Back to announcement
20240702_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_31678648_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 78
Page 1
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan oleh PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi kepada PT Wijaya Karya Industri Energi Juni 2024
Page 2
Jakarta, 24 Juni 2024
No. 00059/2.0095-00/BS/03/0269/1/VI/2024
Kepada Yth.
Direksi
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
WIKA Tower,
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10,
Jakarta 13340,
Indonesia
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan
oleh PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi kepada PT Wijaya Karya Industri Energi
Dengan Hormat,
PT Wijaya Karya (Persero) (“Perseroan”) bergerak dalam bidang usaha Industri Konstruksi, Industri
Pabrikasi, Investasi, Industri Energi, Energi Terbarukan, dan Energi Konversi, Penyelenggaraan
Perkeretapian, Penyelenggaraan Pelabuhan, Engineering Procurement Construction, Layanan
Peningkatan Kemampuan di bidang Jasa Konstruksi, Jasa Enjinering, dan Perencanaan, Investasi
dan/atau Pengelolaan Usaha di bidang Prasarana dan Sarana Dasar (Infrastruktur).
Pada Maret 2023, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (“WRK”) telah memberikan fasilitas
pinjaman cash loan dengan plafon sebesear Rp60 miliar kepada PT Wijaya Karya Industri Energi
(“WINNER”), untuk selanjutnya disebut “Transaksi Perseroan”.
Per 31 Desember 2022, Perseroan memiliki 97,99% saham WRK dan secara langsung memiliki 40%
saham WINNER dan WRK memiliki 60% saham WINNER.
Penjelasan spesifik Transaksi Perseroan dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020
tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), di mana
Perseroan merupakan pemegang 97,99% saham WRK dan WINNER (secara langsung dan tidak
langsung melalui WRK) sebesar 100%.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan tidak termasuk Transaksi
Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Transaksi Perseroan, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.
STATUS PENILAI
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal
14 Oktober 2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (OJK)
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal
19 Januari 2010 mengenai Izin Penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai
penilai di Bidang Jasa Penilaian dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00269 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023.
PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Nama : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor : WIKA Tower
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10,
Jakarta 13340,
Indonesia
Telepon : (021) 806 79200
Faksimili : (021) 228 93830
Email : investor.relations@wika.co.id
Website : www.wika.co.id
Bidang Usaha : Industri Konstruksi, Industri Pabrikasi, Investasi, Industri Energi, Energi
Terbarukan, dan Energi Konversi, Penyelenggaraan Perkeretapian,
Penyelenggaraan Pelabuhan, Engineering Procurement Construction,
Layanan Peningkatan Kemampuan di bidang Jasa Konstruksi, Jasa
Enjinering, dan Perencanaan, Investasi dan/atau Pengelolaan Usaha di
bidang Prasarana dan Sarana Dasar (Infrastruktur).
LATAR BELAKANG
Untuk pengembangan bisnis energi terbarukan, Perseroan mendirikan PT Wijaya Karya Intrade
Energi pada tanggal 18 Juni 2010, yang kemudian berganti nama menjadi WINNER pada tanggal 20
Mei 2013. Saat ini WINNER bergerak di bidang konversi dan konservasi energi baru terbarukan, dan
memiliki empat (4) lini bisnis yaitu Pemanas Air (WH), Fotovoltaik, Baterai dan Lampu
Dengan menerapkan prinsip-prinsip kualitas, keselamatan, kesehatan dan lingkungan, WINNER
memproduksi Water Heater, seperti AirCon Water Heater yang memanfaatkan panas yang
dihasilkan oleh Air Conditioner dan juga Heat Pump Water Heater, Wika Battery Energy Box (Tabung
Listrik/Talis) yang dapat digunakan sebagai solusi listrik portable, serta Wika Battery yang
merupakan baterai lithium yang digunakan pada motor listrik “Gesit”.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pemenuhan kewajiban NonCash Loan dan sesuai
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (“RKAP”) Tahun 2023, WINNER mengajukan pinjaman
Cash Loan dari pemegang sahamnya yaitu WRK.
Sehubungan dengan hal tersebut, WRK telah memberikan fasilitas pinjaman cash loan dengan
plafon sebesar Rp60 miliar kepada WINNER, untuk selanjutnya disebut “Transaksi Perseroan”.
Sehubungan dengan Transaksi Perseroan, WRK dan WINNER telah menandatangani Perjanjian
Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan dengan plafon pinjaman sebesar Rp60.000.000.000 (enam
puluh miliar Rupiah)] dengan bunga 5% per tahun di atas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-
Day Repo Rate) bulanan dan jangka waktu 1 (satu) tahun.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
ii
Page 4
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali dalam Transaksi Perseroan, yang dapat
merugikan Perseroan, sehingga Transaksi Perseroan bukan merupakan suatu Transaksi Benturan
Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran transaksi
pemberian fasilitas pinjaman cash loan oleh WRK kepada WINNER, sebagaimana didefinisikan
dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan,
perbankan serta tidak untuk bentuk Transaksi Perseroan lainnya.
OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah transaksi pemberian fasilitas pinjaman cash loan oleh WRK kepada
WINNER.
SIFAT TRANSAKSI PERSEROAN
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020, di mana Perseroan merupakan pemegang 97,99%
saham WRK dan WINNER (secara langsung dan tidak langsung melalui WRK) sebesar 100%.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020 dan tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Transaksi Perseroan
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
Perseroan untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
iii
Page 5
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain indentifikasi masalah (indentifikasi batasan, maksud,
dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran
transaksi, penyusunan laporan.
PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).
TANGGAL PENILAIAN
Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 31 Desember 2022, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2022.
PENGGUNAAN MATA UANG
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2022, sampai dengan tanggal Transaksi
Perseroan, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, WRK, WINNER, ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
atas kewajaran Transaksi Perseroan yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami
hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Perjanjian Pengadaan Jasa
No. TP.01.03/A.FIN.00011/2024 tanggal 29 Mei 2024. Adapun biaya jasa tersebut telah
memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.
SUMBER DATA DAN INFORMASI
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
iv
Page 6
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 23 Maret 2023 oleh Benny Andria dengan No. AP.0181;
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 4 Maret 2022 oleh Benny Andria dengan No. AP.0181;
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2020, yang telah diaudit KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
pada tanggal 15 Maret 2021 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2019, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2020 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2018, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 8 Maret 2019 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
6. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian WRK dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
pada tanggal 7 Maret 2023 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
7. Opini dan Laporan Keuangan WINNER untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022,
yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal 3 Maret 2023 oleh Rudi
Hartono Purba dengan No. AP.0501;
8. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi Perseroan untuk
tahun 2023-2027, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan.
9. Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 31 Desember 2022, yang telah
disiapkan oleh manajemen Perseroan.
10. Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK dan WINNER tanggal
10 Maret 2023, yang telah disediakan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. SE.01.01/A.FIN.00131/2024 tertanggal 21 Juni 2024 sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran;
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan pada tanggal 14 Juni
2024 dengan perwakilan dari manajemen Perseroan yaitu Bapak Dhonny Ariyanto Sigit selaku
Senior Manager of Subsidiary Management Department dengan agenda pembahasan proyeksi
konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran
v
Page 7
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disiapkan manajemen Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Transaksi Perseroan, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah resmi mengumumkan bahwa pandemi Corona Virus
Disease (COVID-19) sebagai pandemi global dan telah menyebar hampir ke seluruh dunia termasuk
Indonesia. Hal ini diumumkan pada tanggal 11 Maret 2020, sebagaimana diberitakan dalam situs
resmi WHO melalui konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa1.
1 (https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-
covid-19---11-march-2020)
vi
Page 8
Pada tanggal 30 Desember 2022, Pemerintah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (“PPKM”) di seluruh wilayah Indonesia dan pada tanggal 21 Juni 2023, pemerintah
memutuskan untuk mencabut status pandemi dan kita mulai memasuki masa endemi2.
Pandemi COVID-19 secara tidak langsung berpengaruh terhadap perekonomian global dan
Indonesia dan selanjutnya berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional bisnis Perseroan di
Indonesia.
Kondisi perekonomian atau pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19
dipengaruhi oleh perekonomian global maupun kebijakan ekonomi makro nasional.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal penilaian.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penilaian seperti yang telah
diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga tanggal Transaksi Perseroan, tidak
terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun industri,
saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan rencana
bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Penilaian yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Penilaian, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penilaian.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Transaksi Perseroan, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Transaksi Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Perseroan
tersebut, karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan
pelaksanaan Transaksi Perseroan, maka kesimpulan laporan kewajaran yang diinformasikan
tersebut di atas, hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak
material terhadap kewajaran dari Transaksi Perseroan. Perubahan tersebut termasuk perubahan
baik secara internal pada masing-masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi
pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah
Indonesia setelah tanggal penilaian. Bila mana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi
perubahan tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Transaksi Perseroan ini mungkin
berbeda.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, bahwa mereka telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan pendapat kewajaran dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
2 https://setkab.go.id/pemerintah-resmi-cabut-status-pandemi-covid-19
vii
Page 9
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Proyeksi keuangan yang disampaikan dalam dalam format excel tanpa link, sehingga kami lakukan
review secara terbatas yang berhubungan dengan Transaksi Perseroan dan kami tidak bertanggung
jawab atas akurasi data yang terdapat dalam proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau
perhitungan matematis, selain itu kami juga tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta
proyeksi keuangan diluar Transaksi Perseroan.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
Perseroan.
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI PERSEROAN
Dalam menilai kewajaran Transaksi Perseroan, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1) Analisis Transaksi Perseroan berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi
Perseroan, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi Perseroan, analisis
manfaat dan risiko Transaksi Perseroan;
2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Transaksi Perseroan,
riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, dan kerugian Transaksi Perseroan;
3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis
proforma laporan keuangan, dan analisis inkremental;
4) Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
informasi non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan
hal-hal material lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini
kewajaran.
5) Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga;
ANALISIS KEWAJARAN
1. Analisis Transaksi Perseroan
a) Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Perseroan yang memiliki hubungan afiliasi yaitu
Perseroan sebagai pemegang saham WRK dan WINNER, WRK sebagai pemberi pinjaman,
dan WINNER sebagai penerima pinjaman.
b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan termasuk Transaksi
Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020, di mana Perseroan merupakan
pemegang utama dari WRK dan WINNER (secara langsung dan tidak langsung memiliki)
dengan kepemilikan masing-masing sebesar 97,99% dan 100%.
viii
Page 10
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan
dalam POJK 42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan tidak termasuk
Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
c) Analisis perjanjian dan persyaratan atas Transaksi Perseroan dilakukan terhadap Perjanjian
Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK, dan WINNER tanggal 10 Maret 2023,
yang telah disediakan manajemen Perseroan.
d) Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi Perseroan
Manfaat yang diharapkan diterima oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
Perseroan dan analisis atas manfaat Transaksi Perseroan, antara lain:
• Mendukung stabilitas Anak Perusahaan Perseroan
• Sinergi dalam group Perseroan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan
memaksimalkan penggunaan sumber daya finansial.
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
Perseroan adalah:
• Risiko WINNER tidak mampu melakukan pembayaran kembali atas pinjaman yang
diberikan oleh WRK, jika kinerja usaha WINNER di masa yang akan datang tidak
berjalan secara optimal sebagaimana yang direncanakan
• Ketergantungan WINNER terhadap bantuan finansial dari WRK sebagai pemegang
saham mayoritas
• Arus Kas Operasi WRK menjadi terbatas untuk pengembangankan bisnis dan
pembiayaan proyek berjalan
• Tidak tercapainya sinergi dalam grup Perseroan
2. Analisis Kualitatif
a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan pada tanggal 29 Maret 1961 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64
tahun 1961, dari perusahaan asing bernama "Naamloze Vennotschap Technische Handel
Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” Yang dinasionalisasi Pemerintah Republik
Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perseroan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perseroan dinamakan
PT Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal
20 Desember 1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di
Jakarta, dan perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H.,
Notaris di Jakarta berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan
Surat Keputusan No. Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali
diubah dengan Akta No. 4 tanggal 5 Agustus 2022 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H.,
Notaris di Jakarta dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
ix
Page 11
AH.01.09-0042229 tahun 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan , maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,
investasi, agro industri, industry energi, energi terbarukan dan energi konversi,
penyelenggaraan perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering procurement construction,
pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan
usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang
dan/atau jasa.
Kantor pusat Perseroan berlokasi di Jl. D.I Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta Timur dengan lokasi
kegiatan utama di seluruh Indonesia dan luar negeri. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 1961.
b) Analisis Industri
Segmen energi dan industrial plant mencakup 2 (dua) bidang usaha, yaitu energi dan
industrial plant. Perseroan mengelola bidang usaha energi yang meliputi jasa Engineering
Procurement and Construction (EPC) di bidang ketenagalistrikan. Sementara, bidang
industrial plant berfokus membangun suatu processing plant untuk meningkatkan proses
produksi bagi industri-industri yang membutuhkan proses pengolahan bahan mentah
menjadi bahan jadi, seperti pabrik pengolahan migas, pengolahan petrokimia, pabrik
semen, bahan bakar biofuel, pabrik pupuk, pabrik minyak goreng, dan pengolahan bahan
tambang.
Perseroan telah melakukan survei untuk mengetahui pangsa pasar Perseroan di tahun 2022
yang mengacu pada capaian kontrak. Berdasarkan survei tersebut, Perseroan menguasai
25,98% pasar konstruksi nasional terhadap market size jasa konstruksi nasional yang
tercatat sebesar Rp128 triliun di tahun 2022. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar yang
baik terhadap kompetensi konstruksi Perseroan.
Tahun 2023 masih akan menjadi tahun yang menantang. Perseroan cukup optimis
menghadapi tahun 2023. Perseroan akan tetap fokus untuk melakukan perkuatan pada
bisnis inti sebagai langkah untuk meraih pertumbuhan usaha di tahun 2023. Perseroan
mengincar proyek-proyek non investasi untuk mendorong pertumbuhan usaha di tahun
2023. Selain itu, Perseroan juga akan mengoptimalkan potensi dari anggaran
pengembangan infrastruktur yang telah ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp392,1
triliun, naik dari tahun 2022 sebesar Rp363,8 triliun. Pengembangan proyek Ibukota Negara
(“IKN”) yang akan berjalan di tahun 2023 juga akan menjadi salah satu prioritas Perseroan.
Perseroan berupaya untuk meraih porsi yang besar dari proyek yang masuk kategori Proyek
Strategis Nasional (“PSN”) tersebut.
c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Perseroan merupakan perusahaan konstruksi terintegrasi yang memiliki 5 (lima) lini bisnis
utama. Produk dan jasa yang ditawarkan oleh Perseroan adalah infrastruktur dan gedung
terdiri dari bidang usaha jasa konstruksi sipil umum yang meliputi pembangunan jalan,
jembatan, pelabuhan laut, bandara, jetty, konstruksi hunian, komersial, serta sarana dan
prasarana. Industri energi dan industrial plant meliputi bidang usaha jasa konstruksi bidang
energi dan engineering, procurement dan construction (EPC) serta jasa operasi dan
pemeliharaan pembangkit listrik. Pada segmen ini termasuk investasi pada sektor
kelistrikan yang mayoritas pendanaan dan operasinya dikendalikan oleh Perseroan.
x
Page 12
Pendapatan segmen energi dan industrial plant Perseroan dan Anak Perusahaan selama
tahun 2018 - 2022 mengalami fluktuatif penurunan dengan rata-rata CAGR sebesar 6,74%.
Pada tahun 2022 pendapatan segmen energi dan industrial plant tercatat sebesar Rp3,88
triliun, meningkat sebesar 16,95% dari tahun 2021 sebesar Rp3,31 triliun. Peningkatan
tersebut disebabkan oleh sebagian proyek berjalan di segmen energi dan industrial plant
telah selesai di produksi di tahun 2022.
Di tahun 2022, segmen energi dan industrial plant berhasil membukukan kontrak baru
sebesar Rp5,07 triliun, mengalami penurunan Rp4,38 triliun atau 46,33%jika dibandingkan
dengan tahun sebelumnya sebesar Rp9,45 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh Perseroan
lebih selektif dalam memilih project owner yang mempunyai term of payment monthly
progress dan milestone. Sementara itu, kontrak dihadapi segmen energi dan industrial plant
di tahun 2022, tercatat sebesar Rp9,72 triliun, mengalami penurunan Rp8,98 triliun atau
47,91% dari tahun 2021 sebesar Rp18,65 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh
sebagian proyek berjalan di segmen energi dan industrial plant telah selesai di produksi di
tahun 2022.
Perseroan juga mencanangkan tahun 2023 sebagai tahun efisiensi. Perseroan akan kembali
mereview struktur biaya dan beban Perseroan pada semua aspek. Perseroan meyakini
bahwa efisiensi merupakan sebuah keharusan bagi Perseroan agar dapat meningkatkan
profitabilitas. Berkaca pada kondisi tahun 2021 dan 2022, di tahun 2023 Perseroan akan
menajamkan fungsi manajemen risiko. Selain melakukan perkuatan pada organisasi
manajemen risiko, Perseroan juga akan menempatkan manajemen risiko sebagai yang
terdepan dalam eksekusi sebuah proyek. Hal ini dimaksudkan agar Perseroan dapat
melakukan minitasi dini terhadap setiap potensi risiko yang dihadapi Perseroan.
Menghadapi kondisi ke depan, Perseroan juga memanfaatkan teknologi yang tepat guna,
efektif, dan ramah lingkungan sehingga dapat meminimalisir dampak sosial yang mungkin
ditimbulkan. Hal tersebut dilakukan selain untuk meningkatkan pertumbuhan Perseroan,
tetapi juga agar manfaat pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan oleh
Perseroan dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
d) Keuntungan dan Kerugian Transaksi Perseroan
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Transaksi
Perseroan adalah WRK dapat memberikan pinjaman yang bersifat lebih cepat dan fleksibel
kepada WINNER.
Kerugian sehubungan dengan Transaksi Perseroan adalah biaya-biaya yang timbul dalam
proses Transaksi Perseroan diantaranya adalah biaya konsultan penunjang dan jasa
profesional.
3. Analisis Kuantitatif
a) Analisis Kinerja Historis
Ikhtisar data keuangan penting Konsolidasian Perseroan didasarkan pada laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018-
2022 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini
wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Anak
Perusahaan
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian terdiri atas segmen pendapatan infrastruktur
dan gedung, industri, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti serta investasi.
xi
Page 13
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami
penurunan berfluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 8,88%.
Selama tahun 2018-2022, segmen pendapatan infrastruktur dan gedung memberikan
kontribusi terbesar terhadap total pendapatan konsolidasian Perseroan dengan kontribusi
rata-rata sebesar 57,06%. Segmen pendapatan industri beton memberikan kontribusi rata-
rata sebesar 22,38% terhadap total pendapatan konsolidasian Perseroan. Segmen
pendapatan energi & industrial plant, hotel, realti & properti dan investasi memberikan
kontribusi rata-rata sebesar 16,45%, 3,93% dan 0,46% terhadap total pendapatan
konsolidasian Perseroan.
Selama tahun 2018-2022, beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian
tercatat mengalami fluktuatif penurunan dengan CAGR sebesar 8,54%. Pada tahun 2022,
beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan 19,63%
sebesar Rp19,28 triliun pada tahun 2022 dari Rp16,12 triliun tahun 2021 yang berasal dari
peningkatan biaya material. Porsi beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian
selama tahun 2018-2022 rata-rata sebesar 89,33% dari total pendapatan.
Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022
sebesar 10,67%.
Selama tahun 2018-2022, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 72,89%. Pada tahun 2022, laba tahun berjalan
Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami penurunan sebesar 94,13% Rp12,59
miliar pada tahun 2022 dari Rp214,43 miliar dari tahun 2021. Penurunan ini disebabkan
oleh menurunnya laba ventura bersama di tahun 2022.
Rata-rata margin laba tahun neto berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun
2018-2022 sebesar 4,06%.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 6,10%. Pada tahun 2022, total aset Perseroan secara
konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 8,19% Rp75,07 triliun pada tahun 2022 dari
Rp69,39 triliun tahun 2021 yang berasal dari peningkatan aset lancar berupa persediaan
dan aset tidak lancar berupa investasi pada ventura bersama.
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 8,20%. Pada tahun 2022, total liabilitas Perseroan
secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan sebesar 10,83% Rp57,58 triliun pada
tahun 2022 dari Rp51,95 triliun tahun 2021. Peningkatan ini disebabkan karena adanya aksi
korporasi yang dilakukan perusahaan di tahun 2022 yaitu melalui penerbitan surat
berharga. Selama tahun 2018-2022, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset
sebesar 0,73x dan rasio total liabilitas terhadap ekuitas sebesar 2,81x.
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 0,40%. Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian
pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar Rp17,49 triliun pada tahun 2022 dari
sebesar Rp17,44 triliun atau sebesar 0,33%. peningkatan kepentingan non pengendali pada
lini bisnis properti yang dimiliki Perseroan.
xii
Page 14
b) Analisis proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Transaksi Perseroan untuk
periode 2023-2027:
Proyeksi Laba Rugi
Pendapatan
Selama 2023 – 2027, dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, Pendapatan Perseroan
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi tereliminasi pada level
konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2027, pendapatan konsolidasian Perseron diproyeksikan sebesar Rp33,14
triliun.
Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan Perseroan dengan Transaksi Perseroan selama 2023 – 2027,
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan.
Laba Usaha
Laba usaha Perseroan dengan Transaksi Perseroan selama 2023 – 2027, juga diproyeksikan
tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Pada akhir periode proyeksi, tahun 2027, dengan dilaksanakan Transaksi Perseroan, Laba
Usaha Perseroan diproyeksikan sebesar Rp3,38 triliun.
Laba Bersih
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, laba bersih Perseroan selama periode 2023
– 2027 tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi
Perseroan.
Pada akhir periode proyeksi, tahun 2027, dengan dilaksanakan Transaksi Perseroan Laba
bersih Perseroan diproyeksikan sebesar Rp1,46 triliun
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Aset
Selama tahun 2023 – 2027, dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, jumlah aset
Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa
melaksanakan Transaksi Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi
tereliminasi pada level konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2027, jumlah aset konsolidasian Perseron diproyeksikan sebesar Rp61,99
triliun.
Liabilitas
Total liabilitas Perseroan selama tahun 2023 – 2027 diproyeksikan tidak mengalami
perubahan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan dengan
Total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp55,81 triliun pada 2027.
Ekuitas
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, Total ekuitas Perseroan selama periode 2023
– 2027 diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tanpa
melaksanakan Transaksi Perseroan dengan Total ekuitas Perseroan diproyeksikan sebesar
Rp6,18 triliun pada 2027.
xiii
Page 15
Proyeksi Laporan Arus Kas
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan selama periode 2023 – 2027, arus kas yang
diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila
dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan selama periode 2023 – 2027, arus kas yang
digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan
bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Sehubungan dengan Transaksi Perseroan, selama periode 2023 – 2027, arus kas yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal
31 Desember 2022, yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan:
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan, Proforma Pendapatan
Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Proforma harga pokok penjualan juga tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan
Transaksi Perseroan.
Proforma Laba Bersih Tahun Berjalan Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma jumlah Aset Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan
Transaksi Perseroan.
Proforma jumlah Aset Tidak Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Liabilitas
Proforma Jumlah Liabilitas jangka pendek Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Proforma Jumlah Liabilitas jangka panjang Perseroan juga tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Ekuitas
Proforma Jumlah Ekuitas Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan
Transaksi Perseroan.
d) Analisis Inkremental atas Transaksi Perseroan dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
Transaksi Perseroan dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Transaksi
Perseroan untuk periode 2023-2027.
Penjualan
Selama 2023 – 2027, dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, inkremental Penjualan
Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa
xiv
Page 16
melaksanakan Transaksi Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi
tereliminasi pada level konsolidasian Perseroan.
Harga Pokok Penjualan
Inkremental harga pokok penjualan Perseroan dengan Transaksi Perseroan 2023 – 2027,
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan.
Laba Usaha
Inkremental Laba usaha Perseroan dengan Transaksi Perseroan selama 2023 – 2027, juga
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan.
Laba Bersih
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan selama periode 2023 – 2027 tidak mengalami
perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Aset
Selama tahun 2023 – 2027, dengan dilakukannya Transaksi Perseroan, inkremental jumlah
aset lancar Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa
melaksanakan Transaksi Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi
tereliminasi pada level konsolidasian Perseroan.
Liabilitas
Selama tahun 2023 – 2027, dengan dilakukannya Transaksi Perseroan, inkremental jumlah
liabilitas Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan
tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Ekuitas
Inkremental proyeksi ekuitas Perseroan selama periode 2023 – 2027 diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan
4. Analisis Faktor Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Transaksi Perseroan, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5. Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga
Analisis kewajaran terhadap harga Transaksi Perseroan dilakukan dengan membandingkan
Tingkat Suku Bunga Transaksi Perseroan berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas
Cash Loan antara WRK dan WINNER dengan dengan rata-rata tingkat suku bunga kredit modal
kerja yang tersedia di pasar dalam 3 (tiga) tahun terakhir, yang dijadikan sebagai acuan kisaran
nilai.
A. Tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan
Berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK dan WINNER
tanggal 10 Maret 2023, tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan adalah 5% per tahun
diatas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) bulanan pada bulan berjalan,
dengan ketentuan bunga tersebut dapat disesuaikan oleh WRK sesuai dengan
perkembangan bunga yang berlaku.
xv
Page 17
B. Rata-rata Tingkat Suku Bunga Kredit Modal Kerja yang tersedia di pasar
Berdasarkan analisis terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar, dapat dilihat
bahwa tingkat suku bunga yang berlaku dalam Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas
Cash Loan antara WRK dan WINNER sebesar 5% per tahun diatas tingkat suku bunga acuan
Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) adalah wajar karena berada dalam kisaran tingkat suku
bunga kredit modal kerja yang tersedia di pasar tahun 2022 sebesar 8,46% - 9,08% dengan
median sebesar 8,80% dan rata-rata tingkat suku bunga berdasarkan kelompok bank dalam
3 tahun terakhir untuk kredit modal kerja berkisar 8,92% - 9,61% dengan median sebesar
9,26%.
Berdasarkan analisis terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar, dapat dilihat bahwa
tingkat suku bunga yang berlaku dalam Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan
antara WRK dan WINNER sebesar 5% per tahun diatas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-
Day Repo Rate) adalah wajar karena masih berada dalam kisaran tingkat suku bunga kredit
modal kerja yang tersedia di pasar sebesar 8,46% - 9,08% dengan median sebesar 8,80%.
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi Perseroan yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Transaksi Perseroan, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Transaksi
Perseroan adalah wajar.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.
Hormat Kami,
Jakarta, 24 Juni 2024
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349
xvi
Page 18
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, WRK, WINNER,
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
2. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh opini atas kewajaran Transaksi Perseroan yang dihasilkan dari proses analisis
kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Perjanjian
Pengadaan Jasa No. TP.01.03/A.FIN.00011/2024 tanggal 29 Mei 2024. Adapun biaya jasa
tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai (“IKJPP”)
MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;
4. Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2023;
5. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
35 dan SEOJK 17;
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Pendapat Kewajaran ini;
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
Perseroan pada tanggal 14 Juni 2024 dengan perwakilan dari manajemen Perseroan yaitu
Bapak Dhonny Ariyanto Sigit selaku Senior Manager of Subsidiary Management Department.
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran; dan
xvii
Page 19
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.
Jakarta, 24 Juni 2024
Signing Partner
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI : 00 - S - 01349 ......................................................
Reviewer
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
STTD OJK No. : STTD.PB-12/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 06 - S - 01990 ......................................................
Penilai
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
MAPPI No.: 12-S-03901 ......................................................
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No.RMK-2017.00649 ......................................................
Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059 .....................................................
xviii
Page 20
DAFTAR ISI
1.1 NOMOR DAN TANGGAL LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ....................................................................... 1
1.2 STATUS PENILAI ............................................................................................................................... 1
1.3 IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ............................................................................ 1
1.4 TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN ......................................................................................................... 2
1.5 OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN .............................................................................................. 2
1.6 SIFAT TRANSAKSI .............................................................................................................................. 2
1.7 RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN.............................................................................................. 3
1.8 PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN ................................................................................................... 3
1.9 TANGGAL PENILAIAN ......................................................................................................................... 3
1.10 PENGGUNAAN MATA UANG ............................................................................................................... 3
1.11 KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN............................................................................................... 3
1.12 INDEPENDENSI PENILAI ...................................................................................................................... 3
1.13 SUMBER DATA DAN INFORMASI .......................................................................................................... 3
1.14 ASUMSI POKOK DAN KONDISI PEMBATAS .............................................................................................. 5
1.15 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI ............................................................................. 7
2.1 METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI PERSEROAN............................................................... 8
2.2 ANALISIS TRANSAKSI PERSEROAN......................................................................................................... 8
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak – Pihak yang Bertransaksi ................................................... 8
2.2.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan Transaksi Perseroan .................................................... 12
2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi Perseroan ......................................................... 13
2.3 ANALISIS KUALITATIF ....................................................................................................................... 13
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan .................................................................. 13
2.3.2 Alasan Transaksi Perseroan .................................................................................................. 14
2.3.3 Analisis Industri .................................................................................................................... 15
2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan ............................................................ 19
2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Transaksi Perseroan ................................................................... 27
2.4 ANALISIS KUANTITATIF..................................................................................................................... 27
2.4.1 Analisis Kinerja Historis ........................................................................................................ 27
2.4.2 Analisis Proyeksi Perseroan Dengan dan Tanpa Transaksi Perseroan .................................. 43
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan ................................................. 47
2.4.4 Analisis Inkremental ............................................................................................................. 51
2.5 ANALISIS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ............................................................................................... 53
2.6 ANALISIS KEWAJARAN HARGA TRANSAKSI PERSEROAN........................................................................... 54
xix
Page 21
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1: Anggaran Infrastruktur Indonesia tahun 2018 - 2022 ................................................ 15
Gambar 2-2: Budget Ceiling Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan
Kementerian Perhubungan Tahun 2018 - 2022 ........................................................... 16
Gambar 2-3: Pangsa Pasar konstruksi Perseroan Tahun 2022 ........................................................ 17
Gambar 2-4: Tren Pendapatan Perusahaan Konstruksi yang Terdaftar di BEI Tahun 2018 - 2022 . 18
Gambar 2-5: Pertumbuhan Pasar Industri Konstruksi di Indonesia 2024 - 2029............................. 18
Gambar 2-6: Pertumbuhan Pasar Peralatan Industri Konstruksi di Indonesia 2023 - 2029 ............ 19
Gambar 2-7: Lini Bisnis Perseroan ................................................................................................... 20
Gambar 2-8 : Kontribusi Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan Desember 2022 ............... 21
Gambar 2-9 :Perkembangan Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2018 - 2022 ... 21
Gambar 2-10 : Perkembangan Segmen Pendapatan Infrastruktur dan Gedung Perseroan dan Anak
Perusahaan Tahun 2018 – 2022 ................................................................................... 22
Gambar 2-11 : Perkembangan Segmen Pendapatan Energi dan Industrial Plant Perseroan dan Anak
Perusahaan Tahun 2018 - 2022 .................................................................................... 22
Gambar 2-12 : Perkembangan Segmen Pendapatan Industri Beton Perseroan dan Anak Perusahaan
Tahun 2018 - 2022 ........................................................................................................ 23
Gambar 2-13 : Perkembangan Segmen Pendapatan Hotel, Realty dan Properti Perseroan dan Anak
Perusahaan Tahun 2018 - 2022 .................................................................................... 24
Gambar 2-14 : Lokasi Operasional Perseroan .................................................................................. 26
Gambar 2-15 : Perkembangan Total Liabilitas, Total Ekuitas dan Total Aset Konsolidasian Perseroan
...................................................................................................................................... 32
Gambar 2-16 : Perkembangan Segmen Pendapatan Konsolidasian Perseroan............................... 33
Gambar 2-17 : Perkembangan Pendapatan, Laba Bruto, Laba Tahun Berjalan, dan Laba
Komprehensif Tahun Berjalan Konsolidasian Perseroan .............................................. 36
Gambar 2-18 : Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
Pendanaan Konsolidasian Perseroan............................................................................ 40
xx
Page 22
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Permodalan Saham Perseroan ........................................................................... 9
Tabel 2-2 : Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham WRK .......................................... 10
Tabel 2-3 : Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham WINNER .................................... 11
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan ....................................................... 28
Tabel 2-5 : Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) .................................................... 30
Tabel 2-6 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan ....... 32
Tabel 2-7 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ................................................................... 36
Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) .................................................. 38
Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ...................................................................... 41
Tabel 2-10 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi Perseroan ................... 43
Tabel 2-11 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi Perseroan ................. 44
Tabel 2-12 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi Perseroan ......... 45
Tabel 2-13 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi Perseroan ...... 45
Tabel 2-14 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi Perseroan ..................... 46
Tabel 2-15 : Laporan Arus Kas Perseroan Konsolidasian Dengan Transaksi Perseroan ................... 46
Tabel 2-16 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Proforma ................................................................. 47
Tabel 2-17 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma ...................................................... 48
Tabel 2-18 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma (Lanjutan) ..................................... 49
Tabel 2-19 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan............................. 51
Tabel 2-20 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan .................. 52
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan .............................. 53
xxi
Page 23
1 PENDAHULUAN
PT Wijaya Karya (Persero) (“Perseroan”) bergerak dalam bidang usaha Industri Konstruksi, Industri
Pabrikasi, Investasi, Industri Energi, Energi Terbarukan, dan Energi Konversi, Penyelenggaraan
Perkeretapian, Penyelenggaraan Pelabuhan, Engineering Procurement Construction, Layanan
Peningkatan Kemampuan di bidang Jasa Konstruksi, Jasa Enjinering, dan Perencanaan, Investasi
dan/atau Pengelolaan Usaha di bidang Prasarana dan Sarana Dasar (Infrastruktur).
Pada Maret 2023, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (“WRK”) telah memberikan fasilitas
pinjaman cash loan kepada PT Wijaya Karya Industri Energi (“WINNER”), untuk selanjutnya disebut
“Transaksi Perseroan”.
Per 31 Desember 2022, Perseroan memiliki 97,99% saham WRK dan secara langsung memiliki 40%
saham WINNER dan WRK memiliki 60% saham WINNER.
Penjelasan spesifik Transaksi Perseroan dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Sehubungan dengan Transaksi Perseroan, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pemberian Pinjaman Fasilitas
Cash Loan oleh PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi kepada PT Wijaya Karya Industri Energi dengan
Laporan No. 00059/2.0095-00/BS/03/0269/1/VI/2024 tanggal 24 Juni 2024.
1.2 Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal
19 Januari 2010 mengenai Izin Penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai
penilai di Bidang Jasa Penilaian dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00269 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023.
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor : WIKA Tower
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10,
Jakarta 13340,
Indonesia
Telepon : (021) 806 79200
Faksimili : (021) 228 93830
Email : investor.relations@wika.co.id
1
Page 24
Website : www.wika.co.id
Bidang Usaha : Industri Konstruksi, Industri Pabrikasi, Investasi, Industri Energi, Energi
Terbarukan, dan Energi Konversi, Penyelenggaraan Perkeretapian,
Penyelenggaraan Pelabuhan, Engineering Procurement Construction,
Layanan Peningkatan Kemampuan di bidang Jasa Konstruksi, Jasa
Enjinering, dan Perencanaan, Investasi dan/atau Pengelolaan Usaha di
bidang Prasarana dan Sarana Dasar (Infrastruktur).
1.4 Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran transaksi
pemberian fasilitas pinjaman cash loan oleh WRK kepada WINNER, sebagaimana didefinisikan
dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan,
perbankan serta tidak untuk bentuk Transaksi Perseroan lainnya.
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis kewajaran adalah transaksi pemberian fasilitas pinjaman cash loan oleh WRK kepada
WINNER.
1.6 Sifat Transaksi
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020, di mana Perseroan merupakan pemegang 97,99%
saham WRK dan WINNER (secara langsung dan tidak langsung melalui WRK) sebesar 100%.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020 dan tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Transaksi Perseroan
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
2
Page 25
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
Perseroan untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain indentifikasi masalah (indentifikasi batasan, maksud,
dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran
transaksi, penyusunan laporan.
1.8 Pedoman dan Standar Penilaian
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).
1.9 Tanggal Penilaian
Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 31 Desember 2022, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2022.
1.10 Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2022, sampai dengan tanggal Transaksi
Perseroan, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
1.12 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, WRK, WINNER, ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
atas kewajaran Transaksi Perseroan yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami
hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Perjanjian Pengadaan Jasa
No. TP.01.03/A.FIN.00011/2024 tanggal 29 Mei 2024. Adapun biaya jasa tersebut telah
memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.
1.13 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
3
Page 26
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 23 Maret 2023 oleh Benny Andria dengan No. AP.0181;
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 4 Maret 2022 oleh Benny Andria dengan No. AP.0181;
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2020, yang telah diaudit KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
pada tanggal 15 Maret 2021 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2019, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2020 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2018, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 8 Maret 2019 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
6. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian WRK dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
pada tanggal 7 Maret 2023 oleh Rudi Hartono Purba dengan No. AP.0501;
7. Opini dan Laporan Keuangan WINNER untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022,
yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal 3 Maret 2023 oleh Rudi
Hartono Purba dengan No. AP.0501
8. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi Perseroan untuk
tahun 2023 – 2027, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan
review atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran
proyeksi keuangan.
9. Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 31 Desember 2022, yang telah
disiapkan oleh manajemen Perseroan.
10. Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK, dan WINNER tanggal
10 Maret 2023, yang telah disediakan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. SE.01.01/A.FIN.00131/2024 tertanggal 21 Juni 2024 sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran;
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan pada tanggal 14 Juni
2024 dengan perwakilan dari manajemen Perseroan yaitu Bapak Dhonny Ariyanto Sigit selaku
Senior Manager of Subsidiary Management Department dengan agenda pembahasan proyeksi
konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran.
4
Page 27
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.
1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disiapkan manajemen Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Transaksi Perseroan, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah resmi mengumumkan bahwa pandemi Corona Virus
Disease (COVID-19) sebagai pandemi global dan telah menyebar hampir ke seluruh dunia termasuk
Indonesia. Hal ini diumumkan pada tanggal 11 Maret 2020, sebagaimana diberitakan dalam situs
resmi WHO melalui konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa3.
3 (https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-
covid-19---11-march-2020)
5
Page 28
Pada tanggal 30 Desember 2022, Pemerintah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (“PPKM”) di seluruh wilayah Indonesia dan pada tanggal 21 Juni 2023, pemerintah
memutuskan untuk mencabut status pandemi dan kita mulai memasuki masa endemi4.
Pandemi COVID-19 secara tidak langsung berpengaruh terhadap perekonomian global dan
Indonesia dan selanjutnya berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional bisnis Perseroan di
Indonesia.
Kondisi perekonomian atau pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19
dipengaruhi oleh perekonomian global maupun kebijakan ekonomi makro nasional.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal penilaian.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penilaian seperti yang telah
diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga Transaksi Perseroan, tidak terdapat
kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun industri, saat kini
maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan rencana bisnis dan
anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Penilaian yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Penilaian, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penilaian.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Transaksi Perseroan, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Transaksi Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Perseroan
tersebut, karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan
pelaksanaan Transaksi Perseroan, maka kesimpulan laporan kewajaran yang diinformasikan
tersebut di atas, hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak
material terhadap kewajaran dari Transaksi Perseroan. Perubahan tersebut termasuk perubahan
baik secara internal pada masing-masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi
pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah
Indonesia setelah tanggal penilaian. Bila mana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi
perubahan tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Transaksi Perseroan ini mungkin
berbeda.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, bahwa mereka telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan pendapat kewajaran dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
4 https://setkab.go.id/pemerintah-resmi-cabut-status-pandemi-covid-19
6
Page 29
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Proyeksi keuangan yang disampaikan dalam dalam format excel tanpa link, sehingga kami lakukan
review secara terbatas yang berhubungan dengan Transaksi Perseroan dan kami tidak bertanggung
jawab atas akurasi data yang terdapat dalam proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau
perhitungan matematis, selain itu kami juga tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta
proyeksi keuangan diluar Transaksi Perseroan.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
Perseroan.
1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
7
Page 30
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN TRANSAKSI PERSEROAN
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi Perseroan
Dalam menilai kewajaran Transaksi Perseroan, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1. Analisis Transaksi Perseroan berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi
Perseroan, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi Perseroan, analisis
manfaat dan risiko Transaksi Perseroan;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Transaksi Perseroan,
riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, dan kerugian Transaksi Perseroan;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis proforma
laporan keuangan, dan analisis inkremental
4. Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
informasi non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan
hal-hal material lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini
kewajaran.
5. Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga.
2.2 Analisis Transaksi Perseroan
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Transaksi Perseroan yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Transaksi Perseroan meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam
Transaksi Perseroan, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi Perseroan,
analisis manfaat dan risiko Transaksi Perseroan.
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak – Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen, berikut adalah keterangan pihak-pihak yang terkait dalam
Transaksi Perseroan yang memiliki hubungan afiliasi yaitu Perseroan sebagai pemegang saham
WRK dan WINNER, WRK sebagai pemberi pinjaman, dan WINNER sebagai penerima pinjaman.
1. Perseroan
a) Riwayat Singkat
Perseroan didirikan pada tanggal 29 Maret 1961 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64
tahun 1961, dari perusahaan asing bernama "Naamloze Vennotschap Technische Handel
Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” Yang dinasionalisasi Pemerintah Republik
Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perseroan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perseroan dinamakan
PT Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal
20 Desember 1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di
Jakarta, dan perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H.,
Notaris di Jakarta berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan
Surat Keputusan No. Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
8
Page 31
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali
diubah dengan Akta No. 4 tanggal 5 Agustus 2022 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H.,
Notaris di Jakarta dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
AH.01.09-0042229 tahun 2022.
Kantor pusat Perseroan berlokasi di Jl. D.I Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta Timur dengan lokasi
kegiatan utama di seluruh Indonesia dan luar negeri. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 1961.
b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
berusaha dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,
investasi, agro industri, industry energi, energi terbarukan dan energi konversi,
penyelenggaraan perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering procurement construction,
pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan
usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang
dan/atau jasa.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1 : Struktur Permodalan Saham Perseroan
Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah Nominal
Keterangan
(Saham) (%) (Ribu Rp)
Modal Dasar 35.000.000.000 3.500.000.000
Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Preferen Pemerintah Republik Indonesia
(Seri A Dwiwarna) 1 0,000% 0,1
Saham Biasa (Seri B) Pemerintah Republik Indonesia 5.834.849.999 65,049% 583.484.999,9
Agung Budi Waskito (Direktur Utama) 184.200 0,002% 18.420,0
Masyarakat 3.134.917.172 34,949% 313.491.717,2
Jumlah Modal Saham 8.969.951.372 100,000% 896.995.137,2
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Desember 2022
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan
per 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ir. Jarot Widyoko, SP
Komisaris : Dr. Firdaus Ali, MSc
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit, SH., MM., LLM
Komisaris : Dr. Harris Arthur Hedar, SH., MH
Komisaris Independen : Ir. Adityawarman., MM
Komisaris Independen : Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D.
Komisaris Independen : Rusmanto
9
Page 32
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito, ST., M. Tech
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Adityo Kusumo, ST., MBA
Direktur Human Capital Management : Ir. Hadjar Seti Adji MEngSc
Direktur Operasi I : Hananto Aji, ST
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi, ST
Direktur Operasi III : Rudy Hartono, ST., MT
Direktur Quality, Health, Safety and Environment : Ir. Ayu Widya Kiswari, MBA
2. WRK
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (“WRK”) sebelumnya bernama PT Wijaya Karya Insan
Pertiwi didirikan berdasarkan Akta Notaris Ali Harsoyo, S.H., No. 21 tertanggal 28 Februari
1984. Akta Pendirian Perusahaan disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. C2-6005.HT.01.01 TH.84 tertanggal 24 Oktober 1984.
Anggaran Dasar WRK telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan Akta Notaris Bayu Candra, S.H., Akta Notaris Bayu Candra, S.H., No. 87
tertanggal 28 Desember 2022 tentang perubahan Anggaran Dasar dan telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHUAH.01.09.0005699 tahun 2022 tertanggal 4 Januari 2023.
b) Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar WRK, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
adalah jasa konstruksi, jasa engineering procurement dan construction, jasa fabrikasi, jasa
pengoperasian dan pemeliharaan serta kegiatan investasi yang menunjang kegiatan usaha
dimaksud.
WRK berlokasi di Gedung Wika Lantai 6 - 7 Jl. D.I. Pandjaitan Kav 9, Jakarta 13340.
c) Struktur Permodalan dan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham WRK per tanggal 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Tabel 2-2 : Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham WRK
Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah Nominal
Keterangan
(Saham) (%) (Rp)
Modal Dasar 550.000 550.000.000.000
Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
Perseroan 208.525 97,99% 208.525.000.000
Widjanarko Tantono 2.124 1,00% 2.124.000.000
Ir. Hastjaryo 1.416 0,67% 1.416.000.000
Hendro Isworo 731 0,34% 731.000.000
Jumlah Modal Saham 212.796 100,00% 212.796.000.000
Sumber : Laporan keuangan WRK per tanggal 31 Desember 2022
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi WRK per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
10
Page 33
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Hadjar Seti Adji
Komisaris : Thanon Aria Dewangga
Komisaris : Sujono
Komisaris Independen : Ahmad Thonthowi Djauhari
Direksi
Direktur Utama : Hendra Jayusman
Direktur Strategi Bisnis dan
Investasi : Anung Caksono Adi
Direktur Keuangan, Human
Capital dan Manajemen
Risiko : Baju Wibisono Muhammad Abduh
Direktur Operasi : Eko Susilo Prayitno
3. WINNER
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Industri Energi (“WINNER”) didirikan dengan nama PT Wijaya Karya Intrade
Energi berdasarkan Akta Notaris No. 32 tanggal 18 Juni 2010 dari Notaris Ryan Bayu Candra
S.H., MKn. Akta Pendirian ini telah memeroleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-32045.AH.01.01/2010
tanggal 24 Juni 2010. Perubahan nama WINNER dari PT Wijaya Karya Intrade Energi
menjadi PT Wijaya Karya Industri Energi berdasarkan Akta Notaris No. 35 tanggal 20 Mei
2013 dari Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.
Anggaran Dasar WINNER telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
No. 89 tanggal 31 Maret 2021 yang dibuat di hadapan Ryan Bayu Candra, S.H., M.Kn Notaris
di Jakarta, dan telah memeroleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.03-0208441 tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021.
b) Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
berusaha dalam bidang industri pengolahan, konstruksi, pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin, perdagangan dan aktivitas perusahaan holding.
c) Struktur Permodalan dan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham WINNER per tanggal 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Tabel 2-3 : Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham WINNER
Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah Nominal
Keterangan
(Saham) (%) (Rp)
Modal Dasar 428.936.000 428.936.000.000
Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
Perseroan 42.893.600 40,00% 42.893.600.000
WRK 64.340.400 60,00% 64.340.400.000
Jumlah Modal Saham 107.234.000 100,00% 107.234.000.000
Sumber : Laporan keuangan WINNER per tanggal 31 Desember 2022
11
Page 34
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi WINNER per tanggal 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Baju Wibisono
Komisaris : Atut Meilaksono
Direksi
Direktur Utama : Mulyana
Direktur Keuangan, Human
Capital dan Manajemen Risiko : Krismantoro
2.2.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan Transaksi Perseroan
Analisis perjanjian dan persyaratan atas Transaksi Perseroan dilakukan terhadap Perjanjian
Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK, dan WINNER tanggal 10 Maret 2023, yang
telah disediakan manajemen Perseroan.
Berikut ringkasan dari Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan :
Para Pihak
a. WRK sebagai sebagai pemberi pinjaman.
b. WINNER sebagai penerima pinjaman
Jumlah Pinjaman
Jumlah plafon fasilitas cash loan adalah sebesar Rp60.000.000.000
Kompensasi
a. Bunga : 5% per tahun diatas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate)
bulanan pada bulan berjalan, dengan ketentuan bunga tersebut dapat
disesuaikan oleh WRK sesuai dengan perkembangan bunga yang berlaku
b. Admin : 0,65% dari nilai penarikan pinjaman
Jangka Waktu
Jangka waktu perjanjian berlaku sejak 10 Maret 2023 dan akan berlaku selama 1 (satu) tahun
hingga tanggal 9 Maret 2024.
Hak dan Kewajiban WRK
a. WRK berhak mendapatkan kompensasi Bunga, Administrasi dan biaya lainnya (jika ada)
berdasarkan perjanjian;
b. WRK berhak untuk mendapatkan laporan secara periodik dari WINNER berkaitan dengan
fasilitas cash loan yang telah dipergunakan WINNER
c. WRK berkewajiban memberitahukan kepada WINNER dalam hal WRK tidak dapat
memberikan pinjaman cash loan kepada WINNER dalam waktu selambat-lambatnya 1
(satu) hari kerja sebelum tanggal penarikan pinjaman yang direncanakan oleh WINNER;
d. WRK berkewajiban untuk mengurus, melakukan dan/atau mengadministrasikan seluruh
dokumen pinjaman fasilitas cash loan dengan baik dan benar
12
Page 35
Hak dan Kewajiban WINNER
a. WINNER berhak untuk menerima pinjaman fasilitas cash loan dari WRK sepanjang
permohonan fasilitas tersebut disetujui oleh WRK ;
b. WINNER berkewajiban untuk membayar kembali seluruh pinjaman utang pokok dan bunga
kepada WRK pada saat jatuh tempo dan/atau waktu lain setelah jatuh tempo yang
disetujui oleh WRK berdasarkan Surat Pemberitahuan dari WRK
c. WINNER berkewajiban untuk mengurus, melakukan dan/atau mengadministrasikan
seluruh dokumen pinjaman fasilitas cash loan dengan baik dan benar
d. WINNER berkewajiban untuk memotong beban Pajak Penghasilan secara langsung atas
Bunga yang diterima oleh WRK berdasarkan Perubahan dan Penegasan Kembali Perjanjian.
Penyelesaian Perselisihan
Hukum dan Peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia
2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi Perseroan
Manfaat yang diharapkan diterima oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
dan analisis atas manfaat Transaksi Perseroan, antara lain:
• Mendukung stabilitas Anak Perusahaan Perseroan
• Sinergi dalam group Perseroan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan
memaksimalkan penggunaan sumber daya finansial
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
adalah :
• Risiko WINNER tidak mampu melakukan pembayaran kembali atas pinjaman yang
diberikan oleh WRK, jika kinerja usaha WINNER di masa yang akan datang tidak berjalan
secara optimal sebagaimana yang direncanakan
• Ketergantungan WINNER terhadap bantuan finansial dari WRK sebagai pemegang saham
mayoritas
• Arus Kas Operasi WRK menjadi terbatas untuk pengembangankan bisnis dan pembiayaan
proyek berjalan
• Tidak tercapainya sinergi dalam grup Perseroan
2.3 Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap alasan dan latar belakang
Transaksi Perseroan, riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
operasional dan prospek usaha Perseroan, dan kerugian Transaksi Perseroan.
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan pada tanggal 29 Maret 1961 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun
1961, dari perusahaan asing bernama "Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en
Bouwbedijf Vis en Co.” Yang dinasionalisasi Pemerintah Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perseroan berubah dari Perusahaan
Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perseroan dinamakan PT Wijaya Karya
(Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 dari Dian
Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan perubahan naskah pendirian
13
Page 36
Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta berdasarkan Akta No. 106 tanggal
17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada
tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah
dengan Akta No. 4 tanggal 5 Agustus 2022 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta
dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0042229 tahun 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro
industri, industry energi, energi terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan perkeretaapian,
penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan kebandarudaraan, logistik, perdagangan,
engineering procurement construction, pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan
peningkatan kemampuan dibidang jasa konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan
perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur)
untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
Kantor pusat Perseroan berlokasi di Jl. D.I Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta Timur dengan lokasi kegiatan
utama di seluruh Indonesia dan luar negeri. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 1961.
2.3.2 Alasan Transaksi Perseroan
Untuk pengembangan bisnis energi terbarukan, Perseroan mendirikan PT Wijaya Karya Intrade
Energi pada tanggal 18 Juni 2010, yang kemudian berganti nama menjadi WINNER pada tanggal 20
Mei 2013. Saat ini WINNER bergerak di bidang konversi dan konservasi energi baru terbarukan, dan
memiliki empat (4) lini bisnis yaitu Pemanas Air (WH), Fotovoltaik, Baterai dan Lampu
Dengan menerapkan prinsip-prinsip kualitas, keselamatan, kesehatan dan lingkungan, WINNER
memproduksi Water Heater, seperti AirCon Water Heater yang memanfaatkan panas yang
dihasilkan oleh Air Conditioner dan juga Heat Pump Water Heater, Wika Battery Energy Box (Tabung
Listrik/Talis) yang dapat digunakan sebagai solusi listrik portable, serta Wika Battery yang
merupakan baterai lithium yang digunakan pada motor listrik “Gesit”.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pemenuhan kewajiban NonCash Loan dan sesuai
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (“RKAP”) Tahun 2023, WINNER mengajukan pinjaman
Cash Loan dari pemegang sahamnya yaitu WRK.
Sehubungan dengan hal tersebut, WRK telah memberikan fasilitas pinjaman cash loan dengan
plafon sebesear Rp60 miliar kepada WINNER, untuk selanjutnya disebut “Transaksi Perseroan”.
Sehubungan dengan Transaksi Perseroan, WRK dan WINNER telah menandatangani Perjanjian
Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan dengan plafon pinjaman sebesar Rp60.000.000.000 (enam
puluh miliar Rupiah)] dengan bunga 5% per tahun diatas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-
Day Repo Rate) bulanan dan jangka waktu 1 (satu) tahun.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali dalam Transaksi Perseroan, yang dapat
merugikan Perseroan, sehingga Transaksi Perseroan bukan merupakan suatu Transaksi Benturan
Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
14
Page 37
2.3.3 Analisis Industri
Gambaran Umum
Infrastruktur dan Gedung
Industri konstruksi dan infrastruktur termasuk salah satu industri yang terkena dampak paling besar
dari kondisi perekonomian sepanjang tahun 2022. Lonjakan harga komoditas energi dan gangguan
rantai pasok global telah membuat harga material pendukung proyek konstruksi meningkat cukup
signifikan. Selain itu, berbagai rentetan shocks yang terjadi pada perekonomian global juga telah
membuat sebagian besar pelaku usaha menunda rencana ekspansi usahanya sambil memantau
perkembangan perekonomian global. Hal tersebut membuat pasar industri konstruksi dan
infrastruktur cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut
semakin diperberat dengan kebijakan pemerintah yang kembali menekan anggaran pembangunan
infrastruktur.
Sebelumnya, kondisi pandemi COVID-19 membuat industri konstruksi Indonesia mengalami
penurunan akibat menurunnya anggaran infrastruktur Indonesia di tahun 2020 yang terlihat dari
kebijakan budget ceiling atau pengetatan anggaran belanja infrastruktur pada Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (“PUPR”) dan Kementerian Perhubungan pada tahun
2020. Anggaran infrastruktur Indonesia selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif penurunan
dihitung secara Compound Annual Growth Rate (“CAGR”) sebesar 1,36%. Penurunan tertinggi
terjadi pada tahun 2020 sebesar 22,08% karena menurunnya pembangunan infrastruktur dan
gedung karena pandemi COVID-19. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 31,27%
terutama karena peningkatan pembangunan infrastruktur dan gedung pasca pandemi COVID-19.
Budget ceiling untuk kementerian PUPR selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif penurunan
dihitung secara CAGR sebesar 8,94%. Penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 28,26%.
Peningkatan terjadi pada tahun 2021 sebesar 6,98%. budget ceiling untuk kementerian
perhubungan selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif penurunan dihitung secara CAGR
sebesar 2,98%. Penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 32,67%. Peningkatan terjadi
pada tahun 2021 sebesar 74,42%.
Gambar 2-1: Anggaran Infrastruktur Indonesia tahun 2018 - 2022
(Dalam triliun Rupiah)
450
394 394 403
400 373
350 307
300
250
200
150
100
50
0
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Annual Report Perseroan, 2023
15
Page 38
Gambar 2-2: Budget Ceiling Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan
Kementerian Perhubungan Tahun 2018 - 2022
(Dalam triliun Rupaih)
250
196
200
162 155
150
150 129 134
114 111
101
100 86
48 44 43 46
50 33
0
2018 2019 2020 2021 2022
Kementrian PUPR Kementrian perhubungan Total
Sumber : Annual Report Perseroan, 2023
Energi dan industrial plant
Segmen energi dan industrial plant mencakup 2 (dua) bidang usaha, yaitu energi dan industrial
plant. Perseroan mengelola bidang usaha energi yang meliputi jasa Engineering Procurement and
Construction (EPC) di bidang ketenagalistrikan. Sementara, bidang industrial plant berfokus
membangun suatu processing plant untuk meningkatkan proses produksi bagi industri-industri
yang membutuhkan proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi, seperti pabrik
pengolahan migas, pengolahan petrokimia, pabrik semen, bahan bakar biofuel, pabrik pupuk,
pabrik minyak goreng, dan pengolahan bahan tambang.
Industri beton
Sektor infrastruktur khususnya produk beton merupakan salah satu sektor penting perekonomian
Indonesia, mengingat kebutuhan akan produk beton cukup besar dan merupakan kontributor
dalam proses pembangunan infrastruktur. Jenis beton yang dapat langsung digunakan atau bahan
siap pakai di antaranya Beton Precast yaitu beton pracetak merupakan bahan beton yang telah
dibuat di pabrik dengan bentuk sesuai cetakan. Selanjutnya, ada ready mix yaitu beton yang yang
telah diolah dengan dengan bahan baku khusus yang dilakukan di batching plant hingga menjadi
beton cor siap pakai dan siap digunakan.
Hotel, realty dan properti
Segmen hotel, realty dan properti yang dijalankan Perseroan melalui WIKA realty merupakan
entitas anak Perusahaan. Segmen ini mencakup beberapa pengerjaan dan pengelolaan berbagai
jenis hunian, mulai dari landed house, highrise building (apartemen, condotel, dan office mixed use)
serta industrial estate. Di samping itu, Perseroan juga menjalankan property management yang
didukung juga oleh WIKA realty untuk mendorong pengembangan operasional di segmen realty
dan properti menjadi semakin optimal. WIKA realty saat ini juga tengah menjalankan perannya
sebagai holding hotel BUMN. Berdasarkan data Statista, indeks harga properti residensial di
Indonesia pada kuartal 4 2021 sebesar 104,21 mengalami peningkatan pada kuartal 4 2022 sebesar
106,30.
16
Page 39
Investasi
Segmen investasi yang dijalankan Perseroan terdiri dari investasi di bidang energi, infrastruktur dan
air, dimana sampai dengan tahun 2023, Perseroan telah melakukan investasi pada jalan tol seperti
jalan tol Manado-Bitung, jalan tol Balikpapan-Samarinda, jalan tol Serang Panimbang, jalan tol
Semarang-Demak, Bandara Hang Nadim Batam, Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Sistem Penyedia
Air Minum (“SPAM”) Jatiluhur. Sejak 2014 – 2022 telah dibangun 2.499,06 km jalan Tol di Indonesia.
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Perseroan telah melakukan survei untuk mengetahui pangsa pasar Perseroan di tahun 2022 yang
mengacu pada capaian kontrak. Berdasarkan survei tersebut, Perseroan menguasai 25,98% pasar
konstruksi nasional terhadap market size jasa konstruksi nasional yang tercatat sebesar Rp128
triliun di tahun 2022. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar yang baik terhadap kompetensi
konstruksi Perseroan.
Gambar 2-3: Pangsa Pasar konstruksi Perseroan Tahun 2022
25,98%
74,02%
Perseroan Perusahaan BUMN Karya lainnya
Sumber : Annual Report Perseroan, 2022
Di Indonesia, terdapat beberapa perusahaan dalam industri konstruksi yang terdaftar dalam Bursa
Efek Indonesia (“BEI”), yaitu Perseroan, PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), PT Adhi Karya (Persero) Tbk
(“ADHI”) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (“WSKT”) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk
(“SSIA”), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“BUKK”), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
(“JKON”), PT Total Bangun Persada Tbk (“TOTL”) dan PT Acset Indonusa Tbk (“ACST”). Namun di
Indonesia selain dari perusahaan yang sudah terdaftar dalam BEI, masih terdapat banyak
perusahaan industri konstruksi baik besar maupun kecil yang harus tetap diperhitungkan
contohnya seperti PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero) dan lainnya, namun data
tidak cukup tersedia.
Berdasarkan S&P Capital IQ, pada tahun 2022 Perseroan membukukan pendapatan terbesar
Rp17.810 miliar. Selanjutnya ADHI sebesar Rp11.530 miliar, PTPP sebesar Rp16.764 miliar, WSKT
sebesar Rp12.224 miliar, BUKK sebesar Rp3.859 miliar dan dibawah Rp3,5 miliar ada JKON, SSIA,
TOTL dan ACST.
17
Page 40
Gambar 2-4: Tren Pendapatan Perusahaan Konstruksi yang Terdaftar di BEI Tahun 2018 - 2022
Pendapatan CAGR
Perusahaan Ticker
2018 2019 2020 2021 2022 2018 - 2022
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk WIKA 26.176 31.158 27.213 16.536 17.810 -9,18%
PT PP (Persero) Tbk PTPP 21.502 25.120 23.573 15.831 16.764 -6,03%
PT Adhi Karya (Persero) Tbk ADHI 15.156 15.655 15.308 10.828 11.530 -6,61%
PT Waskita Karya (Persero) Tbk WSKT 45.213 48.789 31.387 16.190 12.224 -27,89%
PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA 3.274 3.682 4.006 2.947 2.353 -7,93%
PT Bukaka Teknik Utama Tbk BUKK 2.456 4.681 6.040 3.982 3.859 11,96%
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk JKON 4.496 5.157 5.471 3.014 3.480 -6,20%
PT Total Bangun Persada Tbk TOTL 2.936 2.783 2.475 2.293 1.745 -12,20%
PT Acset Indonusa Tbk ACST 3.027 3.725 3.947 1.204 1.495 -16,17%
Sumber : S&P Capital IQ, 2024
Prospek Industri
Tahun 2023 masih akan menjadi tahun yang menantang. Perseroan cukup optimis menghadapi
tahun 2023. Perseroan akan tetap fokus untuk melakukan perkuatan pada bisnis inti sebagai
langkah untuk meraih pertumbuhan usaha di tahun 2023. Perseroan mengincar proyek-proyek non
investasi untuk mendorong pertumbuhan usaha di tahun 2023. Selain itu, Perseroan juga akan
mengoptimalkan potensi dari anggaran pengembangan infrastruktur yang telah ditetapkan
pemerintah yaitu sebesar Rp392,1 triliun, naik dari tahun 2022 sebesar Rp363,8 triliun.
Pengembangan proyek Ibukota Negara (“IKN”) yang akan berjalan di tahun 2023 juga akan menjadi
salah satu prioritas Perseroan. Perseroan berupaya untuk meraih porsi yang besar dari proyek yang
masuk kategori Proyek Strategis Nasional (“PSN”) tersebut.
Gambar 2-5: Pertumbuhan Pasar Industri Konstruksi di Indonesia 2024 - 2029
(US$ miliar)
407,87
CAGR
16,09%
284,17
2024 2029
Sumber : Mordor Intelligence, 2024
Berdasarkan data Mordor Intelligence, proyeksi pasar industri konstruksi di Indonesia selama tahun
2024 - 2029 mengalami peningkatan secara CAGR sebesar 7,50%. Pada tahun 2024 pasar industri
konstruksi diproyeksi sebesar US$248,17 miliar meningkat hingga tahun 2029 menjadi sebesar
US$407,87 miliar. Selanjutnya, berdasarkan arizton advisory & intelligence, ukuran pasar peralatan
konstruksi Indonesia berdasarkan volume 2023 – 2029 mengalami peningkatan secara CAGR
sebesar 4,17%. Pada tahun 2023 ukuran pasar peralatan konstruksi diproyeksi sebesar 28.568 unit
meningkat hingga tahun 2029 menjadi sebesar 36.510 unit.
18
Page 41
Gambar 2-6: Pertumbuhan Pasar Peralatan Industri Konstruksi di Indonesia 2023 - 2029
(unit)
36.510
CAGR
4,17%
28.568
2023 2029
Sumber : Arizton advisory & intelligence, 2024
Analisis SWOT
Strenghts and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
Perseroan memiliki pengalaman yang luas dalam industri konstruksi, dengan lebih dari 60
tahun pengalaman dalam menyelesaikan proyek-proyek besar di Indonesia.
Perseroan memiliki jaringan yang kuat dengan pemerintah dan mitra bisnis, yang memberikan
akses ke peluang proyek yang baik.
Perseroan tidak hanya fokus pada satu jenis proyek, tetapi juga memiliki keahlian dalam
berbagai jenis proyek konstruksi, seperti gedung, jalan, jembatan, bendungan, dan lain-lain.
Masih banyak infrastruktur yang belum tergarap di Indonesia, termasuk jalan, bandara,
pelabuhan, jembatan, dan sistem transportasi lainnya, yang menjadi peluang bagi Perseroan
untuk mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
Perseroan mungkin mengalami keterbatasan dalam sumber daya keuangan untuk
mengeksekusi proyek-proyek konstruksi yang besar dan kompleks.
Perseroan dapat terkena dampak dari fluktuasi pasar konstruksi dan ketidakpastian ekonomi
yang dapat mempengaruhi permintaan proyek konstruksi.
Perseroan beroperasi di Indonesia, yang rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi,
banjir, atau erupsi gunung berapi.
Kemajuan teknologi yang cepat dapat membuat teknologi konstruksi yang ada menjadi usang,
yang membutuhkan investasi yang signifikan untuk mengadopsi teknologi yang baru dan
meningkatkan keterampilan teknis tim Perseroan.
2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Tinjauan Operasional
Perseroan merupakan perusahaan konstruksi terintegrasi yang memiliki 5 (lima) lini bisnis utama.
Produk dan jasa yang ditawarkan oleh Perseroan adalah infrastruktur dan gedung terdiri dari bidang
usaha jasa konstruksi sipil umum yang meliputi pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan laut,
bandara, jetty, konstruksi hunian, komersial, serta sarana dan prasarana. Industri energi dan
industrial plant meliputi bidang usaha jasa konstruksi bidang energi dan engineering, procurement
dan construction (EPC) serta jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik. Pada segmen ini
19
Page 42
termasuk investasi pada sektor kelistrikan yang mayoritas pendanaan dan operasinya dikendalikan
oleh Perseroan.
Selanjutnya, industri beton yang merupakan kegiatan Perseroan pada usaha beton precast serta
jasa penunjang lainnya, seperti tiang pancang, girder, bantalan rel kereta api, konstruksi baja, spare
part otomotif, produk konversi energi dan industri pertambangan. Kemudian industri hotel, realti
dan properti yang merupakan kegiatan Perseroan pada usaha properti yang terdiri dari usaha
landed housing dan high rise building seperti apartemen, pengelolaan hotel, gedung dan kondotel.
Lalu ada indsutri investasi merupakan kegiatan Perseroan yang berasal dari penggunaan jalan tol
dari aset konsesi. Segmen pasar yang dibidik Perseroan adalah proyek-proyek konstruksi dan
turunannya, baik yang dikembangkan oleh Pemerintah maupun oleh pihak swasta.
Gambar 2-7: Lini Bisnis Perseroan
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Pada Desember 2022, segmen pendapatan infrastruktur dan gedung memberikan kontribusi
terbesar terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dengan kontribusi sebesar 50,24%.
Segmen pendapatan industri memberikan kontribusi rata-rata sebesar 26,49% terhadap total
pendapatan Konsolidasian Perseroan. Segmen pendapatan energi & industrial plant, hotel, realty
& properti dan investasi memberikan kontribusi rata-rata sebesar 18,04%, 4,34% dan 0,89%
terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan.
Berikut merupakan grafik perkembangan pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan tahun 2018
- 2022.
20
Page 43
Gambar 2-8 : Kontribusi Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan Desember 2022
4,34% 0,89%
18,04% Infrastruktur dan gedung
Industri beton
Energi dan industrial plant
50,24%
Hotel realty dan properti
26,49% Investasi
Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2022, diolah
Gambar 2-9 :Perkembangan Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan
Tahun 2018 - 2022
(dalam miliar Rupiah)
31.158
27.213
21.481
16.536 17.810
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif
penurunan dengan rata-rata Compound Annual Growth Rate CAGR sebesar 8,88%. Pendapatan
yang berhasil dibukukan Perseroan dan Anak Perusahaan pada 31 Desember 2022 sebesar Rp21,48
triliun meningkat 20,61% dari tahun 2021 Rp17,81 triliun.
Segmen Infrastruktur
Pendapatan segmen infrastruktur dan gedung Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2018
- 2022 mengalami fluktuatif penurunan dengan rata-rata CAGR sebesar 14,92%. Pada tahun 2022
pendapatan segmen infrastruktur dan gedung tercatat sebesar Rp10,79 triliun, meningkat sebesar
14,44% dari tahun 2021 sebesar Rp9,43 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh penyelesaian
sebagian proyek lama Perseroan di segmen infrastruktur dan gedung pada tahun 2022 serta banyak
di didapatkan proyek-proyek IKN.
.
21
Page 44
Gambar 2-10 : Perkembangan Segmen Pendapatan Infrastruktur dan Gedung Perseroan dan
Anak Perusahaan Tahun 2018 – 2022
(dalam miliar Rupiah)
20.600
17.585
10.792
9.430
8.493
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2022, diolah
Sepanjang tahun 2022, kinerja segmen infrastruktur dan gedung merealisasikan kontrak baru
sebesar Rp20,77 triliun, mengalami peningkatan Rp8,74 triliun atau 72,65% dibandingkan tahun
2021 sebesar Rp12,03 triliun. Peningkatan ini disebabkan karena masih banyaknya proyek dari
pemerintah dan swasta di 2022. Sementara itu, kontrak dihadapi pada segmen infrastruktur dan
gedung, di tahun 2022, adalah sebesar Rp55,18 triliun, mengalami penurunan Rp5,32 triliun atau
8,79% dari tahun sebelumnya sebesar Rp60,50 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh
sebagian proyek berjalan di segmen infrastruktur dan gedung telah selesai di produksi di tahun
2022.
Segmen Energi dan Industrial Plant
Gambar 2-11 : Perkembangan Segmen Pendapatan Energi dan Industrial Plant Perseroan dan
Anak Perusahaan Tahun 2018 - 2022
(dalam miliar Rupiah)
5.123
3.912 3.876
3.314
2.449
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Pendapatan segmen energi dan industrial plant Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2018
- 2022 mengalami fluktuatif penurunan dengan rata-rata CAGR sebesar 6,74%. Pada tahun 2022
pendapatan segmen energi dan industrial plant tercatat sebesar Rp3,88 triliun, meningkat sebesar
22
Page 45
16,95% dari tahun 2021 sebesar Rp3,31 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh sebagian
proyek berjalan di segmen energi dan industrial plant telah selesai di produksi di tahun 2022.
Di tahun 2022, segmen energi dan industrial plant berhasil membukukan kontrak baru sebesar
Rp5,07 triliun, mengalami penurunan Rp4,38 triliun atau 46,33%jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya sebesar Rp9,45 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh Perseroan lebih selektif dalam
memilih project owner yang mempunyai term of payment monthly progress dan milestone.
Sementara itu, kontrak dihadapi segmen energi dan industrial plant di tahun 2022, tercatat sebesar
Rp9,72 triliun, mengalami penurunan Rp8,98 triliun atau 47,91% dari tahun 2021 sebesar Rp18,65
triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh sebagian proyek berjalan di segmen energi dan
industrial plant telah selesai di produksi di tahun 2022.
Segmen Industri Beton
Pendapatan segmen industri beton Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2018 - 2022
mengalami fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 8,37%. Pada tahun 2022
pendapatan segmen industri tercatat sebesar Rp5,69 triliun, meningkat sebesar 23,65% dari tahun
2022 sebesar Rp4,60 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh upaya pengembangan pasar
melalui penciptaan pangsa pasar baru.
Gambar 2-12 : Perkembangan Segmen Pendapatan Industri Beton Perseroan dan Anak
Perusahaan Tahun 2018 - 2022
(dalam miliar Rupiah)
5.689
5.062
4.601
4.125 4.276
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Sepanjang tahun 2022, segmen industri berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp6,49 triliun,
meningkat Rp1,62 triliun atau 32,91% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp4,88
triliun. Peningkatan ini disebabkan oleh pemulihan sektor infrastruktur setelah pandemi COVID-19.
Sementara, kontrak dihadapi segmen industri di tahun 2022, tercatat sebesar Rp8,37 triliun,
meningkat Rp1,18 miliar atau 14,77% jika dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp7,29 triliun.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh pemulihan sektor infrastruktur setelah pandemi COVID-19.
Segmen Hotel, Realti dan Properti
Pendapatan segmen hotel, realti dan properti Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2018-
2022 mengalami fluktuatif penurunan dengan rata-rata CAGR sebesar 8,15%. Pada tahun 2022
pendapatan segmen hotel, realti dan properti tercatat sebesar Rp933 miliar meningkat sebesar
103,77% dari tahun 2021 sebesar Rp458 miliar.
23
Page 46
Gambar 2-13 : Perkembangan Segmen Pendapatan Hotel, Realty dan Properti Perseroan dan
Anak Perusahaan Tahun 2018 - 2022
(dalam miliar Rupiah)
1.440
1.311
933
533
458
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Di tahun 2022, segmen realti dan properti berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp949 miliar,
mengalami peningkatan Rp502 miliar atau 112,30% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp447
miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh tingkat okupansi hotel yang meningkat akibat mulai
membaiknya sektor pariwisata di tahun 2022. Sementara, kontrak dihadapi pada segmen realti dan
properti, di tahun 2022, tercatat sebesar Rp1,87 triliun, meningkat Rp270 miliar atau 16,93%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,60 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan
oleh tingkat okupansi hotel yang meningkat akibat mulai membaiknya sektor pariwisata di tahun
2022.
Segmen Investasi
Pendapatan segmen investasi Perseroan dan Anak Perusahaan pada tahun 2022 pendapatan
segmen investasi tercatat sebesar Rp190 miliar, meningkat sebesar 2787,16% dari tahun 2021
sebesar Rp7 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh mulai meningkatnya pengguna koridor jalan
tol.
Nilai kontrak baru yang dibukukan Perseroan di tahun 2022, melalui segmen investasi adalah
sebesar Rp81 miliar, adapun di tahun sebelumnya, Perseroan tidak mencatatkan nilai kontrak baru.
Nilai kontrak baru yang dibukukan Perseroan di tahun 2022, adalah bersumber dari pendapatan tol
yang dimiliki perseroan dalam porsi mayoritas dan telah beroperasi di 2022.
Sementara itu, kontrak dihadapi pada segmen investasi di tahun 2022 adalah sebesar Rp81 miliar,
kontribusi ini didapatkan dari kepemilikan jalan tol mayoritas perseroan yaitu Serang Panimbang
sudah beroperasi dan mengalami traffic kendaraan yang terus meningkat setiap periodenya.
Strategi Perseroan
Strategi dan kebijakan strategis Perseroan tahun 2022 sangat dipengaruhi oleh dinamika
perekonomian yang berkembang sepanjang tahun 2022. Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan
(“RKAP”) 2022 disusun dengan optimisme momentum pemulihan ekonomi akan terus berlanjut.
Namun kondisi seketika berubah setelah terjadinya perang Rusia – Ukraina. Industri konstruksi dan
infrastruktur termasuk yang terkena dampak cukup besar dari kejadian tersebut, dimana terjadi
24
Page 47
lonjakan harga material konstruksi dan penurunan demand akibat pelaku usaha yang memilih untuk
menunda ekspansi usahanya.
Menghadapi kondisi tersebut, Perseroan melakukan review terhadap RKAP 2022 dengan
melakukan sejumlah penyesuaian. Perseroan tak hanya menyesuaikan target pencapaian, namun
juga melakukan penyesuaian terhadap strategi pengembangan usaha. Strategi utama yang
dijalankan Perseroan dalam menyikapi kondisi tahun 2022 adalah dengan melakukan penguatan
internal melalui program inovasi digital dan pengembangan sumber daya manusia. Perseroan
meyakini strategi ini dapat mengantarkan Perseroan untuk selalu siap menghadapi berbagai
tantangan. Pengembangan inovasi digital dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
dalam pengerjaan proyek.
Perseroan terus meningkatkan fitur-fitur pada aplikasi BIM (Building Information Modeling) yang
telah dikembangkan Perseroan. Selain itu, inovasi digital juga dikembangkan pada fungsi-fungsi lain
yang ada di Perseroan. Selain itu, Perseroan juga tetap fokus dalam melakukan pengembangan
kompetensi karyawan. Keberadaan karyawan yang handal akan dapat membawa Perseroan untuk
mengoptimalkan setiap potensi untuk menjadi peluang pertumbuhan usaha.
Aspek Pemasaran
Strategi Pemasaran Tahun 2022 Strategi pemasaran yang efektif sangat penting bagi Perseroan.
Perseroan yang merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia untuk
meningkatkan visibilitas dan memperluas pangsa pasar. Adapun beberapa strategi pemasaran yang
dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
• Branding yang kuat
• Online presence Perseroan
• Diversifikasi layanan Perseroan
• Fokus pada kualitas
• Pemilihan proyek yang selektif
• Kemitraan bisnis yang selektif
Wilayah Operasional
Perseroan senantiasa melakukan pengembangan dan inovasi pada segmen usaha serta produk dan
jasanya. Dengan sistem manajemen terintegritas dan dilengkapi dengan sumber daya manusia yang
kompeten serta pengalaman memadai, Perseroan siap mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
25
Page 48
Gambar 2-14 : Lokasi Operasional Perseroan
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan
Prospek Perseroan
Tahun 2023 masih akan menjadi tahun yang menantang. Perseroan cukup optimis menghadapi
tahun 2023. Perseroan akan tetap fokus untuk melakukan perkuatan pada bisnis inti sebagai
langkah untuk meraih pertumbuhan usaha di tahun 2023. Perseroan mengincar proyek-proyek non
investasi untuk mendorong pertumbuhan usaha di tahun 2023. Selain itu, Perseroan juga akan
mengoptimalkan potensi dari anggaran pengembangan infrastruktur yang telah ditetapkan
pemerintah yaitu sebesar Rp392,1 triliun, naik dari tahun 2022 sebesar Rp363,8 triliun.
Pengembangan proyek Ibukota Negara (“IKN”) yang akan berjalan di tahun 2023 juga akan menjadi
salah satu prioritas Perseroan. Perseroan berupaya untuk meraih porsi yang besar dari proyek yang
masuk kategori Proyek Strategis Nasional (“PSN”) tersebut.
Selain itu, Perseroan juga mencanangkan tahun 2023 sebagai tahun efisiensi. Perseroan akan
kembali mereview struktur biaya dan beban Perseroan pada semua aspek. Perseroan meyakini
bahwa efisiensi merupakan sebuah keharusan bagi Perseroan agar dapat meningkatkan
profitabilitas. Berkaca pada kondisi tahun 2021 dan 2022, di tahun 2023 Perseroan akan
menajamkan fungsi manajemen risiko. Selain melakukan perkuatan pada organisasi manajemen
risiko, Perseroan juga akan menempatkan manajemen risiko sebagai yang terdepan dalam eksekusi
sebuah proyek. Hal ini dimaksudkan agar Perseroan dapat melakukan minitasi dini terhadap setiap
potensi risiko yang dihadapi Perseroan. Menghadapi kondisi ke depan, Perseroan juga
memanfaatkan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan sehingga dapat
meminimalisir dampak sosial yang mungkin ditimbulkan. Hal tersebut dilakukan selain untuk
26
Page 49
meningkatkan pertumbuhan Perseroan, tetapi juga agar manfaat pembangunan proyek-proyek
infrastruktur yang dijalankan oleh Perseroan dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Transaksi Perseroan
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Transaksi Perseroan
adalah WRK dapat memberikan pinjaman yang bersifat lebih cepat dan fleksibel kepada WINNER.
Kerugian sehubungan dengan Transaksi Perseroan adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses
Transaksi Perseroan diantaranya adalah biaya konsultan penunjang dan jasa profesional.
2.4 Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap kinerja historis, analisis proyeksi
keuangan, analisis proforma laporan keuangan dan analisis inkremental.
2.4.1 Analisis Kinerja Historis
Ikhtisar data keuangan penting Konsolidasian Perseroan didasarkan pada laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018-2022
yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material.
27
Page 50
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 13.973.766 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693
Piutang usaha - Neto
Pihak berelasi 2.767.442 2.207.341 580.230 589.277 1.199.475
Pihak ketiga 2.583.398 2.254.555 1.595.324 1.677.558 1.628.923
Piutang Retensi - Neto
Pihak berelasi 677.642 799.493 803.182 653.842 596.617
Pihak ketiga 1.246.488 948.021 846.406 602.976 667.536
Tagihan Bruto Pemberi Kerja - Neto
Pihak berelasi 5.200.278 5.190.915 2.507.912 2.928.283 1.864.495
Pihak ketiga 4.701.768 5.852.113 1.816.322 1.139.385 2.673.483
Piutang yang belum ditagih 924.846 2.155.277 2.301.754 2.214.485 1.316.134
Piutang lain-lain - bagian lancar
Pihak berelasi 3.617.094 2.003.275 4.790.456 1.062.498 1.281.473
Pihak ketiga 58.489 37.828 35.726 21.250 28.366
Persediaan 5.978.533 6.854.730 9.813.054 10.934.221 12.012.496
Uang muka - bagian lancar 1.487.326 995.191 862.323 773.692 1.295.052
Pajak dibayar dimuka 1.615.704 1.694.631 2.139.156 1.724.203 1.547.098
Biaya dibayar dimuka 735.419 889.544 806.886 929.061 1.280.008
Jaminan usaha 105.100 105.823 97.722 111.047 339.808
Pekerjaan dalam proses konstruksi - Neto
Pihak berelasi - - 2.005.193 2.518.333 3.413.724
Pihak ketiga - - 2.027.540 2.322.655 3.020.414
Aset keuangan dari proyek konsesi
bagian lancar 58.645 - - - -
TOTAL ASET LANCAR 45.731.940 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.834.795
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha - bagian tidak lancar
Pihak ketiga 1.720 - - - -
Piutang lain-lain - bagian tidak lancar
Pihak berelasi 1.420.650 2.716.989 - - -
Pihak ketiga 14.617 - - - -
Piutang yang belum ditagih - bagian tidak lancar 444.232 - - - -
Uang muka - bagian tidak lancar 280.000 280.000 280.000 3.885.355 -
Tanah untuk pengembangan 711.010 1.181.772 1.215.038 2.033.627 2.081.813
Investasi pada entitas asosiasi 1.095.061 1.257.123 1.709.108 1.864.824 1.859.784
Investasi pada ventura bersama 1.813.166 3.761.023 4.622.540 6.371.991 11.636.485
Properti investasi - Neto 1.593.675 1.963.939 1.869.383 1.919.753 1.978.947
Aset tetap - Neto 4.675.679 5.154.534 5.026.010 8.832.862 8.305.834
Aset kerja sama operasi - - 297.970 422.499 920.306
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 559.268 583.456 781.391 1.044.858 1.010.545
Aset takberwujud 714.354 2.394.490 3.864.332 5.138.036 6.484.152
Aset pajak tangguhan 31.437 38.149 63.689 90.880 68.072
Aset lain-lain 138.346 439.054 393.931 589.627 884.027
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 13.498.062 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.234.810
JUMLAH ASET 59.230.001 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
28
Page 51
Total Aset
Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 6,10%.
Selama tahun 2018-2022, total aset Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2018 mengalami
peningkatan tertinggi sebesar 29,65% dari tahun 2017 yang berasal dari peningkatan aset lancar
berupa kas dan setara kas, tagihan bruto pemberi kerja neto dan aset tidak lancar berupa aset
tetap.
Pada tahun 2019, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,86%
dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari peningkatan aset lancar berupa persediaan dan
konsesi jalan tol dalam hal ini proyek Jalan tol Serang Panimbang, investasi ke entitas asosiasi dan
proyek – proyek joint operation.
Pada tahun 2019, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,86%
dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari peningkatan aset lancar berupa persediaan dan
konsesi jalan tol dalam hal ini proyek Jalan tol Serang Panimbang, investasi ke entitas asosiasi dan
proyek – proyek joint operation.
Total aset Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 9,66%
dari tahun 2019 yang berasal dari peningkatan aset lancar berupa kas dan setara kas, persediaan
dan aset tidak lancar berupa aset tetap.
Pada tahun 2021, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 1,87%
dibanding tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh peningkatan atas aset tak berwujud.
Pada tahun 2022, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 8,19%
Rp75,07 triliun pada tahun 2022 dari Rp69,39 triliun tahun 2021 yang berasal dari peningkatan aset
lancar berupa persediaan dan aset tidak lancar berupa investasi pada ventura bersama.
29
Page 52
Tabel 2-5 : Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
Audit Audit Audit Audit Audit
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek
Pihak berelasi 1.663.039 1.220.565 6.577.119 8.469.066 9.712.756
Pihak ketiga 2.536.992 3.888.285 8.786.232 5.620.880 5.069.977
Utang usaha
Pihak berelasi 176.598 130.213 246.707 5.573.777 8.187.203
Pihak ketiga 13.006.776 12.632.155 13.994.784 7.250.374 4.628.996
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - - 819.710 736.080
Pihak ketiga 29.817 88.037 475.183 401.620 487.972
Kewajiban bruto pemberi kerja 9.706 - - - -
Utang pajak 467.488 404.838 329.076 409.939 367.499
Uang muka dari pelanggan 1.233.776 862.718 1.495.257 645.718 297.056
Beban akrual 8.634.099 9.743.758 6.503.697 5.776.223 5.731.970
Pendapatan diterima dimuka 196.987 300.036 111.220 93.115 196.106
Bagian jangka pendek dari
Pinjaman jangka menengah 250.000 750.000 5.605.000 1.345.000 255.000
Liabilitas sewa 37.300 78.850 44.194 100.152 73.170
Pinjaman jangka panjang 9.373 250.000 44.062 463.998 391.546
Obligasi - - - - -
Sukuk Mudharabah - - - - -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 28.251.951 30.349.457 44.212.530 36.969.570 36.135.331
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 178.708 243.213 180.733 219.811 163.441
Liabilitas pajak tangguhan 140.226 171.749 98.483 91.021 116.144
Uang muka dari pelanggan - - - 317.844 448.831
Uang muka proyek jangka panjang 3.644.322 2.664.565 1.434.956 1.262.797 2.001.511
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - - 72.505
Pihak ketiga 707.321 573.881 304.164 124.514 56.986
Utang Ventura Bersama - - - 528.702 681.250
Bagian jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangka pendek
Pinjaman jangka menengah 6.084.623 7.351.873 1.789.410 545.000 1.545.000
Liabilitas sewa 213.629 166.955 116.620 248.981 178.933
Pinjaman jangka panjang 2.793.907 1.373.421 1.323.633 4.186.190 4.730.088
Obligasi - - 1.491.232 5.706.287 8.664.562
Sukuk Mudharabah - - 500.000 1.750.000 2.781.815
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 13.762.735 12.545.657 7.239.230 14.981.147 21.441.067
TOTAL LIABILITAS 42.014.687 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398
EKUITAS
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995
Modal saham diperoleh kembali (10.272) - (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.721 6.556.306 6.555.499 6.555.499 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.283.645 1.190.672 1.238.084 1.137.690 1.139.038
Surat berharga perpetual 597.600 597.600 597.600 - -
Saldo laba (Defisit)
Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya - 335.760 335.760 335.760 335.760
Defisit - - - - (4.856)
Cadangan lainnya 5.479.926 6.925.370 4.054.303 4.121.249 4.041.487
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Kepada pemilik entitas induk 14.803.614 16.502.703 13.678.131 13.047.083 12.963.813
Kepentingan non pengendali 2.411.700 2.713.030 2.979.294 4.387.995 4.529.394
TOTAL EKUITAS 17.215.315 19.215.733 16.657.425 17.435.078 17.493.206
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 59.230.001 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
30
Page 53
Total Liabilitas
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 8,20%.
Pada tahun 2018, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan tertinggi
selama 2018 - 2022 sebesar 35,30% dibanding tahun 2017. Peningkatan jumlah liabilitas tersebut
dipengaruhi oleh meningkatnnya hutang usaha pihak ketiga dan pinjaman jangka menengah.
Pada tahun 2019, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
2,10% dibanding tahun 2018. Peningkatan jumlah liabilitas tersebut dipengaruhi oleh
meningkatnnya hutang usaha dikarenakan optimalisasi penggunakan fasilitas perbankan seperti
supply chain financing (SCF).
Pada tahun 2020, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
19,95% dibanding tahun 2019 yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas jangka pendek
berupa pinjaman jangka pendek dan jangka menengah serta utang usaha dan liabilitas jangka
panjang berupa obligasi.
Pada tahun 2021, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
0,97% dibanding tahun 2020. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan pada utang ventura
bersama.
Pada tahun 2022, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan
sebesar 10,83% Rp57,58 triliun pada tahun 2022 dari Rp51,95 triliun tahun 2021. Peningkatan ini
disebabkan karena adanya aksi korporasi yang dilakukan perusahaan di tahun 2022 yaitu melalui
penerbitan surat berharga.
Selama tahun 2018-2022, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset sebesar 0,73x dan rasio
total liabilitas terhadap ekuitas sebesar 2,81x.
Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 0,40%.
Pada tahun 2018, total ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan tertinggi
selama periode 2018 -2022 sebesar 17,66% dibanding tahun 2017 yang terutama berasal dari
penerbitan surat berharga perpetual.
Pada tahun 2019, total ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
11,62% dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari peningkatan saldo laba.
Pada tahun 2020, total ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
13,31% dibanding tahun 2019. Penurunan ini disebabkan oleh penerapan PSAK 71 yang
mengurangi saldo laba Perseroan.
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar
4,67% dari tahun sebelumnya yang berasal dari dampak holding hotel pada WIKA realty.
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar
Rp17,49 triliun pada tahun 2022 dari sebesar Rp17,44 triliun atau sebesar 0,33%. peningkatan
kepentingan non pengendali pada lini bisnis properti yang dimiliki Perseroan.
31
Page 54
Gambar 2-15 : Perkembangan Total Liabilitas, Total Ekuitas dan Total Aset Konsolidasian
Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
75.070
68.109 69.386
62.111
59.230 17.493
16.657 17.435
17.215 19.216
57.576
51.452 51.951
42.015 42.895
2018 2019 2020 2021 2022
Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Aset
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Tabel 2-6 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan Neto 31.158.193 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792
Beban pokok pendapatan (27.553.466) (23.732.835) (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402)
Laba bruto 3.604.727 3.480.079 1.524.785 1.694.570 2.202.390
Beban Usaha
Beban penjualan (10.445) (13.185) (11.276) (8.579) (4.762)
Beban umum dan administrasi (775.300) (917.358) (883.293) (779.834) (722.177)
Penghasilan lain - lain 1.122.198 1.182.571 3.202.359 1.471.688 1.557.288
Beban lain - lain (106.483) (37.712) (2.368.633) (1.254.860) (1.317.587)
Laba (rugi) usaha 3.834.697 3.694.395 1.463.942 1.122.985 1.715.152
Beban keuangan (972.529) (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878)
Beban pajak penghasilan final (726.943) (696.178) (400.877) (412.524) (374.564)
Bagian rugi entitas asosiasi (309.629) (263.821) (3.459) (28.886) (99.355)
Bagian laba (rugi) ventura bersama 533.031 939.112 472.172 672.373 306.726
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 2.358.629 2.789.256 310.276 196.664 176.081
Beban pajak penghasilan (28.533) (168.241) 12.067 17.760 (163.494)
Laba (rugi) neto 2.330.096 2.621.015 322.343 214.425 12.586
Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun
berjalan setelah pajak 140.243 (93.096) (20.775) 22.375 72.998
Total penghasilan (kerugian)) komprehensif lain
tahun berjalan 2.470.339 2.527.919 301.567 236.800 85.585
Depresiasi dan Amortisasi 291.709 520.154 514.699 328.390 479.080
EBITDA 3.110.691 3.069.690 1.144.916 1.234.546 1.954.530
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
32
Page 55
Pendapatan Bersih
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian terdiri atas segmen pendapatan infrastruktur dan
gedung, industri, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti serta investasi.
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 mengalami penurunan
berfluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 8,88%.
Pada tahun 2018, pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
19,03% dibanding tahun 2018 karena peningkatan pendapatan infrastruktur dan gedung.
Pada tahun 2019, pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
12,66% dibanding tahun 2018 akibat dari penurunan pendapatan infrastruktur dan gedung.
Pada tahun 2020, pendapatan Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami penurunan
sebesar 39,23% dibanding tahun 2019 akibat dari penurunan pendapatan infrastruktur dan gedung
yang merupakan segmen pendapatan utama Perseroan dan pengaruh kontraksi ekonomi akibat
awal mula terjadinya pandemi COVID-19.
Selama tahun 2021-2022 pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami pertumbuhan.
Pendapatan Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar
7,70% dari tahun 2020 yang berasal dari peningkatan pendapatan infrastruktur dan gedung, energi
dan industrial plant serta investasi. Pada tahun 2022, Pendapatan Perseroan secara konsolidasian
kembali mengalami peningkatan tertinggi sebesar 20,61% Rp22,53 triliun tahun 2022 dari Rp17,81
triliun tahun 2021 yang utamanya berasal dari peningkatan pendapatan infrastruktur dan gedung,
industri beton serta investasi.
Selama tahun 2018-2022, segmen pendapatan infrastruktur dan gedung memberikan kontribusi
terbesar terhadap total pendapatan konsolidasian Perseroan dengan kontribusi rata-rata sebesar
57,06%. Segmen pendapatan industri beton memberikan kontribusi rata-rata sebesar 22,38%
terhadap total pendapatan konsolidasian Perseroan. Segmen pendapatan energi & industrial plant,
hotel, realti & properti dan investasi memberikan kontribusi rata-rata sebesar 16,45%, 3,93% dan
0,46% terhadap total pendapatan konsolidasian Perseroan.
Gambar 2-16 : Perkembangan Segmen Pendapatan Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
35.000
30.000
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
-
2018 2019 2020 2021 2022
Infrastruktur dan gedung 20.600 17.585 8.493 9.430 10.792
Industri beton 4.125 4.276 5.062 4.601 5.689
Energi dan industrial plant 5.123 3.912 2.449 3.314 3.876
Hotel realty dan properti 1.311 1.440 533 458 933
Investasi - - - 7 190
Jumlah Pendapatan 31.158 27.213 16.536 17.810 21.481
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
33
Page 56
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian terdiri atas biaya material,
subkontraktor, upah, biaya tidak langsung, biaya konstruksi atas proyeksi konsesi, biaya peralatan,
biaya upah, persedian awal barang jadi, produksi barang jadi, persediaan akhir barang jadi dan biaya
pelaksanaan proyek.
Selama tahun 2018-2022, beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian tercatat
mengalami fluktuatif penurunan dengan CAGR sebesar 8,54%.
Pada tahun 2018, beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 18,25% dari tahun sebelumnya yang terutama berasal dari peningkatan biaya
material dan subkontraktor.
Pada tahun 2019 dan 2020, beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan masing-masing sebesar 13,87% dan 36,75% dari tahun sebelumnya yang terutama
berasal dari penurunan biaya material serta dampak pandemi COVID-19.
Pada tahun 2021, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 7,35% dari tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan biaya material. Pada
tahun 2022, beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
19,63% sebesar Rp19,28 triliun pada tahun 2022 dari Rp16,12 triliun tahun 2021 yang berasal dari
peningkatan biaya material.
Porsi beban pokok pendapatan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 rata-rata
sebesar 89,33% dari total pendapatan.
Laba bruto
Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 sebesar
10,67%.
Beban penjualan
Selama tahun 2018-2022, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami fluktuatif
penurunan dengan CAGR sebesar 17,83%.
Pada tahun 2018, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
4,89% dibanding tahun 2017 yang terutama berasal dari peningkatan beban penawaran jasa
konstruksi. Pada tahun 2019, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan tertinggi selama 2018 – 2022 sebesar 26,23% dibanding tahun 2018 yang terutama
berasal dari penurunan beban penawaran jasa konstruksi.
Pada tahun 2020, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
14,48% dibanding tahun 2019 yang terutama berasal dari penurunan beban penawaran jasa
konstruksi. Pada tahun 2021, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 23,91% terutama berasal dari penurunan beban penawaran jasa konstruksi.
Pada tahun 2022, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan terbesar
Rp4,76 miliar pada tahun 2022 dari Rp10,27 miliar atau sebesar 44,49% yang terutama disebabkan
oleh penurunan beban penawaran jasa konstruksi.
Rata-rata porsi beban penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 sebesar
0,04% dari total penjualan.
Beban Umum dan Administrasi
Selama tahun 2018-2022, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 1,76%.
34
Page 57
Pada tahun 2018, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 16,29% dari tahun 2017 yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban
personalia dan fasilitas kantor. Pada tahun 2019, beban umum dan administrasi Perseroan secara
konsolidasian mengalami peningkatan tertinggi sebesar 18,32% dari tahun 2018 yang terutama
disebabkan oleh peningkatan beban personalia.
Pada tahun 2020, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 3,71% dari tahun 2019 yang terutama disebabkan oleh penurunan beban
personalia dan penelitian serta pengembangan.
Pada tahun 2021, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan terbesar sebesar 11,71% dari tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh
penurunan beban personalia, penurunan beban fasilitas kantor dan penurunan beban administrasi
bank.
Pada tahun 2022, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian secara
keseluruhan mengalami penurunan sebesar 7,39% tahun 2022 Rp722,18 miliar dari Rp779,83 miliar
tahun 2021 yang terutama disebabkan oleh penurunan beban personalia dan fasilitas kantor.
Rata-rata porsi beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-
2022 sebesar 3,79% dari total pendapatan.
Laba Tahun Berjalan
Selama tahun 2018-2022, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami fluktuatif
penurunan secara CAGR sebesar 72,89%.
Pada tahun 2018, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
tertinggi 2018 – 2022 sebesar 71,82% dari tahun 2017 yang terutama disebabkan oleh peningkatan
pendapatan.
Pada tahun 2019, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 26,42% dari tahun 2018 yang terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan lain –
lain dikarenakan perusahaan melakukan divestasi pada salah satu unit investasinya yakni jalan tol
Surabaya-Mojokerto.
Pada tahun 2020, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 87,70% dari tahun 2019 yang disebabkan oleh menurunnya pendapatan dan laba bruto
Perseroan.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 33,48% dari tahun 2020 yang disebabkan oleh meningkatnya beban pokok pendapatan dan
menurunnya penghasilan lain-lain.
Pada tahun 2022, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami
penurunan sebesar 94,13% Rp12,59 miliar pada tahun 2022 dari Rp214,43 miliar dari tahun 2021.
Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya laba ventura bersama di tahun 2022.
Rata-rata margin laba tahun neto berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022
sebesar 4,06%.
Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Selama tahun 2018-2022, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian
mengalami penurunan fluktuatif secara CAGR sebesar 56,86%.
Pada tahun 2018, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan tertinggi 2018 – 2022 sebesar 88,80% dari tahun 2017 terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan.
35
Page 58
Pada tahun 2019, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 2,33% dari tahun 2018 terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan
lain – lain dikarenakan perusahaan melakukan divestasi pada salah satu unit investasinya yakni jalan
tol Surabaya-Mojokerto.
Pada tahun 2020, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan tertinggi sebesar 88,07% dari tahun 2019 yang sebagian besar disebabkan oleh
pengukuran kembali program imbalan pasti dan penurunan laba bersih Perseroan.
Pada tahun 2021, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 21,48% dari tahun 2019 yang sebagian besar disebabkan oleh pengukuran
kembali program imbalan pasti.
Pada tahun 2022, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 63,86% Rp85,59 miliar pada tahun 2022 dari Rp236,80 triliun tahun 2021 yang
disebabkan oleh adanya pengukuran kembali program imbalan pasti.
Selama tahun 2018-2022, rata-rata margin laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara
konsolidasian sebesar 4,15%.
Gambar 2-17 : Perkembangan Pendapatan, Laba Bruto, Laba Tahun Berjalan, dan Laba
Komprehensif Tahun Berjalan Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
35.000
31.158
30.000 27.213
25.000
21.481
20.000 17.810
16.536
15.000
10.000
5.000 3.6053.1112.819 3.4803.070 1.145 1.235
2.330 2.5502.621
1.525 1.695 2.2021.9551.475
630 322 906 214 13
-
2018 2019 2020 2021 2022
Pendapatan Laba Bruto EBITDA EBIT Laba Tahun Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Tabel 2-7 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 30.459.049 25.418.730 17.461.805 13.865.691 22.163.558
Pembayaran kepada pemasok (23.096.594) (22.991.826) (14.236.300) (15.607.983) (23.028.964)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (1.508.335) (1.659.168) (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577)
Pembayaran pajak - pajak (1.231.007) (1.005.996) (1.327.871) (762.103) (335.280)
Penerimaan restitusi pajak - 504.006 221.379 338.642 73.668
Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 4.623.113 265.746 314.191 (3.737.434) (2.881.595)
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Aktivitas Operasi
Arus kas neto dari aktivitas operasi tahun 2018 mengalami peningkatan disebabkan oleh
meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan. Arus kas neto dari aktivitas operasi akhir tahun 2019
dan 2020 mengalami peningkatan. Hal tersebut dikarenakan penerimaan kas dari pelanggan dan
36
Page 59
menurunnya pembayaran termin dari owner. Pada tahun 2021, arus kas neto dari aktivitas operasi
mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh pembayaran kepada
pemasok lebih besar dari pembayaran termin dari owner.
Arus kas neto dari aktivitas operasi di tahun 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun
2021. Pada tahun 2022, arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami kenaikan
yang berasal dari penerimaan pelanggan. Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi
mengalami penurunan yang disebabkan pembayaran kas kepada pemasok, selain itu juga terdapat
kenaikan dari penerimaan kas dari pelanggan bila dibandingkan dengan tahun 2021.
Arus kas neto dari aktivitas operasi di tahun 2023 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun
2022. Peningkatan arus kas neto pada tahun 2023. Hal ini disebabkan karena Perseroan melakukan
pembayaran kepada pemasok dan restrukturisasi fasilitas Supply Chain Financing (SCF) menjadi
modal kerja.
37
Page 60
Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset takberwujud (584.589) (459.366) (2.369.202) (1.267.541) (1.236.338)
Penambahan jaminan usaha 176.584 (722) 8.101 (13.325) (228.761)
Pembelian aset tetap (1.247.566) (1.058.279) (642.676) (596.714) (176.469)
Penambahan properti investasi (666.185) (16.891) (7.951) - -
Penjualan aset tetap - - - (3.244) -
Penjualan aset kerjasama operasi - - (158.042) (155.775) -
Penambahan aset kerjasama operasi - - (65.830) (82.651) (112.957)
Penempatan saham pada entitas asosiasi (640.533) (381.595) - - (132.591)
Penerimaan pengembalian investasi dari entitas asosiasi - 2.382 - - -
Penjualan saham pada entitas asosiasi - 872.465 - - -
Penambahan (pengembalian) pinjaman jangka - - - - -
Panjang kepada entitas asosiasi dan ventura bersama (2.772.919) (635.951) (922.524) (18.798) (280.596)
Pengembalian setoran modal entitas asosiasi - - - 100.480 -
Pengembalian investasi ventura bersama - - - 1.638.000 1.204.050
Penambahan investasi ventura bersama 1.532.466 (1.008.745) (389.345) (2.186.376) (925.196)
Penjualan saham pada
Investasi jangka panjang lainnya - - - - 239.087
Penerimaan bunga - - - - 1.310.226
Penambahan uang muka investasi (280.000) (97.222) (111.190) - (1.503.624)
Penjualan saham pada entitas anak - - - - 192.000
Penjualan (Penambahan) aset lain - lain 7.394 (300.709) 36.391 (26.351) 11.147
Penambahan tanah untuk pengembangan (224.255) (949.989) (331.743) (813.745) (91.202)
Penambahan tanah sedang dikembangkan (926.106) (200.908) (290.646) (329.368) (124.738)
Penerimaan bunga 311.435 216.028 173.807 107.023 -
Penambahan investasi jangka panjang lainnya (442.609) (24.188) (161.642) (65.273) (111.079)
Kas Neto (Digunakan untuk)
Diperoleh dari Aktivitas Investasi (5.756.883) (4.043.690) (5.232.493) (3.713.658) (1.967.043)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman jangka pendek - neto (2.223.823) 908.819 10.254.501 (1.273.405) 692.788
Pinjaman Jangka Menengah
Penerimaan pinjaman - 2.000.000 - - -
Pembayaran pinjaman (175.000) (250.000) (750.000) (5.599.410) (90.000)
Pinjaman Jangka Panjang
Penerimaan pinjaman 1.554.192 1.002.115 243.111 3.270.377 827.859
Pembayaran pinjaman (28.546) (2.181.974) (498.837) (440.455) (356.412)
Pembayaran liabilitas sewa (9.608) (5.123) (84.992) (95.167) (97.030)
Penerimaan obligasi 5.400.000 - 1.500.000 4.250.000 2.954.880
Penerimaan sukuk mudharabah - - 500.000 1.250.000 1.031.815
Pembayaran biaya emisi obligasi - - (8.768) (38.161) (36.958)
Pembayaran biaya sukuk mudharabah - - (2.923) (14.437) (11.803)
Penjualan modal saham diperoleh kembali - 10.858 - - -
Pembayaran saham entitas anak - 80.000 159.845 - -
Pembayaran dividen perusahaan (240.414) (346.052) (457.008) - -
Pembayaran dividen kepada - - - - -
kepentingan non pengendali (62.734) (103.946) (91.562) (21.720) (16.057)
Pembayaran bunga perpetual - (63.000) (63.000) (63.000) -
Penerimaan surat berharga perpetual 600.000 - - -
Pembayaran surat berharga perpetual - - - (600.000) -
Modal saham diperoleh kembali - - (918) - -
Setoran modal dari entitas non pengendali - - - 8.600 -
Pembayaran bunga pinjaman (998.922) (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878)
Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) dari Aktivitas Pendanaan 3.815.147 167.445 9.477.948 (524.062) 3.527.203
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 2.719.988 (3.610.499) 4.559.647 (7.975.154) (1.321.435)
Kas dan Setara Kas Dari Akuisisi Entitas Anak - - 4.432 - -
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 38.612 (16.533) 40.949 7.262 7.259
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 11.253.778 13.973.766 10.346.734 14.951.761 6.983.870
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 13.973.766 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
38
Page 61
Aktivitas Investasi
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2019 mengalami peningkatan
disebabkan kenaikan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi. Arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi pada akhir tahun 2019 mengalami peningkatan jika
dibandingkan tahun 2018 akibat perolehan aset tetap, aset tetap dalam pembangunan dan
investasi pada ventura bersama. Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi mengalami
peningkatan pada tahun 2020 jika dibandingkan tahun 2019 yang disebabkan oleh naiknya
pembayaran atas perolehan aset tak berwujud.
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2021 mengalami penurunan jika
dibandingkan dengan tahun 2020, yang disebabkan oleh arus kas yang digunakan untuk aktivitas
investasi mengalami penurunan terutama akibat turunnya pembayaran atas perolehan aset
takberwujud.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi di tahun 2022 mengalami penurunan
dibanding tahun 2021. Hal ini disebabkan oleh adanya asset recycling yang dilakukan perusahaan
di tahun 2022.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2023 mengalami penurunan
dibanding tahun 2022. Pada tahun 2023 terdapat penurunan pada arus kas neto yang digunakan
untuk aktivitas investasi. Hal ini disebabkan oleh menurunnya penambahan asset tak berwujud
Perseroan.
Aktivitas Pendanaan
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan tahun 2018 mengalami peningkatan
disebabkan oleh penerimaan obligasi komodo bonds.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tahun 2019 mengalami penurunan karena
adanya pembayaran pinjaman jangka pendek. Pada tahun 2020, arus kas neto yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2019 yang disebabkan
penerimaan pinjaman jangka pendek neto dan penerimaan obligasi.
Pada tahun 2021, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami peningkatan jika
dibanding tahun 2020, disebabkan oleh pembayaran pinjaman yang telah jatuh tempo. Arus kas
neto dari aktivitas pendanaan pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibanding tahun 2021. Hal
ini dikarenakan menurunnya nilai pembayaran pinjaman jangka menengah.
Arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2023 mengalami penurunan
dibanding tahun 2022. Hal ini dikarenakan Perseroan melakukan pembayaran kepada pemasok dan
restrukturisasi fasilitas SCF menjadi modal kerja.
39
Page 62
Gambar 2-18 : Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
Pendanaan Konsolidasian Perseroan
(dalam triliun Rupiah)
12.000
9.478
10.000
8.000
6.000 4.623 4.560
2.720 3.815 3.527
4.000
2.000 266 167 314
-
(2.000) (3.610) (524) (1.321)
(1.967)
(4.000) (2.882)
(4.044) (3.737) (3.714)
(6.000) (5.232)
(5.757)
(8.000)
(10.000) (7.975)
2018 2019 2020 2021 2022
Arus Kas Neto Diperoleh dari / (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
Arus Kas Neto Diperoleh dari / (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi
Arus Kas Neto Diperoleh dari / (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
40
Page 63
Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
31 Desember Rata-rata
Keterangan
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan 19,03% -12,66% -39,23% 7,70% 20,61% -8,88%
Beban Pokok Pendapatan 18,25% -13,87% -36,75% 7,35% 19,63% -8,54%
Beban Penjualan 4,89% 26,23% -14,48% -23,91% -44,49% -17,83%
Beban Umum dan Administrasi 16,29% 18,32% -3,71% -11,71% -7,39% -1,76%
Laba Tahun Berjalan 71,82% 12,49% -87,70% -33,48% -94,13% -72,89%
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 88,80% 2,33% -88,07% -21,48% -63,86% -56,86%
Jumlah Aset 29,65% 4,86% 9,66% 1,87% 8,19% 6,10%
Jumlah Liabilitas 35,30% 2,10% 19,95% 0,97% 10,83% 8,20%
Jumlah Ekuitas 17,66% 11,62% -13,31% 4,67% 0,33% 0,40%
Segmen Pendapatan
Infrastruktur dan gedung 66,11% 64,62% 51,36% 52,95% 50,24% 57,06%
Industri beton 13,24% 15,71% 30,61% 25,83% 26,49% 22,38%
Energi dan industrial plant 16,44% 14,37% 14,81% 18,61% 18,04% 16,45%
Hotel realty dan properti 4,21% 5,29% 3,22% 2,57% 4,34% 3,93%
Investasi n.a n.a n.a 0,04% 0,89% 0,46%
Rasio Vertikal
Beban Pokok Pendapatan 88,43% 87,21% 90,78% 90,49% 89,75% 89,33%
Beban Penjualan 0,03% 0,05% 0,07% 0,05% 0,02% 0,04%
Beban Umum dan Administrasi 2,49% 3,37% 5,34% 4,38% 3,36% 3,79%
Laba Bruto 11,57% 12,79% 9,22% 9,51% 10,25% 10,67%
EBITDA 9,98% 11,28% 6,92% 6,93% 9,10% 8,84%
EBIT 9,05% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 6,84%
Laba Tahun Berjalan 7,48% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% 4,06%
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7,93% 9,29% 1,82% 1,33% 0,40% 4,15%
Rasio Profitabilitas
Return on Asset (ROA) 3,93% 4,22% 0,47% 0,31% 0,02% 1,79%
Return on Equity (ROE) 13,54% 13,64% 1,94% 1,23% 0,07% 6,08%
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar (x) 1,62 1,39 1,09 1,01 1,10 1,24
Rasio Cepat (x) 1,41 1,17 0,86 0,71 0,77 0,98
Rasio Solvabilitas (x)
Utang Berbunga / Ekuitas 0,79 0,78 1,58 1,63 1,91 1,34
Utang Berbunga / Aset 0,23 0,24 0,39 0,41 0,44 0,34
Utang Berbunga / EBITDA (x) 4,37 4,91 22,95 23,03 17,09 14,47
Liabilitas terhadap Aset (x) 0,71 0,69 0,76 0,75 0,77 0,73
Liabilitas terhadap Ekuitas (x) 2,44 2,23 3,09 2,98 3,29 2,81
Rasio Aktivitas
Perputaran Aset (x) 0,53 0,44 0,24 0,26 0,29 0,35
Perputaran Piutang Usaha (hari) 63 60 48 46 48 53
Perputaran Persediaan (hari) 79 105 239 248 227 180
Perputaran Utang Usaha (hari) 175 196 346 290 243 250
*) Rata-rata dihitung secara CAGR tahun 2018-2022
Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan, diolah
41
Page 64
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio
lancar dan rasio cepat.
Rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022
sebesar 1,24x dan 0,98x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar semua
kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas Perseroan diukur dengan
menggunakan rasio utang berbunga terhadap aset atau Debt to Assets Ratio (DAR), rasio utang
berbunga terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER), dan rasio utang berbunga terhadap
EBITDA atau Debt to EBITDA.
Rata-rata DAR, DER, dan Debt to EBITDA Perseroan selama tahun 2018-2022 masing-masing
sebesar 0,34x, 1,34 dan 14,47x.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal.
Profitabilitas Perseroan diukur dengan rasio imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) dan rasio
imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE).
Rata-rata ROA dan ROE Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2018-2022 sebesar 1,79% dan
6,08%.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas Perseroan diukur dengan rasio perputaran (turnover).
Selama tahun 2018-2022 rata-rata rasio perputaran aset Perseroan secara konsolidasian sebesar
0,35x, rasio perputaran piutang usaha selama 53 hari, rasio perputaran persediaan selama 180 hari
dan rasio perputaran utang usaha selama 250 hari.
42
Page 65
2.4.2 Analisis Proyeksi Perseroan Dengan dan Tanpa Transaksi Perseroan
Proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Transaksi Perseroan untuk periode 2024-
2028 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan yang diberikan kepada kami dalam format excel
tanpa link.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami lakukan review secara terbatas yang berhubungan
dengan Transaksi Perseroan, namun kami tidak bertanggung jawab atas akurasi data yang terdapat
dalam proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau perhitungan matematis, selain itu
kami juga tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta proyeksi keuangan diluar Transaksi
Perseroan.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi Perseroan Tanpa dan Dengan Transaksi Perseroan untuk periode 2023-
2027:
Tabel 2-10 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Total Penjualan 22.530 23.969 30.567 30.896 33.144
Total HPP (20.668) (21.981) (26.809) (26.902) (28.766)
Total Laba Kotor 1.862 1.988 3.758 3.994 4.378
Biaya Usaha (984) (1.279) (2.068) (3.401) (994)
Laba (Rugi) Operasi 878 709 1.690 593 3.384
Laba (Rugi) Lain-lain (4.797) (2.479) (124) 63 74
Beban Bunga (3.206) (2.401) (1.931) (1.788) (1.626)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak (7.125) (4.171) (365) (1.132) 1.832
Beban Pajak (560) (642) (312) (328) (368)
Laba (Rugi) Bersih (7.685) (4.813) (677) (1.460) 1.464
Sumber : manajemen Perseroan
43
Page 66
Tabel 2-11 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Total Penjualan 22.530 23.969 30.567 30.896 33.144
Total HPP (20.668) (21.981) (26.809) (26.902) (28.766)
Total Laba Kotor 1.862 1.988 3.758 3.994 4.378
Biaya Usaha (984) (1.279) (2.068) (3.401) (994)
Laba (Rugi) Operasi 878 709 1.690 593 3.384
Laba (Rugi) Lain-lain (4.797) (2.479) (124) 63 74
Beban Bunga (3.206) (2.401) (1.931) (1.788) (1.626)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak (7.125) (4.171) (365) (1.132) 1.832
Beban Pajak (560) (642) (312) (328) (368)
Laba (Rugi) Bersih (7.685) (4.813) (677) (1.460) 1.464
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapatan
Selama 2023 – 2027, dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, Pendapatan Perseroan
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi
Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi tereliminasi pada level konsolidasian
Perseroan.
Pada tahun 2027, pendapatan konsolidasian Perseron diproyeksikan sebesar Rp33,14 triliun.
Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan Perseroan dengan Transaksi Perseroan selama 2023 – 2027, diproyeksikan
tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Laba Usaha
Laba usaha Perseroan dengan Transaksi Perseroan selama 2023 – 2027, juga diproyeksikan tidak
mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Pada akhir periode proyeksi, tahun 2027, dengan dilaksanakan Transaksi Perseroan, Laba Usaha
Perseroan diproyeksikan sebesar Rp3,38 triliun.
Laba Bersih
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, laba bersih Perseroan selama periode 2023 – 2027
tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
Pada akhir periode proyeksi, tahun 2027, dengan dilaksanakan Transaksi Perseroan Laba bersih
Perseroan diproyeksikan sebesar Rp1,46 triliun.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Analisis proyeksi posisi keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Transaksi Perseroan untuk periode
2023-2027:
44
Page 67
Tabel 2-12 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset
Aset Lancar 30.801 30.025 15.070 13.103 13.594
Aset Tidak Lancar 35.179 34.676 52.515 49.637 48.404
Total Aset 65.980 64.701 67.585 62.740 61.998
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek 38.437 16.845 21.000 19.781 22.711
Liabilitas Jangka Panjang 17.972 36.855 38.020 36.924 33.103
Total Liabilitas 56.409 53.700 59.020 56.705 55.814
Ekuitas 9.571 11.001 8.565 6.035 6.184
Total Ekuitas dan Liabilitas 65.980 64.701 67.585 62.740 61.998
Sumber: Manajemen Perseroan
Tabel 2-13 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset
Aset Lancar 30.801 30.025 15.070 13.103 13.594
Aset Tidak Lancar 35.179 34.676 52.515 49.637 48.404
Total Aset 65.980 64.701 67.585 62.740 61.998
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek 38.437 16.845 21.000 19.781 22.711
Liabilitas Jangka Panjang 17.972 36.855 38.020 36.924 33.103
Total Liabilitas 56.409 53.700 59.020 56.705 55.814
Ekuitas 9.571 11.001 8.565 6.035 6.184
Total Ekuitas dan Liabilitas 65.980 64.701 67.585 62.740 61.998
Sumber: Manajemen Perseroan
Aset
Selama tahun 2023 – 2027, dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, jumlah aset Perseroan
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi
Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi tereliminasi pada level konsolidasian
Perseroan.
Pada tahun 2027, jumlah aset konsolidasian Perseron diproyeksikan sebesar Rp61,99 triliun.
Liabilitas
Total liabilitas Perseroan secara keseluruhan selama tahun 2023 – 2027 diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan dengan
Total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp55,81 triliun pada 2027.
45
Page 68
Ekuitas
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, Total ekuitas Perseroan selama periode 2023 – 2027
diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan dengan Total ekuitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp6,18 triliun pada
2027.
Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Transaksi Perseroan periode 2023-2027 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
Tabel 2-14 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Aktivitas Operasi (2.895) (908) 2.744 674 1.177
Arus Kas Aktivitas Investasi (1.336) 491 1.197 2.042 1.378
Arus Kas Aktivitas Pendanaan 1.806 1.669 (3.281) (4.388) (3.040)
Arus kas bersih (2.425) 1.252 660 (1.672) (485)
Selisih Kurs (11) (716) - - -
saldo awal 5.669 3.233 3.769 4.429 2.757
Posisi Kas Akhir 3.233 3.769 4.429 2.757 2.272
Sumber : manajemen Perseroan
Tabel 2-15 : Laporan Arus Kas Perseroan Konsolidasian Dengan Transaksi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Aktivitas Operasi (2.895) (908) 2.744 674 1.177
Arus Kas Aktivitas Investasi (1.336) 491 1.197 2.042 1.378
Arus Kas Aktivitas Pendanaan 1.806 1.669 (3.281) (4.388) (3.040)
Arus kas bersih (2.425) 1.252 660 (1.672) (485)
Selisih Kurs (11) (716) - - -
saldo awal 5.669 3.233 3.769 4.429 2.757
Posisi Kas Akhir 3.233 3.769 4.429 2.757 2.272
Sumber : manajemen Perseroan
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan selama periode 2023 – 2027, arus kas yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa
melaksanakan Transaksi Perseroan.
Dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan selama periode 2023 – 2027, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan
tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
46
Page 69
Sehubungan dengan Transaksi Perseroan, selama periode 2023 – 2027, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan.
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal
31 Desember 2022, yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Tabel 2-16 : Laporan Laba Rugi Konsolidasian Proforma
(dalam juta Rupiah)
Perseroan Perseroan
Keterangan 31-Dec-22 Penyesuaian 31-Dec-22
Audit Proforma
Pendapatan Neto 21.480.792 - 21.480.792
Beban pokok pendapatan (19.278.402) - (19.278.402)
Laba bruto 2.202.390 - 2.202.390
Beban Usaha
Beban penjualan (4.762) - (4.762)
Beban umum dan administrasi (722.177) - (722.177)
Penghasilan lain - lain 1.557.288 - 1.557.288
Beban lain - lain (1.317.587) - (1.317.587)
Laba (rugi) usaha 1.715.152 - 1.715.152
- - -
Beban keuangan (1.371.878) - (1.371.878)
Beban pajak penghasilan final (374.564) - (374.564)
Bagian rugi entitas asosiasi (99.355) - (99.355)
Bagian laba (rugi) ventura bersama 306.726 - 306.726
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 176.081 - 176.081
Beban pajak penghasilan (163.494) - (163.494)
Laba (rugi) neto 12.586 - 12.586
Sumber: Manajemen Perseroan
47
Page 70
Tabel 2-17 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma
(dalam juta Rupiah)
Perseroan Perseroan
Keterangan 31-Dec-22 Penyesuaian 31-Dec-22
Audit Proforma
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5.669.693 - 5.669.693
Piutang usaha - Neto
Pihak berelasi 1.199.475 - 1.199.475
Pihak ketiga 1.628.923 - 1.628.923
Piutang Retensi - Neto 1.264.153 - 1.264.153
Tagihan Bruto Pemberi Kerja - Neto 4.537.979 - 4.537.979
Piutang yang belum ditagih 1.316.134 - 1.316.134
Piutang lain-lain - bagian lancar 1.309.839 - 1.309.839
Persediaan 12.012.496 - 12.012.496
Uang muka - bagian lancar 1.295.052 - 1.295.052
Pajak dibayar dimuka 1.547.098 - 1.547.098
Biaya dibayar dimuka 1.280.008 - 1.280.008
Jaminan usaha 339.808 - 339.808
Pekerjaan dalam proses konstruksi - Neto 6.434.138 - 6.434.138
TOTAL ASET LANCAR 39.834.795 - 39.834.795
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain - bagian tidak lancar - - -
Uang muka - bagian tidak lancar - - -
Tanah untuk pengembangan 2.081.813 - 2.081.813
Investasi pada entitas asosiasi 1.859.784 - 1.859.784
Investasi pada ventura bersama 11.636.485 - 11.636.485
Properti investasi - Neto 1.978.947 - 1.978.947
Aset tetap - Neto 8.305.834 - 8.305.834
Aset kerja sama operasi 920.306 - 920.306
Goodwill 4.847 - 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.010.545 - 1.010.545
Aset takberwujud 6.484.152 - 6.484.152
Aset pajak tangguhan 68.072 - 68.072
Aset lain-lain 884.027 - 884.027
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 35.234.810 - 35.234.810
JUMLAH ASET 75.069.604 - 75.069.604
Sumber: Manajemen Perseroan
48
Page 71
Tabel 2-18 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
Perseroan Perseroan
Keterangan 31-Dec-22 Penyesuaian 31-Dec-22
Audit Proforma
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 14.782.733 - 14.782.733
Utang usaha 12.816.199 - 12.816.199
Utang lain-lain 1.224.052 - 1.224.052
Utang pajak 367.499 - 367.499
Uang muka dari pelanggan 297.056 - 297.056
Beban akrual 5.731.970 - 5.731.970
Pendapatan diterima dimuka 196.106 - 196.106
Bagian jangka pendek dari - -
Pinjaman jangka menengah 255.000 - 255.000
Liabilitas sewa 73.170 - 73.170
Pinjaman jangka panjang 391.546 - 391.546
Obligasi - - -
Sukuk Mudharabah - - -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 36.135.331 - 36.135.331
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 163.441 - 163.441
Liabilitas pajak tangguhan 116.144 - 116.144
Uang muka dari pelanggan 448.831 - 448.831
Uang muka proyek jangka panjang 2.001.511 - 2.001.511
Utang lain-lain 129.491 - 129.491
Utang Ventura Bersama 681.250 - 681.250
Bagian jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangka pendek
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 - 1.545.000
Liabilitas sewa 178.933 - 178.933
Pinjaman jangka panjang 4.730.088 - 4.730.088
Obligasi 8.664.562 - 8.664.562
Sukuk Mudharabah 2.781.815 - 2.781.815
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 21.441.067 - 21.441.067
TOTAL LIABILITAS 57.576.398 - 57.576.398
EKUITAS
Modal saham 896.995 - 896.995
Modal saham diperoleh kembali (110) - (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 - 6.555.499
Perubahan ekuitas entitas anak 1.139.038 - 1.139.038
Surat berharga perpetual
Saldo laba (Defisit)
Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya 335.760 - 335.760
Defisit (4.856) - (4.856)
Cadangan lainnya 4.041.487 - 4.041.487
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Kepada pemilik entitas induk 12.963.813 - 12.963.813
Kepentingan non pengendali 4.529.394 - 4.529.394
TOTAL EKUITAS 17.493.206 - 17.493.206
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 75.069.604 - 75.069.604
Sumber: Manajemen Perseroan
49
Page 72
Analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan, Proforma Pendapatan Perseroan
tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Proforma harga pokok penjualan juga tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan Transaksi
Perseroan.
Proforma Laba Bersih Tahun Berjalan Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan
Transaksi Perseroan.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma jumlah Aset Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan Transaksi
Perseroan.
Proforma jumlah Aset Tidak Lancar Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan
Transaksi Perseroan .
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan.
Liabilitas
Proforma Jumlah Liabilitas jangka pendek Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan
Transaksi Perseroan .
Proforma Jumlah Liabilitas jangka panjang Perseroan juga tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan .
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan atas
pelaksanaan Transaksi Perseroan .
Ekuitas
Proforma Jumlah Ekuitas Perseroan tidak mengalami perubahan atas pelaksanaan Transaksi
Perseroan .
50
Page 73
2.4.4 Analisis Inkremental
Analisis Inkremental atas Transaksi Perseroan dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
Transaksi Perseroan dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Transaksi Perseroan dan
laba per saham Perseroan untuk periode 2023-2027.
2.4.4.1 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan
Dengan Transaksi Perseroan Untuk Periode 2023-2027
Tabel 2-19 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Inkremental
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Total Penjualan - - - - -
Total HPP - - - - -
Total Laba Kotor - - - - -
Biaya Usaha - - - - -
Laba (Rugi) Operasi - - - - -
Laba (Rugi) Lain-lain - - - - -
Beban Bunga - - - - -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak - - - - -
Beban Pajak - - - - -
Laba (Rugi) Bersih - - - - -
Analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk periode 2023-2027:
Penjualan
Selama 2023 – 2027, dengan dilaksanakannya Transaksi Perseroan, inkremental Penjualan
Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi tereliminasi pada level
konsolidasian Perseroan.
Harga Pokok Penjualan
Inkremental harga pokok penjualan Perseroan dengan Transaksi Perseroan 2023 – 2027,
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi
Perseroan.
Laba Usaha
Inkremental Laba usaha Perseroan dengan Transaksi Perseroan selama 2023 – 2027, juga
diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi
Perseroan.
Laba Bersih
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan selama periode 2023 – 2027 tidak mengalami
perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
51
Page 74
2.4.4.2 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan Dengan
Transaksi Perseroan Untuk Periode 2023-2027
Tabel 2-20 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Inkremental
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset
Aset Lancar - - - - -
Aset Tidak Lancar - - - - -
Total Aset - - - - -
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Total Liabilitas - - - - -
Ekuitas - - - - -
Total Ekuitas dan Liabilitas - - - - -
Analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode 2023-
2027:
Aset
Selama tahun 2023 – 2027, dengan dilakukannya Transaksi Perseroan, inkremental jumlah aset
lancar Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan
Transaksi Perseroan, hal ini karena dampak atas Rencana Transaksi tereliminasi pada level
konsolidasian Perseroan.
Liabilitas
Selama tahun 2023 – 2027, dengan dilakukannya Transaksi Perseroan, inkremental jumlah liabilitas
Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tanpa
melaksanakan Transaksi Perseroan.
Ekuitas
Inkremental proyeksi ekuitas Perseroan selama periode 2023 – 2027 diproyeksikan tidak
mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan.
52
Page 75
2.4.4.3 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Dan Dengan
Transaksi Perseroan Untuk Periode 2023-2027
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Inkremental
Deskripsi 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Aktivitas Operasi - - - - -
Arus Kas Aktivitas Investasi - - - - -
Arus Kas Aktivitas Pendanaan - - - - -
Arus kas bersih - - - - -
Selisih Kurs - - - - -
saldo awal - - - - -
Posisi Kas Akhir - - - - -
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi arus kas Perseroan untuk periode 2023 – 2027,
dengan dilakukannya Transaksi Perseroan, Inkremental proyeksi arus kas Perseroan diproyeksikan
tidak mengalami perubahan bila dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan, hal ini
karena dampak atas Rencana Transaksi tereliminasi pada level konsolidasian Perseroan.
2.5 Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Transaksi Perseroan, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Transaksi
Perseroan dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
Hal-hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Usaha dalam memberikan
opini kewajaran transaksi
Manajemen Perseroan telah memberikan penjelasan dan meyakinkan kami bahwa tidak terdapat
hal material lainnya yang dapat menyebabkan perubahan opini pendapat kewajaran ini dan tidak
adanya kerugian yang timbul jika Transaksi Perseroan ini tidak dilaksanakan.
53
Page 76
2.6 Analisis Kewajaran Harga Transaksi Perseroan
Analisis kewajaran terhadap harga Transaksi Perseroan dilakukan dengan membandingkan Tingkat
Suku Bunga Transaksi Perseroan berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan
antara WRK dan WINNER dengan dengan rata-rata tingkat suku bunga kredit modal kerja yang
tersedia di pasar dalam 3 (tiga) tahun terakhir, yang dijadikan sebagai acuan kisaran nilai.
A. Tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan
Berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK dan WINNER
tanggal 10 Maret 2023, tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan adalah 5% per tahun
diatas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) bulanan pada bulan berjalan,
dengan ketentuan bunga tersebut dapat disesuaikan oleh WRK sesuai dengan
perkembangan bunga yang berlaku.
B. Rata-rata Tingkat Suku Bunga Kredit Modal Kerja yang tersedia di pasar
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia, rata-rata tingkat suku bunga
berdasarkan kelompok bank dalam 3 tahun terakhir untuk kredit modal kerja berkisar
8,69% (Q1) - 9,53% (Q3) dengan median sebesar 7,74%.
Kelompok Bank 2020 2021 2022 Rata-rata
Bank Persero 9,23% 8,60% 8,26% 8,69%
Bank Pemerintah Daerah 10,57% 9,92% 9,08% 9,86%
Bank Swasta Nasional 10,03% 9,49% 9,09% 9,53%
Bank Asing dan Bank Campuran 7,37% 6,23% 5,84% 6,48%
Bank Umum 9,55% 8,92% 8,53% 9,00%
Rata-rata 8,71%
Minimum 6,48%
Kuartil 1 (Q1) 8,69%
Median 7,74%
Kuartil 3 (Q3) 9,53%
Maksimum 9,86%
Rata - Rata Tingkat Suku Bunga
BI 7-day (Reverse) Repo Rate 4,25% 3,52% 4,00% 3,92%
("BI7DRR")
Spread Tingkat Suku Bunga
Kuartil 1 (Q1) 4,77%
Median 3,82%
Kuartil 3 (Q3) 5,61%
Dengan membandingkan rata-rata tingkat suku bunga berdasarkan kelompok bank dalam 3 tahun
terakhir dengan rata-rata tingkat suku bunga BI7DRR dalam 3 tahun terakhir, maka spread tingkat
suku bunga dalam Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK dan WINNER
sebesar 5% per tahun adalah wajar karena spread tingkat suku bunga sebesar 5% berada dalam
kisaran spread tingkat suku bunga sebesar 4,77% (Q1) - 5,61% (Q3) dengan median sebesar 3,82%.
54
Page 77
Berdasarkan analisis terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar, dapat dilihat bahwa tingkat
suku bunga yang berlaku dalam Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Cash Loan antara WRK dan
WINNER sebesar 5% per tahun diatas tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate)
adalah wajar karena berada dalam kisaran tingkat suku bunga kredit modal kerja yang tersedia di
pasar tahun 2022 sebesar 8,46% - 9,08% dengan median sebesar 8,80% dan rata-rata tingkat suku
bunga berdasarkan kelompok bank dalam 3 tahun terakhir untuk kredit modal kerja berkisar 8,92%
- 9,61% dengan median sebesar 9,26%.
55
Page 78
3 KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi Perseroan yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Transaksi Perseroan, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka menurut pendapat RSR, Transaksi
Perseroan adalah wajar.
56
Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×3
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Izin Penilai Rudi M. Safrudin
p.3 ×2
unresolved
org
PT Wijaya Karya Intrade Energi
p.3 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×11
unresolved
—
RSR
· Penilai
p.4 ×2
unresolved
—
IKJPP
· Penilai
p.5 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.6 ×16
unresolved
person
Dhonny Ariyanto Sigit
p.6 ×3
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.10 ×3
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.10 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10 ×4
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.10 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.10
unresolved
org
Rekan Rudi M. Safrudin
p.17
unresolved
person
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
· Pemimpin Rekan
p.17
unresolved
person
Signing Partner Rudi M. Safrudin
p.19
unresolved
person
Reviewer Yunus N. Purwono
p.19
unresolved
person
Penilai Nursatrio
p.19
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.21 ×3
unresolved
org
Kementerian Perhubungan Tahun
p.21 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- AH.
p.31 ×2
unresolved
person
Ir. Hadjar Seti Adji MEngSc
p.32 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya Insan Pertiwi
p.32
unresolved
person
Akta Notaris Ali Harsoyo
p.32
unresolved
person
Akta Notaris Bayu Candra
p.32 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.32 ×2
unresolved
person
Ir. Hastjaryo
p.32
unresolved
person
Ryan Bayu Candra S.H.
· Notaris
p.33 ×2
unresolved
person
M. Nova Faisal
p.33
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.33
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.37
unresolved
org
PT Nindya Karya (Persero)
p.39
unresolved
org
Bank Campuran
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
19678 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}