Skip to content
Back to announcement

20260617_AMRT_Informasi Transaksi Afiliasi_32101894_lamp8.pdf

Asset transaction Needs review AMRT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 116

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk

         TRANSAKSI

          JUNI 2026
Page 2
No. : 00116/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                  15 Juni 2026



Kepada Yth.

PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk
Alfa Tower
Jl. Jalur Sutera Barat, Kav. 9, Alam Sutera
Tangerang 15143

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selanjutnya
disebut “Perseroan”), pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan
saham pada Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “ARA”) dengan kepemilikan
sebesar 100,00% dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:


                                       Perseroan


                                              100,00%
              Glory Worldwide
           Investment Pte. Ltd.           ARA
                    (GWI)
                 70,02%              10,00% 35,00%                 40,00%
                   Alfamart         Alfamart Trading        DC Properties
           Bangladesh Limited       Phillipines, Inc.    Management Corp.
                    (ATB)                (ATP)                 (DCPM)


Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani Subscription Agreement
(selanjutnya disebut “SA”), di mana ARA telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
penuh dengan menerbitkan saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham dengan nilai
transaksi sebesar USD 40,63 juta, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh GWI, sehingga
Perseroan dan GWI akan memiliki penyertaan saham pada ARA dengan kepemilikan
masing-masing sebesar 49,00% dan 51,00% (selanjutnya disebut "Transaksi Peningkatan
Modal").
Page 3
Selanjutnya, ARA telah menggunakan dana yang diperoleh dari Transaksi Peningkatan
Modal untuk membeli saham ATP dan melakukan akuisisi atas saham ATB dengan rincian
sebagai berikut:

•   Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani Share Purchase
    Agreement (selanjutnya disebut “SPA”), di mana ARA telah membeli 5.450.000 lembar
    saham atau setara dengan 10,00% saham ATP dari GWI dengan nilai transaksi sebesar
    USD 10,53 juta (selanjutnya disebut "Transaksi Pembelian").

•   Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani Share Sale &
    Purchase Agreement (selanjutnya disebut “SSPA”), di mana ARA telah melakukan
    akuisisi atas 2.207.489 lembar saham atau setara dengan 70,02% saham ATB dari GWI
    dengan nilai transaksi sebesar BDT 220,75 juta (selanjutnya disebut "Transaksi
    Akuisisi").

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi Peningkatan
Modal, Transaksi Pembelian, dan Transaksi Akuisisi merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Transaksi”.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang
telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness
opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam bidang perdagangan eceran
dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989.
Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk
produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan
nama “Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang,
Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten,
Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak,
Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol,
Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo. Kantor pusat Perseroan
berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat, Kavling 9, Alam Sutera,
Tangerang      15143,    dengan    nomor      telepon:   (021) 8082    1555,      nomor
faksimile: (021) 8082 1556, dan email: corsec@sat.co.id.



                                           2
Page 4
GWI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.

ATB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Bangladesh. Ruang lingkup
kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir
produk makanan dan non-makanan.

ARA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup
kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha perusahaan investasi.

ATP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha ATP adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran dan/atau grosir produk
makanan dan non-makanan.

DCPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Filipina. Ruang lingkup kegiatan
usaha DCPM adalah bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan properti, serta
pengelolaan dan pelepasan bangunan dan struktur lainnya.

Ukuran pasar ritel Filipina diproyeksikan cenderung tumbuh pada masa yang akan datang,
yang sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan meningkatnya
urbanisasi yang terus mendorong pengeluaran untuk produk ritel. Investasi pemerintah
dalam infrastruktur logistik semakin memperkuat fundamental pasar yang mempercepat
akses pengiriman dan memperluas akses di luar pusat-pusat kota besar. Segmen makanan
dan minuman terus mendominasi pasar ritel Filipina, dengan faktor kenyamanan yang
mendorong preferensi konsumen perkotaan terhadap belanja ritel, didukung oleh perluasan
jaringan dari rantai ritel terkemuka yang memperkuat kebiasaan belanja berbasis kedekatan
jarak.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di pasar
global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif
mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam
menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang
perlu untuk meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta
memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian, Perseroan melakukan Transaksi sebagai
satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah
ARA. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat
struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis.




                                            3
Page 5
Setelah Transaksi menjadi efektif, struktur kepemilikan Perseroan dan GWI pada ARA
adalah sebagai berikut:


                   GWI                 Perseroan


                     51,00%                  49,00%


                                           ARA


                     70,02%                  45,00%                 40,00%


                   ATB                     ATP                   DCPM



Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA sebagai lini
bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar internasional.
Setelah Transaksi Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh
penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan
usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan struktur
kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat meningkatkan
kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna memperkuat
pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

Setelah Transaksi Pembelian dan Transaksi Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang
diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam
menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil
risiko ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi kepemilikan dan
tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat mempertahankan pengaruh
signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada masa yang akan datang.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mempercepat realisasi
proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan kontribusi positif bagi citra
dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah Transaksi menjadi efektif,
Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada
ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama di
Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar
global. Selain itu, Transaksi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di
masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta,
yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh
pemegang saham Perseroan.




                                            4
Page 6
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Perseroan di
    pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya, yaitu ARA, secara aktif
    mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional. Dalam
    menghadapi dinamika industri ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan
    memandang perlu untuk meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses
    pasar, serta memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian, Perseroan melakukan
    Transaksi sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan
    usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi
    operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan ARA melalui masuknya GWI
    sebagai pemegang saham strategis.

•   Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran ARA sebagai
    lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar
    internasional. Setelah Transaksi Peningkatan Modal, Perseroan mengharapkan ARA
    dapat memperoleh penguatan struktur permodalan sehingga kebutuhan pendanaan
    untuk pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan.
    Dengan struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan
    guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global.

•   Setelah Transaksi Pembelian dan Transaksi Akuisisi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan
    operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah ARA secara tidak langsung, yang
    diharapkan dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik
    dalam menjalankan bisnis di pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat
    mengelola profil risiko ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian
    porsi kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap dapat
    mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah strategis ARA pada
    masa yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mempercepat
    realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan memberikan kontribusi positif
    bagi citra dan portofolio Perseroan di mata global. Selanjutnya, setelah Transaksi
    menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat
    dan mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan
    kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari
    pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Transaksi diharapkan dapat memperkuat
    posisi keuangan konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi
    pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat
    memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.




                                              5
Page 7
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat pada
tanggal 31 Desember 2025, ARA merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan
sebesar 100,00% dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan GWI, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwanto Susanti dan Surja (selanjutnya disebut “PSS”), jumlah
ekuitas, jumlah aset, pendapatan neto, dan laba tahun berjalan Perseroan masing-masing
adalah sebesar Rp 19,38 triliun, Rp 42,58 triliun, Rp 126,74 triliun, dan Rp 3,56 triliun.
Selanjutnya, berdasarkan SA, nilai transaksi atas Transaksi Peningkatan Modal tersebut
adalah sebesar USD 40,63 juta atau setara dengan Rp 0,68 triliun dengan menggunakan
asumsi kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp 16.782 per USD.

Berdasarkan laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Kreston David Yeung PAC (selanjutnya
disebut “KDY”), jumlah aset dan rugi bersih tahun berjalan ARA masing-masing adalah
sebesar USD 18,46 juta dan USD 8,00 juta atau masing-masing setara dengan
Rp 0,31 triliun dan Rp 0,13 triliundengan menggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia
pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 16.782 per USD.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.




                                            6
Page 8
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi di mana ARA telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh
    dengan menerbitkan saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham dengan nilai
    transaksi sebesar USD 40,63 juta, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh GWI,
    sehingga Perseroan dan GWI akan memiliki penyertaan saham pada ARA
    masing-masing dengan kepemilikan sebesar 49,00% dan 51,00% sehubungan dengan
    Transaksi Peningkatan Modal.

•   Transaksi di mana ARA telah membeli 5.450.000 lembar saham atau setara dengan
    10,00% saham ATP dari GWI dengan nilai transaksi sebesar USD 10,53 juta
    sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

•   Transaksi di mana ARA telah melakukan akuisisi atas 2.207.489 lembar saham atau
    setara dengan 70,02% saham ATB dari GWI dengan nilai transaksi sebesar
    BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                           7
Page 9
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00275/2.1505/AU.1/05/1561-4/1/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
   (selanjutnya  disebut     “PSSu”)   sebagaimana     tertuang  dalam   laporannya
   No. 00276/2.1032/AU.1/05/0764-5/1/III/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSSu sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00280/2.1032/AU.1/05/0704-4/1/III/2024 tanggal 23 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSSu sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00521/2.1032/AU.1/05/0704-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSSu sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00377/2.1032/AU.1/05/1561-3/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

7. Laporan    keuangan     ARA     untuk   tahun   yang     berakhir    pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP KDY sebagaimana tertuang dalam
   laporannya tanggal 9 Juni 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

8. Laporan    keuangan     ARA     untuk   tahun   yang     berakhir   pada  tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP KDY sebagaimana tertuang dalam
   laporannya tanggal 12 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

9. Laporan    keuangan     ARA     untuk   tahun   yang     berakhir   pada  tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP KDY sebagaimana tertuang dalam
   laporannya tanggal 24 Juni 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.




                                           8
Page 10
10. Laporan    keuangan     ARA     untuk   tahun   yang     berakhir    pada tanggal
    31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP KDY sebagaimana tertuang dalam
    laporannya tanggal 5 Juni 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

11. Laporan    keuangan     ARA      untuk   tahun   yang     berakhir   pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP KDY sebagaimana tertuang dalam
    laporannya tanggal 28 Juli 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

12. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
    yang telah diaudit oleh KAP Sycip Gorres Velayo & Co (selanjutnya disebut “SGV”)
    sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 14 Mei 2026 dengan pendapat wajar
    tanpa modifikasian.

13. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
    yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
    29 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

14. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
    yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
    12 April 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

15. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
    17 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

16. Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP SGV sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
    8 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

17. Laporan keuangan ATB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
    yang telah diaudit oleh KAP Shahadat Shaharear & Kibria sebagaimana tertuang dalam
    tanggal 23 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
    suatu hal.

18. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan.

19. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan.

20. Laporan penilaian 100,00% saham ARA per 31 Desember                    2025 yang
    disusun    oleh   KJPP     KR     sebagaimana      tertuang    dalam    laporannya
    No. 00112/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026.




                                          9
Page 11
21. Laporan penilaian 10,00% saham ATP per 31 Desember 2025 yang disusun
    oleh     KJPP       KR      sebagaimana        tertuang      dalam laporannya
    No. 00113/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026.

22. Laporan penilaian 70,02% saham ATB per 31 Desember 2025 yang disusun
    oleh     KJPP       KR      sebagaimana        tertuang      dalam laporannya
    No. 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026.

23. SA.

24. SPA.

25. SSPA.

26. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris
    Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., No. 44 tanggal 16 Mei 2024 sehubungan dengan
    perubahan pasal 3 anggaran dasar dalam rangka penyesuaian Klasifikasi Baku
    Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020).

27. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Tomin Widian dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Transaksi.

28. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.

29. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.

30. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

31. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

32. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

33. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

34. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            10
Page 12
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan, ARA, ATP, dan ATB berdasarkan
anggaran dasar Perseroan, ARA, ATP, dan ATB.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.




                                             11
Page 13
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.




                                            12
Page 14
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima     imbalan     sesuai    dengan      surat  penugasan    No.  KR/260410-001
tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
20 Mei 2026, ATB telah melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh
sebanyak 1.051 lembar saham, di mana Kazi Retail Limited telah mengambilbagian seluruh
saham tersebut, sehingga susunan pemegang saham ATB menjadi sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam BDT)
                                                                Persentase
              Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
 Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.              2.207.489           70,00%       220.748.900
 Kazi Retail Limited                                  946.067           30,00%        94.606.700
 Jumlah                                             3.153.556          100,00%       315.355.600




PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               13
Page 15
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang memiliki penyertaan
           saham pada ARA dengan kepemilikan sebesar 100,00% pada tanggal
           31 Desember 2025, di mana ARA telah melakukan transaksi dengan rincian
           sebagai berikut:

           •   ARA telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan
               menerbitkan saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham dengan nilai
               transaksi sebesar USD 40,63 juta, yang seluruhnya akan diambil bagian
               oleh GWI, sehingga Perseroan dan GWI akan memiliki penyertaan saham
               pada ARA masing-masing dengan kepemilikan sebesar 49,00% dan
               51,00% sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal.

           •   ARA telah membeli 5.450.000 lembar saham atau setara dengan 10,00%
               saham ATP dari GWI dengan nilai transaksi sebesar USD 10,53 juta
               sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

           •   ARA telah melakukan akuisisi atas 2.207.489 lembar saham atau setara
               dengan 70,02% saham ATB dari GWI dengan nilai transaksi sebesar
               BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, GWI
           terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan GWI, Perseroan merupakan pihak
           yang terafiliasi dengan GWI. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham,
           dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Gde Kertayasa,
           S.H., No. 21 tanggal 22 Februari 1989. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh
           Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. C2-7158.HT.01.01.Th.89 tanggal 7 Agustus 1989 dan telah didaftarkan
           pada Buku Register Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 11/LEG/1999, serta
           telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 59 tanggal
           23 Juli 1999, Tambahan No. 4414.




                                           14
Page 16
           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           berdasarkan Akta Notaris Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., No. 44 tanggal
           16 Mei 2024 sehubungan dengan perubahan pasal 3 anggaran dasar dalam
           rangka penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020).
           Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-0034520.AH.01.02.Tahun 2024
           tanggal 11 Juni 2024.

           Kantor pusat Perseroan berdomisili di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat,
           Kavling 9, Alam Sutera, Tangerang 15143.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                                    Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                         :        Feny Djoko Susanto
           Komisaris                                  :        Budiyanto Djoko Susanto
           Komisaris Independen                       :        Drs. Setyo Wasisto, S.H.
           Komisaris Independen                       :        Budi Setiyadi

           Direksi
           Presiden Direktur                          :        Anggara Hans Prawira
           Direktur                                   :        Bambang Setyawan Djojo
           Direktur                                   :        Tomin Widian
           Direktur                                   :        Harryanto Susanto
           Direktur                                   :        Solihin
           Direktur                                   :        Soeng Peter Suryadi

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                                  Persentase
                       Pemegang Saham                          Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                                  Kepemilikan
           PT Sigmantara Alfindo                                 20.839.251.059           50,36%     208.392.510.590
           Feny Djoko Susanto                                       266.326.400            0,64%       2.663.264.000
           Harryanto Susanto                                        190.560.200            0,46%       1.905.602.000
           Budiyanto Djoko Susanto                                   97.239.300            0,24%         972.393.000
           Solihin                                                      180.000            0,00%           1.800.000
           Masyarakat (masing-masing dibawah 5,00%)              19.984.783.441           48,30%     199.847.834.410
           Sub-total                                             41.378.340.400                      413.783.404.000
           Saham treasuri                                           146.161.300                        1.461.613.000
           Jumlah                                                41.524.501.700          100,00%     415.245.017.000




                                                          15
Page 17
I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam
           bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
           usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan
           bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen
           dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
           “Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang,
           Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang,
           Bali, Klaten, Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin,
           Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam,
           Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal,
           Luwu, dan Gorontalo.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam
           bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
           usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan
           bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen
           dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
           “Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang,
           Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang,
           Bali, Klaten, Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin,
           Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam,
           Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal,
           Luwu, dan Gorontalo.

           Dalam menjalankan operasionalnya, Perseroan dan entitas anak mengelola
           sebanyak 24.434 gerai ritel, yang terdiri atas 18.465 gerai milik sendiri dan
           5.969 gerai waralaba hingga tahun 2025. Jaringan gerai tersebut terus
           dikembangkan secara terukur untuk memperluas jangkauan layanan kepada
           konsumen serta memperkuat posisi Perseroan di industri ritel.

           Sepanjang tahun 2025, Perseroan kembali menunjukkan kinerja yang solid di
           tengah tekanan daya beli dan dinamika industri ritel yang semakin kompetitif.
           Dengan tetap berfokus pada ekspansi jaringan, penguatan layanan, serta
           optimalisasi operasional, Perseroan dan entitas anak berhasil merealisasikan
           penambahan 1.159 gerai baru sesuai dengan target yang telah ditetapkan,
           sehingga total jumlah gerai ritel mencapai 24.434 gerai, meningkat
           dibandingkan dengan posisi tahun 2024 yang tercatat sebanyak 23.277 gerai.




                                          16
Page 18
Seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan preferensi konsumen,
Perseroan dan entitas anak terus melakukan pengembangan konsep bisnis
serta memperluas layanan berbasis digital (e-service). Salah satu inisiatif
utama adalah layanan SAPA (Siap Antar Pesanan Anda) yang terintegrasi
dengan aplikasi Alfagift. Untuk mendukung layanan tersebut, Perseroan dan
entitas anak tertentu mengoperasikan gerai khusus yang difokuskan pada
pemenuhan pesanan daring, sehingga kualitas layanan kepada pelanggan
dapat ditingkatkan. Selain itu, pemanfaatan kendaraan listrik untuk
pengantaran pesanan mulai diimplementasikan di sejumlah gerai sebagai
bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung
prinsip keberlanjutan lingkungan. Perbaikan proses bisnis operasional
berkaitan dengan transaksi online juga terus ditingkatkan dengan juga
memperhatikan parameter pelayanan.

Pada tahun 2025, Perseroan telah menyiapkan ribuan armada SAPA untuk
melayani pesanan melalui Alfagift. Entitas anak Perseroan juga menyediakan
aplikasi lain seperti Midi Kriing dan Aksesmu guna memberikan alternatif
kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pemesanan secara daring.
Upaya peningkatan kepuasan pelanggan turut didukung melalui berbagai
program promosi yang dikomunikasikan langsung oleh karyawan di gerai, serta
penyediaan beragam metode pembayaran, termasuk QRIS dan layanan
pembayaran virtual lainnya. Selain itu, fitur Self Service yang diperkenalkan
memungkinkan pelanggan berbelanja secara mandiri dengan memindai produk
dan melakukan pembayaran melalui aplikasi Alfagift tanpa harus mengantre di
kasir.

Perseroan terus mengembangkan strategi Ready to Drink, Ready to Eat, dan In
House Bakery diterapkan melalui coffee corner “Bean Spot” di gerai Alfamart
untuk memenuhi kebutuhan konsumen urban akan produk praktis. Entitas anak
tertentu juga menambah jumlah cluster gerai premium dengan menambahkan
produk premium yang memiliki penjualan sangat baik.

Prospek usaha Perseroan ke depan masih memiliki potensi pertumbuhan yang
positif, didukung oleh permintaan terhadap produk kebutuhan sehari-hari yang
relatif stabil serta luasnya jangkauan pasar domestik. Meskipun demikian,
Perseroan tetap mencermati berbagai dinamika regulasi, termasuk wacana
pembatasan ekspansi ritel modern, yang berpotensi memengaruhi ruang
pertumbuhan usaha. Dalam menghadapi hal tersebut, Perseroan berkomitmen
untuk senantiasa menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku, sekaligus mengoptimalkan strategi ekspansi secara
selektif dan terukur guna menjaga keberlanjutan bisnis.




                               17
Page 19
         Laporan pasar juga memperlihatkan bahwa ukuran pasar ritel Indonesia
         diproyeksikan akan terus menguat, dengan perkiraan nilai pasar mencapai
         USD 202,00 miliar pada 2025 dan terus tumbuh dengan CAGR sekitar 4,70%
         untuk periode 2026 – 2034, menunjukkan peluang pertumbuhan jangka
         menengah hingga panjang yang solid di sektor ritel. Selain itu, transformasi
         digital dan perluasan kanal penjualan menjadi faktor utama yang mendorong
         pertumbuhan industri ritel. Pertumbuhan e-commerce diperkirakan tetap
         menjadi pendorong signifikan pada sektor ritel modern di Indonesia menuju
         2026, dengan pertumbuhan volume transaksi digital yang kuat dan
         meningkatnya penetrasi pembayaran digital.

         Untuk menyambut prospek pasar tersebut, Perseroan berencana untuk:

         •   Memperkuat segmen digital dan omnichannel, termasuk integrasi layanan
             digital yang mendukung pengalaman pelanggan omnichannel.

         •   Mengoptimalkan operasi supply chain dan logistik untuk menjamin
             ketersediaan produk dan respons terhadap perubahan permintaan
             konsumen.

         Melalui strategi pertumbuhan jaringan, inovasi teknologi, serta adaptasi
         terhadap kecenderungan belanja modern, Perseroan optimis dapat
         memperkuat posisinya di industri ritel Indonesia pada tahun 2026, serta
         menyokong target pertumbuhan pendapatan tahunan.

I.A.2.   Glory Worldwide Investment Pte. Ltd.

         Dalam Transaksi, GWI merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
         dengan rincian sebagai berikut:

         •   ARA telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan
             menerbitkan saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham dengan nilai
             transaksi sebesar USD 40,63 juta, yang seluruhnya akan diambil bagian
             oleh GWI, sehingga Perseroan dan GWI akan memiliki penyertaan saham
             pada ARA masing-masing dengan kepemilikan sebesar 49,00% dan
             51,00% sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal.

         •   GWI telah menjual 5.450.000 lembar saham atau setara dengan 10,00%
             saham ATP kepada ARA dengan nilai transaksi sebesar USD 10,53 juta
             sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

         •   GWI telah melakukan divestasi atas 2.207.489 lembar saham atau setara
             dengan 70,02% saham ATB kepada ARA dengan nilai transaksi sebesar
             BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.




                                        18
Page 20
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, GWI
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan ARA. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha GWI adalah sebagai
           berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           GWI didirikan secara resmi pada tanggal 8 Oktober 2013 di Singapura. GWI
           terdaftar sebagai perusahaan privat terbatas (private company limited by
           shares) dengan nomor entitas resmi 201327319Z berdasarkan Certificate
           Confirming Incorporation of Company tertanggal 8 Oktober 2013 yang
           diterbitkan oleh Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA)
           Singapore.

I.A.2.b.   Manajemen

           Direksi GWI pada tanggal 31 Desember 2025 adalah Catherine Rini Iskandar
           dan Budiyanto Djoko Susanto.

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham GWI adalah Million Array International Limited dengan
           jumlah lembar saham sebanyak 22.900.021 lembar saham.

I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha GWI adalah bergerak dalam bidang usaha
           perusahaan investasi.

I.A.3.     Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.

           Dalam Transaksi, ARA merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
           dengan rincian sebagai berikut:

           •   ARA telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan
               menerbitkan saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham dengan nilai
               transaksi sebesar USD 40,63 juta, yang seluruhnya akan diambil bagian
               oleh GWI, sehingga Perseroan dan GWI akan memiliki penyertaan saham
               pada ARA masing-masing dengan kepemilikan sebesar 49,00% dan
               51,00% sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal.

           •   ARA telah membeli 5.450.000 lembar saham atau setara dengan 10,00%
               saham ATP dari GWI dengan nilai transaksi sebesar USD 10,53 juta
               sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

           •   ARA telah melakukan akuisisi atas 2.207.489 lembar saham atau setara
               dengan 70,02% saham ATB dari GWI dengan nilai transaksi sebesar
               BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.



                                            19
Page 21
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ARA
           merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 100,00%
           pada tanggal 31 Desember 2025 dan ARA merupakan pihak yang terafiliasi
           dengan GWI. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
           usaha ARA adalah sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           ARA didirikan secara resmi pada tanggal 8 Oktober 2013 di Singapura. ARA
           terdaftar sebagai perusahaan privat terbatas (private company limited by
           shares) dengan nomor entitas resmi 201327324W berdasarkan Certificate
           Confirming Incorporation of Company tertanggal 9 Oktober 2013 yang
           diterbitkan oleh ACRA Singapore.

I.A.3.b.   Manajemen

           Direksi ARA pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing adalah Bambang
           Setyawan Djojo dan Tan Sze Lian Celine.

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Pemegang saham ARA adalah Perseroan dengan jumlah lembar saham
           sebanyak 47.799.180 dan 840 lembar saham masing-masing dengan nilai
           nominal sebesar SGD 1 dan SGD 10.000 per lembar saham.

I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha
           perusahaan investasi.

I.A.4.     Alfamart Trading Phillipines, Inc.

           Dalam Transaksi, ATP merupakan pihak sebanyak 5.450.000 lembar saham
           atau setara dengan 10,00% sahamnya telah dibeli ARA dari GWI dengan nilai
           transaksi sebesar USD 10,53 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha ATP
           adalah sebagai berikut:

I.A.4.a.   Latar Belakang

           ATP didirikan secara resmi pada tanggal 7 Januari 2014 di Filipina. ATP
           terdaftar sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi
           CS201400191 berdasarkan the Philippine Securities and Exchange
           Commission tertanggal 7 Januari 2014 yang diterbitkan oleh Philippine
           Securities and Exchange Commission.




                                            20
Page 22
I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi ATP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                               :        Edwin Sutanto

           Dewan Direksi
           Presiden Direktur                       :        Harvey T. Ong
           Direktur                                :        Bambang Setyawan Djojo
           Direktur                                :        Robert Kwee

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham ATP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                   (Dalam PHP)
                                                                              Persentase
                        Pemegang Saham                      Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                              Kepemilikan
           SM Retail Inc.                                        27.255.448       50,009996%      2.725.544.800
           Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.                        19.074.998       34,999996%      1.907.499.800
           Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.                  5.450.000       10,000000%        545.000.000
           Robert Kwee                                            2.719.550        4,990000%        271.955.000
           Edwin Sutanto                                                  1        0,000002%                100
           Harvey T. Ong                                                  1        0,000002%                100
           Bambang Setyawan Djojo                                         1        0,000002%                100
           Roque A. Lim                                                   1        0,000002%                100
           Jumlah                                                54.500.000      100,000000%      5.450.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha ATP adalah bergerak dalam bidang
           perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.




                                                       21
Page 23
I.A.5.     Alfamart Trading Bangladesh Limited

           Dalam Transaksi, ATB merupakan pihak yang sebanyak 2.207.489 lembar
           saham atau setara dengan 70,02% sahamnya telah diakuisisi ARA dari GWI
           dengan nilai transaksi sebesar BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi
           Akuisisi. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha
           ATB adalah sebagai berikut:

I.A.5.a.   Latar Belakang

           ATB didirikan secara resmi pada tanggal 8 September 2025 di Bangladesh.
           ATB terdaftar sebagai perusahaan terbatas dengan nomor entitas resmi
           C-204535/2025 berdasarkan Certificate of Incorporation tertanggal
           8 September 2025 yang diterbitkan oleh Registrar of Join Stock Companies &
           Firms Bangladesh.

I.A.5.b.   Manajemen

           Susunan Direksi ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Direktur Utama                          :        Saiful Islam
           Direktur                                :        Tri Prasetyo
           Direktur                                :        Hendra
           Direktur                                :        Kazi Zahin Shahpar Hasan

I.A.5.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham ATB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                   (Dalam BDT)
                                                                              Persentase
                        Pemegang Saham                      Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                              Kepemilikan
           Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.                  2.207.489           70,02%       220.748.900
           Kazi Retail Limited                                      945.016           29,98%        94.501.600
           Jumlah                                                 3.152.505          100,00%       315.250.500



I.A.5.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha ATB adalah bergerak dalam bidang
           perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.




                                                       22
Page 24
I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

I.B.1.   SA

         Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani SA
         sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal. Pokok-pokok kesepakatan
         penting dalam SA adalah sebagai berikut:

         •    Pihak-pihak yang Bertransaksi

              Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan SA adalah ARA dan GWI.

         •    Objek dan Nilai Transaksi Peningkatan Modal

              Objek transaksi berdasarkan SA adalah transaksi di mana ARA telah
              meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan menerbitkan
              saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham dengan nilai transaksi
              sebesar USD 40,63 juta, yang seluruhnya akan diambil bagian oleh GWI,
              sehingga Perseroan dan GWI akan memiliki penyertaan saham pada ARA
              masing-masing dengan kepemilikan sebesar 49,00% dan 51,00%
              sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal.

         •    Tanggal Penyelesaian

              Tanggal penyelesaian berdasarkan SA adalah tanggal ditandatanganinya
              SA, yaitu pada tanggal 15 Juni 2026.

         •    Pembayaran

              Pembayaran berdasarkan SA adalah sebesar USD 40,63 juta yang akan
              dibayarkan oleh GWI kepada ARA dalam dua tahap, yaitu:

              -   Tahap pertama sebesar USD 14,00 juta yang akan dibayarkan pada
                  Tanggal Penyelesaian (selanjutnya disebut “Pembayaran Tahap
                  Pertama”).

              -   Tahap kedua sebesar USD 26,63 yang akan dibayarkan
                  selambat-lambatnya pada tanggal 30 Juni 2026 atau tanggal lain yang
                  disepakati secara tertulis oleh GWI dan ARA (selanjutnya disebut
                  “Pembayaran Tahap Kedua”).




                                         23
Page 25
•   Penyelesaian

    -   Penyelesaian berdasarkan SA adalah akan dilaksanakan pada Tanggal
        Penyelesaian di kantor terdaftar ARA atau di tempat lain yang
        disepakati secara tertulis oleh para pihak.

    -   Pada Tanggal Penyelesaian, ARA wajib:

        a) Menyerahkan kepada GWI salinan keputusan direksi dan pemegang
           saham ARA sebagai berikut:

           (i) Menyetujui pengalokasian dan penerbitan saham baru.

           (ii) Menyetujui pencatatan nama GWI dalam daftar elektronik
                anggota/pemegang saham ARA sebagai pemegang saham baru
                serta melakukan pencatatan lain yang diperlukan dalam
                dokumen dan catatan korporasi ARA.

           (iii) Menyetujui penandatanganan, penyerahan, dan pelaksanaan
                 SA oleh ARA.

        b) Mengalokasikan dan menerbitkan saham baru kepada GWI yang
           dicatat sebagai telah dibayar sebagian hingga sebesar Pembayaran
           Tahap Pertama.

        c) Mengajukan, atau memastikan diajukannya, laporan pengalokasian
           saham terkait saham baru kepada Accounting and Corporate
           Regulatory Authority Singapore.

        d) Memastikan nama GWI dicatat dalam daftar elektronik
           anggota/pemegang saham ARA sebagai pemegang terdaftar saham
           baru.

    -   Pada Tanggal Penyelesaian, GWI wajib membayar Pembayaran Tahap
        Pertama kepada ARA.




                              24
Page 26
             -   Apabila salah satu dokumen yang wajib diserahkan kepada salah satu
                 pihak pada saat Penyelesaian tidak dapat diserahkan karena alasan
                 apa pun, atau apabila ketentuan tidak dipenuhi sepenuhnya oleh GWI
                 atau ARA, maka pihak yang tidak melakukan wanprestasi berhak
                 (selain dan tanpa mengurangi hak serta upaya hukum lain yang tersedia
                 baginya, termasuk hak untuk menuntut ganti rugi):

                 a) Memilih untuk mengakhiri SA.

                 b) Melaksanakan Penyelesaian sejauh dapat dilakukan dengan
                    mempertimbangkan kelalaian atau ketidakpatuhan yang telah
                    terjadi, tanpa mengurangi hak-haknya sehubungan dengan hal
                    tersebut.

                 c) Menetapkan tanggal baru untuk Penyelesaian (yang tidak lebih dari
                    14 hari setelah Tanggal Penyelesaian), dan dalam hal demikian
                    ketentuan-ketentuan dalam SA akan berlaku terhadap Penyelesaian
                    yang ditunda tersebut.

         •   Hukum yang Berlaku

             SA diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Singapura serta para
             pihak dengan ini secara tidak dapat ditarik kembali tunduk pada yurisdiksi
             non-eksklusif pengadilan Singapura.

I.B.2.   SPA

         Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani SPA
         sehubungan dengan Transaksi Pembelian. Pokok-pokok kesepakatan penting
         dalam SPA adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan SPA adalah ARA dan GWI.

         •   Objek dan Nilai Transaksi Pembelian

             Objek transaksi berdasarkan SPA adalah transaksi di mana ARA telah
             membeli 5.450.000 lembar saham atau setara dengan 10,00% saham ATP
             dari GWI dengan nilai transaksi sebesar USD 10,53 juta sehubungan
             dengan Transaksi Pembelian.




                                        25
Page 27
•   Penyelesaian

    Penyelesaian berdasarkan SPA adalah setelah terpenuhinya atau
    dikesampingkannya seluruh Kondisi Pendahuluan di mana penyelesaian
    Transaksi Pembelian akan dilakukan pada tanggal 15 Juni 2026
    (selanjutnya disebut “Tanggal Penyelesaian”).

•   Pernyataan dan Jaminan

    Pernyataan dan Jaminan berdasarkan SPA adalah GWI menyatakan dan
    menjamin kepada ARA bahwa:

    -   GWI adalah pemilik yang terdaftar, sah secara hukum, pemilik manfaat,
        serta pemilik mutlak atas 10,00% saham ATP, dan memiliki
        kewenangan untuk mengalihkan seluruh hak legal dan manfaat atas
        10,00% saham ATP tersebut kepada ARA tanpa adanya beban, gadai,
        hak tanggungan, atau bentuk pembatasan apa pun.

    -   10,00% saham ATP yang telah diterbitkan dan beredar secara sah yang
        seluruhnya telah dibayar penuh atau dianggap telah dibayar penuh dan
        tidak dapat dimintakan tambahan pembayaran.

    -   GWI memiliki hak dan kewenangan penuh untuk menandatangani serta
        melaksanakan kewajibannya berdasarkan SPA sesuai dengan syarat
        dan ketentuan yang diatur di dalamnya, dan SPA merupakan kewajiban
        hukum yang sah, mengikat, dan dapat diberlakukan sesuai dengan
        ketentuan yang berlaku.

    -   Penandatanganan dan penyerahan SPA oleh GWI serta
        dokumen-dokumen yang disebutkan di dalamnya, serta pemenuhan
        ketentuan-ketentuannya:

        a) Tidak akan melanggar atau menyebabkan pelanggaran terhadap
           anggaran dasar, perjanjian lain, atau instrumen apa pun yang
           mengikat GWI.

        b) Tidak akan melanggar ketentuan hukum, peraturan, keputusan,
           putusan pengadilan, atau pembatasan lain yang berlaku terhadap
           GWI.

    -   Kecuali secara tegas dinyatakan tidak terdapat pernyataan atau jaminan
        dalam bentuk apa pun (baik tersurat, tersirat, maupun yang timbul
        berdasarkan hukum), termasuk jaminan dari pihak pengalihan
        berdasarkan undang-undang, peraturan, atau ketentuan hukum lainnya,
        yang diberikan oleh GWI.




                               26
Page 28
    ARA menjamin kepada GWI bahwa:

    -   ARA memiliki hak dan kewenangan penuh untuk menandatangani serta
        melaksanakan kewajibannya berdasarkan SPA sesuai dengan syarat
        dan ketentuan di dalamnya, dan SPA merupakan kewajiban hukum
        yang sah, mengikat, dan dapat diberlakukan sesuai dengan ketentuan
        yang berlaku.

    -   Penandatanganan dan penyerahan SPA oleh ARA serta
        dokumen-dokumen yang disebutkan di dalamnya, serta pemenuhan
        ketentuan-ketentuannya:

        a) Tidak akan melanggar atau menyebabkan pelanggaran terhadap
           anggaran dasar, perjanjian lain, atau instrumen apa pun yang
           mengikat ARA.

        b) Tidak akan melanggar ketentuan hukum, peraturan, keputusan,
           putusan pengadilan, atau pembatasan lain yang berlaku terhadap
           ARA.

•   Kondisi Pendahuluan

    Berdasarkan SPA, Transaksi Pembelian bergantung pada terpenuhinya,
    pada atau sebelum Tanggal Penyelesaian dengan kondisi-kondisi
    pendahuluan sebagai berikut:

    -   Pernyataan dan jaminan dari masing-masing pihak adalah benar dan
        akurat pada Tanggal Penyelesaian dengan kekuatan dan akibat hukum
        yang sama seolah-olah pernyataan dan jaminan tersebut dibuat pada
        dan berlaku pada tanggal tersebut.

    -   GWI dan ARA telah melaksanakan dan mematuhi seluruh syarat,
        ketentuan, serta kewajiban yang dipersyaratkan dalam SPA untuk
        dilaksanakan atau dipatuhi oleh masing-masing pihak pada atau sampai
        dengan Tanggal Penyelesaian.

    -   Bukti bahwa GWI telah memberikan pemberitahuan tertulis sebelumnya
        kepada SM Retail, Inc. dan pemegang saham lainnya dari ATP yang
        menyatakan Transaksi Pembelian.




                               27
Page 29
I.B.3.   SSPA

         Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani SSPA
         sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal. Pokok-pokok kesepakatan
         penting dalam SSPA adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan SSPA adalah ARA dan GWI.

         •   Objek dan Nilai Transaksi Akuisisi

             Objek transaksi berdasarkan SSPA adalah transaksi di mana ARA telah
             melakukan akuisisi atas 2.207.489 lembar saham atau setara dengan
             70,02% saham ATB dari GWI dengan nilai transaksi sebesar
             BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.

         •   Hukum yang Berlaku

             SSPA ini diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Bangladesh.
             Semua sengketa yang timbul dari atau sehubungan dengan SSPA ini,
             termasuk setiap pertanyaan mengenai keberadaan, keabsahan, atau
             pengakhirannya, akan dirujuk dan diselesaikan secara final melalui
             arbitrase yang dikelola oleh Singapore International Arbitration Centre
             (SIAC) sesuai dengan peraturan SIAC yang berlaku dari waktu ke waktu,
             yang mana peraturan tersebut dianggap dimasukkan sebagai referensi
             dalam klausul ini. Kedudukan arbitrase berada di Singapura. Majelis
             arbitrase terdiri dari tiga arbiter, yang akan diangkat sesuai dengan
             peraturan SIAC. Bahasa yang digunakan dalam proses arbitrase adalah
             Bahasa Inggris.




                                         28
Page 30
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
           Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya,
           yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang
           pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri
           ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
           meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta
           memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian, Perseroan melakukan
           Transaksi sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
           kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
           menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur
           permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham
           strategis.

       •   Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
           ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
           pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Transaksi Peningkatan Modal,
           Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
           permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
           tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
           struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan
           dapat meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis
           dan pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara
           global.

       •   Setelah Transaksi Pembelian dan Transaksi Akuisisi menjadi efektif,
           Perseroan mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang
           memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah
           ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi
           manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di
           pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko
           ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi
           kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap
           dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
           strategis ARA pada masa yang akan datang.




                                      29
Page 31
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri
    pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan
    kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
    strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Transaksi
    diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan
    melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang
    tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah
    bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana pada masa yang akan datang, ARA berpotensi dapat
    meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan mungkin akan kehilangan
    kesempatan untuk membukukan seluruh potensi pendapatan yang dapat
    dihasilkan ARA pada masa yang akan datang.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha ATP dan ATB
    pada masa yang akan datang, ATP dan ATB masih memerlukan dukungan
    pendanaan dari Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi
    likuiditas dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Terdapat kemungkinan setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan tidak
    dapat mengimplementasikan strategi usaha Perseroan pada struktur bisnis
    ARA yang lebih kuat dan mandiri sehingga potensi pendapatan dari sinergi
    tidak dapat sepenuhnya tercapai secara maksimal dan pada akhirnya
    berpotensi berdampak pada proyeksi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan eceran
    dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan, ATP dan ATB tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha ATP dan ATB.




                               30
Page 32
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     Alfamart Retail Asia Pte. Ltd.

II.A.1.   Latar Belakang

          ARA didirikan secara resmi pada tanggal 8 Oktober 2013 di Singapura. ARA
          terdaftar sebagai perusahaan privat terbatas (private company limited by
          shares) dengan nomor entitas resmi 201327324W berdasarkan Certificate
          Confirming Incorporation of Company tertanggal 9 Oktober 2013 yang
          diterbitkan oleh ACRA Singapore.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha ARA adalah bergerak dalam bidang usaha
          perusahaan investasi.




                                           31
Page 33
II.B.     Tinjauan Industri Ritel

II.B.1.   Tinjauan Industri Ritel di Dunia

          Industri ritel merupakan sektor yang mencakup kegiatan penjualan barang dan
          jasa secara langsung kepada konsumen akhir, meliputi berbagai kategori
          seperti makanan dan minuman, pakaian jadi, elektronik, kendaraan, dan
          lainnya. Secara global, industri ini memiliki peran penting dalam mendorong
          pertumbuhan ekonomi karena dinilai memiliki kontribusi yang tinggi dalam
          kehidupan sehari-hari baik dalam mendukung konsumsi rumah tangga,
          penciptaan lapangan kerja, serta perputaran barang dan jasa lintas sektor.

          Industri ritel juga memiliki peran penting dalam mendorong konsumsi
          masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Seiring dengan perkembangan
          teknologi dan perubahan perilaku konsumen, industri ini terus mengalami
          penyesuaian dalam model bisnis dan operasionalnya. Integrasi antara kanal
          penjualan fisik dan digital, serta pemanfaatan teknologi, mendukung
          peningkatan efisiensi dan jangkauan pasar, sehingga industri ritel tetap
          menunjukkan perkembangan yang stabil di tengah dinamika ekonomi global.

          Posisi minimarket dengan konsep convenience store yang berada dekat
          dengan pelanggan amat diminati didorong oleh jam operasional yang panjang
          dan perputaran transaksi yang tinggi kemudian membentuk kebiasaan
          berbelanja masyarakat dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Business
          Research Insights dalam laporan dengan judul Convenience Store Retailing
          Market Size, Share, Growth, and Industry Analysis, By Type, By Applications,
          and Regional Forecast to 2035, pada tahun 2025 jumlah transaksi minimarket
          dunia adalah lebih dari 310 miliar kali per tahunnya, di mana lebih dari 62,00%
          pelanggan memilih berbelanja di minimarket untuk pembelian yang mendesak
          seperti makanan ringan, minuman, dan keperluan dasar rumah tangga.
          Sementara pasar ritel minimarket diuntungkan dengan lokasinya yang dekat
          dengan pejalan kaki dan lalu lintas yang tinggi sehingga minimarket kini juga
          menyediakan makanan siap saji karena tingginya permintaan.




                                             32
Page 34
Proyeksi Penjualan E-Commerce Ritel di Dunia
Tahun 2026 – 2030
(Dalam miliar USD)




                         2026       2027       2028       2029       2030
     Jumlah Penjualan   6.880,00   7.380,00   7.890,00   8.400,00   8.910,00

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, penjualan e-commerce ritel di
dunia diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata sebesar USD 507,50 miliar
atau setara dengan 6,68%. Pada tahun 2027 hingga 2030, penjualan
e-commerce ritel diperkirakan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan,
yaitu masing-masing sebesar USD 500,00 miliar, USD 510,00 miliar,
USD 510,00 miliar, dan USD 510,00 miliar atau masing-masing setara dengan
7,27%, 6,91%, 6,46%, dan 6,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan
konsumsi masyarakat, perluasan kanal penjualan digital, serta pemanfaatan
teknologi yang mendukung efisiensi operasional dan jangkauan pasar dalam
industri ritel dunia.

Menurut data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporannya
dengan judul Retail Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast
(2026 – 2031), ukuran dan pangsa pasar ritel diperkirakan akan mengalami
pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Ukuran pasar ritel di
dunia diproyeksikan akan menjadi USD 41,53 triliun pada tahun 2031, tumbuh
dengan tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 6,87% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031.
Pertumbuhan industri ritel di dunia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
positif, didukung oleh peningkatan pendapatan masyarakat perkotaan kelas
menengah, peningkatan efisiensi operasional, serta perubahan preferensi
konsumen. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku industri perlu terus beradaptasi
terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar guna menjaga daya saing
dan mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.




                                   33
Page 35
          Seiring dengan perkembangan teknologi, industri ritel mengalami perubahan
          yang dipengaruhi oleh pergeseran perilaku konsumen dan kemajuan digital.
          Kanal penjualan tidak lagi terbatas pada toko fisik, tetapi juga berkembang
          melalui platform e-commerce, meskipun toko fisik tetap berperan dalam
          memberikan interaksi langsung dengan konsumen. Dalam hal ini, pelaku
          industri menerapkan strategi omnichannel, yaitu integrasi antara kanal
          penjualan offline dan online untuk menciptakan proses belanja yang lebih
          terintegrasi dan memudahkan konsumen.

          Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan
          otomatisasi dalam operasional toko maupun gudang turut meningkatkan
          efisiensi, pengelolaan persediaan barang, serta pemahaman terhadap
          kebutuhan konsumen. Pemanfaatan data merupakan elemen penting dalam
          operasional ritel karena mendukung pelaku usaha dalam memahami dan
          memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih tepat. Secara keseluruhan,
          perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri ritel global terus
          beradaptasi melalui penyesuaian model bisnis, peningkatan kualitas layanan,
          serta perluasan jangkauan pasar, sehingga tetap memiliki prospek yang positif
          di tengah dinamika ekonomi global.

II.B.2.   Tinjauan Industri Ritel di Filipina

          Industri ritel merupakan sektor usaha yang melakukan kegiatan penjualan
          barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan
          atau dikonsumsi secara pribadi, bukan untuk dijual kembali. Sektor ini
          mencakup berbagai kategori seperti makanan dan minuman, pakaian,
          elektronik, serta kebutuhan rumah tangga yang berkaitan langsung dengan
          aktivitas konsumsi masyarakat.

          Berdasarkan data Mordor Intelligence dalam laporan berjudul Philippines Retail
          Market Size & Share Analysis: Growth Trends and Forecast (2026–2031),
          ukuran pasar ritel Filipina pada tahun 2025 mencapai USD 41,26 miliar.
          Pertumbuhan industri ritel Filipina didukung oleh kuatnya konsumsi domestik
          yang menyumbang hampir 70,00% terhadap PDB nasional, sehingga
          menciptakan permintaan yang stabil terhadap berbagai produk ritel. Selain itu,
          populasi penduduk usia muda terus bertumbuh, disertai dengan meningkatnya
          urbanisasi, turut mendorong konsumsi masyarakat, terutama untuk produk
          makanan, pakaian, elektronik, dan produk gaya hidup. Adopsi pembayaran
          digital dan dompet elektronik (e-wallet) yang semakin luas juga mendukung
          peningkatan frekuensi transaksi, baik melalui kanal online maupun offline.
          Di sisi lain, perbaikan infrastruktur logistik, layanan pengiriman, serta dukungan
          pemerintah terhadap sektor ritel semakin memperkuat pertumbuhan industri
          ritel Filipina.




                                                34
Page 36
Tingkat Pertumbuhan Penjualan Ritel di Filipina
November 2025 – Februari 2026
(Dalam %)

                          3,50


                          3,00


                          2,50


                          2,00


                          1,50


                          1,00


                          0,50


                             -
                                  Nov 2025      Des 2025   Jan 2026   Feb 2026   Mar 2026
          Pertumbuhan Penjualan     1,40          1,50       2,10       2,10       3,30

Sumber : Trading Economics


Berdasarkan data Trading Economics, pertumbuhan penjualan ritel di Filipina
secara tahunan (year-on-year/YoY) menunjukkan peningkatan pada periode
November 2025 hingga Maret 2026. Pertumbuhan penjualan ritel meningkat
dari sekitar 1,4% pada November 2025 menjadi 2,10% pada Januari 2026 dan
tetap berada pada level yang sama pada Februari 2026. Selanjutnya,
pertumbuhan penjualan ritel kembali meningkat menjadi 3,30% pada Maret
2026. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas perdagangan
ritel yang didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, sehingga
berpotensi mendukung pertumbuhan industri ritel Filipina pada periode
mendatang.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam
laporannya yang berjudul Philippines Retail Market Size & Share Analysis
Growth Trends and Forecast (2026–2031), ukuran pasar industri ritel Filipina
pada tahun 2031 diproyeksikan mencapai USD 64,99 miliar, dengan tingkat
CAGR sebesar 7,86% selama periode 2026–2031. Pertumbuhan tersebut
didorong oleh kuatnya konsumsi domestik yang didukung oleh tingginya
pembelanjaan makanan, pakaian, peralatan elektronik, dan peningkatan gaya
hidup karena peningkatan pendapatan bersih dan jumlah kelas menengah
yang semakin besar.




                                           35
Page 37
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha Perseroan

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi usaha dalam
        bidang perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen. Kegiatan
        usaha Perseroan dimulai pada tahun 1989. Sejak tahun 2002, Perseroan
        bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen
        dengan mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan nama
        “Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang,
        Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang,
        Bali, Klaten, Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin,
        Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam,
        Plumbon, Serang, Cianjur, Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal,
        Luwu, dan Gorontalo.

        Sejak tahun 2002, Perseroan bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan
        eceran untuk produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket
        dan jasa waralaba dengan nama “Alfamart” yang berlokasi di beberapa tempat
        di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon,
        Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar, Balaraja,
        Palembang, Bogor, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak,
        Manado, Lombok, Rembang, Karawang, Batam, Plumbon, Serang, Cianjur,
        Bekasi, Cikokol, Jember, Kota Bumi, Madiun, Tegal, Luwu, dan Gorontalo.

        Dalam menjalankan operasionalnya, Perseroan dan entitas anak mengelola
        sebanyak 24.434 gerai ritel, yang terdiri atas 18.465 gerai milik sendiri dan
        5.969 gerai waralaba hingga tahun 2025. Jaringan gerai tersebut terus
        dikembangkan secara terukur untuk memperluas jangkauan layanan kepada
        konsumen serta memperkuat posisi Perseroan di industri ritel.

        Sepanjang tahun 2025, Perseroan kembali menunjukkan kinerja yang solid di
        tengah tekanan daya beli dan dinamika industri ritel yang semakin kompetitif.
        Dengan tetap berfokus pada ekspansi jaringan, penguatan layanan, serta
        optimalisasi operasional, Perseroan dan entitas anak berhasil merealisasikan
        penambahan 1.159 gerai baru sesuai dengan target yang telah ditetapkan,
        sehingga total jumlah gerai ritel mencapai 24.434 gerai, meningkat
        dibandingkan dengan posisi tahun 2024 yang tercatat sebanyak 23.277 gerai.




                                       36
Page 38
Seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan preferensi konsumen,
Perseroan dan entitas anak terus melakukan pengembangan konsep bisnis
serta memperluas layanan berbasis digital (e-service). Salah satu inisiatif
utama adalah layanan SAPA (Siap Antar Pesanan Anda) yang terintegrasi
dengan aplikasi Alfagift. Untuk mendukung layanan tersebut, Perseroan dan
entitas anak tertentu mengoperasikan gerai khusus yang difokuskan pada
pemenuhan pesanan daring, sehingga kualitas layanan kepada pelanggan
dapat ditingkatkan. Selain itu, pemanfaatan kendaraan listrik untuk
pengantaran pesanan mulai diimplementasikan di sejumlah gerai sebagai
bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung
prinsip keberlanjutan lingkungan. Perbaikan proses bisnis operasional
berkaitan dengan transaksi online juga terus ditingkatkan dengan juga
memperhatikan parameter pelayanan.

Pada tahun 2025, Perseroan telah menyiapkan ribuan armada SAPA untuk
melayani pesanan melalui Alfagift. Entitas anak Perseroan juga menyediakan
aplikasi lain seperti Midi Kriing dan Aksesmu guna memberikan alternatif
kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pemesanan secara daring.
Upaya peningkatan kepuasan pelanggan turut didukung melalui berbagai
program promosi yang dikomunikasikan langsung oleh karyawan di gerai, serta
penyediaan beragam metode pembayaran, termasuk QRIS dan layanan
pembayaran virtual lainnya. Selain itu, fitur Self Service yang diperkenalkan
memungkinkan pelanggan berbelanja secara mandiri dengan memindai produk
dan melakukan pembayaran melalui aplikasi Alfagift tanpa harus mengantre di
kasir.

Perseroan terus mengembangkan strategi Ready to Drink, Ready to Eat, dan In
House Bakery diterapkan melalui coffee corner “Bean Spot” di gerai Alfamart
untuk memenuhi kebutuhan konsumen urban akan produk praktis. Entitas anak
tertentu juga menambah jumlah cluster gerai premium dengan menambahkan
produk premium yang memiliki penjualan sangat baik.

Prospek usaha Perseroan ke depan masih memiliki potensi pertumbuhan yang
positif, didukung oleh permintaan terhadap produk kebutuhan sehari-hari yang
relatif stabil serta luasnya jangkauan pasar domestik. Meskipun demikian,
Perseroan tetap mencermati berbagai dinamika regulasi, termasuk wacana
pembatasan ekspansi ritel modern, yang berpotensi memengaruhi ruang
pertumbuhan usaha. Dalam menghadapi hal tersebut, Perseroan berkomitmen
untuk senantiasa menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku, sekaligus mengoptimalkan strategi ekspansi secara
selektif dan terukur guna menjaga keberlanjutan bisnis.




                               37
Page 39
        Laporan pasar juga memperlihatkan bahwa ukuran pasar ritel Indonesia
        diproyeksikan akan terus menguat, dengan perkiraan nilai pasar mencapai
        USD 202,00 miliar pada 2025 dan terus tumbuh dengan CAGR sekitar 4,70%
        untuk periode 2026 – 2034, menunjukkan peluang pertumbuhan jangka
        menengah hingga panjang yang solid di sektor ritel. Selain itu, transformasi
        digital dan perluasan kanal penjualan menjadi faktor utama yang mendorong
        pertumbuhan industri ritel. Pertumbuhan e-commerce diperkirakan tetap
        menjadi pendorong signifikan pada sektor ritel modern di Indonesia menuju
        2026, dengan pertumbuhan volume transaksi digital yang kuat dan
        meningkatnya penetrasi pembayaran digital.

        Untuk menyambut prospek pasar tersebut, Perseroan berencana untuk:

        •   Memperkuat segmen digital dan omnichannel, termasuk integrasi layanan
            digital yang mendukung pengalaman pelanggan omnichannel.

        •   Mengoptimalkan operasi supply chain dan logistik untuk menjamin
            ketersediaan produk dan respons terhadap perubahan permintaan
            konsumen.

        Melalui strategi pertumbuhan jaringan, inovasi teknologi, serta adaptasi
        terhadap kecenderungan belanja modern, Perseroan optimis dapat
        memperkuat posisinya di industri ritel Indonesia pada tahun 2026, serta
        menyokong target pertumbuhan pendapatan tahunan.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
            Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya,
            yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang
            pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri
            ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
            meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta
            memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian, Perseroan melakukan
            Transaksi sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
            kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
            menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur
            permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham
            strategis.




                                      38
Page 40
•   Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
    ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
    pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Transaksi Peningkatan Modal,
    Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
    permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
    tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
    struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan
    dapat meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis
    dan pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara
    global.

•   Setelah Transaksi Pembelian dan Transaksi Akuisisi menjadi efektif,
    Perseroan mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang
    memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah
    ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi
    manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di
    pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko
    ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi
    kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap
    dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
    strategis ARA pada masa yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri
    pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan
    kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
    strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Transaksi
    diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan
    melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang
    tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah
    bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.




                               39
Page 41
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
            Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya,
            yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang
            pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri
            ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
            meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta
            memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian, Perseroan melakukan
            Transaksi sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
            kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
            menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur
            permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham
            strategis.

        •   Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
            ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
            pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Transaksi Peningkatan Modal,
            Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
            permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
            tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
            struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan
            dapat meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis
            dan pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara
            global.

        •   Setelah Transaksi Pembelian dan Transaksi Akuisisi menjadi efektif,
            Perseroan mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang
            memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah
            ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi
            manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di
            pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko
            ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi
            kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap
            dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
            strategis ARA pada masa yang akan datang.




                                      40
Page 42
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
    memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
    global. Selanjutnya, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan
    mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri
    pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan
    kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
    strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global. Selain itu, Transaksi
    diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi di masa depan
    melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang
    tercipta, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah
    bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana pada masa yang akan datang, ARA berpotensi dapat
    meningkatkan kinerja keuangannya, Perseroan mungkin akan kehilangan
    kesempatan untuk membukukan seluruh potensi pendapatan yang dapat
    dihasilkan ARA pada masa yang akan datang.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha ATP dan ATB
    pada masa yang akan datang, ATP dan ATB masih memerlukan dukungan
    pendanaan dari Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi
    likuiditas dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Terdapat kemungkinan setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan tidak
    dapat mengimplementasikan strategi usaha Perseroan pada struktur bisnis
    ARA yang lebih kuat dan mandiri sehingga potensi pendapatan dari sinergi
    tidak dapat sepenuhnya tercapai secara maksimal dan pada akhirnya
    berpotensi berdampak pada proyeksi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan eceran
    dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan, ATP dan ATB tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha ATP dan ATB.




                               41
Page 43
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing telah diaudit oleh KAP PSS masing-masing dengan pendapat
           wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                     31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                     4.679.823    4.845.208    4.074.530    3.818.601     3.269.642
           Piutang usaha - neto
             Pihak berelasi                                          12.866        3.875        1.676        1.151         1.475
             Pihak ketiga                                         3.201.447    2.995.042    2.569.601    2.161.461     1.759.161
           Piutang lain-lain - neto
             Pihak berelasi                                          66.701       43.688          225            -           423
             Pihak ketiga                                           240.779      188.363      240.194      327.214       265.601
           Persediaan - neto                                     13.347.489   11.774.822   10.094.023    9.128.428     8.755.334
           Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto            83.830      112.131      104.771       39.366         3.412
           Aset lancar lainnya                                      282.172      327.579      240.854      187.979       156.855
           Deposito berjangka                                             -       50.000            -            -             -
           Jumlah Aset Lancar                                    21.915.107   20.340.708   17.325.874   15.664.200    14.211.903
           ASET TIDAK LANCAR
           Investasi                                              1.479.574      780.076      766.594      784.283       352.455
           Aset tetap - neto                                      9.752.718    9.002.080    8.052.524    7.204.035     6.462.667
           Aset hak guna - neto                                   8.483.140    7.791.239    7.237.734    6.303.256     5.591.527
           Uang muka pembelian aset tetap                           141.818      242.909      276.956      161.433       125.158
           Aset pajak tangguhan - neto                              282.856      160.434      126.469      164.604       139.925
           Aset tidak lancar lainnya                                520.647      472.597      456.381      464.455       486.575
           Taksiran pengembalian pajak                                3.241        8.339        3.651            -             -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                              20.663.994   18.457.674   16.920.309   15.082.066    13.158.307
           JUMLAH ASET                                           42.579.101   38.798.382   34.246.183   30.746.266    27.370.210




                                                            42
Page 44
                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                               31/12/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha
             Pihak berelasi                                                    301.123       290.069      116.971      148.060       122.546
             Pihak ketiga                                                   14.156.452    13.061.622   10.865.742   10.340.545     9.631.355
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                     23.782        16.145        5.318        6.473         2.342
             Pihak ketiga                                                    2.722.424     2.978.957    3.163.306    3.008.863     3.190.089
           Utang pajak                                                         320.607       317.328      413.725      503.791       262.999
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              564.040       445.028      394.350      470.602       417.595
           Beban akrual                                                      1.150.985     1.068.337      753.061      750.232       556.654
           Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
             waktu satu tahun :
             Liabilitas sewa                                                 1.034.140      977.492     1.192.563    1.079.769       836.043
             Liabilitas kontrak                                                240.014      313.550       295.052      281.127       112.406
             Utang bank                                                         39.422            -             -      353.710       464.834
             Utang pembiayaan konsumen                                               -            -            47           60           198
           Utang bank jangka pendek                                                  -            -        62.792      446.000       779.000
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  20.552.989    19.468.528   17.262.927   17.389.232    16.376.061
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Liabilitas sewa                                                  915.066       896.077      605.592      411.579        380.598
             Liabilitas kontrak                                                73.095        71.755       63.470       67.131         59.871
             Utang bank                                                       721.801             -            -      765.766        606.625
             Utang pembiayaan konsumen                                              -             -           80            -             36
           Liabilitas imbalan kerja karyawan                                  933.253       666.079      608.914      641.866        519.236
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  2.643.215     1.633.911    1.278.056    1.886.342     1.566.366
           JUMLAH LIABILITAS                                                23.196.204    21.102.439   18.540.983   19.275.574    17.942.427
           EKUITAS
           Modal saham                                                         415.245       415.245      415.245      415.245       415.245
           Tambahan modal disetor - neto                                     2.508.722     2.479.828    2.479.828    2.479.828     2.479.828
           Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                        320.127       320.127      320.127     (502.356)     (502.356)
           Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan - neto                 54.442        42.406       25.774       28.764         4.285
           Penghasilan komprehensif lainnya                                   (108.285)        3.848       73.412       45.580       147.286
           Saldo laba                                                       15.110.708    13.116.220   11.159.043    8.754.466     6.679.012
           Saham treasuri                                                     (279.629)            -            -            -             -
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                          18.021.330    16.377.674   14.473.429   11.221.527     9.223.300
           Kepentingan non-pengendali                                        1.361.567     1.318.269    1.231.771      249.165       204.483
           JUMLAH EKUITAS                                                   19.382.897    17.695.943   15.705.200   11.470.692     9.427.783
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    42.579.101    38.798.382   34.246.183   30.746.266    27.370.210




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 42.579,10 miliar,
           Rp 38.798,38 miliar, Rp 34.246,18 miliar, Rp 30.746,27 miliar, dan
           Rp 27.370,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3.780,72 miliar atau setara dengan 9,74% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan - neto, investasi, dan aset tetap - neto
           masing-masing sebesar Rp 1.572,67 miliar, Rp 699,50 miliar, dan
           Rp 750,64 miliar.




                                                                       43
Page 45
           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 4.552,20 miliar atau setara dengan 13,29% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, serta aset
           tetap - neto masing-masing sebesar Rp 770,68 miliar, Rp 1.680,80 miliar, dan
           Rp 949,56 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3.499,92 miliar atau setara dengan 11,38% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan – neto, aset tetap – neto, dan aset hak
           guna – neto masing-masing sebesar Rp 965,60 miliar, Rp 848,49 miliar, dan
           Rp 934,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3.376,06 miliar atau setara dengan 12,33% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, aset tetap - neto, dan aset hak
           guna - neto masing-masing sebesar Rp 548,96 miliar, Rp 741,37 miliar, dan
           Rp 711,73 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 23.196,20 miliar,
           Rp 21.102,44 miliar, Rp 18.540,98 miliar, Rp 19.275,57 miliar, dan
           Rp 17.942,43 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.093,77 miliar atau setara dengan 9,92% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga, liabilitas imbalan
           kerja, dan utang bank masing-masing sebesar Rp 1.094,83 miliar,
           Rp 386,19 miliar, dan Rp 761,22 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           lain-lain sebesar Rp 248,90 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.561,46 miliar atau setara dengan 13,82% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga, beban akrual,
           dan liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 2.195,88 miliar,
           Rp 315,28 miliar, dan Rp 75,41 miliar.




                                          44
Page 46
           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 734,59 miliar atau setara dengan 3,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank sebesar Rp 1.502,68 miliar
           yang disertai dengan kenaikan utang usaha pihak ketiga sebesar
           Rp 525,20 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.333,15 miliar atau setara dengan 7,43% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga, utang pajak, dan
           liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 709,19 miliar, Rp 240,79 miliar, dan
           Rp 274,71 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 19.382,90 miliar,
           Rp 17.695,94 miliar, Rp 15.705,20 miliar, Rp 11.470,69 miliar, dan
           Rp 9.427,78 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.686,95 miliar atau setara dengan 9,53% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 3.558,79 miliar yang disertai dengan dividen kas sebesar
           Rp 1.416,40 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.990,74 atau setara dengan 12,68% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 3.220,08 miliar yang disertai dengan dividen kas sebesar
           Rp 1.190,93 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 4.234,50 miliar atau setara dengan 36,92% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 3.484,03 miliar yang disertai dengan dividen kas sebesar Rp 999,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.042,91 miliar atau setara dengan 21,67% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 2.907,48 miliar yang disertai dengan dividen kas sebesar Rp 779,83 miliar.




                                          45
Page 47
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           Pendapatan neto                                               126.737.251    118.227.031    106.944.683    96.924.686     84.904.301
           Beban pokok pendapatan                                         98.981.004     92.861.550     83.878.566    76.902.242     67.329.674
           Laba bruto                                                     27.756.247     25.365.481     23.066.117     20.022.444     17.574.627
           Beban penjualan dan distribusi                                (21.969.024)   (20.206.085)   (17.889.910)   (15.531.052)   (14.209.518)
           Beban umum dan administrasi                                    (2.432.224)    (2.177.500)    (1.890.376)    (1.693.731)    (1.543.139)
           Pendapatan lainnya                                              1.333.652      1.223.612      1.232.099      1.046.528      1.026.579
           Beban lainnya                                                    (126.256)      (126.981)       (88.632)       (74.001)       (64.737)
           Laba usaha                                                      4.562.395      4.078.527      4.429.298     3.770.188      2.783.812
           Pendapatan keuangan                                               147.853        108.979         75.067        38.093         61.088
           Biaya keuangan                                                   (137.344)      (127.868)      (162.543)     (183.233)      (322.031)
           Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                         (133.909)         6.425         (9.301)       (7.825)       (29.966)
           Selisih amortisasi penghasilan ditangguhkan dengan biaya
             keuangan dari pinjaman                                                 -              -              -              -       (27.381)
           Kerugian yang timbul dari kehilangan pengendalia
             entitas anak                                                           -              -              -              -       (23.999)
           Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan            4.438.995      4.066.063      4.332.521     3.617.223      2.441.523
           Beban pajak final                                                 (53.716)       (53.878)       (50.174)      (50.434)       (45.614)
           Laba sebelum pajak penghasilan badan                            4.385.279      4.012.185      4.282.347     3.566.789      2.395.909
           Beban pajak penghasilan - neto                                   (826.490)      (792.102)      (798.322)     (659.311)      (432.859)
           Laba tahun berjalan                                             3.558.789      3.220.083      3.484.025     2.907.478      1.963.050
           Penghasilan komprehensif lainnya                                 (102.646)       (53.229)        26.776       (77.637)           (23)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                         3.456.143      3.166.854      3.510.801     2.829.841      1.963.027
           Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                         3.410.889      3.148.107      3.403.657     2.855.284      1.925.874
             Kepentingan non-pengendali                                      147.900         71.976         80.368        52.194         37.176




III.A.6    Pendapatan

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 126.737,25 miliar, Rp 118.227,03 miliar, Rp 106.944,68 miliar,
           Rp 96.924,69 miliar, dan Rp 84.904,30 miliar.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 8.510,22 miliar atau
           setara dengan 7,20% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 11.282,35 miliar atau
           setara dengan 10,55% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 10.020,00 miliar atau
           setara dengan 10,34% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 12.020,39 miliar atau
           setara dengan 14,16% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.



                                                                  46
Page 48
III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 3.558,79 miliar, Rp 3.220,08 miliar, Rp 3.484,03 miliar,
           Rp 2.907,48 miliar, dan Rp 1.963,05 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 338,71 miliar atau setara
           dengan 10,52% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 263,94 miliar atau
           setara dengan 7,58% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 576,55 miliar atau setara
           dengan 19,83% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 944,43 miliar atau setara
           dengan 48,11% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                         47
Page 49
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/25        31/12/24        31/12/23       31/12/22       31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                     126.395.939    117.772.298     106.496.110     96.648.254     84.855.460
           Pembayaran kas kepada pemasok                                 (99.419.487)   (92.180.731)    (84.415.454)   (76.576.586)   (67.524.275)
           Pembayaran kas untuk gaji, upah, dan kesejahteraan
            karyawan                                                     (12.731.389)    (11.497.094)   (10.582.362)    (9.067.252)    (8.122.959)
           Pembayaran kas untuk:
            Beban usaha                                                   (6.571.193)     (5.975.566)    (5.232.822)    (4.053.746)    (3.851.216)
            Pajak penghasilan                                               (898.264)       (895.792)      (801.306)      (673.496)      (451.970)
           Penerimaan kas dari kegiatan usaha lainnya                        898.602         840.015      1.352.855        785.314      1.430.923
           Penerimaan pengembalian pajak                                         683               -              -              -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                     7.674.891       8.063.130      6.817.021     7.062.488      6.335.963
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pendapatan keuangan                                               140.635         108.130         75.067         38.093         61.088
           Hasil penjualan aset tetap                                         65.105          62.114         54.590         55.609         30.352
           Pembayaran untuk penambahan investasi                             (19.599)       (109.175)      (132.330)      (574.230)      (191.316)
           Penambahan uang muka pembelian aset tetap                        (141.743)       (242.909)      (276.956)      (198.674)      (221.980)
           Pembayaran untuk penambahan aset tidak lancar lainnya            (297.596)       (228.253)      (191.804)      (161.433)      (125.158)
           Perolehan aset hak guna                                        (2.297.659)     (2.052.641)    (2.001.532)    (1.860.713)    (1.548.571)
           Perolehan aset tetap                                           (2.555.332)     (2.543.341)    (2.251.881)    (1.998.669)    (1.664.092)
           Pencairan (penempatan) deposito berjangka                          50.000         (50.000)             -              -              -
           Hasil penjualan investasi jangka pendek                            39.673               -              -              -              -
           Penempatan aset keuangan pada biaya perolehan
            diamortisasi                                                    (800.000)              -               -              -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 (5.816.516)     (5.056.075)    (4.724.846)    (4.700.017)    (3.659.677)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dari:
            Utang bank jangka pendek                                     129.691.655    109.274.146      86.764.932    89.884.000     96.560.769
            Utang bank jangka panjang                                        760.000              -               -       600.000        350.000
            Penerbitan saham baru entitas anak                                     -         60.000       1.743.478             -              -
           Pembayaran untuk:
            Beban bunga                                                      (12.622)        (18.368)       (66.111)      (116.180)      (259.111)
            Dividen kas melalui entitas anak                                 (73.159)        (45.181)       (21.026)       (12.417)        (7.981)
            Liabilitas sewa                                               (1.001.949)       (979.059)      (983.127)      (620.849)      (424.314)
            Dividen kas                                                   (1.416.401)     (1.190.930)      (999.080)      (779.830)      (386.178)
            Utang bank jangka pendek                                    (129.691.655)   (109.336.938)   (87.148.140)   (90.217.000)   (96.590.769)
            Utang pembiayaan konsumen                                              -             (47)          (116)          (759)          (197)
            Utang bank jangka panjang                                              -               -     (1.127.056)      (550.477)      (520.833)
            Utang obligasi                                                         -               -              -              -     (1.000.000)
            Pinjaman                                                               -               -              -              -     (1.000.000)
            Perolehan saham tresuri                                         (279.629)              -              -              -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                 (2.023.760)     (2.236.377)    (1.836.246)    (1.813.512)    (3.278.614)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                      (165.385)       770.678        255.929        548.959       (602.328)
           Kas dari entitas anak yang didekonsolidasi                              -               -               -              -        (5.590)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                              4.845.208       4.074.530      3.818.601     3.269.642      3.877.560
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             4.679.823       4.845.208      4.074.530     3.818.601      3.269.642




           Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
           2021 masing-masing adalah sebesar Rp 7.674,89 miliar, Rp 8.063,13 miliar,
           Rp 6.817,02 miliar, Rp 7.062,49 miliar, dan Rp 6.335,96 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 7.674,89 miliar
           terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
           Rp 126.395,94 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok,
           pembayaran kas untuk gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan, serta
           pembayaran     kas     untuk    beban      usaha    masing-masing   sebesar
           Rp 99.419,49 miliar, Rp 12.731,39 miliar, dan Rp 6.571,19 miliar.



                                                                   48
Page 50
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 8.063,13 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 117.772,30 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok,
pembayaran kas untuk gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan, serta
pembayaran     kas     untuk    beban      usaha    masing-masing   sebesar
Rp 92.180,73 miliar, Rp 11.497,09 miliar, dan Rp 5.975,57 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 6.817,02 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 106.496,11 miliar, yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok,
pembayaran kas untuk gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan, serta
pembayaran     kas     untuk    beban      usaha    masing-masing   sebesar
Rp 84.415,45 miliar, Rp 10.582,36 miliar, dan Rp 5.232,82 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 7.062,49 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 96.648,25 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok,
pembayaran kas untuk gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan, serta
pembayaran     kas     untuk    beban      usaha    masing-masing   sebesar
Rp 76.576,59 miliar, Rp 9.067,25 miliar, dan Rp 4.053,75 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 6.335,96 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 84.855,46 miliar
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran kas
untuk gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan, serta pembayaran kas untuk
beban usaha masing-masing sebesar Rp 67.524,28 miliar, Rp 8.122,96 miliar,
dan Rp 3.851,22 miliar.

Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 5.816,52 miliar,
Rp 5.056,08 miliar, Rp 4.724,85 miliar, Rp 4.700,02 miliar, dan
Rp 3.659,68 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp 5.816,52 miliar terutama berasal dari perolehan aset hak guna, perolehan
aset tetap, dan penempatan aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
masing-masing sebesar Rp 2.297,66 miliar, Rp 2.555.33 miliar, dan
Rp 800,00 miliar.




                              49
Page 51
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp 5.056,08 miliar terutama berasal dari penambahan uang muka pembelian
aset tetap, perolehan aset hak guna, dan perolehan aset tetap masing-masing
sebesar Rp 242,91 miliar, Rp 2.052,64 miliar, dan Rp 2.543,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp 4.724,85 miliar terutama berasal dari penambahan uang muka pembelian
aset tetap, perolehan aset hak guna, dan perolehan aset tetap masing-masing
sebesar Rp 276,96 miliar, Rp 2.001,53 miliar, dan Rp 2.251,88 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 4.700,02 miliar terutama berasal dari pembayaran untuk penambahan
investasi, perolehan aset hak guna, dan perolehan aset tetap masing-masing
sebesar Rp 574,23 miliar, Rp 1.860,71 miliar, dan Rp 1.998,67 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar
Rp 3.659,68 miliar terutama berasal dari penambahan uang muka pembelian
aset tetap, perolehan aset hak guna, dan perolehan aset tetap masing-masing
sebesar Rp 221,98 miliar, Rp 1.548,57 miliar, dan Rp 1.664,09 miliar.

Arus Kas Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2.023,76 miliar,
Rp 2.236,38 miliar, Rp 1.836,25 miliar, Rp 1.813,51 miliar, dan
Rp 3.278,61 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp 2.023,76 miliar terutama berasal dari pembayaran liabilitas sewa,
pembayaran dividen kas, dan pembayaran utang bank jangka pendek
masing-masing sebesar Rp 1.001,95 miliar, Rp 1.416,40 miliar dan
Rp 129.691,66 miliar yang disertai dengan penerimaan dari utang bank jangka
pendek sebesar Rp 129.691,66 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp 2.236,38 miliar terutama berasal dari pembayaran liabilitas sewa,
pembayaran dividen kas, dan pembayaran utang bank jangka pendek
masing-masing sebesar Rp 979,06 miliar, Rp1.190,93 miliar, dan
Rp 109.336,94 miliar yang disertai dengan penerimaan dari utang bank jangka
pendek sebesar Rp 109.274,15 miliar.




                              50
Page 52
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
           Rp 1.836,25 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank jangka
           pendek dan pembayaran utang bank jangka panjang masing-masing sebesar
           Rp 87.148,14 miliar dan Rp 1.127,06 miliar yang disertai dengan penerimaan
           utang bank jangka pendek sebesar Rp 86.764,93 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
           Rp 1.813,51 miliar terutama berasal dari pembayaran dividen kas, pembayaran
           utang bank jangka pendek, dan pembayaran utang bank jangka panjang
           masing-masing sebesar Rp 779,83 miliar, Rp 90.217,00 miliar, dan
           Rp 550,48 miliar yang disertai dengan penerimaan utang bank jangka pendek
           sebesar Rp 89.884,00 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar
           Rp 3.278,61 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank jangka
           pendek, pembayaran utang obligasi, dan pembayaran pinjaman masing-masing
           sebesar Rp 96.590,77 miliar, Rp 1.000,00 miliar, dan Rp 1.000,00 miliar yang
           disertai dengan penerimaan utang bank jangka pendek sebesar
           Rp 96.560,77 miliar.

III.A.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan            31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             1,07        1,04        1,00        0,90        0,87
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             2,98        3,05        3,12        3,15        3,10
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,46        0,46        0,46        0,37        0,34
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,54        0,54        0,54        0,63        0,66
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 1,20        1,19        1,18        1,68        1,90
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                21,90%      21,45%      21,57%      20,66%      20,70%
           Marjin laba usaha                                 3,60%       3,45%       4,14%       3,89%       3,28%
           Marjin laba bersih                                2,81%       2,72%       3,26%       3,00%       2,31%
           Laba usaha terhadap jumlah aset                  10,72%      10,51%      12,93%      12,26%      10,17%
           Imbal hasil aset                                  8,36%       8,30%      10,17%       9,46%       7,17%
           Laba usaha terhadap jumlah ekuitas               23,54%      23,05%      28,20%      32,87%      29,53%
           Imbal hasil ekuitas                              18,36%      18,20%      22,18%      25,35%      20,82%




                                                    51
Page 53
III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 2,98; 3,05; 3,12; 3,15; dan 3,10.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,46; 0,46; 0,46; 0,37; dan 0,34.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,54; 0,54; 0,54;
            0,63; dan 0,66, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 1,20; 1,19; 1,18; 1,68; dan 1,90.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
            2022 dan 2021 masing-masing adalah 8,36%, 8,30%, 10,17%, 9,46%, dan
            7,17%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 18,36%, 18,20%, 22,18%,
            25,35%, dan 20,82%.




                                           52
Page 54
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis ARA

           Laporan keuangan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing telah diaudit
           oleh KAP KDYP masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting ARA adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                                   Keterangan        31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                              128            141            114             77             87
           Piutang dari entitas asosiasi                     -              -          2.152              -              -
           Jumlah Aset Lancar                           128,39         141,32        2.266,50         76,94          86,57
           ASET TIDAK LANCAR
           Investasi pada entitas asosiasi              18.330         26.314         18.750         15.619         17.678
           Jumlah Aset Tidak Lancar                     18.330         26.314         18.750         15.619         17.678
           JUMLAH ASET                                  18.458         26.455         21.016         15.696         17.764



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                                   Keterangan        31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Akrual                                               3              3              3              3              3
           JUMLAH LIABILITAS                                    3              3              3              3              3
           EKUITAS
           Modal saham                                   41.419         41.419         35.111         28.716         28.716
           Saldo rugi                                   (22.964)       (14.968)       (14.098)       (13.023)       (10.955)
           JUMLAH EKUITAS                               18.455         26.452         21.013         15.693         17.761
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                18.458         26.455         21.016         15.696         17.764




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset ARA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 18,46 juta, USD 26,46 juta,
           USD 21,02 juta, USD 15,70 juta, USD 17,76 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset ARA mengalami penurunan
           sebesar USD 8,00 juta atau setara dengan 30,23% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan investasi pada entitas asosiasi sebesar
           USD 7,98 juta.




                                                53
Page 55
           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset ARA mengalami kenaikan
           sebesar USD 5,44 juta atau setara dengan 25,88% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan investasi pada entitas asosiasi sebesar
           USD 7,56 juta yang disertai penurunan piutang dari entitas asosiasi sebesar
           USD 2,15 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset ARA mengalami kenaikan
           sebesar USD 5,32 juta atau setara dengan 33,90% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang dari entitas asosiasi dan investasi pada
           entitas asosiasi masing-masing adalah sebesar USD 2,15 juta dan
           USD 3,13 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset ARA mengalami penurunan
           sebesar USD 2,07 juta atau setara dengan 11,64% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan investasi pada entitas asosiasi sebesar
           USD 2,06 juta.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas ARA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 3,02 ribu, USD 3,24 ribu,
           USD 3,11 ribu, USD 2,89 ribu, dan USD 2,89 ribu.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas ARA mengalami penurunan
           sebesar USD 0,22 ribu atau setara dengan 6,79% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh penurunan akrual.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas ARA mengalami kenaikan
           sebesar USD 0,13 ribu atau setara dengan 4,15% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh kenaikan akrual.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas ARA mengalami kenaikan
           sebesar USD 0,22 ribu atau setara dengan 7,72% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh kenaikan akrual.




                                         54
Page 56
III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas ARA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 18,46 juta,
           USD 26,45 juta, USD 21,01 juta, USD 15,69 juta, dan USD 17,76 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas ARA mengalami penurunan
           sebesar USD 8,00 juta atau setara dengan 30,23% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh ARA.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas ARA mengalami kenaikan
           sebesar USD 5,44 juta atau setara dengan 25,88% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh penerbitan saham baru pada tahun berjalan sebesar
           USD 6,31 juta yang disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan
           oleh ARA sebesar USD 0,87 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas ARA mengalami kenaikan
           sebesar USD 5,32 juta atau setara dengan 33,90% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh penerbitan saham baru pada tahun berjalan sebesar
           USD 6,40 juta yang disertai rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh
           ARA sebesar USD 1,08 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas ARA mengalami penurunan
           sebesar USD 2,07 juta atau setara dengan 11,65% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ARA.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                                   Keterangan                          31/12/25      31/12/24     31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Pendapatan                                                           -            -             -             -             -
           Rugi penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi            (7.984)        (855)       (1.059)       (2.059)       (3.143)
           Beban lain-lain                                                    (13)         (14)          (16)          (10)          (12)
           Rugi sebelum beban pajak penghasilan                            (7.997)        (870)       (1.075)       (2.069)       (3.155)
           Beban pajak penghasilan                                              -            -             -             -             -
           Rugi bersih tahun berjalan                                      (7.997)        (870)       (1.075)       (2.069)       (3.155)
           Pendapatan komprehensif lainnya                                      -            -             -             -             -
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                         (7.997)        (870)       (1.075)       (2.069)       (3.155)




                                                                  55
Page 57
III.B.6    Pendapatan

           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021, ARA belum membukukan pendapatan.

III.B.7.   Rugi Bersih Tahun Berjalan

           Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar USD 8,00 juta, USD 0,87 juta, USD 1,08 juta,
           USD 2,07 juta, dan 3,16 juta.

           Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 7,13 juta atau setara
           dengan 819,51% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar USD 0,21 juta atau setara
           dengan 19,08% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar USD 0,99 juta atau setara
           dengan 48,05% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi bersih tahun berjalan ARA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 1,09 juta atau setara
           dengan 34,44% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                        Keterangan                                  31/12/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22       31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Rugi sebelum pajak                                                           (7.997)         (870)        (1.075)       (2.069)        (3.155)
           Penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi        7.984           855          1.059         2.059          3.143
           Kenaikan (penurunan) akrual                                                      (0)            0              0             -              0
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                                    (13)           (14)          (16)          (10)           (12)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Peningkatan investasi pada entitas asosiasi                                         -       (6.267)       (4.190)              -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                                      -       (6.267)       (4.190)              -              -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerbitan saham                                                                    -       6.308          6.395               -              -
           Uang muka pihak berelasi                                                            -           -         (2.152)              -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                                       -       6.308         4.243                -              -
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                                     (13)           27            37            (10)           (12)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                             141            114            77            87             98
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                            128            141           114            77             87




                                                                         56
Page 58
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar USD 0,01 juta, USD 0,01 juta, USD 0,02 juta,
USD 0,01 juta, dan USD 0,01 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 0,01 juta terutama
berasal dari rugi sebelum pajak sebesar USD 8,00 juta yang disertai dengan
penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar
USD 7,98 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 0,01 juta terutama
berasal dari rugi sebelum pajak sebesar USD 0,87 juta yang disertai dengan
penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar
USD 0,86 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 0,02 juta terutama
berasal dari rugi sebelum pajak sebesar USD 1,08 juta yang disertai dengan
penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar
USD 1,06 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 0,01 juta terutama
berasal dari rugi sebelum pajak sebesar USD 2,07 juta yang disertai dengan
penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar
USD 2,06 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 0,01 juta terutama
berasal dari rugi sebelum pajak sebesar USD 3,16 juta yang disertai dengan
penyesuaian untuk rugi penurunan nilai investasi dari entitas asosiasi sebesar
USD 3,14 juta.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 6,27 juta dan USD 4,19 juta. Untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2022, dan 2021, ARA tidak
membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk/diperoleh dari aktivitas
investasi.




                               57
Page 59
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARA untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 6,27 juta seluruhnya
            berasal dari peningkatan investasi pada entitas asosiasi.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARA untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 4,19 juta seluruhnya
            berasal dari peningkatan investasi pada entitas asosiasi.

            Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ARA untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
            adalah sebesar USD 6,31 juta, dan USD 4,24 juta. Untuk tahun yang berakhir
            pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2022, dan 2021, ARA tidak
            membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk/diperoleh dari aktivitas
            pendanaan.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ARA untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 6,31 juta seluruhnya
            berasal dari penerbitan saham.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ARA untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 4,24 juta terutama
            berasal dari penerbitan saham sebesar USD 6,40 juta yang disertai dengan
            pembayaran uang muka pihak berelasi sebesar USD 2,15 juta.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                            42,53        43,63       728,78        26,65        29,99
            Rasio Pengelolaan Aset
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       1,00         1,00         1,00         1,00         1,00
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,00         0,00         0,00         0,00         0,00
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,00         0,00         0,00         0,00         0,00
            Rasio Profitabilitas
            Imbal hasil aset                                 -43,32%       -3,29%       -5,11%      -13,18%      -17,76%
            Imbal hasil ekuitas                              -43,33%       -3,29%       -5,11%      -13,18%      -17,76%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas ARA
            terhadap jumlah aset ARA. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 1,00; 1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.




                                                     58
Page 60
III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan ARA untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00;
            0,00; dan 0,00; sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ARA dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan               ARA    dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           59
Page 61
III.C.     Analisis atas Kinerja Historis ATP

           Laporan keuangan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing telah diaudit
           oleh KAP SGV masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting ATP adalah sebagai berikut:

III.C.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                       (Dalam ribuan PHP)

                                         Keterangan                                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                                           1.843.142       461.727       168.903       105.357       328.812
           Piutang usaha dan piutang lain-lain                                            377.287     3.775.971     3.408.484     2.943.428     2.782.837
           Persediaan                                                                   4.777.985     1.575.358       588.659       755.591       664.883
           Pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya                        617.218       588.833     1.223.208       915.303       685.103
           Jumlah Aset Lancar                                                           7.615.632     6.401.888     5.389.255     4.719.679     4.461.635
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap - neto                                                            7.100.195     7.094.066     5.329.696     4.006.340     3.757.183
           Aset hak guna                                                                7.706.455     7.314.218     6.046.323     5.216.665     4.904.076
           Biaya perangkat lunak                                                           24.849        21.469        17.455        17.490        18.771
           Uang jaminan                                                                   416.150       234.299       175.349       133.641       114.240
           Aset pajak tangguhan                                                           314.696       245.748       203.203       156.499       111.997
           Aset tidak lancar lainnya                                                    1.122.326     1.293.097       357.387       270.201       278.627
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                                    16.684.670    16.202.898    12.129.414     9.800.837     9.184.893
           JUMLAH ASET                                                                 24.300.302    22.604.787    17.518.669    14.520.516    13.646.528



                                                                                                                                       (Dalam ribuan PHP)

                                         Keterangan                                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha dan utang lain-lain                                              7.212.372     6.065.948     4.478.410     3.621.289     3.121.910
           Liabilitas sewa                                                                598.337       572.152       503.269       403.897       353.497
           Utang pinjaman                                                               2.900.000             -             -             -             -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             10.710.709     6.638.100     4.981.679     4.025.186     3.475.407
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas sewa                                                              8.247.025     7.678.588     6.296.290     5.409.887     5.000.416
           Utang pinjaman                                                               2.831.998     4.533.797     3.534.479     2.884.848     2.880.445
           Liabilitas imbalan kerja                                                       122.128        50.678        64.775        39.483        13.780
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            11.201.151    12.263.063     9.895.543     8.334.218     7.894.641
           JUMLAH LIABILITAS                                                           21.911.861    18.901.163    14.877.221    12.359.403    11.370.048
           EKUITAS
           Modal saham                                                                  5.450.000     5.450.000     4.450.000     3.800.000     3.800.000
           Saldo laba (rugi)                                                           (3.049.947)   (1.719.305)   (1.769.736)   (1.619.129)   (1.522.987)
           Kerugian pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - setelah pajak      (11.611)      (27.072)      (38.817)      (19.759)         (532)
           JUMLAH EKUITAS                                                               2.388.442     3.703.624     2.641.447     2.161.112     2.276.480
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                               24.300.302    22.604.787    17.518.669    14.520.516    13.646.528




III.C.2.   Aset

           Jumlah aset ATP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar PHP 24.300,30 juta, PHP 22.604,78
           juta, PHP 17.518,67 juta, PHP 14.520,52 juta, dan PHP 13.646,53 juta.




                                                                          60
Page 62
           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 1.695,52 juta atau setara dengan 7,50% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, dan aset hak guna
           masing-masing sebesar PHP 1.381,42 juta, PHP 3.202,63 juta, dan
           PHP 392,24 juta yang disertai dengan penurunan piutang usaha dan piutang
           lain-lain sebesar PHP 3.398,68 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 5.086,12 juta atau setara dengan 29,03% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan, aset tetap – neto, dan aset hak guna
           masing-masing sebesar PHP 986,70 juta, PHP 1.764,37 juta, dan
           PHP 1.267,90 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 2.998,15 juta atau setara dengan 20,65% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha dan piutang lain-lain, aset
           tetap – neto, serta aset hak guna masing- adalah sebesar PHP 465,06 juta,
           PHP 1.323,36 juta, dan PHP 829,66 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 873,99 juta atau setara dengan 6,40% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar
           lainnya, aset tetap – neto, dan aset hak guna masing-masing sebesar
           PHP 230,20 juta, PHP 249,16 juta, dan PHP 312,59 juta.

III.C.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas ATP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar PHP 21.911,86 juta,
           PHP 18.901,16 juta, PHP 14.877,22 juta, PHP 12.359,40 juta, dan
           PHP 11.370,05 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 3.010,70 juta atau setara dengan 15,93% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain, liabilitas sewa, dan
           utang pinjaman masing-masing sebesar PHP 1.146,43 juta, PHP 594,62 juta,
           dan PHP 1.198,20 juta.




                                          61
Page 63
           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 4.023,04 juta atau setara dengan 27,05% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain, liabilitas sewa, dan
           utang pinjaman masing-masing sebesar PHP 1.587,54 juta, PHP 1.451,18 juta,
           dan PHP 999,32 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 2.517,82 juta atau setara dengan 20,37% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain, liabilitas sewa, dan
           utang pinjaman masing-masing sebesar PHP 857,12 juta, PHP 1.872,18 juta,
           dan PHP 649,63 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 989,36 juta atau setara dengan 8,70% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain dan liabilitas sewa
           masing-masing sebesar PHP 499,38 juta dan PHP 459,87 juta.

III.C.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas ATP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar PHP 2.388,44 juta,
           PHP 3.703,62 juta, PHP 2.641,45 juta, PHP 2.161,11 juta, dan
           PHP 2.276.48 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas ATP mengalami penurunan
           sebesar PHP 1.315,18 juta atau setara dengan 35,51% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ATP sebesar
           PHP 1.330,64 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 1.062,18 juta atau setara dengan 40,21% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh penerbitan saham baru dan laba tahun berjalan yang
           dibukukan oleh ATP masing-masing sebesar PHP 1.000,00 juta dan
           PHP 50,43 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas ATP mengalami kenaikan
           sebesar PHP 480,34 juta atau setara dengan 22,23% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh penerbitan saham baru sebesar PHP 650,00 juta yang disertai
           rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ATP sebesar PHP 150,61 juta.




                                          62
Page 64
           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas ATP mengalami penurunan
           sebesar PHP 115,37 juta atau setara dengan 5,07% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh ATP sebesar
           PHP 96,14 juta.

III.C.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                 (Dalam ribuan PHP)

                                   Keterangan                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Penjualan bersih                                      33.612.771    28.212.383    23.282.832    19.392.054    15.941.769
           Beban pokok penjualan                                 24.893.725    24.196.374    20.536.805    17.164.926    14.088.722
           Laba bruto                                             8.719.046     4.016.009     2.746.026     2.227.128     1.853.048
           Beban penjualan dan administrasi                      (9.846.630)   (4.488.879)   (3.422.637)   (2.757.103)   (2.526.015)
           Pendapatan bunga                                          12.456        20.334        25.038         8.372         8.783
           Beban bunga                                             (837.216)     (710.252)     (542.982)     (481.106)     (424.927)
           Penghasilan lainnya                                      736.430     1.272.387     1.060.738       899.723       785.474
           Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan           (1.215.913)     109.599       (133.817)     (102.986)     (303.636)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                       (114.729)     (59.168)       (16.790)        6.844         1.743
           Laba (rugi) bersih tahun berjalan                     (1.330.642)      50.431       (150.607)      (96.142)     (301.894)
           Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                    15.460       11.746        (19.058)      (19.227)       11.013
           Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan        (1.315.182)      62.177       (169.665)     (115.368)     (290.880)




III.C.6    Penjualan Bersih

           Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar PHP 33.612,77 juta, PHP 28.212,38 juta, PHP 23.282,83 juta,
           PHP 19.392,05 juta, dan PHP 15.941,77 juta.

           Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar PHP 5.400,39 juta atau
           setara dengan 19,14% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar PHP 4.929,55 juta atau
           setara dengan 21,17% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2023 mengalami kenaikan sebesar PHP 3.890,78 juta atau setara dengan
           20,06% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Penjualan bersih ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar PHP 3.450,29 juta atau
           setara dengan 21,64% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                            63
Page 65
III.C.7.   Laba (rugi) Bersih Tahun Berjalan

           Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing
           adalah sebesar PHP 1.330,64 juta, PHP 150,61 juta, PHP 96,14 juta, dan
           PHP 301,89 juta. Laba bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar PHP 50,43 juta.

           Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar PHP 1.381,07 juta
           dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar PHP 201,04 juta atau setara
           dengan 133,49% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar PHP 54,47 juta atau setara
           dengan 56,65% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi bersih tahun berjalan ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar PHP 205,75 juta atau
           setara dengan 68,15% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          64
Page 66
III.C.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                        (Dalam ribuan PHP)
                                 Keterangan                           31/12/25       31/12/24       31/12/23      31/12/22       31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Rugi sebelum pajak penghasilan                             (1.215.913)      109.599        (133.817)     (102.986)      (303.636)
           Penyesuaian untuk:
            Penyusutan dan amortisasi                                  2.045.523      1.698.286      1.352.301     1.260.553      1.236.756
            Beban bunga                                                  830.014        703.434        538.476       481.106        424.927
            Beban imbalan pensiun                                        103.063         18.064         11.880         7.067          8.127
            Kerugian pelepasan aset tetap                                 30.846         24.298            781         2.192          5.938
            Amortisasi sewa tangguhan                                      8.456          7.268          6.540         5.945          5.662
            Akresi deposito yang dikembalikan                             (6.634)        (5.760)        (5.086)       (4.623)        (4.403)
            Pendapatan bunga                                              (5.822)       (14.573)       (19.953)       (3.749)        (4.380)
            Keuntungan penghentian sewa                                  (12.516)        (6.332)        (1.153)       (3.377)        (3.569)
            Amortisasi biaya penerbitan utang                              7.202          6.818          4.506         4.403          2.195
            Kerugian selisih kurs yang belum direalisasi                       -              -         (1.083)          593            252
            Kerugian penurunan nilai piutang usaha                       699.068              -              -             -              -
            Keuntungan dari konsensi sewa yang diterima                        -              -              -             -        (30.844)
           Penurunan (kenaikan):
            Piutang usaha dan pitang lain-lain                         2.728.780       (355.937)      (438.488)     (150.454)      216.617
            Persediaan                                                (3.202.627)      (986.699)       166.931       (90.708)      (19.471)
            Pajak pertambahan nilai masukan dan aset lancar lainnya      121.216        888.790        (56.891)       (4.548)      (39.235)
            Deposit yang dapat dikembalikan                             (183.673)       (60.458)       (43.162)            -             -
           Kenaikan utang usaha dan liabilitas lancar lainnya          1.111.003      1.578.000        855.611       499.378       285.597
           Pajak penghasilan yang dibayar, termasuk pajak
            kredit yang dipotong                                        (161.576)      (360.042)      (308.156)     (256.901)      (223.449)
           Kontribusi kepada aset program imbalan kerja                  (11.000)       (16.500)       (12.000)       (7.000)       (10.000)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 2.885.409      3.228.258      1.917.239     1.636.893      1.547.083
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan:
            Aset tetap                                                (1.291.553)    (2.763.460)    (2.104.664)   (1.002.208)    (1.205.887)
            Biaya perangkat lunak                                         (9.579)        (9.019)        (1.458)       (2.421)        (4.488)
           Kenaikan aset tidak lancar lainnya                             (6.084)      (935.711)       (87.186)        8.426        (18.961)
           Penerimaan bunga                                                5.822         14.573         19.953         3.749          4.380
           Deposit yang dapat dikembalikan                                     -              -              -       (20.723)       (16.924)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (1.301.394)    (3.693.617)    (2.173.355)   (1.013.178)    (1.241.880)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dari:
            Pinjaman                                                   1.200.000      1.000.000       650.000                -     500.000
            Penerbitan saham                                                   -      1.000.000       650.000                -           -
           Pembayaran untuk:
            Bunga atas liabilitas sewa                                  (592.025)      (507.052)      (407.165)     (357.192)      (321.236)
            Pelunasan pokok liabilitas sewa                             (585.552)      (530.922)      (439.581)     (365.470)      (280.835)
            Bunga atas pinjaman                                         (216.023)      (196.342)      (129.801)     (123.914)      (114.908)
            Biaya penerbitan utang                                        (9.000)        (7.500)        (4.875)            -        (21.750)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                         (202.599)      758.183        318.578       (846.576)      (238.730)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                 1.381.416       292.824         62.462       (222.861)       66.474
           PENGARUH NILAI TUKAR TERHADAP
            KAS DAN SETARA KAS                                                   -              -        1.083          (593)          (252)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                           461.727        168.903        105.357       328.812        262.590
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         1.843.142       461.727        168.903       105.357        328.812




           Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar PHP 2.885,41 juta, PHP 3.228,26 juta,
           PHP 1.917,24 juta, PHP 1.636,89 juta, dan PHP 1.547,08 juta.




                                                                65
Page 67
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar PHP 2.885,41 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, penurunan piutang usaha dan piutang
lain-lain, dan kenaikan utang usaha dan liabilitas lancar lainnya masing-masing
sebesar PHP 2.045,52 juta, PHP 2.728,78 juta, dan PHP 1.111,00 juta yang
disertai dengan kenaikan persediaan sebesar PHP 3.202,63 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar PHP 3.228,26 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, penurunan pajak pertambahan nilai
masukan dan aset lancar lainnya, serta kenaikan utang usaha dan liabilitas
lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.698,29 juta, PHP 888,79 juta,
dan PHP 1.578,00 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar PHP 1.917,24 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, beban bunga, dan kenaikan utang
usaha dan liabilitas lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.352,30 juta,
PHP 538,48 juta, dan PHP 855,61 juta yang disertai dengan kenaikan piutang
usaha dan piutang lain-lain sebesar PHP 438,49 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar PHP 1.636,89 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, beban bunga, dan kenaikan utang
usaha dan liabilitas lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.260,55 juta,
PHP 481,11 juta, dan PHP 499,38 juta yang disertai dengan pajak penghasilan
yang dibayar, termasuk pajak kredit yang dipotong sebesar PHP 256,90 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar PHP 1.547,08 juta terutama
berasal dari penyusutan dan amortisasi, beban bunga, dan kenaikan utang
usaha dan liabilitas lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.236,76 juta,
PHP 424,93 juta, dan PHP 285,60 juta.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar PHP 1.301,39 juta, PHP 3.639,62 juta,
PHP 2.173,36 juta, PHP 1.013,18 juta dan PHP 1.241,88 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar PHP 1.301,39 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan biaya perangkat lunak, dan
kenaikan aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 1.291,55 juta,
PHP 9,58 juta, dan PHP 6,08 juta.




                               66
Page 68
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar PHP 3.639,62 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan biaya perangkat lunak, dan
kenaikan aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 2.763,46 juta,
PHP 9,02 juta, dan PHP 935,71 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar PHP 2.173,36 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan biaya perangkat lunak, dan
kenaikan aset tidak lancar lainnya masing-masing sebesar PHP 2.104,66 juta,
PHP 1,46 juta, dan PHP 87,19 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar PHP 1.013,18 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan perangkat lunak dan deposit yang
dapat dikembalikan masing-masing sebesar PHP 1.002,21 juta, PHP 2,42 juta,
dan PHP 20,72 juta

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar PHP 1.241,88 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap, kenaikan aset tidak lancar lainnya, dan
deposit yang dapat dikembalikan masing-masing sebesar PHP 1.205,89 juta,
PHP 18,96 juta, dan PHP 16,92 juta.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar PHP 202,60 juta, PHP 846,58 juta, dan
PHP 238,73 juta. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
ATP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar PHP 758,18 juta dan PHP 318,58 juta.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar PHP 202,60 juta
terutama berasal dari pembayaran bunga atas liabilitas sewa, pembayaran
pelunasan pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas pinjaman
masing-masing sebesar PHP 592,03 juta, PHP 585,55 juta, dan
PHP 216,02 juta yang disertai dengan penerimaan dari pinjaman sebesar
PHP 1.200,00 juta.




                               67
Page 69
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATP untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar PHP 758,18 juta
           terutama berasal dari penerimaan dari pinjaman dan penerimaan dari
           penerbitan saham masing-masing sebesar PHP 1.000,00 juta dan
           PHP 1.000,00 juta yang disertai dengan pembayaran bunga atas liabilitas
           sewa, pembayaran pelunasan pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga
           atas pinjaman masing-masing sebesar PHP 507,05 juta, PHP 530,92 juta, dan
           196,34 juta.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATP untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar PHP 318,58 juta
           terutama berasal dari penerimaan dari pinjaman dan penerimaan dari
           penerbitan saham masing-masing sebesar PHP 650,00 juta dan
           PHP 650,00 juta yang disertai dengan pembayaran bunga atas liabilitas sewa,
           pembayaran pelunasan pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas
           pinjaman masing-masing sebesar PHP 407,17 juta, PHP 439,58 juta, dan
           PHP 129,80 juta.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar PHP 846,58 juta
           terutama berasal dari pembayaran bunga atas liabilitas sewa dan pembayaran
           pelunasan pokok liabilitas sewa masing-masing sebesar PHP 357,19 juta dan
           PHP 365,47 juta.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ATP untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar PHP 238,73 juta
           terutama berasal dari pembayaran bunga atas liabilitas sewa, pembayaran
           pelunasan pokok liabilitas sewa, dan pembayaran bunga atas pinjaman
           masing-masing sebesar PHP 321,24 juta, PHP 280,84 juta, dan
           PHP 114,91 juta yang disertai dengan penerimaan dari pinjaman sebesar
           PHP 500,00 juta.

III.C.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan            31/12/25     31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             0,71         0,96        1,08        1,17        1,28
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             1,38         1,25        1,33        1,34        1,17
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,10         0,16        0,15        0,15        0,17
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,90         0,84        0,85        0,85        0,83
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 9,17         5,10        5,63        5,72        4,99
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 25,94%      14,23%      11,79%      11,48%       11,62%
           Marjin laba (rugi) bersih                         -3,96%       0,18%      -0,65%      -0,50%       -1,89%
           Imbal hasil aset                                  -5,48%       0,22%      -0,86%      -0,66%       -2,21%
           Imbal hasil ekuitas                              -55,71%       1,36%      -5,70%      -4,45%      -13,26%




                                                    68
Page 70
III.C.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan ATP dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi ATP. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset
            masing-masing adalah 1,38; 1,25; 1,33; 1,34; dan 1,17.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            ATP terhadap jumlah aset ATP. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025,
            2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset
            masing-masing adalah 0,10; 0,16; 0,15; 0,15; dan 0,17.

III.C.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan ATP untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,90; 0,84; 0,85;
            0,85; dan 0,83; sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 adalah 9,17; 5,10; 5,63; 5,72;
            dan 4,99.

III.C.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ARA dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,22%

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan ATP dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 adalah
            sebesar 1,36%.




                                           69
Page 71
III.D.     Analisis atas Kinerja Historis ATB

           Laporan keuangan ATB untuk periode sejak tanggal pendirian
           8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP
           SSK dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

           Ikhtisar data keuangan penting ATB adalah sebagai berikut:

III.D.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                           (Dalam ribuan BDT)

                                  Keterangan                      31/12/25

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                        251.513
           Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka              33.785
           Piutang usaha dan piutang lain-lain                         5.014
           Persediaan dan perlengkapan                                11.107
           Jumlah Aset Lancar                                        301.418
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap                                                  6.745
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                    6.745
           JUMLAH ASET                                               308.164



                                                           (Dalam ribuan BDT)

                                  Keterangan                      31/12/25

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Utang usaha dan utang lain-lain                             6.817
           Beban akrual                                                  177
           JUMLAH LIABILITAS                                           6.994
           EKUITAS
           Modal saham                                                   109
           Uang muka pihak berelasi                                  315.142
           Saldo rugi                                                (14.082)
           JUMLAH EKUITAS                                            301.169
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             308.164




III.D.2.   Aset

           Jumlah aset ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
           BDT 308,16 juta.

III.D.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
           BDT 6,99 juta.

III.D.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas ATB pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
           BDT 301,17 juta.




                                                           70
Page 72
III.D.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                            (Dalam ribuan BDT)
                                                                   31/12/25
                                  Keterangan
                                                                  (4 Bulan)
           Pendapatan                                                        -
           Beban umum dan administrasi                                  (8.368)
           Beban penjualan dan distribusi                               (5.714)
           Rugi sebelum beban pajak penghasilan                        (14.082)
           Beban pajak penghasilan                                           -
           Rugi bersih periode berjalan                                (14.082)
           Pendapatan komprehensif lainnya                                   -
           Jumlah rugi komprehensif periode berjalan                   (14.082)




III.D.6    Pendapatan

           Untuk periode sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan
           31 Desember 2025 ATB belum membukukan pendapatan.

III.D.7.   Rugi Bersih Periode Berjalan

           Rugi periode berjalan ATB untuk periode sejak tanggal pendirian
           8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
           BDT 14,08 juta.

III.D.8.   Laporan Arus Kas
                                                                 (Dalam ribuan BDT)
                                                                        31/12/25
                                     Keterangan
                                                                       (4 Bulan)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Rugi sebelum pajak                                               (14.082)
           Beban penyusutan                                                     215
           Penurunan (Kenaikan):
            Uang muka, deposit, dan biaya dibayar di muka                   (33.785)
            Piutang usaha dan piutang lain-lain                              (5.014)
            Persediaan dan perlengkapan                                     (11.107)
            Utang usaha dan utang lain-lain                                   6.817
            Akrual                                                              177
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                     (56.778)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                              (6.960)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                    (6.960)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerbitan saham                                                    109
           Uang muka pihak berelasi                                        315.142
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                   315.251
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                     251.513
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                     -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             251.513




                                                            71
Page 73
            Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ATB untuk periode
            sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
            adalah sebesar BDT 56,78 juta terutama berasal dari rugi sebelum pajak,
            kenaikan uang muka, deposit, dan biaya dibayar dimuka, serta kenaikan
            persediaan dan perlengkapan masing-masing sebesar BDT 14,08 juta,
            BDT 33,79 juta, dan BDT 11,11 juta.

            Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ATB untuk periode
            sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
            adalah sebesar BDT 6,96 juta seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

            Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ATB untuk periode
            sejak tanggal pendirian 8 September 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
            adalah sebesar BDT 315,25 juta terutama berasal dari uang muka pihak
            berelasi sebesar BDT 315,14 juta.

III.D.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                            43,09
            Rasio Pengelolaan Aset
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,98
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,02
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,02
            Rasio Profitabilitas
            Imbal hasil aset                                 -13,71%
            Imbal hasil ekuitas                              -14,03%




III.D.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas ATB
            terhadap jumlah aset ATB. Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio ekuitas
            terhadap jumlah aset adalah 0,98.




                                                     72
Page 74
III.D.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan ATB untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset
            adalah 0,02, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal
            31 Desember 2025 adalah 0,02.

III.D.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan ATB dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan              ATB    dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                          73
Page 75
III.E.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                                Keterangan                     31/12/25      Penyesuaian
                                                                                             Transaksi

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                      4.679.823              -         4.679.823
         Piutang usaha - neto
           Pihak berelasi                                           12.866              -            12.866
           Pihak ketiga                                          3.201.447              -         3.201.447
         Piutang lain-lain - neto
           Pihak berelasi                                           66.701              -            66.701
           Pihak ketiga                                            240.779              -           240.779
         Persediaan - neto                                      13.347.489              -        13.347.489
         Pajak pertambahan nilai dibayar di muka - neto             83.830              -            83.830
         Aset lancar lainnya                                       282.172              -           282.172
         Jumlah Aset Lancar                                     21.915.107              -        21.915.107
         ASET TIDAK LANCAR
         Investasi                                               1.479.574        204.810         1.684.384
         Aset tetap - neto                                       9.752.718              -         9.752.718
         Aset hak guna - neto                                    8.483.140              -         8.483.140
         Uang muka pembelian aset tetap                            141.818              -           141.818
         Aset pajak tangguhan - neto                               282.856              -           282.856
         Aset tidak lancar lainnya                                 520.647              -           520.647
         Taksiran pengembalian pajak                                 3.241              -             3.241
         Jumlah Aset Tidak Lancar                               20.663.994        204.810        20.868.804
         JUMLAH ASET                                            42.579.101        204.810        42.783.911




                                                          74
Page 76
                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                                                                              Setelah
                        Keterangan                          31/12/25       Penyesuaian
                                                                                             Transaksi

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                301.123                  -        301.123
  Pihak ketiga                                               14.156.452                  -     14.156.452
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                 23.782                  -         23.782
  Pihak ketiga                                                2.722.424                  -      2.722.424
Utang pajak                                                     320.607                  -        320.607
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          564.040                  -        564.040
Beban akrual                                                  1.150.985                  -      1.150.985
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun :
  Liabilitas sewa                                             1.034.140                  -      1.034.140
  Liabilitas kontrak                                            240.014                  -        240.014
  Utang bank                                                     39.422                  -         39.422
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              20.552.989                  -     20.552.989
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                               915.066                  -        915.066
  Liabilitas kontrak                                             73.095                  -         73.095
  Utang bank                                                    721.801                  -        721.801
Liabilitas imbalan kerja karyawan                               933.253                  -        933.253
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              2.643.215                  -      2.643.215
JUMLAH LIABILITAS                                            23.196.204                  -     23.196.204
EKUITAS
Modal saham                                                     415.245               -           415.245
Tambahan modal disetor - neto                                 2.508.722               -         2.508.722
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                    320.127               -           320.127
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan - neto             54.442               -            54.442
Penghasilan komprehensif lainnya                               (108.285)              -          (108.285)
Saldo laba                                                   15.110.708          49.644        15.160.352
Saham treasuri                                                 (279.629)              -          (279.629)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                      18.021.330          49.644        18.070.974
Kepentingan non-pengendali                                    1.361.567         155.166         1.516.733
JUMLAH EKUITAS                                               19.382.897         204.810        19.587.707
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                42.579.101         204.810        42.783.911




                                                 75
Page 77
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                          Setelah
                                 Keterangan                            31/12/25        Penyesuaian
                                                                                                         Transaksi

         Pendapatan neto                                               126.737.251                   -    126.737.251
         Beban pokok penjualan                                          98.981.004                   -     98.981.004
         Laba bruto                                                      27.756.247                  -     27.756.247
         Beban penjualan dan distribusi                                 (21.969.024)                 -    (21.969.024)
         Beban umum dan administrasi                                     (2.432.224)                 -     (2.432.224)
         Pendapatan lainnya                                               1.333.652                  -      1.333.652
         Beban lainnya                                                     (126.256)                 -       (126.256)
         Laba usaha                                                      4.562.395                -         4.562.395
         Pendapatan keuangan                                               147.853                -           147.853
         Biaya keuangan                                                   (137.344)               -          (137.344)
         Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi                         (133.909)          49.644           (84.265)
         Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan            4.438.995           49.644         4.488.639
         Beban pajak final                                                 (53.716)               -           (53.716)

         Laba sebelum pajak penghasilan badan                            4.385.279           49.644         4.434.923
         Beban pajak penghasilan - neto                                   (826.490)               -          (826.490)
         Laba tahun berjalan                                             3.558.789           49.644         3.608.433
         Penghasilan komprehensif lainnya                                 (102.646)               -          (102.646)
         Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                         3.456.143           49.644         3.505.787
         Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                         3.410.889          148.932         3.559.821
           Kepentingan non-pengendali                                      147.900          (99.288)           48.612



III.F.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham ARA

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham ARA. Hasil penilaian atas
         100,00% saham ARA tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham ARA dengan No. 00112/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal
         10 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Peningkatan Modal adalah
             ARA dan GWI.

         2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham ARA.




                                                        76
Page 78
3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
   independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
   mata uang USD dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
   asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja ATP pada tahun-tahun
   sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
   datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
   ATP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis
   besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
   target kinerja ATP yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
   penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja
   historis ATP dan informasi manajemen Perseroan terhadap proyeksi
   laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
   laporan penilaian ATP dan kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan ARA atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan ARA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              77
Page 79
   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.

   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
   digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
   perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
   penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
   profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
   analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
   sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
   non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional ARA.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ARA
   berdasarkan anggaran dasar ARA.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
   traded company method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
   dengan perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan
   penilaian dengan metode ini, operasi ATP diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan
   berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
   adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.


                              78
Page 80
            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
            penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
            diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
            aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
            yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
            yang dimiliki oleh ARA.

            Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
            sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
            pihak manajemen Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk
            diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
            memberikan hasil yang berbeda.

            Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
            direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         6. Kesimpulan Penilaian

            Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
            terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
            memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
            Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar USD 36,95 juta.

III.I.   Analisis atas Laporan Penilaian 10,00% Saham ATP

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 10,00% saham ATP. Hasil penilaian atas 10,00%
         saham ATP tersebut tertuang dalam laporan penilaian 10,00% saham ATP
         dengan No. 00113/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026
         dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Pembelian adalah ARA dan
            GWI.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 10,00% saham ATP.




                                        79
Page 81
3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
   independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
   mata uang PHP dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
   asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja ATP pada tahun-tahun
   sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
   datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
   ATP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis
   besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
   target kinerja ATP yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
   penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja
   historis ATP dan informasi manajemen Perseroan terhadap proyeksi
   laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
   laporan penilaian ATP dan kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan ARA atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan ARA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              80
Page 82
   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.

   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
   digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
   perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
   penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
   profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
   analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
   sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
   non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional ARA.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ARA
   berdasarkan anggaran dasar ARA.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
   traded company method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
   dengan perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan
   penilaian dengan metode ini, operasi ATP diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Arus kas yang dihasilkan
   berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
   adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.


                              81
Page 83
            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
            penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
            diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
            aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
            yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
            yang dimiliki oleh ATP.

            Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
            sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
            pihak manajemen Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk
            diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
            memberikan hasil yang berbeda.

            Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
            direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         6. Kesimpulan Penilaian

            Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
            terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
            memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
            Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
            PHP 648,92 juta.

III.H.   Analisis atas Laporan Penilaian 70,02% Saham ATB

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April 2026 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 70,02% saham ATB. Hasil penilaian atas 70,02%
         saham ATB tersebut tertuang dalam laporan penilaian 70,02% saham ATB
         dengan No. 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026
         dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Divestasi adalah ARA dan
            GWI.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 70,02% saham ATB.




                                        82
Page 84
3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
   independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
   mata uang BDT dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
   aset bersih didasarkan pada laporan keuangan ATB yang telah diaudit.
   Kami telah melakukan penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar
   dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
   pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan ATB yang telah
   diaudit dan informasi manajemen ATB terhadap laporan keuangan ATB
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian ATB dan
   kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan ARA atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan ARA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              83
Page 85
   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.

   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
   digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
   perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
   penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
   profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
   analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
   sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
   non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional ARA.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ATB
   berdasarkan anggaran dasar ATB.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode
   pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
   company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.




                              84
Page 86
             Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
             penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
             diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
             aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
             yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
             yang dimiliki oleh ATB.

             Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
             sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
             pihak manajemen Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk
             diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
             memberikan hasil yang berbeda.

             Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
             direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         6. Kesimpulan Penilaian

             Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
             terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
             memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
             Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
             BDT 229,38 juta.

III.I.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
         analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
         berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan.
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan.
         •   Informasi non-keuangan yang relevan.
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                        85
Page 87
III.I.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

           Pendapatan neto                                       141.467.811    153.096.796    165.579.973    179.054.254    192.747.461
           Beban pokok pendapatan                                111.775.423    120.557.099    129.986.200    140.230.577    150.618.207
           Laba bruto                                             29.692.389     32.539.696     35.593.773     38.823.678     42.129.254
           Beban usaha                                            26.173.529     28.513.105     31.109.822     33.827.195     36.683.683
           Laba usaha                                              3.518.860      4.026.591      4.483.951      4.996.482      5.445.571
           Beban lain-lain                                         1.113.342      1.176.883      1.250.558      1.313.915      1.420.742
           Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          4.632.202      5.203.474      5.734.509      6.310.397      6.866.313
           Beban pajak final                                         (57.397)       (62.004)       (67.018)       (72.400)       (77.869)
           Laba sebelum pajak penghasilan badan                    4.574.805      5.141.470      5.667.490      6.237.997      6.788.445
           Pajak pajak penghasilan                                  (860.044)      (949.895)    (1.030.565)    (1.115.076)    (1.197.672)
           Laba tahun berjalan                                     3.714.761      4.191.575      4.636.925      5.122.921      5.590.772



                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

           Pendapatan neto                                       208.067.418    224.070.615    241.063.744    259.165.609    278.479.915
           Beban pokok pendapatan                                162.067.368    174.048.570    186.759.714    200.265.472    214.657.760
           Laba bruto                                             46.000.050     50.022.046     54.304.030     58.900.137     63.822.156
           Beban usaha                                            40.078.239     43.573.387     47.284.146     51.318.894     55.582.813
           Laba usaha                                              5.921.811      6.448.659      7.019.884      7.581.243      8.239.342
           Beban lain-lain                                         1.547.258      1.685.586      1.868.333      2.004.850      2.178.312
           Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          7.469.069      8.134.245      8.888.217      9.586.093     10.417.654
           Beban pajak final                                         (83.964)       (90.331)       (97.065)      (104.200)      (111.789)
           Laba sebelum pajak penghasilan badan                    7.385.105      8.043.913      8.791.151      9.481.893     10.305.865
           Pajak pajak penghasilan                                (1.289.190)    (1.388.528)    (1.497.382)    (1.611.978)    (1.742.147)
           Laba tahun berjalan                                     6.095.915      6.655.385      7.293.770      7.869.914      8.563.718




                                                            86
Page 88
           Setelah Transaksi
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

           Pendapatan neto                                       141.467.811    153.096.796    165.579.973    179.054.254    192.747.461
           Beban pokok pendapatan                                111.775.423    120.557.099    129.986.200    140.230.577    150.618.207
           Laba bruto                                             29.692.389     32.539.696     35.593.773     38.823.678     42.129.254
           Beban usaha                                            26.173.529     28.513.105     31.109.822     33.827.195     36.683.683
           Laba usaha                                              3.518.860      4.026.591      4.483.951      4.996.482      5.445.571
           Beban lain-lain                                         1.167.203      1.234.611      1.311.971      1.378.049      1.480.617
           Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          4.686.063      5.261.203      5.795.922      6.374.531      6.926.188
           Beban pajak final                                         (57.397)       (62.004)       (67.018)       (72.400)       (77.869)
           Laba sebelum pajak penghasilan badan                    4.628.665      5.199.198      5.728.903      6.302.131      6.848.320
           Pajak pajak penghasilan                                  (860.044)      (949.895)    (1.030.565)    (1.115.076)    (1.197.672)
           Laba tahun berjalan                                     3.768.621      4.249.303      4.698.338      5.187.055      5.650.647



                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

           Pendapatan neto                                       208.067.418    224.070.615    241.063.744    259.165.609    278.479.915
           Beban pokok pendapatan                                162.067.368    174.048.570    186.759.714    200.265.472    214.657.760
           Laba bruto                                             46.000.050     50.022.046     54.304.030     58.900.137     63.822.156
           Beban usaha                                            40.078.239     43.573.387     47.284.146     51.318.894     55.582.813
           Laba usaha                                              5.921.811      6.448.659      7.019.884      7.581.243      8.239.342
           Beban lain-lain                                         1.607.050      1.742.542      1.905.273      2.042.731      2.205.777
           Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          7.528.861      8.191.200      8.925.156      9.623.974     10.445.119
           Beban pajak final                                         (83.964)       (90.331)       (97.065)      (104.200)      (111.789)
           Laba sebelum pajak penghasilan badan                    7.444.897      8.100.869      8.828.091      9.519.774     10.333.330
           Pajak pajak penghasilan                                (1.289.190)    (1.388.528)    (1.497.382)    (1.611.978)    (1.742.147)
           Laba tahun berjalan                                     6.155.707      6.712.341      7.330.709      7.907.796      8.591.183




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
           Perseroan sebelum dan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp 59,74 triliun dan Rp 60,25 triliun.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.I.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.




                                                            87
Page 89
III.I.3.       Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.I.3.a.     Alfamart Trading Phillipines, Inc.

III.I.3.a.1.   Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

               ATP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran
               dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan. Dengan demikian,
               produk/jasa yang dihasilkan oleh ATP sebagai berikut:

               •   Menyediakan barang kebutuhan sehari-hari konsumen.
               •   Jasa top up e-money.
               •   Menyewakan idle space ke penyewa pihak ketiga.
               •   Mewaralabakan toko Alfamart ke pihak ketiga maupun ke bisnis partner
                   ATP.

III.I.3.a.2.   Pasar Geografis

               Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis ATP meliputi pasar
               domestik di wilayah Pulau Luzon, Filipina.

III.I.3.a.3.   Pesaing Usaha

               Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha ATP adalah sebagai
               berikut:

               •   Philippine Seven Corporation.
               •   Puregold Price Club, Inc..
               •   Hard Discount Philippines, Inc..
               •   OSave Trading Philippines Corporation.

III.I.3.a.4.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

               Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan ATP
               adalah sebagai berikut:

               •   Mengembangkan customize model toko sesuai wilayah dan market
                   segmennya.
               •   Mengembangkan bisnis e-services.
               •   Mengembangkan bisnis penjualan berbasis online/e-commerce.
               •   Ekspansi ke luar Pulau Luzon.
               •   Memenangkan market share minimarket di Filipina.




                                                88
Page 90
III.I.3.b.     Alfamart Trading Bangladesh Limited

III.I.3.b.1.   Produk yang dihasilkan

               ATB merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran
               dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan. Dengan demikian, produk
               yang dihasilkan oleh ATB barang kebutuhan sehari-hari konsumen.

III.I.3.b.2.   Pasar Geografis

               Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis ATB meliputi kota
               Dhaka.

III.I.3.b.3.   Pesaing Usaha

               Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha ATB adalah sebagai
               berikut:

               •   ACI Logistics Limited.
               •   Akij Venture Group.
               •   PRAN-RFL Group.

III.I.3.b.4.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

               Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan ATB
               adalah sebagai berikut:

               •   Akselerasi Grand Opening toko baru.
               •   Differensiasi produk yang hanya ada di ATB seperti Ready-to-Drink dan
                   Ready-to-Eat dengan membuat secara langsung fresh coffee.
               •   Pelayanan konsumen yang konsisten.

III.I.3.e.     Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

               Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
               pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
               sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
               Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Presiden Direktur dan
               Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
               Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
               konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
               mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
               menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                              89
Page 91
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         100,00% saham ARA sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00112/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026, nilai
         pasar 100,00% saham ARA adalah sebesar USD 36,95 juta.

         Setelah Transaksi Peningkatan Modal menjadi efektif, susunan pemegang
         saham ARA adalah sebagai berikut:

                                                                                                (Dalam USD)
                                                                           Persentase
                             Pemegang Saham            Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
          PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk                    47.800.020               49,00%       41.419.262
          Glory Worldwide Investments Pte. Ltd.            49.751.040               51,00%       49.751.040
          Jumlah                                           97.551.060            100,00%         91.170.302



         Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham ARA adalah sebesar
         USD 36,95 juta dan setelah Transaksi Peningkatan Modal menjadi efektif
         kepemilikan GWI atas ARA adalah sebesar 51,00%, maka secara teoritis,
         GWI perlu melakukan penyertaan saham pada ARA sebesar
         USD 38,46 juta, dengan perhitungan sebagai berikut:
                                                                        (Dalam ribuan USD)

                                Keterangan              Nilai Pasar             %

          Nilai pasar 100,00% saham ARA                       36.948                49,00%
          Nilai penyertaan saham GWI                          38.456                51,00%
          Jumlah                                              75.404             100,00%



         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar USD 40,63 juta adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 51,00% saham ARA sebesar USD 38,46 juta, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 5,65% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 51,00% saham ARA sebesar
         USD 38,46 juta.

      2. Berdasarkan SPA, ARA telah membeli 5.450.000 lembar saham atau
         setara dengan 10,00% saham ATP dari GWI dengan nilai transaksi sebesar
         USD 10,53 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian. Selanjutnya,
         berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 10,00%
         saham      ATP      sebagaimana      termuat   dalam       laporannya
         No. 00113/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026, nilai
         pasar 10,00% saham ATP adalah sebesar USD 11,01 juta.




                                                  90
Page 92
   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar USD 10,53 juta adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 10,00% saham ATP sebesar USD 11,01 juta,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 4,33% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 10,00% saham ATP
   sebesar USD 11,01 juta.

3. Berdasarkan SSPA, ARA telah melakukan akuisisi atas 2.207.489 lembar
   saham atau setara dengan 70,02% saham ATB dari GWI dengan nilai
   transaksi sebesar BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.
   Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
   70,02% saham ATB sebagaimana termuat dalam laporannya
   No. 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026, nilai
   pasar 70,02% saham ATB adalah sebesar BDT 229,38 juta.

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar BDT 220,75 juta adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 70,02% saham ATB sebesar BDT 229,38 juta,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 3,76% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 70,02% saham ATB
   sebesar BDT 229,38 juta.

4. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

    Pendapatan neto                                       141.467.811    153.096.796    165.579.973    179.054.254    192.747.461
    Beban pokok pendapatan                                111.775.423    120.557.099    129.986.200    140.230.577    150.618.207
    Laba bruto                                             29.692.389     32.539.696     35.593.773     38.823.678     42.129.254
    Beban usaha                                            26.173.529     28.513.105     31.109.822     33.827.195     36.683.683
    Laba usaha                                              3.518.860      4.026.591      4.483.951      4.996.482      5.445.571
    Beban lain-lain                                         1.113.342      1.176.883      1.250.558      1.313.915      1.420.742
    Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          4.632.202      5.203.474      5.734.509      6.310.397      6.866.313
    Beban pajak final                                         (57.397)       (62.004)       (67.018)       (72.400)       (77.869)
    Laba sebelum pajak penghasilan badan                    4.574.805      5.141.470      5.667.490      6.237.997      6.788.445
    Pajak pajak penghasilan                                  (860.044)      (949.895)    (1.030.565)    (1.115.076)    (1.197.672)
    Laba tahun berjalan                                     3.714.761      4.191.575      4.636.925      5.122.921      5.590.772



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

    Pendapatan neto                                       208.067.418    224.070.615    241.063.744    259.165.609    278.479.915
    Beban pokok pendapatan                                162.067.368    174.048.570    186.759.714    200.265.472    214.657.760
    Laba bruto                                             46.000.050     50.022.046     54.304.030     58.900.137     63.822.156
    Beban usaha                                            40.078.239     43.573.387     47.284.146     51.318.894     55.582.813
    Laba usaha                                              5.921.811      6.448.659      7.019.884      7.581.243      8.239.342
    Beban lain-lain                                         1.547.258      1.685.586      1.868.333      2.004.850      2.178.312
    Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          7.469.069      8.134.245      8.888.217      9.586.093     10.417.654
    Beban pajak final                                         (83.964)       (90.331)       (97.065)      (104.200)      (111.789)
    Laba sebelum pajak penghasilan badan                    7.385.105      8.043.913      8.791.151      9.481.893     10.305.865
    Pajak pajak penghasilan                                (1.289.190)    (1.388.528)    (1.497.382)    (1.611.978)    (1.742.147)
    Laba tahun berjalan                                     6.095.915      6.655.385      7.293.770      7.869.914      8.563.718




                                                     91
Page 93
   Setelah Transaksi
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

    Pendapatan neto                                       141.467.811    153.096.796    165.579.973    179.054.254    192.747.461
    Beban pokok pendapatan                                111.775.423    120.557.099    129.986.200    140.230.577    150.618.207
    Laba bruto                                             29.692.389     32.539.696     35.593.773     38.823.678     42.129.254
    Beban usaha                                            26.173.529     28.513.105     31.109.822     33.827.195     36.683.683
    Laba usaha                                              3.518.860      4.026.591      4.483.951      4.996.482      5.445.571
    Beban lain-lain                                         1.167.203      1.234.611      1.311.971      1.378.049      1.480.617
    Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          4.686.063      5.261.203      5.795.922      6.374.531      6.926.188
    Beban pajak final                                         (57.397)       (62.004)       (67.018)       (72.400)       (77.869)
    Laba sebelum pajak penghasilan badan                    4.628.665      5.199.198      5.728.903      6.302.131      6.848.320
    Pajak pajak penghasilan                                  (860.044)      (949.895)    (1.030.565)    (1.115.076)    (1.197.672)
    Laba tahun berjalan                                     3.768.621      4.249.303      4.698.338      5.187.055      5.650.647



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

    Pendapatan neto                                       208.067.418    224.070.615    241.063.744    259.165.609    278.479.915
    Beban pokok pendapatan                                162.067.368    174.048.570    186.759.714    200.265.472    214.657.760
    Laba bruto                                             46.000.050     50.022.046     54.304.030     58.900.137     63.822.156
    Beban usaha                                            40.078.239     43.573.387     47.284.146     51.318.894     55.582.813
    Laba usaha                                              5.921.811      6.448.659      7.019.884      7.581.243      8.239.342
    Beban lain-lain                                         1.607.050      1.742.542      1.905.273      2.042.731      2.205.777
    Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan          7.528.861      8.191.200      8.925.156      9.623.974     10.445.119
    Beban pajak final                                         (83.964)       (90.331)       (97.065)      (104.200)      (111.789)
    Laba sebelum pajak penghasilan badan                    7.444.897      8.100.869      8.828.091      9.519.774     10.333.330
    Pajak pajak penghasilan                                (1.289.190)    (1.388.528)    (1.497.382)    (1.611.978)    (1.742.147)
    Laba tahun berjalan                                     6.155.707      6.712.341      7.330.709      7.907.796      8.591.183




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
   Rp 59,74 triliun dan Rp 60,25 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

5. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transakasi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 masing-masing adalah sebesar
   Rp 36,40 triliun dan Rp 36,75 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transakasi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Transakasi untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035.




                                                     92
Page 94
Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 9,67%,
yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:

ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

di mana:

ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
              atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
              (risk free rate)
β         =   Beta
RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Januari 2026.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2025 sebesar 0,77.




                               93
Page 95
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =        6,17% + ( 0,77 x 6,69% ) – 1,62%
             =        9,67%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
adalah sebagai berikut:

Sebelum Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                         3.714.761    4.191.575    4.636.925    5.122.921     5.590.772
Faktor diskonto                                0,9549       0,8707       0,7939       0,7239        0,6601
Nilai kini                                  3.547.225    3.649.604    3.681.255    3.708.483     3.690.469



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                         6.095.915    6.655.385    7.293.770    7.869.914     8.563.718
Faktor diskonto                                0,6019       0,5488       0,5004       0,4563        0,4161
Nilai kini                                  3.669.132    3.652.476    3.649.802    3.591.042     3.563.363
Jumlah nilai kini                          36.402.850




Setelah Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                         3.768.621    4.249.303    4.698.338    5.187.055     5.650.647
Faktor diskonto                                0,9549       0,8707       0,7939       0,7239        0,6601
Nilai kini                                  3.598.656    3.699.868    3.730.011    3.754.909     3.729.992



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                         6.155.707    6.712.341    7.330.709    7.907.796     8.591.183
Faktor diskonto                                0,6019       0,5488       0,5004       0,4563        0,4161
Nilai kini                                  3.705.120    3.683.733    3.668.287    3.608.327     3.574.791
Jumlah nilai kini                          36.753.696




                                    94
Page 96
6. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang disusun oleh manajemen Perseroan, setelah
   Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi menurunkan rasio liabilitas
   terhadap ekuitas (debt to equity ratio) Perseroan dari 119,67% menjadi
   118,42% yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
   pemegang saham Perseroan.

7. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang disusun oleh manajemen Perseroan, setelah
   Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi meningkatkan laba tahun
   berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dari Rp 3,56 triliun menjadi Rp 3,61 triliun, sehingga
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
   pada masa yang akan datang dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
   pemegang saham Perseroan.

8. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
   Perseroan di pasar global, Perseroan melalui perusahaan terkendalinya,
   yaitu ARA, secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang
   pengembangan usaha internasional. Dalam menghadapi dinamika industri
   ritel Filipina yang semakin kompetitif, Perseroan memandang perlu untuk
   meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta
   memperkuat jaringan bisnis. Dengan demikian, Perseroan melakukan
   Transaksi sebagai satu kesatuan upaya untuk mengintegrasikan aset dan
   kegiatan usaha terkait di bawah ARA. Integrasi ini bertujuan untuk
   menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat struktur
   permodalan ARA melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham
   strategis.

9. Transaksi merupakan strategi Perseroan untuk dapat memperkuat peran
   ARA sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas
   pertumbuhan di pasar internasional. Setelah Transaksi Peningkatan Modal,
   Perseroan mengharapkan ARA dapat memperoleh penguatan struktur
   permodalan sehingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha
   tidak hanya bergantung pada dukungan internal Perseroan. Dengan
   struktur kepemilikan ARA yang lebih terbuka, Perseroan mengharapkan
   dapat meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis
   dan pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara
   global.




                               95
Page 97
             10. Setelah Transaksi Pembelian dan Transaksi Akuisisi menjadi efektif,
                 Perseroan mengharapkan dapat mengintegrasikan unit-unit bisnis yang
                 memiliki keterkaitan operasional ke dalam satu kelompok usaha di bawah
                 ARA secara tidak langsung, yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi
                 manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di
                 pasar global. Perseroan juga mengharapkan dapat mengelola profil risiko
                 ekspansi internasional secara lebih terukur melalui pembagian porsi
                 kepemilikan dan tanggung jawab dengan GWI, namun Perseroan tetap
                 dapat mempertahankan pengaruh signifikan dalam menentukan arah
                 strategis ARA pada masa yang akan datang.

             11. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
                 mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global yang akan
                 memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata
                 global. Selanjutnya, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan
                 mengharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri
                 pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan
                 kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi
                 strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global.

             12. Selain itu, Transaksi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan
                 konsolidasi di masa depan melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi
                 pendapatan dari sinergi yang tercipta, yang pada akhirnya diharapkan
                 dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang
                 saham Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.




                                            96
Page 98
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat
Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                          97
Page 99
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           98
Page 100
                                                                                                             Lampiran B

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/26      31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

Pendapatan neto                                        141.467.811    153.096.796    165.579.973    179.054.254    192.747.461
Beban pokok pendapatan                                 111.775.423    120.557.099    129.986.200    140.230.577    150.618.207
Laba bruto                                              29.692.389     32.539.696     35.593.773     38.823.678     42.129.254
Beban usaha                                             26.173.529     28.513.105     31.109.822     33.827.195     36.683.683
Laba usaha                                               3.518.860      4.026.591      4.483.951      4.996.482      5.445.571
Beban lain-lain                                          1.113.342      1.176.883      1.250.558      1.313.915      1.420.742
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan           4.632.202      5.203.474      5.734.509      6.310.397      6.866.313
Beban pajak final                                          (57.397)       (62.004)       (67.018)       (72.400)       (77.869)
Laba sebelum pajak penghasilan badan                     4.574.805      5.141.470      5.667.490      6.237.997      6.788.445
Pajak pajak penghasilan                                   (860.044)      (949.895)    (1.030.565)    (1.115.076)    (1.197.672)
Laba tahun berjalan                                      3.714.761      4.191.575      4.636.925      5.122.921      5.590.772



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/31      31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

Pendapatan neto                                        208.067.418    224.070.615    241.063.744    259.165.609    278.479.915
Beban pokok pendapatan                                 162.067.368    174.048.570    186.759.714    200.265.472    214.657.760
Laba bruto                                              46.000.050     50.022.046     54.304.030     58.900.137     63.822.156
Beban usaha                                             40.078.239     43.573.387     47.284.146     51.318.894     55.582.813
Laba usaha                                               5.921.811      6.448.659      7.019.884      7.581.243      8.239.342
Beban lain-lain                                          1.547.258      1.685.586      1.868.333      2.004.850      2.178.312
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan           7.469.069      8.134.245      8.888.217      9.586.093     10.417.654
Beban pajak final                                          (83.964)       (90.331)       (97.065)      (104.200)      (111.789)
Laba sebelum pajak penghasilan badan                     7.385.105      8.043.913      8.791.151      9.481.893     10.305.865
Pajak pajak penghasilan                                 (1.289.190)    (1.388.528)    (1.497.382)    (1.611.978)    (1.742.147)
Laba tahun berjalan                                      6.095.915      6.655.385      7.293.770      7.869.914      8.563.718




                                                           99
Page 101
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

Pendapatan neto                                         141.467.811    153.096.796    165.579.973    179.054.254    192.747.461
Beban pokok pendapatan                                  111.775.423    120.557.099    129.986.200    140.230.577    150.618.207
Laba bruto                                               29.692.389     32.539.696     35.593.773     38.823.678     42.129.254
Beban usaha                                              26.173.529     28.513.105     31.109.822     33.827.195     36.683.683
Laba usaha                                                3.518.860      4.026.591      4.483.951      4.996.482      5.445.571
Beban lain-lain                                           1.167.203      1.234.611      1.311.971      1.378.049      1.480.617
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan            4.686.063      5.261.203      5.795.922      6.374.531      6.926.188
Beban pajak final                                           (57.397)       (62.004)       (67.018)       (72.400)       (77.869)
Laba sebelum pajak penghasilan badan                      4.628.665      5.199.198      5.728.903      6.302.131      6.848.320
Pajak pajak penghasilan                                    (860.044)      (949.895)    (1.030.565)    (1.115.076)    (1.197.672)
Laba tahun berjalan                                       3.768.621      4.249.303      4.698.338      5.187.055      5.650.647



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

Pendapatan neto                                         208.067.418    224.070.615    241.063.744    259.165.609    278.479.915
Beban pokok pendapatan                                  162.067.368    174.048.570    186.759.714    200.265.472    214.657.760
Laba bruto                                               46.000.050     50.022.046     54.304.030     58.900.137     63.822.156
Beban usaha                                              40.078.239     43.573.387     47.284.146     51.318.894     55.582.813
Laba usaha                                                5.921.811      6.448.659      7.019.884      7.581.243      8.239.342
Beban lain-lain                                           1.607.050      1.742.542      1.905.273      2.042.731      2.205.777
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan            7.528.861      8.191.200      8.925.156      9.623.974     10.445.119
Beban pajak final                                           (83.964)       (90.331)       (97.065)      (104.200)      (111.789)
Laba sebelum pajak penghasilan badan                      7.444.897      8.100.869      8.828.091      9.519.774     10.333.330
Pajak pajak penghasilan                                  (1.289.190)    (1.388.528)    (1.497.382)    (1.611.978)    (1.742.147)
Laba tahun berjalan                                       6.155.707      6.712.341      7.330.709      7.907.796      8.591.183




                                                          100
Page 102
                                                                                                           Lampiran C

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                                        3.714.761      4.191.575    4.636.925    5.122.921     5.590.772
Faktor diskonto                                               0,9549         0,8707       0,7939       0,7239        0,6601
Nilai kini                                                 3.547.225      3.649.604    3.681.255    3.708.483     3.690.469



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/31        31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                                        6.095.915      6.655.385    7.293.770    7.869.914     8.563.718
Faktor diskonto                                               0,6019         0,5488       0,5004       0,4563        0,4161
Nilai kini                                                 3.669.132      3.652.476    3.649.802    3.591.042     3.563.363
Jumlah nilai kini                                         36.402.850



PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                                        3.768.621      4.249.303    4.698.338    5.187.055     5.650.647
Faktor diskonto                                               0,9549         0,8707       0,7939       0,7239        0,6601
Nilai kini                                                 3.598.656      3.699.868    3.730.011    3.754.909     3.729.992



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/31        31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35
Laba tahun berjalan                                        6.155.707      6.712.341    7.330.709    7.907.796     8.591.183
Faktor diskonto                                               0,6019         0,5488       0,5004       0,4563        0,4161
Nilai kini                                                 3.705.120      3.683.733    3.668.287    3.608.327     3.574.791
Jumlah nilai kini                                         36.753.696




                                                           101
Page 103
                                                                            Lampiran D

SA

Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani SA sehubungan dengan
Transaksi Peningkatan Modal. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam SA adalah sebagai
berikut:

•    Pihak-pihak yang Bertransaksi

     Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan SA adalah ARA dan GWI.

•    Objek dan Nilai Transaksi Peningkatan Modal

     Objek transaksi berdasarkan SA adalah transaksi di mana ARA telah meningkatkan
     modal ditempatkan dan disetor penuh dengan menerbitkan saham baru sebanyak
     49.751.040 lembar saham dengan nilai transaksi sebesar USD 40,63 juta, yang
     seluruhnya akan diambil bagian oleh GWI, sehingga Perseroan dan GWI akan memiliki
     penyertaan saham pada ARA masing-masing dengan kepemilikan sebesar 49,00% dan
     51,00% sehubungan dengan Transaksi Peningkatan Modal.

•    Tanggal Penyelesaian

     Tanggal penyelesaian berdasarkan SA adalah tanggal ditandatanganinya SA, yaitu pada
     tanggal 15 Juni 2026.

•    Pembayaran

     Pembayaran berdasarkan SA adalah sebesar USD 40,63 juta yang akan dibayarkan
     oleh GWI kepada ARA dalam dua tahap, yaitu:

     -   Tahap pertama sebesar USD 14,00 juta yang akan dibayarkan pada Tanggal
         Penyelesaian (selanjutnya disebut “Pembayaran Tahap Pertama”).

     -   Tahap      kedua     sebesar   USD      26,63    yang     akan     dibayarkan
         selambat-lambatnya pada tanggal 30 Juni 2026 atau tanggal lain yang disepakati
         secara tertulis oleh GWI dan ARA (selanjutnya disebut “Pembayaran Tahap
         Kedua”).

•    Penyelesaian

     -   Penyelesaian berdasarkan SA adalah akan dilaksanakan pada Tanggal
         Penyelesaian di kantor terdaftar ARA atau di tempat lain yang disepakati secara
         tertulis oleh para pihak.




                                           102
Page 104
    -   Pada Tanggal Penyelesaian, ARA wajib:

        e) Menyerahkan kepada GWI salinan keputusan direksi dan pemegang saham ARA
           sebagai berikut:

             (iv) Menyetujui pengalokasian dan penerbitan saham baru.

             (v) Menyetujui pencatatan nama GWI dalam daftar elektronik anggota/pemegang
                 saham ARA sebagai pemegang saham baru serta melakukan pencatatan lain
                 yang diperlukan dalam dokumen dan catatan korporasi ARA.

             (vi) Menyetujui penandatanganan, penyerahan, dan pelaksanaan SA oleh ARA.

        f)   Mengalokasikan dan menerbitkan saham baru kepada GWI yang dicatat sebagai
             telah dibayar sebagian hingga sebesar Pembayaran Tahap Pertama.

        g) Mengajukan, atau memastikan diajukannya, laporan pengalokasian saham
           terkait saham baru kepada Accounting and Corporate Regulatory Authority
           Singapore.

        h) Memastikan nama GWI dicatat dalam daftar elektronik anggota/pemegang
           saham ARA sebagai pemegang terdaftar saham baru.

    -   Pada Tanggal Penyelesaian, GWI wajib membayar Pembayaran Tahap Pertama
        kepada ARA.

    -   Apabila salah satu dokumen yang wajib diserahkan kepada salah satu pihak pada
        saat Penyelesaian tidak dapat diserahkan karena alasan apa pun, atau apabila
        ketentuan tidak dipenuhi sepenuhnya oleh GWI atau ARA, maka pihak yang tidak
        melakukan wanprestasi berhak (selain dan tanpa mengurangi hak serta upaya
        hukum lain yang tersedia baginya, termasuk hak untuk menuntut ganti rugi):

        d) Memilih untuk mengakhiri SA.

        e) Melaksanakan Penyelesaian sejauh dapat dilakukan dengan mempertimbangkan
           kelalaian atau ketidakpatuhan yang telah terjadi, tanpa mengurangi hak-haknya
           sehubungan dengan hal tersebut.

        f)   Menetapkan tanggal baru untuk Penyelesaian (yang tidak lebih dari 14 hari
             setelah Tanggal Penyelesaian), dan dalam hal demikian ketentuan-ketentuan
             dalam SA akan berlaku terhadap Penyelesaian yang ditunda tersebut.

•   Hukum yang Berlaku

    SA diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Singapura serta para pihak dengan
    ini secara tidak dapat ditarik kembali tunduk pada yurisdiksi non-eksklusif pengadilan
    Singapura.




                                            103
Page 105
SPA

Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani SPA sehubungan dengan
Transaksi Pembelian. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam SPA adalah sebagai
berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan SPA adalah ARA dan GWI.

•   Objek dan Nilai Transaksi Pembelian

    Objek transaksi berdasarkan SPA adalah transaksi di mana ARA telah membeli
    5.450.000 lembar saham atau setara dengan 10,00% saham ATP dari GWI dengan nilai
    transaksi sebesar USD 10,53 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

•   Penyelesaian

    Penyelesaian berdasarkan SPA adalah setelah terpenuhinya atau dikesampingkannya
    seluruh Kondisi Pendahuluan di mana penyelesaian Transaksi Pembelian akan
    dilakukan pada tanggal 15 Juni 2026 (selanjutnya disebut “Tanggal Penyelesaian”).

•   Pernyataan dan Jaminan

    Pernyataan dan Jaminan berdasarkan SPA adalah GWI menyatakan dan menjamin
    kepada ARA bahwa:

    -   GWI adalah pemilik yang terdaftar, sah secara hukum, pemilik manfaat, serta pemilik
        mutlak atas 10,00% saham ATP, dan memiliki kewenangan untuk mengalihkan
        seluruh hak legal dan manfaat atas 10,00% saham ATP tersebut kepada ARA tanpa
        adanya beban, gadai, hak tanggungan, atau bentuk pembatasan apa pun.

    -   10,00% saham ATP yang telah diterbitkan dan beredar secara sah yang seluruhnya
        telah dibayar penuh atau dianggap telah dibayar penuh dan tidak dapat dimintakan
        tambahan pembayaran.

    -   GWI memiliki hak dan kewenangan penuh untuk menandatangani serta
        melaksanakan kewajibannya berdasarkan SPA sesuai dengan syarat dan ketentuan
        yang diatur di dalamnya, dan SPA merupakan kewajiban hukum yang sah, mengikat,
        dan dapat diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.




                                            104
Page 106
    -   Penandatanganan    dan    penyerahan     SPA       oleh   GWI     serta
        dokumen-dokumen yang disebutkan di dalamnya, serta pemenuhan ketentuan-
        ketentuannya:

        c) Tidak akan melanggar atau menyebabkan pelanggaran terhadap anggaran
           dasar, perjanjian lain, atau instrumen apa pun yang mengikat GWI.

        d) Tidak akan melanggar ketentuan hukum, peraturan, keputusan, putusan
           pengadilan, atau pembatasan lain yang berlaku terhadap GWI.

    -   Kecuali secara tegas dinyatakan tidak terdapat pernyataan atau jaminan dalam
        bentuk apa pun (baik tersurat, tersirat, maupun yang timbul berdasarkan hukum),
        termasuk jaminan dari pihak pengalihan berdasarkan undang-undang, peraturan,
        atau ketentuan hukum lainnya, yang diberikan oleh GWI.

    ARA menjamin kepada GWI bahwa:

    -   ARA memiliki hak dan kewenangan penuh untuk menandatangani serta
        melaksanakan kewajibannya berdasarkan SPA sesuai dengan syarat dan ketentuan
        di dalamnya, dan SPA merupakan kewajiban hukum yang sah, mengikat, dan dapat
        diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    -   Penandatanganan dan penyerahan SPA oleh ARA serta dokumen-dokumen yang
        disebutkan di dalamnya, serta pemenuhan ketentuan-ketentuannya:

        c) Tidak akan melanggar atau menyebabkan pelanggaran terhadap anggaran
           dasar, perjanjian lain, atau instrumen apa pun yang mengikat ARA.

        d) Tidak akan melanggar ketentuan hukum, peraturan, keputusan, putusan
           pengadilan, atau pembatasan lain yang berlaku terhadap ARA.

•   Kondisi Pendahuluan

    Berdasarkan SPA, Transaksi Pembelian bergantung pada terpenuhinya, pada atau
    sebelum Tanggal Penyelesaian dengan kondisi-kondisi pendahuluan sebagai berikut:

    -   Pernyataan dan jaminan dari masing-masing pihak adalah benar dan akurat pada
        Tanggal Penyelesaian dengan kekuatan dan akibat hukum yang sama seolah-olah
        pernyataan dan jaminan tersebut dibuat pada dan berlaku pada tanggal tersebut.

    -   GWI dan ARA telah melaksanakan dan mematuhi seluruh syarat, ketentuan, serta
        kewajiban yang dipersyaratkan dalam SPA untuk dilaksanakan atau dipatuhi oleh
        masing-masing pihak pada atau sampai dengan Tanggal Penyelesaian.

    -   Bukti bahwa GWI telah memberikan pemberitahuan tertulis sebelumnya kepada SM
        Retail, Inc. dan pemegang saham lainnya dari ATP yang menyatakan Transaksi
        Pembelian.




                                          105
Page 107
SSPA

Pada tanggal 15 Juni 2026, ARA dan GWI telah menandatangani SSPA sehubungan
dengan Transaksi Peningkatan Modal. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam SSPA
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan SSPA adalah ARA dan GWI.

•   Objek dan Nilai Transaksi Akuisisi

    Objek transaksi berdasarkan SSPA adalah transaksi di mana ARA telah melakukan
    akuisisi atas 2.207.489 lembar saham atau setara dengan 70,02% saham ATB dari GWI
    dengan nilai transaksi sebesar BDT 220,75 juta sehubungan dengan Transaksi Akuisisi.

•   Hukum yang Berlaku

    SSPA ini diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Bangladesh. Semua sengketa
    yang timbul dari atau sehubungan dengan SSPA ini, termasuk setiap pertanyaan
    mengenai keberadaan, keabsahan, atau pengakhirannya, akan dirujuk dan diselesaikan
    secara final melalui arbitrase yang dikelola oleh Singapore International Arbitration
    Centre (SIAC) sesuai dengan peraturan SIAC yang berlaku dari waktu ke waktu, yang
    mana peraturan tersebut dianggap dimasukkan sebagai referensi dalam klausul ini.
    Kedudukan arbitrase berada di Singapura. Majelis arbitrase terdiri dari tiga arbiter, yang
    akan diangkat sesuai dengan peraturan SIAC. Bahasa yang digunakan dalam proses
    arbitrase adalah Bahasa Inggris.




                                             106
Page 108
                                                                            Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham ARA

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di
OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001 tanggal 10 April
2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham ARA. Hasil penilaian atas 100,00%
saham ARA tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham ARA dengan
No. 00112/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Peningkatan Modal adalah ARA dan
   GWI.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham ARA.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja ATP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
   masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja ATP yang dinilai.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan
   keuangan berdasarkan kinerja historis ATP dan informasi manajemen Perseroan
   terhadap proyeksi laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
   laporan penilaian ATP dan kesimpulan nilai akhir.




                                          107
Page 109
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan ARA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional ARA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ARA
berdasarkan anggaran dasar ARA.




                                       108
Page 110
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   ATP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai
   kini dari arus kas tersebut.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
   mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
   diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
   perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ARA.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar USD 36,95 juta.




                                             109
Page 111
Analisis atas Laporan Penilaian 10,00% Saham ATP

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001 tanggal
10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai pasar 10,00% saham ATP. Hasil penilaian atas
10,00% saham ATP tersebut tertuang dalam laporan penilaian 10,00% saham ATP dengan
No. 00113/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Pembelian adalah ARA dan GWI.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 10,00% saham ATP.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang PHP dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja ATP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
   masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja ATP yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja ATP yang dinilai.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan
   keuangan berdasarkan kinerja historis ATP dan informasi manajemen Perseroan
   terhadap proyeksi laporan keuangan ATP tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
   laporan penilaian ATP dan kesimpulan nilai akhir.




                                          110
Page 112
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan ARA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional ARA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ARA
berdasarkan anggaran dasar ARA.




                                       111
Page 113
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh ATP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha ATP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   ATP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha ATP. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai
   kini dari arus kas tersebut.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
   mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
   diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
   perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATP.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar PHP 648,92 juta.




                                             112
Page 114
Analisis atas Laporan Penilaian 70,02% Saham ATB

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260410-001 tanggal
10 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai pasar 70,02% saham ATB. Hasil penilaian atas
70,02% saham ATB tersebut tertuang dalam laporan penilaian 70,02% saham ATB dengan
No. 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 10 Juni 2026 dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi Divestasi adalah ARA dan GWI.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 70,02% saham ATB.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang BDT dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan ATB yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan
   ATB yang telah diaudit dan informasi manajemen ATB terhadap laporan keuangan ATB
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian ATB dan kesimpulan nilai
   akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
   kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
   dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
   berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
   Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
   memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.




                                          113
Page 115
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan ARA atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan ARA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional ARA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum ATB
berdasarkan anggaran dasar ATB.




                                       114
Page 116
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
   mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
   diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
   perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh ATB.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar BDT 229,38 juta.




                                            115

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.42 MB
Published17 Jun 2026
Pages116
Characters314,075
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk p.1 ×26
linked org Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. p.2 ×7
linked org Glory Worldwide Investments p.14 ×5
linked person Feny Djoko Susanto p.16 ×2
linked person Budiyanto Djoko Susanto p.16 ×3
linked person Harryanto Susanto p.16 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.11 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.15
possible person Drs. Setyo Wasisto p.16 ×2
possible person Budi Setiyadi p.16
possible org PT Sigmantara Alfindo p.16
unresolved org Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. p.2 ×2
unresolved org DC Properties Bangladesh Limited p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×7
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×5
unresolved org Kreston David Yeung PAC p.7
unresolved org PSS p.9 ×2
unresolved org Purwantono p.9
unresolved org PSSu p.9 ×3
unresolved org KDY p.9 ×5
unresolved org Sycip Gorres Velayo p.10
unresolved org SGV p.10 ×5
unresolved org Shahadat Shaharear p.10
unresolved person Akta Notaris Sriwi Bawana Nawaksari p.11 ×2
unresolved org Kazi Retail Limited p.14 ×3
unresolved org Modal Kepemilikan Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. p.14 ×2
unresolved person Akta Notaris Gde Kertayasa p.15
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara p.15
unresolved org Menteri p.16
unresolved — Sub-total p.16
unresolved org Million Array International Limited p.20
unresolved org Modal Kepemilikan SM Retail Inc. p.22
unresolved org KDYP p.54
unresolved org SSK p.71
unresolved — Pembat · Penilai p.78 ×6
unresolved org Philippine Seven Corporation p.89
unresolved org OSave Trading Philippines Corporation p.89
unresolved org ACI Logistics Limited p.90
unresolved org KJPP KR p.91 ×3
unresolved — penyertaan saham GWI p.91
unresolved org KJPP Kusnanto p.98 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.98
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.98

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 15643 ms 12 Sep 2026 22:09
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'sebagai berikut:'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai '
                'berikut:',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result