Skip to content
Back to announcement

20260617_AMRT_Informasi Transaksi Afiliasi_32101894_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review AMRT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 85

Page 1
   LAPORAN PENILAIAN 70,02% SAHAM
ALFAMART TRADING BANGLADESH LIMITED

    PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk

         TANGGAL PENILAIAN
          31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                    10 Juni 2026



Kepada Yth.

PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk
Alfa Tower
Jl. Jalur Sutera Barat, Kav. 9, Alam Sutera
Tangerang 15143

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 70,02% saham Alfamart Trading Bangladesh Limited


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Sumber Alfaria
Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 70,02% saham Alfamart Trading Bangladesh Limited (selanjutnya
disebut “ATB”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis) dari OJK,
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 70,02% saham ATB
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan eceran dan
besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak
tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk
konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
“Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar,
Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember,
Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa
Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor
telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan memiliki penyertaan saham pada Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (selanjutnya
disebut “ARA”) dengan kepemilikan sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai
berikut:


                                                        Perseroan


                                                            100,00%
                          Glory Worldwide
                        Investments Pte. Ltd.              ARA
                               (GWI)

               70,02%                   10,00% 35,00%                    40,00%
                                       Alfamart Trading            DC Properties
                   ATB                 Philippines, Inc.         Management Corp.
                                            (ATP)                     (DCPM)


GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.

ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Bangladesh. Ruang lingkup
kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir
produk makanan dan non-makanan.

ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.




                                                ii
Page 4
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir produk
makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan properti, serta
pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan datang,
yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan meningkatnya
urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel. Investasi pemerintah dalam
infrastruktur logistik semakin memperkuat fundamental pasar yang mempercepat akses
pengiriman dan memperluas akses di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan
minuman terus mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan jaringan dari
rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis kedekatan jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi
dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi
dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").

Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari Rencana
Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari GWI (selanjutnya
disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas 70,02% saham ATB dari GWI
(selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Peningkatan
Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu kesatuan transaksi yang
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Rencana Transaksi”.

Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan upaya untuk
mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA melalui
masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.




                                             iii
Page 5
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA dapat
memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna memperkuat
pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu
kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan
efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara
lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun
Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mempercepat
realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan kontribusi positif bagi
citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan
mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis
di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan
konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi
yang tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
    global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif
    mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam
    menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan
    memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses
    pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan
    untuk melakukan Rencana Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk
    mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan
    untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA
    melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.




                                              iv
Page 6
•   Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
    sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
    internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA
    dapat memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
    pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan.
    Dengan struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna
    memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
    operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang
    diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam
    menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil
    risiko ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan
    dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
    pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan
    kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah
    Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur
    bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada
    pengembangan kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
    strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi
    diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
    pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada
    akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
    pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat ATB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham ATB bersifat tidak likuid.


                                              v
Page 7
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa ATB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Akuisisi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATB ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATB. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                             vi
Page 8
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan tanggal 31 Desember 2025 yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa
laporan keuangan ATB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 70,02% saham ATB ini merupakan laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
penilaian 70,02% saham ATB tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
20 Mei 2026, ATB telah melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh
sebanyak 1.051 lembar saham, di mana Kazi Retail Limited telah mengambilbagian seluruh
saham tersebut, sehingga susunan pemegang saham ATB menjadi sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam BDT)
                                                              Persentase
             Pemegang Saham             Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                              Kepemilikan
Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.             2.207.489           70,00%       220.748.900
Kazi Retail Limited                                 946.067           30,00%        94.606.700
Jumlah                                            3.153.556          100,00%       315.355.600




DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan.

2. Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal 8 September 2025 sampai dengan
   tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
   disebut “KAP”) Shahadat Shaharear & Kibria (selanjutnya disebut “SSK”) sebagaimana
   tertuang dalam tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.



                                            vii
Page 9
3. Auditors Certificate Regarding Share Money Deposit of Alfamart Trading Bangladesh
   Limited No. C-204535/2025 tanggal 20 Mei 2026.

4. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian dengan posisi
   sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
   Rencana Transaksi.

5. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ATB serta pihak-pihak lain yang
   relevan untuk penugasan.

6. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
   website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
   Bloomberg.

7. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
   Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
   Bloomberg.

8. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
   website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
   Bloomberg.

9. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan ATB atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari ATB. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.




                                            viii
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan ATB yang telah diaudit. Kami telah melakukan penilaian
terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan ATB yang
telah diaudit dan informasi manajemen ATB terhadap laporan keuangan ATB tersebut. Kami
juga bertanggung jawab atas laporan penilaian ATB dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATB atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ATB bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan ATB.


                                            ix
Page 11
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum ATB berdasarkan anggaran dasar ATB.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATB, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki ATB. Prospek ATB di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.




                                             x
Page 12
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh ATB.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
ATB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar dan diskon tanpa
       pengendalian adalah sebesar BDT 301,17 juta. Dengan diskon likuiditas pasar
       sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB adalah sebesar
       BDT 281,31 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham ATB berdasarkan
       metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar BDT 196,98 juta.

II.    Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
       Tercatat di Bursa Efek

       Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
       bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar dan
       diskon tanpa pengendalian adalah sebesar BDT 1.240,06 juta. Dengan diskon
       likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB adalah
       sebesar BDT 744,04 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham ATB
       berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar
       BDT 521,00 juta.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk
       metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.




                                            xi
Page 13
       Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
       10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
       data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami
       gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
       yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
       informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
       efek.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar BDT 229,38 juta.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
BDT 229,38 juta.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan ATB serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas ATB. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian ATB tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xii
Page 14
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Akuisisi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin
tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                             xiii
Page 15
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap ATB untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Taka dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xiv
Page 16
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



Gadis Dara Cantikawati                                          .....................................
No. MAPPI     : 24-A-12624




                                           xv
Page 17
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu tanggal 31 Desember 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvi
Page 18
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh ATB serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari ATB.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



Gadis Dara Cantikawati                                            .....................................
No. MAPPI     : 24-A-12624




                                            xvii
Page 19
                                       DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xiv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xv

SURAT PERNYATAAN                                                                xvi

DAFTAR ISI                                                                     xviii

DAFTAR TABEL                                                                    xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxiv

LAMPIRAN                                                                        xxv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                5
        C. Premis Penilaian                                                       5
        D. Independensi Penilai                                                   6
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              6
        F. Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited                             6
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                    7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                        8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                              8
        K. Kesimpulan Penilaian                                                   9

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            10
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          14
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Informasi Non-Keuangan                                               16
        G. Jenis Ekuitas                                                        16
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             17
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        18
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         18
        K. Jenis Laporan                                                        19
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       19




                                           xviii
Page 20
                                                                           HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited                   20
        B. Kegiatan Usaha                                                       20
        C. Manajemen                                                            20
        D. Kepemilikan Saham                                                    20
        E. Data Keuangan Historis                                               21

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               22
        B. Tinjauan Ekonomi Bangladesh                                          25
        C. Proyeksi Ekonomi Bangladesh                                          25
        D. Produk Domestik Bruto                                                26
        E. Inflasi                                                              27
        F. Nilai Tukar Taka Bangladesh                                          28

V.      TINJAUAN INDUSTRI RITEL

        A. Tinjauan Industri Ritel di Dunia                                     29
        B. Tinjauan Industri Ritel di Bangladesh                                31

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. Alfamart Trading Bangladesh Limited                                  33
        B. Analisis atas Common Size Alfamart Trading Bangladesh Limited        37
        C. Analisis atas Common Size Industri Ritel                             38

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pasar                                                          44
        B. Risiko Mata Uang Asing                                                44
        C. Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai 44
        D. Risiko Keuangan                                                       44
        E. Risiko Persaingan Usaha                                               44
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                           45

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              46
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      47
        C. Premis Penilaian                                                     48
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            48
        E. Prosedur Penilaian                                                   49
        F. Independensi Penilai                                                 49




                                             xix
Page 21
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   50
      B. Nilai Pasar 70,02% saham ATB
         Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 51
      C. Nilai Pasar 70,02% Saham ATB
         Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek            52
      D. Rekonsiliasi Nilai                                                         58
      E. Kesimpulan Penilaian                                                       58




                                           xx
Page 22
                                  DAFTAR TABEL

                                                                    HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           Alfamart Trading Bangladesh Limited                           6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           Alfamart Trading Bangladesh Limited                          20

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Per 31 Desember 2025                                         21

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
           Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
           sampai dengan 31 Desember 2025                               21

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                      22

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                          23

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                          24

Tabel 8    Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Per 31 Desember 2025                                         33

Tabel 9    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
           sampai dengan 31 Desember 2025                               34

Tabel 10   Laporan Arus Kas
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
           sampai dengan 31 Desember 2025                               35

Tabel 11   Rasio-rasio Keuangan
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Per 31 Desember 2025                                         36

Tabel 12   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
           Per 31 Desember 2025                                         37




                                         xxi
Page 23
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           Taiwan Family Mart Co. Ltd.
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      38

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           Taiwan Family Mart Co. Ltd.
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          39

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      40

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          42

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Midi Utama Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      42

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Midi Utama Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          43

Tabel 19   Nilai Pasar 70,02% Saham
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Desember 2025                                             52

Tabel 20   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1                    53

Tabel 21   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2                    53

Tabel 22   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3                    53

Tabel 23   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5          53

Tabel 24   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           Alfamart Trading Bangladesh Limited                              54




                                        xxii
Page 24
                                                                 HALAMAN

Tabel 25   Nilai Pasar 70,02% Saham
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 31 Desember 2025                                      55

Tabel 26   Rekonsiliasi Nilai
           Alfamart Trading Bangladesh Limited
           Per 31 Desember 2025                                      56




                                        xxiii
Page 25
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                    HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan PDB Bangladesh                                  26

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Bangladesh                                                27

Grafik 3   Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
           Tahun 2026 – 2030                                            30




                                        xxiv
Page 26
                                     LAMPIRAN

                                                                   HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 70,02% Saham
             Alfamart Trading Bangladesh Limited
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Desember 2025                                      57

Lampiran B   Nilai Pasar 70,02% Saham
             Alfamart Trading Bangladesh Limited
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 31 Desember 2025                                      58

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             Alfamart Trading Bangladesh Limited
             Per 31 Desember 2025                                      59




                                         xxv
Page 27
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan
       eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai
       pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha
       perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan
       minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart” yang berlokasi di beberapa
       tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon,
       Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar, Balaraja,
       Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
       Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol,
       Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan
       berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera,
       Tangerang 15143, dengan nomor telepon: (021) 8082 1555, nomor
       faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       struktur  kepemilikan     Perseroan memiliki       penyertaan saham    pada
       Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARA”) dengan kepemilikan
       sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                                               Perseroan


                                                                   100,00%
                                Glory Worldwide
                              Investments Pte. Ltd.               ARA
                                      (GWI)

                     70,02%                    10,00% 35,00%                    40,00%
                   Alfamart Trading           Alfamart Trading            DC Properties
                  Bangladesh Limited          Philippines, Inc.         Management Corp.
                        (ATB)                      (ATP)                     (DCPM)


       GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
       usaha perusahaan investasi.

       ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
       perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.



                                               1
Page 28
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.

ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil
bagian oleh GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").

Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas
70,02% saham ATB dari GWI (selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Peningkatan Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                  2
Page 29
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.

Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.




                                  3
Page 30
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
    Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
    ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
    usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
    semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
    fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
    bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
    Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
    kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
    menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
    ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.

•   Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
    peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
    pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
    Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
    permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
    tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
    kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
    pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
    keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
    tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
    koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
    Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
    internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
    tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
    pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
    akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
    ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
    usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
    pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
    dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
    pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
    pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
    seluruh pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 31
       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
       Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
       memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
       “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
       “POJK 42/2020”).

       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
       diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
       “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
       “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
       mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
       disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

       Mengingat ATB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ATB bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 70,02% saham Alfamart
       Trading Bangladesh Limited (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Akuisisi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
       SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa ATB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        5
Page 32
I.D.     Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
         adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATB
         ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATB. KR juga tidak
         memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
         Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
         atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
         tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
         KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001
         tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.     Tanggal Efektif Penilaian

         Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
         31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
         tujuan penilaian serta dari data keuangan tanggal 31 Desember 2025 yang kami
         terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan ATB untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.     Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited

         ATB didirikan secara resmi pada tanggal 8 September 2025 di Bangladesh. ATB
         terdaftar sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi
         C-204535/2025     berdasarkan     Certificate  of  Incorporation  tertanggal
         8 September 2025 yang diterbitkan oleh Registrar of Join Stock Companies &
         Firms Bangladesh.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, susunan
         pemegang saham ATB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         Alfamart Trading Bangladesh Limited Limited
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                              (Dalam BDT)
                                                                         Persentase
                      Pemegang Saham                   Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan
         Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.               2.207.489           70,02%       220.748.900
         Kazi Retail Limited                                   945.016           29,98%        94.501.600
         Jumlah                                              3.152.505          100,00%       315.250.500




                                                   6
Page 33
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Direksi ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Direksi
         Direktur Utama                   :       Saiful Islam
         Direktur                         :       Tri Prasetyo
         Direktur                         :       Hendra
         Direktur                         :       Kazi Zahin Shahpar Hasan

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan
         eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
         atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATB,
         pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         ATB. Prospek ATB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
         usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
         didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
         dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
         singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.




                                              7
Page 34
       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
       ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
       mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
       diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
       data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATB.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan ATB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

       Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
       dengan melakukan pembobotan.

I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:




                                          8
Page 35
I.J.1.   Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
         Bersih

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
         pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar dan diskon tanpa
         pengendalian adalah sebesar BDT 301,17 juta. Dengan diskon likuiditas pasar
         sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB adalah sebesar
         BDT 281,31 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham ATB berdasarkan
         metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar BDT 196,98 juta.

I.J.2.   Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
         Bersih

         Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
         hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas
         pasar dan diskon tanpa pengendalian adalah sebesar BDT 1.240,06 juta. Dengan
         diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB
         adalah sebesar BDT 744,04 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham
         ATB berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
         sebesar BDT 521,00 juta.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
         10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

         Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
         dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
         karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
         yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
         dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
         dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar BDT 229,38 juta.

I.K.     Kesimpulan Penilaian

         Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
         dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
         penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebesar BDT 229,38 juta.




                                           9
Page 36
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha
        dalam bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
        usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak
        dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan
        mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart”
        yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
        Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten,
        Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru,
        Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang,
        Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo.
        Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat,
        Kavling     9,    Alam     Sutera,    Tangerang     15143,     dengan    nomor
        telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan
        email: corsec@sat.co.id.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
        kepemilikan Perseroan memiliki penyertaan saham pada ARA dengan kepemilikan
        sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                                          Perseroan


                                                              100,00%


                                    GWI                     ARA



                      70,02%              10,00% 35,00%                   40,00%


                          ATB                  ATP                      DCPM




        GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
        usaha perusahaan investasi.

        ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
        perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.




                                          10
Page 37
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.

ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk melakukan Rencana Peningkatan Modal.

Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan Rencana Pembelian dan Rencana
Akuisisi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Peningkatan Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                  11
Page 38
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.

Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.




                                 12
Page 39
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
    Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
    ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
    usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
    semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
    fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
    bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
    Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
    kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
    menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
    ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.

•   Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
    peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
    pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
    Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
    permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
    tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
    kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
    pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
    keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
    tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
    koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
    Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
    internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
    tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
    pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
    akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
    ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
    usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
    pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
    dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
    pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
    pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
    seluruh pemegang saham Perseroan.




                                 13
Page 40
        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
        Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
        memenuhi POJK 42/2020.

        Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
        Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
        diatur dalam POJK 17/2020.

        Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
        mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
        disiapkan oleh penilai independen.

        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat ATB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ATB bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Akuisisi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                        14
Page 41
II.D.      Tanggal Efektif Penilaian

           Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
           31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
           tujuan penilaian serta dari data keuangan tanggal 31 Desember 2025 yang kami
           terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan ATB untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.      Data dan Informasi yang Digunakan

           Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
           kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
           prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
           oleh manajemen Perseroan.

        2. Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal 8 September 2025 sampai
           dengan tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Shahadat Shaharear & Kibria (selanjutnya disebut
           “SSK”) sebagaimana tertuang dalam tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar
           tanpa modifikasian.

        3. Auditors Certificate Regarding Share Money Deposit of Alfamart Trading
           Bangladesh Limited No. C-204535/2025 tanggal 20 Mei 2026.

        4. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian
           dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
           yang terkait dengan Rencana Transaksi.

        5. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ATB serta pihak-pihak lain
           yang relevan untuk penugasan.

        6. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
           lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
           Indonesia, dan Bloomberg.

        7. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
           website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
           Indonesia, dan Bloomberg.

        8. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
           lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
           Indonesia, dan Bloomberg.

        9. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

        10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan
            hasil analisis lain yang kami anggap relevan.


                                             15
Page 42
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan
          eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan. Dengan demikian,
          produk yang dihasilkan oleh ATB barang kebutuhan sehari-hari konsumen.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis ATB meliputi kota Dhaka.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama ATB adalah sebagai
          berikut:

          •   ARC Distributions Limited.
          •   Remark HB Limited.
          •   Godrej Household Products Limited.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci ATB adalah
          konsumen akhir.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha ATB adalah sebagai
          berikut:

          •   ACI Logistics Limited.
          •   Akij Venture Group.
          •   PRAN-RFL Group.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan ATB
          adalah sebagai berikut:

          •   Akselerasi Grand Opening toko baru.
          •   Differensiasi produk yang hanya ada di ATB seperti Ready-to-Drink dan
              Ready-to-Eat dengan membuat secara langsung fresh coffee.
          •   Pelayanan konsumen yang konsisten.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki ATB merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
          saham ATB memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                          16
Page 43
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan ATB yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        laporan keuangan ATB yang telah diaudit dan informasi manajemen ATB terhadap
        laporan keuangan ATB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
        penilaian ATB dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATB atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ATB bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         17
Page 44
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan ATB.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum ATB berdasarkan anggaran dasar ATB.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Akuisisi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk
        tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh
        pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          18
Page 45
        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 70,02% saham ATB ini merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal
        diterbitkannya laporan penilaian 70,02% saham ATB tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting
        sebagai berikut:

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        20 Mei 2026, ATB telah melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor
        penuh sebanyak 1.051 lembar saham, di mana Kazi Retail Limited telah
        mengambilbagian seluruh saham tersebut, sehingga susunan pemegang saham
        ATB menjadi sebagai berikut:

                                                                                        (Dalam BDT)
                                                                   Persentase
                     Pemegang Saham              Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
        Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.          2.207.489           70,00%       220.748.900
        Kazi Retail Limited                              946.067           30,00%        94.606.700
        Jumlah                                         3.153.556          100,00%       315.355.600




                                                19
Page 46
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited

         ATB didirikan secara resmi pada tanggal 8 September 2025 di Bangladesh. ATB
         terdaftar sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi
         C-204535/2025     berdasarkan     Certificate  of  Incorporation  tertanggal
         8 September 2025 yang diterbitkan oleh Registrar of Join Stock Companies &
         Firms Bangladesh.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan
         eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.

III.C.   Manajemen

         Susunan Direksi ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Direksi
         Direktur Utama                          :        Saiful Islam
         Direktur                                :        Tri Prasetyo
         Direktur                                :        Hendra
         Direktur                                :        Kazi Zahin Shahpar Hasan

III.D.   Kepemilikan Saham

         Tabel 2
         Alfamart Trading Bangladesh Limited Limited
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                               (Dalam BDT)
                                                                          Persentase
                      Pemegang Saham                  Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
         Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.                2.207.489           70,02%       220.748.900
         Kazi Retail Limited                                    945.016           29,98%        94.501.600
         Jumlah                                               3.152.505          100,00%       315.250.500




                                                     20
Page 47
III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal 8 September 2025 sampai
         dengan tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP SSK sebagaimana
         tertuang dalam tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

         Ikhtisar data keuangan penting ATB adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         Alfamart Trading Bangladhes Limited
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 31 Desember 2025

                                                          (Dalam ribuan BDT)

                                Keterangan                       31/12/25

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                         251.513
         Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka               33.785
         Piutang usaha dan piutang lain-lain                          5.014
         Persediaan dan perlengkapan                                 11.107
         Jumlah Aset Lancar                                         301.418
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap                                                    6.745
         Jumlah Aset Tidak Lancar                                      6.745
         JUMLAH ASET                                                308.164



                                                          (Dalam ribuan BDT)

                                Keterangan                       31/12/25

         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS
         Utang usaha dan utang lain-lain                               6.817
         Beban akrual                                                    177
         JUMLAH LIABILITAS                                             6.994
         EKUITAS
         Modal saham                                                    109
         Uang muka pihak berelasi                                   315.142
         Saldo rugi                                                 (14.082)
         JUMLAH EKUITAS                                             301.169
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              308.164



         Tabel 4
         Alfamart Trading Bangladhes Limited
         Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
         Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025

                                                          (Dalam ribuan BDT)
                                                                 31/12/25
                                Keterangan
                                                                (4 Bulan)
         Pendapatan                                                        -
         Beban umum dan administrasi                                  (8.368)
         Beban penjualan dan distribusi                               (5.714)
         Rugi sebelum beban pajak penghasilan                        (14.082)
         Beban pajak penghasilan                                           -
         Rugi bersih periode berjalan                                (14.082)
         Pendapatan komprehensif lainnya                                   -
         Jumlah rugi komprehensif periode berjalan                   (14.082)




                                                           21
Page 48
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
          dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
          Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
          negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
          terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
          serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
          diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
          fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).

          Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
          dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
          domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
          peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
          melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
          ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
          permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
          pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
          pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
          pertumbuhan antar negara.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                (Dalam %)
                                                                                                     Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2022       2023     2024       2025     2026       2027      2028
          Dunia                                       3,80       3,50     3,30       3,30     3,10       3,10        N/A
          Negara Maju
           AS                                          2,50      2,90      2,80      2,10     2,50       2,00        2,00
           Hong Kong                                  (3,70)     3,20      2,60      3,50     2,90       2,50        2,30
           Inggris                                     5,30      0,30      1,10      1,40     1,00       1,40        1,50
           Jepang                                      1,30      0,70     (0,20)     1,20     0,80       0,90        0,90
           Kanada                                      4,70      2,00      2,00      1,70     1,20       1,80        1,90
           Kawasan Eropa                               3,60      0,40      0,90      1,40     1,20       1,50        1,40
           Singapura                                   4,10      1,50      5,40      5,00     3,50       2,50        2,50
           Taiwan                                      2,70      1,10      5,30      8,70     6,40       3,00        3,10
           Australia                                   4,20      2,10      1,00      2,00     2,20       2,20        2,60
           Korea Selatan                               2,70      1,60      2,00      1,00     2,00       1,90        1,90
          Negara Berkembang
           Brazil                                     3,00       3,30     3,40       2,30     1,80       1,80        2,20
           India                                      9,70       9,20     7,20       7,10     7,40       6,80        6,60
           Indonesia                                  5,30       5,00     5,00       5,10     5,10       5,10        5,20
           Kolombia                                   7,50       0,60     1,70       2,60     2,80       2,60        2,80
           Malaysia                                   8,70       3,60     5,10       5,20     4,50       4,30        4,40
           Meksiko                                    3,90       3,30     1,50       0,60     1,50       2,00        2,00
           Mesir                                      6,70       3,80     2,40       4,40     4,80       5,20        5,50
           Tiongkok                                   3,10       5,40     5,00       5,00     4,60       4,40        4,20

          Sumber: Bloomberg




                                                        22
Page 49
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
          5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
          dan 5,00%.

          Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
          3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
          masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
          kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
          Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2022     2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Dunia                          8,70     6,70      5,80     4,10     3,30       3,00        N/A
          Negara Maju
           AS                            8,00     4,10      3,00     2,70     2,70       2,40        2,40
           Hong Kong                     1,90     2,10      1,80     1,40     1,70       1,80        1,80
           Inggris                       9,10     7,40      2,50     3,40     2,50       2,20        2,00
           Jepang                        2,50     3,30      2,70     3,20     1,90       2,00        2,00
           Kanada                        6,80     3,90      2,40     2,10     2,10       2,00        2,10
           Kawasan Eropa                 8,40     5,50      2,40     2,10     2,00       1,90        2,10
           Singapura                     6,10     4,90      2,40     0,90     1,50       1,70        1,60
           Taiwan                        3,00     2,50      2,20     1,70     1,70       1,70        1,70
           Australia                     6,60     5,60      3,20     2,80     3,50       2,70        2,40
           Korea Selatan                 5,10     3,60      2,30     2,10     2,00       1,90        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                        9,30     4,60      4,40     5,00     4,00       3,90        3,60
           India                         6,70     5,70      5,00     2,20     2,10       3,90        4,20
           Indonesia                     4,20     3,80      2,30     1,90     2,80       2,60        2,60
           Kolombia                     10,20    11,80      6,60     5,10     5,70       4,60        3,80
           Malaysia                      3,40     2,50      1,80     1,40     1,80       2,00        2,30
           Meksiko                       7,90     5,60      4,70     3,80     3,80       3,80        3,60
           Mesir                         8,50    24,40     33,30    20,40    11,00       9,30        7,30
           Tiongkok                      2,00     0,20      0,20     0,10     0,70       1,00        1,50

          Sumber: Bloomberg




                                          23
Page 50
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
          sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
          11,00%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                      (Dalam %)
                                                       Aktual                     Proyeksi
                        Keterangan
                                        2022       2023      2024     2025     2026      2027
          Negara Maju
           AS                              4,50       5,50     4,50     3,75      3,25      3,25
           Hong Kong                       4,75       5,75     4,75     4,00       N/A       N/A
           Inggris                         3,50       5,25     4,75     3,75      3,25      3,25
           Jepang                         (0,10)     (0,10)    0,25     0,75      1,09      1,34
           Kawasan Eropa                   2,50       4,50     3,15     2,15      1,99      2,10
           Taiwan                          1,75       1,88     2,00     2,00      2,02      2,06
           Australia                       3,10       4,35     4,35     3,60      4,18      4,00
           Korea Selatan                   3,25       3,50     3,00     2,50      2,42      2,44
          Negara Berkembang
           Brazil                         13,75     11,75     12,25    15,00     12,25     10,50
           India                           6,25      6,50      6,50     5,25      5,29      5,43
           Indonesia                       5,50      6,00      6,00     4,75      4,50      4,49
           Kolombia                       12,00     13,00      9,50     9,25     11,61     10,35
           Malaysia                        2,75      3,00      3,00     2,75      2,76      2,81
           Meksiko                        10,50     11,25     10,00     7,00      6,50      6,50
           Mesir                          16,25     19,25     27,25    20,00       N/A       N/A
           Tiongkok                        3,65      3,45      3,10     3,00      2,83      2,74

          Sumber: Bloomberg




                                            24
Page 51
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
        negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.

        Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
        yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Bangladesh

        Meskipun pertumbuhan PDB mulai menunjukkan pemulihan, penguatan
        pertumbuhan ekonomi di Bangladesh masih kurang optimal akibat biaya hidup dan
        tingkat biaya operasional yang relatif tinggi meskipun terdapat indikasi pemulihan
        ekonomi. Namun demikian, menurut data yang dipublikasikan oleh Bank
        Bangladesh (BB) dalam laporannya yang berjudul Monetary Policy Statement
        periode Januari – Juni 2026, nilai tukar relatif stabil dan perkembangan harga
        komoditas global cenderung menguntungkan meskipun tingkat inflasi masih
        bertahan di atas target sebesar 7,00%. Dengan harga komoditas global yang terus
        melandai dan nilai tukar yang tetap stabil, tekanan inflasi impor diperkirakan akan
        tetap terkendali.

        Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, kebijakan moneter yang ketat
        dari BB telah berkontribusi terhadap pemulihan stabilitas nilai tukar, peningkatan
        cadangan devisa, dan terciptanya suku bunga riil yang positif. Kondisi tersebut
        mendukung pertumbuhan tabungan dan simpanan masyarakat sekaligus
        memperkuat kredibilitas kebijakan moneter. Di sisi lain, tekanan inflasi mulai
        mereda dan kesenjangan antara pertumbuhan upah riil dan inflasi semakin
        menyempit yang mencerminkan proses normalisasi kondisi makroekonomi secara
        bertahap.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Bangladesh

        Proyeksi pertumbuhan jumlah uang beredar dalam untuk tahun 2026 ditetapkan
        sebesar 11,50% dengan mempertimbangkan target pertumbuhan PDB sebesar
        5,00%, batas rata-rata inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar
        7,00%, serta perubahan positif dalam kecepatan peredaran uang (velocity of
        money). Berdasarkan data yang diperoleh dari BB dalam laporannya yang berjudul
        Monetary Policy Statement periode Januari – Juni 2026, pertumbuhan kredit sektor
        swasta diproyeksikan sebesar 8,50%. Di sisi eksternal, aset luar negeri bersih
        sistem perbankan diproyeksikan tumbuh sebesar 22,00% pada akhir tahun 2026.
        Proyeksi tersebut didasarkan pada ekspektasi surplus neraca pembayaran secara
        keseluruhan, yang didukung oleh pertumbuhan impor yang moderat serta
        pertumbuhan remitansi yang kuat.




                                          25
Page 52
        Dalam rangka menghadapi tantangan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah
        Bangladesh menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 5,00% , sedangkan proyeksi
        International Monetary Fund, World Bank, dan Asian Development Bank berada
        pada kisaran 3,80% – 5,00%. Prospek pertumbuhan tersebut didukung oleh
        ekspektasi membaiknya stabilitas politik dan makroekonomi setelah pemilihan
        umum nasional pada Februari 2026 yang berpotensi meningkatkan kepercayaan
        investor dan menciptakan lingkungan investasi yang lebih mendukung.

IV.D.   Produk Domestik Bruto

        Meskipun pertumbuhan PDB di Bangladesh mulai menunjukkan tanda-tanda
        pemulihan, laju penguatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan
        mencerminkan kondisi yang masih kurang optimal. Menurut data yang diperoleh
        dari BB dalam laporannya yang berjudul Monetary Policy Statement periode
        Januari – Juni 2026, pertumbuhan PDB yang masih berada pada tingkat moderat
        di tengah berbagai tekanan ekonomi seperti biaya hidup yang tinggi dan biaya
        operasional usaha yang masih kurang membaik. Kondisi tersebut membatasi
        akselerasi aktivitas ekonomi, sehingga pemulihan PDB berlangsung secara
        bertahap dan belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan yang solid dan
        berkelanjutan.

        Menurut data yang diperoleh dari Asian Development Bank dalam laporannya
        yang berjudul Asian Development Outlook April 2026, pada tahun 2026,
        pertumbuhan PDB diproyeksikan akan mengalami peningkatan, didorong oleh
        pemulihan sektor jasa, normalisasi produksi pertanian, serta membaiknya
        sentimen investor pasca pemilihan umum pada Februari 2026. Reformasi
        berkelanjutan di sektor keuangan yang bertujuan meningkatkan stabilitas,
        transparansi, dan efisiensi diharapkan turut mendukung ekspansi tersebut.

        Grafik 1
        Perkembangan PDB Bangladesh

         8,00%
         7,00%              7,10%

         6,00%                                                             5,30%
                                                                 4,80%
         5,00%                      5,80%    4,20%                                  5,80%
                                                       3,50%
         4,00%
         3,00%
         2,00%
         1,00%
         0,00%
                     2022           2023    2024     2025      2026*     2027*     2028*
        Sumber: Bloomberg
        * Proyeksi




                                              26
Page 53
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, PDB Bangladesh pada akhir
        tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 3,50% dibandingkan dengan tahun
        2024. Pada tahun 2026, PDB diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar
        4,80% dibandingkan dengan PDB tahun 2025. Sementara itu, pada tahun 2027
        dan 2028, PDB diperkirakan akan mengalami kenaikan masing-masing sebesar
        5,30% dan 5,80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

IV.E.   Inflasi

        Menurut data yang diperoleh dari BB dalam laporannya yang berjudul Monetary
        Policy Statement periode Januari – Juni 2026, sejumlah importir besar memiliki
        pengaruh yang tidak proporsional terhadap pasokan beberapa komoditas penting
        di Bangladesh, hal ini berpotensi menimbulkan pergerakan harga yang tidak
        seimbang atau pergerakan pasokan apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan
        administratif yang tepat waktu. Meskipun demikian, ekspektasi inflasi mulai
        menunjukkan perbaikan seiring dengan upaya pengendalian inflasi yang telah
        dilakukan.

        Pada Q2 2026, BB memproyeksikan bahwa inflasi akan mulai menunjukkan tren
        penurunan yang bertahap dengan inflasi utama diperkirakan mendekati di bawah
        8,00% pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa
        gangguan sisi penawaran akan relatif terbatas serta kondisi politik akan membaik
        pasca pemilihan umum nasional, sehingga mendukung stabilisasi lingkungan
        ekonomi secara keseluruhan.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Bangladesh

         12,00%
                                        9,70%    10,00%
         10,00%                                            8,00%

          8,00%
                      6,20%   9,00%                                   6,00%
          6,00%
                                                                                5,80%
          4,00%

          2,00%

          0,00%
                     2022     2023     2024      2025     2026*     2027*     2028*

        Sumber: Bloomberg
        * Proyeksi


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi Bangladesh pada tahun
        2025 mengalami kenaikan sebesar 10,00% dibandingkan dengan inflasi pada
        tahun 2024. Pada tahun 2026, 2027, dan 2028, tingkat inflasi diperkirakan
        mengalami kenaikan masing-masing sebesar 8,00%, 6,00%, dan 5,80%.




                                         27
Page 54
IV.F.   Nilai Tukar Taka Bangladesh

        Dalam laporan BB, suku bunga kebijakan riil diperkirakan tetap berada pada
        tingkat positif, sehingga memperkuat kebijakan moneter yang mendukung
        stabilitas nilai tukar. BB akan terus mempertahankan fokus pada fleksibilitas nilai
        tukar dengan memanfaatkan potensi arus remitansi yang kuat serta perbaikan
        cadangan devisa sebagai penyangga utama terhadap tekanan eksternal. Dengan
        kondisi tersebut, stabilitas nilai tukar diharapkan dapat terjaga lebih baik dan lebih
        resilien terhadap guncangan eksternal, terutama yang berasal dari volatilitas pasar
        global. Selain itu, stabilitas harga komoditas global juga turut mendukung
        berkurangnya tekanan terhadap nilai tukar melalui penurunan risiko inflasi impor.

        Pada Q1 2026, nilai tukar BDT terhadap USD secara umum tetap stabil yang
        didorong oleh kuatnya arus masuk devisa. Pada akhir Desember 2025, kurs antar
        bank tercatat berada pada BDT 122,31 per USD di mana menguat dari
        BDT 122,77 per USD pada akhir Juni 2025 atau mengalami peningkatan sebesar
        0,38% terhadap kurs referensi. Secara keseluruhan, nilai tukar mengikuti tren yang
        serupa dengan kurs antar bank dengan berada pada BDT 122,30 per USD yang
        mencerminkan peningkatan sebesar 0,33%. Kondisi ini menunjukkan stabilitas
        yang relatif terjaga pada pasar valuta asing, sejalan dengan dukungan arus
        eksternal yang membaik dan kondisi likuiditas valas yang lebih stabil.

        Setelah mengalami tekanan yang signifikan pada neraca pembayaran (balance of
        payments) selama dua tahun terakhir, posisi eksternal Bangladesh terus
        menunjukkan pemulihan sejak tahun 2025 dengan stabilitas sektor eksternal yang
        semakin menguat pada Q1 2026. Perbaikan ini terutama didukung oleh
        meningkatnya fleksibilitas nilai tukar seiring implementasi rezim nilai tukar yang
        lebih berorientasi pasar yang turut membantu meningkatkan penyesuaian pasar
        valuta asing secara lebih efisien. Sejalan dengan itu, nilai tukar menjadi lebih stabil
        yang tercermin dari meningkatnya transaksi valuta asing antar bank serta
        dukungan arus eksternal yang lebih seimbang, sehingga memperkuat ketahanan
        pasar valuta asing terhadap tekanan eksternal.




                                            28
Page 55
V.     TINJAUAN INDUSTRI RITEL

V.A.   Tinjauan Industri Ritel di Dunia

       Industri ritel merupakan sektor yang mencakup kegiatan penjualan barang dan
       jasa secara langsung kepada konsumen akhir, meliputi berbagai kategori seperti
       makanan dan minuman, pakaian jadi, elektronik, kendaraan, dan lainnya. Secara
       global, industri ini memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
       karena dinilai memiliki kontribusi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari baik
       dalam mendukung konsumsi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, serta
       perputaran barang dan jasa lintas sektor.

       Industri ritel juga memiliki peran penting dalam mendorong konsumsi masyarakat
       serta distribusi barang dan jasa. Seiring dengan perkembangan teknologi dan
       perubahan perilaku konsumen, industri ini terus mengalami penyesuaian dalam
       model bisnis dan operasionalnya. Integrasi antara kanal penjualan fisik dan digital,
       serta pemanfaatan teknologi, mendukung peningkatan efisiensi dan jangkauan
       pasar, sehingga industri ritel tetap menunjukkan perkembangan yang stabil di
       tengah dinamika ekonomi global.

       Posisi minimarket dengan konsep convenience store yang berada dekat dengan
       pelanggan amat diminati didorong oleh jam operasional yang panjang dan
       perputaran transaksi yang tinggi kemudian membentuk kebiasaan berbelanja
       masyarakat dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Business Research
       Insights dalam laporan dengan judul Convenience Store Retailing Market Size,
       Share, Growth, and Industry Analysis, By Type, By Applications, and Regional
       Forecast to 2035, pada tahun 2025 jumlah transaksi minimarket dunia adalah lebih
       dari 310 miliar kali per tahunnya, di mana lebih dari 62,00% pelanggan memilih
       berbelanja di minimarket untuk pembelian yang mendesak seperti makanan
       ringan, minuman, dan keperluan dasar rumah tangga. Sementara pasar ritel
       minimarket diuntungkan dengan lokasinya yang dekat dengan pejalan kaki dan
       lalu lintas yang tinggi sehingga minimarket kini juga menyediakan makanan siap
       saji karena tingginya permintaan.




                                          29
Page 56
Grafik 3
Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030
(Dalam miliar USD)




                         2026       2027       2028       2029        2030
     Jumlah Penjualan   6.880,00   7.380,00   7.890,00   8.400,00   8.910,00

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, penjualan e-commerce ritel di dunia
diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata sebesar USD 507,50 miliar atau
setara dengan 6,68%. Pada tahun 2027 hingga 2030, penjualan e-commerce ritel
diperkirakan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu
masing-masing sebesar USD 500,00 miliar, USD 510,00 miliar, USD 510,00 miliar,
dan USD 510,00 miliar atau masing-masing setara dengan 7,27%, 6,91%, 6,46%,
dan 6,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat,
perluasan kanal penjualan digital, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung
efisiensi operasional dan jangkauan pasar dalam industri ritel dunia.

Menurut data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporannya dengan
judul Retail Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast
(2026 – 2031), ukuran dan pangsa pasar ritel diperkirakan akan mengalami
pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Ukuran pasar ritel di
dunia diproyeksikan akan menjadi USD 41,53 triliun pada tahun 2031, tumbuh
dengan tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 6,87% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031.
Pertumbuhan industri ritel di dunia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
positif, didukung oleh peningkatan pendapatan masyarakat perkotaan kelas
menengah, peningkatan efisiensi operasional, serta perubahan preferensi
konsumen. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku industri perlu terus beradaptasi
terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar guna menjaga daya saing dan
mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.




                                     30
Page 57
       Seiring dengan perkembangan teknologi, industri ritel mengalami perubahan yang
       dipengaruhi oleh pergeseran perilaku konsumen dan kemajuan digital. Kanal
       penjualan tidak lagi terbatas pada toko fisik, tetapi juga berkembang melalui
       platform e-commerce, meskipun toko fisik tetap berperan dalam memberikan
       interaksi langsung dengan konsumen. Dalam hal ini, pelaku industri menerapkan
       strategi omnichannel, yaitu integrasi antara kanal penjualan offline dan online
       untuk menciptakan proses belanja yang lebih terintegrasi dan memudahkan
       konsumen.

       Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan
       otomatisasi dalam operasional toko maupun gudang turut meningkatkan efisiensi,
       pengelolaan persediaan barang, serta pemahaman terhadap kebutuhan
       konsumen. Pemanfaatan data merupakan elemen penting dalam operasional ritel
       karena mendukung pelaku usaha dalam memahami dan memenuhi kebutuhan
       konsumen secara lebih tepat. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut
       menunjukkan bahwa industri ritel global terus beradaptasi melalui penyesuaian
       model bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jangkauan pasar,
       sehingga tetap memiliki prospek yang positif di tengah dinamika ekonomi global.

V.B.   Tinjauan Industri Ritel di Bangladesh

       Industri ritel merupakan sektor usaha yang melakukan kegiatan penjualan barang
       atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan atau
       dikonsumsi secara pribadi, bukan untuk dijual kembali. Sektor ini mencakup
       berbagai kategori seperti makanan dan minuman, pakaian, elektronik, serta
       kebutuhan rumah tangga yang berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi
       masyarakat.

       Menurut data yang diperoleh dari 6Wresearch dalam laporannya yang berjudul
       Bangladesh Retail Market (2026-2032), Companies, Forecast, Growth, Industry,
       Size, Trends, Share, Analysis, Revenue & Value, pada tahun 2025, pasar ritel
       Bangladesh mencatat pertumbuhan tahunan (estimated annual growth) sebesar
       7,60%. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh perkembangan pusat
       perbelanjaan serta peningkatan infrastruktur ritel modern di berbagai wilayah.
       Ekspansi fasilitas ritel yang lebih terorganisir tersebut mendorong pergeseran
       perilaku konsumen dari ritel tradisional menuju format ritel modern yang
       menawarkan kenyamanan, variasi produk, serta pengalaman berbelanja yang
       lebih baik.




                                       31
Page 58
Pada tahun 2026, supermarket di Bangladesh mengalami pertumbuhan yang
pesat setelah adanya keringanan PPN (VAT) serta meningkatnya kepercayaan
konsumen. Menurut data yang diperoleh dari The Business Standard, konsumen
pada wilayah perkotaan semakin mengutamakan kenyamanan, kebersihan,
kualitas, dan pengalaman berbelanja di ritel modern yang lebih terorganisir.
Perubahan struktur demografis, seperti meningkatnya jumlah keluarga kecil dan
partisipasi perempuan bekerja, turut mendorong kenaikan permintaan terhadap
belanja di supermarket. Selain itu, berbagai konglomerat lokal maupun peritel
asing semakin meningkatkan investasi di sektor ritel Bangladesh. Meskipun
demikian, ritel modern yang terorganisir masih hanya mencakup sekitar 5,00% dari
total pasar, di mana menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar
ke depan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari 6Wresearch dalam laporannya yang
berjudul Bangladesh Retail Market (2026-2032), Companies, Forecast, Growth,
Industry, Size, Trends, Share, Analysis, Revenue & Value, diperkirakan bahwa
pasar ritel Bangladesh akan mencatat pertumbuhan dengan CAGR sebesar 8,40%
selama periode proyeksi tahun 2026 – 2032. Pertumbuhan pasar ini didorong oleh
tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi, meningkatnya populasi di wilayah
perkotaan, serta pergeseran yang stabil menuju format ritel modern di kota-kota
utama. Selain itu, didorong oleh meningkatnya tingkat pendapatan yang dapat
dibelanjakan, pesatnya urbanisasi, serta perubahan perilaku konsumen yang
semakin mengarah pada produk bermerek dan berkualitas serta ekspansi format
ritel modern seperti supermarket dan pusat perbelanjaan secara perlahan
mengubah struktur ritel tradisional.

Meningkatnya penetrasi penggunaan smartphone dan sistem pembayaran digital
mendorong perluasan aktivitas ritel melalui kanal digital atau ritel daring (online).
Kebijakan pemerintah yang mendukung inklusi keuangan digital turut
meningkatkan aksesibilitas pasar ritel, sehingga pada akhirnya memperkuat
pertumbuhan sektor ritel secara keseluruhan. Meningkatnya kebutuhan akan
kenyamanan, variasi, dan kualitas diperkirakan akan menciptakan peluang
pertumbuhan jangka panjang bagi pasar ini.




                                   32
Page 59
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     Alfamart Trading Bangladesh Limited

          Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
          sampai dengan 31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP SSK dengan pendapat
          wajar tanpa modifikasian.

          Ikhtisar data keuangan penting ATB adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 8
          Alfamart Trading Bangladhes Limited
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Desember 2025

                                                             (Dalam ribuan BDT)

                                 Keterangan                         31/12/25

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           251.513
          Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka                 33.785
          Piutang usaha dan piutang lain-lain                            5.014
          Persediaan dan perlengkapan                                   11.107
          Jumlah Aset Lancar                                           301.418
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset tetap                                                     6.745
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       6.745
          JUMLAH ASET                                                  308.164



                                                             (Dalam ribuan BDT)

                                 Keterangan                         31/12/25

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          Utang usaha dan utang lain-lain                                6.817
          Beban akrual                                                     177
          JUMLAH LIABILITAS                                              6.994
          EKUITAS
          Modal saham                                                      109
          Uang muka pihak berelasi                                     315.142
          Saldo rugi                                                   (14.082)
          JUMLAH EKUITAS                                               301.169
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                308.164




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset ATB pada                            tanggal      31 Desember   2025 adalah sebesar
          BDT 308,16 juta.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
          BDT 6,99 juta.




                                                              33
Page 60
VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
          BDT 301,17 juta.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 9
          Alfamart Trading Bangladhes Limited
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025

                                                           (Dalam ribuan BDT)
                                                                  31/12/25
                                 Keterangan
                                                                 (4 Bulan)
          Pendapatan                                                        -
          Beban umum dan administrasi                                  (8.368)
          Beban penjualan dan distribusi                               (5.714)
          Rugi sebelum beban pajak penghasilan                        (14.082)
          Beban pajak penghasilan                                           -
          Rugi bersih periode berjalan                                (14.082)
          Pendapatan komprehensif lainnya                                   -
          Jumlah rugi komprehensif periode berjalan                   (14.082)




VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan
          31 Desember 2025 ATB belum membukukan pendapatan.

VI.A.7.   Rugi Bersih Periode Berjalan

          Rugi periode berjalan ATB untuk periode sejak tanggal pendirian
          8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
          BDT 14,08 juta.




                                                            34
Page 61
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 10
          Alfamart Trading Bangladhes Limited
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025

                                                                     (Dalam ribuan BDT)
                                                                            31/12/25
                                    Keterangan
                                                                           (4 Bulan)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Rugi sebelum pajak                                                    (14.082)
          Beban penyusutan                                                          215
          Penurunan (Kenaikan):
           Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka                        (33.785)
           Piutang usaha dan piutang lain-lain                                   (5.014)
           Persediaan dan perlengkapan                                          (11.107)
           Utang usaha dan utang lain-lain                                        6.817
           Akrual                                                                   177
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                          (56.778)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                                   (6.960)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                         (6.960)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerbitan saham                                                         109
          Uang muka pihak berelasi                                             315.142
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                        315.251
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                          251.513
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                          -
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                  251.513




          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ATB untuk periode sejak
          tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
          sebesar BDT 56,78 juta terutama berasal dari rugi sebelum pajak, kenaikan uang
          muka, deposit, dan biaya dibayar dimuka, serta kenaikan persediaan dan
          perlengkapan masing-masing sebesar BDT 14,08 juta, BDT 33,79 juta, dan
          BDT 11,11 juta.

          Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATB untuk periode sejak
          tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
          sebesar BDT 6,96 juta seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

          Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATB untuk periode sejak
          tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
          sebesar BDT 315,25 juta terutama berasal dari uang muka pihak berelasi sebesar
          BDT 315,14 juta.




                                                                35
Page 62
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 11
           Alfamart Trading Bangladhes Limited
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Desember 2025



                                   Keterangan            31/12/25

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                            43,09
           Rasio Pengelolaan Aset
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,98
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,02
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,02
           Rasio Profitabilitas
           Imbal hasil aset                                 -13,71%
           Imbal hasil ekuitas                              -14,03%



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas ATB
           terhadap jumlah aset ATB. Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio ekuitas
           terhadap jumlah aset adalah 0,98.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan ATB untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset
           adalah 0,02, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah 0,02.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ATB dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan ATB dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                                    36
Page 63
VI.B.   Analisis atas Common Size Alfamart Trading Bangladesh Limited

        Berikut adalah analisis common size ATB untuk tahun yang berakhir pada
        tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025.

        Ikhtisar common size ATB adalah sebagai berikut:
        Tabel 12
        Alfamart Trading Bangladhes Limited
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
        Per 31 Desember 2025



                               Keterangan                    31/12/25

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                      81,62%
        Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka           10,96%
        Piutang usaha dan piutang lain-lain                      1,63%
        Persediaan dan perlengkapan                              3,60%
        Jumlah Aset Lancar                                      97,81%
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap                                               2,19%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                 2,19%
        JUMLAH ASET                                            100,00%




                               Keterangan                    31/12/25

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        Utang usaha dan utang lain-lain                          2,21%
        Beban akrual                                             0,06%
        JUMLAH LIABILITAS                                        2,27%
        EKUITAS
        Modal saham                                              0,04%
        Uang muka pihak berelasi                               102,26%
        Saldo rugi                                              -4,57%
        JUMLAH EKUITAS                                          97,73%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                          100,00%




                                                        37
Page 64
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Ritel

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan ATB, yaitu
          Taiwan Family Mart Co.Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan PT Midi Utama
          Indonesia Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2021 – 2025.

          Ikhtisar common size untuk Taiwan Family Mart Co.Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya
          Tbk, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   Taiwan Family Mart Co.Ltd
          Tabel 13
          Taiwan Family Mart Co.Ltd
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                              31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                8,80%      10,12%       8,59%       9,22%      10,71%
          Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
            melalui laba-rugi - neto                                        0,04%       0,03%       0,03%       0,06%       0,05%
          Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto            1,01%       1,10%       1,24%       0,75%       0,39%
          Piutang:
            Piutang wesel                                                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
            Piutang usaha                                                   2,09%       1,90%       2,22%       2,11%       2,14%
            Piutang usaha - pihak berelasi                                  0,08%       0,09%       0,08%       0,06%       0,04%
            Piutang sewa pembiayaan - neto                                  0,21%       0,21%       0,23%       0,24%       0,21%
            Piutang lain-lain                                               1,59%       1,54%       1,53%       2,35%       1,54%
            Piutang lain-lain - pihak berelasi                              0,10%       0,46%       0,11%       0,06%       0,06%
          Persediaan                                                        8,64%       8,02%       9,59%       9,17%       9,23%
          Uang muka                                                         0,64%       0,63%       0,83%       0,69%       0,79%
          Aset lancar lainnya                                               0,42%       0,31%       0,52%       0,39%       0,16%
          Aset pajak kini                                                   0,24%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                               23,87%      24,41%      24,97%      25,10%      25,34%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
            penghasilan komprehensif lain                                   0,08%       0,05%       0,05%       0,06%       0,12%
          Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto            0,10%       0,11%       0,30%       0,66%       0,72%
          Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas                      0,53%       0,49%       0,57%       0,62%       0,51%
          Aset tetap                                                       29,62%      29,17%      28,64%      27,12%      25,45%
          Aset hak guna                                                    36,61%      37,14%      38,63%      39,36%      41,21%
          Properti investasi - neto                                         2,13%       1,58%       1,70%       1,76%       2,34%
          Aset tidak berwujud                                               2,03%       2,03%       1,91%       1,94%       1,34%
          Aset pajak tangguhan                                              0,80%       0,89%       0,79%       0,76%       0,37%
          Uang jaminan yang dapat dikembalikan                              1,59%       1,56%       1,61%       1,66%       1,70%
          Piutang sewa pembiayaan                                           0,41%       0,45%       0,51%       0,62%       0,55%
          Aset tidak lancar lainnya                                         2,23%       2,12%       0,32%       0,33%       0,35%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                         76,13%      75,59%      75,03%      74,90%      74,66%
          JUMLAH ASET                                                     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                   38
Page 65
                        Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek                                             2,42%        2,43%        3,13%        3,64%        5,09%
Liabilitas kontrak - bagian jangka pendek                          4,63%        4,28%        4,51%        4,40%        3,27%
Utang wesel                                                        0,03%        0,03%        0,03%        0,03%        0,08%
Utang usaha                                                       16,61%       15,55%       15,11%       14,85%       14,23%
Utang usaha kepada pihak berelasi                                  1,57%        1,66%        1,60%        1,25%        1,33%
Utang lain-lain                                                    8,30%        8,16%        8,12%        8,63%        8,07%
Liabilitas pajak penghasilan kini                                  0,08%        0,62%        0,22%        0,21%        0,18%
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek                             7,78%        7,64%        7,76%        7,68%        8,16%
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang                       2,07%        1,35%        1,24%        0,84%        0,27%
Liabilitas jangka pendek lainnya                                   6,19%        7,26%        8,54%        8,59%        9,59%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   49,68%       48,99%       50,25%       50,13%       50,27%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang                                            2,49%        1,20%        1,21%        1,20%        0,07%
Liabilitas pajak tangguhan                                         0,41%        0,42%        0,46%        0,46%        0,01%
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang                           30,69%       31,31%       32,75%       33,62%       34,86%
Liabilitas jangka panjang lainnya                                  3,64%        3,60%        3,91%        3,94%        4,46%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  37,24%       36,54%       38,34%       39,22%       39,39%
JUMLAH LIABILITAS                                                 86,92%       85,53%       88,58%       89,35%       89,65%
EKUITAS
Modal saham                                                         2,75%        2,80%        2,96%        3,02%        3,30%
Tambahan modal disetor - neto                                       0,44%        0,44%        0,33%        0,06%        0,07%
Komponen ekuitas lainnya                                           -0,14%       -0,14%       -0,23%       -0,16%       -0,31%
Saldo laba                                                          8,51%        9,73%        6,88%        6,81%        6,31%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas           11,56%       12,83%        9,94%        9,73%        9,38%
  induk
Kepentingan non-pengendali                                         1,52%        1,64%        1,47%        0,93%        0,97%

JUMLAH EKUITAS                                                    24,64%       27,30%       21,36%       20,38%       19,72%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 14
Taiwan Family Mart Co.Ltd
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                        Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan bersih                                                100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                            63,61%       63,48%       63,50%       63,73%       63,89%
Laba kotor                                                         36,39%       36,52%       36,50%       36,27%       36,11%
Beban penjualan                                                   -31,91%      -31,78%      -31,79%      -32,01%      -31,97%
Beban umum dan administrasi                                        -2,80%       -2,78%       -2,69%       -2,40%       -2,15%
Penghasilan bunga                                                   0,15%        0,11%        0,09%        0,05%        0,05%
Penghasilan lain-lain                                               0,39%        0,39%        0,30%        0,39%        0,42%
Keuntungan (kerugian) lain-lain                                     0,11%        2,45%       -0,09%        0,38%       -0,07%
Bagian laba (rugi) dari entitas asosiasi dan ventura bersama        0,07%        0,01%       -0,02%        0,05%        0,03%
Beban keuangan                                                     -0,35%       -0,32%       -0,33%       -0,33%       -0,29%
Laba sebelum pajak penghasilan                                      2,07%        4,60%        1,97%        2,40%        2,13%
Beban pajak penghasilan                                            -0,44%       -0,85%       -0,27%       -0,31%       -0,44%
Laba tahun berjalan                                                1,63%        3,75%         1,70%       2,09%        1,69%
Penghasilan komprehensif lain                                      0,04%        0,07%        -0,05%       0,08%        0,09%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                            1,67%        3,81%        1,65%        2,17%        1,78%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            1,58%        3,69%        1,57%        2,11%        1,70%
  Kepentingan non-pengendali                                       0,09%        0,13%        0,08%        0,06%        0,08%




                                                          39
Page 66
VI.C.2.   PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
          Tabel 15
          PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                      31/12/25        31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,99%       12,49%      11,90%      12,42%      11,95%
          Pihak berelasi
            Pihak ketiga                                                0,03%        0,01%       0,00%       0,00%       0,01%
            Piutang lain-lain - neto                                    7,52%        7,72%       7,50%       7,03%       6,43%
          Pihak berelasi                                                0,16%        0,11%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,57%        0,49%       0,70%       1,06%       0,97%
            Persediaan - neto                                          31,35%       30,35%      29,47%      29,69%      31,99%
          Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto                0,20%        0,29%       0,31%       0,13%       0,01%
          Aset lancar lainnya                                           0,66%        0,84%       0,70%       0,61%       0,57%
          Deposito berjangka                                            0,00%        0,13%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           51,47%       52,43%      50,59%      50,95%      51,92%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     3,47%        2,01%       2,24%       2,55%       1,29%
          Aset tetap - neto                                            22,90%       23,20%      23,51%      23,43%      23,61%
          Aset hak guna - neto                                         19,92%       20,08%      21,13%      20,50%      20,43%
          Uang muka pembelian aset tetap                                0,33%        0,63%       0,81%       0,53%       0,46%
          Aset pajak tangguhan - neto                                   0,66%        0,41%       0,37%       0,54%       0,51%
          Aset tidak lancar lainnya                                     1,22%        1,22%       1,33%       1,51%       1,78%
          Taksiran pengembalian pajak                                   0,01%        0,02%       0,01%       0,00%       0,00%
          Jumlah aset tidak lancar                                     48,53%       47,57%      49,41%      49,05%      48,08%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            40
Page 67
                       Keterangan                                31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,71%       0,75%       0,34%       0,48%       0,45%
  Pihak ketiga                                                      33,25%      33,67%      31,73%      33,63%      35,19%
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                     0,06%       0,04%       0,02%       0,02%       0,01%
  Pihak ketiga                                                       6,39%       7,68%       9,24%       9,79%      11,66%
Utang pajak                                                          0,75%       0,82%       1,21%       1,64%       0,96%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                               1,32%       1,15%       1,15%       1,53%       1,53%
Beban akrual                                                         2,70%       2,75%       2,20%       2,44%       2,03%
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun :
  Liabilitas sewa                                                    2,43%       2,52%       3,48%       3,51%       3,05%
  Liabilitas kontrak                                                 0,56%       0,81%       0,86%       0,91%       0,41%
  Utang bank                                                         0,09%       0,00%       0,00%       1,15%       1,70%
  Utang pembiayaan konsumen                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang bank jangka pendek                                           0,00%       0,00%       0,18%       1,45%       2,85%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     48,27%      50,18%      50,41%      56,56%      59,83%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                    2,15%       2,31%       1,77%       1,34%       1,39%
  Liabilitas kontrak                                                 0,17%       0,18%       0,19%       0,22%       0,22%
  Utang bank                                                         1,70%       0,00%       0,00%       2,49%       2,22%
  Utang pembiayaan konsumen                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Liabilitas imbalan kerja karyawan                                  2,19%       1,72%       1,78%       2,09%       1,90%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     6,21%       4,21%       3,73%       6,14%       5,72%
JUMLAH LIABILITAS                                                   54,48%      54,39%      54,14%      62,69%      65,55%
EKUITAS
Modal saham                                                          0,98%       1,07%       1,21%       1,35%       1,52%
Tambahan modal disetor - neto                                        5,89%       6,39%       7,24%       8,07%       9,06%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                         0,75%       0,83%       0,93%      -1,63%      -1,84%
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan - neto                 0,13%       0,11%       0,08%       0,09%       0,02%
Penghasilan komprehensif lainnya                                    -0,25%       0,01%       0,21%       0,15%       0,54%
Saldo laba                                                          35,49%      33,81%      32,58%      28,47%      24,40%
Saham treasuri                                                      -0,66%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Total ekuitas pemegang saham                                        42,32%      42,21%      42,26%      36,50%      33,70%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 3,20%       3,40%       3,60%       0,81%       0,75%
JUMLAH EKUITAS                                                      45,52%      45,61%      45,86%      37,31%      34,45%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            41
Page 68
          Tabel 16
          PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                                  Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          Pendapatan neto                                                   100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                              78,10%       78,55%       78,43%       79,34%       79,30%
          Laba bruto                                                          21,90%       21,45%       21,57%       20,66%       20,70%
          Beban penjualan dan distribusi                                     -17,33%      -17,09%      -16,73%      -16,02%      -16,74%
          Beban umum dan administrasi                                         -1,92%       -1,84%       -1,77%       -1,75%       -1,82%
          Pendapatan lainnya                                                   1,05%        1,03%        1,15%        1,08%        1,21%
          Beban lainnya                                                       -0,10%       -0,11%       -0,08%       -0,08%       -0,08%
          Laba usaha                                                           3,60%        3,45%        4,14%        3,89%        3,28%
          Pendapatan keuangan                                                  0,12%        0,09%        0,07%        0,04%        0,07%
          Biaya keuangan                                                      -0,11%       -0,11%       -0,15%       -0,19%       -0,38%
          Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                            -0,11%        0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,04%
          Selisih amortisasi penghasilan ditangguhkan dengan biaya
            keuangan dari pinjaman                                            0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        -0,03%
          Kerugian yang timbul dari kehilangan pengendalia
            entitas anak                                                      0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        -0,03%
          Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan                 3,50%        3,44%        4,05%        3,73%        2,88%
          Beban pajak final                                                   -0,04%       -0,05%       -0,05%       -0,05%       -0,05%
          Laba sebelum pajak penghasilan badan                                 3,46%        3,39%        4,00%        3,68%        2,82%
          Beban pajak penghasilan - neto                                      -0,65%       -0,67%       -0,75%       -0,68%       -0,51%
          Laba tahun berjalan                                                  2,81%        2,72%       3,26%         3,00%       2,31%
          Penghasilan komprehensif lainnya                                    -0,08%       -0,05%       0,03%        -0,08%       0,00%
          Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                             2,73%        2,68%        3,28%        2,92%        2,31%
          Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             2,69%        2,66%        3,18%        2,95%        2,27%
            Kepentingan non-pengendali                                        0,12%        0,06%        0,08%        0,05%        0,04%



VI.C.3.   PT Midi Utama Indonesia Tbk
          Tabel 17
          PT Midi Utama Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                  Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                                        6,31%        4,33%        4,20%        6,04%        3,85%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                                    0,06%        0,14%        0,30%        0,05%        0,04%
            Pihak ketiga                                                      3,79%        4,53%        4,91%        5,28%        6,49%
          Piutang lain-lain
            Pihak berelasi                                                    0,00%        0,00%        0,04%        0,00%        0,02%
            Pihak ketiga                                                      0,32%        0,40%        0,27%        0,45%        0,39%
          Persediaan - neto                                                  33,01%       30,93%       29,92%       29,07%       28,62%
          Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto                      0,57%        0,71%        0,75%        0,16%        0,00%
          Aset lancar lainnya                                                 0,43%        0,48%        0,52%        0,57%        0,66%
          Jumlah Aset Lancar                                                 44,50%       41,52%       40,91%       41,62%       40,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset pajak tangguhan - neto                                         1,04%        1,02%        1,02%        1,20%        1,14%
          Aset tetap - neto                                                  32,74%       32,29%       31,62%       31,13%       31,18%
          Uang muka pembelian aset tetap                                      0,88%        1,58%        1,67%        1,21%        0,69%
          Aset hak guna - neto                                               19,83%       22,40%       23,60%       23,60%       25,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                           1,02%        1,11%        1,14%        1,24%        1,75%
          Taksiran tagihan pajak penghasilan                                  0,00%        0,08%        0,04%        0,00%        0,00%
          Jumlah aset tidak lancar                                           55,50%       58,48%       59,09%       58,38%       59,94%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                     42
Page 69
                       Keterangan                                31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,42%        0,43%        0,26%        0,25%        0,20%
  Pihak ketiga                                                      27,03%       26,39%       26,07%       24,45%       24,04%
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                     0,17%        0,11%        0,08%        0,19%        0,07%
  Pihak ketiga                                                      10,50%       10,70%        9,84%        9,59%        9,61%
Utang pajak                                                          0,64%        0,77%        0,79%        1,15%        0,60%
Liabilitas imbalan kerja                                             0,91%        0,91%        0,86%        0,89%        0,71%
Beban akrual                                                         2,22%        1,89%        1,48%        1,47%        1,11%
Utang bank jangka pendek                                             0,00%        0,00%        0,81%        6,46%       12,31%
Bagian liablitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                    1,20%        2,64%        2,33%        2,17%        1,57%
  Liabilitas kontrak                                                 0,52%        0,38%        0,68%        2,80%        0,77%
  Utang bank jangka panjang                                          0,00%        0,00%        0,00%        5,12%        7,34%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     43,61%       44,24%       43,19%       54,55%       58,33%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                             1,61%        1,56%        1,45%        1,48%        1,40%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                    4,94%        4,96%        5,03%        4,00%        4,21%
  Liabilitas kontrak                                                 0,09%        0,10%        0,08%        0,11%        0,13%
  Utang bank jangka panjang                                          0,00%        0,00%        0,00%       11,09%        9,58%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     6,64%        6,62%        6,56%       16,68%       15,32%
JUMLAH LIABILITAS                                                   50,25%       50,86%       49,75%       71,23%       73,65%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,66%        3,83%        4,29%        4,17%        4,55%
Tambahan modal disetor - neto                                       12,43%       14,44%       16,19%        1,07%        1,17%
Penghasilan komprehensif lain - neto                                 0,34%        0,44%        0,52%        0,49%        0,50%
Saldo laba                                                          32,03%       27,22%       25,51%       23,02%       20,12%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                         1,29%        1,35%        1,52%        0,00%        0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             49,75%       47,28%       48,03%       28,76%       26,34%
Kepentingan non-pengendali                                           0,00%        1,85%        2,22%        0,01%        0,01%
JUMLAH EKUITAS                                                      49,75%       49,14%       50,25%       28,77%       26,35%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 18
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                                31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan neto                                                    100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                              73,86%       73,69%       74,02%       74,70%       74,81%
Laba bruto                                                           26,14%       26,31%       25,98%       25,30%       25,19%
Beban penjualan dan distribusi                                      -20,27%      -21,27%      -21,15%      -20,21%      -21,11%
Beban umum dan administrasi                                          -2,17%       -2,45%       -2,39%       -2,19%       -2,09%
Penghasilan lainnya                                                   1,12%        1,15%        1,93%        1,26%        1,67%
Beban lainnya                                                        -0,13%       -0,13%       -0,10%       -0,07%       -0,08%
Laba usaha                                                            4,69%        3,62%        4,28%        4,08%        3,58%
Penghasilan keuangan                                                  0,06%        0,02%        0,03%        0,03%        0,01%
Biaya keuangan                                                       -0,20%       -0,27%       -0,58%       -0,87%       -1,15%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan                  4,55%        3,37%        3,73%        3,24%        2,44%
Beban pajak final                                                    -0,06%       -0,06%       -0,06%       -0,07%       -0,08%
Laba sebelum pajak penghasilan badan                                  4,49%        3,31%        3,67%        3,17%        2,37%
Beban pajak penghasilan - neto                                       -0,75%       -0,92%       -0,69%       -0,61%       -0,38%
Laba tahun berjalan                                                   3,74%        2,39%       2,98%        2,55%        1,99%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 -0,04%       -0,01%       0,04%        0,02%        0,03%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                              3,70%        2,38%        3,01%        2,57%        2,01%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                               3,84%        2,75%       2,98%        2,55%        1,99%
  Kepentingan non-pengendali                                         -0,10%       -0,36%       0,00%        0,00%        0,00%




                                                            43
Page 70
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ATB tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap ATB adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pasar

         Risiko pasar adalah risiko wajar nilai arus kas masa depan suatu instrumen
         keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Harga pasar
         mengandung dua tipe risiko, risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata
         uang asing.

VII.B.   Risiko Mata Uang Asing

         Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan akan
         berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. ATB tidak
         memiliki risiko perubahan mata uang asing yang signifikan karena sebagian besar
         transaksi dilakukan dengan mata uang Rupiah. Ekspor risiko terkait dengan nilai
         tukar relatif tidak signifikan, karena aktivitas utama ATB dilakukan dengan mata
         uang Rupiah.

VII.C.   Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai

         Risiko ini disebabkan karena tidak diperolehnya izin usaha dan izin membangun,
         tidak didapatnya lokasi yang cocok, keterlambatan konstruksi bangunan yang
         mengakibatkan keterlambatan pembukaan gerai atau beroperasinya gudang, tidak
         tersedianya dana yang cukup dan sumber daya manusia yang memadai sesuai
         standart, semuanya dapat mempengaruhi kinerja operasional dan kinerja
         keuangan ATB.

VII.D.   Risiko Keuangan

         ATB mengandalkan kredit usaha dari pemasok, fasilitas kredit dari bank dan kas
         internal untuk membiayai kegiatan operasional ATB. Perubahan jangka waktu
         utang dan berkurangnya likuiditas perbankan dapat berdampak pada tidak
         tersedianya dana yang cukup untuk pengembangan usaha dan beban bunga yang
         tinggi, sehingga dapat berpengaruh terhadap ATB.

VII.E.   Risiko Persaingan Usaha

         Persaingan usaha yang semakin ketat dengan hadirnya perusahaan-perusahaan
         baru dan lokal dengan menggandeng retail convenience store lainnya dapat
         mempengaruhi pendapatan ATB. Apabila ATB tidak dapat mempertahankan dan
         mengembangkan brand awareness dari perusahaan lainnya, tidak dapat
         menyediakan produk yang sesuai dengan segmen konsumne yang dituju secara
         positif dapat berakibat pada penurunan kinerja operasional ATB.




                                          44
Page 71
VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Perubahan peraturan pemerintah khususnya di bidang perdagangan, waralaba
         dan peraturan-peraturan lainnya yang terkait dapat mengakibatkan tidak dapat
         dibukanya gerai baru dan semakin ketatnya persaingan usaha karena masuknya
         investor asing yang mempunyai kemampuan permodalan yang lebih besar,
         sehingga dapat berpengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap
         pendapatan ATB. Dengan adanya regulasi baru yang berdampak terhadap
         perkembangan bisnis ritel lokal khususnya dan pertumbuhan perekonomian
         Indonesia pada umumnya yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan
         ATB.




                                        45
Page 72
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              46
Page 73
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
            atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATB,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            ATB. Prospek ATB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
            didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
            dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
            singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.

            Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
            penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
            perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).




                                              47
Page 74
          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
          ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
          mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
          diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
          data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATB.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan ATB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa ATB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                             48
Page 75
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi ATB.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari ATB.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional ATB.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset dan metode pembanding
             perusahaan tercatat di bursa efek dengan pendekatan pasar.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATB
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATB. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            49
Page 76
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset dan metode
        pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, dan metode kapitalisasi kelebihan
        pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan nilai pasar
        dengan metode penyesuaian aset bersih, baru kemudian dilanjutkan dengan
        metode metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         50
Page 77
        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.

        Untuk penilaian atas ATB, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka dan/atau ekuivalensinya
        pada tanggal 31 Desember 2025 didasarkan pada laporan keuangan ATB yang
        telah diaudit, oleh karena itu atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau
        diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan
        dengan cepat (diskon likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan
        pertimbangan sebagai berikut:

        •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
        •   ATB merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
        Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 70,02% saham ATB adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada tanggal 31 Desember 2025, ATB memiliki aset dan liabilitas masing-masing
        sebesar BDT 308,16 juta dan BDT 7,00 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
        ATB kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
        liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
        100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        BDT 301,17 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham ATB adalah sebesar BDT 281,31 juta. Dengan demikian, nilai
        pasar 70,02% saham ATB berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar BDT 196,98 juta.




                                          51
Page 78
        Perincian perhitungan nilai pasar 70,02% saham ATB dengan menggunakan
        metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

        Tabel 19
        Alfamart Trading Bangladesh Limited
        Nilai Pasar 70,02% Saham
        Metode Penyesuaian Aset Bersih
        Per 31 Desember 2025

                                                                                            (Dalam ribuan BDT)

                              Keterangan                    31/12/20      Penyesuaian          Nilai Pasar

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                      251.513                 -             251.513
        Piutang usaha dan piutang lain-lain                       5.014                 -               5.014
        Persediaan                                               11.107                 -              11.107
        Uang muka dan biaya dibayar di muka                      33.785                 -              33.785
        Jumlah Aset Lancar                                      301.418                 -             301.418
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap                                                6.745                 -               6.745
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                  6.745                 -               6.745
        JUMLAH ASET                                             308.164                 -             308.164
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha dan utang lain-lain                           6.817                 -               6.817
        Akrual                                                      177                 -                 177
        JUMLAH LIABILITAS                                         6.994                 -               6.994
        EKUITAS                                                 301.169                 -             301.169
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           308.164                 -             308.164

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
          diskon likuiditas pasar                                                                     301.169
        Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                              (19.862)
        Nilai pasar 100,00% saham                                                                     281.307
        Nilai pasar 70,02% saham                                                                      196.980



IX.C.   Nilai Pasar 70,02% saham ATB                      Berdasarkan      Metode           Pembanding
        Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 70,02% saham ATB adalah metode pembanding
        perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
        didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
        ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
        sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
        pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

        Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
        sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
        variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
        (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.



                                                     52
Page 79
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
(market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
(market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization) dan sebagainya.

Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 20
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                                              Sejenis
                 Keterangan                           Industri            Kegiatan Usaha                   Produk               Risiko Usaha
                                                                                                                                                               (√ / -)
                                                Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan      Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
Alfamart Trading Bangladesh Limited                     makanan                makanan                 makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
PT DFI Retail Nusantara Tbk                            makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
Simple Mart Retail Co., Ltd.                           makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
The Keepers Holdings, Inc.                             makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
PT Midi Utama Indonesia Tbk                            makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
President Chain Store Corporation                      makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                            makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad                      makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan
                                                Ritel bahan pangan dan   Ritel bahan pangan dan     Bahan pangan dan            Terkait ritel bahan
                                                                                                                                                                 √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                          makanan                  makanan                makanan                pangan dan makanan



Tabel 21
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                              Rata-rata Pertumbuhan                                                            Sejenis
                   Keterangan                                                                                        DER
                                                        Pendapatan                 Laba Bersih                                                   (√ / -)
Alfamart Trading Bangladesh Limited                         0,00%                      0,00%                        2,32%
PT DFI Retail Nusantara Tbk                                 6,68%                    -2970,83%                      166,78%                           –
Simple Mart Retail Co., Ltd.                                3,54%                      14,04%                       85,48%                            √
The Keepers Holdings, Inc.                                  9,00%                       0,75%                        7,92%                            √
PT Midi Utama Indonesia Tbk                                 3,79%                      62,43%                       101,01%                           –
President Chain Store Corporation                           3,79%                      -2,96%                       409,73%                           √
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                                 4,70%                     -54,42%                       664,53%                           –
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad                           8,58%                     -19,07%                       657,48%                           –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                               7,20%                      10,52%                       119,67%                           √



Tabel 22
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                        Rata-rata Margin                                                                          Sejenis
                Keterangan                                                                        ROA                       ROE
                                                    EBIT                   EAT                                                                        (√ / -)
Alfamart Trading Bangladesh Limited                0,00%                   0,00%                  -4,57%                 -4,68%
PT DFI Retail Nusantara Tbk                         1,77%                  1,59%                   3,62%                  9,67%                           √
Simple Mart Retail Co., Ltd.                        1,20%                  0,88%                   3,39%                  6,28%                           √
The Keepers Holdings, Inc.                         19,64%                 18,38%                  17,19%                 18,55%                           –
PT Midi Utama Indonesia Tbk                         4,15%                  3,07%                   8,46%                 17,01%                           –
President Chain Store Corporation                   4,05%                  3,93%                   4,94%                 25,19%                           –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                         1,82%                  2,69%                   2,21%                 16,87%                           √
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad                   4,08%                  1,15%                   1,21%                  9,19%                           √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                       3,52%                  2,77%                   8,36%                 18,36%                           –




                                                                 53
Page 80
Tabel 23
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                        Sejenis                         Sejenis
                Keterangan                        Total Aset                       Pangsa Pasar
                                                                         (√ / -)                         (√ / -)
Alfamart Trading Bangladesh Limited                       308.163.634                     327.579.654
PT DFI Retail Nusantara Tbk                          32.393.746.106        √          13.169.594.223       √
Simple Mart Retail Co., Ltd.                         15.653.920.348        √           9.936.508.245       √
The Keepers Holdings, Inc.                           42.979.093.282        √          74.554.930.952       √
PT Midi Utama Indonesia Tbk                          66.835.388.365        √          95.459.689.677       –
President Chain Store Corporation                 1.049.246.565.806        –         895.598.667.869       –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.                         316.265.564.717        –         166.685.749.844       –
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad                    77.354.438.760        –          69.816.361.119       √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                       311.707.134.057        –         598.260.627.878       –



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 2,94 dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 24
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding



                       Perusahaan                                  MVIC            BVIC           MVIC/BVIC

PT DFI Retail Nusantara Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                   2.710.464       2.570.141                  1,05
Simple Mart Retail Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD)                     2.563.033       2.178.195                  1,18
The Keepers Holdings, Inc. (Dalam ribuan PHP)                      36.021.701      19.259.702                  1,87
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                  13.039.765       4.541.893                  2,87
President Chain Store Corporation (Dalam ribuan TWD)              265.534.321      88.184.555                  3,01
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD)                     46.878.789      14.656.880                  3,20
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad (Dalam ribuan MYR)                2.794.818         814.167                  3,43
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Dalam jutaan Rupiah)                82.483.445      20.144.120                  4,09
Median                                                                                                         2,94



Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 40,00%.

Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha ATB dalam bidang perdagangan eceran dan/atau
grosir produk makanan dan non-makanan, maka rasio ekuitas yang sesuai
digunakan dalam penilaian ATB adalah MVIC/BVIC (market value of invested
capital/ book value of invested capital).




                                               54
Page 81
Berdasarkan laporan keuangan ATB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, BVIC ATB adalah sebesar BDT 301,17 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% minoritas ATB adalah sebesar BDT 885,76 juta.
Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar sebesar 40,00%, maka indikasi
nilai pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
BDT 1.240,06 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai
pasar 100,00% saham ATB adalah sebesar BDT 744,04 juta. Dengan demikian,
nilai pasar 70,02% saham ATB berdasarkan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek adalah sebesar BDT 521,00 juta.

Perincian perhitungan nilai pasar 70,02% saham ATB dengan menggunakan
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebagai berikut:

Tabel 25
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025

                                                                        (Dalam ribuan BDT)
                                                      Angka       Variabel
                       Keterangan                                            Nilai Pasar
                                                      Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                  2,94      301.169       885.756
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                     885.756
Premi kendali (40,00%)                                                             354.303
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
  diskon likuiditas pasar                                                        1.240.059
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                  (496.024)
Nilai pasar 100,00% saham                                                          744.035
Nilai pasar 70,02% saham                                                           520.998




                                             55
Page 82
IX.D.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
        10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

        Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
        dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
        karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
        yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
        dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
        dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
        tercatat di bursa efek.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar BDT 229,38 juta.

        Tabel 26
        Alfamart Trading Bangladesh Limited
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Desember 2025

                                                                                     (Dalam ribuan BDT)

                          Metode Penilaian                    Nilai Pasar    Bobot          Nilai

        Metode Penyesuaian Aset Bersih                             196.980      90,00%         177.282
        Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek        520.998      10,00%          52.100
        Nilai Pasar                                                            100,00%         229.382



IX.E.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Desember 2025 adalah sebesar BDT 229,38 juta.




                                                     56
Page 83
Alfamart Trading Bangladesh Limited                                                      Lampiran A
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                                  (Dalam ribuan BDT)

                      Keterangan                  31/12/20      Penyesuaian          Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                    251.513                 -             251.513
Piutang usaha dan piutang lain-lain                     5.014                 -               5.014
Persediaan                                             11.107                 -              11.107
Uang muka dan biaya dibayar di muka                    33.785                 -              33.785
Jumlah Aset Lancar                                    301.418                 -             301.418
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                              6.745                 -               6.745
Jumlah Aset Tidak Lancar                                6.745                 -               6.745
JUMLAH ASET                                           308.164                 -             308.164
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha dan utang lain-lain                         6.817                 -               6.817
Akrual                                                    177                 -                 177
JUMLAH LIABILITAS                                       6.994                 -               6.994
EKUITAS                                               301.169                 -             301.169
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         308.164                 -             308.164

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
  diskon likuiditas pasar                                                                   301.169
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                            (19.862)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                   281.307
Nilai pasar 70,02% saham                                                                    196.980




                                             57
Page 84
Alfamart Trading Bangladesh Limited                                             Lampiran B
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025

                                                                        (Dalam ribuan BDT)
                                                      Angka       Variabel
                       Keterangan                                            Nilai Pasar
                                                      Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                  2,94      301.169       885.756
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                     885.756
Premi kendali (40,00%)                                                             354.303
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
  diskon likuiditas pasar                                                        1.240.059
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                  (496.024)
Nilai pasar 100,00% saham                                                          744.035
Nilai pasar 70,02% saham                                                           520.998




                                                 58
Page 85
Alfamart Trading Bangladesh Limited                                                      Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025

                                                                                  (Dalam ribuan BDT)

                  Metode Penilaian                         Nilai Pasar    Bobot          Nilai

Metode Penyesuaian Aset Bersih                                  196.980      90,00%         177.282
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek             520.998      10,00%          52.100
Nilai Pasar                                                                 100,00%         229.382




                                                      59

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.1 MB
Published17 Jun 2026
Pages85
Characters225,988
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ALFAMART TRADING BANGLADESH p.1 ×59
linked org SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk p.1 ×47
linked org Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. p.3 ×5
linked org Midi Utama Indonesia Tbk p.23 ×35
linked org Negara Maju p.48 ×3
linked org Asian Development Bank p.52 ×2
linked org DFI Retail Nusantara Tbk p.79 ×14
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×6
unresolved org SAHAM ALFAMART TRADING BANGLADESH LIMITED p.1 ×5
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Kazi Retail Limited p.8 ×6
unresolved org Modal Kepemilikan Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. p.8 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×7
unresolved org KJPP Kusnanto p.14 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.14
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.14
unresolved org F. Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited p.19
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.19
unresolved org PENILAIAN A. Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited p.20
unresolved org LAPORAN KEUANGAN HISTORIS A. Alfamart Trading Bangladesh Limited p.20
unresolved org Common Size Alfamart Trading Bangladesh Limited p.20 ×2
unresolved org Struktur Pemegang Saham Alfamart Trading Bangladesh Limited p.22 ×2
unresolved org Laporan Posisi Keuangan Alfamart Trading Bangladesh Limited p.22 ×2
unresolved org Penghasilan Komprehensif Lain Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. p.22
unresolved org Bank Sentral p.22 ×2
unresolved org Penghasilan Komprehensif Lain Alfamart Trading Bangladesh Limited p.22
unresolved org Laporan Arus Kas Alfamart Trading Bangladesh Limited p.22
unresolved org Rasio-rasio Keuangan Alfamart Trading Bangladesh Limited p.22
unresolved org Size Laporan Posisi Keuangan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. p.22
unresolved org Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd. p.23
unresolved org Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd. p.23
unresolved org Angka Pengali Perusahaan Pembanding Alfamart Trading Bangladesh Limited p.23
unresolved org Rekonsiliasi Nilai Alfamart Trading Bangladesh Limited p.24 ×2
unresolved org DC Properties Bangladesh Limited p.27
unresolved org Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited p.32
unresolved — BDT · Pemegang Saham p.32 ×2
unresolved org ARC Distributions Limited p.42
unresolved org Remark HB Limited p.42
unresolved org Godrej Household Products Limited p.42
unresolved org ACI Logistics Limited p.42
unresolved org Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited p.46
unresolved org SSK p.47 ×2
unresolved org Alfamart Trading Bangladhes Limited p.47 ×7
unresolved org Bank Bangladesh p.51
unresolved org Taiwan Family Mart Co.Ltd p.64 ×5
unresolved org Simple Mart Retail Co., Ltd. p.79 ×5
unresolved org Chain Store Corporation p.79 ×5
unresolved org Taiwan FamilyMart Co., Ltd. p.79 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11801 ms 12 Sep 2026 22:08
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result