Skip to content
Back to announcement

20260617_AMRT_Informasi Transaksi Afiliasi_32101894_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review AMRT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 108

Page 1
LAPORAN PENILAIAN 10,00% SAHAM
ALFAMART TRADING PHILIPPINES Inc.

 PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk

       TANGGAL PENILAIAN
        31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00113/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                    10 Juni 2026



Kepada Yth.

PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk
Alfa Tower
Jl. Jalur Sutera Barat, Kav. 9, Alam Sutera
Tangerang 15143

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 10,00% Saham Alfamart Trading Philippines Inc.


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Sumber Alfaria
Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 10,00% saham Alfamart Trading Philippines Inc. (selanjutnya
disebut “ATP”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 10,00% saham ATP
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan eceran dan
besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak
tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk
konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
“Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar,
Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember,
Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa
Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor
telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas ATP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:



                                               Perseroan


                                                    100,00%
                     Glory Worldwide
                                            Alfamart Retail
                   Investment Pte. Ltd.
                                          Asia Pte. Ltd. (ARA)
                          (GWI)
                             70,02%          10,00% 35,00%               40,00%
                     Alfamart Trading                              DC Properties
                   Bangladesh Limited              ATP           Management Corp.
                          (ATB)                                      (DCPM)


GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan holding.

ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Bangladesh. Ruang lingkup
kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir
produk makanan dan non-makanan.

ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.




                                              ii
Page 4
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir produk
makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan properti, serta
pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan datang,
yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan meningkatnya
urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel. Investasi pemerintah dalam
infrastruktur logistik semakin memperkuat fundamental pasar yang mempercepat akses
pengiriman dan memperluas akses di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan
minuman terus mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan jaringan dari
rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis kedekatan jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi
dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi
dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").

Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari Rencana
Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari GWI (selanjutnya
disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas 70,00% saham ATB dari GWI
(selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Peningkatan
Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu kesatuan transaksi yang
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Rencana Transaksi”.

Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan upaya untuk
mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA melalui
masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.




                                             iii
Page 5
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA dapat
memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna memperkuat
pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu
kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan
efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara
lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun
Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mempercepat
realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan kontribusi positif bagi
citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan
mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis
di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan
konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi
yang tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
    global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif
    mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam
    menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan
    memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses
    pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan
    untuk melakukan Rencana Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk
    mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan
    untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA
    melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.




                                              iv
Page 6
•   Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
    sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
    internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA
    dapat memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
    pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan.
    Dengan struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna
    memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
    operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang
    diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam
    menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil
    risiko ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan
    dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
    pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan
    kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah
    Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur
    bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada
    pengembangan kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
    strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi
    diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
    pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada
    akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
    pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.




                                              v
Page 7
Mengingat ATP adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham ATP bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa ATP adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang PHP dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Pembelian serta untuk
memenuhi POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                             vi
Page 8
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATP ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATP. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan ATP yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan ATP
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 10,00% saham Alfamart Trading Philippines Inc. ini merupakan
laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
10,00% saham Alfamart Trading Philippines Inc. tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian
nilai pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan.

2. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Sycip Gorres
   Velayo & Co. (selanjutnya disebut “SGV”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   tanggal 14 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.




                                            vii
Page 9
3. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
   yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
   29 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
   12 April 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
   yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
   17 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
   yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
   8 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

7. Proyeksi laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen ATP.

8. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian dengan posisi
   sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
   Rencana Transaksi.

9. Tarif pajak yang diberlakukan atas ATP adalah berdasarkan laba kotor dalam periode
   yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan tarif pajak final yang berlaku
   umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar 25,00% dan 2,00%, mana yang lebih
   tinggi.

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ATP serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan.

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Pembelian.

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                             viii
Page 10
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan ATP atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari ATP. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan ATP yang disusun oleh manajemen ATP. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja ATP pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja ATP yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis ATP dan informasi manajemen ATP terhadap
proyeksi laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian ATP dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.




                                            ix
Page 11
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATP atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ATP bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan ATP.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum ATP berdasarkan anggaran dasar ATP.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.




                                            x
Page 12
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATP, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki ATP. Prospek ATP di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi ATP diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh ATP.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
ATP. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.




                                              xi
Page 13
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       PHP 8.323,61 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 5.826,53 juta. Dengan demikian, nilai pasar
       10,00% saham ATP berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar PHP
       582,62 juta.

II.    Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
       Tercatat di Bursa Efek

       Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
       bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar
       adalah sebesar PHP 17.790,47 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%,
       maka nilai pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 12.453,33 juta. Dengan
       demikian, nilai pasar 10,00% saham ATP berdasarkan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar PHP 1.245,33 juta.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan 10,00% untuk metode
       pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

       Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan 10,00%
       untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena data dan
       informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk
       menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki
       tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar PHP 648,92 juta.




                                           xii
Page 14
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
penjualan bersih, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen ATP melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen ATP
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Pembelian.
Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
PHP 648,92 juta.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan ATP serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas ATP. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian ATP tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Pembelian serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 16
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap ATP untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang PHP dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 17
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



William Timothy                                                 .....................................
No. MAPPI     : 25-A-13600




                                           xvi
Page 18
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh ATP serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari ATP.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



William Timothy                                                   .....................................
No. MAPPI     : 25-A-13600




                                            xviii
Page 20
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               5
        C. Premis Penilaian                                                      5
        D. Independensi Penilai                                                  6
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             6
        F. Profil Alfamart Trading Philippines Inc.                              6
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    16
        F. Informasi Non-Keuangan                                               18
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                           xix
Page 21
                                                                          HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang Alfamart Trading Philippines Inc.                     22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    22
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Filipina                                            28
        C. Proyeksi Ekonomi Filipina                                            28
        D. Produk Domestik Bruto                                                29
        E. Inflasi                                                              30
        F. Nilai Tukar Peso                                                     30

V.      TINJAUAN INDUSTRI RITEL

        A. Tinjauan Industri Ritel di Dunia                                     32
        B. Tinjauan Industri Ritel di Filipina                                  34

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. Alfamart Trading Philippines Inc.                                    36
        B. Analisis atas Common Size Alfamart Trading Philippines Inc.          46
        C. Analisis atas Common Size Industri Ritel                             48

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pasar                                                          55
        B. Risiko Uang Asing                                                     55
        C. Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai 55
        D. Risiko Keuangan                                                       55
        E. Risiko Persaingan Usaha                                               55
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                           56

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              57
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      58
        C. Premis Penilaian                                                     59
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            59
        E. Prosedur Penilaian                                                   60
        F. Independensi Penilai                                                 60




                                                 xx
Page 22
                                                                              HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   61
      B. Metode Diskonto Arus Kas                                                   63
      C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan                                     68
      D. Penentuan Arus Kas Bersih                                                  69
      E. Tingkat Diskonto                                                           70
      F. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar ATP                                       72
      G. Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas          74
      H. Nilai Pasar 10,00% Saham ATP
         Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek            74
      I. Rekonsiliasi Nilai                                                         77
      J. Kesimpulan Penilaian                                                       78




                                          xxi
Page 23
                                    DAFTAR TABEL

                                                                 HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           Alfamart Trading Philippines Inc.                          6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           Alfamart Trading Philippines Inc.                         22

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                   24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                   25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                       26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                       27

Tabel 8    Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               36

Tabel 9    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                   39

Tabel 10   Laporan Arus Kas
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                   41

Tabel 11   Rasio-rasio Keuangan
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               45

Tabel 12   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2021 – 2025                               46




                                           xxii
Page 24
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          47

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           Taiwan Family Mart Co. Ltd.
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      48

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           Taiwan Family Mart Co. Ltd.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          49

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      50

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          52

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Midi Utama Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      52

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Midi Utama Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          54

Tabel 20   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                          66

Tabel 21   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2026 – 2035                                      67




                                        xxiii
Page 25
                                                                     HALAMAN

Tabel 22   Proyeksi Arus Kas Bersih
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                       69

Tabel 23   Indikasi Nilai Kini Operasi
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2025                                          72

Tabel 24   Nilai Pasar 10,00% Saham
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 31 Desember 2025                                          73

Tabel 25   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1                 74

Tabel 26   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2                 75

Tabel 27   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3                 75

Tabel 28   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5       75

Tabel 29   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           Alfamart Trading Philippines Inc.                             75

Tabel 30   Nilai Pasar 10,00% Saham
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 31 Desember 2025                                          77

Tabel 31   Rekonsiliasi Nilai
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Per 31 Desember 2025                                          77




                                          xxiv
Page 26
                                   DAFTAR GRAFIK

                                                                HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan PDB Filipina                                29

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Filipina         30

Grafik 3   Proyeksi Nilai Tukar Peso Terhadap Mata Uang Asing       31

Grafik 4   Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
           Tahun 2026 – 2030                                        33

Grafik 5   Tingkat Pertumbuhan Penjualan Ritel di Filipina
           November 2025 – Februari 2026                            35

Grafik 6   Proyeksi Penjualan Bersih
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Tahun 2026 – 2035                                        64

Grafik 7   Proyeksi Beban Pokok Penjualan
           Alfamart Trading Philippines Inc.
           Tahun 2026 – 2035                                        65




                                           xxv
Page 27
                                      LAMPIRAN

                                                                   HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 10,00% Saham
             Alfamart Trading Philippines Inc.
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 31 Desember 2025                                      79

Lampiran B   Nilai Pasar 10,00% Saham
             Alfamart Trading Philippines Inc.
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 31 Desember 2025                                      80

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             Alfamart Trading Philippines Inc.
             Per 31 Desember 2025                                      81




                                           xxvi
Page 28
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan
       eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai
       pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha
       perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan
       minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart” yang berlokasi di beberapa
       tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon,
       Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar, Balaraja,
       Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
       Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol,
       Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan
       berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam
       Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor telepon: (021) 8082 1555, nomor
       faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
       kepemilikan Perseroan atas Alfamart Trading Philippines Inc. (selanjutnya disebut
       “ATP”) pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




                                          Perseroan


                                               100,00%
               Glory Worldwide
                                       Alfamart Retail
             Investment Pte. Ltd.
                                     Asia Pte. Ltd. (ARA)
                    (GWI)
                        70,02%          10,00% 35,00%                  40,00%
               Alfamart Trading                                 DC Properties
             Bangladesh Limited              ATP             Management Corp.
                    (ATB)                                          (DCPM)


       GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
       usaha perusahaan holding.

       ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
       perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.


                                         1
Page 29
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.

ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil
bagian oleh GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").

Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas
70,00% saham ATB dari GWI (selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Peningkatan Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                  2
Page 30
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.

Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.




                                  3
Page 31
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
    Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
    ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
    usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
    semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
    fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
    bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
    Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
    kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
    menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
    ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.

•   Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
    peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
    pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
    Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
    permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
    tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
    kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
    pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
    keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
    tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
    koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
    Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
    internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
    tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
    pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
    akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
    ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
    usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
    pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
    dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
    pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
    pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
    seluruh pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 32
       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
       Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
       memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
       “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
       “POJK 42/2020”).

       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
       diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
       “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
       17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
       mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
       disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas nilai pasar 10,00% saham ATP.

       Mengingat ATP adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ATP bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 10,00% saham ATP
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang PHP
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Pembelian serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa ATP adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        5
Page 33
I.D.     Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
         adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATP
         ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATP. KR juga tidak
         memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
         Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
         atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
         tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
         KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001
         tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.     Tanggal Efektif Penilaian

         Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
         31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
         tujuan penilaian serta dari data keuangan ATP yang kami terima. Data keuangan
         tersebut berupa laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.     Profil Alfamart Trading Philippines Inc.

         ATP didirikan secara resmi pada tanggal 7 Januari 2014 di Filipina. ATP terdaftar
         sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi CS201400191
         berdasarkan the Philippine Securities and Exchange Commission tertanggal
         7 Januari 2014 yang diterbitkan oleh Philippine Securities and Exchange
         Commission.

         Kantor pusat ATP beralamat di Alfamart Center, Block 1, Lots 3, 4, and 5, Daiichi
         Industrial Park Special Economic Zone, Barangay Maguyam, Silang, Cavite 4118.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham ATP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         Alfamart Trading Philippines, Inc
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam PHP)
                                                                       Persentase
                     Pemegang Saham                 Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
         SM Retail Inc.                                   27.255.448       50,009996%      2.725.544.800
         Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.                   19.074.998       34,999996%      1.907.499.800
         Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.             5.450.000       10,000000%        545.000.000
         Robert Kwee                                       2.719.550        4,990000%        271.955.000
         Edwin Sutanto                                             1        0,000002%                100
         Harvey T. Ong                                             1        0,000002%                100
         Bambang Setyawan Djojo                                    1        0,000002%                100
         Roque A. Lim                                              1        0,000002%                100
         Jumlah                                           54.500.000      100,000000%      5.450.000.000




                                                  6
Page 34
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Komisaris dan Direksi ATP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Komisaris                              :   Edwin Sutanto

         Direksi
         Presiden Direktur                      :   Harvey T. Ong
         Direktur                               :   Bambang Setyawan Djojo
         Direktur                               :   Robert Kwee

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
         eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
         35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
         diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
         antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
         dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
         di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
         atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATP,
         pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         ATP. Prospek ATP di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
         usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
         telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
         kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
         penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
         industri yang bersangkutan.




                                            7
Page 35
       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan
       metode ini, operasi ATP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

       Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
       ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
       mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
       diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
       data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATP.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan ATP. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

       Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
       dengan melakukan pembobotan.




                                          8
Page 36
I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         PHP 8.323,61 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
         pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 5.826,53 juta. Dengan demikian,
         nilai pasar 10,00% saham ATP berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
         sebesar PHP 582,62 juta.

I.J.2.   Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Pembanding
         Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

         Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
         hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas
         pasar adalah sebesar PHP 17.790,47 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar
         30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar
         PHP 12.453,33 juta. Dengan demikian, nilai pasar 10,00% saham ATP
         berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
         sebesar PHP 1.245,33 juta.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

         Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
         data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
         gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan
         informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
         dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar PHP 648,92 juta.




                                          9
Page 37
       Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
       dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
       mengenai tingkat penjualan bersih, beban, dan akun-akun laporan posisi
       keuangan yang dikembangkan pihak manajemen ATP melalui analisis atas kinerja
       historis dan pernyataan manajemen ATP mengenai rencana-rencana untuk masa
       yang akan datang sebelum Rencana Pembelian. Kami melakukan penelaahan
       atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
       wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
       tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
       nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
       asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
       bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       31 Desember 2025 adalah sebesar PHP 648,92 juta.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan ATP serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas ATP. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       ATP tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 38
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha
        dalam bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
        usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak
        dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan
        mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart”
        yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
        Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten,
        Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru,
        Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang,
        Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan
        Gorontalo. Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur
        Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor
        telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan
        email: corsec@sat.co.id.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
        kepemilikan Perseroan atas ATP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
        berikut:


                                         Perseroan


                                              100,00%


                      GWI                    ARA


                        70,02%          10,00% 35,00%                40,00%


                      ATB                    ATP                  DCPM



        GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
        usaha perusahaan holding.

        ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
        perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.



                                        11
Page 39
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.

ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk melakukan Rencana Peningkatan Modal.

Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan Rencana Pembelian dan
melakukan Rencana Akuisisi.

Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.




                                  12
Page 40
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
    Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
    ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
    usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
    semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
    fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
    bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
    Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
    kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
    menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
    ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.




                                 13
Page 41
•   Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
    peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
    pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
    Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
    permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
    tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
    kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
    pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
    keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
    tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
    koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
    Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
    internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
    tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
    pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
    akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
    ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
    usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
    pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
    dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
    pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
    pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
    seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/ 2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.




                                 14
Page 42
        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat ATP adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ATP bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang PHP
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Pembelian serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK
        35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
        35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
        diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
        antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
        dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
        di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
        dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
        tujuan penilaian serta dari data keuangan ATP yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         15
Page 43
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
           oleh manajemen Perseroan.

        2. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Sycip Gorres Velayo & Co. (selanjutnya disebut “SGV”)
           sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 14 Mei 2026 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian.

        3. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang
           dalam laporannya tanggal 29 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

        4. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang
           dalam laporannya tanggal 12 April 2024 dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

        5. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang
           dalam laporannya tanggal 17 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

        6. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang
           dalam laporannya tanggal 8 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

        7. Proyeksi laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen
           ATP.

        8. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian
           dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
           lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.

        9. Tarif pajak yang diberlakukan atas ATP adalah berdasarkan laba kotor dalam
           periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan tarif
           pajak final yang berlaku umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar
           25,00% dan 2,00%, mana yang lebih tinggi.




                                        16
Page 44
10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ATP serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan.

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg.

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Pembelian.

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATP atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari ATP. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.




                                 17
Page 45
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
          eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan. Dengan demikian,
          produk/jasa yang dihasilkan oleh ATP adalah sebagai berikut:

          •   Menyediakan barang kebutuhan sehari-hari konsumen.
          •   Jasa top up e-money.
          •   Menyewakan idle space ke penyewa pihak ketiga.
          •   Mewaralabakan toko Alfamart ke pihak ketiga maupun ke bisnis partner ATP.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis ATP meliputi pasar
          domestik di wilayah Pulau Luzon, Filipina.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama ATP adalah sebagai
          berikut:

          •   Nestlé Philippines, Inc..
          •   Coca-Cola Europacific Aboitiz Philippines, Inc..
          •   Unilever RFM Ice Cream, Inc.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci ATP adalah
          sebagai masyarakat Filipina.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha ATP adalah sebagai
          berikut:

          •   Philippine Seven Corporation.
          •   Puregold Price Club, Inc..
          •   Hard Discount Philippines, Inc..
          •   OSave Trading Philippines Corporation.




                                            18
Page 46
II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan ATP
          adalah sebagai berikut:

          •   Mengembangkan customize model toko sesuai wilayah dan market
              segmennya.
          •   Mengembangkan bisnis e-services.
          •   Mengembangkan bisnis penjualan berbasis online/e-commerce.
          •   Ekspansi ke luar Pulau Luzon.
          •   Memenangkan market share minimarket di Filipina.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki ATP merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
          saham ATP memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
          didasarkan pada proyeksi laporan keuangan ATP yang disusun oleh manajemen
          ATP. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
          dikembangkan berdasarkan kinerja ATP pada tahun-tahun sebelumnya dan
          berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
          melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
          menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang dinilai pada saat penilaian
          ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
          yang kami lakukan terhadap target kinerja ATP yang dinilai dan telah
          mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
          jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
          berdasarkan kinerja historis ATP dan informasi manajemen ATP terhadap proyeksi
          laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
          penilaian ATP dan kesimpulan nilai akhir.

          Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
          dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
          penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
          perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
          yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
          menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
          karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
          terjadi setelah tanggal laporan ini.




                                           19
Page 47
        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATP atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ATP bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan ATP.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum ATP berdasarkan anggaran dasar ATP.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.




                                          20
Page 48
II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Pembelian serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 10,00% saham Alfamart Trading Philippines Inc. ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 10,00% saham Alfamart Trading Philippines Inc. tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 49
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang Alfamart Trading Philippines Inc.

         ATP didirikan secara resmi pada tanggal 7 Januari 2014 di Filipina. ATP terdaftar
         sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi CS201400191
         berdasarkan the Philippine Securities and Exchange Commission tertanggal
         7 Januari 2014 yang diterbitkan oleh Philippine Securities and Exchange
         Commission.

         Kantor pusat ATP beralamat di Alfamart Center, Block 1, Lots 3, 4, and 5, Daiichi
         Industrial Park Special Economic Zone, Barangay Maguyam, Silang, Cavite 4118.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
         eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

III.C.   Manajemen

         Susunan Komisaris dan Direksi ATP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Komisaris                                     :   Edwin Sutanto

         Direksi
         Presiden Direktur                             :   Harvey T. Ong
         Direktur                                      :   Bambang Setyawan Djojo
         Direktur                                      :   Robert Kwee

III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham ATP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         Alfamart Trading Philippines, Inc
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                             (Dalam PHP)
                                                                        Persentase
                     Pemegang Saham                 Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         SM Retail Inc.                                    27.255.448       50,009996%      2.725.544.800
         Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.                    19.074.998       34,999996%      1.907.499.800
         Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.              5.450.000       10,000000%        545.000.000
         Robert Kwee                                        2.719.550        4,990000%        271.955.000
         Edwin Sutanto                                              1        0,000002%                100
         Harvey T. Ong                                              1        0,000002%                100
         Bambang Setyawan Djojo                                     1        0,000002%                100
         Roque A. Lim                                               1        0,000002%                100
         Jumlah                                            54.500.000      100,000000%      5.450.000.000




                                                  22
Page 50
III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing telah diaudit oleh
         KAP SGV masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

         Ikhtisar data keuangan penting ATP adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         Alfamart Trading Philippines, Inc.
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                                     (Dalam ribuan PHP)

                                       Keterangan                                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                                           1.843.142       461.727       168.903       105.357       328.812
         Piutang usaha dan piutang lain-lain                                            377.287     3.775.971     3.408.484     2.943.428     2.782.837
         Persediaan                                                                   4.777.985     1.575.358       588.659       755.591       664.883
         Pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya                        617.218       588.833     1.223.208       915.303       685.103
         Jumlah Aset Lancar                                                           7.615.632     6.401.888     5.389.255     4.719.679     4.461.635
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap - neto                                                            7.100.195     7.094.066     5.329.696     4.006.340     3.757.183
         Aset hak guna                                                                7.706.455     7.314.218     6.046.323     5.216.665     4.904.076
         Biaya perangkat lunak                                                           24.849        21.469        17.455        17.490        18.771
         Uang jaminan                                                                   416.150       234.299       175.349       133.641       114.240
         Aset pajak tangguhan                                                           314.696       245.748       203.203       156.499       111.997
         Aset tidak lancar lainnya                                                    1.122.326     1.293.097       357.387       270.201       278.627
         Jumlah Aset Tidak Lancar                                                    16.684.670    16.202.898    12.129.414     9.800.837     9.184.893
         JUMLAH ASET                                                                 24.300.302    22.604.787    17.518.669    14.520.516    13.646.528



                                                                                                                                     (Dalam ribuan PHP)

                                       Keterangan                                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang usaha dan utang lain-lain                                              7.212.372     6.065.948     4.478.410     3.621.289     3.121.910
         Liabilitas sewa                                                                598.337       572.152       503.269       403.897       353.497
         Utang pinjaman                                                               2.900.000             -             -             -             -
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             10.710.709     6.638.100     4.981.679     4.025.186     3.475.407
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Liabilitas sewa                                                              8.247.025     7.678.588     6.296.290     5.409.887     5.000.416
         Utang pinjaman                                                               2.831.998     4.533.797     3.534.479     2.884.848     2.880.445
         Liabilitas imbalan kerja                                                       122.128        50.678        64.775        39.483        13.780
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            11.201.151    12.263.063     9.895.543     8.334.218     7.894.641
         JUMLAH LIABILITAS                                                           21.911.861    18.901.163    14.877.221    12.359.403    11.370.048
         EKUITAS
         Modal saham                                                                  5.450.000     5.450.000     4.450.000     3.800.000     3.800.000
         Saldo laba (rugi)                                                           (3.049.947)   (1.719.305)   (1.769.736)   (1.619.129)   (1.522.987)
         Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - setelah pajak      (11.611)      (27.072)      (38.817)      (19.759)         (532)
         JUMLAH EKUITAS                                                               2.388.442     3.703.624     2.641.447     2.161.112     2.276.480
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                               24.300.302    22.604.787    17.518.669    14.520.516    13.646.528




                                                                         23
Page 51
Tabel 4
Alfamart Trading Philippines, Inc.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                           (Dalam ribuan PHP)

                      Keterangan                        31/12/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

Penjualan bersih                                        33.612.771       28.212.383    23.282.832    19.392.054    15.941.769
Beban pokok penjualan                                   24.893.725       24.196.374    20.536.805    17.164.926    14.088.722
Laba bruto                                                8.719.046       4.016.009     2.746.026     2.227.128     1.853.048
Beban penjualan dan administrasi                         (9.846.630)     (4.488.879)   (3.422.637)   (2.757.103)   (2.526.015)
Pendapatan bunga                                             12.456          20.334        25.038         8.372         8.783
Beban bunga                                                (837.216)       (710.252)     (542.982)     (481.106)     (424.927)
Penghasilan lainnya                                         736.430       1.272.387     1.060.738       899.723       785.474
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan              (1.215.913)       109.599       (133.817)     (102.986)     (303.636)
Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (114.729)       (59.168)       (16.790)        6.844         1.743
Laba (rugi) bersih tahun berjalan                        (1.330.642)        50.431       (150.607)      (96.142)     (301.894)
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                       15.460         11.746        (19.058)      (19.227)       11.013
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan           (1.315.182)        62.177       (169.665)     (115.368)     (290.880)




                                                  24
Page 52
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
          dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
          Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
          negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
          terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
          serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
          diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
          fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).

          Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
          dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
          domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
          peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
          melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
          ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
          permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
          pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
          pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
          pertumbuhan antar negara.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                (Dalam %)
                                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                    2022       2023     2024       2025     2026       2027      2028
          Dunia                                       3,80       3,50     3,30       3,30     3,10       3,10        N/A
          Negara Maju
           AS                                          2,50      2,90      2,80      2,10     2,50       2,00        2,00
           Hong Kong                                  (3,70)     3,20      2,60      3,50     2,90       2,50        2,30
           Inggris                                     5,30      0,30      1,10      1,40     1,00       1,40        1,50
           Jepang                                      1,30      0,70     (0,20)     1,20     0,80       0,90        0,90
           Kanada                                      4,70      2,00      2,00      1,70     1,20       1,80        1,90
           Kawasan Eropa                               3,60      0,40      0,90      1,40     1,20       1,50        1,40
           Singapura                                   4,10      1,50      5,40      5,00     3,50       2,50        2,50
           Taiwan                                      2,70      1,10      5,30      8,70     6,40       3,00        3,10
           Australia                                   4,20      2,10      1,00      2,00     2,20       2,20        2,60
           Korea Selatan                               2,70      1,60      2,00      1,00     2,00       1,90        1,90
          Negara Berkembang
           Brazil                                     3,00       3,30     3,40       2,30     1,80       1,80        2,20
           India                                      9,70       9,20     7,20       7,10     7,40       6,80        6,60
           Indonesia                                  5,30       5,00     5,00       5,10     5,10       5,10        5,20
           Kolombia                                   7,50       0,60     1,70       2,60     2,80       2,60        2,80
           Malaysia                                   8,70       3,60     5,10       5,20     4,50       4,30        4,40
           Meksiko                                    3,90       3,30     1,50       0,60     1,50       2,00        2,00
           Mesir                                      6,70       3,80     2,40       4,40     4,80       5,20        5,50
           Tiongkok                                   3,10       5,40     5,00       5,00     4,60       4,40        4,20

          Sumber: Bloomberg




                                                        25
Page 53
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
          5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
          dan 5,00%.

          Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
          3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
          masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
          kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
          Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                        Keterangan
                                       2022     2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Dunia                          8,70     6,70      5,80     4,10     3,30       3,00        N/A
          Negara Maju
           AS                            8,00     4,10      3,00     2,70     2,70       2,40        2,40
           Hong Kong                     1,90     2,10      1,80     1,40     1,70       1,80        1,80
           Inggris                       9,10     7,40      2,50     3,40     2,50       2,20        2,00
           Jepang                        2,50     3,30      2,70     3,20     1,90       2,00        2,00
           Kanada                        6,80     3,90      2,40     2,10     2,10       2,00        2,10
           Kawasan Eropa                 8,40     5,50      2,40     2,10     2,00       1,90        2,10
           Singapura                     6,10     4,90      2,40     0,90     1,50       1,70        1,60
           Taiwan                        3,00     2,50      2,20     1,70     1,70       1,70        1,70
           Australia                     6,60     5,60      3,20     2,80     3,50       2,70        2,40
           Korea Selatan                 5,10     3,60      2,30     2,10     2,00       1,90        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                        9,30     4,60      4,40     5,00     4,00       3,90        3,60
           India                         6,70     5,70      5,00     2,20     2,10       3,90        4,20
           Indonesia                     4,20     3,80      2,30     1,90     2,80       2,60        2,60
           Kolombia                     10,20    11,80      6,60     5,10     5,70       4,60        3,80
           Malaysia                      3,40     2,50      1,80     1,40     1,80       2,00        2,30
           Meksiko                       7,90     5,60      4,70     3,80     3,80       3,80        3,60
           Mesir                         8,50    24,40     33,30    20,40    11,00       9,30        7,30
           Tiongkok                      2,00     0,20      0,20     0,10     0,70       1,00        1,50

          Sumber: Bloomberg




                                          26
Page 54
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
          sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
          11,00%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                      (Dalam %)
                                                       Aktual                     Proyeksi
                       Keterangan
                                        2022       2023      2024     2025     2026      2027
          Negara Maju
           AS                              4,50       5,50     4,50     3,75      3,25      3,25
           Hong Kong                       4,75       5,75     4,75     4,00       N/A       N/A
           Inggris                         3,50       5,25     4,75     3,75      3,25      3,25
           Jepang                         (0,10)     (0,10)    0,25     0,75      1,09      1,34
           Kawasan Eropa                   2,50       4,50     3,15     2,15      1,99      2,10
           Taiwan                          1,75       1,88     2,00     2,00      2,02      2,06
           Australia                       3,10       4,35     4,35     3,60      4,18      4,00
           Korea Selatan                   3,25       3,50     3,00     2,50      2,42      2,44
          Negara Berkembang
           Brazil                         13,75     11,75     12,25    15,00     12,25     10,50
           India                           6,25      6,50      6,50     5,25      5,29      5,43
           Indonesia                       5,50      6,00      6,00     4,75      4,50      4,49
           Kolombia                       12,00     13,00      9,50     9,25     11,61     10,35
           Malaysia                        2,75      3,00      3,00     2,75      2,76      2,81
           Meksiko                        10,50     11,25     10,00     7,00      6,50      6,50
           Mesir                          16,25     19,25     27,25    20,00       N/A       N/A
           Tiongkok                        3,65      3,45      3,10     3,00      2,83      2,74

          Sumber: Bloomberg




                                            27
Page 55
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
        negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.

        Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
        yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Filipina

        Menurut data yang dipublikasikan oleh Bangko Sentral Ng Pilipinas (BSP), Inflasi
        umum di Filipina adalah sebesar 1,80% pada Desember 2025. Perlambatan
        pertumbuhan ekonomi pada Q4 2025 mencerminkan melemahnya kinerja sektor
        industri dan jasa, meskipun sektor pertanian mengalami pemulihan secara
        bertahap yang didukung oleh peningkatan produksi peternakan serta pertumbuhan
        output perikanan tangkap dan budidaya perikanan. Pemulihan tersebut terjadi
        meskipun terdapat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan produksi beras
        yang lebih rendah dari perkiraan. Sektor industri mengalami fluktuasi akibat
        aktivitas konstruksi yang lesu, penurunan output manufaktur, serta melemahnya
        permintaan listrik. Sebaliknya, aktivitas pertambangan dan penggalian
        menunjukkan perbaikan selama Q4 2025. Sektor jasa mencatat pertumbuhan
        yang lebih lambat akibat melemahnya aktivitas pada sektor jasa profesional dan
        bisnis, aktivitas keuangan dan asuransi, transportasi dan pergudangan, serta
        perdagangan besar dan eceran.

        Sementara inflasi pada Januari 2026 adalah sebesar 2,00%. Kenaikan tersebut
        terutama didorong oleh inflasi pada kelompok non-pangan, khususnya
        perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, serta jasa restoran dan
        akomodasi. Kenaikan harga yang moderat juga terjadi pada beberapa komoditas
        pangan, terutama sayuran, daging, dan ikan. Sementara itu, harga beras terus
        mengalami penurunan setelah diberlakukannya larangan impor pada
        Q4 2025. Realisasi inflasi Januari 2026 tersebut masih berada dalam kisaran
        proyeksi BSP untuk satu bulan ke depan, yaitu 1,40%–2,20%.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Filipina

        Menurut data yang dipublikasikan oleh BSP, PDB yang semakin memburuk akibat
        terjadinya krisis dan perang mengakibatkan Pertumbuhan Ekonomi Domestik
        mengalami penurunan. Prospek pertumbuhan untuk tahun 2026 dan 2027
        diprediksi akan menurun dibandingkan dengan proyeksi pada periode
        sebelumnya. Prediksi tersebut mencerminkan kinerja ekonomi yang kurang
        memuaskan pada Q4 2025, seiring terjadinya lonjakan pada sektor konstruksi
        pemerintah akibat berbagai permasalahan tata kelola yang masih berlangsung.




                                         28
Page 56
        Sentimen dunia usaha yang lemah diperkirakan akan terus membatasi aktivitas
        investasi dalam beberapa kuartal mendatang. Kenaikan harga minyak juga
        berpotensi menekan permintaan domestik. Meskipun demikian, pertumbuhan
        ekonomi diproyeksikan akan membaik pada tahun 2027 seiring stabilisasi harga
        komoditas global dan mulai dirasakannya dampak dari penurunan suku bunga
        kebijakan yang sebelumnya dilakukan oleh BSP terhadap perekonomian.

IV.D.   Produk Domestik Bruto

        Dalam pembaruan World Economic Outlook dengan data terbaru pada
        Januari 2026, International Monetary Fund memproyeksikan pertumbuhan PDB
        global sebesar 3,30% pada tahun 2025. Untuk semester II tahun 2026, proyeksi
        pertumbuhan ekonomi global diprediksi meningkat sebesar 0,20% lebih tinggi
        menjadi 3,30% dibandingkan Oktober 2025, sedangkan untuk tahun 2027 relatif
        tidak berubah pada 3,20%. Peningkatan tersebut mencerminkan ketahanan
        investasi yang terkait dengan teknologi di tengah ketidakpastian kebijakan yang
        masih tinggi dan kondisi keuangan yang akomodatif.

        Menurut data yang diperoleh dari Asian Development Bank dalam laporannya
        yang berjudul Asian Development Outlook April 2026, pada tahun 2026,
        pertumbuhan ekonomi Filipina diperkirakan akan tetap terbatas di tengah
        meningkatnya risiko yang berasal dari konflik yang masih berlangsung di Timur
        Tengah. Filipina memiliki tingkat kerentanan yang tinggi karena
        ketergantungannya yang besar terhadap impor minyak mentah dan produk minyak
        olahan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Filipina
        menetapkan status darurat energi nasional pada 24 Maret 2026 guna membantu
        menjamin pasokan energi, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya, sekaligus
        menyediakan bantuan sosial yang lebih terarah kepada masyarakat.

        Grafik 1
        Perkembangan PDB Filipina

         8,00%
         7,00%          7,60%

         6,00%                     5,50%

         5,00%                                  5,70%    4,40%
                                                                   4,00%      5,40%
         4,00%
         3,00%
         2,00%
         1,00%
         0,00%
                     2022       2023        2024        2025     2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                           29
Page 57
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, PDB Filipina pada tahun 2025
        mengalami pertumbuhan sebesar 4,40%. Pada tahun 2026 dan 2027, PDB Filipina
        diproyeksikan masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 4,00% dan
        5,40%.

IV.E.   Inflasi

        Berdasaran data yang diperoleh dari BSP, Inflasi pada tahun 2026 diproyeksikan
        mencapai 3,60% dan pada tahun 2027 sebesar 3,20%. Peningkatan tersebut
        terutama mencerminkan dampak faktor-faktor dari sisi penawaran (supply-side
        factors), termasuk kenaikan harga minyak dan komoditas non-migas global,
        peningkatan tarif beras, serta penyesuaian tarif listrik.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Filipina

         7,00%
                             6,00%                          6,10%
         6,00%

         5,00%       5,80%
                                                                       4,00%
         4,00%                         3,20%

         3,00%                                  1,70%
                                                                                3,10%
         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2022    2023     2024      2025      2026*     2027*      2028*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Filipina pada tahun
        2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 6,10%, 4,00%, dan
        3,10%.

IV.F.   Nilai Tukar Peso

        Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh BSP, pada minggu pertama
        Februari 2026, Filipina Peso mengalami kenaikan. Kenaikan Filipina Peso tersebut
        antara lain didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan lebih
        lanjut suku bunga kebijakan oleh BSP pada Februari 2026, meningkatnya
        cadangan devisa bruto (gross international reserves), serta tetap kuatnya
        Purchasing Managers' Index sektor manufaktur pada Januari 2026.




                                         30
Page 58
Faktor-faktor kenaikan tersebut juga diimbangi dengan melemahnya arus masuk
investasi asing langsung. Hingga 11 Februari 2026, nilai tukar peso ditutup pada
PHP 58,48/ USD, yang mencerminkan kenaikan sebesar 0,50% dibandingkan
posisi akhir pada Desember 2025. Dalam nilai efektif nominal (Nominal Effective
Terms/NET), Filipina Peso mengalami penurunan secara tahunan. Kondisi
tersebut tidak hanya memiliki dampak yang buruk, jika dilihat melalui sisi lainnya,
kondisi tersebut mendukung daya saing harga ekspor Filipina dibandingkan
dengan ekspor negara-negara mitra dagangnya, baik di kelompok negara
berkembang maupun negara maju yang cenderung mengalami peningkatan NET.

Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Peso Terhadap Mata Uang Asing

      80,00

      70,00

      60,00

      50,00

      40,00

      30,00

      20,00

      10,00

          -
                    Q2/2026   Q3/2026      Q4/2026        2027          2028
        USD          58,30     58,30        58,30         56,10         55,00
        EUR          69,32     70,02        69,96         67,32         68,20
        AUD          39,03     39,68        40,23         38,99         39,60

Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Peso terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar PHP 58,30, PHP 58,30, PHP 58,30,
PHP 56,10, dan PHP 55,00.

Proyeksi nilai tukar Peso terhadap EUR pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar PHP 69,32, PHP 70,02, PHP 69,96,
PHP 67,32, dan PHP 68,20.

Proyeksi nilai tukar Peso terhadap AUD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar PHP 39,03, PHP 39,68, PHP 40,23,
PHP 38,99, dan PHP 39,60.




                                   31
Page 59
V.     TINJAUAN INDUSTRI RITEL

V.A.   Tinjauan Industri Ritel di Dunia

       Industri ritel merupakan sektor yang mencakup kegiatan penjualan barang dan
       jasa secara langsung kepada konsumen akhir, meliputi berbagai kategori seperti
       makanan dan minuman, pakaian jadi, elektronik, kendaraan, dan lainnya. Secara
       global, industri ini memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
       karena dinilai memiliki kontribusi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari baik
       dalam mendukung konsumsi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, serta
       perputaran barang dan jasa lintas sektor.

       Industri ritel juga memiliki peran penting dalam mendorong konsumsi masyarakat
       serta distribusi barang dan jasa. Seiring dengan perkembangan teknologi dan
       perubahan perilaku konsumen, industri ini terus mengalami penyesuaian dalam
       model bisnis dan operasionalnya. Integrasi antara kanal penjualan fisik dan digital,
       serta pemanfaatan teknologi, mendukung peningkatan efisiensi dan jangkauan
       pasar, sehingga industri ritel tetap menunjukkan perkembangan yang stabil di
       tengah dinamika ekonomi global.

       Posisi minimarket dengan konsep convenience store yang berada dekat dengan
       pelanggan amat diminati didorong oleh jam operasional yang panjang dan
       perputaran transaksi yang tinggi kemudian membentuk kebiasaan berbelanja
       masyarakat dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Business Research
       Insights dalam laporan dengan judul Convenience Store Retailing Market Size,
       Share, Growth, and Industry Analysis, By Type, By Applications, and Regional
       Forecast to 2035, pada tahun 2025 jumlah transaksi minimarket dunia adalah lebih
       dari 310 miliar kali per tahunnya, di mana lebih dari 62,00% pelanggan memilih
       berbelanja di minimarket untuk pembelian yang mendesak seperti makanan
       ringan, minuman, dan keperluan dasar rumah tangga. Sementara pasar ritel
       minimarket diuntungkan dengan lokasinya yang dekat dengan pejalan kaki dan
       lalu lintas yang tinggi sehingga minimarket kini juga menyediakan makanan siap
       saji karena tingginya permintaan.




                                          32
Page 60
Grafik 4
Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030
(Dalam miliar USD)




                         2026       2027       2028       2029        2030
     Jumlah Penjualan   6.880,00   7.380,00   7.890,00   8.400,00    8.910,00

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, penjualan e-commerce ritel di dunia
diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata sebesar USD 507,50 miliar atau
setara dengan 6,68%. Pada tahun 2027 hingga 2030, penjualan e-commerce ritel
diperkirakan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu
masing-masing sebesar USD 500,00 miliar, USD 510,00 miliar, USD 510,00 miliar,
dan USD 510,00 miliar atau masing-masing setara dengan 7,27%, 6,91%, 6,46%,
dan 6,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat,
perluasan kanal penjualan digital, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung
efisiensi operasional dan jangkauan pasar dalam industri ritel dunia.

Menurut data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporannya dengan
judul Retail Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast (2026 –
2031), ukuran dan pangsa pasar ritel diperkirakan akan mengalami pertumbuhan
yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Ukuran pasar ritel di dunia
diproyeksikan akan menjadi USD 41,53 triliun pada tahun 2031, tumbuh dengan
tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR)
sebesar 6,87% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031. Pertumbuhan
industri ritel di dunia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang positif, didukung
oleh peningkatan pendapatan masyarakat perkotaan kelas menengah,
peningkatan efisiensi operasional, serta perubahan preferensi konsumen. Hal ini
mencerminkan bahwa pelaku industri perlu terus beradaptasi terhadap
perkembangan teknologi dan tren pasar guna menjaga daya saing dan mendorong
pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.




                                     33
Page 61
       Seiring dengan perkembangan teknologi, industri ritel mengalami perubahan yang
       dipengaruhi oleh pergeseran perilaku konsumen dan kemajuan digital. Kanal
       penjualan tidak lagi terbatas pada toko fisik, tetapi juga berkembang melalui
       platform e-commerce, meskipun toko fisik tetap berperan dalam memberikan
       interaksi langsung dengan konsumen. Dalam hal ini, pelaku industri menerapkan
       strategi omnichannel, yaitu integrasi antara kanal penjualan offline dan online
       untuk menciptakan proses belanja yang lebih terintegrasi dan memudahkan
       konsumen.

       Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan
       otomatisasi dalam operasional toko maupun gudang turut meningkatkan efisiensi,
       pengelolaan persediaan barang, serta pemahaman terhadap kebutuhan
       konsumen. Pemanfaatan data merupakan elemen penting dalam operasional ritel
       karena mendukung pelaku usaha dalam memahami dan memenuhi kebutuhan
       konsumen secara lebih tepat. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut
       menunjukkan bahwa industri ritel global terus beradaptasi melalui penyesuaian
       model bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jangkauan pasar,
       sehingga tetap memiliki prospek yang positif di tengah dinamika ekonomi global.

V.B.   Tinjauan Industri Ritel di Filipina

       Industri ritel merupakan sektor usaha yang melakukan kegiatan penjualan barang
       atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan atau
       dikonsumsi secara pribadi, bukan untuk dijual kembali. Sektor ini mencakup
       berbagai kategori seperti makanan dan minuman, pakaian, elektronik, serta
       kebutuhan rumah tangga yang berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi
       masyarakat.

       Berdasarkan data Mordor Intelligence dalam laporan berjudul Philippines Retail
       Market Size & Share Analysis: Growth Trends and Forecast (2026–2031), ukuran
       pasar ritel Filipina pada tahun 2025 mencapai USD 41,26 miliar. Pertumbuhan
       industri ritel Filipina didukung oleh kuatnya konsumsi domestik yang menyumbang
       hampir 70,00% terhadap PDB nasional, sehingga menciptakan permintaan yang
       stabil terhadap berbagai produk ritel. Selain itu, populasi penduduk usia muda
       terus bertumbuh, disertai dengan meningkatnya urbanisasi, turut mendorong
       konsumsi masyarakat, terutama untuk produk makanan, pakaian, elektronik, dan
       produk gaya hidup. Adopsi pembayaran digital dan dompet elektronik (e-wallet)
       yang semakin luas juga mendukung peningkatan frekuensi transaksi, baik melalui
       kanal online maupun offline. Di sisi lain, perbaikan infrastruktur logistik, layanan
       pengiriman, serta dukungan pemerintah terhadap sektor ritel semakin memperkuat
       pertumbuhan industri ritel Filipina.




                                         34
Page 62
Grafik 5
Tingkat Pertumbuhan Penjualan Ritel di Filipina
November 2025 – Februari 2026
(Dalam %)

                          3,50


                          3,00


                          2,50


                          2,00


                          1,50


                          1,00


                          0,50


                             -
                                  Nov 2025        Des 2025   Jan 2026   Feb 2026   Mar 2026
          Pertumbuhan Penjualan     1,40            1,50       2,10       2,10       3,30

Sumber : Trading Economics


Berdasarkan data Trading Economics, pertumbuhan penjualan ritel di Filipina
secara tahunan (year-on-year/YoY) menunjukkan peningkatan pada periode
November 2025 hingga Maret 2026. Pertumbuhan penjualan ritel meningkat dari
sekitar 1,4% pada November 2025 menjadi 2,10% pada Januari 2026 dan tetap
berada pada level yang sama pada Februari 2026. Selanjutnya, pertumbuhan
penjualan ritel kembali meningkat menjadi 3,30% pada Maret 2026. Peningkatan
tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas perdagangan ritel yang didukung
oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, sehingga berpotensi mendukung
pertumbuhan industri ritel Filipina pada periode mendatang.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam
laporannya yang berjudul Philippines Retail Market Size & Share Analysis Growth
Trends and Forecast (2026–2031), ukuran pasar industri ritel Filipina pada tahun
2031 diproyeksikan mencapai USD 64,99 miliar, dengan tingkat CAGR sebesar
7,86% selama periode 2026–2031. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya
konsumsi domestik yang didukung oleh tingginya pembelanjaan makanan,
pakaian, peralatan elektronik, dan peningkatan gaya hidup karena peningkatan
pendapatan bersih dan jumlah kelas menengah yang semakin besar.




                                             35
Page 63
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     Alfamart Trading Philippines Inc.

          Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing telah diaudit oleh
          KAP SGV masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

          Ikhtisar data keuangan penting ATP adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 8
          Alfamart Trading Philippines, Inc.
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                                      (Dalam ribuan PHP)

                                        Keterangan                                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                           1.843.142       461.727       168.903       105.357       328.812
          Piutang usaha dan piutang lain-lain                                            377.287     3.775.971     3.408.484     2.943.428     2.782.837
          Persediaan                                                                   4.777.985     1.575.358       588.659       755.591       664.883
          Pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya                        617.218       588.833     1.223.208       915.303       685.103
          Jumlah Aset Lancar                                                           7.615.632     6.401.888     5.389.255     4.719.679     4.461.635
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset tetap - neto                                                            7.100.195     7.094.066     5.329.696     4.006.340     3.757.183
          Aset hak guna                                                                7.706.455     7.314.218     6.046.323     5.216.665     4.904.076
          Biaya perangkat lunak                                                           24.849        21.469        17.455        17.490        18.771
          Uang jaminan                                                                   416.150       234.299       175.349       133.641       114.240
          Aset pajak tangguhan                                                           314.696       245.748       203.203       156.499       111.997
          Aset tidak lancar lainnya                                                    1.122.326     1.293.097       357.387       270.201       278.627
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                                    16.684.670    16.202.898    12.129.414     9.800.837     9.184.893
          JUMLAH ASET                                                                 24.300.302    22.604.787    17.518.669    14.520.516    13.646.528



                                                                                                                                      (Dalam ribuan PHP)

                                        Keterangan                                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha dan utang lain-lain                                              7.212.372     6.065.948     4.478.410     3.621.289     3.121.910
          Liabilitas sewa                                                                598.337       572.152       503.269       403.897       353.497
          Utang pinjaman                                                               2.900.000             -             -             -             -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             10.710.709     6.638.100     4.981.679     4.025.186     3.475.407
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas sewa                                                              8.247.025     7.678.588     6.296.290     5.409.887     5.000.416
          Utang pinjaman                                                               2.831.998     4.533.797     3.534.479     2.884.848     2.880.445
          Liabilitas imbalan kerja                                                       122.128        50.678        64.775        39.483        13.780
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            11.201.151    12.263.063     9.895.543     8.334.218     7.894.641
          JUMLAH LIABILITAS                                                           21.911.861    18.901.163    14.877.221    12.359.403    11.370.048
          EKUITAS
          Modal saham                                                                  5.450.000     5.450.000     4.450.000     3.800.000     3.800.000
          Saldo laba (rugi)                                                           (3.049.947)   (1.719.305)   (1.769.736)   (1.619.129)   (1.522.987)
          Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - setelah pajak      (11.611)      (27.072)      (38.817)      (19.759)         (532)
          JUMLAH EKUITAS                                                               2.388.442     3.703.624     2.641.447     2.161.112     2.276.480
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                               24.300.302    22.604.787    17.518.669    14.520.516    13.646.528




                                                                          36
Page 64
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset ATP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
          2021 masing-masing adalah sebesar PHP 24.300,30 juta, PHP 22.604,78 juta,
          PHP 17.518,67 juta, PHP 14.520,52 juta, dan PHP 13.646,53 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset ATP mengalami kenaikan sebesar
          PHP 1.695,52 juta atau setara dengan 7,50% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas, persediaan, dan aset hak guna masing-masing sebesar
          PHP 1.381,42 juta, PHP 3.202,63 juta, dan PHP 392,24 juta yang disertai dengan
          penurunan piutang usaha dan piutang lain-lain sebesar PHP 3.398,68 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset ATP mengalami kenaikan sebesar
          PHP 5.086,12 juta atau setara dengan 29,03% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan, aset tetap – neto, dan aset hak guna masing-masing sebesar
          PHP 986,70 juta, PHP 1.764,37 juta, dan PHP 1.267,90 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset ATP mengalami kenaikan sebesar
          PHP 2.998,15 juta atau setara dengan 20,65% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang usaha dan piutang lain-lain, aset tetap – neto, serta aset hak guna
          masing- adalah sebesar PHP 465,06 juta, PHP 1.323,36 juta, dan
          PHP 829,66 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset ATP mengalami kenaikan sebesar
          PHP 873,99 juta atau setara dengan 6,40% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya, aset tetap – neto, dan
          aset hak guna masing-masing sebesar PHP 230,20 juta, PHP 249,16 juta, dan
          PHP 312,59 juta.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas ATP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar PHP 21.911,86 juta, PHP 18.901,16 juta,
          PHP 14.877,22 juta, PHP 12.359,40 juta, dan PHP 11.370,05 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
          sebesar PHP 3.010,70 juta atau setara dengan 15,93% dibandingkan dengan
          jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain, liabilitas sewa, dan
          utang pinjaman masing-masing sebesar PHP 1.146,43 juta, PHP 594,62 juta, dan
          PHP 1.198,20 juta.




                                          37
Page 65
          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
          sebesar PHP 4.023,04 juta atau setara dengan 27,05% dibandingkan dengan
          jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain, liabilitas sewa, dan
          utang pinjaman masing-masing sebesar PHP 1.587,54 juta, PHP 1.451,18 juta,
          dan PHP 999,32 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
          sebesar PHP 2.517,82 juta atau setara dengan 20,37% dibandingkan dengan
          jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain, liabilitas sewa, dan
          utang pinjaman masing-masing sebesar PHP 857,12 juta, PHP 1.872,18 juta, dan
          PHP 649,63 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
          sebesar PHP 989,36 juta atau setara dengan 8,70% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang usaha dan utang lain-lain dan liabilitas sewa masing-masing
          sebesar PHP 499,38 juta dan PHP 459,87 juta.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas ATP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar PHP 2.388,44 juta, PHP 3.703,62 juta,
          PHP 2.641,45 juta, PHP 2.161,11 juta, dan PHP 2.276.48 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas ATP mengalami penurunan
          sebesar PHP 1.315,18 juta atau setara dengan 35,51% dibandingkan dengan
          jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
          disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ATP sebesar
          PHP 1.330,64 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas ATP mengalami kenaikan
          sebesar PHP 1.062,18 juta atau setara dengan 40,21% dibandingkan dengan
          jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. kenaikan ini terutama disebabkan
          oleh penerbitan saham baru dan laba tahun berjalan yang dibukukan oleh ATP
          masing-masing sebesar PHP 1.000,00 juta dan PHP 50,43 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas ATP mengalami kenaikan
          sebesar PHP 480,34 juta atau setara dengan 22,23% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          penerbitan saham baru sebesar PHP 650,00 juta yang disertai rugi tahun berjalan
          yang dibukukan oleh ATP sebesar PHP 150,61 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas ATP mengalami penurunan
          sebesar PHP 115,37 juta atau setara dengan 5,07% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ATP sebesar PHP 96,14 juta.




                                          38
Page 66
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 9
          Alfamart Trading Philippines, Inc.
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                     (Dalam ribuan PHP)

                                Keterangan                        31/12/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

          Penjualan bersih                                        33.612.771       28.212.383    23.282.832    19.392.054    15.941.769
          Beban pokok penjualan                                   24.893.725       24.196.374    20.536.805    17.164.926    14.088.722
          Laba bruto                                                8.719.046       4.016.009     2.746.026     2.227.128     1.853.048
          Beban penjualan dan administrasi                         (9.846.630)     (4.488.879)   (3.422.637)   (2.757.103)   (2.526.015)
          Pendapatan bunga                                             12.456          20.334        25.038         8.372         8.783
          Beban bunga                                                (837.216)       (710.252)     (542.982)     (481.106)     (424.927)
          Penghasilan lainnya                                         736.430       1.272.387     1.060.738       899.723       785.474
          Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan              (1.215.913)       109.599       (133.817)     (102.986)     (303.636)
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (114.729)       (59.168)       (16.790)        6.844         1.743
          Laba (rugi) bersih tahun berjalan                        (1.330.642)        50.431       (150.607)      (96.142)     (301.894)
          Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                       15.460         11.746        (19.058)      (19.227)       11.013
          Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan           (1.315.182)        62.177       (169.665)     (115.368)     (290.880)



VI.A.6.   Penjualan bersih

          Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
          PHP 33.612,77 juta, PHP 28.212,38 juta, PHP 23.282,83 juta, PHP 19.392,05 juta,
          dan PHP 15.941,77 juta.

          Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
          mengalami kenaikan sebesar PHP 5.400,39 juta atau setara dengan 19,14%
          dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024.

          Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
          mengalami kenaikan sebesar PHP 4.929,55 juta atau setara dengan 21,17%
          dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023.

          Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami kenaikan sebesar PHP 3.890,78 juta atau setara dengan 20,06%
          dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.

          Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          mengalami kenaikan sebesar PHP 3.450,29 juta atau setara dengan 21,64%
          dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.




                                                            39
Page 67
VI.A.7.   Laba (rugi) Bersih Tahun Berjalan

          Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
          PHP 1.330,64 juta, PHP 150,61 juta, PHP 96,14 juta, dan PHP 301,89 juta.
          Laba bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 adalah sebesar PHP 50,43 juta.

          Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar PHP 1.381,07 juta dibandingkan
          dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024.

          Laba bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar PHP 201,04 juta atau setara
          dengan 133,49% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar PHP 54,47 juta atau setara
          dengan 56,65% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar PHP 205,75 juta atau setara
          dengan 68,15% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          40
Page 68
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 10
          Alfamart Trading Philippines, Inc.
          Laporan Arus Kas
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                       (Dalam ribuan PHP)
                               Keterangan                            31/12/25       31/12/24       31/12/23      31/12/22       31/12/21

          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Rugi sebelum pajak penghasilan                             (1.215.913)      109.599        (133.817)     (102.986)      (303.636)
          Penyesuaian untuk:
           Penyusutan dan amortisasi                                  2.045.523      1.698.286      1.352.301     1.260.553      1.236.756
           Beban bunga                                                  830.014        703.434        538.476       481.106        424.927
           Beban imbalan pensiun                                        103.063         18.064         11.880         7.067          8.127
           Kerugian pelepasan aset tetap                                 30.846         24.298            781         2.192          5.938
           Amortisasi sewa tangguhan                                      8.456          7.268          6.540         5.945          5.662
           Akresi deposito yang dikembalikan                             (6.634)        (5.760)        (5.086)       (4.623)        (4.403)
           Pendapatan bunga                                              (5.822)       (14.573)       (19.953)       (3.749)        (4.380)
           Keuntungan penghentian sewa                                  (12.516)        (6.332)        (1.153)       (3.377)        (3.569)
           Amortisasi biaya penerbitan utang                              7.202          6.818          4.506         4.403          2.195
           Kerugian selisih kurs yang belum direalisasi                       -              -         (1.083)          593            252
           Kerugian penurunan nilai piutang usaha                       699.068              -              -             -              -
           Keuntungan dari konsensi sewa yang diterima                        -              -              -             -        (30.844)
          Penurunan (kenaikan):
           Piutang usaha dan pitang lain-lain                         2.728.780       (355.937)      (438.488)     (150.454)      216.617
           Persediaan                                                (3.202.627)      (986.699)       166.931       (90.708)      (19.471)
           Pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya      121.216        888.790        (56.891)       (4.548)      (39.235)
           Deposit yang dapat dikembalikan                             (183.673)       (60.458)       (43.162)            -             -
          Kenaikan utang usaha dan liabilitas lancar lainnya          1.111.003      1.578.000        855.611       499.378       285.597
          Pajak penghasilan yang dibayar, termasuk pajak
           kredit yang dipotong                                        (161.576)      (360.042)      (308.156)     (256.901)      (223.449)
          Kontribusi kepada aset program imbalan kerja                  (11.000)       (16.500)       (12.000)       (7.000)       (10.000)
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 2.885.409      3.228.258      1.917.239     1.636.893      1.547.083
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan:
           Aset tetap                                                (1.291.553)    (2.763.460)    (2.104.664)   (1.002.208)    (1.205.887)
           Biaya perangkat lunak                                         (9.579)        (9.019)        (1.458)       (2.421)        (4.488)
          Kenaikan aset tidak lancar lainnya                             (6.084)      (935.711)       (87.186)        8.426        (18.961)
          Penerimaan bunga                                                5.822         14.573         19.953         3.749          4.380
          Deposit yang dapat dikembalikan                                     -              -              -       (20.723)       (16.924)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (1.301.394)    (3.693.617)    (2.173.355)   (1.013.178)    (1.241.880)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan dari:
           Pinjaman                                                   1.200.000      1.000.000       650.000                -     500.000
           Penerbitan saham                                                   -      1.000.000       650.000                -           -
          Pembayaran untuk:
           Bunga atas liabilitas sewa                                  (592.025)      (507.052)      (407.165)     (357.192)      (321.236)
           Pelunasan pokok liabilitas sewa                             (585.552)      (530.922)      (439.581)     (365.470)      (280.835)
           Bunga atas pinjaman                                         (216.023)      (196.342)      (129.801)     (123.914)      (114.908)
           Biaya penerbitan utang                                        (9.000)        (7.500)        (4.875)            -        (21.750)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                         (202.599)      758.183        318.578       (846.576)      (238.730)
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                 1.381.416       292.824         62.462       (222.861)       66.474
          PENGARUH NILAI TUKAR TERHADAP
           KAS DAN SETARA KAS                                                   -              -        1.083          (593)          (252)
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                           461.727        168.903        105.357       328.812        262.590
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         1.843.142       461.727        168.903       105.357        328.812




                                                                41
Page 69
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar PHP 2.885,41 juta, PHP 3.228,26 juta,
PHP 1.917,24 juta, PHP 1.636,89 juta, dan PHP 1.547,08 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar PHP 2.885,41 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, penurunan piutang usaha dan piutang
lain-lain, dan kenaikan utang usaha dan liabilitas lancar lainnya masing-masing
sebesar       PHP      2.045,52    juta,    PHP        2.728,78    juta,   dan
PHP 1.111,00 juta yang disertai dengan kenaikan persediaan sebesar
PHP 3.202,63 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar PHP 3.228,26 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, penurunan pajak pertambahan nilai
masukan dan aset lancar lainnya, serta kenaikan utang usaha dan liabilitas lancar
lainnya masing-masing sebesar PHP 1.698,29 juta, PHP 888,79 juta, dan
PHP 1.578,00 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar PHP 1.917,24 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, beban bunga, dan kenaikan utang usaha
dan liabilitas lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.352,30 juta,
PHP 538,48 juta, dan PHP 855,61 juta yang disertai dengan kenaikan piutang
usaha dan piutang lain-lain sebesar PHP 438,49 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar PHP 1.636,89 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, beban bunga, dan kenaikan utang usaha
dan liabilitas lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.260,55 juta,
PHP 481,11 juta, dan PHP 499,38 juta yang disertai dengan pajak penghasilan
yang dibayar, termasuk pajak kredit yang dipotong sebesar PHP 256,90 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar PHP 1.547,08 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, beban bunga, dan kenaikan utang usaha
dan liabilitas lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.236,76 juta,
PHP 424,93 juta, dan PHP 285,60 juta.




                                 42
Page 70
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar PHP 1.301,39 juta, PHP 3.639,62 juta,
PHP 2.173,36 juta, PHP 1.013,18 juta dan PHP 1.241,88 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar PHP 1.301,39 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan biaya perangkat lunak, dan kenaikan
aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.291,55 juta,
PHP 9,58 juta, dan PHP 6,08 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar PHP 3.639,62 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan biaya perangkat lunak, dan kenaikan
aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 2.763,46 juta,
PHP 9,02 juta, dan PHP 935,71 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar PHP 2.173,36 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan biaya perangkat lunak, dan kenaikan
aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 2.104,66 juta,
PHP 1,46 juta, dan PHP 87,19 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar PHP 1.013,18 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan perangkat lunak dan deposit yang
dapat dikembalikan masing-masing sebesar PHP 1.002,21 juta, PHP 2,42 juta,
dan PHP 20,72 juta

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar PHP 1.241,88 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, kenaikan aset tidak lancar lainnya, dan deposit
yang dapat dikembalikan masing-masing sebesar PHP 1.205,89 juta,
PHP 18,96 juta, dan PHP 16,92 juta.




                                  43
Page 71
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar PHP 202,60 juta, PHP 846,58 juta, dan
PHP 238,73 juta. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar PHP 758,18 juta dan PHP 318,58 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar PHP 202,60 juta
terutama berasal dari pembayaran bunga atas liabilitas sewa, pembayaran
pelunasan pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas pinjaman masing-
masing sebesar PHP 592,03 juta, PHP 585,55 juta, dan PHP 216,02 juta yang
disertai dengan penerimaan dari pinjaman sebesar PHP 1.200,00 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATP untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar PHP 758,18 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pinjaman dan penerimaan dari penerbitan
saham masing-masing sebesar PHP 1.000,00 juta dan PHP 1.000,00 juta yang
disertai dengan pembayaran bunga atas liabilitas sewa, pembayaran pelunasan
pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas pinjaman masing-masing
sebesar PHP 507,05 juta, PHP 530,92 juta, dan 196,34 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATP untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar PHP 318,58 juta
terutama berasal dari penerimaan dari pinjaman dan penerimaan dari penerbitan
saham masing-masing sebesar PHP 650,00 juta dan PHP 650,00 juta yang
disertai dengan pembayaran bunga atas liabilitas sewa, pembayaran pelunasan
pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas pinjaman masing-masing
sebesar PHP 407,17 juta, PHP 439,58 juta, dan PHP 129,80 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar PHP 846,58 juta
terutama berasal dari pembayaran bunga atas liabilitas sewa dan pembayaran
pelunasan pokok liabilitas sewa masing-masing sebesar PHP 357,19 juta dan
PHP 365,47 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar PHP 238,73 juta
terutama berasal dari pembayaran bunga atas liabilitas sewa, pembayaran
pelunasan pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas pinjaman masing-
masing sebesar PHP 321,24 juta, PHP 280,84 juta, dan PHP 114,91 juta yang
disertai dengan penerimaan dari pinjaman sebesar PHP 500,00 juta.




                                44
Page 72
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 11
           Alfamart Trading Philippines, Inc.
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Desember 2021 - 2025



                                  Keterangan             31/12/25     31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             0,71         0,96        1,08        1,17        1,28
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             1,38         1,25        1,33        1,34        1,17
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,10         0,16        0,15        0,15        0,17
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,90         0,84        0,85        0,85        0,83
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 9,17         5,10        5,63        5,72        4,99
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 25,94%      14,23%      11,79%      11,48%       11,62%
           Marjin laba (rugi) bersih                         -3,96%       0,18%      -0,65%      -0,50%       -1,89%
           Imbal hasil aset                                  -5,48%       0,22%      -0,86%      -0,66%       -2,21%
           Imbal hasil ekuitas                              -55,71%       1,36%      -5,70%      -4,45%      -13,26%



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan ATP dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi ATP. Pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset
           masing-masing adalah 1,38; 1,25; 1,33; 1,34; dan 1,17.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
           ATP terhadap jumlah aset ATP. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
           0,10; 0,16; 0,15; 0,15; dan 0,17.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan ATP untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
           jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,90; 0,84; 0,85; 0,85;
           dan 0,83; sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 adalah 9,17; 5,10; 5,63; 5,72;
           dan 4,99.




                                                    45
Page 73
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ARA dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,22%

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan ATP dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar 1,36%.

VI.B.      Analisis atas Common Size Alfamart Trading Philippines Inc.

           Berikut adalah analisis common size ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

           Ikhtisar common size ATP adalah sebagai berikut:
           Tabel 12
           Alfamart Trading Philippines, Inc.
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 31 Desember 2021 - 2025



                                         Keterangan                                    31/12/25     31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                                              7,58%        2,04%       0,96%        0,73%        2,41%
           Piutang usaha dan piutang lain-lain                                             1,55%       16,70%      19,46%       20,27%       20,39%
           Persediaan                                                                     19,66%        6,97%       3,36%        5,20%        4,87%
           Pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya                         2,54%        2,60%       6,98%        6,30%        5,02%
           Jumlah Aset Lancar                                                             31,34%       28,32%      30,76%       32,50%       32,69%
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap - neto                                                              29,22%       31,38%      30,42%       27,59%       27,53%
           Aset hak guna                                                                  31,71%       32,36%      34,51%       35,93%       35,94%
           Biaya perangkat lunak                                                           0,10%        0,09%       0,10%        0,12%        0,14%
           Uang jaminan                                                                    1,71%        1,04%       1,00%        0,92%        0,84%
           Aset pajak tangguhan                                                            1,30%        1,09%       1,16%        1,08%        0,82%
           Aset tidak lancar lainnya                                                       4,62%        5,72%       2,04%        1,86%        2,04%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                                       68,66%       71,68%      69,24%       67,50%       67,31%
           JUMLAH ASET                                                                   100,00%      100,00%     100,00%      100,00%      100,00%




                                         Keterangan                                    31/12/25     31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha dan utang lain-lain                                                29,68%       26,83%      25,56%       24,94%       22,88%
           Liabilitas sewa                                                                 2,46%        2,53%       2,87%        2,78%        2,59%
           Utang pinjaman                                                                 11,93%        0,00%       0,00%        0,00%        0,00%
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                44,08%       29,37%      28,44%       27,72%       25,47%
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas sewa                                                                33,94%       33,97%      35,94%       37,26%       36,64%
           Utang pinjaman                                                                 11,65%       20,06%      20,18%       19,87%       21,11%
           Liabilitas imbalan kerja                                                        0,50%        0,22%       0,37%        0,27%        0,10%
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                               46,09%       54,25%      56,49%       57,40%       57,85%
           JUMLAH LIABILITAS                                                              90,17%       83,62%      84,92%       85,12%       83,32%
           EKUITAS
           Modal saham                                                                     22,43%      24,11%       25,40%       26,17%       27,85%
           Saldo laba (rugi)                                                              -12,55%      -7,61%      -10,10%      -11,15%      -11,16%
           Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - setelah pajak       -0,05%      -0,12%       -0,22%       -0,14%        0,00%
           JUMLAH EKUITAS                                                                  9,83%       16,38%      15,08%       14,88%       16,68%
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                 100,00%      100,00%     100,00%      100,00%      100,00%




                                                                           46
Page 74
Tabel 13
Alfamart Trading Philippines, Inc.
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                      Keterangan                      31/12/25      31/12/24        31/12/23     31/12/22    31/12/21

Penjualan bersih                                          100,00%      100,00%        100,00%      100,00%     100,00%
Beban pokok penjualan                                      74,06%       71,99%         61,10%       51,07%      41,91%
Laba bruto                                                 25,94%       28,01%          38,90%      48,93%      58,09%
Beban penjualan dan administrasi                          -29,29%      -13,35%         -10,18%      -8,20%      -7,52%
Pendapatan bunga                                            0,04%        0,06%           0,07%       0,02%       0,03%
Beban bunga                                                -2,49%       -2,11%          -1,62%      -1,43%      -1,26%
Penghasilan lainnya                                         2,19%        3,79%           3,16%       2,68%       2,34%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                -3,62%          16,39%      30,33%       42,00%      51,67%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                          -0,34%          -0,18%      -0,05%        0,02%       0,01%
Laba (rugi) bersih tahun berjalan                          -3,96%          16,22%      30,28%       42,02%      51,67%
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                      0,05%           0,03%      -0,06%       -0,06%       0,03%
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan             -3,91%          16,25%      30,23%       41,96%      51,71%




                                                 47
Page 75
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Ritel

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan ATP, yaitu
          Taiwan Family Mart Co. Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan PT Midi Utama
          Indonesia Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

          Ikhtisar common size untuk Taiwan Family Mart Co. Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya
          Tbk, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   Taiwan Family Mart Co. Ltd
          Tabel 14
          Taiwan Family Mart Co.Ltd
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                               Keterangan                               31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                8,80%      10,12%       8,59%       9,22%      10,71%
          Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
            melalui laba-rugi - neto                                        0,04%       0,03%       0,03%       0,06%       0,05%
          Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto            1,01%       1,10%       1,24%       0,75%       0,39%
          Piutang:
            Piutang wesel                                                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
            Piutang usaha                                                   2,09%       1,90%       2,22%       2,11%       2,14%
            Piutang usaha - pihak berelasi                                  0,08%       0,09%       0,08%       0,06%       0,04%
            Piutang sewa pembiayaan - neto                                  0,21%       0,21%       0,23%       0,24%       0,21%
            Piutang lain-lain                                               1,59%       1,54%       1,53%       2,35%       1,54%
            Piutang lain-lain - pihak berelasi                              0,10%       0,46%       0,11%       0,06%       0,06%
          Persediaan                                                        8,64%       8,02%       9,59%       9,17%       9,23%
          Uang muka                                                         0,64%       0,63%       0,83%       0,69%       0,79%
          Aset lancar lainnya                                               0,42%       0,31%       0,52%       0,39%       0,16%
          Aset pajak kini                                                   0,24%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                               23,87%      24,41%      24,97%      25,10%      25,34%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
            penghasilan komprehensif lain                                   0,08%       0,05%       0,05%       0,06%       0,12%
          Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto            0,10%       0,11%       0,30%       0,66%       0,72%
          Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas                      0,53%       0,49%       0,57%       0,62%       0,51%
          Aset tetap                                                       29,62%      29,17%      28,64%      27,12%      25,45%
          Aset hak guna                                                    36,61%      37,14%      38,63%      39,36%      41,21%
          Properti investasi - neto                                         2,13%       1,58%       1,70%       1,76%       2,34%
          Aset tidak berwujud                                               2,03%       2,03%       1,91%       1,94%       1,34%
          Aset pajak tangguhan                                              0,80%       0,89%       0,79%       0,76%       0,37%
          Uang jaminan yang dapat dikembalikan                              1,59%       1,56%       1,61%       1,66%       1,70%
          Piutang sewa pembiayaan                                           0,41%       0,45%       0,51%       0,62%       0,55%
          Aset tidak lancar lainnya                                         2,23%       2,12%       0,32%       0,33%       0,35%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                         76,13%      75,59%      75,03%      74,90%      74,66%
          JUMLAH ASET                                                     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                   48
Page 76
                       Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek                                             2,42%        2,43%        3,13%        3,64%        5,09%
Liabilitas kontrak - bagian jangka pendek                          4,63%        4,28%        4,51%        4,40%        3,27%
Utang wesel                                                        0,03%        0,03%        0,03%        0,03%        0,08%
Utang usaha                                                       16,61%       15,55%       15,11%       14,85%       14,23%
Utang usaha kepada pihak berelasi                                  1,57%        1,66%        1,60%        1,25%        1,33%
Utang lain-lain                                                    8,30%        8,16%        8,12%        8,63%        8,07%
Liabilitas pajak penghasilan kini                                  0,08%        0,62%        0,22%        0,21%        0,18%
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek                             7,78%        7,64%        7,76%        7,68%        8,16%
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang                       2,07%        1,35%        1,24%        0,84%        0,27%
Liabilitas jangka pendek lainnya                                   6,19%        7,26%        8,54%        8,59%        9,59%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   49,68%       48,99%       50,25%       50,13%       50,27%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang                                            2,49%        1,20%        1,21%        1,20%        0,07%
Liabilitas pajak tangguhan                                         0,41%        0,42%        0,46%        0,46%        0,01%
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang                           30,69%       31,31%       32,75%       33,62%       34,86%
Liabilitas jangka panjang lainnya                                  3,64%        3,60%        3,91%        3,94%        4,46%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  37,24%       36,54%       38,34%       39,22%       39,39%
JUMLAH LIABILITAS                                                 86,92%       85,53%       88,58%       89,35%       89,65%
EKUITAS
Modal saham                                                         2,75%        2,80%        2,96%        3,02%        3,30%
Tambahan modal disetor - neto                                       0,44%        0,44%        0,33%        0,06%        0,07%
Komponen ekuitas lainnya                                           -0,14%       -0,14%       -0,23%       -0,16%       -0,31%
Saldo laba                                                          8,51%        9,73%        6,88%        6,81%        6,31%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas           11,56%       12,83%        9,94%        9,73%        9,38%
  induk
Kepentingan non-pengendali                                         1,52%        1,64%        1,47%        0,93%        0,97%

JUMLAH EKUITAS                                                    24,64%       27,30%       21,36%       20,38%       19,72%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 15
Taiwan Family Mart Co.Ltd
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan bersih                                                100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                            63,61%       63,48%       63,50%       63,73%       63,89%
Laba kotor                                                         36,39%       36,52%       36,50%       36,27%       36,11%
Beban penjualan                                                   -31,91%      -31,78%      -31,79%      -32,01%      -31,97%
Beban umum dan administrasi                                        -2,80%       -2,78%       -2,69%       -2,40%       -2,15%
Penghasilan bunga                                                   0,15%        0,11%        0,09%        0,05%        0,05%
Penghasilan lain-lain                                               0,39%        0,39%        0,30%        0,39%        0,42%
Keuntungan (kerugian) lain-lain                                     0,11%        2,45%       -0,09%        0,38%       -0,07%
Bagian laba (rugi) dari entitas asosiasi dan ventura bersama        0,07%        0,01%       -0,02%        0,05%        0,03%
Beban keuangan                                                     -0,35%       -0,32%       -0,33%       -0,33%       -0,29%
Laba sebelum pajak penghasilan                                      2,07%        4,60%        1,97%        2,40%        2,13%
Beban pajak penghasilan                                            -0,44%       -0,85%       -0,27%       -0,31%       -0,44%
Laba tahun berjalan                                                1,63%        3,75%         1,70%       2,09%        1,69%
Penghasilan komprehensif lain                                      0,04%        0,07%        -0,05%       0,08%        0,09%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                            1,67%        3,81%        1,65%        2,17%        1,78%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            1,58%        3,69%        1,57%        2,11%        1,70%
  Kepentingan non-pengendali                                       0,09%        0,13%        0,08%        0,06%        0,08%




                                                          49
Page 77
VI.C.2.   PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
          Tabel 16
          PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                      31/12/25         31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,99%       12,49%      11,90%      12,42%      11,95%
          Pihak berelasi
            Pihak ketiga                                                0,03%        0,01%       0,00%       0,00%       0,01%
            Piutang lain-lain - neto                                    7,52%        7,72%       7,50%       7,03%       6,43%
          Pihak berelasi                                                0,16%        0,11%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,57%        0,49%       0,70%       1,06%       0,97%
            Persediaan - neto                                          31,35%       30,35%      29,47%      29,69%      31,99%
          Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto                0,20%        0,29%       0,31%       0,13%       0,01%
          Aset lancar lainnya                                           0,66%        0,84%       0,70%       0,61%       0,57%
          Deposito berjangka                                            0,00%        0,13%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           51,47%       52,43%      50,59%      50,95%      51,92%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     3,47%        2,01%       2,24%       2,55%       1,29%
          Aset tetap - neto                                            22,90%       23,20%      23,51%      23,43%      23,61%
          Aset hak guna - neto                                         19,92%       20,08%      21,13%      20,50%      20,43%
          Uang muka pembelian aset tetap                                0,33%        0,63%       0,81%       0,53%       0,46%
          Aset pajak tangguhan - neto                                   0,66%        0,41%       0,37%       0,54%       0,51%
          Aset tidak lancar lainnya                                     1,22%        1,22%       1,33%       1,51%       1,78%
          Taksiran pengembalian pajak                                   0,01%        0,02%       0,01%       0,00%       0,00%
          Jumlah aset tidak lancar                                     48,53%       47,57%      49,41%      49,05%      48,08%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                           50
Page 78
                       Keterangan                                31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,71%       0,75%       0,34%       0,48%       0,45%
  Pihak ketiga                                                      33,25%      33,67%      31,73%      33,63%      35,19%
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                     0,06%       0,04%       0,02%       0,02%       0,01%
  Pihak ketiga                                                       6,39%       7,68%       9,24%       9,79%      11,66%
Utang pajak                                                          0,75%       0,82%       1,21%       1,64%       0,96%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                               1,32%       1,15%       1,15%       1,53%       1,53%
Beban akrual                                                         2,70%       2,75%       2,20%       2,44%       2,03%
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun :
  Liabilitas sewa                                                    2,43%       2,52%       3,48%       3,51%       3,05%
  Liabilitas kontrak                                                 0,56%       0,81%       0,86%       0,91%       0,41%
  Utang bank                                                         0,09%       0,00%       0,00%       1,15%       1,70%
  Utang pembiayaan konsumen                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang bank jangka pendek                                           0,00%       0,00%       0,18%       1,45%       2,85%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     48,27%      50,18%      50,41%      56,56%      59,83%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                    2,15%       2,31%       1,77%       1,34%       1,39%
  Liabilitas kontrak                                                 0,17%       0,18%       0,19%       0,22%       0,22%
  Utang bank                                                         1,70%       0,00%       0,00%       2,49%       2,22%
  Utang pembiayaan konsumen                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Liabilitas imbalan kerja karyawan                                  2,19%       1,72%       1,78%       2,09%       1,90%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     6,21%       4,21%       3,73%       6,14%       5,72%
JUMLAH LIABILITAS                                                   54,48%      54,39%      54,14%      62,69%      65,55%
EKUITAS
Modal saham                                                          0,98%       1,07%       1,21%       1,35%       1,52%
Tambahan modal disetor - neto                                        5,89%       6,39%       7,24%       8,07%       9,06%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                         0,75%       0,83%       0,93%      -1,63%      -1,84%
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan - neto                 0,13%       0,11%       0,08%       0,09%       0,02%
Penghasilan komprehensif lainnya                                    -0,25%       0,01%       0,21%       0,15%       0,54%
Saldo laba                                                          35,49%      33,81%      32,58%      28,47%      24,40%
Saham treasuri                                                      -0,66%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Total ekuitas pemegang saham                                        42,32%      42,21%      42,26%      36,50%      33,70%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 3,20%       3,40%       3,60%       0,81%       0,75%
JUMLAH EKUITAS                                                      45,52%      45,61%      45,86%      37,31%      34,45%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            51
Page 79
          Tabel 17
          PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          Pendapatan neto                                                 100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                            78,10%       78,55%       78,43%       79,34%       79,30%
          Laba bruto                                                        21,90%       21,45%       21,57%       20,66%       20,70%
          Beban penjualan dan distribusi                                   -17,33%      -17,09%      -16,73%      -16,02%      -16,74%
          Beban umum dan administrasi                                       -1,92%       -1,84%       -1,77%       -1,75%       -1,82%
          Pendapatan lainnya                                                 1,05%        1,03%        1,15%        1,08%        1,21%
          Beban lainnya                                                     -0,10%       -0,11%       -0,08%       -0,08%       -0,08%
          Laba usaha                                                         3,60%        3,45%        4,14%        3,89%        3,28%
          Pendapatan keuangan                                                0,12%        0,09%        0,07%        0,04%        0,07%
          Biaya keuangan                                                    -0,11%       -0,11%       -0,15%       -0,19%       -0,38%
          Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                          -0,11%        0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,04%
          Selisih amortisasi penghasilan ditangguhkan dengan biaya
            keuangan dari pinjaman                                          0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        -0,03%
          Kerugian yang timbul dari kehilangan pengendalia
            entitas anak                                                    0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        -0,03%
          Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan               3,50%        3,44%        4,05%        3,73%        2,88%
          Beban pajak final                                                 -0,04%       -0,05%       -0,05%       -0,05%       -0,05%
          Laba sebelum pajak penghasilan badan                               3,46%        3,39%        4,00%        3,68%        2,82%
          Beban pajak penghasilan - neto                                    -0,65%       -0,67%       -0,75%       -0,68%       -0,51%
          Laba tahun berjalan                                                2,81%        2,72%       3,26%         3,00%       2,31%
          Penghasilan komprehensif lainnya                                  -0,08%       -0,05%       0,03%        -0,08%       0,00%
          Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                           2,73%        2,68%        3,28%        2,92%        2,31%
          Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                           2,69%        2,66%        3,18%        2,95%        2,27%
            Kepentingan non-pengendali                                      0,12%        0,06%        0,08%        0,05%        0,04%



VI.C.3.   PT Midi Utama Indonesia Tbk
          Tabel 18
          PT Midi Utama Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                                      6,31%        4,33%        4,20%        6,04%        3,85%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                                  0,06%        0,14%        0,30%        0,05%        0,04%
            Pihak ketiga                                                    3,79%        4,53%        4,91%        5,28%        6,49%
          Piutang lain-lain
            Pihak berelasi                                                  0,00%        0,00%        0,04%        0,00%        0,02%
            Pihak ketiga                                                    0,32%        0,40%        0,27%        0,45%        0,39%
          Persediaan - neto                                                33,01%       30,93%       29,92%       29,07%       28,62%
          Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto                    0,57%        0,71%        0,75%        0,16%        0,00%
          Aset lancar lainnya                                               0,43%        0,48%        0,52%        0,57%        0,66%
          Jumlah Aset Lancar                                               44,50%       41,52%       40,91%       41,62%       40,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset pajak tangguhan - neto                                       1,04%        1,02%        1,02%        1,20%        1,14%
          Aset tetap - neto                                                32,74%       32,29%       31,62%       31,13%       31,18%
          Uang muka pembelian aset tetap                                    0,88%        1,58%        1,67%        1,21%        0,69%
          Aset hak guna - neto                                             19,83%       22,40%       23,60%       23,60%       25,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                         1,02%        1,11%        1,14%        1,24%        1,75%
          Taksiran tagihan pajak penghasilan                                0,00%        0,08%        0,04%        0,00%        0,00%
          Jumlah aset tidak lancar                                         55,50%       58,48%       59,09%       58,38%       59,94%
          JUMLAH ASET                                                     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                  52
Page 80
                       Keterangan                                31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,42%       0,43%       0,26%       0,25%       0,20%
  Pihak ketiga                                                      27,03%      26,39%      26,07%      24,45%      24,04%
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                     0,17%       0,11%       0,08%       0,19%       0,07%
  Pihak ketiga                                                      10,50%      10,70%       9,84%       9,59%       9,61%
Utang pajak                                                          0,64%       0,77%       0,79%       1,15%       0,60%
Liabilitas imbalan kerja                                             0,91%       0,91%       0,86%       0,89%       0,71%
Beban akrual                                                         2,22%       1,89%       1,48%       1,47%       1,11%
Utang bank jangka pendek                                             0,00%       0,00%       0,81%       6,46%      12,31%
Bagian liablitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                    1,20%       2,64%       2,33%       2,17%       1,57%
  Liabilitas kontrak                                                 0,52%       0,38%       0,68%       2,80%       0,77%
  Utang bank jangka panjang                                          0,00%       0,00%       0,00%       5,12%       7,34%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     43,61%      44,24%      43,19%      54,55%      58,33%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                             1,61%       1,56%       1,45%       1,48%       1,40%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                    4,94%       4,96%       5,03%       4,00%       4,21%
  Liabilitas kontrak                                                 0,09%       0,10%       0,08%       0,11%       0,13%
  Utang bank jangka panjang                                          0,00%       0,00%       0,00%      11,09%       9,58%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     6,64%       6,62%       6,56%      16,68%      15,32%
JUMLAH LIABILITAS                                                   50,25%      50,86%      49,75%      71,23%      73,65%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,66%       3,83%       4,29%       4,17%       4,55%
Tambahan modal disetor - neto                                       12,43%      14,44%      16,19%       1,07%       1,17%
Penghasilan komprehensif lain - neto                                 0,34%       0,44%       0,52%       0,49%       0,50%
Saldo laba                                                          32,03%      27,22%      25,51%      23,02%      20,12%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                         1,29%       1,35%       1,52%       0,00%       0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             49,75%      47,28%      48,03%      28,76%      26,34%
Kepentingan non-pengendali                                           0,00%       1,85%       2,22%       0,01%       0,01%
JUMLAH EKUITAS                                                      49,75%      49,14%      50,25%      28,77%      26,35%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            53
Page 81
Tabel 19
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan neto                                                 100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                           73,86%       73,69%       74,02%       74,70%       74,81%
Laba bruto                                                        26,14%       26,31%       25,98%       25,30%       25,19%
Beban penjualan dan distribusi                                   -20,27%      -21,27%      -21,15%      -20,21%      -21,11%
Beban umum dan administrasi                                       -2,17%       -2,45%       -2,39%       -2,19%       -2,09%
Penghasilan lainnya                                                1,12%        1,15%        1,93%        1,26%        1,67%
Beban lainnya                                                     -0,13%       -0,13%       -0,10%       -0,07%       -0,08%
Laba usaha                                                         4,69%        3,62%        4,28%        4,08%        3,58%
Penghasilan keuangan                                               0,06%        0,02%        0,03%        0,03%        0,01%
Biaya keuangan                                                    -0,20%       -0,27%       -0,58%       -0,87%       -1,15%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan               4,55%        3,37%        3,73%        3,24%        2,44%
Beban pajak final                                                 -0,06%       -0,06%       -0,06%       -0,07%       -0,08%
Laba sebelum pajak penghasilan badan                               4,49%        3,31%        3,67%        3,17%        2,37%
Beban pajak penghasilan - neto                                    -0,75%       -0,92%       -0,69%       -0,61%       -0,38%
Laba tahun berjalan                                                3,74%        2,39%       2,98%        2,55%        1,99%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                              -0,04%       -0,01%       0,04%        0,02%        0,03%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                           3,70%        2,38%        3,01%        2,57%        2,01%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            3,84%        2,75%       2,98%        2,55%        1,99%
  Kepentingan non-pengendali                                      -0,10%       -0,36%       0,00%        0,00%        0,00%




                                                        54
Page 82
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ATP tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap ATP adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pasar

         Risiko pasar adalah risiko wajar nilai arus kas masa depan suatu instrumen
         keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Harga pasar
         mengandung dua tipe risiko, risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata
         uang asing.

VII.B.   Risiko Uang Asing

         Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan akan
         berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. ATP tidak
         memiliki risiko perubahan mata uang asing yang signifikan karena sebagian besar
         transaksi dilakukan dengan mata uang PHP.

VII.C.   Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai

         Risiko ini disebabkan karena tidak diperolehnya izin usaha dan izin membangun,
         tidak didapatnya lokasi yang cocok, keterlambatan konstruksi bangunan yang
         mengakibatkan keterlambatan pembukaan gerai atau beroperasinya gudang, tidak
         tersedianya dana yang cukup dan sumber daya manusia yang memadai sesuai
         standart, semuanya dapat mempengaruhi kinerja operasional dan kinerja
         keuangan ATP.

VII.D.   Risiko Keuangan

         ATP mengandalkan kredit usaha dari pemasok, fasilitas kredit dari bank dan kas
         internal untuk membiayai kegiatan operasional ATP. Perubahan jangka waktu
         utang dan berkurangnya likuiditas perbankan dapat berdampak pada tidak
         tersedianya dana yang cukup untuk pengembangan usaha dan beban bunga yang
         tinggi, sehingga dapat berpengaruh terhadap ATP.

VII.E.   Risiko Persaingan Usaha

         Persaingan usaha yang semakin ketat dengan hadirnya perusahaan-perusahaan
         baru dan lokal dengan menggandeng retail convenience store lainnya dapat
         mempengaruhi pendapatan ATP. Apabila ATP tidak dapat mempertahankan dan
         mengembangkan brand awareness dari perusahaan lainnya, tidak dapat
         menyediakan produk yang sesuai dengan segmen konsumne yang dituju secara
         positif dapat berakibat pada penurunan kinerja operasional ATP.




                                          55
Page 83
VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Perubahan peraturan pemerintah khususnya di bidang perdagangan, waralaba
         dan peraturan-peraturan lainnya yang terkait dapat mengakibatkan tidak dapat
         dibukanya gerai baru dan semakin ketatnya persaingan usaha karena masuknya
         investor asing yang mempunyai kemampuan permodalan yang lebih besar,
         sehingga dapat berpengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap
         pendapatan ATP. Dengan adanya regulasi baru yang berdampak terhadap
         perkembangan bisnis ritel lokal khususnya dan pertumbuhan perekonomian
         Filipina pada umumnya yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan ATP.




                                        56
Page 84
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              57
Page 85
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
            atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif ATP, pengkajian
            atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki ATP.
            Prospek ATP di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
            telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
            kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              58
Page 86
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding
          perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan
          metode ini, operasi ATP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
          perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
          dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
          risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

          Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
          ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
          mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
          diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
          data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATP.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan ATP. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa ATP adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                             59
Page 87
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi ATP.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari ATP.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional ATP.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan ATP yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen ATP.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode pembanding
             perusahaan tercatat di bursa efek dengan pendekatan pasar.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATP
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATP. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001
          tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            60
Page 88
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Dalam bab ini, terlebih dahulu
        akan dibahas penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas dan metode
        pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.



                                         61
Page 89
Untuk penilaian atas ATP, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang PHP dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025 yang didasarkan pada proyeksi laporan
keuangan ATP yang disusun oleh manajemen ATP, maka diperkirakan telah
dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
sebagai berikut:

•   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
    bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
•   ATP merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
    (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
    Filipina.

Selain itu, atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan
penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan pengendalian dari pemilik yang
berada dalam posisi minoritas, dikenakan premi sebesar 30,00%, dengan
pertimbangan sebagai berikut:

•   Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian untuk perusahaan tertutup
    adalah antara 30,00% – 70,00%.
•   ATP merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
    (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
    Filipina.
•   Mengingat untuk metode pembanding perusahaan terbuka, karena angka
    pengali diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
    mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid,
    maka indikasi nilai yang dihasilkan mencerminkan nilai minoritas, sehingga
    untuk memperoleh indikasi nilai mayoritas, perlu ditambahkan premi kendali
    yang mencerminkan penambahan terhadap nilai dari indikasi nilai sebagai
    pengaruh dari ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi
    minoritas atau dibatasi pengendaliannya.




                                 62
Page 90
IX.B.       Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.     Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian ATP yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen ATP. Dalam
            penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
            berdasarkan kinerja ATP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
            manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
            saran yang relevan diberikan oleh manajemen ATP sehubungan dengan
            perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
            ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
            penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
            menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang dinilai pada saat penilaian
            ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
            yang kami lakukan terhadap target kinerja ATP yang dinilai.

            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas ATP.

IX.B.1.a.   Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas ATP, industri,
                atau negara di mana ATP beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja ATP selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
                ATP atau pada sumber utama penghasilan ATP selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen ATP.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
                perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
                memengaruhi kegiatan usaha ATP.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada ATP.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
                tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
                sekarang ini dan yang diproyeksikan.




                                              63
Page 91
        •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh ATP atas
            kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
            tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen ATP mempersiapkan proyeksi
            laporan keuangan untuk tahun 2026 sampai dengan 2035.

IX.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
          Keuangan

        1. Proyeksi Penjualan Bersih

            Penjualan bersih dalam penilaian ini terutama terdiri dari penjualan makanan
            dan non-makanan.

            Grafik berikut menunjukkan proyeksi penjualan bersih ATP untuk tahun
            2026 – 2035.

            Grafik 6
            Alfamart Trading Philippines Inc.
            Proyeksi Penjualan Bersih Tahun 2026 – 2035
            (Dalam jutaan PHP)

                                             Penjualan Bersih
             120.000

             100.000

              80.000

              60.000

              40.000

              20.000

                   -
                        2026   2027   2028    2029   2030   2031   2032   2033   2034   2035




                                             64
Page 92
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

   Beban pokok penjualan ATP terutama terdiri dari pembelian persediaan.
   Beban pokok penjualan untuk tahun 2026 – 2035 diproyeksikan sebesar 74%
   dari penjualan bersih.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan ATP untuk tahun
   2026 – 2035.

   Grafik 7
   Alfamart Trading Philippines Inc.
   Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2026 – 2035
   (Dalam jutaan PHP)

                             Beban Pokok Penjualan
     90.000
     80.000
     70.000
     60.000
     50.000
     40.000
     30.000
     20.000
     10.000
           -
               2026   2027   2028    2029   2030   2031   2032   2033   2034   2035




3. Beban Usaha

   Beban usaha ATP terutama terdiri dari beban karyawan dan tenaga kerja.
   Beban usaha untuk tahun 2026 – 2035 diproyeksikan berkisar antara 25% –
   27% dari penjualan bersih.

4. Pajak

   Mengingat ATP adalah perusahaan yang berdomisili di Filipina, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas ATP adalah berdasarkan laba kotor dalam
   periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan tarif
   pajak final yang berlaku umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar
   25,00% dan 2,00% untuk tahun 2026 – 2035, mana yang lebih tinggi.




                                    65
Page 93
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif ATP
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 20
   Alfamart Trading Philippines Inc.
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                              (Dalam ribuan PHP)

                          Keterangan                       31/12/26         31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

   Penjualan bersih                                        40.018.271       45.450.960    51.326.872    57.676.747     64.533.293
   Beban pokok penjualan                                   29.637.659       33.547.498    37.781.873    42.456.037     47.503.163
   Laba (rugi) kotor                                       10.380.612       11.903.462    13.544.998    15.220.710     17.030.131
   Beban usaha                                             10.705.288       12.224.116    13.851.578    15.494.412     17.066.856
   Laba usaha                                                (324.676)        (320.654)     (306.580)     (273.702)       (36.725)
   Pendapatan (beban) lain-lain                              (934.842)      (1.009.122)   (1.087.264)   (1.169.430)    (1.255.793)
   Laba (rugi) bersih sebelum pajak                         (1.259.518)     (1.329.777)   (1.393.844)   (1.443.132)    (1.292.518)
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (207.612)       (238.069)     (270.900)     (304.414)      (340.603)
   Laba (rugi) bersih tahun berjalan                        (1.467.130)     (1.567.846)   (1.664.744)   (1.747.546)    (1.633.121)



                                                                                                              (Dalam ribuan PHP)

                          Keterangan                       31/12/31         31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

   Penjualan bersih                                        71.931.302       79.907.779    88.502.075    97.756.031    107.714.127
   Beban pokok penjualan                                   52.948.860       58.820.370    65.146.658    71.958.525     79.288.711
   Laba (rugi) kotor                                       18.982.442       21.087.409    23.355.416    25.797.506     28.425.416
   Beban usaha                                             18.895.344       20.785.949    22.379.489    24.704.149     26.899.545
   Laba usaha                                                   87.098         301.460       975.928     1.093.356      1.525.871
   Pendapatan (beban) lain-lain                             (1.346.531)     (1.441.827)   (1.541.875)   (1.646.872)    (1.757.027)
   Laba (rugi) bersih sebelum pajak                         (1.259.433)     (1.140.368)     (565.947)     (553.516)      (231.156)
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                          (379.649)       (421.748)     (467.108)     (515.950)      (568.508)
   Laba (rugi) bersih tahun berjalan                        (1.639.082)     (1.562.116)   (1.033.055)   (1.069.466)      (799.665)




6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.

7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 11 hari selama periode
   proyeksi.

8. Persediaan

   Perputaran persediaan diasumsikan sekitar 60 hari selama periode proyeksi.




                                                  66
Page 94
9. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 65 hari selama periode proyeksi.

10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan ATP pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
   Tabel 21
   Alfamart Trading Philippines Inc.
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                (Dalam ribuan PHP)

                          Keterangan               31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                               1.211.070    1.397.235    1.758.455    1.955.314     2.698.414
   Piutang usaha                                      506.959      670.684      847.766    1.039.131     1.245.766
   Piutang lain-lain                                   63.369       63.369       63.369       63.369        63.369
   Persediaan                                       4.939.610    5.591.250    6.296.979    7.076.006     7.917.194
   Pajak dibayar di muka dan aset lain-lain           617.218      617.218      617.218      617.218       617.218
   Jumlah Aset Lancar                               7.338.227    8.339.756    9.583.787   10.751.039   12.541.961
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tetap                                       6.600.166    5.958.116    5.169.783    4.681.375     3.976.385
   Aset hak guna                                    7.722.295    7.581.225    7.278.538    6.809.385     6.168.772
   Aset takberwujud                                    18.650       12.451        6.252           52             -
   Uang jaminan                                       416.150      416.150      416.150      416.150       416.150
   Aset pajak tangguhan                               314.696      314.696      314.696      314.696       314.696
   Aset tidak lancar lainnya                        1.122.326    1.122.326    1.122.326    1.122.326     1.122.326
   Jumlah Aset Tidak Lancar                        16.194.283   15.404.963   14.307.744   13.343.984   11.998.329
   JUMLAH ASET                                     23.532.509   23.744.719   23.891.531   24.095.023   24.540.290



                                                                                                (Dalam ribuan PHP)

                          Keterangan               31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                               3.239.084    4.437.196    5.438.975    6.687.079    8.205.676
   Piutang usaha                                    1.468.720    1.709.106    1.968.112    2.246.997    2.547.104
   Piutang lain-lain                                   63.369       63.369       63.369       63.369       63.369
   Persediaan                                       8.824.810    9.803.395   10.857.776   11.993.087   13.214.785
   Pajak dibayar di muka dan aset lain-lain           617.218      617.218      617.218      617.218      617.218
   Jumlah Aset Lancar                              14.213.201   16.630.284   18.945.451   21.607.751   24.648.152
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tetap                                       3.716.731    3.151.351    3.598.572    4.063.420     4.543.735
   Aset hak guna                                    6.388.565    6.428.673    6.283.708    5.948.117     5.714.267
   Aset takberwujud                                         -            -            -            -             -
   Uang jaminan                                       416.150      416.150      416.150      416.150       416.150
   Aset pajak tangguhan                               314.696      314.696      314.696      314.696       314.696
   Aset tidak lancar lainnya                        1.122.326    1.122.326    1.122.326    1.122.326     1.122.326
   Jumlah Aset Tidak Lancar                        11.958.467   11.433.196   11.735.452   11.864.709   12.111.175
   JUMLAH ASET                                     26.171.668   28.063.480   30.680.903   33.472.460   36.759.327




                                              67
Page 95
                                                                                                                            (Dalam ribuan PHP)

                                  Keterangan                            31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                                                  5.380.426      6.174.844      6.949.150      7.806.331      8.728.841
            Utang lain-lain                                                732.974        732.974        732.974        732.974        732.974
            Akrual                                                         846.929        846.929        846.929        846.929        846.929
            Uang muka                                                       12.746         12.746         12.746         12.746         12.746
            Liabilitas sewa                                                598.337        598.337        598.337        598.337        598.337
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              7.571.413      8.365.831      9.140.138      9.997.318     10.919.828
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Liabilitas sewa                                              8.498.659      8.704.035      8.860.150      8.963.863      9.011.891
            Pinjaman jangka panjang                                      5.731.998      5.731.998      5.731.998      5.731.998      5.731.998
            Liabilitas imbalan kerja                                       809.127      1.589.389      2.470.523      3.460.667      4.568.518
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            15.039.784     16.025.422     17.062.671     18.156.529     19.312.407
            JUMLAH LIABILITAS                                           22.611.197     24.391.253     26.202.809     28.153.847     30.232.235
            EKUITAS
            Modal saham                                                   5.450.000      5.450.000      5.450.000      5.450.000      5.450.000
            Saldo laba (rugi)                                            (4.517.077)    (6.084.923)    (7.749.667)    (9.497.213)   (11.130.333)
            Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti       (11.611)       (11.611)       (11.611)       (11.611)       (11.611)
            JUMLAH EKUITAS                                                 921.312       (646.534)     (2.311.278)    (4.058.824)    (5.691.945)
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               23.532.509     23.744.719     23.891.531     24.095.023     24.540.290



                                                                                                                            (Dalam ribuan PHP)

                                  Keterangan                            31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                                                  9.724.086     10.797.034     11.952.966     13.197.498     14.536.602
            Utang lain-lain                                                732.974        732.974        732.974        732.974        732.974
            Akrual                                                         846.929        846.929        846.929        846.929        846.929
            Uang muka                                                       12.746         12.746         12.746         12.746         12.746
            Liabilitas sewa                                                598.337        598.337        598.337        598.337        598.337
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             11.915.073     12.988.021     14.143.953     15.388.485     16.727.589
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Liabilitas sewa                                             10.052.252     11.061.446     12.036.666     12.974.967     13.873.253
            Pinjaman jangka panjang                                      5.731.998      5.731.998      5.731.998      5.731.998      5.731.998
            Liabilitas imbalan kerja                                     5.803.371      7.175.158      8.694.484     10.372.674     12.221.815
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            21.587.622     23.968.602     26.463.149     29.079.638     31.827.067
            JUMLAH LIABILITAS                                           33.502.695     36.956.623     40.607.101     44.468.124     48.554.655
            EKUITAS
            Modal saham                                                   5.450.000      5.450.000      5.450.000      5.450.000      5.450.000
            Saldo laba (rugi)                                           (12.769.415)   (14.331.531)   (15.364.587)   (16.434.053)   (17.233.717)
            Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti       (11.611)       (11.611)       (11.611)       (11.611)       (11.611)
            JUMLAH EKUITAS                                               (7.331.027)    (8.893.143)    (9.926.198)   (10.995.664)   (11.795.329)
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               26.171.668     28.063.480     30.680.903     33.472.460     36.759.327



IX.C.   Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

        Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
        (perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2026 sampai tahun 2035
        sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2036 dianggap sebagai
        awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
        tahun 2036 atau periode kekal diasumsikan sebesar 2,00%.

        Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2036
        dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2035.




                                                                  68
Page 96
IX.D.   Penentuan Arus Kas Bersih

        Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
        pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
        to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
        perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah AKB untuk kapital.

        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
        kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
        mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
        untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
        melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
        dengan cara langsung.

        Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
        laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
        untuk kapital ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
        Tabel 22
        Alfamart Trading Philippines Inc.
        Proyeksi Arus Kas Bersih
        Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                      (Dalam ribuan PHP)

                            Keterangan                          31/12/26         31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

        Penerimaan kas dari pelanggan                            39.825.229       45.287.235     51.149.790     57.485.382     64.326.658
        Pembayaran kas kepada pemasok                           (30.038.580)     (33.404.720)   (37.713.297)   (42.377.884)   (47.421.840)
        Pembayaran beban usaha                                   (9.117.937)     (10.340.481)   (11.661.206)   (13.086.929)   (14.624.909)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                         (207.612)        (238.069)      (270.900)      (304.414)      (340.603)
        Penambahan aset tetap                                      (820.935)        (845.563)      (870.930)    (1.247.057)      (923.969)
        Arus kas bersih                                           (359.834)         458.402        633.457        469.097       1.015.338



                                                                                                                      (Dalam ribuan PHP)

                            Keterangan                          31/12/31         31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

        Penerimaan kas dari pelanggan                            71.708.349       79.667.392     88.243.069     97.477.145    107.414.021
        Pembayaran kas kepada pemasok                           (52.861.232)     (58.726.007)   (65.045.108)   (71.849.303)   (79.171.306)
        Pembayaran beban usaha                                  (16.282.873)     (18.069.048)   (19.992.189)   (22.061.615)   (24.287.238)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                         (379.649)        (421.748)      (467.108)      (515.950)      (568.508)
        Penambahan aset tetap                                    (1.371.688)        (980.239)    (1.464.646)    (1.529.935)    (1.596.134)
        Arus kas bersih                                            812.908        1.470.350      1.274.017      1.520.341       1.790.835




                                                          69
Page 97
IX.E.     Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
          biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
          ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC       =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Di mana:

          ke         =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd         =   Biaya modal utang
          We         =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd         =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t          =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.E.1.   Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke         =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Di mana:

          ke         =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                         biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf         =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                         free rate)
          β          =   Beta
          RPm        =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                         premium)
          RBDS       =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
          maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
          panjang dalam mata uang PHP dengan jangka waktu 24 tahun dengan tingkat
          yield rata-rata sebesar 8,69% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut
          akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                                70
Page 98
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2025
sebesar 0,79 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB ATP tersebut
dengan formula sebagai berikut:

βL         =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 37,79% untuk memperoleh beta
ATP. Tarif pajak yang digunakan untuk ATP sesuai dengan tarif pajak dan tarif
pajak final yang berlaku umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar 25,00%
dan 2,00% untuk tahun 2026 – 2035, mana yang lebih tinggi. Dengan demikian,
maka diperoleh beta ATP sebesar 1,09 untuk tahun 2026 – 2035 dengan rincian
perhitungan sebagai berikut:

βL         =   0,79 x (1 + (1 – 0,00%) x 37,79%) = 1,09

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas ATP sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:

Ke         =   6,39% + 1,09 x 6,69% – 1,62% = 12,06%




                                  71
Page 99
IX.E.2.   Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas ATP dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang PHP yang diambil suku bunga pinjaman Filipina untuk
          bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bangko Sentral ng Pilipinas
          sebesar 7,98%.

IX.E.3.   Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 72,57%, dan bobot utang sebesar 27,43%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk ATP sesuai dengan tarif pajak dan tarif pajak final yang berlaku
          umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar 25,00% dan 2,00% untuk tahun
          2026 – 2035, mana yang lebih tinggi, maka weighted average cost of capital
          (WACC) adalah sebagai berikut:

          WACC                          = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
          WACC                          = (12,00% x 72,57%) + (7,98% x [1 – 0,00%] x 27,43%) = 10,94%

IX.F.     Perhitungan Indikasi Nilai Pasar ATP

          Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi ATP
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 23
          Alfamart Trading Philippines Inc.
          Indikasi Nilai Kini Operasi
          Per 31 Desember 2025

                                                                                                           (Dalam ribuan PHP)

                                   Keterangan                31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

          Arus kas bersih                                      (359.834)     458.402      633.457      469.097      1.015.338
          Faktor diskonto                                        0,9494       0,8558       0,7714       0,6953         0,6267
          Nilai kini arus kas bersih                           (341.627)     392.301      488.649      326.163       636.312



                                                                                                           (Dalam ribuan PHP)

                                   Keterangan                31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

          Arus kas bersih                                      812.908      1.470.350    1.274.017    1.520.341     1.790.835
          Faktor diskonto                                       0,5649         0,5092       0,4590       0,4137        0,3729
          Nilai kini arus kas bersih                           459.212       748.702      584.774      628.965       667.802
          Jumlah nilai kini arus kas bersih                   4.591.253
          Nilai kekal                                         7.621.213
          Indikasi nilai kini operasi                        12.212.466




                                                        72
Page 100
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar PHP 12.212,47 juta untuk
tingkat diskonto sebesar 10,94% untuk tahun 2026 – 2035. Nilai tersebut
merupakan indikasi nilai ATP dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus
kas.

Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar ATP.

Pada tanggal 31 Desember 2025, ATP memiliki aset non-operasi berupa kas dan
setara kas sebesar PHP 1.843,14 juta. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi
yang dapat ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah
sebesar PHP 1.843,14 juta.

Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2025, ATP memiliki liabilitas jangka
panjang, yaitu pinjaman jangka panjang sebesar PHP 5.732,00 juta. Dengan
demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar PHP 5.732,00 juta.

Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi ATP dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
PHP 8.323,61 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 5.826,53 juta. Dengan demikian,
nilai pasar 10,00% saham ATP berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar PHP 582,65 juta.

Perincian perhitungan nilai pasar 10,00% saham ATP dengan menggunakan
metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 24
Alfamart Trading Philippines Inc.
Nilai Pasar 10,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025

                                                       (Dalam ribuan PHP)

                                Keterangan                     Jumlah

Indikasi nilai kini operasi                                   12.212.466
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                            1.843.142
  Pinjaman jangka panjang                                      (5.731.998)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
  diskon likuiditas pasar                                       8.323.610
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                               (2.497.083)
Nilai pasar 100,00% saham                                       5.826.527
Nilai pasar 10,00% saham                                         582.653




                                                  73
Page 101
IX.G.   Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

        Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        PHP 8.323,61 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
        pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 5.826,53 juta. Dengan demikian,
        nilai pasar 10,00% saham ATP berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
        sebesar PHP 582,62 juta.

IX.H.   Nilai Pasar 10,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Pembanding
        Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 10,00% saham ATP adalah metode pembanding
        perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
        didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
        ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
        sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
        pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

        Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
        sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
        variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
        (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

        Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
        saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
        perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
        seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
        equity) dan sebagainya.

        Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
        publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
        penentuan perusahaan pembanding:
        Tabel 25
        Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                                     Sejenis
                        Keterangan                            Industri            Kegiatan Usaha              Produk           Risiko Usaha
                                                                                                                                                      (√ / -)
                                                    Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan         Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
        Alfamart Trading Philippines Inc.                   makanan                makanan                    makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        CP Axtra Public Company Limited                         makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        PT DFI Retail Nusantara Tbk                             makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        CP ALL Public Company Limited                           makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                             makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        MerryMart Consumer Corp.                                makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        PT Supra Boga Lestari Tbk                               makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        PT Midi Utama Indonesia Tbk                             makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan
                                                        Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan   Bahan pangan dan     Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                        √
        PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                           makanan                  makanan              makanan        pangan dan makanan




                                                                         74
Page 102
Tabel 26
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                           Rata-rata Pertumbuhan                                         Sejenis
                   Keterangan                                                                          DER
                                                     Pendapatan                Laba Bersih                                (√ / -)
Alfamart Trading Philippines Inc.                         19,14%                -2738,53%             917,41%
CP Axtra Public Company Limited                            1,69%                  -11,57%              91,98%                 √
PT DFI Retail Nusantara Tbk                                6,68%                -2970,83%             166,78%                 √
CP ALL Public Company Limited                              3,48%                   8,01%              196,44%                 –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                                4,70%                  -54,42%             664,53%                 √
MerryMart Consumer Corp.                                  -5,25%                   2,94%              229,26%                 –
PT Supra Boga Lestari Tbk                                  1,41%                 -302,14%             343,58%                 √
PT Midi Utama Indonesia Tbk                                3,79%                   62,43%             101,01%                 –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                              7,20%                   10,52%             119,67%                 –



Tabel 27
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                     Rata-rata Margin                                                        Sejenis
                Keterangan                                                                  ROA              ROE
                                                 EBIT                 EAT                                                     (√ / -)
Alfamart Trading Philippines Inc.                -2,52%               -1,89%                -5,48%        -55,71%
CP Axtra Public Company Limited                   3,43%                1,93%                1,62%          3,10%                  √
PT DFI Retail Nusantara Tbk                       1,77%                1,59%                3,62%          9,67%                  √
CP ALL Public Company Limited                     5,17%                3,05%                3,24%          9,61%                  –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                       1,82%                2,69%                2,21%          16,87%                 –
MerryMart Consumer Corp.                          0,99%                0,38%                0,20%          0,64%                  √
PT Supra Boga Lestari Tbk                        -1,40%               -0,46%                -4,59%        -20,34%                 √
PT Midi Utama Indonesia Tbk                       4,15%                3,07%                8,46%          17,01%                 –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                     3,52%                2,77%                8,36%          18,36%                 –




Tabel 28
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                       Sejenis                                Sejenis
                       Keterangan                                  Total Aset                          Pangsa Pasar
                                                                                        (√ / -)                                (√ / -)
 Alfamart Trading Philippines Inc.                                  24.300.302.291                           6.489.207.176
 CP Axtra Public Company Limited                               1.079.039.012.759              –           306.334.394.140             –
 PT DFI Retail Nusantara Tbk                                      15.516.703.778              √             6.308.276.041             √
 CP ALL Public Company Limited                                 1.838.994.030.462              –           731.180.713.354             –
 Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                                     152.638.577.194              –            80.447.189.113             –
 MerryMart Consumer Corp.                                         14.540.114.730              √             3.037.974.684             √
 PT Supra Boga Lestari Tbk                                         4.126.513.204              √             4.964.885.377             √
 PT Midi Utama Indonesia Tbk                                      32.014.356.097              √            45.725.484.254             √
 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                                   149.308.673.621              –           286.568.676.392             –



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali P/S (price/sales) sebesar 0,41 dengan perincian sebagai berikut:

 Tabel 29
 Alfamart Trading Philippines Inc.
 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding


                                                                               Kapitalisasi
                                    Perusahaan                                                       Penjualan               P/S
                                                                                   Pasar
 CP Axtra Public Company Limited (Dalam ribuan THB)                               163.714.290          520.706.351                    0,31
 PT DFI Retail Nusantara Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                                  1.798.963            4.847.655                    0,37
 CP ALL Public Company Limited (Dalam ribuan THB)                                 390.764.909        1.022.142.846                    0,38
 Taiwan FamilyMart Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD)                                    42.858.240          110.042.154                    0,39
 MerryMart Consumer Corp. (Dalam ribuan PHP)                                        3.037.975            7.151.521                    0,42
 PT Supra Boga Lestari Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                                    1.415.861            2.914.546                    0,49
 PT Midi Utama Indonesia Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                                 13.039.765           20.642.155                    0,63
 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                               81.722.222          126.737.251                    0,64
 Median                                                                                                                               0,41




                                                             75
Page 103
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 30,00%.

Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio ekuitas. Berdasarkan POJK
35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan rasio
ekuitas (equity multiple) maka dapat mempergunakan rasio price to earnings ratio
(rasio P/E), price to sales (rasio P/S), dan/atau price to book value ratio (rasio
P/BV). Sesuai dengan kegiatan usaha ATP dalam bidang perdagangan eceran
dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan, maka rasio ekuitas yang
sesuai digunakan dalam penilaian ATP adalah P/S (price/sales).

Berdasarkan laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, penjualan bersih ATP adalah sebesar PHP 33.612,77juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham ATP yang mencerminkan
nilai minoritas adalah sebesar PHP 13,684,97 juta. Selanjutnya, dengan premi
pengendalian sebesar 30,00%, maka diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
PHP 17.790,47 juta.

Berdasarkan laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, penjualan bersih ATP adalah sebesar PHP 33.612,77 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% minoritas ATP adalah sebesar
PHP 33.612,77 juta. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 30,00%,
maka indikasi nilai pasar 100,00% saham ATP sebelum diskon likuiditas pasar
adalah sebesar PHP 17.790,47 juta. Dengan diskon likuiditas pasar
sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar
PHP 12.453,33 juta. Dengan demikian, nilai pasar 10,00% saham ATP
berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebesar PHP 1.245,33 juta.




                                  76
Page 104
        Perincian perhitungan nilai pasar 10,00% saham ATP dengan menggunakan
        metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebagai berikut:

        Tabel 30
        Alfamart Trading Philippines Inc.
        Nilai Pasar 10,00% Saham
        Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
        Per 31 Desember 2025

                                                                                        (Dalam ribuan PHP)
                                                                    Angka          Variabel
                                Keterangan                                                    Nilai Pasar
                                                                   Pengali         Ekonomi
        P/S                                                                 0,41    33.612.771   13.684.974
        Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                           13.684.974
        Premi kendali (30,00%)                                                                    4.105.492
        Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
          diskon likuiditas pasar                                                                17.790.467
        Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                         (5.337.140)
        Nilai pasar 100,00% saham                                                                12.453.327
        Nilai pasar 10,00% saham                                                                   1.245.333



IX.I.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

        Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
        data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
        gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan
        informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
        dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
        tercatat di bursa efek.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar PHP 648,92 juta.

        Tabel 31
        Alfamart Trading Philippines Inc.
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Desember 2025

                                                                                           (Dalam ribuan PHP)

                          Metode Penilaian                    Nilai Pasar          Bobot          Nilai

        Metode Diskonto Arus Kas                                   582.653            90,00%         524.387
        Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek       1.245.333           10,00%         124.533
        Nilai Pasar                                                                  100,00%         648.921




                                                     77
Page 105
        Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
        dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
        mengenai tingkat penjualan bersih, beban, dan akun-akun laporan posisi
        keuangan yang dikembangkan pihak manajemen ATP melalui analisis atas kinerja
        historis dan pernyataan manajemen ATP mengenai rencana-rencana untuk masa
        yang akan datang sebelum Rencana Pembelian. Kami melakukan penelaahan
        atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
        wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
        tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
        nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
        asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
        bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

IX.J.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Desember 2025 adalah sebesar PHP 648,92 juta.




                                         78
Page 106
Alfamart Trading Philippines Inc.                                                             Lampiran A
Nilai Pasar 10,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025

                                                                                      (Dalam ribuan PHP)
                                                                   Faktor             Nilai Kini
           Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                  Diskonto         Arus Kas Bersih
            2026                                      (359.834)          0,9494                 (341.627)
            2027                                       458.402           0,8558                  392.301
            2028                                       633.457           0,7714                  488.649
            2029                                       469.097           0,6953                  326.163
            2030                                     1.015.338           0,6267                  636.312
            2031                                       812.908           0,5649                  459.212
            2032                                     1.470.350           0,5092                  748.702
            2033                                     1.274.017           0,4590                  584.774
            2034                                     1.520.341           0,4137                  628.965
            2035                                     1.790.835           0,3729                  667.802
Nilai kini arus kas bersih                                                                     4.591.253
Normalisasi arus kas bersih                                            1.826.652
Nilai kekal                                                           20.437.686
Faktor diskonto                                                           0,3729
Indikasi nilai kini dari nilai kekal                                                           7.621.213
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                                           1.843.142
  Pinjaman jangka panjang                                                                     (5.731.998)
diskon likuiditas pasar                                                                        8.323.610
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                              (2.497.083)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                      5.826.527
Nilai pasar 10,00% saham                                                                         582.653




                                                          79
Page 107
Alfamart Trading Philippines Inc.                                              Lampiran B
Nilai Pasar 10,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025

                                                                       (Dalam ribuan PHP)
                                                       Angka      Variabel
                      Keterangan                                             Nilai Pasar
                                                      Pengali     Ekonomi
P/S                                                        0,41   33.612.771   13.684.974
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                 13.684.974
Premi kendali (30,00%)                                                          4.105.492
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
  diskon likuiditas pasar                                                      17.790.467
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                               (5.337.140)
Nilai pasar 100,00% saham                                                      12.453.327
Nilai pasar 10,00% saham                                                        1.245.333




                                                 80
Page 108
Alfamart Trading Philippines Inc.                                                         Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025

                                                                                   (Dalam ribuan PHP)

                  Metode Penilaian                         Nilai Pasar     Bobot          Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                                        582.653       90,00%         524.387
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek            1.245.333      10,00%         124.533
Nilai Pasar                                                                  100,00%         648.921




                                                      81

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.29 MB
Published17 Jun 2026
Pages108
Characters300,108
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ALFAMART TRADING PHILIPPINES p.1 ×89
linked org SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk p.1 ×47
linked org Midi Utama Indonesia Tbk p.24 ×35
linked org Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. p.33 ×3
linked org Negara Maju p.52 ×3
linked org Asian Development Bank p.56
linked org DFI Retail Nusantara Tbk p.101 ×14
linked org Supra Boga Lestari Tbk p.101 ×14
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×6
unresolved org SAHAM ALFAMART TRADING PHILIPPINES Inc. p.1 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Glory Worldwide Alfamart Retail Investment Pte. Ltd. p.3 ×2
unresolved org Asia Pte. Ltd. p.3 ×2
unresolved org DC Properties Bangladesh Limited p.3 ×2
unresolved org SGV p.9 ×10
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×7
unresolved org KJPP Kusnanto p.15 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.15
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.15
unresolved org F. Profil Alfamart Trading Philippines Inc. p.20
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.20
unresolved org PENILAIAN A. Latar Belakang Alfamart Trading Philippines Inc. p.21
unresolved org LAPORAN KEUANGAN HISTORIS A. Alfamart Trading Philippines Inc. p.21
unresolved org Common Size Alfamart Trading Philippines Inc. p.21 ×2
unresolved org Struktur Pemegang Saham Alfamart Trading Philippines Inc. p.23 ×2
unresolved org Laporan Posisi Keuangan Alfamart Trading Philippines Inc. p.23 ×2
unresolved org Penghasilan Komprehensif Lain Alfamart Trading Philippines Inc. p.23 ×3
unresolved org Bank Sentral p.23 ×2
unresolved org Laporan Arus Kas Alfamart Trading Philippines Inc. p.23
unresolved org Rasio-rasio Keuangan Alfamart Trading Philippines Inc. p.23
unresolved org Size Laporan Posisi Keuangan Alfamart Trading Philippines Inc. p.23
unresolved org Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd. p.24
unresolved org Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd. p.24
unresolved org Laporan Laba Rugi Komprehensif Alfamart Trading Philippines Inc. p.24
unresolved org Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Alfamart Trading Philippines Inc. p.24
unresolved org Proyeksi Arus Kas Bersih Alfamart Trading Philippines Inc. p.25
unresolved org Indikasi Nilai Kini Operasi Alfamart Trading Philippines Inc. p.25
unresolved org Angka Pengali Perusahaan Pembanding Alfamart Trading Philippines Inc. p.25
unresolved org Rekonsiliasi Nilai Alfamart Trading Philippines Inc. p.25 ×2
unresolved org Proyeksi Penjualan Bersih Alfamart Trading Philippines Inc. p.26
unresolved org Proyeksi Beban Pokok Penjualan Alfamart Trading Philippines Inc. p.26
unresolved org Profil Alfamart Trading Philippines Inc. p.33
unresolved — PHP · Pemegang Saham p.33 ×2
unresolved org Modal Kepemilikan SM Retail Inc. p.33 ×2
unresolved org Philippine Seven Corporation p.45
unresolved org OSave Trading Philippines Corporation p.45
unresolved org Latar Belakang Alfamart Trading Philippines Inc. p.49
unresolved org Taiwan Family Mart Co. Ltd p.75 ×3
unresolved org Taiwan Family Mart Co.Ltd p.75 ×2
unresolved org CP Axtra Public Company Limited p.101 ×4
unresolved org CP ALL Public Company Limited p.101 ×5
unresolved org Taiwan FamilyMart Co., Ltd. p.101 ×5
unresolved org MerryMart Consumer Corp. p.101 ×5
unresolved org S Pasar CP Axtra Public Company Limited p.102

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 13840 ms 12 Sep 2026 22:08
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result