Back to announcement
20260629_SFAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_32105980_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review SFANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 70
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk
TRANSAKSI
JUNI 2026
Page 2
No. : 00134/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 26 Juni 2026 Kepada Yth. PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk Satrio Tower Building, Lt. 14, Unit 5 Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. C4 Mega Kuningan Jakarta 12950 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi Dengan hormat, Berdasarkan Akta Jual Beli dan Pengambilalihan No. 97 tanggal 26 Juni 2026 (selanjutnya disebut “Akta 97”), PT Surya Fajar Capital Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan PT Surya Fajar Corpora (selanjutnya disebut “SFC”) telah sepakat di mana Perseroan telah menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham PT Surya Fajar Investama (selanjutnya disebut “SFI”) kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan merupakan entitas induk dari SFI dengan kepemilikan sebesar 99,99%. Selanjutnya, SFC merupakan entitas induk dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24%. Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi manajemen dan
bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha.
Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan. Prof. Dr. Satrio,
Kavling C4 Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon:
(021) 22513339, dan email: corporate@sfcapital.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan dan
penyertaan saham pada entitas anak Perseroan adalah sebagai berikut:
SFC
71,24%
Perseroan
99,99% 92,50% 51,95%
PT Digitalisasi
PT Surya Fajar Urun
SFI Perangkat Indonesia
Dana (SFUD)
(DPI)
99,37%
PT Mareco Prima
Mandiri (MPM)
SFI, SFUD, DPI, dan MPM secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas Anak
Perseroan”.
SFI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFI terutama meliputi usaha bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.
SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran efek berbasis
teknologi informasi (securities crowdfunding).
2
Page 4
DPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan, pengelolahan
unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi dan
manajemen lainnya.
MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang penyedia jasa pembayaran
(PJP).
Sebelumnya, Perseroan, DPI, PT Garudapreneur Investasi Asia (selanjutnya disebut “GIA”),
SFUD, dan PT Trans Mutasi Bangsa (selanjutnya disebut “TMB”) merencanakan untuk
melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:
• Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA dan TMB telah menandatangani Perjanjian Pinjaman,
di mana DPI dan GIA secara bersama-sama merencanakan untuk memperoleh pinjaman
masing-masing sebesar Rp 53,66 miliar dan Rp 0,34 miliar yang tidak dikenakan bunga
(selanjutnya disebut “Uang Pinjaman”) dari TMB, pihak ketiga yang tidak terafiliasi
dengan Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Uang Pinjaman adalah harus dan
wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000 saham seri A, 822.915.500
saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan jumlah keseluruhan saham
sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan 99,37% saham MPM milik DPI
(selanjutnya disebut “Saham MPM – I”) dan 67.500.000 saham seri A serta 31.249.500
saham seri B dengan jumlah keseluruhan saham sebanyak 98.749.500 saham atau setara
dengan 0,64% saham MPM milik GIA kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh
hari sejak penandatanganan PP atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank
Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut “Rencana
Pinjaman”).
• Sehubungan dengan Rencana Pinjaman, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah
menandatangani Perjanjian Gadai Saham (selanjutnya disebut “PGS”), di mana DPI
merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB
(selanjutnya disebut “Rencana Gadai Saham”).
• Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani Perjanjian
Pembelian Saham Bersyarat, di mana DPI setuju untuk membeli saham biasa yang dimiliki
oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham atau setara dengan 92,50% saham SFUD dari
Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar yang akan dibayarkan DPI
kepada Perseroan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2026 atau tanggal lain
sebagaimana disepakati oleh para pihak (selanjutnya disebut “Rencana Akuisisi”).
3
Page 5
• Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian Pemesanan
Saham Bersyarat, di mana setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI
merencanakan untuk memesan 50.000 saham SFUD (selanjutnya disebut “Saham Yang
Dipesan”) dan SFUD merencanakan untuk menerbitkan dan mengalokasikan Saham
Yang Dipesan dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham dengan nilai transaksi
sebesar Rp 5,00 miliar kepada DPI(selanjutnya disebut “Rencana Pemesanan Saham”).
Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam upaya
penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha.
Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur
organisasi dan Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk
menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam entitas
kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur
kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka
memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi
dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan sumber pendanaan
yang kuat pada masa yang akan datang sehingga Perseroan mengambil langkah strategis
dengan berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan
Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis Perseroan.
Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional,
memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih
efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana
setelah Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan
memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi yang
dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang Saham Pengendali
Perseroan.
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan secara
efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih
sederhana. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk
fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
4
Page 6
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam upaya
penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha.
Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
struktur organisasi dan Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan
untuk menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
• Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam entitas
kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur
kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka
memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang.
Transaksi dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis
Perseroan dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga Perseroan
mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang
ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah
pengembangan bisnis Perseroan.
• Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional,
memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara
lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih
sederhana setelah Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi,
Perseroan memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan
dan sinergi yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang
Saham Pengendali Perseroan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan secara
efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih
sederhana. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi
untuk fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SFC
merupakan entitas induk Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24% pada tanggal
31 Desember 2025, maka Transaks merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”), jumlah ekuitas
Perseroan adalah sebesar Rp 138,32 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Akta 97, nilai transaksi
atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 5,15 miliar.
5
Page 7
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroan telah menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan
99,99% saham SFI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
6
Page 8
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan.
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00060/3.0341/AU.1/05/0322-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00061/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00049/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00042/3.0341/AU.1/05/0323-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00032/3.0341/AU.1/05/0323-1/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
7. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00031/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal 13 Maret 2026 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.
8. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00009/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 7 Maret 2025 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
7
Page 9
9. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00016/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal 22 Februari 2024 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
10. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00038/3.0341/AU.1/05/0323-5/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
11. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00017/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2022 tanggal 16 Maret 2022 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 yang disusun
oleh manajemen Perseroan.
13. Laporan penilaian 99,99% saham SFI per 31 Desember 2025 yang disusun
oleh KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026.
14. Akta 97.
15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16
tanggal 9 Mei 2023 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai
penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi
Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
16. Anggaran dasar SFI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 13 tanggal
6 September 2022 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait
perubahan pengurus dan perubahan maksud dan tujuan SFI.
17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana Sulistyo
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Transaksi.
18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
mendatang.
19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.
8
Page 10
20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
penugasan.
24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami
tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data
dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
9
Page 11
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SFI berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan SFI.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.
10
Page 12
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan.
11
Page 13
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 21 tanggal
17 April 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Pemegang Saham
MPM telah mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham seri A, 22.500.000
saham seri A, 11.250.000 saham seri A, dan 3.750.000 saham seri A MPM serta 31.249.500
saham seri B MPM kepada GIA, maka struktur kepemilikan saham MPM adalah sebagai
berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Saham biasa seri A
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 120.000.000 0,77% 4.800.000.000
PT Garudapreneur Investasi Asia 67.500.000 0,44% 2.700.000.000
Sub-jumlah 187.500.000 1,21% 7.500.000.000
Saham biasa seri B
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 822.915.500 5,29% 8.229.155.000
PT Garudapreneur Investasi Asia 31.249.500 0,20% 312.495.000
Sub-jumlah 854.165.000 5,49% 8.541.650.000
Saham biasa seri C
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 14.500.000.000 93,30% 29.000.000.000
Sub-jumlah 14.500.000.000 93,30% 29.000.000.000
Jumlah 15.541.665.000 100,00% 45.041.650.000
Selanjutnya, Perseroan, DPI, GIA, SFUD, dan TMB merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:
• DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pinjaman.
• DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Gadai Saham.
• DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi.
• Setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI merencanakan untuk melakukan
Rencana Pemesanan Saham.
12
Page 14
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
13
Page 15
I. ANALISIS TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Surya Fajar Capital Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah menjual dan
menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI
kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan merupakan entitas induk SFI dengan kepemilikan
sebesar 99,99% dan merupakan entitas anak SFC dengan kepemilikan sebesar
71,24%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016 yang dibuat di
hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-0017288.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal
9 Agustus 2016, Tambahan No. 62036.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 16 tanggal 9 Mei 2023 dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H.,
S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.
Perseroan memiliki kantor pusat di Kantor pusat Perseroan beralamat di Satrio
Tower Lantai 14 Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kuningan Timur,
Setiabudi, Jakarta Selatan. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun
2016.
14
Page 16
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Harun Pandapotan
Komisaris Independen : Syamsul Bahri Ilyas
Komisaris : Arwani Pranajaya
Direksi
Direktur Utama : Ivo Rustandi
Direktur : Rico Lesmana Sulistyo
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Fajar Corpora 968.754.430 71,24% 96.875.443.000
Steffen 33.950.000 2,50% 3.395.000.000
Ivo Rustandi 10.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat 357.219.591 26,27% 35.721.959.100
Jumlah 1.359.934.021 100,00% 135.993.402.100
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
langsung maupun melalui anak usaha.
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
langsung maupun melalui anak usaha.
Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan. Dengan
strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan
terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta peningkatan
kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang investasi baru di
sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus mengoptimalkan
kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan analisis atas kondisi
pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh kehati-hatian, dan
mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan entitas anak.
15
Page 17
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peluang investasi yang
menarik disejumlah sektor industri potensial, Perseroan optimis dapat
memaksimalkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik ditahun 2026. Membaiknya
kondisi makro dan mikroekonomi padatahun 2024 dan ekspektasi
makroekonomi pada tahun 2025, serta semakin berkembangnya pasar modal di
Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa ditahun 2025 ini, Perseroan akan
mampu terus mempertahankan pertumbuhan usaha yang positif dengan
mengedepankan prinsip kehati-hatian ditengah kondisi yang masih fluktuatif
seperti saat ini. Hal ini diterjemahkan Perseroan dalam proyeksi pertumbuhan
pendapatan usaha tahun 2025 yang positif yaitu diatas 10,00%(yoy).
Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang
baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
pemangku kepentingan di masa depan.
I.A.2. PT Surya Fajar Corpora
Dalam Transaksi, SFC merupakan pihak yang telah membeli dan menerima
penyerahan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI
dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SFC merupakan entitas
induk Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24% dan merupakan pihak
yang terafiliasi dengan SFI. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
kegiatan usaha SFC adalah sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
SFC didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 10 Mei 2013 yang dibuat di
hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta Pendirian
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-32201.AH.01.01.TAHUN 2013 tanggal 13 Juni 2013.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 72 tanggal 20 Desember 2022 dibuat dihadapan Humberg Lie,
S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-0092778.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal
21 Desember 2022.
16
Page 18
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi SFC pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Henri Widodo
Direksi
Presiden Direktur : Ivo Rustandi
Direktur : Marianto
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SFC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Steffen 12.736 99,99% 12.736.000.000
Hevy Yafanny 1 0,01% 1.000.000
Jumlah 12.737 100,00% 12.737.000.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SFC adalah bergerak dalam bidang jasa,
konsultasi manajemen dan bisnis, perdagangan dan keuangan baik langsung
maupun melalui anak usaha.
I.A.3. PT Surya Fajar Investama
Dalam Transaksi, SFI merupakan pihak yang sebanyak 24.999 lembar atau
setara dengan 99,99% sahamnya dijual oleh Perseroan kepada SFC dengan
nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh
dari manajemen Perseroan, SFI merupakan entitas anak Perseroan dengan
kepemilikan sebesar 99,99% dan pihak yang terafiliasi dengan SFC. Latar
belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SFI adalah
sebagai berikut:
I.A.3.a. Latar Belakang
SFI didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 159 tanggal 30 November 2018
oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-0057659.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal
3 Desember 2018.
17
Page 19
Anggaran dasar SFI telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 September 2022, dibuat dihadapan
Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran
dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
No. AHU-0064794.AH.01.02.TAHUN 2022 tertanggal 9 September 2022.
I.A.3.b. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direktur SFI pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
Arwani Pranajaya dan Rico Lesmana Sulistyo.
I.A.3.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SFI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Fajar Capital Tbk 24.999 99,996% 24.999.000.000
Steffen 1 0,004% 1.000.000
Jumlah 25.000 100,000% 25.000.000.000
I.A.3.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang aktivitas
konsultasi manajemen lainnya.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berdasarkan Akta 97, Perseroan dan SFC telah melakukan Transaksi.
Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta 97 adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan dan
SFC.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan telah
menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan
99,99% saham SFI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar
Rp 5,15 miliar.
18
Page 20
• Hukum yang berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta 97 diatur oleh dan akan ditafsirkan
sesuai dengan hukum Republik Indonesia.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
• Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
Perseroan.
• Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
Pemegang Saham Pengendali Perseroan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
yang akan datang.
19
Page 21
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Bilamana SFI dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
SFI, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
potensi kenaikan nilai investasi pada masa mendatang yang lebih tinggi atas
SFI.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya, SFI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SFI.
20
Page 22
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. PT Surya Fajar Investama
II.A.1. Latar Belakang
SFI didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 159 tanggal 30 November 2018
oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-0057659.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal
3 Desember 2018.
Anggaran dasar SFI telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 September 2022, dibuat dihadapan
Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran
dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
No. AHU-0064794.AH.01.02.TAHUN 2022 tertanggal 9 September 2022.
SFI memiliki kantor pusat di Satrio Tower Lantai. 6 Unit 5, Jalan. Prof. Dr. Satrio
Kavling. 14, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. SFI mulai beroperasi
komersial pada tanggal 2019.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang aktivitas
konsultasi manajemen lainnya.
21
Page 23
II.B. Tinjauan Industri Perusahaan Holding
II.B.1. Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Dunia
Industri perusahaan holding merupakan industri yang melibatkan perusahaan
yang memiliki atau mengendalikan saham di satu atau lebih perusahaan lain.
Perusahaan holding tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan operasi
sehari-hari dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki tersebut, tetapi memiliki
kontrol manajemen dan kebijakan strategis melalui kepemilikan saham
mayoritas. Industri ini memungkinkan perusahaan holding untuk mengelola
portofolio investasinya dan mendapatkan keuntungan dari dividen dan
keuntungan atas nilai saham.
Pertumbuhan industri tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
pertumbuhan ekonomi suatu negara, peningkatan investasi asing, diversifikasi
investasi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan,
kebijakan Pemerintah dan regulasi, serta transformasi digital guna meningkatkan
efisiensi operasional, analisis data, dan pengambilan keputusan investasi
sehingga perusahaan holding yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap
perubahan tersebut memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang di
pasar global.
Nilai Transaksi Merger dan Akuisi di Dunia
Q1 2025 – Q1 2026
(Dalam Miliar USD)
1.400,00
1.200,00
1.000,00
800,00
600,00
400,00
200,00
-
Q1 2025 Q2 2025 Q3 2025 Q4 2025 Q1 2026
Nilai Transaksi 785,20 770,00 1.031,10 1.180,60 861,10
Sumber : S&P Global
22
Page 24
Berdasarkan data yang diperoleh dari S&P Global dalam laporannya berjudul
Global M&A by the Numbers: Q1 2026, nilai transaksi merger dan akuisisi global
menunjukkan pergerakan yang cukup positif sepanjang periode
Q1 2025 – Q4 2025. Pada Q3 2025 dan Q4 2025, nilai transaksi mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 261,10 miliar dan USD 149,50 miliar
atau masing-masing setara dengan 33,91% dan 14,50% dibandingkan dengan
kuartal sebelumnya. Sementara nilai transaksi pada Q1 2026 mengalami
penurunan sebesar USD 319,50 miliar atau setara dengan 27,06% dibandingkan
dengan kuartal sebelumnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya
ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan pengetatan moneter di berbagai
negara.
Nilai Transaksi Merger dan Akuisisi Berdasarkan Kawasan
Q1 2026
(Dalam Miliar USD)
700,00
600,00
500,00
400,00
300,00
200,00
100,00
-
Amerika Amerika
Timur
Serikat dan Eropa Asia Pasifik Latin dan Afrika
Tengah
Kanada karibia
Nilai Transaksi 577,40 157,00 79,08 18,80 17,70 11,10
Sumber : S&P Global
Selanjutnya, berdasarkan data S&P Global dalam laporannya berjudul Global
M&A by the Numbers: Q1 2026, nilai transaksi akuisisi dan merger pada Q1 2026
dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan Kanada, Eropa, serta Asia Pasifik yaitu
dengan nilai transaksi masing-masing sebesar USD 577,40 miliar,
USD 157,00 miliar, dan USD 79,08 miliar. Dinamika pasar investasi global yang
masih dipengaruhi oleh faktor makro ekonomi dan kebijakan keuangan
internasional. Bagi industri perusahaan holding, kondisi ini menjadi refleksi
penting untuk menyesuaikan strategi investasi dan pengelolaan portofolio.
Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dan menjaga
keseimbangan antara risiko serta peluang menjadi kunci bagi perusahaan
holding untuk tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
23
Page 25
Berdasarkan data dari Statista, nilai kapitalisasi pasar saham global pada tahun
2026 diproyeksikan mencapai USD 154,45 triliun. Pertumbuhan tersebut
diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2027, dengan nilai kapitalisasi
pasar meningkat menjadi USD 158,56 triliun. Secara keseluruhan, pasar saham
global diproyeksikan mencatat laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound
annual growth rate/CAGR) sebesar 2,66% selama periode
2026 – 2027. Dari perspektif global, AS masih mendominasi pasar saham dunia
dengan nilai kapitalisasi pasar yang diperkirakan mencapai USD 66,09 triliun
pada tahun 2026. Dominasi ini mencerminkan kuatnya pasar modal AS yang
didukung oleh stabilitas ekonomi serta kontribusi besar dari sektor teknologi dan
keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan bursa saham. Di tengah
meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, sentimen investor di berbagai
pasar saham dunia juga cenderung bergeser ke sektor-sektor defensif dan
investasi berkelanjutan yang dinilai lebih mampu menghadapi dinamika serta
volatili.
Secara umum, struktur kapitalisasi pasar global masih menunjukkan dominasi
yang kuat dari negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Meskipun
demikian, pasar modal di negara-negara berkembang mulai mencatat
pertumbuhan yang konsisten, didorong oleh meningkatnya arus investasi asing,
perbaikan iklim investasi, serta penguatan fundamental ekonomi domestik.
Kondisi ini menunjukkan adanya potensi peningkatan peran negara berkembang
dalam pasar keuangan global, meskipun kontribusinya masih relatif lebih kecil
dibandingkan negara-negara maju.
Dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan aktivitas merger dan akuisisi
global, ukuran kapitalisasi pasar saham dunia, serta semakin berkembangnya
pasar modal di negara-negara berkembang, industri perusahaan holding
diperkirakan akan tetap menunjukkan prospek yang baik dalam beberapa tahun
mendatang. Meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang berasal
dari ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan internasional,
perusahaan holding yang mampu mengoptimalkan strategi investasi, melakukan
diversifikasi portofolio secara efektif, serta menerapkan tata kelola perusahaan
yang baik diharapkan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan yang tersedia
dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku
kepentingan.
24
Page 26
II.B.2. Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Indonesia
Industri perusahaan holding di Indonesia menunjukkan perkembangan yang
cukup positif dengan beberapa sektor yang menjadi penopang utama
perekonomian nasional. Pada Q1 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar
5,61% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha kecuali
pertambangan dan penggalian serta pengadaan listrik dan gas yang
masing-masing terkontraksi sebesar 2,14% dan 0,99 persen. Kinerja positif
tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor
usaha yang menjadi target investasi perusahaan holding. Kondisi ini membuka
peluang bagi perusahaan holding untuk melakukan diversifikasi portofolio,
memperkuat sinergi antar entitas anak usaha, serta melakukan ekspansi pada
sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
Peningkatan realisasi investasi juga memberikan dampak positif bagi
perusahaan holding karena menciptakan lebih banyak peluang kemitraan
strategis, akuisisi perusahaan, maupun pembentukan usaha patungan
(joint venture). Selain itu, meningkatnya aktivitas investasi berpotensi
memperluas sumber pendapatan grup usaha melalui pengembangan sektor-
sektor baru yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi. Indonesia juga
menjadi salah satu tujuan utama investasi global, terutama untuk ekspansi usaha
di bidang industri dan infrastruktur. Peningkatan realisasi investasi ini tidak
terlepas dari dukungan kebijakan Pemerintah yang pro-bisnis, seperti
kemudahan perizinan, pemberian insentif fiskal, serta penguatan ekosistem
investasi melalui pengembangan kawasan industri dan percepatan digitalisasi.
Dengan kebijakan tersebut, perusahaan holding di Indonesia memiliki ruang
yang lebih luas untuk melakukan konsolidasi usaha, akuisisi, maupun kemitraan
strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Nilai Realisasi Investasi di Indonesia
Q1 2025 – Q1 2026
(Dalam Triliun Rupiah)
300,00
280,00
260,00
240,00
220,00
200,00
180,00
160,00
140,00
120,00
100,00
Q1 2025 Q2 2025 Q3 2025 Q4 2025 Q1 2026
PMA 230,40 202,20 212,00 256,30 250,00
PMD 234,80 275,50 279,40 240,60 248,80
Sumber : Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
25
Page 27
Berdasarkan data yang diperoleh dari BKPM, nilai realisasi investasi di Indonesia
menunjukkan tren fluktuatif sepanjang Q1 2025 hingga Q1 2026. Pada Q2 2025
dan Q3 2025, realisasi investasi mengalami peningkatan masing-masing
sebesar Rp 40,70 triliun dan Rp 3,90 triliun atau masing-masing setara dengan
17,33% dan 1,42% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada Q4 2025,
realisasi investasi mengalami penurunan sebesar
Rp 38,80 triliun atau setara dengan penurunan sebesar 13,89% dibanding
triwulan sebelumnya. Pada Q1 2026, realisasi investasi kembali mengalami
kenaikan dengan jumlah sebesar Rp 8,20 triliun atau setara dengan 3,41%
dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas
ekonomi dan peluang pertumbuhan jangka panjang. Kenaikan investasi ini juga
sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi
nasional melalui penyederhanaan perizinan usaha, pemberian insentif fiskal,
serta pengembangan infrastruktur dan kawasan industri. Selain itu, peningkatan
investasi asing langsung menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu
destinasi utama investasi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh potensi
pasar domestik yang besar, ketersediaan sumber daya alam, dan transformasi
digital yang mempercepat efisiensi bisnis.
Kapitalisasi Pasar Saham di Indonesia
Oktober 2025 – Maret 2026
(Dalam Triliun Rupiah)
17.000,00
16.000,00
15.000,00
14.000,00
13.000,00
12.000,00
11.000,00
10.000,00
Oktober November Desember Januari Februari
Maret 2026
2025 2025 2025 2026 2026
Kapitalisasi Pasar 14.856,68 15.626,12 15.848,59 15.046,42 14.787,44 12.422,11
Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI)
26
Page 28
Berdasarkan data yang diperoleh dari BEI, kapitalisasi pasar saham di Indonesia
pada bulan Oktober 2025 – Maret 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang
fluktuatif. Pada bulan November 2025 dan Desember 2025, kapitalisasi pasar
saham mengalami kenaikan masing-masing sebesar
Rp 769,44 triliun dan Rp 222,48 triliun atau masing-masing setara dengan 5,18%
dan 1,42% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Januari 2026
hingga Maret 2026, kapitalisasi pasar saham mengalami tren penurunan masing-
masing sebesar Rp 802,18 triliun, Rp 258,98 triliun, dan
Rp 2.365,33 triliun atau masing-masing setara dengan 5,06%, 1,72%, dan
16,00%.
Fluktuasi kapitalisasi pasar saham tersebut mencerminkan dinamika sentimen
investor terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk ekspektasi terhadap arah
kebijakan moneter, pergerakan nilai tukar, serta prospek kinerja emiten pada
berbagai sektor industri. Meskipun terjadi koreksi kapitalisasi pasar pada awal
tahun 2026, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan peran yang penting
sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha. Bagi perusahaan holding,
perkembangan kapitalisasi pasar menjadi salah satu indikator yang perlu
diperhatikan karena dapat memengaruhi nilai perusahaan, akses terhadap
pendanaan melalui pasar modal, serta peluang untuk melakukan aksi korporasi
seperti akuisisi, merger, dan ekspansi usaha. Selain itu, kondisi pasar yang
mengalami penyesuaian juga dapat membuka peluang bagi perusahaan holding
untuk melakukan investasi strategis pada aset atau perusahaan yang memiliki
fundamental baik dengan valuasi yang lebih kompetitif.
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
langsung maupun melalui anak usaha.
Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan. Dengan
strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan
terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta peningkatan
kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang investasi baru di
sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus mengoptimalkan
kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan analisis atas kondisi
pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh kehati-hatian, dan
mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan entitas anak.
27
Page 29
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peluang investasi yang
menarik disejumlah sektor industri potensial, Perseroan optimis dapat
memaksimalkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik ditahun 2026. Membaiknya
kondisi makro dan mikroekonomi padatahun 2024 dan ekspektasi
makroekonomi pada tahun 2025, serta semakin berkembangnya pasar modal di
Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa ditahun 2025 ini, Perseroan akan
mampu terus mempertahankan pertumbuhan usaha yang positif dengan
mengedepankan prinsip kehati-hatian ditengah kondisi yang masih fluktuatif
seperti saat ini. Hal ini diterjemahkan Perseroan dalam proyeksi pertumbuhan
pendapatan usaha tahun 2025 yang positif yaitu diatas 10,00%(yoy).
Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang
baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
pemangku kepentingan di masa depan.
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
• Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
Perseroan.
• Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
Pemegang Saham Pengendali Perseroan.
28
Page 30
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
yang akan datang.
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
• Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
Perseroan.
• Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
Pemegang Saham Pengendali Perseroan.
29
Page 31
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
yang akan datang.
Kerugian Transaksis adalah sebagai berikut:
• Bilamana SFI dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
SFI, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
potensi kenaikan nilai investasi pada masa mendatang yang lebih tinggi atas
SFI.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya, SFI tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SFI.
30
Page 32
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit
oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
Kas dan setara kas 42.279 40.846 44.593 59.587 48.745
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 30.563 30.563 30.500 30.000 30.000
Portofolio efek - bersih 44.680 66.705 115.477 62.401 87.533
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga 64.086 11.730 101.237 85.497 103.495
Piutang lain-lain
Pihak berelasi - - - 18.880 -
Pihak ketiga 3.048 3.866 1.187 1.068 99
Uang muka dan biaya dibayar di muka 471 627 437 376 1.173
Pajak dibayar di muka 545 321 121 7 5
Investasi pada entitas asosiasi - - 741 2.388 4.630
Penyertaan saham 9.865 9.865 - - -
Aset pajak tangguhan 6.658 7.066 5.230 2.098 1.560
Aset tetap - bersih 2.668 2.360 6.023 7.962 11.883
Aset takberwujud - bersih 712 1.274 13.110 7.799 9.882
Aset lain-lain 3.403 3.739 6.065 7.391 10.785
JUMLAH ASET 208.979 178.961 324.723 285.454 309.791
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga 395 320 860 1.045 1.484
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga 62.606 10.437 89.861 59.467 68.012
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - - 678 917
Pihak ketiga 981 4.373 287 26.209 28.215
Utang pajak 132 125 811 631 574
Beban akrual 534 812 535 386 513
Pendapatan diterima di muka 104 174 455 184 -
Liabilitas sewa 852 - 1.517 1.576 3.453
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 5.052 4.041 3.300 2.271 1.662
JUMLAH LIABILITAS 70.657 20.282 97.627 92.448 104.829
EKUITAS
Modal saham 135.993 135.993 135.993 135.993 135.993
Tambahan modal disetor 55.374 55.374 55.374 55.374 55.374
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali 8.027 8.053 8.079 1.706 (110)
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
wajar melalui komprehensif lain (9.771) (800) 13.609 2.699 430
Investasi dalam instrumen ekuitas 7.365 7.365 - - -
Saldo laba (87.474) (79.680) (23.485) (9.227) 11.604
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 109.514 126.306 189.572 186.546 203.292
Kepentingan non-pengendali 28.808 32.374 37.524 6.460 1.669
JUMLAH EKUITAS 138.322 158.680 227.096 193.006 204.962
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 208.979 178.961 324.723 285.454 309.791
31
Page 33
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 208,98 miliar,
Rp 178,96 miliar, Rp 324,72 miliar, Rp 285,45 miliar, dan Rp 309,79 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 30,02 miliar atau setara dengan 16,77% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga sebesar
Rp 52,36 miliar yang disertai dengan penurunan portofolio efek – bersih sebesar
Rp 22,02 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp 145,76 miliar atau setara dengan 44,89% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan piutang transaksi perantara pedagang efek – pihak
ketiga sebesar Rp 89,51 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 39,27 miliar atau setara dengan 13,76% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan portofolio efek – bersih sebesar Rp 53,08 miliar yang disertai
dengan penurunan piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar
Rp 18,88 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp 24,34 miliar atau setara dengan 7,86% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan portofolio efek – bersih dan piutang transaksi perantara pedagang
efek – pihak ketiga masing-masing sebesar
Rp 25,13 miliar dan Rp 18,00 miliar yang disertai dengan kenaikan piutang
lain-lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,88 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 70,66 miliar,
Rp 20,28 miliar, Rp 97,63 miliar, Rp 92,45 miliar, dan Rp 104,83 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 50,38 miliar atau setara dengan 248,38% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang transaksi perantara pedagang
efek – pihak ketiga sebesar Rp 52,17 miliar.
32
Page 34
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 77,35 miliar atau setara dengan 79,23% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang
efek – pihak ketiga sebesar Rp 79,42 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 5,18 miliar atau setara dengan 5,60% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang transaksi perantara pedagang
efek – pihak ketiga sebesar Rp 30,39 miliar yang disertai dengan penurunan
utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 25,92 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 12,38 miliar atau setara dengan 11,81% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang
efek – pihak ketiga sebesar Rp 8,54 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 138,32 miliar,
Rp 158,68 miliar, Rp 227,10 miliar, Rp 193,01 miliar, dan Rp 204,96 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 20,36 miliar atau setara dengan 12,83% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp
15,67 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 68,42 miliar atau setara dengan 30,13% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp
52,74 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 34,09 miliar atau setara dengan 17,66% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi
atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
komprehensif lain dan setoran modal saham entitas anak dari kepentingan non-
pengendali masing-masing sebesar Rp 10,91 miliar dan
Rp 40,49 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
Perseroan sebesar Rp 17,23 miliar.
33
Page 35
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 11,96 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp
23,16 miliar yang disertai dengan kenaikan selisih transaksi dengan pihak non-
pengendali dan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 1,82 miliar dan
Rp 2,27 miliar.
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan usaha 6.815 1.172 14.579 29.524 11.783
Beban pokok pendapatan 795 1.000 601 274 129
Laba kotor 6.020 172 13.977 29.250 11.654
Beban usaha (33.393) (42.795) (44.025) (45.866) (37.486)
Rugi usaha (27.373) (42.623) (30.047) (16.616) (25.831)
Penghasilan lainnya 15.630 6.039 12.490 2.876 13.959
Beban lainnya (3.129) (17.088) (762) (6.921) (200)
Bagian rugi bersih entitas asosiasi - (759) (1.616) (2.216) (6.263)
Beban bunga dan keuangan lainnya (393) (194) (382) (486) (639)
Rugi sebelum pajak (15.264) (54.625) (20.317) (23.362) (18.976)
Manfaat (beban) pajak (408) 1.884 3.091 208 515
Rugi tahun berjalan (15.672) (52.740) (17.226) (23.155) (18.460)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (4.686) (15.675) 10.827 2.136 1.766
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (20.358) (68.416) (6.400) (21.019) (16.694)
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (12.036) (47.582) (14.160) (20.712) (16.957)
Kepentingan non-pengendali (3.636) (5.158) (3.067) (2.443) (1.503)
III.A.6 Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 6,82 miliar, Rp 1,17 miliar, Rp 14,58 miliar, Rp 29,52 miliar, dan
Rp 11,78 miliar.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,64 miliar atau setara
dengan 481,70% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 13,41 miliar atau setara
dengan 91,96% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 14,95 miliar atau setara
dengan 50,62% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
34
Page 36
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 17,74 miliar atau setara
dengan 150,57% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
III.A.7. Rugi Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 15,67 miliar, Rp 52,74 miliar,
Rp 17,23 miliar, Rp 23,16 miliar, dan Rp 18,46 miliar.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 37,07 miliar atau setara
dengan 70,28% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 35,51 miliar atau setara
dengan 206,16% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 5,93 miliar atau setara
dengan 25,60% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,70 miliar atau setara
dengan 25,43% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
35
Page 37
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari jasa manajemen 1.045 3.054 4.363 2.475 1.560
Penerimaan penghasilan dividen dan bunga 2.009 3.932 2.035 4.628 2.269
Penerimaan dari nasabah - bersih 37.507 45.249 (19.449) 2.788 (24.475)
Penerimaan komisi perantara perdagangan efek
dan jasa agen 3.468 4.805 6.935 10.381 1.056
Penerimaan jasa penjamin emisi dan penjualan efek 200 3.100 6.909 9.310 8.273
Pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan - bersih (37.695) (35.166) 34.102 6.665 (8.935)
Perolehan portofolio efek - (186) (8.331) (44.608) -
Penjualan portofolio efek - 186 8.029 33.650 -
Penerimaan dari komisi transaksi 1.436 2.157 3.673 1.981 1.109
Pembayaran kepada karyawan (18.935) (20.241) (19.556) (16.317) (10.857)
Pembayaran lainnya - bersih (10.280) (15.493) (13.929) (16.121) (7.250)
Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (21.244) (8.604) 4.781 (5.167) (37.249)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan piutang lain-lain pihak ketiga (4.291) (2.300) - - -
Kenaikan piutang lain-lain pihak ketiga 5.684 10 - - -
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (6.299) (1.336) (42.896) (19.486) (30.668)
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (6.000) (6.101) (57.684) (39.791) (51.413)
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 25.054 5.463 5.172 20.987 -
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 3.257 7.026 47.010 52.561 25.458
Hasil penjualan investasi pada entitas asosiasi 10.984 - - - 56.745
Hasil penjualan aset tetap 9 0 20 - -
Perolehan aset tetap (588) (365) (1.325) (1.355) (1.819)
Perolehan aset takberwujud (360) - (427) (688) (50)
Penerimaan (pembayaran) jaminan dan deposit 296 (108) 28 - -
Penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi - - 18.880 (1.000) 38.430
Investasi entitas asosiasi - - - - (7.102)
Pembayaran jaminan dan deposit - - - - (4)
Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 27.747 2.288 (31.222) 11.229 29.578
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak ketiga (3.600) 4.000 (26.600) (2.245) 27.152
Pembayaran liabilitas sewa (1.365) (1.388) (1.816) (1.876) (1.831)
Pembayaran atas bunga liabilitas sewa (106) (44) (126) (163) -
Penerimaan dari kepentingan non pengendali
pada entitas anak - - 40.489 10.562 -
Pembayaran atas pembelian kembali saham oleh entitas anak - - - (1.499) -
Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (5.070) 2.569 11.947 4.780 25.321
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 1.433 (3.747) (14.494) 10.841 17.650
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 40.846 44.593 59.587 48.745 31.096
Perubahan pada dana yang dibatasi pencairannya - - (500) - -
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 42.279 40.846 44.593 59.587 48.745
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 21,24 miliar, Rp 8,60 miliar, Rp 5,17 miliar,
dan Rp 37,25 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 4,78 miliar.
36
Page 38
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 21,24 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada lembaga kliring dan
penjaminan – bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 37,70 miliar dan Rp 18,94 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
nasabah – bersih sebesar Rp 37,51 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,60 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada lembaga kliring dan
penjaminan – bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 35,17 miliar dan Rp 20,24 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
nasabah – bersih sebesar Rp 45,25 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari lembaga kliring dan penjaminan – bersih sebesar
Rp 34,10 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada
nasabah – bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 19,45 miliar dan Rp 19,56 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,17 miliar terutama
berasal dari perolehan portofolio efek sebesar Rp 44,601 miliar yang disertai
dengan penjualan portofolio efek sebesar Rp 33,65 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 37,25 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada nasabah – bersih sebesar
Rp 24,48 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada karyawan sebesar Rp
10,86 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 27,75 miliar, Rp 2,29 miliar, Rp 11,23 miliar,
dan Rp 29,58 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 31,22 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 27,75 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
sebesar Rp 25,05 miliar.
37
Page 39
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,29 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 5,46 miliar dan
Rp 7,03 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain pihak ketiga,
perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, perolehan
portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
masing-masing sebesar Rp 2,30 miliar, Rp 1,37 miliar, dan Rp 6,10 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 31,22 miliar terutama
berasal dari perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 42,90 muliar dan
Rp 57,68 miliar yang disertai dengan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan penerimaan dari piutang lain-
lain pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 47,01 miliar dan
Rp 18,88 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,23 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 52,56 miliar yang disertai dengan
perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 39,79 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 29,58 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, dan penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi masing-
masing sebesar Rp 25,46 miliar, Rp 56,75 miliar, dan
Rp 38,43 miliar yang disertai dengan perolehan portofolio efek – diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar
Rp 30,67 miliar dan Rp 51,41 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp 5,07 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2,57 miliar,
Rp 11,95 miliar, Rp 4,78 miliar, dan Rp 25,32 miliar.
38
Page 40
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 5,07 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain pihak ketiga dan pembayaran
liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 3,60 miliar dan Rp 1,37 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,57 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar
Rp 4,00 miliar yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar
Rp 1,39 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,95 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak
sebesar Rp 40,49 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
ketiga sebesar Rp 26,60 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak
sebesar Rp 10,56 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
ketiga, pembayaran liabilitas sewa, dan pembayaran atas pembelian kembali
saham oleh entitas anak masing-masing sebesar
Rp 2,25 miliar, Rp 1,88 miliar, dan Rp 1,50 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 25,32 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar
Rp 27,15 miliar yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar
Rp 1,83 miliar.
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,03 0,01 0,04 0,10 0,04
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,66 0,89 0,70 0,68 0,66
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,34 0,11 0,30 0,32 0,34
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,51 0,13 0,43 0,48 0,51
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 88,33% 14,68% 95,87% 99,07% 98,91%
Marjin rugi usaha -401,66% -3638,09% -206,10% -56,28% -219,23%
Marjin rugi bersih -229,97% -4501,69% -118,16% -78,43% -156,67%
Rugi usaha terhadap jumlah aset -13,10% -23,82% -9,25% -5,82% -8,34%
Imbal hasil aset -7,50% -29,47% -5,30% -8,11% -5,96%
Rugi usaha terhadap ekuitas -19,79% -26,86% -13,23% -8,61% -12,60%
Imbal hasil ekuitas -11,33% -33,24% -7,59% -12,00% -9,01%
39
Page 41
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,03; 0,01; 0,04; 0,10; dan 0,04.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,66; 0,89; 0,70; 0,68; dan 0,66.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,34; 0,11; 0,30;
0,32; dan 0,34, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,51; 0,13; 0,43; 0,48; dan 0,51.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
40
Page 42
III.B. Analisis atas Kinerja Historis SFI
Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan SFI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting SFI adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Bank 377 62 1.108 168 524
Investasi jangka pendek 6.286 10.530 21.172 1.597 23.838
Piutang lain-lain - pihak ketiga 1.617 1.210 - - -
Piutang lain-lain - pihak berelasi - - - 18.878 -
Pajak dibayar di muka 0 0 - - -
Jumlah Aset Lancar 8.281 11.803 22.281 20.642 24.362
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 3 2 2 - -
Aset tetap - 21 44 67 66
Aset takberwujud - 7 22 203 383
Jumlah Aset Tidak Lancar 3 30 68 270 449
JUMLAH ASET 8.283 11.833 22.349 20.913 24.811
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak 0 0 0 0 0
Beban akrual 24 19 20 14 19
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 24 20 21 14 19
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 13 9 7 5 55
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 13 9 7 5 55
JUMLAH LIABILITAS 37 29 28 18 74
EKUITAS
Modal saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Defisit (16.754) (13.196) (2.679) (4.106) (263)
JUMLAH EKUITAS 8.246 11.804 22.321 20.894 24.737
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 8.283 11.833 22.349 20.913 24.811
41
Page 43
III.B.2. Aset
Jumlah aset SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 8,28 miliar, Rp 11,83 miliar,
Rp 22,35 miliar, Rp 20,91 miliar, dan Rp 24,81 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 3,55 miliar atau setara dengan 30,00% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,25 miliar yang disertai dengan
kenaikan bank dan piutang lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp
0,32 miliar dan Rp 0,41 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 10,52 miliar atau setara dengan 47,05% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 10,64 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SFI mengalami kenaikan sebesar
Rp 1,44 miliar atau setara dengan 6,87% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
bank dan investasi jangka pendek masing-masing sebesar
Rp 0,94 miliar dan Rp 19,58 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-
lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,88 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 3,90 miliar atau setara dengan 15,71% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 22,24 miliar yang disertai
dengan kenaikan piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar
Rp 18,89 juta.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 0,04 miliar, Rp 0,03 miliar,
Rp 0,03 miliar, Rp 0,02 miliar, dan Rp 0,07 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
sebesar Rp 8,00 juta atau setara dengan 28,21% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan beban akrual sebesar Rp 5,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,00 juta atau setara dengan 4,41% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 2,00 juta yang
disertai dengan penurunan beban akrual sebesar Rp 1,00 juta.
42
Page 44
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
sebesar Rp 9,00 juta atau setara dengan 51,66% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan beban akrual sebesar Rp 7,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 0,06 miliar atau setara dengan 75,32% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar
Rp 0,05 miliar.
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 8,25 miliar, Rp 11,80 miliar,
Rp 22,32 miliar, Rp 20,89 miliar, dan Rp 24,74 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 3,56 miliar atau setara dengan 30,14% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar
Rp 3,56 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 10,52 miliar atau setara dengan 47,12% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar
Rp 10,52 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SFI mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,43 miliar atau setara dengan 6,83% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar Rp 1,43 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
sebesar Rp 3,84 miliar atau setara dengan 15,54% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar
Rp 3,83 miliar.
43
Page 45
III.B.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan usaha - - - - -
Beban pokok pendapatan - - - - -
Laba kotor - - - - -
Beban umum dan administrasi (238) (200) (334) (466) (909)
Rugi usaha (238) (200) (334) (466) (909)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas kenaikan
(penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 874 (498) 2.256 (55) 1.240
Penghasilan bunga 156 26 41 2 53
Efek kurtailmen - - - 75 178
Beban keuangan lainnya (24) (6) (16) (73) (68)
Kerugian penurunan nilai investasi (1.016) (65) (307) - -
Kerugian yang direalisasi atas penurunan nilai wajar investasi
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (3.311) (9.774) (216) (3.309) (1.149)
Lain-lain - bersih 1 (0) 0 (0) (80)
Laba (rugi) sebelum pajak (3.558) (10.518) 1.425 (3.826) (736)
Manfaat (beban) pajak 1 1 1 - -
Rugi tahun berjalan (3.557) (10.517) 1.427 (3.826) (736)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (1) 0 (0) (17) 17
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (3.558) (10.517) 1.427 (3.843) (719)
III.B.6 Pendapatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021, SFI belum membukukan pendapatan usaha.
III.B.7. Rugi Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 3,56 miliar, Rp 10,52 miliar, Rp 3,83 miliar, dan Rp 0,74 miliar. Laba tahun
berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 1,43 miliar.
Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 6,96 miliar atau setara
dengan 66,18% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 11,94 miliar atau setara
dengan 837,01% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,25 miliar atau setara
dengan 137,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
44
Page 46
Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,09 miliar atau setara
dengan 420,19% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
III.B.8. Laporan Arus Kas
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya (202) (161) (96) (379) (1.190)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (202) (161) (96) (379) (1.190)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan piutang lain-lain pihak ketiga (1.343) (1.200) - - -
Penarikan piutang lain-lain pihak ketiga 1.066 10 18.878 - 9.575
Perolehan investasi jangka pendek (4.299) (1.000) (18.826) (18.166) (23.460)
Hasil dari penjualan investasi jangka pendek 5.090 1.304 984 18.165 15.569
Hasil dari penjualan aset tetap 3 - - - -
Perolehan aset tetap - - - 23 (70)
Penerimaan bunga - - - - 7
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 517 (886) 1.036 23 1.622
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 315 (1.046) 941 (356) 431
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 62 1.108 168 524 93
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 377 62 1.108 168 524
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,20 miliar, Rp 0,16 miliar, Rp 0,10 miliar,
Rp 0,38 miliar, dan Rp 1,19 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,20 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,16 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,10 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,38 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,19 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.
45
Page 47
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,52 miliar, Rp 1,04 miliar, Rp 0,02 miliar,
dan Rp 1,62 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFI
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp
0,89 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,52 miliar terutama
berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar
Rp 5,09 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
Rp 4,30 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,89 miliar terutama
berasal dari penambahan piutang lain-lain pihak ketiga dan perolehan investasi
jangka pendek masing-masing sebesar Rp 1,20 miliar dan Rp 1,00 miliar yang
disertai dengan hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar
Rp 1,30 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,04 miliar terutama
berasal dari penarikan piutang lain-lain pihak ketiga dan hasil dari penjualan
investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 18,88 miliar dan
Rp 0,98 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
Rp 18,83 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,02 miliar terutama
berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek dan perolehan aset
tetap masing-masing sebesar Rp 18,17 miliar dan Rp 0,02 miliar yang disertai
dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 18,17 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,62 miliar terutama
berasal dari hasil dari penarikan piutang lain-lain pihak ketiga dan hasil dari
penjualan investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 9,58 miliar dan
Rp 15,57 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
Rp 23,46 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021, SFI tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh
dari/digunakan untuk aktivitas pendanaan.
46
Page 48
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 342,81 598,98 1.086,33 1.503,85 1.291,34
Rasio Pengelolaan Aset
Ekuitas terhadap jumlah aset 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Rasio Profitabilitas
Rugi usaha terhadap jumlah aset -2,88% -1,69% -1,49% -2,23% -3,67%
Rugi usaha terhadap ekuitas -2,89% -1,69% -1,49% -2,23% -3,68%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SFI dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SFI.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SFI
terhadap jumlah aset SFI. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan SFI untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00;
0,00; dan 0,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SFI dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SFI dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
47
Page 49
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Rencana
Transaksi
ASET
Kas dan setara kas 42.279 54.408 96.687
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 30.563 (63) 30.500
Portofolio efek - bersih 44.680 (8.612) 36.069
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga 64.086 - 64.086
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.048 (1.945) 1.104
Uang muka dan biaya dibayar di muka 471 (185) 286
Pajak dibayar di muka 545 (357) 187
Penyertaan saham 9.865 - 9.865
Aset pajak tangguhan 6.658 (2) 6.657
Aset tetap - bersih 2.668 (313) 2.355
Aset takberwujud - bersih 712 - 712
Aset lain-lain 3.403 (234) 3.169
JUMLAH ASET 208.979 42.699 251.678
48
Page 50
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Rencana
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga 395 - 395
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga 62.606 - 62.606
Utang lain-lain
Pihak ketiga 981 (579) 402
Utang pajak 132 (7) 126
Beban akrual 534 (119) 415
Pendapatan diterima di muka 104 - 104
Liabilitas sewa 852 (89) 763
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 5.052 (34) 5.018
JUMLAH LIABILITAS 70.657 (828) 69.829
EKUITAS
Modal saham 135.993 - 135.993
Tambahan modal disetor 55.374 1.854 57.228
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali 8.027 - 8.027
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
wajar melalui komprehensif lain (9.771) - (9.771)
Investasi dalam instrumen ekuitas 7.365 - 7.365
Saldo laba (87.474) 19.280 (68.195)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 109.514 21.134 130.648
Kepentingan non-pengendali 28.808 22.394 51.202
JUMLAH EKUITAS 138.322 43.527 181.849
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 208.979 42.699 251.678
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Rencana
Transaksi
Pendapatan usaha 6.815 - 6.815
Beban pokok pendapatan 795 - 795
Laba kotor 6.020 - 6.020
Beban usaha (33.393) - (33.393)
Rugi usaha (27.373) - (27.373)
Penghasilan lainnya 15.630 44.815 60.445
Beban lainnya (3.129) (3.097) (6.226)
Beban bunga dan keuangan lainnya (393) - (393)
Laba (rugi) sebelum pajak (15.264) 41.718 26.454
Beban pajak (408) - (408)
Laba (rugi) tahun berjalan (15.672) 41.718 26.046
Rugi komprehensif lain (4.686) - (4.686)
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (20.358) 41.718 21.360
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (12.036) 41.718 29.682
Kepentingan non-pengendali (3.636) - (3.636)
49
Page 51
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian 99,99% Saham SFI
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 99,99% saham SFI. Hasil penilaian atas 99,99% saham SFI
tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,99% saham SFI dengan
No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 dengan
ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SFC.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,99% saham SFI.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal
31 Desember 2025.
50
Page 52
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset
bersih didasarkan pada laporan keuangan SFI yang telah diaudit. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat
mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
penilaian berdasarkan laporan keuangan SFI yang telah diaudit dan
informasi manajemen SFI terhadap laporan keuangan SFI tersebut. Kami
juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFI dan kesimpulan nilai
akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan
SFI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar,
lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SFI
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara
material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
51
Page 53
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan dan SFI.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFI
berdasarkan anggaran dasar SFI.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
company method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang
ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham yang
dimiliki oleh SFI.
52
Page 54
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 5,10 miliar.
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan.
• Biaya atau pendapatan yang relevan.
• Informasi non-keuangan yang relevan.
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan usaha 33.322 42.702 49.662 56.288 64.755
Beban pokok pendapatan 416 842 1.286 1.762 2.336
Laba kotor 32.906 41.860 48.376 54.525 62.419
Beban usaha 39.414 43.167 47.152 49.789 52.817
Rugi (laba) usaha (6.508) (1.307) 1.224 4.736 9.602
Pendapatan lain-lain 1.217 2.370 2.438 2.518 2.744
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan (5.291) 1.063 3.662 7.254 12.346
Pajak penghasilan - - (2.192) (3.436) (4.553)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (5.291) 1.063 1.470 3.818 7.793
53
Page 55
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan usaha 33.071 44.491 50.809 57.074 65.122
Beban pokok pendapatan 235 550 882 1.215 1.613
Laba kotor 32.836 43.941 49.927 55.858 63.509
Beban usaha 34.285 37.192 41.086 43.510 46.335
Rugi (laba) usaha (1.449) 6.749 8.841 12.349 17.175
Pendapatan (beban) lain-lain (1.792) 2.607 2.856 3.023 3.264
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan (3.241) 9.356 11.697 15.372 20.439
Pajak penghasilan - (306) (2.648) (3.915) (5.060)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (3.241) 9.050 9.050 11.457 15.379
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan
laba bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 246,73 miliar dan Rp 8,85 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan laba bersih tahun berjalan
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 250,57 miliar
dan Rp 41,69 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang jasa konsultasi
manajemen lainnya. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh SFI adalah
bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan
organisasi dan manajemen lainnya.
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SFI meliputi seluruh
wilayah pulau Jawa.
54
Page 56
III.E.3.c. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen SFI, dalam
menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen
lainnya, SFI tidak memiliki pemasok utama.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SFI
adalah sebagai berikut:
• PT Transaksi Artha Gemilang.
• PT Indoartha Perkasa Sukses.
• PT Poin Sukses Makmur.
III.E.3.d. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SFI adalah sebagai
berikut:
• PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk.
• PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk.
• PT Calculus Global Ventures Tbk.
III.E.3.e. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SFI
adalah sebagai berikut:
• Penguatan struktur dan tata kelola perusahaan, dengan memperkuat struktur
organisasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia,
menyempurnakan standar operasional prosedur, serta menerapkan tata
kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) untuk
mendukung operasional yang efektif, efisien, dan transparan.
• Optimalisasi portofolio bisnis, dengan melakukan evaluasi dan
pengembangan lini bisnis secara berkala, memprioritaskan usaha yang
memiliki potensi pertumbuhan, serta memperluas kerja sama strategis untuk
meningkatkan kinerja dan profitabilitas perusahaan.
• Meningkatkan startegi pemasaran, dengan mengoptimalkan pemasaran
melalui media digital dan konvensional, memperkuat identitas perusahaan,
memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan hubungan dengan
pelanggan untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan.
55
Page 57
III.E.3.f. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
56
Page 58
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan Akta 97, Perseroan dan SFC telah sepakat di mana Perseroan
telah menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara
dengan 99,99% saham SFI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp
5,15 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
99,99% saham SFI sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026, nilai pasar
99,99% saham SFI adalah sebesar Rp 5,10 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar adalah lebih tinggi
dari nilai pasar 99,99% saham SFI sebesar Rp 5,10 miliar, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
sebesar 1,00% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,99% saham SFI sebesar
Rp 5,10 miliar.
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan usaha 33.322 42.702 49.662 56.288 64.755
Beban pokok pendapatan 416 842 1.286 1.762 2.336
Laba kotor 32.906 41.860 48.376 54.525 62.419
Beban usaha 39.414 43.167 47.152 49.789 52.817
Rugi (laba) usaha (6.508) (1.307) 1.224 4.736 9.602
Pendapatan lain-lain 1.217 2.370 2.438 2.518 2.744
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan (5.291) 1.063 3.662 7.254 12.346
Pajak penghasilan - - (2.192) (3.436) (4.553)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (5.291) 1.063 1.470 3.818 7.793
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan usaha 33.071 44.491 50.809 57.074 65.122
Beban pokok pendapatan 235 550 882 1.215 1.613
Laba kotor 32.836 43.941 49.927 55.858 63.509
Beban usaha 34.285 37.192 41.086 43.510 46.335
Rugi (laba) usaha (1.449) 6.749 8.841 12.349 17.175
Pendapatan (beban) lain-lain (1.792) 2.607 2.856 3.023 3.264
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan (3.241) 9.356 11.697 15.372 20.439
Pajak penghasilan - (306) (2.648) (3.915) (5.060)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (3.241) 9.050 9.050 11.457 15.379
57
Page 59
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
dan laba laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 246,73 miliar dan Rp 8,85 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan laba laba bersih
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 250,57 miliar dan Rp 41,69 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 masing-masing adalah sebesar
Rp 4,49 miliar dan Rp 31,38 miliar. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030
lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030. Dalam perhitungan nilai kini,
digunakan tingkat diskonto sebesar 11,17%, yang merupakan biaya modal
ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
58
Page 60
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang diperoleh dari
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2025 yang diterbitkan pada bulan Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2025 sebesar 0,38 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
59
Page 61
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 206,38% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,99 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:
βL = 0,38 x (1 + (1 – 22,00%) x 206,38%) = 0,99
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 6,17% + ( 0,99 x 6,69% ) – 1,62%
= 11,17%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih (5.291) 1.063 1.470 3.818 7.793
Faktor diskonto 0,9484 0,8531 0,7674 0,6903 0,6209
Nilai kini (5.018) 907 1.128 2.635 4.838
Jumlah nilai kini 4.491
SetelahTransaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih (3.241) 9.050 9.050 11.457 15.379
Faktor diskonto 0,9484 0,8531 0,7674 0,6903 0,6209
Nilai kini (3.074) 7.721 6.945 7.908 9.549
Jumlah nilai kini 29.048
4. Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam
upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas
Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan
struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
60
Page 62
5. Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta
pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan
dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi dilakukan
oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan
akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
Perseroan.
6. Melalui Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan
kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan
memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah Transaksi dilakukan.
Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang
masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi
yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh
Pemegang Saham Pengendali Perseroan.
7. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis
bisnis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif
dan berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Transaksi untuk fokus dalam
pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
yang akan datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
61
Page 63
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
62
Page 64
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
63
Page 65
Lampiran B
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan usaha 33.322 42.702 49.662 56.288 64.755
Beban pokok pendapatan 416 842 1.286 1.762 2.336
Laba kotor 32.906 41.860 48.376 54.525 62.419
Beban usaha 39.414 43.167 47.152 49.789 52.817
Rugi (laba) usaha (6.508) (1.307) 1.224 4.736 9.602
Pendapatan lain-lain 1.217 2.370 2.438 2.518 2.744
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan (5.291) 1.063 3.662 7.254 12.346
Pajak penghasilan - - (2.192) (3.436) (4.553)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (5.291) 1.063 1.470 3.818 7.793
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan usaha 33.071 44.491 50.809 57.074 65.122
Beban pokok pendapatan 235 550 882 1.215 1.613
Laba kotor 32.836 43.941 49.927 55.858 63.509
Beban usaha 34.285 37.192 41.086 43.510 46.335
Rugi (laba) usaha (1.449) 6.749 8.841 12.349 17.175
Pendapatan (beban) lain-lain (1.792) 2.607 2.856 3.023 3.264
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan (3.241) 9.356 11.697 15.372 20.439
Pajak penghasilan - (306) (2.648) (3.915) (5.060)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (3.241) 9.050 9.050 11.457 15.379
64
Page 66
Lampiran C
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih (5.291) 1.063 1.470 3.818 7.793
Faktor diskonto 0,9484 0,8531 0,7674 0,6903 0,6209
Nilai kini (5.018) 907 1.128 2.635 4.838
Jumlah nilai kini 4.491
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih (3.241) 9.050 9.050 11.457 15.379
Faktor diskonto 0,9484 0,8531 0,7674 0,6903 0,6209
Nilai kini (3.074) 7.721 6.945 7.908 9.549
Jumlah nilai kini 29.048
65
Page 67
Lampiran E
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berdasarkan Akta 97, Perseroan dan SFC telah melakukan Transaksi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta 97 adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan dan SFC.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta 97 adalah Perseroan telah menjual dan
menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI kepada
SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,15 miliar.
• Hukum yang berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta 97 diatur oleh dan akan ditafsirkan sesuai dengan
hukum Republik Indonesia.
66
Page 68
Lampiran E
Analisis atas Laporan Penilaian 99,99% Saham SFI
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal
7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,99% saham SFI. Hasil penilaian atas 99,99%
saham SFI tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,99% saham SFI dengan
No. 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai
berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SFC.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,99% saham SFI.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SFI yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan
keuangan SFI yang telah diaudit dan informasi manajemen SFI terhadap laporan
keuangan SFI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFI dan
kesimpulan nilai akhir.
67
Page 69
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SFI atau yang tersedia secara umum
yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SFI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SFI.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFI
berdasarkan anggaran dasar SFI.
68
Page 70
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan
menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan
nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas
nilai saham yang dimiliki oleh SFI.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan
dan SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 5,10 miliar.
69
Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Surya Fajar Investama
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
org
PT Surya Fajar Urun SFI
p.3
unresolved
org
PT Mareco Prima Mandiri
p.3
unresolved
org
PT Garudapreneur Investasi Asia
p.4 ×3
unresolved
org
PT Trans Mutasi Bangsa
p.4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×4
unresolved
org
MSI
p.8 ×13
unresolved
person
Humberg Lie
· Notaris
p.9 ×18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.15 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
—
Syamsul Bahri Ily
· Komisaris
p.16
unresolved
org
PT Surya Fajar Corpora Dalam Transaksi
p.17
unresolved
org
PT Surya Fajar Investama Dalam Transaksi
p.18
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.18 ×2
unresolved
org
PT Surya Fajar Investama II.
p.22
unresolved
org
Kementerian Investasi
p.26
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.26
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.52 ×2
unresolved
org
PT Transaksi Artha Gemilang.
p.56
unresolved
org
PT Indoartha Perkasa Sukses.
p.56
unresolved
org
PT Poin Sukses Makmur. III.
p.56
unresolved
org
KJPP KR
p.58
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.63 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.63
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.63
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
5671 ms
12 Sep 2026 22:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'transaksi di mana'}],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
'mana',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '13.88'}