Skip to content
Back to announcement

20260629_SFAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_32105980_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review SFAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 96

Page 1
LAPORAN PENILAIAN 99,99% SAHAM
   PT SURYA FAJAR INVESTAMA

  PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk

      TANGGAL PENILAIAN
       31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00133/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                    25 Juni 2026



Kepada Yth.

PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk
Satrio Tower Building, Lt. 14, Unit 5
Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. C4
Mega Kuningan
Jakarta 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 99,99% Saham PT Surya Fajar Investama


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Fajar Capital Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 99,99% saham PT Surya Fajar Investama (selanjutnya disebut “SFI”).
Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/260507-001 tanggal
7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, menyatakan bahwa kami
telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,99% saham SFI (selanjutnya disebut “Objek
Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi manajemen
dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha.
Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio,
Kavling C4, Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 22513339,
dan email: corporate@sfcapital.co.id.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                     PT Surya Fajar
                                      Corpora (SFC)


                                                 71,24%


                                        Perseroan



                        99,99%                   92,50%             51,95%

                                                            PT Digitalisasi
                                   PT Surya Fajar Urun
                     SFI                                  Perangkat Indonesia
                                      Dana (SFUD)
                                                                 (DPI)

                                                                    99,37%

                                                           PT Mareco Prima
                                                            Mandiri (MPM)




SFI, SFUD, DPI, dan MPM secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas Anak
Perseroan”.

SFI     merupakan    suatu   perseroan   terbatas  berstatus   perusahaan   tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFI terutama meliputi usaha bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.

SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran efek berbasis
teknologi informasi (securities crowdfunding).

DPI     merupakan     suatu    perseroan    terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan, pengelolahan
unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi dan
manajemen lainnya.




                                            ii
Page 4
MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang penyedia jasa pembayaran
(PJP).

Sebelumnya, Perseroan, DPI, PT Garudapreneur Investasi Asia (selanjutnya disebut “GIA”),
SFUD, dan PT Trans Mutasi Bangsa (selanjutnya disebut “TMB”) merencanakan untuk
melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA dan TMB telah menandatangani Perjanjian Pinjaman,
    di mana DPI dan GIA secara bersama-sama merencanakan untuk memperoleh pinjaman
    masing-masing sebesar Rp 53,66 miliar dan Rp 0,34 miliar yang tidak dikenakan bunga
    (selanjutnya disebut “Uang Pinjaman”) dari TMB, pihak ketiga yang tidak terafiliasi
    dengan Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Uang Pinjaman adalah harus dan
    wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000 saham seri A, 822.915.500
    saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan jumlah keseluruhan saham
    sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan 99,37% saham MPM milik DPI
    (selanjutnya disebut “Saham MPM – I”) dan 67.500.000 saham seri A serta 31.249.500
    saham seri B dengan jumlah keseluruhan saham sebanyak 98.749.500 saham atau setara
    dengan 0,64% saham MPM milik GIA kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh
    hari sejak penandatanganan PP atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank
    Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut “Rencana
    Pinjaman”).

•   Sehubungan dengan Rencana Pinjaman, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah
    menandatangani Perjanjian Gadai Saham (selanjutnya disebut “PGS”), di mana DPI
    merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB
    (selanjutnya disebut “Rencana Gadai Saham”).

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani Perjanjian
    Pembelian Saham Bersyarat, di mana DPI setuju untuk membeli saham biasa yang dimiliki
    oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham atau setara dengan 92,50% saham SFUD dari
    Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar yang akan dibayarkan DPI
    kepada Perseroan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2026 atau tanggal lain
    sebagaimana disepakati oleh para pihak (selanjutnya disebut “Rencana Akuisisi”).

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian Pemesanan
    Saham Bersyarat, di mana setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI
    merencanakan untuk memesan 50.000 saham SFUD (selanjutnya disebut “Saham Yang
    Dipesan”) dan SFUD merencanakan untuk menerbitkan dan mengalokasikan Saham
    Yang Dipesan dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham dengan nilai transaksi
    sebesar Rp 5,00 miliar kepada DPI (selanjutnya disebut “Rencana Pemesanan Saham”).




                                            iii
Page 5
Perseroan merencanakan untuk menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999 lembar atau
setara dengan 99,99% saham SFI kepada SFC (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam upaya
penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha.
Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur
organisasi dan Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk
menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam entitas
kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur
kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka
memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang. Rencana
Transaksi dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis
Perseroan dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan sumber
pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga Perseroan mengambil langkah
strategis dengan berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh
kegiatan Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis
Perseroan.

Melalui Rencana Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional,
memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih
efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana
setelah Rencana Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi,
Perseroan memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan
sinergi yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang Saham
Pengendali Perseroan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan
secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis, serta mendukung
pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan karena stuktur grup yang
lebih sederhana. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Rencana
Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan
dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan dalam upaya
    penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha.
    Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
    struktur organisasi dan Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan
    untuk menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.




                                             iv
Page 6
•   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam entitas
    kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur
    kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang dimiliki dalam rangka
    memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang.
    Rencana Transaksi dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio
    bisnis Perseroan dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
    sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga Perseroan
    mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang
    ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah
    pengembangan bisnis Perseroan.

•   Melalui Rencana Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
    operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja
    keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh stuktur
    grup yang lebih sederhana setelah Rencana Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan
    integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang masih memungkinkan adanya
    kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi yang dapat diperoleh karena adanya
    pengendalian yang sama oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
    peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis, serta
    mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan karena
    stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan
    dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan usaha
    Perseroan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan di masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SFI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SFI bersifat tidak likuid.




                                            v
Page 7
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SFI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SFI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SFI. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                             vi
Page 8
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SFI yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SFI untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 99,99% saham PT Surya Fajar Investama ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
99,99% saham PT Surya Fajar Investama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 21 tanggal
17 April 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Pemegang Saham
MPM telah mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham seri A, 22.500.000
saham seri A, 11.250.000 saham seri A, dan 3.750.000 saham seri A MPM serta 31.249.500
saham seri B MPM kepada GIA, maka struktur kepemilikan saham MPM adalah sebagai
berikut:

                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                            Persentase
             Pemegang Saham             Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                            Kepemilikan
Saham biasa seri A
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia         120.000.000            0,77%       4.800.000.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia              67.500.000            0,44%       2.700.000.000
Sub-jumlah                                   187.500.000            1,21%       7.500.000.000
Saham biasa seri B
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia         822.915.500            5,29%       8.229.155.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia              31.249.500            0,20%         312.495.000
Sub-jumlah                                   854.165.000            5,49%       8.541.650.000
Saham biasa seri C
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia       14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Sub-jumlah                                 14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Jumlah                                     15.541.665.000          100,00%     45.041.650.000




                                            vii
Page 9
Selanjutnya, Perseroan, DPI, GIA, SFUD, dan TMB merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pinjaman.

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Gadai Saham.

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi.

•   Setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI merencanakan untuk melakukan
    Rencana Pemesanan Saham.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
   telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Miranti Sensi Idris
   (selanjutnya     disebut   “MSI”)   sebagaimana       tertuang    dalam     laporannya
   No. 00031/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal 13 Maret 2026 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

2. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00009/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 7 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00016/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal 22 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00038/3.0341/AU.1/05/0323-5/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00017/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2022 tanggal 16 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

6. Anggaran dasar SFI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 13
   tanggal 6 September 2022 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., mengenai
   perubahan pengurus dan perubahan maksud dan tujuan SFI.



                                            viii
Page 10
7. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana Sulistyo
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi.

8. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SFI serta pihak-pihak lain yang
   relevan untuk penugasan.

9. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
   website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
   Bloomberg.

10. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

11. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

12. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

13. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SFI atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SFI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.




                                             ix
Page 11
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SFI yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan SFI
yang telah diaudit dan informasi manajemen SFI terhadap laporan keuangan SFI tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFI dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SFI atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SFI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SFI.




                                            x
Page 12
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFI berdasarkan anggaran dasar SFI.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SFI, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki SFI. Prospek SFI di masa yang akan datang kami
evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.




                                             xi
Page 13
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh SFI.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 99,99% Saham SFI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham SFI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 8,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi nilai
       pasar 100,00%, maka nilai pasar 100,00% saham SFI adalah sebesar Rp 4,95 miliar.
       Dengan demikian, nilai pasar 99,99% saham SFI berdasarkan metode penyesuaian
       aset bersih adalah sebesar Rp 4,95 miliar.

II.    Nilai Pasar 99,99% Saham SFI Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
       Tercatat di Bursa Efek

       Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
       bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham SFI sebelum diskon likuiditas pasar adalah
       sebesar Rp 10,77 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai
       pasar 100,00% saham SFI adalah sebesar Rp 6,46 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 99,99% saham SFI berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di
       bursa efek adalah sebesar Rp 6,46 miliar.




                                            xii
Page 14
III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk
       metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

       Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
       10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
       data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami
       gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
       yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
       informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
       efek.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 5,10 miliar.




                                           xiii
Page 15
KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp 5,10 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SFI serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SFI. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SFI tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xiv
Page 16
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xv
Page 17
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SFI untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xvi
Page 18
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Bernhard Wilfridus                                              .....................................
No. MAPPI      : 25-A-13537




                                          xvii
Page 19
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
   dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xviii
Page 20
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SFI.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Bernhard Wilfridus                                             .....................................
No. MAPPI      : 25-A-13537




                                           xix
Page 21
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               5
        C. Premis Penilaian                                                      5
        D. Independensi Penilai                                                  6
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             6
        F. Profil PT Surya Fajar Investama                                       6
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          14
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Jenis Ekuitas                                                        17
        G. Informasi Non-Keuangan                                               17
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             18
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        19
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         19
        K. Jenis Laporan                                                        20
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       20




                                           xx
Page 22
                                                                HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Surya Fajar Investama                  21
        B. Kegiatan Usaha                                           21
        C. Manajemen                                                21
        D. Kepemilikan Saham                                        21
        E. Data Keuangan Historis                                   22

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                   24
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                               27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                               27
        D. Tingkat Suku Bunga                                       28
        E. Inflasi                                                  29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                       30

V.      TINJAUAN INDUSTRI PERUSAHAAN HOLDING

        A. Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Dunia            32
        B. Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Indonesia        35

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Surya Fajar Investama                                 38
        B. Analisis atas Common Size PT Surya Fajar Investama       45
        C. Analisis atas Common Size Industri Holding               46

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pembayaran Dividen                                52
        B. Risiko Sosial-Politik, Pasar dan Ekonomi                 52
        C. Risiko Ekspansi Bisnis dan Pasar Baru                    52
        D. Risiko Kelalaian dan Tindakan Pelanggaran Karyawan       52
        E. Risiko Bencana Alam                                      52
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                              53

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                  54
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                          55
        C. Premis Penilaian                                         56
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                56
        E. Prosedur Penilaian                                       57
        F. Independensi Penilai                                     57




                                           xxi
Page 23
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   58
      B. Nilai Pasar 99,99% Saham SFI
         Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 59
      C. Nilai Pasar 99,99% Saham SFI
         Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek            60
      D. Rekonsiliasi Nilai                                                         64
      E. Kesimpulan Penilaian                                                       64




                                          xxii
Page 24
                                   DAFTAR TABEL

                                                                 HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Fajar Investama                                   7

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Fajar Investama                                  22

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Surya Fajar Investama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Surya Fajar Investama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                   24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                   25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                       26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                       27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi         31

Tabel 9    Laporan Posisi Keuangan
           PT Surya Fajar Investama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               39

Tabel 10   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Surya Fajar Investama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                   42

Tabel 11   Laporan Arus Kas
           PT Surya Fajar Investama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                   43

Tabel 12   Rasio-rasio Keuangan
           PT Surya Fajar Investama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               45

Tabel 13   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Surya Fajar Investama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               46




                                          xxiii
Page 25
                                                                        HALAMAN

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT MNC Kapital Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      47

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT MNC Kapital Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          48

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      49

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          51

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Provident Investasi Bersama Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      51

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Provident Investasi Bersama Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          52

Tabel 20   Nilai Pasar 99,99% Saham
           PT Surya Fajar Investama
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Desember 2025                                             61

Tabel 21   Uraian Perusahaan Pembanding Kriteria No. 1                      62

Tabel 22   Uraian Perusahaan Pembanding Kriteria No. 2                      62

Tabel 23   Uraian Perusahaan Pembanding Kriteria No. 3                      63

Tabel 24   Uraian Perusahaan Pembanding Kriteria No. 4 dan No. 5            63

Tabel 25   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           PT Surya Fajar Investama                                         63




                                        xxiv
Page 26
                                                                 HALAMAN

Tabel 26   Nilai Pasar 99,99% Saham
           PT Surya Fajar Investama
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 31 Desember 2025                                      64

Tabel 27   Rekonsiliasi Nilai
           PT Surya Fajar Investama
           Per 31 Desember 2025                                      65




                                       xxv
Page 27
                                    DAFTAR GRAFIK

                                                                      HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                         29

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                   30

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing       32

Grafik 4   Nilai Transaksi Merger dan Akuisi di Dunia
           Q1 2025 – Q1 2026                                              33

Grafik 5   Nilai Transaksi Merger dan Akuisisi Berdasarkan Kawasan
           Q1 2026                                                        34

Grafik 6   Nilai Realisasi Investasi di Indonesia
           Q1 2025 – Q1 2026                                              36

Grafik 7   Kapitalisasi Pasar Saham di Indonesia
           Oktober 2025 – Maret 2026                                      37




                                           xxvi
Page 28
                                    LAMPIRAN

                                                                   HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 99,99% Saham
             PT Surya Fajar Investama
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Desember 2025                                      66

Lampiran B   Nilai Pasar 99,99% Saham
             PT Surya Fajar Investama
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 31 Desember 2025                                      67

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Surya Fajar Investama
             Per 31 Desember 2025                                      68




                                        xxvii
Page 29
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Surya Fajar Capital Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi
       manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun
       melalui anak usaha. Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit
       5, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kavling C4, Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950,
       dengan nomor telepon: (021) 22513339, dan email: corporate@sfcapital.co.id.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas
       anak dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                          PT Surya Fajar
                                          Corpora (SFC)


                                                   71,24%


                                              Perseroan



                             99,99%                92,50%               51,95%

                                                                PT Digitalisasi
                                        PT Surya Fajar Urun
                           SFI                                Perangkat Indonesia
                                           Dana (SFUD)
                                                                     (DPI)

                                                                        99,37%

                                                               PT Mareco Prima
                                                                Mandiri (MPM)




       SFI, SFUD, DPI, dan MPM secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas
       Anak Perseroan”.

       SFI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SFI terutama meliputi usaha bidang
       aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

       SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang
       penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding).



                                          1
Page 30
DPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional
usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang
penyedia jasa pembayaran (PJP).

Sebelumnya, Perseroan, DPI, PT Garudapreneur Investasi Asia (selanjutnya
disebut “GIA”), SFUD, dan PT Trans Mutasi Bangsa (selanjutnya disebut “TMB”)
merencanakan untuk melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA dan TMB telah menandatangani
    Perjanjian Pinjaman, di mana DPI dan GIA secara bersama-sama
    merencanakan untuk memperoleh pinjaman masing-masing sebesar Rp 53,66
    miliar dan Rp 0,34 miliar yang tidak dikenakan bunga (selanjutnya disebut
    “Uang Pinjaman”) dari TMB, pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan
    Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Uang Pinjaman adalah harus
    dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000 saham seri A,
    822.915.500 saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan jumlah
    keseluruhan saham sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan
    99,37% saham MPM milik DPI (selanjutnya disebut “Saham MPM – I”) dan
    67.500.000 saham seri A serta 31.249.500 saham seri B dengan jumlah
    keseluruhan saham sebanyak 98.749.500 saham atau setara dengan 0,64%
    saham MPM milik GIA kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh hari
    sejak penandatanganan PP atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank
    Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut
    “Rencana Pinjaman”).

•   Sehubungan dengan Rencana Pinjaman, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan
    TMB telah menandatangani Perjanjian Gadai Saham (selanjutnya disebut
    “PGS”), di mana DPI merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I
    untuk kepentingan TMB (selanjutnya disebut “Rencana Gadai Saham”).

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani
    Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat, di mana DPI setuju untuk membeli
    saham biasa yang dimiliki oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham atau
    setara dengan 92,50% saham SFUD dari Perseroan dengan nilai transaksi
    sebesar Rp 13,88 miliar yang akan dibayarkan DPI kepada Perseroan paling
    lambat pada tanggal 31 Desember 2026 atau tanggal lain sebagaimana
    disepakati oleh para pihak (selanjutnya disebut “Rencana Akuisisi”).




                                 2
Page 31
•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian
    Pemesanan Saham Bersyarat, di mana setelah Rencana Akuisisi telah
    menjadi efektif, DPI merencanakan untuk memesan 50.000 saham SFUD
    (selanjutnya disebut “Saham Yang Dipesan”) dan SFUD merencanakan untuk
    menerbitkan dan mengalokasikan Saham Yang Dipesan dengan nilai nominal
    sebesar Rp 100.000 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,00 miliar
    kepada DPI (selanjutnya disebut “Rencana Pemesanan Saham”).

Perseroan merencanakan untuk menjual dan menyerahkan sebanyak 24.999
lembar atau setara dengan 99,99% saham SFI kepada SFC (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”). Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah
strategi bisnis Perseroan dalam upaya penyederhanaan struktur usaha dan
peningkatan efektivitas pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah
Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan
Entitas Anak Perseroan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk
menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam
entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi
terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang
dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan
usaha jangka panjang. Rencana Transaksi dilakukan oleh Perseroan dengan
melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan dengan mempertimbangkan
bahwa SFI masih membutuhkan dukungan sumber pendanaan yang kuat pada
masa yang akan datang sehingga Perseroan mengambil langkah strategis dengan
berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh
kegiatan Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan
bisnis Perseroan.

Melalui Rencana Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja
keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh
stuktur grup yang lebih sederhana setelah Rencana Transaksi dilakukan. Selain
itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang masih
memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi yang dapat
diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang Saham
Pengendali Perseroan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis,
serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus
dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang
akan datang.




                                 3
Page 32
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan
    dalam upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
    pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan
    evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas Anak Perseroan,
    dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha
    yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

•   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
    dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
    evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan
    aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan dengan strategi
    pengembangan usaha jangka panjang. Rencana Transaksi dilakukan oleh
    Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
    dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
    sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
    Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
    optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan akan
    memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis Perseroan.

•   Melalui Rencana Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan
    efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung
    pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
    Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah
    Rencana Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak
    afiliasi, Perseroan memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang
    dapat dilakukan dan sinergi yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian
    yang sama oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
    peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis,
    serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
    berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
    mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Rencana Transaksi untuk
    fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
    yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).




                                   4
Page 33
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
       diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
       tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
       “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
       mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
       disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas nilai pasar 99,99% saham SFI.

       Mengingat SFI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SFI bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 99,99% saham SFI
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SFI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        5
Page 34
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SFI
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SFI. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
       No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
       Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
       tujuan penilaian serta dari data keuangan SFI yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
       31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Surya Fajar Investama

       SFI didirikan berdasarkan Akta No. 159 tanggal 30 November 2018 dari Humberg
       Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-0057659.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal 3 Desember 2018.

       Anggaran dasar SFI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
       Akta Notaris No. 13 tanggal 6 September 2022 dari Humberg Lie, S.H., S.E.,
       M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan pengurus dan perubahan maksud
       dan tujuan Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-0064794.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 9 September 2022.

       Kantor pusat SFI beralamat di Satrio Tower Lt. 6 Unit 5, Jl. Prof. Dr. Satrio
       Kav. 14, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.




                                          6
Page 35
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SFI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Surya Fajar Investama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                      Pemegang Saham                   Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Surya Fajar Capital Tbk                            24.999          99,996%     24.999.000.000
         Steffen                                                    1           0,004%          1.000.000
         Jumlah                                                25.000         100,000%     25.000.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Komisaris dan Direktur SFI pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
         Arwani Pranajaya dan Rico Lesmana Sulistyo.

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang aktivitas
         konsultasi manajemen lainnya.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
         atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SFI, pengkajian
         atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SFI. Prospek
         SFI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang
         telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
         kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
         penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
         industri yang bersangkutan.


                                                   7
Page 36
       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
       ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
       mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
       diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
       data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SFI.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

       Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
       dengan melakukan pembobotan.




                                          8
Page 37
I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 99,99% Saham SFI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
         pasar 100,00% saham SFI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 8,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi nilai
         pasar 100,00%, maka nilai pasar 100,00% saham SFI adalah sebesar
         Rp 4,95 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 99,99% saham SFI berdasarkan
         metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 4,95 miliar.

I.J.2.   Nilai Pasar 99,99% Saham SFI Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
         Tercatat di Bursa Efek

         Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
         hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham SFI sebelum diskon likuiditas
         pasar adalah sebesar Rp 10,77 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar
         40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham SFI adalah sebesar Rp 6,46 miliar.
         Dengan demikian, nilai pasar 99,99% saham SFI berdasarkan metode
         pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 6,46 miliar.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
         10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

         Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
         dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
         karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
         yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
         dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
         dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 5,10 miliar.




                                           9
Page 38
I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 5,10 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SFI serta pihak-pihak lain
       yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SFI. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       SFI tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 39
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan
        baik langsung maupun melalui anak usaha. Perseroan berdomisili di Satrio Tower
        Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kavling C4, Mega Kuningan,
        Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 22513339, dan email:
        corporate@sfcapital.co.id.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas
        anak dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                               SFC



                                                  71,24%


                                             Perseroan



                             99,99%               92,50%           51,95%


                           SFI                SFUD               DPI



                                                                   99,37%


                                                                MPM




        SFI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SFI terutama meliputi usaha bidang
        aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

        SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang
        penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding).




                                        11
Page 40
DPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional
usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang
penyedia jasa pembayaran (PJP).

Sebelumnya, Perseroan, DPI, GIA, SFUD, dan TMB merencanakan untuk
melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pinjaman

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi.

•   Setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI merencanakan untuk
    melakukan Rencana Pemesanan Saham.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan
dalam upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan
evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas Anak Perseroan,
dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang
lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi dalam
entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi
terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan aset yang
dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan dengan strategi pengembangan
usaha jangka panjang. Rencana Transaksi dilakukan oleh Perseroan dengan
melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan dengan mempertimbangkan
bahwa SFI masih membutuhkan dukungan sumber pendanaan yang kuat pada
masa yang akan datang sehingga Perseroan mengambil langkah strategis dengan
berupaya melakukan optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh
kegiatan Perseroan akan memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan
bisnis Perseroan.

Melalui Rencana Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja
keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perseroan akan memperoleh
stuktur grup yang lebih sederhana setelah Rencana Transaksi dilakukan. Selain
itu, dengan integrasi kepada pihak afiliasi, Perseroan memandang masih
memungkinkan adanya kerja sama yang dapat dilakukan dan sinergi yang dapat
diperoleh karena adanya pengendalian yang sama oleh Pemegang Saham
Pengendali Perseroan.



                                 12
Page 41
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis,
serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus
dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang
akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah strategi bisnis Perseroan
    dalam upaya penyederhanaan struktur usaha dan peningkatan efektivitas
    pengelolaan grup usaha. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan
    evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan Entitas Anak Perseroan,
    dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha
    yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.

•   Sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan nilai investasi
    dalam entitas kelompok usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
    evaluasi terhadap struktur kepemilikan, portofolio investasi, serta pengelolaan
    aset yang dimiliki dalam rangka memastikan keselarasan dengan strategi
    pengembangan usaha jangka panjang. Rencana Transaksi dilakukan oleh
    Perseroan dengan melakukan evaluasi atas portofolio bisnis Perseroan
    dengan mempertimbangkan bahwa SFI masih membutuhkan dukungan
    sumber pendanaan yang kuat pada masa yang akan datang sehingga
    Perseroan mengambil langkah strategis dengan berupaya melakukan
    optimalisasi sumber daya yang ada sehingga seluruh kegiatan Perseroan akan
    memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis Perseroan.

•   Melalui Rencana Transaksi, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan
    efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis, serta mendukung
    pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
    Perseroan akan memperoleh stuktur grup yang lebih sederhana setelah
    Rencana Transaksi dilakukan. Selain itu, dengan integrasi kepada pihak
    afiliasi, Perseroan memandang masih memungkinkan adanya kerja sama yang
    dapat dilakukan dan sinergi yang dapat diperoleh karena adanya pengendalian
    yang sama oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan adanya
    peningkatan secara efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis bisnis,
    serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
    berkelanjutan karena stuktur grup yang lebih sederhana. Perseroan juga
    mengharapkan dapat menggunakan dana hasil Rencana Transaksi untuk
    fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
    yang akan datang.




                                  13
Page 42
        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
        Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
        memenuhi Peraturan POJK 42/2020.

        Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
        Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
        diatur dalam POJK 17/2020.

        Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
        mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
        disiapkan oleh penilai independen.

        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat SFI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SFI bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                        14
Page 43
II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
        tujuan penilaian serta dari data keuangan SFI yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00031/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal
           13 Maret 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
           suatu hal.

        2. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00009/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal
           7 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        3. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00016/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal
           22 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        4. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00038/3.0341/AU.1/05/0323-5/1/III/2023 tanggal
           29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        5. Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00017/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2022 tanggal
           16 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        6. Anggaran dasar SFI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
           Notaris No. 13 tanggal 6 September 2022 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H.,
           S.E., M.Kn., mengenai perubahan pengurus dan perubahan maksud dan
           tujuan SFI.




                                        15
Page 44
7. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana
   Sulistyo dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
   hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.

8. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SFI serta pihak-pihak lain
   yang relevan untuk penugasan.

9. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
   antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
   Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

10. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg.

11. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

12. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

13. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SFI atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SFI. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.




                                 16
Page 45
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang jasa konsultasi
          manajemen lainnya. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh SFI adalah
          bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan organisasi
          dan manajemen lainnya,

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SFI meliputi seluruh
          wilayah pulau Jawa.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen SFI, dalam menjalankan
          kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, SFI
          tidak memiliki pemasok utama.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SFI adalah
          sebagai berikut:

          •   PT Transaksi Artha Gemilang.
          •   PT Indoartha Perkasa Sukses.
          •   PT Poin Sukses Makmur.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SFI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk.
          •   PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk.
          •   PT Calculus Global Ventures Tbk.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SFI
          adalah sebagai berikut:

          •   Penguatan struktur dan tata kelola perusahaan.
          •   Optimalisasi portofolio bisnis.
          •   Meningkatkan startegi pemasaran.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki SFI merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
          saham SFI memiliki 1 hak suara per lembar saham.


                                           17
Page 46
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan SFI yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penyesuaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        laporan keuangan SFI yang telah diaudit dan informasi manajemen SFI terhadap
        laporan keuangan SFI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
        penilaian SFI dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SFI atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SFI bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         18
Page 47
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SFI.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum SFI berdasarkan anggaran dasar SFI.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          19
Page 48
        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 99,99% saham PT Surya Fajar Investama ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 99,99% saham PT Surya Fajar Investama tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting
        sebagai berikut:.

        Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 21 tanggal
        17 April 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Pemegang
        Saham MPM telah mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham seri
        A, 22.500.000 saham seri A, 11.250.000 saham seri A, dan 3.750.000 saham seri
        A MPM serta 31.249.500 saham seri B MPM kepada GIA, maka struktur
        kepemilikan saham MPM adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                     Persentase
                     Pemegang Saham             Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
        Saham biasa seri A
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia          120.000.000            0,77%       4.800.000.000
         PT Garudapreneur Investasi Asia               67.500.000            0,44%       2.700.000.000
        Sub-jumlah                                    187.500.000            1,21%       7.500.000.000
        Saham biasa seri B
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia          822.915.500            5,29%       8.229.155.000
         PT Garudapreneur Investasi Asia               31.249.500            0,20%         312.495.000
        Sub-jumlah                                    854.165.000            5,49%       8.541.650.000
        Saham biasa seri C
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia        14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
        Sub-jumlah                                  14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
        Jumlah                                      15.541.665.000          100,00%     45.041.650.000




                                               20
Page 49
Selanjutnya, Perseroan, DPI, GIA, SFUD, dan TMB merencanakan untuk
melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pinjaman.

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Gadai Saham.

•   DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi.

•   Setelah Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI merencanakan untuk
    melakukan Rencana Pemesanan Saham.




                               21
Page 50
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Surya Fajar Investama

         SFI didirikan berdasarkan Akta No. 159 tanggal 30 November 2018 dari Humberg
         Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-0057659.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal 3 Desember 2018.

         Anggaran dasar SFI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta Notaris No. 13 tanggal 6 September 2022 dari Humberg Lie, S.H., S.E.,
         M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan pengurus dan perubahan maksud
         dan tujuan Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-0064794.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 9 September 2022.

         Kantor pusat SFI beralamat di Satrio Tower Lt. 6 Unit 5, Jl. Prof. Dr. Satrio
         Kav. 14, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SFI adalah bergerak dalam bidang aktivitas
         konsultasi manajemen lainnya.

III.C.   Manajemen

         Susunan Komisaris dan Direktur SFI pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
         Arwani Pranajaya dan Rico Lesmana Sulistyo.

III.D.   Kepemilikan Saham

         Tabel 2
         PT Surya Fajar Investama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                      Pemegang Saham                 Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                      Kepemilikan
         PT Surya Fajar Capital Tbk                          24.999          99,996%     24.999.000.000
         Steffen                                                  1           0,004%          1.000.000
         Jumlah                                              25.000         100,000%     25.000.000.000




                                                  22
Page 51
III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
         modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan SFI untuk tahun
         yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
         telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
         modifikasian.

         Ikhtisar data keuangan penting SFI adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Surya Fajar Investama
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

         ASET
         ASET LANCAR
         Bank                                                 377             62          1.108            168            524
         Investasi jangka pendek                            6.286         10.530         21.172          1.597         23.838
         Piutang lain-lain - pihak ketiga                   1.617          1.210              -              -              -
         Piutang lain-lain - pihak berelasi                     -              -              -         18.878              -
         Pajak dibayar di muka                                  0              0              -              -              -
         Jumlah Aset Lancar                                 8.281         11.803         22.281         20.642         24.362
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset pajak tangguhan                                      3           2              2              -              -
         Aset tetap                                                -          21             44             67             66
         Aset takberwujud                                          -           7             22            203            383
         Jumlah Aset Tidak Lancar                                  3          30             68            270            449
         JUMLAH ASET                                        8.283         11.833         22.349         20.913         24.811



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang pajak                                            0              0               0              0              0
         Beban akrual                                          24             19              20             14             19
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       24             20              21             14             19
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Liabilitas imbalan kerja jangka panjang               13                 9              7              5           55
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      13                 9              7              5           55
         JUMLAH LIABILITAS                                     37             29              28             18             74
         EKUITAS
         Modal saham                                        25.000         25.000         25.000         25.000         25.000
         Defisit                                           (16.754)       (13.196)        (2.679)        (4.106)          (263)
         JUMLAH EKUITAS                                     8.246         11.804          22.321         20.894         24.737
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      8.283         11.833          22.349         20.913         24.811




                                                   23
Page 52
Tabel 4
PT Surya Fajar Investama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                 31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

Pendapatan usaha                                                              -              -              -              -              -
Beban pokok pendapatan                                                        -              -              -              -              -
Laba kotor                                                                 -               -             -              -              -
Beban umum dan administrasi                                             (238)           (200)         (334)          (466)          (909)
Rugi usaha                                                              (238)           (200)         (334)          (466)          (909)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas kenaikan
  (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
  melalui laba rugi                                                       874           (498)        2.256             (55)        1.240
Penghasilan bunga                                                         156             26            41               2            53
Efek kurtailmen                                                             -              -             -              75           178
Beban keuangan lainnya                                                    (24)            (6)          (16)            (73)          (68)
Kerugian penurunan nilai investasi                                     (1.016)           (65)         (307)              -             -
Kerugian yang direalisasi atas penurunan nilai wajar investasi
  yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                       (3.311)        (9.774)         (216)         (3.309)        (1.149)
Lain-lain - bersih                                                          1             (0)            0              (0)           (80)
Laba (rugi) sebelum pajak                                              (3.558)       (10.518)        1.425          (3.826)         (736)
Manfaat (beban) pajak                                                       1              1             1               -             -
Rugi tahun berjalan                                                    (3.557)       (10.517)        1.427          (3.826)         (736)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                       (1)             0            (0)            (17)           17
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                         (3.558)       (10.517)        1.427          (3.843)         (719)




                                                            24
Page 53
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
          dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
          Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
          negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
          terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
          serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
          diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
          fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).

          Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
          dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
          domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
          peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
          melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
          ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
          permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
          pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
          pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
          pertumbuhan antar negara.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                (Dalam %)
                                                                                                     Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2022       2023     2024       2025     2026       2027      2028
          Dunia                                       3,80       3,50     3,30       3,30     3,10       3,10        N/A
          Negara Maju
           AS                                          2,50      2,90      2,80      2,10     2,50       2,00        2,00
           Hong Kong                                  (3,70)     3,20      2,60      3,50     2,90       2,50        2,30
           Inggris                                     5,30      0,30      1,10      1,40     1,00       1,40        1,50
           Jepang                                      1,30      0,70     (0,20)     1,20     0,80       0,90        0,90
           Kanada                                      4,70      2,00      2,00      1,70     1,20       1,80        1,90
           Kawasan Eropa                               3,60      0,40      0,90      1,40     1,20       1,50        1,40
           Singapura                                   4,10      1,50      5,40      5,00     3,50       2,50        2,50
           Taiwan                                      2,70      1,10      5,30      8,70     6,40       3,00        3,10
           Australia                                   4,20      2,10      1,00      2,00     2,20       2,20        2,60
           Korea Selatan                               2,70      1,60      2,00      1,00     2,00       1,90        1,90
          Negara Berkembang
           Brazil                                     3,00       3,30     3,40       2,30     1,80       1,80        2,20
           India                                      9,70       9,20     7,20       7,10     7,40       6,80        6,60
           Indonesia                                  5,30       5,00     5,00       5,10     5,10       5,10        5,20
           Kolombia                                   7,50       0,60     1,70       2,60     2,80       2,60        2,80
           Malaysia                                   8,70       3,60     5,10       5,20     4,50       4,30        4,40
           Meksiko                                    3,90       3,30     1,50       0,60     1,50       2,00        2,00
           Mesir                                      6,70       3,80     2,40       4,40     4,80       5,20        5,50
           Tiongkok                                   3,10       5,40     5,00       5,00     4,60       4,40        4,20

          Sumber: Bloomberg




                                                        25
Page 54
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
          5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
          dan 5,00%.

          Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
          3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
          masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
          kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
          Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2022     2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Dunia                          8,70     6,70      5,80     4,10     3,30       3,00        N/A
          Negara Maju
           AS                            8,00     4,10      3,00     2,70     2,70       2,40        2,40
           Hong Kong                     1,90     2,10      1,80     1,40     1,70       1,80        1,80
           Inggris                       9,10     7,40      2,50     3,40     2,50       2,20        2,00
           Jepang                        2,50     3,30      2,70     3,20     1,90       2,00        2,00
           Kanada                        6,80     3,90      2,40     2,10     2,10       2,00        2,10
           Kawasan Eropa                 8,40     5,50      2,40     2,10     2,00       1,90        2,10
           Singapura                     6,10     4,90      2,40     0,90     1,50       1,70        1,60
           Taiwan                        3,00     2,50      2,20     1,70     1,70       1,70        1,70
           Australia                     6,60     5,60      3,20     2,80     3,50       2,70        2,40
           Korea Selatan                 5,10     3,60      2,30     2,10     2,00       1,90        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                        9,30     4,60      4,40     5,00     4,00       3,90        3,60
           India                         6,70     5,70      5,00     2,20     2,10       3,90        4,20
           Indonesia                     4,20     3,80      2,30     1,90     2,80       2,60        2,60
           Kolombia                     10,20    11,80      6,60     5,10     5,70       4,60        3,80
           Malaysia                      3,40     2,50      1,80     1,40     1,80       2,00        2,30
           Meksiko                       7,90     5,60      4,70     3,80     3,80       3,80        3,60
           Mesir                         8,50    24,40     33,30    20,40    11,00       9,30        7,30
           Tiongkok                      2,00     0,20      0,20     0,10     0,70       1,00        1,50


          Sumber: Bloomberg




                                          26
Page 55
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
          sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
          11,00%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                      (Dalam %)
                                                       Aktual                     Proyeksi
                        Keterangan
                                        2022       2023      2024     2025     2026      2027
          Negara Maju
           AS                              4,50       5,50     4,50     3,75      3,25      3,25
           Hong Kong                       4,75       5,75     4,75     4,00       N/A       N/A
           Inggris                         3,50       5,25     4,75     3,75      3,25      3,25
           Jepang                         (0,10)     (0,10)    0,25     0,75      1,09      1,34
           Kawasan Eropa                   2,50       4,50     3,15     2,15      1,99      2,10
           Taiwan                          1,75       1,88     2,00     2,00      2,02      2,06
           Australia                       3,10       4,35     4,35     3,60      4,18      4,00
           Korea Selatan                   3,25       3,50     3,00     2,50      2,42      2,44
          Negara Berkembang
           Brazil                         13,75     11,75     12,25    15,00     12,25     10,50
           India                           6,25      6,50      6,50     5,25      5,29      5,43
           Indonesia                       5,50      6,00      6,00     4,75      4,50      4,49
           Kolombia                       12,00     13,00      9,50     9,25     11,61     10,35
           Malaysia                        2,75      3,00      3,00     2,75      2,76      2,81
           Meksiko                        10,50     11,25     10,00     7,00      6,50      6,50
           Mesir                          16,25     19,25     27,25    20,00       N/A       N/A
           Tiongkok                        3,65      3,45      3,10     3,00      2,83      2,74

          Sumber: Bloomberg




                                            27
Page 56
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
        negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.

        Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
        yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung oleh
        berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan BI. Pertumbuhan ekonomi
        pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% secara tahunan, lebih tinggi dari
        pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh
        permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
        dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan BI.
        Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada
        tahun 2025 yaitu sebesar 5,11 secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan
        pertumbuhan pada tahun sebelumnya serta diikuti dengan perbaikan kualitas
        ketenagakerjaan.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap dalam
        kondisi yang baik dan berperan dalam menjaga ketahanan eksternal, ditandai
        dengan neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025
        sebesar USD 2,5 miliar serta ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan
        ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2025 di
        kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat pada triwulan I 2026
        dan berlanjut sepanjang tahun. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong
        oleh berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter,
        serta ekspektasi konsumen yang terus membaik. momentum hari besar
        keagamaan nasional, seperti tahun baru imlek, hari suci nyepi, dan idul fitri, turut
        memperkuat aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Investasi juga diproyeksikan
        tumbuh lebih tinggi, didukung oleh peningkatan belanja Pemerintah, termasuk
        program hilirisasi sumber daya alam, serta berlanjutnya perbaikan keyakinan
        pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan tersebut, BI
        memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam
        kisaran 4,9% – 5,7%, sejalan dengan sinergi kebijakan Pemerintah dan BI dalam
        mendorong pertumbuhan.




                                          28
Page 57
        Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 4,90% – 5,70%
        pada 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, BI terus memperkuat bauran
        kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan
        sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan
        sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan terus
        bertahan. Pada tahun 2026, NPI diperkirakan akan terus membaik ditopang oleh
        transaksi modal dan finansial yang semakin baik sejalan dengan prospek ekonomi
        Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
        kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB. Selanjutnya, posisi cadangan
        devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 meningkat menjadi sebesar
        USD 154,60 miliar, setara dengan pembiayaan 6,30 bulan impor atau 6,10 bulan
        impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
        kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Januari 2026, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,13%, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama
        tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,81%. Penurunan suku bunga kredit perbankan
        cenderung lebih lambat, yaitu sebesar 0,40% di mana sebesar 9,20% pada
        periode Januari 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                   6,00%
         6,00%
                                                6,00%    4,75%
         5,00%          5,50%                                      4,50%

         4,00%                                                                4,49%

         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2022       2023        2024        2025     2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2025
        adalah sebesar 4,75% di mana mengalami penurunan sebesar 1,25%
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 dan 2027, suku bunga
        BI diproyeksikan masing-masing sebesar 4,50% dan 4,49%.



                                           29
Page 58
IV.E.   Inflasi

        Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran dengan inflasi indeks
        harga konsumen pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% secara tahunan.
        Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% secara tahunan
        sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi
        peningkatan kegiatan ekonomi. Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah
        sebesar 1,14% secara tahunan seiring dengan peningkatan pasokan komoditas
        pertanian pada masa panen.

        BI memproyeksikan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terjaga dalam sasaran
        2,5 ± 1%. Inflasi inti diproyeksikan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan
        ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga
        kebijakan moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
        sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi
        volatile food diproyeksikan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara BI
        bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah dan penguatan implementasi
        Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                              3,80%
         4,00%
         3,50%       4,20%
                                                               2,80%
         3,00%                                                            2,60%
                                        2,30%
         2,50%                                    1,90%
                                                                                   2,60%
         2,00%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2022    2023       2024      2025       2026*     2027*      2028*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 2,80%, 2,60%, dan
        2,60%.




                                          30
Page 59
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

         No.         Keterangan              Inflasi

          1    Aceh                                6,69
          2    Sulawesi Tenggara                   5,10
          3    Papua Barat                         5,02
          4    Maluku Utara                        4,86
          5    Maluku                              4,70
          6    Kalimantan Selatan                  4,66
          7    Sulawesi Tengah                     4,55
          8    Gorontalo                           4,53
          9    Riau                                4,43
         10    Sulawesi Barat                      4,34

        Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Februari 2026


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
        Moneter Februari 2026, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat masing-masing sebesar 6,69%,
        5,10%, dan 5,02%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
        Moneter Februari 2026, nilai tukar Rupiah diproyeksikan akan stabil dan
        cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan
        serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin pada
        imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
        yang terus meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar
        Rp 16.880 per USD, di mana relatif melemah bila dibandingkan dengan periode
        akhir Januari 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh
        tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah meningkatnya
        permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan peningkatan kegiatan
        ekonomi.

        BI memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan
        dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan
        pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 ± 1% pada 2026 dan 2027. Untuk itu, BI
        terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui intervensi
        di pasar non-deliverable forward luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan
        domestic non-deliverable forward di pasar dalam negeri.




                                                    31
Page 60
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

      8.000
                    Q2/2026   Q3/2026    Q4/2026        2027          2028
        EUR         19.824    20.081     20.160        20.040        19.756
        SGD         13.333    13.393      13.440       13.307        13.116
        USD         16.800    16.875      16.800       16.700        16.395

Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 19.824, Rp 20.081, Rp 20.160, Rp 20.040,
dan Rp 19.756.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 13.333, Rp 13.393, Rp 13.440, Rp 13.307,
dan Rp 13.116.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 16.800, Rp 16.875, Rp 16.800, Rp 16.700,
dan Rp 16.395.




                                   32
Page 61
V.     TINJAUAN INDUSTRI PERUSAHAAN HOLDING

V.A.   Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Dunia

       Industri perusahaan holding merupakan industri yang melibatkan perusahaan
       yang memiliki atau mengendalikan saham di satu atau lebih perusahaan lain.
       Perusahaan holding tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan operasi
       sehari-hari dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki tersebut, tetapi memiliki
       kontrol manajemen dan kebijakan strategis melalui kepemilikan saham mayoritas.
       Industri ini memungkinkan perusahaan holding untuk mengelola portofolio
       investasinya dan mendapatkan keuntungan dari dividen dan keuntungan atas nilai
       saham.

       Pertumbuhan industri tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
       pertumbuhan ekonomi suatu negara, peningkatan investasi asing, diversifikasi
       investasi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan,
       kebijakan Pemerintah dan regulasi, serta transformasi digital guna meningkatkan
       efisiensi operasional, analisis data, dan pengambilan keputusan investasi
       sehingga perusahaan holding yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap
       perubahan tersebut memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang di
       pasar global.

       Grafik 4
       Nilai Transaksi Merger dan Akuisi di Dunia
       Q1 2025 – Q1 2026
       (Dalam Miliar USD)

               1.400,00

               1.200,00

               1.000,00

                 800,00

                 600,00

                 400,00

                 200,00

                       -
                             Q1 2025   Q2 2025   Q3 2025     Q4 2025      Q1 2026
           Nilai Transaksi   785,20    770,00    1.031,10    1.180,60     861,10

       Sumber : S&P Global




                                          33
Page 62
Berdasarkan data yang diperoleh dari S&P Global dalam laporannya berjudul
Global M&A by the Numbers: Q1 2026, nilai transaksi merger dan akuisisi global
menunjukkan     pergerakan    yang   cukup     positif  sepanjang     periode
Q1 2025 – Q4 2025. Pada Q3 2025 dan Q4 2025, nilai transaksi mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 261,10 miliar dan USD 149,50 miliar
atau masing-masing setara dengan 33,91% dan 14,50% dibandingkan dengan
kuartal sebelumnya. Sementara nilai transaksi pada Q1 2026 mengalami
penurunan sebesar USD 319,50 miliar atau setara dengan 27,06% dibandingkan
dengan kuartal sebelumnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya
ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan pengetatan moneter di berbagai
negara.

Grafik 5
Nilai Transaksi Merger dan Akuisisi Berdasarkan Kawasan
Q1 2026
(Dalam Miliar USD)

         700,00
         600,00
         500,00
         400,00
         300,00
         200,00
         100,00
               -
                     Amerika                                             Amerika
                                                                Timur
                    Serikat dan   Eropa         Asia Pasifik            Latin dan   Afrika
                                                               Tengah
                     Kanada                                              karibia
    Nilai Transaksi   577,40      157,00           79,08        18,80     17,70     11,10


Sumber : S&P Global


Selanjutnya, berdasarkan data S&P Global dalam laporannya berjudul Global M&A
by the Numbers: Q1 2026, nilai transaksi akuisisi dan merger pada Q1 2026
dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan Kanada, Eropa, serta Asia Pasifik yaitu
dengan nilai transaksi masing-masing sebesar USD 577,40 miliar,
USD 157,00 miliar, dan USD 79,08 miliar. Dinamika pasar investasi global yang
masih dipengaruhi oleh faktor makro ekonomi dan kebijakan keuangan
internasional. Bagi industri perusahaan holding, kondisi ini menjadi refleksi penting
untuk menyesuaikan strategi investasi dan pengelolaan portofolio. Kemampuan
beradaptasi terhadap perubahan pasar dan menjaga keseimbangan antara risiko
serta peluang menjadi kunci bagi perusahaan holding untuk tetap kompetitif di
tengah ketidakpastian ekonomi global.




                                           34
Page 63
Berdasarkan data dari Statista, nilai kapitalisasi pasar saham global pada tahun
2026 diproyeksikan mencapai USD 154,45 triliun. Pertumbuhan tersebut
diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2027, dengan nilai kapitalisasi pasar
meningkat menjadi USD 158,56 triliun. Secara keseluruhan, pasar saham global
diproyeksikan mencatat laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual
growth rate/CAGR) sebesar 2,66% selama periode 2026 – 2027. Dari perspektif
global, AS masih mendominasi pasar saham dunia dengan nilai kapitalisasi pasar
yang diperkirakan mencapai USD 66,09 triliun pada tahun 2026. Dominasi ini
mencerminkan kuatnya pasar modal AS yang didukung oleh stabilitas ekonomi
serta kontribusi besar dari sektor teknologi dan keuangan sebagai penggerak
utama pertumbuhan bursa saham. Di tengah meningkatnya ketidakpastian
ekonomi global, sentimen investor di berbagai pasar saham dunia juga cenderung
bergeser ke sektor-sektor defensif dan investasi berkelanjutan yang dinilai lebih
mampu menghadapi dinamika serta volatili

Secara umum, struktur kapitalisasi pasar global masih menunjukkan dominasi
yang kuat dari negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Meskipun
demikian, pasar modal di negara-negara berkembang mulai mencatat
pertumbuhan yang konsisten, didorong oleh meningkatnya arus investasi asing,
perbaikan iklim investasi, serta penguatan fundamental ekonomi domestik. Kondisi
ini menunjukkan adanya potensi peningkatan peran negara berkembang dalam
pasar keuangan global, meskipun kontribusinya masih relatif lebih kecil
dibandingkan negara-negara maju.

Dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan aktivitas merger dan akuisisi
global, ukuran kapitalisasi pasar saham dunia, serta semakin berkembangnya
pasar modal di negara-negara berkembang, industri perusahaan holding
diperkirakan akan tetap menunjukkan prospek yang baik dalam beberapa tahun
mendatang. Meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang berasal
dari ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan internasional,
perusahaan holding yang mampu mengoptimalkan strategi investasi, melakukan
diversifikasi portofolio secara efektif, serta menerapkan tata kelola perusahaan
yang baik diharapkan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan yang tersedia
dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku
kepentingan.




                                  35
Page 64
V.B.   Tinjauan Industri Perusahaan Holding di Indonesia

       Industri perusahaan holding di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup
       positif dengan beberapa sektor yang menjadi penopang utama perekonomian
       nasional. Pada Q1 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% dibandingkan
       dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terjadi pada
       hampir seluruh lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian serta
       pengadaan listrik dan gas yang masing-masing terkontraksi sebesar 2,14% dan
       0,99 persen. Kinerja positif tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas
       ekonomi di berbagai sektor usaha yang menjadi target investasi perusahaan
       holding. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan holding untuk melakukan
       diversifikasi portofolio, memperkuat sinergi antar entitas anak usaha, serta
       melakukan ekspansi pada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan
       tinggi.

       Peningkatan realisasi investasi juga memberikan dampak positif bagi perusahaan
       holding karena menciptakan lebih banyak peluang kemitraan strategis, akuisisi
       perusahaan, maupun pembentukan usaha patungan (joint venture). Selain itu,
       meningkatnya aktivitas investasi berpotensi memperluas sumber pendapatan grup
       usaha melalui pengembangan sektor-sektor baru yang memiliki tingkat
       pertumbuhan yang tinggi. Indonesia juga menjadi salah satu tujuan utama
       investasi global, terutama untuk ekspansi usaha di bidang industri dan
       infrastruktur. Peningkatan realisasi investasi ini tidak terlepas dari dukungan
       kebijakan Pemerintah yang pro-bisnis, seperti kemudahan perizinan, pemberian
       insentif fiskal, serta penguatan ekosistem investasi melalui pengembangan
       kawasan industri dan percepatan digitalisasi. Dengan kebijakan tersebut,
       perusahaan holding di Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan
       konsolidasi usaha, akuisisi, maupun kemitraan strategis dalam mendukung
       pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

       Grafik 6
       Nilai Realisasi Investasi di Indonesia
       Q1 2025 – Q1 2026
       (Dalam Triliun Rupiah)

         300,00
         280,00
         260,00
         240,00
         220,00
         200,00
         180,00
         160,00
         140,00
         120,00
         100,00
                    Q1 2025       Q2 2025        Q3 2025        Q4 2025         Q1 2026
            PMA     230,40        202,20         212,00         256,30          250,00
            PMD      234,80        275,50         279,40        240,60          248,80

       Sumber : Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)


                                            36
Page 65
Berdasarkan data yang diperoleh dari BKPM, nilai realisasi investasi di Indonesia
menunjukkan tren fluktuatif sepanjang Q1 2025 hingga Q1 2026. Pada Q2 2025
dan Q3 2025, realisasi investasi mengalami peningkatan masing-masing sebesar
Rp 40,70 triliun dan Rp 3,90 triliun atau masing-masing setara dengan 17,33% dan
1,42% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada Q4 2025, realisasi
investasi mengalami penurunan sebesar Rp 38,80 triliun atau setara dengan
penurunan sebesar 13,89% dibanding triwulan sebelumnya. Pada Q1 2026,
realisasi investasi kembali mengalami kenaikan dengan jumlah sebesar
Rp 8,20 triliun atau setara dengan 3,41% dibandingkan dengan triwulan
sebelumnya.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas
ekonomi dan peluang pertumbuhan jangka panjang. Kenaikan investasi ini juga
sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi
nasional melalui penyederhanaan perizinan usaha, pemberian insentif fiskal, serta
pengembangan infrastruktur dan kawasan industri. Selain itu, peningkatan
investasi asing langsung menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu
destinasi utama investasi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh potensi pasar
domestik yang besar, ketersediaan sumber daya alam, dan transformasi digital
yang mempercepat efisiensi bisnis.

Grafik 7
Kapitalisasi Pasar Saham di Indonesia
Oktober 2025 – Maret 2026
(Dalam Triliun Rupiah)

              17.000,00

              16.000,00

              15.000,00

              14.000,00

              13.000,00

              12.000,00

              11.000,00

              10.000,00
                               Oktober     November    Desember     Januari    Februari
                                                                                           Maret 2026
                                2025         2025        2025        2026       2026
          Kapitalisasi Pasar   14.856,68   15.626,12   15.848,59   15.046,42   14.787,44   12.422,11

Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI)




                                             37
Page 66
Berdasarkan data yang diperoleh dari BEI, kapitalisasi pasar saham di Indonesia
pada bulan Oktober 2025 – Maret 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang
fluktuatif. Pada bulan November 2025 dan Desember 2025, kapitalisasi pasar
saham mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp 769,44 triliun dan
Rp 222,48 triliun atau masing-masing setara dengan 5,18% dan 1,42%
dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Januari 2026 hingga
Maret 2026, kapitalisasi pasar saham mengalami tren penurunan masing-masing
sebesar Rp 802,18 triliun, Rp 258,98 triliun, dan Rp 2.365,33 triliun atau masing-
masing setara dengan 5,06%, 1,72%, dan 16,00%.

Fluktuasi kapitalisasi pasar saham tersebut mencerminkan dinamika sentimen
investor terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk ekspektasi terhadap arah
kebijakan moneter, pergerakan nilai tukar, serta prospek kinerja emiten pada
berbagai sektor industri. Meskipun terjadi koreksi kapitalisasi pasar pada awal
tahun 2026, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan peran yang penting
sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha. Bagi perusahaan holding,
perkembangan kapitalisasi pasar menjadi salah satu indikator yang perlu
diperhatikan karena dapat memengaruhi nilai perusahaan, akses terhadap
pendanaan melalui pasar modal, serta peluang untuk melakukan aksi korporasi
seperti akuisisi, merger, dan ekspansi usaha. Selain itu, kondisi pasar yang
mengalami penyesuaian juga dapat membuka peluang bagi perusahaan holding
untuk melakukan investasi strategis pada aset atau perusahaan yang memiliki
fundamental baik dengan valuasi yang lebih kompetitif.




                                  38
Page 67
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Surya Fajar Investama

          Laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
          modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan SFI untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
          telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
          modifikasian.

          Ikhtisar data keuangan penting SFI adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 9
          PT Surya Fajar Investama
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Bank                                                 377             62          1.108            168            524
          Investasi jangka pendek                            6.286         10.530         21.172          1.597         23.838
          Piutang lain-lain - pihak ketiga                   1.617          1.210              -              -              -
          Piutang lain-lain - pihak berelasi                     -              -              -         18.878              -
          Pajak dibayar di muka                                  0              0              -              -              -
          Jumlah Aset Lancar                                 8.281         11.803         22.281         20.642         24.362
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset pajak tangguhan                                      3           2              2              -              -
          Aset tetap                                                -          21             44             67             66
          Aset takberwujud                                          -           7             22            203            383
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                  3          30             68            270            449
          JUMLAH ASET                                        8.283         11.833         22.349         20.913         24.811



                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang pajak                                            0              0              0              0               0
          Beban akrual                                          24             19             20             14              19
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       24             20             21             14              19
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang               13                 9              7              5           55
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      13                 9              7              5           55
          JUMLAH LIABILITAS                                     37             29             28             18              74
          EKUITAS
          Modal saham                                        25.000         25.000        25.000         25.000         25.000
          Defisit                                           (16.754)       (13.196)       (2.679)        (4.106)          (263)
          JUMLAH EKUITAS                                     8.246         11.804         22.321         20.894         24.737
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      8.283         11.833         22.349         20.913         24.811




                                                    39
Page 68
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
          2021 masing-masing adalah sebesar Rp 8,28 miliar, Rp 11,83 miliar,
          Rp 22,35 miliar, Rp 20,91 miliar, dan Rp 24,81 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset SFI mengalami penurunan sebesar
          Rp 3,55 miliar atau setara dengan 30,00% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          investasi jangka pendek sebesar Rp 4,25 miliar yang disertai dengan kenaikan
          bank dan piutang lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 0,32 miliar
          dan Rp 0,41 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SFI mengalami penurunan sebesar
          Rp 10,52 miliar atau setara dengan 47,05% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 10,64 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SFI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,44 miliar atau setara dengan 6,87% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan bank
          dan investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 0,94 miliar dan
          Rp 19,58 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain – pihak berelasi
          sebesar Rp 18,88 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SFI mengalami penurunan sebesar
          Rp 3,90 miliar atau setara dengan 15,71% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          investasi jangka pendek sebesar Rp 22,24 miliar yang disertai dengan kenaikan
          piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,89 juta.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 0,04 miliar, Rp 0,03 miliar,
          Rp 0,03 miliar, Rp 0,02 miliar, dan Rp 0,07 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 8,00 juta atau setara dengan 28,21% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan beban akrual sebesar Rp 5,00 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 1,00 juta atau setara dengan 4,41% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 2,00 juta yang disertai
          dengan penurunan beban akrual sebesar Rp 1,00 juta.




                                            40
Page 69
          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SFI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 9,00 juta atau setara dengan 51,66% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan beban akrual sebesar Rp 7,00 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SFI mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,06 miliar atau setara dengan 75,32% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 0,05 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas SFI pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 8,25 miliar, Rp 11,80 miliar,
          Rp 22,32 miliar, Rp 20,89 miliar, dan Rp 24,74 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
          sebesar Rp 3,56 miliar atau setara dengan 30,14% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar Rp 3,56 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
          sebesar Rp 10,52 miliar atau setara dengan 47,12% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar Rp 10,52 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SFI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,43 miliar atau setara dengan 6,83% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba
          tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar Rp 1,43 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SFI mengalami penurunan
          sebesar Rp 3,84 miliar atau setara dengan 15,54% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFI sebesar Rp 3,83 miliar.




                                          41
Page 70
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 10
          PT Surya Fajar Investama
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

          Pendapatan usaha                                                            -              -              -              -              -
          Beban pokok pendapatan                                                      -              -              -              -              -
          Laba kotor                                                               -               -             -              -              -
          Beban umum dan administrasi                                           (238)           (200)         (334)          (466)          (909)
          Rugi usaha                                                            (238)           (200)         (334)          (466)          (909)
          Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas kenaikan
            (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai
            wajar melalui laba rugi                                               874           (498)        2.256             (55)        1.240
          Penghasilan bunga                                                       156             26            41               2            53
          Efek kurtailmen                                                           -              -             -              75           178
          Beban keuangan lainnya                                                  (24)            (6)          (16)            (73)          (68)
          Kerugian penurunan nilai investasi                                   (1.016)           (65)         (307)              -             -
          Kerugian yang direalisasi atas penurunan nilai wajar investasi
            yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                     (3.311)        (9.774)         (216)         (3.309)        (1.149)
          Lain-lain - bersih                                                        1             (0)            0              (0)           (80)
          Laba (rugi) sebelum pajak                                            (3.558)       (10.518)        1.425          (3.826)         (736)
          Manfaat (beban) pajak                                                     1              1             1               -             -
          Rugi tahun berjalan                                                  (3.557)       (10.517)        1.427          (3.826)         (736)
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                     (1)             0            (0)            (17)           17
          Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                       (3.558)       (10.517)        1.427          (3.843)         (719)




VI.A.6.   Pendapatan Usaha

          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
          2022, dan 2021, SFI belum membukukan pendapatan usaha.

VI.A.7.   Rugi Tahun Berjalan

          Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
          Rp 3,56 miliar, Rp 10,52 miliar, Rp 3,83 miliar, dan Rp 0,74 miliar. Laba tahun
          berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
          sebesar Rp 1,43 miliar.

          Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 6,96 miliar atau setara
          dengan 66,18% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

          Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 11,94 miliar atau setara
          dengan 837,01% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                                                      42
Page 71
          Laba tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,25 miliar atau setara
          dengan 137,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi tahun berjalan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,09 miliar atau setara
          dengan 420,19% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 11
          PT Surya Fajar Investama
          Laporan Arus Kas
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                        31/12/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya               (202)          (161)           (96)         (379)        (1.190)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                   (202)          (161)           (96)         (379)        (1.190)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Penambahan piutang lain-lain pihak ketiga                     (1.343)        (1.200)            -             -             -
          Penarikan piutang lain-lain pihak ketiga                       1.066             10        18.878             -         9.575
          Perolehan investasi jangka pendek                             (4.299)        (1.000)      (18.826)      (18.166)      (23.460)
          Hasil dari penjualan investasi jangka pendek                   5.090          1.304           984        18.165        15.569
          Hasil dari penjualan aset tetap                                    3              -             -             -             -
          Perolehan aset tetap                                               -              -             -            23           (70)
          Penerimaan bunga                                                   -              -             -             -             7
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Investasi                                            517           (886)        1.036            23          1.622
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                     315          (1.046)         941           (356)          431
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               62          1.108           168           524             93
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             377             62         1.108           168            524




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
          masing-masing adalah sebesar Rp 0,20 miliar, Rp 0,16 miliar, Rp 0,10 miliar,
          Rp 0,38 miliar, dan Rp 1,19 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,20 miliar yang seluruhnya
          berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,16 miliar yang seluruhnya
          berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.




                                                             43
Page 72
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,10 miliar yang seluruhnya
berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,38 miliar yang seluruhnya
berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,19 miliar yang seluruhnya
berasal dari pembayaran kepada karyawan, pemasok, dan lainnya.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,52 miliar, Rp 1,04 miliar, Rp 0,02 miliar, dan
Rp 1,62 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFI untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp 0,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,52 miliar terutama berasal
dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 5,09 miliar yang
disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,30 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,89 miliar terutama berasal
dari penambahan piutang lain-lain pihak ketiga dan perolehan investasi jangka
pendek masing-masing sebesar Rp 1,20 miliar dan Rp 1,00 miliar yang disertai
dengan hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 1,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,04 miliar terutama berasal
dari penarikan piutang lain-lain pihak ketiga dan hasil dari penjualan investasi
jangka pendek masing-masing sebesar Rp 18,88 miliar dan Rp 0,98 miliar yang
disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 18,83 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,02 miliar terutama berasal
dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 18,17 miliar dan Rp 0,02 miliar yang disertai dengan
perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 18,17 miliar.




                                  44
Page 73
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,62 miliar terutama berasal
           dari hasil dari penarikan piutang lain-lain pihak ketiga dan hasil dari penjualan
           investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 9,58 miliar dan
           Rp 15,57 miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar
           Rp 23,46 miliar.

           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021, SFI tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan
           untuk aktivitas pendanaan.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 12
           PT Surya Fajar Investama
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                           342,81       598,98      1.086,33     1.503,85     1.291,34
           Rasio Pengelolaan Aset
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       1,00         1,00         1,00         1,00         1,00
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset            0,004        0,002        0,001        0,001        0,003
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                0,004        0,002        0,001        0,001        0,003
           Rasio Profitabilitas
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -2,88%       -1,69%       -1,49%       -2,23%       -3,67%
           Rugi usaha terhadap ekuitas                       -2,89%       -1,69%       -1,49%       -2,23%       -3,68%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan                                        SFI     dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SFI.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SFI
           terhadap jumlah aset SFI. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
           1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.




                                                    45
Page 74
VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SFI untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui perbandingan antara
           jumlah liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
           jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,004; 0,002; 0,001;
           0,001; dan 0,003, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
           masing adalah 0,004; 0,002; 0,001; 0,001; dan 0,003.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SFI dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SFI dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Surya Fajar Investama

           Berikut adalah analisis common size SFI untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

           Ikhtisar common size SFI adalah sebagai berikut:
           Tabel 13
           PT Surya Fajar Investama
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 31 Desember 2021 - 2025



                                    Keterangan                 31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Bank                                                    4,56%       0,53%       4,96%       0,80%       2,11%
           Investasi jangka pendek                                75,88%      88,99%      94,74%       7,64%      96,08%
           Piutang lain-lain - pihak ketiga                       19,52%      10,23%       0,00%       0,00%       0,00%
           Piutang lain-lain - pihak berelasi                      0,00%       0,00%       0,00%      90,27%       0,00%
           Pajak dibayar di muka                                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Lancar                                     99,97%      99,74%      99,70%      98,71%      98,19%
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                    0,03%       0,02%       0,01%       0,00%       0,00%
           Aset tetap                                              0,00%       0,18%       0,20%       0,32%       0,26%
           Aset takberwujud                                        0,00%       0,06%       0,10%       0,97%       1,54%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                0,03%       0,26%       0,30%       1,29%       1,81%
           JUMLAH ASET                                           100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          46
Page 75
                                 Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23    31/12/22    31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang pajak                                                       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
          Beban akrual                                                      0,29%        0,16%        0,09%       0,06%       0,07%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   0,29%        0,17%        0,09%       0,07%       0,08%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                           0,16%        0,08%        0,03%       0,02%       0,22%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  0,16%        0,08%        0,03%       0,02%       0,22%
          JUMLAH LIABILITAS                                                 0,45%        0,24%        0,12%       0,09%       0,30%
          EKUITAS
          Modal saham                                                      301,81%      211,27%     111,86%     119,55%     100,76%
          Defisit                                                         -202,26%     -111,52%     -11,99%     -19,63%      -1,06%
          JUMLAH EKUITAS                                                   99,55%       99,76%       99,88%      99,91%      99,70%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%



VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Holding

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SFI, yaitu
          PT MNC Kapital Indonesia Tbk, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, dan
          PT Provident Investasi Bersama Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

          Ikhtisar common size untuk PT MNC Kapital Indonesia Tbk, PT Adaro Andalan
          Indonesia Tbk, dan PT Provident Investasi Bersama Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.C.1.   PT MNC Kapital Indonesia Tbk
          Tabel 14
          PT MNC Kapital Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          Kas dan setara kas                                               11,31%       11,52%       16,48%      15,71%      13,06%
          Deposito pada lembaga kliring dan penjaminan efek indonesia       0,03%        0,03%        0,03%       0,04%       0,04%
          Piutang dari lembaga kliring dan penjaminan efek indonesia        1,26%        0,37%        0,83%       0,74%       1,35%
          Piutang nasabah                                                   2,26%        1,23%        1,74%       1,52%       2,19%
          Efek-efek                                                        22,78%       25,29%       17,66%      20,71%      21,16%
          Piutang pembiayaan                                                5,27%        4,36%        7,06%       6,73%       6,98%
          Kredit                                                           38,75%       37,05%       38,23%      40,50%      37,89%
          Piutang pembiayaan murabahah                                      0,32%        0,14%        0,14%       0,13%       0,02%
          Piutang pembiayaan                                                0,23%        0,30%        0,37%       0,25%       0,10%
          Aset kontrak asuransi dan reasuransi                              1,06%        0,75%        1,21%       1,29%       1,38%
          Aset tetap - bersih                                               3,71%        3,80%        4,40%       0,73%       0,84%
          Aset tak berwujud - bersih                                        0,79%        0,79%        0,80%       0,74%       0,71%
          Goodwill                                                          1,25%        1,24%        1,43%       1,52%       1,71%
          Aset pajak tangguhan                                              0,84%        0,79%        0,97%       1,13%       1,76%
          Aset lain-lain                                                   10,12%       12,33%        8,65%       8,28%      10,82%
          JUMLAH ASET                                                     100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%




                                                                  47
Page 76
                       Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Simpanan                                                          50,24%       48,95%       50,92%       53,72%       51,37%
Simpanan dari bank lain                                            3,94%        2,72%        2,15%        0,80%        0,60%
Liabilitas segera                                                  0,31%        1,56%        0,28%        0,37%        0,32%
Utang kepada lembaga kliring dan penjaminan efek indonesia         1,27%        0,49%        1,06%        1,08%        1,78%
Utang Nasabah                                                      1,87%        0,99%        1,29%        1,06%        1,60%
Utang lain-lain                                                    0,97%        1,08%        1,22%        1,37%        1,15%
Utang pajak                                                        0,20%        0,09%        0,17%        0,14%        0,14%
Liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi                         5,67%        3,14%        2,47%        2,44%        2,65%
Utang bank dan institusi keuangan non-bank                         5,69%        4,28%        4,47%        4,43%        4,28%
Utang Al-Musyarakah                                                0,47%        0,37%        0,43%        0,82%        0,83%
Utang Al-Mudharabah                                                0,11%        0,11%        0,06%        0,03%        0,01%
Utang obligasi                                                     3,33%        3,19%        2,88%        1,23%        1,38%
Utang sewa pembiayaan                                              0,00%        0,01%        0,02%        0,04%        0,06%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                     0,29%        0,27%        0,29%        0,25%        0,26%
Liabilitas lain-lain                                               6,98%        8,67%        5,22%        6,71%        5,82%
JUMLAH LIABILITAS                                                 81,34%       75,90%       72,92%       74,49%       72,26%
EKUITAS
Modal saham                                                       14,68%       14,51%       16,48%       17,53%       19,68%
Tambahan modal disetor                                             4,52%        4,47%        5,08%        5,40%        6,06%
Uang muka setoran modal saham                                      0,00%        0,00%        3,10%        0,00%        0,00%
Komponen ekuitas lainnya                                          -6,38%       -1,39%       -2,88%       -3,19%       -3,29%
Saldo laba                                                         2,98%        2,07%        2,35%        2,28%        1,92%
Biaya perolehan saham yang diperoleh kembali                       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -0,58%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                           15,79%       19,66%       24,13%       22,03%       23,80%
Kepentingan non-pengendali                                         2,87%        4,45%        2,95%        3,49%        3,95%
JUMLAH EKUITAS                                                    18,66%       24,10%       27,08%       25,51%       27,74%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 15
PT MNC Kapital Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan                                                       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban                                                             91,78%       95,09%       94,70%       90,24%       93,89%
Laba sebelum pajak penghasilan                                      8,22%        4,91%        5,30%        9,76%        6,11%
Beban pajak - bersih                                               -0,84%       -1,18%       -2,68%       -4,56%       -0,73%
Laba bersih tahun berjalan                                         7,38%        3,73%         2,63%       5,19%         5,38%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                               0,37%        1,70%        -3,06%       0,29%        -0,13%
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                            7,75%        5,42%        -0,43%       5,48%        5,25%
Laba bersih yang diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            6,80%        2,69%        1,89%        4,79%        5,20%
  Kepentingan non-pengendali                                       0,58%        1,04%        0,73%        0,41%        0,18%




                                                          48
Page 77
VI.C.2.   PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
          Tabel 16
          PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                             31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                              16,22%      25,34%      35,88%      42,43%      24,28%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya
            - bagian lancar                                                0,09%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Piutang usaha                                                    8,80%       6,70%       5,89%       7,65%       6,69%
          Investasi lain-lain - bagian lancar                              0,58%       1,04%       0,68%       1,32%       3,56%
          Persediaan                                                       1,50%       1,14%       0,92%       1,51%       1,17%
          Pajak dibayar di muka - bagian lancar                            2,42%       2,05%       1,29%       0,30%       0,24%
          Pajak yang bisa dipulihkan kembali                               0,00%       0,00%       0,55%       0,49%       0,33%
          Piutang lain-lain - bagian lancar                                1,40%       0,29%       0,24%       0,21%       2,14%
          Pinjaman untuk pihak berelasi - bagian lancar                    0,00%       0,00%       0,07%       0,04%       0,05%
          Uang muka dan biaya dibayar di muka - bagian lancar              0,30%       0,36%       0,64%       0,15%       0,37%
          Pinjaman untuk pihak ketiga - bagian lancar                      0,03%       0,00%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lain-lain                                            0,14%       0,01%       0,12%       0,20%       0,40%
          Jumlah Aset Lancar                                              31,48%      36,95%      46,30%      54,31%      39,24%
          ASET TIDAK LANCAR
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                   1,05%       0,63%       0,51%       0,43%       0,52%
          Investasi lain-lain - bagian tidak lancar                        8,01%       8,14%       7,10%       6,18%       2,61%
          Piutang lain-lain - bagian tidak lancar                          0,44%       0,68%       0,76%       0,84%       0,08%
          Investasi pada asosiasi dan ventura bersama                     13,37%      14,81%      14,71%      11,44%      11,30%
          Pinjaman untuk pihak ketiga - bagian tidak lancar                0,01%       0,04%       0,03%       0,00%       0,04%
          Pinjaman untuk pihak berelasi - bagian tidak lancar              0,69%       1,09%       3,24%       5,02%      14,32%
          Uang muka dan biaya dibayar di muka - bagian tidak lancar        0,10%       0,12%       1,89%       0,31%       0,33%
          Pajak dibayar di muka - bagian tidak lancar                      1,01%       0,55%       0,08%       0,02%       0,05%
          Properti pertambangan                                            6,69%       6,95%       6,20%       5,87%      10,40%
          Aset tetap                                                      22,84%      16,27%       7,54%       5,24%       7,67%
          Goodwill                                                        12,92%      12,30%      10,44%       9,26%      11,91%
          Aset takberwujud                                                 0,03%       0,04%       0,03%       0,03%       0,01%
          Piutang jasa konsesi                                             0,71%       0,63%       0,37%       0,24%       0,32%
          Aset pajak tangguhan                                             0,54%       0,70%       0,70%       0,68%       1,07%
          Aset tidak lancar lainnya                                        0,11%       0,12%       0,10%       0,12%       0,14%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                        68,52%      63,05%      53,70%      45,69%      60,76%
          JUMLAH ASET                                                    100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                  49
Page 78
                       Keterangan                              31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                        9,17%       7,81%       5,46%       3,49%       4,26%
Utang dividen                                                      0,06%       0,28%       5,53%       6,23%       5,77%
Beban yang masih harus dibayar                                     4,77%       4,46%       2,68%       1,27%       0,76%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                             0,02%       0,02%       0,02%       0,01%       0,04%
Utang pajak                                                        0,50%       0,24%       0,78%      13,70%       4,93%
Utang royalti                                                      0,17%       0,18%       0,05%       0,30%       0,05%
Bagian lancar atas pinjaman jangka panjang:
  Utang bank                                                       0,17%       0,35%       0,83%       1,31%       1,62%
  Liabilitas sewa                                                  0,64%       0,68%       0,10%       0,08%       0,06%
Senior notes - bagian jangka pendek                                0,13%       0,04%       9,87%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka pendek lain-lain                                 0,52%       0,49%       0,16%       0,20%       0,22%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   16,17%      14,56%      25,46%      26,58%      17,70%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman dari pihak ketiga                                         0,31%       0,30%       0,04%       0,04%       0,06%
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian
  yang akan jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                       6,00%      10,77%       1,73%       3,85%       5,86%
  Liabilitas sewa                                                  0,31%       0,04%       0,05%       0,10%       0,13%
Senior notes - bagian jangka panjang                               0,00%       0,00%       0,00%       8,80%      11,96%
Liabilitas pajak tangguhan                                         0,92%       1,01%       0,94%       0,93%       1,61%
Pinjaman dari pihak berelasi                                       7,09%      12,95%       0,97%       0,90%       1,28%
Liabilitas imbalan kerja                                           0,57%       0,49%       0,33%       0,25%       0,37%
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan penutupan tambang             4,32%       3,45%       2,58%       1,88%       2,37%
Liabilitas jangka panjang lain-lain                                0,36%       0,29%       0,07%       0,09%       0,15%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  19,87%      29,31%       6,71%      16,83%      23,79%
JUMLAH LIABILITAS                                                 36,04%      43,87%      32,17%      43,41%      41,49%
EKUITAS
Modal saham                                                       44,15%      42,04%      33,50%      29,71%      38,22%
Tambahan modal disetor                                            -1,69%      -1,61%      -3,00%      -2,66%      -3,43%
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                      2,66%       2,48%       2,07%       1,78%      -0,07%
Saldo laba                                                        14,26%       7,34%      26,09%      20,31%      19,29%
Ekuitas merging entities                                           0,00%       0,00%       3,07%       2,64%       0,00%
(Kerugian)/penghasilan komprehensif lain                          -0,96%      -0,21%       0,09%      -0,10%      -0,31%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                           58,42%      50,04%      61,82%      51,67%      53,70%
Kepentingan non-pengendali                                         5,54%       6,08%       6,01%       4,93%       4,80%
JUMLAH EKUITAS                                                    63,96%      56,13%      67,83%      56,59%      58,51%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          50
Page 79
          Tabel 17
          PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan                       31/12/25     31/12/24     31/12/23       31/12/22     31/12/21

          Pendapatan usaha                                             100,00%      100,00%        100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok pendapatan                                        74,30%       72,44%         70,77%       48,89%       61,35%
          Laba kotor                                                    25,70%       27,56%         29,23%       51,11%       38,65%
          Beban usaha                                                   -5,03%       -5,93%         -5,27%       -3,76%       -4,42%
          Pendapatan (beban) lain-lain - neto                            0,57%        6,22%         -0,44%       -0,42%       -1,35%
          Laba usaha                                                    21,23%       27,84%         23,52%       46,93%       32,88%
          Biaya keuangan                                                -1,19%       -1,46%         -1,26%       -0,89%       -1,86%
          Penghasilan keuangan                                           1,10%        1,61%          1,88%        0,72%        1,08%
          Bagian atas keuntungan (kerugian) asosiasi dan
            ventura bersama                                              0,35%        0,96%          2,23%        3,04%       -0,36%
          Laba sebelum pajak penghasilan                                21,49%       28,95%         26,37%       49,81%       31,73%
          Beban pajak penghasilan                                       -4,20%       -4,01%         -4,63%      -19,40%      -10,25%
          Laba tahun berjalan                                           17,29%       24,94%         21,74%       30,41%       21,47%
          Penghasilan (kerugian) komprehensif tahun berjalan            -3,99%       -0,39%          0,24%        0,33%        1,78%
          Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                13,30%       24,56%         21,98%       30,74%       23,25%
          Laba tahun berjalan dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                       15,48%       22,76%         19,34%       26,72%       18,95%
            Kepentingan non-pengendali                                   1,81%        2,18%          2,40%        3,69%        2,52%



VI.C.3.   PT Provident Investasi Bersama Tbk
          Tabel 18
          PT Provident Investasi Bersama Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan                       31/12/25     31/12/24     31/12/23       31/12/22     31/12/21

          ASET
          Kas dan setara kas                                            3,83%        1,35%          0,85%        1,52%        7,86%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  1,83%        0,00%          0,00%        0,00%        0,00%
          Piutang lain-lain - pihak ketiga                              0,03%        0,07%          0,06%        0,09%        0,15%
          Beban dibayar di muka                                         0,00%        0,00%          0,01%        0,02%        0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%          0,00%        0,00%        0,00%
          Pajak dibayar di muka                                         0,00%        0,00%          0,05%        0,03%        0,00%
          Investasi                                                    94,24%       98,50%         98,97%       98,27%       91,93%
          Aset hak guna                                                 0,00%        0,00%          0,00%        0,00%        0,01%
          Aset tetap                                                    0,05%        0,07%          0,04%        0,05%        0,03%
          Aset pajak tangguhan                                          0,02%        0,01%          0,01%        0,01%        0,00%
          Aset lainnya                                                  0,00%        0,00%          0,01%        0,01%        0,01%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%         100,00%     100,00%      100,00%




                                                               51
Page 80
                        Keterangan                             31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak berelasi                                       0,00%       0,00%      41,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain - pihak ketiga                                     0,00%       0,00%       0,01%       0,01%       0,01%
Beban masih harus dibayar                                          0,38%       0,12%       0,11%       0,00%       0,01%
Utang pajak                                                        0,02%       0,02%       0,03%       0,00%       0,66%
Pinjaman bank                                                      0,83%      13,85%      12,14%       0,00%       0,00%
Utang obligasi                                                    34,09%      33,97%      18,72%       0,00%       0,00%
Liabilitas imbalan kerja                                           0,07%       0,06%       0,03%       0,02%       0,00%
JUMLAH LIABILITAS                                                 35,40%      48,03%      72,06%       0,04%       0,68%
EKUITAS
Modal saham                                                        2,57%       3,00%       1,21%       1,85%       1,82%
Tambahan modal disetor                                            43,54%      51,01%       6,04%       9,21%       9,05%
Saham treasuri                                                     0,00%      -0,18%      -0,16%      -0,27%      -0,26%
Saldo laba                                                        18,50%      -1,86%      20,85%      89,16%      88,71%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                            64,60%      51,97%      27,94%      99,96%      99,32%
Kepentingan non-pengendali                                         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
JUMLAH EKUITAS                                                    64,60%      51,97%      27,94%      99,96%      99,32%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%     100,00%     100,00%     100,00%      100,00%



Tabel 19
PT Provident Investasi Bersama Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                        Keterangan                             31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

Keuntungan (kerugian) neto atas investasi pada saham
  dan efek ekuitas lainnya                                       100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%
Pendapatan dividen                                                 2,11%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
(Kerugian) keuntungan selisih kurs - bersih                       -1,13%      -0,59%      -0,24%       0,00%       0,00%
Penghasilan keuangan                                               0,47%      -0,19%      -0,10%       0,78%       0,11%
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih                              0,00%       0,00%       0,00%       0,07%       0,07%
Administrasi bank                                                 -0,81%       0,27%       0,09%      -6,12%      -0,05%
Beban usaha                                                       -1,81%       3,68%       1,54%     -11,03%      -3,80%
Beban keuangan                                                   -15,86%      18,02%       4,01%       0,00%       0,00%
Keuntungan (kerugian) atas pelepasan aset tetap                    0,00%       0,03%       0,00%      -0,03%      -0,02%
Keuntungan atas perubahan nilai wajar aset biologis                0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,38%
Kerugian atas penjualan aset tetap                                 0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      -0,02%
Pendapatan                                                         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      15,87%
Beban pokok pendapatan                                             0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      -8,35%
Beban bunga pinjaman                                               0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      -0,11%
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                             82,96%     121,22%     105,29%      83,67%     104,07%
Pajak penghasilan                                                  0,02%      -0,02%      -0,01%       0,12%      -3,12%
Laba (rugi) tahun berjalan                                        82,98%     121,20%     105,28%      83,79%     100,95%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                               0,00%      -0,01%       0,00%       0,01%     -12,38%
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                           82,98%     121,18%     105,28%      83,80%      88,57%
Laba (rugi) yang diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                           82,98%     121,21%     105,27%      83,79%     100,95%
  Kepentingan non-pengendali                                       0,00%      -0,01%       0,01%       0,00%       0,00%




                                                          52
Page 81
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SFI tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SFI adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pembayaran Dividen

         Apabila entitas asosiasi SFI membukukan rugi dalam laporan keuangan dapat
         menjadi salah satu faktor untuk tidak membagikan dividen. Selanjutnya, kebutuhan
         pendanaan atas rencana pengembangan usaha di masa yang akan datang juga
         dapat mempengaruhi keputusan dari entitas asosiasi SFI untuk tidak membagikan
         dividen di mana, laba yang terkumpul akan digunakan oleh entitas asosiasi SFI
         sebagai dana internal dalam rangka pengembangan usaha. Hal tersebut dapat
         mengurangi pendapatan SFI, yang berdampak pada arus kas, kemampuan SFI
         untuk memanfaatkan peluang investasi yang baru, dan pembayaran kewajiban.

VII.B.   Risiko Sosial-Politik, Pasar dan Ekonomi

         Kondisi sosial-politik, pasar, dan ekonomi dapat berdampak negatif pada bisnis
         SFI, yang berpotensi mempengaruhi nilai investasi SFI dan membatasi peluang
         investasi. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kinerja dan kondisi keuangan SFI.
         Kinerja keuangan SFI dapat terekspos pada dampak negatif yang dipicu oleh
         fluktuasi harga saham, suku bunga, dan nilai tukar mata uang asing.

VII.C.   Risiko Ekspansi Bisnis dan Pasar Baru

         Sebagai perusahaan investasi, SFI senantiasa melihat peluang yang dapat
         meningkatkan nilai portofolio perusahaan. Bisnis SFI dapat terekspos pada risiko
         dan ketidakpastian yang berasal dari ekspansi pada suatu lini bisnis baru dan
         pasar geografis baru ataupun penerapan strategi investasi baru.

VII.D.   Risiko Kelalaian dan Tindakan Pelanggaran Karyawan

         Pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan dapat merugikan SFI untuk menarik
         investasi dan menyebabkan potensi kerugian finansial yang besar, tanggung
         jawab hukum, dan menurunkan reputasi.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SFI tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan SFI.




                                          53
Page 82
VII.G.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Sama halnya dengan semua industri, kegiatan usaha SFI juga diatur ketat oleh
         peraturan dan perundang-undangan baik di tingkat Pemerintah Pusat maupun
         Pemerintah Daerah yang mungkin masih akan mengalami perubahan yang
         signifikan baik langsung maupun tidak langsung. Setiap perubahan atas peraturan
         yang berlaku dapat memberikan dampak negatif terhadap biaya operasi,
         pendapatan bersih, arus kas dan keuntungan SFI.




                                         54
Page 83
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              55
Page 84
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
            atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif SFI, pengkajian
            atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SFI. Prospek
            SFI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang
            telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
            kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.

            Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
            penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding
            perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).




                                              56
Page 85
          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
          ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
          mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
          diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
          data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SFI.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SFI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SFI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                             57
Page 86
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi SFI.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SFI.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SFI.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset dan metode pembanding
             perusahaan tercatat di bursa efek dengan pendekatan pasar.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SFI
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SFI. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/260507-001 tanggal 7 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            58
Page 87
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih dan metode
        pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Dalam bab ini, terlebih dahulu
        akan dibahas penentuan nilai pasar dengan metode penyesuaian aset bersih baru
        kemudian dilanjutkan dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
        efek.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         59
Page 88
        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.

        Untuk penilaian atas SFI, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025, oleh karena itu atas indikasi nilai
        yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

        •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
        •   SFI merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar 99,99% Saham SFI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 99,99% saham SFI adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada tanggal 31 Desember 2025, SFI memiliki aset dan liabilitas masing-masing
        sebesar Rp 8,28 miliar dan Rp 0,04 miliar. Indikasi nilai pasar 100,00% saham SFI
        kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
        liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
        100,00% saham SFI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 8,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi nilai
        pasar 100,00% saham SFI, maka nilai pasar 100,00% saham SFI adalah sebesar
        Rp 4,95 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 99,99% saham SFI berdasarkan
        metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 4,95 miliar.




                                          60
Page 89
        Perincian perhitungan nilai pasar 99,99% saham SFI dengan menggunakan
        metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

        Tabel 20
        PT Surya Fajar Investama
        Nilai Pasar 99,99% Saham
        Metode Penyesuaian Aset Bersih
        Per 31 Desember 2025

                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                                  31/12/25        Penyesuaian       Nilai Pasar

        ASET
        ASET LANCAR
        Bank                                                                         377                   -            377
        Investasi jangka pendek                                                    6.286                   -          6.286
        Piutang lain-lain - pihak ketiga                                           1.617                   -          1.617
        Pajak dibayar di muka                                                          0                   -              0
        Jumlah Aset Lancar                                                         8.281                   -          8.281
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset pajak tangguhan                                                            3                  -                 3
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                                        3                  -                 3
        JUMLAH ASET                                                                8.283                   -          8.283
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang pajak                                                                      0                 -              0
        Beban akrual                                                                    24                 -             24
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                 24                 -             24
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                         13                 -             13
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                13                 -             13
        JUMLAH LIABILITAS                                                               37                 -             37
        EKUITAS                                                                    8.246                   -          8.246
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              8.283                   -          8.283

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                             8.246
        Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                              (3.299)
        Nilai pasar 100,00% saham                                                                                     4.948
        Nilai pasar 99,99% saham                                                                                      4.947



IX.C.   Nilai Pasar 99,99% Saham SFI Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
        Tercatat di Bursa Efek

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 99,99% saham SFI adalah metode pembanding
        perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
        didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
        ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
        sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
        pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).




                                                         61
Page 90
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
(market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
(market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization) dan sebagainya.

Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 21
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                                   Sejenis
                Keterangan                           Industri           Kegiatan Usaha              Produk               Risiko Usaha
                                                                                                                                                    (√ / -)
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
PT Surya Fajar Investama                        Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen
                                                                                                                            manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk                                                                                            manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia                                                                                     manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT Victoria Investama Tbk                                                                                                   manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                                                                                manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk                                                                                              manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT Astra International Tbk                                                                                                  manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT Provident Investasi Bersama Tbk                                                                                          manajemen
                                                                                                                     Terkait industri konsultasi
                                                Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen   Konsultasi manajemen                                    √
PT Bakrie & Brothers Tbk                                                                                                    manajemen



Tabel 22
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                           Rata-rata Pertumbuhan                                                         Sejenis
                  Keterangan                                                                                  DER
                                                       Pendapatan         Laba Bersih                                                     (√ / -)
PT Surya Fajar Investama                                   0,00%                   -66,18%                   0,45%
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk                           180,06%                  122,46%                   6,10%                           –
DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia                    -42,50%                  -73,25%                   1,78%                           –
PT Victoria Investama Tbk                                   -4,12%                  301,78%                  570,48%                          √
PT MNC Kapital Indonesia Tbk                               16,18%                   130,07%                  435,84%                          –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk                              -7,69%                    0,00%                  56,35%                           √
PT Astra International Tbk                                  -1,55%                   -7,09%                  74,47%                           √
PT Provident Investasi Bersama Tbk                        -236,05%                 -193,15%                  54,79%                           –
PT Bakrie & Brothers Tbk                                    -3,28%                  49,60%                   404,48%                          √




                                                                62
Page 91
Tabel 23
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                     Rata-rata Margin                                                  Sejenis
                Keterangan                                                            ROA          ROE
                                                 EBIT                EAT                                                (√ / -)
PT Surya Fajar Investama                          N/A               N/A             -42,94%       -43,14%
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk                246,08%           199,77%            11,71%       12,43%                  –
DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia         51,97%            51,97%              0,79%        0,80%                  √
PT Victoria Investama Tbk                       96,83%            31,00%              1,40%        9,41%                  √
PT MNC Kapital Indonesia Tbk                    67,10%             5,55%              0,96%        5,13%                  √
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk                   0,00%            21,12%             14,88%       23,27%                  –
PT Astra International Tbk                      12,43%            12,80%              7,92%       13,83%                  √
PT Provident Investasi Bersama Tbk              101,72%           102,09%            20,09%       31,10%                  –
PT Bakrie & Brothers Tbk                        11,73%            11,06%              2,13%       10,76%                  √




Tabel 24
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Sejenis                             Sejenis
                       Keterangan                              Total Aset                      Pangsa Pasar
                                                                                     (√ / -)                             (√ / -)
 PT Surya Fajar Investama                                                   8.283                              5.099
 PT Saratoga Investama Sedaya Tbk                                    62.510.842        –               21.408.736             –
 DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia                                621.208        √                  240.000             √
 PT Victoria Investama Tbk                                           37.685.783        √                3.073.849             √
 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                        29.037.491        √                2.386.656             √
 PT Adaro Andalan Indonesia Tbk                                      95.762.724        –               54.313.570             –
 PT Astra International Tbk                                         507.366.000        –              269.431.893             –
 PT Provident Investasi Bersama Tbk                                   9.194.236        √                5.978.492             √
 PT Bakrie & Brothers Tbk                                            23.567.563        √               22.023.938             –



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 0,77 dengan perincian sebagai berikut:

 Tabel 25
 PT Surya Fajar Investama
 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding

                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Perusahaan                                   MVIC            BVIC              MVIC/BVIC

 PT Saratoga Investama Sedaya Tbk                                              22.859.207       60.369.305                        0,38
 DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia                                          240.000          610.335                        0,39
 PT Victoria Investama Tbk                                                      3.097.265        5.644.110                        0,55
 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                                   5.173.787        8.206.162                        0,63
 PT Adaro Andalan Indonesia Tbk                                                67.214.279       74.148.766                        0,91
 PT Astra International Tbk                                                   333.258.893      354.639.000                        0,94
 PT Provident Investasi Bersama Tbk                                             9.189.407        9.150.657                        1,00
 PT Bakrie & Brothers Tbk                                                      39.038.796       21.686.522                        1,80
 Median                                                                                                                           0,77



Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.




                                                           63
Page 92
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha SFI dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen
lainnya, maka rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian SFI adalah
MVIC/BVIC (market value of invested capital/ book value invested capital).

Berdasarkan laporan keuangan SFI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, BVIC SFI adalah sebesar Rp 8,25 miliar. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% minoritas SFI adalah sebesar Rp 6,34 miliar.
Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 70,00%, maka indikasi nilai
pasar 100,00% saham SFI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 10,77 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi
nilai pasar 100,00% saham SFI adalah sebesar Rp 6,46 miliar. Dengan demikian,
nilai pasar 99,99% saham SFI berdasarkan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 6,46 miliar.

Perincian perhitungan nilai pasar 99,99% saham SFI dengan menggunakan
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebagai berikut:

Tabel 26
PT Surya Fajar Investama
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Angka       Variabel
                       Keterangan                                                        Nilai Pasar
                                                                 Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                             0,77        8.246         6.337
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                                        6.337
Premi kendali (70,00%)                                                                          4.436
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                             10.773
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                               (4.309)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                       6.464
Nilai pasar 99,99% saham                                                                        6.463




                                            64
Page 93
IX.D.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
        10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

        Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
        dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
        karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
        yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
        dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
        dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
        tercatat di bursa efek.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar Rp 5,10 miliar.

        Tabel 27
        PT Surya Fajar Investama
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Desember 2025

                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                          Metode Penilaian                    Nilai Pasar    Bobot             Nilai

        Metode Penyesuaian Aset Bersih                               4.947      90,00%                 4.453
        Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek          6.463      10,00%                  646
        Nilai Pasar                                                            100,00%                 5.099



IX.E.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 5,10 miliar.

        Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
        yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SFI serta pihak-pihak lain
        yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
        tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
        terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

        Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
        kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
        kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SFI. Kami tegaskan pula
        bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
        maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
        SFI tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.



                                                     65
Page 94
PT Surya Fajar Investama                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                                  31/12/25        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Bank                                                                         377                   -            377
Investasi jangka pendek                                                    6.286                   -          6.286
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                           1.617                   -          1.617
Pajak dibayar di muka                                                          0                   -              0
Jumlah Aset Lancar                                                         8.281                   -          8.281
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                            3                  -                 3
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                        3                  -                 3
JUMLAH ASET                                                                8.283                   -          8.283
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak                                                                      0                 -              0
Beban akrual                                                                    24                 -             24
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                 24                 -             24
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                         13                 -             13
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                13                 -             13
JUMLAH LIABILITAS                                                               37                 -             37
EKUITAS                                                                    8.246                   -          8.246
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              8.283                   -          8.283

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                             8.246
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                              (3.299)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                     4.948
Nilai pasar 99,99% saham                                                                                      4.947




                                                         66
Page 95
PT Surya Fajar Investama                                                                   Lampiran B
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Angka       Variabel
                       Keterangan                                                        Nilai Pasar
                                                                 Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                             0,77        8.246         6.337
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                                        6.337
Premi kendali (70,00%)                                                                          4.436
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                             10.773
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                               (4.309)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                       6.464
Nilai pasar 99,99% saham                                                                        6.463




                                                    67
Page 96
PT Surya Fajar Investama                                                                    Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025

                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian                         Nilai Pasar    Bobot             Nilai

Metode Penyesuaian Aset Bersih                                    4.947      90,00%                 4.453
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek               6.463      10,00%                  646
Nilai Pasar                                                                 100,00%                 5.099




                                                      68

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.2 MB
Published29 Jun 2026
Pages96
Characters251,370
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA FAJAR p.1 ×53
linked org SURYA FAJAR CAPITAL Tbk p.1 ×17
linked org PT Surya Fajar Corpora p.3 ×3
linked org MNC Kapital Indonesia Tbk p.25 ×35
linked org Adaro Andalan Indonesia Tbk p.25 ×35
linked org Provident Investasi Bersama Tbk p.25 ×35
linked org Sukses Makmur. p.45
linked org Calculus Global Ventures Tbk. p.45 ×2
linked org Negara Maju p.53 ×3
linked org Pangan Sejahtera. p.58
linked org Victoria Investama Tbk p.90 ×14
linked org Astra International Tbk p.90 ×14
possible person Prof. Dr. Satrio p.2 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×7
possible org Saratoga Investama Sedaya Tbk p.90 ×14
unresolved org PT SURYA FAJAR INVESTAMA p.1 ×30
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PT Surya Fajar Urun SFI p.3 ×2
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri p.3 ×2
unresolved org PT Garudapreneur Investasi Asia p.4 ×6
unresolved org PT Trans Mutasi Bangsa p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×11
unresolved person Humberg Lie p.8 ×8
unresolved org MSI p.9 ×13
unresolved org KJPP Kusnanto p.16 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.16
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.16
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.21
unresolved org PT Surya Fajar Investama Per p.24 ×6
unresolved org Bank Sentral p.24 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Investama Metode Penyesuaian Aset Bersih p.25 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Investama Metode Pembanding Perusahaan Tercatat p.26 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Investama SFI p.34 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.34 ×4
unresolved org PT Surya Fajar Investama Daftar Kepemilikan p.35 ×2
unresolved org PT Transaksi Artha Gemilang. p.45
unresolved org PT Indoartha Perkasa Sukses. p.45
unresolved org PT Poin Sukses Makmur. II. p.45
unresolved org Kementerian Investasi p.64
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.64
unresolved org PT Surya Fajar Investama Rasio-rasio Keuangan Per p.73
unresolved org PT Surya Fajar Investama Berikut p.74
unresolved org PT Surya Fajar Investama Analisis Common Size p.74
unresolved org PT Surya Fajar Investama Nilai Pasar p.89 ×2
unresolved org PT Bakrie p.90 ×5
unresolved org Brothers Tbk p.90 ×5
unresolved org PT Surya Fajar Investama Data Angka Pengali Perusahaan p.91
unresolved org PT Surya Fajar Investama Rekonsiliasi Nilai Per p.93

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 9550 ms 12 Sep 2026 21:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '13.88'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result