Back to announcement
20260617_AMRT_Informasi Transaksi Afiliasi_32101894_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review AMRTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 114
Page 1
LAPORAN PENILAIAN 100,00% SAHAM
ALFAMART RETAIL ASIA Pte. Ltd.
PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk
TANGGAL PENILAIAN
31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00112/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 10 Juni 2026 Kepada Yth. PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk Alfa Tower Jl. Jalur Sutera Barat, Kav. 9, Alam Sutera Tangerang 15143 U.p. : Direksi Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. Dengan hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARA”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham ARA (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan eceran dan
besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak
tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk
konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
“Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar,
Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember,
Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan berdomisili
di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan
nomor telepon: (021) 8082 1555, nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan
email: corsec@sat.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki penyertaan saham pada ARA dengan kepemilikan sebesar 100,00%
dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
100,00%
Glory Worldwide
Investment Pte. Ltd. ARA
(GWI)
70,02% 10,00% 35,00% 40,00%
Alfamart Trading Alfamart Trading DC Properties
Bangladesh Limited Philippines Inc. Management Corp.
(ATB) (ATP) (DCPM)
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.
ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Bangladesh. Ruang lingkup
kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir
produk makanan dan non-makanan.
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.
ii
Page 4
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir produk
makanan dan non-makanan.
DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan properti, serta
pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur lainnya.
Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan datang,
yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan meningkatnya
urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel. Investasi pemerintah dalam
infrastruktur logistik semakin memperkuat fundamental pasar yang mempercepat akses
pengiriman dan memperluas akses di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan
minuman terus mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan jaringan dari
rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis kedekatan jarak.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi
dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi
dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").
Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari Rencana
Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari GWI (selanjutnya
disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas 70,00% saham ATB dari GWI
(selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Peningkatan
Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu kesatuan transaksi yang
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Rencana Transaksi”.
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan upaya untuk
mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA melalui
masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
iii
Page 5
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA dapat
memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna memperkuat
pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu
kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan
efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara
lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun
Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
strategis ARA pada masa yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mempercepat
realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan kontribusi positif bagi
citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan
mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis
di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan
konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi
yang tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan
dan seluruh pemegang saham Perseroan.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif
mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam
menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan
memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses
pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk
mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan
untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA
melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
iv
Page 6
• Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA
sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA
dapat memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk
pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan.
Dengan struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna
memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
• Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang
diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam
menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil
risiko ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan
dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan
kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah
Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur
bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada
pengembangan kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi
diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada
akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat ARA adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham ARA bersifat tidak likuid.
v
Page 7
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa ARA adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Peningkatan Modal serta untuk
memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ARA ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan ARA. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
vi
Page 8
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan ARA yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan ARA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian 100,00% saham Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. ini merupakan laporan
terinci.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,00% saham Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
2. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Kreston David Yeung
Pac (selanjutnya disebut “KDYP”) sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
9 Juni 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
12 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
24 Juni 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
5 Juni 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
vii
Page 9
6. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
28 Juli 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
7. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP Sycip Gorres Velayo & Co. (selanjutnya disebut “SGV”)
sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 14 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
8. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
29 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
9. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
12 April 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
10. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
17 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
11. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
8 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
12. Laporan keuangan DCPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP Almelito R. Casas (selanjutnya disebut “ARC”) sebagaimana
tertuang dalam laporannya tanggal 10 April 2026 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
13. Proyeksi laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen ATP.
14. Laporan penilaian properti DCPM per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
Suwendho Rinaldy dan Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00282/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 8 Juni 2026.
15. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian dengan posisi
sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
Rencana Transaksi.
16. Tarif pajak yang diberlakukan atas ATP adalah berdasarkan laba kotor dalam periode
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan tarif pajak final yang berlaku
umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar 25,00% dan 2,00%, mana yang lebih
tinggi.
17. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ARA serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan.
viii
Page 10
18. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
19. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
20. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
22. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari ARA. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
ix
Page 11
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan ATP yang disusun oleh manajemen ATP. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja ATP pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja ATP yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis ATP dan informasi manajemen ATP terhadap
proyeksi laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian ARA dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ARA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
x
Page 12
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan ARA.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum ARA berdasarkan anggaran dasar ARA.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian saham, kami mengasumsikan dan
bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi dalam
laporan penilaian properti DCPM yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK
dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari penilai independen
yang terdaftar di OJK bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
independen sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI).
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan penilaian properti DCPM yang disusun oleh
penilai independen yang terdaftar di OJK. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
atas Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk
apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan
dalam laporan penilaian properti DCPM yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar
di OJK, atau pelanggaran hukum atas laporan penilaian properti DCPM yang disusun oleh
penilai independen yang terdaftar di OJK.
xi
Page 13
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ARA dan ATP, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki ARA dan ATP. Prospek ATP di masa yang
akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan
yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset bersih (adjusted net
asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi ATP diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh ATP dan DCPM.
xii
Page 14
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
ARA. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:
Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham ARA sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar USD 61,58 juta.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ARA
adalah sebesar USD 36,95 juta. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham ARA
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar USD 36,95 juta.
KESIMPULAN PENILAIAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
USD 36,95 juta.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan ARA serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas ARA. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian ARA tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.
xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Peningkatan Modal serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xiv
Page 16
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap ARA untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xv
Page 17
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
William Timothy .....................................
No. MAPPI : 25-A-13600
xvi
Page 18
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh ARA serta telah melakukan
inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
kinerja, dan prospek dari ARA.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
William Timothy .....................................
No. MAPPI : 25-A-13600
xviii
Page 20
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xv
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xvi
SURAT PERNYATAAN xvii
DAFTAR ISI xix
DAFTAR TABEL xxii
DAFTAR GRAFIK xxvi
LAMPIRAN xxvii
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 5
C. Premis Penilaian 5
D. Independensi Penilai 6
E. Tanggal Efektif Penilaian 6
F. Profil Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. 6
G. Definisi Nilai yang Digunakan 7
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 7
I. Metode Penilaian yang Digunakan 8
J. Ringkasan Hasil Penilaian 9
K. Kesimpulan Penilaian 9
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 10
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 14
C. Definisi Nilai yang Digunakan 14
D. Tanggal Efektif Penilaian 14
E. Data dan Informasi yang Digunakan 15
F. Informasi Non-Keuangan 17
G. Jenis Ekuitas 19
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 19
I. Tingkat Kedalaman Investigasi 21
J. Distribusi Laporan Penilaian 21
K. Jenis Laporan 22
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 22
xix
Page 21
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. 23
B. Kegiatan Usaha 23
C. Manajemen 23
D. Kepemilikan Saham 23
E. Data Keuangan Historis 24
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 25
B. Tinjauan Ekonomi Filipina 28
C. Proyeksi Ekonomi Filipina 28
D. Produk Domestik Bruto 29
E. Inflasi 30
F. Nilai Tukar Peso 30
V. TINJAUAN INDUSTRI RITEL
A. Tinjauan Industri Ritel di Dunia 32
B. Tinjauan Industri Ritel di Filipina 34
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. 36
B. Analisis atas Common Size Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. 42
C. Analisis atas Common Size Industri Ritel 43
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Pasar 50
B. Risiko Uang Asing 50
C. Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai 50
D. Risiko Keuangan 50
E. Risiko Persaingan Usaha 50
F. Risiko Kebijakan Pemerintah 51
VIII. METODE PENILAIAN
A. Metode-Metode Penilaian 52
B. Metode Penilaian yang Digunakan 53
C. Premis Penilaian 54
D. Aplikasi Diskon dan Premi 55
E. Prosedur Penilaian 55
F. Independensi Penilai 55
xx
Page 22
HALAMAN
IX. PENILAIAN
A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities) 56
B. Nilai Pasar Objek Penilaian 57
C. Alfamart Trading Philippines Inc. 59
D. DC Properties Management Corp. 74
E. Kesimpulan Penilaian 79
xxi
Page 23
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Per 31 Desember 2021 – 2025 24
Tabel 2 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 24
Tabel 3 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 25
Tabel 4 Pertumbuhan Inflasi 26
Tabel 5 Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral 27
Tabel 6 Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Per 31 Desember 2021 – 2025 36
Tabel 7 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 38
Tabel 8 Laporan Arus Kas
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 39
Tabel 9 Rasio-rasio Keuangan
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Per 31 Desember 2021 – 2025 41
Tabel 10 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Per 31 Desember 2021 – 2025 42
xxii
Page 24
HALAMAN
Tabel 11 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 42
Tabel 12 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Taiwan Family Mart Co. Ltd.
Per 31 Desember 2021 – 2025 43
Tabel 13 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Taiwan Family Mart Co. Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 44
Tabel 14 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 45
Tabel 15 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 47
Tabel 16 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 47
Tabel 17 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 49
Tabel 18 Nilai Pasar 100,00% Saham
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 58
Tabel 19 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Alfamart Trading Philippines Inc.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 62
xxiii
Page 25
HALAMAN
Tabel 20 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Alfamart Trading Philippines Inc.
Per 31 Desember 2026 – 2035 63
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas Bersih
Alfamart Trading Philippines Inc.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 65
Tabel 22 Indikasi Nilai Kini Operasi
Alfamart Trading Philippines Inc.
Per 31 Desember 2025 68
Tabel 23 Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Alfamart Trading Philippines Inc.
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 69
Tabel 24 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1 70
Tabel 25 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2 71
Tabel 26 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3 71
Tabel 27 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5 71
Tabel 28 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Alfamart Trading Philippines Inc. 71
Tabel 29 Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Alfamart Trading Philippines Inc.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 73
Tabel 30 Rekonsiliasi Nilai
Alfamart Trading Philippines Inc.
Per 31 Desember 2025 74
Tabel 31 Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
DC Properties Management Corp.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 75
Tabel 32 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1 76
Tabel 33 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2 76
xxiv
Page 26
HALAMAN
Tabel 34 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3 76
Tabel 35 Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5 77
Tabel 36 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
DC Properties Management Corp. 77
Tabel 37 Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
DC Properties Management Corp.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 78
Tabel 38 Rekonsiliasi Nilai
DC Properties Management Corp.
Per 31 Desember 2025 79
xxv
Page 27
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan PDB Filipina 29
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Filipina 30
Grafik 3 Proyeksi Nilai Tukar Peso Terhadap Mata Uang Asing 31
Grafik 4 Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030 33
Grafik 5 Tingkat Pertumbuhan Penjualan Ritel di Filipina
November 2025 – Februari 2026 35
Grafik 6 Proyeksi Penjualan Bersih
Alfamart Trading Philippines Inc.
Tahun 2026 – 2035 60
Grafik 7 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Alfamart Trading Philippines Inc.
Tahun 2026 – 2035 61
xxvi
Page 28
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 100,00% Saham
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 80
Lampiran B Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Alfamart Trading Philippines Inc.
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 81
Lampiran C Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Alfamart Trading Philippines Inc.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 82
Lampiran D Rekonsiliasi Nilai
Alfamart Trading Philippines Inc.
Per 31 Desember 2025 83
Lampiran E Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
DC Properties Management Corp.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 84
Lampiran F Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
DC Properties Management Corp.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 85
Lampiran G Rekonsiliasi Nilai
DC Properties Management Corp.
Per 31 Desember 2025 86
xxvii
Page 29
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan
eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai
pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha
perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan
minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart” yang berlokasi di beberapa
tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon,
Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar, Balaraja,
Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado,
Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol,
Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan
berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera,
Tangerang 15143, dengan nomor telepon: (021) 8082 1555, nomor
faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada Alfamart Retail
Asia Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARA”) dengan kepemilikan sebesar 100,00%
dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
100,00%
Glory Worldwide
Investment Pte. Ltd. ARA
(GWI)
70,02% 10,00% 35,00% 40,00%
Alfamart Trading Alfamart Trading DC Properties
Bangladesh Limited Philippines Inc. Management Corp.
(ATB) (ATP) (DCPM)
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
1
Page 30
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.
Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan
disetor penuh dengan menerbitkan saham baru, yang seluruhnya akan diambil
bagian oleh GWI (selanjutnya disebut "Rencana Peningkatan Modal").
Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan pembelian 10,00% saham ATP dari
GWI (selanjutnya disebut "Rencana Pembelian") dan melakukan akuisisi atas
70,00% saham ATB dari GWI (selanjutnya disebut "Rencana Akuisisi").
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Peningkatan Modal, Rencana Pembelian, dan Rencana Akuisisi merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
2
Page 31
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.
3
Page 32
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
• Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
• Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
akan datang.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
4
Page 33
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham ARA.
Mengingat ARA adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ARA bersifat tidak likuid.
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham ARA
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Peningkatan Modal serta untuk memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
“POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa ARA adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
5
Page 34
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ARA
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ARA. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001
tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan ARA yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
I.F. Profil Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
ARA didirikan secara resmi pada tanggal 8 Oktober 2013 di Singapura. ARA
terdaftar sebagai perusahaan privat terbatas (Private Company Limited by Shares)
dengan nomor entitas resmi 201327324W berdasarkan Certificate Confirming
Incorporation of Company tertanggal 9 Oktober 2013 yang diterbitkan oleh
Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapore.
Kantor pusat ARA beralamat di 16 Raffles Quay No. 19-01 Hong Leong Building,
Singapore 048581.
I.F.1. Struktur Permodalan
Pemegang saham ARA adalah Perseroan dengan jumlah lembar saham sebanyak
47.799.180 dan 840 lembar saham masing-masing dengan nilai nominal sebesar
SGD 1 dan SGD 10.000 per lembar saham.
I.F.2. Struktur Pengurus
Direksi ARA pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing adalah Bambang
Setyawan Djojo dan Tan Sze Lian Celine.
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha
perusahaan investasi.
6
Page 35
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif ARA dan ATP,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
ARA dan ATP. Prospek ATP di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
7
Page 36
I.I. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan
metode ini, operasi ATP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATP dan DCPM.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan ARA. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
8
Page 37
I.J. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
sebagai berikut:
Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
pasar 100,00% saham ARA sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
USD 61,58 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
100,00% saham ARA adalah sebesar USD 36,95 juta. Dengan demikian, nilai
pasar 100,00% saham ARA berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
sebesar USD 36,95 juta.
I.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar USD 36,95 juta.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan ARA serta pihak-pihak
lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas ARA. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
ARA tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
9
Page 38
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha
dalam bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak
dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan
mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart”
yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang,
Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten,
Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru,
Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang,
Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo.
Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling
9, Alam Sutera, Tangerang 15143, dengan nomor telepon: (021) 8082 1555,
nomor faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada ARA dengan
kepemilikan sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
100,00%
GWI ARA
70,02% 10,00% 35,00% 40,00%
ATB ATP DCPM
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Bangladesh. Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
10
Page 39
ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang
usaha perusahaan investasi.
ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina.
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya.
Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan
datang, yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan
meningkatnya urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel.
Investasi pemerintah dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat
fundamental pasar yang mempercepat akses pengiriman dan memperluas akses
di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan dan minuman terus
mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang mendorong
preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis
kedekatan jarak.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan
di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara
aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha
internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin
kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas
permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan
demikian, ARA merencanakan untuk melakukan Rencana Peningkatan Modal.
Selanjutnya, ARA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari
Rencana Peningkatan Modal untuk melakukan Rencana Pembelian dan
melakukan Rencana Akuisisi.
Perseroan mengharapkan Rencana Transaksi sebagai sebagai satu kesatuan
upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus
memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang
saham strategis.
11
Page 40
Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha tidak
hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung,
yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang
lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga
mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih
terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI,
namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam
menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global.
Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha
utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan
bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat
memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan
ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu
ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan
usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang
semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk meningkatkan
fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan
bisnis. Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
Transaksi, sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan
ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.
12
Page 41
• Rencana Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat
peran ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Rencana Peningkatan Modal,
Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan
pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.
• Setelah Rencana Pembelian dan Rencana Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki
keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara
tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan
koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global.
Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko ekspansi
internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan
pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang
akan datang.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
global. Selanjutnya, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan
usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan
dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui
pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang
pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan
seluruh pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
13
Page 42
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian
Mengingat ARA adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham ARA bersifat tidak likuid.
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Peningkatan Modal serta untuk memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020 serta SPI.
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan ARA yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
14
Page 43
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
oleh manajemen Perseroan.
2. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
disebut “KAP”) Kreston David Yeung Pac (selanjutnya disebut “KDYP”)
sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 9 Juni 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 12 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
4. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 24 Juni 2024 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
5. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 5 Juni 2023 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
6. Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP KDYP sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 28 Juli 2022 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
7. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Sycip Gorres Velayo & Co.
(selanjutnya disebut “SGV”) sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
14 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
8. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 29 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
15
Page 44
9. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 12 April 2024 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
10. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam
laporannya tanggal 17 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
11. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam
laporannya tanggal 8 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
12. Laporan keuangan DCPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Almelito R. Casas (selanjutnya
disebut “ARC”) sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 10 April 2026
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
13. Proyeksi laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen
ATP.
14. Laporan penilaian properti DCPM per 31 Desember 2025 yang
disusun oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan (selanjutnya
disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00282/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 8 Juni 2026.
15. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
16. Tarif pajak yang diberlakukan atas ATP adalah berdasarkan laba kotor dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan tarif
pajak final yang berlaku umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar
25,00% dan 2,00%, mana yang lebih tinggi.
17. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan ARA serta pihak-pihak lain
yang relevan untuk penugasan.
18. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
19. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg.
16
Page 45
20. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
22. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau yang
tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari ARA. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Alfamart Trading Philippines, Inc.
II.F.1.a Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan. Dengan demikian,
produk/jasa yang dihasilkan oleh ATP adalah sebagai berikut:
• Menyediakan barang kebutuhan sehari-hari konsumen.
• Jasa top up e-money.
• Menyewakan idle space ke penyewa pihak ketiga.
• Mewaralabakan toko Alfamart ke pihak ketiga maupun ke bisnis partner ATP.
II.F.1.b Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis ATP meliputi pasar
domestik di wilayah Pulau Luzon, Filipina.
17
Page 46
II.F.1.c Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama ATP adalah sebagai
berikut:
• Nestlé Philippines, Inc..
• Coca-Cola Europacific Aboitiz Philippines, Inc..
• Unilever RFM Ice Cream, Inc..
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci ATP adalah
sebagai masyarakat Filipina.
II.F.1.d Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha ATP adalah sebagai
berikut:
• Philippine Seven Corporation.
• Puregold Price Club, Inc..
• Hard Discount Philippines, Inc..
• OSave Trading Philippines Corporation.
II.F.1.e Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan ATP
adalah sebagai berikut:
• Mengembangkan customize model toko sesuai wilayah dan market
segmennya.
• Mengembangkan bisnis e-services.
• Mengembangkan bisnis penjualan berbasis online/e-commerce.
• Ekspansi ke luar Pulau Luzon.
• Memenangkan market share minimarket di Filipina.
II.F.2. DC Properties Management Corp.
II.F.2.a Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian
dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur
lainnya. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh DCPM adalah menyewakan
lahan tanah ke ATP.
II.F.2.b Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis DCPM meliputi mencari
dan membeli lahan tanah yang mempunyai potensi sebagai gudang, distribusi
center dan kantor cabang untuk ATP.
18
Page 47
II.F.2.c Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Mengingat ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang
pembelian dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan
dan struktur lainnya, yang menyewakan lahan tanah ke ATP, DCPM tidak memiliki
pemasok utama dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci DCPM
adalah ATP.
II.F.2.d Pesaing Usaha
Mengingat ruang lingkup kegiatan usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang
pembelian dan penjualan properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan
dan struktur lainnya, yang menyewakan lahan tanah ke ATP, DCPM tidak
menghadapi persaingan usaha secara langsung dalam menjalankan kegiatan
usahanya.
II.F.2.e Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan DCPM
adalah mencari dan membeli lahan yang sangat potensial untuk perluasan cabang
dan menyewakan ke pihak ketiga (potensi ruang usaha di sekitar DC ATP)
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki ARA merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
saham ARA memiliki 1 hak suara per lembar saham.
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan ATP yang disusun oleh manajemen
ATP. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja ATP pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja ATP yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis ATP dan informasi manajemen ATP terhadap proyeksi
laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian ARA dan kesimpulan nilai akhir.
19
Page 48
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan ARA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan ARA.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum ARA berdasarkan anggaran dasar ARA.
20
Page 49
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian saham, kami mengasumsikan
dan bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua
informasi dalam laporan penilaian properti DCPM yang disusun oleh penilai
independen yang terdaftar di OJK dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami
juga bergantung kepada jaminan dari penilai independen yang terdaftar di OJK
bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
independen sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018,
Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan
memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan penilaian properti DCPM yang
disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK. Pekerjaan kami yang
berkaitan dengan penilaian atas Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan penilaian properti DCPM yang disusun oleh penilai independen yang
terdaftar di OJK, atau pelanggaran hukum atas laporan penilaian properti DCPM
yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK.
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan Rencana Peningkatan Modal serta tidak dapat digunakan atau
dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
21
Page 50
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian 100,00% saham Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. ini
merupakan laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan penilaian 100,00% saham Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. tidak terdapat
kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
22
Page 51
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
ARA didirikan secara resmi pada tanggal 8 Oktober 2013 di Singapura. ARA
terdaftar sebagai perusahaan privat terbatas (Private Company Limited by Shares)
dengan nomor entitas resmi 201327324W berdasarkan Certificate Confirming
Incorporation of Company tertanggal 9 Oktober 2013 yang diterbitkan oleh
Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapore.
Kantor pusat ARA beralamat di 16 Raffles Quay No. 19-01 Hong Leong Building,
Singapore 048581.
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha
perusahaan investasi.
III.C. Manajemen
Direksi ARA pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing adalah Bambang
Setyawan Djojo dan Tan Sze Lian Celine.
III.D. Kepemilikan Saham
Pemegang saham ARA adalah Perseroan dengan jumlah lembar saham sebanyak
47.799.180 dan 840 lembar saham masing-masing dengan nilai nominal sebesar
SGD 1 dan SGD 10.000 per lembar saham.
23
Page 52
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing telah diaudit oleh
KAP KDYP masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting ARA adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 128 141 114 77 87
Piutang dari entitas asosiasi - - 2.152 - -
Jumlah Aset Lancar 128,39 141,32 2.266,50 76,94 86,57
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 18.330 26.314 18.750 15.619 17.678
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.330 26.314 18.750 15.619 17.678
JUMLAH ASET 18.458 26.455 21.016 15.696 17.764
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Akrual 3 3 3 3 3
JUMLAH LIABILITAS 3 3 3 3 3
EKUITAS
Modal saham 41.419 41.419 35.111 28.716 28.716
Saldo rugi (22.964) (14.968) (14.098) (13.023) (10.955)
JUMLAH EKUITAS 18.455 26.452 21.013 15.693 17.761
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 18.458 26.455 21.016 15.696 17.764
Tabel 2
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan - - - - -
Rugi penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi (7.984) (855) (1.059) (2.059) (3.143)
Beban lain-lain (13) (14) (16) (10) (12)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Pendapatan komprehensif lainnya - - - - -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
24
Page 53
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
pertumbuhan antar negara.
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 3
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 3,80 3,50 3,30 3,30 3,10 3,10 N/A
Negara Maju
AS 2,50 2,90 2,80 2,10 2,50 2,00 2,00
Hong Kong (3,70) 3,20 2,60 3,50 2,90 2,50 2,30
Inggris 5,30 0,30 1,10 1,40 1,00 1,40 1,50
Jepang 1,30 0,70 (0,20) 1,20 0,80 0,90 0,90
Kanada 4,70 2,00 2,00 1,70 1,20 1,80 1,90
Kawasan Eropa 3,60 0,40 0,90 1,40 1,20 1,50 1,40
Singapura 4,10 1,50 5,40 5,00 3,50 2,50 2,50
Taiwan 2,70 1,10 5,30 8,70 6,40 3,00 3,10
Australia 4,20 2,10 1,00 2,00 2,20 2,20 2,60
Korea Selatan 2,70 1,60 2,00 1,00 2,00 1,90 1,90
Negara Berkembang
Brazil 3,00 3,30 3,40 2,30 1,80 1,80 2,20
India 9,70 9,20 7,20 7,10 7,40 6,80 6,60
Indonesia 5,30 5,00 5,00 5,10 5,10 5,10 5,20
Kolombia 7,50 0,60 1,70 2,60 2,80 2,60 2,80
Malaysia 8,70 3,60 5,10 5,20 4,50 4,30 4,40
Meksiko 3,90 3,30 1,50 0,60 1,50 2,00 2,00
Mesir 6,70 3,80 2,40 4,40 4,80 5,20 5,50
Tiongkok 3,10 5,40 5,00 5,00 4,60 4,40 4,20
Sumber: Bloomberg
25
Page 54
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
dan 5,00%.
Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
negara.
Tabel 4
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 8,70 6,70 5,80 4,10 3,30 3,00 N/A
Negara Maju
AS 8,00 4,10 3,00 2,70 2,70 2,40 2,40
Hong Kong 1,90 2,10 1,80 1,40 1,70 1,80 1,80
Inggris 9,10 7,40 2,50 3,40 2,50 2,20 2,00
Jepang 2,50 3,30 2,70 3,20 1,90 2,00 2,00
Kanada 6,80 3,90 2,40 2,10 2,10 2,00 2,10
Kawasan Eropa 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00 1,90 2,10
Singapura 6,10 4,90 2,40 0,90 1,50 1,70 1,60
Taiwan 3,00 2,50 2,20 1,70 1,70 1,70 1,70
Australia 6,60 5,60 3,20 2,80 3,50 2,70 2,40
Korea Selatan 5,10 3,60 2,30 2,10 2,00 1,90 2,00
Negara Berkembang
Brazil 9,30 4,60 4,40 5,00 4,00 3,90 3,60
India 6,70 5,70 5,00 2,20 2,10 3,90 4,20
Indonesia 4,20 3,80 2,30 1,90 2,80 2,60 2,60
Kolombia 10,20 11,80 6,60 5,10 5,70 4,60 3,80
Malaysia 3,40 2,50 1,80 1,40 1,80 2,00 2,30
Meksiko 7,90 5,60 4,70 3,80 3,80 3,80 3,60
Mesir 8,50 24,40 33,30 20,40 11,00 9,30 7,30
Tiongkok 2,00 0,20 0,20 0,10 0,70 1,00 1,50
Sumber: Bloomberg
26
Page 55
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
11,00%.
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
Tabel 5
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027
Negara Maju
AS 4,50 5,50 4,50 3,75 3,25 3,25
Hong Kong 4,75 5,75 4,75 4,00 N/A N/A
Inggris 3,50 5,25 4,75 3,75 3,25 3,25
Jepang (0,10) (0,10) 0,25 0,75 1,09 1,34
Kawasan Eropa 2,50 4,50 3,15 2,15 1,99 2,10
Taiwan 1,75 1,88 2,00 2,00 2,02 2,06
Australia 3,10 4,35 4,35 3,60 4,18 4,00
Korea Selatan 3,25 3,50 3,00 2,50 2,42 2,44
Negara Berkembang
Brazil 13,75 11,75 12,25 15,00 12,25 10,50
India 6,25 6,50 6,50 5,25 5,29 5,43
Indonesia 5,50 6,00 6,00 4,75 4,50 4,49
Kolombia 12,00 13,00 9,50 9,25 11,61 10,35
Malaysia 2,75 3,00 3,00 2,75 2,76 2,81
Meksiko 10,50 11,25 10,00 7,00 6,50 6,50
Mesir 16,25 19,25 27,25 20,00 N/A N/A
Tiongkok 3,65 3,45 3,10 3,00 2,83 2,74
Sumber: Bloomberg
27
Page 56
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.
IV.B. Tinjauan Ekonomi Filipina
Menurut data yang dipublikasikan oleh Bangko Sentral Ng Pilipinas (BSP), Inflasi
umum di Filipina adalah sebesar 1,80% pada Desember 2025. Perlambatan
pertumbuhan ekonomi pada Q4 2025 mencerminkan melemahnya kinerja sektor
industri dan jasa, meskipun sektor pertanian mengalami pemulihan secara
bertahap yang didukung oleh peningkatan produksi peternakan serta pertumbuhan
output perikanan tangkap dan budidaya perikanan. Pemulihan tersebut terjadi
meskipun terdapat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan produksi beras
yang lebih rendah dari perkiraan. Sektor industri mengalami fluktuasi akibat
aktivitas konstruksi yang lesu, penurunan output manufaktur, serta melemahnya
permintaan listrik. Sebaliknya, aktivitas pertambangan dan penggalian
menunjukkan perbaikan selama Q4 2025. Sektor jasa mencatat pertumbuhan
yang lebih lambat akibat melemahnya aktivitas pada sektor jasa profesional dan
bisnis, aktivitas keuangan dan asuransi, transportasi dan pergudangan, serta
perdagangan besar dan eceran.
Sementara inflasi pada Januari 2026 adalah sebesar 2,00%. Kenaikan tersebut
terutama didorong oleh inflasi pada kelompok non-pangan, khususnya
perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, serta jasa restoran dan
akomodasi. Kenaikan harga yang moderat juga terjadi pada beberapa komoditas
pangan, terutama sayuran, daging, dan ikan. Sementara itu, harga beras terus
mengalami penurunan setelah diberlakukannya larangan impor pada
Q4 2025. Realisasi inflasi Januari 2026 tersebut masih berada dalam kisaran
proyeksi BSP untuk satu bulan ke depan, yaitu 1,40%–2,20%.
IV.C. Proyeksi Ekonomi Filipina
Menurut data yang dipublikasikan oleh BSP, PDB yang semakin memburuk akibat
terjadinya krisis dan perang mengakibatkan Pertumbuhan Ekonomi Domestik
mengalami penurunan. Prospek pertumbuhan untuk tahun 2026 dan 2027
diprediksi akan menurun dibandingkan dengan proyeksi pada periode
sebelumnya. Prediksi tersebut mencerminkan kinerja ekonomi yang kurang
memuaskan pada Q4 2025, seiring terjadinya lonjakan pada sektor konstruksi
pemerintah akibat berbagai permasalahan tata kelola yang masih berlangsung.
28
Page 57
Sentimen dunia usaha yang lemah diperkirakan akan terus membatasi aktivitas
investasi dalam beberapa kuartal mendatang. Kenaikan harga minyak juga
berpotensi menekan permintaan domestik. Meskipun demikian, pertumbuhan
ekonomi diproyeksikan akan membaik pada tahun 2027 seiring stabilisasi harga
komoditas global dan mulai dirasakannya dampak dari penurunan suku bunga
kebijakan yang sebelumnya dilakukan oleh BSP terhadap perekonomian.
IV.D. Produk Domestik Bruto
Dalam pembaruan World Economic Outlook dengan data terbaru pada
Januari 2026, International Monetary Fund memproyeksikan pertumbuhan PDB
global sebesar 3,30% pada tahun 2025. Untuk semester II tahun 2026, proyeksi
pertumbuhan ekonomi global diprediksi meningkat sebesar 0,20% lebih tinggi
menjadi 3,30% dibandingkan Oktober 2025, sedangkan untuk tahun 2027 relatif
tidak berubah pada 3,20%. Peningkatan tersebut mencerminkan ketahanan
investasi yang terkait dengan teknologi di tengah ketidakpastian kebijakan yang
masih tinggi dan kondisi keuangan yang akomodatif.
Menurut data yang diperoleh dari Asian Development Bank dalam laporannya
yang berjudul Asian Development Outlook April 2026, pada tahun 2026,
pertumbuhan ekonomi Filipina diperkirakan akan tetap terbatas di tengah
meningkatnya risiko yang berasal dari konflik yang masih berlangsung di Timur
Tengah. Filipina memiliki tingkat kerentanan yang tinggi karena
ketergantungannya yang besar terhadap impor minyak mentah dan produk minyak
olahan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Filipina
menetapkan status darurat energi nasional pada 24 Maret 2026 guna membantu
menjamin pasokan energi, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya, sekaligus
menyediakan bantuan sosial yang lebih terarah kepada masyarakat.
Grafik 1
Perkembangan PDB Filipina
8,00%
7,00% 7,60%
6,00% 5,50%
5,00% 5,70% 4,40%
4,00% 5,40%
4,00%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
29
Page 58
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, PDB Filipina pada tahun 2025
mengalami pertumbuhan sebesar 4,40%. Pada tahun 2026 dan 2027, PDB Filipina
diproyeksikan masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 4,00% dan
5,40%.
IV.E. Inflasi
Berdasaran data yang diperoleh dari BSP, Inflasi pada tahun 2026 diproyeksikan
mencapai 3,60% dan pada tahun 2027 sebesar 3,20%. Peningkatan tersebut
terutama mencerminkan dampak faktor-faktor dari sisi penawaran (supply-side
factors), termasuk kenaikan harga minyak dan komoditas non-migas global,
peningkatan tarif beras, serta penyesuaian tarif listrik.
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Filipina
7,00%
6,00% 6,10%
6,00%
5,00% 5,80%
4,00%
4,00% 3,20%
3,00% 1,70%
3,10%
2,00%
1,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027* 2028*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Filipina pada tahun
2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 6,10%, 4,00%, dan
3,10%.
IV.F. Nilai Tukar Peso
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh BSP, pada minggu pertama
Februari 2026, Filipina Peso mengalami kenaikan. Kenaikan Filipina Peso tersebut
antara lain didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan lebih
lanjut suku bunga kebijakan oleh BSP pada Februari 2026, meningkatnya
cadangan devisa bruto (gross international reserves), serta tetap kuatnya
Purchasing Managers' Index sektor manufaktur pada Januari 2026.
30
Page 59
Faktor-faktor kenaikan tersebut juga diimbangi dengan melemahnya arus masuk
investasi asing langsung. Hingga 11 Februari 2026, nilai tukar peso ditutup pada
PHP 58,48/ USD, yang mencerminkan kenaikan sebesar 0,50% dibandingkan
posisi akhir pada Desember 2025. Dalam nilai efektif nominal (Nominal Effective
Terms/NET), Filipina Peso mengalami penurunan secara tahunan. Kondisi
tersebut tidak hanya memiliki dampak yang buruk, jika dilihat melalui sisi lainnya,
kondisi tersebut mendukung daya saing harga ekspor Filipina dibandingkan
dengan ekspor negara-negara mitra dagangnya, baik di kelompok negara
berkembang maupun negara maju yang cenderung mengalami peningkatan NET.
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Peso Terhadap Mata Uang Asing
80,00
70,00
60,00
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
-
Q2/2026 Q3/2026 Q4/2026 2027 2028
USD 58,30 58,30 58,30 56,10 55,00
EUR 69,32 70,02 69,96 67,32 68,20
AUD 39,03 39,68 40,23 38,99 39,60
Sumber: Bloomberg
Proyeksi nilai tukar Peso terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar PHP 58,30, PHP 58,30, PHP 58,30,
PHP 56,10, dan PHP 55,00.
Proyeksi nilai tukar Peso terhadap EUR pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar PHP 69,32, PHP 70,02, PHP 69,96,
PHP 67,32, dan PHP 68,20.
Proyeksi nilai tukar Peso terhadap AUD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar PHP 39,03, PHP 39,68, PHP 40,23,
PHP 38,99, dan PHP 39,60.
31
Page 60
V. TINJAUAN INDUSTRI RITEL
V.A. Tinjauan Industri Ritel di Dunia
Industri ritel merupakan sektor yang mencakup kegiatan penjualan barang dan
jasa secara langsung kepada konsumen akhir, meliputi berbagai kategori seperti
makanan dan minuman, pakaian jadi, elektronik, kendaraan, dan lainnya. Secara
global, industri ini memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
karena dinilai memiliki kontribusi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam mendukung konsumsi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, serta
perputaran barang dan jasa lintas sektor.
Industri ritel juga memiliki peran penting dalam mendorong konsumsi masyarakat
serta distribusi barang dan jasa. Seiring dengan perkembangan teknologi dan
perubahan perilaku konsumen, industri ini terus mengalami penyesuaian dalam
model bisnis dan operasionalnya. Integrasi antara kanal penjualan fisik dan digital,
serta pemanfaatan teknologi, mendukung peningkatan efisiensi dan jangkauan
pasar, sehingga industri ritel tetap menunjukkan perkembangan yang stabil di
tengah dinamika ekonomi global.
Posisi minimarket dengan konsep convenience store yang berada dekat dengan
pelanggan amat diminati didorong oleh jam operasional yang panjang dan
perputaran transaksi yang tinggi kemudian membentuk kebiasaan berbelanja
masyarakat dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Business Research
Insights dalam laporan dengan judul Convenience Store Retailing Market Size,
Share, Growth, and Industry Analysis, By Type, By Applications, and Regional
Forecast to 2035, pada tahun 2025 jumlah transaksi minimarket dunia adalah lebih
dari 310 miliar kali per tahunnya, di mana lebih dari 62,00% pelanggan memilih
berbelanja di minimarket untuk pembelian yang mendesak seperti makanan
ringan, minuman, dan keperluan dasar rumah tangga. Sementara pasar ritel
minimarket diuntungkan dengan lokasinya yang dekat dengan pejalan kaki dan
lalu lintas yang tinggi sehingga minimarket kini juga menyediakan makanan siap
saji karena tingginya permintaan.
32
Page 61
Grafik 4
Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030
(Dalam miliar USD)
2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Penjualan 6.880,00 7.380,00 7.890,00 8.400,00 8.910,00
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, penjualan e-commerce ritel di dunia
diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata sebesar USD 507,50 miliar atau
setara dengan 6,68%. Pada tahun 2027 hingga 2030, penjualan e-commerce ritel
diperkirakan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu
masing-masing sebesar USD 500,00 miliar, USD 510,00 miliar, USD 510,00 miliar,
dan USD 510,00 miliar atau masing-masing setara dengan 7,27%, 6,91%, 6,46%,
dan 6,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat,
perluasan kanal penjualan digital, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung
efisiensi operasional dan jangkauan pasar dalam industri ritel dunia.
Menurut data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporannya dengan
judul Retail Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast
(2026 – 2031), ukuran dan pangsa pasar ritel diperkirakan akan mengalami
pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Ukuran pasar ritel di
dunia diproyeksikan akan menjadi USD 41,53 triliun pada tahun 2031, tumbuh
dengan tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 6,87% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031.
Pertumbuhan industri ritel di dunia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
positif, didukung oleh peningkatan pendapatan masyarakat perkotaan kelas
menengah, peningkatan efisiensi operasional, serta perubahan preferensi
konsumen. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku industri perlu terus beradaptasi
terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar guna menjaga daya saing dan
mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
33
Page 62
Seiring dengan perkembangan teknologi, industri ritel mengalami perubahan yang
dipengaruhi oleh pergeseran perilaku konsumen dan kemajuan digital. Kanal
penjualan tidak lagi terbatas pada toko fisik, tetapi juga berkembang melalui
platform e-commerce, meskipun toko fisik tetap berperan dalam memberikan
interaksi langsung dengan konsumen. Dalam hal ini, pelaku industri menerapkan
strategi omnichannel, yaitu integrasi antara kanal penjualan offline dan online
untuk menciptakan proses belanja yang lebih terintegrasi dan memudahkan
konsumen.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan
otomatisasi dalam operasional toko maupun gudang turut meningkatkan efisiensi,
pengelolaan persediaan barang, serta pemahaman terhadap kebutuhan
konsumen. Pemanfaatan data merupakan elemen penting dalam operasional ritel
karena mendukung pelaku usaha dalam memahami dan memenuhi kebutuhan
konsumen secara lebih tepat. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut
menunjukkan bahwa industri ritel global terus beradaptasi melalui penyesuaian
model bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jangkauan pasar,
sehingga tetap memiliki prospek yang positif di tengah dinamika ekonomi global.
V.B. Tinjauan Industri Ritel di Filipina
Industri ritel merupakan sektor usaha yang melakukan kegiatan penjualan barang
atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan atau
dikonsumsi secara pribadi, bukan untuk dijual kembali. Sektor ini mencakup
berbagai kategori seperti makanan dan minuman, pakaian, elektronik, serta
kebutuhan rumah tangga yang berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi
masyarakat.
Berdasarkan data Mordor Intelligence dalam laporan berjudul Philippines Retail
Market Size & Share Analysis: Growth Trends and Forecast (2026–2031), ukuran
pasar ritel Filipina pada tahun 2025 mencapai USD 41,26 miliar. Pertumbuhan
industri ritel Filipina didukung oleh kuatnya konsumsi domestik yang menyumbang
hampir 70,00% terhadap PDB nasional, sehingga menciptakan permintaan yang
stabil terhadap berbagai produk ritel. Selain itu, populasi penduduk usia muda
terus bertumbuh, disertai dengan meningkatnya urbanisasi, turut mendorong
konsumsi masyarakat, terutama untuk produk makanan, pakaian, elektronik, dan
produk gaya hidup. Adopsi pembayaran digital dan dompet elektronik (e-wallet)
yang semakin luas juga mendukung peningkatan frekuensi transaksi, baik melalui
kanal online maupun offline. Di sisi lain, perbaikan infrastruktur logistik, layanan
pengiriman, serta dukungan pemerintah terhadap sektor ritel semakin memperkuat
pertumbuhan industri ritel Filipina.
34
Page 63
Grafik 5
Tingkat Pertumbuhan Penjualan Ritel di Filipina
November 2025 – Februari 2026
(Dalam %)
3,50
3,00
2,50
2,00
1,50
1,00
0,50
-
Nov 2025 Des 2025 Jan 2026 Feb 2026 Mar 2026
Pertumbuhan
1,40 1,50 2,10 2,10 3,30
Penjualan
Sumber : Trading Economics
Berdasarkan data Trading Economics, pertumbuhan penjualan ritel di Filipina
secara tahunan (year-on-year/YoY) menunjukkan peningkatan pada periode
November 2025 hingga Maret 2026. Pertumbuhan penjualan ritel meningkat dari
sekitar 1,4% pada November 2025 menjadi 2,10% pada Januari 2026 dan tetap
berada pada level yang sama pada Februari 2026. Selanjutnya, pertumbuhan
penjualan ritel kembali meningkat menjadi 3,30% pada Maret 2026. Peningkatan
tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas perdagangan ritel yang didukung
oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, sehingga berpotensi mendukung
pertumbuhan industri ritel Filipina pada periode mendatang.
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam
laporannya yang berjudul Philippines Retail Market Size & Share Analysis Growth
Trends and Forecast (2026–2031), ukuran pasar industri ritel Filipina pada tahun
2031 diproyeksikan mencapai USD 64,99 miliar, dengan tingkat CAGR sebesar
7,86% selama periode 2026–2031. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya
konsumsi domestik yang didukung oleh tingginya pembelanjaan makanan,
pakaian, peralatan elektronik, dan peningkatan gaya hidup karena peningkatan
pendapatan bersih dan jumlah kelas menengah yang semakin besar.
35
Page 64
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing telah diaudit oleh
KAP KDYP masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting ARA adalah sebagai berikut:
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 6
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 128 141 114 77 87
Piutang dari entitas asosiasi - - 2.152 - -
Jumlah Aset Lancar 128,39 141,32 2.266,50 76,94 86,57
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 18.330 26.314 18.750 15.619 17.678
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.330 26.314 18.750 15.619 17.678
JUMLAH ASET 18.458 26.455 21.016 15.696 17.764
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Akrual 3 3 3 3 3
JUMLAH LIABILITAS 3 3 3 3 3
EKUITAS
Modal saham 41.419 41.419 35.111 28.716 28.716
Saldo rugi (22.964) (14.968) (14.098) (13.023) (10.955)
JUMLAH EKUITAS 18.455 26.452 21.013 15.693 17.761
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 18.458 26.455 21.016 15.696 17.764
VI.A.2. Aset
Jumlah aset ARA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar USD 18,46 juta, USD 26,46 juta,
USD 21,02 juta, USD 15,70 juta, USD 17,76 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset ARA mengalami penurunan sebesar
USD 8,00 juta atau setara dengan 30,23% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
investasi pada entitas asosiasi sebesar USD 7,98 juta.
36
Page 65
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset ARA mengalami kenaikan sebesar
USD 5,44 juta atau setara dengan 25,88% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
investasi pada entitas asosiasi sebesar USD 7,56 juta yang disertai penurunan
piutang dari entitas asosiasi sebesar USD 2,15 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset ARA mengalami kenaikan sebesar
USD 5,32 juta atau setara dengan 33,90% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
piutang dari entitas asosiasi dan investasi pada entitas asosiasi masing-masing
adalah sebesar USD 2,15 juta dan USD 3,13 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset ARA mengalami penurunan sebesar
USD 2,07 juta atau setara dengan 11,64% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
investasi pada entitas asosiasi sebesar USD 2,06 juta.
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas ARA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 3,02 ribu, USD 3,24 ribu,
USD 3,11 ribu, USD 2,89 ribu, dan USD 2,89 ribu.
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas ARA mengalami penurunan
sebesar USD 0,22 ribu atau setara dengan 6,79% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh penurunan akrual.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas ARA mengalami kenaikan
sebesar USD 0,13 ribu atau setara dengan 4,15% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan akrual.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas ARA mengalami kenaikan
sebesar USD 0,22 ribu atau setara dengan 7,72% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan akrual.
VI.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas ARA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 18,46 juta, USD 26,45 juta,
USD 21,01 juta, USD 15,69 juta, dan USD 17,76 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas ARA mengalami penurunan
sebesar USD 8,00 juta atau setara dengan 30,23% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh ARA.
37
Page 66
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas ARA mengalami kenaikan
sebesar USD 5,44 juta atau setara dengan 25,88% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. kenaikan ini terutama disebabkan oleh
penerbitan saham baru pada tahun berjalan sebesar USD 6,31 juta yang disertai
dengan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh ARA sebesar
USD 0,87 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas ARA mengalami kenaikan
sebesar USD 5,32 juta atau setara dengan 33,90% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
penerbitan saham baru pada tahun berjalan sebesar USD 6,40 juta yang disertai
rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh ARA sebesar USD 1,08 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas ARA mengalami penurunan
sebesar USD 2,07 juta atau setara dengan 11,65% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ARA.
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
Tabel 7
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan - - - - -
Rugi penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi (7.984) (855) (1.059) (2.059) (3.143)
Beban lain-lain (13) (14) (16) (10) (12)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Pendapatan komprehensif lainnya - - - - -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
VI.A.6. Pendapatan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021, ARA belum membukukan pendapatan.
VI.A.7. Rugi Bersih Tahun Berjalan
Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 8,00 juta, USD 0,87 juta, USD 1,08 juta, USD 2,07 juta, dan 3,16 juta.
Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 7,13 juta atau setara
dengan 819,51% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
38
Page 67
Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar USD 0,21 juta atau setara
dengan 19,08% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar USD 0,99 juta atau setara
dengan 48,05% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 1,09 juta atau setara
dengan 34,44% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
VI.A.8. Laporan Arus Kas
Tabel 8
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Laporan Arus Kas
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Rugi sebelum pajak (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi 7.984 855 1.059 2.059 3.143
Kenaikan (penurunan) akrual (0) 0 0 - 0
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (13) (14) (16) (10) (12)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Peningkatan investasi pada entitas asosiasi - (6.267) (4.190) - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi - (6.267) (4.190) - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerbitan saham - 6.308 6.395 - -
Uang muka pihak berelasi - - (2.152) - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan - 6.308 4.243 - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (13) 27 37 (10) (12)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 141 114 77 87 98
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 128 141 114 77 87
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar USD 0,01 juta, USD 0,01 juta, USD 0,02 juta,
USD 0,01 juta, dan USD 0,01 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 0,01 juta terutama berasal
dari rugi sebelum pajak sebesar USD 8,00 juta yang disertai dengan penyesuaian
untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar USD 7,98 juta.
39
Page 68
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 0,01 juta terutama berasal
dari rugi sebelum pajak sebesar USD 0,87 juta yang disertai dengan penyesuaian
untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar USD 0,86 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 0,02 juta terutama berasal
dari rugi sebelum pajak sebesar USD 1,08 juta yang disertai dengan penyesuaian
untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar USD 1,06 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 0,01 juta terutama berasal
dari rugi sebelum pajak sebesar USD 2,07 juta yang disertai dengan penyesuaian
untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar USD 2,06 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 0,01 juta terutama berasal
dari rugi sebelum pajak sebesar USD 3,16 juta yang disertai dengan penyesuaian
untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar USD 3,14 juta.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 6,27 juta dan USD 4,19 juta. Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2022, dan 2021, ARA tidak membukukan arus
kas bersih yang digunakan untuk/diperoleh dari aktivitas investasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 6,27 juta seluruhnya
berasal dari peningkatan investasi pada entitas asosiasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 4,19 juta seluruhnya
berasal dari peningkatan investasi pada entitas asosiasi.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 6,31 juta, dan USD 4,24 juta. Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2022, dan 2021, ARA tidak membukukan arus
kas bersih yang digunakan untuk/diperoleh dari aktivitas pendanaan.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 6,31 juta seluruhnya
berasal dari penerbitan saham.
40
Page 69
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 4,24 juta terutama berasal
dari penerbitan saham sebesar USD 6,40 juta yang disertai dengan pembayaran
uang muka pihak berelasi sebesar USD 2,15 juta.
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 9
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 42,53 43,63 728,78 26,65 29,99
Rasio Pengelolaan Aset
Ekuitas terhadap jumlah aset 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Rasio Profitabilitas
Imbal hasil aset -43,32% -3,29% -5,11% -13,18% -17,76%
Imbal hasil ekuitas -43,33% -3,29% -5,11% -13,18% -17,76%
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas ARA
terhadap jumlah aset ARA. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan ARA untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00;
dan 0,00; sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ARA dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan ARA dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
41
Page 70
VI.B. Analisis atas Common Size Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Berikut adalah analisis common size ARA untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar common size ARA adalah sebagai berikut:
Tabel 10
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 0,70% 0,53% 0,54% 0,49% 0,49%
Piutang dari entitas asosiasi 0,00% 0,00% 10,24% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 0,70% 0,53% 10,78% 0,49% 0,49%
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 99,30% 99,47% 89,22% 99,51% 99,51%
Jumlah Aset Tidak Lancar 99,30% 99,47% 89,22% 99,51% 99,51%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Akrual 0,02% 0,01% 0,01% 0,02% 0,02%
JUMLAH LIABILITAS 0,02% 0,01% 0,01% 0,02% 0,02%
EKUITAS
Modal saham 224,40% 156,57% 167,07% 182,96% 161,65%
Saldo rugi -124,41% -56,58% -67,08% -82,97% -61,67%
JUMLAH EKUITAS 99,98% 99,99% 99,99% 99,98% 99,98%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 11
Alfamart Retail Asia Pte Ltd
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan - - - - -
Rugi penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi (7.984) (855) (1.059) (2.059) (3.143)
Beban lain-lain (13) (14) (16) (10) (12)
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
Pendapatan komprehensif lainnya - - - - -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (7.997) (870) (1.075) (2.069) (3.155)
42
Page 71
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Retail
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan ATP, yaitu
Taiwan Family Mart Co. Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan PT Midi Utama
Indonesia Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar common size untuk Taiwan Family Mart Co. Ltd, PT Sumber Alfaria Trijaya
Tbk, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:
VI.C.1. Taiwan Family Mart Co. Ltd.
Tabel 12
Taiwan Family Mart Co.Ltd
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 8,80% 10,12% 8,59% 9,22% 10,71%
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba-rugi - neto 0,04% 0,03% 0,03% 0,06% 0,05%
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto 1,01% 1,10% 1,24% 0,75% 0,39%
Piutang:
Piutang wesel 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01%
Piutang usaha 2,09% 1,90% 2,22% 2,11% 2,14%
Piutang usaha - pihak berelasi 0,08% 0,09% 0,08% 0,06% 0,04%
Piutang sewa pembiayaan - neto 0,21% 0,21% 0,23% 0,24% 0,21%
Piutang lain-lain 1,59% 1,54% 1,53% 2,35% 1,54%
Piutang lain-lain - pihak berelasi 0,10% 0,46% 0,11% 0,06% 0,06%
Persediaan 8,64% 8,02% 9,59% 9,17% 9,23%
Uang muka 0,64% 0,63% 0,83% 0,69% 0,79%
Aset lancar lainnya 0,42% 0,31% 0,52% 0,39% 0,16%
Aset pajak kini 0,24% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 23,87% 24,41% 24,97% 25,10% 25,34%
ASET TIDAK LANCAR
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 0,08% 0,05% 0,05% 0,06% 0,12%
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi - neto 0,10% 0,11% 0,30% 0,66% 0,72%
Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas 0,53% 0,49% 0,57% 0,62% 0,51%
Aset tetap 29,62% 29,17% 28,64% 27,12% 25,45%
Aset hak guna 36,61% 37,14% 38,63% 39,36% 41,21%
Properti investasi - neto 2,13% 1,58% 1,70% 1,76% 2,34%
Aset tidak berwujud 2,03% 2,03% 1,91% 1,94% 1,34%
Aset pajak tangguhan 0,80% 0,89% 0,79% 0,76% 0,37%
Uang jaminan yang dapat dikembalikan 1,59% 1,56% 1,61% 1,66% 1,70%
Piutang sewa pembiayaan 0,41% 0,45% 0,51% 0,62% 0,55%
Aset tidak lancar lainnya 2,23% 2,12% 0,32% 0,33% 0,35%
Jumlah Aset Tidak Lancar 76,13% 75,59% 75,03% 74,90% 74,66%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
43
Page 72
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 2,42% 2,43% 3,13% 3,64% 5,09%
Liabilitas kontrak - bagian jangka pendek 4,63% 4,28% 4,51% 4,40% 3,27%
Utang wesel 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,08%
Utang usaha 16,61% 15,55% 15,11% 14,85% 14,23%
Utang usaha kepada pihak berelasi 1,57% 1,66% 1,60% 1,25% 1,33%
Utang lain-lain 8,30% 8,16% 8,12% 8,63% 8,07%
Liabilitas pajak penghasilan kini 0,08% 0,62% 0,22% 0,21% 0,18%
Liabilitas sewa - bagian jangka pendek 7,78% 7,64% 7,76% 7,68% 8,16%
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang 2,07% 1,35% 1,24% 0,84% 0,27%
Liabilitas jangka pendek lainnya 6,19% 7,26% 8,54% 8,59% 9,59%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 49,68% 48,99% 50,25% 50,13% 50,27%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang 2,49% 1,20% 1,21% 1,20% 0,07%
Liabilitas pajak tangguhan 0,41% 0,42% 0,46% 0,46% 0,01%
Liabilitas sewa - bagian jangka panjang 30,69% 31,31% 32,75% 33,62% 34,86%
Liabilitas jangka panjang lainnya 3,64% 3,60% 3,91% 3,94% 4,46%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 37,24% 36,54% 38,34% 39,22% 39,39%
JUMLAH LIABILITAS 86,92% 85,53% 88,58% 89,35% 89,65%
EKUITAS
Modal saham 2,75% 2,80% 2,96% 3,02% 3,30%
Tambahan modal disetor - neto 0,44% 0,44% 0,33% 0,06% 0,07%
Komponen ekuitas lainnya -0,14% -0,14% -0,23% -0,16% -0,31%
Saldo laba 8,51% 9,73% 6,88% 6,81% 6,31%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas 11,56% 12,83% 9,94% 9,73% 9,38%
induk
Kepentingan non-pengendali 1,52% 1,64% 1,47% 0,93% 0,97%
JUMLAH EKUITAS 24,64% 27,30% 21,36% 20,38% 19,72%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 13
Taiwan Family Mart Co.Ltd
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 63,61% 63,48% 63,50% 63,73% 63,89%
Laba kotor 36,39% 36,52% 36,50% 36,27% 36,11%
Beban penjualan -31,91% -31,78% -31,79% -32,01% -31,97%
Beban umum dan administrasi -2,80% -2,78% -2,69% -2,40% -2,15%
Penghasilan bunga 0,15% 0,11% 0,09% 0,05% 0,05%
Penghasilan lain-lain 0,39% 0,39% 0,30% 0,39% 0,42%
Keuntungan (kerugian) lain-lain 0,11% 2,45% -0,09% 0,38% -0,07%
Bagian laba (rugi) dari entitas asosiasi dan ventura bersama 0,07% 0,01% -0,02% 0,05% 0,03%
Beban keuangan -0,35% -0,32% -0,33% -0,33% -0,29%
Laba sebelum pajak penghasilan 2,07% 4,60% 1,97% 2,40% 2,13%
Beban pajak penghasilan -0,44% -0,85% -0,27% -0,31% -0,44%
Laba tahun berjalan 1,63% 3,75% 1,70% 2,09% 1,69%
Penghasilan komprehensif lain 0,04% 0,07% -0,05% 0,08% 0,09%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 1,67% 3,81% 1,65% 2,17% 1,78%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1,58% 3,69% 1,57% 2,11% 1,70%
Kepentingan non-pengendali 0,09% 0,13% 0,08% 0,06% 0,08%
44
Page 73
VI.C.2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Tabel 14
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 10,99% 12,49% 11,90% 12,42% 11,95%
Pihak berelasi
Pihak ketiga 0,03% 0,01% 0,00% 0,00% 0,01%
Piutang lain-lain - neto 7,52% 7,72% 7,50% 7,03% 6,43%
Pihak berelasi 0,16% 0,11% 0,00% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 0,57% 0,49% 0,70% 1,06% 0,97%
Persediaan - neto 31,35% 30,35% 29,47% 29,69% 31,99%
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto 0,20% 0,29% 0,31% 0,13% 0,01%
Aset lancar lainnya 0,66% 0,84% 0,70% 0,61% 0,57%
Deposito berjangka 0,00% 0,13% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 51,47% 52,43% 50,59% 50,95% 51,92%
ASET TIDAK LANCAR
Investasi 3,47% 2,01% 2,24% 2,55% 1,29%
Aset tetap - neto 22,90% 23,20% 23,51% 23,43% 23,61%
Aset hak guna - neto 19,92% 20,08% 21,13% 20,50% 20,43%
Uang muka pembelian aset tetap 0,33% 0,63% 0,81% 0,53% 0,46%
Aset pajak tangguhan - neto 0,66% 0,41% 0,37% 0,54% 0,51%
Aset tidak lancar lainnya 1,22% 1,22% 1,33% 1,51% 1,78%
Taksiran pengembalian pajak 0,01% 0,02% 0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah aset tidak lancar 48,53% 47,57% 49,41% 49,05% 48,08%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
45
Page 74
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,71% 0,75% 0,34% 0,48% 0,45%
Pihak ketiga 33,25% 33,67% 31,73% 33,63% 35,19%
Utang lain-lain
Pihak berelasi 0,06% 0,04% 0,02% 0,02% 0,01%
Pihak ketiga 6,39% 7,68% 9,24% 9,79% 11,66%
Utang pajak 0,75% 0,82% 1,21% 1,64% 0,96%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1,32% 1,15% 1,15% 1,53% 1,53%
Beban akrual 2,70% 2,75% 2,20% 2,44% 2,03%
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun :
Liabilitas sewa 2,43% 2,52% 3,48% 3,51% 3,05%
Liabilitas kontrak 0,56% 0,81% 0,86% 0,91% 0,41%
Utang bank 0,09% 0,00% 0,00% 1,15% 1,70%
Utang pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang bank jangka pendek 0,00% 0,00% 0,18% 1,45% 2,85%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 48,27% 50,18% 50,41% 56,56% 59,83%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 2,15% 2,31% 1,77% 1,34% 1,39%
Liabilitas kontrak 0,17% 0,18% 0,19% 0,22% 0,22%
Utang bank 1,70% 0,00% 0,00% 2,49% 2,22%
Utang pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan 2,19% 1,72% 1,78% 2,09% 1,90%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,21% 4,21% 3,73% 6,14% 5,72%
JUMLAH LIABILITAS 54,48% 54,39% 54,14% 62,69% 65,55%
EKUITAS
Modal saham 0,98% 1,07% 1,21% 1,35% 1,52%
Tambahan modal disetor - neto 5,89% 6,39% 7,24% 8,07% 9,06%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 0,75% 0,83% 0,93% -1,63% -1,84%
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan - neto 0,13% 0,11% 0,08% 0,09% 0,02%
Penghasilan komprehensif lainnya -0,25% 0,01% 0,21% 0,15% 0,54%
Saldo laba 35,49% 33,81% 32,58% 28,47% 24,40%
Saham treasuri -0,66% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total ekuitas pemegang saham 42,32% 42,21% 42,26% 36,50% 33,70%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 3,20% 3,40% 3,60% 0,81% 0,75%
JUMLAH EKUITAS 45,52% 45,61% 45,86% 37,31% 34,45%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
46
Page 75
Tabel 15
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok penjualan 78,10% 78,55% 78,43% 79,34% 79,30%
Laba bruto 21,90% 21,45% 21,57% 20,66% 20,70%
Beban penjualan dan distribusi -17,33% -17,09% -16,73% -16,02% -16,74%
Beban umum dan administrasi -1,92% -1,84% -1,77% -1,75% -1,82%
Pendapatan lainnya 1,05% 1,03% 1,15% 1,08% 1,21%
Beban lainnya -0,10% -0,11% -0,08% -0,08% -0,08%
Laba usaha 3,60% 3,45% 4,14% 3,89% 3,28%
Pendapatan keuangan 0,12% 0,09% 0,07% 0,04% 0,07%
Biaya keuangan -0,11% -0,11% -0,15% -0,19% -0,38%
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi -0,11% 0,01% -0,01% -0,01% -0,04%
Selisih amortisasi penghasilan ditangguhkan dengan biaya
keuangan dari pinjaman 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,03%
Kerugian yang timbul dari kehilangan pengendalia
entitas anak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,03%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan 3,50% 3,44% 4,05% 3,73% 2,88%
Beban pajak final -0,04% -0,05% -0,05% -0,05% -0,05%
Laba sebelum pajak penghasilan badan 3,46% 3,39% 4,00% 3,68% 2,82%
Beban pajak penghasilan - neto -0,65% -0,67% -0,75% -0,68% -0,51%
Laba tahun berjalan 2,81% 2,72% 3,26% 3,00% 2,31%
Penghasilan komprehensif lainnya -0,08% -0,05% 0,03% -0,08% 0,00%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2,73% 2,68% 3,28% 2,92% 2,31%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2,69% 2,66% 3,18% 2,95% 2,27%
Kepentingan non-pengendali 0,12% 0,06% 0,08% 0,05% 0,04%
VI.C.3. PT Midi Utama Indonesia Tbk
Tabel 16
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 6,31% 4,33% 4,20% 6,04% 3,85%
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,06% 0,14% 0,30% 0,05% 0,04%
Pihak ketiga 3,79% 4,53% 4,91% 5,28% 6,49%
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,04% 0,00% 0,02%
Pihak ketiga 0,32% 0,40% 0,27% 0,45% 0,39%
Persediaan - neto 33,01% 30,93% 29,92% 29,07% 28,62%
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto 0,57% 0,71% 0,75% 0,16% 0,00%
Aset lancar lainnya 0,43% 0,48% 0,52% 0,57% 0,66%
Jumlah Aset Lancar 44,50% 41,52% 40,91% 41,62% 40,06%
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - neto 1,04% 1,02% 1,02% 1,20% 1,14%
Aset tetap - neto 32,74% 32,29% 31,62% 31,13% 31,18%
Uang muka pembelian aset tetap 0,88% 1,58% 1,67% 1,21% 0,69%
Aset hak guna - neto 19,83% 22,40% 23,60% 23,60% 25,17%
Aset tidak lancar lainnya 1,02% 1,11% 1,14% 1,24% 1,75%
Taksiran tagihan pajak penghasilan 0,00% 0,08% 0,04% 0,00% 0,00%
Jumlah aset tidak lancar 55,50% 58,48% 59,09% 58,38% 59,94%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
47
Page 76
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,42% 0,43% 0,26% 0,25% 0,20%
Pihak ketiga 27,03% 26,39% 26,07% 24,45% 24,04%
Utang lain-lain
Pihak berelasi 0,17% 0,11% 0,08% 0,19% 0,07%
Pihak ketiga 10,50% 10,70% 9,84% 9,59% 9,61%
Utang pajak 0,64% 0,77% 0,79% 1,15% 0,60%
Liabilitas imbalan kerja 0,91% 0,91% 0,86% 0,89% 0,71%
Beban akrual 2,22% 1,89% 1,48% 1,47% 1,11%
Utang bank jangka pendek 0,00% 0,00% 0,81% 6,46% 12,31%
Bagian liablitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 1,20% 2,64% 2,33% 2,17% 1,57%
Liabilitas kontrak 0,52% 0,38% 0,68% 2,80% 0,77%
Utang bank jangka panjang 0,00% 0,00% 0,00% 5,12% 7,34%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43,61% 44,24% 43,19% 54,55% 58,33%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 1,61% 1,56% 1,45% 1,48% 1,40%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 4,94% 4,96% 5,03% 4,00% 4,21%
Liabilitas kontrak 0,09% 0,10% 0,08% 0,11% 0,13%
Utang bank jangka panjang 0,00% 0,00% 0,00% 11,09% 9,58%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,64% 6,62% 6,56% 16,68% 15,32%
JUMLAH LIABILITAS 50,25% 50,86% 49,75% 71,23% 73,65%
EKUITAS
Modal saham 3,66% 3,83% 4,29% 4,17% 4,55%
Tambahan modal disetor - neto 12,43% 14,44% 16,19% 1,07% 1,17%
Penghasilan komprehensif lain - neto 0,34% 0,44% 0,52% 0,49% 0,50%
Saldo laba 32,03% 27,22% 25,51% 23,02% 20,12%
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 1,29% 1,35% 1,52% 0,00% 0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 49,75% 47,28% 48,03% 28,76% 26,34%
Kepentingan non-pengendali 0,00% 1,85% 2,22% 0,01% 0,01%
JUMLAH EKUITAS 49,75% 49,14% 50,25% 28,77% 26,35%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
48
Page 77
Tabel 17
PT Midi Utama Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 73,86% 73,69% 74,02% 74,70% 74,81%
Laba bruto 26,14% 26,31% 25,98% 25,30% 25,19%
Beban penjualan dan distribusi -20,27% -21,27% -21,15% -20,21% -21,11%
Beban umum dan administrasi -2,17% -2,45% -2,39% -2,19% -2,09%
Penghasilan lainnya 1,12% 1,15% 1,93% 1,26% 1,67%
Beban lainnya -0,13% -0,13% -0,10% -0,07% -0,08%
Laba usaha 4,69% 3,62% 4,28% 4,08% 3,58%
Penghasilan keuangan 0,06% 0,02% 0,03% 0,03% 0,01%
Biaya keuangan -0,20% -0,27% -0,58% -0,87% -1,15%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan 4,55% 3,37% 3,73% 3,24% 2,44%
Beban pajak final -0,06% -0,06% -0,06% -0,07% -0,08%
Laba sebelum pajak penghasilan badan 4,49% 3,31% 3,67% 3,17% 2,37%
Beban pajak penghasilan - neto -0,75% -0,92% -0,69% -0,61% -0,38%
Laba tahun berjalan 3,74% 2,39% 2,98% 2,55% 1,99%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain -0,04% -0,01% 0,04% 0,02% 0,03%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 3,70% 2,38% 3,01% 2,57% 2,01%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 3,84% 2,75% 2,98% 2,55% 1,99%
Kepentingan non-pengendali -0,10% -0,36% 0,00% 0,00% 0,00%
49
Page 78
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya melalui ATP dan DCPM, ARA tidak
terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap
ARA adalah sebagai berikut:
VII.A. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko wajar nilai arus kas masa depan suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Harga pasar
mengandung dua tipe risiko, risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata
uang asing.
VII.B. Risiko Uang Asing
Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan akan
berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. ARA memiliki
risiko perubahan mata uang asing yang signifikan karena sebagian besar transaksi
dilakukan dengan mata uang PHP.
VII.C. Risiko Kegagalan atau Keterlambatan dalam Pengembangan Jaringan Gerai
Risiko ini disebabkan karena tidak diperolehnya izin usaha dan izin membangun,
tidak didapatnya lokasi yang cocok, keterlambatan konstruksi bangunan yang
mengakibatkan keterlambatan pembukaan gerai atau beroperasinya gudang, tidak
tersedianya dana yang cukup dan sumber daya manusia yang memadai sesuai
standart, semuanya dapat mempengaruhi kinerja operasional dan kinerja
keuangan ATP.
VII.D. Risiko Keuangan
ATP dan DCPM mengandalkan kredit usaha dari pemasok, fasilitas kredit dari
bank dan kas internal untuk membiayai kegiatan operasional ATP dan DCPM.
Perubahan jangka waktu utang dan berkurangnya likuiditas perbankan dapat
berdampak pada tidak tersedianya dana yang cukup untuk pengembangan usaha
dan beban bunga yang tinggi, sehingga dapat berpengaruh terhadap ATP dan
DCPM.
VII.E. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan usaha yang semakin ketat dengan hadirnya perusahaan-perusahaan
baru dan lokal dengan menggandeng retail convenience store lainnya dapat
mempengaruhi pendapatan ATP dan DCPM. Apabila ATP dan DCPM tidak dapat
mempertahankan dan mengembangkan brand awareness dari perusahaan
lainnya, tidak dapat menyediakan produk yang sesuai dengan segmen konsumne
yang dituju secara positif dapat berakibat pada penurunan kinerja operasional ATP
dan DCPM.
50
Page 79
VII.F. Risiko Kebijakan Pemerintah
Perubahan peraturan pemerintah khususnya di bidang perdagangan, waralaba
dan peraturan-peraturan lainnya yang terkait dapat mengakibatkan tidak dapat
dibukanya gerai baru dan semakin ketatnya persaingan usaha karena masuknya
investor asing yang mempunyai kemampuan permodalan yang lebih besar,
sehingga dapat berpengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap
pendapatan ATP dan DCPM. Dengan adanya regulasi baru yang berdampak
terhadap perkembangan bisnis ritel lokal khususnya dan pertumbuhan
perekonomian Filipina pada umumnya yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja
keuangan ATP dan DCPM.
51
Page 80
VIII. METODE PENILAIAN
VIII.A. Metode-Metode Penilaian
VIII.A.1. Metode Penyesuaian Aset Bersih
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
(asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
VIII.A.2. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
52
Page 81
VIII.A.3. Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pendapatan (income based approach).
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
(discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
diskonto (discount rate) yang tepat.
Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
(corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
VIII.B. Metode Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif ATP, pengkajian
atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki ATP.
Prospek ATP di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
53
Page 82
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan
metode ini, operasi ATP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATP dan DCPM.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan ARA. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
VIII.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa ARA adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
54
Page 83
VIII.D. Aplikasi Diskon dan Premi
Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).
VIII.E. Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
operasi ARA.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari ARA.
3. Melakukan penelaahan atas data operasional ARA.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan ARA dan ATP yang telah
disiapkan oleh pihak manajemen ARA dan ATP.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
tersebut.
6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan, metode penyesuaian aset
bersih dengan pendekatan aset, metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
dengan pendekatan aset, dan metode pembanding perusahaan tercatat di
bursa efek dengan pendekatan pasar.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan ARA
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ARA. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001
tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
55
Page 84
IX. PENILAIAN
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas, metode
penyesuaian aset bersih, dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
efek. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan nilai pasar dengan
metode penyesuaian aset bersih, baru kemudian dilanjutkan dengan metode
metode diskonto arus kas, dan pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
IX.A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities)
Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.
Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
“suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
penilaian”.
Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
dibatasi pengendaliannya.
Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
dengan:
• Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
• Memilih pengurus inti perusahaan.
• Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
• Menentukan kebijakan investasi.
• Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
• Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
• Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
56
Page 85
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.
Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.
Untuk penilaian atas ARA, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025 yang didasarkan pada proyeksi laporan
keuangan ARA yang disusun oleh manajemen ARA, maka diperkirakan telah
dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan
sebagai berikut:
• Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
• ARA merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia.
IX.B. Nilai Pasar Objek Penilaian
IX.B.1. Nilai Pasar 100,00% Saham ARA Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 100,00% saham ARA adalah metode penyesuaian aset
bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas asosiasi yang dihitung menggunakan metode diskonto arus
kas, metode penyesuaian aset bersih, dan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek sebesar USD 61,45 juta.
Apabila indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas asosiasi tersebut
direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset ARA adalah
sebesar PHP 61,58 juta, sedangkan jumlah liabilitas ARA adalah tetap, yaitu
sebesar USD 3,02 ribu.
57
Page 86
Indikasi nilai pasar 100,00% saham ARA kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal
31 Desember 2025, indikasi nilai pasar 100,00% saham ARA sebelum diskon
likuiditas pasar adalah sebesar USD 61,58 juta. Dengan diskon likuiditas pasar
sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham ARA adalah sebesar
USD 36,95 juta. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham ARA berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar USD 36,95 juta.
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham ARA dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 18
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/20 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 128 - 128
Jumlah Aset Lancar 128 - 128
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 18.330 43.125 61.454
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.330 43.125 61.454
JUMLAH ASET 18.458 43.125 61.583
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Akrual 3 - 3
JUMLAH LIABILITAS 3 - 3
EKUITAS 18.455 43.125 61.580
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 18.458 43.125 61.583
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
diskon likuiditas pasar 61.580
Diskon likuiditas pasar (40,00%) (24.632)
Nilai pasar 100,00% saham 36.948
58
Page 87
IX.C. Alfamart Trading Philippines Inc.
IX.C.1 Metode Diskonto Arus Kas
IX.C.1.a. Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian ATP yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen ATP. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja ATP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
saran yang relevan diberikan oleh manajemen ATP sehubungan dengan
perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja ATP yang dinilai.
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas ATP.
IX.C.1.a.1) Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas ATP, industri,
atau negara di mana ATP beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat memengaruhi kinerja ATP selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
ATP atau pada sumber utama penghasilan ATP selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen ATP.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
memengaruhi kegiatan usaha ATP.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada ATP.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
sekarang ini dan yang diproyeksikan.
59
Page 88
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh ATP atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen ATP mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun 2026 sampai dengan 2035.
IX.C.1.a.2) Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
1. Proyeksi Penjualan Bersih
Penjualan bersih dalam penilaian ini terutama terdiri dari penjualan makanan
dan non-makanan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi penjualan bersih ATP untuk tahun
2026 – 2035.
Grafik 6
Alfamart Trading Philippines Inc.
Proyeksi Penjualan Bersih Tahun 2026 – 2035
(Dalam jutaan PHP)
Penjualan Bersih
120.000
100.000
80.000
60.000
40.000
20.000
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
60
Page 89
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan ATP terutama terdiri dari pembelian persediaan.
Beban pokok penjualan untuk tahun 2026 – 2035 diproyeksikan sebesar 74%
dari penjualan bersih.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan ATP untuk tahun
2026 – 2035.
Grafik 7
Alfamart Trading Philippines Inc.
Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2026 – 2035
(Dalam jutaan PHP)
Beban Pokok Penjualan
90.000
80.000
70.000
60.000
50.000
40.000
30.000
20.000
10.000
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
3. Beban Usaha
Beban usaha ATP terutama terdiri dari beban karyawan dan tenaga kerja.
Beban usaha untuk tahun 2026 – 2035 diproyeksikan berkisar antara
25% – 27% dari penjualan bersih.
4. Pajak
Mengingat ATP adalah perusahaan yang berdomisili di Filipina, maka tarif
pajak yang diberlakukan atas ATP adalah berdasarkan laba kotor dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan tarif
pajak final yang berlaku umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar
25,00% dan 2,00% untuk tahun 2026 – 2035, mana yang lebih tinggi.
61
Page 90
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif ATP
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
adalah sebagai berikut:
Tabel 19
Alfamart Trading Philippines Inc
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penjualan bersih 40.018.271 45.450.960 51.326.872 57.676.747 64.533.293
Beban pokok penjualan 29.637.659 33.547.498 37.781.873 42.456.037 47.503.163
Laba (rugi) kotor 10.380.612 11.903.462 13.544.998 15.220.710 17.030.131
Beban usaha 10.705.288 12.224.116 13.851.578 15.494.412 17.066.856
Laba usaha (324.676) (320.654) (306.580) (273.702) (36.725)
Beban lain-lain (934.842) (1.009.122) (1.087.264) (1.169.430) (1.255.793)
Rugi bersih sebelum pajak (1.259.518) (1.329.777) (1.393.844) (1.443.132) (1.292.518)
Beban pajak penghasilan (207.612) (238.069) (270.900) (304.414) (340.603)
Rugi bersih tahun berjalan (1.467.130) (1.567.846) (1.664.744) (1.747.546) (1.633.121)
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penjualan bersih 71.931.302 79.907.779 88.502.075 97.756.031 107.714.127
Beban pokok penjualan 52.948.860 58.820.370 65.146.658 71.958.525 79.288.711
Laba (rugi) kotor 18.982.442 21.087.409 23.355.416 25.797.506 28.425.416
Beban usaha 18.895.344 20.785.949 22.379.489 24.704.149 26.899.545
Laba usaha 87.098 301.460 975.928 1.093.356 1.525.871
Beban lain-lain (1.346.531) (1.441.827) (1.541.875) (1.646.872) (1.757.027)
Rugi bersih sebelum pajak (1.259.433) (1.140.368) (565.947) (553.516) (231.156)
Beban pajak penghasilan (379.649) (421.748) (467.108) (515.950) (568.508)
Rugi bersih tahun berjalan (1.639.082) (1.562.116) (1.033.055) (1.069.466) (799.665)
6. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
7. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 11 hari selama periode
proyeksi.
8. Persediaan
Perputaran persediaan diasumsikan sekitar 60 hari selama periode proyeksi.
62
Page 91
9. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 65 hari selama periode proyeksi.
10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan ATP pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 20
Alfamart Trading Philippines Inc
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.211.070 1.397.235 1.758.455 1.955.314 2.698.414
Piutang usaha 506.959 670.684 847.766 1.039.131 1.245.766
Piutang lain-lain 63.369 63.369 63.369 63.369 63.369
Persediaan 4.939.610 5.591.250 6.296.979 7.076.006 7.917.194
Pajak dibayar di muka dan aset lain-lain 617.218 617.218 617.218 617.218 617.218
Jumlah Aset Lancar 7.338.227 8.339.756 9.583.787 10.751.039 12.541.961
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 6.600.166 5.958.116 5.169.783 4.681.375 3.976.385
Aset hak guna 7.722.295 7.581.225 7.278.538 6.809.385 6.168.772
Aset takberwujud 18.650 12.451 6.252 52 -
Uang jaminan 416.150 416.150 416.150 416.150 416.150
Aset pajak tangguhan 314.696 314.696 314.696 314.696 314.696
Aset tidak lancar lainnya 1.122.326 1.122.326 1.122.326 1.122.326 1.122.326
Jumlah Aset Tidak Lancar 16.194.283 15.404.963 14.307.744 13.343.984 11.998.329
JUMLAH ASET 23.532.509 23.744.719 23.891.531 24.095.023 24.540.290
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3.239.084 4.437.196 5.438.975 6.687.079 8.205.676
Piutang usaha 1.468.720 1.709.106 1.968.112 2.246.997 2.547.104
Piutang lain-lain 63.369 63.369 63.369 63.369 63.369
Persediaan 8.824.810 9.803.395 10.857.776 11.993.087 13.214.785
Pajak dibayar di muka dan aset lain-lain 617.218 617.218 617.218 617.218 617.218
Jumlah Aset Lancar 14.213.201 16.630.284 18.945.451 21.607.751 24.648.152
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 3.716.731 3.151.351 3.598.572 4.063.420 4.543.735
Aset hak guna 6.388.565 6.428.673 6.283.708 5.948.117 5.714.267
Aset takberwujud - - - - -
Uang jaminan 416.150 416.150 416.150 416.150 416.150
Aset pajak tangguhan 314.696 314.696 314.696 314.696 314.696
Aset tidak lancar lainnya 1.122.326 1.122.326 1.122.326 1.122.326 1.122.326
Jumlah Aset Tidak Lancar 11.958.467 11.433.196 11.735.452 11.864.709 12.111.175
JUMLAH ASET 26.171.668 28.063.480 30.680.903 33.472.460 36.759.327
63
Page 92
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 5.380.426 6.174.844 6.949.150 7.806.331 8.728.841
Utang lain-lain 732.974 732.974 732.974 732.974 732.974
Akrual 846.929 846.929 846.929 846.929 846.929
Uang muka 12.746 12.746 12.746 12.746 12.746
Liabilitas sewa 598.337 598.337 598.337 598.337 598.337
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 7.571.413 8.365.831 9.140.138 9.997.318 10.919.828
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 8.498.659 8.704.035 8.860.150 8.963.863 9.011.891
Pinjaman jangka panjang 5.731.998 5.731.998 5.731.998 5.731.998 5.731.998
Liabilitas imbalan kerja 809.127 1.589.389 2.470.523 3.460.667 4.568.518
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 15.039.784 16.025.422 17.062.671 18.156.529 19.312.407
JUMLAH LIABILITAS 22.611.197 24.391.253 26.202.809 28.153.847 30.232.235
EKUITAS
Modal saham 5.450.000 5.450.000 5.450.000 5.450.000 5.450.000
Saldo laba (rugi) (4.517.077) (6.084.923) (7.749.667) (9.497.213) (11.130.333)
Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti (11.611) (11.611) (11.611) (11.611) (11.611)
JUMLAH EKUITAS 921.312 (646.534) (2.311.278) (4.058.824) (5.691.945)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 23.532.509 23.744.719 23.891.531 24.095.023 24.540.290
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 9.724.086 10.797.034 11.952.966 13.197.498 14.536.602
Utang lain-lain 732.974 732.974 732.974 732.974 732.974
Akrual 846.929 846.929 846.929 846.929 846.929
Uang muka 12.746 12.746 12.746 12.746 12.746
Liabilitas sewa 598.337 598.337 598.337 598.337 598.337
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 11.915.073 12.988.021 14.143.953 15.388.485 16.727.589
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 10.052.252 11.061.446 12.036.666 12.974.967 13.873.253
Pinjaman jangka panjang 5.731.998 5.731.998 5.731.998 5.731.998 5.731.998
Liabilitas imbalan kerja 5.803.371 7.175.158 8.694.484 10.372.674 12.221.815
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 21.587.622 23.968.602 26.463.149 29.079.638 31.827.067
JUMLAH LIABILITAS 33.502.695 36.956.623 40.607.101 44.468.124 48.554.655
EKUITAS
Modal saham 5.450.000 5.450.000 5.450.000 5.450.000 5.450.000
Saldo laba (rugi) (12.769.415) (14.331.531) (15.364.587) (16.434.053) (17.233.717)
Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti (11.611) (11.611) (11.611) (11.611) (11.611)
JUMLAH EKUITAS (7.331.027) (8.893.143) (9.926.198) (10.995.664) (11.795.329)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 26.171.668 28.063.480 30.680.903 33.472.460 36.759.327
IX.C.1.b. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
(perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2026 sampai tahun 2035
sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2036 dianggap sebagai
awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
tahun 2036 atau periode kekal diasumsikan sebesar 2,00%.
Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2036
dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2035.
64
Page 93
IX.C.1.c. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 21
Alfamart Trading Philippines Inc
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penerimaan kas dari pelanggan 39.825.229 45.287.235 51.149.790 57.485.382 64.326.658
Pembayaran kas kepada pemasok (30.038.580) (33.404.720) (37.713.297) (42.377.884) (47.421.840)
Pembayaran beban usaha (9.117.937) (10.340.481) (11.661.206) (13.086.929) (14.624.909)
Pembayaran beban pajak penghasilan (207.612) (238.069) (270.900) (304.414) (340.603)
Penambahan aset tetap (820.935) (845.563) (870.930) (1.247.057) (923.969)
Arus kas bersih (359.834) 458.402 633.457 469.097 1.015.338
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penerimaan kas dari pelanggan 71.708.349 79.667.392 88.243.069 97.477.145 107.414.021
Pembayaran kas kepada pemasok (52.861.232) (58.726.007) (65.045.108) (71.849.303) (79.171.306)
Pembayaran beban usaha (16.282.873) (18.069.048) (19.992.189) (22.061.615) (24.287.238)
Pembayaran beban pajak penghasilan (379.649) (421.748) (467.108) (515.950) (568.508)
Penambahan aset tetap (1.371.688) (980.239) (1.464.646) (1.529.935) (1.596.134)
Arus kas bersih 812.908 1.470.350 1.274.017 1.520.341 1.790.835
65
Page 94
IX.C.1.d. Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
IX.C.1.d.1) Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang PHP dengan jangka waktu 24 tahun dengan tingkat
yield rata-rata sebesar 8,69% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
66
Page 95
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2025
sebesar 0,79 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB ATP tersebut
dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 37,79% untuk memperoleh beta
ATP. Tarif pajak yang digunakan untuk ATP sesuai dengan tarif pajak dan tarif
pajak final yang berlaku umum di Filipina, yaitu masing-masing sebesar 25,00%
dan 2,00% untuk tahun 2026 – 2035, mana yang lebih tinggi. Dengan demikian,
maka diperoleh beta ATP sebesar 1,09 untuk tahun 2026 – 2035 dengan rincian
perhitungan sebagai berikut:
βL = 0,79 x (1 + (1 – 0,00%) x 37,79%) = 1,09
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas ATP sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke = 6,39% + 1,09 x 6,69% – 1,62% = 12,06%
67
Page 96
IX.C.1.d.2) Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas ATP dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang PHP yang diambil suku bunga pinjaman Filipina untuk
bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bangko Sentral ng Pilipinas
sebesar 7,98%.
IX.C.1.d.3) Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 72,51%, dan bobot utang sebesar 27,43%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk ATP sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
0,00% untuk tahun 2026 - 2035, maka weighted average cost of capital (WACC)
adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
WACC = (12,00% x 72,57%) + (7,98% x [1 – 0,00%] x 27,43%) = 10,94%
IX.C.1.e. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar ATP
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi ATP
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah
sebagai berikut:
Tabel 22
Alfamart Trading Philippines Inc
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Arus kas bersih (359.834) 458.402 633.457 469.097 1.015.338
Faktor diskonto 0,9494 0,8558 0,7714 0,6953 0,6267
Nilai kini arus kas bersih (341.627) 392.301 488.649 326.163 636.312
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Arus kas bersih 812.908 1.470.350 1.274.017 1.520.341 1.790.835
Faktor diskonto 0,5649 0,5092 0,4590 0,4137 0,3729
Nilai kini arus kas bersih 459.212 748.702 584.774 628.965 667.802
Jumlah nilai kini arus kas bersih 4.591.253
Nilai kekal 7.621.213
Indikasi nilai kini operasi 12.212.466
68
Page 97
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar PHP 12.212,47 juta untuk
tingkat diskonto sebesar 10,94% untuk tahun 2026 – 2035. Nilai tersebut
merupakan indikasi nilai ATP dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus
kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar ATP.
Pada tanggal 31 Desember 2025, ATP memiliki aset non-operasi berupa kas dan
setara kas sebesar PHP 1.843,14 juta. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi
yang dapat ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah
sebesar PHP 1.843,14 juta.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2025, ATP memiliki liabilitas jangka
panjang, yaitu pinjaman jangka panjang sebesar PHP 5.732,00 juta. Dengan
demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar PHP 5.732,00 juta.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi ATP dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 8.323,61 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 35,00% saham ATP berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar PHP 2.913,26 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 35,00% saham ATP dengan
menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 23
Alfamart Trading Philippines Inc
Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi 12.212.466
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan setara kas 1.843.142
Pinjaman jangka panjang (5.731.998)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 8.323.610
Indikasi nilai pasar 35,00% saham 2.913.263
69
Page 98
IX.C.1.f. Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Diskonto Arus
Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 8.323,61 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 35,00% saham ATP berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar PHP 2.913,26 juta.
IX.C.2. Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham ATP Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 35,00% saham ATP adalah metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 24
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
Alfamart Trading Philippines Inc makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
CP Axtra Public Company Limited makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT DFI Retail Nusantara Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
CP ALL Public Company Limited makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
MerryMart Consumer Corp. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Supra Boga Lestari Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Midi Utama Indonesia Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
70
Page 99
Tabel 25
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan Sejenis
Keterangan DER
Pendapatan Laba Bersih (√ / -)
Alfamart Trading Philippines Inc 19,14% -2738,53% 917,41%
CP Axtra Public Company Limited 1,69% -11,57% 91,98% √
PT DFI Retail Nusantara Tbk 6,68% -2970,83% 166,78% √
CP ALL Public Company Limited 3,48% 8,01% 196,44% –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 4,70% -54,42% 664,53% √
MerryMart Consumer Corp. -5,25% 2,94% 229,26% –
PT Supra Boga Lestari Tbk 1,41% -302,14% 343,58% √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 3,79% 62,43% 101,01% –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 7,20% 10,52% 119,67% –
Tabel 26
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin Sejenis
Keterangan ROA ROE
EBIT EAT (√ / -)
Alfamart Trading Philippines Inc -2,52% -1,89% -5,48% -55,71%
CP Axtra Public Company Limited 3,43% 1,93% 1,62% 3,10% √
PT DFI Retail Nusantara Tbk 1,77% 1,59% 3,62% 9,67% √
CP ALL Public Company Limited 5,17% 3,05% 3,24% 9,61% –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 1,82% 2,69% 2,21% 16,87% –
MerryMart Consumer Corp. 0,99% 0,38% 0,20% 0,64% √
PT Supra Boga Lestari Tbk -1,40% -0,46% -4,59% -20,34% √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 4,15% 3,07% 8,46% 17,01% –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 3,52% 2,77% 8,36% 18,36% –
Tabel 27
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
Sejenis Sejenis
Keterangan Total Aset Pangsa Pasar
(√ / -) (√ / -)
Alfamart Trading Philippines Inc 24.300.302.291 9.270.295.965
CP Axtra Public Company Limited 1.079.039.012.759 – 306.334.394.140 –
PT DFI Retail Nusantara Tbk 15.516.703.778 √ 6.308.276.041 √
CP ALL Public Company Limited 1.838.994.030.462 – 731.180.713.354 –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 152.638.577.194 – 80.447.189.113 –
MerryMart Consumer Corp. 14.540.114.730 √ 3.037.974.684 √
PT Supra Boga Lestari Tbk 4.126.513.204 √ 4.964.885.377 √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 32.014.356.097 √ 45.725.484.254 √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 149.308.673.621 – 286.568.676.392 –
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali P/S (price/sales) sebesar 0,41 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 28
Alfamart Trading Philippines Inc
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
(Dalam jutaan Rupiah)
Kapitalisasi
Perusahaan Penjualan P/S
Pasar
CP Axtra Public Company Limited (Dalam ribuan THB) 163.714.290 520.706.351 0,31
PT DFI Retail Nusantara Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 1.798.963 4.847.655 0,37
CP ALL Public Company Limited (Dalam ribuan THB) 390.764.909 1.022.142.846 0,38
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD) 42.858.240 110.042.154 0,39
MerryMart Consumer Corp. (Dalam ribuan PHP) 3.037.975 7.151.521 0,42
PT Supra Boga Lestari Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 1.415.861 2.914.546 0,49
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 13.039.765 20.642.155 0,63
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 81.722.222 126.737.251 0,64
Median 0,41
71
Page 100
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 30,00%.
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio ekuitas. Berdasarkan POJK
35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan rasio
ekuitas (equity multiple) maka dapat mempergunakan rasio price to earnings ratio
(rasio P/E), price to sales (rasio P/S), dan/atau price to book value ratio (rasio
P/BV). Sesuai dengan kegiatan usaha ATP dalam bidang perdagangan eceran
dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan, maka rasio ekuitas yang
sesuai digunakan dalam penilaian ATP adalah P/S (price/sales).
Berdasarkan laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, penjualan bersih ATP adalah sebesar PHP 33.612,77juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham ATP yang mencerminkan
nilai minoritas adalah sebesar PHP 13,684,97 juta. Selanjutnya, dengan premi
pengendalian sebesar 30,00%, maka diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham ATP adalah sebesar PHP 17.790,47 juta.
Berdasarkan laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, penjualan bersih ATP adalah sebesar PHP 33.612,77 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% minoritas ATP adalah sebesar
PHP 33.612,77 juta. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 30,00%,
maka indikasi nilai pasar 100,00% saham ATP adalah sebesar
PHP 17.790,47 juta. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 35,00% saham ATP
berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebesar PHP 6.226,66 juta.
72
Page 101
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 35,00% saham ATP dengan
menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebagai berikut:
Tabel 29
Alfamart Trading Philippines Inc
Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
P/S 0,41 33.612.771 13.684.974
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 13.684.974
Premi kendali (30,00%) 4.105.492
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 17.790.467
Indikasi nilai pasar 35,00% saham 6.226.663
IX.C.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
melakukan pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode
tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas
dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan
informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
ATP adalah sebesar PHP 3.244,60 juta.
73
Page 102
Tabel 30
Alfamart Trading Philippines Inc
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 2.913.263 90,00% 2.621.937
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 6.226.663 10,00% 622.666
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 3.244.603
IX.D. DC Properties Management Corp.
IX.D.1. Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham DCPM Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 40,00% saham DCPM adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00282/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 8 Juni 2026, di mana nilai
pasar atas aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
PHP 352,62 juta.
Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
keuangan, maka jumlah aset DCPM adalah sebesar PHP 1.010,47 juta,
sedangkan jumlah liabilitas DCPM adalah tetap, yaitu sebesar PHP 300,43 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham DCPM kemudian diperoleh dengan
menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham DCPM adalah sebesar PHP 710,04 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 40,00% saham DCPM berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah sebesar PHP 284,02 juta.
74
Page 103
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 40,00% saham DCPM dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 31
DC Properties Management Corp.
Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 1.295 - 1.295
Investasi jangka pendek 629.564 - 629.564
Pajak dibayar di muka 11.473 - 11.473
Jumlah Aset Lancar 642.332 - 642.332
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 265.924 102.097 368.021
Aset tidak lancar lainnya 121 - 121
Jumlah Aset Tidak Lancar 266.045 102.097 368.142
JUMLAH ASET 908.377 102.097 1.010.474
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 430 - 430
Pinjaman dan wesel bayar 300.000 - 300.000
JUMLAH LIABILITAS 300.430 - 300.430
EKUITAS 607.947 102.097 710.044
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 908.377 102.097 1.010.474
Indikasi Nilai pasar 100,00% saham 710.044
Indikasi Nilai pasar 40,00% saham 284.017
IX.D.2. Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham DCPM Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 40,00% saham DCPM adalah metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi
nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi
dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari
perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
75
Page 104
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
(market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
(market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
amortization) dan sebagainya.
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 32
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
DC Properties Management Corp. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT DFI Retail Nusantara Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
Simple Mart Retail Co., Ltd. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
The Keepers Holdings, Inc. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Midi Utama Indonesia Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
President Chain Store Corporation makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad makanan makanan makanan pangan dan makanan
Ritel bahan pangan dan Ritel bahan pangan dan Bahan pangan dan Terkait ritel bahan
√
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk makanan makanan makanan pangan dan makanan
Tabel 33
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan Sejenis
Keterangan DER
Pendapatan Laba Bersih (√ / -)
DC Properties Management Corp. 31,65% -80,49% 49,42%
PT DFI Retail Nusantara Tbk 6,68% -2970,83% 166,78% –
Simple Mart Retail Co., Ltd. 3,54% 14,04% 85,48% √
The Keepers Holdings, Inc. 9,00% 0,75% 7,92% √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 3,79% 62,43% 101,01% –
President Chain Store Corporation 3,79% -2,96% 409,73% –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 4,70% -54,42% 664,53% √
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad 8,58% -19,07% 657,48% –
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 7,20% 10,52% 119,67% √
Tabel 34
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin Sejenis
Keterangan ROA ROE
EBIT EAT (√ / -)
DC Properties Management Corp. -16,46% 33,04% 0,18% 0,27%
PT DFI Retail Nusantara Tbk 1,77% 1,59% 3,62% 9,67% √
Simple Mart Retail Co., Ltd. 1,20% 0,88% 3,39% 6,28% √
The Keepers Holdings, Inc. 19,64% 18,38% 17,19% 18,55% –
PT Midi Utama Indonesia Tbk 4,15% 3,07% 8,46% 17,01% √
President Chain Store Corporation 4,05% 3,93% 4,94% 25,19% –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 1,82% 2,69% 2,21% 16,87% –
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad 4,08% 1,15% 1,21% 9,19% √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 3,52% 2,77% 8,36% 18,36% –
76
Page 105
Tabel 35
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
Sejenis Sejenis
Keterangan Total Aset Pangsa Pasar
(√ / -) (√ / -)
DC Properties Management Corp. 908.376.840 947.182.805
PT DFI Retail Nusantara Tbk 15.516.703.778 √ 6.308.276.041 √
Simple Mart Retail Co., Ltd. 7.555.018.301 √ 4.795.635.852 √
The Keepers Holdings, Inc. 20.742.570.000 √ 35.981.700.776 √
PT Midi Utama Indonesia Tbk 32.014.356.097 √ 45.725.484.254 –
President Chain Store Corporation 506.395.639.606 – 432.240.881.244 –
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. 152.638.577.194 – 80.447.189.113 –
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad 37.329.189.660 – 33.691.514.377 √
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 149.308.673.621 – 286.568.676.392 –
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/ BVIC sebesar 2,94 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 36
DC Properties Management Corp.
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Perusahaan MVIC BVIC MVIC/BVIC
PT DFI Retail Nusantara Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 2.710.464 2.570.141 1,05
Simple Mart Retail Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD) 2.563.033 2.178.195 1,18
The Keepers Holdings, Inc. (Dalam ribuan PHP) 36.021.701 19.259.702 1,87
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 13.039.765 4.541.893 2,87
President Chain Store Corporation (Dalam ribuan TWD) 265.534.321 88.184.555 3,01
Taiwan FamilyMart Co., Ltd. (Dalam ribuan TWD) 46.878.789 14.656.880 3,20
7-Eleven Malaysia Holdings Berhad (Dalam ribuan MYR) 2.794.818 814.167 3,43
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Dalam jutaan Rupiah) 82.483.445 20.144.120 4,09
Median 2,94
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 30,00%.
77
Page 106
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha DCPM dalam bidang pembelian dan penjualan
properti, serta pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur lainnya, maka
rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian DCPM adalah MVIC/BVIC
(market value of invested capital/ book value invested capital).
Berdasarkan laporan keuangan DCPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, BVIC DCPM adalah sebesar PHP 907,95 juta. Dengan
demikian, indikasi nilai pasar 100,00% minoritas DCPM adalah sebesar
PHP 2.670,33 juta. Pada tanggal 31Desember 2025, DCPM memiliki liabilitas
jangka panjang berupa pinjaman dan wesel bayar sebesar PHP 300,00 juta.
Dengan mengurangkan liabilitas jangka panjang tersebut, maka indikasi nilai pasar
100,00% saham minoritas DCPM adalah sebesar PHP 2.370,33 juta. Selanjutnya,
dengan premi pengendalian sebesar 30,00%, maka indikasi nilai pasar 100,00%
saham DCPM adalah sebesar PHP 3.081,42 juta. Dengan demikian, indikasi nilai
pasar 40,00% saham DCPM berdasarkan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek adalah sebesar PHP 1.232,57 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 40,00% saham DCPM dengan
menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebagai berikut:
Tabel 37
DC Properties Management Corp.
Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
MVIC/BVIC 2,94 907.947 2.670.325
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 2.670.325
Liabilitas jangka panjang:
Pinjaman dan wesel bayar (300.000)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 2.370.325
Premi kendali (30,00%) 711.097
Indikasi Nilai pasar 100,00% saham 3.081.422
Indikasi Nilai pasar 40,00% saham 1.232.569
78
Page 107
IX.D.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar DCPM merupakan data dan
informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
DCPM adalah sebesar PHP 378,87 juta.
Tabel 38
DC Properties Management Corp.
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Penyesuaian Aset Bersih 284.017 90,00% 255.616
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 1.232.569 10,00% 123.257
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 378.873
IX.E. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar USD 36,95 juta.
79
Page 108
Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/20 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 128 - 128
Jumlah Aset Lancar 128 - 128
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 18.330 43.125 61.454
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.330 43.125 61.454
JUMLAH ASET 18.458 43.125 61.583
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Akrual 3 - 3
JUMLAH LIABILITAS 3 - 3
EKUITAS 18.455 43.125 61.580
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 18.458 43.125 61.583
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum
diskon likuiditas pasar 61.580
Diskon likuiditas pasar (40,00%) (24.632)
Nilai pasar 100,00% saham 36.948
80
Page 109
Alfamart Trading Philippines Inc. Lampiran B
Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2026 (359.834) 0,9494 (341.627)
2027 458.402 0,8558 392.301
2028 633.457 0,7714 488.649
2029 469.097 0,6953 326.163
2030 1.015.338 0,6267 636.312
2031 812.908 0,5649 459.212
2032 1.470.350 0,5092 748.702
2033 1.274.017 0,4590 584.774
2034 1.520.341 0,4137 628.965
2035 1.790.835 0,3729 667.802
Nilai kini arus kas bersih 4.591.253
Normalisasi arus kas bersih 1.826.652
Nilai kekal 20.437.686
Faktor diskonto 0,3729
Indikasi nilai kini dari nilai kekal 7.621.213
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan setara kas 1.843.142
Pinjaman jangka panjang (5.731.998)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 8.323.610
Indikasi nilai pasar 35,00% saham 2.913.263
81
Page 110
Alfamart Trading Philippines Inc Lampiran C
Indikasi Nilai Pasar 35,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
P/S 0,41 33.612.771 13.684.974
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 13.684.974
Premi kendali (30,00%) 4.105.492
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 17.790.467
Indikasi nilai pasar 35,00% saham 6.226.663
82
Page 111
Alfamart Trading Philippines Inc Lampiran D
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 2.913.263 90,00% 2.621.937
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 6.226.663 10,00% 622.666
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 3.244.603
83
Page 112
DC Properties Management Corp. Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 1.295 - 1.295
Investasi jangka pendek 629.564 - 629.564
Pajak dibayar di muka 11.473 - 11.473
Jumlah Aset Lancar 642.332 - 642.332
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 265.924 102.097 368.021
Aset tidak lancar lainnya 121 - 121
Jumlah Aset Tidak Lancar 266.045 102.097 368.142
JUMLAH ASET 908.377 102.097 1.010.474
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 430 - 430
Pinjaman dan wesel bayar 300.000 - 300.000
JUMLAH LIABILITAS 300.430 - 300.430
EKUITAS 607.947 102.097 710.044
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 908.377 102.097 1.010.474
Indikasi Nilai pasar 100,00% saham 710.044
Indikasi Nilai pasar 40,00% saham 284.017
84
Page 113
DC Properties Management Corp. Lampiran F
Indikasi Nilai Pasar 40,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
MVIC/BVIC 2,94 907.947 2.670.325
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 2.670.325
Liabilitas jangka panjang:
Pinjaman dan wesel bayar (300.000)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas 2.370.325
Premi kendali (30,00%) 711.097
Indikasi Nilai pasar 100,00% saham 3.081.422
Indikasi Nilai pasar 40,00% saham 1.232.569
85
Page 114
DC Properties Management Corp. Lampiran G
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan PHP)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Penyesuaian Aset Bersih 284.017 90,00% 255.616
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 1.232.569 10,00% 123.257
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 378.873
86
Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
SAHAM ALFAMART RETAIL ASIA Pte. Ltd.
p.1 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Glory Worldwide Investment Pte. Ltd.
p.3 ×2
unresolved
org
DC Properties Bangladesh Limited
p.3 ×2
unresolved
org
Philippines Inc.
p.3 ×2
unresolved
org
KDYP
p.8 ×10
unresolved
org
Sycip Gorres Velayo
p.9 ×2
unresolved
org
SGV
p.9 ×8
unresolved
org
Almelito R. Casas
p.9 ×2
unresolved
org
KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan
p.9 ×2
unresolved
org
KJPP Suwendho Rinaldy
p.9 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×7
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.15 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.15
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.15
unresolved
org
F. Profil Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.20
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.20
unresolved
org
PENILAIAN A. Latar Belakang Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.21
unresolved
org
LAPORAN KEUANGAN HISTORIS A. Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.21
unresolved
org
Common Size Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.21 ×2
unresolved
org
D. DC Properties Management Corp.
p.22
unresolved
org
Laporan Posisi Keuangan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.23 ×2
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.23 ×3
unresolved
org
Bank Sentral
p.23 ×2
unresolved
org
Laporan Arus Kas Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
Rasio-rasio Keuangan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
Size Laporan Posisi Keuangan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd.
p.24
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Taiwan Family Mart Co. Ltd.
p.24
unresolved
org
Laporan Laba Rugi Komprehensif Alfamart Trading Philippines Inc.
p.24
unresolved
org
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Alfamart Trading Philippines Inc.
p.25
unresolved
org
Proyeksi Arus Kas Bersih Alfamart Trading Philippines Inc.
p.25
unresolved
org
Indikasi Nilai Kini Operasi Alfamart Trading Philippines Inc.
p.25
unresolved
org
Saham Alfamart Trading Philippines Inc.
p.25 ×4
unresolved
org
Angka Pengali Perusahaan Pembanding Alfamart Trading Philippines Inc.
p.25
unresolved
org
Rekonsiliasi Nilai Alfamart Trading Philippines Inc.
p.25 ×2
unresolved
org
Saham DC Properties Management Corp.
p.25 ×4
unresolved
org
Angka Pengali Perusahaan Pembanding DC Properties Management Corp.
p.26
unresolved
org
Rekonsiliasi Nilai DC Properties Management Corp.
p.26 ×2
unresolved
org
Proyeksi Penjualan Bersih Alfamart Trading Philippines Inc.
p.27
unresolved
org
Proyeksi Beban Pokok Penjualan Alfamart Trading Philippines Inc.
p.27
unresolved
org
Profil Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.34
unresolved
org
Private Company Limited
p.34 ×2
unresolved
org
Philippine Seven Corporation
p.46
unresolved
org
OSave Trading Philippines Corporation
p.46
unresolved
org
DC Properties Management Corp.
p.46 ×13
unresolved
org
Latar Belakang Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.
p.51
unresolved
org
Taiwan Family Mart Co. Ltd
p.71 ×3
unresolved
org
Taiwan Family Mart Co.Ltd
p.71 ×2
unresolved
org
CP Axtra Public Company Limited
p.98 ×4
unresolved
org
CP ALL Public Company Limited
p.98 ×5
unresolved
org
Taiwan FamilyMart Co., Ltd.
p.98 ×10
unresolved
org
MerryMart Consumer Corp.
p.98 ×5
unresolved
org
S Pasar CP Axtra Public Company Limited
p.99
unresolved
org
KJPP SRR
p.102
unresolved
org
Simple Mart Retail Co., Ltd.
p.104 ×5
unresolved
org
Chain Store Corporation
p.104 ×5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
15496 ms
12 Sep 2026 22:09
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}