Skip to content
Back to announcement

FS TELKOM Q3 2024_Bahasa rilis.pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 114

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 30 September 2024 dan untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
Page 2
                        PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
              PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                           TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
     DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                                 (TIDAK DIAUDIT)




                                           DAFTAR ISI



                                                                     Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                        1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian            2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                     3-4   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                               5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                             6-111
Page 3
                                  Surat Pernyataan Direksi
                           mengenai Tanggung Jawab Direksi atas
                 Laporan Keuangan Konsolidasian tanggal 30 September 2024
      dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya


Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                        : Ririek Adriansyah
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Karang Tengah Raya Pertanian I/99 RT 05 RW 04
                                 Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon               : (022) 452 7101
   Jabatan                     : Direktur Utama

2. Nama                        : Heri Supriadi
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Rancamayar No. 18 RT 001 RW 008
                                 Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal, Bandung
   Nomor Telepon               : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
   Jabatan                     : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

menyatakan bahwa:

1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (”Perusahaan”) dan entitas anak tanggal
   30 September 2024 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 30 September 2024 dan untuk
   periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai
   dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;

3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
   diungkapkan secara lengkap dan benar;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta
   material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta,, 30 Oktober 2024

                                         untuk dan atas nama
                                  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk




              Ririek Adriansyah                                   Heri Supriadi
               Direktur Utama                       Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Page 4
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 Tanggal 30 September 2024 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                        Catatan             30 September 2024        31 Desember 2023
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       3,32,37                         24.540                      29.007
Aset keuangan lancar lainnya                                             4,32,37                          2.771                       1.661
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
 kerugian kredit ekspektasian
   Pihak berelasi                                                        5,32,37                          2.195                       1.918
   Pihak ketiga                                                           5,37                           10.375                       8.749
Aset kontrak                                                              6,32                            2.727                       2.704
Persediaan                                                                  7                               903                         997
Biaya kontrak                                                               9                             1.256                         653
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar dimuka                             27                             2.639                       1.928
Aset lancar lainnya                                                       8,32                            4.963                       7.996
Jumlah Aset Lancar                                                                                       52.369                      55.613

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                               6,32                              21                          26
Investasi jangka panjang                                                    10                            7.676                       8.162
Biaya kontrak                                                                9                            1.569                       1.568
Aset tetap                                                              11,32,35a                       179.648                     180.755
Aset hak-guna                                                              12a                           26.094                      22.584
Aset takberwujud                                                            14                            9.094                       8.731
Aset pajak tangguhan                                                       27f                            3.443                       4.170
Aset tidak lancar lainnya                                                13,27,32                         5.220                       5.433
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                                232.765                     231.429
JUMLAH ASET                                                                                             285.134                     287.042

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                         15,32,37                           473                         585
  Pihak ketiga                                                            15,37                          13.908                      18.023
Liabilitas kontrak                                                        17a,32                          6.670                       6.848
Utang lain-lain                                                             37                              405                         441
Utang pajak                                                                27c                            3.136                       4.525
Beban yang masih harus dibayar                                           16,32,37                        13.050                      13.079
Deposit pada pelanggan                                                      32                            3.110                       2.566
Utang bank jangka pendek                                                18a,32,37                        10.655                       9.650
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun               18b,32,37                        16.623                      10.276
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                         12a,37                          6.948                       5.575
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                          74.978                      71.568

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                27f                                869                        841
Liabilitas kontrak                                                       17b,32                            2.569                      2.591
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                               31                              1.268                      1.153
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                      30                            11.900                      11.414
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                            19,32,37                         22.222                      27.773
Liabilitas sewa                                                          12a,37                          16.691                      14.850
Liabilitas lainnya                                                                                          286                         290
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                         55.805                      58.912
JUMLAH LIABILITAS                                                                                       130.783                     130.480

EKUITAS
Modal saham                                                                21                              4.953                      4.953
Tambahan modal disetor                                                                                     2.711                      2.711
Komponen ekuitas lainnya                                                   22                              9.498                      9.639
Saldo laba
 Ditentukan penggunaannya                                                  29                            15.337                      15.337
 Belum ditentukan penggunaanya                                                                          103.203                     103.104
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk - bersih                                                                         135.702                     135.744
 Kepentingan nonpengendali                                                 20                            18.649                      20.818
JUMLAH EKUITAS                                                                                          154.351                     156.562
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                           285.134                     287.042

         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
                                                                    1
Page 5
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
       LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
 untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                             Catatan                 2024                      2023
PENDAPATAN                                                                    23,32                     112.219                   111.238

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                          25,32                      (29.977)                 (28.864)
Beban penyusutan dan amortisasi                                             11,12a,14                    (24.250)                 (24.081)
Beban karyawan                                                                 24                        (13.156)                 (11.678)
Beban interkoneksi                                                             32                         (5.008)                  (4.525)
Beban umum dan administrasi                                                   26,32                       (4.924)                  (4.520)
Beban pemasaran                                                                32                         (2.527)                  (2.588)
Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                     10                          (476)                    (182)
Pendapatan lain-lain - bersih                                                                                574                      223
Rugi selisih kurs - bersih                                                                                   (25)                     (41)

LABA USAHA                                                                                                32.450                   34.982

Penghasilan pendanaan                                                           32                         1.020                      758
Biaya pendanaan                                                                 32                        (3.857)                  (3.462)
Bagian laba investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                      10                             4                        4

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                            29.617                   32.282

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                              27d
  Pajak kini                                                                                              (5.894)                  (6.897)
  Pajak tangguhan                                                                                           (702)                       4
                                                                                                          (6.596)                  (6.893)

LABA PERIODE BERJALAN                                                                                     23.021                   25.389

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran                                                         22                          (141)                     (33)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih                             30                           152                   (1.429)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                                                 11                   (1.462)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                                                 23.032                   23.927

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                    17.675                   19.499
 Kepentingan nonpengendali                                                      20                         5.346                    5.890
                                                                                                          23.021                   25.389
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                    17.641                   18.037
 Kepentingan nonpengendali                                                                                 5.391                    5.890
                                                                                                          23.032                   23.927
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                           28
 Laba bersih per saham                                                                                    178,42                   196,84
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                        17.842,32                19.683,59




    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                   2
Page 6
                                                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                            LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                     untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
                                                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                              Diatribusikan kepada pemilik entitas induk

                                                                                                                                                Saldo laba
                                                                                               Tambahan                                                     Belum
                                                                                  Modal          modal           Komponen           Ditentukan            ditentukan       Jumlah      Kepentingan      Jumlah
                          Uraian                                  Catatan         saham         disetor        ekuitas lainnya    penggunaannya         penggunaannya      bersih     nonpengendali     ekuitas
Saldo, 1 Januari 2024                                                               4.953           2.711                9.639             15.337               103.104     135.744          20.818      156.562
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                   -               -                    -                  -                     -            -               7           7
Dividen kas                                                          29                 -               -                    -                  -               (17.683)     (17.683)         (7.096)    (24.779)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali         1e                 -               -                    -                  -                     -            -            (471)       (471)
Laba periode berjalan                                                20                 -               -                    -                  -                17.675       17.675           5.346      23.021
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                           -               -                 (141)                 -                   107          (34)             45          11
Saldo, 30 September 2024                                                            4.953           2.711                9.498             15.337               103.203     135.702          18.649      154.351




                                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.



                                                                                                          3
Page 7
                                                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                       LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                                     untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
                                                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                               Diatribusikan kepada pemilik entitas induk

                                                                                                                                                 Saldo laba
                                                                                                 Tambahan                                                   Belum
                                                                                   Modal           modal           Komponen           Ditentukan          ditentukan        Jumlah       Kepentingan      Jumlah
                          Uraian                                   Catatan         saham          disetor        ekuitas lainnya    penggunaannya       penggunaannya       bersih      nonpengendali     ekuitas
Saldo, 1 Januari 2023                                                                4.953            2.711                9.697            15.337              96.560       129.258            20.004     149.262
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
 pada entitas anak                                                    1e                  -                -                  -                    -                   -           -             2.713      2.713
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                     -                -                  -                    -                   -           -                13         13
Dividen kas                                                           29                  -                -                  -                    -             (16.602)    (16.602)           (9.802)   (26.404)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali          1e                  -                -                  -                    -                   -           -               (18)       (18)
Laba periode berjalan                                                 20                  -                -                  -                    -              19.499      19.499             5.890     25.389
Penghasilan komprehensif lain - bersih                                                    -                -                (33)                   -              (1.429)     (1.462)                -     (1.462)
Saldo, 30 September 2023                                                              4.953            2.711              9.664               15.337              98.028     130.693            18.800    149.493




                                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.



                                                                                                          4
Page 8
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                              LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
  Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                          Catatan                 2024                      2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                         109.057                    111.475
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                          1.020                        755
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                  881                        100
 Pembayaran kas untuk beban                                                                              (35.830)                   (41.740)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                          (13.524)                   (12.877)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                             (8.802)                    (8.001)
 Pembayaran beban bunga                                                                                   (3.903)                    (3.548)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                           12a                          (2.604)                    (2.234)
 Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih                                                                (834)                    (1.112)
 Penerimaan (pembayaran) kas lainnya - bersih                                                                494                        (41)

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                     45.955                     42.777

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 Hasil dari penjualan aset tetap                                             11                              706                         83
 Hasil dari klaim asuransi                                                   11                              111                        160
 Penurunan uang muka dan aset lainnya                                                                         64                        228
 Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                                                                      3                         14
 Pembelian aset tetap                                                       11,39                        (18.485)                   (22.733)
 Pembelian aset takberwujud                                                 14,39                         (2.719)                    (1.588)
 Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya - bersih                                                    (1.157)                      (427)
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                 (36)                      (315)
 Akuisisi menara telekomunikasi oleh anak perusahaan                                                           -                     (1.684)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                  (21.513)                   (26.262)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                  18,19                         31.907                     32.196
 Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang
  saham nonpengendali                                                                                          -                      2.713
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                 18,19                        (30.086)                   (26.448)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan                     21                          (17.683)                   (16.602)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
  nonpengendali entitas anak                                                 20                           (7.096)                    (9.802)
 Pembayaran kewajiban sewa                                                   39                           (5.399)                    (4.556)
 Pembelian saham kembali pemegang saham
  entitas anak                                                               1e                             (471)                       (18)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                  (28.828)                   (22.517)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                                       (4.386)                    (6.002)

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                  (80)                       (39)

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                       (1)                        (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                          3                           29.007                     31.947

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                         3                           24.540                     25.905




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                    5
Page 9
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

       Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
       merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
       pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret
       1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

       Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
       menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
       Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

       Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal 24 September
       1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
       Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam
       Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No. 210. Anggaran
       Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir dilakukan sehubungan
       dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha dalam Anggaran
       Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.

       Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
       Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
       Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
       Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
       PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
       melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
       dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
       guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
       secara umum meliputi:

       i.    Usaha utama:
             (a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
                 memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
                 informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
                 undangan;
             (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                 layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                 memperhatikan peraturan perundang-undangan;
             (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                 dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.

       ii.   Usaha penunjang:
             (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
                 telekomunikasi dan informatika;
             (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
                 Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
                 informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
             (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
                 komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
                 komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
                 Perusahaan.



                                                     6
Page 10
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

       Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
       Japati No. 1, Bandung.

       Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
       berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
       perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
       izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
       (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
       Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
       izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
       Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

       Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
       standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
       pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
       internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
       operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

       Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                            Tanggal penetapan/
                      Izin                     No. Izin               Jenis jasa              perpanjangan
       Izin penyelenggaraan jasa       127/KEP/DJPPI/          Jasa internet teleponi            30 Maret 2016
           internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016          untuk keperluan publik
           keperluan publik
       Izin penyelenggaraan jasa       2176/KEP/M.KOMINFO/     Jasa akses internet           30 Desember 2016
           akses internet                12/2016
       Izin penyelenggaraan jasa       1040/KEP/M.KOMINFO/     Jasa penyediaan konten              16 Mei 2017
           penyediaan konten            16/2017
       Izin penyelenggaraan jasa       1004/KEP/M.KOMINFO/     Jasa interkoneksi internet    26 Desember 2018
           interkoneksi internet         2018
       Izin penyelenggaraan jasa       046/KEP/M.KOMINFO/      Jaringan sistem                  3 Agustus 2020
           sistem komunikasi data        02/2020                 komunikasi data
       Izin penerbit uang elektronik   Izin Bank Indonesia     Penerbit uang elektronik             1 Juli 2021
           dan penyelenggara              23/587/DKSP/Srt/B      dan penyelenggara
           transfer dana                                         transfer dana
       Izin penyelenggaraan            073/KEP/M.KOMINFO/      Jaringan tetap                  23 Agustus 2021
           jaringan tetap sambungan      02/2021                 sambungan
           langsung jarak jauh                                   langsung jarak jauh
       Izin penyelenggaraan            082/KEP/M.KOMINFO/      Jaringan tetap                   8 Oktober 2021
           jaringan tetap sambungan      02/2021                 sambungan
           internasional                                         internasional
       Izin penyelenggaraan            094/KEP/M.KOMINFO/      Jaringan tetap                 9 Desember 2021
           jaringan tetap tertutup       02/2021                 tertutup
       Izin penyelenggaran jaringan    095/KEP/M.KOMINFO/      Jaringan tetap lokal           9 Desember 2021
           tetap lokal berbasis          02/2021                 berbasis circuit
           circuit switched                                      switched dan packet
                                                                 switched




                                                        7
Page 11
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan

       i.    Dewan Komisaris dan Direksi

             Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
             yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 58 tanggal 28 Mei 2024
             dan No. 35 tanggal 23 Juni 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada
             tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                         30 September 2024          31 Desember 2023
             Komisaris Utama/                       Bambang Permadi            Bambang Permadi
             HIDDEN_ROW
              Komisaris Independen                    Soemantri Brojonegoro      Soemantri Brojonegoro
             Komisaris Independen                   Wawan Iriawan              Wawan Iriawan
             Komisaris Independen                   Bono Daru Adji             Bono Daru Adji
             Komisaris Independen                   -                          Abdi Negara Nurdin
             Komisaris                              Arya Mahendra Sinulingga   Arya Mahendra Sinulingga
             Komisaris                              Marcelino Rumambo Pandin   Marcelino Rumambo Pandin
             Komisaris                              Ismail                     Ismail
             Komisaris                              Rizal Mallarangeng         Rizal Mallarangeng
             Komisaris                              Isa Rachmatarwata          Isa Rachmatarwata
             Komisaris                              Silmy Karim                Silmy Karim
             Direktur Utama                         Ririek Adriansyah          Ririek Adriansyah
             Direktur Enterprise & Business Service F.M. Venusiana R.          F.M. Venusiana R.
             Direktur Digital Business              Muhamad Fajrin Rasyid      Muhamad Fajrin Rasyid
             Direktur Human Capital Management      Afriwandi                  Afriwandi
             Direktur Keuangan dan
              Manajemen Risiko                      Heri Supriadi              Heri Supriadi
             Direktur Network & IT Solution         Herlan Wijanarko           Herlan Wijanarko
             Direktur Strategic Portfolio           Budi Setyawan Wijaya       Budi Setyawan Wijaya
             Direktur Wholesale &
              International Services                Bogi Witjaksono            Bogi Witjaksono
             Direktur Group Business Development Honesti Basyir                Honesti Basyir

       ii.   Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit

             Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
             30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                       30 September 2024         31 Desember 2023
             Ketua                                 Bono Daru Adji           Bono Daru Adji
             Anggota                               Bambang Permadi          Bambang Permadi
                                                     Soemantri Brojonegoro   Soemantri Brojonegoro
             Anggota                               Wawan Iriawan            Wawan Iriawan
             Anggota                               -                        Abdi Negara Nurdin
             Anggota                               Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno
             Anggota                               Edy Sihotang             Edy Sihotang
             Corporate Secretary                   Octavius Oky Prakarsa    Anetta Hasan
             Internal Audit                        Mohamad Ramzy            Daru Mulyawan




                                                     8
Page 12
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan (lanjutan)

       iii.   Karyawan

              Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif disebut “Grup”) pada tanggal
              30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah 19.456 orang dan 20.605
              orang (tidak diaudit).

     c. Penawaran umum efek Perusahaan

       Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
       atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
       Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
       menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
       Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
       penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
       700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
       Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

       Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
       Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
       insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
       terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
       Seri B.

       Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
       RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
       meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
       melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
       kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal 16
       Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
       dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
       efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
       terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
       undang tersebut.

       Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
       saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
       atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

       Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
       S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
       saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
       Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
       nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
       Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
       saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
       modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
       10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
       Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

       Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005
       dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para pemegang saham
       Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program Perusahaan untuk
       membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.

                                                     9
Page 13
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

       Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
       pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada
       tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

       Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
       Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
       oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
       Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
       dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
       dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
       pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1
       saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
       Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi 1
       saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap ADS
       mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio
       Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
       Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
       konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

       Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
       Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

       Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

       Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

       Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
       saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
       pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
       Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
       No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
       dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
       jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
       saham Seri B.

       Pada tanggal 30 September 2024, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
       45.388.939 ADS atau setara dengan 4.538.893.880 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada NYSE
       (Catatan 21).

       Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
       2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
       Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
       yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
       30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19b).




                                                  10
Page 14
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

        Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah mengkonsolidasikan
        laporan keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai
        berikut (Catatan 2b dan 2d):

       i.   Entitas anak dengan kepemilikan langsung:

                                                                    Tahun                                        Jumlah aset sebelum
                                                                  dimulainya     Persentase kepemilikan*               eliminasi
                                                                    operasi    30 September 31 Desember      30 September 31 Desember
                Entitas anak                Jenis usaha           komersial        2024          2023             2024           2023
            PT Telekomunikasi      Jasa jaringan, layanan            1995                70             70         109.811        112.966
             Selular                 telekomunikasi seluler,
             (“Telkomsel”)           fixed broadband, dan IPTV

            PT Dayamitra           Penyewaan menara                 1995                 72            72           56.977        57.010
             Telekomunikasi Tbk.    telekomunikasi dan jasa
             (“Mitratel”)           penunjang digital untuk
                                    mobile infrastructure

            PT Multimedia          Jasa jaringan telekomunikasi     1998                100           100           17.981        18.457
             Nusantara               dan multimedia
             (“Metra”)

            PT Telekomunikasi      Jasa telekomunikasi dan          1995                100           100           17.634        15.175
             Indonesia               informasi internasional
             International
             (“Telin”)

            PT Telkom Data         Data center                      1996                100           100            9.136         4.059
             Ekosistem
             (“TDE”)

            PT Telkom Satelit      Telekomunikasi -                 1996                100           100            8.502         7.938
             Indonesia              menyediakan sistem
             (“Telkomsat”)          komunikasi satelit, jasa
                                    dan sarana terkait

            PT Sigma Cipta         Jasa konsultasi piranti          1988                100           100            6.080         7.616
             Caraka                  keras dan piranti lunak
             (“Sigma”)               komputer

            PT Graha Sarana        Pembangunan, perdagangan,        1982                100           100            5.997         5.614
             Duta                   jasa, dan pengangkutan
             ("GSD")                darat

            PT Telkom Akses        Pembangunan, jasa dan            2013                100           100            4.052         4.777
             (“Telkom Akses”)       perdagangan bidang
                                    telekomunikasi

            PT Telkom              Jasa jaringan                    2024                100           100            2.562             0
             Infrastruktur           telekomunikasi
             Indonesia               dan informasi
             (“TIF”)

            PT Metra-Net           Jasa portal multimedia           2009                100           100            2.423         1.654
             (“Metra-Net”)

            PT Infrastruktur       Pembangunan, jasa dan            2014                100           100            1.265         1.261
             Telekomunikasi         perdagangan bidang
             Indonesia              telekomunikasi
             (“Telkom Infra”)

            PT PINS Indonesia      Perdagangan perangkat            1995                100           100             705            775
             (“PINS”)               telekomunikasi

            PT Napsindo Primatel   Telekomunikasi -                 1999;                60            60                5             5
             Internasional          menyediakan Network,           berhenti
             (“Napsindo”)           Access Point ("NAP"),         beroperasi
                                    Voice Over Data ("VOD"),        pada
                                    dan jasa terkait lainnya       tanggal
                                                                  13 Januari
                                                                    2006

            *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
            Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.

                                                                  11
Page 15
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                                Tahun                               Jumlah aset sebelum
                                                                              dimulainya Persentase kepemilikan*          eliminasi
                                                                                operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
                      Entitas anak                    Jenis usaha             komersial     2024         2023        2024           2023
              PT Metra Digital                 Jasa perdagangan                  2013            100          100       8.649         8.556
               Investama                         informasi dan
               (“MDI”)                           teknologi multimedia,
                                                 hiburan, dan
                                                 investasi

              Telekomunikasi                   Telekomunikasi dan               2008              100             100            5.661   3.499
               Indonesia                        jasa terkait
               International Pte. Ltd.
               ("Telin Singapore"),
               berdomisili di Singapura

              Telekomunikasi                   Investasi dan layanan            2010              100             100            4.533   3.842
               Indonesia                         telekomunikasi
               International Ltd.
               ("Telin Hong Kong"),
               berdomisili di Hong Kong

              NeutraDC                         Data center                      2024              100             100            3.371       -
               Singapore Pte. Ltd.
               (“NeutraDC Singapore”)
               berdomisili di Singapura

              PT Infomedia                     Jasa layanan informasi,          1984              100             100            2.313   2.248
               Nusantara                         contact center dan
               (“Infomedia”)                     content directory

              PT Telkom Landmark               Jasa pengembangan                2012                55             55            2.256   1.986
               Tower                             dan manajemen
               (“TLT”)                           properti

              PT Nuon Digital Indonesia        Jasa penjualan                   2010              100             100            1.796   1.194
               (“Nuon”)                          konten digital

              PT Persada Sokka                 Penyewaan menara                 2008              100             100            1.751   1.622
               Tama                             telekomunikasi dan
               ("PST")                          jasa telekomunikasi
                                                lainnya

              PT Finnet Indonesia              Jasa teknologi                   2006                60             60            1.477   1.761
               (“Finnet”)                        informatika

              PT Telkomsel Mitra               Jasa konsultan                   2019              100             100            1.017   1.030
               Inovasi                           manajemen bisnis
               (“TMI”)                           dan investasi

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi,             2012              100             100             962    1.082
               Indonesia                         jaringan, mobile,
               International                     internet, dan data
               (TL) S.A.
               ("Telkomcel"),
               berdomisili di Timor Leste

              PT Metra Digital Media           Jasa informasi                   2013              100             100             907     993
               (“MD Media”)                      telekomunikasi dan
                                                 informasi lainnya

              PT Teknologi Data                Jasa telekomunikasi              2013                60             60             886     606
               Infrastruktur                     dan data center
               (“TDI”)

              PT Administrasi                  Jasa administrasi                2002              100             100             742     757
               Medika                            asuransi kesehatan
               (“Ad Medika”)

              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                         12
Page 16
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                              Tahun                                  Jumlah aset sebelum
                                                                            dimulainya    Persentase kepemilikan*          eliminasi
                                                                              operasi    30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
                       Entitas anak                   Jenis usaha           komersial        2024         2023        2024           2023
              PT Telkomsel Ekosistem           Jasa konsultasi                 2021               100          100         646           777
               Digital                           manajemen bisnis
               ("TED")                           dan investasi, dan/atau
                                                 penyertaan modal pada
                                                 perusahaan lain

              PT Digital Aplikasi Solusi       Jasa sistem                    2014                100             100            444    341
               ("Digiserve")                     komunikasi

              PT Swadharma                     Jasa pengisian kas             2001                  51             51            403    397
               Sarana Informatika                dan pemeliharaan
               (“SSI”)                           ATM

              TS Global                        Jasa satelit                   1996                  70             70            339    420
               Network Sdn. Bhd.
               (“TSGN”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Graha Yasa Selaras            Jasa pariwisata dan            2012                  51             51            299    290
               (”GYS”)                           perhotelan

              PT Nusantara Sukses              Jasa dan                       2014                100             100            291    292
               Investasi                         perdagangan
               (“NSI”)

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi            2014                100             100            242    212
               Indonesia                         dan informasi
               International (USA) Inc.
               (“Telin USA”),
               berdomisili di
               Amerika Serikat

              PT Nutech Integrasi              Jasa penyedia                  2001                  60             60            220    227
               (“Nutech”)                        sistem integrator

              PT Collega Inti Pratama          Perdagangan dan                2001                  70             70            195    191
               ("CIP")                          jasa

              PT Graha Telkomsigma             Jasa pengelolaan               1999                100             100            176    333
               ("GTS")                           dan konsultasi

              PT Media Nusantara               Jasa konsultasi piranti        2012                  55             55            142    136
               Data Global                       keras, piranti lunak
               ("MNDG")                          komputer, data center,
                                                 dan internet exchange

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi            2013                  70             70            139    125
               Indonesia International           dan informasi
               (Malaysia) Sdn. Bhd.
               (”Telin Malaysia”),
               berdomisili di Malaysia

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi            2013                100             100             56     67
               Indonesia                         dan informasi
               International
               (Australia) Pty. Ltd.
               (“Telin Australia”),
               berdomisili di Australia

              PT Metra TV                      Jasa penyiaran                 2013                100             100             53     50
               ("Metra TV")                      berlangganan

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                       13
Page 17
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):
                                                                               Tahun                                 Jumlah aset sebelum
                                                                            dimulainya    Persentase kepemilikan*          eliminasi
                                                                              operasi    30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
                      Entitas anak                    Jenis usaha           komersial        2024         2023        2024           2023
              PT Metraplasa                    Jasa jaringan dan               2012;              60            60          29            30
               (“Metraplasa”)                    e-commerce                   berhenti
                                                                            beroperasi
                                                                            pada bulan
                                                                              Oktober
                                                                                2020

              PT Pojok Celebes                 Usaha pariwisata               2008                100             100            27      44
               Mandiri
               ("PCM")

              PT Bosnet Distribution           Perdagangan dan                2012                  20             60             -      40
               Indonesia                        jasa konsultasi
               ("BDI")**

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              **BDI tidak lagi menjadi entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (Catatan 1e).
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i.    Telkomsel

              Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan telah menandatangani Akta Pemisahan Segmen Usaha
              IndiHome ke Telkomsel melalui Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 140 yang telah disetujui
              berdasarkan RUPST 2023 sesuai dengan Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35
              tanggal 23 Juni 2023. Nilai bisnis IndiHome yang dipisahkan adalah Rp58.250 miliar. Bersamaan
              dengan pemisahan IndiHome tersebut, pemegang saham minoritas Telkomsel, yaitu Singapore
              Telecom Mobile Pte. Ltd. (“Singtel“) juga memutuskan untuk turut melakukan penyertaan modal
              dengan melakukan setoran secara tunai kepada Telkomsel sebesar Rp2.713 miliar. Atas
              transaksi ini, sejak 1 Juli 2023, kepemilikan efektif Perusahaan di Telkomsel meningkat dari 65%
              menjadi 69,9% dan kepemilikan Singtel di Telkomsel terdilusi dari 35% menjadi 30,1%.

        ii.   Mitratel

              Pembelian kembali saham

              Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel kembali mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali
              saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp1.500 miliar. Periode pembelian kembali saham
              Mitratel dimulai dari 14 April 2023. Pada tanggal 31 Desember 2023 Mitratel telah melakukan
              pembelian kembali saham sebanyak 47.700.000 lembar saham atau setara dengan Rp31 miliar.
              Pada tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan 30 September 2024 Mitratel telah melakukan
              pembelian kembali saham sebanyak 723.575.500 lembar saham atau setara dengan
              Rp471 miliar.

              Akuisisi menara telekomunikasi

              (a) Pada tanggal 15 Februari 2023, berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional
                  Sale and Purchase Agreement (“CSPA”) Menara Telekomunikasi antara PT Indosat Tbk.
                  (“Indosat“) dengan Mitratel untuk melakukan akuisisi 997 menara telekomunikasi milik
                  Indosat senilai Rp1.648 miliar. Mitratel dan Indosat juga telah menyepakati penyewaan
                  kembali sebanyak 983 site selama 10 tahun masa sewa. Selain itu, Indosat juga telah
                  menyepakati untuk memberikan pesanan kolokasi baru selama 3 tahun kedepan dengan
                  Mitratel memberikan membayar kompensasi sebesar Rp473 miliar.

              (b) Pada tanggal 24 November 2023, Mitratel melakukan akuisisi atas 803 menara
                  telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1.753 miliar.

                                                                       14
Page 18
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

        iii.   TDI

               Berdasarkan Akta Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 201 tanggal 25 Oktober 2023, menyetujui
               penerbitan 4.825.932 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar
               Rp104.438, yang diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 2.451.319 lembar saham atau sebesar
               Rp256 miliar, ST Dynamo ID Pte, Ltd. sebanyak 2.077.787 lembar saham atau sebesar Rp217
               miliar dan PT Medco Power Indonesia sebanyak 296.826 lembar saham atau sebesar Rp31
               miliar. Penambahan modal ini menyebabkan kepemilikan saham milik TDE terdilusi menjadi 60%.
               Efek atas dilusi tersebut dicatat sebagai selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
               nonpengendali pada entitas anak sebesar Rp6 miliar.

        iv.    NeutraDC Singapore

               Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority Singapore (“ACRA”), TDE
               mendirikan NeutraDC Singapore yang berkedudukan di Singapura pada tanggal 7 Desember
               2023, dengan jumlah saham sebanyak 1 lembar saham dengan nilai par sebesar SGD 1.

               Berdasarkan ACRA, pada tanggal 28 Februari 2024, TDE melakukan setoran modal pada
               NeutraDC Singapore dengan jumlah saham sebanyak 219.411.975 lembar saham dengan nilai
               par sebesar USD219 juta atau senilai Rp3.448 miliar.

        v.     TIF

               Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 26 tanggal 8 Desember 2023, Perusahaan dan
               Metra mendirikan TIF, dengan jumlah saham sebanyak 125 lembar saham dengan nilai nominal
               seluruhnya sebesar Rp12,5 juta.

               Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 7 tanggal 3 Juli 2024, menyetujui penerbitan
               19.240.001 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar Rp100.000,
               yang diambil bagiannya oleh Perusahaan sebanyak 19.240.000 lembar saham atau sebesar
               Rp1.924 miliar dan Metra sebanyak 1 lembar saham atau sebesar Rp100 ribu.

        vi.    Metra

               Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., M.L.I., M.Kn., No. 31 tanggal
               29 Februari 2024, perihal pengambilalihan saham BDI antara Metra dengan PT Algolab Solution,
               dimana Metra melepas 40% kepemilikan saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29 miliar,
               sehingga kepemilikan Metra di BDI menjadi 20% dan BDI tidak lagi menjadi entitas anak dengan
               kepemilikan tidak langsung oleh Perusahaan.

     f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

        Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
        konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
        diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Oktober 2024.




                                                      15
Page 19
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di
     Indonesia dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) di Indonesia yang dikeluarkan oleh
     Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar
     Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan
     Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
        dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
        untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
        yang relevan.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
        perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
        Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
        entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia, Dolar
        Singapura, dan Ringgit Malaysia.

        Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
        bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

        Standar akuntansi baru

        Pada tanggal 1 Januari 2024, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
        interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
        Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
        ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
        yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
        tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
        sebelumnya:
        i. Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan;
        ii. Amendemen PSAK 116: Sewa;
        iii. Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan.

        Pilar Standar Akuntansi Keuangan

        Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar akuntansi
        keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Terdapat 4 (empat)
        standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu:
        i. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional;
        ii. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK);
        iii. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi Keuangan
             Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik; dan
        iv. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah.

        Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan

        Standar ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku Indonesia
        yang diterbitkan oleh DSAK IAI.




                                                     16
Page 20
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

       Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

        Berlaku efektif 1 Januari 2025:

        i. Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
           Amendemen ini menjelaskan terkait kekurangan ketertukaran.

     b. Prinsip konsolidasi

       Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
       Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
       investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
       kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.

       Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
       anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
       investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
       Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
       i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
       ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
       iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

       Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
       adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
       sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
       sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
       yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
       keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
       tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.

       Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
       Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
       saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

       Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
       dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

       Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
       i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
            tercatatnya ketika pengendalian hilang;
       ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
            terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
       iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
            yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
       iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
            hilangnya pengendalian; dan
       v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
            rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.




                                                    17
Page 21
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

       Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
       dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
       Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No.KEP-
       347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau entitas
       yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

       Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
       merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
       pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
       merupakan pemegang saham dari entitas.

       Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
       untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
       langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
       diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
       mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

       Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
       wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
       instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
       Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
       kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
       pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
       saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
       pada tanggal akuisisi.

       Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
       imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
       ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
       yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
       yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
       alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
       yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
       selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
       keuntungan diakui pada laba atau rugi.

       Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
       diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
       liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
       kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
       ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
       yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
       retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
       penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
       tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
       tanggal akuisisi.




                                                      18
Page 22
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

       Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
       kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
       akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
       Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
       mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
       akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
       tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
       tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
       tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
       tahun dari tanggal akuisisi.

       Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
       kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
       akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.

       Berdasarkan PSAK 338, pengalihan aset, liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara
       entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau rugi bagi Perusahaan atau entitas
       individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas
       sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau
       instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau liabilitas yang dialihkan harus dicatat
       berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan kepentingan (pooling-of-interests).

       Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
       restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
       penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
       dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
       penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
       bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

       Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
       Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
       konsolidasian.

     e. Kas dan setara kas

       Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
       jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
       menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
       signifikan.

       Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
       pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap sebagai
       bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.

       Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
       “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     f. Persediaan

       Persediaan terdiri dari komponen mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya.
       Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem
       wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual.




                                                     19
Page 23
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     f. Persediaan (lanjutan)

        Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
        Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
        atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

        Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
        penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

        Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

        Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
        seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
        tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
        realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
        periode terjadinya pemulihan tersebut.

        Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
        masa depan.

     g. Beban dibayar di muka

        Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
        lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
        lainnya dan aset tidak lancar lainnya

     h. Aset takberwujud

        Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
        depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
        penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
        Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
        setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
        Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
        tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

        Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
        berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:

                                                                                                     Tahun
        Piranti lunak                                                                                 3-6
        Lisensi                                                                                       3-20
        Aset takberwujud lainnya                                                                      3-30

        Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
        lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
        Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
        diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.




                                                     20
Page 24
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset tetap

        Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
        nilai (jika ada).

        Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
        secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
        biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
        tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
        disusutkan secara terpisah.

        Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
        masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
                                                                                               Tahun
        Bangunan                                                                                15-50
        Renovasi bangunan sewa                                                                   2-10
        Peralatan sentral telepon                                                                3-15
        Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                          5-15
        Peralatan dan instalasi transmisi                                                        3-40
        Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                     3-20
        Jaringan kabel                                                                           5-25
        Catu daya                                                                                3-20
        Peralatan pengolahan data                                                                3-20
        Kendaraan                                                                                4-8
        Peralatan telekomunikasi lainnya                                                          5
        Peralatan kantor                                                                         2-5
        Peralatan lainnya                                                                        2-5

        Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
        masa sewa.

        Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
        tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
        diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
        mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

        Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
        dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
        komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
        andal.

        Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
        12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

        Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
        penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
        dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian.

        Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
        tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
        komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
        komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.




                                                      21
Page 25
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset tetap (lanjutan)

        Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
        ke akun aset tetap yang terkait.

        Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
        (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
        Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
        termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
        membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
        pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
        kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
        untuk digunakan atau dijual.

     j. Sewa

        Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
        kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
        tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
        masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
        perpanjangan kontrak.

        Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
        •   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
        •   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
            untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
        •   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
            menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
        •   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
            aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
            kondisi baru).

        Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
        kontrak sewa.

        i.   Grup sebagai lessee

             Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
             untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
             melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
             yang mendasarinya.

             Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
             perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
             pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
             diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
             dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.




                                                     22
Page 26
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

        Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
        kontrak sewa (lanjutan).

       i.   Grup sebagai lessee (lanjutan)

            Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
            masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

                                                                                                 Tahun
            Tanah                                                                                 1-33
            Bangunan                                                                              1-30
            Peralatan dan instalasi transmisi                                                     1-25
            Kendaraan                                                                              1-6
            Lain-lain                                                                              1-6

            Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
            mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
            manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
            Penurunan Nilai Aset.

            Liabilitas sewa

            Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
            pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
            pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
            sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
            diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
            harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
            penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
            opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
            diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
            terjadi.

            Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
            pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
            mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
            pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
            tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
            perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
            mendasarinya.

            Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
            serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
            prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
            operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
            sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.




                                                  23
Page 27
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       ii.   Grup sebagai lessor

             Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
             sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
             Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
             suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
             sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
             ada modifikasi sewa.

             Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
             jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
             sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
             pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
             yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
             oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
             pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
             waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

             Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
             sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).

             Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
             dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
             konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
             menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
             diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
             diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

             Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
             pendapatan PSAK 115 dari kontrak dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan
             dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai Pendapatan dari
             transaksi lessor (Catatan 2n).

     k. Beban tangguhan - hak atas tanah

        Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
        dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
        pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
        dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
        yang lebih pendek.

     l. Pinjaman

        Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
        transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
        antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
        bunga efektif.

        Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
        sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
        ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
        sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
        jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.


                                                     24
Page 28
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     m. Penjabaran valuta asing

       Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
       berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
       liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
       jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
       sebagai berikut:

                                              30 September 2024                 31 Desember 2023
                                              Beli          Jual                Beli         Jual
       Dolar A.S. (“US$”) 1                     15.135        15.147              15.396       15.401
       Dolar Australia (“AU$”) 1                10.481        10.489              10.499       10.505
       Dolar Singapura (“SGD”) 1                11.823        11.833              11.666       11.673
       Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1              477,69        478,45              501,32       501,53
       Euro (“EUR”) 1                           16.956        16.971              17.025       17.036
       Yen Jepang (“JPY”) 1                     106,18        106,26              108,78       108,82
       Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                3.669         3.677               3.350         3.359
       Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                 1.948         1.950               1.971         1.971
       Kyat Myanmar (“MMK”) 1                      7,19          7,23                7,31         7,35

       Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
       atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
       berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
       tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
       pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).

     n. Pengakuan pendapatan dan beban

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
       berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
       untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
       pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
       untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
       dengan biaya yang dikapitalisasi.

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan:

       i.   Mobile

            Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
            layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
            Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.

            Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
            perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
            kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

            Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
            aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
            pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.



                                                    25
Page 29
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan (lanjutan):

       i.    Mobile (lanjutan)

             Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
             untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
             dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
             berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
             bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
             selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
             dipengaruhi oleh alokasi.

             Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
             poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
             Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
             ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.

       ii.   Consumer

             Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan telepon tidak bergerak dan layanan
             IndiHome. Pendapatan dari layanan telepon tidak bergerak berasal dari pelanggan yang hanya
             berlangganan layanan telepon tidak bergerak. Sedangkan pendapatan dari layanan IndiHome
             berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket layanan bundel kombinasi
             layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV berbayar). Layanan tersebut
             ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan berikutnya. Grup menerapkan
             syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk membayar denda pengakhiran yang
             substantif jikalau kontrak berlangganan berakhir atas permintaan dan/atau kesalahan pelanggan
             dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif. Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan
             dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku
             tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan PSAK 115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan
             selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak bulanan.

             Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
             pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
             mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

             Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
             dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
             ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
             sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
             menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
             berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
             Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
             dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.




                                                     26
Page 30
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iii.   Enterprise

              Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
              telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call
              center, e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan
              dengan spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.

              Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
              berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
              tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
              penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan
              menerima dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban
              kinerja yang dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke
              pelanggan, biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.

              Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
              pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
              pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
              dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
              dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
              dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
              ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual
              dijual secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika
              harga yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
              digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.

              Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
              kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
              kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
              menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
              berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya.
              Grup menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
              digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
              kemungkinan hasil.

              Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
              apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel
              tidak dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini
              dan hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan
              dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait
              dengan imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.

              Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
              bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
              sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
              bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
              kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat
              komisi dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.




                                                        27
Page 31
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iv.   Wholesale and International Business (“WIB”)

             Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
             pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
             antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa
             jaringan dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode
             output menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

       Aset kontrak

       Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
       imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
       syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
       usaha.

       Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.

       Liabilitas kontrak

       Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
       lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
       sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
       atas barang atau jasa kepada pelanggan).

       Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

       Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
       terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
       keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
       Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
       pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

       Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
       yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
       kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
       penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

       Pendapatan dari transaksi lessor

       Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
       telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
       masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

       Beban

       Beban diakui pada saat terjadinya.




                                                     28
Page 32
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja

       i.    Imbalan kerja jangka pendek

             Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
             insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
             karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.

       ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

             Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
             program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
             kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
             berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

             Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
             persiapan pensiun.

             Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
             lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

             Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
             pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
             masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
             wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
             estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
             yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
             jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
             kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
             berkualitas tinggi.

             Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
             kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
             pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
             kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
             tidak dapat diperoleh secara penuh).

             Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
             (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
             neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
             atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
             lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
             selanjutnya.

             Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
             (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
             (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

             Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
             diskonto.

             Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
             jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
             terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
             yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
             imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

                                                      29
Page 33
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja (lanjutan)

        ii.    Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

               Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
               kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
               pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
               aktuaria).

               Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
               berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
               ketika terutang.

               Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
               pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
               pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
               tersebut.

        iii.   Pensiun dini (“Pendi”)

               Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul
               sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara
               sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika,
               Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.

     p. Pajak

        Pajak Penghasilan (“PPh”)

        Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
        transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
        secara langsung di ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
        dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
        ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
        yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
        di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
        provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

        Pemeriksaan pajak

        Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
        (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
        pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
        laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
        pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.




                                                      30
Page 34
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak tangguhan

        Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
        pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
        mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
        kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
        (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
        pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
        penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
        tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
        mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
        tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
        bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
        pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
        masa depan.

        Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
        transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
        ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
        jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
        hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
        penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
        entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
        dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
        setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.

        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

        Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
        i.  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
            yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
            item beban-beban yang diterapkan; dan
        ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

        Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

        ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
        pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
        ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
        penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
        pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
        dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
        keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).



                                                     31
Page 35
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak final

        Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
        final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
        tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

        Pajak final atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.

     q. Instrumen keuangan

        Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
        Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
        liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

        i.   Aset keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
             wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

             Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
             kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
             Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau
             saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
             keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
             yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
             telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

             Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
             nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
             semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
             sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
             instrumen.

             Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
             mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
             kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

             Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
             yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
             lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
             menjual aset tersebut.




                                                      32
Page 36
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal

            Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
            empat kategori:

            (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                   dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                   arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
                Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
                dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
                kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
                tidak lancar lainnya.

            (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

                Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
                kedua kondisi berikut dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                   mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                   tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                   terutang.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
                pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
                diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
                pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
                komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
                kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
                direklasifikasi ke laba rugi.

                Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui
                penghasilan komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif
                per 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.




                                                   33
Page 37
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

            (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                ekuitas)
                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 109 dan yang bukan merupakan
                instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen
                per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke
                laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Dividen diakui pada laba
                rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara
                jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada
                nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak terpengaruh pada persyaratan
                penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi investasi jangka panjang
                pada instrumen keuangan.

            (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
                nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
                yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
                laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
                yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
                penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
                pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
                menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
                pengakuan.
                Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
                wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
                wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
                keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
                pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

            Kerugian kredit ekspektasian

            Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
            yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
            ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
            dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
            menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
            tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
            yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.




                                                    34
Page 38
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.    Aset keuangan (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
             keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
             pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12
             bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
             ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).

             Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
             kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
             risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
             sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
             kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
             kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

             Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
             lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
             keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
             bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
             perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
             untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
             telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

       ii.   Liabilitas keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
             ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

             Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
             pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
             langsung.

             Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

             Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
             dibayar, deposit pada pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
             jangka pendek, pinjaman penerusan, obligasi dan surat utang jangka menengah, utang bank
             jangka panjang dan pinjaman lainnya.




                                                       35
Page 39
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       ii.    Liabilitas keuangan (lanjutan)

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

              (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                  keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                  untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                  liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                  kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                  sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                  sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
                  dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
                  rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
                  dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi.

              (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                  Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                  diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                  Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                  melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                  dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                  merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                  efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                  berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.

       iii.   Saling hapus instrumen keuangan

              Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
              posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
              saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
              dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
              peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
              sebagai berikut:
              (i) situasi bisnis yang normal;
              (ii) peristiwa default; dan
              (iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

       iv.    Penghentian pengakuan instrumen keuangan

              Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
              dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
              tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

              Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
              dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.



                                                      36
Page 40
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Modal saham yang diperoleh kembali

        Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
        yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
        penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
        tertimbang. Modal saham diperoleh kembali yang dialihkan dalam bentuk kepemilikan saham
        karyawan dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang diperoleh kembali
        dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian dari tambahan
        modal disetor dalam ekuitas.

     s. Dividen

        Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
        laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
        saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
        keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.

     t. Laba per saham dan laba per ADS

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
        tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
        lembar saham per ADS.

        Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif.

     u. Informasi segmen

       Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
       adalah suatu komponen dari entitas:
       i.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
            (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
            yang sama);
       ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
            misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
            segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
       iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

     v. Provisi

        Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
        sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
        lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
        tidak memenuhi kontrak.

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
        dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
        terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
        (“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).
                                                      37
Page 41
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
        antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
        besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
        nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
        estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
        sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
        aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
        sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
        berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

        Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
        sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
        nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
        atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
        tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
        selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
        tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
        tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
        yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
        dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
        penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
        UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
        dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
        dipulihkan pada periode mendatang.

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
        klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan; atau
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
             suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan;
        iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
             tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.




                                                      38
Page 42
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar (lanjutan)

        Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
        menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
        klasifikasi liabilitas tersebut.

        Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan

        Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
        keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
        yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
        pada akhir periode pelaporan.

        Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
        penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
        mendatang.

        i.    Pertimbangan

              Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
              Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
              konsolidasian:

              Pajak penghasilan

              Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
              dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
              penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
              juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
              dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
              usaha normal.

              Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
              apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
              dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
              ditentukannya hasil pajak tersebut.

        ii.   Estimasi dan asumsi

              Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
              faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
              yang ada.




                                                       39
Page 43
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
             menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
             tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
             jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
             bawah ini.

             (a) Imbalan pasca kerja

                 Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                 dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                 menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                 pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                 imbalan pasca kerja.

                 Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                 diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                 kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                 kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                 tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                 yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                 yang terkait.

                 Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                 bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                 terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                 Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                 kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.

             (b) Umur manfaat aset tetap

                 Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                 Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                 depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                 penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                 pengalaman untuk aset yang sejenis.

                 Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                 pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                 dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
                 kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
                 atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
                 perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
                 tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
                 laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.




                                                    40
Page 44
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                 sebagai lessee

                 Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                 dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                 sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                 menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                 Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                 Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                 untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                 yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                 Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                 perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                 tidak opsi perpanjangan atau penghentian.

             (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                 Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam
                 menghitung kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi
                 perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan
                 kerugian kredit ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Grup
                 telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang
                 didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
                 masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.

                 Untuk deposito berjangka dan instrumen utang, risiko kredit nilai wajar melalui pendapatan
                 komprehensif lainnya, Grup menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal
                 pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit
                 rendah dengan menggunakan semua informasi yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang
                 berlebihan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit
                 internal dari instrumen utang. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi
                 peningkatan risiko kredit yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari
                 tunggakan.

                 Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain dan aset
                 keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Penyisihan
                 kerugian kredit ekspektasian atas nilai piutang dihitung berdasarkan kondisi terkini dan
                 tingkat ketertagihan historis piutang usaha, dan disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
                 masa depan (forward-looking). Penyisihan ini disesuaikan secara berkala untuk
                 mencerminkan hasil aktual dan taksiran.

                 Grup telah mengkaji ulang model yang digunakan untuk menghitung kerugian kredit
                 ekspektasian berdasarkan informasi terkini yang wajar dan terdukung untuk lebih
                 mencerminkan perubahan kondisi saat ini. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan
                 diperbaharui jika terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia;
                 termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking) dan masukan
                 lainnya.




                                                    41
Page 45
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (e) Pendapatan

                     (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                            pendapatan dan klasifikasi pendapatan

                            Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                            pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                            jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                            terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                            menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                            kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                            menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                            dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                            waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                            Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                            Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                            satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                            tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                            paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                            berdasarkan waktu.

                            Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                            konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                            sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                            dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                            internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                     (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                            Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                            teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                            yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                            yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.

             (f)     Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                     Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                     estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                     wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                     oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                     setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                     Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                     lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                     signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                     dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                     mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                     penurunan nilai sesuai PSAK 236: Penurunan Nilai Aset.




                                                          42
Page 46
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                 Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                 posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                 menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                 diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                 tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                 mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                 berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                 keuangan yang dilaporkan.

             (h) Akuisisi

                 Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                 akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                 harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                 akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                 untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                 nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                 akuisisi masing-masing.

                 Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                 diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                 akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                 satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                 apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                 untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                 dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                 perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                 nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                 aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                 manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                 diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                 kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                      43
Page 47
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS

                                                                        30 September 2024                31 Desember 2023
                                                                              Saldo                            Saldo
                                                                    Mata uang                        Mata uang
                                                          Mata         asing           Setara           asing          Setara
                                                          uang    (dalam jutaan)      Rupiah       (dalam jutaan)      Rupiah
     Kas                                                                                      40                  -         14
     Bank
      Pihak berelasi
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)    Rp                  -          4.344                -         3.346
                                                          US$                 45            685               37           572
                                                          EUR                  2             38                2            38
                                                          JPY                  6              1                6             1
                                                          HKD                  2              3                1             3
                                                          AU$                  0              0                0             0
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)    Rp                  -          1.606                -         1.471
                                                          US$                136          2.060                0             6
                                                          TWD                  4              2                1             0
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)    Rp                  -          3.157                -         4.228
                                                          US$                  5             73                4            64
                                                          SGD                  0              0                0             0
                                                          EUR                  0              0                0             0
                                                          GBP                  0              1                -             -
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")     Rp                  -          2.389                -         2.597
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)    Rp                  -             53                -            59
                                                          US$                  0              0                0             0
      Sub-jumlah                                                                         14.412                         12.385

      Pihak ketiga
        PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”)       Rp                   -            287                -          265
                                                          US$                  9            136                0            2
       The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
         ("HSBC Hongkong")                                US$                 26            396               43           661
                                                          HKD                  4              8                5             9
       Standard Chartered Bank (“SCB”)                    US$                  9            132               14           215
                                                          SGD                  7             88                6            74
       DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")        US$                 10            151                9           138
                                                          HKD                  0              1                0             0
       PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”)                   Rp                  -            111                -           144
                                                          US$                  0              3                0             3
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)     Rp                  -            277                            365
                                                          US$                 11            161               10           278
                                                          TWD                 37             19               50            21
                                                          MYR                  1              4                5            15
                                                          AU$                  0              4                0             5
                                                          MMK                176              1              353             3
                                                          SGD                  2             24                3            36
                                                          EUR                  -              2                0             0
                                                          HKD                  -              -                0             0
      Sub-jumlah                                                                          1.805                          2.234

     Jumlah bank                                                                         16.217                         14.619

     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
        BRI                                               Rp                   -          1.285                -         1.550
                                                          US$                 28            422               22           340
        BTN                                               Rp                   -          1.280                -         1.065
        BNI                                               Rp                   -            351                -         1.266
                                                          US$                 29            446               23           353
        PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)            Rp                   -            613                0         1.160
        Bank Mandiri                                      Rp                   -             15                -           513
                                                          US$                 23            355               25           392
      Sub-jumlah                                                                          4.767                          6.639




                                                             44
Page 48
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                          30 September 2024            31 Desember 2023
                                                                                Saldo                         Saldo
                                                                       Mata uang                     Mata uang
                                                                Mata      asing         Setara          asing        Setara
                                                                uang (dalam jutaan)    Rupiah      (dalam jutaan)    Rupiah
     Deposito berjangka (lanjutan)
      Pihak ketiga
        PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                         Rp               -          736                -      1.433
                                                                US$             24          359               20        312
        Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                         Rp               -          883                -      1.569
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")              Rp               -          163                -        658
                                                                US$             31          466               23        358
        PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (“Bank Danamon”)         Rp               -          105                -        491
                                                                US$             10          149                9        137
        PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
          ("BJB")                                                Rp               -         227                -      1.419
        PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
          ("CCB Indonesia")                                     US$             10          150                5         71
        Bank CIMB Niaga                                          Rp              -          130                -        928
                                                                US$              -            -                5         70
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)          Rp              -          131                -        197
                                                                US$              1           11                5         85
                                                                MYR              2            7                2          8
      Sub-jumlah                                                                          3.517                       7.736

     Jumlah deposito berjangka                                                            8.284                      14.375
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                 (1)                         (1)
     Jumlah                                                                              24.540                      29.007


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                        30 September 2024            31 Desember 2023
     Rupiah                                                               2,22% - 7,25%                1,95% - 7,25%
     Mata uang asing                                                      2,25% - 6,25%                2,50% - 5,50%

     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
     mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
     secara finansial.




                                                            45
Page 49
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.    ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                           30 September 2024             31 Desember 2023
                                                                                  Saldo                        Saldo
                                                                         Mata uang                    Mata uang
                                                                            asing        Setara          asing       Setara
                                                           Mata uang   (dalam jutaan)   Rupiah      (dalam jutaan)   Rupiah
      Deposito berjangka
       Pihak berelasi
        BRI                                                  Rp                    -        292                -         255
        Bank Mandiri                                         Rp                    -         45                -          95
                                                             US$                   5         76                5          77
        BNI                                                  Rp                    -         40                -         160
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)      Rp                    -         98                -         128
       Pihak ketiga
        United Overseas Bank Limited Singapore
         (“UOB Singapore”)                                   US$                 120       1.814              12         186
                                                             SGD                   3          34               -           -
         Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
          (“SCB Singapore”)                                  US$                   7         106               7          100
         Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)     Rp                    -           -               -           85
                                                             US$                   2          32               2           32
      Jumlah deposito berjangka                                                            2.537                        1.118

      Rekening penampungan                                   Rp                    -        110                -         214
                                                             US$                   2         26                2          24
      Jumlah rekening penampungan                                                           136                          238

      Reksa dana
        Pihak berelasi
         Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)      Rp                    -         88                -         85
        Pihak ketiga
         PT Henan Putihrai Asset Management
          (“HPAM”)                                            Rp                    -          -                -        217
      Jumlah reksa dana                                                                       88                         302

      Lainnya (masing-masing di bawah Rp100 miliar)           Rp                   -          10               -              3
                                                             MYR                   0           0               0              0
      Jumlah lainnya                                                                          10                              3

      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                 (0)                          (0)
      Jumlah                                                                               2.771                        1.661


      Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
      dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                       30 September 2024             31 Desember 2023
      Rupiah                                                             2,75% - 6,50%                 2,75% - 6,75%
      Mata uang asing                                                    2,30% - 5,48%                 2,30% - 5,85%
 5.




                                                            46
Page 50
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)    Pihak berelasi
                                                                               30 September 2024           31 Desember 2023
               Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                           1.976                       1.914
               PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                            386                         386
               Indosat                                                                       568                         303
               Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                               467                         443
               Jumlah                                                                      3.397                       3.046
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    (1.202)                     (1.128)
               Jumlah bersih                                                               2.195                       1.918

        (ii)   Pihak ketiga
                                                                               30 September 2024           31 Desember 2023
               Pelanggan individual dan bisnis                                           14.638                       13.586
               Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                               2.629                       1.541
               Jumlah                                                                    17.267                       15.127
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    (6.892)                     (6.378)
               Jumlah bersih                                                             10.375                        8.749

     b. Berdasarkan umur

                                                            30 September 2024                         31 Desember 2023
                                                               Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                 Sebelum     kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                penyisihan    ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
        Belum jatuh tempo                             6.480             508           7,8%      7.020          386             5,5%
        Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             3.146             439          14,0%      2.758          369            13,4%
        Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
          dengan 6 bulan                             2.090               375        17,9%       1.215            313          25,8%
        Jatuh tempo lebih dari 6 bulan               8.948             6.772        75,7%       7.180          6.438          89,7%
        Jumlah                                      20.664             8.094                   18.173          7.506


        Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
        historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
        faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
        Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
        jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tercatat
        piutang usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
        Rp6.598 miliar dan Rp4.033 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh
        tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak
        diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang
        baik dan diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                               30 September 2024           31 Desember 2023
        Rupiah                                                                            17.504                      15.646
        Dolar A.S.                                                                         3.051                       2.360
        Dolar Singapura                                                                       68                         143
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                       41                          24
        Jumlah                                                                            20.664                      18.173
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                           (8.094)                     (7.506)
        Jumlah bersih                                                                     12.570                      10.667

                                                                  47
Page 51
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                   30 September 2024        31 Desember 2023
        Saldo awal                                                            7.506                    7.568
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                  989                     513
        Penghapusbukuan piutang                                                 (401)                   (575)
        Saldo akhir                                                           8.094                    7.506

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha tertentu atas entitas anak
        masing-masing sebesar Rp1.248 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman
        (Catatan 18a dan 19c).

6.   ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2024    31 Desember 2023
     Aset kontrak                                                                  2.880               2.877
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                        (132)                (147)
     Jumlah bersih                                                                 2.748               2.730
     Lancar                                                                       (2.727)             (2.704)
     Tidak Lancar                                                                     21                   26

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                       30 September 2024    31 Desember 2023
     Kartu SIM dan voucer prabayar                                                   701                 791
     Komponen                                                                         68                  29
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                 186                 231
     Jumlah                                                                          955               1.051
     Provisi atas persediaan usang                                                   (52)                (54)
     Jumlah bersih                                                                   903                 997

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp464 miliar
     dan Rp553 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
     perjanjian pinjaman.


                                                        48
Page 52
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.   PERSEDIAAN (lanjutan)

     Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen
     dengan nilai buku masing-masing sebesar RpNihil dan Rp96 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah
     diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan risiko lain. Total nilai pertanggungan pada
     tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar RpNihil dan Rp94 miliar.

     Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan
     kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung.

8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                30 September 2024   31 Desember 2023
     Izin penggunaan frekuensi
       dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)               2.741                   6.173
     Uang muka                                                                922                     839
     Gaji dibayar di muka                                                     418                     276
     Piutang lain-lain                                                        414                     266
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                          468                     442
     Jumlah                                                                 4.963                   7.996


9.   BIAYA KONTRAK

     Rincian dari biaya kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                    30 September 2024
                                                      Biaya              Biaya
                                                    perolehan         pemenuhan               Jumlah
                                                     kontrak            kontrak
     Saldo, 1 Januari 2024                                1.641                 580                 2.221
     Amortisasi selama periode berjalan                    (335)                  -                  (335)
     Beban selama periode berjalan                            -                (557)                 (557)
     Penambahan selama periode berjalan                     375               1.121                 1.496
     Saldo, 30 September 2024                             1.681               1.144                 2.825
     Lancar                                                (407)               (849)               (1.256)
     Tidak lancar                                         1.274                 295                 1.569

                                                                    31 Desember 2023
                                                      Biaya              Biaya
                                                    perolehan         pemenuhan
                                                     kontrak            kontrak               Jumlah
     Saldo, 1 Januari 2023                                1.554                  858               2.412
     Amortisasi selama periode berjalan                    (374)                   -                 (374)
     Beban selama periode berjalan                            -                 (704)                (704)
     Penurunan nilai                                          -                 (184)                (184)
     Penambahan selama periode berjalan                     461                  610               1.071
     Saldo, 31 Desember 2023                              1.641                  580               2.221
     Lancar                                                (427)                (226)                (653)
     Tidak lancar                                         1.214                  354               1.568




                                                     49
Page 53
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG

   Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                30 September 2024       31 Desember 2023
   Instrumen keuangan
     Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
      Ekuitas                                                                 7.136                    7.537
      Obligasi konversi                                                         406                      491
     Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain:
      Ekuitas                                                                    25                       25
                                                                              7.567                    8.053
   Entitas asosiasi
    PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                     108                      105
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                               1                        4
                                                                                109                      109
   Jumlah investasi jangka panjang                                            7.676                    8.162

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
   dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
   teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:

   (i)    Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”). Per tanggal 30 September
          2024, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar saham
          GOTO sebesar Rp66 per saham. Jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
          investasi Telkomsel pada GOTO pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp474 miliar dan
          disajikan sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan
          laba rugi konsolidasian.
   (ii)   Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.
          Penambahan investasi MDI pada periode berjalan sebesar Rp5 miliar.

   Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
   panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
   start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, yang akan langsung dikonversi menjadi saham
   ketika jatuh tempo.

   Bagian kumulatif rugi atas investasi pada entitas asosiasi yang tidak diakui hingga periode sembilan bulan
   yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp315 miliar
   dan Rp349 miliar.




                                                      50
Page 54
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                                            Reklasifikasi/
                                           31 Desember 2023   Penambahan    Pengurangan      Translasi        30 September 2024
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Tanah                                             1.955            2              -                 11               1.968
    Bangunan                                         19.596          167            (25)               486              20.224
    Renovasi bangunan sewa                            1.675           26            (92)               127               1.736
    Peralatan sentral telepon                        19.636          101           (736)               377              19.378
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                                 1.583             -              -                 -               1.583
    Peralatan dan instalasi transmisi               180.664           803         (8.730)            8.151             180.888
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan             10.941           159            (76)            2.959              13.983
    Jaringan kabel                                   76.769         2.697            (13)             (354)             79.099
    Catu daya                                        24.348           395           (625)            1.546              25.664
    Peralatan pengolahan data                        21.893           186           (626)              835              22.288
    Peralatan telekomunikasi lainnya                 11.087           168             (4)              691              11.942
    Peralatan kantor                                  2.696            56            (58)              (22)              2.672
    Kendaraan                                           593             1            (28)                -                 566
    Peralatan lainnya                                    53             2              -                 6                  61
    Aset dalam pembangunan                            6.240        12.720              -           (15.257)              3.703
    Jumlah                                          379.729        17.483        (11.013)             (444)            385.755


   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                          6.818           485           (24)              (280)              6.999
    Renovasi bangunan sewa                            1.312            93           (85)                (7)              1.313
    Peralatan sentral telepon                        14.121         1.341          (736)                (3)             14.723
    Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                1.582             -              -                 -               1.582
    Peralatan dan instalasi transmisi               104.347         8.770         (8.671)              (14)            104.432
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              6.726           510            (76)               52               7.212
    Jaringan kabel                                   20.393         2.527            (12)               30              22.938
    Catu daya                                        17.387         1.485           (615)              344              18.601
    Peralatan pengolahan data                        16.149         1.457           (593)             (151)             16.862
    Peralatan telekomunikasi lainnya                  7.700         1.164             (1)                -               8.863
    Peralatan kantor                                  2.136           203            (52)              (21)              2.266
    Kendaraan                                           256            28            (18)                -                 266
    Peralatan lainnya                                    47             3              -                 -                  50
    Jumlah                                          198.974        18.066        (10.883)              (50)            206.107
   Nilai buku bersih                                180.755                                                            179.648




                                                         51
Page 55
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                                                             Reklasifikasi/
                                            31 Desember 2022   Penambahan    Pengurangan      Translasi        31 Desember 2023
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                             1.838          110              -                  7               1.955
     Bangunan                                         18.947          569            (34)               114              19.596
     Renovasi bangunan sewa                            1.571           28            (14)                90               1.675
     Peralatan sentral telepon                        20.083          582           (309)              (720)             19.636
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                 1.583             -              -                 -               1.583
     Peralatan dan instalasi transmisi               171.106         5.839         (3.562)            7.281             180.664
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan             10.804           137              -                 -              10.941
     Jaringan kabel                                   74.695         5.762             (6)           (3.682)             76.769
     Catu daya                                        23.276           722           (768)            1.118              24.348
     Peralatan pengolahan data                        20.954           557           (218)              600              21.893
     Peralatan telekomunikasi lainnya                 10.402           468              -               217              11.087
     Peralatan kantor                                  2.625            96            (18)               (7)              2.696
     Kendaraan                                           605            48            (56)               (4)                593
     Peralatan lainnya                                    51             1              -                 1                  53
     Aset dalam pembangunan                            4.598        18.049              -           (16.407)              6.240
     Jumlah                                          363.138        32.968         (4.985)          (11.392)            379.729


    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                          6.228           649           (11)               (48)              6.818
     Renovasi bangunan sewa                            1.207           141            (6)               (30)              1.312
     Peralatan sentral telepon                        14.100         1.967          (309)            (1.637)             14.121
     Peralatan telegraf, teleks, dan
        komunikasi data                                1.582             -              -                 -               1.582
     Peralatan dan instalasi transmisi                97.335        12.171         (3.372)           (1.787)            104.347
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              6.041           746              -               (61)              6.726
     Jaringan kabel                                   22.510         3.215             (6)           (5.326)             20.393
     Catu daya                                        16.890         1.861           (758)             (606)             17.387
     Peralatan pengolahan data                        15.490         2.093           (217)           (1.217)             16.149
     Peralatan telekomunikasi lainnya                  6.067         1.659              -               (26)              7.700
     Peralatan kantor                                  2.073           285            (18)             (204)              2.136
     Kendaraan                                           242            48            (31)               (3)                256
     Peralatan lainnya                                    44             3              -                 -                  47
     Jumlah                                          189.809        24.838         (4.728)          (10.945)            198.974
    Nilai buku bersih                                173.329                                                            180.755


    Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
    komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
    (5) jaringan kabel; (6) catu daya; (7) peralatan pengolahan data; dan (8) peralatan telekomunikasi lainnya
    merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

    a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                                  2024                         2023
        Hasil penjualan aset tetap                                                           706                         83
        Nilai buku bersih                                                                    (49)                       (21)
        Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                                        657                         62

    b. Lain-lain

        (i)    Selama tahun 2023, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
               nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
               penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2023.

        (ii)   Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp75 miliar dan
               Rp95 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
               30 September 2024 dan 2023. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
               pinjaman yang layak dikapitalisasi berkisar antara 2,50%-8,08% masing-masing untuk periode
               sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.



                                                          52
Page 56
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode
             sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2023.

       (iv) Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, Grup
            telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
            Rp111 miliar dan Rp160 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”
            dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode
            sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, nilai tercatat aset tetap
            tersebut masing-masing sebesar Rp97 miliar dan Rp148 miliar, telah dibebankan dalam laporan
            laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       (v)   Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
             status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 8-50 tahun yang akan habis masa
             berlakunya antara tahun 2024 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
             tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
             tersebut.

       (vi) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap milik Grup kecuali tanah,
            dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp174.673 miliar dan Rp175.519 miliar telah
            diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
            gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan pertanggungan untuk tanggal 30 September 2024 dan
            31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp42.810 miliar miliar dan Rp41.045 miliar, dan
            HKD10 juta, SGDNihil dan SGD373 juta, dan first loss basis masing-masing sebesar
            Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai
            untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tingkat persentase penyelesaian aset
             dalam pembangunan adalah masing-masing sekitar 73,90% dan 74,09% dari nilai kontrak atau
             Rp3.988 miliar dan Rp5.836 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai September 2026 dan Desember 2025.
             Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
             transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
             hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan
              telah dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19b). Aset tetap entitas anak tertentu dengan
              biaya perolehan masing-masing sebesar Rp3.076 miliar telah dijaminkan dalam beberapa
              perjanjian pinjaman (Catatan 18a dan 19c).

       (ix) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari setiap aset
            tetap Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing
            sebesar Rp85.946 miliar dan Rp85.564 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset
            jaringan untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.

       (x)   Pada tahun 2023, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp51.373 miliar.




                                                     53
Page 57
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA

   a. Grup sebagai lessee

     Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
     kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
     antara 1 dan 33 tahun.

     Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                 Peralatan
                                                                dan instalasi
                                      Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan     Lain-lain     Jumlah
      Saldo, 1 Januari 2023              4.087           663          14.859            523           204      20.336
      Penambahan                         1.654           156            7.460           227           893      10.390
      Pengurangan dan reklasifikasi         (52)         (88)          (2.851)            8              1      (2.982)
      Beban penyusutan                    (998)         (149)          (3.600)         (236)         (177)      (5.160)
      Saldo, 31 Desember 2023            4.691           582          15.868            522           921      22.584
      Penambahan                         1.299           186            6.258           201            42        7.986
      Pengurangan dan reklasifikasi         (76)         (25)            (265)           (4)             4        (366)
      Beban penyusutan                    (811)         (145)          (2.779)         (206)         (169)      (4.110)
      Saldo, 30 September 2024           5.103           598          19.082            513           798      26.094


     Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2024        31 Desember 2023

     Saldo, 1 Januari                                                                20.425                   18.661
     Akrualisasi bunga                                                                  958                      976
     Penambahan (Catatan 39a)                                                         7.986                   10.390
     Pengurangan                                                                     (5.730)                  (9.602)
     Saldo                                                                           23.639                   20.425
     Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                        (6.948)                  (5.575)
     Bagian jangka panjang                                                           16.691                   14.850

     Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2024        31 Desember 2023

      Kurang dari 1 tahun                                                             8.340                    6.614
      1-5 tahun                                                                      11.552                   11.453
      Lebih dari 5 tahun                                                              9.591                    6.431
      Jumlah pembayaran sewa                                                         29.483                   24.498
      Bunga                                                                          (5.844)                  (4.073)
      Nilai kini atas pembayaran sewa                                                23.639                   20.425
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                       (6.948)                  (5.575)
      Bagian jangka panjang                                                          16.691                   14.850




                                                          54
Page 58
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

    a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

       Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
       bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
       pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada periode berjalan:

                                                                     2024                    2023
       Beban penyusutan                                                       4.110                 3.755
       Beban sewa jangka pendek                                               2.600                 2.202
       Beban bunga sewa                                                         958                   703
       Beban sewa aset bernilai rendah                                            4                    32

    b. Grup sebagai lessor

      Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
      berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
      telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
      32 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat
      diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

      Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
      operasi adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2024      31 Desember 2023
       Kurang dari 1 tahun                                                  4.650                5.099
       1-5 tahun                                                            8.340                9.412
       Lebih dari 5 tahun                                                   3.884                5.098
       Jumlah                                                             16.874                19.609

13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

    Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2024      31 Desember 2023
    Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
     bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                       1.812                 1.606
    Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
     dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                           1.692                 1.987
    Beban dibayar di muka                                                       998                   984
    Uang muka                                                                   237                   368
    Uang jaminan                                                                177                   159
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             304                   329
    Jumlah                                                                    5.220                 5.433




                                                     55
Page 59
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:

                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                               Goodwill      Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
   Nilai tercatat bruto:
    Saldo, 1 Januari 2024                           1.492          21.642          550          1.694      25.378
    Penambahan                                          -           2.338           47              4       2.389
    Pengurangan                                       (18)         (3.922)           -              -      (3.940)
    Reklasifikasi/translasi                             -             (51)          (1)             -         (52)
    Saldo, 30 September 2024                        1.474          20.007          596          1.698      23.775
   Akumulasi amortisasi:
    Saldo, 1 Januari 2024                            (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
    Beban amortisasi                                    -          (1.841)         (56)           (55)      (1.952)
    Pengurangan                                        11           3.905            -              -        3.916
    Reklasifikasi/translasi                             -               2            -              -            2
    Saldo, 30 September 2024                         (402)        (12.968)        (256)        (1.055)     (14.681)
   Nilai buku bersih                                1.072           7.039          340            643        9.094


                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                               Goodwill      Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
   Nilai tercatat bruto:
    Saldo, 1 Januari 2023                           1.492          19.779          620          1.491      23.382
    Penambahan                                          -           2.763           69            206       3.038
    Pengurangan                                         -            (890)        (130)             -      (1.020)
    Reklasifikasi/translasi                             -             (10)          (9)            (3)        (22)
    Saldo, 31 Desember 2023                         1.492          21.642          550          1.694      25.378
   Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
    Saldo, 1 Januari 2023                            (402)        (13.616)        (152)          (910)     (15.080)
    Beban amortisasi                                    -          (2.321)         (58)           (94)      (2.473)
    Penurunan nilai                                   (11)              -            -              -          (11)
    Pengurangan                                         -             890            2              -          892
    Reklasifikasi/translasi                             -              13            8              4           25
    Saldo, 31 Desember 2023                          (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
   Nilai buku bersih                                1.079           6.608          350            694        8.731


   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Metra, Sigma, TDE, dan Telkomsat masing-
          masing sebesar RpRp467 miliar, Rp220 miliar, Rp149 miliar, Rp91 miliar, Rp77 miliar, dan
          Rp68 miliar. Pengurangan goodwill timbul dari divestasi BDI (Catatan 1e.vi).

   (ii)   Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk periode yang berakhir pada tanggal
          30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing 1-5 tahun. Beban amortisasi
          diakui sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari aset
         takberwujud yang telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing
         sebesar Rp7.782 miliar dan Rp10.604 miliar.




                                                     56
Page 60
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                30 September 2024      31 Desember 2023
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                       307                424
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                           166                161
   Sub-jumlah                                                                   473                585

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                     8.408              12.748
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                         3.635               2.876
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal
      ("KPU")                                                                 1.865               2.399
   Sub-jumlah                                                                13.908              18.023
   Jumlah                                                                    14.381              18.608

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:


                                                                30 September 2024      31 Desember 2023
   Rupiah                                                                 11.116                15.929
   Dolar A.S.                                                              3.143                 2.537
   Lain-lain                                                                  122                   142
   Jumlah                                                                 14.381                18.608

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   (i) Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   (ii) Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   (iii) Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.

   GSD, Telkom Akses, dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa Bank dalam fasilitas pembiayaan
   supply chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok GSD, Telkom Akses, dan Mitratel untuk
   memperoleh pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan
   syarat dan ketentuan tertentu. Pada tanggal 30 September 2024, fasilitas pembiayaan supply chain yang
   digunakan oleh pemasok adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2024       31 Desember 2023
   GSD                                                                       135                     61
   Telkom Akses                                                              102                    115
   Mitratel                                                                  100                     79
   Jumlah                                                                    337                    255

16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

                                                                30 September 2024 31 Desember 2023
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                           6.604            5.813
   Gaji dan tunjangan                                                       3.081            3.909
   Umum, administrasi dan pemasaran                                         3.069            3.114
   Beban bunga dan administrasi bank                                          296              243
   Jumlah                                                                  13.050          13.079

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
                                                   57
Page 61
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                             30 September 2024     31 Desember 2023
      Uang muka pelanggan Mobile                                        3.099                  3.267
      Uang muka pelanggan Enterprise                                    1.770                  1.587
      Uang muka pelanggan WIB                                           1.038                  1.291
      Uang muka pelanggan Consumer                                        245                    244
      Uang muka pelanggan lain-lain                                       518                    459
      Jumlah                                                            6.670                  6.848

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                             30 September 2024     31 Desember 2023
      Uang muka pelanggan WIB                                             941                    795
      Uang muka pelanggan Consumer                                        623                    705
      Uang muka pelanggan Enterprise                                      237                    251
      Uang muka pelanggan lain-lain                                       768                    840
      Jumlah                                                            2.569                  2.591

      Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
    DALAM SATU TAHUN

   a. Utang bank jangka pendek

                                                                         Saldo terutang
      Kreditur                                                30 September 2024 31 Desember 2023
      Pihak berelasi
       Bank Mandiri                                                       3.204                4.013
       BNI                                                                1.662                  903
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                        6                    -
      Sub-jumlah                                                          4.872                4.916
      Pihak ketiga
       PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                                   2.410                 2.547
       MUFG Bank ("MUFG")                                                1.555                 1.155
       Bank of China                                                     1.000                     -
       PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                                       439                   440
       PT Bank UOB Indonesia ("UOB")                                       150                   500
       PT Bank Maspion Indonesia ("Bank Maspion")                          138                     -
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                      91                    92
      Sub-jumlah                                                         5.783                 4.734
      Jumlah                                                            10.655                 9.650




                                                   58
Page 62
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
    DALAM SATU TAHUN (lanjutan)

   a. Utang bank jangka pendek (lanjutan)

      Beberapa informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 30 September
      2024 adalah sebagai berikut:

                                                       Total                                  Periode
                                           Mata      fasilitas         Jatuh tempo          pembayaran   Tingkat suku bunga
                          Peminjam         uang   (dalam miliar)*   fasilitas pinjaman         bunga          per tahun          Jaminan**
      Mandiri
       2020                      Finnet    Rp               500             28 April 2025    Bulanan                1 bulan         Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,30%
          2021 - 2022     Perusahaan,      Rp              6.550         21 Juni 2025 -      Bulanan,         5,50% - 9,00%     Piutang usaha
                        Nutech, Mitratel                            21 September 2025        Kuartalan                          dan aset tetap
      BNI
       2014 - 2022        Perusahaan,      Rp              2.350    7 November 2024 -        Bulanan,         4,80% - 8,50%     Piutang usaha
                           GSD,Sigma                                26 September 2025        Kuartalan                          dan aset tetap
          2017 - 2021     Telkom Infra,    Rp              1.135     18 Februari 2025 -      Bulanan         1 bulan JIBOR +    Piutang usaha
                            Infomedia,                                     6 Juni 2025                         1,75% - 2,50%
                              Metranet
      HSBC
       2014                      Sigmaa    Rp                400     6 November 2024         Bulanan       Under BLR 7,40%      Piutang usaha
       2018 - 2023        Sigma, Metra,    Rp              2.613      4 Oktober 2024 -       Bulanan,       1 bulan JIBOR +         Tidak ada
                        PINS, Metranet,                               31 Agustus 2025        Kuartalan        0,35% - 0,80%
                             Telkomsat,                                                                              3 bulan
                             GSD, TDE                                                                        JIBOR + 2,00%
      MUFG Bank
       2018 - 2019          Infomedia,     Rp              1.616         31 Oktober 2024     Bulanan,        1 bulan JIBOR +        Tidak ada
                          Metra, GSD,                                                        Kuartalan         0,70% - 0,80%
                          Telkom Infra,                                                                               3 bulan
                            Telkomsat                                                                         JIBOR + 0,25%
      Bank of China
       2020                Perusahaan      Rp              1.500         20 Oktober 2024     Kuartalan                5,25%         Tidak ada
      DBS
       2018               Telkom Infra,    Rp               475      30 Oktober 2024 -       Bulanan                1 bulan         Tidak ada
                             Infomedia                                    31 Juli 2025                       JIBOR + 1,20%
      UOB Indonesia
       2016                      Finnet    Rp               500              31 Juli 2025    Bulanan                1 bulan         Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,75%
      Bank Maspion
       2023                   Metranet     Rp               170          26 Oktober 2024     Bulanan                  7,25%         Tidak ada

      *
         Disajikan dalam mata uang asal.
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
      a.
         Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas
      paling sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada
      tanggal 31 Desember 2023, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk
      tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma.
      Waiver dari BNI, Bank DBS, dan HSBC diterima masing-masing pada tanggal 11 Desember 2023,
      18 Desember 2023, dan 22 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2024, Grup telah memenuhi
      ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                                    59
Page 63
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
    DALAM SATU TAHUN (lanjutan)

   b. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

                                                         Catatan 30 September 2024                 31 Desember 2023
      Pinjaman penerusan (two-step loans)                 19a                   41                                84
      Obligasi dan medium-term notes ("MTN")              19b               2.895                                548
      Utang bank                                           19c             13.687                              9.282
      Pinjaman lainnya                                    19d                    -                               362
      Jumlah                                                               16.623                            10.276

19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA

                                                         Catatan      30 September 2024            31 Desember 2023
   Obligasi dan MTN                                       19b                     2.696                        4.795
   Utang bank                                              19c                  19.526                       22.978
   Jumlah                                                                       22.222                       27.773

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 30 September 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                       Tahun
                               Catatan     Jumlah         2025         2026               2027      2028     Selanjutnya
   Obligasi dan MTN             19b          2.696                -            -               -         -        2.696
   Utang bank                    19c        19.526            1.590        5.910           4.089     3.330        4.607
   Jumlah                                   22.222            1.590        5.910           4.089     3.330        7.303

   a. Pinjaman penerusan (two-step loans)

      Pinjaman penerusan (two-step loans) adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah
      yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994
      terutang dalam mata uang asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung
      oleh Perusahaan.

                                                           30 September 2024                      31 Desember 2023
                                                             Saldo terutang                         Saldo terutang
                                                      Mata uang                              Mata uang
                                                         asing            Setara                asing            Setara
                  Kreditur              Mata uang   (dalam jutaan)        Rupiah           (dalam jutaan)        Rupiah
      Bank luar negeri                     Yen                 384               41                   768               84
      Jumlah                                                                     41                                     84
      Bagian yang jatuh tempo
       dalam satu tahun (Catatan 18b)                                              (41)                                 (84)
      Bagian jangka panjang                                                          -                                    -

                                                          Periode jadwal      Pembayaran                Tingkat bunga
                    Kreditur                 Mata uang     pembayaran           bunga                     per tahun
      Bank luar negeri                         Yen         Semesteran         Semesteran                   2,95%

      Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang
      telekomunikasi. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada
      berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.

      Sejak 2008, Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode
      penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.




                                                         60
Page 64
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   a. Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan)

      Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
      i.  Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi 1,2:1 untuk pinjaman
          penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”);
      ii. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi
          20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang
          berasal dari ADB.

      Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas.

   b. Obligasi dan MTN

                                                                             Saldo terutang
      Obligasi dan MTN                                         30 September 2024         31 Desember 2023
      Obligasi
      Obligasi Telkom Tahun 2015
         Seri B                                                                  2.100                       2.100
         Seri C                                                                  1.200                       1.200
         Seri D                                                                  1.500                       1.500
      Obligasi Mitratel Tahun 2024                                                 240                           -
      Sukuk Mitratel Tahun 2024                                                     10                           -
      MTN
       MTN Mitratel 2023                                                           550                         550
      Jumlah                                                                     5.600                       5.350
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                 (9)                         (7)
      Bagian jangka panjang                                                      5.591                       5.343
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam
       satu tahun (Catatan 18b)                                                 (2.895)                       (548)
      Bagian jangka panjang                                                      2.696                       4.795

      i.   Obligasi

           (a) Obligasi Telkom Tahun 2015

                                                                                               Periode     Tingkat
                           Pokok                   Tempat        Tanggal                     pembayaran   bunga per
                Obligasi   utang      Penerbit    pencatatan      terbit      Jatuh tempo       bunga       tahun
               Seri A        2.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2022    Kuartalan    9,93%
               Seri B        2.100   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2025    Kuartalan    10,25%
               Seri C        1.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2030    Kuartalan    10,60%
               Seri D        1.500   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2045    Kuartalan    11,00%
               Total         7.000

               Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
               kekayaan Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah
               ada maupun yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.xi). Bertindak sebagai penjamin
               pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana
               TCW”), PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas
               Indonesia Tbk. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata.
               Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.

               Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya
               emisi, seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro
               network, regional metro junction, information technology application and support, dan
               akuisisi beberapa perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

               Pada tanggal 30 September 2024, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh
               Pefindo adalah idAAA (Triple A).

                                                     61
Page 65
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Obligasi dan MTN (lanjutan)

      i.    Obligasi (lanjutan)

            (a) Obligasi Telkom Tahun 2015 (lanjutan)

                 Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati
                 semua pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
                 (i) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
                 (a) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
                 (b) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

                 Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-
                 rasio tersebut di atas.

            (b) Obligasi Mitratel Tahun 2024

                 Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar Rp240
                 miliar. Bunga obligasi sebesar 6,5% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh tempo
                 obligasi pada tanggal 14 Juli 2025.

                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan
                 obligasi Mitratel 2024. Penerbitan obligasi ini memperoleh peringkat idAAA dari
                 PT Pemeringkat Efek Indonesia.

            (c) Sukuk Mitratel Tahun 2024

                 Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan Sukuk Ijarah berkelanjutan tahap I sebesar
                 Rp10 miliar. Bunga sukuk sebesar 6,5% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh
                 tempo sukuk pada tanggal 14 Juli 2025.

                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan
                 sukuk Mitratel 2024. Penerbitan sukuk ini memperoleh peringkat AAAsy dari PT Pemeringkat
                 Efek Indonesia.

      ii.   MTN

            Pada tanggal 26 September 2023, Mitratel menerbitkan MTN sebesar Rp550 miliar yang
            digunakan untuk mendukung penyediaan dana dalam rangka pendanaan ulang.

            MTN Mitratel 2023 dengan tingkat suku bunga 6,20% per tahun akan jatuh tempo pada tanggal
            26 Oktober 2024.

            Bank Mandiri ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan MTN Mitratel 2023. Penerbitan MTN
            ini memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.




                                                    62
Page 66
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Utang bank

                                                                  30 September 2024               31 Desember 2023
                                                                    Saldo terutang                  Saldo terutang
                                                              Mata uang                       Mata uang
                                                                 asing          Setara           asing          Setara
      Kreditur                                 Mata uang    (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
      Pihak berelasi
       BNI                                        Rp                    -          5.964                -          6.182
       Bank Mandiri                               Rp                    -          4.572                -          3.453
       BSI                                        Rp                    -          3.292                -            509
       BRI                                        Rp                    -          1.727                -            955
      Sub-jumlah                                                                  15.555                          11.099
      Pihak ketiga
       BCA                                        Rp                    -          9.135                -         10.170
       DBS                                        Rp                    -          2.800                -          1.500
       Bank CIMB Niaga                            Rp                    -          1.891                -          2.110
                                                 USD                    6             93                4             60
       Bank of China                              Rp                    -          1.400                -          1.400
       Bank Permata                               Rp                    -          1.125                -          1.313
       HSBC                                       Rp                    -          1.000                -            625
       Bank Danamon                               Rp                    -            204                -            273
       Bank Sindikasi                             Rp                    -              -                -          2.500
                                                 USD                    4             56               10            160
       PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")         Rp                    -             44                -            110
       BJB                                        Rp                    -              -                -            500
       MUFG Bank                                  Rp                    -              -                -            500
       Lain-lain (masing-masing
        di bawah Rp100 miliar)                    Rp                    -              5                -             13
                                                 MYR                    8             28                9             29
      Sub-jumlah                                                                  17.781                          21.263
      Jumlah                                                                      33.336                          32.362
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                 (123)                           (102)
                                                                                  33.213                          32.260
      Utang bank yang jatuh tempo dalam satu
       tahun (Catatan 18b)                                                       (13.687)                         (9.282)
      Bagian jangka panjang                                                       19.526                          22.978




                                                       63
Page 67
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 30 September 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                 Total          Pembayaran
                                               fasilitas           periode                       Periode
                                       Mata     (dalam         berjalan (dalam     Jadwal      pembayaran  Tingkat suku
                        Peminjam       Uang     miliar)*           miliar)*      pembayaran       bunga   bunga per tahun Jaminan**
      BNI
       2018 - 2021           GSD,      Rp          1.332                2.004    2021 - 2024     Kuartalan    5,75% - 8,50%       Piutang
                         Telkomsel                                                                                                 usaha
       2013 - 2022     Perusahaan,     Rp          9.175                1.104    2018 - 2033     Bulanan,             1 bulan     Piutang
                       TLT, Sigma,                                                               Kuartalan   JIBOR + 2,25%;        usaha
                            Mitratel                                                                         3 bulan JIBOR +     dan aset
                                                                                                               0,50% - 1,70%        tetap
      Bank Mandiri
       2018 - 2023     Perusahaan,     Rp          8.975                3.222    2020 - 2029     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                        GSD, PST,                                                                              1,00% - 1,50%
                         Telkomsel
      BSI
       2021 - 2024      Telkomsel,     Rp          3.292                 500     2021 - 2029     Bulanan,     5,50% - 7,82%     Tidak ada
                        Dayamitra                                                              Semesteran
      BRI
       2019 - 2023     Perusahaan,     Rp          3.000                 182     2021 - 2030     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                              DMT                                                                            JIBOR + 0,75%
      BCA
       2020 - 2023     Perusahaan,     Rp          6.500                 540     2024 - 2030     Kuartalan    6,75% - 7,00%     Tidak ada
                            Mitratel
       2020 - 2023     Perusahaan,     Rp          9.186                1.336    2020 - 2031     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                         PST, GSD                                                                              1,00% - 1,50%
      DBS
       2021                 Mitratel   Rp          3.500                 700     2023 - 2028     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,20%
       2023                 Mitratel   Rp          2.000                    -    2023 - 2020     Kuartalan           6,90%      Tidak ada
      Bank CIMB
       Niaga
       2019 - 2022           PINS,     Rp          2.300                 210     2022 - 2029     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                            Mitratel                                                                           1,30% - 1,95%
      Bank of China
       2019              Telkomsel     Rp          1.400                1.400    2021 - 2025      Bulanan             4,90%     Tidak ada
      Bank Permata
       2020 - 2022          Mitratel   Rp          2.000                 187     2021 - 2029     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,30%
      HSBC
       2021 - 2023          Mitratel   Rp          1.250                 125     2023 - 2030     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                               1,50% - 1,85%
      Bank Danamon
       2022                 Mitratel   Rp            636                   91    2022 - 2025     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,50%
      Bank Sindikasi
       2018                    Telin   USD                 0                0    2020 - 2025   Semesteran           6 bulan     Tidak ada
                                                                                                              SOFR + 1,55%
      ANZ
       2015             GSD, PINS      Rp            440                   78    2020 - 2025     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                               1,40% - 2,00%
      BJB
       2023              Telkomsel     Rp          1.000                1.750    2023 - 2025      Bulanan             5,85%     Tidak ada
      MUFG Bank
       2021                 Mitratel   Rp            500                 500     2022 - 2028     Kuartalan          3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,15%

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.




                                                                 64
Page 68
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Utang bank (lanjutan)

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
      termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup telah
      memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk tidak mensyaratkan pembayaran
      sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma dan GSD. Waiver dari BNI, Bank
      Mandiri, dan BCA diterima masing-masing pada tanggal 11 Desember 2023, 13 Desember 2023, dan
      22 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2024, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai
      rasio keuangan tersebut.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
      usaha dan keperluan investasi.

   d. Pinjaman lainnya

                                                                          Saldo terutang
      Kreditur                                                30 September 2024    31 Desember 2023
      PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
       ("Sarana Multi Infrastruktur")                                           -                    362
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                             -                      -
      Jumlah                                                                    -                    362
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
       tahun (Catatan 18b)                                                      -                   (362)
      Bagian jangka panjang                                                     -                       -

      Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan dan Telkomsat telah melunasi pinjaman lainnya
      tersebut.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                              30 September 2024     31 Desember 2023
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
    Telkomsel                                                               9.396                  11.108
    Mitratel                                                                8.665                   9.106
    Lain-lain                                                                 588                     604
   Jumlah                                                                  18.649                  20.818

                                                                    2024                    2023
   Kepentingan nonpengendali atas laba
    periode berjalan entitas anak:
     Telkomsel                                                              4.870                   5.464
     Mitratel                                                                 432                     403
     Lain-lain                                                                 44                      23
   Jumlah                                                                   5.346                   5.890




                                                 65
Page 69
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah
   kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 30 September 2024
   dan 31 Desember 2023, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-
   masing adalah sebesar 30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum penyesuaian
   dan eliminasi antar perusahaan.

   Ringkasan laporan posisi keuangan:

                                                  Telkomsel                             Mitratel
                                        30 September    31 Desember         30 September      31 Desember
                                            2024            2023                2024              2023
   Aset lancar                                 14.089          20.505               2.832             3.420
   Aset tidak lancar                           95.722          92.461              54.145            53.590
   Liabilitas jangka pendek                   (41.656)        (40.009)            (11.132)          (11.071)
   Liabilitas jangka panjang                  (43.145)        (42.308)            (12.244)          (11.901)
   Jumlah ekuitas                              25.010          30.649              33.601            34.038
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                      15.614            19.541            24.936           24.932
    Kepentingan nonpengendali                   9.396            11.108             8.665            9.106

   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                  Telkomsel                            Mitratel
                                            2024            2023                2024            2023
   Pendapatan                                  85.209          73.193               6.818           6.273
   Beban operasi                              (62.447)        (50.480)             (3.764)         (3.614)
   Beban lain-lain - bersih                    (1.786)         (1.682)             (1.418)         (1.118)
   Laba sebelum pajak penghasilan              20.976          21.031               1.636           1.541
   Beban pajak penghasilan - bersih            (4.747)         (4.656)               (104)           (110)
   Laba periode berjalan                       16.229          16.375               1.532           1.431
   Penghasilan komprehensif
    lain - bersih                                 150                 -                  -                -
   Jumlah laba komprehensif
    periode berjalan                          16.379            16.375              1.532            1.431

   Diatribusikan kepada
    kepentingan nonpengendali                   4.870            5.464                432              403
   Dividen yang dibayar kepada
    kepentingan nonpengendali                   6.627            9.267                407              484

   Ringkasan laporan arus kas:
                                                  Telkomsel                            Mitratel
                                            2024            2023                 2024             2023
   Kegiatan operasi                            31.783          31.573                5.673           3.350
   Kegiatan investasi                         (11.423)         (9.995)              (1.605)         (3.701)
   Kegiatan pendanaan                         (24.035)        (24.107)              (4.181)         (3.548)
   Penurunan bersih kas
    dan setara kas                              (3.675)           (2.529)              (113)        (3.899)




                                                  66
Page 70
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM

                                                                                          30 September 2024
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan              disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.538.893.880                       4,58             227
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                           0                  0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                           0                  0
     Afriwandi                                                              6.995.200                           0                  0
     Heri Supriadi                                                          7.242.700                           0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                           0                  0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                           0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                           0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                           0                  0
     Honesti Basyir                                                         3.250.844                           0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0               0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              42.837.251.161                      43,33           2.146
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

                                                                                          31 Desember 2023
                                                                                              Persentase            Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan              disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             3.973.451.980                       4,02             199
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                       6.016.355                          0                  0
     Bogi Witjaksono                                                         4.130.400                          0                  0
     Afriwandi                                                               4.172.900                          0                  0
     Heri Supriadi                                                           4.170.400                          0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                       7.806.900                          0                  0
     Herlan Wijanarko                                                        4.172.900                          0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                   4.130.400                          0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                    4.585.400                          0                  0
     Honesti Basyir                                                            370.544                          0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       1.968.000                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                1.968.000                          0               0
     Ismail                                                                  1.968.000                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                2.014.800                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      1.968.000                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.436.968.061                      43,89           2.174
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

   *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.




                                                                 67
Page 71
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA

                                                                                 30 September 2024                     31 Desember 2023
   Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
    nonpengendali pada entitas anak                                                                     8.364                             8.364
   Selisih kurs karena penjabaran                                                                         703                               844
   Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                                   386                               386
   Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
    tersedia untuk dijual                                                                                   8                                 8
   Komponen ekuitas lainnya                                                                                37                                37
   Jumlah                                                                                               9.498                             9.639

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                          2024                  Mobile      Consumer       Enterprise       WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      4.770              -             -          137                    -                      4.907
       Telepon tidak bergerak                           -              -           269           67                    -                        336
   Jumlah pendapatan telepon                        4.770              -           269          204                    -                      5.243
   Pendapatan interkoneksi                            267              -             -        6.608                    -                      6.875
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  54.509               -                -           -                  -                     54.509
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                    -              -         8.532        2.060                 -                        10.592
       SMS                                          2.635              -            14            -                 -                         2.649
       Lain-lain                                      117              -         1.321          770               599                         2.807
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               57.261             -           9.867        2.830               599                        70.557
   Pendapatan jaringan                                 3             -             999        1.243                 -                         2.245
   Pendapatan IndiHome                                 -        19.626               -            -                 -                        19.626
   Layanan lainnya
     Call center service                               -            -              951              -               -                           951
     E-payment                                        12            -              885              -               -                           897
     Manage service dan terminal                       -            1              712              4               -                           717
     E-health                                          -            -              555              -               -                           555
     Lain-lain                                       558           15              906            244             553                         2.276
   Jumlah layanan lainnya                            570           16            4.009            248             553                         5.396
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     62.871        19.642          15.144       11.133             1.152                      109.942
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -             -               -        2.277                 -                        2.277
   Jumlah pendapatan                              62.871        19.642          15.144       13.410             1.152                      112.219
   Penyesuaian dan eliminasi                           -             2               6            -              (419)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            62.871        19.644          15.150       13.410               733


                          2023                  Mobile      Consumer       Enterprise       WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      7.324           -                -          122                    -                      7.446
       Telepon tidak bergerak                           -         332              447           87                    -                        866
   Jumlah pendapatan telepon                        7.324         332              447          209                    -                      8.312
   Pendapatan interkoneksi                            219           -                -        6.408                    -                      6.627
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  53.529               -                -           -                  -                     53.529
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                    -          76            5.624        1.651                 -                         7.351
       SMS                                          2.484           -               19            -                 -                         2.503
       Lain-lain                                       47           -            1.499          784               157                         2.487
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               56.060            76           7.142        2.435               157                        65.870
   Pendapatan jaringan                                 3             -             847          937                 -                         1.787
   Pendapatan IndiHome                                 -        19.309           2.476            -                 -                        21.785
   Layanan lainnya
     Call center service                               -            -            1.002              -               -                         1.002
     Manage service dan terminal                       -            -              597             11               -                           608
     E-health                                          -            -              554              -               -                           554
     E-payment                                         -            -              445              -               -                           445
     Lain-lain                                       182           24            1.077            241             636                         2.160
   Jumlah layanan lainnya                            182           24            3.675            252             636                         4.769
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     63.788        19.741          14.587       10.241               793                      109.150
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -             -               -        2.088                 -                        2.088
   Jumlah pendapatan                              63.788        19.741          14.587       12.329               793                      111.238
   Penyesuaian dan eliminasi                           -             7              10            2              (501)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            63.788        19.748          14.597       12.331               292




                                                                  68
Page 72
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

   Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
   belum diselesaikan pada tanggal 30 September 2024 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
   periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal
   30 September 2024, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar
   Rp8.977 miliar dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp4.799 miliar.

   Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
   yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
   tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 32 tahun yang akan
   berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
   berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

   Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                   2023
   Gaji dan tunjangan                                                        7.420                   7.188
   Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                     3.004                   2.884
   Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
    lainnya (Catatan 30)                                                     1.306                   1.356
   Program pensiun dini                                                      1.180                       0
   Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                   208                     218
   Lain-lain                                                                    38                      32
   Jumlah                                                                   13.156                  11.678

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                    2023
   Operasi dan pemeliharaan                                                 17.528                  17.152
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                           5.753                   5.536
   Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE")                        2.398                   2.009
   Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15)                            2.184                   2.068
   Listrik, gas, dan air                                                       802                     619
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                  464                     553
   Manajemen proyek                                                            284                     351
   Asuransi                                                                    224                     194
   Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung                                      206                     225
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             134                     157
   Jumlah                                                                   29.977                  28.864

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                   69
Page 73
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                    2023
   Beban umum                                                               1.926                   1.852
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                 989                     686
   Jasa profesional                                                           456                     531
   Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen                                       349                     288
   Perjalanan                                                                 311                     329
   Rapat                                                                      280                     222
   Sumbangan sosial                                                           179                     164
   Beban penagihan                                                            127                     121
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            307                     327
   Jumlah                                                                   4.924                   4.520

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka
                                                            30 September 2024         31 Desember 2023
      Perusahaan:
        Pajak penghasilan ("PPh")
          Pasal 22 - Pembelian barang                                            -                      0
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                             -                    238
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                            567                       -
          Pasal 4(2) - Pajak final                                              19                       1
          Pasal 22 - Pembelian barang                                            3                       -
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                           215                       4
        PPN                                                                  1.830                   1.669
      Jumlah pajak dibayar di muka                                           2.634                   1.912
      Bagian jangka pendek                                                  (2.634)                 (1.912)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                         -                       -

   b. Klaim restitusi pajak
                                                             30 September 2024        31 Desember 2023
      Perusahaan
       PPh Badan                                                              544                     271
       PPh 21                                                                   2                       2
       PPN                                                                    174                     164
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                              585                     699
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                               3                      10
       PPN                                                                     509                     476
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                         1.817                   1.622
      Bagian jangka pendek                                                      (5)                    (16)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                     1.812                   1.606




                                                   70
Page 74
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Utang pajak

                                                           30 September 2024       31 Desember 2023
      Perusahaan:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                            25                       33
        Pasal 21 - PPh pribadi                                              12                      102
        Pasal 22 - Pembelian barang                                          1                        2
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          12                       24
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                        2                      122
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                               -                        0
       PPN                                                                 330                      170
       PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                                  112                      163
                                                                           494                      616
      Entitas anak:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                           241                       317
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             158                       182
        Pasal 22 - Pembelian barang                                          5                         9
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                         142                       152
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                      618                       539
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                               6                        10
        Pasal 29 - PPh Badan                                               378                     1.672
       PPN                                                                 238                       399
       PPN WAPU                                                            856                       629
                                                                         2.642                     3.909
      Jumlah utang pajak                                                 3.136                     4.525

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                  2024                      2023
      Kini
        Perusahaan                                                         736                     1.122
        Entitas anak                                                     5.158                     5.775
                                                                         5.894                     6.897
      Tangguhan
       Perusahaan                                                          389                       496
       Entitas anak                                                        313                      (500)
                                                                           702                        (4)
      Beban pajak penghasilan bersih                                     6.596                     6.893




                                                 71
Page 75
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
      sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                   2023
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                          29.617                 32.282
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                            17.904                 18.019
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                      47.521                50.301
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan             (28.644)              (29.156)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                      18.877                 21.145
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final                                        (436)
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                            18.877                 20.709

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                  (30)                   (68)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                            33                      5
      Sewa                                                                      (1)                    (7)
      Provisi imbalan karyawan                                                  (4)                  (365)
      Hak atas tanah, aset tak berwujud dan lainnya                             51                     26
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
       berkala bersih                                                         (174)                (1.110)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
       dan pajak                                                            (1.896)                (1.444)
      Beban yang masih harus dibayar dan
       provisi persediaan usang                                               (151)                    21
      Biaya kontrak                                                              3                     62
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                      (2.169)                (2.880)
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                   272                   190
      Sumbangan                                                              154                   181
      Imbalan karyawan                                                         9                    19
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak               (13.348)              (12.724)
      Lain-lain                                                              223                   174
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                      (12.690)              (12.160)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                  4.018                 5.669
      Beban pajak penghasilan kini                                           649                 1.077
      Beban pajak penghasilan final                                           87                    45
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                       736                 1.122
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                          5.158                 5.775
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                  5.894                 6.897




                                                  72
Page 76
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:

                                                                        2024                  2023
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                             29.617                32.282
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                      (5.709)               (4.394)
                                                                               23.908                27.888

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                               4.543                 5.299
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                     556                   587
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
       perpajakan                                                               1.116                   876
      Beban pajak penghasilan final                                                88                    45
      Penyesuaian pajak tangguhan                                                 (16)                 (104)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                             8                     4
      Lain-lain                                                                   301                   186
      Beban pajak penghasilan bersih                                            6.596                 6.893

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode sembilan bulan
      yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
      2023. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode sembilan bulan yang berakhir
      pada tanggal 30 September 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i)   Perusahaan

            Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan
            menerima sejumlah ketetapan dan putusan pajak untuk beberapa tahun pajak. Pada tanggal 10
            Maret 2023, Perusahaan telah menerima SKPKB dan STP PPN WAPU Masa Mei 2020 senilai
            Rp0,6 miliar (termasuk denda Rp0,3 miliar), SKPN dan STP PPN JKP dari Luar Daerah Pabean
            senilai Rp0,1 miliar, dan SKPLB PPN Dalam Negeri Masa Mei 2020 senilai Rp0,3 miliar.
            Perusahaan menyetujui seluruh koreksi dan telah melakukan pembebanan atas denda dan
            koreksi pemeriksaan senilai Rp0,8 miliar pada laporan laba rugi tahun 2023. Pada tanggal 25 Mei
            2023, Perusahaan menerima Putusan Mahkamah Agung Nomor 1365/B/PK/Pjk/2023 yang
            menolak permohonan peninjauan kembali DJP atas sengketa PPh Badan tahun 2015, dengan
            adanya Putusan tersebut maka seluruh jenis pajak tahun 2015 telah berkekuatan hukum tetap.
            Pada bulan Maret, April dan Juni 2023 Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
            Pajak untuk PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun 2019 dan 2020, PPN Tahun
            2020 (selain Masa Mei) dan untuk seluruh jenis pajak Tahun 2021.



                                                        73
Page 77
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (i)    Perusahaan (lanjutan)

             Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024, Perusahaan menerima
             sejumlah ketetapan pajak atas hasil audit PPN Tahun Pajak 2020 (selain masa Mei). Pada bulan
             Januari dan Maret 2024, Perusahaan menerima SKPKB, SKPN dan STP PPN WAPU senilai
             Rp4,6 miliar (termasuk denda Rp0,7 miliar), SKPKB, SKPN dan STP PPN JKP dari Luar Daerah
             Pabean senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp0,1 miliar), SKPKB PPN Dalam Negeri senilai
             Rp0,2 miliar dan SKPLB PPN Dalam Negeri senilai Rp63,7 miliar. Perusahaan menyetujui
             seluruh koreksi dan telah melakukan pembebanan atas denda dan koreksi pemeriksaan senilai
             Rp8,8 miliar pada laporan laba rugi tahun 2024. Pada bulan Februari dan April 2024, Perusahaan
             menerima restitusi pajak senilai Rp57,6 Miliar atas pemeriksaan PPN Tahun Pajak 2020 (selain
             masa Mei). Pada bulan Mei dan Agustus 2024, Perusahaan juga telah menerima restitusi pajak
             senilai Rp37,9 miliar atas pembatalan STP PPN JKP Dari Luar Daerah Pabean Tahun 2015 dan
             PPN Ekspor JKP (Jasa Interkoneksi) Tahun 2016.

             Pada bulan Juli 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
             untuk seluruh jenis pajak tahun 2023. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini,
             proses pemeriksaan pajak untuk PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun 2019
             dan 2020, serta untuk seluruh jenis pajak untuk Tahun 2021 dan Tahun 2023 masih berlangsung.

             Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat ketetapan pajak yang
             masih dalam proses keberatan, banding dan peninjauan kembali.

      (ii)   Telkomsel

             Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, Telkomsel
             menerima surat putusan dari Mahkamah Agung yang menolak sepenuhnya permohonan
             peninjauan kembali yang diajukan oleh otoritas pajak atas putusan pengadilan pajak untuk PPN
             tahun pajak 2014 dan 2015. Sehingga, Telkomsel telah menerima seluruh keputusan final yang
             berkekuatan hukum tetap (in-kracht) sehingga tidak ada tambahan utang pajak untuk PPN tahun
             pajak 2014 dan 2015. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
             2023, Telkomsel tidak menerima surat ketetapan pajak dan restitusi pajak.

             Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, Telkomsel
             menerima sejumlah ketetapan pajak. Pada tanggal 25 Juli dan 23 Agustus 2024, Telkomsel
             menerima surat perintah pemeriksaan pajak masing-masing untuk tahun pajak 2019 dan 2023.
             Selanjutnya, pada tanggal 30 September 2024, Telkomsel menerima SKPKB sebesar Rp6 miliar
             (termasuk denda sebesar Rp2 miliar) untuk PPN masukan tahun pajak 2019, dimana Telkomsel
             bertindak sebagai pemungut PPN (WAPU). Telkomsel menerima seluruh ketetapan pajak dan
             berencana untuk mengkompensasi kurang bayar pajak sebesar Rp4 miliar pada PPN dibayar
             dimuka sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku, dan mencatat beban pajak tambahan untuk
             denda. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan
             pajak untuk tahun pajak 2023 masih dalam proses.




                                                    74
Page 78
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (ii) Telkomsel (lanjutan)

          Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Telkomsel memiliki sejumlah
          ketetapan pajak yang sedang dalam proses banding sebagai berikut:


                                                                         30 September 2024
                                                                          31 Desember 2023
                                                                     Banding            Lainnya
          Klaim restitusi pajak:
          PPh Badan
             Tahun pajak 2018                                                   35                   -
             Tahun pajak 2015                                                  294                   -
             Tahun pajak 2014                                                    2                   -
          PPh
             Tahun pajak 2015                                                    -                   0
          PPN
             Tahun pajak 2014                                                    -                   0
                                                                               331                   0
          Ketetapan pajak tanpa adanya klaim restitusi pajak:
          PPh Badan                                                             35                   -

          Klaim restitusi pajak yang dikategorikan sebagai “Lainnya” masing-masing sebesar Rp9 juta dan
          Rp114 juta terkait dengan PPN tahun 2014 dan PPh tahun 2015 merupakan jumlah yang telah
          dikompensasikan dengan denda pajak oleh Otoritas Pajak pada saat restitusi dilakukan, dimana
          surat pajak terkait belum diterima oleh Telkomsel.

          Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
          posisinya. Perusahaan menentukan bahwa provisi terkait dengan ketetapan pajak tidak
          diperlukan.




                                                   75
Page 79
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan

      Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:

                                                                    Aset dan liabilitas pajak tangguhan       (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                      pada laporan posisi keuangan                 laporan laba rugi
                                                                 30 September 2024       31 Desember 2023        2024             2023
      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                   826                   831               (5)            (13)
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                                          789                   822              (33)           (211)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                      93                   430             (337)           (224)
      Provisi imbalan karyawan                                                  298                   299                (1)           (69)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                             27                    21                 6              1
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                              39                    29               10               5
      Beban yang masih harus dibayar dan provisi
        persediaan usang                                                          57                   86              (29)               4
      Sewa                                                                         (1)                  -               (1)              (1)
      Kapitalisasi biaya kontrak                                                  15                   14                1              12
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                                 2.143                2.532             (389)           (496)
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                                 1.477                1.385              134            142
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    319                  205              114             78
      Sewa                                                                       220                  554             (334)             (3)
      Liabilitas kontrak                                                         374                  400               (26)          236
      Pengukuran nilai wajar
        atas instrumen-instrumen keuangan                                           -                                     -                 6
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                   (1.278)              (1.228)             (51)           132
      Amortisasi lisensi                                                        (174)                (171)               (3)            (8)
      Biaya kontrak                                                               (28)                 (46)             18              (1)
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                                      (237)                (165)             (72)            (19)
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                                    673                  934             (220)           563
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                         627                  704              (65)            (30)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                  (869)                (841)             (28)            (33)
      Beban (manfaat) pajak tangguhan                                                                                 (702)              4
      Aset pajak tangguhan - bersih                                            3.443                4.170
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                       (869)                (841)



      Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah agregat perbedaan temporer yang
      terkait dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang
      tidak diakui adalah masing-masing sebesar Rp78.919 miliar dan Rp79.794 miliar.

      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.

   g. Administrasi

      Di bulan Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi
      Peraturan Perpajakan, yang antara lain mengatur tarif pajak penghasilan dan PPN. Mulai 1 Januari
      2022, Grup menerapkan tarif pajak penghasilan atas penghasilan kena pajak karyawan sesuai ayat
      (1) huruf a Pasal 17 Bab III, serta mulai 1 April 2022 tarif PPN berubah menjadi 11%. Perusahaan
      memastikan kesiapan surrounding billing system, aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta
      membangun koordinasi yang intensif antar unit yang terkait untuk mempersiapkan penerapan aturan
      tersebut.




                                                                  76
Page 80
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Pada bulan Februari 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 9/2022 tentang
      Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 51/2008 tentang Pajak Penghasilan atas
      Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Perusahaan memastikan aspek administrasi dan legal atas
      transaksi dan membangun koordinasi yang solid antar unit terkait untuk mempersiapkan penerapan
      aturan tarif pajak penghasilan untuk usaha jasa konstruksi yang diatur dalam pasal 3 ayat (1)
      peraturan tersebut.

      Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
      tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
      yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
      aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
      terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.

      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2023
      tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi serta Peraturan Menteri Keuangan No. 168
      tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi yang akan berlaku mulai 1 Januari 2024. Dengan
      adanya ketentuan tersebut, terdapat perubahan mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 Karyawan
      yang sebelumnya menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan
      menjadi menggunakan tarif efektif rata-rata (TER) untuk pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21
      yang diatur dalam peraturan pemerintah tersebut. Perusahaan memastikan dilakukannya koordinasi
      intensif antar unit yang terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.

      Pada bulan Juni 2024, Pemerintah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 6 tahun 2024
      tentang Penggunaan Nomor Induk Kependudukan, Nomor Induk Kependudukan Sebagai Nomor
      Pokok Wajib Pajak dengan Format 16 (Enam Belas) Digit, dan Nomor Identitas Tempat Kegiatan
      Usaha Dalam Layanan Administrasi Perpajakan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2024. Dengan adanya
      ketentuan tersebut, Wajib Pajak baik di tempat tinggal, tempat kedudukan, maupun tempat kegiatan
      usaha menggunakan Nomor Induk Kependudukan (“NIK”) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak
      (“NPWP”), NPWP dengan format 16 (enam belas) digit dan Nomor Indentitas Tempat Kegiatan Usaha
      (“NITKU”) dalam layanan administrasi yang diselenggaraan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Pihak
      Lain; dan Pihak lain yang menyelenggarakan layanan administrasi yang mencantumkan NPWP harus
      menggunakan NIK sebagai NPWP dan NPWP dengan format 16 (enam belas) digit.

28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp17.675 miliar dan Rp19.499 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang
   berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan
   rata-rata tertimbang atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan
   transaksi pembelian saham kembali selama periode berjalan.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp178,42 dan Rp196,84 (dalam jumlah penuh) untuk
   periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023. Perusahaan tidak
   memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 September 2024 dan 2023.




                                                   77
Page 81
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
   No. 73 tertanggal 30 Mei 2023 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2022 sebesar Rp16.603 miliar (Rp167,59 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 5 Juli 2023.

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
   No. 04 tertanggal 3 Mei 2024 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2023 sebesar Rp17.683 miliar (Rp178,50 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 29 Mei 2024.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
   masing adalah sebesar Rp15.337 miliar.

30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Pensiun
      Perusahaan - funded                             30a.i.a
       Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                 3.628                   3.666
       Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                   43                      44
      Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                    168                     258
      Telkomsel                                        30a.ii                  5.039                   4.726
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                      8.878                   8.694
    Imbalan kesehatan pasca kerja                        30b                   1.742                   1.470
    Imbalan pasca kerja lainnya                          30c                     184                     244
    Imbalan tunjangan masa kerja                         30d                       1                       1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                             30e                 1.095                  1.005
   Jumlah                                                                   11.900                 11.414

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                   Catatan              2024                    2023
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                             30a.i.a
     Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                     412                     487
     Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                      2                       2
    Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                      (32)                     41
    Telkomsel                                        30a.ii                      498                     473
   Beban pensiun berkala-bersih                       24                         880                   1.003
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                  24,30b                       272                    190
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                24,30c                        14                     16
   Beban imbalan tunjangan masa kerja               24,30d                         0                      1
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                 24,30e                       140                     146
   Jumlah                                                                      1.306                   1.356


                                                   78
Page 82
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan
   program pensiun manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                   Funded                                   Imbalan kesehatan
                                                                 Manfaat pasti                                   pasca kerja
                                                    Perusahaan                   Telkomsel                       Perusahaan
                                                                                                        Liabilitas           Aset
                                              Liabilitas      Aset         Liabilitas       Aset        imbalan           program
                                               manfaat      program        manfaat        program      kesehatan         kesehatan
                                               pensiun      pensiun        pensiun        pensiun      pasca kerja      pasca kerja       Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                    23.718        (20.052)          5.796       (1.070)         14.624            (13.154)     9.862

   Beban jasa                                       221              -            260             -               -                 -        481
   Biaya transfer pegawai                              -             -              -             -               -                 -          -
   Beban bunga (pendapatan bunga)                 1.150           (978)           289           (52)            724              (650)       483
   Beban administrasi program                        (89)           89              -             1               -              198         199
   Penghasilan bunga dari batas atas aset              -             -              -             -               -                 -          -
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                   34              -               -            -                -                 -        34
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                               1.316           (889)           549           (51)            724              (452)      1.197

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                    (267)            -             (84)           -             116                  -       (235)
     Perubahan asumsi demografi                        -             -             (94)           -               -                  -        (94)
     Perubahan asumsi keuangan                         -             -               -            -               -                  -          -
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -          267                -           9                 -             (116)       160
   Perubahan pada batas atas aset                      -            -                -           -                 -                -          -
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                  (267)         267             (178)          9              116              (116)       (169)

   Kontribusi pemberi kerja                           -           (431)             -           (13)               -                 -       (444)
   Kontribusi peserta program pensiun                11            (11)             0            (1)               -                 -         (1)
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                 (1.461)        1.461               -            -            (480)              480           -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (34)            -              (1)          (1)               -                 -        (36)
   Kewajiban dari karyawan yang dialihkan              -             -               -            -                -                 -          -
   Efek atas pengalihan bisnis
     Indihome ke Telkomsel                            -              -               -            -               -                 -           -
   Saldo akhir, 30 September 2024                23.283        (19.655)          6.166       (1.127)         14.984           (13.242)     10.409
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.628                          5.039                        1.742                        10.409




                                                                          79
Page 83
                                   PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                          Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                               yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                    (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan
   program pensiun manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):

                                                                    Funded                                         Imbalan kesehatan
                                                                  Manfaat pasti                                         pasca kerja
                                                  Perusahaan                         Telkomsel                         Perusahaan
                                                                                                                Liabilitas         Aset
                                              Liabilitas       Aset            Liabilitas          Aset         imbalan          program
                                              manfaat        program           manfaat           program       kesehatan        kesehatan
                                              pensiun        pensiun           pensiun           pensiun       pasca kerja     pasca kerja              Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2023                     23.136       (18.902)              5.128            (853)          12.878         (12.878)                8.509

   Beban jasa                                       326               -                331               -                 -                     -           657
   Biaya transfer pegawai                             (2)             2                  -               -                 -                     -             -
   Beban bunga (pendapatan bunga)                 1.573          (1.295)               369             (67)              913                  (898)          595
   Beban administrasi program                      (126)           126                   -               0                 -                  187            187
   Penghasilan bunga dari batas atas aset              -              -                  -               -                 -                     3             3
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                   50                  -                  -              -                  -                  -             50
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                               1.821          (1.167)               700             (67)              913                  (708)         1.492

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                     91                  -                (76)             -            (907)                    -           (892)
     Perubahan asumsi demografi                       -                  -                  -              -               -                     -              -
     Perubahan asumsi keuangan                      906                  -                (40)             -           2.349                     -          3.215
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -           (473)                    -          25                     -                (89)          (537)
   Perubahan pada batas atas aset                      -              -                     -           -                     -                (88)           (88)
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                  997            (473)               (116)           25              1.442                  (177)         1.698

   Kontribusi pemberi kerja                           -          (1.635)                    -           (4)                   -                  -         (1.639)
   Kontribusi peserta program pensiun                17             (17)                    -            -                    -                  -              -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                 (1.972)        1.972                 (149)               -             (586)                586            (149)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (50)                -               -               -                    -                  -            (50)
   Kewajiban dari karyawan yang dialihkan              -                 -             233            (171)                   -                  -            62
   Efek atas pengalihan bisnis
     Indihome ke Telkomsel                         (231)           170                   -               -                (23)                  23             (61)
   Saldo akhir, 31 Desember 2023                 23.718         (20.052)             5.796          (1.070)           14.624               (13.154)         9.862
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.666                              4.726                             1.470                                9.862


   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut:
                                                                                                                                   Perusahaan dan
                                                                                   Perusahaan                                        entitas anak
                                                                                            Imbalan             Imbalan           Kewajiban pensiun
                                                                              Manfaat     pasca kerja            khusus            undang-undang
                                                           Unfunded          tambahan        lainnya           masa kerja          ketenagakerjaan      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                                    258                  44           244                   1                     1.005        1.552
   Beban jasa                                                       6                  0              4                  0                       135          145
   Beban bunga                                                    12                   2             11                   -                        5           30
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                               18                  2               15                 0                      140          175

   Laba aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                           -                 -                -                  -                      (23)         (23)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                                   (58)                (3)             (75)               -                       (23)         (159)
   Divestasi                                                        -                  -                -                -                        (3)           (3)
   Penyelesaian Pensiun Dini                                      (50)                 -                0                -                        (1)          (51)
   Saldo akhir, 30 September 2024                                168                 43              184                 1                    1.095         1.491




                                                                             80
Page 84
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):

                                                                                                                                              Perusahaan dan
                                                                                 Perusahaan                                                     entitas anak
                                                                                       Imbalan                          Imbalan              Kewajiban pensiun
                                                                            Manfaat   pasca kerja                       khusus                undang-undang
                                                           Unfunded        tambahan     lainnya                        masa kerja             ketenagakerjaan                   Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2023                                   522              44           268                               1                          928                     1.763
   Beban jasa                                                    22                 -           7                               1                          152                       182
   Beban bunga                                                   32                3           15                                -                           65                      115
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                                 54                 3                   22                           1                        217                  297

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                         (246)               (1)                  2                           -                         (41)                (286)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                                    (53)               (2)                 (38)                         (1)                     (102)                (196)
   Efek atas pengalihan bisnis Indihome ke Telkomsel               (19)               0                   (10)                          -                         3                   (26)
   Saldo akhir, 31 Desember 2023                                  258                44                  244                           1                      1.005                1.552


   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
   30 September 2024 dan 2023, sebagai berikut:

                                                                                                                                                 Perusahaan dan
                                                                          Perusahaan                                                   Telkomsel anak perusahaan
                                                                                                    Imbalan                                         Kewajiban
                                                                              Imbalan                 pasca     Imbalan                              penisiun
                                          Manfaat       Manfaat              kesehatan                kerja      khusus                 Manfaat   undang-undang
   2024                                    pasti       tambahan   Unfunded pasca kerja               lainnya   masa kerja                pasti   ketenagakerjaan                 Jumlah
   Beban jasa                                 221             -           6        198                     4            0                   260              135                     824
   Beban bunga                                172             2         12          74                    11            0                   237                5                     513
   Beban bunga pada batas atas aset               -           -           -           -                     -           -                      -               -                        -
   Beban administrasi program                     -           -           -           -                     -           -                      1               -                        1
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan          34           -           -           -                     -           -                      -               -                      34
   Beban pensiun berkala bersih               427             2         18         272                    15            0                   498              140                   1.372
   Penyelesaian Pensiun Dini                      -           -         (50)          -                    (1)          -                      -               -                      (51)
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                     (15)         -              -                   -              -               -                 -                      -             (15)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                       412           2            (32)            272             14                  0               498                  140             1.306


                                                                                                                                                         Perusahaan dan
                                                                          Perusahaan                                                    Telkomsel        anak perusahaan
                                                                                                    Imbalan                                                 Kewajiban
                                                                                  Imbalan             pasca             Imbalan                              penisiun
                                          Manfaat       Manfaat                  kesehatan            kerja             khusus             Manfaat        undang-undang
   2023                                    pasti       tambahan   Unfunded       pasca kerja         lainnya           masa kerja           pasti        ketenagakerjaan         Jumlah
   Beban jasa                                  251            0         16                -                 5                  1              247                     129            649
   Beban bunga                                 210            2         25               5                 11                   -             226                      17            496
   Beban bunga pada batas atas aset               -           -           -              4                  -                   -                 -                     -              4
   Beban administrasi program                     -           -           -            181                  -                   -                 -                     -            181
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan          50           -           -               -                 -                   -                 -                     -             50
   Beban pensiun berkala bersih                511            2         41             190                 16                  1              473                     146          1.380
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                     (24)         -              -               -                      -               -                 -                      -         (24)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                       487           2            41           190                 16                  1               473                    146           1.356




                                                                           81
Page 85
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun

      i.   Perusahaan

           (b) Funded

               (ii)   Manfaat pasti

                      Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
                      yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
                      undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
                      Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
                      Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
                      Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
                      peserta.

                      Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                      dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
                      membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
                      Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode sembilan bulan yang
                      berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                      31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar Rp431 miliar dan Rp1.635 miliar.

                      Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
                      dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
                      diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
                      aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
                      hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
                      saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
                      Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
                      liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
                      yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
                      ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
                      dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
                      menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
                      risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
                      buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
                      aset.




                                                    82
Page 86
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)   Manfaat pasti (lanjutan)

                     Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset program manfaat pasti
                     terdiri dari:
                                                                        30 September 2024                        31 Desember 2023
                                                             Harga kuotasian        Tidak memiliki     Harga kuotasian      Tidak memiliki
                                                              di pasar aktif       harga kuotasian      di pasar aktif     harga kuotasian
                     Kas dan setara kas                                   801                      -                559                    -
                     Instrumen ekuitas:
                       Keuangan                                        1.523                       -              1.799                    -
                       Barang konsumen primer                             45                       -                 98                    -
                       Bahan baku                                        240                       -                276                    -
                       Infrastruktur                                     608                       -                741                    -
                       Energi                                            216                       -                161                    -
                       Teknologi                                          37                       -                 41                    -
                       Perindustrian                                     249                       -                267                    -
                       Barang konsumen non-primer                        505                       -                516                    -
                       Properti dan real estate                          113                       -                112                    -
                       Kesehatan                                         198                       -                209                    -
                       Transportasi dan logistik                           7                       -                  7                    -
                     Reksadana berbasis saham                            200                       -                376                    -
                     Instrumen keuangan pendapatan tetap:
                       Obligasi korporasi                                  -                   2.092                 -                 2.447
                       Obligasi pemerintah                            10.710                       -            10.257                     -
                       Reksadana pendapatan tetap ("RDPT")                 -                      81                 -                   100
                       Reksadana indeks                                    -                      15                 -                     -
                       Midterm notes ("MTN")                               -                      99                 -                    99
                       Efek beragun aset ("EBA")                           -                       7                 -                    13
                       Sukuk                                               -                     971                 -                 1.054
                     Saham non-publik:
                       Penempatan langsung                                 -                     370                 -                   371
                       Properti                                            -                     186                 -                   186
                       Lainnya                                             -                     382                 -                   363
                     Jumlah                                           15.452                   4.203            15.419                 4.633



                     Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                     Perusahaan dengan nilai wajar Rp331 miliar dan Rp457 miliar, yang mewakili 1,68%
                     dan 2,28% dari total aset program pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
                     2023, dan obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-
                     masing senilai Rp346 miliar dan Rp345 miliar mewakili masing-masing 1,76% dan
                     1,72% dari total aset per tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.

                     Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                     keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                     program. Hasil aktual aset program adalah Rp711 miliar dan Rp1.768 miliar masing-
                     masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
                     dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Berdasarkan
                     Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan
                     pendanaan Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio
                     Kecukupan Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan
                     Dapen pada tanggal 31 Desember 2023, RKD Dapen di bawah 105% sehingga
                     Perusahaan akan memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat
                     pasti.




                                                              83
Page 87
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
                      bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
                      Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                      diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2024 dan
                      2023, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
                      dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                      30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp34 miliar dan Rp50 miliar.

                      Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 1 Maret 2024 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                       2023                 2022
                      Tingkat diskonto                                        6,75%                7,25%
                      Tingkat kenaikan kompensasi                             8,00%                8,00%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019

               (ii)   Manfaat Tambahan

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
                      menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
                      Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
                      sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
                      bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
                      pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
                      investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
                      Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
                      untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
                      penerimaan.

                      Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 1 Maret 2024 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                       2023                 2022
                      Tingkat diskonto                                        6,75%                7,25%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019




                                                    84
Page 88
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                      Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                      Dewan Pengawas. Pada tanggal 30 September 2024 tidak ada kewajiban tambahan
                      yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
                      tersebut di atas belum terpenuhi.

           (b) Unfunded

               Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
               program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
               diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli
               2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”). Kontribusi
               Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan di
               mana untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan
               untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar
               Rp41 miliar dan Rp50 miliar.

               Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
               penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
               mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
               tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
               (“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
               cacat sejak 1 Februari 2009.

               Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
               persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
               usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
               periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
               pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
               cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
               mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
               akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

               Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
               berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-
               masing tertanggal 1 Maret 2024 dan 8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
               Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
               pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                       2023                  2022
               Tingkat diskonto                                            6,75%            7,00%-7,25%
               Tingkat kenaikan kompensasi                           6,10%-8,00%            6,10%-8,00%
               Tabel tingkat kematian di Indonesia                          2019                   2019




                                                     85
Page 89
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      ii.   Telkomsel

            Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
            program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
            terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
            Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
            perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
            2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
            sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
            tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
            tersebut.

            Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
            asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
            menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
            Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
            pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
            sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
            maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
            menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
            perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
            berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
            dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
            pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

            Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
            Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
            yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan
            Dana Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.

            Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
            program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
            1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
            oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
            ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.

            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
            masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
            sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk periode
            sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp14 miliar
            (2023: Rp21 miliar).

            Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
            tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dengan laporan tertanggal masing-masing 5 Maret 2024
            dan 28 Februari 2023 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
            berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
            pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                         2023                 2022
            Tingkat diskonto                                                  6,70%         6,75% - 7,25%
            Tingkat kenaikan kompensasi                               7,50% - 8,00%         6,10% - 8,00%
            Tabel tingkat kematian di Indonesia                                2019                  2019


                                                    86
Page 90
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

      Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
      yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
      saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
      20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
      Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
      1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
      Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

      Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
      bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
      20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
      sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
      tanggal 31 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset program
      terdiri dari:

                                                      30 September 2024                        31 Desember 2023
                                             Harga kuotasian      Tidak memiliki     Harga kuotasian      Tidak memiliki
                                              di pasar aktif     harga kuotasian      di pasar aktif     harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                  732                    -                391                    -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                        1.194                    -             1.465                     -
        Barang konsumen primer                             77                    -               115                     -
        Bahan baku                                        230                    -               260                     -
        Infrastruktur                                     566                    -               617                     -
        Energi                                            220                    -               156                     -
        Teknologi                                          14                    -                24                     -
        Perindustrian                                     246                    -               261                     -
        Barang konsumen non-primer                        395                    -               394                     -
        Properti dan real estate                          123                    -               110                     -
        Kesehatan                                         141                    -               147                     -
        Transportasi dan logistik                           6                    -                 5                     -
      Reksadana berbasis ekuitas                          347                    -               434                     -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                             1.607                    -             1.269                     -
        Obligasi korporasi                                 79                    -                 6                     -
        Reksadana pendapatan tetap                      6.793                    -             7.053                     -
        Exchange Traded Fund ("ETF")                        -                    -                 -                     -
        Reksadana Indeks                                    -                    -                 -                     -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                   -                 472                  -                  447
      Jumlah                                           12.770                 472             12.707                  447


      Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
      wajar sebesar Rp242 miliar dan Rp321 miliar yang merupakan 1,82% dan 2,45% dari keseluruhan
      aset program masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. Obligasi yang
      dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai Rp53 miliar dan Rp6 miliar
      mewakili masing-masing 0,40% dan 0,04% dari total aset per tanggal 30 September 2024 dan
      31 Desember 2023. Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk
      pengembalian keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
      program. Hasil aktual aset program adalah Rp765 miliar dan Rp987 miliar masing-masing untuk
      periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                                            87
Page 91
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 1 Maret 2024 dan
      8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
      berikut:

                                                                      2023                  2022
      Tingkat diskonto                                                       6,75%                 7,25%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                  7,00%                 7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                           7,00%                 7,00%
      Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai                             2023                  2022
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                     2019                  2019

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

      Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
      saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
      kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
      Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
      diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 1 Maret 2024 dan
      8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
      berikut:

                                                                    2023                    2022
      Tingkat diskonto                                                     6,50%                   6,75%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                   2019                    2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp1 miliar. Beban
      tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp0 miliar dan Rp1 miliar masing-masing
      untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

      Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
      entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
      program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
      Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
      masing-masing sebesar Rp1.095 miliar dan Rp1.005 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah
      sebesar Rp140 miliar dan Rp146 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir
      pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.




                                                 88
Page 92
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                    Perkiraan pembayaran manfaat
                                          Perusahaan
                                      Funded                                         Imbalan         Imbalan        Imbalan
                               Manfaat    Manfaat                                   kesehatan       pasca kerja    pasca kerja
      Jangka waktu              pasti    tambahan    Unfunded        Telkomsel      pasca kerja       lainnya     UUCK (Telkom)

      30 September 2024
      Dalam 10 tahun kedepan     19.583          35           282          8.833            8.449           209                    82
      Dalam 10-20 tahun          15.850          30            80         13.778           13.651           116                   426
      Dalam 20-30 tahun           9.623          16           139          9.184           12.128            71                   485
      Dalam 30-40 tahun           3.630           5            21            439            5.114             3                    49
      Dalam 40-50 tahun             693           1             -              -              819             -                     -
      Dalam 50-60 tahun              53           -             -              -               48             -                     -
      Dalam 60-70 tahun               1           -             -              -                5             -                     -
      Dalam 70-80 tahun               -           -             -              -                -             -                     -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,42 tahun 8,42 tahun   5,54 tahun    9,18 tahun     12,39 tahun     4,51 tahun      11,18 tahun

      31 Desember 2023
      Dalam 10 tahun kedepan     21.044          39           340          8.833            8.929           281                    83
      Dalam 10-20 tahun          15.850          30            79         13.778           13.651           116                   426
      Dalam 20-30 tahun           9.623          16           139          9.184           12.128            70                   485
      Dalam 30-40 tahun           3.630           5            21            439            5.114             3                    49
      Dalam 40-50 tahun             693           1             -              -              819             -                     -
      Dalam 50-60 tahun              53           -             -              -               48             -                     -
      Dalam 60-70 tahun               1           -             -              -                5             -                     -
      Dalam 70-80 tahun               -           -             -              -                1             -                     -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,42 tahun 8,42 tahun   5,54 tahun    9,18 tahun     12,39 tahun     4,51 tahun      11,18 tahun


   g. Analisis sensitivitas

      Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
      pasti pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:

                                                         Tingkat diskonto                                  Tingkat gaji
                                               Peningkatan 1%        Penurunan 1%             Peningkatan 1%        Penurunan 1%
                                                  Jumlah peningkatan (penurunan)                 Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      30 September 2024
      Didanai:
        Manfaat pasti                                     (1.993)                  2.342                    231                 (220)
      Tidak didanai                                           (7)                      8                      8                   (8)
      Telkomsel                                             (564)                    642                    694                 (621)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                       (1.649)                  1.986                  1.890               (1.603)
      Imbalan pasca kerja lainnya                             (9)                     10                      3                   (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                      (11)                     13                     36                  (31)

      31 Desember 2023
      Didanai:
        Manfaat pasti                                     (2.030)                  2.387                    235                 (224)
      Tidak didanai                                          (10)                     12                     13                  (12)
      Telkomsel                                             (529)                    602                    651                 (582)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                       (1.609)                  1.939                  1.845               (1.565)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (11)                     12                      3                   (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                      (10)                     12                     33                  (28)


      Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
      liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
      pelaporan.




                                                               89
Page 93
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
   g. Analisis sensitivitas (lanjutan)
      Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
      masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
      beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
      maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
      waktu.
      Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
      dari periode sebelumnya.

31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)
   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.
   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.268 miliar dan Rp1.153 miliar masing-
   masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. Manfaat yang dibebankan adalah
   sebesar Rp208 miliar dan Rp218 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi
      Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:
      Pihak Berelasi                          Hubungan                            Sifat Saldo Akun/Transaksi
      Pemerintah                         Pemegang saham utama Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
        Menteri Keuangan                                        lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada instrumen keuangan
      BUMN
        Indosat                          Entitas sepengendali        Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, pendapatan
                                                                        atas penggunaan satelit transponder, beban interkoneksi, beban
                                                                        penggunaan fasilitas telekomunikasi, beban operasional dan
                                                                        pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data jaringan sistem
                                                                        komunikasi
        PT Pertamina (Persero)           Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
         (“Pertamina”)                                                  telekomunikasi lainnya
        Bank milik negara                Entitas sepengendali        Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                              Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                        lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                              Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                        lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        Bank Mandiri                     Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                        lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        PT Perusahaan Listrik Negara     Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
          (“PLN”)                                                      lainnya, dan beban listrik
        Indonesia Financial Group        Entitas sepengendali        Beban asuransi aset tetap dan beban asuransi kecelakaan diri
        Bahana TCW                   “   Entitas sepengendali        Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur       Entitas sepengendali        Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BUMN lainnya                     Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                        lainnya, beban operasi, dan pembelian aset tetap
      PT Kereta Cepat Indonesia China    Entitas berelasi lainnya    Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
       (“KCIC”)
      Padi UMKM                          Entitas berelasi lainnya    Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan piutang,
                                                                       beban pelatihan, beban pengamanan internal, beban
                                                                       pengembangan dan penelitian, beban cetak dan printing, beban
                                                                       rapat, beban umum dan administrasi lainnya, beban promosi,
                                                                       beban iklan, beban fee penjualan, beban customer education, dan
                                                                       beban pemasaran
      Direksi                            Personil manajemen          Gaji dan fasilitas
                                           kunci
      Komisaris                          Personil pengawas           Gaji dan fasilitas
                                                                90
Page 94
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
      bebas dari bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang
      disediakan atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal
      30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup mencatat peningkatan atas kerugian penurunan
      nilai piutang usaha dari pihak berelasi sebesar Rp74 miliar dan Rp47 miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

                                                     2024                                  2023
                                                       % terhadap jumlah                      % terhadap jumlah
                                      Jumlah              pendapatan        Jumlah               pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                       237                  0,21              79                   0,07
       Entitas sepengendali
        Indosat                            1.703                    1,52         1.675                     1,51
        Pertamina                            486                    0,43           592                     0,53
        BNI                                  430                    0,38           402                     0,36
        BRI                                  294                    0,26           167                     0,15
        Bank Mandiri                         263                    0,23           103                     0,09
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)             618                    0,55           899                     0,81
       Sub-jumlah                          3.794                    3,37         3.838                     3,45
       Entitas berelasi lainnya
        KCIC                                 257                    0,23             -                        -
        Lain-lain                             39                    0,03            43                     0,04
       Sub-jumlah                            296                    0,26            43                     0,04
       Entitas asosiasi                        7                    0,01            11                     0,01
      Jumlah                               4.334                    3,85         3.971                     3,57


                                                     2024                                   2023
                                                       % terhadap jumlah                      % terhadap jumlah
                                      Jumlah                 beban          Jumlah                  beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                2.070                     2,59       1.952                      2,56
        Indosat                              460                     0,58         410                      0,54
        Indonesia Financial Group            141                     0,18         148                      0,19
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)             158                     0,20         229                      0,30
       Sub-jumlah                          2.829                     3,55       2.739                      3,59
       Entitas berelasi lainnya
        Padi UMKM                              402                   0,50            421                   0,55
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)              56                     0,07          56                      0,07
       Sub-jumlah                            458                     0,57         477                      0,62
       Entitas asosiasi                       86                     0,11          92                      0,12
      Jumlah                               3.373                     4,23       3.308                      4,33




                                                      91
Page 95
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)

                                                      2024                                     2023
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                            penghasilan                              penghasilan
                                         Jumlah              pendanaan            Jumlah              pendanaan
      Penghasilan pendanaan
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                          271                    26,57             239                31,53
      Jumlah                                       271                    26,57             239                31,53


                                                      2024                                     2023
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
      Biaya pendanaan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                             1                     0,03               4                 0,12
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                          809                    20,97             866                25,01
        Sarana Multi Infrastruktur                   8                     0,21              64                 1,85
      Jumlah                                       818                    21,21             934                26,98


                                                      2024                                     2023

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                         Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
      Pembelian aset tetap
       Entitas sepengendali                         25                    0,14               33                0,15
      Jumlah                                        25                    0,14               33                0,15

                                                      2024                                     2023

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                         Jumlah                  pendapatan       Jumlah              pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi                             81                    0,07              588                0,53
      Jumlah                                        81                    0,07              588                0,53


   c. Saldo dengan pihak berelasi

                                             30 September 2024                        31 Desember 2023
                                                      % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah              aset                 Jumlah              aset
      Kas dan setara kas
        (Catatan 3)                           19.179                       6,73        19.024                   6,63
      Aset keuangan lancar lainnya
        (Catatan 4)                                639                     0,22             800                 0,28
      Piutang usaha
        (Catatan 5)                               2.195                    0,77            1.918                0,67

      Aset kontrak
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                            16                     0,01              36                 0,01
       Entitas sepengendali                        230                     0,08             252                 0,09
       Entitas asosiasi                              1                     0,00               1                 0,00
       Entitas berelasi lainnya                      2                     0,00               1                 0,00
      Jumlah                                       249                     0,09             290                 0,10

      Aset lancar lainnya                           28                     0,01              53                 0,02
      Aset tidak lancar lainnya                      4                     0,00               5                 0,00




                                                         92
Page 96
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

                                             30 September 2024                   31 Desember 2023
                                                      % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                         Jumlah            liabilitas        Jumlah            liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                        17                0,01              18                0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                   232                0,18             302                0,23
         Indosat                                146                0,11             129                0,10
         Lain-lain                                -                   -              12                0,01
       Sub-jumlah                               378                0,29             443                0,34
       Entitas asosiasi                           2                0,00              40                0,03
       Entitas berelasi lainnya                  76                0,06              84                0,06
      Jumlah                                    473                0,36             585                0,44

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                          -                  -                1               0,00
       Entitas sepengendali
         BUMN                                    147               0,11             137                0,10
         Bank milik negara                        79               0,06              39                0,03
       Sub-jumlah                                226               0,17             176                0,13
       Entitas asosiasi                            1               0,00               -                   -
      Jumlah                                     227               0,17             177                0,13

      Liabilitas kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                         19               0,01              18               0,01
        Entitas sepengendali
         BUMN                                    370               0,28             312               0,24
         Lain-lain                                 0               0,00               1               0,00
        Sub-jumlah                               370               0,28             313               0,24
        Entitas asosiasi                           9               0,01              13               0,01
        Entitas berelasi lainnya
         KCIC                                  1.083               0,83            1.133              0,87
         Lain-lain                                 3               0,00                2              0,00
        Sub-jumlah                             1.086               0,83            1.135              0,87
      Jumlah                                   1.484               1,13            1.479              1,13

      Deposit pada pelanggan                      19               0,01               19              0,01
      Utang bank jangka pendek
       (Catatan 18)                             4.872              3,73            4.916              3,77
      Pinjaman penerusan
       (Catatan 19a)                              41               0,03               84              0,06
      Utang bank jangka panjang
       (Catatan 19c)                           15.555             11,89           11.099              8,51
      Pinjaman lainnya
       (Catatan 19d)                                  -               -              362              0,28




                                                   93
Page 97
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

      i.    Pemerintah

            Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 19a).

      ii.   Indosat

            Perusahaan mengadakan perjanjian dengan           Indosat   untuk   menyelenggarakan    jasa
            telekomunikasi internasional kepada masyarakat.

            Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon
            tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan
            jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa
            Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait.

            Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan
            telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang
            memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik
            antara jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak
            Perusahaan, serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan
            dengan menekan “007”.

            Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
            dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan
            adanya merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah
            melakukan amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal,
            Sambungan Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada
            tanggal 30 Mei 2023 dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan
            Dokumen Penawaran Interkoneksi tahun 2014.

            Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
            PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
            tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi
            lainnya.

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

      Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
      Komisaris.

      Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk honor dan fasilitas untuk keperluan tugas
      operasional Dewan Komisaris dan imbalan kerja jangka pendek berupa gaji dan fasilitas untuk
      keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut:

                                                  2024                                2023
                                                   % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                      Jumlah             beban            Jumlah             beban
      Direksi                               420               0,53%             311               0,41%
      Dewan Komisaris                       145               0,18%             131               0,17%

      Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
      administrasi selama periode laporan keuangan.




                                                   94
Page 98
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
   Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband.
   Segmen consumer menyediakan jasa IndiHome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar,
   dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
   enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
   menyediakan jasa interkoneksi, broadband access, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang
   diberikan ke operator telekomunikasi lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain
   menyediakan produk digital content (music dan game), big data, Business to Business (“B2B”)
   Commerce, serta financial service yang diberikan kepada pelanggan perorangan maupun korporasi.
   Tidak terdapat segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan segmen.

   Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
   tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
   usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan dikelola pada level grup serta tidak
   dievaluasi secara terpisah dan tidak dialokasikan ke segmen operasi.

   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antarsegmen operasi dan dinilai sebesar nilai
   yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.


                                                                                   2024
                                                                                                                Penyesuaian
                                                                                                    Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain     segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       62.871       19.644        15.150      13.410               733     111.808             411       112.219
     Pendapatan antarsegmen      2.309           99        18.487      15.875             1.319      38.089         (38.089)            -
   Jumlah pendapatan segmen     65.180       19.743        33.637      29.285             2.052     149.897         (37.678)      112.219

   Hasil segmen                 19.631         6.554          333       6.966              (865)     32.619          (3.002)       29.617
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (9.065)      (3.667)       (2.052)    (2.602)               (7)     (17.393)           (90)      (17.483)
   Penyusutan dan amortisasi    (15.564)      (4.417)       (2.563)    (5.019)              (14)     (27.577)         3.327       (24.250)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan             (108)         (415)         (282)         (32)             (7)        (844)          (145)         (989)



                                                                                   2023
                                                                                                                Penyesuaian
                                                                                                    Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain     segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       63.788        19.748       14.597      12.331               292     110.756             482      111.238
     Pendapatan antarsegmen      2.647           240       18.463      15.418             1.474      38.242         (38.242)           -
   Jumlah pendapatan segmen     66.435        19.988       33.060      27.749             1.766     148.998         (37.760)     111.238

   Hasil segmen                 21.692         6.495          921       6.788              (826)     35.070          (2.788)       32.282
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (8.627)      (4.084)       (3.826)    (5.452)               (6)     (21.995)           (89)      (22.084)
   Penyusutan dan amortisasi    (15.662)      (4.349)       (2.800)    (4.652)              (14)     (27.477)         3.396       (24.081)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan             (246)         (364)          (69)         (26)             (4)       (709)            72           (637)




                                                                 95
Page 99
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Penyesuaian dan eliminasi:

   a. Rekonsiliasi pendapatan:

                                                                 2024                       2023
      Jumlah pendapatan segmen                                       149.897                       148.998
      Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya                          411                          482
      Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                           (38.089)                     (38.242)
      Pendapatan konsolidasi                                         112.219                       111.238

   b. Rekonsiliasi hasil segmen:

                                                                 2024                       2023
      Jumlah hasil segmen                                               32.619                      35.070
      Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya                        (1.435)                     (1.481)
      Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                              1.266                       1.393
      Penghasilan pendanaan                                              1.020                         758
      Biaya pendanaan                                                   (3.857)                     (3.462)
      Bagian laba investasi jangka panjang
       pada entitas asosiasi                                                 4                           4
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                        29.617                      32.282

   c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:

                                                                 2024                       2023
      Jumlah pembelian barang modal segmen                              (17.393)                   (21.995)
      Pembelian barang modal dari
       segmen non-operasi lainnya                                           (90)                       (89)
      Pembelian barang modal konsolidasi                                (17.483)                   (22.084)

   d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:

                                                                 2024                       2023
      Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen                           (27.577)                   (27.477)
      Penyusutan dan amortisasi dari segmen
       non-operasi lainnya                                                 (154)                      (186)
      Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                               3.481                      3.582
      Penyusutan dan amortisasi konsolidasi                             (24.250)                   (24.081)




                                                 96
Page 100
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   e. Rekonsiliasi provisi diakui selama periode berjalan:

                                                                      2024                     2023
       Jumlah provisi diakui segmen                                            (844)                     (709)
       Provisi diakui selama periode berjalan dari
        segmen non-operasi lainnya                                              (15)                      (23)
       Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                                   (130)                       95
       Provisi yang diakui selama
        periode berjalan konsolidasi                                           (989)                     (637)

   Informasi geografis:

                                                                     2024                      2023
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                           105.853                      105.375
     Luar negeri                                                           6.366                        5.863
    Jumlah                                                               112.219                      111.238

   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
   sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024 dan 2023.

                                                             30 September 2024          31 Desember 2023
   Aset operasional tidak lancar
    Indonesia                                                             185.970                     186.554
    Luar negeri                                                             2.772                       2.932
   Jumlah                                                                 188.742                     189.486

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud.

34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

       Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
       No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
       menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
       tanggal 30 April 2008.

       Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
       tetap terdiri dari:
       i.   Biaya aktivasi;
       ii. Biaya berlangganan bulanan;
       iii. Biaya penggunaan; dan
       iv. Biaya fasilitas tambahan.




                                                     97
Page 101
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   b. Tarif telepon selular

      Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
      memberikan pedoman penetapan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
      dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i.   Tarif jasa teleponi dasar;
      ii. Tarif jelajah; dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia.

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.

   c. Tarif interkoneksi

      Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
      12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
      dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
      seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

      Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
      No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
      Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
      berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
      tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
      usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

      Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
      No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
      tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
      menjadi Rp24 per SMS.

      Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
      No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
      DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

      Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
      tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
      Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
      Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
      Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
      No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
      berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

      Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
      memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
      tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.


                                                 98
Page 102
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN

   a. Pembelian barang modal

      Pada tanggal 30 September 2024, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
      Rp8.225 miliar, US$239 juta, dan HKD0,52 juta.

      Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:

       Pihak yang terkait dengan kontrak         Tanggal perjanjian   Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                      Perjanjian dan Pengadaan Development
                                                                      and Rollout Agreement ("DRA") dan
                                               12 September 2019 -    Technical Support Agreement ("TSA")
        Telkomsel dan PT Phincon
                                               12 September 2024      Customer Relationship Management
                                                                      ("CRM") Solution System Integrator*
        Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
                                             1 Februari 2021 -          Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
        PT Huawei Tech Investment, dan
                                             31 Januari 2027            Solution ("ROA") dan TSA
        PT ZTE Indonesia
        Telkomsel, PT Sempurna Global
                                                                        Perjanjian Pengadaan Next Generation
        Pratama, PT Lintas Teknologi         1 September 2021 -
                                                                        of Gateway GPRS Support Node
        Indonesia, dan PT Ericsson           1 September 2024
                                                                        ("GGSN") (Virtualized EPC)*
        Indonesia
        Telkomsel, Amdocs Software
                                                                        Perjanjian Online Charging System
        Solutions Limited Liability          8 Oktober 2021 -
                                                                        (“OCS”) dan Service Control Points
        Company, dan PT Application          8 Oktober 2024
                                                                        (“SCP”) System Solution Development
        Solutions
        Telkomsel dan PT Application         8 Oktober 2021 -
                                                                        TSA untuk OCS dan SCP
        Solutions                            8 Oktober 2024
        Telkomsat dan Thales Alenia          28 Oktober 2021 -          Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Space France ("TAS")                 27 Oktober 2037            Sistem Satelit HTS 113BT
        Telkomsel dan PT Ericsson            13 Februari 2022 -         Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
        Indonesia                            12 Februari 2025           ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Lintas Teknologi    13 Februari 2022 -         Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
        Indonesia                            12 Februari 2025           ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Huawei Tech         24 Maret 2022 -
                                                                        Perjanjian Pengadaan GGSN
        Investment                           24 Maret 2025
        Telkomsat dan Space Exploration
                                             19 April 2022 -            Perjanjian Pengadaan Jasa Peluncuran
        Technologies Corporation
                                             30 Juni 2025               Satelit HTS 113BT
        ("SpaceX")
      * Telkomsel saat ini sedang melakukan proses perpanjangan perjanjian ini.

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya

      (i)   Pada tanggal 30 September 2024, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
            penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
            setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
            rincian sebagai berikut:
            78




                                                      Akhir periode
            Kreditur           Jumlah fasilitas          fasilitas    Mata uang asal    Fasilitas yang digunakan
            BRI                                500    14 Maret 2026         Rp                                11
            BNI                                500    31 Maret 2025         Rp                                44
            Bank Mandiri                       500     21 Juni 2025         Rp                               126
            Jumlah                           1.500                                                           181




                                                       99
Page 103
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan)

      (ii)   Pada tanggal 30 September 2024, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai
             macam proyek sebagai berikut:

                                                       Akhir periode
             Kreditur           Jumlah fasilitas         fasilitas       Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                             1.000   25 September 2028        Rp                              617
             BNI                             2.100   11 Desember 2024         Rp                            1.452
                                             3.100                                                          2.069



             Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
             bond of radio frequency (Catatan 35c.i)

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dengan batas kredit maksimum sebesar
            US$25 juta atau setara dengan Rp379 miliar yang akan berakhir pada tanggal 23 Desember
            2024. Pada tanggal 30 September 2024, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang digunakan.

   c. Lainnya

      (i)    Penggunaan frekuensi radio

             Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
             penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
             Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkominfo
             memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
             frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
             telekomunikasi dasar.

             Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
             Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
             2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
             1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
                 2,3 GHz.
             2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                 2,3 GHz Blok A dan C.
             3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617,15 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
             4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                 Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                 berakhirnya periode lisensi.

             Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
             terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

             1.     Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz

                    Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                    perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                    Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                    2030.




                                                       100
Page 104
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (i)    Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

             Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
             terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir (lanjutan):

             2.     Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                                  No. Izin                                            Deskripsi
                     Surat Keputusan Menkominfo No. 90    Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin penggunaan
                     Tahun 2023 amd. Surat Keputusan      tahunan atas penggunaan pita frekuensi radio 1.975 - 1.980 MHz
                     Menkominfo No. 76 Tahun 2023         berpasangan dengan 2.165 - 2.170 MHz sampai dengan 18 Maret
                                                          2033.
                     Surat Keputusan Menkominfo No. 509   Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan izin atas
                     Tahun 2016 amd. Surat Keputusan      penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz berpasangan dengan
                     Menkominfo No. 76 Tahun 2023         2.160 - 2.165 MHz sampai dengan 28 Maret 2026.
                     Surat Keputusan Menkominfo No. 806   Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan izin atas
                     Tahun 2019 amd. Surat Keputusan      penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz berpasangan dengan
                     Menkominfo No. 76 Tahun 2023         2.155 - 2.160 MHz sampai dengan 30 September 2029.
                     Surat Keputusan Menkominfo No. 479   Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas penggunaan
                     Tahun 2022 amd. Surat Keputusan      tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 - 1.965 MHz berpasangan
                     Menkominfo No. 76 Tahun 2023         dengan 2.150 - 2.155 MHz, terhitung sejak 11 Januari 2023.


             3.     Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                                   No. Izin                                           Deskripsi
                     Surat Keputusan Menkominfo           Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan pita frekuensi
                     No. 1896 tahun 2017                  radio 2.300 - 2.330 Mhz sampai dengan 2026.

                     Surat Keputusan Menkominfo No. 178   Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita frekuensi radio
                     Tahun 2021                           2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan 2.340 - 2.350 MHz masing-
                                                          masing untuk Blok A dan C sampai dengan 2030.

                     Surat Keputusan Menkominfo No. 487   Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh pengalihan hak
                     Tahun 2022 amd. Surat Keputusan      penggunaan pita frekuensi radio 2.340 - 2.355 MHz berpasangan
                     Menkominfo No. 92 Tahun 2023         dengan 2.330 - 2.360 MHz.
                     Surat Keputusan Menkominfo No. 188   Pada April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan untuk mengalihkan
                     Tahun 2023                           sebagian hak penggunaan spektrum frekuensi radio 2,3 GHz kepada
                                                          PT Smart Telecom.


      (ii)   Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio

             Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
             kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
             tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
             Radio pada rentang 891 - 895 MHz berpasangan dengan 936 - 940 MHz, dengan jangka waktu
             sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.

             Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
             yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
             pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.




                                                          101
Page 105
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (iii) Perjanjian kerjasama sebagai pemasok produk Google

          Pada tanggal 10 November 2022, Sigma dan PT Google Cloud Indonesia (”Google”)
          menandatangani perjanjian kerjasama yang memberi wewenang kepada Sigma sebagai
          pemasok produk Google. Perjanjian ini mensyaratkan Sigma untuk memenuhi komitmen
          minimum pembelian produk Google dan berkewajiban untuk membayar selisih antara realisasi
          nilai pembelian produk Google dengan komitmen minimum tersebut. Nilai komitmen minimum
          pada November 2023 sampai dengan November 2024 dan November 2024 sampai dengan
          November 2025 masing-masing adalah sebesar US$4.500 juta dan US$9.000 juta.

      (iv) Jual Beli Pengalihan Aset dan Penyewaan Kembali Infrastruktur Telekomunikasi

          Pada tanggal 26 Juni 2024, Telkomsel menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan
          Dhost untuk penjualan 850 unit in-building telecommunication coverage antenna system (“IBS”)
          dengan jumlah imbalan sebesar Rp685 miliar. Kemudian 689 unit dari IBS tersebut digunakan
          oleh Dhost utuk memenuhi jasa in-building coverage kepada Telkomsel. Transaksi ini tidak
          memenuhi kriteria sewa berdasarkan PSAK 116 dan Telkomsel mencatat keuntungan penjualan
          sebesar Rp642 miliar.

      (v) KPU

          Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
          yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
          Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”) (sekarang Badan
          Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”)) sebagai penyedia Program KPU di daerah
          perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar.

          Pada tahun 2015, program tersebut dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim
          arbitrase ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang
          atas penyelenggaraan program tersebut.

          Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
          BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
          sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
          telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum pajak) dan sisa
          kompensasi masih belum dibayarkan.

          Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
          menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
          mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
          pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
          tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
          ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
          penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.

          Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
          2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
          delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
          Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
          sampai dengan 2031.




                                                 102
Page 106
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                                30 September 2024
                                                                        Dolar A.S.        Yen Jepang      Lain-lain*             Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan)     (dalam jutaan) (dalam jutaan)          (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          407,64               5,64             15,68                   6.358
   Aset keuangan lancar lainnya                                                135,68                  -              2,28                   2.088
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,25                  -              0,04                       5
     Pihak ketiga                                                              201,22                  -              7,83                   3.155
   Aset kontrak                                                                  2,57                  -             26,47                     397
   Piutang lain-lain                                                             0,97                  -              9,10                     151
   Aset lancar lainnya                                                           3,34                  -              1,39                      54
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            382,65                  -              7,07                   5.898
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,43                  -              1,62                      15
   Jumlah aset                                                               1.134,75               5,64             71,48                  18.121
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,04)                 -                 -                      (1)
     Pihak ketiga                                                             (207,57)            (25,41)           (10,01)                 (3.264)
   Utang lain-lain                                                               3,55                  -             (8,71)                    (49)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (33,77)             (4,16)            (1,65)                   (528)
   Deposit pelanggan                                                            (2,95)                 -             (0,17)                    (47)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                    (4,40)           (383,95)           (14,78)                   (168)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (10,97)                 -            (64,47)                   (439)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,09)                 -            (61,88)                     (1)
   Jumlah liabilitas                                                          (256,24)           (413,52)          (161,67)                 (4.497)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    878,51            (407,88)           (90,19)                 13.624



                                                                                             31 Desember 2023
                                                                        Dolar A.S.    Yen Jepang      Lain-lain*                Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan)             (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          263,35               5,66             16,23                  4.271
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 27,15                  -                 -                    419
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,14                  -              0,03                      2
     Pihak ketiga                                                              152,98                  -             11,71                  2.525
   Aset kontrak                                                                  6,90                  -                 -                    107
   Piutang lain-lain                                                             0,51                  -              1,10                     25
   Aset lancar lainnya                                                           1,40                  -              2,61                     34
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            376,76                  -              5,90                  5.902
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,35                  -              0,49                     14
   Jumlah aset                                                                 829,54               5,66             38,07                 13.299
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,14)                -                  -                     (2)
     Pihak ketiga                                                             (164,46)           (26,73)            (10,42)                (2.677)
   Utang lain-lain                                                               2,32                 -              (7,73)                   (55)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (32,26)            (2,61)             (4,53)                  (549)
   Deposit pelanggan                                                            (2,93)                -              (0,14)                   (47)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                   (11,29)          (767,90)             (0,25)                  (262)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (31,89)                -              (1,62)                  (516)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,09)                -                  -                     (1)
   Jumlah liabilitas                                                          (240,74)          (797,24)            (24,69)                (4.109)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    588,80           (791,58)             13,38                  9.190

   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.


   Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
   harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      103
Page 107
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

      i.    Klasifikasi

            (a) Aset keuangan
                                                                                    30 September 2024             31 Desember 2023
                 Biaya perolehan diamortisasi
                  Kas dan setara kas                                                                24.540                        29.007
                  Aset keuangan lancar lainnya                                                       2.683                         1.359
                  Piutang usaha                                                                     12.570                        10.667
                  Piutang lain-lain                                                                    413                           266
                  Aset tidak lancar lainnya                                                            154                           155
                 FVTPL
                  Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                    7.540                         8.028
                  Aset keuangan lancar lainnya                                                           88                           302
                 FVTOCI
                  Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                      25                            25
                 Jumlah aset keuangan                                                               48.013                        49.809

            (b) Liabilitas keuangan
                                                                                    30 September 2024             31 Desember 2023
                 Liabilitas keuangan yang diukur pada
                  biaya perolehan diamortisasi
                  Utang usaha                                                                       14.381                        18.608
                  Utang lain-lain                                                                      405                           441
                  Beban yang masih harus dibayar                                                    13.050                        13.079
                  Deposit pada pelanggan                                                                39                            42
                  Utang bank jangka pendek                                                          10.655                         9.650
                  Pinjaman penerusan (two-step loans)                                                   41                            84
                  Obligasi dan MTN                                                                   5.591                         5.343
                  Utang bank jangka panjang                                                         33.213                        32.260
                  Pinjaman lainnya                                                                       -                           362
                  Liabilitas sewa                                                                   23.639                        20.425
                 Jumlah liabilitas keuangan                                                        101.014                       100.294

      ii.   Nilai wajar

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                            Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                             menggunakan
                                                                                            Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                             atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                              sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                               Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
            30 September 2024                                    tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 88            88                88              -               -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          7.540         7.540             1.574              -           5.966
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            25             25                  -             -             25
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Pinjaman penerusan (two-step loans)                     41             41                 -              -              41
                Obligasi dan MTN                                     5.591          6.335             5.790              -             545
                Utang bank jangka panjang                           33.213         33.251                 -              -          33.251
              Liabilitas sewa                                       23.639         23.639                 -              -          23.639
            Jumlah                                                  70.137         70.919             7.452              -          63.467




                                                                 104
Page 108
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.   Nilai wajar (lanjutan)

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):

                                                                                           Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                           menggunakan
                                                                                          Harga pasar aset      Input     Input signifikan
                                                                                           atau liabilitas   signifikan      yang tidak
                                                                                            sejenis pada    yang dapat          dapat
                                                               Jumlah nilai                  pasar aktif    diobservasi     diobservasi
            31 Desember 2023                                     tercatat     Nilai wajar     (level 1)       (level 2)       (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                               302          302               302             -                  -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan         8.028        8.028             2.056             -              5.972
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            25           25                 -             -                 25
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Pinjaman penerusan (two-step loans)                     84           83                 -             -                 83
                Obligasi dan MTN                                     5.343        6.120             5.586             -                534
                Utang bank jangka panjang                           32.260       31.473                 -             -             31.473
                Pinjaman lainnya                                       362          362                 -             -                362
              Liabilitas sewa                                       20.425       20.425                 -             -             20.425
              Liabilitas lainnya                                       141          141                 -             -                141
            Jumlah                                                  66.970       66.959             7.944             -             59.015


            Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
            30 September 2024 senilai Rp115 miliar.

            Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
            signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
            tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
            adalah:

                                                                                30 September 2024              31 Desember 2023
            Saldo awal                                                                     5.997                           6.358
            Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
             dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                         115                           (687)
            Pembelian/penambahan                                                                    (122)                           330
            Penjualan/pengurangan                                                                      1                             (4)
            Saldo akhir                                                                            5.991                          5.997




                                                                105
Page 109
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii.   Pengukuran nilai wajar

             Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
             antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

             Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
             kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
             utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
             lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
             tidak signifikan.

             Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
             kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
             pendiskontoan yang tidak signifikan.

             Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
             keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
             (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
                 Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
                 pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
                 tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
                 ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
                 dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
                 tanggal pelaporan;
             (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
                 kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
                 kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
                 pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.

             Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
             termasuk:
             (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan;
             (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
                  pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
      nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
      likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
      meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
      uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
      manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
      lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
      12 bulan.




                                                     106
Page 110
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
      bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Group Financial Accounting & Treasury
      mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.

      i.    Risiko nilai tukar mata uang asing

            Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
            pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
            uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
            asing Grup tidak material.

            Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
            hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
            asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
            terutang.

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
            nilai tukar mata uang:

                                           30 September 2024                     31 Desember 2023
                                      Dolar A.S.       Yen Jepang          Dolar A.S.       Yen Jepang
                                    (dalam miliar)    (dalam miliar)     (dalam miliar)    (dalam miliar)
            Aset keuangan                      1,13              0,01               0,83               0,01
            Liabilitas keuangan               (0,26)            (0,41)             (0,24)             (0,80)
            Eksposur bersih                    0,87             (0,40)              0,59              (0,79)

            Analisis sensitivitas

            Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
            pada 30 September 2024 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
            ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
            pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
            bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                      Ekuitas/ laba (rugi)
            30 September 2024                                                                          133
            Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                   (2)
            Yen Jepang (penguatan 5%)

            Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 30 September 2024 akan
            mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas,
            pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah.

      ii.   Risiko harga pasar

            Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
            yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
            perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
            pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

            Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
            berkala. bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
            strategis jangka panjang Grup.



                                                    107
Page 111
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      ii.    Risiko harga pasar (lanjutan)

             Pada tanggal 30 September 2024, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset
             keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal
             dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar
             yang sangat mungkin terjadi.

      iii.   Risiko tingkat suku bunga

             Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
             keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
             tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
             bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
             aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

             Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
             adalah sebagai berikut:

                                                                   30 September 2024        31 Desember 2023
             Pinjaman bunga tetap                                            45.958                  38.386
             Pinjaman bunga mengambang                                       27.181                  29.738

             Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang

             Pada 30 September 2024, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
             bunga mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
             sebesar Rp68 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai
             tukar mata uang asing, tidak berubah.

      iv.    Risiko kredit

             Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                   30 September 2024        31 Desember 2023
             Kas dan setara kas                                              24.540                  29.007
             Aset keuangan lancar lainnya                                     2.771                   1.661
             Piutang usaha                                                   12.570                  10.667
             Piutang lain-lain                                                   413                    266
             Aset tidak lancar lainnya                                           154                    155
             Jumlah                                                          40.448                  41.756

             Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit
             dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang
             berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Group Financial
             Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.

             Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
             milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
             bank terpercaya. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian
             secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi
             keuangan.




                                                     108
Page 112
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      iv.   Risiko kredit (lanjutan)

            Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
            berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
            di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 4,38% dari piutang usaha dan
            piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2024 (2023: 3,53%).

            Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
            kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
            kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.

      v.    Risiko likuiditas

            Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
            ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

            Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
            liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
            rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
            terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.

            Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
            kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                             Nilai buku Arus kas                                                   2028 dan
                                              tercatat   wajib        2024       2025       2026       2027       selanjutnya
            30 September 2024
            Utang usaha                         14.381     (14.381)   (14.381)          -          -          -             -
            Utang lain-lain                        405        (405)      (405)          -          -          -             -
            Beban yang masih harus dibayar      13.050     (13.050)   (13.050)          -          -          -             -
            Deposit pada pelanggan                  39         (39)       (39)          -          -          -             -
            Pinjaman
              Utang bank jangka pendek          10.655     (10.655)   (10.655)          -          -          -             -
              Pinjaman penerusan
                (two-step loans)                   41          (41)       (41)         -          -         -               -
              Obligasi dan MTN                  5.591       (9.996)    (3.377)       (75)      (296)     (296)         (5.952)
              Utang bank jangka panjang        33.213      (38.495)   (15.607)    (1.973)    (7.114)   (4.890)         (8.911)
            Liabilitas sewa                    23.639      (29.483)    (8.340)      (661)    (4.164)   (3.562)        (12.756)
            Jumlah                            101.014     (116.545)   (65.895)    (2.709)   (11.574)   (8.748)        (27.619)


                                             Nilai buku Arus kas                                                   2028 dan
                                              tercatat   wajib        2024       2025       2026       2027       selanjutnya
            31 Desember 2023
            Utang usaha                         18.608     (18.608)   (18.608)          -          -          -             -
            Utang lain-lain                        441        (441)      (441)          -          -          -             -
            Beban yang masih harus dibayar      13.079     (13.079)   (13.079)          -          -          -             -
            Deposit pada pelanggan                  42         (42)       (42)          -          -          -             -
            Pinjaman
              Utang bank jangka pendek           9.650      (9.650)    (9.650)          -          -          -             -
              Pinjaman penerusan
                (two-step loans)                   84          (85)       (85)         -          -         -               -
              Obligasi dan MTN                  5.343      (10.163)    (1.086)    (2.574)      (293)     (293)         (5.917)
              Utang bank jangka panjang        32.260      (38.386)   (11.194)    (8.090)    (6.901)   (4.569)         (7.632)
              Pinjaman lainnya                    362         (370)      (370)         -          -         -               -
            Liabilitas sewa                    20.425      (24.498)    (6.614)    (3.564)    (3.073)   (2.573)         (8.674)
            Liabilitas lainnya                    141         (146)        (4)       (36)       (36)      (35)            (35)
            Jumlah                            100.435     (115.468)   (61.173)   (14.264)   (10.303)   (7.470)        (22.258)


            Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
            dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
            pelaporan.

                                                         109
Page 113
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:

                                          30 September 2024                31 Desember 2023
                                        Jumlah         Bagian            Jumlah        Bagian
   Utang jangka pendek                      10.655          5,10%             9.650         4,73%
   Utang jangka panjang                     62.484        29,92%             58.474       28,68%
   Total utang                              73.139        35,02%             68.124       33,41%
   Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik                         135.702          64,98%           135.744         66,59%
   Jumlah                                  208.841         100,00%           203.868        100,00%

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
   berikut:

                                                        30 September 2024         31 Desember 2023
   Jumlah utang dengan bunga                                       73.139                   68.124
   Dikurangi: kas dan setara kas                                  (24.540)                 (29.007)
   Utang bersih                                                    48.599                   39.117
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                135.702                  135.744
   Rasio utang bersih terhadap ekuitas                            35,81%                   28,82%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
   pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan
   modal yang telah diberlakukan secara eksternal.




                                                 110
Page 114
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2024 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
      2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                                2024                       2023
      Penambahan aset tetap melalui:
        Utang usaha                                                                                    1.931                      2.234
        Kapitalisasi bunga                                                                                75                         95

      Penambahan aset hak-guna melalui
        liabilitas sewa (Catatan 12)                                                                   7.986                      7.853

      Penambahan aset takberwujud melalui:
        Utang usaha                                                                                         149                      391

   b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
                                                                                      Perubahan non-tunai
                                                                             Perubahan                       Perubahan
                                            1 Januari 2024   Arus kas       valuta asing      Sewa baru       lainnya     30 September 2024
      Utang bank jangka pendek                       9.650        1.005                    -            -              -            10.655
      Pinjaman penerusan (two step loans)               84           (49)                  6            -              -                41
      Obligasi                                       5.343          250                    -            -             (2)            5.591
      Utang bank jangka panjang                    32.260           977                   (2)           -            (22)           33.213
      Pinjaman lainnya                                 362         (362)                   -            -              -                  -
      Liabilitas sewa                              20.425        (5.399)                  (4)      7.986            631             23.639
      Jumlah liabilitas dari
        aktivitas pendanaan                        68.124         (3.578)                 -        7.986            607             73.139



40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

   1. Pada tanggal 25 Oktober 2024 dan 29 Oktober 2024, Telkomsel melakukan pembayaran pinjaman
      kepada Bank Mandiri, BNI, BSI masing-masing sebesar Rp2.500 miliar, Rp1.000 miliar, dan Rp1.000
      miliar.
   2. Pada tanggal 25 Oktober 2024 dan 29 Oktober 2024, Telkomsel menerima fasilitas pinjaman jangka
      pendek dari Bank Mandiri dan BSI masing-masing sebesar Rp1.500 miliar dan Rp1.000 miliar.




                                                                111

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.81 MB
Published30 Oct 2024
Pages114
Characters524,612
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 139 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Ririek Adriansyah · Direktur Utama p.3 ×6
linked person Heri Supriadi p.3 ×6
linked person Wawan Iriawan · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Bono Daru Adji · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Abdi Negara Nurdin p.11 ×2
linked person Arya Mahendra Sinulingga · Komisaris p.11 ×4
linked person Marcelino Rumambo Pandin · Komisaris p.11 ×4
linked person Rizal Mallarangeng · Komisaris p.11 ×4
linked person Isa Rachmatarwata · Komisaris p.11 ×4
linked person Silmy Karim · Komisaris p.11 ×3
linked person Venusiana R. p.11 ×4
linked person Herlan Wijanarko p.11 ×4
linked person Budi Setyawan Wijaya p.11 ×4
linked person Bogi Witjaksono p.11 ×4
linked person Honesti Basyir p.11 ×4
linked person Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Edy Sihotang · Anggota p.11 ×2
linked person Octavius Oky Prakarsa · Corporate Secretary p.11
linked org PT Metra-Net p.14
linked org PT PINS Indonesia p.14
linked org PT Metra Digital p.15 ×2
linked org PT Media Nusantara p.16
linked org PT Medco Power Indonesia p.18
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.47 ×20
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.47 ×9
linked — Standard Chartered p.47 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk. p.47 ×2
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.47 ×2
linked org Bank Mega Tbk. p.48 ×4
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.48 ×2
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk. p.48 ×2
linked org Bank Danamon p.48 ×5
linked org Henan Putihrai p.49
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.53 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.61
linked org PT Bank DBS Indonesia p.61
linked org PT Bank UOB Indonesia p.61
linked org PT Bank Maspion Indonesia p.61
linked org PT Mandiri Sekuritas p.64
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.64 ×2
linked org Bank Permata. p.64 ×4
linked org Dana Pensiun p.85 ×8
linked — Ooredoo Hutchison. p.97
linked org PT Aplikanusa Lintasarta p.97
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible person Ismail · Komisaris p.11
possible person Muhamad Fajrin Rasyid p.11 ×4
possible person Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno · Anggota p.11 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
possible org International Pte. Ltd. p.15 ×2
possible org Indosat Tbk. p.17 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org DBS Bank p.47
possible org MUFG Bank ("MUFG p.61 ×4
possible org Bank DBS p.62
possible org PT Pertamina (Persero) p.93
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×188
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.9 ×8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.10
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×2
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.12
unresolved org PT Dayamitra p.14
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.14
unresolved org PT Multimedia p.14
unresolved org PT Telkom Data p.14
unresolved org PT Telkom Satelit p.14
unresolved org PT Sigma Cipta p.14
unresolved org PT Graha Sarana p.14
unresolved org PT Telkom Akses p.14
unresolved org PT Telkom p.14
unresolved org PT Napsindo Primatel p.14
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.15
unresolved org PT Infomedia p.15
unresolved org PT Telkom Landmark p.15
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.15
unresolved org PT Persada Sokka p.15
unresolved org PT Finnet Indonesia p.15
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.15
unresolved org PT Metra Digital Media p.15
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.16
unresolved org PT Swadharma p.16
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.16
unresolved org PT Nusantara Sukses p.16
unresolved org PT Nutech Integrasi p.16
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.16
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.16
unresolved org Pty. Ltd. p.16
unresolved org PT Metra TV p.16
unresolved org PT Metraplasa p.17
unresolved org PT Pojok Celebes p.17
unresolved org PT Bosnet Distribution p.17
unresolved org Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. p.17
unresolved org PT Gametraco Tunggal p.17
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Jimmy Tanal p.18
unresolved person TIF Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani p.18 ×3
unresolved person Metra Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman p.18
unresolved person M.L.I. p.18
unresolved org PT Algolab Solution p.18
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.19
unresolved org Bapepam-LK p.19 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.21 ×4
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.47
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.48
unresolved org Banten Tbk. p.48
unresolved org PT Henan Putihrai Asset Management p.49
unresolved org Milik Negara p.50
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.50
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.53
unresolved org Bank Maspion p.61 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Asia p.64
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.64
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.64
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.64
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia. p.65 ×2
unresolved org Bank Sindikasi p.66 ×2
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.66
unresolved org Bank ANZ p.66
unresolved org New York Mellon Corporation p.70 ×3
unresolved org Mahkamah Agung p.76 ×2
unresolved org Tahun p.78
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak dan Pihak Lain p.80
unresolved org Dana Pensiun Telkom p.85 ×3
unresolved org FSA dan Rekan p.87 ×2
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China p.93
unresolved person Personil · Komisaris p.93

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result