Skip to content
Back to announcement

20260520_MPIX_Laporan Informasi dan Fakta Material_32093159_lamp1.pdf

Other Text extracted MPIX

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 71

Page 1

          
Page 2
                 Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                     The Manhattan Square
                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                      Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                 Property, Business Valuation & Advisory                                                 Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                 Licence No. 2.22.0176                                                                   E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                 KMK 460/KM.1/2022                                                                          Website: www.fdipartners.co.id
                 Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                                 Phone (62 21) 27875910




Jakarta, 20 Mei 2026

Kepada Yth,
PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Ruko Khayangan Residence Blok RA-11, Lantai 2
Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan 69119
Jawa Timur, Indonesia

No. Laporan :    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Hal         :    Laporan Studi Kelayakan dalam Rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT
                 Mitra Pedagang Indonesia Tbk (“MPIX”)

Dengan hormat,

LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT MITRA PEDAGANG INDONESIA TBK

Berdasarkan Surat Penawaran No. 038/FDI/PB-FS/IV/2026 tanggal 27 April 2026, KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT
Mitra Pedagang Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “MPIX”), untuk melakukan studi kelayakan dalam
Rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (“Perseroan” atau
“MPIX”) per 31 Desember 2025 berupa penambahan 1 (satu) bidang usaha yaitu Industri Penyediaan
Jasa Pembayaran (KBLI 66141) sesuai dengan KBLI 2025 melalui akuisisi PT Mobile Coin Asia (“MCA”).

Maksud dan Tujuan

Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) berupa KBLI 66141 sesuai dengan
KBLI 2025 yang diperuntukkan dalam rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-
LK terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilaian Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018). Dalam melakukan Studi
Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, konsultan akan menggunakan bantuan dari luar maupun
profesi lainnnya

Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025.

Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan

Berdasarkan POJK 35 dan SEOJK 17, analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:




                                Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
 a.   Analisis Kelayakan Pasar;
 b.   Analisis Kelayakan Teknis;
 c.   Analisis Kelayakan Pola Bisnis;
 d.   Analisis Model Manajemen; dan
 e.   Analisis Kelayakan Keuangan.

Analisis Kelayakan Pasar

Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus
diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi oleh
kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus
fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan
kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak
temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Di dalam negeri, pertumbuhan
ekonomi membaik       didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi khususnya
nonbangunan, serta kinerja positif sektor-sektor utama, meskipun ke depan perlu diwaspadai potensi
perlambatan ekspor.

Disisi inflasi, secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada November
2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga sebesar
2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi
suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali.

Dalam industri sistem pembayaran, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) merupakan sektor vital yang
memfasilitasi transaksi aman, cepat, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Industri ini
mencakup berbagai layanan strategis seperti transfer dana, payment gateway, dompet elektronik,
hingga remitansi dan pembayaran digital lainnya. Transformasi digital menjadi pendorong utama
perkembangan industri ini, di mana pemanfaatan teknologi seperti Application Programming Interface
(API), cloud computing, dan artificial intelligence (AI) memungkinkan transaksi dilakukan secara instan
dengan biaya lebih rendah. Di Indonesia, industri PJP menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga
tahun 2025, didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi digital dan perubahan perilaku masyarakat
menuju transaksi non-tunai (cashless society).

Berdasarkan data Bank Indonesia, pengiriman uang (remittance) di Indonesia mencapai titik tertinggi
sepanjang masa sebesar 4.465,04 Juta USD pada kuartal keempat tahun 2025. Pertumbuhan ini selaras
dengan peningkatan remitansi dari pekerja migran Indonesia serta perluasan ekosistem sistem
pembayaran nasional melalui infrastruktur BI-FAST dan QRIS. Pesatnya digitalisasi ekonomi, termasuk
perkembangan e-commerce, ride hailing, dan social commerce, menjadi faktor utama yang
mempercepat penetrasi jasa pembayaran digital. Inovasi seperti QRIS dan virtual account semakin
meningkatkan kemudahan transaksi, khususnya bagi sektor UMKM yang merupakan basis pengguna
utama Perseroan. Selain itu, peningkatan inklusi keuangan memungkinkan masyarakat unbanked dan
underbanked untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah melalui smartphone.

Secara keseluruhan, dinamika industri jasa pembayaran menunjukkan tren yang semakin terintegrasi
dengan ekosistem digital nasional. Dukungan regulator melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia
(BSPI) 2025 menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan volume transaksi elektronik
secara signifikan. Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam rencana penambahan kegiatan
usaha Perseroan melalui akuisisi 60% ekuitas PT Mobile Coin Asia (“MCA”) yang bergerak pada bidang
usaha Penyelenggara Jasa Pembayaran, maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak. Sektor


Halaman 2                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 4
ini memiliki prospek yang sangat positif dan strategis dalam mendukung transformasi ekonomi digital
serta perluasan inklusi keuangan nasional.

Berdasarkan evaluasi terhadap seluruh parameter aspek pasar tersebut, terkait dengan rencana
penambahan kegiatan usaha utama sesuai dengan KBLI 66141 (Penyelenggara Jasa Pembayaran),
maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.

Analisis Kelayakan Teknis

Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman operasional, ketersediaan infrastruktur teknologi yang
skalabel, serta kualitas sumber daya manusia spesialis. Dalam rangka penambahan kegiatan usaha,
Perseroan melalui perusahaan anak menawarkan solusi pembayaran digital terintegrasi yang meliputi
pengelolaan infrastruktur gerbang pembayaran, pemrosesan transaksi lintas negara (remitansi), serta
penguasaan ekosistem QRIS sebagai Issuer dan Acquirer. Setiap jasa didukung oleh proses bisnis yang
terstruktur, mulai dari analisis kebutuhan ekosistem warung MPIX, integrasi API dengan jaringan
perbankan (BI-FAST, BNI, BSI), hingga pemantauan keamanan transaksi secara real-time.

Untuk mendukung unit bisnis ini, Perseroan diperkuat oleh tenaga ahli dengan kompetensi di bidang
teknologi informasi dan manajemen operasional fintech. Jajaran manajemen memiliki rekam jejak kuat
dalam pengembangan backend, manajemen distribusi skala nasional, serta audit sistem informasi.
Direksi Perseroan memiliki pengalaman teknis sebagai pengembang sistem aplikasi yang krusial dalam
menjaga keandalan Wallet Layer sebagai fondasi seluruh transaksi di aplikasi super MPIX. Perseroan
juga memastikan infrastruktur teknologi memenuhi standar, dengan audit berkala untuk menjamin
keamanan data sensitif. Berdasarkan evaluasi terhadap ketersediaan infrastruktur yang memadai dan
kualitas SDM yang kompeten untuk mengelola volume transaksi besar, maka disimpulkan bahwa aspek
teknis ini adalah layak.

Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Kelayakan pola bisnis ditinjau dari keunggulan kompetitif entitas anak dalam menciptakan nilai tambah
melalui integrasi vertikal, serta kemampuan memitigasi risiko guna memastikan keberlanjutan usaha
secara konsolidasi. Perseroan melalui perusahaan anak memiliki keunggulan kompetitif berupa model
bisnis "Revenue Engine" yang memanfaatkan ekosistem 700.000+ merchant yang sudah aktif. Melalui
pendekatan one-stop solution, Perseroan menginternalisasi seluruh alur pembayaran mulai dari
payment gateway hingga penyelesaian dana sehingga mampu menangkap potensi pendapatan yang
sebelumnya mengalir ke pihak ketiga.

Selain itu, model bisnis ini memiliki Distribution Moat yang kuat melalui jaringan fisik warung MPIX
sebagai titik pencairan dana untuk remitansi Internasional. Penggunaan rute digital yang efisien modal
kerja serta kemampuan menciptakan Data Flywheel dari transaksi harian UMKM menjadi faktor
pembeda utama yang memperkuat posisi tawar Perseroan. Pola bisnis ini secara efektif mengurangi
biaya akuisisi pelanggan dan meningkatkan retensi pengguna melalui sistem dompet digital terpadu.
Berdasarkan evaluasi terhadap strategi penciptaan nilai dan penguasaan rantai nilai pembayaran
secara mandiri, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang dilakukan oleh Perseroan melalui
perusahaan anak adalah layak.




Halaman 3                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 5
Analisis Model Manajemen

Dalam upaya mendukung operasional perusahaan anak, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang memadai merupakan faktor krusial untuk menghadapi peningkatan volume transaksi digital yang
diproyeksikan mencapai ratusan ribu transaksi harian. Perseroan mengoptimalkan kapabilitas SDM yang
memiliki keahlian spesifik di bidang teknologi finansial dan manajemen risiko pembayaran. Struktur
organisasi didukung oleh tenaga ahli profesional dengan kombinasi pengalaman manajerial di sektor
telekomunikasi dan keahlian teknis dalam manajemen sistem switching serta kepatuhan regulasi Bank
Indonesia.

Selain itu, dalam menjalankan usahanya, Perseroan menerapkan manajemen risiko yang komprehensif.
Risiko operasional dan teknologi, seperti risiko keamanan siber dan kepatuhan regulasi, dikelola dengan
membangun fungsi kepatuhan yang memadai, audit sistem informasi berlapis, serta penerapan standar
keamanan data global. Risiko keuangan seperti risiko kredit, likuiditas, dan pasar dikelola melalui
pemantauan arus kas harian secara berkala, verifikasi ketat terhadap mitra bisnis, serta pengawasan
terhadap fluktuasi ekonomi makro oleh tenaga ahli keuangan yang kompeten.

Kedepan, Perseroan akan terus didukung oleh kapasitas manajemen yang solid, tecermin dari susunan
Dewan Komisaris dan Direksi yang terstruktur serta rencana pengembangan kompetensi karyawan
secara berkelanjutan. Berdasarkan evaluasi terhadap aspek kelayakan model manajemen tersebut,
maka disimpulkan bahwa aspek kelayakan model manajemen yang akan dilakukan oleh Perseroan
adalah layak.

Analisis Kelayakan Keuangan

Model proyeksi keuangan yang disusun sebagai dasar analisis kelayakan dalam laporan ini merupakan
proyeksi keuangan atas rencana penambahan kegiatan usaha baru sebagai Penyelenggara Jasa
Pembayaran (KBLI 66141) yang dijadwalkan akan mulai dijalankan pada bulan Juli 2026. Proyeksi ini
disusun dengan asumsi bahwa unit bisnis akan dijalankan Perseroan secara stand-alone atau sebagai
unit mandiri tanpa memperhitungkan kegiatan usaha eksisting dari Perseroan.

Berdasarkan hal tersebut, biaya investasi dalam rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan
merupakan biaya akuisisi 60,00% saham MCA. Berdasarkan Perjanjian Akuisisi, harga akuisisi 60,00%
saham MCA adalah sebesar Rp28.700.000.000,-. Perseroan akan membutuhkan sumber pendanaan
atas rencana penambahan kegiatan usaha yang diperoleh dari dari kas sebesar Rp6.926.588.787 dan
piutang usaha sebesar Rp21.773.411.213.

Biaya operasional terkait dengan penambahan kegiatan usaha ini mengacu pada proyeksi keuangan
MCA, dimana biaya operasional terdiri atas biaya administrasi dan umum serta biaya penyusutan.
Selama periode 2026 hingga 2030, kebutuhan biaya operasional diproyeksikan terus meningkat sejalan
dengan meningkatnya volume transaksi dan pendapatan jasa pembayaran. Total proyeksi biaya
operasional selama periode 2026 hingga 2030 diproyeksikan sebesar Rp48.400.760.295,-

Dalam melakukan analisis kelayakan keuangan digunakan Profitability Index (PI), Net Present Value
(NPV), dan Internal Rate of Return (IRR) sebagai berikut:

 Discount Factor           11,40%
 Net Present Value         Rp. Juta                   16.254.446.775     >        0      PROYEK LAYAK
 Profitability Index                                              1,52   >        1      PROYEK LAYAK
 Internal Rate Of Return     %                                 26,09%    >   11,40%      PROYEK LAYAK
 Payback Period             Year                      6 tahun 11 bulan   >



Halaman 4                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 6
Asumsi – Asumsi dan Kondisi Pembatas

1.  Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
    Studi Kelayakan.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan dan
    kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi
    yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
4. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary duty).
5. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
7. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari
    Pemberi Tugas.
8. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah disusun
    sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
    ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
    khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas objek penugasan, di luar dari aspek
    perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
11. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
    maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat digunakan
    untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan
    untuk tujuan lain.
12. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga pengguna
    laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi antara hasil
    dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




Halaman 5                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 7
Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis Kelayakan Pasar,
analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan Model Manajemen dan
analisis Keuangan serta semua asumsi-asunsi dapat terpenuhi, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Usaha Persusahaan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI MPIX adalah LAYAK.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha MPIX maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan Studi Kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
KPP FERDINAND, DANAR ICHSAN DAN REKAN
Pimpinan Rekan




M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No. : STTD. PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK No.                 : RMK-2017.00526




Halaman 6                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 8
                                                            DAFTAR ISI

SURAT
PENGANTAR………..…………………………………………………………………………………………….1

DAFTAR ISI ............................................................................................................................... 7

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 9
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan .......................................................................................... 9
  1.2    Identifikasi Status Penilai ................................................................................................. 9
  1.3    Identifikasi Pemberi Tugas ............................................................................................... 9
  1.4    Identitfikasi Pengguna Laporan ...................................................................................... 10
  1.5    Objek Studi Kelayakan .................................................................................................. 10
  1.6    Jenis Mata Uang yang Digunakan ................................................................................. 10
  1.7    Maksud dan Tujuan ...................................................................................................... 10
  1.8    Tanggal Penilaian/Studi Kelayakan ................................................................................ 11
  1.9    Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan ............................................................. 11
  1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi....................................................................................... 11
  1.11 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan ............................................................... 11
  1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus............................................................................................ 11
  1.13 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi .................................................................. 12
  1.14 Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Standar ................................. 12
  1.15 Tenaga Ahli dan Hasil .................................................................................................. 12
  1.16 Pernyataan Independensi .............................................................................................. 12
  1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ....................................... 13

BAB II ANALISIS MPIX............................................................................................................... 14
  2.1    Data dan Informasi yang Digunakan ............................................................................. 14
  2.2    Wawancara Manajemen ............................................................................................... 15
  2.3    Gambaran Umum MPIX ................................................................................................ 15
  2.4    Pasar Geografis ........................................................................................................... 17
  2.5    Informasi Keuangan MPIX ............................................................................................. 17

BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR ......................................................................................... 24
  3.1     Tinjuan Ekonomi Makro Global dan Domestik ................................................................ 24
  3.2     Kondisi Pasar ............................................................................................................... 28
  3.3     Persaingan Pasar .......................................................................................................... 32
  3.4     Strategi Pemasaran ....................................................................................................... 33
  3.5     Prospek Industri ............................................................................................................ 34

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ........................................................................................ 35
  4.1    Kapasitas ..................................................................................................................... 35
  4.2    Ruang Lingkup Usaha ................................................................................................... 35
  4.3    Proses Bisnis ................................................................................................................. 37
  4.4    Ketersediaan Bahan Baku ............................................................................................. 41
  4.5    Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) .................................................................... 41

BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................. 43
  5.1   Keunggulan Kompetitif .................................................................................................. 43
  5.2   Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..................................................................... 43


Halaman 7                                                                             00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 9
   5.3       Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ............................................................................ 44

BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ................................................................... 45
  6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja ........................................................................................... 45
  6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual (Intelectual Property) .................................................... 45
  6.3    Manajemen Risiko ........................................................................................................ 45
  6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ 46
  6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................ 47

BAB VII ANALISIS KELAYAKAN MODEL KEUANGAN .................................................................... 48
  7.1    Kebutuhan Biaya Investasi ............................................................................................. 48
  7.2    Sumber Pendanaan Modal Kerja dan Investasi ............................................................... 48
  7.3    Biaya Operasional ........................................................................................................ 48
  7.4    Modal Kerja ................................................................................................................. 48
  7.5    Proyeksi Keuangan MCA ............................................................................................... 49
  7.6    Tingkat Diskonto .......................................................................................................... 52
  7.7    Nilai Terminal .............................................................................................................. 53
  7.8    Analisis Kelayakan ........................................................................................................ 53
  7.9    Analisis Sensitivitas ....................................................................................................... 55

BAB VIII KESIMPULAN .............................................................................................................. 56

ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 57

PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 58




Halaman 8                                                                           00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 10
                                                 BAB I
                                             PENDAHULUAN



1.1    Uraian Mengenai Penugasan

       Berdasarkan Surat Penawaran No. 038/FDI/PB-FS/IV/2026 tanggal 27 April 2026, KJPP
       Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
       penugasan dari PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan” atau “MPIX”),
       untuk melakukan studi kelayakan dalam Rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan
       Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) per 31 Desember 2025 berupa penambahan
       1 (satu) bidang usaha yaitu Industri Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141) sesuai dengan
       KBLI 2025 melalui akuisisi 60% ekuitas PT Mobile Coin Asia (“MCA”).

       Rencana pengambilalihan saham MCA oleh Perseroan selaku Calon Pengendali Baru akan
       menyebabkan penambahan kegiatan usaha utama yang akan dijalankan oleh Perseroan.

       Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut akan dilaksanakan melalui akuisisi saham MCA.
       Rencana transaksi akuisisi saham MCA dilakukan dalam rangka rencana ekspansi usaha
       Perseroan yang selaras dengan strategi bisnis jangka panjang dalam memperkuat ekosistem
       digital. Perseroan merupakan perusahaan yang berfokus pada penyediaan solusi platform digital
       terintegrasi untuk UMKM, dan dalam hal ini MCA merupakan perusahaan yang bergerak di
       bidang Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), sehingga akuisisi MCA oleh Perseroan sejalan
       dengan fokus pengembangan teknologi finansial dan penguatan portofolio bisnis Perseroan di
       sektor ekonomi digital.

1.2    Identifikasi Status Penilai

      a.    Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
            penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
            dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
            Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD. PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah
            anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      b.    Penugasan Studi kelayakan ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
            benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek Studi kelayakan dan/ atau
            pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi objektifitas, profesional dan tidak memihak.
      c.    Seluruh konsultan, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
            tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan Studi
            kelayakan ini.

1.3    Identifikasi Pemberi Tugas

       Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual, dalam
       hal ini adalah :

           Nama pemberi tugas                   :   PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
           Alamat                               :   Ruko Khayangan Residence Blok RA-11, Lantai 2
                                                    Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan 69119
                                                    Jawa Timur, Indonesia




Halaman 9                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 11
       Bidang usaha                          :   Bidang platform teknologi dan e-commerce untuk
                                                 UMKM
       No. Telepon / Fax                     :   (031) 3590 1999
       Alamat email                          :   corpsec@mpstore.co.id
       Penanggung jawab                      :   Dewan Direksi

1.4   Identitfikasi Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas

1.5   Objek Studi Kelayakan

      Objek jasa konsultasi dalam hal ini adalah penyusunan Studi Kelayakan dalam rangka rencana
      penambahan kegiatan usaha Perseroan, yaitu KBLI 66141.

      Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) 2025 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat
      Statistik (BPS):

      KBLI 66141 mencakup kegiatan penyediaan jasa pembayaran kepada pengguna akhir jasa
      layanan sistem pembayaran pada sisi depan, yang mencakup aktivitas antara lain:

      •   penatausahaan sumber dana untuk pembayaran, termasuk menerbitkan instrumen atau akun
          pembayaran;
      •   penerusan perintah transfer dana (termasuk layanan remitansi) dan penerusan data transaksi
          pembayaran, termasuk pengakuisisian (acquiring) dan penyelenggaraan gerbang
          pembayaran (payment gateway).

1.6   Jenis Mata Uang yang Digunakan

      Mata uang yang digunakan dalam penugasan ini, sesuai dengan mata uang fungsional dalam
      laporan keuangan Objek Studi Kelayakan dan dinyatakan kembali dalam mata uang Rupiah
      (dalam hal mata uang fungsional bukan Rupiah).

1.7   Maksud dan Tujuan

      Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan
      Kegiatan Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) berupa KBLI 66141
      sesuai dengan KBLI 2025 yang diperuntukkan dalam rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan
      (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
      dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).

      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
      35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
      (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) dan
      Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (“KEPI-SPI
      Edisi VII.2018”). Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, konsultan akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnnya




Halaman 10                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 12
1.8   Tanggal Penilaian/Studi Kelayakan

      Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025.

1.9   Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan

      Sesuai tujuan dari pekerjaan ini serta metodologi yang akan diterapkan, maka ruang lingkup Studi
      Kelayakan ini terdiri dari tinjauan analisis, meliputi:

      a.   Analisis atas Kelayakan Pasar;
      b.   Analisis atas Kelayakan Teknis;
      c.   Analisis atas Kelayakan Pola Bisnis;
      d.   Analisis atas Kelayakan Model Manajemen; dan
      e.   Analisis atas Kelayakan Keuangan.

1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi

       a. Data dan informasi menyangkut dokumen atas objek penugasan yang kami terima dari
          pemberi tugas.
       b. Verifikasi yang kami lakukan terhadap objek penugasan adalah merupakan bagian dari
          keperluan dan kepentingan pelaksanaan Studi Kelayakan.
       c. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada objek penugasan.
          Bila terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara keseluruhan, maka
          kami menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya (data yang relevan).
       d. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
          disediakan oleh pemberi tugas dan/ atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
          melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan penugasan.

1.11 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan

      Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi. Penggunaan informasi dan
      data tersebut dapat disetujui sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional
      dan atau internasional. Sumber data tersebut antara lain:

      a.   Bank Indonesia;
      b.   Bursa Efek Indonesia atau Bursa Lain;
      c.   Badan Pusat Statistik;
      d.   Pemerintah Kota dan Kabupaten;
      e.   Lembaga resmi pemerintahan atau swasta yang mempublikasi data dan informasi terkait
           dengan objek Studi kelayakan;
      f.   Media cetak dan elektronik resmi; dan
      g.   Sumber lainnya.

1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus

      Asumsi:
       • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
         karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
         dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.




Halaman 11                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 13
       • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
         dalam Studi kelayakan.

1.13 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

      Persetujuan penilai harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian
      dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
      perusahaan/objek penugasan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek
      penugasan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
      perusahaan/objek penugasan.

      Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan yang resmi
      merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan.

      Laporan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk dan kesempatan apapun, sebagian atau
      keseluruhan, tanpa persetujuan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan

1.14 Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Standar

      Penilaian akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
      Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (”KEPI & SPI Edisi VII-2018”) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar
      Modal (”POJK 35/2020”).

1.15 Tenaga Ahli dan Hasil

      Dalam melakukan Studi Kelayakan, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil pekerjaan dari tenaga
      ahli, karena bidang usaha yang dijalani Perusahaan tidak memerlukan pendapat dari tenaga ahli.

1.16 Pernyataan Independensi

      a.   Penilai dan seluruh tim penilai yang tergabung di KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan
           yang terlibat dalam penugasan ini telah berkerja secara profesional dan independen;
      b.   KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan tidak mempunyai tanggung jawab apapun
           berkaitan dengan dampak dan akibat yang mungkin dan dapat timbul dari hasil laporan
           Studi kelayakan ke pihak selain kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan. Jika pihak
           lain memilih untuk mengandalkan isi laporan ini maka mereka bertanggung jawab
           sepenuhnya terhadap dampak maupun risiko yang mungkin ditimbulkan;
      c.   Dalam menyusun laporan ini, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan mengandalkan
           keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh Pemberi Tugas dan/atau data
           yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
           penelitian yang kami anggap relevan;
      d.   Kami sebagai Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik
           aktual maupun potensial dengan objek Studi kelayakan dan/atau pemilik properti. Kami
           tegaskan pula bahwa dalam penugasan ini kami tidak memiliki kepentingan/berpihak,
           objektif, dan tanpa mengakomodasi kepentingan pribadi atau pihak tertentu.




Halaman 12                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 14
1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ( Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2025 hingga laporan ini diterbitkan, tidak
      terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian ( subsequent event).




Halaman 13                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 15
                                               BAB II
                                           ANALISIS MPIX



2.1   Data dan Informasi yang Digunakan

      Data dan informasi yang kami gunakan dalam studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

      •   Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
          No. 00091/2.1455/AU.1/05/1577-1/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
          material yang ditandatangani oleh Irfan Alim Waluyo H., SE., CPA., CPI dengan izin akuntan
          publik No. AP.1577.
      •   Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
          No. 00046/2.0829/AU.1/05/0671-1/1/III/2025 tanggal 31 Maret 2025 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Griselda, Wisnu & Arum dengan pendapat wajar dalam semua hal
          yang material yang ditandatangani oleh Dra. Griselda Situmorang, Ak., CA., CPA., CFI., CLI.,
          CPACC., SH. dengan izin akuntan publik No. AP.0671.
      •   Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          No. 00049/2.1455/AU.1/05/1596-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
          material yang ditandatangani oleh Dedy Syukuri, SE., Ak., CA., M.Ak., CPA dengan izin
          akuntan publik No. AP.1596.
      •   Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2023 No.
          00235/2.1213/AU.1/05/1480-2/1/XII/2023 tanggal 20 Desember 2023 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Heru, Saleh, Marzuki dan Rekan dengan pendapat wajar dalam semua
          hal yang material yang ditandatangani oleh Marzuki, M.Ak., CA., CPA., CPI dengan izin
          akuntan publik No. AP.1480.
      •   Akta Pendirian No. 2 tanggal 10 Juli 2019 yang dibuat di hadapan Notaris Ika Anggraini,
          S.H., M.Kn., di Bangkalan. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
          0035057.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal 22 Juli 2019.
      •   Akta Perubahan No. 15 tanggal 18 Juni 2025 oleh Doktor Susanti, S.H., M.Kn., Notaris di
          Surabaya, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0135841.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 19 Juni
          2025 mengenai perubahan Direktur dan Komisaris.
      •   Nomor Induk Berusaha MPIX No. 9120209772641.
      •   NPWP MPIX No. 92.211.976.3-644.000.
      •   Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik PB-UMKU No.
          912020977264100000004.
      •   Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik PB-UMKU No.
          912020977264100000001.
      •   Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik PB-UMKU No.
          912020977264100040006.
      •   Business plan yang telah disusun oleh manajemen MPIX yang telah dilakukan penyesuaian
          oleh KJPP FDI&R.
      •   Surat Pernyataan Manajemen MPIX terkait Studi Kelayakan Usaha dengan Nomor
          069/MPI/2026, tanggal 18 Mei 2026, terkait dengan kebenaran data dan asumsi yang telah
          diberikan manejemen.



Halaman 14                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 16
      •   Data, informasi, dan dokumen lainnya dari pihak internal MPIX, serta pihak-pihak lain yang
          relevan untuk penugasan.
      •   Data dan Informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal MPIX baik dari media cetak
          maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

2.2   Wawancara Manajemen

      Berdasarkan surat perintah penugasan yang kami terima, kami telah mengadakan wawancara
      dengan manajemen Perseroan, Pemberi Tugas dan pihak terkait guna mengumpulkan dan
      menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses penilaian.

2.3   Gambaran Umum MPIX

      PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk didirikan berdasarkan Akta No. 2 tanggal 10 Juli 2019 yang
      dibuat di hadapan Notaris Ika Anggraini, S.H., M.Kn., di Bangkalan. Akta tersebut telah mendapat
      pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
      Keputusan No. AHU-0035057.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal 22 Juli 2019.

      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
      No. 15 tanggal 18 Juni 2025 oleh Doktor Susanti, S.H., M.Kn., Notaris di Surabaya, yang telah
      disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
      No. AHU-0135841.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 19 Juni 2025 mengenai perubahan Direktur
      dan Komisaris.

      Kegiatan Usaha

      Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah bergerak
      dalam bidang perdagangan dan jasa. Pada saat ini, Perseroan bergerak di bidang perdagangan
      kartu perdana, peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, jasa panggilan
      premium, SMS premium , internet service provider , dan internettelepon untuk keperluan publik
      (ITKP).

      MPIX memulai kegiatan komersialnya sejak tahun 2019 dengan menggunakan merek dagang
      "MPStore". Merek dagang tersebut telah mendapatkan Sertifikat Merek yang ditetapkan oleh
      Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HakAsasi Manusia Republik
      Indonesia dengan No. Pendaftaran IDM001081750, dengan jangka waktu 10 tahun terhitung
      sejak tanggal 16 Juni 2022 sampai dengan tanggal 16 Juni 2032, dan jangka waktu tersebut
      dapat diperpanjang.

      Perizinan

      MPIX telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan serta pendaftaran dan pelaporan
      yang harus dilakukan MPIX dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia, Adapun dokumen
      tersebut antara lain:

      • Akta Pendirian No. 2 tanggal 10 Juli 2019 yang dibuat di hadapan Notaris Ika Anggraini,
        S.H., M.Kn., di Bangkalan. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0035057.AH.01.01
        Tahun 2019 tanggal 22 Juli 2019.




Halaman 15                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 17
     • Akta Perubahan No. 15 tanggal 18 Juni 2025 oleh Doktor Susanti, S.H., M.Kn., Notaris di
       Surabaya, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0135841.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 19 Juni
       2025 mengenai perubahan Direktur dan Komisaris.
     • Nomor Induk Berusaha MPIX No. 9120209772641.
     • NPWP MPIX No. 92.211.976.3-644.000.
     • Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik PB-UMKU No.
       912020977264100000004.
     • Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik PB-UMKU No.
       912020977264100000001.
     • Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik PB-UMKU No.
       912020977264100040006.

     Lokasi Usaha

     MPIX berdomisili di Bangkalan, yang beralamat di Jl. Halim Perdana Kusuma Tunjung, Burneh,
     Kab. Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia.

     Susunan Pemegang Saham

     Berdasarkan laporan keuangan audit MPIX per 31 Desember 2025, susunan pemengang saham
     MPIX adalah sebagai berikut:

     Tabel 2.1    Struktur Pemegang Saham MPIX
                                                               Persentase
              Pemegang Saham                  Lembar Saham                           Total
                                                                   (%)
      PT Madura Prima - Investama               937.500.000            60             18.750.000.000
      Abdul Muidz Abdul Muidz                    68.750.000             4              1.375.000.000
      Hendra Setiawan Hendra Setiawan            25.000.000             2               500.000.000
      Rio Adetya Rizky Rio Adetya Rizky          25.000.000             2               500.000.000
      Sahrul     Akbariansyah        Sahrul      12.500.000             1               250.000.000
      Akbariansyah
      Masyarakat                                 493.816.088           32              9.876.321.760
      Total                                    1.562.566.088          100             31.251.321.760
     Sumber: Laporan Keuangan MPIX (Audited)

     Susunan Pengurus

     Berdasarkan laporan keuangan audit MPIX per 31 Desember 2025, susunan dewan komisaris dan
     direksi MPIX adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama               : Sahrul Akbariansyah
     Komisaris Independen          : Wijanarko

     Direksi
     Direktur Utama                : Abdul Muidz
     Direktur                      : Hendra Setiawan
     Direktur                      : Hadiantono
     Direktur                      : Rio Adetya Rizky



Halaman 16                                                       00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 18
2.4   Pasar Geografis

      Berdasarkan lokasi perusahaan maka pasar geografis Perseroan memasarkan produk/jasanya
      dalam negeri.

2.5   Informasi Keuangan MPIX

      Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan

      Laporan keuangan merupakan suatu bentuk laporan yang memuat informasi tentang posisi
      keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas dari suatu perusahaan. Laporan
      keuangan memberikan gambaran tentang prestasi historis dari suatu perusahaan yang dapat
      dijadikan dasar dalam melakukan analisis untuk membuat peramalan dan proyeksi keuangan
      masa depan.

      Dalam melaksanakan penugasan ini, kami juga mendapat data dan informasi mengenai laporan
      keuangan Perseroan. Adapun data laporan keuangan yang kami terima adalah sebagai berikut:

      •     Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
            No. 00091/2.1455/AU.1/05/1577-1/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 yang diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
            material yang ditandatangani oleh Irfan Alim Waluyo H., SE., CPA., CPI dengan izin akuntan
            publik No. AP.1577.
      •     Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
            No. 00046/2.0829/AU.1/05/0671-1/1/III/2025 tanggal 31 Maret 2025 yang diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Griselda, Wisnu & Arum dengan pendapat wajar dalam semua hal
            yang material yang ditandatangani oleh Dra. Griselda Situmorang, Ak., CA., CPA., CFI., CLI.,
            CPACC., SH. dengan izin akuntan publik No. AP.0671.
      •     Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
            No. 00049/2.1455/AU.1/05/1596-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 yang diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
            material yang ditandatangani oleh Dedy Syukuri, SE., Ak., CA., M.Ak., CPA dengan izin
            akuntan publik No. AP.1596.
      •     Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2023 No.
            00235/2.1213/AU.1/05/1480-2/1/XII/2023 tanggal 20 Desember 2023 yang diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Heru, Saleh, Marzuki dan Rekan dengan pendapat wajar dalam semua
            hal yang material yang ditandatangani oleh Marzuki, M.Ak., CA., CPA., CPI dengan izin
            akuntan publik No. AP.1480.

      Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data prosisi keuangan Perseroan untuk periode yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025:

      Tabel 2.2        Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan MPIX (Dalam Jutaan Rupiah)
                                            Des         Des          Des             Des       Des
                       Uraian
                                           2021         2022         2023        2024          2025
          Aset jangka pendek                 4.236       24.158       59.505         145.689   155.477
          Aset jangka panjang                4.877        4.223        8.860          15.178     9.830
          Total Aset                         9.113       28.381       68.364         160.867   165.307




Halaman 17                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 19
                                      Des          Des            Des         Des          Des
                  Uraian
                                     2021         2022           2023         2024        2025
      Liabilitas jangka pendek         4.701       10.061         20.928       15.151      12.768
      Liabilitas jangka panjang             837          412        1.030       1.677       1.310
      Total Liabilitas                 5.538       10.473         21.959       16.828      14.077
      Total Ekuitas                    3.575       17.908         46.406      144.039     151.230
      Total Liabilitas dan Ekuitas     9.113       28.381         68.364      160.867     165.307
     Sumber: Laporan Keuangan MPIX

     Aset Jangka Pendek

     Aset jangka pendek pada periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 mengalami
     tren peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 146,13%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
     tahun 2022, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 470,26%. Tren positif ini berlanjut hingga
     tahun 2024 sebelum mengalami koreksi pada 2025 akibat penurunan akun persediaan. Sampai
     dengan 31 Desember 2025, aset jangka pendek tercatat sebesar Rp155.477 Juta.

     Aset Jangka Panjang

     Total aset jangka panjang selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
     mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 19,15%. Peningkatan tahunan terbesar
     terjadi pada tahun 2023 yaitu mencapai 109,80% (yoy) yang didorong oleh peningkatan pada
     aset tak berwujud. Sampai dengan 31 Desember 2025, aset jangka panjang tercatat sebesar
     Rp9.830 Juta.

     Total Aset

     Total aset mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya di sepanjang periode 2021
     hingga 2025, dengan tingkat pertumbuhan secara CAGR sebesar 106,37%. Peningkatan ini
     terutama didorong oleh kenaikan aset jangka pendek, khususnya pada akun persediaan, serta
     pertumbuhan aset jangka panjang. Sampai dengan 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar
     Rp165.307 Juta.

     Liabilitas Jangka Pendek

     Total Liabilitas Jangka Pendek selama periode 2021 hingga 2025 mengalami pergerakan yang
     fluktuatif dengan tingkat CAGR sebesar 28,38%. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2022,
     dengan tingkat pertumbuhan hingga 114,02% yang disebabkan oleh kenaikan utang pajak.
     Namun, pada tahun 2024 dan 2025, akun ini mengalami penurunan berturut-turut. Sampai
     dengan 31 Desember 2025, liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp12.768 Juta

     Liabilitas Jangka Panjang

     Total Liabilitas Jangka Panjang pada periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
     mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 11,83%. Peningkatan tertinggi terjadi
     pada tahun 2023, dengan pertumbuhan mencapai 150,03% yang didorong oleh kenaikan
     liabilitas imbalan kerja dan utang bank jangka panjang. Sampai dengan 31 Desember 2025,
     liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp1.310 Juta.




Halaman 18                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 20
     Total Liabilitas

     Total liabilitas mengalami fluktuasi dengan tren meningkat hingga tahun 2023 sebelum kemudian
     menurun pada tahun 2024 dan 2025. Pertumbuhan secara CAGR liabilitas tercatat sebesar
     26,27%. Puncak liabilitas terjadi pada tahun 2023 senilai Rp21.959 Juta yang disebabkan oleh
     kenaikan deposit reseller dan utang pajak. Total liabilitas per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
     Rp14.077 Juta.

     Ekuitas

     Total ekuitas menunjukkan tren pertumbuhan positif yang sangat kuat setiap tahunnya dengan
     tingkat CAGR sebesar 155,04% pada periode 2021 sampai 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh
     peningkatan signifikan pada modal dasar, tambahan modal disetor pada tahun 2024, serta
     akumulasi saldo laba yang terus meningkat. Total ekuitas per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
     Rp151.230 Juta.

     Ikhtisar Laporan Laba (Rugi)

     Tabel 2.3     Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) MPIX (Dalam Jutaan Rupiah)
                                         Des         Des          Des           Des          Des
                   Uraian
                                        2021         2022         2023         2024          2025
      Penjualan neto                    168.883     603.669       819.947     1.494.736    1.945.700
      Beban pokok penjualan             162.409     579.520       788.492     1.449.660    1.903.091
      Laba Kotor                           6.474      24.150       31.455        45.076       42.608
      Laba Usaha                           4.586      18.485       24.182        24.688       10.781
      Laba       Sebelum       Pajak
                                           4.508      18.384       23.927        24.296       10.308
      Penghasilan
      Laba Bersih Tahun Berjalan           3.527      14.340       18.602        20.083        7.922
     Sumber: Laporan Keuangan MPIX

     Pendapatan

     Total pendapatan Perseroan pada periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
     mengalami tren kenaikan yang signifikan dengan tingkat CAGR sebesar 84,24%. Pada periode
     historis, pendapatan Perseroan secara konsisten mengalami kenaikan dari tahun ke tahun di
     sepanjang periode tersebut. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 257,45% dan
     tahun 2024 sebesar 82,30%. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan tercatat sebesar
     Rp1.945.700 Juta.

     Beban Pokok Pendapatan

     Total Beban Pokok Penjualan Perseroan pada periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember
     2025 mengalami tren kenaikan seiring dengan pertumbuhan pendapatan, dengan tingkat CAGR
     sebesar 85,02%. Pada periode historis, beban pokok penjualan terbesar terjadi pada tahun 2025,
     yaitu tercatat sebesar Rp1.903.091 Juta. Secara rata-rata, beban pokok penjualan berada pada
     kisaran 96% - 97% dari total pendapatan di setiap tahunnya. Hingga 31 Desember 2025, Beban
     Pokok Penjualan tercatat sebesar Rp1.903.091 Juta atau sebesar 97,81% jika dibandingkan
     dengan pendapatan.




Halaman 19                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 21
     Laba (Rugi) Kotor

     Total Laba Kotor Perseroan pada periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
     mengalami tren peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar 60,17%. Pada periode historis, Laba
     Kotor Perseroan mengalami kenaikan berturut-turut dari tahun 2021 hingga 2024. Namun, pada
     tahun 2025, laba kotor mengalami penurunan sebesar 5,47%. Hingga 31 Desember 2025, Laba
     Kotor tercatat sebesar Rp42.608 Juta

     Laba (Rugi) Tahun Berjalan

     Selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, Perseroan secara
     konsisten mencatatkan laba tahun berjalan yang positif di setiap tahunnya. Laba bersih
     mengalami pertumbuhan dari tahun 2021 hingga puncaknya pada tahun 2024. Meskipun pada
     tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar -60,56% akibat peningkatan beban
     usaha, Perseroan tetap membukukan laba positif sebesar Rp7.922 Juta

     Analisis Laporan Keuangan

     Kondisi keuangan Perseroan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk mengukur kinerja
     keuangan perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan dilakukan
     berdasarkan analisis laporan keuangan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai
     berikut:

     a. Analisis Commonsize Statement

     Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
     perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap total
     asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya atau beban
     terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan Perseroan dengan
     menggunakan metode Common Size Statement Analysis:

     Tabel 2.4     Analisis Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan MPIX
                                      Des       Des        Des        Des          Des
                   Uraian                                                                   Average
                                      2021      2022      2023        2024         2025
      Aset jangka pendek              46,49%    85,12%    87,04%      90,56%       94,05%    80,65%
      Aset jangka panjang             53,51%    14,88%    12,96%       9,44%        5,95%    19,35%
      Total Aset                     100,00%   100,00%   100,00%     100,00%      100,00%   100,00%
      Liabilitas jangka pendek        51,59%    35,45%    30,61%       9,42%        7,72%    26,96%
      Liabilitas jangka panjang        9,19%     1,45%     1,51%       1,04%        0,79%     2,80%
      Total Liabilitas                60,77%    36,90%    32,12%      10,46%        8,52%    29,75%
      Total Ekuitas                   39,23%    63,10%    67,88%      89,54%       91,48%    70,25%
      Total Liabilitas dan Ekuitas   100,00%   100,00%   100,00%     100,00%      100,00%   100,00%


     Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size statement, dapat
     dilihat bahwa rata-rata proporsi jumlah aset jangka pendek dan aset jangka panjang terhadap
     jumlah aset selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
     sebesar 80,65% : 19,35%. Sedangkan pada periode 31 Desember 2025, Perseroan mencatatkan
     proporsi aset jangka pendek dan aset jangka panjang sebesar 94,05% : 5,95%.




Halaman 20                                                   00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 22
     Di sisi liabilitas, rata-rata proporsi jumlah liabilitas terhadap aset selama periode 31 Desember
     2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 29,75%, dengan rincian liabilitas jangka
     pendek sebesar 26,96% dan liabilitas jangka panjang sebesar 2,80%. Di sisi ekuitas, rata-rata
     proporsi jumlah ekuitas terhadap jumlah aset selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
     31 Desember 2025 adalah sebesar 70,25%. Pada akhir periode 2025, porsi ekuitas menunjukkan
     penguatan yang signifikan hingga mencapai 91,48% terhadap total aset

     Tabel 2.5      Analisis Commonsize Statement - Laporan Laba (Rugi) MPIX
                                             Des           Des            Des            Des           Des
                    Uraian                                                                                       Average
                                             2021          2022           2023          2024           2025
      Penjualan neto                        100,00%    100,00%           100,00%        100,00%       100,00%    100,00%
      Beban pokok penjualan                  96,17%        96,00%         96,16%         96,98%        97,81%     96,62%
      Laba Kotor                              3,83%         4,00%          3,84%          3,02%         2,19%      3,38%
      Laba Usaha                              2,72%         3,06%          2,95%          1,65%         0,55%      2,19%
      Laba      Sebelum      Pajak
                                              2,67%         3,05%          2,92%          1,63%         0,53%      2,16%
      Penghasilan
      Laba Bersih Tahun Berjalan              2,09%         2,38%          2,27%          1,34%         0,41%      1,70%


     Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi periode 31 Desember 2021 sampai dengan
     31 Desember 2025, secara rata-rata historis dapat dilihat bahwa Perseroan mencatatkan margin
     laba kotor sebesar 3,38%. Selain itu, Perseroan membukukan rata-rata margin laba usaha sebesar
     2,19% dan rata-rata margin laba bersih tahun berjalan sebesar 1,70%. Adapun pada periode
     yang berakhir 31 Desember 2025, Perseroan mencatatkan margin laba kotor sebesar 2,19%,
     margin laba usaha tercatat sebesar 0,55% dan margin laba bersih tahun berjalan adalah sebesar
     0,41%.

     b. Analisis Rasio

     Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan
     yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari laporan posisi keuangan
     dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel rasio
     keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseoran:

     Tabel 2.6      Analisis Rasio Keuangan MPIX
                                                Des           Des            Des          Des           Des
               Rasio Keuangan                                                                                    Average
                                               2021          2022           2023         2024          2025
      Rasio Aktivitas (x)
      Rasio perputaran piutang                  827,36      1.683,10      1.083,41      2.518,40         47,60   1231,97
      Rasio perputaran utang usaha              499,28      1.903,50                -     808,05      3.901,42   1778,06
      Rasio perputaran persediaan                  57,72         25,47       16,04         10,68         18,05     25,59
      Rasio Likuiditas (x)
      Rasio lancar                                  0,90          2,40           2,84          9,62      12,18      5,59
      Rasio cepat                                   0,30          0,14           0,49          0,66       3,92      1,10
      Rasio kas                                     0,26          0,10           0,30          0,44       0,54      0,33
      Rasio Profitabilitas (%)
      Rasio laba atas aset                     38,70%        50,53%         27,21%       12,48%         4,79%     26,74%
      Rasio laba atas ekuitas                  98,67%        80,08%         40,09%       13,94%         5,24%     47,60%
      Rasio Solvabilitas (%)
      Rasio total Liabilitas / total aset      60,77%        36,90%         32,12%       10,46%         8,52%     29,75%



Halaman 21                                                                  00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 23
                                                Des      Des      Des       Des        Des
               Rasio Keuangan                                                                  Average
                                                2021     2022     2023      2024      2025
      Rasio total Liabilitas / total ekuitas   154,94%   58,48%   47,32%    11,68%     9,31%   56,35%


     Rasio Aktivitas

     Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas
     perusahaan dalam menggunakan aktiva atau sumberdaya yang dimilikinya.

      ▪ Rasio Perputaran Piutang Usaha
        Rasio ini mencerminkan kecepatan piutang usaha berhasil ditagih. Rata-rata perputaran
        piutang periode 2021 hingga 2025 adalah sebesar 1.231,97 x. Pada 31 Desember 2025,
        rasio perputaran piutang tercatat sebesar 47,60 x.

      ▪ Rasio Perputaran Persediaan
        Rasio ini mencerminkan seberapa efektif persediaan dikelola. Rata-rata perputaran
        persediaan periode 2021 hingga 2025 adalah sebesar 25,59 x. Pada 31 Desember 2025,
        rasio perputaran persediaan tercatat sebesar 18,05 x.

      ▪ Rasio Perputaran Utang Usaha
        Rasio ini mencerminkan frekuensi pembayaran utang usaha perusahaan. Rata-rata rasio
        perputaran utang usaha selama periode 2021 hingga 2025 adalah sebesar 1.778,06 x.
        Pada 31 Desember 2025, rasio perputaran utang usaha tercatat sebesar 3.901,42 x.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Perseroan dalam melunasi
     kewajiban jangka pendeknya.

      ▪ Selama periode 2021 hingga 2025, rata-rata rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas adalah
        sebesar 5,59 kali, 1,10 kali, dan 0,33 kali.

      ▪ Pada 31 Desember 2025, rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas Perseroan masing-masing
        sebesar 12,18 kali, 3,92 kali, dan 0,54 kali. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki
        kemampuan yang sangat baik untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya, terutama pada
        tahun 2025 di mana rasio lancar berada jauh di atas 1 kali.

     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba.

      ▪ Return on Assets (ROA): Rata-rata rasio laba atas aset Perseroan selama periode 2021
        hingga 2025 adalah sebesar 26,74%. Pada 31 Desember 2025, ROA tercatat sebesar
        4,79%.

      ▪ Return on Equity (ROE): Rata-rata rasio laba atas ekuitas Perseroan selama periode 2021
        hingga 2025 adalah sebesar 47,60%. Pada 31 Desember 2025, ROE tercatat sebesar
        5,24%.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
     Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika dilikuidasi.




Halaman 22                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 24
      ▪ Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset: Rata-rata rasio kewajiban terhadap aset selama
        periode 2021 hingga 2025 adalah sebesar 29,75%. Pada 31 Desember 2025, rasio ini
        tercatat sebesar 8,52%.
      ▪ Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas: Rata-rata rasio kewajiban terhadap ekuitas
        selama periode 2021 hingga 2025 adalah sebesar 56,35%. Pada 31 Desember 2025, rasio
        ini tercatat sebesar 9,31%.




Halaman 23                                                  00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 25
                                              BAB III
                                   ANALISIS KELAYAKAN PASAR

3.1   Tinjuan Ekonomi Makro Global dan Domestik

      Pertumbuhan Ekonomi Global

      Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus
      diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi
      oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan
      stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga,
      investasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat
      dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja.
      Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap
      lemah. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025
      dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal hasil (yield) US
      Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun
      tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini
      menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal
      asing ke emerging market (EM).

      Pertumbuhan Ekonomi Domestik

      Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan
      kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh
      belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan
      ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya
      penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik
      dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi
      Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik tersebut perlu makin
      diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya
      frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa
      sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan,
      LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan
      Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.

      Tabel 3.1   Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




      Sumber: Bank Indonesia, 2025


Halaman 24                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 26
     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Bank Indonesia memprakirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu
     terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2025
     diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026. Ke
     depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
     tinggi, dengan tetap menjaga stabilitas. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat
     bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
     pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk
     mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

     Berdasarkan World Economic Outlook (WEO) yang dipublikasikan oleh International Monetary
     Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan relatif stabil pada kisaran 4,9% –5,1%
     selama periode 2025–2030. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 5,0% pada
     2027–2028, dan mencapai 5,1% pada 2029–2030. Sementara itu, inflasi Indonesia
     diproyeksikan naik menjadi 2,9% pada 2026, sebelum kembali menurun dan stabil pada sekitar
     2,5% pada periode 2027–2030. Proyeksi tersebut mencerminkan kondisi makroekonomi yang
     relatif stabil.

     Grafik 3.1        Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2025-2030

               4,90%          4,90%        5,00%          5,00%            5,10%         5,10%




                              2,90%
                                           2,50%          2,50%            2,50%         2,50%
               1,80%


               2025           2026         2027           2028             2029          2030

                                                  GDP    Inflation

     Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

     Inflasi

     Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada November
     2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga
     sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta
     didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar
     ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi
     kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy). Sementara itu, inflasi
     kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48% (yoy) disumbang terutama oleh
     komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan
     harga benih.




Halaman 25                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 27
     Grafik 3.2       Inflasi IHK dan Komponen / CPI Inflation and Components




     Sumber: Bank Indonesia, 2025

     Proyeksi Inflasi Indonesia

     Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga kustomer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
     International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2025
     sampai dengan 2030 adalah 2,36% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
     pada tahun 2028 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,52% dimana dicatatkan, sedangkan
     prakiraan inflasi pada tahun 2025 adalah sebesar 1,68%.

     Grafik 3.3       Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata 2025-2030


         3,00%

                                        2,51%           2,50%             2,52%      2,52%     2,52%
         2,50%
                  2,30%
                                                                                                       2,36%
         2,00%               1,68%

         1,50%




         1,00%




         0,50%




         0,00%


                  2024       2025        2026            2027             2028       2029       2030

                                     Inflation, average consumer prices           Average

     Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

     Nilai Tukar Rupiah

     Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah
     dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026
     tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level
     akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing
     akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan
     valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
     memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia
     menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun




Halaman 26                                                                00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 28
     on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar
     Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.

     Tingkat Suku Bunga

     Pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh Bank Indonesia dan penempatan dana
     Saldo Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan perlu diikuti dengan penurunan suku bunga
     perbankan lebih cepat. Seiring dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama tahun 2025
     dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA turun sebesar 191 bps
     dari 6,03% pada awal 2025 menjadi 4,12% pada 16 Desember 2025. Suku bunga SRBI untuk
     tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 226 bps, 226 bps, dan 228 bps
     sejak awal Januari 2025 menjadi 4,90%; 4,94%; dan 4,98% pada 12 Desember 2025. Imbal
     hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun sebesar 199 bps dari 6,96% pada awal 2025 menjadi
     4,97% pada 16 Desember 2025, sementara untuk tenor 10 tahun menurun sebesar 110 bps dari
     tingkat tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 6,16%.

     Transmisi penurunan BI-Rate terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, terutama pada suku
     bunga dana. Suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 67 bps dari 4,81% pada awal 2025
     menjadi 4,14% pada November 2025. Namun, penurunan suku bunga kredit perbankan
     cenderung lebih lambat dan karenanya perlu terus didorong, yaitu sebesar 24 bps dari 9,20%
     pada awal 2025 menjadi sebesar 8,96% pada November 2025.

     Grafik 3.4    Tingkat Suku Bunga




     Sumber: Bank Indonesia, 2025

     Pembiayaan Kredit

     Kredit perbankan pada November 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,74% (yoy), meningkat dari
     7,36% (yoy) pada bulan sebelumnya. Permintaan kredit terindikasi belum kuat dipengaruhi oleh
     perilaku wait and see dari pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, serta
     penurunan suku bunga kredit yang masih lambat. Fasilitas pinLNSan yang belum dicairkan
     (undisbursed loan) pada November 2025 masih besar, yaitu mencapai Rp2.509,4 triliun atau
     23,18% dari plafon kredit yang tersedia.

     Sementara dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio
     Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi sebesar 29,67% dan



Halaman 27                                                   00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 29
      DPK yang tumbuh sebesar 12,03% (yoy) pada November 2025. Perkembangan ini turut didorong
      oleh ekspansi likuiditas moneter dan pelonggaran KLM Bank Indonesia, serta ekspansi keuangan
      Pemerintah termasuk penempatan dana Pemerintah pada beberapa bank besar. Minat
      penyaluran kredit perbankan umumnya juga masih baik yang tecermin pada persyaratan
      pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit
      konsumsi dan UMKM akibat peningkatan risiko kredit pada kedua segmen tersebut. Kondisi ini
      memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM November 2025 yang terkontraksi sebesar 0,64% (yoy).

      Grafik 3.5      Tingkat Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan




      Sumber: Bank Indonesia, 2025

3.2   Kondisi Pasar

      Kondisi perekonomian Indonesia saat ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital dan
      meningkatnya aktivitas transaksi non-tunai di masyarakat. Perkembangan teknologi informasi,
      peningkatan penetrasi internet dan smartphone, serta perubahan perilaku masyarakat menuju
      transaksi digital mendorong pertumbuhan industri Penyediaan Jasa Pembayaran (PJP). Masyarakat
      semakin terbiasa menggunakan layanan pembayaran digital untuk berbagai kebutuhan, seperti
      transfer dana, pembayaran tagihan, belanja online, transportasi, hingga transaksi usaha mikro,
      kecil, dan menengah (UMKM).

      Selain itu, pertumbuhan e-commerce, layanan on-demand, serta ekosistem digital lainnya turut
      memperbesar kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang cepat, aman, dan efisien. Dukungan
      pemerintah dan Bank Indonesia melalui pengembangan infrastruktur sistem pembayaran nasional
      seperti QRIS, BI-FAST, dan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 juga mempercepat
      transformasi transaksi digital di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya jumlah
      pengguna layanan pembayaran digital, baik melalui mobile banking, dompet elektronik (e-wallet),
      maupun platform pembayaran lainnya.

      Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik dan digital banking terus
      mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Transaksi QRIS juga
      meningkat pesat seiring bertambahnya jumlah merchant dan pengguna aktif di berbagai sektor
      usaha. Hal ini menunjukkan bahwa industri Penyediaan Jasa Pembayaran memiliki peran penting
      dalam mendukung inklusi keuangan, efisiensi transaksi, serta percepatan ekonomi digital
      nasional.

      Di sisi lain, industri ini juga menghadapi tingkat persaingan yang tinggi, baik dari perbankan,
      perusahaan fintech, maupun perusahaan teknologi besar yang terus melakukan inovasi layanan



Halaman 28                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 30
     pembayaran digital. Oleh karena itu, kemampuan dalam pengembangan teknologi, keamanan
     sistem, kemudahan layanan, serta integrasi dengan ekosistem digital menjadi faktor penting
     dalam memenangkan persaingan di industri Penyediaan Jasa Pembayaran.

     Grafik 5.1.   Pertumbuhan Nilai Transaksi Pembayaran Digital dan Uang Elektronik di Indonesia




     Sumber: OJK

     Gambaran Umum Industri Penyediaan Jasa Pembayaran

     Industri Penyediaan Jasa Pembayaran (PJP) merupakan salah satu sektor penting dalam sistem
     keuangan yang berperan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran masyarakat dan pelaku
     usaha secara aman, cepat, dan efisien. Industri ini mencakup berbagai layanan seperti transfer
     dana, switching, payment gateway, dompet elektronik (e-wallet), acquiring, QR payment, kartu
     pembayaran, hingga layanan remitansi dan pembayaran digital lainnya. Pelaku dalam industri
     ini terdiri dari perbankan, perusahaan fintech, perusahaan teknologi, serta lembaga non-bank
     yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia sebagai penyedia jasa pembayaran.

     Dalam beberapa tahun terakhir, industri jasa pembayaran mengalami pertumbuhan yang sangat
     pesat seiring dengan meningkatnya digitalisasi ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat
     menuju transaksi non-tunai (cashless society). Penggunaan smartphone, internet, dan aplikasi
     digital telah mendorong masyarakat untuk beralih dari metode pembayaran konvensional ke
     pembayaran elektronik yang lebih praktis dan efisien. Perkembangan e-commerce, ride hailing,
     social commerce, dan ekonomi digital juga menjadi faktor utama yang mempercepat
     pertumbuhan industri ini.

     Transformasi digital menjadi pendorong utama perkembangan industri jasa pembayaran.
     Pemanfaatan teknologi seperti Application Programming Interface (API), cloud computing, artificial
     intelligence (AI), serta sistem pembayaran real-time memungkinkan transaksi dilakukan secara
     instan dengan biaya yang lebih rendah. Selain itu, inovasi seperti QRIS, e-wallet, virtual account,
     dan BI-FAST semakin meningkatkan kemudahan transaksi bagi masyarakat maupun pelaku
     usaha, khususnya UMKM.



Halaman 29                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 31
     Di Indonesia, perkembangan industri jasa pembayaran didukung oleh kebijakan dan infrastruktur
     yang dikembangkan oleh Bank Indonesia melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI)
     2025. Implementasi QRIS dan BI-FAST menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan
     sistem pembayaran nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan inklusif. Selain itu, regulator juga
     terus mendorong interoperabilitas antar penyedia layanan pembayaran guna memperkuat
     ekosistem digital nasional.

     Perkembangan industri ini juga didukung oleh meningkatnya inklusi keuangan di Indonesia.
     Kehadiran layanan pembayaran digital memungkinkan masyarakat unbanked dan underbanked
     untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah melalui smartphone. Hal ini turut
     memperluas basis pengguna jasa pembayaran digital di berbagai daerah, termasuk wilayah yang
     sebelumnya memiliki keterbatasan akses perbankan.

     Selain itu, kolaborasi antara perbankan, fintech, e-commerce, dan perusahaan teknologi semakin
     memperkuat ekosistem pembayaran digital. Integrasi layanan pembayaran ke dalam berbagai
     platform digital menjadikan transaksi semakin seamless dan mendorong peningkatan volume
     transaksi elektronik secara signifikan.

     Namun demikian, industri jasa pembayaran juga menghadapi beberapa tantangan, seperti
     persaingan yang semakin ketat antar penyedia layanan, risiko keamanan siber, perlindungan
     data konsumen, serta kebutuhan investasi teknologi yang besar. Oleh karena itu, inovasi
     berkelanjutan, penguatan sistem keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor
     penting dalam menjaga keberlanjutan industri.

     Secara keseluruhan, industri Penyediaan Jasa Pembayaran memiliki prospek yang sangat positif
     dan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan efisiensi transaksi,
     serta memperluas inklusi keuangan nasional. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan
     regulator, industri ini diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama
     transformasi ekonomi digital di Indonesia.

     Perkembangan Industri Penyediaan Jasa Pembayaran

     Di Indonesia, industri penyediaan jasa pembayaran menunjukkan pertumbuhan yang positif
     hingga tahun 2025, didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi digital, pertumbuhan remitansi
     dari pekerja migran Indonesia (PMI), serta perluasan ekosistem sistem pembayaran nasional.
     Transformasi digital menjadi faktor utama yang mengubah pola transaksi masyarakat dari
     metode konvensional menuju layanan berbasis digital yang lebih cepat, efisien, dan mudah
     diakses.




Halaman 30                                                       00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 32
     Grafik 3.6 Grafik Pengiriman Uang Indonesia




     Sumber: Trading Economics – Indonesia Remittances, 2025

     Berdasarkan data, pengiriman uang di Indonesia meningkat menjadi 4465,04 Juta USD pada
     kuartal keempat tahun 2025 dari 4368,92 Juta USD pada kuartal ketiga tahun 2025. Pengiriman
     uang di Indonesia rata-rata 2312,10 Juta USD dari tahun 2005 hingga 2025, mencapai titik
     tertinggi sepanjang masa sebesar 4465,04 Juta USD pada kuartal keempat tahun 2025 dan rekor
     terendah sebesar 1202 Juta USD pada kuartal kedua tahun 2005. Hal ini menunjukkan kuatnya
     peran remitansi sebagai sumber devisa serta indikator meningkatnya aktivitas transfer dana lintas
     negara. Selain itu, pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya jumlah PMI yang bekerja
     di luar negeri serta semakin luasnya jaringan layanan remitansi global.

     Di sisi pelaku industri, beberapa institusi keuangan mencatat kinerja yang signifikan. Bank Syariah
     Indonesia mencatat nilai transaksi remitansi mencapai sekitar Rp116 triliun pada akhir 2025,
     tumbuh sekitar 9% secara tahunan (YoY). Sementara itu, Bank Negara Indonesia juga mencatat
     pertumbuhan transaksi remitansi sebesar 13,15% YoY pada tahun 2025, yang menunjukkan
     tingginya permintaan layanan transfer dana baik domestik maupun internasional.

     Selain faktor remitansi, perkembangan industri ini juga sangat dipengaruhi oleh pesatnya
     digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia. Dukungan dari Bank Indonesia melalui
     pengembangan infrastruktur seperti BI-FAST dan QRIS telah meningkatkan efisiensi transaksi,
     mempercepat proses transfer dana, serta menurunkan biaya transaksi. Hal ini mendorong
     peningkatan volume transaksi digital secara signifikan, terutama di kalangan masyarakat urban
     dan pelaku UMKM.

     Lalu, transformasi menuju era digital juga menjadi fokus utama dalam pengembangan industri
     remitansi di Indonesia. Berdasarkan laporan dalam Indonesia Remittance Forum 2025, industri
     remitansi didorong untuk beradaptasi dengan teknologi digital guna meningkatkan daya saing
     dan memperluas jangkauan layanan. Digitalisasi memungkinkan perusahaan untuk
     menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan terjangkau bagi pengguna. Selain itu,
     artikel dari APPUI juga menekankan bahwa remitansi merupakan peluang strategis dalam
     transaksi internasional, terutama dengan meningkatnya kebutuhan transfer lintas negara dan
     integrasi sistem keuangan global.

     Di sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil pada tahun 2025 turut
     mendukung peningkatan aktivitas transaksi keuangan. Stabilitas ini memberikan dampak positif


Halaman 31                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 33
      terhadap daya beli masyarakat, aktivitas bisnis, serta kebutuhan layanan transfer dana. Selain itu,
      peningkatan inklusi keuangan dan penetrasi layanan digital di berbagai daerah juga memperluas
      basis pengguna industri ini.

      Secara keseluruhan, perkembangan industri penyelenggara transfer dana di Indonesia hingga
      tahun 2025 menunjukkan tren yang bertumbuh dan semakin terintegrasi dengan ekosistem digital,
      didukung oleh peningkatan remitansi, inovasi teknologi, serta kebijakan regulator yang kondusif.
      Hal ini menjadikan industri ini sebagai salah satu sektor penting dalam mendukung sistem
      keuangan nasional dan konektivitas ekonomi global.

      Pangsa Pasar

      Kedepan, dalam rangka memperkuat posisinya di pasar ekonomi digital Indonesia, Perseroan
      melalui perusahaan anak menargetkan peningkatan pangsa pasar secara agresif melalui strategi
      integrasi vertikal. Dengan dukungan ekosistem 700.000+ merchant dalam jaringan MPIX,
      Perseroan memiliki keunggulan distribusi yang unik untuk menangkap porsi Serviceable
      Obtainable Market (SOM). Pemanfaatan infrastruktur teknologi berlisensi PJP dan basis data
      UMKM yang luas di bawah naungan MPIX akan menjadi pendorong utama dalam mempercepat
      adopsi layanan pembayaran digital, sekaligus menciptakan data flywheel yang meminimalkan
      risiko cold-start. Melalui akuisisi, Perseroan tidak hanya sekadar menyediakan jasa pembayaran,
      tetapi juga mengamankan ekonomi transaksi secara menyeluruh melalui kepemilikan hak issuer
      dan acquirer, yang pada akhirnya akan memperkuat retensi pengguna dan memperdalam
      monetisasi di seluruh ekosistem terafiliasi

      Sasaran

      Sasaran utama industri Penyediaan Jasa Pembayaran dalam ekosistem Perseroan mencakup
      spektrum luas yang mencakup masyarakat umum, pelaku UMKM, korporasi, hingga institusi
      pemerintah yang memerlukan efisiensi transaksi di tengah pasar digital Indonesia. Di segmen ritel,
      fokus diarahkan pada masyarakat perkotaan dengan penetrasi smartphone tinggi untuk
      kebutuhan harian seperti belanja online dan pembayaran tagihan, yang akan didukung oleh
      layanan Wallet dan QRIS. Secara khusus, Perseroan menargetkan digitalisasi 700.000+ warung
      dan merchant dalam jaringan MPIX sebagai sasaran strategis, di mana implementasi QRIS dan
      sistem pembayaran terintegrasi akan menghilangkan hambatan operasional dan memungkinkan
      penerimaan transaksi non-tunai secara real-time. Di tingkat korporasi, solusi seperti payment
      gateway, virtual account, dan cash management ditawarkan untuk mengamankan arus kas bisnis
      secara profesional. Selain memperkuat penetrasi domestik, Perseroan juga menyasar potensi
      transaksi lintas negara (cross-border remittance). Dengan demikian, sasaran industri jasa
      pembayaran mencakup berbagai lapisan masyarakat dan sektor ekonomi yang semakin
      terdigitalisasi.

3.3   Persaingan Pasar

      Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa pembayaran di Indonesia, di
      antaranya adalah sebagai berikut:

          1. PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”): Merupakan institusi perbankan swasta terbesar di
             Indonesia yang memiliki infrastruktur pembayaran digital sangat kuat. BCA menawarkan
             layanan pembayaran komprehensif melalui platform m-Banking, KlikBCA, serta ekosistem




Halaman 32                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 34
              QRIS dan kartu debit/kredit yang menjangkau jutaan nasabah dan merchant di seluruh
              Indonesia.

          2. PT Global Digital Niaga Tbk (“Blibli - Tiket.com Group”): Sebagai salah satu pemain besar
             di ekosistem e-commerce dan gaya hidup, grup ini menyediakan layanan pembayaran
             terintegrasi yang memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi lintas platform,
             didukung oleh infrastruktur teknologi yang canggih dan jaringan mitra yang luas.

          3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“GoTo Financial”): Merupakan perusahaan teknologi
             yang mengelola ekosistem pembayaran GoPay. GoTo Financial menyediakan solusi
             layanan keuangan digital lengkap, mulai dari pembayaran konsumen, solusi point of sale
             (POS) untuk pelaku usaha, hingga integrasi pembayaran pada platform ride-hailing dan
             e-commerce.

          4. PT Espay Debit Indonesia Koe (“DANA”): Adalah perusahaan penyedia layanan dompet
             digital yang fokus pada kemudahan transaksi nontunai dan nonkartu. DANA
             menyediakan infrastruktur pembayaran terbuka yang memungkinkan pengguna
             melakukan transaksi tagihan, transfer dana, hingga pembayaran retail dengan integrasi
             teknologi yang mutakhir.

      Meskipun terdapat persaingan yang cukup ketat, MPIX memiliki diferensiasi melalui penguasaan
      ekosistem UMKM secara spesifik dan integrasi layanan PJP yang terikat langsung dengan aktivitas
      rantai pasok pedagang, sehingga menciptakan keterikatan pengguna yang lebih tinggi
      dibandingkan penyedia jasa pembayaran umum lainnya.

3.4   Strategi Pemasaran

      Perseroan melalui perusahaan anak menerapkan strategi pemasaran berbasis solusi terpadu
      (one-stop solution) yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai pembayaran dalam satu ekosistem
      digital yang tangguh. Strategi ini diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur pembayaran
      komprehensif, mulai dari integrasi payment gateway, layanan QRIS, hingga sistem penyelesaian
      dana (settlement) yang aman dan real-time, yang dirancang untuk memberikan nilai tambah
      maksimal bagi 700.000+ mitra UMKM dalam jaringan MPIX. Dengan mengaktifkan jalur
      pembayaran melalui integrasi API, Perseroan mampu mengalihkan arus transaksi harian yang
      sudah ada ke dalam infrastruktur mandiri, sehingga menciptakan efisiensi operasional bagi
      merchant.

      Dari sisi kredibilitas, strategi pemasaran didukung oleh kepatuhan ketat terhadap standar
      keamanan data global, guna menjamin integritas setiap transaksi di mata mitra institusi dan
      korporasi. Perseroan mengandalkan rekam jejak operasional PT Mobile Coin Asia (MCA) yang
      telah teruji dalam mengelola puluhan ribu transaksi harian sebagai bukti stabilitas sistem. Reputasi
      MCA dalam industri pembayaran digital menjadi sarana pemasaran tidak langsung yang
      memperkuat kepercayaan mitra strategis. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk terus
      memperluas pangsa pasar melalui evolusi monetisasi, mulai dari transfer dana domestik hingga
      remitansi lintas negara dan layanan dompet digital (e-wallet) yang tertanam langsung dalam
      aktivitas ekonomi UMKM.




Halaman 33                                                       00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 35
3.5   Prospek Industri

      Prospek industri Penyediaan Jasa Pembayaran di Indonesia sangat menjanjikan dengan proyeksi
      pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan transaksi non-tunai, serta dukungan regulator
      terhadap transformasi sistem pembayaran nasional. Bagi Perseroan, momentum ini menjadi
      peluang strategis untuk menangkap porsi Serviceable Obtainable Market (SOM) melalui sinergi
      antara infrastruktur teknologi MCA dan jaringan distribusi MPIX yang luas di daerah. Digitalisasi
      UMKM yang semakin masif serta adopsi digital lifestyle di masyarakat perkotaan akan terus
      mendorong volume transaksi pembayaran digital, menciptakan fondasi volume dan data yang
      memperkuat retensi dalam ekosistem Perseroan.

      Di sisi lain, integrasi teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) untuk optimasi
      underwriting, Cloud Computing, dan Open API akan meningkatkan efisiensi operasional serta
      keamanan layanan pembayaran. Namun demikian, industri ini tetap menghadapi tantangan
      seperti risiko keamanan siber, persaingan yang semakin ketat, serta perubahan regulasi yang
      dinamis. Dengan strategi inovasi berkelanjutan, penguatan keamanan sistem, dan
      pengembangan ekosistem digital, industri Penyediaan Jasa Pembayaran diproyeksikan akan terus
      tumbuh dan menjadi salah satu sektor strategis dalam ekonomi digital Indonesia.




Halaman 34                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 36
                                                BAB IV
                                     ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS



4.1   Kapasitas

      Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, kapasitas operasional Perseroan melalui entitas
      anak didasarkan pada infrastruktur teknologi informasi yang dirancang untuk menangkap volume
      besar dari ekosistem MPIX secara stabil. Saat ini, sistem telah teruji menangani arus kas riil dengan
      target awal pemrosesan rata-rata 100.000 transaksi per hari khususnya pada segmen Money
      Transfer. Kapasitas ini didukung oleh tim teknis inti yang terdiri dari pengembang sistem dan
      spesialis keamanan siber bersertifikasi, serta infrastruktur peladen dengan tingkat ketersediaan
      tinggi untuk menjamin kelancaran sistem bagi 700.000+ jaringan merchant tanpa risiko cold-
      start.

      Kedepan, seiring dengan evolusi menuju layanan Wallet dan QRIS Issuer yang menargetkan
      hingga 1 juta pengguna aktif, Perseroan akan meningkatkan fleksibilitas operasional melalui
      arsitektur sistem berbasis cloud-based scaling yang skalabel. Pemutakhiran ini mencakup
      peningkatan kapasitas pemrosesan data untuk mendukung target GTV ( Gross Transaction Volume)
      pada sisi Acquirer. Melalui kerja sama strategis dengan penyedia pusat data global dan inovasi
      rute penyelesaian dana yang efisien, Perseroan memastikan layanan tetap responsif, memiliki
      latensi rendah, dan tetap aman dalam mendukung pertumbuhan ekosistem digital nasional secara
      berkelanjutan

4.2   Ruang Lingkup Usaha

      Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan melalui PT MCA, adapun
      lingkup jasa yang nantinya diberikan meliputi:

      a. Pengelolaan Infrastruktur Pembayaran dan Integrasi Sistem

         Jasa infrastruktur pembayaran berupa kegiatan yang mencakup penyediaan gerbang
         pembayaran (payment gateway) dan integrasi sistem pembayaran digital. Selain itu, lingkup
         ini mencakup pengelolaan konektivitas antara platform digital MPIX dengan sistem perbankan
         serta penyedia jasa keuangan lainnya, termasuk perencanaan arsitektur sistem, pengawasan
         lalu lintas data transaksi, dan evaluasi performa jaringan secara berkala.

         Dalam mendukung keandalan data transaksi, jasa ini juga mencakup pengelolaan basis data
         yang terstruktur dengan standar keamanan tinggi, penerapan prosedur Quality Assurance
         (QA) pada sistem aplikasi, serta pengembangan model enkripsi data untuk menjamin
         keamanan informasi pengguna dan integritas setiap transaksi keuangan.

      b. Pemrosesan Transaksi, Kliring, dan Evaluasi Layanan Digital

         Kegiatan pemrosesan transaksi berupa jasa kliring dan penyelesaian dana ( settlement) guna
         mendukung operasional ekosistem digital, yang meliputi manajemen akun pengguna serta
         pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Machine Learning untuk
         deteksi dini aktivitas transaksi yang mencurigakan (fraud detection).




Halaman 35                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 37
         Selain itu, kegiatan ini meliputi jasa pengelolaan kontrak kerja sama dengan mitra merchant
         dan perencanaan strategi akuisisi pengguna baru. Kegiatan evaluasi layanan mencakup
         penyusunan dan/atau penelaahan dokumen technical due diligence sistem teknologi, studi
         kelayakan penetrasi pasar baru, serta analisis efektivitas fitur pembayaran yang disediakan
         oleh Perseroan.

    c.   Rekayasa Teknologi Finansial, Pelaporan, dan Kepatuhan Regulasi

         Kegiatan rekayasa teknologi finansial, pelaporan, dan kepatuhan meliputi jasa penyusunan
         desain aplikasi pembayaran, pengembangan fitur dompet digital ( digital wallet), serta analisis
         efisiensi biaya transaksi dan perencanaan kebutuhan skalabilitas peladen ( server). Lingkup
         jasa ini juga mencakup penyusunan dan/atau penelaahan laporan kepatuhan sesuai standar
         yang berlaku dalam industri sistem pembayaran, antara lain standar keamanan data PCI-DSS,
         ISO 27001 terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi, serta peraturan yang ditetapkan
         oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lingkup pelaporan dan kepatuhan
         ini juga mencakup penyusunan laporan yang ditujukan kepada regulator, seperti Laporan
         Berkala Penyelenggara Jasa Pembayaran, Laporan Keamanan Siber, laporan pemantauan
         anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT), serta penilaian risiko
         operasional dan audit kepatuhan teknologi informasi secara menyeluruh.

    d. Internalisasi Infrastruktur Pembayaran dan Konektivitas Ekosistem

         Lingkup jasa ini merupakan fondasi utama bagi penguatan aliran pendapatan transfer dana
         yang berfokus pada pengalihan peran infrastruktur dari penyedia pihak ketiga ke sistem
         internal yang telah memiliki lisensi resmi. Perseroan mengoptimalkan rute transaksi harian
         yang bersumber dari ekosistem mitra melalui jalur komunikasi terintegrasi yang terhubung
         langsung ke jaringan perbankan nasional dan sistem pembayaran sentral. Dengan
         mengaktifkan infrastruktur mandiri, Perseroan mampu menangkap potensi ekonomi secara
         penuh dari setiap transaksi serta membangun basis data aktivitas pedagang yang
         komprehensif. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pendapatan, tetapi juga
         menghasilkan wawasan data yang krusial untuk pengembangan profil risiko dan produk
         finansial masa depan di dalam ekosistem.

    e. Agregasi Transaksi Lintas Negara dan Settlement Berbasis Efisiensi Modal

         Lingkup jasa ini mendukung layanan pengiriman uang internasional dengan mengoptimalkan
         rute penyelesaian dana yang lebih kompetitif dan efisien dibandingkan metode perbankan
         konvensional. Perseroan mengelola jasa remitansi lintas negara menggunakan jalur
         penyelesaian yang secara signifikan mampu memangkas kebutuhan modal kerja dan
         mempercepat waktu transaksi. Strategi ini menyasar koridor pekerja migran di berbagai
         wilayah strategis dengan menawarkan proses yang lebih ramping. Keunggulan utama dari
         jasa ini terletak pada pemanfaatan integrasi distribusi fisik, di mana jaringan mitra di tingkat
         akar rumput berfungsi sebagai titik pencairan dana terakhir, memberikan nilai tambah bagi
         penerima dana melalui aksesibilitas yang luas dan praktis.

    f.   Penguasaan Ekonomi QRIS dan Ekspansi Lisensi PJP1

         Lingkup jasa ini menandai transformasi strategis Perseroan dalam menguasai ekonomi
         pembayaran berbasis kode respon cepat dengan menargetkan peran ganda sebagai penerbit
         sekaligus pengakuisisi transaksi. Dengan kapasitas ini, Perseroan memiliki kontrol penuh atas


Halaman 36                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 38
         setiap lapisan transaksi di dalam jaringan distribusinya, yang memungkinkan penyerapan
         margin keuntungan secara maksimal tanpa bergantung pada infrastruktur pihak ketiga.
         Melalui jasa kliring dan penyelesaian mandiri, Perseroan berhasil menghapus ketergantungan
         biaya eksternal, sehingga setiap aktivitas pembayaran yang terjadi di dalam ekosistem
         memberikan kontribusi margin yang optimal dan memperkuat kemandirian infrastruktur
         finansial perusahaan

      g. Integrasi Wallet Ecosystem dan Monetisasi Embedded Finance

         Lingkup jasa ini merupakan tahap puncak dalam strategi retensi pengguna yang dirancang
         untuk mengunci aktivitas ekonomi di dalam ekosistem digital Perseroan secara berkelanjutan.
         Dengan mengembangkan dompet digital sebagai lapisan penyelesaian utama, Perseroan
         memfasilitasi migrasi pengguna dari layanan pihak ketiga ke dalam sistem internal yang lebih
         terintegrasi. Jasa ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran harian dan pemenuhan
         kebutuhan operasional pedagang, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penyediaan layanan
         keuangan tertanam lainnya. Melalui penguasaan lapisan dompet ini, Perseroan dapat
         mengekspansi nilai bisnis melalui pengelolaan dana mengendap, penyediaan solusi kredit
         produktif, serta penawaran produk perlindungan mikro yang semuanya dipersonalisasi
         berdasarkan perilaku transaksi pengguna.

4.3   Proses Bisnis

      Proses bisnis dalam hal ini menjelaskan rencana operasional yang terstruktur untuk mendukung
      perluasan kegiatan usaha Perseroan melalui entitas anak. Melalui integrasi infrastruktur teknologi
      finansial ke dalam ekosistem yang telah tersedia, Perseroan memfokuskan strategi
      pengembangan usaha pada optimalisasi nilai ekonomi yang bersumber dari empat pilar
      pendapatan utama. Keempat sumber pendapatan tersebut dirancang untuk menciptakan aliran
      pendapatan yang berkelanjutan (recurring revenue) melalui tahapan-tahapan proses bisnis
      sebagai berikut:

      a. Money Transfer

          Grafik 3.7 Proses Bisnis Money Transfer




         Sumber: Manajemen Perseroan


Halaman 37                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 39
        Layanan ini dirancang untuk memfasilitasi pengiriman dana secara real-time dengan
        memanfaatkan infrastruktur MCA sebagai penghubung ke jaringan perbankan nasional.
        Proses ini terbagi ke dalam lima tahapan utama:

        1. Inisiasi oleh Pengirim - User Sender
           Proses dimulai ketika pengirim melakukan instruksi transfer melalui platform digital. Pada
           tahap ini, pengirim menentukan nominal dana yang akan dikirim serta memasukkan detail
           rekening tujuan.

        2. Validasi oleh MPIX – Acquirer
           Perusahaan bertindak sebagai Acquirer yang menerima instruksi transfer tersebut. Sistem
           Perusahaan akan melakukan validasi awal terhadap instruksi yang masuk, kemudian
           meneruskan data transaksi tersebut kepada sistem MCA melalui integrasi API ( Application
           Programming Interface).

        3. Pemrosesan dan Pengenaan Biaya oleh MCA - Issuer
           MCA, yang berperan sebagai Issuer (Penerbit/Penyelenggara infrastruktur), memproses
           transaksi tersebut secara teknis. Pada tahap ini, sistem akan melakukan:

             •   Verifikasi ketersediaan dana/otorisasi.
             •   Pemotongan biaya jasa (service fee).
             •   Merutekan (routing) dana tersebut ke jaringan switching perbankan.

        4. Perutean melalui Jaringan Perbankan - Switching Network
           Dana yang telah diproses oleh MCA diteruskan ke mitra jaringan switching dan perbankan
           seperti Artajasa, BI-Fast, BNI, atau BSI. Institusi-institusi ini bertanggung jawab untuk
           mengirimkan dan memastikan dana sampai ke bank tujuan penerima secara aman dan
           sesuai standar regulator.

        5. Penerimaan oleh Penerima - User Receiver
           Tahap akhir adalah diterimanya dana oleh pengguna (penerima) di rekening bank
           mereka. Sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi konfirmasi kepada kedua
           belah pihak bahwa transaksi telah berhasil diselesaikan.

    b. Remittance

        Grafik 3.8 Proses Bisnis Remittance




        Sumber: Manajemen Perseroan

        Layanan ini dirancang untuk memfasilitasi pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia
        dengan memanfaatkan efisiensi rute penyelesaian digital. Proses ini melibatkan lima
        pemangku kepentingan utama:




Halaman 38                                                   00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 40
         1. Inisiasi oleh Pengirim – Sender
            Proses dimulai di luar negeri di mana pengirim (umumnya pekerja migran) memulai
            instruksi transfer dana melalui aplikasi, bank, atau agen mitra untuk dikirimkan kepada
            keluarga di Indonesia.

         2. Pengumpulan melalui Agregator – Aggregator
            Dana dari pengirim dikumpulkan oleh mitra agregator internasional. Agregator ini
            berfungsi untuk mengumpulkan instruksi transfer secara massal dan mengonversi dana
            tersebut ke dalam aset digital (USDT) guna mempercepat proses perpindahan nilai
            antarnegara.

         3. Penyelesaian oleh MCA - Settlement Hub
            MCA bertindak sebagai pusat penyelesaian (Settlement Hub) di Indonesia. Pada tahap ini,
            MCA menjalankan fungsi krusial:

             •   Menerima USDT: Menerima aset digital dari agregator.
             •   Konversi ke IDR: Mengonversi aset digital tersebut menjadi mata uang Rupiah.
             •   Kepatuhan (AML/KYC): Melakukan pemeriksaan Anti-Money Laundering (AML) dan
                 Know Your Customer (KYC) untuk memastikan transaksi legal dan aman.

         4. Perutean melalui Artajasa - Switching & Routing
            Setelah dana tersedia dalam Rupiah, MCA meneruskan instruksi pembayaran melalui
            Artajasa. Sebagai penyedia jaringan switching, Artajasa bertanggung jawab merutekan
            dana tersebut ke berbagai bank, dompet digital, atau jaringan penarikan tunai di seluruh
            wilayah Indonesia.

         5. Penerimaan oleh Penerima - Recipient
            Tahap akhir adalah diterimanya dana oleh pihak keluarga di Indonesia. Dana dapat
            diterima langsung ke rekening bank, dompet digital, atau dicairkan melalui jaringan mitra
            fisik (seperti warung MPIX), memberikan kemudahan akses hingga ke titik terakhir (last-
            mile).

    c.   PJP 1 & QRIS

         Grafik 3.9     Proses Bisnis PJP 1 & QRIS




         Sumber: Manajemen Perseroan

         Layanan ini mencerminkan fase di mana MCA telah meng-upgrade lisensi menjadi PJP 1, yang
         memungkinkan Perseroan untuk mengambil peran ganda dalam ekosistem pembayaran QRIS.
         Proses ini terbagi menjadi lima tahapan utama:

         1. Inisiasi Pembayaran oleh Pembeli - Buyer
            Proses dimulai ketika pembeli melakukan pemindaian atau scanning kode QRIS yang
            tersedia di gerai merchant untuk melakukan pembayaran atas barang atau jasa.




Halaman 39                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 41
        2. Validasi oleh MCA sebagai Penerbit – Issuer
           Dalam peran ini, MCA bertindak sebagai Penerbit atau Issuer. Sistem MCA melakukan
           validasi terhadap ketersediaan dana atau saldo yang dimiliki oleh pembeli secara real-
           time untuk memastikan transaksi dapat diotorisasi.

        3. Perutean Antar-Bank - Inter-bank Routing
           Setelah otorisasi diberikan, data transaksi diteruskan melalui jaringan switching nasional
           seperti Artajasa atau BI-Fast. Tahap ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi dan
           penyelesaian dana antar lembaga keuangan yang terlibat dalam jaringan pembayaran
           nasional.

        4. Kredit Dana oleh MCA sebagai Pengakuisisi - Acquirer
           Setelah proses perutean selesai, MCA bertindak sebagai Pengakuisisi atau Acquirer. MCA
           bertanggung jawab untuk mengkreditkan atau meneruskan dana hasil penjualan tersebut
           ke rekening merchant. Dengan menjalankan peran Issuer dan Acquirer sekaligus, MCA
           dapat mengontrol penuh seluruh siklus transaksi.

        5. Penerimaan Dana oleh Merchant - MPIX Merchant
           Tahap akhir adalah diterimanya dana oleh Merchant MPIX. Penjual menerima notifikasi
           konfirmasi bahwa pembayaran telah berhasil masuk ke akun mereka, siap untuk
           digunakan kembali dalam operasional bisnis.

    d. Wallet Ecosystem

        Grafik 3.10    Proses Bisnis Wallet Ecosystem




        Sumber: Manajemen Perseroan

        Layanan ini merupakan tahap integrasi final di mana MCA bertindak sebagai penyedia
        infrastruktur dompet digital (Wallet Layer) yang melandasi seluruh aktivitas di dalam aplikasi
        super (SuperApp). Proses bisnis ini dirancang untuk menciptakan ekosistem tertutup yang
        efisien dengan tahapan sebagai berikut:



Halaman 40                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 42
          1. Integrasi Wallet Layer sebagai Fondasi Utama
             MCA menyediakan lapisan dompet digital (Wallet Layer) yang terintegrasi langsung di
             dalam sistem. Lapisan ini berfungsi sebagai akun penyelesaian utama ( settlement
             account) bagi pengguna dan merchant, menggantikan ketergantungan pada bank pihak
             ketiga.

          2. Fasilitasi Transaksi Multi-Layanan
             Dompet digital MCA menjadi alat pembayaran tunggal yang menggerakkan berbagai
             vertikal bisnis di dalam ekosistem, meliputi:

              •   Pembayaran Harian: Melalui mekanisme QRIS Payment dan sistem kasir.
              •   Aktivitas Rantai Pasok: Mendukung pembayaran belanja stok barang oleh merchant
                  secara real-time.
              •   Layanan Logistik & Komunitas: Menjadi alat transaksi pada agregator pengiriman
                  dan pasar komunitas.

          3. Layanan Keuangan Mikro & Penarikan Tunai
             Ekosistem ini juga memperluas fungsi dompet untuk layanan kebutuhan rumah tangga
             dan likuiditas fisik melalui:

              •   Multi-Biller: Pembayaran berbagai tagihan rutin seperti tagihan listrik, air, pulsa.
              •   Mini ATM: Memfasilitasi penarikan tunai melalui jaringan warung MPIX, yang
                  sekaligus memperkuat peran merchant sebagai agen finansial.

          4. Konsolidasi Data dan Monetisasi Lanjutan
             Setiap transaksi yang mengalir melalui Wallet Layer menghasilkan data perilaku ekonomi
             yang komprehensif. Data ini dikelola oleh Perseroan untuk memicu model bisnis
             Embedded Finance, seperti pemberian skor kredit bagi merchant dan penawaran produk
             keuangan yang dipersonalisasi.

4.4   Ketersediaan Bahan Baku

      Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan baku
      mentah mengingat Perseroan akan melakukan penambahan kegiatan usaha menjadi perusahaan
      jasa yang usahanya terutama didukung oleh sumber daya manusia melalui PT MCA.

4.5   Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM)

      Perseroan menyadari peran penting karyawan dan pimpinan yang kompeten dalam menjaga
      keberlanjutan usaha. Dalam rangka pengembangan kegiatan usaha, Perseroan didukung oleh
      jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang memiliki kompetensi serta pengalaman relevan di
      bidang teknologi informasi, ekonomi, akuntansi, dan manajemen operasional. Berdasarkan profil
      manajemen Perseroan, berikut adalah tenaga ahli kunci yang memiliki pengalaman sebagai
      berikut:

          1. Sahrul Akbariyansah (Komisaris Utama)
             Memiliki latar belakang keahlian teknis yang kuat di bidang teknologi informasi sebagai
             Backend Developer sejak tahun 2018. Beliau memiliki pengalaman manajerial sebagai
             Komisaris di PT Madura Prima Investama (MPI) sejak tahun 2022 dan saat ini menjabat


Halaman 41                                                       00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 43
             sebagai Komisaris Utama Perseroan. Fokus utama beliau adalah memberikan
             pengawasan strategis terhadap pengembangan infrastruktur teknologi dan memastikan
             keselarasan operasional sistem dengan tata kelola perusahaan yang baik

        2. Wijanarko (Komisaris Independen)
           Seorang ahli di bidang akuntansi dan audit dengan pengalaman lebih dari 25 tahun.
           Beliau memiliki gelar Certified Management Accountant (CMA) dan Certified Public
           Accountant (CPA) Indonesia, serta pernah menjabat sebagai Partner di berbagai Kantor
           Akuntan Publik (KAP) terkemuka dan anggota Komite Audit di berbagai perusahaan
           terbuka.

        3. Abdul Muidz (Direktur Utama)
           Memiliki pengalaman luas di industri telekomunikasi selama lebih dari 12 tahun,
           termasuk menjabat sebagai General Manager dan Regional Sales Manager di PT XL
           Axiata Tbk (2007–2019). Beliau merupakan lulusan Magister Ekonomi dari Universitas
           Trunojoyo dan memegang kendali strategis sebagai Direktur Utama Perseroan sejak
           2019.

        4. Hadiantono (Direktur)
           Memiliki kompetensi mendalam di bidang akuntansi, perpajakan, dan legal. Beliau
           merupakan Konsultan Pajak tersertifikasi (Tingkat A) dan memiliki pengalaman panjang
           sebagai Finance Accounting Manager serta Accounting Tax & Legal Manager di berbagai
           perusahaan selama lebih dari 20 tahun.

        5. Rio Adetya Rizky (Direktur)
           Pakar di bidang teknologi informasi dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik
           Informasi. Memiliki rekam jejak profesional sebagai Web Developer, Web Programmer,
           dan Senior Programmer di berbagai perusahaan teknologi seperti Envolve Technology
           Limited dan Breadnbeyond sebelum menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak 2019.


        6. Hendra Setiawan (Direktur)
           Memiliki spesialisasi dalam pengembangan saluran distribusi (channel development) dan
           analisis pasar. Berpengalaman sebagai Spesialis Channel dan Dealer Distributor di PT
           Artav Mobile Indonesia serta Channel Development Analyst di PT Trijaya Excel Madura
           sebelum bergabung sebagai Direktur Perseroan.




Halaman 42                                                00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 44
                                                BAB V
                                  ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS



5.1   Keunggulan Kompetitif

      Berdasarkan informasi yang telah disampaikan oleh manajemen, Perseroan mencapai
      keunggulan kompetitif melalui penerapan model bisnis berbasis solusi terpadu ( one-stop solution)
      yang terintegrasi secara vertikal dengan ekosistem 700.000+ merchant MPIX. Pendekatan ini
      diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur pembayaran digital yang komprehensif, mulai dari
      internalisasi sistem gerbang pembayaran (payment gateway), penyediaan layanan QRIS sebagai
      Issuer sekaligus Acquirer, hingga integrasi sistem penyelesaian dana ( settlement) yang aman dan
      real-time. Keunggulan utama Perseroan terletak pada kemampuan untuk mengonversi volume
      transaksi harian yang masif menjadi pendapatan internal tanpa harus mengeluarkan biaya
      akuisisi pelanggan, sehingga memberikan nilai tambah efisiensi yang signifikan bagi mitra UMKM
      di dalam platform digital yang tangguh.

      Selain itu, Perseroan didukung oleh jajaran manajemen dan tenaga ahli dengan pengalaman
      mendalam di sektor teknologi informasi, keamanan siber, dan infrastruktur pembayaran. Personel
      kunci memiliki keahlian teknis dalam pengembangan backend serta pemahaman mendalam
      mengenai standar keamanan global. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk mendukung
      operasional mitra dengan standar pelaporan akurat, tingkat keamanan data tinggi, serta jalur
      penyelesaian dana yang inovatif seperti penggunaan rute berbasis aset digital untuk remitansi
      yang mampu memangkas kebutuhan modal kerja. Dengan kombinasi lisensi strategis dan
      jaringan distribusi fisik yang luas, Perseroan memiliki fondasi solid untuk memperluas target pasar
      dan meningkatkan daya saing berkelanjutan di sektor Penyelenggara Jasa Pembayaran di
      Indonesia.

5.2   Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

      Risiko kemampuan pesaing dalam meniru fitur produk atau jasa di bidang teknologi finansial
      memang tidak dapat dihindari, namun Perseroan memiliki Diferensiasi Ekosistem yang kuat
      sebagai pelindung. Untuk tetap bersaing, Perseroan melalui perusahaan anak mengandalkan
      penguasaan segmen pasar spesifik pada rantai pasok pedagang UMKM dan warung yang
      menciptakan keterikatan pengguna jauh lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa pembayaran
      umum. Integrasi layanan PJP yang terikat langsung dengan aktivitas operasional harian merchant
      MPIX memberikan peluang keberlanjutan usaha yang sulit direplikasi oleh kompetitor yang hanya
      berfokus pada segmen konsumen ritel murni.

      Dalam hal potensi munculnya pesaing baru, terdapat hambatan masuk yang sangat tinggi. Calon
      kompetitor dihadapkan pada persyaratan perizinan yang ketat dan memakan waktu lama dari
      Bank Indonesia, kebutuhan infrastruktur teknologi tersertifikasi, serta kebutuhan modal besar
      untuk memenuhi regulasi. Selain itu, akses instan ke ratusan ribu titik fisik warung merupakan aset
      yang tidak dapat ditiru dengan cepat oleh pemain baru. Hal ini menjadikan kemampuan pesaing
      untuk meniru model bisnis dan kredibilitas operasional perusahaan anak berada pada level yang
      relatif rendah




Halaman 43                                                      00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 45
5.3   Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

      Perseroan menciptakan nilai melalui penambahan kegiatan usaha yaitu penyediaan jasa
      pembayaran digital yang terintegrasi dan berorientasi pada optimalisasi seluruh rantai nilai
      transaksi. Pendekatan one-stop solution memungkinkan mitra atau merchant memperoleh
      layanan teknis mulai dari integrasi gerbang pembayaran, penggunaan QRIS untuk penerimaan
      dana, hingga pemanfaatan dompet digital sebagai akun penyelesaian utama dalam satu
      koordinasi terpadu. Nilai tambah ini memberikan efisiensi waktu operasional, penghematan biaya
      transaksi melalui internalisasi Merchant Discount Rate (MDR), serta konsistensi metodologi
      transaksi yang didukung oleh sistem keamanan finansial yang terjamin.

      Selain itu, melalui konsep Data Flywheel, Perseroan menciptakan nilai tambah berupa
      pengumpulan data transaksi harian yang tervalidasi untuk kebutuhan underwriting dan
      penyediaan solusi keuangan tertanam seperti kredit produktif bagi UMKM. Pemahaman
      mendalam manajemen terhadap perilaku pasar lokal, standar pelaporan yang akuntabel, serta
      kepatuhan terhadap regulasi Bank Indonesia menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko
      kegagalan sistem dan memastikan keamanan data sensitif. Hal ini memperlancar koordinasi
      dengan otoritas pengawas serta menjaga keberlangsungan ekosistem pembayaran digital jangka
      panjang yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi seluruh pemangku kepentingan dalam
      ekosistem Perseroan.




Halaman 44                                                   00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 46
                                              BAB VI
                             ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN



6.1   Ketersediaan Tenaga Kerja

      Dalam upaya mendukung rencana kegiatan usaha, ketersediaan sumber daya manusia yang
      memadai merupakan salah satu faktor penting. Berdasarkan informasi yang disampaikan
      Manajemen, dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan pada prinsipnya telah
      memiliki tenaga ahli dan sumber daya manusia yang mendukung kegiatan usaha baru tersebut,
      sehingga tidak terdapat perubahan maupun pelepasan terhadap karyawan eksisting Perseroan.

      Lebih lanjut, berdasarkan rencana kegiatan usaha baru, jumlah tenaga kerja yang mendukung
      operasional perusahaan sebanyak 6 orang dengan rincian sebagai berikut:

      Tabel 6.1    Tenaga Kerja Penyediaan Jasa Pembayaran
                                    Posisi                                 Jumlah Tenaga Kerja
       Penyediaan Jasa Pembayaran
        Dewan Komisaris                                                             2
        Dewan Direksi                                                               4
        Total                                                                       6
      Sumber: Manajemen MPIX, 2025

6.2   Manajemen Kekayaan Intelektual (Intelectual Property)

      Hak Atas Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
      permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
      berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial ( commercial
      reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

      Sampai dengan laporan ini diterbitkan tidak terdapat informasi terkait Hak Atas Kekayaaan
      Intelektual yang akan didaftarkan oleh MPIX atas kegiatan usaha yang dijalankan.

6.3   Manajemen Risiko

      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan perusahaan anak tidak terlepas dari
      berbagai macam risiko. Risiko yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha
      Perseroan secara konsolidasi adalah sebagai berikut:

      1. Risiko Operasional dan Teknologi

          •   Risiko Kepatuhan (Compliance Risk)
              Risiko ini berkaitan dengan perubahan regulasi yang dinamis di sektor sistem
              pembayaran dan teknologi finansial, terutama terkait persyaratan modal minimum, lisensi
              PJP1, dan aturan pelaporan Bank Indonesia. Perseroan memitigasi risiko ini melalui fungsi
              kepatuhan yang dipimpin oleh tenaga ahli bersertifikasi guna memastikan seluruh
              operasional tetap berada dalam koridor regulasi, mempertahankan Regulatory Moat,
              serta menjaga standar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).




Halaman 45                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 47
          •   Risiko Keamanan Siber dan Tanggung Jawab Profesional
              Sebagai pengelola infrastruktur pembayaran dan dompet digital (Wallet Layer), Perseroan
              menghadapi risiko tanggung jawab profesional terkait kerahasiaan data pengguna dan
              keamanan setiap transaksi. Mitigasi dilakukan melalui penerapan standar keamanan
              global, penggunaan enkripsi data tingkat tinggi, serta audit sistem informasi secara
              berkala untuk mencegah akses ilegal dan kebocoran informasi sensitif.

          •   Risiko Keselamatan dan Keandalan Sistem
              Risiko muncul apabila terjadi gangguan teknis atau kegagalan peladen ( server) yang
              dapat menghentikan arus transaksi harian di ratusan ribu merchant. Perseroan memitigasi
              risiko ini dengan menyediakan pusat data cadangan, pemantauan sistem secara real-
              time oleh tim backend developer, serta pengelolaan skalabilitas infrastruktur untuk
              menangani lonjakan volume transaksi harian secara stabil.

      2. Risiko Keuangan

          •   Risiko Kredit
              Risiko ini mencakup potensi kerugian jika mitra usaha gagal memenuhi kewajiban
              finansialnya. Perseroan menerapkan prosedur KYB ( Know Your Business) yang ketat
              terhadap seluruh jaringan warung dan merchant, serta memanfaatkan sistem scoring
              berbasis data transaksi untuk memverifikasi kredibilitas mitra secara akurat sebelum
              memberikan fasilitas atau kerja sama tertentu.

          •   Risiko Likuiditas
              Risiko likuiditas timbul akibat ketidaksesuaian waktu antara arus kas masuk dari pengirim
              dan kewajiban penyelesaian dana kepada pedagang atau penerima remitansi. Risiko ini
              dikelola melalui pemantauan arus kas harian yang intensif, penyediaan dana cadangan
              likuid yang mencukupi, serta optimalisasi rute transaksi yang efisien modal guna
              memastikan seluruh kewajiban pembayaran terlaksana tepat waktu sesuai jadwal.

          •   Risiko Pasar
              Khusus pada layanan remitansi lintas negara, Perseroan terpapar risiko fluktuasi nilai
              tukar mata uang asing. Mitigasi dilakukan dengan melakukan pemantauan indikator
              ekonomi makro secara berkala, penyesuaian tarif spread mata uang secara dinamis,
              serta pemanfaatan jalur penyelesaian digital yang mempercepat durasi penyelesaian
              dana sehingga memitigasi risiko volatilitas kurs dalam jangka waktu lama.

6.4   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

      Perseroan melalui MCA akan didukung oleh kompetensi dan kemampuan yang memadai dalam
      mengelola kegiatan operasional dan pengembangan usaha, yang tercermin dari adanya susunan
      dewan direksi dan dewan komisaris, ketersediaan tenaga kerja dan tenaga ahli yang telah dimiliki,
      serta struktur organisasi yang mendukung kegiatan usaha.

      Lebih lanjut, Perseroan juga berencana melakukan penambahan divisi baru, yaitu Divisi Sistem
      Pembayaran, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dan pengembangan kegiatan
      usaha di bidang sistem pembayaran.




Halaman 46                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 48
6.5   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

      Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk memahami
      bagaimana struktur organisasi yang ada dalam mendukung pencapaian dari penambahan
      kegiatan usaha.

      Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan berencana
      melakukan restrukturisasi struktur organisasi dengan penambahan divis baru yakni, Divisi Sistem
      Pembayaran. Atas dasar hal tersebut, maka struktur organisasi Perseroan setelah penambahan
      kegiatan usaha adalah sebagai berikut:

      Diagram 6.1     Struktur Organisasi Perseroan




      Sumber: Manajemen Perseroan




Halaman 47                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 49
                                            BAB VII
                            ANALISIS KELAYAKAN MODEL KEUANGAN

Analisis kelayakan model keuangan didasarkan pada analisis besaran investasi dan pendapatan
pertahunnya sehinigga didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
ataupun tidak.

Dalam studi kelayakan ini, beberapa hal yang dikaji adalah sebagai berikut: sumber pembiayaan, biaya
operasional, biaya investasi, modal kerja, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto, kelayakan
investasi dan analisis sensitivitas.

Berdasarkan Perjanjian Akuisisi, Perseroan akan melakukan pengalihan / divestasi atas aset tanah dan
usaha percetakan Perseroan dan melakukan akuisisi atas 60,00% saham MCA. Mengingat biaya
investasi yang dikeluarkan Perseroan sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini
adalah untuk biaya akuisisi saham MCA, maka analisa kelayakan keuangan dalam studi ini dilakukan
terhadap proyeksi keuangan mencerminkan kegiatan usaha baru melalui perusahaan anak dan ditinjau
sebagai usaha yang berdiri sendiri tanpa mengkonsolidasi dengan kegiatan usaha dan laporan
keuangan eksisting Perseroan

7.1   Kebutuhan Biaya Investasi

      Biaya investasi merupakan biaya akuisisi 60,00% ekuitas MCA sebesar Rp28.700.000.000,-.

7.2   Sumber Pendanaan Modal Kerja dan Investasi

      Berdasarkan informasi yang telah disampaikan oleh manajemen, sumber dana atas rencana
      penambahan kegiatan usaha akan diperoleh dari kas sebesar Rp6.926.588.787 dan piutang
      usaha sebesar Rp21.773.411.213.

7.3   Biaya Operasional

      Biaya operasional terkait dengan penambahan kegiatan usaha KBLI 66141 (Penyelenggara Jasa
      Pembayaran) mengacu pada proyeksi keuangan MCA, dimana biaya operasional terdiri atas
      biaya administrasi dan umum serta biaya penyusutan. Selama periode 2026 hingga 2030,
      kebutuhan biaya operasional diproyeksikan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya
      volume transaksi dan pendapatan jasa pembayaran. Total proyeksi biaya operasional selama
      periode 2026 hingga 2030 diproyeksikan sebesar Rp48.400.760.295,-

7.4   Modal Kerja

      Modal kerja terkait dengan penambahan kegiatan usaha KBLI 66141 (Penyelenggara Jasa
      Pembayaran) mengacu pada proyeksi keuangan MCA, dimana selama periode 2026 hingga
      2030 dibutuhkan dana untuk modal kerja sebesar Rp1.785.751.165. Kebutuhan modal kerja
      tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas produksi serta akan digunakan dalam pemenuhan
      kewajiaban jangka pendek seperti utang usaha dan kewajiban pendek lainnya.




Halaman 48                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 50
7.5     Proyeksi Keuangan

        Proyeksi keuangan yang digunakan dalam studi kelayakan ini disusun berdasarkan proyeksi
        keuangan periode 2026 hingga 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan dan telah
        disesuaikan oleh Penilai yang mencerminkan kewajaran sesuai dengan kondisi pasar.

        Model proyeksi keuangan yang disusun sebagai dasar analisis kelayakan dalam laporan ini
        merupakan proyeksi keuangan atas rencana kegiatan usaha baru melalui akuisisi 60% ekuitas
        MCA yang akan dijalankan Perseroan secara stand alone atau sebagai entitas mandiri tanpa
        memperhitungkan kegiatan usaha eksisting dari Perseroan. Berikut merupakan asumsi dan
        proyeksi keuangan yang dimaksud:

Tabel 7.1 Asumsi
                                                       Jan-Des                Jan-Des            Jan-Des          Jan-Des            Jan-Des
             URAIAN                   SATUAN
                                                        2026                    2027              2028             2029               2030
1. Asumsi Umum
GDP                                      %                  4,95%                 5,07%               5,17%              5,19%              5,22%
Inflasi                                  %                  2,67%                 2,52%               2,52%              2,52%              2,52%
Pajak                                    %                 22,00%                22,00%              22,00%             22,00%             22,00%
Bunga Utang Investasi                    %                  8,44%                 8,44%               8,44%              8,44%              8,44%
Bulan                                  Bulan                   12                    12                  12                 12                 12
Hari                                    Hari                  365                   365                 365                365                365

2. Asumsi Pendapatan
Pertumbuhan Pendapatan                   %                                        2,52%                2,52%              2,52%              2,52%

3. Asumsi Biaya
3.1 Beban Langsung (Cost of Sales / COGS)
COGS                                  % to Rev                 22%                     22%               22%                22%                22%

3.2 Biaya Usaha
Technology & Infrastructure          % Growth                                     2,52%                2,52%              2,52%              2,52%
Personnel Expenses                   % Growth                                     5,14%                5,14%              5,14%              5,14%
Sales & Marketing                    % Growth                                     2,52%                2,52%              2,52%              2,52%
G&A / Other Opex                     % Growth                                     2,52%                2,52%              2,52%              2,52%

4. Asumsi Perputaran (Modal Kerja)
Hari Perputaran Piutang                 Hari                     30                     30                 30                30                 30
Hari Perputaran Persediaan              Hari                      5                      5                  5                 5                  5
Hari Perputaran Utang                   Hari                     30                     30                 30                30                 30




Tabel 7.2 Proyeksi Laba Rugi (dalam Rupiah)
                                             Jan-Des                  Jan-Des                  Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
              URAIAN
                                               2026                    2027                     2028               2029               2030
Pendapatan                               21.863.500.000          22.977.959.749              24.149.227.444     25.380.198.787     26.673.917.084
COGS                                     (4.866.093.433)         (5.114.135.387)             (5.374.820.915)    (5.648.794.505)    (5.936.733.495)
Laba (Rugi) Kotor                        16.997.406.567          17.863.824.362              18.774.406.529     19.731.404.283     20.737.183.589

Beban usaha                              (8.655.400.000)         (8.990.254.384)             (9.339.435.275)    (9.703.606.491)   (10.083.464.145)
Depresiasi                                 (163.400.000)           (240.600.000)               (321.600.000)      (406.800.000)      (496.200.000)
Laba (Rugi) Usaha                          8.178.606.567           8.632.969.978               9.113.371.254      9.620.997.791     10.157.519.445

Beban bunga                               (151.864.200)             (75.932.100)                          -                  -                  -
Pendapatan (beban) lain-lain                          -                        -                          -                  -                  -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                 8.026.742.367           8.557.037.878               9.113.371.254      9.620.997.791     10.157.519.445

Beban pajak                              (1.705.315.103)         (1.882.548.333)             (2.004.941.676)    (2.116.619.514)    (2.234.654.278)
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan          6.321.427.264           6.674.489.545               7.108.429.578      7.504.378.277      7.922.865.167


        Proyeksi pendapatan tahun 2026 disusun berdasarkan beberapa kontrak kerja sama yang
        direncanakan berjalan sepanjang tahun 2026. Adapun rincian kontrak yang menjadi dasar
        proyeksi pendapatan tersebut adalah sebagai berikut:


Halaman 49                                                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 51
             •    Perjanjian Kerja Sama antara PT Fita Sehat Nusantara dan PT Mobile Coin Asia No.
                  006/MCA-FITA/DIR/PKS/X/2025 tanggal 01 Oktober 2025 dan Addendum I Perjanjian Kerja
                  Sama antara PT Fita Sehat Nusantara dan PT Mobile Coin Asia No. 006/MCA-
                  FITA/DIR/PKS/XI/2025 – ADD.I tanggal 01 November 2025. Dimana, kontrak tersebut
                  diproyeksikan akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp912.500.000 pada tahun
                  2026.
             •    Perjanjian Kerja Sama antara PT Solusi Multi Bayar dan PT Mobile Coin Asia No. 001/MP-
                  SMB/DIR/PKS/X/2025 tanggal 01 Oktober 2025. Dimana, kontrak tersebut diproyeksikan
                  akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp2.920.000.000 pada tahun 2026.
             •    Perjanjian Kerja Sama antara PT Mitra Era Teknologi dan PT Mobile Coin Asia No. 001/MP-
                  MET/DIR/PKS/XII/2025 tanggal 01 Desember 2025. Dimana, kontrak tersebut diproyeksikan
                  akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp1.095.000.000 pada tahun 2026.
             •    Perjanjian Kerja Sama antara PT Mitra Kasih Perkasa dan PT Mobile Coin Asia No. 001/MP-
                  MKP/DIR/PKS/X/2025 tanggal 01 Desember 2025. Dimana, kontrak tersebut diproyeksikan
                  akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp5.256.000.000 pada tahun 2026.
             •    Perjanjian Kerja Sama antara PT Server Pulsa Masterload8 dan PT Mobile Coin Asia No.
                  001/MP-SPM/DIR/PKS/X/2025 tanggal 01 Oktober 2025. Dimana, kontrak tersebut
                  diproyeksikan akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp4.380.000.000 pada
                  tahun 2026.
             •    Perjanjian Kerja Sama antara PT Tata Sarana Media dan PT Mobile Coin Asia No. 001/MP-
                  TSM/DIR/PKS/X/2025 tanggal 01 Oktober 2025. Dimana, kontrak tersebut diproyeksikan
                  akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp7.300.000.000 pada tahun 2026.

        Kontrak kerja sama sebagaimana disampaikan di atas, seluruhnya memiliki masa berlaku selama
        1 (satu) tahun, maka proyeksi pendapatan untuk periode tahun 2027 hingga 2030 disusun
        menggunakan asumsi pertumbuhan berdasarkan tingkat inflasi tahunan. Pendekatan ini
        digunakan untuk menggambarkan potensi peningkatan nilai pendapatan di masa mendatang
        dengan mempertimbangkan penyesuaian harga, kenaikan biaya operasional, serta kondisi
        ekonomi yang dapat memengaruhi nilai kontrak pada periode berikutnya.

Tabel 7.3 Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)

                                      Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des
                 URAIAN
                                       2026             2027             2028             2029             2030
ASET
ASET LANCAR

Kas di bank
                                     4.656.013.883    9.310.493.171   16.257.109.345   23.659.877.209   31.545.331.214

Piutang usaha
                                     1.797.000.000    1.888.599.431    1.984.868.009    2.086.043.736    2.192.376.747

Persediaan
                                       66.658.814       70.056.649       73.627.684       77.380.747       81.325.116

Jumlah Aset Lancar
                                     6.519.672.697   11.269.149.252   18.315.605.037   25.823.301.692   33.819.033.077

ASET TIDAK LANCAR

Aset takberwujud
                                     1.710.000.000    1.620.000.000    1.530.000.000    1.440.000.000    1.350.000.000

Aset Tetap
                                      293.600.000      529.000.000      702.400.000      811.600.000      852.400.000

Jumlah Aset Tidak Lancar
                                     2.003.600.000    2.149.000.000    2.232.400.000    2.251.600.000    2.202.400.000


JUMLAH ASET
                                     8.523.272.697   13.418.149.252   20.548.005.037   28.074.901.692   36.021.433.077




Halaman 50                                                             00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 52
                                       Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des
                 URAIAN
                                         2026                2027               2028                 2029              2030
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang Usaha
                                        399.952.885         420.339.895         441.766.103         464.284.480        487.950.698

Biaya yang masih harus dibayar
                                            600.000             600.000             600.000             600.000            600.000

Utang Bank - Bagian Jk Pendek
                                                    -                   -                   -                  -                  -

Utang lain-lain
                                                    -                   -                   -                  -                  -

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
                                        400.552.885         420.939.895         442.366.103         464.884.480        488.550.698

Utang lain-lain

Utang Bank - Bagian Jk Panjang
                                                    -                   -                   -                  -                  -

Utang Pihak Berelasi
                                      1.800.000.000                     -                   -                  -                  -

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
                                      1.800.000.000                     -                   -                  -                  -

JUMLAH LIABILITAS
                                      2.200.552.885         420.939.895         442.366.103         464.884.480        488.550.698

EKUITAS

Modal saham
                                      3.000.000.000       3.000.000.000       3.000.000.000       3.000.000.000      3.000.000.000

Tambahan modal disetor
                                     91.617.229.867      91.617.229.867      91.617.229.867      91.617.229.867     91.617.229.867

Penghasilan komprehensif lain
                                                    -                   -                   -                  -                  -

Saldo defisit
                                    (88.294.510.055)    (81.620.020.510)    (74.511.590.932)    (67.007.212.655)   (59.084.347.488)

Jumlah Ekuitas
                                      6.322.719.812      12.997.209.357      20.105.638.935      27.610.017.212     35.532.882.379


JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
                                      8.523.272.697      13.418.149.252      20.548.005.037      28.074.901.692     36.021.433.077


Tabel 7.4 Proyeksi Arus Kas (Dalam Rupiah)
                                       Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des
                 URAIAN
                                         2026                2027               2028                 2029              2030
EAT                                   6.321.427.264       6.674.489.545       7.108.429.578       7.504.378.277      7.922.865.167
Depresiasi                              163.400.000         240.600.000         321.600.000         406.800.000        496.200.000

Arus Kas Operasional
Perubahan modal kerja
Piutang usaha                        (1.797.000.000)        (91.599.431)        (96.268.578)      (101.175.727)      (106.333.011)
Persediaan                               (66.658.814)         (3.397.835)         (3.571.035)        (3.753.063)        (3.944.370)
Utang usaha                              399.952.885         20.387.010          21.426.208          22.518.377         23.666.218
Penerimaan (Pengeluaran) Arus Kas
                                      5.021.121.335       6.840.479.288       7.351.616.173       7.828.767.865      8.332.454.005
Operasional

Arus Kas Investasi
(Pembelian) Pelepasan Aset tetap      (367.000.000)       (386.000.000)       (405.000.000)       (426.000.000)      (447.000.000)
(Pembelian) Pelepasan Aset tak-
                                     (1.800.000.000)                    -                   -                  -                  -
berwujud
Aset tidak lancar lainnya
Penerimaan (Pengeluaran) Arus Kas
                                     (2.167.000.000)      (386.000.000)       (405.000.000)       (426.000.000)      (447.000.000)
Investasi

Arus Kas Pendanaa
Setoran Modal
Penambahan (Pembayaran) Hutang
                                                    -                   -                   -                  -                  -
Bank
Penambahan (Pembayaran) Hutang
                                      1.800.000.000      (1.800.000.000)                    -                  -                  -
Pihak Berelasi
Penerimaan (Pengeluaran) Arus Kas     1.800.000.000      (1.800.000.000)                    -                  -                  -



Halaman 51                                                                    00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 53
                                          Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des
                URAIAN
                                           2026               2027               2028             2029             2030
Investasi

Kenaikan Penurunan Kas                   4.654.121.335      4.654.479.288      6.946.616.173    7.402.767.865    7.885.454.005

Kas Awal Tahun                               1.892.548      4.656.013.883    9.310.493.171     16.257.109.345   23.659.877.209
Kas Akhir Tahun                          4.656.013.883      9.310.493.171   16.257.109.345     23.659.877.209   31.545.331.214


7.6         Tingkat Diskonto

            Dalam Study Kelayakan ini Arus kas yang digunakan dalam Metode perhitungan proyeksi
            keuangan adalah arus kas bersih dari ekuitas, sehingga tingkat diskonto yang kami gunakan
            adalah Cost of Equity (“CoE”).

            Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas

            Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
            (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
            premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:

                                                    Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α
            Dimana :
            Rf       : Risk free rate
            ß        : Systematic risk (Beta)
            Rm-Rf    : Risk premium
            α        : Company specific risk

            Rf (risk free rate), adalah tingkat imbal hasil untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
            memiliki risiko gagal bayar. Dalam penilaian saham Perseroan, instrumen bebas risiko yang kami
            gunakan adalah Surat Utang Negara dengan jangka waktu jatuh tempo 30 tahun dengan tingkat
            imbal hasil per 31 Desember 2025 sebesar 6,69%. Angka tersebut digunakan sebagai tingkat
            kembalian bebas risiko (Rf).

            ß (Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian
            pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG).
            Levered Beta ditentukan dengan menggunakan rujukan dari Damodaran untuk industri Money
            Transfer and Remittance adalah sekitar 0,92 yang kemudian di-relevered untuk memperoleh beta
            yang sesuai dengan obyek penilaian, dengan formula sebagai berikut:

                                                  ßL = ßU x (1+ (1-t) x DER)

            Dimana :
            ßL           : Beta Levered
            ßU           : Beta Unlevered
            DER          : Debt to Equity Ratio
            t            : tax

            Dalam penilaian ini, debt to equity ratio (DER) ditentukan dengan menggunakan rata-rata DER
            industry Money Transfer and Remittance yang sejenis dari industry pembanding di dalam S&P
            pada Desember 2025, yaitu sebesar 3.82%.




Halaman 52                                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 54
      Tarif pajak yang berlaku untuk Perseroan adalah 22% di tahun 2025, maka diperoleh beta
      Perseroan sebesar 0,95 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

                                 ßL = 0,92 x (1 + (1 – 22%) x 3,82%) = 0,95

      Rm-Rf (market risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
      tingkat imbal hasil pasar. Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan merujuk hasil riset
      Damodaran per 2026, diamana total country risk untuk Indonesia adalah sebesar 6,69% dengan
      Country Default Spread (CDS) 1,62%.

      α(alpha), adalah risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
      perusahaan. Dalam hal ini, kami tidak mengaplikasikan adanya risiko spesifik (alpha) terhadap
      Perseroan.

      Berdasarkan nilai tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya
      modal untuk ekuitas MCA adalah sebesar 11,40%, sebagaimana tampak dalam perhitungan di
      bawah ini :

      Ke        = Rf + ß x Rp – CDS + α
                = 6,69% + (0,95 × 6,69%) – 1,62% + 0%
                = 11,40%

7.7   Nilai Terminal

      Terminal Value diperoleh dengan mengasumsikan pertumbuhan konstan perusahaan selama
      periode tak terhingga. Asumsi tingkat pertumbuhan konstan yang digunakan adalah sebesar
      2,50% dengan merujuk pada proyeksi laju inflasi.

      Terminal value yang diaplikasikan dalam studi ini berupa perpetuity. Dalam hal ini, perpetuity
      value yang diperhitungkan di periode akhir proyeksi diperoleh dengan mengkapitalisasi arus kas
      peda waktu kekal dengan tingkat kapitalisasi berdasarkan selisih antara diskon rate dengan
      pertumbuhan waktu kekal.

7.8   Analisis Kelayakan

      Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan yang telah disusun dan diuraikan di atas, maka
      diproyeksikan FCFF sebagai basis analisa kelayakan. FCFF yang diproyeksikan disesuaikan
      dengan rencana kepemilikan saham Perseroan di MCA, yaitu sebesar 60,00%.

      Dalam mengukur tingkat kelayakan dan tingkat imbal balik investasi, indikator yang umum
      digunakan meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan rasio-rasio
      keuangan lainnya yang mencerminkan tingkat keuntungan dibandingkan dengan biaya yang
      telah dikeluarkan. Jika nilai NPV positif dan IRR memiliki nilai lebih besar dari tingkat diskonto
      maka investasi tersebut adalah layak. Sementara analisis Profitabilitas adalah penilaian
      menyeluruh terhadap kemampuan suatu proyek atau usaha untuk menghasilkan laba dari seluruh
      investasi yang dilakukan. Analisis ini mencakup pengukuran efisiensi dan efektivitas usaha dalam
      mengelola sumber daya untuk menghasilkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun
      jangka panjang, yang ditunjukkan melalui indikator Profitability Index (PI). Jika PI lebih besar dari
      1, maka investasi tersebut adalah layak. Berikut adalah analisa kelayakan atas rencana
      penambahan kegiatan usaha Perseroan melalui perusahaan anak:


Halaman 53                                                        00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 55
     Tabel 7.5              Nilai Kini Arus Kas (dalam Rupiah)
                                                Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des
                URAIAN              SATUAN                                                                                                Terminal Value
                                                 2026                2027               2028              2029              2030
      Arus Kas Bersih (FCFE):
      Laba bersih                     Rp        6.321.427.264     6.674.489.545     7.108.429.578     7.504.378.277     7.922.865.167
      Delta Debt                      Rp        1.800.000.000   (1.800.000.000)                   -                 -                 -
      Penyusutan                      Rp          163.400.000        240.600.000       321.600.000       406.800.000       496.200.000
      Maintenance Capex               Rp      (2.167.000.000)      (386.000.000)     (405.000.000)     (426.000.000)     (447.000.000)
      Perubahan Modal Kerja           Rp      (1.463.705.929)        (74.610.256)      (78.413.405)      (82.410.412)      (86.611.162)
      Terminal value                  Rp                                                                                                  90.208.091.539
      Arus Kas Bersih (FCFE)          Rp       4.654.121.335     4.654.479.288      6.946.616.173     7.402.767.865     7.885.454.005     90.208.091.539
      Arus Kas Bersih (FCFE)
                                      Rp       2.792.472.801     2.792.687.573      4.167.969.704     4.441.660.719     4.731.272.403     54.124.854.923
      Porsi 60%

      Investasi Awal                  Rp     (28.700.000.000)
      Arus Kas Bersih           +
                                      Rp     (25.907.527.199)    2.792.687.573      4.167.969.704     4.441.660.719     4.731.272.403     54.124.854.923
      Investasi Awal

      Periode diskonto                                      1                2                  3                 4                 5
      Tingkat diskonto                                   0,90             0,81               0,72              0,65              0,58
      Nilai Kini Arus Kas Bersih             (26.193.382.720)    2.250.196.826      3.014.545.105     2.883.644.320     2.757.232.197     31.542.211.047

      Net Present Value               Rp      16.254.446.775

      Internal Rate Of Return          %              26,09%
      Payback Period                 Tahun               6,00
                                     Bulan             11,00
      Profitability Index                                1,52




     Berdasarkan Analisa kelayakan diatas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada
     Discount Rate (CoE) dengan Payback Period dalam waktu 6 tahun 11 bulan dan PI lebih dari 1 ,
     dengan demikian kegiatan usaha tersebut dinilai LAYAK.




Halaman 54                                                                             00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 56
      7.9           Analisis Sensitivitas

                    Dalam menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka
                    dikalkukan analisis sensitivitas terhadap pendapatan dan biaya yang uraikan sebagai berikut:

                    Tabel 7.6 Analisis Sensitivitas Terhadap Pendapatan dan Biaya

                    A. Pendapatan Naik dan Turun
   Sensitivitas            Normal             -15%              -10%              -5%                0%                5%                10%              15%

  Pendapatan            21.863.500.000   18.583.975.000    19.677.150.000    20.770.325.000    21.863.500.000    22.956.675.000    24.049.850.000   25.143.025.000

Net Present Value       16.254.446.775   9.401.765.780     11.685.708.913    13.969.569.658    16.254.446.775    18.539.400.174    20.823.235.591   23.107.204.052
 Internal Rate of
                           26,09%            20,65%            22,51%            24,32%            26,09%            27,81%            29,50%           31,15%
      Return




                    B. Beban Naik dan Turun
   Sensitivitas            Normal             -15%              -10%              -5%               0%                5%               10%               15%

                                                                                               (4.866.093.433
     Biaya             (4.866.093.433)   (4.136.179.418)   (4.379.484.090)   (4.622.788.761)                    (5.109.398.105)   (5.352.702.776)   (5.596.007.448)
                                                                                                      )
  Net Present                                                                                   16.254.446.77
                       16.254.446.775    20.376.080.844    19.002.202.821    17.628.324.798                     14.880.568.752    13.506.690.730    12.132.812.707
     Value                                                                                            5
Internal Rate of
                           26,09%            29,22%            28,19%            27,14%           26,09%            25,02%            23,94%            22,84%
     Return




     Halaman 55                                                                                 00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 57
                                                 BAB VIII
                                               KESIMPULAN



Berdasarkan kajian, evaluasi, dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh MPIX memberikan hasil perhitungan NPV yang positif, IRR
project yang lebih tinggi dari Discount Rate, dan nilai PI lebih tinggi dari 1. Sehingga dari hasil tersebut,
dapat disimpulkan bahwasannya proyek LAYAK untuk dijalankan.

Berikut merupakan hasil dari analisa parameter Net Present Value (NPV), Internal Rete of Return (IRR),
dan Payback Period (PP), serta Profitability Index (PI) :

 Discount Factor           11,40%
 Net Present Value         Rp. Juta                      16.254.446.775     >        0        PROYEK LAYAK
 Profitability Index                                                 1,52   >        1        PROYEK LAYAK
 Internal Rate Of Return      %                                   26,09%    >   11,40%        PROYEK LAYAK
 Payback Period              Year                        6 tahun 11 bulan   >




Halaman 56                                                          00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 58
                             ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi
   Kelayakan.
c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan dan
   kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi
   yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
   keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary duty).
e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari
   Pemberi Tugas.
h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah disusun
   sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
   ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
   khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas objek penugasan, di luar dari aspek
   perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
   maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat digunakan
   untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan
   untuk tujuan lain.
l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga pengguna
   laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi antara hasil
   dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




Halaman 57                                                     00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 59
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan Studi Kelayakan adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek Studi Kelayakan.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan yang dilaporkan.
5. Studi Kelayakan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
    Etik Penilai Indonesia (KEPI), SE OJK NO.17/SEOJK.04/2020, serta POJK No.35/POJK.04/2020,
    tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek Studi
    Kelayakan .
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan Studi Kelayakan ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan yang telah kami susun berdasarkan data
    yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap. Kami
    tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi dari
    Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau
    menyesatkan.
12. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap objek Studi Kelayakan pada tanggal Studi
    Kelayakan (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    Studi Kelayakan .
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan profesional telah disajikan
    sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 58                                                  00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 60
                                                                   Tanda Tangan
                          Penilai
 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
 RMK No.                 : RMK-2017-00526

 Pemeriksa:
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E.
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK No.                 : RMK-2017.01119



 Penilai:
 Yus Dwiantoro, S.Kom.
 MAPPI No.             : 21-P-10897
 RMK No.               : RMK-2023.04530



 Asisten Penilai:
 Ratu Ayu Okta K., S.Ak.
 MAPPI No.               : 24-P-12454
 RMK No.                 : RMK-2026.05227




Halaman 59                                               00100/2.0176-00/BS/10/0453/1/V/2026
Page 61
Lampiran 1
FEASIBILITY STUDY
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                                              Proyeksi             Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi                Proyeksi
                      URAIAN                           SATUAN                   Des                  Des                 Des                  Des                     Des             TERMINAL
                                                                               2026                 2027                2028                 2029                    2030               VALUE

Arus Kas Bersih (FCFE):
Laba bersih                                              Rp                   6.321.427.264         6.674.489.545      7.108.429.578        7.504.378.277          7.922.865.167
Delta Debt                                               Rp                   1.800.000.000        (1.800.000.000)                  -                    -                      -
Penyusutan                                               Rp                     163.400.000           240.600.000        321.600.000          406.800.000            496.200.000
Maintenance Capex                                        Rp                  (2.167.000.000)         (386.000.000)      (405.000.000)        (426.000.000)          (447.000.000)
Perubahan Modal Kerja                                    Rp                  (1.463.705.929)           (74.610.256)       (78.413.405)         (82.410.412)           (86.611.162)
Terminal value                                           Rp                                                                                                                           90.208.091.539
Arus Kas Bersih (FCFE)                                   Rp                  4.654.121.335         4.654.479.288       6.946.616.173        7.402.767.865          7.885.454.005     90.208.091.539
Arus Kas Bersih (FCFE) Porsi 60%                         Rp                  2.792.472.801         2.792.687.573       4.167.969.704        4.441.660.719          4.731.272.403     54.124.854.923
Accumulated Cashflow                                      0                 (25.907.527.199)      (23.114.839.626)    (18.946.869.922)     (14.505.209.203)        (9.773.936.800)    44.350.918.123

Investasi Awal                                           Rp                  (28.700.000.000)
Arus Kas Bersih + Investasi Awal                         Rp                (25.907.527.199)        2.792.687.573       4.167.969.704        4.441.660.719          4.731.272.403     54.124.854.923

Periode diskonto                                                                          1                    2                   3                    4                      5
Tingkat diskonto                             11,40%                                    0,90                 0,81                0,72                 0,65                   0,58
Nilai Kini Arus Kas Bersih                                                  (26.193.382.720)       2.250.196.826       3.014.545.105        2.883.644.320          2.757.232.197     31.542.211.047

Net Present Value                     Rp                                    16.254.446.775            >                               0                       PROYEK LAYAK

Internal Rate Of Return                %                                                 26,09%       >                           11,40%                      PROYEK LAYAK
Payback Period                       Tahun                                                 6,00
                                     Bulan                                                11,00
Profitability Index                    #                                                   1,52


Sensitivitas                        Normal               -15%                  -10%                   -5%                 0%                    5%                    10%                15%
Pendapatan                         21.863.500.000     18.583.975.000        19.677.150.000        20.770.325.000      21.863.500.000       22.956.675.000         24.049.850.000     25.143.025.000
Net Present Value                  16.254.446.775       9.401.765.780        11.685.708.913        13.969.569.658     16.254.446.775        18.539.400.174         20.823.235.591     23.107.204.052
Internal Rate of Return             26,09%              20,65%                22,51%                24,32%              26,09%               27,81%                 29,50%             31,15%

Sensitivitas                         Normal              -15%                   -10%                  -5%                 0%                   5%                     10%                15%
Biaya                               (4.866.093.433)   (4.136.179.418)        (4.379.484.090)      (4.622.788.761)     (4.866.093.433)      (5.109.398.105)        (5.352.702.776)    (5.596.007.448)
Net Present Value                  16.254.446.775     20.376.080.844         19.002.202.821       17.628.324.798      16.254.446.775       14.880.568.752         13.506.690.730     12.132.812.707
Internal Rate of Return              26,09%             29,22%                 28,19%               27,14%              26,09%               25,02%                 23,94%             22,84%
Page 62
Lampiran 2
TINGKAT DISKONTO
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

PERHITUNGAN COST OF EQUITY
Risk Free Rate (Rf)                                 6,69%
Risk Premium Market (Rpm)                           6,69%
β (Beta)                                              0,95
CDS                                                 1,62%
COST OF EQUITY                                     11,40%


Unleverage Beta                        ===>          0,92




Leverage Beta Perusahaan Dinilai       ===>          0,95


Keterangan :
 Rf                                  : Tingkat Balikan Bebas Risiko
 Rpm                                 : Tingkat Balikan Yang Diharapkan Oleh Pasar Ekuitas
 β                                   : Ukuran Risiko Sistematis
 Rs                                  : Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
Page 63
Lampiran 3
ASUMSI
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                                      Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                            URAIAN                       SATUAN
                                                                       2026          2027        2028        2029        2030

1. Asumsi Umum
    GDP                                                     %             4,95%        5,07%        5,17%       5,19%       5,22%
    Inflasi                                                 %             2,67%        2,52%        2,52%       2,52%       2,52%
    Pajak                                                   %            22,00%       22,00%       22,00%      22,00%      22,00%
    Bunga Utang Investasi                                   %             8,44%        8,44%        8,44%       8,44%       8,44%
    Bulan                                                 Bulan              12           12           12          12          12
    Hari                                                   Hari            365          365          365         365         365

2. Asumsi Pendapatan
    Pertumbuhan Pendapatan                                  %                           2,52%       2,52%       2,52%       2,52%

3. Asumsi Biaya
3.1 Beban Langsung (Cost of Sales / COGS)
    COGS                                                 % to Rev           22%          22%          22%         22%         22%

3.2 Biaya Usaha
   Technology & Infrastructure                           % Growth                       2,52%       2,52%       2,52%       2,52%
   Personnel Expenses                                    % Growth                       5,14%       5,14%       5,14%       5,14%
   Sales & Marketing                                     % Growth                       2,52%       2,52%       2,52%       2,52%
   G&A / Other Opex                                      % Growth                       2,52%       2,52%       2,52%       2,52%

4. Asumsi Perutaran (Modal Kerja)
    Hari Perputaran Piutang                                Hari             30            30          30          30          30
    Hari Perputaran Persediaan                             Hari              5             5           5           5           5
    Hari Perputaran Utang                                  Hari             30            30          30          30          30
Page 64
Lampiran 4
PROYEKSI LABA (RUGI)
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                                              Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des
                         Uraian                             Satuan
                                                                                2026               2027                2028               2029                2030
Pendapatan                                                   Rp             21.863.500.000      22.977.959.749      24.149.227.444     25.380.198.787     26.673.917.084
COGS                                                         Rp              (4.866.093.433)    (5.114.135.387)     (5.374.820.915)    (5.648.794.505)     (5.936.733.495)
Laba (Rugi) Kotor                                            Rp            16.997.406.567      17.863.824.362      18.774.406.529     19.731.404.283     20.737.183.589
                                                                                      77,74%              77,74%             77,74%             77,74%               77,74%
Beban Usaha                                                  Rp             (8.655.400.000)     (8.990.254.384)     (9.339.435.275)    (9.703.606.491)   (10.083.464.145)
Depresiasi                                                   Rp                (163.400.000)      (240.600.000)       (321.600.000)      (406.800.000)        (496.200.000)
Laba (Rugi) Usaha                                            Rp             8.178.606.567       8.632.969.978       9.113.371.254      9.620.997.791     10.157.519.445
                                                                                      37,41%              37,57%             37,74%             37,91%               38,08%
Beban bunga                                                  Rp                (151.864.200)        (75.932.100)                -                  -                    -
Pendapatan (beban) lain-lain                                 Rp                          -                   -                  -                  -                    -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                    Rp             8.026.742.367       8.557.037.878       9.113.371.254      9.620.997.791     10.157.519.445

Beban Pajak                                                                  (1.705.315.103)    (1.882.548.333)     (2.004.941.676)    (2.116.619.514)    (2.234.654.278)
Laba (Rugi) Bersih                                           Rp              6.321.427.264      6.674.489.545       7.108.429.578      7.504.378.277      7.922.865.167
Page 65
Lampiran 5
NERACA
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                            Jan-Des                 Jan-Des          Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
                 Uraian                     Satuan
                                                             2026                    2027             2028               2029               2030
ASET
ASET LANCAR
Kas di bank                                  Rp           4.656.013.883         9.310.493.171      16.257.109.345     23.659.877.209     31.545.331.214
Piutang usaha                                Rp           1.797.000.000         1.888.599.431       1.984.868.009      2.086.043.736      2.192.376.747
Persediaan                                   Rp              66.658.814            70.056.649          73.627.684         77.380.747         81.325.116
Jumlah Aset Lancar                           Rp           6.519.672.697        11.269.149.252      18.315.605.037     25.823.301.692     33.819.033.077

ASET TIDAK LANCAR
Aset takberwujud                             Rp           1.710.000.000         1.620.000.000       1.530.000.000      1.440.000.000      1.350.000.000
Aset Tetap                                   Rp             293.600.000           529.000.000         702.400.000        811.600.000        852.400.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                     Rp           2.003.600.000         2.149.000.000       2.232.400.000      2.251.600.000      2.202.400.000

JUMLAH ASET                                  Rp           8.523.272.697        13.418.149.252      20.548.005.037     28.074.901.692     36.021.433.077

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha                                  Rp             399.952.885             420.339.895       441.766.103        464.284.480        487.950.698
Biaya yang masih harus dibayar               Rp                 600.000                 600.000           600.000            600.000            600.000
Utang Bank - Bagian Jk Pendek                Rp                        -                       -                 -                  -                  -
Utang lain-lain                              Rp                        -                       -                 -                  -                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek              Rp             400.552.885             420.939.895       442.366.103        464.884.480        488.550.698

Utang lain-lain
Utang Bank - Bagian Jk Panjang               Rp                        -                       -                 -                  -                  -
Utang Pihak Berelasi                         Rp           1.800.000.000                        -                 -                  -                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang             Rp           1.800.000.000                        -                 -                  -                  -
JUMLAH LIABILITAS                            Rp           2.200.552.885             420.939.895       442.366.103        464.884.480        488.550.698

EKUITAS
Modal saham                                  Rp            3.000.000.000         3.000.000.000       3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000
Tambahan modal disetor                       Rp           91.617.229.867        91.617.229.867      91.617.229.867     91.617.229.867     91.617.229.867
Penghasilan komprehensif lain                Rp                         -                    -                   -                  -                  -
Saldo defisit                                Rp          (88.294.510.055)      (81.620.020.510)    (74.511.590.932)   (67.007.212.655)   (59.084.347.488)
Jumlah Ekuitas                               Rp            6.322.719.812       12.997.209.357      20.105.638.935     27.610.017.212     35.532.882.379

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                Rp           8.523.272.697        13.418.149.252      20.548.005.037     28.074.901.692     36.021.433.077
Page 66
Lampiran 6
PROYEKSI ARUS KAS
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                                               Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des
                           Uraian                              Satuan
                                                                                2026               2027               2028                2029                2030

EAT                                                             Rp            6.321.427.264      6.674.489.545      7.108.429.578       7.504.378.277       7.922.865.167
Depresiasi                                                      Rp              163.400.000        240.600.000        321.600.000         406.800.000         496.200.000

Arus Kas Operasional
Perubahan modal kerja
   Piutang usaha                                                Rp           (1.797.000.000)       (91.599.431)        (96.268.578)       (101.175.727)       (106.333.011)
   Persediaan                                                   Rp               (66.658.814)        (3.397.835)         (3.571.035)         (3.753.063)         (3.944.370)
   Utang usaha                                                  Rp              399.952.885         20.387.010          21.426.208          22.518.377          23.666.218
Penerimaan (Pengeluaran) Arus Kas Operasional                   Rp           5.021.121.335      6.840.479.288       7.351.616.173       7.828.767.865       8.332.454.005

Arus Kas Investasi                                              Rp
(Pembelian) Pelepasan Aset tetap                                Rp             (367.000.000)      (386.000.000)      (405.000.000)       (426.000.000)       (447.000.000)
(Pembelian) Pelepasan Aset tak-berwujud                         Rp           (1.800.000.000)                 -                  -                   -                   -
Aset tidak lancar lainnya                                       Rp
Penerimaan (Pengeluaran) Arus Kas Investasi                     Rp           (2.167.000.000)     (386.000.000)       (405.000.000)       (426.000.000)       (447.000.000)

Arus Kas Pendanaa
Setoran Modal
Penambahan (Pembayaran) Hutang Bank                             Rp                        -                   -                    -                   -                   -
Penambahan (Pembayaran) Hutang Pihak Berelasi                   Rp            1.800.000.000      (1.800.000.000)                   -                   -                   -
Penerimaan (Pengeluaran) Arus Kas Investasi                     Rp           1.800.000.000      (1.800.000.000)                -                   -                   -

Kenaikan Penurunan Kas                                          Rp           4.654.121.335      4.654.479.288       6.946.616.173       7.402.767.865       7.885.454.005

Kas Awal Tahun                                                  Rp               1.892.548       4.656.013.883       9.310.493.171      16.257.109.345      23.659.877.209
Kas Akhir Tahun                                                 Rp           4.656.013.883      9.310.493.171      16.257.109.345      23.659.877.209      31.545.331.214
Page 67
Lampiran 7
PROYEKSI ASET TETAP
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des              Jan-Des         Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des
               Uraian                Satuan
                                                     2026                 2027            2028             2029             2030
1. Aset Berwujud (Aset Tetap)
Penambahan
Aset tetap                             Rp                    -                    -               -                -                -
Maintenance Capex                      Rp           367.000.000          386.000.000     405.000.000      426.000.000      447.000.000
Total                                  Rp           367.000.000          386.000.000     405.000.000      426.000.000      447.000.000

Nilai Perolehan
Aset tetap                             Rp                    -                    -                -                -                -
Maintenance Capex                      Rp           367.000.000          753.000.000    1.158.000.000    1.584.000.000    2.031.000.000
Total                                  Rp           367.000.000          753.000.000    1.158.000.000    1.584.000.000    2.031.000.000

Penyusutan
Aset tetap                             Rp                      -                    -               -                -                -
Maintenance Capex                      Rp            73.400.000          150.600.000     231.600.000      316.800.000      406.200.000
Total                                  Rp            73.400.000          150.600.000     231.600.000      316.800.000      406.200.000

Akumulasi Penyusutan
Aset tetap                             Rp                      -                    -               -                -                 -
Maintenance Capex                      Rp            73.400.000          224.000.000     455.600.000      772.400.000     1.178.600.000
Total                                  Rp            73.400.000          224.000.000     455.600.000      772.400.000     1.178.600.000

Nilai Buku
Aset tetap                             Rp                      -                    -               -                -                -
Maintenance Capex                      Rp           293.600.000          529.000.000     702.400.000      811.600.000      852.400.000
Total                                  Rp           293.600.000          529.000.000     702.400.000      811.600.000      852.400.000

2. Aset Tak-brwujud
Penambahan                                        1.800.000.000                     -                -                -                -
Saldo Awal (Perolehan)                 Rp         1.800.000.000        1.800.000.000    1.800.000.000    1.800.000.000    1.800.000.000
Penyusutan                             Rp            90.000.000           90.000.000       90.000.000       90.000.000       90.000.000
Akumulasi Penyusutan                   Rp            90.000.000          180.000.000      270.000.000      360.000.000      450.000.000
Nilai Buku                             Rp         1.710.000.000        1.620.000.000    1.530.000.000    1.440.000.000    1.350.000.000
Page 68
Lampiran 8
PROYEKSI UTANG
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                           Jan-Des              Jan-Des          Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des
                 Uraian                   Satuan
                                                            2026                 2027             2028          2029          2030
1. Utang Pihak Berelasi
   Utang Pihak Berelasi                      Rp           1.800.000.000
   Beban Bunga                               %                    8,44%
   Jangka Waktu                                                    1,00

Saldo Awal                                   Rp           1.800.000.000         1.800.000.000              -             -             -
Repayment                                    Rp                       -        (1.800.000.000)             -             -             -
Saldo Akhir                                  Rp           1.800.000.000                     -              -             -             -

Beban Bunga                                  Rp             151.864.200           75.932.100               -             -             -
Debt Service                                 Rp             151.864.200        1.875.932.100               -             -             -
Page 69
                    PT. MITRA PEDAGANG INDONESIA Tbk
          Ruko Khayangan Residence Jl Halim Perdana Kusuma Blok RA-11
                   Tunjung Burneh Bangkalan Jawa Timur, 69171
                     No. Telp (031) 35901999 / (081) 998983991
                               corpsec@mpstore.co.id


                                                                        Jakarta, 18 Mei 2026

Nomor        : 069/MPI/2026

Kepada Yth,
KJPP Ferdinand Danar Ichsan dan rekan
Gedung Manhattan Square Lt.16
Jl. Raya TB Simatupang RT003/RW003,
Cilandak Timur, Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520

Perihal          : Pernyataan Manajemen terkait Penugasan Studi Kelayakan dalam Rangka
                 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk
                 (“MPIX”)

Dengan Hormat,

Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 038/FDI/PB-FS/IV/2026 tanggal 27 April 2026,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R”) mendapat penugasan dari PT Mitra
Pedagang Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “MPIX”), untuk melakukan studi kelayakan dalam
Rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (“Perseroan”
atau “MPIX”) per 31 Desember 2025 berupa penambahan 1 (satu) bidang usaha yaitu Industri
Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141) sesuai dengan KBLI 2025, maka terkait dengan hal
tersebut, kami menyatakan hal-hal sebagai berikut :

1. Kami menegaskan bahwa Laporan Studi Kelayakan yang dibuat oleh KJPP FDI&R adalah
   sesuai dengan lingkup penugasan yang diberikan oleh PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk.

2. Laporan keuangan yang diberikan kepada KJPP FDI&R yang digunakan sebagai basis
   perhitungan dalam Studi Kelayakan adalah sebagai berikut:
   • Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
      No. 00091/2.1455/AU.1/05/1577-1/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 yang diaudit oleh
      Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
      yang material yang ditandatangani oleh Irfan Alim Waluyo H., SE., CPA., CPI dengan izin
      akuntan publik No. AP.1577.
   • Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
      No. 00046/2.0829/AU.1/05/0671-1/1/III/2025 tanggal 31 Maret 2025 yang diaudit oleh
      Kantor Akuntan Publik Griselda, Wisnu & Arum dengan pendapat wajar dalam semua
      hal yang material yang ditandatangani oleh Dra. Griselda Situmorang, Ak., CA., CPA.,
      CFI., CLI., CPACC., SH. dengan izin akuntan publik No. AP.0671.
   • Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
      No. 00049/2.1455/AU.1/05/1596-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 yang diaudit oleh
      Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
      yang material yang ditandatangani oleh Dedy Syukuri, SE., Ak., CA., M.Ak., CPA dengan
      izin akuntan publik No. AP.1596.
Page 70
                   PT. MITRA PEDAGANG INDONESIA Tbk
         Ruko Khayangan Residence Jl Halim Perdana Kusuma Blok RA-11
                  Tunjung Burneh Bangkalan Jawa Timur, 69171
                    No. Telp (031) 35901999 / (081) 998983991
                              corpsec@mpstore.co.id


   •   Laporan Keuangan Audit MPIX yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2023 No.
       00235/2.1213/AU.1/05/1480-2/1/XII/2023 tanggal 20 Desember 2023 yang diaudit oleh
       Kantor Akuntan Publik Heru, Saleh, Marzuki dan Rekan dengan pendapat wajar dalam
       semua hal yang material yang ditandatangani oleh Marzuki, M.Ak., CA., CPA., CPI
       dengan izin akuntan publik No. AP.1480.

3. Proyeksi Keuangan atas rencana bisnis baru untuk 5 (lima) tahun kedepan yang telah
   disiapkan oleh manajemen sesuai dengan tingkat keyakinan manajemen dalam hal target
   pencapaian kinerja keuangan dimasa yang akan datang.

4. Penugasan KJPP FDI&R hanya sebatas pada Studi Kelayakan seperti yang telah diuraikan
   sebelumnya serta tidak mencakup pada keabsahan legalitas usaha, pajak dan lingkup
   pekerjaan lainnya di luar Studi Kelayakan.

5. Kami menyatakan bahwa seluruh informasi dan pernyataan baik secara lisan maupun
   tulisan serta dokumen baik dalam bentuk asli maupun foto copy dan/atau Salinan yang
   kami sampaikan kepada KJPP FDI&R adalah berdasarkan persetujuan Manajemen dan
   sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada tanggal penilaian sampai dengan
   dikeluarkannya Laporan Studi Kelayakan.

6. Kami menyatakan telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah
   menerima semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi
   atau untuk melengkapi informasi di dalam Laporan Studi kelayakan untuk memenuhi
   peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK.

7. Kami telah mempelajari draft Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi yang disusun
   oleh KJPP FDI&R dengan waktu yang cukup.

8. Selanjutnya, Kami membebaskan KJPP FDI&R, partner dan seluruh karyawan dari dan
   terhadap semua tuntutan, biaya, pengeluaran, kerugian (termasuk biaya hukum
   pengacara) dan kewajiban yang dapat dan mungkin timbul sebagai akibat dari kesalahan
   ataupun kekurangan dalam data dan informasi yang diberikan oleh perusahaan dan
   tanggung jawab KJPP FDI&R terbatas pada laporan yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan
   penugasan.
Page 71
                   PT. MITRA PEDAGANG INDONESIA Tbk
         Ruko Khayangan Residence Jl Halim Perdana Kusuma Blok RA-11
                  Tunjung Burneh Bangkalan Jawa Timur, 69171
                    No. Telp (031) 35901999 / (081) 998983991
                              corpsec@mpstore.co.id


Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Untuk selanjutnya kami menyetujui
penerbitan Laporan Final Studi Kelayakan dalam Rangka Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
MPIX.


Hormat kami,                                     Mengetahui,
PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk                  PT Mobile Coin Asia




Abdul Muidz, SE., MM.                            Ir. Hendro Santoso
Direktur Utama                                   Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.42 MB
Published21 May 2026
Pages71
Characters197,138
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Mitra Pedagang Indonesia Tbk p.2 ×48
linked org PT Madura Prima p.17 ×2
linked person Abdul Muidz p.17 ×5
linked person Hendra Setiawan p.17 ×4
linked person Rio Adetya Rizky p.17 ×4
linked org Bank Syariah Indonesia p.32
linked org Bank Central Asia Tbk p.33 ×2
linked org Global Digital Niaga Tbk p.34 ×2
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk p.34 ×2
linked org XL Axiata Tbk p.43 ×2
linked org Artav Mobile p.43
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×8
possible person Mochamad Ichsan p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×8
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×8
unresolved org KJPP FDI p.2 ×14
unresolved org PT Mobile Coin Asia p.2 ×11
unresolved org BAPEPAM p.2 ×5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×25
unresolved person M.B.A. p.7 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.10
unresolved org Pusat Statistik p.11 ×2
unresolved org BAPEPAM-LK p.11 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo & Rekan p.15 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Irfan Waluyo p.15 ×6
unresolved person Irfan Alim Waluyo H. p.15 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Griselda p.15 ×3
unresolved person Dra. Griselda Situmorang p.15 ×6
unresolved person CPACC. p.15 ×3
unresolved person Dedy Syukuri p.15 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru p.15 ×3
unresolved org Marzuki dan Rekan p.15 ×3
unresolved person Marzuki p.15 ×3
unresolved person Ika Anggraini p.15 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15 ×5
unresolved person Doktor Susanti · Notaris p.15 ×5
unresolved org Kementerian Hukum dan HakAsasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved org Menteri p.16
unresolved org PT Espay Debit Indonesia Koe p.34
unresolved org PT MCA p.36 ×2
unresolved org PT Madura Prima Investama p.42
unresolved org Envolve Technology Limited p.43
unresolved org PT Artav Mobile Indonesia p.43
unresolved org PT Trijaya Excel Madura p.43
unresolved org PT Fita Sehat Nusantara p.51 ×2
unresolved org PT Solusi Multi Bayar p.51
unresolved org PT Mitra Kasih Perkasa p.51
unresolved org PT Server Pulsa Masterload p.51
unresolved org PT Tata Sarana Media p.51
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.60
unresolved person Yus Dwiantoro p.60
unresolved org KJPP Ferdinand Danar Ichsan p.69
unresolved org PT Mobile Coin Asia Abdul Muidz p.71
unresolved person Ir. Hendro Santoso p.71

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result