Back to announcement
20260617_AMRT_Informasi Transaksi Afiliasi_32101894_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review AMRTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 85
Page 1
LAPORAN PENILAIAN 70,02% SAHAM
ALFAMART TRADING BANGLADESH LIMITED
PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk
TANGGAL PENILAIAN
31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 10 Juni 2026 Kepada Yth. PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk Alfa Tower Jl. Jalur Sutera Barat, Kav. 9, Alam Sutera Tangerang 15143 U.p. : Direksi Hal : Ringkasan Penilaian 70,02% saham Alfamart Trading Bangladesh Limited Dengan hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 70,02% saham Alfamart Trading Bangladesh Limited (selanjutnya disebut “ATB”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis) dari OJK, menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 70,02% saham ATB (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan eceran dan
besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak
tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk
konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
“Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar,
Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember,
Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa
Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor
telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan memiliki penyertaan saham pada Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (selanjutnya
disebut “ARA”) dengan kepemilikan sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai
berikut:
Perseroan
100,00%
Glory Worldwide
Investments Pte. Ltd. ARA
(GWI)
70,02% 10,00% 35,00% 40,00%
Alfamart Trading DC Properties
ATB Philippines, Inc. Management Corp.
(ATP) (DCPM)
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.
ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Bangladesh. Ruang lingkup
kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir
produk makanan dan non-makanan.
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.
ii
Page 4
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir produk
makanan dan non-makanan.
DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan properti, serta
pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur lainnya.
Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan datang,
yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan meningkatnya
urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel. Investasi pemerintah dalam
infrastruktur logistik semakin memperkuat fundamental pasar yang mempercepat akses
pengiriman dan memperluas akses di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan
minuman terus mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan jaringan dari
rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis kedekatan jarak.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi
dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi
dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").
Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari Rencana
Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari GWI (selanjutnya
disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas 70,02% saham ATB dari GWI
(selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Peningkatan
Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu kesatuan transaksi yang
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Rencana Transaksi”.
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan upaya untuk
mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA melalui
masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
iii
Page 5
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA dapat
memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna memperkuat
pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu
kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan
efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara
lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun
Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
strategis ARA pada masa yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mempercepat
realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan kontribusi positif bagi
citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan
mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis
di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan
konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi
yang tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
dan seluruh pemegang saham Perseroan.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif
mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam
menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan
memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses
pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk
mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan
untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA
melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
iv
Page 6
• Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA
dapat memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan.
Dengan struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna
memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
• Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang
diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam
menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil
risiko ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan
dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan
kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah
Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur
bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada
pengembangan kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi
diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada
akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat ATB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham ATB bersifat tidak likuid.
v
Page 7
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa ATB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Akuisisi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATB ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATB. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
vi
Page 8
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan tanggal 31 Desember 2025 yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa
laporan keuangan ATB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian 70,02% saham ATB ini merupakan laporan terinci.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
penilaian 70,02% saham ATB tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
20 Mei 2026, ATB telah melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh
sebanyak 1.051 lembar saham, di mana Kazi Retail Limited telah mengambilbagian seluruh
saham tersebut, sehingga susunan pemegang saham ATB menjadi sebagai berikut:
(Dalam BDT)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. 2.207.489 70,00% 220.748.900
Kazi Retail Limited 946.067 30,00% 94.606.700
Jumlah 3.153.556 100,00% 315.355.600
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
2. Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal 8 September 2025 sampai dengan
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
disebut “KAP”) Shahadat Shaharear & Kibria (selanjutnya disebut “SSK”) sebagaimana
tertuang dalam tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
vii
Page 9
3. Auditors Certificate Regarding Share Money Deposit of Alfamart Trading Bangladesh
Limited No. C-204535/2025 tanggal 20 Mei 2026.
4. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian dengan posisi
sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
Rencana Transaksi.
5. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ATB serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan.
6. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
7. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
8. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
9. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan ATB atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari ATB. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
viii
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan ATB yang telah diaudit. Kami telah melakukan penilaian
terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan ATB yang
telah diaudit dan informasi manajemen ATB terhadap laporan keuangan ATB tersebut. Kami
juga bertanggung jawab atas laporan penilaian ATB dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATB atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ATB bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan ATB.
ix
Page 11
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum ATB berdasarkan anggaran dasar ATB.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATB, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki ATB. Prospek ATB di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
x
Page 12
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh ATB.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
ATB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:
I. Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih
Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar dan diskon tanpa
pengendalian adalah sebesar BDT 301,17 juta. Dengan diskon likuiditas pasar
sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB adalah sebesar
BDT 281,31 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham ATB berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar BDT 196,98 juta.
II. Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
Tercatat di Bursa Efek
Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar dan
diskon tanpa pengendalian adalah sebesar BDT 1.240,06 juta. Dengan diskon
likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB adalah
sebesar BDT 744,04 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham ATB
berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar
BDT 521,00 juta.
III. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
xi
Page 13
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami
gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar BDT 229,38 juta.
KESIMPULAN PENILAIAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
BDT 229,38 juta.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan ATB serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas ATB. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian ATB tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.
xii
Page 14
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Akuisisi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin
tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xiii
Page 15
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap ATB untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Taka dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xiv
Page 16
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
Gadis Dara Cantikawati .....................................
No. MAPPI : 24-A-12624
xv
Page 17
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu tanggal 31 Desember 2025.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xvi
Page 18
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh ATB serta telah melakukan
inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
kinerja, dan prospek dari ATB.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
Gadis Dara Cantikawati .....................................
No. MAPPI : 24-A-12624
xvii
Page 19
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xiv
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xv
SURAT PERNYATAAN xvi
DAFTAR ISI xviii
DAFTAR TABEL xxi
DAFTAR GRAFIK xxiv
LAMPIRAN xxv
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 5
C. Premis Penilaian 5
D. Independensi Penilai 6
E. Tanggal Efektif Penilaian 6
F. Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited 6
G. Definisi Nilai yang Digunakan 7
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 7
I. Metode Penilaian yang Digunakan 8
J. Ringkasan Hasil Penilaian 8
K. Kesimpulan Penilaian 9
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 10
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 14
C. Definisi Nilai yang Digunakan 14
D. Tanggal Efektif Penilaian 15
E. Data dan Informasi yang Digunakan 15
F. Informasi Non-Keuangan 16
G. Jenis Ekuitas 16
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 17
I. Tingkat Kedalaman Investigasi 18
J. Distribusi Laporan Penilaian 18
K. Jenis Laporan 19
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 19
xviii
Page 20
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited 20
B. Kegiatan Usaha 20
C. Manajemen 20
D. Kepemilikan Saham 20
E. Data Keuangan Historis 21
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 22
B. Tinjauan Ekonomi Bangladesh 25
C. Proyeksi Ekonomi Bangladesh 25
D. Produk Domestik Bruto 26
E. Inflasi 27
F. Nilai Tukar Taka Bangladesh 28
V. TINJAUAN INDUSTRI RITEL
A. Tinjauan Industri Ritel di Dunia 29
B. Tinjauan Industri Ritel di Bangladesh 31
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. Alfamart Trading Bangladesh Limited 33
B. Analisis atas Common Size Alfamart Trading Bangladesh Limited 37
C. Analisis atas Common Size Industri Ritel 38
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Pasar 44
B. Risiko Mata Uang Asing 44
C. Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai 44
D. Risiko Keuangan 44
E. Risiko Persaingan Usaha 44
F. Risiko Kebijakan Pemerintah 45
VIII. METODE PENILAIAN
A. Metode-Metode Penilaian 46
B. Metode Penilaian yang Digunakan 47
C. Premis Penilaian 48
D. Aplikasi Diskon dan Premi 48
E. Prosedur Penilaian 49
F. Independensi Penilai 49
xix
Page 21
HALAMAN
IX. PENILAIAN
A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities) 50
B. Nilai Pasar 70,02% saham ATB
Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih 51
C. Nilai Pasar 70,02% Saham ATB
Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 52
D. Rekonsiliasi Nilai 58
E. Kesimpulan Penilaian 58
xx
Page 22
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
Alfamart Trading Bangladesh Limited 6
Tabel 2 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
Alfamart Trading Bangladesh Limited 20
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Per 31 Desember 2025 21
Tabel 4 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
sampai dengan 31 Desember 2025 21
Tabel 5 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 22
Tabel 6 Pertumbuhan Inflasi 23
Tabel 7 Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral 24
Tabel 8 Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Per 31 Desember 2025 33
Tabel 9 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
sampai dengan 31 Desember 2025 34
Tabel 10 Laporan Arus Kas
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
sampai dengan 31 Desember 2025 35
Tabel 11 Rasio-rasio Keuangan
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Per 31 Desember 2025 36
Tabel 12 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Per 31 Desember 2025 37
xxi
Page 23
HALAMAN
Tabel 13 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Taiwan Family Mart Co. Ltd.
Per 31 Desember 2021 – 2025 38
Tabel 14 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Taiwan Family Mart Co. Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 39
Tabel 15 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 40
Tabel 16 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 42
Tabel 17 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 42
Tabel 18 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 43
Tabel 19 Nilai Pasar 70,02% Saham
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 52
Tabel 20 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1 53
Tabel 21 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2 53
Tabel 22 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3 53
Tabel 23 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5 53
Tabel 24 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Alfamart Trading Bangladesh Limited 54
xxii
Page 24
HALAMAN
Tabel 25 Nilai Pasar 70,02% Saham
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 55
Tabel 26 Rekonsiliasi Nilai
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Per 31 Desember 2025 56
xxiii
Page 25
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan PDB Bangladesh 26
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
di Bangladesh 27
Grafik 3 Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030 30
xxiv
Page 26
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 70,02% Saham
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 57
Lampiran B Nilai Pasar 70,02% Saham
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 58
Lampiran C Rekonsiliasi Nilai
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Per 31 Desember 2025 59
xxv
Page 27
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan
eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai
pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha
perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan
minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart” yang berlokasi di beberapa
tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon,
Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar, Balaraja,
Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol,
Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan
berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera,
Tangerang 15143, dengan nomor telepon: (021) 8082 1555, nomor
faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
struktur kepemilikan Perseroan memiliki penyertaan saham pada
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARA”) dengan kepemilikan
sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
100,00%
Glory Worldwide
Investments Pte. Ltd. ARA
(GWI)
70,02% 10,00% 35,00% 40,00%
Alfamart Trading Alfamart Trading DC Properties
Bangladesh Limited Philippines, Inc. Management Corp.
(ATB) (ATP) (DCPM)
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
1
Page 28
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.
Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil
bagian oleh GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").
Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas
70,02% saham ATB dari GWI (selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Peningkatan Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
2
Page 29
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.
3
Page 30
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
• Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
• Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
akan datang.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
4
Page 31
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat ATB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ATB bersifat tidak likuid.
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 70,02% saham Alfamart
Trading Bangladesh Limited (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Akuisisi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
“POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa ATB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
5
Page 32
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATB
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATB. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001
tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan tanggal 31 Desember 2025 yang kami
terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan ATB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
I.F. Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited
ATB didirikan secara resmi pada tanggal 8 September 2025 di Bangladesh. ATB
terdaftar sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi
C-204535/2025 berdasarkan Certificate of Incorporation tertanggal
8 September 2025 yang diterbitkan oleh Registrar of Join Stock Companies &
Firms Bangladesh.
I.F.1. Struktur Permodalan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, susunan
pemegang saham ATB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Alfamart Trading Bangladesh Limited Limited
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam BDT)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. 2.207.489 70,02% 220.748.900
Kazi Retail Limited 945.016 29,98% 94.501.600
Jumlah 3.152.505 100,00% 315.250.500
6
Page 33
I.F.2. Struktur Pengurus
Susunan Direksi ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama : Saiful Islam
Direktur : Tri Prasetyo
Direktur : Hendra
Direktur : Kazi Zahin Shahpar Hasan
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATB,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
ATB. Prospek ATB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
7
Page 34
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
I.I. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATB.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan ATB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
I.J. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
sebagai berikut:
8
Page 35
I.J.1. Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
Bersih
Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar dan diskon tanpa
pengendalian adalah sebesar BDT 301,17 juta. Dengan diskon likuiditas pasar
sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB adalah sebesar
BDT 281,31 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham ATB berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar BDT 196,98 juta.
I.J.2. Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
Bersih
Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas
pasar dan diskon tanpa pengendalian adalah sebesar BDT 1.240,06 juta. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ATB
adalah sebesar BDT 744,04 juta. Dengan demikian, nilai pasar 70,02% saham
ATB berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebesar BDT 521,00 juta.
I.J.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar BDT 229,38 juta.
I.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar BDT 229,38 juta.
9
Page 36
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha
dalam bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak
dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan
mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart”
yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten,
Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru,
Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang,
Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo.
Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat,
Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor
telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan
email: corsec@sat.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
kepemilikan Perseroan memiliki penyertaan saham pada ARA dengan kepemilikan
sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
100,00%
GWI ARA
70,02% 10,00% 35,00% 40,00%
ATB ATP DCPM
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
10
Page 37
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.
Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk melakukan Rencana Peningkatan Modal.
Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan Rencana Pembelian dan Rencana
Akuisisi.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Peningkatan Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
11
Page 38
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.
12
Page 39
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
• Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
• Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
akan datang.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
13
Page 40
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.
Mengingat ATB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ATB bersifat tidak likuid.
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Akuisisi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020 serta SPI.
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
14
Page 41
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan tanggal 31 Desember 2025 yang kami
terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan ATB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
oleh manajemen Perseroan.
2. Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal 8 September 2025 sampai
dengan tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Shahadat Shaharear & Kibria (selanjutnya disebut
“SSK”) sebagaimana tertuang dalam tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
3. Auditors Certificate Regarding Share Money Deposit of Alfamart Trading
Bangladesh Limited No. C-204535/2025 tanggal 20 Mei 2026.
4. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
yang terkait dengan Rencana Transaksi.
5. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ATB serta pihak-pihak lain
yang relevan untuk penugasan.
6. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg.
7. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg.
8. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg.
9. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan
hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
15
Page 42
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan. Dengan demikian,
produk yang dihasilkan oleh ATB barang kebutuhan sehari-hari konsumen.
II.F.2. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis ATB meliputi kota Dhaka.
II.F.3. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama ATB adalah sebagai
berikut:
• ARC Distributions Limited.
• Remark HB Limited.
• Godrej Household Products Limited.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci ATB adalah
konsumen akhir.
II.F.4. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha ATB adalah sebagai
berikut:
• ACI Logistics Limited.
• Akij Venture Group.
• PRAN-RFL Group.
II.F.5. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan ATB
adalah sebagai berikut:
• Akselerasi Grand Opening toko baru.
• Differensiasi produk yang hanya ada di ATB seperti Ready-to-Drink dan
Ready-to-Eat dengan membuat secara langsung fresh coffee.
• Pelayanan konsumen yang konsisten.
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki ATB merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
saham ATB memiliki 1 hak suara per lembar saham.
16
Page 43
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan ATB yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
laporan keuangan ATB yang telah diaudit dan informasi manajemen ATB terhadap
laporan keuangan ATB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian ATB dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ATB atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ATB bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
17
Page 44
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan ATB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum ATB berdasarkan anggaran dasar ATB.
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan Rencana Akuisisi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk
tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh
pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
18
Page 45
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian 70,02% saham ATB ini merupakan laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan penilaian 70,02% saham ATB tidak terdapat kejadian
penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting
sebagai berikut:
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
20 Mei 2026, ATB telah melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor
penuh sebanyak 1.051 lembar saham, di mana Kazi Retail Limited telah
mengambilbagian seluruh saham tersebut, sehingga susunan pemegang saham
ATB menjadi sebagai berikut:
(Dalam BDT)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. 2.207.489 70,00% 220.748.900
Kazi Retail Limited 946.067 30,00% 94.606.700
Jumlah 3.153.556 100,00% 315.355.600
19
Page 46
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited
ATB didirikan secara resmi pada tanggal 8 September 2025 di Bangladesh. ATB
terdaftar sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi
C-204535/2025 berdasarkan Certificate of Incorporation tertanggal
8 September 2025 yang diterbitkan oleh Registrar of Join Stock Companies &
Firms Bangladesh.
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
III.C. Manajemen
Susunan Direksi ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama : Saiful Islam
Direktur : Tri Prasetyo
Direktur : Hendra
Direktur : Kazi Zahin Shahpar Hasan
III.D. Kepemilikan Saham
Tabel 2
Alfamart Trading Bangladesh Limited Limited
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam BDT)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. 2.207.489 70,02% 220.748.900
Kazi Retail Limited 945.016 29,98% 94.501.600
Jumlah 3.152.505 100,00% 315.250.500
20
Page 47
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal 8 September 2025 sampai
dengan tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP SSK sebagaimana
tertuang dalam tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting ATB adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Keterangan 31/12/25
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 251.513
Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka 33.785
Piutang usaha dan piutang lain-lain 5.014
Persediaan dan perlengkapan 11.107
Jumlah Aset Lancar 301.418
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 6.745
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.745
JUMLAH ASET 308.164
(Dalam ribuan BDT)
Keterangan 31/12/25
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha dan utang lain-lain 6.817
Beban akrual 177
JUMLAH LIABILITAS 6.994
EKUITAS
Modal saham 109
Uang muka pihak berelasi 315.142
Saldo rugi (14.082)
JUMLAH EKUITAS 301.169
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 308.164
Tabel 4
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
31/12/25
Keterangan
(4 Bulan)
Pendapatan -
Beban umum dan administrasi (8.368)
Beban penjualan dan distribusi (5.714)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (14.082)
Beban pajak penghasilan -
Rugi bersih periode berjalan (14.082)
Pendapatan komprehensif lainnya -
Jumlah rugi komprehensif periode berjalan (14.082)
21
Page 48
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
pertumbuhan antar negara.
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 3,80 3,50 3,30 3,30 3,10 3,10 N/A
Negara Maju
AS 2,50 2,90 2,80 2,10 2,50 2,00 2,00
Hong Kong (3,70) 3,20 2,60 3,50 2,90 2,50 2,30
Inggris 5,30 0,30 1,10 1,40 1,00 1,40 1,50
Jepang 1,30 0,70 (0,20) 1,20 0,80 0,90 0,90
Kanada 4,70 2,00 2,00 1,70 1,20 1,80 1,90
Kawasan Eropa 3,60 0,40 0,90 1,40 1,20 1,50 1,40
Singapura 4,10 1,50 5,40 5,00 3,50 2,50 2,50
Taiwan 2,70 1,10 5,30 8,70 6,40 3,00 3,10
Australia 4,20 2,10 1,00 2,00 2,20 2,20 2,60
Korea Selatan 2,70 1,60 2,00 1,00 2,00 1,90 1,90
Negara Berkembang
Brazil 3,00 3,30 3,40 2,30 1,80 1,80 2,20
India 9,70 9,20 7,20 7,10 7,40 6,80 6,60
Indonesia 5,30 5,00 5,00 5,10 5,10 5,10 5,20
Kolombia 7,50 0,60 1,70 2,60 2,80 2,60 2,80
Malaysia 8,70 3,60 5,10 5,20 4,50 4,30 4,40
Meksiko 3,90 3,30 1,50 0,60 1,50 2,00 2,00
Mesir 6,70 3,80 2,40 4,40 4,80 5,20 5,50
Tiongkok 3,10 5,40 5,00 5,00 4,60 4,40 4,20
Sumber: Bloomberg
22
Page 49
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
dan 5,00%.
Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
negara.
Tabel 6
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 8,70 6,70 5,80 4,10 3,30 3,00 N/A
Negara Maju
AS 8,00 4,10 3,00 2,70 2,70 2,40 2,40
Hong Kong 1,90 2,10 1,80 1,40 1,70 1,80 1,80
Inggris 9,10 7,40 2,50 3,40 2,50 2,20 2,00
Jepang 2,50 3,30 2,70 3,20 1,90 2,00 2,00
Kanada 6,80 3,90 2,40 2,10 2,10 2,00 2,10
Kawasan Eropa 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00 1,90 2,10
Singapura 6,10 4,90 2,40 0,90 1,50 1,70 1,60
Taiwan 3,00 2,50 2,20 1,70 1,70 1,70 1,70
Australia 6,60 5,60 3,20 2,80 3,50 2,70 2,40
Korea Selatan 5,10 3,60 2,30 2,10 2,00 1,90 2,00
Negara Berkembang
Brazil 9,30 4,60 4,40 5,00 4,00 3,90 3,60
India 6,70 5,70 5,00 2,20 2,10 3,90 4,20
Indonesia 4,20 3,80 2,30 1,90 2,80 2,60 2,60
Kolombia 10,20 11,80 6,60 5,10 5,70 4,60 3,80
Malaysia 3,40 2,50 1,80 1,40 1,80 2,00 2,30
Meksiko 7,90 5,60 4,70 3,80 3,80 3,80 3,60
Mesir 8,50 24,40 33,30 20,40 11,00 9,30 7,30
Tiongkok 2,00 0,20 0,20 0,10 0,70 1,00 1,50
Sumber: Bloomberg
23
Page 50
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
11,00%.
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
Tabel 7
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027
Negara Maju
AS 4,50 5,50 4,50 3,75 3,25 3,25
Hong Kong 4,75 5,75 4,75 4,00 N/A N/A
Inggris 3,50 5,25 4,75 3,75 3,25 3,25
Jepang (0,10) (0,10) 0,25 0,75 1,09 1,34
Kawasan Eropa 2,50 4,50 3,15 2,15 1,99 2,10
Taiwan 1,75 1,88 2,00 2,00 2,02 2,06
Australia 3,10 4,35 4,35 3,60 4,18 4,00
Korea Selatan 3,25 3,50 3,00 2,50 2,42 2,44
Negara Berkembang
Brazil 13,75 11,75 12,25 15,00 12,25 10,50
India 6,25 6,50 6,50 5,25 5,29 5,43
Indonesia 5,50 6,00 6,00 4,75 4,50 4,49
Kolombia 12,00 13,00 9,50 9,25 11,61 10,35
Malaysia 2,75 3,00 3,00 2,75 2,76 2,81
Meksiko 10,50 11,25 10,00 7,00 6,50 6,50
Mesir 16,25 19,25 27,25 20,00 N/A N/A
Tiongkok 3,65 3,45 3,10 3,00 2,83 2,74
Sumber: Bloomberg
24
Page 51
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.
IV.B. Tinjauan Ekonomi Bangladesh
Meskipun pertumbuhan PDB mulai menunjukkan pemulihan, penguatan
pertumbuhan ekonomi di Bangladesh masih kurang optimal akibat biaya hidup dan
tingkat biaya operasional yang relatif tinggi meskipun terdapat indikasi pemulihan
ekonomi. Namun demikian, menurut data yang dipublikasikan oleh Bank
Bangladesh (BB) dalam laporannya yang berjudul Monetary Policy Statement
periode Januari – Juni 2026, nilai tukar relatif stabil dan perkembangan harga
komoditas global cenderung menguntungkan meskipun tingkat inflasi masih
bertahan di atas target sebesar 7,00%. Dengan harga komoditas global yang terus
melandai dan nilai tukar yang tetap stabil, tekanan inflasi impor diperkirakan akan
tetap terkendali.
Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, kebijakan moneter yang ketat
dari BB telah berkontribusi terhadap pemulihan stabilitas nilai tukar, peningkatan
cadangan devisa, dan terciptanya suku bunga riil yang positif. Kondisi tersebut
mendukung pertumbuhan tabungan dan simpanan masyarakat sekaligus
memperkuat kredibilitas kebijakan moneter. Di sisi lain, tekanan inflasi mulai
mereda dan kesenjangan antara pertumbuhan upah riil dan inflasi semakin
menyempit yang mencerminkan proses normalisasi kondisi makroekonomi secara
bertahap.
IV.C. Proyeksi Ekonomi Bangladesh
Proyeksi pertumbuhan jumlah uang beredar dalam untuk tahun 2026 ditetapkan
sebesar 11,50% dengan mempertimbangkan target pertumbuhan PDB sebesar
5,00%, batas rata-rata inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar
7,00%, serta perubahan positif dalam kecepatan peredaran uang (velocity of
money). Berdasarkan data yang diperoleh dari BB dalam laporannya yang berjudul
Monetary Policy Statement periode Januari – Juni 2026, pertumbuhan kredit sektor
swasta diproyeksikan sebesar 8,50%. Di sisi eksternal, aset luar negeri bersih
sistem perbankan diproyeksikan tumbuh sebesar 22,00% pada akhir tahun 2026.
Proyeksi tersebut didasarkan pada ekspektasi surplus neraca pembayaran secara
keseluruhan, yang didukung oleh pertumbuhan impor yang moderat serta
pertumbuhan remitansi yang kuat.
25
Page 52
Dalam rangka menghadapi tantangan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah
Bangladesh menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 5,00% , sedangkan proyeksi
International Monetary Fund, World Bank, dan Asian Development Bank berada
pada kisaran 3,80% – 5,00%. Prospek pertumbuhan tersebut didukung oleh
ekspektasi membaiknya stabilitas politik dan makroekonomi setelah pemilihan
umum nasional pada Februari 2026 yang berpotensi meningkatkan kepercayaan
investor dan menciptakan lingkungan investasi yang lebih mendukung.
IV.D. Produk Domestik Bruto
Meskipun pertumbuhan PDB di Bangladesh mulai menunjukkan tanda-tanda
pemulihan, laju penguatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan
mencerminkan kondisi yang masih kurang optimal. Menurut data yang diperoleh
dari BB dalam laporannya yang berjudul Monetary Policy Statement periode
Januari – Juni 2026, pertumbuhan PDB yang masih berada pada tingkat moderat
di tengah berbagai tekanan ekonomi seperti biaya hidup yang tinggi dan biaya
operasional usaha yang masih kurang membaik. Kondisi tersebut membatasi
akselerasi aktivitas ekonomi, sehingga pemulihan PDB berlangsung secara
bertahap dan belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan yang solid dan
berkelanjutan.
Menurut data yang diperoleh dari Asian Development Bank dalam laporannya
yang berjudul Asian Development Outlook April 2026, pada tahun 2026,
pertumbuhan PDB diproyeksikan akan mengalami peningkatan, didorong oleh
pemulihan sektor jasa, normalisasi produksi pertanian, serta membaiknya
sentimen investor pasca pemilihan umum pada Februari 2026. Reformasi
berkelanjutan di sektor keuangan yang bertujuan meningkatkan stabilitas,
transparansi, dan efisiensi diharapkan turut mendukung ekspansi tersebut.
Grafik 1
Perkembangan PDB Bangladesh
8,00%
7,00% 7,10%
6,00% 5,30%
4,80%
5,00% 5,80% 4,20% 5,80%
3,50%
4,00%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027* 2028*
Sumber: Bloomberg
* Proyeksi
26
Page 53
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, PDB Bangladesh pada akhir
tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 3,50% dibandingkan dengan tahun
2024. Pada tahun 2026, PDB diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar
4,80% dibandingkan dengan PDB tahun 2025. Sementara itu, pada tahun 2027
dan 2028, PDB diperkirakan akan mengalami kenaikan masing-masing sebesar
5,30% dan 5,80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
IV.E. Inflasi
Menurut data yang diperoleh dari BB dalam laporannya yang berjudul Monetary
Policy Statement periode Januari – Juni 2026, sejumlah importir besar memiliki
pengaruh yang tidak proporsional terhadap pasokan beberapa komoditas penting
di Bangladesh, hal ini berpotensi menimbulkan pergerakan harga yang tidak
seimbang atau pergerakan pasokan apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan
administratif yang tepat waktu. Meskipun demikian, ekspektasi inflasi mulai
menunjukkan perbaikan seiring dengan upaya pengendalian inflasi yang telah
dilakukan.
Pada Q2 2026, BB memproyeksikan bahwa inflasi akan mulai menunjukkan tren
penurunan yang bertahap dengan inflasi utama diperkirakan mendekati di bawah
8,00% pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa
gangguan sisi penawaran akan relatif terbatas serta kondisi politik akan membaik
pasca pemilihan umum nasional, sehingga mendukung stabilisasi lingkungan
ekonomi secara keseluruhan.
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Bangladesh
12,00%
9,70% 10,00%
10,00% 8,00%
8,00%
6,20% 9,00% 6,00%
6,00%
5,80%
4,00%
2,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027* 2028*
Sumber: Bloomberg
* Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi Bangladesh pada tahun
2025 mengalami kenaikan sebesar 10,00% dibandingkan dengan inflasi pada
tahun 2024. Pada tahun 2026, 2027, dan 2028, tingkat inflasi diperkirakan
mengalami kenaikan masing-masing sebesar 8,00%, 6,00%, dan 5,80%.
27
Page 54
IV.F. Nilai Tukar Taka Bangladesh
Dalam laporan BB, suku bunga kebijakan riil diperkirakan tetap berada pada
tingkat positif, sehingga memperkuat kebijakan moneter yang mendukung
stabilitas nilai tukar. BB akan terus mempertahankan fokus pada fleksibilitas nilai
tukar dengan memanfaatkan potensi arus remitansi yang kuat serta perbaikan
cadangan devisa sebagai penyangga utama terhadap tekanan eksternal. Dengan
kondisi tersebut, stabilitas nilai tukar diharapkan dapat terjaga lebih baik dan lebih
resilien terhadap guncangan eksternal, terutama yang berasal dari volatilitas pasar
global. Selain itu, stabilitas harga komoditas global juga turut mendukung
berkurangnya tekanan terhadap nilai tukar melalui penurunan risiko inflasi impor.
Pada Q1 2026, nilai tukar BDT terhadap USD secara umum tetap stabil yang
didorong oleh kuatnya arus masuk devisa. Pada akhir Desember 2025, kurs antar
bank tercatat berada pada BDT 122,31 per USD di mana menguat dari
BDT 122,77 per USD pada akhir Juni 2025 atau mengalami peningkatan sebesar
0,38% terhadap kurs referensi. Secara keseluruhan, nilai tukar mengikuti tren yang
serupa dengan kurs antar bank dengan berada pada BDT 122,30 per USD yang
mencerminkan peningkatan sebesar 0,33%. Kondisi ini menunjukkan stabilitas
yang relatif terjaga pada pasar valuta asing, sejalan dengan dukungan arus
eksternal yang membaik dan kondisi likuiditas valas yang lebih stabil.
Setelah mengalami tekanan yang signifikan pada neraca pembayaran (balance of
payments) selama dua tahun terakhir, posisi eksternal Bangladesh terus
menunjukkan pemulihan sejak tahun 2025 dengan stabilitas sektor eksternal yang
semakin menguat pada Q1 2026. Perbaikan ini terutama didukung oleh
meningkatnya fleksibilitas nilai tukar seiring implementasi rezim nilai tukar yang
lebih berorientasi pasar yang turut membantu meningkatkan penyesuaian pasar
valuta asing secara lebih efisien. Sejalan dengan itu, nilai tukar menjadi lebih stabil
yang tercermin dari meningkatnya transaksi valuta asing antar bank serta
dukungan arus eksternal yang lebih seimbang, sehingga memperkuat ketahanan
pasar valuta asing terhadap tekanan eksternal.
28
Page 55
V. TINJAUAN INDUSTRI RITEL
V.A. Tinjauan Industri Ritel di Dunia
Industri ritel merupakan sektor yang mencakup kegiatan penjualan barang dan
jasa secara langsung kepada konsumen akhir, meliputi berbagai kategori seperti
makanan dan minuman, pakaian jadi, elektronik, kendaraan, dan lainnya. Secara
global, industri ini memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
karena dinilai memiliki kontribusi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam mendukung konsumsi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, serta
perputaran barang dan jasa lintas sektor.
Industri ritel juga memiliki peran penting dalam mendorong konsumsi masyarakat
serta distribusi barang dan jasa. Seiring dengan perkembangan teknologi dan
perubahan perilaku konsumen, industri ini terus mengalami penyesuaian dalam
model bisnis dan operasionalnya. Integrasi antara kanal penjualan fisik dan digital,
serta pemanfaatan teknologi, mendukung peningkatan efisiensi dan jangkauan
pasar, sehingga industri ritel tetap menunjukkan perkembangan yang stabil di
tengah dinamika ekonomi global.
Posisi minimarket dengan konsep convenience store yang berada dekat dengan
pelanggan amat diminati didorong oleh jam operasional yang panjang dan
perputaran transaksi yang tinggi kemudian membentuk kebiasaan berbelanja
masyarakat dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Business Research
Insights dalam laporan dengan judul Convenience Store Retailing Market Size,
Share, Growth, and Industry Analysis, By Type, By Applications, and Regional
Forecast to 2035, pada tahun 2025 jumlah transaksi minimarket dunia adalah lebih
dari 310 miliar kali per tahunnya, di mana lebih dari 62,00% pelanggan memilih
berbelanja di minimarket untuk pembelian yang mendesak seperti makanan
ringan, minuman, dan keperluan dasar rumah tangga. Sementara pasar ritel
minimarket diuntungkan dengan lokasinya yang dekat dengan pejalan kaki dan
lalu lintas yang tinggi sehingga minimarket kini juga menyediakan makanan siap
saji karena tingginya permintaan.
29
Page 56
Grafik 3
Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030
(Dalam miliar USD)
2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Penjualan 6.880,00 7.380,00 7.890,00 8.400,00 8.910,00
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, penjualan e-commerce ritel di dunia
diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata sebesar USD 507,50 miliar atau
setara dengan 6,68%. Pada tahun 2027 hingga 2030, penjualan e-commerce ritel
diperkirakan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu
masing-masing sebesar USD 500,00 miliar, USD 510,00 miliar, USD 510,00 miliar,
dan USD 510,00 miliar atau masing-masing setara dengan 7,27%, 6,91%, 6,46%,
dan 6,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat,
perluasan kanal penjualan digital, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung
efisiensi operasional dan jangkauan pasar dalam industri ritel dunia.
Menurut data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporannya dengan
judul Retail Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast
(2026 – 2031), ukuran dan pangsa pasar ritel diperkirakan akan mengalami
pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Ukuran pasar ritel di
dunia diproyeksikan akan menjadi USD 41,53 triliun pada tahun 2031, tumbuh
dengan tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 6,87% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031.
Pertumbuhan industri ritel di dunia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
positif, didukung oleh peningkatan pendapatan masyarakat perkotaan kelas
menengah, peningkatan efisiensi operasional, serta perubahan preferensi
konsumen. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku industri perlu terus beradaptasi
terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar guna menjaga daya saing dan
mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
30
Page 57
Seiring dengan perkembangan teknologi, industri ritel mengalami perubahan yang
dipengaruhi oleh pergeseran perilaku konsumen dan kemajuan digital. Kanal
penjualan tidak lagi terbatas pada toko fisik, tetapi juga berkembang melalui
platform e-commerce, meskipun toko fisik tetap berperan dalam memberikan
interaksi langsung dengan konsumen. Dalam hal ini, pelaku industri menerapkan
strategi omnichannel, yaitu integrasi antara kanal penjualan offline dan online
untuk menciptakan proses belanja yang lebih terintegrasi dan memudahkan
konsumen.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan
otomatisasi dalam operasional toko maupun gudang turut meningkatkan efisiensi,
pengelolaan persediaan barang, serta pemahaman terhadap kebutuhan
konsumen. Pemanfaatan data merupakan elemen penting dalam operasional ritel
karena mendukung pelaku usaha dalam memahami dan memenuhi kebutuhan
konsumen secara lebih tepat. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut
menunjukkan bahwa industri ritel global terus beradaptasi melalui penyesuaian
model bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jangkauan pasar,
sehingga tetap memiliki prospek yang positif di tengah dinamika ekonomi global.
V.B. Tinjauan Industri Ritel di Bangladesh
Industri ritel merupakan sektor usaha yang melakukan kegiatan penjualan barang
atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan atau
dikonsumsi secara pribadi, bukan untuk dijual kembali. Sektor ini mencakup
berbagai kategori seperti makanan dan minuman, pakaian, elektronik, serta
kebutuhan rumah tangga yang berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi
masyarakat.
Menurut data yang diperoleh dari 6Wresearch dalam laporannya yang berjudul
Bangladesh Retail Market (2026-2032), Companies, Forecast, Growth, Industry,
Size, Trends, Share, Analysis, Revenue & Value, pada tahun 2025, pasar ritel
Bangladesh mencatat pertumbuhan tahunan (estimated annual growth) sebesar
7,60%. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh perkembangan pusat
perbelanjaan serta peningkatan infrastruktur ritel modern di berbagai wilayah.
Ekspansi fasilitas ritel yang lebih terorganisir tersebut mendorong pergeseran
perilaku konsumen dari ritel tradisional menuju format ritel modern yang
menawarkan kenyamanan, variasi produk, serta pengalaman berbelanja yang
lebih baik.
31
Page 58
Pada tahun 2026, supermarket di Bangladesh mengalami pertumbuhan yang
pesat setelah adanya keringanan PPN (VAT) serta meningkatnya kepercayaan
konsumen. Menurut data yang diperoleh dari The Business Standard, konsumen
pada wilayah perkotaan semakin mengutamakan kenyamanan, kebersihan,
kualitas, dan pengalaman berbelanja di ritel modern yang lebih terorganisir.
Perubahan struktur demografis, seperti meningkatnya jumlah keluarga kecil dan
partisipasi perempuan bekerja, turut mendorong kenaikan permintaan terhadap
belanja di supermarket. Selain itu, berbagai konglomerat lokal maupun peritel
asing semakin meningkatkan investasi di sektor ritel Bangladesh. Meskipun
demikian, ritel modern yang terorganisir masih hanya mencakup sekitar 5,00% dari
total pasar, di mana menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar
ke depan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari 6Wresearch dalam laporannya yang
berjudul Bangladesh Retail Market (2026-2032), Companies, Forecast, Growth,
Industry, Size, Trends, Share, Analysis, Revenue & Value, diperkirakan bahwa
pasar ritel Bangladesh akan mencatat pertumbuhan dengan CAGR sebesar 8,40%
selama periode proyeksi tahun 2026 – 2032. Pertumbuhan pasar ini didorong oleh
tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi, meningkatnya populasi di wilayah
perkotaan, serta pergeseran yang stabil menuju format ritel modern di kota-kota
utama. Selain itu, didorong oleh meningkatnya tingkat pendapatan yang dapat
dibelanjakan, pesatnya urbanisasi, serta perubahan perilaku konsumen yang
semakin mengarah pada produk bermerek dan berkualitas serta ekspansi format
ritel modern seperti supermarket dan pusat perbelanjaan secara perlahan
mengubah struktur ritel tradisional.
Meningkatnya penetrasi penggunaan smartphone dan sistem pembayaran digital
mendorong perluasan aktivitas ritel melalui kanal digital atau ritel daring (online).
Kebijakan pemerintah yang mendukung inklusi keuangan digital turut
meningkatkan aksesibilitas pasar ritel, sehingga pada akhirnya memperkuat
pertumbuhan sektor ritel secara keseluruhan. Meningkatnya kebutuhan akan
kenyamanan, variasi, dan kualitas diperkirakan akan menciptakan peluang
pertumbuhan jangka panjang bagi pasar ini.
32
Page 59
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. Alfamart Trading Bangladesh Limited
Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025
sampai dengan 31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP SSK dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting ATB adalah sebagai berikut:
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 8
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Keterangan 31/12/25
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 251.513
Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka 33.785
Piutang usaha dan piutang lain-lain 5.014
Persediaan dan perlengkapan 11.107
Jumlah Aset Lancar 301.418
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 6.745
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.745
JUMLAH ASET 308.164
(Dalam ribuan BDT)
Keterangan 31/12/25
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha dan utang lain-lain 6.817
Beban akrual 177
JUMLAH LIABILITAS 6.994
EKUITAS
Modal saham 109
Uang muka pihak berelasi 315.142
Saldo rugi (14.082)
JUMLAH EKUITAS 301.169
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 308.164
VI.A.2. Aset
Jumlah aset ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
BDT 308,16 juta.
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
BDT 6,99 juta.
33
Page 60
VI.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
BDT 301,17 juta.
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tabel 9
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
31/12/25
Keterangan
(4 Bulan)
Pendapatan -
Beban umum dan administrasi (8.368)
Beban penjualan dan distribusi (5.714)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (14.082)
Beban pajak penghasilan -
Rugi bersih periode berjalan (14.082)
Pendapatan komprehensif lainnya -
Jumlah rugi komprehensif periode berjalan (14.082)
VI.A.6. Pendapatan
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan
31 Desember 2025 ATB belum membukukan pendapatan.
VI.A.7. Rugi Bersih Periode Berjalan
Rugi periode berjalan ATB untuk periode sejak tanggal pendirian
8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
BDT 14,08 juta.
34
Page 61
VI.A.8. Laporan Arus Kas
Tabel 10
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Laporan Arus Kas
Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
31/12/25
Keterangan
(4 Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Rugi sebelum pajak (14.082)
Beban penyusutan 215
Penurunan (Kenaikan):
Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka (33.785)
Piutang usaha dan piutang lain-lain (5.014)
Persediaan dan perlengkapan (11.107)
Utang usaha dan utang lain-lain 6.817
Akrual 177
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (56.778)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (6.960)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (6.960)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerbitan saham 109
Uang muka pihak berelasi 315.142
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 315.251
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 251.513
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN -
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 251.513
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ATB untuk periode sejak
tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
sebesar BDT 56,78 juta terutama berasal dari rugi sebelum pajak, kenaikan uang
muka, deposit, dan biaya dibayar dimuka, serta kenaikan persediaan dan
perlengkapan masing-masing sebesar BDT 14,08 juta, BDT 33,79 juta, dan
BDT 11,11 juta.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATB untuk periode sejak
tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
sebesar BDT 6,96 juta seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATB untuk periode sejak
tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
sebesar BDT 315,25 juta terutama berasal dari uang muka pihak berelasi sebesar
BDT 315,14 juta.
35
Page 62
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 11
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Desember 2025
Keterangan 31/12/25
Rasio Likuiditas
Lancar 43,09
Rasio Pengelolaan Aset
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,98
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,02
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,02
Rasio Profitabilitas
Imbal hasil aset -13,71%
Imbal hasil ekuitas -14,03%
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas ATB
terhadap jumlah aset ATB. Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio ekuitas
terhadap jumlah aset adalah 0,98.
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan ATB untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset
adalah 0,02, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal
31 Desember 2025 adalah 0,02.
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ATB dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan ATB dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
36
Page 63
VI.B. Analisis atas Common Size Alfamart Trading Bangladesh Limited
Berikut adalah analisis common size ATB untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025.
Ikhtisar common size ATB adalah sebagai berikut:
Tabel 12
Alfamart Trading Bangladhes Limited
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2025
Keterangan 31/12/25
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 81,62%
Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka 10,96%
Piutang usaha dan piutang lain-lain 1,63%
Persediaan dan perlengkapan 3,60%
Jumlah Aset Lancar 97,81%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 2,19%
Jumlah Aset Tidak Lancar 2,19%
JUMLAH ASET 100,00%
Keterangan 31/12/25
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha dan utang lain-lain 2,21%
Beban akrual 0,06%
JUMLAH LIABILITAS 2,27%
EKUITAS
Modal saham 0,04%
Uang muka pihak berelasi 102,26%
Saldo rugi -4,57%
JUMLAH EKUITAS 97,73%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00%
37
Page 64
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Ritel
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan ATB, yaitu
Taiwan Family Mart Co.Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan PT Midi Utama
Indonesia Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 – 2025.
Ikhtisar common size untuk Taiwan Family Mart Co.Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya
Tbk, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:
VI.C.1. Taiwan Family Mart Co.Ltd
Tabel 13
Taiwan Family Mart Co.Ltd
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 8,80% 10,12% 8,59% 9,22% 10,71%
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba-rugi - neto 0,04% 0,03% 0,03% 0,06% 0,05%
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto 1,01% 1,10% 1,24% 0,75% 0,39%
Piutang:
Piutang wesel 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01%
Piutang usaha 2,09% 1,90% 2,22% 2,11% 2,14%
Piutang usaha - pihak berelasi 0,08% 0,09% 0,08% 0,06% 0,04%
Piutang sewa pembiayaan - neto 0,21% 0,21% 0,23% 0,24% 0,21%
Piutang lain-lain 1,59% 1,54% 1,53% 2,35% 1,54%
Piutang lain-lain - pihak berelasi 0,10% 0,46% 0,11% 0,06% 0,06%
Persediaan 8,64% 8,02% 9,59% 9,17% 9,23%
Uang muka 0,64% 0,63% 0,83% 0,69% 0,79%
Aset lancar lainnya 0,42% 0,31% 0,52% 0,39% 0,16%
Aset pajak kini 0,24% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 23,87% 24,41% 24,97% 25,10% 25,34%
ASET TIDAK LANCAR
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 0,08% 0,05% 0,05% 0,06% 0,12%
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto 0,10% 0,11% 0,30% 0,66% 0,72%
Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas 0,53% 0,49% 0,57% 0,62% 0,51%
Aset tetap 29,62% 29,17% 28,64% 27,12% 25,45%
Aset hak guna 36,61% 37,14% 38,63% 39,36% 41,21%
Properti investasi - neto 2,13% 1,58% 1,70% 1,76% 2,34%
Aset tidak berwujud 2,03% 2,03% 1,91% 1,94% 1,34%
Aset pajak tangguhan 0,80% 0,89% 0,79% 0,76% 0,37%
Uang jaminan yang dapat dikembalikan 1,59% 1,56% 1,61% 1,66% 1,70%
Piutang sewa pembiayaan 0,41% 0,45% 0,51% 0,62% 0,55%
Aset tidak lancar lainnya 2,23% 2,12% 0,32% 0,33% 0,35%
Jumlah Aset Tidak Lancar 76,13% 75,59% 75,03% 74,90% 74,66%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
38
Page 65
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 2,42% 2,43% 3,13% 3,64% 5,09%
Liabilitas kontrak - bagian jangka pendek 4,63% 4,28% 4,51% 4,40% 3,27%
Utang wesel 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,08%
Utang usaha 16,61% 15,55% 15,11% 14,85% 14,23%
Utang usaha kepada pihak berelasi 1,57% 1,66% 1,60% 1,25% 1,33%
Utang lain-lain 8,30% 8,16% 8,12% 8,63% 8,07%
Liabilitas pajak penghasilan kini 0,08% 0,62% 0,22% 0,21% 0,18%
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek 7,78% 7,64% 7,76% 7,68% 8,16%
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang 2,07% 1,35% 1,24% 0,84% 0,27%
Liabilitas jangka pendek lainnya 6,19% 7,26% 8,54% 8,59% 9,59%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 49,68% 48,99% 50,25% 50,13% 50,27%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang 2,49% 1,20% 1,21% 1,20% 0,07%
Liabilitas pajak tangguhan 0,41% 0,42% 0,46% 0,46% 0,01%
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang 30,69% 31,31% 32,75% 33,62% 34,86%
Liabilitas jangka panjang lainnya 3,64% 3,60% 3,91% 3,94% 4,46%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 37,24% 36,54% 38,34% 39,22% 39,39%
JUMLAH LIABILITAS 86,92% 85,53% 88,58% 89,35% 89,65%
EKUITAS
Modal saham 2,75% 2,80% 2,96% 3,02% 3,30%
Tambahan modal disetor - neto 0,44% 0,44% 0,33% 0,06% 0,07%
Komponen ekuitas lainnya -0,14% -0,14% -0,23% -0,16% -0,31%
Saldo laba 8,51% 9,73% 6,88% 6,81% 6,31%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas 11,56% 12,83% 9,94% 9,73% 9,38%
induk
Kepentingan non-pengendali 1,52% 1,64% 1,47% 0,93% 0,97%
JUMLAH EKUITAS 24,64% 27,30% 21,36% 20,38% 19,72%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 14
Taiwan Family Mart Co.Ltd
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 63,61% 63,48% 63,50% 63,73% 63,89%
Laba kotor 36,39% 36,52% 36,50% 36,27% 36,11%
Beban penjualan -31,91% -31,78% -31,79% -32,01% -31,97%
Beban umum dan administrasi -2,80% -2,78% -2,69% -2,40% -2,15%
Penghasilan bunga 0,15% 0,11% 0,09% 0,05% 0,05%
Penghasilan lain-lain 0,39% 0,39% 0,30% 0,39% 0,42%
Keuntungan (kerugian) lain-lain 0,11% 2,45% -0,09% 0,38% -0,07%
Bagian laba (rugi) dari entitas asosiasi dan ventura bersama 0,07% 0,01% -0,02% 0,05% 0,03%
Beban keuangan -0,35% -0,32% -0,33% -0,33% -0,29%
Laba sebelum pajak penghasilan 2,07% 4,60% 1,97% 2,40% 2,13%
Beban pajak penghasilan -0,44% -0,85% -0,27% -0,31% -0,44%
Laba tahun berjalan 1,63% 3,75% 1,70% 2,09% 1,69%
Penghasilan komprehensif lain 0,04% 0,07% -0,05% 0,08% 0,09%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 1,67% 3,81% 1,65% 2,17% 1,78%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1,58% 3,69% 1,57% 2,11% 1,70%
Kepentingan non-pengendali 0,09% 0,13% 0,08% 0,06% 0,08%
39
Page 66
VI.C.2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Tabel 15
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 10,99% 12,49% 11,90% 12,42% 11,95%
Pihak berelasi
Pihak ketiga 0,03% 0,01% 0,00% 0,00% 0,01%
Piutang lain-lain - neto 7,52% 7,72% 7,50% 7,03% 6,43%
Pihak berelasi 0,16% 0,11% 0,00% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 0,57% 0,49% 0,70% 1,06% 0,97%
Persediaan - neto 31,35% 30,35% 29,47% 29,69% 31,99%
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto 0,20% 0,29% 0,31% 0,13% 0,01%
Aset lancar lainnya 0,66% 0,84% 0,70% 0,61% 0,57%
Deposito berjangka 0,00% 0,13% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 51,47% 52,43% 50,59% 50,95% 51,92%
ASET TIDAK LANCAR
Investasi 3,47% 2,01% 2,24% 2,55% 1,29%
Aset tetap - neto 22,90% 23,20% 23,51% 23,43% 23,61%
Aset hak guna - neto 19,92% 20,08% 21,13% 20,50% 20,43%
Uang muka pembelian aset tetap 0,33% 0,63% 0,81% 0,53% 0,46%
Aset pajak tangguhan - neto 0,66% 0,41% 0,37% 0,54% 0,51%
Aset tidak lancar lainnya 1,22% 1,22% 1,33% 1,51% 1,78%
Taksiran pengembalian pajak 0,01% 0,02% 0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah aset tidak lancar 48,53% 47,57% 49,41% 49,05% 48,08%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
40
Page 67
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,71% 0,75% 0,34% 0,48% 0,45%
Pihak ketiga 33,25% 33,67% 31,73% 33,63% 35,19%
Utang lain-lain
Pihak berelasi 0,06% 0,04% 0,02% 0,02% 0,01%
Pihak ketiga 6,39% 7,68% 9,24% 9,79% 11,66%
Utang pajak 0,75% 0,82% 1,21% 1,64% 0,96%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1,32% 1,15% 1,15% 1,53% 1,53%
Beban akrual 2,70% 2,75% 2,20% 2,44% 2,03%
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun :
Liabilitas sewa 2,43% 2,52% 3,48% 3,51% 3,05%
Liabilitas kontrak 0,56% 0,81% 0,86% 0,91% 0,41%
Utang bank 0,09% 0,00% 0,00% 1,15% 1,70%
Utang pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang bank jangka pendek 0,00% 0,00% 0,18% 1,45% 2,85%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 48,27% 50,18% 50,41% 56,56% 59,83%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 2,15% 2,31% 1,77% 1,34% 1,39%
Liabilitas kontrak 0,17% 0,18% 0,19% 0,22% 0,22%
Utang bank 1,70% 0,00% 0,00% 2,49% 2,22%
Utang pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan 2,19% 1,72% 1,78% 2,09% 1,90%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,21% 4,21% 3,73% 6,14% 5,72%
JUMLAH LIABILITAS 54,48% 54,39% 54,14% 62,69% 65,55%
EKUITAS
Modal saham 0,98% 1,07% 1,21% 1,35% 1,52%
Tambahan modal disetor - neto 5,89% 6,39% 7,24% 8,07% 9,06%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 0,75% 0,83% 0,93% -1,63% -1,84%
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan - neto 0,13% 0,11% 0,08% 0,09% 0,02%
Penghasilan komprehensif lainnya -0,25% 0,01% 0,21% 0,15% 0,54%
Saldo laba 35,49% 33,81% 32,58% 28,47% 24,40%
Saham treasuri -0,66% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total ekuitas pemegang saham 42,32% 42,21% 42,26% 36,50% 33,70%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 3,20% 3,40% 3,60% 0,81% 0,75%
JUMLAH EKUITAS 45,52% 45,61% 45,86% 37,31% 34,45%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
41
Page 68
Tabel 16
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok penjualan 78,10% 78,55% 78,43% 79,34% 79,30%
Laba bruto 21,90% 21,45% 21,57% 20,66% 20,70%
Beban penjualan dan distribusi -17,33% -17,09% -16,73% -16,02% -16,74%
Beban umum dan administrasi -1,92% -1,84% -1,77% -1,75% -1,82%
Pendapatan lainnya 1,05% 1,03% 1,15% 1,08% 1,21%
Beban lainnya -0,10% -0,11% -0,08% -0,08% -0,08%
Laba usaha 3,60% 3,45% 4,14% 3,89% 3,28%
Pendapatan keuangan 0,12% 0,09% 0,07% 0,04% 0,07%
Biaya keuangan -0,11% -0,11% -0,15% -0,19% -0,38%
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi -0,11% 0,01% -0,01% -0,01% -0,04%
Selisih amortisasi penghasilan ditangguhkan dengan biaya
keuangan dari pinjaman 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,03%
Kerugian yang timbul dari kehilangan pengendalia
entitas anak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,03%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan 3,50% 3,44% 4,05% 3,73% 2,88%
Beban pajak final -0,04% -0,05% -0,05% -0,05% -0,05%
Laba sebelum pajak penghasilan badan 3,46% 3,39% 4,00% 3,68% 2,82%
Beban pajak penghasilan - neto -0,65% -0,67% -0,75% -0,68% -0,51%
Laba tahun berjalan 2,81% 2,72% 3,26% 3,00% 2,31%
Penghasilan komprehensif lainnya -0,08% -0,05% 0,03% -0,08% 0,00%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2,73% 2,68% 3,28% 2,92% 2,31%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2,69% 2,66% 3,18% 2,95% 2,27%
Kepentingan non-pengendali 0,12% 0,06% 0,08% 0,05% 0,04%
VI.C.3. PT Midi Utama Indonesia Tbk
Tabel 17
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 6,31% 4,33% 4,20% 6,04% 3,85%
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,06% 0,14% 0,30% 0,05% 0,04%
Pihak ketiga 3,79% 4,53% 4,91% 5,28% 6,49%
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,04% 0,00% 0,02%
Pihak ketiga 0,32% 0,40% 0,27% 0,45% 0,39%
Persediaan - neto 33,01% 30,93% 29,92% 29,07% 28,62%
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto 0,57% 0,71% 0,75% 0,16% 0,00%
Aset lancar lainnya 0,43% 0,48% 0,52% 0,57% 0,66%
Jumlah Aset Lancar 44,50% 41,52% 40,91% 41,62% 40,06%
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - neto 1,04% 1,02% 1,02% 1,20% 1,14%
Aset tetap - neto 32,74% 32,29% 31,62% 31,13% 31,18%
Uang muka pembelian aset tetap 0,88% 1,58% 1,67% 1,21% 0,69%
Aset hak guna - neto 19,83% 22,40% 23,60% 23,60% 25,17%
Aset tidak lancar lainnya 1,02% 1,11% 1,14% 1,24% 1,75%
Taksiran tagihan pajak penghasilan 0,00% 0,08% 0,04% 0,00% 0,00%
Jumlah aset tidak lancar 55,50% 58,48% 59,09% 58,38% 59,94%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
42
Page 69
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,42% 0,43% 0,26% 0,25% 0,20%
Pihak ketiga 27,03% 26,39% 26,07% 24,45% 24,04%
Utang lain-lain
Pihak berelasi 0,17% 0,11% 0,08% 0,19% 0,07%
Pihak ketiga 10,50% 10,70% 9,84% 9,59% 9,61%
Utang pajak 0,64% 0,77% 0,79% 1,15% 0,60%
Liabilitas imbalan kerja 0,91% 0,91% 0,86% 0,89% 0,71%
Beban akrual 2,22% 1,89% 1,48% 1,47% 1,11%
Utang bank jangka pendek 0,00% 0,00% 0,81% 6,46% 12,31%
Bagian liablitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 1,20% 2,64% 2,33% 2,17% 1,57%
Liabilitas kontrak 0,52% 0,38% 0,68% 2,80% 0,77%
Utang bank jangka panjang 0,00% 0,00% 0,00% 5,12% 7,34%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43,61% 44,24% 43,19% 54,55% 58,33%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 1,61% 1,56% 1,45% 1,48% 1,40%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 4,94% 4,96% 5,03% 4,00% 4,21%
Liabilitas kontrak 0,09% 0,10% 0,08% 0,11% 0,13%
Utang bank jangka panjang 0,00% 0,00% 0,00% 11,09% 9,58%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,64% 6,62% 6,56% 16,68% 15,32%
JUMLAH LIABILITAS 50,25% 50,86% 49,75% 71,23% 73,65%
EKUITAS
Modal saham 3,66% 3,83% 4,29% 4,17% 4,55%
Tambahan modal disetor - neto 12,43% 14,44% 16,19% 1,07% 1,17%
Penghasilan komprehensif lain - neto 0,34% 0,44% 0,52% 0,49% 0,50%
Saldo laba 32,03% 27,22% 25,51% 23,02% 20,12%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 1,29% 1,35% 1,52% 0,00% 0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 49,75% 47,28% 48,03% 28,76% 26,34%
Kepentingan non-pengendali 0,00% 1,85% 2,22% 0,01% 0,01%
JUMLAH EKUITAS 49,75% 49,14% 50,25% 28,77% 26,35%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 18
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 73,86% 73,69% 74,02% 74,70% 74,81%
Laba bruto 26,14% 26,31% 25,98% 25,30% 25,19%
Beban penjualan dan distribusi -20,27% -21,27% -21,15% -20,21% -21,11%
Beban umum dan administrasi -2,17% -2,45% -2,39% -2,19% -2,09%
Penghasilan lainnya 1,12% 1,15% 1,93% 1,26% 1,67%
Beban lainnya -0,13% -0,13% -0,10% -0,07% -0,08%
Laba usaha 4,69% 3,62% 4,28% 4,08% 3,58%
Penghasilan keuangan 0,06% 0,02% 0,03% 0,03% 0,01%
Biaya keuangan -0,20% -0,27% -0,58% -0,87% -1,15%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan 4,55% 3,37% 3,73% 3,24% 2,44%
Beban pajak final -0,06% -0,06% -0,06% -0,07% -0,08%
Laba sebelum pajak penghasilan badan 4,49% 3,31% 3,67% 3,17% 2,37%
Beban pajak penghasilan - neto -0,75% -0,92% -0,69% -0,61% -0,38%
Laba tahun berjalan 3,74% 2,39% 2,98% 2,55% 1,99%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain -0,04% -0,01% 0,04% 0,02% 0,03%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 3,70% 2,38% 3,01% 2,57% 2,01%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 3,84% 2,75% 2,98% 2,55% 1,99%
Kepentingan non-pengendali -0,10% -0,36% 0,00% 0,00% 0,00%
43
Page 70
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ATB tidak terlepas dari berbagai risiko
usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap ATB adalah sebagai berikut:
VII.A. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko wajar nilai arus kas masa depan suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Harga pasar
mengandung dua tipe risiko, risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata
uang asing.
VII.B. Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan akan
berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. ATB tidak
memiliki risiko perubahan mata uang asing yang signifikan karena sebagian besar
transaksi dilakukan dengan mata uang Rupiah. Ekspor risiko terkait dengan nilai
tukar relatif tidak signifikan, karena aktivitas utama ATB dilakukan dengan mata
uang Rupiah.
VII.C. Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai
Risiko ini disebabkan karena tidak diperolehnya izin usaha dan izin membangun,
tidak didapatnya lokasi yang cocok, keterlambatan konstruksi bangunan yang
mengakibatkan keterlambatan pembukaan gerai atau beroperasinya gudang, tidak
tersedianya dana yang cukup dan sumber daya manusia yang memadai sesuai
standart, semuanya dapat mempengaruhi kinerja operasional dan kinerja
keuangan ATB.
VII.D. Risiko Keuangan
ATB mengandalkan kredit usaha dari pemasok, fasilitas kredit dari bank dan kas
internal untuk membiayai kegiatan operasional ATB. Perubahan jangka waktu
utang dan berkurangnya likuiditas perbankan dapat berdampak pada tidak
tersedianya dana yang cukup untuk pengembangan usaha dan beban bunga yang
tinggi, sehingga dapat berpengaruh terhadap ATB.
VII.E. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan usaha yang semakin ketat dengan hadirnya perusahaan-perusahaan
baru dan lokal dengan menggandeng retail convenience store lainnya dapat
mempengaruhi pendapatan ATB. Apabila ATB tidak dapat mempertahankan dan
mengembangkan brand awareness dari perusahaan lainnya, tidak dapat
menyediakan produk yang sesuai dengan segmen konsumne yang dituju secara
positif dapat berakibat pada penurunan kinerja operasional ATB.
44
Page 71
VII.F. Risiko Kebijakan Pemerintah
Perubahan peraturan pemerintah khususnya di bidang perdagangan, waralaba
dan peraturan-peraturan lainnya yang terkait dapat mengakibatkan tidak dapat
dibukanya gerai baru dan semakin ketatnya persaingan usaha karena masuknya
investor asing yang mempunyai kemampuan permodalan yang lebih besar,
sehingga dapat berpengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap
pendapatan ATB. Dengan adanya regulasi baru yang berdampak terhadap
perkembangan bisnis ritel lokal khususnya dan pertumbuhan perekonomian
Indonesia pada umumnya yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan
ATB.
45
Page 72
VIII. METODE PENILAIAN
VIII.A. Metode-Metode Penilaian
VIII.A.1. Metode Penyesuaian Aset Bersih
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
(asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
VIII.A.2. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
46
Page 73
VIII.A.3. Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pendapatan (income based approach).
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
(discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
diskonto (discount rate) yang tepat.
Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
(corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
VIII.B. Metode Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ATB,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
ATB. Prospek ATB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).
47
Page 74
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATB.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan ATB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
VIII.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa ATB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
VIII.D. Aplikasi Diskon dan Premi
Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).
48
Page 75
VIII.E. Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
operasi ATB.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari ATB.
3. Melakukan penelaahan atas data operasional ATB.
4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek dengan pendekatan pasar.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ATB
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ATB. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.
49
Page 76
IX. PENILAIAN
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset dan metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, dan metode kapitalisasi kelebihan
pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan nilai pasar
dengan metode penyesuaian aset bersih, baru kemudian dilanjutkan dengan
metode metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
IX.A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities)
Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.
Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
“suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
penilaian”.
Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
dibatasi pengendaliannya.
Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
dengan:
• Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
• Memilih pengurus inti perusahaan.
• Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
• Menentukan kebijakan investasi.
• Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
• Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
• Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
50
Page 77
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.
Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.
Untuk penilaian atas ATB, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Taka dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025 didasarkan pada laporan keuangan ATB yang
telah diaudit, oleh karena itu atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau
diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan
dengan cepat (diskon likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan
pertimbangan sebagai berikut:
• Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
• ATB merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia.
IX.B. Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 70,02% saham ATB adalah metode penyesuaian aset
bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, ATB memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar BDT 308,16 juta dan BDT 7,00 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
ATB kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
BDT 301,17 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
100,00% saham ATB adalah sebesar BDT 281,31 juta. Dengan demikian, nilai
pasar 70,02% saham ATB berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
sebesar BDT 196,98 juta.
51
Page 78
Perincian perhitungan nilai pasar 70,02% saham ATB dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 19
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Keterangan 31/12/20 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 251.513 - 251.513
Piutang usaha dan piutang lain-lain 5.014 - 5.014
Persediaan 11.107 - 11.107
Uang muka dan biaya dibayar di muka 33.785 - 33.785
Jumlah Aset Lancar 301.418 - 301.418
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 6.745 - 6.745
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.745 - 6.745
JUMLAH ASET 308.164 - 308.164
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha dan utang lain-lain 6.817 - 6.817
Akrual 177 - 177
JUMLAH LIABILITAS 6.994 - 6.994
EKUITAS 301.169 - 301.169
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 308.164 - 308.164
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
diskon likuiditas pasar 301.169
Diskon likuiditas pasar (40,00%) (19.862)
Nilai pasar 100,00% saham 281.307
Nilai pasar 70,02% saham 196.980
IX.C. Nilai Pasar 70,02% saham ATB Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 70,02% saham ATB adalah metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
52
Page 79
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
(market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
(market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization) dan sebagainya.
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 20
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
Alfamart Trading Bangladesh Limited makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT DFI Retail Nusantara Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
Simple Mart Retail Co., Ltd. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
The Keepers Holdings, Inc. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Midi Utama Indonesia Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
President Chain Store Corporation makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Tabel 21
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan Sejenis
Keterangan DER
Pendapatan Laba Bersih (√ / -)
Alfamart Trading Bangladesh Limited 0,00% 0,00% 2,32%
PT DFI Retail Nusantara Tbk 6,68% -2970,83% 166,78% –
Simple Mart Retail Co., Ltd. 3,54% 14,04% 85,48% √
The Keepers Holdings, Inc. 9,00% 0,75% 7,92% √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 3,79% 62,43% 101,01% –
President Chain Store Corporation 3,79% -2,96% 409,73% √
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 4,70% -54,42% 664,53% –
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad 8,58% -19,07% 657,48% –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 7,20% 10,52% 119,67% √
Tabel 22
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin Sejenis
Keterangan ROA ROE
EBIT EAT (√ / -)
Alfamart Trading Bangladesh Limited 0,00% 0,00% -4,57% -4,68%
PT DFI Retail Nusantara Tbk 1,77% 1,59% 3,62% 9,67% √
Simple Mart Retail Co., Ltd. 1,20% 0,88% 3,39% 6,28% √
The Keepers Holdings, Inc. 19,64% 18,38% 17,19% 18,55% –
PT Midi Utama Indonesia Tbk 4,15% 3,07% 8,46% 17,01% –
President Chain Store Corporation 4,05% 3,93% 4,94% 25,19% –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 1,82% 2,69% 2,21% 16,87% √
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad 4,08% 1,15% 1,21% 9,19% √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 3,52% 2,77% 8,36% 18,36% –
53
Page 80
Tabel 23
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
Sejenis Sejenis
Keterangan Total Aset Pangsa Pasar
(√ / -) (√ / -)
Alfamart Trading Bangladesh Limited 308.163.634 327.579.654
PT DFI Retail Nusantara Tbk 32.393.746.106 √ 13.169.594.223 √
Simple Mart Retail Co., Ltd. 15.653.920.348 √ 9.936.508.245 √
The Keepers Holdings, Inc. 42.979.093.282 √ 74.554.930.952 √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 66.835.388.365 √ 95.459.689.677 –
President Chain Store Corporation 1.049.246.565.806 – 895.598.667.869 –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 316.265.564.717 – 166.685.749.844 –
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad 77.354.438.760 – 69.816.361.119 √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 311.707.134.057 – 598.260.627.878 –
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 2,94 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 24
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Perusahaan MVIC BVIC MVIC/BVIC
PT DFI Retail Nusantara Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 2.710.464 2.570.141 1,05
Simple Mart Retail Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD) 2.563.033 2.178.195 1,18
The Keepers Holdings, Inc. (Dalam ribuan PHP) 36.021.701 19.259.702 1,87
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 13.039.765 4.541.893 2,87
President Chain Store Corporation (Dalam ribuan TWD) 265.534.321 88.184.555 3,01
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD) 46.878.789 14.656.880 3,20
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad (Dalam ribuan MYR) 2.794.818 814.167 3,43
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 82.483.445 20.144.120 4,09
Median 2,94
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 40,00%.
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha ATB dalam bidang perdagangan eceran dan/atau
grosir produk makanan dan non-makanan, maka rasio ekuitas yang sesuai
digunakan dalam penilaian ATB adalah MVIC/BVIC (market value of invested
capital/ book value of invested capital).
54
Page 81
Berdasarkan laporan keuangan ATB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, BVIC ATB adalah sebesar BDT 301,17 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% minoritas ATB adalah sebesar BDT 885,76 juta.
Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar sebesar 40,00%, maka indikasi
nilai pasar 100,00% saham ATB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
BDT 1.240,06 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai
pasar 100,00% saham ATB adalah sebesar BDT 744,04 juta. Dengan demikian,
nilai pasar 70,02% saham ATB berdasarkan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek adalah sebesar BDT 521,00 juta.
Perincian perhitungan nilai pasar 70,02% saham ATB dengan menggunakan
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebagai berikut:
Tabel 25
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Angka Variabel
Keterangan Nilai Pasar
Pengali Ekonomi
MVIC/BVIC 2,94 301.169 885.756
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 885.756
Premi kendali (40,00%) 354.303
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
diskon likuiditas pasar 1.240.059
Diskon likuiditas pasar (40,00%) (496.024)
Nilai pasar 100,00% saham 744.035
Nilai pasar 70,02% saham 520.998
55
Page 82
IX.D. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar BDT 229,38 juta.
Tabel 26
Alfamart Trading Bangladesh Limited
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Penyesuaian Aset Bersih 196.980 90,00% 177.282
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 520.998 10,00% 52.100
Nilai Pasar 100,00% 229.382
IX.E. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar BDT 229,38 juta.
56
Page 83
Alfamart Trading Bangladesh Limited Lampiran A
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Keterangan 31/12/20 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 251.513 - 251.513
Piutang usaha dan piutang lain-lain 5.014 - 5.014
Persediaan 11.107 - 11.107
Uang muka dan biaya dibayar di muka 33.785 - 33.785
Jumlah Aset Lancar 301.418 - 301.418
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 6.745 - 6.745
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.745 - 6.745
JUMLAH ASET 308.164 - 308.164
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha dan utang lain-lain 6.817 - 6.817
Akrual 177 - 177
JUMLAH LIABILITAS 6.994 - 6.994
EKUITAS 301.169 - 301.169
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 308.164 - 308.164
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
diskon likuiditas pasar 301.169
Diskon likuiditas pasar (40,00%) (19.862)
Nilai pasar 100,00% saham 281.307
Nilai pasar 70,02% saham 196.980
57
Page 84
Alfamart Trading Bangladesh Limited Lampiran B
Nilai Pasar 70,02% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Angka Variabel
Keterangan Nilai Pasar
Pengali Ekonomi
MVIC/BVIC 2,94 301.169 885.756
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 885.756
Premi kendali (40,00%) 354.303
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
diskon likuiditas pasar 1.240.059
Diskon likuiditas pasar (40,00%) (496.024)
Nilai pasar 100,00% saham 744.035
Nilai pasar 70,02% saham 520.998
58
Page 85
Alfamart Trading Bangladesh Limited Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan BDT)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Penyesuaian Aset Bersih 196.980 90,00% 177.282
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 520.998 10,00% 52.100
Nilai Pasar 100,00% 229.382
59
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
SAHAM ALFAMART TRADING BANGLADESH LIMITED
p.1 ×5
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Kazi Retail Limited
p.8 ×6
unresolved
org
Modal Kepemilikan Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.
p.8 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×7
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.14 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.14
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.14
unresolved
org
F. Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.19
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.19
unresolved
org
PENILAIAN A. Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.20
unresolved
org
LAPORAN KEUANGAN HISTORIS A. Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.20
unresolved
org
Common Size Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.20 ×2
unresolved
org
Struktur Pemegang Saham Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.22 ×2
unresolved
org
Laporan Posisi Keuangan Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.22 ×2
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.22
unresolved
org
Bank Sentral
p.22 ×2
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.22
unresolved
org
Laporan Arus Kas Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.22
unresolved
org
Rasio-rasio Keuangan Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.22
unresolved
org
Size Laporan Posisi Keuangan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.22
unresolved
org
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd.
p.23
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd.
p.23
unresolved
org
Angka Pengali Perusahaan Pembanding Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.23
unresolved
org
Rekonsiliasi Nilai Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.24 ×2
unresolved
org
DC Properties Bangladesh Limited
p.27
unresolved
org
Profil Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.32
unresolved
—
BDT
· Pemegang Saham
p.32 ×2
unresolved
org
ARC Distributions Limited
p.42
unresolved
org
Remark HB Limited
p.42
unresolved
org
Godrej Household Products Limited
p.42
unresolved
org
ACI Logistics Limited
p.42
unresolved
org
Latar Belakang Alfamart Trading Bangladesh Limited
p.46
unresolved
org
SSK
p.47 ×2
unresolved
org
Alfamart Trading Bangladhes Limited
p.47 ×7
unresolved
org
Bank Bangladesh
p.51
unresolved
org
Taiwan Family Mart Co.Ltd
p.64 ×5
unresolved
org
Simple Mart Retail Co., Ltd.
p.79 ×5
unresolved
org
Chain Store Corporation
p.79 ×5
unresolved
org
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.
p.79 ×5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
11801 ms
12 Sep 2026 22:08
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}