Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 114
Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya Laporan keuangan konsolidasian tanggal 30 September 2024 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
Page 2
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(TIDAK DIAUDIT)
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 2
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 3-4 -
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-111
Page 3
Surat Pernyataan Direksi
mengenai Tanggung Jawab Direksi atas
Laporan Keuangan Konsolidasian tanggal 30 September 2024
dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya
Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Ririek Adriansyah
Alamat Kantor : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
Alamat Domisili : Jl. Karang Tengah Raya Pertanian I/99 RT 05 RW 04
Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
Nomor Telepon : (022) 452 7101
Jabatan : Direktur Utama
2. Nama : Heri Supriadi
Alamat Kantor : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
Alamat Domisili : Jl. Rancamayar No. 18 RT 001 RW 008
Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal, Bandung
Nomor Telepon : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
Jabatan : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (”Perusahaan”) dan entitas anak tanggal
30 September 2024 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 30 September 2024 dan untuk
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
diungkapkan secara lengkap dan benar;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta,, 30 Oktober 2024
untuk dan atas nama
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Ririek Adriansyah Heri Supriadi
Direktur Utama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Page 4
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3,32,37 24.540 29.007
Aset keuangan lancar lainnya 4,32,37 2.771 1.661
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
kerugian kredit ekspektasian
Pihak berelasi 5,32,37 2.195 1.918
Pihak ketiga 5,37 10.375 8.749
Aset kontrak 6,32 2.727 2.704
Persediaan 7 903 997
Biaya kontrak 9 1.256 653
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar dimuka 27 2.639 1.928
Aset lancar lainnya 8,32 4.963 7.996
Jumlah Aset Lancar 52.369 55.613
ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak 6,32 21 26
Investasi jangka panjang 10 7.676 8.162
Biaya kontrak 9 1.569 1.568
Aset tetap 11,32,35a 179.648 180.755
Aset hak-guna 12a 26.094 22.584
Aset takberwujud 14 9.094 8.731
Aset pajak tangguhan 27f 3.443 4.170
Aset tidak lancar lainnya 13,27,32 5.220 5.433
Jumlah Aset Tidak Lancar 232.765 231.429
JUMLAH ASET 285.134 287.042
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 15,32,37 473 585
Pihak ketiga 15,37 13.908 18.023
Liabilitas kontrak 17a,32 6.670 6.848
Utang lain-lain 37 405 441
Utang pajak 27c 3.136 4.525
Beban yang masih harus dibayar 16,32,37 13.050 13.079
Deposit pada pelanggan 32 3.110 2.566
Utang bank jangka pendek 18a,32,37 10.655 9.650
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 18b,32,37 16.623 10.276
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun 12a,37 6.948 5.575
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 74.978 71.568
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 27f 869 841
Liabilitas kontrak 17b,32 2.569 2.591
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja 31 1.268 1.153
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
pasca kerja lainnya 30 11.900 11.414
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya 19,32,37 22.222 27.773
Liabilitas sewa 12a,37 16.691 14.850
Liabilitas lainnya 286 290
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 55.805 58.912
JUMLAH LIABILITAS 130.783 130.480
EKUITAS
Modal saham 21 4.953 4.953
Tambahan modal disetor 2.711 2.711
Komponen ekuitas lainnya 22 9.498 9.639
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 29 15.337 15.337
Belum ditentukan penggunaanya 103.203 103.104
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk - bersih 135.702 135.744
Kepentingan nonpengendali 20 18.649 20.818
JUMLAH EKUITAS 154.351 156.562
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 285.134 287.042
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
1
Page 5
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN 23,32 112.219 111.238
BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 25,32 (29.977) (28.864)
Beban penyusutan dan amortisasi 11,12a,14 (24.250) (24.081)
Beban karyawan 24 (13.156) (11.678)
Beban interkoneksi 32 (5.008) (4.525)
Beban umum dan administrasi 26,32 (4.924) (4.520)
Beban pemasaran 32 (2.527) (2.588)
Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan
nilai wajar atas investasi 10 (476) (182)
Pendapatan lain-lain - bersih 574 223
Rugi selisih kurs - bersih (25) (41)
LABA USAHA 32.450 34.982
Penghasilan pendanaan 32 1.020 758
Biaya pendanaan 32 (3.857) (3.462)
Bagian laba investasi jangka panjang pada entitas asosiasi 10 4 4
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 29.617 32.282
(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 27d
Pajak kini (5.894) (6.897)
Pajak tangguhan (702) 4
(6.596) (6.893)
LABA PERIODE BERJALAN 23.021 25.389
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran 22 (141) (33)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih 30 152 (1.429)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih 11 (1.462)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 23.032 23.927
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 17.675 19.499
Kepentingan nonpengendali 20 5.346 5.890
23.021 25.389
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 17.641 18.037
Kepentingan nonpengendali 5.391 5.890
23.032 23.927
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam jumlah penuh) 28
Laba bersih per saham 178,42 196,84
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS) 17.842,32 19.683,59
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
2
Page 6
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Saldo laba
Tambahan Belum
Modal modal Komponen Ditentukan ditentukan Jumlah Kepentingan Jumlah
Uraian Catatan saham disetor ekuitas lainnya penggunaannya penggunaannya bersih nonpengendali ekuitas
Saldo, 1 Januari 2024 4.953 2.711 9.639 15.337 103.104 135.744 20.818 156.562
Penyesuaian kepentingan nonpengendali - - - - - - 7 7
Dividen kas 29 - - - - (17.683) (17.683) (7.096) (24.779)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali 1e - - - - - - (471) (471)
Laba periode berjalan 20 - - - - 17.675 17.675 5.346 23.021
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih - - (141) - 107 (34) 45 11
Saldo, 30 September 2024 4.953 2.711 9.498 15.337 103.203 135.702 18.649 154.351
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
3
Page 7
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Saldo laba
Tambahan Belum
Modal modal Komponen Ditentukan ditentukan Jumlah Kepentingan Jumlah
Uraian Catatan saham disetor ekuitas lainnya penggunaannya penggunaannya bersih nonpengendali ekuitas
Saldo, 1 Januari 2023 4.953 2.711 9.697 15.337 96.560 129.258 20.004 149.262
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
pada entitas anak 1e - - - - - - 2.713 2.713
Penyesuaian kepentingan nonpengendali - - - - - - 13 13
Dividen kas 29 - - - - (16.602) (16.602) (9.802) (26.404)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali 1e - - - - - - (18) (18)
Laba periode berjalan 20 - - - - 19.499 19.499 5.890 25.389
Penghasilan komprehensif lain - bersih - - (33) - (1.429) (1.462) - (1.462)
Saldo, 30 September 2023 4.953 2.711 9.664 15.337 98.028 130.693 18.800 149.493
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
4
Page 8
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain 109.057 111.475
Penerimaan dari pendapatan bunga 1.020 755
Penerimaan restitusi pajak 881 100
Pembayaran kas untuk beban (35.830) (41.740)
Pembayaran kas kepada karyawan (13.524) (12.877)
Pembayaran pajak penghasilan badan dan final (8.802) (8.001)
Pembayaran beban bunga (3.903) (3.548)
Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah 12a (2.604) (2.234)
Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih (834) (1.112)
Penerimaan (pembayaran) kas lainnya - bersih 494 (41)
Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi 45.955 42.777
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil dari penjualan aset tetap 11 706 83
Hasil dari klaim asuransi 11 111 160
Penurunan uang muka dan aset lainnya 64 228
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 3 14
Pembelian aset tetap 11,39 (18.485) (22.733)
Pembelian aset takberwujud 14,39 (2.719) (1.588)
Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya - bersih (1.157) (427)
Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan (36) (315)
Akuisisi menara telekomunikasi oleh anak perusahaan - (1.684)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi (21.513) (26.262)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya 18,19 31.907 32.196
Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang
saham nonpengendali - 2.713
Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya 18,19 (30.086) (26.448)
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan 21 (17.683) (16.602)
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
nonpengendali entitas anak 20 (7.096) (9.802)
Pembayaran kewajiban sewa 39 (5.399) (4.556)
Pembelian saham kembali pemegang saham
entitas anak 1e (471) (18)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan (28.828) (22.517)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (4.386) (6.002)
DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
SETARA KAS (80) (39)
PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN (1) (1)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 3 29.007 31.947
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 3 24.540 25.905
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
5
Page 9
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret
1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.
Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).
Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal 24 September
1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No. 210. Anggaran
Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir dilakukan sehubungan
dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha dalam Anggaran
Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
secara umum meliputi:
i. Usaha utama:
(a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan;
(b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan;
(c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
ii. Usaha penunjang:
(a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
telekomunikasi dan informatika;
(b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
(c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
Perusahaan.
6
Page 10
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)
Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
Japati No. 1, Bandung.
Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
(“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).
Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.
Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:
Tanggal penetapan/
Izin No. Izin Jenis jasa perpanjangan
Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/ Jasa internet teleponi 30 Maret 2016
internet teleponi untuk KOMINFO/3/2016 untuk keperluan publik
keperluan publik
Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet 30 Desember 2016
akses internet 12/2016
Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan konten 16 Mei 2017
penyediaan konten 16/2017
Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi internet 26 Desember 2018
interkoneksi internet 2018
Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem 3 Agustus 2020
sistem komunikasi data 02/2020 komunikasi data
Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik 1 Juli 2021
dan penyelenggara 23/587/DKSP/Srt/B dan penyelenggara
transfer dana transfer dana
Izin penyelenggaraan 073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap 23 Agustus 2021
jaringan tetap sambungan 02/2021 sambungan
langsung jarak jauh langsung jarak jauh
Izin penyelenggaraan 082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap 8 Oktober 2021
jaringan tetap sambungan 02/2021 sambungan
internasional internasional
Izin penyelenggaraan 094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap 9 Desember 2021
jaringan tetap tertutup 02/2021 tertutup
Izin penyelenggaran jaringan 095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal 9 Desember 2021
tetap lokal berbasis 02/2021 berbasis circuit
circuit switched switched dan packet
switched
7
Page 11
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
Karyawan
i. Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 58 tanggal 28 Mei 2024
dan No. 35 tanggal 23 Juni 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Komisaris Utama/ Bambang Permadi Bambang Permadi
HIDDEN_ROW
Komisaris Independen Soemantri Brojonegoro Soemantri Brojonegoro
Komisaris Independen Wawan Iriawan Wawan Iriawan
Komisaris Independen Bono Daru Adji Bono Daru Adji
Komisaris Independen - Abdi Negara Nurdin
Komisaris Arya Mahendra Sinulingga Arya Mahendra Sinulingga
Komisaris Marcelino Rumambo Pandin Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris Ismail Ismail
Komisaris Rizal Mallarangeng Rizal Mallarangeng
Komisaris Isa Rachmatarwata Isa Rachmatarwata
Komisaris Silmy Karim Silmy Karim
Direktur Utama Ririek Adriansyah Ririek Adriansyah
Direktur Enterprise & Business Service F.M. Venusiana R. F.M. Venusiana R.
Direktur Digital Business Muhamad Fajrin Rasyid Muhamad Fajrin Rasyid
Direktur Human Capital Management Afriwandi Afriwandi
Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko Heri Supriadi Heri Supriadi
Direktur Network & IT Solution Herlan Wijanarko Herlan Wijanarko
Direktur Strategic Portfolio Budi Setyawan Wijaya Budi Setyawan Wijaya
Direktur Wholesale &
International Services Bogi Witjaksono Bogi Witjaksono
Direktur Group Business Development Honesti Basyir Honesti Basyir
ii. Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit
Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Ketua Bono Daru Adji Bono Daru Adji
Anggota Bambang Permadi Bambang Permadi
Soemantri Brojonegoro Soemantri Brojonegoro
Anggota Wawan Iriawan Wawan Iriawan
Anggota - Abdi Negara Nurdin
Anggota Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno
Anggota Edy Sihotang Edy Sihotang
Corporate Secretary Octavius Oky Prakarsa Anetta Hasan
Internal Audit Mohamad Ramzy Daru Mulyawan
8
Page 12
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
Karyawan (lanjutan)
iii. Karyawan
Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif disebut “Grup”) pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah 19.456 orang dan 20.605
orang (tidak diaudit).
c. Penawaran umum efek Perusahaan
Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.
Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
Seri B.
Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal 16
Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
undang tersebut.
Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.
Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005
dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program Perusahaan untuk
membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.
9
Page 13
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)
Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada
tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.
Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1
saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi 1
saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap ADS
mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio
Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.
Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.
Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.
Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.
Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
saham Seri B.
Pada tanggal 30 September 2024, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
45.388.939 ADS atau setara dengan 4.538.893.880 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada NYSE
(Catatan 21).
Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19b).
10
Page 14
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah mengkonsolidasikan
laporan keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai
berikut (Catatan 2b dan 2d):
i. Entitas anak dengan kepemilikan langsung:
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2024 2023 2024 2023
PT Telekomunikasi Jasa jaringan, layanan 1995 70 70 109.811 112.966
Selular telekomunikasi seluler,
(“Telkomsel”) fixed broadband, dan IPTV
PT Dayamitra Penyewaan menara 1995 72 72 56.977 57.010
Telekomunikasi Tbk. telekomunikasi dan jasa
(“Mitratel”) penunjang digital untuk
mobile infrastructure
PT Multimedia Jasa jaringan telekomunikasi 1998 100 100 17.981 18.457
Nusantara dan multimedia
(“Metra”)
PT Telekomunikasi Jasa telekomunikasi dan 1995 100 100 17.634 15.175
Indonesia informasi internasional
International
(“Telin”)
PT Telkom Data Data center 1996 100 100 9.136 4.059
Ekosistem
(“TDE”)
PT Telkom Satelit Telekomunikasi - 1996 100 100 8.502 7.938
Indonesia menyediakan sistem
(“Telkomsat”) komunikasi satelit, jasa
dan sarana terkait
PT Sigma Cipta Jasa konsultasi piranti 1988 100 100 6.080 7.616
Caraka keras dan piranti lunak
(“Sigma”) komputer
PT Graha Sarana Pembangunan, perdagangan, 1982 100 100 5.997 5.614
Duta jasa, dan pengangkutan
("GSD") darat
PT Telkom Akses Pembangunan, jasa dan 2013 100 100 4.052 4.777
(“Telkom Akses”) perdagangan bidang
telekomunikasi
PT Telkom Jasa jaringan 2024 100 100 2.562 0
Infrastruktur telekomunikasi
Indonesia dan informasi
(“TIF”)
PT Metra-Net Jasa portal multimedia 2009 100 100 2.423 1.654
(“Metra-Net”)
PT Infrastruktur Pembangunan, jasa dan 2014 100 100 1.265 1.261
Telekomunikasi perdagangan bidang
Indonesia telekomunikasi
(“Telkom Infra”)
PT PINS Indonesia Perdagangan perangkat 1995 100 100 705 775
(“PINS”) telekomunikasi
PT Napsindo Primatel Telekomunikasi - 1999; 60 60 5 5
Internasional menyediakan Network, berhenti
(“Napsindo”) Access Point ("NAP"), beroperasi
Voice Over Data ("VOD"), pada
dan jasa terkait lainnya tanggal
13 Januari
2006
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.
11
Page 15
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2024 2023 2024 2023
PT Metra Digital Jasa perdagangan 2013 100 100 8.649 8.556
Investama informasi dan
(“MDI”) teknologi multimedia,
hiburan, dan
investasi
Telekomunikasi Telekomunikasi dan 2008 100 100 5.661 3.499
Indonesia jasa terkait
International Pte. Ltd.
("Telin Singapore"),
berdomisili di Singapura
Telekomunikasi Investasi dan layanan 2010 100 100 4.533 3.842
Indonesia telekomunikasi
International Ltd.
("Telin Hong Kong"),
berdomisili di Hong Kong
NeutraDC Data center 2024 100 100 3.371 -
Singapore Pte. Ltd.
(“NeutraDC Singapore”)
berdomisili di Singapura
PT Infomedia Jasa layanan informasi, 1984 100 100 2.313 2.248
Nusantara contact center dan
(“Infomedia”) content directory
PT Telkom Landmark Jasa pengembangan 2012 55 55 2.256 1.986
Tower dan manajemen
(“TLT”) properti
PT Nuon Digital Indonesia Jasa penjualan 2010 100 100 1.796 1.194
(“Nuon”) konten digital
PT Persada Sokka Penyewaan menara 2008 100 100 1.751 1.622
Tama telekomunikasi dan
("PST") jasa telekomunikasi
lainnya
PT Finnet Indonesia Jasa teknologi 2006 60 60 1.477 1.761
(“Finnet”) informatika
PT Telkomsel Mitra Jasa konsultan 2019 100 100 1.017 1.030
Inovasi manajemen bisnis
(“TMI”) dan investasi
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi, 2012 100 100 962 1.082
Indonesia jaringan, mobile,
International internet, dan data
(TL) S.A.
("Telkomcel"),
berdomisili di Timor Leste
PT Metra Digital Media Jasa informasi 2013 100 100 907 993
(“MD Media”) telekomunikasi dan
informasi lainnya
PT Teknologi Data Jasa telekomunikasi 2013 60 60 886 606
Infrastruktur dan data center
(“TDI”)
PT Administrasi Jasa administrasi 2002 100 100 742 757
Medika asuransi kesehatan
(“Ad Medika”)
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.
12
Page 16
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2024 2023 2024 2023
PT Telkomsel Ekosistem Jasa konsultasi 2021 100 100 646 777
Digital manajemen bisnis
("TED") dan investasi, dan/atau
penyertaan modal pada
perusahaan lain
PT Digital Aplikasi Solusi Jasa sistem 2014 100 100 444 341
("Digiserve") komunikasi
PT Swadharma Jasa pengisian kas 2001 51 51 403 397
Sarana Informatika dan pemeliharaan
(“SSI”) ATM
TS Global Jasa satelit 1996 70 70 339 420
Network Sdn. Bhd.
(“TSGN”),
berdomisili di Malaysia
PT Graha Yasa Selaras Jasa pariwisata dan 2012 51 51 299 290
(”GYS”) perhotelan
PT Nusantara Sukses Jasa dan 2014 100 100 291 292
Investasi perdagangan
(“NSI”)
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi 2014 100 100 242 212
Indonesia dan informasi
International (USA) Inc.
(“Telin USA”),
berdomisili di
Amerika Serikat
PT Nutech Integrasi Jasa penyedia 2001 60 60 220 227
(“Nutech”) sistem integrator
PT Collega Inti Pratama Perdagangan dan 2001 70 70 195 191
("CIP") jasa
PT Graha Telkomsigma Jasa pengelolaan 1999 100 100 176 333
("GTS") dan konsultasi
PT Media Nusantara Jasa konsultasi piranti 2012 55 55 142 136
Data Global keras, piranti lunak
("MNDG") komputer, data center,
dan internet exchange
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi 2013 70 70 139 125
Indonesia International dan informasi
(Malaysia) Sdn. Bhd.
(”Telin Malaysia”),
berdomisili di Malaysia
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi 2013 100 100 56 67
Indonesia dan informasi
International
(Australia) Pty. Ltd.
(“Telin Australia”),
berdomisili di Australia
PT Metra TV Jasa penyiaran 2013 100 100 53 50
("Metra TV") berlangganan
* Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.
13
Page 17
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2024 2023 2024 2023
PT Metraplasa Jasa jaringan dan 2012; 60 60 29 30
(“Metraplasa”) e-commerce berhenti
beroperasi
pada bulan
Oktober
2020
PT Pojok Celebes Usaha pariwisata 2008 100 100 27 44
Mandiri
("PCM")
PT Bosnet Distribution Perdagangan dan 2012 20 60 - 40
Indonesia jasa konsultasi
("BDI")**
* Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
**BDI tidak lagi menjadi entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (Catatan 1e).
Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.
e. Informasi penting lainnya
i. Telkomsel
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan telah menandatangani Akta Pemisahan Segmen Usaha
IndiHome ke Telkomsel melalui Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 140 yang telah disetujui
berdasarkan RUPST 2023 sesuai dengan Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35
tanggal 23 Juni 2023. Nilai bisnis IndiHome yang dipisahkan adalah Rp58.250 miliar. Bersamaan
dengan pemisahan IndiHome tersebut, pemegang saham minoritas Telkomsel, yaitu Singapore
Telecom Mobile Pte. Ltd. (“Singtel“) juga memutuskan untuk turut melakukan penyertaan modal
dengan melakukan setoran secara tunai kepada Telkomsel sebesar Rp2.713 miliar. Atas
transaksi ini, sejak 1 Juli 2023, kepemilikan efektif Perusahaan di Telkomsel meningkat dari 65%
menjadi 69,9% dan kepemilikan Singtel di Telkomsel terdilusi dari 35% menjadi 30,1%.
ii. Mitratel
Pembelian kembali saham
Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel kembali mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali
saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp1.500 miliar. Periode pembelian kembali saham
Mitratel dimulai dari 14 April 2023. Pada tanggal 31 Desember 2023 Mitratel telah melakukan
pembelian kembali saham sebanyak 47.700.000 lembar saham atau setara dengan Rp31 miliar.
Pada tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan 30 September 2024 Mitratel telah melakukan
pembelian kembali saham sebanyak 723.575.500 lembar saham atau setara dengan
Rp471 miliar.
Akuisisi menara telekomunikasi
(a) Pada tanggal 15 Februari 2023, berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional
Sale and Purchase Agreement (“CSPA”) Menara Telekomunikasi antara PT Indosat Tbk.
(“Indosat“) dengan Mitratel untuk melakukan akuisisi 997 menara telekomunikasi milik
Indosat senilai Rp1.648 miliar. Mitratel dan Indosat juga telah menyepakati penyewaan
kembali sebanyak 983 site selama 10 tahun masa sewa. Selain itu, Indosat juga telah
menyepakati untuk memberikan pesanan kolokasi baru selama 3 tahun kedepan dengan
Mitratel memberikan membayar kompensasi sebesar Rp473 miliar.
(b) Pada tanggal 24 November 2023, Mitratel melakukan akuisisi atas 803 menara
telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1.753 miliar.
14
Page 18
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Informasi penting lainnya (lanjutan)
iii. TDI
Berdasarkan Akta Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 201 tanggal 25 Oktober 2023, menyetujui
penerbitan 4.825.932 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar
Rp104.438, yang diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 2.451.319 lembar saham atau sebesar
Rp256 miliar, ST Dynamo ID Pte, Ltd. sebanyak 2.077.787 lembar saham atau sebesar Rp217
miliar dan PT Medco Power Indonesia sebanyak 296.826 lembar saham atau sebesar Rp31
miliar. Penambahan modal ini menyebabkan kepemilikan saham milik TDE terdilusi menjadi 60%.
Efek atas dilusi tersebut dicatat sebagai selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
nonpengendali pada entitas anak sebesar Rp6 miliar.
iv. NeutraDC Singapore
Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority Singapore (“ACRA”), TDE
mendirikan NeutraDC Singapore yang berkedudukan di Singapura pada tanggal 7 Desember
2023, dengan jumlah saham sebanyak 1 lembar saham dengan nilai par sebesar SGD 1.
Berdasarkan ACRA, pada tanggal 28 Februari 2024, TDE melakukan setoran modal pada
NeutraDC Singapore dengan jumlah saham sebanyak 219.411.975 lembar saham dengan nilai
par sebesar USD219 juta atau senilai Rp3.448 miliar.
v. TIF
Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 26 tanggal 8 Desember 2023, Perusahaan dan
Metra mendirikan TIF, dengan jumlah saham sebanyak 125 lembar saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp12,5 juta.
Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 7 tanggal 3 Juli 2024, menyetujui penerbitan
19.240.001 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar Rp100.000,
yang diambil bagiannya oleh Perusahaan sebanyak 19.240.000 lembar saham atau sebesar
Rp1.924 miliar dan Metra sebanyak 1 lembar saham atau sebesar Rp100 ribu.
vi. Metra
Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., M.L.I., M.Kn., No. 31 tanggal
29 Februari 2024, perihal pengambilalihan saham BDI antara Metra dengan PT Algolab Solution,
dimana Metra melepas 40% kepemilikan saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29 miliar,
sehingga kepemilikan Metra di BDI menjadi 20% dan BDI tidak lagi menjadi entitas anak dengan
kepemilikan tidak langsung oleh Perusahaan.
f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Oktober 2024.
15
Page 19
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di
Indonesia dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) di Indonesia yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia, Dolar
Singapura, dan Ringgit Malaysia.
Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.
Standar akuntansi baru
Pada tanggal 1 Januari 2024, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
sebelumnya:
i. Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan;
ii. Amendemen PSAK 116: Sewa;
iii. Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan.
Pilar Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar akuntansi
keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Terdapat 4 (empat)
standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu:
i. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional;
ii. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK);
iii. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi Keuangan
Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik; dan
iv. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah.
Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku Indonesia
yang diterbitkan oleh DSAK IAI.
16
Page 20
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Berlaku efektif 1 Januari 2025:
i. Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
Amendemen ini menjelaskan terkait kekurangan ketertukaran.
b. Prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.
Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.
Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.
Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
tercatatnya ketika pengendalian hilang;
ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian; dan
v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.
17
Page 21
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Transaksi dengan pihak berelasi
Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No.KEP-
347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau entitas
yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.
Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
merupakan pemegang saham dari entitas.
Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.
d. Kombinasi bisnis dan goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
pada tanggal akuisisi.
Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
keuntungan diakui pada laba atau rugi.
Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
tanggal akuisisi.
18
Page 22
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
tahun dari tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.
Berdasarkan PSAK 338, pengalihan aset, liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara
entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau rugi bagi Perusahaan atau entitas
individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas
sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau
instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau liabilitas yang dialihkan harus dicatat
berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan kepentingan (pooling-of-interests).
Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
e. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
signifikan.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.
Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
“Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
f. Persediaan
Persediaan terdiri dari komponen mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya.
Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem
wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual.
19
Page 23
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Persediaan (lanjutan)
Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.
Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.
Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
periode terjadinya pemulihan tersebut.
Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
masa depan.
g. Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
lainnya dan aset tidak lancar lainnya
h. Aset takberwujud
Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.
Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.
Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:
Tahun
Piranti lunak 3-6
Lisensi 3-20
Aset takberwujud lainnya 3-30
Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
20
Page 24
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Aset tetap
Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai (jika ada).
Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
disusutkan secara terpisah.
Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 15-50
Renovasi bangunan sewa 2-10
Peralatan sentral telepon 3-15
Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data 5-15
Peralatan dan instalasi transmisi 3-40
Satelit, stasiun bumi, dan peralatan 3-20
Jaringan kabel 5-25
Catu daya 3-20
Peralatan pengolahan data 3-20
Kendaraan 4-8
Peralatan telekomunikasi lainnya 5
Peralatan kantor 2-5
Peralatan lainnya 2-5
Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
masa sewa.
Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
andal.
Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.
Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.
21
Page 25
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Aset tetap (lanjutan)
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
ke akun aset tetap yang terkait.
Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
(jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
untuk digunakan atau dijual.
j. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
perpanjangan kontrak.
Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
• penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
• akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
pendek;
• pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
pendek;
• penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
• tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
• untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
kondisi baru).
Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
kontrak sewa.
i. Grup sebagai lessee
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
yang mendasarinya.
Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.
22
Page 26
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Sewa (lanjutan)
Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
kontrak sewa (lanjutan).
i. Grup sebagai lessee (lanjutan)
Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:
Tahun
Tanah 1-33
Bangunan 1-30
Peralatan dan instalasi transmisi 1-25
Kendaraan 1-6
Lain-lain 1-6
Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
Penurunan Nilai Aset.
Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
terjadi.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
mendasarinya.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
23
Page 27
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Sewa (lanjutan)
ii. Grup sebagai lessor
Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
ada modifikasi sewa.
Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
pendapatan PSAK 115 dari kontrak dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan
dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai Pendapatan dari
transaksi lessor (Catatan 2n).
k. Beban tangguhan - hak atas tanah
Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
yang lebih pendek.
l. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
24
Page 28
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Penjabaran valuta asing
Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Beli Jual Beli Jual
Dolar A.S. (“US$”) 1 15.135 15.147 15.396 15.401
Dolar Australia (“AU$”) 1 10.481 10.489 10.499 10.505
Dolar Singapura (“SGD”) 1 11.823 11.833 11.666 11.673
Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1 477,69 478,45 501,32 501,53
Euro (“EUR”) 1 16.956 16.971 17.025 17.036
Yen Jepang (“JPY”) 1 106,18 106,26 108,78 108,82
Ringgit Malaysia (“MYR”) 1 3.669 3.677 3.350 3.359
Dolar Hong Kong (“HKD”) 1 1.948 1.950 1.971 1.971
Kyat Myanmar (“MMK”) 1 7,19 7,23 7,31 7,35
Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).
n. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
dengan biaya yang dikapitalisasi.
Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
pendapatan:
i. Mobile
Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.
Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.
Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.
25
Page 29
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
pendapatan (lanjutan):
i. Mobile (lanjutan)
Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
dipengaruhi oleh alokasi.
Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.
ii. Consumer
Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan telepon tidak bergerak dan layanan
IndiHome. Pendapatan dari layanan telepon tidak bergerak berasal dari pelanggan yang hanya
berlangganan layanan telepon tidak bergerak. Sedangkan pendapatan dari layanan IndiHome
berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket layanan bundel kombinasi
layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV berbayar). Layanan tersebut
ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan berikutnya. Grup menerapkan
syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk membayar denda pengakhiran yang
substantif jikalau kontrak berlangganan berakhir atas permintaan dan/atau kesalahan pelanggan
dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif. Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan
dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku
tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan PSAK 115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan
selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak bulanan.
Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.
Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.
26
Page 30
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
iii. Enterprise
Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call
center, e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan
dengan spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.
Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan
menerima dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban
kinerja yang dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke
pelanggan, biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.
Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual
dijual secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika
harga yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.
Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya.
Grup menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
kemungkinan hasil.
Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel
tidak dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini
dan hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan
dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait
dengan imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.
Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat
komisi dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.
27
Page 31
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
iv. Wholesale and International Business (“WIB”)
Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa
jaringan dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode
output menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.
Aset kontrak
Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
usaha.
Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.
Liabilitas kontrak
Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
atas barang atau jasa kepada pelanggan).
Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.
Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.
Pendapatan dari transaksi lessor
Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
28
Page 32
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Imbalan kerja
i. Imbalan kerja jangka pendek
Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.
ii. Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain
Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.
Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
persiapan pensiun.
Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.
Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
berkualitas tinggi.
Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
tidak dapat diperoleh secara penuh).
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
(tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
selanjutnya.
Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
(a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
(b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
diskonto.
Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.
29
Page 33
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Imbalan kerja (lanjutan)
ii. Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)
Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
aktuaria).
Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
ketika terutang.
Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
tersebut.
iii. Pensiun dini (“Pendi”)
Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul
sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara
sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika,
Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.
p. Pajak
Pajak Penghasilan (“PPh”)
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
secara langsung di ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.
Pemeriksaan pajak
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
(“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
30
Page 34
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Pajak (lanjutan)
Pajak tangguhan
Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
(probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
masa depan.
Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
i. PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan
ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
keadaan.
Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).
31
Page 35
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Pajak (lanjutan)
Pajak final
Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.
q. Instrumen keuangan
Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
i. Aset keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau
saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.
Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
instrumen.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
menjual aset tersebut.
32
Page 36
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal
Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
empat kategori:
(a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
tidak lancar lainnya.
(b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)
Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
kedua kondisi berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
direklasifikasi ke laba rugi.
Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif
per 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
33
Page 37
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)
(c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
ekuitas)
Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 109 dan yang bukan merupakan
instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen
per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Dividen diakui pada laba
rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara
jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak terpengaruh pada persyaratan
penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi investasi jangka panjang
pada instrumen keuangan.
(d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan.
Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.
Kerugian kredit ekspektasian
Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
34
Page 38
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)
Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12
bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
ii. Liabilitas keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.
Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
dibayar, deposit pada pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
jangka pendek, pinjaman penerusan, obligasi dan surat utang jangka menengah, utang bank
jangka panjang dan pinjaman lainnya.
35
Page 39
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Instrumen keuangan (lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan (lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.
Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi.
(b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.
iii. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
sebagai berikut:
(i) situasi bisnis yang normal;
(ii) peristiwa default; dan
(iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.
iv. Penghentian pengakuan instrumen keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.
36
Page 40
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Modal saham yang diperoleh kembali
Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
tertimbang. Modal saham diperoleh kembali yang dialihkan dalam bentuk kepemilikan saham
karyawan dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang diperoleh kembali
dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian dari tambahan
modal disetor dalam ekuitas.
s. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.
t. Laba per saham dan laba per ADS
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
lembar saham per ADS.
Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif.
u. Informasi segmen
Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
adalah suatu komponen dari entitas:
i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
v. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
tidak memenuhi kontrak.
w. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
(“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).
37
Page 41
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
w. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
dipulihkan pada periode mendatang.
x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan; atau
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan;
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
38
Page 42
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar (lanjutan)
Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
klasifikasi liabilitas tersebut.
Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
mendatang.
i. Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Pajak penghasilan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal.
Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
ditentukannya hasil pajak tersebut.
ii. Estimasi dan asumsi
Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
yang ada.
39
Page 43
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
bawah ini.
(a) Imbalan pasca kerja
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
imbalan pasca kerja.
Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
yang terkait.
Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.
Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.
(b) Umur manfaat aset tetap
Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
pengalaman untuk aset yang sejenis.
Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.
40
Page 44
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
sebagai lessee
Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.
Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
tidak opsi perpanjangan atau penghentian.
(d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam
menghitung kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi
perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan
kerugian kredit ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Grup
telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang
didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Untuk deposito berjangka dan instrumen utang, risiko kredit nilai wajar melalui pendapatan
komprehensif lainnya, Grup menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal
pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit
rendah dengan menggunakan semua informasi yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang
berlebihan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit
internal dari instrumen utang. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi
peningkatan risiko kredit yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari
tunggakan.
Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain dan aset
keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Penyisihan
kerugian kredit ekspektasian atas nilai piutang dihitung berdasarkan kondisi terkini dan
tingkat ketertagihan historis piutang usaha, dan disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
masa depan (forward-looking). Penyisihan ini disesuaikan secara berkala untuk
mencerminkan hasil aktual dan taksiran.
Grup telah mengkaji ulang model yang digunakan untuk menghitung kerugian kredit
ekspektasian berdasarkan informasi terkini yang wajar dan terdukung untuk lebih
mencerminkan perubahan kondisi saat ini. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan
diperbaharui jika terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia;
termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking) dan masukan
lainnya.
41
Page 45
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(e) Pendapatan
(i) Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
pendapatan dan klasifikasi pendapatan
Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.
Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
berdasarkan waktu.
Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
internet, data, dan jasa teknologi informatika.
(ii) Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri
Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.
(f) Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill
Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.
Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
penurunan nilai sesuai PSAK 236: Penurunan Nilai Aset.
42
Page 46
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan
Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
keuangan yang dilaporkan.
(h) Akuisisi
Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
akuisisi masing-masing.
Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.
43
Page 47
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo Saldo
Mata uang Mata uang
Mata asing Setara asing Setara
uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Kas 40 - 14
Bank
Pihak berelasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”) Rp - 4.344 - 3.346
US$ 45 685 37 572
EUR 2 38 2 38
JPY 6 1 6 1
HKD 2 3 1 3
AU$ 0 0 0 0
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”) Rp - 1.606 - 1.471
US$ 136 2.060 0 6
TWD 4 2 1 0
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”) Rp - 3.157 - 4.228
US$ 5 73 4 64
SGD 0 0 0 0
EUR 0 0 0 0
GBP 0 1 - -
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN") Rp - 2.389 - 2.597
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 53 - 59
US$ 0 0 0 0
Sub-jumlah 14.412 12.385
Pihak ketiga
PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”) Rp - 287 - 265
US$ 9 136 0 2
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
("HSBC Hongkong") US$ 26 396 43 661
HKD 4 8 5 9
Standard Chartered Bank (“SCB”) US$ 9 132 14 215
SGD 7 88 6 74
DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong") US$ 10 151 9 138
HKD 0 1 0 0
PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”) Rp - 111 - 144
US$ 0 3 0 3
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 277 365
US$ 11 161 10 278
TWD 37 19 50 21
MYR 1 4 5 15
AU$ 0 4 0 5
MMK 176 1 353 3
SGD 2 24 3 36
EUR - 2 0 0
HKD - - 0 0
Sub-jumlah 1.805 2.234
Jumlah bank 16.217 14.619
Deposito berjangka
Pihak berelasi
BRI Rp - 1.285 - 1.550
US$ 28 422 22 340
BTN Rp - 1.280 - 1.065
BNI Rp - 351 - 1.266
US$ 29 446 23 353
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”) Rp - 613 0 1.160
Bank Mandiri Rp - 15 - 513
US$ 23 355 25 392
Sub-jumlah 4.767 6.639
44
Page 48
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo Saldo
Mata uang Mata uang
Mata asing Setara asing Setara
uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Deposito berjangka (lanjutan)
Pihak ketiga
PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”) Rp - 736 - 1.433
US$ 24 359 20 312
Bank Pembangunan Daerah ("BPD") Rp - 883 - 1.569
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank") Rp - 163 - 658
US$ 31 466 23 358
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (“Bank Danamon”) Rp - 105 - 491
US$ 10 149 9 137
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
("BJB") Rp - 227 - 1.419
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
("CCB Indonesia") US$ 10 150 5 71
Bank CIMB Niaga Rp - 130 - 928
US$ - - 5 70
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 131 - 197
US$ 1 11 5 85
MYR 2 7 2 8
Sub-jumlah 3.517 7.736
Jumlah deposito berjangka 8.284 14.375
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (1) (1)
Jumlah 24.540 29.007
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 2,22% - 7,25% 1,95% - 7,25%
Mata uang asing 2,25% - 6,25% 2,50% - 5,50%
Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
secara finansial.
45
Page 49
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo Saldo
Mata uang Mata uang
asing Setara asing Setara
Mata uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Deposito berjangka
Pihak berelasi
BRI Rp - 292 - 255
Bank Mandiri Rp - 45 - 95
US$ 5 76 5 77
BNI Rp - 40 - 160
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 98 - 128
Pihak ketiga
United Overseas Bank Limited Singapore
(“UOB Singapore”) US$ 120 1.814 12 186
SGD 3 34 - -
Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
(“SCB Singapore”) US$ 7 106 7 100
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - - - 85
US$ 2 32 2 32
Jumlah deposito berjangka 2.537 1.118
Rekening penampungan Rp - 110 - 214
US$ 2 26 2 24
Jumlah rekening penampungan 136 238
Reksa dana
Pihak berelasi
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 88 - 85
Pihak ketiga
PT Henan Putihrai Asset Management
(“HPAM”) Rp - - - 217
Jumlah reksa dana 88 302
Lainnya (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 10 - 3
MYR 0 0 0 0
Jumlah lainnya 10 3
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (0) (0)
Jumlah 2.771 1.661
Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 2,75% - 6,50% 2,75% - 6,75%
Mata uang asing 2,30% - 5,48% 2,30% - 5,85%
5.
46
Page 50
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
rincian sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
(i) Pihak berelasi
30 September 2024 31 Desember 2023
Badan Usaha Milik Negara ("BUMN") 1.976 1.914
PT Indonusa Telemedia ("Indonusa") 386 386
Indosat 568 303
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 467 443
Jumlah 3.397 3.046
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (1.202) (1.128)
Jumlah bersih 2.195 1.918
(ii) Pihak ketiga
30 September 2024 31 Desember 2023
Pelanggan individual dan bisnis 14.638 13.586
Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri 2.629 1.541
Jumlah 17.267 15.127
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (6.892) (6.378)
Jumlah bersih 10.375 8.749
b. Berdasarkan umur
30 September 2024 31 Desember 2023
Penyisihan Tingkat Penyisihan Tingkat
Sebelum kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
penyisihan ekspektasian ekspektasian penyisihan ekspektasian ekspektasian
Belum jatuh tempo 6.480 508 7,8% 7.020 386 5,5%
Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan 3.146 439 14,0% 2.758 369 13,4%
Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
dengan 6 bulan 2.090 375 17,9% 1.215 313 25,8%
Jatuh tempo lebih dari 6 bulan 8.948 6.772 75,7% 7.180 6.438 89,7%
Jumlah 20.664 8.094 18.173 7.506
Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tercatat
piutang usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
Rp6.598 miliar dan Rp4.033 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh
tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak
diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang
baik dan diharapkan dapat terpulihkan.
c. Berdasarkan mata uang
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 17.504 15.646
Dolar A.S. 3.051 2.360
Dolar Singapura 68 143
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 41 24
Jumlah 20.664 18.173
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (8.094) (7.506)
Jumlah bersih 12.570 10.667
47
Page 51
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 7.506 7.568
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 989 513
Penghapusbukuan piutang (401) (575)
Saldo akhir 8.094 7.506
Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha tertentu atas entitas anak
masing-masing sebesar Rp1.248 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman
(Catatan 18a dan 19c).
6. ASET KONTRAK
Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Aset kontrak 2.880 2.877
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (132) (147)
Jumlah bersih 2.748 2.730
Lancar (2.727) (2.704)
Tidak Lancar 21 26
Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
7. PERSEDIAAN
Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kartu SIM dan voucer prabayar 701 791
Komponen 68 29
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 186 231
Jumlah 955 1.051
Provisi atas persediaan usang (52) (54)
Jumlah bersih 903 997
Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
penurunan nilai persediaan karena usang.
Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
jasa telekomunikasi pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp464 miliar
dan Rp553 miliar (Catatan 25).
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
perjanjian pinjaman.
48
Page 52
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen
dengan nilai buku masing-masing sebesar RpNihil dan Rp96 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan risiko lain. Total nilai pertanggungan pada
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar RpNihil dan Rp94 miliar.
Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung.
8. ASET LANCAR LAINNYA
Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Izin penggunaan frekuensi
dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i) 2.741 6.173
Uang muka 922 839
Gaji dibayar di muka 418 276
Piutang lain-lain 414 266
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 468 442
Jumlah 4.963 7.996
9. BIAYA KONTRAK
Rincian dari biaya kontrak adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Biaya Biaya
perolehan pemenuhan Jumlah
kontrak kontrak
Saldo, 1 Januari 2024 1.641 580 2.221
Amortisasi selama periode berjalan (335) - (335)
Beban selama periode berjalan - (557) (557)
Penambahan selama periode berjalan 375 1.121 1.496
Saldo, 30 September 2024 1.681 1.144 2.825
Lancar (407) (849) (1.256)
Tidak lancar 1.274 295 1.569
31 Desember 2023
Biaya Biaya
perolehan pemenuhan
kontrak kontrak Jumlah
Saldo, 1 Januari 2023 1.554 858 2.412
Amortisasi selama periode berjalan (374) - (374)
Beban selama periode berjalan - (704) (704)
Penurunan nilai - (184) (184)
Penambahan selama periode berjalan 461 610 1.071
Saldo, 31 Desember 2023 1.641 580 2.221
Lancar (427) (226) (653)
Tidak lancar 1.214 354 1.568
49
Page 53
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG
Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Instrumen keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
Ekuitas 7.136 7.537
Obligasi konversi 406 491
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain:
Ekuitas 25 25
7.567 8.053
Entitas asosiasi
PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin") 108 105
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 1 4
109 109
Jumlah investasi jangka panjang 7.676 8.162
Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.
Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:
(i) Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”). Per tanggal 30 September
2024, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar saham
GOTO sebesar Rp66 per saham. Jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
investasi Telkomsel pada GOTO pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp474 miliar dan
disajikan sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan
laba rugi konsolidasian.
(ii) Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.
Penambahan investasi MDI pada periode berjalan sebesar Rp5 miliar.
Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, yang akan langsung dikonversi menjadi saham
ketika jatuh tempo.
Bagian kumulatif rugi atas investasi pada entitas asosiasi yang tidak diakui hingga periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp315 miliar
dan Rp349 miliar.
50
Page 54
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
Reklasifikasi/
31 Desember 2023 Penambahan Pengurangan Translasi 30 September 2024
Harga perolehan:
Aset tetap pemilikan langsung
Tanah 1.955 2 - 11 1.968
Bangunan 19.596 167 (25) 486 20.224
Renovasi bangunan sewa 1.675 26 (92) 127 1.736
Peralatan sentral telepon 19.636 101 (736) 377 19.378
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.583 - - - 1.583
Peralatan dan instalasi transmisi 180.664 803 (8.730) 8.151 180.888
Satelit, stasiun bumi, dan peralatan 10.941 159 (76) 2.959 13.983
Jaringan kabel 76.769 2.697 (13) (354) 79.099
Catu daya 24.348 395 (625) 1.546 25.664
Peralatan pengolahan data 21.893 186 (626) 835 22.288
Peralatan telekomunikasi lainnya 11.087 168 (4) 691 11.942
Peralatan kantor 2.696 56 (58) (22) 2.672
Kendaraan 593 1 (28) - 566
Peralatan lainnya 53 2 - 6 61
Aset dalam pembangunan 6.240 12.720 - (15.257) 3.703
Jumlah 379.729 17.483 (11.013) (444) 385.755
Akumulasi penyusutan:
Aset tetap pemilikan langsung
Bangunan 6.818 485 (24) (280) 6.999
Renovasi bangunan sewa 1.312 93 (85) (7) 1.313
Peralatan sentral telepon 14.121 1.341 (736) (3) 14.723
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.582 - - - 1.582
Peralatan dan instalasi transmisi 104.347 8.770 (8.671) (14) 104.432
Satelit, stasiun bumi, dan peralatan 6.726 510 (76) 52 7.212
Jaringan kabel 20.393 2.527 (12) 30 22.938
Catu daya 17.387 1.485 (615) 344 18.601
Peralatan pengolahan data 16.149 1.457 (593) (151) 16.862
Peralatan telekomunikasi lainnya 7.700 1.164 (1) - 8.863
Peralatan kantor 2.136 203 (52) (21) 2.266
Kendaraan 256 28 (18) - 266
Peralatan lainnya 47 3 - - 50
Jumlah 198.974 18.066 (10.883) (50) 206.107
Nilai buku bersih 180.755 179.648
51
Page 55
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):
Reklasifikasi/
31 Desember 2022 Penambahan Pengurangan Translasi 31 Desember 2023
Harga perolehan:
Aset tetap pemilikan langsung
Tanah 1.838 110 - 7 1.955
Bangunan 18.947 569 (34) 114 19.596
Renovasi bangunan sewa 1.571 28 (14) 90 1.675
Peralatan sentral telepon 20.083 582 (309) (720) 19.636
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.583 - - - 1.583
Peralatan dan instalasi transmisi 171.106 5.839 (3.562) 7.281 180.664
Satelit, stasiun bumi, dan peralatan 10.804 137 - - 10.941
Jaringan kabel 74.695 5.762 (6) (3.682) 76.769
Catu daya 23.276 722 (768) 1.118 24.348
Peralatan pengolahan data 20.954 557 (218) 600 21.893
Peralatan telekomunikasi lainnya 10.402 468 - 217 11.087
Peralatan kantor 2.625 96 (18) (7) 2.696
Kendaraan 605 48 (56) (4) 593
Peralatan lainnya 51 1 - 1 53
Aset dalam pembangunan 4.598 18.049 - (16.407) 6.240
Jumlah 363.138 32.968 (4.985) (11.392) 379.729
Akumulasi penyusutan:
Aset tetap pemilikan langsung
Bangunan 6.228 649 (11) (48) 6.818
Renovasi bangunan sewa 1.207 141 (6) (30) 1.312
Peralatan sentral telepon 14.100 1.967 (309) (1.637) 14.121
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.582 - - - 1.582
Peralatan dan instalasi transmisi 97.335 12.171 (3.372) (1.787) 104.347
Satelit, stasiun bumi, dan peralatan 6.041 746 - (61) 6.726
Jaringan kabel 22.510 3.215 (6) (5.326) 20.393
Catu daya 16.890 1.861 (758) (606) 17.387
Peralatan pengolahan data 15.490 2.093 (217) (1.217) 16.149
Peralatan telekomunikasi lainnya 6.067 1.659 - (26) 7.700
Peralatan kantor 2.073 285 (18) (204) 2.136
Kendaraan 242 48 (31) (3) 256
Peralatan lainnya 44 3 - - 47
Jumlah 189.809 24.838 (4.728) (10.945) 198.974
Nilai buku bersih 173.329 180.755
Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
(5) jaringan kabel; (6) catu daya; (7) peralatan pengolahan data; dan (8) peralatan telekomunikasi lainnya
merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.
a. Laba dari penjualan aset tetap
2024 2023
Hasil penjualan aset tetap 706 83
Nilai buku bersih (49) (21)
Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap 657 62
b. Lain-lain
(i) Selama tahun 2023, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2023.
(ii) Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp75 miliar dan
Rp95 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 dan 2023. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi berkisar antara 2,50%-8,08% masing-masing untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.
52
Page 56
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
b. Lain-lain (lanjutan)
(iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023.
(iv) Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, Grup
telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
Rp111 miliar dan Rp160 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, nilai tercatat aset tetap
tersebut masing-masing sebesar Rp97 miliar dan Rp148 miliar, telah dibebankan dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
(v) Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 8-50 tahun yang akan habis masa
berlakunya antara tahun 2024 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
tersebut.
(vi) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap milik Grup kecuali tanah,
dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp174.673 miliar dan Rp175.519 miliar telah
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan pertanggungan untuk tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp42.810 miliar miliar dan Rp41.045 miliar, dan
HKD10 juta, SGDNihil dan SGD373 juta, dan first loss basis masing-masing sebesar
Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai
untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
(vii) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tingkat persentase penyelesaian aset
dalam pembangunan adalah masing-masing sekitar 73,90% dan 74,09% dari nilai kontrak atau
Rp3.988 miliar dan Rp5.836 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai September 2026 dan Desember 2025.
Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.
(viii) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan
telah dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19b). Aset tetap entitas anak tertentu dengan
biaya perolehan masing-masing sebesar Rp3.076 miliar telah dijaminkan dalam beberapa
perjanjian pinjaman (Catatan 18a dan 19c).
(ix) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari setiap aset
tetap Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing
sebesar Rp85.946 miliar dan Rp85.564 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset
jaringan untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.
(x) Pada tahun 2023, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp51.373 miliar.
53
Page 57
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA
a. Grup sebagai lessee
Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
antara 1 dan 33 tahun.
Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan adalah sebagai berikut:
Peralatan
dan instalasi
Tanah Bangunan transmisi Kendaraan Lain-lain Jumlah
Saldo, 1 Januari 2023 4.087 663 14.859 523 204 20.336
Penambahan 1.654 156 7.460 227 893 10.390
Pengurangan dan reklasifikasi (52) (88) (2.851) 8 1 (2.982)
Beban penyusutan (998) (149) (3.600) (236) (177) (5.160)
Saldo, 31 Desember 2023 4.691 582 15.868 522 921 22.584
Penambahan 1.299 186 6.258 201 42 7.986
Pengurangan dan reklasifikasi (76) (25) (265) (4) 4 (366)
Beban penyusutan (811) (145) (2.779) (206) (169) (4.110)
Saldo, 30 September 2024 5.103 598 19.082 513 798 26.094
Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama periode berjalan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo, 1 Januari 20.425 18.661
Akrualisasi bunga 958 976
Penambahan (Catatan 39a) 7.986 10.390
Pengurangan (5.730) (9.602)
Saldo 23.639 20.425
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (6.948) (5.575)
Bagian jangka panjang 16.691 14.850
Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa selama periode berjalan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kurang dari 1 tahun 8.340 6.614
1-5 tahun 11.552 11.453
Lebih dari 5 tahun 9.591 6.431
Jumlah pembayaran sewa 29.483 24.498
Bunga (5.844) (4.073)
Nilai kini atas pembayaran sewa 23.639 20.425
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (6.948) (5.575)
Bagian jangka panjang 16.691 14.850
54
Page 58
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)
a. Grup sebagai lessee (lanjutan)
Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.
Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada periode berjalan:
2024 2023
Beban penyusutan 4.110 3.755
Beban sewa jangka pendek 2.600 2.202
Beban bunga sewa 958 703
Beban sewa aset bernilai rendah 4 32
b. Grup sebagai lessor
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
32 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat
diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.
Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
operasi adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kurang dari 1 tahun 4.650 5.099
1-5 tahun 8.340 9.412
Lebih dari 5 tahun 3.884 5.098
Jumlah 16.874 19.609
13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
bagian jangka pendek (Catatan 27b) 1.812 1.606
Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i) 1.692 1.987
Beban dibayar di muka 998 984
Uang muka 237 368
Uang jaminan 177 159
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 304 329
Jumlah 5.220 5.433
55
Page 59
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD
Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:
Aset
takberwujud
Goodwill Piranti lunak Lisensi lainnya Jumlah
Nilai tercatat bruto:
Saldo, 1 Januari 2024 1.492 21.642 550 1.694 25.378
Penambahan - 2.338 47 4 2.389
Pengurangan (18) (3.922) - - (3.940)
Reklasifikasi/translasi - (51) (1) - (52)
Saldo, 30 September 2024 1.474 20.007 596 1.698 23.775
Akumulasi amortisasi:
Saldo, 1 Januari 2024 (413) (15.034) (200) (1.000) (16.647)
Beban amortisasi - (1.841) (56) (55) (1.952)
Pengurangan 11 3.905 - - 3.916
Reklasifikasi/translasi - 2 - - 2
Saldo, 30 September 2024 (402) (12.968) (256) (1.055) (14.681)
Nilai buku bersih 1.072 7.039 340 643 9.094
Aset
takberwujud
Goodwill Piranti lunak Lisensi lainnya Jumlah
Nilai tercatat bruto:
Saldo, 1 Januari 2023 1.492 19.779 620 1.491 23.382
Penambahan - 2.763 69 206 3.038
Pengurangan - (890) (130) - (1.020)
Reklasifikasi/translasi - (10) (9) (3) (22)
Saldo, 31 Desember 2023 1.492 21.642 550 1.694 25.378
Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
Saldo, 1 Januari 2023 (402) (13.616) (152) (910) (15.080)
Beban amortisasi - (2.321) (58) (94) (2.473)
Penurunan nilai (11) - - - (11)
Pengurangan - 890 2 - 892
Reklasifikasi/translasi - 13 8 4 25
Saldo, 31 Desember 2023 (413) (15.034) (200) (1.000) (16.647)
Nilai buku bersih 1.079 6.608 350 694 8.731
(i) Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Metra, Sigma, TDE, dan Telkomsat masing-
masing sebesar RpRp467 miliar, Rp220 miliar, Rp149 miliar, Rp91 miliar, Rp77 miliar, dan
Rp68 miliar. Pengurangan goodwill timbul dari divestasi BDI (Catatan 1e.vi).
(ii) Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk periode yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing 1-5 tahun. Beban amortisasi
diakui sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
(iii) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari aset
takberwujud yang telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing
sebesar Rp7.782 miliar dan Rp10.604 miliar.
56
Page 60
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA
Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi
Pembelian peralatan, barang, dan jasa 307 424
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 166 161
Sub-jumlah 473 585
Pihak ketiga
Pembelian peralatan, barang, dan jasa 8.408 12.748
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 3.635 2.876
Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal
("KPU") 1.865 2.399
Sub-jumlah 13.908 18.023
Jumlah 14.381 18.608
Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 11.116 15.929
Dolar A.S. 3.143 2.537
Lain-lain 122 142
Jumlah 14.381 18.608
Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
(i) Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
(ii) Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
(iii) Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.
GSD, Telkom Akses, dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa Bank dalam fasilitas pembiayaan
supply chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok GSD, Telkom Akses, dan Mitratel untuk
memperoleh pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan
syarat dan ketentuan tertentu. Pada tanggal 30 September 2024, fasilitas pembiayaan supply chain yang
digunakan oleh pemasok adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
GSD 135 61
Telkom Akses 102 115
Mitratel 100 79
Jumlah 337 255
16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 6.604 5.813
Gaji dan tunjangan 3.081 3.909
Umum, administrasi dan pemasaran 3.069 3.114
Beban bunga dan administrasi bank 296 243
Jumlah 13.050 13.079
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
57
Page 61
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK
a. Liabilitas kontrak jangka pendek
30 September 2024 31 Desember 2023
Uang muka pelanggan Mobile 3.099 3.267
Uang muka pelanggan Enterprise 1.770 1.587
Uang muka pelanggan WIB 1.038 1.291
Uang muka pelanggan Consumer 245 244
Uang muka pelanggan lain-lain 518 459
Jumlah 6.670 6.848
b. Liabilitas kontrak jangka panjang
30 September 2024 31 Desember 2023
Uang muka pelanggan WIB 941 795
Uang muka pelanggan Consumer 623 705
Uang muka pelanggan Enterprise 237 251
Uang muka pelanggan lain-lain 768 840
Jumlah 2.569 2.591
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN
a. Utang bank jangka pendek
Saldo terutang
Kreditur 30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi
Bank Mandiri 3.204 4.013
BNI 1.662 903
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 6 -
Sub-jumlah 4.872 4.916
Pihak ketiga
PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC") 2.410 2.547
MUFG Bank ("MUFG") 1.555 1.155
Bank of China 1.000 -
PT Bank DBS Indonesia ("DBS") 439 440
PT Bank UOB Indonesia ("UOB") 150 500
PT Bank Maspion Indonesia ("Bank Maspion") 138 -
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 91 92
Sub-jumlah 5.783 4.734
Jumlah 10.655 9.650
58
Page 62
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN (lanjutan)
a. Utang bank jangka pendek (lanjutan)
Beberapa informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 30 September
2024 adalah sebagai berikut:
Total Periode
Mata fasilitas Jatuh tempo pembayaran Tingkat suku bunga
Peminjam uang (dalam miliar)* fasilitas pinjaman bunga per tahun Jaminan**
Mandiri
2020 Finnet Rp 500 28 April 2025 Bulanan 1 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,30%
2021 - 2022 Perusahaan, Rp 6.550 21 Juni 2025 - Bulanan, 5,50% - 9,00% Piutang usaha
Nutech, Mitratel 21 September 2025 Kuartalan dan aset tetap
BNI
2014 - 2022 Perusahaan, Rp 2.350 7 November 2024 - Bulanan, 4,80% - 8,50% Piutang usaha
GSD,Sigma 26 September 2025 Kuartalan dan aset tetap
2017 - 2021 Telkom Infra, Rp 1.135 18 Februari 2025 - Bulanan 1 bulan JIBOR + Piutang usaha
Infomedia, 6 Juni 2025 1,75% - 2,50%
Metranet
HSBC
2014 Sigmaa Rp 400 6 November 2024 Bulanan Under BLR 7,40% Piutang usaha
2018 - 2023 Sigma, Metra, Rp 2.613 4 Oktober 2024 - Bulanan, 1 bulan JIBOR + Tidak ada
PINS, Metranet, 31 Agustus 2025 Kuartalan 0,35% - 0,80%
Telkomsat, 3 bulan
GSD, TDE JIBOR + 2,00%
MUFG Bank
2018 - 2019 Infomedia, Rp 1.616 31 Oktober 2024 Bulanan, 1 bulan JIBOR + Tidak ada
Metra, GSD, Kuartalan 0,70% - 0,80%
Telkom Infra, 3 bulan
Telkomsat JIBOR + 0,25%
Bank of China
2020 Perusahaan Rp 1.500 20 Oktober 2024 Kuartalan 5,25% Tidak ada
DBS
2018 Telkom Infra, Rp 475 30 Oktober 2024 - Bulanan 1 bulan Tidak ada
Infomedia 31 Juli 2025 JIBOR + 1,20%
UOB Indonesia
2016 Finnet Rp 500 31 Juli 2025 Bulanan 1 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,75%
Bank Maspion
2023 Metranet Rp 170 26 Oktober 2024 Bulanan 7,25% Tidak ada
*
Disajikan dalam mata uang asal.
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
a.
Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.
Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas
paling sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada
tanggal 31 Desember 2023, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk
tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma.
Waiver dari BNI, Bank DBS, dan HSBC diterima masing-masing pada tanggal 11 Desember 2023,
18 Desember 2023, dan 22 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2024, Grup telah memenuhi
ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.
Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.
59
Page 63
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN (lanjutan)
b. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
Pinjaman penerusan (two-step loans) 19a 41 84
Obligasi dan medium-term notes ("MTN") 19b 2.895 548
Utang bank 19c 13.687 9.282
Pinjaman lainnya 19d - 362
Jumlah 16.623 10.276
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
Obligasi dan MTN 19b 2.696 4.795
Utang bank 19c 19.526 22.978
Jumlah 22.222 27.773
Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 30 September 2024 adalah sebagai berikut:
Tahun
Catatan Jumlah 2025 2026 2027 2028 Selanjutnya
Obligasi dan MTN 19b 2.696 - - - - 2.696
Utang bank 19c 19.526 1.590 5.910 4.089 3.330 4.607
Jumlah 22.222 1.590 5.910 4.089 3.330 7.303
a. Pinjaman penerusan (two-step loans)
Pinjaman penerusan (two-step loans) adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah
yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994
terutang dalam mata uang asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung
oleh Perusahaan.
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo terutang Saldo terutang
Mata uang Mata uang
asing Setara asing Setara
Kreditur Mata uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Bank luar negeri Yen 384 41 768 84
Jumlah 41 84
Bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (Catatan 18b) (41) (84)
Bagian jangka panjang - -
Periode jadwal Pembayaran Tingkat bunga
Kreditur Mata uang pembayaran bunga per tahun
Bank luar negeri Yen Semesteran Semesteran 2,95%
Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang
telekomunikasi. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada
berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.
Sejak 2008, Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode
penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.
60
Page 64
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
a. Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan)
Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
i. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi 1,2:1 untuk pinjaman
penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”);
ii. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi
20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang
berasal dari ADB.
Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas.
b. Obligasi dan MTN
Saldo terutang
Obligasi dan MTN 30 September 2024 31 Desember 2023
Obligasi
Obligasi Telkom Tahun 2015
Seri B 2.100 2.100
Seri C 1.200 1.200
Seri D 1.500 1.500
Obligasi Mitratel Tahun 2024 240 -
Sukuk Mitratel Tahun 2024 10 -
MTN
MTN Mitratel 2023 550 550
Jumlah 5.600 5.350
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi (9) (7)
Bagian jangka panjang 5.591 5.343
Bagian yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun (Catatan 18b) (2.895) (548)
Bagian jangka panjang 2.696 4.795
i. Obligasi
(a) Obligasi Telkom Tahun 2015
Periode Tingkat
Pokok Tempat Tanggal pembayaran bunga per
Obligasi utang Penerbit pencatatan terbit Jatuh tempo bunga tahun
Seri A 2.200 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2022 Kuartalan 9,93%
Seri B 2.100 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2025 Kuartalan 10,25%
Seri C 1.200 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2030 Kuartalan 10,60%
Seri D 1.500 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2045 Kuartalan 11,00%
Total 7.000
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
kekayaan Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah
ada maupun yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.xi). Bertindak sebagai penjamin
pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana
TCW”), PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas
Indonesia Tbk. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata.
Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya
emisi, seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro
network, regional metro junction, information technology application and support, dan
akuisisi beberapa perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.
Pada tanggal 30 September 2024, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh
Pefindo adalah idAAA (Triple A).
61
Page 65
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
b. Obligasi dan MTN (lanjutan)
i. Obligasi (lanjutan)
(a) Obligasi Telkom Tahun 2015 (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati
semua pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(i) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
(a) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
(b) Debt service coverage minimal sebesar 125%.
Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-
rasio tersebut di atas.
(b) Obligasi Mitratel Tahun 2024
Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar Rp240
miliar. Bunga obligasi sebesar 6,5% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh tempo
obligasi pada tanggal 14 Juli 2025.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan
obligasi Mitratel 2024. Penerbitan obligasi ini memperoleh peringkat idAAA dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia.
(c) Sukuk Mitratel Tahun 2024
Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan Sukuk Ijarah berkelanjutan tahap I sebesar
Rp10 miliar. Bunga sukuk sebesar 6,5% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh
tempo sukuk pada tanggal 14 Juli 2025.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan
sukuk Mitratel 2024. Penerbitan sukuk ini memperoleh peringkat AAAsy dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia.
ii. MTN
Pada tanggal 26 September 2023, Mitratel menerbitkan MTN sebesar Rp550 miliar yang
digunakan untuk mendukung penyediaan dana dalam rangka pendanaan ulang.
MTN Mitratel 2023 dengan tingkat suku bunga 6,20% per tahun akan jatuh tempo pada tanggal
26 Oktober 2024.
Bank Mandiri ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan MTN Mitratel 2023. Penerbitan MTN
ini memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
62
Page 66
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo terutang Saldo terutang
Mata uang Mata uang
asing Setara asing Setara
Kreditur Mata uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Pihak berelasi
BNI Rp - 5.964 - 6.182
Bank Mandiri Rp - 4.572 - 3.453
BSI Rp - 3.292 - 509
BRI Rp - 1.727 - 955
Sub-jumlah 15.555 11.099
Pihak ketiga
BCA Rp - 9.135 - 10.170
DBS Rp - 2.800 - 1.500
Bank CIMB Niaga Rp - 1.891 - 2.110
USD 6 93 4 60
Bank of China Rp - 1.400 - 1.400
Bank Permata Rp - 1.125 - 1.313
HSBC Rp - 1.000 - 625
Bank Danamon Rp - 204 - 273
Bank Sindikasi Rp - - - 2.500
USD 4 56 10 160
PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ") Rp - 44 - 110
BJB Rp - - - 500
MUFG Bank Rp - - - 500
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) Rp - 5 - 13
MYR 8 28 9 29
Sub-jumlah 17.781 21.263
Jumlah 33.336 32.362
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi (123) (102)
33.213 32.260
Utang bank yang jatuh tempo dalam satu
tahun (Catatan 18b) (13.687) (9.282)
Bagian jangka panjang 19.526 22.978
63
Page 67
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 30 September 2024 adalah sebagai
berikut:
Total Pembayaran
fasilitas periode Periode
Mata (dalam berjalan (dalam Jadwal pembayaran Tingkat suku
Peminjam Uang miliar)* miliar)* pembayaran bunga bunga per tahun Jaminan**
BNI
2018 - 2021 GSD, Rp 1.332 2.004 2021 - 2024 Kuartalan 5,75% - 8,50% Piutang
Telkomsel usaha
2013 - 2022 Perusahaan, Rp 9.175 1.104 2018 - 2033 Bulanan, 1 bulan Piutang
TLT, Sigma, Kuartalan JIBOR + 2,25%; usaha
Mitratel 3 bulan JIBOR + dan aset
0,50% - 1,70% tetap
Bank Mandiri
2018 - 2023 Perusahaan, Rp 8.975 3.222 2020 - 2029 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
GSD, PST, 1,00% - 1,50%
Telkomsel
BSI
2021 - 2024 Telkomsel, Rp 3.292 500 2021 - 2029 Bulanan, 5,50% - 7,82% Tidak ada
Dayamitra Semesteran
BRI
2019 - 2023 Perusahaan, Rp 3.000 182 2021 - 2030 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
DMT JIBOR + 0,75%
BCA
2020 - 2023 Perusahaan, Rp 6.500 540 2024 - 2030 Kuartalan 6,75% - 7,00% Tidak ada
Mitratel
2020 - 2023 Perusahaan, Rp 9.186 1.336 2020 - 2031 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
PST, GSD 1,00% - 1,50%
DBS
2021 Mitratel Rp 3.500 700 2023 - 2028 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,20%
2023 Mitratel Rp 2.000 - 2023 - 2020 Kuartalan 6,90% Tidak ada
Bank CIMB
Niaga
2019 - 2022 PINS, Rp 2.300 210 2022 - 2029 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
Mitratel 1,30% - 1,95%
Bank of China
2019 Telkomsel Rp 1.400 1.400 2021 - 2025 Bulanan 4,90% Tidak ada
Bank Permata
2020 - 2022 Mitratel Rp 2.000 187 2021 - 2029 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,30%
HSBC
2021 - 2023 Mitratel Rp 1.250 125 2023 - 2030 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
1,50% - 1,85%
Bank Danamon
2022 Mitratel Rp 636 91 2022 - 2025 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,50%
Bank Sindikasi
2018 Telin USD 0 0 2020 - 2025 Semesteran 6 bulan Tidak ada
SOFR + 1,55%
ANZ
2015 GSD, PINS Rp 440 78 2020 - 2025 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
1,40% - 2,00%
BJB
2023 Telkomsel Rp 1.000 1.750 2023 - 2025 Bulanan 5,85% Tidak ada
MUFG Bank
2021 Mitratel Rp 500 500 2022 - 2028 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,15%
* Disajikan dalam mata uang asal
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
64
Page 68
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup telah
memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk tidak mensyaratkan pembayaran
sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma dan GSD. Waiver dari BNI, Bank
Mandiri, dan BCA diterima masing-masing pada tanggal 11 Desember 2023, 13 Desember 2023, dan
22 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2024, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai
rasio keuangan tersebut.
Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
usaha dan keperluan investasi.
d. Pinjaman lainnya
Saldo terutang
Kreditur 30 September 2024 31 Desember 2023
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
("Sarana Multi Infrastruktur") - 362
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi - -
Jumlah - 362
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
tahun (Catatan 18b) - (362)
Bagian jangka panjang - -
Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan dan Telkomsat telah melunasi pinjaman lainnya
tersebut.
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
Telkomsel 9.396 11.108
Mitratel 8.665 9.106
Lain-lain 588 604
Jumlah 18.649 20.818
2024 2023
Kepentingan nonpengendali atas laba
periode berjalan entitas anak:
Telkomsel 4.870 5.464
Mitratel 432 403
Lain-lain 44 23
Jumlah 5.346 5.890
65
Page 69
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)
Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material
Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah
kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 30 September 2024
dan 31 Desember 2023, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-
masing adalah sebesar 30,10% dan 28,16%.
Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum penyesuaian
dan eliminasi antar perusahaan.
Ringkasan laporan posisi keuangan:
Telkomsel Mitratel
30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
2024 2023 2024 2023
Aset lancar 14.089 20.505 2.832 3.420
Aset tidak lancar 95.722 92.461 54.145 53.590
Liabilitas jangka pendek (41.656) (40.009) (11.132) (11.071)
Liabilitas jangka panjang (43.145) (42.308) (12.244) (11.901)
Jumlah ekuitas 25.010 30.649 33.601 34.038
Yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 15.614 19.541 24.936 24.932
Kepentingan nonpengendali 9.396 11.108 8.665 9.106
Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:
Telkomsel Mitratel
2024 2023 2024 2023
Pendapatan 85.209 73.193 6.818 6.273
Beban operasi (62.447) (50.480) (3.764) (3.614)
Beban lain-lain - bersih (1.786) (1.682) (1.418) (1.118)
Laba sebelum pajak penghasilan 20.976 21.031 1.636 1.541
Beban pajak penghasilan - bersih (4.747) (4.656) (104) (110)
Laba periode berjalan 16.229 16.375 1.532 1.431
Penghasilan komprehensif
lain - bersih 150 - - -
Jumlah laba komprehensif
periode berjalan 16.379 16.375 1.532 1.431
Diatribusikan kepada
kepentingan nonpengendali 4.870 5.464 432 403
Dividen yang dibayar kepada
kepentingan nonpengendali 6.627 9.267 407 484
Ringkasan laporan arus kas:
Telkomsel Mitratel
2024 2023 2024 2023
Kegiatan operasi 31.783 31.573 5.673 3.350
Kegiatan investasi (11.423) (9.995) (1.605) (3.701)
Kegiatan pendanaan (24.035) (24.107) (4.181) (3.548)
Penurunan bersih kas
dan setara kas (3.675) (2.529) (113) (3.899)
66
Page 70
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM
30 September 2024
Persentase Jumlah modal
Keterangan Jumlah saham
kepemilikan disetor
Saham seri A Dwiwarna
Pemerintah 1 0 0
Saham seri B
Pemerintah 51.602.353.559 52,09 2.580
The Bank of New York Mellon Corporation* 4.538.893.880 4,58 227
Direksi (Catatan 1b):
Ririek Adriansyah 9.336.755 0 0
Bogi Witjaksono 6.952.700 0 0
Afriwandi 6.995.200 0 0
Heri Supriadi 7.242.700 0 0
F.M. Venusiana R. 10.629.200 0 0
Herlan Wijanarko 6.995.200 0 0
Muhamad Fajrin Rasyid 6.952.700 0 0
Budi Setyawan Wijaya 7.407.700 0 0
Honesti Basyir 3.250.844 0 0
Komisaris (Catatan 1b):
Isa Rachmatarwata 3.312.700 0 0
Marcelino Rumambo Pandin 3.312.700 0 0
Ismail 3.312.700 0 0
Arya Mahendra Sinulingga 3.359.500 0 0
Rizal Mallarangeng 3.312.700 0 0
Silmy Karim 1.344.700 0 0
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 42.837.251.161 43,33 2.146
Jumlah 99.062.216.600 100,00 4.953
31 Desember 2023
Persentase Jumlah modal
Keterangan Jumlah saham
kepemilikan disetor
Saham seri A Dwiwarna
Pemerintah 1 0 0
Saham seri B
Pemerintah 51.602.353.559 52,09 2.580
The Bank of New York Mellon Corporation* 3.973.451.980 4,02 199
Direksi (Catatan 1b):
Ririek Adriansyah 6.016.355 0 0
Bogi Witjaksono 4.130.400 0 0
Afriwandi 4.172.900 0 0
Heri Supriadi 4.170.400 0 0
F.M. Venusiana R. 7.806.900 0 0
Herlan Wijanarko 4.172.900 0 0
Muhamad Fajrin Rasyid 4.130.400 0 0
Budi Setyawan Wijaya 4.585.400 0 0
Honesti Basyir 370.544 0 0
Komisaris (Catatan 1b):
Isa Rachmatarwata 1.968.000 0 0
Marcelino Rumambo Pandin 1.968.000 0 0
Ismail 1.968.000 0 0
Arya Mahendra Sinulingga 2.014.800 0 0
Rizal Mallarangeng 1.968.000 0 0
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 43.436.968.061 43,89 2.174
Jumlah 99.062.216.600 100,00 4.953
*The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.
Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.
67
Page 71
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
30 September 2024 31 Desember 2023
Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
nonpengendali pada entitas anak 8.364 8.364
Selisih kurs karena penjabaran 703 844
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi 386 386
Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
tersedia untuk dijual 8 8
Komponen ekuitas lainnya 37 37
Jumlah 9.498 9.639
23. PENDAPATAN
Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:
2024 Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain Pendapatan konsolidasian
Pendapatan telepon
Selular 4.770 - - 137 - 4.907
Telepon tidak bergerak - - 269 67 - 336
Jumlah pendapatan telepon 4.770 - 269 204 - 5.243
Pendapatan interkoneksi 267 - - 6.608 - 6.875
Pendapatan data, internet, dan
jasa teknologi informatika
Internet dan data seluler 54.509 - - - - 54.509
Internet, komunikasi data, dan
jasa teknologi informatika - - 8.532 2.060 - 10.592
SMS 2.635 - 14 - - 2.649
Lain-lain 117 - 1.321 770 599 2.807
Jumlah pendapatan data, internet,
dan jasa teknologi informatika 57.261 - 9.867 2.830 599 70.557
Pendapatan jaringan 3 - 999 1.243 - 2.245
Pendapatan IndiHome - 19.626 - - - 19.626
Layanan lainnya
Call center service - - 951 - - 951
E-payment 12 - 885 - - 897
Manage service dan terminal - 1 712 4 - 717
E-health - - 555 - - 555
Lain-lain 558 15 906 244 553 2.276
Jumlah layanan lainnya 570 16 4.009 248 553 5.396
Jumlah pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan 62.871 19.642 15.144 11.133 1.152 109.942
Pendapatan dari transaksi lessor - - - 2.277 - 2.277
Jumlah pendapatan 62.871 19.642 15.144 13.410 1.152 112.219
Penyesuaian dan eliminasi - 2 6 - (419)
Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
di segmen operasi 62.871 19.644 15.150 13.410 733
2023 Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain Pendapatan konsolidasian
Pendapatan telepon
Selular 7.324 - - 122 - 7.446
Telepon tidak bergerak - 332 447 87 - 866
Jumlah pendapatan telepon 7.324 332 447 209 - 8.312
Pendapatan interkoneksi 219 - - 6.408 - 6.627
Pendapatan data, internet, dan
jasa teknologi informatika
Internet dan data seluler 53.529 - - - - 53.529
Internet, komunikasi data, dan
jasa teknologi informatika - 76 5.624 1.651 - 7.351
SMS 2.484 - 19 - - 2.503
Lain-lain 47 - 1.499 784 157 2.487
Jumlah pendapatan data, internet,
dan jasa teknologi informatika 56.060 76 7.142 2.435 157 65.870
Pendapatan jaringan 3 - 847 937 - 1.787
Pendapatan IndiHome - 19.309 2.476 - - 21.785
Layanan lainnya
Call center service - - 1.002 - - 1.002
Manage service dan terminal - - 597 11 - 608
E-health - - 554 - - 554
E-payment - - 445 - - 445
Lain-lain 182 24 1.077 241 636 2.160
Jumlah layanan lainnya 182 24 3.675 252 636 4.769
Jumlah pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan 63.788 19.741 14.587 10.241 793 109.150
Pendapatan dari transaksi lessor - - - 2.088 - 2.088
Jumlah pendapatan 63.788 19.741 14.587 12.329 793 111.238
Penyesuaian dan eliminasi - 7 10 2 (501)
Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
di segmen operasi 63.788 19.748 14.597 12.331 292
68
Page 72
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)
Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
belum diselesaikan pada tanggal 30 September 2024 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal
30 September 2024, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar
Rp8.977 miliar dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp4.799 miliar.
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 32 tahun yang akan
berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
24. BEBAN KARYAWAN
Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Gaji dan tunjangan 7.420 7.188
Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya 3.004 2.884
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
lainnya (Catatan 30) 1.306 1.356
Program pensiun dini 1.180 0
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31) 208 218
Lain-lain 38 32
Jumlah 13.156 11.678
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI
Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Operasi dan pemeliharaan 17.528 17.152
Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i) 5.753 5.536
Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE") 2.398 2.009
Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15) 2.184 2.068
Listrik, gas, dan air 802 619
Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
dan periferal (Catatan 7) 464 553
Manajemen proyek 284 351
Asuransi 224 194
Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung 206 225
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 134 157
Jumlah 29.977 28.864
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
69
Page 73
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Beban umum 1.926 1.852
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
piutang usaha (Catatan 5) 989 686
Jasa profesional 456 531
Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen 349 288
Perjalanan 311 329
Rapat 280 222
Sumbangan sosial 179 164
Beban penagihan 127 121
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 307 327
Jumlah 4.924 4.520
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
27. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan:
Pajak penghasilan ("PPh")
Pasal 22 - Pembelian barang - 0
Pasal 23 - Penyerahan jasa - 238
Entitas anak:
PPh
PPh Badan 567 -
Pasal 4(2) - Pajak final 19 1
Pasal 22 - Pembelian barang 3 -
Pasal 23 - Penyerahan jasa 215 4
PPN 1.830 1.669
Jumlah pajak dibayar di muka 2.634 1.912
Bagian jangka pendek (2.634) (1.912)
Bagian jangka panjang (Catatan 13) - -
b. Klaim restitusi pajak
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
PPh Badan 544 271
PPh 21 2 2
PPN 174 164
Entitas anak
PPh
PPh Badan 585 699
Pasal 23 - Penyerahan jasa 3 10
PPN 509 476
Jumlah tagihan restitusi pajak 1.817 1.622
Bagian jangka pendek (5) (16)
Bagian jangka panjang (Catatan 13) 1.812 1.606
70
Page 74
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Utang pajak
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan:
PPh
Pasal 4(2) - Pajak final 25 33
Pasal 21 - PPh pribadi 12 102
Pasal 22 - Pembelian barang 1 2
Pasal 23 - Penyerahan jasa 12 24
Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 2 122
Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri - 0
PPN 330 170
PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU") 112 163
494 616
Entitas anak:
PPh
Pasal 4(2) - Pajak final 241 317
Pasal 21 - PPh pribadi 158 182
Pasal 22 - Pembelian barang 5 9
Pasal 23 - Penyerahan jasa 142 152
Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 618 539
Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri 6 10
Pasal 29 - PPh Badan 378 1.672
PPN 238 399
PPN WAPU 856 629
2.642 3.909
Jumlah utang pajak 3.136 4.525
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:
2024 2023
Kini
Perusahaan 736 1.122
Entitas anak 5.158 5.775
5.894 6.897
Tangguhan
Perusahaan 389 496
Entitas anak 313 (500)
702 (4)
Beban pajak penghasilan bersih 6.596 6.893
71
Page 75
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 29.617 32.282
Penambahan kembali eliminasi konsolidasian 17.904 18.019
Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
dan eliminasi 47.521 50.301
Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan (28.644) (29.156)
Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan 18.877 21.145
Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final (436)
Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
penghasilan atas pajak final - Perusahaan 18.877 20.709
Perbedaan temporer:
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (30) (68)
Pendapatan instalasi tangguhan 33 5
Sewa (1) (7)
Provisi imbalan karyawan (4) (365)
Hak atas tanah, aset tak berwujud dan lainnya 51 26
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
berkala bersih (174) (1.110)
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
dan pajak (1.896) (1.444)
Beban yang masih harus dibayar dan
provisi persediaan usang (151) 21
Biaya kontrak 3 62
Jumlah perbedaan temporer bersih (2.169) (2.880)
Perbedaan tetap:
Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih 272 190
Sumbangan 154 181
Imbalan karyawan 9 19
Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak (13.348) (12.724)
Lain-lain 223 174
Jumlah perbedaan tetap bersih (12.690) (12.160)
Penghasilan kena pajak - Perusahaan 4.018 5.669
Beban pajak penghasilan kini 649 1.077
Beban pajak penghasilan final 87 45
Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan 736 1.122
Beban pajak penghasilan kini - entitas anak 5.158 5.775
Jumlah beban pajak penghasilan kini 5.894 6.897
72
Page 76
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):
Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 29.617 32.282
Dikurangi pendapatan yang dikenakan
pajak final - bersih konsolidasian (5.709) (4.394)
23.908 27.888
Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
Perusahaan 4.543 5.299
Perbedaan pada tarif pajak entitas anak 556 587
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
perpajakan 1.116 876
Beban pajak penghasilan final 88 45
Penyesuaian pajak tangguhan (16) (104)
Pajak tangguhan yang tidak diakui 8 4
Lain-lain 301 186
Beban pajak penghasilan bersih 6.596 6.893
Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Pasal 17 ayat (1) huruf b
mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
3% lebih rendah dari tarif seharusnya.
Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
e. Pemeriksaan pajak
(i) Perusahaan
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan
menerima sejumlah ketetapan dan putusan pajak untuk beberapa tahun pajak. Pada tanggal 10
Maret 2023, Perusahaan telah menerima SKPKB dan STP PPN WAPU Masa Mei 2020 senilai
Rp0,6 miliar (termasuk denda Rp0,3 miliar), SKPN dan STP PPN JKP dari Luar Daerah Pabean
senilai Rp0,1 miliar, dan SKPLB PPN Dalam Negeri Masa Mei 2020 senilai Rp0,3 miliar.
Perusahaan menyetujui seluruh koreksi dan telah melakukan pembebanan atas denda dan
koreksi pemeriksaan senilai Rp0,8 miliar pada laporan laba rugi tahun 2023. Pada tanggal 25 Mei
2023, Perusahaan menerima Putusan Mahkamah Agung Nomor 1365/B/PK/Pjk/2023 yang
menolak permohonan peninjauan kembali DJP atas sengketa PPh Badan tahun 2015, dengan
adanya Putusan tersebut maka seluruh jenis pajak tahun 2015 telah berkekuatan hukum tetap.
Pada bulan Maret, April dan Juni 2023 Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Pajak untuk PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun 2019 dan 2020, PPN Tahun
2020 (selain Masa Mei) dan untuk seluruh jenis pajak Tahun 2021.
73
Page 77
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024, Perusahaan menerima
sejumlah ketetapan pajak atas hasil audit PPN Tahun Pajak 2020 (selain masa Mei). Pada bulan
Januari dan Maret 2024, Perusahaan menerima SKPKB, SKPN dan STP PPN WAPU senilai
Rp4,6 miliar (termasuk denda Rp0,7 miliar), SKPKB, SKPN dan STP PPN JKP dari Luar Daerah
Pabean senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp0,1 miliar), SKPKB PPN Dalam Negeri senilai
Rp0,2 miliar dan SKPLB PPN Dalam Negeri senilai Rp63,7 miliar. Perusahaan menyetujui
seluruh koreksi dan telah melakukan pembebanan atas denda dan koreksi pemeriksaan senilai
Rp8,8 miliar pada laporan laba rugi tahun 2024. Pada bulan Februari dan April 2024, Perusahaan
menerima restitusi pajak senilai Rp57,6 Miliar atas pemeriksaan PPN Tahun Pajak 2020 (selain
masa Mei). Pada bulan Mei dan Agustus 2024, Perusahaan juga telah menerima restitusi pajak
senilai Rp37,9 miliar atas pembatalan STP PPN JKP Dari Luar Daerah Pabean Tahun 2015 dan
PPN Ekspor JKP (Jasa Interkoneksi) Tahun 2016.
Pada bulan Juli 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
untuk seluruh jenis pajak tahun 2023. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini,
proses pemeriksaan pajak untuk PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun 2019
dan 2020, serta untuk seluruh jenis pajak untuk Tahun 2021 dan Tahun 2023 masih berlangsung.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat ketetapan pajak yang
masih dalam proses keberatan, banding dan peninjauan kembali.
(ii) Telkomsel
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, Telkomsel
menerima surat putusan dari Mahkamah Agung yang menolak sepenuhnya permohonan
peninjauan kembali yang diajukan oleh otoritas pajak atas putusan pengadilan pajak untuk PPN
tahun pajak 2014 dan 2015. Sehingga, Telkomsel telah menerima seluruh keputusan final yang
berkekuatan hukum tetap (in-kracht) sehingga tidak ada tambahan utang pajak untuk PPN tahun
pajak 2014 dan 2015. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023, Telkomsel tidak menerima surat ketetapan pajak dan restitusi pajak.
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, Telkomsel
menerima sejumlah ketetapan pajak. Pada tanggal 25 Juli dan 23 Agustus 2024, Telkomsel
menerima surat perintah pemeriksaan pajak masing-masing untuk tahun pajak 2019 dan 2023.
Selanjutnya, pada tanggal 30 September 2024, Telkomsel menerima SKPKB sebesar Rp6 miliar
(termasuk denda sebesar Rp2 miliar) untuk PPN masukan tahun pajak 2019, dimana Telkomsel
bertindak sebagai pemungut PPN (WAPU). Telkomsel menerima seluruh ketetapan pajak dan
berencana untuk mengkompensasi kurang bayar pajak sebesar Rp4 miliar pada PPN dibayar
dimuka sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku, dan mencatat beban pajak tambahan untuk
denda. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan
pajak untuk tahun pajak 2023 masih dalam proses.
74
Page 78
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(ii) Telkomsel (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Telkomsel memiliki sejumlah
ketetapan pajak yang sedang dalam proses banding sebagai berikut:
30 September 2024
31 Desember 2023
Banding Lainnya
Klaim restitusi pajak:
PPh Badan
Tahun pajak 2018 35 -
Tahun pajak 2015 294 -
Tahun pajak 2014 2 -
PPh
Tahun pajak 2015 - 0
PPN
Tahun pajak 2014 - 0
331 0
Ketetapan pajak tanpa adanya klaim restitusi pajak:
PPh Badan 35 -
Klaim restitusi pajak yang dikategorikan sebagai “Lainnya” masing-masing sebesar Rp9 juta dan
Rp114 juta terkait dengan PPN tahun 2014 dan PPh tahun 2015 merupakan jumlah yang telah
dikompensasikan dengan denda pajak oleh Otoritas Pajak pada saat restitusi dilakukan, dimana
surat pajak terkait belum diterima oleh Telkomsel.
Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
posisinya. Perusahaan menentukan bahwa provisi terkait dengan ketetapan pajak tidak
diperlukan.
75
Page 79
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (Dibebankan) dikreditkan ke
pada laporan posisi keuangan laporan laba rugi
30 September 2024 31 Desember 2023 2024 2023
Perusahaan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 826 831 (5) (13)
Beban pensiun dan beban imbalan pasca
kerja lainnya berkala - bersih 789 822 (33) (211)
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak 93 430 (337) (224)
Provisi imbalan karyawan 298 299 (1) (69)
Pendapatan instalasi tangguhan 27 21 6 1
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya 39 29 10 5
Beban yang masih harus dibayar dan provisi
persediaan usang 57 86 (29) 4
Sewa (1) - (1) (1)
Kapitalisasi biaya kontrak 15 14 1 12
Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih 2.143 2.532 (389) (496)
Telkomsel
Provisi imbalan karyawan 1.477 1.385 134 142
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 319 205 114 78
Sewa 220 554 (334) (3)
Liabilitas kontrak 374 400 (26) 236
Pengukuran nilai wajar
atas instrumen-instrumen keuangan - - 6
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak (1.278) (1.228) (51) 132
Amortisasi lisensi (174) (171) (3) (8)
Biaya kontrak (28) (46) 18 (1)
Instrumen-instrumen keuangan lainnya (237) (165) (72) (19)
Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih 673 934 (220) 563
Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih 627 704 (65) (30)
Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih (869) (841) (28) (33)
Beban (manfaat) pajak tangguhan (702) 4
Aset pajak tangguhan - bersih 3.443 4.170
Liabilitas pajak tangguhan - bersih (869) (841)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah agregat perbedaan temporer yang
terkait dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang
tidak diakui adalah masing-masing sebesar Rp78.919 miliar dan Rp79.794 miliar.
Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
pada yang diestimasikan.
g. Administrasi
Di bulan Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan, yang antara lain mengatur tarif pajak penghasilan dan PPN. Mulai 1 Januari
2022, Grup menerapkan tarif pajak penghasilan atas penghasilan kena pajak karyawan sesuai ayat
(1) huruf a Pasal 17 Bab III, serta mulai 1 April 2022 tarif PPN berubah menjadi 11%. Perusahaan
memastikan kesiapan surrounding billing system, aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta
membangun koordinasi yang intensif antar unit yang terkait untuk mempersiapkan penerapan aturan
tersebut.
76
Page 80
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Administrasi (lanjutan)
Pada bulan Februari 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 9/2022 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 51/2008 tentang Pajak Penghasilan atas
Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Perusahaan memastikan aspek administrasi dan legal atas
transaksi dan membangun koordinasi yang solid antar unit terkait untuk mempersiapkan penerapan
aturan tarif pajak penghasilan untuk usaha jasa konstruksi yang diatur dalam pasal 3 ayat (1)
peraturan tersebut.
Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2023
tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan
Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi serta Peraturan Menteri Keuangan No. 168
tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan
Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi yang akan berlaku mulai 1 Januari 2024. Dengan
adanya ketentuan tersebut, terdapat perubahan mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 Karyawan
yang sebelumnya menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan
menjadi menggunakan tarif efektif rata-rata (TER) untuk pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21
yang diatur dalam peraturan pemerintah tersebut. Perusahaan memastikan dilakukannya koordinasi
intensif antar unit yang terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
Pada bulan Juni 2024, Pemerintah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 6 tahun 2024
tentang Penggunaan Nomor Induk Kependudukan, Nomor Induk Kependudukan Sebagai Nomor
Pokok Wajib Pajak dengan Format 16 (Enam Belas) Digit, dan Nomor Identitas Tempat Kegiatan
Usaha Dalam Layanan Administrasi Perpajakan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2024. Dengan adanya
ketentuan tersebut, Wajib Pajak baik di tempat tinggal, tempat kedudukan, maupun tempat kegiatan
usaha menggunakan Nomor Induk Kependudukan (“NIK”) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak
(“NPWP”), NPWP dengan format 16 (enam belas) digit dan Nomor Indentitas Tempat Kegiatan Usaha
(“NITKU”) dalam layanan administrasi yang diselenggaraan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Pihak
Lain; dan Pihak lain yang menyelenggarakan layanan administrasi yang mencantumkan NPWP harus
menggunakan NIK sebagai NPWP dan NPWP dengan format 16 (enam belas) digit.
28. LABA PER SAHAM DASAR
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk sebesar Rp17.675 miliar dan Rp19.499 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan
rata-rata tertimbang atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan
transaksi pembelian saham kembali selama periode berjalan.
Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp178,42 dan Rp196,84 (dalam jumlah penuh) untuk
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023. Perusahaan tidak
memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2024 dan 2023.
77
Page 81
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
No. 73 tertanggal 30 Mei 2023 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
untuk tahun buku 2022 sebesar Rp16.603 miliar (Rp167,59 per lembar saham). Perusahaan melakukan
pembayaran dividen kas pada tanggal 5 Juli 2023.
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
No. 04 tertanggal 3 Mei 2024 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
untuk tahun buku 2023 sebesar Rp17.683 miliar (Rp178,50 per lembar saham). Perusahaan melakukan
pembayaran dividen kas pada tanggal 29 Mei 2024.
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp15.337 miliar.
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA
Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
imbalan pasca kerja lainnya
Pensiun
Perusahaan - funded 30a.i.a
Manfaat pasti 30a.i.a.i 3.628 3.666
Manfaat tambahan 30a.i.a.ii 43 44
Perusahaan - unfunded 30a.i.b 168 258
Telkomsel 30a.ii 5.039 4.726
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 8.878 8.694
Imbalan kesehatan pasca kerja 30b 1.742 1.470
Imbalan pasca kerja lainnya 30c 184 244
Imbalan tunjangan masa kerja 30d 1 1
Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
Undang Ketenagakerjaan 30e 1.095 1.005
Jumlah 11.900 11.414
Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian adalah sebagai berikut:
Catatan 2024 2023
Beban pensiun
Perusahaan - funded 30a.i.a
Manfaat pasti 30a.i.a.i 412 487
Manfaat tambahan 30a.i.a.ii 2 2
Perusahaan - unfunded 30a.i.b (32) 41
Telkomsel 30a.ii 498 473
Beban pensiun berkala-bersih 24 880 1.003
Beban imbalan kesehatan pasca kerja
berkala-bersih 24,30b 272 190
Beban imbalan pasca kerja lainnya 24,30c 14 16
Beban imbalan tunjangan masa kerja 24,30d 0 1
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan 24,30e 140 146
Jumlah 1.306 1.356
78
Page 82
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan
program pensiun manfaat pasti sebagai berikut:
Funded Imbalan kesehatan
Manfaat pasti pasca kerja
Perusahaan Telkomsel Perusahaan
Liabilitas Aset
Liabilitas Aset Liabilitas Aset imbalan program
manfaat program manfaat program kesehatan kesehatan
pensiun pensiun pensiun pensiun pasca kerja pasca kerja Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2024 23.718 (20.052) 5.796 (1.070) 14.624 (13.154) 9.862
Beban jasa 221 - 260 - - - 481
Biaya transfer pegawai - - - - - - -
Beban bunga (pendapatan bunga) 1.150 (978) 289 (52) 724 (650) 483
Beban administrasi program (89) 89 - 1 - 198 199
Penghasilan bunga dari batas atas aset - - - - - - -
Beban tambahan manfaat
kesejahteraan 34 - - - - - 34
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 1.316 (889) 549 (51) 724 (452) 1.197
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
Perubahan asumsi pengalaman (267) - (84) - 116 - (235)
Perubahan asumsi demografi - - (94) - - - (94)
Perubahan asumsi keuangan - - - - - - -
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk
dalam beban bunga bersih) - 267 - 9 - (116) 160
Perubahan pada batas atas aset - - - - - - -
Jumlah yang dibebankan pada
penghasilan komprehensif lain (267) 267 (178) 9 116 (116) (169)
Kontribusi pemberi kerja - (431) - (13) - - (444)
Kontribusi peserta program pensiun 11 (11) 0 (1) - - (1)
Pembayaran imbalan dari
aset program (1.461) 1.461 - - (480) 480 -
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (34) - (1) (1) - - (36)
Kewajiban dari karyawan yang dialihkan - - - - - - -
Efek atas pengalihan bisnis
Indihome ke Telkomsel - - - - - - -
Saldo akhir, 30 September 2024 23.283 (19.655) 6.166 (1.127) 14.984 (13.242) 10.409
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
pada akhir periode 3.628 5.039 1.742 10.409
79
Page 83
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan
program pensiun manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):
Funded Imbalan kesehatan
Manfaat pasti pasca kerja
Perusahaan Telkomsel Perusahaan
Liabilitas Aset
Liabilitas Aset Liabilitas Aset imbalan program
manfaat program manfaat program kesehatan kesehatan
pensiun pensiun pensiun pensiun pasca kerja pasca kerja Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2023 23.136 (18.902) 5.128 (853) 12.878 (12.878) 8.509
Beban jasa 326 - 331 - - - 657
Biaya transfer pegawai (2) 2 - - - - -
Beban bunga (pendapatan bunga) 1.573 (1.295) 369 (67) 913 (898) 595
Beban administrasi program (126) 126 - 0 - 187 187
Penghasilan bunga dari batas atas aset - - - - - 3 3
Beban tambahan manfaat
kesejahteraan 50 - - - - - 50
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 1.821 (1.167) 700 (67) 913 (708) 1.492
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
Perubahan asumsi pengalaman 91 - (76) - (907) - (892)
Perubahan asumsi demografi - - - - - - -
Perubahan asumsi keuangan 906 - (40) - 2.349 - 3.215
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk
dalam beban bunga bersih) - (473) - 25 - (89) (537)
Perubahan pada batas atas aset - - - - - (88) (88)
Jumlah yang dibebankan pada
penghasilan komprehensif lain 997 (473) (116) 25 1.442 (177) 1.698
Kontribusi pemberi kerja - (1.635) - (4) - - (1.639)
Kontribusi peserta program pensiun 17 (17) - - - - -
Pembayaran imbalan dari
aset program (1.972) 1.972 (149) - (586) 586 (149)
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (50) - - - - - (50)
Kewajiban dari karyawan yang dialihkan - - 233 (171) - - 62
Efek atas pengalihan bisnis
Indihome ke Telkomsel (231) 170 - - (23) 23 (61)
Saldo akhir, 31 Desember 2023 23.718 (20.052) 5.796 (1.070) 14.624 (13.154) 9.862
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
pada akhir periode 3.666 4.726 1.470 9.862
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan program pensiun
manfaat pasti sebagai berikut:
Perusahaan dan
Perusahaan entitas anak
Imbalan Imbalan Kewajiban pensiun
Manfaat pasca kerja khusus undang-undang
Unfunded tambahan lainnya masa kerja ketenagakerjaan Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2024 258 44 244 1 1.005 1.552
Beban jasa 6 0 4 0 135 145
Beban bunga 12 2 11 - 5 30
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 18 2 15 0 140 175
Laba aktuaria diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya - - - - (23) (23)
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (58) (3) (75) - (23) (159)
Divestasi - - - - (3) (3)
Penyelesaian Pensiun Dini (50) - 0 - (1) (51)
Saldo akhir, 30 September 2024 168 43 184 1 1.095 1.491
80
Page 84
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan program pensiun
manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):
Perusahaan dan
Perusahaan entitas anak
Imbalan Imbalan Kewajiban pensiun
Manfaat pasca kerja khusus undang-undang
Unfunded tambahan lainnya masa kerja ketenagakerjaan Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2023 522 44 268 1 928 1.763
Beban jasa 22 - 7 1 152 182
Beban bunga 32 3 15 - 65 115
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 54 3 22 1 217 297
(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya (246) (1) 2 - (41) (286)
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (53) (2) (38) (1) (102) (196)
Efek atas pengalihan bisnis Indihome ke Telkomsel (19) 0 (10) - 3 (26)
Saldo akhir, 31 Desember 2023 258 44 244 1 1.005 1.552
Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 dan 2023, sebagai berikut:
Perusahaan dan
Perusahaan Telkomsel anak perusahaan
Imbalan Kewajiban
Imbalan pasca Imbalan penisiun
Manfaat Manfaat kesehatan kerja khusus Manfaat undang-undang
2024 pasti tambahan Unfunded pasca kerja lainnya masa kerja pasti ketenagakerjaan Jumlah
Beban jasa 221 - 6 198 4 0 260 135 824
Beban bunga 172 2 12 74 11 0 237 5 513
Beban bunga pada batas atas aset - - - - - - - - -
Beban administrasi program - - - - - - 1 - 1
Beban tambahan manfaat kesejahteraan 34 - - - - - - - 34
Beban pensiun berkala bersih 427 2 18 272 15 0 498 140 1.372
Penyelesaian Pensiun Dini - - (50) - (1) - - - (51)
Dibebankan kepada entitas anak
berdasarkan perjanjian (15) - - - - - - - (15)
Beban pensiun berkala bersih
dikurangi jumlah yang dibebankan
kepada entitas anak 412 2 (32) 272 14 0 498 140 1.306
Perusahaan dan
Perusahaan Telkomsel anak perusahaan
Imbalan Kewajiban
Imbalan pasca Imbalan penisiun
Manfaat Manfaat kesehatan kerja khusus Manfaat undang-undang
2023 pasti tambahan Unfunded pasca kerja lainnya masa kerja pasti ketenagakerjaan Jumlah
Beban jasa 251 0 16 - 5 1 247 129 649
Beban bunga 210 2 25 5 11 - 226 17 496
Beban bunga pada batas atas aset - - - 4 - - - - 4
Beban administrasi program - - - 181 - - - - 181
Beban tambahan manfaat kesejahteraan 50 - - - - - - - 50
Beban pensiun berkala bersih 511 2 41 190 16 1 473 146 1.380
Dibebankan kepada entitas anak
berdasarkan perjanjian (24) - - - - - - - (24)
Beban pensiun berkala bersih
dikurangi jumlah yang dibebankan
kepada entitas anak 487 2 41 190 16 1 473 146 1.356
81
Page 85
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun
i. Perusahaan
(b) Funded
(ii) Manfaat pasti
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
peserta.
Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar Rp431 miliar dan Rp1.635 miliar.
Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
aset.
82
Page 86
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
(a) Funded (lanjutan)
(i) Manfaat pasti (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset program manfaat pasti
terdiri dari:
30 September 2024 31 Desember 2023
Harga kuotasian Tidak memiliki Harga kuotasian Tidak memiliki
di pasar aktif harga kuotasian di pasar aktif harga kuotasian
Kas dan setara kas 801 - 559 -
Instrumen ekuitas:
Keuangan 1.523 - 1.799 -
Barang konsumen primer 45 - 98 -
Bahan baku 240 - 276 -
Infrastruktur 608 - 741 -
Energi 216 - 161 -
Teknologi 37 - 41 -
Perindustrian 249 - 267 -
Barang konsumen non-primer 505 - 516 -
Properti dan real estate 113 - 112 -
Kesehatan 198 - 209 -
Transportasi dan logistik 7 - 7 -
Reksadana berbasis saham 200 - 376 -
Instrumen keuangan pendapatan tetap:
Obligasi korporasi - 2.092 - 2.447
Obligasi pemerintah 10.710 - 10.257 -
Reksadana pendapatan tetap ("RDPT") - 81 - 100
Reksadana indeks - 15 - -
Midterm notes ("MTN") - 99 - 99
Efek beragun aset ("EBA") - 7 - 13
Sukuk - 971 - 1.054
Saham non-publik:
Penempatan langsung - 370 - 371
Properti - 186 - 186
Lainnya - 382 - 363
Jumlah 15.452 4.203 15.419 4.633
Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
Perusahaan dengan nilai wajar Rp331 miliar dan Rp457 miliar, yang mewakili 1,68%
dan 2,28% dari total aset program pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
2023, dan obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-
masing senilai Rp346 miliar dan Rp345 miliar mewakili masing-masing 1,76% dan
1,72% dari total aset per tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
program. Hasil aktual aset program adalah Rp711 miliar dan Rp1.768 miliar masing-
masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Berdasarkan
Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan
pendanaan Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio
Kecukupan Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan
Dapen pada tanggal 31 Desember 2023, RKD Dapen di bawah 105% sehingga
Perusahaan akan memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat
pasti.
83
Page 87
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
(a) Funded (lanjutan)
(i) Manfaat pasti (lanjutan)
Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2024 dan
2023, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp34 miliar dan Rp50 miliar.
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing
tertanggal 1 Maret 2024 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 6,75% 7,25%
Tingkat kenaikan kompensasi 8,00% 8,00%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
(ii) Manfaat Tambahan
Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
penerimaan.
Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing
tertanggal 1 Maret 2024 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 6,75% 7,25%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
84
Page 88
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
(a) Funded (lanjutan)
(ii) Manfaat Tambahan (lanjutan)
Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
Dewan Pengawas. Pada tanggal 30 September 2024 tidak ada kewajiban tambahan
yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
tersebut di atas belum terpenuhi.
(b) Unfunded
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli
2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”). Kontribusi
Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan di
mana untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar
Rp41 miliar dan Rp50 miliar.
Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
(“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
cacat sejak 1 Februari 2009.
Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
akan bekerja sampai dengan masa pensiun.
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-
masing tertanggal 1 Maret 2024 dan 8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 6,75% 7,00%-7,25%
Tingkat kenaikan kompensasi 6,10%-8,00% 6,10%-8,00%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
85
Page 89
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Telkomsel
Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
tersebut.
Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan
Dana Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.
Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.
Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp14 miliar
(2023: Rp21 miliar).
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dengan laporan tertanggal masing-masing 5 Maret 2024
dan 28 Februari 2023 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 6,70% 6,75% - 7,25%
Tingkat kenaikan kompensasi 7,50% - 8,00% 6,10% - 8,00%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
86
Page 90
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
b. Imbalan kesehatan pasca kerja
Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).
Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset program
terdiri dari:
30 September 2024 31 Desember 2023
Harga kuotasian Tidak memiliki Harga kuotasian Tidak memiliki
di pasar aktif harga kuotasian di pasar aktif harga kuotasian
Kas dan setara kas 732 - 391 -
Instrumen ekuitas:
Keuangan 1.194 - 1.465 -
Barang konsumen primer 77 - 115 -
Bahan baku 230 - 260 -
Infrastruktur 566 - 617 -
Energi 220 - 156 -
Teknologi 14 - 24 -
Perindustrian 246 - 261 -
Barang konsumen non-primer 395 - 394 -
Properti dan real estate 123 - 110 -
Kesehatan 141 - 147 -
Transportasi dan logistik 6 - 5 -
Reksadana berbasis ekuitas 347 - 434 -
Instrumen keuangan pendapatan tetap:
Obligasi pemerintah 1.607 - 1.269 -
Obligasi korporasi 79 - 6 -
Reksadana pendapatan tetap 6.793 - 7.053 -
Exchange Traded Fund ("ETF") - - - -
Reksadana Indeks - - - -
Saham non-publik:
Penempatan privat - 472 - 447
Jumlah 12.770 472 12.707 447
Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
wajar sebesar Rp242 miliar dan Rp321 miliar yang merupakan 1,82% dan 2,45% dari keseluruhan
aset program masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. Obligasi yang
dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai Rp53 miliar dan Rp6 miliar
mewakili masing-masing 0,40% dan 0,04% dari total aset per tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023. Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk
pengembalian keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
program. Hasil aktual aset program adalah Rp765 miliar dan Rp987 miliar masing-masing untuk
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
87
Page 91
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)
Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 1 Maret 2024 dan
8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 6,75% 7,25%
Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan 7,00% 7,00%
Tingkat tren beban kesehatan 7,00% 7,00%
Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai 2023 2022
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
c. Imbalan pasca kerja lainnya
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.
Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 1 Maret 2024 dan
8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 6,50% 6,75%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
d. Imbalan khusus masa kerja
Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp1 miliar. Beban
tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp0 miliar dan Rp1 miliar masing-masing
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.
e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan
Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
masing-masing sebesar Rp1.095 miliar dan Rp1.005 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah
sebesar Rp140 miliar dan Rp146 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.
88
Page 92
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti
Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Perkiraan pembayaran manfaat
Perusahaan
Funded Imbalan Imbalan Imbalan
Manfaat Manfaat kesehatan pasca kerja pasca kerja
Jangka waktu pasti tambahan Unfunded Telkomsel pasca kerja lainnya UUCK (Telkom)
30 September 2024
Dalam 10 tahun kedepan 19.583 35 282 8.833 8.449 209 82
Dalam 10-20 tahun 15.850 30 80 13.778 13.651 116 426
Dalam 20-30 tahun 9.623 16 139 9.184 12.128 71 485
Dalam 30-40 tahun 3.630 5 21 439 5.114 3 49
Dalam 40-50 tahun 693 1 - - 819 - -
Dalam 50-60 tahun 53 - - - 48 - -
Dalam 60-70 tahun 1 - - - 5 - -
Dalam 70-80 tahun - - - - - - -
Rata-rata tertimbang
durasi atas liabilitas
manfaat pasti 8,42 tahun 8,42 tahun 5,54 tahun 9,18 tahun 12,39 tahun 4,51 tahun 11,18 tahun
31 Desember 2023
Dalam 10 tahun kedepan 21.044 39 340 8.833 8.929 281 83
Dalam 10-20 tahun 15.850 30 79 13.778 13.651 116 426
Dalam 20-30 tahun 9.623 16 139 9.184 12.128 70 485
Dalam 30-40 tahun 3.630 5 21 439 5.114 3 49
Dalam 40-50 tahun 693 1 - - 819 - -
Dalam 50-60 tahun 53 - - - 48 - -
Dalam 60-70 tahun 1 - - - 5 - -
Dalam 70-80 tahun - - - - 1 - -
Rata-rata tertimbang
durasi atas liabilitas
manfaat pasti 8,42 tahun 8,42 tahun 5,54 tahun 9,18 tahun 12,39 tahun 4,51 tahun 11,18 tahun
g. Analisis sensitivitas
Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
pasti pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Tingkat diskonto Tingkat gaji
Peningkatan 1% Penurunan 1% Peningkatan 1% Penurunan 1%
Jumlah peningkatan (penurunan) Jumlah peningkatan (penurunan)
Sensitivitas
30 September 2024
Didanai:
Manfaat pasti (1.993) 2.342 231 (220)
Tidak didanai (7) 8 8 (8)
Telkomsel (564) 642 694 (621)
Imbalan kesehatan pasca kerja (1.649) 1.986 1.890 (1.603)
Imbalan pasca kerja lainnya (9) 10 3 (3)
Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom) (11) 13 36 (31)
31 Desember 2023
Didanai:
Manfaat pasti (2.030) 2.387 235 (224)
Tidak didanai (10) 12 13 (12)
Telkomsel (529) 602 651 (582)
Imbalan kesehatan pasca kerja (1.609) 1.939 1.845 (1.565)
Imbalan pasca kerja lainnya (11) 12 3 (3)
Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom) (10) 12 33 (28)
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
pelaporan.
89
Page 93
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
g. Analisis sensitivitas (lanjutan)
Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
waktu.
Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
dari periode sebelumnya.
31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)
Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
tertentu.
Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.268 miliar dan Rp1.153 miliar masing-
masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. Manfaat yang dibebankan adalah
sebesar Rp208 miliar dan Rp218 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Catatan 24).
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi
Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
berikut:
Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
Pemerintah Pemegang saham utama Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
Menteri Keuangan lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada instrumen keuangan
BUMN
Indosat Entitas sepengendali Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, pendapatan
atas penggunaan satelit transponder, beban interkoneksi, beban
penggunaan fasilitas telekomunikasi, beban operasional dan
pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data jaringan sistem
komunikasi
PT Pertamina (Persero) Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
(“Pertamina”) telekomunikasi lainnya
Bank milik negara Entitas sepengendali Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
BNI Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
BRI Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
Bank Mandiri Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
PT Perusahaan Listrik Negara Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
(“PLN”) lainnya, dan beban listrik
Indonesia Financial Group Entitas sepengendali Beban asuransi aset tetap dan beban asuransi kecelakaan diri
Bahana TCW “ Entitas sepengendali Reksa dana
Sarana Multi Infrastruktur Entitas sepengendali Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
BUMN lainnya Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
lainnya, beban operasi, dan pembelian aset tetap
PT Kereta Cepat Indonesia China Entitas berelasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
(“KCIC”)
Padi UMKM Entitas berelasi lainnya Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan piutang,
beban pelatihan, beban pengamanan internal, beban
pengembangan dan penelitian, beban cetak dan printing, beban
rapat, beban umum dan administrasi lainnya, beban promosi,
beban iklan, beban fee penjualan, beban customer education, dan
beban pemasaran
Direksi Personil manajemen Gaji dan fasilitas
kunci
Komisaris Personil pengawas Gaji dan fasilitas
90
Page 94
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)
Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
bebas dari bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang
disediakan atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup mencatat peningkatan atas kerugian penurunan
nilai piutang usaha dari pihak berelasi sebesar Rp74 miliar dan Rp47 miliar.
b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah pendapatan Jumlah pendapatan
Pendapatan
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan 237 0,21 79 0,07
Entitas sepengendali
Indosat 1.703 1,52 1.675 1,51
Pertamina 486 0,43 592 0,53
BNI 430 0,38 402 0,36
BRI 294 0,26 167 0,15
Bank Mandiri 263 0,23 103 0,09
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) 618 0,55 899 0,81
Sub-jumlah 3.794 3,37 3.838 3,45
Entitas berelasi lainnya
KCIC 257 0,23 - -
Lain-lain 39 0,03 43 0,04
Sub-jumlah 296 0,26 43 0,04
Entitas asosiasi 7 0,01 11 0,01
Jumlah 4.334 3,85 3.971 3,57
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah beban Jumlah beban
Beban
Entitas sepengendali
PLN 2.070 2,59 1.952 2,56
Indosat 460 0,58 410 0,54
Indonesia Financial Group 141 0,18 148 0,19
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) 158 0,20 229 0,30
Sub-jumlah 2.829 3,55 2.739 3,59
Entitas berelasi lainnya
Padi UMKM 402 0,50 421 0,55
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) 56 0,07 56 0,07
Sub-jumlah 458 0,57 477 0,62
Entitas asosiasi 86 0,11 92 0,12
Jumlah 3.373 4,23 3.308 4,33
91
Page 95
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
penghasilan penghasilan
Jumlah pendanaan Jumlah pendanaan
Penghasilan pendanaan
Entitas sepengendali
Bank milik negara 271 26,57 239 31,53
Jumlah 271 26,57 239 31,53
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah biaya pendanaan Jumlah biaya pendanaan
Biaya pendanaan
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan 1 0,03 4 0,12
Entitas sepengendali
Bank milik negara 809 20,97 866 25,01
Sarana Multi Infrastruktur 8 0,21 64 1,85
Jumlah 818 21,21 934 26,98
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah pembelian Jumlah pembelian
Pembelian aset tetap
Entitas sepengendali 25 0,14 33 0,15
Jumlah 25 0,14 33 0,15
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah pendapatan Jumlah pendapatan
Distribusi kartu SIM dan
voucer
Entitas asosiasi 81 0,07 588 0,53
Jumlah 81 0,07 588 0,53
c. Saldo dengan pihak berelasi
30 September 2024 31 Desember 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah aset Jumlah aset
Kas dan setara kas
(Catatan 3) 19.179 6,73 19.024 6,63
Aset keuangan lancar lainnya
(Catatan 4) 639 0,22 800 0,28
Piutang usaha
(Catatan 5) 2.195 0,77 1.918 0,67
Aset kontrak
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan 16 0,01 36 0,01
Entitas sepengendali 230 0,08 252 0,09
Entitas asosiasi 1 0,00 1 0,00
Entitas berelasi lainnya 2 0,00 1 0,00
Jumlah 249 0,09 290 0,10
Aset lancar lainnya 28 0,01 53 0,02
Aset tidak lancar lainnya 4 0,00 5 0,00
92
Page 96
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)
30 September 2024 31 Desember 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah liabilitas Jumlah liabilitas
Utang usaha (Catatan 15)
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan 17 0,01 18 0,01
Entitas sepengendali
BUMN 232 0,18 302 0,23
Indosat 146 0,11 129 0,10
Lain-lain - - 12 0,01
Sub-jumlah 378 0,29 443 0,34
Entitas asosiasi 2 0,00 40 0,03
Entitas berelasi lainnya 76 0,06 84 0,06
Jumlah 473 0,36 585 0,44
Beban yang masih harus
dibayar
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan - - 1 0,00
Entitas sepengendali
BUMN 147 0,11 137 0,10
Bank milik negara 79 0,06 39 0,03
Sub-jumlah 226 0,17 176 0,13
Entitas asosiasi 1 0,00 - -
Jumlah 227 0,17 177 0,13
Liabilitas kontrak
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan 19 0,01 18 0,01
Entitas sepengendali
BUMN 370 0,28 312 0,24
Lain-lain 0 0,00 1 0,00
Sub-jumlah 370 0,28 313 0,24
Entitas asosiasi 9 0,01 13 0,01
Entitas berelasi lainnya
KCIC 1.083 0,83 1.133 0,87
Lain-lain 3 0,00 2 0,00
Sub-jumlah 1.086 0,83 1.135 0,87
Jumlah 1.484 1,13 1.479 1,13
Deposit pada pelanggan 19 0,01 19 0,01
Utang bank jangka pendek
(Catatan 18) 4.872 3,73 4.916 3,77
Pinjaman penerusan
(Catatan 19a) 41 0,03 84 0,06
Utang bank jangka panjang
(Catatan 19c) 15.555 11,89 11.099 8,51
Pinjaman lainnya
(Catatan 19d) - - 362 0,28
93
Page 97
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi
i. Pemerintah
Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 19a).
ii. Indosat
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa
telekomunikasi internasional kepada masyarakat.
Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon
tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan
jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa
Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait.
Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan
telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang
memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik
antara jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak
Perusahaan, serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan
dengan menekan “007”.
Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan
adanya merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah
melakukan amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal,
Sambungan Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada
tanggal 30 Mei 2023 dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan
Dokumen Penawaran Interkoneksi tahun 2014.
Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi
lainnya.
e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas
Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
Komisaris.
Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk honor dan fasilitas untuk keperluan tugas
operasional Dewan Komisaris dan imbalan kerja jangka pendek berupa gaji dan fasilitas untuk
keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut:
2024 2023
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah beban Jumlah beban
Direksi 420 0,53% 311 0,41%
Dewan Komisaris 145 0,18% 131 0,17%
Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
administrasi selama periode laporan keuangan.
94
Page 98
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI
Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband.
Segmen consumer menyediakan jasa IndiHome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar,
dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
menyediakan jasa interkoneksi, broadband access, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang
diberikan ke operator telekomunikasi lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain
menyediakan produk digital content (music dan game), big data, Business to Business (“B2B”)
Commerce, serta financial service yang diberikan kepada pelanggan perorangan maupun korporasi.
Tidak terdapat segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan segmen.
Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan dikelola pada level grup serta tidak
dievaluasi secara terpisah dan tidak dialokasikan ke segmen operasi.
Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antarsegmen operasi dan dinilai sebesar nilai
yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.
2024
Penyesuaian
Total dan Jumlah
Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain segmen eliminasi konsolidasian
Hasil segmen
Pendapatan
Pendapatan eksternal 62.871 19.644 15.150 13.410 733 111.808 411 112.219
Pendapatan antarsegmen 2.309 99 18.487 15.875 1.319 38.089 (38.089) -
Jumlah pendapatan segmen 65.180 19.743 33.637 29.285 2.052 149.897 (37.678) 112.219
Hasil segmen 19.631 6.554 333 6.966 (865) 32.619 (3.002) 29.617
Informasi lain
Pembelian barang modal (9.065) (3.667) (2.052) (2.602) (7) (17.393) (90) (17.483)
Penyusutan dan amortisasi (15.564) (4.417) (2.563) (5.019) (14) (27.577) 3.327 (24.250)
Provisi diakui selama
periode berjalan (108) (415) (282) (32) (7) (844) (145) (989)
2023
Penyesuaian
Total dan Jumlah
Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain segmen eliminasi konsolidasian
Hasil segmen
Pendapatan
Pendapatan eksternal 63.788 19.748 14.597 12.331 292 110.756 482 111.238
Pendapatan antarsegmen 2.647 240 18.463 15.418 1.474 38.242 (38.242) -
Jumlah pendapatan segmen 66.435 19.988 33.060 27.749 1.766 148.998 (37.760) 111.238
Hasil segmen 21.692 6.495 921 6.788 (826) 35.070 (2.788) 32.282
Informasi lain
Pembelian barang modal (8.627) (4.084) (3.826) (5.452) (6) (21.995) (89) (22.084)
Penyusutan dan amortisasi (15.662) (4.349) (2.800) (4.652) (14) (27.477) 3.396 (24.081)
Provisi diakui selama
periode berjalan (246) (364) (69) (26) (4) (709) 72 (637)
95
Page 99
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI
Penyesuaian dan eliminasi:
a. Rekonsiliasi pendapatan:
2024 2023
Jumlah pendapatan segmen 149.897 148.998
Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya 411 482
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen (38.089) (38.242)
Pendapatan konsolidasi 112.219 111.238
b. Rekonsiliasi hasil segmen:
2024 2023
Jumlah hasil segmen 32.619 35.070
Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya (1.435) (1.481)
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen 1.266 1.393
Penghasilan pendanaan 1.020 758
Biaya pendanaan (3.857) (3.462)
Bagian laba investasi jangka panjang
pada entitas asosiasi 4 4
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi 29.617 32.282
c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:
2024 2023
Jumlah pembelian barang modal segmen (17.393) (21.995)
Pembelian barang modal dari
segmen non-operasi lainnya (90) (89)
Pembelian barang modal konsolidasi (17.483) (22.084)
d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:
2024 2023
Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen (27.577) (27.477)
Penyusutan dan amortisasi dari segmen
non-operasi lainnya (154) (186)
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen 3.481 3.582
Penyusutan dan amortisasi konsolidasi (24.250) (24.081)
96
Page 100
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
e. Rekonsiliasi provisi diakui selama periode berjalan:
2024 2023
Jumlah provisi diakui segmen (844) (709)
Provisi diakui selama periode berjalan dari
segmen non-operasi lainnya (15) (23)
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen (130) 95
Provisi yang diakui selama
periode berjalan konsolidasi (989) (637)
Informasi geografis:
2024 2023
Pendapatan eksternal
Indonesia 105.853 105.375
Luar negeri 6.366 5.863
Jumlah 112.219 111.238
Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.
Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024 dan 2023.
30 September 2024 31 Desember 2023
Aset operasional tidak lancar
Indonesia 185.970 186.554
Luar negeri 2.772 2.932
Jumlah 188.742 189.486
Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud.
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI
Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
a. Tarif telepon tidak bergerak
Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
tanggal 30 April 2008.
Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
tetap terdiri dari:
i. Biaya aktivasi;
ii. Biaya berlangganan bulanan;
iii. Biaya penggunaan; dan
iv. Biaya fasilitas tambahan.
97
Page 101
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)
b. Tarif telepon selular
Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
memberikan pedoman penetapan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
dan biaya aktivitas layanan ritel.
Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
i. Tarif jasa teleponi dasar;
ii. Tarif jelajah; dan/atau
iii. Tarif jasa multimedia.
dengan struktur tarif sebagai berikut:
i. Biaya aktivasi;
ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
iii. Biaya penggunaan.
c. Tarif interkoneksi
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.
Berdasarkan surat Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika
No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.
Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
menjadi Rp24 per SMS.
Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.
d. Tarif sewa jaringan
Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
berhubungan dengan sewa jaringan.
e. Tarif jasa lainnya
Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.
98
Page 102
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN
a. Pembelian barang modal
Pada tanggal 30 September 2024, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
Rp8.225 miliar, US$239 juta, dan HKD0,52 juta.
Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:
Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian
Perjanjian dan Pengadaan Development
and Rollout Agreement ("DRA") dan
12 September 2019 - Technical Support Agreement ("TSA")
Telkomsel dan PT Phincon
12 September 2024 Customer Relationship Management
("CRM") Solution System Integrator*
Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
1 Februari 2021 - Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
PT Huawei Tech Investment, dan
31 Januari 2027 Solution ("ROA") dan TSA
PT ZTE Indonesia
Telkomsel, PT Sempurna Global
Perjanjian Pengadaan Next Generation
Pratama, PT Lintas Teknologi 1 September 2021 -
of Gateway GPRS Support Node
Indonesia, dan PT Ericsson 1 September 2024
("GGSN") (Virtualized EPC)*
Indonesia
Telkomsel, Amdocs Software
Perjanjian Online Charging System
Solutions Limited Liability 8 Oktober 2021 -
(“OCS”) dan Service Control Points
Company, dan PT Application 8 Oktober 2024
(“SCP”) System Solution Development
Solutions
Telkomsel dan PT Application 8 Oktober 2021 -
TSA untuk OCS dan SCP
Solutions 8 Oktober 2024
Telkomsat dan Thales Alenia 28 Oktober 2021 - Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Space France ("TAS") 27 Oktober 2037 Sistem Satelit HTS 113BT
Telkomsel dan PT Ericsson 13 Februari 2022 - Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
Indonesia 12 Februari 2025 ROA dan TSA
Telkomsel dan PT Lintas Teknologi 13 Februari 2022 - Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
Indonesia 12 Februari 2025 ROA dan TSA
Telkomsel dan PT Huawei Tech 24 Maret 2022 -
Perjanjian Pengadaan GGSN
Investment 24 Maret 2025
Telkomsat dan Space Exploration
19 April 2022 - Perjanjian Pengadaan Jasa Peluncuran
Technologies Corporation
30 Juni 2025 Satelit HTS 113BT
("SpaceX")
* Telkomsel saat ini sedang melakukan proses perpanjangan perjanjian ini.
b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya
(i) Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
rincian sebagai berikut:
78
Akhir periode
Kreditur Jumlah fasilitas fasilitas Mata uang asal Fasilitas yang digunakan
BRI 500 14 Maret 2026 Rp 11
BNI 500 31 Maret 2025 Rp 44
Bank Mandiri 500 21 Juni 2025 Rp 126
Jumlah 1.500 181
99
Page 103
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan)
(ii) Pada tanggal 30 September 2024, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai
macam proyek sebagai berikut:
Akhir periode
Kreditur Jumlah fasilitas fasilitas Mata uang asal Fasilitas yang digunakan
BRI 1.000 25 September 2028 Rp 617
BNI 2.100 11 Desember 2024 Rp 1.452
3.100 2.069
Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
bond of radio frequency (Catatan 35c.i)
(iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dengan batas kredit maksimum sebesar
US$25 juta atau setara dengan Rp379 miliar yang akan berakhir pada tanggal 23 Desember
2024. Pada tanggal 30 September 2024, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang digunakan.
c. Lainnya
(i) Penggunaan frekuensi radio
Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkominfo
memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
telekomunikasi dasar.
Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
2,3 GHz.
2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
2,3 GHz Blok A dan C.
3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617,15 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
berakhirnya periode lisensi.
Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:
1. Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz
Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
2030.
100
Page 104
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(i) Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)
Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir (lanjutan):
2. Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz
No. Izin Deskripsi
Surat Keputusan Menkominfo No. 90 Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin penggunaan
Tahun 2023 amd. Surat Keputusan tahunan atas penggunaan pita frekuensi radio 1.975 - 1.980 MHz
Menkominfo No. 76 Tahun 2023 berpasangan dengan 2.165 - 2.170 MHz sampai dengan 18 Maret
2033.
Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan izin atas
Tahun 2016 amd. Surat Keputusan penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz berpasangan dengan
Menkominfo No. 76 Tahun 2023 2.160 - 2.165 MHz sampai dengan 28 Maret 2026.
Surat Keputusan Menkominfo No. 806 Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan izin atas
Tahun 2019 amd. Surat Keputusan penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz berpasangan dengan
Menkominfo No. 76 Tahun 2023 2.155 - 2.160 MHz sampai dengan 30 September 2029.
Surat Keputusan Menkominfo No. 479 Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas penggunaan
Tahun 2022 amd. Surat Keputusan tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 - 1.965 MHz berpasangan
Menkominfo No. 76 Tahun 2023 dengan 2.150 - 2.155 MHz, terhitung sejak 11 Januari 2023.
3. Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz
No. Izin Deskripsi
Surat Keputusan Menkominfo Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan pita frekuensi
No. 1896 tahun 2017 radio 2.300 - 2.330 Mhz sampai dengan 2026.
Surat Keputusan Menkominfo No. 178 Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita frekuensi radio
Tahun 2021 2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan 2.340 - 2.350 MHz masing-
masing untuk Blok A dan C sampai dengan 2030.
Surat Keputusan Menkominfo No. 487 Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh pengalihan hak
Tahun 2022 amd. Surat Keputusan penggunaan pita frekuensi radio 2.340 - 2.355 MHz berpasangan
Menkominfo No. 92 Tahun 2023 dengan 2.330 - 2.360 MHz.
Surat Keputusan Menkominfo No. 188 Pada April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan untuk mengalihkan
Tahun 2023 sebagian hak penggunaan spektrum frekuensi radio 2,3 GHz kepada
PT Smart Telecom.
(ii) Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio
Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
Radio pada rentang 891 - 895 MHz berpasangan dengan 936 - 940 MHz, dengan jangka waktu
sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.
Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.
101
Page 105
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(iii) Perjanjian kerjasama sebagai pemasok produk Google
Pada tanggal 10 November 2022, Sigma dan PT Google Cloud Indonesia (”Google”)
menandatangani perjanjian kerjasama yang memberi wewenang kepada Sigma sebagai
pemasok produk Google. Perjanjian ini mensyaratkan Sigma untuk memenuhi komitmen
minimum pembelian produk Google dan berkewajiban untuk membayar selisih antara realisasi
nilai pembelian produk Google dengan komitmen minimum tersebut. Nilai komitmen minimum
pada November 2023 sampai dengan November 2024 dan November 2024 sampai dengan
November 2025 masing-masing adalah sebesar US$4.500 juta dan US$9.000 juta.
(iv) Jual Beli Pengalihan Aset dan Penyewaan Kembali Infrastruktur Telekomunikasi
Pada tanggal 26 Juni 2024, Telkomsel menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan
Dhost untuk penjualan 850 unit in-building telecommunication coverage antenna system (“IBS”)
dengan jumlah imbalan sebesar Rp685 miliar. Kemudian 689 unit dari IBS tersebut digunakan
oleh Dhost utuk memenuhi jasa in-building coverage kepada Telkomsel. Transaksi ini tidak
memenuhi kriteria sewa berdasarkan PSAK 116 dan Telkomsel mencatat keuntungan penjualan
sebesar Rp642 miliar.
(v) KPU
Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”) (sekarang Badan
Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”)) sebagai penyedia Program KPU di daerah
perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar.
Pada tahun 2015, program tersebut dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim
arbitrase ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang
atas penyelenggaraan program tersebut.
Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum pajak) dan sisa
kompensasi masih belum dibayarkan.
Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.
Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
sampai dengan 2031.
102
Page 106
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Dolar A.S. Yen Jepang Lain-lain* Setara Rupiah
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam miliaran)
Aset
Kas dan setara kas 407,64 5,64 15,68 6.358
Aset keuangan lancar lainnya 135,68 - 2,28 2.088
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,25 - 0,04 5
Pihak ketiga 201,22 - 7,83 3.155
Aset kontrak 2,57 - 26,47 397
Piutang lain-lain 0,97 - 9,10 151
Aset lancar lainnya 3,34 - 1,39 54
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 382,65 - 7,07 5.898
Aset tidak lancar lainnya 0,43 - 1,62 15
Jumlah aset 1.134,75 5,64 71,48 18.121
Liabilitas
Utang usaha
Pihak berelasi (0,04) - - (1)
Pihak ketiga (207,57) (25,41) (10,01) (3.264)
Utang lain-lain 3,55 - (8,71) (49)
Beban yang masih harus dibayar (33,77) (4,16) (1,65) (528)
Deposit pelanggan (2,95) - (0,17) (47)
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun (4,40) (383,95) (14,78) (168)
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya (10,97) - (64,47) (439)
Liabilitas lainnya (0,09) - (61,88) (1)
Jumlah liabilitas (256,24) (413,52) (161,67) (4.497)
Aset (liabilitas) bersih 878,51 (407,88) (90,19) 13.624
31 Desember 2023
Dolar A.S. Yen Jepang Lain-lain* Setara Rupiah
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam miliaran)
Aset
Kas dan setara kas 263,35 5,66 16,23 4.271
Aset keuangan lancar lainnya 27,15 - - 419
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,14 - 0,03 2
Pihak ketiga 152,98 - 11,71 2.525
Aset kontrak 6,90 - - 107
Piutang lain-lain 0,51 - 1,10 25
Aset lancar lainnya 1,40 - 2,61 34
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 376,76 - 5,90 5.902
Aset tidak lancar lainnya 0,35 - 0,49 14
Jumlah aset 829,54 5,66 38,07 13.299
Liabilitas
Utang usaha
Pihak berelasi (0,14) - - (2)
Pihak ketiga (164,46) (26,73) (10,42) (2.677)
Utang lain-lain 2,32 - (7,73) (55)
Beban yang masih harus dibayar (32,26) (2,61) (4,53) (549)
Deposit pelanggan (2,93) - (0,14) (47)
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun (11,29) (767,90) (0,25) (262)
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya (31,89) - (1,62) (516)
Liabilitas lainnya (0,09) - - (1)
Jumlah liabilitas (240,74) (797,24) (24,69) (4.109)
Aset (liabilitas) bersih 588,80 (791,58) 13,38 9.190
*Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
Reuters pada akhir periode pelaporan.
Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.
103
Page 107
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
i. Klasifikasi
(a) Aset keuangan
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 24.540 29.007
Aset keuangan lancar lainnya 2.683 1.359
Piutang usaha 12.570 10.667
Piutang lain-lain 413 266
Aset tidak lancar lainnya 154 155
FVTPL
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 7.540 8.028
Aset keuangan lancar lainnya 88 302
FVTOCI
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 25 25
Jumlah aset keuangan 48.013 49.809
(b) Liabilitas keuangan
30 September 2024 31 Desember 2023
Liabilitas keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Utang usaha 14.381 18.608
Utang lain-lain 405 441
Beban yang masih harus dibayar 13.050 13.079
Deposit pada pelanggan 39 42
Utang bank jangka pendek 10.655 9.650
Pinjaman penerusan (two-step loans) 41 84
Obligasi dan MTN 5.591 5.343
Utang bank jangka panjang 33.213 32.260
Pinjaman lainnya - 362
Liabilitas sewa 23.639 20.425
Jumlah liabilitas keuangan 101.014 100.294
ii. Nilai wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:
Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
menggunakan
Harga pasar aset Input Input signifikan
atau liabilitas signifikan yang tidak
sejenis pada yang dapat dapat
Jumlah nilai pasar aktif diobservasi diobservasi
30 September 2024 tercatat Nilai wajar (level 1) (level 2) (level 3)
FVTPL
Aset keuangan lancar lainnya 88 88 88 - -
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 7.540 7.540 1.574 - 5.966
FVTOCI
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 25 25 - - 25
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi
Pinjaman:
Pinjaman penerusan (two-step loans) 41 41 - - 41
Obligasi dan MTN 5.591 6.335 5.790 - 545
Utang bank jangka panjang 33.213 33.251 - - 33.251
Liabilitas sewa 23.639 23.639 - - 23.639
Jumlah 70.137 70.919 7.452 - 63.467
104
Page 108
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ii. Nilai wajar (lanjutan)
Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):
Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
menggunakan
Harga pasar aset Input Input signifikan
atau liabilitas signifikan yang tidak
sejenis pada yang dapat dapat
Jumlah nilai pasar aktif diobservasi diobservasi
31 Desember 2023 tercatat Nilai wajar (level 1) (level 2) (level 3)
FVTPL
Aset keuangan lancar lainnya 302 302 302 - -
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 8.028 8.028 2.056 - 5.972
FVTOCI
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 25 25 - - 25
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi
Pinjaman:
Pinjaman penerusan (two-step loans) 84 83 - - 83
Obligasi dan MTN 5.343 6.120 5.586 - 534
Utang bank jangka panjang 32.260 31.473 - - 31.473
Pinjaman lainnya 362 362 - - 362
Liabilitas sewa 20.425 20.425 - - 20.425
Liabilitas lainnya 141 141 - - 141
Jumlah 66.970 66.959 7.944 - 59.015
Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 senilai Rp115 miliar.
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
adalah:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 5.997 6.358
Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 115 (687)
Pembelian/penambahan (122) 330
Penjualan/pengurangan 1 (4)
Saldo akhir 5.991 5.997
105
Page 109
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
iii. Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
tidak signifikan.
Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
pendiskontoan yang tidak signifikan.
Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
(a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
tanggal pelaporan;
(b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.
Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
termasuk:
(a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan;
(b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
12 bulan.
106
Page 110
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Group Financial Accounting & Treasury
mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.
i. Risiko nilai tukar mata uang asing
Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
asing Grup tidak material.
Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
terutang.
Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
nilai tukar mata uang:
30 September 2024 31 Desember 2023
Dolar A.S. Yen Jepang Dolar A.S. Yen Jepang
(dalam miliar) (dalam miliar) (dalam miliar) (dalam miliar)
Aset keuangan 1,13 0,01 0,83 0,01
Liabilitas keuangan (0,26) (0,41) (0,24) (0,80)
Eksposur bersih 0,87 (0,40) 0,59 (0,79)
Analisis sensitivitas
Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
pada 30 September 2024 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.
Ekuitas/ laba (rugi)
30 September 2024 133
Dolar A.S. (penguatan 1%) (2)
Yen Jepang (penguatan 5%)
Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 30 September 2024 akan
mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas,
pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah.
ii. Risiko harga pasar
Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.
Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
berkala. bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
strategis jangka panjang Grup.
107
Page 111
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
ii. Risiko harga pasar (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset
keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal
dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar
yang sangat mungkin terjadi.
iii. Risiko tingkat suku bunga
Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.
Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pinjaman bunga tetap 45.958 38.386
Pinjaman bunga mengambang 27.181 29.738
Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang
Pada 30 September 2024, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
bunga mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
sebesar Rp68 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai
tukar mata uang asing, tidak berubah.
iv. Risiko kredit
Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kas dan setara kas 24.540 29.007
Aset keuangan lancar lainnya 2.771 1.661
Piutang usaha 12.570 10.667
Piutang lain-lain 413 266
Aset tidak lancar lainnya 154 155
Jumlah 40.448 41.756
Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit
dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang
berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Group Financial
Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.
Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
bank terpercaya. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian
secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi
keuangan.
108
Page 112
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
iv. Risiko kredit (lanjutan)
Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 4,38% dari piutang usaha dan
piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2024 (2023: 3,53%).
Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.
v. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.
Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.
Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan:
Nilai buku Arus kas 2028 dan
tercatat wajib 2024 2025 2026 2027 selanjutnya
30 September 2024
Utang usaha 14.381 (14.381) (14.381) - - - -
Utang lain-lain 405 (405) (405) - - - -
Beban yang masih harus dibayar 13.050 (13.050) (13.050) - - - -
Deposit pada pelanggan 39 (39) (39) - - - -
Pinjaman
Utang bank jangka pendek 10.655 (10.655) (10.655) - - - -
Pinjaman penerusan
(two-step loans) 41 (41) (41) - - - -
Obligasi dan MTN 5.591 (9.996) (3.377) (75) (296) (296) (5.952)
Utang bank jangka panjang 33.213 (38.495) (15.607) (1.973) (7.114) (4.890) (8.911)
Liabilitas sewa 23.639 (29.483) (8.340) (661) (4.164) (3.562) (12.756)
Jumlah 101.014 (116.545) (65.895) (2.709) (11.574) (8.748) (27.619)
Nilai buku Arus kas 2028 dan
tercatat wajib 2024 2025 2026 2027 selanjutnya
31 Desember 2023
Utang usaha 18.608 (18.608) (18.608) - - - -
Utang lain-lain 441 (441) (441) - - - -
Beban yang masih harus dibayar 13.079 (13.079) (13.079) - - - -
Deposit pada pelanggan 42 (42) (42) - - - -
Pinjaman
Utang bank jangka pendek 9.650 (9.650) (9.650) - - - -
Pinjaman penerusan
(two-step loans) 84 (85) (85) - - - -
Obligasi dan MTN 5.343 (10.163) (1.086) (2.574) (293) (293) (5.917)
Utang bank jangka panjang 32.260 (38.386) (11.194) (8.090) (6.901) (4.569) (7.632)
Pinjaman lainnya 362 (370) (370) - - - -
Liabilitas sewa 20.425 (24.498) (6.614) (3.564) (3.073) (2.573) (8.674)
Liabilitas lainnya 141 (146) (4) (36) (36) (35) (35)
Jumlah 100.435 (115.468) (61.173) (14.264) (10.303) (7.470) (22.258)
Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
pelaporan.
109
Page 113
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL
Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah Bagian Jumlah Bagian
Utang jangka pendek 10.655 5,10% 9.650 4,73%
Utang jangka panjang 62.484 29,92% 58.474 28,68%
Total utang 73.139 35,02% 68.124 33,41%
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik 135.702 64,98% 135.744 66,59%
Jumlah 208.841 100,00% 203.868 100,00%
Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
kepada para pemegang sahamnya.
Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
dengan pesaingnya.
Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.
Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah utang dengan bunga 73.139 68.124
Dikurangi: kas dan setara kas (24.540) (29.007)
Utang bersih 48.599 39.117
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 135.702 135.744
Rasio utang bersih terhadap ekuitas 35,81% 28,82%
Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan
modal yang telah diberlakukan secara eksternal.
110
Page 114
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Penambahan aset tetap melalui:
Utang usaha 1.931 2.234
Kapitalisasi bunga 75 95
Penambahan aset hak-guna melalui
liabilitas sewa (Catatan 12) 7.986 7.853
Penambahan aset takberwujud melalui:
Utang usaha 149 391
b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
Perubahan non-tunai
Perubahan Perubahan
1 Januari 2024 Arus kas valuta asing Sewa baru lainnya 30 September 2024
Utang bank jangka pendek 9.650 1.005 - - - 10.655
Pinjaman penerusan (two step loans) 84 (49) 6 - - 41
Obligasi 5.343 250 - - (2) 5.591
Utang bank jangka panjang 32.260 977 (2) - (22) 33.213
Pinjaman lainnya 362 (362) - - - -
Liabilitas sewa 20.425 (5.399) (4) 7.986 631 23.639
Jumlah liabilitas dari
aktivitas pendanaan 68.124 (3.578) - 7.986 607 73.139
40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
1. Pada tanggal 25 Oktober 2024 dan 29 Oktober 2024, Telkomsel melakukan pembayaran pinjaman
kepada Bank Mandiri, BNI, BSI masing-masing sebesar Rp2.500 miliar, Rp1.000 miliar, dan Rp1.000
miliar.
2. Pada tanggal 25 Oktober 2024 dan 29 Oktober 2024, Telkomsel menerima fasilitas pinjaman jangka
pendek dari Bank Mandiri dan BSI masing-masing sebesar Rp1.500 miliar dan Rp1.000 miliar.
111
Names mentioned 139 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Telekomunikasi Indonesia Tbk.
p.1 ×188
unresolved
person
Akta Notaris Imas Fatimah
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Akta Notaris Ashoya Ratam
p.9 ×8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Menteri Komunikasi dan Informatika
p.10
unresolved
org
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan
p.10
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi
p.10
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×2
unresolved
person
Akta Notaris A. Partomuan Pohan
p.12
unresolved
org
PT Dayamitra
p.14
unresolved
org
Telekomunikasi Tbk.
p.14
unresolved
org
PT Multimedia
p.14
unresolved
org
PT Telkom Data
p.14
unresolved
org
PT Telkom Satelit
p.14
unresolved
org
PT Sigma Cipta
p.14
unresolved
org
PT Graha Sarana
p.14
unresolved
org
PT Telkom Akses
p.14
unresolved
org
PT Telkom
p.14
unresolved
org
PT Napsindo Primatel
p.14
unresolved
org
Singapore Pte. Ltd.
p.15
unresolved
org
PT Infomedia
p.15
unresolved
org
PT Telkom Landmark
p.15
unresolved
org
PT Nuon Digital Indonesia
p.15
unresolved
org
PT Persada Sokka
p.15
unresolved
org
PT Finnet Indonesia
p.15
unresolved
org
PT Telkomsel Mitra
p.15
unresolved
org
PT Metra Digital Media
p.15
unresolved
org
PT Telkomsel Ekosistem
p.16
unresolved
org
PT Swadharma
p.16
unresolved
org
PT Graha Yasa Selaras
p.16
unresolved
org
PT Nusantara Sukses
p.16
unresolved
org
PT Nutech Integrasi
p.16
unresolved
org
PT Collega Inti Pratama
p.16
unresolved
org
PT Graha Telkomsigma
p.16
unresolved
org
Pty. Ltd.
p.16
unresolved
org
PT Metra TV
p.16
unresolved
org
PT Metraplasa
p.17
unresolved
org
PT Pojok Celebes
p.17
unresolved
org
PT Bosnet Distribution
p.17
unresolved
org
Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd.
p.17
unresolved
org
PT Gametraco Tunggal
p.17
unresolved
person
TDI Berdasarkan Akta Jimmy Tanal
p.18
unresolved
person
TIF Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani
p.18 ×3
unresolved
person
Metra Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman
p.18
unresolved
person
M.L.I.
p.18
unresolved
org
PT Algolab Solution
p.18
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.19
unresolved
org
Bapepam-LK
p.19 ×6
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.21 ×4
unresolved
org
Shanghai Banking Corporation Ltd.
p.47
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.48
unresolved
org
Banten Tbk.
p.48
unresolved
org
PT Henan Putihrai Asset Management
p.49
unresolved
org
Milik Negara
p.50
unresolved
org
PT Indonusa Telemedia
p.50
unresolved
org
PT Jalin Pembayaran Nusantara
p.53
unresolved
org
Bank Maspion
p.61 ×2
unresolved
org
Bank Pembangunan Asia
p.64
unresolved
org
PT Bahana TCW Investment Management
p.64
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.64
unresolved
org
Bank Permata. Perusahaan
p.64
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia.
p.65 ×2
unresolved
org
Bank Sindikasi
p.66 ×2
unresolved
org
PT Bank ANZ Indonesia
p.66
unresolved
org
Bank ANZ
p.66
unresolved
org
New York Mellon Corporation
p.70 ×3
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.76 ×2
unresolved
org
Tahun
p.78
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak dan Pihak Lain
p.80
unresolved
org
Dana Pensiun Telkom
p.85 ×3
unresolved
org
FSA dan Rekan
p.87 ×2
unresolved
org
PT Kereta Cepat Indonesia China
p.93
unresolved
person
Personil
· Komisaris
p.93
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.