi ini juga
sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi
nasional melalui penyederhanaan perizinan usaha, pemberian insentif fiskal,
serta pengembangan infrastruktur dan kawasan industri. Selain itu, peningkatan
investasi asing langsung menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu
destinasi utama investasi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh potensi
pasar domestik yang besar, ketersediaan sumber daya alam, dan transformasi
digital yang mempercepat efisiensi bisnis.

Kapitalisasi Pasar Saham di Indonesia
Oktober 2025 – Maret 2026
(Dalam Triliun Rupiah)

              17.000,00

              16.000,00

              15.000,00

              14.000,00

              13.000,00

              12.000,00

              11.000,00

              10.000,00
                               Oktober     November    Desember     Januari    Februari
                                                                                           Maret 2026
                                2025         2025        2025        2026       2026
          Kapitalisasi Pasar   14.856,68   15.626,12   15.848,59   15.046,42   14.787,44   12.422,11

Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI)




                                           26
Page 28
        Berdasarkan data yang diperoleh dari BEI, kapitalisasi pasar saham di Indonesia
        pada bulan Oktober 2025 – Maret 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang
        fluktuatif. Pada bulan November 2025 dan Desember 2025, kapitalisasi pasar
        saham           mengalami        kenaikan          masing-masing          sebesar
        Rp 769,44 triliun dan Rp 222,48 triliun atau masing-masing setara dengan 5,18%
        dan 1,42% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Januari 2026
        hingga Maret 2026, kapitalisasi pasar saham mengalami tren penurunan masing-
        masing       sebesar   Rp    802,18       triliun, Rp    258,98    triliun,  dan
        Rp 2.365,33 triliun atau masing-masing setara dengan 5,06%, 1,72%, dan
        16,00%.

        Fluktuasi kapitalisasi pasar saham tersebut mencerminkan dinamika sentimen
        investor terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk ekspektasi terhadap arah
        kebijakan moneter, pergerakan nilai tukar, serta prospek kinerja emiten pada
        berbagai sektor industri. Meskipun terjadi koreksi kapitalisasi pasar pada awal
        tahun 2026, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan peran yang penting
        sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha. Bagi perusahaan holding,
        perkembangan kapitalisasi pasar menjadi salah satu indikator yang perlu
        diperhatikan karena dapat memengaruhi nilai perusahaan, akses terhadap
        pendanaan melalui pasar modal, serta peluang untuk melakukan aksi korporasi
        seperti akuisisi, merger, dan ekspansi usaha. Selain itu, kondisi pasar yang
        mengalami penyesuaian juga dapat membuka peluang bagi perusahaan holding
        untuk melakukan investasi strategis pada aset atau perusahaan yang memiliki
        fundamental baik dengan valuasi yang lebih kompetitif.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
        konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
        langsung maupun melalui anak usaha.

        Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
        efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan. Dengan
        strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan
        terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta peningkatan
        kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang investasi baru di
        sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus mengoptimalkan
        kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan analisis atas kondisi
        pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh kehati-hatian, dan
        mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan entitas anak.




                                        27
Page 29
        Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peluang investasi yang
        menarik disejumlah sektor industri potensial, Perseroan optimis dapat
        memaksimalkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik ditahun 2026. Membaiknya
        kondisi makro dan mikroekonomi padatahun 2024 dan ekspektasi
        makroekonomi pada tahun 2025, serta semakin berkembangnya pasar modal di
        Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa ditahun 2025 ini, Perseroan akan
        mampu terus mempertahankan pertumbuhan usaha yang positif dengan
        mengedepankan prinsip kehati-hatian ditengah kondisi yang masih fluktuatif
        seperti saat ini. Hal ini diterjemahkan Perseroan dalam proyeksi pertumbuhan
        pendapatan usaha tahun 2025 yang positif yaitu diatas 10,00%(yoy).

        Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang
        baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
        pemangku kepentingan di masa depan.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
            upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
            pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
            melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
            Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
            struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

        •   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
            dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
            evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
            pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
            dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
            oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
            dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
            sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
            Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
            optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
            akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
            Perseroan.

        •   Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
            operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
            kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
            memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
            Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
            masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
            yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
            Pemegang Saham Pengendali Perseroan.




                                       28
Page 30
        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
            peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
            bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
            dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
            mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
            pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
            memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
            yang akan datang.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
            upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
            pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
            melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
            Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
            struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

        •   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
            dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
            evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
            pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
            dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
            oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
            dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
            sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
            Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
            optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
            akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
            Perseroan.

        •   Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
            operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
            kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
            memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
            Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
            masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
            yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
            Pemegang Saham Pengendali Perseroan.




                                       29
Page 31
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
    peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
    bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
    dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
    mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
    pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
    yang akan datang.

Kerugian Transaksis adalah sebagai berikut:

•   Bilamana SFI dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
    SFI, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
    potensi kenaikan nilai investasi pada masa mendatang yang lebih tinggi atas
    SFI.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi
    manajemen lainnya, SFI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SFI.




                                30
Page 32
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit
           oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan konsolidasian
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ASET
           Kas dan setara kas                                                 42.279        40.846        44.593        59.587         48.745
           Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                     30.563        30.563        30.500        30.000         30.000
           Portofolio efek - bersih                                           44.680        66.705       115.477        62.401         87.533
           Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga           64.086        11.730       101.237        85.497        103.495
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                                        -             -             -        18.880              -
             Pihak ketiga                                                      3.048         3.866         1.187         1.068             99
           Uang muka dan biaya dibayar di muka                                   471           627           437           376          1.173
           Pajak dibayar di muka                                                 545           321           121             7              5
           Investasi pada entitas asosiasi                                         -             -           741         2.388          4.630
           Penyertaan saham                                                    9.865         9.865             -             -              -
           Aset pajak tangguhan                                                6.658         7.066         5.230         2.098          1.560
           Aset tetap - bersih                                                 2.668         2.360         6.023         7.962         11.883
           Aset takberwujud - bersih                                             712         1.274        13.110         7.799          9.882
           Aset lain-lain                                                      3.403         3.739         6.065         7.391         10.785
           JUMLAH ASET                                                       208.979       178.961       324.723       285.454        309.791



                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Utang usaha - pihak ketiga                                            395           320           860         1.045          1.484
           Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             62.606        10.437        89.861        59.467         68.012
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                        -             -             -           678            917
             Pihak ketiga                                                        981         4.373           287        26.209         28.215
           Utang pajak                                                           132           125           811           631            574
           Beban akrual                                                          534           812           535           386            513
           Pendapatan diterima di muka                                           104           174           455           184              -
           Liabilitas sewa                                                       852             -         1.517         1.576          3.453
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.052         4.041         3.300         2.271          1.662
           JUMLAH LIABILITAS                                                  70.657        20.282        97.627        92.448        104.829
           EKUITAS
           Modal saham                                                       135.993       135.993       135.993       135.993        135.993
           Tambahan modal disetor                                             55.374        55.374        55.374        55.374         55.374
           Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027         8.053         8.079         1.706           (110)
           Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
             kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
             wajar melalui komprehensif lain                                   (9.771)         (800)       13.609         2.699           430
           Investasi dalam instrumen ekuitas                                    7.365         7.365             -             -             -
           Saldo laba                                                         (87.474)      (79.680)      (23.485)       (9.227)       11.604
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                           109.514       126.306       189.572       186.546        203.292
           Kepentingan non-pengendali                                         28.808        32.374        37.524         6.460          1.669
           JUMLAH EKUITAS                                                    138.322       158.680       227.096       193.006        204.962
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     208.979       178.961       324.723       285.454        309.791




                                                                     31
Page 33
III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 208,98 miliar,
           Rp 178,96 miliar, Rp 324,72 miliar, Rp 285,45 miliar, dan Rp 309,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 30,02 miliar atau setara dengan 16,77% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga sebesar
           Rp 52,36 miliar yang disertai dengan penurunan portofolio efek – bersih sebesar
           Rp 22,02 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 145,76 miliar atau setara dengan 44,89% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang transaksi perantara pedagang efek – pihak
           ketiga sebesar Rp 89,51 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 39,27 miliar atau setara dengan 13,76% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan portofolio efek – bersih sebesar Rp 53,08 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar
           Rp 18,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 24,34 miliar atau setara dengan 7,86% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan portofolio efek – bersih dan piutang transaksi perantara pedagang
           efek          –        pihak        ketiga        masing-masing      sebesar
           Rp 25,13 miliar dan Rp 18,00 miliar yang disertai dengan kenaikan piutang
           lain-lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,88 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 70,66 miliar,
           Rp 20,28 miliar, Rp 97,63 miliar, Rp 92,45 miliar, dan Rp 104,83 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 50,38 miliar atau setara dengan 248,38% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan     oleh    kenaikan    utang transaksi    perantara pedagang
           efek – pihak ketiga sebesar Rp 52,17 miliar.




                                          32
Page 34
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 77,35 miliar atau setara dengan 79,23% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang
           efek – pihak ketiga sebesar Rp 79,42 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 5,18 miliar atau setara dengan 5,60% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan      oleh    kenaikan    utang transaksi     perantara pedagang
           efek – pihak ketiga sebesar Rp 30,39 miliar yang disertai dengan penurunan
           utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 25,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 12,38 miliar atau setara dengan 11,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang
           efek – pihak ketiga sebesar Rp 8,54 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 138,32 miliar,
           Rp 158,68 miliar, Rp 227,10 miliar, Rp 193,01 miliar, dan Rp 204,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 20,36 miliar atau setara dengan 12,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp
           15,67 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 68,42 miliar atau setara dengan 30,13% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp
           52,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 34,09 miliar atau setara dengan 17,66% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi
           atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
           komprehensif lain dan setoran modal saham entitas anak dari kepentingan non-
           pengendali     masing-masing       sebesar     Rp     10,91      miliar  dan
           Rp 40,49 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 17,23 miliar.




                                          33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 11,96 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp
           23,16 miliar yang disertai dengan kenaikan selisih transaksi dengan pihak non-
           pengendali dan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
           kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
           komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 1,82 miliar dan
           Rp 2,27 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                          31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Pendapatan usaha                                                6.815         1.172        14.579        29.524         11.783
           Beban pokok pendapatan                                            795         1.000           601           274            129
           Laba kotor                                                       6.020           172        13.977        29.250        11.654
           Beban usaha                                                    (33.393)      (42.795)      (44.025)      (45.866)      (37.486)
           Rugi usaha                                                     (27.373)      (42.623)      (30.047)      (16.616)      (25.831)
           Penghasilan lainnya                                             15.630         6.039        12.490         2.876        13.959
           Beban lainnya                                                   (3.129)      (17.088)         (762)       (6.921)         (200)
           Bagian rugi bersih entitas asosiasi                                  -          (759)       (1.616)       (2.216)       (6.263)
           Beban bunga dan keuangan lainnya                                  (393)         (194)         (382)         (486)         (639)
           Rugi sebelum pajak                                             (15.264)      (54.625)      (20.317)      (23.362)      (18.976)
           Manfaat (beban) pajak                                             (408)        1.884         3.091           208           515
           Rugi tahun berjalan                                            (15.672)      (52.740)      (17.226)      (23.155)      (18.460)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                            (4.686)      (15.675)       10.827         2.136         1.766
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                        (20.358)      (68.416)       (6.400)      (21.019)      (16.694)
           Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                         (12.036)      (47.582)      (14.160)      (20.712)      (16.957)
            Kepentingan non-pengendali                                     (3.636)       (5.158)       (3.067)       (2.443)       (1.503)




III.A.6    Pendapatan Usaha

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 6,82 miliar, Rp 1,17 miliar, Rp 14,58 miliar, Rp 29,52 miliar, dan
           Rp 11,78 miliar.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,64 miliar atau setara
           dengan 481,70% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 13,41 miliar atau setara
           dengan 91,96% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 14,95 miliar atau setara
           dengan 50,62% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.



                                                                  34
Page 36
           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 17,74 miliar atau setara
           dengan 150,57% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.A.7.   Rugi Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 15,67 miliar, Rp 52,74 miliar,
           Rp 17,23 miliar, Rp 23,16 miliar, dan Rp 18,46 miliar.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 37,07 miliar atau setara
           dengan 70,28% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 35,51 miliar atau setara
           dengan 206,16% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 5,93 miliar atau setara
           dengan 25,60% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,70 miliar atau setara
           dengan 25,43% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                        35
Page 37
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/25       31/12/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari jasa manajemen                                      1.045          3.054           4.363        2.475          1.560
           Penerimaan penghasilan dividen dan bunga                            2.009          3.932           2.035        4.628          2.269
           Penerimaan dari nasabah - bersih                                   37.507         45.249         (19.449)       2.788        (24.475)
           Penerimaan komisi perantara perdagangan efek
            dan jasa agen                                                       3.468          4.805          6.935        10.381         1.056
           Penerimaan jasa penjamin emisi dan penjualan efek                      200          3.100          6.909         9.310         8.273
           Pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan - bersih          (37.695)       (35.166)        34.102         6.665        (8.935)
           Perolehan portofolio efek                                                -           (186)        (8.331)      (44.608)            -
           Penjualan portofolio efek                                                -            186          8.029        33.650             -
           Penerimaan dari komisi transaksi                                     1.436          2.157          3.673         1.981         1.109
           Pembayaran kepada karyawan                                         (18.935)       (20.241)       (19.556)      (16.317)      (10.857)
           Pembayaran lainnya - bersih                                        (10.280)       (15.493)       (13.929)      (16.121)       (7.250)
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
             Aktivitas Operasi                                                (21.244)        (8.604)        4.781         (5.167)      (37.249)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penurunan piutang lain-lain pihak ketiga                            (4.291)        (2.300)             -             -             -
           Kenaikan piutang lain-lain pihak ketiga                              5.684             10              -             -             -
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi         (6.299)        (1.336)       (42.896)      (19.486)      (30.668)
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain                                                (6.000)         (6.101)       (57.684)      (39.791)      (51.413)
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi        25.054           5.463          5.172        20.987             -
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain                                                 3.257          7.026         47.010        52.561         25.458
           Hasil penjualan investasi pada entitas asosiasi                    10.984              -              -             -         56.745
           Hasil penjualan aset tetap                                              9              0             20             -              -
           Perolehan aset tetap                                                 (588)          (365)        (1.325)       (1.355)        (1.819)
           Perolehan aset takberwujud                                           (360)             -           (427)         (688)           (50)
           Penerimaan (pembayaran) jaminan dan deposit                           296           (108)            28             -              -
           Penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi                        -              -         18.880        (1.000)        38.430
           Investasi entitas asosiasi                                              -              -              -             -         (7.102)
           Pembayaran jaminan dan deposit                                          -              -              -             -             (4)
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                               27.747          2.288         (31.222)      11.229         29.578
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak ketiga                (3.600)         4.000        (26.600)       (2.245)       27.152
           Pembayaran liabilitas sewa                                          (1.365)        (1.388)        (1.816)       (1.876)       (1.831)
           Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                                 (106)           (44)          (126)         (163)            -
           Penerimaan dari kepentingan non pengendali
            pada entitas anak                                                         -              -      40.489        10.562                -
           Pembayaran atas pembelian kembali saham oleh entitas anak                  -              -           -        (1.499)               -
           Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                      (5.070)        2.569         11.947         4.780         25.321
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                         1.433          (3.747)       (14.494)      10.841         17.650
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                 40.846         44.593         59.587        48.745         31.096
           Perubahan pada dana yang dibatasi pencairannya                          -              -           (500)            -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                42.279         40.846         44.593        59.587         48.745




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 21,24 miliar, Rp 8,60 miliar, Rp 5,17 miliar,
           dan Rp 37,25 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
           sebesar Rp 4,78 miliar.




                                                                     36
Page 38
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 21,24 miliar terutama
berasal    dari      pembayaran     kepada       lembaga      kliring    dan
penjaminan – bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 37,70 miliar dan Rp 18,94 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
nasabah – bersih sebesar Rp 37,51 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,60 miliar terutama
berasal    dari      pembayaran     kepada       lembaga      kliring    dan
penjaminan – bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 35,17 miliar dan Rp 20,24 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
nasabah – bersih sebesar Rp 45,25 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari lembaga kliring dan penjaminan – bersih sebesar
Rp    34,10     miliar   yang    disertai      dengan     pembayaran     kepada
nasabah – bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 19,45 miliar dan Rp 19,56 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,17 miliar terutama
berasal dari perolehan portofolio efek sebesar Rp 44,601 miliar yang disertai
dengan penjualan portofolio efek sebesar Rp 33,65 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 37,25 miliar terutama
berasal    dari   pembayaran      kepada    nasabah    –    bersih   sebesar
Rp 24,48 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada karyawan sebesar Rp
10,86 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 27,75 miliar, Rp 2,29 miliar, Rp 11,23 miliar,
dan Rp 29,58 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 31,22 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 27,75 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
sebesar Rp 25,05 miliar.




                                 37
Page 39
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,29 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 5,46 miliar dan
Rp 7,03 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain pihak ketiga,
perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, perolehan
portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
masing-masing sebesar Rp 2,30 miliar, Rp 1,37 miliar, dan Rp 6,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 31,22 miliar terutama
berasal dari perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 42,90 muliar dan
Rp 57,68 miliar yang disertai dengan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan penerimaan dari piutang lain-
lain pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 47,01 miliar dan
Rp 18,88 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,23 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 52,56 miliar yang disertai dengan
perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 39,79 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 29,58 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, dan penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi masing-
masing     sebesar      Rp     25,46     miliar,    Rp     56,75    miliar,    dan
Rp 38,43 miliar yang disertai dengan perolehan portofolio efek – diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar
melalui    penghasilan      komprehensif       lain   masing-masing        sebesar
Rp 30,67 miliar dan Rp 51,41 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp 5,07 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2,57 miliar,
Rp 11,95 miliar, Rp 4,78 miliar, dan Rp 25,32 miliar.




                                 38
Page 40
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 5,07 miliar
           terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain pihak ketiga dan pembayaran
           liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 3,60 miliar dan Rp 1,37 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,57 miliar terutama
           berasal dari     penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar
           Rp 4,00 miliar yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar
           Rp 1,39 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,95 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak
           sebesar Rp 40,49 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
           ketiga sebesar Rp 26,60 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,78 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak
           sebesar Rp 10,56 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
           ketiga, pembayaran liabilitas sewa, dan pembayaran atas pembelian kembali
           saham        oleh       entitas        anak         masing-masing     sebesar
           Rp 2,25 miliar, Rp 1,88 miliar, dan Rp 1,50 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 25,32 miliar terutama
           berasal dari     penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar
           Rp 27,15 miliar yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar
           Rp 1,83 miliar.

III.A.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             0,03         0,01         0,04         0,10         0,04
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,66         0,89         0,70         0,68         0,66
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,34         0,11         0,30         0,32         0,34
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,51         0,13         0,43         0,48         0,51
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 88,33%       14,68%       95,87%       99,07%       98,91%
           Marjin rugi usaha                               -401,66%    -3638,09%     -206,10%      -56,28%     -219,23%
           Marjin rugi bersih                              -229,97%    -4501,69%     -118,16%      -78,43%     -156,67%
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                  -13,10%      -23,82%       -9,25%       -5,82%       -8,34%
           Imbal hasil aset                                  -7,50%      -29,47%       -5,30%       -8,11%       -5,96%
           Rugi usaha terhadap ekuitas                      -19,79%      -26,86%      -13,23%       -8,61%      -12,60%
           Imbal hasil ekuitas                              -11,33%      -33,24%       -7,59%      -12,00%       -9,01%




                                                    39
Page 41
III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,03; 0,01; 0,04; 0,10; dan 0,04.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,66; 0,89; 0,70; 0,68; dan 0,66.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,34; 0,11; 0,30;
            0,32; dan 0,34, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,51; 0,13; 0,43; 0,48; dan 0,51.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           40
Page 42
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis SFI

           Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan SFI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
           telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting SFI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Bank                                                  377            62          1.108            168            524
           Investasi jangka pendek                             6.286        10.530         21.172          1.597         23.838
           Piutang lain-lain - pihak ketiga                    1.617         1.210              -              -              -
           Piutang lain-lain - pihak berelasi                      -             -              -         18.878              -
           Pajak dibayar di muka                                   0             0              -              -              -
           Jumlah Aset Lancar                                  8.281        11.803         22.281         20.642         24.362
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                      3            2             2              -              -
           Aset tetap                                                -           21            44             67             66
           Aset takberwujud                                          -            7            22            203            383
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                  3           30            68            270            449
           JUMLAH ASET                                         8.283        11.833         22.349         20.913         24.811



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang pajak                                            0              0              0              0              0
           Beban akrual                                          24             19             20             14             19
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       24             20             21             14             19
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang               13                 9              7              5          55
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      13                 9              7              5          55
           JUMLAH LIABILITAS                                     37             29             28             18             74
           EKUITAS
           Modal saham                                        25.000         25.000        25.000         25.000         25.000
           Defisit                                           (16.754)       (13.196)       (2.679)        (4.106)          (263)
           JUMLAH EKUITAS                                     8.246         11.804         22.321         20.894         24.737
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      8.283         11.833         22.349         20.913         24.811




                                                     41
Page 43
III.B.2.   Aset

           Jumlah aset SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 8,28 miliar, Rp 11,83 miliar,
           Rp 22,35 miliar, Rp 20,91 miliar, dan Rp 24,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,55 miliar atau setara dengan 30,00% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,25 miliar yang disertai dengan
           kenaikan bank dan piutang lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp
           0,32 miliar dan Rp 0,41 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,52 miliar atau setara dengan 47,05% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 10,64 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SFI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 1,44 miliar atau setara dengan 6,87% dibandingkan dengan jumlah aset pada
           tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
           bank      dan     investasi   jangka    pendek      masing-masing     sebesar
           Rp 0,94 miliar dan Rp 19,58 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-
           lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,90 miliar atau setara dengan 15,71% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 22,24 miliar yang disertai
           dengan     kenaikan     piutang    lain-lain –   pihak    berelasi sebesar
           Rp 18,89 juta.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 0,04 miliar, Rp 0,03 miliar,
           Rp 0,03 miliar, Rp 0,02 miliar, dan Rp 0,07 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 8,00 juta atau setara dengan 28,21% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban akrual sebesar Rp 5,00 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,00 juta atau setara dengan 4,41% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 2,00 juta yang
           disertai dengan penurunan beban akrual sebesar Rp 1,00 juta.




                                          42
Page 44
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 9,00 juta atau setara dengan 51,66% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban akrual sebesar Rp 7,00 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,06 miliar atau setara dengan 75,32% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar
           Rp 0,05 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 8,25 miliar, Rp 11,80 miliar,
           Rp 22,32 miliar, Rp 20,89 miliar, dan Rp 24,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,56 miliar atau setara dengan 30,14% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar
           Rp 3,56 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,52 miliar atau setara dengan 47,12% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar
           Rp 10,52 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SFI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,43 miliar atau setara dengan 6,83% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           laba tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar Rp 1,43 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,84 miliar atau setara dengan 15,54% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar
           Rp 3,83 miliar.




                                         43
Page 45
III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                                 31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           Pendapatan usaha                                                              -              -              -              -              -
           Beban pokok pendapatan                                                        -              -              -              -              -
           Laba kotor                                                                 -               -             -              -              -
           Beban umum dan administrasi                                             (238)           (200)         (334)          (466)          (909)
           Rugi usaha                                                              (238)           (200)         (334)          (466)          (909)
           Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas kenaikan
             (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi                                                       874           (498)        2.256             (55)        1.240
           Penghasilan bunga                                                         156             26            41               2            53
           Efek kurtailmen                                                             -              -             -              75           178
           Beban keuangan lainnya                                                    (24)            (6)          (16)            (73)          (68)
           Kerugian penurunan nilai investasi                                     (1.016)           (65)         (307)              -             -
           Kerugian yang direalisasi atas penurunan nilai wajar investasi
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                       (3.311)        (9.774)         (216)         (3.309)        (1.149)
           Lain-lain - bersih                                                          1             (0)            0              (0)           (80)
           Laba (rugi) sebelum pajak                                              (3.558)       (10.518)        1.425          (3.826)         (736)
           Manfaat (beban) pajak                                                       1              1             1               -             -
           Rugi tahun berjalan                                                    (3.557)       (10.517)        1.427          (3.826)         (736)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                       (1)             0            (0)            (17)           17
           Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                         (3.558)       (10.517)        1.427          (3.843)         (719)




III.B.6    Pendapatan Usaha

           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021, SFI belum membukukan pendapatan usaha.

III.B.7.   Rugi Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 3,56 miliar, Rp 10,52 miliar, Rp 3,83 miliar, dan Rp 0,74 miliar. Laba tahun
           berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
           sebesar Rp 1,43 miliar.

           Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 6,96 miliar atau setara
           dengan 66,18% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 11,94 miliar atau setara
           dengan 837,01% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,25 miliar atau setara
           dengan 137,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                                     44
Page 46
           Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,09 miliar atau setara
           dengan 420,19% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                       31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya             (202)         (161)           (96)         (379)        (1.190)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                 (202)         (161)           (96)         (379)        (1.190)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penambahan piutang lain-lain pihak ketiga                   (1.343)       (1.200)            -             -             -
           Penarikan piutang lain-lain pihak ketiga                     1.066            10        18.878             -         9.575
           Perolehan investasi jangka pendek                           (4.299)       (1.000)      (18.826)      (18.166)      (23.460)
           Hasil dari penjualan investasi jangka pendek                 5.090         1.304           984        18.165        15.569
           Hasil dari penjualan aset tetap                                  3             -             -             -             -
           Perolehan aset tetap                                             -             -             -            23           (70)
           Penerimaan bunga                                                 -             -             -             -             7
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                          517          (886)        1.036            23          1.622
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                   315         (1.046)         941           (356)          431
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             62         1.108           168           524             93
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           377            62         1.108           168            524




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 0,20 miliar, Rp 0,16 miliar, Rp 0,10 miliar,
           Rp 0,38 miliar, dan Rp 1,19 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,20 miliar yang
           seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,16 miliar yang
           seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,10 miliar yang
           seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,38 miliar yang
           seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,19 miliar yang
           seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.



                                                              45
Page 47
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,52 miliar, Rp 1,04 miliar, Rp 0,02 miliar,
dan Rp 1,62 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFI
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp
0,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,52 miliar terutama
berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar
Rp 5,09 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
Rp 4,30 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,89 miliar terutama
berasal dari penambahan piutang lain-lain pihak ketiga dan perolehan investasi
jangka pendek masing-masing sebesar Rp 1,20 miliar dan Rp 1,00 miliar yang
disertai dengan hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar
Rp 1,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,04 miliar terutama
berasal dari penarikan piutang lain-lain pihak ketiga dan hasil dari penjualan
investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 18,88 miliar dan
Rp 0,98 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
Rp 18,83 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,02 miliar terutama
berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek dan perolehan aset
tetap masing-masing sebesar Rp 18,17 miliar dan Rp 0,02 miliar yang disertai
dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 18,17 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,62 miliar terutama
berasal dari hasil dari penarikan piutang lain-lain pihak ketiga dan hasil dari
penjualan investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 9,58 miliar dan
Rp 15,57 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
Rp 23,46 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021, SFI tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh
dari/digunakan untuk aktivitas pendanaan.




                                46
Page 48
III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                           342,81       598,98      1.086,33     1.503,85     1.291,34
            Rasio Pengelolaan Aset
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       1,00         1,00         1,00         1,00         1,00
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,00         0,00         0,00         0,00         0,00
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,00         0,00         0,00         0,00         0,00
            Rasio Profitabilitas
            Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -2,88%       -1,69%       -1,49%       -2,23%       -3,67%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                       -2,89%       -1,69%       -1,49%       -2,23%       -3,68%



III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SFI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SFI.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SFI
            terhadap jumlah aset SFI. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
            2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
            1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SFI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00;
            0,00; dan 0,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SFI dalam menghasilkan laba
            bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SFI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                                     47
Page 49
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                     Setelah
                                Keterangan                          31/12/25      Penyesuaian      Rencana
                                                                                                   Transaksi
         ASET
         Kas dan setara kas                                              42.279         54.408            96.687
         Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                  30.563            (63)           30.500
         Portofolio efek - bersih                                        44.680         (8.612)           36.069
         Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga        64.086              -            64.086
         Piutang lain-lain - pihak ketiga                                 3.048         (1.945)            1.104
         Uang muka dan biaya dibayar di muka                                471           (185)              286
         Pajak dibayar di muka                                              545           (357)              187
         Penyertaan saham                                                 9.865              -             9.865
         Aset pajak tangguhan                                             6.658             (2)            6.657
         Aset tetap - bersih                                              2.668           (313)            2.355
         Aset takberwujud - bersih                                          712              -               712
         Aset lain-lain                                                   3.403           (234)            3.169
         JUMLAH ASET                                                    208.979         42.699           251.678




                                                        48
Page 50
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                        Keterangan                              31/12/25       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                              395                  -            395
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga               62.606                  -         62.606
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                                          981            (579)              402
Utang pajak                                                             132              (7)              126
Beban akrual                                                            534            (119)              415
Pendapatan diterima di muka                                             104               -               104
Liabilitas sewa                                                         852             (89)              763
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                               5.052             (34)            5.018
JUMLAH LIABILITAS                                                    70.657            (828)           69.829
EKUITAS
Modal saham                                                         135.993               -           135.993
Tambahan modal disetor                                               55.374           1.854            57.228
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                         8.027               -             8.027
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                    (9.771)              -            (9.771)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                     7.365               -             7.365
Saldo laba                                                          (87.474)         19.280           (68.195)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                             109.514          21.134           130.648
Kepentingan non-pengendali                                           28.808          22.394            51.202
JUMLAH EKUITAS                                                      138.322          43.527           181.849
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       208.979          42.699           251.678



                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                        Keterangan                              31/12/25       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
Pendapatan usaha                                                      6.815                  -          6.815
Beban pokok pendapatan                                                  795                  -            795
Laba kotor                                                            6.020                  -          6.020
Beban usaha                                                         (33.393)                 -        (33.393)
Rugi usaha                                                          (27.373)              -           (27.373)
Penghasilan lainnya                                                  15.630          44.815            60.445
Beban lainnya                                                        (3.129)         (3.097)           (6.226)
Beban bunga dan keuangan lainnya                                       (393)              -              (393)
Laba (rugi) sebelum pajak                                           (15.264)         41.718            26.454
Beban pajak                                                            (408)              -              (408)
Laba (rugi) tahun berjalan                                          (15.672)         41.718            26.046
Rugi komprehensif lain                                               (4.686)              -            (4.686)
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                      (20.358)         41.718            21.360
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             (12.036)         41.718            29.682
  Kepentingan non-pengendali                                         (3.636)              -            (3.636)




                                                 49
Page 51
III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 99,99% Saham SFI

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
         atas nilai pasar 99,99% saham SFI. Hasil penilaian atas 99,99% saham SFI
         tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,99% saham SFI dengan
         No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 dengan
         ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SFC.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,99% saham SFI.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
            31 Desember 2025.




                                        50
Page 52
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset
   bersih didasarkan pada laporan keuangan SFI yang telah diaudit. Kami telah
   melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat
   mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
   penilaian berdasarkan laporan keuangan SFI yang telah diaudit dan
   informasi manajemen SFI terhadap laporan keuangan SFI tersebut. Kami
   juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFI dan kesimpulan nilai
   akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan
   SFI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar,
   lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk
   melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
   Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SFI
   bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
   informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.

   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara
   material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
   penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.




                              51
Page 53
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
   dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
   terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar     penilaian.   Laporan     penilaian   Objek     Penilaian    bersifat
   non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional Perseroan dan SFI.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
   mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
   penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFI
   berdasarkan anggaran dasar SFI.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode
   pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
   company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
   penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
   diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
   aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang
   ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham yang
   dimiliki oleh SFI.




                                52
Page 54
                Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
                sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
                pihak manajemen Perseroan dan SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
                diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
                memberikan hasil yang berbeda.

                Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
                direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

           6. Kesimpulan Penilaian

                Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
                terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
                memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
                Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 5,10 miliar.

III.E.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan.
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan.
           •    Informasi non-keuangan yang relevan.
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           Pendapatan usaha                                33.322        42.702        49.662        56.288         64.755
           Beban pokok pendapatan                             416           842         1.286         1.762          2.336
           Laba kotor                                      32.906        41.860        48.376        54.525         62.419
           Beban usaha                                     39.414        43.167        47.152        49.789         52.817
           Rugi (laba) usaha                                (6.508)       (1.307)       1.224         4.736          9.602
           Pendapatan lain-lain                              1.217         2.370        2.438         2.518          2.744
           Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan            (5.291)       1.063          3.662         7.254        12.346
           Pajak penghasilan                                     -            -         (2.192)       (3.436)       (4.553)
           Laba (rugi) bersih tahun berjalan                (5.291)       1.063         1.470         3.818          7.793




                                                   53
Page 55
             Setelah Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan            31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

             Pendapatan usaha                                33.071        44.491       50.809       57.074         65.122
             Beban pokok pendapatan                             235           550          882        1.215          1.613
             Laba kotor                                      32.836        43.941       49.927       55.858         63.509
             Beban usaha                                     34.285        37.192       41.086       43.510         46.335
             Rugi (laba) usaha                                (1.449)       6.749        8.841       12.349         17.175
             Pendapatan (beban) lain-lain                     (1.792)       2.607        2.856        3.023          3.264
             Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan            (3.241)       9.356       11.697       15.372         20.439
             Pajak penghasilan                                     -         (306)      (2.648)      (3.915)        (5.060)
             Laba (rugi) bersih tahun berjalan                (3.241)       9.050        9.050       11.457         15.379




             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan
             laba bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
             sebesar Rp 246,73 miliar dan Rp 8,85 miliar.

             Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan laba bersih tahun berjalan
             Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 250,57 miliar
             dan Rp 41,69 miliar.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
             di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
             tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
             tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
             kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang jasa konsultasi
             manajemen lainnya. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh SFI adalah
             bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan
             organisasi dan manajemen lainnya.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SFI meliputi seluruh
             wilayah pulau Jawa.




                                                     54
Page 56
III.E.3.c.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen SFI, dalam
             menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen
             lainnya, SFI tidak memiliki pemasok utama.

             Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SFI
             adalah sebagai berikut:

             •   PT Transaksi Artha Gemilang.
             •   PT Indoartha Perkasa Sukses.
             •   PT Poin Sukses Makmur.

III.E.3.d.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SFI adalah sebagai
             berikut:

             • PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk.
             • PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk.
             • PT Calculus Global Ventures Tbk.

III.E.3.e.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SFI
             adalah sebagai berikut:

             •   Penguatan struktur dan tata kelola perusahaan, dengan memperkuat struktur
                 organisasi,   meningkatkan      kompetensi     sumber    daya   manusia,
                 menyempurnakan standar operasional prosedur, serta menerapkan tata
                 kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) untuk
                 mendukung operasional yang efektif, efisien, dan transparan.
             •   Optimalisasi portofolio bisnis, dengan melakukan evaluasi dan
                 pengembangan lini bisnis secara berkala, memprioritaskan usaha yang
                 memiliki potensi pertumbuhan, serta memperluas kerja sama strategis untuk
                 meningkatkan kinerja dan profitabilitas perusahaan.
             •   Meningkatkan startegi pemasaran, dengan mengoptimalkan pemasaran
                 melalui media digital dan konvensional, memperkuat identitas perusahaan,
                 memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan hubungan dengan
                 pelanggan untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan.




                                            55
Page 57
III.E.3.f.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            56
Page 58
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Akta 97, Perseroan dan SFC telah sepakat di mana Perseroan
         telah menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara
         dengan 99,99% saham SFI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp
         5,15 miliar.

         Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         99,99% saham SFI sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026, nilai pasar
         99,99% saham SFI adalah sebesar Rp 5,10 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 99,99% saham SFI sebesar Rp 5,10 miliar, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 1,00% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,99% saham SFI sebesar
         Rp 5,10 miliar.

      2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
         tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

         Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

          Pendapatan usaha                                33.322        42.702        49.662        56.288         64.755
          Beban pokok pendapatan                             416           842         1.286         1.762          2.336
          Laba kotor                                      32.906        41.860        48.376        54.525         62.419
          Beban usaha                                     39.414        43.167        47.152        49.789         52.817
          Rugi (laba) usaha                                (6.508)       (1.307)       1.224         4.736          9.602
          Pendapatan lain-lain                              1.217         2.370        2.438         2.518          2.744
          Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan            (5.291)       1.063          3.662         7.254        12.346
          Pajak penghasilan                                     -            -         (2.192)       (3.436)       (4.553)
          Laba (rugi) bersih tahun berjalan                (5.291)       1.063         1.470         3.818          7.793




         Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan           31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

          Pendapatan usaha                                33.071        44.491         50.809        57.074        65.122
          Beban pokok pendapatan                             235           550            882         1.215         1.613
          Laba kotor                                      32.836        43.941         49.927        55.858        63.509
          Beban usaha                                     34.285        37.192         41.086        43.510        46.335
          Rugi (laba) usaha                                (1.449)        6.749         8.841        12.349        17.175
          Pendapatan (beban) lain-lain                     (1.792)        2.607         2.856         3.023         3.264
          Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan            (3.241)        9.356        11.697        15.372        20.439
          Pajak penghasilan                                     -          (306)       (2.648)       (3.915)       (5.060)
          Laba (rugi) bersih tahun berjalan                (3.241)        9.050         9.050        11.457        15.379




                                                  57
Page 59
   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
   dan laba laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 246,73 miliar dan Rp 8,85 miliar.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan laba laba bersih
   Perseroan    setelah    Transaksi     masing-masing adalah sebesar
   Rp 250,57 miliar dan Rp 41,69 miliar.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 masing-masing adalah sebesar
   Rp 4,49 miliar dan Rp 31,38 miliar. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030
   lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030. Dalam perhitungan nilai kini,
   digunakan tingkat diskonto sebesar 11,17%, yang merupakan biaya modal
   ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   Di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)




                                  58
Page 60
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang diperoleh dari
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2025 yang diterbitkan pada bulan Januari 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2025 sebesar 0,38 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL   =       βU x (1 + (1-T) x DER)




                             59
Page 61
   Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
   dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 206,38% untuk
   memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
   sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
   Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,99 dengan
   rincian perhitungan sebagai berikut:

   βL           =      0,38 x (1 + (1 – 22,00%) x 206,38%) = 0,99

   Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
   CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
   1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
   dalam perhitungan di bawah ini:

   ke           =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
                =      6,17% + ( 0,99 x 6,69% ) – 1,62%
                =      11,17%

   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Proyeksi
                       Keterangan
                                            31/12/26      31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
   Laba bersih                                 (5.291)        1.063       1.470       3.818          7.793
   Faktor diskonto                             0,9484        0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
   Nilai kini                                   (5.018)         907       1.128       2.635          4.838
   Jumlah nilai kini                            4.491




   SetelahTransaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Proyeksi
                       Keterangan
                                            31/12/26      31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
   Laba bersih                                 (3.241)        9.050       9.050      11.457         15.379
   Faktor diskonto                             0,9484        0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
   Nilai kini                                   (3.074)       7.721       6.945       7.908          9.549
   Jumlah nilai kini                           29.048




4. Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
   upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
   pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
   melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
   Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
   struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.




                                      60
Page 62
             5. Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
                dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
                evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
                pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
                dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
                oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
                dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
                sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
                Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
                optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
                akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
                Perseroan.

             6. Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
                operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
                kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
                memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
                Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
                masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
                yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
                Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

             7. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
                peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
                bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
                dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
                mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
                pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
                memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
                yang akan datang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                            61
Page 63
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            62
Page 64
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           63
Page 65
                                                                                                           Lampiran B

PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Pendapatan usaha                                            33.322        42.702        49.662        56.288         64.755
Beban pokok pendapatan                                         416           842         1.286         1.762          2.336
Laba kotor                                                  32.906        41.860        48.376        54.525         62.419
Beban usaha                                                 39.414        43.167        47.152        49.789         52.817
Rugi (laba) usaha                                            (6.508)       (1.307)       1.224         4.736          9.602
Pendapatan lain-lain                                          1.217         2.370        2.438         2.518          2.744
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                        (5.291)       1.063          3.662         7.254        12.346
Pajak penghasilan                                                 -            -         (2.192)       (3.436)       (4.553)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan                            (5.291)       1.063         1.470         3.818          7.793



PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Pendapatan usaha                                            33.071        44.491        50.809        57.074         65.122
Beban pokok pendapatan                                         235           550           882         1.215          1.613
Laba kotor                                                  32.836        43.941        49.927        55.858         63.509
Beban usaha                                                 34.285        37.192        41.086        43.510         46.335
Rugi (laba) usaha                                            (1.449)       6.749         8.841        12.349         17.175
Pendapatan (beban) lain-lain                                 (1.792)       2.607         2.856         3.023          3.264
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                        (3.241)       9.356        11.697        15.372         20.439
Pajak penghasilan                                                 -         (306)       (2.648)       (3.915)        (5.060)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan                            (3.241)       9.050         9.050        11.457         15.379




                                                           64
Page 66
                                                                                                        Lampiran C

PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba bersih                                                  (5.291)         1.063       1.470       3.818          7.793
Faktor diskonto                                              0,9484         0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
Nilai kini                                                    (5.018)          907       1.128       2.635          4.838
Jumlah nilai kini                                             4.491



PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba bersih                                                  (3.241)         9.050       9.050      11.457         15.379
Faktor diskonto                                              0,9484         0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
Nilai kini                                                    (3.074)        7.721       6.945       7.908          9.549
Jumlah nilai kini                                            29.048




                                                            65
Page 67
                                                                             Lampiran E

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Berdasarkan Akta 97, Perseroan dan SFC telah melakukan Transaksi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta 97 adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan dan SFC.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan telah menjual dan
    menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI kepada
    SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Akta 97 diatur oleh dan akan ditafsirkan sesuai dengan
    hukum Republik Indonesia.




                                           66
Page 68
                                                                            Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 99,99% Saham SFI

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan
Surat     Tanda     Terdaftar    Profesi     Penunjang      Pasar    Modal      dari  OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal
7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,99% saham SFI. Hasil penilaian atas 99,99%
saham SFI tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,99% saham SFI dengan
No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SFC.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,99% saham SFI.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan SFI yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
   pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan
   keuangan SFI yang telah diaudit dan informasi manajemen SFI terhadap laporan
   keuangan SFI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFI dan
   kesimpulan nilai akhir.




                                           67
Page 69
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SFI atau yang tersedia secara umum
yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SFI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SFI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFI
berdasarkan anggaran dasar SFI.




                                           68
Page 70
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
   komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
   untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
   atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan
   menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan
   nilai pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
   perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
   saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas
   nilai saham yang dimiliki oleh SFI.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan
   dan SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
   penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 5,10 miliar.




                                             69

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.04 MB
Published29 Jun 2026
Pages70
Characters182,863
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA FAJAR CAPITAL Tbk p.1 ×26
linked org PT Surya Fajar Corpora p.2 ×4
linked org Surya Fajar p.2 ×4
linked person Ivo Rustandi p.16 ×3
linked org Sukses Makmur. p.56
linked org Calculus Global Ventures Tbk. p.56 ×2
possible person Prof. Dr. Satrio p.2 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.15
possible — Henri Widodo p.18
unresolved org PT Surya Fajar Investama p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×3
unresolved org PT Surya Fajar Urun SFI p.3
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri p.3
unresolved org PT Garudapreneur Investasi Asia p.4 ×3
unresolved org PT Trans Mutasi Bangsa p.4
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×4
unresolved org MSI p.8 ×13
unresolved person Humberg Lie · Notaris p.9 ×18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.15 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15 ×2
unresolved — Syamsul Bahri Ily · Komisaris p.16
unresolved org PT Surya Fajar Corpora Dalam Transaksi p.17
unresolved org PT Surya Fajar Investama Dalam Transaksi p.18
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.18 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Investama II. p.22
unresolved org Kementerian Investasi p.26
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.26
unresolved — Pembat · Penilai p.52 ×2
unresolved org PT Transaksi Artha Gemilang. p.56
unresolved org PT Indoartha Perkasa Sukses. p.56
unresolved org PT Poin Sukses Makmur. III. p.56
unresolved org KJPP KR p.58
unresolved org KJPP Kusnanto p.63 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.63
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.63

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 5671 ms 12 Sep 2026 22:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi di mana'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
                'mana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '13.88'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result