Back to announcement
Audited financial statements BCA 1224 (Indo).pdf
Financial statement Text extracted BBCASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 178
Page 1
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Catatan 2024 2023
ASET
2b,2g,4,37,
Kas 40,43 29.315.878 21.701.514
2b,2g,2i,5,37,
Giro pada Bank Indonesia 40,43 36.408.142 92.617.705
Giro pada bank-bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 638 pada tanggal 31 Desember 2024 2b,2g,2i,6,37,
(31 Desember 2023: Rp 899) 40,43 4.097.199 5.614.353
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 1.712 2b,2g,2j,7,37,
pada tanggal 31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 684) 40,43 15.714.884 5.201.661
2g,2k,8,37,40,
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 43 21.524.617 15.058.660
Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 440.695 pada tanggal 31 Desember 2024 2g,2l,9,37,40,
(31 Desember 2023: Rp 283.115) 43 9.621.047 14.659.624
Wesel tagih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 3.116 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 4.516) 2g,10,37,40,43 8.891.769 10.383.524
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 1.041
pada tanggal 31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 998) 2g,2n,11,37,43 1.449.562 93.096.153
Kredit yang diberikan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 32.624.643 pada tanggal 2g,2m,12,37,40,
31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 33.308.875) 41,43
Pihak berelasi 2ak,46 7.174.457 8.406.659
Pihak ketiga 861.511.753 750.481.180
Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar Rp 363.284 pada tanggal
31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 327.946) 2g,2o,13,37,43 9.435.564 8.713.450
Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 513 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 1.399) 2g,2p,37,43 51.042 139.007
Aset dari transaksi syariah - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 510.590 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 422.934) 2g,2q 10.206.637 8.590.618
Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 552.566 pada tanggal 2g,2r,14,37,40,
31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 544.480) 43 371.151.957 312.053.624
Biaya dibayar dimuka 15 969.926 1.039.030
Pajak dibayar dimuka 20a 1.562.175 24.868
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 9.899.706 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 10.100.123) 2h,2s,16 28.250.624 26.824.744
Aset takberwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp 917.036 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 1.057.495) 2e,2u,17 1.805.639 1.564.773
Aset pajak tangguhan - bersih 2ah,20h 5.495.208 7.451.236
Aset lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 23.194 pada tanggal 31 Desember 2024 2g,2h,2t
(31 Desember 2023: Rp 3.021) 18,40,43
Pihak berelasi 2ak,46 9.511 9.121
Pihak ketiga 24.653.737 24.475.506
JUMLAH ASET 1.449.301.328 1.408.107.010
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 9
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/2
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Catatan 2024 2023
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER, DAN EKUITAS
LIABILITAS
Simpanan dari nasabah 2g,2v,19,37,40,43
Pihak berelasi 2ak,46 3.235.633 2.639.237
Pihak ketiga 1.117.378.034 1.088.127.570
Dana simpanan syariah 2g,2w 3.935.363 3.201.970
Simpanan dari bank-bank lain 2g,2v,19,37,40,43 3.656.298 10.070.820
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 2g,2k,8,37,40,43 257.613 122.765
Utang akseptasi 2g,2l,9,37,40,43 4.651.955 6.701.256
2g,2n,
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 14,37,40,43,47 1.330.996 1.054.780
Utang pajak 2ah,20b 626.355 1.727.910
Pinjaman yang diterima 2g,21,37,40,43,47 2.242.516 1.629.626
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2g,2ab,22,40,43 2.975.187 3.371.674
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 2g,2ab,23,40,43 27.515.449 29.495.865
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2ag,38 9.097.709 9.032.072
Obligasi subordinasi 2g,2z,24,37,43,47 500.000 500.000
JUMLAH LIABILITAS 1.177.403.108 1.157.675.545
DANA SYIRKAH TEMPORER 2x 9.063.133 7.893.872
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per lembar
saham
Modal dasar: 440.000.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
123.275.050.000 lembar saham 1c,25 1.540.938 1.540.938
Tambahan modal disetor 1c,2e,2ad,26 5.548.977 5.548.977
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 11.138.896 10.936.462
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 2f 457.789 422.502
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain - bersih 2g,2r,7,14 273.214 948.627
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 36 3.720.540 3.234.149
Belum ditentukan penggunaannya 2ag 239.958.882 219.723.216
Komponen ekuitas lainnya 2e 1.385 1.385
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 262.640.621 242.356.256
Kepentingan non-pengendali 1d,2e,45 194.466 181.337
JUMLAH EKUITAS 262.835.087 242.537.593
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 1.449.301.328 1.408.107.010
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 10
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 2/1
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga dan syariah 2ad,2aj,28,46
Pendapatan bunga 93.991.349 86.542.585
Pendapatan syariah 805.105 663.932
Jumlah pendapatan bunga dan syariah 94.796.454 87.206.517
Beban bunga dan syariah 2ad,2aj,29,46
Beban bunga (12.137.180) (11.954.918)
Beban syariah (395.110) (314.034)
Jumlah beban bunga dan syariah (12.532.290) (12.268.952)
PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH - BERSIH 82.264.164 74.937.565
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 2ae,30 17.979.919 16.622.141
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih 2af,31 2.854.529 1.887.500
Lain-lain 5.207.929 5.069.478
Jumlah pendapatan operasional lainnya 26.042.377 23.579.119
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset 2g,32 (2.034.453) (1.056.192)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban karyawan 2ag,2aj,33,38,46 (17.444.242) (16.197.811)
Beban umum dan administrasi 2aj,16,34,46 (16.874.142) (17.305.639)
Lain-lain (3.735.854) (3.777.285)
Jumlah beban operasional lainnya (38.054.238) (37.280.735)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 68.217.850 60.179.757
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2ah,20c (13.366.576) (11.521.662)
LABA BERSIH 54.851.274 48.658.095
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 2ag,38 71.872 (559.449)
Pajak penghasilan atas pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 2ah (13.514) 106.457
58.358 (452.992)
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 238.886 231.837
297.244 (221.155)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 2j,2r,7,14 (824.292) (1.083.532)
Pajak penghasilan 2ah 146.807 206.344
(677.485) (877.188)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 2f 35.287 (7.866)
(642.198) (885.054)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN,
SETELAH PAJAK PENGHASILAN (344.954) (1.106.209)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF (Dipindahkan) 54.506.320 47.551.886
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 11
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 2/2
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF (Pindahan) 54.506.320 47.551.886
LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 54.836.305 48.639.122
Kepentingan non-pengendali 2e,45 14.969 18.973
54.851.274 48.658.095
LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 54.493.191 47.533.598
Kepentingan non-pengendali 2e,45 13.129 18.288
54.506.320 47.551.886
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK (nilai penuh) 2ac,35 445 395
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 12
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 3/1
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas aset
keuangan
Selisih kurs yang diukur
karena pada nilai
penjabaran wajar melalui Jumlah
Modal laporan penghasilan ekuitas
ditempatkan Tambahan Surplus keuangan komprehensif Saldo laba Komponen pemilik Kepentingan
dan disetor modal revaluasi dalam valuta lain - Telah ditentukan Belum ditentukan ekuitas entitas non- Jumlah
Catatan penuh disetor aset tetap asing bersih penggunaannya penggunaannya lainnya induk pengendali ekuitas
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.548.977 10.936.462 422.502 948.627 3.234.149 219.723.216 1.385 242.356.256 181.337 242.537.593
Laba tahun berjalan - - - - - - 54.836.305 - 54.836.305 14.969 54.851.274
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 - - 202.434 - - - 36.452 - 238.886 - 238.886
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan dalam
valuta asing 2f - - - 35.287 - - - - 35.287 - 35.287
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 2j,2r,7,14 - - - - (675.413) - - - (675.413) (2.072) (677.485)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih 2ag,2ah,38 - - - - - - 58.126 - 58.126 232 58.358
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan - - 202.434 35.287 (675.413) - 54.930.883 - 54.493.191 13.129 54.506.320
Cadangan umum 36 - - - - - 486.391 (486.391) - - - -
Dividen kas 36 - - - - - - (34.208.826) - (34.208.826) - (34.208.826)
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.548.977 11.138.896 457.789 273.214 3.720.540 239.958.882 1.385 262.640.621 194.466 262.835.087
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 13
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 3/2
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas aset
keuangan
Selisih kurs yang diukur
karena pada nilai
penjabaran wajar melalui Jumlah
Modal laporan penghasilan ekuitas
ditempatkan Tambahan Surplus keuangan komprehensif Saldo laba Komponen pemilik Kepentingan
dan disetor modal revaluasi dalam valuta lain - Telah ditentukan Belum ditentukan ekuitas entitas non- Jumlah
Catatan penuh disetor aset tetap asing bersih penggunaannya penggunaannya lainnya induk pengendali ekuitas
Saldo per 31 Desember 2022 1.540.938 5.548.977 10.713.088 430.368 1.824.992 2.826.792 198.132.066 1.385 221.018.606 163.049 221.181.655
Laba tahun berjalan - - - - - - 48.639.122 - 48.639.122 18.973 48.658.095
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 - - 223.374 - - - 8.463 - 231.837 - 231.837
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan dalam
valuta asing 2f - - - (7.866) - - - - (7.866) - (7.866)
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 2j,2r,7,14 - - - - (876.365) - - - (876.365) (823) (877.188)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih 2ag,2ah,38 - - - - - - (453.130) - (453.130) 138 (452.992)
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan - - 223.374 (7.866) (876.365) - 48.194.455 - 47.533.598 18.288 47.551.886
Cadangan umum 36 - - - - - 407.357 (407.357) - - - -
Dividen kas 36 - - - - - - (26.195.948) - (26.195.948) - (26.195.948)
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.548.977 10.936.462 422.502 948.627 3.234.149 219.723.216 1.385 242.356.256 181.337 242.537.593
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 14
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 4/1
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan pendapatan bunga dan syariah, provisi, dan komisi 110.947.606 106.414.649
Pendapatan operasional lainnya 6.141.705 6.355.896
Pembayaran beban bunga dan syariah, provisi, dan komisi (12.578.014) (12.184.461)
Pembayaran imbalan pasca-kerja 38 (1.165.422) (369.720)
Pendapatan (beban) dari transaksi valuta asing - bersih 3.024.747 (516.985)
Beban operasional lainnya (36.985.821) (35.130.988)
Pembayaran tantiem Dewan Komisaris dan Direksi 36 (765.000) (660.000)
Kenaikan (penurunan) lainnya yang mempengaruhi kas:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan 696.624 417.504
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (5.384.422) (12.118.168)
Tagihan akseptasi 4.880.997 572.359
Wesel tagih 1.718.437 (4.489.425)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 91.646.548 60.869.260
Kredit yang diberikan (111.218.318) (100.405.857)
Piutang pembiayaan konsumen (1.075.617) (670.970)
Piutang sewa pembiayaan - bersih 88.851 (17.464)
Aset dari transaksi syariah (1.696.820) (1.712.883)
Aset lain-lain (138.657) (7.521.645)
Simpanan dari nasabah 26.690.842 61.073.381
Dana simpanan syariah 733.393 376.110
Simpanan dari bank-bank lain (6.480.950) 2.154.145
Utang akseptasi (2.049.301) (2.965.392)
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain (2.098.166) 9.010.494
Dana syirkah temporer 1.169.261 1.453.497
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
operasi sebelum pembayaran pajak penghasilan 66.102.503 69.933.337
Pembayaran pajak penghasilan (12.282.274) (11.869.562)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 53.820.229 58.063.775
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi (216.097.218) (162.625.112)
Penjualan efek-efek untuk tujuan investasi 770.959 50.000
Penerimaan dari efek-efek tujuan investasi yang jatuh tempo
selama tahun berjalan 160.506.459 97.872.788
Penerimaan dividen kas dari efek-efek untuk tujuan investasi 38.095 34.528
Perolehan aset tetap (3.565.731) (4.697.731)
Perolehan aset hak guna (607.448) (401.617)
Hasil penjualan aset tetap 16 6.378 22.086
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (58.948.506) (69.745.058)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 15
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 4/2
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman yang diterima 47 73.287.728 49.928.825
Pembayaran pinjaman yang diterima 47 (72.680.017) (49.607.671)
Pembayaran dividen kas 36 (34.208.826) (26.195.948)
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 47 559.231 2.332.995
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 47 (286.805) (1.528.882)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
pendanaan (33.328.689) (25.070.681)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (38.456.966) (36.751.964)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 124.395.987 160.422.371
PENGARUH FLUKTUASI KURS VALUTA ASING PADA
KAS DAN SETARA KAS (456.491) 725.580
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 85.482.530 124.395.987
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 4 29.315.878 21.701.514
Giro pada Bank Indonesia 5 36.408.142 92.617.705
Giro pada bank-bank lain 6 4.097.837 5.615.252
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 7 15.660.673 4.461.516
Jumlah kas dan setara kas 85.482.530 124.395.987
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 16
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/1
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum Bank
PT Bank Central Asia Tbk (“Bank”) didirikan di negara Republik Indonesia berdasarkan
Akta Pendirian No. 38 tanggal 10 Agustus 1955, dibuat di hadapan Raden Mas
Soeprapto, Wakil Notaris di Semarang dengan nama “N.V. Perseroan Dagang dan
Industrie Semarang Knitting Factory”. Akta ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Kehakiman berdasarkan penetapan No. J.A.5/89/19 tanggal 10 Oktober 1955 dan
diumumkan dalam Berita Negara No. 62 tanggal 3 Agustus 1956, Tambahan No. 595.
Sejak pendiriannya, nama Bank telah diubah beberapa kali, dan perubahan nama menjadi
PT Bank Central Asia berdasarkan Akta perubahan anggaran dasar No.144 tanggal 21
Mei 1974, dibuat di hadapan Wargio Suhardjo, S.H., pengganti Notaris Ridwan Suselo,
Notaris di Jakarta.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan untuk disesuaikan
dengan:
a. Perubahan status Perseroan dari sebelumnya perseroan tertutup menjadi
perusahaan terbuka sebagaimana tercantum dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar
No. 62 tanggal 29 Desember 1999, dibuat di hadapan Notaris Hendra Karyadi, S.H.,
yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan
No. C-21020 HT.01.04.TH.99 tanggal 31 Desember 1999 dan diumumkan dalam
Berita Negara No. 30 tanggal 14 April 2000, Tambahan No. 1871;
b. Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor IX.J.1 tentang Pokok-
Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat
Ekuitas dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan Nomor Kep-179/BL/2008 tertanggal 14 Mei 2008
sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No 19, tanggal 15
Januari 2009, dibuat di hadapan Doktor Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di
Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Keputusannya
No. AHU-12512.AH.01.02.Tahun 2009, tanggal 14 April 2009;
c. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 171, tanggal 23 April 2015, dibuat di hadapan Dr.
Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan perubahan
anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ternyata dalam suratnya No. AHU-AH.01.03-0926937, tanggal 23 April
2015.
Anggaran Dasar Bank telah diubah dan dinyatakan kembali sebagaimana tercantum
dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 145, tanggal 24 Agustus 2020, dibuat di
hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat yang pemberitahuan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya
No. AHU-AH.01.03-0383825 tanggal 8 September 2020, dan kemudian diubah dengan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 218, tanggal 27 September 2021, dibuat di
hadapan Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta
Barat, yang pemberitahuan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat di
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya No. AHU-AH.01.03-0453543
tanggal 27 September 2021.
Page 17
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/2
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum Bank (lanjutan)
Sesuai dengan Pasal 3 dari anggaran dasar Bank, maksud dan tujuan Bank ialah
berusaha sebagai suatu bank umum. Bank bergerak di bidang perbankan dan jasa
keuangan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Bank memperoleh
izin untuk melakukan usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 42855/U.M.II tanggal 14 Maret 1957. Bank memperoleh izin untuk
melakukan kegiatan usaha devisa berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia
No. 9/110/Kep/Dir/UD tanggal 28 Maret 1977.
Bank berkedudukan di Jakarta Pusat dengan kantor pusat di Jalan M.H. Thamrin No. 1.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank memiliki sejumlah cabang dan kantor
perwakilan sebagai berikut:
2024 2023
Cabang dalam negeri*) 1.264 1.258
Kantor perwakilan luar negeri 2 2
1.266 1.260
*) termasuk KCP Kas
Cabang-cabang dalam negeri berlokasi di berbagai pusat bisnis utama yang tersebar di
seluruh Indonesia. Kantor-kantor perwakilan luar negeri berlokasi di Hong Kong dan
Singapura.
b. Rekapitalisasi
Berdasarkan Surat Keputusan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (“BPPN”)
No. 19/BPPN/1998 tanggal 28 Mei 1998, BPPN mengambil alih operasi dan manajemen
Bank. Sesuai dengan keputusan tersebut, status Bank diubah menjadi Bank Taken Over
(“BTO”). Bank ditetapkan untuk ikut serta dalam program rekapitalisasi bank berdasarkan
keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia
No. 117/KMK.017/1999 dan No. 31/15/KEP/GBI tanggal 26 Maret 1999 mengenai
pelaksanaan program rekapitalisasi bank untuk Bank Taken Over.
Sehubungan dengan program rekapitalisasi, pada tanggal 28 Mei 1999 Bank menerima
pembayaran sebesar Rp 60.877.000 dari Pemerintah Republik Indonesia. Jumlah ini
terdiri dari (i) nilai pokok kredit yang diberikan kepada perusahaan afiliasi yang telah
diserahkan kepada BPPN (terdiri dari Rp 47.751.000 yang dialihkan secara efektif pada
tanggal 21 September 1998 dan Rp 4.975.000 yang dialihkan secara efektif pada tanggal
26 April 1999), dan (ii) bunga yang masih harus diterima atas kredit yang diberikan kepada
perusahaan afiliasi terhitung sejak tanggal efektif pengalihan sampai dengan tanggal 30
April 1999, sejumlah Rp 8.771.000, dikurangi dengan (iii) kelebihan saldo Bantuan
Likuiditas Bank Indonesia (termasuk bunga) sejumlah Rp 29.100.000 atas pembayaran
rekapitalisasi dari pemerintah melalui BPPN sejumlah Rp 28.480.000. Pada tanggal yang
sama, Bank menggunakan penerimaan tersebut untuk membeli obligasi pemerintah yang
baru diterbitkan sejumlah Rp 60.877.000 (terdiri dari obligasi dengan tingkat bunga tetap
sejumlah Rp 2.752.000 dan obligasi dengan tingkat bunga variabel sejumlah
Rp 58.125.000 melalui Bank Indonesia).
Page 18
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/3
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Rekapitalisasi (lanjutan)
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BPPN No. SK-501/BPPN/0400 tanggal 25 April
2000, BPPN mengembalikan Bank kepada Bank Indonesia yang berlaku efektif pada
tanggal tersebut. Untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Peraturan Bank
Indonesia (“PBI”) No. 2/11/PBI/2000 tanggal 31 Maret 2000, Bank Indonesia
mengumumkan melalui Peng. No. 2/4/Bgub tanggal 28 April 2000, bahwa program
pemulihan termasuk restrukturisasi Bank telah selesai dan Bank telah dikembalikan ke
dalam pengawasan Bank Indonesia.
c. Saham Bank dan obligasi subordinasi Bank
Saham Bank
Berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. S-1037/PM/2000 tanggal
11 Mei 2000, Bank menawarkan 662.400.000 lembar saham melalui Penawaran Umum
Perdana dengan jumlah nilai nominal Rp 331.200 (harga penawaran Rp 1.400 (nilai
penuh) per lembar saham), yang merupakan 22% (dua puluh dua persen) dari modal
saham yang ditempatkan dan disetor, sebagai bagian dari divestasi pemilikan saham
Republik Indonesia yang diwakili oleh BPPN. Penawaran umum ini dicatatkan pada Bursa
Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 31 Mei 2000 (kedua bursa ini telah
digabung dan sekarang bernama Bursa Efek Indonesia).
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) tanggal 12 April 2001 (Akta
risalah RUPSLB No. 25 tanggal 12 April 2001 dibuat oleh Hendra Karyadi, S.H., Notaris
di Jakarta) telah menyetujui pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split), dari Rp
500 (nilai penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham dengan nilai nominal Rp 250
(nilai penuh) per lembar, dan menyetujui peningkatan/penambahan modal ditempatkan
dan disetor sebanyak Rp 73.599.650.000 melalui Program Kompensasi Manajemen
Berbasis Saham (“MSOP”). Perubahan anggaran dasar Bank terkait stock split tersebut
sebagaimana ternyata dalam Akta pernyataan keputusan rapat No. 30 tanggal 12 April
2001, dibuat di hadapan Hendra Karyadi, S.H., Notaris di Jakarta yang laporan perubahan
anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat oleh penerimaan pemberitahuannya telah
diterima dan dicatat oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, sebagaimana
ternyata dalam suratnya No. C-4805 HT.01.04-TH.2001 pada tanggal 18 April 2001.
Berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. S-1611/PM/2001 tanggal
29 Juni 2001, Bank menawarkan lagi 588.800.000 lembar saham dengan jumlah nilai
nominal Rp 147.200 (harga penawaran Rp 900 (nilai penuh) per lembar saham), yang
merupakan 10% (sepuluh persen) dari modal saham ditempatkan dan disetor saat itu,
sebagai bagian dari divestasi pemilikan saham Republik Indonesia yang diwakili oleh
BPPN. Penawaran umum ini dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya pada tanggal 10 Juli 2001.
Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) Tahunan tanggal 6 Mei 2004 (Akta risalah
RUPS Tahunan No. 16 tanggal 6 Mei 2004 dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H.,
Notaris di Jakarta) telah menyetujui dilakukannya pemecahan nilai nominal saham Bank
(stock split) dari Rp 250 (nilai penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham Bank
dengan nilai nominal Rp 125 (nilai penuh) per saham. Perubahan anggaran dasar Bank
terkait stock split tersebut sebagaimana ternyata dalam Akta Notaris Hendra Karyadi,
S.H., Notaris di Jakarta, No. 40 tanggal 18 Mei 2004, yang laporannya telah diterima dan
dicatat dalam Database Sistem Administrasi Badan Hukum (“Sisminbakum”), Direktorat
Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. C-13176HT.01.04.TH.2004 tanggal 26 Mei 2004.
Page 19
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/4
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Saham Bank dan obligasi subordinasi Bank (lanjutan)
Saham Bank (lanjutan)
RUPSLB tanggal 26 Mei 2005 (Akta risalah RUPSLB No. 42 tanggal 26 Mei 2005 dibuat
oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., Notaris di Jakarta) telah menyetujui untuk
dilakukannya pembelian kembali saham (buy back shares) oleh Bank, dengan ketentuan
bahwa pembelian kembali saham disetujui oleh Bank Indonesia, jumlah saham yang akan
dibeli kembali tidak melebihi 5% (lima persen) dari jumlah seluruh saham Bank yang telah
diterbitkan hingga tanggal 31 Desember 2004, yaitu sebanyak 615.160.675 lembar
saham dan jumlah dana untuk pembelian kembali saham tidak melebihi Rp 2.153.060.
Dengan Surat No. 7/7/DPwB2/PwB24/Rahasia tanggal 16 November 2005, Bank
Indonesia tidak berkeberatan dengan rencana pembelian kembali saham Bank.
RUPSLB tanggal 15 Mei 2007 (Akta risalah RUPSLB No. 6 tanggal 15 Mei 2007 dibuat
oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., Notaris di Jakarta) telah menyetujui untuk
dilakukannya pembelian kembali saham (buy back shares) tahap II oleh Bank, dengan
ketentuan bahwa pembelian kembali saham disetujui oleh Bank Indonesia serta dilakukan
dari waktu ke waktu selama 18 (delapan belas) bulan terhitung sejak tanggal rapat
tersebut, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 1% (satu persen) dari
jumlah seluruh saham yang telah diterbitkan oleh Bank hingga tanggal 27 April 2007 atau
seluruhnya 123.275.050 lembar saham, dan jumlah dana untuk pembelian kembali
saham tidak melebihi Rp 678.013. Dengan Surat No. 9/160/DPB 3/TPB 3-2 tanggal 11
Oktober 2007, Bank telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia terkait dengan
pembelian kembali saham tahap II.
RUPSLB tanggal 28 November 2007 (Akta risalah RUPSLB No. 33 tanggal 28 November
2007 dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., Notaris di Jakarta), telah menyetujui
pemecahan saham Bank (stock split) dari Rp 125 (nilai penuh) per saham dipecah
menjadi 2 (dua) saham Bank dengan nilai nominal Rp 62,50 (nilai penuh) per saham.
Perubahan Anggaran Dasar Bank terkait stock split tersebut sebagaimana ternyata dalam
Akta pernyataan keputusan rapat No. 6 tanggal 11 Desember 2007 yang dibuat di
hadapan Notaris Hendra Karyadi, S.H., Notaris di Jakarta yang penerimaan
pemberitahuannya telah diterima dan dicatat oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia, sebagaimana ternyata dalam suratnya No. AHU-AH.01.10-
0247 tanggal 3 Januari 2008.
Berdasarkan Surat No. 038/IQ-ECM/LTR/HFJ/XI/2008.TRIM tanggal 26 November 2008,
dinyatakan bahwa aktivitas pembelian kembali saham tahap II periode 11 Februari 2008
sampai dengan 13 November 2008 telah selesai dilaksanakan dengan jumlah pembelian
sejumlah 397.562 lot atau 198.781.000 lembar saham dengan rata-rata perolehan Rp
3.106,88 (nilai penuh) per lembar saham. Sehingga jumlah pembelian kembali saham
yang telah dilakukan sampai dengan 13 November 2008 sebanyak 289.767.000 lembar
saham dengan nilai keseluruhan pembelian Rp 808.585.
Pada tanggal 7 Agustus 2012, Bank telah menjual saham hasil pembelian kembali
(saham tresuri) sebanyak 90.986.000 lembar saham pada harga Rp 7.700 (nilai penuh)
per lembar saham dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp 691.492. Selisih antara
harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham tresuri sebesar Rp 500.496
dicatat sebagai “selisih modal dari transaksi saham tresuri”, yang merupakan bagian dari
tambahan modal disetor (Catatan 26). Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah saham
tresuri yang dimiliki oleh Bank adalah sebanyak 198.781.000 lembar saham dengan nilai
keseluruhan sebesar Rp 617.589.
Page 20
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/5
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Saham Bank dan obligasi subordinasi Bank (lanjutan)
Saham Bank (lanjutan)
Pada tanggal 7 Februari 2013, Bank telah menjual saham hasil pembelian kembali
(saham tresuri) sebanyak 198.781.000 lembar saham pada harga Rp 9.900 (nilai penuh)
per lembar saham dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp 1.932.528. Selisih antara
harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham tresuri sebesar Rp 1.314.939
dicatat sebagai “selisih modal dari transaksi saham tresuri”, yang merupakan bagian dari
tambahan modal disetor (Catatan 26). Pada tanggal 31 Desember 2013, Bank sudah
tidak lagi memiliki saham tresuri.
RUPSLB tanggal 23 September 2021 (Akta berita acara RUPSLB No. 178 tanggal 23
September 2021 dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di
Kota Administrasi Jakarta Barat), telah menyetujui pemecahan saham Bank (stock split)
dari Rp 62,50 (nilai penuh) per saham dipecah menjadi 5 (lima) saham Bank masing-
masing dengan nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per saham. Perubahan Anggaran
Dasar Bank terkait stock split tersebut sebagaimana ternyata dalam Akta pernyataan
keputusan rapat No. 218 tanggal 27 September 2021 yang dibuat di hadapan Notaris
Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat yang
penerimaan pemberitahuannya telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sebagaimana ternyata dalam suratnya No. AHU-
AH.01.03-0453543 tanggal 27 September 2021. Terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2021
saham Bank yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia setelah pelaksanaan stock split
menjadi 122.042.299.500 saham dengan nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per saham.
Entitas induk langsung Bank adalah PT Dwimuria Investama Andalan, yang didirikan di
Indonesia, yang merupakan pemegang 54,94% saham Bank pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023. Pemegang Saham Pengendali Terakhir (“PSPT”) Bank adalah Sdr.
Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
Obligasi Subordinasi
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I 2018 ditawarkan pada
nilai nominal. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal
pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran pertama bunga obligasi
dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2018 dan pembayaran bunga terakhir akan dilakukan
bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri obligasi.
Bank melakukan Perjanjian Perwaliamanatan dengan PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (yang bertindak selaku Wali Amanat) untuk Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 sesuai dengan Akta Perjanjian
Perwaliamanatan No. 27 tanggal 22 Maret 2018 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani,
S.H., notaris di Jakarta. Perjanjian ini mengalami beberapa perubahan yang diaktakan
dengan Perubahan I No. 5 tanggal 5 Juni 2018 dan Perubahan II No. 2 tanggal 3 Juli
2018.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank
Central Asia Tahap I Tahun 2018 mendapat peringkat idAA dari Pefindo. Pada tanggal 26
Juni 2018, obligasi tersebut telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia (Catatan 24).
Page 21
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak
Entitas Anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh Bank pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Dimulainya Persentase Jumlah
kegiatan Tempat kepemilikan efektif aset
Nama perusahaan komersial Bidang usaha kedudukan 2024 2023 2024 2023
PT BCA Finance 1981 Pembiayaan investasi, Jakarta 100% 100% 10.994.614 8.939.789
pembiayaan modal
kerja, pembiayaan
multiguna, sewa
operasi, kegiatan
pembiayaan lain
berdasarkan
persetujuan instansi
yang berwenang
BCA Finance Limited 1975 Money lending dan Hong Kong 100% 100% 413.805 938.992
remittance
PT Bank BCA 1991 Perbankan syariah Jakarta 100% 100% 16.641.459 14.471.734
Syariah
PT BCA Sekuritas 1990 Perantara perdagangan Jakarta 90% 90% 1.431.658 1.907.290
efek dan penjamin
emisi efek
PT Asuransi Umum 1988 Asuransi umum atau Jakarta 100% 100% 3.355.033 3.005.651
BCA kerugian
PT BCA Multi 2010 Pembiayaan investasi, Jakarta - 100% - 1.826.864
Finance pembiayaan modal
kerja, pembiayaan
multiguna, sewa
operasi, kegiatan
pembiayaan lain
berdasarkan
persetujuan instansi
yang berwenang
PT Asuransi Jiwa 2014 Asuransi jiwa Jakarta 90% 90% 3.339.665 2.878.724
BCA
PT Central Capital 2017 Modal ventura Jakarta 100% 100% 496.706 435.178
Ventura
PT Bank Digital BCA 1965 Perbankan Jakarta 100% 100% 16.054.445 13.506.728
PT BCA Finance
PT BCA Finance, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi di
Wisma BCA Pondok Indah Lantai 2, Jalan Metro Pondok Indah No. 10, Jakarta Selatan,
bergerak di bidang pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan
multiguna, sewa operasi, kegiatan pembiayaan lain berdasarkan persetujuan instansi
yang berwenang.
PT BCA Finance berdiri pada tahun 1981 dengan nama PT Central Sari Metropolitan
Leasing Corporation (“CSML”). Pada awal berdirinya, pemegang saham CSML adalah PT
Bank Central Asia dan Japan Leasing Corporation.
Page 22
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan)
PT BCA Finance (lanjutan)
Pada tahun 2001, PT Central Sari Metropolitan Leasing Corporation berubah nama
menjadi PT Central Sari Finance (“CSF”), diikuti dengan perubahan kepemilikan saham,
di mana PT Bank Central Asia Tbk menjadi pemegang saham mayoritas, dan mengubah
fokus usaha menjadi pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya roda empat atau lebih.
Terakhir, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No.C-08091 HT.01.04.TH.2005 tanggal 28 Maret 2005, PT Central
Sari Finance diubah namanya menjadi PT BCA Finance.
Pada tanggal 1 September 2024, PT BCA Finance melakukan penggabungan usaha
dengan PT BCA Multi Finance yang berkedudukan di Jakarta. Keputusan penggabungan
usaha ini dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 15 Agustus 2024 yang dibuat di
hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M. Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat.
1. Rencana Penggabungan PT BCA Finance dan PT BCA Multi Finance, di mana PT
BCA Finance akan bertindak sebagai perusahaan penerima penggabungan.
2. Menyusun rancangan penggabungan.
3. Menyetujui komposisi permodalan perusahaan hasil penggabungan usaha dengan
modal dasar sebesar 300.000.000 saham dan nilai nominal sebesar Rp
3.000.000.000.000 (nilai penuh). Total modal ditempatkan dan disetor menjadi
104.296.119 saham dengan rincian PT Bank Central Asia sebesar 103.872.044
saham dan BCA Finance Limited sebesar 424.075 saham.
Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-AH.01.09-0246700 pada
tanggal 1 September 2024.
BCA Finance Limited
BCA Finance Limited, sebuah perusahaan yang berdomisili di Hong Kong dan berlokasi
di The Center Lantai 47 Unit 4707, 99 Queen’s Road, Central, Hong Kong, bergerak di
bidang money lending dan remittance dan telah beroperasi sejak tahun 1975.
PT Bank BCA Syariah
PT Bank BCA Syariah, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi
di Jalan Raya Jatinegara Timur No. 72, Jakarta Timur, bergerak di bidang perbankan
dengan prinsip syariah dan telah beroperasi sejak tahun 1991.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan di Luar Rapat Perseroan Terbatas PT Bank UIB
No. 49 yang dibuat di hadapan Notaris Ny. Pudji Redjeki Irawati, S.H., tanggal
16 Desember 2009, PT Bank UIB melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi bank
syariah dan perubahan nama menjadi PT Bank BCA Syariah. Akta perubahan tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-01929.AH.01.02 tanggal 14 Januari 2010.
Page 23
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/8
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank BCA Syariah (lanjutan)
Perubahan kegiatan usaha Bank dari bank umum konvensional menjadi bank umum yang
melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank
Indonesia melalui Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010
tanggal 2 Maret 2010. Dengan diperolehnya izin tersebut, pada tanggal 5 April 2010, PT
Bank BCA Syariah resmi beroperasi sebagai bank umum syariah.
Pada tanggal 10 Desember 2020, PT Bank BCA Syariah melakukan penggabungan
usaha dengan PT Bank Interim Indonesia yang berkedudukan di Jakarta. Keputusan
penggabungan usaha ini dituangkan dalam Akta No. 65 tanggal 16 November 2020 yang
dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota
Administrasi Jakarta Barat.
1. Rencana Penggabungan PT Bank BCA Syariah dan PT Bank Interim Indonesia, di
mana PT Bank BCA Syariah akan bertindak sebagai bank penerima penggabungan.
2. Menyusun rancangan penggabungan.
3. Menyetujui pemecahan saham Bank sesuai dengan rencana penggabungan usaha,
di mana 1 saham akan dipecah menjadi 1.000 saham sehingga nilai nominal saham
Bank yang semula sebesar Rp 1.000.000 (nilai penuh) untuk setiap saham menjadi
sebesar Rp 1.000 (nilai penuh) untuk setiap saham.
4. Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor sehubungan dengan
penggabungan usaha dengan menerbitkan saham baru sebanyak 258.883.207
sehingga keseluruhan saham yang beredar adalah sebanyak 2.255.183.207 saham.
Saham baru tersebut akan dialokasikan kepada pemilik saham PT Bank Interim
Indonesia dengan rincian PT Bank Central Asia Tbk akan mendapatkan 258.883.137
saham dan PT BCA Finance akan mendapatkan 70 saham.
Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-AH.01.10-0012509 pada
tanggal 10 Desember 2020.
PT BCA Sekuritas
PT BCA Sekuritas, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi di
Menara BCA, Grand Indonesia Lantai 41, Suite 4101, Jalan M.H. Thamrin No. 1, Jakarta,
bergerak di bidang perantara perdagangan efek dan penjamin emisi efek sejak tahun
1990.
Pada tanggal 2 Oktober 2012, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Dinamika Usaha Jaya No. 5, yang dibuat di hadapan Notaris
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., PT Dinamika Usaha Jaya berubah nama menjadi
PT BCA Sekuritas. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-54329.AH.01.02
tanggal 22 Oktober 2012.
PT Asuransi Umum BCA
PT Asuransi Umum BCA, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi
di Gedung Sahid Sudirman Center Lantai 10 Unit E, F, G, dan H, Jalan Jenderal Sudirman
Kav. 86, Jakarta, bergerak di bidang industri perasuransian, terutama di bidang asuransi
umum atau kerugian, dalam arti seluas-luasnya.
Page 24
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/9
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan)
PT Asuransi Umum BCA (lanjutan)
PT Asuransi Umum BCA berdiri pada tahun 1988 dengan nama PT Asuransi Ganesha
Danamas. Pada tahun 2006, PT Asuransi Ganesha Danamas berubah nama menjadi PT
Transpacific General Insurance dan kemudian pada tahun 2011 menjadi PT Central
Sejahtera Insurance.
Pada tanggal 5 Desember 2013, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Central Sejahtera Insurance No. 7 yang dibuat di hadapan Notaris
Veronica Sandra Irawaty Purnadi, S.H., PT Central Sejahtera Insurance berubah nama
menjadi PT Asuransi Umum BCA. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-
64973.AH.01.02 tanggal 11 Desember 2013.
PT BCA Multi Finance
PT BCA Multi Finance, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi
di Gedung WTC Mangga Dua Lantai 6, Blok CL No. 001, Jalan Mangga Dua Raya No. 8,
Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta, bergerak di bidang pembiayaan
investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, sewa operasi, kegiatan
pembiayaan lain berdasarkan persetujuan instansi yang berwenang.
PT Central Santosa Finance didirikan di negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris
Fransiscus Xaverius Budi Santosa Isbandi, S.H., tanggal 29 April 2010 No. 95. Akta ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-23631.AH.01.01 tanggal 10 Mei 2010.
Pada tanggal 27 Mei 2019, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Central Santosa Finance No. 54 yang dibuat di hadapan
Notaris Veronica Sandra Irawaty Purnadi, S.H., PT Central Santosa Finance berubah
nama menjadi PT BCA Multi Finance. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-
0029530.AH.01.02 tanggal 29 Mei 2019.
Pada tanggal 1 September 2024, penggabungan usaha PT BCA Finance dengan PT BCA
Multi Finance telah dilakukan dan tertuang dalam Akta No. 135 tanggal 15 Agustus 2024
yang dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota
Administrasi Jakarta Barat. PT BCA Finance akan bertindak sebagai perusahaan
penerima penggabungan.
PT Asuransi Jiwa BCA
PT Asuransi Jiwa BCA, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi
di Gedung Chase Plaza Lantai 22, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta 12920,
bergerak di bidang asuransi jiwa, termasuk asuransi jiwa dengan prinsip syariah.
PT Asuransi Jiwa BCA didirikan di negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., tanggal 16 Oktober 2013 No. 90. Akta ini telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-56809.AH.01.01 tanggal 7 November 2013.
Page 25
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/10
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan)
PT Asuransi Jiwa BCA (lanjutan)
Perusahaan memperoleh izin usaha dalam bidang asuransi jiwa dari ketua Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) melalui Surat Keputusan No. KEP-91/D.05/2014 tanggal 14 Juli 2014.
PT Central Capital Ventura
PT Central Capital Ventura, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan
berlokasi di The Manhattan Square Lt. Mezzanine, Jl. TB Simatupang, RT.3/RW.3,
Cilandak Timur, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, bergerak di bidang modal ventura.
PT Central Capital Ventura didirikan di negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris
Veronica Sandra Irawaty Purnadi, S.H., tanggal 25 Januari 2017 No. 15. Akta ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0004845.AH.01.01 tanggal 2 Februari 2017. Entitas Anak
memperoleh izin usaha modal ventura berdasarkan Salinan Keputusan Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-39/D.05/2017 tanggal 19 Juni 2017.
PT Bank Digital BCA
PT Bank Digital BCA, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi di
The City Tower Lantai 11 Jl. M.H. Thamrin No.81, Jakarta Pusat, Indonesia, bergerak di
bidang perbankan dan telah beroperasi sejak tahun 1965.
PT Bank Digital BCA didirikan dengan nama PT Bank Rakjat Parahyangan berdasarkan
akta notaris R. Soerojo Wongsowidjojo, S.H., No. 35 tanggal 25 Oktober 1965. Sesuai
perubahan Anggaran Dasar No. 19 tanggal 21 Agustus 1982 yang dibuat oleh Notaris R.
Soerojo Wongsowidjojo, S.H., nama Bank diubah menjadi PT Bank Pasar Rakyat
Parahyangan. Akta pendirian Bank telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-1092-HT.01.01.TH.82 tanggal 3
September 1982.
Pada tahun 1990, berdasarkan Akta Risalah Rapat PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan
No. 68 tanggal 8 Januari 1990, yang dibuat oleh Misahardi Wilamarta, S.H., nama
PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan diubah menjadi PT Bank Royal Indonesia, status
dan kegiatan menjadi bank umum, serta kedudukan menjadi di Jakarta.
PT Bank Royal Indonesia memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1090/KMK.013/090 tanggal 12 September 1990 dan
sebagai pedagang valuta asing berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 30/182/UOPM
tanggal 13 November 1997 yang telah diperpanjang berdasarkan Keputusan Direktur
Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia No. 5/7/KEP.Dir.PIP.2003 tanggal 24
Desember 2003, sebagaimana telah didaftar ulang berdasarkan Surat Bank Indonesia
No. 10/449/DPIP/Prz tanggal 2 Mei 2008.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank
Central Asia Tbk No. 62 tanggal 20 Juni 2019, yang dibuat di hadapan Notaris Christina
Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Bank memutuskan untuk melakukan akuisisi PT Bank
Royal Indonesia.
Page 26
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/11
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Digital BCA (lanjutan)
Akuisisi PT Bank Royal Indonesia telah mendapat persetujuan dari OJK sesuai dengan
Surat No. SR-60/PB.33/2019 tertanggal 22 Oktober 2019.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank
Royal Indonesia No. 308 tanggal 31 Oktober 2019, yang dibuat di hadapan Notaris
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., terjadi pengalihan saham dalam PT Bank
Royal Indonesia yang telah diterbitkan dengan cara menjual seluruh saham-saham yang
dimiliki oleh PT Royalindo Investa Wijaya, Sdr. Leslie Soemedi, Sdr. Ibrahim Soemedi,
Sdr. Herman Soemedi, Sdr. Ko Sugiarto dan Sdr. Nevin Soemedi kepada Bank dan PT
BCA Finance (Entitas Anak) masing-masing sebesar 99,99% dan 0,01%. Akta ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0356474 tanggal 7 November 2019.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Bank Royal Indonesia
No. 37 tanggal 2 April 2020, yang dibuat di hadapan Sakti Lo, S.H., Notaris di Jakarta, PT
Bank Royal Indonesia melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Digital BCA. Akta
perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0027414.AH.01.02 tanggal 2 April 2020.
e. Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
2024
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djohan Emir Setijoso
Komisaris : Tonny Kusnadi
Komisaris Independen : Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen : Raden Pardede
Komisaris Independen : Sumantri Slamet
Direksi
Presiden Direktur : Jahja Setiaatmadja
Wakil Presiden Direktur : Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur : Gregory Hendra Lembong
Direktur : Tan Ho Hien/Subur Tan
Direktur : Rudy Susanto
Direktur (yang juga
merupakan Direktur
yang membawahkan fungsi
Kepatuhan) : Lianawaty Suwono
Direktur : Santoso
Direktur : Vera Eve Lim
Direktur : Haryanto Tiara Budiman
Direktur : Frengky Chandra Kusuma
Direktur : John Kosasih
Direktur : Antonius Widodo Mulyono
Page 27
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/12
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan)
Susunan pengurus Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut: (lanjutan)
2023
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djohan Emir Setijoso
Komisaris : Tonny Kusnadi
Komisaris Independen : Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen : Raden Pardede
Komisaris Independen : Sumantri Slamet
Direksi
Presiden Direktur : Jahja Setiaatmadja
Wakil Presiden Direktur : Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur : Gregory Hendra Lembong
Direktur : Tan Ho Hien/Subur Tan
Direktur : Rudy Susanto
Direktur (yang juga
merupakan Direktur
yang membawahkan fungsi
Kepatuhan) : Lianawaty Suwono
Direktur : Santoso
Direktur : Vera Eve Lim
Direktur : Haryanto Tiara Budiman
Direktur : Frengky Chandra Kusuma
Direktur : John Kosasih
Direktur : Antonius Widodo Mulyono
Susunan pengurus Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 tercantum pada Akta
Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Central Asia Tbk No. 33 tanggal 10 Mei 2022 yang
dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat, yang pemberitahuan perubahan datanya telah diterima dan dicatat di
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, sebagaimana ternyata dalam suratnya No. AHU- AH.01.09-0011476
tanggal 11 Mei 2022.
f. Komite Audit
Komite Audit Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 terdiri dari:
Ketua : Sumantri Slamet
Anggota : Rallyati A. Wibowo
Anggota : Fanny Sagitadewi
Pembentukan Komite Audit Bank telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan
Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
Page 28
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/13
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
g. Divisi Audit Internal dan Corporate Secretary
Kepala Divisi Audit Internal Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah Leo
Ariston dan Leo Ariston (Pjs).
Corporate Secretary Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah Raymon
Yonarto.
h. Jumlah karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank dan Entitas Anak mempunyai 27.844
dan 27.273 karyawan tetap.
Personel manajemen kunci Bank mencakup anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
i. Penyelesaian laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Bank bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian
ini, yang disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 22 Januari 2025.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL
Kebijakan-kebijakan akuntansi material yang diterapkan oleh Bank dan Entitas Anak (“Grup”)
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian diterapkan secara konsisten, dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun berakhir 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan
Peraturan Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yaitu Peraturan
No. VIII G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik”.
Laporan keuangan PT Bank BCA Syariah (Entitas Anak) disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan Syariah dan Standar Akuntansi Keuangan lainnya yang diterbitkan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
b. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Bank. Kecuali dinyatakan secara khusus, informasi keuangan yang disajikan
telah dibulatkan menjadi jutaan Rupiah yang terdekat.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali
untuk aset tetap - kelompok tanah, aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan aset dan liabilitas keuangan (termasuk instrumen
derivatif) diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang diukur berdasarkan nilai wajar.
Laporan keuangan konsolidasian menggunakan dasar akrual kecuali untuk laporan arus
kas konsolidasian.
Page 29
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/14
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
b. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari
aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, dan disusun dengan menggunakan metode
langsung. Untuk tujuan penyajian laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas
meliputi kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada Bank
Indonesia dan bank-bank lain yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang
diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
c. Penggunaan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK di Indonesia
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan-pertimbangan, estimasi-
estimasi, dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan
jumlah aset, liabilitas, pendapatan, dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini
dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini,
hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat
dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan
secara terpisah.
Estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang digunakan ditelaah secara
berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode di mana estimasi
tersebut direvisi dan periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi
tersebut.
Informasi mengenai hal-hal penting yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan
pertimbangan-pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki
dampak yang signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian dijelaskan di Catatan 3.
d. Perubahan kebijakan akuntansi
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah
menerbitkan amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024
sebagai berikut:
- Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia ("KSPKI") dan perubahan nomor
PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (sebelumnya Standar
Akuntansi Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024. KSPKI mengatur pilar SAK
yang berlaku di Indonesia, kriteria, dan perpindahan antar pilar SAK, sedangkan
perubahan nomor mengatur ketentuan penomoran PSAK dan ISAK yang mengacu pada
IFRS Accounting Standards, standar akuntansi lokal, dan standar akuntasi syariah;
- Amendemen PSAK 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait klasifikasi liabilitas
sebagai jangka pendek atau jangka panjang;
- Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
- Amandemen PSAK 207 dan PSAK 107 terkait “Pengaturan Pembiayaan Pemasok”; dan
- Amandemen PSAK 409: “Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah” dan PSAK 401:
“Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
Penerapan dari amandemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan
substansial atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap
Laporan Keuangan Konsolidasian pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Page 30
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/15
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
e. Prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian tahun 2024 mencakup laporan keuangan Bank dan
Entitas Anak (PT BCA Finance, BCA Finance Limited, PT Bank BCA Syariah, PT BCA
Sekuritas, PT Asuransi Umum BCA, PT Asuransi Jiwa BCA, PT Central Capital Ventura
dan PT Bank Digital BCA bersama-sama disebut Grup).
Laporan keuangan konsolidasian tahun 2023 mencakup laporan keuangan Bank dan
Entitas Anak (PT BCA Finance, BCA Finance Limited, PT Bank BCA Syariah, PT BCA
Sekuritas, PT Asuransi Umum BCA, PT BCA Multi Finance, PT Asuransi Jiwa BCA,
PT Central Capital Ventura dan PT Bank Digital BCA bersama-sama disebut Grup).
Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup
mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk,
pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas
entitas tersebut. Entitas Anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana
pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas Anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak
tanggal di mana Grup kehilangan pengendalian.
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang
dialihkan untuk akuisisi suatu Entitas Anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan,
liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakuisisi sebelumnya dan kepentingan
ekuitas yang diterbitkan oleh Grup. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau
liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi
bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Seluruh transaksi, saldo, keuntungan dan kerugian intra kelompok usaha di dalam Grup
yang material telah dieliminasi.
Grup mengakui kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai
wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan non-pengendali atas aset neto pihak
yang diakuisisi. Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Kepentingan non-
pengendali diakui pada tanggal kombinasi bisnis.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada
pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya
dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar aset bersih
teridentifikasi yang diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah tersebut lebih rendah
dari nilai wajar aset bersih teridentifikasi atas bisnis yang diakuisisi dalam kasus
pembelian dengan diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai wajar pada
tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui
sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 109 “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur
kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Page 31
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/16
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
e. Prinsip konsolidasian (lanjutan)
Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik, dan
dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham non-pengendali atas laba Entitas Anak
tahun berjalan dan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali
berdasarkan persentase kepemilikan pemegang saham non-pengendali pada Entitas
Anak tersebut.
Jika Grup kehilangan pengendalian pada Entitas Anak, maka Grup:
• Menghentikan pengakuan aset dan liabilitas Entitas Anak terdahulu dari laporan posisi
keuangan konsolidasian;
• Mengakui sisa investasi pada Entitas Anak terdahulu pada nilai wajarnya pada
tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan
setiap jumlah terutang oleh atau kepada Entitas Anak terdahulu sesuai dengan
standar akuntansi keuangan yang relevan; dan
• Mengakui keuntungan atau kerugian terkait hilangnya pengendalian yang dapat
diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.
Perubahan yang mempengaruhi persentase kepemilikan dan ekuitas Entitas Anak yang
tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas dan
disajikan sebagai komponen ekuitas lainnya dalam bagian ekuitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Untuk transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, yaitu berupa pengalihan bisnis
yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu
kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti
substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi
bagi kelompok usaha secara keseluruhan maupun entitas individual dalam kelompok
usaha tersebut.
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, menurut PSAK 338, “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali”, diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan. Entitas yang menerima bisnis maupun yang melepas bisnis mengakui selisih
antara jumlah imbalan yang dialihkan/diterima dan jumlah tercatat dari transaksi
kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor dan
selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo
laba.
f. Penjabaran transaksi dalam valuta asing
Item-item yang disertakan dalam laporan keuangan Grup diukur menggunakan mata
uang yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata
uang fungsional”).
Page 32
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/17
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
f. Penjabaran transaksi dalam valuta asing (lanjutan)
Grup yang berdomisili di Indonesia menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam
Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Grup. Transaksi-transaksi
dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal
transaksi. Pada tanggal pelaporan, saldo akhir tahun aset dan liabilitas moneter dalam
valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs penutup yang berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian.
Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan dalam valuta asing milik Entitas Anak yang
berdomisili di luar negeri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan dasar sebagai
berikut:
(1) Aset dan liabilitas, komitmen dan kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pada
pukul 15:00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan.
(2) Pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian merupakan akumulasi dari saldo laba
rugi bulanan selama tahun berjalan yang dijabarkan ke dalam Rupiah dengan rata-
rata kurs tengah Reuters untuk bulan yang bersangkutan.
(3) Akun ekuitas menggunakan kurs historis.
(4) Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 15:00 WIB pada
tanggal laporan posisi keuangan, kecuali akun-akun laba rugi menggunakan kurs
tengah rata-rata dan unsur-unsur ekuitas menggunakan kurs historis.
Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan sebagai
“selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing” pada kelompok
ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam valuta asing dan
dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing diakui dalam laba rugi
konsolidasian tahun berjalan.
Berikut ini adalah kurs valuta asing utama masing-masing pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023, yang menggunakan kurs tengah Reuters pukul 15:00 WIB (Rupiah
penuh):
Valuta asing 2024 2023
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.095,0 15.397,0
Dolar Australia (AUD) 10.013,5 10.520,8
Dolar Singapura (SGD) 11.844,6 11.676,3
Dolar Hong Kong (HKD) 2.073,1 1.970,7
Yuan China (CNH) 2.198,5 2.169,5
Poundsterling Inggris (GBP) 20.218,5 19.626,6
Yen Jepang (JPY) 103,0 108,9
Euro (EUR) 16.758,1 17.038,3
g. Aset dan liabilitas keuangan
g.1. Aset keuangan
Sesuai dengan PSAK 109, Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam
kategori (a) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, (b) aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan
(c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Page 33
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/18
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Grup menggunakan 2 (dua) dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan yaitu
model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
kontraktual pembayaran pokok dan bunga (Solely Payment of Principal and Interest
(“SPPI”)) dari aset keuangan.
Penilaian model bisnis
Grup menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
bagaimana Grup mengelola kelompok aset keuangan yang dimiliki untuk mencapai
tujuan bisnisnya.
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi
pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-
faktor yang dapat diamati seperti:
• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model
bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
• Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang
dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko
tersebut dikelola;
• Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi
didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas
kontraktual yang tertagih);
• Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek
penting dari penilaian Grup.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar
tanpa mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas
setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal
diharapkan, Grup tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa
dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam
melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli
selanjutnya.
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Grup menilai persyaratan
kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian
SPPI.
Pokok pinjaman untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset
keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan
(misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian kredit biasanya adalah
pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian
SPPI, Grup menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang
relevan seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan periode
pada saat suku bunga ditetapkan.
Page 34
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/19
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de
minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait
dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI
atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur
pada nilai wajar.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi
kedua kondisi berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan untuk tujuan mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
menghasilkan arus kas yang merupakan pembayaran pokok dan bunga semata
dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai.
Pendapatan bunga dari aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan
diakui sebagai “Pendapatan bunga”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian
penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat investasi dan diakui di
dalam laporan keuangan konsolidasian sebagai “Cadangan kerugian penurunan nilai
atas aset keuangan”.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, hanya
jika memenuhi kedua kondisi berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan
arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
menghasilkan arus kas yang merupakan pembayaran pokok dan bunga semata
dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya
diukur pada nilai wajarnya di mana keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba
rugi komprehensif lain kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi selisih kurs,
hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain mengalami penurunan nilai, akumulasi
laba atau rugi yang sebelumnya diakui pada pendapatan (beban) komprehensif
lainnya, diakui pada laba rugi. Pendapatan bunga dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif dan keuntungan atau kerugian yang timbul akibat perubahan nilai tukar
dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Page 35
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/20
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Seluruh aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi atau aset keuangan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain sebagaimana ketentuan di atas diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi.
Instrumen keuangan yang dikelompokkan ke dalam kategori ini diakui pada nilai
wajarnya pada saat pengakuan awal; biaya transaksi diakui secara langsung ke dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Keuntungan dan
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan instrumen keuangan
diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
dan dicatat masing-masing sebagai “Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar
instrumen keuangan” dan “Keuntungan (kerugian) dari penjualan instrumen
keuangan”. Pendapatan bunga dari instrumen keuangan dalam kelompok diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi dicatat sebagai pendapatan bunga dalam kelompok
pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih.
Grup mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar melalui laba rugi. Jika Grup
telah memilih untuk menyajikan keuntungan atau kerugian nilai wajar atas investasi
ekuitas dalam penghasilan komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan
kerugian nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi tersebut.
g.2. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (a) liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
(a) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan
bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan
terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek (short-term
profit-taking) yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai instrumen liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali ditetapkan
dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas
keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sebagai “Keuntungan (kerugian) dari
perubahan nilai wajar instrumen keuangan”. Beban bunga dari liabilitas
keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi dicatat sebagai “Beban bunga” dalam kelompok
pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Page 36
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/21
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.2. Liabilitas keuangan (lanjutan)
(b) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika
ada).
Setelah pengakuan awal, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
g.3. Pengakuan
Grup pada awalnya mengakui kredit yang diberikan dan simpanan pada tanggal
perolehan.
Pembelian dan penjualan aset keuangan yang lazim (reguler) diakui pada tanggal
penyelesaian (settlement date) di mana Grup memiliki komitmen untuk membeli
atau menjual aset tersebut.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas
keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila
instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awalnya
dicatat sebesar nilai wajar dan biaya transaksinya dibebankan pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain selanjutnya dicatat sebesar
nilai wajar. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada
awalnya dicatat sebesar nilai wajar, selanjutnya dicatat sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Untuk liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, biaya
transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada pengakuan awal liabilitas.
Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode
suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari beban bunga.
Page 37
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/22
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.4. Penentuan nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga
yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur
(orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal
pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang
paling menguntungkan di mana Grup memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai
wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan
menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut.
Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif jika harga kuotasi
tersedia secara berkala dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek
(dealer), perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing
service atau regulatory agency), dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar
yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak
terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar
tidak aktif adalah terdapat selisih yang besar antara harga penawaran dan
permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan
permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi terkini.
Untuk instrumen keuangan yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai
wajar ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang
substansinya sama atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan terhadap
aset bersih efek-efek tersebut.
Nilai wajar untuk semua instrumen keuangan lainnya ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian. Dengan teknik ini, nilai wajar merupakan suatu
estimasi yang dihasilkan dari data yang dapat diobservasi dari instrumen keuangan
yang sama, menggunakan model-model untuk mendapatkan estimasi nilai kini dari
arus kas masa depan yang diharapkan atau teknik penilaian lainnya menggunakan
input yang tersedia pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
g.5. Penghentian pengakuan
Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan
tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko dan manfaat
tidak ditransfer, maka Grup melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan
berkelanjutan atas kontrol yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian
pengakuan). Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Page 38
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/23
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.6. Modifikasi aset keuangan
Grup terkadang melakukan renegosiasi atau dalam hal lain modifikasi atas arus kas
kontraktual dari aset keuangan dalam bentuk pinjaman. Saat ini terjadi, Grup
menilai apakah syarat-syarat pinjaman yang baru berbeda secara substansial
dibanding dengan syarat-syarat pinjaman sebelumnya. Grup melakukan hal ini
dengan mempertimbangkan, antara lain, faktor- faktor di bawah ini:
• Jika peminjam berada dalam kesulitan keuangan, apakah modifikasi tersebut
mengurangi arus kas kontraktual ke nilai yang diharapkan dapat dibayarkan
oleh peminjam;
• Perpanjangan signifikan dari waktu pinjaman di mana peminjam tidak berada
dalam kesulitan keuangan;
• Perubahan signifikan dari suku bunga; dan
• Perubahan mata uang pinjaman.
Apabila syarat-syarat tersebut berbeda secara substansial, Grup menghentikan
pengakuan aset keuangan awal dan mengakui aset keuangan yang ‘baru’ pada nilai
wajarnya dan menghitung kembali suku bunga efektif yang baru untuk aset tersebut.
Tanggal renegosiasi syarat pinjaman dianggap sebagai tanggal pengakuan awal
untuk keperluan perhitungan penurunan nilai, termasuk untuk menentukan apakah
terdapat kenaikan signifikan risiko kredit. Namun, Grup juga menilai apakah aset
keuangan baru dianggap sebagai aset keuangan yang mengalami penurunan nilai
pada pengakuan awal, terutama dalam keadaan di mana renegosiasi didorong oleh
peminjam yang tidak dapat melakukan pembayaran yang sudah disetujui
sebelumnya. Selisih dari nilai tercatat juga diakui pada laba rugi sebagai laba rugi
dari penghentian pengakuan aset keuangan.
Apabila syarat-syarat tersebut tidak berbeda secara substansial, renegosiasi atau
modifikasi tidak menghasilkan penghentian pengakuan, dan Grup menghitung
kembali nilai tercatat bruto berdasarkan arus kas yang sudah dimodifikasi dari aset
keuangan dan mengakui laba atau rugi modifikasian di laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Nilai tercatat bruto yang baru dihitung
kembali dengan mendiskontokan arus kas yang telah dimodifikasi dengan
menggunakan tingkat suku bunga efektif awal.
g.7. Reklasifikasi aset keuangan
Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
jika Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap
kegiatan operasional Grup seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu
lini bisnis. Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada
pihak eksternal.
Page 39
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/24
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.7. Reklasifikasi aset keuangan (lanjutan)
Grup akan mereklasifikasi seluruh aset keuangan yang terkena dampak dari
perubahan model bisnis. Perubahan tujuan model bisnis Grup harus berdampak
sebelum tanggal reklasifikasi.
g.8. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan ke dalam klasifikasi tertentu
yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari
instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Golongan (ditentukan oleh
Kategori aset dan liabilitas keuangan Subgolongan
Grup)
Efek-efek
Aset keuangan yang
Penempatan pada bank-
diukur pada nilai wajar Aset keuangan yang diukur pada
bank lain
melalui laba rugi nilai wajar melalui laba rugi
(“FVPL”) Aset derivatif
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Tagihan akseptasi
Wesel tagih
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Kredit yang diberikan
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Aset dari transaksi syariah - piutang murabahah
Aset keuangan yang
diukur pada biaya Efek-efek untuk tujuan investasi
Aset Pendapatan bunga yang
perolehan diamortisasi
keuangan masih akan diterima
(Amortised cost)
Piutang terkait dengan
transaksi ATM dan
kartu kredit
Wesel yang belum diaksep
Aset lain-lain Piutang atas transaksi
nasabah
Piutang atas transaksi
asuransi
Term Deposit Valas
Devisa Hasil Ekspor
Lain-lain
Aset keuangan yang
Penempatan pada Bank Indonesia
diukur pada nilai wajar Sertifikat deposito
dan bank-bank lain
melalui penghasilan
komprehensif lain
(“FVOCI”) Efek-efek untuk tujuan investasi
Page 40
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/25
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.8. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
Golongan (ditentukan oleh
Kategori aset dan liabilitas keuangan Subgolongan
Grup)
Liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar Liabilitas keuangan yang diukur Liabilitas derivatif
melalui laba rugi pada nilai wajar melalui laba
(“FVPL”) rugi
Simpanan dari nasabah
Dana simpanan syariah
Liabilitas keuangan yang Simpanan dari bank-bank lain
diukur pada biaya Utang akseptasi
perolehan diamortisasi Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
(Amortised cost) Efek-efek utang yang diterbitkan
Pinjaman yang diterima
Transaksi komitmen dan kontinjensi
Liabilitas Liabilitas lain-lain:
keuangan - Beban bunga yang masih
harus dibayar
- Liabilitas terkait dengan
transaksi ATM dan kartu
kredit
Beban yang masih harus
- Liabilitas transaksi
dibayar dan liabilitas
nasabah
lain-lain
- Liabilitas transaksi
asuransi
- Liabilitas sewa
pembiayaan
- Term Deposit Valas
Devisa Hasil Ekspor
Obligasi subordinasi
Komitmen Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan
dan Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan
kontinjensi Bank garansi yang diterbitkan
g.9. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang saling hapus beserta nilai bersihnya
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah
diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan liabilitasnya secara simultan. Dalam situasi tertentu, meskipun
terdapat saling hapus dalam perjanjian utama, keterbatasan dari niat manajemen
untuk melakukan penyelesaian dengan basis neto menghasilkan aset keuangan
dan liabilitas keuangan yang disajikan secara gross pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
g.10. Kontrak jaminan keuangan dan tagihan komitmen lainnya
Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mengharuskan penerbit untuk
melakukan pembayaran yang ditetapkan untuk mengganti uang pemegang kontrak
atas kerugian yang terjadi karena debitur tertentu gagal untuk melakukan
pembayaran pada saat jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan dari instrumen
utang. Jaminan keuangan tersebut diberikan kepada bank-bank, lembaga
keuangan dan badan-badan lainnya atas nama debitur untuk menjamin kredit dan
fasilitas-fasilitas perbankan lainnya, dan penyediaan dana yang belum ditarik.
Page 41
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/26
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.10. Kontrak jaminan keuangan dan tagihan komitmen lainnya (lanjutan)
Jaminan keuangan awalnya diakui dalam laporan keuangan konsolidasian sebesar
nilai wajar pada tanggal jaminan diberikan. Nilai wajar dari jaminan keuangan pada
saat dimulainya transaksi pada umumnya sama dengan provisi yang diterima untuk
jaminan diberikan dengan syarat dan kondisi normal dan nilai wajar awal
diamortisasi sepanjang umur jaminan keuangan.
Setelah pengakuan awal kontrak, jaminan keuangan dicatat pada nilai yang lebih
tinggi antara nilai wajar amortisasi dengan nilai kerugian kredit ekspektasian sesuai
PSAK 109.
g.11. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Grup menilai dengan dasar perkiraan masa yang akan datang kerugian kredit
ekspektasian (Expected Credit Loss/"ECL”) terkait dengan instrumen aset
keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Metodologi penurunan nilai yang ditampilkan
tergantung kepada apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan untuk
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”). Jika pada tanggal
pelaporan, risiko kredit atas aset keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal, maka Grup akan mengukur penyisihan kerugian untuk aset
keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Jika risiko kredit atas aset keuangan
telah meningkat secara signifikan dari pengakuan awal, maka Grup akan
menyajikan penyisihan kerugian sejumlah ECL lifetime.
ECL 12 bulan dan ECL lifetime
ECL 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya
yang merepresentasikan ECL yang timbul dari peristiwa gagal bayar aset
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan (atau
periode yang lebih pendek jika umur aset keuangan yang diharapkan kurang dari
12 bulan). ECL 12 bulan dibobot oleh probabilitas terjadinya default yang dimaksud.
ECL lifetime adalah kerugian yang diakibatkan dari semua kejadian default yang
mungkin terjadi selama perkiraan waktu umur aset keuangan.
Staging Criteria
Aset keuangan harus dialokasikan ke salah satu dari tiga tahap penurunan nilai
(stage 1, stage 2, stage 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko
kredit yang signifikan atas aset keuangan sejak pengakuan awal atau apakah
fasilitas tersebut gagal bayar pada setiap tanggal pelaporan.
Stage 1: mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas
risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung.
Page 42
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/27
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.11. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Staging Criteria (lanjutan)
Stage 2: mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas
risiko kredit pada tanggal pelaporan, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai
yang objektif. Untuk aset ini, ECL lifetime dihitung. ECL lifetime adalah kerugian
kredit yang diharapkan yang dihasilkan dari semua kejadian default yang mungkin
terjadi selama perkiraan umur dari aset keuangan.
Stage 3: mencakup aset keuangan yang memiliki bukti objektif penurunan nilai
pada tanggal pelaporan. Untuk aset ini, berisi debitur yang telah default.
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan ECL 12
bulan (stage 1) atau ECL lifetime (stage 2) disebut dengan kriteria peningkatan
signifikan dalam risiko kredit (Significant Increase on Credit Risk/"SICR").
Penentuan kriteria SICR memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan
risiko kredit yang signifikan pada setiap tanggal pelaporan.
PSAK 109 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi
saat ini dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam
kerugian kredit yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung
konsisten dengan perubahan dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke
periode. Perhitungan ECL ini membutuhkan estimasi forward-looking dari
Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD) dan Exposure at Default
(EAD).
Untuk komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, tanggal pada saat Grup
menjadi pihak dalam suatu komitmen yang tidak dapat dibatalkan merupakan
tanggal pengakuan awal untuk keperluan penerapan persyaratan penurunan nilai.
Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu di mana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Stage 1) atau
sepanjang umur/lifetime (Stage 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi
ekonomi masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada point in
time di mana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar
dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan
(jika ada) di mana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan
jatuh tempo dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. LGD diestimasikan
berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan mempertimbangkan asumsi
ekonomi di masa depan jika relevan.
Page 43
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/28
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.11. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Exposure at Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur kerugian pada saat gagal bayar dengan
mempertimbangkan perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa
eksposur. Hal ini menggabungkan dampak pembayaran pokok dan bunga,
amortisasi dan pembayaran dipercepat, bersama dengan dampak asumsi ekonomi
masa depan jika relevan.
h. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas - misalnya goodwill atau aset
takberwujud yang belum siap digunakan - tidak diamortisasi namun diuji penurunan
nilainya setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada
kondisi yang mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi diuji
ketika terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan.
Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Jumlah
terpulihkan adalah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual
dan nilai pakai aset. Dalam menentukan penurunan nilai, aset dikelompokkan pada
tingkat yang paling rendah di mana terdapat arus kas masuk yang dapat diidentifikasi,
yang sebagian besar tidak tergantung pada arus masuk kas dari aset lain atau kelompok
aset (unit penghasil kas). Aset non-keuangan selain goodwill yang mengalami penurunan
nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan
pemulihan penurunan nilai.
Pemulihan rugi penurunan nilai, untuk aset selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika,
terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset
sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut
diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset yang disajikan pada jumlah revaluasian sesuai
dengan PSAK lain. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dibalik lagi.
i. Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain disajikan sebesar nilai nominal atau nilai
saldo bruto, dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai, jika diperlukan. Giro
pada Bank Indonesia dan bank-bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi
atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
j. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain diklasifikasikan dalam kelompok
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, serta diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi
atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi serta diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Page 44
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/29
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
k. Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi yang dimiliki
terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan di pasar uang seperti Surat Berharga Bank
Indonesia, Sekuritas Rupiah dan Valas Bank Indonesia, Surat Perbendaharaan Negara,
Surat Perbendaharaan Negara Syariah, Sukuk, Obligasi Korporasi, penyertaan saham,
instrumen keuangan derivatif dan efek-efek yang diperdagangkan di bursa efek.
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset dan liabilitas keuangan dalam
kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Instrumen keuangan derivatif
Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut
dilakukan, dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Nilai wajar didapatkan dari nilai
pasar yang ada dalam pasar aktif, termasuk transaksi yang baru terjadi di pasar dan teknik
penilaian, termasuk penggunaan analisis arus kas yang didiskonto dan penggunaan
option pricing model. Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan
sebagai liabilitas apabila memiliki nilai wajar negatif.
Investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pada saat pengakuan awal, Grup mengakui investasi pada sukuk yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi sebesar nilai wajar. Perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi
konsolidasian.
Nilai wajar investasi ditentukan dengan mengacu pada urutan sebagai berikut:
• harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif; atau
• input selain harga kuotasian di pasar aktif yang dapat diobservasi.
Investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi disajikan pada laporan
posisi keuangan konsolidasian sebagai bagian dari aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.
l. Tagihan dan utang akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, sementara utang akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk
kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
m. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Kredit sindikasi, kredit dalam rangka pembiayaan bersama (joint financing), dan kredit
penerusan (channeling loan) dinyatakan sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh
Grup dan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi.
Page 45
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/30
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
m. Kredit yang diberikan (lanjutan)
Grup mencatat restrukturisasi kredit bermasalah berdasarkan jenis restrukturisasi. Dalam
hal restrukturisasi kredit bermasalah dilakukan dengan modifikasi persyaratan kredit,
pengurangan atau pengampunan sebagian saldo kredit dan/atau kombinasi dari
keduanya, Grup mencatat dampak restrukturisasi tersebut sesuai kebijakan akuntansi
modifikasi aset keuangan (Catatan 2g).
"Non-Performing Loan ("NPL") adalah pinjaman yang diklasifikasikan oleh Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK") sebagai pinjaman dengan kualitas kurang lancar, diragukan, atau
macet berdasarkan prospek usaha, kinerja keuangan, dan kemampuan pembayaran."
n. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai aset
dalam laporan keuangan konsolidasian sebesar harga jual kembali efek-efek yang
disepakati dikurangi selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati.
Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi
dengan metode suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak
efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali (reverse repo). Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) disajikan sebagai kewajiban
sebesar harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi beban bunga yang belum
diamortisasi. Beban bunga yang belum diamortisasi merupakan selisih antara harga jual
dan harga beli kembali yang disepakati tersebut dan diakui sebagai beban bunga selama
jangka waktu sejak efek dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai
aset dalam laporan posisi keuangan konsolidasian karena secara substansi kepemilikan
efek tetap berada pada pihak Grup sebagai penjual. Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (repo) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan.
o. Piutang pembiayaan konsumen
Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan
bagian pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan
penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. Pembiayaan
konsumen diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok
pembiayaan, ditambah atau dikurangi biaya (pendapatan) transaksi yang belum
diamortisasi, yang akan diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen.
Biaya (pendapatan) transaksi yang belum diamortisasi adalah pendapatan administrasi
proses pembiayaan dan biaya transaksi yang timbul pertama kali yang terkait langsung
dengan pembiayaan konsumen tersebut.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan
sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan keuntungan yang timbul diakui
dalam laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
Page 46
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/31
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
o. Piutang pembiayaan konsumen (lanjutan)
Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 150
(seratus lima puluh) hari untuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) dan 180 (seratus
delapan puluh) hari untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua), serta berdasarkan
penelaahan manajemen atas kasus per kasus.
Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan dilakukan
dengan menyesuaikan akun cadangan, sedangkan penerimaan aset keuangan yang
telah dihapusbukukan pada periode sebelumnya diakui sebagai pendapatan lain-lain.
Pembiayaan bersama
Seluruh kontrak pembiayaan bersama yang dilakukan oleh Entitas Anak merupakan
pembiayaan bersama tanpa tanggung renteng (without recourse) di mana hanya porsi
jumlah angsuran piutang yang dibiayai Entitas Anak yang dicatat sebagai piutang
pembiayaan konsumen di laporan posisi keuangan konsolidasian (pendekatan neto).
Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak
pihak-pihak lain yang berpartisipasi pada transaksi pembiayaan bersama tersebut.
Piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali
Sejak tahun 2024 piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali merupakan
piutang yang berasal dari jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang
pembiayaan konsumen, yang disajikan sebagai bagian dari aset lain-lain.
Konsumen memberi kuasa kepada Grup untuk menjual kendaraan yang dijaminkan
ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan
konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan.
Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan aset yang dikuasakan kembali
dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang
terjadi dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian tahun berjalan.
Beban-beban yang berkaitan dengan perolehan dan pemeliharaan piutang dari jaminan
kendaraan yang dikuasakan kembali dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan pada saat terjadinya.
p. Piutang sewa pembiayaan
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang
mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan
apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian
tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Aset berupa piutang sewa pembiayaan diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa bersih. Penerimaan
piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan pendapatan sewa
pembiayaan. Pengakuan pendapatan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola
yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi
bersih Grup sebagai lessor dalam sewa pembiayaan.
Page 47
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/32
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
p. Piutang sewa pembiayaan (lanjutan)
Piutang sewa pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih
dari 150 (seratus lima puluh) hari dan berdasarkan penelaahan manajemen atas kasus
per kasus. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai
pendapatan lain-lain pada saat diterima.
q. Aset dari transaksi syariah
Aset dari transaksi syariah adalah pembiayaan oleh PT Bank BCA Syariah, Entitas Anak,
berupa piutang murabahah, pinjaman qardh, pembiayaan mudharabah, pembiayaan
musyarakah, dan aset yang diperoleh untuk ijarah.
Penjelasan secara ringkas dari masing-masing jenis pembiayaan tersebut adalah sebagai
berikut:
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan
ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya
perolehan tersebut kepada pembeli. Piutang murabahah dinyatakan sebesar jumlah
piutang setelah dikurangi dengan “margin yang ditangguhkan” yang dapat direalisasikan
dan cadangan kerugian penurunan nilai.
Ijarah adalah sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik objek sewa
termasuk kepemilikan hak pakai atas objek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan
imbalan atas objek sewa yang disewakan. Ijarah muntahiyah bittamlik adalah sewa
menyewa antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek
sewa yang disewakan dengan opsi perpindahan hak milik objek sewa baik dengan jual
beli atau pemberian (hibah) pada saat tertentu sesuai akad sewa. Aset ijarah muntahiyah
bittamlik dinyatakan sebesar harga perolehan dan dikurangi akumulasi penyusutan.
Piutang ijarah diakui pada saat jatuh tempo sebesar sewa yang belum diterima dan
disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan yakni saldo piutang dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai.
Mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana (malik, shahibul maal, atau bank
syariah) kepada pengelola dana (amil, mudharib, atau nasabah) untuk melakukan
kegiatan usaha tertentu, dengan menggunakan metode bagi untung (profit sharing) atau
metode bagi pendapatan (revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah
yang telah disepakati sebelumnya. Pembiayaan mudharabah dinyatakan sebesar saldo
pembiayaan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Musyarakah adalah penanaman dana dari para pemilik dana/modal untuk mencampurkan
dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan
berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung
semua pemilik dana/modal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing.
Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana setiap mitra
ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad. Musyarakah
menurun (musyarakah mutanaqisha) adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana
salah satu mitra akan dialihkan secara bertahap kepada mitra lainnya sehingga bagian
dananya akan menurun dan pada akhir masa akad mitra lain tersebut akan menjadi
pemilik penuh usaha tersebut. Pembiayaan musyarakah dinyatakan sebesar saldo
pembiayaan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Page 48
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/33
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
q. Aset dari transaksi syariah (lanjutan)
Entitas Anak menetapkan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan pembiayaan
syariah sesuai dengan kualitas pembiayaan berdasarkan penelaahan atas masing-
masing saldo tagihan pembiayaan, dengan mengacu pada ketentuan OJK, kecuali untuk
piutang murabahah. Sesuai dengan PSAK 402 "Akuntansi Murabahah" dan Pedoman
Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI Revisi 2013), Bank menghitung penurunan
nilai individual untuk piutang murabahah sesuai dengan ketentuan di ISAK No. 402
“Penurunan Nilai Piutang Murabahah”. Bank mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif
bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi
keuangan. Bank menggunakan metode migration analysis yang merupakan suatu metode
analisis statistik, untuk menilai cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang yang diberikan
secara kolektif. Bank menggunakan data historis minimal 5 (lima) tahun dalam menghitung
Probability of Default (“PD”) dan Loss of Given Default (“LGD”).
r. Efek-efek untuk tujuan investasi
Efek-efek untuk tujuan investasi terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan dari pasar
uang dan bursa efek seperti Obligasi Pemerintah, Sekuritas Rupiah dan Valas Bank
Indonesia, Sukuk Bank Indonesia, Sukuk, Obligasi Korporasi, Sertifikat Bank Indonesia,
unit penyertaan reksa dana, medium term notes, dan saham. Efek-efek untuk tujuan
investasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Lihat
Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Investasi pada sukuk yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Grup menentukan klasifikasi investasi pada sukuk berdasarkan model usaha dengan
mengacu pada PSAK 410 “Akuntansi Sukuk” sebagai berikut:
• Surat berharga diukur pada biaya perolehan disajikan sebesar biaya perolehan
(termasuk biaya transaksi) yang disesuaikan dengan premi dan/atau diskonto yang
belum diamortisasi. Premi dan diskonto diamortisasi selama periode hingga jatuh
tempo.
• Surat berharga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi
akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan.
s. Aset tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk
pengeluaran-pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tersebut siap
digunakan. Kecuali tanah, setelah pengukuran awal, seluruh aset tetap diukur dengan
model biaya, yaitu biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai aset. Tanah tidak disusutkan.
Pada tahun 2016, Bank mengubah estimasi akuntansi terkait pengukuran setelah
pengukuran awal untuk golongan tanah dari model biaya ke model revaluasi. Perubahan
estimasi akuntansi ini diterapkan secara prospektif.
Page 49
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/34
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
s. Aset tetap (lanjutan)
Tanah disajikan sebesar nilai wajar, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai
independen eksternal yang telah terdaftar di OJK. Penilaian terhadap tanah dilakukan oleh
penilai yang memiliki kualifikasi profesional. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang
cukup berkala untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset yang direvaluasi tidak berbeda
secara material dengan nilai wajarnya pada tanggal pelaporan.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dikreditkan pada “surplus revaluasi
aset tetap” sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lainnya. Akan tetapi, kenaikan
tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat
revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Penurunan yang menghapus nilai kenaikan yang
sebelumnya atas aset yang sama dibebankan terhadap “surplus revaluasi aset tetap”
sebagai bagian dari laba komprehensif, penurunan lainnya dibebankan pada laporan laba
rugi konsolidasian.
Biaya pengurusan hak legal atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah. Biaya perpanjangan atau pembaruan hak legal atas
tanah dibebankan dalam laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya karena nilainya tidak
material.
Golongan bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 (dua puluh) tahun. Aset tetap
lainnya disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset yang berkisar
antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) tahun dengan menggunakan metode saldo
menurun ganda (double-declining balance method) bagi Bank dan PT BCA Finance, dan
metode garis lurus (straight-line method) untuk Entitas Anak lainnya. Pengaruh
perbedaan metode penyusutan tersebut tidak material terhadap laporan keuangan
konsolidasian. Untuk semua aset tetap, Grup menetapkan nilai residu nihil untuk
perhitungan penyusutan.
Pada tahun 2024, Bank mengubah estimasi akuntansi terkait metode penyusutan untuk
golongan aset tetap selain bangunan, menjadi metode penyusutan garis lurus (straight
line method) dengan taksiran masa manfaat ekonomis 5 (lima) tahun. Perubahan
kebijakan akuntansi ini diterapkan secara prospektif. Perubahan estimasi akuntansi
terkait metode penyusutan untuk golongan aset tetap selain bangunan belum diterapkan
oleh Entitas Anak. Pengaruh perbedaan metode penyusutan tersebut tidak material
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai
aset yang terpisah, sebagaimana mestinya, hanya jika kemungkinan besar Grup mendapat
manfaat ekonomis di masa depan, berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan
aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat dari komponen yang diganti dihapuskan.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian dalam periode keuangan ketika biaya-biaya tersebut
terjadi.
Bangunan dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya
perolehan akan dipindahkan ke akun bangunan pada saat bangunan tersebut selesai
dikerjakan dan siap digunakan.
Apabila aset tetap dilepas, maka nilai harga perolehan dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian, dan keuntungan atau kerugian
yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Jika aset yang direvaluasi
dijual, jumlah yang dicatat di dalam ekuitas dipindahkan ke saldo laba.
Page 50
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/35
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
s. Aset tetap (lanjutan)
Pada setiap tanggal pelaporan, nilai residu, masa manfaat, dan metode penyusutan dikaji
ulang, dan jika diperlukan, akan disesuaikan sesuai dengan ketentuan PSAK yang
berlaku.
Jika nilai tercatat aset tetap yang diukur dengan model biaya lebih besar dari nilai estimasi
yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset tetap diturunkan menjadi sebesar nilai
yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai aset diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
t. Aset lain-lain
Aset lain-lain antara lain terdiri dari pendapatan bunga yang masih akan diterima, piutang,
agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan lain-lain.
Aset yang tidak digunakan (properti terbengkalai) adalah aset dalam bentuk properti yang
dimiliki Grup, di mana bagian properti tersebut secara mayoritas tidak digunakan untuk
kegiatan usaha operasional Grup.
AYDA disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (net realisable value). Nilai
bersih yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan yang diambil alih dikurangi dengan
estimasi biaya untuk menjual AYDA tersebut. Selisih antara nilai bersih yang dapat
direalisasi dengan hasil penjualan AYDA diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada
tahun berjalan pada saat dijual.
Bank mengukur AYDA pada nilai lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar
setelah dikurangi estimasi biaya untuk menjual AYDA tersebut. Selisih antara nilai bersih
yang dapat direalisasi dengan penjualan AYDA diakui sebagai keuntungan atau kerugian
pada tahun berjalan pada saat dijual.
Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan AYDA dan properti terbengkalai
dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun
berjalan pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka
nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya
dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
tahun berjalan. Lihat Catatan 2h untuk kebijakan akuntansi atas penyisihan kerugian
AYDA dan properti terbengkalai.
u. Aset takberwujud
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak dan goodwill.
Perangkat lunak
Perangkat lunak dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan
akumulasi rugi penurunan nilai aset. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh lisensi
perangkat lunak komputer dan mempersiapkan perangkat lunak tersebut sehingga siap
untuk digunakan dikapitalisasi. Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program
perangkat lunak diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang
dapat secara langsung diatribusikan kepada desain dan pengujian produk perangkat
lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang dikendalikan oleh Grup diakui sebagai
perangkat lunak. Pengeluaran pengembangan yang lain yang tidak memenuhi kriteria ini
diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang sebelumnya
diakui sebagai beban tidak dapat diakui sebagai aset pada periode berikutnya.
Page 51
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/36
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
u. Aset takberwujud (lanjutan)
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak dan goodwill. (lanjutan)
Perangkat lunak (lanjutan)
Perangkat lunak diamortisasi dengan menggunakan metode saldo menurun ganda
(double-declining balance method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset 4
(empat) tahun bagi Bank. Perangkat lunak diamortisasi dengan menggunakan metode
saldo menurun ganda (double-declining balance method) bagi PT BCA Digital, sedangkan
bagi Entitas Anak lainnya menggunakan metode garis lurus (straight-line method) dengan
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset yang berkisar antara 4 (empat)
sampai dengan 8 (delapan) tahun. Amortisasi diakui dalam laba rugi konsolidasian tahun
berjalan.
Pada tahun 2024, Bank mengubah kebijakan akuntansi terkait metode amortisasi dan
masa manfaat ekonomis untuk perangkat lunak, menjadi metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset 5 (lima) tahun bagi Bank.
Pengaruh perbedaan metode amortisasi tersebut tidak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
Goodwill
Goodwill merupakan selisih lebih nilai agregat dari jumlah imbalan yang dialihkan dan nilai
kepentingan non-pengendali dengan jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi. Goodwill tidak diamortisasi tetapi diuji
penurunan nilainya pada setiap tanggal pelaporan dan dicatat sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi amortisasi.
Untuk pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis
dialokasikan pada setiap unit penghasil kas, atau kelompok unit penghasil kas, yang
diharapkan dapat memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Setiap unit atau
kelompok unit yang memperoleh alokasi goodwill menunjukkan tingkat terendah dalam
entitas yang goodwill-nya dipantau untuk tujuan manajemen internal. Goodwill dipantau pada
level segmen operasi. Kebijakan akuntansi Grup untuk kerugian penurunan nilai dibahas di
Catatan 2h.
v. Simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank-bank lain
Simpanan dari nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (di luar bank)
kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Termasuk dalam pos ini adalah
giro, tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito.
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar
negeri, dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka dan inter-bank call money.
Simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dan simpanan dari
bank lain dikurangkan dari jumlah simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain. Lihat
Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
Page 52
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/37
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
w. Dana simpanan syariah
Dana simpanan syariah merupakan simpanan pihak lain dalam bentuk giro wadiah dan
tabungan wadiah. Giro wadiah dapat digunakan sebagai instrumen pembayaran, dan
dapat ditarik setiap saat melalui cek dan bilyet giro. Giro wadiah serta tabungan wadiah
mendapatkan bonus sesuai kebijakan Entitas Anak. Simpanan dalam bentuk giro wadiah
dan tabungan wadiah dinyatakan sebesar nilai nominal simpanan nasabah. Dana
simpanan syariah diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
x. Dana syirkah temporer
Dana syirkah temporer merupakan investasi dengan akad mudharabah muthlaqah, yaitu
pemilik dana (shahibul maal) memberikan kebebasan kepada pengelola dana
(mudharib/Entitas Anak) dalam pengelolaan investasinya dengan tujuan dibagikan sesuai
dengan kesepakatan.
Dana syirkah temporer terdiri dari tabungan mudharabah, deposito mudharabah dan
Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (“SIMA”). Dana ini diterima oleh Entitas Anak
di mana Entitas Anak mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana, baik
sesuai dengan kebijakan Entitas Anak atau kebijakan pembatasan dari pemilik dana,
dengan keuntungan dibagikan sesuai dengan kesepakatan. Dalam hal dana syirkah
temporer berkurang karena kerugian normal yang bukan akibat dari unsur kesalahan yang
disengaja, kelalaian, atau pelanggaran kesepakatan, Entitas Anak tidak berkewajiban
mengembalikan atau menutup kerugian atau kekurangan dana tersebut.
Tabungan mudharabah merupakan simpanan dana pihak lain yang mendapatkan
imbalan bagi hasil dari pendapatan atas penggunaan dana tersebut dengan nisbah yang
ditetapkan dan disetujui sebelumnya. Tabungan mudharabah dicatat sebesar nilai
simpanan nasabah.
Deposito mudharabah merupakan simpanan pihak lain yang hanya bisa ditarik pada
waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito mudharabah dengan
Entitas Anak. Deposito mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan
perjanjian antara pemegang deposito mudharabah dengan Entitas Anak.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas. Hal ini karena Entitas
Anak tidak mempunyai liabilitas, ketika mengalami kerugian, untuk mengembalikan
jumlah dana awal dari pemilik dana kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi Entitas
Anak. Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai
waktu jatuh tempo dan pemilik dan tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan
pemegang saham seperti hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari
aset lancar dan aset non-investasi.
Dana syirkah temporer merupakan salah satu unsur laporan posisi keuangan
konsolidasian, hal tersebut sesuai dengan prinsip syariah yang memberi hak kepada
Entitas Anak untuk mengelola dana, termasuk untuk mencampur dana tersebut dengan
dana lainnya.
Page 53
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/38
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
x. Dana syirkah temporer (lanjutan)
Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan
dan menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian
hasil dana syirkah temporer dapat dilakukan dengan konsep bagi hasil atau bagi untung.
y. Efek-efek utang yang diterbitkan
Efek-efek utang yang diterbitkan oleh Entitas Anak, yang terdiri dari obligasi,
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainnya yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Biaya emisi sehubungan dengan penerbitan efek-efek utang diakui sebagai
diskonto dan dikurangkan langsung dari hasil emisi untuk menentukan hasil emisi bersih
efek-efek utang yang diterbitkan tersebut dan diamortisasi selama jangka waktu efek-efek
utang dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Efek-efek utang yang diterbitkan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
z. Obligasi subordinasi
Obligasi subordinasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan penerbitan obligasi subordinasi dikurangkan dari jumlah obligasi subordinasi yang
diterima. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
aa. Provisi
Provisi diakui jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, Grup memiliki kewajiban kini, baik
bersifat hukum maupun bersifat konstruktif yang dapat diestimasi secara andal, dan
kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi. Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi
terbaik manajemen atas pengeluaran yang diharapkan diperlukan untuk menyelesaikan
kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk
menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan
penilaian pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban.
ab. Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain
Beban yang masih harus dibayar terdiri atas beban bunga yang masih harus dibayar,
liabilitas terkait transaksi dengan nasabah dan asuransi, setoran jaminan, pendapatan
diterima dimuka, liabilitas sewa pembiayaan dan lain-lain.
ac. Laba per saham
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham beredar selama tahun berjalan setelah memperhitungkan pembelian kembali
saham.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak terdapat instrumen dilusian. Oleh
karena itu, laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar.
Page 54
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/39
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ad. Pendapatan dan beban bunga & pendapatan dan beban syariah
Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dalam laba rugi konsolidasian tahun berjalan
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga
yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa
datang selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan (atau jika lebih tepat,
digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset
atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi
arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual
dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di
masa mendatang.
Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi (Catatan 2g) dan seluruh
imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian
tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
Pendapatan dan beban bunga yang disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian meliputi:
• Bunga atas aset dan liabilitas keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi yang dihitung menggunakan suku bunga efektif;
• Bunga atas efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain yang dihitung menggunakan suku bunga efektif;
• Pendapatan bunga dari semua aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dipandang bersifat incidental terhadap kegiatan perdagangan Grup dan
disajikan sebagai bagian dari pendapatan transaksi perdagangan-bersih; dan
• Pendapatan bunga atas aset keuangan yang mengalami penurunan nilai tetap diakui
atas dasar suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang
dalam pengukuran kerugian penurunan nilai.
Pendapatan dan beban syariah
Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah (sewa), dan
bagi hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Pengakuan keuntungan transaksi murabahah dengan pembayaran tangguh atau secara
angsuran dilakukan selama periode akad sesuai dengan metode efektif (anuitas).
Pendapatan ijarah diakui selama masa akad secara merata dan net.
Pendapatan bagi hasil musyarakah yang menjadi hak mitra pasif diakui dalam periode
terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati.
Pendapatan bagi hasil mudharabah diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai
nisbah yang disepakati, dan tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi
hasil usaha.
Beban syariah terdiri dari beban bagi hasil mudharabah dan beban bonus wadiah. Beban
bagi hasil untuk dana pihak ketiga dihitung dengan menggunakan prinsip bagi hasil
berdasarkan porsi bagi hasil (nisbah) yang telah disepakati sebelumnya berdasarkan
pada prinsip mudharabah mutlaqah.
Page 55
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/40
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ae. Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi
Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi yang merupakan bagian integral dari suku
bunga efektif atas aset atau liabilitas keuangan dimasukkan dalam perhitungan suku
bunga efektif.
Pendapatan provisi dan komisi lainnya, termasuk pendapatan provisi yang terkait
kegiatan bancassurance, ekspor-impor, manajemen kas, pendapatan provisi atas jasa
dan/atau kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu dan jumlahnya signifikan,
diakui sebagai pendapatan ditangguhkan/beban dibayar dimuka dan diamortisasi dengan
menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama jangka waktunya, jika
tidak, pendapatan provisi dan komisi lainnya langsung diakui pada saat jasa diberikan.
Pendapatan provisi atas komitmen kredit diakui berdasarkan metode garis lurus (straight-
line method) selama jangka waktu komitmen.
Pendapatan komisi terkait transaksi kartu kredit dan debit dikurangi dengan biaya-biaya
yang berkaitan langsung dengan transaksi tersebut, disajikan secara net dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
af. Pendapatan bersih transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pendapatan bersih transaksi diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari
keuntungan atau kerugian bersih terkait dengan aset dan liabilitas keuangan yang dimiliki
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, termasuk pendapatan dan beban bunga
dari semua instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan
seluruh perubahan nilai wajar yang direalisasi maupun yang belum direalisasi dan selisih
kurs.
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja
ag.1. Kewajiban jangka pendek
Liabilitas untuk upah dan gaji, termasuk imbalan non-moneter dan akumulasi cuti
sakit yang akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan setelah akhir dari periode ketika
pekerja memberikan jasa yang berhubungan diakui hingga jasa yang diberikan
hingga akhir dari periode pelaporan dan dihitung pada jumlah yang diperkirakan
akan dibayar ketika liabilitas diselesaikan. Liabilitas dipresentasikan sebagai
kewajiban imbalan kerja masa kini pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
ag.2. Kewajiban pensiun
Entitas-entitas di dalam Grup mengoperasikan berbagai skema pensiun. Grup
memiliki program imbalan pasti dan iuran pasti. Program iuran pasti merupakan
program pensiun di mana Grup membayar sejumlah iuran tertentu kepada entitas
(dana) yang terpisah. Grup tidak memiliki kewajiban hukum atau konstruktif untuk
membayar iuran lebih lanjut jika entitas tersebut tidak memiliki aset yang cukup
untuk membayar seluruh imbalan atas jasa yang diberikan pekerja pada periode
berjalan maupun periode lalu. Program imbalan pasti merupakan program yang
ditentukan berdasarkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima seorang
pekerja pada saat pensiun, biasanya tergantung oleh satu faktor atau lebih,
misalnya usia, masa bekerja dan kompensasi.
Page 56
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/41
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
ag.2. Kewajiban pensiun (lanjutan)
Sehubungan dengan program imbalan pasti, liabilitas diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir
periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program. Kewajiban imbalan pasti
dihitung setiap tahun oleh aktuaris yang independen dengan menggunakan metode
projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan
mendiskontokan arus kas keluar yang diestimasi dengan menggunakan tingkat
bunga Obligasi Pemerintah (dikarenakan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi
perusahaan yang berkualitas tinggi) yang didenominasikan dalam mata uang di
mana imbalan akan dibayarkan dan memiliki jangka waktu jatuh tempo mendekati
jangka waktu kewajiban pensiun.
Biaya bunga bersih dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo
bersih kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program. Biaya ini termasuk
dalam beban imbalan kerja dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian.
Keuntungan dan kerugian atas pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian
dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui
penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian pada saat terjadinya. Keuntungan
dan kerugian ini termasuk didalam laba ditahan pada laporan perubahan ekuitas
dan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan pasti yang timbul dari amandemen
rencana atau program kurtailmen diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sebagai biaya jasa lalu pada saat terjadinya.
Untuk program iuran pasti, Grup membayar iuran program pensiun baik karena
diwajibkan, berdasarkan kontrak atau sukarela. Namun karena Undang-Undang
Ketenagakerjaan mengharuskan entitas membayar jumlah tertentu kepada para
pekerja yang telah memasuki usia pensiun yang ditentukan berdasarkan masa
kerja, Grup rentan terhadap kemungkinan untuk membayar kekurangan apabila
iuran kumulatif kurang dari jumlah tertentu. Sebagai akibatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan, program iuran pasti secara efektif diberlakukan seolah-olah
sebagai program imbalan pasti.
ag.3. Kewajiban pasca-kerja lainnya
Bank memberikan imbalan kesehatan pasca-kerja untuk karyawan. Imbalan ini
biasanya diberikan kepada karyawan yang tetap bekerja sampai usia pensiun dan
memenuhi masa kerja minimum. Biaya yang diharapkan timbul atas imbalan ini
dicadangkan selama masa kerja dengan menggunakan metode projected unit
credit. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi
syarat.
Page 57
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/42
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
ag.4. Pesangon pemutusan kontrak kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan
hubungan kerja sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja
menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi
imbalan pesangon. Grup mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja pada
tanggal yang lebih awal antara (i) ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas
imbalan tersebut dan (ii) ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang
berada dalam ruang lingkup PSAK 237 dan melibatkan pembayaran pesangon.
Dalam hal menyediakan pesangon sebagai penawaran untuk mengundurkan diri
secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak kerja diukur berdasarkan jumlah
karyawan yang diharapkan menerima penawaran tersebut. Imbalan yang jatuh
tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan didiskontokan menjadi nilai
kininya.
ah. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait
dengan transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau
langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam
penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
secara substantif berlaku pada akhir periode pelaporan, di negara di mana entitas dalam
Grup beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik
mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan
interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Pajak penghasilan tangguhan diakui sepenuhnya, dengan menggunakan metode liabilitas
untuk semua perbedaan temporer yang berasal dari selisih antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Namun,
liabilitas pajak penghasilan tangguhan tidak diakui jika berasal dari pengakuan awal
goodwill. Pajak penghasilan tangguhan juga tidak diperhitungkan jika pajak penghasilan
tangguhan tersebut timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam
transaksi yang bukan kombinasi bisnis yang pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba
akuntansi maupun laba kena pajak/rugi pajak.
Pajak penghasilan tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang sudah
diberlakukan atau secara substantif berlaku pada akhir periode pelaporan dan
diekspektasi akan digunakan ketika aset pajak tangguhan yang berhubungan direalisasi
atau liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak tangguhan diakui hanya jika kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di
masa depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang masih
dapat dimanfaatkan.
Page 58
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/43
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ah. Pajak penghasilan kini dan tangguhan (lanjutan)
Liabilitas pajak tangguhan tidak diakui untuk perbedaan temporer antara nilai tercatat dan
dasar pengenaan pajak dari investasi pada operasi asing ketika perusahaan bisa
mengontrol periode pengembalian dari perbedaan temporer dan ada kemungkinan bahwa
perbedaan itu tidak akan dibalik di masa depan yang dapat diperkirakan.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak
yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan
liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan
oleh otoritas perpajakan yang sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini akan saling
hapus ketika entitas memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
ai. Transaksi sewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan atau
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak
tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Grup dapat memilih untuk tidak
mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang; dan
- Sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi
dari penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki
hak ini ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana
dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Aset
hak guna diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas
sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka
waktu sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau
jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Page 59
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/44
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ai. Transaksi sewa (lanjutan)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya
keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan
tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Grup menyajikan aset hak guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa
sebagai bagian dari “Liabilitas lain-lain” di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa
atau jika biaya perolehan aset hak guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi
beli, maka Grup menyusutkan aset hak guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur
manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak guna dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau
akhir masa sewa.
Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang
mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset
pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar,
Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa
berdasarkan PSAK 116 “Sewa”, kecuali jika hak atas tanah secara substansi menyerupai
pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216 “Aset tetap”.
aj. Segmen operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis
yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan
beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil
operasinya dikaji ulang secara berkala oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan
menilai kinerjanya, serta tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil
segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk komponen-
komponen yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang
dapat dialokasikan dengan basis yang wajar. Komponen yang tidak dapat dialokasikan
terutama terdiri dari biaya kantor pusat, aset tetap, dan aset/liabilitas pajak penghasilan,
termasuk pajak kini dan pajak tangguhan.
Grup mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan
berdasarkan wilayah geografis dan produk. Beberapa wilayah yang memiliki karakteristik
serupa, diagregasikan dan dievaluasi secara berkala oleh manajemen. Laba/rugi dari
masing-masing segmen digunakan untuk menilai kinerja masing-masing segmen.
ak. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224
“Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak berelasi adalah
orang atau entitas yang berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama terhadap entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau
iii. personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.
Page 60
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
ak. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224
“Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak berelasi adalah
orang atau entitas yang berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut: (lanjutan)
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai berikut:
i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan
entitas lain);
ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, di mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari suatu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor;
vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam butir (a);
vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap
entitas atau anggota manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 46.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN
Pengungkapan ini merupakan tambahan atas pembahasan tentang manajemen risiko
keuangan (Catatan 42).
a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi
a.1. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Sesuai dengan PSAK 109, pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain membutuhkan penggunaan model yang
kompleks dan asumsi signifikan terkait future economic conditions dan credit
behaviour.
Estimasi signifikan dibutuhkan dalam menerapkan perhitungan cadangan kerugian
penurunan nilai berdasarkan PSAK 109, antara lain:
• Penentuan kriteria Significant Increase in Credit Risk;
• Menentukan model yang tepat dan asumsi untuk perhitungan cadangan
kerugian penurunan nilai;
• Menentukan jumlah dan pembebanan relatif atas skenario forward-looking
untuk masing-masing segmen/produk;
• Menentukan segmentasi aset keuangan yang sejenis untuk perhitungan
cadangan kerugian penurunan nilai;
• Estimasi arus kas debitur dalam perhitungan individual impairment.
Informasi mengenai manajemen risiko keuangan khususnya terkait pertimbangan
dan estimasi yang dibuat oleh Grup diungkapkan di Catatan 42.
Page 61
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/46
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan)
Pengungkapan ini merupakan tambahan atas pembahasan tentang manajemen risiko
keuangan (Catatan 42). (lanjutan)
a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi (lanjutan)
a.2. Menentukan nilai wajar instrumen keuangan
Dalam menentukan nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan di mana tidak
terdapat harga pasar, Grup menggunakan teknik penilaian seperti dijelaskan pada
Catatan 2g untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan memiliki
informasi harga yang terbatas, nilai wajarnya menjadi kurang objektif dan
membutuhkan berbagai tingkat penilaian, tergantung pada likuiditas, konsentrasi,
faktor ketidakpastian pasar, asumsi harga, dan risiko lainnya.
a.3. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Nilai kini kewajiban pensiun bergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan
untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto
dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini akan
mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban pensiun.
a.4. Perpajakan
Grup membutuhkan pertimbangan signifikan dalam menentukan provisi
perpajakan. Grup menentukan provisi perpajakan berdasarkan estimasi atas
kemungkinan adanya tambahan beban pajak. Jika hasil akhir dari hal ini berbeda
dengan jumlah yang dicatat semula, maka perbedaan tersebut akan berdampak
terhadap laba rugi.
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi
Grup
Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Grup
meliputi:
b.1. Penilaian instrumen keuangan
Kebijakan akuntansi Grup untuk pengukuran nilai wajar dibahas di Catatan 2g.
Informasi mengenai nilai wajar dari instrumen keuangan diungkapkan pada Catatan
37.
b.2. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kebijakan akuntansi Grup memberikan keleluasaan untuk menetapkan aset dan
liabilitas keuangan ke dalam berbagai kategori pada saat pengakuan awal sesuai
dengan standar akuntansi yang berlaku berdasarkan kondisi tertentu:
• Dalam mengklasifikasikan aset keuangan ke dalam kelompok “diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi”, Grup telah menetapkan bahwa aset tersebut sesuai
dengan definisi aset dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi yang dijabarkan di Catatan 2g;
• Dalam mengklasifikasikan aset keuangan sebagai “diukur pada biaya perolehan
diamortisasi”, Grup telah menetapkan bahwa aset tersebut sesuai dengan
definisi aset dalam kelompok yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
yang dijabarkan di Catatan 2g;
Page 62
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/47
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan)
Pengungkapan ini merupakan tambahan atas pembahasan tentang manajemen risiko
keuangan (Catatan 42). (lanjutan)
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi
Grup (lanjutan)
Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Grup
meliputi: (lanjutan)
b.2. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
Kebijakan akuntansi Grup memberikan keleluasaan untuk menetapkan aset dan
liabilitas keuangan ke dalam berbagai kategori pada saat pengakuan awal sesuai
dengan standar akuntansi yang berlaku berdasarkan kondisi tertentu: (lanjutan)
• Dalam mengklasifikasikan investasi pada sukuk sebagai “diukur pada biaya
perolehan” dan “diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain”,
Grup telah menetapkan bahwa investasi tersebut telah memenuhi persyaratan
klasifikasi sebagaimana dijabarkan dalam Catatan 2r.
4. KAS
2024 2023
Rupiah 27.672.826 20.478.286
Valuta asing 1.643.052 1.223.228
29.315.878 21.701.514
Saldo kas dalam mata uang Rupiah termasuk jumlah kas pada Anjungan Tunai Mandiri
(“ATM”) masing-masing sebesar Rp 9.165.874 dan Rp 8.456.193 pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023.
5. GIRO PADA BANK INDONESIA
2024 2023
Rupiah 32.928.703 88.703.316
Valuta asing 3.479.439 3.914.389
36.408.142 92.617.705
Informasi mengenai pemenuhan persyaratan Giro Wajib Minimum (“GWM”) serta Rasio
Pengangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”) diungkapkan pada Catatan 51.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar giro pada Bank Indonesia diungkapkan pada
Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo giro pada Bank Indonesia diungkapkan pada
Catatan 43.
Page 63
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/48
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. GIRO PADA BANK-BANK LAIN
2024 2023
Rupiah 73.827 60.097
Valuta asing 4.024.010 5.555.155
Jumlah giro pada bank lain, sebelum dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai 4.097.837 5.615.252
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai
Rupiah (117) (323)
Valuta asing (521) (576)
(638) (899)
Jumlah giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 5.614.353
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup tidak memiliki saldo giro pada bank-bank
lain dari pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun giro pada bank-bank lain adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Rupiah 4,25% 4,03%
Valuta asing 3,43% 3,01%
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, seluruh giro pada bank-bank lain dikategorikan
sebagai stage 1, tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak pengakuan
awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (899) - - (899)
Perubahan bersih pada eksposur 271 - - 271
Selisih kurs (10) - - (10)
Saldo, akhir tahun (638) - - (638)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (743) - - (743)
Perubahan bersih pada eksposur (179) - - (179)
Selisih kurs 23 - - 23
Saldo, akhir tahun (899) - - (899)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, manajemen berkeyakinan bahwa saldo
cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang
mungkin timbul akibat tidak tertagihnya giro pada bank-bank lain.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar giro pada bank-bank lain diungkapkan pada
Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo giro pada bank-bank lain diungkapkan pada
Catatan 43.
Page 64
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/49
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN
Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain berdasarkan jenis dan jangka
waktu kontraktual penempatan awal adalah sebagai berikut:
2024
Hingga >1-3 >3-6 > 6 - 12 Lebih dari
1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan Jumlah
Bank Indonesia:
Rupiah 4.542.314 - - - - 4.542.314
Valuta asing 4.104.225 - - - - 4.104.225
Call money:
Rupiah 110.000 - - - - 110.000
Valuta asing 4.991.180 1.153.069 - - - 6.144.249
Deposito berjangka:
Rupiah 260.259 147.167 24.401 31.522 - 463.349
Valuta asing 346.473 5.986 - - - 352.459
14.354.451 1.306.222 24.401 31.522 - 15.716.596
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai
Rupiah (4)
Valuta asing (1.708)
(1.712)
Jumlah penempatan pada
Bank Indonesia dan bank-bank lain - bersih 15.714.884
2023
Hingga >1-3 >3-6 > 6 - 12 Lebih dari
1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan Jumlah
Bank Indonesia:
Rupiah 751.891 - - - - 751.891
Valuta asing - - - - - -
Call money:
Rupiah 1.050.000 50.000 - - - 1.100.000
Valuta asing - 1.452.228 - - - 1.452.228
Deposito berjangka:
Rupiah 667.240 420.342 176.124 366.423 - 1.630.129
Valuta asing 64.138 5.571 - - - 69.709
Sertifikat deposito:
Rupiah - - - - 198.282 198.282
Lain-lain:
Valuta asing 106 - - - - 106
2.533.375 1.928.141 176.124 366.423 198.282 5.202.345
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai
Rupiah (663)
Valuta asing (21)
(684)
Jumlah penempatan pada
Bank Indonesia dan bank-bank lain - bersih 5.201.661
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup tidak memiliki saldo penempatan pada
bank-bank lain ke pihak berelasi.
Page 65
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/50
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari penempatan pada bank-bank
lain dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Saldo, awal tahun - sebelum pajak penghasilan
tangguhan (1.086) -
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi selama tahun berjalan - bersih 1.110 (1.086)
Keuntungan (kerugian) yang direalisasi selama
tahun berjalan - bersih (24) -
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan - (1.086)
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) - 206
Saldo, akhir tahun - bersih - (880)
Selama tahun 2024 dan 2023, seluruh penempatan pada bank-bank lain dikategorikan
sebagai stage 1, tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak pengakuan
awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan cadangan kerugian
penurunan nilai penempatan pada bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (684) - - (684)
Perubahan bersih pada eksposur (1.006) - - (1.006)
Selisih kurs (22) - - (22)
Saldo, akhir tahun (1.712) - - (1.712)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (5.463) - - (5.463)
Perubahan bersih pada eksposur 4.639 - - 4.639
Selisih kurs 140 - - 140
Saldo, akhir tahun (684) - - (684)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2024 2023
Bank Indonesia dan call money:
Rupiah 5,77% 5,70%
Valuta asing 4,43% 4,87%
Deposito berjangka:
Rupiah 5,89% 4,41%
Valuta asing 3,00% 2,62%
Sertifikat deposito:
Rupiah 6,47% 6,24%
Page 66
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/51
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
Kisaran tingkat suku bunga kontraktual dari deposito berjangka dalam Rupiah yang dimiliki
Grup selama tahun berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 adalah masing-masing sebesar
2,00% - 7,55% dan 2,00% - 6,80%, dan untuk sertifikat deposito dalam Rupiah adalah
masing-masing sebesar 6,53% dan 6,53%, sedangkan untuk deposito berjangka dalam
valuta asing adalah masing-masing sebesar 1,00% - 4,85% dan 2,00% - 5,09%.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain yang digunakan sebagai jaminan transaksi perdagangan efek.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, manajemen berkeyakinan bahwa saldo
cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang
mungkin timbul akibat tidak tertagihnya penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank
lain.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain diungkapkan pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo penempatan pada
Bank Indonesia dan bank-bank lain diungkapkan pada Catatan 43.
8. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI
LABA RUGI
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari:
2024 2023
Nilai nominal Nilai wajar Nilai nominal Nilai wajar
Aset keuangan:
Efek-efek
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 19.397.441 18.448.845 9.842.000 9.556.560
Obligasi pemerintah 2.023.959 1.977.974 1.086.678 1.101.960
Surat Berharga Bank Indonesia - - 3.485.881 3.474.298
Sukuk 383.904 454.796 51.796 51.082
Obligasi korporasi 33.000 32.636 12.650 12.656
Reksadana 120.237 127.688 119.918 123.033
Penyertaan saham - 27.072 - 297.442
Lain-lain 230.272 234.398 189.354 224.115
22.188.813 21.303.409 14.788.277 14.841.146
Aset derivatif
Forward 153.034 91.843
Swap 66.842 121.817
Spot 1.332 3.854
221.208 217.514
21.524.617 15.058.660
Liabilitas keuangan:
Liabilitas derivatif
Forward 77.894 47.698
Swap 175.087 73.204
Spot 4.611 1.863
Lainnya 21 -
257.613 122.765
Page 67
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/52
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI
LABA RUGI (lanjutan)
Rincian penyertaan saham yang dimiliki Grup berdasarkan pihak lawan pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pihak berelasi 8.662 8.642
Pihak ketiga 18.410 288.800
Jumlah investasi dalam saham 27.072 297.442
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi diungkapkan pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diungkapkan pada
Catatan 43.
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI
a. Rincian tagihan akseptasi
2024 2023
Rupiah
Nasabah non-bank 3.760.887 4.370.505
Bank-bank lain 354.020 401.305
4.114.907 4.771.810
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (78.539) (143.001)
4.036.368 4.628.809
Valuta asing
Nasabah non-bank 5.758.925 9.866.681
Bank-bank lain 187.910 304.248
5.946.835 10.170.929
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (362.156) (140.114)
5.584.679 10.030.815
Jumlah tagihan akseptasi - bersih 9.621.047 14.659.624
Page 68
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/53
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI (lanjutan)
b. Rincian utang akseptasi
2024 2023
Rupiah
Nasabah non-bank 545.595 601.745
Bank-bank lain 775.494 872.788
1.321.089 1.474.533
Valuta asing
Nasabah non-bank 190.996 306.438
Bank-bank lain 3.139.870 4.920.285
3.330.866 5.226.723
Jumlah utang akseptasi 4.651.955 6.701.256
c. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (77.889) (25.439) (179.787) (283.115)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 9.187 (113.409) - (104.222)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 62 3.329 (7.684) (4.293)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (150) 25.681 - 25.531
Perubahan bersih pada eksposur 32.419 11.512 (110.040) (66.109)
Selisih kurs (1.719) (108) (6.660) (8.487)
Saldo, akhir tahun (38.090) (98.434) (304.171) (440.695)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (89.779) (26.245) (199.433) (315.457)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 309 (7.185) - (6.876)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (27) 55 - 28
Perubahan bersih pada eksposur 10.320 7.821 19.156 37.297
Selisih kurs 1.288 115 490 1.893
Saldo, akhir tahun (77.889) (25.439) (179.787) (283.115)
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya tagihan
akseptasi.
Page 69
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/54
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank tidak memiliki saldo tagihan dan utang
akseptasi ke dan dari pihak berelasi.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar tagihan dan utang akseptasi diungkapkan pada
Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo tagihan dan utang akseptasi diungkapkan pada
Catatan 43.
10. WESEL TAGIH
a. Rincian wesel tagih
2024 2023
Rupiah
Nasabah non-bank - 13.153
Bank-bank lain 3.497.781 5.237.645
3.497.781 5.250.798
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (481) (798)
3.497.300 5.250.000
Valuta asing
Nasabah non-bank 640.986 622.915
Bank-bank lain 4.756.118 4.514.327
5.397.104 5.137.242
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.635) (3.718)
5.394.469 5.133.524
Jumlah wesel tagih - bersih 8.891.769 10.383.524
b. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai wesel tagih
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai wesel tagih adalah sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (4.516) - - (4.516)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (75) - - (75)
Perubahan bersih pada eksposur 1.551 - 8 1.559
Selisih kurs (76) - (8) (84)
Saldo, akhir tahun (3.116) - - (3.116)
Page 70
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/55
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. WESEL TAGIH (lanjutan)
b. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai wesel tagih (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai wesel tagih adalah sebagai berikut:
(lanjutan)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (2.106) - (5.029) (7.135)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 3 - - 3
Perubahan bersih pada eksposur (2.634) - 5.163 2.529
Selisih kurs 221 - (134) 87
Saldo, akhir tahun (4.516) - - (4.516)
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya wesel tagih.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank tidak memiliki saldo wesel tagih ke pihak
berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun wesel tagih adalah sebagai berikut:
2024 2023
Rupiah 9,11% 11,55%
Valuta asing 6,09% 5,52%
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar wesel tagih diungkapkan pada Catatan 37.
Informasi mengenai jatuh tempo wesel tagih diungkapkan pada Catatan 43.
11. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
Akun ini merupakan tagihan kepada Bank Indonesia, bank-bank lain dan pihak ketiga atas
pembelian efek-efek dengan janji dijual kembali dengan perincian sebagai berikut:
2024
Harga Pendapatan Cadangan
Rentang tanggal Rentang tanggal penjualan bunga yang kerugian
pembelian penjualan kembali belum diakui penurunan nilai Nilai tercatat
Transaksi dengan Bank Indonesia:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 28 Nov 24 26 Feb 25 48.312 (503) - 47.809
48.312 (503) - 47.809
Transaksi dengan bank-bank lain:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 18 - 31 Des 24 2 - 13 Jan 25 932.726 (860) (91) 931.775
Sekuritas Rupiah
Bank Indonesia 16 - 30 Des 24 13 Jan 25 435.353 (938) - 434.415
1.368.079 (1.798) (91) 1.366.190
Transaksi dengan pihak non-bank:
Instrumen yang mendasari:
Saham 3 Okt - 16 Des 24 3 Jan – 16 Jun 25 38.273 (1.760) (950) 35.563
38.273 (1.760) (950) 35.563
1.454.664 (4.061) (1.041) 1.449.562
Page 71
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/56
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
Akun ini merupakan tagihan kepada Bank Indonesia, bank-bank lain dan pihak ketiga atas
pembelian efek-efek dengan janji dijual kembali dengan perincian sebagai berikut: (lanjutan)
2023
Harga Pendapatan Cadangan
Rentang tanggal Rentang tanggal penjualan bunga yang kerugian
pembelian penjualan kembali belum diakui penurunan nilai Nilai tercatat
Transaksi dengan Bank Indonesia:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 6 Jan - 27 Des 23 5 Jan - 16 Agt 24 88.093.534 (1.733.855) - 86.359.679
Surat Perbendaharaan Negara 28 Apr - 29 Des 23 3 Jan - 2 Agt 24 5.269.636 (2.988.267) - 2.281.369
93.363.170 (4.722.122) - 88.641.048
Transaksi dengan bank-bank lain:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 6 - 27 Des 23 3 - 19 Jan 24 3.237.274 (4.312) - 3.232.962
Sekuritas Rupiah
Bank Indonesia 6 - 22 Des 23 4 - 8 Jan 24 1.188.849 (1.122) - 1.187.727
4.426.123 (5.434) - 4.420.689
Transaksi dengan pihak non-bank:
Instrumen yang mendasari:
Saham 12 - 29 Des 23 12 Mar - 28 Jun 24 38.118 (2.704) (998) 34.416
38.118 (2.704) (998) 34.416
97.827.411 (4.730.260) (998) 93.096.153
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali adalah sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (998) - - (998)
Perubahan bersih pada eksposur (43) - - (43)
Saldo, akhir tahun (1.041) - - (1.041)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (1.299) - - (1.299)
Perubahan bersih pada eksposur 301 - - 301
Saldo, akhir tahun (998) - - (998)
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya efek-efek yang
dibeli dengan janji dijual kembali.
Semua efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 adalah dalam mata uang Rupiah.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup tidak memiliki saldo efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali ke pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali pada tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
6,33% dan 6,35%.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
diungkapkan pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali diungkapkan pada Catatan 43.
Page 72
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/57
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN
Kredit yang diberikan terdiri dari:
a. Berdasarkan jenis kredit dan mata uang
2024 2023
Rupiah
Pihak berelasi:
Modal kerja 2.784.576 1.827.412
Investasi 4.330.825 6.493.055
Konsumsi 6.031 10.530
7.121.432 8.330.997
Pihak ketiga:
Modal kerja 374.978.288 340.718.796
Investasi 295.232.947 234.837.040
Konsumsi 159.147.765 141.807.967
Kartu kredit 18.222.967 15.783.861
Pinjaman karyawan 3.212.348 3.145.449
850.794.315 736.293.113
857.915.747 744.624.110
Valuta asing
Pihak berelasi:
Investasi 109.077 147.524
Pihak ketiga:
Modal kerja 27.714.957 33.698.753
Investasi 15.571.072 13.726.327
43.286.029 47.425.080
43.395.106 47.572.604
Jumlah kredit yang diberikan 901.310.853 792.196.714
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai
Rupiah (28.799.245) (28.206.052)
Valuta asing (3.825.398) (5.102.823)
(32.624.643) (33.308.875)
Jumlah kredit yang diberikan - bersih 868.686.210 758.887.839
Page 73
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/58
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
b. Berdasarkan sektor ekonomi dan kolektibilitas
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 51 laporan keuangan konsolidasian:
2024
Cadangan
Dalam kerugian
perhatian penurunan
Lancar khusus Kurang lancar Diragukan Macet nilai Jumlah
Rupiah
Manufaktur 164.078.070 3.784.149 122.951 181.169 6.814.046 (10.367.149) 164.613.236
Jasa bisnis 150.016.582 1.932.084 29.544 98.848 219.464 (4.519.122) 147.777.400
Perdagangan, restoran
dan hotel 171.609.428 2.657.316 409.893 312.635 3.026.112 (7.821.397) 170.193.987
Pertanian dan sarana
pertanian 36.053.366 132.730 13.225 13.374 250.876 (840.220) 35.623.351
Konstruksi 38.196.432 183.159 82.933 18.162 113.053 (968.773) 37.624.966
Pengangkutan dan pergudangan 34.625.603 196.161 5.838 8.073 39.480 (541.705) 34.333.450
Jasa-jasa sosial/pelayanan
masyarakat 10.481.970 121.748 9.201 23.315 22.922 (214.832) 10.444.324
Pertambangan 19.188.010 130.963 1.970 - 28.833 (295.902) 19.053.874
Listrik, gas, dan air 32.067.155 11.022 3.319 1.835 9.427 (278.121) 31.814.637
Aktivitas rumah tangga 153.645.837 6.393.586 411.758 506.996 1.821.509 (2.474.243) 160.305.443
Lain-lain 16.608.703 995.792 49.038 83.605 72.477 (477.781) 17.331.834
826.571.156 16.538.710 1.139.670 1.248.012 12.418.199 (28.799.245) 829.116.502
Valuta asing
Manufaktur 20.546.482 1.020.940 - - 772.182 (1.873.706) 20.465.898
Jasa bisnis 2.357.013 - - - - (41.240) 2.315.773
Perdagangan, restoran
dan hotel 4.903.904 1.059.735 - - - (1.780.502) 4.183.137
Pertanian dan sarana
pertanian 1.696.207 - - - - (17.675) 1.678.532
Konstruksi 4.878 - - - - - 4.878
Pengangkutan dan pergudangan 2.966.830 - - - - (53.809) 2.913.021
Jasa-jasa sosial/pelayanan
masyarakat 30.429 - - - - (207) 30.222
Pertambangan 7.270.810 - - - - (46.915) 7.223.895
Listrik, gas, dan air 765.696 - - - - (11.344) 754.352
40.542.249 2.080.675 - - 772.182 (3.825.398) 39.569.708
Jumlah 867.113.405 18.619.385 1.139.670 1.248.012 13.190.381 (32.624.643) 868.686.210
2023
Cadangan
Dalam kerugian
perhatian penurunan
Lancar khusus Kurang lancar Diragukan Macet nilai Jumlah
Rupiah
Manufaktur 147.054.171 3.346.022 1.389.254 223.865 2.850.710 (8.648.573) 146.215.449
Jasa bisnis 131.719.461 2.483.034 25.329 22.944 126.194 (5.644.536) 128.732.426
Perdagangan, restoran
dan hotel 158.487.639 3.025.986 343.151 378.470 2.263.191 (7.501.129) 156.997.308
Pertanian dan sarana
pertanian 30.681.430 155.371 3.248 87.453 119.930 (931.105) 30.116.327
Konstruksi 33.994.897 303.115 25.292 79.823 142.185 (828.537) 33.716.775
Pengangkutan dan pergudangan 24.993.376 90.244 246.557 3.352 13.171 (667.021) 24.679.679
Jasa-jasa sosial/pelayanan
masyarakat 11.174.243 110.908 9.808 19.968 11.594 (1.087.268) 10.239.253
Pertambangan 12.802.808 16.354 - 31 1.684 (152.904) 12.667.973
Listrik, gas, dan air 15.026.015 11.648 234 6.627 5.056 (139.250) 14.910.330
Aktivitas rumah tangga 136.976.779 5.810.519 333.320 361.498 1.480.710 (2.196.613) 142.766.213
Lain-lain 14.826.201 812.364 33.389 56.841 56.646 (409.116) 15.376.325
717.737.020 16.165.565 2.409.582 1.240.872 7.071.071 (28.206.052) 716.418.058
Valuta asing
Manufaktur 23.881.384 381.987 - - 3.455.165 (3.671.047) 24.047.489
Jasa bisnis 2.796.647 - - - - (68.229) 2.728.418
Perdagangan, restoran
dan hotel 6.269.049 322.417 - - 21.645 (1.251.454) 5.361.657
Pertanian dan sarana
pertanian 4.092.181 - - - - (28.851) 4.063.330
Konstruksi 3.457 - - - - - 3.457
Pengangkutan dan pergudangan 2.800.131 - - - - (57.943) 2.742.188
Jasa-jasa sosial/pelayanan
masyarakat 18.355 - - - - (185) 18.170
Pertambangan 2.612.974 - - - - (9.729) 2.603.245
Listrik, gas, dan air 917.212 - - - - (15.385) 901.827
43.391.390 704.404 - - 3.476.810 (5.102.823) 42.469.781
Jumlah 761.128.410 16.869.969 2.409.582 1.240.872 10.547.881 (33.308.875) 758.887.839
Page 74
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/59
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
c. Berdasarkan jangka waktu
Kredit yang diberikan berdasarkan jangka waktu menurut perjanjian kredit:
2024 2023
Rupiah
Hingga 1 tahun 268.579.074 236.808.450
> 1 - 5 tahun 186.315.071 172.355.082
> 5 tahun 403.021.602 335.460.578
857.915.747 744.624.110
Valuta asing
Hingga 1 tahun 16.573.059 23.276.365
> 1 - 5 tahun 11.981.182 9.467.615
> 5 tahun 14.840.865 14.828.624
43.395.106 47.572.604
Jumlah kredit yang diberikan 901.310.853 792.196.714
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (32.624.643) (33.308.875)
Jumlah kredit yang diberikan - bersih 868.686.210 758.887.839
d. Berdasarkan staging
Berikut adalah perubahan jumlah kredit yang diberikan berdasarkan staging selama tahun
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun 757.146.891 20.089.525 14.960.298 792.196.714
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (24.386.823) 26.065.000 (1.745.561) (67.384)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (725.285) (12.634.512) 12.688.630 (671.167)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 11.067.999 (10.201.732) (1.473.483) (607.216)
Perubahan bersih pada eksposur 119.944.609 (3.185.859) (4.668.915) 112.089.835
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - (3.564.430) (3.564.430)
Selisih kurs 1.701.931 123.483 109.087 1.934.501
Saldo, akhir tahun 864.749.322 20.255.905 16.305.626 901.310.853
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun 659.148.954 23.910.392 11.877.176 694.936.522
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (20.084.971) 22.751.516 (2.751.902) (85.357)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (1.427.035) (13.177.663) 14.539.732 (64.966)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 12.880.798 (11.686.164) (1.685.407) (490.773)
Perubahan bersih pada eksposur 107.269.477 (1.709.758) (4.454.015) 101.105.704
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - (2.500.255) (2.500.255)
Selisih kurs (640.332) 1.202 (65.031) (704.161)
Saldo, akhir tahun 757.146.891 20.089.525 14.960.298 792.196.714
Page 75
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/60
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
e. Kredit sindikasi
Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur berdasarkan perjanjian
pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain. Kredit sindikasi dengan
pembagian risiko secara proporsional terhadap jumlah pendanaan Bank adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Partisipasi Bank sebagai anggota berkisar antara
masing-masing sebesar 2,00% - 81,49% dan
2,87% - 71,00% untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2024 dan 2023, dengan saldo
kredit yang diberikan sebesar Rp 35.632.219
dan USD 531.931.204 (nilai penuh) pada tanggal
31 Desember 2024 (2023: Rp 30.734.037
dan USD 459.092.868 (nilai penuh)) 44.193.652 37.802.690
Partisipasi Bank sebagai arranger berkisar
antara masing-masing sebesar 10,00% - 75,00%
dan 9,95% - 75,00% untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2024 dan 2023, dengan saldo kredit
yang diberikan sebesar Rp 41.979.477 dan
USD 143.021.571 (nilai penuh) pada tanggal
31 Desember 2024 (2023: Rp 27.121.490 dan
USD 43.895.806 (nilai penuh)) 44.281.409 27.797.353
88.475.061 65.600.043
f. Kredit yang direstrukturisasi
Sesuai dengan No. 17/POJK.03/2021 tanggal 10 September 2021 tentang perubahan
kedua atas dampak pandemi COVID-19, yang kemudian digantikan dengan Siaran Pers
OJK No. SP.85/DHMS/OJK/XI.2022 tanggal 28 November 2022 tentang perpanjang
kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan secara targeted dan sektoral atas
dampak lanjutan pandemi Covid, Bank telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap
debitur yang terkena dampak COVID-19 dan juga mengidentifikasi, serta monitoring
kondisi debitur secara berkelanjutan. Kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan
tersebut berakhir pada 31 Maret 2024.
Jumlah kredit yang direstrukturisasi oleh Bank sampai dengan 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing sebesar Rp 28.786.602 dan Rp 40.581.823. Restrukturisasi kredit
dilakukan dengan modifikasi struktur fasilitas dan persyaratan kredit antara lain
penurunan suku bunga kredit, perpanjangan jangka waktu kredit, dan lain-lain.
Page 76
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/61
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
f. Kredit yang direstrukturisasi (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 51 laporan keuangan konsolidasian:
2024 2023
Lancar 11.897.353 21.392.020
Dalam Perhatian Khusus 6.860.802 8.486.902
Kurang Lancar 386.834 1.727.384
Diragukan 221.515 442.858
Macet 9.420.098 8.532.659
28.786.602 40.581.823
Total kredit yang telah direstrukturisasi dan dalam kategori kredit bermasalah pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 10.028.447 dan
Rp 10.702.901.
g. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (12.733.822) (10.303.493) (10.271.560) (33.308.875)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 1.793.010 (5.834.839) 686.359 (3.355.470)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 94.436 3.422.967 (4.883.438) (1.366.035)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (635.109) 1.754.524 412.258 1.531.673
Perubahan bersih pada eksposur (288.416) 1.226.107 (434.669) 503.022
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 3.564.430 3.564.430
Selisih kurs (32.977) (72.785) (87.626) (193.388)
Saldo, akhir tahun (11.802.878) (9.807.519) (11.014.246) (32.624.643)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (12.899.997) (13.279.002) (7.768.519) (33.947.518)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 1.444.978 (4.816.902) 1.302.571 (2.069.353)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 284.632 5.259.724 (6.793.830) (1.249.474)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (1.633.602) 2.877.287 575.332 1.819.017
Perubahan bersih pada eksposur 64.144 (337.964) (136.509) (410.329)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 2.500.255 2.500.255
Selisih kurs 6.023 (6.636) 49.140 48.527
Saldo, akhir tahun (12.733.822) (10.303.493) (10.271.560) (33.308.875)
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang telah
dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya
kredit yang diberikan.
Page 77
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/62
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
g. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, saldo cadangan kerugian penurunan nilai
atas aset dari kredit yang diberikan kepada pihak berelasi masing-masing adalah sebesar
Rp 56.052 dan Rp 71.862.
h. Pembiayaan bersama
Bank mengadakan perjanjian pemberian fasilitas pembiayaan bersama dengan PT BCA
Finance (dahulu dengan PT BCA Finance dan PT BCA Multi Finance) yang merupakan
Entitas Anak, untuk membiayai kepemilikan kendaraan bermotor. Segala risiko atas
kerugian yang timbul sehubungan dengan fasilitas kredit yang diberikan dalam rangka
pemberian fasilitas pembiayaan bersama akan ditanggung secara bersama-sama oleh
kedua belah pihak secara proporsional sesuai bagian pembiayaan (partisipasi) masing-
masing pihak (tanpa tanggung renteng). Jumlah piutang pembiayaan bersama yang
merupakan bagian Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah masing-
masing sebesar Rp 54.623.153 dan Rp 46.927.073.
i. Nilai tercatat dari kredit yang diberikan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Kredit yang diberikan 901.310.853 792.196.714
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 3.343.491 2.732.906
Cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 12g) (32.624.643) (33.308.875)
872.029.701 761.620.745
j. Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank tidak memiliki kredit yang diberikan
yang dijadikan sebagai jaminan.
Giro, tabungan, dan deposito berjangka yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan
masing-masing sebesar Rp 18.465.132 dan Rp 17.626.804 pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 (Catatan 19).
Pinjaman karyawan adalah pinjaman yang diberikan kepada karyawan dengan tingkat
bunga sebesar 4% per tahun yang ditujukan untuk pembelian rumah, kendaraan, dan
keperluan lainnya dengan jangka waktu berkisar antara 8 tahun sampai dengan 20 tahun,
khusus untuk periode 2022 - 2026 Bank memberikan keringanan kepada karyawan
dengan tingkat bunga sebesar 3,5% per tahun. Pembayaran pokok pinjaman dan bunga
dilunasi melalui pemotongan gaji setiap bulan. Perbedaan suku bunga yang diberikan
dengan suku bunga pasar diperlakukan sebagai subsidi dan dicatat sebagai bagian dari
aset lain-lain, serta diamortisasi sepanjang umur kredit.
Page 78
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/63
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
j. Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun kredit yang diberikan adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Rupiah 7,68% 7,63%
Valuta asing 5,85% 5,54%
Informasi mengenai rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank
dan rasio non-performing loan (“NPL”) diungkapkan pada Catatan 51.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar kredit yang diberikan diungkapkan pada
Catatan 37. Informasi mengenai jumlah kredit yang diberikan berdasarkan sebaran
wilayah geografis diungkapkan pada Catatan 41. Informasi mengenai jatuh tempo kredit
yang diberikan diungkapkan pada Catatan 43.
13. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Biaya perolehan diamortisasi dari piutang pembiayaan konsumen Entitas Anak adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Piutang pembiayaan konsumen
- Pembiayaan yang dibiayai sendiri oleh Entitas Anak 5.642.551 5.735.549
- Bagian pembiayaan yang dibiayai bersama pihak
berelasi tanpa tanggung renteng (without recourse) 11.067.888 9.770.331
Pendapatan administrasi yang belum diamortisasi - bersih (514.472) (539.183)
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui (6.397.119) (5.925.301)
Piutang pembiayaan konsumen, sebelum cadangan
kerugian penurunan nilai 9.798.848 9.041.396
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (363.284) (327.946)
Jumlah piutang pembiayaan konsumen - bersih 9.435.564 8.713.450
Page 79
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/64
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)
Suku bunga kontraktual setahun untuk pembiayaan konsumen selama tahun 2024 dan 2023
adalah masing-masing sebesar 3,62% - 49,98% dan 3,53% - 50,56%.
Entitas Anak memberikan kontrak pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda
empat dengan jangka waktu antara 3 (tiga) bulan sampai dengan 6 (enam) tahun, sedangkan
pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda dua dengan jangka waktu antara 1
(satu) tahun sampai dengan 4 (empat) tahun.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen adalah
sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (170.906) (17.819) (139.221) (327.946)
Perubahan bersih pada eksposur 43.188 (1.041) (395.649) (353.502)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 318.164 318.164
Saldo, akhir tahun (127.718) (18.860) (216.706) (363.284)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (250.892) (31.578) (127.759) (410.229)
Perubahan bersih pada eksposur 79.986 13.759 (266.693) (172.948)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 255.231 255.231
Saldo, akhir tahun (170.906) (17.819) (139.221) (327.946)
Penerimaan atas piutang yang telah dihapusbukukan adalah sebesar Rp 25.843 dan
Rp 33.176 masing-masing untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023.
Piutang pembiayaan konsumen yang dihapusbukukan merupakan piutang yang telah
menunggak lebih dari 150 (seratus lima puluh) hari untuk kendaraan roda 4 (empat) dan lebih
dari 180 (seratus delapan puluh) hari untuk kendaraan roda 2 (dua). Penghapusan tersebut
dilakukan berdasarkan penelaahan manajemen atas kasus per kasus.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 piutang pembiayaan konsumen sebelum
dikurangi dengan pendapatan yang belum diakui sebesar Rp nihil dan Rp 265.734 dijadikan
jaminan atas pinjaman yang diterima (Catatan 21).
Piutang pembiayaan konsumen dijamin oleh Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (“BPKB”) dari
kendaraan bermotor yang dibiayai Entitas Anak.
Manajemen berpendapat bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang telah
dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang
pembiayaan konsumen.
Page 80
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/65
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar piutang pembiayaan konsumen diungkapkan
pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo piutang pembiayaan konsumen
diungkapkan di Catatan 43.
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI
Rincian efek-efek untuk tujuan investasi berdasarkan jenis dan mata uang pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024
Premi
(diskonto) Keuntungan Cadangan
yang belum (kerugian) yang kerugian
Keterangan Nilai nominal diamortisasi belum direalisasi penurunan nilai Nilai tercatat
Rupiah
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- rekapitalisasi 1.930.915 18.519 - - 1.949.434
- non-rekapitalisasi 120.775.680 1.522.191 - - 122.297.871
Sukuk 52.876.003 (668.597) - (75) 52.207.331
Unit penyertaan di reksadana 300.000 - - (3.000) 297.000
Obligasi korporasi 6.877.539 884 - (44.814) 6.833.609
Medium-term notes 3.000.000 - - (619) 2.999.381
Surat berharga pasar uang 775.000 - - (7.750) 767.250
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 80.123.326 (2.953.300) - - 77.170.026
Lain-lain 13.433 (5.002) - - 8.431
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 39.868.912 570.582 281.198 - 40.720.692
Sukuk Bank Indonesia 1.035.278 - 15.474 - 1.050.752
Sukuk 18.340.338 (299.609) 33.749 (21.316) 18.053.162
Unit penyertaan di reksadana 14.062.049 - 310.914 (12.538) 14.360.425
Obligasi korporasi 22.740.537 - (264.785) (357.097) 22.118.655
Investasi dalam saham 645.752 - - (105.260) 540.492
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 138.791 (6.799) (531) - 131.461
363.503.553 (1.821.131) 376.019 (552.469) 361.505.972
Valuta asing
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 2.474.705 5.999 - - 2.480.704
T-Bond USA 1.287.600 (3.077) - (97) 1.284.426
Sukuk 2.893.076 53.572 - - 2.946.648
Sekuritas Valas Bank Indonesia 997.890 (8.275) - - 989.615
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 434.565 33 (1.858) - 432.740
Sukuk 1.529.025 (3.351) (13.822) - 1.511.852
9.616.861 44.901 (15.680) (97) 9.645.985
Jumlah efek-efek untuk
tujuan investasi 373.120.414 (1.776.230) 360.339 (552.566) 371.151.957
Page 81
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/66
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian efek-efek untuk tujuan investasi berdasarkan jenis dan mata uang pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2023
Premi Keuntungan
(diskonto) (kerugian) Cadangan
yang belum yang belum kerugian
Keterangan Nilai nominal diamortisasi direalisasi penurunan nilai Nilai tercatat
Rupiah
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- rekapitalisasi 2.614.600 27.643 - - 2.642.243
- non-rekapitalisasi 100.125.166 1.873.069 - - 101.998.235
Sukuk 45.009.102 (301.846) - (108) 44.707.148
Unit penyertaan di reksadana 62.000 - - (620) 61.380
Obligasi korporasi 8.863.539 1.093 - (54.050) 8.810.582
Medium-term notes 5.050.000 - - (1.857) 5.048.143
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 32.500.000 (1.446.612) - - 31.053.388
Lain-lain 11.389 - - - 11.389
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 44.873.694 822.747 954.328 - 46.650.769
Sukuk Bank Indonesia 1.311.470 - 6.324 - 1.317.794
Sukuk 29.074.575 (405.407) 250.283 (43.946) 28.875.505
Unit penyertaan di reksadana 12.398.000 - 151.548 (14.637) 12.534.911
Obligasi korporasi 18.403.094 (75.000) (156.056) (323.637) 17.848.401
Medium term notes 200.000 - (1.340) (870) 197.790
Investasi dalam saham 556.359 - - (104.366) 451.993
301.052.988 495.687 1.205.087 (544.091) 302.209.671
Valuta asing
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 2.629.847 34.470 - (77) 2.664.240
T-Bond USA 1.431.921 (11.528) - (300) 1.420.093
Obligasi korporasi 30.800 86 - (12) 30.874
Sukuk 3.137.370 121.462 - - 3.258.832
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 538.895 1.173 (6.415) - 533.653
Sukuk 1.955.419 (3.811) (15.347) - 1.936.261
9.724.252 141.852 (21.762) (389) 9.843.953
Jumlah efek-efek untuk
tujuan investasi 310.777.240 637.539 1.183.325 (544.480) 312.053.624
Pada tanggal 31 Desember 2024, efek-efek untuk tujuan investasi termasuk obligasi
pemerintah dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia masing-masing dengan nilai tercatat sebesar
dengan nilai tercatat sebesar Rp 936.754 (nilai nominal sebesar Rp 900.000) dan Rp 285.505
(nilai nominal sebesar Rp 448.458), yang sesuai dengan perjanjian, Bank harus membeli
kembali obligasi pemerintah tersebut pada tanggal 2 Januari 2025 dan 6 Januari 2025, serta
pada tanggal 13 Januari 2025 untuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tersebut. Jumlah
kewajiban pada nilai tercatat (“efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali”) pada laporan
posisi keuangan konsolidasian sebesar Rp 1.330.996 pada tanggal 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2023, efek-efek untuk tujuan investasi termasuk obligasi
pemerintah dengan nilai tercatat sebesar Rp 1.117.220 (nilai nominal sebesar Rp 1.092.402),
yang sesuai dengan perjanjian, Bank harus membeli kembali obligasi pemerintah tersebut pada
tanggal 15 Agustus 2028 dan 12 Februari 2029. Jumlah kewajiban pada nilai tercatat (“efek-
efek yang dijual dengan janji dibeli kembali”) pada laporan posisi keuangan konsolidasian
sebesar Rp 1.054.780 pada tanggal 31 Desember 2023.
Page 82
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/67
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana
dan jumlah unit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana Jumlah unit tercatat Jumlah unit Tercatat
Reksa Dana Terproteksi Syailendra Capital Protected
Fund 54 500 551.411 500 522.989
Reksa Dana Batavia Dana Kas Gebyar 137 528.923 137 501.688
Reksa Dana Tram Pundi Kas 2 350 528.250 350 501.055
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana
Berkala 11 500 517.211 500 515.791
Reksa Dana Terproteksi Ashmore Dana Terproteksi
Nusantara IV 500 515.943 500 501.620
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 232 500 514.010 500 512.745
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 233 500 513.878 500 511.863
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 50 500 513.715 500 506.204
Reksa Dana Terproteksi Schroder IDR Income Plan
VII 500 513.497 500 501.579
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa 2 500 511.401 500 510.344
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 51 500 510.296 500 509.550
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi 2031 500 510.130 500 508.710
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Amarilis 500 509.826 500 508.453
Reksa Dana Terproteksi Eastspring Bakti Proteksi 1 500 509.665 500 504.740
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi 90 500 507.718 500 503.397
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 227 500 506.898 500 506.569
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala 12 500 506.585 500 503.483
Reksa Dana Terproteksi Premier Proteksi XII 500 506.158 500 501.113
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 62 500 506.140 500 501.117
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi 85 500 505.896 500 504.421
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Kamelia 500 505.233 500 504.953
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa 3 499 503.893 500 503.554
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VI 500 503.458 500 503.121
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi 103 500 502.991 - -
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi 2038 500 502.968 - -
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VII 500 502.225 - -
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala 16 250 252.424 - -
Reksa Dana BNP Paribas Obligasi Berlian 222 223.828 222 229.967
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina
Proteksi Rupiah 200 203.454 200 200.425
Reksa Dana Syariah Trimegah Kas Syariah 105 150.146 111 150.168
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XII 100 100.000 - -
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIII 100 100.000 - -
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIV 100 100.000 - -
Reksa Dana Bahana ABF Indonesia Bond Index
Fund 1 69.785 - -
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 65 65 66.032 - -
Reksa Dana Syariah Majoris Pasar Uang Syariah
Indonesia 18 25.025 19 25.028
Reksa Dana Eastspring Syariah Fixed Income
Amanah Kelas A 7 10.322 7 10.102
Page 83
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/68
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana
dan jumlah unit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024 2023
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana (lanjutan) Jumlah unit tercatat Jumlah unit tercatat
Reksa Dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium 6 10.319 6 10.217
Reksa Dana BNP Paribas Prima II 9 10.232 9 10.245
Reksa Dana Schroder Prestasi Gebyar Indonesia II 3 10.232 3 10.285
Reksa Dana Sucorinvest Sharia Sukuk Fund 8 10.007 - -
Reksa Dana Bahana Pendapatan Tetap Makara
Prima Kelas I 9 10.005 - -
Reksa Dana BNP Paribas Sri Kehati 9 9.686 - -
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara
Indonesia 2 3.117 2 3.197
Reksa Dana Syariah Syailendra Money Market Fund - - 74 100.092
Reksa Dana Syariah Pasar Uang PNM Falah 2 - - 43 50.134
Reksa Dana Syariah Trimegah Kas Syariah 2 - - 50 50.009
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri VI - - 50 50.000
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XI - - 12 12.000
Reksa Dana Pendapatan Tetap Sucorinvest Stable
Fund - - 8 10.130
Reksa Dana Sucorinvest Money Market Fund - - 6 10.128
Reksa Dana Bahana MES Syariah Fund Kelas G - - 7 10.125
Reksa Dana Syailendra Dana Kas - - 6 10.125
Reksa Dana Bahana Dana Likuid - - 6 10.112
14.672.963 12.611.548
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (15.538) (15.257)
Jumlah unit penyertaan di reksadana - bersih 14.657.425 12.596.291
Rincian investasi dalam saham yang dimiliki Grup pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pihak lawan:
2024 2023
Pihak berelasi 8.471 8.471
Pihak ketiga 637.281 547.888
Jumlah investasi dalam saham 645.752 556.359
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (105.260) (104.366)
Jumlah investasi dalam saham - bersih 540.492 451.993
Page 84
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/69
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian investasi dalam saham yang dimiliki Grup pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut: (lanjutan)
b. Berdasarkan jenis usaha dan persentase kepemilikan:
2024 2023
Jenis Persentase Nilai Persentase Nilai
Nama Perusahaan usaha kepemilikan tercatat kepemilikan Tercatat
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (dahulu
PT Bank BTPN Tbk) Perbankan 1,03% 366.478 1,02% 297.085
- PT Bank HSBC Indonesia Perbankan 1,06% 184.025 1,06% 184.025
- PT Bank DBS Indonesia Perbankan 1,00% 56.400 1,00% 56.400
- PT Digital Otomotif Indonesia Marketplace 20,00% 8.471 20,00% 8.471
- PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (“KPEI”) Pasar Modal 1,00% 20.000 - -
- Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp 8.000) Beragam 0.06% - 13,49% 10.378 0,06% - 13,49% 10.378
Jumlah investasi dalam saham 645.752 556.359
Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (105.260) (104.366)
Jumlah investasi dalam saham - bersih 540.492 451.993
c. Berdasarkan Staging:
2024 2023
Stage 1 643.982 554.589
Stage 3 1.770 1.770
Jumlah investasi dalam saham 645.752 556.359
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (105.260) (104.366)
Jumlah investasi dalam saham - bersih 540.492 451.993
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun efek-efek untuk tujuan investasi adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Rupiah (%) Valuta asing (%) Rupiah (%) Valuta asing (%)
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah 6,34 3,65 6,12 3,36
T-Bond USA - 4,22 - 3,77
Sukuk 6,19 1,46 5,82 1,27
Obligasi korporasi 8,04 - 7,85 3,07
Medium-term notes 6,85 - 6,85 -
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 6,76 - 6,18 -
Sekuritas Valas Bank Indonesia - 5,50 - -
Lain-lain 7,26 - 10,37 -
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah 7,16 3,87 7,17 4,44
Medium-term notes - - 6,16 -
Sukuk Bank Indonesia 7,24 - 6,63 -
Sukuk 7,13 4,29 7,25 4,26
Obligasi korporasi 7,81 - 7,90 -
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 7,46 - - -
Page 85
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/70
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek untuk tujuan investasi selama tahun
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (442.710) - (101.770) (544.480)
Perubahan bersih pada eksposur (8.070) - - (8.070)
Selisih kurs (16) - - (16)
Saldo, akhir tahun (450.796) - (101.770) (552.566)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (175.847) - (114.970) (290.817)
Perubahan bersih pada eksposur (266.874) - 13.200 (253.674)
Selisih kurs 11 - - 11
Saldo, akhir tahun (442.710) - (101.770) (544.480)
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang telah
dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya efek-
efek untuk tujuan investasi.
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek-efek untuk tujuan investasi
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
2024
Rupiah Valuta asing Jumlah
Saldo, awal tahun - sebelum pajak penghasilan tangguhan 1.193.549 (21.762) 1.171.787
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
selama tahun berjalan - bersih (881.245) 1.774 (879.471)
Keuntungan (kerugian) direalisasi selama tahun
berjalan - bersih 41.304 4.754 46.058
Selisih kurs - (447) (447)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 353.608 (15.681) 337.927
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) (64.713)
Saldo, akhir tahun - bersih 273.214
2023
Rupiah Valuta asing Jumlah
Saldo, awal tahun - sebelum pajak penghasilan tangguhan 2.279.960 (26.782) 2.253.178
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
selama tahun berjalan - bersih (1.127.543) (7.418) (1.134.961)
Keuntungan (kerugian) direalisasi selama tahun
berjalan - bersih 41.132 12.266 53.398
Selisih kurs - 172 172
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 1.193.549 (21.762) 1.171.787
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) (222.280)
Saldo, akhir tahun - bersih 949.507
Page 86
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/71
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang
dimiliki Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
2024 2023
Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
Pemerintah Indonesia BBB Fitch BBB Fitch
Pemerintah Amerika Serikat AAA Fitch AAA Fitch
PT Astra Sedaya Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Mandiri Taspen AA Fitch AA Fitch
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Pan Indonesia Tbk AA Pefindo - -
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Barat A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank SMBC Indonesia Tbk AAA Pefindo - -
PT Bank SulutGo A Fitch A Fitch
PT Barito Pacific Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT BFI Finance Indonesia Tbk AA- Fitch AA- Fitch
PT BRI Multifinance Indonesia AA Pefindo AA Pefindo
PT Bukit Makmur Mandiri Utama A+ Pefindo - -
PT Bussan Auto Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Chandra Asri Pacific Tbk (dahulu PT
Chandra Asri Petrochemical Tbk) AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk - - AAA Pefindo
PT Dharma Satya Nusantara Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk A Pefindo - -
PT Federal Internasional Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk A+ Pefindo A Pefindo
PT Indonesia Infrastructure Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Indosat Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance
Indonesia Tbk AA Fitch AA Fitch
PT Kereta Api Indonesia (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Lautan Luas Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry A Pefindo A Pefindo
PT Mandiri Tunas Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Mayora Indah Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Medco Energi International Tbk AA- Pefindo - -
PT Merdeka Battery Materials Tbk A Pefindo - -
PT Merdeka Copper Gold Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Oki Pulp & Paper Mills A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (dahulu PT
Tiphone Mobile Indonesia Tbk) D Fitch D Fitch
PT Oto Multiartha AAA Pefindo AA+ Pefindo
PT Pegadaian AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk - - A+ Pefindo
PT Permodalan Nasional Madani AA+ Pefindo AA+ Pefindo
PT Petrosea Tbk A+ Pefindo - -
PT Pos Indonesia (Persero) A Fitch A- Fitch
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia AAA Fitch AAA Fitch
PT Pupuk Indonesia (Persero) AAA Pefindo AAA Fitch
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Semen Indonesia Tbk - - AA+ Pefindo
PT Sinar Mas Agro Resources and
Technology Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Summarecon Agung Tbk A+ Pefindo - -
PT Surya Artha Nusantara Finance AA Pefindo AA Pefindo
PT Tamaris Hidro AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk AA+ Fitch AA+ Fitch
PT Toyota Astra Financial Services AAA Fitch AAA Fitch
PT Tunas Baru Lampung Tbk - - A Fitch
PT XL Axiata Tbk AAA Fitch AAA Fitch
Page 87
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/72
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
lnformasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi diungkapkan
pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo efek-efek untuk tujuan investasi
diungkapkan pada Catatan 43.
15. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2024 2023
Sewa dibayar dimuka 129.415 141.776
Premi asuransi dibayar dimuka 33.816 20.540
Lain - lain 806.695 876.714
969.926 1.039.030
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak terdapat sewa dibayar dimuka kepada pihak
berelasi.
16. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari:
2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Harga perolehan/nilai revaluasi
Pemilikan langsung
Tanah 15.505.840 12.033 (30.266) 123.096 237.667 15.848.370
Bangunan 6.616.198 49.244 (25.167) 1.128.351 - 7.768.626
Perlengkapan dan peralatan kantor 10.248.439 2.940.835 (1.670.447) - - 11.518.827
Aset tetap dalam proses pembangunan 2.827.584 563.619 (869.072) (1.251.447) - 1.270.684
Aset hak guna
Tanah 107 4 (8) - - 103
Bangunan 1.698.558 607.444 (562.282) - - 1.743.720
Perlengkapan dan peralatan kantor 9.371 - (9.371) - - -
Kendaraan bermotor 18.770 - (18.770) - - -
36.924.867 4.173.179 (3.185.383) - 237.667 38.150.330
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan (3.004.164) (310.019) 19.395 - - (3.294.788)
Perlengkapan dan peralatan kantor (6.226.332) (1.250.634) 1.662.538 - - (5.814.428)
Aset hak guna
Tanah (13) (32) 8 - - (37)
Bangunan (842.043) (456.713) 508.303 - - (790.453)
Perlengkapan dan peralatan kantor (9.161) - 9.161 - - -
Kendaraan bermotor (18.410) - 18.410 - - -
(10.100.123) (2.017.398) 2.217.815 - - (9.899.706)
Nilai buku bersih 26.824.744 28.250.624
2023
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Harga perolehan/nilai revaluasi
Pemilikan langsung
Tanah 15.233.002 26.032 (71.592) 96.773 221.625 15.505.840
Bangunan 6.516.632 43.467 (12.507) 68.606 - 6.616.198
Perlengkapan dan peralatan kantor 9.625.517 3.286.344 (2.668.139) 4.717 - 10.248.439
Aset tetap dalam proses pembangunan 1.763.047 1.341.888 (107.255) (170.096) - 2.827.584
Aset hak guna
Tanah 2.730 107 (2.730) - - 107
Bangunan 1.613.690 399.284 (314.416) - - 1.698.558
Perlengkapan dan peralatan kantor 7.919 1.452 - - - 9.371
Kendaraan bermotor 17.996 774 - - - 18.770
34.780.533 5.099.348 (3.176.639) - 221.625 36.924.867
Page 88
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/73
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Aset tetap terdiri dari: (lanjutan)
2023 (lanjutan)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan (2.725.745) (285.526) 7.107 - - (3.004.164)
Perlengkapan dan peralatan kantor (6.619.282) (2.217.422) 2.610.372 - - (6.226.332)
Aset hak guna
Tanah (2.669) (74) 2.730 - - (13)
Bangunan (707.267) (415.231) 280.455 - - (842.043)
Perlengkapan dan peralatan kantor (5.409) (2.382) (1.370) - - (9.161)
Kendaraan bermotor (10.789) (2.117) (5.504) - - (18.410)
(10.071.161) (2.922.752) 2.893.790 - - (10.100.123)
Nilai buku bersih 24.709.372 26.824.744
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, terdapat aset hak guna - bersih pada pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 243.940 dan Rp 213.815 (Catatan 46).
Aset tetap dalam proses pembangunan pada 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Tanah 1.087.045 1.123.603
Bangunan 79.850 772.897
Lain-lain 103.789 931.084
1.270.684 2.827.584
Estimasi persentase tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 adalah masing-masing berkisar 1%-99%.
Revaluasi aset tanah
Pada tahun 2024 Bank kembali melakukan revaluasi atas golongan tanah, yang dilakukan
oleh penilai independen eksternal sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”), Kode
Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan POJK No. 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal.
Selisih penilaian kembali tanah tahun 2024 dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan pada penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 232.292. Kenaikan (penurunan)
bersih nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tahun 2024 sebesar Rp (10.667) sebagai
pendapatan operasional lainnya, diakui dalam laba rugi konsolidasian.
Nilai wajar tanah ditentukan berdasarkan pendekatan pasar (market approach) dengan cara
membandingkan beberapa transaksi tanah yang sebanding yang telah terjadi maupun yang
masih dalam tahap penawaran penjualan dari suatu proses jual beli, dengan menyesuaikan
perbedaan-perbedaan di antara tanah yang dinilai dengan data pembanding dan catatan-
catatan harga tanah yang diperoleh. Perbandingan ini juga menyangkut faktor lokasi, hak atas
properti, karakteristik fisik, penggunaannya, dan elemen pembanding lainnya.
Page 89
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/74
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Revaluasi aset tanah (lanjutan)
Pengukuran nilai wajar untuk tanah termasuk dalam hierarki nilai wajar level 2 berdasarkan
input-input dalam teknik penilaian yang digunakan.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai tercatat tanah Bank seandainya tanah
tersebut dicatat dengan model biaya adalah masing-masing sebesar Rp 4.538.847 dan
Rp 4.411.834.
Informasi lainnya
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank tidak memiliki aset tetap yang dijadikan
jaminan.
Termasuk dalam pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap dengan rincian
sebagai berikut:
2024 2023
Hasil penjualan 6.378 22.086
Nilai buku (5.423) (22.110)
Laba penjualan 955 (24)
Beban penyusutan masing-masing sejumlah Rp 2.017.399 dan Rp 2.935.073 untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 dibebankan ke dalam beban umum dan
administrasi.
Laba atas penjualan aset tetap selama tahun berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing sebesar Rp 2.682 dan Rp 15.840 diakui sebagai bagian dari pendapatan operasional
lainnya.
Rugi atas penjualan aset tetap selama tahun berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing sebesar Rp 1.726 dan Rp 15.864 diakui sebagai bagian beban operasional lainnya.
Bank telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah) untuk menutupi
kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan bencana alam dengan nilai
pertanggungan asuransi pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 27.220.336, dan pada
tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 23.693.965. Manajemen yakin bahwa nilai
pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi atas
aset tetap yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, harga perolehan dari aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp 2.494.851 dan
Rp 3.025.647.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank tidak mempunyai aset tetap yang tidak
dipakai sementara, maupun aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif yang tidak
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Manajemen berkeyakinan, tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas aset tetap selama
tahun 2024 dan 2023.
Page 90
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/75
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Hak Guna
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, liabilitas sewa pembiayaan dalam posisi
keuangan Grup adalah masing-masing sebesar Rp 302.470 dan Rp 237.344 dicatat sebagai
beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain (Catatan 23). Beban bunga atas
liabilitas sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah masing-masing
sebesar Rp 21.495 dan Rp 16.092 dicatat sebagai bagian dari beban bunga dan syariah
(Catatan 29).
17. ASET TAKBERWUJUD
2024 2023
Perangkat lunak 1.559.495 1.464.067
Goodwill 1.158.201 1.158.201
Lain-Lain 4.979 -
Jumlah aset takberwujud 2.722.675 2.622.268
Dikurangi: Amortisasi perangkat lunak (917.036) (1.057.495)
Jumlah aset takberwujud - bersih 1.805.639 1.564.773
18. ASET LAIN-LAIN
2024 2023
Rupiah:
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 7.909.892 6.879.422
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit 3.901.409 6.327.736
Agunan yang diambil alih - bersih 1.859.220 1.707.367
Piutang atas transaksi asuransi 578.789 645.906
Piutang atas transaksi nasabah 341.152 485.157
Wesel yang belum diaksep 149.799 105.347
Properti terbengkalai 47.668 47.212
Lain-lain 5.531.644 5.008.639
20.319.573 21.206.786
Valuta asing:
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor 3.082.192 2.798.405
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 416.213 410.146
Wesel yang belum diaksep 14.961 7.591
Piutang atas transaksi asuransi 9.374 10.154
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit 4.811 4.816
Lain-lain 839.318 49.750
4.366.869 3.280.862
Jumlah aset lain-lain 24.686.442 24.487.648
Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (23.194) (3.021)
Jumlah aset lain-lain - bersih 24.663.248 24.484.627
Page 91
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/76
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Pendapatan bunga yang masih akan diterima terdiri dari bunga yang masih akan diterima dari
penempatan, efek-efek, obligasi pemerintah, kredit yang diberikan, dan aset dari transaksi
syariah.
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit terdiri dari tagihan atas transaksi ATM
dalam jaringan ATM Bersama, Prima dan Link dan terutama tagihan atas Visa dan Master
Card untuk transaksi kartu kredit.
Piutang atas transaksi asuransi merupakan piutang Entitas Anak atas tagihan premi kepada
pemegang polis dan broker, tagihan premi dan klaim kepada perusahaan asuransi lain dan
broker atas penutupan polis bersama, serta aset reasuransi.
Piutang atas transaksi nasabah merupakan piutang yang timbul dari transaksi perdagangan
efek Entitas Anak.
Wesel yang belum diaksep merupakan tagihan kepada nasabah karena transaksi
perdagangan (ekspor-impor) dari negosiasi wesel ekspor yang belum diakseptasi.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor merupakan suatu instrumen di mana dana devisa
hasil ekspor dari rekening khusus eksportir ditempatkan pada Bank Indonesia melalui
rekening Bank sesuai mekanisme pasar.
Lain-lain terutama terdiri dari rekening antar kantor, piutang atas penjualan penyertaan,
piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali, berbagai macam tagihan kepada
pihak ketiga dalam rangka transaksi, antara lain transaksi kliring dan lain-lain.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut:
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (3.021) - - (3.021)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) - 4.219 - 4.219
Perubahan bersih pada eksposur (180) (8.404) (15.874) (24.458)
Selisih kurs 66 - - 66
Saldo, akhir tahun (3.135) (4.185) (15.874) (23.194)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun (213) - - (213)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) - - 2.797 2.797
Perubahan bersih pada eksposur (2.586) - (3.001) (5.587)
Selisih kurs (222) - 204 (18)
Saldo, akhir tahun (3.021) - - (3.021)
Page 92
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/77
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang telah
dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya aset
lain-lain.
Informasi mengenai jatuh tempo aset lain-lain diungkapkan pada Catatan 43.
Aset lain-lain dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 46.
19. SIMPANAN DARI NASABAH DAN BANK-BANK LAIN
a. Simpanan dari nasabah
2024 2023
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Giro:
Pihak berelasi 2.288.360 97.517 2.385.877 1.807.701 101.484 1.909.185
Pihak ketiga 316.159.725 40.889.747 357.049.472 308.259.964 36.245.544 344.505.508
318.448.085 40.987.264 359.435.349 310.067.665 36.347.028 346.414.693
Tabungan:
Pihak berelasi 177.069 94.592 271.661 188.935 83.824 272.759
Pihak ketiga:
Tahapan 471.740.497 - 471.740.497 456.610.242 - 456.610.242
Tapres 18.763.424 - 18.763.424 18.956.618 - 18.956.618
Tabunganku 13.367.466 - 13.367.466 11.222.607 - 11.222.607
Tahapan Xpresi 35.103.229 - 35.103.229 27.757.014 - 27.757.014
Tahapan Berjangka 1.190.116 - 1.190.116 1.232.454 - 1.232.454
Simpanan Pelajar 7.610 - 7.610 3.344 - 3.344
BCA Dollar - 18.309.992 18.309.992 - 18.032.174 18.032.174
Poket Valas - 868.131 868.131 - - -
540.349.411 19.272.715 559.622.126 515.971.214 18.115.998 534.087.212
Deposito berjangka:
Pihak berelasi 543.799 34.296 578.095 435.527 21.766 457.293
Pihak ketiga 186.407.466 14.570.631 200.978.097 195.809.028 13.998.581 209.807.609
186.951.265 14.604.927 201.556.192 196.244.555 14.020.347 210.264.902
Jumlah simpanan
dari nasabah 1.045.748.761 74.864.906 1.120.613.667 1.022.283.434 68.483.373 1.090.766.807
b. Simpanan dari bank-bank lain
2024 2023
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Giro 2.078.699 1.531.742 3.610.441 8.262.175 1.763.788 10.025.963
Deposito berjangka 45.857 - 45.857 44.857 - 44.857
Jumlah simpanan dari
bank-bank lain 2.124.556 1.531.742 3.656.298 8.307.032 1.763.788 10.070.820
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank tidak memiliki saldo simpanan dari
bank-bank lain dari pihak berelasi.
Page 93
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/78
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. SIMPANAN DARI NASABAH DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
c. Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun simpanan dari nasabah dan bank-
bank lain adalah sebagai berikut:
2024 2023
Valuta Valuta
Rupiah (%) asing (%) Rupiah (%) asing (%)
Simpanan dari nasabah:
Giro 0,79 0,61 0,76 0,34
Tabungan 0,07 0,35 0,10 0,31
Deposito berjangka 3,13 2,12 3,22 1,69
Simpanan dari bank-bank lain:
Giro 0,46 0,01 0,46 0,01
Deposito berjangka 2,03 - 2,62 -
d. Deposito berjangka berdasarkan jangka waktu:
2024 2023
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
1 bulan 123.359.199 11.201.103 134.560.302 119.304.539 10.493.656 129.798.195
3 bulan 57.585.594 2.337.650 59.923.244 68.554.405 2.369.213 70.923.618
6 bulan 3.482.289 786.232 4.268.521 5.089.829 826.151 5.915.980
12 bulan 2.570.040 279.942 2.849.982 3.340.639 331.327 3.671.966
186.997.122 14.604.927 201.602.049 196.289.412 14.020.347 210.309.759
e. Deposito berjangka menurut periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo:
2024 2023
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Hingga 1 bulan 142.376.626 11.923.673 154.300.299 135.888.509 11.174.616 147.063.125
> 1 - 3 bulan 40.873.549 2.138.306 43.011.855 54.929.968 2.235.362 57.165.330
> 3 - 6 bulan 2.284.886 395.052 2.679.938 3.390.952 453.889 3.844.841
> 6 - 12 bulan 1.462.061 147.896 1.609.957 2.079.983 156.480 2.236.463
186.997.122 14.604.927 201.602.049 196.289.412 14.020.347 210.309.759
f. Simpanan yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan Bank pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 (Catatan12) adalah sebagai berikut:
2024 2023
Giro 7.647.247 6.521.496
Tabungan 1.539.515 1.690.578
Deposito berjangka 9.278.370 9.414.730
18.465.132 17.626.804
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar simpanan dari nasabah dan bank-bank lain
diungkapkan pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo simpanan dari nasabah
dan bank-bank lain diungkapkan pada Catatan 43.
Page 94
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/79
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN
a. Pajak dibayar dimuka
2024 2023
Bank 1.532.246 24.117
Entitas Anak 29.929 751
1.562.175 24.868
b. Utang pajak
2024 2023
Utang pajak kini
Bank:
Pajak penghasilan Badan - Pasal 25 - 847.154
Pajak penghasilan Badan - Pasal 29 - 6.418
Entitas Anak:
Pajak penghasilan Badan - Pasal 25/29 22.117 184.702
Total utang pajak kini 22.117 1.038.274
Utang pajak lainnya
Bank:
Pajak penghasilan
Pasal 21 39.874 188.264
Pasal 23 347.122 307.368
Pasal 26 4.564 9.493
Lain-lain 102.008 76.055
Jumlah 493.568 581.180
Entitas Anak 110.670 108.456
Total utang pajak lainnya 604.238 689.636
626.355 1.727.910
c. Beban pajak penghasilan
2024 2023
Pajak kini:
Tahun berjalan
Bank 10.546.025*) 10.690.181
Entitas Anak 720.092 658.325
11.266.117 11.348.506
Pajak tangguhan:
Pembentukan (pemulihan) perbedaan temporer
Bank 2.165.591 205.557
Entitas Anak (65.132) (32.401)
2.100.459 173.156
13.366.576 11.521.662
*) Termasuk dalam beban pajak kini, Bank melakukan pembetulan terhadap SPT tahun 2020 dan 2022, dengan total
kurang bayar sebesar Rp 254.764. Bank telah melakukan pembayaran atas pajak tersebut.
Page 95
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/80
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
c. Beban pajak penghasilan (lanjutan)
Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
136 tahun 2024 yang diundangkan pada tanggal 31 Desember 2024 (“PMK-136 tahun
2024”), di mana yurisdiksi tempat Bank didirikan, mulai berlaku 1 Januari 2025. Karena
peraturan tersebut tidak berlaku pada tanggal pelaporan, Grup ini tidak memiliki eksposur
pajak terkini terkait. Grup menerapkan pengecualian PSAK 212 untuk mengakui dan
mengungkapkan informasi tentang asset dan liabilitas pajak tangguhan yang terkait
dengan pajak penghasilan pilar dua. Pada tanggal 31 Desember 2024, Bank masih menilai
dampak dalam penerapan peraturan tersebut.
d. Melalui Undang-Undang nomor 7 tahun 2021 tanggal 29 Oktober 2021 tentang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Wajib Pajak dapat memperoleh penurunan tarif PPh
sebesar 3% (tiga persen) lebih rendah dari tarif PPh Wajib Pajak Badan dalam negeri
sebagaimana diatur dalam pasal 17 ayat 1 huruf b, Bab III tentang Pajak Penghasilan,
sehingga tarif menjadi 19% untuk tahun 2022, 2023 dan 2024, apabila memenuhi kriteria
sebagai berikut:
1. Berbentuk Perseroan Terbuka.
2. Dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di
Indonesia paling sedikit 40% (empat puluh persen).
3. Memenuhi persyaratan tertentu.
Adapun persyaratan tertentu tersebut diatur dalam pasal 65, Peraturan Pemerintah nomor
55 tahun 2022, tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan, tanggal
20 Desember 2022, yaitu:
1. Jumlah kepemilikan saham publiknya 40% (empat puluh persen) atau lebih dan harus
dimiliki oleh paling sedikit 300 (tiga ratus) pihak.
2. Masing-masing pihak yang dimaksud di atas hanya boleh memiliki saham kurang dari
5% (lima persen) dari keseluruhan saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
3. Ketentuan tersebut diatas harus dipenuhi oleh Wajib Pajak dalam waktu paling singkat
183 (seratus delapan puluh tiga) hari kalender dalam jangka waktu 1 (satu) tahun
pajak.
4. Pihak-pihak yang memenuhi persyaratan 300 (tiga ratus) pihak dan 5% (lima persen)
sebagaimana di atas, tidak termasuk:
a. Wajib Pajak Perseroan Terbuka yang membeli kembali sahamnya; dan/atau
b. Yang memiliki hubungan istimewa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
Pajak Penghasilan dengan Wajib Pajak Perseroan Terbuka.
Pemenuhan persyaratan tersebut dilakukan oleh Wajib Pajak Perseroan Terbuka dengan
menyampaikan laporan kepada Direktorat Jenderal Pajak, diantaranya: laporan bulanan
kepemilikan saham atas emiten atau perusahaan publik dan rekapitulasi yang telah
dilaporkan dari Biro Administrasi Efek ("BAE").
Pada tanggal 6 Januari 2025 dan 5 Januari 2024, Bank telah mendapatkan surat
keterangan dari BAE atas pemenuhan kriteria-kriteria di atas masing-masing untuk tahun
pajak 2024 dan 2023.
Page 96
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/81
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
e. Rekonsiliasi dari laba akuntansi konsolidasian sebelum pajak ke laba kena pajak Bank
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba akuntansi konsolidasian sebelum
pajak penghasilan 68.217.850 60.179.757
Eliminasi 2.445.861 1.980.891
Sebelum eliminasi 70.663.711 62.160.648
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan (3.245.713) (3.279.338)
Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan - Bank 67.417.998 58.881.310
Perbedaan permanen:
Kesejahteraan karyawan 71.802 79.233
Pendapatan sewa (48.249) (46.603)
Hasil dividen dari Entitas Anak (2.402.602) (1.914.400)
Pendapatan bunga atas obligasi pemerintah yang
diterbitkan di luar negeri (25.840) (74.912)
Beban (pendapatan) lain yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perhitungan pajak - bersih 549.273 421.360
(1.855.616) (1.535.322)
Perbedaan temporer:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 133.855 919.601
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (12.316.400) (3.873.147)
Cadangan kerugian penurunan nilai aset
non-keuangan (523) 96.756
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 280.999 315.195
Rugi belum direalisasi atas efek-efek dan
penempatan pada bank-bank lain yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi (72.198) (93.454)
Pendapatan lain yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perhitungan pajak - bersih 576.422 1.553.172
(11.397.845) (1.081.877)
Laba kena pajak 54.164.537 56.264.111
f. Rekonsiliasi antara laba akuntansi konsolidasian sebelum pajak dikali tarif pajak
maksimum yang berlaku dengan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba akuntansi konsolidasian sebelum
pajak penghasilan 68.217.850 60.179.757
Tarif pajak maksimum 22% 22%
15.007.927 13.239.547
Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22% - Bank (408.237) (337.771)
Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22% - Entitas Anak 478.993 340.265
15.078.683 13.242.041
Penyesuaian tarif pajak penghasilan badan - Bank
(Catatan 20d) (1.966.871) (1.720.379)
Lainnya 254.764 -
Beban pajak penghasilan - konsolidasian 13.366.576 11.521.662
Page 97
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/82
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
g. Perhitungan pajak kini dan liabilitas pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba kena pajak:
Bank 54.164.535 56.264.111
Entitas Anak 3.273.145 2.992.386
57.437.680 59.256.497
Pajak kini:
Bank 10.291.262 10.690.181
Entitas Anak 720.092 658.325
11.011.354 11.348.506
Pajak penghasilan dibayar dimuka:
Bank (11.766.013) (10.683.763)
Entitas Anak (697.975) (473.623)
(12.463.988) (11.157.386)
Selisih (lebih)/kurang bayar:
Bank (1.474.751) 6.418
Entitas Anak 22.117 184.702
Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2024
belum dilaporkan. Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi di atas merupakan dasar
dalam pengisian SPT PPh Badan Bank untuk tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2024.
Perhitungan perpajakan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2023 adalah
sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Bank.
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 adalah sebagai berikut:
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2023 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2024
Aset Pajak Tangguhan
Entitas induk - Bank:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 805.753 25.433 - 831.186
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 4.344.130 (2.340.116) - 2.004.014
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan 132.003 (100) - 131.903
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 763.693 53.390 - 817.083
Penyusutan aset tetap 9.868 (63.815) - (53.947)
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (219.058) - 153.176 (65.882)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pas ti 882.253 - (14.146) 868.107
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (17.039) (13.718) - (30.757)
Koreksi fiskal terkait PSAK 116 15.730 1.819 - 17.549
Lain-lain 490.404 171.516 - 661.920
Aset pajak tangguhan - bersih 7.207.737 (2.165.591) 139.030 5.181.176
Page 98
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/83
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2023 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2024
Aset pajak tangguhan – bersih (pindahan) 7.207.737 (2.165.591) 139.030 5.181.176
Entitas Anak:
PT BCA Finance 39.838 22.991 (3.277) 59.552
PT BCA Sekuritas 2.568 7.973 2.679 13.220
PT Bank BCA Syariah 58.501 27.839 2.756 89.096
PT Asuransi Umum BCA 64.691 10.196 14 74.901
PT Asuransi Jiwa BCA 30.264 2.074 2.510 34.848
PT BCA Multi Finance 13.749 (15.529) 1.780 -
PT Bank Digital BCA 30.289 6.285 (1.067) 35.507
PT Central Capital Ventura 3.599 3.303 6 6.908
Aset pajak tangguhan - bersih 243.499 65.132 5.401 314.032
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 7.451.236 (2.100.459) 144.431 5.495.208
Liabilitas pajak tangguhan
Entitas Anak:
PT Central Capital Ventura - - - -
Jumlah liabilitas pajak tangguhan - bersih - - - -
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2022 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2023
Aset Pajak Tangguhan
Entitas induk - Bank:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 631.029 174.724 - 805.753
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 5.080.028 (735.898) - 4.344.130
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan 113.620 18.383 - 132.003
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 703.806 59.887 - 763.693
Penyusutan aset tetap 5.131 4.737 - 9.868
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (421.044) - 201.986 (219.058)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pas ti 776.984 - 105.269 882.253
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi 717 (17.756) - (17.039)
Koreksi fiskal terkait PSAK 116 14.613 1.117 - 15.730
Lain-lain 201.155 289.249 - 490.404
Aset pajak tangguhan - bersih 7.106.039 (205.557) 307.255 7.207.737
Entitas Anak:
PT BCA Finance 49.038 (13.224) 4.024 39.838
PT BCA Sekuritas 3.323 (520) (235) 2.568
PT Bank BCA Syariah 35.550 22.475 476 58.501
PT Asuransi Umum BCA 71.539 (6.318) (530) 64.691
PT Asuransi Jiwa BCA 19.188 8.911 2.165 30.264
PT BCA Multi Finance 35.209 (21.298) (162) 13.749
PT Bank Digital BCA 1.445 29.046 (202) 30.289
PT Central Capital Ventura - 3.572 27 3.599
Aset pajak tangguhan - bersih 215.292 22.644 5.563 243.499
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 7.321.331 (182.913) 312.818 7.451.236
Liabilitas pajak tangguhan
Entitas Anak:
PT Central Capital Ventura 9.740 (9.757) 17 -
Jumlah liabilitas pajak tangguhan - bersih 9.740 (9.757) 17 -
Page 99
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/84
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Dalam jumlah aset pajak tangguhan Bank dan Entitas Anak, termasuk aset (liabilitas)
pajak tangguhan yang berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai
wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (Catatan 14) masing-masing sebesar Rp (65.882) dan Rp 1.224 pada
tanggal 31 Desember 2024, dan Rp (219.264) dan Rp (3.546) pada tanggal 31 Desember
2023.
Selain itu, dalam jumlah aset pajak tangguhan Bank, termasuk aset (liabilitas) pajak
tangguhan yang berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain (Catatan 7) sebesar Rp nihil dan Rp 206 masing-
masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan
temporer kemungkinan besar dapat direalisasi pada tahun-tahun mendatang.
i. Sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia, Grup yang berkedudukan di Indonesia
menghitung, menyetorkan dan melaporkan kewajiban perpajakannya untuk setiap
perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah (pelaporan pajak penghasilan
konsolidasian tidak diperbolehkan) berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat
menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai
dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
j. Posisi pajak Grup mungkin dapat dilakukan pemeriksaan oleh fiskus. Namun manajemen
akan berusaha mempertahankan posisi pajak Grup yang diyakini secara teknis dan telah
sesuai dengan ketentuan perpajakan. Oleh karena itu, manajemen yakin bahwa akrual
atas liabilitas pajak telah memadai untuk semua tahun pajak berdasarkan evaluasi atas
berbagai faktor, termasuk interpretasi atas ketentuan perpajakan berlaku serta
pengalaman sebelumnya. Penilaian didasarkan pada estimasi, asumsi dan dapat
melibatkan keputusan atas kejadian mendatang. Informasi baru yang tersedia dapat
menyebabkan perubahan keputusan oleh manajemen atas kecukupan dari liabilitas
pajak. Perubahan atas liabilitas pajak tersebut dapat mempengaruhi beban pajak pada
periode di mana keputusan itu dibuat.
k. Informasi Lainnya
Tahun Fiskal 2016
Pada tanggal 10 Juli 2017, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat pemberitahuan
pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2016 kepada Bank. Atas pemeriksaan pajak
untuk tahun pajak 2016 tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan Surat Ketetapan
Pajak ("SKP") dan Surat Tagihan Pajak ("STP") tanggal 11 Juli 2019, menetapkan
kekurangan pembayaran pajak dengan perincian:
a. Pajak Penghasilan (termasuk PPh Badan) sebesar total Rp 1.590.596.
b. Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) sebesar total Rp 63.686.
Page 100
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/85
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
k. Informasi Lainnya (lanjutan)
Tahun Fiskal 2016 (lanjutan)
Bank telah melakukan pembayaran sebagian atas SKP dan STP tersebut sejumlah
Rp 190.311 pada tanggal 9 Agustus 2019, jumlah ini termasuk pajak yang tidak
diajukan keberatan oleh Bank sebesar Rp 184.754 yang dibebankan selama tahun
berjalan. Pada tanggal 9 Oktober 2019, Bank telah melakukan pembayaran
sebagian atas SKP dan STP Rp 546.104. Jumlah yang telah dibayarkan oleh Bank,
namun diajukan keberatan, dicatat sebagai aset lain-lain (Catatan 18).
Atas pajak yang dimohonkan keberatan oleh Bank pada tanggal 10 Oktober 2019
sebesar Rp 1.469.528, telah diterima sebagian sejumlah Rp 724.935 oleh Direktorat
Jenderal Pajak pada tanggal 9 September 2020 dan 29 September 2020.
Bank telah mengajukan banding atas pajak yang permohonan keberatannya tidak
diterima Direktorat Jenderal Pajak pada tanggal 7 Desember 2020, sejumlah Rp
735.407. Pada tanggal 30 Agustus 2024, Pengadilan Pajak telah memutuskan untuk
tidak menerima banding Bank sejumlah Rp 48.774, sedangkan untuk sisanya belum
diputuskan oleh Pengadilan Pajak hingga tanggal penerbitan laporan keuangan
konsolidasian. Atas banding yang tidak diterima tersebut telah diajukan Peninjauan
Kembali oleh Bank ke Mahkamah Agung pada tanggal 5 Desember 2024.
Tahun Fiskal 2017
Pada tanggal 4 September 2018, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2017 kepada Bank. Atas
pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2017 tersebut, Direktorat Jenderal Pajak
berdasarkan Surat Ketetapan Pajak ("SKP") dan Surat Tagihan Pajak ("STP"),
tanggal 9 September 2020 dan 10 September 2020, menetapkan kekurangan
pembayaran pajak dengan perincian:
a. Pajak Penghasilan (termasuk PPh Badan) sebesar total Rp 883.411.
b. Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) sebesar total Rp 51.060.
Bank telah melakukan pembayaran sebagian atas SKP dan STP tersebut sejumlah
Rp 700.000 pada tanggal 8 Oktober 2020, jumlah ini termasuk pajak yang tidak
diajukan keberatan oleh Bank sebesar Rp 157.603 yang dibebankan selama tahun
berjalan. Jumlah yang telah dibayarkan oleh Bank, namun diajukan keberatan,
dicatat sebagai aset lain-lain (Catatan 18).
Atas pajak yang dimohonkan keberatan oleh Bank pada tanggal 8 Desember 2020
sebesar Rp 776.869, telah diterima sebagian sejumlah Rp 65.922 oleh Direktorat
Jenderal Pajak pada tanggal 30 November 2021, 2 Desember 2021 dan 3 Desember
2021.
Page 101
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/86
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
k. Informasi Lainnya (lanjutan)
Tahun Fiskal 2017 (lanjutan)
Bank telah mengajukan banding atas pajak yang permohonan keberatannya tidak
diterima Direktorat pada tanggal 25 Februari 2022, sejumlah Rp 709.060. Pada
tanggal 27 September 2024, Pengadilan pajak telah memberikan keputusan atas
sebagian banding tersebut sejumlah Rp 47.724, sedangkan untuk sisanya belum
diputuskan oleh Pengadilan Pajak hingga tanggal penerbitan laporan keuangan
konsolidasian. Dari jumlah yang telah diputuskan tersebut, sebesar Rp 27.499
diterima, sedangkan Rp 20.225 tidak diterima dan akan diajukan Peninjauan
Kembali oleh Bank ke Mahkamah Agung.
Tahun Fiskal 2018
Pada tanggal 3 April 2023, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2018 kepada Bank.
Atas pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2018 tersebut, Direktorat Jenderal Pajak
berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) dan Surat Tagihan Pajak (“STP”)
tanggal 24 November 2023, menetapkan kekurangan pembayaran pajak sebesar
Rp 613.141 dengan perincian:
a. Pajak Penghasilan (termasuk PPh Badan) sebesar total Rp 516.520.
b. Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) sebesar total Rp 96.621.
Pada tanggal 13 Desember 2023 dan tanggal 21 Februari 2024, Bank telah melakukan
pembayaran atas SKP dan STP tersebut sejumlah Rp 123.505 dan Rp 489.636. Atas
pembayaran ini, sejumlah Rp 117.373 tidak diajukan keberatan dan dibebankan pada
tahun 2023 dan Rp 495.768 dicatat sebagai aset lain-lain (Catatan 18).
Bank telah mengajukan keberatan atas Surat Ketetapan Pajak (SKP) kepada Direktorat
Jenderal Pajak pada tanggal 21 Februari 2024 dengan total Rp 495.768. Pada tanggal 20
November 2024, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan keputusan atas sebagian
keberatan tersebut sejumlah Rp 94.230, sedangkan untuk sisanya belum diterbitkan
keputusan hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian. Dari jumlah yang
telah diterbitkan Keputusan tersebut, sebesar Rp 16.868 diterima, sedangkan sisanya
sebesar Rp 77.362 tidak diterima dan akan diajukan banding oleh Bank ke Pengadilan
Pajak.
Tahun Fiskal 2021
Pada tanggal 10 September 2024, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2021 kepada Bank.
Page 102
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/87
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima oleh Grup adalah sebagai berikut:
Berdasarkan jenis dan mata uang:
2024 2023
(1) Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Rupiah:
Kredit Usaha Tani (“KUT”), jatuh tempo antara
13 Maret 2000 sampai dengan 22 September 2000,
masih dalam proses untuk penutupan perjanjian 577 577
(2) Pinjaman dari bank-bank lain:
Rupiah:
PT Bank Mizuho 750.000 300.000
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (dahulu
PT Bank BTPN Tbk) 700.000 380.000
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 285.779 256.169
PT Bank Ina Perdana 200.000 50.000
PT Bank KEB Hana Indonesia 10.556 194.852
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 50.000
PT Bank UOB Indonesia - 25.000
1.946.335 1.256.021
Valuta asing:
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 252.509 73.798
Sumitomo Mitsui Banking Corporation - Hong Kong - 120.122
Citibank, N.A. - Cabang Indonesia - 99.187
Wells Fargo Bank - Cabang Miami - 20.021
252.509 313.128
2.198.844 1.569.149
(3) Lain-lain:
Valuta asing 43.095 59.900
43.095 59.900
Jumlah pinjaman yang diterima 2.242.516 1.629.626
Page 103
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/88
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun pinjaman yang diterima adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Rupiah 5,49% 5,29%
Valuta asing 6,00% 6,15%
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup tidak memiliki saldo pinjaman dari bank-
bank lain dari pihak berelasi.
(1) Kredit likuiditas Rupiah dari Bank Indonesia
Kredit likuiditas Rupiah dari Bank Indonesia merupakan fasilitas kredit yang diperoleh
Bank sebagai bank swasta nasional di Indonesia, untuk disalurkan kepada debitur-debitur
di Indonesia yang memenuhi persyaratan program fasilitas kredit yang bersangkutan.
(2) Pinjaman dari bank-bank lain
Merupakan pinjaman dari bank-bank lain untuk modal kerja Entitas Anak. Rincian fasilitas
pinjaman yang diterima pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
Tanggal jatuh tempo
Bank Jumlah fasilitas fasilitas
2024 2023 2024 2023
Rupiah:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 500.000 500.000 24-Mei-2025 24-Mei-2024
- 500.000 - 6-Apr-2026
PT SMBC Indonesia Tbk
(dahulu PT Bank BTPN Tbk) *) 800.000 800.000 31-Mei-2025 31-Mei-2024
- 250.000 - 30-Sep-2024
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 285.779 150.000 17-Jul-2027 21-Apr-2026
- 200.000 - 29-Sep-2026
PT Bank Danamon Indonesia Tbk *) 250.000 150.000 24-Des-2024 ***) 24-Sep-2024
- 50.000 - 14-Jan-2024
- 50.000 - 14-Jan-2027
PT Bank UOB Indonesia *) 475.000 475.000 21-Sep-2025 21-Sep-2024
PT Bank DKI - 250.000 - 24-Sep-2024
PT Bank Mizuho Indonesia *) 750.000 500.000 22-Nov-2025 22-Nov-2024
PT Bank Victoria International Tbk - 400.000 - 14-Jan-2024
PT Bank Pan Indonesia Tbk 500.000 500.000 4-Agt-2025 4-Agt-2024
- 200.000 - 4-Mei-2026
PT Bank Ina Perdana Tbk 200.000 200.000 16-Des-2025 16-Des-2024
PT Bank Nationalnobu Tbk 100.000 100.000 24-Feb-2025 24-Feb-2024
PT Bank KEB Hana Indonesia - 25.000 - 29-Nov-2024
10.556 75.000 30-Jan-2026 30-Jan-2026
Page 104
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/89
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
(2) Pinjaman dari bank-bank lain (lanjutan)
Merupakan pinjaman dari bank-bank lain untuk modal kerja Entitas Anak. Rincian fasilitas
pinjaman yang diterima pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut: (lanjutan)
Tanggal jatuh tempo
Bank Jumlah fasilitas fasilitas
2024 2023 2024 2023
Valuta asing (nilai penuh):
Citibank, N.A. - Cabang Indonesia *) USD 60.000.000 USD 60.000.000 20-Mar-2025 20-Mar-2024
Sumitomo Mitsui Banking
Corporation - Hong Kong **) - USD 25.000.000 - -
Wells Fargo Bank - Cabang Miami **) - USD 10.000.000 - -
*) Sebagian dapat dicairkan dalam Dolar Amerika Serikat/Rupiah
**) Merupakan uncommitted resolving facilities
***) Masih dalam proses perpanjangan
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pinjaman dari bank-bank lain ini dijaminkan
dengan piutang pembiayaan konsumen masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp 265.734
(Catatan 13).
Seluruh perjanjian di atas mencakup adanya pembatasan-pembatasan tertentu yang
umumnya diharuskan untuk fasilitas-fasilitas kredit tersebut, antara lain, pembatasan
untuk melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi dengan pihak lain, mengadakan
perjanjian pinjaman dengan pihak lain selain yang timbul dalam kegiatan usaha yang
normal atau melakukan perubahan atas struktur modal dan/atau Anggaran Dasar tanpa
adanya pemberitahuan/persetujuan tertulis dari kreditur, dan mempertahankan rasio-
rasio keuangan tertentu.
Rasio-rasio keuangan yang dipersyaratkan antara lain:
2024 2023
Persyaratan Pemenuhan Persyaratan Pemenuhan
1. Total utang terhadap total ekuitas Maksimal 10 Kali < 1 Kali Maksimal 10 Kali < 1 Kali
2. Piutang terhadap total aset Minimal 40% 86,29% Minimal 40% 80,18%
3. Current ratio Minimal 1,1 kali 1,72 kali Minimal 1,1 kali 2,24 kali
4. Non performing financing ("NPF") Maksimal 5% 2,88% Maksimal 5% 2,31%
dari total piutang dari total piutang
Kisaran tingkat suku bunga kontraktual dari pinjaman yang diterima dari bank-bank lain
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Rupiah 5,90% - 8,50% 5,55% - 8,50%
Valuta asing - 5,60% - 6,38%
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar pinjaman yang diterima diungkapkan pada
Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo pinjaman yang diterima diungkapkan pada
Catatan 43.
Page 105
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/90
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi terdiri dari:
a. Berdasarkan jenis dan mata uang
2024 2023
Rupiah
Pihak berelasi:
Fasilitas kredit yang belum digunakan 3.333 4.834
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan yang
tidak dapat dibatalkan - 4
3.333 4.838
Pihak ketiga:
Fasilitas kredit yang belum digunakan 2.706.067 3.084.398
Bank garansi yang diterbitkan 9.772 5.195
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan yang
tidak dapat dibatalkan 1.499 24.497
2.717.338 3.114.090
2.720.671 3.118.928
Valuta asing
Pihak berelasi:
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan yang
tidak dapat dibatalkan 627 14
Bank garansi yang diterbitkan 70 20
697 34
Pihak ketiga:
Fasilitas kredit yang belum digunakan 188.926 212.126
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan yang
tidak dapat dibatalkan 43.490 28.154
Bank garansi yang diterbitkan 21.403 12.432
253.819 252.712
254.516 252.746
Jumlah estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi 2.975.187 3.371.674
b. Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun 3.181.093 148.170 42.411 3.371.674
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (27.752) 146.900 - 119.148
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (1.402) (37.003) 1.892 (36.513)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 17.879 (87.636) - (69.757)
Perubahan bersih pada eksposur (363.030) (41.276) (16.576) (420.882)
Selisih kurs 8.527 1.396 1.594 11.517
Saldo, akhir tahun 2.815.315 130.551 29.321 2.975.187
Page 106
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/91
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
b. Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (lanjutan)
2023
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo, awal tahun 3.237.294 144.230 56.825 3.438.349
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (42.887) 175.761 - 132.874
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (8.933) (39.607) - (48.540)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 19.431 (59.324) - (39.893)
Perubahan bersih pada eksposur (21.874) (72.933) (15.254) (110.061)
Selisih kurs (1.938) 43 840 (1.055)
Saldo, akhir tahun 3.181.093 148.170 42.411 3.371.674
Manajemen berkeyakinan bahwa saldo estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi yang
telah dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari transaksi rekening
administratif.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
diungkapkan pada Catatan 37. Informasi mengenai jatuh tempo estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi diungkapkan pada Catatan 43.
23. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN LIABILITAS LAIN-LAIN
2024 2023
Rupiah:
Liabilitas kepada pemegang polis 3.547.351 3.037.587
Pendapatan diterima dimuka 3.519.052 2.704.896
Liabilitas terkait dengan transaksi ATM dan
kartu kredit 2.392.953 5.626.955
Uang elektronik 1.369.505 1.240.471
Transaksi transfer nasabah 744.439 563.628
Liabilitas sewa pembiayaan (Catatan 16, 37) 300.120 233.205
Beban bunga yang masih harus dibayar 277.190 324.180
Liabilitas transaksi nasabah 207.610 413.219
Setoran jaminan 178.687 231.466
Liabilitas transaksi asuransi 86.920 48.912
Lain-lain 9.392.273 10.684.151
22.016.100 25.108.670
Valuta asing:
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor 3.082.192 2.798.405
Transaksi transfer nasabah 1.208.469 1.295.501
Pendapatan diterima dimuka 239.405 130.959
Setoran jaminan 97.209 58.681
Beban bunga yang masih harus dibayar 13.249 13.575
Liabilitas transaksi asuransi 4.179 9.634
Liabilitas sewa pembiayaan (Catatan 16, 37) 2.350 4.139
Liabilitas terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 18.899 -
Lain-lain 833.397 76.301
5.499.349 4.387.195
Jumlah beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 27.515.449 29.495.865
Page 107
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/92
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN LIABILITAS LAIN-LAIN (lanjutan)
Liabilitas terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit terdiri dari liabilitas atas transaksi ATM
dalam jaringan ATM Bersama, Prima, dan Link, dan liabilitas atas transaksi kartu kredit
terutama Master Card dan Visa.
Pendapatan diterima dimuka terutama merupakan pendapatan diterima dimuka atas komisi
kredit.
Liabilitas kepada pemegang polis merupakan liabilitas Entitas Anak yang terdiri dari liabilitas
kontrak asuransi jangka panjang, liabilitas manfaat polis masa depan, cadangan premi yang
belum merupakan pendapatan, dan estimasi klaim.
Uang elektronik merupakan liabilitas Bank atas uang yang disetor oleh nasabah kepada Bank
yang disimpan secara elektronik dan bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud
dalam undang-undang mengenai perbankan.
Beban bunga yang masih harus dibayar terdiri dari bunga yang masih harus dibayar dari
simpanan nasabah dan bank-bank lain, derivatif, pinjaman yang diterima, efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali, dan obligasi subordinasi.
Liabilitas transaksi nasabah merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi perdagangan efek
Entitas Anak, yang terdiri dari liabilitas kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (“KPEI”)
terkait dengan transaksi beli efek dan deposit yang diserahkan Entitas Anak, serta liabilitas
nasabah terkait dengan transaksi jual efek yang jatuh tempo dalam waktu singkat, biasanya
dalam waktu 2 (dua) hari dari tanggal perdagangan.
Setoran jaminan terutama merupakan jaminan uang tunai yang disetorkan nasabah atas
transaksi ekspor impor dan penerbitan bank garansi.
Liabilitas transaksi asuransi merupakan liabilitas Entitas Anak yang terdiri dari utang
reasuransi, utang koasuransi, dan klaim dalam proses.
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan liabilitas sewa terkait penerapan PSAK 116.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor merupakan suatu instrumen di mana dana devisa
hasil ekspor dari rekening khusus eksportir ditempatkan pada Bank Indonesia melalui
rekening Bank sesuai mekanisme pasar.
Transaksi transfer nasabah merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi kliring, inward
remittance, outward remittance yang belum dapat diselesaikan.
Lain-lain terutama terdiri dari liabilitas atas kewajiban jangka pendek kepada karyawan,
rekening antar kantor, titipan dan transaksi yang masih harus diselesaikan.
Informasi mengenai jatuh tempo beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain
diungkapkan pada Catatan 43.
24. OBLIGASI SUBORDINASI
2024 2023
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I
Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 500.000 500.000
Jumlah obligasi subordinasi 500.000 500.000
Page 108
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/93
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan)
Rincian obligasi subordinasi adalah sebagai berikut:
Jumlah pokok
Tanggal efektif utang Jangka Tanggal Tingkat
Instrumen dan penerbitan Persetujuan subordinasi waktu jatuh tempo bunga
Obligasi Tanggal efektif No. S-03825/ Rp 435.000 7 Tahun 5 Juli 2025 7,75%
Subordinasi 26 Juni 2018 BEI.PP2/07-2018
Berkelanjutan I Tanggal
Bank Central Asia penerbitan
Tahap I Tahun 5 Juli 2018
2018 -
Seri A
Obligasi Tanggal efektif No. S-03825/ Rp 65.000 12 Tahun 5 Juli 2030 8,00%
Subordinasi 26 Juni 2018 BEI.PP2/07-2018
Berkelanjutan I Tanggal
Bank Central Asia penerbitan
Tahap I Tahun 5 Juli 2018
2018 -
Seri B
Bunga Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 - Seri A
dan B dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal Emisi, tanpa opsi percepatan
pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi. Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan
dibayarkan pada 5 Oktober 2018. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia
Tahap I Tahun 2018 - Seri A dan B dapat diperhitungkan sebagai Modal Pelengkap (Tier 2)
sesuai POJK No. 11/POJK.03/2016 serta untuk meningkatkan struktur penghimpunan dana
jangka panjang. Hasil dari penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia
Tahap I Tahun 2018 - Seri A dan B dipergunakan untuk pengembangan usaha terutama
pemberian kredit.
Wali amanat untuk penerbitan obligasi subordinasi di atas adalah PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk yang bukan merupakan pihak berelasi dengan Bank.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang yang dilakukan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo), peringkat obligasi subordinasi adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Periode Periode
Keterangan Peringkat Peringkat Peringkat Peringkat
Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank
Central Asia Tahap I 8 Maret 2024 - 7 Maret 2023 -
Tahun 2018 idAA 1 Maret 2025 idAA 1 Maret 2024
Perjanjian Perwaliamanatan mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank
antara lain, sebelum dilunasinya semua obligasi, Bank tanpa izin tertulis dari Wali Amanat
tidak diperkenankan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengagunkan sebagian besar maupun seluruh pendapatan atau harta kekayaan Bank
yang ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang di luar kegiatan usaha Bank,
kecuali jika tindakan tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-
undangan atau pelaksanaan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pelaksanaan salah
satu atau beberapa opsi pemulihan dalam rencana aksi (recovery plan) Bank;
b. Melaksanakan perubahan bidang usaha utama;
Page 109
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/94
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan)
Perjanjian Perwaliamanatan mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank
antara lain, sebelum dilunasinya semua obligasi, Bank tanpa izin tertulis dari Wali Amanat
tidak diperkenankan melakukan hal-hal sebagai berikut: (lanjutan)
c. Mengurangi modal dasar dan modal disetor kecuali jika pengurangan tersebut dilakukan
atas dasar permintaan/perintah dari Pemerintah Republik Indonesia dan/atau otoritas
yang berwenang (termasuk tetapi tidak terbatas pada BI, OJK, Menteri Keuangan Negara
Republik Indonesia dan/atau otoritas moneter maupun otoritas penyehatan di bidang
perbankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia);
d. Mengadakan penggabungan atau konsolidasi, dengan perusahaan lain yang
menyebabkan bubarnya Bank.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank telah mematuhi semua pembatasan-
pembatasan penting sehubungan dengan perjanjian obligasi subordinasi yang diterbitkan.
Pembayaran atas jumlah bunga yang jatuh tempo telah dilakukan secara tepat waktu.
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai obligasi subordinasi diungkapkan pada Catatan 37.
Informasi mengenai jatuh tempo obligasi subordinasi diungkapkan pada Catatan 43.
25. MODAL SAHAM
Modal saham Bank masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Jumlah lembar Jumlah nilai Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal saham nominal
Modal dasar - nilai nominal Rp 12,50
(nilai penuh) per lembar saham 440.000.000.000 5.500.000 440.000.000.000 5.500.000
Belum ditempatkan (316.724.950.000) (3.959.062) (316.724.950.000) (3.959.062)
Saham beredar (ditempatkan dan
disetor penuh) 123.275.050.000 1.540.938 123.275.050.000 1.540.938
Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
2024
Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal %
*)
PT Dwimuria Investama Andalan 67.729.950.000 846.624 54,94
Komisaris
Djohan Emir Setijoso 106.824.845 1.335 0,09
Tonny Kusnadi 7.269.681 91 0,01
Direksi
Jahja Setiaatmadja 33.850.785 423 0,03
Armand W. Hartono 4.256.065 53 0,00
Gregory Hendra Lembong 977.547 12 0,00
Subur Tan 10.710.172 134 0,01
Rudy Susanto 2.908.127 36 0,00
Lianawaty Suwono 2.264.685 28 0,00
Santoso 2.690.902 34 0,00
Vera Eve Lim 2.212.324 28 0,00
Haryanto Tiara Budiman 776.099 10 0,00
Frengky Chandra Kusuma 2.107.984 26 0,00
John Kosasih 731.076 9 0,00
Antonius Widodo Mulyono 262.511 3 0,00
Pemegang saham publik**) 55.367.257.197 692.092 44,92
123.275.050.000 1.540.938 100,00
*) Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono, sehingga pemegang saham pengendali
terakhir PT Bank Central Asia Tbk adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
**) Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.
Page 110
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/95
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. MODAL SAHAM (lanjutan)
Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut: (lanjutan)
2023
Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal %
*)
PT Dwimuria Investama Andalan 67.729.950.000 846.624 54,94
Komisaris
Djohan Emir Setijoso 106.610.700 1.333 0,09
Tonny Kusnadi 7.087.982 89 0,01
Direksi
Jahja Setiaatmadja 32.818.853 410 0,03
Armand W. Hartono 4.256.065 53 0,00
Gregory Hendra Lembong 784.719 10 0,00
Subur Tan 11.351.057 142 0,01
Rudy Susanto 2.518.448 31 0,00
Lianawaty Suwono 2.021.880 25 0,00
Santoso 2.422.053 30 0,00
Vera Eve Lim 1.912.261 24 0,00
Haryanto Tiara Budiman 561.695 7 0,00
Frengky Chandra Kusuma 1.891.049 24 0,00
John Kosasih 504.861 6 0,00
Antonius Widodo Mulyono 130.780 2 0,00
Pemegang saham publik**) 55.370.227.597 692.129 44,92
123.275.050.000 1.540.939 100,00
*) Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono, sehingga pemegang saham pengendali
terakhir PT Bank Central Asia Tbk adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
**) Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 terdiri dari:
2024 2023
Tambahan modal disetor dari pembayaran
modal saham 29.453.007 29.453.007
Eliminasi atas saldo rugi melalui kuasi reorganisasi
tanggal 31 Oktober 2000*) (25.853.162) (25.853.162)
Tambahan modal disetor dari eksekusi opsi saham 296.088 296.088
Selisih modal dari transaksi saham tresuri
(Catatan 1c) 1.815.435 1.815.435
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas
sepengendali (Catatan 2e) (162.391) (162.391)
5.548.977 5.548.977
*)
Pada tanggal 31 Oktober 2000, Bank menerapkan PSAK No. 51, “Akuntansi Kuasi Reorganisasi”, untuk mendapatkan laporan yang dimulai
dari “awal yang baik” (fresh start). Pelaporan fresh start mengharuskan penilaian kembali seluruh aset dan liabilitas yang tercatat dengan
menggunakan nilai wajarnya dan eliminasi atas saldo rugi (defisit). Dengan penerapan kuasi reorganisasi, saldo rugi Bank pada tanggal
31 Oktober 2000 sebesar Rp 25.853.162 telah dieliminasi ke akun tambahan modal disetor. Penerapan kuasi reorganisasi ini telah disetujui
oleh Bank Indonesia melalui surat No. 3/165/DPwB2/IDWB2 tanggal 21 Februari 2001 dan oleh para pemegang saham di dalam RUPSLB
tanggal 12 April 2001 (notulen rapat dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., dalam Akta No. 25).
Page 111
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/96
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, komitmen dan kontinjensi Grup adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Jumlah Jumlah
dalam valuta Ekuivalen dalam valuta Ekuivalen
Jenis valuta asing*) Rupiah asing*) Rupiah
Komitmen
Tagihan komitmen:
Fasilitas kredit yang diterima dan
belum digunakan Rupiah 1.912.490 4.441.202
USD 60.000.000 965.700 53.558.000 824.633
2.878.190 5.265.835
Lainnya Rupiah 406.294 382.291
USD 7.329.059 117.961 6.273.856 96.599
524.255 478.890
3.402.445 5.744.725
Liabilitas komitmen:
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan - committed Rupiah 290.674.248 266.143.321
USD 1.663.976.586 26.781.703 1.455.764.966 22.414.413
Lainnya,
ekuivalen USD 46.672.341 751.191 50.693.287 780.524
318.207.142 289.338.258
Fasilitas kredit kepada bank-bank
lain yang belum digunakan - committed Rupiah 2.402.770 420.456
USD 555.556 8.942 555.556 8.554
2.411.712 429.010
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan
kepada nasabah yang tidak dapat
dibatalkan Rupiah 2.368.497 2.586.435
USD 385.002.020 6.196.608 435.191.194 6.700.639
Lainnya,
ekuivalen USD 92.600.368 1.490.403 128.113.202 1.972.559
10.055.508 11.259.633
Lainnya Rupiah 866.726 777.109
USD 13.960.128 224.688 6.101.783 93.949
1.091.414 871.058
331.765.776 301.897.959
Kontinjensi
Tagihan kontinjensi:
Bank garansi yang diterima Rupiah 529.573 558.910
USD - - 11.651 179
529.573 559.089
Liabilitas kontinjensi:
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah Rupiah 21.381.921 17.937.926
USD 323.378.273 5.204.773 297.968.974 4.587.828
Lainnya,
ekuivalen USD 8.639.700 139.056 14.519.311 223.554
26.725.750 22.749.308
Lainnya Rupiah 89 89
26.725.839 22.749.397
*) Jumlah dalam nilai penuh.
Page 112
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/97
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
Informasi tambahan
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup memberikan fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan - uncommitted masing-masing sebesar Rp 93.421.932 dan
Rp 91.068.656.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup memberikan fasilitas kredit kepada bank-
bank lain yang belum digunakan - uncommitted masing-masing sebesar Rp nihil.
Bank menghadapi beberapa tuntutan hukum, pengurusan administrasi, dan klaim yang belum
terselesaikan, yang berhubungan dengan kegiatan usaha Bank adalah tidak mungkin untuk
memastikan apakah Bank akan memenangkan masalah atau tuntutan hukum tersebut, atau
dampaknya jika Bank kalah. Namun demikian, manajemen Bank yakin bahwa hasil keputusan
masalah atau tuntutan hukum tersebut tidak akan membawa dampak yang signifikan pada
hasil usaha, posisi keuangan, atau likuiditas Bank.
Komitmen dan kontinjensi dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 46.
28. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH
Pendapatan bunga dan syariah berasal dari:
2024 2023
Pendapatan bunga
Kredit yang diberikan 63.092.902 54.143.689
Efek-efek untuk tujuan investasi 22.259.179 17.716.461
Piutang pembiayaan konsumen dan piutang
sewa pembiayaan 3.594.918 3.266.996
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 2.542.353 8.571.096
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain 711.706 1.164.150
Wesel tagih 691.152 469.923
Lain-lain 1.099.139 1.210.270
93.991.349 86.542.585
Pendapatan syariah
Bagi hasil syariah 805.105 663.932
805.105 663.932
Jumlah pendapatan bunga dan syariah 94.796.454 87.206.517
Termasuk dalam pendapatan bunga dari kredit yang diberikan adalah bunga dari efek
diskonto aset keuangan yang mengalami penurunan nilai untuk tahun berakhir 31 Desember
2024 dan 2023, masing-masing sebesar Rp 11.364 dan Rp 16.001.
Pendapatan bunga dari kredit yang diberikan kepada pihak berelasi diungkapkan pada
Catatan 46.
Page 113
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/98
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. BEBAN BUNGA DAN SYARIAH
Beban bunga dan syariah meliputi bunga dan beban syariah yang timbul dari:
2024 2023
Beban bunga
Simpanan dari nasabah 9.503.963 9.510.555
Premi penjaminan 2.251.915 2.222.965
Efek-efek utang yang diterbitkan 38.913 38.913
Simpanan dari bank-bank lain 82.919 72.187
Pinjaman yang diterima 87.713 66.961
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 150.262 27.245
Lain-lain 21.495 16.092
12.137.180 11.954.918
Beban syariah
Syariah 395.110 314.034
Jumlah beban bunga dan syariah 12.532.290 12.268.952
Beban bunga dan syariah atas simpanan dari nasabah kepada pihak berelasi diungkapkan
pada Catatan 46.
30. PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI - BERSIH
Merupakan provisi dan komisi sehubungan dengan:
2024 2023
Kredit 2.428.359 2.819.768
Trade 1.112.506 1.044.181
CASA dan Transactional 12.887.956 11.436.469
Wealth 863.046 741.335
Lain-lain 688.054 580.927
Jumlah 17.979.921 16.622.680
Beban provisi dan komisi (2) (539)
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 17.979.919 16.622.141
Komisi dari CASA dan Transactional merupakan pendapatan komisi terkait transaksi kartu
kredit dan debit yang telah dikurangi dengan biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan
transaksi tersebut.
Provisi dan komisi dari kredit yang diberikan merupakan pendapatan provisi dan komisi yang
terkait dengan pemberian fasilitas kredit yang bukan merupakan bagian tak terpisahkan dari
suku bunga efektif.
Page 114
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/99
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENDAPATAN TRANSAKSI YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA RUGI -
BERSIH
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih meliputi:
2024 2023
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi 254.702 239.727
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih (223.207) 577.952
Keuntungan (kerugian) yang direalisasi atas
transaksi spot dan derivatif - bersih 1.300.521 652.241
Keuntungan (kerugian) atas penjualan aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih 1.522.513 417.580
2.854.529 1.887.500
32. BEBAN (PEMULIHAN) PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ASET
2024 2023
Tagihan akseptasi (Catatan 9c) 149.093 (30.449)
Kredit yang diberikan (Catatan 12g) 2.686.810 1.910.139
Piutang pembiayaan konsumen (Catatan 13) 353.502 172.948
Pembiayaan syariah 80.802 26.687
Efek-efek untuk tujuan investasi (Catatan 14) 8.070 253.674
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (Catatan 22) (408.004) (66.380)
Lain-lain 18.568 (3.570)
2.888.841 2.263.049
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan (854.388) (1.206.857)
Beban (pemulihan) penyisihan kerugian
penurunan nilai aset 2.034.453 1.056.192
33. BEBAN KARYAWAN
2024 2023
Gaji dan upah 9.066.310 8.306.266
Kesejahteraan dan kompensasi karyawan 6.098.057 5.649.922
Imbalan pasca-kerja (Catatan 2d) 1.319.538 1.321.118
Iuran dana pensiun 562.400 503.244
Pelatihan 397.937 417.261
17.444.242 16.197.811
Page 115
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/100
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2024 2023
Keperluan kantor 5.833.053 5.582.286
Perbaikan dan pemeliharaan 2.020.849 1.964.982
Penyusutan 2.017.454 2.935.074
Komunikasi 1.828.596 1.722.285
Promosi 1.657.278 1.630.166
Sewa 1.143.353 1.029.820
Jasa tenaga ahli 777.296 678.770
Air, listrik, dan bahan bakar 324.939 297.236
Pajak 262.826 226.479
Amortisasi aset takberwujud - perangkat lunak 150.095 276.409
Komputer dan perangkat lunak 128.701 156.086
Asuransi 64.510 54.757
Pengangkutan 59.903 55.462
Penelitian dan pengembangan 33.155 129.287
Keamanan 21.709 23.452
Lain-lain 550.425 543.088
16.874.142 17.305.639
35. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
Laba bersih per saham dasar dan dilusian dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar selama tahun berjalan, sebagai berikut:
2024 2023
Laba tahun berjalan 54.836.305 48.639.122
Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar di Bursa Efek Indonesia (satuan penuh) 123.275.050.000 123.275.050.000
Laba bersih per saham dasar (nilai penuh) 445 395
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak ada instrumen yang berpotensi menjadi
saham biasa. Oleh karena itu, laba bersih per saham dilusian sama dengan laba bersih per
saham dasar.
36. PENGGUNAAN LABA BERSIH
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 14 Maret
2024 (notulen dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dengan Berita Acara
No. 87) memutuskan penggunaan laba bersih 2023 sebagai berikut:
a. Laba bersih 2023 sebesar Rp 486.391 disisihkan untuk dana cadangan.
b. Membagi dividen tunai sejumlah Rp 33.284.264 (Rp 270 (nilai penuh) per saham)
kepada para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai.
Jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 4 April 2024 sebesar Rp
28.045.074 (dividen interim Tahun Buku 2023 telah dibayarkan pada tanggal 20
Desember 2023 sebesar Rp 5.239.190).
c. Menetapkan tantiem anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dalam
dan selama tahun buku 2023. Jumlah aktual tantiem yang dibayarkan sebesar Rp
765.000.
d. Menetapkan sisa laba bersih 2023 setelah dikurangi dividen sebagai laba ditahan.
Page 116
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/101
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PENGGUNAAN LABA BERSIH (lanjutan)
Sesuai dengan Surat Keputusan Rapat Direksi tanggal 8 November 2024 No. 185 tentang
Pembagian Dividen Sementara (dividen interim) Tahun Buku 2024, Direksi menetapkan
bahwa Bank akan membayarkan dividen sementara (dividen interim) kepada pemegang
saham atas laba tahun 2024 sebesar Rp 50 (nilai penuh) per saham. Jumlah aktual dividen
interim yang dibayarkan sebesar Rp 6.163.752.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 16 Maret
2023 (notulen dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dengan Berita Acara
No. 157) memutuskan penggunaan laba bersih 2022 sebagai berikut:
a. Laba bersih 2022 sebesar Rp 407.357 disisihkan untuk dana cadangan.
b. Membagi dividen tunai sejumlah Rp 25.271.385 (Rp 205 (nilai penuh) per saham)
kepada para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai.
Jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 14 April 2023 sebesar Rp
20.956.758 (dividen interim Tahun Buku 2022 telah dibayarkan pada tanggal 20
Desember 2022 sebesar Rp 4.314.627).
c. Menetapkan tantiem anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dalam
dan selama tahun buku 2022. Jumlah aktual tantiem yang dibayarkan sebesar Rp
660.000.
d. Menetapkan sisa laba bersih 2022 setelah dikurangi dividen sebagai laba ditahan.
Sesuai dengan Surat Keputusan Rapat Direksi tanggal 21 November 2023 No. 194 tentang
Pembagian Dividen Sementara (dividen interim) Tahun Buku 2023, Direksi menetapkan
bahwa Bank akan membayarkan dividen sementara (dividen interim) kepada pemegang
saham atas laba tahun 2023 sebesar Rp 42,5 (nilai penuh) per saham. Jumlah aktual dividen
interim yang dibayarkan sebesar Rp 5.239.190.
37. INSTRUMEN KEUANGAN
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Instrumen keuangan telah dikelompokkan berdasarkan klasifikasi masing-masing. Kebijakan
akuntansi yang material di Catatan 2g menjelaskan bagaimana kategori aset dan liabilitas
keuangan tersebut diukur dan bagaimana pendapatan dan beban, termasuk laba dan rugi
atas nilai wajar (perubahan nilai wajar instrumen keuangan) diakui.
Model penilaian instrumen keuangan
Grup mengukur nilai wajar dengan menggunakan hierarki dari metode berikut:
• Level 1: input yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk
instrumen yang identik yang dapat diakses Grup pada tanggal pengukuran;
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi,
baik secara langsung atau tidak langsung. Dalam kategori ini termasuk instrumen yang
dinilai dengan menggunakan: harga kuotasian untuk instrumen serupa di pasar aktif;
harga kuotasian untuk instrumen yang identik atau yang serupa di pasar yang tidak aktif;
atau teknik penilaian lainnya di mana seluruh input signifikan dapat diobservasi secara
langsung maupun tidak langsung dari data pasar;
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi. Dalam kategori ini termasuk semua instrumen
di mana teknik penilaiannya menggunakan input yang tidak dapat diobservasi dan input
yang tidak dapat diobservasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penilaian
instrumen. Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen yang dinilai berdasarkan harga
kuotasian untuk instrumen serupa yang memerlukan penyesuaian atau asumsi signifikan
yang tidak dapat diobservasi untuk mencerminkan perbedaan diantara instrumen
tersebut.
Page 117
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/102
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Model penilaian instrumen keuangan (lanjutan)
Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif
didasarkan pada kuotasi harga pasar. Untuk seluruh instrumen keuangan lainnya, Bank
menentukan nilai wajar menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih dan arus kas yang didiskontokan,
perbandingan dengan instrumen yang sejenis yang harga pasarnya tersedia dan dapat
diobservasi, dan model penilaian lainnya. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik
penilaian termasuk suku bunga bebas risiko (risk-free), suku bunga acuan, credit spread, dan
variabel lainnya yang digunakan dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs
valuta asing, serta volatilitas, dan korelasi harga yang diharapkan.
Tujuan dari teknik penilaian adalah untuk pengukuran nilai wajar yang mencerminkan harga
yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar
(market participants) pada tanggal pengukuran.
Grup menggunakan model penilaian yang diakui secara luas untuk menentukan nilai wajar
atas instrumen keuangan yang umum dan yang lebih sederhana, seperti swap suku bunga
dan nilai tukar yang hanya menggunakan data pasar yang dapat diobservasi dan
membutuhkan sedikit pertimbangan dan estimasi manajemen. Harga atau input model yang
dapat diobservasi biasanya tersedia di pasar untuk efek-efek utang yang tercatat di bursa dan
derivatif over-the-counter yang sederhana seperti swap suku bunga. Ketersediaan harga
pasar dan input model yang dapat diobservasi mengurangi kebutuhan pertimbangan dan
estimasi manajemen dan juga mengurangi ketidakpastian terkait penentuan nilai wajar.
Ketersediaan harga pasar dan input yang dapat diobservasi bervariasi tergantung pada
produk dan pasar dan mudah berubah berdasarkan kejadian tertentu dan kondisi umum di
pasar keuangan.
Pertimbangan dan estimasi manajemen biasanya memerlukan pemilihan model yang sesuai
untuk digunakan, penentuan arus kas masa depan yang diharapkan pada instrumen
keuangan yang dinilai, penentuan probabilitas kegagalan pihak lawan, pembayaran dimuka
dan pemilihan tingkat diskonto yang tepat.
Kerangka penilaian
Penilaian aset keuangan dan liabilitas keuangan dikaji secara independen dari bisnis oleh
Group Accounting (“ACT”) dan Risk Management Division. ACT terutama bertanggung jawab
untuk memastikan bahwa penyesuaian penilaian telah dilakukan secara tepat. Risk
Management Division melakukan validasi harga secara independen untuk memastikan
bahwa Bank menggunakan data pasar yang dapat diandalkan dari sumber-sumber
independen misalnya harga perdagangan dan kuotasian pialang.
Model penilaian diajukan oleh Risk Management Division dan disetujui oleh manajemen. Risk
Management Division melakukan pengkajian secara berkala terhadap kelayakan sumber data
pasar yang digunakan dalam penilaian. Data pasar yang digunakan untuk validasi harga
mencakup pula sumber data perdagangan terkini yang melibatkan pihak lawan eksternal atau
pihak ketiga seperti Bloomberg, Reuters, pialang, dan pricing providers. Data pasar yang
digunakan harus sedapat mungkin mencerminkan pasar yang secara berkesinambungan
dapat berubah mengikuti perkembangan pasar dan instrumen keuangan. Untuk menentukan
kualitas dari input data pasar, faktor-faktor seperti independensi, relevansi, keandalan,
ketersediaan berbagai sumber data, dan metodologi yang digunakan oleh pricing providers
juga dipertimbangkan.
Page 118
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/103
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Penilaian instrumen keuangan
Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar
Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar instrumen keuangan Grup, yang diukur
pada nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing
level dalam hierarki nilai wajar.
2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Diukur pada nilai penghasilan
wajar melalui komprehensif
laba rugi lain Jumlah Level 2
Aset keuangan
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar – bersih 21.524.617 - 21.524.617 21.524.617
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih - 98.379.739 98.379.739 98.379.739
21.524.617 98.379.739 119.904.356 119.904.356
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 257.613 - 257.613 257.613
257.613 - 257.613 257.613
2023
Nilai tercatat Nilai wajar
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Diukur pada nilai penghasilan
wajar melalui komprehensif
laba rugi lain Jumlah Level 2
Aset keuangan
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain – bersih - 198.245 198.245 198.245
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar – bersih 15.058.660 - 15.058.660 15.058.660
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih - 109.895.084 109.895.084 109.895.084
15.058.660 110.093.329 125.151.989 125.151.989
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 122.765 - 122.765 122.765
122.765 - 122.765 122.765
Nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dihitung menggunakan teknik penilaian berdasarkan
model internal Bank, yaitu metode diskonto arus kas. Input yang digunakan dalam teknik
penilaian adalah suku bunga pasar instrumen jangka pendek (money market instrument) yang
memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo, dan yield yang serupa.
Page 119
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/104
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Penilaian instrumen keuangan (lanjutan)
Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai wajar efek-efek yang diklasifikasikan dalam
kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar efek-efek yang
diklasifikasikan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain adalah berdasarkan harga pasar yang dikeluarkan oleh pricing provider
(Penilai Harga Efek Indonesia/"PHEI"). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi
dengan menggunakan harga pasar kuotasian efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh
tempo, dan yield yang serupa.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak termasuk investasi
dalam saham masing-masing sebesar Rp 540.492 dan Rp 451.993 yang dinilai sebesar nilai
perolehannya dikarenakan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar
Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar instrumen keuangan Grup, yang tidak
diukur pada nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-
masing level dalam hierarki nilai wajar.
2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi Jumlah Level 2 Level 3 Jumlah
Aset keuangan
Kredit yang diberikan - bersih 868.686.210 868.686.210 25.116.622 852.431.302 877.547.924
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 9.435.564 9.435.564 - 9.135.934 9.135.934
Piutang sewa pembiayaan - bersih 51.042 51.042 - 48.459 48.459
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.924.884 1.924.884 - 1.924.884 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 272.231.726 272.231.726 271.130.953 - 271.130.953
1.152.329.426 1.152.329.426 296.247.575 863.540.579 1.159.788.154
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah 1.120.613.667 1.120.613.667 1.120.613.667 - 1.120.613.667
Dana simpanan syariah 3.935.363 3.935.363 3.935.363 - 3.935.363
Liabilitas sewa pembiayaan 302.470 302.470 302.470 - 302.470
Simpanan dari bank-bank lain 3.656.298 3.656.298 3.656.298 - 3.656.298
Pinjaman yang diterima 2.242.516 2.242.516 2.244.759 - 2.244.759
Obligasi subordinasi 500.000 500.000 500.000 - 500.000
1.131.250.314 1.131.250.314 1.131.252.557 - 1.131.252.557
2023
Nilai tercatat Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi Jumlah Level 2 Level 3 Jumlah
Aset keuangan
Kredit yang diberikan - bersih 758.887.839 758.887.839 28.011.091 738.167.137 766.178.228
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 8.713.450 8.713.450 - 8.663.660 8.663.660
Piutang sewa pembiayaan - bersih 139.007 139.007 - 138.639 138.639
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.643.051 1.643.051 - 1.643.051 1.643.051
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 201.706.547 201.706.547 201.666.248 - 201.666.248
971.089.894 971.089.894 229.677.339 748.612.487 978.289.826
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah 1.090.766.807 1.090.766.807 1.090.766.807 - 1.090.766.807
Dana simpanan syariah 3.201.970 3.201.970 3.201.970 - 3.201.970
Liabilitas sewa pembiayaan 237.344 237.344 237.344 - 237.344
Simpanan dari bank-bank lain 10.070.820 10.070.820 10.070.820 - 10.070.820
Pinjaman yang diterima 1.629.626 1.629.626 1.631.281 - 1.631.281
Obligasi subordinasi 500.000 500.000 500.000 - 500.000
1.106.406.567 1.106.406.567 1.106.408.222 - 1.106.408.222
Page 120
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/105
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar (lanjutan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar, diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
Instrumen keuangan berikut ini merupakan instrumen keuangan jangka pendek atau yang
ditinjau ulang menggunakan harga pasar secara berkala, dan karenanya, nilai wajar
instrumen keuangan tersebut mendekati nilai tercatatnya.
Aset keuangan:
- Kas
- Giro pada Bank Indonesia
- Giro pada bank-bank lain
- Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
- Tagihan akseptasi
- Wesel tagih
- Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
- Aset lain-lain
Liabilitas keuangan:
- Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
- Utang akseptasi
- Transaksi komitmen dan kontinjensi
- Liabilitas lain-lain
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai wajar kredit yang diberikan, piutang
pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, dan pinjaman yang diterima dinilai
menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga internal.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai wajar, efek-efek untuk tujuan investasi yang
diklasifikasikan dalam kelompok biaya perolehan diamortisasi adalah berdasarkan harga
pasar yang dikeluarkan oleh pricing provider (Penilai Harga Efek Indonesia/"PHEI" dahulu
Indonesia Bond Pricing Agency/“IBPA"). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi
dengan menggunakan harga pasar kuotasian efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh
tempo, dan yield yang serupa.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, nilai wajar simpanan dari nasabah dan simpanan
dari bank-bank lain sama dengan nilai tercatatnya karena sifatnya dapat ditarik sewaktu-
waktu (payable on demand).
Perhitungan nilai wajar dilakukan hanya untuk kepentingan pengungkapan dan tidak
berdampak pada pelaporan posisi atau kinerja keuangan Grup. Nilai wajar yang dihitung oleh
Grup mungkin berbeda dengan jumlah aktual yang akan diterima atau dibayar pada saat
penyelesaian atau jatuh tempo instrumen keuangan. Karena terdapat instrumen keuangan
tertentu yang tidak diperdagangkan, maka perhitungan nilai wajar melibatkan pertimbangan dan
estimasi manajemen.
Page 121
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/106
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA
Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, Bank
wajib memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya pada saat pemutusan
hubungan kerja atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-
kerja ini diberikan berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat pemutusan
hubungan kerja atau selesainya masa kerja. Imbalan pasca-kerja ini merupakan program
imbalan pasti.
Bank memiliki program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang memenuhi kriteria yang
ditetapkan Bank. Program pensiun iuran pasti ini dikelola dan diadministrasikan Dana Pensiun
BCA yang didirikan oleh Bank sebagai wadah untuk mengelola aset, memberikan
penghasilan investasi dan membayar imbalan pasca-kerja kepada karyawan Bank. Dana
Pensiun BCA telah disahkan pendiriannya oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. KEP-020/KM.17/1995 tanggal 25 Januari 1995. Iuran untuk
dana pensiun dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji pokok karyawan di mana
jumlah yang ditanggung oleh karyawan dan Bank masing-masing sebesar 3% (tiga persen)
dan 5% (lima persen). Selama tahun berakhir 31 Desember 2024 dan 2023, akumulasi
iuran Bank kepada dana pensiun tersebut sebesar 2% (dua persen) dapat diperhitungkan
sebagai pengurang dari liabilitas imbalan pasca-kerja sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan.
Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023, Bank telah menyisihkan dana
yang akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pasca-kerja karyawan
masing-masing sebesar Rp 752.365 dan Rp 2.818. Dana yang disisihkan tersebut
ditempatkan pada beberapa perusahaan asuransi dalam bentuk program saving plan dan
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”) dalam bentuk Program Pensiun Untuk
Kompensasi Pesangon (“PPUKP”) selama tahun berakhir 31 Desember 2024, dan dalam
bentuk program saving plan selama tahun berakhir 31 Desember 2023, yang memenuhi
kriteria untuk dicatat sebagai aset program.
Program pensiun imbalan pasti ini memberikan eksposur risiko aktuarial kepada Bank, seperti
risiko investasi, risiko tingkat suku bunga dan risiko inflasi.
Imbalan pasca-kerja yang diberikan oleh Bank mencakup pensiun, kompensasi jangka
panjang lainnya berupa penghargaan masa kerja, dan imbalan kesehatan pasca-kerja.
Liabilitas imbalan pasca-kerja pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dihitung oleh
aktuaris independen Bank, yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits dengan
menggunakan metode projected-unit-credit. Asumsi-asumsi utama yang digunakan oleh
aktuaris independen adalah sebagai berikut:
2024 2023
Asumsi ekonomi:
Tingkat diskonto per tahun
Program pensiun imbalan pasti 7,15% 6,80%
Kompensasi jangka panjang lainnya – Emas 7,15% 6,80%
Kompensasi jangka panjang lainnya – Non Emas 7,15% 6,85%
Imbalan kesehatan pasca-kerja – Self Insured 7,05% 6,70%
Imbalan kesehatan pasca-kerja – Asuransi 7,15% 6,95%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar per tahun 9,00% 9,00%
Tingkat klaim self-Insured per tahun 11,60% 11,50%
Tingkat tren biaya kesehatan 11,50% 11,50%
Tingkat diskonto digunakan dalam menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja pada
tanggal penilaian. Secara umum, tingkat diskonto mengacu pada imbal hasil atas obligasi
pemerintah berkualitas tinggi yang diperdagangkan di pasar modal aktif pada tanggal
pelaporan.
Page 122
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/107
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
Asumsi kenaikan penghasilan dasar di masa depan memproyeksikan liabilitas imbalan pasca-
kerja mulai dari tanggal penilaian sampai dengan usia pensiun normal. Tingkat kenaikan
penghasilan dasar pada umumnya ditentukan dengan menerapkan penyesuaian inflasi untuk
skala pembayaran dan dengan memperhitungkan masa kerja.
Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
telah sesuai dengan laporan aktuaris independen masing-masing tertanggal 6 Januari 2025
dan 5 Januari 2024.
a. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
Program pensiun imbalan pasti
dan kompensasi jangka Imbalan kesehatan
panjang lainnya pasca-kerja
2024 2023 2024 2023
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 11.736.185 11.847.856 183.746 156.844
Nilai wajar aset program (2.976.290) (3.120.458) - -
Liabilitas imbalan
pasca-kerja bersih - Bank 8.759.895 8.727.398 183.746 156.844
Liabilitas imbalan pasca-kerja Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
yang tercatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian masing-masing sebesar
Rp 154.068 dan Rp 147.830.
b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja
Program pensiun imbalan pasti
dan kompensasi jangka Imbalan kesehatan
panjang lainnya pasca-kerja
2024 2023 2024 2023
Perubahan liabilitas imbalan pasti
Liabilitas imbalan pasti, awal tahun - Bank 8.727.398 7.273.131 156.844 137.461
Termasuk dalam laba rugi
Beban jasa kini 796.911 754.821 13.799 6.705
Beban jasa lalu-amandemen (159.411) - 8.751 (12.025)
Beban bunga 545.010 511.473 12.221 8.672
Beban terminasi 37.523 3.165 8.298 -
Penyesuaian atas pengalaman
masa kerja lalu 4.543 2.852 19.558 50
Dampak atas perubahan metode atribusi
pada Laba Rugi - - - -
Termasuk dalam penghasilan
komprehensif lainnya
Keuntungan (kerugian) aktuarial
yang timbul atas:
Perubahan asumsi keuangan (225.813) (41.716) (15.864) 28.917
Perubahan asumsi demografi - -
Penyesuaian pengalaman 89.470 350.315 - 29.185
Imbal hasil atas aset program di luar
pendapatan bunga 52.632 187.347 25.119
Dampak atas perubahan metode
atribusi pada PKL - - - -
Lain-lain
Penempatan dana pada perusahaan
asuransi (aset program) (752.365) (2.818) - -
Imbalan pasca-kerja yang dibayarkan
langsung oleh Bank (356.003) (311.172) (44.980) (42.121)
Liabilitas imbalan pasti, akhir tahun - Bank 8.759.895 8.727.398 183.746 156.844
Page 123
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/108
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
Beban imbalan pasca-kerja Entitas Anak tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
yang tercatat dalam laba rugi masing-masing sebesar Rp 32.335 dan Rp 45.405.
Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023, pembayaran imbalan pasca-
kerja di Entitas Anak masing-masing sebesar Rp 4.324 dan Rp 6.659, dan Entitas Anak
telah menyisihkan dana yang akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan
pasca-kerja karyawan masing-masing sebesar Rp 7.750 dan Rp 6.950 dengan
menempatkan pada beberapa perusahaan asuransi, yang memenuhi kriteria untuk dicatat
sebagai aset program.
c. Komposisi aset program
Komposisi aset program dari masing-masing dana pensiun pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Persentase alokasi 31 Desember 2024 Persentase alokasi 31 Desember 2024
memiliki harga pasar kuotasian untuk memiliki harga pasar kuotasian untuk
program pesangon DPLK PDKP
AIA Allianz Manulife AIA Allianz Manulife
Saham 0,00% 0,00% 0,00% 9,40% 9,79% 9,21%
Obligasi 0,00% 37,57% 0,00% 58,83% 59,21% 70,75%
Properti 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas 100,00% 62,43% 100,00% 31,77% 31,00% 20,04%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Persentase alokasi 31 Desember 2023 Persentase alokasi 31 Desember 2023
memiliki harga pasar kuotasian untuk memiliki harga pasar kuotasian untuk
program pesangon DPLK PDKP
AIA Allianz Manulife AIA Allianz Manulife
Saham 0,00% 0,00% 0,00% 12,86% 10,37% 15,12%
Obligasi 0,00% 0,00% 0,00% 69,69% 69,88% 64,52%
Properti 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas 100,00% 100,00% 100,00% 17,45% 19,75% 20,36%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
d. Perubahan nilai wajar aset program untuk program pasca-kerja
2024 2023
Nilai wajar aset program, awal tahun - Bank 3.120.458 3.952.724
Penempatan dana pada perusahaan asuransi 752.365 2.818
Imbal hasil atas aset program di luar
pendapatan bunga (52.632) (187.347)
Pendapatan bunga dari aset program 202.203 250.604
Pembayaran imbalan pasca-kerja (1.046.104) (898.341)
Nilai wajar aset program, akhir tahun - Bank 2.976.290 3.120.458
Page 124
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/109
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
e. Informasi historis - Bank:
31 Desember
2024 2023 2022 2021 2020 2019
Program pensiun imbalan pasti dan
kompensasi jangka panjang lainnya
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 11.736.185 11.847.856 11.225.855 11.800.914 12.966.647 11.724.337
Nilai wajar aset program (2.976.290) (3.120.458) (3.952.724) (4.877.681) (3.664.581) (4.077.260)
Defisit 8.759.895 8.727.398 7.273.131 6.923.233 9.302.065 7.647.077
Penyesuaian yang timbul pada
liabilitas program 89.470 350.315 13.149 (159.362) (9.914) 116.222
Penyesuaian yang timbul pada
aset program 53.632 187.347 159.472 (440.474) 555.010 (204.650)
Imbalan kesehatan pasca-kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 183.746 156.844 137.462 197.102 214.570 209.355
Penyesuaian yang timbul pada
liabilitas program 25.119 29.185 14.093 (15.238) (15.955) (7.038)
f. Analisis sensitivitas
Perubahan 1 (satu) persen asumsi aktuarial akan memiliki pengaruh sebagai berikut:
2024
Program pensiun Kompensasi jangka panjang Imbalan kesehatan
imbalan pasti lainnya pasca-kerja
Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan
Tingkat diskonto (1% pergerakan) (397.170) 443.541 (255.558) 295.487 (13.688) 19.379
Tingkat penghasilan dasar (1% pergerakan) 495.259 (451.964) 305.338 (269.456) - -
Tingkat biaya kesehatan (1% pergerakan) - - - - 16.152 (14.049)
2023
Program pensiun Kompensasi jangka panjang Imbalan kesehatan
imbalan pasti lainnya pasca-kerja
Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan
Tingkat diskonto (1% pergerakan) (404.885) 449.720 (249.099) 286.212 (11.732) 15.778
Tingkat penghasilan dasar (1% pergerakan) 495.698 (454.759) 286.371 (254.360) - -
Tingkat biaya kesehatan (1% pergerakan) - - - - 13.314 (11.671)
g. Analisis jatuh tempo
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun dan manfaat kesehatan
pasca-kerja yang tidak terdiskonto adalah sebagai berikut:
Selama 10
tahun ke
depan 10 - 20 tahun 20 tahun - dst
Imbalan pensiun 8.004.344 3.254.667 3.761.907
Kompensasi jangka panjang lainnya 3.401.256 1.294.407 1.799.701
Imbalan kesehatan pasca-kerja 149.357 72.617 146.509
h. Durasi rata-rata tertimbang dari program pensiun imbalan pasti, kompensasi jangka
panjang lainnya - non emas, kompensasi jangka panjang lainnya - emas, imbalan
kesehatan pasca-kerja - self insured dan imbalan kesehatan pasca-kerja - asuransi, pada
tanggal 31 Desember 2024 adalah masing-masing 11,89 tahun; 12,51 tahun; 15,19 tahun;
6,54 tahun; dan 18,66 tahun (31 Desember 2023: 11,38 tahun; 11,98 tahun; 13,45 tahun;
7,00 tahun; dan 19,51 tahun).
39. JASA KUSTODIAN
Biro Jasa Kustodian Bank memperoleh izin untuk menyediakan jasa kustodian dari Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam, sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”)
berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-148/PM/1991 tanggal 13 November 1991.
Page 125
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/110
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. JASA KUSTODIAN (lanjutan)
Jasa-jasa yang diberikan oleh Biro Jasa Kustodian meliputi jasa penitipan saham, obligasi
pemerintah dan korporasi, deposito, administrasi reksadana dan kontrak pengelolaan dana,
termasuk di dalamnya penerimaan dividen, bunga dan hak – hak lainnya, menyelesaikan
transaksi efek serta mewakili pemegang rekening yang menjadi Nasabah.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset yang diadministrasikan oleh Biro Jasa
Kustodian terdiri dari saham, obligasi, deposito, surat berharga pasar modal, dan pasar uang
lainnya.
40. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
2024 2023
Valuta asing Ekuivalen Valuta asing Ekuivalen
(dalam ribuan) Rupiah (dalam ribuan) Rupiah
Aset moneter
Kas
Dolar Amerika Serikat (USD) 70.986 1.142.515 42.260 650.678
Dolar Australia (AUD) 6.098 61.060 17.447 183.555
Dolar Singapura (SGD) 16.093 190.613 16.182 188.941
Dolar Hong Kong (HKD) 4.338 8.992 4.709 9.280
Yuan China (CNH) 7.158 15.737 9.659 20.955
Poundsterling Inggris (GBP) 1.004 20.306 493 9.684
Yen Jepang (JPY) 265.867 27.392 257.749 28.064
Euro (EUR) 8.752 146.670 6.442 109.754
Lainnya, ekuivalen USD 1.849 29.767 1.449 22.317
1.643.052 1.223.228
Giro pada Bank Indonesia
Dolar Amerika Serikat (USD) 216.181 3.479.439 254.231 3.914.389
3.479.439 3.914.389
Giro pada bank-bank lain - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 74.914 1.205.737 142.447 2.193.255
Dolar Australia (AUD) 32.095 321.383 12.146 127.786
Dolar Singapura (SGD) 63.270 749.408 34.877 407.233
Dolar Hong Kong (HKD) 13.578 28.150 17.677 34.836
Yuan China (CNH) 110.917 243.852 718.431 1.558.637
Poundsterling Inggris (GBP) 2.095 42.357 4.100 80.459
Yen Jepang (JPY) 10.807.107 1.113.456 8.159.738 888.432
Euro (EUR) 9.233 154.733 9.224 157.154
Lainnya, ekuivalen USD 10.215 164.413 6.936 106.787
4.023.489 5.554.579
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 534.394 8.601.064 463 7.123
Dolar Australia (AUD) 49.973 500.405 - -
Dolar Singapura (SGD) 59.999 710.666 89.999 1.050.857
Dolar Hong Kong (HKD) 166.315 344.790 31.811 62.691
Yuan China (CNH) 124.998 274.809 184.997 401.351
Euro (EUR) 9.995 167.491 - -
10.599.225 1.522.022
Page 126
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/111
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan)
2024 2023
Valuta asing Ekuivalen Valuta asing Ekuivalen
(dalam ribuan) Rupiah (dalam ribuan) Rupiah
Aset moneter (lanjutan)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi
Dolar Amerika Serikat (USD) 22.847 367.726 236.384 3.639.600
367.726 3.639.600
Tagihan akseptasi - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 280.067 4.507.683 430.413 6.627.067
Dolar Singapura (SGD) 548 6.486 - -
Yuan China (CNH) 314.834 692.163 353.214 766.297
Yen Jepang (JPY) 966.736 99.603 471.589 51.347
Euro (EUR) 14.846 248.792 148.587 2.531.673
Lainnya, ekuivalen USD 1.861 29.952 3.535 54.431
5.584.679 10.030.815
Wesel tagih - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 300.269 4.832.833 330.706 5.091.886
Yuan China (CNH) 253.504 557.329 9.270 20.111
Yen Jepang (JPY) 3.392 350 10.786 1.174
Euro (EUR) 236 3.957 1.195 20.353
5.394.469 5.133.524
Kredit yang diberikan - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 2.427.065 39.063.609 2.675.843 41.199.949
Dolar Australia (AUD) 3.372 33.762 13 141
Dolar Singapura (SGD) 39.878 472.337 56.795 663.156
Dolar Hong Kong (HKD) - - 304.242 599.580
Euro (EUR) - - 408 6.955
39.569.708 42.469.781
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 599.316 9.645.985 624.532 9.615.920
Dolar Hong Kong (HKD) - - 115.710 228.033
9.645.985 9.843.953
Aset lain-lain - bersih
Dolar Amerika Serikat (USD) 26.768 430.839 25.866 398.257
Dolar Australia (AUD) 119 1.195 - -
Dolar Singapura (SGD) 517 6.123 710 8.287
Dolar Hong Kong (HKD) 228 473 4.034 7.951
Yuan China (CNH) 2.399 5.274 260 565
Poundsterling Inggris (GBP) 1 14 - 1
Yen Jepang (JPY) 1.982 204 1.044 114
Euro (EUR) 72 1.205 1.017 17.331
Lainnya, ekuivalen USD - 2 - 1
445.329 432.507
Page 127
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/112
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan)
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024 2023
Valuta asing Ekuivalen Valuta asing Ekuivalen
(dalam ribuan) Rupiah (dalam ribuan) Rupiah
Liabilitas moneter
Simpanan dari nasabah
Dolar Amerika Serikat (USD) 4.050.424 65.191.578 3.894.004 59.955.974
Dolar Australia (AUD) 79.216 793.234 53.097 558.625
Dolar Singapura (SGD) 387.116 4.585.225 377.233 4.404.702
Dolar Hong Kong (HKD) 12.491 25.895 16.389 32.298
Yuan China (CNH) 723.360 1.590.307 622.275 1.350.026
Poundsterling Inggris (GBP) 3.430 69.340 3.932 77.172
Yen Jepang (JPY) 10.441.676 1.075.806 8.082.641 880.038
Euro (EUR) 88.693 1.486.328 70.577 1.202.512
Lainnya, ekuivalen USD 2.932 47.193 1.431 22.026
74.864.906 68.483.373
Simpanan dari bank-bank lain
Dolar Amerika Serikat (USD) 86.153 1.386.640 104.729 1.612.516
Dolar Australia (AUD) 12.547 125.635 9.998 105.188
Euro (EUR) - - 2 30
Dolar Singapura (SGD) 1.592 18.861 3.926 45.839
Yuan China (CNH) 275 606 99 215
1.531.742 1.763.788
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Dolar Amerika Serikat (USD) 2.023 32.568 661 10.178
32.568 10.178
Utang akseptasi
Dolar Amerika Serikat (USD) 152.697 2.457.653 273.710 4.214.319
Dolar Singapura (SGD) 548 6.487 - -
Yuan China (CNH) 262.802 577.769 323.844 702.579
Yen Jepang (JPY) 587.406 60.521 400.949 43.655
Euro (EUR) 11.806 197.846 12.348 210.393
Lainnya, ekuivalen USD 1.901 30.590 3.623 55.777
3.330.866 5.226.723
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali
Dolar Hong Kong (HKD) - - 41.734 82.246
- 82.246
Pinjaman yang diterima
Dolar Amerika Serikat (USD) 17.747 285.632 15.125 232.885
Dolar Hong Kong (HKD) - - 71.112 140.143
Euro (EUR) 595 9.972 - -
295.604 373.028
Page 128
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/113
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan)
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2034 2023
Valuta asing Ekuivalen Valuta asing Ekuivalen
(dalam ribuan) Rupiah (dalam ribuan) Rupiah
Liabilitas moneter (lanjutan)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi
Dolar Amerika Serikat (USD) 15.231 245.148 15.828 243.708
Dolar Australia (AUD) 2 16 - 3
Dolar Singapura (SGD) 669 7.922 563 6.573
Dolar Hong Kong (HKD) - - 270 532
Yuan China (CNH) 183 401 163 353
Poundsterling Inggris (GBP) - 3 - -
Yen Jepang (JPY) 1.426 147 1.884 205
Euro (EUR) 49 819 77 1.318
Lainnya, ekuivalen USD 4 60 4 54
254.516 252.746
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain
Dolar Amerika Serikat (USD) 943 15.177 1.302 20.046
Dolar Australia (AUD) 104 1.040 11 119
Dolar Singapura (SGD) 298 3.531 59 689
Dolar Hong Kong (HKD) 1.382 2.865 3.018 5.948
Yuan China (CNH) 1.003 2.205 116 252
Poundsterling Inggris (GBP) 25 501 1 13
Yen Jepang (JPY) 76.362 7.868 261 28
Euro (EUR) 171 2.870 15 253
Lainnya, ekuivalen USD 163 2.620 - -
38.677 27.348
41. SEGMEN OPERASI
Grup mengungkapkan pelaporan segmen operasi informasi keuangan berdasarkan produk
sebagai berikut:
2024
Kredit Tresuri Lainnya Jumlah
Aset 868.686.210 459.238.130 121.376.988 1.449.301.328
Pendapatan bunga dan syariah 63.092.902 26.955.707 4.747.845 94.796.454
Pendapatan fee-based dan lainnya 3.418.479 288.678 19.480.693 23.187.850
2023
Kredit Tresuri Lainnya Jumlah
Aset 758.887.839 534.025.680 115.193.491 1.408.107.010
Pendapatan bunga dan syariah 54.143.689 28.804.936 4.257.892 87.206.517
Pendapatan fee-based dan lainnya 4.916.215 258.012 16.517.931 21.692.158
Page 129
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/114
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Operasional utama dari Grup dikelola di wilayah Indonesia. Segmen bisnis Bank terbagi atas
5 (lima) area geografis utama, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Indonesia bagian timur dan
operasi luar negeri.
Informasi yang berkaitan dengan segmen berdasarkan geografis dari Grup disajikan dalam
tabel di bawah ini:
2024
Indonesia Operasi luar
Sumatera Jawa Kalimantan bagian timur negeri Jumlah
Pendapatan bunga dan syariah 4.427.250 86.036.942 1.711.892 2.582.953 37.417 94.796.454
Beban bunga dan syariah (565.890) (11.454.256) (195.103) (313.090) (3.951) (12.532.290)
Pendapatan bunga dan syariah - bersih 3.861.360 74.582.686 1.516.789 2.269.863 33.466 82.264.164
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 1.136.562 15.562.427 461.532 816.852 2.546 17.979.919
Pendapatan transaksi yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih (83.918) 2.906.754 5.075 42.112 (15.494) 2.854.529
Pendapatan operasional lainnya 37.737 5.118.840 12.275 45.528 (6.451) 5.207.929
Total pendapatan segmen 4.951.741 98.170.707 1.995.671 3.174.355 14.067 108.306.541
Penyusutan dan amortisasi (44.915) (2.060.098) (20.240) (37.266) (5.030) (2.167.549)
Unsur material non kas lainnya:
(Beban) pemulihan penyisihan
kerugian penurunan nilai aset 179.018 (2.423.564) 141.270 67.000 1.823 (2.034.453)
Beban operasional lainnya (1.536.804) (32.725.872) (546.303) (1.043.365) (34.345) (35.886.689)
Laba sebelum pajak penghasilan 3.549.040 60.961.173 1.570.398 2.160.724 (23.485) 68.217.850
Beban pajak penghasilan (13.366.576)
Laba tahun berjalan 54.851.274
Aset 93.995.732 1.262.486.824 34.992.548 57.473.797 352.427 1.449.301.328
Liabilitas 93.995.732 990.936.514 34.992.548 57.473.797 4.517 1.177.403.108
Kredit yang diberikan – bersih 38.739.422 788.949.509 16.219.497 24.777.782 - 868.686.210
Simpanan dari nasabah 92.838.676 936.118.359 34.725.741 56.930.891 - 1.120.613.667
Dana simpanan syariah - 3.935.363 - - - 3.935.363
Dana syirkah temporer - 9.063.133 - - - 9.063.133
2023
Indonesia Operasi luar
Sumatera Jawa Kalimantan bagian timur negeri Jumlah
Pendapatan bunga dan syariah 3.963.081 79.355.186 1.550.536 2.268.692 69.022 87.206.517
Beban bunga dan syariah (573.101) (11.167.247) (195.437) (306.280) (26.887) (12.268.952)
Pendapatan bunga dan syariah - bersih 3.389.980 68.187.939 1.355.099 1.962.412 42.135 74.937.565
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 1.029.599 14.480.749 407.310 700.711 3.772 16.622.141
Pendapatan transaksi yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih 53.449 1.756.021 25.012 48.202 4.816 1.887.500
Pendapatan operasional lainnya 24.505 5.015.689 7.511 26.687 (4.914) 5.069.478
Total pendapatan segmen 4.497.533 89.440.398 1.794.932 2.738.012 45.809 98.516.684
Penyusutan dan amortisasi (51.723) (3.091.741) (22.719) (39.657) (5.643) (3.211.483)
Unsur material non kas lainnya:
(Beban) pemulihan penyisihan
kerugian penurunan nilai aset (304.435) (741.859) (252.159) 241.515 746 (1.056.192)
Beban operasional lainnya (1.465.271) (31.063.173) (524.237) (989.230) (27.341) (34.069.252)
Laba sebelum pajak penghasilan 2.676.104 54.543.625 995.817 1.950.640 13.571 60.179.757
Beban pajak penghasilan (11.521.662)
Laba tahun berjalan 48.658.095
Page 130
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/115
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Informasi yang berkaitan dengan segmen berdasarkan geografis dari Grup disajikan dalam
tabel di bawah ini: (lanjutan)
2023
Indonesia Operasi luar
Sumatera Jawa Kalimantan bagian timur negeri Jumlah
Aset 93.124.817 1.229.535.237 33.270.213 51.266.184 910.559 1.408.107.010
Liabilitas 93.124.817 979.786.929 33.270.213 51.266.184 227.402 1.157.675.545
Kredit yang diberikan – bersih 32.404.446 690.431.115 13.653.762 21.798.936 599.580 758.887.839
Simpanan dari nasabah 91.866.574 915.420.224 32.928.122 50.551.887 - 1.090.766.807
Dana simpanan syariah - 3.201.970 - - - 3.201.970
Dana syirkah temporer - 7.893.872 - - - 7.893.872
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Bank memiliki eksposur terhadap risiko dibawah ini:
- Risiko aset dan liabilitas
- Risiko kredit
- Risiko likuiditas
- Risiko pasar
- Risiko operasional
- Risiko konsolidasian
Catatan di bawah ini menyampaikan informasi mengenai eksposur Bank terhadap setiap
risiko di atas, tujuan, kebijakan dan proses yang dilakukan oleh Bank dalam mengukur dan
mengelola risiko.
a. Kerangka manajemen risiko
Bank menyadari bahwa dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Bank selalu
berhadapan dengan risiko yang melekat (inherent) pada instrumen keuangan, yaitu risiko
kredit, risiko likuiditas, risiko pasar atas nilai tukar valuta asing, dan tingkat suku bunga,
risiko operasional, serta risiko lainnya.
Dalam rangka mengendalikan risiko tersebut, Bank telah mengimplementasikan suatu
Kerangka Dasar Manajemen Risiko (Risk Management Framework) secara terpadu yang
dituangkan dalam Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (“KDMR”). Kerangka tersebut
digunakan sebagai sarana untuk penetapan strategi, organisasi, kebijakan dan pedoman,
serta infrastruktur Bank sehingga dapat dipastikan bahwa semua risiko yang dihadapi
Bank dapat dikenali, diukur, dikendalikan, dan dilaporkan dengan baik.
Dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif, Bank telah memiliki Komite
Manajemen Risiko yang berfungsi untuk membahas permasalahan risiko yang dihadapi
Bank secara keseluruhan dan merekomendasikan kebijakan manajemen risiko kepada
Direksi.
Selain komite di atas, Bank telah membentuk beberapa komite lain yang bertugas untuk
menangani risiko secara lebih spesifik antara lain: Komite Kebijakan Perkreditan, Komite
Kredit, serta Komite Aset dan Liabilitas (Asset and Liability Committee - “ALCO”).
Page 131
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/116
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a. Kerangka manajemen risiko (lanjutan)
Bank senantiasa melakukan kajian risiko secara menyeluruh atas rencana penerbitan
produk dan/atau aktivitas baru sesuai dengan jenis risiko yang terdapat di dalam
Peraturan Bank Indonesia (“PBI”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”), dan
peraturan-peraturan lain yang berlaku.
b. Manajemen risiko aset dan liabilitas
ALCO bertanggung jawab untuk mengevaluasi, mengusulkan, dan menetapkan strategi
pendanaan dan investasi Bank. Ruang lingkup ALCO adalah mengelola risiko likuiditas,
risiko tingkat suku bunga, dan risiko nilai tukar valuta asing; meminimalkan biaya
pendanaan serta mempertahankan likuiditas pada saat yang bersamaan; dan
mengoptimalkan perolehan pendapatan bunga Bank dengan mengalokasikan dana pada
aset produktif secara hati-hati.
ALCO diketuai oleh President Director (merangkap anggota), dengan anggota lainnya
terdiri dari 10 (sepuluh) orang Director, serta Executive Vice President yang membidangi
Treasury dan International Banking, Executive Vice President yang membidangi
Corporate Banking & Transaction, Executive Vice President CFO Office, Head of
International Banking, Head of Treasury, Head of Corporate Strategy & Planning, Head
of Corporate Banking, Transaction & Finance, Head of Commercial & SME Banking, Head
of Transaction Banking Product Development, Head of Transaction Banking Business
Development, Head of Transaction Banking Partnership Solution Development, Head of
Consumer Finance, dan Head of Risk Management.
Proses pengelolaan aset dan liabilitas Bank dimulai dengan pengkajian parameter
ekonomi yang mempengaruhi Bank, yang umumnya terdiri dari tingkat inflasi, likuiditas
pasar, yield curve, nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah, dan faktor
makro ekonomi lainnya. Risiko likuiditas, nilai tukar valuta asing, dan tingkat suku bunga
dikaji oleh Risk Management Division dan dilaporkan kepada ALCO. ALCO kemudian
menentukan strategi penetapan tingkat bunga simpanan dan kredit berdasarkan kondisi
dan persaingan di pasar.
c. Manajemen risiko kredit
Organisasi perkreditan terus disempurnakan dengan penekanan kepada penerapan
prinsip “empat mata” (“four eyes principle”) di mana keputusan kredit diambil berdasarkan
pertimbangan dari 2 (dua) sisi, yaitu sisi pengembangan bisnis dan sisi analisis risiko
kredit.
Bank telah memiliki Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (“KDPB”) yang terus mengalami
penyempurnaan sejalan dengan perkembangan Bank, PBI, dan POJK serta sesuai
dengan “International Best Practices”.
Page 132
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/117
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
Penyempurnaan prosedur dan sistem manajemen risiko perkreditan dilakukan melalui
pengembangan “Loan Origination System” yaitu kebijakan yang mengatur alur kerja
proses pemberian kredit (dari awal sampai akhir) sehingga proses kredit yang efektif dan
efisien dapat tercapai. Pengembangan sistem pengukuran profil risiko debitur terus
dikembangkan agar dapat diterapkan secara menyeluruh, demikian juga dengan proses
pembangunan database perkreditan yang terus dilakukan dan disempurnakan secara
berkelanjutan.
Komite Kebijakan Perkreditan bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan
perkreditan, terutama yang berkaitan dengan prinsip kehati-hatian dalam perkreditan,
memantau, dan mengevaluasi penerapan kebijakan perkreditan agar dapat terlaksana
secara konsisten dan sesuai dengan kebijakan perkreditan, serta memberikan saran dan
langkah perbaikan apabila terdapat kendala dalam penerapan kebijakan perkreditan
tersebut.
Komite Kredit dibentuk untuk membantu Direksi mengevaluasi dan/atau memberikan
keputusan kredit sesuai batas wewenangnya melalui Rapat Komite Kredit atau Surat
Edaran Direksi. Fungsi pokok Komite Kredit adalah:
• memberikan pengarahan lebih lanjut apabila diperlukan suatu analisis kredit yang
lebih mendalam dan komprehensif;
• memberikan keputusan atau rekomendasi atas rancangan keputusan kredit yang
diajukan oleh pemberi rekomendasi/pengusul yang terkait dengan debitur-debitur
besar dan industri spesifik; dan
• melakukan koordinasi dengan ALCO, khususnya yang berhubungan dengan sumber
pendanaan kredit.
Bank telah mengembangkan sistem pemeringkat risiko debitur yang lebih dikenal dengan
Internal Credit Risk Rating/Scoring System. Internal Credit Risk Rating/Scoring System
terdiri dari 11 (sebelas) kategori peringkat risiko mulai dari RR1 sampai dengan RR10,
dan yang paling buruk (Loss). Bank juga menerapkan sistem pemeringkat risiko debitur
untuk segmen kredit konsumtif, atau dikenal dengan istilah Internal Credit Risk Scoring
System, yang terdiri dari 10 (sepuluh) kategori peringkat risiko mulai dari RR1
(terbaik/terendah) sampai dengan RR10 (terburuk/tertinggi). Pemberian peringkat risiko
kepada setiap debitur, dimaksudkan sebagai suatu masukan berharga yang dapat
membantu pejabat yang berwenang dalam memutuskan suatu usulan kredit dengan lebih
baik dan tepat.
Untuk menjaga agar kualitas kredit tetap terjaga dengan baik, maka pemantauan
terhadap kualitas kredit terus dilakukan secara rutin, baik per kategori kredit (Korporasi,
Komersial, Small and Medium Enterprise (“SME”), dan Konsumen), maupun portofolio
kredit secara keseluruhan. Bank juga menetapkan limit-limit dalam perkreditan sehingga
dapat menjaga kesesuaian pemberian kredit dengan risk appetite Bank dan regulasi yang
berlaku.
Page 133
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/118
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
Bank telah mengembangkan pengelolaan risiko kredit dengan melakukan analisis stress
testing secara berkala dengan berbagai skenario yang relevan terhadap portofolio kredit
serta melakukan monitoring terhadap hasil stress testing tersebut. Stress testing
bermanfaat bagi Bank sebagai alat untuk memperkirakan besarnya dampak potensi risiko
pada “stressful condition” sehingga Bank dapat membuat strategi yang sesuai untuk
memitigasi potensi risiko tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan “contingency plan”.
Bank telah mengembangkan infrastruktur yang diperlukan dalam perhitungan Aset
Tertimbang Menurut Risiko (“ATMR”) untuk Risiko Kredit menggunakan pendekatan
standar yang telah efektif diimplementasikan pada Januari 2023 sesuai dengan ketentuan
SEOJK No. 24/SEOJK.03/2021.
Dalam rangka pemantauan dan pengendalian risiko kredit yang terjadi di Entitas Anak,
Bank telah melakukan pemantauan risiko kredit Entitas Anak secara rutin, sekaligus
memastikan bahwa Entitas Anak telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Kredit yang
baik dan efektif.
Dengan berakhirnya relaksasi dari OJK sebagai dampak bencana COVID-19 pada akhir
Maret 2024, maka BCA terus melakukan monitoring terhadap debitur-debitur yang
sebelumnya mendapatkan restrukturisasi COVID-19, dengan langkah-langkah yang
dilakukan Bank:
1. Melakukan monitoring secara rutin dan proaktif untuk melihat perkembangan debitur-
debitur yang direstrukturisasi, serta menjaga hubungan yang baik dengan debitur.
2. Tetap memberikan pinjaman baru dan tambahan dengan tetap memperhatikan
prinsip kehati-hatian Bank dan lebih selektif, antara lain dengan memperhatikan
pengenalan terhadap calon debitur-debitur, sektor industrinya, kondisi keuangan dan
prospek usaha yang masih baik, dan persyaratan agunan.
3. Melakukan koordinasi lebih rutin antar unit kerja terkait di kantor pusat termasuk
Direksi, bersama-sama dengan kantor wilayah dan kantor cabang untuk
mempercepat langkah-langkah yang diperlukan dan mencari solusi permasalahan
yang dihadapi dalam proses perkreditan debitur.
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Dalam aset keuangan yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian, eksposur
maksimum terhadap risiko kredit sama dengan nilai tercatatnya. Untuk bank garansi
yang diterbitkan dan fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan, eksposur
maksimum terhadap risiko kredit adalah nilai yang harus dibayarkan oleh Bank jika
kewajiban atas bank garansi yang diterbitkan dan fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan terjadi atau terealisasi. Untuk komitmen kredit, eksposur maksimum
atas risiko kredit adalah sebesar jumlah fasilitas yang belum ditarik dari nilai penuh
fasilitas kredit yang telah disepakati (committed) kepada nasabah.
Page 134
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/119
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Grup atas instrumen
keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian (on-balance sheet) dan
rekening administratif konsolidasian (off-balance sheet).
2024 2023
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia 36.408.142 92.617.705
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 5.614.353
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih 15.714.884 5.201.661
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 21.524.617 15.058.660
Tagihan akseptasi - bersih 9.621.047 14.659.624
Wesel tagih - bersih 8.891.769 10.383.524
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 1.449.562 93.096.153
Kredit yang diberikan - bersih 868.686.210 758.887.839
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 9.435.564 8.713.450
Piutang sewa pembiayaan - bersih 51.042 139.007
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.924.884 1.643.051
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 371.151.957 312.053.624
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 8.326.105 7.289.568
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.906.220 6.332.552
Wesel yang belum diaksep 163.769 112.738
Piutang transaksi nasabah 341.152 485.157
Piutang transaksi asuransi 588.163 656.060
Lain-lain 390.568 74.555
1.362.672.854 1.333.019.281
Rekening administratif konsolidasian - bersih:
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum
digunakan - committed 315.308.816 286.036.900
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain yang
belum digunakan - committed 2.411.712 429.010
Fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat
dibatalkan 10.009.892 11.206.964
Bank garansi yang diterbitkan kepada nasabah 26.694.505 22.731.661
354.424.925 320.404.535
1.717.097.779 1.653.423.816
Page 135
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/120
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit
Bank mendorong adanya diversifikasi dari portofolio kreditnya pada berbagai wilayah
geografis, industri, dan produk kredit sebagai upaya untuk meminimalkan risiko kredit.
Konsentrasi kredit yang diberikan berdasarkan jenis kredit, mata uang, dan sektor
ekonomi diungkapkan pada Catatan 12.
Berdasarkan pihak lawan
Tabel berikut menyajikan konsentrasi risiko kredit Grup berdasarkan pihak lawan:
2024
Pemerintah dan
Korporasi Bank Indonesia Bank Perorangan Jumlah
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia - 36.408.142 - - 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - - 4.097.837 - 4.097.837
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - 8.646.539 7.070.057 - 15.716.596
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 555.573 20.804.466 164.578 - 21.524.617
Tagihan akseptasi 9.508.319 799 541.930 10.694 10.061.742
Wesel tagih 640.986 - 8.253.899 - 8.894.885
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - 47.809 1.366.281 36.513 1.450.603
Kredit yang diberikan 614.612.475 5.500.000 25.116.622 256.081.756 901.310.853
Piutang pembiayaan konsumen 633.718 - 165 9.164.965 9.798.848
Piutang sewa pembiayaan 50.660 - - 895 51.555
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah 820.454 - - 1.118.269 1.938.723
Efek-efek untuk tujuan investasi 46.780.829 317.652.887 7.270.807 - 371.704.523
Aset lain-lain
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima 2.846.813 4.483.982 203.850 791.460 8.326.105
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.906.220 - - - 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 164.760 - - - 164.760
Piutang transaksi nasabah 55.625 - - 285.527 341.152
Piutang transaksi asuransi 526.773 - 25.015 36.375 588.163
Lain-lain 351.231 - - 61.540 412.771
Jumlah 681.454.436 395.544.624 54.111.041 267.587.994 1.396.698.095
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (34.025.241)
1.362.672.854
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki
risiko kredit:
Fasilitas kredit yang belum
digunakan - committed 260.424.847 - 2.411.462 57.782.545 320.618.854
Fasilitas Letter of Credit yang
tidak dapat dibatalkan 10.053.228 - - 2.280 10.055.508
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah 24.926.592 - 807.284 991.874 26.725.750
Jumlah 295.404.667 - 3.218.746 58.776.699 357.400.112
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.975.187)
354.424.925
Page 136
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/121
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan)
Berdasarkan pihak lawan (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan konsentrasi risiko kredit Grup berdasarkan pihak lawan:
(lanjutan)
2023
Pemerintah dan
Korporasi Bank Indonesia Bank Perorangan Jumlah
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia - 92.617.705 - - 92.617.705
Giro pada bank-bank lain - - 5.615.252 - 5.615.252
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - 751.891 4.450.454 - 5.202.345
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 746.277 14.183.900 128.483 - 15.058.660
Tagihan akseptasi 14.234.147 285 705.553 2.754 14.942.739
Wesel tagih 636.068 - 9.751.972 - 10.388.040
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - 88.641.048 4.420.689 35.414 93.097.151
Kredit yang diberikan 535.931.754 538.895 28.011.091 227.714.974 792.196.714
Piutang pembiayaan konsumen 441.739 - 24 8.599.633 9.041.396
Piutang sewa pembiayaan 136.124 - - 4.282 140.406
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah 875.555 - - 779.027 1.654.582
Efek-efek untuk tujuan investasi 39.612.884 264.597.502 8.387.718 - 312.598.104
Aset lain-lain
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima 2.279.748 4.084.056 214.214 711.550 7.289.568
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 6.332.552 - - - 6.332.552
Wesel yang belum diaksep 112.938 - - - 112.938
Piutang transaksi nasabah 219.186 - - 265.971 485.157
Piutang transaksi asuransi 607.009 - 12.757 36.294 656.060
Lain-lain 77.376 - - - 77.376
Jumlah 602.243.357 465.415.282 61.698.207 238.149.899 1.367.506.745
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (34.487.464)
1.333.019.281
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki
risiko kredit:
Fasilitas kredit yang belum
digunakan - committed 231.689.526 3.961.105 429.010 53.687.627 289.767.268
Fasilitas Letter of Credit yang
tidak dapat dibatalkan 11.259.633 - - - 11.259.633
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah 20.958.545 - 768.491 1.022.272 22.749.308
Jumlah 263.907.704 3.961.105 1.197.501 54.709.899 323.776.209
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.371.674)
320.404.535
Page 137
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/122
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit
Tabel berikut menyajikan aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam stage 1, stage
2 dan stage 3:
2024
Nilai tercatat
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Diukur menggunakan biaya perolehan
diamortisasi:
Giro pada Bank Indonesia 36.408.142 - - 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 - - 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 15.714.884 - - 15.714.884
Tagihan akseptasi - bersih 9.619.854 905 288 9.621.047
Wesel tagih - bersih 8.891.768 - 1 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 1.449.562 - - 1.449.562
Kredit yang diberikan - bersih 852.946.444 10.448.386 5.291.380 868.686.210
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 272.215.470 16.256 - 272.231.726
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih 9.253.219 68.484 113.861 9.435.564
Piutang sewa
pembiayaan - bersih 48.774 81 2.187 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.897.288 22.348 5.248 1.924.884
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih 8.326.105 - - 8.326.105
akan diterima
Transaksi terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 3.906.220 - - 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 163.769 - - 163.769
Piutang transaksi nasabah 341.152 - - 341.152
Piutang transaksi asuransi 588.163 - - 588.163
Lain-lain 350.180 11.315 29.073 390.568
1.226.218.193 10.567.775 5.442.038 1.242.228.006
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (FVPL):
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi 21.524.617 - - 21.524.617
21.524.617 - - 21.524.617
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI):
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 98.882.721 22.808 14.702 98.920.231
98.882.721 22.808 14.702 98.920.231
1.346.625.530 10.590.584 5.456.740 1.362.672.854
Page 138
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/123
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam stage 1, stage
2 dan stage 3: (lanjutan)
2023
Nilai tercatat
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Diukur menggunakan biaya perolehan
diamortisasi:
Giro pada Bank Indonesia 92.617.705 - - 92.617.705
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.614.353 - - 5.614.353
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 5.003.416 - - 5.003.416
Tagihan akseptasi - bersih 14.601.986 21.975 35.663 14.659.624
Wesel tagih - bersih 10.383.524 - - 10.383.524
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 93.096.153 - - 93.096.153
Kredit yang diberikan - bersih 744.413.069 9.786.032 4.688.738 758.887.839
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 201.690.291 16.256 - 201.706.547
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih 8.501.838 68.000 143.612 8.713.450
Piutang sewa
pembiayaan - bersih 137.557 384 1.066 139.007
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.635.705 7.346 - 1.643.051
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih
akan diterima 7.289.568 - - 7.289.568
Transaksi terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 6.332.552 - - 6.332.552
Wesel yang belum diaksep 112.738 - - 112.738
Piutang transaksi nasabah 485.157 - - 485.157
Piutang transaksi asuransi 656.060 - - 656.060
Lain-lain 74.555 - - 74.555
1.192.646.227 9.899.993 4.869.079 1.207.415.299
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (FVPL):
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi 15.058.660 - - 15.058.660
15.058.660 - - 15.058.660
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI):
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain – bersih 198.245 - - 198.245
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 110.321.247 25.830 - 110.347.077
110.519.492 25.830 - 110.545.322
1.318.224.379 9.925.823 4.869.079 1.333.019.281
Page 139
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/124
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Klasifikasi Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan dilakukan berdasarkan model bisnis dan pengujian
karakteristik arus kas (Solely Payment of Principal & Interest (“SPPI”)). Aset
keuangan Bank diklasifikasikan sebagai berikut:
- Fair Value Through Profit/Loss ("FVPL")
- Fair Value Through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)
- Amortised Cost
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Perhitungan pencadangan Bank mengacu pada PSAK 109 yang
memperkenalkan metode kerugian kredit ekspektasian dalam mengukur kerugian
instrumen keuangan akibat penurunan nilai instrumen keuangan. PSAK 109
mensyaratkan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian kredit
ekspektasian setelah pengakuan awal aset keuangan.
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Bank mengukur penyisihan
kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian 12
(dua belas) bulan. Bank mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan
sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas
instrumen keuangan tersebut meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Bank mengembangkan permodelan parameter risiko seperti PD (Probability of
Default), LGD (Loss Given Default) dan EAD (Exposure at Default) yang
digunakan sebagai komponen perhitungan kerugian kredit ekspektasian.
Staging Criteria
PSAK 109 mensyaratkan entitas untuk mengelompokkan aset keuangan ke dalam
tiga tahapan penurunan nilai (stage 1, stage 2 dan stage 3) dengan menentukan
apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan.
Bank mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
untuk aset keuangan yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan
(stage 1) dan kerugian kredit sepanjang umur untuk aset keuangan yang
mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (stage 2).
Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menilai apakah risiko kredit atas instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan (“SICR”) sejak pengakuan awal. Dalam
melakukan penilaian tersebut, Bank membandingkan risiko gagal bayar pada saat
pengakuan awal serta mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan, yang merupakan indikasi peningkatan
risiko kredit secara signifikan (“SICR”) sejak pengakuan awal.
Page 140
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/125
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Staging Criteria (lanjutan)
Secara umum aset keuangan dengan tunggakan 30 hari atau lebih dan belum
mengalami penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko
kredit yang signifikan (“SICR”).
Aset keuangan hanya akan dianggap mengalami penurunan nilai dan kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umurnya diakui, jika terdapat bukti objektif penurunan nilai
yang dapat diobservasi, termasuk antara lain gagal bayar atau mengalami kesulitan
keuangan yang signifikan.
Forward-looking Information
Dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian, Bank memperhitungkan pengaruh
dari macroeconomic forecast. Selain itu, Bank juga menentukan probability
weighted untuk kemungkinan terjadinya sebuah skenario makro tersebut.
Berbagai macroeconomic variable (“MEV”) digunakan dalam permodelan PSAK
109 tergantung pada hasil analisis statistik kesesuaian MEV dengan data historis
pembuatan impairment model. Perhitungan kerugian kredit ekspektasian dan
macroeconomic forecast (“MEV”) tersebut direviu oleh Bank secara berkala. MEV
yang digunakan Bank antara lain GDP, nilai inflasi, nilai kurs dan lain-lain.
Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19 yang telah menimbulkan
ketidakpastian ekonomi global dan domestik, Bank senantiasa melakukan identifikasi
dan monitoring secara berkelanjutan serta berjaga-jaga untuk tetap melakukan
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai apabila debitur-debitur yang telah
mendapatkan fasilitas restrukturisasi tersebut berkinerja baik pada awalnya,
diperkirakan menurun karena terdampak COVID-19 dan tidak dapat pulih pasca
restrukturisasi/dampak COVID-19 berakhir.
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai secara individual
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai secara individual adalah aset
keuangan yang signifikan secara individual dan telah terdapat bukti objektif bahwa
penurunan nilai individual telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan
tersebut.
Sesuai kebijakan internal Bank, kredit yang ditentukan sebagai signifikan secara
individual adalah kredit yang diberikan kepada debitur-debitur segmen korporasi dan
komersial.
Pengukuran secara individu dilakukan dengan melihat selisih antara seluruh arus kas
kontraktual yang jatuh tempo kepada entitas sesuai dengan kontrak dan seluruh arus
kas yang diperkirakan diterima Bank (yaitu seluruh kekurangan kas), didiskontokan
dengan suku bunga efektif.
Page 141
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/126
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Aset keuangan yang tidak signifikan secara individual dan penurunan nilainya
dinilai secara kolektif
Aset keuangan yang nilainya tidak signifikan secara individual adalah kredit dan
piutang yang diberikan oleh Grup kepada debitur-debitur segmen ritel yaitu debitur
kredit Usaha Kecil Menengah (“UKM”), kredit pembiayaan konsumen (termasuk kredit
pembiayaan bersama), kredit pemilikan dan perbaikan rumah, kredit kendaraan
bermotor, dan kartu kredit.
Grup menentukan penurunan nilai aset keuangan yang tidak signifikan secara
individual dan penurunan nilainya dinilai secara kolektif, dengan mengelompokkan
aset keuangan tersebut berdasarkan karakteristik risiko yang serupa.
Pengukuran secara kolektif dilakukan secara statistik menggunakan parameter PD
(Probability of Default), LGD (Loss Given Default) dan EAD (Exposure at Default).
Aset keuangan yang lewat jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai
Tagihan yang jatuh tempo merupakan seluruh tagihan yang telah jatuh tempo lebih
dari 90 (sembilan puluh) hari, baik atas pembayaran pokok dan/atau pembayaran
bunga. Sedangkan tagihan yang mengalami penurunan nilai/impairment adalah aset
keuangan yang memiliki nilai signifikan secara individual dan terdapat bukti objektif
bahwa penurunan nilai individual terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan
tersebut.
Sesuai dengan kualitasnya, kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel
tagih dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu high grade, standard grade,
dan low grade, berdasarkan estimasi internal Bank atas kemungkinan gagal bayar
dari debitur-debitur atau portofolio tertentu yang dinilai berdasarkan sejumlah faktor
kualitatif dan kuantitatif.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat
risiko internal RR1 sampai dengan RR7 sesuai dengan internal credit risk
rating/scoring system dimasukkan ke dalam kategori high grade. Kategori high
grade adalah kredit yang debiturnya memiliki kapasitas yang kuat dalam hal
pembayaran kembali seluruh kewajibannya secara tepat waktu karena didukung oleh
faktor fundamental yang baik dan tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan kondisi
ekonomi yang kurang menguntungkan.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat
risiko internal RR8 sampai dengan RR9 sesuai dengan internal credit risk
rating/scoring system dimasukkan ke dalam kategori standard grade. Kategori
standard grade adalah kredit yang debiturnya dianggap memiliki kapasitas yang
memadai dalam hal pembayaran bunga dan pokoknya, namun cukup peka terhadap
perubahan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.
Page 142
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/127
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Aset keuangan yang lewat jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai (lanjutan)
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat
risiko internal RR10 dan Loss sesuai dengan internal credit risk rating/scoring
system dimasukkan ke dalam kategori low grade. Kategori low grade adalah kredit
yang debiturnya rentan dalam hal kapasitas pembayaran bunga dan pokoknya
karena faktor fundamental yang kurang mendukung dan/atau sangat peka terhadap
kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.
iv. Agunan
Agunan dipergunakan oleh Bank untuk memitigasi eksposur risiko kredit dan perihal
jenis agunan yang dapat diterima oleh Bank ditentukan dalam kebijakan mitigasi risiko
kredit. Bank membedakan jenis agunan berdasarkan likuiditas dan keberadaan
agunan (agunan solid dan non-solid). Agunan solid adalah agunan yang memiliki
tingkat likuiditas relatif tinggi dan/atau keberadaannya tetap (tidak berpindah-pindah
tempat) seperti cash collateral dan tanah/bangunan, sehingga dapat segera dicairkan
atau diambil alih oleh Bank pada saat pinjaman debitur/grup debitur masuk dalam
kategori bermasalah. Agunan non-solid adalah agunan yang memiliki tingkat likuiditas
relatif rendah dan/atau keberadaannya tidak tetap (berpindah-pindah tempat) seperti
kendaraan bermotor, mesin, persediaan, piutang, dan lain-lain. Pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023, Bank memiliki agunan atas fasilitas kredit yang
diberikan terutama dalam bentuk kas, properti (tanah/bangunan), kendaraan
bermotor, garansi, mesin, persediaan, efek-efek utang, dan lain-lain.
Kebijakan Bank mengenai agunan sebagai mitigasi risiko kredit tergantung dari
kategori kredit atau fasilitas yang diberikan. Untuk kredit SME, seluruh kredit yang
diberikan harus ditunjang dengan agunan (collateral based lending) di mana
setidaknya 50% (lima puluh persen) merupakan agunan solid. Untuk kredit korporasi
dan komersial, besarnya agunan yang harus diserahkan, ditentukan berdasarkan
analisis mengenai kelayakan masing-masing debitur. Nilai agunan ditentukan
berdasarkan nilai appraisal pada saat kredit diberikan dan ditinjau ulang secara
berkala.
Untuk fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (“KPR”), Bank mensyaratkan bahwa seluruh
fasilitas harus ditunjang dengan agunan properti (tanah/bangunan). Bank
memberlakukan aturan Loan-to-Value (“LTV”) berjenjang, dimulai dari fasilitas KPR
pertama dan seterusnya, sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh regulator.
Nilai agunan untuk KPR dihitung berdasarkan nilai agunan pada saat kredit diberikan
dan diperbaharui setiap 30 (tiga puluh) bulan. Untuk fasilitas Kredit Kendaraan
Bermotor (“KKB”), Bank mensyaratkan bahwa seluruh fasilitas harus ditunjang
dengan agunan kendaraan bermotor. Bank memberlakukan aturan uang muka (down
payment), sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh regulator.
Page 143
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/128
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iv. Agunan (lanjutan)
Piutang pembiayaan konsumen Entitas Anak dijamin dengan Buku Pemilik
Kendaraan Bermotor (“BPKB”) dari piutang pembiayaan konsumen kendaraan
bermotor yang dibiayai.
Untuk fasilitas transaksi valuta asing, baik spot maupun forward, Bank mensyaratkan
agunan tunai (cash) yang ditetapkan sebesar persentase tertentu dari fasilitas yang
diberikan. Bila debitur memiliki fasilitas kredit lain di Bank, debitur dapat
menggunakan agunan yang telah diberikan untuk dibuat saling mengikat. Kebijakan
mengenai persentase agunan tersebut akan ditinjau secara berkala seiring dengan
fluktuasi dan volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Rincian dari aset keuangan dan non-keuangan yang diperoleh Bank melalui
pengambilalihan kepemilikan agunan yang merupakan jaminan terhadap aset
keuangan yang dimiliki pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, yang disajikan
sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih di akun
aset lain-lain adalah sebagai berikut:
2024 2023
Tanah 169.858 111.780
Bangunan 1.454.484 1.491.158
Properti komersial lainnya 170.326 56.439
Nilai wajar 1.794.668 1.659.377
Pada umumnya, Bank tidak menggunakan agunan non-kas yang diambil alih untuk
keperluan operasional sendiri. Realisasi agunan yang diambil alih dilakukan dalam
rangka penyelesaian kredit.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, agunan yang diambil alih Entitas Anak
masing-masing adalah sebesar Rp 64.552 dan Rp 47.990.
v. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup memiliki aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi masing-masing pada nilai wajar sebesar
Rp 21.524.617 dan Rp 15.058.660 (Catatan 8). Informasi tentang kualitas kredit dari
eksposur maksimum risiko kredit aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Surat berharga pemerintah:
Investment grade 20.799.789 14.183.900
Surat berharga korporasi:
Investment grade 242.150 135.689
Aset derivatif:
Pihak lawan bank-bank lain 2.289 71.298
Pihak lawan korporasi 218.919 146.216
Lainnya 261.470 521.557
Nilai wajar 21.524.617 15.058.660
Page 144
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/129
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
vi. Efek-efek untuk tujuan investasi
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup memiliki efek-efek untuk tujuan
investasi masing-masing pada nilai tercatat sebesar Rp 371.151.957 dan
Rp 312.053.624 (Catatan 14). Informasi tentang kualitas kredit dari eksposur
maksimum risiko kredit efek-efek untuk tujuan investasi tersebut adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Surat berharga pemerintah:
Investment grade 322.134.558 266.017.517
Surat berharga korporasi:
Investment grade 33.407.575 32.562.414
Non-Investment grade 3.788 42.086
Lainnya 15.606.036 13.431.607
Nilai tercatat 371.151.957 312.053.624
d. Manajemen risiko likuiditas
Bank sangat mementingkan penjagaan kecukupan likuiditas dalam memenuhi
komitmennya kepada para nasabah dan pihak lainnya, baik dalam rangka pemberian
kredit, pembayaran kembali simpanan nasabah maupun untuk memenuhi kebutuhan
likuiditas operasional. Fungsi pengelolaan kebutuhan likuiditas secara keseluruhan
dilakukan oleh ALCO dan secara operasional oleh Divisi Tresuri.
Bank telah menjalankan ketentuan terkait dengan likuiditas sesuai ketentuan regulator
yang mewajibkan Bank untuk menjaga likuiditas Rupiah (Giro Wajib Minimum/”GWM”)
baik secara harian maupun secara rata-rata untuk masa laporan tertentu, yang terdiri dari
GWM dalam bentuk giro Rupiah pada Bank Indonesia, PLM berupa Instrumen Surat
Berharga Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara/SBN, serta GWM valuta asing
dalam bentuk giro valuta asing pada Bank Indonesia.
Bank menjaga likuiditas dengan mempertahankan jumlah aset likuid yang cukup untuk
membayar simpanan para nasabah dan menjaga agar jumlah aset yang jatuh tempo pada
setiap periode dapat menutupi jumlah liabilitas yang jatuh tempo.
Aset likuid Bank terutama terdiri dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank
lain, termasuk giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain serta kas. Apabila Bank
memerlukan likuiditas, dengan segera Bank dapat menarik cadangan dana dalam giro
pada Bank Indonesia atas kelebihan Giro Wajib Minimum (“GWM”), menjual putus
Instrumen Bank Indonesia / Surat Berharga Negara (“SBN”) yang dimiliki atau menjual
Instrumen BI / SBN yang dimiliki dengan perjanjian membeli kembali, melakukan early
redemption BI term deposit atau mencari pinjaman di pasar uang antar bank di Indonesia.
Entitas Anak, dalam rangka mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber
pendanaan, melakukan diversifikasi sumber dananya. Selain dari modal dan penerimaan
dari pelanggan, Entitas Anak memperoleh sumber dana dari pinjaman bank dan pasar
modal berupa penerbitan obligasi dan wesel bayar jangka menengah.
Page 145
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/130
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
d. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan dari liabilitas
keuangan dan rekening administratif Grup berdasarkan periode tersisa sampai dengan
tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
2024
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Liabilitas keuangan non-derivatif
Simpanan dari nasabah (1.120.613.667) (1.120.871.522) (1.073.604.905) (42.976.722) (4.289.895) - -
Dana simpanan syariah (3.935.363) (3.935.460) (3.935.460) - - - -
Simpanan dari bank-bank lain (3.656.298) (3.656.327) (3.621.195) (35.132) - - -
Utang akseptasi (4.651.955) (4.651.955) (1.953.035) (1.784.655) (902.423) (11.842) -
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.330.996) (1.330.996) (1.330.996) - - - -
Pinjaman yang diterima (2.242.516) (2.244.833) (298.499) - (1.650.000) (296.334) -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (2.975.187) (2.975.187) (250.713) (534.449) (1.497.920) (636.589) -
Beban yang masih harus dibayar dan (55.516)
Liabilitas lain-lain (3.303.470) (3.303.470) (2.966.364) (23.549) (34.526) (232.750) (46.281)
Obligasi subordinasi (500.000) (500.296) (9.296) - (435.000) - (65.000)
(1.143.209.452) (1.143.479.046) (1.087.970.463) (45.354.507) (8.809.764) (1.177.515) (166.797)
Liabilitas keuangan derivatif
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi: (257.613)
Arus keluar (33.439.150) (26.618.772) (6.218.655) (601.723) - -
Arus masuk 33.152.453 26.411.154 6.151.332 589.967 - -
(257.613) (286.697) (207.618) (67.323) (11.756) - -
Rekening administratif
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan - committed (318.207.142) (318.207.142) - - - -
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain
yang belum digunakan - committed (2.411.712) (2.411.712) - - - -
Fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan (10.055.508) (2.902.168) (5.172.370) (1.850.411) (130.559) -
Bank garansi yang diterbitkan kepada
nasabah (26.725.750) (2.824.369) (6.462.513) (12.954.144) (4.477.494) (7.230)
(357.400.112) (326.345.391) (11.634.883) (14.804.555) (4.608.053) (7.230)
(1.143.467.065) (1.501.165.855) (1.414.523.472) (57.056.713) (23.626.075) (5.785.568) (174.027)
2023
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Liabilitas keuangan non-derivatif
Simpanan dari nasabah (1.090.766.807) (1.091.075.101) (1.027.832.600) (57.161.198) (6.081.303) - -
Dana simpanan syariah (3.201.970) (3.201.973) (3.201.973) - - - -
Simpanan dari bank-bank lain (10.070.820) (10.070.862) (10.066.730) (4.132) - - -
Utang akseptasi (6.701.256) (6.701.256) (2.107.358) (3.462.693) (991.754) (139.451) -
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.054.780) (1.056.596) (1.056.596) - - - -
Pinjaman yang diterima (1.629.626) (1.631.732) (127.264) (174.649) (1.043.798) (286.021) -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (3.371.674) (3.371.674) (282.315) (564.629) (1.781.710) (708.138) (34.882)
Beban yang masih harus dibayar dan
Liabilitas lain-lain (6.673.819) (6.673.819) (6.425.625) (27.643) (7.110) (157.943) (55.498)
Obligasi subordinasi (500.000) (509.296) (9.296) - - (435.000) (65.000)
(1.123.970.752) (1.124.292.309) (1.051.109.757) (61.394.944) (9.905.675) (1.726.553) (155.380)
Liabilitas keuangan derivatif
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi: (122.765)
Arus keluar (19.582.565) (10.875.916) (8.043.541) (663.108) - -
Arus masuk 19.449.061 10.821.462 7.972.699 654.900 - -
(122.765) (133.504) (54.454) (70.842) (8.208) - -
Page 146
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/131
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
d. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan dari liabilitas
keuangan dan rekening administratif Grup berdasarkan periode tersisa sampai dengan
tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023: (lanjutan)
2023 (lanjutan)
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Rekening administratif
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan - committed (289.338.258) (289.338.258) - - - -
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain
yang belum digunakan - committed (429.010) (429.010) - - - -
Fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan (11.259.633) (3.980.695) (5.839.161) (1.409.549) (30.228) -
Bank garansi yang diterbitkan kepada
nasabah (22.749.308) (2.190.519) (4.955.896) (12.028.167) (3.571.096) (3.630)
(323.776.209) (295.938.482) (10.795.057) (13.437.716) (3.601.324) (3.630)
(1.124.093.517) (1.448.202.022) (1.347.102.693) (72.260.843) (23.351.599) (5.327.877) (159.010)
Tabel-tabel di atas disusun berdasarkan sisa jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan
dan fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan, dan untuk kontrak garansi yang
diterbitkan, serta fasilitas kredit yang belum digunakan - committed berdasarkan jatuh
tempo kontraktual paling awal yang mungkin terjadi. Ekspektasi Bank dan Entitas Anak
atas arus kas dari instrumen-instrumen tersebut bervariasi secara signifikan dari analisis
di atas. Sebagai contoh, giro dan tabungan diprediksi mempunyai saldo yang stabil atau
meningkat, atau fasilitas kredit kepada nasabah/bank-bank lain yang belum digunakan -
committed tidak seluruhnya diharapkan untuk segera digunakan.
Nilai nominal arus kas masuk dan keluar yang diungkapkan pada tabel di atas menyajikan
arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan terkait dengan nilai pokok dan bunga dari
liabilitas keuangan atau komitmen. Pengungkapan instrumen derivatif menunjukkan nilai
bruto arus kas masuk dan keluar derivatif yang diselesaikan secara bersamaan (sebagai
contoh kontrak forward valuta asing).
Analisis tentang nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan berdasarkan
periode tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 disajikan pada Catatan 43.
e. Manajemen risiko pasar
i. Risiko nilai tukar valuta asing
Bank telah menjalankan perdagangan valuta asing sebagaimana diatur dalam
ketentuan dan kebijakan internal dan PBI mengenai Posisi Devisa Neto (“PDN”).
Dalam mengelola risiko nilai tukar valuta asingnya, Bank memusatkan pengelolaan
PDN pada Divisi Tresuri yang menggabungkan laporan PDN harian dari semua
cabang. Secara umum, setiap cabang diharuskan untuk menutup risiko nilai tukar
valuta asingnya pada setiap akhir hari kerja, walaupun ada batas toleransi PDN untuk
setiap cabang tergantung pada besarnya aktivitas transaksi valuta asing di cabang
tersebut. Bank membuat laporan PDN harian yang menggabungkan PDN dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian maupun rekening administratif konsolidasian.
Bank telah memperhitungkan transaksi Domestic Non Delivery Forward (“DNDF”) dan
transaksi Option (Structured Product) sebagai bagian dari PDN dalam mengelola
risiko nilai tukar valuta asing.
Page 147
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/132
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
e. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
i. Risiko nilai tukar valuta asing (lanjutan)
Pendapatan Bank dari perdagangan valuta asing terutama diperoleh dari transaksi
yang dilakukan oleh nasabahnya dan adakalanya Bank memiliki PDN dalam jumlah
tertentu untuk pemenuhan kebutuhan nasabah, sesuai dengan ketentuan internal
Bank. Perdagangan untuk mencari keuntungan (proprietary trading) hanya dilakukan
untuk beberapa mata uang dengan batasan limit relatif kecil.
Kewajiban Bank dalam valuta asing terutama terdiri dari simpanan dan pinjaman yang
diterima dalam Dolar Amerika Serikat. Untuk memenuhi peraturan PDN, Bank
mempertahankan asetnya yang terdiri dari penempatan pada bank-bank lain dan
kredit yang diberikan dalam Dolar Amerika Serikat.
Untuk mengukur risiko nilai tukar valuta asing pada trading book, Bank menggunakan
metode Value at Risk (“VaR”) dengan pendekatan Historical Simulation untuk
kepentingan pelaporan internal, sedangkan untuk perhitungan pelaporan Kebutuhan
Pemenuhan Modal Minimum (“KPMM”) Bank, Bank menggunakan metode standar
OJK.
Sensitivitas Bank terhadap mata uang asing diperhitungkan dengan menggunakan
informasi Posisi Devisa Neto yang ditranslasikan ke dalam mata uang asing utama
Bank, yaitu USD. Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba sebelum pajak
Bank atas perubahan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2024
dan 31 Desember 2023:
Pengaruh pada laba
sebelum pajak
+5% -5%
31 Desember 2024 (32.644) 32.644
31 Desember 2023 11.926 (11.926)
Informasi mengenai PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
diungkapkan pada Catatan 51.
ii. Risiko tingkat suku bunga
Risiko Suku Bunga dalam Banking Book
Perhitungan Risiko suku bunga dalam banking book atau interest rate risk in the
banking book (“IRRBB”) menggunakan 2 (dua) perspektif yaitu perspektif nilai
ekonomis (economic value) dan perspektif rentabilitas (earnings). Hal tersebut
bertujuan agar Bank dapat mengidentifikasi Risiko secara lebih akurat dan melakukan
tindak lanjut perbaikan yang sesuai.
Page 148
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/133
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
e. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (lanjutan)
Untuk memitigasi IRRBB, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat
berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta strategi pricing.
Pengukuran IRRBB dengan menggunakan 2 (dua) metode yang mengacu pada SE
OJK No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran
Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest
Rate Risk in The Banking Book) bagi Bank Umum:
a. Pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic
value of equity), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap nilai
ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. Pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest
income), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap rentabilitas
(earnings) Bank.
Bank mengukur IRRBB untuk mata uang yang signifikan yakni mata uang Rupiah dan
USD. Secara total IRRBB, nilai kedua mata uang tersebut diagregasi dengan
menjumlahkan nilai potensi kerugian dari setiap mata uang untuk setiap skenario
shock yang sama.
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book
Pengukuran risiko dilakukan terhadap mata uang Rupiah dan valuta asing (USD)
untuk kemudian dilaporkan kepada ALCO. Untuk pengukuran risiko suku bunga pada
trading book, Bank menggunakan metode VaR dengan pendekatan metode Historical
Simulation untuk kepentingan pelaporan internal, sedangkan untuk perhitungan
pelaporan KPMM Bank, Bank menggunakan metode standar OJK.
Risiko tingkat suku bunga arus kas adalah risiko di mana arus kas masa depan dari
suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Risiko
nilai wajar suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar dari suatu instrumen keuangan
berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Bank memiliki eksposur terhadap
fluktuasi tingkat suku bunga pasar yang berlaku, baik atas risiko nilai wajar maupun
arus kas. Direksi menetapkan batas VaR trading book sebagai alat bantu untuk
memitigasi risiko, yang dimonitor secara harian oleh Risk Management Division.
Entitas Anak memiliki eksposur risiko tingkat suku bunga yang timbul dari piutang
pembiayaan konsumen, tagihan anjak piutang, piutang lain-lain, dan penerbitan
obligasi dengan suku bunga tetap. Untuk memperkecil mismatch, Entitas Anak
mengelola risiko suku bunga dengan melakukan diversifikasi sumber dana dengan
mencari tingkat suku bunga tetap terbaik.
Page 149
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/134
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
e. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum aset dan liabilitas keuangan Grup (tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi) pada nilai tercatat, yang dikelompokkan menurut mana
yang lebih awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
2024
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Aset keuangan
Giro pada Bank Indonesia 27.698.665 - - - - 8.709.477 36.408.142
Giro pada bank-bank lain -
bersih 4.097.199 - - - - - 4.097.199
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih - - 15.666.963 47.921 - - 15.714.884
Tagihan akseptasi - bersih 1.955.788 806.752 - - - 6.858.507 9.621.047
Wesel tagih - bersih - - 7.277.349 1.614.420 - - 8.891.769
Efek-efek yang dibeli
dengan janji
dijual kembali - bersih - - 1.419.546 30.016 - - 1.449.562
Kredit yang diberikan
- bersih 576.467.962 25.747.716 4.157.149 18.869.541 243.443.842 - 868.686.210
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih - - 1.128.167 3.396.858 4.910.539 - 9.435.564
Piutang sewa
pembiayaan - bersih - - 12.234 21.776 17.032 - 51.042
Aset dari transaksi syariah -
piutang murabahah - bersih - - 1.296.757 628.127 - - 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 14.372.963 - 13.387.463 121.488.798 221.362.242 540.491 371.151.957
Aset lain-lain - - 150.653 152.646 - 13.412.678 13.715.977
Jumlah 624.592.577 26.554.468 44.496.281 146.250.103 469.733.655 29.521.153 1.341.148.237
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (919.057.475) - (197.232.396) (4.323.796) - - (1.120.613.667)
Dana simpanan syariah - - - - - (3.935.363) (3.935.363)
Simpanan dari bank-bank
lain (3.610.441) - (45.857) - - - (3.656.298)
Utang akseptasi - - - - - (4.651.955) (4.651.955)
Efek-efek yang dijual
dengan janji
dibeli kembali - - (1.330.996) - - - (1.330.996)
Efek-efek utang yang
diterbitkan - - - - - - -
Pinjaman yang diterima - - (1.946.182) - (296.334) - (2.242.516)
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - (2.975.187) (2.975.187)
Beban yang masih harus
dibayar dan Liabilitas
lain lain - - - - - (3.303.470) (3.303.470)
Obligasi subordinasi - - - - (500.000) - (500.000)
Jumlah (922.667.916) - (200.555.431) (4.323.796) (796.334) (14.865.975) (1.143.209.452)
Gap re-pricing suku bunga (298.075.339) 26.554.468 (156.059.150) 141.926.307 468.937.321 14.655.178 197.938.785
Page 150
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/135
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
e. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum aset dan liabilitas keuangan Grup (tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi) pada nilai tercatat, yang dikelompokkan menurut mana
yang lebih awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
(lanjutan)
2023
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Aset keuangan
Giro pada Bank Indonesia 74.991.659 - - - - 17.626.046 92.617.705
Giro pada bank-bank lain -
bersih 5.614.353 - - - - - 5.614.353
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih - - 4.540.789 660.872 - - 5.201.661
Tagihan akseptasi - bersih - - - - - 14.659.624 14.659.624
Wesel tagih - bersih - - 6.399.357 3.983.705 462 - 10.383.524
Efek-efek yang dibeli
dengan janji
dijual kembali - bersih - - 36.683.658 56.412.495 - - 93.096.153
Kredit yang diberikan
- bersih 502.104.955 25.877.534 2.721.474 15.760.539 212.423.337 - 758.887.839
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih - - 1.112.422 3.141.838 4.459.190 - 8.713.450
Piutang sewa
pembiayaan - bersih - - 47.166 58.135 33.706 - 139.007
Aset dari transaksi syariah -
piutang murabahah - bersih - - 1.242.532 400.519 - - 1.643.051
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 12.549.549 - 14.675.206 70.046.022 214.330.855 451.992 312.053.624
Aset lain-lain - - 75.473 182.595 - 14.692.562 14.950.630
Jumlah 595.260.516 25.877.534 67.498.077 150.646.720 431.247.550 47.430.224 1.317.960.621
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (880.501.905) - (204.436.627) (5.828.275) - - (1.090.766.807)
Dana simpanan syariah - - - - - (3.201.970) (3.201.970)
Simpanan dari bank-bank
lain (10.025.963) - (44.857) - - - (10.070.820)
Utang akseptasi - - - - - (6.701.256) (6.701.256)
Efek-efek yang dijual
dengan janji
dibeli kembali - - (1.054.780) - - - (1.054.780)
Efek-efek utang yang
diterbitkan - - - - - - -
Pinjaman yang diterima - - (299.807) (1.043.798) (286.021) - (1.629.626)
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - (3.371.674) (3.371.674)
Beban yang masih harus
dibayar dan Liabilitas lain-
lain - - - - - (6.673.819) (6.673.819)
Obligasi subordinasi - - - - (500.000) - (500.000)
Jumlah (890.527.868) - (205.836.071) (6.872.073) (786.021) (19.948.719) (1.123.970.752)
Gap re-pricing suku bunga (295.267.352) 25.877.534 (138.337.994) 143.774.647 430.461.529 27.481.505 193.989.869
Reformasi mendasar atas acuan suku bunga utama sedang dilakukan secara global,
termasuk penggantian beberapa Interbank Offered Rates (“IBORs”) dengan suku
bunga alternatif (disebut sebagai 'reformasi IBOR'). Di Indonesia reformasi suku
bunga JIBOR sedang dilakukan penggantian dengan suku bunga alternatif yang
ditetapkan adalah Indonesia Overnight Index Average (“IndONIA”). Bank tidak
memiliki eksposur transaksi derivatif yang menggunakan JIBOR sebagai referensi.
Bank telah melakukan persiapan sistem, prosedur, valuasi, dan pengukuran risiko
pasar untuk mengakomodasi transaksi baru yang menggunakan IndONIA.
Page 151
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/136
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
e. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Risiko utama yang dihadapi Grup sebagai akibat dari reformasi IBOR adalah
operasional. Misalnya, renegosiasi kontrak pinjaman melalui negosiasi bilateral
dengan nasabah, pembaruan ketentuan kontrak, pembaruan sistem yang
menggunakan kurva IBOR dan revisi pengendalian operasional terkait reformasi.
Penggunaan rate convention yang akan digunakan akan mempertimbangkan
karakteristik dari produk baik aset derivatif maupun non-derivatif serta melihat
masukan dan rekomendasi dari perwakilan asosiasi keuangan maupun working group
yang berlaku, untuk dapat memberikan harga yang akurat serta memitigasi risiko yang
timbul akibat adanya risiko suku bunga.
f. Manajemen risiko operasional
Bank memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Operasional, yang merupakan pedoman
dasar dalam penerapan manajemen risiko operasional pada seluruh unit kerja bank
secara umum. Untuk mengelola risiko operasional yang timbul dari penggunaan teknologi
informasi, Bank memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Penggunaan Teknologi
Informasi, Kebijakan Penyelenggara Teknologi Informasi, dan Kebijakan Pengamanan
Informasi, dan Kebijakan Manajemen Risiko Keamanan Siber. Kebijakan-kebijakan
tersebut di-reviu secara berkala dan diselaraskan dengan ketentuan yang dikeluarkan
oleh regulator.
Bank melakukan proses risk assessment dalam pengembangan produk ataupun aktivitas
yang akan dijalankan oleh Bank serta melakukan pengukuran atau penilaian materialitas
atas peningkatan eksposur risiko dari pengembangan produk ataupun aktivitas yang telah
dimiliki oleh Bank sebelumnya. Hal ini diatur antara lain melalui:
1. Kebijakan Penerbitan Produk/Aktivitas dan Penyediaan Sistem Teknologi Informasi
dan Pendukungnya.
2. Kebijakan Penilaian atas Peningkatan Eksposur Risiko Pengembangan Produk Bank.
Dalam pengembangan layanan digital bagi nasabah, Bank juga mengacu pada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 21 tahun 2023 tanggal 19 Desember 2023 tentang Layanan
Digital oleh Bank Umum yang memerhatikan aspek manajemen risiko, keamanan data
nasabah, serta pelindungan konsumen.
Bank juga telah memiliki infrastruktur untuk mendukung penerapan manajemen risiko
operasional, yaitu aplikasi Operational Risk Management Information System (“ORMIS”),
yang terdiri dari Risk and Control Self Assessment (“RCSA”), Loss Event Database
(“LED”) dan Key Risk Indicator (“KRI”). Aplikasi ini berbasis web yang dapat digunakan
oleh seluruh unit kerja dalam mengelola risiko operasional. Bank senantiasa melakukan
pengembangan pada aplikasi ORMIS agar pelaksanaan manajemen risiko operasional
lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan aktivitas operasional bank terkini.
Risk and Control Self Assessment (“RCSA”)
RCSA merupakan sarana bagi Risk Owner untuk melakukan identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan pengendalian risiko dengan tujuan untuk meningkatkan budaya
kesadaran dalam mengelola risiko operasional dari setiap karyawan dalam melaksanakan
aktivitas sehari-hari.
Page 152
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/137
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
f. Manajemen risiko operasional (lanjutan)
Risk and Control Self Assessment (“RCSA”) (lanjutan)
Penerapan RCSA dilakukan secara berkala ke seluruh unit kerja cabang dan unit kerja
kantor pusat sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.
Bank secara berkala melakukan reviu terhadap risk issues yang mungkin dapat terjadi di
unit kerja dan juga terhadap skala “dampak” dan “kemungkinan terjadi” yang
dipergunakan untuk pengukuran risiko operasional sehingga hasil pengukuran dapat
memberikan gambaran eksposur risiko operasional yang sesuai dengan aktivitas dan
profil risiko masing - masing unit kerja maupun Bank secara bankwide.
Loss Event Database (“LED”)
LED digunakan untuk mengadministrasikan dan menganalisis kejadian operasional yang
telah terjadi yang menimbulkan kerugian bagi Bank serta digunakan sebagai database
kerugian operasional untuk menghitung beban modal dari kerugian risiko operasional dan
sarana untuk memantau kejadian operasional yang membutuhkan tindak lanjut.
Untuk mendapatkan data yang berkualitas, dalam melakukan pencatatan kejadian
kerugian operasional Bank memiliki ketentuan internal yang mengatur tentang
penginputan data kerugian yang mengacu pada persyaratan kualitatif yang diatur pada
SEOJK ATMR No.6/SEOJK.03/2020 perihal Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko
Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Standar bagi Bank Umum, serta telah
terdapat mekanisme dual control dalam aplikasi di mana terdapat peran data entry dan
approver serta Bank senantiasa melakukan proses kaji ulang secara independen
terhadap kelengkapan dan akurasi data tersebut.
Key Risk Indicator (“KRI”)
KRI dapat memberikan suatu indikator peringatan dini (early warning sign) atas
kemungkinan terjadinya peningkatan risiko operasional di suatu unit kerja kepada pejabat
berwenang serta berfungsi sebagai sumber data untuk mengidentifikasi proses, prosedur,
dan kontrol yang lemah.
Bank melakukan reviu dan validasi ulang secara berkala terhadap parameter dan
threshold KRI untuk memastikan efektivitas KRI dalam memberikan peringatan dini
terhadap peningkatan risiko operasional di unit kerja.
Bank juga melakukan sosialisasi penerapan manajemen risiko operasional dan
mengadakan Risk Awareness Program untuk menanamkan dan meningkatkan budaya
kesadaran dalam mengelola risiko operasional di unit kerja termasuk risk awareness
terhadap pengamanan sistem dan teknologi informasi.
Untuk memitigasi dampak gangguan/kegagalan yang dapat disebabkan oleh teknologi,
wabah penyakit, maupun bencana lainnya pada kegiatan operasional bisnis Bank
terutama pelayanan terhadap nasabah, Bank telah memiliki Business Continuity
Management (“BCM”). Agar pelaksanaan BCM berjalan secara efektif, Bank menyusun
Business Continuity Plan (“BCP”) untuk mempermudah Bank dalam melakukan persiapan
menghadapi gangguan dan melakukan proses pemulihan, yang mencakup crisis
management plan dan crisis communication, serta secara rutin melakukan sosialisasi
Business Continuity (“BC”) awareness dan pengujian atas BCP termasuk di dalamnya
simulasi insiden siber. Untuk mendukung pelaksanaan BCP, Bank memiliki Disaster
Recovery Center yang terhubung dengan 2 (dua) Data Center utama, Secondary Work
Place, serta Command and Crisis Center.
Page 153
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/138
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
f. Manajemen risiko operasional (lanjutan)
Manajemen risiko terkait Keamanan Siber
Seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) saat ini, Bank dituntut
untuk melakukan transformasi digital, serta pemanfaatan TI untuk meningkatkan efisiensi
dalam kegiatan operasional Bank, dan memberikan layanan yang lebih baik kepada
nasabah. Di sisi lain, adanya pemanfaatan TI tersebut juga meningkatkan risiko terkait TI
dan digitalisasi antara lain risiko kegagalan atau gangguan sistem, risiko serangan siber,
risiko kebocoran data, dan social engineering. Untuk memitigasi risiko tersebut, Bank
menerapkan IT and cyber security risk management dengan didukung oleh struktur
organisasi yang mengacu pada konsep three lines model di mana terdapat IT Security
Group, Cyber Security Risk Management dan Audit Teknologi Informasi sebagai kesatuan
dari konsep three lines model untuk penerapan manajemen risiko terkait keamanan siber.
Bank senantiasa melihat risiko dan kontrol atas aspek People, Process dan Technology
untuk melihat kecukupan penerapan manajemen risiko keamanan siber, yaitu:
1. Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur manajemen risiko keamanan siber dan
pengamanan informasi yang mengacu pada ketentuan regulator dan standar
internasional. Selain itu, untuk mengetahui keandalan dan pengelolaan infrastruktur
TI, Bank melakukan kaji ulang penerapan manajemen risiko dan melakukan penilaian
tingkat maturitas digital serta tingkat maturitas keamanan siber yang mengacu pada
ketentuan regulator.
2. Bank telah memanfaatkan teknologi untuk membantu mengidentifikasi, mendeteksi
dan memantau serta menganlisa risiko terkait keamanan siber sejak dini seperti
penggunaan firewall, IPS, antivirus, anti DDOS, dan alat bantu teknologi keamanan
lainnya yang diperlukan. Selain itu, Bank memiliki Security Monitoring Center (“SMC”)
untuk memantau setiap potensi gangguan sistem ataupun serangan siber yang dapat
berimplikasi dan mengganggu layanan kepada nasabah.
3. Bank secara rutin juga melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengembangkan
budaya kesadaran terhadap keamanan siber kepada seluruh karyawan, nasabah dan
pihak ketiga secara berkelanjutan dengan materi yang relevan.
Selain itu, sehubungan dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
Pelindungan Data Pribadi (“UU PDP”), serta peningkatan penyediaan layanan digital yang
menyebabkan tingginya kebutuhan atas pemrosesan data pribadi nasabah, maka Bank
telah menerapkan beberapa kebijakan dan prosedur yang mencakup penggunaan
teknologi, pembaruan sistem secara berkala, serta pelatihan bagi karyawan dan
awareness terkait PDP. Bank juga aktif melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa
langkah-langkah yang diambil selalu sesuai dengan perkembangan regulasi dan
kebutuhan nasabah. Beberapa ketentuan/prosedur yang telah dimiliki antara lain terkait
Kebijakan PDP, seperti Pelindungan Konsumen, Data Loss Prevention, dan pengamanan
informasi. Bank juga telah memiliki unit yang mengkoordinasikan Pelindung Data Pribadi
sesuai dengan ketentuan regulator.
g. Manajemen risiko konsolidasian
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 38/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli
2017 tentang Penerapan Manajemen Risiko Secara Konsolidasi bagi Bank yang
Melakukan Pengendalian Terhadap Perusahaan Anak, maka Bank yang melakukan
pengendalian terhadap Entitas Anak wajib melakukan penerapan manajemen risiko
secara konsolidasi.
Penerapan manajemen risiko secara konsolidasi dilakukan dengan mengacu pada
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan di atas, yang mencakup:
• Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi;
• Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit;
• Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko,
serta sistem informasi manajemen risiko; dan
• Sistem pengendalian internal yang menyeluruh.
Page 154
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/139
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
g. Manajemen risiko konsolidasian (lanjutan)
Mengacu pada konsep penerapan manajemen risiko secara konsolidasi, maka
penerapan kerangka kerja manajemen risiko di Entitas Anak telah dipantau dan ditelaah
secara tidak langsung oleh manajemen Bank.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.03/2014 tanggal
19 November 2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi
Konglomerasi Keuangan maka konglomerasi keuangan wajib menerapkan manajemen
risiko terintegrasi secara komprehensif dan efektif. Dalam hal ini Bank sebagai Entitas
Utama wajib mengintegrasikan penerapan manajemen risiko pada konglomerasi
keuangan.
Mengacu pada konsep penerapan manajemen risiko terintegrasi, pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab manajemen risiko terintegrasi merupakan salah satu fungsi dari Risk
Management Division. Dalam melaksanakan tugasnya, Risk Management Division
berkoordinasi dengan satuan kerja yang melaksanakan fungsi Manajemen Risiko pada
masing-masing Lembaga Jasa Keuangan (“LJK”) - Entitas Anak dalam konglomerasi
keuangan.
Selain menjalankan penerapan manajemen risiko sesuai regulasi dari regulator masing-
masing, Entitas Anak juga telah menerapkan manajemen risiko sejalan dengan
penerapan manajemen risiko di Entitas Utama. Tujuan penerapan manajemen risiko pada
Entitas Anak adalah untuk memberikan nilai tambah serta meningkatkan daya saing
perusahaan, mengingat hal ini merupakan salah satu pemenuhan tingkat kepatuhan Bank
terhadap regulasi dan praktik standar internasional.
Agar penerapan manajemen risiko terintegrasi berjalan dengan efektif, Bank juga telah
memiliki Sistem Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi yang digunakan untuk
mendukung pelaksanaan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko.
Bank sebagai Entitas Utama telah:
1. Membentuk Integrated Risk Management Committee dengan tujuan untuk
memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan
yang memadai terhadap seluruh risiko Bank dan Entitas Anak secara terintegrasi;
2. Menyusun Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Terintegrasi (“KDMRT”);
3. Menyusun beberapa kebijakan yang terkait dengan penerapan Manajemen Risiko
Terintegrasi, diantaranya kebijakan yang mengatur mengenai Permodalan
Terintegrasi, Risiko Transaksi Intra-Grup, Laporan Profil Risiko Terintegrasi, Limit
Risiko Terintegrasi, dan lain-lain;
4. Menyampaikan kepada OJK:
a. Laporan mengenai Entitas Utama dan LJK yang menjadi Anggota Konglomerasi
Keuangan;
b. Laporan Profil Risiko Terintegrasi;
c. Laporan Kecukupan Permodalan Terintegrasi;
d. Laporan mengenai Perubahan Anggota Konglomerasi Keuangan.
Selain itu konglomerasi keuangan telah melakukan Stress Test terintegrasi untuk
memastikan bahwa permodalan dan likuiditas pada level tiap entitas maupun secara
terintegrasi masih memadai dalam menghadapi skenario kondisi yang terburuk (stress).
Page 155
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/140
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban
keuangan Grup berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual
pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
2024
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Aset keuangan
Kas - - - - - 29.315.878 29.315.878
Giro pada Bank Indonesia - - - - - 36.408.142 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 - - - - - 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 15.516.794 150.169 47.921 - - - 15.714.884
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 739.047 277.077 18.003.066 864.695 1.613.660 27.072 21.524.617
Tagihan akseptasi - bersih 3.108.244 3.461.596 3.039.495 11.712 - - 9.621.047
Wesel tagih – bersih 2.915.617 4.363.069 1.613.083 - - - 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali – bersih 1.368.661 51.834 29.067 - - - 1.449.562
Kredit yang diberikan 43.784.733 65.293.004 212.886.628 289.307.914 290.038.574 - 901.310.853
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (32.624.643)
Piutang pembiayaan konsumen – bersih 152.256 516.518 1.007.550 7.516.496 242.744 - 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan – bersih 903 1.044 20.753 28.342 - - 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 512.710 784.048 628.126 - - - 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih 11.553.498 3.716.110 121.794.187 204.087.279 29.460.391 540.492 371.151.957
Aset lain-lain – bersih 4.641.823 379.403 1.257.897 5.202.181 1.799.609 435.064 13.715.977
88.391.485 78.993.872 360.327.773 507.018.619 323.154.978 66.726.648 1.391.988.732
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.073.347.050) (42.976.722) (4.289.895) - - - (1.120.613.667)
Dana simpanan syariah (3.935.363) - - - - - (3.935.363)
Simpanan dari bank-bank lain (3.621.166) (35.132) - - - - (3.656.298)
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (176.640) (68.348) (12.625) - - - (257.613)
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.330.996) - - - - - (1.330.996)
Utang akseptasi (1.953.035) (1.784.655) (902.423) (11.842) - - (4.651.955)
Pinjaman yang diterima (296.182) - (1.650.000) (296.334) - - (2.242.516)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (250.713) (534.449) (1.497.920) (636.589) (55.516) - (2.975.187)
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain (2.966.364) (23.549) (34.526) (232.750) (46.281) - (3.303.470)
Obligasi subordinasi - - (435.000) - (65.000) - (500.000)
(1.087.877.509) (45.422.855) (8.822.389) (1.177.515) (166.797) - (1.143.467.065)
Posisi bersih (999.486.024) 33.571.017 351.505.384 505.841.104 322.988.181 66.726.648 248.521.667
2023
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Aset keuangan
Kas - - - - - 21.701.514 21.701.514
Giro pada Bank Indonesia - - - - - 92.617.705 92.617.705
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.614.353 - - - - - 5.614.353
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 4.124.893 415.934 660.834 - - - 5.201.661
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 3.356.225 821.811 9.533.881 95.312 946.388 305.043 15.058.660
Tagihan akseptasi - bersih 3.791.875 6.195.679 4.536.673 135.397 - - 14.659.624
Wesel tagih – bersih 2.133.856 4.292.167 3.957.042 459 - - 10.383.524
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali – bersih 18.710.499 17.974.157 56.411.497 - - - 93.096.153
Kredit yang diberikan 42.228.343 60.251.604 202.500.248 255.215.141 232.001.378 - 792.196.714
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (33.308.875)
Piutang pembiayaan konsumen – bersih 30.149 140.437 948.064 7.073.223 521.577 - 8.713.450
Piutang sewa pembiayaan – bersih 446 1.438 19.686 117.437 - - 139.007
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 399.141 843.391 400.519 - - - 1.643.051
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih 3.042.215 13.769.682 70.020.559 172.429.845 52.339.330 451.993 312.053.624
Aset lain-lain – bersih 7.174.994 625.102 1.297.941 3.621.452 1.697.743 533.398 14.950.630
90.606.989 105.331.402 350.286.944 438.688.266 287.506.416 115.609.653 1.354.720.795
Page 156
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/141
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban
keuangan Grup berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual
pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023: (lanjutan)
2023 (lanjutan)
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.027.524.306) (57.161.198) (6.081.303) - - - (1.090.766.807)
Dana simpanan syariah (3.201.970) - - - - - (3.201.970)
Simpanan dari bank-bank lain (10.066.688) (4.132) - - - - (10.070.820)
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (46.758) (68.245) (7.762) - - - (122.765)
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.054.780) - - - - - (1.054.780)
Utang akseptasi (2.107.358) (3.462.693) (991.754) (139.451) - - (6.701.256)
Pinjaman yang diterima (125.158) (174.649) (1.043.798) (286.021) - - (1.629.626)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (282.315) (564.629) (1.781.710) (708.138) (34.882) - (3.371.674)
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain (6.425.625) (27.643) (7.110) (157.943) (55.498) - (6.673.819)
Obligasi subordinasi - - - (435.000) (65.000) - (500.000)
(1.050.834.958) (61.463.189) (9.913.437) (1.726.553) (155.380) - (1.124.093.517)
Posisi bersih (960.227.969) 43.868.213 340.373.507 436.961.713 287.351.036 115.609.653 230.627.278
44. MANAJEMEN MODAL
Tujuan utama dari kebijakan Bank atas kebijakan pengelolaan modal adalah untuk
memastikan bahwa Bank memiliki modal yang kuat untuk mendukung strategi
pengembangan ekspansi usaha Bank saat ini dan mempertahankan kelangsungan
pengembangan di masa mendatang, dan untuk memenuhi ketentuan kecukupan permodalan
yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan agar struktur permodalan Bank telah efisien.
Bank menyusun Rencana Permodalan berdasarkan penilaian dan penelaahan atas
kebutuhan kecukupan permodalan yang dipersyaratkan dan mengombinasikan dengan
tinjauan perkembangan ekonomi terkini dan hasil dari metode stress testing. Bank senantiasa
akan menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal terhadap risiko melalui proses
perencanaan modal dan stress testing, begitu pula dengan bisnis yang didasarkan pada
permodalan dan persyaratan likuiditas Bank.
Kebutuhan permodalan Bank juga direncanakan dan didiskusikan secara rutin yang didukung
dengan data-data analisis.
Rencana Permodalan disusun oleh Direksi sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank (“RBB”)
dan disetujui oleh Dewan Komisaris. Perencanaan ini diharapkan akan memastikan
tersedianya modal yang cukup dan terciptanya struktur permodalan yang optimal.
Berdasarkan PBI No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia
No. 8/27/DPNP tanggal 27 November 2006, Bank wajib memenuhi ketentuan Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”) untuk bank secara individual maupun secara
konsolidasian. Perhitungan rasio KPMM secara konsolidasian dilakukan dengan menghitung
modal dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (“ATMR”) dari laporan keuangan konsolidasian
sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.
Page 157
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/142
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. MANAJEMEN MODAL (lanjutan)
Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009 mewajibkan bank-
bank di Indonesia dengan kualifikasi tertentu untuk memperhitungkan risiko operasional
(operational risk) dalam perhitungan rasio KPMM.
Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risiko pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26
Desember 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tanggal 22 September 2016 tentang
Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
11/POJK.03/2016 tanggal 29 Januari 2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
Bank Umum.
Bank menghitung kebutuhan modal berdasarkan POJK yang berlaku, di mana modal yang
diwajibkan regulator terdiri atas dua Tier :
• Modal Inti (Tier 1), antara lain:
1. Modal Inti Utama (CET 1) meliputi modal disetor (setelah dikurangi saham tresuri),
cadangan tambahan modal, kepentingan non-pengendali yang dapat diperhitungkan,
dan faktor pengurang Modal Inti Utama.
2. Modal Inti Tambahan.
• Modal Pelengkap (Tier 2), antara lain meliputi instrumen modal dalam bentuk saham atau
lainnya yang memenuhi persyaratan, agio atau disagio yang berasal dari penerbitan
instrumen modal pelengkap, cadangan umum aset produktif (Penyisihan Penghapusan
Aktiva) yang wajib dibentuk (maksimal 1,25% ATMR Risiko Kredit), dan faktor pengurang
modal Tier 2.
Informasi mengenai Rasio KPMM pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 diungkapkan
pada Catatan 51.
45. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Perubahan kepentingan non-pengendali atas kekayaan bersih Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Saldo, awal tahun 181.337 163.049
Bagian kepentingan non-pengendali atas laba bersih
Entitas Anak selama tahun berjalan 14.969 18.973
Kenaikan (penurunan) kepentingan non-pengendali dari
penghasilan komprehensif lain Entitas Anak selama
tahun berjalan (1.840) (685)
Saldo, akhir tahun 194.466 181.337
Page 158
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/143
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Dwimuria Investama Andalan Pemegang saham Simpanan nasabah
Dana Pensiun BCA Dana pensiun pemberi kerja Iuran dana pensiun, simpanan
nasabah
Konsorsium Iforte HTS Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Abadi Tambah Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Internasional akhir yang sama nasabah
PT Adiwisesa Mandiri Building Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Product Indonesia akhir yang sama nasabah
PT Agregasi Cermat Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Agro Sinarjaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Akar Inti Data Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Akar Inti Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Akar Inti Solusi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Akar Inti Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Alpha Merah Kreasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Altius Bahari Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Alto Halodigital International Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Alto Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Andil Bangunsekawan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Aneka Bumi Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Angkasa Komunikasi Global Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
Utama akhir yang sama diberikan
PT Ardijaya Karya Appliances Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Product Manufacturing akhir yang sama
PT Arta Karya Adhiguna Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Cipta Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Cipta Swadaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Dana Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Investa Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Mandiri Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Astama Loka Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bach Multi Global Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 159
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/144
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Bahtera Maju Selaras Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bangun Loka Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bangun Media Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Bangun Mustika Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Pratama akhir yang sama
PT Berjaya Agung Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bhumi Mahardika Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bit Teknologi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Broadband Wahana Asia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bukit Muria Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Bukit Muria Jaya Estate Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bumi Aman Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bumi Raya Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Caturguwiratna Sumapala Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Cipta Karya Bumi Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Ciptakreasi Buana Persada Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Citra Teknologi Pintar Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Darta Media Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dasakreasi Anekacipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dekoruma Niaga Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Digital Data Teknologi Terdepan Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Digital Otomotif Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Digital Tangguh Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Djarum Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Djelas Tandatangan Bersama Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dwi Cermat Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dwi Putri Selaras Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dynamo Media Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Ecogreen Oleochemicals Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, letter of
akhir yang sama credit, garansi yang diberikan
Page 160
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/145
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Energi Batu Hitam Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Eragraha Pirantimegah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fajar Surya Perkasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Farindo Investama Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fira Makmur Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fokus Solusi Proteksi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Futami Food & Beverages Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Gajah Merah Terbang Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT General Buditekindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Astha Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Dairi Alami Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Danapati Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Digital Niaga Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Global Digital Prima Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Digital Ritelindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Paket Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Pusaka Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Global Fortuna Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Harapan Nawasena Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Indonesia Komunikatama Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Infrastruktur Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Investama Andalan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Kassa Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Media Visual Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Poin Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Teknologi Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Telekomunikasi Prima Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 161
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/146
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Global Tiket Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Global Visi Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Visitama Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Globalnet Aplikasi Indotravel Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Globalnet Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Gonusa Prima Distribusi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Graha Padma Internusa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Grand Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, transaksi sewa
kantor
PT Grand Teknologi Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Griya Karya Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Griya Muria Kencana Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Halmahera Jaya Feronikel Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Hartono Istana Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, letter of credit
PT Hartono Plantation Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Hidup Bermakna Selamanya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Energi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Global Internet Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Payment Infrastructure Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Iforte Solusi Infotek Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Indah Bumi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Indo Paramita Sarana Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Indodana Multi Finance Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Intershop Prima Center Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Istana Kencana Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Jasa Semesta Utama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kalimusada Motor Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 162
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/147
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Kartika Sanur Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Karya Muria Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kencana Muria Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Komet Infra Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Kudos Istana Furniture Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kumparan Kencana Electrindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kurio Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Legal Tekno Digital Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Legian Paradise Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Lingkarmulia Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Lintas Cipta Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Lunar Inovasi Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Marga Sadhya Swasti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Margo Hotel Development Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Margo Property Development Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Mars Multi Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Media Digital Historia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Merah Cipta Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Merah Putih Colony Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Mitra Media Integrasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Momentum Global Pratama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Multigraha Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Mekar Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Sumba Manis Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Nagaraja Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Narasi Akal Jenaka Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Narasi Citra Sahwahita Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 163
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/148
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Natura Perisa Aroma Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Nova Digital Perkasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Orbit Abadi Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Pindaruma Casa Sentosa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pradipta Mustika Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Prema Gandharva Asia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Prima Top Boga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Profesional Telekomunikasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Indonesia akhir yang sama nasabah
PT Promedia Punggawa Satu Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Promoland Indowisata Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Prosa Solusi Cerdas Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Bumi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Dibya Property Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Padma Management Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Puri Zuqni Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Quattro International Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Raharja Dipta Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Rajawali Inti Selular Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Resinda Prima Entertama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sapta Adhikari Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sarana Kencana Mulya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, letter of
akhir yang sama credit
PT Sarana Menara Nusantara Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sasana Cipta Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Savoria Adi Rasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Savoria Kreasi Rasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi
akhir yang sama yang diberikan
PT Semesta Cipta Internasional Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Semesta Industri Pratama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 164
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/149
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Seminyak Mas Propertindo Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Sentral Investama Andalan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sewu Nayaga Tembaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sinergi Nasional Rakyat Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Indonesia akhir yang sama
PT Solusi Sentra Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Solusi Tunas Pratama Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Solusi Verifikasi Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Subang Sarana Investasi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Subang Sejahtera Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sumber Kopi Prima Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Supra Boga Lestari Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Supra Kreatif Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Supra Mas Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Centra Industri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Energi Parahita Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Surya Siti Indotama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Subang Smartpolitan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Suryacipta Swadaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Suryacipta Swadaya Infrastruktur Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Timur Persada Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tira Timur Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tricipta Mandhala Gumilang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Trigana Putra Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tunas Nusantara Persada Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Varnion Technology Semesta Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Verve Persona Estetika Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 165
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/150
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Visinema Pictures Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Personil manajemen kunci Dewan Komisaris dan Direksi Kredit yang diberikan, simpanan
Bank nasabah, imbalan kerja
Perorangan pengendali Bank dan Pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
anggota keluarga nasabah
Dalam menjalankan kegiatan normal usahanya, Bank melakukan transaksi-transaksi dengan
pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi
dengan pihak-pihak berelasi telah dilakukan dengan kebijakan dan syarat yang telah
disepakati bersama.
Perincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi yang tidak
dikonsolidasikan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, serta tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut adalah sebagai berikut:
2024 2023
Persentase Persentase
dari jumlah dari jumlah
akun yang akun yang
Jumlah bersangkutan Jumlah bersangkutan
*)
Kredit yang diberikan (Catatan 12) 7.230.509 0,80% 8.478.521 1,07%
Aset hak guna - bersih**) (Catatan 16) 243.940 0,86% 213.815 0,80%
Aset lain-lain***) (Catatan 18) 9.511 0,04% 9.121 0,04%
Simpanan dari nasabah (Catatan 19) 3.235.633 0,29% 2.639.237 0,24%
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan (Catatan 27) 3.941.255 0,96% 4.903.860 1,29%
Fasilitas Letter of Credit yang
diberikan kepada nasabah (Catatan 27) 811.681 8,07% 134.261 1,19%
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah (Catatan 27) 373.742 1,40% 184.854 0,81%
Pendapatan bunga dan syariah (Catatan 28) 487.674 0,51% 505.037 0,58%
Beban bunga dan syariah (Catatan 29) 42.367 0,34% 38.627 0,31%
Iuran dana pensiun (Catatan 33) 484.182 86,09% 431.993 85,84%
Beban sewa (Catatan 34) 13.398 1,17% 13.398 1,30%
*)
Sebelum cadangan kerugian penurunan nilai.
**)
Merupakan aset hak guna kepada PT Grand Indonesia.
***)
Merupakan uang jaminan sewa kepada PT Grand Indonesia.
Kompensasi atas personil manajemen kunci Bank (Catatan 1e) adalah sebagai berikut:
2024 2023
Imbalan kerja jangka pendek (termasuk tantiem) 1.125.485 912.218
Imbalan kerja jangka panjang 40.680 40.780
Jumlah
1.166.165 952.998
Perjanjian sewa dengan PT Grand Indonesia
Pada tanggal 11 April 2006, Bank menandatangani perjanjian sewa-menyewa dengan
PT Grand Indonesia (pihak berelasi), di mana Bank menyewa secara jangka panjang dari
PT Grand Indonesia ruangan kantor seluruhnya seluas 28.166,88 m2 senilai
USD 35.631.103,20 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”), dengan hak opsi untuk juga
menyewa secara jangka panjang ruangan tambahan dengan luas 3.264,80 m2 senilai
USD 4.129.972 termasuk PPN. Transaksi sewa-menyewa tersebut telah mendapat
persetujuan dari Direksi dan Pemegang Saham melalui RUPSLB Bank pada tanggal
25 November 2005 (notulen dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., dengan Akta No. 11).
Perjanjian sewa-menyewa tersebut dimulai sejak tanggal 1 Juli 2007 dan akan berakhir pada
tanggal 30 September 2035.
Page 166
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/151
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Perjanjian sewa dengan PT Grand Indonesia (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset hak guna kepada PT Grand Indonesia
adalah masing-masing sebesar Rp 243.940 dan Rp 213.815, dari jumlah tersebut masing-
masing sebesar Rp 144.024 dan Rp 157.422 telah dibayarkan penuh. Kewajiban sewa
pembiayaan kepada PT Grand Indonesia yang tercatat pada 31 Desember 2024 dan 2023
adalah masing-masing sebesar Rp 103.298 dan Rp 58.065.
47. REKONSILIASI UTANG BERSIH
2024
Efek-efek
yang dijual
Efek-efek Pinjaman dengan janji
Obligasi utang yang yang dibeli
subordinasi diterbitkan diterima kembali
Utang bersih 31 Desember 2023 500.000 - 1.629.626 1.054.780
Arus kas:
Pembayaran efek-efek utang yang diterbitkan - - - -
Penerimaan pinjaman yang diterima - - 73.287.728 -
Pembayaran pinjaman yang diterima - - (72.680.017) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 559.231
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - (286.805)
Perubahan non kas:
Amortisasi beban emisi yang ditangguhkan - - - -
Penyesuaian valuta asing - - 5.179 3.790
Utang bersih 31 Desember 2024 500.000 - 2.242.516 1.330.996
2023
Efek-efek
yang dijual
Efek-efek Pinjaman dengan janji
Obligasi utang yang yang dibeli
subordinasi diterbitkan diterima kembali
Utang bersih 31 Desember 2022 500.000 - 1.316.951 255.962
Arus kas:
Pembayaran efek-efek utang yang diterbitkan - - -
Penerimaan pinjaman yang diterima - - 49.928.825
Pembayaran pinjaman yang diterima - - (49.607.671) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 2.332.995
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - (1.528.882)
Perubahan non kas:
Amortisasi beban emisi yang ditangguhkan - - - -
Penyesuaian valuta asing - - (8.479) (5.295)
Utang bersih 31 Desember 2023 500.000 - 1.629.626 1.054.780
Page 167
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/152
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP LIABILITAS PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”) tanggal
22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2004, LPS dibentuk untuk menjamin
liabilitas tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku, yang
besaran nilai jaminannya dapat berubah jika memenuhi kriteria tertentu yang berlaku.
Undang-undang tersebut telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang No. 3 tahun 2008, yang mana telah ditetapkan menjadi Undang-undang sejak tanggal
13 Januari 2009 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 tahun 2009.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66/2008 tanggal 13 Oktober 2008
mengenai besarnya nilai simpanan yang dijamin LPS, pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023, jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp 2.000 untuk
per nasabah per bank.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank adalah peserta dari program penjaminan
tersebut.
49. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
standar baru, amandemen dan interpretasi berikut, namun belum berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada 1 Januari 2024 sebagai berikut:
- PSAK 117 "Kontrak Asuransi";
- Amandemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK
109 – Informasi Komparatif"; dan
- PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing".
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2025.
Pada saat penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mengevaluasi dampak yang
mungkin timbul dari penerapan standar baru tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan
konsolidasian Grup.
50. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2023, telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun di laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024:
31 Desember 2023
Sebelum Setelah
reklasifikasi reklasifikasi reklasifikasi
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga dan syariah
Pendapatan syariah 855.189 (191.257) 663.932
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi – bersih 16.652.716 (30.575) 16.622.141
Lain-lain 6.276.335 (1.206.857) 5.069.478
Beban Penyisihan kerugian penurunan nilai aset (2.263.049) 1.206.857 (1.056.192)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban umum dan administrasi (17.496.896) 191.257 (17.305.639)
Lain-lain (3.807.860) 30.575 (3.777.285)
Page 168
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/153
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
51. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi
yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini
merupakan bagian dari Catatan 51 laporan keuangan konsolidasian:
a. Giro Wajib Minimum (“GWM”) dan Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial
(“PLM”)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib
Minimum (“GWM”) dari Bank Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023,
Rasio GWM Rupiah dan Valuta asing serta Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial
(“PLM”) yang harus dipenuhi Bank adalah sebagai berikut:
2024 2023
Rupiah
- GWM 5,00% 6,20%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata 9,00% 9,00%
(iii) Insentif pengurang GWM -4,00% -2,80%
- Giro RIM 0,72% 1,96%
- PLM 5,00% 5,00%
Valuta asing
- GWM 4,00% 4,00%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,00% 2,00%
GWM adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo
Rekening Giro pada Bank Indonesia. PLM adalah cadangan likuiditas minimum yang
wajib dipelihara oleh Bank berupa Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”), Sertifikat Deposito
Bank Indonesia (“SDBI”), Surat Berharga Negara (“SBN”), Sekuritas Rupiah Bank
Indonesia (“SRBI”) yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase
tertentu dari Dana Pihak Ketiga (“DPK”) Bank.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Rasio GWM Rupiah dan Valuta asing serta
Rasio PLM yang telah dipenuhi Bank adalah sebagai berikut:
2024 2023
Rupiah
- GWM 5,04% 6,40%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata 5,04% 6,40%
- Giro RIM 0,72% 1,96%
- PLM 30,56% 33,89%
Valuta asing
- GWM 4,22% 4,71%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,22% 2,71%
b. Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bank secara individu maupun konsolidasian
telah memenuhi Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”), baik untuk pihak berelasi
maupun pihak ketiga.
Page 169
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/154
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
51. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi
yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini
merupakan bagian dari Catatan 51 laporan keuangan konsolidasian:
c. Rasio Kredit Usaha Kecil terhadap Jumlah Kredit
Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar 6,24% dan 6,09%.
d. Non-Performing Loan
Kredit non-performing Bank (diklasifikasikan sebagai kurang lancar, diragukan, dan
macet) pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp 15.498.016 dan Rp 14.147.246.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio non-performing loan (“NPL”) bruto dan rasio NPL
neto Bank masing-masing sebesar 1,78% dan 0,59% (2023: 1,86% dan 0,58%) yang
dihitung sesuai dengan POJK yang berlaku.
e. Posisi Devisa Neto (“PDN”)
Perhitungan Posisi Devisa Neto (“PDN”) Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dihitung berdasarkan peraturan Bank Indonesia yang berlaku. Berdasarkan peraturan
tersebut, bank-bank diwajibkan untuk memelihara PDN (termasuk semua kantor cabang
dalam dan luar negeri) secara keseluruhan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen)
dari modal.
PDN secara keseluruhan merupakan angka penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah
dari (i) selisih bersih aset dan liabilitas untuk setiap valuta asing dan (ii) selisih bersih
tagihan dan liabilitas, berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif (transaksi
rekening administratif) untuk setiap valuta asing, yang semuanya dinyatakan dalam
Rupiah. Sedangkan PDN untuk laporan posisi keuangan, merupakan angka penjumlahan
dari selisih bersih aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan untuk setiap valuta
asing yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
USD 3.357.291 (3.912.311) 555.020
SGD (2.501.631) 2.506.155 4.524
CNH (951.871) 924.221 27.650
MYR 2.444 - 2.444
CHF 39.985 (32.337) 6.648
JPY 41.919 (30.225) 11.694
SEK (1) (3.187) 3.188
EUR (989.097) 999.677 10.580
HKD 7.535 - 7.535
CAD 14.590 (16.111) 1.521
AUD (47.807) 44.550 3.257
GBP (8.237) 15.164 6.927
DKK 8.999 (7.926) 1.073
Page 170
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/155
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
51. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
e. Posisi Devisa Neto (“PDN”) (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 51 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 (lanjutan)
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
SAR 12.415 (16.097) 3.682
NZD 22.059 (22.670) 611
THB 3.725 (454) 3.271
Lainnya 3.250 - 3.250
Jumlah 652.875
Jumlah modal 249.056.422
Persentase PDN terhadap modal 0,26 %
2023
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
USD 6.789.863 (6.962.722) 172.859
SGD (2.178.903) 2.197.588 18.685
CNH 101.620 (86.350) 15.270
MYR (1.526) 7.692 6.166
CHF 21.690 (15.945) 5.745
JPY 25.973 (22.066) 3.907
SEK 3.318 - 3.318
EUR 1.367.157 (1.369.468) 2.311
HKD 9.425 (7.698) 1.727
CAD 16.874 (15.340) 1.534
AUD (384.371) 383.100 1.271
GBP 2.595 (1.472) 1.123
DKK 7.125 (6.245) 880
SAR 14.539 (15.401) 862
NZD 9.171 (9.765) 594
THB (197) - 197
Lainnya 2.065 - 2.065
Jumlah 238.514
Jumlah modal 226.426.139
Persentase PDN terhadap modal 0,11%
Page 171
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/156
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
51. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
f. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 51 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
Rasio KPMM pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, dihitung sesuai dengan
peraturan yang berlaku dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar, dan risiko
operasional, adalah sebagai berikut:
2024 2023
Bank Konsolidasian Bank Konsolidasian
Modal Inti (Tier 1) 239.468.855 255.311.302 217.686.126 233.701.580
Modal Pelengkap (Tier 2) 9.587.567 9.886.723 8.740.013 8.992.596
Total Modal 249.056.422 265.198.025 226.426.139 242.694.176
Aset Tertimbang Menurut Risiko
ATMR Risiko Kredit 787.719.400 816.782.306 719.410.464 744.418.973
ATMR Risiko Pasar 8.559.151 9.849.977 1.465.254 3.074.120
ATMR Risiko Operasional 51.903.001 83.551.413 48.325.210 78.117.459
Total ATMR 848.181.552 910.183.696 769.200.928 825.610.552
Rasio KPMM Sesuai Profil Risiko 9,99% 9,99% 9,99% 9,99%
Rasio KPMM
Rasio CET 1 28,23% 28,05% 28,30% 28,31%
Rasio Tier 1 28,23% 28,05% 28,30% 28,31%
Rasio Tier 2 1,13% 1,09% 1,14% 1,09%
Rasio KPMM 29,36% 29,14% 29,44% 29,40%
CET 1 untuk Buffer 19,37% 19,15% 19,45% 19,41%
Alokasi Pemenuhan KPMM Sesuai
Profil Risiko
Dari CET 1 8,86% 8,90% 8,85% 8,90%
Dari AT 1 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari Tier 2 1,13% 1,09% 1,14% 1,09%
Persentase Buffer yang wajib
dipenuhi oleh Bank
Capital Conservation Buffer 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Countercyclical Buffer 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Capital Surcharge untuk Bank Sistemik 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
52. INFORMASI TAMBAHAN
Informasi yang disajikan pada lampiran 6/1 - 6/7 merupakan informasi keuangan tambahan
PT Bank Central Asia Tbk, (Entitas Induk), yang menyajikan investasi pada Entitas Anak
berdasarkan metode harga perolehan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian Grup.
Page 172
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/1
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (ENTITAS INDUK SAJA)
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
ASET
Kas 29.285.819 21.655.553
Giro pada Bank Indonesia 35.165.855 91.333.237
Giro pada bank-bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 520 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 608) 4.019.739 5.603.146
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 1.708
pada tanggal 31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 643) 14.246.183 2.649.867
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 21.044.715 14.144.470
Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 440.695 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 283.115) 9.621.047 14.659.624
Wesel tagih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 3.116 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 4.516) 8.891.769 10.383.524
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 862.849 90.780.368
Kredit yang diberikan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 32.382.006 pada tanggal
31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 33.168.491)
Pihak berelasi 7.296.837 8.803.131
Pihak ketiga 855.233.239 745.527.767
Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 374.454 pada tanggal
31 Desember 2024 (31 Desember 2023: Rp 351.296) 352.643.621 298.289.259
Biaya dibayar dimuka 617.971 716.210
Pajak dibayar dimuka 1.532.246 24.117
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 9.244.266 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 9.486.999) 27.347.687 25.962.532
Aset takberwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp 662.728 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 836.816) 586.410 393.556
Aset pajak tangguhan 5.181.176 7.207.737
Penyertaan saham - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 105.260 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 104.366) 10.245.537 10.157.038
Aset lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 991 pada tanggal 31 Desember 2024
(31 Desember 2023: Rp 200)
Pihak berelasi 9.511 26.978
Pihak ketiga 22.497.679 22.552.825
JUMLAH ASET 1.406.329.890 1.370.870.939
Page 173
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/2
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (ENTITAS INDUK SAJA)
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Simpanan dari nasabah
Pihak berelasi 3.260.838 2.700.327
Pihak ketiga 1.105.647.994 1.079.151.832
Simpanan dari bank-bank lain 3.698.286 10.146.440
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 257.613 120.630
Utang akseptasi 4.651.955 6.701.256
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 1.330.996 972.534
Utang pajak 493.568 1.434.752
Pinjaman yang diterima 43.672 60.477
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2.967.583 3.369.458
Liabilitas imbalan pasca-kerja 8.943.641 8.884.242
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 21.466.054 23.904.545
Obligasi subordinasi 500.000 500.000
JUMLAH LIABILITAS 1.153.262.200 1.137.946.493
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per lembar
saham
Modal dasar: 440.000.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
123.275.050.000 lembar saham 1.540.938 1.540.938
Tambahan modal disetor 5.711.368 5.711.368
Surplus revaluasi aset tetap 11.003.529 10.801.590
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 280.866 933.879
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 3.720.540 3.234.149
Belum ditentukan penggunaannya 230.810.449 210.702.522
JUMLAH EKUITAS 253.067.690 232.924.446
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.406.329.890 1.370.870.939
Page 174
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/3
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 88.406.720 81.809.757
Beban bunga (11.668.707) (11.573.524)
PENDAPATAN BUNGA - BERSIH 76.738.013 70.236.233
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 17.891.823 16.531.444
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih 2.814.418 1.803.589
Lain-lain 3.582.854 3.077.812
Jumlah pendapatan operasional lainnya 24.289.095 21.412.845
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset (1.273.883) (766.426)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban karyawan (15.454.514) (14.470.340)
Beban umum dan administratif (15.094.669) (15.743.363)
Lain-lain (1.786.044) (1.787.639)
Jumlah beban operasional lainnya (32.335.227) (32.001.342)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 67.417.998 58.881.310
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (12.711.616) (10.895.738)
LABA BERSIH 54.706.382 47.985.572
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 74.456 (554.048)
Pajak penghasilan atas pengukuran
kembali liabilitas imbalan pasti (14.146) 105.269
60.310 (448.779)
Surplus revaluasi aset tetap 238.391 230.830
298.701 (217.949)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (806.189) (1.063.085)
Pajak penghasilan 153.176 201.986
(653.013) (861.099)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH
PAJAK PENGHASILAN (354.312) (1.079.048)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 54.352.070 46.906.524
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK (nilai penuh) 444 389
Page 175
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/4
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas aset
keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui Saldo laba
Modal Surplus penghasilan
ditempatkan dan Tambahan revaluasi komprehensif lain- Telah ditentukan Belum ditentukan
disetor penuh modal disetor aset tetap bersih penggunaannya penggunaannya Jumlah ekuitas
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.711.368 10.801.590 933.879 3.234.149 210.702.522 232.924.446
Laba tahun berjalan - - - - - 54.706.382 54.706.382
Surplus revaluasi aset tetap - - 201.939 - - 36.452 238.391
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - (653.013) - - (653.013)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - 60.310 60.310
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - 201.939 (653.013) - 54.803.144 54.352.070
Cadangan umum - - - - 486.391 (486.391) -
Dividen kas - - - - - (34.208.826) (34.208.826)
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.711.368 11.003.529 280.866 3.720.540 230.810.449 253.067.690
Page 176
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/5
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas aset
keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui Saldo laba
Modal Surplus penghasilan
ditempatkan dan Tambahan revaluasi komprehensif lain- Telah ditentukan Belum ditentukan
disetor penuh modal disetor aset tetap bersih penggunaannya penggunaannya Jumlah ekuitas
Saldo per 31 Desember 2022 1.540.938 5.711.368 10.579.223 1.794.978 2.826.792 189.760.571 212.213.870
Laba tahun berjalan - - - - - 47.985.572 47.985.572
Surplus revaluasi aset tetap - - 222.367 - - 8.463 230.830
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - (861.099) - - (861.099)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - (448.779) (448.779)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - 222.367 (861.099) - 47.545.256 46.906.524
Cadangan umum - - - - 407.357 (407.357) -
Dividen kas - - - - - (26.195.948) (26.195.948)
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.711.368 10.801.590 933.879 3.234.149 210.702.522 232.924.446
Page 177
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/6
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN ARUS KAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan pendapatan bunga, provisi dan komisi 105.037.385 100.562.554
Pendapatan operasional lainnya 2.010.746 2.300.444
Pembayaran beban bunga, provisi dan komisi (11.720.323) (11.495.240)
Pembayaran imbalan pasca-kerja (1.153.347) (356.111)
Pendapatan dari transaksi valuta asing - bersih 2.975.882 (513.573)
Beban operasional lainnya (31.440.800) (30.056.445)
Pembayaran tantiem Dewan Komisaris dan Direksi (765.000) (660.000)
Kenaikan (penurunan) lainnya yang mempengaruhi kas:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan 210.000 477.882
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (5.468.509) (12.068.137)
Tagihan akseptasi 4.880.997 572.359
Wesel tagih 1.718.437 (4.489.425)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 89.917.519 61.628.430
Kredit yang diberikan (109.243.514) (99.473.782)
Aset lain-lain 172.726 (7.104.585)
Simpanan dari nasabah 23.900.650 58.951.046
Simpanan dari bank-bank lain (6.515.643) 2.159.930
Utang akseptasi (2.049.301) (2.965.392)
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain (2.394.916) 8.047.642
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
sebelum pembayaran pajak penghasilan 60.072.989 65.517.597
Pembayaran pajak penghasilan (11.399.598) (11.232.056)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 48.673.391 54.285.541
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi (169.737.224) (103.742.809)
Penerimaan dari efek-efek untuk tujuan investasi yang jatuh tempo
selama tahun berjalan 118.649.450 40.540.445
Penerimaan dividen kas dari efek-efek untuk tujuan investasi 2.402.602 1.914.400
Setoran modal pada Entitas Anak - -
Perolehan aset tetap (3.450.738) (4.562.590)
Perolehan aset hak guna (532.867) (329.269)
Hasil penjualan aset tetap 1.276 7.705
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (52.667.501) (66.172.117)
Page 178
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/7
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN ARUS KAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman yang diterima - 48.013
Pembayaran pinjaman yang diterima (16.805) -
Pembayaran dividen kas (34.208.826) (26.195.948)
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 358.462 972.534
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (33.867.169) (25.175.401)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (37.861.279) (37.061.977)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 121.044.773 157.378.246
PENGARUH FLUKTUASI KURS VALUTA ASING PADA
KAS DAN SETARA KAS (463.670) 728.503
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 82.719.824 121.044.772
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 29.285.819 21.655.553
Giro pada Bank Indonesia 35.165.855 91.333.237
Giro pada bank-bank lain 4.020.259 5.603.754
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 14.247.891 2.452.228
Jumlah kas dan setara kas 82.719.824 121.044.772
Names mentioned 224 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×88
unresolved
person
Raden Mas Soeprapto
· Notaris
p.16
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.16
unresolved
person
Wargio Suhardjo
p.16
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.16
unresolved
person
Doktor Irawan Soerodjo
· Notaris
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×12
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×3
unresolved
person
Christina Dwi Utami S.H.
· Notaris
p.16 ×18
unresolved
org
Kementerian
p.16 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.17 ×2
unresolved
person
H. Thamrin
p.17 ×3
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.17
unresolved
org
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia
p.17
unresolved
org
Bank Saham Bank Berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawas
p.18
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal No. S-
p.18 ×2
unresolved
org
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
p.18
unresolved
person
Akta Notaris Hendra Karyadi
· Notaris
p.18 ×17
unresolved
org
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-
p.18
unresolved
org
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Dwimuria Investama Andalan
p.20 ×7
unresolved
person
Bambang Hartono. Obligasi Subordinasi Obligasi Subordinasi Berkelanjutan
p.20 ×9
unresolved
org
Bank Central Asia Tahap I
p.20
unresolved
org
Bank Central Asia Tahap I Tahun
p.20 ×3
unresolved
person
Aulia Taufani
p.20
unresolved
org
PT BCA Finance
p.21 ×24
unresolved
org
PT Bank BCA
p.21
unresolved
org
PT BCA Multi
p.21
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa
p.21
unresolved
org
PT Central Capital
p.21
unresolved
org
PT Bank Digital BCA
p.21 ×9
unresolved
org
PT Central Sari Metropolitan Leasing Corporation
p.21 ×2
unresolved
org
Japan Leasing Corporation
p.21
unresolved
org
PT Central Sari Finance
p.22 ×2
unresolved
org
PT BCA Multi Finance
p.22 ×10
unresolved
org
BCA Finance Limited BCA Finance Limited
p.22
unresolved
org
PT Bank BCA Syariah
p.22 ×13
unresolved
org
PT Bank UIB
p.22 ×2
unresolved
person
Pudji Redjeki Irawati
p.22
unresolved
org
PT Bank BCA Syariah. Akta
p.22
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.22 ×2
unresolved
org
PT Dinamika Usaha Jaya
p.23 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.23 ×9
unresolved
org
PT Asuransi Ganesha Danamas.
p.24 ×2
unresolved
org
PT Transpacific General Insurance
p.24
unresolved
org
PT Central Sejahtera Insurance.
p.24 ×3
unresolved
org
PT Central Santosa Finance
p.24 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Fransiscus Xaverius Budi Santosa Isbandi
p.24
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa BCA
p.24 ×8
unresolved
person
Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo
· Notaris
p.24 ×9
unresolved
org
PT Central Capital Ventura
p.25 ×9
unresolved
person
Akta Notaris Veronica Sandra Irawaty Purnadi
p.25 ×3
unresolved
org
PT Bank Rakjat Parahyangan
p.25
unresolved
person
R. Soerojo Wongsowidjojo
p.25 ×2
unresolved
org
PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan. Akta
p.25
unresolved
org
PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan
p.25 ×2
unresolved
person
Misahardi Wilamarta
p.25
unresolved
org
PT Bank Royal Indonesia
p.25 ×8
unresolved
person
Sakti Lo
· Notaris
p.26
unresolved
org
PT Bank Digital BCA. Akta
p.26
unresolved
org
Bapepam-LK
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.39
unresolved
org
PT BCA Digital
p.51
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Syailendra Capital Protected Fund
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Batavia Dana Kas Gebyar
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Tram Pundi Kas
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana Berkala
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Ashmore Dana Terproteksi Nusantara IV
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected Fund
p.82 ×3
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Schroder IDR Income Plan VII
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Amarilis
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Eastspring Bakti Proteksi
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Premier Proteksi XII
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected Fund
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Kamelia
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana Utama VI
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana Utama VII
p.82
unresolved
org
Reksa Dana BNP Paribas Obligasi Berlian
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina Proteksi
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Trimegah Kas Syariah
p.82 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN
p.82 ×5
unresolved
org
Reksa Dana Bahana ABF Indonesia Bond Index Fund
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A
p.82
unresolved
org
Reksa Dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium
p.83
unresolved
org
Reksa Dana BNP Paribas Prima II
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Schroder Prestasi Gebyar Indonesia II
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Sucorinvest Sharia Sukuk Fund
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Bahana Pendapatan Tetap Makara Prima Kelas I
p.83
unresolved
org
Reksa Dana BNP Paribas Sri Kehati
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Syailendra Money Market Fund
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Pasar Uang PNM Falah
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Pendapatan Tetap Sucorinvest Stable Fund
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Sucorinvest Money Market Fund
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Bahana MES Syariah Fund Kelas G
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Syailendra Dana Kas
p.83
unresolved
org
Reksa Dana Bahana Dana Likuid
p.83
unresolved
org
PT Digital Otomotif Indonesia
p.84
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.84 ×3
unresolved
org
KPEI
p.84 ×2
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen
p.86
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan
p.86
unresolved
org
PT Bank SulutGo
p.86
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.86
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.86 ×2
unresolved
org
PT Federal Internasional Finance
p.86
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.86
unresolved
org
Paper Tbk
p.86
unresolved
org
PT Lontar Papyrus Pulp
p.86
unresolved
org
PT Oki Pulp
p.86
unresolved
org
Tiphone Mobile Indonesia Tbk
p.86 ×2
unresolved
org
PT Sinar Mas Agro Resources
p.86
unresolved
org
Technology Tbk
p.86
unresolved
org
PT Steel Pipe Industry
p.86
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.86 ×2
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services
p.86
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.95
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.95 ×10
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.100 ×2
unresolved
org
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
p.102 ×2
unresolved
org
PT SMBC Indonesia Tbk
p.103
unresolved
org
PT Bank DKI
p.103
unresolved
org
Menteri Keuangan Negara Republik Indonesia
p.109
unresolved
org
PT Visinema Pictures
p.165
unresolved
org
PT Grand Indonesia. Kompensasi
p.165
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.